Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 71
Page 1
Nomor Surat 051/MD/CORSEC/X/2023
Nama Emiten Megapolitan Developments Tbk
Kode Emiten EMDE
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 9 Bulan yang berakhir pada 30/09/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
1 PT Tirta Perumahan/ Bogor 2007 Aktif 717.833.833.832 PENUH IDR 99.89
Persada Property
Developments
2 PT Graha Perumahan/ Depok 2007 Aktif 98.225.962.084 PENUH IDR 99.0
Mentari Property
Persada
3 PT Titan Perumahan/ Tangerang 2006 Aktif 207.128.424.999 PENUH IDR 99.99
Property Apartment
4 PT Mega Perumahan/ Depok 1983 Aktif 2.539.444.711.718 PENUH IDR 99.38
Pasanggrahan Shopping
Indah
5 PT Mega Limo Perumahan/ Depok 1982 Aktof 147.648.332.069 PENUH IDR 99.8
Estate Property
Dokumen ini merupakan dokumen resmi Megapolitan Developments Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik.
Megapolitan Developments Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 September 2023
Nama entitas Megapolitan Developments Tbk Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas EMDE Entity code
Nomor identifikasi entitas AA571 Entity identification number
Industri utama entitas Properti / Property Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor H. Properties & Real Estate Sector
Subsektor H1. Properties & Real Estate Subsector
Industri H11. Real Estate Management Industry
& Development
Subindustri H111. Real Estate Development Subindustry
& Management
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
National Corporation
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Pengembangan / Development
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas grup / Group entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal III / Third Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan September 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya September 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah 15.52600 presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Satuan Penuh / Full Amount statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Page 3
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[2210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - Property Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 September 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
55,857,056,170 65,611,936,270
equivalents
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
25,903,975,486 23,910,616,636
ketiga parties
Persediaan lancar Current inventories
Aset real estat lancar Current real estate
1,392,744,551,249 1,373,103,961,449
assets
Persediaan lancar Current inventories
Biaya dibayar dimuka Current prepaid expenses
1,759,752,358 2,098,126,216
lancar
Uang muka lancar Current advances
Uang muka lancar Other current
536,685,571 389,733,712
lainnya advances
Pajak dibayar dimuka Current prepaid taxes
30,333,871,750 37,143,308,929
lancar
Aset pengampunan pajak Current tax amnesty
400,000,000 400,000,000
lancar assets
Jumlah aset lancar 1,507,535,892,584 1,502,657,683,212 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Piutang dari pihak berelasi Receivables from related
44,200,137,390 44,508,807,393
parties
Investasi yang dicatat Investments accounted for
dengan menggunakan 6,652,772,444 6,682,851,501 using equity method
metode ekuitas
Persediaan tidak lancar Non-current inventories
Aset real estat tidak Non-current real estate
338,230,511,245 337,314,105,420
lancar assets
Properti investasi 1,836,519,577,799 1,836,519,577,799 Investment properties
Aset tetap Property, plant, and
11,223,940,836 12,413,553,905
equipment
Goodwill 2,109,551,639 2,109,551,639 Goodwill
Aset pengampunan pajak Non-current tax amnesty
1,474,323,712 1,545,606,189
tidak lancar assets
Jumlah aset tidak lancar 2,240,410,815,065 2,241,094,053,846 Total non-current assets
Jumlah aset 3,747,946,707,649 3,743,751,737,058 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
211,623,859,067 199,771,034,479
ketiga third parties
Utang usaha pihak Trade payables
6,363,812,486 6,513,045,848
berelasi related parties
Utang lainnya Other payables
Utang lainnya pihak Other payables
40,753,720,507 39,384,926,128
ketiga third parties
Beban akrual jangka Current accrued
326,145,144,743 267,401,457,560
pendek expenses
Page 5
Utang pajak 43,797,725,831 39,470,281,551 Taxes payable
Utang proyek 167,253,348 Project payables
Pendapatan diterima Current unearned
466,174,199,859 496,254,302,381
dimuka jangka pendek revenue
Liabilitas jangka Current maturities of
panjang yang jatuh long-term liabilities
tempo dalam satu
tahun
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of bank loans
tempo dalam satu 5,090,602,182 46,288,793,411
tahun atas utang
bank
Jumlah liabilitas Total current
1,099,949,064,675 1,095,251,094,706
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
panjang
Liabilitas pajak Deferred tax liabilities
26,959,487,900 26,959,487,900
tangguhan
Utang pemegang Non-current due to
71,605,202,643 62,792,845,602
saham jangka panjang stockholders
Liabilitas jangka Long-term liabilities
panjang setelah net of current
dikurangi bagian maturities
yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas jangka Long-term bank
panjang atas utang 959,934,520,069 922,129,615,048 loans
bank
Kewajiban imbalan Long-term
pasca kerja jangka 11,081,683,867 10,366,890,977 post-employment
panjang benefit obligations
Jumlah liabilitas Total non-current
1,069,580,894,479 1,022,248,839,527
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 2,169,529,959,154 2,117,499,934,233 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 335,000,000,000 335,000,000,000 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
126,054,412,723 126,054,412,723
disetor capital
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan 1,107,715,893,563 1,155,468,472,757 retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
1,568,770,306,286 1,616,522,885,480
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Kepentingan Non-controlling interests
9,646,442,209 9,728,917,345
non-pengendali
Jumlah ekuitas 1,578,416,748,495 1,626,251,802,825 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
3,747,946,707,649 3,743,751,737,058
ekuitas
Page 6
[2311000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by function - Property Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 September 2023 30 September 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
98,374,945,530 88,538,571,932
usaha
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
( 37,911,025,618 ) ( 38,643,472,497 )
pendapatan
Jumlah laba bruto 60,463,919,912 49,895,099,435 Total gross profit
Beban penjualan ( 2,952,700,764 ) ( 3,017,804,871 ) Selling expenses
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 46,700,987,112 ) ( 50,537,254,245 )
expenses
Pendapatan keuangan 60,171,519 84,127,943 Finance income
Beban bunga dan keuangan ( 52,752,006,118 ) ( 48,871,998,401 ) Interest and finance costs
Bagian atas laba (rugi) entitas Share of profit (loss) of
asosiasi yang dicatat dengan ( 30,079,058 ) ( 88,076,104 ) associates accounted for using
menggunakan metode ekuitas equity method
Pendapatan lainnya 591,777,616 1,621,165,998 Other income
Beban lainnya ( 302,575,604 ) ( 420,299,130 ) Other expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
( 41,622,479,609 ) ( 51,335,039,375 )
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 6,212,574,721 ) ( 4,533,967,375 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
( 47,835,054,330 ) ( 55,869,006,750 )
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) ( 47,835,054,330 ) ( 55,869,006,750 ) Total profit (loss)
Jumlah laba rugi komprehensif ( 47,835,054,330 ) ( 55,869,006,750 ) Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
( 47,752,579,194 ) ( 55,738,058,640 )
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan ke kepentingan ( 82,475,136 ) ( 130,948,110 ) non-controlling interests
non-pengendali
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas ( 47,752,579,194 ) ( 55,738,058,640 ) attributable to parent entity
induk
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke ( 82,475,136 ) ( 130,948,110 ) attributable to non-controlling
kepentingan non-pengendali interests
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang ( 14.25 ) ( 16.64 ) share from continuing
dilanjutkan operations
Page 7
[2410000] Statement of changes in equity - Property Industry - Current Year
30 September 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Kepentingan
Saham biasa Tambahan modal disetor ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
non-pengendali
penggunaannya entitas induk
Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Non-controlling interests Equity
earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian Balance before restatement at beginning of
335,000,000,000 126,054,412,723 1,155,468,472,757 1,616,522,885,480 9,728,917,345 1,626,251,802,825
kembali period
Posisi ekuitas, awal periode 335,000,000,000 126,054,412,723 1,155,468,472,757 1,616,522,885,480 9,728,917,345 1,626,251,802,825 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) ( 47,752,579,194 ) ( 47,752,579,194 ) ( 82,475,136 ) ( 47,835,054,330 ) Profit (loss)
Posisi ekuitas, akhir periode 335,000,000,000 126,054,412,723 1,107,715,893,563 1,568,770,306,286 9,646,442,209 1,578,416,748,495 Equity position, end of the period
Page 8
[2410000] Statement of changes in equity - Property Industry - Prior Year
30 September 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Kepentingan
Saham biasa Tambahan modal disetor ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
non-pengendali
penggunaannya entitas induk
Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Non-controlling interests Equity
earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian Balance before restatement at beginning of
335,000,000,000 126,054,412,723 1,223,997,279,811 1,685,051,692,534 9,899,220,565 1,694,950,913,099
kembali period
Posisi ekuitas, awal periode 335,000,000,000 126,054,412,723 1,223,997,279,811 1,685,051,692,534 9,899,220,565 1,694,950,913,099 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) ( 55,738,058,640 ) ( 55,738,058,640 ) ( 130,948,110 ) ( 55,869,006,750 ) Profit (loss)
Posisi ekuitas, akhir periode 335,000,000,000 126,054,412,723 1,168,259,221,171 1,629,313,633,894 9,768,272,455 1,639,081,906,349 Equity position, end of the period
Page 9
[2510000] Statement of cash flows, direct method - Property Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 September 2023 30 September 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
74,698,262,197 84,190,669,985
pelanggan
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran gaji dan Payments for salaries and
( 46,873,389,405 ) ( 47,504,276,559 )
tunjangan allowances
Pembayaran kepada Payments to contractors
( 35,177,405,505 ) ( 16,308,443,470 )
kontraktor
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
( 7,352,532,713 ) 20,377,949,956
(digunakan untuk) operasi in) operations
Penerimaan bunga dari Interests received from
60,171,519 84,127,943
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran bunga dari Interests paid from operating
( 3,918,384,897 ) ( 13,671,428,244 )
aktivitas operasi activities
Penerimaan pengembalian Income taxes refunded (paid)
(pembayaran) pajak from operating activities
( 3,472,471,301 ) ( 8,921,912,966 )
penghasilan dari aktivitas
operasi
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas 289,202,021 ( 29,513,194 ) from operating activities
operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 14,394,015,371 ) ( 2,160,776,505 )
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 232,658,410 ) ( 76,269,137 )
aset tetap property and equipment
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 232,658,410 ) ( 76,269,137 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Pembayaran pinjaman bank ( 4,100,000,000 ) ( 6,993,064,648 ) Payments of bank loans
Penerimaan utang pihak Proceeds from due to related
9,485,102,294 14,773,450,005
berelasi parties
Pembayaran utang pihak Payments of due to related
( 513,308,613 ) ( 759,950,000 )
berelasi parties
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
4,871,793,681 7,020,435,357
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
( 9,754,880,100 ) 4,783,389,715
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
65,611,936,270 69,746,746,879
awal periode flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
55,857,056,170 74,530,136,594
akhir periode cash flows, end of the period
Page 10
Page 11
[2610000] Explanation for Significant Accounting Policy - Property Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 September 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian telah Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (?SAK?), yang mencakup statements
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan yang
dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia serta Peraturan No.
VIII.G.7 tentang ?Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik?
Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK)
(sekarang Otoritas Jasa Keuangan/OJK) berdasarkan keputusan Ketua BAPEPAM-LK No.
KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012. Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan
PSAK 1 (Revisi 2015) : Penyajian laporan keuangan. Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk
laporan arus kas konsolidasian disusun berdasarkan basis akrual, menggunakan dasar akuntansi
biaya historis, kecuali untuk akun-akun tertentu yang disajikan berdasarkan pengukuran lain
sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas
konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, yang menyajikan penerimaan dan
pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan. Tahun buku Grup adalah 1 Januari sampai dengan 31 Desember. Mata uang pelaporan
yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah (Rp), yang juga merupakan
mata uang fungsional Grup. Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang
mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada
tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi
dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. a. Basis of Preparation of Consolidated Financial
Statements The consolidated financial statements have been prepared in accordance with Indonesian
Financial Accounting Standards (?SAK?), which comprise of the Statements of Financial Accounting
Standards and Interpretations of Financial Accounting Standards issued by the Board of Financial
Accounting Standards of the Indonesian Institute of Accountants and the Regulations No. VIII.G.7
regarding ?Presentation and Disclosure of Financial Statements of Public Companies? included in the
appendix of the Decree of the Chairman of the Capital Market and Financial Institution Supervisory
Agency (Bapepam-LK) (currently Financial Services Authority) No. KEP-347/BL/2012 dated on June
25, 2012. The consolidated financial statements have been prepared in accordance with SFAS 1
(Revised 2015) : Presentation of Financial Statements. The consolidated financial statements, except
consolidated statement of cash flows, have been prepared on the accrual basis, using the historical
cost basis of accounting, except for certain accounts which are measured on the basis described in the
related accounting policies for those accounts. The consolidated statements of cash flows have been
prepared by using the direct method, presents receipts and disbursements of cash and cash
equivalents classified into operating, investing and financing activities. The annual financial reporting
period of the Group is January 1 until December 31. The reporting currency used in the preparation of
the consolidated financial statements is the Indonesian Rupiah (Rp), which is also the functional
currency of the Group. The preparation of consolidated financial statements in conformity with
Indonesian Financial Accounting Standards requires management to make estimates and assumptions
that affect the reported amounts of assets and liabilities and disclosure of contingent assets and
Page 12
liabilities at the date of the financial statements and the reported amounts of revenues and expenses
during the reporting period. Actual results could differ from those estimates.
Prinsip-prinsip konsolidasi d. Prinsip-prinsip konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian terdiri dari laporan keuangan Entitas Principles of consolidation
anak. Pengendalian didapat ketika Perusahaan terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel
dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil
tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Secara spesifik, Grup mengendalikan investee jika dan
hanya jika Grup memiliki seluruh hal berikut ini: - Kekuasaan atas investee (misal, hak yang ada
memberi kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan investee ); - Eksposur atau hak atas
imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; - Kemampuan untuk menggunakan
kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor. Ketika Grup memiliki
kurang dari hak suara mayoritas, Grup dapat mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang
relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan atas investee termasuk: - Pengaturan kontraktual
dengan pemilik hak suara yang lain; - Hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain; - Hak suara
dan hak suara potensial Grup Grup menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta
dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen
pengendalian. Konsolidasi atas entitas anak dimulai ketika Grup memiliki pengendalian atas entitas
anak dan berhenti ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, penghasilan
dan beban atas entitas anak yang diakuisisi atau dilepas selama periode termasuk dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dari tanggal Grup memperoleh pengendalian
sampai dengan tanggal Grup menghentikan pengendalian atas entitas anak. Laba atau rugi dan setiap
komponen atas penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemegang saham entitas induk Grup
dan pada kepentingan non pengendali (?KNP?), walaupun hasil di KNP mempunyai saldo defisit. Bila
diperlukan, penyesuaian dilakukan pada laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansinya
sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup. Semua aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan
arus kas berkaitan dengan transaksi antar anggota Grup akan dieliminasi secara penuh dalam proses
konsolidasi. Perubahan kepemilikan di entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai
transaksi ekuitas. Jika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka: - Menghentikan
pengakuan aset (termasuk goodwill ) dan liabilitas Entitas anak; Menghentikan pengakuan jumlah
tercatat setiap KNP; - Menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas,
bila ada. - Mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima; - Mengakui setiap sisa investasi pada nilai
wajarnya; - Mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam
laporan laba rugi; - Mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui
sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi persyaratan
jika Grup akan melepas secara langsung aset atau liabilitas yang terkait. d. Principles of consolidation
The consolidated financial statements comprise the financial statements of the Company and
subsidiaries.. Control is achieved when the Group is exposed, or has rights, to variable returns from its
involvement with the investee and has the ability to affect those returns through its power over the
investee. Specifically, the Group controls an investee if and only if the Group has: - Power over the
investee (i.e., existing rights that give it the current ability to direct the relevant activities of the
investee); - Exposure, or rights, to variable returns from its involvement with the investee; - The ability
to use its power over the investee to affect its returns. When the Group has less than a majority of the
voting or similar rights of an investee, the Group considers all relevant facts and circumstances in
assessing whether it has power over an investee, including: - The contractual arrangement with the
other vote holders of the investee; - Rights arising from other contractual arrangements; - The Group's
voting rights and potential voting rights The Group re-assesses whether or not it controls an investee if
facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three elements of
control. Consolidation of a subsidiary begins when the Group obtains control over the subsidiary and
Page 13
ceases when the Group loses control of the subsidiary. Assets, liabilities, income and expenses of a
subsidiary acquired or disposed of during the period are included in the consolidated statements of
profit or loss and other comprehensive income from the date the Group gains control until the date the
Group ceases to control the subsidiary. Profit or loss and each component of other comprehensive
income (?OCI?) are attributed to the equity holders of the parent of the Group and to the
non-controlling interests (?NCI?), even if this results in the NCI having a deficit balance. When
necessary, adjustments are made to the financial statements of subsidiaries to bring their accounting
policies into line with the Group?s accounting policies. All intra-group assets and liabilities, equity,
income, expenses and cash flows relating to transactions between members of the Group are
eliminated in full on consolidation. A change in the ownership interest of a subsidiary, without a loss of
control, is accounted for as an equity transaction. If the Group loses control over a subsidiary, it: -
Derecognizes the assets (including goodwill) and liabilities of the subsidiary; Terminate the recognition
of the recorded amount of each KNP; - Derecognizes the cumulative translation differences, recorded
in equity, if any. - Recognizes the fair value of payments received; - Recognizes any investment
retained at fair value; - Recognizes any resulting difference as a gain or loss in the income statement;; -
Reclassifying to profit or loss the proportion of gains and losses previously recognized in other
comprehensive income or retained earnings is also a requirement if the Group is to dispose of the
related asset or liability directly.
Kas dan setara kas g. Kas dan Setara Kas Berdasarkan PSAK No. 2: Laporan Arus Kas, kas dan setara kas terdiri atas Cash and cash equivalents
saldo kas (cash on hand) dan rekening giro (demand deposit) dan investasi yang sifatnya sangat likuid,
berjangka pendek, yang dengan cepat dapat segera dikonversikan menjadi kas dalam jumlah yang
dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan. Tidak dijadikan sebagai
jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya. g. Cash and Cash Equivalent Based on SFAS No. 2: The
statement of cash flows, cash and cash equivalents consists of cash on hand and demand deposits
and investments that are very liquid, short-term, which can be quickly converted into cash in a
predetermined amount and has a risk of insignificant changes in value. Not pledge as collateral and
unrestricted.
Piutang usaha dan piutang lain-lain j. Piutang usaha Piutang usaha disajikan dalam jumlah bersih. Perusahaan melakukan penyisihan Trade and other receivables
piutang ragu-ragu jika ada ditentukan berdasarkan penelahaan oleh manajemen atas keadaan akun
masing-masing pelanggan pada akhir periode. j. Trade receivables Trade receivables are recorded at
net. The Company has provided and allowance for doubtful account which is made based on review of
collectability individual outstanding amount at end of year.
Persediaan i. Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan atau nilai Inventories
realisasi bersih secara agregat. Biaya perolehan persediaan dialokasikan menurut masing-masing
proyek yang ditentukan berdasarkan metode identifikasi khusus untuk beban yang langsung berkaitan
dengan proyek pembangunan perumahan dan berdasarkan rata-rata meter persegi untuk beban
fasilitas umum dan sosial sesuai dengan sektor yang dikembangkan. Persediaan dinyatakan sebesar
nilai yang lebih rendah antara harga perolehan atau nilai realisasi bersih secara agregat. Biaya
perolehan persediaan dialokasikan menurut masing-masing proyek yang ditentukan berdasarkan
metode identifikasi khusus untuk beban yang langsung berkaitan dengan proyek pembangunan
perumahan dan berdasarkan rata-rata meter persegi untuk beban fasilitas umum dan sosial sesuai
dengan sektor yang dikembangkan. Biaya perolehan tanah sedang dikembangkan meliputi biaya
perolehan tanah yang belum dikembangkan, biaya pengembangan langsung dan tidak langsung yang
dapat diatribusikan pada kegiatan pengembangan real estate serta biaya-biaya pinjaman. Tanah yang
sedang dikembangkan dipindahkan ke tanah yang tersedia untuk dijual pada saat pengembangan
Page 14
tanah telah selesai. Semua biaya proyek dialokasikan secara proporsional ke tanah yang dapat dijual
berdasarkan luas area masing- masing. Biaya pengembangan tanah, termasuk tanah yang digunakan
sebagai jalan dan prasarana atau area yang tidak dapat dijual lainnya, dialokasikan menggunakan luas
area yang dapat dijual. Biaya perolehan bangunan dan apartemen dalam penyelesaian dipindahkan ke
rumah, rukan dan apartemen (strata title) tersedia untuk dijual pada saat pembangunan telah selesai.
Untuk proyek properti residensial, harga perolehan dipindahkan ke persediaan pada saat dimulainya
pengembangan dan pembangunan infrastuktur. Sedangkan untuk proyek properti komersial, pada saat
selesainya pengembangan tanah dan pembangunan infrastruktur, harga perolehan akan tetap
disajikan sebagai bagian dari persediaan atau direklasifikasi ke properti investasi, mana yang lebih
sesuai. Biaya perolehan jasa konstruksi meliputi biaya yang langsung berhubungan dengan proyek dan
biaya pinjaman serta dipindahkan pada aset bangunan jasa konstruksi pada saat selesai dibangun dan
siap diserahkan pada pemilik. Biaya pinjaman yang berhubungan dengan kegiatan pengembangan
dikapitalisasi ke proyek pengembangan. Kapitalisasi dihentikan pada saat proyek pengembangan
tersebut secara substansial siap untuk digunakan sesuai tujuannya atau aktivitas pembangunan
ditunda atau ditangguhkan dalam suatu periode yang cukup lama. i. Inventories Inventories are stated
at the lower of cost or net realizable value in aggregate. Inventories cost allocated according to each
project is determined by specific identification method for expenses directly related to housing projects
and based on the average square meter for public facilities and social burden in those sectors
developed. Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value in aggregate. Inventories
cost allocated according to each project is determined by specific identification method for expenses
directly related to housing projects and based on the average square meter for public facilities and
social burden in those sectors developed. The cost of land for development consists of cost of land for
development, direct and indirect development costs related to real estate development activities and
borrowing costs. Land under development is transferred to landplots available for sale when the land
development is completed. Total project cost is allocated proportionately to the saleable landplots
based on their respective areas. The cost of land for development, including land which is used for
roads and infrastructure or other unsaleable area, is allocated using saleable area. The cost of
buildings and apartments under construction is transferred to houses, shops and apartments (strata
title) available for sale when the construction is substantially completed. For residential property project,
its cost is classified as part of inventories upon the commencement of development and construction of
infrastructure. For commercial property project, upon the completion of development and construction
of infrastructure, its cost remains as part of inventories or is reclassified to the related investment
properties account, whichever is more appropriate. The acquisition cost of construction services
includes the costs directly related to the project and the cost of borrowing, and transferred to the asset
at the time of the building construction is completed and ready to be submitted to the owner. Borrowing
costs related to development activities are capitalized to development projects. Capitalization
discontinued when the development project is substantially ready for their intended use or development
activities postponed or suspended in a considerable period of time.
Properti investasi n. Properti investasi Grup menerapkan PSAK 13: Properti investasi adalah properti (tanah atau Investment property
bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) untuk menghasilkan rental atau untuk
kenaikan nilai atau kedua-duanya. Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan dan
biaya pembangunan (termasuk biaya pinjaman yang terjadi) Sebelum tanggal 1 Januari 2021, properti
investasi diukur menggunakan model biaya untuk pengukuran setelah pengakuan. Berdasarkan model
biaya, properti investasi diukur sebesar nilai perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan
setiap akumulasi kerugian penurunan nilai. Properti investasi disusutkan dengan metode garis lurus
(straight-line method) selama estimasi masa manfaatnya yakni 20 (dua puluh) tahun. Masa manfaat
ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap
Page 15
perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. Mulai tanggal 1 Januari 2021, Grup menggunakan
model nilai wajar untuk pengukuran setelah pengakuan. Berdasarkan nilai wajar, keuntungan atau
kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar properti investasi diakui dalam laba rugi pada periode
saat terjadinya. Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika properti
investasi tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang
diperkirakan dari pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau
pelepasan properti investasi ditentukan dari selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat
aset dan diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya penghentian atau pelepasan. n. Investment
properties The Group applies SFAS 13: Investment properties are properties (land or a building ? or
part of a building ? or both) held to earn rentals or for capital appreciation or both. Investment
properties are initially measured at acquisition and development costs (including borrowing costs
incurred). Before January 1, 2021, investment properties were subsequently measured using cost
model. Based on cost model, investment properties were measured at acquisition cost less
accumulated depreciation and any accumulated impairment losses. Investment property is depreciated
by the straight-line method over their estimated useful life which is 20 (twenty) years. The estimated
useful lives, residual values and depreciation method are reviewed at each year end, with the effect of
any changes in estimate accounted for on a prospective basis. Effective January 1, 2021, the Group
has opted to use fair value model for subsequent measurement. Based on fair value model, a gain or
loss arising from changes in the fair value of investment properties is included in profit or loss for the
period in which it arises An investment property is derecognized upon disposal or when the investment
property is permanently withdrawn from use and no future economic benefits are expected from the
disposal. Any gain or loss arising on derecognition of the property (calculated as the difference
between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is recognized in profit or loss
in the period in which the property is derecognized.
