Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 52
Page 1
Nomor Surat 125/DPN/PTK/X/2023
Nama Emiten Duta Pertiwi Nusantara Tbk
Kode Emiten DPNS
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 9 Bulan yang berakhir pada 30/09/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
1 PT. Intitirta Tambang Jambi 2024 Dalam 138.075.587.142 PENUH IDR 67.1
Primasakti Batu Bara pembangunan
untuk produksi
Dokumen ini merupakan dokumen resmi Duta Pertiwi Nusantara Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik.
Duta Pertiwi Nusantara Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 September 2023
Nama entitas Duta Pertiwi Nusantara Tbk Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas DPNS Entity code
Nomor identifikasi entitas AA111 Entity identification number
Industri utama entitas Umum / General Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor B. Basic Materials Sector
Subsektor B1. Basic Materials Subsector
Industri B11. Chemicals Industry
Subindustri B113. Specialty Chemicals Subindustry
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
National Corporation
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Utama / Main
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas grup / Group entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal III / Third Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan September 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya September 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Satuan Penuh / Full Amount statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Page 3
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[1210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - General Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 September 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
65,971,372,320 30,803,835,554
equivalents
Aset keuangan lancar Current financial assets
Aset keuangan lancar Other current financial
99,402,353,829 117,910,496,496
lainnya assets
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
13,512,644,411 15,571,003,933
ketiga parties
Piutang lainnya Other receivables
Piutang lainnya pihak Other receivables third
2,051,190,825 1,925,636,658
ketiga parties
Persediaan lancar Current inventories
Persediaan lancar 49,210,149,833 72,630,000,320 Current inventories
Biaya dibayar dimuka Current prepaid expenses
276,991,046 147,689,490
lancar
Uang muka lancar Current advances
Uang muka lancar atas Current advances on
pembelian aset tetap 50,000,000 purchase of property,
plant and equipment
Pajak dibayar dimuka Current prepaid taxes
11,420,614,426 17,008,694,675
lancar
Jumlah aset lancar 241,895,316,690 255,997,357,126 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Aset keuangan tidak Non-current financial
lancar assets
Aset keuangan tidak Other non-current
7,216,509,239 7,119,758,988
lancar lainnya financial assets
Aset pajak tangguhan 7,922,876,862 7,646,501,427 Deferred tax assets
Properti investasi 2,437,276,133 2,437,876,133 Investment properties
Aset tetap Property, plant, and
9,398,951,470 10,395,937,743
equipment
Beban tangguhan Deferred charges
Beban tangguhan hak Deferred charges on
atas tanah dan 81,372,322 41,623,214 landrights and
bangunan buildings
Beban tangguhan atas Deferred charges on
biaya eksplorasi dan exploration and
125,686,089,453 122,036,776,983
pengembangan development
expenditures
Jumlah aset tidak lancar 152,743,075,479 149,678,474,488 Total non-current assets
Jumlah aset 394,638,392,169 405,675,831,614 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
8,619,919,386 26,234,965,401
ketiga third parties
Utang dividen 128,409,047 81,009,141 Dividends payable
Page 5
Beban akrual jangka 102,700,944 43,784,349 Current accrued
pendek expenses
Utang pajak 276,996,534 3,373,535,206 Taxes payable
Pendapatan diterima Current unearned
122,727,276 122,727,276
dimuka jangka pendek revenue
Jumlah liabilitas Total current
9,250,753,187 29,856,021,373
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
panjang
Utang pihak berelasi Non-current due to
19,371,287,500 19,371,287,500
jangka panjang related parties
Kontrak liabilitas Non-current contract
21,447,181,430 15,868,161,460
jangka panjang liabilities
Pendapatan diterima Non-current unearned
71,590,893 163,636,350
dimuka jangka panjang revenue
Kewajiban imbalan Long-term
pasca kerja jangka 9,496,760,709 10,458,790,845 post-employment
panjang benefit obligations
Jumlah liabilitas Total non-current
50,386,820,532 45,861,876,155
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 59,637,573,719 75,717,897,528 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 82,782,488,000 82,782,488,000 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
( 1,884,225,133 ) ( 1,884,225,133 )
disetor capital
Cadangan perubahan Reserve for changes in
nilai wajar aset fair value of fair value
keuangan nilai wajar ( 4,004,508,933 ) ( 1,350,275,585 ) through other
melalui pendapatan comprehensive income
komprehensif lainnya financial assets
Cadangan pengukuran Reserve of
kembali program 13,747,959,479 13,202,658,939 remeasurements of
imbalan pasti defined benefit plans
Cadangan lainnya 177,488,469 177,488,469 Other reserves
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan 7,700,000,000 7,350,000,000 retained earnings
penggunaannya
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan 205,114,891,237 197,378,408,795 retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
303,634,093,119 297,656,543,485
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Kepentingan Non-controlling interests
31,366,725,331 32,301,390,601
non-pengendali
Jumlah ekuitas 335,000,818,450 329,957,934,086 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
394,638,392,169 405,675,831,614
ekuitas
Page 6
[1321000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented before tax, by function - General Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 September 2023 30 September 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
87,929,958,751 160,932,868,139
usaha
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
( 62,515,533,473 ) ( 113,584,306,070 )
pendapatan
Jumlah laba bruto 25,414,425,278 47,348,562,069 Total gross profit
Beban penjualan ( 6,091,961,862 ) ( 9,180,632,666 ) Selling expenses
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 13,092,792,849 ) ( 13,767,996,321 )
expenses
Keuntungan (kerugian) selisih Gains (losses) on changes in
( 252,665,156 ) 2,310,392,677
kurs mata uang asing foreign exchange rates
Pendapatan lainnya 8,673,188,770 4,657,774,708 Other income
Beban lainnya ( 44,445,641 ) ( 64,746,003 ) Other expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
14,605,748,540 31,303,354,464
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 2,486,982,088 ) ( 6,845,688,891 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
12,118,766,452 24,457,665,573
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) 12,118,766,452 24,457,665,573 Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif Other comprehensive income,
lainnya, sebelum pajak before tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang tidak akan income that will not be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
sebelum pajak loss, before tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya atas pengukuran income for
kembali kewajiban 699,103,256 678,918,308 remeasurement of defined
manfaat pasti, sebelum benefit obligation, before
pajak tax
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang tidak akan 699,103,256 678,918,308 that will not be
direklasifikasi ke laba reclassified to profit or
rugi, sebelum pajak loss, before tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang akan income that may be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
sebelum pajak loss, before tax
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang akan direklasifikasi ( 3,402,863,267 ) ( 8,432,168,349 ) that may be reclassified
ke laba rugi, sebelum to profit or loss, before
pajak tax
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, ( 2,703,760,011 ) ( 7,753,250,041 ) income, before tax
sebelum pajak
Pajak atas pendapatan Tax on other comprehensive
594,827,203 1,705,715,009
komprehensif lainnya income
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, setelah ( 2,108,932,808 ) ( 6,047,535,032 ) income, after tax
pajak
Page 7
Jumlah laba rugi komprehensif 10,009,833,644 18,410,130,541 Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
13,053,431,722 25,338,920,406
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan ke kepentingan ( 934,665,270 ) ( 881,254,833 ) non-controlling interests
non-pengendali
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas 10,944,498,914 19,291,385,374 attributable to parent entity
induk
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke ( 934,665,270 ) ( 881,254,833 ) attributable to non-controlling
kepentingan non-pengendali interests
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang 39.42 76.52 share from continuing
dilanjutkan operations
Laba (rugi) per saham Diluted earnings (loss) per
dilusian share
Laba (rugi) per saham Diluted earnings (loss) per
dilusian dari operasi yang 39.42 76.52 share from continuing
dilanjutkan operations
Page 8
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Current Year
30 September 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan perubahan
nilai wajar aset Cadangan pengukuran Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Kepentingan
Saham biasa Tambahan modal disetor keuangan nilai wajar kembali program imbalan Cadangan lainnya ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
non-pengendali
melalui pendapatan pasti penggunaannya penggunaannya entitas induk
