Skip to content
Back to announcement

FinancialStatement-2023-III-EMDE.pdf

Financial statement Text extracted EMDE

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 71

Page 1
Nomor Surat                       051/MD/CORSEC/X/2023
Nama Emiten                       Megapolitan Developments Tbk
Kode Emiten                       EMDE
Perihal                           Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit



Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 9 Bulan yang berakhir pada 30/09/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :



Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :




 No      Nama         Kegiatan         Lokasi         Tahun         Status         Jumlah Aset         Satuan        Mata     Persentase
                       Usaha                         Komersil       Operasi                                          Uang        (%)
 1    PT Tirta       Perumahan/        Bogor           2007          Aktif         717.833.833.832     PENUH         IDR        99.89
      Persada         Property
      Developments
 2    PT Graha       Perumahan/        Depok           2007           Aktif         98.225.962.084     PENUH         IDR          99.0
      Mentari         Property
      Persada
 3    PT Titan       Perumahan/      Tangerang         2006           Aktif        207.128.424.999     PENUH         IDR         99.99
      Property        Apartment
 4    PT Mega        Perumahan/        Depok           1983           Aktif      2.539.444.711.718     PENUH         IDR         99.38
      Pasanggrahan    Shopping
      Indah
 5    PT Mega Limo   Perumahan/        Depok           1982          Aktof         147.648.332.069     PENUH         IDR          99.8
      Estate          Property




Dokumen ini merupakan dokumen resmi Megapolitan Developments Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik.

                     Megapolitan Developments Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information

Informasi umum                                                                General information
                                            30 September 2023
Nama entitas                         Megapolitan Developments Tbk                               Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir                                  Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya                                              the end of the preceding reporting
                                                                                                       period
Kode entitas                         EMDE                                                        Entity code
Nomor identifikasi entitas           AA571                                     Entity identification number
Industri utama entitas               Properti / Property                                Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih        PSAK                                  Selected accounting standards
Sektor                               H. Properties & Real Estate                                       Sector
Subsektor                            H1. Properties & Real Estate                                  Subsector
Industri                             H11. Real Estate Management                                     Industry
                                     & Development
Subindustri                          H111. Real Estate Development                               Subindustry
                                     & Management
Informasi pemegang saham                                               Controlling shareholder information
                                     National Corporation
pengendali
Jenis entitas                        Local Company - Indonesia                                 Type of entity
                                     Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan           Saham / Stock                                  Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat                                         Type of board on which the entity is
                                       Pengembangan / Development
entitas tercatat                                                                                        listed
Apakah merupakan laporan keuangan                                     Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok       Entitas grup / Group entity      of an individual entity or a group of
entitas                                                                                               entities
Periode penyampaian laporan                                                  Period of financial statements
                                       Kuartal III / Third Quarter
keuangan                                                                                        submissions
Tanggal awal periode berjalan          January 01, 2023                            Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan         September 30, 2023                           Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya         December 31, 2022                                 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya        January 01, 2022                               Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya       September 30, 2022                             Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya       December 31, 2021                              Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan                    Rupiah / IDR                   Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan                                    Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah 15.52600                         presentation currency is other than
                                                                                                       rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam                                         Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan      Satuan Penuh / Full Amount                                    statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit          Type of report on financial statements
Jenis opini auditor                                                               Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf                                                    Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu                                    emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan                                                           paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review                                                       Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama                                                      Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama                                                             Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama                                                     Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil                                       Date of auditor's opinion or result of
laporan review                                                                                 review report
Auditor tahun berjalan                                                                 Current year auditor
Page 3
Nama partner audit tahun berjalan                   Name of current year audit signing
                                                                                   partner
Lama tahun penugasan partner yang                     Number of years served as audit
menandatangani                                                            signing partner
Auditor tahun sebelumnya                                                Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya                   Name of prior year audit signing
                                                                                   partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan                     Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor:                                 No. 75/POJK.04/2017 concerning
                                     Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung                responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan                                  financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan                       Compliance to the independency of
independensi akuntan yang                          Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal               Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor                                    rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang                                  concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik                        Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan                              Financial Services Activities.
Page 4
[2210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - Property Industry

Laporan posisi keuangan                                          Statement of financial position
                                     30 September 2023   31 December 2022
Aset                                                                                                Assets
  Aset lancar                                                                            Current assets
     Kas dan setara kas                                                               Cash and cash
                                        55,857,056,170      65,611,936,270
                                                                                          equivalents
      Piutang usaha                                                               Trade receivables
         Piutang usaha pihak                                               Trade receivables third
                                        25,903,975,486      23,910,616,636
         ketiga                                                                            parties
      Persediaan lancar                                                         Current inventories
         Aset real estat lancar                                                Current real estate
                                     1,392,744,551,249   1,373,103,961,449
                                                                                           assets
          Persediaan lancar                                                  Current inventories
     Biaya dibayar dimuka                                                  Current prepaid expenses
                                         1,759,752,358       2,098,126,216
     lancar
     Uang muka lancar                                                              Current advances
          Uang muka lancar                                                            Other current
                                           536,685,571         389,733,712
          lainnya                                                                        advances
     Pajak dibayar dimuka                                                        Current prepaid taxes
                                        30,333,871,750      37,143,308,929
     lancar
     Aset pengampunan pajak                                                      Current tax amnesty
                                           400,000,000         400,000,000
     lancar                                                                                    assets
     Jumlah aset lancar              1,507,535,892,584   1,502,657,683,212      Total current assets
   Aset tidak lancar                                                                Non-current assets
     Piutang dari pihak berelasi                                             Receivables from related
                                        44,200,137,390      44,508,807,393
                                                                                              parties
      Investasi yang dicatat                                               Investments accounted for
      dengan menggunakan                 6,652,772,444       6,682,851,501       using equity method
      metode ekuitas
      Persediaan tidak lancar                                               Non-current inventories
         Aset real estat tidak                                             Non-current real estate
                                      338,230,511,245      337,314,105,420
         lancar                                                                              assets
      Properti investasi             1,836,519,577,799   1,836,519,577,799     Investment properties
      Aset tetap                                                                 Property, plant, and
                                        11,223,940,836      12,413,553,905
                                                                                            equipment
       Goodwill                          2,109,551,639       2,109,551,639                     Goodwill
       Aset pengampunan pajak                                                Non-current tax amnesty
                                         1,474,323,712       1,545,606,189
       tidak lancar                                                                              assets
       Jumlah aset tidak lancar      2,240,410,815,065   2,241,094,053,846 Total non-current assets
   Jumlah aset                       3,747,946,707,649   3,743,751,737,058                   Total assets
Liabilitas dan ekuitas                                                                 Liabilities and equity
   Liabilitas                                                                                    Liabilities
       Liabilitas jangka pendek                                                    Current liabilities
           Utang usaha                                                           Trade payables
               Utang usaha pihak                                               Trade payables
                                      211,623,859,067      199,771,034,479
               ketiga                                                              third parties
               Utang usaha pihak                                               Trade payables
                                         6,363,812,486       6,513,045,848
               berelasi                                                         related parties
           Utang lainnya                                                         Other payables
               Utang lainnya pihak                                             Other payables
                                        40,753,720,507      39,384,926,128
               ketiga                                                              third parties
           Beban akrual jangka                                                    Current accrued
                                      326,145,144,743      267,401,457,560
           pendek                                                                         expenses
Page 5
      Utang pajak               43,797,725,831      39,470,281,551        Taxes payable
      Utang proyek                                     167,253,348      Project payables
      Pendapatan diterima                                              Current unearned
                               466,174,199,859     496,254,302,381
      dimuka jangka pendek                                                       revenue
      Liabilitas jangka                                            Current maturities of
      panjang yang jatuh                                            long-term liabilities
      tempo dalam satu
      tahun
         Liabilitas jangka                                            Current maturities
         panjang yang jatuh                                               of bank loans
         tempo dalam satu        5,090,602,182      46,288,793,411
         tahun atas utang
         bank
      Jumlah liabilitas                                                      Total current
                              1,099,949,064,675   1,095,251,094,706
      jangka pendek                                                              liabilities
  Liabilitas jangka                                                     Non-current liabilities
  panjang
      Liabilitas pajak                                                Deferred tax liabilities
                                26,959,487,900      26,959,487,900
      tangguhan
      Utang pemegang                                                    Non-current due to
                                71,605,202,643      62,792,845,602
      saham jangka panjang                                                    stockholders
      Liabilitas jangka                                               Long-term liabilities
      panjang setelah                                                       net of current
      dikurangi bagian                                                          maturities
      yang jatuh tempo
      dalam satu tahun
         Liabilitas jangka                                               Long-term bank
         panjang atas utang    959,934,520,069     922,129,615,048                loans
         bank
      Kewajiban imbalan                                                           Long-term
      pasca kerja jangka        11,081,683,867      10,366,890,977         post-employment
      panjang                                                             benefit obligations
      Jumlah liabilitas                                                  Total non-current
                              1,069,580,894,479   1,022,248,839,527
      jangka panjang                                                               liabilities
  Jumlah liabilitas           2,169,529,959,154   2,117,499,934,233             Total liabilities
Ekuitas                                                                                       Equity
  Ekuitas yang                                                           Equity attributable to
  diatribusikan kepada                                                equity owners of parent
  pemilik entitas induk                                                                     entity
      Saham biasa              335,000,000,000     335,000,000,000          Common stocks
      Tambahan modal                                                       Additional paid-in
                               126,054,412,723     126,054,412,723
      disetor                                                                          capital
      Saldo laba                                                        Retained earnings
      (akumulasi kerugian)                                                           (deficit)
         Saldo laba yang                                                 Unappropriated
         belum ditentukan     1,107,715,893,563   1,155,468,472,757    retained earnings
         penggunaannya
      Jumlah ekuitas yang                                                    Total equity
      diatribusikan kepada                                          attributable to equity
                              1,568,770,306,286   1,616,522,885,480
      pemilik entitas induk                                              owners of parent
                                                                                     entity
   Kepentingan                                                       Non-controlling interests
                                 9,646,442,209        9,728,917,345
   non-pengendali
   Jumlah ekuitas             1,578,416,748,495   1,626,251,802,825                 Total equity
Jumlah liabilitas dan                                                  Total liabilities and equity
                              3,747,946,707,649   3,743,751,737,058
ekuitas
Page 6
[2311000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by function - Property Industry

Laporan laba rugi dan penghasilan                         Statement of profit or loss and other
komprehensif lain                                                     comprehensive income
                                    30 September 2023     30 September 2022
Penjualan dan pendapatan                                                                    Sales and revenue
                                       98,374,945,530        88,538,571,932
usaha
Beban pokok penjualan dan                                                           Cost of sales and revenue
                                    ( 37,911,025,618 )    ( 38,643,472,497 )
pendapatan
Jumlah laba bruto                      60,463,919,912        49,895,099,435                Total gross profit
Beban penjualan                      ( 2,952,700,764 )     ( 3,017,804,871 )                  Selling expenses
Beban umum dan administrasi                                                       General and administrative
                                    ( 46,700,987,112 )    ( 50,537,254,245 )
                                                                                                      expenses
Pendapatan keuangan                        60,171,519            84,127,943                    Finance income
Beban bunga dan keuangan            ( 52,752,006,118 )    ( 48,871,998,401 )       Interest and finance costs
Bagian atas laba (rugi) entitas                                                        Share of profit (loss) of
asosiasi yang dicatat dengan            ( 30,079,058 )        ( 88,076,104 )   associates accounted for using
menggunakan metode ekuitas                                                                       equity method
Pendapatan lainnya                        591,777,616         1,621,165,998                       Other income
Beban lainnya                          ( 302,575,604 )       ( 420,299,130 )                   Other expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum                                                      Total profit (loss) before tax
                                    ( 41,622,479,609 )    ( 51,335,039,375 )
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak             ( 6,212,574,721 )     ( 4,533,967,375 )           Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi                                                       Total profit (loss) from
                                    ( 47,835,054,330 )    ( 55,869,006,750 )
yang dilanjutkan                                                                      continuing operations
Jumlah laba (rugi)                  ( 47,835,054,330 )    ( 55,869,006,750 )               Total profit (loss)
Jumlah laba rugi komprehensif       ( 47,835,054,330 )    ( 55,869,006,750 )   Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat                                                           Profit (loss) attributable to
diatribusikan
   Laba (rugi) yang dapat                                                        Profit (loss) attributable to
                                    ( 47,752,579,194 )    ( 55,738,058,640 )
   diatribusikan ke entitas induk                                                               parent entity
   Laba (rugi) yang dapat                                                        Profit (loss) attributable to
   diatribusikan ke kepentingan         ( 82,475,136 )       ( 130,948,110 )      non-controlling interests
   non-pengendali
Laba rugi komprehensif yang                                                           Comprehensive income
dapat diatribusikan                                                                             attributable to
   Laba rugi komprehensif yang                                                      Comprehensive income
   dapat diatribusikan ke entitas   ( 47,752,579,194 )    ( 55,738,058,640 )    attributable to parent entity
   induk
   Laba rugi komprehensif yang                                                     Comprehensive income
   dapat diatribusikan ke               ( 82,475,136 )       ( 130,948,110 ) attributable to non-controlling
   kepentingan non-pengendali                                                                      interests
Laba (rugi) per saham                                                              Earnings (loss) per share
   Laba per saham dasar                                                         Basic earnings per share
   diatribusikan kepada                                                              attributable to equity
   pemilik entitas induk                                                      owners of the parent entity
       Laba (rugi) per saham                                                  Basic earnings (loss) per
       dasar dari operasi yang                ( 14.25 )             ( 16.64 )     share from continuing
       dilanjutkan                                                                            operations
Page 7
[2410000] Statement of changes in equity - Property Industry - Current Year

30 September 2023


Laporan perubahan ekuitas                                                                                                                                                                 Statement of changes in equity
                                                                                        Saldo laba yang belum      Ekuitas yang dapat
                                                                                                                                               Kepentingan
                                         Saham biasa       Tambahan modal disetor             ditentukan          diatribusikan kepada                                     Ekuitas
                                                                                                                                              non-pengendali
                                                                                           penggunaannya              entitas induk
                                                                                        Unappropriated retained   Equity attributable to
                                         Common stocks     Additional paid-in capital                                                      Non-controlling interests       Equity
                                                                                               earnings                parent entity
Posisi ekuitas                                                                                                                                                                                                         Equity position
  Saldo awal periode sebelum penyajian                                                                                                                                                    Balance before restatement at beginning of
                                         335,000,000,000       126,054,412,723            1,155,468,472,757        1,616,522,885,480             9,728,917,345         1,626,251,802,825
  kembali                                                                                                                                                                                                                      period
  Posisi ekuitas, awal periode           335,000,000,000       126,054,412,723            1,155,468,472,757        1,616,522,885,480             9,728,917,345         1,626,251,802,825 Equity position, beginning of the period
  Laba (rugi)                                                                             ( 47,752,579,194 )       ( 47,752,579,194 )            ( 82,475,136 )        ( 47,835,054,330 )                                Profit (loss)
  Posisi ekuitas, akhir periode          335,000,000,000       126,054,412,723            1,107,715,893,563        1,568,770,306,286             9,646,442,209         1,578,416,748,495        Equity position, end of the period
Page 8
[2410000] Statement of changes in equity - Property Industry - Prior Year

30 September 2022


Laporan perubahan ekuitas                                                                                                                                                                 Statement of changes in equity
                                                                                        Saldo laba yang belum      Ekuitas yang dapat
                                                                                                                                               Kepentingan
                                         Saham biasa       Tambahan modal disetor             ditentukan          diatribusikan kepada                                     Ekuitas
                                                                                                                                              non-pengendali
                                                                                           penggunaannya              entitas induk
                                                                                        Unappropriated retained   Equity attributable to
                                         Common stocks     Additional paid-in capital                                                      Non-controlling interests       Equity
                                                                                               earnings                parent entity
Posisi ekuitas                                                                                                                                                                                                         Equity position
  Saldo awal periode sebelum penyajian                                                                                                                                                    Balance before restatement at beginning of
                                         335,000,000,000       126,054,412,723            1,223,997,279,811        1,685,051,692,534             9,899,220,565         1,694,950,913,099
  kembali                                                                                                                                                                                                                      period
  Posisi ekuitas, awal periode           335,000,000,000       126,054,412,723            1,223,997,279,811        1,685,051,692,534             9,899,220,565         1,694,950,913,099 Equity position, beginning of the period
  Laba (rugi)                                                                             ( 55,738,058,640 )       ( 55,738,058,640 )           ( 130,948,110 )        ( 55,869,006,750 )                                Profit (loss)
  Posisi ekuitas, akhir periode          335,000,000,000       126,054,412,723            1,168,259,221,171        1,629,313,633,894             9,768,272,455         1,639,081,906,349        Equity position, end of the period
Page 9
[2510000] Statement of cash flows, direct method - Property Industry

Laporan arus kas                                                           Statement of cash flows
                                  30 September 2023    30 September 2022
Arus kas dari aktivitas operasi                                                Cash flows from operating
                                                                                                 activities
   Penerimaan kas dari                                                              Cash receipts from
   aktivitas operasi                                                                operating activities
       Penerimaan dari                                                       Receipts from customers
                                     74,698,262,197       84,190,669,985
       pelanggan
   Pembayaran kas dari                                                         Cash payments from
   aktivitas operasi                                                             operating activities
       Pembayaran gaji dan                                                Payments for salaries and
                                  ( 46,873,389,405 )   ( 47,504,276,559 )
       tunjangan                                                                        allowances
       Pembayaran kepada                                                   Payments to contractors
                                  ( 35,177,405,505 )   ( 16,308,443,470 )
       kontraktor
   Kas diperoleh dari                                                      Cash generated from (used
                                   ( 7,352,532,713 )      20,377,949,956
   (digunakan untuk) operasi                                                              in) operations
   Penerimaan bunga dari                                                          Interests received from
                                         60,171,519            84,127,943
   aktivitas operasi                                                                   operating activities
   Pembayaran bunga dari                                                    Interests paid from operating
                                   ( 3,918,384,897 )   ( 13,671,428,244 )
   aktivitas operasi                                                                             activities
   Penerimaan pengembalian                                                 Income taxes refunded (paid)
   (pembayaran) pajak                                                            from operating activities
                                   ( 3,472,471,301 )     ( 8,921,912,966 )
   penghasilan dari aktivitas
   operasi
   Penerimaan (pengeluaran)                                                 Other cash inflows (outflows)
   kas lainnya dari aktivitas           289,202,021        ( 29,513,194 )       from operating activities
   operasi
   Jumlah arus kas bersih                                                          Total net cash flows
   yang diperoleh dari                                                          received from (used in)
                                  ( 14,394,015,371 )    ( 2,160,776,505 )
   (digunakan untuk) aktivitas                                                      operating activities
   operasi
Arus kas dari aktivitas                                                         Cash flows from investing
investasi                                                                                         activities
   Pembayaran untuk perolehan                                                 Payments for acquisition of
                                     ( 232,658,410 )       ( 76,269,137 )
   aset tetap                                                                    property and equipment
   Jumlah arus kas bersih                                                          Total net cash flows
   yang diperoleh dari                                                          received from (used in)
                                     ( 232,658,410 )       ( 76,269,137 )
   (digunakan untuk) aktivitas                                                      investing activities
   investasi
Arus kas dari aktivitas                                                         Cash flows from financing
pendanaan                                                                                         activities
   Pembayaran pinjaman bank        ( 4,100,000,000 )    ( 6,993,064,648 )        Payments of bank loans
   Penerimaan utang pihak                                                   Proceeds from due to related
                                      9,485,102,294       14,773,450,005
   berelasi                                                                                      parties
   Pembayaran utang pihak                                                     Payments of due to related
                                     ( 513,308,613 )      ( 759,950,000 )
   berelasi                                                                                      parties
   Jumlah arus kas bersih                                                          Total net cash flows
   yang diperoleh dari                                                          received from (used in)
                                      4,871,793,681        7,020,435,357
   (digunakan untuk) aktivitas                                                      financing activities
   pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan)                                               Total net increase (decrease)
                                   ( 9,754,880,100 )       4,783,389,715
bersih kas dan setara kas                                                 in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas,                                             Cash and cash equivalents cash
                                     65,611,936,270       69,746,746,879
awal periode                                                                flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas,                                                 Cash and cash equivalents
                                     55,857,056,170       74,530,136,594
akhir periode                                                             cash flows, end of the period
Page 10

          
Page 11
[2610000] Explanation for Significant Accounting Policy - Property Industry


Kebijakan akuntansi signifikan                                                                                                                     Significant accounting policies
                                                                                30 September 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan   a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian telah                     Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian                       disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (?SAK?), yang mencakup                                                          statements
                                    Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan yang
                                    dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia serta Peraturan No.
                                    VIII.G.7 tentang ?Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik?
                                    Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK)
                                    (sekarang Otoritas Jasa Keuangan/OJK) berdasarkan keputusan Ketua BAPEPAM-LK No.
                                    KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012. Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan
                                    PSAK 1 (Revisi 2015) : Penyajian laporan keuangan. Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk
                                    laporan arus kas konsolidasian disusun berdasarkan basis akrual, menggunakan dasar akuntansi
                                    biaya historis, kecuali untuk akun-akun tertentu yang disajikan berdasarkan pengukuran lain
                                    sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas
                                    konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, yang menyajikan penerimaan dan
                                    pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, investasi dan
                                    pendanaan. Tahun buku Grup adalah 1 Januari sampai dengan 31 Desember. Mata uang pelaporan
                                    yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah (Rp), yang juga merupakan
                                    mata uang fungsional Grup. Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar
                                    Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang
                                    mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada
                                    tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi
                                    dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. a. Basis of Preparation of Consolidated Financial
                                    Statements The consolidated financial statements have been prepared in accordance with Indonesian
                                    Financial Accounting Standards (?SAK?), which comprise of the Statements of Financial Accounting
                                    Standards and Interpretations of Financial Accounting Standards issued by the Board of Financial
                                    Accounting Standards of the Indonesian Institute of Accountants and the Regulations No. VIII.G.7
                                    regarding ?Presentation and Disclosure of Financial Statements of Public Companies? included in the
                                    appendix of the Decree of the Chairman of the Capital Market and Financial Institution Supervisory
                                    Agency (Bapepam-LK) (currently Financial Services Authority) No. KEP-347/BL/2012 dated on June
                                    25, 2012. The consolidated financial statements have been prepared in accordance with SFAS 1
                                    (Revised 2015) : Presentation of Financial Statements. The consolidated financial statements, except
                                    consolidated statement of cash flows, have been prepared on the accrual basis, using the historical
                                    cost basis of accounting, except for certain accounts which are measured on the basis described in the
                                    related accounting policies for those accounts. The consolidated statements of cash flows have been
                                    prepared by using the direct method, presents receipts and disbursements of cash and cash
                                    equivalents classified into operating, investing and financing activities. The annual financial reporting
                                    period of the Group is January 1 until December 31. The reporting currency used in the preparation of
                                    the consolidated financial statements is the Indonesian Rupiah (Rp), which is also the functional
                                    currency of the Group. The preparation of consolidated financial statements in conformity with
                                    Indonesian Financial Accounting Standards requires management to make estimates and assumptions
                                    that affect the reported amounts of assets and liabilities and disclosure of contingent assets and
Page 12
                              liabilities at the date of the financial statements and the reported amounts of revenues and expenses
                              during the reporting period. Actual results could differ from those estimates.
Prinsip-prinsip konsolidasi   d. Prinsip-prinsip konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian terdiri dari laporan keuangan Entitas         Principles of consolidation
                              anak. Pengendalian didapat ketika Perusahaan terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel
                              dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil
                              tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Secara spesifik, Grup mengendalikan investee jika dan
                              hanya jika Grup memiliki seluruh hal berikut ini: - Kekuasaan atas investee (misal, hak yang ada
                              memberi kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan investee ); - Eksposur atau hak atas
                              imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; - Kemampuan untuk menggunakan
                              kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor. Ketika Grup memiliki
                              kurang dari hak suara mayoritas, Grup dapat mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang
                              relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan atas investee termasuk: - Pengaturan kontraktual
                              dengan pemilik hak suara yang lain; - Hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain; - Hak suara
                              dan hak suara potensial Grup Grup menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta
                              dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen
                              pengendalian. Konsolidasi atas entitas anak dimulai ketika Grup memiliki pengendalian atas entitas
                              anak dan berhenti ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, penghasilan
                              dan beban atas entitas anak yang diakuisisi atau dilepas selama periode termasuk dalam laporan laba
                              rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dari tanggal Grup memperoleh pengendalian
                              sampai dengan tanggal Grup menghentikan pengendalian atas entitas anak. Laba atau rugi dan setiap
                              komponen atas penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemegang saham entitas induk Grup
                              dan pada kepentingan non pengendali (?KNP?), walaupun hasil di KNP mempunyai saldo defisit. Bila
                              diperlukan, penyesuaian dilakukan pada laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansinya
                              sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup. Semua aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan
                              arus kas berkaitan dengan transaksi antar anggota Grup akan dieliminasi secara penuh dalam proses
                              konsolidasi. Perubahan kepemilikan di entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai
                              transaksi ekuitas. Jika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka: - Menghentikan
                              pengakuan aset (termasuk goodwill ) dan liabilitas Entitas anak; Menghentikan pengakuan jumlah
                              tercatat setiap KNP; - Menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas,
                              bila ada. - Mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima; - Mengakui setiap sisa investasi pada nilai
                              wajarnya; - Mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam
                              laporan laba rugi; - Mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui
                              sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi persyaratan
                              jika Grup akan melepas secara langsung aset atau liabilitas yang terkait. d. Principles of consolidation
                              The consolidated financial statements comprise the financial statements of the Company and
                              subsidiaries.. Control is achieved when the Group is exposed, or has rights, to variable returns from its
                              involvement with the investee and has the ability to affect those returns through its power over the
                              investee. Specifically, the Group controls an investee if and only if the Group has: - Power over the
                              investee (i.e., existing rights that give it the current ability to direct the relevant activities of the
                              investee); - Exposure, or rights, to variable returns from its involvement with the investee; - The ability
                              to use its power over the investee to affect its returns. When the Group has less than a majority of the
                              voting or similar rights of an investee, the Group considers all relevant facts and circumstances in
                              assessing whether it has power over an investee, including: - The contractual arrangement with the
                              other vote holders of the investee; - Rights arising from other contractual arrangements; - The Group's
                              voting rights and potential voting rights The Group re-assesses whether or not it controls an investee if
                              facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three elements of
                              control. Consolidation of a subsidiary begins when the Group obtains control over the subsidiary and
Page 13
                                      ceases when the Group loses control of the subsidiary. Assets, liabilities, income and expenses of a
                                      subsidiary acquired or disposed of during the period are included in the consolidated statements of
                                      profit or loss and other comprehensive income from the date the Group gains control until the date the
                                      Group ceases to control the subsidiary. Profit or loss and each component of other comprehensive
                                      income (?OCI?) are attributed to the equity holders of the parent of the Group and to the
                                      non-controlling interests (?NCI?), even if this results in the NCI having a deficit balance. When
                                      necessary, adjustments are made to the financial statements of subsidiaries to bring their accounting
                                      policies into line with the Group?s accounting policies. All intra-group assets and liabilities, equity,
                                      income, expenses and cash flows relating to transactions between members of the Group are
                                      eliminated in full on consolidation. A change in the ownership interest of a subsidiary, without a loss of
                                      control, is accounted for as an equity transaction. If the Group loses control over a subsidiary, it: -
                                      Derecognizes the assets (including goodwill) and liabilities of the subsidiary; Terminate the recognition
                                      of the recorded amount of each KNP; - Derecognizes the cumulative translation differences, recorded
                                      in equity, if any. - Recognizes the fair value of payments received; - Recognizes any investment
                                      retained at fair value; - Recognizes any resulting difference as a gain or loss in the income statement;; -
                                      Reclassifying to profit or loss the proportion of gains and losses previously recognized in other
                                      comprehensive income or retained earnings is also a requirement if the Group is to dispose of the
                                      related asset or liability directly.
Kas dan setara kas                    g. Kas dan Setara Kas Berdasarkan PSAK No. 2: Laporan Arus Kas, kas dan setara kas terdiri atas               Cash and cash equivalents
                                      saldo kas (cash on hand) dan rekening giro (demand deposit) dan investasi yang sifatnya sangat likuid,
                                      berjangka pendek, yang dengan cepat dapat segera dikonversikan menjadi kas dalam jumlah yang
                                      dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan. Tidak dijadikan sebagai
                                      jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya. g. Cash and Cash Equivalent Based on SFAS No. 2: The
                                      statement of cash flows, cash and cash equivalents consists of cash on hand and demand deposits
                                      and investments that are very liquid, short-term, which can be quickly converted into cash in a
                                      predetermined amount and has a risk of insignificant changes in value. Not pledge as collateral and
                                      unrestricted.
Piutang usaha dan piutang lain-lain   j. Piutang usaha Piutang usaha disajikan dalam jumlah bersih. Perusahaan melakukan penyisihan                 Trade and other receivables
                                      piutang ragu-ragu jika ada ditentukan berdasarkan penelahaan oleh manajemen atas keadaan akun
                                      masing-masing pelanggan pada akhir periode. j. Trade receivables Trade receivables are recorded at
                                      net. The Company has provided and allowance for doubtful account which is made based on review of
                                      collectability individual outstanding amount at end of year.

