Back to announcement
20260810_SOLA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32119558_lamp1.pdf
Other Text extracted SOLASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 14
Page 1
PT. XOLARE RCR ENERGY TBK
Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
Telp. 021-22702295
Jakarta, 10 Agustus 2026
No. 034/SOLA-INA/VIII/2026
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Indonesia Stock Exchange Building Tower I
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
Up : Divisi Penilaian Perushaan 2
Perihal : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa / Responses to IDX’s Requests
for Explanation
Dengan Hormat, Dear Sir/Madam,
Merujuk Surat dari Bursa Efek Indonesia No. Referring to the Indonesian Stock Exchange
S-10391/BEI.PP2/08-2026 tanggal 6 Letter No. S-10391/BEI.PP2/08-2026 dated
Agustus 2026. Dengan ini Perseroan August 6th, 2026. The Company hereby
menyampaikan tanggapan atas Permintaan communicates its response to the Exchange
Penjelasan Bursa dalam Lampiran I dari Explanation Request in Appendix I to this
surat ini. letter.
Demikian kami sampaikan. Atas We thank you for your attention and
perhatiannya, kami ucapkan terima kasih. cooperation.
Hormat Kami,
PT Xolare RCR Energy Tbk.
Dinda Oktavia
Sekretaris Perusahaan/ Corporate Secretary
www.idx.co.id
Page 2
PT. XOLARE RCR ENERGY
Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
Telp. 021-22702295
Lampiran Permintaan Penjelasan
PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA)
Terkait Laporan Keuangan 31 Maret 2026
1. Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) nomor 6 terkait piutang usaha pihak ketiga,
Perseroan mencatatkan piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp89,44 miliar pada periode 31 Maret
2026. Agar dijelaskan:
a. PT Servo Lintas Raya mewakili sekitar 90% dari total kenaikan piutang usaha. Agar dijelaskan
apakah kenaikan tersebut disebabkan oleh peningkatan volume pekerjaan, perubahan termin
pembayaran, atau faktor lainnya. Selain itu, mohon disampaikan status penagihan piutang
tersebut beserta estimasi waktu penyelesaiannya.
Jawab = Sampai dengan periode Agustus 2026, status penagihan atas piutang PT Servo Lintas
Raya berjalan sesuai skema pembayaran bertahap yang telah disepakati. Perseroan telah
menerima pembayaran aktual sebesar Rp3 miliar pada bulan Juli 2026 dan Rp3 miliar pada bulan
Agustus 2026. Dengan mempertimbangkan arus kas operasional pelanggan dan pola pembayaran
bertahap sedikitnya Rp3 miliar per bulan, manajemen mengestimasi penyelesaian/pelunasan
seluruh kewajiban piutang tersebut akan tercapai pada tahun 2026.
b. Berdasarkan analisis umur piutang pada CALK Nomor 6, piutang yang telah jatuh tempo,
khususnya piutang berumur lebih dari 90 hari, meningkat sebesar Rp7,00 miliar (47,60%)
dibandingkan posisi 31 Desember 2025. Agar dijelaskan faktor-faktor yang menyebabkan
peningkatan piutang tersebut, langkah-langkah yang dilakukan Perseroan untuk mempercepat
proses penagihan, serta keyakinan manajemen atas kolektibilitas piutang tersebut.
Jawab = Peningkatan tersebut dikarenakan PT Servo Lintas Raya yang terlambat melakukan
pembayaran kepada Perseroan. Langkah-langkah yang dilakukan Perseroan untuk mempercepat
proses penagihan yaitu terus aktif menjaga komunikasi dengan PT Servo Lintas Raya. Keyakinan
manajemen atas kolektibilitas piutang tersebut adalah tinggi.
Keyakinan manajemen atas kolektibilitas piutang PT Servo Lintas Raya didasari oleh beberapa
faktor substantif, yaitu: (i) telah terselesaikannya proses rekonsiliasi saldo dan tidak adanya
perselisihan (dispute) terkait hasil pekerjaan konstruksi; (ii) adanya kesepakatan jadwal
pembayaran (payment schedule) secara bertahap; (iii) realisasi penerimaan pembayaran
(subsequent collection) pasca periode Laporan Keuangan per Juli dan Agustus 2026; serta (iv)
peningkatannya penggunaan jalan tambang milik pelanggan yang mendukung kelancaran arus
kas operasional mereka
c. Dasar pertimbangan manajemen mempertahankan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN)
sebesar Rp3,28 miliar, mengingat saldo piutang usaha meningkat sebesar 86,96% dan kualitas
piutang menunjukkan peningkatan piutang yang telah jatuh tempo. Mohon dijelaskan pula hasil
evaluasi Expected Credit Loss (ECL) yang mendasari tidak adanya penambahan CKPN pada
periode berjalan.
Jawab = Evaluasi Expected Credit Loss (ECL) dilakukan sesuai PSAK 71 dengan
mempertimbangkan tingkat kerugian historis (historical loss rate), analisis umur piutang, serta
penyesuaian atas informasi masa depan (forward-looking information). Hasil evaluasi ECL
periode berjalan menunjukkan nilai estimasi risiko kerugian kredit berada pada kisaran Rp3,28
miliar. Dikarenakan angka hasil kalkulasi ECL tersebut masih sebanding dengan saldo CKPN
yang telah dibentuk sebelumnya sebesar Rp3,28 miliar.
www.idx.co.id
Page 3
PT. XOLARE RCR ENERGY
Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
Telp. 021-22702295
Hasil evaluasi Expected Credit Loss (ECL) yang mendasari tidak adanya penambahan CKPN
pada periode berjalan adalah adanya komitmen dan realisasi pembayaran bertahap dari PT Servo
Lintas Raya, manajemen menilai saldo CKPN sebesar Rp3,28 miliar masih memadai sehingga
belum diperlukan penambahan CKPN pada periode berjalan.
