Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 62
Page 1
Nomor Surat No.S.2023.221/MBI/DIRFINANCE
Nama Emiten PT Bank Maybank Indonesia Tbk
Kode Emiten BNII
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 9 Bulan yang berakhir pada 30/09/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
1 PT Maybank Jasa Jakarta 1991 Aktif 7.552.337 JUTAAN IDR 99.99
Indonesia Pembiayaan
Finance Konsumen
2 PT Wahana Jasa Jakarta 1982 Aktif 6.592.657 JUTAAN IDR 67.49
Ottomitra Pembiayaan
Multiartha Tbk Konsumen
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Bank Maybank Indonesia Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara
elektronik. PT Bank Maybank Indonesia Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 September 2023
Nama entitas PT Bank Maybank Indonesia Entity name
Tbk
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas BNII Entity code
Nomor identifikasi entitas AA053 Entity identification number
Industri utama entitas Keuangan dan Syariah / Entity main industry
Financial and Sharia
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor G. Financials Sector
Subsektor G1. Banks Subsector
Industri G11. Banks Industry
Subindustri G111. Banks Subindustry
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
Foreign Corporation
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham dan Obligasi / Stock and Type of listed securities
Bond
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Utama / Main
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas grup / Group entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal III / Third Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan September 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya September 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Jutaan / In Million statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Page 3
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[4220000] Statement of financial position presented using order of liquidity -
Financial and Sharia Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 September 2023 31 December 2022
Aset Assets
Kas 1,142,348 1,524,955 Cash
Giro pada bank lain Current accounts with other
banks
Giro pada bank lain pihak Current accounts with
2,098,506 1,973,389
ketiga other banks third parties
Giro pada bank lain pihak Current accounts with
47,247 57,932
berelasi other banks related parties
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai pada giro ( 1,672 ) ( 1,537 ) losses for current
pada bank lain accounts with other bank
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai pada losses for placements with
( 1,527 ) ( 3,000 )
penempatan pada bank other banks
lain
Efek-efek yang Marketable securities
diperdagangkan
Efek-efek yang Marketable securities third
diperdagangkan pihak 1,486,843 479,836 parties
ketiga
Efek yang dibeli dengan janji Securities purchased under
2,668,704 1,537,216
dijual kembali agreement to resale
Wesel ekspor dan tagihan Bills and other receivables
lainnya
Wesel ekspor dan tagihan Bills and other receivables
739,960 1,016,823
lainnya pihak ketiga third parties
Wesel ekspor dan tagihan Bills and other receivables
0
lainnya pihak berelasi related parties
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai pada losses for bills and other
( 589 ) ( 1,827 )
wesel ekspor dan tagihan receivables
lainnya
Tagihan akseptasi Acceptance receivables
Tagihan akseptasi pihak Acceptance receivables
728,461 1,276,546
ketiga third parties
Tagihan akseptasi pihak Acceptance receivables
0 735
berelasi related parties
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai pada ( 20,462 ) ( 14,441 ) losses for acceptance
tagihan akseptasi receivables
Tagihan derivatif Derivative receivables
Tagihan derivatif pihak Derivative receivables
567,653 507,533
ketiga third parties
Tagihan derivatif pihak Derivative receivables
224,382 168,248
berelasi related parties
Pinjaman yang diberikan Loans
Pinjaman yang diberikan Loans third parties
104,542,827 99,830,098
pihak ketiga
Pinjaman yang diberikan Loans related parties
261,474 108,545
pihak berelasi
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai pada losses for loans
( 3,454,917 ) ( 3,235,997 )
Page 5
pinjaman yang diberikan
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen receivables
Piutang pembiayaan Consumer financing
7,617,676 7,876,444
konsumen pihak ketiga receivables third parties
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai pada losses for consumer
( 159,725 ) ( 122,471 )
piutang pembiayaan financing receivables
konsumen
Aset keuangan lainnya 31,014,852 27,580,300 Other financial assets
Biaya dibayar dimuka 535,707 100,037 Prepaid expenses
Aset pajak tangguhan 715,534 614,711 Deferred tax assets
Goodwill 7,128 7,128 Goodwill
Aset takberwujud selain Intangible assets other than
218,164 215,197
goodwill goodwill
Aset tetap Property, plant, and
3,056,955 3,011,201
equipment
Aset hak guna 332,152 432,855 Right of use assets
Agunan yang diambil alih 744,199 780,267 Foreclosed assets
Aset lainnya 2,859,266 2,909,574 Other assets
Jumlah aset 170,051,640 160,813,918 Total assets
Liabilitas, dana syirkah Liabilities, temporary syirkah
temporer dan ekuitas funds and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas segera Obligations due
821,423 1,008,308
immediately
Simpanan nasabah Customers deposits
Giro Current accounts
Giro pihak ketiga Current accounts
33,800,073 32,190,159
third parties
Giro pihak berelasi Current accounts
105,655 242,399
related parties
Tabungan Savings
Tabungan pihak Savings third
22,240,424 21,879,902
ketiga parties
Tabungan pihak Savings related
45,904 33,445
berelasi parties
Deposito berjangka Time deposits
Deposito berjangka Time deposits third
58,162,324 51,187,895
pihak ketiga parties
Deposito berjangka Time deposits
146,377 172,502
pihak berelasi related parties
Simpanan dari bank lain Other banks deposits
Simpanan dari bank Other banks deposits
1,026,421 1,021,657
lain pihak berelasi related parties
Simpanan dari bank Other banks deposits
4,316,926 2,144,036
lain pihak ketiga third parties
Efek yang dijual dengan Securities sold with
1,985,786 111,905
janji untuk dibeli kembali repurchase agreement
Liabilitas derivatif Derivative payables
Liabilitas derivatif pihak Derivative payables
804,300 535,193
ketiga third parties
Liabilitas derivatif pihak Derivative payables
189,981 196,534
berelasi related parties
Utang bunga 250,863 186,099 Interest payables
Liabilitas akseptasi Acceptance liabilities
Liabilitas akseptasi Acceptance liabilities
22,027 21,635
pihak berelasi related parties
Page 6
Liabilitas akseptasi 414,522 823,724 Acceptance liabilities
pihak ketiga third parties
Utang dealer 98,597 155,141 Dealer payables
Pinjaman yang diterima Borrowings
Pinjaman yang Borrowings third
7,262,045 9,949,742
diterima pihak ketiga parties
Pendapatan ditangguhkan 35,690 33,868 Deferred income
Liabilitas sewa Finance lease liabilities
201,320 310,691
pembiayaan
Estimasi kerugian Estimated losses on
komitmen dan kontinjensi 109,721 122,099 commitments and
contingencies
Beban akrual 868,250 666,898 Accrued expenses
Utang pajak 525,719 422,139 Taxes payable
Liabilitas lainnya 624,104 567,609 Other liabilities
Kewajiban imbalan pasca Post-employment benefit
1,560,401 1,444,263
kerja obligations
Pinjaman subordinasi Subordinated loans
Pinjaman subordinasi Subordinated loans
329,879
pihak ketiga third parties
Pinjaman subordinasi Subordinated loans
99,443 469,828
pihak berelasi related parties
Jumlah liabilitas 140,014,085 131,279,968 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 3,855,908 3,855,908 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
6,357,376 6,357,376
disetor capital
Cadangan revaluasi 1,979,935 1,980,314 Revaluation reserves
Cadangan selisih kurs Reserve of exchange
penjabaran 41,785 40,657 differences on
translation
Cadangan perubahan Reserve for changes in
nilai wajar aset fair value of fair value
keuangan nilai wajar ( 345,397 ) ( 165,794 ) through other
melalui pendapatan comprehensive income
komprehensif lainnya financial assets
Cadangan pengukuran Reserve of
kembali program 300,211 301,375 remeasurements of
imbalan pasti defined benefit plans
Komponen ekuitas Other components of
( 57,313 ) ( 57,313 )
lainnya equity
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan retained earnings
penggunaanya
Cadangan General and
771,182 771,182
umum dan wajib legal reserves
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan 16,627,302 15,969,288 retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
29,530,989 29,052,993
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Kepentingan Non-controlling interests
Page 7
non-pengendali 506,566 480,957 Jumlah ekuitas 30,037,555 29,533,950 Total equity Jumlah liabilitas, dana Total liabilities, temporary syirkah temporer dan 170,051,640 160,813,918 syirkah funds and equity ekuitas
Page 8
[4322000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented before tax, by nature - Financial and Sharia Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 September 2023 30 September 2022
Pendapatan dan beban Operating income and
operasional expenses
Pendapatan bunga 8,757,923 7,628,337 Interest income
Beban bunga ( 3,349,780 ) ( 2,466,857 ) Interest expenses
Pendapatan operasional Other operating income
lainnya
Pendapatan provisi dan Provisions and
komisi dari transaksi commissions income from
267,929 254,837
lainnya selain kredit transactions other than
loan
Keuntungan (kerugian) Gains (losses) on changes
selisih kurs mata uang ( 8,915 ) 49,308 in foreign exchange rates
asing
Pendapatan operasional Other operating income
1,178,191 1,026,962
lainnya
Pemulihan penyisihan Recovery of impairment
kerugian penurunan nilai loss
Pemulihan penyisihan Recovery of impairment
kerugian penurunan nilai 27,422 2,564 loss of financial assets
aset keuangan
Pembentukan kerugian Allowances for impairment
penurunan nilai losses
Pembentukan penyisihan Allowances for impairment
kerugian penurunan nilai ( 772,435 ) ( 791,677 ) losses on earnings assets
aset produktif
Pembentukan penyisihan Allowances for impairment
kerugian penurunan nilai ( 28,219 ) ( 26,207 ) losses on non-earnings
aset non-produktif assets
Pembalikan (beban) estimasi Reversal (expense) of
kerugian komitmen dan estimated losses on
11,941 ( 2,302 )
kontijensi commitments and
contingencies
Beban operasional lainnya Other operating expenses
Beban umum dan General and
( 1,797,254 ) ( 1,738,528 )
administrasi administrative expenses
Beban sewa, Rent, maintenance and
pemeliharaan, dan ( 364,284 ) ( 328,684 ) improvement expenses
perbaikan
Beban operasional Other operating
( 2,269,218 ) ( 2,116,383 )
lainnya expenses
Jumlah laba operasional 1,653,301 1,491,370 Total profit from operation
Pendapatan dan beban bukan Non-operating income and
operasional expense
Pendapatan bukan Non-operating income
5,903 1,590
operasional
Beban bukan operasional ( 3,375 ) ( 11,330 ) Non-operating expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
1,655,829 1,481,630
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 365,037 ) ( 378,823 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
1,290,792 1,102,807
yang dilanjutkan continuing operations
Page 9
Laba (rugi) dari operasi yang 0 Profit (loss) from discontinued
dihentikan operations
Jumlah laba (rugi) 1,290,792 1,102,807 Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif Other comprehensive income,
lainnya, sebelum pajak before tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang tidak akan income that will not be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
sebelum pajak loss, before tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya atas keuntungan income for gains (losses)
( 379 ) ( 17,476 )
(kerugian) hasil revaluasi on revaluation of property
aset tetap, sebelum pajak and equipment, before tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya atas pengukuran income for
kembali kewajiban ( 1,494 ) 9,622 remeasurement of defined
manfaat pasti, sebelum benefit obligation, before
pajak tax
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang tidak akan ( 1,873 ) ( 7,854 ) that will not be
direklasifikasi ke laba reclassified to profit or
rugi, sebelum pajak loss, before tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang akan income that may be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
sebelum pajak loss, before tax
Keuntungan (kerugian) Gains (losses) on
selisih kurs penjabaran, 1,128 2,580 exchange differences on
sebelum pajak translation, before tax
Keuntungan (kerugian) Unrealised gains (losses)
yang belum direalisasi on changes in fair value
atas perubahan nilai wajar through other
( 228,287 ) ( 737,604 )
aset keuangan melalui comprehensive income,
penghasilan komprehensif before tax
lain, sebelum pajak
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang akan direklasifikasi ( 227,159 ) ( 735,024 ) that may be reclassified
ke laba rugi, sebelum to profit or loss, before
pajak tax
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, ( 229,032 ) ( 742,878 ) income, before tax
sebelum pajak
Pajak atas pendapatan Tax on other comprehensive
49,014 230,168
komprehensif lainnya income
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, setelah ( 180,018 ) ( 512,710 ) income, after tax
pajak
Jumlah laba rugi komprehensif 1,110,774 590,097 Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
1,246,443 1,064,204
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan ke kepentingan 44,349 38,603 non-controlling interests
non-pengendali
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas 1,066,425 549,420 attributable to parent entity
Page 10
induk
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke 44,349 40,677 attributable to non-controlling
kepentingan non-pengendali interests
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang 16.35 13.96 share from continuing
dilanjutkan operations
Page 11
[4410000] Statement of changes in equity - Financial and Sharia Industry - Current Year
30 September 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan perubahan
Saldo laba yang telah
nilai wajar aset keuangan Cadangan pengukuran Selisih transaksi ekuitas Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal Cadangan selisih kurs ditentukan Kepentingan
Saham biasa Cadangan revaluasi nilai wajar melalui kembali program imbalan dengan pihak ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor penjabaran penggunaannya-cadangan non-pengendali
pendapatan pasti non-pengendali penggunaannya entitas induk
umum dan wajib
komprehensif lainnya
Reserve for changes in fair
Reserve of Difference in value of Appropriated retained
Reserve of exchange value of fair value through Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Revaluation reserves remeasurements of defined equity transactions with earnings-general and legal Non-controlling interests Equity
differences on translation other comprehensive earnings parent entity
benefit plans non-controlling interests reserves
income financial assets
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 3,855,908 6,357,376 1,980,314 40,657 ( 165,794 ) 301,375 ( 57,313 ) 771,182 15,969,288 29,052,993 480,957 29,533,950 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 3,855,908 6,357,376 1,980,314 40,657 ( 165,794 ) 301,375 ( 57,313 ) 771,182 15,969,288 29,052,993 480,957 29,533,950 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 1,246,443 1,246,443 44,349 1,290,792 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya ( 379 ) 1,128 ( 179,603 ) ( 1,164 ) ( 180,018 ) ( 180,018 ) Other comprehensive income
Distribusi dividen kas ( 588,429 ) ( 588,429 ) ( 18,740 ) ( 607,169 ) Distributions of cash dividends
Posisi ekuitas, akhir periode 3,855,908 6,357,376 1,979,935 41,785 ( 345,397 ) 300,211 ( 57,313 ) 771,182 16,627,302 29,530,989 506,566 30,037,555 Equity position, end of the period
Page 12
[4410000] Statement of changes in equity - Financial and Sharia Industry - Prior Year
30 September 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan perubahan nilai Saldo laba yang telah Saldo laba yang telah
Cadangan keuntungan Cadangan pengukuran Selisih transaksi ekuitas Ekuitas yang dapat
Cadangan selisih kurs wajar aset keuangan nilai Cadangan pembayaran Cadangan lindung nilai Kepentingan ekuitas Transaksi dengan pihak Komponen transaksi ditentukan ditentukan Saldo laba yang belum Kepentingan
Saham biasa Saham preferen Tambahan modal disetor Saham treasuri Uang muka setoran modal Cadangan revaluasi (kerugian) investasi pada kembali program imbalan Cadangan lainnya dengan pihak diatribusikan kepada Ekuitas
penjabaran wajar melalui pendapatan berbasis saham arus kas lainnya non-pengendali lainnya ekuitas lainnya penggunaannya-cadangan penggunaannya-cadangan ditentukan penggunaannya non-pengendali
instrumen ekuitas pasti non-pengendali entitas induk
komprehensif lainnya umum dan wajib khusus
Reserve for changes in fair
Reserve of gains (losses) Difference in value of equity Appropriated retained
Reserve of exchange value of fair value through Reserve of share-based Reserve of cash flow Reserve of remeasurements Other transactions with Other components of equity Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Preferred stocks Additional paid-in capital Treasury stocks Advances in capital stock Revaluation reserves from investments in equity Other reserves Other equity interests transactions with earnings-general and legal Non-controlling interests Equity
differences on translation other comprehensive income payments hedges of defined benefit plans non-controlling interests transactions earnings-specific reserves earnings parent entity
instruments non-controlling interests reserves
financial assets
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 3,855,908 6,357,376 1,999,357 38,811 280,677 215,479 0 ( 57,313 ) 771,182 14,839,662 28,301,139 423,984 28,725,123 Balance before restatement at beginning of period
Penyesuaian Adjustments
Penerapan awal standar akuntansi baru dan revisi 5,576 152,047 157,623 3,693 161,316 Initial adoption of new and revised accounting standards
Posisi ekuitas, awal periode 3,855,908 6,357,376 1,999,357 38,811 280,677 221,055 0 ( 57,313 ) 771,182 14,991,709 28,458,762 427,677 28,886,439 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 1,064,204 1,064,204 38,603 1,102,807 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya ( 17,476 ) 2,580 ( 505,319 ) 5,431 0 ( 514,784 ) 2,074 ( 512,710 ) Other comprehensive income
Pembentukan cadangan umum 0 0 0 0 Allocation for general reserves
Pembentukan cadangan khusus 0 Allocation for specific reserves
Distribusi dividen kas ( 493,491 ) ( 493,491 ) ( 10,471 ) ( 503,962 ) Distributions of cash dividends
