Skip to content
Back to announcement

Lapkeu Konsolidasian PSDN 30 Sept 2023.pdf

Financial statement Text extracted PSDN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 48

Page 1
       PT. PRASIDHA ANEKA NIAGA, Tbk.
              DAN ENTITAS ANAK

            Laporan Keuangan Konsolidasian
Untuk Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal
30 September 2023, 31 Desember 2022 dan 30 September 2022
Page 2

          
Page 3
                                     PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                        LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                      30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)




ASET
                                                                  Catatan                    2023                       2022
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                              2d,2n,3,29                30.026.631.893             27.151.464.306
Piutang usaha, neto                                           2d,2e,2n,4,5,29                          -             46.757.105.231
Piutang lain - lain, neto                                            6                       112.427.549                132.461.657
Persediaan                                                         2i, 7                  10.284.322.210            130.828.618.300
Uang muka kepada pemasok dan lain-lain                                                       107.536.010                107.535.950
Biaya dibayar di muka                                                2j                      895.508.832              1.432.423.473

Total Aset Lancar                                                                         41.426.426.494            206.409.608.917


ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan, neto                                         2o,10                               -             14.243.405.123
Penyertaan saham                                                     8                       445.623.987              6.523.181.636
Aset tetap, neto                                                    2k,9                 131.401.581.190            437.403.489.157
Estimasi tagihan pajak                                             2o,10                   1.397.396.018             34.480.608.687
Pinjaman kepada karyawan                                             2e                      392.633.332                731.983.331
Uang jaminan                                                        2m                     1.450.291.792              2.094.222.454
Aset lain-lain                                                                                         -              3.733.668.159

Total Aset Tidak Lancar                                                                  135.087.526.319            499.210.558.547

TOTAL ASET                                                                               176.513.952.813            705.620.167.464



               Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Page 4
                    PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                          LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)




LIABILITAS DAN EKUITAS
                                                                     2023                    2022
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek                                                    -          21.192.719.390
Utang usaha - pihak ketiga                                           124.207.873          22.842.708.032
Utang lain-lain                                                   40.998.621.521          71.880.604.875
Beban akrual                                                      20.075.142.935          27.993.486.561
Utang pajak                                                        1.294.986.940           4.204.499.543
Pendapatan diterima di muka                                                    -           2.369.751.043
Uang muka penjualan aset tetap                                                 -             400.000.000
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
   Pinjaman bank                                                               -         256.174.179.717
   Liabilitas sewa                                                   265.547.315           1.613.699.415

Total Liabilitas Jangka Pendek                                    62.758.506.584         408.671.648.576

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang, setelah dikurangi
   bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
   Pinjaman bank                                                               -         190.288.327.431
   Liabilitas sewa                                                             -             249.473.470
Liabilitas imbalan kerja karyawan                                 23.049.308.753          67.290.001.293

Total Liabilitas Jangka Panjang                                   23.049.308.753         257.827.802.194

Total Liabilitas                                                  85.807.815.337         666.499.450.770



EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
      entitas induk
Modal saham - nilai nominal Rp175 per saham
       Modal dasar, ditempatkan dan disetor
       penuh - 1.440.000.000 saham                               252.000.000.000          252.000.000.000
Tambahan modal disetor                                            52.681.380.953           52.681.380.953
Saldo Laba (Akumulasi kerugian)                                 (215.233.473.600)        (376.596.495.795)
Selisih atas akuisisi kepentingan
       non-pengendali                                                          -            6.853.157.506
Penghasilan komprehensif lainnya                                   1.258.230.123            2.362.709.153

Sub-Total                                                         90.706.137.476          (62.699.248.183)

Kepentingan Nonpengendali                                                      -         101.819.964.877

Total Ekuitas                                                     90.706.137.476          39.120.716.694

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                     176.513.952.813         705.620.167.464




                                                              Jakarta, 31 Oktober 2023
                                                              Wakil Presiden Direktur
Page 5
                          PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
                                       (Disajikan dalam Rupiah)
                                                                Untuk Sembilan Bulan Yang Berakhir
                                                                 Pada Tanggal-tanggal 30 September

                                                          Catatan                 2023                       2022

PENJUALAN NETO                                           2e,2n,4,20             7.004.206.290           523.900.613.661

BEBAN POKOK PENJUALAN                                     2n,7,21               7.002.688.784           432.737.400.778

LABA BRUTO                                                                          1.517.506            91.163.212.883

PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI                            2n,23,24,25,28
Beban penjualan                                                                  (366.991.837)           (14.311.063.548)
Beban umum dan administrasi                                                   (57.453.859.776)           (63.931.096.026)
Pendapatan (beban) operasi lainnya                                            231.047.226.461            (12.766.892.360)

Penghasilan (Beban) Operasi, Neto                                             173.226.374.848            (91.009.051.934)

LABA OPERASI                                                                  173.227.892.354               154.160.949

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN                              2n,26,27

Pendapatan keuangan                                                               109.320.703                 52.702.925
Beban keuangan                                                                (11.974.190.862)           (15.313.532.341)

Pendapatan (Beban) Lain-lain, Neto                                            (11.864.870.159)           (15.260.829.416)




LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                         161.363.022.195            (15.106.668.467)

BEBAN PAJAK                                               2o,10,14
Beban Pajak, Neto                                                                             -          (11.181.337.966)

LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                                                    161.363.022.195            (26.288.006.433)

Pendapatan Komprehensif lain-lain                                              (7.957.636.536)                           -

TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN                                                                153.405.385.659            (26.288.006.433)

Laba (rugi) komprehensif tahun
berjalan yang dapat diatribusikan kepada :
     Pemilik entitas induk                                                    153.405.385.659            (32.085.546.305)
     Kepentingan nonpengendali                                                              -              5.797.539.872

TOTAL                                                                         153.405.385.659            (26.288.006.433)

LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK                                        2q                          112,06                     (22,28)



       Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Page 6
                                                                                                   PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                                                                    LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                                                                                                (Disajikan dalam Rupiah)

                                                                                                        Untuk Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2023

                                                                  Modal saham dasar -                                                    Selisih atas akuisisi           Pengukuran kembali atas
                                                                   ditempatkan dan       Tambahan                 Saldo Laba                 kepentingan              liabilitas imbalan kerja jangka                            Kepentingan           Ekuitas,
                                                                    disetor penuh       Modal Disetor           Akumulasi (Rugi)           non-pengendali            panjang-setelah pajak tangguhan           Jumlah           nonpengendali           neto

Saldo per 31 Desember 2021                                           252.000.000.000       52.681.380.953         (335.312.605.424)             6.853.157.506                           (945.225.645)        (24.723.292.610)     80.454.925.243      55.731.632.633

Rugi tahun berjalan 2022                                                           -                     -         (41.283.890.371)                              -                                 -         (41.283.890.371)     15.448.925.249      (25.834.965.122)

Penghasilan komprehensif lain - neto                                               -                     -                         -                             -                     3.307.934.798           3.307.934.798         884.017.994        4.191.952.792

Pembalikan bagian kepentingan nonpengendali atas akumulasi
    rugi bersih entitas anak tidak langsung                                        -                     -                         -                             -                                 -                       -        5.032.096.391       5.032.096.391


Saldo per 31 Desember 2022                                           252.000.000.000       52.681.380.953         (376.596.495.795)             6.853.157.506                          2.362.709.153         (62.699.248.183)    101.819.964.877      39.120.716.694


Laba (rugi) komprehensif sembilan bulan                                            -                     -         161.363.022.195                               -                                 -         161.363.022.195                    -    161.363.022.195

Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang                    -                     -                         -            (6.853.157.506)                       (1.104.479.030)         (7.957.636.536)                   -      (7.957.636.536)

Perubahan kepentingan nonpengendali atas pelepasan entitas anak                    -                     -                         -                             -                                 -                       -     (101.819.964.877)   (101.819.964.877)

Saldo per 30 September 2023                                          252.000.000.000       52.681.380.953         (215.233.473.600)             6.853.157.506                          1.258.230.123          90.706.137.476                    -     90.706.137.476

                                                                                                   Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Page 7
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                     LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
                                           (Disajikan dalam Rupiah)


                                                                                    Untuk Sembilan Bulan Yang Berakhir
                                                                                     Pada Tanggal-tanggal 30 September

                                                                      Catatan            2023                      2022
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan                                                           1.004.206.290          536.012.755.892
Penerimaan kas dari :
   Penghasilan sewa                                                                       557.100.000               336.300.000
   Penghasilan bunga                                                                        2.346.016                39.638.196
   Lain lain                                                                            2.168.651.341               168.448.483
Pembayaran kas kepada pemasok                                                          (2.932.333.384)         (330.763.621.772)
Pembayaran kas untuk :
   Gaji dan upah                                                                      (26.633.462.354)          (88.206.967.647)
   Beban usaha (diluar biaya gaji dan upah)                                           (63.853.370.297)          (48.749.065.179)
   Beban bunga                                                                        (11.042.779.717)          (16.133.241.855)
   Pajak penghasilan badan dan pajak lainnya                                             (181.539.265)          (24.924.893.796)

Kas neto diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi                          (100.911.181.370)           27.779.352.322

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap                                               9                400.000.000            45.538.040.967
Hasil penjualan penyertaan                                             5,25           405.980.762.654                         -
Pembelian aset tetap                                                     9                          -            (1.437.596.691)
Kenaikan uang muka pembelian aset tetap                                  9                          -            (1.539.950.000)


Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi                                          406.380.762.654            42.560.494.276

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan pinjaman jangka pendek dari Bank                                                         -            56.180.269.000
Pembayaran pinjaman jangka pendek dari Bank                                          (180.785.515.008)         (276.758.450.420)
Penambahan pinjaman jangka panjang dari Bank                                                        -           228.321.127.500
Pembayaran pinjaman jangka panjang dari Bank                                          (98.334.642.715)          (67.912.302.500)
Pembayaran liabilitas sewa                                                             (1.646.390.237)           (1.277.822.296)

Kas neto diperoleh dari aktivitas pendanaan                                          (280.766.547.960)          (61.447.178.716)

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS                                           24.703.033.324             8.892.667.882

DAMPAK NETO PERUBAHAN NILAI TUKAR ATAS KAS
  DAN SETARA KAS                                                                            1.044.928             1.397.722.392

KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE                                          3              5.322.553.641            29.564.290.172

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                                         3             30.026.631.893            39.854.680.446



        Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Page 8
                                  PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
             Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                                   (Disajikan dalam Rupiah)


1.   UMUM

     a.   Pendirian Perusahaan

          PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (Perusahaan) didirikan dengan nama PT Aneka Bumi Asih berdasarkan akta Notaris Paul
          Tamara No. 7 tanggal 16 April 1974. Akta pendirian Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
          Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/358/23 tanggal 3 Oktober 1974 dan diumumkan dalam Tambahan No. 2488
          dari Berita Negara No. 37 tanggal 10 Mei 1994. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Akta
          Notaris Ny. Liliana Arif Gondoutomo, S.H. No. 38 dan akta Perubahan No. 39 tanggal 29 Desember 1993 mengenai
          peningkatan modal dasar Perusahaan, perubahan pemegang saham dan penggantian nama Perusahaan menjadi PT
          Prasidha Aneka Niaga telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-
          3792.HT.01.04.TH.94 tanggal 1 Maret 1994 dan diumumkan dalam Tambahan No. 2678 dan Berita Negara No. 40 tanggal 20
          Mei 1994. Akta Notaris Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H. No. 127 tanggal 10 Mei 1994 mengenai perubahan seluruh
          Anggaran Dasar Perusahaan dalam rangka penawaran umum saham telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
          Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-10.238.HT.01.04.TH.94 tanggal 5 Juli 1994 dan diumumkan dalam Tambahan No.
          6079 dari Berita Negara No. 58 tanggal 21 Juli 1995, dan yang terakhir dengan akta Notaris Ny. Liliana Arif Gondoutomo,
          S.H. No. 7 tanggal 10 April 1997 mengenai perubahan Anggaran Dasar Perusahaan dalam rangka penyesuaian dengan
          Undang-undang Perseroan Terbatas No. 1 tahun 1995 dan Undang-undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995 berikut
          peraturan-peraturan pelaksanaannya serta perubahan nilai nominal saham dari Rp 1.000 per saham menjadi Rp 500 per
          saham, yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-
          3797.HT.01.04.TH.97 tanggal 15 Mei 1997 dan diumumkan dalam Tambahan No. 2135 dari Berita Negara No. 43 tanggal 30
          Mei 1997. Perubahan terakhir dengan akta Notaris Ny. Liliana Arif Gondoutomo, S.H., No.10 tanggal 20 Oktober 2008
          mengenai perubahan seluruh Anggaran Dasar Perusahaan untuk menyesuaikan dengan Undang-undang No.40 Tahun 2007
          tentang Perseroan Terbatas dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
          Surat Keputusan No.AHU-97905.AH.01.02. Tahun 2008 tanggal 18 Desember 2008 dan diumumkan dalam Tambahan Berita
          Negara No.9 tanggal 30 Januari 2009.

          Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Christina Dwi Utami,
          S.H., M.Hum., M.Kn., No. 196 tanggal 25 Agustus 2021, mengenai perubahan susunan direksi Perusahaan. Perubahan
          tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
          Manusia Republik Indonesia melalui Surat No. AHU-AH.01.03-04411050 tanggal 26 Agustus 2021.

          Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi bidang


          Perusahaan berdomisili di Jalan Jenderal Sudirman No. 47 Jakarta Selatan dan pabriknya berlokasi di Jalan Ki Kemas
          Rindho, Kertapati, Palembang. Perusahaan saat ini bergerak dalam bidang pengolahan dan perdagangan hasil bumi.
          Perusahaan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1974.



          Entitas induk dan Entitas Induk terakhir Perusahaan adalah PT. Prasidha..
     b.   Penawaran Umum Efek Perusahaan

          Pada tanggal 22 September 1994, berdasarkan Surat Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No. S-1645/PM/1994,
          Perusahaan melalui Bursa Efek Jakarta dan Surabaya (yang telah bergabung menjadi Bursa Efek Indonesia menawarkan
          30.000.000 lembar sahamnya dengan nilai nominal Rp1.000 per saham kepada masyarakat dengan harga jual Rp3.000 per
          saham. Perbedaan antara jumlah nilai nominal dengan jumlah harga jual saham (agio saham) tersebut sebesar
          Rp60.000.000.000. Pada tahun 1997, Perusahaan membagikan saham bonus (untuk setiap pemegang 2 saham yang tercatat
          dalam daftar pemegang saham tanggal 8 Juli 1997, berhak atas 1 saham bonus).

          Pada tanggal 30 Januari 2012, Perusahaan mengubah nilai nominal saham dari Rp500 per lembar saham menjadi Rp175 per
          lembar saham. Penurunan nominal saham ini diperlukan Perusahaan untuk melakukan kuasi reorganisasi secara hukum.
          Perusahaan dan entitas anaknya melakukan kuasi reorganisasi secara konsolidasian. Selisih penilaian kembali aset dari
          Perusahaan dan entitas anaknya dieliminasi terhadap akumulasi rugi secara konsolidasian.

          Saham Perusahaan sebanyak 1.440.000.000 saham dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
Page 9
                               PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
          Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                                (Disajikan dalam Rupiah)

c.     Struktur Entitas Anak

       Rincian mengenai Anak Perusahaan yang dikonsolidasi adalah sebagai berikut :

                                              Domisili dan
                                              Tahun Usaha                                        %          Jumlah Aktiva
                                               Komersial                                       Pemi-    (dalam Jutaan Rupiah)
               Anak Perusahaan                  Dimulai               Bidang Usaha             likan         2023      2022

       Langsung
       PT Aneka Bumi Kencana               Surabaya, 1984       Pengolahan dan perdagangan    99,9990       6.293      30.468
                                                                hasil bumi
       PT Tirtha Harapan Bali              Singaraja, 1973      Pengolahan dan perdagangan    99,9900         428           472
                                                                hasil bumi

     Pada tanggal 7 Desember 2016, UCC Holdings Co. Ltd., Japan (UCC), pemegang saham ACI, menjual dan mengalihkan
     seluruh saham yang dimiliki oleh UCC di ACI, yang berjumlah 1.380 lembar saham dengan nominal Rp2.248.000 per saham
     ke Perusahaan, PT Citrabuana Tunggal Perkasa dan Itochu Singapore Pte. Ltd. secara proporsional dengan kepemilikan
     saham mereka di ACI. Penjualan dan pembelian saham diaktakan dalam Akta Notaris Christina Dwi Utami, S.H., MHum,
     MKn No. 7 tanggal 7 Desember 2016. ACI telah menerima persetujuan amandemen izin prinsip dari Badan Koordinasi
     Penanaman Modal Indonesia dalam kaitannya dengan perubahan pemegang saham pada tanggal 19 Desember 2016.

