Back to announcement
20231031_AMMN_Laporan Informasi dan Fakta Material_31483607_lamp1.pdf
Financial statement Text extracted AMMNSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 14
Page 1
SIARAN PERS
UNTUK DISIARKAN SEGERA
Laporan Keuangan Q3/2023 AMMAN
Pulih Pasca Semester Pertama 2023 yang Penuh Tantangan
Sorotan Utama
• Produksi konsentrat pada Q3/2023 adalah 110.623 metrik ton dengan penjualan 180.698 metrik ton.
• Produksi tembaga pada Q3/2023 adalah 66 juta pon dengan penjualan 99 juta pon.
• Produksi emas pada Q3/2023 adalah 88 kilo ons dengan penjualan 114 kilo ons.
• EBITDA Q3/2023 sebesar US$263 juta.
• Produksi dan penjualan di Q3/2023 kembali pulih pasca H1/2023 yang penuh tantangan.
• Menjaga ketahanan Minansial sembari memastikan kepatuhan terhadap berbagai regulasi pemerintah yang
baru.
• Per 30 September 2023, proyek smelter tembaga mencapai kemajuan 67.1% dan pemurnian logam mulia
(precious metals reMinery atau “PMR”) mencapai kemajuan 65.4%. Kemajuan smelter tembaga melebihi
target yang telah disetujui oleh Pemerintah.
• Mempercepat berbagai aspek dalam proyek-proyek ekspansi untuk mencapai penyelesaian konstruksi sesuai
jadwal
Jakarta, 31 Oktober 2023 – PT Amman Mineral Internasional Tbk. (IDX: AMMN) (“AMMAN”, “Perusahaan”,
atau “Kami”), perusahaan yang mengoperasikan tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia,
tambang Batu Hijau, hari ini mengumumkan hasil keuangan dan operasional kuartal ketiga tahun 2023.
“Mulai kuartal ketiga tahun ini, kinerja AMMAN kembali pulih setelah tujuh bulan pertama tahun ini yang
terdampak cuaca buruk dan penundaan perpanjangan izin ekspor. Kami fokus mengoptimalkan operasional,
di mana tim berhasil memecahkan rekor historis tonase material yang ditambang dalam satu bulan
(termasuk batuan penutup dan bijih mineral). Operasi pabrik konsentrator juga mulai mencampur bijih segar
dari Fase 7 dalam proses produksinya. Proyek-proyek ekspansi juga terus berjalan sesuai jadwal, di mana
kemajuan pembangunan proyek smelter tembaga melalui anak usaha, PT Amman Mineral Industri (“AMIN”),
melampaui target yang ditetapkan Pemerintah,” ujar Alexander Ramlie, Direktur Utama AMMAN.
“Komitmen kami terhadap operasional pertambangan berkelanjutan juga terlihat dari berbagai inisiatif baru
yang dimulai pada Q3/2023. Anak usaha kami, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (“AMNT”)
menandatangani Pernyataan Komitmen (Letter of Commitment) dengan the Copper Mark. Kami juga merilis
Laporan Keberlanjutan pertama untuk tahun 2022. Selain itu, kami juga menerima dua penghargaan Subroto
Awards 2023 dan tiga penghargaan Good Mining Practice Awards 2023, dari Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral. Penghargaan dan pengakuan ini menjadi katalis bagi AMMAN untuk terus meningkatkan
praktik berkelanjutan di segala aspek operasional kami,” tambah Alex.
“Kinerja penjualan kami pada Q3/2023 kembali normal setelah mendapat izin ekspor pada 24 Juli 2023, di
mana kami mempercepat pengiriman konsentrat pada Q3/2023 untuk mengejar kehilangan penjualan. Kami
menanggung beban biaya yang lebih tinggi untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan pemerintah,
antara lain akibat tertundanya penerbitan izin ekspor dan berbagai peraturan baru, seperti kenaikan bea
1
Page 2
keluar menjadi 10 persen, denda smelter, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak IUPK 1 . Kami juga wajib
menyisihkan 30 persen pendapatan ekspor setiap bulannya untuk ditempatkan ke dalam rekening khusus,
paling singkat tiga bulan sesuai aturan baru dari Bank Indonesia. Kami juga memastikan strategi pembiayaan
yang telah dikalibrasi ulang untuk mendukung berbagai perubahan peraturan dan laju belanja modal untuk
proyek-proyek ekspansi,” kata Arief Sidarto, Direktur Keuangan AMMAN.