Distribusi dividen saham (0) (0) Distributions of stock dividends
Penerbitan saham biasa 0 0 0 0 Issuance of common stocks
Penerbitan saham preferen 0 0 Issuance of preferred stocks
Biaya emisi efek (0) (0) Stock issuance costs
Penerbitan instrumen yang dapat dikonversi 0 0 Issuance of convertible instruments
Kenaikan (penurunan) ekuitas melalui transaksi saham tresuri 0 0 Increase (decrease) in equity through treasury stock transactions
Kenaikan (penurunan) ekuitas melalui transaksi pembayaran berbasis Increase (decrease) in equity through share-based payment transactions
0 0
saham
Pelaksanaan instrumen yang dapat dikonversi 0 0 Exercise of convertible instruments
Pelaksanaan waran 0 0 Exercise of warrants
Kenaikan (penurunan) ekuitas melalui transaksi dengan pemilik ekuitas 0 0 0 Increase (decrease) in equity through transactions with owner's equity
Setoran modal dari kepentingan non-pengendali 0 0 Stock subscription from non-controlling interests
Perubahan kepentingan non-pengendali atas akuisisi entitas anak 0 0 Changes in non-controlling interests due to acquisition of subsidiaries
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pendirian entitas anak 0 0 Changes in non-controlling interests due to establishment of subsidiaries
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pelepasan entitas anak (0) (0) Changes in non-controlling interests due to disposal of subsidiaries
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pelepasan operasi yang Changes in non-controlling interests due to disposal of a discontinued
(0) (0)
dihentikan operation
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pelepasan sebagian Changes in non-controlling interests due to partial disposal of interests in
kepemilikan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya (0) (0) subsidiaries without loss of control
pengendalian
Perubahan kepentingan non-pengendali atas transaksi lainnya dengan Changes in non-controlling interests due to other transactions with
0 0
kepentingan non-pengendali non-controlling interests
Eliminasi defisit dalam rangka kuasi reorganisasi (0) (0) Elimination of deficit in connection with quasi-reorganisation
Pelaksanaan opsi saham 0 0 Stock options exercised
Posisi ekuitas, akhir periode 3,855,908 0 6,357,376 0 0 1,981,881 41,391 ( 224,642 ) 0 0 0 226,486 0 0 ( 57,313 ) 0 0 771,182 0 15,562,422 28,514,691 457,883 28,972,574 Equity position, end of the period
Page 13
[4510000] Statement of cash flows, direct method - Financial and Sharia
Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 September 2023 30 September 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Arus kas sebelum Cash flows before changes
perubahan dalam aset dan in operating assets and
liabilitas operasi liabilities
Penerimaan bunga, hasil Interest, investment
investasi, provisi, dan 8,705,835 7,740,010 income, fees and
komisi commissions received
Pembayaran bunga dan Payments Of Interest And
bonus, provisi dan komisi ( 3,356,609 ) ( 2,279,247 ) Bonus Fees And
Commissions
Pendapatan dari transaksi Income from other
1,386,781 1,091,102
operasional lainnya operating transactions
Pembayaran gaji dan Payments for salaries and
( 2,377,337 ) ( 2,232,991 )
tunjangan allowances
Penerimaan Refunds (payments) of
pengembalian income tax
( 306,934 ) ( 153,589 )
(pembayaran) pajak
penghasilan
Pembayaran beban Payments for other
( 1,552,946 ) ( 1,619,255 )
operasional lainnya operating expenses
Penerimaan pendapatan Receipts from
1,629 ( 8,806 )
non-operasional non-operating income
Penurunan (kenaikan) aset Decrease (increase) in
operasi operating assets
Penurunan (kenaikan) Decrease (increase) in
( 1,013,533 ) 691,670
efek yang diperdagangkan marketable securities
Penurunan (kenaikan) Decrease (increase) in
wesel ekspor dan tagihan 276,863 ( 100,742 ) bills and other receivables
lainnya
Penurunan (kenaikan) Decrease (increase) in
( 5,244,495 ) ( 11,597,891 )
pinjaman yang diberikan loans
Penurunan (kenaikan) Decrease (increase) in
piutang pembiayaan 129,725 949,445 consumer financing
konsumen receivables
Penurunan (kenaikan) Decrease (increase) in
( 166,869 ) 306,841
aset lainnya other assets
Kenaikan (penurunan) Increase (decrease) in
liabilitas operasi operating liabilities
Kenaikan (penurunan) Increase (decrease) in
liabilitas segera ( 243,429 ) 182,161 obligations due
immediately
Kenaikan (penurunan) giro Increase (decrease) in
dan tabungan simpanan 1,846,151 1,111,268 current accounts and
nasabah customers savings
Kenaikan (penurunan) Increase (decrease) in
deposito berjangka 6,948,304 ( 9,008,559 ) customers time deposits
nasabah
Kenaikan (penurunan) Increase (decrease) in
simpanan dari bank lain 2,177,654 2,561,841 other banks saving
deposits
Kenaikan (penurunan) Increase (decrease) in
338,524 230,119
liabilitas lainnya other liabilities
Page 14
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari 7,549,314 ( 12,121,623 ) received from (used in)
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pencairan (penempatan) Withdrawal (placement) of
( 3,508,949 ) 274,519
obligasi dan (atau) sukuk bonds and (or) sukuk
Penerimaan dari penjualan Proceeds from disposal
(perolehan) aset tetap ( 249,504 ) ( 190,487 ) (acquisition) of property and
equipment
Penerimaan dari penjualan Proceeds from disposal
(perolehan) aset takberwujud ( 66,157 ) ( 34,289 ) (acquisition) of intangible
selain goodwill assets other than goodwill
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 1,130,687 ) 2,341,704 from investing activities
investasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 4,955,297 ) 2,391,447
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Kenaikan (penurunan) efek Increase (decrease) in
0
yang diterbitkan securities issued
Penerbitan sukuk Issuance of mudharabah
0
mudharabah sukuk
Penerimaan pinjaman yang Proceeds from borrowings
671,755
diterima
Pembayaran pinjaman yang Payments for borrowings
( 2,687,697 ) (0)
diterima
Penerimaan dari penerbitan Proceeds from bonds
1,000,000 2,600,000
obligasi issuance
Pembayaran utang obligasi ( 1,685,300 ) ( 2,861,200 ) Payments of bonds payable
Pembayaran biaya emisi Payments of bonds issuance
(0)
penerbitan obligasi costs
Obligasi subordinasi yang Subordinated bonds issued
100,000
diterbitkan
Pembayaran obligasi Payments of subordinated
( 800,000 )
subordinasi bonds
Pembayaran dividen dari Dividends paid from financing
( 606,973 ) ( 503,906 )
aktivitas pendanaan activities
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas 1,747,912 15,612 from financing activities
pendanaan
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 2,932,058 ) ( 77,739 )
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
( 338,041 ) ( 9,807,915 )
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
15,739,897 24,252,776
awal periode flows, beginning of the period
Efek perubahan nilai kurs pada Effect of exchange rate changes
( 33,261 ) 334,213
kas dan setara kas on cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
15,368,595 14,779,074
akhir periode cash flows, end of the period
Page 15
[4610000] Explanation for Significant Accounting Policy - Financial and Sharia Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 September 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian untuk periode/tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian dan 31 Desember 2022 disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di statements
Indonesia. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dan disajikan sesuai dengan peraturan
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (?BAPEPAM-LK?) No. VIII.G.7 yang
merupakan lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM-LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012
tentang "Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik". Unit
Usaha Syariah (UUS) yang beroperasi dalam bidang perbankan dengan prinsip syariah disajikan
sesuai dengan PSAK No. 101 tentang ?Penyajian Laporan Keuangan Syariah?, PSAK No. 102 tentang
?Akuntansi Murabahah?, PSAK No. 104 tentang ?Akuntansi Istishna?, PSAK No. 105 tentang
?Akuntansi Mudharabah?, PSAK No. 106 tentang ?Akuntansi Musyarakah? dan PSAK No. 107
tentang ?Akuntansi Ijarah?, PSAK No. 110 tentang ?Akuntansi Sukuk?, PSAK No.111 tentang ?Wa?d?
dan Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI) yang diterbitkan oleh Bank Indonesia
dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan harga
perolehan kecuali untuk beberapa akun yang dinilai menggunakan dasar pengukuran lain
sebagaimana dijelaskan pada kebijakan akuntansi dari akun tersebut. Laporan keuangan
konsolidasian disusun dengan metode akrual kecuali laporan arus kas konsolidasian. Bank
menerapkan amandemen PSAK No. 2 (Revisi 2016), ?Laporan Arus Kas (Prakarsa Pengungkapan)?
yang mengharuskan adanya pengungkapan atas perubahan liabilitas yang timbul dari aktivitas
pendanaan, termasuk perubahan yang timbul dari arus kas maupun perubahan non kas. Laporan arus
kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas
dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas
dan setara kas mencakup kas, giro pada Bank Indonesia dan giro pada bank lain, penempatan pada
Bank Indonesia dan bank lain dan Sertifikat Bank Indonesia yang jatuh tempo dalam 3 (tiga) bulan dari
tanggal akuisisi. Kas adalah mata uang kertas dan logam baik Rupiah dan mata uang asing yang
masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Kas yang telah ditentukan penggunaannya atau kas
yang tidak dapat digunakan secara bebas tidak diklasifikasi dalam kas. Pengertian kas termasuk kas
besar, kas kecil, kas ATM, kas dalam perjalanan dan mata uang Rupiah dan mata uang asing yang
ditarik dari peredaran dan yang masih dalam tenggang waktu untuk penukaran ke Bank Indonesia atau
bank sentral negara yang bersangkutan. Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai
dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia, dibutuhkan estimasi dan asumsi yang
mempengaruhi: a. nilai aset dan liabilitas dilaporkan dan pengungkapan atas aset dan liabilitas
kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasian, b. jumlah pendapatan dan beban selama
periode pelaporan. Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas
kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang timbul mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi
semula. Estimasi-estimasi dan asumsi-asumsi yang digunakan ditelaah secara berkesinambungan.
Revisi atas taksiran akuntansi diakui pada periode dimana taksiran tersebut direvisi dan
periode-periode yang akan datang yang dipengaruhi oleh revisi estimasi tersebut. Seluruh angka
dalam laporan keuangan konsolidasian ini, kecuali dinyatakan lain, dibulatkan menjadi jutaan Rupiah.
Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Bank beserta seluruh entitas anak yang Principles of consolidation
berada di bawah pengendalian Bank. Dalam hal pengendalian terhadap entitas anak dimulai atau
Page 16
diakhiri dalam suatu tahun berjalan, maka hasil usaha entitas anak yang diperhitungkan ke dalam
laporan keuangan konsolidasian hanya sebatas hasil pada saat pengendalian tersebut mulai diperoleh
atau hingga saat pengendalian atas entitas anak itu berakhir. Pengendalian didapat ketika Bank
terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan Entitas Anak dan
memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas Entitas
Anak. Bank mengendalikan Entitas Anak Jika dan hanya jika Bank memiliki hal berikut ini: a)
kekuasaan atas Entitas Anak (hak yang ada saat ini yang memberi kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan yang secara signifikan mempengaruhi imbal hasil Entitas Anak); b)
eksposur atau hak atas imbal hasil variable dari keterlibatannya dengan Entitas Anak; dan c)
kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas Entitas Anak untuk mempengaruhi jumlah imbal
hasil Bank. Dalam mencatat akuisisi entitas anak digunakan metode pembelian. Sebelum 1 Januari
2011, biaya akuisisi diukur sebesar nilai wajar aset yang diserahkan, saham yang diterbitkan atau
liabilitas yang diambil alih pada tanggal akuisisi, ditambah biaya yang berkaitan secara langsung
dengan akuisisi. Setelah 1 Januari 2011, biaya transaksi, selain biaya yang berhubungan dengan
penerbitan instrumen utang atau ekuitas yang ditanggung oleh Bank dengan kombinasi bisnis
dibebankan pada saat terjadinya. Kelebihan biaya akuisisi atas nilai wajar aset neto entitas anak
dicatat sebagai goodwill (Catatan 2.q.i untuk kebijakan akuntansi atas goodwill). Seluruh saldo dan
transaksi antar perusahaan yang signifikan termasuk keuntungan/kerugian yang belum direalisasi,
dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Bank dan entitas anak sebagai satu
kesatuan usaha. Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi
yang sama untuk peristiwa dan transaksi sejenis dalam kondisi yang sama. Kebijakan akuntansi yang
digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian, telah diterapkan secara konsisten oleh entitas
anak, kecuali bila dinyatakan lain. Kepentingan non-pengendali atas laba neto dan ekuitas entitas anak
dinyatakan sebesar proporsi pemegang saham minoritas atas laba neto dan ekuitas entitas anak
tersebut sesuai dengan persentase kepemilikan pemegang saham minoritas pada entitas anak
tersebut.
Kas dan setara kas Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas mencakup kas, giro pada Bank Cash and cash equivalents
Indonesia dan giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain dan Sertifikat Bank
Indonesia yang jatuh tempo dalam 3 (tiga) bulan dari tanggal akuisisi. Kas adalah mata uang kertas
dan logam baik Rupiah dan mata uang asing yang masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah.
Kas yang telah ditentukan penggunaannya atau kas yang tidak dapat digunakan secara bebas tidak
diklasifikasi dalam kas. Pengertian kas termasuk kas besar, kas kecil, kas ATM, kas dalam perjalanan
dan mata uang Rupiah dan mata uang asing yang ditarik dari peredaran dan yang masih dalam
tenggang waktu untuk penukaran ke Bank Indonesia atau bank sentral negara yang bersangkutan.
Aset tetap Sesuai dengan PSAK No. 16 (Penyesuaian 2015) tentang ?Aset Tetap?, bank mengukur akuntansi Fixed assets
untuk aset tetap berkaitan dengan pengukuran atas tanah setelah pengakuan awal. Sebelumnya Bank
mengukur semua aset tetap dengan menggunakan model biaya, setelah pengakuan awal, aset
dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan
nilai. Pada 1 Januari 2016, Bank memilih untuk mengubah metode akuntansi untuk aset tetap tanah
dari model biaya menjadi model revaluasi, Bank berkeyakinan bahwa model revaluasi lebih efektif
menunjukkan posisi keuangan atas tanah. Penilaian atas aset tersebut dilakukan secara berkala untuk
memastikan bahwa nilai wajar aset yang direvaluasi tidak berbeda secara material dengan nilai
tercatatnya. Setelah pengakuan awal, Bank menggunakan model revaluasi, tanah akan diukur pada
nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi dengan akumulasi penurunan nilai. Bank menerapkan
model revaluasi secara prospektif. Nilai wajar tanah ditentukan melalui penilaian yang dilakukan oleh
penilai yang memiliki kualifikasi profesional berdasarkan bukti pasar. Jika jumlah tercatat aset
meningkat akibat revaluasi, maka kenaikan tersebut diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan
Page 17
terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi aset tetap. Namun, kenaikan tersebut diakui
dalam laba rugi hingga sebesar jumlah penurunan nilai aset yang sama akibat revaluasi yang diakui
sebelumnya dalam laba rugi. Jika jumlah tercatat aset turun akibat revaluasi, maka penurunan tersebut
diakui dalam laba rugi. Namun, penurunan nilai tersebut diakui dalam pendapatan komprehensif lain
sepanjang tidak melebihi saldo surplus revaluasi aset tetap untuk aset tersebut. Penurunan nilai yang
diakui dalam pendapatan komprehensif lain tersebut mengurangi jumlah akumulasi dalam ekuitas pada
bagian surplus revaluasi aset tetap. Jika nilai wajar dari aset yang direvaluasi mengalami perubahan
yang signifikan dan fluktuatif, maka perlu direvaluasi secara tahunan, sedangkan jika nilai wajar dari
aset yang direvaluasi tidak mengalami perubahan yang signifikan dan fluktuatif, maka perlu dilakukan
revaluasi paling kurang 3 (tiga) tahun sekali. Apabila aset tetap tidak digunakan lagi dan dijual, maka
harga perolehan dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan konsolidasian dan
keuntungan dan kerugian dari penghentian aset tetap diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian. Pada setiap akhir tahun buku, Bank melakukan penelaahan atas nilai
residu, masa manfaat dan metode penyusutan dan melakukan penyesuaian yang diperlukan secara
prospektif. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian selama tahun dimana biaya-biaya tersebut terjadi. Biaya renovasi
yang besar dicatat sebagai bagian dari nilai tercatat aset yang bersangkutan apabila terdapat
kemungkinan Bank dan entitas anak akan mendapatkan manfaat ekonomi masa depan dari aset
tersebut yang melebihi standar kinerja yang diperkirakan sebelumnya. Renovasi yang besar tersebut
akan disusutkan selama sisa masa manfaat aset yang terkait. Semua biaya dan beban yang terjadi
sehubungan dengan perolehan hak atas tanah, diakui sebagai biaya perolehan hak atas tanah. Biaya
pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya
perolehan aset tanah. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah diakui
sebagai aset tak berwujud dan diamortisasi sepanjang umur hak hukum atau umur ekonomi tanah,
mana yang lebih pendek. Aset dalam penyelesaian merupakan aset yang masih dalam proses
pembangunan dan belum siap untuk digunakan serta dimaksudkan untuk dipergunakan dalam
kegiatan usaha. Aset ini dicatat sebesar biaya yang telah dikeluarkan.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Pada setiap tanggal pelaporan, Bank mengukur penyisihan kerugian penurunan nilai instrumen Impairment of non-financial assets
keuangan sejumlah kredit ekspektasian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen keuangan
tersebut telah meningkat secara signfikan sejak pengakuan awal. Jika pada tanggal pelaporan, risiko
kredit atas instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, entitas
mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian ekspektasian 12
bulan. Kerugian dimaksud merepresentasikan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari peristiwa
gagal bayar instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Bank dan entitas anak menerapkan pendekatan tiga tahap berdasarkan kualitas kredit sejak awal
pengakuan: - Tahap 1 : Tahap 1 ini termasuk aset keuangan yang tidak memiliki peningkatan risiko
kredit signifikan sejak pengakuan awal atau yang memiliki risiko kredit rendah saat tanggal pelaporan.
