Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 16
Page 1
Public Expose Live Tahun 2023 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Jakarta, 29 November 2023
Page 2
Sekilas Bank BTN
Page 3
Sekilas Tentang Bank BTN
Struktur Kepemilikan Saham (Per 30 September 2023) Gambaran Umum Perseroan
5th Bank Terbesar ke-5 dengan total aset lebih dari Rp 400 Triliun dan
melayani lebih dari 8 juta nasabah di seluruh Indonesia
Pemerintah Republik Indonesia Publik
Bank penyedia KPR terbesar di Indonesia dengan lebih dari 125
60,00% 40,00% tahun melayani masyarakat (sejak Postpaarbank berdiri)
738 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia
Demografi Investor BBTN Pelopor Sekuritisasi KPR KIK- EBA pertama di Indonesia, dengan
terhadap total saham Publik total penerbitan Rp13,3 Triliun dengan rating AAA.
Regional Asia
Amerika selain USA Menjadi pelopor
103,48 jt lembar
Pertama kali utama dalam
6,15 jt lembar (1,84%)
(0.11%) Regional Eropa Top 3 : Malaysia, UAE,
menerbitkan obligasi mensukseskan
290,19 jt lembar dan awal melaksnakan Program Sejuta
Singapura
kegiatan umum Rumah untuk rakyat
(5,17%)
Top 3 : Swedia, Irlandia, Inggris
dari Pemerintah
USA Indonesia 1989
868,56 jt lembar
1976 2009 2015 2025
4.267,88 jt lembar
(15.47%) (76,03%)
Persemakmuran Inggris Mendapat mandat dalam Pelopor Sekuritisasi KPR
Visi menjadi “The
42,01 jt lembar best mortgage bank
pembiayaan perumahan pertama di Indonesia dan
in Southeast Asia”
(0,75%) dari Pemerintah dan melakukan Penawaran Umum
Cayman Isl. , Virgin Isl., Bermuda Isl. melakukan Realisasi KPR Saham Perdana (IPO) di Bursa
BTN pertama kali di Efek Indonesia
Semarang
3
Page 4
BTN memiliki posisi strategis dalam sektor perumahan
Sebagai bank yang fokus dan memiliki sejarah panjang di sektor perumahan, BTN siap untuk berkontribusi dalam mengurangi
backlog perumahan dan menaikkan kontribusi dari sektor perumahan terhadap PDB.
Rasio KPR terhadap PDB
Distribusi backlog kepemilikan rumah di Indonesia
(Rumah tangga)
44.8%
38.4%
Rata-rata:27.3%
22.3%
3.0% 3.8%
Indonesia Filipina Thailand Malaysia Singapura
Dampak dari sektor perumahan
(dlm setiap IDR 1 input)
Backlog kepemilikan rumah Backlog rumah
(jutaan rumah tangga) millennial Home Backlog
3%
11% di area urban 13%
26%
Kenaikan output Kenaikan jumlah
Backlog
ekonomi nasional tenaga kerja yang
14% Pendapatan
kepemilikan 47% 76.5% Millennial 2.15x dibutuhkan oleh
0.23x
12.7 38% per usia
44% > 7000 Pengembang properti
yng didominasi oleh pengembang
Gen Z : 8-23y Millennials : 24 - 40y <Rp 1,5 jt Rp 1,5-3,4 Jt rumah subsidi yang fokus menyasar
Rp 3,5-4,9 jt Rp 5,0-9,9 jt
Gen X : 40-55y Baby Boomer : 56-74y
> Rp 10 jt
segmen menengah-bawah
Pre Boomer : >75y
Sumber: Profil Generasi Millenial Indonesia 2018, Kementerian PUPR 2021, CDS 4
5
Page 5
Kebijakan Pemerintah yang akan Mempengaruhi Kinerja BTN
Peraturan Perumahan Baru Insentif Likuiditas Baru
❑ Penyesuaian Terakhir pada Batas Harga Rumah Bersubsidi ❑ Insentif Giro Wajib Minimum (GWM)
o Kenaikan harga rata-rata pada tahun 2023 adalah sekitar 7% dibandingkan o Insentif GWM maksimal 4% efektif mulai 1 Oktober 2023 akan memberikan
dengan harga 2021, sedangkan kenaikan harga rata-rata pada tahun 2024 kelonggaran pada likuiditas industri (setara dengan sekitar Rp 80 Triliun untuk
adalah sekitar 3%. setiap insentif RRR 1%) dalam mendukung pertumbuhan kredit industri ke
Harga Baru depan.