komprehensif lainnya
Reserve for changes in
fair value of fair value Reserve of
Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital through other remeasurements of defined Other reserves Non-controlling interests Equity
earnings earnings parent entity
comprehensive income benefit plans
financial assets
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 82,782,488,000 ( 1,884,225,133 ) ( 1,350,275,585 ) 13,202,658,939 177,488,469 7,350,000,000 197,378,408,795 297,656,543,485 32,301,390,601 329,957,934,086 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 82,782,488,000 ( 1,884,225,133 ) ( 1,350,275,585 ) 13,202,658,939 177,488,469 7,350,000,000 197,378,408,795 297,656,543,485 32,301,390,601 329,957,934,086 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 13,053,431,722 13,053,431,722 ( 934,665,270 ) 12,118,766,452 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya ( 2,654,233,348 ) 545,300,540 ( 2,108,932,808 ) ( 2,108,932,808 ) Other comprehensive income
Pembentukan cadangan umum 350,000,000 ( 350,000,000 ) Allocation for general reserves
Distribusi dividen kas ( 4,966,949,280 ) ( 4,966,949,280 ) ( 4,966,949,280 ) Distributions of cash dividends
Posisi ekuitas, akhir periode 82,782,488,000 ( 1,884,225,133 ) ( 4,004,508,933 ) 13,747,959,479 177,488,469 7,700,000,000 205,114,891,237 303,634,093,119 31,366,725,331 335,000,818,450 Equity position, end of the period
Page 9
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Prior Year
30 September 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan keuntungan Cadangan pengukuran Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Kepentingan
Saham biasa Tambahan modal disetor (kerugian) investasi kembali program imbalan Cadangan lainnya ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
non-pengendali
pada instrumen ekuitas pasti penggunaannya penggunaannya entitas induk
Reserve of gains (losses) Reserve of
Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital from investments in equity remeasurements of defined Other reserves Non-controlling interests Equity
earnings earnings parent entity
instruments benefit plans
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 82,782,488,000 ( 1,884,225,133 ) 1,065,277,436 11,549,170,484 160,581,613 7,000,000,000 174,079,171,724 274,752,464,124 33,204,390,864 307,956,854,988 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 82,782,488,000 ( 1,884,225,133 ) 1,065,277,436 11,549,170,484 160,581,613 7,000,000,000 174,079,171,724 274,752,464,124 33,204,390,864 307,956,854,988 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 25,338,920,406 25,338,920,406 ( 881,254,833 ) 24,457,665,573 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya ( 6,577,091,312 ) 529,556,280 ( 6,047,535,032 ) ( 6,047,535,032 ) Other comprehensive income
Pembentukan cadangan umum 350,000,000 ( 350,000,000 ) Allocation for general reserves
Distribusi dividen kas ( 4,966,949,280 ) ( 4,966,949,280 ) ( 4,966,949,280 ) Distributions of cash dividends
Posisi ekuitas, akhir periode 82,782,488,000 ( 1,884,225,133 ) ( 5,511,813,876 ) 12,078,726,764 160,581,613 7,350,000,000 194,101,142,850 289,076,900,218 32,323,136,031 321,400,036,249 Equity position, end of the period
Page 10
[1510000] Statement of cash flows, direct method - General Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 September 2023 30 September 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
91,468,138,002 166,263,513,006
pelanggan
Penerimaan kas lainnya Other cash receipts from
2,105,290,364 364,860,702
dari aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kepada Payments to suppliers for
pemasok atas barang dan ( 54,789,972,846 ) ( 115,221,546,684 ) goods and services
jasa
Pembayaran gaji dan Payments for salaries and
( 21,769,722,182 ) ( 22,378,754,426 )
tunjangan allowances
Pembayaran kas lainnya Other cash payments for
( 4,232,976,330 ) ( 5,041,370,862 )
untuk beban operasi operating activities
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
12,780,757,008 23,986,701,736
(digunakan untuk) operasi in) operations
Penerimaan bunga dari Interests received from
716,215,850 964,685,095
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan pengembalian Income taxes refunded (paid)
(pembayaran) pajak from operating activities
4,144,197,274 ( 1,624,970,430 )
penghasilan dari aktivitas
operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
17,641,170,132 23,326,416,401
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran uang muka Payments for advances for
pembelian aset tetap ( 50,000,000 ) purchase of property, plant
and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 175,500,000 )
properti investasi investment properties
Penerimaan dari penjualan Proceeds from disposal of
136,500,000 31,800,000
aset tetap property, plant and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 195,620,251 ) ( 1,235,652,976 )
aset tetap property, plant and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
aset eksplorasi dan evaluasi ( 3,649,312,470 ) ( 3,566,152,900 ) exploration and evaluation
assets
Pencairan (penempatan) aset Withdrawal (placement) of
keuangan yang diukur pada ( 7,000,000,000 ) 25,079,123,892 financial assets at fair value
nilai wajar melalui laba rugi through profit or loss
Pencairan (penempatan) Withdrawal (placement) of
21,809,260,950 ( 105,760,155,250 )
obligasi dan (atau) sukuk bonds and (or) sukuk
Penerimaan dividen dari Dividends received from
391,926,110 582,885,729
aktivitas investasi investing activities
Penerimaan bunga dari Interests received from
5,387,775,613 756,061,490
aktivitas investasi investing activities
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 42,000,000 ) from investing activities
Page 11
investasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
16,788,529,952 ( 84,287,590,015 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Penerimaan pinjaman lainnya Proceeds from other
5,579,019,970 3,975,000,000
borrowings
Penerimaan utang pihak Proceeds from due to related
1,000,000,000
berelasi parties
Pembayaran dividen dari Dividends paid from financing
( 4,795,783,575 ) ( 4,714,774,496 )
aktivitas pendanaan activities
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
783,236,395 260,225,504
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
35,212,936,479 ( 60,700,948,110 )
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
30,803,835,554 83,295,905,647
awal periode flows, beginning of the period
Efek perubahan nilai kurs pada Effect of exchange rate changes
( 45,399,713 ) 338,107,625
kas dan setara kas on cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
65,971,372,320 22,933,065,162
akhir periode cash flows, end of the period
Page 12
[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 September 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan prinsip akuntansi yang berlaku umum Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian di Indonesia yaitu Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan peraturan Otoritas Jasa Keuangan, statements
dahulu Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK), No. VIII.G.7 tentang
Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, yang terlampir
dalam surat keputusan No. KEP-347/BL/2012. Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan
konsep biaya perolehan historis. Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan
dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian. Laporan arus kas konsolidasian disusun
menggunakan metode langsung dan arus kas dikelompokkan atas dasar kegiatan operasi, investasi
dan pendanaan. Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan setara kas mencakup kas, bank dan investasi
jangka pendek yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dan yang tidak dijadikan jaminan.
Laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Mata uang
fungsional Perusahaan adalah Rupiah dan entitas anak di dalam Kelompok Usaha menetapkan mata
uang fungsionalnya sendiri dan transaksi-transaksi dalam laporan keuangan dari setiap entitas diukur
berdasarkan mata uang fungsional tersebut. Mata uang penyajian yang digunakan untuk penyusunan
laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rp). Standar baru dan amandemen atas
standar yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2022, yaitu: - Amendemen PSAK 22 ? Kombinasi Bisnis; -
Amandemen PSAK 57 ? Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak
Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak; - PSAK 71 ? Instrumen Keuangan (Penyesuaian tahunan); -
PSAK 73 ? Sewa (Penyesuaian tahunan). Penerapan dari revisi standar dan interpretasi berikut ini
yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023, yaitu: - PSAK 16
(Amendemen) Aset Tetap - Hasil sebelum Penggunaan yang diintensikan; - PSAK 1 (Amendemen)
Penyajian Laporan Keuangan - Klasifikasi Liabilititas; - PSAK 1 (Amendemen) Penyajian Laporan
Keuangan - Pengungkapan kebijakan akuntansi yang mengubah istilah signifikan menjadi material dan
memberi penjelasan mengenai kebijakan akuntansi material; - PSAK 25 (Amendemen) Kebijakan
Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan - Definisi estimasi akuntansi dan
penjelasannya; - PSAK 46 (Amendemen) Pajak Penghasilan - tentang Pajak Tangguhan terkait Aset
dan Liabilitas yang timbul dari Transaksi Tunggal. The consolidated financial statements have been
prepared using generally accepted accounting principles in Indonesia which is Indonesian Financial
Accounting Standards and the Financial Services Authority regulation, formerly Capital Market
Supervisory Agency and Financial Institution (BAPEPAM-LK), No. VIII.G.7 on Financial Statements
Presentation and Disclosure of Publicly Listed Companies, which are enclosed in letter No.