Persediaan                            i. Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan atau nilai                         Inventories
                                      realisasi bersih secara agregat. Biaya perolehan persediaan dialokasikan menurut masing-masing
                                      proyek yang ditentukan berdasarkan metode identifikasi khusus untuk beban yang langsung berkaitan
                                      dengan proyek pembangunan perumahan dan berdasarkan rata-rata meter persegi untuk beban
                                      fasilitas umum dan sosial sesuai dengan sektor yang dikembangkan. Persediaan dinyatakan sebesar
                                      nilai yang lebih rendah antara harga perolehan atau nilai realisasi bersih secara agregat. Biaya
                                      perolehan persediaan dialokasikan menurut masing-masing proyek yang ditentukan berdasarkan
                                      metode identifikasi khusus untuk beban yang langsung berkaitan dengan proyek pembangunan
                                      perumahan dan berdasarkan rata-rata meter persegi untuk beban fasilitas umum dan sosial sesuai
                                      dengan sektor yang dikembangkan. Biaya perolehan tanah sedang dikembangkan meliputi biaya
                                      perolehan tanah yang belum dikembangkan, biaya pengembangan langsung dan tidak langsung yang
                                      dapat diatribusikan pada kegiatan pengembangan real estate serta biaya-biaya pinjaman. Tanah yang
                                      sedang dikembangkan dipindahkan ke tanah yang tersedia untuk dijual pada saat pengembangan
Page 14
                     tanah telah selesai. Semua biaya proyek dialokasikan secara proporsional ke tanah yang dapat dijual
                     berdasarkan luas area masing- masing. Biaya pengembangan tanah, termasuk tanah yang digunakan
                     sebagai jalan dan prasarana atau area yang tidak dapat dijual lainnya, dialokasikan menggunakan luas
                     area yang dapat dijual. Biaya perolehan bangunan dan apartemen dalam penyelesaian dipindahkan ke
                     rumah, rukan dan apartemen (strata title) tersedia untuk dijual pada saat pembangunan telah selesai.
                     Untuk proyek properti residensial, harga perolehan dipindahkan ke persediaan pada saat dimulainya
                     pengembangan dan pembangunan infrastuktur. Sedangkan untuk proyek properti komersial, pada saat
                     selesainya pengembangan tanah dan pembangunan infrastruktur, harga perolehan akan tetap
                     disajikan sebagai bagian dari persediaan atau direklasifikasi ke properti investasi, mana yang lebih
                     sesuai. Biaya perolehan jasa konstruksi meliputi biaya yang langsung berhubungan dengan proyek dan
                     biaya pinjaman serta dipindahkan pada aset bangunan jasa konstruksi pada saat selesai dibangun dan
                     siap diserahkan pada pemilik. Biaya pinjaman yang berhubungan dengan kegiatan pengembangan
                     dikapitalisasi ke proyek pengembangan. Kapitalisasi dihentikan pada saat proyek pengembangan
                     tersebut secara substansial siap untuk digunakan sesuai tujuannya atau aktivitas pembangunan
                     ditunda atau ditangguhkan dalam suatu periode yang cukup lama. i. Inventories Inventories are stated
                     at the lower of cost or net realizable value in aggregate. Inventories cost allocated according to each
                     project is determined by specific identification method for expenses directly related to housing projects
                     and based on the average square meter for public facilities and social burden in those sectors
                     developed. Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value in aggregate. Inventories
                     cost allocated according to each project is determined by specific identification method for expenses
                     directly related to housing projects and based on the average square meter for public facilities and
                     social burden in those sectors developed. The cost of land for development consists of cost of land for
                     development, direct and indirect development costs related to real estate development activities and
                     borrowing costs. Land under development is transferred to landplots available for sale when the land
                     development is completed. Total project cost is allocated proportionately to the saleable landplots
                     based on their respective areas. The cost of land for development, including land which is used for
                     roads and infrastructure or other unsaleable area, is allocated using saleable area. The cost of
                     buildings and apartments under construction is transferred to houses, shops and apartments (strata
                     title) available for sale when the construction is substantially completed. For residential property project,
                     its cost is classified as part of inventories upon the commencement of development and construction of
                     infrastructure. For commercial property project, upon the completion of development and construction
                     of infrastructure, its cost remains as part of inventories or is reclassified to the related investment
                     properties account, whichever is more appropriate. The acquisition cost of construction services
                     includes the costs directly related to the project and the cost of borrowing, and transferred to the asset
                     at the time of the building construction is completed and ready to be submitted to the owner. Borrowing
                     costs related to development activities are capitalized to development projects. Capitalization
                     discontinued when the development project is substantially ready for their intended use or development
                     activities postponed or suspended in a considerable period of time.
Properti investasi   n. Properti investasi Grup menerapkan PSAK 13: Properti investasi adalah properti (tanah atau                   Investment property
                     bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) untuk menghasilkan rental atau untuk
                     kenaikan nilai atau kedua-duanya. Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan dan
                     biaya pembangunan (termasuk biaya pinjaman yang terjadi) Sebelum tanggal 1 Januari 2021, properti
                     investasi diukur menggunakan model biaya untuk pengukuran setelah pengakuan. Berdasarkan model
                     biaya, properti investasi diukur sebesar nilai perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan
                     setiap akumulasi kerugian penurunan nilai. Properti investasi disusutkan dengan metode garis lurus
                     (straight-line method) selama estimasi masa manfaatnya yakni 20 (dua puluh) tahun. Masa manfaat
                     ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap
Page 15
             perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. Mulai tanggal 1 Januari 2021, Grup menggunakan
             model nilai wajar untuk pengukuran setelah pengakuan. Berdasarkan nilai wajar, keuntungan atau
             kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar properti investasi diakui dalam laba rugi pada periode
             saat terjadinya. Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika properti
             investasi tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang
             diperkirakan dari pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau
             pelepasan properti investasi ditentukan dari selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat
             aset dan diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya penghentian atau pelepasan. n. Investment
             properties The Group applies SFAS 13: Investment properties are properties (land or a building ? or
             part of a building ? or both) held to earn rentals or for capital appreciation or both. Investment
             properties are initially measured at acquisition and development costs (including borrowing costs
             incurred). Before January 1, 2021, investment properties were subsequently measured using cost
             model. Based on cost model, investment properties were measured at acquisition cost less
             accumulated depreciation and any accumulated impairment losses. Investment property is depreciated
             by the straight-line method over their estimated useful life which is 20 (twenty) years. The estimated
             useful lives, residual values and depreciation method are reviewed at each year end, with the effect of
             any changes in estimate accounted for on a prospective basis. Effective January 1, 2021, the Group
             has opted to use fair value model for subsequent measurement. Based on fair value model, a gain or
             loss arising from changes in the fair value of investment properties is included in profit or loss for the
             period in which it arises An investment property is derecognized upon disposal or when the investment
             property is permanently withdrawn from use and no future economic benefits are expected from the
             disposal. Any gain or loss arising on derecognition of the property (calculated as the difference
             between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is recognized in profit or loss
             in the period in which the property is derecognized.
Aset tetap   m. Aset tetap Grup menerapkan PSAK 16: Aset Tetap. Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan             Fixed assets
             dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai, jika ada, kecuali untuk tanah yang tidak
             disusutkan. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi,
             jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat pemeriksaan yang signifikan dilakukan
             untuk kelangsungan dari pengoperasian suatu aset tetap, biaya pemeriksaan itu diakui ke dalam
             jumlah tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria
             pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan
             dibebankan langsung pada operasi tahun berjalan.Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode
             garis lurus (straight-line method) berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai
             berikut: Bangunan 20 Tahun Inventaris kantor 4 ? 8 Tahun Inventaris mesin 4 ? 8 Tahun Inventaris
             proyek 4 ? 8 Tahun Kendaraan 4 ? 8 Tahun Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak
             disusutkan. Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan perpanjangan atau pembaharuan hak atas
             tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama periode hak atas tanah atau estimasi masa manfaat
             ekonomis tanah, periode mana yang lebih pendek. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya
             perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan aset dalam
             penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap atau properti investasi yang
             bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan. Jumlah tercatat aset
             tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa
             depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
             penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan
             jumlah tercatat dari aset) dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun aset tersebut dihentikan
             pengakuannya. Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan
             direview, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif. Biaya pengurusan legal hak
Page 16
                           atas tanah dalam bentuk Hak Guna Bangunan (HGB) ketika tanah pertama kali diakui sebagai bagian
                           dari biaya perolehan tanah pada akun Aset tetap. Biaya pengurusan atas perpanjangan atau
                           pembaharuan legal hak atas tanah dalam bentuk HGB ditangguhkan dan diamortisasi sesuai umur
                           hukum hak atas tanah, dan disajikan sebagai bagian dari akun ?Aset tidak lancar lainnya? pada
                           laporan posisi keuangan konsolidasian. m. Fixed assets The Group applies SFAS 16: Fixed Assets.
                           Fixed assets are stated at cost less accumulated depreciation and impairment loss, if any, except for
                           land which is not depreciated. Such cost includes the cost of replacing part of the fixed assets when
                           that cost is incurred, if the recognition criteria are met. Likewise, when a major inspection is performed,
                           its cost is recognized in the carrying amount of the fixed assets as a replacement if the recognition
                           criteria are met. All other repairs and maintenance costs that do not meet the recognition criteria are
                           recognized in profit and loss as they are incurred. Depreciation is computed using the straight-line
                           method over the estimated useful lives of the assets as follows: Buildings 20 Tahun/ Years Office
                           Equipments 4 ? 8 Tahun/ Years Machinery Equipment 4 ? 8 Tahun/ Years Project Equipments 4 ? 8
                           Tahun/ Years Vehicles 4 ? 8 Tahun/ Years Land is stated at cost and is not depreciated. Specific costs
                           associated with the extension or renewal of land titles are deferred and amortized over the legal term of
                           the land rights or economi life of the land, whichever period is shorter. Construction in progress is
                           stated at cost and is accounted as part of fixed assets. The accumulated costs are reclassified to the
                           appropriate fixed asset or investment property account when the construction is completed and the
                           constructed asset is ready for its intended use. An item of fixed assets is derecognized upon disposal
                           or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising on
                           derecognition of the asset (calculated as the difference between the net disposal proceeds and the
                           carrying amount of the asset) is credited or charged to operations in the year the asset is derecognized.
                           The fixed assets? residual values, useful lives and methods of depreciation are reviewed and adjusted
                           prospectively, if appropriate, at each financial year end. The costs incurred in order to acquire legal
                           rights over land in the form of The Right Build (HGB) certificates upon acquisition of land is recognized
                           as part of the acquisition cost of the land in Fixed assets and is not amortized. Costs incurred in
                           connection with the extension or renewal of the HGB are deferred and amortized throughout the validity
                           period of the legal rights and presented as part of ?Other non current financial assets? in the
                           consolidated statement of financial position.
Tanah belum dikembangkan   l. Tanah yang belum dikembangkan Tanah yang belum dikembangkan dinyatakan sebesar nilai yang                     Undeveloped land
                           lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Biaya perolehan tanah yang belum
                           dikembangkan, yang terdiri dari biaya praperolehan dan perolehan tanah, dipindahkan ke tanah yang
                           sedang dikembangkan pada saat pengembangan tanah akan dimulai. Biaya perolehan tanah yang
                           dimaksud mencakup biaya pembelian area tanah, termasuk semua biaya yang secara langsung
                           mengakibatkan tanah tersebut siap digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, mencakup,
                           tetapi tidak terbatas sebagai berikut: - biaya perolehan tanah, termasuk biaya perolehan bangunan
                           (yang tidak akan digunakan sebagai bangunan), tanaman, dan lain-lain yang berada di atas tanah
                           tersebut; - biaya gambar topografi; - biaya pembuatan cetak biru (master plan); - biaya pengurusan
                           dokumen hukum dan pengamanan asset - bea balik nama, komisi untuk perantara - imbalan jasa
                           profesional seperti ahli lingkungan hidup, ahli pertanahan, ahli hukum, ahli konstruksi, dan lain-lain -
                           biaya pematangan tanah termasuk biaya peruntuhan bangunan l. Land for development Land for
                           development is stated at cost or net realizable value, whichever is lower. The cost of land undeveloped,
                           pre-acquisition costs and land acquisition costs, transferred to land under development when land
                           development will begin. The cost of land in question cover the purchase of land area, including all costs
                           directly resulting in the ground ready to be used in accordance with its intended purpose, including, but
                           not limited to the following: - land acquisition costs, including the cost of the building (which is not to be
                           used as a building), plants, and others who are on the land; - Cost topographic image; - Master plan
Page 17
                                   cost - Legal document processing costs and asset security - Transfer of rights, commission for
                                   intermediaries - in exchange for professional services such as environmentalists, land experts, lawyers,
                                   construction, etc. - development of land costs including the cost of razing buildings
Penurunan nilai aset nonkeuangan   q. Penurunan nilai aset non-keuangan Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah                     Impairment of non-financial assets
                                   terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat
                                   pengujian penurunan nilai aset (yaitu aset tak berwujud dengan umur manfaat tidak terbatas, atau aset
                                   tak berwujud yang belum dapat digunakan) diperlukan, maka Grup membuat estimasi jumlah
                                   terpulihkan atas aset tersebut. Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah
                                   yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau UPK dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya,
                                   kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset
                                   atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset
                                   tersebut dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan nilainya menjadi
                                   sebesar nilai terpulihkannya. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto
                                   didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan
                                   penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset. Dalam menentukan nilai wajar
                                   dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak
                                   terdapat transaksi tersebut, model penilaian yang sesuai digunakan untuk menentukan nilai wajar aset.
                                   Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda (multiple valuation) atau indikator nilai
                                   wajar lain yang tersedia. Kerugian penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada, diakui
                                   pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sesuai dengan kategori biaya
                                   yang konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya. Kerugian penurunan nilai yang telah
                                   diakui pada periode sebelumnya untuk aset akan dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-
                                   asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai
                                   terakhir diakui. Dalam hal ini, nilai tercatat aset dinaikan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut
                                   dibatasi sehingga nilai tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto
                                   setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut
                                   pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan
                                   penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut
                                   disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi
                                   nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya. q. Impairment of
                                   non-financial asset value The Group assesses at each reporting date whether there is an indication
                                   that assets may be impaired. If any such indication exists, or when annual impairment testing for assets
                                   (i.e., an intangible asset with an indefinite useful life, or an intangible asset not yet available for use) is
                                   required, the Group makes an estimate of the recoverable amounts of the respective assets. An
                                   asset?s recoverable amount is the higher of the asset?s or its CGU?s fair value less costs to sell and
                                   its value in use, and is determined for an individual asset, unless the asset does not generate cash
                                   inflows that are largely independent of those from other assets or group of assets. Where the carrying
                                   amount of an asset exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and is written
                                   down to its recoverable amount. In assessing the value in use, the estimated net future cash flows are
                                   discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments
                                   of the time value of money and the risks specific to the asset. In determining fair value less costs to
                                   sell, recent market transactions are taken into account, if available. If no such transactions can be
                                   identified, an appropriate valuation model is used to determine the fair value of the asset. These
                                   calculations are corroborated by valuation multiples or other available fair value indicators. Impairment
                                   losses of continuing operations, if any, are recognized in the consolidated statement of profit or loss
                                   and other comprehensive income under expense categories that are consistent with the functions of
                                   the impaired assets. A previously recognized impairment loss for an asset is reversed only if there has
Page 18
                                 been a change in the assumptions used to determine the asset?s recoverable amount since the last
                                 impairment loss was recognized. If that is the case, the carrying amount of the asset is increased to its
                                 recoverable amount. The reversal is limited so that the carrying amount of the asset does not exceed
                                 its recoverable amount, nor exceeds the carrying amount that would have been determined, net of
                                 depreciation, had no impairment loss been recognized for the asset in prior years. Reversal of an
                                 impairment loss is recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive
                                 income. After such a reversal, the depreciation charge on the said asset is adjusted in future periods to
                                 allocate the asset?s revised carrying amount, less any residual value, on a systematic basis over its
                                 remaining useful life.
Pengakuan pendapatan dan beban   r. Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Grup menerapkan                  Revenue and expense recognition
                                 PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan yang berlaku efektif pada atau setelah tanggal
                                 1 Januari 2020. Grup mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah analisa
                                 sebagai berikut: 1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan; 2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam
                                 kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau
                                 jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan; 3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi
                                 merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas
                                 diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak
                                 mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Grup membuat estimasi jumlah imbalan
                                 tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang
                                 dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan
                                 selama periode kontrak; 4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan
                                 menggunakan dasar harga jual berdiri sendir relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan
                                 ditambah marjin; 5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan
                                 menyerahkan barang atau jasa (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa
                                 tersebut). Grup bergerak dalam bisnis penjualan bangunan rumah, bangunan komersial dan
                                 apartement sejenis lainnya beserta kapling tanahnya, dll. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
                                 diakui pada saat pengendalian barang atau jasa dialihkan kepada pelanggan dalam jumlah yang
                                 mencerminkan imbalan yang diharapkan akan menjadi hak Grup dalam pertukaran barang atau jasa
                                 tersebut. Grup secara umum menyimpulkan bahwa hal tersebut adalah yang utama dalam pengaturan
                                 pendapatannya. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan) Pendapatan dari kontrak
                                 dengan pelanggan diakui pada saat kepemilikan aset dialihkan kepada pelanggan, umumnya pada
                                 saat penyerahan aset kepada pelanggan. Uang muka yang diperoleh dari pelangan diakui sebagai
                                 uang muka pelanggan. Revenue and expense recognition Revenue from contracts with customers The
                                 Group has adopted SFAS 72: Revenue from Contracts with Customers, effective on or after January 1,
                                 2020. The Group requires revenue recognition to fulfill five steps of assessment: 1. Identify contract(s)
                                 with customers; 2. Identify performance obligations in the contract. Performance obligations are
                                 promise in a contract to transfer to a customer goods or services that are distinct . 3. Determine the
                                 transaction price. Transaction price is the amount of consideration to which an entity expects to be
                                 entitled in exchange for transferring promised goods or services to customer. If the consideration
                                 promised in a contract includes variable amount, the Group estimates the amount of consideration to
                                 which it expects to be entitled n exchange for transferring goods or services to a customer less the
                                 estimated amount of service level guarantee which will be paid during the contract period. 4. The
                                 allocation of the transaction price to each performance obligation is based on a relatively estimated
                                 stand-alone selling price based on expected cost plus a margin; 5. Recognition of revenue when the
                                 performace obligation is satisfied by transferring the goods or service to a customer (which is when the
                                 customer obtains control of that goods or servise). The Group is in the business of providing sales of
                                 houses, shops and other similar properties including landplots, etc. Revenue from contracts with
Page 19
                                  customers is recognized when control of the goods or services are transferred to the customer at an
                                  amount that reflects the consideration to which the Group expects to be entitled in exchange for those
                                  goods or services. The Group has generally concluded that it is the principal in its revenue
                                  arrangements, except for the agency services below, because it typically controls the goods or services
                                  before transferring them to the customer. Revenue from contracts with customers (continued) Revenue
                                  from contracts from customers is recognized at the point in time when control of the asset is transferred
                                  to the customer, generally on delivery of the assets. Downpayment from customers recognized as
                                  customer?s downpayment.
Penjabaran mata uang asing        t. Transaksi dan saldo mata uang asing Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah,                      Foreign currency translation
                                  yang juga merupakan mata uang fungsional entitas induk. Setiap entitas anak menentukan mata uang
                                  fungsional dan transaksi-transaksi yang termasuk dalam laporan keuangan pada setiap entitas diukur
                                  dengan mata uang fungsional tersebut. Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs
                                  yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada setiap akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas
                                  keuangan dalam mata uang asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang
                                  diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan terakhir untuk tahun yang
                                  bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun
                                  berjalan. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, kurs yang digunakan adalah
                                  Rp15.526 dan Rp15.731. t. Foreign currency transactions and balances The Company?s consolidated
                                  financial statements are presented in Rupiah, which is also the Parent Company?s functional currency.
                                  Each subsidiary determined its own functional currency and items included in the financial statements
                                  of each entity are measured using that functional currency. Transactions involving foreign currencies
                                  are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At the end of
                                  the reporting period, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to
                                  reflect the average of the selling and buying rates of exchange prevailing at the last banking transaction
                                  date of the year, as published by Bank Indonesia, and the resulting gains or losses are credited or
                                  charged to current operations. As of September 30, 2023 and December 31, 2022, the rates of
                                  exchange used was Rp15,526 and Rp15.731.
Transaksi dengan pihak berelasi   h. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan          Transactions with related parties
                                  Grup. a. Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan Grup, jika: - memiliki
                                  pengendalian atau pengendalian bersama atas Grup - memiliki pengaruh signifikan atas Grup; atau -
                                  merupakan personil manajemen kunci Grup atau entitas induk dari Perusahaan. b. Suatu entitas
                                  berelasi dengan Grup jika memenuhi salah satu hal berikut: - entitas dan Grup adalah anggota dari
                                  kelompok usaha yang sama. - satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari Grup
                                  (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang
                                  mana Grup adalah anggotanya). - entitas dan Grup adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang
                                  sama. - Grup adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi
                                  dari entitas ketiga. - entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja
                                  dari Grup atau entitas yang terkait dengan Grup. - entitas yang dikendalikan atau dikendalikan
                                  bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a. - orang yang teridentifikasi dalam huruf a (i)
                                  memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas induk dari
                                  entitas. Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak.
                                  Persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak
                                  yang tidak berelasi. h. Transactions with related parties A related party is a person or entity that is
                                  related to the Group. a. A person or a close member of that person's family is related to the Group, if
                                  that person: - has control or joint control over the Group; - has significant influence over the Group; or -
                                  is a member of the key management personnel of the Group or of the parent entity of the Company. b.
                                  An entity is related to the Group if any of the following conditions applies: - the entity and the Group are
Page 20
                    members of the same group. - one entity is an associate or joint venture of the Group (or an associate
                    or joint venture of a member of a group of which the Group is a member). - both entity and the Group
                    are joint ventures of the same third party. - the Group is a joint venture of a third entity and the other
                    entity is an associate of the third entity. - the entity is a post-employment benefit plan for the benefit of
                    employees of either the group or an entity related to the Group. - the entity is controlled or jointly
                    controlled by a person identified in point a. - a person identified in point a (i) has significant influence
                    over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the
                    entity). The transactions with related parties are made based on terms agreed by the parties. Such
                    terms may not be the same as those for transactions with unrelated parties.
Pajak penghasilan   v. Pajak penghasilan Group telah menetapkan secara retrospektif PSAK No. 46 (Revisi 2014), ?Pajak               Income taxes
                    Penghasilan?. PSAK ini telah menghapuskan pajak penghasilan final sebagai bagian dari beban pajak
                    penghasilan entitas. Oleh sebab itu, Grup memutuskan untuk menyajikan beban pajak penghasilan
                    final sehubungan dengan penghasilan sewa sebagai bagian dari beban operasi. Berdasarkan
                    Peraturan Pemerintah (PP) No. 5 tanggal 23 Maret 2002, penghasilan dari sewa pusat niaga
                    dikenakan pajak final sebesar 10percent, kecuali untuk kontrak sewa yang ditandatangani sebelum
                    peraturan tersebut yang dikenakan pajak 6percent. Pada tanggal 4 November 2008, Presiden Republik
                    Indonesia dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia menandatangani peraturan pemerintah No.
                    71/2008 (PP No.71/2008). Pada perubahan ketiga dari PP No 48/1994 mengenai pembayaran pajak
                    penghasilan pada pendapatan dari balik nama pada tanah dan/atau bangunan. Dalam peraturan
                    tersebut, efektif 1 Januari 2009, pendapatan dari transaksi-transaksi balik nama pada tanah dan/atau
