Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 46
Page 1
PT INDO ACIDATAMA Tbk LAPORAN KEUANGAN INTERIM PER TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023 (Tidak Diaudit) DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
Page 2
• PT.INDOACIDATAMATbk.
$, REACH
t•6''1W.'i' f l'l l l.,/ /
R'9"1tif'..on t,uni0er
(J1e"1 1iAS1f)1:,.41}-l)"~I
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
TENTANG
T ANGGUNG JA WAB ATAS LAPORAN KEUANGAN TRIWULAN UI TAHUN 2023
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
Kami yang benanda tangan di bawah ini :
1. Nama : Budhi Moeljono
Alarnat Kantor : Graha Kencana Lt 9. JI. Raya Perjuangan 88 Jakarta
Alarnat Domisili/ sesuai KTP atau : JI. Ir. H. Juanda 134
kartu identitas lain RT 002 R W 009 Kel . Gandekan Kee. Jebres Surakart.a
Nomor Telepon : 53660777
Jabatan : Presiden Direktur
2. Nama : Sharad Ganesh Ugrankar
AlamatKantor : Graha Keocana LI 9, JJ. Raya Perjuangan 88 Jakarta
Alarnat Domisil i/ sesuai KTP atau : Apt. Belleeza Tower IV/ I 23A
kartu identitas lain Grogol Selatan - Jakarta Selatan
Nomor Telepon : 53660777
Jabatan : Direktur
menyatalcan bahwa:
I. Bertanggungjawab alas penyusunan dan penyajian laporan keuangan perusahaan:
2. Laporan keuangan perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan standar akuntansi keuangan d i
Indonesia;
3. a . Semuu informasi dalarn laporan kuangan perusahaan te lah dimuat secani lengkap dan bmar;
b. Laporan keuangan perusahaan tidak mengandung informasi alJlu fakta mat~rial yang tidak bomat, dan
tidal< menghilWJgkan infonnasi atau fakta material ;
4. Bertanggung jawah alas s istem pengendalian intern dalam perusahaan.
Demik.ian pemyataan ini dibuat dengan scbenarnya.
Jahrta, 30 Oktober 20:!3
·~rn
,tr~ ~:!J
; .r -1
( (!:/ , ,-6EAKX3555
Sharad Ugnmk~ Budhi Moeljono /,.
Direlctur Presiden Direktur
Head Office : Factory :
Graha Kencana Suite 9-A JI. Raya Solo . Sragen Km 11 4 Kemin Kebakkramat,
JI. Raya Perjuangan No 88 Jakarta 11530. Indonesia Karanganyar 5776 2, Surak.arta. lndoneSla
Phone : (62-2 1) 53660777 Phone : (62-27 1) 648400 (nuntmg) Fax (62- 271) 64 8700
Fax. : (62-21 ) 53660698 Mall . P.O Box 302 , Surak.arta 57100 Indonesia
E-mail : acid atama@ac,datama co •d
Websrt e · http//www aCldatama co Id
Page 3
PT INDO ACIDATAMA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERM
Per Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 September 2023 31 Desember 2022
Catatan (Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Bank 3, 32, 33 19.023.548 14.505.411
Piutang Usaha 4, 32, 33
Pihak-pihak Berelasi 17 612.787 194.350
Pihak Ketiga 207.175.456 180.812.667
Aset Keuangan Lancar Lainnya 5 72.324 1.009.094
Persediaan 6 328.749.903 277.489.414
Pajak Dibayar Muka 7a. 10.074.519 5.922.923
Biaya Dibayar Muka 8 1.847.157 1.007.130
Uang Muka Pembelian dan Lainnya 9, 32 108.582.796 57.349.007
Total Aset Lancar 676.138.490 538.289.996
ASET TIDAK LANCAR
Properti Investasi 10 958.000 958.000
Aset Tetap 11 342.763.669 334.576.636
Aset Pajak Tangguhan 7.c 1.447.541 2.777.669
Total Aset Tidak Lancar 345.169.210 338.312.305
TOTAL ASET 1.021.307.700 876.602.301
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman Jangka Pendek 12, 33 200.792.607 143.195.723
Hutang Usaha 13, 32, 33 39.395.635 20.851.894
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya 14, 33 4.768.000 4.768.000
Uang Muka Penjualan 16 22.121.689 253.437
Hutang Pajak 7.d 7.979.082 3.553.927
Beban Akrual 18, 33 13.205.789 9.794.193
Hutang Deviden 15 13.390 10.636
Bagian Lancar atas Pinjaman Jangka Panjang
Hutang Bank 19, 33 8.113.857 8.113.857
Hutang Sewa 20, 33 949.537 646.843
Total Liabilitas Jangka Pendek 297.339.587 191.188.510
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman Janka Panjang- Setelah dikurangi Bagian Lancar
Hutang Bank 19, 33 3.280.874 9.366.267
Hutang Sewa 20, 33 1.214.322 657.719
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang 28 19.747.376 17.047.376
Total Liabilitas Jangka Panjang 24.242.572 27.071.362
TOTAL LIABILITAS 321.582.159 218.259.872
EKUITAS
Modal Saham - nilai nominal Rp. 50 per saham 21 301.000.000 301.000.000
Modal Dasar - 12.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh 6.020.000.000 saham
Tambahan Modal Disetor 22 600.000 600.000
Komponen Ekuitas Lainnya 154.579.133 154.579.133
Saldo Laba (Rugi) 243.546.408 202.163.296
Total Ekuitas 699.725.541 658.342.429
TOTAL LIABILITAS dan EKUITAS 1.021.307.700 876.602.301
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini
1
Page 4
PT INDO ACIDATAMA Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAINNYA
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 September 2023 30 September 2022
Catatan (Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
PENJUALAN 17, 23 751.088.055 684.308.969
BEBAN POKOK PENJUALAN 24 (568.039.037) (573.850.394)
LABA (RUGI) KOTOR 183.049.018 110.458.575
Beban Usaha 25 (114.062.652) (99.052.223)
Pendapatan Lainnya 26.a 2.519.719 5.995.347
Beban Lainnya 26.b (312.308) (9.289)
LABA USAHA 71.193.777 17.392.410
Beban Keuangan 27 (9.432.136) (10.501.143)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 61.761.641 6.891.267
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN dan PAJAK FINAL
Manfaat (Beban) Pajak Kini 7.b (13.028.400) (705.898)
Pajak Tangguhan (1.924.129) (1.873.251)
Total Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (14.952.529) (2.579.149)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 46.809.112 4.312.118
PENGHASILAN (BEBAN) KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos Yang Tidak Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi
Pajak Penghasilan atas pengukuran Kembali
Program Imbalan Pasti 594.000 594.000
Total Penghasilan Komprehensif Lain 594.000 594.000
TOTAL LABA dan PENGHASILAN KOMPREHENSIF 47.403.112 4.906.118
TAHUN BERJALAN
LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR/DILUSIAN
(dalam Rupiah Penuh) 30 7,78 0,72
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini
2
Page 5
PT INDO ACIDATAMA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Saldo Laba
Modal
Tambahan Surplus Belum Pengukuran
Ditempatkan dan Ditentukan Total Saldo
Modal Disetor Revaluasi Ditentukan Kembali Jumlah Ekuitas
Disetor Penuh Penggunaannya Laba
Penggunaannya Imbalan Pasti
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Saldo per 1 Januari 2022 301.000.000 600.000 138.773.369 108.386.548 61.259.406 (1.811.895) 167.834.059 608.207.428
Laba Tahun Berjalan - - - 33.640.328 - - 33.640.328 33.640.328
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - - 15.805.764 - - 688.909 688.909 16.494.673
Saldo per 31 Desember 2022 301.000.000 600.000 154.579.133 142.026.876 61.259.406 (1.122.986) 202.163.296 658.342.429
Deviden Tunai dan Dana Cadangan - - - (6.760.594) 740.594 - (6.020.000) (6.020.000)
Laba Tahun Berjalan - - - 46.809.112 - - 46.809.112 46.809.112
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - - - - - 594.000 594.000 594.000
Saldo per 30 September 2023 301.000.000 600.000 154.579.133 182.075.394 62.000.000 (528.986) 243.546.408 699.725.541
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini
3
Page 6
PT INDO ACIDATAMA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 September 2023 30 September 2022
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan/(Pembayaran) Kas dari pihak ketiga 746.513.525 631.148.006
Penerimaan/(Pembayaran) Kas kepada pemasok dan pihak ketiga Lainnya (716.343.355) (594.075.228)
Penerimaan/(Pembayaran) Pajak (12.822.476) (8.581.074)
Penerimaan/(Pembayaran) Bunga (9.427.745) (10.495.000)
Pembayaran pada karyawan (29.559.358) (31.858.547)
Arus Kas Diperoleh dari (Dipergunakan untuk) Aktivitas Operasi (21.639.410) (13.861.843)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap dan Aset Dalam Penyelesaian (20.658.229) (8.579.730)
Penjualan Aset Tetap 246.555 313.022
Arus Kas Diperoleh dari (Dipergunakan untuk) Aktivitas Investasi (20.411.674) (8.266.708)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan Pinjaman Jangka Pendek Hutang Bank 419.253.918 292.799.319
Pembayaran Pinjaman Jangka Pendek Hutang Bank (361.657.034) (272.762.618)
Pembayaran Pinjaman Jangka Panjang Hutang Bank (6.085.392) (6.085.392)
Penerimaan Hutang Sewa 1.454.039 -
Pembayaran Hutang Sewa (594.741) (799.958)
Pembayaran Deviden (6.017.246)
Arus Kas Diperoleh dari (Dipergunakan untuk) Aktivitas Pendanaan 46.353.544 13.151.351
Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas 4.302.460 (8.977.200)
Laba(rugi) selisih kurs yang belum direalisasi
Terhadap Kas dan setara kas akhir tahun 215.676 719.728
Kas Dan Setara Kas Awal Tahun 14.505.411 24.461.897
Kas Dan Setara Kas Akhir Tahun 19.023.548 16.204.425
Kas Dan Setara Kas Akhir Tahun terdiri dari:
Kas 972.659 856.532
Bank 18.050.889 15.347.893
Jumlah 19.023.548 16.204.425
4
Page 7
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1 Umum
1.a. Pendirian Perusahaan
PT. Indo Acidatama Tbk (Perusahaan) didirikan pada awalnya bernama PT Sarasa Nugraha Tbk, berdasarkan Akta Notaris Sri
Rahayu, SH, Notaris di Jakarta No. 5 tanggal 7 Desember 1982. Akta Pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-1433.HT.01.TH.85 tanggal 18 Maret 1985.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan Akta Notaris Fathiah Helmi, SH, Notaris
di Jakarta, No. 69 tanggal 16 Juni 2015 untuk menyesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK,04/2014 tentng
Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Terbuka dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan no. 33/POJK,04/2014
tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, Akta perubahan ini telah disampaikan dan diterima oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-3522865.AH.1.11 tahun 2015
tanggal 22 Juni 2015
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan perusahaan meliputi industri pakaian jadi, kimia dasar,
kemasan dari plastik dan perdagangan ekspor dan impor. Pada saat ini kegiatan Perusahaan adalah dalam bidang industri kimia dasar.
Perusahaan berkedudukan di Gedung Graha Kencana Suite 9A, Jl. Raya Perjuangan 88, Jakarta. Perusahaan memiliki pabrik yang
berlokasi Surakarta dengan alamat Jl. Raya Solo-Sragen Km 11 Desa Kemiri , Jawa Tengah. Perusahaan memulai kegiatan komersiil
garmen sejak 1984 dan kimia sejak tahun 1989.
Perusahaan tidak mempunyai entitas induk karena tidak terdapat pemegang saham Perusahaan yang memiliki porsi kepemilikan
efektif atau hak suara melebihi 50%.
Pada tanggal pelaporan PT Budhi Bersaudara Manunggal dan PT Kemiri Sarana Investama merupakan entitas yang masing-masing
memiliki pengaruh signifikan terhadap perusahaan dan tidak terdapat pihak pengendali.
1.b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 2 Desember 1992 Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam)
dengan suratnya No. S-1917/PM/1992 untuk melakukan penawaran umum atas 5.000.000 saham Perusahaan kepada masyarakat.
Pada tanggal 11 Oktober 2000 dan 30 Oktober 2000 Perusahaan melakukan penambahan modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu sebesar 81.100.000 saham biasa dan 110.000.000 saham biasa melalui konversi utang.
Pada tanggal 25 Agustus 2005 Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam sehubungan dengan penggabungan usaha
dan jumlah penambahan saham yang beredar sebesar 3.820.000.000 lembar saham.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 seluruh saham Perusahaan atau sejumlah 6.020.000.000 saham telah tercatat
pada Bursa Efek Indonesia.
1.c. Karyawan, Direksi dan Komisaris
Susunan anggota Komisaris dan Direksi Perusahaan per tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sbb :
30 September 2023 31 Desember 2022
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Biantoro Setijo : Biantoro Setijo
Wakil Presiden Komisaris : Budhi Santoso : Budhi Santoso
Komisaris : Budhi Hartono : Budhi Hartono
: Wymbo Widjaksono : Wymbo Widjaksono
Komisaris Independen : FS Bahari Nusantara : FS Bahari Nusantara
: Stephanus Junianto : Stephanus Junianto
Dewan Direksi
Presiden Direktur : Budhi Moeljono : Budhi Moeljono
5
Page 8
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Wakil Presiden Direktur : Mulyadi Utomo Budhi Moeljono : Mulyadi Utomo Budhi Moeljono
Direktur : Wong Lukas Yoyok Nurcahya : Wong Lukas Yoyok Nurcahya
: Nurdjono Kusumohadi : Nurdjono Kusumohadi
: Shelumiel Setijo : Shelumiel Setijo
Direktur Independen : Sharad Ganesh Ugrankar : Sharad Ganesh Ugrankar
1.d. Komite Audit
Susunan Komite Audit per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 berdasarkan Rapat Dewan Komisaris sbb :
30 September 2023 31 Desember 2022
Ketua Komite Audit : FS Bahari Nusantara : FS Bahari Nusantara
Anggota : Stephanus Junianto : Stephanus Junianto
: Bernard Edhi Hartono : Bernard Edhi Hartono
1.e. Sekretaris Perusahaan
Sekretaris Perusahaan per 30 September 2023 adalah Benny Herman
1.f. Kepala Internal Audit
Kepala Internal Audit Perusahaan per 30 September 2023 adalah Ign. Wahyu Nugraha, SE .
2 Ikhtisar Kebijakan Akuntasi
2.a. Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
Laporan Keuangan Perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang meliputi
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh DSAK-
IAI, serta Peraturan Pasar Modal yang berlaku antara lain Peraturan Otoritas Jasa keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No.VIII.G.7 tentang "Pedoman Penyajian Laporan Keuangan" dan Keputusan No. KEP-
347/BL/2012 tentang penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten atau perusahaan publik.
2.b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan Keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas. Dasar
pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan., kecuali beberapa akun tertentu yang
berdasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Biaya perolehan
umumnya didasarkan pada nilai wajar imbalan yang diserahkan dalam pemerolehan aset
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan .
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan keuangan ini adalah Rupiah yang merupakan mata uang fungsional
Perusahaan.
