Skip to content
Back to announcement

ISM_Checklist pengungkapan lapkeu Dec 25.pdf

Financial statement Text extracted INDF

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 50

Page 1 OCR 0.923
Page 1 of 49

CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH
INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA

Petunjuk Pengisian Checklist:

1.

Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan ini,
kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek harus
menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan No. VIII.G.17),

Tanda (V) diisi pada kotom “Ada' apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan
pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada kolom "Keterangan' ditambahkan cross reference ke
nomor catatan atas laporan keuangan.

Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka
tanda V) diisi pada kolom “Tidak Ada' dengan menambahkan keterangan alasannya pada kolom
keterangan.

Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi
persyaratan pengungkapan yang ada maka tanda (v) diisi pada kolom 'N/A'.

Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan
(untuk laporan keuangan audited).

Data Umum

Nama Emiten/Perusahaan Publik PT Indofood Sukses Makmur Tbk

Bidang Usaha Manufaktur

Jenis penawaran Umum Saham dan Obligasi

Tahun 2025 Tahun 2024
(Audited) (Audited)

Nama Kantor Akuntan Publik Purwanto, Susanti & | Purwantono,

Surja Sungkoro & Surja

Nama Partner Sinarta . Sinarta

Opini Akuntan Wajar tanpa Wajar tanpa

Pengecualian Pengecualian

Catatan tentang Opini (jika ada) N/A N/A

“ disesuaikan dengan periode penyajian laporan keuangan.

Ya Tidak
Pemenuhan Peraturan No.VIII.G.11 Tentang "Tanggung Jawab v
Direksi Atas Laporan Keuangan”
Pemenuhan Peraturan No.VIILA,2 tentang “Independensi v
Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal"

Page 2 OCR 0.907
Data Keuangan Penting

Page 2 0f49

(dalam jutaan rupiah)

31 Des 2025 | 31 Des 2024
Periode laporan keuangan (Audited) (Audited)
Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan 123.493.214 115.786.525
Laba (rugi) bruto 41.192.355 | 40.136.529
Laba (rugi) usaha/operasional 24.569.137 23.088.184
EBITDA 28.735.488 27.105.546
Laba (rugi) Bersih periode berjalan 15.556.381 13.077.496
Laba (rugi) komprehensif 15.595.911 12.546.107
Laba Per saham (dasar) (angka penuh) 1.217 984
Laba Per saham (dilusian) N/A N/A
31 Des 2025 | 31 Des 2024
Laporan Posisi keuangan (Audited) (Audited)
Jumlah Aset 217.981.765 201.713.313
Jumlah Aset Lancar 90.391.256 79.765.476
Jumlah Aset Tidak Lancar 127.590.509 121.947.837
Jumlah Liabilitas 97.746.518 92.722.030
Jumlah Liabllitas Jangka Pendek 42.399.644 37.094.061
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 55.346.874 55.627.969
Jumlah Ekuitas 120.235.247 108.991.283
Modal Disetor 878.043 878.043
Saldo Laba 61.459.220 53.396.455
Rasio Keuangan"
Rasio Lancar (x) 2.1x 2,1x
ROA 140 6,7 Ya
ROE 13,6Ya 12,5Yo
Ebitda thd pendapatan 23,3Yo 23,4Yo

“dapat disesuaikan berdasarkan industrinya

Catatan:

1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan seluruhnya, kecuali
pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak dapat diterapkan pada Emiten atau Perusahaan Publik.
Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyesualkan pengungkapan sesual dengan karakteristik industri
apabila pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami laporan
keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

2. Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada checklist ini,
namun mengikuti peraturan Bapepam-LK No VIII.G,17 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek,

Laporan Keuangan Terdiri dari:

eterariga

Laporan posisi keuangan pada akhir periode

Laporan laba rugi komprehensif selama periode

Laporan perubahan ekuitas selama periode

Laporan arus kas selama periode

Sisi

alalulxje

Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif
yang disajikan saat Perusahaan menerapkan suatu
kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat
penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika
Perusahaan mereklasifikasi pos-pos dalam laporan
keuangannya.

Catatan atas Laporan Keuangan

Page 3 OCR 0.919
Page 3of49

No

Keterangan

Ketentuan Umum

Perusahaan wajib menyajikan catatan atas taporan keuangan dengan urutan

sebagai berikut:

a. gambaran umum Perusahaan:

b. dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar kebijakan akuntansi
signifikan yang diterapkan:

Cc. informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan posisi
keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan
laporan arus kas, sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian
masing-masing pos: dan

d, pengungkapan lalnnya yang antara laln meliputi:

1) Informasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian
manapun dalam laporan keuangan: dan

2) informasi yang tidak disajikan dl bagian manapun dalam laporan
keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan
keuangan.

Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau persentase untuk
menjelaskan adanya bagian dari suatu jumlah, tidak menggunakan kata
“sebagian”.

Perusahaan wajib mengungkapkan dalam penjelasan masing-masing pos
mengenai Aset yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan
alasan dijamlnkan.

Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan, wajib diungkapkan jenis dan nilai
aset yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang
ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi,
apabila tidak diasuransikan wajib dlungkapkan alasannya.

Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan

1,

Gambaran Umum Perusahaan
Hal-hal yang harus diungkapkan, antara Ialn:

Pendirian perusahaan

1)

Riwayat ringkas perusahaan:

Catatan 1

2)

Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan terakhir, pengesahan dari
Instansi yang berwenang, dan nomor serta tanggal Berita Negara,

Catatan 1

3)

Kegiatan usaha sesuai anggaran dasar Perusahaan dan yang sedang
dijalankan pada periode pelaporan,

Catatan 1

4)

Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi utama keglatan usaha:

Catatan 1

5)

Tanggal mulal beroperasinya perusahaan secara komersial. Dalam hai
perusahaan melakukan ekspansi atau perampingan usaha secara signifikan
pada periode laporan yang disajikan, wajib disebutkan saat dimulainya operasi
komersial dari ekspansi atau perampingan usaha dan kapasitas produksinya,
dan

SIS Sh ala

Catatan 1

8)

Nama entitas Induk dan nama entitas Induk terakhir dalam kelompok usaha
(ultimate parent af the group). Dalam hal tidak dapat diungkapkan, wajib
disebutkan alasannya.

Catatan 1

7)

Khusus Industri Media
Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimiliki.

8)

Khusus Industri Jalan Tol
Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah yang mendasari
penyelenggaraan jalan tol tersebut,

9)

Khusus untuk Asuransi dan Pembtayaan
Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau Otoritas yang berwenang.

10)

Khusus untuk Industri Perbankan
Izin usaha sebagai bank umum, sebagai bank devisa (jika ada), serta izin
untuk menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip syariah (jika ada).

11)

Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan Pertambangan Umum
Area Ekspiorasi dan Eksploitasi/Pengembangan.
Penjelasan mengenai area eksplorasi dan eksploitasi Perseroan meliputi :

Page 4 OCR 0.891
Page 4 of 49

a) Area Eksplorasi, meliputi:

« Nama tokasi,

« Nama pemilik izin lokasi,

» Tanggal perolehan izin ekplorasi serta tanggal jatuh temponya,

« Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik izin
lokasi: dan

» Jumlah biaya eksplorasi yang telah dibukukan sebagai Aset Minyak dan
Gas Bumi per tanggal Laporan Posisi Keuangan,

b) Area Eksploltasi/Pengembangan meliputi:

# Nama lokasi,

« Nama pemilik ijin fokasi,

e Tanggal perolehan Ijin eksploitasi serta tanggal jatuh temponya,

» Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik ijin
lokasi,

» Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan tentang pihak yang
melakukan sertifikasi, dan tanggal sertifikasi,

« Jumlah produksi pada tahun berjalan, dan

« Akumulasi jumlah produksi sejak awal kegiatan
eksploitasi/pengembangan oleh Perseroan hingga tanggal laporan posisi
keuangan.

12) Khusus Industri Kehutanan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan,
b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola selama masa sisa
manfaat KPH: dan
c) sisa umur HPH.
b. Penawaran Umum Efek, yang harus diungkapkan antara lain:
1) Tanggal dan/atau nomor surat efektif penawaran umum, termasuk penawaran v Catatan 1
Efek yang diterbitkan di luar Indonesia:
2) Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan, v Catatan 1
3) Bursa tempat Efek dicatatkan, dan v Catatan 1
4 Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah Efek yang diterbltkan v Catatan 1
(corporate action) sejak penawaran umum perdana sampai dengan periode
pelaporan terakhir.
Cc Struktur Perusahaan, entitas anak, dan Entitas Bertujuan Khusus Perusahaan
(EBK) tidak memiliki
Yang harus dlungkapkan antara lain: EBK
1) | Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan baik secara langsung v Catatan 1
maupun tidak langsung:
2) | Tempat kedudukan: v Catatan 1
3) | Jenis usaha, v Catatan 1
4) | Tahun beroperasi secara komersial, v Catatan 1
5) | Persentase kepemilikan dan proporsi hak suara (jika berbeda): v Catatan 1
6) | Totai Aset: dan v Catatan 1
7) | Informasi penting lalnnya antara lain:
a) sifat hubungan antara entitas Induk dan entitas anak, apabila entitas induk v Catatan 1

tidak memiliki baik langsung maupun tidak langsung melalut entitas anak,
lebih dari 5096 (lima puluh perseratus) hak suara yang sah:

b) alasan mengapa kepemilikan baik langsung maupun tidak langsung lebih
dari 5096 (lima puluh perseratus) hak suara atau hak suara potenslal atas
Investee tidak diikuti dengan pengendalian,

Cc) akhir perlode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak apabila laporan

keuangan tersebut digunakan untuk menyusun laporan keuangan

konsolidasian dan tanggal atau periode berbeda dari tanggal laporan
keuangan entitas Induk, dan alasan menggunakan tanggal atau periode
yang berbeda:

sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak

Untuk mentransfer dana ke entitas induk dalam bentuk dividen tunai, atau

pembayaran kembali plnjaman atau uang muka,

suatu rincian yang menunjukkan dampak setlap perubahan bagian

kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan

hilangnya Pengendailan atas ekuitas yang dapat diatribuslkan pada pemilik

d

e

Page 5 OCR 0.929
Page 5 of 49

entitas induk: dan
@ dalam hal hilangnya Pengendatian atas entitas anak, maka entitas induk
harus mengungkapkan:

(1) keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakui dari hilangnya
Pengendalian, dan porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat
diatribusikan pada pengakuan sisa Investasi pada entitas anak
terdahulu dengan Nilai Wajar pada tanggal hilangnya Pengendalian:

(2) jumlah persentase kepemilikan yang dilepaskan:

(3) jumlah harga yang diterima:

(4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas:

(5) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya
dimana Pengendalian dilepaskan: dan

(6) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas
anak atau bisnis lainnya dimana Pengendalian dilepaskan, yang
diikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya.

d. Karyawan, direksi, komisaris, dan komite audit
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) | Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota direksi, dewan komisaris, Catatan 1
dan kamite audit,
2) | Cakupan manajemen kunci: dan Catatan L
3) | Jumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir perlode atau rata-rata Catatan 1
Jumlah karyawan tetap selama perlode yang bersangkutan, secara konsolidasi
untuk Perusahaan dan entitas anak.
e. Penerbitan Laporan Keuangan
1) | Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit: dan Catatan 1
2) | Pihak yang bertanggung jawab mengotorisasi laporan keuangan. Catatan 1

BAN EN MAAN

PELAN MAP REA

Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
Dalam bagian Ini harus diungkapkan hat-hal sebagai berikut:

Pernyataan kepatuhan terhadap SAK
Pernyataan Ini merupakan pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun
Gan disajikan sesual dengan SAK.

Catatan 2

Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan

1)

Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu berdasarkan biaya historis
(historical cost), biaya perotehan kini (current cost), nilai realisasi neto (net
realizable value), Nilal Wajar (fair value) atau jumlah yang dapat dipulihkan
berdasarkan SAK yang berlaku.

Catatan 2

2)

Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu dasar akrual, kecuali untuk
laporan arus kas.

Catatan 2

3)

Mata uang fungsional dan mata uang penyajian yang digunakan, meliputi:

a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak:

b) fakta dan alasan perubahan, apabila terdapat perubahan mata uang
fungsional Perusahaan maupun kegiatan usaha asing yang signifikan, dan

C) alasanperubahan mata uang penyajian (jika ada).

Catatan 2

4)

Alasan perubahan periode pelaporan (jika ada).

Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi Signifikan oleh
Manajemen

1)

Perusahaan harus mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi
signifikan atau bagian lain dari catatan atas laporan keuangan, pertimbangan
yang telah dibuat manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
dan memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah yang diakui
dalam laporan keuangan:

Catatan 3

2)

Perusahaan harus mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat
mengenai masa depan, dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain
pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang
mengakibatkan penyesualan materlal terhadap jumlah tercatat Aset dan
Liabilitas dalam perlode pelaporan berikutnya: dan

Catatan 3

3)

Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana dimaksud dalam angka 2),
Catatan atas laporan keuangan memasukkan rinclan atas sifat dan jumlah
tercatat pada akhir periode pelaporan.

Catatan 3

Page 6 OCR 0.911
Page 6 of 49

Kebijakan Akuntansi Tertentu

Kebijakan akuntansi tertentu merupakan Kebijakan akuntansi lainnya yang
diterapkan dan relevan untuk memahami laporan keuangan. Kebijakan
akuntansi tertentu meliputi, tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai
berikut:

1) | Prinsip-prinsip konsolldasi
Yang harus dijelaskan antara laln:
a) ruang lingkup Laporan Keuangan Konsolidasian, yang meliputi pos- v Catatan 2
pos entitas Induk dan entitas anak,
b) dasar dan kapan suatu entitas anak dikonsolidasikan ke dalam laporan v Catatan 2
keuangan entitas Induk:
c) kebijakan akuntansi sehubungan dengan perubahan kepemilikan tanpa | v Catatan 2
kehilangan Pengendalian atas entitas anak,
d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan kehilangan Pengendalian atas v Catatan 2
entitasanak,
@) kebijakan akuntansi sehubungan dengan pencatatan dan penyajian v Catatan 2
kepentingan nonpengendall: dan
f) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi materlal antar entitas yang v Catatan 2
dikonsolldasi telah dieliminasi.
2) | Kombinasi bisnis
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis, termasuk metode V Catatan 2
yang digunakan untuk mengukur kepentingan nonpengendali,
b) pengakuan awal untuk goodwill, v Catatan 2
c) pengukuran setelah pengakuan awal untuk goodwilt, dan v Catatan 2
d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan kombinasi bisnis yang
ada dl Perusahaan, antara lain:
(1) pembelian dengan diskon, v Catatan 2
(2) akulsisi secara bertahap: dan v Catatan 2
(3) Imbalan kontinjensi.
3) | Kas dan setara kas: " V Catatan 2
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan dalam menentukan komponen
kas dan setara kas.
4) | Instrumen Keuangan
a) Instrumen Keuangan selain Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal Instrumen keuangan setiap kategori, termasuk V Catatan 2
perlakuan atas biaya transaksi:
(2) pengukuran setelah pengakuan awal instrumen keuangan setiap v Catatan 2
kategori,
(3) ketentuan saling hapus dari Instrumen keuangan, v Catatan 2
(4) metode yang digunakan untuk menentukan Nilai Wajar Instrumen v Catatan 2
keuangan:
(5) metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan v Catatan 2
penurunan nilal dari aset keuangan,
v Catatan 2

(6) ketentuan penghentian pengakuan Instrumen keuangan,
(7) khusus Instrumen keuangan derivatif dan akuntansi Iindung nilai,
selain penjelasan sebagaimana dimaksud dalam angka (1), angka
(2), angka (3), angka (4), angka (5), dan angka (6), wajib
ditambahkan penjelasan mengenal,
(a) ketentuan pemenuhan kriteria akuntansi lindung nilai,
(b) klasifikasi Ilndung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nilal
atas Instrumen keuangan derivatif, dan
(c) perlakuan akuntansi lindung nilai untuk tujuan akuntansi
lindung nilai.
b) Investasi pada Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1)klasifikasi dan reklasifikasl investasi pada Sukuk:
(2)pengakuan awal Sukuk:
(3)pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk,
(4)Penyajian pendapatan sukuk, dan
(5)penyajian amortisasl biaya transaksi.
c) Sukuk yang diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain:

Page 7 OCR 0.924
Page 7 of 49

(1)pengakuan awal Sukuk:
(2)pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk:
(3)biaya transaksi penerbitan Sukuk:
(4)posisi penyajian Sukuk: dan
(5yakad syariah yang digunakan.
5) | Khusus Industri Perbankan v
a) Giro Wajib Minimum
Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan mengenai jumlah giro
wajib mlalmum.
b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Giro pada Bank
Indonesia dan Bank Lain.
c) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Penempatan pada
Bank Indonesia dan Bank Lain.
6) | Piutang Reverse Repo v
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Plutang Reverse Repo,
metode pencatatan dan pengukurannya.
7) | Khusus Industri Perbankan v
Obligasi Rekapitallsasi Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki,
b) Pengakuan nilai pada investasi untuk setiap kelompok Obligasi
Rekapitalisasi Pemerintah:dan
C) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan keuangan.
8) | Khusus Industri Perbankan v
a) Kredit
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Penjelasan atas masing-masing jenis kredit yang diberikan:
(2)Dasar penyajian atas kredit:
(3)Kebijakan manajemen dan pelaksanaan pengendalian risiko
portofollo kredit,
(4)Perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibeli dari BPPN (jika ada):
dan
(5)Kebijakan bank akan agunan kredit.
b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian atas
tagihan/kewajiban akseptasi.
c) Agunan yang Diambil Alih
Yang harus dijelaskan antara laln:
(1)Dasar penilaian dan penyajian:
(2)Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi piutang/pemblayaan yang
diberikan dengan saldo plutang/pembiayaan yang tidak dapat
ditagih: dan
(3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan (kerugian) dari realisasi
penjualan agunan.
9) | Khusus untuk Industri Pembiayaan v
Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penyajian piutang pembiayaan konsumen: dan
b) Dasar penllatan aset jika perusahaan menarik kembali aset pembiayaan
konsumen dari konsumennya.
10) | Anjak Piutang v
Yang harus dijelaskan antara lain:
3) Jenis transaksi anjak plutang (dengan recourse atau tanpa recourse):
b) Penyajian transaksi anjak piutang,
C) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga pengalihan dan
jumlah bersih piutang dialihkan: dan
@) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak plutang(ditagihkan
kembali ke klien atau ditanggung oleh perusahaan).
11) | Sewa
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung suatu sewa, Catatan 2
b) kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa pembiayaan atau Catatan 2
sewa operasi: dan