                    bangunan akan dikenakan pajak final sebesar 5percent. Pajak penghasilan final Peraturan perpajakan
                    di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat final. Pajak final yang
                    dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi
                    mengalami kerugian. Pajak penghasilan final dihitung pada jumlah total tagihan berdasarkan nilai
                    kontrak. Berdasarkan PSAK 46 tersebut di atas, pajak penghasilan final di luar cakupan PSAK 46.
                    Oleh karena itu, tidak ada aset/kewajiban pajak tangguhan yang diakui. Grup memutuskan untuk
                    menyajikan beban pajak final sehubungan dengan penjualan kavling, rumah, bangunan komersial,
                    apartemen dan pendapatan bunga dari bank dan deposito berjangka sebagai pos tersendiri.
                    Perbedaan nilai tercatat antara aset dan liabilitas yang terkait pajak penghasilan final dan dasar
                    pengenaan pajaknya tidak diakui sebagai aset atau kewajiban pajak tangguhan. Beban pajak periode
                    berjalan sehubungan dengan pajak penghasilan final dihitung secara proporsional terhadap jumlah
                    pendapatan menurut akuntansi yang diakui selama tahun berjalan. Perbedaan antara pajak
                    penghasilan final yang dibayarkan dengan jumlah yang dibebankan sebagai beban pajak penghasilan
                    final dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian diakui sebagai pajak
                    dibayar dimuka atau utang pajak. Pada tanggal 8 Agustus 2016, Presiden Republik Indonesia dan
                    Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia menandatangani peraturan pemerintah No. 34/2016 (PP
                    No.34/2016), pada perubahan tersebut pendapatan dari transaksi-transaksi balik nama pada tanah
                    dan/atau bangunan akan dikenakan pajak final sebesar 2,5percent, efektif diberlakukan pada tanggal 8
                    September 2016 . Pendapatan bunga dari bank dan deposito berjangka dikenakan pajak final sebesar
                    20percent. Pajak penghasilan tidak final Beban pajak penghasilan tidak final merupakan jumlah pajak
                    yang terhutang dan pajak tangguhan. Pajak kini terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu
                    tahun. Laba kena pajak berbeda dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan dalam laporan laba
                    rugi dan penghasilan komprehensif lain karena pos pendapatan atau beban yang dikenakan pajak atau
                    dikurangkan pada tahun berbeda dan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak dapat
                    dikurangkan. Beban pajak penghasilan kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode
                    yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Pajak tangguhan diakui atas
                    perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam laporan keuangan konsolidasian
Page 21
dengan dasar pengenaan pajak yang digunakan dalam perhitungan laba kena pajak. Liabilitas pajak
tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan
umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan
besar bahwa laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Aset
dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (selain
dari kombinasi bisnis) dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang tidak mempengaruhi laba kena pajak
atau laba akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul
dari pengakuan awal goodwill. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif
pajak yang diharapkan berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan
berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku
pada akhir periode pelaporan. Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan
konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Grup memperkirakan, pada akhir periode pelaporan,
untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya. Jumlah tercatat aset
pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika
kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk
mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Pajak kini dan pajak
tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba rugi, kecuali sepanjang pajak
penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui, di luar laba rugi (baik dalam
penghasilan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga
diakui di luar laba rugi atau yang timbul dari akuntansi awal kombinasi bisnis. Dalam kombinasi bisnis,
pengaruh pajak termasuk dalam akuntansi kombinasi bisnis. Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling
hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus
aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak
tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta
Grup yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar
neto. Income tax The Group has restrospectively adopted SFAS No. 46 (Revised 2014), ?Income
Tax?. This SFAS eliminate final income tax as part of entity?s income tax expense. Therefore, the
Group has decided to present all of the final income tax arising from rental income as part of operating
expenses. Based on Government Regulation (PP) No. 5 dated March 23, 2002, income from shopping
center rental is subject to a final tax of 10percent, except for income from rental contracts signed prior
to such regulation which is subject to 6percent. On November 4, 2008, the President of the Republic of
Indonesia and the Minister of Law and Human Rights signed Government Regulation No. 71/2008 (PP
No. 71/2008). On the third changes on PP No. 48/1994 regarding payment of income tax on income
from transfer of rights on land and/or building?. This regulation provides that, effective January 1, 2009,
the income of a taxpayer from transactions of transferring rights on land and/or building, will be
subjected to final tax of 5percent. Final income tax Tax regulation in Indonesia determined that certain
taxable income is subjected to final tax. Final tax applied to the gross value of transactions is applied
even when the parties carrying the transaction are recognizing losses. The calculation of final tax
based on invoice of contract amount. Based on SFAS 46 above, final tax excluded from this SFAS 46.
Hence, there is no deferred tax assets/liabilities recognition. By applying the revised PSAK, the Group
has decided to present all of the final tax arising from sales of landplots, houses, shops, apartment and
interest income from bank and time deposits as separate line item. The differences between the
carrying amounts of existing assets or liabilities related to the final income tax and their respective tax
bases are not recognized as deferred tax assets or liabilities. Current tax expense related to income
subject to final income tax is recognized in proportion to total income during the current year for
accounting purposes. The difference between the final income tax paid and the amount charged as
final income tax expense in the consolidated statement of comprehensive income is recognized as
Page 22
           prepaid tax or tax payable. On August 8, 2016, the President of the Republic of Indonesia and the
           Minister of Law and Human Rights signed Government Regulation No. 34/2016 (PP No.34 / 2016), on
           the changes in revenue from transactions under the name of the land and / or buildings will be subject
           to final tax of 2.5percent, takes effect on September 8, 2016. Interest income from bank and time
           deposits are subjected to final tax amounting to 20percent. Non-final income tax Income tax expense
           represents the sum of the tax currently payable and deferred tax. The tax currently payable is based on
           taxable profit for the year. Taxable profit differs from profit before tax as reported in the consolidated
           statement of profit or loss and other comprehensive income because of items of income or expense
           that are taxable or deductible in other years and items that are never taxable or deductible. Current
           income tax expense is determined based on the taxable income for the year computed using prevailing
           tax rate. Deferred tax is recognized on temporary differences between the carrying amounts of assets
           and liabilities in the consolidated financial statements and the corresponding tax bases used in the
           computation of taxable profit. Deferred tax liabilities are generally recognized for all taxable temporary
           differences. Deferred tax assets are generally recognized for all deductible temporary differences to the
           extent that is probable that taxable profits will be available against which those deductible temporary
           differences can be utilized. Such deferred tax assets and liabilities are not recognized if the temporary
           differences arises from the initial recognition (other than in a business combination) of assets and
           liabilities in a transaction that affects neither the taxable profit nor the accounting profit. In addition,
           deferred tax liabilities are not recognized if the temporary differences arises from the initial recognition
           of goodwill. Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply
           in the period in which the liability is settled or the asset realized, based on the tax rates and tax laws
           that have been enacted, or substantively enacted, as the end of the reporting period. The
           measurement of deferred tax assets and liabilities reflects the tax consequences that would follow from
           the manner in which the Group expects, at the end of the reporting period, to recover or settle the
           carrying amount of the assets and liabilities. The carrying amount of deferred tax asset is reviewed at
           the end of each reporting period and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient
           taxable profits will be available to allow all or part of the asset to be recovered.
Pinjaman   p. Kapitalisasi biaya pinjaman Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan,              Borrowings
           konstruksi atau pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset
           tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada periode terjadinya. Biaya pinjaman terdiri
           dari beban bunga dan biaya pendanaan lainnya yang ditanggung oleh Grup sehubungan dengan
           peminjaman dana. Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat aktivitas yang diperlukan untuk
           mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya dimulai dan
           pengeluaran untuk aset kualifikasian dan biaya pinjamannya telah terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman
           dihentikan pada saat selesainya secara substansial seluruh aktivitas yang diperlukan untuk
           mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya. Kapitalisasi biaya
           pinjaman dihentikan sementara jika aktivitas pembangunan terganggu untuk waktu yang berkelanjutan.
           Beban bunga juga dikapitalisasi ke dalam biaya perolehan dari properti yang diperoleh secara spesifik
           untuk pembangunan, tetapi hanya atas aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan properti
           sedang dalam penyelesaian. p. Capitalization of borrowing costs Capitalization of borrowing costs that
           are directly attributable to the acquisition, construction or production of a qualifying are capitalized as
           part of the cost of the related asset. Other borrowing costs are recognized as expenses in the period in
           which they are incurred. Borrowing costs consist of interests expense and other financing charges that
           the Group incurs in connection with the borrowing of funds. Capitalization of borrowing costs
           commences when the activities to prepare the qualifying asset for its intended use have started and the
           expenditures for the qualifying asset and the borrowing costs have been incurred. Capitalization of
           borrowing costs ceases when all activities necessary to prepare the qualifying asset for its intended
Page 23
                         use are substantially completed. The capitalization of borrowing costs is suspended if there are
                         prolonged periods when development activity is interrupted. Interest is also capitalized on the purchase
                         cost of a site property acquired specifically for development, but only where activities necessary to
                         prepare the asset for development are in progress.
Provisi                  u. Provisi Provisi diakui jika Grup memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat                 Provisions
                         konstruktif) yang terjadi akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban
                         tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi
                         andal mengenai total liabilitas tersebut dapat dibuat. Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan
                         dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya
                         untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan. u.
                         Provisions A provision is recognized when the Group has a present obligation (legal or constructive)
                         where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic
                         benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of
                         the obligation. All of the provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the
                         current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic
                         benefits will be required to settle the obligations, the provisions are reversed.
Imbalan kerja karyawan   s. Imbalan kerja Grup telah menerapkan secara retrospektif PSAK 24 (Revisi 2018), ?Imbalan Kerja?,         Employee benefits
                         di adopsi dari International Accounting Standards (?IAS?) 19. PSAK ini menetapkan antara lain, (i)
                         menghapuskan ?corridor approach? yang digunakan dalam PSAK sebelumnya dan (ii) perubahan
                         signifikan dalam pengakuan, penyajian dan pengungkapan imbalan pascakerja yang antara lain
                         sebagai berikut: - Keuntungan dan kerugian aktuarial saat ini diharuskan untuk diakui dalam
                         pendapatan komprehensif lain dan dikeluarkan secara permanen dari laba atau rugi. - Keuntungan
                         yang diharapkan atas asset plan tidak lagi diakui dalam laba atau rugi. - Keuntungan yang diharapkan
                         digantikan dengan mengakui pendapatan bunga (atau beban) atas program manfaat pasti bersih (atau
                         liabilitas) dalam laba atau rugi, yang dihitung menggunakan tingkat diskonto untuk mengukur
                         kewajiban pensiun. - Biaya jasa lalu yang belum menjadi hak karyawan tidak bisa lagi ditangguhkan
                         dan diakui periode mendatang. Semua biaya jasa lalu akan diakui lebih awal ketika
                         amendemen/kurtailmen terjadi atau ketika Grup mengakui biaya restrukturisasi atau biaya pemutusan
                         terkait. Perubahan tersebut dibuat agar aset atau liabilitas pensiun bersih diakui dalam posisi laporan
                         keuangan konsolidasian untuk menggambarkan nilai penuh dari defisit atau surplus program. Grup
                         membukukan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan PSAK No. 24 (Revisi
                         2018), UU Cipta Kerja No. 11/2020 dan PP No. 35/2021. Berdasarkan UU tersebut, Grup diharuskan
                         membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang pengganti hak kepada karyawan
                         apabila persyaratan yang ditentukan dalam UU tersebut terpenuhi. Grup juga menyelenggarakan
                         program iuran pasti untuk seluruh karyawan tetapnya. Imbalan atas UUK tersebut telah dihitung
                         dengan membandingkan manfaat yang akan diterima oleh karyawan pada usia normal pensiun dari
                         Dana Pensiun dengan manfaat yang diperoleh sesuai dengan UUK tersebut setelah dikurangi
                         akumulasi imbalan kerja karyawan dan hasil investasi yang terkait. Jika manfaat program pensiun iuran
                         pasti kurang dari persyaratan yang ditetapkan UUK, Grup harus menyediakan kekurangannya. Beban
                         pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui perhitungan
                         aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit-credit dan menerapkan asumsi
                         atas tingkat diskonto, hasil yang diharapkan atas aset dana pensiun dan tingkat kenaikan manfaat
                         pasti pensiun tahunan. Seluruh pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial
                         dan hasil atas aset dana pensiun (tidak termasuk bunga bersih) diakui langsung melalui pendapatan
                         komprehensif lainnya dengan tujuan agar aset atau kewajiban pensiun bersih diakui dalam laporan
                         posisi keuangan konsolidasian interim untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus dana
                         pensiun. Pengukuran kembali tidak mereklasifikasi laba atau rugi pada periode berikutnya. Seluruh
Page 24
                               biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amendemen/kurtailmen terjadi atau
                               ketika biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui. Sebagai akibatnya, biaya jasa lalu
                               yang belum vested tidak lagi dapat ditangguhkan dan diakui selama periode vesting masa depan.
                               Employee benefits The Group has retrospectively adopted SFAS 24 (Revised 2018), ?Employee
                               Benefits?, adopted from International Accounting Standards (?IAS?) 19. This SFAS provides, among
                               others, (i) the elimination of the ?corridor approach? permitted under the previous version and (ii)
                               significant changes in the recognition, presentation and disclosure of postemployment benefits which,
                               among others, are as follows: - Actuarial gains and losses are now required to be recognized in OCI
                               and excluded permanently from profit or loss. - Expected return on assets plan will no longer be
                               recognized in profit or loss. - Expected returns are replaced by recognizing interest income (or
                               expense) on the net defined benefit asset (or liability) in profit or loss, which is calculated using the
                               discount rate used to measure the pension obligation. - Unvested past service costs can no longer be
                               deferred and recognized over the future vesting period. Instead, all past service costs will be
                               recognized at the earlier of when the amendment/curtailment occurs or when the Group recognizes
                               related restructuring or termination costs. Such changes are made in order that the net pension assets
                               or liabilities are recognized in the consolidated statement of financial position to reflect the full value of
                               the plan deficit or surplus. The Group provides post-employment benefits as required under PSAK No.
                               24 (Revised 2018), Work Creation Law No. 11/2020 and PP No. 35/2021. Under the Law, the Group is
                               required to pay separation, appreciation and compensation benefits to its employees if the conditions
                               specified in the Law are met. The Group also has a defined contribution plan covering substantially all
                               of its eliglible employees. The benefits under the Law have been calculated by comparing the benefits
                               that will be received by an employee at normal pension age from the Pension Plan with the benefits as
                               stipulated under the Law, after deducting the accumulated employee contribution and the related
                               investment results. If the employer-funded portion of the Pension Plan benefit is less than the benefit as
                               required by the Law, the Group will provide for such shortfall. Pension costs under the Group?s defined
                               benefit pension plans are determined by periodic actuarial calculation using the projected-unit-credit
                               method and applying the assumptions on discount rate, expected return on plan assets and annual rate
                               of increase in compensation. All re-measurements, comprising of actuarial gains and losses, and the
                               return of plan assets (excluding net interest) are recognized immediately through other comprehensive
                               income in order for the net pension asset or liability recognized in the interim consolidated statement of
                               financial position to reflect the full value of the plan deficit and surplus. Remeasurements are not
                               reclassified to profit or loss in subsequent periods. All past service costs are recognized at the earlier of
                               when the amendment/curtailment occurs and when the related restructuring or termination costs are
                               recognized. As a result, unvested past service costs can no longer be deferred and recognized over
                               the future vesting period.
Laba per saham                 z. Laba per saham Laba per saham dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat                                      Earnings per share
                               diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar
                               selama tahun yang bersangkutan. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Grup
                               tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif. Oleh karenanya, laba per saham
                               dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
                               konsolidasian. z. Earnings per share Earnings per share amount is calculated by dividing the profit for
                               the year attributable to owners of the Parent Entity by the weighted average number of shares
                               outstanding during the year. As of September 30, 2023 and December 31, 2022, the Group has no
                               outstanding potential dilutive ordinary shares; accordingly, no diluted earnings per share amount is
                               calculated and presented in the consolidated statements of profit or loss other comprehensive income.
Instrumen keuangan derivatif   x. Instrumen keuangan i. Aset Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal Aset keuangan                               Derivative financial instruments
                               diklasifikasikan, pada pengakuan awal, yang selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan
Page 25
nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain (OCI). Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan
awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset keuangan dan model bisnis Grup untuk
mengelolanya. Dengan pengecualian piutang usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan
yang signifikan atau yang mana Grup telah menerapkan kebijaksanaan praktisnya, Grup pada awalnya
mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi. Piutang usaha yang tidak mengandung komponen
pembiayaan yang signifikan atau yang mana Grup telah menerapkan kebijaksanaan praktis diukur
pada harga transaksi yang ditentukan berdasarkan PSAK 72. Agar aset keuangan diklasifikasikan dan
diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui OCI, aset keuangan harus
menghasilkan arus kas yang 'semata-mata pembayaran pokok dan bunga (SPPI)' dari jumlah pokok
terutang. Penilaian ini disebut sebagai tes SPPI dan dilakukan pada tingkat instrumen. Model bisnis
Grup untuk mengelola aset keuangan mengacu pada bagaimana Grup mengelola aset keuangannya
untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari
pengumpulan arus kas kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya. Pengukuran selanjutnya
Untuk tujuan pengukuran selanjutnya, aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori: - Aset
keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang) - Aset keuangan yang ditetapkan pada
nilai wajar melalui OCI tanpa daur ulang keuntungan dan kerugian kumulatif setelah penghentian
pengakuan (instrumen ekuitas) Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
Kategori ini adalah yang paling relevan dengan Grup. Grup mengukur aset keuangan yang diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi: - Aset keuangan dimiliki
dalam model bisnis dengan tujuan untuk memiliki aset keuangan untuk mengumpulkan arus kas
kontraktual; dan - Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan arus kas pada tanggal
tertentu yang hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Aset
keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan
metode suku bunga efektif (SBE) dan mengalami penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui
dalam laba rugi pada saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau rusak. Aset keuangan
Grup pada biaya perolehan diamortisasi termasuk kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain,
piutang pihak-pihak berelasi non-usaha dan aset keuangan lainnya. Aset keuangan yang ditetapkan
pada nilai wajar melalui OCI (instrumen ekuitas) Setelah pengakuan awal, Grup dapat memilih untuk
mengklasifikasikan investasi ekuitasnya yang tidak dapat ditarik kembali sebagai instrumen ekuitas
yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI jika definisi ekuitas berdasarkan PSAK 50: Instrumen
Keuangan: Penyajian dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan memenuhi definisi tersebut. Klasifikasi
ditentukan berdasarkan instrumen per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini
tidak pernah didaur ulang ke laba rugi. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laporan laba
rugi pada saat hak pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Grup mendapatkan keuntungan dari hasil
tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan
tersebut adalah tercatat di OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak
tunduk pada penilaian penurunan nilai. Grup memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitas yang
tidak terdaftar dalam kategori ini yang tidak dapat ditarik kembali. Penghentian pengakuan Aset
keuangan (atau, jika berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan
serupa) terutama dihentikan pengakuannya (yaitu, dihapus dari laporan posisi keuangan konsolidasian
Grup) ketika: - Hak untuk menerima arus kas dari aset telah kedaluwarsa; atau - Grup telah
mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah mengasumsikan kewajiban untuk
membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga
berdasarkan pengaturan 'pass- through'; dan salah satu (a) Grup telah mengalihkan secara substansial
semua risiko dan manfaat aset, atau (b) Grup tidak mengalihkan atau memiliki secara substansial
seluruh risiko dan manfaat aset, tetapi telah mengalihkan pengendalian aset. Ketika Grup telah
Page 26
mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah menandatangani perjanjian pass-
through, Grup mengevaluasi apakah, dan sejauh mana, telah mempertahankan risiko dan manfaat
kepemilikan. Ketika Grup tidak mengalihkan atau mempertahankan secara substansial seluruh risiko
dan manfaat dari aset, atau mengalihkan pengendalian atas aset, Grup terus mengakui aset yang
ditransfer tersebut sejauh keterlibatannya secara berkelanjutan. Dalam kasus tersebut, Grup juga
mengakui liabilitas terkait. Aset alihan dan liabilitas terkait diukur atas dasar yang mencerminkan hak
dan kewajiban yang dimiliki Grup. Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang
ditransfer diukur pada nilai yang lebih rendah dari nilai tercatat asli aset dan jumlah maksimum imbalan
yang mungkin diminta untuk dibayar kembali oleh Grup. Grup mengakui penyisihan kerugian kredit
ekspektasian (ECL) untuk semua instrumen utang yang tidak dimiliki pada nilai wajar melalui laba rugi.
ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak
dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan dengan perkiraan suku bunga
efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki
atau peningkatan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontraktual. ECL
dikenali dalam dua tahap. Untuk eksposur kredit yang belum ada peningkatan risiko kredit yang
signifikan sejak pengakuan awal, ECL disediakan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa
gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk eksposur kredit
yang telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian
diperlukan untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur eksposur, terlepas dari waktu
default (ECL seumur hidup). Untuk piutang dagang, Grup menerapkan pendekatan yang
disederhanakan dalam menghitung ECL. Oleh karena itu, Grup tidak melacak perubahan dalam risiko
kredit, tetapi mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL seumur hidup pada setiap tanggal
pelaporan. Grup telah menetapkan matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit
historisnya, yang disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan yang spesifik untuk debitur
dan lingkungan ekonomi. Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pembayaran
kontraktual telah lewat 90 hari. Dalam kasus tertentu Perusahaan juga dapat mempertimbangkan aset
keuangan mengalami gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa
Perusahaan tidak mungkin menerima jumlah kontraktual yang terutangsecara penuh sebelum
memperhitungkan setiap peningkatan kredit yang dimiliki oleh Kelompok Aset keuangan dihapuskan
jika tidak ada ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual. ii. Liabilitas Keuangan
Pengakuan dan Pengukuran Awal Liabilitas keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, sebagai
utang dan pinjaman dan utang. Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai wajar dan,
untuk utang dan pinjaman dan utang usaha, setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan
secara langsung. Liabilitas keuangan Grup meliputi utang bank jangka pendek, utang usaha kepada
pihak ketiga, utang lain-lain, beban akrual, liabilitas imbalan kerja jangka pendek - gaji dan tunjangan
lainnya, utang bank dan lembaga pembiayaan, utang obligasi, liabilitas sewa, utang pihak-pihak
berelasi non-usaha, uang jaminan yang diterima dan liabilitas keuangan jangka panjang lainnya.
Pengukuran selanjutnya Pengukuran liabilitas keuangan bergantung pada klasifikasinya, seperti yang
dijelaskan di bawah ini: Utang dan pinjaman Ini adalah kategori yang paling relevan dengan Grup.
Setelah pengakuan awal, utang dan pinjaman yang dikenakan bunga selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Keuntungan dan kerugian diakui dalam
laba rugi pada saat kewajiban dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE. Biaya
perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premi atas akuisisi dan
biaya atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai
beban keuangan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Penghentian pengakuan Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas tersebut
dilepaskan atau dibatalkan atau kedaluwarsa. Ketika kewajiban keuangan yang ada digantikan oleh
Page 27
yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang secara substansial berbeda,
atau persyaratan dari kewajiban yang ada secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi
tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan kewajiban awal dan pengakuan kewajiban
baru. Selisih nilai tercatat masing-masing diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian. iii. Saling hapus instrument keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling
hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika,
terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui
dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan
menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara
bersamaan. iv. Nilai wajar instrumen keuangan Nilai wajar instrumen keuangan yang secara aktif
diperdagangkan di pasar keuangan ditentukan dengan mengacu pada kuota harga pasar yang berlaku
pada penutupan pasar pada akhir tahun pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak
diperdagangkan di pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik
penilaian tersebut meliputi penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar
(arms-length market transactions), referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara
substansial sama, analisis arus kas yang didiskonto, atau model penilaian lainnya. Penyesuaian risiko
kredit Grup menyesuaikan harga di pasar yang lebih dapat diobservasi untuk mencerminkan adanya
perbedaan risiko kredit pihak yang bertransaksi antara instrumen yang diperdagangkan di pasar
tersebut dengan instrumen yang dinilai untuk posisi aset keuangan. Dalam penentuan nilai wajar posisi
liabilitas keuangan, risiko kredit Grup terkait dengan instrumen tersebut ikut diperhitungkan. v. Biaya
perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan Biaya perolehan yang diamortisasi diukur dengan
menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penyisihan penurunan nilai dan pembayaran atau
pengurangan pokok. Perhitungan ini mencakup seluruh premi atau diskon pada saat akuisisi dan
mencakup biaya transaksi serta komisi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga
efektif. Pada setiap tanggal pelaporan, Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa
aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. vi. Penurunan nilai aset
keuangan Pinjaman dan piutang Untuk pinjaman dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan
diamortisasi, Grup terlebih dahulu menentukan bahwa terdapat bukti obyektif mengenai penurunan
nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk
aset keuangan yang tidak signifikan secara individual. Jika Grup menentukan tidak terdapat bukti
obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset
keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset
keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok
tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian
penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.
Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut
diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak
termasuk kerugian kredit di masa mendatang yang belum terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa
datang didiskonto dengan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Jika
pinjaman dan piutang memiliki suku bunga variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan untuk
mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif yang berlaku. Nilai tercatat atas
aset keuangan dikurangi melalui penggunaan pos cadangan penurunan nilai dan jumlah kerugian yang
terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Pendapatan
bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan nilainya berdasarkan tingkat suku
bunga efektif awal dari aset keuangan. Pinjaman yang diberikan dan piutang beserta dengan
cadangan terkait dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan yang realistis atas pemulihan di masa
mendatang dan seluruh agunan telah terealisasi atau dialihkan kepada Grup. Jika, pada tahun
Page 28
berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena
peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang diakui
sebelumnya bertambah atau berkurang dengan menyesuaikan pos cadangan penurunan nilai. Jika di
masa mendatang penghapusan tersebut dapat dipulihkan, jumlah pemulihan tersebut diakui pada laba
rugi. vii. Penghentian pengakuan aset dan liabilitas keuangan Aset keuangan Penghentian pengakuan
atas suatu aset keuangan (atau, apabila dapat diterapkan, untuk bagian dari aset keuangan atau
bagian dari kelompok aset keuangan sejenis) terjadi bila: - - hak kontraktual atas arus kas yang berasal
dari aset keuangan tersebut berakhir; atau - - Grup memindahkan hak untuk menerima arus kas yang
berasal dari aset keuangan tersebut atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang
diterima tersebut tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan
penyerahan dan salah satu diantara (a) Grup secara substansial memindahkan seluruh risiko dan
manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (b) Grup secara substansial tidak
memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut,
namun telah memindahkan pengendalian atas aset tersebut. Liabilitas keuangan dihentikan
pengakuannya ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau
kadaluarsa. Ketika liabilitas keuangan awal digantikan dengan kewajiban keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama dengan ketentuan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
substansial atas liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat
sebagai penghapusan kewajiban keuangan awal dan pengakuan kewajiban keuangan baru dan selisih
antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba rugi. x. Financial Instruments i.
