Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 48
Page 1
Nomor Surat 0101/TFCO/COR-SEC/X/2023
Nama Emiten Tifico Fiber Indonesia Tbk
Kode Emiten TFCO
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 9 Bulan yang berakhir pada 30/09/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
Dokumen ini merupakan dokumen resmi Tifico Fiber Indonesia Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik. Tifico
Fiber Indonesia Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 September 2023
Nama entitas Tifico Fiber Indonesia Tbk Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas TFCO Entity code
Nomor identifikasi entitas AA004 Entity identification number
Industri utama entitas Umum / General Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor E. Consumer Cyclicals Sector
Subsektor E4. Apparel & Luxury Goods Subsector
Industri E41. Apparel & Luxury Goods Industry
Subindustri E413. Textiles Subindustry
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
National Corporation
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Pemantauan Khusus / Watchlist
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas tunggal / Single entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal III / Third Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan September 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya September 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Dollar Amerika / USD Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Satuan Penuh / Full Amount statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Page 3
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Purwantono, Sungkoro dan Prior year auditor
Surja
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
Dagmar Zevilianty Djamal
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[1210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - General Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 September 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
32,088,206 25,222,931
equivalents
Investasi jangka pendek 1,897,551 3,879,357 Short-term investments
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
24,981,810 18,715,957
ketiga parties
Piutang lainnya Other receivables
Piutang lainnya pihak Other receivables third
656,648 940,951
ketiga parties
Persediaan lancar Current inventories
Persediaan lancar 43,786,018 46,297,868 Current inventories
Biaya dibayar dimuka Current prepaid expenses
1,221,147 528,642
lancar
Pajak dibayar dimuka Current prepaid taxes
5,322,644 9,677,336
lancar
Jumlah aset lancar 109,954,024 105,263,042 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Investasi yang dicatat Investments accounted for
dengan menggunakan 317,843 317,843 using equity method
metode ekuitas
Uang muka tidak lancar Non-current advances
Uang muka tidak Non-current advances
lancar atas pembelian on purchase of
569,422 302,105
aset tetap property, plant and
equipment
Aset keuangan tidak Non-current financial
lancar assets
Aset keuangan tidak Non-current financial
lancar biaya perolehan 38,429,127 44,069,631 assets amortized cost
diamortisasi
Aset keuangan tidak Other non-current
1,633,918 814,715
lancar lainnya financial assets
Aset pajak tangguhan 1,094,141 716,399 Deferred tax assets
Properti investasi 8,053,975 8,076,638 Investment properties
Aset tetap Property, plant, and
171,445,369 172,609,007
equipment
Klaim atas pengembalian Non-current claims for tax
2,265,049 1,852,654
pajak tidak lancar refund
Aset tidak lancar Other non-current
80,273 80,273
non-keuangan lainnya non-financial assets
Jumlah aset tidak lancar 223,889,117 228,839,265 Total non-current assets
Jumlah aset 333,843,141 334,102,307 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang bank jangka Short term bank loans
1,019,331 2,064,593
pendek
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
Page 5
ketiga 13,842,383 14,574,144 third parties
Utang lainnya Other payables
Utang lainnya pihak Other payables
2,355,897 3,321,448
ketiga third parties
Utang lainnya pihak Other payables
7,531 11,075
berelasi related parties
Liabilitas keuangan Other current financial
130,674 256,510
jangka pendek lainnya liabilities
Beban akrual jangka Current accrued
601,266 535,082
pendek expenses
Liabilitas imbalan Short-term
pasca kerja jangka 1,979,475 1,618,737 post-employment
pendek benefit obligations
Utang pajak 71,902 144,851 Taxes payable
Liabilitas Other current
non-keuangan jangka 84,943 84,943 non-financial liabilities
pendek lainnya
Jumlah liabilitas Total current
20,093,402 22,611,383
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
panjang
Kewajiban imbalan Long-term
pasca kerja jangka 4,949,789 4,451,778 post-employment
panjang benefit obligations
Jumlah liabilitas Total non-current
4,949,789 4,451,778
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 25,043,191 27,063,161 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 290,705,453 290,705,453 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
( 191,119 ) ( 191,119 )
disetor capital
Cadangan keuntungan Reserve of gains
(kerugian) investasi (losses) from
( 120,678 ) ( 120,678 )
pada instrumen ekuitas investments in equity
instruments
Komponen ekuitas Other components of
241,158 241,158
lainnya equity
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan 18,165,136 16,404,332 retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
308,799,950 307,039,146
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Jumlah ekuitas 308,799,950 307,039,146 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
333,843,141 334,102,307
ekuitas
Page 6
[1321000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented before tax, by function - General Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 September 2023 30 September 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
149,406,232 178,072,793
usaha
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
( 145,928,903 ) ( 166,601,117 )
pendapatan
Jumlah laba bruto 3,477,329 11,471,676 Total gross profit
Beban penjualan ( 1,024,624 ) ( 1,196,236 ) Selling expenses
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 2,622,075 ) ( 2,664,722 )
expenses
Pendapatan keuangan 1,581,806 346,446 Finance income
Keuntungan (kerugian) selisih Gains (losses) on changes in
827,765 ( 2,362,082 )
kurs mata uang asing foreign exchange rates
Pendapatan lainnya 1,630,171 Other income
Beban lainnya ( 467,043 ) ( 22,662 ) Other expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
1,773,158 7,202,591
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 12,354 ) ( 1,138,561 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
1,760,804 6,064,030
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) 1,760,804 6,064,030 Total profit (loss)
Jumlah laba rugi komprehensif 1,760,804 6,064,030 Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
1,760,804 6,064,030
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas 1,760,804 6,064,030 attributable to parent entity
induk
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang 0.00037 0.0013 share from continuing
dilanjutkan operations
Page 7
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Current Year
30 September 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan keuntungan
Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal (kerugian) investasi Komponen transaksi
Saham biasa ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor pada instrumen ekuitas lainnya
penggunaannya entitas induk
ekuitas
Reserve of gains
Additional paid-in (losses) from Other components of Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Equity
capital investments in equity equity transactions earnings parent entity
instruments
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 290,705,453 ( 191,119 ) ( 120,678 ) 241,158 16,404,332 307,039,146 307,039,146 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 290,705,453 ( 191,119 ) ( 120,678 ) 241,158 16,404,332 307,039,146 307,039,146 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 1,760,804 1,760,804 1,760,804 Profit (loss)
Posisi ekuitas, akhir periode 290,705,453 ( 191,119 ) ( 120,678 ) 241,158 18,165,136 308,799,950 308,799,950 Equity position, end of the period
Page 8
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Prior Year
30 September 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan
keuntungan Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal Komponen transaksi
Saham biasa (kerugian) investasi ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor ekuitas lainnya
pada instrumen penggunaannya entitas induk
ekuitas
Reserve of gains
Additional paid-in (losses) from Other components of Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Equity
capital investments in equity equity transactions earnings parent entity
instruments
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 290,705,453 ( 191,119 ) 194,328 241,158 12,102,243 303,052,063 303,052,063 Balance before restatement at beginning of period
Penyesuaian Adjustments
Perubahan kebijakan akuntansi secara sukarela 616,672 616,672 616,672 Voluntary changes in accounting policies
Posisi ekuitas, awal periode 290,705,453 ( 191,119 ) 194,328 241,158 12,718,915 303,668,735 303,668,735 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 6,064,030 6,064,030 6,064,030 Profit (loss)
Posisi ekuitas, akhir periode 290,705,453 ( 191,119 ) 194,328 241,158 18,782,945 309,732,765 309,732,765 Equity position, end of the period
Page 9
[1510000] Statement of cash flows, direct method - General Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 September 2023 30 September 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
147,385,199 176,538,695
pelanggan
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kepada Payments to suppliers for
pemasok atas barang dan ( 136,004,001 ) ( 165,273,134 ) goods and services
jasa
Pembayaran kas lainnya Other cash payments for
( 13,056,708 ) ( 14,714,773 )
untuk beban operasi operating activities
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
( 1,675,510 ) ( 3,449,212 )
(digunakan untuk) operasi in) operations
Penerimaan bunga dari Interests received from
1,547,630 346,446
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan pengembalian Income taxes refunded (paid)
(pembayaran) pajak from operating activities
3,942,297 ( 5,512,540 )
penghasilan dari aktivitas
operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
3,814,417 ( 8,615,306 )
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran uang muka Payments for advances for
pembelian aset tetap ( 569,422 ) ( 281,920 ) purchase of property, plant
and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 2,149,017 ) ( 865,033 )
aset tetap property, plant and equipment
Pencairan (penempatan) Withdrawal (placement) of
7,833,890
obligasi dan (atau) sukuk bonds and (or) sukuk
Penempatan aset keuangan Placement of financial assets
( 35,491,345 )
biaya perolehan diamortisasi amotized cost investments
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
5,115,451 ( 36,638,298 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Pembayaran pinjaman bank ( 2,064,593 ) ( 2,700,192 ) Payments of bank loans
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 2,064,593 ) ( 2,700,192 )
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
6,865,275 ( 47,953,796 )
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
25,222,931 64,472,076
awal periode flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
32,088,206 16,518,280
akhir periode cash flows, end of the period
Page 10
[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 September 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (?PSAK?) dan Interpretasi statements
Standar Akuntansi Keuangan (?ISAK?) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Ikatan Akuntan Indonesia (?DSAK- IAI?) dan Peraturan - Peraturan serta Pedoman Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (?OJK?). Laporan
keuangan disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali untuk laporan arus kas, dan menggunakan
konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk beberapa akun yang dinyatakan menggunakan
dasar pengukuran lain, sebagaimana dijelaskan pada kebijakan akuntansi dari akun tersebut. Laporan
arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran
kas dan setara kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan
keuangan disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan,
kecuali dinyatakan lain.
Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank serta deposito berjangka yang akan jatuh tempo dalam Cash and cash equivalents
waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi
penggunaannya.
Piutang usaha dan piutang lain-lain Berdasarkan penelaahan atas saldo piutang usaha, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa Trade and other receivables
penyisihan kerugian kredit ekspektasian adalah memadai untuk menutup kerugian yang mungkin
timbul dari jumlah yang tidak dapat ditagih. Akun ini merupakan penyesuaian harga dari pemasok atas
pembelian persediaan, piutang atas biaya listrik dan air yang akan ditagih kepada pihak ketiga atas
biaya bersama dan lainnya.
Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Inventories
Biaya perolehan ditentukan berdasarkan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi neto merupakan
estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi
biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan. Penyisihan atas keusangan dan penurunan nilai
persediaan ditetapkan untuk mengurangi nilai tercatat persediaan ke nilai realisasi neto. Perusahaan
menetapkan penyisihan untuk nilai realisasi neto dan keusangan persediaan berdasarkan hasil
penelaahan berkala atas kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan.
Properti investasi Properti investasi terdiri dari tanah dan bangunan yang dikuasai oleh Perusahaan untuk disewakan Investment property
atau untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk
digunakan atau dijual dalam kegiatan operasi. Pada saat pengakuan awal, properti investasi diukur
sebesar biaya perolehan, biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal tersebut. Setelah
pengakuan awal, Perusahaan yang memilih model biaya mengukur seluruh properti investasinya
sesuai dengan ketentuan dalam PSAK No. 16, ?Aset Tetap?, kecuali jika properti investasi tersebut
memenuhi kriteria sebagai dimiliki untuk dijual. Jumlah biaya perolehan termasuk biaya penggantian
Page 11
dari properti investasi yang ada pada saat terjadinya biaya, jika kriteria pengakuan terpenuhi dan tidak
termasuk biaya harian penggunaan properti investasi. Properti investasi dihentikan pengakuannya
pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan
tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Laba
atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain pada tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut.
Properti investasi atas bangunan disusutkan sepanjang estimasi masa manfaatnya yaitu 20 (dua
puluh) tahun dengan menggunakan metode garis lurus, sedangkan properti investasi atas tanah tidak
disusutkan.
Aset tetap Seluruh aset tetap awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan Fixed assets
biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi
yang diinginkan supaya aset tersebut siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Setelah
pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
kerugian penurunan nilai. Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan
sesuai maksud penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan
estimasi masa manfaat ekonomis. Pada setiap akhir tahun buku, manajemen melakukan pengkajian
ulang atas nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan dari aset tetap dan disesuaikan secara
prospektif, jika diperlukan. Jumlah tercatat komponen dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya
pada saat dilepaskan atau saat sudah tidak ada lagi manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan
dari penggunaan maupun pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan
tersebut (ditentukan sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto dan jumlah tercatatnya)
dimasukkan ke dalam laba rugi untuk tahun dimana penghentian pengakuan tersebut dilakukan. Tanah
dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Biaya pengurusan legal hak atas tanah
dalam bentuk Hak Guna Bangunan (?HGB?) diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada
akun ?Aset Tetap? dan tidak diamortisasi ketika tanah diperoleh pertama kali. Sementara biaya
pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGB diakui
sebagai bagian dari akun ?Aset Tidak Lancar Lain-lain? pada laporan posisi keuangan dan
diamortisasi sepanjang mana yang lebih pendek antara umur hukum hak dan umur ekonomis tanah.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya. Beban
pemugaran dan penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi kepada jumlah tercatat aset tetap
terkait bila besar kemungkinan bagi Perusahaan manfaat ekonomis masa depan menjadi lebih besar
dari standar kinerja awal yang ditetapkan sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa masa manfaat
aset tetap terkait. Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup
kapitalisasi beban pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset
tetap dalam penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun ?Aset
Tetap? yang bersangkutan pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk
digunakan. Aset tetap dalam penyelesaian tidak disusutkan karena belum tersedia untuk digunakan.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset Impairment of non-financial assets
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian tahunan atas
penurunan nilai aset tertentu diperlukan, maka Perusahaan akan membuat estimasi atas jumlah
terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang
lebih tinggi antara nilai wajar aset atau Unit Penghasil Kas (?UPK?) dikurangi biaya untuk menjual
dengan nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar
independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai
terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset
diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan
diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain sebagai ?rugi penurunan nilai?.
Page 12
Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini atas nilai
waktu uang dan risiko spesifik aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan,
mengacu pada PSAK No.68, ?Pengukuran Nilai Wajar? (Catatan 2r). Rugi penurunan nilai yang telah
diakui dalam periode-periode sebelumnya dibalik jika terdapat perubahan estimasi yang digunakan
untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Jika
demikian, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Peningkatan jumlah tercatat aset
yang disebabkan pembalikan rugi penurunan nilai, tidak boleh melebihi jumlah nilai terpulihkannya
maupun nilai tercatat (neto setelah penyusutan) seandainya aset tidak mengalami rugi penurunan nilai
di periode-periode sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai untuk aset diakui segera dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Setelah pembalikan rugi penurunan nilai diakui,
penyusutan yang dibebankan ke aset tersebut harus disesuaikan di periode mendatang untuk
mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya (jika ada), dengan dasar
yang sistematik selama sisa umur manfaatnya.
