Skip to content
Back to announcement

Laporan Perkembangan Usaha UNTR 9M2023.pdf

Financial statement Text extracted UNTR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 5

Page 1
          LAPORAN PERKEMBANGAN USAHA PT UNITED TRACTORS Tbk
                      TRIWULAN KETIGA TAHUN 2023


Laporan Konsolidasi
Sampai dengan triwulan ketiga tahun 2023, pendapatan bersih konsolidasian Perseroan mencapai Rp97,6
triliun atau meningkat sebesar 7% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022. Masing-
masing unit usaha yaitu: Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan Batu Bara,
Pertambangan Emas, Industri Konstruksi, dan Energi secara berturut-turut memberikan kontribusi sebesar
29%, 40%, 25%, 4%, 2%, dan kurang dari 1% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian. Rincian
kontribusi dari setiap unit usaha dapat dilihat pada grafik berikut:




Sementara, laba bruto Perseroan meningkat sebesar 2% dari Rp25,3 triliun menjadi Rp25,7 triliun.
Sedangkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih Perseroan) turun sebesar 3%
menjadi Rp15,3 triliun dari Rp15,9 triliun dikarenakan adanya kenaikan biaya keuangan dan kerugian nilai
tukar mata uang asing.
Page 2
Ringkasan kinerja Perseroan dapat dilihat pada tabel berikut ini:
       Dalam juta Rupiah                         9M 2023      9M 2022   Perubahan (%)   12M 2022
       Nilai Tukar (Rp/USD)                         15.526       15.247            2%        15.731

       Pendapatan Bersih                         97.597.564   91.533.297          7%    123.607.460
       Laba Bruto                                25.673.962   25.274.482          2%     34.758.688
         Marjin Laba Bruto                           26,3%        27,6%          -5%         28,1%
       Laba Sebelum Pajak Penghasilan            21.223.631   22.259.635         -5%     29.446.041
       Laba Periode Berjalan                     16.441.522   17.431.348         -6%     22.993.673

       Laba setelah pajak yang diatribusikan
       kepada:
       - Pemilik entitas induk                   15.348.740   15.866.568         -3%     21.005.105
       - Kepentingan nonpengendali                1.092.782    1.564.780        -30%      1.988.568

       Laba Bersih per Saham (dalam Rp penuh)        4.226          4.283        -1%          5.679

       Jumlah Aset                              153.141.630 140.170.657           9%    140.478.220
       Jumlah Liabilitas                         74.375.782 56.396.754           32%     50.964.395




Berikut kami sampaikan kinerja operasional dari masing-masing unit usaha.


Unit Usaha Mesin Konstruksi (Construction Machinery)
Sampai dengan bulan September 2023, volume penjualan alat berat Komatsu tercatat sebanyak 4.365 unit
atau turun 4% jika dibandingkan dengan triwulan ketiga tahun 2022 sebanyak 4.534 unit. Penurunan
penjualan alat berat dikarenakan penurunan permintaan dari sektor konstruksi dan perkebunan. Dari total
keseluruhan penjualan alat berat, sebanyak 62% diserap sektor pertambangan, 16% diserap sektor
konstruksi, 13% diserap sektor kehutanan, dan sisanya sebesar 9% ke sektor perkebunan.
Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat naik sebesar 18%
menjadi Rp8,9 triliun dari Rp7,5 triliun di periode yang sama tahun 2022. Sementara itu, penjualan produk
merek lainnya yaitu Scania mengalami kenaikan 298% dari 152 unit menjadi 605 unit, sedangkan penjualan
UD Trucks mengalami penurunan 25% dari 331 unit menjadi 249 unit. Penurunan penjualan UD Trucks
disebabkan oleh adanya kendala pasokan produk. Secara keseluruhan, pendapatan unit usaha Mesin
Konstruksi sampai dengan triwulan ketiga tahun 2023 sebesar Rp28,7 triliun meningkat 5% dibandingkan
triwulan ketiga tahun 2022 sebesar Rp27,4 triliun.
Page 3
Berikut ini adalah grafik penjualan Komatsu:




Unit Usaha Kontraktor Penambangan (Mining Contracting)
Unit usaha Perseroan di bidang Kontraktor Penambangan dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara
(PAMA). Sampai dengan triwulan ketiga tahun 2023, unit usaha Kontraktor Penambangan membukukan
pendapatan bersih sebesar Rp39,1 triliun atau naik sebesar 18% dibandingkan periode yang sama tahun
2022. PAMA mencatat peningkatan volume produksi batu bara sebesar 16% dari 83 juta ton menjadi 96
juta ton dan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) sebesar 23% dari 692 juta bcm
menjadi 853 juta bcm, dengan rata-rata strip ratio sebesar 8,9x, meningkat dari 8,3x.




Unit Usaha Pertambangan Batu Bara (Coal Mining)
Unit usaha Perseroan di bidang Pertambangan Batu Bara dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA).
Total penjualan batu bara sampai triwulan ketiga tahun 2023 mencapai 8,5 juta ton termasuk 1,8 juta ton
batu bara metalurgi, atau naik sebesar 10% dari periode yang sama tahun 2022 sebesar 7,8 juta ton.
Page 4
Pendapatan unit usaha Pertambangan Batu Bara turun sebesar 2% menjadi Rp24,0 triliun dari Rp24,4 triliun
pada periode yang sama di tahun 2022 dikarenakan penurunan rata-rata harga jual batu bara.




