Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 56
Page 1
Nomor Surat 072/NI-CORSEC//X/2023
Nama Emiten Nusantara Infrastructure Tbk
Kode Emiten META
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 9 Bulan yang berakhir pada 30/09/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
1 PT Meta Perdagangan, jakarta 2014 beroperasi 9.821 JUTAAN IDR 100.0
Media perlengkapan
Infranusantara dan
telkomunikasi
lain
2 PT Pembangunan Jakarta 2011 Beroperasi 9.777.083 JUTAAN IDR 76.51
Margautama ,
Nusantara perdagangan,
jasa, dan sub-
holding untuk
jalan tol
3 PT Potum Jasa Jakarta 2012 Beroperasi 428.568 JUTAAN IDR 99.99
Mundi pengelolaan
Infranusantara air bersih dan
limbah
4 PT Energi Pembangunan Jakarta 2013 Beroperasi 707.325 JUTAAN IDR 99.99
Infranusantara ,
perdagangan,
jasa,, dan
sub-holding
untuk energi
5 PT Portco Manajemen Jakarta 2013 Beroperasi 123.949 JUTAAN IDR 99.99
Infranusantara pelabuhan
6 PT Marga Pembangunan Jakarta 2023 Belum 72.225 JUTAAN IDR 70.0
Metro , perdagangan Beroperasi
Nusantara dan jasa
7 PT Metro Perdagangan, Jakarta 2023 Belum 60 JUTAAN IDR 100.0
Tekno Media pembangunan Beroperasi
Infranusantara ,
perindustrian,
pertanian,
jasa dan
konsultasi
Dokumen ini merupakan dokumen resmi Nusantara Infrastructure Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik.
Nusantara Infrastructure Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 September 2023
Nama entitas Nusantara Infrastructure Tbk Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas META Entity code
Nomor identifikasi entitas AA366 Entity identification number
Industri utama entitas Infrastruktur / Infrastructure Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor J. Infrastructures Sector
Subsektor J1. Transportation Infrastructure Subsector
Industri J11. Transport Infrastructure Industry
Operator
Subindustri J112. Highways & Railtracks Subindustry
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
National Corporation
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Utama / Main
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas grup / Group entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal III / Third Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan September 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya September 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Satuan Penuh / Full Amount statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
N/A
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review N/A Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Tidak / No Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
Page 3
partner
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Purwantono, Sungkoro & Surja Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
Said Amru
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[3210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - Infrastructure Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 September 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
186,325,101,130 523,370,407,887
equivalents
Dana yang dibatasi Current restricted funds
50,780,609,966 125,013,806,496
penggunaannya lancar
Aset keuangan lancar Current financial assets
Aset keuangan lancar Current financial
nilai wajar melalui assets fair value
34,015,068,632 29,916,867,592
pendapatan through other
komprehensif lainnya comprehensive income
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
30,808,945,049 29,691,010,127
ketiga parties
Piutang usaha pihak Trade receivables
0
berelasi related parties
Piutang lainnya Other receivables
Piutang lainnya pihak Other receivables third
67,519,846,342 67,024,637,874
ketiga parties
Piutang lainnya pihak Other receivables
35,000,000,000 51,194,810,945
berelasi related parties
Persediaan lancar Current inventories
Persediaan lancar 11,042,917,293 12,892,926,518 Current inventories
Uang muka lancar 29,156,463,469 15,331,193,470 Current advances
Pajak dibayar dimuka Current prepaid taxes
41,211,000,201 6,773,270,895
lancar
Aset non-keuangan lancar Other current non-financial
43,574,584,477 36,460,235,348
lainnya assets
Aset tidak lancar atau Non-current assets or
kelompok lepasan disposal groups classified
0 49,070,027,851
diklasifikasikan sebagai as held-for-sale
dimiliki untuk dijual
Jumlah aset lancar 529,434,536,559 946,739,195,003 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Piutang sewa pembiayaan Non-current finance lease
345,188,602,113 358,025,602,113
tidak lancar receivables
Piutang tidak lancar Other non-current
lainnya receivables
Piutang tidak lancar Other non-current
lainnya pihak ketiga 302,476,629,722 297,509,253,106 receivables third
parties
Investasi pada ventura Investments in joint
bersama dan entitas ventures and associates
asosiasi
Investasi pada entitas Investments in
4,965,065,948,231 5,156,957,320,100
asosiasi associates
Uang muka tidak lancar 73,811,882,848 204,732,015,281 Non-current advances
Aset pajak tangguhan 4,559,684,850 6,249,180,402 Deferred tax assets
Aset tetap Property, plant, and
104,721,580,018 113,076,596,498
equipment
Aset hak guna 5,158,464,737 6,517,390,804 Right of use assets
Page 5
Hak konsesi jalan tol 4,686,406,133,110 4,002,593,024,433 Toll road concession
rights
Klaim atas pengembalian Non-current claims for tax
0 5,648,674,326
pajak tidak lancar refund
Goodwill 52,361,306,745 52,361,306,745 Goodwill
Aset tidak lancar Other non-current
34,749,462,102 3,092,381,480
non-keuangan lainnya non-financial assets
Jumlah aset tidak lancar 10,574,499,694,476 10,206,762,745,288 Total non-current assets
Jumlah aset 11,103,934,231,035 11,153,501,940,291 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
158,533,207,857 369,595,454,887
ketiga third parties
Utang lainnya Other payables
Utang lainnya pihak Other payables
10,013,210,890 7,945,077,242
ketiga third parties
Liabilitas keuangan Other current financial
0 6,590,609,240
jangka pendek lainnya liabilities
Beban akrual jangka Current accrued
83,336,040,374 97,418,018,639
pendek expenses
Utang pajak 68,554,555,796 97,526,790,489 Taxes payable
Pendapatan diterima Current unearned
1,160,315,462 1,160,315,462
dimuka jangka pendek revenue
Liabilitas jangka Current maturities of
panjang yang jatuh long-term liabilities
tempo dalam satu
tahun
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of bank loans
tempo dalam satu 4,176,428,892,414 1,110,084,782,882
tahun atas utang
bank
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of finance lease
tempo dalam satu 122,854,748 653,588,750 liabilities
tahun atas liabilitas
sewa pembiayaan
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of other borrowings
tempo dalam satu 289,361,375 3,609,214,559
tahun atas
pinjaman lainnya
Liabilitas Other current
non-keuangan jangka 190,000,000,000 234,000,000,000 non-financial liabilities
pendek lainnya
Liabilitas yang secara Liabilities directly
langsung berhubungan associated with
dengan aset tidak non-current assets or
lancar atau kelompok disposal groups
lepasan yang classified as
0 4,585,941,503
diklasifikasikan held-for-sale or as
sebagai dimiliki untuk held-for-distribution to
dijual atau dimiliki owners
untuk didistribusikan
kepada pemilik
Jumlah liabilitas Total current
4,688,438,438,916 1,933,169,793,653
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
Page 6
panjang
Liabilitas pajak Deferred tax liabilities
87,162,875,754 84,048,647,249
tangguhan
Liabilitas jangka Long-term liabilities
panjang setelah net of current
dikurangi bagian maturities
yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas jangka Long-term bank
panjang atas utang 2,874,736,523,642 5,527,731,694,684 loans
bank
Liabilitas jangka Long-term finance
panjang atas lease liabilities
1,487,452,946 1,679,080,015
liabilitas sewa
pembiayaan
Liabilitas jangka Long-term other
panjang atas 2,214,634,260 2,643,626,184 borrowings
pinjaman lainnya
Pendapatan diterima Non-current unearned
14,315,749,943 1,003,181,195
dimuka jangka panjang revenue
Uang jaminan jangka Non-current deposits
3,363,022,999 3,190,322,999
panjang
Provisi jangka Non-current
panjang provisions
Provisi pelapisan Non-current
jalan tol jangka 14,095,305,639 12,142,431,674 provisions for
panjang overlay
Kewajiban imbalan Long-term
pasca kerja jangka 71,140,847,718 62,576,341,565 post-employment
panjang benefit obligations
Liabilitas keuangan Other non-current
44,593,056,208 42,770,125,540
jangka panjang lainnya financial liabilities
Jumlah liabilitas Total non-current
3,113,109,469,109 5,737,785,451,105
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 7,801,547,908,025 7,670,955,244,758 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 1,239,749,573,545 1,239,749,573,545 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
469,155,766,335 469,155,766,335
disetor capital
Saham treasuri ( 84,522,927,500 ) ( 84,522,927,500 ) Treasury stocks
Cadangan perubahan Reserve for changes in
nilai wajar aset fair value of fair value
keuangan nilai wajar ( 14,108,912,606 ) ( 16,700,185,922 ) through other
melalui pendapatan comprehensive income
komprehensif lainnya financial assets
Komponen ekuitas Other components of
471,913,724,005 470,026,595,245
lainnya equity
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan 17,060,586,018 17,060,586,018 retained earnings
penggunaannya
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan 419,285,408,218 576,152,676,286 retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
Page 7
pemilik entitas induk 2,518,533,218,015 2,670,922,084,007 owners of parent
entity
Kepentingan Non-controlling interests
783,853,104,995 811,624,611,526
non-pengendali
Jumlah ekuitas 3,302,386,323,010 3,482,546,695,533 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
11,103,934,231,035 11,153,501,940,291
ekuitas
Page 8
[3311000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by function - Infrastructure Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 September 2023 30 September 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
1,426,458,921,623 614,647,551,490
usaha
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
( 950,227,499,223 ) ( 223,514,642,786 )
pendapatan
Jumlah laba bruto 476,231,422,400 391,132,908,704 Total gross profit
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 178,988,461,363 ) ( 144,213,347,503 )
expenses
Pendapatan keuangan 6,558,771,918 5,128,757,892 Finance income
Beban bunga dan keuangan ( 370,792,799,912 ) ( 129,688,914,781 ) Interest and finance costs
Bagian atas laba (rugi) entitas Share of profit (loss) of
asosiasi yang dicatat dengan ( 74,398,181,406 ) 60,487,351,028 associates accounted for using
menggunakan metode ekuitas equity method
Beban lainnya ( 10,172,326,906 ) ( 48,426,319,537 ) Other expenses
Keuntungan (kerugian) lainnya 12,708,528,582 0 Other gains (losses)
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
( 138,853,046,687 ) 134,420,435,803
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 52,024,759,950 ) ( 34,918,343,156 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
( 190,877,806,637 ) 99,502,092,647
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) ( 190,877,806,637 ) 99,502,092,647 Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif Other comprehensive income,
lainnya, setelah pajak after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang akan income that may be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
setelah pajak loss, after tax
Bagian pendapatan Share of other
komprehensif lainnya dari comprehensive income of
entitas asosiasi yang associates accounted for
4,098,201,040 ( 2,214,465,335 )
dicatat dengan using equity method, after
menggunakan metode tax
ekuitas, setelah pajak
Penyesuaian lainnya atas Other adjustments to other
pendapatan komprehensif comprehensive income
lainnya yang akan ( 711,358,384 ) 0 that may be reclassified to
direklasifikasi ke laba rugi, profit or loss, after tax
setelah pajak
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang akan direklasifikasi 3,386,842,656 ( 2,214,465,335 ) that may be reclassified
ke laba rugi, setelah to profit or loss, after tax
pajak
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, 3,386,842,656 ( 2,214,465,335 ) income, after tax
setelah pajak
Jumlah laba rugi komprehensif ( 187,490,963,981 ) 97,287,627,312 Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
( 156,867,268,068 ) 65,563,704,498
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
Page 9
diatribusikan ke kepentingan ( 34,010,538,569 ) 33,938,388,149 non-controlling interests
non-pengendali
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas ( 154,275,994,752 ) 63,869,417,070 attributable to parent entity
induk
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke ( 33,214,969,229 ) 33,418,210,242 attributable to non-controlling
kepentingan non-pengendali interests
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham ( Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang 8.856198970249544 3.7 share from continuing
dilanjutkan ) operations
Page 10
[3410000] Statement of changes in equity - Infrastructure Industry - Current Year
30 September 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan perubahan
nilai wajar aset Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Komponen transaksi Kepentingan
Saham biasa Tambahan modal disetor Saham treasuri keuangan nilai wajar ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
ekuitas lainnya non-pengendali
melalui pendapatan penggunaannya penggunaannya entitas induk
komprehensif lainnya
Reserve for changes in fair
value of fair value through Other components of equity Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Treasury stocks Non-controlling interests Equity
other comprehensive transactions earnings earnings parent entity
income financial assets
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 1,239,749,573,545 469,155,766,335 ( 84,522,927,500 ) ( 16,700,185,922 ) 470,026,595,245 17,060,586,018 576,152,676,286 2,670,922,084,007 811,624,611,526 3,482,546,695,533 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 1,239,749,573,545 469,155,766,335 ( 84,522,927,500 ) ( 16,700,185,922 ) 470,026,595,245 17,060,586,018 576,152,676,286 2,670,922,084,007 811,624,611,526 3,482,546,695,533 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) ( 156,867,268,068 ) ( 156,867,268,068 ) ( 34,010,538,569 ) ( 190,877,806,637 ) Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya 2,591,273,316 2,591,273,316 795,569,340 3,386,842,656 Other comprehensive income
Transaksi ekuitas lainnya 0 1,887,128,760 1,887,128,760 5,443,462,698 7,330,591,458 Other equity transactions
