Back to announcement
Perubahan Lebih Dari 20 Persen Des 2025.pdf
Financial statement Text extracted BUKKSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
Page 2
Analisa dan Penjelasan Kenaikan dan Penurunan
pada Laporan Posisi Keuangan Per 31 Desember 2025 (Diaudit) dibandingkan
dengan Laporan Posisi Keuangan Per 31 Desember 2024 (Diaudit)
(disajikan dalam ribuan rupiah kecuali dinyatakan lain)
A. ASET
A1. Aset Lancar Selisih %
Per 31 Desember 2025 Rp. 4.541.812.468
Per 31 Desember 2024 Rp. 2.468.958.773 2.072.853.695 83,96%
A2. Aset Tidak Lancar
Per 31 Desember 2025 Rp. 20.764.409.380
Per 31 Desember 2024 Rp. 19.418.303.022 1.346.106.358 6,93%
A TOTAL ASET
Per 31 Desember 2025 Rp. 25.306.221.848
Per 31 Desember 2024 Rp. 21.887.261.795 3.418.960.053 15,62%
B LIABILITAS DAN EKUITAS
B1. LIABILITAS Selisih %
B1a. Liabilitas Jangka Pendek
Per 31 Desember 2025 Rp. 2.716.323.519
Per 31 Desember 2024 Rp. 2.189.602.034 526.721.485 24,06%
B1b. Liabilitas Jangka Panjang
Per 31 Desember 2025 Rp. 13.894.192.833
Per 31 Desember 2024 Rp. 12.762.456.939 1.131.735.894 8,87%
B1. Total Liabilitas
Per 31 Desember 2025 Rp. 16.610.516.352
Per 31 Desember 2024 Rp. 14.952.058.973 1.658.457.379 11,09%
B2. EKUITAS
Per 31 Desember 2025 Rp. 8.695.705.496
Per 31 Desember 2024 Rp. 6.935.202.822 1.760.502.674 25,39%
B TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
Per 31 Desember 2025 Rp. 25.306.221.848
Per 31 Desember 2024 Rp. 21.887.261.795 3.418.960.053 15,62%
Page 3
Detail Rasio Per 31 Desember 2024 dibandingkan dengan saldo Per 31 Desember 2025
A. Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar
No. Keterangan Per 31 Desember 2024 Per 31 Desember 2025 %
Kas dan Setara Kas 418.904.326 766.370.180 82,95%
Dana Yang Dibatasi Penggunaannya 163.468.104 295.757.423 80,93%
Piutang Usaha 348.021.428 455.660.138 30,93%
Aset keuangan dari kontrak konsesi 394.191.342 2.107.835.186 434,72%
Piutang Lain-Lain 2.516.418 1.944.625 -22,72%
Persediaan 648.774.279 506.180.362 -21,98%
Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka 259.476.516 250.259.707 -3,55%
Pajak Dibayar Dimuka 233.606.360 157.754.847 -32,47%
2.468.958.773 4.541.762.468 83,95%
Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka 147.807.293 100.195.165 -32,21%
Piutang Pihak yang Berelasi 7.855.704 7.517.185 -4,31%
Pinjaman Direksi dan Karyawan 1.553.946 1.949.237 25,44%
Aset keuangan dari kontrak konsesi 15.319.283.881 14.986.356.916 -2,17%
Investasi pada Perusahaan Asosiasi 2.580.186.647 2.811.145.209 8,95%
Aset Hak Guna - 17.375.168 100,00%
Aset Tetap - Net 1.352.439.728 2.816.874.100 108,28%
Goodwill - 13.720.045 100,00%
Aset Lain-Lain 9.175.823 9.276.355 1,10%
19.418.303.022 20.764.409.380 6,93%
21.887.261.795 25.306.171.848 15,62%
B. Liabilitas
No. Keterangan Per 31 Desember 2024 Per 31 Desember 2025 %
Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya 465.675.240 361.744.482 -22,32%
Utang Usaha 689.736.424 743.368.546 7,78%
Utang Lain-Lain 5.374.541 980.998 -81,75%
Utang Pajak 58.460.609 25.067.182 -57,12%
Uang Muka Pelanggan 111.770.378 105.501.990 -5,61%
Beban Masih Harus Dibayar 610.693.801 616.374.960 0,93%
Utang Jatuh Tempo Kurang Dari Satu Tahun
- Utang Bank 219.456.000 827.466.681 277,05%
- Utang Pihak Yang Berelasi 18.227.019 20.979.407 15,10%
- Utang Sewa Pembiayaan 10.208.022 14.183.268 38,94%
- Liabilitas Sewa - 656.005 100,00%
2.189.602.034 2.716.323.519 24,06%
Utang Pihak yang Berelasi 258.997.734 140.761.208 -45,65%
Utang Jatuh Tempo Lebih Dari Satu Tahun
- Utang Bank 12.417.927.925 13.460.530.755 8,40%
- Utang Lain-Lain 9.702.228 15.625.423 61,05%
- Utang Sewa Pembiayaan 3.701.379 22.807.343 516,19%
- Liabilitas sewa - 16.960.849 100,00%
Liabilitas pajak tangguhan 58.081.860 219.967.189 278,72%
Liabilitas Imbalan Kerja 14.045.813 17.540.066 24,88%
12.762.456.939 13.894.192.833 8,87%
14.952.058.973 16.610.516.352 11,09%
Page 4
Berikut penjelasan atas rasio diatas (nilai penuh) :
1. Kas dan Setara Kas
Saldo Kas dan Setara Kas mengalami peningkatan sebesar 82,95% dari Rp. 418,90 Milyar menjadi Rp. 766,37 Milyar.
Hal ini dikarenakan adanya penerimaan dari Pihak ke ketiga dan ditempatkan dalam deposito dengan mata uang
Rupiah pada PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk dan Bank PT Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
2. Dana Yang Dibatasi Penggunaannya
Saldo Deposito yang Dibatasi Penggunaannya mengalami kenaikan sebesar 80,93% dari sebesar Rp. 163,47 Milyar
menjadi Rp. 295,76 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya penempatan deposito yang dibatasi penggunaannya sebesar
Rp. 200,93 Milyar dari sebesar Rp. 75,52 Miliar yang salah satunya merupakan deposito di PT Bank Mandiri atas dana
cadangan DSRA untuk 1 (satu) kali kewajiban bunga dari limit KMK Transaksional sesuai dengan Perjanjian Kredit
terakhir dan deposito yang digunakan sebagai jaminan kepada PT Bank Mandiri sehubungan dengan permohonan
Kredit Agunan Surat Berharga (KASB) Perusahaan.
Selain itu peningkatan dikarenakan rekening yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp. 94,82 Milyar dari sebesar Rp.
87,94 Milyar yang merupakan dana dalam bentuk rekening bank yang dimiliki di PT Bank Mandiri digunakan sebagai
jaminan cadangan Debt Service Reserve Account (DSRA) untuk 1 (satu) kali kewajiban bunga triwulanan dan 1 (satu)
kali angsuran triwulanan maksimal pada saat efektif fasilitas sampai dengan fasilitas kredit lunas.
3. Piutang Usaha
Saldo Piutang Usaha mengalami peningkatan sebesar 30,93% yang disebabkan adanya piutang atas penjualan bulan
Desember yang belum jatuh tempo baik konstruksi maupun non konstruksi. Adapun peningkatannya sebesar Rp.