Page 8 OCR 0.914
Page 8 of 49

Cc) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak sebagai lessee
dan/atau lessor. v Catatan 2
12) | Persediaan : v Catatan 2
yang harus dijelaskan antara lain mengenal kebijakan akuntansi yang
digunakan dan rumusan biaya yang digunakan.
a) Khusus Industri Kehutanan v Catatan 10
HTI Dalam Pengembangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
Beban-beban yang dikapitallsasi, antara lain: kewajiban kepada negara,
pemeliharaan sarana dan pra-sarana.
HTI Siap Panen
Yang harus dijelaskan antara lain:
Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke biaya produksi.
b) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus dijelaskan antara laln:
(1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai persediaan, v Catatan 2
tanaman belum menghasilkan, atau tanaman telah menghasilkan:
(2) Dasar penllalan dan pengukuran, v Catatan 2
(3) Kebijakan akuntansi reklasifikasl tanaman belum menghasilkan ke v Catatan 2
tanaman telah menghasilkan,
(4) Metode penyusutan dan masa manfaat tanaman yang disusutkan, v Catatan 2
dan
(5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman. v Catatan 2
c) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Hewan ternak telah menghasilkan :
ta) Metode penilalan:
(b) Metode amortisasi (deplesi): dan
(c) Cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika
ada,
(2) Hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) :
la) Metode penilalan: dan
(b) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk dapat berpindah
menjadi hewan ternak telah menghasilkan.
13) Aset Tetap:
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset Tetap: v Catatan 2
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap: v Catatan 2
c) pengelompokan Aset Tetap: v Catatan 2
d) metode penyusutan yang digunakan, v Catatan 2
e) kapitalisasi biaya yang terkait dengan Aset Tetap, v Catatan 2
f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan, v Catatan 2
9) penghentian pengakuan: v Catatan 2
h) nilai residu: dan v Catatan 2
1) pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji ulang atas estlmasi v Catatan 2
umur ekonomis, metode penyusutan, dan nilai residu pada setiap akhir
perlode pelaporan.
14) Investasi pada Entitas Asoslasi v Catatan 2
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat
investasi pada asosiasi.
15) Bagian partisipasi dalam Ventura Bersama v Catatan 2
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat
bagian partisipasi dalam Ventura Bersama.
16) Pola Kerjasama

Yang harus dijelaskan antara lain:

a)
b)

c)

Kriteria dari bentuk kerjasama,

Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset dan liabilitas yang timbul,
dan

Sistem pembagian hasil, jika ada.

Page 9 OCR 0.920
Page 9 of 49

17)

Aset Tak Berwujud

Yang harus dijelaskan antara lain :

a) pengakuan awal Aset Takberwujudj

b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Takberwujudj

C) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan apablia umur manfaat
terbatas, diungkapkan tarif amortisasi yang digunakan dan umur
manfaatnya,

d) sumber terjadinya Aset Takberwujud:

e) metode amortisasi yang digunakan:

f) penghentian pengakuan Aset Takberwujud: dan

9) riset dan pengembangan (jika ada).

KAL

Kat

Catatan 2
Catatan 2
Catatan 2

Catatan 2
Catatan 2
Catatan 2

18)

Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang dimiliki untuk dijual

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi suatu aset tIdak lancar
diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual: dan

b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok tepasan yang dimiliki
untuk dijual.

19)

Properti Investasi :

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) pengakuan awal Properti Investasi:

b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti Investasi,

c) metode penyusutan yang digunakan, khusus untuk model blaya,

d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan untuk model biaya:
dan

e) penghentian pengakuan Properti Investasi.

20)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi

Aset Minyak dan Gas Bumi

Yang harus dijelaskan antara laln:

a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat
bruto,

b) Kriteria kapitalisasi blaya, penurunan nilai (/mpafrment) dan penilaian
kembali aset (revaluasi):

c) Metode penyusutan dan amortisasi yang digunakan:

d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi yang digunakan:
dan

e) Pertanggungan Asuransi.

21)

Penurunan Nilal Aset Nonkeuangan

Yang harus dijelaskan antara laln:

3) ketentuan peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan kemungkinan
terjadinya penurunan nilai, dan

b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nilal aset nonkeuangan dan
pembalikannya,

Catatan 2

Catatan 2

22)

Khusus Industri Perbankan

Liabilitas Segera

Yang harus dijelaskan antara laln dasar penyajian Itabilitas segera.
Simpanan Nasabah

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Penjelasan atas simpanan) dan

b) Dasar penyajian dari masing-maslng kategori simpanan.
Simpanan dari bank lain

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain dan

b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain.

Surat Berharga yang Diterbitkan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Kriterla dan jenls-jenis surat berharga yang diterbitkan, dan
b) Perlakuan akuntansi atas premi atau diskonto.

23)

Provisi

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) kondisi provisi yang harus diakui: dan
b) dasar penentuan nilai provisi.

Catatan 2
Catatan 2

Page 10 OCR 0.927
Page 10 of 49

24)

Utang Repo

Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Utang Repo, metode
pencatatan dan pengukurannya.

25)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/
Penyisihan Llabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan.
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PI.H:
b) Metode amartisasi atas biaya PLH yang ditanggutikan,
c) Metode penyusutan prasarana PLH: dan
d) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Lokasi penambangan:
(2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi,
(3) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi
penambangan, dan
(4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan.

26)

Khusus Industri Pertambangan Umum

Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang

masih berjalan dengan penjelasan mengenai jangka waktu kontrak
untuk Area of Interest yang bersangkutan:

b) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas keglatan eksptorasi yang
sudah menemukan adanya Cadangan Terbukti dengan penjelasan
bahwa amortisasinya baru akan dilaksanakan pada saat dimulainya
produksi,

c) Dasar penentuan ditangguhkannya biaya pengembangan dan
kapitalisasi blaya pekerjaan Konstruksi dan prasarana, dan

d) Metode amortisasi dan penyusutan yang dipergunakan dengan
penjelasan jangka waktu perljinan penambangan, taksiran umur
ekonomis tambang dan dasar perhitungan amortisasi.

Blaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/

Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup

Tangguhan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH,

b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan: dan

C) Metade penyusutan prasarana PLH.

27)

Pengakuan Pendapatan
a) Yang harus dijelaskan antara lain:

(4) kondisl dan metode pengakuan pendapatan serta dasar
pengukuran yang digunakan berdasarkan jenis pendapatan yang
ada, dan

(2) dalam hat terdapat transaksi hubungan keagenan, kebijakan
pengakuan pendapatan dan penjualan dari hubungan keagenan
serta beban terkait.

Catatan 2

b) Pengakuan pendapatan dan Beban dengan menggunakan
metode persentase penyelesaian
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang diterapkan untuk
menentukan tahap penyelesaian suatu kontrak.

c) Khusus Industri Asuransi
(1) Pengakuan pendapatan premi
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:
(a) Tarif yang digunakan dalam perhitungan premi yang belum
merupakan pendapatan,

(b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi reasuransi prospektif
dan retroaktif: dan

(c) Penyajian pendapatan premi dalam laporan laba rugi.
(2) Beban Klaim

Penjelasan yang harus ditambahkan antara laln:

(a) Kelompok beban klaim dalam bentuk: klaim yang disetujul,
klaim dalam proses penyelesaian, klalm yang terjadi namun
belum dilaporkan dan beban penyelesalan klaim, dan

Cb) Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi.

Page 11 OCR 0.922
Page 11 of 49

d) Khusus Industri Real Estate

Kapitalisasi dan metode alokasi biaya proyek pengembangan
Real Estat

Yang harus dijelaskan antara lain:

(1) Unsur biaya yang kapitalisasi ke proyek pengembangan Real Estat:

(2) Unsur biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek:

(3) Penyisihan atas realisasi pendapatan pada masa mendatang lebih
rendah dari nilal tercatat proyek,

(4) Metode alokasi biaya yang telah dikapitalisasi ke setlap unit Real
Estat,

(5) Biaya yang direvisi dan direalokasi akibat perubahan mendasar
pada estimasi kini dan

(6) Unsur biaya yang diakui sebagai beban pada saat terjadinya.

28) Program Loyalitas Pelangan
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan terkait program loyalitas
pelanggan
29) Transksi dan Saldo dalam mata uang asing
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo dalam mata uang v Catatan 2
asing:
b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari penjabaran aset dan v Catatan 2
Nlabilitas moneter, dan
C) referensi dan kurs yang digunakan untuk menjabarkan transaksi dan v Catatan 2
saldo dalam mata uang asing.
30) Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasi: v Catatan 2
b) Pengungkapan Pihak-plhak beretasi dalam Laporan Keuangan: dan vV Catatan 2
31) Hibah Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara talnkebijakan akuntansi tentang metode
penyajian dalam laporan keuangan,
32) Pajak Penghasilan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak kini dan pajak v Catatan 2
tangguhan:
b) ketentuan mengenai saling hapus, v Catatan 2
C) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhan: dan v Catatan 2
d) metode yang digunakan dalam menilai aset (Itabilitas) pajak v Catatan 2
tangguhan.
33) Imbalan Kerja
Yang harus dijelaskan antara Jain:
a) jenis Imbalan kerja yang diberikan Kepada karyawan, v Catatan 2 & 20
b) deskripsi umum mengenai jenis program Imbalan pascakerja yang v Catatan 2 & 20
diselenggarakan oleh Perusahaan:
Cc) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakui keuntungan dan v Catatan 2 & 20
kerugian aktuarlal: dan
d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk curtallment dan v Catatan 2 & 20
penyelesaian.
34) Saham Treasuri
Yang harus dijelaskan antara taln metode pengakuan dan pengukuran atas
pembelian, penjualan, atau pembatalan saham treasuri.
35) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi untuk transaksi
pembayaran berbasis saham yang diselesaikan melalui Instrumen ekuitas
dan/atau diselesaikan melalui Kas, termasuk pengukurannya.
36) Kuasi-Reorganlsasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasij
b) Dasar penentuan nilai wajar Aset dan Liabilitas: dan
Cc) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi Aset dan Liabilitas.
Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebelum 1 Januari 2013.
37) Biaya Pinjaman v Catatan 2

Yang harus dijelaskan antara lainkondisi yang mengharuskan biaya

Page 12 OCR 0.910
Page 12 of 49

pinjaman dikapitalisasikan sebagai bagian dari biaya perolehan aset
kualifikasian.

38) Segmen Operasi v Catatan 2
Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan oleh manajemen
untuk mengidentifikasikan Segmen Operasi,

39) Laba (Rugi) per saham vV Catatan 2

Yang harus dijelaskan antara lain dasar perhitungan laba (rugi) per saham
dasar dan laba (rugi) per saham dilusian

Pengungkapan atas Pos-Pos Laporan Keuangan

Aset

»

Kas dan Setara Kas

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) unsur Kas dan Setara Kas pada plhak berelasi dan pihak ketiga,

b) rincian jumlah penempatan di bank berdasarkan nama bank serta
jenis mata uang asing:

c) kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas selama periode
pelaporan, dan

d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang signifikan yang tidak dapat
digunakan oleh kelompok usaha disertal pendapat manajemen.

LX

Catatan 4
Catatan 4

Catatan 4

2)

Khusus Industri Perbankan

a) Kas
Yang harus diungkapkan adalah rincian jumlah kas berdasarkan jenis
mata uang.

b) Giro pada Bank Indonesia
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1)Rincian jumlah Giro pada Bank Indonesia berdasarkan jenis mata
uang (nilai dalam mata uang original): dan

(2)Ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) menurut BI dan posisi
GWM bank pada saat perlode pelaporan.

c) Giro pada Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan jenis mata uang:
(1)Jumlah penyisihan penurunan nilai,

(2)Perubahan penyisihan selama periode berjalan untuk masing-
masing giro:

(3)Rincian Jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan pihak yang
mempunyal hubungan Istimewa dan pihak ketiga,

(4)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan

(5)Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan
penurunan nilai.

d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
(L)Rincian jumlah penempatan berdasarkan jenis dan mata uang,

(2)Rincian penempatan berdasarkan yang mengalami penurunan nilai
(impaired) dan tidak mengalami penurunan nilai (unimpalred),

(3)Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok),

(4)Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode
berjalan:

(S)Rincian jumlah penempatan berdasarkan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dan pihak ketiga,

(6)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun,

(7)Jumtah dana yang diblokir dan alasannya,

(8)Jumlah dana yang tidak dapat dicairkan pada bank bermasalah,
bank beku operasi atau likuidasi termasuk tingkat kemungkinan
diterimanya kembali dana tersebut berdasarkan Informasi dari
otoritas yang berwenang: dan

(9)Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan
penurunan nilai.

3)

Piutang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah plutang yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi,
b) jumlah piutang menurut debitur,
c) jumlah piutang menurut mata uang:

Catatan 6

Catatan 6

Page 13 OCR 0.912
Page 13 of 49

d)
e)

Bj

n

alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai,
jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian
penurunan nilai secara Individual dan kolektif, dan penghapusan
piutang:

pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan atau
keyakinan manajemen atas ketertagihan piutang apabila tidak dibentuk
cadangan:

plutang yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan
alasan dijaminkan,

jumlah diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif:
dan

informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang yang ditransfer,

meliputi:

(1) jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi, jatuh tempo, dan
Ikatan penting laln yang diatur dalam perjanjian: dan

(2) jamlnan yang diberikan (bila ada).

Catatan 6
Catatan 6

Catatan 6

Catatan 6, tidak ada
piutang yang
dijaminkan

4

Khusus Industri Asuransi

a)

b)

c)

d)

Plutang Premi

Tambahan pengungkapan mengenaiantara laln:

(1) Jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan asuradur:

(2) Jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi: dan

(3) Jumlah piutang premi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas,

Piutang Koasuransi

Tambahan pengungkapan mengenalantara lain:

(1) Jumlah berdasarkan ko-asuradur,

(2) Jumtah menurut jenis asuransi: dan

(3) Jumlah piutang koasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.

Piutang Reasuransi

Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:

(1) Jumlah plutang berdasarkan reasuradur,

(2) Jumlah piutang atau utang reasuransi yang disalinghapuskan: dan

(3) Jumlah piutang reasuransl yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.

Piutang Hasil Investasi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:

(1) Pemisahan antara plutang kepada pihak berelasi dan pihak ketiga:
(2) Jumlah plutang menurut jenis investasi,
(3) Jumlah piutang menurut mata uang: dan

(4) Jumlah piutang yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.

5)

Khusus Industri Pembiayaan

a)

Piutang Pembiayaan Konsumen

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1)Jumlah piutang menurut dan jenis obyek pembiayaan (contoh:
kendaraan bermotor, elektronik, rumah, dan laln-lain):

(2)RIncian umur dari angsuran pembiyaan Konsumen,

(3)Bagian pinjaman yang diblayai bank-bank sehubungan dengan
transaksi kerja

(4)sama pembiayaan bersama, penunjukan selaku pengelola plutang,
penerusan pinjaman dan pengambilalihan piutang apabila
perusahaan membagi risiko tidak tertagihnya piutang tersebut
dengan bank-bank dalam rangka transaksi di atas:

(5)Pendapatan pemblayaan Konsumen yang belum dlakuij

(6)NIlal dan jenis jaminan yang diserahkan oleh pelanggan atas
piutang pembiayaan konsumen yang diberikan berdasarkan
objek pembiayaan:

(7)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan

(8)Plutang pembiayaan konsumen yang dialihkan dan atau digunakan
sebagai jaminan atas utang.

b)

Tagihan Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Jumlah tagihan anjak piutang tanpa recourse dan dengan
recourse, beserta jumlah utang retensi anjak piutang dan
pendapatan anjak plutang (tanpa recourse) serta pendapatan

Page 14 OCR 0.909
Page 14 of 49

anjak piutang tangguhan (dengan recourse), dan

(2) Pengungkapan mengenal tingkat bunga, jatuh tempo dan
jumlah piutang yang diperoleh serta ikatan penting yang diatur
dalam perjanjian anjak piutang.

Cc) Piutang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara fain:
(1) Rincian jumlah berdasarkan plhak berelasi dan pihak ketiga,

(2) Rekonsiliasi antara Investasi sewa bruto dan nilai kini piutang
pembayaran sewa minimum pada akhir periode pelaporan. Di

samping Itu, lessor mengungkapkan Investasi sewa bruto dan nilai

kini piutang pembayaran sewa minimum pada akhir perlode
pelaporan, untuk setiap perlode berikut:

(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun
(ce) lebih dari lima tahun

(3) pendapatan keuangan yang belum diterima,

(4) nilal residu yang tidak dijamin yang diakru sebagai manfaat
lessor,

(5) akumulasi penyisihan piutang tidak tertagih atas pembayaran
sewa minimum,
(6) rental kontinjen yang diakul sebagai pendapatan dalam periode,

dan
(7) penjelasan umum Isi perjanjian sewa tessor yang material.

d) Piutang Sewa Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain:

(L) jumlah agregat pembayaran sewa minimum masa depan dalam
sewa operasi yang tidak dapat dibatalkan untuk setiap periode
berikut:

(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun
(c) lebih dari Ilma tahun

(2) total rental kontinjen yang diakul sebagai pendapatan pada
periode, dan

(3) penjelasan umum isi perjanjlan sewa lessor,

8)

Khusus Kontrak Konstruksi

Piutang Retensi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Jumlah piutang dari masing-masing kontrak konstruksi: dan

b) Pendapat manajemen akan kemungkinan tertagihnya plutang retensi.

7»

Tagihan Bruto kepada Pelanggan

Yang harus diungkapkan dalam pos Ini antara lain tagihan bruto dari setlap
kontrak

konstruksi.

Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel
yaitu

a) biaya kontrak yang terjadi,

b) laba yang diakui,

c) kerugian yang terjadi: dan

d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).

8)

Piutang Reverse Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang ditransaksikan)

b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kemball
Efek,

c) Nama pihak/counterparty,
d) Lokasi Efek jaminan:

e) Tingkat bunga piutang reverse repo,
() Cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada): dan
9) Mutasi cadangan keruglan penurunan nilai (jika ada).

