Back to announcement
Perubahan Lebih Dari 20 Persen Sept 2023.pdf
Financial statement Text extracted BUKKSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Analisa dan Penjelasan Kenaikan dan Penurunan
pada Laporan Posisi Keuangan Per 30 September 2023 (Tidak diaudit) dibandingkan
dengan Laporan Posisi Keuangan Per 31 Desember 2022 (Diaudit)
( disajikan dalam ribuan rupiah kecuali dinyatakan lain)
A. ASET
A1. Aset Lancar Selisih %
Per 30 September 2023 Rp. 2.126.208.120
Per 31 Desember 2022 Rp. 2.252.136.247 (125.928.127) -5,59%
A2. Aset Tidak Lancar
Per 30 September 2023 Rp. 5.617.473.907
Per 31 Desember 2022 Rp. 4.007.228.020 1.610.245.887 40,18%
A TOTAL ASET
Per 30 September 2023 Rp. 7.743.682.027
Per 31 Desember 2022 Rp. 6.259.364.267 1.484.317.760 23,71%
B LIABILITAS DAN EKUITAS
B1. LIABILITAS Selisih %
B1a. Liabilitas Jangka Pendek
Per 30 September 2023 Rp. 1.930.983.877
Per 31 Desember 2022 Rp. 1.761.592.729 169.391.148 9,62%
B1b. Liabilitas Jangka Panjang
Per 30 September 2023 Rp. 1.474.599.946
Per 31 Desember 2022 Rp. 669.670.553 804.929.393 120,20%
B1. Total Liabilitas
Per 30 September 2023 Rp. 3.405.583.823
Per 31 Desember 2022 Rp. 2.431.263.282 974.320.541 40,07%
B2. EKUITAS
Per 30 September 2023 Rp. 4.338.098.204
Per 31 Desember 2022 Rp. 3.828.100.985 509.997.219 13,32%
B TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
Per 30 September 2023 Rp. 7.743.682.027
Per 31 Desember 2022 Rp. 6.259.364.267 1.484.317.760 23,71%
Page 2
Detail Rasio Per 31 Desember 2022 dibandingkan dengan saldo Per 30 September 2023
A. Aset Lancar dan Aset tidak lancar
No. Keterangan Per 31 Desember 2022 Per 30 September 2023 %
Kas dan Setara Kas 513.535.195 356.379.006 -30,60%
Deposito Dibatasi Penggunaannya 2.267.757 11.628.713 412,78%
Piutang Usaha 400.881.883 816.623.013 103,71%
Piutang Lain-Lain 1.224.166 1.023.428 -16,40%
Persediaan 763.491.414 490.114.873 -35,81%
Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka 453.468.598 250.422.235 -44,78%
Pajak Dibayar Dimuka 117.267.234 200.016.852 70,56%
2.252.136.247 2.126.208.120 -5,59%
Uang Muka 137.317.782 259.724.170 89,14%
Piutang Lainnya Pihak Berelasi 1.750.000 1.750.000 0,00%
Pinjaman Direksi dan Karyawan 2.379.973 2.729.879 14,70%
Aset keuangan dari kontrak konsesi 618.795.386 1.545.427.545 149,75%
Penyertaan pada Entitas Asosiasi 2.294.611.267 2.864.063.147 24,82%
Aset Pajak Tangguhan-Bersih 49.124.351 56.479.405 14,97%
Aset Tetap 894.660.626 879.174.609 -1,73%
Aset Lain-Lain 7.356.358 6.892.875 -6,30%
Goodwill 1.232.277 1.232.277 0,00%
4.007.228.020 5.617.473.907 40,18%
6.259.364.267 7.743.682.027 23,71%
B. Liabilitas
No. Keterangan Per 31 Desember 2022 Per 30 September 2023 %
Utang Bank 758.977.474 641.504.672 -15,48%
Utang Usaha 449.562.020 443.896.864 -1,26%
Utang Lain-Lain 2.659.721 4.724.223 77,62%
Utang Pajak 36.713.754 19.300.135 -47,43%
Uang Muka Pelanggan 127.535.354 140.033.002 9,80%
Beban Masih Harus Dibayar 374.104.912 671.777.228 79,57%
Utang jatuh tempo kurang dari satu tahun
- Utang Lain-Lain - - 0,00%
- Utang Sewa Pembiayaan 12.039.494 9.747.753 -19,04%
1.761.592.729 1.930.983.877 9,62%
Utang kepada Pihak Berelasi 2.692.990 3.177.678 18,00%
Kewajiban Imbalan Kerja 112.074.324 123.668.095 10,34%
Utang jatuh tempo lebih dari satu tahun
- Pinjaman Bank 538.155.285 1.328.960.985 146,95%
- Utang Lain-Lain 10.942.612 11.210.482 2,45%
- Utang Sewa Pembiayaan 5.805.342 7.582.706 30,62%
669.670.553 1.474.599.946 120,20%
2.431.263.282 3.405.583.823 40,07%
Page 3
Berikut penjelasan atas rasio diatas (nilai penuh) :
1. Kas dan Setara Kas
Saldo Kas dan Setara Kas mengalami penurunan sebesar 30,60% dari sebesar Rp. 513,53 Milyar menjadi Rp.
