Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 28
Page 1
Nomor Surat No. 0340/EXT-DIR/SRT/10/2023
Nama Emiten Asuransi Harta Aman Pratama Tbk
Kode Emiten AHAP
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 9 Bulan yang berakhir pada 30/09/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
Dokumen ini merupakan dokumen resmi Asuransi Harta Aman Pratama Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara
elektronik. Asuransi Harta Aman Pratama Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 September 2023
Nama entitas Asuransi Harta Aman Pratama Entity name
Tbk
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas AHAP Entity code
Nomor identifikasi entitas AA121 Entity identification number
Industri utama entitas Asuransi / Insurance Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor G. Financials Sector
Subsektor G4. Insurance Subsector
Industri G41. Insurance Industry
Subindustri G412. General Insurance Subindustry
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
National Corporation
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Pengembangan / Development
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas tunggal / Single entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal III / Third Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan September 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya September 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah 15,383.00000 presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Satuan Penuh / Full Amount statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Tidak / No Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
Page 3
partner
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[6220000] Statement of financial position presented using order of liquidity -
Insurance Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 September 2023 31 December 2022
Aset Assets
Kas dan setara kas 16,010,926,626 12,997,982,539 Cash and cash equivalents
Piutang premi 100,035,945,695 98,637,749,374 Premium receivables
Piutang reasuransi 76,859,524,533 118,734,669,434 Reinsurance receivables
Piutang lainnya 4,274,442,275 2,213,172,078 Other receivables
Aset reasuransi 505,352,676,568 478,006,031,302 Reinsurance assets
Investasi Investments
Investasi dalam deposito Investments in time
147,251,100,000 135,052,400,000
berjangka deposits
Investasi pada efek dan Investments on securities
reksadana yang diukur and mutual funds at fair
135,196,118 129,257,646
pada nilai wajar melalui value through profit or loss
laba rugi
Investasi pada efek yang Investments on amortized
biaya perolehan 61,974,369,045 62,092,990,881 cost securities
diamortisasi
Penyertaan saham 1,523,369,760 1,378,049,820 Investments in shares
Investasi lainnya 2,912,264,688 2,916,573,599 Other investments
Biaya dibayar dimuka 15,680,345,923 5,176,210,045 Prepaid expenses
Aset pajak tangguhan 4,570,411,799 4,570,411,799 Deferred tax assets
Aset tetap Property, plant, and
7,939,009,138 8,910,690,968
equipment
Aset hak guna 924,701,432 1,519,152,372 Right of use assets
Aset lainnya 974,106,195 944,106,196 Other assets
Jumlah aset 946,418,389,795 933,279,448,053 Total assets
Liabilitas, dana tabarru, dan Liabilities, tabarru funds and
ekuitas equity
Liabilitas Liabilities
Utang reasuransi 773,503,045 26,814,718,185 Reinsurance payables
Utang komisi 4,436,715,375 6,193,276,736 Commission payables
Utang klaim 6,024,523,841 4,264,053,598 Claim payables
Utang pajak 443,307,722 1,139,817,646 Taxes payable
Beban akrual 9,290,328,573 5,911,759,672 Accrued expenses
Liabilitas kontrak Insurance contract
asuransi liabilities
Liabilitas asuransi atas Insurance liabilities on
premi yang belum unearned premium
233,656,389,646 225,941,770,626
merupakan
pendapatan
Liabilitas asuransi atas Insurance liabilities on
estimasi liabilitas klaim 468,734,794,894 426,682,756,290 estimated claims
liability
Kewajiban imbalan pasca Post-employment benefit
9,767,901,413 10,352,555,122
kerja obligations
Liabilitas lainnya 17,394,325,955 15,911,476,892 Other liabilities
Jumlah liabilitas 750,521,790,464 723,212,184,767 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 245,000,000,000 245,000,000,000 Common stocks
Page 5
Tambahan modal Additional paid-in
78,178,625,152 78,178,625,152
disetor capital
Cadangan perubahan Reserve for changes in
nilai wajar aset fair value of fair value
keuangan nilai wajar 526,209,026 380,889,086 through other
melalui pendapatan comprehensive income
komprehensif lainnya financial assets
Komponen ekuitas Other components of
5,582,898,227 5,582,898,227
lainnya equity
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan 600,000,000 600,000,000 retained earnings
penggunaannya
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan ( 133,991,133,074 ) ( 119,675,149,179 ) retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
195,896,599,331 210,067,263,286
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Jumlah ekuitas 195,896,599,331 210,067,263,286 Total equity
Jumlah liabilitas, dana Total liabilities, tabarru
946,418,389,795 933,279,448,053
tabarru dan ekuitas funds and equity
Page 6
[6312000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by nature - Insurance Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 September 2023 30 September 2022
Pendapatan dari premi asuransi Revenue from insurance
484,764,164,373 534,431,672,561
premiums
Premi reasuransi ( 300,527,069,443 ) ( 328,723,342,331 ) Reinsurance premiums
Penurunan (kenaikan) premi Decrease (increase) in unearned
yang belum merupakan 6,265,904,352 ( 37,191,074,116 ) premiums
pendapatan
Pendapatan komisi 87,704,749,417 94,317,377,911 Commission income
Pendapatan bersih investasi 6,882,731,876 5,647,282,858 Net investment income
Beban klaim ( 306,413,009,120 ) ( 364,629,108,266 ) Claim expenses
Klaim reasuransi 205,590,125,645 267,831,324,376 Reinsurance claims
Kenaikan (penurunan) estimasi Increase (decrease) in estimated
( 30,024,009,382 ) ( 10,469,162,778 )
liabilitas klaim claims liability
Beban komisi ( 69,834,285,121 ) ( 81,117,336,274 ) Commission expenses
Beban underwriting lainnya ( 766,280,159 ) 7,252,671,142 Other underwriting expenses
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 97,959,006,333 ) ( 92,044,531,479 )
expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
( 14,315,983,895 ) ( 4,694,226,396 )
pajak penghasilan
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
( 14,315,983,895 ) ( 4,694,226,396 )
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) ( 14,315,983,895 ) ( 4,694,226,396 ) Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif Other comprehensive income,
lainnya, setelah pajak after tax
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, 145,319,940 40,503,930 income, after tax
setelah pajak
Jumlah laba rugi komprehensif ( 14,170,663,955 ) ( 4,653,722,466 ) Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
( 14,315,983,895 ) ( 4,694,226,396 )
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas ( 14,170,663,955 ) ( 4,653,722,466 ) attributable to parent entity
induk
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang ( 2.92 ) ( 0.96 ) share from continuing
dilanjutkan operations
Page 7
[6410000] Statement of changes in equity - Insurance Industry - Current Year
30 September 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan perubahan
nilai wajar aset Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Komponen transaksi
