Back to announcement
20231031_ADRO_Laporan Informasi dan Fakta Material_31483893_lamp2.pdf
Other Text extracted ADROSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 14
Page 1
PT ADARO ENERGY INDONESIA TBK (IDX: ADRO) – LAPORAN
KINERJA KEUANGAN 9M23
Jakarta, 31 Oktober 2023 – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (BEI: ADRO) hari ini menyampaikan
laporan keuangan konsolidasian untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30
September 2023 (9M23) kepada OJK/BEI. Secara keseluruhan, laba perusahaan tetap kuat
berkat dukungan harga batu bara yang stabil dan operasi yang baik.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer, Bapak Garibaldi Thohir, mengatakan:
“Walaupun menghadapi penurunan harga dan tekanan biaya karena inflasi, model bisnis
kami yang terintegrasi tetap berkinerja baik. Kami berada di posisi yang baik untuk
mencapai target FY23 berkat dukungan eksekusi yang baik di setiap bisnis. Kami juga
berada di tempat yang tepat untuk ambil bagian pada inisiatif hilirisasi Indonesia, yang
menekankan komitmen kami terhadap pertumbuhan berkelanjutan di jangka panjang.”
Iktisar
• ADRO mencatat pertumbuhan 11% pada volume penjualan menjadi 49,12 juta ton, dengan
pendapatan turun 16% menjadi $4.981 juta, karena penurunan 25% pada harga jual rata-rata
(ASP).
• ADRO mencatat laba inti $1.418 juta pada 9M23 dan EBITDA operasional sebesar $1.944
juta.
• Sejalan dengan rencana investasi, belanja modal naik 71% menjadi $473 juta. Belanja modal
tersebut terutama digunakan untuk investasi pada alat berat, tongkang dan infrastruktur
pendukung pada rantai pasokan, dan di sisi lain memulai investasi pada smelter aluminium
dan fasilitas pendukungnya.
• Posisi keuangan ADRO tetap sehat dengan posisi kas bersih sebesar $1.835 juta per akhir
9M23.
1
Page 2
Kinerja Keuangan
($ juta, kecuali dinyatakan berbeda) 9M23 9M22 % Selisih
Pendapatan usaha 4.981 5.913 -16%
Beban pokok pendapatan (2.993) (2.548) 17%
Laba kotor 1.988 3.365 -41%
Laba usaha 1.619 3.152 -49%
Laba inti1 1.418 2.331 -39%
EBITDA operasional2 1.944 3.798 -49%
Total aset 10.394 10.032 4%
Total liabilitas 2.984 3.743 -20%
Total ekuitas 7.410 6.289 18%
Utang berbunga 1.647 1.643 0%
Kas dan setara kas 3.425 3.353 2%
Utang (kas) bersih3 (1.835) (1.843) 0%
Belanja modal4 473 277 71%
Arus kas bebas5 1.448 2.071 -30%
Laba per saham (EPS) dasar dalam $ 0,039 0,061 -36%
Rasio Keuangan
9M23 9M22 % Selisih
Margin laba kotor (%) 40% 57% -17%
Margin usaha (%) 33% 53% -20%
Margin EBITDA operasional (%) 39% 64% -25%
Utang (kas) bersih terhadap ekuitas (x) (0,25) (0,29) -14%
Utang (kas) bersih terhadap EBITDA operasional 12 (0,58) (0,39) -49%
bulan terakhir (x)
Kas dari operasi terhadap belanja modal (x) 1,87 11,39 -84%
1
Laba periode ini, tidak termasuk komponen non operasional setelah pajak (amortisasi properti pertambangan, penilaian pajak
tahun sebelumnya, penyisihan (pemulihan) piutang tak tertagih, dan provisi biaya penonaktifan)
2
EBITDA tidak termasuk penilaian pajak tahun sebelumnya, penyisihan (pemulihan) piutang tak tertagih, dan provisi biaya
penonaktifan)
3
Setelah dikurangi kas dan setara kas dan porsi lancar dari investasi lainnya
4
Pengeluaran belanja modal didefinisikan sebagai: pembelian aset tetap – penerimaan hasil penjualan aset tetap + pembayaran atas
penambahan properti pertambangan + penambahan liabilitas sewa
5
EBITDA operasional – pajak – perubahan pada piutang usaha, persediaan, dan utang usaha – belanja modal tidak termasuk
liabilitas sewa
Segmen Operasi
Segmen Pendapatan Laba Bersih
9M23 9M22 % Selisih 9M23 9M22 %
Selisi
($ juta) h
Pertambangan & 4.839 5.796 -17% 1.086 1.786 -39%
perdagangan batu bara
Jasa pertambangan 787 627 25% 73 37 98%
Lainnya 488 382 28% 222 353 -37%
Eliminasi (1.133) (892) 27% (4) (8) -50%
Total 4.981 5.913 -16% 1.378 2.169 -36%
2
Page 3
ANALISIS KINERJA KEUANGAN UNTUK SEMBILAN BULAN PERTAMA TAHUN 2023
(9M23)
Pendapatan Usaha, Harga Jual Rata-Rata dan Produksi
Pendapatan ADRO pada 9M23 tercatat sebesar $4.981 juta, atau 16% lebih rendah daripada
pendapatan pada 9M22. Produksi dan penjualan masing-masing naik 12% dan 11% menjadi
50,73 juta ton dan 49,12 juta ton, yang diofset dengan penurunan 25% pada harga jual rata-rata
(ASP).
Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan naik 17% y-o-y menjadi $2.993 juta, terutama karena beban royalti PT
Adaro Indonesia (AI) lebih tinggi daripada pada periode yang sama tahun lalu. Biaya
penambangan dan biaya pengolahan batu bara juga naik karena adanya kenaikan volume.
Pengupasan lapisan penutup naik 25% menjadi 217,43 juta bcm, dan nisbah kupas tercatat
sebesar 4,29x, atau naik 12% dari 9M22.
Total biaya bahan bakar naik 18% akibat kenaikan 33% pada konsumsi bahan bakar. Biaya kas
batu bara per ton (tidak termasuk royalti) pada 9M23 naik 11% dari 9M22.
Beban Usaha
Beban usaha pada 9M23 naik 43% y-o-y menjadi $332 juta, terutama karena pendapatan negara
bukan pajak (PNBP) dan pendapatan pemerintah daerah yang masih harus dibayar, dan
kenaikan cadangan untuk pembayaran penetapan pemerintah.
Royalti kepada Pemerintah dan Beban Pajak Penghasilan
Royalti kepada pemerintah naik 33% menjadi $1.170 juta dari $882 juta, sementara beban pajak
penghasilan turun 71% menjadi $332 juta dari $1.165 juta. Setelah mendapatkan IUPK-KOP
pada bulan September 2022, mulai 1 Januari 2023, AI menerapkan ketentuan perpajakan dan
pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sesuai peraturan yang berlaku.
Karena IUPK-KOP, tarif royalti AI naik ke kisaran 14% sampai 28%, dari tarif sebesar 13,5%
berdasarkan ketentuan sebelumnya. Namun, tarif pajak penghasilan badan turun dari 45%
menjadi 22%. IUPK-KOP juga mengakibatkan perubahan lainnya terhadap bisnis AI, misalnya
terkait pendapatan negara bukan pajak (PNBP) untuk pemerintah pusat dan porsi pemerintah
daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. AI meliputi 74% produksi Grup Adaro
pada 9M23.
EBITDA Operasional dan Laba Inti
EBITDA operasional ADRO turun 49% y-o-y menjadi $1.944 juta dan laba inti turun 39% menjadi
$1.418 juta pada 9M23 karena penurunan ASP dan kenaikan biaya. Margin EBITDA operasional
pada 9M23 mencapai 39%.
Laba bersih periode ini yang mencapai $1.378 juta telah memperhitungkan PNBP untuk
pemerintah pusat (porsi 4%) dan pemerintah daerah (porsi 6%).
3
Page 4
Total Aset
Total aset per akhir 9M23 naik 4% menjadi $10.394 juta dibandingkan $10.032 juta pada akhir
9M22. Saldo kas per akhir 9M23 naik 2% menjadi $3.425 juta sementara kas dan setara kas
meliputi 33% total aset.
Aset lancar per akhir 9M23 relatif tidak berubah, atau tercatat sebesar $4.537 juta, dibandingkan
$4.548 juta pada akhir 9M22. Aset non lancar pada akhir 9M23 naik 7% dari $5.857 juta pada
periode yang sama sebelumnya karena kenaikan aset tetap dan investasi pada ventura bersama,
terutama dari pembelian alat berat dan kapal, dan investasi awal di KAI dan KPI.
Aset Tetap
Aset tetap per akhir 9M23 sebesar $1.667 juta setara dengan kenaikan 21% dari posisi akhir
9M22 karena perusahaan meningkatkan belanja modal pada periode ini, terutama untuk
pembelian alat berat, kapal, dan investasi pada smelter aluminium serta fasilitas pendukungnya.
Aset tetap meliputi 16% total aset.
Properti Pertambangan
Pada akhir 9M23, properti pertambangan ADRO tercatat 4% lebih rendah secara y-o-y menjadi
$1.005 juta, karena amortisasi tetap. Properti pertambangan meliputi 10% total aset.
