Skip to content
Back to announcement

20260810_SOLA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32119558_lamp1.pdf

Other Text extracted SOLA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 14

Page 1
                                         PT. XOLARE RCR ENERGY TBK
                                         Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
                                         Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
                                         Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
                                         Telp. 021-22702295

Jakarta, 10 Agustus 2026

 No. 034/SOLA-INA/VIII/2026

 Kepada Yth.
 PT Bursa Efek Indonesia
 Indonesia Stock Exchange Building Tower I
 Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
 Jakarta 12190

 Up             : Divisi Penilaian Perushaan 2

 Perihal        : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa / Responses to IDX’s Requests
                 for Explanation


 Dengan Hormat,                                  Dear Sir/Madam,

 Merujuk Surat dari Bursa Efek Indonesia No.     Referring to the Indonesian Stock Exchange
 S-10391/BEI.PP2/08-2026        tanggal    6     Letter No. S-10391/BEI.PP2/08-2026 dated
 Agustus 2026. Dengan ini Perseroan              August 6th, 2026. The Company hereby
 menyampaikan tanggapan atas Permintaan          communicates its response to the Exchange
 Penjelasan Bursa dalam Lampiran I dari          Explanation Request in Appendix I to this
 surat ini.                                      letter.

 Demikian      kami    sampaikan.      Atas We thank you for your attention and
 perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.   cooperation.



Hormat Kami,
PT Xolare RCR Energy Tbk.




Dinda Oktavia
Sekretaris Perusahaan/ Corporate Secretary




www.idx.co.id

Page 2
                                            PT. XOLARE RCR ENERGY
                                            Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
                                            Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
                                            Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
                                            Telp. 021-22702295



                                 Lampiran Permintaan Penjelasan
                                PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA)


Terkait Laporan Keuangan 31 Maret 2026

1. Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) nomor 6 terkait piutang usaha pihak ketiga,
   Perseroan mencatatkan piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp89,44 miliar pada periode 31 Maret
   2026. Agar dijelaskan:

    a. PT Servo Lintas Raya mewakili sekitar 90% dari total kenaikan piutang usaha. Agar dijelaskan
       apakah kenaikan tersebut disebabkan oleh peningkatan volume pekerjaan, perubahan termin
       pembayaran, atau faktor lainnya. Selain itu, mohon disampaikan status penagihan piutang
       tersebut beserta estimasi waktu penyelesaiannya.

        Jawab = Sampai dengan periode Agustus 2026, status penagihan atas piutang PT Servo Lintas
        Raya berjalan sesuai skema pembayaran bertahap yang telah disepakati. Perseroan telah
        menerima pembayaran aktual sebesar Rp3 miliar pada bulan Juli 2026 dan Rp3 miliar pada bulan
        Agustus 2026. Dengan mempertimbangkan arus kas operasional pelanggan dan pola pembayaran
        bertahap sedikitnya Rp3 miliar per bulan, manajemen mengestimasi penyelesaian/pelunasan
        seluruh kewajiban piutang tersebut akan tercapai pada tahun 2026.

    b. Berdasarkan analisis umur piutang pada CALK Nomor 6, piutang yang telah jatuh tempo,
       khususnya piutang berumur lebih dari 90 hari, meningkat sebesar Rp7,00 miliar (47,60%)
       dibandingkan posisi 31 Desember 2025. Agar dijelaskan faktor-faktor yang menyebabkan
       peningkatan piutang tersebut, langkah-langkah yang dilakukan Perseroan untuk mempercepat
       proses penagihan, serta keyakinan manajemen atas kolektibilitas piutang tersebut.

        Jawab = Peningkatan tersebut dikarenakan PT Servo Lintas Raya yang terlambat melakukan
        pembayaran kepada Perseroan. Langkah-langkah yang dilakukan Perseroan untuk mempercepat
        proses penagihan yaitu terus aktif menjaga komunikasi dengan PT Servo Lintas Raya. Keyakinan
        manajemen atas kolektibilitas piutang tersebut adalah tinggi.

        Keyakinan manajemen atas kolektibilitas piutang PT Servo Lintas Raya didasari oleh beberapa
        faktor substantif, yaitu: (i) telah terselesaikannya proses rekonsiliasi saldo dan tidak adanya
        perselisihan (dispute) terkait hasil pekerjaan konstruksi; (ii) adanya kesepakatan jadwal
        pembayaran (payment schedule) secara bertahap; (iii) realisasi penerimaan pembayaran
        (subsequent collection) pasca periode Laporan Keuangan per Juli dan Agustus 2026; serta (iv)
        peningkatannya penggunaan jalan tambang milik pelanggan yang mendukung kelancaran arus
        kas operasional mereka

    c. Dasar pertimbangan manajemen mempertahankan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN)
       sebesar Rp3,28 miliar, mengingat saldo piutang usaha meningkat sebesar 86,96% dan kualitas
       piutang menunjukkan peningkatan piutang yang telah jatuh tempo. Mohon dijelaskan pula hasil
       evaluasi Expected Credit Loss (ECL) yang mendasari tidak adanya penambahan CKPN pada
       periode berjalan.

        Jawab = Evaluasi Expected Credit Loss (ECL) dilakukan sesuai PSAK 71 dengan
        mempertimbangkan tingkat kerugian historis (historical loss rate), analisis umur piutang, serta
        penyesuaian atas informasi masa depan (forward-looking information). Hasil evaluasi ECL
        periode berjalan menunjukkan nilai estimasi risiko kerugian kredit berada pada kisaran Rp3,28
        miliar. Dikarenakan angka hasil kalkulasi ECL tersebut masih sebanding dengan saldo CKPN
        yang telah dibentuk sebelumnya sebesar Rp3,28 miliar.


www.idx.co.id

Page 3
                                           PT. XOLARE RCR ENERGY
                                           Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
                                           Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
                                           Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
                                           Telp. 021-22702295

        Hasil evaluasi Expected Credit Loss (ECL) yang mendasari tidak adanya penambahan CKPN
        pada periode berjalan adalah adanya komitmen dan realisasi pembayaran bertahap dari PT Servo
        Lintas Raya, manajemen menilai saldo CKPN sebesar Rp3,28 miliar masih memadai sehingga
        belum diperlukan penambahan CKPN pada periode berjalan.