356,38 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya pencairan deposito dalam mata uang rupiah pada Bank Mandiri dan
Bank Rakyat Indonesia yang kemudian digunakan untuk membiayai pengerjaan proyek yang saat ini masih
berlangsung, membayar utang usaha yang telah jatuh tempo dan membiayai kegiatan operasional lainnya.
2 Deposito Dibatasi Penggunaannya
Saldo Deposito yang Dibatasi Penggunaannya mengalami kenaikan sebesar 412,78% dari sebesar Rp. 2,26 Milyar
menjadi Rp. 11,63 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya penambahan penempatan deposito di Bank Mandiri untuk
jaminan cadangan DSRA atas proyek penggantian atau duplikasi jembatan Callender-Hamilton di Pulau Jawa.
3. Piutang Usaha
Saldo Piutang Usaha mengalami peningkatan sebesar 103,71% yang disebabkan adanya piutang atas penjualan
bulan September yang belum jatuh tempo baik konstruksi maupun non konstruksi. Adapun peningkatannya
sebesar Rp. 415.741 Juta dari sebesar Rp. 400.881 Juta menjadi Rp. 816.623 Juta.
4. Persediaan
Penurunan Persediaan sebesar 35,81% atau setara dengan Rp. 273,37 Milyar dari sebesar Rp. 763,49 Milyar
menjadi sebesar Rp. 490,11 Milyar lebih disebabkan karena sudah selesainya beberapa proyek yang yang
nilainya cukup signifikan seperti beberapa proyek pembangunan PLTA, proyek jembatan proyek garbarata dan
beberapa proyek lainnya.
5. Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka
Penurunan saldo Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka sebesar 44,78% dari semula Rp. 453,47 Milyar menjadi
sebesar Rp. 250,42 Milyar karena penurunan saldo/pembayaran dalam pos uang muka kepada pemasok untuk
penyelesaian Proyek PLTA Kerinci, Proyek Garbarata, Proyek konsesi Penggantian dan/atau Duplikasi Jembatan
Callender Hamilton (CH) di Pulau Jawa dan beberapa proyek transmisi lainnya, dimana sampai dengan periode ini
terdapat beberapa proses pembangunan/pengerjaan yang sudah selesai pengerjaannya.
6. Pajak Dibayar Dimuka
Kenaikan saldo Pajak Dibayar Dimuka sebesar 70,56% atau setara dengan Rp. 82,75 Milyar dari saldo
per 31 Desember 2022 sebesar Rp. 117,27 Milyar menjadi Rp. 200,02 Milyar terjadi di pos Pajak Pertambahan
Nilai.
7. Uang Muka
Kenaikan saldo Uang Muka sebesar 122,40% dari semula Rp. 137,31 Milyar menjadi sebesar Rp. 259,72 Milyar
karena adanya uang muka investasi (penyertaan saham) milik Entitas Anak PT Bukaka Mega Investama kepada PT
Kerinci Merangin Hidro sebesar Rp. 190 Milyar dan uang muka pembelian lainnya.