Utang usaha dan liabilitas lain-lain Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 , utang usaha tidak dijamin, tidak dikenakan Trade payables and other liabilities
bunga dan umumnya dikenakan syarat pembayaran antara 1 (satu) sampai dengan 60 (enam puluh)
hari. Utang lain-lain merupakan utang atas pembelian suku cadang, transportasi dan jasa lainnya.
Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan. Pendapatan diakui ketika Perusahaan memenuhi Revenue and expense recognition
kewajiban pelaksanaan (performance obligation) dengan mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan
kepada pelanggan, yaitu ketika pelanggan memperoleh pengendalian atas barang atau jasa tersebut.
Kewajiban pelaksanaan (performance obligation) dapat dipenuhi pada suatu waktu tertentu atau dari
waktu ke waktu. Jumlah pendapatan yang diakui adalah jumlah yang dialokasikan untuk kewajiban
pelaksanaan (performance obligation) yang dipenuhi. Untuk pendapatan sehubungan dengan
penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui, pada saat
pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu). Pendapatan
sehubungan pengiriman fisik produk-produk Perusahaan diakui bila risiko dan manfaat yang signifikan
telah dipindahkan kepada pembeli, yang pada umumnya bersamaan waktunya dengan pengiriman dan
penerimaannya (pada suatu titik waktu). Liabilitas kontrak Liabilitas kontrak adalah kewajiban untuk
mentransfer barang atau jasa kepada pelanggan dimana Perusahaan telah menerima imbalan (atau
jumlah imbalan yang jatuh tempo) dari pelanggan. Jika pelanggan membayar imbalan sebelum
Perusahaan mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan, liabilitas kontrak diakui pada saat
pembayaran dilakukan atau pembayaran jatuh tempo (mana yang lebih awal). Liabilitas kontrak diakui
sebagai pendapatan pada saat Perusahaan memenuhi pelaksanaan kontrak. Pendapatan dan
penjualan. Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh
Perusahaan dan jumlahnya dapat diukur secara handal tanpa memperhitungkan kapan pembayaran
dilakukan. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima atau dapat diterima, tidak
termasuk diskon, rabat dan pajak pertambahan nilai (?PPN?). Pendapatan dari penjualan yang timbul
dari pengiriman fisik produk-produk Perusahaan diakui bila risiko dan manfaat yang signifikan telah
dipindahkan kepada pembeli, yang pada umumnya bersamaan waktunya dengan pengiriman dan
penerimaannya. Penghasilan/Beban Bunga. Semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi, pendapatan atau beban bunga dicatat dengan menggunakan metode SBE,
yaitu suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di
masa depan selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode
Page 13
yang lebih singkat, untuk nilai tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Beban. Beban
diakui pada saat terjadinya (asas akrual).
Transaksi dengan pihak berelasi Dalam menjalankan usahanya, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi seperti Transactions with related parties
yang didefinisikan dalam PSAK No.7 ?Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi". Seluruh transaksi dengan
pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan yang relevan dan rinciannya
telah disajikan dalam Catatan 29 atas laporan keuangan.
Pajak penghasilan Pajak Penghasilan - Pajak Kini. Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar Income taxes
jumlah yang diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Beban pajak
kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak tahun berjalan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku.Perusahaan juga menyajikan bunga/denda, jika ada, sebagai bagian dari ?Beban Pajak
Kini?.Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima atau, jika
diajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan ditetapkan.Kekurangan/kelebihan
pembayaran pajak penghasilan dicatat sebagai bagian dari ?Beban Pajak Kini? dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain. Pajak Penghasilan - Pajak Tangguhan. Aset dan liabilitas
pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas konsekuensi pajak pada masa mendatang
yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas pada setiap tanggal pelaporan.Liabilitas pajak tangguhan diakui
untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan
temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal, sepanjang besar kemungkinan perbedaan
temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat dimanfaatkan untuk
mengurangi laba kena pajak pada masa depan.Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang
pada akhir setiap periode pelaporan dan diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak memadai untuk
mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan tersebut.Pada akhir setiap
periode pelaporan, Perusahaan menilai kembali aset pajak tangguhan yang tidak diakui. Perusahaan
mengakui aset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba
fiskal pada masa depan akan tersedia untuk pemulihannya.Pajak tangguhan dihitung dengan
menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif
pajak dibebankan pada usaha tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah
langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara
saling hapus dalam laporan posisi keuangan, kecuali aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk entitas
yang berbeda, sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
Imbalan kerja karyawan Imbalan Kerja Jangka Pendek. Imbalan kerja jangka pendek seperti upah, iuran jaminan sosial, Employee benefits
tunjangan hari raya (?THR?) dan imbalan non-moneter lainnya diakui selama periode jasa diberikan.
Imbalan kerja jangka pendek dihitung sebesar jumlah yang tidak didiskontokan. Program Imbalan
Pasti. Imbalan kerja ditentukan berdasarkan Perjanjian Kerja Bersama dan Undang-undang
Ketenagakerjaan (UUK) yang berlaku.Imbalan pasca-kerja secara aktuarial ditentukan berdasarkan
metode Projected Unit Credit.Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang diakui
sebagai penghasilan komprehensif lain (?OCI?), terdiri atas: (i) Keuntungan dan kerugian aktuarial. (ii)
Imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas
(aset). (iii) Setiap perubahan dampak batas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam
bunga neto atas liabilitas (aset). Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang
diakui sebagai OCI tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya. Untuk imbalan kerja
jangka panjang lain atas biaya jasa kini, biaya bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, dan
Page 14
pengukuran kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto langsung diakui pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain tahun berjalan.Biaya jasa lalu diakui sebagai beban pada tanggal yang
lebih awal antara ketika amandemen atau kurtailmen program terjadi, dan ketika biaya restrukturisasi
atau pesangon diakui, sehingga biaya jasa lalu yang belum vested tidak lagi dapat ditangguhkan dan
diakui selama periode vesting masa depan. Perubahan Kebijakan Akuntansi. Pada bulan April 2022,
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (?DSAK IAI?) menerbitkan siaran pers
atas persyaratan pengatribusian imbalan pada periode jasa sesuai PSAK 24: Imbalan Kerja yang
diadopsi dari IAS 19 Employee Benefits. Siaran pers tersebut menyampaikan informasi bahwa pola
fakta umum dari program pensiun berbasis undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia
saat ini memiliki pola fakta serupa dengan yang ditanggapi dan disimpulkan dalam IFRS Intepretation
Committee (?IFRIC?) Agenda Decision Attributing Benefit to Periods of Service (IAS 19). Perusahaan
telah menerapkan siaran pers tersebut dan dengan demikian merubah kebijakan akuntansi terkait
atribusi imbalan kerja pada periode jasa dari kebijakan yang diterapkan sebelumnya, sehingga laporan
keuangan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2021 dan 31 Desember 2020 serta untuk tahun
yang berakhir pada tanggal tersebut telah disajikan kembali. Pada tahun-tahun sebelumnya,
Perusahaan mengatribusikan imbalan berdasarkan formula imbalan program imbalan pasti
berdasarkan masa kerja sejak tanggal pekerja memberikan jasa hingga usia pensiun. Mulai Desember
2022, berdasarkan siaran pers, Perusahaan telah mengubah kebijakan akuntansinya untuk
mengatribusikan imbalan berdasarkan program tersebut, yaitu dari tanggal ketika jasa pekerja pertama
kali menghasilkan imbalan dalam program sampai dengan tanggal ketika jasa pekerja selanjutnya tidak
akan menghasilkan jumlah imbalan yang material di bawah program tersebut.