Financial Assets Initial Recognition and Measurement Financial assets are classified, at initial
recognition, as subsequently measured at amortized cost and fair value through other comprehensive
income (OCI). The classification of financial assets at initial recognition depends on the financial
asset?s contractual cash flow characteristics and the Group?s business model for managing them.
With the exception of accounts receivable - trade that do not contain a significant financing component
or for which the Group has applied the practical expedient, the Group initially measures a financial
asset at its fair value plus, in the case of a financial asset not at fair value through profit or loss,
transaction costs. Account receivable - trade that do not contain a significant financing component or
for which the Group has applied the practical expedient are measured at the transaction price
determined under SFAS 72. In order for a financial asset to be classified and measured at amortised
cost or fair value through OCI, it needs to give rise to cash flows that are ?solely payments of principal
and interest (SPPI)? on the principal amount outstanding. This assessment is referred to as the SPPI
test and is performed at an instrument level. The Group?s business model for managing financial
assets refers to how it manages its financial assets in order to generate cash flows. The business
model determines whether cash flows will result from collecting contractual cash flows, selling the
financial assets, or both. For purposes of subsequent measurement, financial assets are classified in
two categories: - Financial assets at amortized cost (debt instruments) - Financial assets designated at
fair value through OCI with no recycling of cumulative gains and losses upon derecognition (equity
instruments) Financial assets at amortized cost (debt instruments) This category is the most relevant to
the Group. The Group measures financial assets at amortised cost if both of the following conditions
are met: - The financial asset is held within a business model with the objective to hold financial assets
in order to collect contractual cash flows; and - The contractual terms of the financial asset give rise on
specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount
outstanding. Financial assets at amortized cost are subsequently measured using the effective interest
(EIR) method and are subject to impairment. Gains and losses are recognized in profit or loss when the
asset is derecognized, modified or impaired. The Group?s financial assets at amortized cost includes
cash and cash equivalents, trade receivables, other receivables, due from related parties and other
Page 29
financial assets. Financial assets designated at fair value through OCI (equity instruments) Upon initial
recognition, the Group can elect to classify irrevocably its equity investments as equity instruments
designated at fair value through OCI when they meet the definition of equity under SFAS 50: Financial
Instruments: Presentation and are not held for trading. The classification is determined on an
instrument-by-instrument basis. Gains and losses on these financial assets are never recycled to profit
or loss. Dividends are recognized as other income in the statement of profit or loss when the right of
payment has been established, except when the Group benefits from such proceeds as a recovery of
part of the cost of the financial asset, in which case, such gains are recorded in OCI. Equity
instruments designated at fair value through OCI are not subject to impairment assessment. The Group
elected to classify irrevocably its non-listed equity investments under this category. Derecognition A
financial asset (or, where applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial
assets) is primarily derecognized (i.e., removed from the Group?s consolidated statement of financial
position) when: - The rights to receive cash flows from the asset have expired; or - The Group has
transferred its rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the
received cash flows in full without material delay to a third party under a ?pass-through?
arrangement??? and either (a) the Group has transferred substantially all the risks and rewards of the
asset, or (b) the Group has neither transferred not retained substantially all the risks and rewards of the
asset, but has transferred control of the asset. When the Group has transferred its rights to receive
cash flows from an asset or has entered into a pass-through arrangement, it evaluates if, and to what
extent, it has retained the risks and rewards of ownership. When it has neither transferred nor retained
substantially all of the risks and rewards of the asset, nor transferred control of the asset, the Group
continues to recognize the transferred asset to the extent of its continuing involvement. In that case,
the Group also recognizes an associated liability. The transferred asset and the associated liability are
measured on a basis that reflects the rights and obligations that the Group has retained. Continuing
involvement that takes the form of a guarantee over the transferred asset is measured at the lower of
the original carrying amount of the asset and the maximum amount of consideration that the Group
could be required to repay. The Group recognizes an allowance for expected credit losses (ECL) for all
debt instruments not held at fair value through profit or loss. ECL are based on the difference between
the contractual cash flows due in accordance with the contract and all the cash flows that the Group
expects to receive, discounted at an approximation of the original effective interest rate. The expected
cash flows will include cash flows from the sale of collateral held or other credit enhancements that are
integral to the contractual terms. ECL are recognized in two stages. For credit exposures for which
there has not been a significant increase in credit risk since initial recognition, ECL are provided for
credit losses that result from default events that are possible within the next 12-months (a 12-month
ECL). For those credit exposures for which there has been a significant increase in credit risk since
initial recognition, a loss allowance is required for credit losses expected over the remaining life of the
exposure, irrespective of the timing of the default (a lifetime ECL). For trade receivables, the Group
applies a simplified approach in calculating ECL. Therefore, the Group does not track changes in credit
risk, but instead recognizes a loss allowance based on lifetime ECL at each reporting date. The Group
has established a provision matrix that is based on its historical credit loss experience, adjusted for
forward-looking factors specific to the debtors and the economic environment. The Group considers a
financial asset in default when contractual payments are 90 days past due. However, in certain cases,
the Group may also consider a financial asset to be in default when internal or external information
indicates that the Group is unlikely to receive the outstanding contractual amounts in full before taking
into account any credit enhancements held by the Group. A financial asset is written off when there is
no reasonable expectation of recovering the contractual cash flows. ii. Financial Liabilities Initial
Recognition and Measurement Financial liabilities are classified, at initial recognition, as loans and
Page 30
borrowings and payables. All financial liabilities are recognized initially at fair value and, in the case of
loans and borrowings and payables, net of directly attributable transaction costs. The Group?s financial
liabilities include short-term bank loans, trade payables to third parties, other payables, accrued
expenses, liability for short-term employee benefits - salaries and other allowances, loans from banks
and financing institutions, bonds payable, lease liabilities, due to related parties, security deposits and
other non current financial liabilities. Subsequent measurement The measurement of financial liabilities
depends on their classification, as described below: Loans and borrowings This is the category most
relevant to the Group. After initial recognition, interest- bearing loans and borrowings are subsequently
measured at amortiszd cost using the EIR method. Gains and losses are recognized in profit or loss
when the liabilities are derecognized as well as through the EIR amortization process. Amortized cost
is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fees or costs that are
an integral part of the EIR. The EIR amortization is included as finance expenses in the consolidated
statement of profit or loss and other comprehensive income. Derecognition A financial liability is
derecognized when the obligation under the liability is discharged or cancelled or expires. When an
existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms,
or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange or modification is
treated as the derecognition of the original liability and the recognition of a new liability. The difference
in the respective carrying amounts is recognized in the consolidated statement of profit or loss and
other comprehensive income iii. Offsetting of financial instruments Financial assets and financial
liabilities are offset and the net amount reported in the consolidated statement of financial position if,
and only if, there is a currently enforceable legal right to offset the recognized amounts and there is an
intention to settle on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously. iv. Fair
value of financial instruments The fair value of financial instruments that are actively traded in
organized financial markets is determined by reference to quoted market BLID prices at the close of
business at the end of the reporting year. For financial instruments where there is no active market, fair
value is determined using valuation techniques. Such techniques may include using recent arm?s
length market transaction, reference to the current fair value of another instrument that is substantially
the same, discounted cash flow analysis, or other valuation models. Credit risk adjustment The Group
adjusts the price in the more observable market to reflect any differences in counterparty credit risk
between instruments traded in that market and the ones being valued for financial asset positions. In
determining the fair value of financial liability positions, the Group?s own credit risks associated with
the instrument are taken into account. v. Amortized cost of financial instruments Amortized cost is
computed using the effective interest rate method less any allowance for impairment and principal
repayment or reduction. The calculation takes into account any premium or discount on acquisition and
includes transaction costs and fees that are an integral part of the effective interest rate. The Group
assesses at each reporting date whether there is any objective evidence that a financial asset or a
group of financial assets is impaired. vi. Impairment of financial instruments Loans and receivables For
loans and receivables carried at amortized cost, the Group first assesses whether objective evidence of
impairment exists individually for financial assets that are individually significant, or collectively for
financial assets that are not individually significant. If the Group determines that no objective evidence
of impairment exists for an individually assessed financial asset, whether significant or not, the asset is
included in a group of financial assets with similar credit risk characteristics, and the group is
collectively assessed for impairment. Assets that are individually assessed for impairment and for
which an impairment loss is, or continues to be, recognized are not included in a collective assessment
of impairment. If there is objective evidence that an impairment loss has occurred, the amount of the
loss is measured as the difference between the asset?s carrying amount and the present value of
estimated future cash flows (excluding future expected credit losses that have not yet been incurred).
Page 31
                   The present value of the estimated future cash flows is discounted at the financial asset?s original
                   effective interest rate. If a ?loans and receivables? financial asset has a variable interest rate, the
                   discount rate for measuring impairment loss is the current effective interest rate. The carrying amount
                   of the financial asset is reduced through the use of an allowance for impairment account and the
                   amount of the loss is recognized in the consolidated statement of oyher comprehensive income.
                   Interest income continues to be accrued on the reduced carrying amount based on the original effective
                   interest rate of the financial asset. Loans and receivables, together with the associated allowance, are
                   written off when there is no realistic prospect of future recovery and all collateral has been realized or
                   has been transferred to the Group. If, in a subsequent year, the amount of the estimated impairment
                   loss increases or decreases because of an event occurring after the impairment was recognized, the
                   previously recognized impairment loss is increased or reduced by adjusting the allowance for
                   impairment account. If a future write-off is later recovered, the recovery is recognized in profit or loss.
                   vii. Derecognition of financial assets and liabilities Financial assets A financial asset (or where
                   applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets) is derecognized
                   when: - - the rights to receive cash flows from the asset have expired; or - - the Group has transferred
                   its rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the received cash
                   flows in full without material delay to a third party under a ?pass-through? arrangement, and either (a)
                   the Group has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Group has
                   neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has transferred
                   control of the asset. A financial liability is derecognized when the obligation under the liability is
                   discharged or cancelled or has expired. When an existing financial liability is replaced by another from
                   the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially
                   modified, such an exchange or modification is treated as an extinguishment of the original liability and
                   the recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in
                   profit or loss.
Kombinasi bisnis   e. Kombinasi Bisnis Untuk pembelian dengan diskon, sebelum mengakui keuntungan dari pembelian                   Business combination
                   dengan diskon, pihak pengakuisisi menilai kembali apakah telah mengidentifikasi dengan tepat seluruh
                   aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih serta mengakui setiap aset atau liabilitas tambahan
                   yang dapat diidentifikasi dalam pengkajian kembali tersebut. Jika selisih lebih itu tetap ada setelah
                   identifikasi dilakukan, maka pihak pengakuisisi mengakui keuntungan yang dihasilkan dalam laba rugi
                   pada tanggal akuisisi. Selisih lebih diatribusikan kepada pihak pengakuisisi. Imbalan kontinjensi yang
                   dialihkan oleh pihak pengakuisisi diakui pada nilai wajar tanggal akuisisi. Perubahan nilai wajar atas
                   imbalan kontinjensi setelah tanggal akuisisi yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas, akan
                   diakui dalam laporan laba rugi atau pendapatan komprehensif lainnya. Jika diklasifikasikan sebagai
                   ekuitas, imbalan kontinjensi tidak diukur kembali sampai penyelesaian selanjutnya diperhitungkan
                   dalam ekuitas. Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan
                   selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari
                   aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika imbalan tersebut kurang dari nilai
                   wajar aset bersih yang telah diidentifikasi dari entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam
                   laba rugi. Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada harga perolehan dikurangi akumulasi
                   kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu
                   kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi, dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (?UPK?) dari
                   Grup yang diharapkan akan bermanfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau
                   liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditetapkan atas UPK tersebut. Jika goodwill telah dialokasikan
                   pada suatu UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut dihentikan, maka goodwill yang diasosiasikan
                   dengan operasi yang dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika
                   menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur
Page 32
                                            berdasarkan nilai relatif operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang ditahan. e. Business combination
                                            For bargain purchases, before recognizing a gain on a bargain purchase, the acquirer reassesses
                                            whether it has correctly identified all of the assets acquired and all of the liabilities assumed and
                                            recognizes any additional assets or liabilities that are identified in that review. If that gain remains after
                                            applying the identification, the acquirer recognizes the resulting gain in profit or loss on the acquisition
                                            date. The gain is attributed to the acquirer. Any contingent consideration to be transferred by the
                                            acquirer is recognized at fair value at the acquisition date. Subsequent changes to the fair value of the
                                            contingent consideration which is deemed to be an asset or liability, either in profit or loss or as other
                                            comprehensive income. If the contingent consideration is classified as equity, it should not be
                                            remeasured until it is finally settled within equity. At acquisition date, goodwill is initially measured at
                                            cost being the excess of the aggregate of the consideration transferred and the amount recognized for
                                            NCI over the net identifiable assets acquired and liabilities assumed. If this consideration is lower than
                                            the fair value of the identifiable net assets of the subsidiary acquired, the difference is recognized in
                                            profit or loss. After initial recognition, goodwill is measured at cost less any accumulated impairment
                                            losses. For the purpose of impairment testing, goodwill acquired in a business combination is, from the
                                            acquisition date, allocated to each of the Group?s Cash-Generating Units (?CGUs?) that are expected
                                            to benefit from the combination, irrespective of whether other assets or liabilities of the acquiree are
                                            assigned to those CGUs. Where goodwill forms part of a CGU and part of the operations within that
                                            CGU is disposed of, the goodwill associated with the operations disposed of is included in the carrying
                                            amount of the operations when determining the gain or loss on disposal of the operations. Goodwill
                                            disposed of in this circumstance is measured based on the relative values of the operations disposed of
                                            and the portion of the CGU retained.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing   t. Transaksi dan saldo mata uang asing Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah,                    Foreign currency transactions and balances
                                            yang juga merupakan mata uang fungsional entitas induk. Setiap entitas anak menentukan mata uang
                                            fungsional dan transaksi-transaksi yang termasuk dalam laporan keuangan pada setiap entitas diukur
                                            dengan mata uang fungsional tersebut. Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs
                                            yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada setiap akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas
                                            keuangan dalam mata uang asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang
                                            diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan terakhir untuk tahun yang
                                            bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun
                                            berjalan. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, kurs yang digunakan adalah
                                            Rp15.526 dan Rp15.731. t. Foreign currency transactions and balances The Company?s consolidated
                                            financial statements are presented in Rupiah, which is also the Parent Company?s functional currency.
                                            Each subsidiary determined its own functional currency and items included in the financial statements
                                            of each entity are measured using that functional currency. Transactions involving foreign currencies
                                            are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At the end of
                                            the reporting period, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to
                                            reflect the average of the selling and buying rates of exchange prevailing at the last banking transaction
                                            date of the year, as published by Bank Indonesia, and the resulting gains or losses are credited or
                                            charged to current operations. As of September 30, 2023 and December 31, 2022, the rates of
                                            exchange used was Rp15,526 and Rp15.731.
Properti investasi                          n. Properti investasi Grup menerapkan PSAK 13: Properti investasi adalah properti (tanah atau                                         Investment properties
                                            bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) untuk menghasilkan rental atau untuk
                                            kenaikan nilai atau kedua-duanya. Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan dan
                                            biaya pembangunan (termasuk biaya pinjaman yang terjadi) Sebelum tanggal 1 Januari 2021, properti
                                            investasi diukur menggunakan model biaya untuk pengukuran setelah pengakuan. Berdasarkan model
                                            biaya, properti investasi diukur sebesar nilai perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan
Page 33
           setiap akumulasi kerugian penurunan nilai. Properti investasi disusutkan dengan metode garis lurus
           (straight-line method) selama estimasi masa manfaatnya yakni 20 (dua puluh) tahun. Masa manfaat
           ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap
           perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. Mulai tanggal 1 Januari 2021, Grup menggunakan
           model nilai wajar untuk pengukuran setelah pengakuan. Berdasarkan nilai wajar, keuntungan atau
           kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar properti investasi diakui dalam laba rugi pada periode
           saat terjadinya. Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika properti
           investasi tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang
           diperkirakan dari pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau
           pelepasan properti investasi ditentukan dari selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat
           aset dan diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya penghentian atau pelepasan. n. Investment
           properties The Group applies SFAS 13: Investment properties are properties (land or a building ? or
           part of a building ? or both) held to earn rentals or for capital appreciation or both. Investment
           properties are initially measured at acquisition and development costs (including borrowing costs
           incurred). Before January 1, 2021, investment properties were subsequently measured using cost
           model. Based on cost model, investment properties were measured at acquisition cost less
           accumulated depreciation and any accumulated impairment losses. Investment property is depreciated
           by the straight-line method over their estimated useful life which is 20 (twenty) years. The estimated
           useful lives, residual values and depreciation method are reviewed at each year end, with the effect of
           any changes in estimate accounted for on a prospective basis. Effective January 1, 2021, the Group
           has opted to use fair value model for subsequent measurement. Based on fair value model, a gain or
           loss arising from changes in the fair value of investment properties is included in profit or loss for the
           period in which it arises An investment property is derecognized upon disposal or when the investment
           property is permanently withdrawn from use and no future economic benefits are expected from the
           disposal. Any gain or loss arising on derecognition of the property (calculated as the difference
           between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is recognized in profit or loss
           in the period in which the property is derecognized.
Goodwill   25. GOODWILL Rincian saldo laba adalah sebagai berikut: Pada bulan September 2008, Perusahaan                 Goodwill
           mengakuisisi sebesar 99,995 persen kepemilikan saham pada PT Titan Property dari PT Sam
           Investama dan PT Pada Investama. Transaksi akuisisi ini dicatat dengan menggunakan metode
           pembelian (Purchase Method). Akuisisi tersebut dibiayai dengan pengeluaran kas sebesar
           Rp18.000.000.000. Goodwill diatribusikan pada posisi PT Titan Property yang kuat dan profitabilitas
           perdagangan pada properti dan tenaga kerjanya yang tidak dapat diakui secara terpisah sebagai asset
           tak berwujud. Selisih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset dan
           kewajiban yang dapat diidentifikasi diakui sebagai goodwill Penilaian atas nilai wajar aset dan
           kewajiban yang dapat diidentifikasi dilakukan oleh manajemen. Perusahaan telah menghitung nilai
           wajar aset dan kewajiban serta telah dilakukan assessment terhadap perhitungan tersebut oleh Kantor
           Akuntan Publik Doli Bambang Sudarmadji & Dadang berdasarkan laporan No. 017/OL-2.10210/DBSD
           tanggal 1 Februari 2010 dengan hasil assessment sebagai berikut: 25. GOODWILL The details of
           retained earnings as follows: In September 2008, the Company acquired amounted to 99.995 percent
           ownership interest in PT Titan Property of PT Sam Investama and PT Pada Investama. The acquisition
           was accounted for using the purchase method. The acquisition was financed with cash disbursements
           amounted to Rp18,000,000,000. The goodwill is attributable to PT Titan Property?s strong position and
           profitability in trading in the market of property and to its workforce, which cannot be separately
           recognised as an intangible asset. The difference between the cost of acquisition over the fair values of
           assets and liabilities that can be identified is recognized as goodwill. An assessment of the fair value of
           assets and liabilities that can be identified by management. The Company has calculated the fair value
Page 34
                                  of assets and liabilities also has made an assessment of these calculations by Doli, Bambang
                                  Sudarmadji & Dadang, Public Accountant based on report No. 017/OL-2.10210/DBSD February 1,
                                  2010 with the following assessment results: 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 / September
                                  30, 2023 and December 31, 2022 Kas dan setara kas 6.147.074.578 Cash and cash equivalent Aset
                                  real estate 67.871.778.991 Real estate assets Aset tetap 746.160.008 Fixed assets Aset lain-lain
                                  2.665.261.716 Other assets Jumlah aset 77.430.275.293 Total assets Utang bank 37.560.564.286
                                  Bank loan Liabilitas lain-lain 25.825.120.323 Other liabilities Jumlah liabilitas 63.385.684.609 Total
                                  liabilities Aset bersih 14.044.590.684 Net assets Goodwill 3.955.409.316 Goodwill Jumlah harga
                                  perolehan 18.000.000.000 Total acquisition cost Dikurangi: Deducted: Kas dan setara kas pada entitas
                                  anak yang diakuisisi 6.147.074.578 Cash and cash equivalents in acquired subsidiary Arus kas keluar
                                  akibat akuisisi 11.852.925.422 Cash outflow from acquisition Amortisasi goodwill : Goodwill
                                  amortization: Goodwill 3.955.409.316 Goodwill Akumulasi amortisasi goodwill (1.845.857.677)
                                  Accumulated depreciation of goodwill Jumlah goodwill 2.109.551.639 Total goodwill
Investasi pada entitas asosiasi   f. Investasi pada entitas asosiasi Asosiasi adalah entitas dimana Grup memiliki pengaruh signifikan.         Investment in associates
                                  Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan
                                  operasional investee, tetapi tidak mengendalikan kebijakan tersebut. Pertimbangan yang dibuat dalam
                                  menentukan pengaruh signifikan sama pentingnya dengan pengendalian atas anak perusahaan.
                                  Investasi Grup pada entitas asosiasi diukur menggunakan metode ekuitas. Sesuai dengan metode
                                  ekuitas, investasi pada entitas asosiasi diakui sebesar nilai perolehannya. Jumlah tercatat investasi
                                  disesuaikan untuk mengakui perubahan bagian Grup atas asset bersih entitas asosiasi sejak tanggal
                                  akuisisi. Goodwill terkait dengan entitas asosiasi termasuk ke dalam jumlah tercatat investasi dan tidak
                                  diperkenankan diamortisasi atau dilakukan tes penurunan nilai. Laporan laba rugi dan pendapatan
                                  komprehensif lain konsolidasian mencerminkan bagian atas hasil operasi dari entitas asosiasi. Setiap
                                  perubahan atas pendapatan komprehensif lain atas investasi disajikan sebagai bagian dari pendapatan
                                  komprehensif lain Grup. Sebagai tambahan, ketika terdapat perubahan yang diakui secara langsung
                                  pada ekuitas dari entitas asosiasi, Grup mengakui bagiannya atas perubahan tersebut, ketika berlaku
                                  dalam laporan perubahan ekuitas konsolidasian. Laba dan rugi yang belum direalisasi sebagai hasil
                                  dari transaksi antara Grup dan entitas asosiasi dieliminasi sesuai dengan kepentingan Grup dalam
                                  entitas asosiasi. Laporan keuangan entitas asosiasi disiapkan sesuai dengan periode pelaporan yang
                                  sama dengan Grup. Bila diperlukan, penyesuaian dibuat untuk menyamakan dengan kebijakan
                                  akuntansi Grup. Setelah penerapan metode ekuitas, Grup menentukan apakah perlu untuk mengakui
                                  rugi penurunan nilai atas investasi di entitas asosiasi. Pada setiap tanggal pelaporan, Grup
                                  menentukan apakah terdapat bukti yang objektif yang mengindikasikan bahwa investasi pada entitas
                                  asosiasi mengalami penurunan nilai. Jika terdapat bukti penurunan nilai, Grup menghitung jumlah
                                  penurunan nilai berdasarkan selisih antara jumlah terpulihkan atas investasi dalam entitas asosiasi dan
                                  nilai tercatatnya, dan mengakui kerugian tersebut sebagai ?bagian dari keuntungan entitas asosiasi?
                                  dalam laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lain konsolidasian. Saat kehilangan pengaruh
                                  signifikan atas asosiasi, Grup mengukur dan mengakui sisa investasinya pada nilai wajar. Semua
                                  perubahan antara nilai tercatat investasi pada saat kehilangan pengaruh signifikan dan nilai wajar atas
                                  sisa investasi dan pendapatan atas pelepasan investasi diakui dalam laba rugi. f. Investment in
                                  associates An associate is an entity over which the Group has significant influence. Significant
                                  influence is the power to participate in the financial and operating policy decisions of the investee, but
                                  is not control over those policies. The considerations made in determining significant influence are
                                  similar to those necessary to determine control over subsidiaries. The Group?s investments in its
                                  associate are accounted for using the equity method. Under the equity method, the investment in an
                                  associate is initially recognized at cost. The carrying amount of the investment is adjusted to recognize
                                  changes in the Group?s share of net assets of the associate since the acquisition date. Goodwill
Page 35
                           relating to the associate is included in the carrying amount of the investment and is neither amortized
                           nor individually tested for impairment. The consolidated statements of profit and loss and other
                           comprehensive income reflect the Group?s share of the results of operations of the associate. Any
                           change in OCI of this investment is presented as part of the Group?s OCI. In addition, when there has
                           been a change recognized directly in the equity of the associate, the Group recognizes its share of the
                           change, when applicable, in the consolidated statements of changes in equity. Unrealized gains and
                           losses resulting from transactions between the Group and the associate are eliminated to the extent of
                           the interest in the associate. The financial statements of the associate are prepared for the same
                           reporting period as the Group. When necessary, adjustments are made to bring the accounting policies
                           in line with those of the Group. After application of the equity method, the Group determines whether it
                           is necessary to recognize an impairment loss on its investment in its associate. At each reporting date,
                           the Group determines whether there is objective evidence that the investment in the associate is
                           impaired. If there is such evidence, the Group calculates the amount of impairment as the difference
                           between the recoverable amount of the associate and its carrying value, then recognizes the loss as
                           ?share of profit of an associate? in the consolidated statements of profit or loss and other
                           comprehensive income. Upon loss of significant influence over the associate, the Group measures and
                           recognizes any retained investment at its fair value. Any difference between the carrying amount of the
                           associate upon loss of significant influence and the fair value of the retained investment and proceeds
                           from disposal is recognized in profit or loss.
Beban dibayar dimuka       k. Biaya dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi berdasarkan masa manfaat dengan                     Prepaid expenses
                           menggunakan metode garis lurus. k. Prepaid expenses Prepaid expenses are amortized over the
                           periods benefited using the straight-line method.