107.638 Juta dari sebesar Rp. 348.021 Juta menjadi Rp. 455.660 Juta.
4. Aset Keuangan Dari Kontrak Konsesi - Aset Lancar
Kenaikan saldo Aset keuangan dari kontrak konsesi sebesar 434,72% atau setara dengan Rp. 1.713,64 Milyar dari
semula sebesar Rp. 394,19 Milyar menjadi Rp. 2.107,83 Milyar. Saldo aset keuangan dari kontrak konsesi - aset lancar
sebesar Rp 393,73 Milyar merupakan nilai aset keuangan untuk proyek konsesi Penggantian dan/atau Duplikasi
Jembatan Callender Hamilton (CH) di Pulau Jawa, antara Entitas Anak – PT Baja Titian Utama dan Direktur Jenderal
Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia selama 12 tahun terhitung sejak
tanggal efektif, berdasarkan perjanjian Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) No.12/PKS/Db/2021 dan
No.001/PTBTU-DIR/XII/2021, yang telah diklasifikasikan sebagai aset keuangan sebagai hasil penerapan ISAK 112.
Masa kerjasama adalah selama 12 Tahun terhitung sejak tanggal efektif dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2034,
yang terdiri dari target penyelesaian masa konstruksi selama 2 tahun dan masa layanan selama 10 tahun. Masa
Layanan dapat diperpanjang dan/atau ditambah sesuai kententuan dalam kontrak.
Saldo aset keuangan dari kontrak konsesi - aset lancar sebesar Rp 1.714,09 Milyar merupakan aset keuangan yang
timbul dari perjanjian konsesi jasa terkait proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Merangin
berkapasitas 250 MW yang dilaksanakan oleh Entitas Anak, PT Kerinci Merangin Hydro, berdasarkan Perjanjian Jual
Beli Tenaga Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) dengan PT PLN (Persero) sesuai Perjanjian
No.1452.PJ/DAN.02.04/DIR/2018 tanggal 15 November 2018, yang telah diklasifikasikan sebagai aset keuangan, hasil
penerapan ISAK 112. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu yang dimulai sejak tanggal Perjanjian ini ditandatangani
dan diserahkan oleh Para Pihak dan berakhir 30 (tiga puluh) tahun dari dan setelah tanggal operasi komersial
Perusahaan, kecuali apabila diakhiri lebih awal sesuai dengan ketentuan dari Perjanjian ini.
5. Piutang lain-lain
Penurunan saldo Piutang Lainnya sebesar 22,72% dari saldo sebelumnya atau dari sebesar Rp. 2,51 Milyar menjadi
sebesar Rp. 1,94 Milyar karena adanya pengembalian pinjaman sementara dari beberapa pihak bukan atas transaksi
bisnis yang akan dikembalikan dalam waktu pendek.
6. Persediaan
Penurunan Persediaan sebesar 21,98% atau setara dengan Rp. 142,59 Milyar dari sebesar Rp. 648,77 Milyar menjadi
sebesar Rp. 506,18 Milyar lebih disebabkan karena sudah selesainya beberapa proyek yang yang nilainya cukup
signifikan seperti beberapa proyek pembangunan PLTA, proyek jembatan, proyek garbarata dan beberapa proyek
lainnya.
7. Pajak Dibayar Dimuka
Penurunan saldo Pajak Dibayar Dimuka sebesar 32,47% atau setara dengan Rp. 75,85 Milyar dari saldo
per 31 Desember 2024 sebesar Rp. 157,75 Milyar terjadi di pos Pajak Pertambahan Nilai.
8. Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka
Penurunan saldo Uang Muka sebesar 31,21% dari semula Rp. 147,80 Milyar menjadi sebesar Rp. 100,19 Milyar karena
adanya laporan realisasi pos uang muka investasi (penyertaan saham) PT Bumi Mineral Sulawesi.
9. Uang Muka
Penurunan saldo Uang Muka sebesar 61,25% dari semula Rp. 255,46 Milyar menjadi sebesar Rp. 98,99 Milyar karena
adanya laporan realisasi pos uang muka investasi (penyertaan saham) milik Entitas Anak - PT Bukaka Mega Investama
ke PT Kerinci Merangin Hydro dan PT Bumi Mineral Sulawesi.
Page 5
10. Pinjaman Direksi dan Karyawan
Kenaikan saldo Pinjaman Direksi dan Karyawan sebesar 25,44% dari semula Rp. 1,55 Milyar menjadi sebesar
Rp. 1,95 Milyar karena adanya penambahan pinjaman dari pihak direksi dan karyawan.