Ikhtisar Utama Operasional dan Keuangan AMMAN Q3/2023
Q3/2023 Q3/2022 % Perubahan
Metrik Operasional
Produksi konsentrat (metrik ton kering) 110.623 206.694 (46)%
Penjualan konsentrat (metrik ton kering) 180.698 202.889 (11)%
Produksi tembaga (juta pon) 66 122 (46)%
Penjualan tembaga (juta pon) 99 120 (17)%
Harga bersih tembaga (US$/pon) 3,59 2,46 46%
Produksi emas (kilo ons) 88 203 (57)%
Penjualan emas (kilo ons) 114 187 (39)%
Harga bersih emas (US$/ons) 1.887 1.588 19%
Material yang ditambang (juta ton) 88 84 4%
Bijih yang diproses (juta ton) 8 10 (19)%
Q3/2023 Q3/2022 % Perubahan
Metrik keuangan (US$ juta)
Jumlah penjualan bersih 570 590 (3)%
EBITDA 263 317 (17)%
Pendapatan bersih (sebelum Pajak IUPK) 103 183 (44)%
Pendapatan bersih (setelah Pajak IUPK) (54) 183 NM
Adjusted C1 Cost (US$/pon)1 0,21 (0,52) NM
Belanja modal 480 219 119%
Per Sept 2023 Per Sept 2022 % Perubahan
Kas dan setara kas 1.226 671 83%
1 Disesuaikan dengan amortisasi biaya pengupasan batuan penutup yang ditangguhkan dan pergerakan bijih stockpiles dan
persediaan konsentrat
Produksi
Pada Q3/2023, operasi penambangan AMNT memecahkan rekor historis tonase material yang ditambang
dalam satu bulan (termasuk batuan penutup dan bijih mineral). Aktivitas pemompaan air tambang juga
dioptimalkan sehingga volume air di dalam tambang lebih cepat berkurang dari perkiraan. Hal ini
memungkinkan kami untuk menambang bijih segar dari Fase 7 pada bulan Juli 2023, lebih awal dari target
pra-IPO pada bulan September 2023. Dibandingkan dengan H1/2023, di mana material yang ditambang
sepenuhnya berupa batuan penutup, pada Q3/2023, kami mulai menambang bijih segar dari Fase 7.
Operasi pabrik konsentrator kami juga mulai mencampur bijih segar dari Fase 7 dalam proses produksinya.
Strategi kami adalah memaksimalkan pemulihan tembaga (copper recovery) untuk memastikan konservasi
1 PNBP IUPK merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak untuk Izin Usaha Pertambangan Khusus.
2
Page 3
mineral terbaik, keuntungan yang optimal, dan tailing yang lebih bersih. Dengan kadar bijih mineral (head
grade) yang lebih tinggi dari bijih segar, operasi pemrosesan kami dapat meningkatkan pemulihan tembaga
(copper recovery), bijih yang diproses, dan kadar konsentrat dibandingkan dengan H1/2023. Produksi
konsentrat Q3/2023 lebih tinggi dibandingkan Q2/2023, dan tentunya berbanding lurus dengan volume
produksi tembaga dan emas. Terdapat sedikit penurunan pada bijih yang diproses karena dilakukan
penutupan total pabrik konsentrator (total plant shutdown) selama dua minggu pada bulan September 2023,
ketika pabrik konsentrator menjalani jadwal pemeliharaan rutin.