Posisi ekuitas, akhir periode 1,239,749,573,545 469,155,766,335 ( 84,522,927,500 ) ( 14,108,912,606 ) 471,913,724,005 17,060,586,018 419,285,408,218 2,518,533,218,015 783,853,104,995 3,302,386,323,010 Equity position, end of the period
Page 11
[3410000] Statement of changes in equity - Infrastructure Industry - Prior Year
30 September 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan perubahan
nilai wajar aset Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Komponen transaksi Kepentingan
Saham biasa Tambahan modal disetor Saham treasuri keuangan nilai wajar ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
ekuitas lainnya non-pengendali
melalui pendapatan penggunaannya penggunaannya entitas induk
komprehensif lainnya
Reserve for changes in fair
value of fair value through Other components of equity Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Treasury stocks Non-controlling interests Equity
other comprehensive transactions earnings earnings parent entity
income financial assets
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 1,239,749,573,545 469,155,766,335 ( 84,522,927,500 ) ( 17,160,109,254 ) 469,420,386,634 17,000,693,559 503,773,538,626 2,597,416,921,945 764,046,247,290 3,361,463,169,235 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 1,239,749,573,545 469,155,766,335 ( 84,522,927,500 ) ( 17,160,109,254 ) 469,420,386,634 17,000,693,559 503,773,538,626 2,597,416,921,945 764,046,247,290 3,361,463,169,235 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 65,563,704,498 65,563,704,498 33,938,388,149 99,502,092,647 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya ( 1,694,287,428 ) ( 1,694,287,428 ) ( 520,177,907 ) ( 2,214,465,335 ) Other comprehensive income
Transaksi ekuitas lainnya ( 746,643,848 ) 588,286,775 59,892,459 ( 59,892,459 ) 588,286,775 ( 588,286,775 ) 0 Other equity transactions
Posisi ekuitas, akhir periode 1,239,749,573,545 469,155,766,335 ( 84,522,927,500 ) ( 18,854,396,682 ) 470,008,673,409 17,060,586,018 569,277,350,665 2,661,874,625,790 796,876,170,757 3,458,750,796,547 Equity position, end of the period
Page 12
[3510000] Statement of cash flows, direct method - Infrastructure Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 September 2023 30 September 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
682,226,619,196 609,471,351,277
pelanggan
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kepada Payments to suppliers for
pemasok atas barang dan ( 193,755,676,034 ) ( 231,236,376,516 ) goods and services
jasa
Pembayaran gaji dan Payments for salaries and
( 90,352,549,996 ) ( 93,338,197,635 )
tunjangan allowances
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
398,118,393,166 284,896,777,126
(digunakan untuk) operasi in) operations
Penerimaan bunga dari Interests received from
6,558,771,918 5,128,757,892
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran bunga dari Interests paid from operating
( 370,792,799,912 ) ( 129,688,914,781 )
aktivitas operasi activities
Penerimaan pengembalian Income taxes refunded (paid)
(pembayaran) pajak from operating activities
( 57,994,909,063 ) ( 23,736,146,527 )
penghasilan dari aktivitas
operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 24,110,543,891 ) 136,600,473,710
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 8,613,203,622 ) ( 4,972,380,146 )
aset tetap property and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 742,179,966,622 ) ( 266,695,332,653 )
aset takberwujud intangible assets
Penerimaan pembayaran Receipts from receivables
17,500,000,000 14,000,000,000
piutang dari pihak berelasi from related parties
Uang muka dan pinjaman Cash advances and loans
diberikan kepada pihak lain, ( 36,000,162,192 ) ( 19,511,612,422 ) made to other parties, other
selain institusi keuangan than financing institutions
Penerimaan dari pelepasan Proceeds from disposal of
7,000,000,000 0
entitas anak subsidiaries
Penerimaan dari pelepasan Proceeds from sales of
kepemilikan pada entitas 87,951,000,000 0 interests in associates
asosiasi
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas 500,000,000 ( 223,195,528,972 ) from investing activities
investasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 673,842,332,436 ) ( 500,374,854,193 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Penerimaan pinjaman bank 559,823,713,097 259,031,046,204 Proceeds from bank loans
Pembayaran pinjaman bank ( 157,305,309,685 ) ( 210,843,255,438 ) Payments of bank loans
Page 13
Pembayaran liabilitas sewa ( 722,361,071 ) ( 2,616,497,310 ) Payments of finance lease
pembiayaan liabilities
Penerimaan utang pihak Proceeds from due to related
33,344,723,760 0
berelasi parties
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
435,140,766,101 45,571,293,456
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
( 262,812,110,226 ) ( 318,203,087,027 )
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
523,370,407,887 986,018,533,965
awal periode flows, beginning of the period
Kenaikan (penurunan) kas dan Other increase (decrease) in
( 74,233,196,531 ) ( 51,741,141,231 )
setara kas lainnya cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
186,325,101,130 616,074,305,707
akhir periode cash flows, end of the period
Page 14
[3610000] Explanation for Significant Accounting Policy - Infrastructure Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 September 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian Keuangan di Indonesia (?SAK?), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (?PSAK?) statements
dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (?ISAK?) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta Peraturan No. VIII.G.7 Lampiran Keputusan
Ketua OJK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan
Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh OJK. Kebijakan ini
telah diterapkan secara konsisten terhadap seluruh tahun yang disajikan, kecuali jika dinyatakan lain.
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan PSAK 1: ?Penyajian Laporan
Keuangan?. Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun
berdasarkan basis akrual, menggunakan dasar akuntansi biaya historis, kecuali untuk beberapa akun
tertentu yang disajikan berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan
akuntansi masing-masing akun tersebut.Laporan arus kas konsolidasian yang disajikan dengan
menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang
diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas anak. Principles of consolidation
Kendali diperoleh bila Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya
dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui
kekuasaannya atas investee. Dengan demikian, investor mengendalikan investee jika dan hanya jika
investor memiliki seluruh hal berikut ini: i) Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang
memberi investor kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari investee,ii) Eksposur atau
hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, daniii) Kemampuan untuk
menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil.Bila Grup tidak
memiliki hak suara atau hak serupa secara mayoritas atas suatu investee, Grup mempertimbangkan
semua fakta dan keadaan yang relevan dalam mengevaluasi apakah mereka memiliki kekuasaan atas
investee, termasuk:i) Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee,ii) Hak
yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, daniii) Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki
Grup.Grup menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan keadaan
mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari ketiga elemen dari pengendalian.
Konsolidasi atas entitas-entitas anak dimulai sejak Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak
dan berakhir pada saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, penghasilan
dan beban dari entitas anak yang diakuisisi pada tahun tertentu disertakan dalam laporan keuangan
konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh kendali sampai tanggal Grup tidak lagi mengendalikan
entitas anak tersebut.Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain (?PKL?)
diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan nonpengendali (?KNP?), walaupun hal
ini akan menyebabkan saldo KNP yang defisit. Bila dipandang perlu, penyesuaian dilakukan terhadap
laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan dengan kebijakan akuntansi Grup.Seluruh aset dan
liabilitas, ekuitas, penghasilan dan beban dan arus kas atas transaksi antar anggota Grup dieliminasi
sepenuhnya pada saat konsolidasi.Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas
anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas. Bila
kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Grup menghentikan pengakuan atas aset
Page 15
(termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait, dan selisihnya diakui pada laba
rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar.
Kas dan setara kas Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek dan Cash and cash equivalents
sangat likuid yang dapat segera dikonversikan menjadi kas penuh dengan jatuh tempo dalam waktu 3
(tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya, dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi
penggunaannya.Kas dan setara kas yang ditempatkan pada rekening penampungan (escrow account)
selama periode tertentu, sesuai dengan persyaratan restrukturisasi pinjaman bank, disajikan sebagai
?Kas di bank yang Dibatasi Penggunaannya?.
Piutang usaha dan piutang lain-lain Piutang usaha merupakan jumlah yang terutang dari pelanggan atas penjualan barang atau jasa dalam Trade and other receivables
kegiatan usaha normal.
Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Inventories
Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi neto
persediaan adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.Biaya yang dikeluarkan
untuk setiap produk agar berada pada lokasi dan kondisi siap untuk dijual dicatat sebagai berikut:i)
Bahan baku, suku cadang dan bahan pembantu: harga pembelian;ii) Barang jadi dan persediaan
dalam proses: biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung dan bagian proporsional dari beban
overhead berdasarkan kapasitas operasi normal namun tidak termasuk biaya pinjaman. Sehubungan
dengan pembelian bahan baku, biaya perolehan awal persediaan termasuk pengalihan keuntungan
dan kerugian atas lindung nilai arus kas kualifikasian, diakui dalam PKL.Grup menetapkan penyisihan
untuk nilai realisasi neto persediaan berdasarkan hasil penelaahan berkala atas kondisi fisik dan nilai
realisasi neto persediaan.
Properti investasi N/A Investment property
Aset tetap Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk biaya Fixed assets
perawatan sehari-hari, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.
Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.Biaya perolehan awal aset tetap
meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan
biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang
diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan.Pemilikan LangsungBeban-beban yang
timbul setelah aset tetap digunakan untuk operasi, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan,
dibebankan ke laba rugi pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut dengan jelas
menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut
yang dapat melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan
biaya perolehan aset tetap.Penyusutan aset tetap, kecuali tanah, dihitung berdasarkan metode garis
lurus selama masa manfaat aset tetap sebagai berikut:Jenis Aset Tetap Masa manfaat (tahun)
Persentase DepresiasBangunan 20 5%Mesin dan peralatan 5 20%Peralatan kantor 4 - 5 25% - 20%
Page 16
Kendaraan 5 20%Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya (derecognized) pada saat
dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau
pelepasannya. Aset tetap yang dijual atau dilepaskan, dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut
akumulasi penyusutan serta akumulasi penurunan nilai yang terkait dengan aset tetap tersebut. Laba
atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap ditentukan sebesar perbedaan antara
jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dengan jumlah tercatat dari aset tetap tersebut, dan diakui
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tahun terjadinya
penghentian pengakuan.Nilai tercatat aset tetap, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah
setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi
sebelumnya.Aset dalam PenyelesaianAset dalam penyelesaian dinyatakan berdasarkan biaya
perolehan termasuk biaya perolehan tanah dan akumulasi biaya pembangunan. Pada saat
pembangunan tersebut selesai dan siap untuk digunakan, jumlah biaya yang terjadi diklasifikasikan ke
akun ?Aset Tetap? atau ?Aset Takberwujud? sesuai peruntukannya.
Tanah belum dikembangkan N/A Undeveloped land
Penurunan nilai aset nonkeuangan Pada setiap akhir tahun pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami Impairment of non-financial assets
penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset (yaitu
aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas, aset takberwujud yang belum dapat digunakan,
atau goodwill yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis) diperlukan, maka Grup membuat estimasi
formal jumlah terpulihkan aset tersebut.Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual
adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau UPK dikurangi biaya untuk menjual dengan
nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar
independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset atau UPK lebih besar daripada
jumlah terpulihkannya, maka aset tersebut dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan nilai
tercatat aset diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkannya.Grup mendasarkan perhitungan
penurunan nilai pada rincian perhitungan anggaran atau prakiraan yang disusun secara terpisah untuk
masing-masing UPK Grup atas aset individual yang dialokasikan. Perhitungan anggaran dan prakiraan
ini secara umum mencakup periode selama lima atau sepuluh tahun sesuai dengan stabilitas arus kas
perkebunan terkait. Setelah periode yang dianggarkan proyeksi arus kas diestimasi dengan melakukan
ekstrapolasi proyeksi yang dianggarkan dengan menggunakan tingkat pertumbuhan jangka panjang
yang tetap.Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai
kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini
dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi
tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset.
Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar yang
tersedia.Kerugian penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada, diakui pada laba rugi
sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.Untuk
aset selain goodwill, penilaian dilakukan pada akhir setiap akhir tahun pelaporan apakah terdapat
indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya mungkin tidak ada lagi
atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas mengestimasi jumlah
terpulihkan aset atau UPK tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun
Page 17
sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang
digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir
diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut
dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat,
neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset
tersebut pada peride/tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui pada laba rugi.
Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk
mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang
sistematis selama sisa umur manfaatnya. Goodwill diuji untuk penurunan nilai setiap tahun (pada
tanggal 31 Desember) dan ketika terdapat indikasi bahwa nilai tercatatnya mungkin mengalami
penurunan nilai. Penurunan nilai bagi goodwill ditetapkan dengan menentukan jumlah tercatat tiap UPK
(atau kelompok UPK) terkait dari goodwill tersebut. Jika jumlah terpulihkan UPK kurang dari jumlah
tercatatnya, rugi penurunan nilai diakui. Rugi penurunan nilai terkait goodwill tidak dapat dibalik pada
tahun berikutnya.Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi atas kemungkinan penurunan
potensial atas nilai aset non-keuangan pada tanggal laporan keuangan.
Beban tangguhan N/A Deferred charges
Utang usaha dan liabilitas lain-lain N/A Trade payables and other liabilities
Pengakuan pendapatan dan beban Grup menerapkan PSAK 72, ?Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan?, yang mensyaratkan Revenue and expense recognition
pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:1. Identifikasi
kontrak dengan pelanggan2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban
pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki
karakteristik berbeda ke pelanggan.3. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur,
insentif penjualan dan pajak pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai
kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.4. Alokasi harga transaksi
ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari
setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah
marjin.5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang
atau jasa tersebut).Harga transaksi merupakan angka yang ditagihkan kepada pelanggan setelah
mengeluarkan pajak pertambahan nilai.Kriteria spesifik berikut ini juga harus dipenuhi sebelum
pendapatan diakui.Pendapatan tolPendapatan dari hasil pengoperasian jalan tol Grup diakui pada
suatu titik waktu saat penjualan karcis tol. Imbalan kas yang diterima sehubungan dengan pengalihan
hak atas pendapatan tol masa datang dicatat sebagai pendapatan tangguhan dan diakui sebagai
pendapatan pada suatu periode waktu berdasarkan aktual jumlah traffic selama masa jangka waktu
pengalihan hak atas pendapatan tol tersebut.Pendapatan sewaPendapatan sewa dari sewa operasi
Page 18
diakui sebagai pendapatan pada saat diperoleh. Uang muka sewa yang diterima di muka disajikan
sebagai ?Pendapatan Diterima di Muka? dan diakui sebagai pendapatan atas dasar garis lurus sesuai
masa sewanya. Pendapatan dari usaha kelistrikanPendapatan dari penyerahan tenaga listrik kepada
pelanggan sejauh komponen investasi dari transaksi pendapatan diperhitungkan sebagai transaksi
sewa pembiayaan dimana Perusahaan adalah lessor.Pendapatan yang berkaitan dengan komponen
lain dari harga tenaga listrik yang dikirimkan (biaya tenaga listrik non-take or pay) diakui sebagai
pendapatan pada saat penyerahan risiko dan manfaat ekonomik dari tenaga listrik diterima oleh
pelanggan. Pendapatan dari operasi dan pemeliharaan diakui pada saat jasa diberikan.Pendapatan
konstruksiGrup mengakui aset takberwujud atas jasa konstruksi dan peningkatan kemampuan dimana
Grup menerima hak (lisensi) untuk membebankan pengguna jasa publik. Suatu hak untuk
membebankan pengguna jasa publik bukan merupakan hak tanpa syarat untuk menerima kas karena
jumlahnya bergantung pada sejauh mana publik menggunakan jasa. Pada fase konstruksi, Grup
mencatat aset takberwujud dan mengakui pendapatan dan biaya konstruksi.Pendapatan konstruksi
dicatat bersamaan dengan pengakuan aset takberwujud pada tahap konstruksi.Penjualan air
bersihPendapatan dari penjualan penyediaan air bersih diakui berdasarkan volume yang diserahkan
kepada pelanggan, baik yang secara khusus dibaca dan ditagih maupun yang diestimasi berdasarkan
output dari jaringan penyediaan air bersih dan kemungkinan besar Grup akan menerima pembayaran
yang telah disepakati sebelumnya.Penghasilan/Beban BungaUntuk semua instrumen keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi, penghasilan atau beban bunga dicatat dengan
menggunakan metode SBE, yaitu tingkat suku bunga digunakan mendiskontokan secara tepat
estimasi pembayaran atau penerimaan arus kas di masa yang akan datang selama umur ekpektasian
dari instrumen keuangan, atau jika lebih sesuai, selama periode yang lebih singkat, untuk jumlah
tercatat neto dari aset atau liabilitas keuangan.Pendapatan usaha lainnyaPendapatan sewa iklan,
lahan dan tempat peristirahatan diakui sesuai periode yang sudah berjalan dalam tahun yang
bersangkutan. Pendapatan diterima di muka untuk periode yang belum berjalan diakui sebagai
pendapatan diterima di muka dan disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai liabilitas.
Beban konstruksiBeban konstruksi merupakan seluruh biaya konstruksi pembangunan jalan tol dan
pembangunan sarana pengelolaan air bersih. Konstruksi pembangunan jalan tol termasuk peningkatan
kapasitas jalan tol yang meliputi pengadaan tanah, studi kelayakan dan biaya-biaya lain yang
berhubungan langsung dengan pembangunan jalan tol, termasuk biaya pembangunan jalan akses ke
jalan tol, jalan alternatif dan fasilitas jalan umum yang disyaratkan ditambah biaya pinjaman lain yang
secara langsung digunakan untuk mendanai proses pembangunan aset tersebut. Biaya pinjaman
dikapitalisasi sampai dengan saat proses pembangunan tersebut selesai dan dioperasikan.Beban
konstruksi dicatat bersamaan dengan pengakuan aset takberwujud pada tahap
konstruksi.BebanBeban diakui pada saat terjadinya (dasar akrual).
Penjabaran mata uang asing Transaksi-transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs Foreign currency translation
yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata
uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal laporan
posisi keuangan konsolidasian.Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam
mata uang asing dan dari penjabaran aset dan moneter dalam mata uang asing diakui pada laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan.
Transaksi dengan pihak berelasi Perusahaan dan entitas anaknya melakukan transaksi dengan pihak berelasi sesuai dengan definisi Transactions with related parties
yang diuraikan pada PSAK 7Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh
kedua belah pihak, yang mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak
Page 19
yang tidak berelasi. Transaksi dan saldo yang material dengan pihak berelasi diungkapkan dalam
Catatan 35.Kecuali diungkapkan khusus sebagai pihak berelasi, maka pihak-pihak lain yang
disebutkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan pihak tidak berelasi.
Pajak penghasilan Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak tangguhan. Pajak diakui dalam Income taxes
laporan laba rugi, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang diakui di
pendapatan komprehensif lain atau langsung diakui ke ekuitas.Beban pajak kini ditentukan
berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak
dan undang-undang pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan. Aset dan liabilitas pajak kini diukur
sebesar nilai yang diharapkan dapat terpulihkan atau dibayar.Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui
atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan
liabilitas menurut laporan keuangan konsolidasian dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak
tangguhan diakui untuk perbedaan yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat
dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa mendatang.Pajak tangguhan diukur
dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal
pelaporan. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau
dikreditkan langsung ke ekuitas.Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode
pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia
dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan
tersebut.Pajak Final Sesuai peraturan perpajakan di Indonesia, pajak final dikenakan atas nilai bruto
transaksi, dan tetap dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.
Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 46: Pajak Penghasilan.
Pinjaman Pinjaman merupakan dana yang diterima dari bank atau pihak lain dengan kewajiban pembayaran Borrowings
kembali sesuai dengan persyaratan perjanjian pinjaman.Pinjaman yang diterima diklasifikasikan
sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Biaya tambahan yang
dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan pinjaman dikurangkan dari jumlah pinjaman
yang diterima. Lihat Catatan 2n untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi
Provisi Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban legal maupun konstruktif sebagai hasil peristiwa lalu, Provisions
yaitu kemungkinan besar arus keluar sumber daya ekonomi diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban
dan suatu estimasi terhadap jumlah dapat dilakukan.Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan
dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya
untuk menyelesaikan liabilitas kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.Apabila
dampak nilai waktu uang adalah material, maka provisi didiskontokan dengan menggunakan tarif
sebelum pajak, jika lebih tepat, untuk mencerminkan risiko spesifik liabilitas.Kenaikan provisi terkait
dengan berlalunya waktu diakui sebagai beban keuangan, ketika pendiskontoan digunakan.Provisi
pemeliharaan jalan tolDalam pengoperasian jalan tol, Grup mempunyai kewajiban untuk menjaga
standar kualitas jalan tol sesuai dengan SPM (Standar Pelayanan Minimum) yang ditetapkan oleh
Kementerian Pekerjaan Umum, yaitu dengan melakukan pelapisan ulang jalan tol secara berkala akan
diprovisi berdasarkan estimasi seiring dengan penggunaan jalan tol oleh pelanggan. Provisi diukur
dengan nilai kini atas estimasi manajemen terhadap pengeluaran yang diperlukan untuk
menyelesaikan liabilitas kini pada tanggal pelaporan.
Imbalan kerja karyawan Grup mempunyai program dana pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi Employee benefits
syarat.Grup juga mencatat penyisihan manfaat tambahan selain program dana pensiun tersebut di atas
untuk memenuhi dan menutup imbalan minimum yang harus dibayar kepada karyawan-karyawan
Page 20
sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama dan Undang-undang Penciptaan Lapangan Kerja No.
11/2020 (?UU Cipta Kerja?, (UUCK)). Penyisihan tambahan tersebut diestimasi dengan menggunakan
perhitungan aktuarial metode ?Projected Unit Credit?.Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan
kerugian aktuarial, segera diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian dengan pengaruh
langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui PKL pada periode terjadinya. Pengukuran
kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.Biaya jasa lalu harus diakui sebagai
beban pada saat yang lebih awal antara: i) ketika program amandemen atau kurtailmen terjadi; dan ii)
ketika entitas mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait.Bunga neto dihitung dengan
menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas imbalan kerja. Grup mengakui
perubahan berikut pada kewajiban obligasi neto pada akun ?Beban Pokok Penjualan? dan ?Beban
Umum dan Administrasi? pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian:i)
Biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas penyelesaian
(curtailment) tidak rutin, danii) Beban atau penghasilan bunga neto.
Laba per saham Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan Earnings per share
kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun
berjalan.Grup tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilusi pada tanggal
pelaporan keuangan, dan oleh karenanya, laba per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Dividen N/A Dividends
Pelaporan segmen Untuk tujuan manajemen, Grup dibagi menjadi dua segmen operasi berdasarkan produk dan jasa yang Segment reporting
dikelola secara independen oleh masing-masing pengelola segmen yang bertanggung jawab atas
kinerja dari masing-masing segmen. Para pengelola segmen melaporkan secara langsung kepada
manajemen Perusahaan yang secara teratur mengkaji laba segmen sebagai dasar untuk
mengalokasikan sumber daya ke masing-masing segmen dan untuk menilai kinerja segmen.
Pengungkapan tambahan pada masing-masing segmen terdapat dalam Catatan laporan keuangan,
termasuk faktor yang digunakan untuk mengidentifikasi segmen yang dilaporkan dan dasar
pengukuran informasi segmen.
Instrumen keuangan derivatif N/A Derivative financial instruments
Penerapan standar akutansi baru Grup menerapkan pertama kali seluruh standar baru dan/atau yang direvisi yang berlaku efektif untuk The implementation of new statements of
periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2022, termasuk standar yang direvisi berikut ini yang accounting standards
mempengaruhi laporan keuangan konsolidasian Grup.Penerapan standar dan interpretasi yang baru
dan direvisi berikut ini tidak menghasilkan perubahan besar terhadap kebijakan akuntansi Grup dan
tidak memiliki dampak material pada jumlah yang dilaporkan untuk tahun keuangan saat ini atau
sebelumnya:- Amandemen PSAK 1: ?Penyajian Laporan Keuangan: Klasifikasi Liabilitas sebagai
Page 21
Jangka Pendek atau Jangka Panjang?;- Amandemen PSAK 1: ?Penyajian Laporan Keuangan:
Pengungkapan Kebijakan Akuntansi?;- Amandemen PSAK 16: ?Aset Tetap: Hasil sebelum
Penggunaan yang Diintensikan?;- Amandemen PSAK 25: ?Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi
Akuntansi, dan Kesalahan: Definisi Estimasi Akuntansi?;- Amandemen PSAK 46: ?Pajak Penghasilan:
Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul dari Transaksi Tunggal?.