Total Liabilitas
Total liabilitas pada akhir 9M23 mencapai $2.984 juta, atau turun 20% dari periode yang sama
tahun lalu, terutama karena penurunan 94% pada utang pajak penghasilan badan, walaupun
beban yang masih harus dibayar naik 174% dan utang pajak lainnya naik 87% seiring perubahan
pada peraturan pemerintah. Liabilitas lancar turun 36% y-o-y menjadi $1.189 juta dan liabilitas
non lancar turun 5% y-o-y menjadi $1.795 juta.
Manajemen Utang dan Likuiditas
Saldo kas ADRO pada akhir 9M23 naik 2% menjadi $3.425 juta dari $3.353 juta y-o-y. ADRO
juga memiliki akses $57 juta pada investasi lainnya dan komitmen fasilitas pinjaman yang belum
ditarik sebesar $1.763 juta dari berbagai pinjaman yang masih ada pada 9M23, sehingga
meningkatkan likuiditas menjadi $5.245 juta pada akhir 9M23. Utang berbunga yang tercatat
sebesar $1.647 juta relatif tidak berubah secara y-o-y.
Ekuitas
Pada akhir 9M23, ekuitas atau modal pemegang saham tercatat $7.410 juta, atau naik 18% y-o-
y berkat kenaikan laba ditahan.
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Selama 9M23, arus kas ADRO dari aktivitas operasi turun 73% menjadi $799 juta dari $2.907
juta y-o-y karena kenaikan pembayaran royalti dan pajak penghasilan serta pembayaran kepada
suplier. ADRO membayar $1.454 juta dalam bentuk pajak penghasilan badan dan final, atau naik
4
Page 5
216% y-o-y. Selain itu, efektif pada tahun 2023, tarif pajak penghasilan AI turun menjadi 22% dari
45%.
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Perusahaan melaporkan arus kas keluar bersih sebesar $392 juta yang digunakan pada aktivitas
investasi, atau turun 30% dari 9M22, terutama karena kenaikan 72% pada pembelian aset tetap
menjadi $412 juta.
Belanja Modal
Belanja modal pada 9M23 naik 71% menjadi $473 juta dari $277 juta pada periode yang sama
tahun lalu. Pengeluaran belanja modal pada periode ini sebagian besar digunakan untuk
pembelian dan penggantian alat berat dan kapal, investasi awal pada smelter aluminium dan
fasilitas pendukungnya, dan investasi pada infrastruktur.
Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan
Arus kas keluar bersih dari aktivitas pembiayaan pada 9M23 naik 35% menjadi $1.058 juta,
terutama karena adanya kenaikan pembayaran dividen. ADRO membagikan dividen tunai
sejumlah $1.000 juta kepada para pemegang saham untuk FY22.
5
Page 6
PT ADARO ENERGY INDONESIA TBK (BEI: ADRO) – LAPORAN
OPERASIONAL KUARTALAN 9M23
IKTISAR 9M23
• Volume penjualan ADRO dan anak-anak perusahaannya (Grup Adaro) pada 9M23
mencapai 49,12 juta ton, atau setara dengan kenaikan 11% dari 9M22. Pencapaian ini
selaras dengan target volume penjualan FY23 yang ditetapkan sebesar 62 – 64 juta ton.
• Volume produksi naik 12% menjadi 50,73 juta ton pada 9M23 sementara volume
pengupasan lapisan penutup naik 25% menjadi 217,43 Mbcm pada 9M23. Nisbah kupas
tercatat 4,29x, atau naik 12% dari 9M22 dan selaras dengan target yang ditetapkan 4,2x
untuk FY23.
• Penjualan batu bara metalurgi melalui anak perusahaan, yakni PT Adaro Minerals
Indonesia Tbk (ADMR), naik 38% menjadi 3,01 juta ton pada 9M23. ADMR mengejar
target volume penjualan FY23 yang ditetapkan sebesar 3,8 – 4,3 juta ton.
• PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) telah memilih seluruh kontraktor utama untuk
konstruksi dan pemasangan smelter. KAI telah merampungkan pembukaan lahan untuk
mess permanen, pemecah gelombang jeti (coastal jetty breakwater), dan konstruksi
fasilitas pendukung, pekerjaan tanah (earthworks), dan melanjutkan konstruksi fasilitas
terkait infrastruktur lainnya.