9)

Agunan Yang Diambil Alih
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Nilai realisasi bersih pada saat diambilalih,

b) Selisih antara nilai realisasi bersih atas agunan yang diambilalih
dengan saldo piutang yang tidak tertagih: dan

Cc) Laba atau rugi yang timbul, termasuk biaya-blaya yang timbul setelah

Page 15 OCR 0.918
Page 15 of 49

pengambilalihan agunan tersebut.

10)

Piutang Dividen dan Bunga

Yang harus diungkapkan antara Ialn rincian jenis dan jumlah tagihan
dividen, bunga, dan dendakepada pihak lain.

11)

Piutang Lain-Lain

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian jenis dan jumlah piutang:

b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), dan
C) Pendapat manajemen atas kecukupan jumtah penyisihan.

Catatan 31

12)

Aset Keuangan Lainnya

Pengungkapan ini telah diterapkan untuk aset keuangan lainnya yang

bersifat lancar maupun tidak lancar.

a) Pengelompokkan aset keuangan lainnya sesuai klasifikasi yang
dipisahkan antara plhak ketiga dan pihak berelasi.

b) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) nilai tercatat aset keuangan untuk setiap kelompok dan rincian
Investasinya,

(2) laba atau rugi neto pada setiap kelompok aset keuangan
berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pos pendapatan
komprehensif lainnya maupun yang dtakui sebagai laba atau rugi
periode berjalan,

(3) total pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku
bunga efektif untuk aset keuangan selain yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugij

(4) biaya perolehan termasuk jumlah premium dan diskonto yang
belum diamortlsasi, untuk Efek dimiliki hingga jatuh tempo,

(5) peringkat Efek utang berikut nama pemeringkat (jika ada).
(6) uraian tentang alasan diambilnya keputusan menjual untuk aset
keuangan yang diklasifikasikan dimiliki hingga jatuh tempo:
(7) jika terdapat reklasifikasi aset keuangan, maka wajib
diungkapkan:
Ca) jumlah yang direklasifikasi ke dan dari setiap kategori:
(b) alasan reklasifikasi: dan
(c) sisa investasi dalam kelampok dimiliki hingga jatuh tempo
yang telah direklasifikasi dalam kelompok tersedia untuk
dijual,
(8) jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagai agunan

untuk Liabilitas atau ltabilitas kontinjensi serta syarat dan kondisi
yang terkait dengan penjaminan tersebut:

SS taet

Catatan 9, tidak ada
aset keuangan
lainnya ke pihak
berelasi

Catatan 9 dan
laporan posisi
keuangan

Laporan perubahan
ekuitas konsolidasian

(9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan (jika ada), termasuk
mutasinya, dipisahkan antara aset keuangan yang mengalami
penurunan nilai dan aset:keuangan yang tidak mengalami
penurunan nilai, serta dipisahkan antara penurunan nilal yang
dihitung secara kolektif dan individual, termasuk beban penurunan
nilai yang diakui dalam laba rugi: dan

(10) jumlah amortisasi keuntungan (kerugian) yang belum direallsasi
atas investasi yang tersedia untuk dijual yang direklasifikasi
menjadi dimiliki hingga jatuh tempo.

Catatan 9 dan 34

13)

Khusus Deposito

Tambahan pengungkapan mengenai antara laln:

a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi:
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan,

Cc) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang asing: dan

d) hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas pencairan depasito
tersebut.

SL

Catatan 4
Catatan 4
Catatan 4

14)

Khusus Investasi pada Sukuk

Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:

a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit dan akad syarlah:
b) tujuan model usaha yang digunakan,

C) jumlah investasi yang direklasifikasikan, jika ada, dan penyebabnya:
dan

d) Nilal Wajar untuk investasi yang diukur pada biaya perolehan.

Page 16 OCR 0.901
Page 16 of 49

15) | Khusus Obligasi Rekapitallsasi Pemerintah vV
Tambahan pengungkapan mengenal antara lain:
a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek berdasarkan jenis,
b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran bunga:
Cc) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan
d) Informasi penting lalnnya.
16) | Khusus Unit Penyertaan Reksadana v
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset Bersih: dan
b) taba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi, baik yang disajlkan pada
pos pendapatan komprehensif lainnya maupun yang diakui sebagai laba
atau rugi periode berjalan
17) | Khusus Wesel Tagih v
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain, plhak penerbit, kisaran
tingkat bunga, jatuh tempo, jenis mata uang, dan uralan tentang sifat dan
asal terjadinya (dari transaksi usaha atau lainnya).
18) | Khusus Industri Asuransi
Tambahan pengungkapan mengenai aset-aset yang menjadi dana jaminan.
19) | Pinjaman Polls v
Yang harus diungkapkan antaralain rincian berdasarkan:
a) Saldo pinjaman polis menurut jenis mata uang:
b) Tingkat suku bunga.
20) | Khusus Industri Perbankan v
Kredit
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis, mata uang, sektor ekonomi
dan jangka waktu serta kolektibilitas,
b) Jumlah cadangan kerugian penurunan nllal dan mutasi selama
perlode berjalan,
c) Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga,
d) Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan,
e) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: :
1 Rincian kredit bermasalah berdasarkan sektor dan jumlah cadangan
penghapusan menurut ketentuan Bank Indonesia,
g) Rasio kredit bermasalah terhadap jumlah Aset keuangan dan rasio
jumlah cadangan keruglan penurunan nilal Aset keuangan yang
telah dibentuk terhadap jumlah minimum cadangankerugian
penurunan nilai Aset keuangan sesuai ketentuan Bank Indonesia,
h) Jumlah kredit yang direstrukturisasi berdasarkan jenis dan
kolektibilitas,
D) Jumlah dan persentase bagian bank atas kredit sindikasi baik selaku
pimpinan, agen, atau anggota sindikasl,
H» Ikhtisar pembelian kredit darl BPPN berdasarkan periode pembelian,
jika ada,
k) Pendapat manajemen akan ketaatan bank terhadap Batas Maksimum
Pemberian Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia,
) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian
penurunan nilal,
21) | Tagihan dan Liabllitas Akseptasl v
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tagihan dan Ilabilitas berdasarkan pihak, mata uang,
dan jatuh tempo:
b) Untuk tagihan akseptasi diungkapkan kolektibilitas, jumlah
cadangan penghapusan dan mutasi selama periode berjalan:
c) Rincian jumlah tagihan dan Itabliltas berdasarkan pihak berelasi dan
pihak ketiga,
d) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian
penurunan nllal tagihan akseptasi
22) | Persediaan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat Catatan 7
menurut klasifikasi yang sesuai bagi Perusahaan:
(2) jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan Nilai Wajar Catatan 7
dikurangi blaya untuk menjual:
(3) jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode Catatan 7

Page 17 OCR 0.911
Page 17 of 49

berjalan:
(4) jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang v
jumlah persediaan yang diakul sebagai beban dalam periode
berjalan,
(5) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang v
diakui sebagai pengurang jumlah persediaan yang diakui
sebagai beban dalam periode berjalan:

Catatan 7

Catatan 7

(6) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai v
persediaan yang diturunkan,

(7) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk
persediaan yang memenuhi kriterla aset kualifikaslan, maka
dlungkapkan:

(i) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama perlode
berjatan, dan

Ci) tarif kapitallsasi yang digunakan untuk menentukan jumlah
blaya pinjaman yang layak dikapitalisasi.

(8) persediaan yang dijaminkan, nama pihak yang menerima v
jaminan, dan alasan dijaminkan: dan

(9) jenis dan nilai persediaan yang diasuransikan, nilai v
pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat
manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila
tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya.

Catatan 7

Catatan 7, tidak ada

persediaan
dijaminkan

Catatan 7

yang

b)

Khusus Industri Perhotelan

Tambahan pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi
yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Makanan dan minuman:

(2) perlengkapan: dan

(3) Barang Dagangan.

6)

Khusus Industri Real Estat

Tambahan pengungkapan antara lain:

(1) Pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi:
(a) Tanah Matang:
(b) Unit Bangunan: dan
(c) Unit Bangunan dalam Penyelesaian.

(2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat yang pengikatan jual
belinya telah berlaku namun penjualannya belum diakui,
termasuk jumlah utang terkait yang akan dialihkan, bila ada.

d)

Tanah untuk Pengembangan
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Lokasi, luas tanah, proses perizinan:

(2) Jumlah biaya bunga dan rugi kurs yang dikapitalisasi ke tanah
untuk pengembangan: dan

(3) Proporsi tanah yang dijadikan jaminan utang.

)

Khusus Industri Media

Tambahan pengungkapan antara lain:

(1) Materi program : lokal, Impor (media televisi):

(2) Buku, kertas koran, barang pra cetak (media cetak):
(3) Barang promosi dan barter (media cetak): dan

(4) Bahan persediaan lain yang sesual dengan industrinya.

Khusus Industri Rumah Sakit
Tambahan pengungkapan antara lain:

(4) Obat-obatan:

(2) Perlengkapan medis (disposable): dan
(3) Persediaan lainnya

Khusus Industri Peternakan

(1) Pengungkapan jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut
klasifikasi tertentu, seperti hewan ternak menjadi:

(a) Hewan Ternak Tersedia untuk Dijual: dan
(b) Hewan Ternak dalam Pertumbuhan.

Page 18 OCR 0.916
Page 18 of 49

(2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain:

(a) Total jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasl
hewan ternak telah menghasilkan dan hewan ternak belum
menghasilkan:

(b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap
kelompok selama paling tidak 2 tahun terakhir,

(c) Nilat amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah
menghasilkan,

(d) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan
atau penghapusan persediaan yang mati atau hilang,

(e) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan
asuransi dan risiko yang ditutup

(F) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat
cadangan Kematian atau metode penghapusan langsung,

(9) Pendapat manajemen atas kecukupan nllal pertanggungan
asuransi, dan

(h) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang
menerima jaminan.

23) | Pajak Dibayar Di muka
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing pajaknya, dan Catatan 18
b) uralan mengenal jumlah restitusi pajak yang dlajukan dan statusnya, Catatan 18
24) | Biaya Dibayar Dimuka Saldo biaya dibayar
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis dan jumlah. dimuka berada di
bawah threshold
yang ditetapkan oleh
peraturan 8 G7
25) | Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang Dimiliki untuk Dijual
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) uralan dari aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasanj
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada
pelepasan yang diharapkan, serta cara dan waktu pelepasan,
(3) kerugian penurunan nilai atau keuntungan pemulihan penurunan
mal,
(4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum dapat direalisasikan
dalam satu tahun, diungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat
memperpanjang perlode penyelesalan penjualan menjadi lebih dari
satu tahun:
(5) dalam hal dapat diterapkan, segmen yang dilaporkan dari aset yang
dimlliki untuk dijual dan kelompok lepasan disajikan sesuai dengan
SAK yang bertaku, dan
(6) dalam hal aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk
dijual atau kelompok lepasan dihentikan pengklasifikasiannya,
diungkapkan:
(a)nilai dari aset tersebut, yaitu nilai yang lebih rendah antara:
I. jumlah tercatat aset tersebut sebelum aset atau kelompok
lepasan diklasifikasikan sebagal dimiliki untuk dijual,
disesuaikan dengan penyusutan, amortisasi atau penilaian
kembali yang telan diakui apabila aset atau kelompok
lepasan tersebut tidak diklasifikasikan sebagal dimiliki untuk
dijual, dan
II. jumlah terpulihkan pada saat tanggal keputusan untuk tidak
menjual,
(b)uralan fakta dan keadaan yang mengarah kepada keputusan
tersebut, dan
(Cc) dampaknya terhadap hasil operasi untuk periode tersebut dan
perlode sajian sebelumnya.
26) | Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) rincian jenis, nama pihak berelasi, dan jumlah piutang,

b) alasan dan dasar pembentukan cadangan keruglanpenurunan nilai
serta penjelasan terjadInya piutang plhak berelasi tersebut,

c) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian

Catatan 31

Page 19 OCR 0.905
Page 19 of 49

penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan
piutang:

d) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian
penurunan nifai: dan

e) dalam hal piutang berelasi non usaha disajikan dalamaset lancar, hal
tersebut harus dibuktikan serta diungkapkan alasannya.

27) | Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) nama entitas asoslasi: v c «9
b) persentase kepemilikan dan penjetasan adanya pengaruh signifikan, v Catatan : &2
beserta alasannya: atatan
Cc) nilai tercatat dan Nilal Wajar investasi dalam entitas asosiasi yang
kuotasi harganya tersedia: vV Catatan 1 & 9
. Kuotasi harga tidak
d) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi termasuk jumlah tersedia
agregat Aset, Liabilitas, pendapatan, dan laba atau rugi, v Catatan 9
e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun Perusahaan
memiliki lebih dari 2046 (dua puluh perseratus) hak suara atau hak
suara potensial Investee secara langsung atau tidak langsung:
? akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas asosiasi, ketlka
laporan keuangan tersebut digunakan dalam menerapkan metode
ekuitas dan tanggal atau pertode yang berbeda dengan Perusahaan,
dan alasan menggunakan tanggal atau periode yang berbeda,
9) sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan atas kemampuan
entitas asoslasi untuk mentransfer dana kepada Perusahaan,
h) bagian rugi entitas asoslasi yang tidak dlakul dan alasannya, apabila
Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi entitas
asosiasi, baik untuk perlode terjadinya kerugian tersebut maupun
secara kumulatif,
I) bagian atas Ilabilitas kontinjensi entitas asosiasi yang terjadi bersama-
sama dengan Investor lain:
j) —Nabilitas Kontinjensi yang terjadi karena Investor berkewajiban
bersama-sama untuk semua atau sebagian Liabilitas entitas asoslasi:
dan
k) ringkasan Informasi keuangan entitas asosiasi, secara Individual atau
dalam kelompok, yang tidak dicatat dengan menggunakan metode
ekuitas termasuk total Aset, total Liabilitas, Pendapatan, dan laba atau
rugi,
28) | Khusus Industri Konstruksi
Jaminan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan yang diberikan dan
jumlah jaminan tersebut serta kontrak konstruksi yang mensyaratkan
adanya jaminan tersebut.
29) | Khusus Industri Kehutanan v Catatan 10
HTI dan HTI dalam pengembangan
Berupa biaya yang ditangguhkan dalam pelaksanaan pembangunan HTI,
yang disajikan sebagai berikut:
a) Saldo awal,
b) Penyisihan periode berjalan:
Cc) Realisasi yang dilakukan selama periode berjalan: dan
d) Saldo akhir.
30) | Khusus Industri Jalan Tol
Hak Bagi Hasil Tol
Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus mengungkapkan hal-hal
berikut:
(a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol:
(b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya:
(c) Perubahan hak bagi hasil tol selama periode berjalan: dan
(d) Reklasifikasi proyek kerjasama operasl dalam pelaksanaan ke hak bagi
hasil tol.
31) | Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk tanaman telah menghasilkan
(1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi penyusutan menurut jenis v Catatan 10
tanaman:
(2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir tahun tanaman v Catatan 10
untuk setiap kelompok selama paling sedikit 2 tahun terakhir:
(3) Status tanah yang digunakan untuk menanam: v Catatan 10

Page 20 OCR 0.907
Page 20 of 49

(4) Nilai tanaman telah menghasiikan berdasarkan area/lokasi V | Catatan 10
penanaman Nilat tanaman telah
menghasilkan tidak
dapat dibagi

berdasarkan area
lokasi karena total
nilai tanaman telah
menghasilkan
termasuk nilai
alokasi dari
kombinasi bisnis.
(5) Perbandingan salda tanaman belum menghasilkan selama paling vV Catatan 10
sedikit 2 tahun: dan
(6) Tanaman yang dijaminkan. V
b) Untuk tanaman belum menghaslikan
(4) Mutasi tanaman belum menghaslikan sebagai berikut : v Catatan 10
(a) Saldo awal
IL Tambahan tahun berjalan
Ii. Biaya langsung
(b) Jumlah kapitalisasi biaya pinjaman, dan rugi kurs dalam hal
terjadi depresiasi luar biasa
i. Pengurangan tahun berjalan
Il. Jumlah yang direklasifikasl ke tanaman telah
menghasilkan
(c) Pengurangan lainnya v
(d) Saldo akhir:
(2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti Rakyat / Perkebunan Inti
Plasma yang menjadi mlllk perusahaan (Inti) dan tanaman yang
bukan milik perusahaan (perkebunan rakyat/perkebunan plasma), v
dan
(3) Cadangan kerugian yang mungkin timbul pada plasma.

Catatan 35

32) | Khusus Industri Peternakan v

Hewan Ternak Produksi - Berumur Panjang

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan (belum
menghasilkan) dan hewan ternak telah menghasilkan:

b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama
paling tidak 2 tahun terakhir,

c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan,

d) Nilai hewan ternak tiap kelompok berdasarkan lokasi/area peternakan:

e) Kondisi hewan ternak,

() Persentase kematian selama tiga tahun terakhir,

9) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi
dan risiko yang ditutup:

h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan
kematian atau metode penghapusan langsung,

I) Nilai cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada:

j) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai cadangan kematian, jika
ada, dan

k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima
jaminan.

33) | Properti Investasi v
a) Yang harus diungkapkan antara laln:

(1) model pengukuran setelah pengakuan awal yang digunakan,
model Nilai Wajar atau model biaya,

(2) metode dan asumsi signlfikan yang diterapkan dalam
menentukan Nilai Wajar dari Properti Investasi:

(3) pernyataan bahwa penentuan Nilai Wajar didukung oleh bukti
pasar atau lebih banyak berdasarkan faktor lain karena sifat
properti tersebut dan keterbatasan data pasar yang dapat
diperbandingkan:

(4) nama Penilai, tanggal penilaian, dan tanggal laporan penilaian
terakhir,

(5) jumlah yang diakui dalam laba rugi untuk:

(a) penghasilan sewa dari Properti Investasi,

(b) beban operasi langsung yang terjadi baik dari Properti
Investasi yang menghasilkan maupun yang tidak
menghasilkan penghasilan sewa selama periode tersebut,
dan

(c) perubahan kumulatif dalam Nilal Wajar yang diakui
dalam laba rugi atas penjualan Properti Investasi dari

Page 21 OCR 0.918
Page 21 of 49

b)

ka)

d)

sekelompok aset yang menggunakan model biaya ke
kelompok aset yang menggunakan model Nilai Wajar:

(6) keberadaan dan jumlah pembatasan atas realisasi dari Properti
Investasi atau pembayaran penghasilan dan hasil pelepasan:
dan

(7) kewajiban Kontraktual untuk membeli, membangun atau
mengembangkan Properti Investasi atau untuk perbaikan,
pemeliharaan atau peningkatan.

Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model Nilai

Wajar, selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf (a)

ditambahkan pengungkapan antara lain:

(Ll) rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti Investasi pada
awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan,
pengurangan, dan reklasifikasi,

(2) saat suatu penilalan terhadap Properti Investasi disesuaikan
secara signifikan untuk tujuan pelaporan keuangan, maka
Perusahaan harus mengungkapkan rekonsiliasi antara penilaian
tersebut dan penilaian yang telah disesuaikan yang dilaporkan

dalam laporan keuangan, dengan menunjukkan secara terpisah:
(a) jumlah agregat dari pengakuan kewajiban sewa yang telah

ditambahkan kembali: dan
(b) penyesualan signlfikan lain.
Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model blaya,
selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a)
ditambahkan pengungkapan antara lain:
(Ll) umur manfaat,
(2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan
Properti Investasi pada awal dan akhir periode dengan
menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi,

(3) jumlah penyusutan untuk masing-masing perlode penyajian dan

alokasi beban penyusutan:

(4) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui, dan jumlah pemulihan
rugi penurunan nilal, selama satu periode sesual SAK yang
berlaku:

(5) transfer ke dan dari persediaan dan properti yang digunakan
sendiri: dan

(6) Nilai Wajar Properti Investasi,

Khusus untuk Properti Investasi dalam proses pembangunan dan

pengembangan, Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) rincian Properti Investasi dalam proses pembangunan dan
pengembangan:

(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak,

(3) estimasi saat penyelesaian:

(4) hambatan kelanjutan penyelesaian:

(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat Properti

Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan, dan

(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk properti

Investasi yang memenuhi Kriteria aset kualifikasian, maka wajib

diungkapkan:

(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama perlode
berjalan: dan

(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumtah
biaya pinjaman yang layak dikapltalisasi.

34) | Aset Tetap

a)

b)

9
d)

2)
)

tu)

Yang harus diungkapkan antara lain:

setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan-secara terpisah
berdasarkan kepemilikan aset yaitu aset pemilikan langsung dan/atau
aset sewa pembiayaan,

rekonsillasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Aset
Tetap pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan
penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi,

jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan
alokasi beban penyusutan:

rugi penurunan nilai dan jumlah yang dijurnat balik yang diakui
dalam laba rugl dan ekuitas (jika ada):

jumtah komitmen kontraktual dalam perolehan Aset Tetap,

jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset Tetap yang
mengalami penurunan nilai, hilang, atau dihentikan yang dimasukkan
dalam laba rugi, apabila tidak diungkapkan secara terpisah pada
laporan laba rugi komprehensif:

Dalam hal Aset Tetap disajlkan pada jumlah revaluasian, yang harus
diungkapkan:

(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian):

Lt

Catatan 12 (tidak
ada aset sewa
pembiayaan pada
tanggal pelaporan)
Catatan 12

Catatan 12

Catatan 12
Catatan 32

Page 22 OCR 0.913
Page 22 of 49

(2) tanggal efektif persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
apabila Aset Tetap Untuk perhitungan pajak menggunakan
jumlah revaluasianj

(3) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir,

(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam
mengestimasi Nilai Wajar aset,

(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tetap seandainya aset tersebut
dicatat dengan model biaya: dan

(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan
prubahan selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi
saldo surplus kepada para pemegang saham.

h) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses pembangunan, yang harus
diungkapkan antara lain:

(4) rincian Aset Tetap yang sedang dalam pembangunan,

(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak:

(3) estimasi saat penyelesaian,

(4) hambatan kelanjutan penyelesaian (jika ada):

(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat aset tetap
dalam pembangunan: dan

(6) dalam hal terdapat kapitalisasi blaya pinjaman untuk aset yang
memenuhi kriteria aset kualifikaslan, maka wajib diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama perlode

berjalan: dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah
biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi.
1) Pengungkapan lalnnya antara lain:

(1) jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakai sementara,

(2) jumlah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap yang telah
disusutkan penuh dan masih digunakan:

(3) jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan dari penggunaan
aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual,

(4) dalam hal model biaya digunakan, Nilai Wajar Aset Tetap
apabila berbeda secara material dari jumlah tercatat,

(5) nilai buku, hasil penjualan neto, keuntungan (kerugian) dari Aset
Tetap yang dihentikan pengakuannya:

(6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal dari hibah, agar
diungkapkan Jenis Aset, nilai tercatat, dan tanggal perolehan,

(7) perubahan estimasi masa guna dan/atau metode penyusutan
menurut jenis Aset Tetap,

(8) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya penurunan
nilai atau pemulihan penurunan nilai,

(9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan, nama pihak yang
menerima jaminan dan alasan penjaminan, dan

(10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan, nllai
pertanggungan asuransi, dan

(Li) risiko yang ditutup, serta pendapat manajemen atas kecukupan
pertanggungan asuransi,

(12) apabila tidak diasuransikan agar diungkapkan alasannya.

XL

Catatan 12

Catatan 12

Catatan 12

Catatan 12

Catatan 12

Catatan 12, tidak
ada Aset tetap yang
dijaminkan
Catatan 12

35)

Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi

Aset Minyak dan Gas Bumi

(khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu minyak dan gas

bumi)

Yang harus diungkapkan antara lain:

(t) Rincian aset menurut jenisnya, seperti: operated acreage, unoperated
@creage, sumur dan peralatan serta fasilitas yang berhubungan,
peralatan kantor, kendaraan, sumur dan peralatan serta fasilitas dalam
pengerjaan:

(2) Tabel yang memuat penjelasan tentang :

fa) Lokasi penambangan:

(b) Saldo awal untuk masing-masing lokasi:

(cp) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi
penambangan, dan

(d) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan

(3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut mengandung hak
tagih kepada Regulator terkait, perlu penjelasan Kolektabllitas tagihan
tersebut dalam bentuk tabel analisa umur tagihan.

36)

Aset Tak Berwujud
Yang harus diungkapKan untuk setlap jenis Aset Takberwujud antara lain:
a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi,

b) alokasi jumlah amortisasi Aset Takberwujud ke dalam pos laporan laba
rugi komprehensif,

Cc) rekonsillasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi Aset

Catatan 13

Catatan 13

Page 23 OCR 0.921
Page 23 of 49

d

8,

?

9.

h)

D
»

Takberwujud pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan

penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi:

dalam hat terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang

memenuhi kriteria aset kualiflkasian, maka harus diungkapkan:

(1) jumlah blaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode
berjalan: dan

(2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang layak dikapitalisasi:

jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang mendukung penentuan

dan penilaiannya untuk Aset Takberwujud yang dinitai dengan umur

manfaat tidak terbatas,

penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa periode amortisasi dari setiap

Aset Takberwujud yang material terhadap laporan keuangan

Perusahaanj

Aset Takberwujud yang diperoleh melalul Hibah Pemerintah dan

awalnya diakui pada Nilai Wajar sesuai SAK yang berlaku,

dlungkapkan:

(1) Nilai Wajar pada pengakuan awai atas aset-aset tersebut,

(2) jumlah tercatatnya: dan

(3) Aset tersebut diukur setelah pengakuan awal dengan model biaya
atau model revaluasi,

keberadaan dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang

kepemilikannya dibatasi dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang

menjadi jaminan untuk Liabilitas,

nilai komitmen kontraktual untuk akuisisi Aset Takberwujud:

Aset Takberwujud disajikan pada jumlah revalvaslan, diungkapkan:

(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian),

(2) nama Peniiai dan tanggal laporan penilaian terakhir,

(3) jumlah tercatat Aset Takberwujud yang direvaluasi:

(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam
mengestimasi Nilai Wajar aset:

(5) jumlah tercatat untuk setlap Aset Takberwujud seandainya Aset
tersebut dicatat dengan model biaya, dan

(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilal, yang menunjukkan
perubahan selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi
saldo surplus kepada para pemegang saham.

Catatan 13

Catatan 2 dan 13

37

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan Pertambangan umum

a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan/Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus dlungkapkan antara lain tabel yang memuat penjelasan

tentang :

(1) Saldo awat,

(2) Penambahan dan pengurangan:

(3) Saldo akhir.

b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi
Yang harus diungkapkanantara lain:

(&)rincian biaya perolehan aset eksplorasi dan evaluasi per area of
Interest yang mencakup saldo awal, penambahan dan
pengurangan, dan saldo akhir, dan

(2)Jumlah aset, Ilabilitas, penghasilan dan beban, arus kas operasi,
dan arus kas investasi yang timbul dari eksplorasi dan evaluasi
pertambangan.

Cc) Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan: pengupasan tanah

tambang.

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan:

(a) Metode pembebanan biaya pengupasan tanah, dan
(b) Metode perhitungan Rasio Rata-Rata Tanah Penutup.

(2) Jumlah Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan yang terdiri
dari (1) biaya pengupasan awal, (2) biaya pengupasan lanjutan
dengan penjelasan mengenai perbedaan antara rasio aktual
tanah menutup terhadap rasio rata-ratanya,

(3) Perubahan atas Rasio Rata-Rata Tanah Penutup (bila ada),

(4) Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan dimana terjadi
penundaan masa produksi, meliputi penjetasan :
fa) Alasan terjadinya penundaan:

(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dimulainya
produksi, dan

(ce) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya
evaluasi (jika ada), terhadap biaya yang ditangguhkan

Page 24 OCR 0.923
Page 24 of 49

tersebut, serta metode dan asumsi utama yang
dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut.

d) Biaya Pengembangan Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara laln :

(4) Mutasi Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan selama
tahun berjalan dengan menunjukkan:

fa) Lokasi eksplorasi dan pengembangan:

(b) Saldo awal:

(c) Penambahan/pengurangan:

(d) Amortisasl, dan

(e) Saldo akhir.

Biaya pengembangan yang ditangguhkan atas kegiatan

pengembangan yang masih berjalan,

Penjelasan apabila terjadi penghapusan biaya eksplorasi dan

pengembangan tangguhan yang menurut penelaahan

manajemen tidak dapat dipulihkan,

(4) Jumlah biaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan
dimana terjadi penundaan masa produksi, meliputi penjelasan:
fa) Alasan terjadinya penundaan,

(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dinilainya
produksi: dan

(c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi
bila ada, terhadap blaya yang ditangguhkan tersebut, serta
metode dan asumsi utama yang dipergunakan dalam
menghitung penurunan nllal tersebut.

(5) Apabila terdapat tebih dari satu Area of Interest, maka harus
diungkapkan rincian dari Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan
untuk tiap-tiap Area of Interest.

(2.

(3.

Liabilitas

Utang Usaha

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak
berelasij

b) jumlah utang usaha menurut mata uang, dan

Cc) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan dengan menunjuk pos-pos
yang berhubungan.

Catatan 16 & 31

Provisi

a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi jangka pendek dan

provisl jangka panjang.

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) nilai tercatat pada awal dan akhir periode,

(2) provisi tambahan datam periode bersangkutan:

(3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada provisi selama periode
bersangkutan,

(4) jumlah yang dibatalkan selama perlode bersangkutan atas jumlah
yang belum digunakan:

(5) peningkatan selama periode yang bersangkutan, dalam nilai kini,
yang terjadi karena berlalunya waktu dan dampak dari setiap
perubahan tingkat diskonto,

(6) uralan mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat
terjadinya arus keluar sumber daya ekonomi:

(7) indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah arus keluar
sebagaimana dimaksud dalam angka(6). Dalam hal diperlukan,
Perusahaan mengungkapkan asumsi utama yang mendasari
prakiraan peristiwa masa depan: dan

(8) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan
menyebutkan jumlah Aset yang telah diakul untuk estimasi
penggantian tersebut.

b

Beban akrual
Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah dari unsur utama
beban yang belum jatuh tempo.

Catatan 17

Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian berdasarkan jenis dan mata uang: dan
b) Vralan mengenal sifat masing-masing kewajiban.

Utang Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian mengenal jenis dan jumlah Efek yang dijual Perusahaan pada
transaksi repo,

Page 25 OCR 0.922
Page 25 of 49

b)

Tanggal dan harga dilakukannya pernbelian dan penjualan kembali
Efek.

a)
b)
c)
9

Khusus Kontrak Konstruksi

Utang Bruto kepada Pelanggan

Yang harus diungkapkan dalam pos in! antara lain liabilltas bruto dari setiap
kontrak Konstruksi. Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci
dalam bentuk tabel yaitu :

biaya kontrak yang terjadi,

laba yang diakul,

keruglan yang dialarni: dan

pekerjaan yang sudah ditagih (termin).

a)

Khusus Industri Perbankan

Simpanan Nasabah

Yang harus diungkapkan antara lain rincian tiap jenis simpanan yang

mengungkapkan:

(1) Rincian berdasarkan mata uang, dan jangka waktu,

(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga,

(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun,

(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito:

(5S) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan statusnya, misalnya
diblokir atau dijaminkan, dan

(6) Pemberian fasilitas Istlmewa kepada pemilik rekening giro.

b)

Simpanan dari Bank Lain

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu:

(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga,

(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun,

(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito:
dan

(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan jenis dan statusnya,
misalnya diblokir atau dijaminkan.

a)

Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jlwa

Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) Rincian berdasarkan program asuransi,

(2) Rincian berdasarkan jenis pertanggungan,

(3) Rincian berdasarkan mata uang,

(4) Dasar perhitungan dan asumsi aktuaris: dan

(S5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir perlode yang
memperlihatkan penambahan dan pengurangan.

b)

Utang Klaim

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak
ketiga,

(2) Jumlah utang klaim berdasarkan tertanggung:

(3) Jumlah utang klaim menurut jenis asuransi: dan

(4) Jumlah utang menurut mata uang.

8)

Estimasi Klaim Retensi Sendiri

Yang harus diungkapkan antara latn:

(1) Jumlah menurut jenis asuransi:

(2) Jumlah menurut tertanggung,

(3) Jumlah menurut mata uang: dan

(4) Jumlah estimasi klaim yang sudah terjadi namun belum
dilaporkan.

O))

Premi yang belum merupakan Pendapatan

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Jumlah menurut program asuransi,

(2) Jumlah menurut jenis pertanggungan:

(3) Pemisahan antara premi yang belum merupakan pendapatan
kepada pihak berelasi dan pihak ketiga:

(4) Metode perhitungan yang digunakan: dan

(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang
memperlihatkan penambahan dan pengurangan.

8)

Utang Koasuransi (rewrite)

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak
ketiga:

Page 26 OCR 0.922
Page 26 of 49

(2) Jumlah berdasarkan ko-asuradur,
(3) Jumlah menurut jenis mata uang, dan
(4) Jumlah menurut umur utang.
f) Utang Reasuransi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak
ketiga,
(2) Jumlah berdasarkan reasuradur,
(3) Jumlah menurut jenis mata uang:
(4) Jumtah menurut umur utang, dan
(5) Jumlah utang atau plutang reasuransi yang disalinghapuskan.

9) Utang Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah berdasarkan tertanggung dan asuradur,
(2) Jumlah menurut jenis mata uang: dan
(3) Jumtah menurut jenis asuransi,

h) Titipan Premi

Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis asuransi.
D Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum Dibagikan

Yang harus diungkapkan:

(1) Tanggal dan hasil keputusan rapat pemegang saham,

(2) Dasar perhitungan: dan

(3) Saldo menurut usla.

Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain jenis dan jumlahnya.

Catatan 17

Utang Pajak

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jenis dan jumlahnya, dan

b) informasi mengenai ketetapan pajak.

Catatan 18

Khusus Industri Pembiayaan

Kewajiban Anjak Piutang

Yang harus dlungkapkan antara laln:

a) Jumlah Ilabilitas anjak plutang dalam rangka anjak plutang dengan
recourse, dan

b) Jumlah beban tangguhan, piutang retensi anjak plutang, dan jatuh
tempo serta Ikatan penting lainnya yang dlatur dalam perjanjian anjak
piutang.

Khusus Kontrak Konstruksi

Uang Muka Kontrak

Yang harus diungkapkan antara lain jumlah uang muka kontrak yang
diterima.

Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang

Yang harus diungkapkan antara lain bagian lancar atas Ilabilitas jangka
panjang sesual dengan pengungkapan utang bank dan lembaga keuangan
jangka panjang sebagaimana dlatur dalam Checkilst ini.

Catatan 19

Liabilitas Keuangan Lainnya
a) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Pengungkapan untuk Ilabilitas keuangan lainnya berlaku
untuk Jlabilitas keuangan lainnya yang bersifat jangka pendek
dan jangka panjang:

(2) Perusahaan wajib mengelompokkan sesuai klasifikasl yang
dipisahkan antara pihak ketiga dan plhak beretasi,

(3) Yang harus diungkapkan antara lain:
la) nilai tercatat Ilabilitas keuangan untuk setiap kategori,

(b) laba atau rugi neto pada setiap Ilabilitas keuangan, dan
(c) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan
dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi default).
b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan persyaratan dan
penyelesaian utang:

(2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang dan dampak
pajak penghasilan yang terkait,

(3) Jumlah keuntungan atau kerugian bersih atas pengalihan aset
yang dlakui selarna periode tersebut, dan

(4) Jumlah utang Kontinjen yang dimasukkan dalam nilai tercatat
utang yang telah direstrukturisasl.

Catatan 15, 16 dan
19

Catatan 15

Catatan 15

Page 27 OCR 0.906
Page 27 of 49

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi

Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun

Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya.

Khusus Industri Pertambangan Umum

Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan
Hidup yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun

Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya.

Liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk
dijual.

Yang harus diungkapkan antara taln Itabilitas terkait aset atau kelompok
lepasan yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan dan dapat digabung
dengan pengungkapan aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual.

Liabilitas Jangka Panjang

Utang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang Harus diungkapkan antara lain :

a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan jumtah utang: v Catatan 31

b) jumlah utang menurut mata uang: dan v Catatan 37

C) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan.

Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka Panjang

Yang Harus diungkapkan antara lain:

a) rincian jumlah utang berdasarkan nama bank/lembaga keuangan dan v Catatan 1S dan 19
jenis mata uang,

b) kisaran suku bunga Kontraktuat selama perlode pelaporan, v Catatan 15 dan 19

Cc) tanggal jatuh tempo, v Catatan 15 dan 19

d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) v Catatan 15 dan 19
bulan:

e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang diperoleh, termasuk v Catatan 15 dan 19
jumlah dan tujuan perolehannya, v Catatan 15 dan 19

? pembayaran yang dilakukan pada periode berjalan untuk masing-
masing fasilitas pinjaman,
kejadian penting lalnnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam

» ni peresaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi v Catatan 15 dan 19
utang dan kondisi default):

h) Paman yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang v Catatan 15 dan 19

i) persyaratan lain yang penting, seperti adanya pembatasan pembagian v Catatan 15 dan 19
dividen, pembatasan rasio tertentu, dan/atau pembatasan perolehan
utang baru, dan

» pengungkapan informasi sehubungan dengan Ilabilitas berbunga

Jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua

belas) bulan sejak tanggal laporan posisi keuangan tetap! tetap

diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang, antara lain adalah:

(1) nama bank/lembaga keuangan dan jumlahnya: dan

(2) ringkasan perjanjian lama dan baru, yang meltputi tanggal
kesepakatan, jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, dan
persyaratan penting.

Utang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain :

a)

b)

5)
d)

e)

jumlah neto nila) tercatat untuk setlap kelompok aset dan pemberi
sewa (lessor) pada tanggal laporan posisi keuangan,

rekonsiliasi antara total pembayaran sewa minimum di masa depan
pada tanggal laporan posisi keuangan, dengan nilai kininya. Selain itu
wajib mengungkapkan total pembayaran sewa minimum di masa
depan pada tanggal laporan posisi keuangan, dan nilai kininya, untuk
setiap perlode berikut:

(1) sampai dengan satu tahun,

(2) lebih dari satu tahun sampai 5 (lima) tahun: dan

(3) lebih dari 5 (Ilma)tahun.

pembayaran sewa kontinjen yang diakui sebagai beban pada periode
tersebut,

total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease) masa depan yang
diperkirakan akan diterima dari kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat
dibatalkan (non-cancellabte sublease) pada tanggal laporan posisi
keuangan:

keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta amortisasinya
sehubungan dengan transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale
and leaseback): dan

penjelasan umum Isi perjanjian sewa yang material, antara lain:

(1) dasar penentuan utang sewa kontinjen:

Page 28 OCR 0.916
Page 28 of 49

(2) ada tidaknya Klausul-klausul yang berkaitan dengan opsi
perpanjangan atau pembelian dan eskalasi beserta syarat-
syaratnya: dan

(3)  pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian

sewa.
Khusus Industri Perbankan v
a) Surat Berharga yang Diterbitkan

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu,

(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan'plhak ketiga,

(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun:

(4) Rincian berdasarkan peringkat efek dan perusahaan
pemeringkat,

(S) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan,

(6) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan,
jangka waktu perjanjian, tanggal jatuh tempo, kewajiban yang
harus dipenuhi, dan persyaratan penting lainnya (Debt
Covenance):

(7) Pendapat manajemen tentang pemenuhan Debt Covenance atas
surat berharga yang diterbitkan.

b) Pinjaman Diterima

Yang harus diungkapkan antara lain:

(4) Rincian berdasarkan pihak, Jenis, dan mata uang,

(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga,

(3) Ringkasan perjanjlan yang meliputi tanggal kesepakatan,
jangka waktu perjanjian, tingkat bunga, tanggal jatuh tempo,
nilai Aset bank yang dijaminkan, dan persyaratan penting
lainnya(debt covenance):

(4) Pendapat manajemen terkait pemenuhan debt covenancej

(5) Apabila bank menerima dana atau fasilitas pinjaman dari
pemerintah atau pihak lain dengan tingkat Imbalan yang lebih
rendah dari tingkat bunga pasar maka manajemen
mengungkapkan mengenai fasilitas tersebut dan dampaknya
terhadap laba bersih.

c) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan Kolektibilltas,

(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga,

(3) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode
berjalan,

(4) Ketentuan minimum penyisihan penurunan nilai komitmen dan
kontinjensi menurut 8I dan posisi penyisihan penghapusan bank
pada saat periode pelaporan: dan

(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan
penurunan nilai komitmen dan kontinjensi.

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi v

Llabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :

a)

b)
c)

d)

aj

Mutasl taksiran provisi PLH selama tahun berjalan dengan
menunjukkan:

(1) Saldo awal,

(2) Penyisihan yang dibentuk:

(3) Pengeluaran yang terjadi, dan

(4) Saldo akhir.

Keglatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan:
Liabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan Ilabilitas bersyarat
lainnya sebagaimana diatur dafam standar akuntansi Keuangan:
Apabila dalam pos ini terdapat komponen biaya yang sifatnya material,
misalnya beban penutupan tambang, maka perusahaan dapat
menyajikannya dalam pos yang terpisah:

Tabel yang memuat penjelasan tentang:

(1) Saldo awal,

(2) Penambahan dan Pengurangan :

(3) Saldo akhir.

Liabllitas Imbalan Kerja Jangka Panjang

a)

imbalan Pasti

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) gambaran umum mengenai jenis program.

(2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini kewajiban imbalan

Catatan 2, 3 dan 20
Catatan 20

Page 29 OCR 0.915
Page 29 of 49

pasti yang menunjukkan secara terpisah, pengaruhnya selama

periode berjalan yang dapat diatribusikan ke dalam:

fa) biaya jasa kini:

(b) biaya bunga:

(c) iuran oleh peserta program:

(d) keuntungan dan kerugian aktuarlat:

(e) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur
dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang
penyajian:

(imbalan yang dibayarkan:

(9g) blaya jasa lalu:

(h) kombinasi bisnis,

Ci) curtailment: dan

(i) penyelesalan.

(3) analisis kewajiban imbalan pasti terhadap jumlah yang dihasilkan
dari program yang seluruhnya tidak didanal dan jumlah yang
dihasilkan dari program yang seluruhnya atau sebagian didanai:

(4) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari Nilai Wajar aset program
serta saldo awal dan akhir dari settap hak penggantian yang diakui
sebagai Aset sesuai dengan SAK menunjukkan secara terpisah,
dampak selama periode yang dapat dlatribusikan pada setiap:
(a) hasil yang diharapkan dari aset program:

(b) keuntungan dan kerugian aktuarlal:

(c) perubahan kurs mata uang asing pada program yang
dlukur dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang
penyajian:

(d) Iuran oleh pemberi pekerja:

(e) luran oleh peserta program,

(f) imbalan yang dibayarkan:

(9) kombinasi bisnis: dan

(h) penyelesalan:

(5) rekonsillasi nilal kini kewajiban imbalan pasti sebagaimana
dimaksud dalam butir (2) dan Nilai Wajar aset program
sebagaimana dimaksud dalam butir (4) atas Aset dan Liabilitas
yang diakui dalam laporan posisi keuangan, paling kurang
mengungkapkan:

(a) keuntungan dan kerugian aktuarial neto yang tidak diakui
dalam laporan posisi keuangan:

(b) biaya jasa lalu yang tidak diakul dalam laporan posisi
keuangan:

(c) setiap jumlah yang tidak diakui sebagai Aset, dikarenakan
Oleh batasan dalam SAK,

(d) Nilat Wajar pada akhir periode pelaporan dari setiap hak
penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK,
dan

(e) jumlah lainnya yang dlakui dalam laporan posisi keuangan,

(6) total beban yang diakul di laba rugi untuk setiap hal-hal berikut
dan nama pos dimana hal tersebut termasuk:

(a) biaya jasa kini,

(b) biaya bunga:

(c) hasil yang diharapkan dari aset program,

(d) hasil yang diharapkan dari setlap hak penggantian yang
diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK,

(e) keuntungan dan kerugian aktuarlal, jika Perusahaan memilih
metode koridor 10Yo (sepuluh per seratus):

(F) blaya jasa lalu,

(9g) dampak dari curtallment terutama terkait dengan
penyelesaiannya, dan

(h) dampak dari batasan dalam SAK:

(7) jumlah total yang diakui datam pendapatan komprehensif lain
yang akan diakul segera dalam saldo laba, meliputi:

(a) keuntungan dan kerugian aktuarial: dan

(0) dampak dari batasan dalam SAK:

(8) jumlah kumulatif dari keuntungan dan kerugian aktuarlat yang
diakui pada pendapatan komprehensif lain, dalam hal Perusahaan
mengakui keuntungan dan kerugian dalam pendapatan
komprehensif laln sesuai dengan SAK:

(9) persentase atau jumlah setiap kategori utama yang merupakan
Nilai Wajar total aset program, untuk setiap kategori utama dari
aset program, yang mencakup, namun tidak terbatas pada,
Instrumen ekuitas, Instrumen utang, properti, dan seluruh aset
lain:

(10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset program untuk:

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Page 30 OCR 0.913
Page 30 of 49

ta) setiap kategori instrumen keuangan milik Perusahaan, dan

(b) setiap properti atau Aset lain yang digunakan oleh
Perusahaan,

(L1) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk menentukan tingkat
pengembalian yang diharapkan atas Aset secara keseluruhan,
termasuk dampak kategori utama dari aset program,

(12) imbal hasil aktual atas aset program, serta imbal hasil aktual atas
setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset,

(13) Asumsi aktuarial utama yang digunakan sampai pada akhir perlode
pelaporan dan diungkapkan dalam ukuran yang absolut dan tidak
hanya sebagai marjin antara persentase dan variabel lainnya,
termasuk:

(a) tingkat diskonto

(b) tingkat Imbal hasil yang diharapkan atas setiap aset program
untuk perlode yang disajikan dalam laporan keuangan,

tc) tingkat imbal hasil yang diharapkan untuk periode yang
disajikan dalam laporan keuangan pada setlap hak
penggantian yang diakui sebagai Aset:

(d) tingkat kenalkan gaji yang diharapkan (dan perubahan dalam
Indeks atau variabel tertentu lainnya dalam masa program
formal atau konstruktif sebagai dasar untuk kenalkan
Imbalan masa depan),

(e) tingkat tren blaya kesehatan: dan
asumsi material lain yang digunakan dalam aktuaria:

(14) dampak kenalkan atau penurunan satu angka persentase dalam
tingkat tren biaya kesehatan yang diasumsikan pada:

(a) biaya jasa kini agregat dan komponen blaya bunga dari biaya
kesehatan pascakerja perlodik neto: dan

(b) akumulasi kewajiban Imbalan pascakerja untuk biaya
kesehatan.

(c) Dalam hal program dioperasikan dalam Ilngkungan Inflasi
yang tinggi, wajib diungkapkan dampak persentase
kenaikan atau penurunan tingkat tren blaya kesehatan yang
diasumsikan dari makna yang serupa dengan satu angka
persentase datam lingkungan inftasi yang rendah.

(45) Jumlah periode tahunan saat Ini dan perlode empat tahun
sebelumnya dari:

(ta) nilai kini kewajiban imbalan pasti, Nilal Wajar aset program
dan surplus atau defisit pada program, dan

(b) penyesuaian yang timbul pada:

(1)  Itabilitas program dinyatakan sebagai jumlah atau
persentase dar liabilitas program pada akhir periode
pelaporan: dan

Cit) aset program dinyatakan sebagai jumlah atau
persentase dari aset program pada akhir periode
pelaporan,

(16) estimasi terbaik pemberi kerja, segera setelah dapat ditentukan
secara andal, dari luran yang diharapkan akan dibayar dalam
program selama periode tahunan dimulai setelah periode
pelaporan,

(17) khusus untuk program Imbalan pasti yang membagi risIko antar
entitas sepengendall, wajib diungkapkan sebagai berikut:

(a) perjanjian kontraktual atau kebijakan tertulls untuk
pembebanan biaya Imbalan pasti neto atau bukti bahwa tidak
ada kebijakan seperti itu,

(b) dalam hal Perusahaan mencatat alokasi blaya Imbalan pasti
neto sesuai SAK, maka Perusahaan mengungkapkan:

(I) informasi yang memungkinkan pengguna laporan
keuangan untuk mengevaluasi sifat program imbalan
pasti dan dampak keuangan atas perubahan program
selama periode tersebut,

(li) pengungkapan gambaran umum jenis program sesuai
dengan huruf a) butir (1) mencakup penjelasan praktik
Informal yang menimbulkan kewajiban konstruktif
termasuk dalam pengukuran kewajiban Imbalan pasti,
dan

(il)jika Perusahaan mencatat iuran yang terutang untuk
periode sesuai SAK informasi tentang program secara
keseluruhan disyaratkan sesual dengan butir (1), butlr
(2), butir (3), butir (4), butir (9), butir (13), butir (14),
dan butir (16) serta butir il.

Catatan 20

Catatan 20

Catatan 20

Page 31 OCR 0.920
Page 31 of 49

b) Iuran Pasti Catatan 20

Perusahaan yang menyelenggarakan program iuran pastiharus

mengungkapkan jumlah yang diakui sebagal beban untuk program

Juran pasti.
c) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya

Yang harus diungkapkan paling kurang jenis dan jumlah imbalan kerja

jangka panjang lainnya.
d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja

Yang harus diungkapkanantara lain:

(1) luran program dan jumlah pesangon pemutusan kontrak kerja:

dan

(2) penjelasan mengenai llabilitas kontinjen (jika ada).
Utang Obligasi
Yang harus dlungkapkan antara lain:
a) rinclan mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat dalam rupiah Catatan 19

dan mata uang asing, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran

bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi dicatatkan, dan tujuan

penerbitannya: Catatan 19
b) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek,
c) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas)

bulan:
d) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan: Catatan 19
e) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok

obligasi dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan, jika ada:
f) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan: Catatan 19

9) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (mlsalnya restrukturisasi
utang dan kondisi default): dan

h) persyaratan penting lainnya.

Sukuk
a) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk berdasarkan akad syariah
yang digunakan.
b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain:
(1) uraian tentang persyaratan utama dalam penerbitan Sukuk,
termasuk:
(a) ringkasan akad syariah dan skema transaksi syariah yang
digunakan:
(b) Aset, manfaat, atau aktivitas yang mendasari,
(c) nilai nominal,
(d) besaran imbalan (untuk Sukuk Ijarah):
(e) prinsip pembagian hasil usaha, dasar bagi hasil, dan besaran
nisbah bagi hasil (untuk Sukuk mudharabah):
(PM) rencana jadwal dan tata cara pembagian dan/atau
pembayaran Imbalan atau bagi hasil,
(9) jangka waktu,
(h) tujuan penerbitannyaj dan
(i) persyaratan penting lain:
(2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek:
(3) bursa tempat Sukuk dicatatkan:
(4) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas)
bulan,
(S) nama Walt Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan:
(6) jaminan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada),
(7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak
Perwaliamanatan, dan
(8) kejadlan penting lainnya antara lain kepatuhan Emiten atau
Perusahaan Publik dalam memenuhi persyaratan dan kondisi
Sukuk (misalnya restrukturisasi Sukuk dan kondisi default).

Utang Subordinasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) nama kreditur, sifat Ikatan, jangka waktu, jenis mata uang, dan
kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan

b) tujuan perolehannya:

C) persyaratan terkait dengan pelunasan utang subordinasi:

d) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi
utang dan kondisi default):

Page 32 OCR 0.907
Page 32 of 49

e) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan:
dan

f) persyaratan penting lainnya.

Obligasi Konversi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat, tanggal jatuh
tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat
obligasi konversi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya,

b) periode konversi dan persyaratan konversi, antara lain meliputi rasio
konversi, harga pelaksanaan, hak konversi sebelum jatuh tempo serta
persyaratannya, dan penalti:

c) dampak dilusi apabila seluruh obligasi dikonversikan, dengan
memperhatikan tingkat konversi atau harga pelaksanaan (exercise
price) yang paling menguntungkan dari sudut pandang pemegang
obligasi konversi,

d) jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan dampak dilusinya:

e) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek,

f) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas)
bulan

9) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan,

h) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok
obligasi dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada),

I) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi
utang dan kondisi default),

j) dalam hal Perusahaan menerbitkan obligasi konversi tanpa melalui
penawaran umum, wajib dlungkapkan tujuan penerbitan dan nama
pembeli:

k) komponen Liabilitas dari obligasi konversi,

I) keberadaan fitur derivatif melekat, dan

m) persyaratan penting lainnya

Ekuitas

Ekuitas yang dapat diatribuslkan kepada pemilik entitas Induk

1)

Modal Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Bagi setiap jenis saham, antara lain:
(1) Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir perlode:
(2) Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap
jenis saham, termasuk pembatasan atas dividen dan
pembayaran kembali.atas modal, dan
(3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan
kontrak penjualan saham, termasuk jumlah dan persyaratan
b) Penjelasan mengenal sifat dan tujuan settap pos cadangan dalam
@kultas,
c) Susunan pemegang saham dengan mengungkapkan jumlah lembar
saham dan persentase kepemilikan, yaitu:
(1)Pemegang saham yang memiliki 596 (lima perseratus) atau lebih,
(2)Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham: dan
(3)Pemegang saham lainnya:
d) Dalam hal terjadi perubahan modal saham dalam perlade berjalan:
(1) Keputusan yang berhubungan dengan perubahan modal saham
tersebut, seperti pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia, persetujuan dan/atau pemberitahuan Menterl terkait,
dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS):
(2)Sumber peningkatan modal saham, antara fain dari kapitalisasi
agio, saldo laba, penerbitan saham baru dari Penawaran Umum
dengan dan/atau tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
(right Issue dan private placement), pelaksanaan waran, serta
konversi obligasi, dan
(3)Tujuan perubahan modal saham, antara lain dalam rangka
ekspansi, penyelesaian pinjaman, atau pemenuhan kecukupan
modal,
e) Dalam hat hanya sebagian saham Perusahaan yang dicatatkan dl

Bursa Efek, agar disebutkan jumlah saham yang dicatatkan dan yang
tidak dicatatkan pada Bursa Efek.