Harga
Daerah (Rp Jt) Harga % thd Harga % thd
2021
2023 2021 2024 2023 ❑ Penyangga Likuiditas Makroprudensial
Jawa (kecuali Jabodetabek) dan o Melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Oktober
Sumatera (kecuali Riau, Bangka 150.50 162.00 7.64% 166.00 2.47% 2023 tersebut, BI akan memberlakukan pelonggaran likuiditas dengan
Belitung, Mentawai) menurunkan rasio penyangga likuiditas makroprudensial sebesar 100
bps dari 6% menjadi 5% untuk Bank Umum, dengan fleksibilitas repo
Kalimantan 164.50 177.00 7.60% 182.00 2.82% sebesar 5% berlaku efektif mulai 1 Desember 2023.
Sulawesi, Bangka Belitung,
156.50 168.00 7.35% 173.00 2.98%
Mentawai, Riau o Fleksibilitas pengelolaan likuiditas melalui kebijakan ini dapat mendukung
Jabodetabek, Bali, Nusa Tenggara penyaluran kredit yang lebih tinggi.
168.00 181.00 7.74% 185.00 2.21%
& Maluku
Papua & Papua Barat 219.00 234.00 6.85% 240.00 2.56%
Spin Off Unit Usaha Syariah
❑ Kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah Terbaru untuk Sektor Properti
o Kementerian Keuangan menggulirkan insentif untuk sektor properti ❑ Kebijakan Baru Spin Off Unit Usaha Syariah pada POJK 12/2023
terutama untuk segmen MBR dengan anggaran sebesar Rp 3,2 triliun
untuk memacu permintaan perumahan. Melalui POJK 12/2023 tentang Spin Off Unit Usaha Syariah (UUS), OJK
mengatur bahwa Bank Umum Konvensional wajib melakukan divestasi Unit
o Pemerintah akan menanggung 100% Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Usaha Syariah dengan penambahan modal minimal Rp1 Triliun apabila :
untuk pembelian harga rumah hingga Rp 5 miliar hingga Juni 2024, dan
selanjutnya 50% untuk periode Juni – Desember 2024. • Memiliki aset lebih dari 50% dari induk, dan/atau;
• Total aset UUS lebih dari Rp 50 Triliun (berdasarkan laporan triwulanan).
o Insentif administrasi Rp 4 juta untuk rumah bersubsidi (tapak dan rusun)
dengan harga maksimal Rp 350 Jt, akan diberikan hingga Desember 2024.
5
Page 6
Tantangan dan Peluang Bagi Bank BTN
Kekuatan Tantangan
❑ Pertumbuhan kredit yang sebesar 9,9% yoy per 30 September 2023, Makroekonomi (Pergerakan Suku Bunga) BI Rate
sejalan dengan target 2023, didorong oleh KPR yang tumbuh sebesar Beban Bunga (yoy)
9,9% yoy. Dalam mempertahankan tren pertumbuhan kredit dan menjaga 6,00%
NIM higga akhir tahun, realisasi kredit pada high yield asset (KUR, KRING, 5,75%
dan KAR) akan terus didorong. 5,50%
BI7DRRR meningkat sekitar
❑ Menumbuhkan porsi dari fee-based income dari aktivitas transaksional 64% sejak kenaikan pertama 43,87%
sebagai sumber pendapatan untuk mengurangi ketergantungan pada aset (3,50% -> 5,75%)
yang sensitif terhadap suku bunga. Hingga 9M23, porsi FBI terhadap total
pendapatan telah mencapai 10,2% atau sebesar Rp 2,4 Triliun.
4,25%
% FBI 7,6 8,0 8,9 7,0 10,2
thdp pendapatan
+67,32% yoy
2.362 3,50%
FBI 1.596 1.624 1.810
FY20
FY21
FY22
1H21
1H22
1H23
9M23
1Q21
9M21
1Q22
9M23
1Q23
10M23
1.411
(Rp Mil)
❑ BI Policy Rate meningkat sebesar 225 bps (naik 64% dari kenaikan
9M19 9M20 9M21 9M22 9M23 suku bunga pertama) dan memberikan tekanan pada beban bunga
BTN (beban bunga tumbuh sebesar 43,9% per 9M23), namun tetap
❑ Efisiensi kegiatan operasional yang Biaya Operasional terkendali.
berkelanjutan untuk menstabilkan (Rp Mil)
PPOP. 4,85% yoy ❑ Tekanan likuiditas lanjutan dari peluncuran instrumen Operasi Pasar
10.024 Terbuka BI yang baru, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
❑ Mendorong produk pendanaan yang 9.538
sedikit lebih sensitif seperti produk ❑ Dalam menjaga likuiditas hingga akhir tahun pada kondisi likuiditas yang
pendanaan ritel dan giro operasional, dari ketat, BTN menawarkan special rate dengan kenaikan CoF, yang
sebelumnya yang bergantung pada memberi tekanan pada NIM.
