Skip to content
Back to announcement

Laporan Keuangan OJK Sep 23.pdf

Financial statement Text extracted TIRA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 59

Page 1
  DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
  UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
 PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
       (TIDAK DIAUDIT)
Page 2
                                    DAFTAR ISI


                                                 Halaman

Surat pernyataan direksi

Laporan posisi keuangan (neraca) konsolidasian      1

Laporan laba rugi komprehensif konsolidasian        3

Laporan perubahan ekuitas konsolidasian             4

Laporan arus kas konsolidasian                      5

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian         6
Page 3
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                        30 September 2023         31 Desember 2022
ASET
 ASET LANCAR
   Kas dan setara kas                                            8,225,952,948            12,554,046,854
   Piutang usaha
    Piutang usaha pihak ketiga                                  37,452,906,690            50,669,333,320
   Piutang lainnya
    Piutang lainnya pihak ketiga                                13,556,912,687            13,606,525,537
    Piutang lainnya pihak berelasi                                           -               112,180,870
   Persediaan lancar
    Persediaan lancar                                          100,071,629,296            80,555,999,787
   Biaya dibayar dimuka lancar                                               -             3,090,888,399
   Uang muka lancar
   Pajak dibayar dimuka lancar                                   1,221,765,392               637,060,704
   Aset non-keuangan lancar lainnya                             14,448,215,195             7,988,368,075
   Total Aset Lancar                                           174,977,382,208           169,214,403,546
 ASET TIDAK LANCAR
   Piutang dari pihak berelasi                                     863,859,827
   Investasi pada ventura bersama dan entitas asosias
     Investasi pada entitas ventura bersama                                   -            1,202,205,224
   Aset keuangan tidak lancar
   Aset pajak tangguhan                                             99,523,992               167,216,293
   Aset tetap                                                  175,187,574,816           175,441,729,809
   Aset hak guna                                                              -                         -
   Beban tangguhan
   Klaim atas pengembalian pajak tidak lancar                    4,984,838,490             4,647,264,542
   Aset tidak lancar non-keuangan lainnya                          668,487,304               418,606,212
   Total Aset Tidak Lancar                                     181,804,284,429           181,877,022,080
 TOTAL ASET                                                    356,781,666,637           351,091,425,626




                                                                                                            1
Page 4
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                          30 September 2023         31 Desember 2022
LIABILITAS DAN EKUITAS
   LIABILITAS JANGKA PENDEK
    Utang bank jangka pendek                                                      90,818,847,856          100,982,611,366
    Utang usaha
       Utang usaha pihak ketiga                                                   25,176,940,138           16,534,826,070
       Utang usaha pihak berelasi                                                                             515,451,609
    Utang lainnya
       Utang lainnya pihak ketiga                                                  9,521,362,521            6,661,982,594
       Utang lainnya pihak berelasi                                                  505,180,478            4,955,992,650
    Uang muka pelanggan jangka pendek
    Beban akrual jangka pendek                                                     3,577,583,054            3,786,297,605
    Utang pajak                                                                    6,324,054,975            3,208,832,855
    Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
       Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun atas
                                                                                      92,044,951               57,794,969
       utang pembiayaan konsumen
       Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun atas
                                                                                                -              28,526,356
       pinjaman lainnya
    Total Liabilitas Jangka Pendek                                               136,016,013,973          136,732,316,074
   LIABILITAS JANGKA PANJANG
    Liabilitas pajak tangguhan                                                    23,789,357,552           21,904,017,130
    Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo
    dalam satu tahun
       Liabilitas jangka panjang atas liabilitas sewa pembiayaan                                -              48,295,931
    Provisi jangka panjang
    Kewajiban imbalan pasca kerja jangka panjang                                  25,453,016,225           25,002,284,935
    Total Liabilitas Jangka Panjang                                               49,242,373,777           46,954,597,996
   TOTAL LIABILITAS                                                              185,258,387,750          183,686,914,070

 EKUITAS
   Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk
    Saham biasa                                                                    58,800,000,000           58,800,000,000
    Tambahan modal disetor                                                          9,521,891,461            9,521,891,461
    Cadangan revaluasi                                                           105,770,675,316          105,770,675,316
    Cadangan pengukuran kembali program imbalan pasti                            (11,629,140,176)         (11,751,348,801)
    Komponen ekuitas lainnya                                                        (736,184,826)            (715,904,826)
    Saldo laba (akumulasi kerugian)
       Saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya                                480,372,551              480,372,551
       Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya                              9,315,664,561            5,298,798,052
    Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk                      171,523,278,887          167,404,483,753
   Kepentingan non-pengendali                                                                   -                  27,803
   TOTAL EKUITAS                                                                 171,523,278,887          167,404,511,556
 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                                    356,781,666,637          351,091,425,626




                                                                                                                             2
Page 5
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                           30 September 2023        30 September 2022
PENJUALAN NETO                                                                   197,319,592,589          206,566,512,403
BEBAN POKOK PENJUALAN                                                            127,682,600,886          138,889,318,983
LABA BRUTO                                                                         69,636,991,703           67,677,193,420
BEBAN USAHA                                                                        63,827,361,701           61,680,737,909
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan keuangan                                                                             -               65,656,974
Beban bunga dan keuangan                                                          (6,876,724,213)          (6,343,906,163)
Keuntungan (kerugian) selisih kurs mata uang asing                                   (29,138,815)               81,465,851
Bagian atas laba (rugi) entitas ventura bersama yang dicatat menggunakan
                                                                                               -               25,925,897
metode ekuitas
Pendapatan Lainnya                                                                 44,053,851.00                50,999,921
Beban lainnya                                                                                                 (24,445,247)
Keuntungan (kerugian) lainnya                                                       2,213,033,862              692,809,130
LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN                                         1,160,854,687              544,961,874
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENHASILAN                                                    (310,809,770)            (409,108,072)
LABA (RUGI) NETO                                                                      850,044,917              135,853,802
Pendapatan komprehensif lainnya, sebelum pajak                                                  -                        -
Pendapatan komprehensif lainnya, setelah pajak                                                  -                        -
TOTAL LABA RUGI KOMPREHENSIF                                                          850,044,917              135,853,802
LABA (RUGI) YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
 Laba (rugi) yang dapat diatribusikan ke entitas induk                                         -              135,727,073
 Laba (rugi) yang dapat diatribusikan ke kepentingan non-pengendali                            -                  126,729
 Total                                                                               850,044,917              135,853,802
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
 Laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan ke entitas induk                              -              135,727,073
 Laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan ke kepentingan non-
                                                                                               -                  126,729
 pengendali
 Total                                                                               850,044,917              135,853,802
Laba (rugi) per saham
Laba per saham dasar diatribusikan kepada pemilik entitas induk                             1.43                     0.24




                                                                                                                            3
Page 6
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
     UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                                                                                                                                                                                      Ekuitas yang
                                                                                                                                     Cadangan              Selisih transaksi
                                                                                                                                                                                   Saldo laba yang          Saldo laba yang               dapat
                                                                                      Tambahan modal           Cadangan             pengukuran             ekuitas dengan                                                                                Kepentingan non-
                                                                   Saham biasa                                                                                                     telah ditentukan        belum ditentukan           diatribusikan                             Total Ekuitas
                                                                                          disetor              revaluasi         kembali program              pihak non-                                                                                    pengendali
                                                                                                                                                                                   penggunaannya            penggunaannya            kepada entitas
                                                                                                                                   imbalan pasti             pengendali
                                                                                                                                                                                                                                          induk
                                                                                                                                                          Difference in value
                                                                                                                                     Reserve of
                                                                                                                                                               of equity
                                                                                      Additional paid-in       Revaluation       remeasurements                                      Appropriated           Unappropriated         Equity attributable   Non-controlling
                                                                  Common stocks                                                                           transactions with                                                                                                     Total Equity
                                                                                           capital              reserves         of defined benefit                                retained earnings       retained earnings        to parent entity        interests
                                                                                                                                                           non-controlling
                                                                                                                                        plans
                                                                                                                                                               interests
Saldo 31 Desember 2022                                              58,800,000,000         9,521,891,461       105,770,675,316     (11,618,354,004)             (715,904,826)            480,372,551            3,279,617,191         165,518,297,689              59,512       165,518,357,201

Laba tahun berjalan                                                               -                        -                 -                        -                        -                       -        2,019,180,861           2,019,180,861                       -     2,019,180,861

Rugi komprehensif lain yang tidak dapat direklasifikasi ke laba                   -                        -                 -        (132,994,797)                            -                       -                       -         (132,994,797)            (31,709)         (133,026,506)
rugi
Saldo 31 Desember 2022                                              58,800,000,000         9,521,891,461       105,770,675,316     (11,751,348,801)             (715,904,826)            480,372,551            5,298,798,052         167,404,483,753              27,803       167,404,511,556

Laba tahun berjalan                                                               -                        -                 -                        -                        -                       -         850,044,917              850,044,917                       -       850,044,917

Rugi komprehensif lain yang tidak dapat direklasifikasi ke laba                   -                        -                 -          122,208,625              (20,280,000)                          -        3,166,821,592           3,268,750,217             (27,803)        3,268,722,414
rugi
Saldo 30 September 2023                                             58,800,000,000         9,521,891,461       105,770,675,316     (11,629,140,176)             (736,184,826)            480,372,551            9,315,664,561         171,523,278,887                       -   171,523,278,887




                                                                                                                                                                                                                                                                                                   4
Page 7
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



                                                                         30 September 2023        30 September 2022
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
   Penerimaan dari pelanggan                                                   202,619,147,850          211,728,370,099
   Pembayaran kepada pemasok atas barang dan jasa                            (185,942,416,095)        (188,931,627,087)
 Kas diperoleh dari (digunakan untuk) operasi                                   16,676,731,755           22,796,743,012
 Penerimaan bunga dari aktivitas operasi                                             44,053,851               65,656,974
 Pembayaran bunga dari aktivitas operasi                                        (6,876,724,214)          (6,343,906,163)
 Penerimaan pengembalian (pembayaran) pajak penghasilan dari aktivitas
                                                                                 (786,311,741)          (1,259,839,666)
 operasi
 Penerimaan (pengeluaran) kas lainnya dari aktivitas operasi                                  -                        -
 Kas Neto yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi                9,057,749,651           15,258,654,157

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
 Penerimaan dari penjualan aset tetap                                                         -              50,999,921
 Pembayaran untuk perolehan aset tetap                                         (1,085,888,754)          (1,988,220,882)
 Pencairan (penempatan) investasi jangka pendek                                               -             650,000,000
 Penerimaan (pengeluaran) kas lainnya dari aktivitas investasi                     110,902,798               (4,944,056)
 Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi                                    (974,985,956)          (1,292,165,017)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
 Penerimaan pinjaman bank                                                                               (6,745,266,837)
 Pembayaran pinjaman bank                                                                     -                        -
 Pembayaran liabilitas sewa pembiayaan                                            (14,179,487)             (37,562,676)
 Penerimaan (pengeluaran) kas lainnya dari aktivitas pendanaan                (12,396,678,114)          (4,033,933,025)
 Kas Neto yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan           (12,410,857,601)         (10,816,762,538)

PENURUNAN NETO KAS                                                             (4,328,093,906)            3,149,726,602
KAS AWAL TAHUN                                                                 12,554,046,854            10,487,426,215
DAMPAK PERUBAHAN SELISIH KURS TERHADAP KAS                                                    -             (81,465,851)
KAS AKHIR TAHUN                                                                  8,225,952,948           13,555,686,966




                                                                                                                           5
Page 8
                  PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
       UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1. UMUM


  a. Pendirian Perusahaan

     PT Tira Austenite Tbk (Perusahaan) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 8 April 1974
     berdasarkan akta No. 29 dibuat dihadapan J.N. Siregar, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian
     ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.
     Y.A.5/155/19 tanggal 15 Mei 1975 serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik
     Indonesia No. 49 tanggal 20 Juni 1975.

     Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
     Akta Notaris No. 06 tanggal 26 Agustus 2020 oleh Jana Hanna Waturangi, S.H., mengenai
     antara lain, menyetujui perubahan dan penyusunan kembali seluruh ketentuan Anggaran
     Dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
     (“POJK”) serta pemberian kuasa kepada Direksi Perseroan untuk melakukan segala sesuatu
     yang diperlukan untuk penyesuaian dan penyusunan kembali Anggaran Dasar dengan tidak
     ada satu tindakanpun yang dikecualikan. Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran
     Dasar Perusahaan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi
     Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
     No. AHU-0153125.AH.01.11.Tahun 2020 tanggal 14 September 2020.

     Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
     meliputi perdagangan besar atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, mesin kantor dan industri,
     suku cadang dan perlengkapannya, barang logam untuk bahan konstruksi, logam dan bijih
     logam, bahan bakar padat, cair dan gas, barang kimia dasar, barang bekas dan sisa-sisa tak
     terpakai (scrap), dan lain-lain.

     Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1974.

     Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Kawasan Industri Pulogadung, Jl. Pulo Ayang Kav. R-1,
     Jakarta Timur, Indonesia.

     PT Widjajatunggal Sejahtera adalah entitas induk dari Perusahaan.

  b. Penawaran Umum Efek Perusahaan dan Tindakan Perusahaan yang Mempengaruhi Efek
     yang Diterbitkan

     Kegiatan yang telah dilakukan Perusahaan sejak tanggal penawaran umum saham perdana
     sampai dengan tanggal 30 September 2023 yang mempengaruhi saham yang diterbitkan
     adalah sebagai berikut:

                          Kegiatan Perusahaan                         Jumlah Saham          Tanggal
     Penawaran umum perdana dan pencatatan saham
       pendiri Perusahaan pada Bursa Efek Jakarta                          10,000,000        20 Juni 1993
     Pembagian saham bonus                                                  4,000,000    24 Agustus 1994
     Penawaran umum terbatas (right issue)                                 42,000,000    31 Oktober 2000
     Penyelenggaraan Employee Stock Option Plan (ESOP)                      2,800,000        24 Juni 2004
     Jumlah                                                                58,800,000
     Pemecahan nilai nominal saham dari Rp1.000 per lembar saham
     menjadi Rp100 per lembar saham                                      588,000,000     27 Januari 2016




                                                                                                   6
Page 9
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1. UMUM (Lanjutan)


        Berdasarkan Akta Notaris No. 4 dari Notaris Jana Hanna Waturangi, S.H., tanggal 8 Oktober
        2015 yang telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
        melalui surat No. AHU-AH.01.03-0976331 Tahun 2015 tanggal 30 Oktober 2015 dan
        persetujuan dari Bursa Efek Indonesia melalui surat No. S-00265/BEI.PP2/01-2016 pada
        tanggal 18 Januari 2016. Perusahaan memutuskan untuk melakukan pemecahan nilai nominal
        saham Perusahaan dari Rp1.000 menjadi Rp100 per lembar saham, dan jumlah saham
        Perusahaan dari 58.800.000 saham menjadi 588.000.000 saham. Seluruh saham yang
        ditempatkan dan disetor penuh ini telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia dan efektif
        diperdagangkan di pasar pada 27 Januari 2016 (Catatan 23).


   c.   Struktur Entitas Anak

        Perusahaan memiliki secara langsung maupun tidak langsung saham Entitas Anak berikut ini
        (selanjutnya secara bersama-sama disebut sebagai “Kelompok Usaha”):
                                          Persentase
                                          Kepemilikan                       Saat
                                        (Langsung dan                      Mulai                           Jumlah Aset
                                       Tidak Langsung)         Bidang     Kegiatan                      sebelum Eliminasi
                 Entitas Anak           2023      2022         Usaha       Usaha       Domisili    30-Sep-23         31-Des-22
        Kepemilikan langsung
        PT Alpha Austenite (AA)        99.99%   99.99% Industri cetakan    1977      Cileungsi,   51,646,590,950   49,769,255,586
          dan Entitas Anak                             (moulding) dan                Jawa Barat
                                                       kawat las
        PT Tira Andalan Steel (TAS)    99.00%   99.00% Perdagangan baja    1974      Jakarta      24,407,877,818   24,324,781,624
        PT Genta Laras Semesta (GLS)   99.96%   99.96% Perdagangan         2002      Jakarta       3,503,240,454    3,118,405,698
        Kepemilikan tidak langsung
        Melalui AA :
        PT Genta Laras Semesta (GLS)   0.04%    0.04%    Perdagangan       2002      Jakarta       3,503,240,454    3,118,405,698
        PT Tira Andalan Steel (TAS)    1.00%     1.00% Perdagangan baja    1974      Jakarta      24,407,877,818   24,324,781,624



        Berdasarkan Akta Notaris Rio Zaldi,SH.,M.Kn, Notaris di Kota Batam No. 46 tanggal 30
        Agustus 2019 dan berdasarkan Akta Jual Beli Saham (AJB) No. 47 tanggal 30 Agustus 2019
        di hadapan Notaris Rio Zaldi Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan berkedudukan di Batam
        Propinsi Kepulauan Riau, Perusahaan melalui entitas anak PT Alpha Austenite (AA) telah
        melakukan penjualan atas seluruh kepemilikan saham pada PT Tanah Sumber Makmur
        dengan nilai nominal sebesar Rp700.000.000. Selisih harga jual dengan nilai nominal dicatat
        sebagai bagian penghasilan (beban) lain-lain pada laporan laba rugi dan penghasilan
        komprehensif lain konsolidasian, akta ini telah dikukuhkan dengan SK Kementrian Hukum dan
        Hak Asasi Manusia No.AHU-0173210.AH.01.11.Tahun 2019, tanggal 19 September 2019.