11. Aset Hak Guna
Kenaikan saldo Aset Hak Guna sebesar 100,00% dari semula Rp. 0 menjadi sebesar Rp. 17,37 Milyar merupakan
transaksi yang timbul dari transaksi Entitas Anak-Bukaka International LLC atas sewa tanah kepada Madayn yang
belokasi di negara Oman sewa tanah tersebut digunakan untuk kantor dan pabrik dengan nomor kavling 460 dan luas
kavling 9.505 meter persegi dengan jangka waktu hingga 28 Februari 2054.
12. Aset Tetap
Peningkatan Aset Tetap sebesar 108,28% dari semula Rp. 1.352,44 Milyar menjadi sebesar Rp. 2.816,87 Milyar
merupakan penambahan harga perolehan aset tetap sebesar Rp. 75,38 Milyar atas penambahan tanah, mesin dan
peralatan, kendaraan bermotor, peralatan kantor dan aset dalam pelaksanaan dan juga penambahan harga perolehan
aset tetap sebesar Rp. 193,98 Milyar merupakan penambahan atas akuisisi Perusahaan melalui PT Bukaka Mega
Investama telah mengakusisi saham PT Kerinci Merangin Hidro dari kepemilikan 49,62% menjadi 55,29%. Selain itu,
Perusahaan juga melalui Entitas Anak - PT Bukaka Energi telah mengakuisisi saham di PT Petro Hidro Optima dari
kepemilikan 34,37% menjadi 99,99%. Sehingga penambahan saldo juga dikarenakan sudah dilakukan konsolidasian
secara penuh sebagai entitas anak kepemilikan tidak langsung. Serta penambahan aset tetap atas surplus revaluasi
aset tetap - Tanah sebesar Rp 1.326,28 Milyar berdasarkan Penilaian KJPP yang dilakukan sesuai dengan Standar
Penilaian Indonesia (SPI) yang ditentukan berdasarkan transaksi terkini dalam ketentuan yang wajar dan Peraturan
Bapepam-LK No.VIII.C.4 tentang pedoman penilaian dan penyajian laporan penilaian aset di pasar modal. Metode
penilaian
yang digunakan adalah pendekatan nilai pasar.
13. Goodwill
Kenaikan saldo Goodwill sebesar 100% atau setara dengan Rp. 13,72 Milyar. Goodwill timbul dari transaksi Entitas
Anak PT Bukaka Energi atas akuisisi PT Petro Hidro Power pada bulan Juli tahun 2025.
14. Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya
Penurunan saldo Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya sebesar 22,32% atau setara dengan Rp. 103,93 Milyar
dari sebesar Rp. 465,67 Milyar menjadi Rp. 361,74 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya pembayaran atas pinjaman baik
milik Enttitas Induk Perusahaan maupun Entitas Anak Perusahaan.
15. Utang Lain-Lain
Penurunan saldo Utang Lain-Lain sebesar 81,75% atau setara dengan Rp. 4,39 Milyar dari sebesar Rp. 5,37 Milyar
menjadi Rp 980 Juta. Hal ini dikarenakan adanya pembayaran pinjaman kepada pihak ketiga lainnya yang bukan
dalam transaksi usaha.
16. Utang Pajak
Penurunan saldo Utang Pajak sebesar 57,12% atau setara dengan Rp. 32,40 Milyar dari sebesar Rp. 58,46 Milyar
menjadi Rp. 25,07 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya pembayaran utang PPh Pasal 4 (2), PPN Keluaran, PPh pasal 29
dan pajak penghasilan lainnya.
17. Utang Bank (Jangka Pendek)
Kenaikan saldo Utang Bank (Jangka Pendek) sebesar 277,05% atau setara dengan Rp. 608,01 Milyar dari sebesar Rp.