2. Aset kontrak (lancar) Perseroan per 31 Maret 2026 sebesar Rp16,42 miliar atau telah mengalami
kenaikan sebesar Rp3,26 miliar (24,78%) jika dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2025
sebesar Rp13,16 miliar. Agar dijelaskan:
a. Nature dan jenis transaksi atau kontrak utama yang menyebabkan perubahan tersebut.
Jawab = Aset kontrak merupakan retensi yang belum ditagihkan. Kontrak yang menyebabkan
ini adalah kontrak proyek wisma titan dan proyek jalan hauling.
b. Estimasi waktu aset kontrak tersebut akan direalisasikan menjadi piutang usaha serta keyakinan
manajemen atas penyelesaiannya.
Jawab = Aset kontrak tersebut terutama berasal dari retensi yang belum dapat ditagihkan dan
terkait dengan Proyek Wisma Titan dan Proyek Jalan Hauling. Berdasarkan ketentuan kontrak,
aset kontrak tersebut diperkirakan dapat direalisasikan menjadi piutang usaha dalam waktu
sekitar 6 bulan setelah proyek selesai dilaksanakan. Manajemen berkeyakinan bahwa proyek
dapat diselesaikan sesuai dengan ketentuan kontrak.
3. Berdasarkan CALK Nomor 11, uang muka Perseroan per 31 Maret 2026 sebesar Rp20,46 miliar
atau telah mengalami kenaikan sebesar Rp4,88 miliar (31,3%) jika dibandingkan dengan saldo per
31 Desember 2025 sebesar Rp15,58 miliar. Agar dijelaskan:
a. Komponen utama yang menyebabkan kenaikan akun uang muka sebesar Rp4,88 miliar pada
periode 31 Maret 2026
Jawab = Komponen utama yang menyebabkan kenaikan akun uang muka sebesar Rp4,88
miliar pada periode 31 Maret 2026 adalah uang muka pembelian bitumen.
b. Tujuan pemberian uang muka.
Jawab = Tujuan pemberian uang muka adalah sebagai tanda jadi untuk mengikat harga dan
menjamin ketersediaan barang yang dibeli
c. Rencana penyelesaian uang muka tersebut.
Jawab = Sebagian besar sudah selesai, sebagaimana tercermin dalam laporan keuangan interim
per 30 Juni 2026 Perseroan, dimana uang muka sudah turun dari Rp20,46 miliar menjadi Rp6,99
miliar. Sisa saldo tersebut merupakan uang muka yang baru.
4. Berdasarkan CALK nomor 9, pekerjaan dalam proses Perseroan per 31 Maret 2026 sebesar Rp47,27
miliar atau telah mengalami penurunan sebesar -Rp5,73 miliar (-10,81%) jika dibandingkan dengan
saldo per 31 Desember 2025 sebesar Rp53 miliar. Agar dijelaskan faktor-faktor yang menyebabkan
penurunan saldo pekerjaan dalam proses pada periode 31 Maret 2026 serta apakah penurunan
tersebut terutama disebabkan oleh penyelesaian proyek dan pengakuan pendapatan pada periode
berjalan.
Jawab = Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan saldo pekerjaan dalam proses pada periode
31 Maret 2026 meningkatnya progress pekerjaan.
www.idx.co.id
Page 4
PT. XOLARE RCR ENERGY
Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
Telp. 021-22702295
5. Berdasarkan CALK nomor 16, utang usaha - pihak ketiga Perseroan per 31 Maret 2026 sebesar
Rp35,24 miliar atau telah mengalami kenaikan sebesar Rp23,11 miliar (190,72%) dibandingkan
dengan saldo per 31 Desember 2025 sebesar Rp12,13 miliar. Berdasarkan CALK, hal ini disebabkan
oleh PT Servo Lintas Raya sebesar Rp14,33 miliar (448,31%) dan beberapa utang usaha baru kepada
PT Kemasindo Cepat Surabaya sebesar Rp1,04 miliar dan PT Gajah Gemilang Vijaya sebesar
Rp1,03 miliar. Agar dijelaskan:
a. Strategi Perseroan yang menyebabkan kenaikan utang usaha pihak ketiga.
Jawab = Peningkatan utang usaha pihak ketiga pada tanggal 31 Maret 2026 merupakan konsekuensi
dari meningkatnya aktivitas operasional Perseroan, khususnya pada segmen konstruksi. Seiring
meningkatnya volume pekerjaan, Perseroan melakukan pembelian material, penggunaan jasa
subkontraktor, transportasi, serta pengadaan barang dan jasa lainnya dalam jumlah yang lebih
besar dibandingkan periode sebelumnya.
Sebagian besar transaksi tersebut menggunakan payment term yang lebih panjang yang diberikan
pemasok sesuai praktik bisnis yang lazim. Dengan demikian, peningkatan utang usaha merupakan
konsekuensi dari ekspansi volume pekerjaan, bukan disebabkan oleh penurunan kemampuan
pembayaran Perseroan
b. Kebijakan termin pembayaran kepada pemasok, siklus penyelesaian utang usaha, serta apakah
terdapat perubahan kebijakan pembayaran atau keterlambatan penyelesaian kewajiban kepada
pemasok pada periode berjalan.
Jawab = Perseroan menegosiasikan kepada pemasok untuk memberikan jangka waktu pembayaran
yang lebih lama.