        Pada tanggal 28 November 2019 berdasarkan Keputusan Sirkular Pemegang Saham tanpa
        Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa bahwa seluruh atau sebagian besar aset milik
        PT Tanah Sumber Makmur (TSM) telah dijaminkan oleh PT Tira Austenite, Tbk kepada Bank
        Mandiri.

        Pada tanggal 3 September 2019 Perusahaan menerbitkan keterbukaan informasi untuk
        melakukan penjualan saham pada TSM.




                                                                                                                          7
Page 10
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM (Lanjutan)


      Berdasarkan Akta Notaris Rio Zaldi,SH.,M.K.n, Notaris di Kota Batam No. 15 tanggal 8 Agustus
      2019 dan berdasarkan Akta Jual Beli Saham (AJB) No. 16 tanggal 8 Agustus 2019 di hadapan
      Notaris Rio Zaldi Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan berkedudukan di Batam Propinsi
      Kepulauan Riau, Perusahaan melalui entitas anak PT Alpha Austenite (AA) telah melakukan
      pembelian kepemilikan saham pada PT Sinar Persada Utama (SPU) dengan nilai nominal
      sebesar Rp.5.200.000.000, Akta ini telah dikukuhkan dengan SK Kementrian Hukum dan Hak
      Asasi Manusia No.AHU-0134517.AH.01.11.Tahun 2019, tanggal 12 Agustus 2019.

      Pada tanggal 12 Agustus 2019 Perusahaan menerbitkan keterbukaan informasi untuk
      melakukan pembelian saham pada SPU.

      Pada bulan Agustus 2020, PT Alpha Austenite telah melakukan penjualan atas seluruh
      kepemilikan saham pada SPU dengan nilai nominal sebesar Rp10.010.000.000. Selisih harga
      jual dengan nilai nominal dicatat sebagai bagian penghasilan (beban) lain-lain pada laporan
      laba rugi dan penghasilan komprehensif lain (Catatan 37).


   d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan

      Susunan dewan komisaris, direksi dan komite audit Perusahaan pada tanggal 30 September
      2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
        Komisaris          Utama       :    Soebronto Laras
        (Independen)
        Komisaris                      :    Shinta Widjaja Kamdani
        Komisaris                      :    Rudianto Darmawan Santoso

        Direktur Utama                 :    Selo Winardi
        Direktur                       :    Soeseno Adi
        Direktur                       :    Agus Hasan Sulistiono Reksoprodjo

      Manajemen kunci terdiri dari Dewan Komisaris dan Direksi.

      Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang
      Saham Tahunan (“RUPST”) tanggal 25 Agustus 2021, sebagaimana tertuang dalam Akta
      Notaris No. 133 tanggal 25 Agustus 2021 dari Neilly Iralita Iswari, SH, Msi, Mkn., Notaris di
      Jakarta.

      Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
      adalah sebagai berikut:

        Ketua                      :       Soebronto Laras
        Anggota                    :       Siddi Widyaprathama
        Anggota                    :       Harry Kurniawan

      Pada 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 jumlah karyawan tetap Perusahaan dan
      Anak perusahaan masing-masing adalah 337 karyawan.

   e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian

      Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan
      konsolidasian ini yang telah disetujui oleh Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 30 September
      2023.




                                                                                                   8
Page 11
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


  a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian dan Pernyataan Kepatuhan

      Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
      (“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar
      Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI), dan Keputusan Ketua Bapepam-
      LK (sekarang Otoritas Jasa Keuangan (OJK))No. KEP-347/BL/2012 tertanggal 25 Juni 2012
      tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

      Selain yang dijelaskan di bawah, kebijakan akuntansi telah diterapkan secara konsisten
      dengan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2022 yang
      telah disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

      Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun secara
      akrual dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun
      tertentu yang dicatat berdasarkan basis lain seperti yang diungkapkan pada kebijakan
      akuntansi masing-masing akun terkait.

      Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, dan
      dikelompokkan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

      Pos-pos dalam penghasilan komprehensif lain disajikan terpisah antara akun-akun yang akan
      direklasifikasikan ke laba rugi dan akun-akun yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.

      Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
      adalah mata uang Rupiah (“Rp”), yang juga merupakan mata uang fungsional Kelompok
      Usaha.

      Ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat
      penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam
      laporan keuangannya, maka laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif disajikan.

  b. Perkembangan Terkini Standard an Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan

      Implementasi dari standar-standar, amendemen, dan penyesuaian tahunan yang dimulai pada
      atau setelah tanggal 1 Januari 2022 di bawah ini tidak menghasilkan perubahan kebijakan
      akuntansi Kelompok Usaha dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang
      dilaporkan di tahun berjalan atau tahun sebelumnya:
      - Amandemen PSAK No. 22 “Kombinasi Bisnis”.
      - Amendemen PSAK No. 57 “Provisi, Liabilitas, Kontigensi, dan Aset Kontigensi”.
      - Penyesuaian tahunan PSAK No. 71 “Instrumen Keuangan”.
      - Penyesuaian tahunan PSAK No. 73 “Sewa”.

      Standar akuntansi revision yang telah diterbitkan dan relevan untuk Perusahaan, berlaku efektif
      sejak tanggal 1 Januari 2023 dan belum ditetapkan secara dini oleh Perusahaan:
      - Amendemen PSAK No. 1 “Penyajian Laporan Keuangan”.
      - Amendemen PSAK No. 16 “Aset Tetap”.
      - Amendemen PSAK No. 25 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan
        Kesalahan”.
      - Amendemen PSAK No. 46 “Pajak Penghasilan”.




                                                                                                   9
Page 12
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)


   c.   Prinsip-Prinsip Konsolidasian

        Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan seluruh Entitas Anak yang dikendalikan
        oleh Perusahaan. Pengendalian didapat ketika Kelompok Usaha terekspos atau memiliki hak
        atas imbal hasil variable dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk
        mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Perusahaan
        mengendalikan investee jika, dan hanya jika Perusahaan secara langsung atau tidak langsung
        melalui Entitas Anak hal-hal sebagai berikut :

        (a) Kekuasaan untuk mengarahkan aktivitas relevan;
        (b) Eksposur atau hak atas imbal hasil variable dari keterlibatannya dengan investee;
        (c) Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi
            jumlah imbal hasil investor.

        Entitas Anak dikonsolidasi sejak           tanggal   akuisisi, yaitu tanggal Kelompok Usaha
        memperoleh pengendalian, sampai            dengan    tanggal Kelompok Usaha kehilangan
        pengendalian.

        Kepentingan nonpengendali mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto yang tidak
        diatribusikan kepada entitas induk dan disajikan secara terpisah dalam laporan laba rugi
        komprehensif konsolidasian dan ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian,
        dipisahkan dari ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Entitas Induk.

        Seluruh laba rugi komprehensif diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan
        nonpengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan nonpengendali mempunyai
        saldo defisit.

        Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antar entitas yang dikonsolidasi telah
        dieliminasi.

        Perubahan bagian kepemilikan tanpa kehilangan pengendalian

        Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada Entitas Anak yang tidak
        mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas, dimana nilai tercatat
        kepentingan pengendali dan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan
        bagian relatifnya atas entitas anak.

        Perbedaan antara jumlah kepentingan nonpengendali disesuaikan dan nilai wajar imbalan
        yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada
        pemilik entitas induk.

        Pelepasan entitas anak

        Jika entitas induk kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka entitas induk
        menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen entitas terkait
        dengan entitas anak tersebut, dan mengukur setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu
        pada nilai wajarnya pada tanggal hilangnya pengendalian. Disamping itu, jumlah yang
        sebelumnya diakui pada penghasilan komprehensif lain sehubungan dengan entitas tersebut
        telah dicatat seolah-olah entitas induk telah melepas asset atau liabilitas terkait. Hal ini dapat
        berarti bahwa jumlah yang sebelumnya diakui pada pendapatan komprehensif lain
        direklasifikasi ke laporan laba rugi. Keuntungan atau kerugian yang terjadi diakui sebagai laba
        rugi yang dapat diatribusikan pada Entitas Induk.




                                                                                                       10
Page 13
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

   d. Kombinasi Bisnis

      Kombinasi bisnis dicatat dengan metode akuisisi. Selisih lebih nilai agregat dari nilai wajar
      imbalan yang dialihkan, jumlah proporsi kepemilikan kepentingan nonpengendali atas asset
      neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi, dan nilai wajar kepentingan ekuitas yang
      sebelumnya dimiliki pihak pengakuisisi, atas nilai wajar asset neto teridentifikasi yang diperoleh
      diakui sebagai goodwill. Jika terdapat goodwill negatif, maka jumlah tersebut diakui dalam laba
      rugi. Goodwill tidak diamortisasi tetapi dilakukan uji penurunan nilai setiap tahun.

      Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK 38 (Revisi 2012), “Kombinasi
      Bisnis Entitas Sepengendali,” dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan. Selisih
      antara harga pengalihan dengan nilai buku dicatat dalan akun “Selisih Nilai Transaksi dengan
      Entitas Sepengendali” dan disajikan sebagai bagian dari “Tambahan Modal Disetor” dalam
      laporan posisi keuangan konsolidasian dan selanjutnya tidak dapat diakui sebagai laba rugi
      direalisasi maupun direklasifikasi ke saldo laba.

      Jika kombinasi bisnis diperoleh secara bertahap, nilai wajar pada tanggal akuisisi dari
      kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak yang
      diakuisisi diukur kembali ke nilai wajar tanggal akuisisi melalui laporan laba rugi.

      Selisih lebih imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan nonpengendali pada pihak
      diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas sebelumnya dimiliki oleh
      pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi atas nilai wajar asset bersih teridentifikasi yang
      diperoleh dicatat sebagai goodwill. Jika jumlah imbalah yang dialihkan kepentingan
      nonpengendali yang diakui, dan kepentingan yang sebelumnya dimikili pengakuisisi lebih
      rendah dari nilai wajar asset bersih entitas anak yang diakuisisi dalam kasus pembelian dengan
      diskon, selisihnya diakui dalam laporan laba rugi.

   e. Transaksi Pihak-pihak Berelasi

      Kelompok Usaha melakukan transaksi dengan pihak- pihak         berelasi   sebagaimana
      didefinisikan dalam PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

      Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak,
      dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan
      pihak-pihak yang tidak berelasi.

      Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan
      syarat dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga ataupun tidak diungkapkan dalam catatan
      atas laporan keuangan konsolidasian.

      Suatu pihak dianggap berelasi dengan Kelompok Usaha jika:

          (a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika
              orang tersebut:

              i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
             ii. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
            iii. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau Entitas Induk entitas pelapor.




                                                                                                     11
Page 14
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

            (b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:

                i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari Kelompok Usaha yang sama (artinya
                   Entitas Induk, Entitas Anak, dan Entitas Anak berikutnya terkait dengan entitas lain);
               ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau
                   entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu Kelompok
                   Usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
              iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
             iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
                   entitas asosiasi dari entitas ketiga;
               v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari
                   salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika
                   entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka
                   entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor;
             vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
                   dalam huruf (a); atau
             vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas
                   atau personil manajemen kunci entitas (atau Entitas Induk dari entitas).

        Dalam kegiatan usaha yang normal, Kelompok Usaha melakukan transaksi dengan pihak yang
        berelasi pada tingkat harga dan persyaratan yang disetujui kedua belah pihak.

   f.   Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing

        Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang fungsional dengan kurs
        yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas
        moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam mata uang fungsional menggunakan
        kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan
        pada periode tersebut. Laba dan rugi yang timbul dari penyesuaian kurs maupun penyelesaian
        aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing tersebut dikreditkan atau dibebankan
        sebagai laba atau rugi tahun/periode berjalan.

        Kurs penutup yang digunakan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
        sebagai berikut:
                                                                      30-Sep-23       31-Des-22
       1 Dolar Amerika Serikat/Rupiah                                           15,526.00          15,731.00
       1 Euro/Rupiah                                                            16,404.01          16,712.63
       1 Yen Jepang/Rupiah                                                         104.19          117.5667
   g. Instrumen Keuangan

        Mulai 1 Januari 2020, Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK No. 71, “Instrumen
        Keuangan”.

        Klasifikasi

        1) Aset keuangan

            Aset keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai (i) pada biaya
            perolehan diamortisasi, (ii) Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain (Fair Value
            through Other Comprehensive Income (“FVOCI”)), atau (iii) Nilai Wajar melalui Laba Rugi
            (Fair Value through Profit Or Loss (“FVPL”)).




                                                                                                      12
Page 15
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)


         Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal bergantung pada karakteristik arus kas
         kontraktual aset finansial dan model bisnis Kelompok Usaha untuk mengelolanya.

         Aset keuangan Kelompok Usaha terdiri dari piutang usaha - pihak ketiga, piutang lain-lain
         – pihak berelasi dan pihak ketiga, aset lancar, dan aset tidak lancar diklasifikasikan sebagai
         aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, investasi dalam instrumen
         ekuitas diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai wajar melalui FVOCI.

      2) Liabilitas keuangan

         Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai (i) liabilitas
         keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur
         pada biaya perolehan diamortisasi, atau (iii) derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen
         lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, mana yang sesuai.

         Liabilitas keuangan Kelompok Usaha terdiri dari utang usaha, beban akrual, pinjaman,
         utang lain-lain, dan liabilitas jangka pendek lainnya diklasifikasikan sebagai liabilitas
         keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi.