Catatan 21

Catatan 21

Page 33 OCR 0.902
Page 33 of 49

2) Tambahan Modal Disetor (Additional Paid-in Capital)
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tambahan modal disetor: Catatan 22
b) Uraian sumber agto saham: Catatan 22
€c) Rincian biaya emisi Efek ekultas berdasarkan penerbitan Efek ekuitas: v
d) Uraian mengenai sifat dan asal selisih kurs atas modal disetor, v
e) Uraian mengenai sifat dan asal tambahan modal disetor lainnya: v
? Pengungkapan untuk selisih nilai transaksi dengan entitas
sepengendali, antara lain: v
(1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang
berkombinasi:
(2) Penjelasan mengenai hubungan sepengendali dari entitas-entitas
yang bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut tidak bersifat
sementara,
(3) Tanggal efektif transaksi,
(4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual
atau dihentikan akibat kombinasi bisnis tersebut:
(5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan serta jenis dan
jumlah imbalan yang terjadi:
(6) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau dialihkan serta
selisih antara nilai tercatat tersebut dengan jumlah Imbatan yang
diserahkan atau diterima, dan
(7) Penyajian kembali laporan keuangan yang memberikan informasi
antara lain:
(a) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan yang telah
dilaporkan sebelumnya untuk periode yang disajikan
kembali:
(b) Ikhtisar jumlah tercatat Aset dan Liabilltas entitas atau
bisnis yang dikombinasikan:
(c) Dampak penyesualan kebijakan akuntansi: dan
(d) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan setelah disajikan
kembali,
3) Sellsih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali Catatan 22
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian
yang meliputi:
(1) Jenis transaksi dan perubahan persentase kepemilikan:
(2) Nama entitas anak, dan
(3) Nama pihak yang bertransaksi,
b) Perhitungan selisih transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya
Pengendalian: dan
C) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas pelepasan Investasi pada saat
hilangnya Pengendalian.
4) | Saham Treasuri v
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Latar belakang pembelian kembali saham, pelepasan, atau
pengurangan modal disetor:
b) Tanggal atau periode perolehan serta jumlah lembar dan nilai saham
treasuri yang diperoleh,
C) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang digunakan sebagai
pengurangan modal disetor:
d) Tanggal dan jumlah saham treasurl yang dilepaskan Kembali serta
selisih antara harga perolehan dengan harga pelepasan saham
treasuri, dan
6) Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham treasuri.
5) Saldo Laba Catatan 23
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Alasan dan jumlah penyesuaian periode yang lalu (jika ada):
b) Perubahan saldo laba pada periode bersangkutan dan persetujuan
RUPS yang terkait: dan
Cc) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat, dan tujuan setiap
pos cadangan.
6) | waran v

Yang harus diungkapkan antara lain:

8) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-masing waran:

b) dasar penentuan Nilai Wajar waran:

€C) nilai waran yang belum dan tidak dilaksanakan (kadaluwarsa):

@) jurnlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak dilusinya,
dan

@) ikatan-ikatan yang terkalt dengan penerbitan waran.

Page 34 OCR 0.915
Page 34 of 49

7) Pendapatan Komprehensif Lainnya Laporan perubahan
Yang harus diungkapkan antara lain keterangan mengenal perubahan ekuitas dan laporan
masing-masing komponen pendapatan komprehensif lainnya. laba rugi dan

penghasilan
komprehensif lain
konsolidasian

8) Kepentingan Nonpengendali Catatan 24
Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian pemegang saham
nonpengendali atas ekuitas masing-masing entitas anak yang tidak dapat
diatribusikan secara langsung atau tidak langsung pada entitas Induk.

. Laba Rugi Komprehensif

1) | Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain :

a) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama Catatan 26
periode, termasuk pendapatan yang berasal dari:

(1) Penjualan barang,

(2) Penjualan jasa,

(3) Bunga,

(4) Royalti: dan/atau

(5) Dividen,

diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga,

b) Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama, Catatan 36

c) Nama pihak pembell dan jumlah nilai penjualan yang melebihi 1096 Catatan 26
(sepuluh perseratus) dari pendapatan,

d) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa
yang tercakup dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan (jika
ada), yang diungkapkan terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga,

€) Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan antara lain:

(1) Pendapatan kontrak konstruksi:
(a) Jumlah pendapatan kontrak yang diakui sebagai pendapatan
dalam perlode berjalan:
(b) Metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan
kontrak yang diakul dalam periode berjalan dan
(c) Metode yang digunakan untuk menentukan tahap
penyelesalan kontrak,
(2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian pada tanggal akhir perlode
pelaporan:
Ca) Jumlah agregat biaya yang terjadi dan laba/rugi yang diakul
sampai tanggal pelaporan,
(b) Jumlah uang muka yang diterima: dan
(c) Jumlah retensi,
(3) Jumtah tagihan dan utang bruto kepada pemberi kerja, masing-
masing sebagai Aset dan Liabilitas:

f) Dalam hal Perusahaan memiliki transaksi hubungan keagenan,
diungkapkan secara terpisah, antara lain:

(1) Penjualan biasa dan penjualan darl hubungan keagenan,

(2) Pendapatan komisi yang diperoleh Perusahaan sebagaj agen dari
transaksi keagenan dengan pendapatan lainnya: dan

(3) Perincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh
Perusahaan sebagai prinsipal darl transaksi keagenan, yang antara
lain terdiri dari:
fa) Pendapatan bruto:
(b) Retur/rabat/diskon terkait, dan
(c) Total pendapatan neto.

2) | Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh Regulator
Ketentuan Tarif
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Dasar ketentuan tarif,

b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif,

c) Masa berlaku tarif,

d) Besaran tarif, dan

e) Perjanjian lain yang terkait.

3) Khusus Industri pembiayaan

Rincian jumtah berdasarkan kelompok produk/jasa utama antara lain:
a) Pendapatan pembiayaan konsumen,

Page 35 OCR 0.925
Page 35 of 49

b) Pendapatan anjak plutang: dan
c) Pendapatan sewa.

4

Khusus Industri Rumah Sakit

Terdiri dari:

Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya, jasa dokter, rawat inap,
rawat jalan dan penunjang medis,

Rincian pengurang pendapatan, antara tain:

a) Restitusi:

b) Subsidi tidak mampu, dan

Cc) Selisih perhitungan klaim.

5)

Khusus Industri Transportasi

Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama antara lain:

a) Rincian pendapatan bersih jasa transportasi,

b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan alat transportasi,

c) Rincian pendapatan usaha dari jasa ekspedisi,

d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan: dan

e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai dengan jenisnya armada (bus,
taksl, feri, tanker dan pesawat udara) dengan ketentuan memisahkan
atas dasar kepemilikan armada tersebut.

6)

Khusus Industri Telekomunikasi

Rincian pendapatan usaha antara lain pendapatan usaha jasa interkoneksi,
jasa telekomunikasi sendiri, jasa telekomunikasi yang dilaksanakan melaluj
kerjasama dengan pihak lain.

7)

Khusus Industri Asuransi:

Pendapatan Premi

Yang harus diungkapkan antara taln rincian dan jumlah berdasarkan
kelompok premi bruto, premi reasuransi, dan penurunan (kenalkan) premi
yang belum merupakan pendapatan untuk setiap jenis asuransi.

Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang berlaku (PSAK 36 dan 62)

8)

Khusus Industri Jalan Tol:

Pendapatan

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol sendiri, rincian
pendapatan jasa lain, dan rincian pendapatan kerjasama operasi:

b) Jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan sejumlah ruas jalan tol,
maka pendapatan usaha untuk setiap ruas jalan tol tersebut harus
diungkapkan.

9)

Khusus Industri Perbankan

Pendapatan Bunga

Yang harus diungkapkan antara lain:

Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak terbatas pada :

a) Obligasi Pemerintah:

b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan untuk provisi dan komisi yang
lakui,

Cc) Efek-efek, dan

d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain.

10)

Beban Pokok Penjualan

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Untuk perusahaan manufaktur, dlungkapkan beban pokok produksi
yang dirinci:
(1) Biaya bahan baku,
(2) Blaya tenaga kerja: dan
(3) Biaya overhead
ditambah dan dikurangi saldo awal dan akhir persediaan:

b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang melebihi 1046 (sepuluh
perseratus) dari pendapatan: dan

c) Untuk Industri jasa, diungkapkan beban pokok berdasarkan pada jasa
yang dijual.

Catatan 27

Catatan 27

11)

Khusus Industri Rumah Sakit

Beban Departementalisasi/Beban Operasional

Yang harus diungkapkan antara lain, rincian beban departementalisasi:
a) Beban bahan:

b) Beban jasa pelayanan:

C) Beban pegawai,

d) Beban penyusutan sarana medis:

Page 36 OCR 0.914
Page 36 of 49

e) Beban pemeliharaan sarana:

f) Beban asuransi,

9) Beban langganan daya dan jasa,
h) Beban depresiasi.

12!

Khusus Industri Asuransi:

a) Beban Klaim Asuransi Kerugian
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan
kelompok klaim bruto, klaim reasuransi, dan kenalkan (penurunan)
estimasi, klaim retensi sendiri untuk setiap jenis asuransi.

b) Beban Klaim Asuransi Jlwa
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian dan jumlah beban menurut jenis klalm dan manfaat,
diantaranya : klaim jatuh tempo, klaim nilai tunal, dan klaim kematian.

c) Komisi Nata
Yang harus diungkapkan antara lain rinclan dan jumlah berdasarkan
kelompok pendapatan komisi dan beban komisi untuk setiap jenis
asuransi,

d) Hasil Investasi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah menurut jenis
Investasi.

13)

Khusus Industri Perhotelan

Beban Departementalisasi

Yang harus diungkapkan antara laln:

a) Rincian jumlah unsur-unsur beban departementalisasi,
b) Gajl dan beban pegawal lainnya: dan

c) Rincian jumlah unsur-unsur beban departemen lalnnya.

14)

Beban Usaha

Yang harus diungkapkan rincian sifat beban berdasarkan kategori
fungsinya, yaltu antara lain:

a) Beban penjualan,

b) Beban distribusi, dan

Cc) Beban umum dan administrasi.

Catatan 28

15)

Khusus Industri Perbankan
a) Beban Bunga

Yang harus diungkapkan antara faln rincian jumlah beban bunga
berdasarkan kelompok produk/jasa utama.

b) Beban Provisi dan Komisi

Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban beban provisi
dan komisi berdasarkan kelompok produk/jasa utama.

16)

Khusus Industri Pembiayaan

BebanKeruglian Penurunan Nilai

Yang harus diungkapkan antara lain jumlah beban kerugian penurunan nilal
untuk masing-masing akun Piutang Pembiayaan Konsumen, Tagihan Anjak
Piutang, dan Piutang Sewa Pemblayaan.

17

Pendapatan dan Beban Lainnya
Yang harus dlungkapkan antara lain :
a) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya.
b) rincian dan jumlah Beban lalnnya.
Cc) Untuk Biaya Keuangan, mellputi :
(1) biaya pinjaman meliputi:
la) beban keuangan yang dihitung dengan menggunakan
metode suku bunga efektif,
(b) beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesuai
SAK yang berlaku, dan
(c) selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang
asing sepanjang selisih Kurs tersebut diperlakukan sebagal
penyesuatan terhadap bunga,
(2) biaya keuangan lalnnya yang terjadi dari transaksi instrumen
keuangan meliputi:
(a) rugi penurunan nilai dari kuotasi atas Investasi tersedia untuk
dijual,
(b) rugi neto darl instrumen Keuangan yang diakul pada Nilai
Wajar melalui laba rugi: dan
(c) amortisasi premi/diskonto kontrak berjangka yang bertujuan
untuk lindung nilai.
d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asosiasi dan/atau Ventura
Bersama meliputi :

SKL

Catatan 28
Catatan 28
Catatan 30

Catatan 9

Page 37 OCR 0.921
Page 37 of 49

(1) bagian laba rugi dari masing-masing entitas asosiasi dan/atau
Ventura Bersama yang dicatat dengan menggunakan metode
ekuitas: dan

(2) bagian laba rugi dari entitas asoslasi dari operasi yang dihentikan,
yang diungkapkan secara terpisah.

18)

Khusus Industri Perbankan

a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas Aset Keuangan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis
aset Keuangan.

b) Keuntungan (Kerugian) dari kenaikan (penurunan) nilai surat-
surat berharga dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis.

C) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-surat Berharga dan Obligasi
Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara laln rincian jumlah berdasarkan jenis,

19)

Pendapatan Komprehensif Lain

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap maupun Aset
Takberwujud,

b) keuntungan dan kerugian aktuarlal atas program manfaat pasti,

C) selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan,

d) keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia untuk dijual:

e) bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai
dalam rangka lindung nilai arus kas: dan

bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan/atau
Ventura Bersama.

Laporan Perubahan

Ekuitas
Konsolidasian
Laporan laba

dan
rugi

dan penghasilan

komprehensif
konsolidasian

lain

20)

Pajak Penghasilan

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) komponen beban (penghasilan) pajak yang terdiri dari:

(1) beban (penghasilan) pajak kini,

(2) penyesuajan yang dlakul pada periode atas pajak kini yang
berasal dari perlode lalu

(3) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang berasal dari

perbedaan temporer dan pembalikannyaj

Jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkait dengan

perubahan tarif pajak atau penerapan peraturan perpajakan

yang baru,

(5) jumlah manfaat yang berasal dari rugi pajak yang tidak diakui
sebelumnya atau perbedaan temporer suatu periode lalu yang
digunakan untuk mengurangi beban pajak kini dan beban pajak
tangguhanj

(6) beban pajak tangguhan yang disebabkan oleh penurunan atau
pembalikan penurunan sebelumnya atas aset pajak tangguhan:
dan

(7) jumlah beban (penghasilan) terkait dengan perubahan kebijakan
akuntansi dan kesalahan yang diperhitungkan dalam laporan
laba rugi komprehensif, dikarenakan tidak dapat diperlakukan
secara retrospektif,

b) agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkalt dengan transaksi
yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas:

c) jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen
pendapatan komprehensif lain, kecuall untuk bagian pendapatan
komprehensif lain dari entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama,

d) penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan laba
akuntansi dalam satu atau kedua bentuk berikut ini:

(4) rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dan hasil perkalian
laba akuntansi dengan tarif pajak yang berlaku, dengan
mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku:
atau

(2) rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak
yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif
pajak yang berlaku,

e) penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan
perbandingan dengan tarif pajak yang berlaku pada periode

«4

St

Catatan 18
Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Catatan 18

Page 38 OCR 0.907
Page 38 of 49

akuntansi sebelumnya,

Pp jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer v
yang dapat dikurangkan dan rugi pajak belum dikompensasi yang
tidak diakul sebagai aset pajak tangguhan dalam laporan keuangan,

9) jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan Investasi v
pada entitas anak, cabang, entitas asosiasi, dan bagian partisipasi
dalam Ventura Bersama atas llabilitas pajak tangguhan yang belum
diakui:

h rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini dengan cara v
sebagai berikut:

(1) laba sebelum pajak menurut akuntansi:

(2) ditambah/dikurangi koreksi positif atau negatif (dirinci), dan

(3) laba kena pajak:

) perhitungan beban dan Ilabllitas pajak kini dengan menerapkan tarif v
pajak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan pajak yang
berlaku,

» pernyataan bahwa laba kena pajak hasil rekonsillasl menjadi dasar
dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan,

k) setiap jenis perbedaan temporer dan setiap jenis rugi pajak yang
belum dikompensasi: V Catatan 18
(L) jumlah aset dan fiabilitas pajak tangguhan yang diakul pada

laporan posisi keuangan untuk perlode sajian: dan

(2) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui dalam
laba rugi, apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari perubahan
jumlah aset atau liabilitas pajak tangguhan yang diaKul dalam
laporan posisi keuangan,

h beban pajak terkait dengan operasi yang dihentikan: v
(1) keuntungan atau keruglan atas penghentian, dan
(2) laba rugi dari kegiatan normal atas operasi yang dihentikan

selama perlode, bersama dengan jumlah terkait untuk setiap
perlode sajlan, v

m) jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen Kepada
pemegang saham Perusahaan yang diusulkan atau diumumkan
sebelum Laporan Keuangan Diotorisasi untuk Terbit namun tidak
diakui sebagai Llabilitas dalam laporan keuangan,

n) uratan jumlah perubahan pada jumlah pengakuan untuk aset pajak v
tangguhan praakulsisi apabila Perusahaan adalah pihak pengakuisisi
dalam suatu kombinasi bisnis,

o) peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan manfaat pajak vV
tangguhan wajib diakui apabila manfaat pajak tangguhan yang
diperoleh dari kombinasi bisnis tidak diakul pada tanggal akuisisi
tetapi diakui setelah tanggal akulsisi, dan

p Jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau bukti yang mendukung v
pengakuan atas aset pajak tangguhan, apabila:

(1) penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada kondisi
laba kena pajak mendatang lebih besar dari laba pembalikan
perbedaan temporer kena pajak yang telah ada, dan

(2) entitas mengalami kerugian pada perlode kini atau periode
sebelumnya yang mengakibatkan diakuinya aset pajak
tangguhan terkait.

Catatan 18

Catatan 18

v Catatan 18

21) | Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian

Yang harus diungkapkan antara laln :

a) jumlah yang digunakan sebagai pembilang dalam penghitungan laba per v Catatan 25
saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi jumlah tersebut terhadap
laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada entitas Induk untuk
periode tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak Individual dari
setiap jenis Instrumen yang mempengaruhi laba per saham,

b) jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang digunakan sebagai v Catatan 25, tidak
penyebut dalam penghitungan laba per saham dasar dan diluslan, dan terdapat efek
rekonsiliasi penyebut tersebut. Rekonsiliasl tersebut mencakup dampak dilusian
individual dari setiap jenis Instrumen yang mempengaruhi laba per
saham,

C) Instrumen (termasuk saham yang dapat diterbitkan secara kontinjen)
yang berpotensi mendilusi laba per saham dasar di masa depan, namun
tidak dimasukkan dalam penghitungan laba per saham dilusian karena
Instrumen tersebut bersifat antidilutif untuk periode sajian,

d) penjelasan transaksi saham blasa atau transaksi instrumen berpotensi v

Page 39 OCR 0.921
Page 39 of 49

2)

saham biasa, selain yang dihitung sesuai dengan SAK yang berlaku,
yang terjadi setelah periode pelaporan dan akan secara signifikan
mengubah jumlah saham biasa atau instrumen berpotensi saham biasa
yang beredar pada akhir perlode tersebut seandainya transaksi
dimaksud terjadi sebelum akhir perlode pelaporan: dan

laba per saham dasar dan dilusian untuk operasi yang dihentikan.