6. Berdasarkan CALK nomor 17, biaya yang masih harus di bayar Perseroan per 31 Maret 2026 sebesar
Rp7,4 miliar atau telah mengalami kenaikan sebesar Rp5,71 miliar (337,05%) jika dibandingkan
dengan saldo per 31 Desember 2025 sebesar Rp1,69 miliar. Agar dijelaskan faktor-faktor yang
menyebabkan peningkatan biaya yang masih harus dibayar atas proyek dari Rp609,16 juta menjadi
Rp7,00 miliar pada periode 31 Maret 2026, termasuk jenis biaya yang diakrualkan.
Jawab = Faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan biaya yang masih harus dibayar atas proyek
dari Rp609,16 juta menjadi Rp7,00 miliar pada periode 31 Maret 2026 adalah berasal dari
meningkatnya aktivitas operasional Perseroan pada segmen konstruksi selama triwulan I 2026.
Kenaikan tersebut terutama merupakan akrual atas biaya proyek yang secara substansi ekonomis
telah menjadi kewajiban Perseroan berdasarkan progres pekerjaan yang telah diterima, namun
hingga tanggal pelaporan tagihan dari vendor atau dokumen pendukung administrasi belum
seluruhnya diterima.
Jenis biaya yang diakrualkan antara lain meliputi:
• biaya subkontraktor;
• biaya sewa alat;
• biaya transportasi dan logistik;
• biaya tenaga kerja proyek;
• biaya material pendukung;
• biaya operasional lapangan lainnya.
www.idx.co.id
Page 5
PT. XOLARE RCR ENERGY
Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
Telp. 021-22702295
7. Berdasarkan CALK nomor 25, pendapatan Perseroan per 31 Maret 2026 sebesar Rp75,27 miliar atau
telah mengalami kenaikan sebesar 60,32 miliar (403,51%) jika dibandingkan dengan saldo per 31
Maret 2025 sebesar Rp14,95 miliar. kenaikan tersebut terutama didorong oleh peningkatan
pendapatan segmen konstruksi yang meningkat sebesar Rp56,97 miliar (609,56%) menjadi Rp66,32
miliar, sehingga memberikan kontribusi sebesar 88,11% terhadap total pendapatan Perseroan. Agar
dijelaskan:
a. Faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan pendapatan tersebut, termasuk proyek-proyek
utama yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan
Jawab = Peningkatan pendapatan Perseroan per 31 Maret 2026 terutama berasal dari peningkatan
progres pekerjaan konstruksi, khususnya Proyek Peningkatan Jalan Hauling dan Proyek Wisma
Titan untuk PT Servo Lintas Raya. Pada periode yang sama tahun 2025, Perseroan belum memiliki
progres pekerjaan konstruksi dengan nilai yang sebanding. Peningkatan progres pada awal tahun
2026 menyebabkan pendapatan segmen konstruksi meningkat.
b. Apakah peningkatan tersebut bersifat berulang (recurring) atau berasal dari proyek tertentu. Agar
dijelaskan persentase pendapatan yang bersifat recurring dan non-recurring.
Jawab = peningkatan tersebut bersifat tidak berulang (non-recurring). Persentase pendapatan
recurring adalah sekitar 25-30%.
8. Laba kotor Perseroan per 31 Maret 2026 sebesar 18,95 miliar atau telah mengalami kenaikan sebesar
13,15 miliar (226,88%) jika dibandingkan dengan saldo per 31 Maret 2025 sebesar Rp5,8 miliar.
Berdasarkan CALK Nomor 26, beban pokok pendapatan meningkat sebesar 515,13%, lebih tinggi
dibandingkan pertumbuhan pendapatan sebesar 403,51%, sehingga margin laba kotor Perseroan
menurun dari sekitar 38,80% menjadi 25,18%. Agar dijelaskan faktor-faktor yang menyebabkan
penurunan margin laba kotor tersebut, termasuk kontribusi peningkatan biaya proyek, perubahan
komposisi pendapatan, maupun faktor lainnya yang mempengaruhi profitabilitas Perseroan.
Jawab = Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan margin laba kotor tersebut adalah adanya
addendum perpanjangan kontrak Proyek Wisma Titan dan Proyek Jalan Hauling. Hal ini berdampak
pada adanya penyesuaian RAB atas biaya yang lebih banyak dikeluarkan Perseroan. Peningkatan
biaya tersebut antara lain biaya sewa alat berat, sewa rumah, biaya gaji, biaya makan, biaya
maintenance, dll.
9. Berdasarkan CALK nomor 27, beban usaha meningkat sebesar 17,52%, lebih rendah dibandingkan
pertumbuhan pendapatan sebesar 403,51%. Mohon dijelaskan faktor-faktor yang mendukung
peningkatan beban usaha tetap terjaga serta apakah efisiensi tersebut diperkirakan dapat
dipertahankan pada periode-periode mendatang.
Jawab = Seluruh biaya yang berkaitan dengan Pendapatan Proyek, akan di catat di akun HPP.
Peningkatan beban usaha sebesar 17,52% tidak berkaitan dengan efisiensi yang dilakukan oleh
manajemen Perseroan.
10. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, PT Servo Lintas Raya merupakan pelanggan
utama Perseroan dengan kontribusi sekitar 86,60% terhadap total pendapatan. Selain itu, Perseroan
juga mencatat saldo piutang usaha, utang usaha, dan liabilitas kontrak yang signifikan kepada pihak
tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan:
www.idx.co.id
Page 6
PT. XOLARE RCR ENERGY
Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
Telp. 021-22702295
a. Sifat hubungan bisnis antara Perseroan dengan PT Servo Lintas Raya beserta ruang lingkup
transaksi yang dilakukan.
Jawab = Hubungan bisnis Perseroan dengan PT Servo Lintas Raya merupakan hubungan antara
pemberi kerja/pelanggan dengan penyedia jasa konstruksi. Ruang lingkup transaksi meliputi
pekerjaan konstruksi peningkatan jalan hauling dan pembangunan Wisma Titan.
b. Apakah saldo piutang usaha dan liabilitas kontrak berasal dari kontrak proyek yang sama atau
kontrak yang berbeda.