KEP-347/BL/2012. The consolidated financial statements are prepared based on the historical cost
concept. The consolidated financial statements have been prepared on the basis of the accruals
concept, except for the consolidated statements of cash flows. The consolidated statements of cash
flows are prepared using the direct method, by classifying cash flows on the basis of operating,
investing and financing activities. For the purpose of consolidated statements of cash flows, cash and
cash equivalents include cash on hand, cash in banks, and short-term investment with maturity of three
months or less and which are not used as collateral. These consolidated financial statements are
presented in accordance with generally accepted accounting principles. The functional currency of the
Company is Rupiah and subsidiary in the Group determines its own functional currency and items
Page 13
included in the financial statements of each entity which will be measured using that functional
currency. The currency used in the preparation of the consolidated financial statements is the
Indonesian Rupiah (Rp). New standards and amendments to standards effective from 1 January 2022,
namely: - Amendments to PSAK 22 - Business Combinations; - Amendments to PSAK 57 ? Provision,
contingent liabilities and contingent assets regarding onerous contract - cost of fulfilling a contract -
PSAK 71 ? Financial Instruments (Annual adjustment); - PSAK 73 ? Rent (Annual adjustment).
Application of the following revised standards and interpretations that are effective for periods
beginning on or after January 1, 2023, namely: - PSAK 16 (Amendment) Fixed assets regarding
proceeds before intended use; - PSAK 1 (Amendment) Presentation of Financial Statements -
Classification of Liabilities; - PSAK 1 (Amendment) Presentation of Financial Statements - Disclosure of
accounting policies that change significant terms to become material and provides an explanation of
material accounting policies; - PSAK 25 (Amendments) Accounting Policies, Changes in Accounting
Estimates and Errors - Definitions of accounting estimates and their explanations; - PSAK 46
(Amendment) Income Tax - regarding Deferred Tax related to Assets and Liabilities arising from a
Single Transaction.
Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi aset dan liabilitas Perusahaan dan entitas anaknya dimana Principles of consolidation
Perusahaan, baik secara langsung ataupun tidak langsung, memiliki lebih dari setengah hak suara dan
memiliki kemampuan mengendalikan kebijakan keuangan dan operasional entitas kecuali, dalam
keadaan yang jarang, dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut tidak diikuti dengan
pengendalian atau Perusahaan memiliki kemampuan mengendalikan entitas walaupun memiliki kurang
dari atau sama dengan setengah hak suara. Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal
dimana pengendalian dialihkan kepada Perusahaan. Entitas anak tidak dikonsolidasikan sejak tanggal
Perusahaan kehilangan pengendalian. Seluruh transaksi, saldo, keuntungan dan kerugian antara
Perusahaan dan entitas anak yang belum direalisasi dan material telah dieliminasi. Kepentingan
non-pengendali merupakan proporsi atas hasil usaha dan aset bersih entitas anak yang tidak
diatribusikan kepada Perusahaan. The consolidated financial statements include the assets and
liabilities of the Company and its subsidiary in which the Company, directly or indirectly, owns more
than half of the voting rights and has the ability to control the financial and operating policy of the entity
unless, in rare circumstances, it can be clearly demonstrated that such ownership do not constitute
control or the Company has the ability to control the entity, despite having less than or equal to half of
the voting rights. Subsidiary is fully consolidated from the date on which control is transferred to the
Company. They are de-consolidated from the date the control ceases. All material intercompany
transactions, balances, unrealized surpluses and deficits on transactions between the Company and its
subsidiary have been eliminated. Non-controlling interest represents the proportion of the result and net
assets of subsidiary not attributable to the Company.
Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan Cash and cash equivalents
atau kurang dari tanggal penempatannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi
penggunaannya. Cash and cash equivalents consist of cash on hand, in banks and all investments with
maturities of three months or less from the date of placement which are not pledged as collateral and
not restricted.
Piutang usaha dan piutang lain-lain Piutang usaha disajikan dalam jumlah neto. Penyisihan kerugian penurunan nilai dibentuk berdasarkan Trade and other receivables
hasil penelaahan atas keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun. Trade receivables
are stated in net amount. Allowance for impairment losses is provided based on a review of the
collectability of the individual receivable accounts at the end of the year.
Page 14
Persediaan Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih Inventories
rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode Masuk Pertama Keluar Pertama (FIFO).
Penyisihan persediaan usang ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan
pada akhir periode. Inventories are stated at cost or net realizable value, whichever is lower. Cost is
determined using the First In First Out (FIFO) method. Allowance for obsolete inventories is determined
based on review of the condition of inventories at the end of the period.
Properti investasi Perusahaan dan entitas anak menerapkan model nilai biaya atas akun pembelian properti investasi Investment property
selama tahun berjalan. Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan termasuk
pengeluaran yang bisa langsung diatribusikan. Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat
pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak
memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Setiap
laba atau rugi yang berasal dari tidak diakuinya aset (perhitungan selisih antara hasil bersih
pengurangan dan jumlah tercatat aset) termasuk dalam laporan laba rugi akhir tahun dimana akun
tersebut dihentikan pengakuannya. The Company and subsidiary applied the cost value model to
account for the purchase of investment property during the year. On initial recognition, investment
property is measured at cost, including any direct attributable expenditure. An investment property is
derecognized upon disposal or when the investment property is permanently unused or no future
economic benefits are expected from its disposals. Any gains or losses arising on derecognition of the
asset (calculated as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the
asset) are included in the income statement at the end of the year in which the item is derecognized.
Aset tetap Berdasarkan PSAK 16: Aset Tetap, seluruh aset tetap awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang Fixed assets
terdiri atas harga perolehan dan biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk
membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan supaya aset tersebut siap digunakan sesuai
dengan maksud Perusahaan dan entitas anak. Perusahaan dan entitas anak memilih model biaya
dalam kebijakan akuntansi aset tetap dimana aset tetap dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah
dikurangi akumulasi penyusutan, aset tetap digolongkan menjadi: -Tanah - Golongan bangunan dan
prasarana - Golongan bukan bangunan dan prasarana yang terdiri dari: > Golongan II : meliputi
kendaraan/ alat angkutan dan inventaris kantor dengan masa manfaat lebih dari 4 tahun dan tidak
lebih dari 8 tahun. > Golongan III : meliputi mesin dan perlengkapan dengan masa manfaat lebih dari 8
tahun. Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Golongan bangunan dan
prasarana disusutkan dengan metode garis lurus (straight-line method) sebesar 5 Persen per tahun
dari biaya perolehan, sedangkan golongan bukan bangunan disusutkan dengan metode saldo
menurun ganda (double declining-balance method), masing-masing dengan tarif per tahun sebagai
berikut: Golongan II : 25 Persen Golongan III : 10 Persen Bila nilai tercatat suatu aset melebihi taksiran
jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated recoverable amount) maka nilai tersebut diturunkan ke
jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual
neto dan nilai pakai. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi
konsolidasian pada saat terjadinya. Pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi
manfaat ekonomis di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi
atau peningkatan standar kinerja dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang
dijual dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau
kerugian dari penjualan aset tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasian pada
tahun yang bersangkutan. Apabila manfaat ekonomi suatu aset tetap tidak lagi sebesar jumlah
tercatatnya, maka aset tersebut harus dinyatakan sebesar jumlah yang sepadan dengan nilai manfaat
ekonomi yang tersisa. Penurunan nilai kegunaan aset tetap tersebut dilaporkan sebagai kerugian tahun
berjalan. Nilai residu, umur manfaat aset dan metode penyusutan ditelaah, dan jika perlu disesuaikan,
Page 15
pada setiap akhir periode pelaporan. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan.
Akumulasi biaya perolehan aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap
bila telah selesai dan siap untuk digunakan. Perusahaan dan entitas anak menentukan estimasi masa
manfaat dan beban penyusutan aset tetap milik Perusahaan dan entitas anak. Perusahaan dan entitas
anak akan menyesuaikan beban penyusutan jika masa manfaatnya berbeda dari estimasi sebelumnya
atau Perusahaan dan entitas anak akan menghapusbukukan atau melakukan penurunan nilai atas aset
yang secara teknis telah usang atau aset non-strategis yang dihentikan penggunaannya. Based on
SFAS 16: Fixed Assets, all fixed assets are initially recognized at cost, which consists of the acquisition
price and additional costs directly attributable to bringing the asset to the desired location and condition
so that the asset is ready for use according to the Company and subsidiary intent. The Company and
Subsidiary have chosen cost model in accounting policy of their property, plant and equipment which is
stated at cost less accumulated depreciation. Property, plant and equipment are classified as follows: -
Land - Buildings and infrastructures - Non buildings and infrastructures consist of: > Group II : consists
of transportation and office furniture and fixtures with estimated useful lives of more than 4 years but
not more than 8 years. > Group III : consists of machinery and equipment with estimated useful lives of
more than 8 years. Land is stated at cost and is not depreciated. Buildings and infrastructures are
depreciated using the straight-line method at the rate of 5 percent per annum from acquisition cost,
while non buildings are depreciated using the double-declining balance method with the following
annual rates: Group II : 25 percent Group III : 10 percent When the carrying amount of an asset
exceeds its estimated recoverable amount, the asset is written down to its estimated recoverable
amount, which is determined as the highest of net selling price or value in use. Repairs and
maintenance expenses are charged in the consolidated statements of income as incurred.
