Skip to content
Back to announcement

20231116_DRMA_Public Expose_31519882_lamp1.pdf

Other Text extracted DRMA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 9

Page 1
                 LAPORAN HASIL PAPARAN PUBLIK ELEKTRONIK
                      PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA)

Hari, tanggal : Selasa, 14 November 2023
Waktu         : 10.00 – 11.00 WIB
Tempat        : Dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi video conference Zoom Meeting
Agenda        : 1. Paparan Perusahaan
                   a) Profil Perusahaan
                   b) Strategi Perusahaan
                   c) Performa Keuangan
                2. Sesi Tanya Jawab

Paparan Publik PT Dharma Polimetal Tbk (“DRMA”) telah dilaksanakan secara virtual melalui
aplikasi Zoom Meeting pada Selasa, 14 November 2023 dengan pembahasan mengenai sekilas
tentang DRMA, dilanjutkan dengan strategi Perseroan dan performa keuangan Kuartal-III, serta
ditutup dengan sesi tanya jawab.

Peserta dalam acara tersebut berjumlah 75 orang yang terdiri dari jajaran Komisaris, Direksi,
Media, Pemegang Saham, dan Publik.

Manajemen Perseroan yang hadir:
• Hadi Kasim (Komisaris Utama)
• Didik J. Rachbini (Komisaris)
• Noel Aelyo (Komisaris)
• Irianto Santoso (Direktur Utama)
• Wieky Hedivendra (Direktur)
• Darmawan Widjaja (Direktur)
• Ari Indra Gautama (Corporate Perseroan)




                                                                                             1
Page 2
Risalah Tanya Jawab E-Public Expose PT Dharma Polimetal Tbk

Axel – Retail Investor

 1.    Q    Selamat atas akuisisi TCH yang menghasilkan ROIC (Return on Invested Capital)
            cukup baik. Apakah dalam 2-3 tahun kedepan akan kembali melakukan akuisisi?
            Kriteria bisnis seperti apa yang menjadi target DRMA?
        A   Salah satu strategi Perseroan selain membangun bisnis baru dari dalam, tidak
            menutup kemungkinan bagi Perseroan untuk melakukan akuisisi. Bisnis yang akan
            diakuisisi tentu saja yang berkaitan dengan bidang otomotif. Banyak komponen atau
            bisnis yang belum Perseroan lakukan saat ini, sehingga akuisisi mungkin akan
            dilakukan kembali.
 2.    Q    Dengan semakin jenuh market 2W, bagaimana growth strategy DRMA untuk
            segmen ini?
        A   Jenuhnya market 2W, mungkin dilihat dari market ICE (Internal Combustion Engine)
            yang sudah stagnan, antara 6-6,5 juta unit per tahun. Tetapi jangan lupa bahwa
            kedepannya yang akan berkembang adalah elektrifikasi. Strategi yang dilakukan
            DRMA adalah bagaimana Perseroan dapat mempersiapkan diri untuk juga ikut serta
            dalam bisnis EV dari 2W. Oleh karena itu, Perseroan mengembangkan battery pack,
            brushless direct current motor (BLDC), dan hal-hal lain seperti charging station,
            battery swap untuk support pertumbuhan dari EV sepeda motor.
 3.    Q    Bagaimana perkembangan untuk segmen Commercial Vehicle? Apakah bisa
            menjadi growth driver DRMA kedepannya?
        A   DRMA sudah support dan supply untuk commercial vehicle misalnya Mitsubishi dan
            merek-merek lainnya. Indonesia sebagai negara berkembang membutuhkan
            commercial vehicle dan volume per-tahunnya semakin meningkat.
 4.    Q    Perseroan pernah menargetkan direct labour cost bisa dibawah 5 persen? Apakah
            target tersebut achievable?
        A   DRMA terus berusaha melakukan improvement supaya target tersebut bisa tercapai.
            Saat ini sudah achievable dan hal ini sangat mungkin dilakukan di Perseroan. Untuk
            beberapa Perusahaan sendiri yang ada di Dharma Group, direct labour nya sudah
            hampir 5% dan bahkan sudah ada yang di bawah 5%. Memang belum secara
            menyeluruh karena setiap Perusahaan mempunyai tingkat kesulitan masing-masing
            sehingga Perseroan terus berusaha supaya secara total kedepannya direct labour bisa
            dibawah 5%, salah satunya upayanya adalah dengan menaikkan revenue Perseroan.


