Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1
LAPORAN HASIL PELAKSANAAN PUBLIC EXPOSE TAHUNAN
PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) TBK
Laporan hasil pelaksanaan Public Expose PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Tahun 2023 yang
merupakan kewajiban Emiten berdasarkan Peraturan I-E, Tentang Kewajiban Penyampaian
Informasi dan Surat Edaran PT Bursa Efek Indonesia No. SE-00003/BEI/05-2020 tanggal 29 Mei
2020 Perihal Tata Cara Pelaksanaan Public Expose Secara Elektronik adalah sebagai berikut:
I. Penyelenggaraan
Hari/Tanggal : Rabu / 22 November 2023
Waktu : 14.00 - 15.00 WIB
Tempat : Video Conference Zoom Meeting
II. Peserta Yang Hadir
Peserta hadir sebanyak 103 orang (daftar hadir terlampir)
III. Agenda Public Expose
1. Pembukaan
2. Presentasi oleh Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk
3. Tanya Jawab
4. Penutup
IV. Ringkasan Pertanyaan dan Jawaban
1. Pertanyaan Bapak William dari Petromindo
a. Bagaimana update pengembangan PLTS terapung 20 MW milik Perseroan
yang di rencanakan beroperasi pada akhir tahun ini? Bagaimana rencana
ekspansinya?
b. Bagaimana persiapan terkait rencana penggunaan teknologi CCS? Apakah
akan menggunakan reservoir Sunda-Asri milik Pertamina dan ExxonMobil
yang lokasinya cukup dekat dengan Perseroan?
c. Bagaimana progress konstruksi CRM Fase II dengan POSCO? Kapan mulai
beroperasi dan berapa kapasitasnya?
Jawaban:
a. Krakatau Steel Group memiliki waduk Krenceng di Cilegon yang merupakan
reservoir air terutama untuk air industri. Waduk ini cukup luas dan Krakatau
Steel mempunyai rencana untuk membuat PLTS terapung, dalam studi awal
yang sudah dilakukan dengan partner internasional, ditemukan bahwa masih
terdapat batasan terkait aturan luasan dimana area yang dapat ditutup
menggunakan aturan luasan tertentu. Terkait aturan luasan tertentu untuk
PLTS tersebut, Perseroan sudah mengajukan ke instasi terkait agar luasan
PLTS dioptimalkan sesuai rencana kajian karena waduk yang digunakan
bukan waduk umum dan digunakan hanya untuk kebutuhan air industri.
Perseroan masih menunggu izin dari instansi terkait sehingga realisasi di
tahun 2023 tidak dapat tercapai, namun Perseroan yakin setelah mendapat
perolehan izin tersebut proyek ini bisa langsung dilaksanakan karena hal-hal
teknis sudah dipersiapkan.
b. Pada agenda IISIA Business forum 2023 yang diselenggarakan 9-11
November lalu di ICE BSD telah dilakukan tandatangan kerjasama terkait
Policy untuk pemanfaatan Reservoir Sunda-Asri untuk dimanfaatkan sebagai
Halaman 1 dari 1
Page 2
carbon capture yang dihasilkan PT Krakatau Posco sehingga emisinya tidak
dilepaskan ke udara. Tahap lanjut dari kerjasama ini, saat ini sedang
dipersiapkan MoU dengan Pertamina dan ExxonMobile untuk joint study
terkait pemanfaatan carbon capture menggunakan Reservoir Sunda-Asri.
c. Pengembangan CRM#2 ini merupakan bagian dari proyek KS-Posco cluster
10 juta ton di Cilegon, yang terdiri dari tiga fase. Fase Pertama 3 juta ton, yang
mencakup fasilitas Iron & Steel Making (ISM), Blast Furnace, Plate Mill, dan
ditambahkan dengan HSM#2 yang sudah selesai dijalankan dan sudah
membukukan profit; Fase Kedua yang saat ini sedang dipersiapkan dengan
kapasitas 3 juta ton; dan Fase Ketiga yaitu 4 juta ton. Proyek CRM#2 ini
bagian dari Fase Kedua yaitu pengembangan baja yang ditugaskan
pemerintah untuk mendukung otomotif terutama electricity vehicle. Saat ini
Perseroan sedang dalam proses diskusi persiapan dengan PT Krakatau
Posco terkait mekanisme investasi CRM#2.
2. Pertanyaan Bapak Andi Pambudi dari Investor.
Likuidasi apa yang dilakukan Perseroan dalam hal persediaan?
