Back to announcement
20231121_LAND_Laporan Informasi dan Fakta Material_31531153_lamp1.pdf
Financial statement Text extracted LANDSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 57
Page 1
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
Laporan Keuangan Interim
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang
Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Mata Uang Rupiah Indonesia)
Page 2
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2022
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(MATA UANG RUPIAH INDONESIA)
Daftar Isi
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan Interim ……………………………………………………………………... 1-2
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Interim…………………………………….. 3
Laporan Perubahan Ekuitas Interim................................................................................................. 4
Laporan Arus Kas Interim................................................................................................................. 5
Catatan atas Laporan Keuangan Interim.......................................................................................... 6 - 54
**************************
Page 3
Page 4
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2022 31 Desember 2021
Catatan (Tidak Diaudit) (Diaudit)
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2d, 2f, 4, 32 17.922.889.937 26.802.379.346
Piutang usaha - pihak ketiga - neto 2f, 2m, 5, 32 6.250.145.743 4.677.601.148
Piutang lain-lain - pihak ketiga 2f, 32 1.391.132.841 1.463.996.853
Persediaan 2h, 2k, 6 205.306.786.758 214.277.845.961
Uang muka dan biaya dibayar di muka 2i, 7 4.557.549.724 6.057.844.003
Pajak dibayar di muka 2n, 16a 5.688.595.032 5.373.840.721
JUMLAH ASET LANCAR 241.117.100.035 258.653.508.032
ASET TIDAK LANCAR
Persediaan 2h, 2k, 6 111.347.109.353 97.339.467.361
Setara kas yang dibatasi penggunaannya 2e, 2f, 8, 32 61.617.791.039 68.112.914.289
Aset tetap - neto 2j, 2l, 9 35.424.971.529 37.850.365.314
Uang muka proyek 10 87.079.696.908 87.079.696.908
Uang muka perolehan aset 11 17.040.030.000 17.040.030.000
Aset tidak lancar lainnya 2h, 2l, 12 197.282.000.000 197.282.000.000
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 509.791.598.829 504.704.473.872
JUMLAH ASET 750.908.698.864 763.357.981.904
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan.
1
Page 5
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2022
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2022 31 Desember 2021
Catatan
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank 2f, 13, 32 27.632.532.553 19.924.606.980
Utang usaha - pihak ketiga 2f, 14, 32 13.311.184.187 22.839.440.399
Utang lain-lain - pihak ketiga 2f, 32 568.214.793 992.300.513
Beban akrual 2f, 15, 32 1.547.409.678 1.568.466.585
Utang pajak 2n, 16b 6.718.948.565 5.879.866.605
Uang muka dari pelanggan 2m, 17 159.983.719.285 162.609.838.932
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
satu tahun:
Utang bank 2f, 13, 32 6.000.000.000 10.000.000.000
Utang pembiayaan konsumen 2f, 18, 32 355.269.506 547.755.418
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK 216.117.278.567 224.362.275.432
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang bank 2f, 13, 32 62.933.465.000 62.933.465.000
Utang pembiayaan konsumen 2f, 18, 32 - -
Liabilitas imbalan pasca kerja 2o, 19 166.644.000 220.679.000
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG 63.100.109.000 63.154.144.000
JUMLAH LIABILITAS 279.217.387.567 287.516.419.432
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
Modal dasar - 8.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
2.792.620.000 saham 20 279.262.000.000 279.262.000.000
Tambahan modal disetor 2q, 21 224.768.190.580 224.768.190.580
Saldo rugi (32.338.879.282 ) (28.188.628.108 )
JUMLAH EKUITAS - NETO 471.691.311.298 475.841.562.472
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 750.908.698.864 763.357.981.904
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan.
2
Page 6
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2022
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2022 30 Juni 2021
Catatan (Enam Bulan) (Enam Bulan)
(Tidak Direviu) (Direviu)
PENDAPATAN 2m, 22 22.140.945.397 17.983.201.424
BEBAN POKOK PENDAPATAN 2m, 23 (11.405.240.110) (9.082.984.201)
LABA BRUTO 10.735.705.287 8.900.217.223
Beban usaha 2m, 24 (11.031.988.416) (11.320.814.407)
Pendapatan operasi lain 2m, 25 916.530.587 64.236.732
Beban operasi lain 2m, 26 (669.555.282) (249.837.133)
RUGI USAHA (49.307.824) (2.606.197.585 )
Pendapatan keuangan 2m, 4, 8 1.324.825.053 1.329.384.034
Biaya keuangan 2k, 2m, 27 (5.061.166.779) (5.761.372.761)
RUGI SEBELUM PAJAK FINAL
DAN PAJAK PENGHASILAN (3.785.649.550) (7.038.186.312 )
PAJAK FINAL 2n, 16c (392.700.625) (285.990.429 )
RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (4.178.350.175) (7.324.176.741 )
PAJAK PENGHASILAN 2n,16d - -
RUGI TAHUN BERJALAN (4.178.350.175) (7.324.176.741 )
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi: 28.099.000 28.099.000
Pengukuran kembali program imbalan pasti 2o, 19
JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (4.150.251.175 ) (7.296.077.741 )
RUGI PER SAHAM DASAR 2p, 28 (1,50) (2,62 )
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan.
3
Page 7
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS INTERIM
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2022
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
Modal Ditempatkan Tambahan Modal Jumlah Ekuitas -
Catatan dan Disetor Penuh Disetor Saldo Rugi Neto
Saldo 1 Januari 2021 279.262.000.000 224.768.190.580 (16.609.090.906) 487.421.099.674
Jumlah rugi komprehensif untuk tahun 2021 - - (11.579.537.202) (11.579.537.202)
Saldo 31 Desember 2021 279.262.000.000 224.768.190.580 (28.188.628.108) 475.841.562.472
Jumlah rugi komprehensif untuk tahun 2022 - - (4.150.251.175) (4.150.251.175)
Saldo 30 Juni 2022 279.262.000.000 224.768.190.580 (32.338.879.283) 471.691.311.297
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan.
4
Page 8
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
LAPORAN ARUS KAS INTERIM
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2022
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2022 30 Juni 2021
Catatan (Enam Bulan) (Enam Bulan)
(Tidak Direviu) Direviu)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 16.514.850.888 28.365.561.510
Pembayaran kas kepada pemasok (25.991.136.018) (4.097.961.794)
Pembayaran kas kepada karyawan (2.815.873.682) (3.483.463.304)
Pembayaran kas untuk beban usaha dan lainnya (3.013.627.116) (6.600.074.005)
Pembayaran kas untuk pajak final (392.700.625) (285.990.429)
Penerimaan pendapatan keuangan 1.324.825.053 1.329.384.034
Pembayaran biaya keuangan (5.061.166.779) (5.793.014.777)
Penerimaan dari pendapatan operasi lain 916.530.587 64.236.732
Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi (18.518.297.693) 9.498.677.967
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penempatan setara kas yang dibatasi
penggunaannya 8 6.495.123.250 (6.397.394.238)
Perolehan aset tetap 9 (371.754.627) (76.508.640)
Pencairan investasi jangka pendek - -
Pembayaran uang muka perolehan aset 11 - (705.000.000)
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi 6.123.368.623 (7.178.902.878)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) utang bank jangka
pendek 13, 35 7.707.925.573 (1.764.719)
Penerimaan (pembayaran) utang bank
jangka panjang 13, 35 (4.000.000.000) (4.500.000.000)
Penerimaan (pembayaran) utang pembiayaan
konsumen 18, 35 (192.485.913) (310.356.481)
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan 3.515.439.660 (4.812.121.200)
PENURUNAN NETO KAS DAN SETARA KAS (8.879.489.410) (2.492.346.111)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 26.802.379.346 26.896.260.514
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 4 17.922.889.936 24.403.914.403
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan.
5
Page 9
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Trimitra Propertindo Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris Udin Narsudin, SH,
MKn No. 46 tanggal 13 Desember 2012. Akta pendirian Perusahaan tersebut telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. AHU-38043.AH.01.01.Tahun 2013 tanggal 12 Juli 2013 serta telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 76 Tambahan No. 111423 tanggal 20 September 2013. Anggaran
dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Bastian
Harijanto, SH, MKn No. 5 tanggal 26 Januari 2021 mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris
dan Direksi Perusahaan. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi
Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perusahaan No. AHU-AH.01.03-0098996
tanggal 16 Februari 2021.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan
adalah menjalankan usaha dalam bidang real estat dan perhotelan. Saat ini, kegiatan usaha
Perusahaan adalah pembangunan, pengembangan dan penjualan unit apartemen, SOHO (Small
Office Home Office) dan kios pada proyek Apartemen Parkland Avenue Tower A dan B, Apartemen
Canary dan Apartemen Tower III serta mengoperasikan Hotel Sahid Serpong, yang seluruhnya
berlokasi di Jalan Raya Serpong No. 89, Serpong, Tangerang Selatan.
Perusahaan berkedudukan di Komplek Parkland Avenue Lantai Dasar, Jalan Raya Serpong No. 89,
Serpong, Tangerang Selatan. Perusahaan beroperasi secara komersial pada bulan Mei 2014.
Pada tanggal 7 Februari 2019, Perusahaan telah memperoleh izin usaha dari Dinas Penanaman
Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu kota Tangerang Selatan untuk mengoperasikan hotel
dengan nama Hotel Sahid Serpong yang berlaku selama Perusahaan menjalankan kegiatan
operasi hotel tersebut dan melakukan pendaftaran ulang setiap 2 (dua) tahun sekali kepada
instansi terkait. Hotel Sahid Serpong beroperasi secara komersial pada bulan April 2019.
PT Graha Mulia Indotama adalah entitas induk Perusahaan dan pemegang saham pengendali
Perusahaan adalah Bapak Tan Ping.
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 8 Agustus 2018, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Kepala Eksekutif
Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat No. S-107/D.04/2018 untuk
melakukan penawaran umum perdana saham kepada masyarakat sejumlah 773.300.000 saham
dengan nilai nominal Rp 100 per saham, yang merupakan saham baru Perusahaan, dengan harga
penawaran sebesar Rp 390 per saham. Pada tanggal 23 Agustus 2018, seluruh saham
Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
6
Page 10
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit, Kepala Unit Audit Internal, Sekretaris
Perusahaan dan Karyawan
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan tanggal 3 Januari 2022,
yang dinyatakan dengan Akta Notaris Bastian Harijanto, SH, MKn No. 1 pada tanggal yang sama
dan telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No.
AHU-AH.01.03-0021556 tanggal 11 Januari 2022, susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2022 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris Direksi
Komisaris Utama : Tan Ping Direktur Utama : Suryadi
Komisaris Independen : Bintan Regen Saragih Direktur : Willy
Berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan tanggal
26 Januari 2021 yang dinyatakan dalam Akta Notaris Bastian Harijanto, SH, MKn No. 5 pada
tanggal yang sama dan telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Laporan
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perusahaan No. AHU-AH.01.03-0098996 tanggal
16 Februari 2021, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember
2021 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris Direksi
Komisaris Utama : Tan Ping Direktur Utama : Suryadi
Komisaris Independen : Asril Azhari Direktur : Willy
Direktur Independen : Andi Dharma Alamsyah
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 03/TMP/SK/I/22 tanggal 12 Januari 2022,
susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2022 adalah sebagai berikut:
Ketua : Bintan Regen Saragih
Anggota : Rio Handono
Anggota : Fitri Hasanah Andini
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 004/TMP/SK/I/21 tanggal 27 Januari 2021,
susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2021 adalah sebagai berikut:
Ketua merangkap anggota : Asril Azhari
Anggota : Rio Handono
Anggota : Achmad Farid
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 003/TMP-SK/V/2018 tanggal 18 Mei 2018, Sekretaris
Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021 adalah Reza Mahastra.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 005/DIR-SK/03/2018 tanggal 21 Mei 2018, Kepala Unit
Audit Internal Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021 adalah Ainun Jariah.
Pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021, jumlah karyawan Perusahaan masing-masing
adalah sejumlah 134 dan 134 karyawan (tidak diaudit).
d. Penyelesaian Laporan Keuangan
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan
keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2022 yang telah diselesaikan dan
diotorisasi untuk terbit pada tanggal 27 Juli 2022.
7
Page 11
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
a. Pernyataan Kepatuhan dan Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Bapepam dan LK, yang fungsinya dialihkan
kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) sejak tanggal 1 Januari 2013, No. VIII.G.7 tentang
“Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik” yang terdapat
dalam Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012.
Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan konsep akrual dengan
menggunakan konsep biaya historis, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang diukur berdasarkan
pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang
diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi
disusun dengan menggunakan metode langsung.
Dalam penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia,
dibutuhkan pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi:
- Penerapan kebijakan akuntansi;
- Jumlah aset dan liabilitas yang dilaporkan, dan pengungkapan atas aset dan liabilitas kontinjensi
pada tanggal laporan keuangan;
- Jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama tahun pelaporan.
Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan
tindakan saat ini, hasil aktual mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula. Estimasi
dan asumsi yang digunakan ditelaah secara berkesinambungan. Revisi atas estimasi akuntansi
diakui pada tahun dimana estimasi tersebut direvisi dan tahun yang akan datang yang dipengaruhi
oleh revisi estimasi tersebut.
Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan yang diterapkan dalam penyusunan
laporan keuangan Perusahaan diungkapkan pada Catatan 3.
Mata uang pelaporan yang digunakan pada laporan keuangan adalah Rupiah Indonesia, yang
merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
b. Perubahan Standar Akuntansi Keuangan
Berikut ini adalah standar akuntansi keuangan revisi yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2021:
- Amandemen PSAK 22, “Kombinasi Bisnis” tentang Definisi Bisnis.
- Amandemen PSAK 71, “Instrumen Keuangan”, Amandemen PSAK 55, “Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran”, Amandemen PSAK 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”,
Amandemen PSAK 62, “Kontrak Asuransi” dan Amandemen PSAK 73, “Sewa” tentang
Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2”.