     Pada tanggal 31 Juli 2023, Perusahaan menjual seluruh kepemilikkan sahamnya di entitas anak yaitu PT. Aneka Coffee
     Industry kepada PT. Berlian Kilau Sejahtera Maju. Atas penjualan tersebut maka Perusahaan tidak lagi mengkonsolidasi
     laporan keuangan PT. Aneka Coffee Industry sejak tanggal dijualnya entitas anak tersebut.




d.     Karyawan, Direksi dan Dewan Komisaris


       Pada tanggal 30 September 2023, susunan anggota Dewan Komisaris, Dewan Direksi Perusahaan, dan Komite Audit adalah
       sebagai berikut :


                                         Dewan Komisaris
       1. Mansjur Tandiono                       -              Presiden Komisaris
       2. Widyono Lianto                         -              Wakil Presiden Komisaris
       3. Made Sudharta                          -              Komisaris
       4. Agus Soegiarto                         -              Komisaris
       5. Fery Yennoto                           -              Komisaris Independen
       6. Robertus Sukamto                       -              Komisaris Independen

                                           Dewan Direksi
       1. Jeffry Sanusi Soedargo                   -            Presiden Direktur
       2. Didik Tandiono                           -            Wakil Presiden Direktur
       3. Moenardji Soedargo                       -            Direktur

                                           Komite Audit
       1. Robertus Sukamto                         -            Ketua
       2. Henryanto Handoko                        -            Anggota
       3. Kasmita Wijaya                           -            Anggota
Page 10
                                   PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
              Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                                    (Disajikan dalam Rupiah)


           Pada tanggal 31 Desember 2022, susunan anggota Dewan Komisaris, Dewan Direksi Perusahaan, dan Komite Audit adalah
           sebagai berikut :

                                              Dewan Komisaris
            1. Mansjur Tandiono                       -             Presiden Komisaris
            2. Widyono Lianto                         -             Wakil Presiden Komisaris
            3. Made Sudharta                          -             Komisaris
            4. Agus Soegiarto                         -             Komisaris
            5. Fery Yennoto                           -             Komisaris Independen
            6. Robertus Sukamto                       -             Komisaris Independen

                                               Dewan Direksi
            1. Jeffry Sanusi Soedargo                  -            Presiden Direktur
            2. Didik Tandiono                          -            Wakil Presiden Direktur
            3. Lie Sukiantono Budinarta                -            Direktur
            4. Moenardji Soedargo                      -            Direktur

                                                Komite Audit
            1. Robertus Sukamto                         -           Ketua
            2. Henryanto Handoko                        -           Anggota
            3. Kasmita Wijaya                           -           Anggota


      Perusahaan dan entitas anak memiliki 120 (seratus dua puluh) dan 470 (empat ratus tujuh puluh) karyawan tetap masing -
      masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.



2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

      Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas
      anaknya adalah seperti dijabarkan di bawah ini:

      Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan ("SAK")

      Laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia yang
      meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang
      diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”), serta Peraturan No.
      VIII.G.7 yang diterbitkan oleh BAPEPAMLK, tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau
      Perusahaan Publik, yang terlampir dalam surat keputusan No. KEP-347/BL/2012 dari Ketua BAPEPAM-LK tanggal 25 Juni

     a.     Dasar Pengukuran dalam Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian


          Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian,
          menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
          yang relevan
          Laporan arus kas konsolidasian menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan dalam
          aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dengan menggunakan metode langsung.

          Mata uang penyajian yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang merupakan mata uang
          fungsional Perusahaan dan entitas anak.

          Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, dan dikelompokkan ke dalam aktivitas
Page 11
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
         Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                               (Disajikan dalam Rupiah)

b.    Dasar Konsolidasian

     Entitas anak adalah seluruh entitas dimana Kelompok Usaha memiliki pengendalian. Kelompok Usaha mengendalikan
     investee ketika (a) memiliki kekuasaan atas investee, (b) eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya
     dengan investee, dan (c) memiliki kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk memengaruhi jumlah
     imbal hasil. Kelompok Usaha menilai kembali apakah Kelompok Usaha mengendalikan investee jika fakta dan keadaan
     mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian

     Konsolidasi atas entitas anak dimulai sejak tanggal Kelompok Usaha memperoleh pengendalian atas entitas anak dan
     berakhir ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak. Penghasilan dan beban entitas anak
     dimasukkan atau dilepaskan selama tahun berjalan dalam laba rugi dari tanggal diperolehnya pengendalian sampai dengan
     tanggal ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak.

     Laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan
     kepentingan nonpengendali, meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan nonpengendali memiliki saldo defisit. Jika
     diperlukan, dilakukan penyesuaian atas laporan keuangan entitas anak guna memastikan keseragaman dengan kebijakan
     akuntansi Kelompok Usaha. Mengeliminasi secara penuh aset dan liabilitas, penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra
     grup terkait dengan transaksi antar entitas dalam Kelompok Usaha

     Perubahan dalam bagian kepemilikan atas entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian pada entitas
     anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Setiap perbedaan antara jumlah tercatat kepentingan nonpengendali yang
     disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui secara langsung di ekuitas dan mengatribusikannya
     kepada pemilik entitas induk.

     Ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka Kelompok Usaha menghentikan pengakuan atas
     aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait, sementara keuntungan atau kerugian yang
     dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar.



c.    Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali

     Dalam kombinasi bisnis entitas sepengendali, aset dan liabilitas yang diakuisisi tidak disajikan kembali ke nilai wajar,
     melainkan diakui sebesar jumlah tercatatnya dengan menggunakan metode penyatuan kepentingan guna memastikan
     keseragaman dengan kebijakan

     Metode penyatuan kepentingan ini harus diterapkan sejak periode yang paling awal pada tahun dimana kedua entitas
     (pengakuisisi dan pihak diakuisisi) berada dalam entitas sepengendali untuk pertama kalinya.

     Selisih antara harga pengalihan dibayar dan nilai tercatat aset neto yang diperoleh akan disajikan sebagai bagian dari akun
     “Selisih atas akuisisi kepentingan nonpengendali” dalam ekuitas, yang tidak dapat direklasifikasi ke laba rugi masa depan.



d.    Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing


      Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi
      dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah sesuai dengan
      kurs tengah pada tanggal terakhir transaksi bank untuk periode tersebut yang dikeluarkan Bank Indonesia. Laba atau rugi
      kurs yang terjadi dikredit atau dibebankan pada usaha periode berjalan.

      Kurs tengah yang digunakan adalah Rp15.526,- dan Rp15.731,- untuk US$ 1 masing-masing pada tanggal 30 September
      2023 dan 31 Desember 2022. Sedangkan untuk AUD$ Kurs tengah yang digunakan adalah Rp9.906,- dan Rp10.581,- untuk
      AUD$1 masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
Page 12
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
         Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                               (Disajikan dalam Rupiah)

e.    Transaksi dengan Pihak-pihak yang Berelasi

     Perusahaan dan entitas anak mempunyai transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No.
     7, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

     Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut
     mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak tidak berelasi.

     Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan-catatan atas laporan
     keuangan konsolidasian yang relevan.

     Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya (entitas
     pelapor). Yang termasuk pihak berelasi adalah sebagai berikut:

     Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:

     a. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
     b. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
     c. Merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk pelapor.

     Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal sebagai berikut:
     a. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas
        anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain);
     b. Suatu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura
        bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain adalah anggotanya)
     c. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
     d. Suatu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga;
     e. Entitas tersebut adalah sebuah program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau
     entitas
        yang terkait dengan entitas pelapor;
     f. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi sebagaimana dimaksud dalam angka
        1; atau
     g. Orang yang diidentifikasi sebagaimana dimaksud dalam angka 1) huruf a) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
         merupakan manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).




f.    Instrumen Keuangan

     Aset keuangan

     Kelompok Usaha menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal. Klasifikasi dan pengukuran aset
     keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.

     Aset keuangan diklasifikasikan dalam kategori berikut:

      Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
      Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
      komprehensif lain.

     Aset keuangan Kelompok Usaha meliputi kas dan bank, piutang usaha dan piutang lain-lain, piutang pihak berelasi, pinjaman
     kepada karyawan, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, dan uang jaminan. Aset keuangan
     diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan
     sebagai aset tidak lancar.
Page 13
                         PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
    Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                          (Disajikan dalam Rupiah)



Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

(i) Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada biaya diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
  (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas
      kontraktual;

 (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus
     kas yang sematamata pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.

Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif
(Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan
memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian integral dari EIR tersebut.
Amortisasi EIR dicatat dalam laba rugi konsolidasian. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laba rugi.

Kelompok aset keuangan ini meliputi kas dan bank, piutang usaha dan piutang lainlain, piutang pihak berelasi, pinjaman
kepada karyawan, dan uang jaminan

(ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI
Instrumen utang
Kelompok Usaha mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi: (1) aset
keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas kontraktual dan pejualan; dan (2)
persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang sematamata
pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.

Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga, revaluasi selisih kurs, dan kerugian
atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama seperti aset keuangan yang
diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui dalam OCI. Setelah penghentian
pengakuan, perubahan nilai wajar kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang menjadi laba rugi.

Instrumen ekuitas
Setelah pengakuan awal, Kelompok Usaha dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitasnya secara tidak dapat
dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI jika definisi ekuitas sesuai PSAK No. 50:
Instrumen Keuangan: Penyajian dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per
instrumen.

Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi laba atau rugi. Dividen diakui sebagai
pendapatan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Kelompok Usaha memperoleh
keuntungan dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan
tersebut adalah dicatat dalam OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkanpada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada
penilaian penurunan nilai.

Kelompok Usaha memiliki penyertaan saham yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui OCI.

(iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset
keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur
pada nilai wajar. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual
atau dibeli kembali dalam waktu dekat.

Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali
jika ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata
pembayaran pokok dan bunga diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, terlepas dari model bisnisnya.

Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai
wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada
pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi.

Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi selanjutnya disajikan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi. Kelompok Usaha tidak memiliki
aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Page 14
                         PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
    Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                          (Disajikan dalam Rupiah)



Liabilitas Keuangan

Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai berikut:
 Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
 Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.

Kelompok Usaha menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.

Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang, termasuk biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Liabilitas keuangan Kelompok Usaha meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, utang bank jangka pendek, utang
bank jangka panjang, liabilitas sewa dan utang pembiayaan konsumen. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas
jangka panjang jika jatuh tempo melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa
kurang dari 12 bulan.

Pengukuran liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut: :

(i) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
    Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang dikenakan bunga) selanjutnya
    diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk di dalam biaya keuangan dalam laba rugi
    konsolidasian

  Kelompok liabilitas keuangan ini meliputiutang usaha, utang lain-lain, beban akrual, utang bank jangka pendek, utang
  bank jangka panjang, liabilitas sewa dan utang pembiayaan konsumen.

(ii) Liabilitas keuangan yang diukur dengan wajar melalui laba rugi
     Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk liabilitas keuangan untuk diperdagangkan
    dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
    konsolidasian

   Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual
   atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk instrumen keuangan derivatif yang diambil Kelompok
   Usaha yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai dalam hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan
   dalam PSAK No. 71. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali
   mereka ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif.

  Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laporan laba rugi
  konsolidasian

Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan atau kedaluwarsa.

Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama
dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas
yang ada,pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan
liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi.

Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan

Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
jika, dan hanya jika, Kelompok Usaha saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas
jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

Penurunan Nilai Aset Keuangan

Kelompok Usaha menerapkan model kerugian kredit ekspektasian ("ECL") untuk pengukuran dan pengakuan kerugian
penurunan nilai. Pada setiap periode pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Kelompok Usaha menggunakan perubahan
atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian
kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Kelompok Usaha membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi
atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada
saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha
pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa
depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.


Kelompok Usaha menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian tersebut terhadap
piutang usaha dan lain-lain tanpa komponen pendanaan yang signifikan.
Page 15
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
         Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                               (Disajikan dalam Rupiah)




g.    Penentuan Nilai Wajar

     Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan
     suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar utama (atau pasar yang paling menguntungkan) pada
     tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu harga keluar) terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi
     secara
     langsung atau diestimasi dengan menggunakan teknik penilaian lain pada tanggal pengukuran.

     Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:

     a) di pasar utama (principal market) untuk aset atau liabilitas tersebut; atau

     b) jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan (most advantageous market) untuk aset atau liabilitas
     tersebut.

     Kelompok Usaha mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar
     ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan
     ekonomis terbaiknya.

     Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat
     ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya (highest and best use) atau dengan
     menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

     Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia
     untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan
     penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

     Hierarki nilai wajar dikategorikan dalam 3 (tiga) level input untuk teknik penilaian yang dig6unakan dalam pengukuran
     nilai wajar, sebagai berikut:

     (a) Input Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat
     diakses entitas pada tanggal pengukuran.

     (b) Input Level 2 - input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau
     liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.

     (c) Input Level 3 - input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.

     Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Kelompok Usaha menentukan
     apakah terjadi transfer antara Level di dalam hierarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan input level terendah
     yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.

     Kelompok Usaha menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko aset dan liabilitas,
     dan level hierarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar tersebut dikategorikan.




h.    Kas dan Bank

      Kas dan bank terdiri dari kas dan bank tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi penggunaannya.


i     Persediaan

     Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Biaya perolehan
     persediaan meliputi seluruh biaya yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini dimana
     ditentukan dengan metode ratarata. Nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal
     dikurangi estimasi biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.

     Penyisihan penurunan nilai persediaan karena keusangan, kerusakan, kehilangan dan lambatnya perputaran ditentukan
     berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masingmasing persediaan untuk mencerminkan nilai realisasi neto pada
     akhir tahun. Penyisihan penurunan nilai persediaan ke nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai
     beban pada periode penurunan nilai atau kerugian terjadi.


j.    Beban Dibayar di Muka

      Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada operasi selama masa manfaatnya dengan menggunakan metode
      garis lurus.
Page 16
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
         Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                               (Disajikan dalam Rupiah)

k.    Aset Tetap

     Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset terdiri dari harga pembelian dan biaya
     lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan supaya aset
     siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Setelah pengakuan awal, aset tetap, diukur sebesar biaya perolehan
     dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan
     tidak disusutkan.

     Sesuai dengan ISAK 36, Kelompok Usaha menganalisa fakta dan keadaan untuk masingmasing jenis hak atas tanah dalam
     bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) dalam menentukan akuntansi
     untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi
     ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada
     Kelompok Usaha, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Kelompok Usaha menerapkan
     perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 73, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara
     substansi menyerupai pembelian tanah, maka Kelompok Usaha menerapkan PSAK 16 “Aset Tetap”.

     Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang terpisah, mana yang lebih
     tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir
     ke Kelompok Usaha dan biaya tersebut dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan
     pengakuannya pada tahun di mana pada saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan
     dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

     Penyusutan aset tetap dihitung dengan menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan jumlah tersusutkan selama
     estimasi masa manfaat aset tetap sebagai berikut:




                                                                                                               Tahun

      Bangunan dan prasarana                                                                                       10-20
      Mesin dan peralatan                                                                                           5-10
      Peralatan kantor                                                                                              2-4
      Kendaraan                                                                                                     2-4

     Masa manfaat, nilai residu dan metode penyusutan direviu setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi
     tersebut berlaku prospektif.

     Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya
     perolehan akan dipindahkan ke akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut telah selesai dikerjakan dan telah
     siap untuk digunakan.

     Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan
     dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung
     sebagai selisih antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan
     penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.



l.    Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan

     Aset yang memiliki masa manfaat yang tidak terbatas tidak diamortisasi namun diuji penurunan nilainya setiap tahun, atau
     lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan pada kondisi yang mengindikasikan kemungkinan penurunan nilai.
     Aset yang diamortisasi ditelaah untuk penurunan nilai apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan
     bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian penurunan nilai diakui sebesar selisih jumlah tercatat
     aset terhadap jumlah terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi
     biaya
     penjualan dengan nilai pakai.

     Untuk tujuan menguji penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah
     teridentifikasi (unit penghasil kas). Aset nonkeuangan yang mengalami penurunan nilai ditelaah untuk kemungkinan
Page 17
                          PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
     Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                           (Disajikan dalam Rupiah)

m. Sewa

  Kelompok Usaha sebagai penyewa

  Pada tanggal permulaan kontrak, Kelompok Usaha menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu
  kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikanpenggunaan aset
  identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.

  Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian, Kelompok Usaha
  menilai apakah:

  - Kelompok Usaha memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset
    identifikasian; dan
  - Kelompok Usaha memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Kelompok Usaha memiliki hak ini
    ketika Kelompok Usaha memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan
  apa
    aset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:

  i). Kelompok Usaha memiliki hak untuk mengoperasikan aset;

  ii). Kelompok Usaha telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset akan
       digunakan selama periode penggunaan.

  Pada tanggal insepsi atau pada penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah komponen sewa, Kelompok Usaha
  mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari
  komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa. Namun, untuk sewa penunjang dimana Kelompok
  Usaha bertindak sebagai penyewa, Kelompok Usaha memutuskan untuk tidak memisahkan komponen nonsewa dan men
  catat komponen sewa dan nonsewa tersebut sebagai satu komponen sewa.

  Pada tanggal permulaan sewa, Kelompok Usaha mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna diukur pada
  biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang
  dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi
  biaya yang akan dikeluarkan untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar ke
  kondisi yang disyaratkan dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima.

  Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih
  awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

  Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan dengan
  menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan
  suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Kelompok Usaha menggunakan suku bunga pinjaman inkremental
  sebagai tingkat bunga diskonto.

  Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:

  - pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi dikurangi dengan piutang insentif sewa;
  - pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur dengan
    menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
  - jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
  - harga eksekusi opsi beli jika Kelompok Usaha cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
  - penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Kelompok Usaha cukup pasti untuk tidak menghentikan lebih awal.

  Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada laba rugi
  selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap
  periode.

  Kelompok Usaha menyajikan aset hak-guna sebagai bagian dari “Aset tetap” dan “Liabilitas sewa” di dalam laporan posisi
  keuangan.

  Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Kelompok Usaha pada akhir masa sewa atau jika biaya perolehan
  aset hakguna merefleksikan Kelompok Usaha akan mengeksekusi opsi beli, maka Kelompok Usaha menyusutkan aset hak-
  guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Kelompok Usaha menyusutkan
  aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir
  masa sewa.

  Sewa jangka pendek
  Kelompok Usaha memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek yang
  memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Kelompok Usaha mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai beban
  dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Page 18
                             PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
        Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                              (Disajikan dalam Rupiah)

n.   Pendapatan dan Beban

     Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
     Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:

        (i) Identifikasi kontrak dengan pelanggan
        (ii) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk
            menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
      (iii) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai
            kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak
            mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Kelompok Usaha membuat estimasi jumlah imbalan tersebut
            sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan
            dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak. Pengakuan
            pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
      (iv) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif
           dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual
           berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
      (v) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang
           dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).

     Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:

      Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
      Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan yang
     dipenuhi dalam suatu periode waktu, Kelompok Usaha memilih ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah
     pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.

     Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan
     kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.

     Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah
     dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas kontrak disajikan dalam "Pendapatan diterima di
     muka".

     Penjualan barang Sale of goods Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara
     signifikan telah dialihkan kepada pelanggan. Hal ini biasanya terjadi pada saat barang diserahkan dan pelanggan telah
     menerima barang tersebut.

     Pendapatan dividen Pendapatan dividen diakui ketika hak Kelompok Usaha untuk menerima pembayaran telah
     ditetapkan, yang umumnya ketika pemegang saham menyetujui dividen tersebut.

     Penghasilan bunga
     Penghasilan bunga diakui atas dasar proporsi waktu dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

     Beban
     Biaya yang secara langsung berhubungan dengan kontrak, menghasilkan sumber daya untuk memenuhi kontrak ("biaya
     untuk memenuhi") atau penambahan untuk mendapatkan kontrak ("biaya untuk memperoleh") dan diharapkan dapat
     dipulihkan. Beban tersebut dengan demikian memenuhi syarat kapitalisasi berdasarkan PSAK No. 72 dan diakui sebagai
     aset lancar lain-lain. Beban tersebut diamortisasi dengan cara sistematis sejalan dengan penyerahan barang atau jasa yang
     terkait dengan aset tersebut.

     Beban bunga
     Beban bunga untuk semua liabilitas keuangan yang mengandung bunga diakui dalam ‘Biaya keuangan’ dalam laporan laba
     rugi dengan menggunakan EIR liabilitas keuangan yang terkait.

     Beban lain-lain
     Beban lain-lain diakui pada saat terjadinya
Page 19
                             PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
        Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                              (Disajikan dalam Rupiah)

o.   Pajak Penghasilan
     Beban pajak penghasilan untuk periode berjalan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak tangguhan. Beban pajak
     penghasilan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan
     transaksi atau kejadian yang diakui di penghasilan komprehensif lain atau langsung diakui ke ekuitas. Dalam hal ini, pajak
     tersebut masingmasing diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas

     Pajak kini

     Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, dan
     ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang
     dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) sehubungan dengan situasi dimana aturan pajak yang berlaku
     membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar
     kepada otoritas pajak.

     Bunga dan denda untuk kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan, jika ada, dicatat sebagai bagian dari
     “Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

     Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”) diakui sebagai
     pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan, kecuali jika diajukan
     upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan
     pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset.

     Pajak tangguhan

     Pajak tangguhan diakui berdasarkan perbedaan temporer pada tanggal pelaporan antara dasar pengenaan pajak untuk aset
     dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua
     perbedaan temporer kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer
     yang boleh dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak pada masa
     mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal.

     Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan jumlah tercatat aset pajak tangguhan
     tersebut diturunkan apabila laba kena pajak mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat
     aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap tanggal pelaporan dan diakui
     sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak di masa depan akan memungkinkan aset pajak tangguhan untuk dipulihkan.

     Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku pada tahun saat aset
     dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang berlaku atau secara substantif telah
     berlaku pada tanggal pelaporann

     Aset dan liabilitas pajak tangguhan dapat saling hapus jika, dan hanya jika, (a) memiliki hak yang dapat dipaksakan secara
     hukum untuk melakukan saling hapus antara aset dan liabilitas pajak kini dan (b) aset serta liabilitas pajak tangguhan
     tersebut terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama.

     Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

     Penjualan, beban dan aset diakui neto terhadap nilai pajak penjualan (yaitu pajak pertambahan nilai dan pajak lainnya, jika
     ada), kecuali:
     · Situasi dimana PPN yang timbul dari pembelian aset atau jasa tidak terpulihkan dari otoritas pajak, dalam situasi
       tersebut PPN terkait diakui sebagai bagian dari nilai perolehan aset atau bagian dari beban.
     · Piutang dan hutang yang diakui termasuk PPN terkait.

     Nilai dari PPN neto yang dipulihkan atau terhutang ke otoritas pajak dicatat sebagai bagian dari piutang atau utang dalam
     laporan posisi keuangan konsolidasian.



p.   Liabillitas Imbalan Kerja

     Kelompok Usaha menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya sesuai denganPeraturan Pemerintah (“PP”) No. 35
     tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 (Undang-Undang Cipta Kerja) yang diundangkan pada
     November 2020. Program imbalan pasti ini tidak didanai.

     Liabilitas neto Kelompok Usaha atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan kerja pasti pada akhir
     periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan liabilitas imbalan kerja dilakukan dengan
     menggunakan metode Projected Unit Credit dalam perhitungan aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan.

     Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial, b) imbal hasil atas aset
     program, tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak termasuk bunga, diakui di
     penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode
     berikutnya.

     Kelompok Usaha mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap keuntungan atau
     kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi pada saat terjadinya.
Page 20
                             PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
        Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                              (Disajikan dalam Rupiah)

q.   Laba Neto per Saham


     Laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
     entitas induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama tahun tersebut.

     Laba per saham dilusian dihitung manakala Perusahaan memiliki instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.

r.   Informasi Segmen

     Segmen adalah bagian khusus dari Kelompok Usaha yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa (segmen
     usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang
     memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

     Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk akun-akun yang dapat diatribusikan langsung kepada
     suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen tersebut. Segmen
     ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar perusahaan, dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.



s.   Pertimbangan

     (Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapankebijakan akuntansi Perusahaan dan entitas
     anak yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:

     Penentuan mata uang fungsional

     Mata uang fungsional dari masing-masing entitas dalam Kelompok Usaha adalah mata uang dari lingkungan ekonomi
     utama dimana entitas tersebut beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang memengaruhi pendapatan dan
     biaya dari masing-masing entitas. Penentuan mata uang fungsional mungkin memerlukan pertimbangan karena berbagai
     kompleksitas, antara la in, entitas dapat bertransaksi di lebih dari satu mata uang dalam kegiatan usahanya seharihari.

     Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan

     Kelompok Usaha mengklasifikasikan aset keuangannya bergantung pada model bisnis untuk mengelola aset keuangan
     tersebut dan apakah persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut semata-mata pembayaran pokok dan bunga dari
     jumlah pokok terutang. Aset dan liabilitas keuangan diakui dan dikelompokkan sesuai dengan kebijakan akuntansi
     Kelompok Usaha.

     Sewa

     Perusahaan dan entitas anak mempunyai perjanjian-perjanjian sewa dimana Perusahaan bertindak sebagai lessee untuk
     sewa tempat. Perusahaan dan entitas anak mengevaluasi apakah terdapat risiko dan manfaat yang signifikan dari aset
     sewa yang dialihkan berdasarkan PSAK No. 30, yang mensyaratkan Perusahaan dan entitas anak untuk membuat
     pertimbangan dengan estimasi dari pengalihan risiko dan manfaat terkait dengan kepemilikan aset.

     Berdasarkan hasil penelaahan yang dilakukan Perusahaan dan entitas anak atas perjanjian sewa tempat yang ada saat ini,
     maka transaksi sewa tersebut diklasifikasikan sebagai sewa operasi.

     Menentukanj penilaian model bisnis

     Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil pengujian semata pembayaran pokok dan bunga
     (“SPPI”) atas jumlah pokok terutang dan model bisnis. Kelompok Usaha menentukan model bisnis pada tingkat yang
     mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini
     mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi dan
     kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset dan bagaimana pengelolaannya. Kelompok Usaha memantau
     aset
     keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain yang
     dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut
     konsisten dengan tujuan bisnis dimana aset tersebut dimiliki.

     Pemantauan adalah bagian dari penilaian berkelanjutan Kelompok Usaha tentang apakah model bisnis yang memiliki
     aset keuangan yang tersisa masih sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan model bisnis dan oleh
     karena itu terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut.
Page 21
                             PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
        Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                              (Disajikan dalam Rupiah)

t.   Estimasi dan Asumsi
     Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan yang memiliki
     risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya,
     diungkapkan di bawah ini. Perusahaan dan entitas anak mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia
     pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin
     berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan dan entitas anak. Perubahan tersebut dicerminkan
     dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

     Penurunan nilai piutang usaha dan lain-lain

     Tingkat provisi yang spesifik dievaluasi oleh manajemen dengan dasar faktor-faktor yang memengaruhi tingkat tertagihnya
     piutang tersebut. Dalam kasus ini, Kelompok Usaha menggunakan pertimbangan berdasarkan fakta dan kondisi terbaik
     yang tersedia meliputi tetapi tidak terbatas pada jangka waktu hubungan Kelompok Usaha dengan pelanggan dan status
     kredit pelanggan berdasarkan laporan dari pihak ketiga dan faktor-faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat
     pencadangan spesifik untuk pelanggan terhadap jumlah jatuh tempo untuk mengurangi piutang Kelompok Usaha menjadi
     jumlah yang diharapkan tertagih.

     Pencadangan secara spesifik ini dievaluasi dan disesuaikan kembali jika terdapat informasi tambahan yang diterima
     memengaruhi jumlah yang diestimasikan. Selain provisi khusus terhadap piutang yang signifikan secara individual,
     Kelompok Usaha juga mengakui provisi penurunan nilai secara kolektif terhadap risiko kredit debitur yang dikelompokkan
     berdasarkan karakteristik kredit yang sama, dan meskipun tidak secara spesifik diidentifikasi membutuhkan provisi khusus,
     memiliki risiko gagal bayar lebih tinggi daripada ketika awal piutang tersebut diberikan kepada debitur.

     Kelompok Usaha menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang
     menggunakan cadangan kerugian kredit ekspektasian seumur hidup untuk seluruh piutang usaha. Dalam penentuan
     kerugian kredit ekspektasian, manajemen diharuskan untuk menggunakan pertimbangan dalam mendefinisikan hal apa
     yang dianggap sebagai kenaikan risiko kredit yang signifikan dan dalam pembuatan asumsi dan estimasi, untuk
     menghubungkan informasi yang relevan tentang kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi.
     Pertimbangan diaplikasikan dalam menentukan periode seumur hidup dan saat pengakuan awal piutang.

     Penyisihan penurunan nilai persediaan
     Manajemen melakukan penilaian analisis umur persediaan pada setiap tanggal pelaporan dan membentuk penyisihan
     untuk persediaan usang dan persediaan yang memiliki perputaran yang lambat yang diidentifikasi tidak lagi sesuai untuk
     digunakan dalam produksi, dengan mempertimbangkan nilai realisasi neto dari persediaan barang jadi dan barang dalam
     proses berdasarkan pada harga jual dan kondisi pasar saat ini.

     Mengestimasi masa manfaat aset tetap
     Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
     ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 2 sampai dengan 20 tahun, suatu kisaran
     yang umumnya diperkirakan dalam industri sejenis. Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan
     teknologi dapat memengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai sisa aset dan karenanya biaya penyusutan masa depan
     memiliki kemungkinan untuk diubah/direvisi. Jumlah tercatat aset tetap Kelompok Usaha pada tanggal laporan keuangan
     konsolidasian diungkapkan di dalam Catatan 12 atas laporan keuangan konsolidasian.

     Penurunan nilai aset nonkeuangan
     Penilaian penurunan untuk aset nonkeuangan, dilakukan ketika indikator penurunan nilai tertentu yang hadir. Menentukan
     nilai wajar asset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari penggunaan lanjutan dan disposisi
     akhir dari aset tersebut. Setiap perubahan signifikan dalam asumsi yang digunakan dalam menentukan nilai wajar material
     dapat memengaruhi penilaian nilai dipulihkan dan kerugian penurunan nilai yang dihasilkan bisa memiliki dampak
     material terhadap hasil usaha.

     Penyisihan pajak penghasilan badan
     Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan
     perhitungan pajak tertentu yang penentuan akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Kelompok Usaha
     mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan
     badan. Ketika hasil pajak yang dikeluarkan berbeda dengan jumlah yang awalnya diakui, perbedaan tersebut akan
     berdampak pada pajak penghasilan dan penyisihan pajak tangguhan pada periode dimana penentuan tersebut dilakukan.

     Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum dikompensasi sejauh besar kemungkinan bahwa laba fiskal
     akan tersedia untuk dikompensasi dengan saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasikan. Penentuan jumlah aset pajak
     tangguhan yang dapat diakui berdasarkan perbedaan waktu dan laba kena pajak di masa mendatang bersama-sama dengan
     strategi perencanaan pajak masa depan membutuhkan pertimbangan signifikan dari manajemen.

