Back to announcement
20231030_ADMR_Laporan Informasi dan Fakta Material_31483260_lamp2.pdf
Other Text extracted ADMRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 9
Page 1
PT ADARO MINERALS INDONESIA TBK (BEI: ADMR) – LAPORAN
KINERJA KEUANGAN 9M23
Jakarta, 30 Oktober 2023 – PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (BEI: ADMR) menyampaikan
laporan keuangan konsolidasian untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30
September 2023 kepada OJK/BEI.
Presiden Direktur ADMR, Bapak Christian Ariano Rachmat, mengatakan:
“Di tengah tantangan lingkungan eksternal, kinerja ini mencerminkan kemampuan
perusahaan untuk mencatat pertumbuhan produksi, yang menunjang profitabilitas.
Permintaan terhadap produk batu bara kokas keras premium tetap tinggi, sehingga kami
pun tetap yakin akan dukungan struktural terhadap bisnis perusahaan.”
“Lebih lanjut, konstruksi smelter aluminium dan fasilitas pendukungnya terus
menunjukkan kemajuan yang baik. Proyek ini diharapkan akan rampung pada Q3 2025,
yang merupakan peristiwa penting dalam upaya kami untuk mendukung inisiatif hilirisasi
Indonesia di kawasan industri hijau di Kaltara.”
Iktisar
• Volume produksi 9M23 mencapai 3,98 juta ton dengan penjualan yang mencapai 3,01 juta
ton, atau masing-masing naik 55% dan 38% dari 9M22.
• Volume pengupasan lapisan penutup naik 128% menjadi 13,81 juta bank cubic meter (bcm),
dengan nisbah kupas mencapai 3,47x, dibandingkan 2,36x pada 9M22.
• EBITDA operasional 9M23 sebesar $358,1 juta setara dengan penurunan 13%, karena
kenaikan biaya dan penurunan harga jual rata-rata (ASP). Laba inti turun 11% menjadi $258,1
juta. EBITDA operasional dan laba inti tidak memperhitungkan komponen non operasional
sehingga mencerminkan kinerja bisnis inti.
• ADMR mengeluarkan $95,7 juta belanja modal selama 9M23, karena konstruksi smelter
aluminium telah dimulai dan proyek-proyek infrastruktur di Maruwai terus berlanjut.
• PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) telah memilih seluruh kontraktor utama untuk
konstruksi dan instalasi smelter. KAI juga telah merampungkan pembukaan lahan untuk mess
permanen, pemecah gelombang untuk jeti (coastal jetty breakwater), maupun konstruksi
fasilitas pendukung, pekerjaan tanah (earthworks), dan konstruksi jeti sementara, serta terus
melaksanakan konstruksi fasilitas infrastruktur lainnya.
1
Page 2
Kinerja Keuangan
($ ribu, kecuali dinyatakan berbeda) 9M23 9M22 Selisih
Pendapatan usaha 720.628 666.485 8%
Beban pokok pendapatan (341.019) (251,599) 36%
Laba kotor 379.609 414,886 -9%
Laba usaha 333.255 387.654 -14%
Laba inti1 258.099 291.586 -11%
EBITDA operasional2 358.609 411.494 -13%
Total aset 1.517.974 1.242.970 22%
Total liabilitas 671.856 753.090 -11%
Total ekuitas 846.118 489.880 73%
Utang berbunga 405.447 561.501 -28%
Kas 581.881 401.826 45%
Utang (kas) bersih3 (176.434) 159.676 -210%
Belanja modal4 95.728 4.853 1.873%
Arus kas bebas5 151.967 253.046 -40%
Laba per saham (EPS) dasar dalam $ 0,0061 0,0070 -13%
Rasio Keuangan
9M23 9M22 Selisih
Margin laba kotor (%) 52,7% 62.2% -10%
Margin usaha (%) 46,2% 58,2% -12%
Margin EBITDA operasional (%) 49,8% 61,7% -12%
Utang (kas) bersih terhadap ekuitas (x) (0,21) 0,33 -163%
Utang (kas) bersih terhadap EBITDA operasional 12 (0,49) 0,39 -227%
bulan terakhir (x)
Kas dari operasi terhadap belanja modal (x) 2,39 62,97 -96%
1
Laba periode ini, tidak termasuk komponen non operasional setelah pajak.