Implementasi dari standar akuntansi keuangan revisi tersebut di atas tidak menghasilkan
perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki dampak yang
material terhadap laporan keuangan di tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
8
Page 12
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
c. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
Perusahaan menerapkan PSAK 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, yang
mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk
komitmen dalam laporan keuangan.
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor, yang meliputi:
a. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
ii. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
iii. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.
b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas
induk, entitas anak dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, dimana
entitas lain tersebut adalah anggotanya).
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas
asosiasi dari entitas ketiga.
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah
satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor
adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga
berelasi dengan entitas pelapor.
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam
huruf (a).
vii. Orang yang diidentifikasi dalam butir (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan
atas laporan keuangan.
d. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan
atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau dibatasi
penggunaannya.
e. Setara Kas yang Dibatasi Penggunaannya
Setara kas yang dijaminkan dan dibatasi penggunaannya dicatat dan disajikan pada akun “Setara
Kas yang Dibatasi Penggunaannya” dalam laporan posisi keuangan.
9
Page 13
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
f. Instrumen Keuangan
Klasifikasi
Perusahaan mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas
keuangan.
i. Aset Keuangan
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
1) Aset keuangan yang diukur pada biaya diamortisasi;
2) Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”) atau melalui
penghasilan komprehensif lain (“FVOCI”).
Klasifikasi aset keuangan tergantung pada model bisnis entitas untuk mengelola aset keuangan
dan apakah arus kas kontraktual hanya mewakili pembayaran pokok dan bunga.
Model bisnis entitas adalah bagaimana entitas mengelola aset keuangannya untuk menghasilkan
arus kas dan menciptakan nilai bagi entitas baik dari mengumpulkan arus kas kontraktual,
menjual aset keuangan, atau keduanya.
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi hanya jika memenuhi kedua kondisi
berikut dan tidak ditetapkan sebagai FVTPL:
- Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
- Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu
atas arus kas yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah
pokok terutang.
Aset keuangan diukur pada FVOCI, hanya jika memenuhi kedua kondisi berikut dan tidak
ditetapkan sebagai FVTPL:
- Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
- Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memenuhi kriteria SPPI.
Aset keuangan lainnya yang tidak memenuhi persyaratan untuk diklasifikasikan sebagai aset
keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVOCI, diklasifikasikan sebagai diukur
pada FVTPL.
Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan
setara kas yang dibatasi penggunaannya yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang
diukur dengan biaya diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada
FVTPL dan FVOCI.
ii. Liabilitas keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (i) liabilitas keuangan diukur pada
FVTPL atau (ii) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang bank, utang usaha, utang lain-lain, beban
akrual dan utang jangka panjang yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur
dengan biaya diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada
FVTPL.
10
Page 14
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Pengakuan awal
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu
yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim)
diakui pada tanggal transaksi, yaitu tanggal Perusahaan berkomitmen untuk membeli atau menjual
aset tersebut.
Aset keuangan dan liabilitas keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset
keuangan dan liabilitas keuangan tidak diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui laba rugi, nilai
wajar tersebut ditambah atau dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung
dengan perolehan atau penerbitan aset atau liabilitas keuangan.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan aset
keuangan dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi diukur pada nilai
wajarnya.
Aset keuangan kelompok biaya perolehan diamortisasi dan liabilitas keuangan lainnya diukur
pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Saling hapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan
posisi keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan
terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan
aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.
Nilai wajar dari instrumen keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan yang
terorganisasi, jika ada, ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga penawaran atau
permintaan (bid or ask prices) pada penutupan perdagangan pada akhir tahun pelaporan.
Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini
yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s
length market transactions); penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial
sama; analisa arus kas yang didiskonto; atau model penilaian lain.
Bila nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif tidak dapat ditentukan
secara andal, aset keuangan tersebut diakui dan diukur pada nilai tercatatnya.
Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi
dengan penyisihan atas penurunan nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang tidak dapat ditagih.
Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan
termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga
efektif.
11
Page 15
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Penurunan nilai aset keuangan
Perusahaan mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) untuk seluruh aset
keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada FVTPL. ECL didasarkan pada perbedaan
antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan
akan diterima Perusahaan, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal.
ECL diakui dalam dua tahap. Jika belum terdapat peningkatan risiko kredit signifikan sejak
pengakuan awal, ECL diakui untuk kerugian kredit yang dihasilkan dari peristiwa gagal bayar yang
mungkin terjadi dalam jangka waktu 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Namun, jika telah terdapat
peningkatan signifikan risiko kredit sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian diakui untuk
kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur aset, terlepas dari jangka waktu gagal bayar
(ECL sepanjang umurnya).
Untuk piutang usaha, Perusahaan menerapkan panduan praktis dalam menghitung ECL. Oleh
karena itu, Perusahaan tidak mengidentifikasi perubahan dalam risiko kredit, melainkan mengukur
penyisihan kerugian sejumlah ECL sepanjang umur. Perusahaan telah membentuk matriks provisi
yang didasarkan pada data historis kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan
masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan lingkungan ekonomi.
Perusahaan mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi gagal bayar ketika telah
menunggak lebih dari 1 tahun. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Perusahaan juga dapat
menganggap aset keuangan dalam keadaan gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal
menunjukkan bahwa Perusahaan tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh
tanpa melakukan perluasan persyaratan kredit.
Piutang usaha dihapusbukukan ketika kecil kemungkinan untuk memulihkan arus kas kontraktual,
setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan telah sepenuhnya dilakukan penyisihan.
Penghentian pengakuan
i. Aset keuangan
Aset keuangan dihentikan pengakuannya pada saat:
(a) Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
(b) Perusahaan mentransfer hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset
keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa
penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan
dan (i) secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset
keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh
risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah mentransfer
pengendalian atas aset keuangan tersebut.
Ketika Perusahaan telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari aset atau telah
menandatangani kesepakatan pelepasan (pass through arrangement), dan secara substansial
tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, maupun
mentransfer pengendalian atas aset, sehingga aset tersebut diakui sejauh keterlibatan
berkelanjutan Perusahaan terhadap aset keuangan tersebut.
Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih antara
nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk setiap aset baru yang
diperoleh dikurangi setiap liabilitas baru yang harus ditanggung; dan (ii) setiap keuntungan atau
kerugian kumulatif yang diakui pada penghasilan komprehensif lain harus diakui pada laba rugi.
12
Page 16
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Penghentian pengakuan (lanjutan)
ii. Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak
dihentikan atau dibatalkan atau kadaluarsa.
Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama
dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas
ketentuan liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut
dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru,
dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui sebagai laba rugi.
g. Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur di antara pelaku pasar pada
tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk
menjual aset atau mengalihkan liabilitas akan terjadi:
1. Di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
2. Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
tersebut.
Perusahaan harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar
ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar
bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
terbaiknya, atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset
tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset atau
liabilitas tersebut diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan level input
terendah yang signifikan terhadap keseluruhan pengukuran, sebagai berikut:
1. Tingkat 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik;
2. Tingkat 2 - Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran
nilai wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
3. Tingkat 3 - Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran
nilai wajar tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan,
maka Perusahaan menentukan apakah telah terjadi transfer di antara tingkat hirarki nilai wajar
dengan cara menilai kembali pengkategorian tingkat nilai wajar (berdasarkan tingkat input terendah
yang signifikan terhadap keseluruhan pengukuran) pada setiap akhir tahun pelaporan.
13
Page 17
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
h. Persediaan
Persediaan proyek apartemen
Persediaan proyek apartemen merupakan bangunan apartemen, kios dan SOHO yang telah selesai
dibangun atau yang sedang dalam penyelesaian untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, tidak
untuk sewa atau kenaikan nilai.
Persediaan tersebut dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai
realisasi neto. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata. Nilai realisasi
neto adalah taksiran harga penjualan dalam kegiatan usaha normal yang didasarkan pada harga
pasar pada tanggal pelaporan dan didiskontokan untuk nilai waktu uang, jika material, dikurangi
taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya untuk melaksanakan penjualan. Penurunan nilai
persediaan ditetapkan untuk mengurangi nilai tecatat persediaan ke nilai realisasi neto dan
penurunannya diakui sebagai rugi pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada
tahun yang bersangkutan.
Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan meliputi biaya pra-perolehan tanah dan
perolehan tanah. Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan akan dipindahkan ke tanah
yang sedang dikembangkan pada saat pengembangan tanah akan dimulai dan konstruksi
dilakukan.
Biaya perolehan tanah yang sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah untuk
pengembangan, biaya pengembangan langsung dan tidak langsung terkait kegiatan
pengembangan apartemen serta biaya pinjaman. Tanah yang sedang dikembangkan akan
dipindahkan ke persediaan pada saat tanah tersebut selesai dikembangkan. Seluruh biaya
pengembangan tanah, termasuk tanah yang digunakan sebagai jalan dan prasarana atau area
yang tidak dapat dijual lainnya, dialokasikan kepada luas area yang dapat dijual.
Biaya perolehan bangunan dalam penyelesaian meliputi biaya perolehan tanah yang telah selesai
dikembangkan ditambah dengan biaya konstruksi, biaya lainnya yang dapat diatribusikan pada
aktivitas pengembangan apartemen dan biaya pinjaman. Biaya yang dikapitalisasi pada bangunan
dalam penyelesaian dialokasikan untuk setiap unit apartemen menggunakan metode area yang
dapat dijual.
Biaya perolehan bangunan dalam penyelesaian dipindahkan ke bangunan tersedia untuk dijual
pada saat pembangunan telah selesai.
Biaya pemeliharaan dan perbaikan yang terjadi atas proyek yang sudah selesai dan secara
substansial siap untuk digunakan sesuai tujuannya dibebankan ke laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya.
Pengkajian atas estimasi biaya dilakukan pada setiap akhir pelaporan sampai proyek selesai
secara substansial, jika terjadi perubahan atas rencana pemanfaatan dan penggunaan,
Perusahaan akan melakukan revisi dan realokasi biaya.
Beban yang tidak berhubungan dengan proyek apartemen dibebankan ke laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya.
14
Page 18
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
h. Persediaan (lanjutan)
Persediaan hotel
Persediaan hotel terdiri dari makanan, minuman, perlengkapan hotel dan lainnya. Nilai awal
persediaan diakui sebesar biaya perolehan, dan selanjutnya ditentukan sebesar nilai yang lebih
rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Biaya perolehan terdiri dari biaya pembelian
dan biaya-biaya lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. Biaya
perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata. Nilai realisasi neto adalah taksiran
harga jual dalam kegiatan usaha normal dikurangi taksiran biaya yang diperlukan untuk
melaksanakan penjualan.
Cadangan kerugian penurunan nilai untuk persediaan usang dan yang perputarannya lambat
ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan dan harga jual masing-masing persediaan dimaksud
di masa yang akan datang.
i. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada operasi berdasarkan masa manfaatnya
dengan menggunakan metode garis lurus.
j. Aset Tetap
Seluruh aset tetap awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan
biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
kondisi yang diinginkan supaya aset tersebut siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen.
Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan rugi penurunan nilai, jika ada.
Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud
penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat aset tetap sebagai berikut:
Tarif Tahun
Unit hotel 5% 20
Unit kantor 5% 20
Renovasi unit hotel 10% 10
Peralatan dan perlengkapan hotel 25% 4
Peralatan dan perlengkapan kantor 25% 4
Kendaraan 20% 5
Jumlah tercatat dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak
ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba
atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah
neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dikreditkan atau dibebankan dalam laba rugi
pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa
atau perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan
sepenuhnya.
15
Page 19
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
j. Aset Tetap (lanjutan)
Pengeluaran yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti biaya perbaikan dan pemeliharaan,
dibebankan ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Dalam
situasi dimana dapat dibuktikan secara jelas bahwa pengeluaran tersebut menimbulkan
peningkatan manfaat ekonomis yang diharapkan diperoleh dari penggunaan aset tetap tersebut di
masa datang yang melebihi kinerja normalnya, maka pengeluaran tersebut dikapitalisasi sebagai
tambahan biaya perolehan aset tetap.
Pada setiap akhir tahun pelaporan, nilai residu, manfaat ekonomis dan metode penyusutan
dievaluasi, dan jika sesuai keadaan, disesuaikan secara prospektif.
k. Kapitalisasi Biaya Pinjaman
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung pada perolehan, konstruksi atau pembuatan aset
kualifikasian yang membutuhkan waktu yang cukup lama agar siap untuk digunakan atau dijual
sesuai maksudnya dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset tersebut.
Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset
kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya dimulai dan pengeluaran untuk aset
kualifikasian dan biaya pinjamannya telah terjadi.
Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat selesainya secara substansial seluruh aktivitas
yang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan
maksudnya.
Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan sementara jika aktivitas pembangunan terganggu untuk
waktu yang berkelanjutan. Beban bunga juga dikapitalisasi ke dalam biaya perolehan dari properti
yang diperoleh secara spesifik untuk pembangunan tetapi hanya atas aktivitas yang diperlukan
untuk mempersiapkan properti sedang dalam penyelesaian.
l. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir tahun pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan
nilai aset diperlukan, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara
nilai wajar aset atau Unit Penghasil Kas (“UPK”) dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai
pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar
independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai
terpulihkannya, maka aset tersebut mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan
menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Rugi penurunan nilai dari operasi yang dilanjutkan diakui
pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain sebagai rugi penurunan nilai.
Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan didiskontokan ke nilai kini dengan
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar terkini atas
nilai waktu dari uang dan risiko spesifik dari aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya
untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat
transaksi tersebut, Perusahaan menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai
wajar aset.
16
Page 20
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (lanjutan)
Penilaian dilakukan pada akhir setiap tahun pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi
penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya untuk aset mungkin tidak ada lagi atau
mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas mengestimasi jumlah
terpulihkan aset tersebut.
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya untuk aset dibalik hanya jika
terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset
tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke
jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi
jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi
penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi
penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk
mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang
sistematis selama sisa umur manfaatnya.