     Li abilitas imbalan kerja
     Penentuan liabilitas imbalan kerja dan beban imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung padapemilihan asumsi yang
     digunakan dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat
     kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pension dan tingkat kematian

     Hasil aktual yang berbeda dengan jumlah yang diestimasi diperlakukan sesuai dengan kebijakan sebagaimana diatur dalam
     Catatan 2 atas laporan keuangan konsolidasian. Sementara manajemen Kelompok Usaha berpendapat bahwa asumsi yang
     digunakan adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan dari hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang
     ditetapkan secara material dapat memengaruhi perkiraan jumlah liabilitas imbalan kerja jangka panjang dan beban imbalan
     kerja karyawan.
Page 22
                            PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
       Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                             (Disajikan dalam Rupiah)



                          NAMA AKUN                                          2023                          2022

3.   KAS DAN SETARA KAS

     Kas dan setara kas terdiri dari :
                                                                             2023                          2022
     Pihak Ketiga
         Kas
               Dalam Rupiah                                                     247.866.850                 264.198.275

         Jumlah                                                                 247.866.850                 264.198.275

         Bank
                 Rekening Rupiah
                 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                  292.726.009                  680.325.806
                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                                   -                   13.437.679
                 PT Bank Central Asia Tbk                                     3.031.741.817                4.427.334.925
                 PT Bank Danamon Indonesia Tbk                                6.408.375.647                3.372.969.257
                 PT Bank Artha Graha                                              3.947.434                  178.475.123
                 PT Bank Maybank Indonesia                                                -                    1.000.052
                 PT Bank DBS Indonesia                                              102.290                4.278.123.172

                 Rekening Dolar Amerika Serikat
                 PT Bank Central Asia Tbk                                        23.818.748                  568.987.282
                 PT Bank Danamon Indonesia Tbk                                   11.088.048                   21.989.264
                 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                              56.049                       56.789
                 PT Bank DBS Indonesia                                                    -               13.336.457.226

                 Rekening AUD
                 PT Bank Central Asia Tbk                                           6.909.001                    8.109.456

         Deposito Berjangka
               Rupiah
               PT Bank Danamon Indonesia Tbk                                 20.000.000.000                              -

         Jumlah Kas dan Setara Kas                                           30.026.631.893               27.151.464.306



4.   PIUTANG USAHA

     Piutang usaha terdiri dari :
                                                                             2023                          2022
     Pihak Ketiga
         Itochu Corp. Ltd., Singapura                                                       -             10.736.336.711
         PT. Santos Jaya Abadi                                                              -              4.562.299.800
         PT. Sumber Kopi Prima                                                              -             17.084.936.850
         PT. Javabica Aneka Resources                                                       -              4.935.654.900
         Innovate Instant Coffee Sdn. Bhd., Malaysia                                        -              2.056.434.975
         PT. Anugerah Sejahtera Nasional                                                    -              2.887.218.395
         PT. Bumi Cipta Rasa                                                                -                737.528.400
         PT. Hon Chuan Indonesia                                                            -                386.280.000
         Lain-lain                                                                          -              3.470.390.300

         Total                                                                              -             46.857.080.331

         Perdagangan hasil bumi                                                  77.894.860                              -
                                                                                                  ,
                                                                                 77.894.860                            -
         Cadangan kerugian penurunan nilai                                      (77.894.860)                 (99.975.100)

     Piutang Usaha dari Pihak Ketiga - neto                                                 -             46.757.105.231
Page 23
                            PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
       Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                             (Disajikan dalam Rupiah)



     Piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut :
         Dalam Rupiah                                                               77.894.860                 32.753.406.460
         Dalam Dollar AS                                                                     -                 14.103.673.871

         Jumlah                                                                      77.894.860                46.857.080.331
         Dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai                              (77.894.860)                  (99.975.100)

     Piutang Usaha dari Pihak Ketiga - neto                                                   -                46.757.105.231



     Analisa umur dari piutang usaha tersebut adalah sebagai berikut :


                                                                                 2023                          2022

     Belum jatuh tempo                                                                        -                26.455.591.533
     Jatuh tempo :
         1 - 30 hari                                                                          -                12.232.145.019
         31 - 90 hari                                                                         -                 5.182.150.284
         Lebih dari 90 hari                                                                   -                 2.987.193.495

     Jumlah                                                                                   -                46.857.080.331

     Sedangkan persentase dari jumlah (%) adalah sebagai berikut :

                                                                                 2023                          2022
     Belum jatuh tempo                                                                        -                        56,460
     Jatuh tempo :
         1 - 30 hari                                                                          -                        26,105
         31 - 60 hari                                                                         -                        11,059
         Lebih dari 60 hari                                                                   -                         6,375

     Jumlah                                                                                   -                       100,000



5.   SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI

     Perusahaan dan Anak Perusahaan mempunyai transaksi usaha dan non usaha dengan pihak-pihak yang mempunyai
     hubungan istimewa. Sifat hubungan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut :



         Sifat Hubungan dengan                                                          Pihak-pihak berelasi
         Perusahaan dan Anak Perusahaan

         (i) Manajemen Kunci                                             Dewan Komisaris dan Dewan Direksi


       Perusahaan dan Anak Perusahaan memberikan pinjaman tanpa bunga kepada karyawan dengan kriteria tertentu
       sesuai dengan masing-masing jenjang kepegawaian. Pinjaman ini dilunasi melalui pemotongan gaji tiap bulan.



6.   PIUTANG LAIN-LAIN
                                                                                 2023                          2022


     Lain-lain                                                                     112.427.549                   132.461.657

     Jumlah                                                                        112.427.549                   132.461.657
Page 24
                             PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
        Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                              (Disajikan dalam Rupiah)



7.   PERSEDIAAN
                                                                                           -
     Persediaan terdiri dari persediaan barang dagangan, bahan penolong dan bahan pembantu produksi. Barang dagangan
     Hasil berupa
     dapat Bumi: komoditas hasil bumi, kopi bubuk dan kopi instan serta tanah untuk pengembang.

     Bahan Baku
         Kopi                                                                                   -            68.418.565.936
     Barang Jadi
         Kopi                                                                    4.276.055.542               44.653.523.073
          Karet                                                                                 -               650.681.513


     Bahan Pembantu dan Pembungkus                                               6.008.266.668               17.105.847.778


     Jumlah Persediaan                                                          10.284.322.210              130.828.618.300


     Pada tahun 2023 dan tahun 2022, biaya perolehan bahan baku, bahan olahan dan barang jadi karet dan kopi lebih
     rendah dibandingkan harga pasarnya, sehingga tidak diperlukan penghapusan nilai persediaan.
     Berdasarkan pengamatan terhadap kondisi persediaan pada akhir periode, manajemen berpendapat bahwa penyisihan
     untuk persediaan yang usang tidak diperlukan.
     Persediaan milik Perusahaan yang diperoleh melalui pendanaan dari PT. Bank DBS Indonesia ("DBS"), dijadikan sebagai
     jaminan atas pinjaman bank jangka pendek yang diperoleh dari DBS.

     Pada 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, persediaan Perusahaan (diluar bahan pembantu dan pembungkus) dengan
     nilai tercatat masing-masing sebesar Rp4.276.055.542,- dan Rp113.722.770.522,- telah diasuransikan terhadap risiko
     kerugian atas kebakaran dan risiko lainnya kepada Asuransi Central Asia (ACA), berdasarkan suatu paket polis tertentu
     dengan nilai pertanggungan gabungan masing-masing sebesar Rp5.000.000.000,- dan Rp125.000.000.000,- untuk periode 30
     September 2023 dan 31 Desember 2022 , yang menurut pendapat manajemen cukup untuk menutup kemungkinan
     kerugian atas risiko tersebut.


8.   PENYERTAAN SAHAM
     Rincian penyertaan saham adalah sebagai berikut:                           2023                          2022

                                                                          Biaya Perolehan/               Biaya Perolehan/
                                                                            Nilai Tercatat                Nilai Tercatat
     Nama Perusahaan                                                            (Rp)                          (Rp)


     Metode Biaya (Cost Method)
     PT Bursa Berjangka Jakarta
     - Seri A                                                                                    -               3.027.557.649
     - Seri B                                                                                    -               2.700.000.000
     - Seri C                                                                                    -                 350.000.000
     PT Sarana Aceh Ventura                                                            435.623.987                 435.623.987
     PT Sarana Bengkulu Ventura                                                         10.000.000                   10.000.000


     Jumlah Penyertaan Saham                                                           445.623.987               6.523.181.636


     Penyertaan saham dicatat dengan metode biaya.

     Pada bulan Juli tahun 2023 Perusahaan telah menjual penyertaann seluruh saham pada PT. Bursa Berjangka Jakarta.

     Pada akhir periode pelaporan tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, manajemen Perusahaan berpendapat
     bahwa tidak terdapat bukti objektif yang mengindikasikan bahwa penyertaan saham mengalami penurunan nilai.
Page 25
                          PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
     Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2022
                                           (Disajikan dalam Rupiah)


9.   ASET TETAP

     Aset tetap terdiri dari :
                                                                          2023

                                            Saldo Awal        Penambahan/        Pengurangan/        Saldo Akhir
                                                               Reklasifikasi      Reklasifikasi

     Nilai tercatat :
     Pemilikan langsung
           Hak atas tanah                 110.731.830.420                  -      41.743.330.340     68.988.500.080
           Bangunan dan prasarana         167.356.018.109                  -      69.025.757.295     98.330.260.814
           Jalan perkebunan                              -                 -                    -                  -
           Mesin dan peralatan            437.398.636.163      1.800.000.000     367.271.968.539     71.926.667.624
           Peralatan kantor                12.896.561.956          9.500.000       5.880.433.019      7.025.628.937
           Kendaraan                       31.946.038.970                  -      15.177.760.136     16.768.278.834
            Aset dalam penyelesaian        19.564.602.858        307.500.000       2.493.781.235     17.378.321.623
     Jumlah                               779.893.688.476      2.117.000.000     501.593.030.564    280.417.657.912

     Aset hak guna
     Bangunan                               3.318.060.139                  -       1.214.126.942       2.103.933.197
     Mesin dan peralatan                    1.765.860.115         34.139.885       1.800.000.000                   -

     Jumlah Nilai Tercatat                784.977.608.730      2.151.139.885     504.607.157.506    282.521.591.109


     Akumulasi penyusutan :
     Pemilikan langsung
          Bangunan dan prasarana           88.655.942.080      6.273.286.822      33.275.710.297     61.653.518.605
          Mesin dan peralatan             215.549.566.401      3.342.019.747     153.990.306.353     64.901.279.795
          Peralatan kantor                 12.526.552.913        169.718.217       5.041.819.720      7.654.451.410
          Kendaraan                        28.644.167.590        764.421.328      14.186.603.103     15.221.985.815
     Jumlah                               345.376.228.984     10.549.446.114     206.494.439.473    149.431.235.625

     Aset hak guna
     Bangunan                                1.598.686.403         90.087.891                  -       1.688.774.294
     Mesin dan peralatan                       599.204.186         57.766.568        656.970.754                   -

     Jumlah Akumulasi Penyusutan          347.574.119.573     10.697.300.573     207.151.410.227    151.120.009.919

     Nilai Buku                           437.403.489.157                                           131.401.581.190

                                                                          2022

                                            Saldo Awal        Penambahan/        Pengurangan/        Saldo Akhir
                                                               Reklasifikasi      Reklasifikasi
     Nilai tercatat :
     Pemilikan langsung
           Hak atas tanah                 112.667.522.000                   -      1.935.691.580    110.731.830.420
           Bangunan dan prasarana         152.916.454.885     22.348.005.115       8.229.399.861    167.035.060.139
           Jalan Perkebunan                  1.469.313.144                  -      1.148.355.174        320.957.970
           Mesin dan peralatan            252.791.734.300    186.600.173.136       1.993.271.273    437.398.636.163
           Peralatan kantor                13.121.144.273        264.321.251         488.903.568     12.896.561.956
           Kendaraan                       32.779.568.237                   -        833.529.267     31.946.038.970
     Aset dalam penyelesaian              220.466.217.143      6.769.503.530     207.671.117.815     19.564.602.858
     Jumlah                               786.211.953.982    215.982.003.032     222.300.268.538    779.893.688.476

     Aset hak-guna
     Bangunan                               2.884.759.402        433.300.737                           3.318.060.139
     Mesin dan peralatan                    1.765.860.115                  -                    -      1.765.860.115

     Jumlah Nilai Tercatat                787.977.814.097    216.415.303.769     222.300.268.538    784.977.608.730

     Akumulasi penyusutan :
     Pemilikan langsung
          Hak atas tanah                                 -                  -                   -                  -
          Bangunan dan prasarana           90.178.536.125      5.803.643.088       7.659.779.426     88.322.399.787
          Jalan Perkebunan                   1.469.419.318             28.901      1.135.905.926         333.542.293
          Mesin dan peralatan              210.548.951.205      6.843.491.070      1.842.875.874     215.549.566.401
          Peralatan kantor                 12.412.744.134        581.726.910         467.918.131     12.526.552.913
          Kendaraan                        28.178.591.706      1.304.289.530         838.713.646     28.644.167.590
     Jumlah                               342.788.242.488     14.533.179.499      11.945.193.003    345.376.228.984

     Aset hak-guna
     Bangunan                                 120.198.308      1.478.488.095                    -      1.598.686.403
     Mesin dan peralatan                      368.137.916        231.066.270                    -        599.204.186

     Jumlah Akumulasi Penyusutan          343.276.578.712     16.242.733.864      11.945.193.003    347.574.119.573

     Nilai Buku                           444.701.235.385                                           437.403.489.157
Page 26
                               PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
          Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                                (Disajikan dalam Rupiah)




 Alokasi Beban Penyusutan

 Beban penyusutan aset tetap yang dibebankan pada operasi adalah sebagai berikut:

                                                       Periode yang Berakhir pada tanggal

                                                       30 September 2023          31 Desember 2022

 Beban umum dan administrasi                                 960.170.082              7.463.496.811
 dan beban operasi lainnya.

 Beban pokok penjualan                                     3.981.018.545              8.779.237.053

 Jumlah                                                    4.941.188.627             16.242.733.864

 Saldo nilai tercatat aset tetap sudah termasuk penambahan dan pengurangan dari revaluasi aset tetap yang dilakukan
 dalam rangka kuasi reorganisasi pada tanggal 30 Januari 2012.


Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, aset tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap risiko kerugian
atas kebakaran dan risiko lainnya kepada PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Adira Dinamika dan PT Asuransi Sompo
Indonesia yang menurut pendapat manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

Berdasarkan penilaian KJPP Dasa'at, Yudistira & Rekan, penilai independen yang terdaftar pada OJK, dalam laporannya yang
berkisar dari tanggal 6 Juli 2022 total nilai wajar aset tetap pada tanggal 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp290.321.470.000,-
(tidak diaudit) dengan menggunakan pendekatan nilai pasar.

Hak atas tanah
Perusahaan dan entitas anak memiliki Hak Guna Bangunan atas beberapa lahan tanah di berbagai lokasi untuk periode yang
berkisar dari 20 tahun sampai 30 tahun. Hak-hak tersebut akan berakhir pada berbagai tanggal mulai dari tahun 2020 sampai
2037. Manajemen Perusahaan dan entitas anak berkeyakinan bahwa Hak Guna Bangunan tersebut dapat diperpanjang pada saat
tanggal masa berlakunya berakhir

Asuransi atas Aset Tetap
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, aset tetap kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap risiko nilai
kerugian atas kebakaran dan risiko lainnya kepada PT. Asuransi Central Asia dan PT. Asuransi Sompo Indonesia dengan total
nilai pertanggungan sebesar Rp 143.526.000.000 dan Rp 608.526.299.985,- pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.




Berdasarkan pertimbangan manajemen, tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.