         Pengakuan dan pengukuran

         a. Aset Keuangan

             Aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah, dalam hal
             investasi yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi yang
             dapat diatribusikan secara langsung. Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan
             awal tergantung pada klasifikasinya.

             Pembelian atau penjualan aset keuangan yang mensyaratkan penyerahan aset dalam
             kurun waktu yang ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar
             (pembelian yang lazim/reguler) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal
             Kelompok Usaha berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.

              i. Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)

                 Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika
                 kedua kondisi berikut terpenuhi:

                 - Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
                   keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
                 - Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada
                   tanggal tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah
                   pokok terutang.

                 Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur
                 dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif (Effective Interest Rate (“EIR”)).
                 Keuntungan dan kerugian diakui sebagai laba rugi pada saat pinjaman yang
                 diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai,
                 dimodifikasi, serta melalui proses amortisasi.




                                                                                                    13
Page 16
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)


             ii. Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
                 (“FVOCI”) (instrumen ekuitas).

                Setelah pengakuan awal, Kelompok Usaha dapat memilih untuk
                mengklasifikasikan investasi ekuitasnya yang tidak dapat dibatalkan sebagai
                instrumen ekuitas yang ditetapkan pada FVOCI ketika mereka memenuhi definisi
                ekuitas dan tidak dimiliki untuk perdagangan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan
                instrumen-per-instrumen.

                Keuntungan dan kerugian pada aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang ke
                laba rugi. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laba rugi ketika hak
                pembayaran telah ditetapkan, kecuali ketika Kelompok Usaha memperoleh
                manfaat dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian dari biaya aset keuangan,
                dalam hal mana, keuntungan tersebut dicatat dalam Penghasilan Komprehensif
                Lain (Other Comprehensive Income (“OCI”)).

                Kelompok Usaha memilih untuk mengklasifikasikan, yang tidak dapat dibatalkan,
                investasi ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif di bawah kategori
                ini.

            iii. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (“FVPL”)

                Aset keuangan yang diukur pada FVPL termasuk aset keuangan untuk
                diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk
                diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur
                pada nilai wajar.

                Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka
                diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Aset derivatif
                juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka ditetapkan
                sebagai instrumen lindung nilai efektif.

                Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata pembayaran pokok dan
                bunga diklasifikasikan dan diukur pada FVPL. Aset keuangan yang diukur pada
                FVPL ditetapkan pada nilai wajar dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
                dengan perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi.

         b. Liabilitas Keuangan

            Liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan dalam hal liabilitas
            keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, termasuk biaya transaksi
            yang dapat diatribusikan secara langsung.

            Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, selanjutnya
            setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi, menggunakan
            metode suku bunga efektif kecuali jika dampak diskonto tidak material, maka
            dinyatakan pada biaya perolehan. Beban bunga diakui dalam “Beban Keuangan”
            dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian diakui pada laba rugi ketika liabilitas
            keuangan tersebut dihentikan pengakuannya dan melalui proses amortisasi.




                                                                                                 14
Page 17
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)


         Saling hapus dari instrumen keuangan

         Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam
         laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan
         hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan
         dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan
         menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya
         secara bersamaan.

         Nilai wajar dari instrumen keuangan

         Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan yang
         terorganisasi, jika ada, ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga penawaran atau
         permintaan (bid or ask prices) pada penutupan perdagangan pada akhir periode pelaporan.

         Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan
         menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar
         terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami
         (recent arm’s length market transactions); penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain
         yang secara substansial sama; analisa arus kas yang didiskonto; atau model penilaian lain.

         Bila nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif tidak dapat
         ditentukan secara handal, aset keuangan tersebut diakui dan diukur pada nilai tercatatnya.

         Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan dimana
         tersedia kecukupan data untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input
         yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalisir penggunaan input yang tidak
         dapat diobservasi.

         Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan
         keuangan konsolidasian dapat dikategorikan pada level hierarki nilai wajar, berdasarkan
         tingkatan input terendah yang signifikan atas pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:

         -   Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas
             yang identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
         -   Level 2 - Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat
             diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung.
         -   Level 3 - Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.

         Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara
         berulang, Kelompok Usaha menentukan apakah terjadi transfer antara level di dalam
         hierarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan input level terendah yang
         signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.

         Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Kelompok Usaha telah menentukan kelas aset dan
         liabilitas berdasarkan sifat, karakteristik, dan risiko aset atau liabilitas, dan level hierarki
         nilai wajar seperti dijelaskan di atas.




                                                                                                      15
Page 18
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)


         Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan

         Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif
         dikurangi dengan penyisihan atas penurunan nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang
         tidak dapat ditagih. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto pada
         saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian yang tak
         terpisahkan dari suku bunga efektif.

         Penurunan nilai aset keuangan

         Kelompok Usaha mengkaji atas dasar forward looking atas kerugian kredit yang
         diharapkan terkait dengan instrumen hutangnya yang dicatat pada biaya perolehan
         diamortisasi. Kerugian kredit yang diharapkan didasarkan pada perbedaan antara arus kas
         kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan semua arus kas yang diharapkan
         akan diterima oleh Kelompok Usaha, didiskon berdasarkan perkiraan EIR awal. Arus kas
         yang diharapkan akan mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau
         peningkatan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari ketentuan kontraktual

         Metodologi penurunan nilai yang diterapkan tergantung pada apakah ada peningkatan
         risiko kredit yang signifikan. Suatu tunjangan kerugian penurunan nilai setara dengan
         kerugian kredit yang diharapkan seumur hidup diberikan jika ada peningkatan yang
         signifikan dalam risiko kredit sejak pengakuan awal. Jika tidak, pada jumlah yang sama
         dengan dua belas (12) bulan kerugian kredit yang diharapkan.

         Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Kelompok Usaha menerapkan pendekatan yang
         disederhanakan, yang mengharuskan kerugian seumur hidup yang diharapkan untuk
         diakui dari pengakuan awal atas piutang. Kelompok Usaha telah membentuk tarif
         penyediaan yang didasarkan pada pengalaman kehilangan kredit historisnya, yang
         disesuaikan dengan faktor- faktor ke depan yang khusus untuk debitur dan lingkungan
         ekonomi. Suatu aset keuangan dihapuskan ketika tidak ada ekspektasi wajar untuk
         memulihkan arus kas kontraktual.

         Jumlah kerugian atau pembalikan kredit yang diharapkan diakui sebagai kerugian
         penurunan nilai atau keuntungan dalam laba rugi dan disajikan secara terpisah dari yang
         lain jika material.

         Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada FVOCI tidak tunduk pada penilaian penurunan
         nilai.

         Penghentian pengakuan

         a) Aset Keuangan

            Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian
            dari kelompok aset keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:

           i.   Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
                atau




                                                                                             16
Page 19
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)


            ii.       Kelompok Usaha memindahkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang
                      berasal dari aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus
                      kas yang diterima tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui
                      suatu kesepakatan penyerahan dan (i) secara substansial memindahkan seluruh
                      risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara
                      substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas
                      kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah memindahkan pengendalian
                      atas aset keuangan tersebut.

                  Ketika Kelompok Usaha telah memindahkan hak untuk menerima arus kas dari aset
                  atau telah menandatangani kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement), dan
                  secara substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat
                  atas aset keuangan, maupun memindahkan pengendalian atas aset, aset tersebut
                  diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan Kelompok Usaha terhadap aset keuangan
                  tersebut.

                  Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang
                  ditransfer diukur sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah
                  maksimal dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus dibayar kembali.

                  Dalam hal ini, Kelompok Usaha juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang ditransfer
                  dan liabilitas terkait diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang
                  masih dimiliki Kelompok Usaha.

                  Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka
                  selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk
                  setiap aset baru yang diperoleh dikurangi setiap liabilitas baru yang harus ditanggung;
                  dan (ii) setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui secara langsung
                  dalam ekuitas harus diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
                  konsolidasian.

          b) Liabilitas Keuangan

                  Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam
                  kontrak dihentikan, dibatalkan atau kedaluwarsa.

                  Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman
                  yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi
                  secara substansial atas ketentuan liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka
                  pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan
                  awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat liabilitas
                  keuangan tersebut diakui sebagai laba rugi.


   h. Kas dan Setara Kas

      Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank, serta deposito berjangka yang jatuh tempo
      dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai
      jaminan atau dibatasi penggunaannya.




                                                                                                        17
Page 20
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)


   i.   Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain

        Piutang pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
        diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, dikurangi penyisihan atas penurunan
        nilai. Penyisihan atas penurunan nilai piutang dibentuk pada saat terdapat bukti objective
        bahwa saldo piutang Kelompok Usaha tidak dapat ditagih.

        Besarnya penyisihan merupakan selisih antara nilai aset tercatat dan nilai sekarang dari
        estimasi arus kas masa depan, didiskontokan dengan tingkat suku bunga efektif. Penurunan
        nilai aset dicatat di dalam akun penyisihan dan nilai kerugian diakui di dalam laba atau rugi.
        Ketika tidak dapat ditagih, piutang dihapuskan bersama dengan penyisihan piutang. Pemulihan
        nilai setelah penghapusan piutang diakui sebagai penghasilan dalam laba rugi.

        Jika pendapatan telah diakui sebelum Kelompok Usaha memiliki hak tanpa syarat untuk
        menerima pertimbangan, jumlah tersebut disajikan sebagai aset kontrak (Catatan 2j).

   j.   Aset Kontrak dan Liabilitas Kontrak

        Aset kontrak

        Hak imbalan entitas dalam pertukaran dengan barang atau jasa yang telah dialihkan entitas
        kepada pelanggan ketika hak tersebut bergantung pada syarat selain berjalannya waktu
        (sebagai contoh, pelaksanaan masa depan entitas).

        Liabilitas kontrak

        Kewajiban entitas untuk mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan di mana entitas telah
        menerima imbalan (atau jumlah yang jatuh tempo) dari pelanggan.

   k.   Persediaan

        Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai
        realisasi neto (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan untuk persediaan
        bahan baku, bahan pembantu dan suku cadang ditentukan dengan metode “masuk pertama,
        keluar pertama (FIFO)”, sedangkan biaya persediaan barang dalam proses dan persediaan
        barang jadi ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. Penyisihan persediaan usang
        ditentukan berdasarkan hasil penelaahan atas keadaan persediaan pada akhir tahun.

   l.   Biaya Dibayar Dimuka

        Biaya dibayar dimuka diamortisasi sesuai masa manfaat masing-masing biaya dengan
        menggunakan metode garis lurus.

   m. Aset Tetap

        Tanah dinyatakan berdasarkan nilai revaluasi yang merupakan nilai wajar pada tanggal
        revaluasi, dan tanah tidak disusutkan. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang memadai
        untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang telah
        ditentukan pada nilai wajar pada tanggal pelaporan keuangan Perusahaan dan beberapa
        entitas anak.




                                                                                                   18
Page 21
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)


      Kenaikan yang berasal dari revaluasi atas tanah diakui pada penghasilan komprehensif lain
      dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi aset. Penurunan jumlah tercatat
      yang berasal dari revaluasi atas tanah dibebankan dalam laporan laba rugi apabila penjurunan
      tersebut melebihi saldo revaluasi aset yang bersangkutan, jika ada.

      Surplus revaluasi tanah yang telah disajikan dalam ekuitas dipindahkan langsung ke saldo laba
      pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya.

      Perusahaan dan beberapa Entitas Anak memakai model revaluasi hanya untuk laporan
      keuangan komersial, tidak untuk laporan keuangan fiskal.

      Kelompok Usaha telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi
      pengukuran aset tetap lainnya kecuali tanah.

      Penyusutan dihitung dengan metode garis lurus selama umur manfaat aset. Taksiran masa
      manfaat ekonomis aset sebagai berikut:

                                                                                    Tahun
        Bangunan dan prasarana                                                      4 – 20
        Mesin dan peralatan                                                         4 – 16
        Tabung gas                                                                  8 – 16
        Kendaraan bermotor                                                          4–8
        Perabot dan perlengkapan kantor                                             4–8

      Pada setiap akhir periode pelaporan, nilai residu aset, umur manfaat dan metode penyusutan
      ditelaah, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.

      Tanah dinyatakan sebesar nilai perolehan dan tidak disusutkan.

      Aset dalam pengerjaan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari
      “Aset Tetap” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Akumulasi biaya perolehan akan
      dipindahkan ke masing-masing akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut
      selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan.

      Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laba rugi saat terjadinya; biaya
      penggantian atau inspeksi yang signifikan dikapitalisasi pada saat terjadinya dan jika besar
      kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan
      mengalir ke Kelompok Usaha, dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset tetap
      dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis masa
      depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.

      Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset dimasukkan dalam laporan laba
      rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.

      Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat
      ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi
      yang timbul dari penghentian pengakuan aset dimasukkan dalam laporan laba rugi dan
      penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan
      pengakuannya.




                                                                                                19
Page 22
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)


   n. Goodwill

      Goodwill yang timbul pada saat kombinasi bisnis diakui sebagai aset pada tanggal
      diperolehnya pengendalian (tanggal akuisisi). Goodwill diukur sebagai selisih dari imbalan yang
      dialihkan, jumlah setiap kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi dan dalam hal
      bisnis kombinasi yang dilakukan secara bertahap pada nilai wajar dari kepentingan ekuitas
      yang sebelumnya dimiliki pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi (jika ada) atas jumlah
      selisih neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada tanggal
      akuisisi.

      Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill dialokasikan pada setiap unit penghasil kas dari
      Kelompok Usaha yang diharapkan memberikan manfaat dari sinergi kombinasi bisnis tersebut.
      Unit penghasil kas yang telah memperoleh alokasi goodwill diuji penurunan nilainya secara
      tahunan, dan ketika terdapat indikasi bahwa unit tersebut mengalami penurunan nilai. Jika
      jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas kurang dari jumlah tercatatnya, rugi penurunan nilai
      dialokasikan pertama untuk mengurangi jumlah tercatat aset atas setiap goodwill yang
      dialokasikan pada unit dan selanjutnya ke aset lainnya dari unit dibagi prorata atas dasar
      jumlah tercatat setiap aset dalam unit tersebut. Rugi penurunan nilai yang diakui atas goodwill
      tidak dapat dibalik pada periode berikutnya.

   o. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

      Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 48 tentang “Penurunan Nilai Aset”. PSAK ini
      memberikan ketentuan pengungkapan tambahan untuk setiap aset individual (termasuk
      goodwill) atau unit penghasil kas (“UPK”), yang mana rugi penurunan nilai telah diakui atau
      dibalik selama periode berjalan.

      Pada setiap tanggal pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah terdapat indikasi aset
      mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, atau jika uji penurunan nilai secara
      tahunan disyaratkan untuk aset tertentu, maka Kelompok Usaha mengestimasi jumlah
      terpulihkan aset tersebut.

      Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas adalah jumlah yang lebih tinggi antara
      nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Jika jumlah terpulihkan suatu aset
      lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset harus diturunkan menjadi sebesar jumlah
      terpulihkan. Rugi penurunan nilai dan pemulihan rugi penurunan nilai diakui segera dalam
      laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

      Penilaian dilakukan pada setiap akhir tahun pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi
      penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin
      tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas
      mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.

      Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya untuk aset selain goodwill
      dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan
      jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.