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi atas penurunan nilai aset nonkeuangan
pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021.
m. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pengakuan Pendapatan
Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji
dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
pelanggan.
3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh
suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke
pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat
variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang
diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan
dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode
kontrak.
4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga
jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika
tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan
biaya yang diharapkan ditambah marjin.
5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
barang atas jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, sebagai berikut:
a) Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
b) Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan).
Pendapatan diukur berdasarkan nilai yang diharapkan dapat diterima Perusahaan atas pengalihan
barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan, tidak termasuk jumlah yang ditagihkan atas
nama pihak ketiga.
17
Page 21
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
m. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Pengakuan Pendapatan (lanjutan)
Pendapatan diakui ketika Perusahaan memenuhi kewajibannya untuk mengalihkan barang atau
jasa yang dijanjikan kepada pelanggan, yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang
atau jasa tersebut. Jumlah pendapatan yang diakui adalah sebesar jumlah yang dialokasikan untuk
bagian dari kewajiban yang terpenuhi.
Pendapatan dari penjualan aset real estat diakui pada saat pengendalian atas aset real estat telah
diterima oleh pelanggan dan Perusahaan tidak memiliki keterlibatan substansial yang berkelanjutan
dengan real estat tersebut. Perusahaan mengakui pendapatan dari penjualan aset real estat pada
saat terjadi penyerahan aset real estat kepada pembeli (at a point in time). Uang muka yang
diperoleh dari pelanggan diakui sebagai liabilitas kontrak dan disajikan dalam akun “Uang Muka
dari Pelanggan”.
Pengakuan Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (dasar akrual).
n. Perpajakan
Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak penghasilan tangguhan.
Pajak tersebut diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, kecuali apabila
pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang langsung diakui ke ekuitas atau
penghasilan komprehensif lain. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui langsung pada
ekuitas atau penghasilan komprehensif lain.
Pajak Final
Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang
bersifat final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas
transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.
Mengacu pada PSAK 46 tentang Akuntansi Pajak Penghasilan, Perusahaan menggunakan konsep
akrual dalam mengakui beban, aset dan kewajiban perpajakan sehingga setiap penghasilan
menurut akuntansi harus diperhitungkan dampak pajak yang harus dibayar pada masa mendatang
atau telah dibayar pada masa sekarang. Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh
PSAK 46. Oleh karena itu, Perusahaan memutuskan untuk menyajikan beban pajak final
sehubungan dengan penjualan tanah dan bangunan sebagai pos tersendiri.
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 71/2008 tanggal 4 November 2008, efektif tanggal
1 Januari 2009, penghasilan atas transaksi penjualan atau pengalihan hak atas tanah dan/atau
bangunan dikenakan pajak final sebesar 5% dari nilai penjualan atau pengalihan, yang telah
digantikan oleh Peraturan Pemerintah No. 34/2016 tanggal 8 Agustus 2016, efektif tanggal
8 September 2016, penghasilan atas transaksi penjualan atau pengalihan hak atas tanah dan/atau
bangunan dikenakan pajak final sebesar 2,5% dari nilai penjualan atau pengalihan.
Untuk kegiatan usaha pembangunan dan penjualan apartemen maka selisih nilai tercatat aset dan
liabilitas yang berhubungan dengan pajak final dengan dasar pengenaan pajaknya, tidak diakui
sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan.
Selisih antara jumlah pajak final yang telah dibayar dengan jumlah yang dibebankan sebagai beban
pajak pada perhitungan pada laba rugi diakui sebagai pajak final dibayar di muka atau utang pajak
final.
18
Page 22
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
n. Perpajakan (lanjutan)
Pajak Kini
Untuk kegiatan lainnya, maka pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang
bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang telah berlaku atau
secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat
direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan.
Manajemen secara periodik melakukan evaluasi atas posisi yang diambil dalam pelaporan pajak
sehubungan dengan situasi di mana peraturan pajak terkait menjadi subjek interpretasi dan
menetapkan provisi bila diperlukan.
Perubahan terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat diterimanya surat ketetapan pajak atau,
jika Perusahaan mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut ditetapkan.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer pada
tanggal pelaporan antara dasar pengenaan pajak dari aset dan liabilitas dan jumlah tercatatnya
untuk tujuan pelaporan keuangan pada tanggal pelaporan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk
semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan
temporer yang boleh dikurangkan dan saldo rugi fiskal yang belum dikompensasikan, sepanjang
perbedaan temporer dan rugi fiskal yang belum dikompensasikan tersebut dapat dimanfaatkan
untuk mengurangi laba fiskal pada masa yang akan datang.
Nilai tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan diturunkan apabila
laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset
pajak tangguhan. Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan meninjau kembali aset pajak
tangguhan yang tidak diakui dan mengakui aset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui
apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang akan tersedia untuk
pemulihannya.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan
berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan
peraturan pajak yang berlaku atau yang telah secara substantif telah berlaku pada tanggal
pelaporan.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan disaling-hapuskan jika terdapat hak secara
hukum untuk melakukan saling hapus antara pajak aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, atau
aset dan liabilitas pajak tangguhan pada entitas yang sama, atau entitas bermaksud untuk
memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
19
Page 23
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
o. Imbalan Kerja
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui sebagai liabilitas pada saat terhutang kepada karyawan
berdasarkan metode akrual.
Imbalan pasca kerja
Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja kepada karyawan yang berhak sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
Efektif sejak 2 Februari 2021, besarnya imbalan pasca kerja dihitung berdasarkan Undang-Undang
(“UU”) Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah (“PP”) No. 35/2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu
Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja.
Pada tanggal 31 Desember 2020, besarnya imbalan pasca kerja dihitung berdasarkan
UU Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003.
UU Cipta Kerja dan UU Ketenagakerjaan menentukan rumus tertentu untuk menghitung jumlah
minimal imbalan pensiun, sehingga pada dasarnya, program pensiun berdasarkan UU tersebut
adalah program imbalan pasti.
Program imbalan pasti adalah program pensiun yang menetapkan jumlah imbalan pensiun yang
akan diterima oleh karyawan pada saat pensiun, biasanya berdasarkan beberapa faktor seperti
usia, masa kerja atau kompensasi.
Liabilitas imbalan pasti yang diakui di laporan posisi keuangan adalah nilai kini kewajiban imbalan
pasti pada tanggal laporan posisi keuangan. Kewajiban imbalan pasti dihitung oleh aktuaris
independen menggunakan metode projected unit credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti
ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas keluar masa depan dengan menggunakan
tingkat suku bunga Obligasi Pemerintah dalam mata uang yang sama dengan mata uang imbalan
yang akan dibayarkan dan waktu jatuh tempo yang kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo
pensiun yang bersangkutan.
Biaya jasa lalu diakui segera dalam laba atau rugi.
Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian pengalaman dan perubahan
asumsi aktuarial segera diakui seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lain dalam tahun
terjadinya. Akumulasi saldo pengukuran kembali dilaporkan pada akun saldo rugi.
Keuntungan atau kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian suatu program imbalan pasti diakui
ketika kurtailmen atau penyelesaian terjadi.
Kurtailmen terjadi apabila salah satu dari kondisi berikut terpenuhi:
i. Menunjukkan komitmennya untuk mengurangi secara signifikan jumlah pekerja yang ditanggung
oleh program; atau
ii. Mengubah ketentuan dalam program imbalan pasti yang menyebabkan bagian yang material
dari jasa masa depan pekerja tidak lagi memberikan imbalan atau memberikan imbalan yang
lebih rendah.
Penyelesaian program terjadi ketika Perusahaan melakukan transaksi yang menghapuskan semua
liabilitas hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program imbalan pasti.
20
Page 24
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
p. Rugi per Saham
Rugi per saham dasar dihitung dengan membagi rugi tahun berjalan dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada
tanggal 30 Juni 2022 dan 2020, dan oleh karenanya, rugi per saham dilusian tidak dihitung dan
disajikan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
q. Biaya Emisi Saham
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan saham Perusahaan kepada masyarakat
dikurangkan langsung dengan hasil emisi saham tersebut dan disajikan sebagai pengurang akun
tambahan modal disetor dalam laporan posisi keuangan.
r. Dividen
Pembagian dividen kepada para pemegang saham diakui sebagai liabilitas dalam laporan posisi
keuangan ketika dividen tersebut disetujui atau dideklarasikan oleh para pemegang saham.
s. Informasi Segmen
Segmen adalah komponen yang dapat dibedakan dari kegiatan yang terlibat baik dalam
menyediakan produk-produk tertentu dan jasa (segmen usaha), atau dalam menyediakan produk
dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan
yang berbeda dari segmen lainnya.
Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil
keputusan operasional untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya
kepada segmen dan menilai kinerjanya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk hal-hal yang dapat diatribusikan
secara langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang
memadai untuk segmen tersebut.
Informasi keuangan dilaporkan berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen dalam
mengevaluasi kinerja setiap segmen dan menentukan pengalokasian sumber daya. Rincian
informasi segmen tersebut diungkapkan dalam Catatan 30.
t. Provisi
Provisi diakui jika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
konstruktif) akibat peristiwa masa lalu dimana besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban
tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan
estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat ditetapkan.
Provisi ditelaah pada setiap akhir tahun pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi
kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat
ekonomi untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, provisi dipulihkan.
21
Page 25
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
u. Kontinjensi
Liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan tetapi diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan kecuali jika kemungkinan pengeluaran sumber daya yang memiliki manfaat
ekonomi sangat kecil (remote). Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan tetapi
diungkapkan jika terdapat kemungkinan besar (probable) arus masuk manfaat ekonomi.
v. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan informasi
mengenai posisi keuangan Perusahaan pada tanggal laporan posisi keuangan (peristiwa
penyesuaian), jika ada, telah tercermin dalam laporan keuangan. Peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian (peristiwa nonpenyesuaian),
apabila jumlahnya material, telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI SIGNIFIKAN OLEH MANAJEMEN
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi
jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas yang dilaporkan dalam laporan keuangan serta
pengungkapan liabilitas kontinjensi. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat
mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam tahun pelaporan
berikutnya.
Pertimbangan
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, manajemen telah membuat keputusan
berikut, yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.
Kelangsungan Usaha
Manajemen telah melakukan penilaian atas kemampuan Perusahaan untuk melanjutkan kelangsungan
usahanya dan berkeyakinan bahwa Perusahaan memiliki sumber daya untuk melanjutkan usahanya di
masa mendatang. Selain itu, manajemen tidak mengetahui adanya ketidakpastian material yang dapat
menimbulkan keraguan yang signifikan terhadap kemampuan Perusahaan untuk melanjutkan
kelangsungan usahanya. Oleh karena itu, laporan keuangan telah disusun atas dasar usaha yang
berkelanjutan.
Penentuan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana entitas beroperasi.
Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan beban dari jasa yang
diberikan. Berdasarkan penilaian manajemen, mata uang fungsional Perusahaan adalah Rupiah
Indonesia.
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan
liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK 71 dipenuhi.
Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi
Perusahaan seperti yang diungkapkan pada Catatan 2f.
22
Page 26
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI SIGNIFIKAN OLEH MANAJEMEN
(lanjutan)
Pertimbangan (lanjutan)
Penetapan Waktu Pemenuhan Kewajiban Pelaksanaan
Kewajiban pelaksanaan dari kontrak dengan pelanggan pada umumnya dipenuhi pada waktu tertentu.
Dalam membuat pertimbangan waktu pemenuhan kewajiban pelaksanaan, manajemen Perusahaan
memperhatikan kriteria terinci untuk pengakuan pendapatan yang ditetapkan dalam PSAK 72 dan,
khususnya apakah Perusahaan sudah mengalihkan pengendalian barang atau jasa kepada
pelanggan.
Pengklasifikasian Properti
Perusahaan menentukan apakah sebuah properti yang diperoleh diklasifikasikan sebagai properti yang
digunakan sendiri, properti investasi atau properti persediaan:
- Properti yang digunakan sendiri terdiri dari properti yang bertujuan untuk digunakan dalam
penyediaan barang atau jasa atau tujuan administratif serta disajikan sebagai bagian dari aset tetap.
- Properti investasi terdiri dari tanah dan bangunan yang tidak bertujuan untuk digunakan oleh atau
dalam kegiatan operasi Perusahaan dan tidak untuk dijual dalam kegiatan bisnis Perusahaan, tetapi
digunakan untuk memperoleh pendapatan sewa dan peningkatan nilai.
- Properti persediaan terdiri dari properti yang bertujuan untuk dijual dalam kegiatan bisnis
Perusahaan. Terutama, properti hunian yang dikembangkan oleh Perusahaan dan digunakan untuk
dijual sebelum atau pada saat penyelesaian konstruksi.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan
yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas
untuk tahun berikutnya, diungkapkan di bawah ini.
Perusahaan menyusun asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan
keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat
perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam
asumsi terkait pada saat terjadinya.
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian Piutang Usaha
Perusahaan menggunakan matriks provisi untuk menghitung kerugian kredit ekspektasian piutang
usaha dengan mempertimbangkan jaminan yang diperoleh. Tingkat provisi adalah berdasarkan hari
jatuh tempo atas kelompok segmen pelanggan yang mempunyai karakteristik risiko kredit yang serupa
(misalnya berdasarkan geografi, tipe produk, tipe dan/atau peringkat pelanggan, dan nilai
pertanggungan dari letter of credit dan bentuk lain).
Matriks provisi pada mulanya didasarkan pada tingkat gagal bayar historis Perusahaan yang
diobservasi. Perusahaan akan memperbaharui matriks untuk menyesuaikan pengalaman kerugian
kredit historis dengan informasi forward-looking. Sebagai contoh, jika perkiraan atas kondisi ekonomi
diperkirakan memburuk pada tahun mendatang, yang dapat menyebabkan meningkatnya jumlah gagal
bayar, tingkat gagal bayar historis disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, tingkat gagal bayar
historis diperbaharui dan perubahan estimasi forward-looking dianalisis.