Jawaban:
Perseroan harus memiliki perhitungan terhadap supply chain internal
termasuk persediaan. Misal persediaan bahan baku yang memiliki formulasi
kapan harus disediakan karena akan dipakai untuk produksi. Tetapi
perkembangan menarik di Krakatau Steel adalah Perseroan berhasil
mempersingkat cash to cash cycle yaitu dari bahan baku dibeli (mengeluarkan
uang) hingga nanti menjadi produk (mendapatkan uang). Perseroan sudah
melakukan banyak inovasi untuk memperpendek cash to cash cycle yang
berpengaruh terhadap efisiensi perusahan, sebagai contoh melalui kerjasama
Pusat Logistik Berikat (PLB) yang dimiliki salah satu anak perusahaan, dimana
bahan baku yang diimpor disimpan terlebih dahulu di PLB milik PT Krakatau
Bandar Samudera dan pembayaran untuk bahan baku dilakukan pada saat
bahan baku tersebut digunakan Perseroan.
3. Pertanyaan Ibu Shifa dari IDX Channel.
Bagaimana prospek proyeksi kinerja KRAS dan juga target pendapatan di
2024, seiring dengan proses pembangunan IKN terkait permintaan baja?
Jawaban:
Krakatau Steel sangat diuntungkan atau mendapatkan dampak positif dari
adanya proyek IKN. Karena infrastruktur didalamnya terdapat penggunaan
baja. KS Group hampir semua mendapatkan dampak positif baik dari bahan
baku baja itu sendiri ataupun produk setengah jadi yang dibuat modul-modul
oleh Anak Perusahaan yaitu Krakatau Baja Konstruksi maupun dari sisi supply
chain untuk pengiriman berdampak pada PT Krakatau Bandar Samudera.
Untuk target kinerja sebagaimana diketahui pada bulan Mei salah satu
fasilitas produksi mengalami insiden korsleting pabrik HSM#1, sehingga,
HSM#1 belum bisa berproduksi sampai dengan akhir tahun 2023 yang
mengakibatkan kondisi keuangan Krakatau Steel secara konsolidasi masih
tertekan. Beberapa hal yang akan dilakukan untuk mengurangi tekanan
kondisi keuangan Krakatau Steel yaitu melakukan Kerjasama mill-to-mill untuk
mempertahankan suplai baja domestik. Selanjutnya adalah mengoptimalkan
kinerja Sub-holding yang ada di Krakatau Steel yaitu Sub-holding Krakatau
Baja Konstruksi untuk memanfaatkan potensi proyek-proyek di IKN yang
Halaman 2 dari 2
Page 3
memberikan kontribusi cukup signifikan untuk Perseroan serta Sub-holding
Krakatau Sarana Infrastruktur. Diproyeksikan kondisi keuangan Krakatau Steel
akhir tahun ini tidak lebih baik dari 2022 karena kondisi HSM#1 yang masih
mengalami kendala, namun Perseroan tetap memberikan upaya terbaik untuk
para investor.
Disamping itu dapat disampaikan bahwa sehubungan dengan insiden HSM#1,
Perseroan merencanakan dan sudah menjalankan program untuk
restrukturisasi lanjutan terhadap Krakatau Steel secara menyeluruh baik
secara operasional maupun secara keuangan.
Sebagaimana yang pernah disampaikan kepada media bahwa pabrik ISM
Krakatau Steel belum dapat diusahakan secara optimal, sehingga saat ini
Perseroan juga sedang mengundang investor yaitu Baowu Group Zongnan
untuk mereaktivasi kembali asset ISM tersebut, sehingga dapat memberikan
kontribusi positif untuk Krakatau Steel Group.
Sejalan dengan insiden yang terjadi di HSM#1 Krakatau Steel memerlukan
restrukturisasi kembali dengan para kreditur. Perkembangan sampai saat ini
kreditur memberikan satu sinyal positif untuk melakukan restrukturisasi
lanjutan dan dijadwalkan restrukturisasi lanjutan tersebut bisa diselesaikan di
kuartal pertama 2024. Dengan demikian, mudah-mudahan di tahun 2024
kondisi keuangan Krakatau Steel kembali membaik sebagaimana pernah
Perseroan capai di 2021-2022 yang memberikan EBITDA positif serta Net
Profit After Tax yang tetap positif.
4. Pertanyaan Bapak Marjudin dari Ipotnews.
Berapa proyeksi pendapatan laba bersih KRAS sampai akhir tahun ini? Lalu
tahun depan seiring dengan masuknya tahun politik, bagaimana proyeksi
kinerja keuangan dan kinerja industri baja pada umumnya?