Andy KB, SJ Hanso – Investor Retail

 1.    Q    Apa tujuan pendirian perusahaan anak Dharma Energy Resources, dan kapan full
            operasionalnya, serta berapa target revenue dari anak usaha tersebut?
        A   DRMA memang baru saja mendirikan anak usaha tersebut. Dharma Energy Resources
            dipersiapkan untuk support elektrifikasi kendaraan bermotor di Indonesia, khususnya
            untuk battery recycle. DRMA akan masuk di bidang tersebut serta komponen-

                                                                                            2
Page 3
            komponen lainnya yang berhubungan dengan energy resources. Perseroan juga sudah
            mulai memproduksi ESS (Energy Storage System) yang digunakan untuk solar panel,
            tetapi karena baru dimulai sehingga jumlahnya belum banyak. Kedepannya semua
            akan disatukan di Dharma Energy Resources ini. Untuk full operasional dan berapa
            revenue nya saat ini belum bisa disampaikan targetnya. Tetapi sebetulnya mudah
            untuk membayangkannya bahwa pertumbuhan untuk misalnya solar panel yang ada
            di Indonesia akan terus meningkat, dan Indonesia diberi anugerah sinar matahari yang
            panjang, sehingga itulah yang akan dimanfaatkan oleh Perseroan.


Eko Prasetyo – Retail Investor

 1.    Q    Revenue dan hasil segmen di Q3 2023 untuk 4W meningkat signifikan dibanding Q2-
            23. Kira-kira berapa % tingkat utilisasi lini produksi 4W? Apakah sudah tambah shift
            produksi?
       A    Revenue 4W memang meningkat secara signifikan karena sesuai dengan target dan
            strategi Perseroan. Perseroan sudah sampaikan bahwa sebelumnya kontribusi
            terbesar adalah 2W, itu yang dicoba Perseroan untuk meningkatkan porsi dari 4W
            sehingga target 2-4 tahun kedepan antara 2W dan 4W bisa seimbang. Tingkat utilisasi
            sebetulnya masih cukup rendah karena kapasitas yang dipunya DRMA masih jauh
            lebih besar dari loading yang ada. Seperti contohnya, untuk saat ini Perseroan support
            suspension member untuk Hyundai model Creta dan Stargazer, kemudian untuk
            Toyota dengan model Yaris Cross. Kedepannya, Perseroan mencoba untuk
            mendapatkan model lain serta brand lain, yang tentunya masih bisa kita utilisasi
            dengan kondisi saat ini.

            Mengenai shift, ini sangat bervariasi. Beberapa komponen ada yang diproduksi satu
            shift, beberapa komponen dua shift, dan apabila terjadi penambahan pun akan cukup
            mudah bagi Perseroan untuk menambah kapasitasnya.
 2.    Q    Porsi revenue dari 4W terus meningkat, tapi secara gross profit margin masih
            dibawah segmen 2W. Bagaimana upaya perseroan dalam meningkatkan gross profit
            margin segmen 4W??
       A    Mengenai gross margin, karena ada beberapa komponen yang baru diproduksi,
            sehingga Perseroan terus meningkatkan mengenai efisiensi Perseroan. Biasanya,
            apabila volume sudah semakin meningkat, maka secara otomatis efisiensi juga akan
            meningkat, seperti misalnya pada produk 2W. Karena volume 2W lebih besar,
            sehingga efisiensinya juga akan lebih baik khususnya dalam hal fixed cost.
 3.    Q    Berapa target revenue dan ekspektasi net profit margin dari pabrik terbaru. Pabrik
            baru Perseroan sepertinya sudah akan beroperasi di Q1 2024?
       A    Belum bisa disampaikan pada saat ini karena Perseroan masih melihat perkembangan
            dari industri otomotif. Akan tetapi Perseroan yakin bahwa pabrik-pabrik baru ini akan
            memberikan kontribusi yang baik bagi Perseroan. Seperti misalnya Dharma
            Controlcable Indonesia (DCI) yang akan ditambah kapasitasnya untuk memproduksi