23
Page 27
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI SIGNIFIKAN OLEH MANAJEMEN
(lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian Piutang Usaha (lanjutan)
Penilaian atas korelasi antara tingkat gagal bayar historis yang diobservasi, perkiraan atas kondisi
ekonomi dan kerugian kredit ekspektasian merupakan estimasi yang signifikan termasuk jaminan yang
diperoleh. Jumlah kerugian kredit ekspektasian dapat dipengaruhi oleh perubahan keadaan dan
perkiraan kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan perkiraan kondisi
ekonomi juga mungkin tidak menggambarkan gagal bayar aktual pelanggan di masa yang akan
datang.
Nilai tercatat piutang usaha Perusahaan sebelum cadangan kerugian kredit ekspektasian pada
tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 5.880.943.829 dan
Rp 4.828.427.344 Penjelasan lebih rinci diungkapkan Catatan 5.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Persediaan
Cadangan kerugian penurunan nilai persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan keadaan yang
tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual
pasar dan estimasi biaya yang timbul untuk melakukan penjualan. Pada 30 Juni 2022 dan 31
Desember 2021, manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai persediaan
sehingga tidak diperlukan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai atas persediaan.
Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 6.
Estimasi Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan berdasarkan metode garis lurus sesuai dengan taksiran masa
manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap sebagaimana
diungkapkan dalam Catatan 2j, yang merupakan umur ekonomis yang secara umum berlaku dalam
industri dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan
teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya
penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai buku aset tetap pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31
Desember 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 36.730.799.738 dan Rp 37.850.365.314
Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 9.
Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Penurunan nilai timbul saat nilai tercatat aset atau UPK melebihi jumlah terpulihkannya, yaitu nilai yang
lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi
biaya untuk menjual didasarkan pada data yang tersedia dari transaksi penjualan yang mengikat dalam
transaksi normal atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya
tambahan yang dapat diatribusikan dengan pelepasan aset. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi
arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum
pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar
terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan menggunakan model
penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan penilaian didasarkan pada lebih
dari satu penilaian atau penilaian indikator nilai wajar lain yang tersedia. Perhitungan nilai pakai
didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat
indikasi atas kemungkinan penurunan potensial atas nilai aset non-keuangan pada tanggal
30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021.
24
Page 28
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI SIGNIFIKAN OLEH MANAJEMEN
(lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Imbalan Pasca Kerja Karyawan
Penentuan liabilitas imbalan pasca kerja Perusahaan bergantung pada ketentuan UU yang berlaku
dan pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah
tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat
pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Seperti
dijelaskan pada Catatan 2o, hasil aktual yang berbeda dari asumsi Perusahaan diakui sebagai
penghasilan komprehensif lain. Dikarenakan kompleksitas dari penilaian, asumsi dan periode jangka
panjang, kewajiban manfaat pasti sangat sensitif terhadap perubahan ketentuan UU terkait dan
asumsi. Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa ketentuan UU terkait dan asumsi tersebut
adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam
ketentuan UU dan asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas
imbalan pasca kerja dan beban imbalan pasca kerja. Nilai tercatat liabilitas imbalan pasca kerja
Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021 masing-masing adalah sebesar
Rp 220.679.000 Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 19.
Ketidakpastian Liabilitas Perpajakan
Dalam situasi tertentu, Perusahaan tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak mereka
pada saat ini atau masa depan karena proses pemeriksaan, atau negosiasi dengan otoritas
perpajakan. Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks
dan jumlah serta waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan. Dalam menentukan jumlah yang
harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Perusahaan menerapkan pertimbangan
yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan yang harus diakui sesuai
dengan PSAK 57 (Revisi 2009), “Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi”. Perusahaan
membuat analisa untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan jika
liabilitas pajak untuk manfaat pajak yang belum diakui harus dibukukan.
4. KAS DAN SETARA KAS
Kas dan setara kas terdiri dari:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Kas 94.354.039 95.097.129
Bank
PT Bank Permata Tbk 3.263.247.573 8.782.548.707
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 2.438.738.778 2.231.719.881
PT Bank OCBC NISP Tbk 58.101.094 2.199.720.404
PT Bank Central Asia Tbk 1.387.650.827 2.018.440.159
PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk 7.683.443 800.206.818
PT Bank BTPN Tbk 426.261.860 371.276.489
PT Bank UOB Indonesia 202.263.705 201.981.851
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 36.276.706 93.711.407
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 8.311.912 7.676.501
Jumlah bank 7.828.535.898 16.707.282.217
Deposito berjangka
PT Bank OCBC NISP Tbk 10.000.000.000 10.000.000.000
Jumlah 17.922.889.937 26.802.379.346
25
Page 29
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)
Semua rekening bank dan deposito berjangka dalam mata uang Rupiah Indonesia ditempatkan pada
bank pihak ketiga.
Rekening saldo di bank memiliki tingkat bunga mengambang sesuai dengan tingkat bunga
penempatan pada masing-masing bank.
Tingkat suku bunga deposito berjangka per tahun berkisar antara 3% sampai dengan 3,25% untuk
tahun 2022 dan 2021.
Jasa giro yang berasal dari rekening bank dan bunga deposito berjangka disajikan pada laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain sebagai bagian dari “Pendapatan Keuangan”.
Tidak terdapat saldo kas dan setara kas yang digunakan sebagai jaminan dan dibatasi
penggunaannya.
5. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA
Rincian piutang usaha kepada pihak ketiga adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan kegiatan usaha
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit (Diaudit)
Proyek apartemen
Unit apartemen 4.735.818.533 4.412.652.477
Hotel Sahid Serpong
City ledger 1.665.153.406 415.774.867
Jumlah 6.400.971.939 4.828.427.344
Dikurangi cadangan kerugian kredit ekspektasian (150.826.196) (150.826.196)
5.730
Neto 6.250.145.743 4.677.601.148
b. Berdasarkan umur
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
<
Belum jatuh tempo 2.873.398.722 2.167.482.859
Telah jatuh tempo:
1 sampai dengan 30 hari 1.946.187.094 1.468.061.893
31 sampai dengan 60 hari 1.094.681.047 825.747.707
61 sampai dengan 90 hari 344.439.655 259.820.206
Lebih dari 90 hari 142.265.421 107.314.679
Jumlah 6.400.971.939 4.828.427.344
Dikurangi cadangan kerugian kredit ekspektasian (150.826.196) (150.826.196
Neto 6.250.145.743 4.677.601.148
26
Page 30
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA (lanjutan)
Mutasi cadangan kerugian kredit ekspektasian piutang usaha adalah sebagai berikut:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
<
Saldo awal tahun 150.826.196 -
Penyisihan selama tahun berjalan (Catatan 24) - 150.826.196
Saldo akhir tahun 150.826.196 150.826.196
Piutang usaha dari proyek apartemen merupakan piutang pelanggan atas pembelian unit apartemen
yang telah dilakukan serah terima unit kepada pelanggan.
Pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021, piutang usaha dari proyek apartemen dijadikan
jaminan secara fidusia atas utang bank jangka panjang dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 13.
Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian kredit ekspektasian adalah cukup untuk
menutupi kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha. Manajemen berkeyakinan
bahwa tidak terdapat risiko terkonsentrasi secara signifikan atas piutang usaha.
6. PERSEDIAAN
Rincian persediaan adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan klasifikasi lancar dan tidak lancar
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Audit) (Diaudit)
Persediaan lancar:
Bangunan apartemen tersedia untuk dijual:
Unit apartemen 147.511.136.556 154.624.391.823
Unit kios 33.602.963.401 34.390.432.953
Unit SOHO 24.107.817.828 25.159.471.094
Jumlah bangunan tersedia untuk dijual 205.221.917.785 214.174.295.870
Barang dan perlengkapan hotel 84.868.973 103.550.091
Jumlah persediaan lancar 205.306.786.758 214.277.845.961
Persediaan tidak lancar:
Bangunan apartemen dalam penyelesaian:
Unit apartemen 111.347.109.353 97.339.467.361
Jumlah 316.653.896.111 311.617.313.322
b. Berdasarkan kegiatan usaha
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Proyek apartemen
Parkland Avenue Tower A dan B 205.221.917.785 214.174.295.870
Canary 111.347.109.353 97.339.467.361
Jumlah proyek apartemen 316.569.027.138 311.513.763.231
Hotel - Perlengkapan dan lainnya 84.868.973 103.550.091
Jumlah 316.653.896.111 311.617.313.322
27
Page 31
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
6. PERSEDIAAN (lanjutan)
Persediaan proyek apartemen
Mutasi persediaan proyek apartemen selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Saldo awal 311.513.763.231 284.216.386.367
Penambahan:
Biaya konstruksi 14.108.485.288 44.203.866.023
Reklasifikasi dari aset tetap - unit hotel (Catatan 9) - -
Pengurangan:
Beban pokok pendapatan (Catatan 23) (9.053.221.381) (16.906.489.159)
Saldo akhir 316.569.027.138 311.513.763.231
Persentase penyelesaian proyek apartemen Canary pada tanggal 30 Juni 2022 adalah sebesar
33,08% dan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2023. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak
terdapat hambatan yang dapat mempengaruhi penyelesaian apartemen dalam penyelesaian tersebut.
Pada tanggal 30 Juni 2022 dan 2020, persediaan unit apartemen, kios dan SOHO atas proyek
Parkland Avenue digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka panjang dari PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 13.
Tidak terdapat biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke dalam persediaan atas bangunan dalam
penyelesaian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021.
Hak legal atas tanah apartemen Parkland Avenue Tower A dan B berupa Hak Guna Bangunan atas
nama Perusahaan berjangka waktu 30 (tiga puluh) tahun yang akan jatuh tempo pada tahun 2044.
Manajemen Perusahaan berkeyakinan tidak terdapat masalah dalam perpanjangan, proses sertifikasi
hak atas tanah dan balik nama karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti
pemilikan yang memadai.
Apartemen Parkland Avenue Tower A dan B telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko
lainnya kepada PT Asuransi Binagriya Upakara, pihak ketiga, dengan nilai pertanggungan masing-
masing sebesar Rp 177.000.000.000 dan Rp 216.100.000.000 pada tanggal 30 Juni 2022 dan 2021.
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup memadai untuk
menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.
Perlengkapan hotel dan lainnya
Rincian perlengkapan hotel dan lainnya adalah sebagai berikut:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Perlengkapan hotel 47.733.389 58.353.149
Makanan dan minuman 30.395.739 26.684.297
Lainnya 6.739.845 18.512.645
Jumlah 84.868.973 103.550.091
28
Page 32
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
6. PERSEDIAAN (lanjutan)
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan pada tanggal
pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai persediaan
sehingga tidak diperlukan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai atas persediaan.
7. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DI MUKA
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Uang muka operasional proyek 3.113.988.276 5.564.401.041
Asuransi dibayar di muka 88.993.806 284.113.328
Lain-lain 1.354.567.642 209.329.634
Jumlah 4.557.549.724 6.057.844.003
8. SETARA KAS YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya:
PT Bank OCBC NISP Tbk (“OCBC”)
- Untuk pinjaman bank OCBC (Catatan 13) 27.650.000.000 30.000.000.000
PT Bank BTPN Tbk (“BTPN”)
- Untuk pinjaman bank BTPN (Catatan 13) - 5.000.000.000
Sub jumlah 27.650.000.000 35.000.000.000
Saldo bank (rekening escrow) yang dibatasi
penggunaannya:
PT Bank OCBC NISP Tbk (“OCBC”) 16.747.484.282 16.113.909.029
PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk
(“CCBI”) 13.214.614.023 13.603.321.953
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (“BTN”) 2.628.780.161 2.628.780.161
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“BM”) 331.604.533 330.291.733
PT Bank Permata Tbk (“PMT”) 860.308.966 251.612.339
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk - Unit Usaha
Syariah (“BTNS”) 184.999.074 184.999.074
Sub jumlah 33.967.791.039 33.112.914.289
Jumlah 61.617.791.039 68.112.914.289
Saldo deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya pada OCBC dan BTPN merupakan jaminan
atas utang bank (Catatan 13), sedangkan saldo bank (rekening escrow) pada OCBC, CCBI, BTN, BM,
PMT dan BTNS merupakan saldo bank Perusahaan yang dibatasi penggunaannya sehubungan
dengan penjualan unit apartemen melalui fasilitas Kredit Pemilikan Apartemen (“KPA”) melalui bank
terkait. Dana tersebut akan segera dicairkan oleh pihak bank ke rekening Perusahaan terkait setelah
Akta Jual Beli ditandatangani, pemecahan sertifikat telah dilakukan dan diserahkan kepada bank yang
bersangkutan (Catatan 31a).