2. Aset kontrak (lancar) Perseroan per 31 Maret 2026 sebesar Rp16,42 miliar atau telah mengalami
   kenaikan sebesar Rp3,26 miliar (24,78%) jika dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2025
   sebesar Rp13,16 miliar. Agar dijelaskan:

    a. Nature dan jenis transaksi atau kontrak utama yang menyebabkan perubahan tersebut.

         Jawab = Aset kontrak merupakan retensi yang belum ditagihkan. Kontrak yang menyebabkan
        ini adalah kontrak proyek wisma titan dan proyek jalan hauling.


    b. Estimasi waktu aset kontrak tersebut akan direalisasikan menjadi piutang usaha serta keyakinan
       manajemen atas penyelesaiannya.

        Jawab = Aset kontrak tersebut terutama berasal dari retensi yang belum dapat ditagihkan dan
        terkait dengan Proyek Wisma Titan dan Proyek Jalan Hauling. Berdasarkan ketentuan kontrak,
        aset kontrak tersebut diperkirakan dapat direalisasikan menjadi piutang usaha dalam waktu
        sekitar 6 bulan setelah proyek selesai dilaksanakan. Manajemen berkeyakinan bahwa proyek
        dapat diselesaikan sesuai dengan ketentuan kontrak.

3. Berdasarkan CALK Nomor 11, uang muka Perseroan per 31 Maret 2026 sebesar Rp20,46 miliar
   atau telah mengalami kenaikan sebesar Rp4,88 miliar (31,3%) jika dibandingkan dengan saldo per
   31 Desember 2025 sebesar Rp15,58 miliar. Agar dijelaskan:

    a. Komponen utama yang menyebabkan kenaikan akun uang muka sebesar Rp4,88 miliar pada
       periode 31 Maret 2026

        Jawab = Komponen utama yang menyebabkan kenaikan akun uang muka sebesar Rp4,88
        miliar pada periode 31 Maret 2026 adalah uang muka pembelian bitumen.

    b. Tujuan pemberian uang muka.

        Jawab = Tujuan pemberian uang muka adalah sebagai tanda jadi untuk mengikat harga dan
        menjamin ketersediaan barang yang dibeli

    c. Rencana penyelesaian uang muka tersebut.

        Jawab = Sebagian besar sudah selesai, sebagaimana tercermin dalam laporan keuangan interim
        per 30 Juni 2026 Perseroan, dimana uang muka sudah turun dari Rp20,46 miliar menjadi Rp6,99
        miliar. Sisa saldo tersebut merupakan uang muka yang baru.

4. Berdasarkan CALK nomor 9, pekerjaan dalam proses Perseroan per 31 Maret 2026 sebesar Rp47,27
   miliar atau telah mengalami penurunan sebesar -Rp5,73 miliar (-10,81%) jika dibandingkan dengan
   saldo per 31 Desember 2025 sebesar Rp53 miliar. Agar dijelaskan faktor-faktor yang menyebabkan
   penurunan saldo pekerjaan dalam proses pada periode 31 Maret 2026 serta apakah penurunan
   tersebut terutama disebabkan oleh penyelesaian proyek dan pengakuan pendapatan pada periode
   berjalan.

    Jawab = Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan saldo pekerjaan dalam proses pada periode
    31 Maret 2026 meningkatnya progress pekerjaan.

www.idx.co.id

Page 4
                                            PT. XOLARE RCR ENERGY
                                            Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
                                            Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
                                            Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
                                            Telp. 021-22702295

5. Berdasarkan CALK nomor 16, utang usaha - pihak ketiga Perseroan per 31 Maret 2026 sebesar
   Rp35,24 miliar atau telah mengalami kenaikan sebesar Rp23,11 miliar (190,72%) dibandingkan
   dengan saldo per 31 Desember 2025 sebesar Rp12,13 miliar. Berdasarkan CALK, hal ini disebabkan
   oleh PT Servo Lintas Raya sebesar Rp14,33 miliar (448,31%) dan beberapa utang usaha baru kepada
   PT Kemasindo Cepat Surabaya sebesar Rp1,04 miliar dan PT Gajah Gemilang Vijaya sebesar
   Rp1,03 miliar. Agar dijelaskan:

    a. Strategi Perseroan yang menyebabkan kenaikan utang usaha pihak ketiga.

    Jawab = Peningkatan utang usaha pihak ketiga pada tanggal 31 Maret 2026 merupakan konsekuensi
    dari meningkatnya aktivitas operasional Perseroan, khususnya pada segmen konstruksi. Seiring
    meningkatnya volume pekerjaan, Perseroan melakukan pembelian material, penggunaan jasa
    subkontraktor, transportasi, serta pengadaan barang dan jasa lainnya dalam jumlah yang lebih
    besar dibandingkan periode sebelumnya.

    Sebagian besar transaksi tersebut menggunakan payment term yang lebih panjang yang diberikan
    pemasok sesuai praktik bisnis yang lazim. Dengan demikian, peningkatan utang usaha merupakan
    konsekuensi dari ekspansi volume pekerjaan, bukan disebabkan oleh penurunan kemampuan
    pembayaran Perseroan


    b. Kebijakan termin pembayaran kepada pemasok, siklus penyelesaian utang usaha, serta apakah
       terdapat perubahan kebijakan pembayaran atau keterlambatan penyelesaian kewajiban kepada
       pemasok pada periode berjalan.

    Jawab = Perseroan menegosiasikan kepada pemasok untuk memberikan jangka waktu pembayaran
    yang lebih lama.