Q3/2023 Q2/2023 % Perubahan
Produksi konsentrat (metrik ton kering) 110.623 94.258 17%
Produksi tembaga (juta pon) 66 53 23%
Produksi emas (kilo ons) 88 47 86%
Penjualan bersih
Pada Q3/2023, penjualan bersih turun 3% y-o-y dibandingkan Q3/2022, karena tertundanya perpanjangan
izin ekspor dari 1 April hingga 23 Juli 2023. Setelah mendapatkan izin ekspor pada 24 Juli 2023, kami
mempercepat pengiriman konsentrat pada Q3/2023 untuk mengejar kehilangan penjualan. Konsentrat yang
terjual pada periode ini termasuk persediaan konsentrat dari produksi pada kuartal sebelumnya. Antara
Q3/2022 dan Q3/2023, rata-rata harga jual bersih tembaga dan emas masing-masing meningkat sebesar
46% dan 19%.
EBITDA
AMMAN melaporkan EBITDA sebesar US$263 juta pada Q3/2023, turun 17% dari US$317 juta pada
Q3/2022. Penurunan dari tahun ke tahun ini terutama disebabkan oleh peningkatan biaya pemrosesan bijih
stockpiles dengan kadar lebih rendah dan bea keluar yang lebih tinggi. Namun, jika dibandingkan dengan
H1/2023, EBITDA AMMAN di Q3/2023 berada di posisi yang lebih baik karena kami telah dapat melakukan
penjualan konsentrat.
Laba bersih
Laba bersih kami di Q3/2023 terdampak signieikan dari beban biaya yang lebih tinggi untuk memastikan
kepatuhan terhadap aturan pemerintah, antara lain:
(1) Tidak terdapat pendapatan dari 1 April hingga 23 Juli 2023 karena tertundanya perpanjangan izin ekspor.
(2) IUPK PNBP, yang merupakan penerimaan negara bukan pajak atau kewajiban bagi hasil yang dikenakan
oleh Pemerintah saat AMNT memperoleh keuntungan sejak memperoleh Izin Usaha Pertambangan
Khusus Operasi Produksi (“IUPK-OP”) pada tahun 2017. IUPK-OP adalah izin khusus bagi perusahaan
untuk melakukan kegiatan produksi dan operasi (yaitu konstruksi, penambangan, pengolahan dan/atau
pemurnian, pengangkutan, dan penjualan) di wilayah tertentu.
Bagi hasil berdasarkan UU 3/2020 ditetapkan sebesar 10 % dari total laba setelah pajak penghasilan
perusahaan (net income) berdasarkan laporan keuangan setiap tahun yang telah diaudit, yang akan
dibagi menjadi 4% untuk Pemerintah Pusat dan 6% untuk dibagi antara Pemerintah Provinsi dan
Kabupaten dan/atau kota di provinsi tersebut. Hingga saat ini, AMNT masih bekerja sama dengan
3
Page 4
pemerintah daerah NTB untuk menyusun peraturan teknis di tingkat daerah yang akan memberikan
rincian mekanisme bagi hasil di tingkat daerah.
Dalam laporan keuangan kami, kami menyajikan dua perhitungan laba bersih, yakni laba bersih sebelum
IUPK PNBP dan laba bersih setelah IUPK PNBP. Pada 9M/2023, perbandingan laba bersih y-o-y (sebelum
IUPK PNBP) menunjukkan penurunan sebesar 70%; sedangkan pada Q3/2023, perbandingan laba
bersih y-o-y (sebelum IUPK PNBP) menunjukkan penurunan sebesar 44%.
PNBP IUPK kumulatif tahun 2020 – 2022 sebesar US$158 juta yang seluruhnya dihitung pada tahun 2023.
Hal ini disebabkan oleh berkepanjangannya pembahasan mengenai peraturan pelaksanaan mekanisme
pembayaran. Namun mulai tahun depan, nilai IUPK PNBP akan untuk satu tahun, sesuai jadwal
pembayaran setiap tahunnya.
Adjusted C1 Cost
Kami menghitung adjusted C1 Cost, yang kami yakini lebih akurat karena banyaknya jumlah bijih stockpiles
yang belum diperhitungkan dalam rumus C1 Cash Cost, yang adalah biaya yang diperlukan untuk menambang
dan memproses tembaga hingga siap diserahkan kepada pembeli, dikurangi kredit dari by-products, yaitu
emas dan perak dari konsentrat yang dijual. Adjusted C1 Cost kami pada Q3/2023 adalah US$0,21 per pon,
turun dari US$(0,52) per pon pada Q3/2022. Hal ini terutama disebabkan oleh tingginya jumlah bijih
stockpiles yang diproses, yang akan menghasilkan kredit dari by-products yang lebih rendah dibandingkan
dengan Q3/2022 ketika kami memproses lebih banyak bijih segar.
