Skip to content
Back to announcement

20231031_IKAI_Laporan Informasi dan Fakta Material_31483899_lamp2.pdf

Financial statement Text extracted IKAI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 3

Page 1
Andalkan Strategi Bisnis Saling Topang, IKAI Bukukan Net
Profit Positif di Kuartal III-2023

JAKARTA (1/11/23) - PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) mencatatkan peningkatan laporan
keuangannya pada kuartal III dengan posisi bottom line yang sangat baik dibandingkan tahun
sebelumnya.

Perseroan telah menyampaikan laporan Q3-23 dengan membukukan laporan Q3-23 pada posisi
positif, net profit sebelum pajak naik sebesar 1,31 miliar dibanding Q3-22 sebesar 1,59 miliar.
Pendapatan terkonsolidasi IKAI Q3-23 mencapai 164,51 miliar, dengan Laba usaha Q3-23 tercatat
sebesar 1,75 miliar.

Ringkasan Laba Rugi Konsolidasi

Dalam miliar rupiah           Q3-23            Q3-22
 Penjualan & Pendapatan       164,51          171,54
 Laba (Rugi) Bruto             87,32           79,82
 Marjin Kotor (%)             53,08           46,53%
 Laba (Rugi) Usaha             1,76            (1,59)
 Marjin Usaha (%)              1,07           (0,92%)
 Laba (Rugi) Sebelum Pajak     1,31           (40,89)
 Tahun Berjalan
 Marjin Bersih (%)             0,80           (23,84%)

Perseroan mengadopsi model revenue bisnis yang saling topang. Sebagai induk perusahaan
(holding company) dari PT Internusa Keramik Alamasri (INKA), PT Hotel Properti Internasional (HPI)
dan PT Saka Mitra Sejati (SMS), strategi bisnis sinergi dan saling topang menjadi salah satu upaya
untuk mempertahankan pertumbuhan keuangan hingga dapat meraup keuntungan usaha.
Pendapatan aktif Perseroan dari setiap bisnisnya yaitu pendapatan dari penjualan homogenous tile,
pendapatan dari bisnis hotel dan pengembangan properti. Pertumbuhan bisnis secara signifikan
terasa pada kinerja anak usaha segmen Hotel, kinerja segmen Hotel meningkat sebesar 118% dari
tahun sebelumnya sebesar 36,46 miliar di Q3-22. Namun walaupun pertumbuhan signifikan terjadi
pada segmen Hotel, pada sisi kontribusi pendapatan Perseroan, Segmen Keramik tetap lebih
dominan yakni sebesar 57,13% dari total pendapatan IKAI dan sisanya dari pendapatan anak usaha
Hotel.

Kenaikan kondisi keuangan perseroan disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, pendapatan anak
usaha hotel yang meningkat signifikan, terutama pasca pandemi Covid-19. Tercatat adanya
pertumbuhan signifikan yakni dari 32% menjadi 43% pada Q3-23. Perusahaan pada tahun ini agresif
melakukan efisiensi pada beban penjualan agar gross profit dapat diraih maksimal.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, pendapatan bisnis perhotelan HPI dengan asetnya Swissbel
Hotel Bogor hingga September 2023 mencapai 42,94 miliar atau naik dibandingkan pencapaian
pada September 2022 sebesar 36,46 miliar. Laba usaha HPI juga meningkat hampir dua kali lipat
dari 5,82 miliar menjadi 10,78 miliar. Pendapatan bersih sebelum pajak menjadi 5,44 miliar dari
Page 2
sebelumnya masih rugi 7,30 miliar. Tren Tingkat okupansi hotel di Swissbel Hotel Bogor naik dari
81% menjadi 86%.

Pada anak usaha SMS dengan asetnya Hotel Swiss-belinn Gajah Mada Medan dan Hotel Saka
memiliki pendapatan sebesar 27,59 miliar. Tingkat okupansi di Hotel Saka Medan stabil di level 62%
dan okupansi Swiss-Belinn Gajah Mada Medan mencapai 91%.

Pada anak usaha manufaktur, kontribusi gross profit margin di segmen usaha manufaktur INKA
sebesar 25,14 miliar. Anak usaha manufaktur melakukan efisiensi biaya dalam produksi, sehingga
tidak menambah beban operasional perseroan agar mencapai margin rasio terhadap revenue lebih
maksimal.

Tercatat jumlah pendapatan INKA hingga September 2023 mencapai 93,98 miliar, laba kotor 25,14
miliar, dan laba usaha 1,18 miliar. Pendapatan bersih sebelum pajak menjadi 4,64 miliar
dibandingkan 952,49 juta pada September 2022. Total produksi keramik INKA hingga September
2023 mencapai 1.062.459 m2. Di sisi lain, IKAI juga mampu melakukan restrukturisasi utang Bank
di anak usaha, akibat keberhasilan tersebut Perusahaan membukukan gain sebesar 4,64 miliar

Sebagai informasi, INKA juga terus mendobrak pasar dengan menggandeng mitra penjualan
keramik. Awal tahun ini, produsen keramik dengan merek Essenza melakukan modernisasi
distribusi jaringan (modern trade) lewat 15 outlet Belanja Keramik yang merupakan anak
perusahaan Siam Cement Group (SCG). Selain Belanja Keramik, ada pula Mitra10, Depo Bangunan,
Mitra Bangunan hingga RKM.

INKA juga tengah melebarkan ekspansinya ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain mendukung proyek
pembangunan pemerintah, IKN juga menjadi bagian dalam rencana perusahaan untuk melengkapi
jalur distribusi hingga menjangkau kawasan timur Indonesia mulai 2024.