22)

Transaksi Pihak Berelasi
Yang harus diungkapkan antara lain:

a)

b)

9

d)

e)

Pengungkapan mengenai transaksi atau saldo dengan pihak beretasi,

yang jumlahnya:

(1) lebih dari Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) untuk
transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat:
dan/atau

(2) lebih dari 0,596 (nol koma Ilma perseratus) dari modal disetor
untuk transaksi dengan entitas beretasi.

terkait dengan transaksi dengan orang atau anggota keluarga

terdekat meliputi nama, sifat dan hubungan dengan pihak berelasi

serta Informasi tentang transaksi dan saldo dengan pihak dimaksud:
terkait dengan transaksi dengan entitas berelasi meliputi sifat dan
hubungan dengan pihak-pihak berelasi serta informasi mengenai
transaksi dan saldo, termasuk komitmen, yang diperlukan untuk
memahami potensi dampak hubungan tersebut dalam laporan
keuangan, paling kurang:

(1) jumlah transaksi beserta persentasenya terhadap total
pendapatan dan beban terkait,

(2) jumlah saldo beserta persentasenya terhadap total Aset atau
Liabilitas, termasuk komitmen, dan:

(a) persyaratan dan ketentuannya, termasuk apakah terdapat
jaminan, dan sifat imbalan yang akan diberikan, untuk
penyelesaian: dan

(b) rincian garansi yang diberikan atau diterima:

(3) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan
kerugian penurunan nilai secara Individual dan kolektif, dan
penghapusan piutang terkait dengan jumlah saldo piutang
usaha dan plutang pihak berelasi non-usaha, dan

(4) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan
nilal, jika dilakukan pembentukan:

pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam

huruf a) dan b) dilakukan secara terpisah untuk masing-masing

kategori berikut:

(1) entitas induk:

(2) entitas dengan pengendalian bersama atau Pengaruh Signifikan
terhadap entitas,

(3) entitas anak,

(4) entitas asosiasi,

(5) Ventura Bersama dimana entitas merupakan venturer,

(6) personil manajemen kunci dari entitas pelapor atau entitas
induknya, dan

(7) pihak-pihak berelasi lainnya,

seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing anggota

atau kelompok direksi, komisaris, pemegang saham utama yang juga

sebagal karyawan, dan manajemen kunci lainnya untuk masing-
masing kategori berikut:

(1) imbalan kerja jangka pendek,

(2) imbalan pascakerja,

(3) imbalan kerja jangka panjang lalnnya,

(4) pesangon pemutusan kontrak kerja: dan

(5) pembayaran berbasis saham.

untuk entitas berelasi dengan pemerintah :

(1) nama entitas berelasi dengan pemerintah dan sifat
hubungannya dengan Perusahaan:

(2) sifat dan jumlah setlap transaksi yang secara individual
signifikan: dan

(3) untuk transaksi lainnya yang secara kolektif, tetapi tidak secara
Individuai, signifikan, indikasi secara kuantitatif atau Kualitatif

Catatan 31

Catatan 31

Catatan 31

Catatan 1

Page 40 OCR 0.915
Page 40 of 49

atas luasnya transaksi tersebut.

23) | Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing

a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata uang selain mata uang v Catatan 37
fungsional.
b) Yang harus diungkapkan antara lain: v Catatan 37

(1) rincian aset dan Ilabilitas moneter dalam mata uang asing serta
ekuivalennya dalam mata uang fungsional:

(2) posisi neto dari aset dan Itabilitas moneter dalam mata uang

"asing,

rincian kontrak valuta berjangka dan ekulvalen dalam mata uang

fungsional,

(4) jumlah selisih kurs yang diakul dalam laba rugl, kecuali untuk
selisih kurs yang timbul pada Instrumen keuangan yang diukur
pada nilal wajar melalui laba rugi: dan

(5) selisih kurs neto diakul dalam pendapatan komprehensif lain dan
diakumulasikan dalam komponen ekuitas yang terpisah, serta
rekonsiliasi selisih kurs tersebut pada awal dan akhir periode.

(3.

24) | Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) untuk setiap rugi penurunan nilai yang diakul atau dibalik selama

periode tertentu untuk suatu aset individual, termasuk goodwilf atau
Suatu unit penghasil kas:

(1) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan pengakuan atau
pembalikan rugi penurunan nilai,

(2) jumlah rugi penurunan nilal yang diakul dalam laba rugi selama
periode tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang v Catatan 12 dan 13
didalamnya tercakup rugi penurunan nilai:

(3) jumlah pembalikan rugi penurunan nila yang diakul dalam laba

v Catatan 12 dan 13

rugi selama perlode tersebut dan unsur laporan laba rugi v
komprehensif yang di dalamnya tercakup rugi penurunan nilai
yang dibalik:

(4) goodwili yang telah diakui rugi penurunan nilainya: v

(5) jumlah rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakui v
dalam pendapatan komprehensif laln selama periode tersebut,
dan

(6) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang v
diakul dalam pendapatan komprehensif lain selama perlode
tersebut,

b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan v

untuk setiap kelompok aset.

25) | Perubahan Estimasi Akuntansi, Perubahan Kebijakan Akuntansi,
dan Kesalahan Periode Lalu
a) Perubahan Estimasi Akuntansi v

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) sifat dan alasan perubahan estimasi akuntansi,

(2) jumlah perubahan estimasl yang berdampak pada periode
berjalan: dan

(3) perkiraan dampak estimasi pada perlode mendatang. Dalam hal
jumlah dampak pada perlode mendatang tidak praktis, fakta
tersebut harus diungkapkan.

b) Perubahan Kebijakan Akuntansi v

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi,

(2) alasan penerapan Kebijakan akuntansi baru memberikan
Informasi yang andal dan relevan,

(3) jumlah penyesualan untuk perlode berjalan dan setiap periode
lalu sajian:

(a) setiap pos laporan keuangan yang terpengaruh, dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian:

(4) jumlah penyesuaian yang terkait dengan periode-perlode
sebelum periode yang disajikan. Dalam hal tidak praktis
dilakukan, maka diungkapkan alasannya: dan

(5) keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak praktis
untuk suatu periode tertentu atau untuk perlode-periode
sebelum perlode-periode tersebut disajikan dan tanggal
dimulainya perubahan kebijakan akuntansi.

Cc) Kesalahan Periode Lalu v

Page 41 OCR 0.918
Page 41 of 49

(1)
(2)

(3)
4

Yang harus diungkapkan antara lain :

sifat dari kesalahan periode lalu,

jumlah koreksi untuk setiap periode sajian:

(a) bagi setiap pos laporan keuangan, dan

(b) laba per saham dasar dan dilusian:

jumlah koreksi pada awal periode sajian paling awal: dan
keadaan yang membuat penerapan retrospketif tidak praktis
dilakukan dan penjelasan mengenal cara dan waktu

dilakukannya koreksi apabila penyajian kembali retrospektif
tidak praktis,

26)

(1)
(2)
(3)

4
(5)

(6)
(7)

(8)

(9)

(10)

(1)

(12)

(13)

Kombinasi Bisnis

a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut untuk setiap
kombinasi bisnis yang terjadi selama perlode pelaporan, yaitu:

nama dan penjelasan tentang pihak yang diakuisisi,
tanggal akuisisi:

biaya terkait akuisisl, di luar biaya penerbitan Efek utang dan
Efek ekuitas, periode berjatan, dan akumulasinya untuk masing-
masing kombinasi bisnis:

persentase kepentingan ekuitas berhak suara yang diperoteh,

alasan utama untuk kombinasi bisnis dan penjelasan tentang
cara pihak pengakulsisi memperoleh Pengendalian atas pihak
yang diakuisisi,

penjelasan kualitatif tentang faktor yang membentuk goodwill
yang diakul:

Nilai Wajar pada saat tanggal akulsisi atas total imbalan yang
dialihkan dan Nilal Wajar tanggal akulsisi untuk setiap kelompok
utama imbalan,
kesepakatan Imbalan kontinjensi dan aset Indemnifikasi:

(a) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi:

(b) penjelasan tentang kesepakatan dan dasar penentuan

jumlah pembayaran: dan

(c) estimasi kisaran hasil (tidak didiskonto) atau, jika apabila
kisaran tidak dapat diestimasikan maka fakta dan alasan
mengapa kisaran tersebut tidak dapat diestimasikan.
Dalam hal jumlah maksimum pembayaran tidak terbatas,
maka pihak pengakuisisi mengungkapkan fakta tersebut,

Perusahaan harus mengungkapkan piutang yang diperoleh
berdasarkan kelompok utama piutang, misalnya pinjaman yang
diberikan, sewa pembiayaan langsung, dan kelompok piutang
lain, yaitu sebagal berikut:

(a) Nilai Wajar plutang,

(b) jumlah piutang bruto kontraktual: dan

(c) estimasi terbaik pada tanggal akuisisi atas jumlah arus kas
kontraktual yang diperkirakan tidak tertagih:

jumlah yang diakul pada tanggal akuisisi untuk setiap kelompok
utama Aset yang diperoleh dan Liabilitas yang diambil alih:
setiap liabilitas kontinjensl yang diakui pada Nilai Wajar:

(a) uralan mengenal karakteristik kewajiban dan perkiraan saat

arus keluar sumber daya ekonomi terjadi,

(b) indikasi ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar
tersebut. Dalam hal diperlukan, Perusahaan harus
mengungkapkan asumsi utama yang mendasari prakiraan
peristiwa masa depan, dan

(c) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan
menyebutkan jumlah Aset yang tetah diakui untuk estimasi
penggantian tersebut,

datam hal Jiabilitas kontinjensi tidak diakui karena Nilai

Wajarnya tidak dapat dlukur secara andal, maka pihak

pengakuisisi mengungkapkan:

ta) Informasi sebagaimana dimaksud dalam angka 33 huruf b)
angka (4) terkait perikatan dan kontijensi: dan

(b) alasan Liabilitas tidak dapat diukur secara andal:

dalam hal pembelian dengan diskon:

Ca) jumlah keuntungan yang diakui dan pos dalam laporan laba

Page 42 OCR 0.903
Page 42 of 49

(14)

(15)

rugi komprehensif dimana Keuntungan tersebut diakui, dan

(ob) penjelasan tentang alasan transaksi tersebut menghasilkan
keuntungan,

setiap kombinasi bisnis dimana pihak pengakulsisi memiliki

kurang dari 1006 (seratus perseratus) dari kepentingan
ekultas pihak yang diakulsisi pada tanggal akuisisi:

la) jumlah dari kepentingan nanpengendall pada pihak yang
diakuisisi, yang diakui pada tanggal aKuislsl dan dasar
pengukurannya: dan

(b) teknik penlialan dan Input model utama yang digunakan
dalam penentuan nilal tersebut, untuk setiap kepentingan
nonpengendali pada pihak yang diakuisisi yang diukur pada
Nilal Wajar,

dalam hal suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara

bertahap:

(a) Nilai Wajar pada tanggal akuisisi atas kepentingan ekuitas
pihak yang dlakulsisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi
segera sebelum tanggal akuisisi: dan

(b) jumlah keuntungan atau kerugian yang diakul sebagai hasil
dari pengukuran kembali Nilai Wajar dari kepentingan
ekultas pada pihak yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak
pengakuisisi sebelum kombinasi bisnis dan pos dalam
laporan laba rugi Komprehensif untuk mengakul
keuntungan atau kerugian tersebut,

b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi pada perlode sekarang dan
periode sebelumnya, Perusahaan yang menjadi pihak pengakulsisi
wajib mengungkapkan Informasi berikut untuk setiap kombinasi bisnis
yang material atau secara Kolektif material:

(1)

(2)

(3)
4

(5)

dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai

untuk Aset, Llabilitas, kepentingan nonpengendali tertentu atau

jenis imbalan dan jumlah yang diakul dalam laporan keuangan
kombinasi bisnis sehingga ditentukan hanya bersifat penyisihan,
maka diungkapkan:

(a) alasan akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum
selesal,

(b) Aset, Liabilitas, kepentingan ekultas atau jenis Imbalan
yang akuntansi awalnya belum selesai, dan

(c) sifat dan jumlah dari setiap penyesualan perlode
pengukuran yang diakul selama periode pelaporan

setiap perlode pelaporan setelah tanggal akuisisi sampai dengan

Perusahaan mendapatkan, menjual atau kehilangan hak atas

aset imbalan kontinjensl, atau sampal dengan Perusahaan

menyelesaikan Ilabilitas imbatan Kontinjensi atau llabilitas
tersebut dibatalkan atau lewat waktu, maka diungkapkan:

(a) setiap perubahan dalam jumlah yang diakul, termasuk
setlap perbedaan yang timbul selama penyelesaian,

(b) setiap perubahan datam kisaran hasil (tidak didlskonto) dan
alasan perubahan tersebut, dan

(c) teknik penilaian dan Input model utama yang digunakan
untuk mengukur Imbalan kontinjensi,

Ilabilitas kontinjensi yang diakui dalam kombinasi bisnis, jika

ada,

rekonsiliasi atas nilai tercatat goodwlll pada awal dan akhir

periode pelaporan,

jumlah dan penjelasan dari setiap keuntungan atau

keruglanyang diakui pada perlode pelaporan yang:

Ca) terkait dengan aset teridentifikasi yang diperoleh atau
Ilabilitas yang diambil-alih dalam kombinasi bisnis pada
periode pelaporan berjalan atau periode pelaporan
sebelumnya: dan

(b) ukuran, sifat, atau kejadian relevan yang diungkapkan
untuk memahami laporan keuangan Perusahaan hasil
penggabungan:

Cc) pernyataan kesesualan dengan peraturan Bapepam dan LK dalam
pelaksanaan transaksi komblnasi bisnis: dan

Page 43 OCR 0.933
Page 43 of 49

d) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut secara keseluruhan,
sehubungan dengan perolehan atas entitas anak dan unit bisnis lalnnya
selama suatu periode:

(1) jumlah harga yang dibayarkan:

2 bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas,

(3) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis
lainnya apabila Pengendalian diperoleh: dan

(4) jumlah aset dan liabilitas selaih Kas dan Setara Kas pada
entitas anak atau bisnis lainnya apabila Pengendalian diperoleh,
diikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya.

Segmen Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) pengungkapan pada level segmen:

(1) Informasi umum, yang terdiri dari:

(a) faktor-faktor yang digunakan oleh manajemen untuk
mengidentifikasi segmen dilaporkan: dan

(b) jenis produk dan jasa yang menghasilkan pendapatan dari
setiap segmen dilaporkan:

(2) Informasi mengenal laba atau rugi segmen, termasuk pendapatan
dan beban tertentu, aset segmen, dan llabilitas segmen dari
segmen dilaporkan, serta dasar pengukurannya,

(3) rekonsiliasi dari total pendapatan segmen, ukuran laba atau rugi
segmen dilaporkan, aset segmen, Ilabilltas segmen, dan unsur
segmen material lainnya terhadap jumlah yang terkait dalam
laporan keuangan Perusahaan,

b) pengungkapan pada level entitas

(1) Informasi produk dan jasa
Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk setiap produk dan jasa
atau setiap kelompok produk dan jasa yang serupa.

(2) Informasi witayah geografis
(a) Pendapatan dari pelanggan eksternal yang diatribusikan

kepada:

I. negara domisili Perusahaan, dan

II. semua negara asing secara total dimana Perusahaan
memperoleh pendapatan. Dalam hal pendapatan dari
suatu negara asing secara Individual jumlahnya material,
pendapatan tersebut diungkapkan secara terpisah,
termasuk dasar pengatribusian pendapatannya kepada
negara tersebut secara Individual.

(b) Aset tidak lancar selain instrumen keuangan, aset pajak yang
ditangguhkan, aset imbalan pascakerja, dan hak yang terjadi
akibat kontrak asuransi yang berlokasi di:

i. negara domisill Perusahaan, dan

II. semua negara asing secara total dimana Perusahaan
memiliki aset. Dalam hal aset dari suatu negara asing
secara individual jumlahnya material, maka aset
tersebut diungkapkan secara terpisah.

(3) Informasi pelanggan utama
Dalam hal pendapatan dari transaksi dengan pelanggan eksternal
tunggal mencapai 1046 (sepuluh perseratus) atau lebih dari
pendapatan konsolidasi, Perusahaan harus mengungkapkan:

Ca) fakta:

(b) total pendapatan dari setiap pelanggan, dan

(c) Identitas segmen yang melaporkan pendapatan tersebut.

Catatan 36

Catatan 36

Catatan 36

Catatan 36

Catatan 36

Catatan 31

Operasi yang Dihentikan

a) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) uralan tentang alasan operasi dihentikan:

(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah
kepada pelepasan yang diharapkan, cara, dan waktu pelepasan
dari aset dan liabilitas operasi yang dihentikan, dan

(3) pengaruh dari operasi yang dihentikan terhadap segmen yang
dilaporkan dari aset tidak lancar atau kelompok lepasan
disajikan sesuai SAK yang berlaku.

b) Yang harus diungkapkan atas informasi terkait dengan laba (rugi)
Operasi yang dihentikan, antara Jaln:

Page 44 OCR 0.910
Page 44 of 49

(1) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan dalam laporan laba
rugi komprehensif meliputi:
fa) pendapatan, beban, dan taba atau rugi sebelum pajak dari
Operasi yang dihentikan dan beban pajak penghasilan yang
terkait, dan
(b) laba atau rugi yang diakul dalam pengukuran ke Nilai
Wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual atau
pelepasan aset atau Kelompok lepasan yang terkait dengan
operasi yang dihentikan dan beban pajak penghasilan yang
terkait,
(2) arus kas neto yang dapat diatribusikan pada aktivitas operasi,
Investasi dan pendanaan dari operasi yang dihentikan: dan
(3) jumlah penghasilan dari operasi yang dilanjutkan dan operasi
yang dihentikan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas
Induk.