Jawab = saldo piutang usaha dan liabilitas kontrak berasal dari beberapa proyek yang berbeda.
c. Transaksi yang mendasari timbulnya saldo utang usaha kepada PT Servo Lintas Raya.
Jawab = Transaksi yang mendasari timbulnya saldo utang usaha kepada PT Servo Lintas Raya
adalah penggunaan mesin atau solar milik PT Servo Lintas Raya yang digunakan Perseroan. PT Servo
Lintas Raya menerbitkan debit note atas hal tersebut.
d. Strategi Perseroan dalam mengelola risiko konsentrasi pendapatan.
Jawab = Strategi Perseroan dalam mengelola risiko konsentrasi pendapatan adalah Perseroan
melakukan pengelolaan risiko konsentrasi pendapatan melalui pengembangan dan diversifikasi
kegiatan usaha pada segmen konstruksi dan aspal serta penambahan portofolio pelanggan dan proyek.
Hal ini dilakukan secara bertahap untuk mengurangi ketergantungan terhadap pelanggan tertentu.
Perseroan terus mengembangkan peluang usaha dan pelanggan lainnya sesuai dengan kapasitas dan
rencana bisnis Perseroan. Contohnya PT Royaltama Mulia Konstruksi.
e. Strategi Perseroan dalam memastikan keberlanjutan hubungan bisnis dengan PT Servo Lintas
Raya.
Jawab = Strategi Perseroan dalam memastikan keberlanjutan hubungan bisnis dengan PT Servo
Lintas Raya melalui pemenuhan kewajiban dan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan kontrak yang
disepakati, termasuk pekerjaan konstruksi peningkatan jalan hauling dan pembangunan Wisma Titan.
Perseroan juga terus menjaga komunikasi yang baik dengan PT Servo Lintas Raya.
www.idx.co.id
Page 7
PT. XOLARE RCR ENERGY
Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
Telp. 021-22702295
Terkait Laporan Keuangan 30 Juni 2026
1. Berdasarkan CALK nomor 8, persediaan meningkat signifikan sebesar Rp8,84 miliar atau 89,0%,
dari Rp9,93 miliar pada 31 Maret 2026 menjadi Rp18,77 miliar pada 30 Juni 2026. Terdapat
peningkatan persediaan barang jadi sebesar Rp11,43 miliar atau 417,1%, dari Rp2,74 miliar menjadi
Rp14,17 miliar dan penurunan persediaan bahan baku sebesar Rp4,12 miliar atau 60,3%, dari Rp6,84
miliar menjadi Rp2,72 miliar. Agar disampaikan:
a. Apakah peningkatan persediaan barang jadi disebabkan oleh penyelesaian proyek yang belum
diserahterimakan kepada pelanggan atau karena perlambatan penjualan?
Jawab = Peningkatan persediaan barang jadi disebabkan oleh penyelesaian proyek yang belum
diserahterimakan kepada pelanggan per 30 Juni 2026 (Q2).
b. Bagaimana rencana Perseroan dalam merealisasikan persediaan barang jadi tersebut menjadi
pendapatan pada periode berikutnya?
Jawab = Sebagian besar Persediaan barang jadi tersebut sudah menjadi pendapatan pada periode
berikutnya (Q3).
c. Mohon dijelaskan dasar pertimbangan manajemen bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai
atas persediaan, khususnya atas persediaan barang jadi yang meningkat secara signifikan.
Jawab = Dasar pertimbangan manajemen bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas
persediaan adalah persediaan tersebut sudah terjual pada periode berikutnya (Q3)
d. Apakah peningkatan persediaan tersebut berdampak terhadap nilai persediaan yang dijadikan
jaminan atas fasilitas pinjaman bank? Jika ya, mohon dijelaskan.
Jawab = peningkatan persediaan tersebut tidak berdampak terhadap nilai persediaan yang dijadikan
jaminan atas fasilitas pinjaman bank
2. Berdasarkan CALK nomor 11, uang muka menurun signifikan sebesar Rp13,46 miliar atau 65,8%,
dari Rp20,46 miliar pada 31 Maret 2026 menjadi Rp7,00 miliar pada 30 Juni 2026.
a. Komponen utama yang menyebabkan penurunan akun uang muka pada 30 Juni 2026.
Jawab = Komponen utama yang menyebabkan penurunan akun uang muka pada 30 Juni 2026 adalah
karena sudah realisasi.
b. Apakah penurunan saldo uang muka berkaitan dengan kenaikan persediaan selama periode
berjalan? Jika ya, mohon dijelaskan hubungan antara kedua akun tersebut.
Jawab = Penurunan saldo uang muka berkaitan dengan kenaikan persediaan selama periode
berjalan. hubungan antara kedua akun tersebut adalah Perseroan melakukan pembayaran DP lalu saat
realisasi, saldo uang muka tersebut turun dan saldo persediaan naik
c. Tujuan pemberian uang muka.
Jawab = Tujuan pemberian uang muka adalah sebagai tanda jadi untuk mengikat harga dan menjamin
ketersediaan barang yang dibeli.
www.idx.co.id
Page 8
PT. XOLARE RCR ENERGY
Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
Telp. 021-22702295
d. Rencana penyelesaian uang muka tersebut.
Jawab = Rencana penyelesaian uang muka tersebut adalah akhir tahun 2026
3. Perseroan mencatat utang lain-lain kepada pihak ketiga sebesar Rp22,00 miliar pada periode 30 Juni
2026 dari periode sebelumnya yang bernilai nihil. Agar dijelaskan latar belakang dan sifat transaksi
tersebut, tujuan penggunaan dana, sumber timbulnya kewajiban, jangka waktu penyelesaiannya,
serta dampaknya terhadap kondisi keuangan dan kegiatan operasional Perseroan.