Saham biasa Tambahan modal disetor keuangan nilai wajar ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
ekuitas lainnya
melalui pendapatan penggunaannya penggunaannya entitas induk
komprehensif lainnya
Reserve for changes in
fair value of fair value
Other components of Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital through other Equity
equity transactions earnings earnings parent entity
comprehensive income
financial assets
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 245,000,000,000 78,178,625,152 380,889,086 5,582,898,227 600,000,000 ( 119,675,149,179 ) 210,067,263,286 210,067,263,286 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 245,000,000,000 78,178,625,152 380,889,086 5,582,898,227 600,000,000 ( 119,675,149,179 ) 210,067,263,286 210,067,263,286 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) ( 14,315,983,895 ) ( 14,315,983,895 ) ( 14,315,983,895 ) Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya 145,319,940 145,319,940 145,319,940 Other comprehensive income
Posisi ekuitas, akhir periode 245,000,000,000 78,178,625,152 526,209,026 5,582,898,227 600,000,000 ( 133,991,133,074 ) 195,896,599,331 195,896,599,331 Equity position, end of the period
Page 8
[6410000] Statement of changes in equity - Insurance Industry - Prior Year
30 September 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan perubahan
nilai wajar aset Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Komponen transaksi
Saham biasa Tambahan modal disetor keuangan nilai wajar ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
ekuitas lainnya
melalui pendapatan penggunaannya penggunaannya entitas induk
komprehensif lainnya
Reserve for changes in
fair value of fair value
Other components of Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital through other Equity
equity transactions earnings earnings parent entity
comprehensive income
financial assets
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 147,000,000,000 79,565,500,000 541,627,671 6,634,858,659 600,000,000 ( 112,205,765,972 ) 122,136,220,358 122,136,220,358 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 147,000,000,000 79,565,500,000 541,627,671 6,634,858,659 600,000,000 ( 112,205,765,972 ) 122,136,220,358 122,136,220,358 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) ( 4,694,226,396 ) ( 4,694,226,396 ) ( 4,694,226,396 ) Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya 40,503,930 40,503,930 40,503,930 Other comprehensive income
Transaksi ekuitas lainnya 98,000,000,000 ( 1,386,874,848 ) 96,613,125,152 96,613,125,152 Other equity transactions
Posisi ekuitas, akhir periode 245,000,000,000 78,178,625,152 582,131,601 6,634,858,659 600,000,000 ( 116,899,992,368 ) 214,095,623,044 214,095,623,044 Equity position, end of the period
Page 9
[6510000] Statement of cash flows, direct method - Insurance Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 September 2023 30 September 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan premi asuransi Receipts from insurance
475,066,179,751 525,534,565,507
premiums
Penerimaan klaim reasuransi Receipts from reinsurance
335,170,019,962 338,618,457,992
claims
Pembayaran komisi ( 71,590,846,481 ) ( 93,842,704,807 ) Payments of commission
Pembayaran premi Payments for reinsurance
( 326,568,284,583 ) ( 356,887,955,045 )
reasuransi premiums
Pembayaran klaim dan Payments for insurance
( 304,652,538,876 ) ( 342,217,068,245 )
manfaat asuransi claims and benefits
Pembayaran beban umum Payments for general and
( 91,643,936,636 ) ( 87,186,150,529 )
dan administrasi administrative expense
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
15,780,593,137 ( 15,980,855,127 )
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Penerimaan hasil investasi Receipts of investment
5,757,210,261 4,624,948,287
income
Penerimaan dari penjualan Proceeds from disposal of
1,295,000,000 28,858,966
aset tetap property and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 256,605,004 ) ( 660,212,039 )
aset tetap property and equipment
Penerimaan dari penjualan Proceeds from disposal of
135,188,830,008 16,875,865,187
properti investasi investment properties
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 147,415,857,673 ) ( 64,705,099,035 )
properti investasi investment properties
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 7,336,226,642 ) ( 4,457,378,621 ) from investing activities
investasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 12,767,649,050 ) ( 48,293,017,255 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Penerimaan dari penerbitan Proceeds from issuance of
98,000,000,000
saham biasa common stocks
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 25,000,000,000 ) from financing activities
pendanaan
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
0 73,000,000,000
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
3,012,944,087 8,726,127,618
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
12,997,982,539 5,516,122,743
awal periode flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
16,010,926,626 14,242,250,361
akhir periode cash flows, end of the period
Page 10
[6610000] Explanation for Significant Accounting Policy - Insurance Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 September 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan disusun sesuai dengan PSAK No. 1 (Revisi 2013), ?Penyajian Laporan Keuangan?. Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian PSAK revisi ini mengubah pengelompokkan item-item yang disajikan dalam penghasilan komprehensif statements
lain (OCI). Item-item yang akan direklasifikasi ke laba rugi akan disajikan terpisah dari item-item yang
tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan
usaha serta atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas yang menggunakan dasar kas. Dasar
pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost),
kecuali untuk beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana yang
diungkapkan pada kebijakan akuntansi dalam masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas disusun
dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan
keuangan adalah Rupiah (Rp) yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Ketika
Perusahaan menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara restrospektif atau membuat penyajian
kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika Perusahaan mereklasifikasi pos-pos dalam laporan
keuangannya maka Perusahaan menyajikan kembali laporan posisi keuangan pada awal periode
komparatif yang disajikan.
Kas dan setara kas Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan Cash and cash equivalents
perusahaan. Kas di bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya sehubungan dengan
persyaratan perjanjian pinjaman atau perjanjian lainnya disajikan sebagai ?Kas di Bank dan Deposito
Berjangka yang Dibatasi Penggunaannya?. Kas di bank dan deposito berjangka yang akan digunakan
untuk membayar liabilitas yang akan jatuh tempo dalam 1 (satu) tahun.
Aset tetap Perusahaan menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2011), ?Aset Tetap?. Aset tetap dinyatakan sebesar Fixed assets
biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk
biaya penggantian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan.
Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah
tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan.