Kombinasi bisnis N/A Business combination
Penentuan nilai wajar Grup mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan, dan aset dan liabilitas yang diperoleh Determination of fair value
melalui kombinasi bisnis pada nilai wajar. Grup juga mengukur jumlah terpulihkan dari unit penghasil
kas (?UPK?) tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan, dan aset keuangan tertentu
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (?NWPKL?).Nilai wajar adalah harga yang akan
diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas
dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar
mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:i) Di pasar
utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atauii) Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling
menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.Pasar utama atau pasar yang paling
menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Grup.Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur
dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau
liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
terbaiknya.Pengukuran nilai wajar dari suatu aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku
pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi
dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset
tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai
dengan keadaan dan data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan
memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati (observable) yang relevan dan meminimalkan
masukan (input) yang tidak dapat diamati (unobservable).Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya
diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian dikategorikan dalam hierarki nilai
wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai
wajar secara keseluruhan sebagai berikut:i) Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar
aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.ii)
Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara langsung atau
tidak langsung.iii) Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling
rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable).Untuk
aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, grup
menentukan apakah terdapat perpindahan antara level dalam hierarki dengan melakukan evaluasi
ulang atas penetapan kategori (berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan
terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.Tim pelaporan
keuangan Grup bertanggung-jawab atas penilaian dalam menentukan kebijakan dan prosedur untuk
pengukuran nilai wajar berulang, seperti aset biologis, nilai wajar (dikurangi biaya untuk menjual) UPK
(untuk uji penurunan nilai), dan aset keuangan pada NWPKL.Penilai eksternal terlibat dalam penilaian
aset signifikan, terutama aset biologis. Keterlibatan penilai eksternal ditentukan setiap tahun setelah
Page 22
dibahas dan disetujui oleh Direksi Perusahaan. Kriteria pemilihan termasuk pengetahuan pasar,
reputasi, independensi dan kemampuan mematuhi standar profesi. Metode penilaian dan input yang
digunakan dibahas dan diputuskan bersama oleh Grup dan penilai eksternal.Untuk tujuan
pengungkapan nilai wajar, Grup mementukan klasifikasi aset dan liabilitas berdasarkan sifat,
karakteristik dan risikonya dan level pada hierarki nilai wajar sebagaimana dijelaskan diatas.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Transaksi-transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs Foreign currency transactions and balances
yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata
uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal laporan
posisi keuangan konsolidasian.Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam
mata uang asing dan dari penjabaran aset dan moneter dalam mata uang asing diakui pada laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan.
Efek-efek N/A Securities
Investasi jangka pendek N/A Short-term investment
Aset hak guna N/A Right of use assets
Properti investasi N/A Investment properties
Goodwill N/A Goodwill
Investasi pada entitas asosiasi Jika Perusahaan memiliki pengaruh signifikan (namun bukan mengendalikan) terhadap kebijakan Investment in associates
keuangan dan kebijakan operasi suatu entitas, entitas tersebut diklasifikasikan sebagai entitas
asosiasi. Investee dicatat dengan menggunakan metode ekuitas (equity-accounted investees) dan
Page 23
diakui sebesar harga perolehan pada saat awal perolehan. Perusahaan anaknya mengakui bagian dari
laba dan rugi dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali jika
kerugian melebihi investasi pada entitas asosiasi kecuali jika terdapat jaminan tertentu. Pengaruh
signifikan diasumsikan terjadi ketika Grup memiliki antara 20% sampai dengan 50% hak suara entitas
lain. Biaya investasi termasuk biaya transaksi.Keuntungan dan kerugian yang timbul dari transaksi
antara Grup dengan perusahaan asosiasi diakui hanya sebatas kepentingan investor terkait dalam
asosiasi. Bagian keuntungan dan kerugian penanam modal yang timbul dari transaksi asosiasi itu
dihilangkan terhadap nilai tercatat asosiasi.Laporan keuangan konsolidasian mencakup bagian laba
rugi Grup dan penghasilan komprehensif lain dari investee yang dicatat dengan menggunakan metode
ekuitas, setelah dilakukan penyesuaian untuk menyelaraskan kebijakan akuntansi investee yang
dicatat dengan menggunakan metode ekuitas dengan kebijakan Grup, sejak tanggal dimulainya
pengaruh signifikan sampai dengan pengaruh signifikan berakhir.Grup menentukan pada setiap
tanggal pelaporan apakah terdapat bukti yang obyektif yang mengindikasikan bahwa investasi dalam
entitas asosiasi mengalami penurunan nilai. Grup menentukan apakah perlu untuk mengakui rugi
penurunan nilai atas investasi Grup dalam entitas asosiasi.Apabila terdapat bukti objektif penurunan
nilai, Grup menghitung jumlah penurunan nilai berdasarkan selisih antara jumlah terpulihkan atas
investasi dalam entitas asosiasi dan nilai tercatatnya, dan mengakui penurunan nilai tersebut dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Aset takberwujud Nilai wajar dari perolehan aset takberwujud atas penyediaan jasa konstruksi pada perjanjian jasa Intangible assets
konsesi diestimasi berdasarkan referensi nilai wajar dari pengadaan jasa konstruksi tersebut. Nilai
tercatat aset takberwujud diungkapkan pada catatan atas laporan keuangan konsolidasian.
Beban dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi dan dibebankan pada operasi selama masa manfaatnya, dan Prepaid expenses
disajikan sebagai aset lancar atau aset tidak lancar sesuai sifatnya masing-masing.
Piutang dan utang asuransi N/A Insurance receivables and payables
Piutang pembiayaan konsumen N/A Consumer financing receivables
Aset konsesi Grup telah menerapkan ISAK 16, ?Perjanjian Konsesi Jasa? (ISAK 16) dan ISAK 22, ?Perjanjian Concession assets
Konsesi Jasa: Pengungkapan? (ISAK 22) sehubungan dengan hak konsesi.ISAK 16 mengatur prinsip
umum dalam pengakuan dan pengukuran hak dan kewajiban terkait dengan perjanjian konsesi jasa.
Page 24
ISAK 16 mengatur bahwa infrastruktur tidak diakui sebagai aset tetap operator (pihak penerima
konsesi jasa) karena perjanjian jasa kontraktual tidak memberikan hak kepada operator untuk
mengendalikan penggunaan infrastruktur jasa publik. Operator memiliki akses untuk mengoperasikan
infrastruktur dalam menyediakan jasa publik untuk kepentingan pemberi konsesi sesuai dengan
persyaratan yang ditentukan dalam kontrak.ISAK 22 memberikan panduan spesifik mengenai
pengungkapan yang diperlukan atas perjanjian konsesi jasaAset takberwujudGrup membukukan
perjanjian konsesi jasa sebagai model aset takberwujud karena memiliki hak (lisensi) untuk
membebankan pengguna jasa publik. Pada saat pengakuan awal, aset konsesi dicatat pada nilai wajar
dari imbalan yang diterima atau akan diterima. Aset konsesi ini adalah aset hak pengelolaan jalan tol
yang akan diamortisasi selama sisa masa hak konsesi sejak tanggal pengoperasian ruas jalan tol.
Selama masa konstruksi, akumulasi biaya perolehan dan konstruksi jalan tol diakui sebagai aset
konsesi dalam penyelesaian. Amortisasi mulai dibebankan pada saat aset konsesi tersebut siap
digunakan.Aset konsesi dihentikan pengakuannya pada saat berakhirnya masa konsesi. Tidak akan
ada keuntungan atau kerugian saat penghentian pengakuan karena aset konsesi diharapkan telah
diamortisasi secara penuh, akan diserahkan kepada Badan Pengatur Jalan Tol (?BPJT?) tanpa
syarat.Grup mengakui aset takberwujud yang berasal dari perjanjian jasa konsesi sejauh menerima
hak untuk membebankan pengguna sarana konsesi. Aset takberwujud yang diperoleh dari penyediaan
jasa konstruksi atau peningkatan kemampuan dalam perjanjian jasa konsesi diukur pada nilai wajarnya
pada saat pengakuan awal.Pengakuan setelah pengakuan awal, aset takberwujud diukur pada nilai
perolehannya, termasuk kapitalisasi biaya pinjaman, dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi
penurunan nilai.Estimasi umur manfaat dari aset takberwujud pada perjanjian jasa konsesi adalah
periode ketika Grup mampu membebankan kepada pengguna jasa publik atas pemanfaataan
sarananya hingga berakhirnya masa konsesi.Aset keuangan non-derivatifGrup mengakui aset
keuangan yang terjadi akibat adanya perjanjian konsesi jasa ketika memiliki hak kontraktual tanpa
syarat untuk menerima kas atau aset keuangan lain dari atau atas diskresi pemberi konsesi untuk jasa
konstruksi atau peningkatan kemampuan.Pada pengakuan awalnya, aset keuangan tersebut diukur
pada nilai wajarnya dan diklasifikasikan sebagai pinjaman dan piutang. Pengakuan setelah pengakuan
awal, aset keuangan tersebut diakui pada biaya perolehan diamortisasi.PendapatanPendapatan yang
berasal dari jasa konstruksi atau peningkatan kemampuan berdasarkan perjanjian jasa konsesi diakui
berdasarkan persentase penyelesaian dari pekerjaan yang dilakukan, konsisten dengan kebijakan
akuntansi Grup dalam mengakui pendapatan atas jasa konstruksi. Pendapatan operasi atau jasa diakui
pada periode dimana jasa telah diberikan oleh Grup.Pendapatan dari penyerahan tenaga listrik kepada
pelanggan berdasarkan perjanjian konsesi jasa sejauh komponen investasi dari transaksi pendapatan
diperhitungkan sebagai transaksi jasa konsesi menggunakan model aset keuangan. Pendapatan yang
berkaitan dengan komponen lain dari harga tenaga listrik yang dikirimkan diakui sebagai pendapatan
penjualan pada saat penyerahan tenaga listrik ke pelanggan.Beban pemeliharaan dan
perbaikanBeban pemeliharaan dan perbaikan sehubungan dengan perjanjian konsesi jasa dibebankan
pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada saat terjadinya, kecuali
jika besar kemungkinan akan meningkatkan manfaat ekonomi di masa depan dan dapat diukur secara
handal.
Liabilitas atas kontrak N/A Contract liabilities
Page 25
Simpanan nasabah dan simpanan dari bank lain N/A Deposits from customers and deposits from
other banks
Obligasi subordinasi N/A Subordinated bonds
Efek-efek yang dibeli dengan janji dibeli kembali N/A Securities purchased under resell agreements
Saham treasuri Pada tahun 2013, Perusahaan telah melakukan pembelian kembali saham biasa sebanyak Treasury stock
385.454.000 saham melalui Bursa Efek Indonesia senilai Rp84.522.927.500. Pembelian kembali
saham ini ditujukan untuk menstabilkan harga saham Perusahaan akibat kondisi pasar yang
berfluktuasi secara signifikan sesuai Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.1-2/SEOJK.04/
2013. Perusahaan memiliki hak untuk menerbitkan kembali saham-saham tersebut di masa
mendatang. Seluruh saham yang diterbitkan Perusahaan telah disetor penuh. Pembelian ini dicatat
pada akun ?Saham yang diperoleh kembali?.