Expenditures which extend the useful life of the assets or result in increasing future economic benefits
such as increase in capacity, quality of output or standard of performance are capitalized. When
property, plant and equipment are retired or otherwise disposed of, their carrying value and the related
accumulated depreciation are removed from the accounts. Any resulting gain or loss is recorded in the
current consolidated statement of income. If the economic value of property, plant and equipment is no
longer same with its carrying amount, the asset must be stated at an amount commensurate with the
value of the remaining economic value. The decrease of the usage value of property, plant and
equipment is reported as loss in the current year. The assets? residual values, useful lives and
depreciation method are reviewed, and adjusted if appropriate, at the end of each reporting period.
Construction in progress is stated at cost. The accumulated costs of construction in progress are
transferred to the respective property, plant and equipment when completed and the asset is ready for
use. The Company and subsidiary determine the estimated useful lives and related depreciation
charges for the Company and subsidiary?s property, plant, and equipment. The Company and
subsidiary will adjust the depreciation charge when the useful lives are different to those previously
estimated, or the Company and subsidiary will write-off or reduce on technically obsolete or
non-strategic assets that have been disposed off.
Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan mempresentasikan jumlah imbalan yang diperkirakan Revenue and expense recognition
menjadi hak Perusahaan dan entitas anak dalam pertukaran untuk mengalihkan barang kepada
pelanggan dalam kegiatan usaha normal Perusahaan dan entitas anak, tidak termasuk jumlah yang
ditagih atas nama pihak lain seperti Pajak Pertambahan Nilai. Pendapatan diakui pada suatu titik waktu
ketika pengendalian barang telah dialihkan, yaitu ketika barang dikirim ke pembeli dan tidak ada
kewajiban yang tidak terpenuhi yang dapat mempengaruhi penerimaan pembeli atas barang tersebut.
Beban diakui pada saat terjadinya dengan menggunakan basis akrual. Revenue from contracts with
customers represents the amount of consideration to which the Company and subsidiary expect to be
entitled in exchange for transferring goods to the customers in the Company and subsidiary's ordinary
Page 16
course of activities, excluding amount collected on behalf of other parties such as Value Added Tax.
Revenue from the sale of goods is recognized at a point in time when control of the goods has been
transferred, being when the goods are delivered to the customer and there is no unfulfilled obligation
that could affect the customer's acceptance of the goods. Expenses are recognized when incurred on
an accrual basis.
Penjabaran mata uang asing Pembukuan Perusahaan dan entitas anak diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Foreign currency translation
Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku
pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal
tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba
rugi tahun yang bersangkutan. The books of accounts of the Company and subsidiary are maintained
in Indonesian Rupiah. Transactions during the year involving foreign currencies are recorded at the
rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At consolidated statements of
financial position date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to
reflect the rates of exchange prevailing at that date. The resulting gains or losses are credited or
charged to current operations.
Transaksi dengan pihak berelasi Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK 7 (revisi 2010): Transactions with related parties
"Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi". PSAK revisi ini mensyaratkan pengungkapan hubungan,
transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan keuangan konsolidasian
dan juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara individual. Tidak terdapat dampak signifikan
dari penerapan PSAK yang direvisi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian. Suatu pihak
dianggap berelasi dengan Perusahaan dan entitas anak jika: 1.Secara langsung atau tidak langsung
melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak: (i) Mengendalikan atau dikendalikan oleh, atau berada
di bawah pengendalian bersama dengan Perusahaan dan entitas anak; (ii) Memiliki kepentingan dalam
Perusahaan dan entitas anak yang memberikan pengaruh signifikan atas Perusahaan dan entitas
anak; atau (iii) Memiliki pengendalian bersama atas Perusahaan dan entitas anak; 2. Suatu pihak yang
berelasi dengan Perusahaan dan entitas anak; 3. Perusahaan dan entitas anak sebagai ventura; 4.
Suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen kunci Perusahaan dan entitas anak atau induk;
5. Suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dengan individu yang diuraikan dalam butir (1) atau (4);
6. Suatu pihak adalah perusahaan yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi
signifikan oleh atau yang memiliki hak suara signifikan pada beberapa perusahaan, langsung maupun
tidak langsung, individu seperti diuraikan dalam butir (4) atau (5); atau 7. Suatu pihak
menyelenggarakan suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Perusahaan dan
Entitas Anak atau perusahaan lain yang berelasi dengan Perusahaan dan entitas anak. Semua
transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan berelasi, baik yang dilakukan dengan atau
tidak dengan tingkat bunga atau harga, persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan
dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian. Effective on
1 January 2011, the Company and subsidiary adopt SFAS 7 (revised 2010): "Related Party
Disclosures". The revised SFAS requires disclosure of related party relationships, transactions and
outstanding balances, including commitments, in the consolidated financial statements as well as
individual financial statements. There is no significant impact of the adoption of the revised SFAS on
the consolidated financial statements. A party is considered to be a related party to the Company and
subsidiary if: 1. Directly or indirectly through one or more intermediaries, the party: (i) Controls, or is
controlled by, or is under common control with the Company and subsidiary; (ii) Has an interest in the
Company and subsidiary that gives significant influence over the Company and subsidiary; or (iii) Has
joint control over the Company and subsidiary; 2. The party is an associate of the Company and
subsidiary; 3. The Company and subsidiary act as venturer; 4. The party is a member of the key
Page 17
management personnel of the Company and subsidiary or their parent; 5. The party is a close member
of the family of any individual referred to (1) or (4); 6. The party is an entity that is controlled, jointly
controlled or significantly influenced by, or for which significant voting power in such entity resides with,
directly or indirectly, any individual referred to in (4) or (5); or 7. The party is conducting a post-
employment benefit plan for the benefit of employees of the Company and subsidiary, or any entity that
is an associate of the Company and subsidiary. All transactions with related parties, whether or not
done with the same interest rate or price, terms and conditions as those done with third parties, are
disclosed in the Notes to Consolidated Financial Statements.
Pajak penghasilan Beban pajak terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak diakui dalam laporan laba rugi, kecuali Income taxes
jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang langsung diakui ke ekuitas. Dalam hal
ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya atau ekuitas. Beban
pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi
pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan antara jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut
laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui
untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan
temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk
mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif
pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan
dibebankan atau dikreditkan dalam laporan rugi laba, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau
dikreditkan langsung ke ekuitas yang mana pajak tangguhan tersebut juga dibebankan/dikreditkan
langsung ke ekuitas. Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan di neraca atas dasar kompensasi
sesuai dengan penyajian aset dan kewajiban pajak kini, kecuali aset dan kewajiban pajak tangguhan
untuk entitas yang berbeda. Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat
Ketetapan Pajak (?SKP?) diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya.
Jumlah tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan
pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset. Pertimbangan signifikan dilakukan
dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu
yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan dan
entitas anak mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah terdapat
tambahan pajak penghasilan badan. Tax expense consists of current tax and deferred tax. Taxes are
recognized in profit or loss, unless the tax is related to transactions or events that are recognized
directly in equity. In this case, the tax is recognized in other comprehensive income or equity,
respectively. Current tax expense is determined based on taxable profit for the period computed based
on the prevailing tax rates. Deferred tax assets and liabilities are recognized for the future tax
consequences attributable to differences between the financial statements carrying amounts of existing
assets and liabilities and their respective tax bases. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable
temporary differences and deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences to
the extent that it is probable that taxable income will be available in future periods against which the
deductible temporary differences can be utilized. Deferred tax is calculated using the tax rates that
have been enacted or substantively enacted on the balance sheet date. Deferred tax is charged or
credited in the statements of income, except when it relates to items charged or credited directly to
equity, in which the deferred tax is also charged or credited directly to equity. Deferred tax assets and
liabilities are presented in the balance sheet on the basis of compensation according to the
presentation of current tax assets and liabilities, except for deferred tax assets and liabilities for
different entities. The amounts of additional tax principal and penalty imposed through a Tax
Page 18
Assessment Letter (?SKP?) shall be recognized as income or expense in the current period of the
consolidated statements of comprehensive income, unless further settlement is submitted. The
amounts of tax principal and penalty imposed through SKP are deferred as long as they meet the asset
recognition criteria. Significant consideration is made in determining the provision for corporate income
tax. There are certain transactions and calculations which tax determination is uncertain during the
normal business activities. The Company and subsidiary recognize the corporate income tax liability
based on estimates of whether there is additional corporate income tax.