Kerugian kredit penurunan nilai 12 bulan diakui. - Tahap 2 : Tahap 2 ini termasuk aset keuangan yang
memiliki peningkatan risiko kredit signifikan sejak pengakuan awal (kecuali memiliki risiko kredit yang
rendah pada tanggal pelaporan) namun tidak memiliki bukti obyektif penurunan nilai. Kerugian kredit
penurunan nilai sepanjang masa diakui. - Tahap 3 : Tahap 3 ini termasuk aset keuangan yang memiliki
bukti objektif penurunan nilai pada tanggal pelaporan. Kerugian kredit penurunan nilai sepanjang masa
diakui. Sesuai dengan siaran pers dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada tanggal 10 Januari 2018
dan ISAK 102 khusus untuk transaksi berbasis Syariah pengukuran penurunan nilai dari kelompok aset
keuangan masih belum mengadopsi PSAK 71. Bank dan entitas anak menerapkan persyaratan
penurunan nilai untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Bank mengakui
Page 18
penurunan nilai atas komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan. Untuk kontrak jaminan
keuangan, Bank mempertimbangkan perubahan risiko bahwa debitur yang ditetapkan dalam kontrak
akan mengalami gagal bayar. Untuk komitmen pinjaman, Bank mempertimbangkan perubahan risiko
gagal bayar yang terjadi pada pinjaman yang terkait dengan komitmen pinjaman. Pengukuran kerugian
kredit ekspektasian untuk kontrak jaminan keuangan adalah pembayaran yang diekspektasi untuk
mengganti pemegang jaminan atas kerugian kredit yang terjadi dikurangi jumlah yang diharapkan
entitas untuk diterima dari pemegang jaminan, debitur atau pihak lain. Tujuan dari persyaratan
penurunan nilai adalah untuk mengakui kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya atas semua
instrumen keuangan yang telah mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak
pengakuan awal - baik dinilai secara individu atau kolektif - dengan mempertimbangkan semua
informasi yang wajar dan terdukung, termasuk informasi yang bersifat perkiraan masa depan
(forward-looking). Dalam beberapa keadaan Bank tidak memiliki informasi yang wajar dan terdukung
yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya pada instrumen secara individual. Kerugian kredit ekspektasian sepanjang
umurnya diakui secara kolektif dengan mempertimbangkan informasi risiko kredit komprehensif.
Informasi risiko kredit komprehensif tersebut harus memasukan tidak hanya informasi tunggakan tetapi
juga seluruh informasi kredit relevan, termasuk informasi makroekonomi forward-looking, untuk
mendekati hasil dari pengakuan kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya ketika terdapat
kenaikan signifikan pada risiko kredit sejak pengakuan awal pada level instrumen individu. Cadangan
kerugian penurunan nilai secara individual dihitung dengan menggunakan metode diskonto arus kas
(discounted cash flows). Sedangkan cadangan kerugian penurunan nilai secara kolektif dihitung
dengan menggunakan metode statistik dari data historis berupa probability of default di masa lalu,
waktu pengembalian dan jumlah kerugian yang terjadi (Loss Given Default) yang selanjutnya
disesuaikan lagi dengan pertimbangan manajemen terkait kondisi ekonomi dan kredit saat ini. Aset
keuangan dan cadangan yang terkait tersebut dihapuskan jika tidak ada peluang yang realistis untuk
pengembalian di masa datang dan semua jaminan telah direalisasi atau sudah diambil alih oleh Bank
dan entitas anak. Aset keuangan tersebut dihapus buku dengan menjurnal balik cadangan kerugian
penurunan nilai. Aset keuangan tersebut dapat dihapus buku setelah semua prosedur yang diperlukan
telah dilakukan dan jumlah kerugian telah ditentukan. Jika, pada suatu periode berikutnya, jumlah
kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara objektif pada
peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui (seperti meningkatnya peringkat kredit debitur atau
penerbit), maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan, dengan
menyesuaikan akun cadangan. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Penerimaan kembali atas aset keuangan yang diberikan
yang telah dihapusbukukan, pada periode berjalan dikreditkan dengan menyesuaikan akun cadangan.
Penerimaan kembali atas kredit yang diberikan yang telah dihapusbukukan pada periode sebelumnya
dicatat sebagai pendapatan operasional selain bunga.
Pengakuan pendapatan dan beban Untuk instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan aset keuangan yang Revenue and expense recognition
diklasifikasikan sebagai yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain,
pendapatan maupun beban bunganya diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif (EIR),
yaitu suku bunga yang akan mendiskonto secara tepat estimasi pembayaran atau penerimaan kas di
masa datang sepanjang perkiraan umur instrumen keuangan tersebut atau, jika lebih tepat untuk masa
yang lebih singkat, sebagai nilai tercatat neto dari aset atau liabilitas keuangan tersebut. Perhitungan
dilakukan dengan mempertimbangkan seluruh syarat dan ketentuan kontraktual instrumen keuangan
termasuk fee/biaya tambahan yang terkait secara langsung dengan instrumen tersebut yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari suku bunga efektif (EIR). Nilai tercatat aset dan liabilitas
keuangan disesuaikan jika Bank merevisi estimasi pembayaran maupun penerimaan. Nilai tercatat
Page 19
yang disesuaikan tersebut dihitung dengan menggunakan suku bunga efektif (EIR) awal dan
perubahan nilai tercatat dicatat di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Tetapi untuk aset keuangan yang telah direklasifikasi, dimana pada tahun berikutnya Bank
meningkatkan estimasi penerimaan kas sebagai hasil dari peningkatan pengembalian penerimaan kas,
dampak peningkatan pemulihan tersebut diakui sebagai penyesuaian suku bunga efektif (EIR) sejak
tanggal perubahan estimasi. Jika aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa telah
diturunkan nilainya sebagai akibat kerugian penurunan nilai, maka pendapatan bunga yang diperoleh
setelahnya diakui atas bagian aset keuangan yang tidak mengalami penurunan nilai dari aset
keuangan yang mengalami penurunan nilai, berdasarkan suku bunga yang digunakan untuk
mendiskonto arus kas masa datang dalam menghitung kerugian penurunan nilai. Pendapatan syariah
terdiri dari pendapatan dari piutang murabahah, bagi hasil pembiayaan musyarakah dan mudharabah,
dan pendapatan atas investasi pada efek-efek syariah. Pendapatan murabahah yang termasuk margin
ditangguhkan dan pendapatan administrasi, diakui dengan menggunakan metode setara tingkat imbal
hasil efektif, yaitu tingkat imbal hasil setara yang akan mendiskonto secara tepat estimasi pembayaran
atau penerimaan kas di masa datang sepanjang perkiraan umur instrumen keuangan tersebut atau,
jika lebih tepat untuk masa yang lebih singkat untuk nilai tercatat bersih dari aset keuangan atau
liabilitas keuangan. Perhitungan dilakukan dengan memperhitungkan seluruh syarat dan ketentuan
kontraktual dari instrumen keuangan dan biaya tambahan yang timbul secara langsung untuk
instrumen tersebut dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari tingkat imbal hasil efektif margin
pembiayaan. Pendapatan bagi hasil musyarakah yang menjadi hak mitra pasif diakui dalam periode
terjadinya hak bagi hasil sesuai nisbah yang disepakati. Pendapatan bagi hasil pembiayaan
mudharabah diakui pada saat diterima atau dalam periode terjadinya hak bagi hasil sesuai nisbah yang
disepakati. Pendapatan pembiayaan konsumen entitas anak dinyatakan sebesar pendapatan bersih
setelah dikurangi dengan bagian pendapatan dari bank-bank yang terkait dengan transaksi kerjasama
penerusan pinjaman, pembiayaan bersama dan pengambilalihan piutang serta penunjukkan selaku
pengelola piutang yang diambil alih tersebut (Catatan 2n). Untuk kredit yang diberikan dan pembiayaan
konsumen yang pembayaran angsuran pokok atau bunganya telah lewat 90 hari atau lebih setelah
jatuh tempo, atau kredit dan pembiayaan konsumen yang telah dikategorikan sebagai yang mengalami
penurunan nilai, pendapatan bunga yang sudah diakui tetapi belum ditagih akan dibatalkan
pengakuannya. Pendapatan denda atas keterlambatan pembayaran angsuran pembiayaan konsumen
diakui pada saat realisasi. Pelunasan sebelum masa pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan
sebagai suatu pembatalan kontrak pembiayaan konsumen dan laba atau rugi yang timbul, diakui
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan. Entitas anak
berhak menentukan tingkat bunga yang lebih tinggi kepada konsumen daripada tingkat bunga yang
ditetapkan oleh bank-bank sehubungan dengan transaksi kerja sama penerusan pinjaman,
pembiayaan bersama dan pengambilalihan piutang serta penunjukan selaku pengelola piutang. Selisih
bunga yang terjadi dari transaksi tersebut diakui sebagai pendapatan dan disajikan sebagai
Pendapatan Pembiayaan Konsumen pada pendapatan bunga dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan. Beban syariah terdiri dari beban bagi hasil
dari simpanan nasabah dengan akad mudharabah dan bonus atas simpanan dengan akad wadiah.
Beban, kecuali beban yang timbul pertama kali yang terkait langsung dengan piutang pembiayaan
konsumen seperti dijelaskan pada Catatan 2n, diakui pada saat terjadinya.
Penjabaran mata uang asing i. Mata uang penyajian Laporan keuangan konsolidasian dijabarkan dalam mata uang Rupiah, yang Foreign currency translation
merupakan mata uang fungsional Bank dan entitas anak. ii. Transaksi dan saldo dalam mata uang
asing Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs
yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata
uang asing dijabarkan ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal
Page 20
pelaporan tersebut. Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang
asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing, diakui pada laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali apabila ditangguhkan pada ekuitas
karena memenuhi kualifikasi/kriteria sebagai lindung nilai arus kas (cash flow hedges). Selisih
penjabaran mata uang asing atas efek utang dan aset moneter keuangan lain yang diukur berdasarkan
nilai wajar dicatat sebagai bagian dari keuntungan dan kerugian selisih kurs. iii. Kantor cabang luar
negeri Cabang Bank yang berkedudukan di luar negeri menyelenggarakan pembukuannya dalam mata
uang negara tempat kedudukannya. Untuk tujuan konsolidasian, laporan keuangan kantor cabang luar
negeri dijabarkan dalam Rupiah, dengan kurs sebagai berikut: ? Aset dan liabilitas serta komitmen dan
kontinjensi menggunakan kurs spot Reuters pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat pada tanggal laporan
posisi keuangan konsolidasian; ? Pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian menggunakan
rata-rata kurs tengah Reuters pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat yang berlaku selama periode
laporan; ? Akun modal dijabarkan dengan menggunakan kurs historis; dan ? Selisih yang timbul dari
proses penjabaran tersebut disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada sisi ekuitas
dan pendapatan komprehensif lainnya sebagai selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan
dalam mata uang asing. Berikut ini adalah kurs mata uang asing utama yang digunakan untuk
penjabaran ke dalam Rupiah pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 yang
menggunakan kurs tengah Reuters (Pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat) (Rupiah penuh): 1 Dolar
Amerika Serikat (USD)/Rp 15.455 100 Yen Jepang (JPY)/Rp 10.389 1 Dolar Singapura (SGD)/Rp
11.349 100 Rupee India (INR)/Rp 18.604 31 Desember 2022: 1 Dolar Amerika Serikat (USD)/Rp
15.568 100 Yen Jepang (JPY)/Rp 11.781 1 Dolar Singapura (SGD)/Rp 11.593 100 Rupee India
(INR)/Rp 18.811
Transaksi dengan pihak berelasi Bank dan entitas anak melakukan transaksi dengan pihak berelasi sesuai dengan ketentuan Transactions with related parties
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 7 mengenai ?Pengungkapan Pihak-Pihak
Berelasi?. Jenis transaksi dan saldo dengan pihak berelasi, baik yang dilaksanakan dengan ataupun
tidak dilaksanakan dengan syarat serta kondisi normal yang sama untuk pihak yang tidak berelasi,
diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian. Pihak berelasi adalah orang atau
entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya (entitas pelapor). Yang
termasuk pihak berelasi adalah sebagai berikut: 1) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai
relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: a) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama
atas entitas pelapor; b) Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau c) Merupakan personil
manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor. 2) Suatu entitas berelasi dengan
entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal sebagai berikut: a) Entitas dan entitas pelapor adalah
anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak dan entitas anak
berikutnya terkait dengan entitas lain); b) Suatu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama
dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura Bersama yang merupakan anggota suatu kelompok
usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya); c) Kedua entitas tersebut adalah ventura
bersama dari pihak ketiga yang sama; d) Suatu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan
entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga; e) Entitas tersebut adalah suatu program
imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan
entitas pelapor; f) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
sebagaimana dimaksud dalam angka 1); atau g) Orang yang diidentifikasi sebagaimana dimaksud
dalam angka 1) huruf a) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen
kunci entitas (atau entitas induk dari entitas). 3) Pihak yang bukan merupakan pihak berelasi adalah
sebagai berikut: a) Dua entitas hanya karena mereka memiliki direktur atau personil manajemen kunci
yang sama atau karena personil manajemen kunci dari satu entitas mempunyai pengaruh signifikan
atas entitas lain; b) Dua venturer hanya karena mereka mengendalikan bersama atas ventura
Page 21
bersama; c) Penyandang dana, serikat dagang, entitas pelayanan publik dan departemen dan instansi
pemerintah yang tidak mengendalikan, mengendalikan bersama atau memiliki pengaruh signifikan atas
entitas pelapor, semata-mata dalam pelaksanaan urusan normal dengan entitas (meskipun pihak-pihak
tersebut dapat membatasi kebebasan entitas atau ikut serta dalam proses pengambilan keputusan);
dan d) Pelanggan, pemasok, pemegang hak waralaba, distributor atau agen umum dengan siapa
entitas mengadakan transaksi usaha dengan volume signifikan, semata-mata karena ketergantungan
ekonomis yang diakibatkan oleh keadaan.
Pajak penghasilan Sesuai dengan PSAK No. 46 (Revisi 2014) tentang ?Pajak Penghasilan?, aset dan liabilitas pajak Income taxes
tangguhan diakui atas perbedaan temporer aset dan liabilitas antara pelaporan komersial dan pajak
pada setiap tanggal pelaporan. Liabilitas pajak tangguhan diakui atas semua perbedaan temporer kena
pajak. Aset pajak tangguhan diakui atas semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan
saldo rugi pajak yang belum digunakan, apabila besar kemungkinannya bahwa jumlah laba fiskal di
masa datang akan memadai untuk dikompensasi dengan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan
dan saldo rugi fiskal yang belum digunakan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung dengan tarif
pajak (dan peraturan pajak) yang berlaku secara efektif atau secara substansial akan diberlakukan
pada tahun dimana aset tersebut direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan. Semua perbedaan
temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan, kecuali perbedaan temporer kena pajak
yang berasal dari: a. pengakuan awal goodwill. b. pengakuan awal aset atau liabilitas dari transaksi
yang bukan kombinasi bisnis; dan pada waktu transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi dan laba
kena pajak (rugi pajak). c. investasi pada entitas anak, cabang dan asosiasi, serta bagian partisipasi
dalam ventura bersama dimana entitas induk, investor atau venturer mampu mengendalikan waktu
pembalikan perbedaan temporer dan kemungkinan besar perbedaan temporer tidak akan dibalik di
masa yang akan datang. Semua perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai aset pajak tangguhan,
kecuali perbedaan temporer kena pajak yang berasal dari: a. Pengakuan awal aset atau liabilitas dari
transaksi yang bukan kombinasi bisnis; dan pada waktu transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi
dan laba kena pajak (rugi pajak). b. Investasi pada entitas anak, cabang dan asosiasi, serta bagian
partisipasi dalam ventura bersama diakui sebagai aset pajak tangguhan sepanjang kemungkinan besar
terjadi perbedaan temporer akan dibalik di masa depan yang dapat diperkirakan; dan laba kena pajak
akan tersedia dalam jumlah yang memadai sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan.
Taksiran pajak penghasilan Bank dan entitas anak dihitung untuk masing-masing perusahaan sebagai
badan hukum terpisah. Aset pajak kini (current tax assets) dan liabilitas pajak kini (current tax liabilities)
untuk badan hukum yang berbeda tidak disalinghapuskan (offset) dalam laporan keuangan
konsolidasian. Koreksi terhadap liabilitas perpajakan dicatat pada saat diterimanya surat ketetapan,
atau apabila diajukan permohonan keberatan atau banding, ketika hasil keberatan atau banding sudah
ditetapkan. Beban pajak kini ditentukan berdasarkan penghasilan kena pajak untuk tahun berjalan dan
dihitung menggunakan tarif pajak yang berlaku. Bank harus memperhitungkan konsekuensi pajak kini
dan pajak masa depan atas pemulihan di masa depan (penyelesaian) dari jumlah tercatat aset
(liabilitas) yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan transaksi-transaksi serta
peristiwa lain yang terjadi dalam periode berjalan yang diakui dalam laporan keuangan.
Pinjaman Pinjaman diterima merupakan dana yang diterima dari bank lain, Bank Indonesia atau pihak lain Borrowings
dengan liabilitas pembayaran kembali sesuai dengan persyaratan perjanjian pinjaman. Pinjaman
diterima diakui sebesar nilai wajar pada awalnya dan selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (EIR). Biaya perolehan diamortisasi
dihitung dengan memperhitungkan adanya diskonto atau premi terkait dengan pengakuan awal
pinjaman diterima dan biaya transaksi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suku bunga
efektif (EIR).
Page 22
Provisi Pendapatan dan beban provisi dan komisi yang jumlahnya material yang berkaitan langsung dengan Provisions
kegiatan pembelian aset keuangan diakui sebagai bagian/(pengurang) atau penambah dari biaya
perolehan aset keuangan yang bersangkutan dan akan diakui sebagai pendapatan dengan cara
diamortisasi berdasarkan metode suku bunga efektif (EIR) sepanjang perkiraan umur aset atau
liabilitas keuangan. Saldo beban dan pendapatan provisi dan komisi yang ditangguhkan atas kredit
yang diberikan yang diakhiri atau diselesaikan sebelum jatuh tempo langsung diakui sebagai
pendapatan pada saat penyelesaiannya. Provisi dan komisi yang tidak berkaitan dengan kredit yang
diberikan dan pinjaman yang diterima atau jangka waktu kredit yang diberikan dan pinjaman yang
diterima atau tidak material, diakui sebagai pendapatan atau beban pada saat terjadinya transaksi.
Bank dan entitas anak mengakui pendapatan sesuai dengan ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) No. 72 mengenai ?Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan?.