Tingkat suku bunga per tahun atas deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya berkisar antara
2,5% sampai dengan 4,5% untuk tahun 2022 dan 2021
29
Page 33
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP
Rincian aset tetap dan mutasinya adalah sebagai berikut:
1 Januari 2022 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 30 Juni 2022
Biaya Perolehan
Pemilikan langsung
Unit hotel 10.540.199.601 - - - 10.540.199.601
Unit kantor 9.518.663.473 - - - 9.518.663.473
Renovasi unit hotel 20.943.661.138 - - - 20.943.661.138
Peralatan dan perlengkapan hotel 4.821.463.337 - - - 4.821.463.337
Peralatan dan perlengkapan kantor 1.827.003.255 149.390.626 - - 1.976.393.881
Kendaraan 3.049.624.527 - - - 3.049.624.527
Kendaraan - aset pengampunan pajak 400.000.000 - - - 400.000.000
Pembiayaan konsumen -
Kendaraan 3.720.000.000 222.364.000 - - 3.942.364.000
Jumlah Biaya Perolehan 54.820.615.331 371.754.626 - - 55.192.369.057
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan langsung
Unit hotel 1.449.277.445 263.504.990 - - 1.712.782.435
Unit kantor 1.784.749.402 237.966.587 - - 2.022.715.988
Renovasi unit hotel 3.934.925.477 1.047.183.057 - - 4.982.108.534
Peralatan dan perlengkapan hotel 3.186.158.803 602.682.917 - - 3.788.841.720
Peralatan dan perlengkapan kantor 898.437.657 226.186.508 - - 1.124.624.164
Kendaraan 2.988.134.566 47.624.353 - - 3.035.758.919
Kendaraan - aset pengampunan pajak 400.000.000 - - - 400.000.000
Pembiayaan konsumen
Kendaraan 2.328.566.667 372.000.000 - - 2.700.566.667
Jumlah Akumulasi Penyusutan
5
16.970.250.017 2.797.148.411 - - 19.767.398.428
Nilai Buku Neto 37.850.365.314 35.424.971.529
1 Januari 2021 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2021
Biaya Perolehan
Pemilikan langsung
Unit hotel 10.540.199.601 - - - 10.540.199.601
Unit kantor 9.518.663.473 - - - 9.518.663.473
Renovasi unit hotel 19.668.661.138 - - 1.275.000.0001) 20.943.661.138
Peralatan dan perlengkapan hotel 4.800.805.337 20.658.000 - - 4.821.463.337
Peralatan dan perlengkapan kantor 1.730.774.615 96.228.640 - - 1.827.003.255
Kendaraan 2.560.624.527 - - 489.000.000 3.049.624.527
Kendaraan - aset pengampunan pajak 400.000.000 - - - 400.000.000
Pembiayaan konsumen
Kendaraan 4.209.000.000 - - (489.000.000) 3.720.000.000
Jumlah Biaya Perolehan 53.428.728.691 116.886.640 - 1.275.000.000 54.820.615.331
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan langsung
Unit hotel 922.267.465 527.009.980 - - 1.449.277.445
Unit kantor 1.308.816.228 475.933.174 - - 1.784.749.402
Renovasi unit hotel 1.904.309.363 2.030.616.114 - - 3.934.925.477
Peralatan dan perlengkapan hotel 1.982.084.094 1.204.074.709 - - 3.186.158.803
Peralatan dan perlengkapan kantor 485.078.978 413.358.679 - - 898.437.657
Kendaraan 2.448.358.661 99.675.905 - 440.100.000 2.988.134.566
Kendaraan - aset pengampunan pajak 400.000.000 - - - 400.000.000
Pembiayaan konsumen
Kendaraan 2.024.666.667 744.000.000 - (440.100.000) 2.328.566.667
Jumlah Akumulasi Penyusutan 11.475.581.456 5.494.668.561 - - 16.970.250.017
Nilai Buku Neto 41.953.147.235 37.850.365.314
Catatan:
1)
Reklasifikasi dari uang muka perolehan aset (Catatan 11).
30
Page 34
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP (lanjutan)
Unit hotel merupakan bagian dari proyek Apartemen Parkland Avenue Tower A dan Tower B yang
digunakan untuk operasional Hotel Sahid Serpong.
Unit kantor merupakan unit kantor Perusahaan di Parkland Avenue, Serpong, Tangerang Selatan.
Unit kantor dan hotel didukung oleh sertifikat hak guna bangunan di atas tanah bersama yang masih
sedang dalam proses pemecahan sertifikat.
Penyusutan aset tetap dibebankan ke beban umum dan administrasi untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 30 Juni 2022 dan 30 Juni 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 2.797.148.411 dan
Rp 2.739.338.753 (Catatan 24).
Jumlah biaya perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh namun masih digunakan pada
tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 3.364.245.820 dan
Rp 3.362.646.820.
Pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021, tidak terdapat aset tetap yang tidak dipakai
sementara atau dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk
dijual.
Pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021, tidak terdapat aset tetap yang berasal dari hibah.
Unit hotel dan unit kantor digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka panjang dari
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Catatan 13).
Kendaraan dari pembiayaan konsumen dijaminkan atas pembiayaan yang diperoleh dari perusahaan
pembiayaan terkait (Catatan 18).
Pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021, berdasarkan penelaahan atas estimasi umur
manfaat, nilai residu dan metode penyusutan aset tetap, manajemen berkeyakinan bahwa tidak
terdapat perubahan atas estimasi masa manfaat, nilai residu dan metode penyusutan aset tetap.
Pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021, kendaraan Perusahaan telah diasuransikan
terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya kepada perusahaan asuransi pihak ketiga,
dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp 2.978.350.000. Manajemen berkeyakinan
bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko
tersebut.
Berdasarkan penelaahan manajemen, tidak terdapat kondisi atau peristiwa yang mengindikasikan
penurunan nilai atas jumlah tercatat aset tetap pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021.
31
Page 35
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
10. UANG MUKA PROYEK
Akun ini terutama merupakan pembayaran kepada kontraktor atas pekerjaan pembangunan proyek
Apartemen Canary yang berlokasi di Jalan Raya Serpong No. 89, Serpong, Tangerang Selatan, yang
akan digunakan sebagai pengurang atas tagihan kontraktor di masa yang akan datang (Catatan 31b).
Mutasi uang muka proyek selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Saldo awal 87.079.696.908 103.459.115.405
Penambahan - -
Pengurangan - (16.379.418.497)
Saldo akhir 87.079.696.908 87.079.696.908
11. UANG MUKA PEROLEHAN ASET
Akun ini merupakan uang muka untuk:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Perolehan tanah (Catatan 31c) 16.490.500.000 16.490.500.000
Renovasi pengembangan unit hotel 549.530.000 549.530.000
Jumlah 17.040.030.000 17.040.030.000
Mutasi uang muka perolehan aset selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Saldo awal 17.040.030.000 28.665.030.000
Penambahan - -
Reklasifikasi ke tanah untuk pengembangan
(Catatan 12a) - (10.350.000.000)
Reklasifikasi ke aset tetap - renovasi unit hotel
(Catatan 9) - (1.275.000.000)
Saldo akhir 17.040.030.000 17.040.030.000
Perolehan tanah
Akun ini merupakan pembayaran kepada pihak ketiga untuk perolehan tanah dengan rincian sebagai
berikut:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Gunung Sindur, Bogor (Catatan 31c) 16.490.500.000 16.490.500.000
Serpong, Tangerang Selatan (Catatan 31c) - -
Jumlah 16.490.500.000 16.490.500.000
Renovasi pengembangan unit hotel
Akun ini merupakan pembayaran kepada kontraktor dan rekanan untuk pengembangan dan tambahan
infrastruktur serta fasilitas lainnya untuk Hotel Sahid Serpong.
32
Page 36
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
12. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Tanah yang belum dikembangkan 106.263.858.830 106.263.858.830
Tanah inbreng - dalam proses balik nama 91.018.141.170 91.018.141.170
Jumlah 197.282.000.000 197.282.000.000
a. Tanah yang belum dikembangkan
Pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021, Perusahaan memiliki tanah yang belum
dikembangkan dengan rincian sebagai berikut:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Serpong, Tangerang Selatan 73.281.778.830 73.281.778.830
Gunung Sindur, Bogor 22.632.080.000 22.632.080.000
Cisauk, Tangerang 10.350.000.000 10.350.000.000
Jumlah 106.263.858.830 106.263.858.830
Mutasi tanah yang belum dikembangkan selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Saldo awal 22.632.080.000 22.632.080.000
Reklasifikasi dari tanah inbreng (Catatan 12b) 73.281.778.830 73.281.778.830
Reklasifikasi dari uang muka perolehan aset
(Catatan 11) 10.350.000.000 10.350.000.000
Jumlah 106.263.858.830 106.263.858.830
Tanah yang belum dikembangkan didukung oleh sertifikat kepemilikan berupa Hak Guna Bangunan
(“HGB”) atas nama Perusahaan yang akan jatuh tempo pada tahun 2048 dan 2051. Manajemen
Perusahaan berkeyakinan HGB tersebut akan dapat diperpanjang pada saat jatuh tempo karena
seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti kepemilikan yang memadai.
b. Tanah Inbreng Dalam Proses Balik Nama
Tanah inbreng merupakan beberapa bidang tanah dalam bentuk sertifikat hak milik (SHM) dan hak
milik adat (girik) pada awalnya sejumlah Rp 186.932.000.000 yang diserahkan oleh para pemegang
saham kepada Perusahaan sebagai pemenuhan dalam pengambilan bagian penerbitan saham
baru Perusahaan. Setelah memperhitungkan penyelesaian proses balik nama beberapa bidang
tanah menjadi atas nama Perusahaan, saldo tanah inbreng dalam proses balik nama pada tanggal
30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp 91.018.141.170 dan Rp 164.299.920.000
dengan total luas tanah masing-masing sejumlah 9.808 meter persegi dan 16.057 meter persegi.
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan, proses balik nama kepemilikan tanah
inbreng seluas 9.808 meter persegi menjadi atas nama Perusahaan serta pemenuhan prosedur
dan administrasi lainnya masih dalam proses.
33
Page 37
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG BANK
Rincian utang bank adalah sebagai berikut:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Utang bank jangka pendek:
PT Bank OCBC NISP Tbk
Fasilitas Kredit Rekening Koran 27.632.532.553 19.924.606.980
PT Bank BTPN Tbk
Fasilitas Pinjaman Rekening Koran - -
Jumlah utang bank jangka pendek 27.632.532.553 19.924.606.980
Utang bank jangka panjang:
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk -
Fasilitas Modal Kerja Konstruksi:
Saldo awal tahun 72.933.465.000 80.433.465.000
Pembayaran selama tahun berjalan (4.000.000.000 ) (7.500.000.000 )
Saldo akhir tahun 68.933.465.000 72.933.465.000
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (6.000.000.000 ) (10.000.000.000 )
Bagian jangka panjang 62.933.465.000 62.933.465.000
PT Bank OCBC NISP Tbk
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman No. 001/CL/YL/PP/XII/2018 tanggal 27 Desember 2018, yang telah
diubah dan diperpanjang beberapa kali, terakhir berdasarkan Surat Perubahan Perjanjian Pinjaman
No. 166/CL/BF/ADD/VIII/2021 tanggal 26 Agustus 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari
PT Bank OCBC NISP Tbk (“OCBC”) dengan rincian sebagai berikut:
- Fasilitas Kredit Rekening Koran sebesar Rp 20.000.000.000 untuk modal kerja Perusahaan yang
berlaku sampai dengan tanggal 29 Januari 2023.
- Fasilitas SKBDN sebesar Rp 10.000.000.000 untuk menjamin pembayaran tagihan kontraktor atas
pembangunan proyek apartemen yang berlaku sampai dengan tanggal 29 Januari 2023.
- Fasilitas SKBDN sebesar Rp 7.650.000.000 untuk menjamin pembayaran tagihan kontraktor atas
pembangunan proyek apartemen yang berlaku sampai dengan tanggal 29 Januari 2023.
Fasilitas kredit tersebut dijamin dengan deposito berjangka di OCBC milik Perusahaan (Catatan 8) dan
dikenakan tingkat suku bunga per tahun sebesar 0,9% di atas suku bunga deposito berjangka OCBC.
Pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021, fasilitas Kredit Rekening Koran yang digunakan
oleh Perusahaan masing-masing sebesar Rp 27.632.532.553 dan Rp 19.924.606.980.
34
Page 38
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG BANK (lanjutan)
PT Bank BTPN Tbk
Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 01 tanggal 13 Mei 2019, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman
Rekening Koran dari PT Bank BTPN Tbk (“BTPN”) sebesar Rp 4.750.000.000 untuk modal kerja
Perusahaan. Fasilitas kredit tersebut diberikan untuk jangka waktu 12 (dua belas) bulan serta
dikenakan tingkat suku bunga per tahun sebesar 1% di atas suku bunga deposito berjangka BTPN.
Pinjaman ini dijamin dengan deposito berjangka di BTPN milik Perusahaan sebesar Rp 5.000.000.000
(Catatan 8). Selanjutnya, fasilitas kredit tersebut telah diperpanjang beberapa kali, terakhir
berdasarkan Surat Perubahan Ketiga Perjanjian Kredit tanggal 7 Mei 2021, dimana pinjaman ini jatuh
tempo tanggal 7 Mei 2022.
Pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021, fasilitas Pinjaman Rekening Koran yang
digunakan oleh Perusahaan masing-masing adalah sebesar Rp Nihil.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 39 tanggal 10 Juni 2015 yang dibuat di hadapan Desra
Natasha Warganegara, SH, MKn, Notaris di Tangerang Selatan, Perusahaan memperoleh fasilitas
Kredit Modal Kerja Konstruksi Non-Revolving dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (“BTN”)
dengan jumlah maksimum sebesar Rp 150 miliar yang ditarik secara bertahap sesuai perkembangan
pembangunan apartemen. Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan pembangunan apartemen
Parkland Avenue di Serpong, Tangerang Selatan. Jangka waktu pinjaman tersebut adalah 48 (empat
puluh delapan) bulan sampai dengan tanggal 10 Juni 2019 serta dikenakan tingkat suku bunga
sebesar 13% per tahun dan dapat berubah sesuai ketentuan BTN. Sumber utama pengembalian kredit
adalah dari penjualan unit apartemen yang pembangunannya dibiayai BTN melalui Kredit Pemilikan
Apartemen, Cash Keras dan Cash Bertahap serta Tunai.
Berdasarkan Akta Addendum Perjanjian Kredit No. 64 tanggal 29 September 2017 yang dibuat di
hadapan Dr. Udin Nasrudin, SH, MHum, Notaris di Tangerang Selatan, BTN menyetujui perpanjangan
jangka waktu kredit Perusahaan selama 24 (dua puluh empat) bulan menjadi sampai dengan tanggal
10 Juni 2021 dan mengubah jadwal serta jumlah angsuran pengembalian pokok pinjaman.
Sehubungan dengan situasi dan kondisi perekonomian nasional yang mengalami penurunan karena
munculnya wabah COVID-19 sejak awal tahun 2020, Perusahaan telah menyampaikan Surat
Permohonan Izin Prinsip Penundaan Pembayaran Pokok Pinjaman dan Penurunan Bunga atas
Fasilitas Kredit Konstruksi kepada BTN pada tanggal 18 Juni 2020 atas bagian pokok pinjaman yang
jatuh tempo pada akhir Juni 2020 dan perubahan ini telah disetujui oleh BTN berdasarkan Surat
No. 1714/Clg.II/BCSU/XII/2020 tanggal 21 Desember 2020 dimana BTN menyetujui perpanjangan
jangka waktu kredit Perusahaan sampai dengan tanggal 6 Desember 2022 dan mengubah
jadwal serta jumlah angsuran pengembalian pokok pinjaman.