Modal saham Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal pelaporan keuangan berdasarkan Daftar Share capital
Pemegang Saham yang diterbitkan oleh PT Adimitra Transferindo (Biro Administrasi Efek)
Pengaturan pembayaran berbasis saham N/A Share-based payment arrangement
Biaya emisi efek ekuitas N/A Stock issuance cost
Instrumen keuangan Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan bagi satu entitas dan Financial instruments
liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain.Aset KeuanganPengakuan dan Pengukuran AwalPada
Page 26
pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (?NWLR?). Piutang usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan, dimana Grup telah menerapkan cara praktis, yaitu diukur pada harga transaksi yang ditentukan sesuai PSAK 72, seperti diungkapkan pada Catatan 2u.Agar aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lainnya (NWPKL), aset keuangan harus menghasilkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (?SPPB?) dari jumlah pokok terutang. Penilaian ini disebut sebagai uji SPPB dan dilakukan pada tingkat instrumen.Model bisnis Grup untuk mengelola aset keuangan mengacu pada bagaimana mereka mengelola aset keuangannya untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari penerimaan arus kas kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya.Pengukuran SelanjutnyaUntuk tujuan pengukuran selanjutnya, aset keuangan diklasifikasikan dalam empat kategori:? Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang),? Aset keuangan pada NWPKL dengan reklasifikasi ke keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang),? Aset keuangan pada NWPKL tanpa reklasifikasi ke keuntungan dan kerugian kumulatif atas pelepasan (instrumen ekuitas), dan? NWLR.Pengukuran selanjutnya dari aset keuangan tergantung kepada klasifikasi masing-masing aset keuangan seperti berikut ini:Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:? Aset keuangan dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual, dan? Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang merupakan SPPB dari jumlah pokok terutang.Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif (?SBE?) dan menjadi subjek penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau diturunkan nilainya.Aset keuangan Grup yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi termasuk piutang usaha dan lain-lain, dan pinjaman kepada pihak berelasi yang merupakan bagian dari aset keuangan tidak lancar lainnya.Aset keuangan pada NWPKL (instrumen utang)Untuk instrumen utang yang diukur pada NWPKL, pendapatan bunga, revaluasi mata uang asing dan kerugian penurunan nilai atau pembalikan diakui dalam laporan laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama seperti untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui di PKL. Pada saat penghentian pengakuan, perubahan nilai wajar kumulatif yang diakui di PKL direklasifikasi ke laba rugi.Instrumen utang Grup yang diukur pada NWPKL termasuk investasi pada instrumen utang dengan kuotasi yang termasuk dalam aset keuangan tidak lancar lainnya.Aset keuangan pada NWPKL tanpa reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif setelah pelepasan (instrumen ekuitas)Pada pengakuan awal, Grup dapat memilih untuk menetapkan klasifikasi yang takterbatalkan atas investasi pada instrumen ekuitas sebagai NWPKL jika memenuhi definisi ekuitas sesuai PSAK 50 dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan atas basis instrumen per instrumen.Keuntungan dan kerugian atas aset keuangan ini tidak pernah direklasifikasi ke laba rugi, dan aset keuangan ini tidak menjadi subjek penurunan nilai. Dividen diakui sebagai penghasilan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak atas pembayaran telah ditetapkan.Grup memilih untuk mengklasifikasi secara takterbatalkan investasi ekuitas yang tidak terdaftar di bursa masuk dalam kategori ini.Aset Keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi (?NWLR?)Aset keuangan pada NWLR tercatat dalam laporan posisi keuangan pada nilai wajar dengan perubahan neto nilai wajar yang diakui dalam laporan laba rugi.Kategori ini termasuk instrumen derivatif dan investasi ekuitas yang diperdagangkan di bursa efek yang mana oleh Grup diklasifikasikan secara takterbatalkan pada NWPKL. Dividen atas investasi ekuitas yang tercatat di bursa diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laporan laba rugi pada saat hak atas pembayaran telah ditetapkan.Derivatif melekat dalam kontrak hibrida, dengan liabilitas keuangan atau kontrak
Page 27
utama non-keuangan, dipisahkan dari kontrak utamanya dan dicatat sebagai derivatif terpisah jika: karakteristik ekonomi dan risiko tidak berkaitan erat dengan kontrak utamanya; instrumen terpisah dengan persyaratan yang sama dengan derivatif melekat akan memenuhi definisi derivatif; dan kontrak hibrida ini tidak diukur pada NWLR. Derivatif melekat diukur pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi. Penilaian ulang hanya terjadi jika terdapat perubahan baik dalam persyaratan kontrak yang secara signifikan mengubah arus kas yang sebaliknya akan diperlukan, atau reklasifikasi aset keuangan diluar dari kategori NWLR.Penghentian PengakuanAset keuangan (atau, sesuai dengan kondisinya, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) terutama dihentikan pengakuannya (yaitu, dihapuskan dari laporan posisi keuangan konsolidasian Grup) ketika:? Hak untuk menerima arus kas dari aset telah berakhir; atau? Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa penundaan yang material kepada pihak ketiga berdasarkan kesepakatan ?pass-through?, dan salah satu dari (a) Grup telah mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau (b) Grup tidak mengalihkan maupun tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat atas aset, tetapi telah mengalihkan kendali atas aset.Ketika Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah menandatangani kesepakatan ?pass-through?, Grup mengevaluasi jika, dan sejauh mana, Grup masih mempertahankan risiko dan manfaat atas kepemilikan aset. Ketika Grup tidak mengalihkan maupun seluruh risiko dan manfaat atas aset dipertahankan secara substansial, maupun tidak mengalihkan kendali atas aset, Grup tetap mengakui aset yang dialihkan sebesar keterlibatan berkelanjutannya. Dalam kasus tersebut, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait diukur dengan basis yang mencerminkan hak dan kewajiban yang masih dipertahankan oleh Grup.Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang ditransfer, diukur pada nilai yang lebih rendah antara jumlah tercatat awal aset dan jumlah maksimum imbalan yang dibutuhkan oleh Grup untuk membayar kembaliPenurunan NilaiGrup mengakui penyisihan KKE untuk semua instrumen utang yang bukan diukur pada NWLR dan kontrak jaminan keuangan. KKE ditentukan atas perbedaan antara arus kas kontraktual menurut kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima oleh Grup, yang didiskontokan dengan perkiraan SBE orisinal. Arus kas yang diharapkan mencakup setiap arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perbaikan kredit lainnya yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam ketentuan kontrak.KKE diakui dalam dua tahap. Bila belum terdapat peningkatan risiko kredit signifikan sejak pengakuan awal, KKE diakui untuk kerugian kredit yang dihasilkan dari peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam jangka waktu 12 bulan ke depan (KKE 12 bulan). Namun, bila telah terdapat peningkatan signifikan risiko kredit sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian diakui untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur aset, tanpa mempertimbangkan waktu gagal bayar (KKE sepanjang umurnya).Karena piutang usaha dan piutang lain-lainnya tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan KKE. Oleh karena itu, Grup tidak menelurusi perubahan dalam risiko kredit, namun justru mengakui penyisihan kerugian berdasarkan KKE sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan. Grup membentuk matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit masa lampau, disesuaikan dengan perkiraan masa depan (forward-looking) atas faktor yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.Untuk instrumen utang pada NWPKL, Grup menerapkan risiko kredit rendah yang disederhanakan. Setiap tanggal pelaporan, Grup mengevaluasi apakah instrumen utang tersebut dianggap memiliki risiko kredit rendah dengan menggunakan semua informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau usaha yang berlebihan. Dalam melakukan evaluasi tersebut, Grup menilai kembali peringkat kredit internal dari instrumen utang tersebut. Selain itu, Grup mempertimbangkan bahwa telah terjadi peningkatan risiko kredit secara signifikan ketika pembayaran kontraktual lebih dari 30 hari dari tanggal jatuh tempo.Instrumen utang Grup pada
Page 28
NWPKL hanya terdiri dari obligasi kuotasi yang dinilai dalam kategori investasi teratas (Sangat Baik dan Baik) oleh Lembaga Pemeringkat Kredit dan, oleh karena itu, dianggap sebagai investasi dengan risiko kredit rendah. Merupakan kebijakan Grup untuk mengukur KKE pada instrumen tersebut setiap 12 bulan. Namun, jika terjadi peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak diterbitkan, penyisihan akan didasarkan pada KKE sepanjang umurnya. Grup menggunakan peringkat dari Lembaga Pemeringkat Kredit baik untuk menentukan apakah instrumen utang telah meningkat secara signifikan dalam risiko kredit dan untuk mengestimasi KKE.Grup menganggap aset keuangan dalam gagal bayar ketika pembayaran kontraktual telah lewat 90 dari tanggal jatuh tempo. Namun, dalam kasus tertentu, Grup juga dapat mempertimbangkan aset keuangan menjadi gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa besar kemungkinan Grup tidak menerima jumlah kontraktual terutang secara penuh sebelum memperhitungkan perbaikan kredit yang dimiliki oleh Grup. Aset keuangan dihapuskan jika tidak terdapat ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual.Liabilitas Keuangan Pengakuan dan Pengukuran AwalLiabilitas keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada NWLR, utang dan pinjaman atau derivatif ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai pada lindung nilai yang efektif, sesuai dengan kondisinya.Semua liabilitas keuangan diakui pada nilai wajar saat pengakuan awal dan, dalam hal liabilitas keuangan dilklasifikasi sebagai utang dan pinjaman, diakui pada nilai wajar setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.Grup menetapkan liabilitas keuangannya sebagai utang dan pinjaman, seperti utang usaha dan lain-lain, biaya masih harus dibayar, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, utang bank dan utang pihak berelasi.Pengukuran SelanjutnyaPengukuran selanjutnya dari liabilitas keuangan ditentukan oleh klasifikasinya sebagai berikut:Liabilitas keuangan yang diukur pada NWLR mencakup liabilitas keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang diukur pada NWLR yang ditetapkan saat pengakuan awal.Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan, jika liabilitas keuangan tersebut diperoleh untuk tujuan dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini juga mencakup instrumen keuangan derivatif yang dilakukan oleh Grup dimana instrumen derivatif tersebut tidak ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 71. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif.Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laporan laba rugi.Liabilitas keuangan yang diukur pada NWLR yang ditetapkan saat pengakuan awal harus memenuhi kriteria dalam PSAK 71 dan ditetapkan pada tanggal pengakuan awal. Grup tidak menetapkan liabilitas keuangan apapun sebagai liabilitas yang diukur pada NWLR.Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (Utang dan pinjaman)(i) Utang dan Pinjaman Jangka Panjang yang Dikenakan BungaSetelah pengakuan awal, utang dan pinjaman jangka panjang yang berbunga diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Pada tanggal pelaporan, biaya bunga yang masih harus dibayar dicatat secara terpisah, dari pokok pinjaman terkait, dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi ketika liabilitas dihentikan pengakuannya maupun melalui proses amortisasi menggunakan metode SBE.Biaya amortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskonto atau premium atas akusisi dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai beban keuangan pada laba rugi.(iii) Utang dan AkrualLiabilitas untuk utang usaha dan utang lain-lain jangka pendek, biaya masih harus dibayar dan liabilitas imbalan kerja jangka pendek dinyatakan sebesar jumlah tercatat (jumlah nosional), yang kurang lebih sebesar nilai wajarnya.Penghentian PengakuanSuatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak berakhir atau dibatalkan atau kedaluwarsa.Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda,
Page 29
atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau
modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan orisinal
dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas
keuangan tersebut diakui pada laba rugi.Saling Hapus Instrumen KeuanganAset keuangan dan
liabilitas keuangan disaling hapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak secara hukum untuk melakukan saling hapus atas
jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk
menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
bersamaan.
Aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai N/A Non-current assets classified as held for sale
dimiliki untuk dijual
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan N/A Events after reporting period
Penerapan standar akuntansi baru Grup menerapkan pertama kali seluruh standar baru dan/atau yang direvisi yang berlaku efektif untuk Adoption of new accounting standards
periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2022, termasuk standar yang direvisi berikut ini yang
mempengaruhi laporan keuangan konsolidasian Grup.Penerapan standar dan interpretasi yang baru
dan direvisi berikut ini tidak menghasilkan perubahan besar terhadap kebijakan akuntansi Grup dan
tidak memiliki dampak material pada jumlah yang dilaporkan untuk tahun keuangan saat ini atau
sebelumnya:- Amandemen PSAK 1: ?Penyajian Laporan Keuangan: Klasifikasi Liabilitas sebagai
Jangka Pendek atau Jangka Panjang?;- Amandemen PSAK 1: ?Penyajian Laporan Keuangan:
Pengungkapan Kebijakan Akuntansi?;- Amandemen PSAK 16: ?Aset Tetap: Hasil sebelum
Penggunaan yang Diintensikan?;- Amandemen PSAK 25: ?Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi
Akuntansi, dan Kesalahan: Definisi Estimasi Akuntansi?;- Amandemen PSAK 46: ?Pajak Penghasilan:
Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul dari Transaksi Tunggal?.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun Mulai efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2024:- Amandemen PSAK 1: ?Penyajian Laporan Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif Keuangan: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan?;- Amandemen PSAK 73: ?Sewa: Liabilitas effective
Sewa dalam Jual Beli dan Sewa-balik?;
Utang pembiayaan konsumen Perusahaan dan entitas anaknya mengadakan perjanjian pembiayaan konsumen dengan sejumlah Consumer financing liabilities
lembaga keuangan untuk membiayai pembelian kendaraan. Utang pembiayaan konsumen dikenakan
suku bunga tetap untuk masing-masing perjanjian dengan kisaran tingkat suku bunga mulai
4,75%-23,00% dengan jangka waktu pembayaran selama 3-4 tahun.Fasilitas ini dijamin dengan
kendaraan yang dibeli.