Imbalan kerja karyawan eban yang diakui di laba rugi termasuk biaya jasa kini, beban/pendapatan bunga, biaya jasa lalu dan Employee benefits
keuntungan/kerugian penyelesaian. Pengukuran kembali yang timbul dari program pensiun manfaat
pasti diakui dalam pendapatan komprehensif lain. Pengukuran kembali terdiri keuntungan dan kerugian
aktuaria, imbal hasil aset program (diluar pendapatan bunga yang sudah diakumulasi dalam
perhitungan bunga neto/aset). Biaya jasa lalu diakui segera dalam laporan laba rugi, kecuali perubahan
pada program pensiun tergantung pada kondisi karyawan memberikan jasanya selama periode
tertentu (periode vesting). Dalam hal ini, biaya jasa lalu diamortisasi dengan menggunakan metode
garis lurus sepanjang periode vesting. Keuntungan dan kerugian atas kurtailmen diakui ketika terdapat
komitmen untuk mengurangi jumlah karyawan yang tercakup dalam suatu program secara signifikan
atau ketika terdapat perubahan ketentuan dalam program imbalan pasti yang menyebabkan bagian
yang material dari jasa masa depan, pekerja tidak lagi memberikan imbalan atau memberikan imbalan
yang lebih rendah. Perusahaan dan Entitas Anak di Indonesia memberikan imbalan pasca kerja
imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja No. 11/2020 (Sebelum 1
Januari 2022: Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003), Peraturan
Pemerintah No. 35/2021 dan PSAK No. 24, "Imbalan Kerja". Jumlah yang diakui sebagai imbalan pasti
di laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan nilai kini liabilitas imbalan pasti disesuaikan
dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui, biaya jasa lalu yang belum diakui dan
nilai wajar aset program. Nilai kini imbalan pasca kerja tergantung pada sejumlah faktor yang
ditentukan dengan menggunakan sejumlah asumsi aktuaria. Asumsi yang digunakan dalam
menentukan biaya bersih untuk pensiun termasuk tingkat pengembalian jangka panjang yang
diharapkan atas aset program dan tingkat diskonto yang relevan. Setiap perubahan dalam asumsi ini
akan berdampak pada nilai tercatat kewajiban imbalan pasca kerja. Asumsi tingkat pengembalian yang
diharapkan atas aset program ditentukan secara seragam, dengan mempertimbangkan pengembalian
historis jangka panjang, alokasi aset dan perkiraan masa depan atas pengembalian investasi jangka
panjang. Asumsi penting lainnya untuk kewajiban imbalan pasca kerja sebagian didasarkan pada
kondisi pasar saat ini. Expenses recognized in profit or loss include current service cost, interest
expense/income, past service cost and settlement gain/loss. Remeasurement arising from defined
benefit pension plans is recognized in other comprehensive income. Remeasurement consists of
actuarial gains and losses, return on plan assets (excluding interest income that has been accumulated
in the calculation of net interest/assets). Past service expense is recognized immediately in the income
statement, except for changes in the pension plan depending on the condition of the employees
providing services during a certain period (vesting period). In this case, the past service cost is
amortized using the straight-line method over the vesting period. Gains and losses on curtailments are
recognized when there is a commitment to significantly reduce the number of employees covered by a
plan or when there is a change in the terms of a defined benefit plan that results in a material share of
future service, the employee no longer provides benefits or provides lower benefits. The Company and
Subsidiaries in Indonesia provide post-employment benefits for their employees in accordance with the
Omnibus Law No.11/2020 (before January 1, 2022: Manpower Law No. 13/2003 dated 25 March
2003), Government Regulation No. 35/2021 and SFAS 24, "Employee Benefit". The amount
recognized as defined benefit in the consolidated statements of financial position is the present value of
Page 19
the defined benefit obligation, adjusted for unrecognized actuarial gains and losses, unrecognized past
service costs and fair value of plan assets. The present value of the post-employment benefits depends
on a number of factors that are determined on an actuarial basis using a number of assumptions. The
assumptions used in determining the net cost for pensions include the expected long-term rate of
return on the relevant plan assets and the discount rate. Any changes in these assumptions will impact
on the carrying amount of post-employment benefits obligation. The expected return on plan assets
assumption is determined on a similar basis, by taking into consideration the long-term historical
returns, asset allocation and future estimates of long-term investment returns. Other key assumptions
for post-employment benefits obligation are partly based on current market conditions.
Laba per saham Sesuai dengan PSAK 56: "Laba per Saham", laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi Earnings per share
laba atau rugi yang tersedia bagi pemegang saham biasa (laba bersih residual) dengan jumlah
rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar dalam satu periode. In accordance with SFAS 56:
"Earnings per Share", earnings per share is computed by dividing the profit or loss available to common
stockholders (net income residual) by the weighted average number of ordinary shares outstanding
during the period.
Pelaporan segmen Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK 5 (revisi 2009), Segment reporting
"Segmen Operasi". PSAK revisi ini mengatur pengungkapan yang memungkinkan pengguna laporan
keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis serta lingkungan
ekonomi dimana Perusahaan dan entitas anak beroperasi. Segmen adalah bagian khusus dari
Perusahaan dan entitas anak yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa (segmen usaha),
maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis),
yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya. Pendapatan, beban, hasil, aset
dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan langsung kepada suatu segmen
serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen tersebut. Segmen
ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Perusahaan dan Entitas Anak dieliminasi sebagai bagian
dari proses konsolidasi. Aset dan liabilitas yang digunakan bersama dalam satu segmen atau lebih
dialokasikan kepada setiap segmen jika, dan hanya jika, pendapatan dan beban yang terkait dengan
aset tersebut juga dialokasikan kepada segmen-segmen tersebut. Effective on 1 January 2011, the
Company and subsidiary adopt SFAS 5 (revised 2009): "Operating Segments". The revised SFAS
requires disclosures that will enable users of the financial statements to evaluate the nature and
financial effects of the business activities in which the Company and subsidiary engage and the
economic environments in which they operate. A segment is a distinguishable component of the
Company and subsidiary that is engaged either in providing certain products and services (business
segment), or in providing products and services within a particular economic environment (geographical
segment), which is subject to risks and rewards that are different from those in other segments.
Segment revenue, expenses, results, assets and liabilities include items directly attributable to a
segment as well as those that can be allocated on a reasonable basis to that segment. They are
determined before intra-group balances and intra-group transactions are eliminated as part of the
process of consolidation. Assets and liabilities that are jointly used in one or more segments are
allocated to their respective segments, if and only if, their related revenues and expenses are also
allocated to those segments.
Beban dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan Prepaid expenses
metode garis lurus. Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods using the straight-line
method.
Page 20
Instrumen keuangan 1. Aset Keuangan Mulai tanggal 1 Januari 2020, Perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK 71, Financial instruments
yang mensyaratkan pengaturan instrumen keuangan terkait klasifikasi dan pengukuran, penurunan
nilai atas instrumen keuangan aset keuangan dan akuntansi lindung nilai. Dengan demikian, kebijakan
akuntansi yang berlaku untuk periode pelaporan kini adalah sebagai berikut: Instrumen keuangan
diklasifikasi berdasarkan model bisnis entitas dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus
kas kontraktual dari aset keuangan sehingga setelah pengakuan awal aset diukur pada biaya
perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba
rugi. Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi: a.
aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam
rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan b. persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang
pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely
payments of principal and interest /SPPI). Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain jika kedua kondisi berikut terpenuhi: a. aset keuangan dikelola dalam model bisnis
yang bertujuan akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan;
dan b. persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas
arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pada tanggal
pelaporan keuangan, aset keuangan Perusahaan dan entitas anak meliputi kas dan setara kas,
piutang usaha dan piutang lainnya, investasi jangka pendek dan investasi pada entitas asosiasi. 2.