Selanjutnya, berdasarkan Surat dari BTN No. 596/Clg.II/BCSU/VI/2021 tanggal 25 Juni 2021,
Perusahaan memperoleh persetujuan perpanjangan jangka waktu kredit dari BTN selama jangka
waktu 24 bulan dari jadwal sebelumnya tanggal 6 Desember 2022 menjadi sampai dengan tanggal
6 Desember 2024 dengan perubahan jadwal dan jumlah angsuran pengembalian pokok pinjaman dan
dikenakan tingkat suku bunga sebesar 12,5% per tahun.
Jaminan yang diberikan Perusahaan atas fasililtas tersebut adalah sebagai berikut:
- Tanah di lokasi proyek dan bangunan yang telah ada, maupun yang akan berdiri di atas lahan
proyek apartemen Parkland Avenue milik Perusahaan.
- Tanah milik Tan Ping.
- Jaminan pribadi dari Komisaris dan Direktur Utama Perusahaan.
- Standing Instruction atas penjualan apartemen.
- Fidusia/Cessie atas piutang yang berkaitan dengan penjualan unit-unit apartemen, SOHO dan kios
yang dibiayai oleh bank.
35
Page 39
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG BANK (lanjutan)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (lanjutan)
Perjanjian pinjaman juga mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa
persetujuan tertulis terlebih dahulu dari BTN, antara lain membatasi hak Perusahaan untuk:
- Mengubah anggaran dasar dan pengurus;
- Melakukan merger atau akuisisi;
- Mendapat tambahan pinjaman dari pihak lain kecuali pinjaman dari pemegang saham dan transaksi
dagang normal;
- Membubarkan perusahaan dan meminta pernyataan pailit; serta
- Menyewakan perusahaan, memindahtangankan dalam bentuk, nama, atau maksud apapun kepada
pihak ketiga.
Pada tanggal 30 Juni 2022, Perusahaan telah memenuhi syarat dan kondisi pinjaman yang ditetapkan
dalam perjanjian pinjaman.
14. UTANG USAHA - PIHAK KETIGA
Rincian utang usaha kepada pihak ketiga dalam mata uang Rupiah Indonesia adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan kegiatan usaha
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Proyek apartemen 12.543.870.618 22.401.081.043
Hotel 767.313.569 438.359.356
Jumlah 13.311.184.187 22.839.440.399
b. Berdasarkan umur
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Belum jatuh tempo 12.970.723.968 22.255.275.928
Telah jatuh tempo:
1 sampai dengan 30 hari 208.467.024 357.689.451
Lebih dari 30 hari 131.993.195 226.475.020
Jumlah 13.311.184.187 22.839.440.399
Pada tanggal 30 Juni 2022, tidak ada jaminan yang diberikan Perusahaan atas perolehan utang
usaha.
36
Page 40
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
15. BEBAN AKRUAL
Akun ini merupakan akrual untuk:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Jasa manajemen dan royalti (Catatan 31d) 257.073.706 500.850.104
Bunga 123.820.140 124.161.822
Listrik dan air 224.570.134 94.624.075
Lain-lain 941.945.697 848.830.584
Jumlah 1.547.409.677 1.568.466.585
Seluruh beban akrual dalam mata uang Rupiah Indonesia.
16. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar di Muka
Akun ini merupakan saldo neto pajak pertambahan nilai masukan setelah dikompensasikan dengan
pajak pertambahan nilai keluaran.
b. Utang Pajak
Akun ini merupakan utang pajak sebagai berikut:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Pajak penghasilan
Pasal 21 298.727.768 277.021.813
Pasal 23 206.189.020 174.470.835
Pasal 4 (2) 5.913.776.357 5.133.484.056
Pajak pembangunan (PB1) 300.255.420 294.889.901
Jumlah 6.718.948.565 5.879.866.605
c. Pajak Final
Pajak final sehubungan dengan penjualan apartemen adalah sebagai berikut:
30 Juni 2022 30 Juni 2021
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
(Tidak Direviu) (Direviu)
Pendapatan yang dikenakan pajak final pada
tarif pajak yang berlaku (Catatan 22) 15.708.024.996 11.439.617.177
Tarif pajak final 2,5% 2,5%
Pajak final 392.700.625 110.972.644
37
Page 41
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Pajak Penghasilan
Tidak terdapat Surat Ketetapan Pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31
Desember 2021.
Perusahaan menyampaikan pajak tahunan atas dasar perhitungan sendiri (“self assessment”).
Sesuai dengan perubahan terakhir atas Undang-undang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan yang berlaku mulai tanggal 1 Januari 2008, Kantor Pajak dapat menetapkan atau
mengubah besarnya kewajiban pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak tanggal terutangnya
pajak.
17. UANG MUKA DARI PELANGGAN
Uang muka dari pelanggan merupakan uang muka yang diterima dari pihak ketiga dalam mata uang
Rupiah Indonesia sehubungan dengan pemesanan dan pembayaran bertahap atas penjualan
apartemen dengan rincian sebagai berikut:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Canary 127.912.752.501 123.384.731.196
Parkland Avenue Tower A dan B 32.070.966.784 39.225.107.736
Jumlah 159.983.719.285 162.609.838.932
Mutasi uang muka dari pelanggan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Saldo awal 162.609.838.932 147.950.741.527
Penambahan 13.994.851.219 44.894.122.704
Pengurangan:
Pendapatan (Catatan 22) (15.708.024.996) (27.869.809.613 )
Penyesuaian karena pembatalan pemesanan unit
(Catatan 25) (912.945.870) (2.365.215.686 )
Saldo akhir 159.983.719.285 162.609.838.932
38
Page 42
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
Perusahaan melakukan perjanjian pembiayaan konsumen dengan PT Mandiri Tunas Finance,
PT Maybank Indonesia Finance dan PT Mitsui Leasing Capital Indonesia, perusahaan pembiayaan
pihak ketiga, untuk perolehan kendaraan. Pembayaran minimum atas pembiayaan tersebut akan jatuh
tempo dalam waktu 3 (tiga) sampai 4 (empat) tahun, dengan jaminan kendaraan yang bersangkutan
(Catatan 9).
Jadwal pembayaran nilai kini utang pembiayaan konsumen berdasarkan jatuh tempo adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Dalam satu tahun 370.009.773 570.482.000
Lebih dari satu tahun tapi tidak lebih dari
tiga tahun - -
Jumlah pembayaran sewa masa depan 370.009.773 570.482.000
Dikurangi beban keuangan di masa depan (14.740.268 ) (22.726.582 )
Nilai kini pembayaran minimum sewa 355.269.505 547.755.418
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (355.269.505 ) (547.755.418 )
Bagian jangka panjang - -
19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Perusahaan membukukan liabilitas imbalan pasca kerja untuk karyawan yang berhak sesuai peraturan
yang berlaku.
Efektif sejak 2 Februari 2021, imbalan pasca kerja dihitung berdasarkan Undang-Undang (“UU”) Cipta
Kerja dan Peraturan Pemerintah (“PP”) No. 35/2021 tentang “Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih
Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja”.
Pada tanggal 31 Desember 2020, imbalan pasca kerja dihitung berdasarkan UU Ketenagakerjaan
No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003.
Tabel berikut ini merangkum komponen-komponen beban imbalan pasca kerja yang diakui di laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan liabilitas imbalan pasca kerja yang
diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan penilaian aktuaria independen yang
dilakukan oleh Kantor Konsultan Aktuaria Hery Al Hariry (dahulu PT Kappa Konsultan Utama), dalam
laporannya masing-masing tanggal 22 Februari 2022 untuk tahun 2021 dan 3 Maret 2021 untuk tahun
2020, dengan menggunakan metode projected unit credit.
39
Page 43
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan)
a. Liabilitas Imbalan Pasca Kerja
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Nilai kini kewajiban manfaat pasti 166.644.000 220.679.000
Perubahan nilai kini kewajiban imbalan manfaat pasti selama tahun berjalan sebagai berikut:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Saldo awal tahun 220.679.000 243.407.000
Biaya jasa kini 17.663.000 36.161.000
Biaya bunga 8.325.000 16.649.000
Biaya jasa lalu (51.924.000 ) (53.132.000
Kerugian (keuntungan) aktuarial (28.099.000 ) (22.406.000
Saldo akhir tahun 166.644.000 220.679.000
Perubahan liabilitas imbalan pasca kerja selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Saldo awal tahun 220.679.000 243.407.000
Beban tahun berjalan (Catatan 24) (25.936.000) (322.000)
Kerugian (keuntungan) aktuarial tahun berjalan yang
dibebankan pada penghasilan komprehensif lain (28.099.000) (22.406.000
Saldo akhir tahun 166.644.000 220.679.000
Kerugian (keuntungan) aktuarial kumulatif yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Saldo awal tahun (6.327.000) 16.079.000
Kerugian (keuntungan) aktuarial tahun berjalan (28.099.000) (22.406.000
Saldo akhir tahun (34.426.000) (6.327.000)
40
Page 44
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan)
Asumsi-asumsi dasar yang digunakan dalam menentukan liabilitas imbalan pasca kerja pada tanggal
30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Usia pensiun 55 Tahun 55 Tahun
Tingkat diskonto per tahun 7,60% 7,60%
Tingkat kenaikan gaji 5% 5%
Tingkat mortalita TMI-IV TMI-IV
Rata-rata durasi kewajiban imbalan pasti karyawan adalah 11,22 tahun.
Analisis jatuh tempo yang diharapkan dari nilai kini kewajiban imbalan pasti adalah sebagai berikut:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Kurang dari satu tahun - -
Antara satu dan dua tahun - -
Antara dua dan lima tahun - -
Lebih dari lima tahun 2.344.163.000 2.344.163.000
Jumlah 2.344.163.000 2.344.163.000
20. MODAL SAHAM
Pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021, susunan pemegang saham dan komposisi
kepemilikan saham Perusahaan berdasarkan laporan dari Biro Administrasi Efek, PT Raya Saham
Registra, adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham
Ditempatkan dan Persentase
Pemegang Saham Disetor Penuh Kepemilikan Jumlah
PT Graha Mulia Indotama 1.029.853.200 36,88% 102.985.320.000
PT Tridaya Bangun Cipta 989.466.800 35,43% 98.946.680.000
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 773.300.000 27,69% 77.330.000.000
Jumlah 2.792.620.000 100,00% 279.262.000.000
Berdasarkan pencatatan Biro Administrasi Efek, tidak ada anggota Dewan Komisaris dan Direksi
Perusahaan yang memiliki saham Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021.
41
Page 45
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
21. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Selisih antara penerimaan IPO dengan jumlah nilai
nominal saham:
Penerimaan IPO 301.587.000.000 301.587.000.000
Jumlah nilai nominal dari 773.300.000 saham
baru yang diterbitkan sehubungan dengan IPO (77.330.000.000) (77.330.000.000 )
Selisih dana 224.257.000.000 224.257.000.000
Biaya-biaya yang terkait dengan penerbitan
saham baru sehubungan dengan IPO (4.888.809.420) (4.888.809.420 )
Jumlah dana IPO - neto 219.368.190.580 219.368.190.580
Aset pengampunan pajak 5.400.000.000 5.400.000.000
Jumlah 224.768.190.580 224.768.190.580
Biaya-biaya yang terkait dengan penerbitan saham baru sehubungan dengan IPO terdiri dari imbalan
jasa profesional yang dibayarkan antara lain kepada penjamin pelaksana emisi, akuntan publik,
penasihat hukum, penilai publik, dan Biro Administrasi Efek serta biaya-biaya yang berkaitan langsung
dengan proses IPO.
22. PENDAPATAN
Rincian pendapatan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2022 30 Juni 2021
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
(Tidak Direviu) (Direviu)
Proyek apartemen:
Unit apartemen 14.179.686.814 11.439.617.177
Unit SOHO (Small Office Home Office) 1.528.338.182 -
Jumlah pendapatan proyek apartemen (Catatan 17) 15.708.024.996 11.439.617.177
Hotel Sahid Serpong
Kamar 3.908.480.228 3.822.229.311
Makanan dan minuman 2.219.448.501 2.300.137.850
Lainnya 304.991.672 421.217.086
Jumlah pendapatan hotel Sahid Serpong 6.432.920.401 6.543.584.247
Jumlah 22.140.945.397 17.983.201.424
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021, tidak terdapat
pendapatan dari pihak berelasi dan pendapatan dari satu pelanggan yang melebihi 10% dari total
pendapatan.
42
Page 46
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
23. BEBAN POKOK PENDAPATAN
Rincian beban pokok pendapatan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2022 30 Juni 2021
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
(Tidak Direviu) (Direviu)
Proyek apartemen:
Unit apartemen 8.265.751.829 6.964.016.447
Unit SOHO (Small Office Home Office) 787.469.552 -
Jumlah - proyek apartemen (Catatan 6) 9.053.221.381 6.964.016.447
Hotel Sahid Serpong
Kamar 1.605.422.690 1.229.550.935
Makanan dan minuman 721.716.948 856.739.406
Lainnya 28.479.090 32.677.413
Jumlah - hotel Sahid Serpong 2.352.018.728 2.118.967.754
Jumlah 11.405.240.110 9.082.984.201
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021, tidak terdapat
pembelian dari pihak berelasi.
