Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
PUBLIC EXPOSE
PT ACSET INDONUSA Tbk
8 November 2023
Public Expose PT Acset Indonusa Tbk (Perseroan) diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Rabu, 8 November 2023
Waktu : 10.00 – 11.00 WIB
Tempat : Aplikasi Webinar ZOOM
Public Expose Perseroan dihadiri oleh:
26 orang wakil perusahaan sekuritas, analis, pemegang saham, dan umum, pada saat sesi
presentasi dan tanya jawab
Manajemen Perseroan:
Presiden Direktur : Idot Supriadi
Direktur : David Widjaja
Direktur : Soeharsono Tjatur Nugroho
Direktur : Djoko Prabowo
Sekretaris Perusahaan : Kadek Ratih Paramita
Dalam acara Public Expose Perseroan, disampaikan presentasi materi yang dibawakan oleh Ibu Kadek
Ratih Paramita (Sekretaris Perusahaan/Corporate Secretary). Materi yang disampaikan pada acara Public
Expose ini adalah sesuai dengan materi yang telah kami kirimkan sebelumnya pada tanggal 3 November
2023 melalui surat No. 069/AI-HO/CRSL/XI/23. Setelah seluruh materi dipresentasikan, acara dilanjutkan
dengan tanya jawab.
Berikut adalah intisari pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada manajemen Perseroan setelah sesi
presentasi:
1. Amalia (Jurnalis):
Pertanyaan:
a. Berapakah target kontrak baru dan pendapatan yang dibidik oleh ACSET sampai akhir tahun 2023?
b. Apa rencana bisnis yang dilakukan?
a. Jawaban (Idot Supriadi):
Target kontrak baru yang dibidik tahun ini sebesar 2,25T. Hingga periode 30 September 2023,
kami telah membukukan kontrak baru sebesar 2,4T atau sebesar 107% dari target kami di akhir
tahun 2023. Apabila dilihat perbandingan tahun lalu yang tercapai 2,1 triliun, dan di tahun sampai
dengan bulan September ACSET telah mendapatkan kontrak lebih besar dari tahun lalu dan
1
Page 2
harapannya sampai dengan akhir tahun masih bisa mendapatkan tambahan kontrak-kontrak baru
lagi.
b. Jawaban (Idot Supriadi):
ACSET masih akan tetap fokus mencari kontrak-kontrak baru sesuai dengan lini bisnis utama kami,
yakni fondasi, struktur dan infrastruktur dan kami akan terus berupaya mengikuti tender-tender
yang ada dengan tetap mengedepankan proses KYC (Know Your Customer) dimana kami juga akan
lebih selektif memilih customer yang mempunyai kredibilitas yang baik. Harapannya kami dapat
memperbaiki profitabilitas Perusahaan.
2. Fathiya (Bloomberg):
Pertanyaan:
Dari pencapaian kontrak baru sebesar 2,4T, mohon jelaskan proyek-proyek besar yang dikerjakan,
angka tersebut naik berapa atau turun dibandingkan periode 9M22? Berapa perkiraan pencapaian
kontrak baru hingga akhir tahun?
Jawaban (Djoko Prabowo):
Kontribusi kontrak baru terbesar ada pada segmen infrastruktur seperti pembangunan Tol
Probolinggo-Banyuwangi dan pembangunan Tol Jakarta Cikampek Selatan. Di dalam proyek tersebut
kami berkolaborasi dengan grup Karya, dengan total perolehan dua kontrak tersebut senilai 1,1T.
Perkiraan kontrak baru di tahun ini terdapat kenaikan yang signifikan, yakni target di akhir tahun 2023
sebesar 2,4T dan sampai dengan bulan Oktober 2023 terdapat tambahan kontrak senilai 260M pada
Proyek Data Center Nongsa.
3. Dionisio Damara (Bisnis Indonesia)
Pertanyaan:
Terkait konsensi pengelolaan tol JORR-E selama 45 tahun, kapan target BEP? Dan apakah bisa
dijelaskan alasan tarif awal minimal dibanderol Rp25.500?
Jawaban (David Widjaja):
Kapasitas kami di dalam investasi JORR ini merupakan pemegang saham minoritas. Pada dasarnya
penentuan lamanya konsesi maupun besaran tarif sudah disepakati antara Badan Usaha dan
Pemerintah yang mencerminkan skala feasibility dari sebuah usulan investasi. Jadi kami akan
mengikuti ketentuan dari Badan Usaha Jalan Tol dan Pemerintah.