Aset tetap m. Aset tetap Grup menerapkan PSAK 16: Aset Tetap. Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan Fixed assets
dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai, jika ada, kecuali untuk tanah yang tidak
disusutkan. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi,
jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat pemeriksaan yang signifikan dilakukan
untuk kelangsungan dari pengoperasian suatu aset tetap, biaya pemeriksaan itu diakui ke dalam
jumlah tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria
pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan
dibebankan langsung pada operasi tahun berjalan.Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode
garis lurus (straight-line method) berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai
berikut: Bangunan 20 Tahun Inventaris kantor 4 ? 8 Tahun Inventaris mesin 4 ? 8 Tahun Inventaris
proyek 4 ? 8 Tahun Kendaraan 4 ? 8 Tahun Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak
disusutkan. Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan perpanjangan atau pembaharuan hak atas
tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama periode hak atas tanah atau estimasi masa manfaat
ekonomis tanah, periode mana yang lebih pendek. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya
perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan aset dalam
penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap atau properti investasi yang
bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan. Jumlah tercatat aset
tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa
depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan
jumlah tercatat dari aset) dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun aset tersebut dihentikan
pengakuannya. Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan
direview, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif. Biaya pengurusan legal hak
Page 16
atas tanah dalam bentuk Hak Guna Bangunan (HGB) ketika tanah pertama kali diakui sebagai bagian
dari biaya perolehan tanah pada akun Aset tetap. Biaya pengurusan atas perpanjangan atau
pembaharuan legal hak atas tanah dalam bentuk HGB ditangguhkan dan diamortisasi sesuai umur
hukum hak atas tanah, dan disajikan sebagai bagian dari akun ?Aset tidak lancar lainnya? pada
laporan posisi keuangan konsolidasian. m. Fixed assets The Group applies SFAS 16: Fixed Assets.
Fixed assets are stated at cost less accumulated depreciation and impairment loss, if any, except for
land which is not depreciated. Such cost includes the cost of replacing part of the fixed assets when
that cost is incurred, if the recognition criteria are met. Likewise, when a major inspection is performed,
its cost is recognized in the carrying amount of the fixed assets as a replacement if the recognition
criteria are met. All other repairs and maintenance costs that do not meet the recognition criteria are
recognized in profit and loss as they are incurred. Depreciation is computed using the straight-line
method over the estimated useful lives of the assets as follows: Buildings 20 Tahun/ Years Office
Equipments 4 ? 8 Tahun/ Years Machinery Equipment 4 ? 8 Tahun/ Years Project Equipments 4 ? 8
Tahun/ Years Vehicles 4 ? 8 Tahun/ Years Land is stated at cost and is not depreciated. Specific costs
associated with the extension or renewal of land titles are deferred and amortized over the legal term of
the land rights or economi life of the land, whichever period is shorter. Construction in progress is
stated at cost and is accounted as part of fixed assets. The accumulated costs are reclassified to the
appropriate fixed asset or investment property account when the construction is completed and the
constructed asset is ready for its intended use. An item of fixed assets is derecognized upon disposal
or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising on
derecognition of the asset (calculated as the difference between the net disposal proceeds and the
carrying amount of the asset) is credited or charged to operations in the year the asset is derecognized.
The fixed assets? residual values, useful lives and methods of depreciation are reviewed and adjusted
prospectively, if appropriate, at each financial year end. The costs incurred in order to acquire legal
rights over land in the form of The Right Build (HGB) certificates upon acquisition of land is recognized
as part of the acquisition cost of the land in Fixed assets and is not amortized. Costs incurred in
connection with the extension or renewal of the HGB are deferred and amortized throughout the validity
period of the legal rights and presented as part of ?Other non current financial assets? in the
consolidated statement of financial position.
Tanah belum dikembangkan l. Tanah yang belum dikembangkan Tanah yang belum dikembangkan dinyatakan sebesar nilai yang Undeveloped land
lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Biaya perolehan tanah yang belum
dikembangkan, yang terdiri dari biaya praperolehan dan perolehan tanah, dipindahkan ke tanah yang
sedang dikembangkan pada saat pengembangan tanah akan dimulai. Biaya perolehan tanah yang
dimaksud mencakup biaya pembelian area tanah, termasuk semua biaya yang secara langsung
mengakibatkan tanah tersebut siap digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, mencakup,
tetapi tidak terbatas sebagai berikut: - biaya perolehan tanah, termasuk biaya perolehan bangunan
(yang tidak akan digunakan sebagai bangunan), tanaman, dan lain-lain yang berada di atas tanah
tersebut; - biaya gambar topografi; - biaya pembuatan cetak biru (master plan); - biaya pengurusan
dokumen hukum dan pengamanan asset - bea balik nama, komisi untuk perantara - imbalan jasa
profesional seperti ahli lingkungan hidup, ahli pertanahan, ahli hukum, ahli konstruksi, dan lain-lain -
biaya pematangan tanah termasuk biaya peruntuhan bangunan l. Land for development Land for
development is stated at cost or net realizable value, whichever is lower. The cost of land undeveloped,
pre-acquisition costs and land acquisition costs, transferred to land under development when land
development will begin. The cost of land in question cover the purchase of land area, including all costs
directly resulting in the ground ready to be used in accordance with its intended purpose, including, but
not limited to the following: - land acquisition costs, including the cost of the building (which is not to be
used as a building), plants, and others who are on the land; - Cost topographic image; - Master plan
Page 17
cost - Legal document processing costs and asset security - Transfer of rights, commission for
intermediaries - in exchange for professional services such as environmentalists, land experts, lawyers,
construction, etc. - development of land costs including the cost of razing buildings
Penurunan nilai aset nonkeuangan q. Penurunan nilai aset non-keuangan Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah Impairment of non-financial assets
terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat
pengujian penurunan nilai aset (yaitu aset tak berwujud dengan umur manfaat tidak terbatas, atau aset
tak berwujud yang belum dapat digunakan) diperlukan, maka Grup membuat estimasi jumlah
terpulihkan atas aset tersebut. Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah
yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau UPK dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya,
kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset
atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset
tersebut dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan nilainya menjadi
sebesar nilai terpulihkannya. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto
didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan
penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset. Dalam menentukan nilai wajar
dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak
terdapat transaksi tersebut, model penilaian yang sesuai digunakan untuk menentukan nilai wajar aset.
Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda (multiple valuation) atau indikator nilai
wajar lain yang tersedia. Kerugian penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada, diakui
pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sesuai dengan kategori biaya
yang konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya. Kerugian penurunan nilai yang telah
diakui pada periode sebelumnya untuk aset akan dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-
asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai
terakhir diakui. Dalam hal ini, nilai tercatat aset dinaikan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut
dibatasi sehingga nilai tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto
setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut
pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut
disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi
nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya. q. Impairment of
non-financial asset value The Group assesses at each reporting date whether there is an indication
that assets may be impaired. If any such indication exists, or when annual impairment testing for assets
(i.e., an intangible asset with an indefinite useful life, or an intangible asset not yet available for use) is
required, the Group makes an estimate of the recoverable amounts of the respective assets. An
asset?s recoverable amount is the higher of the asset?s or its CGU?s fair value less costs to sell and
its value in use, and is determined for an individual asset, unless the asset does not generate cash
inflows that are largely independent of those from other assets or group of assets. Where the carrying
amount of an asset exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and is written
down to its recoverable amount. In assessing the value in use, the estimated net future cash flows are
discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments
of the time value of money and the risks specific to the asset. In determining fair value less costs to
sell, recent market transactions are taken into account, if available. If no such transactions can be
identified, an appropriate valuation model is used to determine the fair value of the asset. These
calculations are corroborated by valuation multiples or other available fair value indicators. Impairment
losses of continuing operations, if any, are recognized in the consolidated statement of profit or loss
and other comprehensive income under expense categories that are consistent with the functions of
the impaired assets. A previously recognized impairment loss for an asset is reversed only if there has
Page 18
been a change in the assumptions used to determine the asset?s recoverable amount since the last
impairment loss was recognized. If that is the case, the carrying amount of the asset is increased to its
recoverable amount. The reversal is limited so that the carrying amount of the asset does not exceed
its recoverable amount, nor exceeds the carrying amount that would have been determined, net of
depreciation, had no impairment loss been recognized for the asset in prior years. Reversal of an
impairment loss is recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive
income. After such a reversal, the depreciation charge on the said asset is adjusted in future periods to
allocate the asset?s revised carrying amount, less any residual value, on a systematic basis over its
remaining useful life.
Pengakuan pendapatan dan beban r. Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Grup menerapkan Revenue and expense recognition
PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan yang berlaku efektif pada atau setelah tanggal
1 Januari 2020. Grup mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah analisa
sebagai berikut: 1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan; 2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam
kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau
jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan; 3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi
merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas
diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak
mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Grup membuat estimasi jumlah imbalan
tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang
dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan
selama periode kontrak; 4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan
menggunakan dasar harga jual berdiri sendir relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan
ditambah marjin; 5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan
menyerahkan barang atau jasa (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa
tersebut). Grup bergerak dalam bisnis penjualan bangunan rumah, bangunan komersial dan
apartement sejenis lainnya beserta kapling tanahnya, dll. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
diakui pada saat pengendalian barang atau jasa dialihkan kepada pelanggan dalam jumlah yang
mencerminkan imbalan yang diharapkan akan menjadi hak Grup dalam pertukaran barang atau jasa
tersebut. Grup secara umum menyimpulkan bahwa hal tersebut adalah yang utama dalam pengaturan
pendapatannya. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan) Pendapatan dari kontrak
dengan pelanggan diakui pada saat kepemilikan aset dialihkan kepada pelanggan, umumnya pada
saat penyerahan aset kepada pelanggan. Uang muka yang diperoleh dari pelangan diakui sebagai
uang muka pelanggan. Revenue and expense recognition Revenue from contracts with customers The
Group has adopted SFAS 72: Revenue from Contracts with Customers, effective on or after January 1,
2020. The Group requires revenue recognition to fulfill five steps of assessment: 1. Identify contract(s)
with customers; 2. Identify performance obligations in the contract. Performance obligations are
promise in a contract to transfer to a customer goods or services that are distinct . 3. Determine the
transaction price. Transaction price is the amount of consideration to which an entity expects to be
entitled in exchange for transferring promised goods or services to customer. If the consideration
promised in a contract includes variable amount, the Group estimates the amount of consideration to
which it expects to be entitled n exchange for transferring goods or services to a customer less the
estimated amount of service level guarantee which will be paid during the contract period. 4. The
allocation of the transaction price to each performance obligation is based on a relatively estimated
stand-alone selling price based on expected cost plus a margin; 5. Recognition of revenue when the
performace obligation is satisfied by transferring the goods or service to a customer (which is when the
customer obtains control of that goods or servise). The Group is in the business of providing sales of
houses, shops and other similar properties including landplots, etc. Revenue from contracts with
Page 19
customers is recognized when control of the goods or services are transferred to the customer at an
amount that reflects the consideration to which the Group expects to be entitled in exchange for those
goods or services. The Group has generally concluded that it is the principal in its revenue
arrangements, except for the agency services below, because it typically controls the goods or services
before transferring them to the customer. Revenue from contracts with customers (continued) Revenue
from contracts from customers is recognized at the point in time when control of the asset is transferred
to the customer, generally on delivery of the assets. Downpayment from customers recognized as
customer?s downpayment.
Penjabaran mata uang asing t. Transaksi dan saldo mata uang asing Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah, Foreign currency translation
yang juga merupakan mata uang fungsional entitas induk. Setiap entitas anak menentukan mata uang
fungsional dan transaksi-transaksi yang termasuk dalam laporan keuangan pada setiap entitas diukur
dengan mata uang fungsional tersebut. Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs
yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada setiap akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas
keuangan dalam mata uang asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang
diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan terakhir untuk tahun yang
bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun
berjalan. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, kurs yang digunakan adalah
Rp15.526 dan Rp15.731. t. Foreign currency transactions and balances The Company?s consolidated
financial statements are presented in Rupiah, which is also the Parent Company?s functional currency.
Each subsidiary determined its own functional currency and items included in the financial statements
of each entity are measured using that functional currency. Transactions involving foreign currencies
are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At the end of
the reporting period, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to
reflect the average of the selling and buying rates of exchange prevailing at the last banking transaction
date of the year, as published by Bank Indonesia, and the resulting gains or losses are credited or
charged to current operations. As of September 30, 2023 and December 31, 2022, the rates of
exchange used was Rp15,526 and Rp15.731.
Transaksi dengan pihak berelasi h. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Transactions with related parties
Grup. a. Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan Grup, jika: - memiliki
pengendalian atau pengendalian bersama atas Grup - memiliki pengaruh signifikan atas Grup; atau -
merupakan personil manajemen kunci Grup atau entitas induk dari Perusahaan. b. Suatu entitas
berelasi dengan Grup jika memenuhi salah satu hal berikut: - entitas dan Grup adalah anggota dari
kelompok usaha yang sama. - satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari Grup
(atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang
mana Grup adalah anggotanya). - entitas dan Grup adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang
sama. - Grup adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi
dari entitas ketiga. - entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja
dari Grup atau entitas yang terkait dengan Grup. - entitas yang dikendalikan atau dikendalikan
bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a. - orang yang teridentifikasi dalam huruf a (i)
memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas induk dari
entitas. Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak.
Persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak
yang tidak berelasi. h. Transactions with related parties A related party is a person or entity that is
related to the Group. a. A person or a close member of that person's family is related to the Group, if
that person: - has control or joint control over the Group; - has significant influence over the Group; or -
is a member of the key management personnel of the Group or of the parent entity of the Company. b.
An entity is related to the Group if any of the following conditions applies: - the entity and the Group are
Page 20
members of the same group. - one entity is an associate or joint venture of the Group (or an associate
or joint venture of a member of a group of which the Group is a member). - both entity and the Group
are joint ventures of the same third party. - the Group is a joint venture of a third entity and the other
entity is an associate of the third entity. - the entity is a post-employment benefit plan for the benefit of
employees of either the group or an entity related to the Group. - the entity is controlled or jointly
controlled by a person identified in point a. - a person identified in point a (i) has significant influence
over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the
entity). The transactions with related parties are made based on terms agreed by the parties. Such
terms may not be the same as those for transactions with unrelated parties.
Pajak penghasilan v. Pajak penghasilan Group telah menetapkan secara retrospektif PSAK No. 46 (Revisi 2014), ?Pajak Income taxes
Penghasilan?. PSAK ini telah menghapuskan pajak penghasilan final sebagai bagian dari beban pajak
penghasilan entitas. Oleh sebab itu, Grup memutuskan untuk menyajikan beban pajak penghasilan
final sehubungan dengan penghasilan sewa sebagai bagian dari beban operasi. Berdasarkan
Peraturan Pemerintah (PP) No. 5 tanggal 23 Maret 2002, penghasilan dari sewa pusat niaga
dikenakan pajak final sebesar 10percent, kecuali untuk kontrak sewa yang ditandatangani sebelum
peraturan tersebut yang dikenakan pajak 6percent. Pada tanggal 4 November 2008, Presiden Republik
Indonesia dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia menandatangani peraturan pemerintah No.
71/2008 (PP No.71/2008). Pada perubahan ketiga dari PP No 48/1994 mengenai pembayaran pajak
penghasilan pada pendapatan dari balik nama pada tanah dan/atau bangunan. Dalam peraturan
tersebut, efektif 1 Januari 2009, pendapatan dari transaksi-transaksi balik nama pada tanah dan/atau
bangunan akan dikenakan pajak final sebesar 5percent. Pajak penghasilan final Peraturan perpajakan
di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat final. Pajak final yang
dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi
mengalami kerugian. Pajak penghasilan final dihitung pada jumlah total tagihan berdasarkan nilai
kontrak. Berdasarkan PSAK 46 tersebut di atas, pajak penghasilan final di luar cakupan PSAK 46.
Oleh karena itu, tidak ada aset/kewajiban pajak tangguhan yang diakui. Grup memutuskan untuk
menyajikan beban pajak final sehubungan dengan penjualan kavling, rumah, bangunan komersial,
apartemen dan pendapatan bunga dari bank dan deposito berjangka sebagai pos tersendiri.
Perbedaan nilai tercatat antara aset dan liabilitas yang terkait pajak penghasilan final dan dasar
pengenaan pajaknya tidak diakui sebagai aset atau kewajiban pajak tangguhan. Beban pajak periode
berjalan sehubungan dengan pajak penghasilan final dihitung secara proporsional terhadap jumlah
pendapatan menurut akuntansi yang diakui selama tahun berjalan. Perbedaan antara pajak
penghasilan final yang dibayarkan dengan jumlah yang dibebankan sebagai beban pajak penghasilan
final dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian diakui sebagai pajak
dibayar dimuka atau utang pajak. Pada tanggal 8 Agustus 2016, Presiden Republik Indonesia dan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia menandatangani peraturan pemerintah No. 34/2016 (PP
No.34/2016), pada perubahan tersebut pendapatan dari transaksi-transaksi balik nama pada tanah
dan/atau bangunan akan dikenakan pajak final sebesar 2,5percent, efektif diberlakukan pada tanggal 8
September 2016 . Pendapatan bunga dari bank dan deposito berjangka dikenakan pajak final sebesar
20percent. Pajak penghasilan tidak final Beban pajak penghasilan tidak final merupakan jumlah pajak
yang terhutang dan pajak tangguhan. Pajak kini terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu
tahun. Laba kena pajak berbeda dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain karena pos pendapatan atau beban yang dikenakan pajak atau
dikurangkan pada tahun berbeda dan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak dapat
dikurangkan. Beban pajak penghasilan kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode
yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Pajak tangguhan diakui atas
perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam laporan keuangan konsolidasian
Page 21
dengan dasar pengenaan pajak yang digunakan dalam perhitungan laba kena pajak. Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (selain dari kombinasi bisnis) dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang tidak mempengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal goodwill. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Grup memperkirakan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba rugi, kecuali sepanjang pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui, di luar laba rugi (baik dalam penghasilan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba rugi atau yang timbul dari akuntansi awal kombinasi bisnis. Dalam kombinasi bisnis, pengaruh pajak termasuk dalam akuntansi kombinasi bisnis. Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Grup yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto. Income tax The Group has restrospectively adopted SFAS No. 46 (Revised 2014), ?Income Tax?. This SFAS eliminate final income tax as part of entity?s income tax expense. Therefore, the Group has decided to present all of the final income tax arising from rental income as part of operating expenses. Based on Government Regulation (PP) No. 5 dated March 23, 2002, income from shopping center rental is subject to a final tax of 10percent, except for income from rental contracts signed prior to such regulation which is subject to 6percent. On November 4, 2008, the President of the Republic of Indonesia and the Minister of Law and Human Rights signed Government Regulation No. 71/2008 (PP No. 71/2008). On the third changes on PP No. 48/1994 regarding payment of income tax on income from transfer of rights on land and/or building?. This regulation provides that, effective January 1, 2009, the income of a taxpayer from transactions of transferring rights on land and/or building, will be subjected to final tax of 5percent. Final income tax Tax regulation in Indonesia determined that certain taxable income is subjected to final tax. Final tax applied to the gross value of transactions is applied even when the parties carrying the transaction are recognizing losses. The calculation of final tax based on invoice of contract amount. Based on SFAS 46 above, final tax excluded from this SFAS 46. Hence, there is no deferred tax assets/liabilities recognition. By applying the revised PSAK, the Group has decided to present all of the final tax arising from sales of landplots, houses, shops, apartment and interest income from bank and time deposits as separate line item. The differences between the carrying amounts of existing assets or liabilities related to the final income tax and their respective tax bases are not recognized as deferred tax assets or liabilities. Current tax expense related to income subject to final income tax is recognized in proportion to total income during the current year for accounting purposes. The difference between the final income tax paid and the amount charged as final income tax expense in the consolidated statement of comprehensive income is recognized as
Page 22
prepaid tax or tax payable. On August 8, 2016, the President of the Republic of Indonesia and the
Minister of Law and Human Rights signed Government Regulation No. 34/2016 (PP No.34 / 2016), on
the changes in revenue from transactions under the name of the land and / or buildings will be subject
to final tax of 2.5percent, takes effect on September 8, 2016. Interest income from bank and time
deposits are subjected to final tax amounting to 20percent. Non-final income tax Income tax expense
represents the sum of the tax currently payable and deferred tax. The tax currently payable is based on
taxable profit for the year. Taxable profit differs from profit before tax as reported in the consolidated
statement of profit or loss and other comprehensive income because of items of income or expense
that are taxable or deductible in other years and items that are never taxable or deductible. Current
income tax expense is determined based on the taxable income for the year computed using prevailing
tax rate. Deferred tax is recognized on temporary differences between the carrying amounts of assets
and liabilities in the consolidated financial statements and the corresponding tax bases used in the
computation of taxable profit. Deferred tax liabilities are generally recognized for all taxable temporary
differences. Deferred tax assets are generally recognized for all deductible temporary differences to the
extent that is probable that taxable profits will be available against which those deductible temporary
differences can be utilized. Such deferred tax assets and liabilities are not recognized if the temporary
differences arises from the initial recognition (other than in a business combination) of assets and
liabilities in a transaction that affects neither the taxable profit nor the accounting profit. In addition,
deferred tax liabilities are not recognized if the temporary differences arises from the initial recognition
of goodwill. Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply
in the period in which the liability is settled or the asset realized, based on the tax rates and tax laws
that have been enacted, or substantively enacted, as the end of the reporting period. The
measurement of deferred tax assets and liabilities reflects the tax consequences that would follow from
the manner in which the Group expects, at the end of the reporting period, to recover or settle the
carrying amount of the assets and liabilities. The carrying amount of deferred tax asset is reviewed at
the end of each reporting period and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient
taxable profits will be available to allow all or part of the asset to be recovered.
Pinjaman p. Kapitalisasi biaya pinjaman Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, Borrowings
konstruksi atau pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset
tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada periode terjadinya. Biaya pinjaman terdiri
dari beban bunga dan biaya pendanaan lainnya yang ditanggung oleh Grup sehubungan dengan
peminjaman dana. Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat aktivitas yang diperlukan untuk
mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya dimulai dan
pengeluaran untuk aset kualifikasian dan biaya pinjamannya telah terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman
dihentikan pada saat selesainya secara substansial seluruh aktivitas yang diperlukan untuk
mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya. Kapitalisasi biaya
pinjaman dihentikan sementara jika aktivitas pembangunan terganggu untuk waktu yang berkelanjutan.
Beban bunga juga dikapitalisasi ke dalam biaya perolehan dari properti yang diperoleh secara spesifik
untuk pembangunan, tetapi hanya atas aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan properti
sedang dalam penyelesaian. p. Capitalization of borrowing costs Capitalization of borrowing costs that
are directly attributable to the acquisition, construction or production of a qualifying are capitalized as
part of the cost of the related asset. Other borrowing costs are recognized as expenses in the period in
which they are incurred. Borrowing costs consist of interests expense and other financing charges that
the Group incurs in connection with the borrowing of funds. Capitalization of borrowing costs
commences when the activities to prepare the qualifying asset for its intended use have started and the
expenditures for the qualifying asset and the borrowing costs have been incurred. Capitalization of
borrowing costs ceases when all activities necessary to prepare the qualifying asset for its intended
Page 23
use are substantially completed. The capitalization of borrowing costs is suspended if there are
prolonged periods when development activity is interrupted. Interest is also capitalized on the purchase
cost of a site property acquired specifically for development, but only where activities necessary to
prepare the asset for development are in progress.
Provisi u. Provisi Provisi diakui jika Grup memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat Provisions
konstruktif) yang terjadi akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban
tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi
andal mengenai total liabilitas tersebut dapat dibuat. Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan
dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya
untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan. u.
Provisions A provision is recognized when the Group has a present obligation (legal or constructive)
where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic
benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of
the obligation. All of the provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the
current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic
benefits will be required to settle the obligations, the provisions are reversed.