Jawaban:
Untuk proyeksi keuangan sudah dijelaskan pada jawaban pertanyaan
sebelumnya. Namun, dapat disampaikan kembali bahwa HSM#1 sedang
dalam proses recovery. Dengan demikian, kondisi keuangan Krakatau Steel di
akhir tahun 2023 masih lebih tertekan dibanding dengan kinerja di tahun 2022.
Namun demikian, Manajemen berupaya agar tekanan tersebut tidak terlalu
dalam. Insitiatif yang Perseroan lakukan Pertama dengan mengisi
kekosongan pasokan baja domestik yang ditinggalkan oleh HSM#1 dengan
Mill-to-Mill Trading yaitu Krakatau Steel bekerjasama dengan Mill yang ada di
Vietnam dan Korea untuk mengisi keperluan baja di domestik dengan melalui
beberapa proses yang dilakukan Krakatau Steel. Kedua mengoptimalkan
kinerja Anak- Anak Perusahaan baik yang tergabung dalam Sub-holding
Krakatau Baja Konstruksi maupun yang tergabung dalam Sub-holding
Krakatau Sarana Infrastruktur. Dengan demikian Perseroan berharap sampai
dengan akhir tahun 2023 Krakatau Steel bisa menjaga EBITDA tetap positif,
walaupun net profitnya kemungkinan masih tertekan.
Untuk tahun 2024, sejalan dengan insiden HSM#1, Perseroan mengajukan
proses restrukturisasi lanjutan sekaligus dikaitkan dengan proses reaktivasi
aktiva tetap, yaitu ISM BF yang saat ini belum beroperasi maksimal. Perseroan
mengundang investor dari Baowu Group Zhongnan untuk mereaktivasi ISM BF
dan sekaligus sebagai momentum untuk restrukturisasi operasional dan
keuangan Perseroan.
Halaman 3 dari 3
Page 4
5. Pertanyaan Bapak Suparjo dari Inews.id.
a. Bagaimana KRAS memaksimalkan penjualan baja di pasar tanah air terutama
terkait dengan pembangunan IKN di tahap pertama? Terkait dengan
permintaan baja domestik di kuartal III 2023 akan menurun 14%.
b. Berapa proyeksi pemanfaatan baja untuk pembangunan IKN tahap satu? Dan
saat ini yang sedang disiapkan KRAS sendiri seberapa besar untuk
pembangunan tahap satu tersebut?
c. Bagaiman update kemampuan produksi pabrik HSM saat ini? Apalagi tadi dari
sisi produksi dan pasokan terbatas pasca insiden kebakaran di pabrik HSM I?
untuk HSM II seperti apa kapasitas produksinya?
Jawaban:
a. Ada aspek global dan ada aspek domestik yang secara data menunjukan
demand baja nasional di kuartal III terdapat penurunan sebesar 14%. Proyek-
proyek infrastruktur IKN memang saat ini sedang diakselerasi
pembangunannya, namun kebutuhan baja di IKN untuk tahap pertama sudah
tidak terlalu kritis lagi karena untuk tahap infrastrukturnya misal gorong-
gorong, air minum pipa yang besar, serta jembatan, sudah selesai di kuartal II
lalu. Untuk kuartal III lebih ke produk downstream yaitu modul-modul dari baja
untuk konstruksi di IKN yang bahan bakunya sudah dipenuhi di kuartal II.
b. Untuk proyek infrastruktr IKN tahap I tidak ada masalah dan masih dapat
dipasok oleh Krakatau Steel Group.
c. Untuk pabrik HSM#1 meskipun terdapat masalah namun untuk kebutuhan IKN
masih dapat Krakatau steel Group supply dari pabrik HSM#2 Krakatau Posco
dan juga fasilitas dari shearing line PTKS saat ini masih beroperasi dua lini.
6. Pertanyaan Bapak Awan dari Investor Daily.
a. Bagaimana rencana divestasi Perseroan pada tahun depan? Apakah masih
ada aset-aset yang akan dilepas dalam rangka pemulihan kondisi keuangan
Perseroan?
b. Berapa dana yang dibutuhkan KRAS untuk mengembangkan industri baja di
Cilegon?
Jawaban:
a. Krakatau Steel saat ini sedang melakukan upaya restrukturisasi lanjutan,
dimana yang semula diproyeksikan dapat berkontribusi dan produksi dengan
baik yaitu Pabrik ISM BF ternyata belum dapat berkontribusi dan berproduksi
dengan baik. Sehingga saat ini, Perseroan melakukan reposisi ulang terhadap
kondisi keuangan kedepannya. Kemudian dipicu juga dengan insiden HSM#1
sehingga Perseroan perlu melakukan restrukturisasi kondisi operasional dan
keuangan ke depannya.