6
Page 7
Volume Produksi Kuartalan Historis (juta ton)
20.0
17.4 17.5 17.7 17.3
15.7 15.9 15.7
14.9 15.1 14.7
15.0 13.8 13.9 14.4 13.8 13.4 13.6 13.2 13.1
13.1 12.9 12.9
12.1
11.0
10.0
5.0
-
Volume Penjualan Kuartalan Historis (juta ton)
20.0
16.7 17.2 16.9 16.5
15.5 15.1 15.4 15.9 15.3 15.7
14.5 14.4
15.0 13.4 13.6 13.4
12.9 12.7 12.6 13.2 13.1 12.7 12.2
10.9
10.0
5.0
-
Volume Pengupasan Lapisan Penutup Kuartalan dan Nisbah Kupas Historis
150.0 5.5 6.0
5.3 5.3
4.9 5.1
4.6
OB Removal Volume (Mbcm)
4.6 4.5 4.5 4.5 5.0
120.0 4.4
4.1 4.2 4.1 4.0 4.1 4.1
3.7
3.5 3.6 3.5 4.0
3.5
Strip Ratio (x)
3.4 87.6
90.0 81.3 82.5
69.2 71.5 73.4
69.0 66.0 3.0
61.5 62.1 62.7 62.1
54.0 57.7 57.8 53.9 56.5
60.0 49.853.2 49.152.5 45.948.2
2.0
30.0
1.0
- -
4Q19
1Q18
2Q18
3Q18
4Q18
1Q19
2Q19
3Q19
1Q20
2Q20
3Q20
4Q20
1Q21
2Q21
3Q21
4Q21
1Q22
2Q22
3Q22
4Q22
1Q23
2Q23
3Q23
7
Page 8
RINGKASAN PENCAPAIAN OPERASIONAL 9M23
3Q23 vs. 3Q23 vs. 9M23 vs.
Unit 3Q23 2Q23 3Q22 9M23 9M22
2Q23 3Q22 9M22
Volume produksi juta ton 17,31 17,72 -2% 17,35 0% 50,73 45,37 12%
AI juta ton 12,49 13,17 -5% 12,97 -4% 37,47 35,85 5%
Balangan Coal Companies juta ton 2,25 2,15 5% 2,36 -5% 6,29 4,85 30%
ADMR juta ton 1,44 1,32 9% 1,04 39% 3,98 2,56 55%
MIP juta ton 1,14 1,08 6% 1,00 14% 2,98 2,10 42%
Volume penjualan juta ton 16,50 16,90 -2% 16,68 -1% 49,12 44,17 11%
Termal - CV sedang juta ton 11,35 11,44 -1% 11,82 -4% 33,82 32,98 3%
Termal - E4200 juta ton 3,95 4,50 -12% 3,96 0% 12,29 9,00 37%
Batu bara metalurgi juta ton 1,19 0,97 23% 0,90 32% 3,01 2,19 38%
Pengupasan lapisan penutup juta bcm 87,60 73,38 19% 71,46 23% 217,43 173,52 25%
AI juta bcm 66,58 57,02 17% 57,55 16% 168,58 142,93 18%
Balangan Coal Companies juta bcm 10,75 8,27 30% 7,61 41% 25,28 19,53 29%
ADMR juta bcm 6,27 4,25 47% 2,55 145% 13,81 6,05 128%
MIP juta bcm 4,00 3,84 4% 3,75 7% 9,75 5,01 95%
Nisbah kupas x 5,06 4,14 22% 4,12 23% 4,29 3,82 12%
PENJUALAN GRUP ADARO BERDASARKAN TUJUAN PENGIRIMAN PADA 9M23
Penjualan Batu Bara Termal
India
12% Indonesia
24%
Asia
Timur Laut
18%
China
22%
Asia Tenggara
25%
Indonesia meliputi sekitar 24% penjualan batu bara termal pada 9M23. Walaupun penjualan
kuartalan ke pasar domestik dapat berfluktuasi, dengan kontrak tahunan yang berbasis volume,
perusahaan dapat mempertahankan target untuk berkontribusi lebih dari 25% penjualan ke pasar
domestik.
8
Page 9
Penjualan Batu Bara Metalurgi ADMR (untuk produksi baja)
Korea
7%
Indonesia
14% Jepang
33%
India
20%
China
26%
PILAR ADARO ENERGY
1. MINING
PT Adaro Indonesia (AI)
• Volume produksi AI pada 9M23 mencapai 37,47 juta ton, atau naik 5% dari 9M22. Volume
penjualan periode ini mencapai 43,07 juta ton, atau naik 7% dari 9M22.
• Total pengupasan lapisan penutup dari tiga tambang AI mencapai 168,58 juta bcm, atau
naik 18% dari 9M22, sehingga menghasilkan nisbah kupas 4,50x pada 9M23.
3Q23 vs. 3Q23 vs. 9M23 vs.