Imbalan kerja karyawan s. Imbalan kerja Grup telah menerapkan secara retrospektif PSAK 24 (Revisi 2018), ?Imbalan Kerja?, Employee benefits
di adopsi dari International Accounting Standards (?IAS?) 19. PSAK ini menetapkan antara lain, (i)
menghapuskan ?corridor approach? yang digunakan dalam PSAK sebelumnya dan (ii) perubahan
signifikan dalam pengakuan, penyajian dan pengungkapan imbalan pascakerja yang antara lain
sebagai berikut: - Keuntungan dan kerugian aktuarial saat ini diharuskan untuk diakui dalam
pendapatan komprehensif lain dan dikeluarkan secara permanen dari laba atau rugi. - Keuntungan
yang diharapkan atas asset plan tidak lagi diakui dalam laba atau rugi. - Keuntungan yang diharapkan
digantikan dengan mengakui pendapatan bunga (atau beban) atas program manfaat pasti bersih (atau
liabilitas) dalam laba atau rugi, yang dihitung menggunakan tingkat diskonto untuk mengukur
kewajiban pensiun. - Biaya jasa lalu yang belum menjadi hak karyawan tidak bisa lagi ditangguhkan
dan diakui periode mendatang. Semua biaya jasa lalu akan diakui lebih awal ketika
amendemen/kurtailmen terjadi atau ketika Grup mengakui biaya restrukturisasi atau biaya pemutusan
terkait. Perubahan tersebut dibuat agar aset atau liabilitas pensiun bersih diakui dalam posisi laporan
keuangan konsolidasian untuk menggambarkan nilai penuh dari defisit atau surplus program. Grup
membukukan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan PSAK No. 24 (Revisi
2018), UU Cipta Kerja No. 11/2020 dan PP No. 35/2021. Berdasarkan UU tersebut, Grup diharuskan
membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang pengganti hak kepada karyawan
apabila persyaratan yang ditentukan dalam UU tersebut terpenuhi. Grup juga menyelenggarakan
program iuran pasti untuk seluruh karyawan tetapnya. Imbalan atas UUK tersebut telah dihitung
dengan membandingkan manfaat yang akan diterima oleh karyawan pada usia normal pensiun dari
Dana Pensiun dengan manfaat yang diperoleh sesuai dengan UUK tersebut setelah dikurangi
akumulasi imbalan kerja karyawan dan hasil investasi yang terkait. Jika manfaat program pensiun iuran
pasti kurang dari persyaratan yang ditetapkan UUK, Grup harus menyediakan kekurangannya. Beban
pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui perhitungan
aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit-credit dan menerapkan asumsi
atas tingkat diskonto, hasil yang diharapkan atas aset dana pensiun dan tingkat kenaikan manfaat
pasti pensiun tahunan. Seluruh pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial
dan hasil atas aset dana pensiun (tidak termasuk bunga bersih) diakui langsung melalui pendapatan
komprehensif lainnya dengan tujuan agar aset atau kewajiban pensiun bersih diakui dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian interim untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus dana
pensiun. Pengukuran kembali tidak mereklasifikasi laba atau rugi pada periode berikutnya. Seluruh
Page 24
biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amendemen/kurtailmen terjadi atau
ketika biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui. Sebagai akibatnya, biaya jasa lalu
yang belum vested tidak lagi dapat ditangguhkan dan diakui selama periode vesting masa depan.
Employee benefits The Group has retrospectively adopted SFAS 24 (Revised 2018), ?Employee
Benefits?, adopted from International Accounting Standards (?IAS?) 19. This SFAS provides, among
others, (i) the elimination of the ?corridor approach? permitted under the previous version and (ii)
significant changes in the recognition, presentation and disclosure of postemployment benefits which,
among others, are as follows: - Actuarial gains and losses are now required to be recognized in OCI
and excluded permanently from profit or loss. - Expected return on assets plan will no longer be
recognized in profit or loss. - Expected returns are replaced by recognizing interest income (or
expense) on the net defined benefit asset (or liability) in profit or loss, which is calculated using the
discount rate used to measure the pension obligation. - Unvested past service costs can no longer be
deferred and recognized over the future vesting period. Instead, all past service costs will be
recognized at the earlier of when the amendment/curtailment occurs or when the Group recognizes
related restructuring or termination costs. Such changes are made in order that the net pension assets
or liabilities are recognized in the consolidated statement of financial position to reflect the full value of
the plan deficit or surplus. The Group provides post-employment benefits as required under PSAK No.
24 (Revised 2018), Work Creation Law No. 11/2020 and PP No. 35/2021. Under the Law, the Group is
required to pay separation, appreciation and compensation benefits to its employees if the conditions
specified in the Law are met. The Group also has a defined contribution plan covering substantially all
of its eliglible employees. The benefits under the Law have been calculated by comparing the benefits
that will be received by an employee at normal pension age from the Pension Plan with the benefits as
stipulated under the Law, after deducting the accumulated employee contribution and the related
investment results. If the employer-funded portion of the Pension Plan benefit is less than the benefit as
required by the Law, the Group will provide for such shortfall. Pension costs under the Group?s defined
benefit pension plans are determined by periodic actuarial calculation using the projected-unit-credit
method and applying the assumptions on discount rate, expected return on plan assets and annual rate
of increase in compensation. All re-measurements, comprising of actuarial gains and losses, and the
return of plan assets (excluding net interest) are recognized immediately through other comprehensive
income in order for the net pension asset or liability recognized in the interim consolidated statement of
financial position to reflect the full value of the plan deficit and surplus. Remeasurements are not
reclassified to profit or loss in subsequent periods. All past service costs are recognized at the earlier of
when the amendment/curtailment occurs and when the related restructuring or termination costs are
recognized. As a result, unvested past service costs can no longer be deferred and recognized over
the future vesting period.
Laba per saham z. Laba per saham Laba per saham dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat Earnings per share
diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar
selama tahun yang bersangkutan. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Grup
tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif. Oleh karenanya, laba per saham
dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian. z. Earnings per share Earnings per share amount is calculated by dividing the profit for
the year attributable to owners of the Parent Entity by the weighted average number of shares
outstanding during the year. As of September 30, 2023 and December 31, 2022, the Group has no
outstanding potential dilutive ordinary shares; accordingly, no diluted earnings per share amount is
calculated and presented in the consolidated statements of profit or loss other comprehensive income.
Instrumen keuangan derivatif x. Instrumen keuangan i. Aset Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal Aset keuangan Derivative financial instruments
diklasifikasikan, pada pengakuan awal, yang selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan
Page 25
nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain (OCI). Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset keuangan dan model bisnis Grup untuk mengelolanya. Dengan pengecualian piutang usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan atau yang mana Grup telah menerapkan kebijaksanaan praktisnya, Grup pada awalnya mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi. Piutang usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan atau yang mana Grup telah menerapkan kebijaksanaan praktis diukur pada harga transaksi yang ditentukan berdasarkan PSAK 72. Agar aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui OCI, aset keuangan harus menghasilkan arus kas yang 'semata-mata pembayaran pokok dan bunga (SPPI)' dari jumlah pokok terutang. Penilaian ini disebut sebagai tes SPPI dan dilakukan pada tingkat instrumen. Model bisnis Grup untuk mengelola aset keuangan mengacu pada bagaimana Grup mengelola aset keuangannya untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari pengumpulan arus kas kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya. Pengukuran selanjutnya Untuk tujuan pengukuran selanjutnya, aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori: - Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang) - Aset keuangan yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tanpa daur ulang keuntungan dan kerugian kumulatif setelah penghentian pengakuan (instrumen ekuitas) Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang) Kategori ini adalah yang paling relevan dengan Grup. Grup mengukur aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi: - Aset keuangan dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk memiliki aset keuangan untuk mengumpulkan arus kas kontraktual; dan - Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan arus kas pada tanggal tertentu yang hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif (SBE) dan mengalami penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau rusak. Aset keuangan Grup pada biaya perolehan diamortisasi termasuk kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, piutang pihak-pihak berelasi non-usaha dan aset keuangan lainnya. Aset keuangan yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI (instrumen ekuitas) Setelah pengakuan awal, Grup dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitasnya yang tidak dapat ditarik kembali sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI jika definisi ekuitas berdasarkan PSAK 50: Instrumen Keuangan: Penyajian dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan memenuhi definisi tersebut. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang ke laba rugi. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laporan laba rugi pada saat hak pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Grup mendapatkan keuntungan dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut adalah tercatat di OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada penilaian penurunan nilai. Grup memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitas yang tidak terdaftar dalam kategori ini yang tidak dapat ditarik kembali. Penghentian pengakuan Aset keuangan (atau, jika berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) terutama dihentikan pengakuannya (yaitu, dihapus dari laporan posisi keuangan konsolidasian Grup) ketika: - Hak untuk menerima arus kas dari aset telah kedaluwarsa; atau - Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah mengasumsikan kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga berdasarkan pengaturan 'pass- through'; dan salah satu (a) Grup telah mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat aset, atau (b) Grup tidak mengalihkan atau memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat aset, tetapi telah mengalihkan pengendalian aset. Ketika Grup telah
Page 26
mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah menandatangani perjanjian pass- through, Grup mengevaluasi apakah, dan sejauh mana, telah mempertahankan risiko dan manfaat kepemilikan. Ketika Grup tidak mengalihkan atau mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat dari aset, atau mengalihkan pengendalian atas aset, Grup terus mengakui aset yang ditransfer tersebut sejauh keterlibatannya secara berkelanjutan. Dalam kasus tersebut, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset alihan dan liabilitas terkait diukur atas dasar yang mencerminkan hak dan kewajiban yang dimiliki Grup. Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang ditransfer diukur pada nilai yang lebih rendah dari nilai tercatat asli aset dan jumlah maksimum imbalan yang mungkin diminta untuk dibayar kembali oleh Grup. Grup mengakui penyisihan kerugian kredit ekspektasian (ECL) untuk semua instrumen utang yang tidak dimiliki pada nilai wajar melalui laba rugi. ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan dengan perkiraan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau peningkatan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontraktual. ECL dikenali dalam dua tahap. Untuk eksposur kredit yang belum ada peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, ECL disediakan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk eksposur kredit yang telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian diperlukan untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur eksposur, terlepas dari waktu default (ECL seumur hidup). Untuk piutang dagang, Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam menghitung ECL. Oleh karena itu, Grup tidak melacak perubahan dalam risiko kredit, tetapi mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL seumur hidup pada setiap tanggal pelaporan. Grup telah menetapkan matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historisnya, yang disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi. Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pembayaran kontraktual telah lewat 90 hari. Dalam kasus tertentu Perusahaan juga dapat mempertimbangkan aset keuangan mengalami gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Perusahaan tidak mungkin menerima jumlah kontraktual yang terutangsecara penuh sebelum memperhitungkan setiap peningkatan kredit yang dimiliki oleh Kelompok Aset keuangan dihapuskan jika tidak ada ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual. ii. Liabilitas Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal Liabilitas keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, sebagai utang dan pinjaman dan utang. Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai wajar dan, untuk utang dan pinjaman dan utang usaha, setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Liabilitas keuangan Grup meliputi utang bank jangka pendek, utang usaha kepada pihak ketiga, utang lain-lain, beban akrual, liabilitas imbalan kerja jangka pendek - gaji dan tunjangan lainnya, utang bank dan lembaga pembiayaan, utang obligasi, liabilitas sewa, utang pihak-pihak berelasi non-usaha, uang jaminan yang diterima dan liabilitas keuangan jangka panjang lainnya. Pengukuran selanjutnya Pengukuran liabilitas keuangan bergantung pada klasifikasinya, seperti yang dijelaskan di bawah ini: Utang dan pinjaman Ini adalah kategori yang paling relevan dengan Grup. Setelah pengakuan awal, utang dan pinjaman yang dikenakan bunga selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat kewajiban dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE. Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premi atas akuisisi dan biaya atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai beban keuangan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Penghentian pengakuan Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas tersebut dilepaskan atau dibatalkan atau kedaluwarsa. Ketika kewajiban keuangan yang ada digantikan oleh
Page 27
yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang secara substansial berbeda, atau persyaratan dari kewajiban yang ada secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan kewajiban awal dan pengakuan kewajiban baru. Selisih nilai tercatat masing-masing diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. iii. Saling hapus instrument keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan. iv. Nilai wajar instrumen keuangan Nilai wajar instrumen keuangan yang secara aktif diperdagangkan di pasar keuangan ditentukan dengan mengacu pada kuota harga pasar yang berlaku pada penutupan pasar pada akhir tahun pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian tersebut meliputi penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar (arms-length market transactions), referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama, analisis arus kas yang didiskonto, atau model penilaian lainnya. Penyesuaian risiko kredit Grup menyesuaikan harga di pasar yang lebih dapat diobservasi untuk mencerminkan adanya perbedaan risiko kredit pihak yang bertransaksi antara instrumen yang diperdagangkan di pasar tersebut dengan instrumen yang dinilai untuk posisi aset keuangan. Dalam penentuan nilai wajar posisi liabilitas keuangan, risiko kredit Grup terkait dengan instrumen tersebut ikut diperhitungkan. v. Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan Biaya perolehan yang diamortisasi diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penyisihan penurunan nilai dan pembayaran atau pengurangan pokok. Perhitungan ini mencakup seluruh premi atau diskon pada saat akuisisi dan mencakup biaya transaksi serta komisi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif. Pada setiap tanggal pelaporan, Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. vi. Penurunan nilai aset keuangan Pinjaman dan piutang Untuk pinjaman dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Grup terlebih dahulu menentukan bahwa terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual. Jika Grup menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa mendatang yang belum terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa datang didiskonto dengan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Jika pinjaman dan piutang memiliki suku bunga variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan untuk mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif yang berlaku. Nilai tercatat atas aset keuangan dikurangi melalui penggunaan pos cadangan penurunan nilai dan jumlah kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Pendapatan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan nilainya berdasarkan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Pinjaman yang diberikan dan piutang beserta dengan cadangan terkait dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan yang realistis atas pemulihan di masa mendatang dan seluruh agunan telah terealisasi atau dialihkan kepada Grup. Jika, pada tahun
Page 28
berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya bertambah atau berkurang dengan menyesuaikan pos cadangan penurunan nilai. Jika di masa mendatang penghapusan tersebut dapat dipulihkan, jumlah pemulihan tersebut diakui pada laba rugi. vii. Penghentian pengakuan aset dan liabilitas keuangan Aset keuangan Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan (atau, apabila dapat diterapkan, untuk bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan sejenis) terjadi bila: - - hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau - - Grup memindahkan hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan salah satu diantara (a) Grup secara substansial memindahkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (b) Grup secara substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah memindahkan pengendalian atas aset tersebut. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluarsa. Ketika liabilitas keuangan awal digantikan dengan kewajiban keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan ketentuan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan kewajiban keuangan awal dan pengakuan kewajiban keuangan baru dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba rugi. x. Financial Instruments i. Financial Assets Initial Recognition and Measurement Financial assets are classified, at initial recognition, as subsequently measured at amortized cost and fair value through other comprehensive income (OCI). The classification of financial assets at initial recognition depends on the financial asset?s contractual cash flow characteristics and the Group?s business model for managing them. With the exception of accounts receivable - trade that do not contain a significant financing component or for which the Group has applied the practical expedient, the Group initially measures a financial asset at its fair value plus, in the case of a financial asset not at fair value through profit or loss, transaction costs. Account receivable - trade that do not contain a significant financing component or for which the Group has applied the practical expedient are measured at the transaction price determined under SFAS 72. In order for a financial asset to be classified and measured at amortised cost or fair value through OCI, it needs to give rise to cash flows that are ?solely payments of principal and interest (SPPI)? on the principal amount outstanding. This assessment is referred to as the SPPI test and is performed at an instrument level. The Group?s business model for managing financial assets refers to how it manages its financial assets in order to generate cash flows. The business model determines whether cash flows will result from collecting contractual cash flows, selling the financial assets, or both. For purposes of subsequent measurement, financial assets are classified in two categories: - Financial assets at amortized cost (debt instruments) - Financial assets designated at fair value through OCI with no recycling of cumulative gains and losses upon derecognition (equity instruments) Financial assets at amortized cost (debt instruments) This category is the most relevant to the Group. The Group measures financial assets at amortised cost if both of the following conditions are met: - The financial asset is held within a business model with the objective to hold financial assets in order to collect contractual cash flows; and - The contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding. Financial assets at amortized cost are subsequently measured using the effective interest (EIR) method and are subject to impairment. Gains and losses are recognized in profit or loss when the asset is derecognized, modified or impaired. The Group?s financial assets at amortized cost includes cash and cash equivalents, trade receivables, other receivables, due from related parties and other
Page 29
financial assets. Financial assets designated at fair value through OCI (equity instruments) Upon initial recognition, the Group can elect to classify irrevocably its equity investments as equity instruments designated at fair value through OCI when they meet the definition of equity under SFAS 50: Financial Instruments: Presentation and are not held for trading. The classification is determined on an instrument-by-instrument basis. Gains and losses on these financial assets are never recycled to profit or loss. Dividends are recognized as other income in the statement of profit or loss when the right of payment has been established, except when the Group benefits from such proceeds as a recovery of part of the cost of the financial asset, in which case, such gains are recorded in OCI. Equity instruments designated at fair value through OCI are not subject to impairment assessment. The Group elected to classify irrevocably its non-listed equity investments under this category. Derecognition A financial asset (or, where applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets) is primarily derecognized (i.e., removed from the Group?s consolidated statement of financial position) when: - The rights to receive cash flows from the asset have expired; or - The Group has transferred its rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the received cash flows in full without material delay to a third party under a ?pass-through? arrangement??? and either (a) the Group has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Group has neither transferred not retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has transferred control of the asset. When the Group has transferred its rights to receive cash flows from an asset or has entered into a pass-through arrangement, it evaluates if, and to what extent, it has retained the risks and rewards of ownership. When it has neither transferred nor retained substantially all of the risks and rewards of the asset, nor transferred control of the asset, the Group continues to recognize the transferred asset to the extent of its continuing involvement. In that case, the Group also recognizes an associated liability. The transferred asset and the associated liability are measured on a basis that reflects the rights and obligations that the Group has retained. Continuing involvement that takes the form of a guarantee over the transferred asset is measured at the lower of the original carrying amount of the asset and the maximum amount of consideration that the Group could be required to repay. The Group recognizes an allowance for expected credit losses (ECL) for all debt instruments not held at fair value through profit or loss. ECL are based on the difference between the contractual cash flows due in accordance with the contract and all the cash flows that the Group expects to receive, discounted at an approximation of the original effective interest rate. The expected cash flows will include cash flows from the sale of collateral held or other credit enhancements that are integral to the contractual terms. ECL are recognized in two stages. For credit exposures for which there has not been a significant increase in credit risk since initial recognition, ECL are provided for credit losses that result from default events that are possible within the next 12-months (a 12-month ECL). For those credit exposures for which there has been a significant increase in credit risk since initial recognition, a loss allowance is required for credit losses expected over the remaining life of the exposure, irrespective of the timing of the default (a lifetime ECL). For trade receivables, the Group applies a simplified approach in calculating ECL. Therefore, the Group does not track changes in credit risk, but instead recognizes a loss allowance based on lifetime ECL at each reporting date. The Group has established a provision matrix that is based on its historical credit loss experience, adjusted for forward-looking factors specific to the debtors and the economic environment. The Group considers a financial asset in default when contractual payments are 90 days past due. However, in certain cases, the Group may also consider a financial asset to be in default when internal or external information indicates that the Group is unlikely to receive the outstanding contractual amounts in full before taking into account any credit enhancements held by the Group. A financial asset is written off when there is no reasonable expectation of recovering the contractual cash flows. ii. Financial Liabilities Initial Recognition and Measurement Financial liabilities are classified, at initial recognition, as loans and
Page 30
borrowings and payables. All financial liabilities are recognized initially at fair value and, in the case of loans and borrowings and payables, net of directly attributable transaction costs. The Group?s financial liabilities include short-term bank loans, trade payables to third parties, other payables, accrued expenses, liability for short-term employee benefits - salaries and other allowances, loans from banks and financing institutions, bonds payable, lease liabilities, due to related parties, security deposits and other non current financial liabilities. Subsequent measurement The measurement of financial liabilities depends on their classification, as described below: Loans and borrowings This is the category most relevant to the Group. After initial recognition, interest- bearing loans and borrowings are subsequently measured at amortiszd cost using the EIR method. Gains and losses are recognized in profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through the EIR amortization process. Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fees or costs that are an integral part of the EIR. The EIR amortization is included as finance expenses in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income. Derecognition A financial liability is derecognized when the obligation under the liability is discharged or cancelled or expires. When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as the derecognition of the original liability and the recognition of a new liability. The difference in the respective carrying amounts is recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income iii. Offsetting of financial instruments Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount reported in the consolidated statement of financial position if, and only if, there is a currently enforceable legal right to offset the recognized amounts and there is an intention to settle on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously. iv. Fair value of financial instruments The fair value of financial instruments that are actively traded in organized financial markets is determined by reference to quoted market BLID prices at the close of business at the end of the reporting year. For financial instruments where there is no active market, fair value is determined using valuation techniques. Such techniques may include using recent arm?s length market transaction, reference to the current fair value of another instrument that is substantially the same, discounted cash flow analysis, or other valuation models. Credit risk adjustment The Group adjusts the price in the more observable market to reflect any differences in counterparty credit risk between instruments traded in that market and the ones being valued for financial asset positions. In determining the fair value of financial liability positions, the Group?s own credit risks associated with the instrument are taken into account. v. Amortized cost of financial instruments Amortized cost is computed using the effective interest rate method less any allowance for impairment and principal repayment or reduction. The calculation takes into account any premium or discount on acquisition and includes transaction costs and fees that are an integral part of the effective interest rate. The Group assesses at each reporting date whether there is any objective evidence that a financial asset or a group of financial assets is impaired. vi. Impairment of financial instruments Loans and receivables For loans and receivables carried at amortized cost, the Group first assesses whether objective evidence of impairment exists individually for financial assets that are individually significant, or collectively for financial assets that are not individually significant. If the Group determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed financial asset, whether significant or not, the asset is included in a group of financial assets with similar credit risk characteristics, and the group is collectively assessed for impairment. Assets that are individually assessed for impairment and for which an impairment loss is, or continues to be, recognized are not included in a collective assessment of impairment. If there is objective evidence that an impairment loss has occurred, the amount of the loss is measured as the difference between the asset?s carrying amount and the present value of estimated future cash flows (excluding future expected credit losses that have not yet been incurred).
Page 31
The present value of the estimated future cash flows is discounted at the financial asset?s original
effective interest rate. If a ?loans and receivables? financial asset has a variable interest rate, the
discount rate for measuring impairment loss is the current effective interest rate. The carrying amount
of the financial asset is reduced through the use of an allowance for impairment account and the
amount of the loss is recognized in the consolidated statement of oyher comprehensive income.
Interest income continues to be accrued on the reduced carrying amount based on the original effective
interest rate of the financial asset. Loans and receivables, together with the associated allowance, are
written off when there is no realistic prospect of future recovery and all collateral has been realized or
has been transferred to the Group. If, in a subsequent year, the amount of the estimated impairment
loss increases or decreases because of an event occurring after the impairment was recognized, the
previously recognized impairment loss is increased or reduced by adjusting the allowance for
impairment account. If a future write-off is later recovered, the recovery is recognized in profit or loss.
vii. Derecognition of financial assets and liabilities Financial assets A financial asset (or where
applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets) is derecognized
when: - - the rights to receive cash flows from the asset have expired; or - - the Group has transferred
its rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the received cash
flows in full without material delay to a third party under a ?pass-through? arrangement, and either (a)
the Group has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Group has
neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has transferred
control of the asset. A financial liability is derecognized when the obligation under the liability is
discharged or cancelled or has expired. When an existing financial liability is replaced by another from
the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially
modified, such an exchange or modification is treated as an extinguishment of the original liability and
the recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in
profit or loss.