                                                                                               3
Page 4
            battery pack. Kemudian juga untuk Dharma Precision Parts (DPA) yang mulai
            memproduksi BLDC (Brushless Direct Current).
 4.    Q    Apakah target bottom line yang di Annual Report (+/- Rp 500 Miliar) sudah
            memperhitungkan pembayaran bunga 81 M yang akan jatuh tempo 25 Desember
            2023?
       A    Tentunya sudah, karena kurang lebih bottom line Rp 500 Miliar lebih adalah net profit
            after tax, sehingga seharusnya sudah memperhitungkan semuanya.


Arden Barus - Publik

 1.    Q    Apa yang menyebabkan angka penjualan meningkat sangat pesat?
       A    Tentunya dikarenakan industri otomotif itu sendiri, baik 4W maupun 2W selama 6-9
            bulan pertama juga meningkat. Misalnya untuk 2W selama 9 bulan pertama ini
            meningkat kurang lebih 20% dari segi produksi. Sementara untuk 4W memang secara
            penjualan jika dilihat turun, akan tetapi secara produksi tetap masih ada peningkatan,
            karena yang menurun adalah domestic sedangkan ekspor meningkat. Sehingga secara
            volume untuk 2W dan 4W terjadi peningkatan.

            Kedua, karena DRMA sendiri juga memproduksi produk-produk baru yang belum
            diproduksi tahun lalu, sehingga ada peningkatan. Ketiga, dengan adanya akuisisi
            terhadap Trimitra Chitrahasta (TCH), dari bulan Februari-September memberikan
            kontribusi terhadap revenue Perseroan sebesar Rp 500 Miliar. Singkatnya,
            pertumbuhan yang luar biasa terhadap revenue akibat dari volume yang meningkat;
            produk-produk baru yang dihasilkan; dan adanya akuisisi.
 2.    Q    Gross margin meningkat sedemikian rupa, apakah bisa dijelaskan apa yang telah
            dilakukan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi?
       A    Apabila revenue meningkat, paling tidak fixed cost Perseroan akan semakin kecil, dan
            ini yang akan memberikan profitability yang semakin baik. Salah satu strategi utama
            yang dilakukan adalah bagaimana meningkatkan revenue. Kedua, Perseroan
            melakukan automation dan digitalization dalam proses produksi untuk
            menghilangkan waste atau hal-hal tidak diperlukan sehingga Perseroan bisa
            meningkatkan efisiensi dan productivity. Selanjutnya Perseroan terus akan melakukan
            efisiensi yang lain, karena efisiensi adalah hal yang paling utama dalam
            manufacturing.


Muhammad Ghofur – Investor Daily

 1.    Q    Rencana Kerja Perseroan di 2024, bagaimana peluang bisnis DRMA di 2024, dan
            apakah masih besar peluang bisnisnya?
       A    Untuk tahun 2024, Perseroan sendiri belum bisa memprediksi. Akan tetapi paling
            tidak DRMA tetap harus berusaha supaya ada growth. Jadi apabila ditanya mengenai