Customer Centric Business

Selain fokus perbaikan kinerja, Presiden Direktur PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk, Yohas Raffli
menyampaikan pencapaian IKAI pada kuartal III merupakan keberhasilan pendekatan model bisnis
yang diterapkan saat ini, dan dasar semua keputusan strategis harus berfokus kepada pelanggan
(customer-centric business).

“IKAI berusaha memahami kebutuhan dan harapan pelanggan supaya dapat menawarkan produk
dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Feedback pelanggan sangat berguna untuk
meningkatkan produk dan layanan seiring meningkatkan loyalitas mereka terhadap brand, baik di
segmen keramik maupun hotel”.

"Menghadapi tantangan pasca-pandemi, IKAI selalu berusaha memperkuat posisi di pasar dengan
pendekatan yang berfokus pada sinergi bisnis yang saling menopang. Kenaikan pendapatan dari
segmen hotel menunjukkan vitalitas strategi kami, dan kami bangga mengumumkan bahwa
pendekatan ini telah membuahkan net profit yang positif pada Kuartal III-2023. Kami tetap
berkomitmen pada inovasi dan efisiensi untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan untuk
IKAI.”
Page 3
                                      Tentang PT Intikeramik Alamasri Industri
                                      PT. Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) didirikan pada tanggal 26 Juni 1991, yang merupakan salah
                                      satu produsen ubin porselen terbesar di Indonesia. Perusahaan memulai operasi komersial pada Mei
                                      1993, dengan merek dagang "Essenza". Pada bulan Mei 2019, Perusahaan menambahkan industri
                                      pariwisata, restoran dan hotel ke dalam kegiatan bisnis mereka.
                                      IKAI terdaftar secara publik di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya, yang sekarang menjadi Bursa
                                      Efek Indonesia pada tanggal 4 Juni 1997.
                                      Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi
                                      Coorate Secretary / Sekretaris Perusahaan
                                      Tel: (62-21) 8370 0435
                                      Email : cosecretary_legal@intikeramik.com
                                      Website : www.intikeramik.com

Siaran pers ini telah disiapkan oleh PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk. ("IKAI") dan diedarkan hanya untuk tujuan informasi umum. Hal
ini tidak diperuntukkan untuk individu atau tujuan tertentu dan bukan merupakan rekomendasi perihal saham IKAI. Tidak a da jaminan
(tersurat maupun tersirat) yang dibuat demi keakuratan atau kelengkapan informasi. Semua pendapat dan estimasi yang dimuat dalam
siaran pers ini merupakan penilaian kami per tanggal hari ini dan dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya. IKAI tidak
bertanggung jawab atas hal apa pun atas konsekuensi atas individu ataupun orang lain sebagai akibat dari ketergantungan pada
keseluruhan atau sebagian dari isi siaran pers ini dan baik IKAI maupun perusahaan afiliasinya dan karyawannya masing -masing dan agen
tidak menerima tanggung jawab atas segala kesalahan, kelalaian, atau sebaliknya, dalam siaran pers ini dan setiap ketidakakur atan di
sini atau kelalaian di sini yang mungkin timbul.

Forward-Looking Statements

Pernyataan tertentu dalam rilis ini adalah atau mungkin merupakan pernyataan yang mengedepankan wawasan ke depan.. Pernyataan-pernyataan ini
biasanya mengandung kata-kata seperti "akan", "mengharapkan" dan "mengantisipasi" dan kata-kata yang serupa. Berdasarkan sifatnya, pernyataan
berwawasan ke depan mengandung sejumlah risiko dan ketidakpastian yang dapat menyebabkan kejadian atau hasil actual yang berbeda secara material
dari yang dijelaskan dalam rilis ini. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan hasil aktual yang berbeda termasuk, tetapi tidak terbatas pada, kondisi ekonomi,
sosial dan politik di Indonesia; keadaan industri gas di Indonesia; kondisi pasar yang berlaku; peningkatan beban regulasi di Indonesia, termasuk peraturan
lingkungan dan biaya kepatuhan; fluktuasi nilai tukar mata uang asing; tren suku bunga, biaya modal dan ketersediaan modal; permintaan dan harga jual
yang diantisipasi untuk perkembangan kami dan belanja modal dan investasi terkait; biaya konstruksi; ketersediaan properti re al estat; persaingan dari
perusahaan dan tempat lain; pergeseran dalam permintaan pelanggan; perubahan dalam biaya operasi, termasuk upah karyawan, tunjangan dan pelatihan,
perubahan kebijakan pemerintah dan publik; kemampuan kita untuk menjadi dan tetap kompetitif; kondisi keuangan kami, strategi bisnis serta rencana
dan remediasi. Jika satu atau lebih dari ketidakpastian atau risiko ini, antara lain, terwujud, hasil aktual dapat bervariasi secara material dari yang
diperkirakan, diantisipasi atau diproyeksikan. Khususnya, tetapi tanpa batasan, biaya modal dapat meningkat, proyek dapat tertunda dan perbaikan yang
diantisipasi dalam produksi, kapasitas atau kinerja mungkin tidak sepenuhnya terwujud. Meskipun kami percaya bahwa harapan ma najemen kami
sebagaimana tercermin oleh pernyataan berwawasan ke depan tersebut adalah wajar berdasarkan informasi yang saat ini tersedia bagi kami, tidak ada
jaminan yang dapat diberikan bahwa harapan tersebut akan terbukti benar. Anda tidak harus terlalu bergantung pada pernyataan seperti itu.
Bagaimanapun, pernyataan-pernyataan ini hanya berbicara pada tanggal perjanjian ini, dan kami tidak berkewajiban memperbarui atau merevisi salah satu
dari konten material kami, baik sebagai hasil dari informasi terkini, kejadian di masa depan atau sebaliknya .

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.66 MB
Published1 Nov 2023
Pages3
Characters10,088
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result