Back to announcement
20231030_MKNT_Laporan Informasi dan Fakta Material_31483034_lamp1.pdf
Other Text extracted MKNTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1
Jakarta, 30 Oktober 2023
Nomor : 100/MKNT-BEI/X/2023
Kepada Yth,
PT. Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 lantai 6,
Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53 Jakarta Selatan 12190
Attn : Bpk. Adi Pratomo Aryanto
Kepala Divisi PP1
Perihal : Permintaan Penjelasan Bursa
Dengan hormat,
Sehubungan dengan surat dari PT Bursa Efek Indonesia, Nomor : S-09319/BEI.PP1/10-2023 tanggal 25
Oktober 2023 perihal Permintaan Penjelasan bursa, maka dengan ini kami rincikan atas penjelasan tersebut:
1. Merujuk pada materi public expose tanggal 14 Juli 2023, disebutkan bahwa strategi Perseroan ke
depannya adalah sebagai berikut:
a. Efisiensi cost opex.
b. Meningkatkan jumlah outlet target 10% dari existing.
c. Meningkatkan transaksi voucher fisik dara.
d. Melakukan kesepakatan harga antar mitra telkomsel.
e. Menaikan harga jual seluruh produk.
Agar dijelaskan:
a. Progress efisiensi cost opex.
Jawaban :
Berdasarkan Laporan 30 Juni 2023 dan 2022, Beban usaha Perseroan telah
mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal ini sejalan dengan strategi Perseroan
untuk melakukan efisiensi beban usaha.
b. Progress peningkatan jumlah outlet.
Jawaban :
Saat ini, Outlet yang teregister/belanja di Group MKNT sudah sekitar 23.451
Outlet di bulan Oktober 2023, Masih ada Potensi sekitar 30.000 Outlet yang akan segera
akusisi.
c. Rincian peningkatan outlet.
Jawaban :
Page 2
Wilayah Sebelum Setelah
Sumatera Utara dan Sumatera Selatan 6.848 7.670
Jabodetabek dan Jawa Barat 6.414 7.184
Jawa Tengah dan Bali 5.858 8.617
Sulawesi dan Ambon 1.818 2.036
2. Merujuk pada keterbukaan informasi yang disampaikan, diketahui bahwa pada tanggal 1 Agustus
2023 Perseroan bersama dengan Bapak Edi Siswanto, telah mendirikan anak perusahaan baru
dengan nama PT Mitra Bintang Sejahtera Trading (MBST). MBST bergerak dalam bidang
perdagangan besar berbagai macam barang, perdagangan besar hasil tekstile dan perdagangan besar
peralatan telekomunikasi. Agar dijelaskan:
a. Apakah MBST telah beroperasi? Jelaskan.
Jawaban :
PT Mitra Bintang Sejahtera Trading rencananya akan mulai beroperasi dalam
pertengahan November 2023.
b. Lokasi Operasional MBST
Jawaban :
PT Mitra Bintang Sejahtera Trading berlokasi di AXA Tower Lantai 42, Jl. Prof. Dr.
Satrio Kav 18, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.
c. Latar Belakang Pendirian MBST
Jawaban :
Pendirian PT mitra Bintang Sejahtera Trading merupakan salah satu langkah
perseroan untuk memperbaiki kinerja operasional serta kinerja keuangan dengan
menambah bidang usaha yaitu sebagai berikut:
a. Perdagangan Besar Textil (46411)
b. Perdagangan Besar Pakaian (46412)
c. Perdagangan Besar Barang Lainnya Texstil (46414)
d. Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan Komputer (46511)
e. Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan lainnya (46599)
f. Perdagangan besar peralatan Telekomunikasi (46523)
g. Perdagangan Besar Piranti Lunak (46512)
h. Perdagangan Besar Cuku Cadang Elektronik (46521)
i. Perdagangan Besar Berbagai macam barang (46900)
j. Perdagangan Besar atas Dasar Balas Jasa (FEE) atau Kontrak (46100)
k. Aktivitas Perusahaan Holding (64200)
l. Real Estat yang dimiliki sendiri atau disewa (68111)
m. Rela Estat atas dasar balas jasa (fee) atau Kontrak (68200)
n. Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (70209)
d. Hubungan Afiliasi Perseroan dengan Bapak Edi Siswanto.