Unit 3Q23 2Q23 3Q22 9M23 9M22
2Q23 3Q22 9M22
Pengupasan lapisan penutup juta bcm 66,58 57,02 17% 57,55 16% 168,58 142,93 18%
Volume produksi juta ton 12,49 13,17 -5% 12,97 -4% 37,47 35,85 5%
Volume penjualan juta ton 14,21 14,79 -4% 15,10 -6% 43,07 40,37 7%
Balangan Coal Companies (BCC)
• Balangan Coal Companies memproduksi 6,29 juta ton batu bara pada 9M23, atau naik 29%
dari 9M22. Total pengupasan lapisan penutup sejumlah 25,28 juta bcm setara dengan
kenaikan 29% dari 9M22, sehingga nisbah kupas tercatat 4,02x pada 9M23.
3Q23 vs. 3Q23 vs. 9M23 vs.
Unit 3Q23 2Q23 3Q22 9M23 9M22
2Q23 3Q22 9M22
Pengupasan lapisan penutup juta bcm 10,75 8,27 30% 7,61 41% 25,28 19,53 29%
Volume produksi juta ton 2,25 2,15 5% 2,36 -5% 6,29 4,86 29%
PT Mustika Indah Permai (MIP)
• MIP mencatat kenaikan 42% pada volume produksi dibandingkan 9M22, menjadi 2,98 juta
ton. Volume penjualan 9M23 mencapai 3,05 juta ton, atau naik 88% dari 9M22.
9
Page 10
• Pada 9M23, volume pengupasan lapisan penutup tercatat sebesar 9,75 juta bcm, atau 95%
lebih tinggi daripada 9M22. Peningkatan ketersediaan dan utilisasi alat berat dan kondisi
cuaca yang baik mendorong peningkatan pengupasan lapisan penutup. Nisbah kupas pada
9M23 naik 37% menjadi 3,27x.
3Q23 vs. 3Q23 vs. 9M23 vs.
Unit 3Q23 2Q23 3Q22 9M23 9M22
2Q23 3Q22 9M22
Pengupasan lapisan penutup juta bcm 4,00 3,84 4% 3,75 7% 9,75 5,01 95%
Volume produksi juta ton 1,14 1,08 6% 1,00 14% 2,98 2,10 42%
Volume penjualan juta ton 1,10 1,14 -4% 0,68 62% 3,05 1,62 88%
Kestrel Mine (Kestrel)
• Pada 9M23, Kestrel mencatat volume produksi batu bara yang dapat dijual sejumlah 4,15
juta ton, atau turun 6% dari 9M22. Volume penjualan Kestrel pada 9M23 mencapai 4,02
juta ton, atau turun 9% dari 9M22.
• Produksi Kestrel yang dapat dijual pada 9M23 tercapai lebih rendah daripada perkiraan
karena kapasitas pemrosesan yang lebih rendah akibat tingginya kandungan tanah
lempung dan dilusi pada persediaan yang diolah fasilitas pemrosesan. Kondisi ini dapat
mengakibatkan produksi tahunan yang dapat dijual tercapai lebih rendah daripada
perkiraan awal.
• Tujuan penjualan Kestrel didominasi para pelanggan di pasar utama Asia. Jepang
merupakan tujuan penjualan Kestrel yang terbesar pada 9M23, diikuti India dan Korea.
Adaro Capital Limited (48%), anak perusahaan ADRO, dan EMR Capital Ltd (52%)
memegang 80% kepemilikan atas Kestrel.
3Q23 vs. 3Q23 vs. 9M23 vs.
Unit 3Q23 2Q23 3Q22 9M23 9M22
2Q23 3Q22 9M22
Produksi yang dapat dijual juta ton 1,63 1,34 22% 1,26 30% 4,15 4,44 -6%
Volume penjualan juta ton 1,78 1,10 61% 1,22 46% 4,02 4,40 -9%
2. SERVICES
PT Saptaindra Sejati (SIS)
• Pada 9M23, volume pengupasan lapisan penutup SIS naik 21% y-o-y menjadi 166,84 juta
bcm. Volume produksi SIS pada 9M23 mencapai 46,86 juta ton, atau naik 9% dari 9M22 –
yang dipicu oleh kenaikan output produksi dari Grup Adaro.
3Q23 vs. 3Q23 vs. 9M23 vs.
Unit 3Q23 2Q23 3Q22 9M23 9M22
2Q23 3Q22 9M22
Pengupasan lapisan penutup juta bcm 66,80 55,49 20% 53,17 26% 166,84 137,72 21%
Produksi juta ton 15,75 16,32 -3% 16,04 -2% 46,86 42,89 9%
3. LOGISTICS
PT Maritim Barito Perkasa (MBP)
• Volume angkutan tongkang MBP pada 9M23 naik 15% menjadi 47,71 juta ton, dengan
volume dari Grup Adaro meliputi hampir seluruh volume angkutan tongkang MBP pada
periode ini.
10
Page 11
3Q23 vs. 3Q23 vs. 9M23 vs.