Semua biaya perbaikan dan pemeliharaan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Aset tetap disusutkan
dengan menggunakan saldo menurun (Declining Balance Method) berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomis aset tetap sebagai berikut: Tahun/Years Bangunan 20 Peralatan kantor 4 dan/ and 8
Kendaraan bermotor 8 Tanah dinyatakan sebesar nilai perolehan dan tidak disusutkan, kecuali dapat
dibuktikan bahwa tanah tersebut mempunyai umur manfaat tertentu. Beban-beban tertentu
sehubungan dengan perolehan tanah pada saat perolehan pertama kali diakui sebagai bagian
perolehan tanah. Biaya yang berhubungan dengan perpanjangan hak-hak kepemilikan tanah
ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atas tanah atau umur ekonomis tanah (jika
dapat ditentukan), mana yang lebih pendek. Beban-beban ini disajikan sebagai bagian dari ?Beban
Ditangguhkan? dalam kelompok aset takberwujud pada laporan posisi keuangan. Beban perbaikan
dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada saat
terjadinya; biaya penggantian atau inspeksi yang signifikan dikapitalisasi pada saat terjadinya, dan jika
Page 11
besar kemungkinan manfaat ekonomis dimasa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir
ke Perusahaan, dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat aset tetap
dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan
yang diharapkan dari penggunaaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset)
dimasukkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada tahun aset tersebut
dihentikan pengakuannya. Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode
penyusutan direview, dan disesuaikan secara prospektif bila diperlukan.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi Impairment of non-financial assets
yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual
pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi
kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Jumlah
pemulihan atas aset tetap didasarkan pada estimasi dan asumsi khususnya mengenai prospek pasar
dan arus kas terkait dengan aset. Estimasi arus kas masa depan mencakup perkiraan mengenai
pendapatan masa depan. Setiap perubahan dalam asumsi-asumsi ini mungkin memiliki dampak
material terhadap pengukuran jumlah terpulihkan dan bisa mengakibatkan penyesuaian penyisihan
penurunan nilai yang sudah dibukukan.
Pengakuan pendapatan dan beban Pengakuan Pendapatan Premi Premi dari kontrak asuransi dan reasuransi diakui sebagai pendapatan Revenue and expense recognition
selama periode polis (kontrak) berdasarkan proporsi jumlah proteksi yang diberikan. Premi dari polis
bersama diakui sebesar pangsa premi Perusahaan. Premi reasuransi adalah bagian dari premi bruto
yang menjadi hak reasuradur berdasarkan perjanjian (kontrak) reasuransi. Premi reasuransi diakui
selama periode kontrak reasuransi secara proporsional dengan proteksi diperoleh. Perusahaan
mereasuransikan sebagian risiko atas akseptasi pertanggungan kepada perusahaan asuransi lain dan
perusahaan reasuransi. Jumlah premi dibayar atau bagian premi atas transaksi reasuransi prospektif
diakui sebagai premi reasuransi selama periode kontrak reasuransi secara proporsional dengan
proteksi yang diberikan. Pembayaran atau liabilitas atas transaksi reasuransi retrospektif diakui
sebagai piutang reasuransi sebesar liabilitas yang dicatat sehubungan kontrak reasuransi tersebut.
Premi belum merupakan pendapatan dari kontrak asuransi jangka pendek ditentukan untuk
masing-masing jenis pertanggungan dihitung berdasarkan premi neto sesuai dengan proporsi jumlah
hari sampai dengan polis berakhir (proporsional harian). Kenaikan atau penurunan premi yang belum
merupakan pendapatan adalah selisih antara saldo premi yang belum merupakan pendapatan tahun
berjalan dan tahun lalu. Premi dari kontrak asuransi dan reasuransi jangka pendek diakui sebagai
pendapatan sesuai periode polis (kontrak) berdasarkan proporsi jumlah proteksi yang diberikan. Premi
dari polis bersama diakui sebesar pangsa premi Perusahaan. Premi hak reasuransi diakui sebagai
premi asuransi selama periode kontrak reasuransi secara proporsional dengan proteksi yang diperoleh.
Porsi reasuransi aset atas premi belum merupakan pendapatan diukur berdasarkan kontrak reasuransi
terkait konsisten dengan metode pengukuran premi belum merupakan pendapatan. Penyajian
pendapatan premi neto dalam laporan laba rugi menunjukan jumlah premi bruto, premi reasuransi, dan
kenaikan/(penurunan) premi belum merupakan pendapatan, premi reasuransi disajikan sebagai
pengurang premi bruto. Premi yang belum merupakan pendapatan dihitung berdasarkan premi neto
sesuai dengan proporsi jumlah hari yang belum dijalani sampai dengan polis berakhir. Aset Reasuransi
Aset reasuransi adalah hak kontraktual neto cendant dalam suatu kontrak reasuransi. Nilai aset
reasuransi atas liabilitas manfaat polis masa depan , premi yang belum merupakan pendapatan, dan
estimasi liabilitas klaim diestimasi secara konsisten dengan pendekatan yang digunakan dalam
menentukan masing-masing liabilitas manfaat polis masa depan, premi yang belum merupakan
pendapatan dan estimasi liabilitas klaim, berdasarkan syarat dan ketentuan dari kontrak reasuransi.