Imbalan kerja karyawan Imbalan kerja jangka pendek Imbalan kerja jangka pendek seperti upah, iuran jaminan sosial, Employee benefits
tunjangan cuti jangka pendek, bonus dan imbalan non-moneter lainnya diakui selama periode jasa
diberikan. Imbalan kerja jangka pendek dihitung sebesar jumlah yang tidak didiskontokan. Kewajiban
pensiun Sejak Mei 1996, Bank menyelenggarakan program pensiun Iuran Pasti untuk semua karyawan
tetap. Iuran yang ditanggung Bank diakui sebagai beban pada tahun berjalan. Bank dan entitas anak
yang berdomisili di Indonesia mengakui kerja berdasarkan Undang-undang No. 13/2003 tanggal 25
Maret 2003 (Bank mengakui penyisihan tersebut sebagai tambahan atas manfaat yang akan diterima
karyawan dari program pensiun iuran pasti dan perjanjian kerja bersama). Bank dan entitas anak
menerapkan PSAK No. 24 (Penyesuaian 2016), ?Imbalan Kerja?, yang mengatur perlakuan akuntansi
dan pengungkapan atas imbalan kerja, baik jangka pendek (misalnya pembayaran cuti tahunan dan
cuti sakit) dan jangka panjang (misalnya, pembayaran cuti besar dan manfaat kesehatan pasca-kerja).
Imbalan pasca-kerja secara aktuaris ditentukan berdasarkan metode Projected Unit Credit. Perkiraan
liabilitas pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan nilai kini imbalan pasti pada
tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian dikurangi nilai wajar aset program. Biaya imbalan
pasca-kerja yang diakui selama tahun berjalan terdiri dari biaya jasa dalam laba rugi, bunga neto atas
liabilitas imbalan pasti neto dalam laba rugi dan pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti neto dalam
penghasilan komprehensif lain. Bunga neto atas liabilitas imbalan pasti neto merupakan komponen
pendapatan bunga dari aset program, biaya bunga atas liabilitas imbalan pasti dan bunga atas dampak
batas atas dari aset. Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti neto terdiri atas: - Keuntungan dan
kerugian aktuarial - Imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam
bunga neto atas liabilitas imbalan pasti neto - Setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak
termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas imbalan pasti neto Penangguhan
pengakuan keuntungan dan kerugian aktuarial tidak diizinkan. Keuntungan dan kerugian aktuarial
langsung diakui dalam komponen penghasilan komprehensif lain dalam ekuitas dan dapat dialihkan ke
pos lain dalam ekuitas.
Laba per saham Penangguhan pengakuan keuntungan dan kerugian aktuarial tidak diizinkan. Keuntungan dan kerugian Earnings per share
aktuarial langsung diakui dalam komponen penghasilan komprehensif lain dalam ekuitas dan dapat
dialihkan ke pos lain dalam ekuitas.
Pelaporan segmen Segmen Operasi Segmen operasi adalah komponen Bank dan entitas anak yang terlibat dalam Segment reporting
aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban, yang hasil operasinya dikaji
ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang
sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya serta menyediakan
Page 23
informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Segmen operasi terbagi dalam kelompok Perbankan
Global, Perbankan Bisnis, Ritel dan Kantor Pusat lainnya. Bank dan entitas anak melaporkan informasi
geografis sebagai berikut: (a) Pendapatan dari pelanggan eksternal (i) yang diatribusikan kepada
negara domisili Bank dan entitas anak dan (ii) yang diatribusikan kepada semua negara asing secara
total dimana Bank dan entitas anak memperoleh pendapatan. (b) Aset tidak lancar selain instrumen
keuangan, aset pajak yang ditangguhkan, aset imbalan pasca-kerja dan hak yang timbul akibat kontrak
asuransi (i) yang berlokasi di negara domisili Bank dan entitas anak dan (ii) berlokasi di semua negara
asing secara total dimana Bank dan entitas anak memiliki aset tersebut.
Instrumen keuangan derivatif Keuntungan atau kerugian dari kontrak derivatif yang tidak ditujukan untuk lindung nilai (atau tidak Derivative financial instruments
memenuhi kriteria untuk dapat diklasifikasikan sebagai lindung nilai) diakui pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan. Derivatif melekat tidak lagi dipisahkan dari
kontrak utama non derivatif yang merupakan aset keuangan. Bank dan entitas anak mengklasifikasikan
aset keuangan secara keseluruhan berdasarkan model bisnis dan jangka waktu kontraktualnya
sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2d. Seluruh instrumen derivatif (termasuk transaksi valuta
asing untuk tujuan pendanaan dan perdagangan) dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
berdasarkan nilai wajarnya. Nilai wajar tersebut ditentukan berdasarkan harga pasar, kurs Reuters
pada tanggal pelaporan laporan posisi keuangan konsolidasian, diskonto arus kas, model penentu
harga opsi atau harga yang diberikan oleh broker (quoted price) atas instrumen lainnya yang memiliki
karakteristik serupa.
Penerapan standar akutansi baru Bank dan entitas anak telah menerapkan standar akuntansi berikut pada tanggal 1 Januari 2023 yang The implementation of new statements of
dianggap relevan dengan Bank: Amandemen PSAK 1, ?Penyajian Laporan Keuangan tentang accounting standards
Pengungkapan Kebijakan Akuntansi?. Amendemen PSAK 1 tersebut mensyaratkan entitas untuk
mengungkapkan ?informasi kebijakan akuntansi material? yang sebelumnya ?Kebijakan akuntansi
signifikan? dan mengklarifikasi bahwa tidak seluruh informasi kebijakan akuntansi terkait dengan
transaksi, kejadian atau kondisi material lainnya adalah material terhadap laporan keuangan.
Amandemen PSAK 1 mengklarifikasi bahwa liabilitas diklasifikasikan sebagai lancar atau tidak lancar,
tergantung pada hak yang ada pada akhir periode pelaporan. Amandemen PSAK 16, ?Aset Tetap
tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan?. Amendemen ini mengklarifikasi contoh biaya
yang dapat diatribusikan secara langsung ke dalam nilai perolehan aset. Amandemen ini
menambahkan pengaturan atas: ? Pengakuan hasil penjualan dan biaya perolehan atas item yang
dihasilkan saat membawa aset tetap ke lokasi dan kondisi yang diperlukan sesuai dengan intensi
manajemen dalam Laba Rugi. ? Pengukuran biaya perolehan atas item tersebut dengan menerapkan
persyaratan pengukuran dalam PSAK 14: Persediaan. Amendemen PSAK 25: ?Kebijakan Akuntansi,
Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan tentang Definisi Estimasi Akuntansi?. Amendemen
PSAK 25 ini memperkenalkan definisi estimasi Akuntansi dan mengklarifikasi: ? Teknik estimasi dan
teknik penilaian merupakan contoh dari teknik pengukuran yang digunakan dalam mengembangkan
estimasi akuntansi. ? Perubahan dalam estimasi akuntansi sebagai hasil informasi baru atau
perkembangan baru yang bukan merupakan koreksi kesalahan. Amendemen PSAK 46: ?Pajak
Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul dari Transaksi Tunggal?.
Amandemen PSAK 46 ini mengharuskan perusahaan untuk mengakui pajak tangguhan atas transaksi
yang pada pengakuan awal menimbulkan jumlah yang sama dari perbedaan sementara kena pajak
dan yang dapat dikurangkan. Amendemen PSAK 107: ?Ijarah?. Amandemen PSAK 107 ini untuk
mengakomodasi perkembangan bisnis syariah, tidak hanya di sektor keuangan tetapi juga sektor riil
yang menggunakan pengaturan ijarah. Siaran Pers Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
Akuntan Indonesia (DSAK IAI) mengenai ?Pengatribusian Imbalan pada Periode Jasa? Pada bulan
April 2022, DSAK IAI mengeluarkan siaran pers mengenai ?Pengatribusian Imbalan pada Periode
Jasa? sebagai bahan penjelasan terhadap persyaratan yang relevan dari PSAK 24, ?Imbalan Kerja?,
Page 24
yang secara khusus menjelaskan cara mengatribusikan imbalan pensiun pada periode jasa program
pensiun dengan pola tertentu berdasarkan undang-undang yang berlaku di Indonesia. Siaran pers
tersebut diterbitkan sehubungan dengan IFRS Interpretation Committee (IFRIC) Agenda Decision IAS
19 Employee Benefits mengenai Attributing Benefit to Periods of Service pada bulan Mei 2021. DSAK
IAI menilai bahwa pola fakta program pensiun berbasis Undang-Undang Ketenagakerjaan yang
berlaku di Indonesia saat ini memiliki pola fakta serupa dengan pola fakta dalam IFRIC Agenda
Decision tersebut. Dengan pola fakta yang serupa tersebut, maka perlakuan akuntansi dalam IFRIC
Agenda Decision relevan untuk diterapkan dalam program pensiun berbasis Undang-Undang
Ketenagakerjaan. Setiap perubahan kewajiban imbalan pasca kerja setelah penerapan atribusi imbalan
sebagaimana dijelaskan dalam siaran pers ini dianggap sebagai perubahan kebijakan akuntansi, dan
dampaknya pada saldo awal periode komparatif harus diperhitungkan secara retrospektif, jika material.
Bank dan entitas anaknya telah menerapkan persyaratan dari siaran pers dan telah melakukan
perikatan dengan aktuaris independen untuk menghitung dampak dari perubahan kebijakan akuntansi
ini sejak awal periode komparatif yang disajikan. Dampak terhadap laporan posisi keuangan
konsolidasian 31 Desember 2021 dam 1 Januari 2021 serta pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
diungkapkan pada Catatan 55.
Penentuan nilai wajar Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar Determination of fair value
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran dengan kondisi pasar saat ini. Bank menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan
keadaan dan dimana data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan
penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang
tidak dapat diobservasi. Seluruh instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar dikategorikan sesuai
dengan hirarki berikut: Tingkat 1: harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif aset atau liabilitas
yang identik. Tingkat 2: teknik lain atas semua input yang memiliki efek signifikan terhadap nilai wajar
yang tercatat dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tingkat 3: teknik yang
menggunakan input yang memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai wajar yang tercatat yang tidak
berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing i. Mata uang penyajian Laporan keuangan konsolidasian dijabarkan dalam mata uang Rupiah, yang Foreign currency transactions and balances
merupakan mata uang fungsional Bank dan entitas anak. ii. Transaksi dan saldo dalam mata uang
asing Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan dari
penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing, diakui pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali apabila ditangguhkan pada ekuitas karena
memenuhi kualifikasi/kriteria sebagai lindung nilai arus kas (cash flow hedges). Selisih penjabaran
mata uang asing atas efek utang dan aset moneter keuangan lain yang diukur berdasarkan nilai wajar
dicatat sebagai bagian dari keuntungan dan kerugian selisih kurs.
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain Pada tanggal 29 Maret 2018, Bank Indonesia mengeluarkan PBI No. 20/3/PBI/2018 tentang Giro Wajib Current accounts with Bank Indonesia and
Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan other banks
Unit Usaha Syariah. Berdasarkan kebijakan tersebut, Bank Indonesia memperkenalkan instrumen
kebijakan baru, yaitu: - GWM Primer menjadi GWM GWM terdiri dari GWM Rupiah dan Valas. GWM
adalah simpanan minimum yang wajib dipelihara oleh Bank, dalam bentuk saldo Rekening Giro pada
Bank Indonesia. - GWM Sekunder menjadi Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) PLM adalah
cadangan likuiditas minimum yang wajib dipelihara oleh Bank, berupa Sertifikat Bank Indonesia,
Sertifikat Deposito Bank Indonesia dan Surat Berharga Negara yang besarnya ditetapkan oleh Bank
Indonesia sebesar persentase tertentu dari Dana Pihak Ketiga (?DPK?) Bank. - LFR menjadi Rasio
Intermediasi Makroprudensial (RIM) RIM merupakan rasio hasil perbandingan antara kredit yang
Page 25
diberikan dan surat berharga korporasi yang dimiliki Bank yang memenuhi persyaratan terhadap dana pihak ketiga Bank dan surat berharga yang diterbitkan Bank yang memenuhi persyaratan. - GWM LFR menjadi GWM RIM GWM RIM sebesar hasil perkalian antara Parameter Disinsentif Bawah atau Parameter Disinsentif Atas, selisih antara RIM Bank dan Target RIM, serta DPK Rupiah dengan memperhatikan selisih antara KPMM Bank dan KPMM Insentif. PBI tersebut mulai berlaku pada tanggal 16 Juli 2018, kecuali ketentuan pemenuhan kewajiban GWM dalam valuta asing bagi BUK secara harian dan rata-rata serta ketentuan pemenuhan kewajiban GWM dalam Rupiah secara harian dan rata-rata dan GWM dalam valuta asing bagi BUS dan UUS yang mulai berlaku pada tanggal 1 Oktober 2018. Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 29 Maret 2019, Bank Indonesia mengeluarkan Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) No 21/5/PADG/2019 tentang ?Perubahan Ketiga atas PADG No 20/11/PADG/2018 tanggal 31 Mei 2018 tentang RIM dan PLM bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah?. Perubahan utama dalam Perubahan Ketiga PADG RIM dan PLM meliputi: - penyesuaian besaran batas bawah Target RIM dari 80% menjadi 84% dan batas atas Target RIM dari 92% menjadi 94%. - Penyesuaian besaran batas bawah Target RIM Syariah dari 80% menjadi 84% dan batas atas Target RIM Syariah dari 92% menjadi 94%. Penyesuaian tersebut telah diberlakukan pada tanggal 1 Juli 2019 dan pengenaan sanksi terkait perubahan batas bawah dan batas atas target RIM dan target RIM Syariah, mulai berlaku pada tanggal 1 Oktober 2019. Pada tanggal 24 Maret 2020, Bank Indonesia mengeluarkan PBI No 22/3/PBI/2020 tentang Perubahan atas Peraturan Bank indonesia No 20/3/PBI/2018 tentang Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Berdasarkan peraturan tersebut, Bank Indonesia mengatur mengenai kewenangan pemberian kelonggaran atas kewajiban pemenuhan GWM dalam rupiah yang wajib dipenuhi secara harian untuk Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah dalam rangka kebijakan makroprudensial. Adapun pengaturan mengenai pemberian kelonggaran kewajiban pemenuhan GWM tersebut akan diatur dalam PBI lain tentang insentif bagi bank untuk kebijakan makroprudensial. PBI ini mulai berlaku pada tanggal 26 Maret 2020. Pada tanggal 28 Juli 2020, Bank Indonesia mengeluarkan PBI No. 22/10/PBI/2020 tentang Perubahan Kedua atas PBI No. 20/3/PBI/2018 tentang Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Perubahannya meliputi sebagai berikut: - Pemberian kewenangan Bank Indonesia untuk memberikan jasa giro kepada BUK. - Pengaturan lebih lanjut mengenai besaran bagian tertentu dari pemenuhan kewajiban GWM dalam Rupiah yang diberikan jasa giro, tingkat suku bunga jasa giro dan tata cara pemberian jasa giro dalam PADG. - Pengaturan bahwa penempatan GWM bagi BUS dan UUS menggunakan prinsip wadi?ah yad amanah khusus. - Pemberian kewenangan Bank Indonesia untuk memberikan insentif GWM berupa pemberian (?athaya) sesuai prinsip syariah kepada BUS dan UUS. - Pemberian insentif GWM berupa pemberian (?athaya) sesuai prinsip syariah kepada BUS dan UUS diberikan secara sukarela oleh Bank Indonesia. - Pengaturan lebih lanjut tentang pemberian insentif GWM berupa pemberian (?athaya) dalam PADG. Perubahan tersebut telah diberlakukan pada tanggal 1 Agustus 2020. Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 29 Juli 2020, Bank Indonesia mengeluarkan Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) No. 22/19/PADG/2020 tentang Perubahan Keenam atas PADG No. 20/10/PADG/2018 tentang Giro Wajib Minimum Dalam Rupiah dan Valuta Asing Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Perubahannya meliputi sebagai berikut: - Pengaturan mengenai kewenangan BI dalam memberi jasa giro bagi BUK. - Pengaturan mengenai kewenangan BI dalam memberi insentif GWM berupa pemberian (?athaya) bagi BUS dan UUS. Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 5 Oktober 2020, Bank Indonesia mengeluarkan Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) No. 22/30/PADG/2020 tentang Perubahan Kedua atas PADG No. 21/22/PADG/2019 tentang Rasio Intermediasi Makroprudensial dan
Page 26
Penyangga Likuiditas Makroprudensial bagi BUK, BUS dan UUS. Peraturan ini mengatur penyesuaian
pengaturan PLM yaitu penambahan jenis Operasi Pasar Terbuka (OPT) yang menggunakan surat
berharga untuk pemenuhan kewajiban PLM bagi BUK, BUS dan UUS, sehingga meliputi transaksi repo
maupun transaksi Pengelolaan Likuiditas berdasarkan Prinsip Syariah Bank Indonesia (PaSBI).
Perubahan tersebut telah diberlakukan pada tanggal 5 Oktober 2020. Berdasarkan Rapat Dewan
Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 31 Desember 2021, Bank Indonesia mengeluarkan PADG No.
23/31/PADG/2021 tentang Perubahan Keempat atas PADG No. 21/22/PADG/2019 tentang RIM dan
PLM bagi BUK, BUS dan UUS. PADG ini berlaku sejak 3 Januari 2022. Perubahan tersebut telah
diberlakukan pada tanggal 1 Agustus 2020. Pada tanggal 25 Februari 2022, Bank Indonesia
mengeluarkan PBI No. 24/4/PBI/2022 tentang Perubahan Keempat atas PBI No. 20/3/PBI/2018
tentang Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi BUK, BUS dan UUS. Perubahan
dalam peraturan ini terkait pelonggaran atas kewajiban pemenuhan GWM dalam rupiah yang dapat
diberikan kepada BUK, BUS dan UUS atas pemenuhan GWM dalam rupiah secara harian dan/atau
secara rata-rata berdasarkan pertimbangan kebijakan makroprudensial Bank Indonesia. PBI ini berlaku
sejak 1 Maret 2022. Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 1 Juli 2022,
Bank Indonesia mengeluarkan PADG No. 24/8/PADG/2022 tentang Peraturan Pelaksanaan
Pemenuhan Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi BUK, BUS dan UUS.
Perubahan pengaturan dalam PADG ini meliputi: - Kewajiban minimum GWM Rupiah untuk BUK naik
menjadi 7,5% mulai 1 Juli 2022 dan 9,0% mulai 1 September 2022; - Kewajiban minimum GWM
Rupiah untuk BUS dan UUS naik 6,0% mulai 1 Juli 2022 dan 7,5% mulai 1 September 2022; -
Pemberian remunerasi terhadap pemenuhan kewajiban GWM. PADG ini berlaku sejak 1 Juli 2022.