                                                                                                      20
Page 23
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

      Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut
      dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah
      tercatat, setelah dikurangi penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah
      diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui
      dalam laba rugi. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di tahun
      mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya,
      dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

   p. Sewa

      Kebijakan akuntansi yang diterapkan hingga 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

      Sewa yang mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat yang terkait dengan
      kepemilikan aset kepada lessee diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Pada awal masa
      sewa, sewa pembiayaan dikapitalisasi sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini
      dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa
      minimum dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang
      merupakan pelunasan liabilitas sehingga menghasilkan suatu tingkat bunga periodik yang
      konstan atas saldo liabilitas.

      Beban keuangan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Aset sewaan
      yang dimiliki oleh lessee dengan dasar sewa pembiayaan dicatat pada akun aset tetap dan
      disusutkan sepanjang masa manfaat dari aset sewaan tersebut atau periode masa sewa, mana
      yang lebih pendek, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan
      hak kepemilikan pada akhir masa sewa.

      Sewa yang tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait
      dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Dengan demikian,
      pembayaran sewa diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama
      masa sewa.

      Kebijakan akuntansi yang diterapkan sejak atau setelah 1 Januari 2020 adalah sebagai berikut:

      Kelompok Usaha sebagai penyewa

      Sewa dimana seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset secara
      signifikan berada pada lessor diklasifikasikan sebagai sewa operasi.

      Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa,
      kecuali terdapat dasar sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat
      ekonomi aset sewa pembiayaan yang dinikmati pengguna.

      Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal
      permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika
      suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman
      inkremental. Pada umumnya, Kelompok Usaha menggunakan suku bunga pinjaman
      inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.

      Kelompok Usaha sebagai pesewa

      Ketika Kelompok Usaha bertindak sebagai pesewa, Kelompok Usaha mengklasifikasi masing-
      masing sewanya baik sewa operasi atau sewa pembiayaan.




                                                                                                21
Page 24
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

      Untuk mengklasifikasi masing-masing sewa, Kelompok Usaha membuat penilaian secara
      keseluruhan atas apakah sewa mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat
      yang terkait dengan kepemilikan aset pendasar. Jika penilaian membuktikan hal tersebut,
      maka sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan; jika tidak, maka merupakan sewa
      operasi.

      Apabila aset disewakan melalui sewa operasi, aset disajikan di laporan posisi keuangan
      konsolidasian sesuai sifat aset tersebut. Penghasilan sewa diakui sebagai pendapatan dengan
      dasar garis lurus selama masa sewa.

   q. Pengakuan Pendapatan dan Beban

      Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Kelompok
      Usaha dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar imbalan
      yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan pajak penjualan (PPN).

      Kebijakan akuntansi yang diterapkan hingga 31 Desember 2019

      Pendapatan diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan.

      Beban diakui pada saat terjadinya (metode akrual).

      Kebijakan akuntansi yang diterapkan sejak atau setelah 1 Januari 2020

      Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan

      Pengakuan pendapatan harus memenuhi lima (5) langkah analisa sebagai berikut:

      1) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
      2) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan
         janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik
         berbeda ke pelanggan.
      3) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak
         diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
         dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah
         yang bersifat variable, maka Kelompok Usaha membuat estimasi jumlah imbalan tersebut
         sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa
         yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang
         akan dibayarkan selama periode kontrak.
      4) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar
         harga jual berdiri sendiri relative dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di
         kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif
         diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah margin.
      5) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan
         menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah
         memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).

      Kelompok Usaha mengalihkan pengendalian atas barang atau jasa sepanjang waktu
      (“overtime”), jika satu dari kriteria berikut terpenuhi:
      1) Pelanggan secara simultan menerima dan mengonsumsi manfaat yang dihasilkan dari
          pelaksanaan Kelompok Usaha selama Kelompok Usaha melaksanakan kewajiban
          pelaksanaannya;




                                                                                                 22
Page 25
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

        2) Pelaksanaan Kelompok Usaha menimbulkan atau meningkatkan aset (sebagai contoh,
           pekerjaan dalam proses) yang dikendalikan pelanggan selama aset tersebut ditimbulkan
           atau ditingkatkan; atau

        Jika kewajiban pelaksanaan tidak terpenuhi sepanjang waktu, maka Kelompok Usaha
        memenuhi kewajiban pelaksanaan pada waktu tertentu (“at a point in time”). Kelompok Usaha
        mempertimbangkan indikator pengalihan pengendalian, yang mencakup, tetapi tidak terbatas
        pada hal berikut:
        1) Kelompok Usaha memiliki hak kini atas pembayaran aset;
        2) Pelanggan memiliki hak kepentingan legal atas aset;
        3) Kelompok Usaha telah mengalihkan kepemilikan fisik atas aset;
        4) Pelanggan memiliki risiko dan manfaat signifikan atas kepemilikan aset;
        5) Pelanggan telah menerima aset.

        Kelompok Usaha mengakui pendapatan ketika terjadi pengalihan pengendalian atas suatu
        produk kepada pelanggan.

   r.   Imbalan Kerja

        Imbalan kerja jangka pendek

        Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan.

        Imbalan pasca-kerja

        kelompok Usaha menentukan liabilitas imbalan kerja sesuai dengan Undang-undang
        Ketenagakerjaan No. 13/2003 (“Undang-undang”) tanggal 25 Maret 2003. Perhitungan imbalan
        kerja ditentukan dengan menggunakan metode projected unit credit.

        Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian pengalaman dan perubahan
        asumsi aktuarial dikreditkan atau dibebankan sebagai ekuitas dalam penghasilan
        komprehensif lain dalam periode terjadinya.

        Beban jasa lalu yang timbul dari amandemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban
        dalam laba rugi pada saat terjadinya.

        Imbalan kerja jangka panjang lainnya

        Imbalan kerja jangka panjang lainnya terdiri dari penghargaan masa kerja dan cuti berimbalan
        jangka panjang. Imbalan ini dihitung dengan menggunakan metodologi yang sama dengan
        metodologi yang digunakan dalam perhitungan pensiun imbalan pasti, dan dinilai setiap tahun
        oleh aktuaris independen yang memenuhi syarat.

   s.   Pajak Penghasilan

        Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak periode berjalan.

        Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini dilakukan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang
        dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus jumlah yang diakui; dan
        bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto, atau merealisasikan asset dan
        menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.




                                                                                                      23
Page 26
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)


        Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan liabilitas
        untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak
        di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sejauh besar
        kemungkinan realisasi atas manfaat pajak tersebut.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diharapkan akan digunakan
        pada periode ketika aset direalisasi atau ketika liabilitas dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan
        peraturan perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada akhir
        periode pelaporan.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan dilakukan saling hapus jika dan hanya jika entitas memiliki
        hak secara hukum untuk saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, dan aset
        pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang
        dikenakan oleh otoritas perpajakan atas entitas kena pajak, yang sama atau entitas kena pajak
        berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar
        neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap
        periode masa depan yang mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan
        diharapkan diselesaikan atau dipulihkan.

        Jumlah tambahan pokok dan denda pajak berdasarkan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”) diakui
        sebagai pendapatan atau beban dalam laba rugi tahun/periode berjalan. Namun jika diajukan
        upaya penyelesaian selanjutnya, jumlah tersebut ditangguhkan pembebanannya sepanjang
        memenuhi kriteria pengakuan aset.

   t.   Laba per Saham

        Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi yang dapat diatribusikan
        kepada pemegang saham biasa entitas induk, dengan jumlah rata-rata tertimbang saham
        biasa yang beredar, dalam satu periode.

        Kelompok Usaha tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada
        tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

   u. Segmen Operasi

        Kelompok Usaha mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan
        keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis dan
        menggunakan “pendekatan manajemen” dalam menyajikan informasi segmen menggunakan
        dasar yang sama seperti halnya pelaporan internal.

        Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang
        disampaikan kepada pengambil keputusan operasional. Dalam hal ini pengambil keputusan
        operasional yang mengambil keputusan strategis adalah Dewan Direksi.

   v.   Provisi dan Kontingensi

        Provisi diakui jika Kelompok Usaha memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
        konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas
        tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan
        estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat dibuat.




                                                                                                      24
Page 27
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

        Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
        estimasi terbaik yang paling kini. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya
        yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, provisi tidak
        diakui.

        Aset dan liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi
        diungkapkan, kecuali arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi
        kemungkinannya kecil. Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian
        tetapi diungkapkan apabila terdapat kemungkinan besar arus masuk manfaat ekonomis akan
        diperoleh.

   w. Dividen

        Pembagian dividen final diakui sebagai liabilitas ketika dividen tersebut disetujui Rapat Umum
        Pemegang Saham Perseroan. Pembagian dividen diakui sebagai liabilitas ketika dividen
        disetujui berdasarkan keputusan rapat Direksi sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan.

   x.   Akuntasi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak

        PSAK 70 ”Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak memberikan pengaturan
        akuntansi atas aset dan liabilitas yang timbul dari pengampunan pajak, dimana entitas dapat
        memilih menerapkan kebijakan akuntansi sesuai dengan SAK lain yang relevan dalam
        mengakui, mengukur, menyajikan dan mengungkapkan aset dan liabilitas pengampunan pajak
        atau menerapkan kebijakan akuntansi sesuai PSAK No. 70.

        Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK ini dan telah melengkapi persyaratan mengenai
        informasi akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak.

        Aset Pengampunan Pajak dan Liabilitas Pengampunan Pajak diakui pada saat Surat
        Keterangan Penganpunan Pajak (SKPP) diterbitkan oleh Menteri Keuangan Republik
        Indonesia, dan tidak diakui secara neto (saling hapus). Selisih antara Aset Pengampunan Pajak
        dan Liabilitas Pengampunan Pajak diakui sebagai Tambahan Modal Disetor.

        Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK ini dan telah melengkapi persyaratan mengenai
        informasi akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak.

        Aset Pengampunan Pajak pada awalnya diakui sebesar nilai yang disetujui dalam SKPP.

        Liabilitas Pengampunan Pajak pada awalnya diakui sebesar nilai kas dan setara kas yang
        masih harus dibayarkan oleh Kelompok Usaha sesuai kewajiban kontraktual atas perolehan
        Aset Pengampunan Pajak.

        Uang tebusan yang dibayarkan oleh Kelompok Usaha untuk memperoleh pengampunajan
        pajak diakui sebagai beban pada periode dimana SKPP diterima oleh Kelompok Usaha.

        Setelah pengakuan awal, Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak diukur sesuai dengan SAK
        yang relevan sesuai dengan klasifikasi masing-masing Aset dan Liabilitas Pengampunan
        Pajak.

        Sehubungan dengan Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak yang diakui, Kelompok Usaha
        mengungkapkan dalam laporan keuangannya:
           a. Tanggal SKPP;
           b. Jumlah yang diakui sebagai Aset Pengampunan Pajak sesuai SKPP;
           c. Jumlah yang diakui sebagai Liabilitas Pengampunan Pajak.




                                                                                                   25
Page 28
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING


  Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
  Indonesia mewajibkan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang
  mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan
  adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan
  di masa mendatang dapat berbeda dengan jumlah estimasi yang dibuat.

  Kelompok Usaha mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat
  laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin
  berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Kelompok Usaha. Perubahan tersebut
  dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

  Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan
  kebijakan akuntansi Kelompok Usaha yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang
  diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:

  Menentukan klasifikasi aset dan liabilitas keuangan

  Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan
  dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No. 55
  (Revisi 2014) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai
  dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha seperti diungkapkan pada Catatan 2.

  Menentukan nilai wajar dan perhitungan amortisasi biaya perolehan dari instrumen keuangan

  Kelompok Usaha mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar dan pada biaya
  perolehan yang diamortisasi, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara
  komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar dan asumsi yang digunakan dalam perhitungan
  amortisasi biaya perolehan ditentukan menggunakan bukti objektif yang dapat diverifikasi, jumlah
  nilai wajar atau amortisasi dapat berbeda bila Kelompok Usaha menggunakan metodologi penilaian
  atau asumsi yang berbeda.

  Perubahan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Kelompok Usaha.
  Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 33.

  Menilai jumlah terpulihkan dari aset keuangan

  Kelompok Usaha mengevaluasi akun piutang tertentu yang diketahui bahwa pelanggan tertentu
  tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya.

  Dalam hal tersebut, Kelompok Usaha menggunakan pertimbangan, berdasarkan fakta dan situasi
  yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan
  dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga yang tersedia dan
  faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat penyisihan spesifik atas pelanggan terhadap
  jumlah terutang guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Kelompok
  Usaha. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang
  diterima mempengaruhi jumlah penyisihan atas penurunan nilai piutang. Penjelasan lebih rinci
  diungkapkan dalam Catatan 5 dan 6.




                                                                                               26
Page 29
                    PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)


   Menentukan metode penyusutan dan estimasi umur manfaat aset tetap dan aset hak guna

   Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan
   taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset
   tetap 4 (empat) tahun sampai dengan 20 (dua puluh) tahun. Ini adalah umur yang secara umum
   diharapkan dalam industri dimana Kelompok Usaha menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat
   pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai
   sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci
   diungkapkan dalam Catatan 11.

   Aset hak guna disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
   manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset hak guna selama
   dua (2) sampai dengan dua puluh (20) tahun. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan
   12.

   Menilai jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan

   Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan
   situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki,
   harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan.
   Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi
   jumlah yang diestimasi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 7.

   Jumlah pemulihan atas aset tetap didasarkan pada estimasi dan asumsi khususnya mengenai
   prospek pasar dan arus kas terkait dengan aset. Estimasi arus kas masa depan mencakup
   perkiraan mengenai pendapatan masa depan. Setiap perubahan dalam asumsi-asumsi ini mungkin
   memiliki dampak material terhadap pengukuran jumlah terpulihkan dan bisa mengakibatkan
   penyesuaian penyisihan penurunan nilai yang sudah dibukukan. Penjelasan lebih rinci
   diungkapkan dalam Catatan 11.

   Estimasi beban pensiun dan imbalan kerja

   Penentuan liabilitas dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung
   pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-
   jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji
   tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat
   kematian. Sementara Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan
   sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang
   ditetapkan Kelompok Usaha dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun
   dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan
   21.

   Menentukan pajak penghasilan

   Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan.
   Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti
   sepanjang kegiatan usaha normal. Kelompok Usaha mengakui liabilitas atas pajak penghasilan
   badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
   Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 17.




                                                                                                    27
Page 30
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)

   Kelompok Usaha menelaah aset pajak tangguhan pada setiap tanggal pelaporan dan mengurangi
   nilai tercatat sepanjang tidak ada kemungkinan bahwa laba kena pajak memadai untuk
   mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Kelompok Usaha juga menelaah
   waktu yang diharapkan dan tarif pajak atas pemulihan perbedaan temporer dan menyesuaikan
   pengaruh atas pajak tangguhan yang sesuai. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan
   17f.

   Mengevaluasi provisi dan kontinjensi

   Kelompok usaha melakukan pertimbangan untuk membedakan antara provisi dan kontinjensi serta
   mempersiapkan provisi yang sesuai untuk proses hukum atau kewajiban konstruktif, jika ada,
   sesuai dengan kebijakan provisinya dan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian yang
   relevan.