Kombinasi bisnis e. Kombinasi Bisnis Untuk pembelian dengan diskon, sebelum mengakui keuntungan dari pembelian Business combination
dengan diskon, pihak pengakuisisi menilai kembali apakah telah mengidentifikasi dengan tepat seluruh
aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih serta mengakui setiap aset atau liabilitas tambahan
yang dapat diidentifikasi dalam pengkajian kembali tersebut. Jika selisih lebih itu tetap ada setelah
identifikasi dilakukan, maka pihak pengakuisisi mengakui keuntungan yang dihasilkan dalam laba rugi
pada tanggal akuisisi. Selisih lebih diatribusikan kepada pihak pengakuisisi. Imbalan kontinjensi yang
dialihkan oleh pihak pengakuisisi diakui pada nilai wajar tanggal akuisisi. Perubahan nilai wajar atas
imbalan kontinjensi setelah tanggal akuisisi yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas, akan
diakui dalam laporan laba rugi atau pendapatan komprehensif lainnya. Jika diklasifikasikan sebagai
ekuitas, imbalan kontinjensi tidak diukur kembali sampai penyelesaian selanjutnya diperhitungkan
dalam ekuitas. Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan
selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari
aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika imbalan tersebut kurang dari nilai
wajar aset bersih yang telah diidentifikasi dari entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam
laba rugi. Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada harga perolehan dikurangi akumulasi
kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu
kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi, dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (?UPK?) dari
Grup yang diharapkan akan bermanfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau
liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditetapkan atas UPK tersebut. Jika goodwill telah dialokasikan
pada suatu UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut dihentikan, maka goodwill yang diasosiasikan
dengan operasi yang dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika
menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur
Page 32
berdasarkan nilai relatif operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang ditahan. e. Business combination
For bargain purchases, before recognizing a gain on a bargain purchase, the acquirer reassesses
whether it has correctly identified all of the assets acquired and all of the liabilities assumed and
recognizes any additional assets or liabilities that are identified in that review. If that gain remains after
applying the identification, the acquirer recognizes the resulting gain in profit or loss on the acquisition
date. The gain is attributed to the acquirer. Any contingent consideration to be transferred by the
acquirer is recognized at fair value at the acquisition date. Subsequent changes to the fair value of the
contingent consideration which is deemed to be an asset or liability, either in profit or loss or as other
comprehensive income. If the contingent consideration is classified as equity, it should not be
remeasured until it is finally settled within equity. At acquisition date, goodwill is initially measured at
cost being the excess of the aggregate of the consideration transferred and the amount recognized for
NCI over the net identifiable assets acquired and liabilities assumed. If this consideration is lower than
the fair value of the identifiable net assets of the subsidiary acquired, the difference is recognized in
profit or loss. After initial recognition, goodwill is measured at cost less any accumulated impairment
losses. For the purpose of impairment testing, goodwill acquired in a business combination is, from the
acquisition date, allocated to each of the Group?s Cash-Generating Units (?CGUs?) that are expected
to benefit from the combination, irrespective of whether other assets or liabilities of the acquiree are
assigned to those CGUs. Where goodwill forms part of a CGU and part of the operations within that
CGU is disposed of, the goodwill associated with the operations disposed of is included in the carrying
amount of the operations when determining the gain or loss on disposal of the operations. Goodwill
disposed of in this circumstance is measured based on the relative values of the operations disposed of
and the portion of the CGU retained.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing t. Transaksi dan saldo mata uang asing Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah, Foreign currency transactions and balances
yang juga merupakan mata uang fungsional entitas induk. Setiap entitas anak menentukan mata uang
fungsional dan transaksi-transaksi yang termasuk dalam laporan keuangan pada setiap entitas diukur
dengan mata uang fungsional tersebut. Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs
yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada setiap akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas
keuangan dalam mata uang asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang
diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan terakhir untuk tahun yang
bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun
berjalan. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, kurs yang digunakan adalah
Rp15.526 dan Rp15.731. t. Foreign currency transactions and balances The Company?s consolidated
financial statements are presented in Rupiah, which is also the Parent Company?s functional currency.
Each subsidiary determined its own functional currency and items included in the financial statements
of each entity are measured using that functional currency. Transactions involving foreign currencies
are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At the end of
the reporting period, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to
reflect the average of the selling and buying rates of exchange prevailing at the last banking transaction
date of the year, as published by Bank Indonesia, and the resulting gains or losses are credited or
charged to current operations. As of September 30, 2023 and December 31, 2022, the rates of
exchange used was Rp15,526 and Rp15.731.
Properti investasi n. Properti investasi Grup menerapkan PSAK 13: Properti investasi adalah properti (tanah atau Investment properties
bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) untuk menghasilkan rental atau untuk
kenaikan nilai atau kedua-duanya. Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan dan
biaya pembangunan (termasuk biaya pinjaman yang terjadi) Sebelum tanggal 1 Januari 2021, properti
investasi diukur menggunakan model biaya untuk pengukuran setelah pengakuan. Berdasarkan model
biaya, properti investasi diukur sebesar nilai perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan
Page 33
setiap akumulasi kerugian penurunan nilai. Properti investasi disusutkan dengan metode garis lurus
(straight-line method) selama estimasi masa manfaatnya yakni 20 (dua puluh) tahun. Masa manfaat
ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap
perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. Mulai tanggal 1 Januari 2021, Grup menggunakan
model nilai wajar untuk pengukuran setelah pengakuan. Berdasarkan nilai wajar, keuntungan atau
kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar properti investasi diakui dalam laba rugi pada periode
saat terjadinya. Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika properti
investasi tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang
diperkirakan dari pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau
pelepasan properti investasi ditentukan dari selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat
aset dan diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya penghentian atau pelepasan. n. Investment
properties The Group applies SFAS 13: Investment properties are properties (land or a building ? or
part of a building ? or both) held to earn rentals or for capital appreciation or both. Investment
properties are initially measured at acquisition and development costs (including borrowing costs
incurred). Before January 1, 2021, investment properties were subsequently measured using cost
model. Based on cost model, investment properties were measured at acquisition cost less
accumulated depreciation and any accumulated impairment losses. Investment property is depreciated
by the straight-line method over their estimated useful life which is 20 (twenty) years. The estimated
useful lives, residual values and depreciation method are reviewed at each year end, with the effect of
any changes in estimate accounted for on a prospective basis. Effective January 1, 2021, the Group
has opted to use fair value model for subsequent measurement. Based on fair value model, a gain or
loss arising from changes in the fair value of investment properties is included in profit or loss for the
period in which it arises An investment property is derecognized upon disposal or when the investment
property is permanently withdrawn from use and no future economic benefits are expected from the
disposal. Any gain or loss arising on derecognition of the property (calculated as the difference
between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is recognized in profit or loss
in the period in which the property is derecognized.
Goodwill 25. GOODWILL Rincian saldo laba adalah sebagai berikut: Pada bulan September 2008, Perusahaan Goodwill
mengakuisisi sebesar 99,995 persen kepemilikan saham pada PT Titan Property dari PT Sam
Investama dan PT Pada Investama. Transaksi akuisisi ini dicatat dengan menggunakan metode
pembelian (Purchase Method). Akuisisi tersebut dibiayai dengan pengeluaran kas sebesar
Rp18.000.000.000. Goodwill diatribusikan pada posisi PT Titan Property yang kuat dan profitabilitas
perdagangan pada properti dan tenaga kerjanya yang tidak dapat diakui secara terpisah sebagai asset
tak berwujud. Selisih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset dan
kewajiban yang dapat diidentifikasi diakui sebagai goodwill Penilaian atas nilai wajar aset dan
kewajiban yang dapat diidentifikasi dilakukan oleh manajemen. Perusahaan telah menghitung nilai
wajar aset dan kewajiban serta telah dilakukan assessment terhadap perhitungan tersebut oleh Kantor
Akuntan Publik Doli Bambang Sudarmadji & Dadang berdasarkan laporan No. 017/OL-2.10210/DBSD
tanggal 1 Februari 2010 dengan hasil assessment sebagai berikut: 25. GOODWILL The details of
retained earnings as follows: In September 2008, the Company acquired amounted to 99.995 percent
ownership interest in PT Titan Property of PT Sam Investama and PT Pada Investama. The acquisition
was accounted for using the purchase method. The acquisition was financed with cash disbursements
amounted to Rp18,000,000,000. The goodwill is attributable to PT Titan Property?s strong position and
profitability in trading in the market of property and to its workforce, which cannot be separately
recognised as an intangible asset. The difference between the cost of acquisition over the fair values of
assets and liabilities that can be identified is recognized as goodwill. An assessment of the fair value of
assets and liabilities that can be identified by management. The Company has calculated the fair value
Page 34
of assets and liabilities also has made an assessment of these calculations by Doli, Bambang
Sudarmadji & Dadang, Public Accountant based on report No. 017/OL-2.10210/DBSD February 1,
2010 with the following assessment results: 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 / September
30, 2023 and December 31, 2022 Kas dan setara kas 6.147.074.578 Cash and cash equivalent Aset
real estate 67.871.778.991 Real estate assets Aset tetap 746.160.008 Fixed assets Aset lain-lain
2.665.261.716 Other assets Jumlah aset 77.430.275.293 Total assets Utang bank 37.560.564.286
Bank loan Liabilitas lain-lain 25.825.120.323 Other liabilities Jumlah liabilitas 63.385.684.609 Total
liabilities Aset bersih 14.044.590.684 Net assets Goodwill 3.955.409.316 Goodwill Jumlah harga
perolehan 18.000.000.000 Total acquisition cost Dikurangi: Deducted: Kas dan setara kas pada entitas
anak yang diakuisisi 6.147.074.578 Cash and cash equivalents in acquired subsidiary Arus kas keluar
akibat akuisisi 11.852.925.422 Cash outflow from acquisition Amortisasi goodwill : Goodwill
amortization: Goodwill 3.955.409.316 Goodwill Akumulasi amortisasi goodwill (1.845.857.677)
Accumulated depreciation of goodwill Jumlah goodwill 2.109.551.639 Total goodwill
Investasi pada entitas asosiasi f. Investasi pada entitas asosiasi Asosiasi adalah entitas dimana Grup memiliki pengaruh signifikan. Investment in associates
Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan
operasional investee, tetapi tidak mengendalikan kebijakan tersebut. Pertimbangan yang dibuat dalam
menentukan pengaruh signifikan sama pentingnya dengan pengendalian atas anak perusahaan.
Investasi Grup pada entitas asosiasi diukur menggunakan metode ekuitas. Sesuai dengan metode
ekuitas, investasi pada entitas asosiasi diakui sebesar nilai perolehannya. Jumlah tercatat investasi
disesuaikan untuk mengakui perubahan bagian Grup atas asset bersih entitas asosiasi sejak tanggal
akuisisi. Goodwill terkait dengan entitas asosiasi termasuk ke dalam jumlah tercatat investasi dan tidak
diperkenankan diamortisasi atau dilakukan tes penurunan nilai. Laporan laba rugi dan pendapatan
komprehensif lain konsolidasian mencerminkan bagian atas hasil operasi dari entitas asosiasi. Setiap
perubahan atas pendapatan komprehensif lain atas investasi disajikan sebagai bagian dari pendapatan
komprehensif lain Grup. Sebagai tambahan, ketika terdapat perubahan yang diakui secara langsung
pada ekuitas dari entitas asosiasi, Grup mengakui bagiannya atas perubahan tersebut, ketika berlaku
dalam laporan perubahan ekuitas konsolidasian. Laba dan rugi yang belum direalisasi sebagai hasil
dari transaksi antara Grup dan entitas asosiasi dieliminasi sesuai dengan kepentingan Grup dalam
entitas asosiasi. Laporan keuangan entitas asosiasi disiapkan sesuai dengan periode pelaporan yang
sama dengan Grup. Bila diperlukan, penyesuaian dibuat untuk menyamakan dengan kebijakan
akuntansi Grup. Setelah penerapan metode ekuitas, Grup menentukan apakah perlu untuk mengakui
rugi penurunan nilai atas investasi di entitas asosiasi. Pada setiap tanggal pelaporan, Grup
menentukan apakah terdapat bukti yang objektif yang mengindikasikan bahwa investasi pada entitas
asosiasi mengalami penurunan nilai. Jika terdapat bukti penurunan nilai, Grup menghitung jumlah
penurunan nilai berdasarkan selisih antara jumlah terpulihkan atas investasi dalam entitas asosiasi dan
nilai tercatatnya, dan mengakui kerugian tersebut sebagai ?bagian dari keuntungan entitas asosiasi?
dalam laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lain konsolidasian. Saat kehilangan pengaruh
signifikan atas asosiasi, Grup mengukur dan mengakui sisa investasinya pada nilai wajar. Semua
perubahan antara nilai tercatat investasi pada saat kehilangan pengaruh signifikan dan nilai wajar atas
sisa investasi dan pendapatan atas pelepasan investasi diakui dalam laba rugi. f. Investment in
associates An associate is an entity over which the Group has significant influence. Significant
influence is the power to participate in the financial and operating policy decisions of the investee, but
is not control over those policies. The considerations made in determining significant influence are
similar to those necessary to determine control over subsidiaries. The Group?s investments in its
associate are accounted for using the equity method. Under the equity method, the investment in an
associate is initially recognized at cost. The carrying amount of the investment is adjusted to recognize
changes in the Group?s share of net assets of the associate since the acquisition date. Goodwill
Page 35
relating to the associate is included in the carrying amount of the investment and is neither amortized
nor individually tested for impairment. The consolidated statements of profit and loss and other
comprehensive income reflect the Group?s share of the results of operations of the associate. Any
change in OCI of this investment is presented as part of the Group?s OCI. In addition, when there has
been a change recognized directly in the equity of the associate, the Group recognizes its share of the
change, when applicable, in the consolidated statements of changes in equity. Unrealized gains and
losses resulting from transactions between the Group and the associate are eliminated to the extent of
the interest in the associate. The financial statements of the associate are prepared for the same
reporting period as the Group. When necessary, adjustments are made to bring the accounting policies
in line with those of the Group. After application of the equity method, the Group determines whether it
is necessary to recognize an impairment loss on its investment in its associate. At each reporting date,
the Group determines whether there is objective evidence that the investment in the associate is
impaired. If there is such evidence, the Group calculates the amount of impairment as the difference
between the recoverable amount of the associate and its carrying value, then recognizes the loss as
?share of profit of an associate? in the consolidated statements of profit or loss and other
comprehensive income. Upon loss of significant influence over the associate, the Group measures and
recognizes any retained investment at its fair value. Any difference between the carrying amount of the
associate upon loss of significant influence and the fair value of the retained investment and proceeds
from disposal is recognized in profit or loss.
Beban dibayar dimuka k. Biaya dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi berdasarkan masa manfaat dengan Prepaid expenses
menggunakan metode garis lurus. k. Prepaid expenses Prepaid expenses are amortized over the
periods benefited using the straight-line method.
Biaya emisi efek ekuitas y. Biaya emisi saham Berdasarkan Surat Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM-LK) Stock issuance cost
No.KEP554/BL/2010 tanggal 30 Desember 2010, biaya emisi saham disajikan sebagai pengurang agio
saham. y. Shared issuance cost Based on the decree of the Capital Market Supervisory Agency and
Financial lnstitutional (BAPEPAM-LK) No. KEP554/BL/2010 dated December 30, 2010, share issuance
costs are presented as a deduction from share premium.
Instrumen keuangan x. Instrumen keuangan i. Aset Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal Aset keuangan Financial instruments
diklasifikasikan, pada pengakuan awal, yang selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan
nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain (OCI). Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan
awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset keuangan dan model bisnis Grup untuk
mengelolanya. Dengan pengecualian piutang usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan
yang signifikan atau yang mana Grup telah menerapkan kebijaksanaan praktisnya, Grup pada awalnya
mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi. Piutang usaha yang tidak mengandung komponen
pembiayaan yang signifikan atau yang mana Grup telah menerapkan kebijaksanaan praktis diukur
pada harga transaksi yang ditentukan berdasarkan PSAK 72. Agar aset keuangan diklasifikasikan dan
diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui OCI, aset keuangan harus
menghasilkan arus kas yang 'semata-mata pembayaran pokok dan bunga (SPPI)' dari jumlah pokok
terutang. Penilaian ini disebut sebagai tes SPPI dan dilakukan pada tingkat instrumen. Model bisnis
Grup untuk mengelola aset keuangan mengacu pada bagaimana Grup mengelola aset keuangannya
untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari
Page 36
pengumpulan arus kas kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya. Pengukuran selanjutnya Untuk tujuan pengukuran selanjutnya, aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori: - Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang) - Aset keuangan yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tanpa daur ulang keuntungan dan kerugian kumulatif setelah penghentian pengakuan (instrumen ekuitas) Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang) Kategori ini adalah yang paling relevan dengan Grup. Grup mengukur aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi: - Aset keuangan dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk memiliki aset keuangan untuk mengumpulkan arus kas kontraktual; dan - Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan arus kas pada tanggal tertentu yang hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif (SBE) dan mengalami penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau rusak. Aset keuangan Grup pada biaya perolehan diamortisasi termasuk kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, piutang pihak-pihak berelasi non-usaha dan aset keuangan lainnya. Aset keuangan yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI (instrumen ekuitas) Setelah pengakuan awal, Grup dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitasnya yang tidak dapat ditarik kembali sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI jika definisi ekuitas berdasarkan PSAK 50: Instrumen Keuangan: Penyajian dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan memenuhi definisi tersebut. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang ke laba rugi. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laporan laba rugi pada saat hak pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Grup mendapatkan keuntungan dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut adalah tercatat di OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada penilaian penurunan nilai. Grup memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitas yang tidak terdaftar dalam kategori ini yang tidak dapat ditarik kembali. Penghentian pengakuan Aset keuangan (atau, jika berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) terutama dihentikan pengakuannya (yaitu, dihapus dari laporan posisi keuangan konsolidasian Grup) ketika: - Hak untuk menerima arus kas dari aset telah kedaluwarsa; atau - Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah mengasumsikan kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga berdasarkan pengaturan 'pass- through'; dan salah satu (a) Grup telah mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat aset, atau (b) Grup tidak mengalihkan atau memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat aset, tetapi telah mengalihkan pengendalian aset. Ketika Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah menandatangani perjanjian pass- through, Grup mengevaluasi apakah, dan sejauh mana, telah mempertahankan risiko dan manfaat kepemilikan. Ketika Grup tidak mengalihkan atau mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat dari aset, atau mengalihkan pengendalian atas aset, Grup terus mengakui aset yang ditransfer tersebut sejauh keterlibatannya secara berkelanjutan. Dalam kasus tersebut, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset alihan dan liabilitas terkait diukur atas dasar yang mencerminkan hak dan kewajiban yang dimiliki Grup. Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang ditransfer diukur pada nilai yang lebih rendah dari nilai tercatat asli aset dan jumlah maksimum imbalan yang mungkin diminta untuk dibayar kembali oleh Grup. Grup mengakui penyisihan kerugian kredit ekspektasian (ECL) untuk semua instrumen utang yang tidak dimiliki pada nilai wajar melalui laba rugi. ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan dengan perkiraan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki
Page 37
atau peningkatan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontraktual. ECL dikenali dalam dua tahap. Untuk eksposur kredit yang belum ada peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, ECL disediakan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk eksposur kredit yang telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian diperlukan untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur eksposur, terlepas dari waktu default (ECL seumur hidup). Untuk piutang dagang, Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam menghitung ECL. Oleh karena itu, Grup tidak melacak perubahan dalam risiko kredit, tetapi mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL seumur hidup pada setiap tanggal pelaporan. Grup telah menetapkan matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historisnya, yang disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi. Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pembayaran kontraktual telah lewat 90 hari. Dalam kasus tertentu Perusahaan juga dapat mempertimbangkan aset keuangan mengalami gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Perusahaan tidak mungkin menerima jumlah kontraktual yang terutangsecara penuh sebelum memperhitungkan setiap peningkatan kredit yang dimiliki oleh Kelompok Aset keuangan dihapuskan jika tidak ada ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual. ii. Liabilitas Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal Liabilitas keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, sebagai utang dan pinjaman dan utang. Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai wajar dan, untuk utang dan pinjaman dan utang usaha, setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Liabilitas keuangan Grup meliputi utang bank jangka pendek, utang usaha kepada pihak ketiga, utang lain-lain, beban akrual, liabilitas imbalan kerja jangka pendek - gaji dan tunjangan lainnya, utang bank dan lembaga pembiayaan, utang obligasi, liabilitas sewa, utang pihak-pihak berelasi non-usaha, uang jaminan yang diterima dan liabilitas keuangan jangka panjang lainnya. Pengukuran selanjutnya Pengukuran liabilitas keuangan bergantung pada klasifikasinya, seperti yang dijelaskan di bawah ini: Utang dan pinjaman Ini adalah kategori yang paling relevan dengan Grup. Setelah pengakuan awal, utang dan pinjaman yang dikenakan bunga selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat kewajiban dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE. Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premi atas akuisisi dan biaya atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai beban keuangan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Penghentian pengakuan Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas tersebut dilepaskan atau dibatalkan atau kedaluwarsa. Ketika kewajiban keuangan yang ada digantikan oleh yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang secara substansial berbeda, atau persyaratan dari kewajiban yang ada secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan kewajiban awal dan pengakuan kewajiban baru. Selisih nilai tercatat masing-masing diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. iii. Saling hapus instrument keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan. iv. Nilai wajar instrumen keuangan Nilai wajar instrumen keuangan yang secara aktif diperdagangkan di pasar keuangan ditentukan dengan mengacu pada kuota harga pasar yang berlaku pada penutupan pasar pada akhir tahun pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik
Page 38
penilaian tersebut meliputi penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar (arms-length market transactions), referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama, analisis arus kas yang didiskonto, atau model penilaian lainnya. Penyesuaian risiko kredit Grup menyesuaikan harga di pasar yang lebih dapat diobservasi untuk mencerminkan adanya perbedaan risiko kredit pihak yang bertransaksi antara instrumen yang diperdagangkan di pasar tersebut dengan instrumen yang dinilai untuk posisi aset keuangan. Dalam penentuan nilai wajar posisi liabilitas keuangan, risiko kredit Grup terkait dengan instrumen tersebut ikut diperhitungkan. v. Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan Biaya perolehan yang diamortisasi diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penyisihan penurunan nilai dan pembayaran atau pengurangan pokok. Perhitungan ini mencakup seluruh premi atau diskon pada saat akuisisi dan mencakup biaya transaksi serta komisi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif. Pada setiap tanggal pelaporan, Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. vi. Penurunan nilai aset keuangan Pinjaman dan piutang Untuk pinjaman dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Grup terlebih dahulu menentukan bahwa terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual. Jika Grup menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa mendatang yang belum terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa datang didiskonto dengan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Jika pinjaman dan piutang memiliki suku bunga variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan untuk mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif yang berlaku. Nilai tercatat atas aset keuangan dikurangi melalui penggunaan pos cadangan penurunan nilai dan jumlah kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Pendapatan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan nilainya berdasarkan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Pinjaman yang diberikan dan piutang beserta dengan cadangan terkait dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan yang realistis atas pemulihan di masa mendatang dan seluruh agunan telah terealisasi atau dialihkan kepada Grup. Jika, pada tahun berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya bertambah atau berkurang dengan menyesuaikan pos cadangan penurunan nilai. Jika di masa mendatang penghapusan tersebut dapat dipulihkan, jumlah pemulihan tersebut diakui pada laba rugi. vii. Penghentian pengakuan aset dan liabilitas keuangan Aset keuangan Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan (atau, apabila dapat diterapkan, untuk bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan sejenis) terjadi bila: - - hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau - - Grup memindahkan hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan salah satu diantara (a) Grup secara substansial memindahkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (b) Grup secara substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut,
Page 39
namun telah memindahkan pengendalian atas aset tersebut. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluarsa. Ketika liabilitas keuangan awal digantikan dengan kewajiban keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan ketentuan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan kewajiban keuangan awal dan pengakuan kewajiban keuangan baru dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba rugi. x. Financial Instruments i. Financial Assets Initial Recognition and Measurement Financial assets are classified, at initial recognition, as subsequently measured at amortized cost and fair value through other comprehensive income (OCI). The classification of financial assets at initial recognition depends on the financial asset?s contractual cash flow characteristics and the Group?s business model for managing them. With the exception of accounts receivable - trade that do not contain a significant financing component or for which the Group has applied the practical expedient, the Group initially measures a financial asset at its fair value plus, in the case of a financial asset not at fair value through profit or loss, transaction costs. Account receivable - trade that do not contain a significant financing component or for which the Group has applied the practical expedient are measured at the transaction price determined under SFAS 72. In order for a financial asset to be classified and measured at amortised cost or fair value through OCI, it needs to give rise to cash flows that are ?solely payments of principal and interest (SPPI)? on the principal amount outstanding. This assessment is referred to as the SPPI test and is performed at an instrument level. The Group?s business model for managing financial assets refers to how it manages its financial assets in order to generate cash flows. The business model determines whether cash flows will result from collecting contractual cash flows, selling the financial assets, or both. For purposes of subsequent measurement, financial assets are classified in two categories: - Financial assets at amortized cost (debt instruments) - Financial assets designated at fair value through OCI with no recycling of cumulative gains and losses upon derecognition (equity instruments) Financial assets at amortized cost (debt instruments) This category is the most relevant to the Group. The Group measures financial assets at amortised cost if both of the following conditions are met: - The financial asset is held within a business model with the objective to hold financial assets in order to collect contractual cash flows; and - The contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding. Financial assets at amortized cost are subsequently measured using the effective interest (EIR) method and are subject to impairment. Gains and losses are recognized in profit or loss when the asset is derecognized, modified or impaired. The Group?s financial assets at amortized cost includes cash and cash equivalents, trade receivables, other receivables, due from related parties and other financial assets. Financial assets designated at fair value through OCI (equity instruments) Upon initial recognition, the Group can elect to classify irrevocably its equity investments as equity instruments designated at fair value through OCI when they meet the definition of equity under SFAS 50: Financial Instruments: Presentation and are not held for trading. The classification is determined on an instrument-by-instrument basis. Gains and losses on these financial assets are never recycled to profit or loss. Dividends are recognized as other income in the statement of profit or loss when the right of payment has been established, except when the Group benefits from such proceeds as a recovery of part of the cost of the financial asset, in which case, such gains are recorded in OCI. Equity instruments designated at fair value through OCI are not subject to impairment assessment. The Group elected to classify irrevocably its non-listed equity investments under this category. Derecognition A financial asset (or, where applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets) is primarily derecognized (i.e., removed from the Group?s consolidated statement of financial position) when: - The rights to receive cash flows from the asset have expired; or - The Group has
Page 40
transferred its rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the received cash flows in full without material delay to a third party under a ?pass-through? arrangement??? and either (a) the Group has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Group has neither transferred not retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has transferred control of the asset. When the Group has transferred its rights to receive cash flows from an asset or has entered into a pass-through arrangement, it evaluates if, and to what extent, it has retained the risks and rewards of ownership. When it has neither transferred nor retained substantially all of the risks and rewards of the asset, nor transferred control of the asset, the Group continues to recognize the transferred asset to the extent of its continuing involvement. In that case, the Group also recognizes an associated liability. The transferred asset and the associated liability are measured on a basis that reflects the rights and obligations that the Group has retained. Continuing involvement that takes the form of a guarantee over the transferred asset is measured at the lower of the original carrying amount of the asset and the maximum amount of consideration that the Group could be required to repay. The Group recognizes an allowance for expected credit losses (ECL) for all debt instruments not held at fair value through profit or loss. ECL are based on the difference between the contractual cash flows due in accordance with the contract and all the cash flows that the Group expects to receive, discounted at an approximation of the original effective interest rate. The expected cash flows will include cash flows from the sale of collateral held or other credit enhancements that are integral to the contractual terms. ECL are recognized in two stages. For credit exposures for which there has not been a significant increase in credit risk since initial recognition, ECL are provided for credit losses that result from default events that are possible within the next 12-months (a 12-month ECL). For those credit exposures for which there has been a significant increase in credit risk since initial recognition, a loss allowance is required for credit losses expected over the remaining life of the exposure, irrespective of the timing of the default (a lifetime ECL). For trade receivables, the Group applies a simplified approach in calculating ECL. Therefore, the Group does not track changes in credit risk, but instead recognizes a loss allowance based on lifetime ECL at each reporting date. The Group has established a provision matrix that is based on its historical credit loss experience, adjusted for forward-looking factors specific to the debtors and the economic environment. The Group considers a financial asset in default when contractual payments are 90 days past due. However, in certain cases, the Group may also consider a financial asset to be in default when internal or external information indicates that the Group is unlikely to receive the outstanding contractual amounts in full before taking into account any credit enhancements held by the Group. A financial asset is written off when there is no reasonable expectation of recovering the contractual cash flows. ii. Financial Liabilities Initial Recognition and Measurement Financial liabilities are classified, at initial recognition, as loans and borrowings and payables. All financial liabilities are recognized initially at fair value and, in the case of loans and borrowings and payables, net of directly attributable transaction costs. The Group?s financial liabilities include short-term bank loans, trade payables to third parties, other payables, accrued expenses, liability for short-term employee benefits - salaries and other allowances, loans from banks and financing institutions, bonds payable, lease liabilities, due to related parties, security deposits and other non current financial liabilities. Subsequent measurement The measurement of financial liabilities depends on their classification, as described below: Loans and borrowings This is the category most relevant to the Group. After initial recognition, interest- bearing loans and borrowings are subsequently measured at amortiszd cost using the EIR method. Gains and losses are recognized in profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through the EIR amortization process. Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fees or costs that are an integral part of the EIR. The EIR amortization is included as finance expenses in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income. Derecognition A financial liability is
Page 41
derecognized when the obligation under the liability is discharged or cancelled or expires. When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as the derecognition of the original liability and the recognition of a new liability. The difference in the respective carrying amounts is recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income iii. Offsetting of financial instruments Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount reported in the consolidated statement of financial position if, and only if, there is a currently enforceable legal right to offset the recognized amounts and there is an intention to settle on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously. iv. Fair value of financial instruments The fair value of financial instruments that are actively traded in organized financial markets is determined by reference to quoted market BLID prices at the close of business at the end of the reporting year. For financial instruments where there is no active market, fair value is determined using valuation techniques. Such techniques may include using recent arm?s length market transaction, reference to the current fair value of another instrument that is substantially the same, discounted cash flow analysis, or other valuation models. Credit risk adjustment The Group adjusts the price in the more observable market to reflect any differences in counterparty credit risk between instruments traded in that market and the ones being valued for financial asset positions. In determining the fair value of financial liability positions, the Group?s own credit risks associated with the instrument are taken into account. v. Amortized cost of financial instruments Amortized cost is computed using the effective interest rate method less any allowance for impairment and principal repayment or reduction. The calculation takes into account any premium or discount on acquisition and includes transaction costs and fees that are an integral part of the effective interest rate. The Group assesses at each reporting date whether there is any objective evidence that a financial asset or a group of financial assets is impaired. vi. Impairment of financial instruments Loans and receivables For loans and receivables carried at amortized cost, the Group first assesses whether objective evidence of impairment exists individually for financial assets that are individually significant, or collectively for financial assets that are not individually significant. If the Group determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed financial asset, whether significant or not, the asset is included in a group of financial assets with similar credit risk characteristics, and the group is collectively assessed for impairment. Assets that are individually assessed for impairment and for which an impairment loss is, or continues to be, recognized are not included in a collective assessment of impairment. If there is objective evidence that an impairment loss has occurred, the amount of the loss is measured as the difference between the asset?s carrying amount and the present value of estimated future cash flows (excluding future expected credit losses that have not yet been incurred). The present value of the estimated future cash flows is discounted at the financial asset?s original effective interest rate. If a ?loans and receivables? financial asset has a variable interest rate, the discount rate for measuring impairment loss is the current effective interest rate. The carrying amount of the financial asset is reduced through the use of an allowance for impairment account and the amount of the loss is recognized in the consolidated statement of oyher comprehensive income. Interest income continues to be accrued on the reduced carrying amount based on the original effective interest rate of the financial asset. Loans and receivables, together with the associated allowance, are written off when there is no realistic prospect of future recovery and all collateral has been realized or has been transferred to the Group. If, in a subsequent year, the amount of the estimated impairment loss increases or decreases because of an event occurring after the impairment was recognized, the previously recognized impairment loss is increased or reduced by adjusting the allowance for impairment account. If a future write-off is later recovered, the recovery is recognized in profit or loss. vii. Derecognition of financial assets and liabilities Financial assets A financial asset (or where
Page 42
applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets) is derecognized
when: - - the rights to receive cash flows from the asset have expired; or - - the Group has transferred
its rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the received cash
flows in full without material delay to a third party under a ?pass-through? arrangement, and either (a)
the Group has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Group has
neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has transferred
control of the asset. A financial liability is derecognized when the obligation under the liability is
discharged or cancelled or has expired. When an existing financial liability is replaced by another from
the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially
modified, such an exchange or modification is treated as an extinguishment of the original liability and
the recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in
profit or loss.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun c. Standar akuntansi yang telah disahkan namun belum berlaku efektif Standar baru dan amandemen Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif standar yang telah diterbitkan dan belum diterapkan secara dini oleh Perseroan, adalah sebagai effective
berikut: a. Berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai 1 Januari 2024 - Amendemen PSAK No. 1
?Penyajian Laporan Keuangan : Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan? - Amendemen PSAK No.