4. Douglas (Pemegang Saham)
Pertanyaan:
Kapan estimasi Perusahaan dapat memperoleh laba atas Periode berjalannya? Dan bagaimana cara
Perusahaan untuk dapat memperoleh laba di masa yang akan datang?
2
Page 3
Jawaban (David Widjaja):
Perseroan akan segera berusaha mendapatkan laba di periode berjalan ini. Mengenai upaya yang
dilakukan antara lain.
Pertama kita harus memperoleh proyek-proyek baru yang dapat memberikan kontribusi Revenue dan
Profit bagi Perseroan sesuai dengan Capability dan Skill yang kita miliki, kedua mengelola Balance
Sheet Perseroan agar tetap stabil untuk menunjang kegiatan operasional di lapangan. Ketiga
Perseroan terus berupaya menurunkan efisiensi terhadap biaya-biaya operasional dengan melakukan
monitoring terus melalui sistem yang telah dikembangkan oleh ACSET, keempat menjaga atau melihat
target market sesuai dengan KYC (Know Your Customer).
5. Zsazya (Media)
Pertanyaan:
Tahun ini (sampai akhir tahun 2023), Manajemen berharap rugi bersih full year 2023 bisa turun berapa
%? (YoY)
Jawaban (Idot Supriadi):
Kami tidak dapat memberikan angka forward looking statement sampai dengan akhir tahun, tetapi
sampai saat ini Perusahaan terus berupaya untuk memperbaiki kinerja keuangan setiap tahunnya
ditandai dengan penurunan rugi bersih Q3 2023 dibanding tahun sebelumnya sebesar 33%.
Upaya nyata yang telah kami lakukan dapat terlihat dari adanya kenaikan Revenue hampir 100%
dibanding tahun lalu yang juga diikuti perbaikan profitability.
ACSET terus berupaya untuk terus memperbaiki kinerja Perusahaan dan kita masih optimis bahwa
setiap tahun kami akan terus memperbaikin performance Perusahaan.
6. Wirandi (Sekuritas)
Pertanyaan:
Bagaimana prospek untuk ibukota baru Nusantara? Apakah ACSET juga berpartisipasi dalam proyek
ini?
Jawaban (Djoko Prabowo):
Secara umum kami sudah menjajaki dan melakukan study, dan beberapa waktu yang lalu kami telah
melakukan survey kesana dalam rangka untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek yang ada di IKN.
Terutama proyek-proyek yang akan dilakukan oleh Perusahaan swasta disana, yang kita ketahui saat
ini sudah mulai beberapa pihak melakukan investasi pada pembangunan Hotel, Rumah Sakit, Mall dan
beberapa bangunan-bangunan penunjang lain untuk mendukung secara keseluruhan daripada proyek
IKN ini. Kami secara keseluruhan sangat ingin berpartisipasi dalam pembangunan proyek-proyek IKN
tersebut.
3
Page 4
7. SJ Hanso (Investor)
Pertanyaan:
Pada 2 kontrak infrastruktur baru (Tol Probolinggo dan Cikampek Selatan), apakah ACSET diwajibkan
untuk ikut berinvestasi? Berapa besarannya?
Jawaban (Djoko Prabowo):
Di dalam kedua proyek tersebut yaitu Tol Probolinggo dan Cikampek Selatan, kami tidak ada
kewajiban untuk berinvestasi karena kami bukan merupakan pemegang saham. Jadi kami hanya
bertindak sebagai kontraktor dengan Skema Kerja Sama Operasi (KSO).
8. Jonathan Mardjuki (CLSA Indonesia)
Pertanyaan:
Terima kasih untuk acara public exposenya. Secara garis besar menurut management, bagaimana
prospect dari private contractor di Indonesia? Dari sisi potensi pasar, bagaimana pendapat
management mengenai pasar property di Indonesia?
Jawaban (Idot Supriadi):
ACSET melihat bahwa industri konstruksi masih memegang peranan yang krusial dalam pembangunan
Indonesia, khususnya peluang sebagai kontraktor swasta pun semakin terbuka lebar.
Melihat pasar property sampai dengan saat ini masih belum berkembang dengan baik, khususnya
pasar apartemen ataupun office karena mungkin efek setelah pandemi yang kondisinya masih belum
bisa kembali. Tetapi kalau dilihat dari property lain seperti data center, pergudangan, pembangunan
industri seperti pabrik masih cukup banyak peluangnya. Sesuai dengan expertise kami, bahwa kami
tidak hanya di building saja, tetapi kami sudah masuk ke infrastruktur, industri dan fondasi.
Jadi kami dari ACSET masih melihat bahwa industri konstruksi ini masih punya peluang yang cukup
baik di masa depan.
4
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.