Jawaban :
Perseroan memberikan klarifikasi bahwa menurut definisi afiliasi sebagaimana
dimaksud dalam pasal 22 undang-undang no 4 tahun 2023 (UUPPSK), perseroan dan bapak
edi siswanto saat ini tidak memiliki hubungan afiliasi karena bapak edi siswanto
merupakan pemegang saham minoritas (kurang dari 20% saham).
Page 3
Adapun di periode-periode sebelumnya Bapak Edi Siswanto pernah menjabat
sebagai:
1. komisaris perseroan;
2. direktur dari PT monjess selaku pengendali Perseroan.
Sementara saat ini Bapak Edi Siswanto menjabat sebagai:
1. Direktur PT Bruton International yang mana PT Bruton International pernah
menjadi pemegang saham PT Monjess Investama
2. Direktur PT FS Pomona Indonesia yang mana PT FS Pomona Indonesia pernah
menjadi pemegang saham PT Monjess Investama
3. Merujuk pada CALK 1, tahun operasional PT Digifast Kreasi Indonesia (DKI) tidak dicantumkan.
Agar dijelaskan:
a. Apakah hal tersebut berarti DKI masih belum beroperasi?
Jawaban :
Mengklarifikasi bahwa sampai saat ini , PT DKI tidak beroperasi secara
komersial.
b. Rencana pengembangan DKI ke depannya.
Jawaban :
Sampai saat ini belum terdapat rencana operasi komersial untuk PT DKI. PT DKI
merupakan perusahaan yang membawahi anak anak usahanya yaitu PT Graha Planet
Nusantara dan PT Catalist Integra Prima Sukses.
4. Sebagian besar asset Perseroan berasal dari aset PT Catalist Integra Prima Sukses (CIPS). Agar
disampaikan informasi susunan pemegang saham CIPS per 30 September 2023.
Jawaban :
Berdasarkan Akta PT Catalist Integra Prima Sukses No 32 tanggal 8 Juli 2020, susunan
pemegang saham PT Catalist Integra sebagai berikut :
Pemegang Saham Jumlah (Lembar Saham)
PT Digifast Kreasi Indonesia 244.375 lembar
PT Arifindo Fimma Utama 43.125 lembar
5. Agar dijelaskan apakah terdapat pihak dengan kontribusi ke piutang usaha >10% per 30 Juni 2023,
khususnya dengan mempertimbangkan bahwa pada laporan keuangan tahun 2018 terdapat banyak
piutang usaha yang terkonsentrasi ke beberapa pihak.
Jawaban :
Pada tanggal 30 Juni 2023, tidak terdapat pelanggan yang memiliki kontribusi lebih dari
10% dari piutang usaha Perseroan.
6. Perseroan membukukan piutang lain-lain sebesar Rp3,4 miliar, menurun dari Rp5,5 miliar tahun
sebelumnya. Tidak terdapat keterangan rincian atas piutang lain-lain ini dalam CALK 6. Agar
dijelaskan idenfikasi pihak, jangka waktu, tingkat pengembalian (bunga), dan latar belakang
piutang tersebut.
Jawaban :
Page 4
Piutang lain-lain tersebut merupakan kepada pihak ketiga yang memiliki jangka waktu
kurang dari 1 tahun dan tidak dikenakan bunga. Piutang lain-lain tersebut diberikan Perseroan
kepada karyawan dan beberapa Perusahaan yang sebelumnya merupakan Entitas Anak Perseroan.
7. Perseroan membukukan kerugian belum direalisasi atas kenaikan (penurunan) nilai wajar investasi
saham sebesar Rp1 miliar per 30 Juni 2023, menurun dari kerugian tahun sebelumnya sebesar Rp7
miliar. Merujuk CALK 7 Investasi saham, Perseroan melakukan pembelian 24.700.000 lembar
saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk, pihak berelasi, dengan jumlah nilai seluruhnya sebesar
Rp2.470.000.000. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, nilai wajar investasi adalah
sebesar Rp3.260.400.000 dan Rp4.322.500.000. Perusahaan mencatat keuntungan (rugi) belum
direalisasi atas kenaikan (penurunan) nilai wajar tersebut masing-masing sebesar Rp616.512.000
and Rp 1.444.950.000 (setelah dampak pajak) dibagian ekuitas pada laporan posisi keuangan
konsolidasian tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Agar dijelaskan rincian penurunan nilai
wajar investasi saham per 30 Juni 2023.