Biaya akuisisi Biaya akuisisi merupakan beban yang terjadi untuk mendapatkan premi asuransi, seperti
Page 12
komisi yang dibayarkan kepada pialang asuransi, agen dan entitas asuransi lain. Biaya akuisisi ini ditangguhkan dan diamortisasi berdasarkan dengan periode berlakunya polis asuransi, sesuai dengan metode premi yang belum merupakan pendapatan. Estimasi liabilitas klaim Estimasi liabilitas klaim merupakan estimasi jumlah liabilitas yang menjadi tanggungan sehubungan dengan klaim yang masih dalam proses penyelesaian, termasuk klaim yang terjadi namun belum dilaporkan. Perubahan jumlah estimasi liabilitas klaim, sebagai akibat proses penelaahan lebih lanjut dan perbedaan antara jumlah estimasi klaim dengan klaim yang dibayarkan diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya perubahan. Perusahaan tidak mengakui setiap provisi untuk kemungkinan klaim masa depan sebagai liabilitas jika klaim tersebut timbul berdasarkan kontrak asuransi yang tidak ada pada akhir periode pelaporan (seperti provisi katastrofa dan provisi penyetaraan). Pada akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah liabilitas asuransi yang diakui telah mencukupi dengan menggunakan estimasi kini atas arus kas masa depan terkait dengan kontrak asuransi. Jika nilai tercatat liabilitas asuransi setelah dikurangi dengan biaya akuisisi tangguhan terkait tidak mencukupi dibandingkan dengan estimasi arus kas masa depan, maka seluruh kekurangan tersebut diakui dalam laba rugi periode berjalan. Beban klaim Beban klaim meliputi klaim disetujui (settled claim), klaim dalam proses penyelesaian termasuk klaim yang terjadi namun belum dilaporkan dan beban penyelesaian klaim. Beban klaim tersebut diakui sebagai beban pada saat timbulnya kewajiban untuk memenuhi klaim. Bagian klaim reasuradur diakui dan dicatat sebagai pengurang beban klaim pada periode yang sama dengan periode pengakuan beban klaim. Hak subrogasi diakui sebagai pengurang beban klaim pada saat realisasi. Jumlah klaim dalam proses penyelesaian (estimasi klaim retensi sendiri) dihitung berdasarkan estimasi kerugian retensi sendiri dari klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan. Perubahan dalam estimasi klaim retensi sendiri diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada tahun terjadinya perubahan. Kenaikan (penurunan) estimasi klaim retensi sendiri adalah selisih antara klaim retensi sendiri tahun berjalan dengan tahun lalu. Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi menunjukan jumlah klaim bruto, klaim reasuransi, dan kenaikan/penurunan estimasi klaim retensi sendiri, klaim reasuransi disajikan sebagai pengurang klaim bruto. Cadangan atas estimasi klaim bruto dibuat berdasarkan taksiran beban klaim yang akan dibayar sesuai dengan klaimyang diterima Perusahaan sampai dengan tanggal laporan. Pemulihan klaim dari reasuradur untuk cadangan atas estimasi klaim bruto dicatat sebagai estimasi klaim bruto dicatat sebagai estimasi klaim reasuransi pada aset reasuransi. Perubahan jumlah estimasi klaim, sebagai akibat proses penelaahan lebih lanjut dan perbedaan antara jumlah estimasi klaim yang dibayarkan, diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya perubahan. Komisi Komisi yang diberikan kepada pialang asuransi, dan perusahaan asuransi lain sehubungan dengan penutupan pertanggungan dicatat sebagai beban komisi, sedangkan komisi yang diperoleh dari transaksi reasuransi dicatat sebagai pengurangan beban komisi dan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif komisi yang diperoleh lebih besar dari jumlah beban komisi, maka selisih tersebut disajikan sebagai pendapatan komisi neto dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Premi Premi diperlakukan dan diakui sebagai pendapatan selama jangka waktu periode pertanggungan asuransi. Premi dari polis bersama (coinsurance) diakui sebesar proporsi premi Perusahaan. Perusahaan mereasuransikan sebagian risiko atas akseptasi pertanggungan yang diperoleh kepada perusahaan asuransi lain dan perusahaan reasuransi. Jumlah premi dibayar atau bagian premi atas transaksi reasuransi prospektif diakui sebagai premi reasuransi sesuai periode kontrak reasuransi secara proporsional dengan proteksi yang diberikan. Pembayaran atau kewajiban atas transaksi reasuransi retrospektif diakui sebagai piutang reasuransi sebesar liabilitas yang dibukukan sehubungan kontrak reasuransi tersebut. Porsi reasuransi atas premi belum merupakan pendapatan ditentukan secara konsisten dengan pendekatan yang digunakan dalam menentukan premi yang belum merupakan pendapatan, berdasarkan syarat dan ketentuan dari kontrak reasuransi tersebut. Hasil investasi Hasil investasi dari bunga deposito berjangka dan obligasi
Page 13
diakui dengan menggunakan metode suku bunga yang berlaku. Penghasilan dividen diakui pada saat
surat pemberitahuan pembagian dividen diterima. Keuntungan atau kerugian penjualan efek diakui
pada saat terjadinya transaksi. Selisih kurs mata uang asing yang berkaitan dengan investasi disajikan
sebagai bagian dari hasil investasi. Beban usaha dan beban lain-lain Beban usaha dan beban lain-lain
diakui sesuai manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual basis).
Transaksi dengan pihak berelasi Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikan dalam PSAK Transactions with related parties
7 (Revisi 2010) ?Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi? dan PSAK 7 (Penyesuaian 2015)
?Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi?. PSAK ini mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi
dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen dalam laporan keuangan konsolidasian dan
laporan keuangan tersendiri entitas induk dan juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara
individual. PSAK ini juga memberikan pengecualian dari persyaratan umum pengungkapan pihak
berelasi atas transaksi dengan pemerintah dan entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, atau
dipengaruhi secara signifikan oleh Pemerintah (entitas berelasi dengan Pemerintah). Pihak berelasi
adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya (entitas
pelapor). Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut: memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; memiliki pengaruh
signifikan atas entitas pelapor; atau personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas
pelapor. Suatu entitas mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika entitas jika memenuhi salah satu
hal berikut: entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas
induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain). satu entitas adalah entitas
asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang
merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama. suatu entitas adalah
ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
entitas tersebut adalah suatu program imbalan paska kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas
pelapor atau entitas lain yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang
menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasikan dalam huruf (a).
orang yang didentifikasikan dalam huruf (a.i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil
manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas). Transaksi ini dilakukan berdasarkan
persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama
dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi. Seluruh transaksi dan
saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan
persyaratan dan kondisi sebagaimana yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak mempunyai
hubungan pihak-pihak berelasi, telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan yang relevan.
Pajak penghasilan Perusahaan telah menetapkan PSAK No. 46 (Revisi 2014), "Pajak Penghasilan". PSAK ini telah Income taxes
menghapuskan pajak penghasilan final sebagai bagian dari beban pajak penghasilan. Oleh sebab itu,
Perusahaan memutuskan untuk menyajikan beban pajak penghasilan final sehubungan dengan
penghasilan sewa sebagai bagian dari beban operasi. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 5
tanggal 23 Maret 2002, penghasilan dari sewa pusat niaga dikenakan pajak final sebesar 10%, kecuali
untuk kontrak sewa yang ditandatangani sebelum peraturan tersebut yang dikenakan pajak 6%. Sesuai
dengan peraturan perundangan perpajakan, pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final
tidak lagi dilaporkan sebagai pendapatan kena pajak, dan semua beban sehubungan dengan
pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final tidak boleh dikurangkan. Apabila nilai
tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final berbeda dari dasar
pengenaan pajaknya maka perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aset atau liabilitas pajak
tangguhan. Beban pajak kini atas pendapatan yang dikenakan pajak penghasilan final diakui secara
Page 14
proporsional dengan jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada tahun berjalan. Selisih
antara jumlah pajak penghasilan final yang telah dibayar dengan jumlah yang dibebankan sebagai
beban pajak kini pada perhitungan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain diakui sebagai pajak
dibayar dimuka atau pajak yang masih harus dibayar. umlah tambahan pokok dan denda pajak yang
ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (SKP) diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian
selanjutnya. Jumlah tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan
pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset.
Imbalan kerja karyawan Perusahaan menerapkan PSAK 24 (Revisi 2014) ?Imbalan Kerja? dan Amandemen 2015 PSAK 24 Employee benefits
?Imbalan Kerja tentang Program Imbalan Pasti: Iuran Pekerja?, termasuk Penyesuaian 2016 PSAK 24.