Pada saat PADG ini berlaku, PADG No. 20/10/PADG/2018 yang diubah terakhir dengan PADG No.
24/3/PADG/2022 dicabut. Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 1
November 2022, Bank Indonesia mengeluarkan PADG No. 24/14/PADG/2022 tentang Perubahan
Kelima atas PADG No. 21/22/PADG/2019 tentang RIM dan PLM bagi BUK, BUS dan UUS. Perubahan
pengaturan dalam PADG ini meliputi pelonggaran target RIM atau RIM Syariah bagi Bank tertentu,
pengecualian pemenuhan target RIM atau RIM Syariah dan PLM atau PLM Syariah untuk Bank
tertentu, penyesuaian sumber data dan penyempurnaan pengaturan pemenuhan dan penghentian
pemenuhan RIM atau RIM Syariah dan/atau PLM atau PLM Syariah. Peraturan ini telah berlaku sejak
31 Oktober 2022. Pada tanggal 24 Maret 2023, PADG No. 2 Tahun 2023 tentang Perubahan atas
PADG No 24/8/PADG/2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Pemenuhan GWM dalam Rupiah dan
Valuta Asing Bagi BUK, BUS dan UUS ditetapkan. Pada PADG tersebut, terdapat perubahan besaran
insentif makroprudensial dari sebelumnya paling banyak 2% menjadi 2,8%. Peraturan ini telah berlaku
efektif sejak 1 April 2023.
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain merupakan penanaman dana dalam bentuk call Placements with Bank Indonesia and other
money, penempatan fixed term, deposito berjangka, Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (FASBI), banks
Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah (FASBIS) dan lain-lain. Penempatan pada Bank Indonesia
dinyatakan sebesar saldo penempatan dikurangi dengan pendapatan bunga yang ditangguhkan. Pada
awal transaksi penempatan pada bank lain dinilai berdasarkan nilai wajar ditambah biaya transaksi
tambahan langsung, jika ada, dan selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif (EIR). Pada setiap tanggal pelaporan, Bank dan entitas anak
mengukur penyisihan kerugian kredit ekspektasian menggunakan metodologi penurunan nilai
sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2o.
Efek-efek Efek-efek yang diperdagangkan terdiri dari Surat Utang Negara, Obligasi Korporasi, Sertifikat Bank Securities
Indonesia dan Surat Perbendaharaan Negara yang dikategorikan aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laporan laba rugi. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat kenaikan
atau penurunan nilai wajar disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
Page 27
konsolidasian tahun berjalan. Pendapatan bunga dari efek utang dicatat dalam laporan laba rugi sesuai
dengan persyaratan dalam kontrak. Atas penjualan portofolio efek yang diperdagangkan, selisih antara
harga jual dengan harga perolehan diakui sebagai keuntungan atau kerugian penjualan pada tahun
dimana efek tersebut dijual. Tidak ada penyisihan kerugian kredit ekspektasian yang diakui untuk aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
Aset hak guna PSAK 73 memperkenalkan model akuntansi penyewa tunggal dan mensyaratkan penyewa untuk Right of use assets
mengakui aset dan liabilitas untuk semua sewa dengan pengecualian sewa jangka pendek dan aset
dengan nilai rendah. Penyewa diharuskan untuk mengakui aset hak-guna yang mewakili haknya untuk
menggunakan aset sewaan dan liabilitas sewa yang mewakili kewajibannya untuk melakukan
pembayaran sewa. PSAK 73 secara substansial masih menggunakan persyaratan akuntansi atas
pesewa (lessor) sesuai PSAK 30 Sewa. Oleh karena itu, pesewa masih akan menggunakan klasifikasi
sewa dalam sewa operasi atau pembiayaan, dan perlakuan atas kedua tipe sewa tersebut. Dampak
penerapan PSAK 73 adalah Bank sebagai penyewa atas kontrak sewa property, data center dan ruang
ATM. Bank telah memilih simplified approach dalam melakukan transisi dan tidak melakukan penyajian
kembali untuk informasi komparatif. Dengan demikian, informasi komparatif tetap dilaporkan sesuai
dengan PSAK 30, ?Sewa?. Pada tanggal 1 Januari 2020, Bank mengakui liabilitas sewa, sebagai
pembayaran sewa yang tersisa termasuk atas opsi perpanjangan dimana perpanjangan hampir dapat
dipastikan, didiskontokan menggunakan tingkat bunga pinjaman inkremental pada tanggal penerapan
awal. Aset hak-guna yang diakui adalah jumlah yang sama dengan liabilitas sewa, yang disesuaikan
dengan jumlah pembayaran sewa dibayar dimuka atau terutang terkait sewa tersebut. Beban
keuangan dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian. Aset sewa (disajikan sebagai bagian aset
tetap) disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset sewa dan periode
masa sewa, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa Bank akan mendapatkan hak kepemilikan
pada akhir masa sewa.
Goodwill Goodwill merupakan selisih neto antara harga perolehan investasi dan bagian Bank atas nilai wajar Goodwill
aset neto entitas anak yang diakuisisi pada tanggal akuisisi. Goodwill tidak diamortisasi dan
selanjutnya disajikan sebesar nilai tercatat dikurangi dengan akumulasi penurunan nilai (Catatan 2o).
Investasi pada entitas asosiasi Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan POJK No. 22 Tahun 2022, tentang Kegiatan Investment in associates
Penyertaan Modal oleh Bank Umum, penyertaan modal oleh Bank dalam bentuk saham hanya dapat
dilakukan untuk investasi jangka panjang dan tidak dimaksudkan untuk jual beli saham. Karena itu
semua investasi Bank dalam bentuk penyertaan saham diklasifikasikan sebagai Diukur pada Nilai
Wajar melalui Penghasilan Komprehensif Lain (FVOCI). Keuntungan atau kerugian yang belum
direalisasikan dari kenaikan atau penurunan nilai wajar penyertaan diakui dan disajikan sebagai
komponen ekuitas dan setelah penghentian pengakuan, keuntungan dan kerugian dalam pendapatan
komprehensif lain tidak dipindahkan ke laba atau rugi (?without recycling?).
Aset takberwujud Aset tidak berwujud terdiri dari perangkat lunak dan goodwill. Aset tidak berwujud diakui jika, dan Intangible assets
hanya jika, biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal dan kemungkinan besar Bank dan
entitas anak akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aset tersebut.
Beban dibayar dimuka Terdiri dari aset yang tidak material yang tidak dapat digolongkan dalam pos-pos sebelumnya. Aset Prepaid expenses
Page 28
lain-lain dinyatakan sebesar nilai tercatat, yaitu harga perolehan setelah dikurangi dengan akumulasi
amortisasi, cadangan kerugian penurunan nilai atau penyisihan kerugian. Beban dibayar dimuka
diamortisasi selama masa manfaat menggunakan metode garis lurus (straight line method).
Piutang pembiayaan konsumen Piutang pembiayaan konsumen disajikan setelah dikurangi dengan bagian yang dibiayai bank-bank Consumer financing receivables
sehubungan dengan transaksi kerjasama penerusan pinjaman dan pembiayaan bersama, pendapatan
pembiayaan konsumen yang belum diakui dan cadangan kerugian penurunan nilai. Berdasarkan
perjanjian kerjasama pembiayaan bersama konsumen tanpa jaminan (without recourse), entitas anak
hanya menyajikan porsi jumlah angsuran piutang yang dibiayai entitas anak (pendekatan neto).
Pendapatan pembiayaan konsumen disajikan setelah dikurangi dengan bagian yang merupakan hak
bank-bank dalam rangka transaksi tersebut. Untuk pembiayaan bersama konsumen dengan jaminan
(with recourse), piutang pembiayaan konsumen merupakan seluruh jumlah angsuran dari pelanggan
dan kredit yang disalurkan oleh penyedia dana dicatat sebagai liabilitas (pendekatan bruto).
Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui, yang merupakan selisih antara jumlah seluruh
pembayaran angsuran yang akan diterima dari konsumen dengan jumlah pokok pembiayaan
konsumen, diakui sebagai pendapatan sesuai dengan jangka waktu kontrak pembiayaan konsumen
berdasarkan tingkat suku bunga efektif piutang pembiayaan konsumen. Selisih neto antara pendapatan
administrasi yang diperoleh dari konsumen pada saat pertama kali perjanjian pembiayaan konsumen
ditandatangani dan biaya-biaya yang timbul pertama kali yang terkait langsung dengan kredit
pembiayaan konsumen ditangguhkan dan disajikan sebagai bagian dari ?Piutang Pembiayaan
Konsumen? pada laporan posisi keuangan konsolidasian dan diakui sebagai penyesuaian atas imbal
hasil selama periode pembiayaan konsumen berdasarkan tingkat suku bunga efektif dan disajikan
sebagai bagian dari ?Pendapatan Pembiayaan Konsumen - Neto? pada pendapatan bunga dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan. Cadangan kerugian
kredit ekspektasian dihitung menggunakan metodologi penurunan nilai sebagaimana diungkapkan
dalam Catatan 2o. Termasuk dalam piutang pembiayaan konsumen adalah piutang pembiayaan
murabahah. Akad murabahah secara substansi merupakan suatu pembiayaan, sehingga pengakuan
margin dilakukan berdasarkan standar yang mengatur pembiayaan, seperti yang disebutkan dalam
kebijakan pembiayaan konsumen. Piutang yang tak tertagih dihapuskan berdasarkan evaluasi
manajemen entitas anak dan setelah menunggak masing-masing lebih dari 210 (dua ratus sepuluh)
hari dan 180 (seratus delapan puluh) hari untuk WOM dan MIF. Penerimaan dari piutang yang telah
dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan lain-lain pada saat terjadinya.
Simpanan nasabah dan simpanan dari bank lain Simpanan nasabah adalah dana yang dipercayakan oleh nasabah (di luar bank lain) kepada Bank Deposits from customers and deposits from
berdasarkan perjanjian penyimpanan dana. Simpanan nasabah terdiri dari giro, tabungan dan deposito other banks
berjangka. Simpanan termasuk simpanan Syariah dan investasi tidak terikat yang terdiri dari: a.
Wadiah merupakan wadiah yad-adhamanah yakni titipan dana dalam bentuk giro dan tabungan
dimana pemilik dana mendapatkan pendapatan bonus. b. Investasi tidak terikat dalam bentuk
tabungan mudharabah yang merupakan simpanan dana nasabah yang memberikan imbalan bagi hasil
untuk nasabah dari pendapatan unit Syariah atas penggunaan dana sesuai dengan nisbah yang telah
ditetapkan dan disetujui sebelumnya. c. Investasi tidak terikat dalam bentuk deposito berjangka
mudharabah merupakan simpanan dana nasabah yang memberikan imbalan bagi hasil untuk nasabah
dari pendapatan unit Syariah atas penggunaan dana sesuai dengan nisbah yang telah ditetapkan dan
disetujui sebelumnya. Giro, tabungan dan deposito berjangka diakui sebesar nilai wajar pada awalnya
dan selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi. Biaya perolehan diamortisasi dihitung
dengan memperhitungkan adanya diskonto atau premi terkait dengan pengakuan awal simpanan
nasabah dan biaya transaksi yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif
Page 29
(EIR). Simpanan dari bank lain terdiri dari liabilitas terhadap bank lain, baik lokal maupun luar negeri,
dalam bentuk giro, tabungan, interbank call money dengan periode jatuh tempo menurut perjanjian
kurang dari atau sama dengan 90 (sembilan puluh) hari dan deposito berjangka. Simpanan dari bank
lain diakui sebesar nilai wajar pada awalnya dan selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (EIR). Biaya perolehan diamortisasi
dihitung dengan memperhitungkan adanya diskonto atau premi terkait dengan pengakuan awal
simpanan dari bank lain dan biaya transaksi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suku
bunga efektif (EIR). Simpanan dari bank lain termasuk simpanan Syariah dalam bentuk giro wadiah
dan investasi tidak terikat yang terdiri dari deposito berjangka mudharabah.
Obligasi subordinasi Obligasi subordinasi diakui sebesar nilai wajar pada awalnya dan selanjutnya diukur sebesar nilai biaya Subordinated bonds
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (EIR). Biaya perolehan
diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan adanya diskonto atau premi terkait dengan pengakuan
awal obligasi subordinasi dan biaya transaksi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suku
bunga efektif (EIR).
Efek-efek yang dibeli dengan janji dibeli kembali Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) diakui sebesar harga jual kembali efek yang Securities purchased under resell agreements
bersangkutan dikurangi pendapatan bunga yang belum diamortisasi. Selisih antara harga beli dengan
harga jual diperlakukan sebagai pendapatan bunga yang belum diamortisasi dan diakui sebagai
pendapatan bunga selama jangka waktu sejak tanggal akuisisi hingga tanggal dijual kembali dengan
menggunakan metode suku bunga efektif (EIR). Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo)
diakui sebesar harga pembelian kembali yang disepakati dikurangi beban bunga yang belum
diamortisasi. Beban bunga yang belum diamortisasi merupakan selisih antara harga jual dan harga beli
kembali yang disepakati dan diakui sebagai beban bunga selama jangka waktu sejak efek dijual hingga
dibeli kembali dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Efek yang dijual tetap dicatat sebagai
aset dalam laporan posisi keuangan konsolidasian karena secara substansi kepemilikan efek tetap
berada pada pihak Bank sebagai penjual. Beban bunga diamortisasi dengan menggunakan metode
suku bunga efektif. Pada setiap tanggal pelaporan Bank mengukur penyisihan kerugian kredit
ekspektasian menggunakan metode penurunan nilai sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2o.
Instrumen keuangan Pengakuan dan Pengukuran Klasifikasi aset keuangan menggunakan pendekatan model bisnis dan Financial instruments
karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan tersebut. Setelah pengakuan awal, aset
keuangan diukur dengan biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain dan nilai wajar melalui laporan laba rugi berdasarkan pada model bisnis yang diadopsi. Semua
instrumen keuangan pada saat pengakuan awal diukur sebesar nilai wajarnya. Dalam hal aset
keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, nilai wajar
tersebut ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau
penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut.
Penerapan standar akuntansi baru Bank dan entitas anak telah menerapkan standar akuntansi berikut pada tanggal 1 Januari 2023 yang Adoption of new accounting standards
dianggap relevan dengan Bank: Amandemen PSAK 1, ?Penyajian Laporan Keuangan tentang
Pengungkapan Kebijakan Akuntansi?. Amendemen PSAK 1 tersebut mensyaratkan entitas untuk
mengungkapkan ?informasi kebijakan akuntansi material? yang sebelumnya ?Kebijakan akuntansi
signifikan? dan mengklarifikasi bahwa tidak seluruh informasi kebijakan akuntansi terkait dengan
transaksi, kejadian atau kondisi material lainnya adalah material terhadap laporan keuangan.
Amandemen PSAK 1, ?Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka
Pendek atau Jangka Panjang?. Amandemen PSAK 1 mengklarifikasi bahwa liabilitas diklasifikasikan
sebagai lancar atau tidak lancar, tergantung pada hak yang ada pada akhir periode pelaporan.
Amandemen PSAK 16, ?Aset Tetap tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan?.
Page 30
Amendemen ini mengklarifikasi contoh biaya yang dapat diatribusikan secara langsung ke dalam nilai
perolehan aset. Amandemen ini menambahkan pengaturan atas: ? Pengakuan hasil penjualan dan
biaya perolehan atas item yang dihasilkan saat membawa aset tetap ke lokasi dan kondisi yang
diperlukan sesuai dengan intensi manajemen dalam Laba Rugi. ? Pengukuran biaya perolehan atas
item tersebut dengan menerapkan persyaratan pengukuran dalam PSAK 14: Persediaan. Amendemen
PSAK 25: ?Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan tentang Definisi
Estimasi Akuntansi?. Amendemen PSAK 25 ini memperkenalkan definisi estimasi Akuntansi dan
mengklarifikasi: ? Teknik estimasi dan teknik penilaian merupakan contoh dari teknik pengukuran yang
digunakan dalam mengembangkan estimasi akuntansi. ? Perubahan dalam estimasi akuntansi sebagai
hasil informasi baru atau perkembangan baru yang bukan merupakan koreksi kesalahan. Amendemen
PSAK 46: ?Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul dari
Transaksi Tunggal?. Amandemen PSAK 46 ini mengharuskan perusahaan untuk mengakui pajak
tangguhan atas transaksi yang pada pengakuan awal menimbulkan jumlah yang sama dari perbedaan
sementara kena pajak dan yang dapat dikurangkan. Amendemen PSAK 107: ?Ijarah?. Amandemen
PSAK 107 ini untuk mengakomodasi perkembangan bisnis syariah, tidak hanya di sektor keuangan
tetapi juga sektor riil yang menggunakan pengaturan ijarah. Siaran Pers Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) mengenai ?Pengatribusian Imbalan pada Periode
Jasa? Pada bulan April 2022, DSAK IAI mengeluarkan siaran pers mengenai ?Pengatribusian Imbalan
pada Periode Jasa? sebagai bahan penjelasan terhadap persyaratan yang relevan dari PSAK 24,
?Imbalan Kerja?, yang secara khusus menjelaskan cara mengatribusikan imbalan pensiun pada
periode jasa program pensiun dengan pola tertentu berdasarkan undang-undang yang berlaku di
Indonesia. Siaran pers tersebut diterbitkan sehubungan dengan IFRS Interpretation Committee (IFRIC)
Agenda Decision IAS 19 Employee Benefits mengenai Attributing Benefit to Periods of Service pada
bulan Mei 2021. DSAK IAI menilai bahwa pola fakta program pensiun berbasis Undang-Undang
Ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia saat ini memiliki pola fakta serupa dengan pola fakta
dalam IFRIC Agenda Decision tersebut. Dengan pola fakta yang serupa tersebut, maka perlakuan
akuntansi dalam IFRIC Agenda Decision relevan untuk diterapkan dalam program pensiun berbasis
Undang-Undang Ketenagakerjaan. Setiap perubahan kewajiban imbalan pasca kerja setelah
penerapan atribusi imbalan sebagaimana dijelaskan dalam siaran pers ini dianggap sebagai
perubahan kebijakan akuntansi, dan dampaknya pada saldo awal periode komparatif harus
diperhitungkan secara retrospektif, jika material. Bank dan entitas anaknya telah menerapkan
persyaratan dari siaran pers dan telah melakukan perikatan dengan aktuaris independen untuk
menghitung dampak dari perubahan kebijakan akuntansi ini sejak awal periode komparatif yang
disajikan. Dampak terhadap laporan posisi keuangan konsolidasian 31 Desember 2021 dam 1 Januari
2021 serta pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 diungkapkan pada Catatan 55.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2024 Amandemen PSAK 73, ?Liabilitas Sewa pada Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif Transaksi Jual dan Sewa-Balik? Amandemen ini memberikan penegasan atas pengukuran selanjutnya effective
untuk aset hak-guna dan liabilitas sewa dari transaksi jual dan sewa-balik. Penjual-penyewa mengukur
liabilitas sewa dengan suatu cara sehingga penjual-penyewa tidak akan mengakui jumlah keuntungan
atau kerugian yang terkait dengan hak guna atas aset yang masih dipertahankannya. Amandemen
PSAK 1 ?Penyajian Laporan Keuangan terkait Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan? Dalam
amandemen ini, liabilitas jangka panjang dengan kovenan disajikan sebagai liabilitas jangka pendek
atau panjang bergantung pada ada atau tidaknya hak untuk menunda penyelesaian liabilitas. Kovenan
dalam hal ini dibagi menjadi kovenan yang memengaruhi dan tidak memengaruhi hak untuk menunda
penyelesaian liabilitas setidaknya 12 bulan setelah periode pelaporan. Pada saat penerbitan laporan
keuangan konsolidasian, Bank dan entitas anaknya masih mempelajari dampak yang mungkin timbul
Page 31
dari penerapan standar baru dan revisi tersebut serta pengaruhnya pada laporan keuangan konsolidasian Bank dan entitas anaknya.