6. Berdasarkan CALK nomor 17, biaya yang masih harus di bayar Perseroan per 31 Maret 2026 sebesar
   Rp7,4 miliar atau telah mengalami kenaikan sebesar Rp5,71 miliar (337,05%) jika dibandingkan
   dengan saldo per 31 Desember 2025 sebesar Rp1,69 miliar. Agar dijelaskan faktor-faktor yang
   menyebabkan peningkatan biaya yang masih harus dibayar atas proyek dari Rp609,16 juta menjadi
   Rp7,00 miliar pada periode 31 Maret 2026, termasuk jenis biaya yang diakrualkan.

    Jawab = Faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan biaya yang masih harus dibayar atas proyek
    dari Rp609,16 juta menjadi Rp7,00 miliar pada periode 31 Maret 2026 adalah berasal dari
    meningkatnya aktivitas operasional Perseroan pada segmen konstruksi selama triwulan I 2026.
    Kenaikan tersebut terutama merupakan akrual atas biaya proyek yang secara substansi ekonomis
    telah menjadi kewajiban Perseroan berdasarkan progres pekerjaan yang telah diterima, namun
    hingga tanggal pelaporan tagihan dari vendor atau dokumen pendukung administrasi belum
    seluruhnya diterima.

    Jenis biaya yang diakrualkan antara lain meliputi:
     • biaya subkontraktor;
     • biaya sewa alat;
     • biaya transportasi dan logistik;
     • biaya tenaga kerja proyek;
     • biaya material pendukung;
     • biaya operasional lapangan lainnya.




www.idx.co.id

Page 5
                                            PT. XOLARE RCR ENERGY
                                            Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
                                            Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
                                            Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
                                            Telp. 021-22702295

7. Berdasarkan CALK nomor 25, pendapatan Perseroan per 31 Maret 2026 sebesar Rp75,27 miliar atau
   telah mengalami kenaikan sebesar 60,32 miliar (403,51%) jika dibandingkan dengan saldo per 31
   Maret 2025 sebesar Rp14,95 miliar. kenaikan tersebut terutama didorong oleh peningkatan
   pendapatan segmen konstruksi yang meningkat sebesar Rp56,97 miliar (609,56%) menjadi Rp66,32
   miliar, sehingga memberikan kontribusi sebesar 88,11% terhadap total pendapatan Perseroan. Agar
   dijelaskan:

    a. Faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan pendapatan tersebut, termasuk proyek-proyek
       utama yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan

    Jawab = Peningkatan pendapatan Perseroan per 31 Maret 2026 terutama berasal dari peningkatan
    progres pekerjaan konstruksi, khususnya Proyek Peningkatan Jalan Hauling dan Proyek Wisma
    Titan untuk PT Servo Lintas Raya. Pada periode yang sama tahun 2025, Perseroan belum memiliki
    progres pekerjaan konstruksi dengan nilai yang sebanding. Peningkatan progres pada awal tahun
    2026 menyebabkan pendapatan segmen konstruksi meningkat.


    b. Apakah peningkatan tersebut bersifat berulang (recurring) atau berasal dari proyek tertentu. Agar
       dijelaskan persentase pendapatan yang bersifat recurring dan non-recurring.

    Jawab = peningkatan tersebut bersifat tidak berulang (non-recurring). Persentase pendapatan
    recurring adalah sekitar 25-30%.


8. Laba kotor Perseroan per 31 Maret 2026 sebesar 18,95 miliar atau telah mengalami kenaikan sebesar
   13,15 miliar (226,88%) jika dibandingkan dengan saldo per 31 Maret 2025 sebesar Rp5,8 miliar.
   Berdasarkan CALK Nomor 26, beban pokok pendapatan meningkat sebesar 515,13%, lebih tinggi
   dibandingkan pertumbuhan pendapatan sebesar 403,51%, sehingga margin laba kotor Perseroan
   menurun dari sekitar 38,80% menjadi 25,18%. Agar dijelaskan faktor-faktor yang menyebabkan
   penurunan margin laba kotor tersebut, termasuk kontribusi peningkatan biaya proyek, perubahan
   komposisi pendapatan, maupun faktor lainnya yang mempengaruhi profitabilitas Perseroan.

    Jawab = Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan margin laba kotor tersebut adalah adanya
    addendum perpanjangan kontrak Proyek Wisma Titan dan Proyek Jalan Hauling. Hal ini berdampak
    pada adanya penyesuaian RAB atas biaya yang lebih banyak dikeluarkan Perseroan. Peningkatan
    biaya tersebut antara lain biaya sewa alat berat, sewa rumah, biaya gaji, biaya makan, biaya
    maintenance, dll.


9. Berdasarkan CALK nomor 27, beban usaha meningkat sebesar 17,52%, lebih rendah dibandingkan
    pertumbuhan pendapatan sebesar 403,51%. Mohon dijelaskan faktor-faktor yang mendukung
    peningkatan beban usaha tetap terjaga serta apakah efisiensi tersebut diperkirakan dapat
    dipertahankan pada periode-periode mendatang.

    Jawab = Seluruh biaya yang berkaitan dengan Pendapatan Proyek, akan di catat di akun HPP.
    Peningkatan beban usaha sebesar 17,52% tidak berkaitan dengan efisiensi yang dilakukan oleh
    manajemen Perseroan.


10. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, PT Servo Lintas Raya merupakan pelanggan
    utama Perseroan dengan kontribusi sekitar 86,60% terhadap total pendapatan. Selain itu, Perseroan
    juga mencatat saldo piutang usaha, utang usaha, dan liabilitas kontrak yang signifikan kepada pihak
    tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan:




www.idx.co.id

Page 6
                                           PT. XOLARE RCR ENERGY
                                           Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
                                           Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
                                           Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
                                           Telp. 021-22702295

    a. Sifat hubungan bisnis antara Perseroan dengan PT Servo Lintas Raya beserta ruang lingkup
       transaksi yang dilakukan.

    Jawab = Hubungan bisnis Perseroan dengan PT Servo Lintas Raya merupakan hubungan antara
    pemberi kerja/pelanggan dengan penyedia jasa konstruksi. Ruang lingkup transaksi meliputi
    pekerjaan konstruksi peningkatan jalan hauling dan pembangunan Wisma Titan.

    b. Apakah saldo piutang usaha dan liabilitas kontrak berasal dari kontrak proyek yang sama atau
       kontrak yang berbeda.