Belanja modal
Total belanja modal AMMAN pada Q3/2023 adalah sebesar US$480 juta, meningkat 119% dibandingkan
Q3/2022. Rinciannya adalah sebagai berikut: belanja modal terkait kebutuhan pembelian peralatan
pertambangan, pembangunan dan peningkatan fasilitas pendukung untuk kegiatan penambangan bijih Fase
7 dan pengupasan batuan penutup Fase 8 (sustaining capex) sebesar US$110 juta; belanja modal smelter
sebesar US$137 juta; perluasan pabrik konsentrator sebesar US$138 juta; dan Pembangkit Listrik Tenaga
Gas dan Uap (“PLTGU”) dan fasilitas LNG sebesar US$94 juta.
Proyek pertambangan dan infrastruktur AMMAN terus berjalan sesuai jadwal. Akumulasi pengeluaran modal
adalah sebesar US$476 juta untuk proyek smelter tembaga dan PMR, yang masing-masing telah mencapai
penyelesaian sebesar 67,1% dan 65,4%, pada tanggal 30 September 2023. Kemajuan konstruksi proyek
smelter tembaga ini melebihi target yang telah disetujui oleh Pemerintah di angka 66,9% (100,15%). Selain
itu, proyek perluasan pabrik konsentrator kami telah menghabiskan biaya sebesar US$497 juta belanja modal,
sedangkan PLTGU dan fasilitas LNG mencatat belanja modal sebesar US$251 juta hingga September 2023.
Utang
Hingga akhir September 2023, AMMAN memiliki total utang sebesar US$2.619 juta, dan utang bersih sebesar
US$1.393 juta. Proeil jatuh tempo utang telah disusun agar AMMAN dapat fokus pada program ekspansinya.
Tanggal jatuh Posisi
Per Sep 2023 Catatan
tempo (US$ juta)
Kas dan setara kas 1.226
4
Page 5
Fasilitas sebesar US$1.295 juta yang
mencakup fasilitas Letter of Credit (“LC”)
Fasilitas Pinjaman
31-Dec-31 300 sebesar US$275 juta
Berjangka AMIN
Fasilitas LC dikurangi dari US$325 juta
menjadi US$275 juta pada November 2022
Total utang AMIN 300
Pinjaman Modal
23-Dec-27 88 Total fasilitas sebesar US$115 juta
Kerja AMNT
Fasilitas pinjaman sebesar US$1.750 juta
Fasilitas Pinjaman
23-Dec-27 1.722 dengan jatuh tempo Desember 2027, telah
Berjangka AMNT II
ditarik seluruhnya pada Juni 2023
Fasilitas Pinjaman Fasilitas pinjaman hingga US$750 juta
23-Dec-27 491
Berjangka AMNT III dengan jatuh tempo Desember 2027
Pinjaman Berjangka
23-Dec-27 18 Total fasilitas sebesar US$120 juta
AMNT
Total utang AMNT 2.319
Total utang 2.619
Total utang bersih 1.393
Prospek Perusahaan
Untuk FY2023, kami memperkirakan dapat memproduksi 610.000 metrik ton kering konsentrat. Target
produksi ini didorong oleh bijih segar dengan kadar tinggi dari Fase 7 yang akan ditambang dan diproses.
Penting untuk fokus pada produksi tembaga dan emas dibandingkan produksi konsentrat karena kandungan
logam dalam konsentrat dapat berubah dan pendapatan didorong oleh kandungan logam dalam konsentrat.
Terdapat koreksi sebesar 5% pada produksi emas untuk panduan FY2023 yang kami rilis pada Q3/2023
dibandingkan pada H1/2022. Koreksi ini disebabkan oleh penutupan pabrik secara total (total plant
shutdown) selama dua minggu pada Q3/2023 yang menyebabkan ketidaksesuaian dengan operasional
penambangan.