Unit Usaha Pertambangan Emas (Gold Mining)
Unit usaha Perseroan di bidang Pertambangan Emas dijalankan oleh PT Agincourt Resources (PTAR) yang
mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sampai dengan bulan
September 2023, total penjualan setara emas dari Martabe mencapai 147 ribu ons, turun 32% dibandingkan
dengan periode yang sama di tahun 2022 sebesar 216 ribu ons. Pendapatan bersih segmen usaha
Pertambangan Emas turun 26% dari Rp5,8 triliun menjadi Rp4,3 triliun. Pendapatan bersih unit usaha
Pertambangan Emas sampai dengan bulan September 2023 turun sebesar 26% menjadi Rp4,3 triliun.




Unit Usaha Industri Konstruksi (Construction Industry)
PT Acset Indonusa Tbk (ACSET) adalah perusahaan publik di bidang jasa konstruksi yang sahamnya
sebanyak 87,69% dimiliki oleh PT Karya Supra Perkasa (KSP), anak perusahaan Perseroan.
Page 5
Sampai dengan triwulan ketiga tahun 2023, unit usaha Industri Konstruksi membukukan pendapatan bersih
sebesar Rp1,5 triliun dibandingkan pendapatan sebesar Rp729 miliar pada periode yang sama tahun 2022.
ACSET membukukan rugi bersih sebesar Rp151 miliar, turun dibandingkan rugi bersih sebesar Rp227
miliar pada periode yang sama tahun lalu.


Unit Usaha Energi (Energy)
Sejalan dengan strategi pengembangan usaha di sektor energi yang ramah lingkungan, Perseroan telah
menetapkan bisnis Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebagai salah satu strategi transisi Perseroan. Bisnis
energi Perseroan dijalankan melalui anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, PT Energia Prima
Nusantara (EPN). Sampai dengan bulan September tahun 2023, EPN telah memasang Rooftop Solar PV
mencapai 12,8 MWp di grup UT dan Astra.
EPN saat ini dalam proses membangun satu Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM), yaitu PLTM
Besai Kemu di Lampung, Sumatra. PLTM Besai Kemu memiliki kapasitas sebesar 7 MW dan diperkirakan
akan beroperasi pada akhir tahun 2023. Selain itu, EPN juga menargetkan beberapa proyek pembangkit
listrik tenaga minihidro di area Sumatra dengan total potensial kapasitas lebih dari 20 MW.
Pada bulan Agustus 2022, Perseroan melalui anak usaha melakukan investasi pada PT Arkora Hydro Tbk
(Arkora) dengan kepemilikan saham sebesar 31,49%. Arkora saat ini mengoperasikan dua PLTM, yaitu
PLTM Cikopo 2 di Jawa Barat dengan kapasitas 7,4 MW dan PLTM Tomasa 10 MW di Sulawesi Selatan.
Arkora juga sedang membangun dua PLTM, yaitu PLTM Koro Yaentu berkapasitas 10 MW dan PLTM
Kukusan 2 berkapasitas 5,4 MW yang masing-masing diperkirakan akan beroperasi pada tahun 2024 dan
2025.
Perseroan berencana melakukan pengembangan proyek energi terbarukan lainnya seperti geothermal dan
waste-to-energy. Proyek-proyek ini konsisten dengan strategi Perseroan untuk meningkatkan kompetensi
di berbagai potensi energi terbarukan dalam rangka mencapai portofolio bisnis yang berkelanjutan.


Peristiwa Penting
Pada tanggal 7 Agustus 2023, Perseroan melalui anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, PT Energia
Prima Nusantara (EPN) menandatangani perjanjian untuk mengambil bagian 40,476% saham baru yang
dikeluarkan oleh PT Supreme Energy Sriwijaya (SES) dengan total nilai transaksi sebesar USD42,3 juta.
SES memiliki 25,2% saham PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) yang merupakan pemegang izin
pengusahaan panas bumi dengan kapasitas 2 x 49 MW yang telah beroperasi di Sumatera Selatan.
Penyelesaian transaksi ini akan efektif tergantung atas pemenuhan beberapa persyaratan pendahuluan.
Pada tanggal 21 September 2023, Perseroan melalui anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, PT Danusa
Tambang Nusantara (DTN) mengumumkan penyelesaian transaksi pengambilan 19,99% kepemilikan
saham di Nickel Industries Limited (NIC) dengan total nilai transaksi sebesar AUD942,7 juta. NIC,
perusahaan yang tercatat pada Australian Securities Exchange, merupakan perusahaan di bidang
pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi dengan aset utama yang berlokasi di Indonesia.


Demikian kami sampaikan Laporan Perkembangan Usaha PT United Tractors Tbk sampai dengan triwulan
ketiga tahun 2023.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.14 MB
Published31 Oct 2023
Pages5
Characters8,889
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

FinancialStatement-2023-III-UNTR.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result