Jawaban :
Perhitungan atas penurunan nilai wajar investasi saham per 30 Juni 2023 adalah sebagai
berikut:
PT MITRA KOMUNIKASI NUSANTARA Tbk dan Entitas Anak
PERHITUNGAN NILAI WAJAR INVESTASI
30 Juni 2023
Inventasi PT Kioson Komersial Indonesia Tbk
Investasi 1 Januari 2023:
- Jumlah lembar saham 24.700.000
- Harga wajar per 31 Desember 2022 175
Nilai investasi 1 Januari 2023 4.322.500.000
Perubahan nilai wajar dalam Laporan Laba Rugi:
- Jumlah lembar saham 24.700.000
- Selisih nilai wajar selama 2023 (43)
Kerugian penurunan nilai wajar investasi Sebelum Pajak (1.062.100.000)
Investasi 30 Juni 2023:
- Jumlah lembar saham 24.700.000
- Harga wajar per 30 Juni 2023 132
Nilai investasi 30 Juni 2023 3.260.400.000
Keuntungan (Kerugian) Belum Direalisasi atas Kenaikan
(Penurunan) Nilai Wajar 1 Januari 2023 Setelah Pajak 1.444.950.000
Perubahan nilai wajar selama 2023 (1.062.100.000)
Efek Pajak 233.662.000
Keuntungan (Kerugian) Belum Direalisasi atas Kenaikan
(Penurunan) Nilai Wajar 30 Juni 2023 Setelah Pajak 616.512.000
8. Pada tanggal 27 Juni 2023, Bapak Roby Tan selaku Komisaris Utama Perseroan mengajukan
pengunduran diri. Pengunduran diri ini telah disahkan dalam RUPS tahunan tanggal 14 Juli 2023.
Page 5
Merujuk pada pemberitaan media massa, Bapak Roby Tan disebut sebagai pendiri Perseroan. Agar
dijelaskan latar belakang pengunduran diri Bapak Roby Tan.
Jawaban :
Perseroan memberikan klarifikasi bahwa sebelum pengunduran dirinya, Bapak Roby Tan
merupakan Komisaris Utama Perseroan yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Direktur
Perseroan.
Dengan pengunduran diri beliau, hal ini tidak terdapat potensi gangguan atas operasional
maupun hal lainnya bagi Perseroan. Walaupun telah mengundurkan diri sebagai Komisaris Utama,
Perseroan dan Bapak Roby Tan juga masih menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dan
terbuka atas saran-saran dan masukan beliau untuk perkembangan Perseroan kedepannya.
9. Setelah permintaan penjelasan Bursa tanggal 9 Oktober 2023, kepemilikan saham PT Monjess
Investama (Pengendali) terus menurun hingga mencapai 33,85% dengan kisaran harga transaksi
Rp2,00-3,00. Agar dijelaskan:
a. Komitmen pengendali untuk mempertahankan pengendaliannya di Perseroan.
Jawaban:
Menurut keterangan yang didapatkan Perseroan dari manajemen PT Monjess
Investama selaku pemegang saham pengendali Perseroan, yang bersangkutan sampai
dengan saat ini masih memiliki komitment yang penuh sebagai pengendali Perseroan.
Adapun beberapa kali transaksi jual beli yang dilaksanakan PT Monjess Investama dengan
tujuan untuk memenuhi keperluan jangka pendek.
b. Informasi counterparty/pembeli saham yang dijual oleh Pengendali.
Jawaban:
Perseroan tidak dapat mencari pihak pembeli saham (counterparty) dari transaksi
tersebut karena transaksi dilakukan pada pasar reguler perdagangan Bursa Efek Indonesia.
c. Dasar penentuan harga transaksi.
Jawaban:
Dasar penentuan harga transaksi adalah harga pasar yang terjadi pada setiap
transaksi tersebut.
Demikian yang dapat kami sampaikan, atas bantuan dan kerjasamnya kami ucapkan terima kasih.
Hormat Kami,
PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk
Jefri Junaedi
Direktur Utama
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.