24. BEBAN USAHA
Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:
30 Juni 2022 30 Juni 2021
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
(Tidak Direviu) (Direviu)
Penjualan:
Gaji dan tunjangan karyawan 518.804.850 646.333.477
Komisi 1.454.677.100 546.715.656
Iklan dan promosi 1.010.598.339 307.745.673
Representasi dan jamuan 84.131.563 137.256.753
Lain-lain 24.460.612 82.034.208
Jumlah beban penjualan 3.092.672.464 1.720.085.767
Umum dan administrasi:
Gaji dan tunjangan karyawan 2.297.068.832 2.837.129.827
Penyusutan (Catatan 9) 2.797.148.412 2.739.338.753
Jasa profesional 866.661.266 1.028.000.000
Listrik dan air 497.723.451 506.172.457
Pajak dan perijinan 579.411.675 1.148.196.740
Perbaikan dan pemeliharaan 201.168.867 119.731.385
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian piutang
usaha (Catatan 5) 107.668.013
Imbalan pasca kerja (Catatan 19) (25.936.000) (25.936.000)
Perlengkapan kantor 70.644.452 54.899.005
Lain-lain 655.424.997 1.085.528.460
Jumlah beban umum dan administrasi 7.939.315.952 9.600.728.640
Jumlah 11.031.988.416 11.320.814.407
)
43
Page 47
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
25. PENDAPATAN OPERASI LAIN
Rincian pendapatan operasi lain adalah sebagai berikut:
30 Juni 2022 30 Juni 2021
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
(Tidak Direviu) (Direviu)
Pendapatan atas pembatalan penjualan unit
(Catatan 17) 178.923.057 55.308.407
Pendapatan denda dan ganti nama 734.022.812 5.550.222
Lain-lain 3.584.718 3.378.103
Jumlah 916.530.587 64.236.732
26. BEBAN OPERASI LAIN
Rincian beban operasi lain adalah sebagai berikut:
30 Juni 2022 30 Juni 2021
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
(Tidak Direviu) (Direviu)
Jasa manajemen dan royalti (Catatan 31d) 519.912.046 163.674.920
Lain-lain 149.643.236 86.162.213
Jumlah 669.555.282 249.837.133
27. BIAYA KEUANGAN
Rincian biaya keuangan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2022 30 Juni 2021
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
(Tidak Direviu) (Direviu)
Bunga 5.021.397.683 5.710.184.879
Bunga pembiayaan konsumen - 46.573.943
Administrasi bank 39.769.096 4.613.939
Jumlah 5.061.166.779 5.761.372.761
44
Page 48
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
28. RUGI PER SAHAM DASAR
Perhitungan rugi per saham dasar adalah sebagai berikut:
30 Juni 2022 30 Juni 2021
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
(Tidak Direviu) (Direviu)
Rugi tahun berjalan (4.178.350.175) (7.324.176.741)
Rata-rata tertimbang jumlah saham
untuk perhitungan rugi per saham dasar 2.792.620.000 2.792.620.000
Rugi per saham dasar (1,50) (2,62)
Pada tanggal laporan posisi keuangan, Perusahaan tidak memiliki efek yang berpotensi saham biasa
yang dilutif.
29. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usaha yang normal, Perusahaan melakukan transaksi usaha dan bukan usaha dengan
pihak-pihak berelasi.
Saldo dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
30 Juni 2022 30 Juni 2021
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
(Tidak Direviu) (Direviu)
Imbalan kerja jangka pendek
Manajemen kunci 456.000.000 456.000.000
Persentase dari jumlah biaya gaji dan tunjangan
karyawan 28,58% 13,09%
Tidak ada pembayaran imbalan kerja jangka panjang, pesangon pemutusan kontrak kerja dan
pembayaran berbasis saham kepada personel manajemen kunci Perusahaan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021.
Rincian sifat hubungan dan jenis transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Pihak-pihak Berelasi Sifat Hubungan Berelasi Jenis Transaksi
Direksi dan manajemen senior Manajemen kunci Imbalan kerja jangka pendek
Seluruh saldo dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan.
45
Page 49
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
30. SEGMEN OPERASI
Informasi segmen di bawah ini dilaporkan berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen
untuk mengevaluasi kinerja setiap segmen usaha dan di dalam mengalokasikan sumber daya. Tidak
terdapat segmen geografis karena saat ini kegiatan bisnis Perusahaan berada di satu wilayah.
Segmen operasi signifikan yang diidentifikasi adalah apartemen dan jasa perhotelan yang merupakan
sumber utama pendapatan Perusahaan.
30 Juni 2022
(Enam Bulan)
(Tidak Direviu)
Apartemen Hotel Jumlah
Pendapatan 15.708.024.996 6.432.920.401 22.140.945.397
Hasil segmen 6.654.803.615 4.080.901.672 10.735.705.287
Beban usaha (8.965.072.556) (2.066.915.860) (11.031.988.416)
Pendapatan operasi lain 912.945.870 3.584.717 916.530.587
Beban operasi lain (214.376.916) (455.178.366) (669.555.282)
Laba (rugi) usaha (1.611.699.987) 1.562.392.163 (49.307.824)
Pendapatan keuangan 1.324.753.573 71.480 1.324.825.053
Biaya keuangan (5.061.166.779) - (5.061.166.779)
Pajak final (392.700.625) - (392.700.625)
Laba (rugi) tahun berjalan (5.740.813.818) 1.562.463.643 (4.178.350.175)
Penghasilan komprehensif lain 28.099.000 - 28.099.000
Jumlah laba (rugi) komprehensif
tahun berjalan (5.712.714.818) 1.562.463.643 (4.150.251.175)
ASET
Aset segmen 747.582.878.466 3.325.820.398 750.908.698.864
LIABILITAS
Liabilitas segmen 276.172.518.960 3.044.868.606 279.217.387.566
46
Page 50
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
30. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
30 Juni 2021
(Enam Bulan)
(Direviu)
Apartemen Hotel Jumlah
Pendapatan 11.439.617.177 6.543.584.247 17.983.201.424
Hasil segmen 4.475.600.730 4.424.616.493 8.900.217.223
Beban usaha (7.297.935.577) (4.022.878.830) (11.320.814.407)
Pendapatan operasi lain 60.858.628 3.378.104 64.236.732
Beban operasi lain (33.752.907) (216.084.226) (249.837.133)
Rugi usaha (2.795.229.126) 189.031.541 (2.606.197.585)
Pendapatan keuangan 1.329.322.404 61.630 1.329.384.034
Biaya keuangan (5.761.372.761) - (5.761.372.761)
Beban pajak final (285.990.429) - (285.990.429)
Rugi tahun berjalan (7.513.269.912) 189.093.171 (7.324.176.741)
Rugi komprehensif lain 28.099.000 - 28.099.000
Jumlah rugi komprehensif
tahun berjalan (7.485.170.912) 189.093.171 (7.296.077.741)
ASET
Aset segmen 727.087.046.102 38.535.077.502 765.622.123.604
LIABILITAS
Liabilitas segmen 282.891.830.284 2.605.271.387 285.497.101.671
31. PERJANJIAN PENTING
a. Perjanjian Kerjasama Pemberian Kredit Pemilikan Apartemen
Perusahaan mengadakan perjanjian dengan beberapa bank yaitu PT Bank OCBC NISP Tbk,
PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk,
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Permata Tbk dan PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk - Unit Usaha Syariah dalam rangka penyediaan fasilitas kredit kepada pembeli
untuk pemilikan apartemen. Oleh karena itu, saldo bank (rekening escrow) Perusahaan
dijadikan sebagai jaminan atas pembiayaan yang diberikan tersebut (Catatan 8). Saldo bank
(rekening escrow) yang dibatasi penggunaannya merupakan sebagian dana yang diperoleh
Perusahaan dari bank terkait atas penjualan unit apartemen melalui Kredit Pemilikan Apartemen
(“KPA”) yang dibatasi penggunaannya oleh bank tersebut sampai dengan tercapainya
penyelesaian persyaratan dan ketentuan sesuai kesepakatan dengan bank terkait.
Dalam perjanjian kerjasama tersebut antara lain disepakati bahwa Perusahaan akan
bertanggung jawab sepenuhnya dan mengikatkan diri sebagai penjamin atas pembayaran
seluruh kewajiban yang terutang dari pembeli kepada bank baik merupakan utang pokok, bunga
dan biaya-biaya lainnya yang timbul berdasarkan perjanjian kredit yang dibuat oleh dan antara
pembeli/debitur dengan bank (buy back guarantee) apabila pembeli/debitur belum
menandatangani Akta Jual Beli (“AJB”), Akta Pemberian Hak Tanggungan (“APHT”), dan
pembeli telah melalaikan kewajibannya membayar angsuran selama tiga bulan angsuran
berturut-turut kepada bank. Penjaminan tersebut diberikan selama AJB belum ditandatangani.
Jaminan dari Perusahaan ini tidak dapat ditarik atau dicabut kembali selama AJB terhadap
sertifikat hak atas unit dan APHT belum ditandatangani, serta belum diserahkan dan diterima
oleh bank.
47
Page 51
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
31. PERJANJIAN PENTING (lanjutan)
b. Perjanjian Jasa Konstruksi
Perusahaan mengadakan perjanjian jasa konstruksi apartemen Canary dengan beberapa
kontraktor untuk pembangunan proyek apartemen Canary. Uang muka yang dibayar kepada
kontraktor tersebut disajikan sebagai bagian dari akun uang muka proyek (Catatan 10).
c. Perjanjian Perolehan Tanah
- Tanah di Gunung Sindur, Bogor:
Perusahaan mengadakan perjanjian pengikatan jual beli dengan pihak ketiga sehubungan
dengan perolehan tanah dengan luas keseluruhan 4.777 meter persegi di Gunung Sindur,
Bogor dengan jumlah nilai pengikatan sebesar Rp 21.974.200.000. Sampai dengan tanggal
30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021, Perusahaan telah membayar uang muka atas perolehan
tanah tersebut sebesar Rp 16.490.500.000 (Catatan 11). Sampai dengan tanggal penyelesaian
laporan keuangan, proses pembebasan tanah seluas 2.500 meter persegi masih terus dilakukan
dan proses balik nama hak kepemilikan tanah seluas 2.277 meter persegi menjadi atas nama
Perusahaan masih dalam proses.
- Tanah di Cisauk, Tangerang:
Perusahaan mengadakan perjanjian pengikatan jual beli dengan pihak ketiga sehubungan
dengan perolehan tanah seluas 7.169 meter persegi di Cisauk, Tangerang dengan nilai
pengikatan sebesar Rp 10.350.000.000 yang telah dibayar oleh Perusahaan dan disajikan
sebagai bagian dari uang muka perolehan aset pada tanggal 31 Desember 2020 (Catatan 10).
Selanjutnya, uang muka tersebut telah direklasifikasi ke akun tanah untuk pengembangan pada
bulan Desember 2021 sehubungan dengan telah selesainya proses balik nama hak kepemilikan
tanah menjadi atas nama Perusahaan (Catatan 12a)
d. Perjanjian Manajemen - Hotel Sahid Serpong
Pada tanggal 7 Desember 2018, Perusahaan dan PT Sahid International Hotel Management &
Consultant (“SIHMC”) menandatangani Perjanjian Manajemen sehubungan dengan pengoperasian
dan pengelolaan hotel dengan nama Hotel Sahid Serpong dari unit Apartemen Parkland Avenue
milik Perusahaan oleh SIHMC. Perjanjian ini berlaku selama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang
sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Atas jasa pengoperasian dan pengelolaan yang diberikan
maka SIHMC akan membebankan jasa manajemen dan royalti sesuai dengan jumlah dan
perhitungan yang ditetapkan dalam perjanjian tersebut sejak hotel mulai beroperasi.
48
Page 52
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
32. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan disajikan dalam jumlah di mana instrumen tersebut dapat
dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan (willing parties) dan memiliki
pengetahuan, dalam suatu transaksi yang wajar dan bukanlah dalam penjualan akibat kesulitan
keuangan atau likuidasi yang dipaksakan.
Berikut metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai wajar:
- Nilai wajar kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan setara kas yang dibatasi
penggunaannya, utang bank, utang usaha, utang lain-lain dan beban akrual mendekati nilai tercatat
karena jangka waktu jatuh tempo yang singkat atas instrumen keuangan tersebut.
- Nilai wajar dari utang bank jangka panjang mendekati nilai wajarnya disebabkan oleh penggunaan
suku bunga mengambang, dimana tingkat suku bunga tersebut selalu disesuaikan dengan pasar.
- Nilai wajar utang pembiayaan konsumen diperkirakan dengan mendiskontokan arus kas masa
depan menggunakan tingkat suku bunga saat ini bagi pinjaman, yang mempersyaratkan risiko
kredit dan sisa masa jatuh tempo yang serupa.
Tabel berikut menyajikan nilai wajar, yang mendekati nilai tercatat, atas aset keuangan dan liabilitas
keuangan Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Aset keuangan
Aset keuangan lancar
Kas dan setara kas 17.922.889.937 26.802.379.346
Piutang usaha - neto 6.250.145.743 4.677.601.148
Piutang lain-lain 1.391.132.841 1.463.996.853
Jumlah aset keuangan lancar 25.564.168.521 32.943.977.347
Aset keuangan tidak lancar
Setara kas yang dibatasi penggunaannya 61.617.791.039 68.112.914.289
Jumlah aset keuangan 87.181.959.560 101.056.891.636
Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan jangka pendek
Utang bank 27.632.532.553 19.924.606.980
Utang usaha 13.311.184.187 22.839.440.399
Utang lain-lain 568.214.793 992.300.513
Beban akrual 1.547.409.678 1.568.466.585
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu
tahun:
Utang bank 6.000.000.000 10.000.000.000
Utang pembiayaan konsumen 355.269.505 547.755.418
Jumlah liabilitas keuangan jangka pendek 49.414.610.716 55.872.569.895
Liabilitas keuangan jangka panjang
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang bank 62.933.465.000 62.933.465.000
Utang pembiayaan konsumen - -
Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang 62.933.465.000 62.933.465.000
Jumlah liabilitas keuangan 112.348.075.716 118.806.034.895
49
Page 53
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Manajemen Risiko
Liabilitas keuangan utama Perusahaan terdiri dari utang bank, utang usaha, utang lain-lain, beban
akrual dan utang jangka panjang. Perusahaan juga mempunyai aset keuangan yang terdiri dari kas
dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan setara kas yang dibatasi penggunaannya. Tujuan
utama dari instrumen keuangan ini adalah untuk membiayai kegiatan operasional Perusahaan.