Unit 3Q23 2Q23 3Q22 9M23 9M22
2Q23 3Q22 9M22
Angkutan tongkang batu bara juta ton 16,20 16,51 -2% 15,67 3% 47,71 41,63 15%
4. POWER
Pembangkit listrik ADRO tetap berkinerja baik pada 3Q23. Faktor ketersediaan (availability
factor – AF) untuk PT Makmur Sejahtera Wisesa (MSW) mencapai 99,97%, dengan rata-rata
86,91% sampai September 2023. AF PT Tanjung Power Indonesia (TPI) mencapai 81,47%
pada 3Q23, dengan rata-rata 89,96% untuk 9M23. Sementara itu, karena pemadaman
terjadwal, AF untuk PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) mencapai 70,23% pada kuartal ini,
sehingga AF-nya mencapai 81,50% untuk year-to-date (YTD) sampai September 2023.
PT Adaro Power dan PT Adaro Clean Energy Indonesia terus mengembangkan inisiatif-inisiatif
hijau Grup Adaro. Solar PV MSW di Kelanis memproduksi 207,68 MWh pada 3Q23, sehingga
mencapai 602,94 MWh untuk 9M23. Inisiatif pengurangan emisi karbon lainnya meliputi
melanjutkan co-firing biomassa di MSW pada 3Q23, yang setara dengan pengurangan CO2
ekuivalen 738,17 Ton CO2e (1,87%), hingga mencapai 2.130,74 Ton CO2e.
PT Kaltara Power Indonesia (KPI) sedang melaksanakan pekerjaan piling di area pembangkit
listrik. Pembangkit listrik KPI akan menyediakan listrik bagi smelter aluminium KAI dan
diperkirakan akan rampung pada saat yang tepat agar smelter dapat memulai produksi pada
tahun 2025.
5. WATER
Adaro Water terus mendukung pemerintah Indonesia dalam misi untuk meningkatkan
distribusi air bersih kepada masyarakat. Bisnis pengolahan air Adaro Water mempertahankan
kinerja operasional maupun finansial yang selaras dengan proyeksi untuk: (i) PT Drupadi Tirta
Intan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan yang berkapasitas 500 liter per detik; (ii) PT
Adaro Tirta Mentaya di Kota Sampit, Kalimantan Tengah yang berkapasitas 320 liter per detik;
(iii) PT Adaro Tirta Gresik di Kabupaten Gresik, Jawa Timur yang berkapasitas 400 liter per
detik; dan (iv) PT Dumai Tirta Persada di Kabupaten Dumai, Riau yang berkapasitas 250 liter
per detik.
Selain itu, Adaro Water juga sedang mengembangkan proyek lainnya di Indonesia:
1. Adaro Water sedang dalam proses memasang meteran air, menangani gangguan-
gangguan distribusi air bersih dan memperbaiki kebocoran air di bagian utara Kota
Bandung sebagai bagian dari proyek Air Tak Berekening di lokasi proyek.
2. Untuk konstruksi fasilitas pengolahan air (WTP) di Bekasi, Jawa Timur, PT Grenex Tirta
Mandiri sedang membangun WTP berkapasitas 200 liter per detik yang dijadwalkan
rampung pada kuartal pertama 2024.
3. Untuk konstruksi fasilitas pengolahan air (WTP) di Medan, Sumatera Utara, PT Adaro Tirta
Brayan sedang membangun WTP berkapasitas 500 liter per detik yang dijadwalkan
rampung pada kuartal kedua 2024.
4. Untuk mendukung aktivitas Grup Adaro lainnya, PT Adaro Tirta Sarana: (i) telah
membangun WTP berkapasitas 5 liter per detik; dan (ii) dalam fase konstruksi untuk WTP
berkapasitas 2x100 liter per detik, di kawasan industri di Kaltara untuk mendukung smelter
aluminium di kawasan industri di Kalimantan Utara.
11
Page 12
5. Di bisnis air tambang, operasi pompa slurry dan pengeringan PT Adaro Tirta Sarana terus
berkembang untuk mendukung aktivitas pertambangan Grup Adaro.
PILAR ADARO MINERALS
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (BEI: ADMR)
PT Maruwai Coal and PT Lahai Coal
• Volume produksi pada 9M23 berjumlah 3,98 juta ton, atau 55% lebih tinggi daripada 9M22,
dengan volume penjualan naik 38% menjadi 3,01 juta ton. Kenaikan produksi dan penjualan
ini selaras dengan target penjualan yang lebih tinggi untuk FY23 yang ditetapkan 3,8 - 4,3 juta
ton.
• Pengupasan lapisan penutup mencapai 13,81 juta bcm pada 9M23, atau naik 128% dari 9M22,
sehingga nisbah kupas 9M23 tercatat 3,47x, atau naik 47% dari 9M22. Pada periode ini
perusahaan memulai pengupasan lapisan penutup di konsesi PT Lahai Coal dengan volume
yang mencapai 1,62 juta bcm.