219,46 Milyar menjadi Rp. 827,46 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan pinjaman baru dari Entitas Induk
pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
18. Liabilitas Sewa (Jangka Pendek)
Kenaikan Liabilitas Sewa sebesar 100% atau setara dengan Rp. 656 Juta merupakan transaksi yang timbul dari
transaksi Entitas Anak-Bukaka International LLC atas sewa tanah kepada Madayn yang belokasi di negara Oman sewa
tanah tersebut digunakan untuk kantor dan pabrik dengan nomor kavling 460 dan luas kavling 9.505 meter persegi
dengan jangka waktu hingga 28 Februari 2054.
19. Utang Pihak Yang Berelasi
Penurunan saldo Utang kepada Pihak Berelasi sebesar 45,65% atau sebesar Rp. 118,23 Miliar. Hal ini dikarenakan
adanya pembayaran secara bertahap kepada PT Malea Energy.
20. Utang Lain-Lain (Jangka Panjang)
Kenaikan saldo Utang Lain-Lain sebesar 61,05% atau setara dengan Rp. 5,92 Milyar dari sebesar Rp. 9,70 Milyar
menjadi Rp. 15,62 Milyar. Hal dikarenakan adanya penambahan pinjaman dari pihak ketiga lainnya yang bukan dalam
transaksi usaha dan akan bayarkan dalam jangka panjang milik Entitas Anak - Bukaka Three D Private Ltd.
21 Utang Sewa Pembiayaan (Jangka Panjang)
Kenaikan Utang Sewa Pembiayaan sebesar 516,19% atau setara dengan Rp. 19,10 Milyar karena pembiayaan baru dari
pihak leasing PT Mandiri Tunas Finance atas pembelian aset tetap milik Entitas Anak - PT Bhara Seva Konstruksi.
Page 6
22. Liabilitas Sewa (Jangka Panjang)
Kenaikan Liabilitas Sewa sebesar 100% atau setara dengan Rp. 16,96 Milyar merupakan transaksi yang timbul dari
transaksi Entitas Anak-Bukaka International LLC atas sewa tanah kepada Madayn yang belokasi di negara Oman sewa
tanah tersebut digunakan untuk kantor dan pabrik dengan nomor kavling 460 dan luas kavling 9.505 meter persegi
dengan jangka waktu hingga 28 Februari 2054.
23. Liabilitas Pajak Tangguhan
Kenaikan Liabilitas Pajak Tangguhan sebesar 278,72% atau setara dengan Rp. 161,88 Milyar dari sebesar Rp. 58,08
Milyar menjadi Rp. 219,96 Milyar. Hal ini dikarenakan sehubungan dengan perbedaan pengakuan pendapatan antara
fiskal dengan komersial pada aset konsesi milik Entitas Anak - PT Kerinci Merangin Hidro dan PT Baja Titian Utama.
24. Liabilitas Imbalan Kerja
Kenaikan saldo Liabilitas Imbalan Kerja sebesar 24,88% atau setara dengan Rp. 3,49 Milyar dari sebesar Rp. 14,04
Milyar menjadi Rp. 17,54 Milyar terjadi dikarenakan penambahan kewajiban imbalan kerja tahun berjalan.
Demikian penjelasan kami atas terjadinya deviasi antara Saldo per 31 Desember 2025 dengan Saldo per 31 Desember 2024
yang melebihi 20% sesuai dengan Peraturan Bursa Nomor I-E Ketentuan angka III.1.4.
Terima kasih
Names mentioned 21 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4
unresolved
org
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
p.4 ×2
unresolved
org
PT Baja Titian Utama
p.4 ×2
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
p.4
unresolved
org
PT PLN (Persero)
p.4
unresolved
org
Entitas Anak-Bukaka International LLC
p.5 ×3
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro
p.5 ×2
unresolved
org
PT Bukaka Energi
p.5 ×2
unresolved
org
PT Petro Hidro Optima
p.5
unresolved
org
Bapepam-LK
p.5 ×2
unresolved
org
PT Petro Hidro Power
p.5
unresolved
org
Bukaka Three D Private Ltd.
p.5
unresolved
org
PT Bhara Seva Konstruksi.
p.5
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.