Sep-22 Sep-23
deposito komersial.
6
8
Page 7
Strategi Bisnis BTN Tahun 2023
Mengoptimalkan KPR Non Subsidi Meningkatkan Kredit High Yield dari
Fokus Penghimpunan DPK Low Cost
dengan pengembangan bisnis pada nasabah captive melalui KUR, KRING
dan peningkatan CASA.
segmen emerging affluent. dan KAR.
Outstanding (Rp T) Strategi KUR Outstanding DPK (Rp T)
3 Lokasi Consumer Sales Center 27,9% YoY (Rp T)
21,5% Total DPK
• Implementasi Transformasi
(Kelapa Gading Square, BSD, Surabaya) 13,3 Total Kredit SME, Decision Engine, 313 324 3,5%
13,2 dan Aplikasi KUR (B-Maps).
10,9 1,6 163,0% TD Insti
10,3 • Penambahan KCP KUR
Fokus pada Developer Top tier 0,6 KUR
menjadi 30 outlet pada 138 -5,2%
Sep-23 (vs 10 outlet pada
146
TD Ritel
7,3 Jun-23)
6,6 16,4% 26 8,6%
Strategi KRING & KAR 24 low cost
KAR
funding
• Penawaran fasilitas top-up CASA
9M22 9M23 17,6% pinjaman melalui tele-sales 144 160 (CASA +
11,6%
3,7 4,3 KRING pada 10 cabang pilot project. TD Ritel)
Penyaluran • Penambahan personel yang
KPR Non Subsidi Growth berdedikasi. Growth
9M22 9M23 yoy Sep-22 Sep-23 yoy
Mempercepat penyelesaian kredit
Mengembangkan bisnis berbasis Meningkatkan FBI dari sumber-sumber
macet dan Perbaikan Proses Bisnis dari
digital & transaction banking baru.
berbagai aktivitas
75
Q1 – Q2 – Q3 Fee Based Income (Rp Mil) 9M22 9M23 YoY
Penjualan aset NPL dengan nominal sekitar Rp
Non Recurring Income 447 1.291 188,60% 1 900 miliar dari segmen komersial.
Transaksi Treasuri 16 593 3.659,53%
Recovery Asset 184 370 100,32%
Lainnya 247 329 33,18% Bank BUMN pertama yang akan melakukan
Lebih dari 75 fitur Recurring Income 964 1.070 11,03%
2 skema penjualan aset secara masif
telah dikembangkan
15
Transaksi Terkait Kredit 250 333 32,99%
sepanjang tahun
2023 Transaksi Terkait Dana,
660 672 1,80% Transaksi penjualan akan melibatkan Perusahaan
Servis & Digital
Fitur baru yang akan
3 Pengelola Aset (PPA)
Transaksi Terkait Syariah 53 65 22,19%
dikembangkan pada Kuartal IV tahun
2023 Total 1.411 2.362 67,32%
77
Page 8
Kerangka & Strategi ESG BTN ke Depan
BTN bertujuan untuk membangun proses bisnis berkelanjutan yang sejalan dengan strategi bisnis BTN dengan
mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan, tata kelola yang baik, dan sosial dalam kerangka ESG yang komprehensif.