73 ?Sewa Liabilitas Sewa dalam Jual dan Sewa Balik?. b. Berlaku efektif untuk tahun buku yang
dimulai 1 Januari 2025 - PSAK No. 74 ?Kontrak Asuransi? tentang Penerapan Awal PSAK No. 74 dan
PSAK No. 71 - Informasi Komparatif. Grup masih mengevaluasi dampak penerapan PSAK di atas dan
dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup dari penerapan PSAK tersebut belum dapat
ditentukan c. Accounting standards issued but not yet effective The new standards and amendments to
standards that have been issued and have not been implemented early by the Company are as follows:
a. Effective for the financial year starting 1 January 2024 - The amendments to SFAS No. 1
?Presentation of Financial Statements : Non Current Liabilities with Covenants?. - The amendments to
SFAS No. 73 ?Leases : Lease Liabilities in a Sale and Leaseback b. Effective for the financial year
starting 1 January 2025 - SFAS No. 74 ?Insurance Contracts? about Initial Application of SFAS No. 74
and SFAS No. 71 - Comparative Information The Group is still evaluating the impact of adoption of the
above SFAS and the impact on the Group?s consolidated financial statements from the adoption of the
SFAS has not yet to be determined.
Page 43
[2611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Property Industry - Current Year
30 September 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and Addition in property, plant, Property, plant, and
equipment, beginning period and equipment equipment, end period
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 3,227,732,733 3,227,732,733 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold
17,152,035,239 17,152,035,239
dimiliki langsung improvement, directly owned
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
16,198,885,619 165,108,400 16,363,994,019
langsung directly owned
Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment,
17,302,092,804 67,550,000 17,369,642,804
dimiliki langsung directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
5,215,252,626 5,215,252,626
langsung
Dimiliki langsung 59,095,999,021 232,658,400 59,328,657,421 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
59,095,999,021 232,658,400 59,328,657,421
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount, accumulated
12,263,156,580 464,533,620 12,727,690,200
dimiliki langsung improvement, directly owned depreciation
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
13,042,980,476 639,650,545 13,682,631,021
langsung directly owned
Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment,
16,491,274,184 268,554,490 16,759,828,674
dimiliki langsung directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
4,885,033,876 49,532,814 4,934,566,690
langsung
Dimiliki langsung 46,682,445,116 1,422,271,469 48,104,716,585 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
46,682,445,116 1,422,271,469 48,104,716,585
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
12,413,553,905 11,223,940,836
equipment
Page 44
[2611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Property Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and
Addition in property, plant, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning
and equipment plant, and equipment equipment, end period
period
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 3,227,732,733 3,227,732,733 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold
dimiliki langsung 17,152,035,239 17,152,035,239 improvement, directly
owned
Mesin dan peralatan, Machinery and equipment,
16,082,281,026 116,604,593 16,198,885,619
dimiliki langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
17,243,824,246 58,268,558 17,302,092,804
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
5,330,517,693 ( 115,265,067 ) 5,215,252,626
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 59,036,390,937 174,873,151 ( 115,265,067 ) 59,095,999,021 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
59,036,390,937 174,873,151 ( 115,265,067 ) 59,095,999,021
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount,
dimiliki langsung 11,658,569,691 604,586,889 12,263,156,580 improvement, directly accumulated depreciation
owned
Mesin dan peralatan, Machinery and equipment,
12,323,475,955 719,504,521 13,042,980,476
dimiliki langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
15,523,803,840 967,470,344 16,491,274,184
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
4,934,255,193 66,043,750 ( 115,265,067 ) 4,885,033,876
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 44,440,104,679 2,357,605,504 ( 115,265,067 ) 46,682,445,116 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
44,440,104,679 2,357,605,504 ( 115,265,067 ) 46,682,445,116
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
14,596,286,258 12,413,553,905
equipment
Page 45
[2611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - Property Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap 11. ASET TETAP Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Grup telah Disclosure of notes for property, plant and
mengasuransikan bangunan, kendaraan dan peralatan kantor terhadap risiko kebakaran, pencurian equipment
dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp 12.377.100.000, kepada
pihak ketiga, PT Asuransi Bintang Tbk dan PT Asuransi Sinar Mas. Grup berpendapat bahwa nilai
pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul di masa yang akan
datang. Sarana pelengkap, mesin dan peralatan pendukung Mall Cinere dan proyek Vivo Mall Sentul
yang dimiliki masing-masing adalah PT Mega Pasanggrahan Indah entitas anak telah dijaminkan ke PT
Bank Negara Indonesia Tbk dan PT Tirta Persada Developments, entitas anak telah dijaminkan ke PT
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Catatan 13). Berdasarkan hasil penelaahan manajemen
Perusahaan dan Entitas anak berkeyakinan bahwa tidak ada situasi atau keadaan yang
mengindikasikan terjadinya penurunan nilai atas aset tetap.. 11. FIXED ASSETS As of September 30,
2023 and December 31, 2022, the Company and Subsidiaries have insured buildings and vehicles
against fire, theft and other risks with coverage amounting to Rp 12,377,100,000 to third parties, PT
Asuransi Bintang Tbk and PT Asuransi Sinar Mas. Group believes that the insurance coverage is
adequate to cover losses that may arise in the future. The complementary facilities, machines and
supporting equipment for the Mall Cinere and the Vivo Mall Sentul project owned respectively are PT
Mega Pasanggrahan Indah, a subsidiaries that has been pledged as collateral to PT Bank Negara
Indonesia Tbk and PT Tirta Persada Developments, the subsidiaries has been pledged to PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk (Note 13). Based on the research management of the Company and
Subsidiaries believe that there are no situations or circumstances indicate impairment of fixed assets.
Page 46
[2630000] Notes to the financial statements - Inventories - Property Industry
Catatan atas persediaan Notes for inventories
30 September 2023 31 December 2022
Persediaan Tanah Dalam Land under development
267,592,839,555 269,740,750,553
Pengembangan inventory
Persediaan Tanah Belum Undeveloped land
338,230,511,245 337,314,105,420
Dikembangkan inventory
Bangunan dalam Building under
737,741,478,257 716,133,762,884
konstruksi construction
Bangunan siap jual 387,410,233,438 387,229,448,012 Building available for sale
Aset real estat kotor Real estate assets,
1,730,975,062,495 1,710,418,066,869
gross
Aset real estat 1,730,975,062,495 1,710,418,066,869 Real estate assets
Aset real estat lancar 1,392,744,551,249 1,373,103,961,449 Current real estate assets
Aset real estat tidak lancar Non-current real estate
338,230,511,245 337,314,105,420
assets
Page 47
[2632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - Property Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan 6. PERSEDIAAN Atas sebagian persediaan tanah sedang dikembangkan yang berlokasi di Perumahan Disclosure of notes for inventories
Cinere Residence (Puri Cinere) yang dimiliki entitas anak, PT Mega Pasanggrahan Indah telah
dijaminkan ke PT Indosurya Inti Finance. (Lihat catatan 13). Bangunan dalam konstruksi pada PT
Mega Pasanggrahan Indah (MPI), Entitas Anak merupakan jumlah dari tanah dan bangunan dalam
kontruksi untuk pembangunan Perumahan, Apartemen, Ruko/Kios yaitu untuk proyek-proyek di
antaranya adalah Apartemen Cinere Terrace Suites dan Ruko De Vonte yang berlokasi di Cinere, Kota
Depok, Jawa Barat. Per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 progress pembangunan
Apartemen Cinere Terrace Suites Tower A dan Tower B masing-masing sebesar 99 persen dan 75
persen Per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, persediaan Grup berupa Tanah dan
Bangunan Cinere Terrace Suites dijadikan jaminan atas utang PT Bank Tabungan Negara Tbk. (Lihat
catatan 13). Manajemen Grup berkeyakinan bahwa persediaan telah mencerminkan nilai realisasinya,
sehingga tidak perlu dilakukan penyisihan atas persediaan tersebut. Pada tanggal pelaporan, tidak ada
dari persediaan yang mengalami penurunan nilai. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember
2022, Grup telah mengasuransikan bangunan atas The Habitat Karawaci milik PT Titan Property
(entitas anak) dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 261.672.000.000 kepada pihak ketiga PT
Asuransi Harta Aman Pratama Tbk. Manajemen Grup berpendapat bahwa nilai pertanggungan
tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut. 6. INVENTORIES Part of
the land that being developed located in Cinere Residence Housing (Puri Cinere) owned by a
subsidiary, PT Mega Pasanggrahan Indah has been pledged as collateral to PT Indosurya Inti Finance.
(See note 13). Buildings under construction at PT Mega Pasanggrahan Indah (MPI), the Subsidiaries
are the amount of land and buildings in construction for the construction of housing, apartments,
shophouses/kiosks, namely for projects including Cinere Terrace Suites Apartment and Ruko De Vonte
which are located in Cinere, Depok City, West Java. As of September 30, 2023 and December 31,
2022, the progress of the construction of the Cinere Terrace Suites Tower A and Tower B Apartment is
99 persen dan 75 persen respectively As of September 30, 2023 and December 31, 2022, Group's
inventory consist of Land and Building Cinere Terrace Suites was pledged as collateral for loan of PT
Bank Tabungan Negara Tbk. (See notes 13). The Group?s management believes that inventories are
realizable at the above amounts and no provision for losses is necessary. At the reporting date, none of
these inventories were impaired. On September 30, 2023 and December 31, 2022, Group has insured
the building on The Habitat Karawaci owned by PT Titan Property (subsidiaries) to a third party, PT
Asuransi Harta Aman Pratama Tbk with total coverage amounting to Rp 261,672,000,000. The
Group?s management is of the opinion that the coverage is adequate to cover possible losses arising
from such risks.
Page 48
[2670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - Property
Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 September 2023 30 September 2022
Realti dan properti 37,911,025,618 38,643,472,497 Realty and property
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
37,911,025,618 38,643,472,497
pendapatan
Page 49
[2671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - Property Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas beban pokok 28. BEBAN POKOK PENJUALAN Pada periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan Disclosure of notes for cost of goods sold
penjualan 2022 tidak terdapat pembelian dari satu pemasok yang nilainya melebihi 10 persen dari total beban
pokok penjualan konsolidasian. 28. COST OF SALES In the periods ended September 30, 2023 and
2022, there were no purchases from a single supplier with a value of more than 10 percent of the
consolidated total cost of goods sold.
Page 50
[2691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - Property Industry
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 September 2023 31 December 2022
Utang bank, nilai dalam Utang bank, nilai dalam
Total utang bank, kotor Total utang bank, kotor
mata uang asing mata uang asing
Bank loan, amount in foreign Bank loan, amount in foreign
Total bank loans, gross Total bank loans, gross
currency currency
Bank Negara Indonesia IDR IDR Bank Negara Indonesia
249,987,000,000 254,287,000,000
(Persero) Tbk (Persero) Tbk
Bank Tabungan Negara IDR IDR Bank Tabungan Negara
699,750,000,000 699,750,000,000
(Persero) Tbk (Persero) Tbk
Bank lokal lainnya IDR 15,288,122,251 14,381,408,459 IDR Other local banks
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 September 2023 31 December 2022
Total utang bank, bersih 965,025,122,251 968,418,408,459 Total bank loan, net
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu Current maturities of bank loans
5,090,602,182 46,288,793,411
tahun atas utang bank
Liabilitas jangka panjang atas utang bank 959,934,520,069 922,129,615,048 Long-term bank loans
Page 51
[2691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - Property Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka 13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA PT Mega Pasanggrahan Indah, Entitas Disclosure of notes for long-term bank loans
panjang Anak PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pada tanggal 4 Agustus 2016, PT MPI, Entitas Anak
telah memperoleh persetujuan pemberian kredit ?Proyek Cinere Terrace Suites? dari PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk No. 1500/JKK.UT/CSMU/VIII/2016, diperbarui dengan Addendum
Perjanjian Kredit No. 1505/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 pada tanggal 30 September 2019, adalah
sebagai berikut: Plafond kredit : Kredit Konstruksi Rp300.000.000.000 Kredit Investasi
Rp90.000.000.000 Tujuan pembiayaan : Pembangunan Apartemen dan Mall pada proyek Cinere
Terrace Suites di Jl. Cinere Raya, Kel. Pangkalan Jati, Kec. Cinere, Kota Madya Depok Jangka waktu :
Kredit Konstruksi diperpanjang 24 bulan s.d 11 Desember 2025 Kredit Investasi diperpanjang 36 bulan
s.d 11 Desember 2026 Provisi : 0.5persen dari plafond kredit Sifat Kredit : Non-Revolving Suku bunga :
- Kredit Konstruksi BTN: 12,50persen efektif per tahun (tarif dapat sesuaikan) - Kredit Investasi BTN:
13,00persen efektif per tahun (tarif dapat disesuaikan) Denda : 2persen di atas suku bunga yang
berlaku, diperhitungkan atas tunggakan bunga Jaminan : - Agunan Pokok Tanah dan Bangunan Cinere
Terrace Suites an PT Mega Pasanggrahan Indah berkedudukan di Bogor, seluas 18.279 m??? -
Agunan Tambahan Sertifikat atas proyek perumahan Cinere Riverside yang terletak di belakang
proyek apartment dan mall yang terdiri dari blok J6 kavling 5, 6, 7, 8, 10, 11, 12, 12A, 12B, 15, 16, 17,
dan 23 dengan total luas 3.726m??? Berdasarkan Surat Persetujuan Restrukturisasi Kredit PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk No. 2405/S/JKK.UT/ BCLU/VIII/2020 tanggal 31 Agustus 2020
mengenai perpanjangan jangka waktu kredit dan penangguhan pembayaran bunga dengan rincian
sebagai berikut: Jangka waktu : Kredit Konstruksi diperpanjang 12 bulan dari yang sebelumnya sampai
11 Desember 2025 menjadi sampai dengan 11 Desember 2026. Suku bunga : - Kredit Konstruksi BTN:
12,50persen efektif per tahun (dapat sesuaikan) dan Deferred bunga sebesar 100persen selama 11
bulan mulai Mei 2020 s.d Maret 2021. - Kredit Investasi BTN: 13,00persen efektif per tahun (dapat
disesuaikan) dan Deferred bunga sebesar 100persen selama 11 bulan mulai Mei 2020 s.d Maret 2021.
Berdasarkan Akta Addendum Perjanjian Restrukturisasi Kredit No. 105 tanggal 29 Oktober 2021
mengenai persetujuan perubahan restrukturisasi kredit PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ?
khususnya ketentuan dalam hal sebagai berikut: Jangka waktu : - Kredit Konstruksi akan berakhir pada
tanggal 11 Desember 2026. - Kredit Investasi akan berakhir pada tanggal 11 Desember 2026. Suku
bunga : 9,00persen per annum. Pembayaran bunga : Penundaan pembayaran kewajiban bunga
sebesar 95persen dan dibayarkan 5persen selama 18 bulan terhitung sejak bulan Oktober 2021
sampai dengan Maret 2023. Pengembalian pokok pinjaman : - Perubahan nominal pengembalian
pokok kredit dari hasil penjualan unit Apartemen dan Mall Cinere Terrace Suites baik melalui
KPR-BTN, cash keras/bertahap. - Perubahan jadwal pembayaran pokok sesuai proyeksi cashflow.
Berdasarkan Akta Addendum Perjanjian Restrukturisasi Kredit No. 86 tanggal 31 Agustus 2023 PT
MPI, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan perubahan restrukturisasi kredit PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk. ? khususnya ketentuan dalam hal sebagai berikut: Jangka waktu : - Kredit
Konstruksi akan berakhir pada tanggal 11 Desember 2030. - Kredit Investasi akan berakhir pada
tanggal 11 Desember 2030. Suku bunga : 6,00persen per annum. Pembayaran bunga : pembayaran
bunga selama 18 bulan terhitung sejak bulan Juni 2023 sampai dengan November 2024.