    Jawab = saldo piutang usaha dan liabilitas kontrak berasal dari beberapa proyek yang berbeda.

    c. Transaksi yang mendasari timbulnya saldo utang usaha kepada PT Servo Lintas Raya.

    Jawab = Transaksi yang mendasari timbulnya saldo utang usaha kepada PT Servo Lintas Raya
    adalah penggunaan mesin atau solar milik PT Servo Lintas Raya yang digunakan Perseroan. PT Servo
    Lintas Raya menerbitkan debit note atas hal tersebut.

    d. Strategi Perseroan dalam mengelola risiko konsentrasi pendapatan.

    Jawab = Strategi Perseroan dalam mengelola risiko konsentrasi pendapatan adalah Perseroan
    melakukan pengelolaan risiko konsentrasi pendapatan melalui pengembangan dan diversifikasi
    kegiatan usaha pada segmen konstruksi dan aspal serta penambahan portofolio pelanggan dan proyek.
    Hal ini dilakukan secara bertahap untuk mengurangi ketergantungan terhadap pelanggan tertentu.
    Perseroan terus mengembangkan peluang usaha dan pelanggan lainnya sesuai dengan kapasitas dan
    rencana bisnis Perseroan. Contohnya PT Royaltama Mulia Konstruksi.

    e. Strategi Perseroan dalam memastikan keberlanjutan hubungan bisnis dengan PT Servo Lintas
       Raya.

    Jawab = Strategi Perseroan dalam memastikan keberlanjutan hubungan bisnis dengan PT Servo
    Lintas Raya melalui pemenuhan kewajiban dan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan kontrak yang
    disepakati, termasuk pekerjaan konstruksi peningkatan jalan hauling dan pembangunan Wisma Titan.
    Perseroan juga terus menjaga komunikasi yang baik dengan PT Servo Lintas Raya.




www.idx.co.id

Page 7
                                           PT. XOLARE RCR ENERGY
                                           Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
                                           Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
                                           Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
                                           Telp. 021-22702295

Terkait Laporan Keuangan 30 Juni 2026


1. Berdasarkan CALK nomor 8, persediaan meningkat signifikan sebesar Rp8,84 miliar atau 89,0%,
   dari Rp9,93 miliar pada 31 Maret 2026 menjadi Rp18,77 miliar pada 30 Juni 2026. Terdapat
   peningkatan persediaan barang jadi sebesar Rp11,43 miliar atau 417,1%, dari Rp2,74 miliar menjadi
   Rp14,17 miliar dan penurunan persediaan bahan baku sebesar Rp4,12 miliar atau 60,3%, dari Rp6,84
   miliar menjadi Rp2,72 miliar. Agar disampaikan:

    a. Apakah peningkatan persediaan barang jadi disebabkan oleh penyelesaian proyek yang belum
       diserahterimakan kepada pelanggan atau karena perlambatan penjualan?

    Jawab = Peningkatan persediaan barang jadi disebabkan oleh penyelesaian proyek yang belum
    diserahterimakan kepada pelanggan per 30 Juni 2026 (Q2).

    b. Bagaimana rencana Perseroan dalam merealisasikan persediaan barang jadi tersebut menjadi
       pendapatan pada periode berikutnya?

    Jawab = Sebagian besar Persediaan barang jadi tersebut sudah menjadi pendapatan pada periode
    berikutnya (Q3).

    c. Mohon dijelaskan dasar pertimbangan manajemen bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai
       atas persediaan, khususnya atas persediaan barang jadi yang meningkat secara signifikan.

    Jawab = Dasar pertimbangan manajemen bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas
    persediaan adalah persediaan tersebut sudah terjual pada periode berikutnya (Q3)

    d. Apakah peningkatan persediaan tersebut berdampak terhadap nilai persediaan yang dijadikan
       jaminan atas fasilitas pinjaman bank? Jika ya, mohon dijelaskan.

    Jawab = peningkatan persediaan tersebut tidak berdampak terhadap nilai persediaan yang dijadikan
    jaminan atas fasilitas pinjaman bank

2. Berdasarkan CALK nomor 11, uang muka menurun signifikan sebesar Rp13,46 miliar atau 65,8%,
   dari Rp20,46 miliar pada 31 Maret 2026 menjadi Rp7,00 miliar pada 30 Juni 2026.

     a. Komponen utama yang menyebabkan penurunan akun uang muka pada 30 Juni 2026.

    Jawab = Komponen utama yang menyebabkan penurunan akun uang muka pada 30 Juni 2026 adalah
    karena sudah realisasi.

     b. Apakah penurunan saldo uang muka berkaitan dengan kenaikan persediaan selama periode
        berjalan? Jika ya, mohon dijelaskan hubungan antara kedua akun tersebut.

    Jawab = Penurunan saldo uang muka berkaitan dengan kenaikan persediaan selama periode
    berjalan. hubungan antara kedua akun tersebut adalah Perseroan melakukan pembayaran DP lalu saat
    realisasi, saldo uang muka tersebut turun dan saldo persediaan naik

     c. Tujuan pemberian uang muka.

    Jawab = Tujuan pemberian uang muka adalah sebagai tanda jadi untuk mengikat harga dan menjamin
    ketersediaan barang yang dibeli.




www.idx.co.id

Page 8
                                            PT. XOLARE RCR ENERGY
                                            Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
                                            Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
                                            Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
                                            Telp. 021-22702295

     d. Rencana penyelesaian uang muka tersebut.

    Jawab = Rencana penyelesaian uang muka tersebut adalah akhir tahun 2026


3. Perseroan mencatat utang lain-lain kepada pihak ketiga sebesar Rp22,00 miliar pada periode 30 Juni
   2026 dari periode sebelumnya yang bernilai nihil. Agar dijelaskan latar belakang dan sifat transaksi
   tersebut, tujuan penggunaan dana, sumber timbulnya kewajiban, jangka waktu penyelesaiannya,
   serta dampaknya terhadap kondisi keuangan dan kegiatan operasional Perseroan.