Berdasarkan hal tersebut, rencana divestasi lainnya yang pernah direncanakan
pada waktu restrukturisasi tahap pertama tahun 2018-2019, sebagian besar
sebenarnya sudah dilakukan dimana Perseroan sudah mendivestasi salah
satu anak perusahaan yaitu PT Krakatau Daya Listrik, dimana sekarang
Perseroan menjadi pemegang saham minoritas. Kemudian divestasi PT
Krakatau Tirta Industri juga sudah dilakukan dimana Perseroan tetap
mayoritas pemegang saham. Beberapa aset-aset non produktif berupa tanah
juga sudah dioptimalisasi untuk menurunkan beban hutang yang cukup besar,
Halaman 4 dari 4
Page 5
dan hasilnya sampai dengan kuartal I Perseroan dapat menurunkan hutang
dengan sangat signifikan.
Rencana melakukan divestasi tergantung bagaimana Krakatau Steel menjaga
sustainability secara group, karena bagaimanapun Perseroan tidak
bergantung hanya dengan core steel nya, namun juga harus mempertahankan
bagaimana downstream itu bekerja, supporting unit tersebut dapat
memberikan kontribusi EBITDA yang cukup besar sehingga Perseroan selalu
memperhatikan aspek going concern dan sustainability dalam melakukan
divestasi, dengan catatan bahwa pemenuhan MRA (Master Restructuring
Agreement) tetap kita jaga.
b. Baja terdiri dari tiga stream yaitu upstream/hulu, intermediate, kemudian
downstream. Pengembangan industri baja ini pasti berbicara terkait upstream
yaitu pembangunan integrated steel mill, mulai dari mengolah biji besi
menjadi cair kemudian rolling menjadi HRC atau CRC. Untuk fasilitas hulu
memang membutuhkan dana yang cukup besar, untuk 3 juta ton dibutuhkan
minimal USD3 milyar, apalagi dalam tahap dua ini Krakatau Steel dan Posco
diberi tugas pemerintah untuk men-supply EV car atau otomotif, maka
dibutuhkan juga untuk hilirnya yaitu CRM. Sehingga Perseroan mengajak
partner yaitu Posco dalam mengembangkan kapasitas 3 juta, 3 juta, kemudian
4 juta. Kami juga diskusi dengan pemegang Saham Seri A yaitu Kementerian
BUMN untuk dilibatkannya BUMN lain yang ikut dalam pembangunan tahap
kedua.
7. Pertanyaan Ibu Fathiya dari Bloomberg.
a. Berapa import baja yang dilakukan untuk replacement tadi?
b. Berapa nilai pinjaman yang akan di retsru lanjutan kuartal II tahun depan?
Jawaban:
a. Seperti yang sudah disampaikan pada jawaban pertanyaan sebelumnya,
bahwa untuk supply kebutuhan baja domestik konsumen Krakatau Steel,
dikarenakan terdapat insiden HSM#1 maka Perseroan melakukan kerjasama
mill-to-mill, yaitu dengan beberapa Mill di Vietnam, Korea, dan Jepang.
Vietnam menjadi pilihan utama karena sebagai Negara ASEAN di mana bea
masuknya nol dan jaraknya tidak terlalu jauh, serta teknologi yang di gunakan
mirip dengan Perseroan, sehingga secara bisnis pilihan ini akan menjadi
prioritas. Apabila bicara terkait jumlah, hal ini tergantung demand. Namun
saat ini dimaksimalkan di supply oleh Krakatau Steel Group terlebih dahulu,
kemudian sisanya dilakukan kerjasama mill-to-mill.
b. Sejak restrukturisasi tahun 2018-2023 ini Krakatau Steel berhasil menurunkan
jumlah hutang yang cukup signifikan yaitu lebih dari USD750 juta. Saat ini
masih ada hutang yang harus di restrukturiasi dengan 10 bank nasional
nilainya sekitar USD1,3-1,4 milyar.
8. Untuk pertanyaan Ibu Sivana dari Investortrust.id terkait update proses recovery
pabrik HSM#1 dan perolehan laba di akhir tahun ini sudah tercover dijawaban
pertanyaan sebelumnya.
9. Pertanyaan Ibu Anya dari Petromindo
a. Bagaimana terkait kerja sama dengan Baowu Group Zhongnan untuk
mengembangkan fasilitas produksi baja di Indonesia? Kapan rencana
Halaman 5 dari 5
Page 6
konstruksi akan dimulai dan COD dari fasilitas tersebut?
b. Sebelumnya perusahaan sudah menandatangani perjanjian suplai dengan
Australia untuk 60.000 ton HRC dan HCS, lalu 30.0000 ton HRC ke Italia.
