Back to announcement
ISM_Checklist pengungkapan lapkeu Dec 25.pdf
Financial statement Text extracted INDFSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 50
Page 1 OCR 0.923
Page 1 of 49 CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA Petunjuk Pengisian Checklist: 1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan ini, kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek harus menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan No. VIII.G.17), Tanda (V) diisi pada kotom “Ada' apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada kolom "Keterangan' ditambahkan cross reference ke nomor catatan atas laporan keuangan. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka tanda V) diisi pada kolom “Tidak Ada' dengan menambahkan keterangan alasannya pada kolom keterangan. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi persyaratan pengungkapan yang ada maka tanda (v) diisi pada kolom 'N/A'. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan (untuk laporan keuangan audited). Data Umum Nama Emiten/Perusahaan Publik PT Indofood Sukses Makmur Tbk Bidang Usaha Manufaktur Jenis penawaran Umum Saham dan Obligasi Tahun 2025 Tahun 2024 (Audited) (Audited) Nama Kantor Akuntan Publik Purwanto, Susanti & | Purwantono, Surja Sungkoro & Surja Nama Partner Sinarta . Sinarta Opini Akuntan Wajar tanpa Wajar tanpa Pengecualian Pengecualian Catatan tentang Opini (jika ada) N/A N/A “ disesuaikan dengan periode penyajian laporan keuangan. Ya Tidak Pemenuhan Peraturan No.VIII.G.11 Tentang "Tanggung Jawab v Direksi Atas Laporan Keuangan” Pemenuhan Peraturan No.VIILA,2 tentang “Independensi v Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal"
Page 2 OCR 0.907
Data Keuangan Penting Page 2 0f49 (dalam jutaan rupiah) 31 Des 2025 | 31 Des 2024 Periode laporan keuangan (Audited) (Audited) Laba Rugi Komprehensif Pendapatan 123.493.214 115.786.525 Laba (rugi) bruto 41.192.355 | 40.136.529 Laba (rugi) usaha/operasional 24.569.137 23.088.184 EBITDA 28.735.488 27.105.546 Laba (rugi) Bersih periode berjalan 15.556.381 13.077.496 Laba (rugi) komprehensif 15.595.911 12.546.107 Laba Per saham (dasar) (angka penuh) 1.217 984 Laba Per saham (dilusian) N/A N/A 31 Des 2025 | 31 Des 2024 Laporan Posisi keuangan (Audited) (Audited) Jumlah Aset 217.981.765 201.713.313 Jumlah Aset Lancar 90.391.256 79.765.476 Jumlah Aset Tidak Lancar 127.590.509 121.947.837 Jumlah Liabilitas 97.746.518 92.722.030 Jumlah Liabllitas Jangka Pendek 42.399.644 37.094.061 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 55.346.874 55.627.969 Jumlah Ekuitas 120.235.247 108.991.283 Modal Disetor 878.043 878.043 Saldo Laba 61.459.220 53.396.455 Rasio Keuangan" Rasio Lancar (x) 2.1x 2,1x ROA 140 6,7 Ya ROE 13,6Ya 12,5Yo Ebitda thd pendapatan 23,3Yo 23,4Yo “dapat disesuaikan berdasarkan industrinya Catatan: 1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan seluruhnya, kecuali pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak dapat diterapkan pada Emiten atau Perusahaan Publik. Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyesualkan pengungkapan sesual dengan karakteristik industri apabila pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami laporan keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. 2. Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada checklist ini, namun mengikuti peraturan Bapepam-LK No VIII.G,17 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek, Laporan Keuangan Terdiri dari: eterariga Laporan posisi keuangan pada akhir periode Laporan laba rugi komprehensif selama periode Laporan perubahan ekuitas selama periode Laporan arus kas selama periode Sisi alalulxje Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan saat Perusahaan menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika Perusahaan mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya. Catatan atas Laporan Keuangan
Page 3 OCR 0.919
Page 3of49 No Keterangan Ketentuan Umum Perusahaan wajib menyajikan catatan atas taporan keuangan dengan urutan sebagai berikut: a. gambaran umum Perusahaan: b. dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan: Cc. informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas, sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian masing-masing pos: dan d, pengungkapan lalnnya yang antara laln meliputi: 1) Informasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan: dan 2) informasi yang tidak disajikan dl bagian manapun dalam laporan keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan. Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau persentase untuk menjelaskan adanya bagian dari suatu jumlah, tidak menggunakan kata “sebagian”. Perusahaan wajib mengungkapkan dalam penjelasan masing-masing pos mengenai Aset yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijamlnkan. Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan, wajib diungkapkan jenis dan nilai aset yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib dlungkapkan alasannya. Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan 1, Gambaran Umum Perusahaan Hal-hal yang harus diungkapkan, antara Ialn: Pendirian perusahaan 1) Riwayat ringkas perusahaan: Catatan 1 2) Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan terakhir, pengesahan dari Instansi yang berwenang, dan nomor serta tanggal Berita Negara, Catatan 1 3) Kegiatan usaha sesuai anggaran dasar Perusahaan dan yang sedang dijalankan pada periode pelaporan, Catatan 1 4) Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi utama keglatan usaha: Catatan 1 5) Tanggal mulal beroperasinya perusahaan secara komersial. Dalam hai perusahaan melakukan ekspansi atau perampingan usaha secara signifikan pada periode laporan yang disajikan, wajib disebutkan saat dimulainya operasi komersial dari ekspansi atau perampingan usaha dan kapasitas produksinya, dan SIS Sh ala Catatan 1 8) Nama entitas Induk dan nama entitas Induk terakhir dalam kelompok usaha (ultimate parent af the group). Dalam hal tidak dapat diungkapkan, wajib disebutkan alasannya. Catatan 1 7) Khusus Industri Media Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimiliki. 8) Khusus Industri Jalan Tol Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah yang mendasari penyelenggaraan jalan tol tersebut, 9) Khusus untuk Asuransi dan Pembtayaan Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau Otoritas yang berwenang. 10) Khusus untuk Industri Perbankan Izin usaha sebagai bank umum, sebagai bank devisa (jika ada), serta izin untuk menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip syariah (jika ada). 11) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan Pertambangan Umum Area Ekspiorasi dan Eksploitasi/Pengembangan. Penjelasan mengenai area eksplorasi dan eksploitasi Perseroan meliputi :
Page 4 OCR 0.891
Page 4 of 49 a) Area Eksplorasi, meliputi: « Nama tokasi, « Nama pemilik izin lokasi, » Tanggal perolehan izin ekplorasi serta tanggal jatuh temponya, « Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik izin lokasi: dan » Jumlah biaya eksplorasi yang telah dibukukan sebagai Aset Minyak dan Gas Bumi per tanggal Laporan Posisi Keuangan, b) Area Eksploltasi/Pengembangan meliputi: # Nama lokasi, « Nama pemilik ijin fokasi, e Tanggal perolehan Ijin eksploitasi serta tanggal jatuh temponya, » Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik ijin lokasi, » Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan tentang pihak yang melakukan sertifikasi, dan tanggal sertifikasi, « Jumlah produksi pada tahun berjalan, dan « Akumulasi jumlah produksi sejak awal kegiatan eksploitasi/pengembangan oleh Perseroan hingga tanggal laporan posisi keuangan. 12) Khusus Industri Kehutanan Yang harus diungkapkan antara lain: a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan, b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola selama masa sisa manfaat KPH: dan c) sisa umur HPH. b. Penawaran Umum Efek, yang harus diungkapkan antara lain: 1) Tanggal dan/atau nomor surat efektif penawaran umum, termasuk penawaran v Catatan 1 Efek yang diterbitkan di luar Indonesia: 2) Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan, v Catatan 1 3) Bursa tempat Efek dicatatkan, dan v Catatan 1 4 Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah Efek yang diterbltkan v Catatan 1 (corporate action) sejak penawaran umum perdana sampai dengan periode pelaporan terakhir. Cc Struktur Perusahaan, entitas anak, dan Entitas Bertujuan Khusus Perusahaan (EBK) tidak memiliki Yang harus dlungkapkan antara lain: EBK 1) | Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan baik secara langsung v Catatan 1 maupun tidak langsung: 2) | Tempat kedudukan: v Catatan 1 3) | Jenis usaha, v Catatan 1 4) | Tahun beroperasi secara komersial, v Catatan 1 5) | Persentase kepemilikan dan proporsi hak suara (jika berbeda): v Catatan 1 6) | Totai Aset: dan v Catatan 1 7) | Informasi penting lalnnya antara lain: a) sifat hubungan antara entitas Induk dan entitas anak, apabila entitas induk v Catatan 1 tidak memiliki baik langsung maupun tidak langsung melalut entitas anak, lebih dari 5096 (lima puluh perseratus) hak suara yang sah: b) alasan mengapa kepemilikan baik langsung maupun tidak langsung lebih dari 5096 (lima puluh perseratus) hak suara atau hak suara potenslal atas Investee tidak diikuti dengan pengendalian, Cc) akhir perlode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak apabila laporan keuangan tersebut digunakan untuk menyusun laporan keuangan konsolidasian dan tanggal atau periode berbeda dari tanggal laporan keuangan entitas Induk, dan alasan menggunakan tanggal atau periode yang berbeda: sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak Untuk mentransfer dana ke entitas induk dalam bentuk dividen tunai, atau pembayaran kembali plnjaman atau uang muka, suatu rincian yang menunjukkan dampak setlap perubahan bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya Pengendailan atas ekuitas yang dapat diatribuslkan pada pemilik d e
Page 5 OCR 0.929
Page 5 of 49 entitas induk: dan @ dalam hal hilangnya Pengendatian atas entitas anak, maka entitas induk harus mengungkapkan: (1) keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakui dari hilangnya Pengendalian, dan porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat diatribusikan pada pengakuan sisa Investasi pada entitas anak terdahulu dengan Nilai Wajar pada tanggal hilangnya Pengendalian: (2) jumlah persentase kepemilikan yang dilepaskan: (3) jumlah harga yang diterima: (4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas: (5) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya dimana Pengendalian dilepaskan: dan (6) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya dimana Pengendalian dilepaskan, yang diikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya. d. Karyawan, direksi, komisaris, dan komite audit Yang harus diungkapkan antara lain: 1) | Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota direksi, dewan komisaris, Catatan 1 dan kamite audit, 2) | Cakupan manajemen kunci: dan Catatan L 3) | Jumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir perlode atau rata-rata Catatan 1 Jumlah karyawan tetap selama perlode yang bersangkutan, secara konsolidasi untuk Perusahaan dan entitas anak. e. Penerbitan Laporan Keuangan 1) | Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit: dan Catatan 1 2) | Pihak yang bertanggung jawab mengotorisasi laporan keuangan. Catatan 1 BAN EN MAAN PELAN MAP REA Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan Dalam bagian Ini harus diungkapkan hat-hal sebagai berikut: Pernyataan kepatuhan terhadap SAK Pernyataan Ini merupakan pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun Gan disajikan sesual dengan SAK. Catatan 2 Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan 1) Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu berdasarkan biaya historis (historical cost), biaya perotehan kini (current cost), nilai realisasi neto (net realizable value), Nilal Wajar (fair value) atau jumlah yang dapat dipulihkan berdasarkan SAK yang berlaku. Catatan 2 2) Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas. Catatan 2 3) Mata uang fungsional dan mata uang penyajian yang digunakan, meliputi: a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak: b) fakta dan alasan perubahan, apabila terdapat perubahan mata uang fungsional Perusahaan maupun kegiatan usaha asing yang signifikan, dan C) alasanperubahan mata uang penyajian (jika ada). Catatan 2 4) Alasan perubahan periode pelaporan (jika ada). Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi Signifikan oleh Manajemen 1) Perusahaan harus mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan atau bagian lain dari catatan atas laporan keuangan, pertimbangan yang telah dibuat manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi dan memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan: Catatan 3 2) Perusahaan harus mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat mengenai masa depan, dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesualan materlal terhadap jumlah tercatat Aset dan Liabilitas dalam perlode pelaporan berikutnya: dan Catatan 3 3) Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana dimaksud dalam angka 2), Catatan atas laporan keuangan memasukkan rinclan atas sifat dan jumlah tercatat pada akhir periode pelaporan. Catatan 3
Page 6 OCR 0.911
Page 6 of 49 Kebijakan Akuntansi Tertentu Kebijakan akuntansi tertentu merupakan Kebijakan akuntansi lainnya yang diterapkan dan relevan untuk memahami laporan keuangan. Kebijakan akuntansi tertentu meliputi, tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut: 1) | Prinsip-prinsip konsolldasi Yang harus dijelaskan antara laln: a) ruang lingkup Laporan Keuangan Konsolidasian, yang meliputi pos- v Catatan 2 pos entitas Induk dan entitas anak, b) dasar dan kapan suatu entitas anak dikonsolidasikan ke dalam laporan v Catatan 2 keuangan entitas Induk: c) kebijakan akuntansi sehubungan dengan perubahan kepemilikan tanpa | v Catatan 2 kehilangan Pengendalian atas entitas anak, d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan kehilangan Pengendalian atas v Catatan 2 entitasanak, @) kebijakan akuntansi sehubungan dengan pencatatan dan penyajian v Catatan 2 kepentingan nonpengendall: dan f) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi materlal antar entitas yang v Catatan 2 dikonsolldasi telah dieliminasi. 2) | Kombinasi bisnis Yang harus dijelaskan antara lain: a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis, termasuk metode V Catatan 2 yang digunakan untuk mengukur kepentingan nonpengendali, b) pengakuan awal untuk goodwill, v Catatan 2 c) pengukuran setelah pengakuan awal untuk goodwilt, dan v Catatan 2 d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan kombinasi bisnis yang ada dl Perusahaan, antara lain: (1) pembelian dengan diskon, v Catatan 2 (2) akulsisi secara bertahap: dan v Catatan 2 (3) Imbalan kontinjensi. 3) | Kas dan setara kas: " V Catatan 2 Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan dalam menentukan komponen kas dan setara kas. 4) | Instrumen Keuangan a) Instrumen Keuangan selain Sukuk Yang harus dijelaskan antara lain: (1) pengakuan awal Instrumen keuangan setiap kategori, termasuk V Catatan 2 perlakuan atas biaya transaksi: (2) pengukuran setelah pengakuan awal instrumen keuangan setiap v Catatan 2 kategori, (3) ketentuan saling hapus dari Instrumen keuangan, v Catatan 2 (4) metode yang digunakan untuk menentukan Nilai Wajar Instrumen v Catatan 2 keuangan: (5) metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan v Catatan 2 penurunan nilal dari aset keuangan, v Catatan 2 (6) ketentuan penghentian pengakuan Instrumen keuangan, (7) khusus Instrumen keuangan derivatif dan akuntansi Iindung nilai, selain penjelasan sebagaimana dimaksud dalam angka (1), angka (2), angka (3), angka (4), angka (5), dan angka (6), wajib ditambahkan penjelasan mengenal, (a) ketentuan pemenuhan kriteria akuntansi lindung nilai, (b) klasifikasi Ilndung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nilal atas Instrumen keuangan derivatif, dan (c) perlakuan akuntansi lindung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nilai. b) Investasi pada Sukuk Yang harus dijelaskan antara lain: (1)klasifikasi dan reklasifikasl investasi pada Sukuk: (2)pengakuan awal Sukuk: (3)pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk, (4)Penyajian pendapatan sukuk, dan (5)penyajian amortisasl biaya transaksi. c) Sukuk yang diterbitkan Yang harus dijelaskan antara lain:
Page 7 OCR 0.924
Page 7 of 49 (1)pengakuan awal Sukuk: (2)pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk: (3)biaya transaksi penerbitan Sukuk: (4)posisi penyajian Sukuk: dan (5yakad syariah yang digunakan. 5) | Khusus Industri Perbankan v a) Giro Wajib Minimum Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan mengenai jumlah giro wajib mlalmum. b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain. c) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain. 6) | Piutang Reverse Repo v Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Plutang Reverse Repo, metode pencatatan dan pengukurannya. 7) | Khusus Industri Perbankan v Obligasi Rekapitallsasi Pemerintah Yang harus dijelaskan antara lain: a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki, b) Pengakuan nilai pada investasi untuk setiap kelompok Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah:dan C) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan keuangan. 8) | Khusus Industri Perbankan v a) Kredit Yang harus dijelaskan antara lain: (1) Penjelasan atas masing-masing jenis kredit yang diberikan: (2)Dasar penyajian atas kredit: (3)Kebijakan manajemen dan pelaksanaan pengendalian risiko portofollo kredit, (4)Perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibeli dari BPPN (jika ada): dan (5)Kebijakan bank akan agunan kredit. b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian atas tagihan/kewajiban akseptasi. c) Agunan yang Diambil Alih Yang harus dijelaskan antara laln: (1)Dasar penilaian dan penyajian: (2)Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi piutang/pemblayaan yang diberikan dengan saldo plutang/pembiayaan yang tidak dapat ditagih: dan (3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan (kerugian) dari realisasi penjualan agunan. 9) | Khusus untuk Industri Pembiayaan v Piutang Pembiayaan Konsumen Yang harus dijelaskan antara lain: a) Dasar penyajian piutang pembiayaan konsumen: dan b) Dasar penllatan aset jika perusahaan menarik kembali aset pembiayaan konsumen dari konsumennya. 10) | Anjak Piutang v Yang harus dijelaskan antara lain: 3) Jenis transaksi anjak plutang (dengan recourse atau tanpa recourse): b) Penyajian transaksi anjak piutang, C) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga pengalihan dan jumlah bersih piutang dialihkan: dan @) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak plutang(ditagihkan kembali ke klien atau ditanggung oleh perusahaan). 11) | Sewa Yang harus dijelaskan antara lain: a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung suatu sewa, Catatan 2 b) kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa pembiayaan atau Catatan 2 sewa operasi: dan
Page 8 OCR 0.914
Page 8 of 49 Cc) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak sebagai lessee dan/atau lessor. v Catatan 2 12) | Persediaan : v Catatan 2 yang harus dijelaskan antara lain mengenal kebijakan akuntansi yang digunakan dan rumusan biaya yang digunakan. a) Khusus Industri Kehutanan v Catatan 10 HTI Dalam Pengembangan Yang harus dijelaskan antara lain: Beban-beban yang dikapitallsasi, antara lain: kewajiban kepada negara, pemeliharaan sarana dan pra-sarana. HTI Siap Panen Yang harus dijelaskan antara lain: Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke biaya produksi. b) Khusus Industri Perkebunan Tanaman Perkebunan Yang harus dijelaskan antara laln: (1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai persediaan, v Catatan 2 tanaman belum menghasilkan, atau tanaman telah menghasilkan: (2) Dasar penllalan dan pengukuran, v Catatan 2 (3) Kebijakan akuntansi reklasifikasl tanaman belum menghasilkan ke v Catatan 2 tanaman telah menghasilkan, (4) Metode penyusutan dan masa manfaat tanaman yang disusutkan, v Catatan 2 dan (5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman. v Catatan 2 c) Khusus Industri Peternakan Hewan Ternak Yang harus dijelaskan antara lain: (1) Hewan ternak telah menghasilkan : ta) Metode penilalan: (b) Metode amortisasi (deplesi): dan (c) Cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada, (2) Hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) : la) Metode penilalan: dan (b) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk dapat berpindah menjadi hewan ternak telah menghasilkan. 13) Aset Tetap: Yang harus dijelaskan antara lain: a) pengakuan awal Aset Tetap: v Catatan 2 b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap: v Catatan 2 c) pengelompokan Aset Tetap: v Catatan 2 d) metode penyusutan yang digunakan, v Catatan 2 e) kapitalisasi biaya yang terkait dengan Aset Tetap, v Catatan 2 f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan, v Catatan 2 9) penghentian pengakuan: v Catatan 2 h) nilai residu: dan v Catatan 2 1) pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji ulang atas estlmasi v Catatan 2 umur ekonomis, metode penyusutan, dan nilai residu pada setiap akhir perlode pelaporan. 14) Investasi pada Entitas Asoslasi v Catatan 2 Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat investasi pada asosiasi. 15) Bagian partisipasi dalam Ventura Bersama v Catatan 2 Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat bagian partisipasi dalam Ventura Bersama. 16) Pola Kerjasama Yang harus dijelaskan antara lain: a) b) c) Kriteria dari bentuk kerjasama, Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset dan liabilitas yang timbul, dan Sistem pembagian hasil, jika ada.