Biaya emisi efek ekuitas   y. Biaya emisi saham Berdasarkan Surat Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM-LK)                    Stock issuance cost
                           No.KEP554/BL/2010 tanggal 30 Desember 2010, biaya emisi saham disajikan sebagai pengurang agio
                           saham. y. Shared issuance cost Based on the decree of the Capital Market Supervisory Agency and
                           Financial lnstitutional (BAPEPAM-LK) No. KEP554/BL/2010 dated December 30, 2010, share issuance
                           costs are presented as a deduction from share premium.

Instrumen keuangan         x. Instrumen keuangan i. Aset Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal Aset keuangan                         Financial instruments
                           diklasifikasikan, pada pengakuan awal, yang selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan
                           nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain (OCI). Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan
                           awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset keuangan dan model bisnis Grup untuk
                           mengelolanya. Dengan pengecualian piutang usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan
                           yang signifikan atau yang mana Grup telah menerapkan kebijaksanaan praktisnya, Grup pada awalnya
                           mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada
                           nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi. Piutang usaha yang tidak mengandung komponen
                           pembiayaan yang signifikan atau yang mana Grup telah menerapkan kebijaksanaan praktis diukur
                           pada harga transaksi yang ditentukan berdasarkan PSAK 72. Agar aset keuangan diklasifikasikan dan
                           diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui OCI, aset keuangan harus
                           menghasilkan arus kas yang 'semata-mata pembayaran pokok dan bunga (SPPI)' dari jumlah pokok
                           terutang. Penilaian ini disebut sebagai tes SPPI dan dilakukan pada tingkat instrumen. Model bisnis
                           Grup untuk mengelola aset keuangan mengacu pada bagaimana Grup mengelola aset keuangannya
                           untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari
Page 36
pengumpulan arus kas kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya. Pengukuran selanjutnya
Untuk tujuan pengukuran selanjutnya, aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori: - Aset
keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang) - Aset keuangan yang ditetapkan pada
nilai wajar melalui OCI tanpa daur ulang keuntungan dan kerugian kumulatif setelah penghentian
pengakuan (instrumen ekuitas) Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
Kategori ini adalah yang paling relevan dengan Grup. Grup mengukur aset keuangan yang diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi: - Aset keuangan dimiliki
dalam model bisnis dengan tujuan untuk memiliki aset keuangan untuk mengumpulkan arus kas
kontraktual; dan - Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan arus kas pada tanggal
tertentu yang hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Aset
keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan
metode suku bunga efektif (SBE) dan mengalami penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui
dalam laba rugi pada saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau rusak. Aset keuangan
Grup pada biaya perolehan diamortisasi termasuk kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain,
piutang pihak-pihak berelasi non-usaha dan aset keuangan lainnya. Aset keuangan yang ditetapkan
pada nilai wajar melalui OCI (instrumen ekuitas) Setelah pengakuan awal, Grup dapat memilih untuk
mengklasifikasikan investasi ekuitasnya yang tidak dapat ditarik kembali sebagai instrumen ekuitas
yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI jika definisi ekuitas berdasarkan PSAK 50: Instrumen
Keuangan: Penyajian dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan memenuhi definisi tersebut. Klasifikasi
ditentukan berdasarkan instrumen per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini
tidak pernah didaur ulang ke laba rugi. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laporan laba
rugi pada saat hak pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Grup mendapatkan keuntungan dari hasil
tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan
tersebut adalah tercatat di OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak
tunduk pada penilaian penurunan nilai. Grup memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitas yang
tidak terdaftar dalam kategori ini yang tidak dapat ditarik kembali. Penghentian pengakuan Aset
keuangan (atau, jika berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan
serupa) terutama dihentikan pengakuannya (yaitu, dihapus dari laporan posisi keuangan konsolidasian
Grup) ketika: - Hak untuk menerima arus kas dari aset telah kedaluwarsa; atau - Grup telah
mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah mengasumsikan kewajiban untuk
membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga
berdasarkan pengaturan 'pass- through'; dan salah satu (a) Grup telah mengalihkan secara substansial
semua risiko dan manfaat aset, atau (b) Grup tidak mengalihkan atau memiliki secara substansial
seluruh risiko dan manfaat aset, tetapi telah mengalihkan pengendalian aset. Ketika Grup telah
mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah menandatangani perjanjian pass-
through, Grup mengevaluasi apakah, dan sejauh mana, telah mempertahankan risiko dan manfaat
kepemilikan. Ketika Grup tidak mengalihkan atau mempertahankan secara substansial seluruh risiko
dan manfaat dari aset, atau mengalihkan pengendalian atas aset, Grup terus mengakui aset yang
ditransfer tersebut sejauh keterlibatannya secara berkelanjutan. Dalam kasus tersebut, Grup juga
mengakui liabilitas terkait. Aset alihan dan liabilitas terkait diukur atas dasar yang mencerminkan hak
dan kewajiban yang dimiliki Grup. Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang
ditransfer diukur pada nilai yang lebih rendah dari nilai tercatat asli aset dan jumlah maksimum imbalan
yang mungkin diminta untuk dibayar kembali oleh Grup. Grup mengakui penyisihan kerugian kredit
ekspektasian (ECL) untuk semua instrumen utang yang tidak dimiliki pada nilai wajar melalui laba rugi.
ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak
dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan dengan perkiraan suku bunga
efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki
Page 37
atau peningkatan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontraktual. ECL
dikenali dalam dua tahap. Untuk eksposur kredit yang belum ada peningkatan risiko kredit yang
signifikan sejak pengakuan awal, ECL disediakan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa
gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk eksposur kredit
yang telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian
diperlukan untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur eksposur, terlepas dari waktu
default (ECL seumur hidup). Untuk piutang dagang, Grup menerapkan pendekatan yang
disederhanakan dalam menghitung ECL. Oleh karena itu, Grup tidak melacak perubahan dalam risiko
kredit, tetapi mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL seumur hidup pada setiap tanggal
pelaporan. Grup telah menetapkan matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit
historisnya, yang disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan yang spesifik untuk debitur
dan lingkungan ekonomi. Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pembayaran
kontraktual telah lewat 90 hari. Dalam kasus tertentu Perusahaan juga dapat mempertimbangkan aset
keuangan mengalami gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa
Perusahaan tidak mungkin menerima jumlah kontraktual yang terutangsecara penuh sebelum
memperhitungkan setiap peningkatan kredit yang dimiliki oleh Kelompok Aset keuangan dihapuskan
jika tidak ada ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual. ii. Liabilitas Keuangan
Pengakuan dan Pengukuran Awal Liabilitas keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, sebagai
utang dan pinjaman dan utang. Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai wajar dan,
untuk utang dan pinjaman dan utang usaha, setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan
secara langsung. Liabilitas keuangan Grup meliputi utang bank jangka pendek, utang usaha kepada
pihak ketiga, utang lain-lain, beban akrual, liabilitas imbalan kerja jangka pendek - gaji dan tunjangan
lainnya, utang bank dan lembaga pembiayaan, utang obligasi, liabilitas sewa, utang pihak-pihak
berelasi non-usaha, uang jaminan yang diterima dan liabilitas keuangan jangka panjang lainnya.
Pengukuran selanjutnya Pengukuran liabilitas keuangan bergantung pada klasifikasinya, seperti yang
dijelaskan di bawah ini: Utang dan pinjaman Ini adalah kategori yang paling relevan dengan Grup.
Setelah pengakuan awal, utang dan pinjaman yang dikenakan bunga selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Keuntungan dan kerugian diakui dalam
laba rugi pada saat kewajiban dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE. Biaya
perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premi atas akuisisi dan
biaya atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai
beban keuangan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Penghentian pengakuan Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas tersebut
dilepaskan atau dibatalkan atau kedaluwarsa. Ketika kewajiban keuangan yang ada digantikan oleh
yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang secara substansial berbeda,
atau persyaratan dari kewajiban yang ada secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi
tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan kewajiban awal dan pengakuan kewajiban
baru. Selisih nilai tercatat masing-masing diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian. iii. Saling hapus instrument keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling
hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika,
terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui
dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan
menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara
bersamaan. iv. Nilai wajar instrumen keuangan Nilai wajar instrumen keuangan yang secara aktif
diperdagangkan di pasar keuangan ditentukan dengan mengacu pada kuota harga pasar yang berlaku
pada penutupan pasar pada akhir tahun pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak
diperdagangkan di pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik
Page 38
penilaian tersebut meliputi penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar
(arms-length market transactions), referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara
substansial sama, analisis arus kas yang didiskonto, atau model penilaian lainnya. Penyesuaian risiko
kredit Grup menyesuaikan harga di pasar yang lebih dapat diobservasi untuk mencerminkan adanya
perbedaan risiko kredit pihak yang bertransaksi antara instrumen yang diperdagangkan di pasar
tersebut dengan instrumen yang dinilai untuk posisi aset keuangan. Dalam penentuan nilai wajar posisi
liabilitas keuangan, risiko kredit Grup terkait dengan instrumen tersebut ikut diperhitungkan. v. Biaya
perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan Biaya perolehan yang diamortisasi diukur dengan
menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penyisihan penurunan nilai dan pembayaran atau
pengurangan pokok. Perhitungan ini mencakup seluruh premi atau diskon pada saat akuisisi dan
mencakup biaya transaksi serta komisi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga
efektif. Pada setiap tanggal pelaporan, Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa
aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. vi. Penurunan nilai aset
keuangan Pinjaman dan piutang Untuk pinjaman dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan
diamortisasi, Grup terlebih dahulu menentukan bahwa terdapat bukti obyektif mengenai penurunan
nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk
aset keuangan yang tidak signifikan secara individual. Jika Grup menentukan tidak terdapat bukti
obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset
keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset
keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok
tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian
penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.
Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut
diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak
termasuk kerugian kredit di masa mendatang yang belum terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa
datang didiskonto dengan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Jika
pinjaman dan piutang memiliki suku bunga variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan untuk
mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif yang berlaku. Nilai tercatat atas
aset keuangan dikurangi melalui penggunaan pos cadangan penurunan nilai dan jumlah kerugian yang
terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Pendapatan
bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan nilainya berdasarkan tingkat suku
bunga efektif awal dari aset keuangan. Pinjaman yang diberikan dan piutang beserta dengan
cadangan terkait dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan yang realistis atas pemulihan di masa
mendatang dan seluruh agunan telah terealisasi atau dialihkan kepada Grup. Jika, pada tahun
berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena
peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang diakui
sebelumnya bertambah atau berkurang dengan menyesuaikan pos cadangan penurunan nilai. Jika di
masa mendatang penghapusan tersebut dapat dipulihkan, jumlah pemulihan tersebut diakui pada laba
rugi. vii. Penghentian pengakuan aset dan liabilitas keuangan Aset keuangan Penghentian pengakuan
atas suatu aset keuangan (atau, apabila dapat diterapkan, untuk bagian dari aset keuangan atau
bagian dari kelompok aset keuangan sejenis) terjadi bila: - - hak kontraktual atas arus kas yang berasal
dari aset keuangan tersebut berakhir; atau - - Grup memindahkan hak untuk menerima arus kas yang
berasal dari aset keuangan tersebut atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang
diterima tersebut tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan
penyerahan dan salah satu diantara (a) Grup secara substansial memindahkan seluruh risiko dan
manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (b) Grup secara substansial tidak
memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut,
Page 39
namun telah memindahkan pengendalian atas aset tersebut. Liabilitas keuangan dihentikan
pengakuannya ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau
kadaluarsa. Ketika liabilitas keuangan awal digantikan dengan kewajiban keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama dengan ketentuan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
substansial atas liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat
sebagai penghapusan kewajiban keuangan awal dan pengakuan kewajiban keuangan baru dan selisih
antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba rugi. x. Financial Instruments i.
Financial Assets Initial Recognition and Measurement Financial assets are classified, at initial
recognition, as subsequently measured at amortized cost and fair value through other comprehensive
income (OCI). The classification of financial assets at initial recognition depends on the financial
asset?s contractual cash flow characteristics and the Group?s business model for managing them.
With the exception of accounts receivable - trade that do not contain a significant financing component
or for which the Group has applied the practical expedient, the Group initially measures a financial
asset at its fair value plus, in the case of a financial asset not at fair value through profit or loss,
transaction costs. Account receivable - trade that do not contain a significant financing component or
for which the Group has applied the practical expedient are measured at the transaction price
determined under SFAS 72. In order for a financial asset to be classified and measured at amortised
cost or fair value through OCI, it needs to give rise to cash flows that are ?solely payments of principal
and interest (SPPI)? on the principal amount outstanding. This assessment is referred to as the SPPI
test and is performed at an instrument level. The Group?s business model for managing financial
assets refers to how it manages its financial assets in order to generate cash flows. The business
model determines whether cash flows will result from collecting contractual cash flows, selling the
financial assets, or both. For purposes of subsequent measurement, financial assets are classified in
two categories: - Financial assets at amortized cost (debt instruments) - Financial assets designated at
fair value through OCI with no recycling of cumulative gains and losses upon derecognition (equity
instruments) Financial assets at amortized cost (debt instruments) This category is the most relevant to
the Group. The Group measures financial assets at amortised cost if both of the following conditions
are met: - The financial asset is held within a business model with the objective to hold financial assets
in order to collect contractual cash flows; and - The contractual terms of the financial asset give rise on
specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount
outstanding. Financial assets at amortized cost are subsequently measured using the effective interest
(EIR) method and are subject to impairment. Gains and losses are recognized in profit or loss when the
asset is derecognized, modified or impaired. The Group?s financial assets at amortized cost includes
cash and cash equivalents, trade receivables, other receivables, due from related parties and other
financial assets. Financial assets designated at fair value through OCI (equity instruments) Upon initial
recognition, the Group can elect to classify irrevocably its equity investments as equity instruments
designated at fair value through OCI when they meet the definition of equity under SFAS 50: Financial
Instruments: Presentation and are not held for trading. The classification is determined on an
instrument-by-instrument basis. Gains and losses on these financial assets are never recycled to profit
or loss. Dividends are recognized as other income in the statement of profit or loss when the right of
payment has been established, except when the Group benefits from such proceeds as a recovery of
part of the cost of the financial asset, in which case, such gains are recorded in OCI. Equity
instruments designated at fair value through OCI are not subject to impairment assessment. The Group
elected to classify irrevocably its non-listed equity investments under this category. Derecognition A
financial asset (or, where applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial
assets) is primarily derecognized (i.e., removed from the Group?s consolidated statement of financial
position) when: - The rights to receive cash flows from the asset have expired; or - The Group has
Page 40
transferred its rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the
received cash flows in full without material delay to a third party under a ?pass-through?
arrangement??? and either (a) the Group has transferred substantially all the risks and rewards of the
asset, or (b) the Group has neither transferred not retained substantially all the risks and rewards of the
asset, but has transferred control of the asset. When the Group has transferred its rights to receive
cash flows from an asset or has entered into a pass-through arrangement, it evaluates if, and to what
extent, it has retained the risks and rewards of ownership. When it has neither transferred nor retained
substantially all of the risks and rewards of the asset, nor transferred control of the asset, the Group
continues to recognize the transferred asset to the extent of its continuing involvement. In that case,
the Group also recognizes an associated liability. The transferred asset and the associated liability are
measured on a basis that reflects the rights and obligations that the Group has retained. Continuing
involvement that takes the form of a guarantee over the transferred asset is measured at the lower of
the original carrying amount of the asset and the maximum amount of consideration that the Group
could be required to repay. The Group recognizes an allowance for expected credit losses (ECL) for all
debt instruments not held at fair value through profit or loss. ECL are based on the difference between
the contractual cash flows due in accordance with the contract and all the cash flows that the Group
expects to receive, discounted at an approximation of the original effective interest rate. The expected
cash flows will include cash flows from the sale of collateral held or other credit enhancements that are
integral to the contractual terms. ECL are recognized in two stages. For credit exposures for which
there has not been a significant increase in credit risk since initial recognition, ECL are provided for
credit losses that result from default events that are possible within the next 12-months (a 12-month
ECL). For those credit exposures for which there has been a significant increase in credit risk since
initial recognition, a loss allowance is required for credit losses expected over the remaining life of the
exposure, irrespective of the timing of the default (a lifetime ECL). For trade receivables, the Group
applies a simplified approach in calculating ECL. Therefore, the Group does not track changes in credit
risk, but instead recognizes a loss allowance based on lifetime ECL at each reporting date. The Group
has established a provision matrix that is based on its historical credit loss experience, adjusted for
forward-looking factors specific to the debtors and the economic environment. The Group considers a
financial asset in default when contractual payments are 90 days past due. However, in certain cases,
the Group may also consider a financial asset to be in default when internal or external information
indicates that the Group is unlikely to receive the outstanding contractual amounts in full before taking
into account any credit enhancements held by the Group. A financial asset is written off when there is
no reasonable expectation of recovering the contractual cash flows. ii. Financial Liabilities Initial
Recognition and Measurement Financial liabilities are classified, at initial recognition, as loans and
borrowings and payables. All financial liabilities are recognized initially at fair value and, in the case of
loans and borrowings and payables, net of directly attributable transaction costs. The Group?s financial
liabilities include short-term bank loans, trade payables to third parties, other payables, accrued
expenses, liability for short-term employee benefits - salaries and other allowances, loans from banks
and financing institutions, bonds payable, lease liabilities, due to related parties, security deposits and
other non current financial liabilities. Subsequent measurement The measurement of financial liabilities
depends on their classification, as described below: Loans and borrowings This is the category most
relevant to the Group. After initial recognition, interest- bearing loans and borrowings are subsequently
measured at amortiszd cost using the EIR method. Gains and losses are recognized in profit or loss
when the liabilities are derecognized as well as through the EIR amortization process. Amortized cost
is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fees or costs that are
an integral part of the EIR. The EIR amortization is included as finance expenses in the consolidated
statement of profit or loss and other comprehensive income. Derecognition A financial liability is
Page 41
derecognized when the obligation under the liability is discharged or cancelled or expires. When an
existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms,
or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange or modification is
treated as the derecognition of the original liability and the recognition of a new liability. The difference
in the respective carrying amounts is recognized in the consolidated statement of profit or loss and
other comprehensive income iii. Offsetting of financial instruments Financial assets and financial
liabilities are offset and the net amount reported in the consolidated statement of financial position if,
and only if, there is a currently enforceable legal right to offset the recognized amounts and there is an
intention to settle on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously. iv. Fair
value of financial instruments The fair value of financial instruments that are actively traded in
organized financial markets is determined by reference to quoted market BLID prices at the close of
business at the end of the reporting year. For financial instruments where there is no active market, fair
value is determined using valuation techniques. Such techniques may include using recent arm?s
length market transaction, reference to the current fair value of another instrument that is substantially
the same, discounted cash flow analysis, or other valuation models. Credit risk adjustment The Group
adjusts the price in the more observable market to reflect any differences in counterparty credit risk
between instruments traded in that market and the ones being valued for financial asset positions. In
determining the fair value of financial liability positions, the Group?s own credit risks associated with
the instrument are taken into account. v. Amortized cost of financial instruments Amortized cost is
computed using the effective interest rate method less any allowance for impairment and principal
repayment or reduction. The calculation takes into account any premium or discount on acquisition and
includes transaction costs and fees that are an integral part of the effective interest rate. The Group
assesses at each reporting date whether there is any objective evidence that a financial asset or a
group of financial assets is impaired. vi. Impairment of financial instruments Loans and receivables For
loans and receivables carried at amortized cost, the Group first assesses whether objective evidence of
impairment exists individually for financial assets that are individually significant, or collectively for
financial assets that are not individually significant. If the Group determines that no objective evidence
of impairment exists for an individually assessed financial asset, whether significant or not, the asset is
included in a group of financial assets with similar credit risk characteristics, and the group is
collectively assessed for impairment. Assets that are individually assessed for impairment and for
which an impairment loss is, or continues to be, recognized are not included in a collective assessment
of impairment. If there is objective evidence that an impairment loss has occurred, the amount of the
loss is measured as the difference between the asset?s carrying amount and the present value of
estimated future cash flows (excluding future expected credit losses that have not yet been incurred).
The present value of the estimated future cash flows is discounted at the financial asset?s original
effective interest rate. If a ?loans and receivables? financial asset has a variable interest rate, the
discount rate for measuring impairment loss is the current effective interest rate. The carrying amount
of the financial asset is reduced through the use of an allowance for impairment account and the
amount of the loss is recognized in the consolidated statement of oyher comprehensive income.
Interest income continues to be accrued on the reduced carrying amount based on the original effective
interest rate of the financial asset. Loans and receivables, together with the associated allowance, are
written off when there is no realistic prospect of future recovery and all collateral has been realized or
has been transferred to the Group. If, in a subsequent year, the amount of the estimated impairment
loss increases or decreases because of an event occurring after the impairment was recognized, the
previously recognized impairment loss is increased or reduced by adjusting the allowance for
impairment account. If a future write-off is later recovered, the recovery is recognized in profit or loss.
vii. Derecognition of financial assets and liabilities Financial assets A financial asset (or where
Page 42
                                              applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets) is derecognized
                                              when: - - the rights to receive cash flows from the asset have expired; or - - the Group has transferred
                                              its rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the received cash
                                              flows in full without material delay to a third party under a ?pass-through? arrangement, and either (a)
                                              the Group has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Group has
                                              neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has transferred
                                              control of the asset. A financial liability is derecognized when the obligation under the liability is
                                              discharged or cancelled or has expired. When an existing financial liability is replaced by another from
                                              the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially
                                              modified, such an exchange or modification is treated as an extinguishment of the original liability and
                                              the recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in
                                              profit or loss.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun   c. Standar akuntansi yang telah disahkan namun belum berlaku efektif Standar baru dan amandemen              Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif                         standar yang telah diterbitkan dan belum diterapkan secara dini oleh Perseroan, adalah sebagai                                             effective
                                              berikut: a. Berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai 1 Januari 2024 - Amendemen PSAK No. 1
                                              ?Penyajian Laporan Keuangan : Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan? - Amendemen PSAK No.
                                              73 ?Sewa Liabilitas Sewa dalam Jual dan Sewa Balik?. b. Berlaku efektif untuk tahun buku yang
                                              dimulai 1 Januari 2025 - PSAK No. 74 ?Kontrak Asuransi? tentang Penerapan Awal PSAK No. 74 dan
                                              PSAK No. 71 - Informasi Komparatif. Grup masih mengevaluasi dampak penerapan PSAK di atas dan
                                              dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup dari penerapan PSAK tersebut belum dapat
                                              ditentukan c. Accounting standards issued but not yet effective The new standards and amendments to
                                              standards that have been issued and have not been implemented early by the Company are as follows:
                                              a. Effective for the financial year starting 1 January 2024 - The amendments to SFAS No. 1
                                              ?Presentation of Financial Statements : Non Current Liabilities with Covenants?. - The amendments to
                                              SFAS No. 73 ?Leases : Lease Liabilities in a Sale and Leaseback b. Effective for the financial year
                                              starting 1 January 2025 - SFAS No. 74 ?Insurance Contracts? about Initial Application of SFAS No. 74
                                              and SFAS No. 71 - Comparative Information The Group is still evaluating the impact of adoption of the
                                              above SFAS and the impact on the Group?s consolidated financial statements from the adoption of the
                                              SFAS has not yet to be determined.
Page 43
[2611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Property Industry - Current Year