10.    TAGIHAN PAJAK DAN ASET PAJAK TANGGUHAN
       Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 46 mengisyaratkan adanya pemisahan antara aset pajak kini dan
       aset pajak tangguhan. Aktiva pajak kini yang berupa tagihan pajak atas pajak penghasilan periode berjalan terdiri
       dari:

                                                                                      2023                            2022

       Pajak Pertambahan Nilai                                                           458.678.229                 15.637.771.065
       Pajak Penghasilan :
       Pasal 22                                                                           16.670.385                        874.000
       Pasal 25                                                                          922.047.404                 18.841.963.622

       Jumlah                                                                          1.397.396.018                 34.480.608.687

       Sedangkan aset pajak tangguhan merupakan jumlah pajak penghasilan terpulihkan (recoverable) pada periode
       mendatang sebagai akibat adanya beda waktu yang boleh dikurangkan dan sisa kompensasi kerugian. Aset pajak
       tangguhan Perusahaan dan Anak Perusahaan sebesar Rp 0,- dan Rp14.243.405.123,- untuk periode 30 September 2023 dan
       31 Desember 2022.
Page 27
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
         Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                               (Disajikan dalam Rupiah)



11.   PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK

      a. PT. Bank DBS Indonesia ("DBS")

      Perusahaan

      Berdasarkan Perjanjian Kredit antara Perusahaan dan DBS pada tanggal 18 Desember 2006, yang terakhir diperbaharui
      pada tanggal 11 Februari 2021, yang jatuh tempo pada tanggal 15 Desember 2021 . DBS setuju untuk memberikan fasilitas -
      fasilitas sebagai berikut :

           - Fasilitas pembiayaan pre-export financing (Fasilitas PEF) dengan batas maksimum sebesar US$7.800.000, untuk
             kebutuhan modal kerja Perusahaan.
           - Fasilitas modal kerja dalam bentuk Collateral Monitoring Agreement (sub-Fasilitas CMA) dengan batas maksimum
             sebesar US$6.250.000 untuk kebutuhan modal kerja Perusahaan.
           - Fasilitas Uncommitted Account Receiables (sub-Fasilitas ARF) dengan batas maksimum sebesar US$6.250.000 untuk


      Pinjaman jangka pendek dari DBS tersebut dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar cost of fund ditambah dengan
      persentase margin sebesar 2,1% dan dibayar setiap 3 (tiga) bulanan.

      Fasilitas pinjaman jangka pendek ini dijamin oleh tanah Perusahaan, bangunan dan prasarana, mesin dan peralatan
      (termasuk tanah dan mesin dan peralatan yang dahulu dimiliki PT. Aneka Sumber Kencana ("ASK") dan PT. Lampung
      Sumber Kencana Pelleting Factory ("LSKPF")), piutang usaha, persediaan, klaim asuransi, tanah yang dimiliki oleh pihak-
      pihak berelasi, 65% penyertaan saham milik Perusahaan atas PT. Aneka Coffee Industry, entitas anak, dan jaminan pribadi
      oleh sebagian anggota dewan direksi dan dewan komisaris Perusahaan.
      Tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari DBS, Perusahaan tidak diperbolehkan untuk, antara lain, melakukan
      penggabungan usaha atau konsolidasi, menjual aset tetap, memberikan jaminan untuk pihak-pihak lain, menjaminkan aset
      kepada pihak ketiga, mengubah bentuk usaha, mengubah Anggaran Dasar, pemegang saham atau manajemen dan modal
      saham, memperoleh fasilitas pinjaman baru dari bank/lembaga keuangan lain dan membagikan dividen.
      Setiap tiga bulan, Perusahaan harus mempertahankan rasio kemampuan membayar bunga (interest coverage ratio) sebesar
      minimum 2 kali dan rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar 2 kali. Di samping itu, Perusahaan juga harus
      mempertahankan rasio lancar sebesar minimum 100% dan nilai aset neto sebesar minimum Rp175 milyar. Menurut
      perjanjian kredit, pembatasan keuangan di atas dapat berubah tergantung dari hasil penilaian keuangan yang dilakukan

      Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan tidak memenuhi persyaratan mengenai kemampuan
      membayar bunga (interest coverage ratio), rasio pengungkit, rasio lancar, dan nilai aset neto minimal. Sampai dengan
      tanggal penyelesaian laporan keuangan, tidak ada kewajiban pelunasan yang diajukan lebih awal dari skedul awal yang
      telah disetujui oleh DBS.

      Selain dari pemenuhan rasio, Perusahaan telah mematuhi syarat dan ketentuan yang telah dipersyaratkan oleh DBS.

      DBS telah memperpanjang fasilitas kredit sampai 2 tahun

      Sehubungan dengan Amendemen Ketujuh Perjanjian Kredit, Perusahaan mengadakan Perjanjian Pengawasan Agunan
      dengan DBS dan Sucofindo pada tanggal 11 April 2011. Berdasarkan perjanjian ini, Perusahaan dan DBS menunjuk PT
      (Persero) Superintending Company of Indonesia (“Sucofindo”) untuk mengawasi pergerakan barang (slabs, blanket dan
      karet remah) yang terdapat di tempat penyimpanan yang ditunjuk dengan rincian aktivitas seperti yang ditetapkan dalam
      perjanjian tersebut. Sebagai kompensasi, Perusahaan harus membayar biaya jasa bulanan sebesar $AS 4.500 per lokasi atau
      sebesar $AS 2.900 per lokasi jika dilaksanakan Collateral Monitoring pada saat dan lokasi yang sama.

      Tidak ada biaya jasa yang dibayarkan ke Sucofindo untuk tahun yang berakhir tanggal 30 September 2023 (tahun yang
      berakhir pada tanggal 31 Desember 2022: Rp 508.843.895,-) dicatat sebagai bagian dari beban umum dan administrasi pada
      laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022,
      tidak terdapat saldo utang yang timbul atas transaksi tersebut.

      Pada bulan Agustus tahun 2023, Perusahaan telah melunasi seluruh fasilitas pinjaman bank jangka pendek dari DBS.
Page 28
                        PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
   Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                         (Disajikan dalam Rupiah)




 PT. Aneka Coffee Industry (ACI), entitas anak
 ACI dan PT Bank DBS Indonesia (“DBS”) menandatangani Perjanjian Fasilitas Perbankan sebagaimana tertuang dalam
 Akta Notaris No. 246
 dari Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., tanggal 26 Juli 2011. Perjanjian ini mengalami beberapa kali perubahan dan penegasan
 kembali dengan perjanjian fasilitas perbankan tanggal 18 Mei 2022 dimana ACI menyetujui untuk menerima dari DBS
 fasilitas perbankan berupa Uncommitted Omnibus Facility (“Fasilitas Omnibus”) (2021: Uncommitted Revolving Credit
 Facility (“Fasilitas RCF”)) dengan fasilitas maksimum sebesar US$ 4.000.000 dengan batas Fasilitas Omnibus dapat

   (i) Fasilitas pembiayaan impor (“sub-fasilitas Import L/C”) dalam bentuk tidak terikat dengan surat impor dari
   fasilitas kredit dengan fasilitas maksimum hingga $AS 1.000.000 atau setara dalam mata uang Rupiah atau mata
   uang lainnya yang dapat diterima oleh bank dengan tenor maksimum 1 tahun dan tenor berjangka maksimum 3
   bulan.

   (ii) Fasilitas agunan perbankan (“sub-fasilitas BG”) dalam bentuk fasilitas bank garansi tidak terikat hingga $US
   1.500.000 atau setara dalam mata uang Rupiah atau mata uang lainnya yang dapat diterima oleh bank dengan
   tenor maksimum 1 tahun.

   (iii) Fasilitas uncommitted revolving credit (“subfasilitas RCF 1”) dengan fasilitas maksimum sub-jumlah sampai
   dengan $AS 1.000.000 atau setara dalam mata uang Rupiah, dengan jangka waktu maksimum untuk setiap
   penarikan 3 bulan.

   (iv) Pembiayaan piutang tanpa ikatan (“sub-fasilitasARF”) dengan jumlah fasilitas maksimumsampai dengan $AS
   4.000.000 ata

       Sub-fasilitas RCF, sub-fasilitas ARF dan subfasilitas APF ini dikenakan bunga dari Bank DBS yang sewaktu-


     Pada tanggal 31 Juli 2023, Perusahaan menjual seluruh kepemilikkan sahamnya di entitas anak yaitu PT. Aneka
     Coffee Industry kepada PT. Berlian Kilau Sejahtera Maju. Atas penjualan tersebut maka Perusahaan tidak lagi



b. PT. Bank Danamon Indonesia ("BDI")

Perusahaan
Pinjaman jangka pendek kepada BDI merupakan utang pinjaman rekening koran (KRK)

Perjanjian pinjaman ini telah beberapa kali diubah, dimana pada tanggal 7 Oktober 2020 BDI menyetujui peningkatan
fasilitas KRK menjadi sebesar Rp 21.500.000.000 dengan persyaratan yang sama dengan fasilitas modal kerja sebelumnya.
Berdasarkan amendemen terakhir pada tanggal 26 Oktober 2021, dimana BDI memperpanjang jangka waktu KRK sampai
dengan 26 Maret 2022. Fasilitas ini telah dilunasi pada tanggal 31 Januari 2022. Perjanjian pinjaman dengan BDI dijamin
dengan jaminan fiducia atas piutang usaha, persediaan barang milik Perusahaan dan tanah milik PT Aneka Bumi Kencana,
entitas anak.

Pada tanggal 9 Desember 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Angsuran Berjangka sejumlah $AS 4.834.500.
Fasilitas ini jatuh tempo pada tanggal 9 Desember 2023.

Perjanjian pinjaman dengan BDI dijamin dengan jaminan fidusia atas piutang usaha, persediaan barang milik Perusahaan
dan tanah milik PT Aneka Bumi Kencana, entitas anak.

Tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari BDI, Perusahaan tidak diperbolehkan untuk, antara lain, menjual
harta/kekayaan, aset tetap, menjaminkan asetnya kepada pihak ketiga, memberikan jaminan kepada pihak ketiga,
menerima atau memberikan pinjaman dari/kepada bank lain/institusi keuangan atau kepada pihak lainnya, merubah sifat
dari bisnis, melakukan perubahan anggaran dasar, pemegang saham, manajemen, saham dan melakukan merger atau
akuisisi.
  Saldo utang-utang tersebut adalah sebagai berikut :                         2023                          2022
Setiap tiga bulan, Perusahaan harus mempertahankan rasio lancar minimum 125%, rasio utang terhadap ekuitas
maksimum sebesar 3 kali dan rasio EBITDA terhadap kewajiban bunga dan pokok pinjaman jangka panjang minimum
sebesar 1,25 kali.
Selain dari pemenuhan rasio, Perusahaan telah mematuhi syarat dan ketentuan yang telah dipersyaratkan oleh BDI.
Sehubungan dengan Perjanjian Kredit, Perusahaan mengadakan Perjanjian Pengawasan atas Jaminan dengan BDI dan PT
  Dalam Rupiah
(Persero)         IndonesiaCompany of Indonesia (“Sucofindo”) pada tanggal 23 November 2009. Berdasarkan perjanjian ini,
          Superintending
Perusahaan dan BDI menunjuk Sucofindo untuk mengawasi pergerakan barang (slabs, blanket dan karet remah) yang
terdapat di tempat penyimpanan yang ditunjuk dengan rincian aktivitas seperti yang ditetapkan dalam perjanjian tersebut.
Sebagai kompensasi, Perusahaan harus membayar biaya jasa bulanan sebesar $US 750 per lokasi. Tidak ada biaya jasa yang
dibayarkan ke Sucofindo pada tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2022 (tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2021: Rp 59.197.502,-) dicatat sebagai bagian dari beban umum dan administrasi pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat saldo
utang yang timbul atas transaksi tersebut.
Page 29
                              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
         Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                               (Disajikan dalam Rupiah)




                                                                                   2023                           2022
      Entitas Anak
      Dollar AS
      PT. Bank DBS Indonesia                                                                    -                21.192.719.390

               -

      Jumlah Pinjaman Bank Jangka Pendek                                                        -                21.192.719.390


12.   UTANG USAHA

      Utang usaha terutama timbul atas pembelian bahan baku, bahan penolong, dan bahan lainnya, serta penggunaan
      jasa yang dibutuhkan untuk operasi Perusahaan dan entitas anak. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember
      2022 seluruh utang usaha adalah kepada pihak ketiga dalam mata uang Rupiah.

                                                                                   2023                           2022
      Pihak ketiga
        Perdagangan hasil bumi                                                        124.207.873                22.842.708.032

      Jumlah                                                                          124.207.873                22.842.708.032




13.   BEBAN AKRUAL

      Gaji                                                                         12.180.589.000                14.993.861.000
      Premi, THR, Bonus dan Pesangon                                                1.282.134.000
      Bunga                                                                           156.788.183                 3.677.680.998
      Lain-lain                                                                     6.455.631.752                 7.265.078.702

      Jumlah                                                                       20.075.142.935                27.993.486.561

14.   UTANG PAJAK DAN LIABILITAS PAJAK TANGGUHAN
      Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 46 mengisyaratkan adanya pemisahan antara kewajiban pajak kini dan
      kewajiban pajak tangguhan. Liabilitas pajak kini yang berupa hutang pajak atas pajak penghasilan periode berjalan terdiri
      dari:

                                                                                   2023                           2022
      Taksiran utang pajak penghasilan

      Pajak Pertambahan Nilai                                                                   -                     2.200.000

      Pajak Penghasilan :
      Pasal 21                                                                      1.280.325.724                 3.029.025.783
      Pasal 22                                                                                  -                     5.797.275
      Pasal 23                                                                          1.276.272                    69.079.714
      Pasal 25                                                                                  -                   886.442.000
      Pasal 26                                                                         12.350.146                    12.350.146
      Pasal 4(2) Final                                                                  1.034.798                    48.611.786
      Pasal 29                                                                                  -                   150.992.839

      Jumlah                                                                        1.294.986.940                 4.204.499.543
Page 30
                                   PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
              Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                                    (Disajikan dalam Rupiah)



15.        PINJAMAN BANK JANGKA PANJANG
      a.   PT. Bank Danamon Indonesia ("BDI")
           Perusahaan
           a. PT. Bank Danamon Indonesia ("BDI")
           Berdasarkan Akta No. 12 tanggal 7 Oktober 2020 Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Angsuran Berjangka (KAB)
           dengan jumlah hutang pokok setinggi-tingginya sebesar US$7.100,000 untuk jangka waktu tiga puluh sembilan bulan (39)
           bulan.
           Pinjaman ini dikenakan bunga tahunan sebesar Cost Of Fund (COF) ditambah 3,4%.
           Fasilitas pinjaman yang diterima dari BDI dijaminkan dengan hak tanggungan peringkat pertama, peringkat kedua,
           peringkat ketiga dan peringkat keempat atas Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 20004/Bira yang terletak di Biringkanaya,
           Makassar, dan fidusia persediaan dan piutang usaha.
           Perusahaan diharuskan untuk menjaga ketentuan atau ratio keuangan sebagai berikut :
               (a) Current ratio minimum 1,25
               (b) Leverage ratio maksimum 3
               (c) Rekening operasional dan transaksi cash management harus dilaksanakan melalui BDI secara proporsional
                   berdasarkan jumlah fasilitas yang diberikan BDI terhadap Perusahaan.

           Selain itu tanpa persetujuan dari BDI, Perusahaan tidak diperbolehkan, antara lain, membubarkan atau melakukan merger
           atau konsolidasi atau mengambil alih perusahaan lain, mengalihkan hak atau menyewakan aset, menjaminkan aset kepada
           pihak lain kecuali kepada bank dalam perjanjian jaminan, mengadakan perjanjian yang menimbulkan utang kepada pihak
           ketiga kecuali dalam rangka menjalankan usaha sehari-hari, menjamin pihak ketiga lainnya, mengadakan perubahan sifat
           dan kegiatan usaha, mengubah anggaran dasar, membagikan dividen, membuat investasi material diluar lini bisnis, dan
           mengalihkan kewajiban kepada pihak ketiga / pihak lainnya.


      b.   PT. Bank DBS Indonesia ("DBS")
           Perusahaan
           Berdasarkan Perubahan dan Penegasan Kembali atas Fasilitas Perbankan No. 142/PFPA-DBSI/V/1-2/2022 pada tanggal 25
           Mei 2022, DBS setuju menyediakan kepada Perusahaan fasilitas Committed term loan facility (selanjutnya disebut "Fasilitas
           TL") dengan jumlah fasilitas tersedia hingga maksimum sebesar US$14.050.000 dengan tenor maksimum 2 tahun sejak
           penandatanganan perjanjian.