Page 9 OCR 0.920
Page 9 of 49 17) Aset Tak Berwujud Yang harus dijelaskan antara lain : a) pengakuan awal Aset Takberwujudj b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Takberwujudj C) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan apablia umur manfaat terbatas, diungkapkan tarif amortisasi yang digunakan dan umur manfaatnya, d) sumber terjadinya Aset Takberwujud: e) metode amortisasi yang digunakan: f) penghentian pengakuan Aset Takberwujud: dan 9) riset dan pengembangan (jika ada). KAL Kat Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 18) Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang dimiliki untuk dijual Yang harus dijelaskan antara lain: a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi suatu aset tIdak lancar diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual: dan b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok tepasan yang dimiliki untuk dijual. 19) Properti Investasi : Yang harus dijelaskan antara lain: a) pengakuan awal Properti Investasi: b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti Investasi, c) metode penyusutan yang digunakan, khusus untuk model blaya, d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan untuk model biaya: dan e) penghentian pengakuan Properti Investasi. 20) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi Aset Minyak dan Gas Bumi Yang harus dijelaskan antara laln: a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat bruto, b) Kriteria kapitalisasi blaya, penurunan nilai (/mpafrment) dan penilaian kembali aset (revaluasi): c) Metode penyusutan dan amortisasi yang digunakan: d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi yang digunakan: dan e) Pertanggungan Asuransi. 21) Penurunan Nilal Aset Nonkeuangan Yang harus dijelaskan antara laln: 3) ketentuan peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya penurunan nilai, dan b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nilal aset nonkeuangan dan pembalikannya, Catatan 2 Catatan 2 22) Khusus Industri Perbankan Liabilitas Segera Yang harus dijelaskan antara laln dasar penyajian Itabilitas segera. Simpanan Nasabah Yang harus dijelaskan antara lain: a) Penjelasan atas simpanan) dan b) Dasar penyajian dari masing-maslng kategori simpanan. Simpanan dari bank lain Yang harus dijelaskan antara lain: a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain dan b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain. Surat Berharga yang Diterbitkan Yang harus dijelaskan antara lain: a) Kriterla dan jenls-jenis surat berharga yang diterbitkan, dan b) Perlakuan akuntansi atas premi atau diskonto. 23) Provisi Yang harus dijelaskan antara lain: a) kondisi provisi yang harus diakui: dan b) dasar penentuan nilai provisi. Catatan 2 Catatan 2
Page 10 OCR 0.927
Page 10 of 49 24) Utang Repo Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Utang Repo, metode pencatatan dan pengukurannya. 25) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan Llabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan. Yang harus dijelaskan antara lain: a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PI.H: b) Metode amartisasi atas biaya PLH yang ditanggutikan, c) Metode penyusutan prasarana PLH: dan d) Tabel yang memuat penjelasan tentang: (1) Lokasi penambangan: (2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi, (3) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi penambangan, dan (4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan. 26) Khusus Industri Pertambangan Umum Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan Yang harus dijelaskan antara lain: a) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang masih berjalan dengan penjelasan mengenai jangka waktu kontrak untuk Area of Interest yang bersangkutan: b) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas keglatan eksptorasi yang sudah menemukan adanya Cadangan Terbukti dengan penjelasan bahwa amortisasinya baru akan dilaksanakan pada saat dimulainya produksi, c) Dasar penentuan ditangguhkannya biaya pengembangan dan kapitalisasi blaya pekerjaan Konstruksi dan prasarana, dan d) Metode amortisasi dan penyusutan yang dipergunakan dengan penjelasan jangka waktu perljinan penambangan, taksiran umur ekonomis tambang dan dasar perhitungan amortisasi. Blaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan Yang harus dijelaskan antara lain: a) perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH, b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan: dan C) Metade penyusutan prasarana PLH. 27) Pengakuan Pendapatan a) Yang harus dijelaskan antara lain: (4) kondisl dan metode pengakuan pendapatan serta dasar pengukuran yang digunakan berdasarkan jenis pendapatan yang ada, dan (2) dalam hat terdapat transaksi hubungan keagenan, kebijakan pengakuan pendapatan dan penjualan dari hubungan keagenan serta beban terkait. Catatan 2 b) Pengakuan pendapatan dan Beban dengan menggunakan metode persentase penyelesaian Yang harus dijelaskan antara lain metode yang diterapkan untuk menentukan tahap penyelesaian suatu kontrak. c) Khusus Industri Asuransi (1) Pengakuan pendapatan premi Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain: (a) Tarif yang digunakan dalam perhitungan premi yang belum merupakan pendapatan, (b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi reasuransi prospektif dan retroaktif: dan (c) Penyajian pendapatan premi dalam laporan laba rugi. (2) Beban Klaim Penjelasan yang harus ditambahkan antara laln: (a) Kelompok beban klaim dalam bentuk: klaim yang disetujul, klaim dalam proses penyelesaian, klalm yang terjadi namun belum dilaporkan dan beban penyelesalan klaim, dan Cb) Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi.
Page 11 OCR 0.922
Page 11 of 49 d) Khusus Industri Real Estate Kapitalisasi dan metode alokasi biaya proyek pengembangan Real Estat Yang harus dijelaskan antara lain: (1) Unsur biaya yang kapitalisasi ke proyek pengembangan Real Estat: (2) Unsur biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek: (3) Penyisihan atas realisasi pendapatan pada masa mendatang lebih rendah dari nilal tercatat proyek, (4) Metode alokasi biaya yang telah dikapitalisasi ke setlap unit Real Estat, (5) Biaya yang direvisi dan direalokasi akibat perubahan mendasar pada estimasi kini dan (6) Unsur biaya yang diakui sebagai beban pada saat terjadinya. 28) Program Loyalitas Pelangan Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan terkait program loyalitas pelanggan 29) Transksi dan Saldo dalam mata uang asing Yang harus dijelaskan antara lain: a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo dalam mata uang v Catatan 2 asing: b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari penjabaran aset dan v Catatan 2 Nlabilitas moneter, dan C) referensi dan kurs yang digunakan untuk menjabarkan transaksi dan v Catatan 2 saldo dalam mata uang asing. 30) Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi Yang harus dijelaskan antara lain: a) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasi: v Catatan 2 b) Pengungkapan Pihak-plhak beretasi dalam Laporan Keuangan: dan vV Catatan 2 31) Hibah Pemerintah Yang harus dijelaskan antara talnkebijakan akuntansi tentang metode penyajian dalam laporan keuangan, 32) Pajak Penghasilan Yang harus dijelaskan antara lain: a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak kini dan pajak v Catatan 2 tangguhan: b) ketentuan mengenai saling hapus, v Catatan 2 C) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhan: dan v Catatan 2 d) metode yang digunakan dalam menilai aset (Itabilitas) pajak v Catatan 2 tangguhan. 33) Imbalan Kerja Yang harus dijelaskan antara Jain: a) jenis Imbalan kerja yang diberikan Kepada karyawan, v Catatan 2 & 20 b) deskripsi umum mengenai jenis program Imbalan pascakerja yang v Catatan 2 & 20 diselenggarakan oleh Perusahaan: Cc) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakui keuntungan dan v Catatan 2 & 20 kerugian aktuarlal: dan d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk curtallment dan v Catatan 2 & 20 penyelesaian. 34) Saham Treasuri Yang harus dijelaskan antara taln metode pengakuan dan pengukuran atas pembelian, penjualan, atau pembatalan saham treasuri. 35) Pembayaran Berbasis Saham Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi untuk transaksi pembayaran berbasis saham yang diselesaikan melalui Instrumen ekuitas dan/atau diselesaikan melalui Kas, termasuk pengukurannya. 36) Kuasi-Reorganlsasi Yang harus dijelaskan antara lain: a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasij b) Dasar penentuan nilai wajar Aset dan Liabilitas: dan Cc) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi Aset dan Liabilitas. Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebelum 1 Januari 2013. 37) Biaya Pinjaman v Catatan 2 Yang harus dijelaskan antara lainkondisi yang mengharuskan biaya
Page 12 OCR 0.910
Page 12 of 49 pinjaman dikapitalisasikan sebagai bagian dari biaya perolehan aset kualifikasian. 38) Segmen Operasi v Catatan 2 Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan oleh manajemen untuk mengidentifikasikan Segmen Operasi, 39) Laba (Rugi) per saham vV Catatan 2 Yang harus dijelaskan antara lain dasar perhitungan laba (rugi) per saham dasar dan laba (rugi) per saham dilusian Pengungkapan atas Pos-Pos Laporan Keuangan Aset » Kas dan Setara Kas Yang harus diungkapkan antara lain: a) unsur Kas dan Setara Kas pada plhak berelasi dan pihak ketiga, b) rincian jumlah penempatan di bank berdasarkan nama bank serta jenis mata uang asing: c) kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas selama periode pelaporan, dan d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang signifikan yang tidak dapat digunakan oleh kelompok usaha disertal pendapat manajemen. LX Catatan 4 Catatan 4 Catatan 4 2) Khusus Industri Perbankan a) Kas Yang harus diungkapkan adalah rincian jumlah kas berdasarkan jenis mata uang. b) Giro pada Bank Indonesia Yang harus diungkapkan antara lain: (1)Rincian jumlah Giro pada Bank Indonesia berdasarkan jenis mata uang (nilai dalam mata uang original): dan (2)Ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) menurut BI dan posisi GWM bank pada saat perlode pelaporan. c) Giro pada Bank Lain Yang harus diungkapkan antara lain: Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan jenis mata uang: (1)Jumlah penyisihan penurunan nilai, (2)Perubahan penyisihan selama periode berjalan untuk masing- masing giro: (3)Rincian Jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan pihak yang mempunyal hubungan Istimewa dan pihak ketiga, (4)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan (5)Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai. d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Yang harus diungkapkan antara lain: (L)Rincian jumlah penempatan berdasarkan jenis dan mata uang, (2)Rincian penempatan berdasarkan yang mengalami penurunan nilai (impaired) dan tidak mengalami penurunan nilai (unimpalred), (3)Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok), (4)Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan: (S)Rincian jumlah penempatan berdasarkan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan pihak ketiga, (6)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun, (7)Jumtah dana yang diblokir dan alasannya, (8)Jumlah dana yang tidak dapat dicairkan pada bank bermasalah, bank beku operasi atau likuidasi termasuk tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana tersebut berdasarkan Informasi dari otoritas yang berwenang: dan (9)Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai. 3) Piutang Usaha Yang harus diungkapkan antara lain: a) jumlah plutang yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi, b) jumlah piutang menurut debitur, c) jumlah piutang menurut mata uang: Catatan 6 Catatan 6
Page 13 OCR 0.912
Page 13 of 49 d) e) Bj n alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai, jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan nilai secara Individual dan kolektif, dan penghapusan piutang: pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan atau keyakinan manajemen atas ketertagihan piutang apabila tidak dibentuk cadangan: plutang yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan, jumlah diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif: dan informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang yang ditransfer, meliputi: (1) jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi, jatuh tempo, dan Ikatan penting laln yang diatur dalam perjanjian: dan (2) jamlnan yang diberikan (bila ada). Catatan 6 Catatan 6 Catatan 6 Catatan 6, tidak ada piutang yang dijaminkan 4 Khusus Industri Asuransi a) b) c) d) Plutang Premi Tambahan pengungkapan mengenaiantara laln: (1) Jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan asuradur: (2) Jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi: dan (3) Jumlah piutang premi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas, Piutang Koasuransi Tambahan pengungkapan mengenalantara lain: (1) Jumlah berdasarkan ko-asuradur, (2) Jumtah menurut jenis asuransi: dan (3) Jumlah piutang koasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. Piutang Reasuransi Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: (1) Jumlah plutang berdasarkan reasuradur, (2) Jumlah piutang atau utang reasuransi yang disalinghapuskan: dan (3) Jumlah piutang reasuransl yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. Piutang Hasil Investasi Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: (1) Pemisahan antara plutang kepada pihak berelasi dan pihak ketiga: (2) Jumlah plutang menurut jenis investasi, (3) Jumlah piutang menurut mata uang: dan (4) Jumlah piutang yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. 5) Khusus Industri Pembiayaan a) Piutang Pembiayaan Konsumen Yang harus diungkapkan antara lain: (1)Jumlah piutang menurut dan jenis obyek pembiayaan (contoh: kendaraan bermotor, elektronik, rumah, dan laln-lain): (2)RIncian umur dari angsuran pembiyaan Konsumen, (3)Bagian pinjaman yang diblayai bank-bank sehubungan dengan transaksi kerja (4)sama pembiayaan bersama, penunjukan selaku pengelola plutang, penerusan pinjaman dan pengambilalihan piutang apabila perusahaan membagi risiko tidak tertagihnya piutang tersebut dengan bank-bank dalam rangka transaksi di atas: (5)Pendapatan pemblayaan Konsumen yang belum dlakuij (6)NIlal dan jenis jaminan yang diserahkan oleh pelanggan atas piutang pembiayaan konsumen yang diberikan berdasarkan objek pembiayaan: (7)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan (8)Plutang pembiayaan konsumen yang dialihkan dan atau digunakan sebagai jaminan atas utang. b) Tagihan Anjak Piutang Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Jumlah tagihan anjak piutang tanpa recourse dan dengan recourse, beserta jumlah utang retensi anjak piutang dan pendapatan anjak plutang (tanpa recourse) serta pendapatan
Page 14 OCR 0.909
Page 14 of 49 anjak piutang tangguhan (dengan recourse), dan (2) Pengungkapan mengenal tingkat bunga, jatuh tempo dan jumlah piutang yang diperoleh serta ikatan penting yang diatur dalam perjanjian anjak piutang. Cc) Piutang Sewa Pembiayaan Yang harus diungkapkan antara fain: (1) Rincian jumlah berdasarkan plhak berelasi dan pihak ketiga, (2) Rekonsiliasi antara Investasi sewa bruto dan nilai kini piutang pembayaran sewa minimum pada akhir periode pelaporan. Di samping Itu, lessor mengungkapkan Investasi sewa bruto dan nilai kini piutang pembayaran sewa minimum pada akhir perlode pelaporan, untuk setiap perlode berikut: (a) kurang dari satu tahun (b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun (ce) lebih dari lima tahun (3) pendapatan keuangan yang belum diterima, (4) nilal residu yang tidak dijamin yang diakru sebagai manfaat lessor, (5) akumulasi penyisihan piutang tidak tertagih atas pembayaran sewa minimum, (6) rental kontinjen yang diakul sebagai pendapatan dalam periode, dan (7) penjelasan umum Isi perjanjian sewa tessor yang material. d) Piutang Sewa Operasi Yang harus diungkapkan antara lain: (L) jumlah agregat pembayaran sewa minimum masa depan dalam sewa operasi yang tidak dapat dibatalkan untuk setiap periode berikut: (a) kurang dari satu tahun (b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun (c) lebih dari Ilma tahun (2) total rental kontinjen yang diakul sebagai pendapatan pada periode, dan (3) penjelasan umum isi perjanjlan sewa lessor, 8) Khusus Kontrak Konstruksi Piutang Retensi Yang harus diungkapkan antara lain: a) Jumlah piutang dari masing-masing kontrak konstruksi: dan b) Pendapat manajemen akan kemungkinan tertagihnya plutang retensi. 7» Tagihan Bruto kepada Pelanggan Yang harus diungkapkan dalam pos Ini antara lain tagihan bruto dari setlap kontrak konstruksi. Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel yaitu a) biaya kontrak yang terjadi, b) laba yang diakui, c) kerugian yang terjadi: dan d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin). 8) Piutang Reverse Repo Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang ditransaksikan) b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kemball Efek, c) Nama pihak/counterparty, d) Lokasi Efek jaminan: e) Tingkat bunga piutang reverse repo, () Cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada): dan 9) Mutasi cadangan keruglan penurunan nilai (jika ada). 9) Agunan Yang Diambil Alih Yang harus diungkapkan antara lain: a) Nilai realisasi bersih pada saat diambilalih, b) Selisih antara nilai realisasi bersih atas agunan yang diambilalih dengan saldo piutang yang tidak tertagih: dan Cc) Laba atau rugi yang timbul, termasuk biaya-blaya yang timbul setelah
Page 15 OCR 0.918
Page 15 of 49 pengambilalihan agunan tersebut. 10) Piutang Dividen dan Bunga Yang harus diungkapkan antara Ialn rincian jenis dan jumlah tagihan dividen, bunga, dan dendakepada pihak lain. 11) Piutang Lain-Lain Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian jenis dan jumlah piutang: b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), dan C) Pendapat manajemen atas kecukupan jumtah penyisihan. Catatan 31 12) Aset Keuangan Lainnya Pengungkapan ini telah diterapkan untuk aset keuangan lainnya yang bersifat lancar maupun tidak lancar. a) Pengelompokkan aset keuangan lainnya sesuai klasifikasi yang dipisahkan antara plhak ketiga dan pihak berelasi. b) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) nilai tercatat aset keuangan untuk setiap kelompok dan rincian Investasinya, (2) laba atau rugi neto pada setiap kelompok aset keuangan berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pos pendapatan komprehensif lainnya maupun yang dtakui sebagai laba atau rugi periode berjalan, (3) total pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga efektif untuk aset keuangan selain yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugij (4) biaya perolehan termasuk jumlah premium dan diskonto yang belum diamortlsasi, untuk Efek dimiliki hingga jatuh tempo, (5) peringkat Efek utang berikut nama pemeringkat (jika ada). (6) uraian tentang alasan diambilnya keputusan menjual untuk aset keuangan yang diklasifikasikan dimiliki hingga jatuh tempo: (7) jika terdapat reklasifikasi aset keuangan, maka wajib diungkapkan: Ca) jumlah yang direklasifikasi ke dan dari setiap kategori: (b) alasan reklasifikasi: dan (c) sisa investasi dalam kelampok dimiliki hingga jatuh tempo yang telah direklasifikasi dalam kelompok tersedia untuk dijual, (8) jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagai agunan untuk Liabilitas atau ltabilitas kontinjensi serta syarat dan kondisi yang terkait dengan penjaminan tersebut: SS taet Catatan 9, tidak ada aset keuangan lainnya ke pihak berelasi Catatan 9 dan laporan posisi keuangan Laporan perubahan ekuitas konsolidasian (9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan (jika ada), termasuk mutasinya, dipisahkan antara aset keuangan yang mengalami penurunan nilai dan aset:keuangan yang tidak mengalami penurunan nilai, serta dipisahkan antara penurunan nilal yang dihitung secara kolektif dan individual, termasuk beban penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi: dan (10) jumlah amortisasi keuntungan (kerugian) yang belum direallsasi atas investasi yang tersedia untuk dijual yang direklasifikasi menjadi dimiliki hingga jatuh tempo. Catatan 9 dan 34 13) Khusus Deposito Tambahan pengungkapan mengenai antara laln: a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi: b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan, Cc) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang asing: dan d) hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas pencairan depasito tersebut. SL Catatan 4 Catatan 4 Catatan 4 14) Khusus Investasi pada Sukuk Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit dan akad syarlah: b) tujuan model usaha yang digunakan, C) jumlah investasi yang direklasifikasikan, jika ada, dan penyebabnya: dan d) Nilal Wajar untuk investasi yang diukur pada biaya perolehan.