30 September 2023

Aset tetap                                                                                                                                                         Property, plant, and equipment
                                                          Aset tetap, awal periode     Penambahan aset tetap          Aset tetap, akhir periode
                                                             Property, plant, and      Addition in property, plant,     Property, plant, and
                                                         equipment, beginning period         and equipment             equipment, end period
Nilai perolehan, kotor   Tanah, dimiliki langsung                  3,227,732,733                                               3,227,732,733            Land, directly owned            Carrying amount, gross
                         Bangunan dan fasilitasnya,                                                                                                   Building and leasehold
                                                                  17,152,035,239                                              17,152,035,239
                         dimiliki langsung                                                                                                     improvement, directly owned
                         Mesin dan peralatan, dimiliki                                                                                           Machinery and equipment,
                                                                  16,198,885,619                    165,108,400               16,363,994,019
                         langsung                                                                                                                              directly owned
                         Perabot dan peralatan kantor,                                                                                       Furniture and office equipment,
                                                                  17,302,092,804                      67,550,000              17,369,642,804
                         dimiliki langsung                                                                                                                     directly owned
                         Kendaraan bermotor, dimiliki                                                                                          Motor vehicle, directly owned
                                                                   5,215,252,626                                               5,215,252,626
                         langsung
                         Dimiliki langsung                        59,095,999,021                    232,658,400               59,328,657,421                      Directly owned
                         Aset tetap                                                                                                                         Property, plant, and
                                                                  59,095,999,021                    232,658,400               59,328,657,421
                                                                                                                                                                       equipment
Akumulasi depresiasi     Bangunan dan fasilitasnya,                                                                                                        Building and leasehold Carrying amount, accumulated
                                                                  12,263,156,580                    464,533,620               12,727,690,200
                         dimiliki langsung                                                                                                          improvement, directly owned                    depreciation
                         Mesin dan peralatan, dimiliki                                                                                                Machinery and equipment,
                                                                  13,042,980,476                    639,650,545               13,682,631,021
                         langsung                                                                                                                                   directly owned
                         Perabot dan peralatan kantor,                                                                                            Furniture and office equipment,
                                                                  16,491,274,184                    268,554,490               16,759,828,674
                         dimiliki langsung                                                                                                                          directly owned
                         Kendaraan bermotor, dimiliki                                                                                               Motor vehicle, directly owned
                                                                   4,885,033,876                      49,532,814               4,934,566,690
                         langsung
                         Dimiliki langsung                        46,682,445,116                 1,422,271,469                48,104,716,585                   Directly owned
                         Aset tetap                                                                                                                        Property, plant, and
                                                                  46,682,445,116                 1,422,271,469                48,104,716,585
                                                                                                                                                                    equipment
Nilai perolehan          Aset tetap                                                                                                                        Property, plant, and                Carrying amount
                                                                  12,413,553,905                                              11,223,940,836
                                                                                                                                                                    equipment
Page 44
[2611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Property Industry - Prior Year

31 December 2022

Aset tetap                                                                                                                                                                      Property, plant, and equipment
                                                      Aset tetap, awal periode   Penambahan aset tetap          Pengurangan aset tetap    Aset tetap, akhir periode
                                                        Property, plant, and
                                                                                 Addition in property, plant,    Disposals in property,     Property, plant, and
                                                       equipment, beginning
                                                                                       and equipment             plant, and equipment      equipment, end period
                                                               period
Nilai perolehan, kotor   Tanah, dimiliki langsung             3,227,732,733                                                                       3,227,732,733            Land, directly owned       Carrying amount, gross
                         Bangunan dan fasilitasnya,                                                                                                                      Building and leasehold
                         dimiliki langsung                  17,152,035,239                                                                       17,152,035,239           improvement, directly
                                                                                                                                                                                          owned
                         Mesin dan peralatan,                                                                                                                         Machinery and equipment,
                                                            16,082,281,026                   116,604,593                                         16,198,885,619
                         dimiliki langsung                                                                                                                                       directly owned
                         Perabot dan peralatan                                                                                                                              Furniture and office
                                                            17,243,824,246                    58,268,558                                         17,302,092,804
                         kantor, dimiliki langsung                                                                                                                    equipment, directly owned
                         Kendaraan bermotor,                                                                                                                              Motor vehicle, directly
                                                              5,330,517,693                                           ( 115,265,067 )             5,215,252,626
                         dimiliki langsung                                                                                                                                                owned
                         Dimiliki langsung                  59,036,390,937                   174,873,151              ( 115,265,067 )            59,095,999,021                 Directly owned
                         Aset tetap                                                                                                                                        Property, plant, and
                                                            59,036,390,937                   174,873,151              ( 115,265,067 )            59,095,999,021
                                                                                                                                                                                    equipment
Akumulasi depresiasi     Bangunan dan fasilitasnya,                                                                                                                      Building and leasehold            Carrying amount,
                         dimiliki langsung                  11,658,569,691                   604,586,889                                         12,263,156,580           improvement, directly     accumulated depreciation
                                                                                                                                                                                          owned
                         Mesin dan peralatan,                                                                                                                         Machinery and equipment,
                                                            12,323,475,955                   719,504,521                                         13,042,980,476
                         dimiliki langsung                                                                                                                                       directly owned
                         Perabot dan peralatan                                                                                                                              Furniture and office
                                                            15,523,803,840                   967,470,344                                         16,491,274,184
                         kantor, dimiliki langsung                                                                                                                    equipment, directly owned
                         Kendaraan bermotor,                                                                                                                              Motor vehicle, directly
                                                              4,934,255,193                   66,043,750              ( 115,265,067 )             4,885,033,876
                         dimiliki langsung                                                                                                                                                owned
                         Dimiliki langsung                  44,440,104,679                2,357,605,504               ( 115,265,067 )            46,682,445,116                 Directly owned
                         Aset tetap                                                                                                                                        Property, plant, and
                                                            44,440,104,679                2,357,605,504               ( 115,265,067 )            46,682,445,116
                                                                                                                                                                                    equipment
Nilai perolehan          Aset tetap                                                                                                                                        Property, plant, and             Carrying amount
                                                            14,596,286,258                                                                       12,413,553,905
                                                                                                                                                                                    equipment
Page 45
[2611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - Property Industry


Pengungkapan                                                                                                                                                                Disclosure
                                                                                  30 September 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap   11. ASET TETAP Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Grup telah                            Disclosure of notes for property, plant and
                                       mengasuransikan bangunan, kendaraan dan peralatan kantor terhadap risiko kebakaran, pencurian                                             equipment
                                       dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp 12.377.100.000, kepada
                                       pihak ketiga, PT Asuransi Bintang Tbk dan PT Asuransi Sinar Mas. Grup berpendapat bahwa nilai
                                       pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul di masa yang akan
                                       datang. Sarana pelengkap, mesin dan peralatan pendukung Mall Cinere dan proyek Vivo Mall Sentul
                                       yang dimiliki masing-masing adalah PT Mega Pasanggrahan Indah entitas anak telah dijaminkan ke PT
                                       Bank Negara Indonesia Tbk dan PT Tirta Persada Developments, entitas anak telah dijaminkan ke PT
                                       Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Catatan 13). Berdasarkan hasil penelaahan manajemen
                                       Perusahaan dan Entitas anak berkeyakinan bahwa tidak ada situasi atau keadaan yang
                                       mengindikasikan terjadinya penurunan nilai atas aset tetap.. 11. FIXED ASSETS As of September 30,
                                       2023 and December 31, 2022, the Company and Subsidiaries have insured buildings and vehicles
                                       against fire, theft and other risks with coverage amounting to Rp 12,377,100,000 to third parties, PT
                                       Asuransi Bintang Tbk and PT Asuransi Sinar Mas. Group believes that the insurance coverage is
                                       adequate to cover losses that may arise in the future. The complementary facilities, machines and
                                       supporting equipment for the Mall Cinere and the Vivo Mall Sentul project owned respectively are PT
                                       Mega Pasanggrahan Indah, a subsidiaries that has been pledged as collateral to PT Bank Negara
                                       Indonesia Tbk and PT Tirta Persada Developments, the subsidiaries has been pledged to PT Bank
                                       Tabungan Negara (Persero) Tbk (Note 13). Based on the research management of the Company and
                                       Subsidiaries believe that there are no situations or circumstances indicate impairment of fixed assets.
Page 46
[2630000] Notes to the financial statements - Inventories - Property Industry

Catatan atas persediaan                                                      Notes for inventories
                                    30 September 2023   31 December 2022
     Persediaan Tanah Dalam                                                  Land under development
                                     267,592,839,555     269,740,750,553
     Pengembangan                                                                            inventory
     Persediaan Tanah Belum                                                        Undeveloped land
                                     338,230,511,245     337,314,105,420
     Dikembangkan                                                                            inventory
     Bangunan dalam                                                                    Building under
                                     737,741,478,257     716,133,762,884
     konstruksi                                                                           construction
     Bangunan siap jual              387,410,233,438     387,229,448,012    Building available for sale
     Aset real estat kotor                                                        Real estate assets,
                                    1,730,975,062,495   1,710,418,066,869
                                                                                                 gross
     Aset real estat                1,730,975,062,495   1,710,418,066,869         Real estate assets
     Aset real estat lancar         1,392,744,551,249   1,373,103,961,449   Current real estate assets
     Aset real estat tidak lancar                                             Non-current real estate
                                     338,230,511,245     337,314,105,420
                                                                                                assets
Page 47
[2632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - Property Industry


Pengungkapan                                                                                                                                                         Disclosure
                                                                                  30 September 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan   6. PERSEDIAAN Atas sebagian persediaan tanah sedang dikembangkan yang berlokasi di Perumahan               Disclosure of notes for inventories
                                       Cinere Residence (Puri Cinere) yang dimiliki entitas anak, PT Mega Pasanggrahan Indah telah
                                       dijaminkan ke PT Indosurya Inti Finance. (Lihat catatan 13). Bangunan dalam konstruksi pada PT
                                       Mega Pasanggrahan Indah (MPI), Entitas Anak merupakan jumlah dari tanah dan bangunan dalam
                                       kontruksi untuk pembangunan Perumahan, Apartemen, Ruko/Kios yaitu untuk proyek-proyek di
                                       antaranya adalah Apartemen Cinere Terrace Suites dan Ruko De Vonte yang berlokasi di Cinere, Kota
                                       Depok, Jawa Barat. Per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 progress pembangunan
                                       Apartemen Cinere Terrace Suites Tower A dan Tower B masing-masing sebesar 99 persen dan 75
                                       persen Per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, persediaan Grup berupa Tanah dan
                                       Bangunan Cinere Terrace Suites dijadikan jaminan atas utang PT Bank Tabungan Negara Tbk. (Lihat
                                       catatan 13). Manajemen Grup berkeyakinan bahwa persediaan telah mencerminkan nilai realisasinya,
                                       sehingga tidak perlu dilakukan penyisihan atas persediaan tersebut. Pada tanggal pelaporan, tidak ada
                                       dari persediaan yang mengalami penurunan nilai. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember
                                       2022, Grup telah mengasuransikan bangunan atas The Habitat Karawaci milik PT Titan Property
                                       (entitas anak) dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 261.672.000.000 kepada pihak ketiga PT
                                       Asuransi Harta Aman Pratama Tbk. Manajemen Grup berpendapat bahwa nilai pertanggungan
                                       tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut. 6. INVENTORIES Part of
                                       the land that being developed located in Cinere Residence Housing (Puri Cinere) owned by a
                                       subsidiary, PT Mega Pasanggrahan Indah has been pledged as collateral to PT Indosurya Inti Finance.
                                       (See note 13). Buildings under construction at PT Mega Pasanggrahan Indah (MPI), the Subsidiaries
                                       are the amount of land and buildings in construction for the construction of housing, apartments,
                                       shophouses/kiosks, namely for projects including Cinere Terrace Suites Apartment and Ruko De Vonte
                                       which are located in Cinere, Depok City, West Java. As of September 30, 2023 and December 31,
                                       2022, the progress of the construction of the Cinere Terrace Suites Tower A and Tower B Apartment is
                                       99 persen dan 75 persen respectively As of September 30, 2023 and December 31, 2022, Group's
                                       inventory consist of Land and Building Cinere Terrace Suites was pledged as collateral for loan of PT
                                       Bank Tabungan Negara Tbk. (See notes 13). The Group?s management believes that inventories are
                                       realizable at the above amounts and no provision for losses is necessary. At the reporting date, none of
                                       these inventories were impaired. On September 30, 2023 and December 31, 2022, Group has insured
                                       the building on The Habitat Karawaci owned by PT Titan Property (subsidiaries) to a third party, PT
                                       Asuransi Harta Aman Pratama Tbk with total coverage amounting to Rp 261,672,000,000. The
                                       Group?s management is of the opinion that the coverage is adequate to cover possible losses arising
                                       from such risks.
Page 48
[2670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - Property
Industry

Beban pokok penjualan                                                Cost of good sold
                            30 September 2023   30 September 2022
Realti dan properti            37,911,025,618      38,643,472,497           Realty and property
Beban pokok penjualan dan                                           Cost of sales and revenue
                               37,911,025,618      38,643,472,497
pendapatan
Page 49
[2671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - Property Industry


Pengungkapan                                                                                                                                                          Disclosure
                                                                                 30 September 2023
Pengungkapan catatan atas beban pokok   28. BEBAN POKOK PENJUALAN Pada periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan             Disclosure of notes for cost of goods sold
penjualan                               2022 tidak terdapat pembelian dari satu pemasok yang nilainya melebihi 10 persen dari total beban
                                        pokok penjualan konsolidasian. 28. COST OF SALES In the periods ended September 30, 2023 and
                                        2022, there were no purchases from a single supplier with a value of more than 10 percent of the
                                        consolidated total cost of goods sold.
Page 50
[2691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - Property Industry

Catatan untuk utang bank jangka panjang                                                                                                                                  Notes for long-term bank loan

                                                                30 September 2023                                        31 December 2022

                                                       Utang bank, nilai dalam                                  Utang bank, nilai dalam
                                                                                     Total utang bank, kotor                                  Total utang bank, kotor
                                                          mata uang asing                                          mata uang asing
                                                      Bank loan, amount in foreign                             Bank loan, amount in foreign
                                                                                     Total bank loans, gross                                   Total bank loans, gross
                                                               currency                                                 currency
Bank Negara Indonesia      IDR                                                                                                                                                   IDR      Bank Negara Indonesia
                                                             249,987,000,000                                          254,287,000,000
(Persero) Tbk                                                                                                                                                                                     (Persero) Tbk
Bank Tabungan Negara       IDR                                                                                                                                                   IDR      Bank Tabungan Negara
                                                             699,750,000,000                                          699,750,000,000
(Persero) Tbk                                                                                                                                                                                     (Persero) Tbk
Bank lokal lainnya         IDR                                 15,288,122,251                                           14,381,408,459                                           IDR           Other local banks