2
EBITDA tidak termasuk komponen non operasional.
3
Setelah dikurangi kas dan setara kas.
4
Pengeluaran belanja modal didefinisikan sebagai: pembelian aset tetap + pembayaran untuk penambahan aset eksplorasi dan
evaluasi.
5
EBITDA operasional – pajak – perubahan modal kerja bersih – belanja modal.
2
Page 3
Segmen Operasi
Pendapatan Laba Periode Berjalan
($ ribu) 9M23 9M22 % Selisih 9M23 9M22 % Selisih
Pertambangan 719.073 664.404 8% 254.797 298.025 -15%
batu bara
Jasa lainnya 2.996 3.556 -16% (3.304) (10.781) -69%
Eliminasi (1.441) (1.475) -2% - - -
ADMR konsol 720.628 666.485 8% 251.493 287.244 -12%
ANALISIS KINERJA KEUANGAN UNTUK SEMBILAN BULAN PERTAMA TAHUN 2023
(9M23)
Pendapatan Usaha, Harga Jual Rata-Rata dan Produksi
Pendapatan usaha ADMR pada 9M23 naik 8% menjadi $720,6 juta karena kenaikan 38% pada
volume penjualan yang diofset dengan penurunan 21% pada harga jual rata-rata (ASP). Produk
batu bara metalurgi ADMR yang berkualitas tinggi dijual ke berbagai produsen baja di Jepang,
China, India, Indonesia, dan Korea Selatan.
Volume produksi ADMR pada 9M23 naik 55% menjadi 3,98 juta ton, berkat ketersediaan alat
berat dan kinerja kontraktor yang baik. ADMR mencatat volume pengupasan lapisan penutup
sebesar 13,81 juta bcm, atau naik 128% dari 9M22, sehingga nisbah kupas 9M23 tercatat 3,47x.
Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan 9M23 naik 33% menjadi $341,0 juta terutama karena kenaikan volume
produksi. Royalti kepada Pemerintah naik 2% menjadi $121,2 juta, biaya penambangan naik 95%
menjadi $83,4 juta, biaya pengolahan batu bara naik 51% menjadi $50,2 juta, dan biaya
pengiriman dan penanganan naik 38% menjadi $82,1 juta. Konsumsi bahan bakar pada 9M23
naik 49%, sementara biaya bahan bakar per liter tetap stabil secara y-o-y. Biaya kas batu bara
per ton pada 9M23 naik 13%.
Beban Usaha
Beban usaha pada 9M23 naik 83% menjadi $48,4 juta karena kenaikan signifikan pada
penyisihan untuk biaya pemerintah. Biaya penjualan dan pemasaran pada 9M23 naik 55%
menjadi $8,2 juta seiring kenaikan volume penjualan. Biaya karyawan juga naik 86% menjadi
$5,7 juta karena peningkatan jumlah karyawan untuk menunjang ekspansi.
3
Page 4
EBITDA Operasional dan Laba Inti
EBITDA operasional pada 9M23 turun 13% menjadi $358,6 juta, dan margin EBITDA operasional
periode ini tercatat 49,8%. Laba inti 9M23 turun 11% menjadi $258,1 juta. Profitabilitas ADMR
melemah akibat penurunan harga batu bara metalurgi pada periode ini sementara biaya tercatat
lebih tinggi karena kenaikan volume.
Total Aset
Total aset naik 22% menjadi $1,52 miliar pada akhir 9M23, yang terdiri dari $763,8 juta aset lancar
dan $754,1 juta aset non lancar. Saldo kas pada akhir 9M23 naik 45% menjadi $581,9 juta berkat
arus kas yang kuat. Kas meliputi 38% total aset.
Aset Tetap
Aset tetap per akhir 9M23 tercatat $496,1 juta, atau naik 24% dari periode yang sama tahun
sebelumnya, terutama karena investasi pada smelter aluminium di KAI dan proyek-proyek
infrastruktur di PT Maruwai Coal (MC). Aset tetap meliputi 33% total aset.
Properti Pertambangan
Properti pertambangan per akhir 9M23 turun 6% year-on-year (y-o-y) menjadi $176,1 juta,
selaras dengan produksi.