    Jawab = latar belakang dan sifat transaksi tersebut dan tujuan penggunaan dana utang tersebut adalah
    memenuhi kebutuhan arus kas jangka pendek Perseroan. Adapun sumber timbulnya kewajiban,
    jangka waktu penyelesaiannya adalah Pinjaman Pihak Ketiga dengan jangka waktu 6 bulan - 1 tahun
    dengan serta dampaknya terhadap kondisi keuangan dan kegiatan operasional Perseroan adalah
    meningkatnya beban bunga terkait pendanaan tersebut.


4. Berdasarkan CALK nomor 19, liabilitas kontrak menurun sebesar Rp4,93 miliar atau 18,2%, dari
   Rp27,11 miliar pada 31 Maret 2026 menjadi Rp22,18 miliar pada 30 Juni 2026. Agar dijelaskan:

    a. Penyebab penurunan liabilitas kontrak sebesar Rp4,93 miliar per 30 Juni 2026 dibandingkan 31
       Maret 2026, termasuk apakah penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penyelesaian
       pekerjaan dan pengakuan pendapatan atas kontrak yang sebelumnya telah menerima pembayaran
       di muka.

        Jawab = Ya, penurunan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan progress pekerjaan yang
        dilakukan oleh Perseroan.

    b. Mohon dijelaskan latar belakang timbulnya liabilitas kontrak baru yang berasal dari PT
       Royaltama Mulia Konstruksi serta dampaknya terhadap kegiatan usaha dan prospek penyelesaian
       proyek Perseroan.

       Jawab = Perseroan berhasil mendapatkan kontrak pekerjaan baru dari PT Royaltama Mulia
       Konstruksi dan mendapatkan uang muka yang dicatat pada akun tersebut. Dampaknya terhadap
       kegiatan usaha dan prospek penyelesaian proyek Perseroan adalah meningkatkan pendapatan
       Perseroan serta mengurangi ketergantungan Perseroan pada PT Servo Lintas Raya.


5. Berdasarkan CALK nomor 25, Pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp87,59 miliar, menurun
    Rp12,43 miliar atau 12,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp100,02
    miliar. Di sisi lain, beban pokok penjualan meningkat tipis sebesar Rp973,06 juta atau 1,3%, dari
    Rp75,21 miliar menjadi Rp76,18 miliar. Hal ini menunjukkan adanya tekanan pada gross profit
    margin Perseroan. Agar dijelaskan faktor utama yang menyebabkan penurunan laba kotor dan
    margin laba kotor Perseroan pada 30 Juni 2026, khususnya terkait kenaikan beban pokok pada
    segmen konstruksi meskipun pendapatan mengalami penurunan.

    Jawab = Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan margin laba kotor tersebut adalah adanya
    addendum perpanjangan kontrak Proyek Wisma Titan dan Proyek Jalan Hauling. Hal ini berdampak
    pada adanya penyesuaian RAB atas biaya yang lebih banyak di keluarkan Perseroan. Peningkatan
    biaya tersebut antara lain biaya sewa alat berat, sewa rumah, biaya gaji, biaya makan, biaya
    maintenance, dll.




www.idx.co.id

Page 9
                                            PT. XOLARE RCR ENERGY
                                            Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
                                            Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
                                            Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
                                            Telp. 021-22702295

6. Berdasarkan CALK nomor 28, pendapatan (beban) lain-lain sebesar -Rp2,42 miliar, menurun
    dibandingkan beban bersih sebesar -Rp737,28 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
    Peningkatan beban tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya beban bunga sebesar Rp1,91
    miliar atau 288,9%, dari Rp662,27 juta menjadi Rp2,58 miliar. Agar dijelaskan faktor utama yang
    menyebabkan peningkatan beban bunga tersebut, termasuk keterkaitannya dengan perubahan
    struktur pendanaan Perseroan serta dampaknya terhadap kinerja keuangan Perseroan.

   Jawab = Faktor utama yang menyebabkan peningkatan beban bunga tersebut adalah meningkatnya
   utang berbunga Perseroan sebesar Rp 22.000.000.000. Dampaknya terhadap kinerja keuangan
   Perseroan adalah beban utang dan beban bunga yang meningkat dibandingkan periode sebelumnya


Terkait dengan penggunaan dana hasil IPO

Berdasarkan Surat Perseroan nomor 003/SOLA-INA/I/2025 tanggal 10 Januari 2024 perihal Laporan
Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum, Perseroan telah menyampaikan laporan penggunaan dana
hasil IPO, dimana termasuk peningkatan modal pada PT Xolabit Bitumen Industri (XBI), PT Aspal
Polimer Emulsindo (APE), PT Modifikasi Bitumen Sumatera (MBS), PT Aplikasi Bitumen Indonesia
(ABI), dan PT Bumiraya Energi Hijau (BEH). Berdasarkan penggunaan dana yang disampaikan pada
prospektus, agar dijelaskan realisasi penggunaan dana sebagai berikut.

1. Sehubungan dengan peningkatan modal pada PT Xolabit Bitumen Industri (XBI),

    a. Sebesar Rp10.267.393.500,- (sepuluh miliar dua ratus enam puluh tujuh juta tiga ratus sembilan
       puluh tiga ribu lima ratus Rupiah) akan digunakan untuk pengadaan mesin. Agar dijelaskan:

        i. Realisasi pengadaan mesin saat ini, termasuk apakah seluruh mesin yang disampaikan pada
           prospektus telah selesai pengadaannya.

          Jawab = Terhadap seluruh mesin tersebut telah dilakukan pelunasan pembayaran dan sedang
          menunggu jadwal kapal untuk dikirim ke pabrik PT Xolabit Bitumen Industri (XBI) di Tuban.

        ii. Kontribusi realisasi mesin tersebut terhadap peningkatan kapasitas produksi, kegiatan
           operasional, dan pencapaian kinerja Perseroan.