Page 16 OCR 0.901
Page 16 of 49 15) | Khusus Obligasi Rekapitallsasi Pemerintah vV Tambahan pengungkapan mengenal antara lain: a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek berdasarkan jenis, b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran bunga: Cc) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan d) Informasi penting lalnnya. 16) | Khusus Unit Penyertaan Reksadana v Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset Bersih: dan b) taba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi, baik yang disajlkan pada pos pendapatan komprehensif lainnya maupun yang diakui sebagai laba atau rugi periode berjalan 17) | Khusus Wesel Tagih v Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain, plhak penerbit, kisaran tingkat bunga, jatuh tempo, jenis mata uang, dan uralan tentang sifat dan asal terjadinya (dari transaksi usaha atau lainnya). 18) | Khusus Industri Asuransi Tambahan pengungkapan mengenai aset-aset yang menjadi dana jaminan. 19) | Pinjaman Polls v Yang harus diungkapkan antaralain rincian berdasarkan: a) Saldo pinjaman polis menurut jenis mata uang: b) Tingkat suku bunga. 20) | Khusus Industri Perbankan v Kredit Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis, mata uang, sektor ekonomi dan jangka waktu serta kolektibilitas, b) Jumlah cadangan kerugian penurunan nllal dan mutasi selama perlode berjalan, c) Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, d) Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan, e) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: : 1 Rincian kredit bermasalah berdasarkan sektor dan jumlah cadangan penghapusan menurut ketentuan Bank Indonesia, g) Rasio kredit bermasalah terhadap jumlah Aset keuangan dan rasio jumlah cadangan keruglan penurunan nilal Aset keuangan yang telah dibentuk terhadap jumlah minimum cadangankerugian penurunan nilai Aset keuangan sesuai ketentuan Bank Indonesia, h) Jumlah kredit yang direstrukturisasi berdasarkan jenis dan kolektibilitas, D) Jumlah dan persentase bagian bank atas kredit sindikasi baik selaku pimpinan, agen, atau anggota sindikasl, H» Ikhtisar pembelian kredit darl BPPN berdasarkan periode pembelian, jika ada, k) Pendapat manajemen akan ketaatan bank terhadap Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, ) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilal, 21) | Tagihan dan Liabllitas Akseptasl v Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian jumlah tagihan dan Ilabilitas berdasarkan pihak, mata uang, dan jatuh tempo: b) Untuk tagihan akseptasi diungkapkan kolektibilitas, jumlah cadangan penghapusan dan mutasi selama periode berjalan: c) Rincian jumlah tagihan dan Itabliltas berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, d) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nllal tagihan akseptasi 22) | Persediaan a) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat Catatan 7 menurut klasifikasi yang sesuai bagi Perusahaan: (2) jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan Nilai Wajar Catatan 7 dikurangi blaya untuk menjual: (3) jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode Catatan 7
Page 17 OCR 0.911
Page 17 of 49 berjalan: (4) jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang v jumlah persediaan yang diakul sebagai beban dalam periode berjalan, (5) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang v diakui sebagai pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan: Catatan 7 Catatan 7 (6) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai v persediaan yang diturunkan, (7) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk persediaan yang memenuhi kriterla aset kualifikaslan, maka dlungkapkan: (i) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama perlode berjatan, dan Ci) tarif kapitallsasi yang digunakan untuk menentukan jumlah blaya pinjaman yang layak dikapitalisasi. (8) persediaan yang dijaminkan, nama pihak yang menerima v jaminan, dan alasan dijaminkan: dan (9) jenis dan nilai persediaan yang diasuransikan, nilai v pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya. Catatan 7 Catatan 7, tidak ada persediaan dijaminkan Catatan 7 yang b) Khusus Industri Perhotelan Tambahan pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi yang harus diungkapkan antara lain: (1) Makanan dan minuman: (2) perlengkapan: dan (3) Barang Dagangan. 6) Khusus Industri Real Estat Tambahan pengungkapan antara lain: (1) Pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi: (a) Tanah Matang: (b) Unit Bangunan: dan (c) Unit Bangunan dalam Penyelesaian. (2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat yang pengikatan jual belinya telah berlaku namun penjualannya belum diakui, termasuk jumlah utang terkait yang akan dialihkan, bila ada. d) Tanah untuk Pengembangan Tambahan pengungkapan antara lain: (1) Lokasi, luas tanah, proses perizinan: (2) Jumlah biaya bunga dan rugi kurs yang dikapitalisasi ke tanah untuk pengembangan: dan (3) Proporsi tanah yang dijadikan jaminan utang. ) Khusus Industri Media Tambahan pengungkapan antara lain: (1) Materi program : lokal, Impor (media televisi): (2) Buku, kertas koran, barang pra cetak (media cetak): (3) Barang promosi dan barter (media cetak): dan (4) Bahan persediaan lain yang sesual dengan industrinya. Khusus Industri Rumah Sakit Tambahan pengungkapan antara lain: (4) Obat-obatan: (2) Perlengkapan medis (disposable): dan (3) Persediaan lainnya Khusus Industri Peternakan (1) Pengungkapan jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi tertentu, seperti hewan ternak menjadi: (a) Hewan Ternak Tersedia untuk Dijual: dan (b) Hewan Ternak dalam Pertumbuhan.
Page 18 OCR 0.916
Page 18 of 49 (2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek Yang harus diungkapkan antara lain: (a) Total jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasl hewan ternak telah menghasilkan dan hewan ternak belum menghasilkan: (b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama paling tidak 2 tahun terakhir, (c) Nilat amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan, (d) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan atau penghapusan persediaan yang mati atau hilang, (e) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi dan risiko yang ditutup (F) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan Kematian atau metode penghapusan langsung, (9) Pendapat manajemen atas kecukupan nllal pertanggungan asuransi, dan (h) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima jaminan. 23) | Pajak Dibayar Di muka Yang harus diungkapkan antara lain: a) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing pajaknya, dan Catatan 18 b) uralan mengenal jumlah restitusi pajak yang dlajukan dan statusnya, Catatan 18 24) | Biaya Dibayar Dimuka Saldo biaya dibayar Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis dan jumlah. dimuka berada di bawah threshold yang ditetapkan oleh peraturan 8 G7 25) | Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang Dimiliki untuk Dijual Yang harus diungkapkan antara lain: (1) uralan dari aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasanj (2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada pelepasan yang diharapkan, serta cara dan waktu pelepasan, (3) kerugian penurunan nilai atau keuntungan pemulihan penurunan mal, (4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum dapat direalisasikan dalam satu tahun, diungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat memperpanjang perlode penyelesalan penjualan menjadi lebih dari satu tahun: (5) dalam hal dapat diterapkan, segmen yang dilaporkan dari aset yang dimlliki untuk dijual dan kelompok lepasan disajikan sesuai dengan SAK yang bertaku, dan (6) dalam hal aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan dihentikan pengklasifikasiannya, diungkapkan: (a)nilai dari aset tersebut, yaitu nilai yang lebih rendah antara: I. jumlah tercatat aset tersebut sebelum aset atau kelompok lepasan diklasifikasikan sebagal dimiliki untuk dijual, disesuaikan dengan penyusutan, amortisasi atau penilaian kembali yang telan diakui apabila aset atau kelompok lepasan tersebut tidak diklasifikasikan sebagal dimiliki untuk dijual, dan II. jumlah terpulihkan pada saat tanggal keputusan untuk tidak menjual, (b)uralan fakta dan keadaan yang mengarah kepada keputusan tersebut, dan (Cc) dampaknya terhadap hasil operasi untuk periode tersebut dan perlode sajian sebelumnya. 26) | Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha Yang harus diungkapkan antara lain : a) rincian jenis, nama pihak berelasi, dan jumlah piutang, b) alasan dan dasar pembentukan cadangan keruglanpenurunan nilai serta penjelasan terjadInya piutang plhak berelasi tersebut, c) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian Catatan 31
Page 19 OCR 0.905
Page 19 of 49 penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang: d) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nifai: dan e) dalam hal piutang berelasi non usaha disajikan dalamaset lancar, hal tersebut harus dibuktikan serta diungkapkan alasannya. 27) | Investasi pada Entitas Asosiasi Yang harus diungkapkan antara lain: a) nama entitas asoslasi: v c «9 b) persentase kepemilikan dan penjetasan adanya pengaruh signifikan, v Catatan : &2 beserta alasannya: atatan Cc) nilai tercatat dan Nilal Wajar investasi dalam entitas asosiasi yang kuotasi harganya tersedia: vV Catatan 1 & 9 . Kuotasi harga tidak d) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi termasuk jumlah tersedia agregat Aset, Liabilitas, pendapatan, dan laba atau rugi, v Catatan 9 e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun Perusahaan memiliki lebih dari 2046 (dua puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial Investee secara langsung atau tidak langsung: ? akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas asosiasi, ketlka laporan keuangan tersebut digunakan dalam menerapkan metode ekuitas dan tanggal atau pertode yang berbeda dengan Perusahaan, dan alasan menggunakan tanggal atau periode yang berbeda, 9) sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan atas kemampuan entitas asoslasi untuk mentransfer dana kepada Perusahaan, h) bagian rugi entitas asoslasi yang tidak dlakul dan alasannya, apabila Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi entitas asosiasi, baik untuk perlode terjadinya kerugian tersebut maupun secara kumulatif, I) bagian atas Ilabilitas kontinjensi entitas asosiasi yang terjadi bersama- sama dengan Investor lain: j) —Nabilitas Kontinjensi yang terjadi karena Investor berkewajiban bersama-sama untuk semua atau sebagian Liabilitas entitas asoslasi: dan k) ringkasan Informasi keuangan entitas asosiasi, secara Individual atau dalam kelompok, yang tidak dicatat dengan menggunakan metode ekuitas termasuk total Aset, total Liabilitas, Pendapatan, dan laba atau rugi, 28) | Khusus Industri Konstruksi Jaminan Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan yang diberikan dan jumlah jaminan tersebut serta kontrak konstruksi yang mensyaratkan adanya jaminan tersebut. 29) | Khusus Industri Kehutanan v Catatan 10 HTI dan HTI dalam pengembangan Berupa biaya yang ditangguhkan dalam pelaksanaan pembangunan HTI, yang disajikan sebagai berikut: a) Saldo awal, b) Penyisihan periode berjalan: Cc) Realisasi yang dilakukan selama periode berjalan: dan d) Saldo akhir. 30) | Khusus Industri Jalan Tol Hak Bagi Hasil Tol Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus mengungkapkan hal-hal berikut: (a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol: (b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya: (c) Perubahan hak bagi hasil tol selama periode berjalan: dan (d) Reklasifikasi proyek kerjasama operasl dalam pelaksanaan ke hak bagi hasil tol. 31) | Khusus Industri Perkebunan Tanaman Perkebunan Yang harus diungkapkan antara lain: a) Untuk tanaman telah menghasilkan (1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi penyusutan menurut jenis v Catatan 10 tanaman: (2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir tahun tanaman v Catatan 10 untuk setiap kelompok selama paling sedikit 2 tahun terakhir: (3) Status tanah yang digunakan untuk menanam: v Catatan 10
Page 20 OCR 0.907
Page 20 of 49 (4) Nilai tanaman telah menghasiikan berdasarkan area/lokasi V | Catatan 10 penanaman Nilat tanaman telah menghasilkan tidak dapat dibagi berdasarkan area lokasi karena total nilai tanaman telah menghasilkan termasuk nilai alokasi dari kombinasi bisnis. (5) Perbandingan salda tanaman belum menghasilkan selama paling vV Catatan 10 sedikit 2 tahun: dan (6) Tanaman yang dijaminkan. V b) Untuk tanaman belum menghaslikan (4) Mutasi tanaman belum menghaslikan sebagai berikut : v Catatan 10 (a) Saldo awal IL Tambahan tahun berjalan Ii. Biaya langsung (b) Jumlah kapitalisasi biaya pinjaman, dan rugi kurs dalam hal terjadi depresiasi luar biasa i. Pengurangan tahun berjalan Il. Jumlah yang direklasifikasl ke tanaman telah menghasilkan (c) Pengurangan lainnya v (d) Saldo akhir: (2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti Rakyat / Perkebunan Inti Plasma yang menjadi mlllk perusahaan (Inti) dan tanaman yang bukan milik perusahaan (perkebunan rakyat/perkebunan plasma), v dan (3) Cadangan kerugian yang mungkin timbul pada plasma. Catatan 35 32) | Khusus Industri Peternakan v Hewan Ternak Produksi - Berumur Panjang Yang harus diungkapkan antara lain: a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) dan hewan ternak telah menghasilkan: b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama paling tidak 2 tahun terakhir, c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan, d) Nilai hewan ternak tiap kelompok berdasarkan lokasi/area peternakan: e) Kondisi hewan ternak, () Persentase kematian selama tiga tahun terakhir, 9) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi dan risiko yang ditutup: h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, I) Nilai cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada: j) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai cadangan kematian, jika ada, dan k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima jaminan. 33) | Properti Investasi v a) Yang harus diungkapkan antara laln: (1) model pengukuran setelah pengakuan awal yang digunakan, model Nilai Wajar atau model biaya, (2) metode dan asumsi signlfikan yang diterapkan dalam menentukan Nilai Wajar dari Properti Investasi: (3) pernyataan bahwa penentuan Nilai Wajar didukung oleh bukti pasar atau lebih banyak berdasarkan faktor lain karena sifat properti tersebut dan keterbatasan data pasar yang dapat diperbandingkan: (4) nama Penilai, tanggal penilaian, dan tanggal laporan penilaian terakhir, (5) jumlah yang diakui dalam laba rugi untuk: (a) penghasilan sewa dari Properti Investasi, (b) beban operasi langsung yang terjadi baik dari Properti Investasi yang menghasilkan maupun yang tidak menghasilkan penghasilan sewa selama periode tersebut, dan (c) perubahan kumulatif dalam Nilal Wajar yang diakui dalam laba rugi atas penjualan Properti Investasi dari
Page 21 OCR 0.918
Page 21 of 49 b) ka) d) sekelompok aset yang menggunakan model biaya ke kelompok aset yang menggunakan model Nilai Wajar: (6) keberadaan dan jumlah pembatasan atas realisasi dari Properti Investasi atau pembayaran penghasilan dan hasil pelepasan: dan (7) kewajiban Kontraktual untuk membeli, membangun atau mengembangkan Properti Investasi atau untuk perbaikan, pemeliharaan atau peningkatan. Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model Nilai Wajar, selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) ditambahkan pengungkapan antara lain: (Ll) rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti Investasi pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi, (2) saat suatu penilalan terhadap Properti Investasi disesuaikan secara signifikan untuk tujuan pelaporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan rekonsiliasi antara penilaian tersebut dan penilaian yang telah disesuaikan yang dilaporkan dalam laporan keuangan, dengan menunjukkan secara terpisah: (a) jumlah agregat dari pengakuan kewajiban sewa yang telah ditambahkan kembali: dan (b) penyesualan signlfikan lain. Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model blaya, selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) ditambahkan pengungkapan antara lain: (Ll) umur manfaat, (2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Properti Investasi pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi, (3) jumlah penyusutan untuk masing-masing perlode penyajian dan alokasi beban penyusutan: (4) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui, dan jumlah pemulihan rugi penurunan nilal, selama satu periode sesual SAK yang berlaku: (5) transfer ke dan dari persediaan dan properti yang digunakan sendiri: dan (6) Nilai Wajar Properti Investasi, Khusus untuk Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan, Yang harus diungkapkan antara lain: (1) rincian Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan: (2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak, (3) estimasi saat penyelesaian: (4) hambatan kelanjutan penyelesaian: (5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan, dan (6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk properti Investasi yang memenuhi Kriteria aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan: (a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama perlode berjalan: dan (b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumtah biaya pinjaman yang layak dikapltalisasi. 34) | Aset Tetap a) b) 9 d) 2) ) tu) Yang harus diungkapkan antara lain: setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan-secara terpisah berdasarkan kepemilikan aset yaitu aset pemilikan langsung dan/atau aset sewa pembiayaan, rekonsillasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Aset Tetap pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi, jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan alokasi beban penyusutan: rugi penurunan nilai dan jumlah yang dijurnat balik yang diakui dalam laba rugl dan ekuitas (jika ada): jumtah komitmen kontraktual dalam perolehan Aset Tetap, jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset Tetap yang mengalami penurunan nilai, hilang, atau dihentikan yang dimasukkan dalam laba rugi, apabila tidak diungkapkan secara terpisah pada laporan laba rugi komprehensif: Dalam hal Aset Tetap disajlkan pada jumlah revaluasian, yang harus diungkapkan: (1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian): Lt Catatan 12 (tidak ada aset sewa pembiayaan pada tanggal pelaporan) Catatan 12 Catatan 12 Catatan 12 Catatan 32
Page 22 OCR 0.913