Selain itu, Perusahaan juga mengadopsi ISAK 15 "PSAK 24: Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan
Pendanaan Minimum dan Interaksinya". PSAK ini memperkenalkan persyaratan untuk sepenuhnya
mengakui perubahan dalam liabilitas (aset) imbalan pasti termasuk pengakuan segera dari biaya
imbalan pasti termasuk biaya jasa lalu yang belum menjadi hak (vested), dan memerlukan pemilahan
dari biaya imbalan pasti keseluruhan menjadi komponen-komponen dan membutuhkan pengakuan
pengukuran kembali OCI (menghilangkan pendekatan ?koridor?), meningkatkan pengungkapan
tentang program imbalan pasti, modifikasi akuntansi untuk pesangon, termasuk membedakan antara
imbalan yang diberikan dalam pemberian jasa dan imbalan yang diberikan dalam pemutusan
hubungan kerja, dan mengubah pengakuan dan pengukuran imbalan pesangon. Amandemen 2015
PSAK 24 menyederhanakan akuntansi untuk kontribusi iuran dari pekerja atau pihak ketiga yang tidak
bergantung pada jumlah tahun jasa, misalnya iuran pekerja yang dihitung berdasarkan persentase
tetap dari gaji. Perusahaan mengadopsi program imbalan pasti yang tidak didanai dan mencatat
imbalan kerja untuk memenuhi imbalan di bawah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan dan Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Pengakuan Beban
imbalan kerja untuk pekerja harus diakui pada periode dimana imbalan diperoleh oleh pekerja,
daripada ketika dibayar atau terutang. Komponen biaya imbalan pasti diakui sebagai berikut: a. biaya
jasa diatribusikan ke periode sekarang dan masa lalu diakui dalam laba rugi; b. bunga neto pada
liabilitas atau aset imbalan pasti ditentukan dengan menggunakan tingkat diskonto pada awal periode
diakui dalam laba rugi; c. pengukuran kembali dari liabilitas atau aset imbalan pasti terdiri dari: -
keuntungan dan kerugian aktuarial; - imbal balik aset program; - setiap perubahan dalam dampak
batas atas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset)
imbalan pasti neto. diakui di OCI (tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya).
Pengukuran Pengukuran liabilitas (aset) imbalan pasti bersih mensyaratkan penerapan metode
penilaian aktuaria, atribusi imbalan untuk periode jasa, dan penggunaan asumsi aktuaria. Nilai wajar
aset program dikurangi dari nilai kini liabilitas imbalan pasti dalam menentukan defisit bersih atau
surplus. Nilai kini liabilitas imbalan pasti entitas dan biaya jasa terkait ditentukan dengan menggunakan
metode ?Projected Unit Credit?, yang menganggap setiap periode jasa akan menghasilkan satu unit
tambahan dari imbalan dan mengukur setiap unit secara terpisah untuk menghasilkan liabilitas akhir.
Hal ini mensyaratkan entitas untuk mengatribusikan imbalan pada periode kini (untuk menentukan
biaya jasa kini) dan periode kini dan periode lalu (untuk menentukan nilai kini liabilitas imbalan pasti).
Imbalan tersebut diatribusikan sepanjang periode jasa menggunakan formula imbalan yang dimiliki
program, kecuali jasa pekerja di tahun tahun akhir akan meningkat secara material dibandingkan
tahun-tahun sebelumnya, dalam hal ini menggunakan dasar metode garis lurus. Biaya jasa lalu adalah
perubahan liabilitas imbalan pasti atas jasa pekerja pada periode-periode lalu, yang timbul sebagai
akibat dari perubahan pengaturan program dalam periode kini (yaitu memperkenalkan perubahan
program atau mengubah imbalan yang akan dibayar, atau kurtailmen yang secara signifikan
mengurangi jumlah pekerja yang disertakan). Biaya jasa lalu diakui sebagai beban pada awal tanggal
Page 15
ketika perubahan program atau kurtailmen terjadi dan tanggal ketika entitas mengakui setiap
pesangon, atau biaya terkait restrukturisasi dalam PSAK 57 ?Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset
Kontinjensi?. Keuntungan atau kerugian atas penyelesaian program imbalan pasti diakui pada saat
penyelesaian terjadi. Sebelum biaya jasa lalu ditentukan, atau keuntungan atau kerugian pada
penyelesaian diakui, liabilitas imbalan pasti atau aset disyaratkan untuk diukur kembali, namun entitas
tidak disyaratkan untuk membedakan antara biaya jasa lalu yang dihasilkan dari kurtailmen dan
keuntungan dan kerugian pada penyelesaian di mana transaksi ini terjadi bersama-sama.
Laba per saham Perusahaan menerapkan PSAK 56 (Revisi 2011), ?Laba per Saham?. PSAK ini menetapkan prinsip Earnings per share
penentuan dan penyajian laba per saham, sehingga meningkatkan daya banding kinerja antar entitas
berbeda pada periode pelaporan sama dan antar periode pelaporan berbeda untuk entitas yang sama.
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama periode
berjalan setelah dikurangi dengan saham yang diperoleh kembali. Saham biasa dapat diterbitkan atau
jumlah saham biasa dapat berkurang, tanpa disertai perubahan pada arus kas atau aset lain atau pada
liabilitas. Perubahan tersebut dapat berbentuk dividen saham, saham bonus, pemecahan saham atau
penggabungan saham. Untuk perhitungan laba per saham, perubahan tersebut dianggap seolah-olah
sudah terjadi pada awal tahun laporan keuangan yang disajikan.