           DBS berhak membatalkan Fasilitas TL, dengan terlebih dahulu memberikan pemberitahuan beserta alasan yang mendasari
           pembatalan dimaksud kepada Perusahaan, apabila kualitas kredit Perusahaan menjadi Kurang Lancar, Diragukan atau
           Macet sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum. Perusahaan
           tidak diperkenankan mempergunakan Fasilitas TL untuk untuk menyelesaikan/menutupi kewajiban Perusahaan yang
           timbul sehubungan dengan transaksi derivatif antara Perusahaan dengan DBS (jika ada) sebagaimana yang diatur dalam
           peraturan Bank Indonesia tentang transaksi Derivatif.

           Tujuan Fasilitas : DBS memberikan Fasilitas TL kepada Perusahaan untuk pembiayaan kembali dan restruktur fasilitas
           jangka pendek Perusahaan di DBS. Penggunaan Fasilitas TL oleh Perusahaan tidak boleh menyimpang dari tujuan
           pemberian Fasilitas TL oleh DBS. DBS tidak akan memberikan kompensasi atas segala akibat dari pelaksanaan tujuan
           pemberian Fasilitas TL.

           Bunga dan Biaya sehubungan dengan Fasilitas TL adalah sebagai berikut :
           - Bunga dengan tingkat bunga sebesar Cost of Fund ("COF") yang berlaku di DBS ditambah 2.10% per tahun dengan jangka
           waktu bunga maksimum 3 bulan dan wajib dibayarkan pada setiap akhir jangka waktu Bunga yang bersangkutan.
           - Bunga pelanggaran sebesar 3% per tahun di atas tingkat suku bunga yang berlaku atau tingkat suku bunga lain yang
           ditentukan oleh DBS dan DBS dari waktu ke waktu berhak memililh dan memutuskan untuk menghitungnya secara
           bulanan dengan pemberitahuan terlebih dahulu kepada Perusahaan.

           Pencairan Fasilitas TL digunakan oleh Perusahaan untuk melunasi jumlah terhutang Fasilitas PEF dan Fasilitas CMA di
           DBS.

           Perusahaan setiap triwulan harus mempertahankan :
                - Rasio utang terhadap modal (Gearing Ratio) sebesar-besarnya 2 kali.
                - Rasio EBITDA terhadap bunga (Interest Service Coverage Ratio) sekurang-kurangnya 2 kali.
                - Rasio aset lancar Perusahaan terhadap kewajiban lancar Perusahaan (Current Ratio) sekurang-kurangnya 1 kali.
                - Nilai aset neto sebesar Rp175 miliar.
Page 31
                          PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
     Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                           (Disajikan dalam Rupiah)



PT. Aneka Coffee Industry (ACI), entitas anak

ACI dan PT Bank DBS Indonesia (“DBS”) menandatangani Perjanjian Fasilitas Perbankan sebagaimana tertuang dalam Akta
Notaris No. 246 dari Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., tanggal 26 Juli 2011. Perjanjian ini telah mengalami beberapa kali perubahan
                                                                                                 -
dan terakhir perubahan ketujuh perjanjian fasilitas perbankan tanggal 21 Juni 2021 dimana ACI setuju untuk menerima
fasilitas perbankan dari DBS dalam bentuk fasilitas pinjaman berjangka amortisasi komitmen ("fasilitas ATL") dengan jumlah
maksimum sebesar US$14.200.000 dengan rincian sebagai berikut:

(i) Fasilitas pinjaman berjangka amortisasi (“Fasilitas ATL 1”) dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar US$11.200.000
dengan saldo terutang pada tanggal 18 Juni 2021 sebesar US$9.072.000, dan jangka waktu maksimum 5 tahun. Tujuan fasilitas
ini adalah untuk membiayai belanja modal pelanggan untuk perluasan fasilitas produksi kopi instan di Sidoarjo. Fasilitas ATL
1 berlaku mulai 30 Mei 2018 dan akan berakhir pada 26 Desember 2024

(ii) Fasilitas pinjaman berjangka amortisasi denganjumlah fasilitas maksimum (“Fasilitas ATL 2”)sampai dengan $AS
3.000.000. Tujuan fasilitasini adalah untuk membiayai pembayarandividen khusus kepada pemegang saham.Fasilitas ATL 2
berlaku mulai 13 Januari 2020danakan berakhir pada 13 Oktober 2024.Pinjaman ini dikenakan bunga tahunan sebesar biaya
dana DBS ditambah 1,80% per tahun dengan periode bungamaksimum 3 bulan dan harus dibayarkan pada hari terakhir
setiap periode bunga dan biaya fasilitas 1,50% per tahun dari setiap jumlah penarikan.

Pinjaman ini dikenakan bunga tahunan sebesar biaya dana DBS ditambah 1,80% per tahun dengan periode bunga maksimum
3 bulan dan harus
dibayarkan pada hari terakhir setiap periode bunga dan biaya fasilitas 1,50% per tahun dari setiap jumlah penarikan.

Pada tahun 2022, ACI telah menarik seluruh fasilitas ATL 1 sebesar US$11,200.000 dan membuat penarikan tambahan untuk
fasilitas ATL 2 sebesar US$3.000.000. Pada tanggal 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2022, jumlah fasilitas dicatat dan disajikan
sebagai pinjaman jangka panjang sebesar Rp 165.461.735.872,- dan, Rp 154.246.401.654,-. Fasilitas ATL 1 jatuh tempo pada
tanggal 26 Desember 2024, sedangkan ATL fasilitas 2 jatuh tempo pada tanggal 13 Oktober 2024

Fasilitas pinjaman yang diperoleh dari DBS dijamin dengan:

a) Hak tanggungan peringkat pertama dengan nilai jaminan minimal $AS 2.500.000 dan/atau ekuivalennya dalam mata uang
Rupiah sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Hak Tanggungan (“SHT”) No. 6422/2011, tanggal 20 September 2011.

b) Hak tanggungan peringkat kedua dengan nilai jaminan minimal Rp 16.875.000.000 sebagaimana tercantum dalam SHT No.
8175/2016, tanggal 2 Agustus 2016.

c) Hak tanggungan peringkat ketiga dengan nilai jaminan minimal Rp 50.000.000.000 sebagaimana tercantum dalam SHT No.
7052/2018 tanggal 26 Juli 2018.

d) Jaminan fidusia atas mesin-mesin ACI yang berlokasi di Jl. Raya Trosobo KM 23, Desa Trosobo Kecamatan Taman,
Kabupaten Daerah Tingkat II Sidoarjo, Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur, untuk mendapatkan fasilitas pinjaman dengan
nilai pertanggungan minimal sebesar Rp 50.000.000.000 sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Fidusia
No.W15.00576211.AH.05.01.TAHUN 2018, tanggal 29 Juni 2018.

e) Jaminan fidusia atas mesin-mesin ACI yang berlokasi di Jl. Raya Trosobo KM 23, Desa Trosobo Kecamatan Taman,
Kabupaten Daerah Tingkat II Sidoarjo, Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur, untuk mendapatkan fasilitas pinjaman dengan
pertanggungan sekurangkurangnya dalam sebesar Rp 125.000.000.000 sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Fidusia No.

Kepatuhan dengan perjanjian pinjaman
ACI diharuskan untuk mempertahankan pembatasan keuangan berikut ini setiap tiga bulan:
a) Minimum Rasio Debt Service Coverage sebesar 1,25x setiap kuartal (mulai tahun 2022 dan seterusnya).
b) Total Rasio Utang atas total Networth maksimum sebesar 1,5x setiap kuartal.
c) Networth setidaknya sebesar Rp 140 miliar setiap kuartal.
d) Rasio cakupan layanan bunga 1x pada setiap kuartal, hanya pada tahun 2021

Selain itu, tanpa persetujuan dari DBS, ACI tidak diperbolehkan, antara lain, mengubah pemegang sahamnya masing-
masing, mengubah jenis usahanya, mengubah bentuk hukum ACI, mentransfer sebagian besar aset utama atau material
ACI ke pihak ketiga, membagikan dividen, dapatkan pinjaman baru atau tambahan dari bank lain dan pihak ketiga.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, ACI telah memenuhi semua persyaratan keuangan yang disebutkan
di atas.

Pada tanggal 31 Juli 2023, Perusahaan menjual seluruh kepemilikkan sahamnya di entitas anak yaitu PT. Aneka Coffee
Industry kepada PT. Berlian Kilau Sejahtera Maju. Atas penjualan tersebut maka Perusahaan tidak lagi mengkonsolidasi
laporan keuangan PT. Aneka Coffee Industry sejak tanggal dijualnya entitas anak tersebut.
Page 32
                       PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
  Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                        (Disajikan dalam Rupiah)



Perusahaan
PT Bank DBS Indonesia                                                                -              216.164.585.994
PT. Bank Danamon Indonesia                                                           -               76.051.519.500

Entitas Anak
PT Bank DBS Indonesia                                                                -              154.246.401.654

Jumlah                                                                               -              446.462.507.148

Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
Perusahaan
PT Bank DBS Indonesia                                                                -              117.829.943.279
PT. Bank Danamon Indonesia                                                           -               76.051.519.500

Entitas Anak
PT Bank DBS Indonesia                                                                -               62.292.716.938

Jumlah                                                                               -              256.174.179.717


Bagian jangka panjang                                                                -              190.288.327.431
Page 33
                     PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                      (Disajikan dalam Rupiah)




 16.   LIABILITAS SEWA


       Kelompok Usaha memiliki kontrak sewa untuk mesin yang digunakan dalam operasinya. Sewa
       mesin tersebut memiliki jangka waktu 3 tahun. Kewajiban Kelompok Usaha atas sewa yang
       dimilikinya dijamin dengan hak lessor atas aset yang disewakan.
       Selain mesin, terdapat pula sewa gedung dan gudang oleh Kelompok Usaha yang digunakan
       dalam operasinya, sewa gedung dan gudang tersebut memiliki jangka waktu 2 tahun.


       Jumlah tercatat liabilitas sewa dan pergerakannya selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:


                                                   2023                2022
       Saldo awal tahun                         1.863.172.885       3.186.565.386
       Penambahan                                           -         433.300.737
       Bunga                                       34.207.030         103.102.916
       Pembayaran                              (1.631.832.600)     (1.859.796.154)

       Saldo akhir tahun                         265.547.315        1.863.172.885

       Dikurangi bagian yang jatuh tempo
       dalam satu tahun                         (265.547.315)      (1.613.699.415)

       Bagian jangka panjang                                -         249.473.470
Page 34
                               PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
          Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                                (Disajikan dalam Rupiah)



17.    LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN

       Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, liabilitias imbalan kerja karyawan sebesar Rp23.049.308.753,- dan
       Rp67.290.001.293,- disajikan sebagai akun "Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan".


18.    KEPENTINGAN NON PENGENDALI

       Rincian bagian kepentingan nonpengendali atas aset bersih dan laba bersih Entitas Anak yang dikonsolidasi adalah
       sebagai berikut :
                                                                                   2023                           2022

       PT. Aneka Coffee Industry                                                                 -             101.819.964.877

       Jumlah                                                                                    -             101.819.964.877


19.    MODAL SAHAM

       Pada tanggal 30 September 2023 rincian pemilikan saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp175,- per saham adalah
       sebagai berikut:

                                                     Jumlah Saham
                                                     Ditempatkan dan           Persentase
                 Pemegang Saham                      Disetor Penuh             Pemilikan                        Jumlah

       PT. Prasidha                                        681.292.745                       47,31             119.226.230.375
       Igianto Joe                                         272.378.790                       18,92              47.666.288.250
       PT. Aneka Bumi Prasidha                             136.500.000                        9,48              23.887.500.000
       PT. Aneka Agroprasidha                              114.000.000                        7,92              19.950.000.000
       Agus Soegiarto                                       65.984.333                        4,58              11.547.258.275
       Lilijen Suherman                                     53.383.332                        3,71               9.342.083.100
       PT. Aneka Sumber Kumala                              27.028.500                        1,88               4.729.987.500
       Masyarakat                                           89.432.300                        6,21              15.650.652.500

       Jumlah                                             1.440.000.000                     100,00             252.000.000.000



      Pada tanggal 31 Desember 2022 rincian pemilikan saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp175,- per saham adalah
      sebagai berikut:



                                                     Jumlah Saham
                                                     Ditempatkan dan           Persentase
                 Pemegang Saham                      Disetor Penuh             Pemilikan                        Jumlah

       PT. Prasidha                                        699.141.445                       48,55             122.349.752.875
       Igianto Joe                                         272.378.790                       18,92              47.666.288.250
       PT Aneka Bumi Prasidha                              136.500.000                        9,48              23.887.500.000
       PT. Aneka Agroprasidha                              114.000.000                        7,92              19.950.000.000
       Agus Soegiarto                                       65.984.333                        4,58              11.547.258.275
       Lilijen Suherman                                     65.933.332                        4,58              11.538.333.100
       PT. Aneka Sumber Kumala                              27.028.500                        1,88               4.729.987.500
       Masyarakat                                           59.033.600                        4,10              10.330.880.000

       Jumlah                                             1.440.000.000                     100,00             252.000.000.000
Page 35
                               PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
          Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
                                                (Disajikan dalam Rupiah)




Pengelolaan modal

Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan dan entitas anaknya adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat
untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

Perusahaan dan entitas anak tertentu dipersyaratkan untuk memelihara tingkat permodalan tertentu oleh perjanjian pinjaman.
Persyaratan permodalan eksternal tersebut telah dipenuhi oleh entitas terkait pada tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30
September 2023 dan 31 Desember 2022. Selain itu, Perusahaan dan entitas anak juga dipersyaratkan oleh Undang-undang
Perseroan efektif tanggal 16 Agustus 2007 untuk mengkontribusikan sampai dengan 20% dari modal saham diterbitkan dan
dibayar penuh ke dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut akan
dipertimbangkan oleh Perusahaan dan entitas anak dalam Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) berikutnya.

Perusahaan dan entitas anaknya mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi
ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dan entitas anak dapat menyesuaikan
pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbalan modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru. Tidak ada
perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses untuk tahun yang berakhir pada 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.

Perusahaan dan entitas anaknya mengawasi modal dengan menggunakan rasio pengungkit (gearing ratio), dengan membagi
utang neto dengan total modal. Kebijakan Perusahaan dan entitas anaknya adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran
perusahaan-perusahaan terkemuka dalam industri sejenis di Indonesia untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada
biaya yang rasional. Perusahaan dan entitas anaknya menyertakan dalam pinjaman bank jangka pendek dan pinjaman bank jangka
panjang dikurangi kas dan setara kas. Termasuk dalam modal adalah modal saham, ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk.

Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan dan entitas anaknya adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat
yaitu rasio utang terhadap ekuitas sebesar 1,5 kali untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, rasio utang terhadap ekuitas Perusahaan dan entitas anaknya adalah
sebagai berikut :

                                                    30 September 2023         31 Desember 2022

Total Liabilitas                                       85.807.815.337            660.177.282.573
Dikurangi : kas dan bank                               30.026.631.893             29.564.290.172
Pinjaman - neto                                        55.781.183.444            630.612.992.401
Total Ekuitas                                          90.706.137.476             48.717.502.312
Rasio utang terhadap modal                                      0,62                       12,94
Page 36
              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                     Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
           30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 30 September 2022 (Tidak Diaudit)
                                  (Disajikan dalam Rupiah)



                        NAMA AKUN                        2023                        2022

20. PENJUALAN NETO

                                                         2023                        2022
   Penjualan neto terdiri dari :
   Komoditas
   Lokal
       Kopi                                             6.668.154.000                         -
       Karet                                              336.052.290             4.341.598.240

                                                        7.004.206.290             4.341.598.240

   Ekspor
       Karet                                                        -           156.708.129.418

                                                                    -           156.708.129.418

   Kopi Bubuk                                                       -             6.185.745.339

   Kopi Instant :
       Lokal                                                        -           113.158.082.279
       Ekspor                                                       -           243.507.058.385

                                                                    -           356.665.140.664

   Jumlah Penjualan Neto                                7.004.206.290           523.900.613.661

  Tidak terdapat penjualan kepada pihak yang mencapai 10% atau lebih dari total penjualan bersih
  pada 30 September 2023, serta terdapat penjualan kepada kepada Greentech Ingredients Pte. Ltd.
  dan Itochu Corp. sebesar Rp101.705.062.536,- dan Rp126.249.200.292,- atau sebesar 19,41% dan
  24,10% dari total penjualan bersih pada 30 September 2022 untuk penjualan kepada pihak yang
  mencapai 10% atau lebih dari jumlah penjualan bersih pada tahun 2023 dan 2022.