Page 22 of 49 (2) tanggal efektif persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) apabila Aset Tetap Untuk perhitungan pajak menggunakan jumlah revaluasianj (3) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir, (4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai Wajar aset, (5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tetap seandainya aset tersebut dicatat dengan model biaya: dan (6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan prubahan selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus kepada para pemegang saham. h) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses pembangunan, yang harus diungkapkan antara lain: (4) rincian Aset Tetap yang sedang dalam pembangunan, (2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak: (3) estimasi saat penyelesaian, (4) hambatan kelanjutan penyelesaian (jika ada): (5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat aset tetap dalam pembangunan: dan (6) dalam hal terdapat kapitalisasi blaya pinjaman untuk aset yang memenuhi kriteria aset kualifikaslan, maka wajib diungkapkan: (a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama perlode berjalan: dan (b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi. 1) Pengungkapan lalnnya antara lain: (1) jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakai sementara, (2) jumlah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan: (3) jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual, (4) dalam hal model biaya digunakan, Nilai Wajar Aset Tetap apabila berbeda secara material dari jumlah tercatat, (5) nilai buku, hasil penjualan neto, keuntungan (kerugian) dari Aset Tetap yang dihentikan pengakuannya: (6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal dari hibah, agar diungkapkan Jenis Aset, nilai tercatat, dan tanggal perolehan, (7) perubahan estimasi masa guna dan/atau metode penyusutan menurut jenis Aset Tetap, (8) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya penurunan nilai atau pemulihan penurunan nilai, (9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan, nama pihak yang menerima jaminan dan alasan penjaminan, dan (10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan, nllai pertanggungan asuransi, dan (Li) risiko yang ditutup, serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, (12) apabila tidak diasuransikan agar diungkapkan alasannya. XL Catatan 12 Catatan 12 Catatan 12 Catatan 12 Catatan 12 Catatan 12, tidak ada Aset tetap yang dijaminkan Catatan 12 35) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi Aset Minyak dan Gas Bumi (khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu minyak dan gas bumi) Yang harus diungkapkan antara lain: (t) Rincian aset menurut jenisnya, seperti: operated acreage, unoperated @creage, sumur dan peralatan serta fasilitas yang berhubungan, peralatan kantor, kendaraan, sumur dan peralatan serta fasilitas dalam pengerjaan: (2) Tabel yang memuat penjelasan tentang : fa) Lokasi penambangan: (b) Saldo awal untuk masing-masing lokasi: (cp) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi penambangan, dan (d) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan (3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut mengandung hak tagih kepada Regulator terkait, perlu penjelasan Kolektabllitas tagihan tersebut dalam bentuk tabel analisa umur tagihan. 36) Aset Tak Berwujud Yang harus diungkapKan untuk setlap jenis Aset Takberwujud antara lain: a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi, b) alokasi jumlah amortisasi Aset Takberwujud ke dalam pos laporan laba rugi komprehensif, Cc) rekonsillasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi Aset Catatan 13 Catatan 13
Page 23 OCR 0.921
Page 23 of 49 d 8, ? 9. h) D » Takberwujud pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi: dalam hat terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi kriteria aset kualiflkasian, maka harus diungkapkan: (1) jumlah blaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan: dan (2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi: jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang mendukung penentuan dan penilaiannya untuk Aset Takberwujud yang dinitai dengan umur manfaat tidak terbatas, penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa periode amortisasi dari setiap Aset Takberwujud yang material terhadap laporan keuangan Perusahaanj Aset Takberwujud yang diperoleh melalul Hibah Pemerintah dan awalnya diakui pada Nilai Wajar sesuai SAK yang berlaku, dlungkapkan: (1) Nilai Wajar pada pengakuan awai atas aset-aset tersebut, (2) jumlah tercatatnya: dan (3) Aset tersebut diukur setelah pengakuan awal dengan model biaya atau model revaluasi, keberadaan dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang kepemilikannya dibatasi dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang menjadi jaminan untuk Liabilitas, nilai komitmen kontraktual untuk akuisisi Aset Takberwujud: Aset Takberwujud disajikan pada jumlah revalvaslan, diungkapkan: (1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian), (2) nama Peniiai dan tanggal laporan penilaian terakhir, (3) jumlah tercatat Aset Takberwujud yang direvaluasi: (4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai Wajar aset: (5) jumlah tercatat untuk setlap Aset Takberwujud seandainya Aset tersebut dicatat dengan model biaya, dan (6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilal, yang menunjukkan perubahan selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus kepada para pemegang saham. Catatan 13 Catatan 2 dan 13 37 Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan Pertambangan umum a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan Yang harus dlungkapkan antara lain tabel yang memuat penjelasan tentang : (1) Saldo awat, (2) Penambahan dan pengurangan: (3) Saldo akhir. b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi Yang harus diungkapkanantara lain: (&)rincian biaya perolehan aset eksplorasi dan evaluasi per area of Interest yang mencakup saldo awal, penambahan dan pengurangan, dan saldo akhir, dan (2)Jumlah aset, Ilabilitas, penghasilan dan beban, arus kas operasi, dan arus kas investasi yang timbul dari eksplorasi dan evaluasi pertambangan. Cc) Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan: pengupasan tanah tambang. Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan: (a) Metode pembebanan biaya pengupasan tanah, dan (b) Metode perhitungan Rasio Rata-Rata Tanah Penutup. (2) Jumlah Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan yang terdiri dari (1) biaya pengupasan awal, (2) biaya pengupasan lanjutan dengan penjelasan mengenai perbedaan antara rasio aktual tanah menutup terhadap rasio rata-ratanya, (3) Perubahan atas Rasio Rata-Rata Tanah Penutup (bila ada), (4) Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan dimana terjadi penundaan masa produksi, meliputi penjetasan : fa) Alasan terjadinya penundaan: (b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dimulainya produksi, dan (ce) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi (jika ada), terhadap biaya yang ditangguhkan
Page 24 OCR 0.923
Page 24 of 49 tersebut, serta metode dan asumsi utama yang dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut. d) Biaya Pengembangan Tangguhan Yang harus diungkapkan antara laln : (4) Mutasi Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan selama tahun berjalan dengan menunjukkan: fa) Lokasi eksplorasi dan pengembangan: (b) Saldo awal: (c) Penambahan/pengurangan: (d) Amortisasl, dan (e) Saldo akhir. Biaya pengembangan yang ditangguhkan atas kegiatan pengembangan yang masih berjalan, Penjelasan apabila terjadi penghapusan biaya eksplorasi dan pengembangan tangguhan yang menurut penelaahan manajemen tidak dapat dipulihkan, (4) Jumlah biaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan dimana terjadi penundaan masa produksi, meliputi penjelasan: fa) Alasan terjadinya penundaan, (b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dinilainya produksi: dan (c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi bila ada, terhadap blaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi utama yang dipergunakan dalam menghitung penurunan nllal tersebut. (5) Apabila terdapat tebih dari satu Area of Interest, maka harus diungkapkan rincian dari Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan untuk tiap-tiap Area of Interest. (2. (3. Liabilitas Utang Usaha Yang harus diungkapkan antara lain: a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasij b) jumlah utang usaha menurut mata uang, dan Cc) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan. Catatan 16 & 31 Provisi a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi jangka pendek dan provisl jangka panjang. Yang harus diungkapkan antara lain: (1) nilai tercatat pada awal dan akhir periode, (2) provisi tambahan datam periode bersangkutan: (3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada provisi selama periode bersangkutan, (4) jumlah yang dibatalkan selama perlode bersangkutan atas jumlah yang belum digunakan: (5) peningkatan selama periode yang bersangkutan, dalam nilai kini, yang terjadi karena berlalunya waktu dan dampak dari setiap perubahan tingkat diskonto, (6) uralan mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat terjadinya arus keluar sumber daya ekonomi: (7) indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah arus keluar sebagaimana dimaksud dalam angka(6). Dalam hal diperlukan, Perusahaan mengungkapkan asumsi utama yang mendasari prakiraan peristiwa masa depan: dan (8) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan jumlah Aset yang telah diakul untuk estimasi penggantian tersebut. b Beban akrual Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah dari unsur utama beban yang belum jatuh tempo. Catatan 17 Khusus Industri Perbankan Liabilitas Segera Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian berdasarkan jenis dan mata uang: dan b) Vralan mengenal sifat masing-masing kewajiban. Utang Repo Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian mengenal jenis dan jumlah Efek yang dijual Perusahaan pada transaksi repo,
Page 25 OCR 0.922
Page 25 of 49 b) Tanggal dan harga dilakukannya pernbelian dan penjualan kembali Efek. a) b) c) 9 Khusus Kontrak Konstruksi Utang Bruto kepada Pelanggan Yang harus diungkapkan dalam pos in! antara lain liabilltas bruto dari setiap kontrak Konstruksi. Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel yaitu : biaya kontrak yang terjadi, laba yang diakul, keruglan yang dialarni: dan pekerjaan yang sudah ditagih (termin). a) Khusus Industri Perbankan Simpanan Nasabah Yang harus diungkapkan antara lain rincian tiap jenis simpanan yang mengungkapkan: (1) Rincian berdasarkan mata uang, dan jangka waktu, (2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, (3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun, (4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito: (5S) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan statusnya, misalnya diblokir atau dijaminkan, dan (6) Pemberian fasilitas Istlmewa kepada pemilik rekening giro. b) Simpanan dari Bank Lain Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu: (2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, (3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun, (4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito: dan (5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan jenis dan statusnya, misalnya diblokir atau dijaminkan. a) Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jlwa Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan Yang harus diungkapkan antara lain : (1) Rincian berdasarkan program asuransi, (2) Rincian berdasarkan jenis pertanggungan, (3) Rincian berdasarkan mata uang, (4) Dasar perhitungan dan asumsi aktuaris: dan (S5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir perlode yang memperlihatkan penambahan dan pengurangan. b) Utang Klaim Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga, (2) Jumlah utang klaim berdasarkan tertanggung: (3) Jumlah utang klaim menurut jenis asuransi: dan (4) Jumlah utang menurut mata uang. 8) Estimasi Klaim Retensi Sendiri Yang harus diungkapkan antara latn: (1) Jumlah menurut jenis asuransi: (2) Jumlah menurut tertanggung, (3) Jumlah menurut mata uang: dan (4) Jumlah estimasi klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan. O)) Premi yang belum merupakan Pendapatan Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Jumlah menurut program asuransi, (2) Jumlah menurut jenis pertanggungan: (3) Pemisahan antara premi yang belum merupakan pendapatan kepada pihak berelasi dan pihak ketiga: (4) Metode perhitungan yang digunakan: dan (5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang memperlihatkan penambahan dan pengurangan. 8) Utang Koasuransi (rewrite) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga:
Page 26 OCR 0.922
Page 26 of 49 (2) Jumlah berdasarkan ko-asuradur, (3) Jumlah menurut jenis mata uang, dan (4) Jumlah menurut umur utang. f) Utang Reasuransi Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga, (2) Jumlah berdasarkan reasuradur, (3) Jumlah menurut jenis mata uang: (4) Jumtah menurut umur utang, dan (5) Jumlah utang atau plutang reasuransi yang disalinghapuskan. 9) Utang Komisi Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Jumlah berdasarkan tertanggung dan asuradur, (2) Jumlah menurut jenis mata uang: dan (3) Jumtah menurut jenis asuransi, h) Titipan Premi Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis asuransi. D Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum Dibagikan Yang harus diungkapkan: (1) Tanggal dan hasil keputusan rapat pemegang saham, (2) Dasar perhitungan: dan (3) Saldo menurut usla. Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek Yang harus diungkapkan antara lain jenis dan jumlahnya. Catatan 17 Utang Pajak Yang harus diungkapkan antara lain: a) jenis dan jumlahnya, dan b) informasi mengenai ketetapan pajak. Catatan 18 Khusus Industri Pembiayaan Kewajiban Anjak Piutang Yang harus dlungkapkan antara laln: a) Jumlah Ilabilitas anjak plutang dalam rangka anjak plutang dengan recourse, dan b) Jumlah beban tangguhan, piutang retensi anjak plutang, dan jatuh tempo serta Ikatan penting lainnya yang dlatur dalam perjanjian anjak piutang. Khusus Kontrak Konstruksi Uang Muka Kontrak Yang harus diungkapkan antara lain jumlah uang muka kontrak yang diterima. Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang Yang harus diungkapkan antara lain bagian lancar atas Ilabilitas jangka panjang sesual dengan pengungkapan utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang sebagaimana dlatur dalam Checkilst ini. Catatan 19 Liabilitas Keuangan Lainnya a) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Pengungkapan untuk Ilabilitas keuangan lainnya berlaku untuk Jlabilitas keuangan lainnya yang bersifat jangka pendek dan jangka panjang: (2) Perusahaan wajib mengelompokkan sesuai klasifikasl yang dipisahkan antara pihak ketiga dan plhak beretasi, (3) Yang harus diungkapkan antara lain: la) nilai tercatat Ilabilitas keuangan untuk setiap kategori, (b) laba atau rugi neto pada setiap Ilabilitas keuangan, dan (c) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default). b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang Yang harus diungkapkan antara lain : (1) Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan persyaratan dan penyelesaian utang: (2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang dan dampak pajak penghasilan yang terkait, (3) Jumlah keuntungan atau kerugian bersih atas pengalihan aset yang dlakui selarna periode tersebut, dan (4) Jumlah utang Kontinjen yang dimasukkan dalam nilai tercatat utang yang telah direstrukturisasl. Catatan 15, 16 dan 19 Catatan 15 Catatan 15
Page 27 OCR 0.906
Page 27 of 49 Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya. Khusus Industri Pertambangan Umum Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya. Liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual. Yang harus diungkapkan antara taln Itabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan dan dapat digabung dengan pengungkapan aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual. Liabilitas Jangka Panjang Utang Pihak Berelasi Non-Usaha Yang Harus diungkapkan antara lain : a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan jumtah utang: v Catatan 31 b) jumlah utang menurut mata uang: dan v Catatan 37 C) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan. Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka Panjang Yang Harus diungkapkan antara lain: a) rincian jumlah utang berdasarkan nama bank/lembaga keuangan dan v Catatan 1S dan 19 jenis mata uang, b) kisaran suku bunga Kontraktuat selama perlode pelaporan, v Catatan 15 dan 19 Cc) tanggal jatuh tempo, v Catatan 15 dan 19 d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) v Catatan 15 dan 19 bulan: e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang diperoleh, termasuk v Catatan 15 dan 19 jumlah dan tujuan perolehannya, v Catatan 15 dan 19 ? pembayaran yang dilakukan pada periode berjalan untuk masing- masing fasilitas pinjaman, kejadian penting lalnnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam » ni peresaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi v Catatan 15 dan 19 utang dan kondisi default): h) Paman yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang v Catatan 15 dan 19 i) persyaratan lain yang penting, seperti adanya pembatasan pembagian v Catatan 15 dan 19 dividen, pembatasan rasio tertentu, dan/atau pembatasan perolehan utang baru, dan » pengungkapan informasi sehubungan dengan Ilabilitas berbunga Jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal laporan posisi keuangan tetap! tetap diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang, antara lain adalah: (1) nama bank/lembaga keuangan dan jumlahnya: dan (2) ringkasan perjanjian lama dan baru, yang meltputi tanggal kesepakatan, jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, dan persyaratan penting. Utang Sewa Pembiayaan Yang harus diungkapkan antara lain : a) b) 5) d) e) jumlah neto nila) tercatat untuk setlap kelompok aset dan pemberi sewa (lessor) pada tanggal laporan posisi keuangan, rekonsiliasi antara total pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal laporan posisi keuangan, dengan nilai kininya. Selain itu wajib mengungkapkan total pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal laporan posisi keuangan, dan nilai kininya, untuk setiap perlode berikut: (1) sampai dengan satu tahun, (2) lebih dari satu tahun sampai 5 (lima) tahun: dan (3) lebih dari 5 (Ilma)tahun. pembayaran sewa kontinjen yang diakui sebagai beban pada periode tersebut, total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease) masa depan yang diperkirakan akan diterima dari kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat dibatalkan (non-cancellabte sublease) pada tanggal laporan posisi keuangan: keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta amortisasinya sehubungan dengan transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale and leaseback): dan penjelasan umum Isi perjanjian sewa yang material, antara lain: (1) dasar penentuan utang sewa kontinjen:
Page 28 OCR 0.916
Page 28 of 49 (2) ada tidaknya Klausul-klausul yang berkaitan dengan opsi perpanjangan atau pembelian dan eskalasi beserta syarat- syaratnya: dan (3) pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian sewa. Khusus Industri Perbankan v a) Surat Berharga yang Diterbitkan Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu, (2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan'plhak ketiga, (3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: (4) Rincian berdasarkan peringkat efek dan perusahaan pemeringkat, (S) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan, (6) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu perjanjian, tanggal jatuh tempo, kewajiban yang harus dipenuhi, dan persyaratan penting lainnya (Debt Covenance): (7) Pendapat manajemen tentang pemenuhan Debt Covenance atas surat berharga yang diterbitkan. b) Pinjaman Diterima Yang harus diungkapkan antara lain: (4) Rincian berdasarkan pihak, Jenis, dan mata uang, (2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, (3) Ringkasan perjanjlan yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu perjanjian, tingkat bunga, tanggal jatuh tempo, nilai Aset bank yang dijaminkan, dan persyaratan penting lainnya(debt covenance): (4) Pendapat manajemen terkait pemenuhan debt covenancej (5) Apabila bank menerima dana atau fasilitas pinjaman dari pemerintah atau pihak lain dengan tingkat Imbalan yang lebih rendah dari tingkat bunga pasar maka manajemen mengungkapkan mengenai fasilitas tersebut dan dampaknya terhadap laba bersih. c) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan Kolektibilltas, (2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, (3) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan, (4) Ketentuan minimum penyisihan penurunan nilai komitmen dan kontinjensi menurut 8I dan posisi penyisihan penghapusan bank pada saat periode pelaporan: dan (5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai komitmen dan kontinjensi. Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi v Llabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan Yang harus diungkapkan antara lain : a) b) c) d) aj Mutasl taksiran provisi PLH selama tahun berjalan dengan menunjukkan: (1) Saldo awal, (2) Penyisihan yang dibentuk: (3) Pengeluaran yang terjadi, dan (4) Saldo akhir. Keglatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan: Liabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan Ilabilitas bersyarat lainnya sebagaimana diatur dafam standar akuntansi Keuangan: Apabila dalam pos ini terdapat komponen biaya yang sifatnya material, misalnya beban penutupan tambang, maka perusahaan dapat menyajikannya dalam pos yang terpisah: Tabel yang memuat penjelasan tentang: (1) Saldo awal, (2) Penambahan dan Pengurangan : (3) Saldo akhir. Liabllitas Imbalan Kerja Jangka Panjang a) imbalan Pasti Yang harus diungkapkan antara lain: (1) gambaran umum mengenai jenis program. (2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini kewajiban imbalan Catatan 2, 3 dan 20 Catatan 20
Page 29 OCR 0.915
Page 29 of 49 pasti yang menunjukkan secara terpisah, pengaruhnya selama periode berjalan yang dapat diatribusikan ke dalam: fa) biaya jasa kini: (b) biaya bunga: (c) iuran oleh peserta program: (d) keuntungan dan kerugian aktuarlat: (e) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang penyajian: (imbalan yang dibayarkan: (9g) blaya jasa lalu: (h) kombinasi bisnis, Ci) curtailment: dan (i) penyelesalan. (3) analisis kewajiban imbalan pasti terhadap jumlah yang dihasilkan dari program yang seluruhnya tidak didanal dan jumlah yang dihasilkan dari program yang seluruhnya atau sebagian didanai: (4) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari Nilai Wajar aset program serta saldo awal dan akhir dari settap hak penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK menunjukkan secara terpisah, dampak selama periode yang dapat dlatribusikan pada setiap: (a) hasil yang diharapkan dari aset program: (b) keuntungan dan kerugian aktuarlal: (c) perubahan kurs mata uang asing pada program yang dlukur dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang penyajian: (d) Iuran oleh pemberi pekerja: (e) luran oleh peserta program, (f) imbalan yang dibayarkan: (9) kombinasi bisnis: dan (h) penyelesalan: (5) rekonsillasi nilal kini kewajiban imbalan pasti sebagaimana dimaksud dalam butir (2) dan Nilai Wajar aset program sebagaimana dimaksud dalam butir (4) atas Aset dan Liabilitas yang diakui dalam laporan posisi keuangan, paling kurang mengungkapkan: (a) keuntungan dan kerugian aktuarial neto yang tidak diakui dalam laporan posisi keuangan: (b) biaya jasa lalu yang tidak diakul dalam laporan posisi keuangan: (c) setiap jumlah yang tidak diakui sebagai Aset, dikarenakan Oleh batasan dalam SAK, (d) Nilat Wajar pada akhir periode pelaporan dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK, dan (e) jumlah lainnya yang dlakui dalam laporan posisi keuangan, (6) total beban yang diakul di laba rugi untuk setiap hal-hal berikut dan nama pos dimana hal tersebut termasuk: (a) biaya jasa kini, (b) biaya bunga: (c) hasil yang diharapkan dari aset program, (d) hasil yang diharapkan dari setlap hak penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK, (e) keuntungan dan kerugian aktuarlal, jika Perusahaan memilih metode koridor 10Yo (sepuluh per seratus): (F) blaya jasa lalu, (9g) dampak dari curtallment terutama terkait dengan penyelesaiannya, dan (h) dampak dari batasan dalam SAK: (7) jumlah total yang diakui datam pendapatan komprehensif lain yang akan diakul segera dalam saldo laba, meliputi: (a) keuntungan dan kerugian aktuarial: dan (0) dampak dari batasan dalam SAK: (8) jumlah kumulatif dari keuntungan dan kerugian aktuarlat yang diakui pada pendapatan komprehensif lain, dalam hal Perusahaan mengakui keuntungan dan kerugian dalam pendapatan komprehensif laln sesuai dengan SAK: (9) persentase atau jumlah setiap kategori utama yang merupakan Nilai Wajar total aset program, untuk setiap kategori utama dari aset program, yang mencakup, namun tidak terbatas pada, Instrumen ekuitas, Instrumen utang, properti, dan seluruh aset lain: (10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset program untuk: Catatan 20 Catatan 20 Catatan 20 Catatan 20 Catatan 20 Catatan 20
Page 30 OCR 0.913
Page 30 of 49 ta) setiap kategori instrumen keuangan milik Perusahaan, dan (b) setiap properti atau Aset lain yang digunakan oleh Perusahaan, (L1) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian yang diharapkan atas Aset secara keseluruhan, termasuk dampak kategori utama dari aset program, (12) imbal hasil aktual atas aset program, serta imbal hasil aktual atas setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset, (13) Asumsi aktuarial utama yang digunakan sampai pada akhir perlode pelaporan dan diungkapkan dalam ukuran yang absolut dan tidak hanya sebagai marjin antara persentase dan variabel lainnya, termasuk: (a) tingkat diskonto (b) tingkat Imbal hasil yang diharapkan atas setiap aset program untuk perlode yang disajikan dalam laporan keuangan, tc) tingkat imbal hasil yang diharapkan untuk periode yang disajikan dalam laporan keuangan pada setlap hak penggantian yang diakui sebagai Aset: (d) tingkat kenalkan gaji yang diharapkan (dan perubahan dalam Indeks atau variabel tertentu lainnya dalam masa program formal atau konstruktif sebagai dasar untuk kenalkan Imbalan masa depan), (e) tingkat tren blaya kesehatan: dan asumsi material lain yang digunakan dalam aktuaria: (14) dampak kenalkan atau penurunan satu angka persentase dalam tingkat tren biaya kesehatan yang diasumsikan pada: (a) biaya jasa kini agregat dan komponen blaya bunga dari biaya kesehatan pascakerja perlodik neto: dan (b) akumulasi kewajiban Imbalan pascakerja untuk biaya kesehatan. (c) Dalam hal program dioperasikan dalam Ilngkungan Inflasi yang tinggi, wajib diungkapkan dampak persentase kenaikan atau penurunan tingkat tren blaya kesehatan yang diasumsikan dari makna yang serupa dengan satu angka persentase datam lingkungan inftasi yang rendah. (45) Jumlah periode tahunan saat Ini dan perlode empat tahun sebelumnya dari: (ta) nilai kini kewajiban imbalan pasti, Nilal Wajar aset program dan surplus atau defisit pada program, dan (b) penyesuaian yang timbul pada: (1) Itabilitas program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dar liabilitas program pada akhir periode pelaporan: dan Cit) aset program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari aset program pada akhir periode pelaporan, (16) estimasi terbaik pemberi kerja, segera setelah dapat ditentukan secara andal, dari luran yang diharapkan akan dibayar dalam program selama periode tahunan dimulai setelah periode pelaporan, (17) khusus untuk program Imbalan pasti yang membagi risIko antar entitas sepengendall, wajib diungkapkan sebagai berikut: (a) perjanjian kontraktual atau kebijakan tertulls untuk pembebanan biaya Imbalan pasti neto atau bukti bahwa tidak ada kebijakan seperti itu, (b) dalam hal Perusahaan mencatat alokasi blaya Imbalan pasti neto sesuai SAK, maka Perusahaan mengungkapkan: (I) informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat program imbalan pasti dan dampak keuangan atas perubahan program selama periode tersebut, (li) pengungkapan gambaran umum jenis program sesuai dengan huruf a) butir (1) mencakup penjelasan praktik Informal yang menimbulkan kewajiban konstruktif termasuk dalam pengukuran kewajiban Imbalan pasti, dan (il)jika Perusahaan mencatat iuran yang terutang untuk periode sesuai SAK informasi tentang program secara keseluruhan disyaratkan sesual dengan butir (1), butlr (2), butir (3), butir (4), butir (9), butir (13), butir (14), dan butir (16) serta butir il. Catatan 20 Catatan 20 Catatan 20
Page 31 OCR 0.920
Page 31 of 49 b) Iuran Pasti Catatan 20 Perusahaan yang menyelenggarakan program iuran pastiharus mengungkapkan jumlah yang diakui sebagal beban untuk program Juran pasti. c) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya Yang harus diungkapkan paling kurang jenis dan jumlah imbalan kerja jangka panjang lainnya. d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja Yang harus diungkapkanantara lain: (1) luran program dan jumlah pesangon pemutusan kontrak kerja: dan (2) penjelasan mengenai llabilitas kontinjen (jika ada). Utang Obligasi Yang harus dlungkapkan antara lain: a) rinclan mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat dalam rupiah Catatan 19 dan mata uang asing, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya: Catatan 19 b) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek, c) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan: d) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan: Catatan 19 e) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan, jika ada: f) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan: Catatan 19 9) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (mlsalnya restrukturisasi utang dan kondisi default): dan h) persyaratan penting lainnya. Sukuk a) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk berdasarkan akad syariah yang digunakan. b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain: (1) uraian tentang persyaratan utama dalam penerbitan Sukuk, termasuk: (a) ringkasan akad syariah dan skema transaksi syariah yang digunakan: (b) Aset, manfaat, atau aktivitas yang mendasari, (c) nilai nominal, (d) besaran imbalan (untuk Sukuk Ijarah): (e) prinsip pembagian hasil usaha, dasar bagi hasil, dan besaran nisbah bagi hasil (untuk Sukuk mudharabah): (PM) rencana jadwal dan tata cara pembagian dan/atau pembayaran Imbalan atau bagi hasil, (9) jangka waktu, (h) tujuan penerbitannyaj dan (i) persyaratan penting lain: (2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek: (3) bursa tempat Sukuk dicatatkan: (4) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan, (S) nama Walt Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan: (6) jaminan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada), (7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan, dan (8) kejadlan penting lainnya antara lain kepatuhan Emiten atau Perusahaan Publik dalam memenuhi persyaratan dan kondisi Sukuk (misalnya restrukturisasi Sukuk dan kondisi default). Utang Subordinasi Yang harus diungkapkan antara lain: a) nama kreditur, sifat Ikatan, jangka waktu, jenis mata uang, dan kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan b) tujuan perolehannya: C) persyaratan terkait dengan pelunasan utang subordinasi: d) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default):
Page 32 OCR 0.907
Page 32 of 49 e) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan: dan f) persyaratan penting lainnya. Obligasi Konversi Yang harus diungkapkan antara lain: a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi konversi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya, b) periode konversi dan persyaratan konversi, antara lain meliputi rasio konversi, harga pelaksanaan, hak konversi sebelum jatuh tempo serta persyaratannya, dan penalti: c) dampak dilusi apabila seluruh obligasi dikonversikan, dengan memperhatikan tingkat konversi atau harga pelaksanaan (exercise price) yang paling menguntungkan dari sudut pandang pemegang obligasi konversi, d) jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan dampak dilusinya: e) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek, f) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan 9) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan, h) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada), I) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default), j) dalam hal Perusahaan menerbitkan obligasi konversi tanpa melalui penawaran umum, wajib dlungkapkan tujuan penerbitan dan nama pembeli: k) komponen Liabilitas dari obligasi konversi, I) keberadaan fitur derivatif melekat, dan m) persyaratan penting lainnya Ekuitas Ekuitas yang dapat diatribuslkan kepada pemilik entitas Induk 1) Modal Saham Yang harus diungkapkan antara lain : a) Bagi setiap jenis saham, antara lain: (1) Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir perlode: (2) Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham, termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali.atas modal, dan (3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak penjualan saham, termasuk jumlah dan persyaratan b) Penjelasan mengenal sifat dan tujuan settap pos cadangan dalam @kultas, c) Susunan pemegang saham dengan mengungkapkan jumlah lembar saham dan persentase kepemilikan, yaitu: (1)Pemegang saham yang memiliki 596 (lima perseratus) atau lebih, (2)Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham: dan (3)Pemegang saham lainnya: d) Dalam hal terjadi perubahan modal saham dalam perlade berjalan: (1) Keputusan yang berhubungan dengan perubahan modal saham tersebut, seperti pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, persetujuan dan/atau pemberitahuan Menterl terkait, dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS): (2)Sumber peningkatan modal saham, antara fain dari kapitalisasi agio, saldo laba, penerbitan saham baru dari Penawaran Umum dengan dan/atau tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (right Issue dan private placement), pelaksanaan waran, serta konversi obligasi, dan (3)Tujuan perubahan modal saham, antara lain dalam rangka ekspansi, penyelesaian pinjaman, atau pemenuhan kecukupan modal, e) Dalam hat hanya sebagian saham Perusahaan yang dicatatkan dl Bursa Efek, agar disebutkan jumlah saham yang dicatatkan dan yang tidak dicatatkan pada Bursa Efek. Catatan 21 Catatan 21
Page 33 OCR 0.902
Page 33 of 49 2) Tambahan Modal Disetor (Additional Paid-in Capital) Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian jumlah tambahan modal disetor: Catatan 22 b) Uraian sumber agto saham: Catatan 22 €c) Rincian biaya emisi Efek ekultas berdasarkan penerbitan Efek ekuitas: v d) Uraian mengenai sifat dan asal selisih kurs atas modal disetor, v e) Uraian mengenai sifat dan asal tambahan modal disetor lainnya: v ? Pengungkapan untuk selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali, antara lain: v (1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang berkombinasi: (2) Penjelasan mengenai hubungan sepengendali dari entitas-entitas yang bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut tidak bersifat sementara, (3) Tanggal efektif transaksi, (4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual atau dihentikan akibat kombinasi bisnis tersebut: (5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan serta jenis dan jumlah imbalan yang terjadi: (6) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau dialihkan serta selisih antara nilai tercatat tersebut dengan jumlah Imbatan yang diserahkan atau diterima, dan (7) Penyajian kembali laporan keuangan yang memberikan informasi antara lain: (a) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan yang telah dilaporkan sebelumnya untuk periode yang disajikan kembali: (b) Ikhtisar jumlah tercatat Aset dan Liabilltas entitas atau bisnis yang dikombinasikan: (c) Dampak penyesualan kebijakan akuntansi: dan (d) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan setelah disajikan kembali, 3) Sellsih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali Catatan 22 Yang harus diungkapkan antara lain : a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian yang meliputi: (1) Jenis transaksi dan perubahan persentase kepemilikan: (2) Nama entitas anak, dan (3) Nama pihak yang bertransaksi, b) Perhitungan selisih transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian: dan C) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas pelepasan Investasi pada saat hilangnya Pengendalian. 4) | Saham Treasuri v Yang harus diungkapkan antara lain: a) Latar belakang pembelian kembali saham, pelepasan, atau pengurangan modal disetor: b) Tanggal atau periode perolehan serta jumlah lembar dan nilai saham treasuri yang diperoleh, C) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang digunakan sebagai pengurangan modal disetor: d) Tanggal dan jumlah saham treasurl yang dilepaskan Kembali serta selisih antara harga perolehan dengan harga pelepasan saham treasuri, dan 6) Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham treasuri. 5) Saldo Laba Catatan 23 Yang harus diungkapkan antara lain: a) Alasan dan jumlah penyesuaian periode yang lalu (jika ada): b) Perubahan saldo laba pada periode bersangkutan dan persetujuan RUPS yang terkait: dan Cc) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat, dan tujuan setiap pos cadangan. 6) | waran v Yang harus diungkapkan antara lain: 8) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-masing waran: b) dasar penentuan Nilai Wajar waran: €C) nilai waran yang belum dan tidak dilaksanakan (kadaluwarsa): @) jurnlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak dilusinya, dan @) ikatan-ikatan yang terkalt dengan penerbitan waran.