Page 30
[3611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Infrastructure Industry - Current Year
30 September 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Pengurangan aset
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Reklasifikasi aset tetap Aset tetap, akhir periode
tetap
Property, plant, and Reclassifications of
Addition in property, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning property, plant, and
plant, and equipment plant, and equipment equipment, end period
period equipment
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 15,767,423,093 80,656,923 15,848,080,016 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan Building and leasehold
fasilitasnya, dimiliki 112,960,726,023 ( 20,000 ) 112,960,706,023 improvement, directly
langsung owned
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 39,417,572,433 327,815,000 1,280,789,415 41,026,176,848 equipment, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 54,459,579,843 2,447,468,553 56,907,048,396 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
33,044,003,098 1,248,599,000 ( 1,413,000,000 ) 32,879,602,098
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 255,649,304,490 4,104,539,476 ( 1,413,020,000 ) 1,280,789,415 259,621,613,381 Directly owned
Bangunan, dalam Building, assets under
1,280,789,415 0 (0) ( 1,280,789,415 ) 0
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
1,280,789,415 0 (0) ( 1,280,789,415 ) 0
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
256,930,093,905 4,104,539,476 ( 1,413,020,000 ) 0 259,621,613,381
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
fasilitasnya, dimiliki 43,778,668,075 4,055,467,921 47,834,135,996 improvement, directly accumulated
langsung owned depreciation
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 32,923,527,581 3,473,569,376 36,397,096,957 equipment, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 45,937,517,777 593,089,414 46,530,607,191 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
21,213,783,974 4,337,409,245 ( 1,413,000,000 ) 24,138,193,219
dimiliki langsung owned
Page 31
Dimiliki langsung 143,853,497,407 12,459,535,956 ( 1,413,000,000 ) 154,900,033,363 Directly owned
Bangunan, dalam Building, assets under
0 0 (0) 0
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
0 0 0 0
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
143,853,497,407 12,459,535,956 ( 1,413,000,000 ) 0 154,900,033,363
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
113,076,596,498 104,721,580,018
equipment
Page 32
[3611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Infrastructure Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap Reklasifikasi aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and Reclassifications of
Addition in property, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning property, plant, and
plant, and equipment plant, and equipment equipment, end period
period equipment
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 15,143,673,093 623,750,000 (0) 0 15,767,423,093 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan Building and leasehold
fasilitasnya, dimiliki 108,699,899,341 536,882,000 (0) 3,723,944,682 112,960,726,023 improvement, directly
langsung owned
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 43,282,562,727 4,786,190,532 ( 9,253,642,644 ) 602,461,818 39,417,572,433 equipment, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 52,658,090,324 1,916,823,869 ( 115,334,350 ) 0 54,459,579,843 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
29,121,041,070 5,314,588,986 ( 1,391,626,958 ) 33,044,003,098
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 248,905,266,555 13,178,235,387 ( 10,760,603,952 ) 4,326,406,500 255,649,304,490 Directly owned
Bangunan, dalam Building, assets under
4,922,843,805 684,352,110 (0) ( 4,326,406,500 ) 1,280,789,415
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
4,922,843,805 684,352,110 (0) ( 4,326,406,500 ) 1,280,789,415
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
253,828,110,360 13,862,587,497 ( 10,760,603,952 ) 0 256,930,093,905
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
fasilitasnya, dimiliki 38,463,488,871 5,315,179,204 (0) 43,778,668,075 improvement, directly accumulated
langsung owned depreciation
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 33,327,169,078 6,693,190,639 ( 7,096,832,136 ) 32,923,527,581 equipment, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 45,800,835,769 246,936,895 ( 110,254,887 ) 45,937,517,777 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
18,594,835,275 3,722,197,690 ( 1,103,248,991 ) 21,213,783,974
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 136,186,328,993 15,977,504,428 ( 8,310,336,014 ) 143,853,497,407 Directly owned
Page 33
Bangunan, dalam 0 0 0 Building, assets under
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
0 0 0
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
136,186,328,993 15,977,504,428 ( 8,310,336,014 ) 143,853,497,407
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
117,641,781,367 113,076,596,498
equipment
Page 34
[3611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - Infrastructure Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Aset dalam penyelesaian merupakan aset tetap yang masih dalam tahap penyelesaian pada tanggal Disclosure of notes for property, plant and
laporan posisi keuangan konsolidasian.Manajemen tidak melihat adanya peristiwa yang akan equipment
menghambat penyelesaian aset dalam penyelesaian tersebut.Manajemen berkeyakinan bahwa tidak
terdapat indikasi penurunan potensial atas nilai aset tetap pada tanggal pelaporan keuangan.
Sebagian aset tetap berupa tanah, kendaraan, dan peralatan (alat berat) dijaminkan untuk utang
pembiayaan konsumen dan pinjaman bank.
Page 35
[3612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - Infrastructure Industry - Current Year
30 September 2023
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode Penambahan aset hak Pengurangan aset hak Aset hak guna, periode
awal guna guna akhir
Right of use assets, Addition in right of use Disposals in right of use Right of use assets, end
beginning period assets assets period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak guna Building, right of use Carrying amount, gross
18,607,511,388 5,372,266,550 ( 11,045,616,992 ) 12,934,160,946
assets
Lainnya, aset hak guna 734,079,233 0 ( 9,611,849 ) 724,467,384 Others, right of use assets
Aset hak guna 19,341,590,621 5,372,266,550 ( 11,055,228,841 ) 13,658,628,330 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak guna Building, right of use Carrying amount,
12,455,999,020 6,318,212,597 ( 11,045,616,992 ) 7,728,594,625
assets accumulated depreciation
Lainnya, aset hak guna 368,200,797 412,980,020 ( 9,611,849 ) 771,568,968 Others, right of use assets
Aset hak guna 12,824,199,817 6,731,192,617 ( 11,055,228,841 ) 8,500,163,593 Right of use assets
Nilai perolehan Aset hak guna 6,517,390,804 5,158,464,737 Right of use assets Carrying amount
Page 36
[3612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - Infrastructure Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode Penambahan aset hak Pengurangan aset hak Aset hak guna, periode
awal guna guna akhir
Right of use assets, Addition in right of use Disposals in right of use Right of use assets, end
beginning period assets assets period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak guna Building, right of use Carrying amount, gross
8,961,044,168 11,373,686,837 ( 1,727,219,617 ) 18,607,511,388
assets
Lainnya, aset hak guna 619,379,353 596,439,377 ( 481,739,497 ) 734,079,233 Others, right of use assets
Aset hak guna 9,580,423,521 11,970,126,214 ( 2,208,959,114 ) 19,341,590,621 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak guna Building, right of use Carrying amount,
6,328,850,282 7,507,748,184 ( 1,380,599,446 ) 12,455,999,020
assets accumulated depreciation
Lainnya, aset hak guna 516,149,460 333,790,834 ( 481,739,497 ) 368,200,797 Others, right of use assets
Aset hak guna 6,844,999,742 7,841,539,018 ( 1,862,338,943 ) 12,824,199,817 Right of use assets
Nilai perolehan Aset hak guna 2,735,423,779 6,517,390,804 Right of use assets Carrying amount
Page 37
[3612100] Disclosure of Notes to the financial statements - Right of Use Assets - Infrastructure Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas aset hak guna Beban depresiasi yang dibebankan sebagai beban umum dan administrasi pada periode/tahun yang Disclosure of notes for right of use assets
berakhir pada tanggal pelaporan keuangan.
Page 38
[3616100] Disclosure of Notes to the financial statements - Revenue - Infrastructure Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas pendapatan Pendapatan Jalan TolPendapatan jalan tol dihitung dari jumlah kendaraan yang lewat dikalikan dengan Disclosure of notes for revenue
tarif menurut golongan kendaraan. Tarif tol yang ditetapkan didasarkan pada:a. Undang-Undang No.
38 Tahun 2004 sebagai pengganti Undang-Undang No. 13 Tahun 1980 tentang Jalanb. Peraturan
Pemerintah (PP) No. 15 Tahun 2005 sebagai pengganti PP No. 8 Tahun 1990 dan PP No. 40 Tahun
2001.Undang-undang dan PP tersebut merupakan landasan hukum perhitungan/penyesuaian tarif tol
yang kemudian ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Republik
Indonesia.Berdasarkan PP No. 15 Tahun 2005, Pasal 66 Ayat (1) dinyatakan: "Tarif dihitung
berdasarkan kemampuan bayar pengguna jalan tol, besar keuntungan biaya operasi kendaraan, dan
kelayakan investasi unsur-unsur kelayakan investasi" dan Pasal 66 Ayat (2): "Besar keuntungan biaya
operasi kendaraan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dihitung berdasarkan pada selisih biaya
operasi kendaraan dan nilai waktu pada jalan tol dengan lintas alternatif jalan umum yang
ada".Pendapatan Air BersihPenjualan air bersih merupakan penjualan air bersih dari SCTK dan DCC,
entitas-entitas anak tidak langsung.Penjualan ListrikPenjualan listrik merupakan penjualan listrik dari
RPSL dan IME.Pendapatan Jasa ManajemenPendapatan jasa manajemen merupakan pendapatan
atas jasa manajemen yang diberikan oleh TBN, entitas anak tidak langsung, kepada TKCM, entitas
asosiasi.Pendapatan Konstruksiendapatan konstruksi merupakan jasa kompensasi yang diakui oleh
entitas anak dalam pembangunan jalan tol baru dan peningkatan kapasitas jalan tol serta untuk
peningkatan kapasitas produksi air bersih. Pendapatan konstruksi dinilai dengan menggunakan
metode biaya, yang mana seluruh biaya yang dapat diatribusikan langsung sebagai nilai perolehan
aset tambahan.
Page 39
[3617000] Notes to the financial statements - Revenue By Type - Infrastructure
Industry
Catatan untuk tipe pendapatan Notes for revenue by type
30 September 30 September
2023 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari jasa Pendapatan Jalan Service revenue 1
218,018,906,000 186,900,022,000
1 Tol - Serpong
Pendapatan dari jasa Pendapatan Jalan Service revenue 2
149,024,986,000 145,268,888,000
2 Tol - JTSE
Pendapatan dari jasa Pendapatan Jalan Service revenue 3
99,821,724,500 94,036,580,500
3 Tol - MMN
Pendapatan dari jasa Pendapatan jasa Service revenue 4
0 2,467,999,474
4 manajemen
Pendapatan dari jasa Pendapatan iklan Service revenue 5
11,667,923,547 12,094,020,022
5 dan sewa lahan
Pendapatan dari jasa Pendapatan Service revenue 6
749,515,874,341 405,951,001
6 konstruksi
Pendapatan dari jasa 1,228,049,414,388 441,173,460,997 Service revenue
Pendapatan dari Penjualan tenaga Product revenue 1
148,640,671,674 122,585,599,503
produk 1 listrik
Pendapatan dari Penjualan air Product revenue 2
49,768,835,561 50,888,490,990
produk 2 bersih
Pendapatan dari Product revenue
198,409,507,235 173,474,090,493
produk
Tipe pendapatan 1,426,458,921,623 614,647,551,490 Type of revenue
Page 40
[3620200] Notes to the financial statements - Trade receivables, by aging - Infrastructure Industry
Piutang usaha berdasarkan umur Trade receivables by aging
30 September 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables
receivables receivables
Belum jatuh tempo Umur 27,994,549,759 18,607,460,708 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 465,000 8,269,619,129 1 - 30 days Overdue
31 - 60 hari 0 400,775,046 31 - 60 days
Lebih dari 60 hari 2,813,930,290 2,413,155,244 More than 60 days
Umur 2,814,395,290 11,083,549,419 Aging
Jatuh tempo Umur 30,808,945,049 30,808,945,049 29,691,010,127 29,691,010,127 Aging Due status
Page 41
[3621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - Infrastructure Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas piutang usaha Seluruh piutang usaha dalam mata uang Rupiah, tidak dijaminkan dan tidak dikenakan bunga.Kartu tol Disclosure of notes for trade receivables
elektronik terdiri dari tagihan atas pendapatan tol BSD, MMN dan JTSE, entitas anak tidak langsung,
dari kartu tol elektronik Flazz BCA, kartu tol elektronik Mandiri, kartu tol elektronik Brizzi BRI, kartu tol
elektronik BNI TapCash dan kartu tol elektronik Mega Card pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022.Berdasarkan telaah atas status dari masing-masing akun piutang usaha pada akhir
tahun, manajemen Grup berkeyakinan bahwa tidak diperlukan cadangan kerugian penurunan nilai
untuk piutang usaha dari tidak tertagihnya piutang tersebut.Manajemen juga berpendapat bahwa tidak
terdapat risiko kredit yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang usaha tersebut.