4. KAS DAN SETARA KAS

                                                                  30-Sep-23        31-Des-22
   Kas
     Rupiah                                                          563,248,780      567,798,505
                                                                     563,248,780      567,798,505
   Kas di Bank
     Rupiah
       PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                               4,187,865,640    8,091,796,654
       PT Bank Central Asia Tbk                                      964,323,575      944,078,130
       PT Bank Rakyat Indonesia                                        1,743,000              -
       PT BPD Jawa Timur Tbk                                         346,024,216      729,980,510
       PT Bank Danamon Indonesia Tbk                                  26,766,724       49,055,202
       PT Bank CIMB Niaga Tbk                                                -                -
       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                          5,565,000        1,000,000
       PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk                                      -         11,668,217
       PT BPD Sulselbar                                                      -             31,059

       Sub-total                                                   5,532,288,156    9,827,609,772
     Dolar AS
       PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                               1,194,803,951    1,296,081,495
       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                                -          2,805,467
       Sub-total                                                   1,194,803,951    1,298,886,962
     Euro
       PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                 935,612,061      609,751,615
     Total kas di bank                                             7,662,704,168   11,736,248,349
   Deposito berjangka
     Rupiah
       PT Bank Central Asia Tbk                                                -      250,000,000
       PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                           -              -
     Total deposito berjangka                                                  -      250,000,000
   Total                                                           8,225,952,948   12,554,046,854


   Pada tanggal 31 Desember 2022, AA mencatat deposito berjangka pada PT Bank Central Asia
   Tbk, dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu satu (1) bulan sebesar Rp250.000.000 dan
   dapat diperpanjang secara otomatis dengan suku bunga sebesar 2,68% pertahun. Deposito pada
   PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sudau dicairkan sebesar Rp.200.000.000 pada tanggal 4 Maret
   2022.

   Seluruh kas di bank dan deposito berjangka ditempatkan pada pihak ketiga.




                                                                                            28
Page 31
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5. PIUTANG USAHA

                                                                 30-Sep-23          31-Des-22
   Pihak ketiga
     PT Sanggar Sarana Baja                                                -        4,171,370,288
     PT Bukit Makmur Mandiri Utama                                 903,258,920      3,747,123,163
     PT Rivano Arnajaya                                            472,860,000      2,836,134,160
     PT Tanah Sumber Makmur                                      1,485,000,000      2,069,039,995
     PT United Tractors Pandu Engineering                                  -        2,055,961,397
     PT Sriwijaya Teknik Utama                                   1,608,348,187                -
     PT Indocement Tunggal Prakarsa                              1,056,752,190                -
     Lain-lain (saldo dibawah Rp2 milyar)                       33,351,268,043     40,268,944,354
     Total pihak ketiga                                         38,877,487,340     55,148,573,357
   Dikurangi penyisihan kerugian penurunan piutang              (1,424,580,650)    (4,479,240,037)
   Pihak ketiga - neto                                          37,452,906,690     50,669,333,320
   Neto                                                         37,452,906,690     50,669,333,320


  Rincian daftar umur piutang usaha adalah sebagai berikut:

                                                              30-Sep-23           31-Des-22
   Balum jatuh tempo                                          25,605,385,630      39,500,750,102
   Jatuh tempo
     1 sampai dengan 30 hari                                   4,436,612,266       6,821,695,338
     31 sampai dengan 60 hari                                  2,471,816,369       2,452,232,769
     61 sampai dengan 90 hari                                  1,301,418,959         750,752,434
     Lebih dari 90 hari                                        5,062,254,116       5,623,142,714
   Total                                                      38,877,487,340      55,148,573,357
   Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai piutang        (1,424,580,650)     (4,479,240,037)
   Neto                                                       37,452,906,690      50,669,333,320

  Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut:

                                                              30-Sep-23           31-Dec-22
   Saldo awal tahun                                           (4,479,240,037)     (9,125,084,553)
   Penyesuaian saldo atas Penerapan PSAK No. 71                          -                   -
                                                                                             -
   Saldo setelah penerapan PSAK No. 71                        (4,479,240,037)     (9,125,084,553)
   Pemulihan                                                             -         2,754,223,515
   Kerugian penurunan nilai
     periode berjalan (catatan 28)                                        -       (1,276,916,435)
   Penghapusan piutang yang telah disisihkan                                       3,168,537,436
   Neto                                                       (4,479,240,037)     (4,479,240,037)


  Piutang usaha menggunakan mata uang Rupiah.




                                                                                                29
Page 32
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5. PIUTANG USAHA (Lanjutan)

   Berdasarkan penelaahan atas kolektibilitas masing-masing piutang usaha pada awal periode
   bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai piutang adalah cukup untuk menutup kemungkinan
   kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.
   Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, piutang usaha Kelompok Usaha
   dijadikan sebagai jaminan pinjaman bank jangka pendek (Catatan 13).


6. PIUTANG LAIN-LAIN


                                                                  30-Sep-23            31-Des-22
   Pihak Ketiga
     Ahmad Irpangi                                                 5,158,000,000       5,158,000,000
     PT Tanah Sumber Makmur                                        7,051,035,716       7,708,818,053
     Lain-lain (dibawah Rp 500juta)                                2,772,457,621       1,025,566,687
   Total pihak ketiga                                            14,981,493,337       13,892,384,740
   Total                                                         14,981,493,337       13,892,384,740
   Dikurangi penyisihan kerugian
       penurunan nilai piutang                                    (1,424,580,650)       (285,859,203)
   Total pihak ketiga-neto                                       13,556,912,687       13,606,525,537


   Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut:
                                                             30-Sep-23              31-Des-22
   Saldo awal tahun                                            285,859,203            22,131,644
   Pencadangan selama tahun berjalan                         1,138,721,447           263,727,559
   Saldo Akhir Periode                                       1,424,580,650           285,859,203


   PT Tanah Sumber Makmur

   Pada tanggal 29 Desember 2020, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pengakuan Hutang
   dengan PT Tanah Sumber Makmur (“TSM”) atas pinjaman yang diberikan Perusahaan kepada
   TSM. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 3,25% per tahun dengan jangka waktu pinjaman
   selama satu (1) tahun. Aset TSM dijadikan jaminan untuk pelunasan pinjaman Perusahaan kepada
   Bank Mandiri sehubungan dengan perjanjian ini. Perjanjian ini telah diperpanjang beberapa kali,
   terakhir dengan jatuh tempo sampai dengan 28 Desember 2023 (Catatan 14).

   Ahmad Irpangi

   Piutang lain-lain kepada Ahmad Irpangi sebesar Rp5.158.000.000 pada tanggal 31 Desember 2022
   dan sebesar Rp10.115.608.256 pada tanggal 31 Desember 2021, merupakan piutang atas
   pengalihan saham Perusahaan di PT BCI dan AA di SPU. Pada tanggal 20 Agustus 2020, AA telah
   melakukan penjualan atas seluruh kepemilikan saham di SPU sebesar Rp.5.200.000.000 dengan
   harga Rp10.010.000.000 (Catatan 1). Pada tanggal 27 Agustus 2020, Perusahaan telah melakukan
   penjualan atas seluruh kepemilikan saham pada BCI sebesar Rp500.000.000 dengan harga
   Rp.923.700.000.




                                                                                                30
Page 33
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7. PERSEDIAAN
                                                              30-Sep-23            31-Des-22
   Barang jadi                                                55,848,811,512      73,395,347,424
   Barang dalam proses                                         3,458,938,795       3,280,300,209
   Bahan baku, bahan pembantu dan suku cadang                  3,656,424,541       2,879,372,119
   Barang dalam perjalanan                                    37,107,454,448       1,000,980,035
   Jumlah                                                    100,071,629,296      80,555,999,787
   Dikurangi penyisihan kerugian atas persediaan usang                   -                   -
   Neto                                                      100,071,629,296      80,555,999,787
  Mutasi penyisihan persediaan usang sebagai berikut:
                                                              30-Sep-23            31-Des-22
   Saldo awal tahun                                                       -                     -
   Penyisihan selama tahun berjalan                                       -                     -
   Saldo Akhir Tahun                                                      -                     -
  Manajemen berpendapat bahwa penyisihan persediaaan usang adalah cukup untuk menutupi
  kemungkinan kerugian atas persediaan usang.
  Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya
  berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar Rp168.286.762.938
  tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022. Manajemen berpendapat bahwa nilai
  pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas persediaan yang
  dipertanggungkan.
  Persediaan masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 digunakan
  sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman bank jangka pendek (Catatan 13).


8. BIAYA DIBAYAR DIMUKA

                                                              30-Sep-23           31-Dec-22
   Sewa                                                           34,259,254         402,379,626
   Asuransi                                                      145,811,081          21,676,953
   Lain-lain (dibawah Rp 10juta)                               2,991,500,490       2,666,831,820
   Total                                                       3,171,570,825       3,090,888,399

9. ASET LANCAR LAINNYA

                                                              30-Sep-23           31-Des-22
   Uang muka pembelian                                         8,352,242,997       4,423,609,058
   Kas/dana yang dibatasi penggunaannya                                  -         2,036,000,000
   Lain-lain (dibawah Rp 10juta)                               2,924,401,372       1,528,759,017
   Total                                                      11,276,644,369       7,988,368,075




                                                                                          31
Page 34
                    PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

9. ASET LANCAR LAINNYA (Lanjutan)


   Pada tanggal 31 Desember 2017, Perusahaan mencatat deposito berjangka pada PT Bank Mandiri
   (Persero) Tbk dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan dan dapat di perpanjang secara otomatis dalam
   mata uang Rupiah sebesar Rp1.836.000.000 dan Rp200.000.000 dengan suku bunga masing-
   masing sebesar 6% dan 5,75%.

   Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, deposito berjangka Kelompok Usaha
   dijadikan sebagai jaminan pinjaman bank jangka pendek (Catatan 14).


10. INVESTASI PADA VENTURA BERSAMA

   PT Tira Stahlindo Indonesia

   Pada tanggal 2 Agustus 2017, PT Alpha Austenite (AA) (Entitas anak) menandatangani perjanjian
   usaha patungan dengan PT Stahlindo Engineering untuk membentuk usaha patungan yang
   berdomisili di Bogor. Pada tanggal 2 Agustus 2017, PT Tira Stahlindo Indonesia (TSI) didirikan
   berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No 01, Notaris Jana Hanna Waturangi, S.H.,
   Notaris di Jakarta. AA memiliki 3.125 saham dengan kepemilikan 50% di TSI.

   Investasi tersebut dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian di bawah akun “Investasi
   pada Ventura Bersama” sebesar Rp781.250.000. TSI ditentukan untuk memulai operasi pada
   tahun 2017. Pada tanggal 29 September 2017 AA sudah membayar harga saham di TSI.

   Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat TSI No. 04 tanggal 9 Januari 2019, oleh Jana
   Hanna Waturagi, S.H. disebutkan bahwa para pemegang saham Perseroan seperti tertera dalam
   Keputusan Sirkuler Pemegang Saham Tanpa Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
   Perusahaan, yang keputusannya telah ditangatangani seluruhnya oleh pemegang saham
   Perseroan pada tanggal 13 Desember 2018, menyetujui sepenuhnya untuk menambah modal
   Perseroan sebesar Rp391.250.000 atau sebanyak 1.565 lembar saham. Akta ini telah dikukuhkan
   dengan SK Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03-0050864, tanggal 25
   Januari 2019.

   Perubahan Anggaran Dasar ini merubah prosentase kepemilikan modal AA di TSI dari 50%
   menjadi 60%. Penambahan modal ini telah disetorkan AA di 19 Desember 2018.

   Sampai dengan tanggal 30 September 2023, Perusahaan masih menerapkan metode ekuitas
   sebagai kebijakan akuntansinya dalam mencatat investasi kepemilikan pada PT Tira Stahlindo
   Indonesia.


                                                                  30-Sep-23            31-Des-22
   PT Tira Stahlindo Indonesia
    Saldo awal                                                     1,202,205,224       1,196,800,381
    Bagian atas laba neto dari entitas ventura bersama            (1,202,205,224)          5,404,843
   Saldo akhir                                                                -        1,202,205,224
   Jumlah                                                                     -        1,202,205,224

   Bagian Kelompok Usaha atas asset dan liabilitas adalah sebagai berikut:




                                                                                               32
Page 35
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

10. INVESTASI PADA VENTURA BERSAMA (Lanjutan)


                                                                                30-Sep-23                     31-Des-22
                                                                                       TSI                       TSI
   Aset                                                                                        -              2,345,664,913
   Liabilitas                                                                                  -                346,487,538
   Laba                                                                                        -                  9,008,071
   % kepemilikan                                                                                 0%                     60%



11. ASET TETAP

                                      Saldo                                                     Surplus              Saldo
                                     1-Jan-23          Penambahan        Pengurangan         Revaluasi Aset        30-Sep-23
   Harga Perolehan
   Pemilikan langsung
   Tanah                             148,195,451,124              -                -                      -        148,195,451,124
   Bangunan dan prasarana             26,353,106,950      441,593,380              -                      -         26,794,700,330
   Mesin dan peralatan                 7,614,060,069              -                -                      -          7,614,060,069
   Tabung gas                         36,878,823,344              -                -                      -         36,878,823,344
   Kendaraan bermotor                  4,793,853,979              -                                       -          4,793,853,979
   Perabot dan perlengkapan kantor    20,163,675,853      696,232,374              -                      -         20,859,908,227
   Sub-total                         243,998,971,319     1,137,825,754             -                      -        245,136,797,073
   Aset Dalam Pengerjaan
   Aset dalam pengerjaan               9,411,216,463      138,804,589              -                      -          9,550,021,052
   Total Biaya Perolehan             253,410,187,782     1,276,630,343             -                      -        254,686,818,125
   Akumulasi penyusutan
   Pemilikan langsung
   Bangunan dan prasarana             21,965,272,217      573,828,306              -                      -         22,539,100,523
   Mesin dan peralatan                 6,428,295,475       26,812,500              -                      -          6,455,107,975
   Tabung gas                         34,077,777,979      390,646,610              -                      -         34,468,424,589
   Kendaraan                           4,604,058,484       71,176,295                                     -          4,675,234,779
   Perabot dan perlengkapan kantor    16,273,853,026      804,944,985              -                      -         17,078,798,011
   Total Akumulasi Penyusutan         83,349,257,181     1,867,408,696             -                      -         85,216,665,877
   Jumlah Tercatat                   170,060,930,601                                                               169,470,152,248




                                                                                                                      33
Page 36
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11. ASET TETAP (Lanjutan)



                                    Saldo                                                Surplus         Saldo
                                   1-Jan-22         Penambahan       Pengurangan      Revaluasi Aset   31-Dec-22
Harga Perolehan
Pemilikan langsung
Tanah                             148,195,451,124              -                -               -      148,195,451,124
Bangunan dan prasarana             26,353,106,950              -                -               -       26,353,106,950
Mesin dan peralatan                 6,515,449,464    1,098,610,605              -               -        7,614,060,069
Tabung gas                         36,584,267,513      388,835,996       94,280,165             -       36,878,823,344
Kendaraan bermotor                  4,865,703,402              -         71,849,423             -        4,793,853,979
Perabot dan perlengkapan kantor    22,343,307,237      391,567,412    2,571,198,796             -       20,163,675,853
Sub-total                         244,857,285,690    1,879,014,013    2,737,328,384             -      243,998,971,319
Aset Dalam Pengerjaan
Aset dalam pengerjaan                799,524,916     8,611,691,547              -               -        9,411,216,463
Total Biaya Perolehan             245,656,810,606   10,490,705,560    2,737,328,384             -      253,410,187,782
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan dan prasarana             21,198,596,697      766,675,520              -               -       21,965,272,217
Mesin dan peralatan                 6,311,326,410      116,969,065              -               -        6,428,295,475
Tabung gas                         33,661,832,606      510,225,538       94,280,165             -       34,077,777,979
Kendaraan                           4,581,010,179       94,897,728       71,849,423             -        4,604,058,484
Perabot dan perlengkapan kantor    17,797,564,444    1,047,487,378    2,571,198,796             -       16,273,853,026
Total Akumulasi Penyusutan         83,550,330,336    2,536,255,229    2,737,328,384             -       83,349,257,181
Jumlah Tercatat                   162,106,480,270                                                      170,060,930,601




    Pada tanggal 31 Desember 2016, Perusahaan melakukan perubahan kebijakan akuntansi atas
    tanah dari sebelumnya menggunakan model biaya menjadi model revaluasi. Revaluasi aset tetap
    tersebut tidak ditujukan untuk keperluan perpajakan, sehingga tidak ada pajak yang terhutang atas
    revaluasi aset tanah tersebut.