Roadmap ESG BTN Enam Komponen Framework BTN 9 Tema Strategis ESG BTN
o Melakukan Operasi Bisnis yang
Accelerate Phase Berkelanjutan
(2026 – 2028) Sustainable Finance
o Mengembangkan produk bank dan
manajemen portofolio yang
berkelanjutan dan inklusif
Advance Phase Climate Change & Ecosystems
(2025 – 2026) o Mengintegrasikan komponen ESG
dalam kerangka kerja dan program
manajemen risiko perusahaan
People & Community o Mengembangkan budaya ESG dan
program pemimpin yang bertanggung
jawab
Action Phase
(2023 – 2025) ESG in the Value Chain o Membangun lingkungan kontrol yang
terintegrasi dengan komponen ESG
o Menetapkan program pemantauan,
komunikasi, dan pelaporan ESG
Stakeholder Inclusiveness
o Menetapkan manajemen data ESG
BTN berupaya meningkatkan praktik ESG o Menavigasi tren dalam aturan dan
yang berkorelasi positif terhadap Integrated GRC regulasi ESG
lingkungan, ekonomi, dan masyarakat
melalui Roadmap ESG BTN. o Membangun kemitraan dan kerjasama
8
Page 9
Kinerja Keuangan Per 30 September 2023
Page 10
Ikhtisar Keuangan Utama per 30 September 2023
Total Aset NIM
5,2% yoy
Rp 409,7 T 3,76 %
Total Kredit NPL (Gross)
9,9% yoy
Rp 318,3 T 3,53 %
Total DPK ROE (Tier 1)
3,5% yoy
Rp 323,9 T 12,38 %
Laba Bersih
1,7% yoy PPOP ROA
Rp 2,3 T
6,4% yoy
Rp 5,9 Tn 0,96 %
Page 11
Komposisi Kredit & Pembiayaan
Des-20 Des-21 Des-22 Sep-22 Jun-23 Sep-23
Segmen Kredit (Rp Mil) QoQ YoY
Outs % Outs % Outs % Outs % Outs % Outs %
Kredit Perumahan 234.785 90,26% 244.823 89,08% 261.705 87,74% 256.487 88,54% 269.483 87,59% 277.422 87,16% 2,95% 8,16%
KPR Subsidi 120.720 46,41% 130.683 47,55% 145.860 48,90% 140.976 48,66% 152.167 49,46% 157.716 49,55% 3,65% 11,87%
KPR Non Subsidi 79.938 30,73% 83.251 30,29% 87.824 29,44% 87.115 30,07% 90.839 29,52% 92.896 29,19% 2,26% 6,64%
Kredit Perumahan Lainnya 7.256 2,79% 6.976 2,54% 6.970 2,34% 6.882 2,38% 7.255 2,36% 7.559 2,37% 4,18% 9,82%
Kredit Konstruksi 26.871 10,33% 23.914 8,70% 21.051 7,06% 21.512 7,43% 19.222 6,25% 19.251 6,05% 0,15% -10,51%
Kredit Non Perumahan 25.329 9,74% 30.012 10,92% 36.576 12,26% 33.207 11,46% 38.186 12,41% 40.891 12,84% 7,05% 23,14%
Kredit Konsumer 5.119 1,97% 6.559 2,39% 7.010 2,35% 6.740 2,33% 6.543 2,13% 6.762 2,12% 3,34% 0,33%
Kredit Komersial 8.270 3,18% 9.512 3,46% 11.563 3,88% 9.567 3,30% 10.294 3,35% 11.141 3,50% 8,22% 16,45%
Kredit Korporasi 11.940 4,59% 13.942 5,07% 18.004 6,04% 16.900 5,83% 21.349 6,94% 22.975 7,22% 7,62% 35,95%
Total Kredit & Pembiayaan 260.114 100,00% 274.835 100,00% 298.282 100,00% 289.693 100,00% 307.669 100,00% 318.300 100,00% 3,46% 9,87%
Total KPR 200.658 77,14% 213.934 77,84% 233.684 78,34% 228.092 78,74% 243.006 78,98% 250.612 78,73% 3,13% 9,87%
Kredit 5 Tahun Terakhir (IDR Tn) Komposisi Berdasarkan Segmen Non Housing
Kredit Loans
Non Perumahan
+9,87% yoy
Housing Loans
Kredit Perumahan
318.30
10,36% 10,28% 9,74% 10,92% 12,26% 11,46% 12,84%
298,28
289,69
274,84
255,83 260,11
90,26%
89,72%
89,64%
89,08%
88,54%
87,74%
87,16%
238,30
CAGR 6,7%
Dec-18
2018 Dec-19
2019 Dec-20
2020 Dec-21
2021 Dec-22
2022 Sep-22
3Q22 Sep-23
3Q23 Dec-18
2018 Dec-19
2019 Dec-20
2020 Dec-21
2021 Dec-22
2022 Sep-22
3Q22 Sep-23
3Q23
11
Page 12
Komposisi Dana Pihak Ketiga
Komposisi DPK (Rp Mil) Tren Cost of Fund – DPK (% YTD)
Break
QoQ YoY
Pertumbuhan CASA +11,61% yoy down 7,75 7,69
6,96 6,85
321.937 319.068 323.908 100% 3,40% 3,54%