Jawab = latar belakang dan sifat transaksi tersebut dan tujuan penggunaan dana utang tersebut adalah
memenuhi kebutuhan arus kas jangka pendek Perseroan. Adapun sumber timbulnya kewajiban,
jangka waktu penyelesaiannya adalah Pinjaman Pihak Ketiga dengan jangka waktu 6 bulan - 1 tahun
dengan serta dampaknya terhadap kondisi keuangan dan kegiatan operasional Perseroan adalah
meningkatnya beban bunga terkait pendanaan tersebut.
4. Berdasarkan CALK nomor 19, liabilitas kontrak menurun sebesar Rp4,93 miliar atau 18,2%, dari
Rp27,11 miliar pada 31 Maret 2026 menjadi Rp22,18 miliar pada 30 Juni 2026. Agar dijelaskan:
a. Penyebab penurunan liabilitas kontrak sebesar Rp4,93 miliar per 30 Juni 2026 dibandingkan 31
Maret 2026, termasuk apakah penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penyelesaian
pekerjaan dan pengakuan pendapatan atas kontrak yang sebelumnya telah menerima pembayaran
di muka.
Jawab = Ya, penurunan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan progress pekerjaan yang
dilakukan oleh Perseroan.
b. Mohon dijelaskan latar belakang timbulnya liabilitas kontrak baru yang berasal dari PT
Royaltama Mulia Konstruksi serta dampaknya terhadap kegiatan usaha dan prospek penyelesaian
proyek Perseroan.
Jawab = Perseroan berhasil mendapatkan kontrak pekerjaan baru dari PT Royaltama Mulia
Konstruksi dan mendapatkan uang muka yang dicatat pada akun tersebut. Dampaknya terhadap
kegiatan usaha dan prospek penyelesaian proyek Perseroan adalah meningkatkan pendapatan
Perseroan serta mengurangi ketergantungan Perseroan pada PT Servo Lintas Raya.
5. Berdasarkan CALK nomor 25, Pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp87,59 miliar, menurun
Rp12,43 miliar atau 12,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp100,02
miliar. Di sisi lain, beban pokok penjualan meningkat tipis sebesar Rp973,06 juta atau 1,3%, dari
Rp75,21 miliar menjadi Rp76,18 miliar. Hal ini menunjukkan adanya tekanan pada gross profit
margin Perseroan. Agar dijelaskan faktor utama yang menyebabkan penurunan laba kotor dan
margin laba kotor Perseroan pada 30 Juni 2026, khususnya terkait kenaikan beban pokok pada
segmen konstruksi meskipun pendapatan mengalami penurunan.
Jawab = Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan margin laba kotor tersebut adalah adanya
addendum perpanjangan kontrak Proyek Wisma Titan dan Proyek Jalan Hauling. Hal ini berdampak
pada adanya penyesuaian RAB atas biaya yang lebih banyak di keluarkan Perseroan. Peningkatan
biaya tersebut antara lain biaya sewa alat berat, sewa rumah, biaya gaji, biaya makan, biaya
maintenance, dll.
www.idx.co.id
Page 9
PT. XOLARE RCR ENERGY
Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
Telp. 021-22702295
6. Berdasarkan CALK nomor 28, pendapatan (beban) lain-lain sebesar -Rp2,42 miliar, menurun
dibandingkan beban bersih sebesar -Rp737,28 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan beban tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya beban bunga sebesar Rp1,91
miliar atau 288,9%, dari Rp662,27 juta menjadi Rp2,58 miliar. Agar dijelaskan faktor utama yang
menyebabkan peningkatan beban bunga tersebut, termasuk keterkaitannya dengan perubahan
struktur pendanaan Perseroan serta dampaknya terhadap kinerja keuangan Perseroan.
Jawab = Faktor utama yang menyebabkan peningkatan beban bunga tersebut adalah meningkatnya
utang berbunga Perseroan sebesar Rp 22.000.000.000. Dampaknya terhadap kinerja keuangan
Perseroan adalah beban utang dan beban bunga yang meningkat dibandingkan periode sebelumnya
Terkait dengan penggunaan dana hasil IPO
Berdasarkan Surat Perseroan nomor 003/SOLA-INA/I/2025 tanggal 10 Januari 2024 perihal Laporan
Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum, Perseroan telah menyampaikan laporan penggunaan dana
hasil IPO, dimana termasuk peningkatan modal pada PT Xolabit Bitumen Industri (XBI), PT Aspal
Polimer Emulsindo (APE), PT Modifikasi Bitumen Sumatera (MBS), PT Aplikasi Bitumen Indonesia
(ABI), dan PT Bumiraya Energi Hijau (BEH). Berdasarkan penggunaan dana yang disampaikan pada
prospektus, agar dijelaskan realisasi penggunaan dana sebagai berikut.
1. Sehubungan dengan peningkatan modal pada PT Xolabit Bitumen Industri (XBI),
a. Sebesar Rp10.267.393.500,- (sepuluh miliar dua ratus enam puluh tujuh juta tiga ratus sembilan
puluh tiga ribu lima ratus Rupiah) akan digunakan untuk pengadaan mesin. Agar dijelaskan:
i. Realisasi pengadaan mesin saat ini, termasuk apakah seluruh mesin yang disampaikan pada
prospektus telah selesai pengadaannya.