            Jawab = Mesin telah diperoleh dan saat ini masih dalam proses pengiriman ke pabrik XBI
            di Tuban, sehingga belum digunakan dalam kegiatan produksi. Oleh karena itu, sampai
            dengan tanggal laporan, belum terdapat kontribusi terhadap peningkatan kapasitas produksi
            maupun pendapatan Perseroan.


    b. Sebesar Rp3.506.396.500,- (tiga miliar lima ratus enam juta tiga ratus sembilan puluh enam ribu
       lima ratus rupiah) akan digunakan untuk pembangunan pabrik pembuatan aspal membrane, di
       Kabupaten Tuban – Jawa Timur yang akan dimanfaatkan XBI untuk kegiatan distribusi produk
       ke luar daerah, termasuk wilayah Indonesia bagian Timur. Agar dijelaskan:

        i. Realisasi Pembangunan pabrik pembuatan aspal membrane di Kabupaten Tuban.

        Jawab = Saat ini masih dalam proses pembangunan

        ii. Pemenuhan perizinan atas pabrik, khususnya Persetujuan Bangunan Gedung. Jika telah
            terpenuhi, agar disampaikan tanggal pemenuhannya.

        Jawab = Persetujuan Bangunan Gedung masih dalam proses evaluasi PUPR Tuban.



www.idx.co.id

Page 10
                                              PT. XOLARE RCR ENERGY
                                              Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
                                              Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
                                              Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
                                              Telp. 021-22702295

        iii. Kondisi operasional pabrik saat ini (apabila telah beroperasi), termasuk utilisasi pabrik serta
             kontribusinya terhadap kinerja Perseroan.

        Jawab = Pabrik saat ini belum beroperasi dan belum memiliki kontribusi terhadap kinerja
        Perseroan

        iv. Bagaimana keberadaan pabrik tersebut mempengaruhi distribusi produk Bitumen Membrane,
            Waterproofing, Bitumen Paint, dan Drum Aspal ke wilayah Jawa dan Kalimantan. Agar
            disampaikan analisis kuantitatif dan kualitatif.

        Jawab = Perseroan belum dapat menyampaikan persentase penghematan biaya logistik atau
        peningkatan volume distribusi. Secara kualitatif, keberadaan fasilitas di Tuban memberikan
        potensi peningkatan efisiensi distribusi, waktu pengiriman, ketersediaan produk, serta
        kemampuan Perseroan melayani pelanggan di wilayah tersebut. Selain itu juga dapat mendukung
        efisiensi waktu pengiriman, ketersediaan produk, dan pengelolaan persediaan.

    c. Sebesar Rp2.500.000.000,- (dua miliar lima ratus juta Rupiah) akan digunakan sebagai modal
       kerja operasional, yaitu untuk pembelian bahan baku, biaya operasional kantor, biaya marketing,
       upah/gaji karyawan. Agar dijelaskan:

        i. Rincian realisasi penggunaan dana yang dialokasikan sebagai modal kerja operasional
           berdasarkan jenis pengeluaran.

           Jawab = Adapun Rincian realisasi penggunaan dana yang dialokasikan sebagai modal kerja
           operasional yaitu untuk pembelian bahan baku, biaya operasional kantor, biaya marketing,
           upah/gaji karyawan sebesar Rp2.500.000.000.

        ii. Persentase dana yang telah direalisasikan dan yang masih belum digunakan (jika ada).

          Jawab = dana yang telah direalisasikan 100 persen.

        iii. Dampak penggunaan dana tersebut terhadap peningkatan kapasitas operasional maupun
             pencapaian pendapatan Perseroan.

          Jawab = Belum terdapat dampak penggunaan dana tersebut terhadap peningkatan kapasitas
         operasional maupun pencapaian pendapatan Perseroan karena pengadaan mesin dan
         pembangunan pabrik masih dalam proses.


2. Sehubungan dengan peningkatan modal kepada PT Aspal Polimer Emulsindo (APE),
   a. Senilai Rp1.500.000.000,- (satu miliar lima ratus juta Rupiah) akan digunakan untuk perluasan
      bangunan di area pabrik dengan merenovasinya yang berlokasi di Demak, Jawa Tengah. Agar
      dijelaskan:

        i. Realisasi perluasan bangunan pabrik di Demak, Jawa Tengah.

         Jawab = Sudah realisasi 100 persen

        ii. Pemenuhan perizinan atas bangunan, khususnya Persetujuan Bangunan Gedung. Jika telah
            terpenuhi, agar disampaikan tanggal pemenuhannya.

        Jawab = Terselesaikan pada 17 Desember 2024




www.idx.co.id

Page 11
                                             PT. XOLARE RCR ENERGY
                                             Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
                                             Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
                                             Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
                                             Telp. 021-22702295

        iii. Kondisi operasional bangunan yang diperluas (apabila telah beroperasi), termasuk utilisasi
           bangunan tersebut serta kontribusinya terhadap kinerja Perseroan.

          Jawab = Kondisi bangunan baik dan dapat dipergunakan sebagai tempat penyimpanan mesin
          dan persediaan anak usaha Perseroan

        iv. Proyeksi utilisasi area pabrik yang diperluas hingga 3 tahun kedepan.

        Jawab = Area pabrik yang diperluas diproyeksikan akan dimanfaatkan secara bertahap seiring
        dengan peningkatan kapasitas produksi dan pertumbuhan permintaan atas produk Perseroan.
        Perseroan memproyeksikan dapat menjual aspal lebih banyak dalam 3 tahun ke depan dengan
        peningkatan penjualan sebesar 10 persen. Hal ini direalisasikan dengan adanya tambahan
        beberapa kontak atau PO yang di dapat oleh PT Aspal Polimer Emulsindo.

    b. Senilai Rp7.500.000.000,- (tujuh miliar lima ratus juta Rupiah) akan digunakan untuk modal
       kerja. Agar dijelaskan:

        i. Rincian realisasi penggunaan dana yang dialokasikan sebagai modal kerja operasional
           berdasarkan jenis pengeluaran.