Page 32
[4611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Financial and Sharia Industry - Current Year
30 September 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Penjabaran laporan
Aset tetap, awal Penambahan aset Pengurangan aset Revaluasi aset Aset tetap, akhir
keuangan aset
periode tetap tetap tetap periode
tetap
Translation
Property, plant, and Revaluation of Property, plant, and
Addition in property, Disposals in property, adjustment in
equipment, beginning property, plant, and equipment, end
plant, and equipment plant, and equipment property, plant, and
period equipment period
equipment
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki Land, directly owned Carrying amount,
2,433,936 3,607 ( 2,756 ) ( 5,920 ) ( 379 ) 2,428,488
langsung gross
Bangunan dan Building and leasehold
fasilitasnya, dimiliki 666,446 24,218 ( 2,346 ) ( 159 ) 688,159 improvement, directly
langsung owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki 1,571,058 162,300 ( 162,005 ) 94 1,571,447 equipment, directly
langsung owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
112,483 15,779 ( 39,496 ) (9) 88,757
dimiliki langsung owned
Lainnya, dimiliki Others, directly owned
417,314 9,708 ( 8,290 ) ( 195 ) 418,537
langsung
Dimiliki langsung 5,201,237 215,612 ( 214,893 ) ( 6,189 ) ( 379 ) 5,195,388 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
5,201,237 215,612 ( 214,893 ) ( 6,189 ) ( 379 ) 5,195,388
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
fasilitasnya, dimiliki 482,810 44,864 ( 988 ) ( 156 ) 526,530 improvement, directly accumulated
langsung owned depreciation
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki 1,229,775 95,002 ( 160,362 ) 62 1,164,477 equipment, directly
langsung owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
84,343 8,644 ( 38,624 ) (1) 54,362
dimiliki langsung owned
Lainnya, dimiliki Others, directly owned
393,108 8,411 ( 8,284 ) ( 171 ) 393,064
langsung
Dimiliki langsung 2,190,036 156,921 ( 208,258 ) ( 266 ) 2,138,433 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
2,190,036 156,921 ( 208,258 ) ( 266 ) 2,138,433
equipment
Page 33
Nilai perolehan Aset tetap 3,011,201 3,056,955 Property, plant, and Carrying amount
equipment
Page 34
[4611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Financial and Sharia Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Penjabaran laporan
Aset tetap, awal Penambahan aset Pengurangan aset Revaluasi aset Aset tetap, akhir
keuangan aset
periode tetap tetap tetap periode
tetap
Translation
Property, plant, and Revaluation of Property, plant, and
Addition in property, Disposals in property, adjustment in
equipment, property, plant, and equipment, end
plant, and equipment plant, and equipment property, plant, and
beginning period equipment period
equipment
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 2,453,977 2,412 ( 3,410 ) ( 19,043 ) 2,433,936 Land, directly owned Carrying amount,
Bangunan dan Building and leasehold gross
fasilitasnya, dimiliki 691,310 43,121 ( 63,243 ) ( 4,742 ) 666,446 improvement, directly
langsung owned
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 0 equipment, directly
owned
Alat berat, dimiliki Heavy equipment,
0
langsung directly owned
Alat pengangkutan, Transportation
dimiliki langsung 0 equipment, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 1,635,403 189,335 ( 239,754 ) ( 13,926 ) 1,571,058 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
112,739 21,456 ( 21,693 ) ( 19 ) 112,483
dimiliki langsung owned
Pesawat, dimiliki Aircraft, directly owned
0
langsung
Kapal, dimiliki langsung 0 Vessels, directly owned
Lainnya, dimiliki Others, directly owned
460,839 11,209 ( 63,765 ) 9,031 417,314
langsung
Dimiliki langsung 5,354,268 267,533 ( 388,455 ) ( 13,066 ) ( 19,043 ) 5,201,237 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
5,354,268 267,533 ( 388,455 ) ( 13,066 ) ( 19,043 ) 5,201,237
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
fasilitasnya, dimiliki 498,822 54,872 ( 63,039 ) ( 7,845 ) 482,810 improvement, directly accumulated
langsung owned depreciation
Page 35
Perabot dan peralatan 1,364,042 122,061 ( 239,234 ) ( 17,094 ) 1,229,775 Furniture and office
kantor, dimiliki langsung equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
92,235 11,208 ( 19,095 ) (5) 84,343
dimiliki langsung owned
Lainnya, dimiliki Others, directly owned
436,835 11,170 ( 63,669 ) 8,772 393,108
langsung
Dimiliki langsung 2,391,934 199,311 ( 385,037 ) ( 16,172 ) 2,190,036 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
2,391,934 199,311 ( 385,037 ) ( 16,172 ) 2,190,036
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
2,962,334 3,011,201
equipment
Page 36
[4611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - Financial and Sharia Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Pada tahun 2021 (sebelumnya pernah dilakukan juga pada tahun 2016 dan 2018), Bank melakukan Disclosure of notes for property, plant and
penilaian kembali aset tetap berupa tanah yang berada di Indonesia. Berdasarkan laporan dari Penilai equipment
Independen dari KJPP Susan Widjojo dan Rekan yang ditandatangani Susan Widjojo, MAPPI (Cert)
pada 28 Desember 2021, metode yang digunakan dalam penilaian kembali aset tetap adalah metode
pendekatan data pasar. Tanggal penilaian adalah 30 November 2021. Penilaian dilakukan sesuai
dengan dan tunduk kepada ketentuan-ketentuan dari Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian
Indonesia dan Peraturan BAPEPAM-LK No. VIII.C.4 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilai Properti di Pasar Modal. Konsep dan Prinsip Umum Penilaian (KPUP) poin 17 tahun
2015, ditentukan berdasarkan transaksi pasar terkini dan dilakukan dengan ketentuan-ketentuan yang
lazim dan menggunakan pendekatan penilaian. Dalam pengukuran nilai wajar tanah, Penilai
Independen memperhitungkan kemampuan peserta pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomi
dengan penggunaan tertinggi dan terbaik atas aset atau dengan menjual aset ke peserta pasar lain
yang akan menggunakan aset pada kondisi tertinggi dan penggunaan terbaik. Penilaian kembali yang
dilakukan atas tanah menghasilkan kenaikan nilai tercatat sebesar Rp160.604 dan dicatat sebagai
bagian dari ekuitas sebagai surplus revaluasi aset tetap dan penghasilan komprehensif lain. Bank dan
entitas anak memiliki sejumlah bidang tanah dengan hak kepemilikan berupa Hak Guna Bangunan
yang akan jatuh tempo antara tahun 2023 sampai 2051 yang tersebar di seluruh Indonesia di mana
cabang Bank berada. Manajemen berpendapat hak atas tanah tersebut dapat diperpanjang.
Manajemen berpendapat tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas aset tetap yang dimiliki Bank.
Aset tetap Bank, kecuali tanah, diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan pencurian pada tanggal
30 September 2023 kepada perusahaan asuransi pihak terkait Bank yaitu PT Asuransi Etiqa
Internasional Indonesia dan perusahaan asuransi pihak ketiga Bank yaitu Asuransi Sinar Mas,
Asuransi Harta Aman, Asuransi Allianz Utama Indonesia, Great Eastern Insurance Indonesia dan
Zurich Asuransi Indonesia dengan nilai pertangggungan sebesar Rp2.121.872 dan USD7.405.285 dan
pada tanggal 31 Desember 2022 kepada perusahaan asuransi pihak terkait Bank yaitu PT Asuransi
Etiqa Internasional Indonesia dan perusahaan asuransi pihak ketiga Bank yaitu Asuransi Sinar Mas,
Asuransi Harta Aman, Asuransi Allianz Utama Indonesia, Great Eastern Insurance Indonesia dan
Zurich Asuransi Indonesia dengan nilai pertangggungan sebesar Rp2.056.504 dan USD8.327.185.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan
kerugian atas aset yang dipertanggungkan. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022,
jumlah tercatat bruto dari setiap aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan adalah
masing-masing sebesar Rp1.307.522 dan Rp1.437.256. Penambahan dan pengurangan aset tetap
Bank pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 terutama terdiri dari perangkat keras
komputer, mesin ATM, tanah, bangunan dan kendaraan bermotor yang digunakan untuk aktivitas
operasional Bank.
Page 37
[4612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - Financial and Sharia Industry - Current Year
30 September 2023
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, Penambahan aset hak Pengurangan aset hak Reklasifikasi aset hak Aset hak guna,
periode awal guna guna guna periode akhir
Right of use assets, Addition in right of use Disposals in right of use Reclassifications of right Right of use assets,
beginning period assets assets of use assets end period
Nilai perolehan, kotor Alat pengangkutan, aset Transportation Carrying amount, gross
hak guna 64,997 64,997 equipment, right of use
assets
Bangunan, aset hak guna Building, right of use
789,074 75,035 ( 40,927 ) 233 823,415
assets
Lainnya, aset hak guna Others, right of use
129,112 129,112
assets
Aset hak guna 983,183 75,035 ( 40,927 ) 233 1,017,524 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Alat pengangkutan, aset Transportation Carrying amount,
hak guna 38,891 9,789 48,680 equipment, right of use accumulated
assets depreciation
Bangunan, aset hak guna Building, right of use
466,709 148,300 ( 40,717 ) 117 574,409
assets
Lainnya, aset hak guna Others, right of use
44,728 17,555 62,283
assets
Aset hak guna 550,328 175,644 ( 40,717 ) 117 685,372 Right of use assets
Nilai perolehan Aset hak guna 432,855 332,152 Right of use assets Carrying amount
Page 38
[4612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - Financial and Sharia Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode Penambahan aset hak Pengurangan aset hak Aset hak guna, periode
awal guna guna akhir
Right of use assets, Addition in right of use Disposals in right of use Right of use assets,
beginning period assets assets end period
Nilai perolehan, kotor Alat pengangkutan, aset hak Transportation equipment, Carrying amount, gross
64,997 64,997
guna right of use assets
Bangunan, aset hak guna 808,364 61,344 ( 80,634 ) 789,074 Building, right of use assets
Lainnya, aset hak guna 72,462 56,650 129,112 Others, right of use assets
Aset hak guna 945,823 117,994 ( 80,634 ) 983,183 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Alat pengangkutan, aset hak Transportation equipment, Carrying amount,
25,839 13,052 38,891
guna right of use assets accumulated depreciation
Bangunan, aset hak guna 352,023 195,320 ( 80,634 ) 466,709 Building, right of use assets
Lainnya, aset hak guna 24,154 20,574 44,728 Others, right of use assets
Aset hak guna 402,016 228,946 ( 80,634 ) 550,328 Right of use assets
Nilai perolehan Aset hak guna 543,807 432,855 Right of use assets Carrying amount
Page 39
[4612100] Disclosure of Notes to the financial statements - Right of Use Assets - Financial and Sharia Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas aset hak guna Penambahan dan pengurangan aset hak-guna Bank pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Disclosure of notes for right of use assets
Desember 2022 terutama terdiri dari bangunan dan sentra data yang digunakan untuk aktivitas
operasional Bank.
Page 40
[4613100a] Notes to the financial statements - Loans and Sharia receivables/financing - by Economic Sector - Financial and Sharia Industry
30 September 2023
Pinjaman berdasarkan sektor ekonomi Loans by economic sector
Total pinjaman, kotor
Total loans, gross
Total Loans by
Current Special mention Substandard Doubtful Loss
collectibility
Jumlah Pinjaman
Dalam perhatian
Lancar Kurang lancar Diragukan Macet berdasarkan
khusus
kolektibilitas
Rupiah Perindustrian 10,581,064 138,655 21,748 33,757 661,407 11,436,631 Manufacturing Rupiah
Perdagangan, restoran Trading, restaurants and
12,168,978 317,177 56,613 41,032 1,239,392 13,823,192
dan hotel hotels
Pertanian 1,094,762 4,825 4,843 5,000 30,172 1,139,602 Agriculture
Jasa dunia usaha 13,788,927 7,380 13,866 0 123,288 13,933,461 Business services
Konstruksi 9,714,844 538,390 8,903 0 159,483 10,421,620 Construction
Pengangkutan, Transportation,
pergudangan dan 1,245,067 15,087 22,050 14,356 103,898 1,400,458 warehousing and
komunikasi communications
Listrik, gas dan air Electricity, gas and
274,973 0 0 0 0 274,973
water
Jasa sosial 255,390 6,682 3,182 0 10,535 275,789 Social services
Pertambangan 1,071,462 999 0 0 5,316 1,077,777 Mining
Properti 0 0 0 0 0 0 Property
Lain-lain 32,325,746 1,913,260 146,420 132,361 616,233 35,134,020 Other sectors
Subtotal Pinjaman Subtotal Loans by
berdasarkan sektor 82,521,213 2,942,455 277,625 226,506 2,949,724 88,917,523 economic sector
ekonomi
Mata uang asing Perindustrian 8,081,287 371,693 0 6,138 0 8,459,118 Manufacturing Foreign currencies
Perdagangan, restoran Trading, restaurants and
437,405 700 0 0 0 438,105
dan hotel hotels
Pertanian 47,888 0 0 0 0 47,888 Agriculture
Jasa dunia usaha 465,601 1 0 1 0 465,603 Business services
Konstruksi 16,062 0 0 0 0 16,062 Construction
Pengangkutan, Transportation,
pergudangan dan 81,939 0 0 0 0 81,939 warehousing and
komunikasi communications
Page 41
Listrik, gas dan air 1,285,990 552,450 0 0 0 1,838,440 Electricity, gas and
water
Jasa sosial 6,615 0 0 0 0 6,615 Social services
Pertambangan 4,533,008 0 0 0 0 4,533,008 Mining
Properti 0 0 0 0 0 0 Property
Lain-lain 0 0 0 0 0 0 Other sectors
Subtotal Pinjaman Subtotal Loans by
berdasarkan sektor 14,955,795 924,844 0 6,139 0 15,886,778 economic sector
ekonomi
Subtotal Seluruh Subtotal Pinjaman Subtotal Loans by Subtotal on all
Mata Uang berdasarkan sektor 97,477,008 3,867,299 277,625 232,645 2,949,724 104,804,301 economic sector Currencies
ekonomi
30 September 2023
Pinjaman berdasarkan sektor ekonomi Loans by economic sector
Total Loans by
Current Special mention Substandard Doubtful Loss
collectibility
Jumlah Pinjaman
Lancar Dalam perhatian khusus Kurang lancar Diragukan Macet
berdasarkan kolektibilitas
Total pinjaman, kotor 97,477,008 3,867,299 277,625 232,645 2,949,724 104,804,301 Total loans, gross
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai pada ( 1,080,272 ) ( 1,138,630 ) ( 88,260 ) ( 74,356 ) ( 1,073,399 ) ( 3,454,917 ) losses for loans
pinjaman yang diberikan
Total pinjaman, bersih 96,396,736 2,728,669 189,365 158,289 1,876,325 101,349,384 Total loans, net
31 December 2022
Pinjaman berdasarkan sektor ekonomi Loans by economic sector
Total pinjaman, kotor
Total loans, gross
Total Loans by
Current Special mention Substandard Doubtful Loss
collectibility
Jumlah Pinjaman
Dalam perhatian
Lancar Kurang lancar Diragukan Macet berdasarkan
khusus
kolektibilitas
Rupiah Perindustrian 9,724,403 129,164 29,901 5,658 654,919 10,544,045 Manufacturing Rupiah
Perdagangan, restoran Trading, restaurants and
11,924,466 141,635 39,154 73,058 1,306,350 13,484,663
dan hotel hotels
Page 42
Pertanian 1,886,188 0 0 0 195,944 2,082,132 Agriculture
Jasa dunia usaha 7,694,275 25,271 142 0 123,453 7,843,141 Business services
Konstruksi 12,245,861 19,135 0 10,542 144,901 12,420,439 Construction
Pengangkutan, Transportation,
pergudangan dan 1,748,266 13,095 12,372 17,025 79,342 1,870,100 warehousing and
komunikasi communications
Listrik, gas dan air 1,128,572 0 0 0 0 1,128,572 Electricity, gas and water
Jasa sosial 267,997 2,986 0 0 13,294 284,277 Social services
Pertambangan 1,083,543 0 0 967 5,316 1,089,826 Mining
Properti 0 0 0 0 0 0 Property
Lain-lain 28,761,491 1,550,736 147,741 129,322 515,642 31,104,932 Other sectors
Subtotal Pinjaman Subtotal Loans by
berdasarkan sektor 76,465,062 1,882,022 229,310 236,572 3,039,161 81,852,127 economic sector
ekonomi
Mata uang asing Perindustrian 7,715,305 381,772 0 0 36,364 8,133,441 Manufacturing Foreign currencies
Perdagangan, restoran Trading, restaurants and
587,207 0 0 0 0 587,207
dan hotel hotels
Pertanian 3,314 0 0 0 0 3,314 Agriculture
Jasa dunia usaha 1,997,745 1 0 0 2 1,997,748 Business services
Konstruksi 45,973 0 0 0 0 45,973 Construction
Pengangkutan, Transportation,
pergudangan dan 93,153 0 0 0 0 93,153 warehousing and
komunikasi communications
Listrik, gas dan air 1,294,794 571,989 0 0 0 1,866,783 Electricity, gas and water