Page 34 OCR 0.915
Page 34 of 49 7) Pendapatan Komprehensif Lainnya Laporan perubahan Yang harus diungkapkan antara lain keterangan mengenal perubahan ekuitas dan laporan masing-masing komponen pendapatan komprehensif lainnya. laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian 8) Kepentingan Nonpengendali Catatan 24 Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian pemegang saham nonpengendali atas ekuitas masing-masing entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung atau tidak langsung pada entitas Induk. . Laba Rugi Komprehensif 1) | Pendapatan Yang harus diungkapkan antara lain : a) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama Catatan 26 periode, termasuk pendapatan yang berasal dari: (1) Penjualan barang, (2) Penjualan jasa, (3) Bunga, (4) Royalti: dan/atau (5) Dividen, diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, b) Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama, Catatan 36 c) Nama pihak pembell dan jumlah nilai penjualan yang melebihi 1096 Catatan 26 (sepuluh perseratus) dari pendapatan, d) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa yang tercakup dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan (jika ada), yang diungkapkan terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, €) Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan antara lain: (1) Pendapatan kontrak konstruksi: (a) Jumlah pendapatan kontrak yang diakui sebagai pendapatan dalam perlode berjalan: (b) Metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan kontrak yang diakul dalam periode berjalan dan (c) Metode yang digunakan untuk menentukan tahap penyelesalan kontrak, (2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian pada tanggal akhir perlode pelaporan: Ca) Jumlah agregat biaya yang terjadi dan laba/rugi yang diakul sampai tanggal pelaporan, (b) Jumlah uang muka yang diterima: dan (c) Jumlah retensi, (3) Jumtah tagihan dan utang bruto kepada pemberi kerja, masing- masing sebagai Aset dan Liabilitas: f) Dalam hal Perusahaan memiliki transaksi hubungan keagenan, diungkapkan secara terpisah, antara lain: (1) Penjualan biasa dan penjualan darl hubungan keagenan, (2) Pendapatan komisi yang diperoleh Perusahaan sebagaj agen dari transaksi keagenan dengan pendapatan lainnya: dan (3) Perincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh Perusahaan sebagai prinsipal darl transaksi keagenan, yang antara lain terdiri dari: fa) Pendapatan bruto: (b) Retur/rabat/diskon terkait, dan (c) Total pendapatan neto. 2) | Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh Regulator Ketentuan Tarif Yang harus diungkapkan antara lain: a) Dasar ketentuan tarif, b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif, c) Masa berlaku tarif, d) Besaran tarif, dan e) Perjanjian lain yang terkait. 3) Khusus Industri pembiayaan Rincian jumtah berdasarkan kelompok produk/jasa utama antara lain: a) Pendapatan pembiayaan konsumen,
Page 35 OCR 0.925
Page 35 of 49 b) Pendapatan anjak plutang: dan c) Pendapatan sewa. 4 Khusus Industri Rumah Sakit Terdiri dari: Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya, jasa dokter, rawat inap, rawat jalan dan penunjang medis, Rincian pengurang pendapatan, antara tain: a) Restitusi: b) Subsidi tidak mampu, dan Cc) Selisih perhitungan klaim. 5) Khusus Industri Transportasi Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama antara lain: a) Rincian pendapatan bersih jasa transportasi, b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan alat transportasi, c) Rincian pendapatan usaha dari jasa ekspedisi, d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan: dan e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai dengan jenisnya armada (bus, taksl, feri, tanker dan pesawat udara) dengan ketentuan memisahkan atas dasar kepemilikan armada tersebut. 6) Khusus Industri Telekomunikasi Rincian pendapatan usaha antara lain pendapatan usaha jasa interkoneksi, jasa telekomunikasi sendiri, jasa telekomunikasi yang dilaksanakan melaluj kerjasama dengan pihak lain. 7) Khusus Industri Asuransi: Pendapatan Premi Yang harus diungkapkan antara taln rincian dan jumlah berdasarkan kelompok premi bruto, premi reasuransi, dan penurunan (kenalkan) premi yang belum merupakan pendapatan untuk setiap jenis asuransi. Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang berlaku (PSAK 36 dan 62) 8) Khusus Industri Jalan Tol: Pendapatan Yang harus diungkapkan antara lain: a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol sendiri, rincian pendapatan jasa lain, dan rincian pendapatan kerjasama operasi: b) Jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan sejumlah ruas jalan tol, maka pendapatan usaha untuk setiap ruas jalan tol tersebut harus diungkapkan. 9) Khusus Industri Perbankan Pendapatan Bunga Yang harus diungkapkan antara lain: Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak terbatas pada : a) Obligasi Pemerintah: b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan untuk provisi dan komisi yang lakui, Cc) Efek-efek, dan d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain. 10) Beban Pokok Penjualan Yang harus diungkapkan antara lain: a) Untuk perusahaan manufaktur, dlungkapkan beban pokok produksi yang dirinci: (1) Biaya bahan baku, (2) Blaya tenaga kerja: dan (3) Biaya overhead ditambah dan dikurangi saldo awal dan akhir persediaan: b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang melebihi 1046 (sepuluh perseratus) dari pendapatan: dan c) Untuk Industri jasa, diungkapkan beban pokok berdasarkan pada jasa yang dijual. Catatan 27 Catatan 27 11) Khusus Industri Rumah Sakit Beban Departementalisasi/Beban Operasional Yang harus diungkapkan antara lain, rincian beban departementalisasi: a) Beban bahan: b) Beban jasa pelayanan: C) Beban pegawai, d) Beban penyusutan sarana medis:
Page 36 OCR 0.914
Page 36 of 49 e) Beban pemeliharaan sarana: f) Beban asuransi, 9) Beban langganan daya dan jasa, h) Beban depresiasi. 12! Khusus Industri Asuransi: a) Beban Klaim Asuransi Kerugian Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok klaim bruto, klaim reasuransi, dan kenalkan (penurunan) estimasi, klaim retensi sendiri untuk setiap jenis asuransi. b) Beban Klaim Asuransi Jlwa Yang harus diungkapkan antara lain: Rincian dan jumlah beban menurut jenis klalm dan manfaat, diantaranya : klaim jatuh tempo, klaim nilai tunal, dan klaim kematian. c) Komisi Nata Yang harus diungkapkan antara lain rinclan dan jumlah berdasarkan kelompok pendapatan komisi dan beban komisi untuk setiap jenis asuransi, d) Hasil Investasi Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah menurut jenis Investasi. 13) Khusus Industri Perhotelan Beban Departementalisasi Yang harus diungkapkan antara laln: a) Rincian jumlah unsur-unsur beban departementalisasi, b) Gajl dan beban pegawal lainnya: dan c) Rincian jumlah unsur-unsur beban departemen lalnnya. 14) Beban Usaha Yang harus diungkapkan rincian sifat beban berdasarkan kategori fungsinya, yaltu antara lain: a) Beban penjualan, b) Beban distribusi, dan Cc) Beban umum dan administrasi. Catatan 28 15) Khusus Industri Perbankan a) Beban Bunga Yang harus diungkapkan antara faln rincian jumlah beban bunga berdasarkan kelompok produk/jasa utama. b) Beban Provisi dan Komisi Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban beban provisi dan komisi berdasarkan kelompok produk/jasa utama. 16) Khusus Industri Pembiayaan BebanKeruglian Penurunan Nilai Yang harus diungkapkan antara lain jumlah beban kerugian penurunan nilal untuk masing-masing akun Piutang Pembiayaan Konsumen, Tagihan Anjak Piutang, dan Piutang Sewa Pemblayaan. 17 Pendapatan dan Beban Lainnya Yang harus dlungkapkan antara lain : a) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya. b) rincian dan jumlah Beban lalnnya. Cc) Untuk Biaya Keuangan, mellputi : (1) biaya pinjaman meliputi: la) beban keuangan yang dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif, (b) beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesuai SAK yang berlaku, dan (c) selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang selisih Kurs tersebut diperlakukan sebagal penyesuatan terhadap bunga, (2) biaya keuangan lalnnya yang terjadi dari transaksi instrumen keuangan meliputi: (a) rugi penurunan nilai dari kuotasi atas Investasi tersedia untuk dijual, (b) rugi neto darl instrumen Keuangan yang diakul pada Nilai Wajar melalui laba rugi: dan (c) amortisasi premi/diskonto kontrak berjangka yang bertujuan untuk lindung nilai. d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asosiasi dan/atau Ventura Bersama meliputi : SKL Catatan 28 Catatan 28 Catatan 30 Catatan 9
Page 37 OCR 0.921
Page 37 of 49 (1) bagian laba rugi dari masing-masing entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas: dan (2) bagian laba rugi dari entitas asoslasi dari operasi yang dihentikan, yang diungkapkan secara terpisah. 18) Khusus Industri Perbankan a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas Aset Keuangan Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis aset Keuangan. b) Keuntungan (Kerugian) dari kenaikan (penurunan) nilai surat- surat berharga dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis. C) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-surat Berharga dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah Yang harus diungkapkan antara laln rincian jumlah berdasarkan jenis, 19) Pendapatan Komprehensif Lain Yang harus diungkapkan antara lain: a) perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap maupun Aset Takberwujud, b) keuntungan dan kerugian aktuarlal atas program manfaat pasti, C) selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan, d) keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia untuk dijual: e) bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai dalam rangka lindung nilai arus kas: dan bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Laporan laba dan rugi dan penghasilan komprehensif konsolidasian lain 20) Pajak Penghasilan Yang harus diungkapkan antara lain : a) komponen beban (penghasilan) pajak yang terdiri dari: (1) beban (penghasilan) pajak kini, (2) penyesuajan yang dlakul pada periode atas pajak kini yang berasal dari perlode lalu (3) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer dan pembalikannyaj Jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkait dengan perubahan tarif pajak atau penerapan peraturan perpajakan yang baru, (5) jumlah manfaat yang berasal dari rugi pajak yang tidak diakui sebelumnya atau perbedaan temporer suatu periode lalu yang digunakan untuk mengurangi beban pajak kini dan beban pajak tangguhanj (6) beban pajak tangguhan yang disebabkan oleh penurunan atau pembalikan penurunan sebelumnya atas aset pajak tangguhan: dan (7) jumlah beban (penghasilan) terkait dengan perubahan kebijakan akuntansi dan kesalahan yang diperhitungkan dalam laporan laba rugi komprehensif, dikarenakan tidak dapat diperlakukan secara retrospektif, b) agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkalt dengan transaksi yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas: c) jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain, kecuall untuk bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama, d) penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan laba akuntansi dalam satu atau kedua bentuk berikut ini: (4) rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dan hasil perkalian laba akuntansi dengan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku: atau (2) rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku, e) penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan perbandingan dengan tarif pajak yang berlaku pada periode «4 St Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18
Page 38 OCR 0.907
Page 38 of 49 akuntansi sebelumnya, Pp jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer v yang dapat dikurangkan dan rugi pajak belum dikompensasi yang tidak diakul sebagai aset pajak tangguhan dalam laporan keuangan, 9) jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan Investasi v pada entitas anak, cabang, entitas asosiasi, dan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama atas llabilitas pajak tangguhan yang belum diakui: h rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini dengan cara v sebagai berikut: (1) laba sebelum pajak menurut akuntansi: (2) ditambah/dikurangi koreksi positif atau negatif (dirinci), dan (3) laba kena pajak: ) perhitungan beban dan Ilabllitas pajak kini dengan menerapkan tarif v pajak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan pajak yang berlaku, » pernyataan bahwa laba kena pajak hasil rekonsillasl menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan, k) setiap jenis perbedaan temporer dan setiap jenis rugi pajak yang belum dikompensasi: V Catatan 18 (L) jumlah aset dan fiabilitas pajak tangguhan yang diakul pada laporan posisi keuangan untuk perlode sajian: dan (2) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui dalam laba rugi, apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari perubahan jumlah aset atau liabilitas pajak tangguhan yang diaKul dalam laporan posisi keuangan, h beban pajak terkait dengan operasi yang dihentikan: v (1) keuntungan atau keruglan atas penghentian, dan (2) laba rugi dari kegiatan normal atas operasi yang dihentikan selama perlode, bersama dengan jumlah terkait untuk setiap perlode sajlan, v m) jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen Kepada pemegang saham Perusahaan yang diusulkan atau diumumkan sebelum Laporan Keuangan Diotorisasi untuk Terbit namun tidak diakui sebagai Llabilitas dalam laporan keuangan, n) uratan jumlah perubahan pada jumlah pengakuan untuk aset pajak v tangguhan praakulsisi apabila Perusahaan adalah pihak pengakuisisi dalam suatu kombinasi bisnis, o) peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan manfaat pajak vV tangguhan wajib diakui apabila manfaat pajak tangguhan yang diperoleh dari kombinasi bisnis tidak diakul pada tanggal akuisisi tetapi diakui setelah tanggal akulsisi, dan p Jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau bukti yang mendukung v pengakuan atas aset pajak tangguhan, apabila: (1) penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada kondisi laba kena pajak mendatang lebih besar dari laba pembalikan perbedaan temporer kena pajak yang telah ada, dan (2) entitas mengalami kerugian pada perlode kini atau periode sebelumnya yang mengakibatkan diakuinya aset pajak tangguhan terkait. Catatan 18 Catatan 18 v Catatan 18 21) | Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian Yang harus diungkapkan antara laln : a) jumlah yang digunakan sebagai pembilang dalam penghitungan laba per v Catatan 25 saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi jumlah tersebut terhadap laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada entitas Induk untuk periode tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak Individual dari setiap jenis Instrumen yang mempengaruhi laba per saham, b) jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang digunakan sebagai v Catatan 25, tidak penyebut dalam penghitungan laba per saham dasar dan diluslan, dan terdapat efek rekonsiliasi penyebut tersebut. Rekonsiliasl tersebut mencakup dampak dilusian individual dari setiap jenis Instrumen yang mempengaruhi laba per saham, C) Instrumen (termasuk saham yang dapat diterbitkan secara kontinjen) yang berpotensi mendilusi laba per saham dasar di masa depan, namun tidak dimasukkan dalam penghitungan laba per saham dilusian karena Instrumen tersebut bersifat antidilutif untuk periode sajian, d) penjelasan transaksi saham blasa atau transaksi instrumen berpotensi v
Page 39 OCR 0.921