Liabilitas keuangan. Perusahaan dan entitas anak mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan
dalam dua kategori: diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, dan diukur pada biaya perolehan
diamortisasi. Pada tanggal pelaporan keuangan, Perusahaan dan antitas anak hanya memiliki liabilitas
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Setelah pengakuan awal pada nilai wajar
dan biaya transaksi, Perusahaan dan entitas anak mengukur semua liabilitas keuangan pada biaya
perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali jika efek diskontonya tidak
material. Liabilitas keuangan Perusahaan dan antitas anak meliputi utang usaha, utang lain-lain, utang
dividen, biaya yang masih harus dibayar, dan kewajiban imbalan pasca kerja. 3. Saling hapus dari
instrumen keuangan. Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Perusahaan dan entitas anak saat
ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui
dan berniat untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitasnya secara simultan. 4. Nilai wajar instrumen keuangan. Nilai wajar instrumen keuangan yang
diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan yang terorganisasi ditentukan dengan mengacu pada
kuotasi harga penawaran atau permintaan di pasar aktif pada penutupan bisnis pada akhir periode
pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang
dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm?s length
market transactions); penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama;
analisa arus kas yang didiskonto; atau model penilaian lain. 5. Biaya perolehan diamortisasi dari
instrumen keuangan. Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode suku bunga
efektif dikurangi dengan penyisihan atas penurunan nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang tidak
dapat ditagih. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat perolehan
dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga
efektif. 6. Penurunan nilai dari aset keuangan. Pada setiap akhir periode pelaporan Perusahaan dan
entitas anak mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok
aset keuangan mengalami penurunan nilai. - Aset keuangan dicatat pada biaya perolehan diamortisasi.
Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi,
Page 21
Perusahaan dan entitas anak pertama kali menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang jumlahnya tidak signifikan secara individual. Jika Perusahaan dan entitas anak menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka mereka memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. Dalam mengevaluasi penurunan nilai secara kolektif, Perusahaan dan entitas anak menggunakan model statistik dari tren historis atas probabilitas wanprestasi, waktu pemulihan kembali dan jumlah kerugian yang terjadi, yang disesuaikan dengan pertimbangan manajemen mengenai apakah kondisi ekonomi dan kredit terkini sedemikian rupa sehingga dapat mengakibatkan kerugian aktual yang jumlahnya akan lebih besar atau lebih kecil daripada jumlah yang ditentukan oleh model historis. Tingkat wanprestasi, tingkat kerugian dan waktu yang diharapkan untuk pemulihan di masa datang akan diperbandingkan secara berkala terhadap hasil aktual untuk memastikan estimasi tersebut masih memadai. Ketika peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui menyebabkan kerugian penurunan nilai berkurang, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan dan pemulihan tersebut diakui pada laporan laba rugi. 7. Penghentian pengakuan aset dan liabilitas keuangan. - Aset keuangan Perusahaan dan entitas anak menghentikan pengakuan aset keuangan pada saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut kedaluarsa, atau Kelompok Usaha mentransfer seluruh hak untuk menerima arus kas kontraktual dari aset keuangan dalam transaksi dimana Kelompok Usaha secara substansial telah mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan yang ditransfer. Setiap hak atau liabilitas atas aset keuangan yang ditransfer yang timbul atau yang masih dimiliki oleh Perusahaan dan entitas anak diakui sebagai aset atau liabilitas secara terpisah. - Liabilitas keuangan Perusahaan dan entitas anak menghentikan pengakuan liabilitas keuangan pada saat liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kedaluwarsa. Dalam transaksi dimana Perusahaan dan entitas anak secara substansial tidak memiliki atau tidak mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, Perusahaan dan entitas anak menghentikan pengakuan aset tersebut jika Perusahaan dan entitas anak tidak lagi memiliki pengendalian atas aset tersebut. Hak dan liabilitas yang timbul atau yang masih dimiliki dalam transfer tersebut diakui secara terpisah sebagai aset atau liabilitas. Dalam transfer dimana pengendalian atas aset masih dimiliki, Perusahaan dan entitas anak tetap mengakui aset yang ditransfer tersebut sebesar keterlibatan berkelanjutan, yang ditentukan oleh besarnya perubahan nilai aset yang ditransfer. Perusahaan dan entitas anak menghapusbukukan saldo piutang pada saat Perusahaan dan entitas anak menentukan bahwa aset tersebut tidak dapat ditagih lagi. Penerimaan atau pemulihan kembali atas aset keuangan yang telah dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan lain-lain. 1. Financial assets. Starting 1 January 2020, the Company and subsidiary adopted SFAS 71, which requires the arrangement of financial instruments related to classification and measurement, impairment of financial instruments of financial assets and hedge accounting. Accordingly, the accounting policies in effect for the current reporting period are as follows: IFinancial instruments are classified based on the entity's business model for managing financial assets and the characteristics of the contractual cash flows of the financial assets so that after initial recognition the assets are measured at amortized cost, fair value through other comprehensive income or fair value through profit or loss. Financial assets are measured at amortized cost if both of the following conditions are met: a. financial assets are managed in a business model that aims to hold financial assets in order to obtain contractual cash flows; and b. contractual terms of financial assets that at a certain date increase cash flows that are solely payments of principal and interest (SPPI).
Page 22
Financial assets are measured at fair value through other comprehensive income when both of the following conditions are met: a. financial assets are managed in a business model that aims to be met by obtaining contractual cash flows and selling financial assets; and b. the contractual terms of the financial asset provide a right on a specific date to cash flows that are solely payment of principal and interest on the principal amount outstanding. At financial reporting date, the Company and subsidiaries' financial assets include cash and cash equivalents, trade and other receivables, short-term investments and investments in associates. 2. Financial liabilities. The Company and subsidiary classify all financial liabilities into two categories: measured at fair value through profit or loss, and measured at amortized cost. At the financial reporting date, the Company and subsidiary only has financial liabilities at amortized cost. After initial recognition at fair value and transaction costs, the Company and subsidiary measure all financial liabilities at amortized cost using the effective interest method, unless the discount effect is immaterial. The Company and subsidiary's financial liabilities include trade payable, other payables, dividend payables, accrued expenses, and post- employment benefit obligations. 3. Offsetting financial instruments. Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount is reported in the consolidated statements of financial position if, and only if, there is a legally enforceable right to offset the recognized amounts and there is an intention to settle on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously. 4. Fair value of financial instruments. The fair value of financial instruments that are actively traded in organized financial markets is determined by reference to quoted active market bid or ask prices at the closing of business at the end of the reporting period. For financial instrument where there is no active market, fair value is determined using valuation techniques. Such techniques may include using recent arm's length market transactions; usage of the current fair value of another instrument that is substantially similar; discounted cash flow analysis; or other valuation models. 5. Amortized cost of financial instruments. Amortized cost is computed using the effective interest method less any allowance for impairment and principal repayment or uncollectible amount. The calculation takes into account any premium or discount on acquisition and includes transaction costs and fees that are an integral part of the effective interest rate. 6. Impairment of financial assets. At the end of each reporting period, the Company and subsidiary evaluate whether there is any objective evidence that a financial asset or a group of financial assets is impaired. - Financial assets carried at amortized cost. For loans and receivables carried at amortized cost, the Company and subsidiary first assess whether objective evidence of impairment exists individually for financial assets that are individually significant, or collectively for financial assets that are not individually significant. If the Company and subsidiary determine that there is no objective evidence of impairment exists for an individually assessed financial asset, whether it is significant or not, they include the asset in a group of financial assets with similar credit risk characteristics and collectively assess them for impairment. Assets that are individually assessed for impairment and for which an impairment loss is, or continues to be recognized, are not included in a collective assessment of impairment. In assessing collective impairment, the Company and subsidiary use statistical modeling of historical trends over the probability of default, timing of recoveries and the amount of loss incurred, adjusted with management's judgment on whether current economic and credit conditions are in such condition that the actual losses are likely to be greater or less than the amount suggested by historical modeling. Default rates, loss rates and the expected timing of future recoveries are regularly benchmarked against actual outcomes to ensure that the estimates remain appropriate. When a subsequent event after impairment recognized causes the amount of impairment loss to decrease, the impairment loss is reversed and recognized through statements of income. 7. Derecognition of financial assets and liabilities. - Financial assets The Company and subsidiary derecognize a financial asset when the contractual rights to the cash flows from the financial assets have expired, or the Company and subsidiary transfers the entire rights to receive the contractual cash flows on the financial asset in
Page 23
a transaction in which the Company and subsidiary transfer substantially all the risks and rewards of ownership of the financial assets. Any rights or liabilities for financial assets that are transferred which arise or still owned by the Company and subsidiary are recognized as a separate asset or liability. - Financial liability The Company and subsidiary derecognize a financial liability when their contractual obligations are discharged or cancelled or expired. In transactions where the Company and subsidiary neither retain nor transfer substantially all the risks and rewards of ownership of a financial asset, the Company and subsidiary derecognize the asset if the Company and subsidiary do not retain control over the asset. The rights and liabilities retained in the transfer are recognized separately as assets and liabilities, as appropriate. In transfers where control over the asset is retained, the Company and subsidiary continue to recognize the asset to the extent of their continuing involvement, determined by the extent to which it is exposed to changes in the value of the transferred asset. The Company and subsidiry writes-off consumer's financing receivables when the Group determine that the asset is uncollectible. Collection or recovery of financial assets which had been written-off is recorded as other income.