    Penilaian atas nilai wajar aset tetap berupa tanah Perusahaan dan AA pada tanggal 31 Desember
    2021 dihitung oleh penilai independen KJPP Rizky Djunaedi dan Rekan dengan laporan penilai
    pada tanggal 27 Mei 2022. Berdasarkan laporan tersebut, penilaian dilakukan sesuai dengan Kode
    Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilai Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII Tahun 2018 berbasis
    nilai pasar (SPI 101-3.1) dan nilai likuidasi (SPI 102-3.5.b).

    Metode penilaian yang digunakan adalah pendekatan pasar dengan cara membandingkan aset
    yang dinilai dengan aset yang identik atau sebanding, dimana informasi harga transaksi atau
    penawaran tersedia, pendekatan pendapatan dengan mempertimbangkan pendapatan yang akan
    dihasilkan selama masa manfaatnya dan menghitung nilai proses kapitalisasi, pedekatan biaya
    berdasarkan pada prinsip harga yang akan dibayar pembeli untuk aset yang dinilai tidak lebih dari
    biaya membeli atau membangun untuk aset setara kecuali faktor waktu yang tidak wajar,
    ketidaknyamanan, resiko atau faktor lainnya.

    Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, ”Surplus Revaluasi atas Aset” disajikan dalam
    penghasilan komprehensif lain dan bagian dari ekuitas sebagai berikut:




                                                                                                          34
Page 37
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11. ASET TETAP (Lanjutan)


                                                                                    31-Des-22
    Nilai tanah setelah penilaian kembali                                         148,195,451,124
    Nilai tercatat tanah sebelum penilaian kembali                                 12,592,021,232
    Surplus revaluasi aset                                                        135,603,429,892
    Dikurangi:
      Pajak tangguhan                                                             (29,832,754,576)
      Penyesuaian tarif pajak                                                                 -
    Total                                                                         105,770,675,316

   Alokasi beban penyusutan adalah sebagai berikut:

                                                                30-Sep-23           31-Des-22
    Beban pokok penjualan                                         892,282,921       1,018,596,000
    Beban usaha                                                   799,384,015       1,517,659,229
    Total                                                       1,691,666,936       2,536,255,229


   Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, terdapat nilai bruto aset tetap yang telah disusutkan
   penuh dan masih digunakan sebesar Rp70.952.047.771 dan Rp.70.439.139.147.

   Aset tetap, kecuali tanah dan aset dalam penyelesaian, telah diasuransikan terhadap risiko
   kebakaran, pencurian dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai
   pertanggungan masing-masing sebesar Rp58.250.730.144 pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
   Desember 2022. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut adalah cukup
   untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

   Berdasarkan evaluasi manajemen tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan
   keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap Kelompok Usaha.

   Tanah dan bangunan, termasuk mesin dan peralatan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas
   pinjaman yang diperoleh dari bank (Catatan 13).




                                                                                             35
Page 38
                        PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

12. ASET HAK GUNA


   Rincian aset hak guna pada tanggal 1 Januari 2020 setelah penerapan awal PSAK No. 73 dan
   mutasinya sampai dengan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:

                                                    1-Jan-22           Penambahan         31-Des-22
   Aset Hak Guna
    Pihak ketiga
      Model Biaya
         Tanah HGB diatas Hak Pengelolaan (HPL)     5,511,021,004                 -       5,511,021,004
         Bangunan                                   2,384,768,651         657,945,176     3,042,713,827
         Kendaraan                                 15,519,641,899                 -      15,519,641,899
     Total                                         23,415,431,554         657,945,176    24,073,376,730
       Akumulasi Penyusutan
         Penyesuaian PSAK No. 73                    6,472,514,175                 -       6,472,514,175
         Penyusutan                                 8,300,446,233       3,919,617,114    12,220,063,347
     Total                                         14,772,960,408       3,919,617,114    18,692,577,522
   Nilai Tercatat                                   8,642,471,146                         5,380,799,208


   Perusahaan memiliki sebidang tanah terletak di Kawasan Jakarta Industrial Estate Pulogadung
   (“JIEP”) dengan HPL yang berjangka waktu tiga puluh (20) tahun dan akan jatuh tempo antara
   tahun 2017 sampai dengan tahun 2037.

   Perusahaan dan AA memiliki beberapa unit kendaraan yang terletak di beberapa daerah antara
   lain di pulau Jawa, pulau Sumatera dan pulau Sulawesi yang berjangka waktu lima (5) tahun dan
   akan jatuh tempo antara tahun 2022 sampai dengan tahun 2023.

   Manajemen berkeyakinan bahwa HPL tersebut dapat diperpanjang pada saat jatuh tempo.

   Penyusutan dibebankan pada akun berikut ini:
                                                                    30-Sep-23           31-Des-22
   Beban umum dan administrasi (Catatan 28)                          893,103,845        3,919,617,114
   Total                                                             893,103,845        3,919,617,114


   Tanah atas HPL dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman Perusahaan (Catatan 14).




13. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA

                                                                    30-Sep-23           31-Des-22
   Lain-lain (dibawah Rp 300juta)                                    668,487,304         418,606,212
   Total                                                             668,487,304         418,606,212




                                                                                                36
Page 39
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK


  Kelompok Usaha memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”).

  Pinjaman dari Mandiri pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 merupakan
  pinjaman Perusahaan atas fasilitas pinjaman sebagai berikut:

                                                                  30-Sep-23            31-Des-22
   KMK Revolving                                                 41,213,540,251        44,263,540,251
   KMK Transaksional                                             39,400,944,711        47,208,798,579
   SCF                                                           10,204,362,894         9,510,272,536
   Total                                                         90,818,847,856      100,982,611,366


  Rincian saldo fasilitas pinjaman menurut mata uang sebagai berikut:

                                                                  30-Sep-23            31-Des-22
   Rupiah                                                        80,571,578,503        84,862,112,838
   Dolar AS                                                       6,684,449,865        14,021,785,949
   Euro                                                           3,562,819,488         2,098,712,579
   Total                                                         90,818,847,856      100,982,611,366


  Pada tanggal 23 Maret 2022 melalui surat No. CM2.JPM/SPPK/195/2022, pihak Mandiri menyetujui
  permohonan Perusahaan berupa Perubahan Perpanjangan Fasilitas Kredit.

  Sehubungan dengan hal tersebut di atas, pada tanggal 25 Maret 2022 perihal “Adendum IX
  (kesembilan) atas Perjanjian Kredit Modal Kerja Revolving Rekening Koran No.
  CRO.KP/008/KMK/2016, Akta No. 05 tanggal 5 Februari 2016 tentang Perubahan Covenant dan
  Perpanjangan Jangka Waktu Fasilitas Kredit”. Fasilitas kredit ini berakhir pada 25 Maret 2022 dan
  diperpanjang lagi sampai dengan 25 September 2022 (Catatan 37).

  Berdasarkan perjanjian tersebut, Mandiri setuju untuk menyediakan jumlah pokok fasilitas
  perbankan maksimum hingga sebesar Rp100 miliar dengan ketentuan sebagai berikut:

   Fasilitas Non Cash Loan (Bank Garansi)

     Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga Rp5miliar digunakan untuk penerbitan Bank Garansi
     sebagai jaminan uang muka, tender dan pengadaan barang.


   Fasilitas Supply Chain Financing (SCF)

     Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga Rp 10 miliar. Berdasarkan perjanjian ini Mandiri akan
     membayar tagihan pemasok tertentu yang telah mendapat persetujuan dari Perusahaan dan
     Mandiri akan mengenakan biaya forfaiting kepada Perusahaan.

     Fasilitas kredit ini berakhir pada 25 September 2023 dan diperpanjang lagi sampai dengan 25
     Maret 2024 (Catatan 37).




                                                                                                 37
Page 40
                    PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)


    Fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) Revolving R/K

     Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga Rp40 miliar yang hanya dapat digunakan oleh
     Perusahaan, dengan jangka waktu pendanaan selama satu (1) tahun atau sampai dengan 24
     Maret 2019. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar 9,25% per tahun. Fasilitas kredit ini
     berakhir pada 25 September 2023 dan diperpanjang lagi sampai dengan 25 Maret 2024
     (Catatan 37).

    Fasilitas KMK

     Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga Rp10 miliar yang hanya dapat digunakan oleh
     Perusahaan, dengan jangka waktu pendanaan selama satu (1) tahun atau sampai dengan 24
     Maret 2018. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar 9,25% per tahun. Fasilitas kredit ini
     berakhir pada 25 September 2023 dan diperpanjang ladi sampai dengan 25 Maret 2024
     (Catatan 37).

     Pada tanggal 19 Maret 2019 melalui surat No. CM2.JPM/SPPK.033/2019, pihak Mandiri
     menyetujui permohonan Perusahaan berupa Penggabungan Limit Fasilitas KMK dan KMK
     Revolving dan Perpanjangan Jangka Waktu Fasilitas Kredit.

    Fasilitas KMK Transaksional

     Pada tanggal 25 Maret 2022, Mandiri dan Perusahaan menyetujui dan menyepakati
     mengadakan perubahan dan/atau tambahan terhadap Adendum IX (kesembilan) atas
     Perjanjian Kredit Modal Kerja Transaksional dengan Sublimit Non Cash Loan No.
     CRO.KP/010/KMK/2016 Akta No. 7 tanggal 5 Februari 2016.

     Merupakan fasilitas modal kerjsa dengan fasilitas tersdia maksimum hingga Rp40 miliar, yang
     dapat digunakan oleh Perusahaan dan AA, dengan jangka waktu setiap penarikan adalah
     maksimum 180 hari kalender. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar 9,25% per tahun.
     Fasilitas kredit ini berakhir pada 25 September 2023 dan diperpanjang lagi sampai dengan 25
     Maret 2024 (Catatan 37).

     Pada tanggal 12 November 2019 melalui surat No. CM2.JPM/SPPK.147/2019, pihak Mandiri
     menyetujui permohonan Perusahaan berupa Pengajuan Fasilitas Import General Facility
     dengan Limit Kredit sebesar Rp30.000.000.000. Pada tanggal 25 Maret 2022, Mandiri dan
     Perusahaan menyetujui dan menyepakati mengadakan perubahan dan/atau tambahan atas
     Perjanjian Import General Facility – LC Issuance No. CRO.JSD/0006/NLC/2020 Akta No. 51
     tanggal 10 Januari 2020.


     Fasilitasdimulai pada 26 Maret 2020 menurut Syarat-Syarat Umum Perjanjian Kredit PT Bank
     Mandiri (Persero) Tbk. Tujuan penggunaan kredit tersebut yaitu :
      - Pembelian bahan baku produksi atau bahan baku pendukung untuk Perdagangan Baja
           High Grade.
      - Beneficary tidak diperbolehkan kepada Kelompok Usaha.

    Fasilitas Non Cash Loan (LC/SKBDN dan Bank Garansi)- sublimit dari KMK Transaksional

     Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga ekuivalen Rp40 miliar digunakan untuk pembelian
     bahan baku produksi atau bahan baku pendukung yang berkaitan dengan perdagangan baja
     dan gas industry, dan penerbitan Bank Garansi sebagai jaminan uang muka, tender,
     pelaksanaan dan pengadaan barang.




                                                                                             38
Page 41
                          PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14.    PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)


       Fasilitas Treasury Line

            Pada tanggal 25 Maret 2022, Mandiri dan Perusahaan menyetujui dan menyepakati
            mengadakan perubahan dan/atau tambahan terhadap ketentuan dan syarat-syarat fasilitas
            Kredit Modal Kerja dengan mengadakan Addendum VIII (kedelapan) atas Perjanjian Treasury
            Line No. CRO.KP/011/TL/2016 Akta No. 08 tanggal 5 Februari 2016.

            Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga USD3.000.000 dengan tujuan penggunaan untuk
            pelaksanaan transaksi produk-produk treasury dengan tujuan lindung nilai (hedging) maupun
            untuk peningkatan yield dan tidak untuk spekulasi. Fasilitas ini digunakan untuk transaksi L/C
            ekspor/impor dan atau pemenuhan kewajiban valuta asing lainnya. Fasilitas kredit ini berakhir
            pada 25 Maret 2022 dan diperpanjang lagi sampai dengan 25 September 2022 (Catatan 37).

      Perjanjian pinjaman ini memuat beberapa persyaratan seperti mempertahankan rasio keuangan
      tertentu dan pembatasan atas: merger dan akuisisi, pembagian dividen, bertindak sebagai
      penjamin, melakukan perubahan pemegang saham atau mengubah jenis usaha, atau
      menyerahkan sebagian besar aset kepada pihak lain.

      Pada tanggal 21 Juni 2017 melalui surat No.OPS.CRO/CCL.406/ADD/2017 perihal ”Adendum II
      (kedua) atas Perjanjian Kredit Modal Kerja Revolving Rekening Koran No.CRO.KP/008/KMK/2016,
      Akta No: 05 tanggal 5 Februari 2016 tentang ”Perubahan Agunan”. Mandiri telah menyetujui
      perubahan ketentuan dan syarat Fasilitas Perjanjian Kredit Modal Kerja (”Fasilitas Kredit”) atas
      nama Perusahaan.

      Perubahan Agunan yang dimaksud adalah dengan menukar sebidang tanah yang berlokasi di
      Bandung dengan nilai jaminan Rp1.836 juta dengan bilyet deposito Mandiri atas nama Perusahaan
      dengan nominal minimal Rp2 miliar. Penjaminan bilyet deposito tersebut telah disetujui dengan
      ditandatanganinya perjanjian Gadai Deposito No. CRO.KP/100/PGD/2017 pada tanggal 21 Juni
      2017 antara Perusahaan dan Mandiri.