2.c. Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan
Berikut adalah revisi, amandemen dan penyesuaian atas standar akuntansi keuangan (SAK) serta interpretasi atas SAK
berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020, yaitu:
● PSAK 71: Instrumen Keuangan;
● PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan;
● PSAK 73: Sewa;
● PSAK 62 (Amandemen 2017): Kontrak Asuransi tentang Menerapkan PSAK 71: Instrumen Keuangan dengan PSAK
62: Kontrak Asuransi;
● PSAK 15 (Amandemen 2017): Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang Kepentingan Jangka
Panjang pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama;
● PSAK 71 (Amandemen 2018): Instrumen Keuangan tentang Fitur Percepatan Pelunasan dengan Kompensasi Negatif;
● ISAK 35: Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nonlaba;
6
Page 9
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
● PSAK 1 (Amendemen dan Penyesuaian Tahunan 2019): Penyajian Laporan Keuangan;
● PSAK 25 (Amendemen 2019): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan;
● PSAK 102 (Revisi 2019): Akuntansi Murabahah
● ISAK 101: Pengakuan Pendapatan Murabahah Tangguh Tanpa Risiko Signifikan terkait Kepemilikan Persediaan;
● ISAK 102: Penurunan Nilai Piutang Murabahah;
● ISAK 36: Interpretasi atas Interaksi antara Ketentuan Mengenai Hak atas Tanah dalam PSAK 16: Aset Tetap dan PSAK 73:
Sewa;
● PPSAK 13: Pencabutan PSAK 45: Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba; dan
● Amendemen PSAK 71, Amendemen PSAK 55, Amendemen PSAK 60, tentang Reformasi Acuan Suku Bunga
Kecuali untuk perubahan yang dijelaskan di bawah ini, implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan
substansial terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki dampak yang material terhadap laporan keuangan di
tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
Berikut adalah dampak atas implementasi dari perubahan standar-standar tersebut yang relevan terhadap laporan keuangan
Perusahaan
PSAK 71 : Instrumen Keuangan
PSAK 71 menggantikan PSAK 55 (Revisi 2014) "Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran" dan memperkenalkan
pengaturan baru untuk klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan berdasarkan penilaian atas model bisnis dan arus kas
kontraktual, pengakuan dan pengukuran cadangan kerugian penurunan nilai instrumen keuangan dengan menggunakan model
kerugian kredit ekspektasian, yang menggantikan model kerugian kredit yang terjadi serta memberikan pendekatan yang
lebih sederhana untuk akuntansi lindung nilai.
Sesuai dengan persyaratan transisi pada PSAK 71, Perusahaan memilih penerapan secara retrospektif dengan dampak kumulatif pada
awal penerapan diakui pada tanggal 1 Januari 2020 dan tidak melakukan penyajian kembali informasi komparatif.
Berdasarkan hasil kajian Perusahaan terhadap dua kriteria dalam menentukan klasifikasi aset keuangan, terdapat perubahan
klasifikasi dan pengukuran investasi jangka panjang yang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual dan diukur dengan
metode biaya menurut PSAK 55 berubah menjadi klasifikasi aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain sesuai PSAK 71.
Perubahan pendekatan dalam perhitungan penurunan nilai aset keuangan juga berdampak pada nilai tercatat aset
keuangan Perusahaan pada awal penerapan PSAK 71.
PSAK 72 : Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
PSAK 72 menggantikan PSAK 23: “Pendapatan” dan memperkenalkan model pengakuan pendapatan 5 (lima)
langkah dan menentukan pengakuan pendapatan, yaitu terjadi ketika pengendalian atas barang telah dialihkan atau pada
saat (atau selama) jasa diberikan (kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi).
Perusahaan menerapkan PSAK 72 secara retrospektif dengan dampak kumulatif pada awal penerapan diakui pada
tanggal 1 Januari 2020 dan tidak melakukan penyajian kembali informasi komparatif.
Berdasarkan kajian yang telah dilakukan Perusahaan terhadap kontrak pendapatan dengan pelanggan dengan mengacu
5 (lima) tahapan yang ada di dalam PSAK 72, tidak terdapat dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan
sehingga tidak memerlukan penyesuaian di saldo awal 1 Januari 2020.
PSAK 73: Sewa
PSAK 73 menggantikan PSAK 30: “Sewa” yang mensyaratkan Perusahaan sebagai pihak penyewa mengakui aset hak-guna dan
liabilitas sewa terkait dengan transaksi sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi berdasarkan PSAK 30,
kecuali atas sewa jangka pendek atau sewa dengan aset yang bernilai rendah.
Perusahaan telah menerapkan PSAK 73 menggunakan pendekatan retrospektif yang dimodifikasi tanpa penyajian
kembali periode komparatif. Liabilitas sewa diukur pada nilai kini dari sisa pembayaran sewa yang didiskontokan dengan
menggunakan suku bunga pinjaman inkremental Perusahaan pada tanggal 1 Januari 2020. Aset hak-guna diukur pada
7
Page 10
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
jumlah yang sama dengan liabilitas sewa disesuaikan dengan jumlah pembayaran di muka atau pembayaran sewa
yang masih harus dibayar sehubungan dengan sewa yang
diakui di laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2019.
Pada tanggal penerapan awal, Perusahaan juga menggunakan beberapa kebijakan praktis sebagai berikut:
- Menggunakan tingkat diskonto tunggal pada portofolio sewa dengan karakteristik yang cukup serupa;
- Mengandalkan penilaian sebelumnya tentang apakah sewa memberatkan sebagai alternatif untuk
melakukan peninjauan penurunan nilai, bahwa tidak ada kontrak yang memberatkan pada
1 Januari 2020;
- Memilih tidak menerapkan persyaratan untuk sewa yang masa sewanya berakhir dalam 12 bulan dari tanggal
penerapan awal. Mencatat sewa tersebut dengan cara yang sama dengan sewa jangka pendek dan memasukkan biaya yang
terkait dengan sewa tersebut dalam pengungkapan beban sewa jangka pendek dalam periode pelaporan tahunan
yang mencakup tanggal penerapan awal.
Berdasarkan kajian yang telah dilakukan Perusahaan terhadap kontrak sewa di dalam PSAK 73: Sewa, tidak terdapat dampak
yang signifikan terhadap laporan keuangan dan tidak memerlukan penyesuaian di saldo awal 1
Januari 2020.
2.d. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan
Pada tanggal laporan posisi keuangan, Aset dan Liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs
tengah wesel ekspor Bank Indonesia yang berlaku sebagai berikut :
30 September 2023 31 Desember 2022
(Dalam Rupiah Penuh) (Dalam Rupiah Penuh)
1 GBP 18.861,00 18.925,98
1 EUR 16.404,01 16.712,63
1 USD 15.526,00 15.731,00
1 SGD 11.334,09 11.659,08
1 RMB 2.124,46 2.257,12
1 THB 424,67 454,53
1 PHP 272,63 282,29
1 JPY 104,20 117,57
1 PKR 53,84 68,57
1 VND 0,64 0,67
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing diakui dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lainnya tahun berjalan
2.e. Kas dan Bank
Kas dan bank termasuk kas dan bank di bank (rekening giro) yang tidak digunakan sebagai jaminan dan tidak dibatasi
penggunaannya.
2.f. Persediaan dan Penyisihan Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah.
Biaya perolahan bahan baku dan pembantu ditentukan dengan metode rata-rata, sedangkan barang jadi dan barang dalam proses
dengan metode rata-rata bergerak (moving average) . Penyisihan persediaan usang dan tidak lancar ditentukan berdasarkan hasil
penelaah terhadap keadaan persediaan akhir periode.
2.g. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus.
2.h. Properti Investasi
Properti Investasi terutama terdiri dari tanah dan bangunan yang dikuasai untuk kenaikan nilai dan belum ditentukan penggunaannya
oleh perusahaan.
8
Page 11
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Properti Investasi pada pengakuan awal diukur sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi.
Properti Investasi, setelah pengakuan awal diukur dengan menggunakan model revaluasi. Nilai wajar tanah biasanya ditentukan
melalui penilaian berdasarkan bukti pasar yang dilakukan oleh penilai yang memiliki kualifikasi profesional.
Properti Investasi dihentikan pengakuannya (dikeluarkan dari laporan posisi keuangan) pada saat pelepasan atau ketika properti
investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis dimasa depan yang dapat diharapkan
pada saat pelepasannya. Laba atau Rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lainnya dalam tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut.
Perusahaan mengalihkan properti ke, atau dari properti investasi jika dan hanya jika, ketika properti memenuhi, atau berhenti
memenuhi devinisi properti investasi dan terdapat bukti atas perubahan penggunaan, mencakup :
a. Dimulainya penggunaan oleh pemilik, atau pengembangan untuk pemilik, untuk pengalihan dari properti investasi menjadi
properti yang digunakan sendiri
b. Dimulainya pengembangan untuk dijual, untuk pengalihan dari properti investasi menjadi persediaan.
c. Berakhirnya pemakaian oleh pemilik, atau pengalihan dari properti yang digunakan sendiri menjadi properti investasi.
d. Insepsi sewa operasi kepada pihak lain, untuk pengalihan dari persediaan menjadi properti investasi.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki
manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau
pelepasan ditentukan dari selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laba rugi pada periode
terjadinya penghentian atau pelepasan
2.i. Aset Tetap
Aset Tetap pada pengakuan awal diakui sebesar biaya perolehannya yang meliputi harga perolehannya dan setiap biaya yang dapat
diatribusikan langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai intensi
manajemen.
Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi
lokasi aset tetap, kewajiban tersebut timbul ketika aset tetap diperoleh atau sebagai konsekuensi penggunaan aset tetap selama periode
tertentu untuk tujuan selain untuk memproduksi persediaan selama periode tersebut.
Setelah pengakuan awal, aset tetap kecuali tanah dan bangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
dan akumulasi rugi penurunan nilai.
Aset tetap berupa tanah dan bangunan setelah pengakuan awal diukur dengan menggunakan model revaluasi. Nilai wajar tanah
biasanya ditentukan melalui penilaian berdasarkan bukti pasar yang dilakukan oleh penilai yang memiliki kualifikasi profesional.
Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud penggunaannya dan dihitung dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset sebagai berikut :
Tahun
Bangunan 20 tahun
Mesin dan Peralatan 10 - 20 tahun
Laboratorium 10 tahun
Kendaraan dan Peralatan Kantor 4 - 5 tahun
Unit Pengolah Limbah 5 - 10 tahun
9
Page 12
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Biaya legal awal untuk mendapatkan hak legal diakui sebagai bagian akuisisi tanah, biaya-biaya tersebut tidak didepresiasikan. Biaya
terkait dengan pembaruan hak atas tanah diakui sebagai aset tak berwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atas tanah.
Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan langsung kelaporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya konsilidasian saat
terjadinya biaya-biaya tersebut
Perusahaan melakukan evaluasi atas penurunan nilai aset tetap apabila terdapat peristiwa atau keadaan yang mengindikasikan bahwa
nilai tercatat aset tatep tersebut kemungkinan tidak dapat dipulihkan. Bila nilai tercatat suatu aset melebihi estimasi jumlah
terpulihkan, nilai aset tersebut diturunkan menjadi sebesar estimasi jumlah terpulihkan, yang ditentukan berdasarkan nilai tertinggi
antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai
Apabila suatu aset tetap tidak lagi digunakan atau dijual, nilai perolehan dan akumulasi penyusutan tersebut dikeluarkan dari
pencatatannya sebagai aset tetap dan keuntungannya atau kerugian yang terjadi diperhitungkan sebagai laba atau rugi tahun
bersangkutan.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan
akan direklasifikasi ke masing-masing akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap untuk
digunakan.
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan di review setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi
tersebut berlaku prospektif.
2.j. Sewa
Perlakuan akuntansi sebelum 1 Januari 2020
Penentuan apakah suatu perjanjian sewa atau suatu perjanjian yang mengandung sewa merupakan sewa pembiayaan atau sewa
operasi didasarkan pada substansi transaksi dan bukan pada bentuk kontraknya pada tanggal awal sewa.
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko
dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tersebut tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko
dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset
Perusahaan sebagai lessee
Pada awal masa sewa, Perusahaan mengakui sewa pembiayaan sebagai aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan sebesar
nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar.
Penilaian ditentukan pada awal masa sewa. Tingkat diskonto yang digunakan dalam perhitungan nilai kini dari pembayaran
sewa minimum adalah tingkat suku bunga implisit dalam sewa, jika dapat ditentukan dengan praktis, jika tidak,
digunakan tingkat suku bunga pinjaman inkremental lessee. Biaya langsung awal yang dikeluarkan lessee ditambahkan ke
dalam jumlah yang diakui sebagai aset. Kebijakan
penyusutan aset sewaan adalah konsisten dengan aset tetap yang dimiliki sendiri.
Dalam sewa operasi, Perusahaan mengakui pembayaran sewa sebagai beban dengandasar garis lurus selama masa sewa.
Perusahaan sebagai lessor
Perusahaan mengakui aset berupa piutang sewa pembiayaan di laporan posisi keuangan sebesar jumlah yang sama dengan
investasi sewa neto. Penerimaan piutang sewa diperlakukan sebagai pembayaran pokok dan pendapatan keuangan.
Pengakuan pendapatan keuangan didasarkan pada suatu pola yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang
konstan atas investasi neto Perusahaan sebagai lessor dalam sewa
pembiayaan.
10
Page 13
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan menyajikan aset untuk sewa operasi di laporan posisi keuangan sesuai sifat aset tersebut. Biaya langsung awal
sehubungan proses negosiasi dan pengaturan sewa operasi ditambahkan dalam jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui sebagai
beban selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjen, apabila ada, diakui sebagai
pendapatan pada periode terjadinya. Pendapatan sewa operasi diakui
sebagai pendapatan atas dasar garis lurus selama masa sewa.
Jual dan Sewa-Balik
Aset yang dijual berdasarkan transaksi jual dan sewa - balik diperlakukan sebagai berikut:
● Jika suatu transaksi jual dan sewa-balik menghasilkan sewa pembiayaan, maka selisih lebih hasil penjualan atas nilai
tercatat akan ditangguhkan dan diamortisasi selama masa sewa.
● Jika transaksi jual dan sewa-balik menghasilkan sewa operasi dan transaksi tersebut dilakukan pada nilai wajar, maka
keuntungan atau kerugian diakui segera, Jika harga jual dibawah nilai wajar, maka keuntungan atau kerugian diakui segera,
kecuali kerugian tersebut dikompensasikan dengan pembayaran sewa masa depan yang lebih rendah dari harga pasar, maka
kerugian tersebut ditangguhkan dan diamortisasi secara proporsional dengan pembayaran sewa selama periode penggunaan
aset. Jika harga jual diatas nilai wajar, maka selisih lebih atas nilai wajar tersebut ditangguhkan dan diamortisasi selama perkiraan
periode penggunaan aset.
Perlakuan Akuntansi sejak 1 Januari 2020
Pada tanggal insepsi kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung sewa. Suatu kontrak
merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian
selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu,
Perusahaan menilai apakah salama periode penggunaan, Perusahaan memiliki dua hal berikut:
(a) hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomik dari penggunaan aset identifikasian; dan
(b) hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian, yaitu hanya jika:
(i) Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan selama
periode penggunaan; atau
(ii) keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:
(iii) Perusahaan memiliki hak mengoperasikan aset (atau mengarahkan pihak lain untuk mengoperasikan aset dengan
cara yang telah ditentukan) selama periode penggunaan, tanpa pemasok memiliki hak untuk mengubah instruksi operasi tersebut;
atau
(iii) Perusahaan mendesain aset (atau aspek tertentu dari aset) dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan
untuk tujuan apa aset akan digunakan selama periode penggunaan
Perusahaan sebagai lessee
Pada tanggal permulaan, Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa.