Page 24
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Current Year
30 September 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and
Addition in property, plant, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning
and equipment plant, and equipment equipment, end period
period
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 1,704,402,150 1,704,402,150 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold
dimiliki langsung 7,121,028,294 171,250,000 7,292,278,294 improvement, directly
owned
Mesin dan peralatan, Machinery and equipment,
32,319,243,749 32,319,243,749
dimiliki langsung directly owned
Alat pengangkutan, dimiliki Transportation equipment,
3,202,801,516 ( 292,234,910 ) 2,910,566,606
langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
3,495,148,343 24,370,251 3,519,518,594
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
12,911,030,364 12,911,030,364
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 60,753,654,416 195,620,251 ( 292,234,910 ) 60,657,039,757 Directly owned
Bangunan, dalam Building, assets under
46,911,736 46,911,736
penyelesaian construction
Aset dalam penyelesaian Assets under
46,911,736 46,911,736
construction
Aset tetap Property, plant, and
60,753,654,416 242,531,987 ( 292,234,910 ) 60,703,951,493
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount,
dimiliki langsung 5,727,698,512 87,217,152 5,814,915,664 improvement, directly accumulated depreciation
owned
Mesin dan peralatan, Machinery and equipment,
29,295,776,577 275,306,070 29,571,082,647
dimiliki langsung directly owned
Alat pengangkutan, dimiliki Transportation equipment,
3,086,101,155 266,180,451 3,352,281,606
langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
3,175,707,627 70,519,253 3,246,226,880
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
9,072,432,802 534,963,191 ( 286,902,767 ) 9,320,493,226
dimiliki langsung owned
Page 25
Dimiliki langsung 50,357,716,673 1,234,186,117 ( 286,902,767 ) 51,305,000,023 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
50,357,716,673 1,234,186,117 ( 286,902,767 ) 51,305,000,023
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
10,395,937,743 9,398,951,470
equipment
Page 26
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Pengurangan aset Reklasifikasi aset Aset tetap, akhir
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap
tetap tetap periode
Property, plant, and Reclassifications of
Addition in property, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning property, plant, and
plant, and equipment plant, and equipment equipment, end period
period equipment
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 1,704,402,150 1,704,402,150 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan Building and leasehold
fasilitasnya, dimiliki 6,671,519,894 193,711,813 255,796,587 7,121,028,294 improvement, directly
langsung owned
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 32,319,243,749 32,319,243,749 equipment, directly
owned
Alat pengangkutan, Transportation
dimiliki langsung 3,150,489,206 52,312,310 3,202,801,516 equipment, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 3,341,916,263 153,232,080 3,495,148,343 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
12,355,625,364 607,155,000 ( 51,750,000 ) 12,911,030,364
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 59,543,196,626 954,098,893 ( 51,750,000 ) 308,108,897 60,753,654,416 Directly owned
Bangunan, dalam Building, assets under
255,796,587 52,312,310 ( 308,108,897 ) 0
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
255,796,587 52,312,310 ( 308,108,897 ) 0
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
59,798,993,213 1,006,411,203 ( 51,750,000 ) 0 60,753,654,416
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
fasilitasnya, dimiliki 5,613,256,397 114,442,115 5,727,698,512 improvement, directly accumulated
langsung owned depreciation
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 28,903,886,670 391,889,907 29,295,776,577 equipment, directly
owned
Alat pengangkutan, Transportation
dimiliki langsung 3,063,185,351 22,915,804 3,086,101,155 equipment, directly
Page 27
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 3,037,299,460 138,408,167 3,175,707,627 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
7,724,095,761 1,400,087,041 ( 51,750,000 ) 9,072,432,802
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 48,341,723,639 2,067,743,034 ( 51,750,000 ) 50,357,716,673 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
48,341,723,639 2,067,743,034 ( 51,750,000 ) 50,357,716,673
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
11,457,269,574 10,395,937,743
equipment
Page 28
[1611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Hak atas tanah dimiliki berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangunan dengan masa berlaku yang akan Disclosure of notes for property, plant and
berakhir antara tahun 2025 sampai 2042. Hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui. Seluruh aset equipment
tetap kecuali tanah diasuransikan kepada PT Asuransi Buana Independent dan PT Asuransi Central
Asia terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar
Rp 13.674.715.000 dan US$ 3,280,386 pada 30 September 2023 dan Rp 13.832.715.000 dan US$
3,280,386 pada 31 Desember 2022. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat penurunan nilai
aset tetap pada tanggal-tanggal pelaporan. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan
tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. Aset tetap
tidak dijaminkan kepada pihak manapun. Land rights are held under Building rights which will expire
between 2025 until 2042. The land rights are renewable. All property, plant and equipment, except
land, were insured to PT Asuransi Buana Independent and PT Asuransi Central Asia against fire, theft
and other possible risks for a total coverage of Rp 13,674,715,000 and US$ 3,280,386 as of 30
September 2023 and 13,832,715,000 and US$ 3,280,386 as of 31 December 2022. Management
believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses on the assets insured.
Property, plant and equipment were not pledged as collateral to any parties.