Bagaimana untuk tahun depan, apakah ada rencana untuk suplai produk,
seperti HRC dan HCS ke negara lain selain Australia dan Italia,
boleh dielaborasikan?
Jawaban:
a. Perseroan bersama Baowu Group Zhongnan menandatangani MoU kerja
sama reaktivasi fasilitas hulu Iron and Steel Making (ISM) dalam rangka
pengembangan baja long product dalam acara Indonesia China Business
Forum di Beijing tanggal 16 Oktober 2023.
Untuk tahap pertama akan dibangun pabrik dengan kapasitas 2,0 juta ton per
tahun dan bisa ditingkatkan kapasitasnya di masa depan sampai dengan 4,0
juta per tahun.
b. Perseroan belum secara khusus merencanakan untuk melakukan ekspor
produk baja ke negara-negara tertentu di tahun 2024 karena hal tersebut
tergantung dari permintaan untuk produk baja Perseroan dari negara lain.
Namun demikian, Perseroan ke depannya terus membuka peluang untuk
pasar ekspor, terutama untuk wilayah Eropa di mana kualitas produk baja
Perseroan sudah diakui.
10. Pertanyaan Bapak Dionisio dari Bisnis Indonesia
a. Apakah benar perseroan sudah dalam tahap akhir terkait pembelian aset milik
PTPP yakni PT PP Krakatau Tirta (PPKT)?
b. Berapa serapan belanja modal (capex) hingga Q3/2023 dan apa upaya KRAS
untuk memperbaiki kinerja ke depan?
Jawaban:
a. PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI), sebagai salah satu anak perusahaan Sub-
Holding PT Krakatau Sarana Infrastruktur yang bergerak di bidang
pengolahan air baku dan air industri memiliki Perusahaan Patungan bersama
PT PP Infrastruktur dalam Proyek Kerjasama Pengusahaan Badan Usaha
Dalam Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum di Kabupaten Gresik,
yaitu PT Pembangunan Perumahan Krakatau Tirta (PT PPKT).
Kepemilikan saham saat ini di PT PPKT adalah 75% saham dimiliki oleh PT
PP Infrastruktur dan 25% dimiliki oleh PT KTI. Rencana transaksi pelepasan
saham PT PP Infrastruktur di PT PPKT tidak terkait dengan PT KTI maupun
PT KS sebagai induk perusahaan PT KTI.
b. Serapan Capex sampai dengan Triwulan III 2023 telah mencapai 12% dari
total Capex yang telah direncanakan di awal tahun 2023. Realisasi tersebut
digunakan untuk Capex rutin 43% dan Capex investasi 57% di Subholding
Krakatau Sarana Infrastruktur. Masih minimnya realisasi capex ini karena
Perseroan berfokus untuk menjaga likuiditas sampai dengan akhir tahun
serta menjaga komitmen penyelesaian hutang sesuai dengan schedule yang
ditetapkan.
Alokasi Capex tahun 2023 untuk Krakatau Steel induk tidak ada Capex
investasi baru yang bersifat multy years selama periode restrukturisasi
hutang. Adapun Capex yang bersifat rutin, alokasinya sebagian besar
Halaman 6 dari 6
Page 7
diperuntukkan untuk perawatan rutin mesin pabrik untuk menjaga kehandalan
Pabrik. Untuk Capex Investasi dialokasikan untuk Subholding Krakatau
Sarana Infrastruktur maupun subholding Krakatau Baja Konstruksi,
sedangkan untuk pengembangan bisnis di Krakatau Steel Induk dilakukan
melalui skema kerja sama dengan mitra strategis.
V. Rekaman Video Public Expose
Rekaman Video Public Expose PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dapat diakses melalui
tautan berikut:
https://us02web.zoom.us/rec/share/uCOwQe9PZpacHfurYygf4KGeFE2VWJqRJ3aF2lB
P5QT1BxhSTZ6TBOEDumpiRr96.VcVvz1IWZHSUKNey
Akses Passcode: H=Q3XVPz
VI. Kesimpulan
Secara umum pelaksanaan Public Expose 2023 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk
berjalan lancar sesuai jadwal yang direncanakan dan pertanyaan-pertanyaan yang
disampaikan oleh peserta Public Expose dapat dijawab oleh Manajemen.
Demikian Laporan Hasil Pelaksanaan Public Expose ini dibuat untuk disampaikan
kepada Bursa Efek Indonesia.
Halaman 7 dari 7
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.