Pengembalian pokok pinjaman : - Perubahan nominal pengembalian pokok kredit dari hasil penjualan
Page 52
unit Apartemen dan Mall Cinere Terrace Suites baik melalui KPR-BTN, cash keras/bertahap. - Perubahan jadwal pembayaran pokok sesuai proyeksi cashflow. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Pada tanggal 13 Maret 2019, PT MPI, Entitas anak telah memperoleh persetujuan pemberian Kredit ?Proyek Cinere Mall dan Cinere Bellevue Mall? dari PT Bank Negara Indonesia Tbk nomor 288/MPI/PDIR/III/2019, yang diperbarui melalui addendum perjanjian kredit No.115 pada tanggal 29 April 2019 adalah sebagai berikut: Plafond kredit : Rp310.000.000.000 Tujuan pembiayaan : Refinancing asset Cinere Mall dan Cinere Bellevue Mall Jangka waktu : 120 (Seratus dua puluh) bulan Provisi : 0,5persen dari plafond kredit (eenmaligh) Jenis Kredit : Kredit Investasi Sifat Kredit : Non-Revolving Suku bunga : 11,00persen efektif per tahun (dapat disesuaikan) Denda : 2persen di atas suku bunga yang berlaku, diperhitungkan atas tunggakan bunga Jaminan : - Tanah dan Bangunan Cinere Mall (SHGB No.529) an PT Mega Pasanggarahan Indah yang terletak di Jl. Cinere Raya, Kel. Pangkalan Jati, Kec. Cinere, Kotamadya Depok, seluas 13.780 m???. Agunan Tambahan. - Tanah dan Bangunan Cinere Bellevue Mall (SHGB No.1441) an PT Mega Pasanggrahan Indah) yang terletak di Jalan Merawan, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat, seluas 18.751m??? - Sarana pelengkap, mesin dan peralatan pendukung Mall Cinere. - Stock Ruko Cinere Terrace Commercial. - Pendapatan Sewa Mall Cinere dan Cinere Bellevue Mall. - Corporate Guarantee atas nama PT Cosmopolitan Persada Developments. Perjanjian : Rasio lancar minimal 1,0 kali Konvenan : Debt to equity ratio maksimal 2,5 kali dan Debt service coverage minimal 100persen. Berdasarkan Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit Restrukturisasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, No. (3) 05 tanggal 30 September 2021, mengenai perubahan atas ketentuan dalam Perjanjian Kredit No. 05 tanggal 3 Mei 2019 yang telah mengalami perubahan, dengan perubahan terakhir berdasarkan Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit No. (2) 05 tanggal 30 Juni 2021, khususnya ketentuan sebagai berikut: Maksimum kredit : Rp258.037.000.000 yang merupakan nilai baki debet per 31 Agustus 2021. Keperluan : Pendudukan restrukturisasi atas Kredit Investasi sebagaimana Perjanjian Kredit No. 05 tanggal 3 Mei 2019. Jenis Kredit : Restrukturisasi atas Kredit Investasi Sifat Kredit : Aflopend Jangka waktu : Tetap sampai dengan tanggal 2 Mei 2030 dengan dikenakan kembali grace period 24 bulan sejak September 2021 sampai dengan Maret 2023. Suku bunga : 9,70persen efektif per tahun dengan ketentuan yaitu: - Masa 4 bulan pertama sejak PK Retrukturisasi Covid ke-2 ditandatangani dimana tarif bunga dibayarkan sebesar 1persen per tahun dan sisa 8,7persen per tahun ditangguhkan pembayarannya. - Bulan ke 5 sejak PK Restrukturisasi Covid ke-2 ditandatangani sampai dengan 25 Maret 2023 dimana tarif bunga dibayarkan sebesar 5persen per tahun dan sisa 4,7persen per tahun ditangguhkan pembayarannya. - Selanjutnya, tarif bunga yang dibayarkan penuh sebesar 9,7persen per tahun. - Akumulasi penangguhan bunga di atas mulai dibayarkan bertahap maksimal sejak bulan April 2023 sesuai usulan jadwal angsuran. - Suku bunga dapat direview setiap saat oleh BNI. - Akumulasi bunga yang ditangguhkan pada restrukturisasi Covid 19 ke-1 didudukkan dalam Perjanjian Penyelesaian Hutang. - Sedangkan akumulasi bunga yang ditangguhkan pada restrukturisasi Covid 19 ke-2 wajib didudukkan dalam Perjanjian Penyelesaian Hutang maksimal pada saat berakhirnya masa penangguhan bunga. - Tunggakan bunga, denda dan biaya yang ada didudukkan dalam Perjanjian Penyelesaian Hutang dan diangsur bertahap hingga paling lambat 31 Januari 2022. Perjanjian Penyelesaian Hutang: Maksimum kredit : - Rp6.966.000.000 atau sebesar tunggakan bunga,denda dan biaya serta bunga berjalan sampai dengan tanggal pendudukan Perjanjian Penyelesaian Hutang dan; - Rp18.984.273.793 atau sebesar bunga ditangguhkan sejak bulan Maret sampai dengan tanggal pendudukan Perjanjian Penyelesaian Hutang. Jangka waktu : - 4 bulan atas tunggakan bunga denda dan biaya serta bunga berjalan atau sampai dengan tanggal 31 Januari 2022 dan; - 60 bulan atas bunga ditangguhkan sejak pendudukan Perjanjian Penyelesaian Hutang. Berdasarkan Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit Restrukturisasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, No. (2) 05 tanggal 30 Juni 2021, mengenai perubahan atas
Page 53
ketentuan dalam Perjanjian Kredit No. (1) 05 tanggal 28 April 2020 khususnya ketentuan sebagai berikut: Plafond kredit : Rp302.487.000.000 yang merupakan gabungan dari nilai outstanding per tanggal 1 April 2020 sebesar Rp260.037.000.000 dan sisa fasilitas kredit investasi refinancing tahap II sebesar Rp42.450.000.000. Tujuan pembiayaan : Refinancing asset Cinere Mall dan Cinere Bellevue Mall Jenis Kredit : Restrukturisasi atas Kredit Investasi Sifat Kredit : Aflopend Jangka waktu : 3 Mei 2019 sampai dengan tanggal 2 Mei 2030, dengan grace period sejak bulan Juni 2021 sampai dengan bulan September 2021. Suku bunga : 9,70persen efektif per tahun dengan ketentuan yaiut bunga yang dibayar dan penangguhan bunga (deferred interest) dengan rincian sebagai berikut: - Bulan Juni s.d Agustus 2021, Tarif bunga yang dibayar 2persen per tahun, Bunga yang ditunda 7,7persen per tahun. - Bulan September 2021 s.d Mei 2022, Tarif bunga yang dibayar 5,83persen per tahun, Bunga yang ditunda 3,87persen per tahun. PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak Pada tanggal 23 Februari 2017, PT TPD ? Entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian kredit proyek pembangunan ?Vivo Mall Sentul? dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No.286/S/JKK.UT/CSMU/II/2017 dengan addendum No. 1504/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 adalah sebagai berikut: Plafond kredit : Rp400.000.000.000 Tujuan pembiayaan : Pembangunan Vivo Mall Sentul Jenis Kredit : - Kredit Kontruksi (KYG) Rp94.000.000.000 : - Kredit Investasi (KI) Rp306.000.000.000 Sifat Kredit : Non-Revolving Jangka waktu : - Kredit Kontruksi (KYG) 96 bulan : - Kredit Investasi (KI) 156 bulan Provisi : 0,75persen plafond kredit Administrasi : 0,25persen plafond kredit - Suku bunga : - Kredit Kontruksi (KYG) ? 11,00persen p.a (Dapat disesuaikan) : - Kredit Investasi (KI)? 11,75persen p.a (Dapat disesuaikan) Jaminan : Agunan Pokok Tanah yang terdiri dari 11 sertifikat diatas proyek pembangunan Vivo Mall yaitu SHGB No. 1277, 1278, 1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284, 1289, 1290 dengan total luas 28.074m??? dan SHGB No. 1275 dengan luas minimal 33.758m??? sehingga total luas agunan tanah adalah 61.832m???. Bukti Penguasaan Agunan - Tanah dan bangunan, yaitu Vivo Mall Sentul yang terletak di Jl. Raya Bogor KM. 49, Kel. Cimandala, Kec. Sukaraja, Kab. Bogor kepemilikan SHGB No. 1274, 1275, 1276, 1277, 1278, 1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284, 1285, 1286 dan 1287 dengan luas 102.330m??? dan SHGB No. 1289, 1290, dan 1291 dengan luas 22.614 m???. - Seluruh mesin, peralatan, furnitures, dan fixtures pada proyek Vivo Mall Sentul wajib diikat secara fidusia di Kantor Pendaftaran Fidusia sesuai dengan ketentuan sampai terbit sertifikat fidusia./ Agunan Tambahan Sertifikat atas proyek perumahan Vivo Residence Tahap 1 dan Tahap 2 serta Ruko Bizpark yang terletak di sekitar proyek Vivo Mall Sentul dengan kepemilikan berupa SHGB No. 1287, 1291, dan 1276 atas nama PT Megapolitan Developments Corporation Agunan Lain: - Personal Guarantee atas nama Sudjono Barak Rimba - Corporate Guarantee atas nama PT Mega Pasanggrahan Indah - Cessie atas Piutang yang berkaitan dengan seluruh aktivitas penerimaan dan penjualan Mall, City Walk & Trade Center yang dibiayai oleh Bank BTN KC Kuningan Jakarta. Perjanjian dan Kovenan : Debt to equity ratio maksimal 500persen Rasio modal disetor minimal 10persen Rasio agunan terhadap outstanding credit: - Kredit Kontruksi KYG sebesar 125persen - Kredit Investasi I sebesar 135persen PT TPD ? entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian restrukturisasi kredit diantaranya mengenai penangguhan pembayaran bunga dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sesuai dengan perjanjian kredit No. 2406/S/JKK.UT/BCSU-L/VIII/2020 tanggal 31 Agustus 2020, adalah sebagai berikut: Suku bunga : - KYG ? 11,00persen p.a (tarif dapat disesuaikan) / bunga yang ditangguhkan sebesar 100persen selama 8 bulan mulai Mei 2020 s.d Desember 2020 dan 50persen selama 3 bulan mulai Januari 2021 s.d Maret 2021. - KI ? 11,75persen p.a (adjustable rate) / (bunga yang ditangguhkan sebesar 100persen selama 8 bulan mulai Mei 2020 s.d Desember 2020 dan 50persen selama 3 bulan mulai Januari 2021 s.d Maret 2021) PT TPD ? Entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian restrukturisasi kredit lanjutan diantaranya mengenai penangguhan pembayaran bunga dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sesuai dengan perjanjian kredit No. 995/S/JKK.UT/BCSU/IV/2021 tanggal 28 April 2021, adalah sebagai
Page 54
berikut: Suku bunga : - KYG ? 9,50persen p.a (tarif dapat disesuaikan) / bunga yang ditangguhkan sebesar 100persen selama 8 bulan mulai Mei 2020 s.d Desember 2020 dan 50persen selama 3 bulan mulai Januari 2021 s.d Maret 2021. - KI ? 9,50persen p.a (adjustable rate) / (bunga yang ditangguhkan sebesar 95persen selama 6 bulan mulai April 2021 s.d September 2021 dan 80persen selama 6 bulan mulai Oktober 2021 s.d Maret 2022). PT TPD ? entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian restrukturisasi kredit lanjutan diantaranya mengenai penangguhan pembayaran bunga dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sesuai dengan perjanjian kredit No. 175/S/CMBD/CLMR/VI/2022 tanggal 28 Juni 2022, adalah sebagai berikut: Suku bunga : - KYG - 9,50persen p.a (tarif dapat disesuaikan) / Penundaan pembayaran kewajiban bunga sebesar 80persen selama 24 bulan mulai Juni 2022 sd. Mei 2024. Bunga yang tertunggak dan/atau ditunda akan dibayarkan mulai Januari 2025 sd. Jatuh Tempo Kredit. - KI - Jangka waktu kredit tidak berubah (sd. Desember 2030) Berdasarkan Akta Addendum Perjanjian Restrukturisasi Kredit No. 87 tanggal 31 Agustus 2023 PT TPD Entittas Anak telah memperoleh persetujuan perubahan restrukturisasi kredit PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ? khususnya ketentuan dalam hal sebagai berikut: Suku bunga : - KYG - 9,50persen p.a (tarif dapat disesuaikan) / pembayaran kewajiban bunga sebesar Rp 350.000.000 selama 18 bulan mulai Juni 2023 sd. November 2024. Bunga yang tertunggak dan/atau ditunda akan dibayarkan mulai Desember 2024 sd. Jatuh Tempo Kredit. - KI - Jangka waktu kredit tidak berubah (sd. Desember 2030) PT Indosurya Inti Finance PT TPD, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian kredit penyelesaian proyek pembangunan "Vivo Mall Sentul" dari PT Indosurya Inti Finance sesuai dengan perjanjian No.668A/SPP/CA-IIF/XII/2019 tanggal 16 Desember 2019 adalah sebagai berikut: Plafond kredit : Rp14.000.000.000 Tujuan pembiayaan : Penyelesaian Proyek Pembangunan Vivo Sentul Mall Jenis kredit : Kredit Investasi Jangka waktu : 48 (empat puluh delapan) bulan Suku bunga : 0,85persen p.a (Dapat disesuaikan) Jaminan : Agunan Pokok - Tanah dan bangunan dengan SHGB No. 1383 atas nama PT Mega Pasanggrahan Indah dengan luas tanah 430m2 dan luas bangunan 106m2 yang terletak di Perumahan Cinere Residence Blok K6 Nomor 1, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat. - Tanah dan bangunan dengan SHGB No. 1361 atas nama PT Mega Pasanggrahan Indah dengan luas tanah 467m2 dan luas bangunan 105m2 yang terletak di Perumahan Cinere Residence Blok K6 Nomor 27, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat - Tanah dan bangunan dengan SHGB No. 1344 atas nama PT Mega Pasanggrahan Indah dengan luas tanah 372m2 dan luas bangunan 164m2 yang terletak di Perumahan Cinere Residence Blok K8 Nomor 1, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat - Tanah dan bangunan dengan SHGB No. 1338 atas nama PT Mega Pasanggrahan Indah dengan luas tanah 327m2 dan luas bangunan 163m2 yang terletak di Perumahan Cinere Residence Blok K8 Nomor 8, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat - Jaminan perorangan atas nama Lora Melani Lowas Barak Rimba Angsuran Per Bulan : (Sesuai kewajiban pembiayaan yang tertunggak dan lainnya) angsuran setelah grace period sebesar Rp 32.017.317 Total angsuran per bulan : Sebesar Rp 483.626.455 setelah masa grace period./Total installments per month PT TPD, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan restrukturisasi fasilitas pembiayaan dari PT Indosurya Inti Finance sesuai dengan Surat Persetujuan Restruktur Kredit No. 340/SPRK/CA-IIF/V/2021 tanggal 5 Mei 2021 adalah sebagai berikut: Fasilitas I Fasilitas pembiayaan : Surya SME Nilai pembiayaan : Rp13.909.997.480 yang terdiri dari Baki debet Juli 2021 sebesar Rp13.759.997.480 dan Kewajiban pembiayaan yang tertunggak sebesar Rp150.000.000. Jangka waktu : 20-07-2021 s.d 20-05-2025 termasuk masa holiday payment 5 bulan. Suku bunga : 18persen efektif per tahun Angsuran per bulan : - Angsuran ke 1 s.d ke 5 sebesar Rp50.000.000. - Angsuran ke 6 s.d ke 46 sebesar Rp456.679.976. Fasilitas II Fasilitas Pembiayaan : Surya Sukses Nilai Pembiayaan : Akumulasi kekurangan pembayaran masa holiday payment sebesar Rp1.140.999.748,- dan selisih grace periode awal yang belum dibayarkan sebesar Rp1.654.724.652,-
Page 55
Jangka waktu : 20-07-2021 s.d 20-05-2025 termasuk masa holiday payment 5 bulan Suku bunga : 12persen efektif pertahun Angsuran per bulan : - Angsuran ke 1 s.d ke 5 sebesar Rp0. - Angsuran ke 6 s.d ke 46 sebesar Rp74.419.148. PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan restrukturisasi fasilitas pembiayaan lanjutan dari PT Indosurya Inti Finance sesuai dengan Surat Persetujuan Restruktur Kredit No. 212b/SPRK/CA-SMEFI/VI/2022 tanggal 27 Juni 2022 adalah sebagai berikut: Fasilitas I Fasilitas pembiayaan : Surya Sukses Nilai pembiayaan : Rp14.434.654.766 yang merupakan Baki debet dari fasilitas I.. Jangka waktu : 31-03-2022 s.d 28-02-2026 termasuk masa holiday payment 6 bulan. Suku Bunga : - 15persen efektif per tahun (selama holiday payment) - 18persen efektif per tahun (sesudah holiday payment.) Angsuran Per Bulan : Angsuran ke 1 s.d ke 6 sebesar Rp 216.519.821., - Angsuran ke 7 s.d ke 47 sebesar Rp 466.570.576 Fasilitas II Fasilitas pembiayaan : Surya Sukses Nilai pembiayaan : Rp 131.504.264,- yang merupakan baki debet fasilitas II Jangka waktu : 31-03-2022 s.d 28-02-2026 termasuk masa holiday payment 6 bulan Suku Bunga : 0persen efektif pertahun Angsuran Per Bulan : - Angsuran ke 1 s.d ke 6 sebesar Rp 0, - Angsuran ke 7 s.d ke 47 sebesar Rp 3.207.421. PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan restrukturisasi fasilitas pembiayaan lanjutan dari PT Indosurya Inti Finance sesuai dengan Surat Persetujuan Restruktur Kredit No. 299a/SPRK/CA-SMEFI/I/2023 tanggal 06 Januari 2023 adalah sebagai berikut:Fasilitas I Fasilitas pembiayaan : Surya Sukses Nilai pembiayaan : Rp15.156.617.987 yang merupakan Baki debet dari fasilitas I.. Jangka waktu : 15-01-2023 s.d 15-11-2026 termasuk masa holiday payment 6 bulan. Suku Bunga : - 18persen efektif per tahun (selama holiday payment) Angsuran Per Bulan : Angsuran ke 1 s.d ke 6 sebesar Rp 75.000.000., - Angsuran ke 7 s.d ke 47 sebesar Rp 497.607.850 Fasilitas II Fasilitas pembiayaan : Surya Sukses Nilai pembiayaan : Rp 131.504.264,- terdiri dari : Baki debet sebesar Rp. 121.882.001 Angsuran tertunggak sebesar Rp. 9.622.263 Jangka waktu : 15-01-2023 s.d 15-11-2026 termasuk masa holiday payment 6 bulan PT Mega Pasanggrahan Indah, Subsidiary PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk On August 4, 2016, PT MPI, a Subsidiary, has obtained approval for the granting of ?Cinere Terrace Suites Project? Credit from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No. 1500/JKK.UT/CSMU/VIII/2016, updated with a Credit Agreement Addendum No. 1505/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 on September 30, 2019, are as follows: Credit Limit : Construction credit Rp300,000,000,000 Investment credit Rp90,000,000,000 Financing purpose : Construction of the project Apartment and Mall Cinere Terrace Suites at Jl. Cinere Raya, Pangkalan Jati Village, district Cinere, Depok area. Term : Construction credit will be extended for 24 months to December 11, 2025 Investment credit will be extended for 36 months to December 11, 2026 Provision : 0.5persen of credit limit Credit Nature : Non-Revolving Interest Rate : - BTN Construction Credit: 12.50persen effective per year (adjustable rate) - BTN Investment Credit: 13.00persen effective per year (adjustable rate) Fine : 2persen above the prevailing interest rate, calculated for interest arrears Collaterals : - Principal Collateral Land and buildings that will be in refinancing which Cinere Terrace Suites on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah located at Bogor, area 18,279 m??? - Additional Collateral Certificate of the Cinere Riverside housing project located behind the apartment and mall project consisting of J6 blocks of 5, 6, 7, 8, 10, 11, 12, 12A, 12B, 15, 16, 17, and 23 with a total area 3,726m??? Based on the Restructuring Approval Letter Credit PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No. 2405/S/JKK.UT/BCLU/VIII/2020 dated August 31, 2020 regarding the extension of the credit period and suspension of interest payments with the following details: Term : The Construction Credit is extended for the previous 12 months until December 11, 2025 to December 11, 2026 Interest Rate : - BTN Construction Credit: 12.50persen effective per year (adjustable rate) and 100persen deferred interest for 11 months from May 2020 to March 2021. - BTN Investment Credit: 13.00persen effective per year (adjustable rate) and 100persen Deferred interest for 11 months from May 2020 to March 2021. Based on the Deed of Addendum to the Credit Restructuring Agreement No. 105 dated October 29, 2021 regarding the approval of changes to the credit restructuring of PT Bank
Page 56
Tabungan Negara (Persero) Tbk. ? in particular the provisions in the following cases: Term : - The Construction Credit will expire on December 11, 2026 - The Investment Credit will expire on December 11, 2026 Interest rate : 9,00persen per annum Interest payment : Postponement of payment of interest obligations of 95persen and payable 5persen for 18 months starting from October 2021 to March 2023. Repayment of loan principal : - Changes in the nominal return of principal credit from the sale of Apartment units and Cinere Terrace Suites Mall either through KPR-BTN, hard cash / in stages. - Changes in principal payment schedule according to cashflow projections. Based on the Deed of Addendum to the Credit Restructuring Agreement No. 86 dated August 31, 2023 PT MPI, a Subsidiary has obtained approval for changes to the credit restructuring of PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ? in particular the provisions in the following cases: Term : - The Construction Credit will expire on December 11, 2030 - The Investment Credit will expire on December 11, 2030 Interest rate : 6,00persen per annum Interest payment : payment of interest obligations for 18 months starting from June 2023 to November 2024. Repayment of loan principal : - Changes in the nominal return of principal credit from the sale of Apartment units and Cinere Terrace Suites Mall either through KPR-BTN, hard cash / in stages. - Changes in principal payment schedule according to cashflow projections. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk On March 13, 2019, PT MPI, a subsidiary, has obtained approval for the granting of "Cinere Mall and Cinere Bellevue Mall Projects" from PT Bank Negara Indonesia Tbk number 288/MPI/PDIR/III/2019, which was updated through a credit agreement addendum No. 115 as of April 29, 2019 are as follows: Credit Limit : Rp310,000,000,000 Financing purpose : Refinancing assets of Cinere Mall and Cinere Bellevue Mall Term : 120 (one hundred and twenty) months Provision : 0.5persen of credit limit (eenmaligh) Type of Credit : Investment credit Credit Nature : Non-Revolving Interest Rate : 11.00persen effective per year (adjustable rate) Fine : 2persen above the prevailing interest rate, calculated for interest arrears Collaterals : - Land and Buildings Cinere Mall (SHGB No.529) an PT Mega Pasanggarahan Indah) which is located on Jl. Cinere Raya, Ex. Pangkalan Jati, Kec. Cinere, Depok Municipality, covering an area of 13,780 m???. Additional Collateral. - Land and Buildings Cinere Bellevue Mall (SHGB No.1441) an PT Mega Pasanggrahan Indah) which is located on Merawan Street, Pangkalan Jati Village, Cinere District, Depok City, West Java, covering an area of 18,751m???. - Complementary facilities, machines and supporting equipment for Cinere Mall. - Stock of Cinere Terrace Commercial shop houses. - Rental income for Cinere Mall and Cinere Bellevue Mall. - Corporate Guarantee on behalf of PT Cosmopolitan Persada Developments. Agreement : Current ratio of at least 1.0 times Covenant : Maximum debt to equity ratio of 2.5 times and Debt service coverage of at least 100persen. Based on the Approval of the Amendment to the Restructuring Credit Agreement of PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, No. (3) 05 dated September 30, 2021, regarding changes to the provisions in the Credit Agreement No. 05 dated 3 May 2019 which has been amended, with the latest amendment based on the Credit Agreement Amendment No. (2) 05 dated June 30, 2021, in particular the following provisions: Credit Limit : Rp258,037,000,000 which is the value of the debit balance as of August 31, 2021. Financing purpose : The restructuring placement of Investment Credit as stated in the Credit Agreement No. 05 on May 3, 2019. Type of Credit : Restructuring of Investment Credit Credit Nature : Amortizing term loan Term : Fixed until May 2, 2030 with a grace period of 24 months from September 2021 until March 2023. Interest Rate : 9.70persen effective per annum with the following terms: - The first 4 months since the 2nd Covid Restructuring PK was signed where the interest rate was paid at 1persen per year and the remaining 8.7persen per year was deferred. - The 5th month since the 2nd Covid Restructuring PK was signed until March 25, 2023 where the interest rate is paid at 5persen per year and the remaining 4.7persen per year is deferred. - Furthermore, the interest rate paid in full is 9.7persen per annum. - The accumulated deferred interest above will begin to be paid in stages, a maximum of April 2023 according to the proposed installment schedule. - Interest rates can be reviewed at any time by
Page 57