Setelah tanggal permulaan, Perusahaan mengukur aset hak-guna dengan menerapkan model biaya, yaitu biaya perolehan
dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai, serta disesuaikan dengan pengukuran kembali
liabilitas sewa. Aset hak guna disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar pada akhir masa sewa atau jika biaya perolehan aset hak-guna
merefleksikan penyewa akan mengeksekusi opsi beli, maka penyewa menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan
hingga akhir umur manfaat aset pendasar, yang mengacu pada ketentuan masa manfaat aset tetap. Jika tidak, maka aset hak-guna
disusutkan dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa
sewa.
Pada tanggal permulaan, Perusahaan mengukur liablitas sewa pada nilai kini pembayaran sewa yang belum
dibayar pada tanggal tersebut. Pembayaran sewa didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam
sewa, jika suku bunga tersebut dapat ditentukan. Jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka
Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental Perusahaan.
Setelah tanggal permulaan, Perusahaan mengukur liablitas sewa dengan:
(a) meningkatkan jumlah tercatat untuk merefleksikan bunga atas liabilitas sewa;
(b) mengurangi jumlah tercatat untuk merefleksikan sewa yang telah dibayar; dan
(c) mengukur kembali jumlah tercatat untuk merefleksikan penilaian kembali atau modifikasi sewa atau untuk
merefleksikan pembayaran sewa tetap secara substansi
11
Page 14
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Liabilitas sewa diukur kembali ketika ada perubahan pembayaran sewa masa depan yang timbul dari perubahan indeks
atau suku bunga, jika ada perubahan estimasi Perusahaan atas jumlah yang diperkirakan akan dibayar dalam
jaminan nilai residual, atau jika Perusahaan mengubah penilaiannya apakah akan mengeksekusi opsi beli,
perpanjangan atau penghentian.
Ketika utang sewa diukur kembali dengan cara ini, penyesuaian terkait dilakukan terhadap jumlah tercatat aset hak-guna,
atau dicatat dalam laba rugi jika jumlah tercatat aset hak- guna telah berkurang menjadi nol.
Modifikasi sewa
Perusahaan mencatat modifikasi sewa sebagai sewa terpisah jika:
● Modifikasi meningkatkan ruang lingkup sewa dengan menambahkan hak untuk menggunakan satu aset pendasar
atau lebih; dan
● Imbalan sewa meningkat sebesar jumlah yang setara dengan harga tersendiri untuk peningkatan dalam ruang lingkup
dan penyesuaian yang tepat pada harga tersendiri tersebut untuk merefleksikan
kondisi kontrak tertentu.
Untuk modifikasi sewa yang tidak dicatat sebagai sewa terpisah, pada tanggal efektif modifikasi sewa, Perusahaan
● Mengukur kembali dan mengalokasikan imbalan kontrak modifikasian;
● Menentukan masa sewa dari sewa modifikasian;
● Mengukur kembali liabilitas sewa dengan mendiskontokan pembayaran sewa revision menggunakan tingkat diskonto
revision berdasarkan sisa umur sewa dan sisa pembayaran sewa dengan melakukan penyesuaian terhadap aset hak-
guna. Tingkat diskonto revisian ditentukan sebagai suku bunga pinjaman inkremental Perusahaan pada tanggal efektif
modifikasi;
● Menurunkan jumlah tercatat aset hak-guna untuk merefleksikan penghentian Sebagian atau sepenuhnya sewa untuk
modifikasi sewa yang menurunkan ruang lingkup sewa. Perusahaan mengakui dalam laba rugi setiap laba rugi yang terkait
dengan penghentian sebagian atau sepenuhnya sewa tersebut; dan
● Membuat penyesuaian terkait dengan asset hak-guna untuk seluruh modifikasi sewa lainnya.
Sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah
Perusahaan telah memilih untuk tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk sewa aset bernilai rendah dan sewa
jangka pendek. Perusahaan mengakui pembayaran sewa terkait dengan sewa ini sebagai beban dengan dasar garis lurus selama
masa sewa.
Perusahaan sebagai pesewa (lessor)
Tidak ada perbedaan signifikan antara PSAK 73 dan standar akuntansi sebelumnya bagi pesewa (PSAK 30).
2.k. Penurunan Nilai Aset
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami penurunan nilai. Jika
terdapat indikasi tersebut, Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan ditentukan
atas suatu aset individual, dan jika tidak memungkinkan, Perusahaan menentukan jumlah terpulihkan
dari unit penghasil kas dari aset tersebut.
Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya.
Nilai pakai adalah nilai kini dari arus kas yang diharapkan akan diterima dari aset atau unit penghasil kas. Nilai kini dihitung dengan
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset atau unit yang
penurunan nilainya diukur.
Jika, dan hanya jika, jumlah terpulihkan aset lebih kecil dari jumlah tercatatnya, maka jumlah tercatat aset diturunkan
menjadi sebesar jumlah terpulihkan. Penurunan tersebut adalah rugi penurunan nilai dan segera diakui dalam laba rugi.
Rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik jika, dan hanya jika, terdapat
perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai
terakhir diakui. Jika demikian, jumlah tercatat aset dinaikan ke jumlah terpulihkannya. Kenaikan ini merupakan suatu
pembalikan rugi penurunan nilai.
12
Page 15
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2.l. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Penjualan diakui pada saat barang dikapalkan untuk penjualan ekspor dan penyerahan barang kepada para pelanggan untuk penjualan
lokal.
Beban diakui sesuai manfaat pada periode berjalan (accrual basis) .
Perlakuan akuntansi sejak 1 Januari 2020
Perusahaan mengakui pendapatan sesuai dengan PSAK 72, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”, dengan melakukan
analisis transaksi melalui metode lima langkah pengakuan pendapatan sebagai berikut
(i) Identifikasi kontrak dengan pelanggan dengan kriteria sebagai berikut:
● Kontrak telah disetujui oleh pihak-pihak terkait dalam kontrak
● Perusahaan bisa mengidentifikasi hak dari pihak-pihak terkait dan jangka waktu pembayaran dari barang atau
jasa yang akan dialihkan
● Kontrak memiliki substansi komersial
● Besar kemungkinan entitas akan menerima imbalan atas barang atau jasa yang dialihkan
(ii) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak
untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan;
(iii) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas
sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di
kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Perusahaan membua estimasi jumlah imbalan tersebut
sebesa jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi
dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak;
(iv) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual
berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin;
(v) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa
yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
● Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
● Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan yang
dipenuhi dalam suatu periode waktu, Perusahaan memilih ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan
yang harus diakui karena telah terpenuhinya
2.m. Imbalan Kerja
Imbalan Kerja Jangka Pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan jasanya dalam suatu periode akuntansi, sebesar jumlah tidak
terdiskonto dari imbalan kerja jangka pendek yang diharapkan akan dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut.
Imbalan kerja jangka pendek mencakup antara lain upah, gaji, bonus dan insentif.
Imbalan Pasca Kerja
Imbalan Pasca Kerja seperti pensiun, uang pisah dan uang penghargaan masa kerja dihitung berdasarkan Undang-Undang
Ketenagakerjaan No.13/2003 ("UU 13/2001")
Perusahaan mencatat tidak hanya kewajiban hukum berdasarkan persyaratan formal program imbalan pasti, tetapi juga kewajiban
konstruktif yang timbul dari praktik informal entitas.
Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, serta bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti
neto diakui dalam laba rugi.
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, imbal hasil atas aset
program dan setiap perubahan dampak batas atas aset diakui sebagai penghasilan komprehensif lain.
Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja.
13
Page 16
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan mengakui pesangon sebagai liabilitas dan beban pada tanggal yang lebih awal di antara:
(a) Ketika Perusahaan tidak dapat lagi menarik tawaran atas imbalan tersebut; dan
(b) Ketika Perusahaan mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berada dalam ruang lingkup PSAK No. 57 dan melibatkan
pembayaran pesangon.
Perusahaan mengukur pesangon pada saat pengakuan awal, dan mengukur dan mengakui perubahan selanjutnya, sesuai dengan sifat
imbalan kerja.
2.n. Pajak Penghasilan
Beban pajak adalah jumlah gabungan pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam 'menentukan laba rugi pada suatu
periode. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui dalam laba rugi, kecuali pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa
yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau secara langsung di ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui
dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas.
Jumlah pajak kini untuk periode berjalan dan 'periode sebelumnya yang belum dibayar diakui 'sebagai liabilitas. Jika jumlah pajak
yang telah dibayar untuk periode berjalan dan periodeperiode 'sebelumnya melebihi jumlah pajak yang terutang untuk periode
tersebut, maka 'kelebihannya diakui sebagai aset. Liabilitas (aset) pajak kini untuk periode berjalan dan periode 'sebelumnya diukur
sebesar jumlah yang 'diperkirakan akan dibayar kepada (direstitusi dari) otoritas perpajakan, yang dihitung menggunakan tarif pajak
(dan undang-undang pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku padaakhir periode pelaporan.
Manfaat terkait dengan rugi pajak yang dapat ditarik untuk memulihkan pajak kini dari periode 'sebelumnya diakui sebagai aset. Aset
pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan sepanjang
kemungkinan besar laba 'kena pajak masa depan akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak belum dikompensasi dan kredit
pajak belum dimanfaatkan.
Seluruh perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan, kecuali perbedaan temporer kena pajak yang
berasal dari :
(a) pengakuan awal goodwill; atau
(b) pengakuan awal aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan 'pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba
akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak).
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak
akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba dimaksud, kecuali jika aset pajak tangguhan
timbul dari pengakuan awal aset atau pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat transaksi
tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika aset dipulihkan atau
liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir
periode pelaporan.
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Perusahaan
memperkirakan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir periode pelaporan. Perusahaan mengurangi jumlah tercatat aset pajak
tangguhan jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan
sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Setiap pengurangan tersebut dilakukan pembalikan atas aset pajak tangguhan
hingga kemungkinan besar laba kena pajak yang tersedia jumlahnya memadai.
Perusahaan melakukan saling hapus aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika, dan hanya jika:
(a) Perusahaan memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas
pajak kini; dan
(b) Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan
yang sama atas:
i. entitas kena pajak yang sama; atau
ii. entitas kena pajak yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau
14
Page 17
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan dimana jumlah
signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diperkirakan untuk diselesaikan atau dipulihkan.
Perusahaan melakukan saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas pajak kini jika, dan hanya jika, Perusahaan:
(a) memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang diakui
(b) bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan
2.o. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-
rata tertimbang saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan. Laba per saham dilusian mempertimbangkan pula efek lain
yang diterbitkan bagi semua efek berpotensi saham biasa yang sifatnya dilutif yang beredar sepanjang periode pelaporan.
2.p. Informasi Segmen
Perusahaan menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi yang disiapkan secara internal untuk mengambil keputusan
operasional. Pengambil keputusan operasional bertanggungjawab untuk mengalokasikan sumber daya, menilai kerja segmen operasi
dan membuat keputusan strategis.
Sebuah segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas :
* yang terlihat dalam akktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban.
* hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuat keputusan tentang sumber daya yang
dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya;
* dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan
2.q. Transaksi dan saldo dengan Pihak Berelasi
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor :
a. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut :
i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor
ii. memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor
iii. personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.
b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut :
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinga entitas induk, entitas anak, entitas anak
berikutnya terkait dengan entitas lain)
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain ( atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang
merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya)
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari satu pihak ketiga yang sama.
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas
yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelengggarakan program tersebut, maka
entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diindetifikasi dalam huruf (a).
vii. Orang yang diindentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci
entitas (atau entitas induk dari entitas).
viii. Entitas atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil
manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak berelasi dilakukan dengan kondisi dan persyaratan yang sama denganpihak
ketiga, diungkapkan dalam catatan yang relevan
2.r. Instrumen Keuangan
Pengakuan dan Pengukuran Awal
Perusahaan mengukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut. Biaya transaksi yang dikeluarkan
sehubungan dengan perolehan aset keuangan dan penerbitan liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui
15
Page 18
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
laba rugi dibebankan segera
Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan
Pengukuran selanjutnya aset keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan awal. Perusahaan mengklasifikasikan aset
keuangan dalam salah satu dari empat kategori berikut:
(i) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (FVTPL)
Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan atau yang pada
saat pengakuan awal telah ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Aset keuangan diklasifikasikan
dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam
waktu dekat, atau bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti
mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual saat ini, atau merupakan derivatif, kecuali derivatif yang
ditetapkan
dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.
Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau
kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi.
(ii) Pinjaman yang Diberikan dan Piutang
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan
dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali
(a) pinjaman yang diberikan dan piutang yang dimaksudkan untuk dijual dalam waktu dekat dan yang pada saat
pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
(b) pinjaman yang diberikan dan piutang yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual;
atau
(c) pinjaman yang diberikan dan piutang dalam hal pemilik mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi
awal secara substansial kecuali yang disebabkan oleh penurunan kualitas pinjaman.
Setelah pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif
(iii) Investasi Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (HTM)
Investasi HTM adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh
temponya telah ditetapkan, serta Perusahaan mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset
keuangan tersebut hingga jatuh tempo
Setelah pengakuan awal, investasi HTM diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku
bunga efektif.
(iv) Aset Keuangan Tersedia Untuk Dijual (AFS)
Aset keuangan AFS adalah aset keuangan nonderivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau
yang tidak diklasifikasikan sebagai (a) pinjaman yang diberikan dan piutang, (b) investasi yang diklasifikasikan
dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo, atau (c) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Setelah pengakuan awal, aset keuangan AFS diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian penurunan nilai
dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya. Pada
saat itu, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi
dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.
Investasi dalam instrumen ekuitas yang tidak memiliki harga kuotasian di pasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat
diukur secara andal diukur pada biaya perolehan.
Perlakuan akuntansi sejak 1 Januari 2020
Aset keuangan Perusahaan diklasifikasikan sebagai berikut: aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang
diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
i. Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisas
16
Page 19
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi ketika kedua kondisi berikut terpenuhi
1) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan
arus kas kontraktual saja; dan
2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang
semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang
Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan pembayaran pokok,
kemudian dikurangi atau ditambah dengan jumlah amortisasi kumulatif atas perbedaan jumlah pengakuan awal dengan
jumlah pada saat jatuh tempo, dan penurunan nilainya.
Pendapatan keuangan dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif dan diakui di laba rugi. Perubahan
pada nilai wajar diakui di laba rugi ketika aset dihentikan atau direklasifikasi. Aset keuangan yang diklasifikasikan
menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dapat dijual ketika terdapat peningkatan risiko
kredit. Penghentian untuk alasan lain diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak signifikan
jumlahnya atau tidak sering.
ii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain (”FVTOCI”)
Aset keuangan diukur pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
1) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas
kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang
semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar. Keuntungan atau kerugian diakui dalam penghasilan komprehensif
lain, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, diakui
pada laba rugi. Ketika aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, keuntungan atau kerugian
kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai
penyesuaian reklasifikasi
iii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (“FVTPL”)
Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria untuk diukur pada
biaya perolehan diamortisasi atau untuk diukur FVTOCI.
Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian
yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi.
Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada instrumen ekuitas tidak memenuhi kriteria untuk diukur pada
biaya perolehan diamortisasi atau kriteria untuk diukur pada FVTOCI, sehingga diukur pada FVTPL. Namun demikian,
Perusahaan dapat menetapkan pilihan yang tidak dapat dibatalkan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen
ekuitas yang bukan untuk diperjualbelikan dalam waktu dekat (held for trading) untuk diukur pada FVTOCI. Penetapan
ini menyebabkan semua keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan komprehensif lain, kecuali pendapatan dividen
tetap diakui di laba rugi. Keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif
lain direklasifikasi ke saldo laba tidak melalui laba rugi.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Perlakuan akuntansi sebelum 1 Januari 2020
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti objektif bahwa aset keuangan atau kelompok
aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian
penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat
dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan
peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan atau kelompok aset
keuangan yang dapat diestimasi secara andal.
Berikut adalah bukti objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai:
(a) Kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam
(b) Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya gagal bayar atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga
(c) Terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan
lainnya;
(d) Terdapat data yang dapat diobservasi yang mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas
17
Page 20
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
masa depan dari kelompok aset keuangan sejak pengakuan awal aset, seperti memburuknya status pembayaran pihak peminjam
atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan gagal bayar.
Untuk investasi pada instrumen ekuitas, penurunan yang signifikan atau penurunan jangka panjang dalam nilai
wajar instrumen ekuitas di bawah biaya perolehannya merupakan bukti objektif terjadinya penurunan nilai.
Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas pinjaman yang diberikan dan piutang atau
investasi dimiliki hingga jatuh tempo yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, maka jumlah kerugian tersebut diukur
sebagai selisih antara jumlah tercatat aset dan nilai kini estimasi arus kas masa depan yang didiskonto menggunakan suku
bunga efektif awal dari aset tersebut dan diakui pada laba rugi.
Jika penurunan dalam nilai wajar atas aset keuangan tersedia untuk dijual telah diakui dalam penghasilan
komprehensif lain dan terdapat bukti objektif bahwa aset tersebut mengalami penurunan nilai, maka kerugian kumulatif
yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai
penyesuaian reklasifikasi meskipun aset keuangan tersebut belum dihentikan pengakuannya. Jumlah kerugian kumulatif yang
direklasifikasi adalah selisih antara biaya perolehan (setelah dikurangi pelunasan pokok dan amortisasi) dan nilai wajar kini,
dikurangi kerugian penurunan nilai aset keuangan yang sebelumnya telah diakui dalam laba rugi.
Perlakuan akuntansi sejak 1 Januari 2020
Aset keuangan dinilai apakah terdapat indikasi penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan. Aset keuangan
diturunkan nilainya apabila terdapat bukti obyektif sebagai akibat adanya satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah
pengakuan awal aset keuangan tersebut dan dilakukan estimasi terhadap arus kas masa depan dari investasi tersebut yang
akan terdampak.
Perusahaan mengakui kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada FVTOCI, piutang sewa, aset kontrak atau komitmen pinjaman dan kontrak
jaminan keuangan. Aset keuangan yang berupa investasi pada instrumen ekuitas tidak dilakukan penurunan nilai.
Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan mengukur penyisihan kerugian instrumen keuangan sejumlah kerugian kredit
ekspektasian sepanjang umurnya jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak
pengakuan awal. Namun, jika risiko kredit instrumen keuangan tersebut tidak meningkat secara signifikan sejak
pengakuan awal, maka mengakui sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan.
Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian tersebut
terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan
Perusahaan menganggap aset keuangangagal bayar ketika pihak ketiga tidak mampu membayar kewajiban kreditnya
Perusahaan secara penuh. Periode maksimum yang dipertimbangkan ketika memperkirakan kerugian kredit ekspektasian adalah
periode maksimum kontrak dimana Perusahaan terekspos terhadap risiko kredit.
Penyisihan kerugian diakui sebagai pengurang jumlah tercatat aset keuangan kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada
FVTOCI yang penyisihan kerugiannya diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Sedangkan jumlah kerugian
kredit ekspektasian (atau pemulihan kerugian kredit) diakui dalam laba rugi, sebagai keuntungan atau kerugian
penurunan nilai.
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian dari instrumen keuangan dilakukan dengan suatu cara yang mencerminkan:
i Jumlah yang tidak bias dan rata-rata probabilitas tertimbang yang ditentukan dengan mengevaluasi serangkaian kemungkinan
yang dapat terjadi;
ii Nilai waktu uang; dan
iii Informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan pada tanggal pelaporan mengenai
peristiwa masa lalu, kondisi kini, dan perkiraan kondisi ekonomi masa depan.
Aset keuangan dapat dianggap tidak mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal jika aset
keuangan memiliki risiko kredit yang rendah pada tanggal pelaporan. Risiko kredit pada instrumen keuangan dianggap rendah
ketika aset keuangan tersebut memiliki risiko gagal bayar yang rendah, peminjam memiliki kapasitas yang kuat
untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya dalam jangka waktu dekat dan memburuknya kondisi ekonomik dan
bisnis dalam jangka waktu panjang mungkin, namun tidak selalu, menurunkan kemampuan peminjam untuk memenuhi
kewajiban arus kas kontraktualnya. Untuk menentukan apakah aset keuangan memiliki risiko kredit rendah, Perusahaan
dapat menggunakan peringkat risiko kredit internal atau penilaian eksternal. Misal, aset keuangan dengan peringkat
“investment grade” berdasarkan penilaian eksternal merupakan instrumen yang memiliki risiko kredit yang rendah,
sehingga tidak mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal.
18
Page 21
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Reklasifikasi
Perlakuan akuntansi Sebelum 1 Januari 2020
Perusahaan tidak mereklasifikasi derivatif dari diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selama derivatif tersebut dimiliki atau
diterbitkan dan tidak mereklasifikasi setiap instrumen keuangan dari diukur melalui laba rugi jika pada pengakuan awal instrumen
keuangan tersebut ditetapkan oleh Perusahaan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Perusahaan dapat mereklasifikasi
aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, jika aset keuangan tidak lagi dimiliki untuk tujuan penjualan atau
pembelian kembali aset keuangan tersebut dalam waktu dekat.Perusahaan tidak mereklasifikasi setiap instrumen keuangan ke
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi setelah pengakuan awal.
Jika, karena perubahan intensi atau kemampuan Perusahaan, instrumen tersebut tidak tepat lagi diklasifikasikan sebagai investasi
dimiliki hingga jatuh tempo, maka investasi tersebut direklasifikasi menjadi tersedia untuk dijual dan diukur kembali pada
nilai wajar. Jika terjadi penjualan atau reklasifikasi atas investasi dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari
jumlah yang tidak signifikan, maka sisa investasi dimiliki hingga jatuh tempo direklasifikasi menjadi tersedia untuk dijual, kecuali
penjualan atau reklasifikasi tersebut dilakukan ketika aset keuangan sudah mendekati jatuh tempo atau tanggal pembelian
kembali, terjadi setelah seluruh jumlah pokok telah diperoleh secara substansial sesuai jadwal pembayaran atau telah diperoleh
pelunasan dipercepat; atau terkait dengan kejadian tertentu yang berada di luar kendali, tidak berulang, dan tidak dapat
diantisipasi secara wajar.
Perlakuan akuntansi sejak 1 Januari 2020
Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan ketika Perusahaan mengubah tujuan model bisnis untu pengelolaan aset keuangan sehingga
penilaian sebelumnya menjadi tidak dapat diterapkan
Ketika Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan, maka Perusahaan menerapkan reklasifikasi secara prospektif dari tanggal
reklasifikasi. Perusahaan tidak menyajikan kembali keuntungan, kerugian (termasuk keuntungan atau kerugian penurunan nilai), atau
bunga yang diakui sebelumnya.
Ketika Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi menjadi kategori
FVTPL, nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan
diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi. Pada saat Perusahaan melakukan reklasifikasi
sebaliknya, yaitu dari aset keuangan kategori FVTPL menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, maka nilai wajar
pada tanggal reklasifikasi menjadi jumlah tercatat bruto yang baru.
Pada saat Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi menjadi
kategori FVTOCI, nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih
antara biaya perolehan diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam penghasilan komprehensif lain.
Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi. Ketika
Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan sebaliknya, yaitu keluar dari kategori FVTOCI menjadi kategori pengukuran biaya
perolehan diamortisasi, aset keuangan direklasifikasi pada nilai wajarnya pada tanggal reklasifikasi. Akan tetapi keuntungan atau
kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dihapus dari ekuitas dan disesuaikan terhadap
nilai wajar aset keuangan pada tanggal reklasifikasi. Akibatnya, pada tanggal reklasifikasi aset keuangan diukur seperti halnya jika
aset keuangan tersebut selalu diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Penyesuaian ini memengaruhi penghasilan komprehensif lain tetapi tidak memengaruhi laba rugi, dan karenanya bukan merupakan
penyesuaian reklasifikasi. Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari
reklasifikasi.
Pada saat Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran FVTPL menjadi kategori pengukuran
FVTOCI, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Sama halnya, ketika Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan keluar dari
kategori FVTOCI menjadi kategori pengukuran FVTPL, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau
kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui di penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai
penyesuaian reklasifikasi pada tanggal reklasifikasi.
Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan
Perlakuan akuntansi sebelum 1 Januari 2020
Pengukuran selanjutnya liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan awal. Perusahaan mengklasifikasikan
19
Page 22
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
liabilitas keuangan dalam salah satu dari kategori berikut:
(i) Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (FVTPL)
Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL adalah liabilitas keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan atau yang
pada saat pengakuan awal telah ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan
diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli
kembali dalam waktu dekat, atau bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat
bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual saat ini, atau merupakan derivatif, kecuali
derivatif yang ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau
kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui
(ii) Liabilitas Keuangan Lainnya
Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL dikelompokan dalam
kategori ini dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Perlakuan akuntansi sejak 1 Januari 2020
Perusahaan mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal liabilitas keuangan diukur pada
biaya perolehan diamortisasi, kecuali:
(a) Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabiitas dimaksud, termasuk derivatif yang merupakan
liabiliatas, selanjutnya akan diukur pada nilai wajar.
(b) Liabitas keuangan yang timbul ketika pengalihan aset keuangan yang tidak memenuhi kualifikasi
penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan diterapkan.
(c) Kontrak jaminan keuangan dan komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku bunga dibawah pasar. Setelah
pengakuan awal, penerbit kontrak dan penerbit komitmen selanjutnya mengukur kontrak tersebut sebesar jumlah
yang lebih tinggi antara:
(i) Jumlah penyisihan kerugian dan
(ii) Jumlah yang pertama kali diakui dikurangi dengan, jika sesuai, jumlah kumulatif dari penghasilan yang diakui
sesuai dengan prinsip PSAK 72
(d) Imbalan kontijensi yang diakui oleh pihak pengakusisi dalam kombinasi bisnis ketika PSAK 22 diterapkan. Imbalan
kontijensi selanjutnya diukur pada nilai wajar dan selisihnya dalam laba rugi
Saat pengakuan awal, Perusahaan dapat membuat penetapan yang takterbatalkan untuk mengukur liabilitas keuangan
pada nilai wajar melalui laba rugi, jika diizinkan oleh standar atau jika penetapan akan menghasilkan informasi yang lebih
relevan, karena:
(a) mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkosistensi pengukuran atau pengakuan (kadang disebut
sebagai “accounting mismatch”) yang dapat timbul dari pengukuran aset atau liabilitas atau pengakuan keuntungan dan
kerugian atas aset atau liabilitas dengan dasar yang berbeda beda; atau
(b) sekelompok liabilitas keuangan atau aset keuangan dan liabilitas keuangan dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai
wajar, sesuai manajemen risiko atau strategi investasi yang terdokumentasi, dan informasi dengan dasar nilai wajar dimaksud
atas kelompok tersebut disediakan secara internal untuk personil manajemen kunci Perusahaan.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari
aset keuangan berakhir atau Perusahaan mengalihkan hak kontraktual untuk menerima kas yang berasal dari aset keuangan
atau tetap memiliki hak kontraktual untuk menerima kas tetapi juga menanggung kewajiban kontraktual untuk
membayar arus kas yang diterima tersebut kepada satu atau lebih pihak penerima melalui suatu kesepakatan. Jika
Perusahaan secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, maka Perusahaan
menghentikan pengakuan aset keuangan dan mengakui secara terpisah sebagai aset atau liabilitas untuk setiap hak dan
kewajiban yang timbul atau yang masih dimiliki dalam pengalihan tersebut. Jika Perusahaan secara substansial tidak
mengalihkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut dan masih
memiliki pengendalian, maka Perusahaan mengakui aset keuangan sebesar keterlibatan berkelanjutan dengan aset keuangan
tersebut. Jika Perusahaan secara substansial masih memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset
keuangan, maka Perusahaan tetap mengakui aset keuangan tersebut.
Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas keuangan tersebut berakhir,
yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kedaluwarsa.
Metode Suku Bunga Efektif
20
Page 23
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset atau
liabilitas keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas keuangan) dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau
beban bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
pembayaran atau penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan
periode yang lebih singkat untuk memperoleh jumlah tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat
menghitung suku bunga efektif, Perusahaan mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual
dalam instrumen keuangan tersebut, seperti pelunasan dipercepat, opsi beli dan opsi serupa lain, tetapi tidak mempertimbangkan
kerugian kredit masa depan. Perhitungan ini mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima oleh
pihak-pihak dalam kontrak yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium
atau diskonto lain.
Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu
liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi
untuk keperluan pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan.
Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan pada apakah input
suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap keseluruhan pengukuran nilai wajar:
(i) Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses pada
tanggal pengukuran (Level 1);
(ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara
langsung maupun tidak langsung (Level 2);
(iii) Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3).
Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Perusahaan sebisa mungkin menggunakan data pasar yang dapat diobservasi.
Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi secara langsung, Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang
sesuai dengan keadaannya dan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan
penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. Perpindahan antara level hirarki nilai wajar diakui oleh Perusahaan pada akhir
periode pelaporan dimana perpindahan terjadi.
2.s. Sumber Ketidakpastian Estimasi dan Pertimbagan Akuntansi yang Pentin
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan manajemen
untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan,
beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian
mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan
liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko
signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan
di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan
keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau
situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut
dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Estimasi Umur Manfaat Aset Tetap
Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan faktor-faktor seperti
kondisi teknis dan perkembangan teknologi di masa depan. Hasil operasi di masa depan akan dipengaruhi secara material
atas perubahan estimasi ini yang diakibatkan oleh perubahan faktor yang telah disebutkan di atas. Nilai tercatat aset tetap
disajikan dalam Catatan 11.
Imbalan Kerja
Nilai kini liabilitas imbalan kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar dengan menggunakan beberapa
asumsi. Asumsi yang digunakan antara lain mencakup tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji, dan tingkat pengunduran diri.
Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat imbalan kerja.
21
Page 24
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode pelaporan, yakni tingkat suku bunga yang harus
digunakan untuk menentukan nilai kini arus kas keluar masa depan estimasian yang diharapkan untuk menyelesaikan liabilitas.
Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah
yang didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu
liabilitas yang terkait. Asumsi kunci liabilitas Imbalan kerja sebagian ditentukan berdasarkan kondisi pasar saat ini. Informasi
tambahan diungkapkan pada Catatan 29.
Estimasi Cadangan untuk Penurunan Nilai Atas Piutang
Perlakuan akuntansi sebelum 1 Januari 2020
Apabila terdapat bukti objektif bahwa penurunan nilai telah terjadi atas piutang usaha, Perusahaan mengestimasi cadangan untuk
penurunan nilai atas piutang usaha yang secara khusus diidentifikasi ragu-ragu untuk ditagih. Tingkat cadangan ditelaah oleh
manajemen dengan dasar faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat tertagihnya piutang tersebut. Dalam kasus ini, Perusahaan
menggunakan pertimbangan berdasarkan fakta-fakta terbaik yang tersedia dan situasi- situasi, termasuk tetapi tidak terbatas
pada, lama hubungan Perusahaan dengan pelanggan dan status kredit pelanggan berdasarkan laporan dari pihak ketiga dan
faktor-faktor pasar yang telah diketahui, untuk mengakui pencadangan spesifik untuk pelanggan terhadap jumlah yang jatuh tempo
untuk menurunkan piutang Perusahaan ke jumlah yang diharapkan dapat ditagih. Pencadangan secara spesifik ini ditelaah dan
disesuaikan jika terdapat informasi tambahan yang diterima yang mempengaruhi jumlah yang diestimasikan (Catatan 4).
Perlakuan akuntansi sejak 1 Januari 2020
Perusahaan mengakui penyisihan kerugian untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas piutang usaha dan piutang lain-lain
dan aset kontrak. Nilai kerugian kredit ekspektasian diperbarui pada tanggal pelaporan untuk mencerminkan perubahan
risiko kredit sejak pengakuan awal masing-masing instrumen keuangan.
Perusahaan selalu mengakui ECL sepanjang umurnya untuk piutang usaha dan aset kontrak. Kerugian kredit ekspektasian
atas aset keuangan diestimasi menggunakan matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis
Perusahaan, disesuaikan untuk faktor spesifik debitur, kondisi ekonomi umum serta penilaian atas arah kondisi kini dan
perkiraan masa depan pada tanggal pelaporan, termasuk nilai waktu atas uang jika tepat.
Untuk semua instrumen keuangan lainnya, Perusahaan mengakui ECL sepanjang umur ketika telah ada peningkatan risiko
kredit yang signifikan sejak pengakuan awal. Jika, sebaliknya, risiko kredit pada instrumen keuangan tidak
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, Perusahaan mengukur penyisihan kerugian untuk instrument
keuangan tersebut sejumlah ECL 12 bulan. Penilaian apakah ECL sepanjang umur harus diakui didasarkan pada peningkatan
signifikan dalam kemungkinan terjadinya atau pada risiko gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan didasarkan pada bukti asset
keuangan yang mengalami kerugian kredit pada tanggal pelaporan atau kejadian gagal bayar sebenarnya.
Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur merupakan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari seluruh
kemungkinan peristiwa gagal bayar selama perkiraan umur instrument keuangan. Sebaliknya, ECL 12 bulan mewakili porsi ECL
sepanjang umur yang timbul dari peristiwa gagal bayar pada instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam
12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan
perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui
liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan
badan.
22
Page 25
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
3 Kas dan Bank
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Kas
Rupiah 825.821 802.216
USD (2023: USD 600 ; 2022: USD 500) 9.316 7.866
EUR (2023: EUR 2,450 ; 2022: EUR 3,620) 40.190 60.500
RMB (2023: RMB 23,475 ; 2022: RMB 23,475) 49.872 52.986
GBP (2023: GBP 1,240 ; 2022: GBP 1,240) 23.388 23.468
SGD (2023: SGD 80 ; 2022: SGD 80) 907 933
JPY (2023: JPY 60,000 ; 2022 : JPY 60,000) 6.252 7.054
PKR (2023: PKR 55,600 ; 2022: PKR 55,600) 2.994 3.812
THB (2023: THB 24,500 ; 2022: THB 1,500) 10.404 682
VND (2023: VND 3,200,000 ; 2022: VND 3,200,000) 2.048 2.144
PHP (2023: PHP 5,385 ; 2022 : PHP 3,050) 1.468 861
972.659 962.522
Bank
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 1.391.139 1.256.116
PT Bank Internasional Indonesia 370.857 1.476.201
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd 101.011 237.400
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 81.888 16.613
Bank MAS 22.219 -
1.967.114 2.986.330
Mata Uang Asing
PT Bank Central Asia Tbk 15.819.969 10.287.853
(2023: USD 1,018,933.95 ; 2022: USD 653,985.98)
PT Hongkong and Shanghai Banking Corporation 263.807 268.706
(2023: USD 16,991.30 ; 2022: USD 17,081.30)
16.083.775 10.556.559
Jumlah 19.023.548 14.505.411
Tidak terdapat saldo kas dan bank yang ditempatkan kepada pihak berelasi pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
4 Piutang Usaha
a. Berdasar Pelanggan 30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Pihak Berelasi/Related parties (Catatan/Note 17.a) 612.787 194.350
Pihak Ketiga/Third Parties 211.855.457 184.170.559
Dikurangi: Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Pihak Ketiga (4.680.001) (3.357.892)
Total 207.788.243 181.007.017
b. Berdasarkan Umur 30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Belum Jatuh Tempo 141.172.021 114.668.145
Telah Jatuh Tempo
> 1 bulan - 2 bulan 54.093.496 61.393.833
> 2 bulan - 3 bulan 8.610.599 3.647.948
> 3 bulan 8.592.128 4.654.983
Dikurangi: Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Pihak Ketiga (4.680.001) (3.357.892)
Total 207.788.243 181.007.017
c. Berdasarkan Mata Uang 30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Rupiah 151.613.317 126.385.788
Mata Uang Asing
(2023: USD 3,919,549.54 ; 2022: USD 3,685,660.24) 60.854.926 57.979.121
Dikurangi: Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Pihak Ketiga (4.680.001) (3.357.892)
23
Page 26
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Total 207.788.243 181.007.017
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
d. Cadangan Penurunan Nilai Piutang
Saldo Awal 3.357.892 2.750.086
Penambahan 1.322.109 607.806
Pemulihan - -
Saldo Akhir 4.680.001 3.357.892
5 Aset Keuangan Lancar Lainnya
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Pihak Ketiga/ Third Parties 72.324 4.329.128
Dikurangi : Penyisihan Piutang Ragu-ragu - (3.320.034)
Total 72.324 1.009.094
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Mutasi Penyisihan penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut :
Saldo Awal 3.320.034 3.320.034
Penambahan (Pemulihan) (3.320.034) -
Saldo Akhir - 3.320.034
6 Persediaan
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Bahan Baku 280.726.330 235.137.847
Barang Jadi 40.355.790 30.826.484
Barang Dalam Proses 3.517.966 3.838.077
Suku Cadang dan Utility 2.614.781 4.246.658
Bahan Pembantu 1.535.037 3.440.348
Total 328.749.903 277.489.414
Persediaan senilai Rp. 260,000,000 dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman jangka pendek kepada PT Bank Central Asia TBK (BCA) (lihat
Catatan 12 dan 19).
Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya kepada PT Asuransi Jasa Indonesia dan PT Asuransi Multi
Artha Guna Tbk dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 260,000,000 dan USD 1,967,213 pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember
2022.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas persediaan yang
dipertanggungkan.
Manajemen berpendapat bahwa semua persediaaan dapat digunakan atau dijual, Manajemen juga berpendapat nilai realisasi neto persediaan
masih melebihi nilai tercatatnya.
7 Perpajakan
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
a. Pajak Dibayar Dimuka
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10.074.519 5.922.923
24
Page 27
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Total 10.074.519 5.922.923
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
b. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan
Pajak Kini
Tahun Berjalan 13.028.400 7.318.814
Pajak Tangguhan 1.924.129 3.464.191
Pajak Tangguhan - Penyesuaian Tarif - -
Jumlah 14.952.529 10.783.005
Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum Pajak Penghasilan menurut Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lainnya dengan Laba Rugi
Fiscal untuk yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sbb :
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan 61.761.641 44.423.333
Beda waktu
Penyusutan Aset Tetap (4.140.799) (8.836.523)
Beban (Pemulihan) Imbalan Kerja 2.700.000 699.511
Pembayaran Manfaat - (3.853.992)
Properti Investasi - -
Aset Hak Guna (5.099) 4.576
Laba dari Perubahan Nilai Wajar Properti Investasi (192.000)
Pemulihan Penurunan Nilai Piutang
Aset Keuangan Lancar Lainnya (3.320.034) -
Pemulihan Penurunan Nilai Piutang
Piutang Usaha 1.322.109 607.806
Jumlah Beda Waktu (3.443.822) (11.570.622)
Beda Tetap
Beban & Denda Pajak 51.158 1.805
Pendapatan Bunga (4.391) (9.083)
Pendapatan Sewa (30.000)
Representasi dan Sumbangan 174.900 -
Biaya Lainnya 680.515 451.903
Jumlah Beda Tetap 902.182 414.625
Laba (Rugi) Kena Pajak 59.220.001 33.267.336
Beban Pajak Kini dengan tarif pajak yang berlaku 13.028.400 7.318.814
Dikurangi :
Pajak Penghasilan Dibayar Dimuka
PPh Pasal 22 (1.619.537) (2.178.915)
PPh Pasal 25 (3.937.519) (2.203.966)
Kurang (Lebih) Bayar Pajak Penghasilan 7.471.344 2.935.933
Rekonsiliasi antara beban (manfaat) pajak penghasilan dengan hasil perkalian laba (rugi) akuntansi dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai
berikut :
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 61.761.641 44.423.333
Pajak dihitung pada tarif pajak berlaku 13.587.561 9.773.133
Koreksi Fiskal (559.161) (2.454.319)
Pajak Kini
Tahun Berjalan 13.028.400 7.318.815
Pajak Tangguhan 1.924.129 3.464.191
Pajak Tangguhan - Penyesuaian Tarif - -
Manfaat (Beban) Pajak 14.952.529 10.783.005
Berdasarkan Pasal 5 ayat (3) Undang-undang No. 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor
25
Page 28
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1 Tahun 2020 tentang kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019
(COVID-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem
Keuangan menjadi Undang-Undang. Menetapkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 30 Tahun 2020 Pasal 2 mengenai penurunan
tarif pajak penghasilan kena pajak bagi Wajib Pajak Badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap adalah sebesar 22% ( dua puluh dua persen)
yang berlaku pada Tahun Pajak 2020 dan Tahun Pajak 2021.
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menetapkan Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU
HPP). Salah satu pasal dalm UU HPP ini adalah tarif pajak penghasilan badan yang berlaku di tahun 2022 dan seterusnya adalah 22%
c. Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan
Dikreditkan
Dikreditkan
(Dibebankan) ke
31-Dec-22 (Dibebankan) ke Laba 30-Sep-23
Laba Tahun
Tahun Berjalan
Berjalan
Rp. Rp. Rp. Rp.
Penyisihan Penurunan Nilai
Aset Keuangan Lancar Lainnya 730.408 (730.408) - -
Penyisihan Penurunan Nilai
Nilai Piutang Usaha 738.736 290.864 - 1.029.600
Keuntungan Revaluasi Aset tetap (3.280.847) - - (3.280.847)
Properti Investasi (19.766) - - (19.766)
Penyusutan Aset Tetap 861.658 (1.485.706) - (624.048)
Imbalan Kerja 3.750.424 - 594.000 4.344.424
Aset Hak Guna Usaha (2.943) 1.121 - (1.822)
Total 2.777.669 (1.924.129) 594.000 1.447.541
Dikreditkan
Dikreditkan
(Dibebankan) ke
31-Dec-21 (Dibebankan) ke Laba 31-Dec-22
Laba Tahun
Tahun Berjalan
Berjalan
Rp. Rp. Rp. Rp.
Penyisihan Penurunan Nilai
Aset Keuangan Lancar Lainnya 730.408 - - 730.408
Penyisihan Penurunan Nilai
Nilai Piutang Usaha 605.019 133.717 - 738.736
Keuntungan Revaluasi Aset tetap (3.059.899) - (220.948) (3.280.847)
Properti Investasi (14.966) (4.800) - (19.766)
Penyusutan Aset Tetap 3.759.774 (2.898.116) - 861.658
Imbalan Kerja 4.638.717 (693.986) (194.307) 3.750.424
Aset Hak Guna Usaha (1.937) (1.006) - (2.943)
Total 6.657.116 (3.464.191) (415.255) 2.777.669
Penyisihan penilaian atas aset pajak tangguhan dibentuk karena tidak terdapat keyakinan yang cukup atas realisasi dari sebagian aset pajak
tangguhan tersebut dimasa yang akan datang.
Pembebanan pajak tanguhan atas penyusutan aset tetap sudah termasuk pengaruh dari perubahan kebijakan akuntasi atas bangunan.
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
d. Hutang Pajak
PPh Pasal 25 7.471.344 -
PPh Pasal 21 248.117 436.156
PPh Pasal 23 170.967 111.645
PPh Pasal 22 48.988 32.512
PPh (4) 2 Final 39.667 37.681
PPh Pasal 29 - 2.935.933
Total 7.979.082 3.553.927
e. Administrasi
26
Page 29
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Undang-undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa masing-masing perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar
sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang secara individu
Berdasarkan UU yang berlaku, Direktorat Jendral Pajak (“DJP”) dapat menetapkan atau mengubah kewajiban pajak dalam jangka waktu
tertentu. Untuk tahun pajak 2008 dan seterusnya, jangka waktunya adalah lima tahun sejak saat terutangnya pajak.
8 Biaya Dibayar Dimuka
Akun ini merupakan asuransi dibayar di muka dengan total sebesar Rp 1,847,157 dan Rp 1,007,130 masing-masing pada tanggal 30 September
2023 dan 31 Desember 2022.
9 Uang Muka Pembelian dan Lainnya
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Uang Muka Pembelian dan Lainnya
Rupiah
Pembelian Bahan Baku 106.668.267 54.542.342
Pembelian Aset - 2.000.114
Pembelian Lainnya 1.914.529 806.551
Total 108.582.796 57.349.007
Nilai uang muka pembelian bahan baku dalam mata uang USD pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing
berjumlah nihil dan USD 60,147.50
27
Page 30
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
10 Properti Investasi
31-Dec-22 Penambahan Penjualan Revaluasi 30-Sep-23
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
Nilai Perolehan
Tanah 958.000 - - - 958.000
Nilai Tercatat 958.000 - - - 958.000
31-Dec-21 Penambahan Penjualan Revaluasi 31-Dec-22
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
Nilai Perolehan
Tanah 766.000 - - 192.000 958.000
Nilai Tercatat 766.000 - - 192.000 958.000
Nilai pasar tanah yang disajikan adalah berdasarkan laporan penilaian aset tanah dari KJJP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan No: 00109/2.0018-
00/PI/04/0148/1/II/2023 tanggal 23 Februari 2023 untuk penilaian tanggal 31 Desember 2022. Nilai wajar tanah dihitung menggunakan metode pendekatan
perbandingan data pasar.