Metrik Operasional dan Keuangan Target Tahun Fiskal 2023
Produksi tembaga 337 mlbs (juta pon)
Produksi emas 502 koz (kilo ons)
Kemajuan pembangunan smelter >70% (target akhir Desember 2023)
Produksi konsentrat 610.000 metrik ton kering
BELANJA MODAL
Sustaining capex (termasuk belanja modal satu kali) US$332 juta
Smelter & PMR US$365 juta
Ekspansi pabrik konsentrator US$469 juta
PLTGU dan fasilitas LNG US$226 juta
Adjusted C1 Cost US$(0,80) per pon
5
Page 6
Pembangunan smelter diperkirakan akan terus berjalan sesuai jadwal, dengan target penyelesaian >70%
pada bulan Desember 2023. Setelah penyelesaian konstruksi (mechanical completion) smelter pada bulan
Mei 2024, kami akan fokus pada komisioning smelter dan peningkatan produksi selama 4 – 5 bulan untuk
menghasilkan logam olahan pertama.
Panduan kami ini mewakili harapan kami yang dirilis pada tanggal siaran pers ini disebarkan dan mungkin
dapat berubah.
###
6
Page 7
Tentang AMMAN
PT Amman Mineral Internasional Tbk. (IDX: AMMN) merupakan produsen tembaga dan emas terbesar yang
tercatat di Bursa Efek Indonesia. Melalui anak usahanya, AMNT, perusahaan memiliki dan mengoperasikan
tambang Batu Hijau, tambang tembaga-emas terbesar kedua di Indonesia. AMNT juga mengolah bijih menjadi
konsentrat, serta kegiatan eksplorasi di proyek Elang. Melalui AMIN, fasilitas smelter tembaga dan PMR juga
kini tengah dibangun dan ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2024. Dengan selesainya fasilitas smelter
tembaga dan PMR, AMMAN akan menjadi bisnis pertambangan hingga peleburan yang terintegrasi penuh,
berlokasi di dekat kawasan pasar utama di Asia. Kami berkomitmen untuk menjadi perusahaan tambang
terdepan yang mengutamakan praktik berkelanjutan dan menciptakan warisan yang terbaik bagi Indonesia.
Disclaimer
Siaran pers ini dan informasi di dalamnya disiapkan oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk. semata-mata
untuk tujuan informasi dan bukan merupakan rekomendasi mengenai sekuritas apa pun milik Perusahaan.
Informasi yang terkandung dalam dokumen ini harus dipertimbangkan dalam konteks keadaan yang berlaku
pada saat itu dan dapat berubah tanpa pemberitahuan dan tidak akan diperbarui untuk mencerminkan
perkembangan material yang mungkin terjadi setelah tanggal dokumen ini. Pernyataan tertentu dalam
materi ini merupakan “pernyataan berwawasan ke depan” dan informasi mengenai kondisi keuangan masa
depan, hasil operasi dan rencana tertentu serta objek pengelolaan Perusahaan dan Grup. Pernyataan
berwawasan ke depan tersebut dibuat berdasarkan ekspektasi atau keyakinan manajemen saat ini serta
asumsi yang dibuat oleh, dan informasi yang saat ini tersedia bagi manajemen. Baik Perusahaan maupun
penasihatnya tidak bertanggung jawab untuk memperbarui pernyataan berwawasan ke depan atau
menyesuaikannya dengan kejadian atau perkembangan di masa depan.