      Seluruh fasilitas pinjaman Perusahaan dan AA dijamin dengan detail berikut, yang juga terikat
      secara cross-collateralized dan cross-default dengan fasilitas pinjaman bank jangka pendek pada
      tanggal 31 Maret 2022 dan 31 Desember 2021 adalah sebagai berikut:


                        Daftar Jaminan                        Perusahaan Pemilik          Nilai Jaminan
                                                                   Jaminan
       a.     Sebelas (11) bidang tanah dan segala         Perusahaan, TSM dan AA        142.766.000.000
              sesuatu termasuk bangunan yang melekat.
       b.     Mesin-mesin                                  Perusahaan, TSM dan AA         27.051.000.000
       c.     Persediaan                                         Perusahaan               80.000.000.000
       d.     Piutang usaha                                      Perusahaan               60.000.000.000
       e.     Deposito berjangka                                 Perusahaan                2.036.000.000

      Pada tanggal 18 Januari 2021, Perusahaan mengajukan surat permohonan penurunan tingkat suku
      bunga pinjaman terkait adanya pandemi COVID-19 yang belum dapat dipastikan sampai kapan
      selesainya, dengan ini pihak Mandiri berdasarkan surat No. CM2.JPM/086/2021 tanggal 22 Januari
      2021 menyetujui untuk menyesuaikan suku bunga kredit Perusahaan dalam kondisi luar biasa
      pandemi COVID-19 dengan rincian sebagai berikut:




                                                                                                       39
Page 42
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)


           Fasilitas       Semula      Menjadi             Efektif                    Kembali normal

    KMK Revolving        11.00%p.a.   9,25%p.a.   1 Mei 2020 – 31 Desember       11.00%p.a.    1    Januari
                                                  2020                           2021
    KMK Transaksional    11.00%p.a.   9,25%p.a.   1 Mei 2020 – 31 Desember       11.00%p.a.    1    Januari
                                                  2020                           2021



15. UTANG USAHA

   a. Akun ini terdiri dari:
                                                                     30-Sep-23                31-Des-22
       Pihak berelasi
         PT Tira Stahlindo Indonesia                                              -                515,451,609
         Koperasi Sikarta                                                         -                        -
       Pihak ketiga
         PT Perdana Karya Mandiri Sejahtera                                     -              1,300,714,651
         PT Air Products Indonesia                                    1,387,548,444            1,656,251,395
         PT Maxima Mandiri Indonusa                                             -              2,451,933,945
         PT Tribuana Gasindo                                          1,000,494,465                      -
         PT Surabaya Acetylene                                        1,047,912,150                      -
         PT Catu Inter Global                                         1,183,115,200                      -
         PT Linde Indonesia                                           2,417,220,000                      -
         Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 miliar)                18,140,649,879           11,125,926,079
       Total                                                         25,176,940,138           17,050,277,679


   b. Rincian utang usaha menurut mata uang adalah sebagai berikut:

                                                                     30-Sep-23                31-Des-22
       Rupiah                                                        25,176,940,138           17,045,075,818
       Dolar AS                                                                 -                  2,614,806
       Euro                                                                     -                        -
       Yen Jepang                                                               -                  2,587,055
       Total                                                         25,176,940,138           17,050,277,679



16. UTANG LAIN-LAIN

                                                                      30-Sep-23                31-Des-22
   Pihak ketiga:
     Uang muka pelanggan                                              1,961,379,738            2,743,845,326
     Uang jaminan pelanggan                                             178,513,560              290,304,576
     Transportasi                                                               -                802,511,784
     Uang jaminan botol                                               1,074,430,932            1,082,430,932
     Lain-lain                                                        6,307,038,291            1,742,889,976
   Total                                                              9,521,362,521            6,661,982,594




                                                                                                         40
Page 43
                    PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

17. PERPAJAKAN

  a. Pajak Dibayar Dimuka
                                                             30-Sep-23          31-Des-22
       Pajak Pertambahan Nilai (PPN)                         1,066,281,506        636,759,204
       Pajak Penghasilan:
         Pasal 22                                               87,668,850                -
         Pasal 23                                                3,792,000            301,500
         Pasal 25                                               64,023,036                -
       Total                                                 1,221,765,392        637,060,704

  b. Taksiran Tagihan Pajak Penghasilan

       Taksiran tagihan pajak merupakan kelebihan pembayaran pajak di Kelompok Usaha, yang
       menurut pendapat manajemen dapat diperoleh kembali, dengan rincian sebagai berikut:


                                                             30-Sep-23          31-Des-22
       Pajak Penghasilan
         2019                                                  269,043,243        269,043,243
         2020                                                          -                  -
         2021                                                2,205,577,068      2,205,577,068
         2022                                                2,172,644,231      2,172,644,231
         2023                                                  337,573,948                -
       Total                                                 4,984,838,490      4,647,264,542



  c.   Utang Pajak

                                                             30-Sep-23          31-Des-22
       Perusahaan
       Pajak Penghasilan
         Pasal 21                                            1,423,462,945        457,361,148
         Pasal 23                                              337,818,675        336,544,178
         Pasal 4 (2)                                                   -           39,999,998
       Pajak Pertambahan Nilai (PPN) - neto                  4,192,577,528      2,159,428,523
       Entitas Anak
       Pajak Penghasilan
         Pasal 21                                               60,000,106         20,049,234
         Pasal 23                                                  427,000          1,919,400
         Pasal 29                                                      -          193,530,374
       Pajak Pertambahan Nilai (PPN) - neto                    309,768,721                -
       Total                                                 6,324,054,975      3,208,832,855




                                                                                       41
Page 44
                    PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

17. PERPAJAKAN (Lanjutan)


   d. Manfaat (beban) Pajak Penghasilan

      Manfaat (beban) pajak penghasilan Kelompok Usaha adalah sebagai berikut:

                                                              30-Sep-23               30-Sep-22
       Pajak kini
         Perusahaan                                             (683,440,894)                   -
         Entitas Anak                                           (142,641,947)          (393,919,242)
         Total                                                  (826,082,841)          (393,919,242)
       Pajak tangguhan
         Perusahaan                                             515,273,070               9,397,694
         Entitas Anak                                                   -               (24,586,524)
         Total                                                  515,273,070             (15,188,830)
       Neto                                                     (310,809,771)          (409,108,072)



   e. Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan sesuai dengan laporan laba rugi
      konsolidasian dan penghasilan kena pajak untuk periode sampai dengan 30 September 2023
      dan 2022 adalah sebagai berikut:
                                                                30-Sep-23          30-Sep-22
       Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan
         menurut laporan laba rugi konsolidasian                1,160,854,687           544,961,874
       Laba (Rugi) Entitas Anak
         sebelum beban pajak penghasilan                                   -          2,412,059,614
       Laba (rugi) Perusahaan
         sebelum beban pajak penghasilan                        1,160,854,687         (1,867,097,740)
       Beda temporer:
         Penyisihan imbalan kerja                                          -           2,144,088,002
         Pembayaran manfaat imbalan pasca kerja                            -          (2,101,371,212)
       Total                                                               -              42,716,790
       Beda tetap:                                                         -             80,174,576
       Laba (rugi) kena pajak                                    1,160,854,687        (1,744,206,374)
       Kompensasi rugi fiskal tahun lalu                     , (12,421,645,527)   ,     ,   ,   ,
       Akumulasi Rugi Fiskal / Laba Kena Pajak                (11,260,790,840)        (1,744,206,374)
       Pajak Penghasilan                                                   -                      -
         Dikurangi:
           Pajak penghasilan dibayar dimuka                      337,573,948          1,786,697,808
       Taksiran Tagihan (Utang) Pajak Penghasilan                337,573,948          1,786,697,808




                                                                                               42
Page 45
                    PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

17. PERPAJAKAN (Lanjutan)


   d. Pajak Tangguhan

                                                                                 Dikreditkan
                                                                               (Dibebankan) ke
                                                              Dikreditkan        Penghasilan
                                           Saldo            (Dibebankan) ke     Komprehensif       Saldo
                                          1-Jan-23             Laba Rugi             Lain        30-Sep-23
      Aset Pajak Tangguhan
      Perusahaan :                                   -                  -                 -                  -
      Entitas Anak
       Liabilitas imbalan kerja                     -                   -                 -                 -
       Piutang Usaha                        220,657,903                 -                 -         220,657,903
       Piutang Lain - lain                    6,086,202                 -                 -           6,086,202
       Aset tidak lancar lainnya             39,735,826                 -                 -          39,735,826
       Kompensasi rugi fiskal                       -                   -                 -                 -
       Penyisihan aset pajak tangguhan      (99,263,638)                -                 -         (99,263,638)
      Aset pajak tangguhan
       Entitas anak                         167,216,293                 -                 -         167,216,293
      Total Aset Pajak
       Tangguhan - Neto                     167,216,293                 -                 -         167,216,293

      Liabilitas pajak tangguhan
      Perusahaan :
       Rugi fiskal                         2,409,035,634                -                 -        2,409,035,634
       Liabilitas imbalan kerja            5,203,594,858                -                 -        5,203,594,858
       Piutang Usaha                         727,495,956                -                 -          727,495,956
       Aset tetap                        (25,243,968,309)    (1,885,340,422)              -      (27,129,308,731)
       Aset hak guna                      (1,009,413,986)               -                 -       (1,009,413,986)
                                         (17,913,255,847)    (1,885,340,422)              -      (19,798,596,269)
      Entitas Anak
       Liabilitas imbalan kerja              296,907,828                -                 -          296,907,828
       Piutang Usaha                          37,278,949                -                 -           37,278,949
       Aset tetap                         (4,382,730,034)               -                 -       (4,382,730,034)
       Aset hak guna                          56,802,823
                                                 979,151                -                 -           56,802,823
                                                                                                         979,151

      Total Liabilitas Pajak              (3,990,761,283)               -                 -       (3,990,761,283)
       Tangguhan - Neto
                                         (21,904,017,130)    (1,885,340,422)              -      (23,789,357,552)




                                                                                                             43
Page 46
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



17. PERPAJAKAN (Lanjutan)

                                           Saldo            (Dibebankan) ke      Komprehensif        Saldo
                                          1-Jan-22             Laba Rugi            Lain           31-Dec-22
      Aset Pajak Tangguhan
      Perusahaan :                                   -                    -                 -                  -
      Entitas Anak
       Liabilitas imbalan kerja               1,186,296           (1,186,296)               -                 -
       Piutang Usaha                        129,989,903           90,668,000                -         220,657,903
       Piutang Lain - lain                    4,868,962            1,217,240                -           6,086,202
       Aset tidak lancar lainnya             19,867,913           19,867,913                           39,735,826
       Kompensasi rugi fiskal                 3,358,233           (3,358,233)                                 -
       Penyisihan aset pajak tangguhan      (78,178,484)         (21,085,154)               -         (99,263,638)
      Aset pajak tangguhan
       Entitas anak                          81,092,823           86,123,470                -         167,216,293
      Total Aset Pajak
       Tangguhan - Neto                      81,092,823           86,123,470                -         167,216,293

      Liabilitas pajak tangguhan
      Perusahaan :
       Rugi fiskal                         2,811,435,336         (402,399,702)             -         2,409,035,634
       Liabilitas imbalan kerja            5,179,840,775          (24,827,958)      48,582,041       5,203,594,858
       Piutang Usaha                       1,861,142,014    (1,133,646,058.00)             -           727,495,956
       Aset tetap                        (25,151,598,595)         (92,369,714)             -       (25,243,968,309)
       Aset hak guna                      (1,296,880,121)         287,466,135              -        (1,009,413,986)
                                         (16,596,060,591)      (1,365,777,297)      48,582,041     (17,913,255,847)
      Entitas Anak
       Liabilitas imbalan kerja              343,767,365         (39,217,323)        (7,642,214)       296,907,828
       Piutang Usaha                          16,386,685          20,892,264                -           37,278,949
         Piutang Lain-lain                           -            56,802,823                -           56,802,823
       Aset tetap                         (4,365,217,432)        (17,512,602)               -       (4,382,730,034)
       Aset hak guna                           1,422,265            (443,114)               -              979,151
                                          (4,003,641,117)         20,522,048         (7,642,214)    (3,990,761,283)
      Total Liabilitas Pajak
       Tangguhan - Neto                  (20,599,701,708)     (1,345,255,249)       40,939,827     (21,904,017,130)




      UU No. 2 Tahun 2020

      Pada tanggal 31 Maret 2020, Presiden Republik Indonesia menerbitkan Peraturan Pemerintah
      Pengganti Undang-Undang (“Perppu”) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan
      Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease
      2019 (Covid-19) dan/atau dalam rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan
      Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan (“Perppu 1 – 2020), yang
      mengatur, antara lain:

      -    Penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak Badan dari 25% menjadi 22% pada tahun
           pajak 2020 dan 2021;
      -    Penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak Badan dari 22% menjadi 20% mulai tahun
           pajak 2022 dan seterusnya;
      -    Pengurangan lebih lanjut tarif pajak sebesar 3% lebih rendah dari tarif pajak yang
           disebutkan di atas untuk wajib pajak yang memenuhi persyaratan tertentu.

      Tarif pajak yang baru tersebut akan digunakan sebagai acuan untuk pengukuran aset dan
      liabilitas pajak kini dan tangguhan mulai sejak berlakunya Perppu 1 – 2020 tersebut.

      Manajemen berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan dapat direalisasikan pada tahun
      mendatang.




                                                                                                            44
Page 47
                         PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

17. PERPAJAKAN (Lanjutan)


         Undang-Undang No. 7 Tahun 2021

         Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia
         No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Aturan tersebut menetapkan
         tarif pajak penghasilan wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar 22% yang
         mulai berlaku pada tahu pajak 2022 dan seterusnya. Dengan demikian, penetapan tarif pajak
         sebelumnya 20% menjadi tidak berlaku setelah Undang-Undang ini disahkan.

         Manajemen berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan dapat direalisasikan pada tahun
         mendatang.

      g. Pengampunan Pajak

         Sehubungan dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.03/2016
         tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak
         sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141/PMK.03/2016 dan
         Peraturan Direktoran Jenderal Pajak Nomor PER-18/PJ/2016 tentang Pengembalian
         Kelebihan Pembayaran Uang Tebusan dalam rangka Pengampunan Pajak.

         Kelompok Usaha telah melaksanakan pengampunan pajak ini dengan memperoleh SKPP per
         tanggal 14 Desember 2016 sebesar Rp7.500.000, 23 Desember 2016 sebesar Rp5.000.000,
         15 Maret 2017 sebesar Rp5.000.000, 20 Maret 2017 sebesar Rp15.225.300 dan 24 Maret 2017
         sebesar Rp10.730.000.



18.     BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR
                                                                  30-Sep-23           31-Des-22
      Operasional                                                 2,630,319,814        1,217,716,516
      Impor                                                         407,461,615        1,234,942,251
      Jasa profesional                                              469,827,989          404,876,449
      Pajak                                                                 -            798,535,694
      Lain-lain                                                      69,973,636          130,226,695
      Total                                                       3,577,583,054        3,786,297,605


19.     LIABILITAS PEMBIAYAAN KONSUMEN


      Pembayaran minimum liabilitas pembiayaan konsumen di masa mendatang, serta nilai sekarang
      atas pembayaran minimum liabilitas pembiayaan konsumen adalah sebagai berikut:

                                                                 30-Sep-23           31-Des-22
      2022                                                                 -                   -
      2023                                                          53,736,051          67,782,000
      2024                                                          50,836,500          50,836,500
      Total pembayaran minimum                                     104,572,551         118,618,500
      Bunga belum jatuh tempo                                      (12,527,600)        (12,527,600)
      Nilai kini pembayaran minimum                                  92,044,951        106,090,900
      Bagian jatuh tempo dalam satu tahun                           (92,044,951)       (57,794,969)
      Bagian Jangka Panjang                                                   -          48,295,931



                                                                                                 45
Page 48
                         PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19.     LIABILITAS PEMBIAYAAN KONSUMEN (Lanjutan)


      Kelompok Usaha memperoleh fasilitas pembiayaan konsumen untuk pemilikan kendaraan.

      Kelompok Usaha mengakui beban bunga pada 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
      masing-masing sebesar Rp16.721.686 disajikan sebagai “Beban Keuangan” di dalam laporan laba
      rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian (Catatan 29).