Catatan untuk utang bank jangka panjang                                                                                                                                  Notes for long-term bank loan
                                                                          30 September 2023                                  31 December 2022
  Total utang bank, bersih                                                              965,025,122,251                                   968,418,408,459                                  Total bank loan, net
     Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu                                                                                                                   Current maturities of bank loans
                                                                                           5,090,602,182                                      46,288,793,411
     tahun atas utang bank
     Liabilitas jangka panjang atas utang bank                                          959,934,520,069                                   922,129,615,048                              Long-term bank loans
Page 51
[2691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - Property Industry


Pengungkapan                                                                                                                                                                           Disclosure
                                                                                          30 September 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka   13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA PT Mega Pasanggrahan Indah, Entitas                             Disclosure of notes for long-term bank loans
panjang                                       Anak PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pada tanggal 4 Agustus 2016, PT MPI, Entitas Anak
                                              telah memperoleh persetujuan pemberian kredit ?Proyek Cinere Terrace Suites? dari PT Bank
                                              Tabungan Negara (Persero) Tbk No. 1500/JKK.UT/CSMU/VIII/2016, diperbarui dengan Addendum
                                              Perjanjian Kredit No. 1505/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 pada tanggal 30 September 2019, adalah
                                              sebagai berikut: Plafond kredit : Kredit Konstruksi Rp300.000.000.000 Kredit Investasi
                                              Rp90.000.000.000 Tujuan pembiayaan : Pembangunan Apartemen dan Mall pada proyek Cinere
                                              Terrace Suites di Jl. Cinere Raya, Kel. Pangkalan Jati, Kec. Cinere, Kota Madya Depok Jangka waktu :
                                              Kredit Konstruksi diperpanjang 24 bulan s.d 11 Desember 2025 Kredit Investasi diperpanjang 36 bulan
                                              s.d 11 Desember 2026 Provisi : 0.5persen dari plafond kredit Sifat Kredit : Non-Revolving Suku bunga :
                                              - Kredit Konstruksi BTN: 12,50persen efektif per tahun (tarif dapat sesuaikan) - Kredit Investasi BTN:
                                              13,00persen efektif per tahun (tarif dapat disesuaikan) Denda : 2persen di atas suku bunga yang
                                              berlaku, diperhitungkan atas tunggakan bunga Jaminan : - Agunan Pokok Tanah dan Bangunan Cinere
                                              Terrace Suites an PT Mega Pasanggrahan Indah berkedudukan di Bogor, seluas 18.279 m??? -
                                              Agunan Tambahan Sertifikat atas proyek perumahan Cinere Riverside yang terletak di belakang
                                              proyek apartment dan mall yang terdiri dari blok J6 kavling 5, 6, 7, 8, 10, 11, 12, 12A, 12B, 15, 16, 17,
                                              dan 23 dengan total luas 3.726m??? Berdasarkan Surat Persetujuan Restrukturisasi Kredit PT Bank
                                              Tabungan Negara (Persero) Tbk No. 2405/S/JKK.UT/ BCLU/VIII/2020 tanggal 31 Agustus 2020
                                              mengenai perpanjangan jangka waktu kredit dan penangguhan pembayaran bunga dengan rincian
                                              sebagai berikut: Jangka waktu : Kredit Konstruksi diperpanjang 12 bulan dari yang sebelumnya sampai
                                              11 Desember 2025 menjadi sampai dengan 11 Desember 2026. Suku bunga : - Kredit Konstruksi BTN:
                                              12,50persen efektif per tahun (dapat sesuaikan) dan Deferred bunga sebesar 100persen selama 11
                                              bulan mulai Mei 2020 s.d Maret 2021. - Kredit Investasi BTN: 13,00persen efektif per tahun (dapat
                                              disesuaikan) dan Deferred bunga sebesar 100persen selama 11 bulan mulai Mei 2020 s.d Maret 2021.
                                              Berdasarkan Akta Addendum Perjanjian Restrukturisasi Kredit No. 105 tanggal 29 Oktober 2021
                                              mengenai persetujuan perubahan restrukturisasi kredit PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ?
                                              khususnya ketentuan dalam hal sebagai berikut: Jangka waktu : - Kredit Konstruksi akan berakhir pada
                                              tanggal 11 Desember 2026. - Kredit Investasi akan berakhir pada tanggal 11 Desember 2026. Suku
                                              bunga : 9,00persen per annum. Pembayaran bunga : Penundaan pembayaran kewajiban bunga
                                              sebesar 95persen dan dibayarkan 5persen selama 18 bulan terhitung sejak bulan Oktober 2021
                                              sampai dengan Maret 2023. Pengembalian pokok pinjaman : - Perubahan nominal pengembalian
                                              pokok kredit dari hasil penjualan unit Apartemen dan Mall Cinere Terrace Suites baik melalui
                                              KPR-BTN, cash keras/bertahap. - Perubahan jadwal pembayaran pokok sesuai proyeksi cashflow.
                                              Berdasarkan Akta Addendum Perjanjian Restrukturisasi Kredit No. 86 tanggal 31 Agustus 2023 PT
                                              MPI, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan perubahan restrukturisasi kredit PT Bank Tabungan
                                              Negara (Persero) Tbk. ? khususnya ketentuan dalam hal sebagai berikut: Jangka waktu : - Kredit
                                              Konstruksi akan berakhir pada tanggal 11 Desember 2030. - Kredit Investasi akan berakhir pada
                                              tanggal 11 Desember 2030. Suku bunga : 6,00persen per annum. Pembayaran bunga : pembayaran
                                              bunga selama 18 bulan terhitung sejak bulan Juni 2023 sampai dengan November 2024.
                                              Pengembalian pokok pinjaman : - Perubahan nominal pengembalian pokok kredit dari hasil penjualan
Page 52
unit Apartemen dan Mall Cinere Terrace Suites baik melalui KPR-BTN, cash keras/bertahap. -
Perubahan jadwal pembayaran pokok sesuai proyeksi cashflow. PT Bank Negara Indonesia (Persero)
Tbk Pada tanggal 13 Maret 2019, PT MPI, Entitas anak telah memperoleh persetujuan pemberian
Kredit ?Proyek Cinere Mall dan Cinere Bellevue Mall? dari PT Bank Negara Indonesia Tbk nomor
288/MPI/PDIR/III/2019, yang diperbarui melalui addendum perjanjian kredit No.115 pada tanggal 29
April 2019 adalah sebagai berikut: Plafond kredit : Rp310.000.000.000 Tujuan pembiayaan :
Refinancing asset Cinere Mall dan Cinere Bellevue Mall Jangka waktu : 120 (Seratus dua puluh) bulan
Provisi : 0,5persen dari plafond kredit (eenmaligh) Jenis Kredit : Kredit Investasi Sifat Kredit :
Non-Revolving Suku bunga : 11,00persen efektif per tahun (dapat disesuaikan) Denda : 2persen di
atas suku bunga yang berlaku, diperhitungkan atas tunggakan bunga Jaminan : - Tanah dan
Bangunan Cinere Mall (SHGB No.529) an PT Mega Pasanggarahan Indah yang terletak di Jl. Cinere
Raya, Kel. Pangkalan Jati, Kec. Cinere, Kotamadya Depok, seluas 13.780 m???. Agunan Tambahan. -
Tanah dan Bangunan Cinere Bellevue Mall (SHGB No.1441) an PT Mega Pasanggrahan Indah) yang
terletak di Jalan Merawan, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat,
seluas 18.751m??? - Sarana pelengkap, mesin dan peralatan pendukung Mall Cinere. - Stock Ruko
Cinere Terrace Commercial. - Pendapatan Sewa Mall Cinere dan Cinere Bellevue Mall. - Corporate
Guarantee atas nama PT Cosmopolitan Persada Developments. Perjanjian : Rasio lancar minimal 1,0
kali Konvenan : Debt to equity ratio maksimal 2,5 kali dan Debt service coverage minimal 100persen.
Berdasarkan Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit Restrukturisasi PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk, No. (3) 05 tanggal 30 September 2021, mengenai perubahan atas ketentuan dalam
Perjanjian Kredit No. 05 tanggal 3 Mei 2019 yang telah mengalami perubahan, dengan perubahan
terakhir berdasarkan Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit No. (2) 05 tanggal 30 Juni 2021,
khususnya ketentuan sebagai berikut: Maksimum kredit : Rp258.037.000.000 yang merupakan nilai
baki debet per 31 Agustus 2021. Keperluan : Pendudukan restrukturisasi atas Kredit Investasi
sebagaimana Perjanjian Kredit No. 05 tanggal 3 Mei 2019. Jenis Kredit : Restrukturisasi atas Kredit
Investasi Sifat Kredit : Aflopend Jangka waktu : Tetap sampai dengan tanggal 2 Mei 2030 dengan
dikenakan kembali grace period 24 bulan sejak September 2021 sampai dengan Maret 2023. Suku
bunga : 9,70persen efektif per tahun dengan ketentuan yaitu: - Masa 4 bulan pertama sejak PK
Retrukturisasi Covid ke-2 ditandatangani dimana tarif bunga dibayarkan sebesar 1persen per tahun
dan sisa 8,7persen per tahun ditangguhkan pembayarannya. - Bulan ke 5 sejak PK Restrukturisasi
Covid ke-2 ditandatangani sampai dengan 25 Maret 2023 dimana tarif bunga dibayarkan sebesar
5persen per tahun dan sisa 4,7persen per tahun ditangguhkan pembayarannya. - Selanjutnya, tarif
bunga yang dibayarkan penuh sebesar 9,7persen per tahun. - Akumulasi penangguhan bunga di atas
mulai dibayarkan bertahap maksimal sejak bulan April 2023 sesuai usulan jadwal angsuran. - Suku
bunga dapat direview setiap saat oleh BNI. - Akumulasi bunga yang ditangguhkan pada restrukturisasi
Covid 19 ke-1 didudukkan dalam Perjanjian Penyelesaian Hutang. - Sedangkan akumulasi bunga yang
ditangguhkan pada restrukturisasi Covid 19 ke-2 wajib didudukkan dalam Perjanjian Penyelesaian
Hutang maksimal pada saat berakhirnya masa penangguhan bunga. - Tunggakan bunga, denda dan
biaya yang ada didudukkan dalam Perjanjian Penyelesaian Hutang dan diangsur bertahap hingga
paling lambat 31 Januari 2022. Perjanjian Penyelesaian Hutang: Maksimum kredit : - Rp6.966.000.000
atau sebesar tunggakan bunga,denda dan biaya serta bunga berjalan sampai dengan tanggal
pendudukan Perjanjian Penyelesaian Hutang dan; - Rp18.984.273.793 atau sebesar bunga
ditangguhkan sejak bulan Maret sampai dengan tanggal pendudukan Perjanjian Penyelesaian Hutang.
Jangka waktu : - 4 bulan atas tunggakan bunga denda dan biaya serta bunga berjalan atau sampai
dengan tanggal 31 Januari 2022 dan; - 60 bulan atas bunga ditangguhkan sejak pendudukan
Perjanjian Penyelesaian Hutang. Berdasarkan Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit Restrukturisasi
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, No. (2) 05 tanggal 30 Juni 2021, mengenai perubahan atas
Page 53
ketentuan dalam Perjanjian Kredit No. (1) 05 tanggal 28 April 2020 khususnya ketentuan sebagai
berikut: Plafond kredit : Rp302.487.000.000 yang merupakan gabungan dari nilai outstanding per
tanggal 1 April 2020 sebesar Rp260.037.000.000 dan sisa fasilitas kredit investasi refinancing tahap II
sebesar Rp42.450.000.000. Tujuan pembiayaan : Refinancing asset Cinere Mall dan Cinere Bellevue
Mall Jenis Kredit : Restrukturisasi atas Kredit Investasi Sifat Kredit : Aflopend Jangka waktu : 3 Mei
2019 sampai dengan tanggal 2 Mei 2030, dengan grace period sejak bulan Juni 2021 sampai dengan
bulan September 2021. Suku bunga : 9,70persen efektif per tahun dengan ketentuan yaiut bunga yang
dibayar dan penangguhan bunga (deferred interest) dengan rincian sebagai berikut: - Bulan Juni s.d
Agustus 2021, Tarif bunga yang dibayar 2persen per tahun, Bunga yang ditunda 7,7persen per tahun. -
Bulan September 2021 s.d Mei 2022, Tarif bunga yang dibayar 5,83persen per tahun, Bunga yang
ditunda 3,87persen per tahun. PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak Pada tanggal 23 Februari
2017, PT TPD ? Entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian kredit proyek pembangunan
?Vivo Mall Sentul? dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No.286/S/JKK.UT/CSMU/II/2017
dengan addendum No. 1504/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 adalah sebagai berikut: Plafond kredit :
Rp400.000.000.000 Tujuan pembiayaan : Pembangunan Vivo Mall Sentul Jenis Kredit : - Kredit
Kontruksi (KYG) Rp94.000.000.000 : - Kredit Investasi (KI) Rp306.000.000.000 Sifat Kredit :
Non-Revolving Jangka waktu : - Kredit Kontruksi (KYG) 96 bulan : - Kredit Investasi (KI) 156 bulan
Provisi : 0,75persen plafond kredit Administrasi : 0,25persen plafond kredit - Suku bunga : - Kredit
Kontruksi (KYG) ? 11,00persen p.a (Dapat disesuaikan) : - Kredit Investasi (KI)? 11,75persen p.a
(Dapat disesuaikan) Jaminan : Agunan Pokok Tanah yang terdiri dari 11 sertifikat diatas proyek
pembangunan Vivo Mall yaitu SHGB No. 1277, 1278, 1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284, 1289, 1290
dengan total luas 28.074m??? dan SHGB No. 1275 dengan luas minimal 33.758m??? sehingga total
luas agunan tanah adalah 61.832m???. Bukti Penguasaan Agunan - Tanah dan bangunan, yaitu Vivo
Mall Sentul yang terletak di Jl. Raya Bogor KM. 49, Kel. Cimandala, Kec. Sukaraja, Kab. Bogor
kepemilikan SHGB No. 1274, 1275, 1276, 1277, 1278, 1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284, 1285,
1286 dan 1287 dengan luas 102.330m??? dan SHGB No. 1289, 1290, dan 1291 dengan luas 22.614
m???. - Seluruh mesin, peralatan, furnitures, dan fixtures pada proyek Vivo Mall Sentul wajib diikat
secara fidusia di Kantor Pendaftaran Fidusia sesuai dengan ketentuan sampai terbit sertifikat fidusia./
Agunan Tambahan Sertifikat atas proyek perumahan Vivo Residence Tahap 1 dan Tahap 2 serta Ruko
Bizpark yang terletak di sekitar proyek Vivo Mall Sentul dengan kepemilikan berupa SHGB No. 1287,
1291, dan 1276 atas nama PT Megapolitan Developments Corporation Agunan Lain: - Personal
Guarantee atas nama Sudjono Barak Rimba - Corporate Guarantee atas nama PT Mega
Pasanggrahan Indah - Cessie atas Piutang yang berkaitan dengan seluruh aktivitas penerimaan dan
penjualan Mall, City Walk & Trade Center yang dibiayai oleh Bank BTN KC Kuningan Jakarta.
Perjanjian dan Kovenan : Debt to equity ratio maksimal 500persen Rasio modal disetor minimal
10persen Rasio agunan terhadap outstanding credit: - Kredit Kontruksi KYG sebesar 125persen -
Kredit Investasi I sebesar 135persen PT TPD ? entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian
restrukturisasi kredit diantaranya mengenai penangguhan pembayaran bunga dari PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk sesuai dengan perjanjian kredit No. 2406/S/JKK.UT/BCSU-L/VIII/2020 tanggal
31 Agustus 2020, adalah sebagai berikut: Suku bunga : - KYG ? 11,00persen p.a (tarif dapat
disesuaikan) / bunga yang ditangguhkan sebesar 100persen selama 8 bulan mulai Mei 2020 s.d
Desember 2020 dan 50persen selama 3 bulan mulai Januari 2021 s.d Maret 2021. - KI ? 11,75persen
p.a (adjustable rate) / (bunga yang ditangguhkan sebesar 100persen selama 8 bulan mulai Mei 2020
s.d Desember 2020 dan 50persen selama 3 bulan mulai Januari 2021 s.d Maret 2021) PT TPD ?
Entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian restrukturisasi kredit lanjutan diantaranya
mengenai penangguhan pembayaran bunga dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sesuai
dengan perjanjian kredit No. 995/S/JKK.UT/BCSU/IV/2021 tanggal 28 April 2021, adalah sebagai
Page 54
berikut: Suku bunga : - KYG ? 9,50persen p.a (tarif dapat disesuaikan) / bunga yang ditangguhkan
sebesar 100persen selama 8 bulan mulai Mei 2020 s.d Desember 2020 dan 50persen selama 3 bulan
mulai Januari 2021 s.d Maret 2021. - KI ? 9,50persen p.a (adjustable rate) / (bunga yang ditangguhkan
sebesar 95persen selama 6 bulan mulai April 2021 s.d September 2021 dan 80persen selama 6 bulan
mulai Oktober 2021 s.d Maret 2022). PT TPD ? entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian
restrukturisasi kredit lanjutan diantaranya mengenai penangguhan pembayaran bunga dari PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk sesuai dengan perjanjian kredit No. 175/S/CMBD/CLMR/VI/2022
tanggal 28 Juni 2022, adalah sebagai berikut: Suku bunga : - KYG - 9,50persen p.a (tarif dapat
disesuaikan) / Penundaan pembayaran kewajiban bunga sebesar 80persen selama 24 bulan mulai
Juni 2022 sd. Mei 2024. Bunga yang tertunggak dan/atau ditunda akan dibayarkan mulai Januari 2025
sd. Jatuh Tempo Kredit. - KI - Jangka waktu kredit tidak berubah (sd. Desember 2030) Berdasarkan
Akta Addendum Perjanjian Restrukturisasi Kredit No. 87 tanggal 31 Agustus 2023 PT TPD Entittas
Anak telah memperoleh persetujuan perubahan restrukturisasi kredit PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk. ? khususnya ketentuan dalam hal sebagai berikut: Suku bunga : - KYG - 9,50persen p.a
(tarif dapat disesuaikan) / pembayaran kewajiban bunga sebesar Rp 350.000.000 selama 18 bulan
mulai Juni 2023 sd. November 2024. Bunga yang tertunggak dan/atau ditunda akan dibayarkan mulai
Desember 2024 sd. Jatuh Tempo Kredit. - KI - Jangka waktu kredit tidak berubah (sd. Desember 2030)
PT Indosurya Inti Finance PT TPD, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian kredit
penyelesaian proyek pembangunan "Vivo Mall Sentul" dari PT Indosurya Inti Finance sesuai dengan
perjanjian No.668A/SPP/CA-IIF/XII/2019 tanggal 16 Desember 2019 adalah sebagai berikut: Plafond
kredit : Rp14.000.000.000 Tujuan pembiayaan : Penyelesaian Proyek Pembangunan Vivo Sentul Mall
Jenis kredit : Kredit Investasi Jangka waktu : 48 (empat puluh delapan) bulan Suku bunga : 0,85persen
p.a (Dapat disesuaikan) Jaminan : Agunan Pokok - Tanah dan bangunan dengan SHGB No. 1383 atas
nama PT Mega Pasanggrahan Indah dengan luas tanah 430m2 dan luas bangunan 106m2 yang
terletak di Perumahan Cinere Residence Blok K6 Nomor 1, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan
Cinere, Kota Depok, Jawa Barat. - Tanah dan bangunan dengan SHGB No. 1361 atas nama PT Mega
Pasanggrahan Indah dengan luas tanah 467m2 dan luas bangunan 105m2 yang terletak di
Perumahan Cinere Residence Blok K6 Nomor 27, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota
Depok, Jawa Barat - Tanah dan bangunan dengan SHGB No. 1344 atas nama PT Mega
Pasanggrahan Indah dengan luas tanah 372m2 dan luas bangunan 164m2 yang terletak di
Perumahan Cinere Residence Blok K8 Nomor 1, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota
Depok, Jawa Barat - Tanah dan bangunan dengan SHGB No. 1338 atas nama PT Mega
Pasanggrahan Indah dengan luas tanah 327m2 dan luas bangunan 163m2 yang terletak di
Perumahan Cinere Residence Blok K8 Nomor 8, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota
Depok, Jawa Barat - Jaminan perorangan atas nama Lora Melani Lowas Barak Rimba Angsuran Per
Bulan : (Sesuai kewajiban pembiayaan yang tertunggak dan lainnya) angsuran setelah grace period
sebesar Rp 32.017.317 Total angsuran per bulan : Sebesar Rp 483.626.455 setelah masa grace
period./Total installments per month PT TPD, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan
restrukturisasi fasilitas pembiayaan dari PT Indosurya Inti Finance sesuai dengan Surat Persetujuan
Restruktur Kredit No. 340/SPRK/CA-IIF/V/2021 tanggal 5 Mei 2021 adalah sebagai berikut: Fasilitas I
Fasilitas pembiayaan : Surya SME Nilai pembiayaan : Rp13.909.997.480 yang terdiri dari Baki debet
Juli 2021 sebesar Rp13.759.997.480 dan Kewajiban pembiayaan yang tertunggak sebesar
Rp150.000.000. Jangka waktu : 20-07-2021 s.d 20-05-2025 termasuk masa holiday payment 5 bulan.
Suku bunga : 18persen efektif per tahun Angsuran per bulan : - Angsuran ke 1 s.d ke 5 sebesar
Rp50.000.000. - Angsuran ke 6 s.d ke 46 sebesar Rp456.679.976. Fasilitas II Fasilitas Pembiayaan :
Surya Sukses Nilai Pembiayaan : Akumulasi kekurangan pembayaran masa holiday payment sebesar
Rp1.140.999.748,- dan selisih grace periode awal yang belum dibayarkan sebesar Rp1.654.724.652,-
Page 55
Jangka waktu : 20-07-2021 s.d 20-05-2025 termasuk masa holiday payment 5 bulan Suku bunga :
12persen efektif pertahun Angsuran per bulan : - Angsuran ke 1 s.d ke 5 sebesar Rp0. - Angsuran ke 6
s.d ke 46 sebesar Rp74.419.148. PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak telah memperoleh
persetujuan restrukturisasi fasilitas pembiayaan lanjutan dari PT Indosurya Inti Finance sesuai dengan
Surat Persetujuan Restruktur Kredit No. 212b/SPRK/CA-SMEFI/VI/2022 tanggal 27 Juni 2022 adalah
sebagai berikut: Fasilitas I Fasilitas pembiayaan : Surya Sukses Nilai pembiayaan : Rp14.434.654.766
yang merupakan Baki debet dari fasilitas I.. Jangka waktu : 31-03-2022 s.d 28-02-2026 termasuk masa
holiday payment 6 bulan. Suku Bunga : - 15persen efektif per tahun (selama holiday payment) -
18persen efektif per tahun (sesudah holiday payment.) Angsuran Per Bulan : Angsuran ke 1 s.d ke 6
sebesar Rp 216.519.821., - Angsuran ke 7 s.d ke 47 sebesar Rp 466.570.576 Fasilitas II Fasilitas
pembiayaan : Surya Sukses Nilai pembiayaan : Rp 131.504.264,- yang merupakan baki debet fasilitas
II Jangka waktu : 31-03-2022 s.d 28-02-2026 termasuk masa holiday payment 6 bulan Suku Bunga :
0persen efektif pertahun Angsuran Per Bulan : - Angsuran ke 1 s.d ke 6 sebesar Rp 0, - Angsuran ke 7
s.d ke 47 sebesar Rp 3.207.421. PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak telah memperoleh
persetujuan restrukturisasi fasilitas pembiayaan lanjutan dari PT Indosurya Inti Finance sesuai dengan
Surat Persetujuan Restruktur Kredit No. 299a/SPRK/CA-SMEFI/I/2023 tanggal 06 Januari 2023 adalah
sebagai berikut:Fasilitas I Fasilitas pembiayaan : Surya Sukses Nilai pembiayaan : Rp15.156.617.987
yang merupakan Baki debet dari fasilitas I.. Jangka waktu : 15-01-2023 s.d 15-11-2026 termasuk masa
holiday payment 6 bulan. Suku Bunga : - 18persen efektif per tahun (selama holiday payment)
Angsuran Per Bulan : Angsuran ke 1 s.d ke 6 sebesar Rp 75.000.000., - Angsuran ke 7 s.d ke 47
sebesar Rp 497.607.850 Fasilitas II Fasilitas pembiayaan : Surya Sukses Nilai pembiayaan : Rp
131.504.264,- terdiri dari : Baki debet sebesar Rp. 121.882.001 Angsuran tertunggak sebesar Rp.
9.622.263 Jangka waktu : 15-01-2023 s.d 15-11-2026 termasuk masa holiday payment 6 bulan PT
Mega Pasanggrahan Indah, Subsidiary PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk On August 4, 2016,
PT MPI, a Subsidiary, has obtained approval for the granting of ?Cinere Terrace Suites Project? Credit
from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No. 1500/JKK.UT/CSMU/VIII/2016, updated with a
Credit Agreement Addendum No. 1505/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 on September 30, 2019, are as
follows: Credit Limit : Construction credit Rp300,000,000,000 Investment credit Rp90,000,000,000
Financing purpose : Construction of the project Apartment and Mall Cinere Terrace Suites at Jl. Cinere
Raya, Pangkalan Jati Village, district Cinere, Depok area. Term : Construction credit will be extended
for 24 months to December 11, 2025 Investment credit will be extended for 36 months to December 11,
2026 Provision : 0.5persen of credit limit Credit Nature : Non-Revolving Interest Rate : - BTN
Construction Credit: 12.50persen effective per year (adjustable rate) - BTN Investment Credit:
13.00persen effective per year (adjustable rate) Fine : 2persen above the prevailing interest rate,
calculated for interest arrears Collaterals : - Principal Collateral Land and buildings that will be in
refinancing which Cinere Terrace Suites on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah located at Bogor,
area 18,279 m??? - Additional Collateral Certificate of the Cinere Riverside housing project located
behind the apartment and mall project consisting of J6 blocks of 5, 6, 7, 8, 10, 11, 12, 12A, 12B, 15, 16,
17, and 23 with a total area 3,726m??? Based on the Restructuring Approval Letter Credit PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk No. 2405/S/JKK.UT/BCLU/VIII/2020 dated August 31, 2020 regarding
the extension of the credit period and suspension of interest payments with the following details: Term :
The Construction Credit is extended for the previous 12 months until December 11, 2025 to December
11, 2026 Interest Rate : - BTN Construction Credit: 12.50persen effective per year (adjustable rate) and
100persen deferred interest for 11 months from May 2020 to March 2021. - BTN Investment Credit:
13.00persen effective per year (adjustable rate) and 100persen Deferred interest for 11 months from
May 2020 to March 2021. Based on the Deed of Addendum to the Credit Restructuring Agreement No.
105 dated October 29, 2021 regarding the approval of changes to the credit restructuring of PT Bank
Page 56
Tabungan Negara (Persero) Tbk. ? in particular the provisions in the following cases: Term : - The
Construction Credit will expire on December 11, 2026 - The Investment Credit will expire on December
11, 2026 Interest rate : 9,00persen per annum Interest payment : Postponement of payment of interest
obligations of 95persen and payable 5persen for 18 months starting from October 2021 to March 2023.
Repayment of loan principal : - Changes in the nominal return of principal credit from the sale of
Apartment units and Cinere Terrace Suites Mall either through KPR-BTN, hard cash / in stages. -
Changes in principal payment schedule according to cashflow projections. Based on the Deed of
Addendum to the Credit Restructuring Agreement No. 86 dated August 31, 2023 PT MPI, a Subsidiary
has obtained approval for changes to the credit restructuring of PT Bank Tabungan Negara (Persero)
Tbk. ? in particular the provisions in the following cases: Term : - The Construction Credit will expire on
December 11, 2030 - The Investment Credit will expire on December 11, 2030 Interest rate :
6,00persen per annum Interest payment : payment of interest obligations for 18 months starting from
June 2023 to November 2024. Repayment of loan principal : - Changes in the nominal return of
principal credit from the sale of Apartment units and Cinere Terrace Suites Mall either through
KPR-BTN, hard cash / in stages. - Changes in principal payment schedule according to cashflow
projections. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk On March 13, 2019, PT MPI, a subsidiary, has
obtained approval for the granting of "Cinere Mall and Cinere Bellevue Mall Projects" from PT Bank
Negara Indonesia Tbk number 288/MPI/PDIR/III/2019, which was updated through a credit agreement
addendum No. 115 as of April 29, 2019 are as follows: Credit Limit : Rp310,000,000,000 Financing
purpose : Refinancing assets of Cinere Mall and Cinere Bellevue Mall Term : 120 (one hundred and
twenty) months Provision : 0.5persen of credit limit (eenmaligh) Type of Credit : Investment credit
Credit Nature : Non-Revolving Interest Rate : 11.00persen effective per year (adjustable rate) Fine :
2persen above the prevailing interest rate, calculated for interest arrears Collaterals : - Land and
Buildings Cinere Mall (SHGB No.529) an PT Mega Pasanggarahan Indah) which is located on Jl.
Cinere Raya, Ex. Pangkalan Jati, Kec. Cinere, Depok Municipality, covering an area of 13,780 m???.
Additional Collateral. - Land and Buildings Cinere Bellevue Mall (SHGB No.1441) an PT Mega
Pasanggrahan Indah) which is located on Merawan Street, Pangkalan Jati Village, Cinere District,
Depok City, West Java, covering an area of 18,751m???. - Complementary facilities, machines and
supporting equipment for Cinere Mall. - Stock of Cinere Terrace Commercial shop houses. - Rental
income for Cinere Mall and Cinere Bellevue Mall. - Corporate Guarantee on behalf of PT Cosmopolitan
Persada Developments. Agreement : Current ratio of at least 1.0 times Covenant : Maximum debt to
equity ratio of 2.5 times and Debt service coverage of at least 100persen. Based on the Approval of the
Amendment to the Restructuring Credit Agreement of PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, No.
(3) 05 dated September 30, 2021, regarding changes to the provisions in the Credit Agreement No. 05
dated 3 May 2019 which has been amended, with the latest amendment based on the Credit
Agreement Amendment No. (2) 05 dated June 30, 2021, in particular the following provisions: Credit
Limit : Rp258,037,000,000 which is the value of the debit balance as of August 31, 2021. Financing
purpose : The restructuring placement of Investment Credit as stated in the Credit Agreement No. 05
on May 3, 2019. Type of Credit : Restructuring of Investment Credit Credit Nature : Amortizing term
loan Term : Fixed until May 2, 2030 with a grace period of 24 months from September 2021 until March
2023. Interest Rate : 9.70persen effective per annum with the following terms: - The first 4 months
since the 2nd Covid Restructuring PK was signed where the interest rate was paid at 1persen per year
and the remaining 8.7persen per year was deferred. - The 5th month since the 2nd Covid Restructuring
PK was signed until March 25, 2023 where the interest rate is paid at 5persen per year and the
remaining 4.7persen per year is deferred. - Furthermore, the interest rate paid in full is 9.7persen per
annum. - The accumulated deferred interest above will begin to be paid in stages, a maximum of April
2023 according to the proposed installment schedule. - Interest rates can be reviewed at any time by
Page 57
BNI. - The accumulated interest deferred on the 1st Covid 19 restructuring is set out in the Debt
Settlement Agreement. - Meanwhile, accumulated interest that is deferred in the 2nd Covid 19
restructuring must be placed in the Debt Settlement Agreement at the maximum at the end of the
interest deferral period - The arrears of interest, penalties and fees are set out in the Debt Settlement
Agreement and are being paid in stages until no later than January 31, 2022. Debt Settlement
Agreement: Credit Limit : - Rp6,966,000,000 or the amount of interest arrears, fines and fees and
interest accruing until the date of the settlement of the Debt Settlement Agreement and; -
Rp18,984,273,793 or interest is deferred from March until the date of placement of the Debt Settlement
Agreement. Term : - 4 months on arrears of interest, penalties and fees as well as current interest or
until January 31, 2022 and; - 60 months of deferred interest since the placement of the Debt Settlement
Agreement. Based on the Approval of the Amendment to the Restructuring Credit Agreement of PT
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, No. (2) 05 dated June 30, 2021, regarding changes to the
provisions in the Credit Agreement No. (1) 05 April 28, 2020 in particular the following provisions:
Credit Limit : Rp302,487,000,000, which is a combination of the outstanding value as of April 1, 2020
amounting to IDR 260,037,000,000 and the remaining refinancing phase II investment credit facility of
Rp42,450,000,000. Financing purpose : Refinancing assets of Cinere Mall and Cinere Bellevue Mall
Type of Credit : Restructuring of Investment Credit Credit Nature : Amortizing term loan Term : May 3,
2019 until May 2, 2030, with a grace period from June 2021 to September 2021. Interest Rate :
9.70persen effective per annum with the following terms: interest paid and deferred interest with the
following details: - Month June to August 2021, Interest rate paid 2persen per year, Defered interest
7,7persen per year. - Month September 2021 to May 2022, Interest rate paid 5,83persen per year,
Defered interest 3,87persen per year. PT Tirta Persada Developments, Subsidiary On February 23,
2017, PT TPD ? a Subsidiary, has obtained approval to grant credit for the construction project ?Vivo
Mall Sentul? from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No.286/S/JKK.UT/CSMU/II/2017 with
addendum No. 1504/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 are as follows: Credit Limit : Rp400,000,000,000
Financing purpose : Vivo Mall Sentul development Type of Credit : - Construction Credit
(KYG)Rp94,000,000,000 : - Investment Credit (KI) Rp306,000,000,000 Credit Nature : Non-Revolving
Term : - Construction Credit (KYG) 96 months : - Investment Credit (KI) 156 months Provision :
0.75persen credit limit Adminstrative : 0.25persen credit limit - Interest Rate : - Construction Credit
(KYG) - 11.00persen p.a (adjustable rate) : - Investment Credit (KI) - 11.75persen p.a (adjustable rate)
Collaterals : Basic Collateral Land consisting of 11 certificates above the Vivo development project
Mall, namely SHGB No. 1277, 1278, 1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284, 1289, 1290 with a total area
of 28,074m??? and SHGB No. 1275 with a minimum area of 33,758m??? so that the total land
collateral area is 61,832m???. Proof of Collateral Mastery - Land and buildings, namely Vivo Mall
Sentul which is located on Jl. Raya Bogor KM. 49, Ex. Cimandala, Kec. Sukaraja, Kab. Bogor
ownership of SHGB No. 1274, 1275, 1276, 1277, 1278, 1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284, 1285,
1286 and 1287 with an area of 102.330m??? and SHGB No. 1289, 1290, and 1291 with an area of
22,614 m???. - All machines, equipment, furnitures and fixtures in the Vivo Mall Sentul project must be
bound by fiducia at the Fiduciary Registration Office in accordance with the provisions until a fiduciary
certificate is issued. Additional Collateral Certificates for the Vivo Residence Phase 1 and Phase 2
housing projects as well as the Bizpark Shophouse located around the Vivo Mall Sentul project with
ownership in the form of SHGB No. 1287, 1291, and 1276 on behalf of PT Megapolitan Developments
Corporation. Other Collateral: - Personal Guarantee on behalf of Sudjono Barak Rimba - Corporate
Guarantee on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah - Cessie for Receivables relating to all activities
of receiving and selling Mall, City Walk & Trade Center financed by Bank BTN KC Kuningan Jakarta.
Agreements and Covenants : Debt to equity ratio maksimal 500persen Paid-up capital ratio of at least
10persen The ratio of collateral to outstanding kredit: - KYG Construction Credit of 125persen -
Page 58
Investment Credit I of 135persen PT TPD ? a Subsidiary, has obtained approval for credit restructuring,
including the deferral of interest payments from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk in
accordance with the credit agreement No. 2406/S/JKK.UT/BCSU-L/VIII/2020 dated August 31, 2020,
are as follows: Interest rate : - KYG - 11.00persen p.a (adjustable rate) / (Defered interest of 100persen
for 8 months from May 2020 to December 2020 and 50persen for 3 months from January 2021 to
March 2021). - KI - 11.75persen p.a (adjustable rate) / (Deffered interest of 100persen for 8 months
from May 2020 to December 2020 and 50persen for 3 months from January 2021 to March 2021) PT
TPD ? a Subsidiary, has obtained approval for credit restructuring, including the deferral of interest
payments from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk in accordance with the credit agreement No.
995/S/JKK.UT/ BCSU/IV/2021 dated April 28, 2021, are as follows: Interest rate : - KYG - 9.50persen
p.a (adjustable rate) / (Defered interest of 100persen for 8 months from May 2020 to December 2020
and 50persen for 3 months from January 2021 to March 2021). - KI - 9.50persen p.a (adjustable rate) /
(Deffered interest of 95persen for 6 months from April 2021 to September 2021 and 80persen for 6
months from October 2021 to March 2022). PT TPD ? a Subsidiaries, has obtained approval for credit
restructuring, including the deferral of interest payments from PT Bank Tabungan Negara (Persero)
Tbk in accordance with the credit agreement No. 175/S/CMBD/CLMR/VI/2022 dated June 28, 2022,
are as follows: Interest Rate : - KYG - 9.50persen p.a (adjustable rate) / Postponement of payment of
interest obligations of 80persen for 24 months from June 2022 to. May 2024. Interest in arrears and/or
postponed will be paid from January 2025 to. Credit Maturity. - KI - Loan tenure unchanged (up to
December 2030) Based on the Deed of Addendum to the Credit Restructuring Agreement No. 87 dated
August 31, 2023 PT TPD, a Subsidiary has obtained approval of changes to the credit restructuring of
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ? in particular the provisions in the following cases: Interest
Rate : - KYG - 9.50persen p.a (adjustable rate) / payment of interest obligations of Rp350,000,000 for
18 months from June 2023 to. November 2024. Interest in arrears and/or postponed will be paid from
December 2024 to. Credit Maturity. - KI - Loan tenure unchanged (up to December 2030) PT Indosurya
Inti Finance PT TPD, a Subsidiary, has obtained approval to grant credit for the completion of the
construction project "Vivo Mall Sentul" from PT Indosurya Inti Finance in accordance with the
agreement No.668A/SPP/CA-IIF/XII/2019 dated December 16, 2019, as follows: Credit Limit :
Rp14.000.000.000 Financing purpose : Completion of Vivo Sentul Mall Development Project Type of
Credit : Investment Credit Term : 48 (forty eight) months Interest Rate : 0.85persen p.a (adjustable
rate) Collaterals : Basic Collateral - Land and building with SHGB No. 1383 on behalf of PT Mega
Pasanggrahan Indah with a land area of 430m2 and a building area of 106m2 which is located in
Cinere Residence Housing Block K6 Number 1, Pangkalan Jati Village, Cinere District, Depok City,
West Java. - Land and building with SHGB No. 1361 on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah with a
land area of 467m2 and a building area of 105m2 which is located in Cinere Residence Housing Block
K6 Number 27, Pangkalan Jati Village, Cinere District, Depok City, West Java. - Land and building with
SHGB No. 1344 on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah with a land area of 372m2 and a building
area of 164m2 which is located in Cinere Residence Housing Block K8 Number 1, Pangkalan Jati
Village, Cinere District, Depok City, West Java. - Land and building with SHGB No. 1338 on behalf of
PT Mega Pasanggrahan Indah with a land area of 327m2 and a building area of 163m2 which is
located in Cinere Residence Housing Block K8 Number 8, Pangkalan Jati Village, Cinere District,
Depok City, West Java. - Individual guarantee on behalf of Lora Melani Lowas Barak Rimba.
Installments per month : According to arrears of financing obligations and others) installments after the
grace period of IDR 32,017,317 Total installments per month : IDR 483,626,455 after the grace
period/Total installments per month PT TPD, a Subsidiary, has obtained the restructuring approval of
the financing facility from PT Indosurya Inti Finance in accordance with the Credit Restructuring
Approval Letter No. 340/SPRK/CA-IIF/V/2021 dated May 5, 2021 are as follows: Facility I Financing
Page 59
facility : Surya SME Financing value : Rp13,909,997,480 which consists of July 2021 debit balance,
amounting to Rp13.759.997.480 and The outstanding financing obligations amounting to
Rp150.000.000. Term : 20-07-2021 to 20-05-2025 including holiday payment of 5 months. Interest rate
: 18persen effective per year Installments per month : - Installment from 1 to 5 amounting
Rp.50.000.000. - Installment from 6 to 46 amounting Rp456.679.976,- Facility II Financing Facility :
Surya Sukses Financing Value : Accumulated underpayment during holiday payment period is
Rp1,140,999,748,- and the difference in the grace period for the initial period that has not been paid is
Rp1,654,724,652,- Term : 20-07-2021 to 20-05-2025 including holiday payment of 5 months Interest
rate : 12persen effective per year Installments per month : - Installment from 1 to 5 amounting Rp.0. -
Installment from 6 to 46 amounting Rp74.419.148,- PT Tirta Persada Developments, a Subsidiaries,
has obtained the restructuring approval of the financing facility from PT Indosurya Inti Finance in
accordance with the Credit Restructuring Approval Letter No. 212b/SPRK/CA-SMEFI/VI/2022 dated
June 27, 2022 are as follows: Facility I Financing Facility : Surya Sukses Financing Value : Rp
14,434,654,766 which is of debit balance from facility I. Term : 31-03-2022 to 28-02-2026 including
holiday payment of 6 months. Interest rate - 15persen effective per year (During holiday payment) -
18persen effective per year (after holiday payment). Installments per month Installment from 1 to 6
amounting Rp216,519,821., - Installment from 7 to 47 amounting Rp 466,570,576,- Facility II Financing
Facility : Surya Sukses Financing Value : Rp 131,504,264., - which is of debit balance from facility I.
Term : 31-03-2022 to 28-06-2026 including holiday payment of 6 months Interest rate 0persen effective
per year Installments per month - Installment from 1 to 6 amounting Rp 0, - Installment from 7 to 47
amounting Rp3,207,421. PT Tirta Persada Developments, a Subsidiaries, has obtained the
restructuring approval of the financing facility from PT Indosurya Inti Finance in accordance with the
Credit Restructuring Approval Letter No. 299a/SPRK/CA-SMEFI/I/2023 tanggal 06 Januari 2023 are as
follows: Facility I Financing Facility : Surya Sukses Financing Value : Rp 15.156.617.987 which is of
debit balance from facility I. Term : 15-01-2023 s.d 15-11-2026 including holiday payment of 6 months.
Interest rate - 18persen effective per year (During holiday payment) Installments per month Installment
from 1 to 6 amounting Rp75,000,000., - Installment from 7 to 47 amounting Rp 497,607,850- Facility II
Financing Facility : Surya Sukses Financing Value : Rp 131,504,264., consisting of the debit balance is
Rp 121,882,001 outstanding installment Rp 9,622,263 Term : 15-01-2023 s.d 15-11-2026 including
holiday payment of 6 months
Page 60
[2692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - Property Industry