    Jawab =

           Keterangan                      Dana IPO                   Realisasi IPO         SISA Dana IPO
     Pembelian Bahan Baku
                                         1.250.000.000                1.250.000.000                 -
     Produksi Karet Sir 20
     modal kerja operasional
     namun tidak terbatas
     untuk           pembelian
     persediaan bahan baku
     pendukung             (SBS,
                                         6.250.000.000                6.250.000.000                 -
     emulsifier, latex, EVA, dan
     FT-Wax),              biaya
     operasional kantor, biaya
     marketing,      dan     gaji
     karyawan
                Total                    7.500.000.000                7.500.000.000                 -

       ii. Persentase dana yang telah direalisasikan dan yang masih belum digunakan (jika ada).

    Jawab = Sudah terealisasi 100 persen

      iii. Dampak penggunaan dana tersebut terhadap peningkatan kapasitas operasional maupun
           pencapaian pendapatan Perseroan.

    Jawab = Dampak penggunaan dana tersebut terhadap peningkatan kapasitas operasional maupun
    pencapaian pendapatan Perseroan adalah penjualan aspal.

3. Sehubungan peningkatan modal senilai Rp9.000.000.000 kepada PT Modifikasi Bitumen Sumatera
   (MBS),
   a. Senilai Rp2.500.000.000,- (dua miliar lima ratus juta Rupiah) akan digunakan untuk perluasan
      bangunan di area pabrik dengan merenovasinya yang berlokasi di Muara Enim, Sumatera Selatan.
      Agar dijelaskan:




www.idx.co.id

Page 12
                                            PT. XOLARE RCR ENERGY
                                            Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
                                            Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
                                            Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
                                            Telp. 021-22702295

          i. Realisasi perluasan bangunan pabrik MBS di Muara Enim, Sumatera Selatan.

         Jawab = Sudah terealisasi 100 persen

         ii. Pemenuhan perizinan atas pabrik, khususnya Persetujuan Bangunan Gedung. Jika telah
             terpenuhi, agar disampaikan tanggal pemenuhannya.

        Jawab = PT MBS membangun Gudang aspal dan sudah terpenuhi pada tanggal 31 Desember 2024

        iii. Kondisi operasional area bangunan yang diperluas (apabila telah beroperasi), termasuk
             utilisasi serta kontribusinya terhadap kinerja Perseroan.

        Jawab = Kondisi bangunan baik dan dapat dipergunakan sebagai tempat penyimpanan mesin
        dan persediaan anak usaha Perseroan

        iv. Proyeksi utilisasi area bangunan yang diperluas hingga 3 tahun kedepan.

        Jawab = Area pabrik yang diperluas diproyeksikan akan dimanfaatkan secara bertahap seiring
        dengan peningkatan kapasitas produksi dan pertumbuhan permintaan atas produk Perseroan.
        Perseroan memproyeksikan dapat menjual aspal lebih banyak dalam 3 tahun ke depan. Hal ini
        direalisasikan dengan adanya perolehan kontak antara anak Perseroan (PT Modifikasi Bitumen
        Sumatera ) dengan Pertamina Hulu Rokan yang mendapatkan kontrak payung tiga tahun untuk
        supply aspal emulsi.


    b. Senilai Rp6.500.000.000,- (enam miliar lima ratus juta Rupiah) akan digunakan MBS untuk
       modal kerja. Agar dijelaskan:

          i. Rincian realisasi penggunaan dana yang dialokasikan sebagai modal kerja operasional
             berdasarkan jenis pengeluaran.

    Jawab =

           Keterangan                    Dana IPO                   Realisasi IPO          SISA Dana IPO
     Pembelian bahan baku
     produksi Karet SIR-20
                                        2.500.000.000               2.500.000.000                   -
     (Standard Indonesian
     Rubber)
     modal kerja operasional
     namun tidak terbatas
     untuk           pembelian
     persediaan bahan baku
     pendukung             (SBS,
                                        4.000.000.000               4.000.000.000                   -
     emulsifier, latex, EVA, dan
     FT-Wax),              biaya
     operasional kantor, biaya
     marketing,      dan     gaji
     karyawan
                Total                   6.500.000.000               6.500.000.000                   -


         ii. Persentase dana yang telah direalisasikan dan yang masih belum digunakan (jika ada).

        Jawab = dana yang telah direalisasikan sebesar 100 persen


www.idx.co.id

Page 13
                                              PT. XOLARE RCR ENERGY
                                              Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
                                              Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
                                              Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
                                              Telp. 021-22702295

        iii. Dampak penggunaan dana tersebut terhadap peningkatan kapasitas operasional maupun
             pencapaian pendapatan Perseroan.

         Jawab = Dampak penggunaan dana tersebut terhadap peningkatan kapasitas operasional
         maupun pencapaian pendapatan Perseroan adalah penjualan aspal.


4. Sehubungan dengan peningkatan modal senilai Rp9.000.000.000 kepada PT Aplikasi Bitumen
   Indonesia (ABI),
   a. Senilai Rp3.750.000.000,- (tiga miliar tujuh ratus lima puluh juta Rupiah) akan digunakan untuk
      pembelian persediaan aspal dan modal kerja operasional namun tidak terbatas untuk pembelian
      persediaan bahan baku pendukung (agregat, anti-stripping, latex, dan kemasan), biaya
      operasional kantor, biaya marketing, dan gaji karyawan. Agar dijelaskan:

          i. Rincian realisasi penggunaan dana yang dialokasikan sebagai modal kerja operasional
             berdasarkan jenis pengeluaran.

    Jawab =

            Keterangan                      Dana IPO                 Realisasi IPO         SISA Dana IPO
     pembelian persediaan
     aspal dan modal kerja
     operasional namun tidak
     terbatas untuk pembelian
     persediaan bahan baku
     pendukung (aggregat,                 3.750.000.000              3.750.000.000                  -
     anti-stripping, latex, dan
     kemasan), biaya
     operasional kantor, biaya
     marketing, dan gaji
     karyawan
                Total                     3.750.000.000              3.750.000.000                  -

         ii. Persentase dana yang telah direalisasikan dan yang masih belum digunakan (jika ada).