Pelaporan segmen Perusahaan melaporkan informasi segmen yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk Segment reporting
mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan
lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi. Sebuah segmen operasi adalah sebuah komponen
dari entitas yang: terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan
beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas
yang sama); hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk
membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
kinerjanya; dan tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Perusahaan melakukan
segmentasi pelaporan berdasarkan informasi keuangan yang digunakan oleh pengambil keputusan
operasional dalam mengevaluasi kinerja segmen dan menentukan alokasi sumber daya yang
dimilikinya. Segmentasi berdasarkan aktivitas dari setiap kegiatan operasi entitas legal di dalam
entitas. Seluruh transaksi antar segmen telah dieliminasi
Penerapan standar akutansi baru Dalam tahun berjalan, Perusahaan telah menerapkan Standar Akuntansi Keuangan (?SAK?) dan The implementation of new statements of
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (?ISAK?) baru dan revisi termasuk pengesahan amandemen accounting standards
dan penyesuaian tahunan yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia yang dianggap relevan dengan kegiatan operasinya dan memengaruhi laporan keuangan
berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023. SAK dan
ISAK baru dan revisi termasuk pengesahan amandemen dan penyesuaian tahunan yang berlaku
efektif dalam tahun berjalan adalah sebagai berikut: - Amendemen PSAK 1 dan 25: Amendemen
PSAK 1 mengubah istilah ?signifikan? menjadi ?material? dan memberi penjelasan mengenai
kebijakan akuntansi material. Sedangkan Amendemen PSAK 25 memberi definisi baru dari ?estimasi
akuntansi? dan penjelasannya. Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi
Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang. Amendemen tersebut mengklarifikasi salah
satu kriteria dalam mengklasifikasikan liabilitas sebagai jangka panjang yaitu mensyaratkan entitas
memiliki hak untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas setidaknya selama 12 bulan setelah periode
pelaporan. Amendemen PSAK 16: Aset Tetap tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Perusahaan menerapkan PSAK No. 10 (Revisi 2010), ?Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing?. Foreign currency transactions and balances
Standar ini mengatur pengukuran dan penyajian mata uang suatu entitas di mana pengukuran mata
uang harus menggunakan mata uang fungsional sementara penyajian mata uang dapat menggunakan
Page 16
mata uang selain mata uang fungsional. Dalam menentukan mata uang fungsional, Perusahaan
mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut: a. mata uang yang paling mempengaruhi harga jual
untuk barang dan jasa, atau dari suatu negara yang kekuatan persaingan dan
perundang-undangannya sebagian besar menentukan harga jual dari barang dan jasanya; b. mata
uang yang paling mempengaruhi biaya tenaga kerja, material dan biaya-biaya lain dari pengadaan
barang atau jasa; c. mata uang yang mana dana dari aktivitas pendanaan (antara lain penerbitan
instrumen utang dan ekuitas) dihasilkan; d. mata uang dalam mana penerimaan dari aktivitas operasi
pada umumnya ditahan. Perusahaan menggunakan mata uang Rupiah sebagai mata uang fungsional
dan mata uang pelaporan. Transaksi dalam mata uang asing dicatat kedalam Rupiah dengan
menggunakan kurs pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan
liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs
tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan pada periode
tersebut. Laba atau rugi yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
Aset hak guna Entitas sebagai Penyewa Pada insepsi kontrak, Entitas menilai apakah kontrak adalah, atau Right of use assets
mengandung, sewa. Suatu kontrak adalah atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan
hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang identifikasian selama suatu jangka waktu waktu
untuk dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk
mengendalikan penggunaan aset yang identifikasian, Entitas harus menilai apakah: - Entitas memiliki
hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat ekonomik dari penggunaan aset
identifikasian selama periode penggunaan; dan - Entitas memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan
aset identifikasian. Entitas memiliki hak ini ketika Entitas memiliki hak pengambilan keputusan yang
paling relevan untuk mengubah cara dan tujuan penggunaan aset telah ditentukan sebelumnya: 1.
Entitas memiliki hak untuk mengoperasikan aset identifikasian; 2. Entitas telah mendesain aset
identifikasian dengan cara yang telah ditentukan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset itu
akan digunakan. Pada insepsi atau penilaian kembali kontrak yang berisi komponen sewa, Entitas
mengalokasikan imbalan dalam kontrak untuk setiap komponen sewa atas dasar harga tersendiri
relative dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa. Akan tetapi, untuk sewa perbaikan di
mana Entitas adalah penyewa, Entitas telah memilih untuk tidak memisahkan komponen nonsewa dan
mencatat komponen sewa dan nonsewa sebagai komponen sewa tunggal Pada saat permulaan sewa,
penyewa mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna awalnya diukur pada harga
perolehan, yang terdiri dari jumlah awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa
yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah biaya langsung awal yang timbul dan
estimasi biaya untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau merestorasi aset pendasar
ke kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa, dikurangi insentif sewa yang diterima.
Setelah tanggal permulaan, Entitas mengukur aset hak-guna dengan menggunakan model biaya yang
berkaitan aset tetap sesuai PSAK 16. Berdasarkan model biaya, aset hak-guna diukur pada biaya
perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan nilai. Jika sewa mengalihkan
kepemilikan aset pendasar kepada Entitas pada akhir masa sewa atau jika biaya perolehan aset
hak-guna mencerminkan bahwa penyewa akan mengeksekusi opsi beli, Entitas mendepresiasi
hak-guna sejak tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, Entitas
mendepresiasi aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir
umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa. Liabilitas sewa pada awalnya diukur pada nilai kini
dari pembayaran sewa yang terutang selama masa sewa, didiskontokan pada suku bunga implisit
dalam sewa jika hal itu dapat segera ditentukan. Jika suku bunga implisit tersebut tidak dapat segera
ditentukan, Entitas menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pembayaran sewa yang
termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri dari: pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap
Page 17
secara-substansi dikurangi piutang insentif sewa; pembayaran sewa variabel yang bergantung pada
indeks atau suku bunga, awalnya diukur menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal
permulaan; jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh Entitas dalam jaminan nilai residual; harga
eksekusi opsi beli yang cukup pasti Entitas akan mengeksekusi; dan pembayaran penalti untuk
penghentian sewa lebih awal kecuali Entitas cukup pasti untuk tidak menghentikan kontrak lebih awal.
Pembayaran sewa variabel yang tidak termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa diakui dalam
laporan laba rugi pada periode terjadinya peristiwa atau kondisi yang memicu terjadinya pembayaran,
kecuali biaya tersebut dimasukkan dalam nilai tercatat aset lain menurut Pernyataan lain. Liabilitas
sewa selanjutnya diukur kembali untuk mencerminkan perubahan dalam: masa sewa (menggunakan
tingkat diskonto yang direvisi); penilaian opsi beli (menggunakan tingkat diskonto yang direvisi); jumlah
yang diperkirakan akan dibayarkan dalam jaminan nilai residual (menggunakan tingkat diskonto yang
tidak berubah); atau pembayaran sewa masa depan sebagai akibat dari perubahan indeks atau suku
bunga yang digunakan untuk menentukan pembayaran tersebut (menggunakan tingkat diskonto yang
tidak berubah).
Beban dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi sesuai masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan Prepaid expenses
metode garis lurus (straight-line method).