Page 29
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Current Year
Page 30
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Prior Year
Page 31
[1612100] Disclosure of Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry
Page 32
[1616000] Notes to the financial statements - Revenue By Parties - General
Industry
Catatan untuk pendapatan berdasarkan Notes for revenue by parties
pihak
30 September 30 September
2023 2022
Penjualan dan Penjualan dan
Nama pihak
pendapatan usaha pendapatan usaha
Party name Sales and revenue Sales and revenue
Pihak ketiga 1 PT Erna Third party 1
74,533,002,101 104,969,523,281
Djuliawaty
Pihak ketiga 2 PT Sabak Indah 10,796,168,900 17,491,523,762 Third party 2
Pihak ketiga 3 PT Resources Third party 3
Alam Indonesia 1,142,780,000 1,149,548,050
Tbk
Pihak ketiga 4 PT Putra Third party 4
Kalimantan 490,107,750 311,510,500
Sukses
Pihak ketiga 5 PT BSM New Third party 5
675,100,000 570,260,000
Material
Pihak ketiga 6 PT LVL Wood Third party 6
292,800,000 0
Industry
Pihak ketiga 7 PT Sari Bumi Third party 7
0 36,111,309,196
Kusuma
Pihak ketiga 8 PT Sambas Alam Third party 8
0 147,318,350
Lestari
Pihak ketiga 9 CV Surya Utama 0 106,575,000 Third party 9
Pihak ketiga 10 PT Kayu Mukti Third party 10
0 75,300,000
Timber
Pihak ketiga 87,929,958,751 160,932,868,139 Third parties
Tipe pihak 87,929,958,751 160,932,868,139 Type of parties
Page 33
[1616100] Disclosure of Notes to the financial statements - Revenue - General Industry
Page 34
[1617000] Notes to the financial statements - Revenue By Type - General
Industry
Catatan untuk tipe pendapatan Notes for revenue by type
30 September 30 September
2023 2022
Nama produk atau Penjualan dan Penjualan dan
jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari Product revenue 1
GLUE 84,533,978,751 138,713,416,789
produk 1
Pendapatan dari Product revenue 2
HARD PF 1,469,000,000 2,750,800,000
produk 2
Pendapatan dari Product revenue 3
FORMALIN 226,933,500 213,853,500
produk 3
Pendapatan dari Product revenue 4
KOMPONEN 1,700,046,500 19,254,797,850
produk 4
Pendapatan dari Product revenue
87,929,958,751 160,932,868,139
produk
Page 35
[1619000] Notes to the financial statements - Revenue With Value More Than 10% - General Industry
Page 36
[1620100] Notes to the financial statements - Trade receivables, by currency - General Industry
Piutang usaha berdasarkan mata uang Trade receivables by currency
30 September 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables
receivables receivables
Pihak ketiga IDR 13,512,644,411 15,571,003,933 IDR Third party
Mata uang 13,512,644,411 (0) 13,512,644,411 15,571,003,933 (0) 15,571,003,933 Currency
Page 37
[1620200] Notes to the financial statements - Trade receivables, by aging - General Industry
Page 38
[1620300] Notes to the financial statements - Trade receivables, by list of counterparty - General Industry
Rincian piutang usaha berdasarkan rincian pihak Trade receivables by list of counterparty
30 September 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Nama pihak,
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Counterparty name, Trade receivables, Trade receivables,
impairment of Trade receivables impairment of Trade receivables
trade receivables gross gross
trade receivables trade receivables
Pihak ketiga Pihak 1 PT Erna Rank 1, counterparty Third party
12,386,453,063 13,039,051,698
Djuliawaty
Pihak 2 PT Sabak Indah 901,227,648 2,446,962,588 Rank 2, counterparty
Pihak 3 PT Resource Rank 3, counterparty
Alam Indonesia 224,963,700 0
Tbk
Pihak 4 PT Putra Rank 4, counterparty
Kalimantan 0 84,989,647
Sukses
Rincian pihak 13,512,644,411 15,571,003,933 (0) 15,571,003,933 List of counterparty
Page 39
[1621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - General Industry
Page 40
[1630000] Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Catatan atas persediaan Notes for inventories
30 September 2023 31 December 2022
Barang jadi 2,492,524,270 3,284,818,617 Finished goods
Barang dalam proses 3,769,839,992 3,210,671,373 Work in process
Bahan baku dan bahan Raw and indirect material
41,796,630,380 64,900,732,912
pembantu
Suku cadang 1,151,155,191 1,233,777,418 Spareparts
Persediaan, kotor 49,210,149,833 72,630,000,320 Inventories, gross
Cadangan penurunan nilai Allowance for impairment
(0) (0)
persediaan of inventories
Persediaan 49,210,149,833 72,630,000,320 Inventories
Persediaan lancar 49,210,149,833 72,630,000,320 Current inventories
Mutasi cadangan penurunan nilai Movement of allowance for
persediaan impairment of inventories
30 September 2023 31 December 2022
Saldo awal Penyisihan Allowance for Impairment of
0 0
Penurunan Nilai Persediaan Inventories, beginning balance
Page 41
[1632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan Berdasarkan hasil penelaahan terhadap fisik dari persediaan, manajemen berkeyakinan bahwa tidak Disclosure of notes for inventories
diperlukan pembentukan penyisihan penurunan atas nilai persediaan dan persediaan usang. Seluruh
persediaan telah diasuransikan kepada PT Asuransi Buana Independent dan PT Asuransi Central Asia
terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar USD 2.618.903
pada 30 September 2023 dan USD 2.802.614 pada 31 Desember 2022. Manajemen berpendapat
bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami
Perusahaan. Semua persediaan tidak dijaminkan ke pihak ketiga. Based on the result of the
assessment on physical condition of inventories, Management believes that no provision for decline in
value of inventories and obsolete inventories is necessary. All inventories were insured to PT Asuransi
Buana Independent and PT Asuransi Central Asia against fire and other possible risks amounting to
USD 2,618,903 as of 30 September 2023 and USD 2,802,614 as of 31 December 2022. Management
believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses of the Company. All
inventories are not pledged as collateral to any third party.
Page 42
[1640100] Notes to the financial statements - Trade Payable, by currency - General Industry
Utang usaha berdasarkan mata uang Trade payables by currency
30 September 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Pihak ketiga IDR 8,619,919,386 26,234,965,401 IDR Third party
Mata uang 8,619,919,386 26,234,965,401 Currency
Page 43
[1640300] Notes to the financial statements - Trade Payable, by list of counterparty - General Industry
Rincian utang usaha berdasarkan rincian pihak Trade payables by list of counterparty
30 September 31 December
2023 2022
Nama pihak, utang usaha Utang usaha Utang usaha
Counterparty name, trade
Trade payables Trade payables
payables
Pihak ketiga Pihak 1 PT Mitsui Indonesia 7,252,368,150 7,738,502,640 Rank 1, counterparty Third party
Pihak 2 PT AKR Corporindo Rank 2, counterparty
1,356,022,260 374,625,000
Tbk
Pihak 3 Lain-lain 11,528,976 30,827,580 Rank 3, counterparty
Pihak 4 PT Humpuss 0 5,621,081,221 Rank 4, counterparty
Pihak 5 Shanghai Newell Rank 5, counterparty
International Trading 0 1,529,887,040
Co Ltd
Pihak 6 PT Goautama Rank 6, counterparty
0 9,679,200,000
Sinarbatuah
Pihak 7 Chori Co Ltd 0 1,048,951,800 Rank 7, counterparty
Pihak 8 CV Garuda Mas Lestari 0 170,940,000 Rank 8, counterparty
Pihak 9 PT Berca Mandiri Rank 9, counterparty
0 33,118,515
Perkasa
Pihak 10 PT Papasari 0 7,831,605 Rank 10, counterparty
Rincian pihak 8,619,919,386 26,234,965,401 List of counterparty
Page 44
[1641000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Payables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas utang usaha Jangka waktu kredit yang timbul dari pembelian bahan baku utama dan pembantu, baik dari pemasok Disclosure of notes for trade payables
dalam maupun luar negeri berkisar antara 30 sampai 90 hari. Dalam saldo utang usaha tersebut tidak
terdapat utang usaha kepada pihak yang berelasi. Perusahaan tidak memberikan jaminan atas utang
usaha. Tidak ada lindung nilai atas utang usaha karena berdasarkan pertimbangan manajemen tidak
ada risiko yang besar terhadap keuangan Perusahaan dimana aset dalam mata uang asing cukup
untuk menutupi liabilitas dalam mata uang asing. Juga tidak ada restrukturisasi utang karena semua
utang dapat dibayar tepat waktunya. The credit terms arising from purchases of main and auxiliary raw
materials, both from domestic and foreign suppliers, range from 30 to 90 days. In the balance of trade
payables there are no trade payables to related parties. The company does not provide collateral for
trade payables. There is no hedge for trade payables because, based on management's opinion, there
is no major risk to the Company's finances where assets in foreign currencies are sufficient to cover
liabilities in foreign currencies. There is also no debt restructuring because all debts can be paid on
time.
Page 45
[1670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - General
Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 September 2023 30 September 2022
Persediaan bahan baku awal 61,184,280,515 51,038,739,036 Beginning raw inventory
Pembelian bahan baku 30,949,931,313 88,639,619,102 Purchased raw inventory
Persediaan bahan baku akhir 39,667,268,660 47,620,053,346 Ending raw inventory
Bahan baku yang digunakan 52,466,943,168 92,058,304,792 Raw inventory used
Upah, tenaga kerja langsung 872,947,777 753,661,436 Wages and direct labor
Depresiasi 420,311,360 465,931,459 Depreciation
Perbaikan dan pemeliharaan 417,496,282 521,707,251 Repairs and maintenance
Beban utilitas 167,627,275 211,696,785 Utilities expense
Beban bahan bakar 1,995,417,874 2,626,967,090 Fuel expenses
Biaya pabrikasi lainya 4,491,283,167 4,646,639,175 Other manufacturing overhead
Jumlah biaya produksi 60,832,026,903 101,284,907,988 Total production cost
Barang setengah jadi awal 3,210,671,373 3,157,198,186 Beginning wip inventory
Barang setengah jadi akhir 3,769,839,992 2,623,460,761 Ending wip inventory
Harga pokok produksi 60,272,858,284 101,818,645,413 Cost of goods manufactured
Barang jadi awal 3,284,818,617 2,003,502,295 Beginning finish goods inventory
Barang jadi akhir 2,492,524,270 4,667,034,544 Ending finish goods inventory
Beban pokok pendapatan Other cost of goods sold
1,450,380,842 14,429,192,906
lainnya
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
62,515,533,473 113,584,306,070
pendapatan
Page 46
[1671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - General Industry
Page 47
[1691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Page 48
[1691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Page 49
[1692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
Page 50
[1693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Page 51
[1693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Page 52
[1696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.