Properti Investasi berupa beberapa bidang tanah yang penggunaannya belum ditentukan dan tidak digunakan untuk proses produksi. Tanah tersebut terletak di jalan
desa, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 luas tanah masing-masing sebesar 4,790 m2.
Properti investasi tidak disewakan sehingga tidak ada beban operasi di laba rugi
11 Aset Tetap dan Aset Hak Guna
31-Dec-22 Penambahan Pengurangan Revaluasi Reklasifikasi 30-Sep-23
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
Nilai Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 182.061.000 2.156.324 - - - 184.217.324
Bangunan 47.293.993 514.586 - - 204.900 48.013.479
Mesin & Peralatan 357.532.434 879.767 - - 11.378.074 369.790.276
Kendaraan 27.139.550 429.098 (1.266.164) - 2.274.636 28.577.120
Laboratorium 4.010.509 359.500 - - - 4.370.009
Inventaris Kantor 3.223.563 28.500 - - - 3.252.063
Unit Pengolah Limbah 12.678.118 - - - - 12.678.118
Subtotal 633.939.167 4.367.775 (1.266.164) - 13.857.611 650.898.389
Aset Dalam Penyelesaian
Gedung dan Bangunan 411.900 364.542 - - (204.900) 571.542
Mesin dan Peralatan - 14.219.251 - - (11.378.074) 2.841.177
Subtotal 634.351.067 18.951.568 (1.266.164) - 2.274.636 654.311.108
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 20.996.992 2.442.373 - - - 23.439.365
Mesin & Peralatan 240.419.497 6.430.609 - - - 246.850.106
Kendaraan 21.150.277 2.895.406 (1.116.323) - 1.443.050 24.372.411
Laboratorium 3.331.720 142.744 - - - 3.474.464
Inventaris Kantor 3.221.230 6.133 - - - 3.227.363
Unit Pengolah Limbah 12.678.118 - - - - 12.678.118
Subtotal 301.797.834 11.917.264 (1.116.323) - 1.443.050 314.041.825
Nilai Perolehan
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan 3.419.948 1.904.346 - - (2.274.636) 3.049.658
Subtotal 3.419.948 1.904.346 - - (2.274.636) 3.049.658
Akumulasi Penyusutan
Aset Sewa Pembiayaan
28
Page 31
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Kendaraan 1.663.034 438.205 - - (1.443.050) 658.189
Subtotal 1.663.034 438.205 - - (1.443.050) 658.189
Nilai Perolehan
Aset Hak Guna
Bangunan 289.047 - - - - 289.047
Kendaraan 300.423 - - - - 300.423
Subtotal 589.470 - - - - 589.470
Akumulasi Penyusutan
Aset Hak Guna
Bangunan 108.393 108.393 - - - 216.786
Kendaraan 214.588 55.180 - - - 269.768
Subtotal 322.981 163.573 - - - 486.554
Nilai Buku 334.576.636 342.763.669
31-Dec-21 Penambahan Pengurangan Revaluasi Reklasifikasi 31-Dec-22
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
Nilai Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 173.223.100 - - 8.837.900 - 182.061.000
Bangunan 35.238.051 3.388.550 - 7.188.812 1.478.580 47.293.993
Mesin & Peralatan 353.626.183 1.961.251 - - 1.945.000 357.532.434
Kendaraan 18.308.770 1.430.775 (857.450) - 8.257.455 27.139.550
Laboratorium 4.010.509 - - - - 4.010.509
Inventaris Kantor 3.223.563 - - - - 3.223.563
Unit Pengolah Limbah 12.678.118 - - - - 12.678.118
Subtotal 600.308.294 6.780.576 (857.450) 16.026.712 11.681.035 633.939.167
Aset Dalam Penyelesaian
Gedung dan Bangunan 1.931.281 427.096 (467.897) - (1.478.580) 411.900
Mesin dan Peralatan 102.632 1.945.000 (102.632) - (1.945.000) -
Subtotal 602.342.207 9.152.672 (1.427.979) 16.026.712 8.257.455 634.351.067
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 19.117.396 1.879.596 - - - 20.996.992
Mesin & Peralatan 231.575.294 8.844.203 - - - 240.419.497
Kendaraan 14.422.764 2.736.278 (857.450) - 4.848.685 21.150.277
Laboratorium 3.123.153 208.567 - - - 3.331.720
Inventaris Kantor 3.210.756 10.474 - - - 3.221.230
Unit Pengolah Limbah 12.622.650 55.468 - - - 12.678.118
Subtotal 284.072.013 13.734.586 (857.450) - 4.848.685 301.797.834
Nilai Perolehan
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan 10.998.977 678.426 - - (8.257.455) 3.419.948
Subtotal 10.998.977 678.426 - - (8.257.455) 3.419.948
Akumulasi Penyusutan
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan 5.076.720 1.434.999 - - (4.848.685) 1.663.034
Subtotal 5.076.720 1.434.999 - - (4.848.685) 1.663.034
Nilai Perolehan
Aset Hak Guna
Bangunan 189.992 289.047 (189.992) - - 289.047
29
Page 32
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Kendaraan 300.423 - - - - 300.423
Subtotal 490.415 289.047 (189.992) - - 589.470
Akumulasi Penyusutan
Aset Hak Guna
Bangunan 189.992 108.393 (189.992) - - 108.393
Kendaraan 141.015 73.573 - - - 214.588
Subtotal 331.007 181.966 (189.992) - - 322.981
Nilai Buku 324.351.859 334.576.636
Beban penyusutan periode berjalan dialokasikan sebagai berikut:
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Beban Pokok Penjualan 9.015.725 10.987.833
Beban Umum dan Administrasi (Catatan 25.b) 3.503.317 4.363.718
Total 12.519.042 15.351.551
Nilai pasar tanah dan bangunan yang disajikan adalah berdasarkan laporan penilaian aset dari KJPP Nirboyo, Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan No.
00109/2.0018-00/PI/04/0148/1/II/2023 tanggal 13 Februari 2023 untuk penilaian tanggal 31 Desember 2022. Nilai wajar tanah dihitung menggunakan
metode pendekatan pasar dan bangunan menggunakan metode biaya.
Perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Karanganyar, Surakarta dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan yang berjangka waktu 20
(dua puluh) sampai 30 (tiga puluh) tahun yang akan jatuh tempo tahun sampai dengan tahun 2038.
Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti
pemilikan yang memadai.
Aset tetap tertentu telah dijadikan sebagai jaminan perolehan pinjaman jangka pendek (Catatan 12 dan 19).
Aset tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan ke PT Asuransi Bintang Tbk dan PT BCA Insurance terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya
dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 20,559,700 dan USD 27,236,138 pada tanggal 31 Desember 2022 dan Rp 20,559,700 dan USD 26,703,197 pada
tanggal 31 Desember 2021. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang
dipertanggungkan.
Manajemen melakukan pengkajian berkala mengenai nilai residu dan umur manfaat setiap akhir periode pelaporan.
Aset dalam penyelesaian merupakan mesin dan bangunan. Pada tanggal 30 September 2023, aset dalam penyelesaian telah mencapai 80% dan
proyeksi penyelesaian berkisar antara Desember 2023. Manajemen berkeyakinan tidak terdapat hal yang mengakibatkan penyelesaiannya tidak dapat
dicapai.
Manajemen berkeyakinan tidak terdapat indikasi penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
12 Pinjaman Jangka Pendek
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) 155.792.607 128.195.723
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) 45.000.000 15.000.000
200.792.607 143.195.723
a. PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 23 Juni 2016, Perusahaan dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menandatangani permohonan fasilitas kredit No. 616/KRD/SLO/2016 yang telah
mengalami perubahan terakhir berdasarkan perjanjian No. 415/SLA/SPPJ/2022 tanggal 2 November 2022. Perusahaan memperoleh fasilitas sebagai berikut:
30
Page 33
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Fasilitas kredit yang disetujui :
1 Kredit Lokal
Plafond : Rp. 10,000,000
Tingkat Bunga : 7,50% pa per tahun
Jangka Waktu : s/d 31 Desember 2023
2 Pinjaman Berulang
Plafond : Rp. 385,000,000
Tingkat Bunga : 7,50% pa per tahun
Jangka Waktu : s/d 31 Desember 2023
Fasilitas - fasilitas tersebut dijaminkan dengan 11 bidang tanah (HGB 20, 1, 4, 5, 11, 14, 15, 16, 17, 23, 24), fiduciary transfer persediaan sebesar IDR
260,000,000 dan fiduciary transfer terhadap mesin (Produksi) senilai Rp. 184,026,326 (lihat Catatan 6 dan 11)
Dalam Perjanjian kredit disebutkan bahwa Perusahaan terikat dengan beberapa batasan antara lain, Perusahaan harus memberitahukan secara tertulis kepada
BCA untuk :
1. Menginformasikan kepada bank tentang perkara yang menyangkut perusahaan termasuk perdata, tata usaha negara, tuntutan pajak, penyidikan dan perkara
pidana yang akan mempengaruhi usaha maupun aset perusahaan.
2. Menginformasikan kepada Bank dengan melampirkan dokumen pendukung setiap kali terjadi perubahan anggaran dasar serta perubahan susunan Direksi,
Komisaris dan/atau pemegang saham perusahaan.
3. Menyerahkan Laporan Keuangan Tahunan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Terdaftar yang disetujui oleh Bank setiap 1 (satu) tahun sekali, selambat
lambatnya 6 (enam) bulan setelah akhir tahun buku
4. Menyerahkan Laporan Pembelian, Penjualan, dan Persediaan setiap proses tambahan/perpanjangan
5. Harus menjaga nilai total persediaan, piutang, uang muka pembelian lebih tinggi dari nilai total utang bank jangka pendek, utang dagang, uang muka
penjualan.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, saldo fasilitas pinjaman berulang sebesar Rp 155,792,607 dan Rp 128,195,723
b. PT Bank HSBC Indonesia
Pada tanggal 27 Juli 2005, Perusahaan dengan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) menandatangani Corporate Facility
Agreement No. SEM/050433/U/050708 yang telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Corpotate Facility Agreement No.
JAK/211577/U/221109 tanggal 6 Desember 2022. Perusahaan memperoleh fasilitas antara lain :
1 Fasilitas Pinjaman Berulang / Revolving Loan
Plafond : Rp. 50.000.000
Tingkat Bunga : 7 % per tahun
Jangka Waktu : Maksimal 90 hari
2 Fasilitas Impor / Import Facility
Plafond : Rp. 20.000.000
Tingkat Bunga : 4 % per tahun di bawah Best Lending Rate
Jangka Waktu : Maksimal 90 hari
Dalam perjanjian kredit disebutkan bahwa Perusahaan terikat dengan beberapa batasan antara lain, Perusahaan harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari
HSBC untuk:
1. Membuat, menanggung atau mengijinkan adanya suatu penjaminan atas aktiva tidak bergerak, gadai, hak tanggungan atau hak jaminan apapun juga atas
property, aktiva atau pendapatan dari Perusahaan, baik yang saat ini atau yang akan diperoleh di kemudian hari.
2. Membuat, mengadakan atau mengizinkan suatu utang ataupun kewajiban apapun.
3. Memberikan suatu pinjaman atau kredit kepada perusahaan atau orang lain siapapun juga
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, saldo fasilitas pinjaman berulang masing-masing sebesar Rp 45,000,000 dan Rp 15,000,000
31
Page 34
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
13 Hutang Usaha
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
a. Berdasar Pelanggan
Pihak Ketiga/Third Parties 39.395.635 20.851.894
Jumlah Hutang Usaha 39.395.635 20.851.894
b. Berdasar Mata Uang 30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Rupiah 33.961.463 20.851.894
Mata Uang Asing
USD (2023 : USD 350,004.58 ; 2022: Nihil) 5.434.171 -
Jumlah Hutang Usaha 39.395.635 20.851.894
Jangka waktu kredit yang timbul dari pembelian bahan baku dan bahan pembantu, baik dari pemasok dalam maupun luar negeri, berkisar 30
sampai dengan 60 hari.
14 Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Surat Berharga Komersial 4.768.000 4.768.000
Total 4.768.000 4.768.000
Surat Berharga Komersial
Surat berharga komersial merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh Perusahaan dengan PT Bakrie Sekuritas sebagai arranger (agen) untuk
jangka waktu 3 (tiga) bulan dan tingkat bunga diskonto sebesar 20,75% per tahun.
Surat berharga ini telah jatuh tempo pada tanggal 10 Pebruari 1996 dan berdasarkan hasil negosiasi Manajemen dalam tahun 1997 dengan pihak
arranger (agen), Perusahaan hanya diwajibkan untuk melunasi pokok pinjaman sejak tanggal jatuh tempo. Namun sejak tahun 1998 sampai
dengan tanggal neraca pihak arranger maupun pemegang surat berharga belum menghubungi Perusahaan untuk membicarakan penyelesaian atas
surat berharga komersial tersebut.
15 Deviden Tunai dan Dana Cadangan
Total saldo laba cadangan pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 61.259.406.000 (dalam Rupiah penuh) dan pada tanggal 30 September
2023 sebesar Rp 62.000.000.000 (dalam Rupiah penuh)
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 saldo hutang deviden masing-masing sebesar Rp 13.390.000 dan Rp 10.636.000 (dalam
rupiah penuh)
16 Uang Muka Penjualan
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Pihak Ketiga/Third Parties 22.121.689 253.437
Total Uang Muka Penjualan 22.121.689 253.437
Sebagian besar uang muka penjualan merupakan saldo uang muka penjualan lain-lain.
32
Page 35
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
17 Saldo dan Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi
a. Transaksi dengan Pihak Berelasi
Manajemen kunci termasuk dewan direksi, komisaris dan personil manajemen kunci lainnya (catatan 1.c)
Kompensasi yang dibayar atau terutang pada manajemn kunci atas jasa pekerja adalah sebagai berikut :
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Dewan Direksi Dewan Komisaris Dewan Direksi Dewan Komisaris
Gaji dan Imbalan Jangka Pendek 5.030.358 1.395.000 7.075.527 1.927.000
Total 5.030.358 1.395.000 7.075.527 1.927.000
Prosentase terhadap Total Aset
30-Sep-23 31-Dec-22 30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
% %
Rp. Rp.
Piutang Usaha
PT. Sama Mandiri 525.487 132.250 0,0515 0,0151
PT. Sari Warna Asli Textile Industri 87.300 62.100 0,0085 0,0071
Total 612.787 194.350 0,0600 0,0222
Prosentase Terhadap Total Penjualan
30-Sep-23 31-Dec-22 30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
% %
Rp. Rp.
Penjualan
PT. Sama Mandiri 703.024 1.493.880 0,0936 0,3753
PT. Sari Warna Asli Textile Industri 172.800 406.560 0,0230 0,1305
Total 875.824 1.900.440 0,1166 0,5058
b. Sifat Pihak Berelasi
Pihak-Pihak Berelasi Hubungan dengan Perusahaan Sifat Saldo Akun/Transaksi
PT. Sama Mandiri Dalam pengendalian yang sama Uang Muka Penjualan, Penjualan CO2
PT. Sari Warna Asli Dalam pemegang saham yang sama Piutang Usaha, Penjualan Asam Asetat
Dewan Direksi dan Dewan Manajemen Kunci Kompensasi dan Renumerasi
Komisaris, Manajemen Kunci
lainnya
Transaksi-transaksi dengan pihak berelasi dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan transaksi-transaksi dengan pihak ketiga.