Piutang dan utang asuransi Piutang premi meliputi tagihan premi kepada tertanggung/agen/broker sebagai akibat transaksi Insurance receivables and payables
asuransi. Dalam hal Perusahaan memberikan potongan premi kepada tertanggung, maka potongan
tersebut langsung dikurangkan dari piutang preminya. Penyisihan penurunan nilai dibentuk ketika
terdapat bukti-bukti objektif bahwa Perusahaan tidak akan dapat menagih semua piutang sesuai
dengan persyaratan awal piutang. Reorganisasi keuangan debitur atau tunggakan dalam pembayaran
dianggap sebagai indikator bahwa piutang telah turun nilainya. Jumlah penyisihan tersebut adalah
selisih antara nilai tercatat aset dengan estimasi nilai kini dari arus kas masa depan, yang
didiskontokan pada suku bunga efektif awal. Rugi penurunan nilai tersebut juga dihitung mengikuti
metode yang sama yang digunakan untuk aset keuangan. Eksposur risiko yang terkait dengan kontrak
asuransi dapat dimitigasi dengan melakukan diversifikasi portofolio kontrak asuransi dan area
geografis. Keberagaman risiko diperbaiki juga melalui pemilihan risiko dengan hati-hati dan
implementasi dari pedoman underwriting serta pengaturan program reasuransi. Nilai tercatat aset
tersebut dikurangi dengan akun penyisihan, dan jumlah kerugian yang terjadi diakui dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Ketika piutang usaha tidak dapat ditagih, piutang tersebut
akan dihapuskan terhadap akun penyisihan. Penerimaan atas jumlah yang sebelumnya telah
dihapuskan akan dikreditkan terhadap laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Instrumen keuangan Perusahaan menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2014), ?Instrumen Keuangan: Penyajian?, PSAK No. Financial instruments
55 (Revisi 2014), ?Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran? dan PSAK No. 60 (Revisi
2014), ?Instrumen Keuangan: Pengungkapan?. PSAK 50 (Revisi 2014), ?Instrumen Keuangan:
Penyajian?, menguraikan persyaratan akuntansi penyajian dari instrumen keuangan, terutama untuk
klasifikasi instrumen tersebut dalam aset keuangan, liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Standar
ini juga memberikan panduan pada klasifikasi terkait dengan suku bunga, dividen dan keuntungan /
kerugian, dan ketika aset keuangan dan liabilitas keuangan dapat di saling hapus. PSAK No. 60 (Revisi
2014) mensyaratkan pengungkapan kuantitatif dan kualitatif dalam laporan keuangan yang
memungkinkan para pengguna untuk mengevaluasi signifikansi instrumen keuangan atas posisi dan
kinerja keuangan, dan sifat dan tingkat risiko yang timbul dari instrumen keuangan yang mana entitas
Page 18
adalah terekspos selama periode dan pada akhir periode pelaporan dan bagaimana entitas mengelola risiko-risiko tersebut. Selain itu, standar ini menjelaskan persyaratan untuk pengungkapan risiko likuiditas. Prinsip-prinsip dalam standar ini melengkapi prinsip untuk pengakuan dan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam PSAK No. 55 (Revisi 2014), ?Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran?, dan untuk mengungkapkan informasi tentang instrumen keuangan di PSAK No. 60 (Revisi 2014), ?Instrumen Keuangan: Pengungkapan?. PSAK No. 55 (Revisi 2014) berkaitan dengan, antara lain, pengakuan awal dari aset dan liabilitas keuangan, pengukuran setelah pengakuan awal, penurunan nilai, penghentian pengakuan, dan akuntansi lindung nilai. Aset Keuangan - Pengakuan dan Pengukuran Awal Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, atau aset keuangan tersedia untuk dijual, mana yang sesuai. Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan diperlukan, mengevaluasi kembali pengklasifikasian aset tersebut pada setiap akhir periode keuangan. Aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah, dalam hal investasi yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Pengukuran Setelah Pengakuan Awal Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan, yang tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi (amortized cost) dengan menggunakan suku bunga efektif (effective interest rate). Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada saat pinjaman yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, demikian juga pada saat proses amortisasi. Liabilitas Keuangan Liabilitas keuangan dapat dikategorikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman dan utang, atau derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, mana yang sesuai. Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal. Pengakuan dan Pengukuran Awal Liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan dalam hal pinjaman dan utang, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Liabilitas keuangan Perusahaan meliputi utang usaha, utang lain-lain dan beban masih harus dibayar. Perusahaan mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan mereka sebagai pinjaman dan utang. Pengukuran Setelah Pengakuan Awal Setelah pengakuan awal, pinjaman dan utang yang dikenakan bunga selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada saat liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi. Saling Hapus Instrumen Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan terdapat niat untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan. Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi dengan penyisihan atas penurunan nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang tidak dapat ditagih. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif. Penurunan nilai dari aset keuangan Perusahaan menilai pada setiap tanggal laporan posisi keuangan apakah ada bukti obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Nilai tercatat aset tersebut dikurangi melalui penggunaan akun penyisihan. Jumlah kerugian tersebut diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Jika, dalam periode berikutnya, jumlah penurunan nilai berkurang dan penurunan tersebut dapat dikaitkan secara obyektif dengan sebuah peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui,
Page 19
kerugian penurunan nilai sebelumnya diakui dibalik. Setiap pembalikan berikutnya penurunan nilai
diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada tanggal pembalikan.