Laba per saham Laba (rugi) per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih tahun berjalan dengan rata-rata Earnings per share
tertimbang jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama tahun yang
bersangkutan.Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada
tanggal 30 September 2023 dan 2022, dan oleh karenanya, laba per saham dilusian tidak dihitung dan
disajikan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Pelaporan segmen Untuk tujuan manajemen, Perusahaan diorganisasi menjadi empat segmen operasi berdasarkan Segment reporting
produk dan jasa yang dikelola secara independen oleh masing-masing pengelola segmen yang
bertanggung jawab atas kinerja dari masing-masing segmen. Para pengelola segmen melaporkan
secara langsung kepada manajemen Perusahaan yang secara teratur mengkaji hasil operasi sebagai
dasar untuk mengalokasikan sumber daya ke masing- masing segmen dan untuk menilai kinerja
segmen. Pengungkapan tambahan pada masing- masing segmen terdapat dalam Catatan 28,
termasuk faktor yang digunakan untuk mengidentifikasi segmen yang dilaporkan dan dasar
pengukuran informasi segmen.
Penentuan nilai wajar Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar Determination of fair value
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran.Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas terjadi: ? Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau ? Jika tidak
terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Pasar
utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Perusahaan. Nilai
wajar suatu aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset dan liabilitas tersebut dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomik terbaiknya. Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam
keadaan dan dimana data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan
penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang
Page 15
tidak dapat diobservasi. Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam
laporan keuangan dapat dikategorikan pada level hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkatan input
terendah yang signifikan atas pengukuran nilai wajar secara keseluruhan: ? Level 1: harga kuotasian
(tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses pada
tanggal pengukuran. ? Level 2: input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat
diobservasi untuk aset dan liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung. ? Level 3: input yang
tidak dapat diobservasi untuk aset dan liabilitas. Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan
keuangan secara berulang, Perusahaan menentukan apakah terjadi transfer antara level di dalam
hirarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan input level terendah yang signifikan dalam
pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan. Perusahaan untuk tujuan pengungkapan nilai
wajar, telah menentukan kelas aset dan liabilitas berdasarkan sifat, karakteristik, risiko aset dan
liabilitas, dan level hirarki nilai wajar. Pengungkapan nilai wajar untuk instrumen keuangan disajikan
dalam Catatan 25
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Perusahaan menyelenggarakan catatan akuntansinya dalam Dolar Amerika Serikat. Transaksi yang Foreign currency transactions and balances
melibatkan mata uang selain Dolar Amerika Serikat dicatat pada nilai tukar pada saat terjadinya
transaksi.Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan ke dalam Dolar Amerika Serikat dengan menggunakan rata-rata kurs jual dan beli yang
diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.Keuntungan
atau kerugian kurs yang timbul dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
tahun berjalan.
Beban dibayar dimuka Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis Prepaid expenses
lurus.
Instrumen keuangan Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan Financial instruments
liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain. 1. Aset Keuangan. Pengakuan dan Pengukuran Awal.
Aset keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, yang selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi, nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain (OCI), dan nilai wajar melalui laba rugi.
Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual
aset keuangan dan model bisnis Perusahaan untuk mengelolanya. Dengan pengecualian piutang
usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan atau yang mana Perusahaan
telah menerapkan kebijaksanaan praktisnya, Perusahaan pada awalnya mengukur aset keuangan
pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi,
biaya transaksi. Piutang usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan atau
yang mana Perusahaan telah menerapkan kebijaksanaan praktis diukur pada harga transaksi yang
ditentukan berdasarkan PSAK 72.Agar aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada biaya
perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui OCI, aset keuangan harus menghasilkan arus kas yang
'semata- mata pembayaran pokok dan bunga (SPPI)' dari jumlah pokok terutang. Penilaian ini disebut
sebagai tes SPPI dan dilakukan pada tingkat instrumen.Model bisnis Perusahaan untuk mengelola
aset keuangan mengacu pada bagaimana Perusahaan mengelola aset keuangannya untuk
menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari pengumpulan
arus kas kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya.Pembelian atau penjualan aset
keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh regulasi atau
konvensi di pasar (perdagangan reguler) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Perusahaan
Page 16
berkomitmen untuk membeli atau menjual aset. Pengukuran Selanjutnya. Untuk tujuan pengukuran selanjutnya, aset keuangan diklasifikasikan dalam empat kategori: ? Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang); ? Aset keuangan pada nilai wajar melalui OCI dengan daur ulang keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang); ? Aset keuangan yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tanpa daur ulang keuntungan dan kerugian kumulatif setelah penghentian pengakuan (instrumen ekuitas); ? Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang). Kategori ini adalah yang paling relevan dengan Perusahaan. Perusahaan mengukur aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi: ? Aset keuangan dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk memiliki aset keuangan untuk mengumpulkan arus kas kontraktual; dan ? Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan arus kas pada tanggal tertentu yang hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif (SBE) dan mengalami penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai.Aset keuangan terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, investasi pada instrumen utang bagian tidak lancar, dan aset tidak lancar lain-lain (keanggotaan atas golf dan deposit), diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi: ? Aset keuangan dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas kontraktual dan penjualan; dan ? Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan arus kas pada tanggal tertentu yang hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga, revaluasi valuta asing, dan kerugian atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama seperti untuk aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui dalam OCI. Setelah penghentian pengakuan, perubahan nilai wajar kumulatif yang diakui dalam OCI didaur ulang ke laba rugi.Instrumen utang Perusahaan pada nilai wajar melalui OCI mencakup investasi dalam instrumen utang bagian aset lancar. Aset keuangan yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI (instrumen ekuitas). Setelah pengakuan awal, Perusahaan dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitasnya yang tidak dapat ditarik kembali sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI jika definisi ekuitas berdasarkan PSAK No.50: Instrumen Keuangan: Penyajian dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan memenuhi definisi tersebut. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per instrumen.Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang ke laba rugi. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laporan laba rugi pada saat hak pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Perusahaan mendapatkan keuntungan dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut adalah tercatat di OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada penilaian penurunan nilai.Perusahaan memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitas yang tidak terdaftar dalam kategori ini yang tidak dapat ditarik kembali.Aset keuangan Perusahaan yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI (instrumen ekuitas) terdiri atas investasi pada instrumen ekuitas. Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai wajar. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata
Page 17
pembayaran pokok dan bunga diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, terlepas
dari model bisnisnya.Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya
perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang
dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut
menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi.Aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat dalam laporan posisi keuangan pada nilai wajar dengan
perubahan nilai wajar neto diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.Kategori
ini mencakup instrumen derivatif dan investasi ekuitas yang terdaftar di mana Perusahaan tidak dipilih