21. BEBAN POKOK PENJUALAN

                                                         2023                        2022
   Beban pokok penjualan terdiri dari :
   Komoditas
   KOPI
       Persediaan awal                                  6.898.225.664             6.377.922.364
       Pembelian                                        2.926.341.800             5.769.154.712
       Beban Produksi                                     803.495.349               833.401.622

       Tersedia Dijual                                 10.628.062.813            12.980.478.698
       Persediaan Akhir                                (4.276.055.542)           (6.126.513.998)

       Beban Pokok Penjualan                            6.352.007.271             6.853.964.700
Page 37
           PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                  Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
        30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 30 September 2022 (Tidak Diaudit)
                               (Disajikan dalam Rupiah)




                                                     2023                         2022
KARET
   Persediaan awal                                    650.681.513            23.160.343.938
   Pembelian                                                    -           128.608.813.999
   Beban Produksi                                               -            20.123.963.572
    Tersedia Dijual                                   650.681.513           171.893.121.509
    Pemakaian Lain-lain                                        (4)                       (4)
    Persediaan Akhir                                            -              (650.681.513)

    Beban Pokok Penjualan                             650.681.509           171.242.439.992


KOPI BUBUK
   Persediaan awal                                              -            16.608.377.309
   Pembelian                                                    -             4.441.039.231
   Reproduksi                                                   -               118.493.732
   Beban Produksi                                               -               928.943.434
   Tersedia Dijual                                              -            22.096.853.706
   Pemakaian lain-lain                                          4              (257.878.711)
   Mutasi antar cabang                                          -            (1.170.225.121)
   Persediaan Akhir                                             -           (16.331.795.346)
    Beban Pokok Penjualan                                       4             4.336.954.528
KOPI INSTANT
   Persediaan awal                                              -            84.588.710.764
   Pembelian                                                    -           166.765.145.597
   Reproduksi                                                   -             3.363.320.808
   Beban Produksi                                               -            87.450.235.585

    Tersedia Dijual                                             -           342.167.412.754
    Pemakaian lain-lain                                         -            (3.590.767.024)
    Mutasi antar cabang                                         -             1.170.225.122
    Persediaan Akhir                                            -           (89.442.829.294)

    Beban Pokok Penjualan                                       -           250.304.041.558

Jumlah Beban Pokok Penjualan                        7.002.688.784           432.737.400.778


Tidak terdapat pembelian kepada pihak yang mencapai 10% atau lebih dari jumlah pembelian
pada tahun 2023 dan tahun 2022.
Page 38
               PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                      Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
            30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 30 September 2022 (Tidak Diaudit)
                                   (Disajikan dalam Rupiah)



22. BEBAN PRODUKSI
    Beban produksi merupakan salah satu komponen dari beban pokok penjualan. Beban ini terdiri
    dari beban tenaga kerja langsung, bahan penolong dan produksi tidak langsung. Beban
    produksi terdiri dari:
                                                          2023                        2022
    Tenaga Kerja Langsung
        Gaji & Upah                                        13.096.524            18.098.149.122
        Lembur                                                      -             1.231.010.102
        Premi,THR,Bonus & Pesangon                                  -             1.590.346.657
        Makan Karyawan                                              -               173.547.000
        Perumahan/Tempat Tinggal                                    -               335.175.235
        BBM, Parkir/Transport Dalam Kota                            -               173.547.000
        PPh Karyawan & Astek                                        -             1.308.074.308
                                                           13.096.524            22.909.849.424
    Bahan Penolong
        Plastik Pembungkus                                          -             2.156.456.378
        Metalizing                                                  -                95.981.872
        Bandizer                                                    -                15.305.171
        Stiker                                                      -                50.633.507
        Plakband                                                    -               166.573.383
        Kotak                                                       -             2.006.575.534
        Kaleng                                                      -             4.590.596.463
        Botol Jar                                                   -                25.104.086
                                                                    -             9.107.226.394
    Produksi Tidak Langsung
        Gaji & Upah                                     3.715.216.123            14.004.774.316
        Lembur                                                328.000               394.483.508
        Premi,THR,Bonus & Pesangon                      7.842.287.312             3.444.396.810
        Makan Karyawan                                     23.112.000               467.674.209
        Pengobatan                                                  -               406.090.403
        Pakaian Dinas                                               -                93.596.000
        BBM, Parkir/Transport Dalam Kota                  198.850.086               469.863.807
        PPh Karyawan & Astek                                        -             1.607.475.228
        Angkutan                                           62.000.000               554.924.900
        Bahan Laboratorium                                          -             4.795.428.687
        Supplies Kantor                                     6.808.000               106.946.590
        Bahan Bakar & Pelumas                             (40.301.656)           30.825.837.885
        Alat Kecil & Perl.Kerja                            (9.360.512)              196.683.625
Page 39
              PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                     Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
           30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 30 September 2022 (Tidak Diaudit)
                                  (Disajikan dalam Rupiah)

        Listrik PLN                                    1.756.635.565            10.618.088.672
        Air PAM                                                    -                48.517.660
        Telepon/Telegram/Telex/Pos                                 -                18.404.097
        Majalah, Harian & Iuran                                    -                 4.320.000
        Reparasi Pemeliharaan Tanah/Jalan                          -                 1.892.126
        Reparasi Pemeliharaan Bangunan                    19.622.893               227.626.589
        Reparasi Pemeliharaan Alat-alat Besar              4.000.000                 3.753.604
        Reparasi Pemeliharaan Mesin,Instalasi             42.208.675             3.463.683.993
        Reparasi Pemeliharaan Kendaraan                   15.560.070               259.660.137
        Reparasi Pemeliharaan Inv.Kantor                   2.788.263               189.894.559
        Penyusutan Bangunan                            2.445.934.117             2.695.524.418
        Penyusutan Alat-alat Besar                       135.678.896                64.840.673
        Penyusutan Mesin,Inst & Peralatan              1.337.138.076             3.454.175.431
        Penyusutan Kendaraan Bermotor                     42.450.557               304.071.158
        Penyusutan Inventaris Kantor                      19.816.899                24.952.902
        Asuransi Aktiva Tetap                            455.298.854             1.428.848.416
        Konsultan, Hukum dan Audit                                 -                91.950.000
        Perjalanan & Penginapan                                    -               270.133.823
        Perjamuan                                                  -                 7.221.756
        Training, Pendidikan & Penelitian                          -                73.052.940
        Pengurusan & Perijinan                           672.644.141             1.247.295.500
        Sumbangan & Representasi                                   -               175.294.054
        Keamanan & Kebersihan                            152.342.000               389.308.000
        Perbedaan penggunaan kapasitas produksi                    -               158.714.736

                                                      18.901.058.359            82.589.401.212
    Jumlah                                            18.914.154.883           114.606.477.030
    Reklas ke Beban Umum dan Administrasi             18.110.659.537             5.275.325.603
    Jumlah                                               803.495.346           109.331.151.427
23. BEBAN OPERASI
    Beban usaha terdiri dari :
    Beban Penjualan :
    Penjualan Lokal
        Upah Buruh Angkut & Bongkar Muat                   6.949.700                 5.748.376
        Pengangkutan                                     134.873.875             1.244.590.051
        Reklame & Promosi                                          -                 3.672.623
        Beban Penjualan Lain                              18.008.416                14.032.182
                                                         159.831.991             1.268.043.232
    Penjualan Ekspor
        Angkut ke Pelabuhan                                        -               832.767.460
        Pengapalan & Supervisi Pengapalan                          -             3.907.112.744
        Pengurusan Dokumen                                         -               714.440.538
        Iklan dan Promosi                                          -               139.165.013
        OPP/OPT                                                    -                 2.963.144
        THC                                                        -                 3.558.300
        Uitklaring                                                 -                53.705.560
        Analisa & Sampling                                 3.805.000                49.595.948
Page 40
            PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                   Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
         30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 30 September 2022 (Tidak Diaudit)
                                (Disajikan dalam Rupiah)

   Insentive Penjualan                                           -             2.074.480.034
   Pengurusan Ekspor                                             -                 2.840.500
   Iuran                                                 2.730.000                63.024.000
   Beban Bank                                                    -                38.954.553
   Asuransi                                            200.624.846               689.668.501
   Beban Penjualan Ekspor Lain                                   -               562.717.319
                                                       207.159.846             9.134.993.614
Pemasaran Tidak Langsung
   Gaji & Upah                                                   -             1.542.450.000
   Lembur                                                        -                38.850.700
   Premi,THR,Bonus & Pesangon                                    -               391.530.000
   Makan Karyawan                                                -                45.980.000
   Pengobatan                                                    -                86.877.290
   BBM, Parkir/Transport Dalam Kota                              -                93.632.214
   PPh Karyawan & Astek                                          -               638.385.777
   Pemakaian Supplies Kantor                                     -                    34.000
   Telepon/Telegram/Telex/Pos                                    -                61.370.212
   Majalah Harian & Iuran                                        -                 1.220.000
   Iklan dan Promosi                                             -                74.935.249
   Reparasi Pemeliharaan Kendaraan                               -                39.607.744
   Reparasi Pemeliharaan Inv.Kantor                              -                 1.610.000
   Perjalanan & Penginapan                                       -                21.248.756
   Pengurusan dan Perijinan                                      -               100.244.846
   Sumbangan & Representasi                                      -               243.094.852
   Biaya Lain - lain                                             -               526.955.062

                                                                 -             3.908.026.702

Jumlah                                                 366.991.837            14.311.063.548


Beban Umum dan Administrasi
   Gaji & Upah                                      16.821.421.000            27.519.144.004
   Lembur                                              498.763.814               788.264.328
   Premi, THR, Bonus & Pesangon                      1.120.854.000             2.602.328.755
   Makan Karyawan                                      622.396.360             1.175.705.431
   Pengobatan                                          400.319.447             1.071.668.561
   Perumahan/Tempat Tinggal                                      -               114.500.000
   Pakaian Dinas                                                 -                 2.953.000
   BBM, Parkir/Transport Dalam Kota                    562.113.844               958.763.772
   PPh Karyawan & Astek                              3.201.018.947             6.867.195.147
   Asuransi Karyawan                                   123.373.175               113.433.518
   Supplies Kantor                                      78.006.030               176.859.638
   Alat Kecil & Perl.Kerja                               2.679.000                39.767.816
   Listrik PLN                                          38.511.272               263.054.650
   Air PAM                                              20.136.230                20.280.795
   Telepon/Telegram/Telex/Pos                          183.599.660               505.954.684
   Majalah Harian & Iuran                              157.865.125               238.841.620
   Iklan dan Rapat Umum                                109.067.000               212.190.888
   Reparasi Pemeliharaan Tanah/Jalan                       400.000                47.418.000
Page 41
               PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                      Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
            30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 30 September 2022 (Tidak Diaudit)
                                   (Disajikan dalam Rupiah)

       Reparasi Pemeliharaan Bangunan                       19.861.300               86.340.940
       Reparasi Pemeliharaan Kendaraan                     403.138.694              565.899.575
       Reparasi Pemeliharaan Inv.Kantor                     22.995.000              135.366.672
       Reparasi Pemeliharaan Inv.Mess                        4.150.000                5.835.000
       Penyusutan Bangunan                                           -              100.385.492
       Penyusutan Kendaraan Bermotor                        69.910.107              759.031.558
       Penyusutan Inventaris Kantor                         40.386.598              371.945.565
       Penyusutan Inventaris Mess                            2.508.831                2.869.029
       Sewa Aktiva Tetap                                   135.520.881              821.650.703
       Asuransi Aktiva Tetap                               137.453.175              368.854.479
       Perjalanan & Penginapan                              81.159.397              317.145.989
       Perjamuan                                             5.643.000              572.901.634
       Konsultan, Hukum & Audit                         12.108.515.759            2.362.339.772
       Training, Pendidikan & Penelitian                     1.080.000                7.000.000
       Pengurusan & Perijinan                            1.429.866.042            1.534.401.778
       Sumbangan & Representasi                            274.672.100            6.824.325.288
       Beban Administrasi Bank                              22.491.360              442.463.260
       Beban Administrasi Efek                              27.350.000              120.500.000
       Pengalihan Beban Produksi                        18.110.659.537            5.275.325.603
       Beban Administrasi dan Umum Lain                    615.973.091              538.189.082

   Jumlah                                               57.453.859.776           63.931.096.026

   Jumlah Beban Usaha                                   57.820.851.613           78.242.159.574



24. BEBAN OPERASI LAINNYA

   Rincian beban operasi lainnya adalah sebagai berikut :

       Rugi Selisih Kurs, neto                                        -          26.975.405.160
       Lain-lain                                            888.401.320          27.052.237.929

   Jumlah                                                   888.576.578          54.027.643.089

   Terdapat tambahan biaya penyusutan akibat Kuasi Reorganisasi yang dilakukan oleh Perusahaan
   pada tahun 2012 sebesar Rp1.601.420.033,- pada tahun 2023 dan Rp3.617.269.832,- pada tahun 2022.


25. PENGHASILAN OPERASI LAINNYA

   Rincian penghasilan operasi lainnya adalah sebagai berikut :

       Laba Selisih Kurs, neto                          13.934.592.118                  314.674
       Penghasilan Sewa                                    557.100.000              336.300.000
       Laba Pelepasan Aset tetap                         2.203.720.720           35.693.279.035
       Lain-lain                                            35.969.995            1.744.035.840

   Jumlah                                               16.731.382.833           37.773.929.549
Page 42
               PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                      Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
            30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 30 September 2022 (Tidak Diaudit)
                                   (Disajikan dalam Rupiah)

26. BEBAN KEUANGAN

   Akun ini terutama merupakan beban bunga atas pinjaman perusahaan baik yang diterima dari
   bank maupun dari pihak ketiga. Terdiri dari :

                                                         2023                         2022

   Bunga Bank                                          11.959.633.223            15.274.286.314
   Bunga Non Bank                                          14.557.639                39.246.027

   Jumlah Beban Keuangan                               11.974.190.862            15.313.532.341



27. PENDAPATAN KEUANGAN
                                                         2023                         2022
   Akun ini merupakan penghasilan bunga dari :

   Jasa Giro                                              109.320.703                  48.374.715
   Lain - lain                                                      -                   4.328.210

   Jumlah Pendapatan Keuangan                             109.320.703                  52.702.925



28. PELAPORAN SEGMEN

   Pelaporan segmen usaha Perusahaan dan Anak Perusahaan adalah sebagai berikut :

   a.   Bidang Usaha dan Area Geografis

        Bidang Usaha                                       Nama Perusahaan

        Pengolahan dan perdagangan                 PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (Perusahaan)
        hasil bumi                                 PT Aneka Bumi Kencana
                                                   PT Tirtha Harapan Bali

        Pabrik kopi bubuk dan instan               PT Aneka Coffee Industry

        Perkebunan dan pengolahan                  PT Indoarabica Mangkuraja
        hasil bumi


        Area Geografis                                     Nama Perusahaan

        Sumatera                                   PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (Perusahaan)
                                                   PT Indoarabica Mangkuraja

                                                   PT Aneka Bumi Kencana
        Jawa dan Bali                              PT Tirtha Harapan Bali
                                                   PT Aneka Coffee Industry
Page 43
                                               PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                                             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                                                      Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
                                             30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 30 September 2022 (Tidak Diaudit)
                                                                    (Disajikan dalam Rupiah)


28. PELAPORAN SEGMEN

   b.   Pelaporan Segmen Utama - Segmen Usaha (dalam jutaan Rupiah)

                                 Pengolahan dan                   Pabrik Kopi                    Perkebunan dan
                                  Perdagangan                     Bubuk dan                      pengolahan hasil
                                   Hasil Bumi                          Instan                           bumi                     Eliminasi                      Konsolidasi


             Keterangan         2023         2022          2023                 2022             2023          2022       2023               2022        2023                 2022


        PENDAPATAN
        Penjualan ke
        pihak luar                7.004         161.050            -               362.851              -             -               -             -           7.004           523.901