• Jepang merupakan tujuan penjualan terbesar perusahaan untuk produk batu bara kokas keras
pada 9M23, dengan meliputi 33% total penjualan.
3Q23 vs. 3Q23 vs. 9M23 vs.
Unit 3Q23 2Q23 3Q22 9M23 9M22
2Q23 3Q22 9M22
Pengupasan lapisan penutup juta bcm 6,27 4,25 47% 2,55 145% 13,81 6,05 128%
Maruwai juta bcm 4,65 4,25 9% 2,55 82% 12,20 6,05 102%
Lahai juta bcm 1,62 - 100% - 100% 1,62 - 100%
Volume produksi juta ton 1,44 1,32 9% 1,04 39% 3,98 2,56 55%
Maruwai juta ton 1,36 1,32 3% 1,04 30% 3,90 2,56 52%
Lahai juta ton 0,08 - 100% - 100% 0,08 - 100%
Volume penjualan juta ton 1,19 0,97 23% 0,90 32% 3,01 2,19 38%
Maruwai juta ton 1,19 0,97 23% 0,90 32% 3,01 2,19 38%
Lahai juta ton - - - - - - - -
PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI)
• Setelah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman pada 2Q23, KAI, yang merupakan anak
perusahaan ADMR, memilih seluruh kontraktor utama untuk konstruksi dan pemasangan
smelternya.
• KAI saat ini berfokus pada tahap pra konstruksi proyek smelter aluminium dan sampai akhir
3Q23, KAI telah merampungkan pembukaan lahan untuk mess permanen, pemecah
gelombang jeti (coastal jetty breakwater), dan konstruksi fasilitas pendukung seperti gudang
laydown luar (outdoor), bengkel alat berat, dan batching plant. KAI juga telah memulai
pekerjaan piling untuk fondasi area smelter, serta konstruksi fasilitas pendukung lainnya,
termasuk camp sementara, gudang dalam (indoor), dan pabrik bata.
ADARO GREEN PILLAR
• Pilar Adaro Green dibentuk guna menunjang aspirasi perusahaan untuk membangun Adaro
yang lebih besar dan lebih hijau dengan memanfaatkan peluang ekonomi hijau Indonesia.
Melalui ACEI dan anak-anak perusahaannya, Grup Adaro sedang melaksanakan studi
kelayakan untuk mengembangkan berbagai sumber energi baru terbarukan.
12
Page 13
• PT Kayan Hydropower Nusantara, yang akan menyediakan listrik ramah lingkungan bagi
kawasan industri hijau di Kalimantan Utara, melanjutkan aktivitas pengembangannya dan
pada 3Q23 memberikan kontrak untuk pekerjaan terowongan pengelak (diversion tunnel) dan
gudang handak (bahan peledak).
• Pada bulan September 2023, Adaro Solar International Pte. Ltd. mendapatkan Persetujuan
Bersyarat dari Energy Market Authority (EMA) Singapura untuk memasok listrik rendah karbon
sebesar 0,4GW.
• ACEI melalui anak perusahaannya PT Adaro Sarana Energi Terbarukan (ASET) mengurangi
konsumsi bahan bakar solar PT Maruwai Coal dengan memasang PLTA mini 4MW. Proyek
ini sedang memfinalisasi pemilihan kontraktor EPC dan produsen turbin. ASET juga sedang
melaksanakan studi teknis untuk persiapan pengembangan solar PV hibrid dan penyimpanan
baterai guna mengurangi konsumsi bahan bakar solar di terminal batu bara Kelanis. ASET
akan terus mengembangkan proyek-proyek terbarukan dalam Grup Adaro demi memenuhi
komitmen untuk bertransformasi ke arah ramah lingkungan.
KESEHATAN, KESELAMATAN DAN LINGKUNGAN (K3LH)
Pada 9M23, tercatat sembilan lost-time injuries (LTI) dan satu fatalitas di seluruh operasi Grup
Adaro. Lost-time injury frequency rate (LTIFR) dan severity rate (SR) masing-masing tercatat 0,10
dan 65,55 pada 9M23. Total jam kerja (man-hours) pada 9M23 mencapai 96.111.809 jam.
AKTIVITAS KORPORASI DAN PENGHARGAAN
Juli 2023
• PT Adaro Energy Indonesia Tbk (AEI) dianugerahi penghargaan Padmamitra 2022 oleh
Kementerian Sosial RI yang bekerja sama dengan Forum CSR Indonesia, untuk kategori
Pelestarian Lingkungan dan Biodiversity. AEI terpilih berkat upaya untuk melaksanakan
inisiatif konservasi bekantan dan ekosistem di Taman Wisata Alam Pulau Bakut.