BNI. - The accumulated interest deferred on the 1st Covid 19 restructuring is set out in the Debt Settlement Agreement. - Meanwhile, accumulated interest that is deferred in the 2nd Covid 19 restructuring must be placed in the Debt Settlement Agreement at the maximum at the end of the interest deferral period - The arrears of interest, penalties and fees are set out in the Debt Settlement Agreement and are being paid in stages until no later than January 31, 2022. Debt Settlement Agreement: Credit Limit : - Rp6,966,000,000 or the amount of interest arrears, fines and fees and interest accruing until the date of the settlement of the Debt Settlement Agreement and; - Rp18,984,273,793 or interest is deferred from March until the date of placement of the Debt Settlement Agreement. Term : - 4 months on arrears of interest, penalties and fees as well as current interest or until January 31, 2022 and; - 60 months of deferred interest since the placement of the Debt Settlement Agreement. Based on the Approval of the Amendment to the Restructuring Credit Agreement of PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, No. (2) 05 dated June 30, 2021, regarding changes to the provisions in the Credit Agreement No. (1) 05 April 28, 2020 in particular the following provisions: Credit Limit : Rp302,487,000,000, which is a combination of the outstanding value as of April 1, 2020 amounting to IDR 260,037,000,000 and the remaining refinancing phase II investment credit facility of Rp42,450,000,000. Financing purpose : Refinancing assets of Cinere Mall and Cinere Bellevue Mall Type of Credit : Restructuring of Investment Credit Credit Nature : Amortizing term loan Term : May 3, 2019 until May 2, 2030, with a grace period from June 2021 to September 2021. Interest Rate : 9.70persen effective per annum with the following terms: interest paid and deferred interest with the following details: - Month June to August 2021, Interest rate paid 2persen per year, Defered interest 7,7persen per year. - Month September 2021 to May 2022, Interest rate paid 5,83persen per year, Defered interest 3,87persen per year. PT Tirta Persada Developments, Subsidiary On February 23, 2017, PT TPD ? a Subsidiary, has obtained approval to grant credit for the construction project ?Vivo Mall Sentul? from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No.286/S/JKK.UT/CSMU/II/2017 with addendum No. 1504/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 are as follows: Credit Limit : Rp400,000,000,000 Financing purpose : Vivo Mall Sentul development Type of Credit : - Construction Credit (KYG)Rp94,000,000,000 : - Investment Credit (KI) Rp306,000,000,000 Credit Nature : Non-Revolving Term : - Construction Credit (KYG) 96 months : - Investment Credit (KI) 156 months Provision : 0.75persen credit limit Adminstrative : 0.25persen credit limit - Interest Rate : - Construction Credit (KYG) - 11.00persen p.a (adjustable rate) : - Investment Credit (KI) - 11.75persen p.a (adjustable rate) Collaterals : Basic Collateral Land consisting of 11 certificates above the Vivo development project Mall, namely SHGB No. 1277, 1278, 1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284, 1289, 1290 with a total area of 28,074m??? and SHGB No. 1275 with a minimum area of 33,758m??? so that the total land collateral area is 61,832m???. Proof of Collateral Mastery - Land and buildings, namely Vivo Mall Sentul which is located on Jl. Raya Bogor KM. 49, Ex. Cimandala, Kec. Sukaraja, Kab. Bogor ownership of SHGB No. 1274, 1275, 1276, 1277, 1278, 1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284, 1285, 1286 and 1287 with an area of 102.330m??? and SHGB No. 1289, 1290, and 1291 with an area of 22,614 m???. - All machines, equipment, furnitures and fixtures in the Vivo Mall Sentul project must be bound by fiducia at the Fiduciary Registration Office in accordance with the provisions until a fiduciary certificate is issued. Additional Collateral Certificates for the Vivo Residence Phase 1 and Phase 2 housing projects as well as the Bizpark Shophouse located around the Vivo Mall Sentul project with ownership in the form of SHGB No. 1287, 1291, and 1276 on behalf of PT Megapolitan Developments Corporation. Other Collateral: - Personal Guarantee on behalf of Sudjono Barak Rimba - Corporate Guarantee on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah - Cessie for Receivables relating to all activities of receiving and selling Mall, City Walk & Trade Center financed by Bank BTN KC Kuningan Jakarta. Agreements and Covenants : Debt to equity ratio maksimal 500persen Paid-up capital ratio of at least 10persen The ratio of collateral to outstanding kredit: - KYG Construction Credit of 125persen -
Page 58
Investment Credit I of 135persen PT TPD ? a Subsidiary, has obtained approval for credit restructuring, including the deferral of interest payments from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk in accordance with the credit agreement No. 2406/S/JKK.UT/BCSU-L/VIII/2020 dated August 31, 2020, are as follows: Interest rate : - KYG - 11.00persen p.a (adjustable rate) / (Defered interest of 100persen for 8 months from May 2020 to December 2020 and 50persen for 3 months from January 2021 to March 2021). - KI - 11.75persen p.a (adjustable rate) / (Deffered interest of 100persen for 8 months from May 2020 to December 2020 and 50persen for 3 months from January 2021 to March 2021) PT TPD ? a Subsidiary, has obtained approval for credit restructuring, including the deferral of interest payments from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk in accordance with the credit agreement No. 995/S/JKK.UT/ BCSU/IV/2021 dated April 28, 2021, are as follows: Interest rate : - KYG - 9.50persen p.a (adjustable rate) / (Defered interest of 100persen for 8 months from May 2020 to December 2020 and 50persen for 3 months from January 2021 to March 2021). - KI - 9.50persen p.a (adjustable rate) / (Deffered interest of 95persen for 6 months from April 2021 to September 2021 and 80persen for 6 months from October 2021 to March 2022). PT TPD ? a Subsidiaries, has obtained approval for credit restructuring, including the deferral of interest payments from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk in accordance with the credit agreement No. 175/S/CMBD/CLMR/VI/2022 dated June 28, 2022, are as follows: Interest Rate : - KYG - 9.50persen p.a (adjustable rate) / Postponement of payment of interest obligations of 80persen for 24 months from June 2022 to. May 2024. Interest in arrears and/or postponed will be paid from January 2025 to. Credit Maturity. - KI - Loan tenure unchanged (up to December 2030) Based on the Deed of Addendum to the Credit Restructuring Agreement No. 87 dated August 31, 2023 PT TPD, a Subsidiary has obtained approval of changes to the credit restructuring of PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ? in particular the provisions in the following cases: Interest Rate : - KYG - 9.50persen p.a (adjustable rate) / payment of interest obligations of Rp350,000,000 for 18 months from June 2023 to. November 2024. Interest in arrears and/or postponed will be paid from December 2024 to. Credit Maturity. - KI - Loan tenure unchanged (up to December 2030) PT Indosurya Inti Finance PT TPD, a Subsidiary, has obtained approval to grant credit for the completion of the construction project "Vivo Mall Sentul" from PT Indosurya Inti Finance in accordance with the agreement No.668A/SPP/CA-IIF/XII/2019 dated December 16, 2019, as follows: Credit Limit : Rp14.000.000.000 Financing purpose : Completion of Vivo Sentul Mall Development Project Type of Credit : Investment Credit Term : 48 (forty eight) months Interest Rate : 0.85persen p.a (adjustable rate) Collaterals : Basic Collateral - Land and building with SHGB No. 1383 on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah with a land area of 430m2 and a building area of 106m2 which is located in Cinere Residence Housing Block K6 Number 1, Pangkalan Jati Village, Cinere District, Depok City, West Java. - Land and building with SHGB No. 1361 on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah with a land area of 467m2 and a building area of 105m2 which is located in Cinere Residence Housing Block K6 Number 27, Pangkalan Jati Village, Cinere District, Depok City, West Java. - Land and building with SHGB No. 1344 on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah with a land area of 372m2 and a building area of 164m2 which is located in Cinere Residence Housing Block K8 Number 1, Pangkalan Jati Village, Cinere District, Depok City, West Java. - Land and building with SHGB No. 1338 on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah with a land area of 327m2 and a building area of 163m2 which is located in Cinere Residence Housing Block K8 Number 8, Pangkalan Jati Village, Cinere District, Depok City, West Java. - Individual guarantee on behalf of Lora Melani Lowas Barak Rimba. Installments per month : According to arrears of financing obligations and others) installments after the grace period of IDR 32,017,317 Total installments per month : IDR 483,626,455 after the grace period/Total installments per month PT TPD, a Subsidiary, has obtained the restructuring approval of the financing facility from PT Indosurya Inti Finance in accordance with the Credit Restructuring Approval Letter No. 340/SPRK/CA-IIF/V/2021 dated May 5, 2021 are as follows: Facility I Financing
Page 59
facility : Surya SME Financing value : Rp13,909,997,480 which consists of July 2021 debit balance, amounting to Rp13.759.997.480 and The outstanding financing obligations amounting to Rp150.000.000. Term : 20-07-2021 to 20-05-2025 including holiday payment of 5 months. Interest rate : 18persen effective per year Installments per month : - Installment from 1 to 5 amounting Rp.50.000.000. - Installment from 6 to 46 amounting Rp456.679.976,- Facility II Financing Facility : Surya Sukses Financing Value : Accumulated underpayment during holiday payment period is Rp1,140,999,748,- and the difference in the grace period for the initial period that has not been paid is Rp1,654,724,652,- Term : 20-07-2021 to 20-05-2025 including holiday payment of 5 months Interest rate : 12persen effective per year Installments per month : - Installment from 1 to 5 amounting Rp.0. - Installment from 6 to 46 amounting Rp74.419.148,- PT Tirta Persada Developments, a Subsidiaries, has obtained the restructuring approval of the financing facility from PT Indosurya Inti Finance in accordance with the Credit Restructuring Approval Letter No. 212b/SPRK/CA-SMEFI/VI/2022 dated June 27, 2022 are as follows: Facility I Financing Facility : Surya Sukses Financing Value : Rp 14,434,654,766 which is of debit balance from facility I. Term : 31-03-2022 to 28-02-2026 including holiday payment of 6 months. Interest rate - 15persen effective per year (During holiday payment) - 18persen effective per year (after holiday payment). Installments per month Installment from 1 to 6 amounting Rp216,519,821., - Installment from 7 to 47 amounting Rp 466,570,576,- Facility II Financing Facility : Surya Sukses Financing Value : Rp 131,504,264., - which is of debit balance from facility I. Term : 31-03-2022 to 28-06-2026 including holiday payment of 6 months Interest rate 0persen effective per year Installments per month - Installment from 1 to 6 amounting Rp 0, - Installment from 7 to 47 amounting Rp3,207,421. PT Tirta Persada Developments, a Subsidiaries, has obtained the restructuring approval of the financing facility from PT Indosurya Inti Finance in accordance with the Credit Restructuring Approval Letter No. 299a/SPRK/CA-SMEFI/I/2023 tanggal 06 Januari 2023 are as follows: Facility I Financing Facility : Surya Sukses Financing Value : Rp 15.156.617.987 which is of debit balance from facility I. Term : 15-01-2023 s.d 15-11-2026 including holiday payment of 6 months. Interest rate - 18persen effective per year (During holiday payment) Installments per month Installment from 1 to 6 amounting Rp75,000,000., - Installment from 7 to 47 amounting Rp 497,607,850- Facility II Financing Facility : Surya Sukses Financing Value : Rp 131,504,264., consisting of the debit balance is Rp 121,882,001 outstanding installment Rp 9,622,263 Term : 15-01-2023 s.d 15-11-2026 including holiday payment of 6 months
Page 60
[2692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - Property Industry
30 September 2023
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term
bank loan
Utang bank, nilai dalam mata uang
asing
Bank loan, amount in foreign currency
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk IDR 249,987,000,000 IDR Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk IDR 699,750,000,000 IDR Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Bank lokal lainnya IDR 15,288,122,251 IDR Other local banks
31 December 2022
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term
bank loan
Utang bank, nilai dalam mata uang
asing
Bank loan, amount in foreign currency
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk IDR 254,287,000,000 IDR Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk IDR 699,750,000,000 IDR Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Bank lokal lainnya IDR 14,381,408,459 IDR Other local banks
Page 61
[2693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - Property Industry
Page 62
[2693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - Property Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka 13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA PT Mega Pasanggrahan Indah, Entitas Disclosure of notes for short-term bank loans
pendek Anak PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pada tanggal 4 Agustus 2016, PT MPI, Entitas Anak
telah memperoleh persetujuan pemberian kredit ?Proyek Cinere Terrace Suites? dari PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk No. 1500/JKK.UT/CSMU/VIII/2016, diperbarui dengan Addendum
Perjanjian Kredit No. 1505/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 pada tanggal 30 September 2019, adalah
sebagai berikut: Plafond kredit : Kredit Konstruksi Rp300.000.000.000 Kredit Investasi
Rp90.000.000.000 Tujuan pembiayaan : Pembangunan Apartemen dan Mall pada proyek Cinere
Terrace Suites di Jl. Cinere Raya, Kel. Pangkalan Jati, Kec. Cinere, Kota Madya Depok Jangka waktu :
Kredit Konstruksi diperpanjang 24 bulan s.d 11 Desember 2025 Kredit Investasi diperpanjang 36 bulan
s.d 11 Desember 2026 Provisi : 0.5persen dari plafond kredit Sifat Kredit : Non-Revolving Suku bunga :
- Kredit Konstruksi BTN: 12,50persen efektif per tahun (tarif dapat sesuaikan) - Kredit Investasi BTN:
13,00persen efektif per tahun (tarif dapat disesuaikan) Denda : 2persen di atas suku bunga yang
berlaku, diperhitungkan atas tunggakan bunga Jaminan : - Agunan Pokok Tanah dan Bangunan Cinere
Terrace Suites an PT Mega Pasanggrahan Indah berkedudukan di Bogor, seluas 18.279 m? - Agunan
Tambahan Sertifikat atas proyek perumahan Cinere Riverside yang terletak di belakang proyek
apartment dan mall yang terdiri dari blok J6 kavling 5, 6, 7, 8, 10, 11, 12, 12A, 12B, 15, 16, 17, dan 23
dengan total luas 3.726m? Berdasarkan Surat Persetujuan Restrukturisasi Kredit PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk No. 2405/S/JKK.UT/ BCLU/VIII/2020 tanggal 31 Agustus 2020 mengenai
perpanjangan jangka waktu kredit dan penangguhan pembayaran bunga dengan rincian sebagai
berikut: Jangka waktu : Kredit Konstruksi diperpanjang 12 bulan dari yang sebelumnya sampai 11
Desember 2025 menjadi sampai dengan 11 Desember 2026. Suku bunga : - Kredit Konstruksi BTN:
12,50persen efektif per tahun (dapat sesuaikan) dan Deferred bunga sebesar 100persen selama 11
bulan mulai Mei 2020 s.d Maret 2021. - Kredit Investasi BTN: 13,00persen efektif per tahun (dapat
disesuaikan) dan Deferred bunga sebesar 100persen selama 11 bulan mulai Mei 2020 s.d Maret 2021.
Berdasarkan Akta Addendum Perjanjian Restrukturisasi Kredit No. 105 tanggal 29 Oktober 2021
mengenai persetujuan perubahan restrukturisasi kredit PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ?
khususnya ketentuan dalam hal sebagai berikut: Jangka waktu : - Kredit Konstruksi akan berakhir pada
tanggal 11 Desember 2026. - Kredit Investasi akan berakhir pada tanggal 11 Desember 2026. Suku
bunga : 9,00persen per annum. Pembayaran bunga : Penundaan pembayaran kewajiban bunga
sebesar 95persen dan dibayarkan 5persen selama 18 bulan terhitung sejak bulan Oktober 2021
sampai dengan Maret 2023. Pengembalian pokok pinjaman : - Perubahan nominal pengembalian
pokok kredit dari hasil penjualan unit Apartemen dan Mall Cinere Terrace Suites baik melalui
KPR-BTN, cash keras/bertahap. - Perubahan jadwal pembayaran pokok sesuai proyeksi cashflow.
Berdasarkan Akta Addendum Perjanjian Restrukturisasi Kredit No. 86 tanggal 31 Agustus 2023 PT
MPI, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan perubahan restrukturisasi kredit PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk. ? khususnya ketentuan dalam hal sebagai berikut: Jangka waktu : - Kredit
Konstruksi akan berakhir pada tanggal 11 Desember 2030. - Kredit Investasi akan berakhir pada
tanggal 11 Desember 2030. Suku bunga : 6,00persen per annum. Pembayaran bunga : pembayaran
bunga selama 18 bulan terhitung sejak bulan Juni 2023 sampai dengan November 2024.
Pengembalian pokok pinjaman : - Perubahan nominal pengembalian pokok kredit dari hasil penjualan
Page 63
unit Apartemen dan Mall Cinere Terrace Suites baik melalui KPR-BTN, cash keras/bertahap. - Perubahan jadwal pembayaran pokok sesuai proyeksi cashflow. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Pada tanggal 13 Maret 2019, PT MPI, Entitas anak telah memperoleh persetujuan pemberian Kredit ?Proyek Cinere Mall dan Cinere Bellevue Mall? dari PT Bank Negara Indonesia Tbk nomor 288/MPI/PDIR/III/2019, yang diperbarui melalui addendum perjanjian kredit No.115 pada tanggal 29 April 2019 adalah sebagai berikut: Plafond kredit : Rp310.000.000.000 Tujuan pembiayaan : Refinancing asset Cinere Mall dan Cinere Bellevue Mall Jangka waktu : 120 (Seratus dua puluh) bulan Provisi : 0,5persen dari plafond kredit (eenmaligh) Jenis Kredit : Kredit Investasi Sifat Kredit : Non-Revolving Suku bunga : 11,00persen efektif per tahun (dapat disesuaikan) Denda : 2persen di atas suku bunga yang berlaku, diperhitungkan atas tunggakan bunga Jaminan : - Tanah dan Bangunan Cinere Mall (SHGB No.529) an PT Mega Pasanggarahan Indah yang terletak di Jl. Cinere Raya, Kel. Pangkalan Jati, Kec. Cinere, Kotamadya Depok, seluas 13.780 m?. Agunan Tambahan. - Tanah dan Bangunan Cinere Bellevue Mall (SHGB No.1441) an PT Mega Pasanggrahan Indah) yang terletak di Jalan Merawan, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat, seluas 18.751m? - Sarana pelengkap, mesin dan peralatan pendukung Mall Cinere. - Stock Ruko Cinere Terrace Commercial. - Pendapatan Sewa Mall Cinere dan Cinere Bellevue Mall. - Corporate Guarantee atas nama PT Cosmopolitan Persada Developments. Perjanjian : Rasio lancar minimal 1,0 kali Konvenan : Debt to equity ratio maksimal 2,5 kali dan Debt service coverage minimal 100persen. Berdasarkan Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit Restrukturisasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, No. (3) 05 tanggal 30 September 2021, mengenai perubahan atas ketentuan dalam Perjanjian Kredit No. 05 tanggal 3 Mei 2019 yang telah mengalami perubahan, dengan perubahan terakhir berdasarkan Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit No. (2) 05 tanggal 30 Juni 2021, khususnya ketentuan sebagai berikut: Maksimum kredit : Rp258.037.000.000 yang merupakan nilai baki debet per 31 Agustus 2021. Keperluan : Pendudukan restrukturisasi atas Kredit Investasi sebagaimana Perjanjian Kredit No. 05 tanggal 3 Mei 2019. Jenis Kredit : Restrukturisasi atas Kredit Investasi Sifat Kredit : Aflopend Jangka waktu : Tetap sampai dengan tanggal 2 Mei 2030 dengan dikenakan kembali grace period 24 bulan sejak September 2021 sampai dengan Maret 2023. Suku bunga : 9,70persen efektif per tahun dengan ketentuan yaitu: - Masa 4 bulan pertama sejak PK Retrukturisasi Covid ke-2 ditandatangani dimana tarif bunga dibayarkan sebesar 1persen per tahun dan sisa 8,7persen per tahun ditangguhkan pembayarannya. - Bulan ke 5 sejak PK Restrukturisasi Covid ke-2 ditandatangani sampai dengan 25 Maret 2023 dimana tarif bunga dibayarkan sebesar 5persen per tahun dan sisa 4,7persen per tahun ditangguhkan pembayarannya. - Selanjutnya, tarif bunga yang dibayarkan penuh sebesar 9,7persen per tahun. - Akumulasi penangguhan bunga di atas mulai dibayarkan bertahap maksimal sejak bulan April 2023 sesuai usulan jadwal angsuran. - Suku bunga dapat direview setiap saat oleh BNI. - Akumulasi bunga yang ditangguhkan pada restrukturisasi Covid 19 ke-1 didudukkan dalam Perjanjian Penyelesaian Hutang. - Sedangkan akumulasi bunga yang ditangguhkan pada restrukturisasi Covid 19 ke-2 wajib didudukkan dalam Perjanjian Penyelesaian Hutang maksimal pada saat berakhirnya masa penangguhan bunga. - Tunggakan bunga, denda dan biaya yang ada didudukkan dalam Perjanjian Penyelesaian Hutang dan diangsur bertahap hingga paling lambat 31 Januari 2022. Perjanjian Penyelesaian Hutang: Maksimum kredit : - Rp6.966.000.000 atau sebesar tunggakan bunga,denda dan biaya serta bunga berjalan sampai dengan tanggal pendudukan Perjanjian Penyelesaian Hutang dan; - Rp18.984.273.793 atau sebesar bunga ditangguhkan sejak bulan Maret sampai dengan tanggal pendudukan Perjanjian Penyelesaian Hutang. Jangka waktu : - 4 bulan atas tunggakan bunga denda dan biaya serta bunga berjalan atau sampai dengan tanggal 31 Januari 2022 dan; - 60 bulan atas bunga ditangguhkan sejak pendudukan Perjanjian Penyelesaian Hutang. Berdasarkan Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit Restrukturisasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, No. (2) 05 tanggal 30 Juni 2021, mengenai perubahan atas
Page 64
ketentuan dalam Perjanjian Kredit No. (1) 05 tanggal 28 April 2020 khususnya ketentuan sebagai berikut: Plafond kredit : Rp302.487.000.000 yang merupakan gabungan dari nilai outstanding per tanggal 1 April 2020 sebesar Rp260.037.000.000 dan sisa fasilitas kredit investasi refinancing tahap II sebesar Rp42.450.000.000. Tujuan pembiayaan : Refinancing asset Cinere Mall dan Cinere Bellevue Mall Jenis Kredit : Restrukturisasi atas Kredit Investasi Sifat Kredit : Aflopend Jangka waktu : 3 Mei 2019 sampai dengan tanggal 2 Mei 2030, dengan grace period sejak bulan Juni 2021 sampai dengan bulan September 2021. Suku bunga : 9,70persen efektif per tahun dengan ketentuan yaiut bunga yang dibayar dan penangguhan bunga (deferred interest) dengan rincian sebagai berikut: - Bulan Juni s.d Agustus 2021, Tarif bunga yang dibayar 2persen per tahun, Bunga yang ditunda 7,7persen per tahun. - Bulan September 2021 s.d Mei 2022, Tarif bunga yang dibayar 5,83persen per tahun, Bunga yang ditunda 3,87persen per tahun. PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak Pada tanggal 23 Februari 2017, PT TPD ? Entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian kredit proyek pembangunan ?Vivo Mall Sentul? dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No.286/S/JKK.UT/CSMU/II/2017 dengan addendum No. 1504/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 adalah sebagai berikut: Plafond kredit : Rp400.000.000.000 Tujuan pembiayaan : Pembangunan Vivo Mall Sentul Jenis Kredit : - Kredit Kontruksi (KYG) Rp94.000.000.000 : - Kredit Investasi (KI) Rp306.000.000.000 Sifat Kredit : Non-Revolving Jangka waktu : - Kredit Kontruksi (KYG) 96 bulan : - Kredit Investasi (KI) 156 bulan Provisi : 0,75persen plafond kredit Administrasi : 0,25persen plafond kredit - Suku bunga : - Kredit Kontruksi (KYG) ? 11,00persen p.a (Dapat disesuaikan) : - Kredit Investasi (KI)? 11,75persen p.a (Dapat disesuaikan) Jaminan : Agunan Pokok Tanah yang terdiri dari 11 sertifikat diatas proyek pembangunan Vivo Mall yaitu SHGB No. 1277, 1278, 1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284, 1289, 1290 dengan total luas 28.074m? dan SHGB No. 1275 dengan luas minimal 33.758m? sehingga total luas agunan tanah adalah 61.832m?. Bukti Penguasaan Agunan - Tanah dan bangunan, yaitu Vivo Mall Sentul yang terletak di Jl. Raya Bogor KM. 49, Kel. Cimandala, Kec. Sukaraja, Kab. Bogor kepemilikan SHGB No. 1274, 1275, 1276, 1277, 1278, 1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284, 1285, 1286 dan 1287 dengan luas 102.330m? dan SHGB No. 1289, 1290, dan 1291 dengan luas 22.614 m?. - Seluruh mesin, peralatan, furnitures, dan fixtures pada proyek Vivo Mall Sentul wajib diikat secara fidusia di Kantor Pendaftaran Fidusia sesuai dengan ketentuan sampai terbit sertifikat fidusia./ Agunan Tambahan Sertifikat atas proyek perumahan Vivo Residence Tahap 1 dan Tahap 2 serta Ruko Bizpark yang terletak di sekitar proyek Vivo Mall Sentul dengan kepemilikan berupa SHGB No. 1287, 1291, dan 1276 atas nama PT Megapolitan Developments Corporation Agunan Lain: - Personal Guarantee atas nama Sudjono Barak Rimba - Corporate Guarantee atas nama PT Mega Pasanggrahan Indah - Cessie atas Piutang yang berkaitan dengan seluruh aktivitas penerimaan dan penjualan Mall, City Walk & Trade Center yang dibiayai oleh Bank BTN KC Kuningan Jakarta. Perjanjian dan Kovenan : Debt to equity ratio maksimal 500persen Rasio modal disetor minimal 10persen Rasio agunan terhadap outstanding credit: - Kredit Kontruksi KYG sebesar 125persen - Kredit Investasi I sebesar 135persen PT TPD ? entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian restrukturisasi kredit diantaranya mengenai penangguhan pembayaran bunga dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sesuai dengan perjanjian kredit No. 2406/S/JKK.UT/BCSU-L/VIII/2020 tanggal 31 Agustus 2020, adalah sebagai berikut: Suku bunga : - KYG ? 11,00persen p.a (tarif dapat disesuaikan) / bunga yang ditangguhkan sebesar 100persen selama 8 bulan mulai Mei 2020 s.d Desember 2020 dan 50persen selama 3 bulan mulai Januari 2021 s.d Maret 2021. - KI ? 11,75persen p.a (adjustable rate) / (bunga yang ditangguhkan sebesar 100persen selama 8 bulan mulai Mei 2020 s.d Desember 2020 dan 50persen selama 3 bulan mulai Januari 2021 s.d Maret 2021) PT TPD ? Entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian restrukturisasi kredit lanjutan diantaranya mengenai penangguhan pembayaran bunga dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sesuai dengan perjanjian kredit No. 995/S/JKK.UT/BCSU/IV/2021 tanggal 28 April 2021, adalah sebagai berikut: Suku bunga : - KYG ?