Total Liabilitas
Per akhir 9M23, total liabilitas turun 11% menjadi $671,9 juta. Liabilitas lancar naik 46% menjadi
$232,1 juta karena kenaikan beban yang masih harus dibayar terkait penyisihan untuk biaya
pemerintah.
Aset non lancar turun 26% menjadi $439,8 juta pada akhir 9M23 karena pinjaman dari pemegang
saham turun 44% menjadi $316,9 juta, karena ADMR telah membayar sejumlah $170,6 juta.
Pinjaman bank, setelah dikurangi biaya pembiayaan pinjaman, pada akhir 9M23 tercatat sebesar
$88,6 juta karena ADMR mulai menarik pinjaman untuk KAI.
Ekuitas
Pada akhir 9M23, level ekuitas ADMR naik 73% menjadi $846,1 juta terutama karena kenaikan
82% pada laba ditahan menjadi $664,4 juta.
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Pada 9M23, arus kas dari aktivitas operasi turun 25% menjadi $229,0 juta, terutama karena
kenaikan pembayaran kepada suplier dan kenaikan royalti seiring kenaikan volume penjualan.
4
Page 5
Pembayaran pajak penghasilan badan juga naik 114% menjadi $115,1 juta karena kenaikan
profitabilitas pada FY22.
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
ADMR mencatat arus kas bersih yang digunakan pada aktivitas investasi sebesar $102,0 juta
pada 9M23, yang dipicu oleh kenaikan signifikan pada pembelian aset tetap menjadi $94,8 juta
pada 9M23, sehubungan dengan proyek-proyek infrastruktur MC dan konstruksi smelter
aluminium KAI.
Belanja Modal dan Arus Kas Bebas
Belanja modal pada 9M23 tercatat mencapai $95,7 juta, terutama terkait proyek-proyek
infrastruktur di MC dan konstruksi smelter aluminium di bawah KAI. Arus kas bebas pada 9M23
turun 40% menjadi $152,0 juta, karena perusahaan mengeksekusi rencana investasi.
Setelah rampung, proyek-proyek peningkatan infrastruktur akan mendukung pencapaian target
produksi jangka menengah sebesar 6 juta ton per tahun dan memungkinkan perusahaan untuk
memenuhi komitmen pengiriman yang dapat diandalkan terhadap pelanggan. Fase pertama
smelter aluminium KAI diperkirakan mencapai tanggal operasi komersial (COD) pada tahun
2025 – yang akan mendiversifikasi bauran pendapatan perusahaan.
Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan
Arus kas bersih yang digunakan pada aktivitas pembiayaan pada 9M23 turun 24% menjadi $57,8
juta, karena perusahaan membayar pinjaman kepada pemegang saham sebesar $170,6 juta
pada periode ini dan menarik pinjaman bank sebesar $88,3 juta, setelah dikurangi biaya
pembiayaan pinjaman.
5
Page 6
PT ADARO MINERALS INDONESIA TBK – LAPORAN OPERASIONAL
KUARTALAN 9M23
PT Maruwai Coal dan PT Lahai Coal
• Volume produksi pada 9M23 berjumlah 3,98 juta ton, atau naik 55% untuk periode ini. Volume
penjualan mencapai 3,01 juta ton, atau naik 38% dari 9M22, sehingga menempatkan
perusahaan di posisi untuk mencapai target volume FY23 yang berkisar 3,8 - 4,3 juta ton.
• Pengupasan lapisan penutup mencapai 13,81 juta bcm pada 9M23, atau naik 128% dari 9M22,
sehingga nisbah kupas 9M23 tercatat 3,47x, atau naik 47% dari 9M22.
• Perusahaan memulai aktivitas operasi PT Lahai Coal pada kuartal ini dan mencatat volume
pengupasan lapisan penutup sebesar 1,62 juta bcm dan volume produksi sebesar 0,08 juta
ton.
3Q23 vs. 3Q23 vs. 9M23 vs.