Jasa sosial 6,548 0 0 0 0 6,548 Social services
Pertambangan 5,352,349 0 0 0 0 5,352,349 Mining
Properti 0 0 0 0 0 0 Property
Lain-lain 0 0 0 0 0 0 Other sectors
Subtotal Pinjaman Subtotal Loans by
berdasarkan sektor 17,096,388 953,762 0 0 36,366 18,086,516 economic sector
ekonomi
Subtotal Seluruh Subtotal Pinjaman Subtotal Loans by Subtotal on all
Mata Uang berdasarkan sektor 93,561,450 2,835,784 229,310 236,572 3,075,527 99,938,643 economic sector Currencies
ekonomi
31 December 2022
Pinjaman berdasarkan sektor ekonomi Loans by economic sector
Page 43
Current Special mention Substandard Doubtful Loss Total Loans by
collectibility
Jumlah Pinjaman
Lancar Dalam perhatian khusus Kurang lancar Diragukan Macet
berdasarkan kolektibilitas
Total pinjaman, kotor 93,561,450 2,835,784 229,310 236,572 3,075,527 99,938,643 Total loans, gross
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai pada ( 1,342,583 ) ( 764,052 ) ( 48,064 ) ( 76,623 ) ( 1,004,675 ) ( 3,235,997 ) losses for loans
pinjaman yang diberikan
Total pinjaman, bersih 92,218,867 2,071,732 181,246 159,949 2,070,852 96,702,646 Total loans, net
Page 44
[4614100] Notes to the financial statements - Loans and Sharia
receivables/financing - Other Information - Financial and Sharia Industry
Informasi penting lainnya Loans other information
30 September 2023 31 December 2022
Tingkat suku bunga Annual yield rate of rupiah
0.0874 0.085
rata-rata per tahun rupiah loans
Tingkat suku bunga Annual yield rate of
rata-rata per tahun mata 0.0611 0.0414 foreign currencies loans
uang asing
Cadangan kerugian Allowance for impairment of
3,235,997 3,131,881
penurunan nilai, awal periode losses, beginning period
Pembentukan selama tahun Provision during the year of
berjalan 596,307 1,063,084 allowance for impairment
losses on loans
Penghapusbukuan Writing off of allowance for
( 378,837 ) ( 1,092,895 )
impairment losses on loans
Dampak selisih akibat Foreign exchange translation
perbedaan kurs terhadap impact on allowance for
cadangan kerugian 1,450 133,927 impairment losses on loans
penurunan nilai pinjaman
diberikan
Cadangan kerugian Allowance for impairment
3,454,917 3,235,997
penurunan nilai, akhir periode of losses, ending period
Non-performing financing - Non-performing financing -
0.0325 0.0346
gross gross
Non-performing financing - Non-performing financing -
0.0207 0.0234
net net
Page 45
[4614110] Disclosure of Notes to the financial statements - Loans and Sharia receivables/financing - Financial and Sharia Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas pinjaman dan Per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, rasio kredit kepada Usaha Mikro dan Kecil terhadap Disclosure of notes for loans and sharia
piutang syariah kredit yang diberikan sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/30/DPNP tanggal 16 receivables/financing
Desember 2011 masing-masing sebesar 0,53% dan 0,52%. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31
Desember 2022, jumlah kredit yang diberikan yang dijamin dengan deposito berjangka adalah
masing-masing sebesar Rp6.897.667 dan Rp6.871.941. Jumlah kredit sindikasi yang diberikan oleh
Bank per tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah masing-masing sebesar
Rp11.017.440 dan Rp14.538.404. Keikutsertaan Bank sebagai pimpinan sindikasi per 30 September
2023 adalah antara 2% sampai 44% (31 Desember 2022: 2% sampai 44%) (tidak diaudit) dan sebagai
anggota sindikasi per 30 September 2023 adalah antara 3% sampai 4% (31 Desember 2022: 4%)
(tidak diaudit) dari jumlah kredit sindikasi. Bank mengadakan perjanjian pemberian fasilitas
pembiayaan bersama, terutama dengan entitas anak, yaitu WOM dan MIF untuk membiayai
kepemilikan kendaraan secara retail. Risiko kredit Bank dalam pembiayaan bersama tersebut berada
pada debitur dari entitas anak. Jumlah saldo fasilitas pembiayaan bersama dengan WOM pada tanggal
30 September 2023 adalah sebesar RpNihil (31 Desember 2022: Rp23). Jumlah saldo fasilitas
pembiayaan bersama dengan MIF pada tanggal 30 September 2023 adalah sebesar Rp9.624.095 (31
Desember 2022: Rp7.333.736). Jumlah tersebut dicatat dalam Kredit Kendaraan Bermotor dan Syariah
(Catatan 12a) dan kredit lain-lain (Catatan 12c). Rasio kredit bermasalah (?NPL?) konsolidasian per
tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia No.
13/30/DPNP tanggal 16 Desember 2011, dihitung secara bruto masingmasing adalah 3,25% dan
3,46%, dan dihitung secara neto masing-masing adalah 2,07% dan 2,34%. Untuk periode sembilan
bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2022, penyisihan selama periode berjalan adalah
sebesar Rp611.215 (Catatan 38). Jumlah penyisihan penghapusan aset yang wajib dibentuk atas
kredit yang diberikan sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan untuk perhitungan Kewajiban
Penyediaan Modal Minimum (?KPMM?) adalah masing-masing sebesar Rp3.073.142 dan
Rp3.087.813 pada 30 September 2023 dan 31 Desember 2022. Rasio pemenuhan penyisihan
penghapusan aset yang wajib dibentuk untuk kredit yang diberikan masing-masing sebesar 112,42%
dan 104,80% pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 telah sesuai dengan ketentuan
Otoritas Jasa Keuangan.
Page 46
[4621100] Notes to the financial statements - Current Accounts and Wadiah Demand deposits - Financial and Sharia Industry
Giro dan giro wadiah Current accounts and wadiah demand deposits
30 September 2023 31 December 2022
Giro Pihak berelasi Rupiah 101,278 159,796 Rupiah Related parties Current accounts
Mata uang asing 4,377 82,603 Foreign currencies
Subtotal Seluruh Subtotal on all
105,655 242,399
Mata Uang Currencies
Pihak ketiga Rupiah 20,999,086 20,877,203 Rupiah Third parties
Mata uang asing 12,800,987 11,312,956 Foreign currencies
Subtotal Seluruh Subtotal on all
33,800,073 32,190,159
Mata Uang Currencies
Subtotal Seluruh Subtotal Seluruh Subtotal on all Subtotal on all
33,905,728 32,432,558
Pihak Mata Uang Currencies Parties
Page 47
[4622100] Notes to the financial statements - Savings Deposits and Wadiah Savings Deposits - Financial and Sharia Industry
Tabungan dan tabungan wadiah Savings deposits and wadiah savings deposits
30 September 2023 31 December 2022
Tabungan Pihak berelasi Rupiah 41,923 30,671 Rupiah Related parties Savings deposits
Mata uang asing 3,981 2,774 Foreign currencies
Subtotal Seluruh Subtotal on all
45,904 33,445
Mata Uang Currencies
Pihak ketiga Rupiah 19,169,697 18,337,844 Rupiah Third parties
Mata uang asing 3,070,727 3,542,058 Foreign currencies
Subtotal Seluruh Subtotal on all
22,240,424 21,879,902
Mata Uang Currencies
Subtotal Seluruh Subtotal Seluruh Subtotal on all Subtotal on all
22,286,328 21,913,347
Pihak Mata Uang Currencies Parties
Page 48
[4623100] Notes to the financial statements - Time deposits and Wakalah deposits - Financial and Sharia Industry
Deposito berjangka dan deposito wakalah Time deposits and wakalah deposits
30 September 2023 31 December 2022
Deposito berjangka Pihak berelasi Rupiah 129,529 164,797 Rupiah Related parties Time deposits
Mata uang asing 16,848 7,705 Foreign currencies
Subtotal Seluruh Subtotal on all
146,377 172,502
Mata Uang Currencies
Pihak ketiga Rupiah 48,578,648 43,573,678 Rupiah Third parties
Mata uang asing 9,583,676 7,614,217 Foreign currencies
Subtotal Seluruh Subtotal on all
58,162,324 51,187,895
Mata Uang Currencies
Subtotal Seluruh Subtotal Seluruh Subtotal on all Subtotal on all
58,308,701 51,360,397
Pihak Mata Uang Currencies Parties
Page 49
[4624100] Notes to the financial statements - Annual average interest rate Third Party Funds - Financial and Sharia Industry
Page 50
[4624110] Disclosure of Notes to the financial statements - Third Party Funds - Financial and Sharia Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas dana pihak ketiga Tidak ada saldo giro yang diblokir atau dijadikan jaminan kredit pada 30 September 2023 dan 31 Disclosure of notes for third party funds
Desember 2022. Saldo deposito berjangka yang diblokir atau dijadikan jaminan kredit pada 30
September 2023 adalah sebesar Rp6.352.660 (31 Desember 2022: Rp5.973.083).
Page 51
[4631100] Notes to the financial statements - Interest and Sharia Income -
Financial and Sharia Industry
Pendapatan bunga dan syariah Interest and sharia income
30 September 2023 30 September 2022
Pendapatan bunga Interest income
Kredit yang diberikan 4,190,797 3,654,619 Loans interest income
Pendapatan pembiayaan Consumer financing
konsumen 1,553,694 1,355,195 receivables - net interest
income
Efek-efek 1,005,533 970,305 Marketable securities income
Penempatan pada Bank Placements with Bank
Indonesia dan bank lain 174,165 120,946 Indonesia and other banks
income
Lain-lain 1,238 5,000 Other interest income
Subtotal pendapatan bunga 6,925,427 6,106,065 Subtotal interest income
Lain-lain 1,832,496 1,522,272 Other sharia income
Subtotal pendapatan Subtotal sharia income
syariah dan pendapatan
1,832,496 1,522,272
pengelolaan dana oleh
bank sebagai mudharib
Total pendapatan bunga dan Total interest and sharia
8,757,923 7,628,337
syariah income
Page 52
[4631110] Disclosure of Interest and Sharia Income - Financial and Sharia Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas pendapatan bunga Pada periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 2022, termasuk dalam pendapatan Disclosure of interest and sharia income
dan syariah bunga dan syariah di atas adalah pendapatan dari pihak berelasi dengan jumlah masing-masing
sebesar Rp339 dan Rp452.
Page 53
[4632100] Notes to the financial statements - Interest and Sharia Expense -
Financial and Sharia Industry
Beban bunga dan syariah Interest and sharia expense
30 September 2023 30 September 2022
Beban bunga Interest expense
Deposito berjangka Time deposits interest
1,052,502 674,099
expense
Tabungan Saving deposits interest
118,226 144,463
expense
Pinjaman yang diterima 410,494 222,818 Borrowings interest expense
Premi penjaminan dana pihak Premium on third party fund
169,654 159,457
ketiga guarantees
Giro Current accounts interest
423,346 283,844
expense
Efek-efek yang diterbitkan Securities issued interest
254,600 315,027
expense
Pinjaman dan efek-efek Subordinated securities
35,330 58,145
subordinasi interest expense
Lain-lain Others interest expense
33,236 72,948
interest expense
Subtotal beban bunga 2,497,388 1,930,801 Subtotal interest expense
Lain-lain 852,392 536,056 Other sharia expense
Subtotal beban syariah dan Subtotal sharia expense
hak pihak ketiga atas bagi 852,392 536,056
hasil dana syirkah temporer
Total beban bunga dan syariah Total interest and sharia
3,349,780 2,466,857
expense
Page 54
[4632110] Disclosure of Notes to the financial statements - Interest Expense - Financial and Sharia Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas beban bunga Jumlah beban bunga yang berasal dari amortisasi biaya provisi dan komisi untuk periode yang berakhir Disclosure of notes for interest expense
pada tanggal 30 September 2023 dan 2022 masing-masing adalah Rp4.252 dan Rp3.751.
Page 55
[4634000a] Notes to the financial statements - Bonds Payable - Financial and Sharia Industry
30 September 2023
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
Utang obligasi, nilai
Nama obligasi Mata uang Total obligasi, kotor Jatuh tempo obligasi Bunga Jenis bunga
dalam mata uang asing
Bonds payable, amount in Total bonds payable, Due date for bonds
Bond name Currency Interest rate Interest rate type
foreign currency gross payable
Nama obligasi 1 Obligasi Bond name 1
Berkelanjutan II Bank
Maybank Indonesia Rupiah 300,000 300,000 45484 0.085 Tetap
Tahap I Tahun 2017
Seri B
Nama obligasi 2 Obligasi Bond name 2
Berkelanjutan II Bank
Maybank Indonesia Rupiah 100,000 100,000 46579 0.0865 Tetap
Tahap I Tahun 2017
Seri C
Nama obligasi 3 Obligasi Bond name 3
Berkelanjutan II Bank
Maybank Indonesia Rupiah 75,000 75,000 45225 0.088 Tetap
Tahap III Tahun 2018
Seri C
Nama obligasi 4 Obligasi Bond name 4
Berkelanjutan III Bank
Maybank Indonesia Rupiah 68,000 68,000 45476 0.087 Tetap
Tahap I Tahun 2019
Seri C
Nama obligasi 5 Obligasi Bond name 5
Berkelanjutan IV
Bank Maybank Rupiah 300,000 300,000 45846 0.0625 Tetap
Indonesia Tahap I
Tahun 2022 Seri B
Nama obligasi 6 Obligasi Bond name 6
Berkelanjutan IV
Bank Maybank Rupiah 300,000 300,000 46576 0.068 Tetap
Indonesia Tahap I
Tahun 2022 Seri C
Obligasi lainnya Obligasi Anak Other bonds
Rupiah 3,313,000 3,161,000 2-Apr-24 - 11-Apr-26 5,80% - 9,35% Tetap
Perusahaan
Page 56
Nama obligasi 4,304,000 Bond name
31 December 2022
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
Utang obligasi, nilai
Nama obligasi Mata uang Total obligasi, kotor Jatuh tempo obligasi Bunga Jenis bunga
dalam mata uang asing
Bonds payable, amount Total bonds payable, Due date for bonds
Bond name Currency Interest rate Interest rate type
in foreign currency gross payable
Nama obligasi 1 Obligasi Bond name 1
Berkelanjutan II Bank
Maybank Indonesia Rupiah 300,000 300,000 2024-07-11 0.085 Tetap
Tahap I Tahun 2017
Seri B
Nama obligasi 2 Obligasi Bond name 2
Berkelanjutan II Bank
Maybank Indonesia Rupiah 100,000 100,000 2027-07-11 0.0865 Tetap
Tahap I Tahun 2017
Seri C
Nama obligasi 3 Obligasi Bond name 3
Berkelanjutan II Bank
Rupiah 645,500 645,500 2023-03-15 0.0715 Tetap
Maybank Indonesia
Tahap II Tahun 2018
Nama obligasi 4 Obligasi Bond name 4
Berkelanjutan II Bank
Maybank Indonesia Rupiah 75,000 75,000 2023-10-26 0.088 Tetap
Tahap III Tahun 2018
Seri C
Nama obligasi 5 Obligasi Bond name 5
Berkelanjutan III Bank
Maybank Indonesia Rupiah 68,000 68,000 2024-07-03 0.087 Tetap
Tahap I Tahun 2019
Seri C
Nama obligasi 6 Obligasi Bond name 6
Berkelanjutan IV
Bank Maybank Rupiah 400,000 400,000 2023-07-18 0.038 Tetap
Indonesia Tahap I
Tahun 2022 Seri A
Nama obligasi 7 Obligasi Bond name 7
Berkelanjutan IV
Rupiah 300,000 300,000 2025-07-08 0.0625 Tetap
Page 57
Bank Maybank
Indonesia Tahap I
Tahun 2022 Seri B
Nama obligasi 8 Obligasi Bond name 8
Berkelanjutan IV
Bank Maybank Rupiah 300,000 300,000 2027-07-08 0.068 Tetap
Indonesia Tahap I
Tahun 2022 Seri C
Obligasi lainnya Obligasi Anak Other bonds
Rupiah 2,874,800 2,874,800 18-Apr-23 - 8-Apr-25 4,25% - 9,60% Tetap
Perusahaan
Nama obligasi 5,063,300 Bond name
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
30 September 2023 31 December 2022
Total obligasi, kotor 4,304,000 5,063,300 Total bonds payable, gross
Biaya penerbitan obligasi yang belum diamortisasi ( 8,211 ) ( 10,882 ) Unamortized bond issuance cost
Total utang obligasi, bersih 4,295,789 5,052,418 Total bonds payable, net
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu Current maturities of bonds payable
1,682,108 1,758,475
tahun atas utang obligasi
Liabilitas jangka panjang atas utang obligasi 2,613,681 3,293,943 Long-term bonds payable
Page 58
[4634100] Disclosure of Notes to the financial statements - Bonds Payable - Financial and Sharia Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas utang obligasi Obligasi Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2017 Pada tanggal 11 Juli 2017, Disclosure of notes for bonds payable
Bank menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2017. Obligasi
tersebut terdiri dari 3 (tiga) seri, yaitu Obligasi Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun
2017 Seri A, Seri B dan Seri C. Obligasi Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2017
Seri A diterbitkan sebesar Rp435.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,00% per tahun, berjangka
waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi, Obligasi Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia Tahap I
Tahun 2017 Seri B diterbitkan sebesar Rp300.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,50% per
tahun, berjangka waktu 7 (tujuh) tahun sejak Tanggal Emisi, dan Obligasi Berkelanjutan II Bank
Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2017 Seri C diterbitkan sebesar Rp100.000 dengan tingkat bunga
tetap sebesar 8,65% per tahun, berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak Tanggal Emisi. Bunga
obligasi akan dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi.