Page 65
9,50persen p.a (tarif dapat disesuaikan) / bunga yang ditangguhkan sebesar 100persen selama 8 bulan mulai Mei 2020 s.d Desember 2020 dan 50persen selama 3 bulan mulai Januari 2021 s.d Maret 2021. - KI ? 9,50persen p.a (adjustable rate) / (bunga yang ditangguhkan sebesar 95persen selama 6 bulan mulai April 2021 s.d September 2021 dan 80persen selama 6 bulan mulai Oktober 2021 s.d Maret 2022). PT TPD ? entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian restrukturisasi kredit lanjutan diantaranya mengenai penangguhan pembayaran bunga dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sesuai dengan perjanjian kredit No. 175/S/CMBD/CLMR/VI/2022 tanggal 28 Juni 2022, adalah sebagai berikut: Suku bunga : - KYG - 9,50persen p.a (tarif dapat disesuaikan) / Penundaan pembayaran kewajiban bunga sebesar 80persen selama 24 bulan mulai Juni 2022 sd. Mei 2024. Bunga yang tertunggak dan/atau ditunda akan dibayarkan mulai Januari 2025 sd. Jatuh Tempo Kredit. - KI - Jangka waktu kredit tidak berubah (sd. Desember 2030) Berdasarkan Akta Addendum Perjanjian Restrukturisasi Kredit No. 87 tanggal 31 Agustus 2023 PT TPD Entittas Anak telah memperoleh persetujuan perubahan restrukturisasi kredit PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ? khususnya ketentuan dalam hal sebagai berikut: Suku bunga : - KYG - 9,50persen p.a (tarif dapat disesuaikan) / pembayaran kewajiban bunga sebesar Rp 350.000.000 selama 18 bulan mulai Juni 2023 sd. November 2024. Bunga yang tertunggak dan/atau ditunda akan dibayarkan mulai Desember 2024 sd. Jatuh Tempo Kredit. - KI - Jangka waktu kredit tidak berubah (sd. Desember 2030) PT Indosurya Inti Finance PT TPD, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian kredit penyelesaian proyek pembangunan "Vivo Mall Sentul" dari PT Indosurya Inti Finance sesuai dengan perjanjian No.668A/SPP/CA-IIF/XII/2019 tanggal 16 Desember 2019 adalah sebagai berikut: Plafond kredit : Rp14.000.000.000 Tujuan pembiayaan : Penyelesaian Proyek Pembangunan Vivo Sentul Mall Jenis kredit : Kredit Investasi Jangka waktu : 48 (empat puluh delapan) bulan Suku bunga : 0,85persen p.a (Dapat disesuaikan) Jaminan : Agunan Pokok - Tanah dan bangunan dengan SHGB No. 1383 atas nama PT Mega Pasanggrahan Indah dengan luas tanah 430m2 dan luas bangunan 106m2 yang terletak di Perumahan Cinere Residence Blok K6 Nomor 1, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat. - Tanah dan bangunan dengan SHGB No. 1361 atas nama PT Mega Pasanggrahan Indah dengan luas tanah 467m2 dan luas bangunan 105m2 yang terletak di Perumahan Cinere Residence Blok K6 Nomor 27, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat - Tanah dan bangunan dengan SHGB No. 1344 atas nama PT Mega Pasanggrahan Indah dengan luas tanah 372m2 dan luas bangunan 164m2 yang terletak di Perumahan Cinere Residence Blok K8 Nomor 1, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat - Tanah dan bangunan dengan SHGB No. 1338 atas nama PT Mega Pasanggrahan Indah dengan luas tanah 327m2 dan luas bangunan 163m2 yang terletak di Perumahan Cinere Residence Blok K8 Nomor 8, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat - Jaminan perorangan atas nama Lora Melani Lowas Barak Rimba Angsuran Per Bulan : (Sesuai kewajiban pembiayaan yang tertunggak dan lainnya) angsuran setelah grace period sebesar Rp 32.017.317 Total angsuran per bulan : Sebesar Rp 483.626.455 setelah masa grace period./Total installments per month PT TPD, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan restrukturisasi fasilitas pembiayaan dari PT Indosurya Inti Finance sesuai dengan Surat Persetujuan Restruktur Kredit No. 340/SPRK/CA-IIF/V/2021 tanggal 5 Mei 2021 adalah sebagai berikut: Fasilitas I Fasilitas pembiayaan : Surya SME Nilai pembiayaan : Rp13.909.997.480 yang terdiri dari Baki debet Juli 2021 sebesar Rp13.759.997.480 dan Kewajiban pembiayaan yang tertunggak sebesar Rp150.000.000. Jangka waktu : 20-07-2021 s.d 20-05-2025 termasuk masa holiday payment 5 bulan. Suku bunga : 18persen efektif per tahun Angsuran per bulan : - Angsuran ke 1 s.d ke 5 sebesar Rp50.000.000. - Angsuran ke 6 s.d ke 46 sebesar Rp456.679.976. Fasilitas II Fasilitas Pembiayaan : Surya Sukses Nilai Pembiayaan : Akumulasi kekurangan pembayaran masa holiday payment sebesar Rp1.140.999.748,- dan selisih grace periode awal yang belum dibayarkan sebesar Rp1.654.724.652,-
Page 66
Jangka waktu : 20-07-2021 s.d 20-05-2025 termasuk masa holiday payment 5 bulan Suku bunga : 12persen efektif pertahun Angsuran per bulan : - Angsuran ke 1 s.d ke 5 sebesar Rp0. - Angsuran ke 6 s.d ke 46 sebesar Rp74.419.148. PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan restrukturisasi fasilitas pembiayaan lanjutan dari PT Indosurya Inti Finance sesuai dengan Surat Persetujuan Restruktur Kredit No. 212b/SPRK/CA-SMEFI/VI/2022 tanggal 27 Juni 2022 adalah sebagai berikut: Fasilitas I Fasilitas pembiayaan : Surya Sukses Nilai pembiayaan : Rp14.434.654.766 yang merupakan Baki debet dari fasilitas I.. Jangka waktu : 31-03-2022 s.d 28-02-2026 termasuk masa holiday payment 6 bulan. Suku Bunga : - 15persen efektif per tahun (selama holiday payment) - 18persen efektif per tahun (sesudah holiday payment.) Angsuran Per Bulan : Angsuran ke 1 s.d ke 6 sebesar Rp 216.519.821., - Angsuran ke 7 s.d ke 47 sebesar Rp 466.570.576 Fasilitas II Fasilitas pembiayaan : Surya Sukses Nilai pembiayaan : Rp 131.504.264,- yang merupakan baki debet fasilitas II Jangka waktu : 31-03-2022 s.d 28-02-2026 termasuk masa holiday payment 6 bulan Suku Bunga : 0persen efektif pertahun Angsuran Per Bulan : - Angsuran ke 1 s.d ke 6 sebesar Rp 0, - Angsuran ke 7 s.d ke 47 sebesar Rp 3.207.421. PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan restrukturisasi fasilitas pembiayaan lanjutan dari PT Indosurya Inti Finance sesuai dengan Surat Persetujuan Restruktur Kredit No. 299a/SPRK/CA-SMEFI/I/2023 tanggal 06 Januari 2023 adalah sebagai berikut:Fasilitas I Fasilitas pembiayaan : Surya Sukses Nilai pembiayaan : Rp15.156.617.987 yang merupakan Baki debet dari fasilitas I.. Jangka waktu : 15-01-2023 s.d 15-11-2026 termasuk masa holiday payment 6 bulan. Suku Bunga : - 18persen efektif per tahun (selama holiday payment) Angsuran Per Bulan : Angsuran ke 1 s.d ke 6 sebesar Rp 75.000.000., - Angsuran ke 7 s.d ke 47 sebesar Rp 497.607.850 Fasilitas II Fasilitas pembiayaan : Surya Sukses Nilai pembiayaan : Rp 131.504.264,- terdiri dari : Baki debet sebesar Rp. 121.882.001 Angsuran tertunggak sebesar Rp. 9.622.263 Jangka waktu : 15-01-2023 s.d 15-11-2026 termasuk masa holiday payment 6 bulan PT Mega Pasanggrahan Indah, Subsidiary PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk On August 4, 2016, PT MPI, a Subsidiary, has obtained approval for the granting of ?Cinere Terrace Suites Project? Credit from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No. 1500/JKK.UT/CSMU/VIII/2016, updated with a Credit Agreement Addendum No. 1505/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 on September 30, 2019, are as follows: Credit Limit : Construction credit Rp300,000,000,000 Investment credit Rp90,000,000,000 Financing purpose : Construction of the project Apartment and Mall Cinere Terrace Suites at Jl. Cinere Raya, Pangkalan Jati Village, district Cinere, Depok area. Term : Construction credit will be extended for 24 months to December 11, 2025 Investment credit will be extended for 36 months to December 11, 2026 Provision : 0.5persen of credit limit Credit Nature : Non-Revolving Interest Rate : - BTN Construction Credit: 12.50persen effective per year (adjustable rate) - BTN Investment Credit: 13.00persen effective per year (adjustable rate) Fine : 2persen above the prevailing interest rate, calculated for interest arrears Collaterals : - Principal Collateral Land and buildings that will be in refinancing which Cinere Terrace Suites on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah located at Bogor, area 18,279 m? - Additional Collateral Certificate of the Cinere Riverside housing project located behind the apartment and mall project consisting of J6 blocks of 5, 6, 7, 8, 10, 11, 12, 12A, 12B, 15, 16, 17, and 23 with a total area 3,726m? Based on the Restructuring Approval Letter Credit PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No. 2405/S/JKK.UT/BCLU/VIII/2020 dated August 31, 2020 regarding the extension of the credit period and suspension of interest payments with the following details: Term : The Construction Credit is extended for the previous 12 months until December 11, 2025 to December 11, 2026 Interest Rate : - BTN Construction Credit: 12.50persen effective per year (adjustable rate) and 100persen deferred interest for 11 months from May 2020 to March 2021. - BTN Investment Credit: 13.00persen effective per year (adjustable rate) and 100persen Deferred interest for 11 months from May 2020 to March 2021. Based on the Deed of Addendum to the Credit Restructuring Agreement No. 105 dated October 29, 2021 regarding the approval of changes to the credit restructuring of PT Bank
Page 67
Tabungan Negara (Persero) Tbk. ? in particular the provisions in the following cases: Term : - The Construction Credit will expire on December 11, 2026 - The Investment Credit will expire on December 11, 2026 Interest rate : 9,00persen per annum Interest payment : Postponement of payment of interest obligations of 95persen and payable 5persen for 18 months starting from October 2021 to March 2023. Repayment of loan principal : - Changes in the nominal return of principal credit from the sale of Apartment units and Cinere Terrace Suites Mall either through KPR-BTN, hard cash / in stages. - Changes in principal payment schedule according to cashflow projections. Based on the Deed of Addendum to the Credit Restructuring Agreement No. 86 dated August 31, 2023 PT MPI, a Subsidiary has obtained approval for changes to the credit restructuring of PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ? in particular the provisions in the following cases: Term : - The Construction Credit will expire on December 11, 2030 - The Investment Credit will expire on December 11, 2030 Interest rate : 6,00persen per annum Interest payment : payment of interest obligations for 18 months starting from June 2023 to November 2024. Repayment of loan principal : - Changes in the nominal return of principal credit from the sale of Apartment units and Cinere Terrace Suites Mall either through KPR-BTN, hard cash / in stages. - Changes in principal payment schedule according to cashflow projections. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk On March 13, 2019, PT MPI, a subsidiary, has obtained approval for the granting of "Cinere Mall and Cinere Bellevue Mall Projects" from PT Bank Negara Indonesia Tbk number 288/MPI/PDIR/III/2019, which was updated through a credit agreement addendum No. 115 as of April 29, 2019 are as follows: Credit Limit : Rp310,000,000,000 Financing purpose : Refinancing assets of Cinere Mall and Cinere Bellevue Mall Term : 120 (one hundred and twenty) months Provision : 0.5persen of credit limit (eenmaligh) Type of Credit : Investment credit Credit Nature : Non-Revolving Interest Rate : 11.00persen effective per year (adjustable rate) Fine : 2persen above the prevailing interest rate, calculated for interest arrears Collaterals : - Land and Buildings Cinere Mall (SHGB No.529) an PT Mega Pasanggarahan Indah) which is located on Jl. Cinere Raya, Ex. Pangkalan Jati, Kec. Cinere, Depok Municipality, covering an area of 13,780 m?. Additional Collateral. - Land and Buildings Cinere Bellevue Mall (SHGB No.1441) an PT Mega Pasanggrahan Indah) which is located on Merawan Street, Pangkalan Jati Village, Cinere District, Depok City, West Java, covering an area of 18,751m?. - Complementary facilities, machines and supporting equipment for Cinere Mall. - Stock of Cinere Terrace Commercial shop houses. - Rental income for Cinere Mall and Cinere Bellevue Mall. - Corporate Guarantee on behalf of PT Cosmopolitan Persada Developments. Agreement : Current ratio of at least 1.0 times Covenant : Maximum debt to equity ratio of 2.5 times and Debt service coverage of at least 100persen. Based on the Approval of the Amendment to the Restructuring Credit Agreement of PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, No. (3) 05 dated September 30, 2021, regarding changes to the provisions in the Credit Agreement No. 05 dated 3 May 2019 which has been amended, with the latest amendment based on the Credit Agreement Amendment No. (2) 05 dated June 30, 2021, in particular the following provisions: Credit Limit : Rp258,037,000,000 which is the value of the debit balance as of August 31, 2021. Financing purpose : The restructuring placement of Investment Credit as stated in the Credit Agreement No. 05 on May 3, 2019. Type of Credit : Restructuring of Investment Credit Credit Nature : Amortizing term loan Term : Fixed until May 2, 2030 with a grace period of 24 months from September 2021 until March 2023. Interest Rate : 9.70persen effective per annum with the following terms: - The first 4 months since the 2nd Covid Restructuring PK was signed where the interest rate was paid at 1persen per year and the remaining 8.7persen per year was deferred. - The 5th month since the 2nd Covid Restructuring PK was signed until March 25, 2023 where the interest rate is paid at 5persen per year and the remaining 4.7persen per year is deferred. - Furthermore, the interest rate paid in full is 9.7persen per annum. - The accumulated deferred interest above will begin to be paid in stages, a maximum of April 2023 according to the proposed installment schedule. - Interest rates can be reviewed at any time by
Page 68
BNI. - The accumulated interest deferred on the 1st Covid 19 restructuring is set out in the Debt Settlement Agreement. - Meanwhile, accumulated interest that is deferred in the 2nd Covid 19 restructuring must be placed in the Debt Settlement Agreement at the maximum at the end of the interest deferral period - The arrears of interest, penalties and fees are set out in the Debt Settlement Agreement and are being paid in stages until no later than January 31, 2022. Debt Settlement Agreement: Credit Limit : - Rp6,966,000,000 or the amount of interest arrears, fines and fees and interest accruing until the date of the settlement of the Debt Settlement Agreement and; - Rp18,984,273,793 or interest is deferred from March until the date of placement of the Debt Settlement Agreement. Term : - 4 months on arrears of interest, penalties and fees as well as current interest or until January 31, 2022 and; - 60 months of deferred interest since the placement of the Debt Settlement Agreement. Based on the Approval of the Amendment to the Restructuring Credit Agreement of PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, No. (2) 05 dated June 30, 2021, regarding changes to the provisions in the Credit Agreement No. (1) 05 April 28, 2020 in particular the following provisions: Credit Limit : Rp302,487,000,000, which is a combination of the outstanding value as of April 1, 2020 amounting to IDR 260,037,000,000 and the remaining refinancing phase II investment credit facility of Rp42,450,000,000. Financing purpose : Refinancing assets of Cinere Mall and Cinere Bellevue Mall Type of Credit : Restructuring of Investment Credit Credit Nature : Amortizing term loan Term : May 3, 2019 until May 2, 2030, with a grace period from June 2021 to September 2021. Interest Rate : 9.70persen effective per annum with the following terms: interest paid and deferred interest with the following details: - Month June to August 2021, Interest rate paid 2persen per year, Defered interest 7,7persen per year. - Month September 2021 to May 2022, Interest rate paid 5,83persen per year, Defered interest 3,87persen per year. PT Tirta Persada Developments, Subsidiary On February 23, 2017, PT TPD ? a Subsidiary, has obtained approval to grant credit for the construction project ?Vivo Mall Sentul? from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No.286/S/JKK.UT/CSMU/II/2017 with addendum No. 1504/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 are as follows: Credit Limit : Rp400,000,000,000 Financing purpose : Vivo Mall Sentul development Type of Credit : - Construction Credit (KYG)Rp94,000,000,000 : - Investment Credit (KI) Rp306,000,000,000 Credit Nature : Non-Revolving Term : - Construction Credit (KYG) 96 months : - Investment Credit (KI) 156 months Provision : 0.75persen credit limit Adminstrative : 0.25persen credit limit - Interest Rate : - Construction Credit (KYG) - 11.00persen p.a (adjustable rate) : - Investment Credit (KI) - 11.75persen p.a (adjustable rate) Collaterals : Basic Collateral Land consisting of 11 certificates above the Vivo development project Mall, namely SHGB No. 1277, 1278, 1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284, 1289, 1290 with a total area of 28,074m? and SHGB No. 1275 with a minimum area of 33,758m? so that the total land collateral area is 61,832m?. Proof of Collateral Mastery - Land and buildings, namely Vivo Mall Sentul which is located on Jl. Raya Bogor KM. 49, Ex. Cimandala, Kec. Sukaraja, Kab. Bogor ownership of SHGB No. 1274, 1275, 1276, 1277, 1278, 1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284, 1285, 1286 and 1287 with an area of 102.330m? and SHGB No. 1289, 1290, and 1291 with an area of 22,614 m?. - All machines, equipment, furnitures and fixtures in the Vivo Mall Sentul project must be bound by fiducia at the Fiduciary Registration Office in accordance with the provisions until a fiduciary certificate is issued. Additional Collateral Certificates for the Vivo Residence Phase 1 and Phase 2 housing projects as well as the Bizpark Shophouse located around the Vivo Mall Sentul project with ownership in the form of SHGB No. 1287, 1291, and 1276 on behalf of PT Megapolitan Developments Corporation. Other Collateral: - Personal Guarantee on behalf of Sudjono Barak Rimba - Corporate Guarantee on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah - Cessie for Receivables relating to all activities of receiving and selling Mall, City Walk & Trade Center financed by Bank BTN KC Kuningan Jakarta. Agreements and Covenants : Debt to equity ratio maksimal 500persen Paid-up capital ratio of at least 10persen The ratio of collateral to outstanding kredit: - KYG Construction Credit of 125persen - Investment Credit I of
Page 69
135persen PT TPD ? a Subsidiary, has obtained approval for credit restructuring, including the deferral of interest payments from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk in accordance with the credit agreement No. 2406/S/JKK.UT/BCSU-L/VIII/2020 dated August 31, 2020, are as follows: Interest rate : - KYG - 11.00persen p.a (adjustable rate) / (Defered interest of 100persen for 8 months from May 2020 to December 2020 and 50persen for 3 months from January 2021 to March 2021). - KI - 11.75persen p.a (adjustable rate) / (Deffered interest of 100persen for 8 months from May 2020 to December 2020 and 50persen for 3 months from January 2021 to March 2021) PT TPD ? a Subsidiary, has obtained approval for credit restructuring, including the deferral of interest payments from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk in accordance with the credit agreement No. 995/S/JKK.UT/ BCSU/IV/2021 dated April 28, 2021, are as follows: Interest rate : - KYG - 9.50persen p.a (adjustable rate) / (Defered interest of 100persen for 8 months from May 2020 to December 2020 and 50persen for 3 months from January 2021 to March 2021). - KI - 9.50persen p.a (adjustable rate) / (Deffered interest of 95persen for 6 months from April 2021 to September 2021 and 80persen for 6 months from October 2021 to March 2022). PT TPD ? a Subsidiaries, has obtained approval for credit restructuring, including the deferral of interest payments from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk in accordance with the credit agreement No. 175/S/CMBD/CLMR/VI/2022 dated June 28, 2022, are as follows: Interest Rate : - KYG - 9.50persen p.a (adjustable rate) / Postponement of payment of interest obligations of 80persen for 24 months from June 2022 to. May 2024. Interest in arrears and/or postponed will be paid from January 2025 to. Credit Maturity. - KI - Loan tenure unchanged (up to December 2030) Based on the Deed of Addendum to the Credit Restructuring Agreement No. 87 dated August 31, 2023 PT TPD, a Subsidiary has obtained approval of changes to the credit restructuring of PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ? in particular the provisions in the following cases: Interest Rate : - KYG - 9.50persen p.a (adjustable rate) / payment of interest obligations of Rp350,000,000 for 18 months from June 2023 to. November 2024. Interest in arrears and/or postponed will be paid from December 2024 to. Credit Maturity. - KI - Loan tenure unchanged (up to December 2030) PT Indosurya Inti Finance PT TPD, a Subsidiary, has obtained approval to grant credit for the completion of the construction project "Vivo Mall Sentul" from PT Indosurya Inti Finance in accordance with the agreement No.668A/SPP/CA-IIF/XII/2019 dated December 16, 2019, as follows: Credit Limit : Rp14.000.000.000 Financing purpose : Completion of Vivo Sentul Mall Development Project Type of Credit : Investment Credit Term : 48 (forty eight) months Interest Rate : 0.85persen p.a (adjustable rate) Collaterals : Basic Collateral - Land and building with SHGB No. 1383 on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah with a land area of 430m2 and a building area of 106m2 which is located in Cinere Residence Housing Block K6 Number 1, Pangkalan Jati Village, Cinere District, Depok City, West Java. - Land and building with SHGB No. 1361 on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah with a land area of 467m2 and a building area of 105m2 which is located in Cinere Residence Housing Block K6 Number 27, Pangkalan Jati Village, Cinere District, Depok City, West Java. - Land and building with SHGB No. 1344 on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah with a land area of 372m2 and a building area of 164m2 which is located in Cinere Residence Housing Block K8 Number 1, Pangkalan Jati Village, Cinere District, Depok City, West Java. - Land and building with SHGB No. 1338 on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah with a land area of 327m2 and a building area of 163m2 which is located in Cinere Residence Housing Block K8 Number 8, Pangkalan Jati Village, Cinere District, Depok City, West Java. - Individual guarantee on behalf of Lora Melani Lowas Barak Rimba. Installments per month : According to arrears of financing obligations and others) installments after the grace period of IDR 32,017,317 Total installments per month : IDR 483,626,455 after the grace period/Total installments per month PT TPD, a Subsidiary, has obtained the restructuring approval of the financing facility from PT Indosurya Inti Finance in accordance with the Credit Restructuring Approval Letter No. 340/SPRK/CA-IIF/V/2021 dated May 5, 2021 are as follows: Facility I Financing facility : Surya SME Financing value :
Page 70
Rp13,909,997,480 which consists of July 2021 debit balance, amounting to Rp13.759.997.480 and The outstanding financing obligations amounting to Rp150.000.000. Term : 20-07-2021 to 20-05-2025 including holiday payment of 5 months. Interest rate : 18persen effective per year Installments per month : - Installment from 1 to 5 amounting Rp.50.000.000. - Installment from 6 to 46 amounting Rp456.679.976,- Facility II Financing Facility : Surya Sukses Financing Value : Accumulated underpayment during holiday payment period is Rp1,140,999,748,- and the difference in the grace period for the initial period that has not been paid is Rp1,654,724,652,- Term : 20-07-2021 to 20-05-2025 including holiday payment of 5 months Interest rate : 12persen effective per year Installments per month : - Installment from 1 to 5 amounting Rp.0. - Installment from 6 to 46 amounting Rp74.419.148,- PT Tirta Persada Developments, a Subsidiaries, has obtained the restructuring approval of the financing facility from PT Indosurya Inti Finance in accordance with the Credit Restructuring Approval Letter No. 212b/SPRK/CA-SMEFI/VI/2022 dated June 27, 2022 are as follows: Facility I Financing Facility : Surya Sukses Financing Value : Rp 14,434,654,766 which is of debit balance from facility I. Term : 31-03-2022 to 28-02-2026 including holiday payment of 6 months. Interest rate - 15persen effective per year (During holiday payment) - 18persen effective per year (after holiday payment). Installments per month Installment from 1 to 6 amounting Rp216,519,821., - Installment from 7 to 47 amounting Rp 466,570,576,- Facility II Financing Facility : Surya Sukses Financing Value : Rp 131,504,264., - which is of debit balance from facility I. Term : 31-03-2022 to 28-06-2026 including holiday payment of 6 months Interest rate 0persen effective per year Installments per month - Installment from 1 to 6 amounting Rp 0, - Installment from 7 to 47 amounting Rp3,207,421. PT Tirta Persada Developments, a Subsidiaries, has obtained the restructuring approval of the financing facility from PT Indosurya Inti Finance in accordance with the Credit Restructuring Approval Letter No. 299a/SPRK/CA-SMEFI/I/2023 tanggal 06 Januari 2023 are as follows: Facility I Financing Facility : Surya Sukses Financing Value : Rp 15.156.617.987 which is of debit balance from facility I. Term : 15-01-2023 s.d 15-11-2026 including holiday payment of 6 months. Interest rate - 18persen effective per year (During holiday payment) Installments per month Installment from 1 to 6 amounting Rp75,000,000., - Installment from 7 to 47 amounting Rp 497,607,850- Facility II Financing Facility : Surya Sukses Financing Value : Rp 131,504,264., consisting of the debit balance is Rp 121,882,001 outstanding installment Rp 9,622,263 Term : 15-01-2023 s.d 15-11-2026 including holiday payment of 6 months
Page 71
[2696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - Property Industry
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 7
instance.zip
done
FinancialStatement-2023-III-EMDE.xlsx
done
inlineXBRL.zip
done
SPD Q3 2023.pdf
done