                                                                                               4
Page 5
            peluang bisnis, jawabannya adalah iya, dan memang Perseroan menargetkan adanya
            pertumbuhan revenue di tahun 2024.
 2.    Q    Berapa capex yang disiapkan pada 2024, bersumber dari mana, dan untuk apa saja?
       A    Perseroan mengeluarkan capex terbesar 3 tahun belakangan ini, dari mulai pandemi
            yang total capexnya hampir Rp 1 Triliun. Secara fasilitas, kapasitas, sudah tidak banyak
            lagi yang akan disiapkan karena sudah cukup. Perseroan akan mengembangkan capex
            untuk model-model baru yang sudah didapatkan dari customer-customer DRMA yang
            akan di launching tahun 2024 atau 2025. Capex ini nantinya akan bersumber dari kas
            dari dalam yang paling utama.
 3.    Q    Apakah Perseroan optimis target top line dan bottom line pada akhir tahun 2023
            akan tercapai, dan berapa target untuk tahun 2024?
       A    Karena sekarang sudah bulan November, dilihat dari September target Perseroan
            sudah melebihi baik target top line maupun bottom line. Rasanya dengan sisa 2 bulan
            untuk tahun 2023 ini, Perseroan yakin dan optimis bahwa target DRMA sudah
            tercapai. Sedangkan target 2024 untuk growth Perseroan menargetkan paling tidak
            10%, melihat dari kondisi otomotif pada saat ini. Mudah-mudahan kondisinya akan
            berubah jauh lebih baik, sehingga bisa tumbuh lebih dari yang diharapkan.


Rizky Rayendra – Bisnis Indonesia

 1.    Q    Bagaimana rencana ekspansi DRMA terutama di segmen komponen EV? Siapa saja
            strategic partner yang tengah dijajaki oleh Perseroan untuk mengembangkan EV?
       A    Rencana ekspansi khususnya di segmen komponen EV, Perseroan mempersiapkan
            untuk manufacturing yaitu komponen-komponen baterai seperti battery pack,
            battery management system, dan lain sebagainya Perseroan sudah melakukan serta
            sudah memproduksi produk tersebut. DRMA juga sudah menjadi supplier untuk
            pemain EV sepeda motor yang ada di Indonesia. Beberapa sepeda motor di Indonesia
            juga sudah menggunakan beberapa komponen dari DRMA baik untuk wiring harness,
            keyless dan juga double seat untuk sepeda motor listrik mereka. Selain itu, masih ada
            lagi yang baru melakukan kerjasama dengan kita. Perseroan juga mempersiapkan
            BLDC motor listrik yang juga digunakan untuk sepeda motor konversi yang dilakukan
            Perseroan. DRMA juga mempersiapkan charging station, charging machine, baik
            untuk fast charging maupun slow charging. Produk ini sudah dicoba serta dipasang di
            pabrik DRMA.

            Mengenai strategic partner, beberapa dilakukan dengan pihak Korea. Selain itu juga
            melakukan kerjasama dari Jerman untuk charging station, yang mereka juga sudah
            suplai untuk BMW, Audi, Volkswagen (untuk EV) di Eropa.
 2.    Q    Bagaimana arah investasi DRMA pada 2024? Berapa serapan capex hingga Kuartal
            III 2023 dan berapa anggaran untuk 2024?
       A    Arah investasi mungkin hanya untuk persiapan new model yang sudah mendapatkan
            LOI dari para customer, dimana mereka akan memproduksi model-model baru yang
            akan dikeluarkan tahun 2024 maupun 2025. Sehingga secara capex di tahun 2024 di
                                                                                                 5
Page 6
            luar melakukan akuisisi maka hanya untuk model yang sekarang dikembangkan.
            Serapan capex hingga 3Q sekitar Rp 450 Miliar dari total Rp 600 Miliar. Sementara
            capex tahun depan hanya untuk persiapan model-model baru, pembangunan pabrik,
            menambah mesin, dan lain sebagainya, mungkin sekitar setengah total capex tahun
            ini, sekitar Rp 300 Miliar.
 3.    Q    Ada 2 pabrik komponen EV DRMA yang ditargetkan rampung pada Januari 2024,
            apakah bisa dijelaskan detail lokasinya, berapa nilai investasi, dan bagaimana
            progresnya?
       A    Pertama, Dharma Controlcable Indonesia (DCI) yang diperkirakan rampung akhir 1Q
            2024 sekitar bulan Maret. Kedua, Dharma Precision Parts (DPA) diperkirakan rampung
            pertengahan tahun akhir 2Q 2024. Lokasinya ada di Cikarang, di Jababeka. Sebagian
            investasi digunakan dari dana publik pada saat Perseroan melakukan IPO tahun 2021.
            Nilai investasi secara total untuk 2 pabrik di atas Rp 100 Miliar, tergantung mesin yang
            akan dipasang. Progresnya secara bangunan untuk Dharma Controlcable Indonesia
            (DCI) sudah hampir jadi, hanya tinggal utilitas yang sedang dipasang serta sedang
            disiapkan mesin-mesinnya.