Tanggal pembayaran bunga obligasi pertama telah dilakukan pada tanggal 11 Oktober 2017. Tanggal
pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo pokok Obligasi Berkelanjutan II Bank
Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2017 Seri A telah dilakukan pada tanggal 11 Juli 2022. Tanggal
pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo pokok Obligasi Berkelanjutan II Bank
Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2017 seri B akan dilakukan pada tanggal 11 Juli 2024. Tanggal
pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo pokok Obligasi Berkelanjutan II Bank
Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2017 seri C akan dilakukan pada tanggal 11 Juli 2027. Untuk
obligasi yang diterbitkan, Pefindo memberikan peringkat ?idAAA?. Obligasi Berkelanjutan II Bank
Maybank Indonesia Tahap II Tahun 2018 Pada tanggal 15 Maret 2018, Bank menerbitkan Obligasi
Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia Tahap II Tahun 2018. Obligasi Berkelanjutan II Bank
Maybank Indonesia Tahap II Tahun 2018 diterbitkan sebesar Rp645.500 dengan tingkat bunga tetap
sebesar 7,15% per tahun, berjangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi. Bunga obligasi akan
dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi. Tanggal
pembayaran bunga obligasi pertama telah dilakukan pada tanggal 15 Juni 2018. Tanggal pembayaran
bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo pokok Obligasi Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia
Tahap II Tahun 2018 telah dilakukan pada tanggal 15 Maret 2023. Untuk obligasi yang diterbitkan,
Pefindo memberikan peringkat ?idAAA?. Obligasi Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia Tahap III
Tahun 2018 Pada tanggal 26 Oktober 2018, Bank menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Bank
Maybank Indonesia Tahap III Tahun 2018. Obligasi tersebut terdiri dari 3 (tiga) seri, yaitu Obligasi
Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia Tahap III Tahun 2018 Seri A, Seri B dan Seri C. Obligasi
Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia Tahap III Tahun 2018 Seri A diterbitkan sebesar Rp235.000
dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,80% per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari
sejak Tanggal Emisi, Obligasi Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia Tahap III Tahun 2018 Seri B
diterbitkan sebesar Rp69.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,60% per tahun, berjangka waktu 3
(tiga) tahun sejak Tanggal Emisi, dan Obligasi Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia Tahap III
Tahun 2018 Seri C diterbitkan sebesar Rp75.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,80% per
tahun, berjangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi. Bunga obligasi akan dibayarkan setiap 3
(tiga) bulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi. Tanggal pembayaran bunga obligasi
pertama telah dilakukan pada tanggal 26 Januari 2019. Tanggal pembayaran bunga obligasi terakhir
Page 59
sekaligus jatuh tempo pokok Obligasi Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia Tahap III Tahun 2018 Seri A telah dilakukan pada tanggal 6 November 2019. Tanggal pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo pokok Obligasi Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia Tahap III Tahun 2018 seri B telah dilakukan pada tanggal 26 Oktober 2021. Tanggal pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo pokok Obligasi Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia Tahap III Tahun 2018 seri C akan dilakukan pada tanggal 26 Oktober 2023. Untuk obligasi yang diterbitkan, Pefindo memberikan peringkat ?idAAA?. Obligasi Berkelanjutan III Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2019 Pada tanggal 3 Juli 2019, Bank menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2019. Obligasi tersebut terdiri dari 3 (tiga) seri, yaitu Obligasi Berkelanjutan III Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2019 Seri A, Seri B dan Seri C. Obligasi Berkelanjutan III Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2019 Seri A diterbitkan sebesar Rp308.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,55% per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari sejak Tanggal Emisi, Obligasi Berkelanjutan III Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2019 Seri B diterbitkan sebesar Rp624.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,50% per tahun, berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi dan Obligasi Berkelanjutan III Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2019 Seri C diterbitkan sebesar Rp68.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,70% per tahun, berjangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi. Bunga obligasi akan dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi. Tanggal pembayaran bunga obligasi pertama telah dilakukan pada tanggal 3 Oktober 2019. Tanggal pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo pokok Obligasi Berkelanjutan III Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2019 Seri A telah dilakukan pada tanggal 13 Juli 2020. Tanggal pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo pokok Obligasi Berkelanjutan III Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2019 seri B telah dilakukan pada tanggal 3 Juli 2022. Tanggal pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo pokok Obligasi Berkelanjutan III Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2019 seri C akan dilakukan pada tanggal 3 Juli 2024. Untuk obligasi yang diterbitkan, Pefindo memberikan peringkat ?idAAA?. Obligasi Berkelanjutan IV Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2022 Pada tanggal 8 Juli 2022, Bank menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2022. Obligasi tersebut terdiri dari 3 (tiga) seri, yaitu Obligasi Berkelanjutan IV Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2022 Seri A, Seri B dan Seri C. Obligasi Berkelanjutan IV Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2022 Seri A diterbitkan sebesar Rp400.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 3,80% per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari sejak Tanggal Emisi, Obligasi Berkelanjutan IV Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2022 Seri B diterbitkan sebesar Rp300.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,25% per tahun, berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi dan Obligasi Berkelanjutan IV Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2022 Seri C diterbitkan sebesar Rp300.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,80% per tahun, berjangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi. Bunga obligasi akan dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi. Tanggal pembayaran bunga obligasi pertama telah dilakukan pada tanggal 8 Oktober 2022. Tanggal pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo pokok Obligasi Berkelanjutan IV Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2022 Seri A akan dilakukan pada tanggal 18 Juli 2023. Tanggal pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo pokok Obligasi Berkelanjutan IV Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2022 seri B akan dilakukan pada tanggal 8 Juli 2025. Tanggal pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo pokok Obligasi Berkelanjutan IV Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2022 seri C akan dilakukan pada tanggal 8 Juli 2027. Untuk obligasi yang diterbitkan, Pefindo memberikan peringkat ?idAAA?. Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance Tahap III Tahun 2020 Pada tanggal 28 Mei 2020, entitas anak, WOM menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance Tahap III Tahun 2020 Dengan Tingkat Suku Bunga Tetap (?Obligasi Berkelanjutan III Tahap III?) dengan nilai nominal sebesar Rp260.300, yang
Page 60
ditawarkan pada nilai nominal. Obligasi Berkelanjutan III Tahap III ini merupakan obligasi berseri yang meliputi Obligasi Berkelanjutan III Tahap III seri A dengan nilai nominal Rp227.500 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 8,50% per tahun dan Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Seri B dengan nilai nominal sebesar Rp32.800 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 9,60% per tahun. Bunga Obligasi Berkelanjutan III Tahap III dibayarkan setiap triwulan (tiga bulan) sejak Tanggal Emisi, dimana bunga Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Seri A dan B pertama telah dibayarkan pada tanggal 28 Agustus 2020. Bunga Obligasi Berkelanjutan III Tahap III terakhir yang sekaligus jatuh tempo dengan masing-masing seri obligasi telah dibayarkan pada tanggal 8 Juni 2021 untuk Seri A dan pada tanggal 28 Mei 2023 untuk Seri B. Berdasarkan hasil pemeringkatan tahunan atas surat utang jangka panjang sesuai dengan Surat No. 197/DIR/RATLTR/XII/2022 tanggal 16 Desember 2022 dari Fitch Ratings, Obligasi Berkelanjutan III Tahap III tersebut mendapat peringkat "AA(idn)" (Double A, Negative Rating Watch). Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance Tahap IV Tahun 2020 Pada tanggal 10 September 2020, entitas anak, WOM menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance Tahap IV Tahun 2020 Dengan Tingkat Suku Bunga Tetap (?Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV?) dengan nilai nominal sebesar Rp500.000, yang ditawarkan pada nilai nominal. Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV ini merupakan obligasi berseri yang meliputi Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV seri A dengan nilai nominal Rp328.000 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 8,00% per tahun dan Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV Seri B dengan nilai nominal sebesar Rp172.000 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 9,15% per tahun. Bunga Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV dibayarkan setiap triwulan (tiga bulan) sejak Tanggal Emisi, dimana bunga Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV Seri A dan B pertama telah dibayarkan pada tanggal 10 Desember 2020. Bunga Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV terakhir yang sekaligus jatuh tempo dengan masing-masing seri obligasi telah dibayarkan pada tanggal 20 September 2021 untuk Seri A dan pada tanggal 10 September 2023 untuk Seri B. Berdasarkan hasil pemeringkatan tahunan atas surat utang jangka panjang sesuai dengan Surat No. 197/DIR/RATLTR/XII/2022 tanggal 16 Desember 2022 dari Fitch Ratings, Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV tersebut mendapat peringkat "AA(idn)" (Double A, Negative Rating Watch). Obligasi Berkelanjutan IV WOM Finance Tahap I Tahun 2021 Pada tanggal 28 Juli 2021, entitas anak, WOM menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV WOM Finance Tahap I Tahun 2021 Dengan Tingkat Suku Bunga Tetap (?Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I?) dengan nilai nominal sebesar Rp500.000, yang ditawarkan pada nilai nominal. Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I ini merupakan obligasi berseri yang meliputi Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I seri A dengan nilai nominal Rp302.000 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 5,50% per tahun dan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Seri B dengan nilai nominal sebesar Rp198.000 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 7,00% per tahun. Bunga Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I dibayarkan setiap triwulan (tiga bulan) sejak Tanggal Emisi, dimana bunga Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Seri A dan B pertama telah dibayarkan pada tanggal 28 Oktober 2021. Bunga Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I terakhir yang sekaligus jatuh tempo dengan masing-masing seri obligasi telah dibayarkan pada tanggal 8 Agustus 2022 untuk Seri A dan akan dibayarkan pada tanggal 28 Juli 2024 untuk Seri B. Berdasarkan hasil pemeringkatan tahunan atas surat utang jangka panjang sesuai dengan Surat No. 197/DIR/RATLTR/XII/2022 tanggal 16 Desember 2022 dari Fitch Ratings, Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I tersebut mendapat peringkat "AA(idn)" (Double A, Negative Rating Watch). Obligasi Berkelanjutan IV WOM Finance Tahap II Tahun 2022 Pada tanggal 8 April 2022, entitas anak, WOM menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV WOM Finance Tahap II Tahun 2022 Dengan Tingkat Suku Bunga Tetap (?Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II?) dengan nilai nominal sebesar Rp800.000, yang ditawarkan pada nilai nominal. Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II ini merupakan obligasi berseri yang meliputi Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II seri A dengan nilai nominal Rp335.000 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 4,25% per tahun dan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Seri B dengan nilai nominal sebesar Rp465.000 dengan tingkat
Page 61
suku bunga tetap sebesar 6,30% per tahun. Bunga Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II dibayarkan
setiap triwulan (tiga bulan) sejak Tanggal Emisi, dimana bunga Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Seri
A dan B pertama telah dibayarkan pada tanggal 8 Juli 2022. Bunga Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II
terakhir yang sekaligus jatuh tempo dengan masing-masing seri obligasi telah dibayarkan pada tanggal
18 April 2023 untuk Seri A dan akan dibayarkan pada tanggal 8 April 2025 untuk Seri B. Berdasarkan
hasil pemeringkatan tahunan atas surat utang jangka panjang sesuai dengan Surat No.
197/DIR/RATLTR/XII/2022 tanggal 16 Desember 2022 dari Fitch Ratings, Obligasi Berkelanjutan IV
Tahap II tersebut mendapat peringkat "AA(idn)" (Double A, Negative Rating Watch). Obligasi
Berkelanjutan IV WOM Finance Tahap III Tahun 2023 Pada tanggal 11 April 2023, entitas anak, WOM
menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV WOM Finance Tahap III Tahun 2023 Dengan Tingkat Suku
Bunga Tetap (?Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III?) dengan nilai nominal sebesar Rp1.000.000, yang
ditawarkan pada nilai nominal. Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III ini merupakan obligasi berseri yang
meliputi Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III seri A dengan nilai nominal Rp221.000 dengan tingkat
suku bunga tetap sebesar 5,95% per tahun dan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III Seri B dengan nilai
nominal sebesar Rp779.000 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 7,00% per tahun. Bunga
Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III dibayarkan setiap triwulan (tiga bulan) sejak Tanggal Emisi, dimana
bunga Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III Seri A dan B pertama telah dibayarkan pada tanggal 11 Juli
2023. Bunga Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III terakhir yang sekaligus jatuh tempo dengan
masing-masing seri obligasi akan dibayarkan pada tanggal 21 April 2024 untuk Seri A dan pada
tanggal 11 April 2026 untuk Seri B. Berdasarkan hasil pemeringkatan tahunan atas surat utang jangka
panjang sesuai dengan Surat No. 078/DIR/RATLTR/IV/2023 tanggal 12 April 2023 dari Fitch Ratings,
Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III tersebut mendapat peringkat "AA(idn)" (Double A, Negative Rating
Watch). Obligasi Berkelanjutan II Maybank Finance Tahap I Tahun 2018 dengan Tingkat Bunga Tetap
Pada tanggal 17 Mei 2018, entitas anak, MIF menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Maybank Finance
Tahap I Tahun 2018 dengan Tingkat Bunga Tetap ("Obligasi Berkelanjutan II Tahap I") dengan nilai
nominal sebesar Rp500.000, yang ditawarkan pada nilai nominal. Obligasi Berkelanjutan II Tahap I ini
merupakan obligasi berseri yang meliputi Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Seri A dengan nilai nominal
sebesar Rp400.000 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 7,75% per tahun dan Obligasi
Berkelanjutan II Tahap I Seri B dengan nilai nominal sebesar Rp100.000 dengan tingkat suku bunga
tetap sebesar 8,00% per tahun. Penggunaan dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi ini,
setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi dipergunakan sepenuhnya oleh entitas anak sebagai
modal kerja pembiayaan sebagaimana yang ditentukan oleh izin yang dimiliki entitas anak berdasarkan
ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan
sejak tanggal penerbitan emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi.
Pembayaran bunga obligasi pertama telah dilakukan pada tanggal 17 Agustus 2018. Pembayaran
bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo dengan masing-masing seri obligasi telah dibayarkan
pada tanggal 17 Mei 2021 untuk Seri A dan pada tanggal 17 Mei 2023 untuk Seri B. Berdasarkan surat
dari PT Fitch Ratings Indonesia No. 196/DIR/RATLTR/XII/2022 tanggal 16 Desember 2022, Obligasi
Berkelanjutan II Tahap I telah mendapat peringkat "AAA(idn)". Obligasi Berkelanjutan II Maybank
Finance Tahap II Tahun 2019 dengan Tingkat Bunga Tetap Pada tanggal 2 April 2019, entitas anak,
MIF menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Maybank Finance Tahap II Tahun 2019 dengan Tingkat
Bunga Tetap (?Obligasi Berkelanjutan II Tahap II?) dengan nilai nominal sebesar Rp1.000.000, yang
ditawarkan pada nilai nominal. Obligasi Berkelanjutan II Tahap II ini merupakan obligasi berseri yang
meliputi Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Seri A dengan nilai nominal sebesar Rp650.000 dengan
tingkat suku bunga tetap sebesar 9,00% per tahun dan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Seri B
dengan nilai nominal sebesar Rp350.000 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 9,35% per tahun.
Pengunaan dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi ini, setelah dikurangi dengan
Page 62
biaya-biaya emisi dipergunakan sepenuhnya oleh entitas anak, sebagai modal kerja pembiayaan sebagaimana yang ditentukan oleh izin yang dimiliki entitas anak berdasarkan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal penerbitan emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi. Pembayaran bunga obligasi pertama telah dilakukan pada tanggal 2 Juli 2019. Pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo dengan masing-masing seri obligasi telah dibayarkan pada tanggal 2 April 2022 untuk Seri A dan akan dibayarkan pada tanggal 2 April 2024 untuk Seri B. Berdasarkan surat dari PT Fitch Ratings Indonesia No. 196/DIR/RATLTR/XII/2022 tanggal 16 Desember 2022, Obligasi Berkelanjutan II Tahap II telah mendapat peringkat "AAA(idn)". Obligasi Berkelanjutan III Maybank Finance Tahap I Tahun 2021 dengan Tingkat Bunga Tetap Pada tanggal 24 Juni 2021, entitas anak, MIF menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Maybank Finance Tahap I Tahun 2021 dengan Tingkat Bunga Tetap (?Obligasi Berkelanjutan III Tahap I?) dengan nilai nominal sebesar Rp500.000 dan tingkat suku bunga tetap sebesar 6,30% per tahun. Penggunaan dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi dipergunakan sepenuhnya oleh entitas anak, sebagai modal kerja pembiayaan sebagaimana yang ditentukan oleh izin yang dimiliki entitas anak berdasarkan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal penerbitan emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi. Pembayaran bunga obligasi pertama telah dilakukan pada tanggal 24 September 2021. Pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo akan dibayarkan pada tanggal 23 Juni 2024. Berdasarkan surat dari PT Fitch Ratings Indonesia No. 196/DIR/RATLTR/XII/2022 tanggal 16 Desember 2022, Obligasi Berkelanjutan III Tahap I telah mendapat peringkat "AAA(idn)". Obligasi Berkelanjutan III Maybank Finance Tahap II Tahun 2022 dengan Tingkat Bunga Tetap Pada tanggal 31 Maret 2022, entitas anak, MIF menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Maybank Finance Tahap II Tahun 2022 dengan Tingkat Bunga Tetap (?Obligasi Berkelanjutan III Tahap II?) dengan nilai nominal sebesar Rp800.000 dan tingkat suku bunga tetap sebesar 5,80% per tahun. Penggunaan dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi dipergunakan sepenuhnya oleh entitas anak, sebagai modal kerja pembiayaan sebagaimana yang ditentukan oleh izin yang dimiliki entitas anak berdasarkan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal penerbitan emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi. Pembayaran bunga obligasi pertama telah dilakukan pada tanggal 30 Juni 2022. Pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo akan dibayarkan pada tanggal 30 Maret 2025. Berdasarkan surat dari PT Fitch Ratings Indonesia No. 196/DIR/RATLTR/XII/2022 tanggal 16 Desember 2022, Obligasi Berkelanjutan III Tahap II telah mendapat peringkat "AAA(idn)".
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.