312.846 313.256 6,49
6,22
5,71 5,68 5,75
5,28 5,16 6,17 5,14 5,16
5,25 4,98
152.798 50,52% 14,41% -3,31% 4,79 4,56
165.736 143.038 163.648
169.255 4,27 4,33
4,17 4,14
4,00
4,15 3,69 3,62 3,58 3,60
3,96 3,45 3,50 3,46
3,74 3,28
3,19 3,13 3,13
3,61 3,13
39.405 41.541 2,74 2,60
42.195 42.199 13,03% 1,58% -7,68% 2,46 2,41
2,33 2,21 2,35 2,36
2,25
45.709 2,16 2,21
1,67 1,59 1,79
2,10 2,05 2,06 1,59 1,59 1,741,77
1,88 1,84 1,89 1,96 1,86
1,73 1,63
127.405 128.677 118.061 1,35
97.882
114.007 36,45% -8,25% 20,62% 1,22 1,22 1,31
Sep-22 Dec-22 Mar-23 Jun-23 Sep-23
Giro Tabungan Deposito Total DPK BI7DRRR
12
Page 13
Laporan Laba & Rugi
Ringkasan Laba Rugi (IDR Bn) 3Q22 2Q23 3Q23 QoQ YoY 9M22 9M23 YoY
Pendapatan Bunga 6.300 6.846 7.311 6,80% 16,05% 18.977 20.833 9,78%
Beban Bunga (2.491) (3.489) (3.647) 4,52% 46,42% (7.431) (10.691) 43,87%
Pendapatan Bunga Bersih 3.809 3.357 3.665 9,16% -3,80% 11.546 10.142 -12,16%
Pendapatan Operasional Lainnya 402 840 646 -23,16% 60,48% 1.411 2.362 67,32%
Beban Operasional Lainnya (diluar CKPN) (2.675) (2.128) (2.246) 5,58% -16,02% (7.408) (6.601) -10,90%
Pre Provision Operating Profit (PPOP) 1.537 2.070 2.064 -0,28% 34,30% 5.550 5.903 6,37%
CKPN (546) (1.197) (989) -17,37% 81,13% (2.616) (2.937) 12,28%
Laba Operasional 991 873 1.075 23,16% 8,49% 2.934 2.966 1,11%
Pendapatan (Beban) Non Operasional (9) (21) (25) 21,34% 164,91% (35) (50) 43,47%
Laba Sebelum Pajak 981 852 1.050 23,21% 6,97% 2.899 2.916 0,60%
Laba Bersih 804 673 838 24,48% 4,29% 2.275 2.313 1,67%
13
Page 14
BTN Guidance Tahun 2023
Guidance Realisasi
2023 9M23
Pertumbuhan Kredit 10-11% 9,87%
Pertumbuhan DPK 5-7% 3,54%
Pertumbuhan Laba Bersih ±8% 1,67%
Cost of Credit 1,2-1,4% 1,28%
NPL Gross <3,5% 3,53%
14
Page 15
Outlook Perekonomian Tahun 2024
Dengan indikator makro yang semakin kondusif, kondisi perekonomian dan perbankan nasional di tahun 2024 diprediksi
akan semakin membaik yang akan didorong oleh beberapa stimulus
Insentif GWM yang diberikan
Potensi Penurunan BI7DRR Maksimal 4% per 1 Oktober 2023
BI7DRR sebesar 6,0%, yang baru Per 1 Oktober 2023, Bank Indonesia telah
dinaikkan 25bps di bulan Oktober 2023 memberikan insentif GWM maksimum
dan terdapat potensi penurunan BI7DRR 400 bps, sehingga likuiditas diproyeksikan
pada sepanjang tahun 2024, sehingga CoF kembali meningkat dan Bank dapat
berpeluang untuk dapat turun di FY24F. menyalurkan kredit dengan optimal
Insentif PPN DTP hingga Akhir Tahun Sektor Perumahan yang Masih
2024 Menjanjikan
Kebijakan PPN DTP terbaru di sektor properti Pasar properti diprediksi masih menjanjikan
untuk pembelian rumah dengan harga ditengah tahun politik dan Pemilu 2024,
sampai dengan Rp5 Miliar dengan insentif dengan semua kandidat yang memiliki
sebesar 100% untuk dasar pengenaan PPN program perumahan sebagai salah satu
DTP maksimal Rp 2 Miliar dari harga prioritas. Sementara itu, harga rumah
rumah tersebut sd Juni 2024 dan 50% subsidi yang yang telah naik 7% pada
untuk periode Juli - Desember 2024. tahun 2023 dan 3% pada tahun 2024.
15
15
Page 16
Thank You Investor Relations PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Menara BTN 16th Floor Jl. Gajah Mada No. 1 Jakarta 10130 Telp: +62 21 63870107 Email: investor_ relations@btn.co.id Website: www.btn.co.id
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.