Agustus 2023
• PT Adaro Indonesia (AI) mendapatkan penghargaan Platinum E2S Proving League 2023
kategori dampak lingkungan untuk program Desa Mamanda (Desa Mandiri dan Berdaya) dari
Energy and Mining Editor Society (E2S). Tahun ini merupakan kedua kalinya AI mendapatkan
penghargaan Platinum dari E2S.
• PT Adaro Energy Indonesia Tbk (AEI) mendapatkan penghargaan Best Award dalam ajang
Bisnis Indonesia Corporate Social Responsibility Award (BISRA) 2023 untuk kategori Social
Element, sebagai pengakuan terhadap keberhasilan dalam program tanggung jawab sosial
dan lingkungan melalui program Desa Mamanda (Desa Mandiri dan Berdaya).
• PT Adaro Indonesia (AI) mendapatkan penghargaan bergengsi ASEAN Coal Awards 2023
yang diselenggarakan oleh The ASEAN Centre for Energy dalam kerja sama dengan AFOC
Council untuk kategori Coal Handling and Distribution. Penghargaan ini merupakan
pengakuan atas implementasi Praktik Penambangan yang Baik dalam operasinya,
implementasi praktik terbaik manajemen lingkungan serta program-program pengembangan
masyarakat yang berkelanjutan.
September 2023
13
Page 14
• PT Adaro Minerals Indonesia Tbk meluncurkan produk Enviromet pada acara Coaltrans Asia
2023 di Bali. Enviromet adalah produk batu bara kokas keras pertama Indonesia dengan
kandungan abu dan fosfor yang rendah dan kandungan vitrinit yang tinggi, sehingga
merupakan produk premium di pasar batu bara metalurgi. Karakteristik ini penting untuk
mempertahankan proses produksi kokas dan baja yang efisien, berkualitas tinggi dan ramah
lingkungan.
###
Materi ini disusun oleh PT Adaro Energy Indonesia Tbk (“Perusahaan”) dan belum diverifikasi secara independen.
Perusahaan tidak memberikan pernyataan atau jaminan, baik yang dinyatakan ataupun tersirat, dan tidak bertanggung
jawab atas akurasi, kewajaran atau kelengkapan informasi yang tersaji atau terkandung dalam materi ini. Perusahaan
atau afiliasinya, penasihat atau perwakilannya melepaskan diri dari tanggung jawab atas segala kerugian yang timbul
dari informasi yang tersaji atau terkandung materi ini. Informasi yang tersaji atau terkandung dalam materi ini dapat
diubah tanpa pemberitahuan sebelumnya dan tidak ada jaminan atas akurasinya.
Materi ini mengandung pernyataan-pernyataan yang merupakan pernyataan berwawasan ke depan. Pernyataan-
pernyataan tersebut termasuk gambaran mengenai maksud, keyakinan atau ekspektasi saat ini dari Perusahaan atau
para pejabatnya sehubungan dengan hasil operasi dan kondisi keuangan konsolidasian Perusahaan. Pernyataan-
pernyataan ini dapat diidentifikasi dengan penggunaan kata-kata seperti “diperkirakan,” “berencana,” “akan,”
“estimasi,” “proyeksi,” “bermaksud,” atau kata-kata yang bermakna serupa. Pernyataan-pernyataan berwawasan ke
depan tersebut bukan merupakan jaminan atas kinerja masa depan dan mengandung risiko dan ketidakpastian, dan
hasil aktual dapat berbeda dari yang terkandung dalam pernyataan-pernyataan berwawasan ke depan tersebut karena
berbagai faktor dan asumsi. Perusahaan tidak berkewajiban dan tidak menjanjikan untuk merevisi pernyataan-
pernyataan berwawasan ke depan tersebut untuk mencerminkan peristiwa maupun situasi di masa depan.
Materi ini hanya disajikan untuk memberikan informasi dan bukan merupakan ataupun menjadi bagian dari suatu
penawaran, permohonan atau undangan dari penawaran untuk membeli atau mensubskripsi efek Perusahaan, di
dalam wilayah hukum mana pun, dan materi ini maupun bagian apa pun darinya tidak menjadi dasar, atau diandalkan
sehubungan dengan kontrak, komitmen atau keputusan investasi apa pun. Keputusan untuk membeli atau
mensubskripsi efek Perusahaan harus dibuat setelah mendapatkan nasihat profesional sebagaimana mestinya.
Untuk informasi lebih lanjut, para investor dan pihak media dapat menghubungi:
Investor
Thomas Coombes | Thomas.Coombes@adaro.com
Media
Febriati Nadira | Febriati.Nadira@adaro.com
14
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.