29)

Instrumen Derivatif selain Derivatif Melekat

a) Perusahaan wajib mengelompokkan instrumen derivatif sesuai dengan
tujuannya, yaitu untuk Ilndung nilai atau tujuan lainnya (non Iladung
nilai), seperti untuk tujuan spekulasi:

b) Perusahaan yang memiliki atau menerbitkan instrumen derivatif wajib
mengungkapkan untuk setiap kontrak Instrumen derivatif dalam
kelompok klasifikasi lindung nilai dan kelompok non lindung nilal:

(1) hakikat dan sifat dari transaksi, berupa transaksi berjangka
dalam bentuk valuta, bunga, kornoditas atau lain-lain:

(2) pihak lawan transaksi (counterparties):

(3) tanggal jatuh tempoj

(4) nilai keseluruhan kontrak dan Nilai Wajar pada tanggal laporan
posisi keuangan,

(5) beban atau Pendapatan pada periode pelaporan,

(6) pos Aset dan/atau Liabilltas yang dilindung nilai: dan

(7) persyaratan penting lainnya.

c) Yang harus diungkapkan antara lain:

(4) Hal-hal yang diperlukan untuk memahami tujuan transaksi
Gerivatif dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut:

(2) Kebijakan manajemen risiko untuk setiap klasifikasi Indung
nilai, termasuk penjelasan mengenal Aset dan/atau Liabilitas
dan jenis transaksi yang dilindung nilai: dan

(3) Bagt Instrumen yang tidak dimaksudkan sebagal suatu lindung
nilai, disebutkan tujuannya,

30)

Nilai Wajar Instrumen Keuangan

Yang harus dlungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan dan

Nlabilitas keuangan antara lain:

a) Nilai Wajar setiap kelompok Aset dan Liabilitas tersebut dengan cara
yang memungkinkan untuk dapat diperbandingkan dengan nilai tercatat
datam laporan posisi keuangan: dan

b) hierarki, metode, dan asumsi signifikan yang digunakan dalam
menentukan Nilai Wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan.

Catatan 33

31)

Dividen

Yang harus diungkapkan antara Jaln:

a) jumlah dividen dan dividen per saham yang telah dideklarasikan dan
dibayarkan sebagai distribusi kepada pemilik pada periode pelaporan,

b) jumlah utang dividen untuk:

(1) periode pelaporan, dan
(2) periode sebelumnya:

G) jumlah dividen dan dividen per saham yang diusulkan atau
dideklarasikan setelah periode pelaporan tetapi sebelum tanggal
penyelesatan laporan keuangan dan tidak diakui sebagai Liabilitas
kepada pemilik pada akhir periode pelaporan: dan

d) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakul.

Catatan 23

Catatan 23

32)

Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah agregat dari tiabilitas kontinjensi dengan jumlah Ilabilitas
kontinjensi lainnya secara terpisah:

b) jumlah agregat dari komitmen modal terkait dengan bagian
partisipasinya dalam Ventura Bersama secara terpisah dari
komitmen lainnya,

C) daftar dan penjelasan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama

Page 45 OCR 0.900
Page 45 of 49

yang signifikan dan bagian partisipasi kepemilikan dalam
pengendalian bersama entitas: dan
d) dalam hal Ventura Bersama diakui dalarn pengendallan bersama

entitas, agar ditambahkan pengungkapan tambahan tentang:

(1) metode yang digunakan untuk mengakui bagian partisipasinya:
dan

(2) jumlah agregat setiap aset lancar, aset tidak lancar, liabilitas
jangka pendek, liabilitas jangka panjang, penghasilan dan
beban yang terkait dengan bagian partisipasinya dalam
Ventura Bersama.

33,

Perikatan dan Kontinjensi

a) Perikatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perikatan yang meliputi:

(a) perjanjian sewa, keagenan dan distribusi, bantuan
manajemen dan teknis, royalti, dan lisensi, diungkapkan:
| pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian,
it.” perlode berlakunya perikatan:

Il.” dasar penentuan kompensasi dan denda,

Iv. jumlah beban atau pendapatan pada perlode pelaporan:

dan
V.  pembatasan-pembatasan lainnya,
kontrak atau perjanjian yang memerlukan penggunaan
dana di masa yang akan datang, seperti: pembangunan
pabrik, perjanjian pembelian, Ikatan untuk Investasi,
diungkapkan:
I. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian:
Ii periode berlakunya perikatan,
IN, nilai keseluruhan, mata uang, dan bagian yang telah
direalisasi, dan
iv. sanksi-sanksi:

(2) pemberian jaminan atau garansi, diungkapkan:

(a) pihak-pihak yang dijamin dan yang menerima jaminan, yang
dipisahkan antara pihak berelasi dan pihak ketiga untuk
pihak yang dijamin,

(b) latar belakang dikeluarkannya jaminan:

(c) periode berlakunya jaminan: dan

(d) nilai jaminan,

(3) fasilitas kredit yang belum digunakan, misalnya fasilitas L/C,
cerukan bank: dan

(4) uralan mengenal sifat, jenis, jumlah dan batasan-batasannya,

b) Kontinjensi

Yang harus diungkapkan antara Jain :

(1) perkara atau sengketa hukum,
diungkapkan:

(a) pihak-pihak yang terkait,

(b) jumlah yang diperkarakan:

(c) latar belakang, Isi dan status perkaradan pendapat hukum
(legal opinion): dan

(d) dampak keuangan:

(2) Peraturan Pemerintah yang berdampak terhadap Perusahaan,
misalnya masalah lingkungan hidup, diungkapkan urajan singkat
tentang peraturan dan estimasi dampak keuangannya:

(3) kemungkinan llabilitas pajak tambahan:

(a) jenis ketetapan atau tagihan pajak, jenis pajak, tahun pajak
serta jumlah pokok dan denda atau bunganya, dan

(b) sikap Perusahaan terhadap Ketetapan atau tagihan pajak
(keberatan atau banding):

(4) peristiwa kontinjensi lainnya, yang diungkapkan antara lain:

(a) karakteristik aset atau Ilabllitas Kontinjensi,

(b) estimasi dari dampak keuangannya:

(c) Indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah
atau waktu arus keluar sumber daya: dan

(dh kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga.

tb.

Catatan 31 dan 32

Catatan 32

Catatan 15 dan 19

Catatan 32

Catatan 15 dan 19

34)

Khusus Industri Perkebunan

Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasma,

b) Pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama:

C) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan,

d) Hak dan liabilitas dari masing-masing pihak dalam kerjasama:

KAK

Catatan 35
Catatan 35
Catatan 35

Page 46 OCR 0.915
Page 46 of 49

2)

n

Ketentuan tentang perbahan perjanjian kerjasama: dan
Isi perubahan perjanjian, jika ada.

Catatan 35

35)

Manajemen Risiko Keuangan

a)

b)

Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang memungkinkan para
pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan luas risiko
yang timbul dari Instrumen keuangan, serta kebijakan dalam
pengelolaan risiko, termasuk, namun tidak terbatas pada risiko sebagai
berikut:

(1) risiko kredit, antara lain Ikhtisar analisis umur aset keuangan yang
belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dan
yang lewat jatuh tempo pada akhir perlode pelaporan tetapi tidak
mengalami penurunan nilai,

(2) risiko likuiditas, antara lain:

ta) analisis jatuh tempo untuk Ilabilitas keuangan derivatif dan
nonderivatif yang menunjukkan sisa jatuh tempo kontraktual yang
bertujuan untuk pemahaman terhadap periode arus kas, dan

(b) deskripsi mengenal cara Perusahaan mengetola risiko Ilkulditas:

(3) risiko pasar, antara lain analisis sensitivitas untuk setiap jenls
risiko pasar dimana entitas terdampak pada akhir perlode
pelaporan, yang menunjukkan darnpak perubahan pada variabel
risiko yang relevan pada tanggal tersebut terhadap laba rugi dan
ekuitas: dan

(4) risiko lainnya yang dimiliki oleh Perusahaan,

Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) terdiri dari

pengungkapan kualitatif dan pengungkapan kuantitatif untuk setiap

jenis risiko yang timbul dari instrumen keuangan.

Catatan 34

Catatan 34

Catatan 34

Catatan 34

Catatan 34

36)

Khusus Industri Perbankan

a)

Raslo Kecukupan Modal (Capital Adeguacy Ratio)

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian perhitungan dan jumlah rasio kecukupan modal pada
tanggal laporan posisi keuangan:

(2) Posisl CAR minimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia, dan

(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan CAR.

b)

Posisi Devisa Neto

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto menurut jenis mata
uang pada tanggal laporan posisi keuangan,

(2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan peraturan Bank
Indonesia,

(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan poslsl devisa neto.

9

Jaminan Pemerintah terhadap Liabllitas Pembayaran Bank Umum
Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum yang melandasi
jaminan atas dana pihak ketiga di bank.

d)

Aktivitas Fiduciary

Yang harus dlungkapkan antara lain urajan masing-masing aktivitas
fiduclaryyang meliputi jasa kustodian, wali amanat, pengelolaan
Investasi dan reksadana.

37)

Kuasi-Reorganisasi
Yang harus diungkapkan antara lain uraian mengenai kegiatan kuasi-
reorganisasi yang meliputi:

a)

b)

s)
d)

2)

Jumlah saldo negatif yang dlellminasi dalam laporan posisl keuangan
dan jumlah tersebut disajikan selama tiga tahun berurutan sejak
kuasi-reorganlsasi,

Status going concern perusahaan dan rencana manajemen dan
pemegang saham setelah kuasi-reorganisasi yang menggambarkan
prospek usaha di masa mendatang,

Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada saat dan sesudah
kuasi-reorganisasi,

Rincian dari jumlah yang membentuk akun selisih penilaian Aset dan
Ilabilitas sebelum digunakan untuk mengeliminasi defisit, dan
Keterangan tentang tanggal terjadinya kuasi-reorganisasi pada akun
saldo laba dalam laporan posisi kerangan untuk jangka waktu 10
tahun ke depan sejak kuasi-reorganisasi.

Page 47 OCR 0.922
Page 47 of 49

38)

Pengelolaan Modal

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) Informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan, dan proses Perusahaan
dalam mengelola permodalannya, termasuk:

(1) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai modal,

(2) sifat persyaratan dan Implementasinya dalam hal Perusahaan
diharuskan untuk memenuhi persyaratan permodalan yang
disyaratkan oleh pihak eksternal, dan

(3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam mengelola
permodalannya:

b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang dikelola sebagai modal:

Cc) setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari periode sebelumnya:

d) pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap persyaratan permodalan dari
pihak eksternal (jika ada): dan

e) konsekuensi dari ketidakpatuhan persyaratan permodalan dari pihak
@ksternai, apabila terjadi ketidakpatuhan.

Catatan 21

Catatan 21

39)

Transaksi Nonkas

Yang harus diungkapkan antara laln :

Transaksi pada aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan
penggunaan Kas dan Setara Kas yang tidak termasuk dalam laporan arus kas.
Transaksi tersebut antara lain berupa perolehan Aset secara kredit atau sewa
pembiayaan, akuisisi melalui penerbitan saham, dan konversi utang menjadi
modal.

Catatan 12

20)

Pembayaran Berbasis Saham

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) rincian jumlah Liabilitas atas pembayaran berbasis saham balik untuk
jangka pendek ataupun jangka panjang:

b) penjelasan mengenali setiap jenis perjanjtan pembayaran berbasis saham
yang ada pada suatu periode, termasuk syarat dan ketentuan umum
setiap perjanjian, seperti kondisi vesting, jangka waktu maksimum atas
opsi yang diberikan, dan metode penyelesalanj

c) jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi opsl saham untuk setiap
kelompok opsi saham:

d) untuk opsi saham yang dieksekusi selama periode, rata-rata tertimbang
harga saham pada tanggal eksekusi atau selama periode pelaporan,

e) kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang sisa umur kontrak
untuk opsi saham yang beredar pada akhir periode,

? penentuan Nilal Wajar dengan mengungkapkan pallng kurang hal-hal
sebagai berikut:

(1) opsi yang diberikan selama suatu perlode, rata-rata tertimbang
Nilal Wajar opsi tersebut pada tanggal pengukuran dan informasi
tentang bagaimana Nilai Wajar tersebut diukur: dan

(2) jumlah dan rata-rata tertimbang nilal wajar instrumen ekuitas
tersebut pada tanggal pengukuran, dan informasi tentang
pengukuran Nilai Wajar tersebut untuk Instrumen ekuitas lain
yang diberikan selama suatu periode (yaitu selain opsi saham),

9) dampak transaksi pembayaran berbasis saham terhadap laba rugi
Perusahaan dalam suatu periode dan terhadap posisi keuangannya.

41)

Khusus Industri Asuransi:
a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Analisis Kekayaan:
(2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas:
(3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi:
(4) Tingkat solvabilitas yang dicapai perusahaan per tanggal pelaporan:
dan
(5) Jumlah investasi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.

Page 48 OCR 0.914
Page 48 of 49

42)

Aset Llabilitas dan Hasil Usaha Program Asuransi Syariah

Hal-hal yang harus diungkapkan:

a) Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi Syariah:

b) Jenis Akad Asuransi Syariah:

C) Rincian Aset, Llabllltas, Pendapatan, Beban, dan Laba Usaha Unit Asuransi
Syariah: dan

d) zakat.

23)

Informasi Penting Lainnya

Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari:

a) Kontrak reasuransi,

b) Perjanjian penting dan ikatan lainnya:

Cc) Rasio keuangan penting:

d) Pendapatan, beban dan hasil underwriting: dan

e) Peristiwa atau Keadaan yang mempengaruhi kinerja atau kelangsungan
hidup perusahaan.

aa)

Khusus Industri Kehutanan :

a) Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu):

b) Pemenuhan Ilabilitas terhadap negara seperti DR, IHH, BPPHH, IHPH dan
Iuran wajib lainnya,

C) Realisasi kegiatan dan biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan
penanaman kembali hutan alam (TPTI, pembinaan dan perlindungan
hutan, penanaman tanah kosong dan usaha lainnya untuk kelestarian
alam),

d) Realisasi jenis kegiatan sehubungan pelaksanaan Bina desa hutan dan
biayanya,

e) Khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan penanaman pada
periode berjalan dan akumulasinya: dan

f) Sehubungan dengan pembangunan sarana dan prasarana :

(1) Realisasi pembangunan jalan dan jembatan serta pemeliharaannya,
dan

(2) Jenis jalan yang dibangun pada periode berjalan dan akumutasinya.

45)

Peristiwa Setelah Periode Pelaporan

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) dalam hal Perusahaan menerima Informasi setelah periode pelaporan
tentang kondisi yang ada pada akhir perlode pelaporan, maka
Perusahaan memutakhirkan pengungkapan kondisi tersebut sesual
dengan Informasi terkini, dan
contoh peristiwa setelah periode pelaporan yang mensyaratkan entitas
untuk menyesualkan jumlah yang diakui dalam laporan keuangannya,
atau untuk mengakut peristiwa yang sebelumnya tidak diakul:

b) datam hal terdapat peristiwa nonpenyesual yang material setelah perlode
pelaporan, maka Perusahaan mengungkapkan uraian peristiwa,
misalnya:

(L)tanggal terjadinya,

(2)sifat peristiwa: dan

(3)estimasi atas dampak keuangan, atau pernyataan dan alasan bahwa
estimasi tersebut tidak dapat dibuat.

45)

Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan

yang Terkait dengan Aktivitas Perusahaan

Dalam hai Perusahaan belum menerapkan suatu SAK dan/atau peraturan yang

terkait dengan aktivitas Perusahaan, yang telah diterbitkan tetapl belum

efektif berlaku, Yang harus diungkapkan antara lain:

a) judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut,

b) sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif atau perubahan
kebijakan akuntansi:

C) tanggal penerapan SAK dan peraturan baru tersebut disyaratkan, dan
d) pembahasan mengenal dampak penerapan awal SAK dan peraturan baru
atas laporan keuangan atau pernyataan manajemen bahwa dampak

tersebut tidak dapat diketahui atau dlestimasi secara wajar.

Pa

Catatan 38
Catatan 38

Catatan 38

Catatan 38

Page 49 OCR 0.934
Page 49 of 49

47) | Reklasifikasi
a) Dalam hat Perusahaan mengubah penyajian atau pengklasifikasian pos-
pos dalam laporan kewangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan
antara lain:
(1) sifat reklasifikasi:
(2) jumtah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang
direktasifikasi: dan
(3) alasan reklasifikasl.
b) Dalam hat rektasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan,
maka Perusahaan harus mengungkapkan:
(4) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut: dan
(2) sifat penyesualan yang akan dilakukan jika jumtah tersebut
direklasifikasi.
48) | Hibah Pemerintah

Setiap Hibah Pemerintah yang diterima, Perusahaan harus mengungkapkan

hal-hal sebagai berikut:

a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang diakui dalam laporan keuangan dan
Indikasi bentuk lain dari bantuan pemerintah, dan

b) kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi taln yang melekat atas
bantuan pemerintah yang telah diakul,

49)

Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi di Negara Lain

a) Ketentuan Ini berlaku bagi Perusahaan yang menyusun laporan
keuangan dengan menggunakan standar akuntansi selain SAK untuk
memenuhi persyaratan otoritas pasar modal di negara lain atau dalam
rangka penawaran Efek di negara lain,

b) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) ringkasan perbedaan SAK dengan standar akuntansi dl negara lain:

(2) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan posisi keuangan
beserta penjelasannya, dan

(3) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan laba rugi
komprehensif beserta penjelasannya.

C) Dalam hal Perusahaan dlpersyaratkan oleh otoritas pasar modat di
negara lain untuk melakukan pengungkapan tambahan mengikuti
ketentuan yang berlaku di negara tersebut, maka pengungkapan
tersebut wajib ditambahkan dalam laporan keuangan.

50)

Informasi Penting Lainnya

Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari
peristiwa atau keadaan tertentu yang mempengaruhi kinerja perusahaan,
seperti peristiwa/keadaan yang mempengaruhi kelangsungan hidup
perusahaan.

Jakarta, 27 Maret 2026

NT,

Tjhie Tje Fie
Direktur

Page 50

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.63 MB
Published30 Mar 2026
Pages50
Characters151,040
Text sourceOCR
OCR confidence0.915

Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Indofood Sukses Makmur Tbk p.1 ×2
linked person Tjhie Tje Fie p.49
unresolved org Kantor Akuntan Publik Purwanto p.1
unresolved org Bapepam-LK p.2 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.7 ×13
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.22
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.32
unresolved org Bapepam p.42 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

FinancialStatement-2025-Tahunan-INDF.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result