Unit 3Q23 2Q23 3Q22 9M23 9M22
2Q23 3Q22 9M22
Pengupasan lapisan
juta bcm 6,27 4,25 47% 2,55 145% 13,81 6,05 128%
penutup
Maruwai juta bcm 4,65 4,25 9% 2,55 82% 12,20 6,05 102%
Lahai juta bcm 1,62 - 100% - 100% 1,62 - 100%
Volume produksi juta ton 1,44 1,32 9% 1,04 39% 3,98 2,56 55%
Maruwai juta ton 1,36 1,32 3% 1,04 30% 3,90 2,56 52%
Lahai juta ton 0,08 - 100% - 100% 0,08 - 100%
Volume penjualan juta ton 1,19 0,97 23% 0,90 32% 3,01 2,19 38%
Maruwai juta ton 1,19 0,97 23% 0,90 33% 3,01 2,19 37%
Lahai juta ton - - - - - - - -
• Jepang bertahan sebagai pasar terbesar ADMR pada periode ini, dan tercatat peningkatan
volume dari China, yang selaras dengan peningkatan permintaan terhadap batu bara impor.
ADMR juga ingin memanfaatkan prospek pertumbuhan pasar regional lainnya dan
melanjutkan upaya pemasaran di negara-negara produsen baja utama. Bagan di bawah ini
menampilkan penjualan berdasarkan negara tujuan pada 9M23.
6
Page 7
Korea
7%
Indonesia
14% Japan
33%
India
20%
China
26%
• ADMR melanjutkan investasi pada fasilitas dan infrastruktur melalui peningkatan hauling road,
serta ekspansi pada fasilitas penyimpanan bahan bakar maupun akomodasi karyawan. ADMR
juga telah menunjuk kontraktor konstruksi untuk fasilitas konveyor pemuatan tongkang yang
kedua. Ekspansi ini akan meningkatkan kapasitas pemuatan tongkang dan secara efisien
mendukung kegiatan logistik untuk meningkatkan volume penjualan.
• Lebih lanjut, untuk mendukung rencana peningkatan produksi sampai 6 juta ton per tahun,
proses tender MC untuk ekspansi fasilitas karyawan di area Lampunut hampir rampung,
dengan rencana untuk memulai konstruksi pada kuartal pertama 2024.
PT KALIMANTAN ALUMINIUM INDUSTRY (KAI)
• Melalui KAI, ADMR aktif mengembangkan peluang di bidang mineral, dengan fokus pada
hilirisasi pengolahan mineral. Bisnis ini memimpin transformasi Grup Adaro untuk menunjang
ekonomi hijau dan mengejar pertumbuhan yang berkelanjutan.
• Setelah penandatanganan perjanjian fasilitas pinjaman pada 2Q23, saat ini KAI berfokus pada
tahap pra konstruksi proyek smelter aluminium. Sampai akhir 3Q23, KAI telah merampungkan
pembukaan lahan untuk mess permanen, pemecah gelombang jeti (coastal jetty breakwater),
dan konstruksi fasilitas pendukung seperti gudang laydown luar (outdoor), bengkel alat berat,
dan batching plant. KAI juga telah memulai pekerjaan piling untuk fondasi area smelter, serta
konstruksi fasilitas pendukung lainnya, termasuk camp sementara, gudang dalam (indoor),
dan pabrik bata.
• KAI telah menunjuk seluruh kontraktor utama untuk konstruksi dan instalasi smelter
aluminium. Selanjutnya, pada 4Q23 KAI akan melanjutkan pekerjaan untuk meningkatkan
kondisi tanah dan perataan lahan di area smelter aluminium, serta melanjutkan pengerukan,
konstruksi kargo berat, kargo universal, dan berthing trestle untuk area jeti.
7
Page 8
KESEHATAN, KESELAMATAN DAN LINGKUNGAN (K3LH)
Sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat budaya keselamatan di antara para karyawan
dan kontraktor, perusahaan terus mempertahankan dan meningkatkan implementasi Adaro Zero
Accident Mindset (AZAM) Grup Adaro. Program kesehatan dan keselamatan ADMR difokuskan
pada implementasi Praktik Pertambangan yang Baik (GMP) melalui berbagai cara, di antaranya
penilaian risiko kesehatan dan keselamatan, inspeksi tempat kerja, inspeksi kesehatan dan
higiene industri, pelatihan keselamatan, peningkatan kesadaran dan pengawasan lingkungan
kerja.