18 Beban Akrual
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Rupiah
Biaya Komisi 6.479.005 2.334.931
Biaya Pengiriman 3.063.861 2.632.155
33
Page 36
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Biaya Listrik PLN dan Energi 2.349.436 2.202.540
Biaya Profesional 710.745 87.490
Biaya Bunga Bank 602.742 266.272
Biaya Bonus - 2.270.805
Total 13.205.789 9.794.193
19 Pinjaman Jangka Panjang
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Pinjaman Jangka Panjang
Bank Central Asia Tbk 11.394.731 17.480.124
Dikurangi: Bagian Jangka Pendek (8.113.857) (8.113.857)
Bagian Jangka Panjang 3.280.874 9.366.267
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 23 Juni 2016, Perusahaan dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menandatangani permohonan fasilitas kredit No.
616/KRD/SLO/2016 yang telah mengalami perubahan terakhir berdasarkan Perjanjian nomor 1706/KRD/SLA/2020 tanggal 17 September 2020.
Perusahaan memperoleh fasilitas sebagai berikut:
Instalment Loan
Plafond : Rp. 25,000,000
Tingkat Bunga : 9.25 % pa
Provisi : 1 % pa
Jangka Waktu : 5 tahun
Kredit Investasi:
Plafond : Rp. 15,000,000
Tingkat Bunga : 9.25 % pa
Provisi : 1 % pa
Jangka Waktu : 5 tahun
Fasilitas-fasilitas tersebut dijaminkan dengan 11 bidang tanah (HGB 20, 1, 4, 5, 11, 14, 15, 16, 17, 23, 24), transfer fidusia terhadap persediaan
sebesar Rp 260,000,000 dan transfer fidusia terhadap mesin senilai Rp 184,026,326 (catatan 6 dan 11)
Dalam perjanjian kredit disebutkan bahwa Perusahaan harus menjaga rasio keuangan sebagai berikut:
a. EBITDA/Interest + Instalment > 1x
b. Debt/Equity Maximum 1x
c. Current Ratio > 1x
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, saldo pinjaman fasilitas kredit investasi sebesar Rp 11,394,731 dan Rp 17,480,124
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, perusahaan telah memenuhi rasio-rasio yang disyaratkan.
20 Hutang Sewa
Rincian hutang sewa berdasarkan perusahaan pembiayaan adalah sebagai berikut:
34
Page 37
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
PT Orix Indonesia Finance 1.677.856 748.861
PT BCA Finance 374.806 275.832
PT Hadisurjo Propertama 34.006 186.680
PT Pusaka Prima Transport 77.191 93.189
Total Hutang Sewa Jangka Panjang 2.163.859 1.304.562
Dikurangi : Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (949.537) (646.843)
Total Hutang Sewa Jangka Panjang 1.214.322 657.719
Rincian hutang sewa berdasarkan periode jatuh tempo adalah sebagai berikut:
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Pembayaran yang Jatuh Tempo
pada Tahun:
2023 482.436 835.655
2024 891.071 395.587
2025 808.416 185.018
2026 424.784 -
Pembayaran Minimum Hutang Sewa 2.606.707 1.416.260
Bunga (442.848)
- (111.698)
Nilai Tunai Pembayaran Minimum Hutang Sewa 2.163.859 1.304.562
Bagian Jatuh Tempo dalam Satu Tahun (949.537) (646.843)
Total Hutang Sewa Jangka Panjang-Neto 1.214.322 657.719
21 Modal Saham
Susunan pemegang saham perusahaan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut :
30 September 2023 (Tidak Diaudit)
Jumlah Persentase Jumlah
Saham Kepemilikan Modal Saham
(lembar) (%) Rp
PT Budhi Bersaudara Manunggal 851.685.910 14,15 42.584.296
PT Kemiri Sarana Investama 819.055.188 13,61 40.952.759
Budhi Santoso (Wakil Presiden Komisaris) 596.233.053 9,90 29.811.653
Ludjianto Setijo 584.680.812 9,71 29.234.041
Biantoro Setijo (Presiden Komisaris) 584.680.811 9,71 29.234.041
Budhi Hartono (Komisaris) 568.016.512 9,44 28.400.826
Budhi Moeljono (Presiden Direktur) 532.561.823 8,85 26.628.091
PT Sarana Integritas 303.457.702 5,04 15.172.885
Shelumiel Setijo (Direktur) 66.666.000 1,11 3.333.300
Mulyadi Utomo Budhi Moeljono (Wakil Presiden Direktur) 85.817.878 1,43 4.290.894
Masyarakat (dibawah 5%) 1.027.144.311 17,06 51.357.216
Jumlah 6.020.000.000 100,00 301.000.000
31 Desember 2022 (Diaudit)
Jumlah Persentase Jumlah
Saham Kepemilikan Modal Saham
35
Page 38
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
(lembar) (%) Rp
PT Budhi Bersaudara Manunggal 851.685.910 14,15 42.584.296
PT Kemiri Sarana Investama 819.055.188 13,61 40.952.759
Budhi Santoso (Wakil Presiden Komisaris) 596.233.053 9,90 29.811.653
Ludjianto Setijo 584.680.812 9,71 29.234.041
Biantoro Setijo (Presiden Komisaris) 584.680.811 9,71 29.234.041
Budhi Hartono (Komisaris) 568.016.512 9,44 28.400.826
Budhi Moeljono (Presiden Direktur) 532.561.823 8,85 26.628.091
PT Sarana Integritas 303.457.702 5,04 15.172.885
Shelumiel Setijo (Direktur) 66.666.000 1,11 3.333.300
Mulyadi Utomo Budhi Moeljono (Wakil Presiden Direktur) 13.388.878 0,22 669.444
Masyarakat (dibawah 5%) 1.099.573.311 18,27 54.978.664
Jumlah 6.020.000.000 100,00 301.000.000
22 Tambahan Modal Disetor
Merupakan selisih antara nominal saham dengan harga pasar saham pada saat penawaran saham kepada masyarakat, dikurangi dengan pembagian
bonus pada tahun 1994. Perhitungannya adalah sebagai berikut :
Rp.
Penawaran 5,000,000 saham berdasarkan harga pasar Rp. 3,500 17.500.000
Nilai 5,000,000 saham berdasarkan nilai nominal Rp. 1,000 5.000.000
Agio saham 12.500.000
Pembagian saham bonus :
Setiap 10 saham mendapat 7 saham
Jumlah lembar saham bonus, 7 x 1,700,000 = 11,900,000 (@ Rp. 1,000) (11.900.000)
Saldo Agio saham 600.000
36
Page 39
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
23 Penjualan
30-Sep-23 30-Sep-22
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
Ekspor
Ethanol (Alkohol) 250.249.307 229.451.240
250.249.307 229.451.240
Lokal
Ethanol (Alkohol) 406.414.336 328.677.275
Acetic Acid 72.369.143 102.034.415
Pupuk 18.822.244 11.818.298
CO2 703.024 1.206.280
Spiritus 2.530.000 2.558.600
Lain-lain - 8.562.862
500.838.748 454.857.729
Total 751.088.055 684.308.969
Penjualan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih masing-masing pada 30 September 2023 dan 2022 adalah sbb :
30-Sep-23 30-Sep-22
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
Tanduay Distillers, Inc 179.936.903 193.005.754
Nippon Shokubai Indonesia, PT 79.490.717 87.862.500
259.427.620 280.868.254
24 Beban Pokok Penjualan
30-Sep-23 30-Sep-22
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
Pemakaian Bahan Baku
Persediaan Awal 235.137.847 264.958.020
Pembelian 444.930.215 299.914.998
Tersedia untuk dipakai 680.068.061 564.873.018
Persediaan Akhir (280.726.330) (220.188.605)
Pemakaian Bahan Baku 399.341.731 344.684.413
Upah Langsung 1.220.562 1.102.479
Biaya Pabrikasi 103.563.253 107.662.615
Jumlah Beban Produksi 504.125.546 453.449.507
Barang Dalam Proses
Persediaan Awal 3.838.077 4.737.126
Persediaan Akhir (3.517.966) (3.708.979)
Beban Pokok Barang Selesai Diproduksi 504.445.657 454.477.654
Barang Jadi
Persediaan Awal 30.826.484 60.140.379
Pembelian 59.943.656 79.807.985
Persediaan Akhir (40.355.790) (33.093.454)
Beban Pokok Penjualan 554.860.008 561.332.564
Beban Lainnya
Beban Pokok Kemasan 13.179.029 12.517.829
Beban Pokok Penjualan 568.039.037 573.850.394
Pembelian yang melebihi 10% masing-masing pada 30 September 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut :
30-Sep-23 30-Sep-22
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
PT Perkebunan Nasional 80.801.563 104.277.237
PT Kebon Agung 76.074.109 62.139.544
APTRI 72.552.483 49.550.776
Pinnacle Synergy PTE, LTD 59.129.398 70.629.135
288.557.553 286.596.692
25 Beban Usaha
37
Page 40
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30-Sep-23 30-Sep-22
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
a. Beban Penjualan
Biaya Pengiriman 47.750.157 44.024.307
Biaya Komisi 15.292.612 9.112.707
Biaya Operasional Agro 2.484.469 1.150.338
Biaya Gaji dan Tunjangan 2.145.512 2.339.043
Biaya Sewa Tangki 1.280.137 1.229.703
Biaya Pengemasan Acetic Acid 1.265.225 1.377.614
Biaya Perjalanan Dinas 1.256.932 849.106
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp. 200 juta) 1.099.076 -
Jumlah Beban Penjualan 72.574.119 60.082.818
b. Beban Umum dan Administrasi
Biaya Gaji dan Tunjangan 21.197.533 21.435.821
Biaya Perbaikan dan Pemeliharaan 3.591.230 3.359.226
Biaya Penyusutan Aset 3.503.317 3.041.530
Cadangan Imbalan Kerja 2.700.000 2.700.000
Biaya Kantor 2.591.377 2.398.733
Cadangan Piutang Tak Tertagih 1.322.109 (271.830)
Biaya Sewa 821.378 1.051.810
Biaya Listrik, Pos, Telephone, Faximili 765.115 621.258
Biaya Perjalanan Dinas 652.953 547.800
Biaya Jasa Profesional 635.996 729.325
Biaya Jamuan dan Representasi 391.625 242.127
Biaya Sumbangan 327.525 393.097
Biaya Penelitian Agro 317.786 486.077
Biaya Kesehatan 189.486 151.464
Biaya Pajak dan Perijinan 149.537 133.888
Biaya lain-lain (dibawah 200 juta) 2.331.567 1.949.079
Jumlah Beban Umum dan Administrasi 41.488.533 38.969.405
Total Beban Usaha 114.062.652 99.052.223
26 Pendapatan dan Beban Lain-Lain
a. Pendapatan Lain-Lain 30-Sep-23 30-Sep-22
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
Pemulihan Nilai Piutang - -
Penjualan Aset Tetap 246.555 -
Laba Selisih Kurs - Bersih 347.069 4.100.863
Lain-Lain Bersih 1.921.704 1.888.341
Pendapatan Bunga 4.391 6.143
Total 2.519.719 5.995.347
b. Beban Lain-Lain 30-Sep-23 30-Sep-22
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
Rugi Selisih Kurs - Bersih -
Beban dan Denda Pajak 51.158 1.547
Beban Lain-Lain Bersih 261.150 7.742
Total 312.308 9.289
27 Beban Keuangan
Pada 30 September 2023 dan 2022, saldo beban keuangan berjumlah masing-masing Rp 9,432,136 dan Rp 10,501,143
38
Page 41
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
28 Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
Perusahaan mengakui liabilitas manfaat karyawan sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Liabilitas diestimasi atas
imbalan kerja Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2022 dan telah dihitung oleh aktuaris independen PT Sentra Jasa Aktuaria dengan
laporannya tanggal 13 Maret 2023
Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan Liabilitas imbalan kerja pada tanggal 31 Desember 2022 adalah sebagai
berikut :
Usia Pensiun Normal 55 tahun
Tingkat diskonto 7,43% per tahun
Estimasi Kenaikan Gaji di masa datang 9% per tahun
Tabel Moralita Tabel Moralita Indonesia 2019
Tingkat pengunduran diri 15% x Tabel Moralita
Metode Projected Unit Credit
29 Perikatan
Perusahaan melakukan perjanjian jual beli tetes dengan PT Kebon Agung, PT Perkebunan Nusantara IX, PT Perkebunan Nusantara X dan
PT Perkebunan Nusantara XI, PT Perkebunan Nusantara XII dan PT PG Rajawali II.
Perusahaan mendapat kontrak alokasi pembelian tetes total untuk musim giling tahun 2023 sebanyak 80,000 ton dan tahun 2022
sebanyak 93,000 ton .
30 Laba Per Saham
30-Sep-23 30-Sep-22
Perhitungan laba (rugi) per saham dalam Rupiah penuh adalah sebagai berikut : (Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
0 0
Laba (Rugi) Bersih 46.809.112 4.312.118
Rata-rata Tertimbang Saham 6.020.000.000 6.020.000.000
Laba per Saham Dasar (dalam Rupiah Penuh) 7,78 0,72
Laba per Saham Dilusian (dalam Rupiah Penuh) 7,78 0,72
Pada setiap tanggal pelaporan, tidak ada efek berpotensi saham yang menimbulkan pengaruh dilusi pada laba bersih per saham
perusahaan
39
Page 42
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Informasi Segmen Pasar
Segmen Perusahaan dikelompokkan berdasarkan produk yang dihasilkan
30 September 2023 (Tidak Diaudit)
Ethanol A. Acid Lainnya Jumlah
Rp. Rp. Rp. Rp.
Penjualan Bersih 656.663.644 72.369.143 22.055.268 751.088.055
Hasil Segmen 167.570.836 8.868.850 6.609.332 183.049.018
Beban Usaha Tidak Dapat Dialokasi (114.062.652)
Beban Keuangan (9.432.136)
Penghasilan (Beban) Lain-lain 2.207.411
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 61.761.641
Beban Pajak Penghasilan (14.952.529)
Laba (Rugi) Bersih 46.809.112
Aset Segmen 1.021.307.700
Kewajiban Segmen 321.582.159
Pengeluaran Barang Modal (20.658.229)
Penyusutan 12.519.042
30 September 2022 (Tidak Diaudit)
Ethanol A. Acid Lainnya Jumlah
Rp. Rp. Rp. Rp.
Penjualan Bersih 558.128.516 102.034.415 24.146.039 684.308.969
Hasil Segmen 93.891.926 14.162.184 2.404.465 110.458.575
Beban Usaha Tidak Dapat Dialokasi (99.052.223)
Beban Keuangan (10.501.143)
Penghasilan (beban) Lain-lain 5.986.058
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 6.891.267
Beban Pajak Penghasilan (2.579.149)
Laba (Rugi) Bersih 4.312.118
Aset Segmen 879.079.296
Kewajiban Segmen 265.965.750
Pengeluaran Barang Modal (8.579.730)
Penyusutan 11.310.095
32 Aset dan Liabilitas Moneter Dalam Mata Uang Asing
30 September 2023 (Tidak Diaudit)
EUR GBP USD RMB THB PHP SGD PKR JPY VND Rp.