30 September 2023

Catatan untuk utang bank jangka panjang                         Notes for long-term
                                                                          bank loan
                                                            Utang bank, nilai dalam mata uang
                                                                          asing
                                                            Bank loan, amount in foreign currency
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   IDR                                     249,987,000,000                 IDR   Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk    IDR                                     699,750,000,000                 IDR   Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Bank lokal lainnya                    IDR                                      15,288,122,251                 IDR                     Other local banks


31 December 2022

Catatan untuk utang bank jangka panjang                         Notes for long-term
                                                                          bank loan
                                                            Utang bank, nilai dalam mata uang
                                                                          asing
                                                            Bank loan, amount in foreign currency
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   IDR                                     254,287,000,000                 IDR   Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk    IDR                                     699,750,000,000                 IDR   Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Bank lokal lainnya                    IDR                                      14,381,408,459                 IDR                     Other local banks
Page 61
[2693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - Property Industry
Page 62
[2693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - Property Industry


Pengungkapan                                                                                                                                                                            Disclosure
                                                                                          30 September 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka   13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA PT Mega Pasanggrahan Indah, Entitas                             Disclosure of notes for short-term bank loans
pendek                                        Anak PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pada tanggal 4 Agustus 2016, PT MPI, Entitas Anak
                                              telah memperoleh persetujuan pemberian kredit ?Proyek Cinere Terrace Suites? dari PT Bank
                                              Tabungan Negara (Persero) Tbk No. 1500/JKK.UT/CSMU/VIII/2016, diperbarui dengan Addendum
                                              Perjanjian Kredit No. 1505/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 pada tanggal 30 September 2019, adalah
                                              sebagai berikut: Plafond kredit : Kredit Konstruksi Rp300.000.000.000 Kredit Investasi
                                              Rp90.000.000.000 Tujuan pembiayaan : Pembangunan Apartemen dan Mall pada proyek Cinere
                                              Terrace Suites di Jl. Cinere Raya, Kel. Pangkalan Jati, Kec. Cinere, Kota Madya Depok Jangka waktu :
                                              Kredit Konstruksi diperpanjang 24 bulan s.d 11 Desember 2025 Kredit Investasi diperpanjang 36 bulan
                                              s.d 11 Desember 2026 Provisi : 0.5persen dari plafond kredit Sifat Kredit : Non-Revolving Suku bunga :
                                              - Kredit Konstruksi BTN: 12,50persen efektif per tahun (tarif dapat sesuaikan) - Kredit Investasi BTN:
                                              13,00persen efektif per tahun (tarif dapat disesuaikan) Denda : 2persen di atas suku bunga yang
                                              berlaku, diperhitungkan atas tunggakan bunga Jaminan : - Agunan Pokok Tanah dan Bangunan Cinere
                                              Terrace Suites an PT Mega Pasanggrahan Indah berkedudukan di Bogor, seluas 18.279 m? - Agunan
                                              Tambahan Sertifikat atas proyek perumahan Cinere Riverside yang terletak di belakang proyek
                                              apartment dan mall yang terdiri dari blok J6 kavling 5, 6, 7, 8, 10, 11, 12, 12A, 12B, 15, 16, 17, dan 23
                                              dengan total luas 3.726m? Berdasarkan Surat Persetujuan Restrukturisasi Kredit PT Bank Tabungan
                                              Negara (Persero) Tbk No. 2405/S/JKK.UT/ BCLU/VIII/2020 tanggal 31 Agustus 2020 mengenai
                                              perpanjangan jangka waktu kredit dan penangguhan pembayaran bunga dengan rincian sebagai
                                              berikut: Jangka waktu : Kredit Konstruksi diperpanjang 12 bulan dari yang sebelumnya sampai 11
                                              Desember 2025 menjadi sampai dengan 11 Desember 2026. Suku bunga : - Kredit Konstruksi BTN:
                                              12,50persen efektif per tahun (dapat sesuaikan) dan Deferred bunga sebesar 100persen selama 11
                                              bulan mulai Mei 2020 s.d Maret 2021. - Kredit Investasi BTN: 13,00persen efektif per tahun (dapat
                                              disesuaikan) dan Deferred bunga sebesar 100persen selama 11 bulan mulai Mei 2020 s.d Maret 2021.
                                              Berdasarkan Akta Addendum Perjanjian Restrukturisasi Kredit No. 105 tanggal 29 Oktober 2021
                                              mengenai persetujuan perubahan restrukturisasi kredit PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ?
                                              khususnya ketentuan dalam hal sebagai berikut: Jangka waktu : - Kredit Konstruksi akan berakhir pada
                                              tanggal 11 Desember 2026. - Kredit Investasi akan berakhir pada tanggal 11 Desember 2026. Suku
                                              bunga : 9,00persen per annum. Pembayaran bunga : Penundaan pembayaran kewajiban bunga
                                              sebesar 95persen dan dibayarkan 5persen selama 18 bulan terhitung sejak bulan Oktober 2021
                                              sampai dengan Maret 2023. Pengembalian pokok pinjaman : - Perubahan nominal pengembalian
                                              pokok kredit dari hasil penjualan unit Apartemen dan Mall Cinere Terrace Suites baik melalui
                                              KPR-BTN, cash keras/bertahap. - Perubahan jadwal pembayaran pokok sesuai proyeksi cashflow.
                                              Berdasarkan Akta Addendum Perjanjian Restrukturisasi Kredit No. 86 tanggal 31 Agustus 2023 PT
                                              MPI, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan perubahan restrukturisasi kredit PT Bank Tabungan
                                              Negara (Persero) Tbk. ? khususnya ketentuan dalam hal sebagai berikut: Jangka waktu : - Kredit
                                              Konstruksi akan berakhir pada tanggal 11 Desember 2030. - Kredit Investasi akan berakhir pada
                                              tanggal 11 Desember 2030. Suku bunga : 6,00persen per annum. Pembayaran bunga : pembayaran
                                              bunga selama 18 bulan terhitung sejak bulan Juni 2023 sampai dengan November 2024.
                                              Pengembalian pokok pinjaman : - Perubahan nominal pengembalian pokok kredit dari hasil penjualan
Page 63
unit Apartemen dan Mall Cinere Terrace Suites baik melalui KPR-BTN, cash keras/bertahap. -
Perubahan jadwal pembayaran pokok sesuai proyeksi cashflow. PT Bank Negara Indonesia (Persero)
Tbk Pada tanggal 13 Maret 2019, PT MPI, Entitas anak telah memperoleh persetujuan pemberian
Kredit ?Proyek Cinere Mall dan Cinere Bellevue Mall? dari PT Bank Negara Indonesia Tbk nomor
288/MPI/PDIR/III/2019, yang diperbarui melalui addendum perjanjian kredit No.115 pada tanggal 29
April 2019 adalah sebagai berikut: Plafond kredit : Rp310.000.000.000 Tujuan pembiayaan :
Refinancing asset Cinere Mall dan Cinere Bellevue Mall Jangka waktu : 120 (Seratus dua puluh) bulan
Provisi : 0,5persen dari plafond kredit (eenmaligh) Jenis Kredit : Kredit Investasi Sifat Kredit :
Non-Revolving Suku bunga : 11,00persen efektif per tahun (dapat disesuaikan) Denda : 2persen di
atas suku bunga yang berlaku, diperhitungkan atas tunggakan bunga Jaminan : - Tanah dan
Bangunan Cinere Mall (SHGB No.529) an PT Mega Pasanggarahan Indah yang terletak di Jl. Cinere
Raya, Kel. Pangkalan Jati, Kec. Cinere, Kotamadya Depok, seluas 13.780 m?. Agunan Tambahan. -
Tanah dan Bangunan Cinere Bellevue Mall (SHGB No.1441) an PT Mega Pasanggrahan Indah) yang
terletak di Jalan Merawan, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat,
seluas 18.751m? - Sarana pelengkap, mesin dan peralatan pendukung Mall Cinere. - Stock Ruko
Cinere Terrace Commercial. - Pendapatan Sewa Mall Cinere dan Cinere Bellevue Mall. - Corporate
Guarantee atas nama PT Cosmopolitan Persada Developments. Perjanjian : Rasio lancar minimal 1,0
kali Konvenan : Debt to equity ratio maksimal 2,5 kali dan Debt service coverage minimal 100persen.
Berdasarkan Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit Restrukturisasi PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk, No. (3) 05 tanggal 30 September 2021, mengenai perubahan atas ketentuan dalam
Perjanjian Kredit No. 05 tanggal 3 Mei 2019 yang telah mengalami perubahan, dengan perubahan
terakhir berdasarkan Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit No. (2) 05 tanggal 30 Juni 2021,
khususnya ketentuan sebagai berikut: Maksimum kredit : Rp258.037.000.000 yang merupakan nilai
baki debet per 31 Agustus 2021. Keperluan : Pendudukan restrukturisasi atas Kredit Investasi
sebagaimana Perjanjian Kredit No. 05 tanggal 3 Mei 2019. Jenis Kredit : Restrukturisasi atas Kredit
Investasi Sifat Kredit : Aflopend Jangka waktu : Tetap sampai dengan tanggal 2 Mei 2030 dengan
dikenakan kembali grace period 24 bulan sejak September 2021 sampai dengan Maret 2023. Suku
bunga : 9,70persen efektif per tahun dengan ketentuan yaitu: - Masa 4 bulan pertama sejak PK
Retrukturisasi Covid ke-2 ditandatangani dimana tarif bunga dibayarkan sebesar 1persen per tahun
dan sisa 8,7persen per tahun ditangguhkan pembayarannya. - Bulan ke 5 sejak PK Restrukturisasi
Covid ke-2 ditandatangani sampai dengan 25 Maret 2023 dimana tarif bunga dibayarkan sebesar
5persen per tahun dan sisa 4,7persen per tahun ditangguhkan pembayarannya. - Selanjutnya, tarif
bunga yang dibayarkan penuh sebesar 9,7persen per tahun. - Akumulasi penangguhan bunga di atas
mulai dibayarkan bertahap maksimal sejak bulan April 2023 sesuai usulan jadwal angsuran. - Suku
bunga dapat direview setiap saat oleh BNI. - Akumulasi bunga yang ditangguhkan pada restrukturisasi
Covid 19 ke-1 didudukkan dalam Perjanjian Penyelesaian Hutang. - Sedangkan akumulasi bunga yang
ditangguhkan pada restrukturisasi Covid 19 ke-2 wajib didudukkan dalam Perjanjian Penyelesaian
Hutang maksimal pada saat berakhirnya masa penangguhan bunga. - Tunggakan bunga, denda dan
biaya yang ada didudukkan dalam Perjanjian Penyelesaian Hutang dan diangsur bertahap hingga
paling lambat 31 Januari 2022. Perjanjian Penyelesaian Hutang: Maksimum kredit : - Rp6.966.000.000
atau sebesar tunggakan bunga,denda dan biaya serta bunga berjalan sampai dengan tanggal
pendudukan Perjanjian Penyelesaian Hutang dan; - Rp18.984.273.793 atau sebesar bunga
ditangguhkan sejak bulan Maret sampai dengan tanggal pendudukan Perjanjian Penyelesaian Hutang.
Jangka waktu : - 4 bulan atas tunggakan bunga denda dan biaya serta bunga berjalan atau sampai
dengan tanggal 31 Januari 2022 dan; - 60 bulan atas bunga ditangguhkan sejak pendudukan
Perjanjian Penyelesaian Hutang. Berdasarkan Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit Restrukturisasi
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, No. (2) 05 tanggal 30 Juni 2021, mengenai perubahan atas
Page 64
ketentuan dalam Perjanjian Kredit No. (1) 05 tanggal 28 April 2020 khususnya ketentuan sebagai
berikut: Plafond kredit : Rp302.487.000.000 yang merupakan gabungan dari nilai outstanding per
tanggal 1 April 2020 sebesar Rp260.037.000.000 dan sisa fasilitas kredit investasi refinancing tahap II
sebesar Rp42.450.000.000. Tujuan pembiayaan : Refinancing asset Cinere Mall dan Cinere Bellevue
Mall Jenis Kredit : Restrukturisasi atas Kredit Investasi Sifat Kredit : Aflopend Jangka waktu : 3 Mei
2019 sampai dengan tanggal 2 Mei 2030, dengan grace period sejak bulan Juni 2021 sampai dengan
bulan September 2021. Suku bunga : 9,70persen efektif per tahun dengan ketentuan yaiut bunga yang
dibayar dan penangguhan bunga (deferred interest) dengan rincian sebagai berikut: - Bulan Juni s.d
Agustus 2021, Tarif bunga yang dibayar 2persen per tahun, Bunga yang ditunda 7,7persen per tahun. -
Bulan September 2021 s.d Mei 2022, Tarif bunga yang dibayar 5,83persen per tahun, Bunga yang
ditunda 3,87persen per tahun. PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak Pada tanggal 23 Februari
2017, PT TPD ? Entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian kredit proyek pembangunan
?Vivo Mall Sentul? dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No.286/S/JKK.UT/CSMU/II/2017
dengan addendum No. 1504/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 adalah sebagai berikut: Plafond kredit :
Rp400.000.000.000 Tujuan pembiayaan : Pembangunan Vivo Mall Sentul Jenis Kredit : - Kredit
Kontruksi (KYG) Rp94.000.000.000 : - Kredit Investasi (KI) Rp306.000.000.000 Sifat Kredit :
Non-Revolving Jangka waktu : - Kredit Kontruksi (KYG) 96 bulan : - Kredit Investasi (KI) 156 bulan
Provisi : 0,75persen plafond kredit Administrasi : 0,25persen plafond kredit - Suku bunga : - Kredit
Kontruksi (KYG) ? 11,00persen p.a (Dapat disesuaikan) : - Kredit Investasi (KI)? 11,75persen p.a
(Dapat disesuaikan) Jaminan : Agunan Pokok Tanah yang terdiri dari 11 sertifikat diatas proyek
pembangunan Vivo Mall yaitu SHGB No. 1277, 1278, 1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284, 1289, 1290
dengan total luas 28.074m? dan SHGB No. 1275 dengan luas minimal 33.758m? sehingga total luas
agunan tanah adalah 61.832m?. Bukti Penguasaan Agunan - Tanah dan bangunan, yaitu Vivo Mall
Sentul yang terletak di Jl. Raya Bogor KM. 49, Kel. Cimandala, Kec. Sukaraja, Kab. Bogor kepemilikan
SHGB No. 1274, 1275, 1276, 1277, 1278, 1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284, 1285, 1286 dan 1287
dengan luas 102.330m? dan SHGB No. 1289, 1290, dan 1291 dengan luas 22.614 m?. - Seluruh
mesin, peralatan, furnitures, dan fixtures pada proyek Vivo Mall Sentul wajib diikat secara fidusia di
Kantor Pendaftaran Fidusia sesuai dengan ketentuan sampai terbit sertifikat fidusia./ Agunan
Tambahan Sertifikat atas proyek perumahan Vivo Residence Tahap 1 dan Tahap 2 serta Ruko Bizpark
yang terletak di sekitar proyek Vivo Mall Sentul dengan kepemilikan berupa SHGB No. 1287, 1291, dan
1276 atas nama PT Megapolitan Developments Corporation Agunan Lain: - Personal Guarantee atas
nama Sudjono Barak Rimba - Corporate Guarantee atas nama PT Mega Pasanggrahan Indah - Cessie
atas Piutang yang berkaitan dengan seluruh aktivitas penerimaan dan penjualan Mall, City Walk &
Trade Center yang dibiayai oleh Bank BTN KC Kuningan Jakarta. Perjanjian dan Kovenan : Debt to
equity ratio maksimal 500persen Rasio modal disetor minimal 10persen Rasio agunan terhadap
outstanding credit: - Kredit Kontruksi KYG sebesar 125persen - Kredit Investasi I sebesar 135persen
PT TPD ? entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian restrukturisasi kredit diantaranya
mengenai penangguhan pembayaran bunga dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sesuai
dengan perjanjian kredit No. 2406/S/JKK.UT/BCSU-L/VIII/2020 tanggal 31 Agustus 2020, adalah
sebagai berikut: Suku bunga : - KYG ? 11,00persen p.a (tarif dapat disesuaikan) / bunga yang
ditangguhkan sebesar 100persen selama 8 bulan mulai Mei 2020 s.d Desember 2020 dan 50persen
selama 3 bulan mulai Januari 2021 s.d Maret 2021. - KI ? 11,75persen p.a (adjustable rate) / (bunga
yang ditangguhkan sebesar 100persen selama 8 bulan mulai Mei 2020 s.d Desember 2020 dan
50persen selama 3 bulan mulai Januari 2021 s.d Maret 2021) PT TPD ? Entitas Anak telah
memperoleh persetujuan pemberian restrukturisasi kredit lanjutan diantaranya mengenai penangguhan
pembayaran bunga dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sesuai dengan perjanjian kredit No.
995/S/JKK.UT/BCSU/IV/2021 tanggal 28 April 2021, adalah sebagai berikut: Suku bunga : - KYG ?
Page 65
9,50persen p.a (tarif dapat disesuaikan) / bunga yang ditangguhkan sebesar 100persen selama 8
bulan mulai Mei 2020 s.d Desember 2020 dan 50persen selama 3 bulan mulai Januari 2021 s.d Maret
2021. - KI ? 9,50persen p.a (adjustable rate) / (bunga yang ditangguhkan sebesar 95persen selama 6
bulan mulai April 2021 s.d September 2021 dan 80persen selama 6 bulan mulai Oktober 2021 s.d
Maret 2022). PT TPD ? entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian restrukturisasi kredit
lanjutan diantaranya mengenai penangguhan pembayaran bunga dari PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk sesuai dengan perjanjian kredit No. 175/S/CMBD/CLMR/VI/2022 tanggal 28 Juni 2022,
adalah sebagai berikut: Suku bunga : - KYG - 9,50persen p.a (tarif dapat disesuaikan) / Penundaan
pembayaran kewajiban bunga sebesar 80persen selama 24 bulan mulai Juni 2022 sd. Mei 2024.
Bunga yang tertunggak dan/atau ditunda akan dibayarkan mulai Januari 2025 sd. Jatuh Tempo Kredit.
- KI - Jangka waktu kredit tidak berubah (sd. Desember 2030) Berdasarkan Akta Addendum Perjanjian
Restrukturisasi Kredit No. 87 tanggal 31 Agustus 2023 PT TPD Entittas Anak telah memperoleh
persetujuan perubahan restrukturisasi kredit PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ? khususnya
ketentuan dalam hal sebagai berikut: Suku bunga : - KYG - 9,50persen p.a (tarif dapat disesuaikan) /
pembayaran kewajiban bunga sebesar Rp 350.000.000 selama 18 bulan mulai Juni 2023 sd.
November 2024. Bunga yang tertunggak dan/atau ditunda akan dibayarkan mulai Desember 2024 sd.
Jatuh Tempo Kredit. - KI - Jangka waktu kredit tidak berubah (sd. Desember 2030) PT Indosurya Inti
Finance PT TPD, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian kredit penyelesaian proyek
pembangunan "Vivo Mall Sentul" dari PT Indosurya Inti Finance sesuai dengan perjanjian
No.668A/SPP/CA-IIF/XII/2019 tanggal 16 Desember 2019 adalah sebagai berikut: Plafond kredit :
Rp14.000.000.000 Tujuan pembiayaan : Penyelesaian Proyek Pembangunan Vivo Sentul Mall Jenis
kredit : Kredit Investasi Jangka waktu : 48 (empat puluh delapan) bulan Suku bunga : 0,85persen p.a
(Dapat disesuaikan) Jaminan : Agunan Pokok - Tanah dan bangunan dengan SHGB No. 1383 atas
nama PT Mega Pasanggrahan Indah dengan luas tanah 430m2 dan luas bangunan 106m2 yang
terletak di Perumahan Cinere Residence Blok K6 Nomor 1, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan
Cinere, Kota Depok, Jawa Barat. - Tanah dan bangunan dengan SHGB No. 1361 atas nama PT Mega
Pasanggrahan Indah dengan luas tanah 467m2 dan luas bangunan 105m2 yang terletak di
Perumahan Cinere Residence Blok K6 Nomor 27, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota
Depok, Jawa Barat - Tanah dan bangunan dengan SHGB No. 1344 atas nama PT Mega
Pasanggrahan Indah dengan luas tanah 372m2 dan luas bangunan 164m2 yang terletak di
Perumahan Cinere Residence Blok K8 Nomor 1, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota
Depok, Jawa Barat - Tanah dan bangunan dengan SHGB No. 1338 atas nama PT Mega
Pasanggrahan Indah dengan luas tanah 327m2 dan luas bangunan 163m2 yang terletak di
Perumahan Cinere Residence Blok K8 Nomor 8, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota
Depok, Jawa Barat - Jaminan perorangan atas nama Lora Melani Lowas Barak Rimba Angsuran Per
Bulan : (Sesuai kewajiban pembiayaan yang tertunggak dan lainnya) angsuran setelah grace period
sebesar Rp 32.017.317 Total angsuran per bulan : Sebesar Rp 483.626.455 setelah masa grace
period./Total installments per month PT TPD, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan
restrukturisasi fasilitas pembiayaan dari PT Indosurya Inti Finance sesuai dengan Surat Persetujuan
Restruktur Kredit No. 340/SPRK/CA-IIF/V/2021 tanggal 5 Mei 2021 adalah sebagai berikut: Fasilitas I
Fasilitas pembiayaan : Surya SME Nilai pembiayaan : Rp13.909.997.480 yang terdiri dari Baki debet
Juli 2021 sebesar Rp13.759.997.480 dan Kewajiban pembiayaan yang tertunggak sebesar
Rp150.000.000. Jangka waktu : 20-07-2021 s.d 20-05-2025 termasuk masa holiday payment 5 bulan.
Suku bunga : 18persen efektif per tahun Angsuran per bulan : - Angsuran ke 1 s.d ke 5 sebesar
Rp50.000.000. - Angsuran ke 6 s.d ke 46 sebesar Rp456.679.976. Fasilitas II Fasilitas Pembiayaan :
Surya Sukses Nilai Pembiayaan : Akumulasi kekurangan pembayaran masa holiday payment sebesar
Rp1.140.999.748,- dan selisih grace periode awal yang belum dibayarkan sebesar Rp1.654.724.652,-
Page 66
Jangka waktu : 20-07-2021 s.d 20-05-2025 termasuk masa holiday payment 5 bulan Suku bunga :
12persen efektif pertahun Angsuran per bulan : - Angsuran ke 1 s.d ke 5 sebesar Rp0. - Angsuran ke 6
s.d ke 46 sebesar Rp74.419.148. PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak telah memperoleh
persetujuan restrukturisasi fasilitas pembiayaan lanjutan dari PT Indosurya Inti Finance sesuai dengan
Surat Persetujuan Restruktur Kredit No. 212b/SPRK/CA-SMEFI/VI/2022 tanggal 27 Juni 2022 adalah
sebagai berikut: Fasilitas I Fasilitas pembiayaan : Surya Sukses Nilai pembiayaan : Rp14.434.654.766
yang merupakan Baki debet dari fasilitas I.. Jangka waktu : 31-03-2022 s.d 28-02-2026 termasuk masa
holiday payment 6 bulan. Suku Bunga : - 15persen efektif per tahun (selama holiday payment) -
18persen efektif per tahun (sesudah holiday payment.) Angsuran Per Bulan : Angsuran ke 1 s.d ke 6
sebesar Rp 216.519.821., - Angsuran ke 7 s.d ke 47 sebesar Rp 466.570.576 Fasilitas II Fasilitas
pembiayaan : Surya Sukses Nilai pembiayaan : Rp 131.504.264,- yang merupakan baki debet fasilitas
II Jangka waktu : 31-03-2022 s.d 28-02-2026 termasuk masa holiday payment 6 bulan Suku Bunga :
0persen efektif pertahun Angsuran Per Bulan : - Angsuran ke 1 s.d ke 6 sebesar Rp 0, - Angsuran ke 7
s.d ke 47 sebesar Rp 3.207.421. PT Tirta Persada Developments, Entitas Anak telah memperoleh
persetujuan restrukturisasi fasilitas pembiayaan lanjutan dari PT Indosurya Inti Finance sesuai dengan
Surat Persetujuan Restruktur Kredit No. 299a/SPRK/CA-SMEFI/I/2023 tanggal 06 Januari 2023 adalah
sebagai berikut:Fasilitas I Fasilitas pembiayaan : Surya Sukses Nilai pembiayaan : Rp15.156.617.987
yang merupakan Baki debet dari fasilitas I.. Jangka waktu : 15-01-2023 s.d 15-11-2026 termasuk masa
holiday payment 6 bulan. Suku Bunga : - 18persen efektif per tahun (selama holiday payment)
Angsuran Per Bulan : Angsuran ke 1 s.d ke 6 sebesar Rp 75.000.000., - Angsuran ke 7 s.d ke 47
sebesar Rp 497.607.850 Fasilitas II Fasilitas pembiayaan : Surya Sukses Nilai pembiayaan : Rp
131.504.264,- terdiri dari : Baki debet sebesar Rp. 121.882.001 Angsuran tertunggak sebesar Rp.
9.622.263 Jangka waktu : 15-01-2023 s.d 15-11-2026 termasuk masa holiday payment 6 bulan PT
Mega Pasanggrahan Indah, Subsidiary PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk On August 4, 2016,
PT MPI, a Subsidiary, has obtained approval for the granting of ?Cinere Terrace Suites Project? Credit
from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No. 1500/JKK.UT/CSMU/VIII/2016, updated with a
Credit Agreement Addendum No. 1505/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 on September 30, 2019, are as
follows: Credit Limit : Construction credit Rp300,000,000,000 Investment credit Rp90,000,000,000
Financing purpose : Construction of the project Apartment and Mall Cinere Terrace Suites at Jl. Cinere
Raya, Pangkalan Jati Village, district Cinere, Depok area. Term : Construction credit will be extended
for 24 months to December 11, 2025 Investment credit will be extended for 36 months to December 11,
2026 Provision : 0.5persen of credit limit Credit Nature : Non-Revolving Interest Rate : - BTN
Construction Credit: 12.50persen effective per year (adjustable rate) - BTN Investment Credit:
13.00persen effective per year (adjustable rate) Fine : 2persen above the prevailing interest rate,
calculated for interest arrears Collaterals : - Principal Collateral Land and buildings that will be in
refinancing which Cinere Terrace Suites on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah located at Bogor,
area 18,279 m? - Additional Collateral Certificate of the Cinere Riverside housing project located
behind the apartment and mall project consisting of J6 blocks of 5, 6, 7, 8, 10, 11, 12, 12A, 12B, 15, 16,
17, and 23 with a total area 3,726m? Based on the Restructuring Approval Letter Credit PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk No. 2405/S/JKK.UT/BCLU/VIII/2020 dated August 31, 2020 regarding
the extension of the credit period and suspension of interest payments with the following details: Term :
The Construction Credit is extended for the previous 12 months until December 11, 2025 to December
11, 2026 Interest Rate : - BTN Construction Credit: 12.50persen effective per year (adjustable rate) and
100persen deferred interest for 11 months from May 2020 to March 2021. - BTN Investment Credit:
13.00persen effective per year (adjustable rate) and 100persen Deferred interest for 11 months from
May 2020 to March 2021. Based on the Deed of Addendum to the Credit Restructuring Agreement No.
105 dated October 29, 2021 regarding the approval of changes to the credit restructuring of PT Bank
Page 67
Tabungan Negara (Persero) Tbk. ? in particular the provisions in the following cases: Term : - The
Construction Credit will expire on December 11, 2026 - The Investment Credit will expire on December
11, 2026 Interest rate : 9,00persen per annum Interest payment : Postponement of payment of interest
obligations of 95persen and payable 5persen for 18 months starting from October 2021 to March 2023.
Repayment of loan principal : - Changes in the nominal return of principal credit from the sale of
Apartment units and Cinere Terrace Suites Mall either through KPR-BTN, hard cash / in stages. -
Changes in principal payment schedule according to cashflow projections. Based on the Deed of
Addendum to the Credit Restructuring Agreement No. 86 dated August 31, 2023 PT MPI, a Subsidiary
has obtained approval for changes to the credit restructuring of PT Bank Tabungan Negara (Persero)
Tbk. ? in particular the provisions in the following cases: Term : - The Construction Credit will expire on
December 11, 2030 - The Investment Credit will expire on December 11, 2030 Interest rate :
6,00persen per annum Interest payment : payment of interest obligations for 18 months starting from
June 2023 to November 2024. Repayment of loan principal : - Changes in the nominal return of
principal credit from the sale of Apartment units and Cinere Terrace Suites Mall either through
KPR-BTN, hard cash / in stages. - Changes in principal payment schedule according to cashflow
projections. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk On March 13, 2019, PT MPI, a subsidiary, has
obtained approval for the granting of "Cinere Mall and Cinere Bellevue Mall Projects" from PT Bank
Negara Indonesia Tbk number 288/MPI/PDIR/III/2019, which was updated through a credit agreement
addendum No. 115 as of April 29, 2019 are as follows: Credit Limit : Rp310,000,000,000 Financing
purpose : Refinancing assets of Cinere Mall and Cinere Bellevue Mall Term : 120 (one hundred and
twenty) months Provision : 0.5persen of credit limit (eenmaligh) Type of Credit : Investment credit
Credit Nature : Non-Revolving Interest Rate : 11.00persen effective per year (adjustable rate) Fine :
2persen above the prevailing interest rate, calculated for interest arrears Collaterals : - Land and
Buildings Cinere Mall (SHGB No.529) an PT Mega Pasanggarahan Indah) which is located on Jl.
Cinere Raya, Ex. Pangkalan Jati, Kec. Cinere, Depok Municipality, covering an area of 13,780 m?.
Additional Collateral. - Land and Buildings Cinere Bellevue Mall (SHGB No.1441) an PT Mega
Pasanggrahan Indah) which is located on Merawan Street, Pangkalan Jati Village, Cinere District,
Depok City, West Java, covering an area of 18,751m?. - Complementary facilities, machines and
supporting equipment for Cinere Mall. - Stock of Cinere Terrace Commercial shop houses. - Rental
income for Cinere Mall and Cinere Bellevue Mall. - Corporate Guarantee on behalf of PT Cosmopolitan
Persada Developments. Agreement : Current ratio of at least 1.0 times Covenant : Maximum debt to
equity ratio of 2.5 times and Debt service coverage of at least 100persen. Based on the Approval of the
Amendment to the Restructuring Credit Agreement of PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, No.
(3) 05 dated September 30, 2021, regarding changes to the provisions in the Credit Agreement No. 05
dated 3 May 2019 which has been amended, with the latest amendment based on the Credit
Agreement Amendment No. (2) 05 dated June 30, 2021, in particular the following provisions: Credit
Limit : Rp258,037,000,000 which is the value of the debit balance as of August 31, 2021. Financing
purpose : The restructuring placement of Investment Credit as stated in the Credit Agreement No. 05
on May 3, 2019. Type of Credit : Restructuring of Investment Credit Credit Nature : Amortizing term
loan Term : Fixed until May 2, 2030 with a grace period of 24 months from September 2021 until March
2023. Interest Rate : 9.70persen effective per annum with the following terms: - The first 4 months
since the 2nd Covid Restructuring PK was signed where the interest rate was paid at 1persen per year
and the remaining 8.7persen per year was deferred. - The 5th month since the 2nd Covid Restructuring
PK was signed until March 25, 2023 where the interest rate is paid at 5persen per year and the
remaining 4.7persen per year is deferred. - Furthermore, the interest rate paid in full is 9.7persen per
annum. - The accumulated deferred interest above will begin to be paid in stages, a maximum of April
2023 according to the proposed installment schedule. - Interest rates can be reviewed at any time by
Page 68
BNI. - The accumulated interest deferred on the 1st Covid 19 restructuring is set out in the Debt
Settlement Agreement. - Meanwhile, accumulated interest that is deferred in the 2nd Covid 19
restructuring must be placed in the Debt Settlement Agreement at the maximum at the end of the
interest deferral period - The arrears of interest, penalties and fees are set out in the Debt Settlement
Agreement and are being paid in stages until no later than January 31, 2022. Debt Settlement
Agreement: Credit Limit : - Rp6,966,000,000 or the amount of interest arrears, fines and fees and
interest accruing until the date of the settlement of the Debt Settlement Agreement and; -
Rp18,984,273,793 or interest is deferred from March until the date of placement of the Debt Settlement
Agreement. Term : - 4 months on arrears of interest, penalties and fees as well as current interest or
until January 31, 2022 and; - 60 months of deferred interest since the placement of the Debt Settlement
Agreement. Based on the Approval of the Amendment to the Restructuring Credit Agreement of PT
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, No. (2) 05 dated June 30, 2021, regarding changes to the
provisions in the Credit Agreement No. (1) 05 April 28, 2020 in particular the following provisions:
Credit Limit : Rp302,487,000,000, which is a combination of the outstanding value as of April 1, 2020
amounting to IDR 260,037,000,000 and the remaining refinancing phase II investment credit facility of
Rp42,450,000,000. Financing purpose : Refinancing assets of Cinere Mall and Cinere Bellevue Mall
Type of Credit : Restructuring of Investment Credit Credit Nature : Amortizing term loan Term : May 3,
2019 until May 2, 2030, with a grace period from June 2021 to September 2021. Interest Rate :
9.70persen effective per annum with the following terms: interest paid and deferred interest with the
following details: - Month June to August 2021, Interest rate paid 2persen per year, Defered interest
7,7persen per year. - Month September 2021 to May 2022, Interest rate paid 5,83persen per year,
Defered interest 3,87persen per year. PT Tirta Persada Developments, Subsidiary On February 23,
2017, PT TPD ? a Subsidiary, has obtained approval to grant credit for the construction project ?Vivo
Mall Sentul? from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No.286/S/JKK.UT/CSMU/II/2017 with
addendum No. 1504/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 are as follows: Credit Limit : Rp400,000,000,000
Financing purpose : Vivo Mall Sentul development Type of Credit : - Construction Credit
(KYG)Rp94,000,000,000 : - Investment Credit (KI) Rp306,000,000,000 Credit Nature : Non-Revolving
Term : - Construction Credit (KYG) 96 months : - Investment Credit (KI) 156 months Provision :
0.75persen credit limit Adminstrative : 0.25persen credit limit - Interest Rate : - Construction Credit
(KYG) - 11.00persen p.a (adjustable rate) : - Investment Credit (KI) - 11.75persen p.a (adjustable rate)
Collaterals : Basic Collateral Land consisting of 11 certificates above the Vivo development project
Mall, namely SHGB No. 1277, 1278, 1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284, 1289, 1290 with a total area
of 28,074m? and SHGB No. 1275 with a minimum area of 33,758m? so that the total land collateral
area is 61,832m?. Proof of Collateral Mastery - Land and buildings, namely Vivo Mall Sentul which is
located on Jl. Raya Bogor KM. 49, Ex. Cimandala, Kec. Sukaraja, Kab. Bogor ownership of SHGB No.
1274, 1275, 1276, 1277, 1278, 1279, 1280, 1281, 1282, 1283, 1284, 1285, 1286 and 1287 with an
area of 102.330m? and SHGB No. 1289, 1290, and 1291 with an area of 22,614 m?. - All machines,
equipment, furnitures and fixtures in the Vivo Mall Sentul project must be bound by fiducia at the
Fiduciary Registration Office in accordance with the provisions until a fiduciary certificate is issued.
Additional Collateral Certificates for the Vivo Residence Phase 1 and Phase 2 housing projects as well
as the Bizpark Shophouse located around the Vivo Mall Sentul project with ownership in the form of
SHGB No. 1287, 1291, and 1276 on behalf of PT Megapolitan Developments Corporation. Other
Collateral: - Personal Guarantee on behalf of Sudjono Barak Rimba - Corporate Guarantee on behalf of
PT Mega Pasanggrahan Indah - Cessie for Receivables relating to all activities of receiving and selling
Mall, City Walk & Trade Center financed by Bank BTN KC Kuningan Jakarta. Agreements and
Covenants : Debt to equity ratio maksimal 500persen Paid-up capital ratio of at least 10persen The
ratio of collateral to outstanding kredit: - KYG Construction Credit of 125persen - Investment Credit I of
Page 69
135persen PT TPD ? a Subsidiary, has obtained approval for credit restructuring, including the deferral
of interest payments from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk in accordance with the credit
agreement No. 2406/S/JKK.UT/BCSU-L/VIII/2020 dated August 31, 2020, are as follows: Interest rate :
- KYG - 11.00persen p.a (adjustable rate) / (Defered interest of 100persen for 8 months from May 2020
to December 2020 and 50persen for 3 months from January 2021 to March 2021). - KI - 11.75persen
p.a (adjustable rate) / (Deffered interest of 100persen for 8 months from May 2020 to December 2020
and 50persen for 3 months from January 2021 to March 2021) PT TPD ? a Subsidiary, has obtained
approval for credit restructuring, including the deferral of interest payments from PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk in accordance with the credit agreement No. 995/S/JKK.UT/ BCSU/IV/2021
dated April 28, 2021, are as follows: Interest rate : - KYG - 9.50persen p.a (adjustable rate) / (Defered
interest of 100persen for 8 months from May 2020 to December 2020 and 50persen for 3 months from
January 2021 to March 2021). - KI - 9.50persen p.a (adjustable rate) / (Deffered interest of 95persen
for 6 months from April 2021 to September 2021 and 80persen for 6 months from October 2021 to
March 2022). PT TPD ? a Subsidiaries, has obtained approval for credit restructuring, including the
deferral of interest payments from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk in accordance with the
credit agreement No. 175/S/CMBD/CLMR/VI/2022 dated June 28, 2022, are as follows: Interest Rate :
- KYG - 9.50persen p.a (adjustable rate) / Postponement of payment of interest obligations of 80persen
for 24 months from June 2022 to. May 2024. Interest in arrears and/or postponed will be paid from
January 2025 to. Credit Maturity. - KI - Loan tenure unchanged (up to December 2030) Based on the
Deed of Addendum to the Credit Restructuring Agreement No. 87 dated August 31, 2023 PT TPD, a
Subsidiary has obtained approval of changes to the credit restructuring of PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk. ? in particular the provisions in the following cases: Interest Rate : - KYG - 9.50persen
p.a (adjustable rate) / payment of interest obligations of Rp350,000,000 for 18 months from June 2023
to. November 2024. Interest in arrears and/or postponed will be paid from December 2024 to. Credit
Maturity. - KI - Loan tenure unchanged (up to December 2030) PT Indosurya Inti Finance PT TPD, a
Subsidiary, has obtained approval to grant credit for the completion of the construction project "Vivo
Mall Sentul" from PT Indosurya Inti Finance in accordance with the agreement
No.668A/SPP/CA-IIF/XII/2019 dated December 16, 2019, as follows: Credit Limit : Rp14.000.000.000
Financing purpose : Completion of Vivo Sentul Mall Development Project Type of Credit : Investment
Credit Term : 48 (forty eight) months Interest Rate : 0.85persen p.a (adjustable rate) Collaterals : Basic
Collateral - Land and building with SHGB No. 1383 on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah with a
land area of 430m2 and a building area of 106m2 which is located in Cinere Residence Housing Block
K6 Number 1, Pangkalan Jati Village, Cinere District, Depok City, West Java. - Land and building with
SHGB No. 1361 on behalf of PT Mega Pasanggrahan Indah with a land area of 467m2 and a building
area of 105m2 which is located in Cinere Residence Housing Block K6 Number 27, Pangkalan Jati
Village, Cinere District, Depok City, West Java. - Land and building with SHGB No. 1344 on behalf of
PT Mega Pasanggrahan Indah with a land area of 372m2 and a building area of 164m2 which is
located in Cinere Residence Housing Block K8 Number 1, Pangkalan Jati Village, Cinere District,
Depok City, West Java. - Land and building with SHGB No. 1338 on behalf of PT Mega Pasanggrahan
Indah with a land area of 327m2 and a building area of 163m2 which is located in Cinere Residence
Housing Block K8 Number 8, Pangkalan Jati Village, Cinere District, Depok City, West Java. -
Individual guarantee on behalf of Lora Melani Lowas Barak Rimba. Installments per month : According
to arrears of financing obligations and others) installments after the grace period of IDR 32,017,317
Total installments per month : IDR 483,626,455 after the grace period/Total installments per month PT
TPD, a Subsidiary, has obtained the restructuring approval of the financing facility from PT Indosurya
Inti Finance in accordance with the Credit Restructuring Approval Letter No. 340/SPRK/CA-IIF/V/2021
dated May 5, 2021 are as follows: Facility I Financing facility : Surya SME Financing value :
Page 70
Rp13,909,997,480 which consists of July 2021 debit balance, amounting to Rp13.759.997.480 and The
outstanding financing obligations amounting to Rp150.000.000. Term : 20-07-2021 to 20-05-2025
including holiday payment of 5 months. Interest rate : 18persen effective per year Installments per
month : - Installment from 1 to 5 amounting Rp.50.000.000. - Installment from 6 to 46 amounting
Rp456.679.976,- Facility II Financing Facility : Surya Sukses Financing Value : Accumulated
underpayment during holiday payment period is Rp1,140,999,748,- and the difference in the grace
period for the initial period that has not been paid is Rp1,654,724,652,- Term : 20-07-2021 to
20-05-2025 including holiday payment of 5 months Interest rate : 12persen effective per year
Installments per month : - Installment from 1 to 5 amounting Rp.0. - Installment from 6 to 46 amounting
Rp74.419.148,- PT Tirta Persada Developments, a Subsidiaries, has obtained the restructuring
approval of the financing facility from PT Indosurya Inti Finance in accordance with the Credit
Restructuring Approval Letter No. 212b/SPRK/CA-SMEFI/VI/2022 dated June 27, 2022 are as follows:
Facility I Financing Facility : Surya Sukses Financing Value : Rp 14,434,654,766 which is of debit
balance from facility I. Term : 31-03-2022 to 28-02-2026 including holiday payment of 6 months.
Interest rate - 15persen effective per year (During holiday payment) - 18persen effective per year (after
holiday payment). Installments per month Installment from 1 to 6 amounting Rp216,519,821., -
Installment from 7 to 47 amounting Rp 466,570,576,- Facility II Financing Facility : Surya Sukses
Financing Value : Rp 131,504,264., - which is of debit balance from facility I. Term : 31-03-2022 to
28-06-2026 including holiday payment of 6 months Interest rate 0persen effective per year Installments
per month - Installment from 1 to 6 amounting Rp 0, - Installment from 7 to 47 amounting Rp3,207,421.
PT Tirta Persada Developments, a Subsidiaries, has obtained the restructuring approval of the
financing facility from PT Indosurya Inti Finance in accordance with the Credit Restructuring Approval
Letter No. 299a/SPRK/CA-SMEFI/I/2023 tanggal 06 Januari 2023 are as follows: Facility I Financing
Facility : Surya Sukses Financing Value : Rp 15.156.617.987 which is of debit balance from facility I.
Term : 15-01-2023 s.d 15-11-2026 including holiday payment of 6 months. Interest rate - 18persen
effective per year (During holiday payment) Installments per month Installment from 1 to 6 amounting
Rp75,000,000., - Installment from 7 to 47 amounting Rp 497,607,850- Facility II Financing Facility :
Surya Sukses Financing Value : Rp 131,504,264., consisting of the debit balance is Rp 121,882,001
outstanding installment Rp 9,622,263 Term : 15-01-2023 s.d 15-11-2026 including holiday payment of
6 months
Page 71
[2696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - Property Industry

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.21 MB
Published2 Nov 2023
Pages71
Characters320,298
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 7

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result