Jawab = Terhadap seluruh mesin tersebut telah dilakukan pelunasan pembayaran dan sedang
menunggu jadwal kapal untuk dikirim ke pabrik PT Xolabit Bitumen Industri (XBI) di Tuban.
ii. Kontribusi realisasi mesin tersebut terhadap peningkatan kapasitas produksi, kegiatan
operasional, dan pencapaian kinerja Perseroan.
Jawab = Mesin telah diperoleh dan saat ini masih dalam proses pengiriman ke pabrik XBI
di Tuban, sehingga belum digunakan dalam kegiatan produksi. Oleh karena itu, sampai
dengan tanggal laporan, belum terdapat kontribusi terhadap peningkatan kapasitas produksi
maupun pendapatan Perseroan.
b. Sebesar Rp3.506.396.500,- (tiga miliar lima ratus enam juta tiga ratus sembilan puluh enam ribu
lima ratus rupiah) akan digunakan untuk pembangunan pabrik pembuatan aspal membrane, di
Kabupaten Tuban – Jawa Timur yang akan dimanfaatkan XBI untuk kegiatan distribusi produk
ke luar daerah, termasuk wilayah Indonesia bagian Timur. Agar dijelaskan:
i. Realisasi Pembangunan pabrik pembuatan aspal membrane di Kabupaten Tuban.
Jawab = Saat ini masih dalam proses pembangunan
ii. Pemenuhan perizinan atas pabrik, khususnya Persetujuan Bangunan Gedung. Jika telah
terpenuhi, agar disampaikan tanggal pemenuhannya.
Jawab = Persetujuan Bangunan Gedung masih dalam proses evaluasi PUPR Tuban.
www.idx.co.id
Page 10
PT. XOLARE RCR ENERGY
Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
Telp. 021-22702295
iii. Kondisi operasional pabrik saat ini (apabila telah beroperasi), termasuk utilisasi pabrik serta
kontribusinya terhadap kinerja Perseroan.
Jawab = Pabrik saat ini belum beroperasi dan belum memiliki kontribusi terhadap kinerja
Perseroan
iv. Bagaimana keberadaan pabrik tersebut mempengaruhi distribusi produk Bitumen Membrane,
Waterproofing, Bitumen Paint, dan Drum Aspal ke wilayah Jawa dan Kalimantan. Agar
disampaikan analisis kuantitatif dan kualitatif.
Jawab = Perseroan belum dapat menyampaikan persentase penghematan biaya logistik atau
peningkatan volume distribusi. Secara kualitatif, keberadaan fasilitas di Tuban memberikan
potensi peningkatan efisiensi distribusi, waktu pengiriman, ketersediaan produk, serta
kemampuan Perseroan melayani pelanggan di wilayah tersebut. Selain itu juga dapat mendukung
efisiensi waktu pengiriman, ketersediaan produk, dan pengelolaan persediaan.
c. Sebesar Rp2.500.000.000,- (dua miliar lima ratus juta Rupiah) akan digunakan sebagai modal
kerja operasional, yaitu untuk pembelian bahan baku, biaya operasional kantor, biaya marketing,
upah/gaji karyawan. Agar dijelaskan:
i. Rincian realisasi penggunaan dana yang dialokasikan sebagai modal kerja operasional
berdasarkan jenis pengeluaran.
Jawab = Adapun Rincian realisasi penggunaan dana yang dialokasikan sebagai modal kerja
operasional yaitu untuk pembelian bahan baku, biaya operasional kantor, biaya marketing,
upah/gaji karyawan sebesar Rp2.500.000.000.
ii. Persentase dana yang telah direalisasikan dan yang masih belum digunakan (jika ada).
Jawab = dana yang telah direalisasikan 100 persen.
iii. Dampak penggunaan dana tersebut terhadap peningkatan kapasitas operasional maupun
pencapaian pendapatan Perseroan.
Jawab = Belum terdapat dampak penggunaan dana tersebut terhadap peningkatan kapasitas
operasional maupun pencapaian pendapatan Perseroan karena pengadaan mesin dan
pembangunan pabrik masih dalam proses.
2. Sehubungan dengan peningkatan modal kepada PT Aspal Polimer Emulsindo (APE),
a. Senilai Rp1.500.000.000,- (satu miliar lima ratus juta Rupiah) akan digunakan untuk perluasan
bangunan di area pabrik dengan merenovasinya yang berlokasi di Demak, Jawa Tengah. Agar
dijelaskan:
i. Realisasi perluasan bangunan pabrik di Demak, Jawa Tengah.
Jawab = Sudah realisasi 100 persen
ii. Pemenuhan perizinan atas bangunan, khususnya Persetujuan Bangunan Gedung. Jika telah
terpenuhi, agar disampaikan tanggal pemenuhannya.
Jawab = Terselesaikan pada 17 Desember 2024
www.idx.co.id
Page 11
PT. XOLARE RCR ENERGY
Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
Telp. 021-22702295
iii. Kondisi operasional bangunan yang diperluas (apabila telah beroperasi), termasuk utilisasi
bangunan tersebut serta kontribusinya terhadap kinerja Perseroan.
Jawab = Kondisi bangunan baik dan dapat dipergunakan sebagai tempat penyimpanan mesin
dan persediaan anak usaha Perseroan
iv. Proyeksi utilisasi area pabrik yang diperluas hingga 3 tahun kedepan.
Jawab = Area pabrik yang diperluas diproyeksikan akan dimanfaatkan secara bertahap seiring
dengan peningkatan kapasitas produksi dan pertumbuhan permintaan atas produk Perseroan.
Perseroan memproyeksikan dapat menjual aspal lebih banyak dalam 3 tahun ke depan dengan
peningkatan penjualan sebesar 10 persen. Hal ini direalisasikan dengan adanya tambahan
beberapa kontak atau PO yang di dapat oleh PT Aspal Polimer Emulsindo.
b. Senilai Rp7.500.000.000,- (tujuh miliar lima ratus juta Rupiah) akan digunakan untuk modal
kerja. Agar dijelaskan:
i. Rincian realisasi penggunaan dana yang dialokasikan sebagai modal kerja operasional
berdasarkan jenis pengeluaran.