Kontak
Media:
Kartika Octaviana, Vice President Corporate Communications & Investor Relations
communications@amman.co.id
Vemmy Febrianti, Corporate Secretary & Legal
corporate.secretary@amman.co.id
Investor / Analis:
AMMAN
investor.relations@amman.co.id
7
Page 8
Informasi Tambahan
Eksplorasi Mineral
Penambangan bijih Fase 7 di tambang Batu Hijau saat ini sedang berlangsung dan akan berlanjut hingga
tahun 2024. Pada saat yang sama, pembuangan limbah Fase 8 berjalan sesuai rencana, dan akan memulai
penambangan bijih Fase 8 pada tahun 2025 hingga 2030. Berdasarkan serangkaian catatan cadangan bijih
disiapkan oleh konsultan pertambangan independen dengan pengeboran dan pemodelan sumber daya pada
tahun 2020, Fase 8 diharapkan menghasilkan 460 juta ton bijih yang berjumlah 3.815 juta pon tembaga, 5,2
juta ons emas, dan 16,4 juta ons perak, yang secara efektif memperpanjang umur tambang selama enam
tahun. Kami berkomitmen untuk menggunakan teknik-teknik terkini dan mengkoneigurasi ulang urutan
penambangan untuk meningkatkan produktivitas dan eeisiensi.
Deposit Elang adalah salah satu deposit tembaga dan emas poreiri terbesar di dunia yang belum
dikembangkan dan terletak dekat dengan tambang Batu Hijau. Setelah penambangan bijih Fase 8 selesai,
AMMAN berencana untuk memulai produksi di tambang Elang mulai tahun 2031 hingga 2046. Tambang
Elang akan memanfaatkan infrastruktur pemrosesan yang ada di Batu Hijau sepanjang umur tambangnya.
Studi Kelayakan Deeinitif untuk Elang yang sedang berlangsung diharapkan selesai pada tahun 2024.
Proyek Ekspansi
Perluasan Fasilitas Konsentrator dan Pembangkit Listrik
Kami memperluas pabrik konsentrator untuk meningkatkan kapasitas hingga 85 juta ton per tahun (Mtpa),
lebih dari dua kali lipat kapasitas saat ini. Hal ini dibutuhkan untuk memproses pasokan bijih dari Fase 8
Batu Hijau dan Elang di masa depan, yang diperlukan untuk memenuhi permintaan akan produk kami yang
terus meningkat. Pada saat yang sama, kami sedang membangun fasilitas PLTGU dengan kapasitas 450 MW
dan fasilitas LNG pendukungnya. Komitmen kami untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan tetap
menjadi prioritas utama.
Pembangunan Smelter
Saat ini AMMAN sedang membangun fasilitas smelter tembaga dan PMR dengan total kapasitas input sebesar
900.000 metrik ton per tahun (“tpa”) konsentrat dari tambang Batu Hijau dan tambang Elang di masa depan.
Produksi smelter adalah katoda tembaga yang akan mencapai 222 kilo ton per tahun dan asam sulfat
mencapai 830 kilo ton per tahun (“Ktpa”). Sementara itu, PMR akan mendapatkan input slime anoda dari
proses pemurnian di fasilitas smelter tembaga, sebanyak 970 tpa. Produk dari PMR setiap tahun antara lain
mencapai 18 tpa emas batangan, 55 tpa perak batangan, dan 70 tpa selenium. Hingga September 2023,
proyek smelter dan PMR kami masing-masing telah mencapai 67,1% dan 65,4%2 dari target penyelesaian,
dengan penyelesaian mekanis ditargetkan pada bulan Mei 2024. Pembangunan proyek smelter ini sejalan
dengan agenda strategis Pemerintah Indonesia untuk hilirisasi industri.
Izin Ekspor
Pada tanggal 24 Juli 2023, AMNT mendapatkan izin ekspor yang diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan
RI untuk mengekspor konsentrat. Izin ekspor konsentrat sebanyak 900.000 metrik ton basah berlaku mulai
24 Juli 2023 hingga 31 Mei 2024, sehingga kami dapat segera melanjutkan ekspor konsentrat dan
merealisasikan pendapatan yang tertunda. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan No. 71/2023, kami akan
membayar bea keluar sebesar 10% hingga 31 Mei 2024. Kami akan terus berkomunikasi dengan Pemerintah
untuk meningkatkan tonase izin ekspor kami (bila diperlukan) dan melanjutkan ekspor konsentrat hingga
smelter kami beroperasi penuh.
2 Catatan: Data diveriFikasi oleh pihak ketiga yang kompeten dan independen serta diakui oleh Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral.
8
Page 9
LAMPIRAN
9
Page 10
10
Page 11
11
Page 12
12
Page 13
13
Page 14
14
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.