Page 42
[3630000] Notes to the financial statements - Inventories - Infrastucture
Industry
Catatan atas persediaan Notes for inventories
30 September 2023 31 December 2022
Bahan baku dan bahan Raw and indirect material
1,142,132,183 3,393,180,163
pembantu
Suku cadang 9,708,553,246 8,977,391,011 Spareparts
Lainnya 192,231,864 522,355,344 Other inventories
Persediaan, kotor 11,042,917,293 12,892,926,518 Inventories, gross
Persediaan 11,042,917,293 12,892,926,518 Inventories
Persediaan lancar 11,042,917,293 12,892,926,518 Current inventories
Page 43
[3632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - Infrastructure Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan Pada tanggal pelaporan keuangan, akun ini merupakan persediaan atas bahan-bahan untuk Disclosure of notes for inventories
perbaikan, pemeliharaan dan penggantian pengelolaan air bersih milik SCTK dan DCC, serta
pembangkit listrik tenaga biomass yang dimiliki oleh RPSL, masing-masing merupakan entitas anak
tidak langsung (Catatan 1d).
Page 44
[3640200] Notes to the financial statements - Trade Payable, by aging - Infrastructure Industry
Utang usaha berdasarkan umur Trade payables by aging
30 September 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 130,804,341,883 362,033,494,438 1 - 30 days Overdue
31 - 60 hari 5,855,076,587 1,474,572,398 31 - 60 days
Lebih dari 60 hari 21,873,789,387 6,087,388,051 More than 60 days
Umur 158,533,207,857 369,595,454,887 Aging
Jatuh tempo Umur 158,533,207,857 369,595,454,887 Aging Due status
Page 45
[3641000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Payables - Infrastructure Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas utang usaha N/A Disclosure of notes for trade payables
Page 46
[3670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold -
Infrastructure Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 September 2023 30 September 2022
Beban jasa 54,182,018,492 52,956,483,854 Service Cost
Amortisasi 59,855,950,428 81,691,061,215 Amortization
Beban bahan bakar 73,962,853,088 75,663,279,461 Fuel expenses
Biaya pabrikasi lainya 12,710,802,874 12,797,867,255 Other manufacturing overhead
Jumlah biaya produksi 200,711,624,882 223,108,691,785 Total production cost
Harga pokok produksi 200,711,624,882 223,108,691,785 Cost of goods manufactured
Beban pokok pendapatan Other cost of goods sold
749,515,874,341 405,951,001
lainnya
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
950,227,499,223 223,514,642,786
pendapatan
Page 47
[3671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - Infrastructure Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas beban pokok Pada tanggal pelaporan keuangan, tidak ada transaksi dengan pemasok yang berjumlah lebih dari Disclosure of notes for cost of goods sold
penjualan 10% dari jumlah beban usaha langsung dan beban pokok penjualan.
Page 48
[3691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - Infrastructure Industry
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 September 2023 31 December 2022
Utang bank, nilai dalam Utang bank, nilai dalam
Total utang bank, kotor Total utang bank, kotor
mata uang asing mata uang asing
Bank loan, amount in foreign Bank loan, amount in foreign
Total bank loans, gross Total bank loans, gross
currency currency
Bank Central Asia Tbk IDR 5,376,273,267,914 5,376,273,267,914 4,886,322,731,099 4,886,322,731,099 IDR Bank Central Asia Tbk
Mata uang 5,376,273,267,914 4,886,322,731,099 Currency
Bank Pan Indonesia Tbk IDR 7,122,966,490 7,122,966,490 13,907,016,466 13,907,016,466 IDR Bank Pan Indonesia Tbk
Mata uang 7,122,966,490 13,907,016,466 Currency
Pinjaman sindikasi IDR 1,409,934,795,723 1,409,934,795,723 1,457,869,683,796 1,457,869,683,796 IDR Syndicated bank loans
Mata uang 1,409,934,795,723 1,457,869,683,796 Currency
Bank lokal lainnya IDR 275,305,767,951 275,305,767,951 294,455,767,054 294,455,767,054 IDR Other local banks
Mata uang 275,305,767,951 294,455,767,054 Currency
Kreditur nama bank Mata uang 7,068,636,798,078 6,652,555,198,415 Currency Creditor bank name
Page 49
[3691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - Infrastructure Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka PT Bank Central Asia Tbk (BCA)i. PT Margautama Nusantara (MUN) Time Loan Revolving (TLR) Pada Disclosure of notes for long-term bank loans
panjang tanggal 20 Oktober 2017, MUN, entitas anak langsung, memperoleh fasilitas kredit Time Loan
Revolving (?TLR?) dari BCA sesuai dengan Surat Persetujuan Pemberian Kredit No. 20369/GBK/2017
sebesar Rp500.000.000.000 untuk pembelian saham PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB), pembiayaan
proyek Jalan Tol milik PT Bintaro Serpong Damai (BSD) dan pembiayaan proyek Jalan Tol Pettarani.
Pada tanggal 1 Agustus 2018, sesuai dengan Surat Persetujuan Pemberian Kredit No.
20302/GBK/2018, fasilitas tersebut ditamahkan sebesar Rp150.000.000.000 sehingga total fasilitas
menjadi Rp650.000.000.000. Pinjaman ini telah dilunasi oleh MUN pada tanggal 20 Oktober 2022.
Pinjaman ini dijamin oleh seluruh saham JLB, pernyataan kesanggupan dari PT Bintaro Serpong
Damai (BSD), PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE), dan PT Makassar Metro Network (MMN), dan escrow
account, Operating Account, Debt Service Account, Rekening Penampungan Dividen, dan Rekening
Penampungan Pendapatan Sementara JTSE dan MMN. Time Loan NonRevolving Pada tanggal 29
Juni 2022, MUN memperoleh fasilitas kredit Time Loan Non-Revolving (?TLNR?) dari BCA sesuai
dengan Akta No. 115 dari Karin Christiana Basoeki, notaris di Jakarta sebesar Rp1.000.000.000.000
untuk pembelian 40% saham PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek milik PT Jasa Marga (Persero)
Tbk. Pada tanggal 6 Desember 2022, MUN memperoleh fasilitas kredit Time Loan Non-Revolving
(?TLNR?) dari BCA sesuai dengan Akta No. 06 dari Karin Christiana Basoeki, S.H., notaris di Jakarta
sebesar Rp2.859.000.000.000 untuk pembelian 40% saham PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek
milik PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Pada tanggal 6 Desember 2022, MUN memperoleh fasilitas kredit
Time Loan Non-Revolving (?TLNR?) dari BCA Digital sesuai dengan Akta No. 07 dari Karin Christiana
Basoeki, S.H., notaris di Jakarta sebesar Rp365.000.000.000 untuk pembelian 40% saham PT
Jasamarga Jalanlayang Cikampek milik PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Pinjaman ini dijamin oleh
seluruh saham JLB, pernyataan kesanggupan dari BSD, JTSE, dan MMN, dan escrow accounts,
Operating Accounts, Debt Service Accounts, Rekening Penampungan, Rekening Giro MMN, JTSE,
BSD, 25% saham Perusahaan yang dimiliki oleh PT Nusantara Infrastructure Tbk dan seluruh saham
JJC. ii. PT Makassar Metro Network (MMN) Pada tanggal 17 April 2017, MMN memperoleh fasilitas
Kredit Investasi 1 dari PT Bank Central Asia Tbk (?BCA?) dengan plafon maksimal sebesar
Rp69.640.000.000 untuk membiayai pelapisan jalan tol dan pengadaan Traffic Information System
(TIS).iii. PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) Berdasarkan perubahan pertama Perjanjian Kredit dalam
Akta No. 10 tanggal 10 Februari 2012, JTSE memperoleh fasilitas Kredit Investasi 2 dari BCA sebesar
Rp25.474.000.000 yang digunakan untuk membiayai perbaikan jalan tol berupa pelapisan, construction
change order dan rekonstruksi slab beton. Pada tanggal 21 Desember 2015, JTSE memperoleh
fasilitas Kredit Investasi 3 dari BCA dengan plafon maksimal sebesar Rp120.558.000.000 untuk
membiayai pembangunan Jembatan Tallo, perbaikan frontage dan investasi lainnya. Pada tanggal 19
Oktober 2022 memperoleh Fasilitas Kredit Investasi 4 dari BCA sebesar tidak lebih dari
Rp143.370.874.240 untuk pembiayaan piutang kepada PT Margautama Nusantara (MUN) yang akan
digunakan untuk melunasi utang fasilitas Time Loan Revolving milik MUN. iv. PT Bintaro Serpong
Damai (BSD) Berdasarkan perubahan kedua Perjanjian Kredit yang dinyatakan dalam Akta No. 11
tanggal 17 September 2012, BSD memperoleh Kredit Investasi dari BCA sebesar Rp22.125.000.000.