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan adalah untuk memastikan bahwa
sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi, pengembangan bisnis serta untuk
mengelola risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Perusahaan yaitu risiko kredit, risiko
tingkat suku bunga dan risiko likuiditas. Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola
risiko-risiko yang dirangkum di bawah ini.
a. Risiko kredit
Risiko kredit merupakan risiko dimana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal
memenuhi kewajibannya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Risiko kredit
yang dihadapi Perusahaan terutama berasal dari kegiatan operasi (terutama dari piutang usaha
kepada pihak ketiga) dan dari kegiatan pendanaan termasuk saldo pada rekening bank, deposito
dan simpanan berjangka.
Eksposur risiko kredit Perusahaan terutama adalah dalam mengelola piutang usaha. Perusahaan
melakukan pengawasan kolektibilitas piutang usaha sehingga dapat diterima penagihannya secara
tepat waktu dan juga melakukan penelaahan atas masing-masing piutang pelanggan secara berkala
untuk menilai potensi timbulnya kegagalan penagihan, termasuk jaminan unit terkait dan permintaan
jaminan atas penjualan barang dan jasa serta membentuk pencadangan berdasarkan hasil
penelaahan tersebut, apabila diperlukan.
Pelanggan yang membeli unit apartemen dengan cara angsuran diikat dengan klausul legal di dalam
kontrak pembelian dan diminta untuk mengagunkan produk yang dibeli yaitu unit apartemen dan unit
SOHO atas kewajiban yang tersisa dari harga pembelian. Sebagai tambahan, atas keterlambatan
pembayaran dari konsumen/pelanggan, denda akan dikenakan kepada pelanggan dan harus
diselesaikan sebelum unit terkait diserahterimakan kepada pelanggan yang bersangkutan.
Manajemen risiko kredit untuk piutang usaha dari operasional hotel antara lain dilakukan dengan
penerapan prinsip kehati-hatian dalam proses pemilihan pelanggan baru atau bersifat selektif dalam
melakukan hubungan usaha dengan pihak lain yang memiliki kredibilitas, meminta pelanggan untuk
membayar uang jaminan di muka, meminta jaminan pembayaran dari para agen perjalanan dan juga
untuk pemesanan kamar dalam jumlah besar, menetapkan kebijakan verifikasi dan otorisasi kredit,
serta memantau kolektibilitas piutang secara berkala serta pengikatan jaminan terkait untuk
mengurangi jumlah piutang usaha tak tertagih.
Risiko kredit yang berasal dari setara kas yang terdiri dari saldo di bank, deposito berjangka serta
penempatan lainnya dikelola dengan menempatkan kelebihan dana hanya pada bank dan
Perusahaan dengan peringkat kredit yang tinggi.
50
Page 54
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Manajemen Risiko (lanjutan)
a. Risiko kredit (lanjutan)
Eksposur Perusahaan terhadap risiko kredit pada aset keuangan muncul dari kelalaian pihak ketiga
dengan maksimal eksposur sama dengan nilai instrumen tercatat tersebut:
30 Juni 2022 31 Desember 2021
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Setara kas 17.922.889.937 26.707.282.217
Piutang usaha – neto 6.250.145.743 4.677.601.148
Piutang lain-lain 1.391.132.841 1.463.996.853
Setara kas yang dibatasi penggunaannya 61.617.791.039 68.112.914.289
Jumlah 87.181.959.560 100.961.794.507
* Tidak termasuk saldo kas pada tanggal 30 Juni 2022 dan 2021.
Tidak ada risiko kredit yang signifikan dalam Perusahaan.
Tabel berikut memberikan kualitas kredit dan analisis umur aset keuangan Perusahaan sesuai
dengan peringkat kredit pelanggan pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021:
30 Juni 2022
(Tidak Diaudit)
Telah Jatuh Tempo tetapi Belum Mengalami
Penurunan Nilai
Belum Jatuh Telah Jatuh
Tempo dan Tidak Tempo dan
Mengalami 1 hari sampai 31 hari sampai Lebih dari Mengalami
Penurunan Nilai dengan 30 hari dengan 60 hari 60 hari Penurunan Nilai Jumlah
Pinjaman yang
diberikan dan
piutang
Setara kas* 17.922.889.937 - - - - 17.922.889.937
Piutang usaha 2.873.398.722 1.946.187.094 1.094.681.047 486.705.076 150.826.196 6.551.798.135
Piutang lain-lain 1.391.132.841 - - - - 1.391.132.841
Setara kas yang
dibatasi
penggunaannya 61.617.791.039 - - - - 61.617.791.039
Dikurangi:
cadangan
kerugian kredit
ekspektasian - - - - (150.826.196 ) (150.826.196 )
Jumlah aset
keuangan 83.805.212.539 1.946.187.094 1.094.681.047 486.705.076 - 87.332.785.756
31 Desember 2021
(Diaudit)
Telah Jatuh Tempo tetapi Belum Mengalami
Penurunan Nilai
Belum Jatuh Telah Jatuh
Tempo dan Tidak Tempo dan
Mengalami 1 hari sampai 31 hari sampai Lebih dari Mengalami
Penurunan Nilai dengan 30 hari dengan 60 hari 60 hari Penurunan Nilai Jumlah
Pinjaman yang
diberikan dan
piutang
Setara kas* 26.812.277.641 - - - - 26.812.277.641
Piutang usaha 4.210.001.691 1.720.979.621 686.066.102 168.137.327 - 6.785.184.741
Piutang lain-lain 1.049.461.655 - - - - 1.049.461.655
Setara kas yang
dibatasi
penggunaannya 66.433.541.680 - - - - 66.433.541.680
Jumlah aset
keuangan 98.505.282.667 1.720.979.621 686.066.102 168.137.327 - 101.080.465.717
51
Page 55
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Manajemen Risiko (lanjutan)
a. Risiko kredit (lanjutan)
Kualitas kredit instrumen keuangan dikelola oleh Perusahaan menggunakan peringkat kredit internal.
Instrumen keuangan diklasifikasikan sebagai “Belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan
nilai” meliputi instrumen dengan kualitas kredit tinggi karena ada sedikit atau tidak ada pengalaman
kegagalan (default) pada kesepakatan berdasarkan surat kuasa, surat jaminan atau promissory
note. “Telah jatuh tempo tetapi belum mengalami penurunan nilai” adalah akun-akun dengan
pengalaman kegagalan (default) yang sering namun demikian jumlah terhutang masih tertagih.
Terakhir, “Telah jatuh tempo dan mengalami penurunan nilai” adalah akun yang telah lama belum
dilunasi dan akan dibentuk cadangan kerugian penurunan nilai piutang.
b. Risiko tingkat suku bunga
Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dalam hal nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu
instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Perusahaan dihadapkan
pada risiko perubahan suku bunga pasar terutama terkait dengan utang bank yang dikenakan suku
bunga mengambang.
Perusahaan mengelola risiko tingkat suku bunga dengan cara sangat berhati-hati dalam mengambil
pinjaman bank dan membatasinya pada tingkat yang wajar sesuai dengan arus kas Perusahaan.
c. Risiko likuiditas
Risiko likuiditas didefinisikan sebagai risiko saat posisi arus kas Perusahaan menunjukkan bahwa
penerimaan jangka pendek tidak cukup menutupi pengeluaran jangka pendek.
Kebutuhan likuiditas Perusahaan secara historis timbul dari kebutuhan untuk membiayai investasi
dan pengeluaran untuk investasi dan renovasi hotel dan apartemen terkait dengan perluasan usaha.
Dalam mengelola risiko likuiditas, Perusahaan memantau dan menjaga tingkat kas dan setara kas
yang memadai untuk membiayai operasional Perusahaan dan untuk mengatasi dampak dari
fluktuasi arus kas. Perusahaan juga secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas
aktual, termasuk jadwal jatuh tempo utang bank, utang usaha, utang lain-lain dan beban akrual serta
utang jangka panjang, dan terus menelaah kondisi pasar keuangan untuk memelihara fleksibilitas
pendanaan dengan cara menjaga ketersediaan komitmen fasilitas kredit termasuk restrukturisasi
fasilitas kredit sesuai ketentuan yang berlaku.
52
Page 56
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Manajemen Risiko (lanjutan)
c. Risiko likuiditas (lanjutan)
Tabel di bawah ini merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan
arus kas kontraktual (tidak termasuk pembayaran bunga) pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31
Desember 2021.
30 Juni 2022
(Tidak Diaudit)
Jatuh tempo
Lebih dari Lebih dari
1 tahun sampai 3 tahun sampai Lebih dari
Jumlah Dalam 1 tahun dengan 3 tahun dengan 5 tahun 5 tahun
Utang bank 27.632.532.553 27.632.532.553 - - -
Utang usaha 13.311.184.187 13.311.184.187 - - -
Utang lain-lain 568.214.793 568.214.793 - - -
Beban akrual 1.547.409.678 1.547.409.678 - - -
Utang bank jangka panjang 68.933.465.000 6.000.000.000 62.933.465.000 - -
Utang pembiayaan konsumen 355.269.505 355.269.505 - - -
Jumlah liabilitas keuangan 112.348.075.716 49.414.610.716 62.933.465.000 - -
31 Desember 2021
(Diaudit)
Jatuh tempo
Lebih dari Lebih dari
1 tahun sampai 3 tahun sampai Lebih dari
Jumlah Dalam 1 tahun dengan 3 tahun dengan 5 tahun 5 tahun
Utang bank 19.924.606.980 19.924.606.980 - - -
Utang usaha 22.839.440.399 22.839.440.399 - - -
Utang lain-lain 992.300.513 992.300.513 - - -
Beban akrual 1.568.466.585 1.568.466.585 - - -
Utang bank jangka panjang 72.933.465.000 10.000.000.000 62.933.465.000 - -
Utang pembiayaan konsumen 547.755.418 547.755.418 - - -
Jumlah liabilitas keuangan 118.806.034.895 55.872.569.895 62.933.465.000 - -
Manajemen Modal
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal
yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Selain itu, Perusahaan dipersyaratkan oleh Undang-Undang Perseroan Terbatas efektif tanggal
16 Agustus 2007 untuk mengkontribusikan sampai dengan 20% dari modal saham ditempatkan dan
disetor penuh ke dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan
eksternal tersebut dipertimbangkan oleh Perusahaan pada Rapat Umum Pemegang Saham.
Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian terhadap perubahan kondisi
ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat
menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru. Tidak
ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses selama tahun berjalan.
Kebijakan Perusahaan adalah mempertahankan struktur permodalan yang sehat untuk mengamankan
akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar.
53
Page 57
PT TRIMITRA PROPERTINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2022 dan
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Dinyatakan dalam Rupiah Indonesia, kecuali dinyatakan lain)
34. TAMBAHAN INFORMASI ARUS KAS
Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan pada laporan arus kas adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2022
(Tidak Diaudit)
1 Januari 2022 Arus kas Nonkas 30 Juni 2022
Utang bank 19.924.606.980 7.707.925.573 - 27.632.532.553
Utang bank jangka panjang 72.933.465.000 (4.000.000.000) - 68.933.465.000
Utang pembiayaan konsumen 547.755.418 (192.485.913) - 355.269.505
31 Desember 2021
(Tidak Diaudit)
1 Januari 2021 Arus kas Nonkas 31 Desember 2021
Utang bank 24.688.851.188 (4.764.244.208 - 19.924.606.980
Utang bank jangka panjang 80.433.465.000 (7.500.000.000) - 72.933.465.000
Utang pembiayaan konsumen 1.262.055.880 (714.300.462) - 547.755.418
35. KETIDAKPASTIAN KONDISI EKONOMI
Pandemi Covid-19 di tahun 2020 telah menyebabkan terjadinya perlambatan ekonomi global dan
domestik. Luas dampak tersebut bergantung pada beberapa perkembangan tertentu di masa depan
yang tidak dapat diprediksi pada saat ini, termasuk durasi penyebaran wabah, kebijakan ekonomi dan
kebijakan lainnya yang diterapkan Pemerintah untuk memberantas ancaman Covid-19. Manajemen
terus memantau secara seksama operasi, likuiditas dan sumber daya yang dimiliki Perusahaan, serta
bekerja secara aktif untuk mengurangi dampak saat ini dan dampak masa depan dari situasi ini yang
belum pernah dialami sebelumnya. Laporan keuangan ini tidak mencakup penyesuaian yang mungkin
timbul dari ketidakpastian yang diungkapkan di atas.
36. STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU
Standar akuntansi keuangan baru dan revisi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia tetapi tidak wajib diterapkan pada tahun yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2022 dan belum diterapkan secara dini oleh Perusahaan adalah sebagai berikut:
- Amandemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan” tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka
Pendek atau Jangka Panjang, berlaku efektif pada 1 Januari 2023 dengan penerapan dini
diperkenankan.
- Amandemen PSAK 22, “Kombinasi Bisnis” tentang Referensi terhadap Kerangka Konseptual,
berlaku efektif pada 1 Januari 2022 dan penerapan dini diperkenankan.
- Amandemen PSAK 57, “Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi” tentang Kontrak
Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak, berlaku efektif pada 1 Januari 2022 dan penerapan dini
diperkenankan.
- PSAK 74, “Kontrak Asuransi”, berlaku efektif 1 Januari 2025 dengan penerapan dini diperkenankan.
- Penyesuaian Tahunan atas PSAK 69, “Agrikultur”, PSAK 71, “Instrumen Keuangan” dan PSAK 73,
“Sewa”, berlaku efektif pada 1 Januari 2022 dengan penerapan dini diperkenankan.
37. STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU (lanjutan)
Manajemen sedang mengevaluasi dampak dari penerapan standar akuntansi keuangan baru dan
revisi tersebut dan belum menentukan dampaknya terhadap laporan keuangan.
54
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.