         Jawab = dana yang telah direalisasikan sebesar 100 persen

        iii. Dampak penggunaan dana tersebut terhadap peningkatan kapasitas operasional maupun
                pencapaian pendapatan Perseroan.

         Jawab = Telah tercermin sebagai pendapatan atas proyek anak usaha Perseroan


    b. Senilai Rp2.000.000.000,- (dua miliar Rupiah) akan digunakan untuk pembelian aspal untuk
       slurry seal yang akan digunakan untuk pengerjaan proyek pemeliharaan jalan.
         i. Realisasi pembelian persediaan aspal serta apakah masih sesuai dengan Perjanjian
            Pembelian Aspal Modifikasi Antara PT ABI dan PT Nakula Sadewa Karya No. 015/ABI-
            NSK/VII/2023. Apabila terdapat perubahan, mohon dijelaskan bentuk perubahan tersebut
            serta disampaikan informasi mengenai addendum atau perjanjian pengganti yang menjadi
            dasar pelaksanaan transaksi.

                Jawab = Dana IPO untuk pembelian aspal sudah realisasi sepenuhnya dan telah digunakan
                dalam proyek




www.idx.co.id

Page 14
                                              PT. XOLARE RCR ENERGY
                                              Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
                                              Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
                                              Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
                                              Telp. 021-22702295

         ii. Dampak penggunaan dana tersebut terhadap peningkatan kapasitas operasional maupun
             pencapaian pendapatan Perseroan.

                Jawab = Telah tercermin sebagai pendapatan atas proyek anak usaha Perseroan.

    c. Senilai Rp3.250.000.000,- (tiga miliar dua ratus lima puluh juta Rupiah) akan digunakan untuk
       pembelian aspal untuk chipseal yang akan digunakan untuk pengerjaan proyek pembangunan
       jalan utama dan hauling.
         i. Realisasi pembelian aspal serta apakah masih sesuai dengan Perjanjian Pembelian Aspal
            Modifikasi Antara PT ABI dan PT Nakula Sadewa Karya No. 015/ABI-NSK/VII/2023.
            Apabila terdapat perubahan, mohon dijelaskan bentuk perubahan tersebut serta disampaikan
            informasi mengenai addendum atau perjanjian pengganti yang menjadi dasar pelaksanaan
            transaksi.

          Jawab = Dana IPO untuk pembelian aspal sudah realisasi sepenuhnya dan telah digunakan
          dalam proyek.

         ii. Dampak penggunaan dana tersebut terhadap peningkatan kapasitas operasional maupun
             pencapaian pendapatan Perseroan.

          Jawab = Telah tercermin sebagai pendapatan atas proyek anak usaha Perseroan


5. Sehubungan dengan peningkatan modal senilai Rp5.000.000.000,- (lima miliar Rupiah) pada PT
   Bumiraya Energi Hijau (BEH) yang akan digunakan untuk pembelian panel surya dan material
   pendukungnya, yaitu inverter, Battery, Control Box dan Ground Mounting Screw Pile, agar
   dijelaskan:

    a. Realisasi pembelian panel surya dan material pendukungnya serta apakah masih sesuai dengan
       Perjanjian Pembelian Komponen PLTS Antara PT BEH dan PT Indonesia Hidro Geosurvai No.
       008/BEH-IHG/VIII/2023. Apabila terdapat perubahan, mohon dijelaskan bentuk perubahan
       tersebut serta disampaikan informasi mengenai addendum atau perjanjian pengganti yang
       menjadi dasar pelaksanaan transaksi.

        Jawab = Realisasi pembelian panel surya dan material pendukungnya serta masih sesuai dengan
        Perjanjian Pembelian Komponen PLTS Antara PT BEH dan PT Indonesia Hidro Geosurvai No.
        008/BEH-IHG/VIII/2023 dan sudah terealisasi sepenuhnya Pada tahun 2024.

    b. Dampak penggunaan dana tersebut terhadap peningkatan kapasitas operasional maupun
       pencapaian pendapatan Perseroan.

        Jawab = Dana tersebut berkaitan dengan Proyek GAG Nikel yang sudah di selesaikan dan sudah
        diakui pendapatan oleh Perseroan. Masa pemeliharaan atas proyek GAG Nikel sudah selesai dan
        sudah diserahterimakan pada tahun 2025.




www.idx.co.id


File

File Open PDF
Source IDX
Size0.81 MB
Published10 Aug 2026
Pages14
Characters44,857
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 21 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org XOLARE RCR ENERGY TBK p.1 ×34
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
unresolved org PT Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Building p.1
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.1
unresolved person Dinda Oktavia · Sekretaris Perusahaan/ Corporate Secretary p.1
unresolved org PT Servo Lintas Raya p.2 ×16
unresolved org PT Servo Lintas Raya. Keyakinan p.2
unresolved org PT Kemasindo Cepat Surabaya p.4
unresolved org PT Gajah Gemilang Vijaya p.4
unresolved org PT Servo Lintas Raya. Jawab p.6 ×2
unresolved org PT Royaltama Mulia Konstruksi. p.6 ×3
unresolved org PT Xolabit Bitumen Industri p.9 ×3
unresolved org PT Aspal Polimer Emulsindo p.9 ×3
unresolved org PT Modifikasi Bitumen Sumatera p.9 ×3
unresolved org PT Aplikasi Bitumen Indonesia p.9 ×2
unresolved org PT Bumiraya Energi Hijau p.9 ×2
unresolved org PT MBS p.12
unresolved org PT ABI p.13 ×2
unresolved org PT Nakula Sadewa Karya p.13 ×2
unresolved org PT BEH p.14 ×2
unresolved org PT Indonesia Hidro Geosurvai p.14 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result