secara tidak dapat ditarik kembali untuk diklasifikasikan pada nilai wajar melalui OCI. Dividen atas
investasi ekuitas tercatat juga diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak
pembayaran telah ditetapkan.Perusahaan tidak memiliki aset keuangan pada nilai wajar melalui laba
rugi. Penghentian pengakuan. Aset keuangan (atau, jika berlaku, bagian dari aset keuangan atau
bagian dari kelompok aset keuangan serupa) terutama dihentikan pengakuannya (yaitu, dihapus dari
laporan posisi keuangan Perusahaan) ketika: ? Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset
keuangan tersebut berakhir; atau ? Perusahaan telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas
dari aset atau telah mengasumsikan kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh
tanpa penundaan material kepada pihak ketiga berdasarkan pengaturan 'pass-through'; dan salah satu
(a) Perusahaan telah mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat aset, atau (b)
Perusahaan tidak mengalihkan atau memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat aset, tetapi
telah mengalihkan pengendalian aset.Ketika Perusahaan telah mengalihkan haknya untuk menerima
arus kas dari aset atau telah menandatangani perjanjian pass- through, Perusahaan mengevaluasi
apakah, dan sejauh mana, telah mempertahankan risiko dan manfaat kepemilikan. Ketika Perusahaan
tidak mengalihkan atau mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat dari aset, atau
mengalihkan pengendalian atas aset, Perusahaan terus mengakui aset yang ditransfer tersebut sejauh
keterlibatannya secara berkelanjutan. Dalam kasus tersebut, Perusahaan juga mengakui liabilitas
terkait. Aset alihan dan liabilitas terkait diukur atas dasar yang mencerminkan hak dan kewajiban yang
dimiliki Perusahaan.Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang ditransfer diukur
pada nilai yang lebih rendah dari nilai tercatat asli aset dan jumlah maksimum imbalan yang mungkin
diminta untuk dibayar kembali oleh Perusahaan. Penurunan nilai aset keuangan. Perusahaan
mengakui penyisihan untuk Kerugian Kredit Ekspektasian ("ECL") untuk seluruh instrumen utang yang
tidak dimiliki pada nilai wajar melalui laba rugi. ECL didasarkan pada selisih antara arus kas kontraktual
yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan seluruh arus kas yang diperkirakan akan diterima
Perusahaan, didiskontokan dengan SBE awal. Arus kas ekspektasian akan mencakup arus kas dari
penjualan agunan atau perbaikan risiko-kredit lain yang merupakan bagian dari persyaratan
kontraktual.ECL diakui dalam dua tahap. Untuk eksposur kredit yang belum ada peningkatan risiko
kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, ECL dilakukan untuk kerugian kredit yang diakibatkan
oleh peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk
eksposur kredit yang telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal,
penyisihan kerugian dilakukan untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur eksposur,
terlepas dari waktu gagal bayar (ECL sepanjang umur).Untuk piutang usaha, Perusahaan menerapkan
pendekatan yang disederhanakan dalam menghitung ECL. Oleh karena itu, Perusahaan tidak
menelusuri perubahan dalam risiko kredit, tetapi mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL
sepanjang umur pada setiap tanggal pelaporan. Perusahaan telah menyusun matriks provisi
berdasarkan pengalaman kerugian kredit historisnya, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa
depan yang spesifik bagi debitur dan lingkungan ekonomi. 2. Liabilitas Keuangan Perusahaan
menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pembayaran kontraktual telah lewat 90 hari. Namun,
dalam kasus tertentu, Perusahaan juga dapat mempertimbangkan aset keuangan mengalami gagal
Page 18
bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Perusahaan tidak mungkin
menerima jumlah kontraktual yang terutang secara penuh sebelum memperhitungkan setiap perbaikan
risiko-kredit yang dimiliki oleh Perusahaan. Aset keuangan dihapuskan jika tidak ada ekspektasi yang
wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual. Pengakuan dan Pengukuran Awal. Liabilitas keuangan
diklasifikasikan, pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi, utang dan pinjaman, utang, atau derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai
dalam lindung nilai yang efektif, jika sesuai.Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai
wajar dan, untuk utang dan pinjaman dan utang usaha, setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung.Liabilitas keuangan Perusahaan meliputi pinjaman bank jangka pendek,
utang usaha dan utang lain-lain,beban akrual, liabilitas sewa, dan liabilitas imbalan kerja jangka
pendek. Pengukuran setelah pengakuan awal. Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada
klasifikasinya. Semua liabilitas keuangan Perusahaan diklasifikasikan sebagai pinjaman dan
utang.Setelah pengakuan awal, pinjaman dan utang yang dikenakan bunga selanjutnya diukur pada
biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (?SBE?).Keuntungan
atau kerugian diakui dalam laba rugi ketika liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya serta melalui
proses amortisasi menggunakan metode SBE.Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan
mempertimbangkan diskonto atau premi atas akuisisi dan biaya atau biaya yang merupakan bagian
tidak terpisahkan dari EIR. Amortisasi EIR dicatat sebagai biaya keuangan dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain. Penghentian pengakuan. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya
ketika liabilitas tersebut dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Ketika kewajiban keuangan yang
ada digantikan oleh yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang secara
substansial berbeda, atau persyaratan dari kewajiban yang ada secara substansial dimodifikasi,
pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan kewajiban awal dan
pengakuan kewajiban baru. Selisih nilai tercatat masing-masing diakui pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain. 3. Saling hapus instrumen keuangan. Aset keuangan dan liabilitas
keuangan saling hapus dan jumlah neto dilaporkan dalam laporan posisi keuangan jika terdapat hak
hukum yang dapat diberlakukan saat ini untuk mengimbangi jumlah yang diakui dan ada niat untuk
menyelesaikan secara neto, untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan kewajiban secara
bersamaan.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun Standar akuntansi yang telah diterbitkan sampai tanggal penerbitan laporan keuangan Perusahaan Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif namun belum berlaku efektif diungkapkan berikut ini. Manajemen bermaksud untuk menerapkan effective
standar- standar tersebut yang dipertimbangkan relevan terhadap Perusahaan pada saat efektif, dan
dampaknya terhadap posisi dan kinerja keuangan Perusahaan masih dievaluasi pada tanggal
penerbitan laporan keuangan. Mulai efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023. ? Amendemen
PSAK 16: Aset Tetap - Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan Amandemen ini tidak
memperbolehkan entitas untuk mengurangi suatu hasil penjualan item yang diproduksi saat membawa
aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diperlukan supaya aset dapat beroperasi sesuai dengan
intensi manajemen dari biaya perolehan suatu aset tetap. Sebaliknya, entitas mengakui hasil dari
penjualan item-item tersebut, dan biaya untuk memproduksi item-item tersebut, dalam laba
rugi.Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2023 dan diterapkan secara retrospektif untuk aset tetap yang tersedia untuk
digunakan pada atau setelah awal dari periode sajian paling awal dimana entitas pertama kali
menerapkan amandemen tersebut.Amandemen tersebut diperkirakan tidak akan berdampak material
terhadap pelaporan keuangan Perusahaan. ? Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan
Tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang. Amandemen ini
menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan suatu liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka
panjang dan menjelaskan: 1) hal yang dimaksud sebagai hak untuk menangguhkan pelunasan, 2) hak
Page 19