Setelah Sesi Tanya Jawab, Paparan Publik DRMA ditutup pada pukul 11.00 WIB.


DAFTAR HADIR PAPARAN PUBLIK DRMA MELALUI ZOOM:

 No               Nama Lengkap                 Status Undangan          Nama Perusahaan/Media
  1    Axel Bramantyo                       Investor                Retail Investor
  2    Tim Alamsyah                         Investor                Retail Investor
  3    Budi Dharmo                          Investor                Retail Investor
  4    Suyono                               Investor                Retail Investor
  5    Robby Cahyadi                        Investor                Retail Investor
  6    Arron Tay                            Investor                Retail Investor
  7    Fajar Hartono                        Investor                Retail Investor
  8    Andy Darmawan                        Investor                Retail Investor
  9    Eko Prasetyo                         Investor                Retail Investor
 10    Fedy Romamti                         Investor                Retail Investor
 11    Arden Barus                          Investor                Retail Investor
 12    Leo Christy                          Investor                Retail Investor
 13    Andy Kb                              Investor                Retail Investor
 14    Vinsensius Suryono                   Investor                Retail Investor
 15    Komarudin Muchtar                    Media                   Emittenews
 16    Bani                                 Media                   Neraca
 17    Anto                                 Media                   Industry.co.id
 18    Didi Kurniawan                       Media                   VOI


                                                                                                 6
Page 7
19   Ahmad Sahid                Media    IQPlus
20   Sivana Zahla               Media    Investortrust.id
21   Sandy                      Media    IDX Channel
22   Rizqi Rajendra             Media    Bisnis Indonesia
23   Recha Tiara                Media    Kontan
24   Fajar El                   Media    RakyatMerdeka
25   Romys Binekasri            Media    CNBC Indonesia
26   Rezki                      Media    Infobank
27   Ajat Fajar                 Media    Inilah.com
28   idris putra                Media    Merdeka.com
29   Nicha Muslimawati          Media    Kumparan
30   Dani Adil                  Media    Okezone
31   Kiki                       Media    Kompas
32   Jihad Akbar                Media    VIVA
33   Seno Tri                   Media    Tribunnews
34   Ghafur                     Media    Investor Daily
35   Arif W                     Media    Media Indonesia
36   Haryadi Purnomo            Publik   Publik
37   SJ Hanso                   Publik   Publik
38   Khin Tan                   Publik   Publik
39   Aditya Galih Ramadhan      Publik   Publik
40   Rahma Suci Sentia          Publik   Publik
41   Ni Komang Prema Narayani   Publik   Publik
42   Gergina Vong               Publik   Publik
43   Yogi Fahreza               Publik   Publik
44   Bagus Ikhwani              Publik   Publik
45   Triyanto                   Publik   Publik
46   Yonatan Pratama Wijaya     Publik   Publik
47   William Teoh               Publik   Publik
48   Jessica Devi               Publik   Publik
49   Irvan                      Publik   Publik
50   Tarcisius Hasta Suripna    Publik   Publik
51   Irwen Azhari               Publik   Publik
52   Veronica Hani              Publik   Publik
53   Janfry                     Publik   Publik
54   Julius Kamal               Publik   Bisa Group
55   Baihaki Ageng Sela         Publik   Natieva
56   Paulus Rachmad             Publik   Komunitas Saham
57   Ashalia Yuliana            Publik   Samuel Sekuritas
58   Richardson Raymond         Publik   Trimegah Sekuritas
59   Sri Gugum Gumbira          Publik   Mirae Asset

                                                              7
Page 8
60   Internal DRMA   DRMA   PT Dharma Polimetal Tbk




                                                      8
Page 9
LAMPIRAN TANGKAPAN LAYAR ZOOM PAPARAN PUBLIK DRMA:




                                                     9

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.61 MB
Published16 Nov 2023
Pages9
Characters19,610
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result