Penghentian pengakuan aset dan liabilitas keuangan Aset keuangan Aset keuangan (atau mana yang
lebih tepat, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) dihentikan
pengakuannya pada saat (1) hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah
berakhir, atau (2) Perusahaan telah mentransfer hak mereka untuk menerima arus kas yang berasal
dari aset atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan
material kepada pihak ketiga dalam ?pass-through arrangement?. (a) Perusahaan telah secara
substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat dari aset, atau (b) Perusahaan secara substansial
tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat suatu aset, namun telah mentransfer
kendali atas tersebut. Liabilitas keuangan Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat
liabilitas tersebut dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Ketika suatu liabilitas keuangan yang
ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan
yang berbeda secara substantial, atau modifikasi secara substansial persyaratan dari suatu liabilitas
yang saat ini ada, pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan
liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas
diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Penerapan standar akuntansi baru Dalam tahun berjalan, Perusahaan telah menerapkan Standar Akuntansi Keuangan (?SAK?) dan Adoption of new accounting standards
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (?ISAK?) baru dan revisi termasuk pengesahan amandemen
dan penyesuaian tahunan yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia yang dianggap relevan dengan kegiatan operasinya dan memengaruhi laporan keuangan
berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023. SAK dan
ISAK baru dan revisi termasuk pengesahan amandemen dan penyesuaian tahunan yang berlaku
efektif dalam tahun berjalan adalah sebagai berikut: - Amendemen PSAK 1 dan 25: Amendemen
PSAK 1 mengubah istilah ?signifikan? menjadi ?material? dan memberi penjelasan mengenai
kebijakan akuntansi material. Sedangkan Amendemen PSAK 25 memberi definisi baru dari ?estimasi
akuntansi? dan penjelasannya. Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi
Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang. Amendemen tersebut mengklarifikasi salah
satu kriteria dalam mengklasifikasikan liabilitas sebagai jangka panjang yaitu mensyaratkan entitas
memiliki hak untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas setidaknya selama 12 bulan setelah periode
pelaporan. Amendemen PSAK 16: Aset Tetap tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun PSAK 74: Kontrak Asuransi akan membuat Laporan Keuangan perusahaan asuransi menjadi Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif ?berdayabanding? (comparable) dengan industriindustri lain seperti perbankan dan perusahaan jasa effective
keuangan lainnya karena PSAK 62: Kontrak Asuransi yang berlaku saat ini masih memungkinkan
pelaporan yang bervariasi di setiap yurisdiksi/negara. Selain itu, PSAK 74 juga mensyaratkan
pemisahan yang jelas antara pendapatan yang dihasilkan dari bisnis asuransi dengan pendapatan dari
kegiatan investasi sehingga seluruh stakeholders (pemangku kepentingan) dari laporan keuangan,
termasuk pemegang polis maupun investor, mendapatkan informasi yang transparan atas laporan
keuangan perusahaan yang memiliki kontrak asuransi untuk produk perlindungan asuransi dengan fitur
investasi. PSAK 74 ini akan menggantikan PSAK 62 ?Kontrak Asuransi? dan mulai berlaku efektif 1
Januari 2025 dengan penerapan dini diperkenankan. Amendemen PSAK 74: Kontrak Asuransi ?
Penerapan Awal PSAK 74 dan PSAK 71- Informasi Komparatif, berlaku efektif ketika entitas pertama
kali menerapkan PSAK 74.
Page 20
[6611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Insurance Industry - Current Year
30 September 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and
Addition in property, plant, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning
and equipment plant, and equipment equipment, end period
period
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 1,003,839,000 1,003,839,000 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold
dimiliki langsung 10,541,349,300 67,763,029 10,609,112,329 improvement, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
11,584,066,214 188,841,975 11,772,908,189
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
3,192,001,000 ( 1,295,000,000 ) 1,897,001,000
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 26,321,255,514 256,605,004 ( 1,295,000,000 ) 25,282,860,518 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
26,321,255,514 256,605,004 ( 1,295,000,000 ) 25,282,860,518
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount,
dimiliki langsung 5,773,873,798 355,269,988 6,129,143,786 improvement, directly accumulated depreciation
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
8,897,940,840 746,536,575 9,644,477,415
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
2,738,749,908 101,432,889 ( 1,269,952,618 ) 1,570,230,179
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 17,410,564,546 1,203,239,452 ( 1,269,952,618 ) 17,343,851,380 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
17,410,564,546 1,203,239,452 ( 1,269,952,618 ) 17,343,851,380
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
8,910,690,968 7,939,009,138
equipment
Page 21
[6611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Insurance Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and
Addition in property, plant, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning
and equipment plant, and equipment equipment, end period
period
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 1,003,839,000 1,003,839,000 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold
dimiliki langsung 10,541,349,300 10,541,349,300 improvement, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
11,390,517,435 427,751,001 ( 234,202,222 ) 11,584,066,214
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
2,941,879,000 440,072,000 ( 189,950,000 ) 3,192,001,000
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 25,877,584,735 867,823,001 ( 424,152,222 ) 26,321,255,514 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
25,877,584,735 867,823,001 ( 424,152,222 ) 26,321,255,514
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount,
dimiliki langsung 5,301,686,326 472,187,472 5,773,873,798 improvement, directly accumulated depreciation
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
7,888,941,123 1,239,560,905 ( 230,561,188 ) 8,897,940,840
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
2,862,240,137 66,459,771 ( 189,950,000 ) 2,738,749,908
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 16,052,867,586 1,778,208,148 ( 420,511,188 ) 17,410,564,546 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
16,052,867,586 1,778,208,148 ( 420,511,188 ) 17,410,564,546
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
9,824,717,149 8,910,690,968
equipment
Page 22
[6611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - Insurance Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Seluruh aset termasuk tanah dan bangunan yang dimiliki Perusahaan tidak ada yang disewakan Disclosure of notes for property, plant and
maupun dijaminkan kepada pihak lain. Beban penyusutan untuk periode yang berakhir pada tanggal equipment
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 masing ? masing sebesar Rp1.203.239.452 dan
Rp1.778.208.148 (Catatan 28). Aset tetap, kecuali atas tanah, telah diasuransikan kepada, PT
Asuransi Dayin Mitra dan PT Asuransi Central Asia sebesar Rp24.228.822.370 dan Rp24.198.822.370
pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022. Manajemen telah mengkaji ulang atas
estimasi umur ekonomis, metode penyusutan, dan nilai residu pada setiap akhir periode pelaporan
Page 23
[6612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - Insurance Industry - Current Year
30 September 2023
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode
Aset hak guna, periode awal Penambahan aset hak guna
akhir
Right of use assets, beginning Right of use assets, end
Addition in right of use assets
period period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak guna 3,896,956,117 3,896,956,117 Building, right of use assets Carrying amount, gross
Aset hak guna 3,896,956,117 3,896,956,117 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak guna 2,377,803,745 594,450,940 2,972,254,685 Building, right of use assets Carrying amount, accumulated
Aset hak guna 2,377,803,745 594,450,940 2,972,254,685 Right of use assets depreciation
Nilai perolehan Aset hak guna 1,519,152,372 924,701,432 Right of use assets Carrying amount
Page 24
[6612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - Insurance Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode
Aset hak guna, periode awal Penambahan aset hak guna
akhir
Right of use assets, beginning Right of use assets, end
Addition in right of use assets
period period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak guna 3,896,956,117 3,896,956,117 Building, right of use assets Carrying amount, gross
Aset hak guna 3,896,956,117 3,896,956,117 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak guna 1,585,202,494 792,601,251 2,377,803,745 Building, right of use assets Carrying amount, accumulated
Aset hak guna 1,585,202,494 792,601,251 2,377,803,745 Right of use assets depreciation
Nilai perolehan Aset hak guna 2,311,753,623 1,519,152,372 Right of use assets Carrying amount
Page 25
[6612100] Disclosure of Notes to the financial statements - Right of Use Assets - Insurance Industry
Page 26
[6710000] Statement of source and distribution of Zakat Fund - Sharia Insurance
Page 27
[6720000] Statement of Changes in Saving Fund
Page 28
[6800000] Statement for use and source of Benevolent Funds
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.