Jawab =
Keterangan Dana IPO Realisasi IPO SISA Dana IPO
Pembelian Bahan Baku
1.250.000.000 1.250.000.000 -
Produksi Karet Sir 20
modal kerja operasional
namun tidak terbatas
untuk pembelian
persediaan bahan baku
pendukung (SBS,
6.250.000.000 6.250.000.000 -
emulsifier, latex, EVA, dan
FT-Wax), biaya
operasional kantor, biaya
marketing, dan gaji
karyawan
Total 7.500.000.000 7.500.000.000 -
ii. Persentase dana yang telah direalisasikan dan yang masih belum digunakan (jika ada).
Jawab = Sudah terealisasi 100 persen
iii. Dampak penggunaan dana tersebut terhadap peningkatan kapasitas operasional maupun
pencapaian pendapatan Perseroan.
Jawab = Dampak penggunaan dana tersebut terhadap peningkatan kapasitas operasional maupun
pencapaian pendapatan Perseroan adalah penjualan aspal.
3. Sehubungan peningkatan modal senilai Rp9.000.000.000 kepada PT Modifikasi Bitumen Sumatera
(MBS),
a. Senilai Rp2.500.000.000,- (dua miliar lima ratus juta Rupiah) akan digunakan untuk perluasan
bangunan di area pabrik dengan merenovasinya yang berlokasi di Muara Enim, Sumatera Selatan.
Agar dijelaskan:
www.idx.co.id
Page 12
PT. XOLARE RCR ENERGY
Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
Telp. 021-22702295
i. Realisasi perluasan bangunan pabrik MBS di Muara Enim, Sumatera Selatan.
Jawab = Sudah terealisasi 100 persen
ii. Pemenuhan perizinan atas pabrik, khususnya Persetujuan Bangunan Gedung. Jika telah
terpenuhi, agar disampaikan tanggal pemenuhannya.
Jawab = PT MBS membangun Gudang aspal dan sudah terpenuhi pada tanggal 31 Desember 2024
iii. Kondisi operasional area bangunan yang diperluas (apabila telah beroperasi), termasuk
utilisasi serta kontribusinya terhadap kinerja Perseroan.
Jawab = Kondisi bangunan baik dan dapat dipergunakan sebagai tempat penyimpanan mesin
dan persediaan anak usaha Perseroan
iv. Proyeksi utilisasi area bangunan yang diperluas hingga 3 tahun kedepan.
Jawab = Area pabrik yang diperluas diproyeksikan akan dimanfaatkan secara bertahap seiring
dengan peningkatan kapasitas produksi dan pertumbuhan permintaan atas produk Perseroan.
Perseroan memproyeksikan dapat menjual aspal lebih banyak dalam 3 tahun ke depan. Hal ini
direalisasikan dengan adanya perolehan kontak antara anak Perseroan (PT Modifikasi Bitumen
Sumatera ) dengan Pertamina Hulu Rokan yang mendapatkan kontrak payung tiga tahun untuk
supply aspal emulsi.
b. Senilai Rp6.500.000.000,- (enam miliar lima ratus juta Rupiah) akan digunakan MBS untuk
modal kerja. Agar dijelaskan:
i. Rincian realisasi penggunaan dana yang dialokasikan sebagai modal kerja operasional
berdasarkan jenis pengeluaran.
Jawab =
Keterangan Dana IPO Realisasi IPO SISA Dana IPO
Pembelian bahan baku
produksi Karet SIR-20
2.500.000.000 2.500.000.000 -
(Standard Indonesian
Rubber)
modal kerja operasional
namun tidak terbatas
untuk pembelian
persediaan bahan baku
pendukung (SBS,
4.000.000.000 4.000.000.000 -
emulsifier, latex, EVA, dan
FT-Wax), biaya
operasional kantor, biaya
marketing, dan gaji
karyawan
Total 6.500.000.000 6.500.000.000 -
ii. Persentase dana yang telah direalisasikan dan yang masih belum digunakan (jika ada).
Jawab = dana yang telah direalisasikan sebesar 100 persen
www.idx.co.id
Page 13
PT. XOLARE RCR ENERGY
Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
Telp. 021-22702295
iii. Dampak penggunaan dana tersebut terhadap peningkatan kapasitas operasional maupun
pencapaian pendapatan Perseroan.
Jawab = Dampak penggunaan dana tersebut terhadap peningkatan kapasitas operasional
maupun pencapaian pendapatan Perseroan adalah penjualan aspal.
4. Sehubungan dengan peningkatan modal senilai Rp9.000.000.000 kepada PT Aplikasi Bitumen
Indonesia (ABI),
a. Senilai Rp3.750.000.000,- (tiga miliar tujuh ratus lima puluh juta Rupiah) akan digunakan untuk
pembelian persediaan aspal dan modal kerja operasional namun tidak terbatas untuk pembelian
persediaan bahan baku pendukung (agregat, anti-stripping, latex, dan kemasan), biaya
operasional kantor, biaya marketing, dan gaji karyawan. Agar dijelaskan:
i. Rincian realisasi penggunaan dana yang dialokasikan sebagai modal kerja operasional
berdasarkan jenis pengeluaran.
Jawab =
Keterangan Dana IPO Realisasi IPO SISA Dana IPO
pembelian persediaan
aspal dan modal kerja
operasional namun tidak
terbatas untuk pembelian
persediaan bahan baku
pendukung (aggregat, 3.750.000.000 3.750.000.000 -
anti-stripping, latex, dan
kemasan), biaya
operasional kantor, biaya
marketing, dan gaji
karyawan
Total 3.750.000.000 3.750.000.000 -
ii. Persentase dana yang telah direalisasikan dan yang masih belum digunakan (jika ada).