Pada tanggal 17 April 2017, BSD memperoleh fasilitas Kredit Investasi dari BCA dengan plafon
Page 50
maksimal sebesar Rp9.384.000.000 untuk membiayai pembelian ruang kantor di Associate Tower Intermark, Serpong. Pada tanggal 30 Agustus 2021 berdasarkan amandemen Akta Perjanjian Kredit No. 69, BSD, memperoleh Fasilitas Kredit Investasi 4 dari BCA sebesar tidak lebih dari Rp750.000.000.000 untuk pembiayaan pengembangan bisnis proyek jalan tol milik BSD. Berdasarkan perubahan kedua Perjanjian Kredit yang dinyatakan dalam Akta No. 11 tanggal 17 September 2012, BSD memperoleh Kredit Investasi dari BCA sebesar Rp22.125.000.000. Pada tanggal 17 April 2017, BSD memperoleh fasilitas Kredit Investasi dari BCA dengan plafon maksimal sebesar Rp9.384.000.000 untuk membiayai pembelian ruang kantor di Associate Tower Intermark, Serpong.Pada tanggal 30 Agustus 2021 berdasarkan amandemen Akta Perjanjian Kredit No. 69, BSD, memperoleh Fasilitas Kredit Investasi 4 dari BCA sebesar tidak lebih dari Rp750.000.000.000 untuk pembiayaan pengembangan bisnis proyek jalan tol milik BSD. Pada tanggal 23 Februari 2023, BSD melakukan penandatanganan Akta No. 71 oleh Karin Christiana Basoeki, S.H, notaris di Jakarta tentang amandemen ke-13 Perjanjian Kredit dengan BCA yang didalamnya meliputi:? Fasilitas Kredit Investasi 4 dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp750.000.000.000, tenor menjadi 13 tahun hingga 23 Februari 2036, masa Fasilitas Kredit Investasi 4 dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp750,000,000,000, tenor menjadi 13 tahun hingga 23 Agustus 2036, masa pinjaman tingkat suku bunga tetap 7,5% yang berlaku hingga 3030 Agustus 2026 dan untuk periode selanjutnya dikenakan bunga floating sebesar 8,25%.? Penerimaan Fasilitas Kredit Investasi 5 dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp637.315.777.777, tenor terhitung 13 tahun mulai dari penarikan pertama, masa pinjaman tingkat suku bunga floating sebesar 8,25%.? Fasilitas Kredit Investasi 4 dan Fasilitas Kredit Investasi 5, untuk selanjutnya disebut sebagai Fasilitas Kredit Investasi digunakan oleh BSD untuk membiayai proyek penanganan banjir (flood mitigation), persimpangan jalan (weaving area), dan jalan akses Makassar New Port (MNP), dengan total biaya investasi diluar Interest During Construction (IDC) dan financing fees sesuai dengan PPJT yang telah disetujui oleh BPJT.Keseluruhan pinjaman entitas anak dari MUN dijamin oleh hak pengusahaan jalan tol, seluruh hasil tagihan jalan tol, saham entitas anak yang dimiliki oleh MMN, JTSE penerimaan dari ganti rugi asuransi dari Pemerintah atau Badan Usaha Jalan Tol yang baru sesuai ketentuan PPJT, Rekening Escrow, Rekening Operasi dan Debt Service Account, dan Letter of Undertaking (LoU) entitas anak. Perjanjian hutang antara Grup MUN dan BCA memuat beberapa pembatasan, yang mengharuskan Grup MUN memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari BCA, terutama untuk:a. Mendapatkan pinjaman baru;b. Melakukan divestasi atau merger dan memberikan jaminan;c. Menjaminkan hutang, harta kekayaan atau Corporate Guarantee ke pihak lain. Selama masa berlaku perjanjian tersebut, Grup harus mempertahankan rasio utang terhadap modal maksimum sebesar 2 kali untuk MUN, JTSE dan BSD, 4 kali untuk MMN, dan debt service coverage ratio sebesar minimum 1 kali. Pada tanggal pelaporan keuangan, Grup telah mematuhi persyaratan dalam perjanjian-perjanjian fasilitas kredit tersebut. ii. PT Inpola Meka Energi (IME) Pada tanggal 21 Desember 2018, IME, entitas anak tidak langsung, mendapat Fasilitas Kredit dari PT Bank Central Asia yang digunakan untuk membiayai pembangunan proyek PLTA dan PLTHMH Lau Gunung, melunasi pinjaman debitur kepada Landesbank Baden Wutternberg ?LBBW? dan pemegang saham, serta menjamin keikutsertaan tender atas pengajuan PPA PLTMH/PLTA ke PLN, dengan plafon sebesar Rp297.000.000.000. Selama 2019, Fasilitas Kredit yang telah dicairkan sebesar Rp129.918.103.453, yang akan mulai dibayarkan pada tanggal 27 Januari 2021. Jaminan yang diberikan atas pinjaman tersebut adalah aset tetap yang dibiayai oleh pinjaman, segala bentuk piutang yang menjadi hak IME, kas dan setara kas serta escrow account milik IME, serta saham IME milik EI dan PT Pembangunan Perumahan Energi. Pinjaman ini telah dilunasi pada oleh IME pada bulan Desember 2021. iv. PT Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari (RPSL) Pinjaman Bank Jangka Panjang Pada tanggal 28 November 2016, RPSL, entitas anak, mendapat Fasilitas Kredit Investasi dari PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp138.600.000.000 yang digunakan untuk proyek PLTBm
Page 51
Pontianak dan modal kerja. Pada tanggal 3 Juli 2020, RPSL mendapat perpanjangan jatuh tempo pembayaran hingga 27 Maret 2028 dan suku bunga berubah menjadi 8,75%. Agunan pinjaman berupa tanah dan bangunan PLTBM x 15 MW, termasuk mesin dan peralatan, seluruh saham debitur, piutang dan persediaan. Agunan pinjaman berupa tanah dan bangunan PLTBM x 15 MW, termasuk mesin dan peralatan, seluruh saham debitur, piutang dan persediaan. PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin) Pada tanggal 13 Juni 2014, Perusahaan memperoleh fasilitas Pinjaman Jangka Panjang dari Panin dengan maksimum pinjaman sebesar Rp61.000.000.000. Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan pembelian 3 (tiga) unit ruang kantor dengan total luas 674,6 m2 yang terletak di Equity Tower Lantai 38, Jakarta. Pinjaman ini dijamin dengan ruang kantor yang dibeli melalui pinjaman ini. Perjanjian utang antara Perusahaan dan Panin memuat beberapa pembatasan yang mengharuskan Perusahaan memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Panin untuk: a) Menggunakan fasilitas kredit selain dari tujuan dan keperluan yang telah disepakati sebelumnya; b) Melakukan perluasan atau penyempitan usaha.b. Pinjaman Sindikasi PT Makassar Metro Network (MMN) sebelumnya PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) Pinjaman Bank Sindikasi PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) Pada tanggal 30 Juli 2018, MMN, entitas anak tidak langsung, memperoleh Fasilitas Kredit Investasi dari sindikasi BCA dan Sulselbar (Kreditur) dengan jumlah plafon sebesar Rp1.547.487.000.000 dengan komponen KI pokok sebesar maksimum Rp1.451.378.000.000 dan KI-Interest During Construction sebesar maksimum Rp96.109.000.000. Fasilitas ini bertujuan untuk membiayai pembangunan proyek jalan tol layang Pettarani yang merupakan perpanjangan jalan tol MMN yang sudah ada. Fasilitas ini berjangka waktu maksimal 12 (dua belas) tahun, dengan suku bunga pinjaman yang dihitung berdasarkan suku bunga deposito tertimbang periode 1 bulanan ditambah margin per tahun sebesar masing-masing 5,051% selama masa konstruksi dan 4,901% ketika sudah beroperasi. Pembayaran Fasilitas Kredit dilakukan secara bulanan setelah masa tenggang sampai dengan 3 tahun, dengan persentase pembayaran pokok Fasilitas Kredit sesuai dengan jadwal angsuran yang telah disepakati. Pinjaman ini dijamin oleh hak pengusahaan jalan tol, seluruh hasil tagihan jalan tol seksi I, II, dan III saham entitas anak yang dimiliki oleh MMN, penerimaan dari ganti rugi asuransi dari Pemerintah atau Badan Usaha Jalan Tol yang baru sesuai ketentuan PPJT, Rekening Escrow, Rekening Operasi dan Debt Service Account dan Letter of Undertaking (LoU) MMN. Perjanjian pinjaman antara MMN dan Kreditur memuat beberapa pembatasan, yang mengharuskan entitas anak memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari BCA, terutama untuk:1. Mendapatkan pinjaman baru;2. Melakukan divestasi atau merger dan memberikan jaminan;3. Pembayaran dividen kas; dan4. Menjaminkan utang, harta kekayaan atau Corporate Guarantee.Selama masa berlakunya perjanjian tersebut, MMN harus mempertahankan debts to equity ratio maksimum sebesar 2 kali dan debt service coverage ratio sebesar minimum 1 kali.PT Sarana Catur Tirta Kelola (SCTK)Pada tanggal 29 Desember 2020, Potum, entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) melalui PT Bank Central Asia Tbk sebagai Agen Penjamin dengan jumlah pokok tidak lebih dari Rp95.000.000.000. Fasilitas tersebut terdiri dari :? Tranche A Rp67.500.000.000 untuk melunasi sisa fasilitas kredit ICBC termasuk pembayaran bunga, penalti, dan biaya lain terkait pelunasan Fasilitas Kredit ICBC? Tranche B Rp22.750.000.000 untuk melunasi sebagian pinjaman pemegang saham SCTK kepada Potum.? Tranche C Rp3.000.000.000 untuk mendanai sebagian jumlah minimal debt service reserve account.? Tranche D Rp1.750.000.000 untuk membayar seluruh biaya dan pengeluaran terkait pemberian Fasilitas. Perjanjian pinjaman antara Potum dan IIF memiliki tingkat bunga sebesar 8,85% (JIBOR 6 bulan dan margin 5,1%) dan dengan jaminan sebagai berikut:? Gadai saham ? Surat Kesanggupan ? Jaminan perusahaan ? Jaminan gadai rekening atas rekening transaksi? Hak Tanggungan? Dokumen Jaminan Fidusia? Perjanjian Pengalihan Pada tanggal 6 Januari 2021, sesuai dengan Perjanjian Novasi atas Pinjaman, Potum mengalihkan pinjaman tersebut kepada SCTK, entitas anak tidak
Page 52
langsung. Maka segala hak dan kewajiban beralih secara hukum kepada SCTK sejak tanggal efektif sampai dengan 10 tahun ke depan. Tanggal efektif tersebut diartikan saat setelah syarat-syarat perjanjian novasi terpenuhi dan tidak boleh lebih dari 12 bulan setelah tanggal perjanjian tersebut.Perjanjian ini berlaku efektif dalam hal syarat-syarat di bawah ini telah terpenuhi :i. Penyerahan semua persetujuan korporasi SCTK,ii. Penyerahan SIPA (Izin Pengusahaan SDA berdasarkan keputusan menteri Pekerjaan umum dan perumahan rakyat no 364/KPTS/M/2019) yang telah diperbarui mengambil air baku minimal 350 liter/sec dari sungai Ciujungiii. Penyerahan semua persetujuan korporasi dari Pemilik Kewajibaniv. Pemberi Pinjaman telah menerima pendapat hukumv. Pembukaan rekening-rekening BCA oleh SCTK yang akan menggantikan rekening pembayaran kewajiban dan rekening cadangan pembayaran kewajiban setelah terjadinya novasi pinjaman PT Inpola Meka Energi (IME) Pada tanggal 22 November 2021, IME, entitas anak tidak langsung, memperoleh fasilitas pembiayaan berdasarkan Prinsip Musyarakah Mutanaqisah dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI) dengan jumlah pokok pembiayaan tidak lebih dari Rp375.000.000.000.Fasilitas tersebut terdiri dari :- Tranche A Rp222.049.000.000 untuk refinancing fasilitas pembiayaan eksisting di Bank BCA;- Tranche B Rp19.581.000.000 untuk pelunasan biaya konstruksi proyek dan pembangunan sarana dan prasarana proyek- Tranche C Rp67.370.000.000 untuk refinancing utang kepada pemegang saham sebagai komposisi pembiayaan maksimum 77% dari RAB Proyek atau realisasi biaya proyek.- Tranche D Rp66.000.000.000 untuk pembangunan jalur transmisi menuju GI 150 kV.Perjanjian pinjaman antara IME dan SMI memiliki jangka waktu 9 tahun dan nilai bagi hasil yang dihitung sebesar JIBOR 3 bulan plus marjin sebesar 8,0%, dan dengan jaminan sebagai berikut:- Tanah dan bangunan berikut mesin dan perlengkapannya yang tertanam di atas lahan proyek.- Seluruh tagihan dan pendapatan usaha yang dimiliki nasabah dari PT PLN (persero) - Hasil klaim asuransi- Seluruh saham IME yang dimiliki oleh pemegang saham.- Sejumlah dana pada rekening pengumpulan.- Akta Pernyataan Kesanggupan dari PT Nusantara Infrastructure Tbk dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.IKepatuhan atas Syarat Pinjaman. Pada tanggal pelaporan keuangan, Grup telah memenuhi semua persyaratan pinjaman-pinjaman jangka panjang tersebut di atas seperti disebutkan dalam perjanjian kredit terkait.
Page 53
[3692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - Infrastructure Industry
30 September 2023
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
Utang bank, nilai dalam Jatuh tempo utang bank Bunga utang bank Jenis bunga utang bank
mata uang asing jangka panjang jangka panjang jangka panjang
Bank loan, amount in foreign Due date for long-term Interest rate long-term Interest rate type
currency bank loan bank loan long-term bank loan
Bank Central Asia Tbk IDR 5,376,273,267,914 49706 7,50% - 8,50% Floating IDR Bank Central Asia Tbk
Bank Pan Indonesia Tbk IDR 7,122,966,490 2024-06-01 0.09 Floating IDR Bank Pan Indonesia Tbk
Pinjaman sindikasi IDR 1,409,934,795,723 2030-08-01 0.0728 Floating IDR Syndicated bank loans
Bank lokal lainnya IDR 275,305,767,951 2023-04-01 8.50% - 11.87% Floating IDR Other local banks
31 December 2022
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
Utang bank, nilai dalam Jatuh tempo utang bank Bunga utang bank Jenis bunga utang bank
mata uang asing jangka panjang jangka panjang jangka panjang
Bank loan, amount in foreign Due date for long-term Interest rate long-term Interest rate type
currency bank loan bank loan long-term bank loan
Bank Central Asia Tbk IDR 4,886,322,731,099 2024-05-01 7,00% - 8,50% Floating IDR Bank Central Asia Tbk
Bank Pan Indonesia Tbk IDR 13,907,016,466 2024-06-01 0.0975 Floating IDR Bank Pan Indonesia Tbk
Pinjaman sindikasi IDR 1,457,869,683,796 2030-08-01 0.0702 Floating IDR Syndicated bank loans
Bank lokal lainnya IDR 294,455,767,054 2023-04-01 0.0885 Floating IDR Other local banks
Page 54
[3693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - Infrastructure Industry
Page 55
[3693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - Infrastructure Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka N/A Disclosure of notes for short-term bank loans
pendek
Page 56
[3696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - Infrastructure Industry
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 6
META Q3 2023.pdf
done
inlineXBRL.zip
done
FinancialStatement-2023-III-META.xlsx
done
instance.zip
done
DSL META Q3 2023.pdf
done