untuk menangguhkan pelunasan harus ada pada akhir periode pelaporan, 3) klasifikasi tersebut tidak dipengaruhi oleh kemungkinan entitas akan menggunakan hakya untuk menangguhkan liabilitas, dan 4) hanya jika derivatif melekat pada liabilitas konversi tersebut adalah suatu instrumen ekuitas, maka syarat dan ketentuan dari suatu liabilitas konversi tidak akan berdampak pada klasifikasinya. Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023 dan diterapkan secara retrospektif.Amandemen tersebut diekspektasikan tidak akan berdampak material terhadap pelaporan keuangan Perusahaan. ? Amandemen PSAK 1: Penyajian laporan keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi Amandemen ini memberikan panduan dan contoh untuk membantu entitas menerapkan pertimbangan materialitas dalam pengungkapan kebijakan akuntansi. Amandemen tersebut bertujuan untuk membantu entitas menyediakan pengungkapan kebijakan akuntansi yang lebih berguna dengan mengganti persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'signifikan' entitas dengan persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'material' entitas dan menambahkan panduan tentang bagaimana entitas menerapkan konsep materialitas dalam membuat keputusan tentang pengungkapan kebijakan akuntansi.Amandemen ini berlaku efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023 dengan penerapan dini diperkenankan. Perusahaan saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pengungkapan kebijakan akuntansi Perusahaan. ? Amandemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan terkait Definisi Estimasi Akuntansi Amandemen tersebut memperkenalkan definisi 'estimasi akuntansi' dan mengklarifikasi perbedaan antara perubahan estimasi akuntansi dan perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan. Amandemen tersebut juga mengklarifikasi bagaimana entitas menggunakan teknik pengukuran dan input untuk mengembangkan estimasi akuntansi.Amandemen tersebut berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2023 dan berlaku untuk perubahan kebijakan akuntansi dan perubahan estimasi akuntansi yang terjadi pada atau setelah awal periode tersebut. Penerapan dini diperkenankan. Perusahaan saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pelaporan keuangan Perusahaan. ? Amandemen PSAK 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul Dari Transaksi Tunggal Amendemen ini mengusulkan agar entitas mengakui aset maupun liabilitas pajak tangguhan pada saat pengakuan awalnya sebagai contoh dari transaksi sewa, untuk mengeliminasi perbedaan praktik saat ini atas transaksi tersebut dan transaksi lain yang serupa.Amendemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023 dengan penerapan dini diperkenankan. Perusahaan saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pelaporan keuangan Perusahaan. Mulai efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2024 ? Amandemen PSAK 1: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan Amendemen ini mengklarifikasi bahwa hanya kovenan yang harus dipatuhi entitas pada atau sebelum tanggal pelaporan yang akan memengaruhi klasifilasi liabilitas sebagai lancar atau tidak lancar. Amendemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 dengan penerapan dini diperkenankan. Entitas menerapkan amandemen PSAK 1 (Oktober 2020) tentang klasifikasi liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang pada periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 secara retrospektif sesuai dengan PSAK 25. Jika entitas menerapkan amandemen PSAK 1 (Oktober 2020) pada periode yang lebih awal setelah terbitnya amandemen PSAK 1 (Desember 2022) tentang liabilitas jangka panjang dengan kovenan, maka entitas juga menerapkan amandemen PSAK 1 (Desember 2022) pada periode tersebut. Jika entitas menerapkan amandemen PSAK 1 (Oktober 2020) untuk periode sebelumnya, maka entitas mengungkapkan fakta tersebut. ? Amandemen PSAK 73: Liabilitas Sewa dalam Jual Beli dan Sewa-balik Amandemen PSAK 73 Sewa menetapkan persyaratan yang digunakan penjual-penyewa dalam mengukur kewajiban sewa yang timbul dalam transaksi jual beli dan
Page 20
sewa-balik, untuk memastikan penjual-penyewa tidak mengakui jumlah setiap keuntungan atau kerugian yang terkait dengan hak guna yang dipertahankan.Amandemen berlaku secara retrospektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024. Penerapan dini diperkenankan.
Page 21
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Current Year
30 September 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Reklasifikasi aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and Reclassifications of
Addition in property, plant, Property, plant, and
equipment, beginning property, plant, and
and equipment equipment, end period
period equipment
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 135,387,765 135,387,765 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold
68,121,338 62,197 68,183,535
dimiliki langsung improvement, directly owned
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
520,264,071 576,068 520,840,139
langsung directly owned
Alat pengangkutan, dimiliki Transportation equipment,
1,930,530 1,930,530
langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
12,433,874 123,200 12,557,074
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Lainnya, dimiliki langsung 7,633,265 7,633,265 Others, directly owned
Dimiliki langsung 745,770,843 123,200 638,265 746,532,308 Directly owned
Mesin dan alat berat, dalam Machinery and heavy
penyelesaian 639,623 2,359,495 ( 576,068 ) 2,423,050 equipment, assets under
construction
Lainnya, dalam Others, assets under
95,521 ( 31,573 ) ( 62,197 ) 1,751
penyelesaian construction
Aset dalam penyelesaian 735,144 2,327,922 ( 638,265 ) 2,424,801 Assets under construction
Aset tetap Property, plant, and
746,505,987 2,451,122 748,957,109
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount,
63,226,229 509,948 63,736,177
dimiliki langsung improvement, directly owned accumulated depreciation
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
489,902,767 2,921,389 492,824,156
langsung directly owned
Alat pengangkutan, dimiliki Transportation equipment,
1,773,084 60,299 1,833,383
langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
11,700,340 99,781 11,800,121
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Lainnya, dimiliki langsung 7,294,560 23,343 7,317,903 Others, directly owned
Dimiliki langsung 573,896,980 3,614,760 577,511,740 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
Page 22
573,896,980 3,614,760 577,511,740 equipment
Page 23
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Reklasifikasi aset tetap
Property, plant, and Addition in property, plant, Reclassifications of property,
equipment, beginning period and equipment plant, and equipment
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 135,387,765 Land, directly owned Carrying amount, gross
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
519,755,595 508,476
langsung directly owned
Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment,
12,312,733 70,828 50,313
dimiliki langsung directly owned
Dimiliki langsung 745,141,226 70,828 558,789 Directly owned
Mesin dan alat berat, dalam Machinery and heavy
penyelesaian 75,649 1,072,450 ( 508,476 ) equipment, assets under
construction
Lainnya, dalam penyelesaian Others, assets under
0 145,834 ( 50,313 )
construction
Aset dalam penyelesaian 75,649 1,218,284 ( 558,789 ) Assets under construction
Aset tetap Property, plant, and
745,216,875 1,289,112
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount, accumulated
62,370,955 855,274
dimiliki langsung improvement, directly owned depreciation
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
485,655,390 4,247,377
langsung directly owned
Alat pengangkutan, dimiliki Transportation equipment,
1,607,087 165,997
langsung directly owned
Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment,
11,560,070 140,270
dimiliki langsung directly owned
Lainnya, dimiliki langsung 7,263,437 31,123 Others, directly owned
Dimiliki langsung 568,456,939 5,440,041 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
568,456,939 5,440,041
equipment
Page 24
[1611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Nilai tercatat bruto aset tetap yang telah disusutkan penuh, namun masih digunakan oleh Perusahaan, Disclosure of notes for property, plant and
masing-masing sebesar AS$590.718.981 dan AS$568.674.841 pada tanggal 30 September 2023 dan equipment
31 Desember 2022 (tidak diaudit).Tanah seluas 629,7 ribu meter persegi merupakan Hak Guna
Bangunan (HGB) atas nama Perusahaan yang akan berakhir pada tahun 2025. Manajemen
Perusahaan berkeyakinan bahwa HGB tersebut dapat diperpanjang pada saat berakhirnya hak
tersebut (Catatan 12).Mesin dan peralatan dengan biaya perolehan sebesar AS$572 juta, dan tanah
seluas 541.755 meter persegi serta bangunan di atasnya, dijaminkan untuk pinjaman dari PT Bank
Central Asia Tbk (Catatan 13).Penilaian pada nilai wajar tanah dan bangunan yang dimiliki Perusahaan
pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah dengan menggunakan nilai dari
NJOP. NJOP dianggap sebagai estimasi terbaik yang mencerminkan nilai wajar.NJOP tanah dan
bangunan yang dimiliki Perusahaan masing-masing setara dengan AS$305.843.040 dan
AS$301.857.418 pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 (hirarki level 3).Aset tetap,
kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, gempa bumi dan risiko lainnya dengan
nilai pertanggungan sebesar AS$239.750.000 dan Rp1.017.507 juta atau setara dengan
AS$305.285.682 untuk tahun 2023 dan AS$239.750.000 dan Rp1.017.507 juta atau setara dengan
AS$304.431.628 untuk tahun 2022 kepada PT Asuransi Tokio Marine Indonesia.Manajemen
Perusahaan berpendapat bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai aset tetap dan jumlah nilai
pertanggungan asuransi memadai untuk menutup risiko kerugian yang mungkin timbul atas aset tetap
pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
Page 25
[1616000] Notes to the financial statements - Revenue By Parties - General
Industry
Catatan untuk pendapatan berdasarkan Notes for revenue by parties
pihak
30 September 30 September
2023 2022
Penjualan dan Penjualan dan
Nama pihak
pendapatan usaha pendapatan usaha
Party name Sales and revenue Sales and revenue
Pihak ketiga lainnya 149,406,232 178,072,793 Other third parties
Pihak ketiga 149,406,232 178,072,793 Third parties
Page 26
[1616100] Disclosure of Notes to the financial statements - Revenue - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas pendapatan Perusahaan melakukan transaksi penjualan dengan Teijin Frontier Co., Ltd. dengan total sebesar Disclosure of notes for revenue
16,30% dan 14,12% dari total penjualan di atas masing-masing untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 30 September 2023 dan 2022.