8. Aset keuangan dari kontrak konsesi
Kenaikan saldo Aset keuangan dari kontrak konsesi sebesar 149,75% atau setara dengan Rp. 926,63 Milyar dari
semula sebesar Rp. 618,79 Milyar menjadi Rp. 1.545,43 Milyar. Merupakan nilai aset keuangan untuk proyek
konsesi Penggantian dan/atau Duplikasi Jembatan Callender Hamilton (CH) di Pulau Jawa, antara Entitas Anak –
PT Baja Titian Utama dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat
Republik Indonesia selama 12 tahun terhitung sejak tanggal efektif, berdasarkan perjanjian Kerjasama
Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) No.12/PKS/Db/2021 dan No.001/PTBTU-DIR/XII/2021, yang telah
diklasifikasikan sebagai aset keuangan sebagai hasil penerapan ISAK 16.
9. Penyertaan pada Entitas Asosiasi
Peningkatan saldo Penyertaan pada Entitas Asosiasi sebesar 24,82% atau sebesar Rp.569,45 Milyar karena
Perusahaan melakukan penambahaan penyertaan saham ke PT Malea Energy sebesar Rp. 166,75 Milyar dengan
kepemilikan Perusahaan menjadi sebesar 30,00% serta Perusahaan melakukan penambahan penyertaan kepada
PT Poso Energy Tiga Pamona sebesar Rp. 227,5 Milyar sehingga kepemilikan perusahaan menjadi sebesar 6,01%.
Page 4
10. Utang Lain-Lain
Kenaikan saldo Utang Lain-Lain sebesar 77,62% atau setara dengan Rp. 2,06 Milyar dari sebesar Rp. 2,66 Milyar
menjadi Rp 4,72 Milyar. Hal dikarenakan adanya penambahan pinjaman dari pihak ketiga lainnya yang bukan
dalam transaksi usaha dan akan bayarkan dalam jangka pendek.
11. Utang Pajak
Penurunan saldo Utang Pajak sebesar 47,43% atau setara dengan Rp. 17,41 Milyar dari sebesar Rp. 36,71 Milyar
menjadi Rp. 19,30 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya PPPh pasal 23, PPh pasal 29, PPh Pasal 21 dan pajak
penghasilan lainnya.
12. Beban Masih Harus Dibayar
Kenaikan saldo Beban yang Masih Harus Dibayar sebesar 79,57% atau setara dengan Rp. 297,67 Milyar dari
sebesar Rp. 374,10 Milyar menjadi Rp. 671,77 Milyar dikarenakan adanya kenaikan di beban konstruksi atas
beberapa proyek yang progressnya cukup besar seperti beberapa proyek transmisi, proyek konsesi Penggantian
dan/atau Duplikasi Jembatan Callender Hamilton (CH) di Pulau Jawa, Proyek PLTA Kerinci dan proyek lainnya.
13. Pinjaman Bank (Jangka Panjang)
Kenaikan saldo Utang Bank sebesar 146,94% atau setara dengan Rp. 790,80 Milyar dari semula sebesar Rp.
538,26 Milyar menjadi Rp. 1.328,96 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan pinjaman baru dari Entitas
Anak-PT Baja Titian Utama pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk Proyek Jembatan Callender Hamilton dan
proyek lainnya.
14. Utang Sewa Pembiayaan (Jangka Panjang)
Kenaikan utang sewa pembiayaan sebesar 30,61% atau setara dengan Rp. 1,77 Milyar karena pembiayaan baru
dari pihak leasing (BNI Multifinance dan Mandiri Tunas Finance, serta beberapa pihak leasing lainnya) atas
pembelian aset tetap.
Demikian penjelasan kami atas terjadinya deviasi antara Saldo per 30 September 2023 dengan Saldo per 31 Desember
2022 yang melebihi 20% sesuai dengan Peraturan Bursa Nomor I-E Ketentuan angka III.1.4.
Terima kasih
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.