Selama sembilan bulan pertama 2023, MC dan LC mencatat satu insiden lost-time injury (LTI)
yang melibatkan salah satu kontraktor, sehingga lost-time injury frequency rate (LTIFR) tercatat
0,46, dengan severity rate sebesar 17,17. Namun, KAI mencatat tidak adanya insiden LTI, LTIFR,
maupun severity rates pada kuartal ketiga 2023. Total jam kerja (man-hours) selama sembilan
bulan tersebut untuk MC dan LC mencapai 8.737.168 dan untuk KAI mencapai 3.155.422.
AKTIVITAS KORPORASI
Peluncuran Enviromet – Produk Batu Bara Kokas Keras Pertama Indonesia
ADMR meluncurkan produk Enviromet pada acara Coaltrans Asia 2023 di Bali. Enviromet adalah
produk batu bara kokas keras pertama Indonesia, yang dengan kandungan abu dan fosfor yang
rendah dan kandungan vitrinit yang tinggi menjadi produk premium di pasar batu bara metalurgi.
Karakteristik ini penting untuk mempertahankan proses produksi kokas dan baja yang efisien,
berkualitas tinggi dan ramah lingkungan.
Laporan Penggunaan Dana Penawaran Saham Perdana (IPO) per September 2023
Mematuhi peraturan OJK di Indonesia mengenai penggunaan dana IPO, kami telah
mengungkapkan alokasi dana per September 2023 kepada publik. Seluruh perolehan IPO telah
digunakan. Dari saldo yang tersisa, sejumlah Rp342,8 miliar telah ditransfer ke MC untuk belanja
modal yang terkait dengan pengembangan infrastruktur.
###
Materi ini disusun oleh PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (“Perusahaan”) dan belum diverifikasi secara independen.
Perusahaan tidak memberikan pernyataan atau jaminan, baik yang dinyatakan ataupun tersirat, dan tidak bertanggung
jawab atas akurasi, kewajaran atau kelengkapan informasi yang tersaji atau terkandung dalam materi ini. Perusahaan
atau afiliasinya, penasihat atau perwakilannya melepaskan diri dari tanggung jawab atas segala kerugian yang timbul
dari informasi yang tersaji atau terkandung materi ini. Informasi yang tersaji atau terkandung dalam materi ini dapat
diubah tanpa pemberitahuan sebelumnya dan tidak ada jaminan atas akurasinya.
Materi ini mengandung pernyataan-pernyataan yang merupakan pernyataan berwawasan ke depan. Pernyataan-
pernyataan tersebut termasuk gambaran mengenai maksud, keyakinan atau ekspektasi saat ini dari Perusahaan atau
8
Page 9
para pejabatnya sehubungan dengan hasil operasi dan kondisi keuangan konsolidasian Perusahaan. Pernyataan-
pernyataan ini dapat diidentifikasi dengan penggunaan kata-kata seperti “diperkirakan,” “berencana,” “akan,”
“estimasi,” “proyeksi,” “bermaksud,” atau kata-kata yang bermakna serupa. Pernyataan-pernyataan berwawasan ke
depan tersebut bukan merupakan jaminan atas kinerja masa depan dan mengandung risiko dan ketidakpastian, dan
hasil aktual dapat berbeda dari yang terkandung dalam pernyataan-pernyataan berwawasan ke depan tersebut karena
berbagai faktor dan asumsi. Perusahaan tidak berkewajiban dan tidak menjanjikan untuk merevisi pernyataan-
pernyataan berwawasan ke depan tersebut untuk mencerminkan peristiwa maupun situasi di masa depan.
Materi ini hanya disajikan untuk memberikan informasi dan bukan merupakan ataupun menjadi bagian dari suatu
penawaran, permohonan atau undangan dari penawaran untuk membeli atau mensubskripsi efek Perusahaan, di
dalam wilayah hukum mana pun, dan materi ini maupun bagian apa pun darinya tidak menjadi dasar, atau diandalkan
sehubungan dengan kontrak, komitmen atau keputusan investasi apa pun. Keputusan untuk membeli atau
mensubskripsi efek Perusahaan harus dibuat setelah mendapatkan nasihat profesional sebagaimana mestinya.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kalangan investor:
Thomas Coombes | Thomas.Coombes@adaro.com
Kalangan media:
Febriati Nadira | Febriati.Nadira@adaro.com
9
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.