Page 27
[1617000] Notes to the financial statements - Revenue By Type - General
Industry
Catatan untuk tipe pendapatan Notes for revenue by type
30 September 30 September
2023 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari produk Product revenue 1
Staple Fiber 77,020,301 102,988,165
1
Pendapatan dari produk Product revenue 2
Filament Yarn 42,109,828 41,995,643
2
Pendapatan dari produk Product revenue 3
Chip 28,186,647 30,540,437
3
Pendapatan dari produk Product revenue 4
RCL 2,089,456 2,548,548
4
Pendapatan dari Product revenue
149,406,232 178,072,793
produk
Page 28
[1618000] Notes to the financial statements - Revenue By Source - General
Industry
Catatan untuk sumber pendapatan Notes for revenue by source
30 September 30 September
2023 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan domestik Other domestic
113,042,939 137,792,409
lainnya revenue
Pendapatan domestik 113,042,939 137,792,409 Domestic revenue
Pendapatan ekspor Other export revenue
36,363,293 40,280,384
lainnya
Pendapatan ekspor 36,363,293 40,280,384 Export revenue
Page 29
[1619000] Notes to the financial statements - Revenue With Value More Than
10% - General Industry
Catatan untuk pendapatan lebih dari 10% Note for revenue with value
more than 10%
30 September 30 September
2023 2022
Penjualan dan Penjualan dan
Nama pihak
pendapatan usaha pendapatan usaha
Party name Sales and revenue Sales and revenue
Pihak 1 Teijin Frontier Party 1
24,346,517 26,147,519
Co., Ltd.
Pihak dengan Party with revenue
pendapatan lebih dari 24,346,517 26,147,519 more than 10%
10%
Page 30
[1620100] Notes to the financial statements - Trade receivables, by currency - General Industry
Piutang usaha berdasarkan mata uang Trade receivables by currency
30 September 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, Trade receivables,
impairment of trade Trade receivables impairment of trade Trade receivables
gross gross
receivables receivables
Pihak ketiga IDR 7,586,145 5,792,115 IDR Third party
EUR 33,711 35,129 EUR
USD 21,516,297 17,043,056 USD
Mata uang 29,136,153 ( 4,154,343 ) 24,981,810 22,870,300 ( 4,154,343 ) 18,715,957 Currency
Page 31
[1620200] Notes to the financial statements - Trade receivables, by aging - General Industry
Piutang usaha berdasarkan umur Trade receivables by aging
30 September 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, Trade receivables,
impairment of trade Trade receivables impairment of trade Trade receivables
gross gross
receivables receivables
Belum jatuh tempo Umur 20,880,272 16,339,814 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 3,375,553 1,490,495 1 - 30 days Overdue
31 - 60 hari 112,152 146,827 31 - 60 days
61 - 90 hari 139,396 61 - 90 days
Lebih dari 360 hari 4,768,176 4,753,768 More than 360 days
Umur 8,255,881 6,530,486 Aging
Jatuh tempo Umur 29,136,153 ( 4,154,343 ) 24,981,810 22,870,300 ( 4,154,343 ) 18,715,957 Aging Due status
Page 32
[1620300] Notes to the financial statements - Trade receivables, by list of counterparty - General Industry
Rincian piutang usaha berdasarkan rincian pihak Trade receivables by list of counterparty
30 September 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Nama pihak, Piutang usaha, Piutang usaha,
penurunan nilai Piutang usaha penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha kotor kotor
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Counterparty name, Trade receivables, Trade receivables,
impairment of trade Trade receivables impairment of trade Trade receivables
trade receivables gross gross
receivables receivables
Pihak ketiga Pihak 1 PT Indo Kordsa Rank 1, counterparty Third party
4,563,944 2,144,578
Polyester
Pihak 2 Teijin Frontier Rank 2, counterparty
3,492,946 6,403,126
Co., Ltd.
Pihak 3 PT Central Rank 3, counterparty
Georgette 3,033,246 1,393,386
Nusantara
Pihak 4 PT World Rank 4, counterparty
Yamatex 2,381,381 2,379,117
Spinning Mills
Pihak 5 PT Tawekal Rank 5, counterparty
1,566,068 1,564,280
Megah Laksana
Pihak 6 PT Subah Rank 6, counterparty
1,193,698 1,051,910
Spinning Mills
Pihak 7 PT Indonesia Rank 7, counterparty
Toyobo Film 1,106,026 337,243
Solutions
Pihak 8 PT Elegant Rank 8, counterparty
924,133 749,953
Textile Industry
Pihak 9 PT Yans Rank 9, counterparty
794,680 784,324
Manunggal Jaya
Pihak 10 PT Superbtex 747,096 1,494,859 Rank 10, counterparty
Pihak lainnya 9,332,935 4,567,524 Others, counterparty
Page 33
[1620500] Notes to the financial statements - Trade receivable, movement of
allowance for impairment of Trade receivables - General Industry
Pergerakan penurunan nilai piutang Movement of allowance for
usaha impairment of trade receivables
30 September 2023 31 December 2022
Penyisihan penurunan nilai Allowance for impairment of
piutang usaha, awal periode 4,257,363 trade receivables, beginning
period
Pengurangan mutasi penurunan Reduction of movement of
nilai piutang usaha ( 103,020 ) allowance for impairment of trade
receivables
Page 34
[1621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas piutang usaha Berdasarkan penelaahan atas saldo piutang usaha, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa Disclosure of notes for trade receivables
penyisihan kerugian kredit ekspektasian adalah memadai untuk menutup kerugian yang mungkin
timbul dari jumlah yang tidak dapat ditagih.
Page 35
[1630000] Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Catatan atas persediaan Notes for inventories
30 September 2023 31 December 2022
Barang jadi 22,438,775 22,038,543 Finished goods
Barang dalam proses 285,084 346,452 Work in process
Bahan baku dan bahan Raw and indirect material
14,845,317 16,481,987
pembantu
Barang dalam perjalanan 2,020,543 2,796,885 Inventories in transit
Lainnya 7,432,391 7,870,093 Other inventories
Persediaan, kotor 47,022,110 49,533,960 Inventories, gross
Cadangan penurunan nilai Allowance for impairment
( 3,236,092 ) ( 3,236,092 )
persediaan of inventories
Persediaan 43,786,018 46,297,868 Inventories
Page 36
[1632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan Berdasarkan hasil penelaahan terhadap harga pasar dan kondisi fisik persediaan pada tanggal Disclosure of notes for inventories
pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan tersebut di atas memadai untuk menutup
kemungkinan kerugian dari keusangan dan penurunan nilai persediaan.Persediaan telah diasuransikan
terhadap risiko kerugian atas kebakaran, gempa bumi dan risiko lainnya untuk tahun 2023 (periode
dari tanggal 30 Juni 2023 sampai dengan 30 Juni 2024) dan tahun 2022 (periode dari tanggal 30 Juni
2022 sampai dengan 30 Juni 2023) berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan
masing-masing sebesar AS$11.000.000, manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut
cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko-risiko tersebut.