Page 39 of 49 2) saham biasa, selain yang dihitung sesuai dengan SAK yang berlaku, yang terjadi setelah periode pelaporan dan akan secara signifikan mengubah jumlah saham biasa atau instrumen berpotensi saham biasa yang beredar pada akhir perlode tersebut seandainya transaksi dimaksud terjadi sebelum akhir perlode pelaporan: dan laba per saham dasar dan dilusian untuk operasi yang dihentikan. 22) Transaksi Pihak Berelasi Yang harus diungkapkan antara lain: a) b) 9 d) e) Pengungkapan mengenai transaksi atau saldo dengan pihak beretasi, yang jumlahnya: (1) lebih dari Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) untuk transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat: dan/atau (2) lebih dari 0,596 (nol koma Ilma perseratus) dari modal disetor untuk transaksi dengan entitas beretasi. terkait dengan transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat meliputi nama, sifat dan hubungan dengan pihak berelasi serta Informasi tentang transaksi dan saldo dengan pihak dimaksud: terkait dengan transaksi dengan entitas berelasi meliputi sifat dan hubungan dengan pihak-pihak berelasi serta informasi mengenai transaksi dan saldo, termasuk komitmen, yang diperlukan untuk memahami potensi dampak hubungan tersebut dalam laporan keuangan, paling kurang: (1) jumlah transaksi beserta persentasenya terhadap total pendapatan dan beban terkait, (2) jumlah saldo beserta persentasenya terhadap total Aset atau Liabilitas, termasuk komitmen, dan: (a) persyaratan dan ketentuannya, termasuk apakah terdapat jaminan, dan sifat imbalan yang akan diberikan, untuk penyelesaian: dan (b) rincian garansi yang diberikan atau diterima: (3) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan nilai secara Individual dan kolektif, dan penghapusan piutang terkait dengan jumlah saldo piutang usaha dan plutang pihak berelasi non-usaha, dan (4) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilal, jika dilakukan pembentukan: pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) dan b) dilakukan secara terpisah untuk masing-masing kategori berikut: (1) entitas induk: (2) entitas dengan pengendalian bersama atau Pengaruh Signifikan terhadap entitas, (3) entitas anak, (4) entitas asosiasi, (5) Ventura Bersama dimana entitas merupakan venturer, (6) personil manajemen kunci dari entitas pelapor atau entitas induknya, dan (7) pihak-pihak berelasi lainnya, seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing anggota atau kelompok direksi, komisaris, pemegang saham utama yang juga sebagal karyawan, dan manajemen kunci lainnya untuk masing- masing kategori berikut: (1) imbalan kerja jangka pendek, (2) imbalan pascakerja, (3) imbalan kerja jangka panjang lalnnya, (4) pesangon pemutusan kontrak kerja: dan (5) pembayaran berbasis saham. untuk entitas berelasi dengan pemerintah : (1) nama entitas berelasi dengan pemerintah dan sifat hubungannya dengan Perusahaan: (2) sifat dan jumlah setlap transaksi yang secara individual signifikan: dan (3) untuk transaksi lainnya yang secara kolektif, tetapi tidak secara Individuai, signifikan, indikasi secara kuantitatif atau Kualitatif Catatan 31 Catatan 31 Catatan 31 Catatan 1
Page 40 OCR 0.915
Page 40 of 49 atas luasnya transaksi tersebut. 23) | Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata uang selain mata uang v Catatan 37 fungsional. b) Yang harus diungkapkan antara lain: v Catatan 37 (1) rincian aset dan Ilabilitas moneter dalam mata uang asing serta ekuivalennya dalam mata uang fungsional: (2) posisi neto dari aset dan Itabilitas moneter dalam mata uang "asing, rincian kontrak valuta berjangka dan ekulvalen dalam mata uang fungsional, (4) jumlah selisih kurs yang diakul dalam laba rugl, kecuali untuk selisih kurs yang timbul pada Instrumen keuangan yang diukur pada nilal wajar melalui laba rugi: dan (5) selisih kurs neto diakul dalam pendapatan komprehensif lain dan diakumulasikan dalam komponen ekuitas yang terpisah, serta rekonsiliasi selisih kurs tersebut pada awal dan akhir periode. (3. 24) | Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan Yang harus diungkapkan antara lain : a) untuk setiap rugi penurunan nilai yang diakul atau dibalik selama periode tertentu untuk suatu aset individual, termasuk goodwilf atau Suatu unit penghasil kas: (1) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan pengakuan atau pembalikan rugi penurunan nilai, (2) jumlah rugi penurunan nilal yang diakul dalam laba rugi selama periode tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang v Catatan 12 dan 13 didalamnya tercakup rugi penurunan nilai: (3) jumlah pembalikan rugi penurunan nila yang diakul dalam laba v Catatan 12 dan 13 rugi selama perlode tersebut dan unsur laporan laba rugi v komprehensif yang di dalamnya tercakup rugi penurunan nilai yang dibalik: (4) goodwili yang telah diakui rugi penurunan nilainya: v (5) jumlah rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakui v dalam pendapatan komprehensif laln selama periode tersebut, dan (6) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang v diakul dalam pendapatan komprehensif lain selama perlode tersebut, b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan v untuk setiap kelompok aset. 25) | Perubahan Estimasi Akuntansi, Perubahan Kebijakan Akuntansi, dan Kesalahan Periode Lalu a) Perubahan Estimasi Akuntansi v Yang harus diungkapkan antara lain : (1) sifat dan alasan perubahan estimasi akuntansi, (2) jumlah perubahan estimasl yang berdampak pada periode berjalan: dan (3) perkiraan dampak estimasi pada perlode mendatang. Dalam hal jumlah dampak pada perlode mendatang tidak praktis, fakta tersebut harus diungkapkan. b) Perubahan Kebijakan Akuntansi v Yang harus diungkapkan antara lain : (1) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi, (2) alasan penerapan Kebijakan akuntansi baru memberikan Informasi yang andal dan relevan, (3) jumlah penyesualan untuk perlode berjalan dan setiap periode lalu sajian: (a) setiap pos laporan keuangan yang terpengaruh, dan (b) laba per saham dasar dan dilusian: (4) jumlah penyesuaian yang terkait dengan periode-perlode sebelum periode yang disajikan. Dalam hal tidak praktis dilakukan, maka diungkapkan alasannya: dan (5) keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak praktis untuk suatu periode tertentu atau untuk perlode-periode sebelum perlode-periode tersebut disajikan dan tanggal dimulainya perubahan kebijakan akuntansi. Cc) Kesalahan Periode Lalu v
Page 41 OCR 0.918
Page 41 of 49 (1) (2) (3) 4 Yang harus diungkapkan antara lain : sifat dari kesalahan periode lalu, jumlah koreksi untuk setiap periode sajian: (a) bagi setiap pos laporan keuangan, dan (b) laba per saham dasar dan dilusian: jumlah koreksi pada awal periode sajian paling awal: dan keadaan yang membuat penerapan retrospketif tidak praktis dilakukan dan penjelasan mengenal cara dan waktu dilakukannya koreksi apabila penyajian kembali retrospektif tidak praktis, 26) (1) (2) (3) 4 (5) (6) (7) (8) (9) (10) (1) (12) (13) Kombinasi Bisnis a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut untuk setiap kombinasi bisnis yang terjadi selama perlode pelaporan, yaitu: nama dan penjelasan tentang pihak yang diakuisisi, tanggal akuisisi: biaya terkait akuisisl, di luar biaya penerbitan Efek utang dan Efek ekuitas, periode berjatan, dan akumulasinya untuk masing- masing kombinasi bisnis: persentase kepentingan ekuitas berhak suara yang diperoteh, alasan utama untuk kombinasi bisnis dan penjelasan tentang cara pihak pengakulsisi memperoleh Pengendalian atas pihak yang diakuisisi, penjelasan kualitatif tentang faktor yang membentuk goodwill yang diakul: Nilai Wajar pada saat tanggal akulsisi atas total imbalan yang dialihkan dan Nilal Wajar tanggal akulsisi untuk setiap kelompok utama imbalan, kesepakatan Imbalan kontinjensi dan aset Indemnifikasi: (a) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi: (b) penjelasan tentang kesepakatan dan dasar penentuan jumlah pembayaran: dan (c) estimasi kisaran hasil (tidak didiskonto) atau, jika apabila kisaran tidak dapat diestimasikan maka fakta dan alasan mengapa kisaran tersebut tidak dapat diestimasikan. Dalam hal jumlah maksimum pembayaran tidak terbatas, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan fakta tersebut, Perusahaan harus mengungkapkan piutang yang diperoleh berdasarkan kelompok utama piutang, misalnya pinjaman yang diberikan, sewa pembiayaan langsung, dan kelompok piutang lain, yaitu sebagal berikut: (a) Nilai Wajar plutang, (b) jumlah piutang bruto kontraktual: dan (c) estimasi terbaik pada tanggal akuisisi atas jumlah arus kas kontraktual yang diperkirakan tidak tertagih: jumlah yang diakul pada tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama Aset yang diperoleh dan Liabilitas yang diambil alih: setiap liabilitas kontinjensl yang diakui pada Nilai Wajar: (a) uralan mengenal karakteristik kewajiban dan perkiraan saat arus keluar sumber daya ekonomi terjadi, (b) indikasi ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar tersebut. Dalam hal diperlukan, Perusahaan harus mengungkapkan asumsi utama yang mendasari prakiraan peristiwa masa depan, dan (c) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan jumlah Aset yang tetah diakui untuk estimasi penggantian tersebut, datam hal Jiabilitas kontinjensi tidak diakui karena Nilai Wajarnya tidak dapat dlukur secara andal, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan: ta) Informasi sebagaimana dimaksud dalam angka 33 huruf b) angka (4) terkait perikatan dan kontijensi: dan (b) alasan Liabilitas tidak dapat diukur secara andal: dalam hal pembelian dengan diskon: Ca) jumlah keuntungan yang diakui dan pos dalam laporan laba
Page 42 OCR 0.903
Page 42 of 49 (14) (15) rugi komprehensif dimana Keuntungan tersebut diakui, dan (ob) penjelasan tentang alasan transaksi tersebut menghasilkan keuntungan, setiap kombinasi bisnis dimana pihak pengakulsisi memiliki kurang dari 1006 (seratus perseratus) dari kepentingan ekultas pihak yang diakulsisi pada tanggal akuisisi: la) jumlah dari kepentingan nanpengendall pada pihak yang diakuisisi, yang diakui pada tanggal aKuislsl dan dasar pengukurannya: dan (b) teknik penlialan dan Input model utama yang digunakan dalam penentuan nilal tersebut, untuk setiap kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi yang diukur pada Nilal Wajar, dalam hal suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap: (a) Nilai Wajar pada tanggal akuisisi atas kepentingan ekuitas pihak yang dlakulsisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi segera sebelum tanggal akuisisi: dan (b) jumlah keuntungan atau kerugian yang diakul sebagai hasil dari pengukuran kembali Nilai Wajar dari kepentingan ekultas pada pihak yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi sebelum kombinasi bisnis dan pos dalam laporan laba rugi Komprehensif untuk mengakul keuntungan atau kerugian tersebut, b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi pada perlode sekarang dan periode sebelumnya, Perusahaan yang menjadi pihak pengakulsisi wajib mengungkapkan Informasi berikut untuk setiap kombinasi bisnis yang material atau secara Kolektif material: (1) (2) (3) 4 (5) dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai untuk Aset, Llabilitas, kepentingan nonpengendali tertentu atau jenis imbalan dan jumlah yang diakul dalam laporan keuangan kombinasi bisnis sehingga ditentukan hanya bersifat penyisihan, maka diungkapkan: (a) alasan akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesal, (b) Aset, Liabilitas, kepentingan ekultas atau jenis Imbalan yang akuntansi awalnya belum selesai, dan (c) sifat dan jumlah dari setiap penyesualan perlode pengukuran yang diakul selama periode pelaporan setiap perlode pelaporan setelah tanggal akuisisi sampai dengan Perusahaan mendapatkan, menjual atau kehilangan hak atas aset imbalan kontinjensl, atau sampal dengan Perusahaan menyelesaikan Ilabilitas imbatan Kontinjensi atau llabilitas tersebut dibatalkan atau lewat waktu, maka diungkapkan: (a) setiap perubahan dalam jumlah yang diakul, termasuk setlap perbedaan yang timbul selama penyelesaian, (b) setiap perubahan datam kisaran hasil (tidak didlskonto) dan alasan perubahan tersebut, dan (c) teknik penilaian dan Input model utama yang digunakan untuk mengukur Imbalan kontinjensi, Ilabilitas kontinjensi yang diakui dalam kombinasi bisnis, jika ada, rekonsiliasi atas nilai tercatat goodwlll pada awal dan akhir periode pelaporan, jumlah dan penjelasan dari setiap keuntungan atau keruglanyang diakui pada perlode pelaporan yang: Ca) terkait dengan aset teridentifikasi yang diperoleh atau Ilabilitas yang diambil-alih dalam kombinasi bisnis pada periode pelaporan berjalan atau periode pelaporan sebelumnya: dan (b) ukuran, sifat, atau kejadian relevan yang diungkapkan untuk memahami laporan keuangan Perusahaan hasil penggabungan: Cc) pernyataan kesesualan dengan peraturan Bapepam dan LK dalam pelaksanaan transaksi komblnasi bisnis: dan
Page 43 OCR 0.933
Page 43 of 49 d) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut secara keseluruhan, sehubungan dengan perolehan atas entitas anak dan unit bisnis lalnnya selama suatu periode: (1) jumlah harga yang dibayarkan: 2 bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas, (3) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya apabila Pengendalian diperoleh: dan (4) jumlah aset dan liabilitas selaih Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya apabila Pengendalian diperoleh, diikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya. Segmen Operasi Yang harus diungkapkan antara lain : a) pengungkapan pada level segmen: (1) Informasi umum, yang terdiri dari: (a) faktor-faktor yang digunakan oleh manajemen untuk mengidentifikasi segmen dilaporkan: dan (b) jenis produk dan jasa yang menghasilkan pendapatan dari setiap segmen dilaporkan: (2) Informasi mengenal laba atau rugi segmen, termasuk pendapatan dan beban tertentu, aset segmen, dan llabilitas segmen dari segmen dilaporkan, serta dasar pengukurannya, (3) rekonsiliasi dari total pendapatan segmen, ukuran laba atau rugi segmen dilaporkan, aset segmen, Ilabilltas segmen, dan unsur segmen material lainnya terhadap jumlah yang terkait dalam laporan keuangan Perusahaan, b) pengungkapan pada level entitas (1) Informasi produk dan jasa Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk setiap produk dan jasa atau setiap kelompok produk dan jasa yang serupa. (2) Informasi witayah geografis (a) Pendapatan dari pelanggan eksternal yang diatribusikan kepada: I. negara domisili Perusahaan, dan II. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memperoleh pendapatan. Dalam hal pendapatan dari suatu negara asing secara Individual jumlahnya material, pendapatan tersebut diungkapkan secara terpisah, termasuk dasar pengatribusian pendapatannya kepada negara tersebut secara Individual. (b) Aset tidak lancar selain instrumen keuangan, aset pajak yang ditangguhkan, aset imbalan pascakerja, dan hak yang terjadi akibat kontrak asuransi yang berlokasi di: i. negara domisill Perusahaan, dan II. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memiliki aset. Dalam hal aset dari suatu negara asing secara individual jumlahnya material, maka aset tersebut diungkapkan secara terpisah. (3) Informasi pelanggan utama Dalam hal pendapatan dari transaksi dengan pelanggan eksternal tunggal mencapai 1046 (sepuluh perseratus) atau lebih dari pendapatan konsolidasi, Perusahaan harus mengungkapkan: Ca) fakta: (b) total pendapatan dari setiap pelanggan, dan (c) Identitas segmen yang melaporkan pendapatan tersebut. Catatan 36 Catatan 36 Catatan 36 Catatan 36 Catatan 36 Catatan 31 Operasi yang Dihentikan a) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) uralan tentang alasan operasi dihentikan: (2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada pelepasan yang diharapkan, cara, dan waktu pelepasan dari aset dan liabilitas operasi yang dihentikan, dan (3) pengaruh dari operasi yang dihentikan terhadap segmen yang dilaporkan dari aset tidak lancar atau kelompok lepasan disajikan sesuai SAK yang berlaku. b) Yang harus diungkapkan atas informasi terkait dengan laba (rugi) Operasi yang dihentikan, antara Jaln:
Page 44 OCR 0.910
Page 44 of 49 (1) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif meliputi: fa) pendapatan, beban, dan taba atau rugi sebelum pajak dari Operasi yang dihentikan dan beban pajak penghasilan yang terkait, dan (b) laba atau rugi yang diakul dalam pengukuran ke Nilai Wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual atau pelepasan aset atau Kelompok lepasan yang terkait dengan operasi yang dihentikan dan beban pajak penghasilan yang terkait, (2) arus kas neto yang dapat diatribusikan pada aktivitas operasi, Investasi dan pendanaan dari operasi yang dihentikan: dan (3) jumlah penghasilan dari operasi yang dilanjutkan dan operasi yang dihentikan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas Induk. 29) Instrumen Derivatif selain Derivatif Melekat a) Perusahaan wajib mengelompokkan instrumen derivatif sesuai dengan tujuannya, yaitu untuk Ilndung nilai atau tujuan lainnya (non Iladung nilai), seperti untuk tujuan spekulasi: b) Perusahaan yang memiliki atau menerbitkan instrumen derivatif wajib mengungkapkan untuk setiap kontrak Instrumen derivatif dalam kelompok klasifikasi lindung nilai dan kelompok non lindung nilal: (1) hakikat dan sifat dari transaksi, berupa transaksi berjangka dalam bentuk valuta, bunga, kornoditas atau lain-lain: (2) pihak lawan transaksi (counterparties): (3) tanggal jatuh tempoj (4) nilai keseluruhan kontrak dan Nilai Wajar pada tanggal laporan posisi keuangan, (5) beban atau Pendapatan pada periode pelaporan, (6) pos Aset dan/atau Liabilltas yang dilindung nilai: dan (7) persyaratan penting lainnya. c) Yang harus diungkapkan antara lain: (4) Hal-hal yang diperlukan untuk memahami tujuan transaksi Gerivatif dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut: (2) Kebijakan manajemen risiko untuk setiap klasifikasi Indung nilai, termasuk penjelasan mengenal Aset dan/atau Liabilitas dan jenis transaksi yang dilindung nilai: dan (3) Bagt Instrumen yang tidak dimaksudkan sebagal suatu lindung nilai, disebutkan tujuannya, 30) Nilai Wajar Instrumen Keuangan Yang harus dlungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan dan Nlabilitas keuangan antara lain: a) Nilai Wajar setiap kelompok Aset dan Liabilitas tersebut dengan cara yang memungkinkan untuk dapat diperbandingkan dengan nilai tercatat datam laporan posisi keuangan: dan b) hierarki, metode, dan asumsi signifikan yang digunakan dalam menentukan Nilai Wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan. Catatan 33 31) Dividen Yang harus diungkapkan antara Jaln: a) jumlah dividen dan dividen per saham yang telah dideklarasikan dan dibayarkan sebagai distribusi kepada pemilik pada periode pelaporan, b) jumlah utang dividen untuk: (1) periode pelaporan, dan (2) periode sebelumnya: G) jumlah dividen dan dividen per saham yang diusulkan atau dideklarasikan setelah periode pelaporan tetapi sebelum tanggal penyelesatan laporan keuangan dan tidak diakui sebagai Liabilitas kepada pemilik pada akhir periode pelaporan: dan d) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakul. Catatan 23 Catatan 23 32) Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama Yang harus diungkapkan antara lain: a) jumlah agregat dari tiabilitas kontinjensi dengan jumlah Ilabilitas kontinjensi lainnya secara terpisah: b) jumlah agregat dari komitmen modal terkait dengan bagian partisipasinya dalam Ventura Bersama secara terpisah dari komitmen lainnya, C) daftar dan penjelasan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama
Page 45 OCR 0.900
Page 45 of 49 yang signifikan dan bagian partisipasi kepemilikan dalam pengendalian bersama entitas: dan d) dalam hal Ventura Bersama diakui dalarn pengendallan bersama entitas, agar ditambahkan pengungkapan tambahan tentang: (1) metode yang digunakan untuk mengakui bagian partisipasinya: dan (2) jumlah agregat setiap aset lancar, aset tidak lancar, liabilitas jangka pendek, liabilitas jangka panjang, penghasilan dan beban yang terkait dengan bagian partisipasinya dalam Ventura Bersama. 33, Perikatan dan Kontinjensi a) Perikatan Yang harus diungkapkan antara lain : (1) perikatan yang meliputi: (a) perjanjian sewa, keagenan dan distribusi, bantuan manajemen dan teknis, royalti, dan lisensi, diungkapkan: | pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian, it.” perlode berlakunya perikatan: Il.” dasar penentuan kompensasi dan denda, Iv. jumlah beban atau pendapatan pada perlode pelaporan: dan V. pembatasan-pembatasan lainnya, kontrak atau perjanjian yang memerlukan penggunaan dana di masa yang akan datang, seperti: pembangunan pabrik, perjanjian pembelian, Ikatan untuk Investasi, diungkapkan: I. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian: Ii periode berlakunya perikatan, IN, nilai keseluruhan, mata uang, dan bagian yang telah direalisasi, dan iv. sanksi-sanksi: (2) pemberian jaminan atau garansi, diungkapkan: (a) pihak-pihak yang dijamin dan yang menerima jaminan, yang dipisahkan antara pihak berelasi dan pihak ketiga untuk pihak yang dijamin, (b) latar belakang dikeluarkannya jaminan: (c) periode berlakunya jaminan: dan (d) nilai jaminan, (3) fasilitas kredit yang belum digunakan, misalnya fasilitas L/C, cerukan bank: dan (4) uralan mengenal sifat, jenis, jumlah dan batasan-batasannya, b) Kontinjensi Yang harus diungkapkan antara Jain : (1) perkara atau sengketa hukum, diungkapkan: (a) pihak-pihak yang terkait, (b) jumlah yang diperkarakan: (c) latar belakang, Isi dan status perkaradan pendapat hukum (legal opinion): dan (d) dampak keuangan: (2) Peraturan Pemerintah yang berdampak terhadap Perusahaan, misalnya masalah lingkungan hidup, diungkapkan urajan singkat tentang peraturan dan estimasi dampak keuangannya: (3) kemungkinan llabilitas pajak tambahan: (a) jenis ketetapan atau tagihan pajak, jenis pajak, tahun pajak serta jumlah pokok dan denda atau bunganya, dan (b) sikap Perusahaan terhadap Ketetapan atau tagihan pajak (keberatan atau banding): (4) peristiwa kontinjensi lainnya, yang diungkapkan antara lain: (a) karakteristik aset atau Ilabllitas Kontinjensi, (b) estimasi dari dampak keuangannya: (c) Indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu arus keluar sumber daya: dan (dh kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga. tb. Catatan 31 dan 32 Catatan 32 Catatan 15 dan 19 Catatan 32 Catatan 15 dan 19 34) Khusus Industri Perkebunan Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma Yang harus diungkapkan antara lain: a) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasma, b) Pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama: C) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan, d) Hak dan liabilitas dari masing-masing pihak dalam kerjasama: KAK Catatan 35 Catatan 35 Catatan 35
Page 46 OCR 0.915
Page 46 of 49 2) n Ketentuan tentang perbahan perjanjian kerjasama: dan Isi perubahan perjanjian, jika ada. Catatan 35 35) Manajemen Risiko Keuangan a) b) Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan luas risiko yang timbul dari Instrumen keuangan, serta kebijakan dalam pengelolaan risiko, termasuk, namun tidak terbatas pada risiko sebagai berikut: (1) risiko kredit, antara lain Ikhtisar analisis umur aset keuangan yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dan yang lewat jatuh tempo pada akhir perlode pelaporan tetapi tidak mengalami penurunan nilai, (2) risiko likuiditas, antara lain: ta) analisis jatuh tempo untuk Ilabilitas keuangan derivatif dan nonderivatif yang menunjukkan sisa jatuh tempo kontraktual yang bertujuan untuk pemahaman terhadap periode arus kas, dan (b) deskripsi mengenal cara Perusahaan mengetola risiko Ilkulditas: (3) risiko pasar, antara lain analisis sensitivitas untuk setiap jenls risiko pasar dimana entitas terdampak pada akhir perlode pelaporan, yang menunjukkan darnpak perubahan pada variabel risiko yang relevan pada tanggal tersebut terhadap laba rugi dan ekuitas: dan (4) risiko lainnya yang dimiliki oleh Perusahaan, Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) terdiri dari pengungkapan kualitatif dan pengungkapan kuantitatif untuk setiap jenis risiko yang timbul dari instrumen keuangan. Catatan 34 Catatan 34 Catatan 34 Catatan 34 Catatan 34 36) Khusus Industri Perbankan a) Raslo Kecukupan Modal (Capital Adeguacy Ratio) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rincian perhitungan dan jumlah rasio kecukupan modal pada tanggal laporan posisi keuangan: (2) Posisl CAR minimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia, dan (3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan CAR. b) Posisi Devisa Neto Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto menurut jenis mata uang pada tanggal laporan posisi keuangan, (2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia, (3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan poslsl devisa neto. 9 Jaminan Pemerintah terhadap Liabllitas Pembayaran Bank Umum Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum yang melandasi jaminan atas dana pihak ketiga di bank. d) Aktivitas Fiduciary Yang harus dlungkapkan antara lain urajan masing-masing aktivitas fiduclaryyang meliputi jasa kustodian, wali amanat, pengelolaan Investasi dan reksadana. 37) Kuasi-Reorganisasi Yang harus diungkapkan antara lain uraian mengenai kegiatan kuasi- reorganisasi yang meliputi: a) b) s) d) 2) Jumlah saldo negatif yang dlellminasi dalam laporan posisl keuangan dan jumlah tersebut disajikan selama tiga tahun berurutan sejak kuasi-reorganlsasi, Status going concern perusahaan dan rencana manajemen dan pemegang saham setelah kuasi-reorganisasi yang menggambarkan prospek usaha di masa mendatang, Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada saat dan sesudah kuasi-reorganisasi, Rincian dari jumlah yang membentuk akun selisih penilaian Aset dan Ilabilitas sebelum digunakan untuk mengeliminasi defisit, dan Keterangan tentang tanggal terjadinya kuasi-reorganisasi pada akun saldo laba dalam laporan posisi kerangan untuk jangka waktu 10 tahun ke depan sejak kuasi-reorganisasi.
Page 47 OCR 0.922
Page 47 of 49 38) Pengelolaan Modal Yang harus diungkapkan antara lain : a) Informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan, dan proses Perusahaan dalam mengelola permodalannya, termasuk: (1) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai modal, (2) sifat persyaratan dan Implementasinya dalam hal Perusahaan diharuskan untuk memenuhi persyaratan permodalan yang disyaratkan oleh pihak eksternal, dan (3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam mengelola permodalannya: b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang dikelola sebagai modal: Cc) setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari periode sebelumnya: d) pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap persyaratan permodalan dari pihak eksternal (jika ada): dan e) konsekuensi dari ketidakpatuhan persyaratan permodalan dari pihak @ksternai, apabila terjadi ketidakpatuhan. Catatan 21 Catatan 21 39) Transaksi Nonkas Yang harus diungkapkan antara laln : Transaksi pada aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaan Kas dan Setara Kas yang tidak termasuk dalam laporan arus kas. Transaksi tersebut antara lain berupa perolehan Aset secara kredit atau sewa pembiayaan, akuisisi melalui penerbitan saham, dan konversi utang menjadi modal. Catatan 12 20) Pembayaran Berbasis Saham Yang harus diungkapkan antara lain : a) rincian jumlah Liabilitas atas pembayaran berbasis saham balik untuk jangka pendek ataupun jangka panjang: b) penjelasan mengenali setiap jenis perjanjtan pembayaran berbasis saham yang ada pada suatu periode, termasuk syarat dan ketentuan umum setiap perjanjian, seperti kondisi vesting, jangka waktu maksimum atas opsi yang diberikan, dan metode penyelesalanj c) jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi opsl saham untuk setiap kelompok opsi saham: d) untuk opsi saham yang dieksekusi selama periode, rata-rata tertimbang harga saham pada tanggal eksekusi atau selama periode pelaporan, e) kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang sisa umur kontrak untuk opsi saham yang beredar pada akhir periode, ? penentuan Nilal Wajar dengan mengungkapkan pallng kurang hal-hal sebagai berikut: (1) opsi yang diberikan selama suatu perlode, rata-rata tertimbang Nilal Wajar opsi tersebut pada tanggal pengukuran dan informasi tentang bagaimana Nilai Wajar tersebut diukur: dan (2) jumlah dan rata-rata tertimbang nilal wajar instrumen ekuitas tersebut pada tanggal pengukuran, dan informasi tentang pengukuran Nilai Wajar tersebut untuk Instrumen ekuitas lain yang diberikan selama suatu periode (yaitu selain opsi saham), 9) dampak transaksi pembayaran berbasis saham terhadap laba rugi Perusahaan dalam suatu periode dan terhadap posisi keuangannya. 41) Khusus Industri Asuransi: a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas Yang harus diungkapkan antara lain : (1) Analisis Kekayaan: (2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas: (3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi: (4) Tingkat solvabilitas yang dicapai perusahaan per tanggal pelaporan: dan (5) Jumlah investasi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas.
Page 48 OCR 0.914
Page 48 of 49 42) Aset Llabilitas dan Hasil Usaha Program Asuransi Syariah Hal-hal yang harus diungkapkan: a) Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi Syariah: b) Jenis Akad Asuransi Syariah: C) Rincian Aset, Llabllltas, Pendapatan, Beban, dan Laba Usaha Unit Asuransi Syariah: dan d) zakat. 23) Informasi Penting Lainnya Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari: a) Kontrak reasuransi, b) Perjanjian penting dan ikatan lainnya: Cc) Rasio keuangan penting: d) Pendapatan, beban dan hasil underwriting: dan e) Peristiwa atau Keadaan yang mempengaruhi kinerja atau kelangsungan hidup perusahaan. aa) Khusus Industri Kehutanan : a) Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu): b) Pemenuhan Ilabilitas terhadap negara seperti DR, IHH, BPPHH, IHPH dan Iuran wajib lainnya, C) Realisasi kegiatan dan biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan penanaman kembali hutan alam (TPTI, pembinaan dan perlindungan hutan, penanaman tanah kosong dan usaha lainnya untuk kelestarian alam), d) Realisasi jenis kegiatan sehubungan pelaksanaan Bina desa hutan dan biayanya, e) Khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan penanaman pada periode berjalan dan akumulasinya: dan f) Sehubungan dengan pembangunan sarana dan prasarana : (1) Realisasi pembangunan jalan dan jembatan serta pemeliharaannya, dan (2) Jenis jalan yang dibangun pada periode berjalan dan akumutasinya. 45) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan Yang harus diungkapkan antara lain: a) dalam hal Perusahaan menerima Informasi setelah periode pelaporan tentang kondisi yang ada pada akhir perlode pelaporan, maka Perusahaan memutakhirkan pengungkapan kondisi tersebut sesual dengan Informasi terkini, dan contoh peristiwa setelah periode pelaporan yang mensyaratkan entitas untuk menyesualkan jumlah yang diakui dalam laporan keuangannya, atau untuk mengakut peristiwa yang sebelumnya tidak diakul: b) datam hal terdapat peristiwa nonpenyesual yang material setelah perlode pelaporan, maka Perusahaan mengungkapkan uraian peristiwa, misalnya: (L)tanggal terjadinya, (2)sifat peristiwa: dan (3)estimasi atas dampak keuangan, atau pernyataan dan alasan bahwa estimasi tersebut tidak dapat dibuat. 45) Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan yang Terkait dengan Aktivitas Perusahaan Dalam hai Perusahaan belum menerapkan suatu SAK dan/atau peraturan yang terkait dengan aktivitas Perusahaan, yang telah diterbitkan tetapl belum efektif berlaku, Yang harus diungkapkan antara lain: a) judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut, b) sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif atau perubahan kebijakan akuntansi: C) tanggal penerapan SAK dan peraturan baru tersebut disyaratkan, dan d) pembahasan mengenal dampak penerapan awal SAK dan peraturan baru atas laporan keuangan atau pernyataan manajemen bahwa dampak tersebut tidak dapat diketahui atau dlestimasi secara wajar. Pa Catatan 38 Catatan 38 Catatan 38 Catatan 38
Page 49 OCR 0.934
Page 49 of 49 47) | Reklasifikasi a) Dalam hat Perusahaan mengubah penyajian atau pengklasifikasian pos- pos dalam laporan kewangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan antara lain: (1) sifat reklasifikasi: (2) jumtah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang direktasifikasi: dan (3) alasan reklasifikasl. b) Dalam hat rektasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan, maka Perusahaan harus mengungkapkan: (4) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut: dan (2) sifat penyesualan yang akan dilakukan jika jumtah tersebut direklasifikasi. 48) | Hibah Pemerintah Setiap Hibah Pemerintah yang diterima, Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut: a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang diakui dalam laporan keuangan dan Indikasi bentuk lain dari bantuan pemerintah, dan b) kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi taln yang melekat atas bantuan pemerintah yang telah diakul, 49) Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi di Negara Lain a) Ketentuan Ini berlaku bagi Perusahaan yang menyusun laporan keuangan dengan menggunakan standar akuntansi selain SAK untuk memenuhi persyaratan otoritas pasar modal di negara lain atau dalam rangka penawaran Efek di negara lain, b) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) ringkasan perbedaan SAK dengan standar akuntansi dl negara lain: (2) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan posisi keuangan beserta penjelasannya, dan (3) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan laba rugi komprehensif beserta penjelasannya. C) Dalam hal Perusahaan dlpersyaratkan oleh otoritas pasar modat di negara lain untuk melakukan pengungkapan tambahan mengikuti ketentuan yang berlaku di negara tersebut, maka pengungkapan tersebut wajib ditambahkan dalam laporan keuangan. 50) Informasi Penting Lainnya Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari peristiwa atau keadaan tertentu yang mempengaruhi kinerja perusahaan, seperti peristiwa/keadaan yang mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan. Jakarta, 27 Maret 2026 NT, Tjhie Tje Fie Direktur
Page 50
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwanto
p.1
unresolved
org
Bapepam-LK
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.3 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.7 ×13
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.22
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.32
unresolved
org
Bapepam
p.42 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.