Aset
Kas dan Bank 2.450,00 1.240,00 1.036.525,25 23.475,00 24.500,00 5.385,00 80,00 55.600,00 60.000,00 3.200.000,00 16.230.613
Piutang - - 3.919.549,54 - - - - - - - 60.854.926
Uang muka - - - - - - - - - - -
Jumlah 2.450,00 1.240,00 4.956.074,79 23.475,00 24.500,00 5.385,00 80,00 55.600,00 60.000,00 3.200.000,00 77.085.539
Liabilitas
Hutang Usaha - - 350.004,58 - - - - - - - 5.434.171
Jumlah - - 350.004,58 - - - - - - - 5.434.171
Jumlah Bersih 2.450,00 1.240,00 4.606.070,21 23.475,00 24.500,00 5.385,00 80,00 55.600,00 60.000,00 3.200.000,00 71.651.368
31 Desember 2022 (Diaudit)
EUR GBP USD RMB THB PHP SGD PKR JPY VND Rp.
Aset
Kas dan Bank 3.620,00 1.240,00 671.567,28 23.475,00 1.500,00 3.050,00 80,00 55.600,00 60.000,00 3.200.000,00 10.716.865
Piutang - - 3.685.660,24 - - - - - - - 57.979.121
Uang muka - - 60.147,50 - - - - - - - 946.180
Aset Bersih 3.620,00 1.240,00 4.417.375,02 23.475,00 1.500,00 3.050,00 80,00 55.600,00 60.000,00 3.200.000,00 69.642.166
33 Manajemen Risiko Keuangan
Kebijakan Manajemen Risiko
Berbagai aktivitas yang dilakukan membuat Perusahaan menghadapi berbagai macam risiko keuangan, termasuk dampak perubahan harga komoditas dan nilai tukar mata uang asing
40
Page 43
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Manajemen risiko dijalankan oleh Dewan Direksi bertugas melakukan identifikasi, evaluasi dan lindung nilai yang tepat terhadap risiko-risiko keuangan jika diperlukan. Dewan Direksi menentukan prinsip
manajemen risiko secara keseluruhan, sekaligus juga menetapkan kebijakan-kebijakan yang mencakup risiko-risiko dalam bidang tertentu, seperti risiko tingkat kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang, dan
risiko harga komoditas.
Beberapa risiko yang di hadapi oleh Perusahaan adalah sebagai berikut:
i Resiko Kredit
Risiko kredit merupakan risiko yang muncul dikarenakan debitur tidak membayar semua atau sebagian piutang atau tidak membayar secara tepat waktu dan akan menyebabkan kerugian Perusahaan.
Risiko kredit Perusahaan terutama melekat pada penagihan penjualan. Perusahaan mengendalikan eksposur risiko kredit dengan menetapkan kebijakan dimana persetujuan atau penolakan kontrak
penjualan dan kepatuhan atas kebijakan tersebut dipantau oleh direksi. Sebagai bagian dari proses persetujuan atau penolakan tersebut, reputasi dan catatan historis pelanggan menjadi
bahanpertimbangan.
Selain pengungkapan dibawah ini, Perusahaan tidak memiliki konsentrasi risiko kredit.
Kas dan Bank
Risiko kredit atas penempatan rekening koran dikelola oleh manajemen sesuai dengan kebijakan Perusahaan. Penempatan dana dan hanya dilakukan bank dengan reputasi dan kredibilitas yang baik.
Kebijakan ini dievaluasi setiap tahun oleh Direksi untuk meminimalkan risiko konsentrasi kredit sehingga mengurangi kemungkinan kerugian akibat kebangkrutan bank-bank tersebut.
Piutang Usaha
Risiko kredit atas penjualan kredit kepada pelanggan adalah risiko bahwa Perusahaan akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan yang gagal memenuhi kewajiban kontraktual mereka.
Perusahaan mengelola dan mengendalikan risiko kredit dengan menetapkan kebijakan atas persetujuan atau penolakan kontrak kredit baru. Kepatuhan atas kebijakan tersebut dipantau oleh Dewan
Direksi. Sebagai bagian dari proses persetujuan atau penolakan tersebut, reputasi dan rekam jejak pelanggan menjadi bahan pertimbangan.
Perusahaan melakukan hubungan usaha hanya dengan pihak ketiga yang diakui dan kredibel. Manajemen menerapkan peninjauan mingguan dan bulanan pada umur piutang dan penagihan untuk
membatasi risiko kredit. Sesuai dengan kebijakan manajemen, pelanggan yang tagihannya telah melewati batas jatuh tempo akan dikenakan status hold
Saat ini tidak ada risiko kredit terpusat secara signifikan.
Pada tanggal pelaporan, eksposur maksimum . Perusahaan terhadap risiko kredit adalah sebesar nilai tercatat masing-masing kategori aset keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan.
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Aset Keuangan
Pinjaman yang diberikan dan Piutang
Kas dan Bank 19.023.548 14.505.411
Piutang Usaha 207.788.243 181.007.017
Aset Keuangan Lancar Lainnya 72.324 1.009.094
Total Aset Keuangan 226.884.116 196.521.522
Kualitas Kredit Aset Keuangan
Perusahaan mengelola risiko kredit yang terkait dengan rekening bank dan piutang dengan memonitor reputasi, peringkat kredit, dan membatasi risiko agregat dari masing-masing pihak dalam kontrak.
Untuk bank, hanya pihak-pihak independen denganpredikat baik yang diterima
Kualitas kredit dari aset keuangan baik yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dapat dinilai dengan mengacu pada peringkat kredit eksternal (jika tersedia) atau mengacu pada
informasi historismengenai tingkat gagal bayar debitur
Piutang Usaha dan Aset Keuangan Lancar Lainnya
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Dengan Pihak yang Tidak Memiliki Peringkat Kredit External
Grup 1 207.860.567 182.016.111
Grup 2 - -
Total 207.860.567 182.016.111
• Grup 1 - pelanggan yang sudah ada/pihak-pihak berelasi (lebih dari enam bulan) tanpa adanya kasus gagal bayar di masa terdahulu.
• Grup 2 - pelanggan yang sudah ada/pihak-pihak berelasi (lebih dari enam bulan) dengan beberapa kejadian kasus gagal bayar di masa terdahulu.
ii Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah suatu risiko yang dapat terjadi dimana pendapatan jangka pendek tidak dapat menutupi pengeluaran jangka pendek.
Pada saat ini Perusahaan berharap dapat membayar semua liabilitas pada saat jatuh tempo. Untuk memenuhi komitmen kas, Perusahaan berharap kegiatan operasinya dapat menghasilkan arus kas masuk
yang cukup. Perusahaan memelihara rekening bank yang cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya.
Tabel berikut menganalisis liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi berdasarkan sisa umur jatuh temponya :
30 September 2023 (Tidak Diaudit)
Kurang dari 1
1-2 tahun 2-3 tahun Total
tahun
Pinjaman Jangka Pendek 200.792.607 - - 200.792.607
Utang Usaha 39.395.635 - - 39.395.635
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek lainnya 4.768.000 - - 4.768.000
41
Page 44
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Beban Akrual 13.205.789 - - 13.205.789
Utang Bank 8.113.857 3.280.874 - 11.394.731
Utang Dividen 13.390 - - 13.390
Utang Sewa 949.537 405.905 808.416 2.163.859
Total 267.238.816 3.686.780 808.416 271.734.012
31 Desember 2022 (Diaudit)
Kurang dari 1
1-2 tahun 2-3 tahun Total
tahun
Pinjaman Jangka Pendek 143.195.723 - - 143.195.723
Utang Usaha 20.851.894 - - 20.851.894
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek lainnya 4.768.000 - - 4.768.000
Beban Akrual 9.794.193 - - 9.794.193
Utang Bank 8.113.857 6.866.267 2.500.000 17.480.124
Utang Dividen 10.636 - - 10.636
Utang Sewa 646.843 438.691 219.028 1.304.562
Total 187.381.146 7.304.958 2.719.028 197.405.132
iii Risiko Mata Uang Asing
Risiko mata uang merupakan risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan nilai tukar mata uang asing.
Perusahaan secara signifikan terekpos risiko mata uang asing karena sebagian transaksi. Perusahaan dalam mata uang asing. Jumlah eksposur mata uang asing bersih pada tanggal laporan diungkapkan
dalam catatan 33. Untuk meminimalkan risiko ini, Perusahaan selalu berusaha menjaga aliran kas dengan mengatur waktu pembayaran dengan mempertimbangkan kurs yang berlaku pada saat akan
dilakukan pembayaran, serta merencanakan secara cermat alokasi penempatan dana dalam mata uang asing, untuk mengantisipasi perubahan kurs yang signifikan pada sisi liabilitas serta menghindari
spekulasi ambil keuntungan atas penempatan dana dalam mata uang asing
Tabel berikut ini menunjukkan sensivitas kemungkinan perubahan tingkat pertukaran mata uang asing terhadap Rupiah, dengan asumsi variabel lain konstan, dampak terhadap laba sebelum beban pajak
penghasilan sebgai berikut:
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Dampak Terhadap Laba Sebelum Pajak Penghasilan
Perubahan tingkat pertukaran Mata Uang Asing terhadap Rupiah (1%) 1.468 696.422
Perubahan tingkat pertukaran Mata Uang Asing terhadap Rupiah (-1%) -1.468 -696.422
iv Risiko Tingkat Suku Bunga
Risiko suku bunga terdiri dari risiko suku bunga atas nilai wajar, yaitu risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan suku bunga pasar, dan risiko suku bunga atas arus kas, yaitu
risiko arus kas di masa datang akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar
Tabel berikut ini menunjukkan sensivitas kemungkinan perubahan tingkat pertukaran tingkat bunga pinjaman. Dengan asumsi variabel lain konstan, laba sebelum beban pajak dipengaruhi oleh tingkat
suku bunga mengambang sebagai berikut:
30-Sep-23 31-Dec-22
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Dampak Terhadap Laba Sebelum Beban Pajak Rp. Rp.
Kenaikan (1%) -2.121.873 -1.606.758
Penurunan (-1%) 2.121.873 1.606.758
v Risiko Harga
Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga harga pasar, terlepas dari apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari instrumen
individual atau penerbitnya atau faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrument yang diperdagangkan di pasar
Perusahaan terkena dampak risiko harga yang terutama diakibatkan oleh pembelian tetes tebu yang merupakan bahan baku utama. Harga tetes tebu tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain
permintaan dan pasokan.
Dampak risiko harga tersebut mengakibatkankenaikan biaya produksi. Dampak yang terjadi terhadap instrumen keuangan adalah penyediaan kebutuhan dana yang cukup besar untuk pembelian bahan
baku.
Kebijakan Perusahaan untuk meminimalkan resiko yang berasal dari fluktuasi harga tetes tebu adalah antara lain dengan mengadakan kontrak pembelian yang berjangka waktu 12 bulan atau kurang dan
pembelian kepada pemasok agar mendapatkan harga dan kuantitas yang memadai.
b. Estimasi Nilai Wajar
Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan:
30 September 2023 (Tidak Diaudit) 31 Desember 2022 (Diaudit)
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Rp Rp Rp Rp
Aset Keuangan
Kas dan Bank 19.023.548 19.023.548 14.505.411 14.505.411
Piutang Usaha 207.788.243 207.788.243 181.007.017 181.007.017
Aset Keuangan Lancar Lainnya 72.324 72.324 1.009.094 1.009.094
Total 226.884.115 226.884.115 196.521.522 196.521.522
42
Page 45
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Liabilitas Keuangan
Pinjaman Jangka Pendek 200.792.607 200.792.607 143.195.723 143.195.723
Utang Usaha dan Lain-lain 39.395.635 39.395.635 20.851.894 20.851.894
Liabilitas keuangan Jangka Pendek Lainnya 4.768.000 4.768.000 4.768.000 4.768.000
Beban Akrual 13.205.789 13.205.789 9.794.193 9.794.193
Pinjaman Jangka Panjang 13.558.590 13.558.590 18.784.686 18.784.686
Total 271.720.621 271.720.621 197.394.496 197.394.496
Manajemen berpendapat bahwa nilai buku dari aset dan liabilitas keuangannya mendekati nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan tersebut pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022,
karena dampak pendiskontoan yang tidak signifikan.
c. Manajemen Permodalan
Tujuan Perusahaan dalam mengelola permodalan adalah untuk melindungi kemampuan Perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usaha, sehingga entitas dapat tetap memberikan imbal hasil bagi
pemegang saham dan manfaat bagi pemangku kepentingan lainnya dan untuk mengelola struktur modal yang optimal untuk meminimalisasi biaya modal yang efektif.
Perusahaan secara aktif dan rutin menelaah dan mengelola permodalannya untuk memastikan struktur modal dan pengembalian yang optimal bagi pemegang saham, dengan mempertimbangkan efisiensi
penggunaan modal berdasarkan arus kas operasi dan belanja modal,serta mempertimbangkan kebutuhan modal di masa yang akan datang.
43
Page 46
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
34 Informasi Tambahan Arus Kas
Tabel dibawah ini menunjukkan rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari pendanaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022:
Perubahan Nonkas
31 Desember
Penambahan Pergerakan Perubahan 30 September 2023
2022 Arus Kas
Aset Tetap Valuta Asing Nilai Wajar
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Utang Bank Jangka Pendek 143.195.723 57.596.884 - - - 200.792.607
Utang Bank Jangka Panjang 17.480.124 (6.085.393) - - - 11.394.731
Utang Sewa 1.304.562 859.297 - - - 2.163.859
Jumlah Liabilitas dari Aktivitas Pendanaan 161.980.409 52.370.789 - - - 214.351.198
Perubahan Nonkas
31 Desember
Penambahan Pergerakan Perubahan 31 Desember 2022
2021 Arus Kas
Aset Tetap Valuta Asing Nilai Wajar
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Utang Bank Jangka Pendek 160.972.635 (17.776.912) - - - 143.195.723
Utang Bank Jangka Panjang 25.593.980 (8.113.856) - - - 17.480.124
Liabilitas Sewa 1.688.463 (1.535.141) 1.151.240 - - 1.304.562
Jumlah Liabilitas dari Aktivitas Pendanaan 188.255.078 (27.425.909) 1.151.240 - - 161.980.409
35 Standar Akuntansi dan Interpretasi Standar Yang Telah Disahkan
DSAK-IAI telah menerbitkan beberapa standar baru, amandemen dan penyesuaian atas standar, serta interpretasi atas standar namun belum berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada 1 Januari 2022.
Amandemen dan revisi atas standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:
• Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi;
• Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang;
• Amandemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan tentang Definisi Estimasi Akuntansi;
• Amandemen PSAK 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang timbul dari Transaksi Tunggal;
• Revisi PSAK 107: Akuntansi Ijarah.
Standar baru dan amandemen atas standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:
• PSAK 74: Kontrak Asuransi; dan
• Amandemen PSAK 74: Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK 74 dan PSAK 71- Informasi Komparatif.
Hingga tanggal laporan keuangan ini diotorisasi, Perusahaan masih melakukan evaluasi atas dampak potensial dari penerapan standar baru, amandemen standar dan interpretasi standar
tersebut.
36 Tanggung Jawab Manajemen atas Laporan Keuangan
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang diotorisasi oleh Direktur untuk diterbitkan pada tanggal 30 Oktober 2023.
44
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.