        Penjualan antar
        segmen                           -        6.938            -                        -           -             -               -        (6.938)              -                    -


        Laba (rugi) operasi     173.228         (35.025)           -                   37.053           -             -               -        (1.874)     173.228                    154


        Beban keuangan           (11.974)        (9.942)           -                   (5.372)          -             -                                    (11.974)             (15.314)


        Pendapatan keuangan            109           16            -                      37            -             -               -             -            109                   53


        Bagian laba (rugi)
        neto perusahaan
        asosiasi - bersih         (1.160)        45.488            -                        -           -             -           1.160       (45.488)              -                    -


        Manfaat (Beban) pajak            -            -            -               (11.181)             -             -               -             -               -           (11.181)




        Kepentingan
        nonpengendali                    -            -            -                        -           -             -               -        5.798                -                5.798



        Laba (rugi) neto        160.203             537            -                   20.537           -             -           1.160       (53.160)     161.363              (32.086)
Page 44
                 PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                        Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
              30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 30 September 2022 (Tidak Diaudit)
                                     (Disajikan dalam Rupiah)

29. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG ASING

   Aset dan liabilitas Perusahaan dan Anak Perusahaan dalam mata uang asing pada tanggal 30
   September 2023 disajikan dalam Rupiah dengan menggunakan kurs tukar yang berlaku pada
   tanggal tersebut seperti yang dijelaskan dalam Catatan 2o:

                                                                                   Setara
   Akun                                                                            Rupiah


   Aset :
        Aset Lancar                                                 2.252                    34.962.845



        Total Aset                                                                           34.962.845


   Liabilitas :
        Liabilitas Jangka Pendek                                        -                             -


        Liabilitas Jangka Panjang                                       -                             -


        Total Liabilitas                                                                              -
   Liabilitas Bersih dalam Mata Uang Asing Setara dalam
        Rupiah per 30 September 2023                                                        (34.962.845)


 Sedangkan aktiva dan kewajiban Perusahaan dan Anak Perusahaan dalam mata uang asing pada
 tanggal 30 September 2022 disajikan dalam Rupiah dengan menggunakan kurs tukar yang berlaku
 pada tanggal tersebut seperti yang dijelaskan dalam Catatan 2o:

                                                                                   Setara
   Akun                                                                            Rupiah
   Aktiva :
        Aset Lancar                                             1.429.164                20.507.075.527


        Total Aset                                                                       20.507.075.527


                                                                                   Setara
   Akun                                                                            Rupiah


   Kewajiban :
        Liabilitas Jangka Pendek                                        -                             -


        Liabilitas Jangka Panjang                              10.505.604               150.744.916.532


        Total Liabilitas                                                                150.744.916.532
   Liabilitas Bersih dalam Mata Uang Asing Setara dalam
        Rupiah per 30 September 2022                                                    130.237.841.004
Page 45
30. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

Risiko utama dari instrumen keuangan Perusahaan dan entitas anaknya adalah risiko likuiditas, risiko harga komoditas, risiko
kredit, risiko mata uang dan risiko pasar. Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola masing-masing risiko
tersebut yang dijelaskan dengan lebih rinci sebagai berikut :

Risiko Likuiditas

Dalam menjalankan operasi usahanya, Perusahaan dan entitas anaknya membutuhkan likuiditas pembiayaan untuk pengadaan
bahan baku, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi. Jumlah likuiditas pembiayaan yang diperlukan sangat
tergantung pada tingkat harga komoditas. Untuk mengatasi kebutuhan likuiditas, Perusahaan dan entitas
anaknya selain mendayagunakan modal kerja sendiri, juga mendapatkan dukungan pembiayaan modal kerja dari kreditur
perbankan.

Risiko suku bunga Perusahaan dan entitas anaknya terutama timbul dari pinjaman untuk modal kerja dan investasi. Pinjaman
pada berbagai suku bunga menimbulkan risiko suku bunga atas nilai wajar kepada Perusahaan dan entitas anaknya. Tidak
terdapat pinjaman Perusahaan dan entitas anaknya yang dikenakan suku bunga tetap.

Saat ini, Perusahaan dan entitas anaknya tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai atas risiko suku bunga. Untuk pinjaman
modal kerja, Perusahaan dan entitas anaknya dapat berupaya untuk mengatasi risiko suku bunga dengan mengalihkannya kepada
para pelanggan.

Tabel berikut menyajikan profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan dan entitas anaknya berdasarkan pembayaran
kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 :


                                                                         30 September 2023

                                      Di bawah              1 sampai 5 tahun          >5 tahun              Total
                                      1 tahun


Pinjaman bank jangka pendek                  -                      -                        -                 -
Utang usaha                                124.207.873              -                        -               124.207.873
Utang lain-lain                         40.998.621.521              -                        -            40.998.621.521
Beban akrual                            20.075.142.935              -                        -            20.075.142.935
Pinjaman bank jangka panjang                 -                      -                        -                 -
Liabilitas sewa                            265.547.315               -                       -               265.547.315

Total                                   61.463.519.644              -                        -            61.463.519.644




                                                                         31 Desember 2022

                                      Di bawah              1 sampai 5 tahun          >5 tahun              Total
                                      1 tahun


Pinjaman bank jangka pendek            21.192.719.390               -                        -           21.192.719.390
Utang usaha                            22.842.708.032               -                        -           22.842.708.032
Utang lain-lain                        71.880.604.875               -                        -           71.880.604.875
Beban akrual                           27.993.486.561               -                        -           27.993.486.561
Pinjaman bank jangka panjang          256.174.179.717        190.288.327.431                 -          446.462.507.148
Liabilitas sewa                         1.613.699.415            249.473.470                 -            1.863.172.885


Total                                  400.697.397.990       190.537.800.901                 -          592.235.198.891



Risiko Harga Komoditas

Kegiatan usaha utama Perusahaan dan entitas anaknya adalah pengolahan karet remah yang berasal dari bahan baku slab dan
mengolah kopi instan dan kopi bubuk, yang menggunakan biji kopi sebagai bahan baku yang utama. Risiko yang dihadapi
Perusahaan dan entitas anaknya antara lain adalah fluktuasi harga karet dan kopi dan tersedianya pasokan bahan baku slab dan
kopi.
Page 46
Untuk mengatasi risiko fluktuasi harga, manajemen melaksanakan operasional bisnisnya secara bijaksana dan hati-hati dalam
pembelian bahan baku dan penjualan barang jadi dengan menerapkan strategi pembelian dan penjualan antara lain yang mengacu
pada SICOM (Singapore Commodity Exchange). Adapun risiko, pasokan bahan baku dapat diminimalkan karena lokasi pabrik
berada di Sumatera Selatan yang merupakan sentral produksi karet terbesar di Indonesia. Lebih lanjut lagi, manajemen juga
melaksanakan kebijakan usaha secara bijaksana dengan menjaga persediaan minimal biji kopi untuk beberapa bulan produksi dan
melakukan kontrak komoditas berjangka, jika diperlukan.


Risiko Kredit

Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan atau kontrak pelanggan akan gagal memenuhi
liabilitasnya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Tujuan Kelompok Usaha adalah untuk mencari
pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dan meminimalkan kerugian yang terjadi karena peningkatan eksposur risiko
kredit. Kelompok Usaha melakukan transaksi hanya dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Ini
adalah kebijakan Kelompok Usaha bahwa semua pelanggan yang akan melakukan transaksi secara kredit harus melalui prosedur
verifikasi kredit. Selain itu, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan bahwa eksposur Kelompok Usaha
terhadap piutang tak tertagih tidak signifikan.

Kas di tangan dan bank ditempatkan pada lembaga keuangan yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Eksposur
maksimum atas risiko kredit adalah sebesar jumlah tercatat dari masing-masing kelas aset keuangan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian. Kelompok Usaha tidak memiliki jaminan yang diterima terkait dengan risiko ini.

Aset keuangan Kelompok Usaha dikategorikan berdasarkan pengalaman Kelompok Usaha atas tertagihnya aset keuangan tersebut
dengan pihak berelasi dan pihak ketiga adalah sebagai berikut:

(i) Tingkat Tinggi

Aset tingkat tinggi termasuk deposit kepada pihak atau bank dengan rating yang baik. Untuk piutang, pada tanggal laporan
keuangan konsolidasian, ini meliputi, akun pelanggan yang membayar tepat waktu, dengan posisi kredit yang baik dan yang tidak
memiliki riwayat penanganan akun untuk periode tertentu. Penyelesaiannya diperoleh dari pihak tertagih sesuai kontrak tanpa
banyak usaha penagihan.

(ii) Tingkat Standar

Piutang tingkat standar termasuk akun pelanggan yang membayar secara standar, yang pembayarannya berada dalam jangka
waktu kredit, dan pelanggan baru yang sejarah kreditnya belum memadai untuk ditetapkan. Beberapa pengingatan dilakukan
untuk memperoleh penyelesaian dari pihak tertagih.

(iii) Tingkat Sub-standar
Tingkat sub-standar piutang meliputi akun pelanggan dengan pembayaran lambat dan pembayarannya diterima atas permintaan
pada tanggal laporan. Terdapat upaya lebih dari Kelompok Usaha untuk menagih saldo tersebut.

(iv) Telah Jatuh Tempo Tetapi Tidak Mengalami Penurunan Nilai

Piutang yang telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai muncul pada saat pihak tertagih gagal untuk melakukan
pembayaran saat kontrak jatuh tempo. Akan tetapi, Kelompok Usaha tetap yakin saldo ini akan tertagih.

(v) Mengalami Penurunan Nilai

Tingkat sub-standar piutang meliputi akun pelanggan dengan pembayaran lambat dan pembayarannya diterima atas permintaan
pada tanggal laporan. Terdapat upaya lebih dari Kelompok Usaha untuk menagih saldo tersebut.


Bank dan Deposito Berjangka

Risiko kredit atas penempatan rekening koran dan deposito dikelola oleh manajemen sesuai dengan kebijakan Perusahaan dan
entitas anaknya. Investasi atas kelebihan dana dibatasi untuk tiaptiap bank dan kebijakan ini dievaluasi setiap tahun oleh dewan
direksi. Batas tersebut ditetapkan untuk meminimalkan risiko konsentrasi kredit sehingga mengurangi kemungkinan kerugian
akibat kebangkrutan bank-bank tersebut.

Piutang Usaha

Perusahaan dan entitas anaknya melakukan kegiatan usaha ekspor produk karet remah dan kopi dan juga penjualan lokal kopi.
Selama ini tidak pernah ada masalah ataupun keterlambatan pembayaran dari pembeli karena Perusahaan dan entitas anak sangat
selektif dalam melakukan hubungan dagangnya dengan pembeli yang memiliki rekam jejak yang sangat kredibel dan dapat
dipercaya.
Page 47
Terdapat kebijakan untuk memastikan penjualan produk hanya dilakukan kepada pelanggan yang dapat dipercaya dengan rekam
jejak atau sejarah kredit yang baik. Merupakan kebijakan Perusahaan dan entitas anaknya bahwa semua pelanggan yang akan
melakukan pembelian secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit.

Perusahaan dan entitas anaknya mempertimbangkan adanya risiko kredit apabila piutang tersebut telah memiliki umur 60 hari
dari saat faktur diterbitkan kecuali untuk piutang real estat. Sebagai tambahan, saldo piutang dipantau secara terus menerus untuk
mengurangi kemungkinan piutang yang tidak tertagih.

Ketika pelanggan tidak mampu melakukan pembayaran dalam jangka waktu yang telah diberikan, Perusahaan dan entitas
anaknya akan menghubungi pelanggan untuk menindaklanjuti piutang yang telah lewat jatuh tempo. Jika pelanggan tidak
melunasi piutang yang telah jatuh tempo dalam jangka waktu yang telah ditentukan, Perusahaan dan entitas anaknya akan
memastikan kembali komitmen para pelanggan. Tergantung pada penilaian Perusahaan, penyisihan khusus mungkin dibuat jika
utang dianggap tidak tertagih untuk meringankan risiko kredit.

Sehubungan dengan risiko kredit yang timbul dari aset keuangan lainnya, yang terdiri dari kas dan setara kas, pengaruh risiko
kredit Perusahaan dan entitas anaknya timbul akibat kegagalan pihak lain untuk melunasi kewajibannya. Pengaruh maksimum
yang muncul dari aset keuangan Perusahaan dan entitas anaknya adalah sama dengan nilai tercatat.

Risiko Mata Uang

Kelompok Usaha melakukan transaksi bisnis dalam beberapa mata uang asing dan karena itu terkena risiko mata uang asing.
Kelompok Usaha tidak memiliki kebijakan lindung nilai atas mata uang asing. Namun manajemen memonitor eksposur nilai tukar
mata uang asing dan akan mempertimbangkan kebutuhan untuk melakukan lindung nilai atas risiko nilai tukar mata uang asing
yang signifikan.

Risiko Pasar

Risiko pasar adalah risiko bahwa nilai wajar dari arus kas masa depan pada sebuah instrumen keuangan yang akan berfluktuasi
karena perubahan harga pasar. Kelompok Usaha terekspos pada risiko pasar yaitu risiko suku bunga.

Risiko tingkat suku bunga adalah risiko di mana nilai wajar atau arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan berfluktuasi
karena perubahan suku bunga pasar. Pengaruh dari risiko perubahan suku bunga pasar berhubungan dengan pinjaman jangka
pendek dan panjang dari Kelompok Usaha memonitor secara ketat fluktuasi suku bunga pasar dan ekspektasi pasar sehingga
dapat mengambil langkah-langkah yang paling menguntungkan Kelompok Usaha secara tepat waktu.

Risiko suku bunga Kelompok Usaha terutama timbul dari pinjaman untuk modal kerja. Pinjaman pada berbagai suku bunga
menimbulkan risiko suku bunga atas nilai wajar kepada Kelompok Usaha. Tidak terdapat pinjaman Kelompok Usaha yang
dikenakan suku bunga tetap. Saat ini, Kelompok Usaha tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai atas risiko suku bunga.
Untuk pinjaman modal kerja, Kelompok Usaha dapat berupaya untuk mengatasi risiko suku bunga dengan mengalihkannya
kepada para pelanggan.
Page 48
               PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
                      Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
            30 September 2023 (Tidak Diaudit) dan 30 September 2022 (Tidak Diaudit)
                                   (Disajikan dalam Rupiah)

31. PENERBITAN AMENDEMEN DAN PENYESUAIAN PSAK, PSAK DAN ISAK BARU

  DSAK-IAI telah menerbitkan amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan ISAK baru yang
  akan berlaku efektif atas laporan keuangan untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau
  setelah tanggal sebagai berikut:

  (a) 1 Januari 2022

  - Amendemen PSAK No. 22: Kombinasi Bisnis tentang Referensi ke Kerangka Konseptual
  - Amendemen PSAK No. 57: Provisi, Liabilitas, Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak
  Memberatkan -
    Biaya Memenuhi Kontrak
  - PSAK No. 69: Agrikultur (Penyesuaian Tahunan 2020)
  - PSAK No. 71: Instrumen Keuangan (Penyesuaian Tahunan 2020)
  - PSAK No. 73: Sewa (Penyesuaian Tahunan 2020)

  (b) 1 Januari 2023

  - Amendemen PSAK No. 1: Penyajian Laporan Keuangan terkait Pengungkapan Kebijakan
  Akuntansi
  - Amandemen PSAK No. 16: Aset Tetap tentang Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan
  - Amandemen PSAK No. 25 : Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan
  Kesalahan terkait Definisi
    Estimasi
   - Amendemen PSAK No. 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan
  Liabilitas yang Timbul
    dari Transaksi Tunggal

  (c) 1 Januari 2025

  PSAK No. 74: Kontrak Asuransi
  Amendemen PSAK No. 74: Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK No. 74 dan PSAK
  No. 71 - Informasi
  Komparatif

  Kelompok Usaha masih mengevaluasi dampak dari amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK
  dan ISAK baru di atas dan belum dapat menentukan dampak yang timbul terkait dengan hal
  tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.63 MB
Published2 Nov 2023
Pages48
Characters185,915
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

inlineXBRL.zip done
FinancialStatement-2023-III-PSDN.xlsx done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result