Skip to content
Back to announcement

Penjelasan Perubahan 20 Persen WFI 2025.pdf

Financial statement Text extracted BPFI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 2

Page 1 OCR 0.923
PT WOORI FINANCE INDONESIA Tbk.
(23 WOORI FINANCE PLAZA GHASE, Lantai 16

SS INDONESIA Jl. Jend. Sudirman Kav. 21

Jakarta 12920, Indonesia
Telp. : (021) 520 4583
520 0434

Fax. : (021) 520 9160

Jakarta, 30 Maret 2026

No.

00073/WFI/II1/26

Kepada Yth.

Direksi PT. Bursa Efek Indonesia
Jakarta Stock Exchange Building, LL
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 - 53
Jakarta 12190

Up. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Grup 2

Perihal : Penjelasan atas perubahan lebih dari 20/o pada total Aset dan total
Liabilitas pada Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025

Dengan hormat,

Sehubungan dengan disampaikannya Laporan Keuangan Tahunan Audit per 31 Desember 2025
(untuk selanjutnya disebut “LKT 2025”) dari PT. Woori Finance Indonesia, Tbk (“Perseroan”),
dengan ini kami sampaikan bahwa Total Aset dan Total Liabilitas dalam LKT 2025 telah
mengalami perubahan lebih dari 20Y6 (dua puluh persen) apabila dibandingkan dengan Laporan
Keuangan Tahunan Audit per 31 Desember 2024 (untuk selanjutnya disebut “LKT 2024”).

Total Aset pada LKT 2025 adalah sebesar Rp 2.742,57 milyar mengalami kenaikan
Rp 699,63 milyar (34,25y6) dibandingkan dengan Total Aset LKT 2024 sebesar
Rp.2.042,94 milyar.

Kenaikan Total Aset terutama disebabkan karena:

1. Piutang pembiayaan konsumen pada LKT 2025 sebesar Rp 1.948,61 milyar mengalami

kenaikan Rp 521,76 milyar (36,576) jika dibandingkan dengan LKT 2024 yaitu sebesar
Rp 1.426,85 milyar. Kenaikan sebesar Rp 521,76 milyar ini disebabkan dari realisasi
penyaluran piutang pembiayaan konsumen per 2025 sebesar Rp 1.693,94 milyar
mengalami kenaikan Rp 722,15 milyar (74,320) jika dibandingkan dengan penyaluran
pembiayaan konsumen per 2024 yaitu sebesar Rp 971,79 milyar. Hal tersebut berdampak
pada pendapatan bunga piutang pembiayaan konsumen pada LKT 2025 yaitu sebesar Rp
263,87 milyar mengalami kenaikan Rp 26,59 milyar (11,2196) jika dibandingkan dengan
LKT 2024 yaitu sebesar Rp 237,28 milyar.

LL
Page 2 OCR 0.935
La
N

2. Piutang sewa pembiayaan pada LKT 2025 sebesar Rp 576,92 milyar mengalami kenaikan
Rp 193,01 milyar (50,28Y6) jika dibandingkan dengan LKT 2024 yaitu sebesar Rp 383,91
milyar. Kenaikan sebesar Rp 193,01 milyar ini disebabkan dari realisasi penyaluran
piutang sewa pembiayaan per 2025 sebesar Rp 467,30 milyar mengalami kenaikan
Rp 129,20 milyar (38,2296) jika dibandingkan dengan penyaluran pembiayaan konsumen
per 2024 yaitu sebesar Rp 338,10 milyar. Hal tersebut berdampak pada pendapatan bunga
sewa pembiayaan pada LKT 2025 yaitu sebesar Rp 126,53 milyar mengalami kenaikan Rp
19,28 milyar (17,98Y6) jika dibandingkan dengan LKT 2024 yaitu sebesar Rp 107,25
milyar.

Total Liabilitas pada LKT 2025 adalah sebesar Rp 1.576,37 milyar mengalami kenaikan Rp 656,40
milyar (71,35”6) dibandingkan dengan Total Liabilitas  LKT 2024 sebesar

Rp.919,97 milyar.
Kenaikan Total Liabilitas terutama disebabkan karena:

1. Utang bank pada LKT 2025 sebesar Rp 1.502,86 milyar mengalami kenaikan Rp 798,31
milyar (113,3196) jika dibandingkan dengan LKT 2024 yaitu sebesar Rp 704,55 milyar.
Kenaikan sebesar Rp.798,31 milyar ini disebabkan karena penarikan aktifitas baru sebesar
Rp 1.162,30 milyar lebih besar dari pelunasan utang bank sebesar Rp 364,04 milyar.
Namun Perseroan telah melakukan pembayaran utang pinjaman pihak ketiga sebesar
Rp 149,56 milyar per 31 Desember 2025. Hal tersebut berdampak pada piutang
pembiayaan konsumen pada LKT 2025 sebesar Rp 1.948,61 milyar mengalami kenaikan
Rp 521,76 milyar (36,5790) jika dibandingkan dengan LKT 2024 yaitu sebesar Rp 1.426,85
milyar dan piutang sewa pembiayaan pada LKT 2025 sebesar Rp 576,92 milyar mengalami
kenaikan Rp 193,01 milyar (50,27Y6) jika dibandingkan dengan LKT 2024 yaitu sebesar
Rp 383,91 milyar.

2. Liabilitas imbalan pascakerja pada LKT 2025 sebesar Rp 24,13 milyar mengalami
kenaikan sebesar Rp 10,33 milyar (74,8696) jika dibandingkan dengan LKT 2024 yaitu
sebesar Rp 13,80 milyar. Kenaikan 10,33 milyar disebabkan peningkatan jumlah karyawan
yang terdaftar dalam program pensiun sebanyak 91 karyawan serta penurunan tingkat
diskonto dari 7,08Yo menjadi 5,16Yo.

Demikianlah penjelasan ini kami sampaikan, terima kasih atas perhatiannya.

Hormat kami,
PT. WOORI FINANCE INDONESIA Tbk

OORI FINANCE

INDONESIA

YUNSE: EE
Direktur

Tembusan:
- Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Jasa
- Divisi Penilaian Perusahaan Surat Utang

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.1 MB
Published31 Mar 2026
Pages2
Characters4,334
Text sourceOCR
OCR confidence0.929

Names mentioned 4 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org WOORI FINANCE INDONESIA Tbk. p.1 ×7
possible org Bursa Efek Indonesia p.1
unresolved org PT. Bursa Efek Indonesia Jakarta Stock Exchange Building p.1
unresolved person YUNSE: EE · Direktur p.2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 7

FinancialStatement-2025-Tahunan-BPFI.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result