Jawab = dana yang telah direalisasikan sebesar 100 persen
iii. Dampak penggunaan dana tersebut terhadap peningkatan kapasitas operasional maupun
pencapaian pendapatan Perseroan.
Jawab = Telah tercermin sebagai pendapatan atas proyek anak usaha Perseroan
b. Senilai Rp2.000.000.000,- (dua miliar Rupiah) akan digunakan untuk pembelian aspal untuk
slurry seal yang akan digunakan untuk pengerjaan proyek pemeliharaan jalan.
i. Realisasi pembelian persediaan aspal serta apakah masih sesuai dengan Perjanjian
Pembelian Aspal Modifikasi Antara PT ABI dan PT Nakula Sadewa Karya No. 015/ABI-
NSK/VII/2023. Apabila terdapat perubahan, mohon dijelaskan bentuk perubahan tersebut
serta disampaikan informasi mengenai addendum atau perjanjian pengganti yang menjadi
dasar pelaksanaan transaksi.
Jawab = Dana IPO untuk pembelian aspal sudah realisasi sepenuhnya dan telah digunakan
dalam proyek
www.idx.co.id
Page 14
PT. XOLARE RCR ENERGY
Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
Telp. 021-22702295
ii. Dampak penggunaan dana tersebut terhadap peningkatan kapasitas operasional maupun
pencapaian pendapatan Perseroan.
Jawab = Telah tercermin sebagai pendapatan atas proyek anak usaha Perseroan.
c. Senilai Rp3.250.000.000,- (tiga miliar dua ratus lima puluh juta Rupiah) akan digunakan untuk
pembelian aspal untuk chipseal yang akan digunakan untuk pengerjaan proyek pembangunan
jalan utama dan hauling.
i. Realisasi pembelian aspal serta apakah masih sesuai dengan Perjanjian Pembelian Aspal
Modifikasi Antara PT ABI dan PT Nakula Sadewa Karya No. 015/ABI-NSK/VII/2023.
Apabila terdapat perubahan, mohon dijelaskan bentuk perubahan tersebut serta disampaikan
informasi mengenai addendum atau perjanjian pengganti yang menjadi dasar pelaksanaan
transaksi.
Jawab = Dana IPO untuk pembelian aspal sudah realisasi sepenuhnya dan telah digunakan
dalam proyek.
ii. Dampak penggunaan dana tersebut terhadap peningkatan kapasitas operasional maupun
pencapaian pendapatan Perseroan.
Jawab = Telah tercermin sebagai pendapatan atas proyek anak usaha Perseroan
5. Sehubungan dengan peningkatan modal senilai Rp5.000.000.000,- (lima miliar Rupiah) pada PT
Bumiraya Energi Hijau (BEH) yang akan digunakan untuk pembelian panel surya dan material
pendukungnya, yaitu inverter, Battery, Control Box dan Ground Mounting Screw Pile, agar
dijelaskan:
a. Realisasi pembelian panel surya dan material pendukungnya serta apakah masih sesuai dengan
Perjanjian Pembelian Komponen PLTS Antara PT BEH dan PT Indonesia Hidro Geosurvai No.
008/BEH-IHG/VIII/2023. Apabila terdapat perubahan, mohon dijelaskan bentuk perubahan
tersebut serta disampaikan informasi mengenai addendum atau perjanjian pengganti yang
menjadi dasar pelaksanaan transaksi.
Jawab = Realisasi pembelian panel surya dan material pendukungnya serta masih sesuai dengan
Perjanjian Pembelian Komponen PLTS Antara PT BEH dan PT Indonesia Hidro Geosurvai No.
008/BEH-IHG/VIII/2023 dan sudah terealisasi sepenuhnya Pada tahun 2024.
b. Dampak penggunaan dana tersebut terhadap peningkatan kapasitas operasional maupun
pencapaian pendapatan Perseroan.
Jawab = Dana tersebut berkaitan dengan Proyek GAG Nikel yang sudah di selesaikan dan sudah
diakui pendapatan oleh Perseroan. Masa pemeliharaan atas proyek GAG Nikel sudah selesai dan
sudah diserahterimakan pada tahun 2025.
www.idx.co.id
Names mentioned 21 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Building
p.1
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.1
unresolved
person
Dinda Oktavia
· Sekretaris Perusahaan/ Corporate Secretary
p.1
unresolved
org
PT Servo Lintas Raya
p.2 ×16
unresolved
org
PT Servo Lintas Raya. Keyakinan
p.2
unresolved
org
PT Kemasindo Cepat Surabaya
p.4
unresolved
org
PT Gajah Gemilang Vijaya
p.4
unresolved
org
PT Servo Lintas Raya. Jawab
p.6 ×2
unresolved
org
PT Royaltama Mulia Konstruksi.
p.6 ×3
unresolved
org
PT Xolabit Bitumen Industri
p.9 ×3
unresolved
org
PT Aspal Polimer Emulsindo
p.9 ×3
unresolved
org
PT Modifikasi Bitumen Sumatera
p.9 ×3
unresolved
org
PT Aplikasi Bitumen Indonesia
p.9 ×2
unresolved
org
PT Bumiraya Energi Hijau
p.9 ×2
unresolved
org
PT MBS
p.12
unresolved
org
PT ABI
p.13 ×2
unresolved
org
PT Nakula Sadewa Karya
p.13 ×2
unresolved
org
PT BEH
p.14 ×2
unresolved
org
PT Indonesia Hidro Geosurvai
p.14 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.