Page 37
[1640100] Notes to the financial statements - Trade Payable, by currency - General Industry
Utang usaha berdasarkan mata uang Trade payables by currency
30 September 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Pihak ketiga IDR 3,405,647 3,718,431 IDR Third party
JPY 179,065 266,256 JPY
USD 10,257,671 10,589,457 USD
Mata uang 13,842,383 14,574,144 Currency
Page 38
[1640200] Notes to the financial statements - Trade Payable, by aging - General Industry
Utang usaha berdasarkan umur Trade payables by aging
30 September 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Belum jatuh tempo Umur 13,656,056 14,483,293 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 122,560 83,733 1 - 30 days Overdue
31 - 60 hari 58,623 2,529 31 - 60 days
61 - 90 hari 1,303 886 61 - 90 days
Lebih dari 90 hari 3,841 3,703 More than 90 days
Umur 186,327 90,851 Aging
Jatuh tempo Umur 13,842,383 14,574,144 Aging Due status
Page 39
[1640300] Notes to the financial statements - Trade Payable, by list of counterparty - General Industry
Rincian utang usaha berdasarkan rincian pihak Trade payables by list of counterparty
30 September 31 December
2023 2022
Nama pihak, utang usaha Utang usaha Utang usaha
Counterparty name, trade
Trade payables Trade payables
payables
Pihak ketiga Pihak 1 PT Mitsubishi Chemical Rank 1, counterparty Third party
6,023,208 5,741,592
Indonesia
Pihak 2 PT Ineos Aromatics Rank 2, counterparty
3,583,319 3,661,660
Indonesia
Pihak 3 PT Sadikun Niagamas Rank 3, counterparty
824,576 1,129,081
Raya
Pihak 4 PT Mineratama Prima Rank 4, counterparty
581,976 579,848
Abadi
Pihak 5 Sabic Asia Pacific Pte., Rank 5, counterparty
528,300
Ltd.
Pihak 6 Mitsui & Co., Pte., Ltd., Rank 6, counterparty
507,822 734,822
Asia Pacific
Pihak lainnya 1,793,182 2,727,141 Others, counterparty
Page 40
[1641000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Payables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas utang usaha Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 , utang usaha tidak dijamin, tidak dikenakan Disclosure of notes for trade payables
bunga dan umumnya dikenakan syarat pembayaran antara 1 (satu) sampai dengan 60 (enam puluh)
hari.
Page 41
[1670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - General
Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 September 2023 30 September 2022
Material 112,604,171 144,127,543 Material usage
Upah, tenaga kerja langsung 6,463,928 5,897,442 Wages and direct labor
Amortisasi 55,233 55,233 Amortization
Depresiasi 3,560,682 4,028,968 Depreciation
Perbaikan dan pemeliharaan 3,971,442 3,850,019 Repairs and maintenance
Beban bahan bakar 17,358,843 19,721,959 Fuel expenses
Biaya pabrikasi lainya 1,815,764 2,296,241 Other manufacturing overhead
Jumlah biaya produksi 145,830,063 179,977,405 Total production cost
Barang setengah jadi awal 8,216,547 5,998,117 Beginning wip inventory
Barang setengah jadi akhir 7,717,475 8,723,385 Ending wip inventory
Harga pokok produksi 146,329,135 177,252,137 Cost of goods manufactured
Barang jadi awal 22,038,543 13,931,958 Beginning finish goods inventory
Barang jadi akhir 22,438,775 24,582,978 Ending finish goods inventory
Page 42
[1671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - General Industry
Page 43
[1691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Page 44
[1691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Page 45
[1692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
Page 46
[1693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
30 September 2023 31 December 2022
Utang bank jangka Utang bank jangka
Utang bank jangka Utang bank jangka
pendek, nilai dalam mata pendek, nilai dalam mata
pendek pendek
uang asing uang asing
Short-term bank loan, Short-term bank loan,
Short term bank loans Short term bank loans
amount in foreign currency amount in foreign currency
Bank Central Asia Tbk USD 1,019,331 1,019,331 2,064,593 2,064,593 USD Bank Central Asia Tbk
Mata uang 1,019,331 2,064,593 Currency
Page 47
[1693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka Perusahaan memperoleh berbagai fasilitas kredit dari PT Bank Central Asia Tbk dengan jumlah Disclosure of notes for short-term bank loans
pendek keseluruhan sebesar AS$100.000.000. Rincian atas fasilitas tersebut adalah sebagai berikut: ?
Fasilitas standby letter of credit (?L/C?) dengan jumlah maksimum sebesar AS$10.000.000. ? Fasilitas
L/C atas unjuk, L/C berjangka, surat kredit berdokumen dalam negeri (?SKBDN?) atas unjuk dan
SKBDN berjangka yang dapat digunakan untuk pembelian impor bahan baku dan pembelian suku
cadang mesin dengan jumlah maksimum masing-masing sebesar AS$100.000.000 dan
AS$10.000.000. ? Fasilitas usance payable at sight (?UPAS?) L/C, usance payable at usance
(?UPAU?) L/C, UPAS SKBDN dan UPAU SKBDN dalam Rupiah dan Dolar Amerika Serikat untuk
pembelian bahan baku dengan jumlah maksimum sebesar AS$20.000.000. ? Fasilitas
negosiasi/diskonto dalam Rupiah dan Dolar Amerika Serikat dengan jumlah maksimum sebesar
AS$5.000.000. ? Fasilitas pembukaan L/C dalam berbagai mata uang dengan ketentuan jumlah
maksimum yang digunakan untuk pembukaan L/C dan/atau SKBDN selain Dolar Amerika Serikat
dihitung sebesar 100% dari nilai L/C atau SKBDN. ? Fasilitas bank garansi dalam Rupiah dan Dolar
Amerika Serikat dengan jumlah maksimum sebesar AS$5.000.000. Fasilitas-fasilitas tersebut akan
berakhir pada tanggal 30 Juni 2024.Berdasarkan perjanjian pinjaman, fasilitas UPAS dan UPAU
dikenakan bunga tahunan sebesar LIBOR + 2,50% untuk pinjaman dalam Dolar Amerika Serikat dan
JIBOR + 2,00% untuk pinjaman dalam Rupiah, sedangkan fasilitas negosisasi/diskonto dikenakan
bunga tahunan sebesar LIBOR + 2,25% untuk pinjaman dalam Dolar Amerika Serikat dan 8,50% untuk
pinjaman dalam Rupiah. Based on the loan agreement, UPAS and UPAU facilities bear annual interest
at LIBOR + 2.50% for loan in United States Dollar and JIBOR + 2.00% for loan in Rupiah, while
negotiation/discount facilities bear annual interest at LIBOR + 2.25% for loan in United States Dollar
and 8.50% for loan in Rupiah. Fasilitas di atas dijamin dengan tanah, bangunan pabrik, mesin dan
peralatan (Catatan 11).
Page 48
[1696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.