      Liabilitas pembiayaan konsumen dalam mata uang Rupiah.


20. LIABILITAS SEWA

                                                                   30-Sep-23           31-Des-22
      Pihak Ketiga
        Komitmen sewa operasi berdasarkan perjanjian sewa                       -         28,900,000
        Menggunakan suku bunga 4,22% - 6,88%                                    -           (373,644)
      Total                                                                     -         28,526,356

      Mulai tanggal 1 Januari 2020, Kelompok Usaha melakukan penerapan PSAK No. 73 “Sewa” dan
      memilih metode setrospektif dengan dampak kumulatif. Perusahaan telah melakukan pengkajian
      dan menentukan bahwa transisi standar baru memiliki dampak terhadap saldo laba pada 1 Januari
      2020 sebesar Rp3.984.850.014.


21. LIABILITAS IMBALAN KERJA

      Perusahaan menyelenggarakan program pensiun untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi
      syarat. Iuran pensiun ditanggung oleh Perusahaan dan ditempatkan di PT Asuransi Jiwa Manulife
      Indonesia. Aset program terdiri dari uang tunai.

      Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2013), “Imbalan Kerja” dalam mengakui
      biaya manfaat karyawan dalam laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 30 September 2023
      dan 31 Desember 2022.

      Liabilitas imbalan kerja Perusahaan, GLS dan AA pada tanggal 31 Desember 2022 dihitung oleh
      aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria I Gde Eka Sarmaja, FSAI dan Rekan dalam
      laporannya masing-masing tertanggal 12 Mei 2022 dengan menggunakan metode ”Projected Unit
      Credit” dan mempertimbangkan beberapa asumsi sebagai berikut:

                                                                     2023                2022
      Tingkat diskonto                                              7,00%               7,00%
      Tingkat kenaikan gaji                                         3,00%               3,00%
      Tabel mortalita                                             TMI IV-2019         TMI IV-2019
      Usia pensiun normal                                          56 tahun            56 tahun

      Jumlah yang dicakup pada laporan posisi keuangan konsolidasian yang berasal dari liabilitas
      Perusahaan dan Entitas Anak tertentu sehubungan dengan imbalan kerja adalah sebagai berikut:
                                                                     30-Sep-23           31-Des-22
      Nilai kini liabilitas imbalan pasti                           25,453,016,225      25,622,662,714
      Nilai wajar aset program                                                 -          (620,377,779)
      Nilai Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan - Neto                25,453,016,225      25,002,284,935



                                                                                                46
Page 49
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

21. LIABILITAS IMBALAN KERJA (Lanjutan)


   Mutasi liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut:
                                                                     30-Sep-23            31-Des-22
   Saldo awal tahun                                                  25,002,284,936      25,112,701,984
   Beban diakui pada laporan konsolidasian:
     Laba rugi                                                        2,047,853,988       1,486,705,650
     Penghasilan komprehensif lain                                      186,090,122         186,090,122
   Transfer PBO                                                                 -                   -
   Pembayaran manfaat                                                (1,783,212,821)     (1,783,212,821)
   Nilai Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan - Neto                    25,453,016,225      25,002,284,935
   Analisa jatuh tempo yang diharapkan dari imbalan kerja karyawan yang tidak terdiskonto pada
   tanggal 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:

   Periode                                                                              31-Des-22
   Dalam 1 tahun                                                                        6,410,981,368
   1 tahun sampai 5 tahun                                                              12,113,141,294
   5 tahun sampai 10 tahun                                                             14,943,527,712
   Lebih dari 10 tahun                                                                 38,404,887,711
   Total                                                                               71,872,538,085




22. MODAL SAHAM

   Pemegang saham Perusahaan, jumlah ditempatkan dan disetor, dan saldo yang terkait pada
       tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 berdasarkan catatan PT Sinartama Gunita,
   adalah sebagai berikut:
                                                    Jumlah saham     Persentase        Modal saham
                                                     Ditempatkan     Kepemilikan       Ditempatkan
               Nama Pemegang Saham                   dan Disetor         (%)            dan Disetor
   PT Widjajatunggal Sejahtera                         259,426,340          44.120      25,942,634,000
   PT Martensite Unggul                                247,879,660          42.156      24,787,966,000
   PT Penta Widjaja Investindo                          21,605,000           3.674       2,160,500,000
   Koperasi Karyawan PT Tira Austenite Tbk                 156,000           0.027          15,600,000
   Johny Santoso*)                                          70,000           0.012           7,000,000
   Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)                58,863,000          10.011       5,886,300,000
   Jumlah                                              588,000,000         100.000      58,800,000,000


   *) Bapak Johnny Santoso sebagai Komisaris Utama meninggal dunia pada tanggal 21 Maret 2022.




                                                                                                 47
Page 50
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

23. TAMBAHAN MODAL DISETOR

                                                                30-Sep-23           31-Des-22
   Agio saham dari penawaran umum terbatas                     10,500,000,000      10,500,000,000
   Biaya emisi saham                                           (1,914,738,539)     (1,914,738,539)
   Kelebihan nilai pasar saham ESOP                               908,400,000         908,400,000
   Sub-total                                                    9,493,661,461       9,493,661,461
   Pengampunan pajak                                               43,455,300          43,455,300
   Divestasi entitas anak                                         (15,225,300)        (15,225,300)
   Total                                                        9,521,891,461       9,521,891,461


24. CADANGAN UMUM

  Berdasarkan Akta Notaris No. 6 oleh Jana Hanna Waturangi, S.H., tanggal 15 Juni 2015,
  pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih Perusahaan tahun buku 2014 sejumlah
  Rp480.372.551 sebagai dana cadangan umum Perusahaan.


25. PENJUALAN NETO

                                                                30-Sep-23           30-Sep-23
   Baja                                                       112,349,546,569     132,165,692,013
   Gas industri                                                68,997,307,991      58,686,695,157
   Cetakan dan kawat las                                       15,972,738,029      15,714,125,233
   Total                                                      197,319,592,589     206,566,512,403
  Tidak ada penjualan kepada satu pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan neto
  konsolidasian selama bulan Januari – September 2023 dan 2022. Penjualan selama bulan Januari
  – September 2023 dan 2022 seluruhnya kepada pihak ketiga.


26. BEBAN POKOK PENJUALAN

                                                               30-Sep-23           30-Sep-22
   Bahan baku dan pembantu yang digunakan                     10,813,926,620       1,634,916,368
   Tenaga kerja langsung                                         895,795,611       1,031,678,045
   Beban pabrikasi                                                       -           751,438,967
   Penyusutan (Catatan 11)                                       892,282,921         746,071,415
   Total beban produksi                                       12,602,005,152       4,164,104,795
   Barang dalam proses
     Awal tahun                                                  766,551,051        3,066,204,201
     Akhir tahun                                              (1,640,150,106)      (2,714,337,918)
   Beban pokok produksi                                       11,728,406,097        4,515,971,078
   Barang jadi
     Awal tahun                                                1,260,909,334      73,900,008,168
     Pembelian                                               115,136,464,329     133,932,330,627
     Akhir tahun                                                (443,178,874)    (73,458,990,890)
   Beban Pokok Penjualan                                     127,682,600,886     138,889,318,983




                                                                                           48
Page 51
                      PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

27. BEBAN USAHA


                                                            30-Sep-23         30-Sep-22
   Gaji dan upah                                           45,448,520,307    40,590,480,058
   Pengangkutan dan pengemasan                              2,921,231,533     4,823,672,095
   Sewa                                                     2,173,262,595       322,488,832
   Beban imbalan kerja                                      2,896,535,023     2,146,173,054
   Pajak dan perizinan                                        588,938,445       831,536,293
   Penyusutan aset tetap                                      799,384,015     1,124,657,670
   Penyusutan aset hak guna                                   893,103,845     2,991,737,007
   Administrasi bank                                        1,073,170,420       984,748,158
   Perbaikan dan pemeliharaan                               1,104,991,724     1,239,881,995
   Listrik dan energi                                       1,791,796,546     1,659,991,512
   Perjalanan                                                 813,607,131       935,007,735
   Jasa Profesional                                           456,242,360     1,002,459,153
   Asuransi                                                   145,718,226       302,738,440
   Perlengkapan kantor                                        514,799,018     1,025,906,901
   Telepon dan faksimili                                      452,028,857       512,481,043
   Lain-lain                                                1,754,031,656     1,186,777,963
   Total                                                   63,827,361,701    61,680,737,909




28. BEBAN KEUANGAN

                                                            30-Sep-23         30-Sep-22
   Pinjaman bank                                            6,876,724,213     6,330,179,138
   Liabilitas pembiayaan konsumen                                     -          13,727,025
   Total                                                    6,876,724,213     6,343,906,163



29. LABA (RUGI) PER SAHAM

                                                            30-Sep-23         30-Sep-22
   Laba (rugi) neto diatribusikan kepada
     pemilik entitas induk                                    850,044,917       135,727,073
   Total rata-rata tertimbang lembar saham biasa
     yang beredar                                             588,000,000       588,000,000
   Laba (Rugi) Neto per Saham Dasar / Dilusian                       1.45              0.23
   Pada tanggal pelaporan, tidak ada efek berpotensi saham biasa yang dapat menimbulkan
   pengaruh dilutif pada laba neto atau rugi neto per saham Perusahaan.




                                                                                    49
Page 52
                         PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

30. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI


      Sifat hubungan dengan pihak berelasi

                      Pihak Berelasi                    Sifat Berelasi             Sifat Transaksi
           PT Widjajatunggal Sejahtera                 Pemegang               Piutang pihak berelasi dan
                                                       Saham                  utang    lain-lain  pihak
                                                                              berelasi
           Koperasi Karyawan PT Tira Austenite         Pemegang               Piutang pihak berelasi
           Tbk                                         Saham
           PT Hamana Works Tira Indonesia              Join Venture           Piutang pihak berelasi dan
                                                                              utang    lain-lain  pihak
                                                                              berelasi
           PT Tira Stahlindo Indonesia                 Join Venture           Utang lain - lain pihak
                                                                              berelasi

      Karena memiliki sifat berelasi, hal ini memungkinkan syarat dan kondisi transaksi dengan pihak
      yang berelasi tidak sama jika transaksi tersebut dilakukan dengan pihak ketiga.


      Transaksi Dengan Pihak Berelasi

      a. Piutang pihak berelasi
                                                                         30-Sep-23            31-Des-22
             Koperasi Karyawan PT Tira Austenite Tbk                                 -          112,180,870
             Total                                                                   -          112,180,870


      b. Utang lain-lain pihak berelasi

                                                                         30-Sep-23            31-Des-22
             PT Widjajatunggal Sejahtera                                            -         4,955,992,650
             Koperasi Karyawan PT Tira Austenite Tbk                        505,180,478                 -
                                                                            505,180,478       4,955,992,650
            Koperasi Karyawan PT Tira Austenite Tbk merupakan pinjaman dana untuk dana pinjaman
            anggota koperasi. Seluruhnya merupakan pinjaman yang diberikan tanpa dikenakan bunga
            yang diberikan tanpa jaminan.

            Utang lain-lain kepada pihak berelasi dalam mata uang Rupiah.

      c.    Imbalan jangka pendek yang diberikan ke Dewan Komisaris dan Direksi sebesar
            Rp11.012.538.741 dan Rp8.363.545.199 masing-masing pada 31 Desember 2022 dan 2021.



31.    INFORMASI SEGMEN


      Segmen Usaha
      Untuk tujuan pelaporan manajemen, saat ini kegiatan usaha Kelompok Usaha terbagi dalam tiga
      kelompok segmen yaitu perdagangan dan distribusi barang-barang teknik; industri cetakan dan



                                                                                                       50
Page 53
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

31. INFORMASI SEGMEN (Lanjutan)

   kawat las; dan perdagangan gas industri. Segmen tersebut menjadi dasar pelaporan informasi
   segmen primer Kelompok Usaha. Seluruh pendapatan Kelompok Usaha berasal dari wilayah
   Indonesia sehingga segmen geografis tidak disajikan.

   Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:



                                    Perdagangan         Industri
                                    dan distribusi    cetakan dan      Perdagangan
   30 September 2023                barang teknik      kawat las        gas industri      Eliminasi        Konsolidasi
   Penjualan eksternal neto         112,349,546,570   15,972,738,029    68,997,307,990                     197,319,592,589
   Penjualan antar segmen               167,892,930                                -       (167,892,930)               -
   Penjualan neto                   112,517,439,500   15,972,738,029    68,997,307,990     (167,892,930)   197,319,592,589
   Beban pokok penjualan             75,277,728,590   10,708,884,819    41,863,880,407     (167,892,930)   127,682,600,886
   Beban usaha                       31,138,871,993    5,074,986,805    27,613,502,903                -     63,827,361,701
   Hasil segmen                       6,100,838,917     188,866,405       (480,075,320)               -      5,809,630,002
   Laba atas penjualan aset tetap                                                                                      -
   Rugi selisih kurs - neto                                                                                    (29,138,814)
   Pendapatan bunga                                                                                             44,053,851
   Pendapatan sewa                                                                                                     -
   Beban keuangan                                                                                           (6,876,724,213)
   Denda dan koreksi pajak                                                                                             -
   Bagian atas rugi neto dari                                                                                          -
     entitas ventura bersama
   Lain-lain neto                                                                                            2,213,033,861
   Laba sebelum beban                                                                                                  -
     pajak penghasilan                                                                                       1,160,854,687
   Beban pajak penghasilan                                                                                    (310,809,770)
   Laba Neto                                                                                                  850,044,917
   Informasi lainnya
   Aset
   Aset segmen                      214,932,140,042   51,646,590,950    90,202,935,645                     356,781,666,637
   Liabilitas
   Liabilitas segmen                122,441,583,014   15,381,305,031    47,435,499,705                     185,258,387,750
   Pengeluaran barang modal          93,299,307,890   35,456,535,058    42,767,435,939                     171,523,278,887
   Penyusutan                           346,524,949       33,410,725       419,448,341                         799,384,015




                                                                                                                         51
Page 54
                       PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



31. INFORMASI SEGMEN (Lanjutan)


                                    Perdagangan          Industri
                                    dan distribusi     cetakan dan      Perdagangan
   30 September 2022                barang teknik       kawat las        gas industri      Eliminasi         Konsolidasi
   Penjualan eksternal neto         132,165,692,013    15,714,125,233    58,686,695,157                      206,566,512,403
   Penjualan antar segmen             4,009,506,399                                 -      (4,009,506,399)               -
   Penjualan neto                   136,175,198,412    15,714,125,233    58,686,695,157    (4,009,506,399)   206,566,512,403
   Beban pokok penjualan            100,801,619,987     6,853,244,859    35,243,960,536    (4,009,506,399)   138,889,318,983
   Beban usaha                       40,080,581,781     2,679,040,023    18,921,116,105                -      61,680,737,909
   Hasil segmen                      (4,707,003,356)    6,181,840,351     4,521,618,516                -       5,996,455,511
   Laba atas penjualan aset tetap                                                                                 50,999,921
   Rugi selisih kurs - neto                                                                                       81,465,851
   Pendapatan bunga                                                                                               65,656,974
   Pendapatan sewa                                                                                                       -
   Beban keuangan                                                                                             (6,343,906,163)
   Denda dan koreksi pajak                                                                                       (24,445,247)
   Bagian atas rugi neto dari                                                                                            -
     entitas ventura bersama                                                                                      25,925,897
   Lain-lain neto                                                                                                692,809,130
   Laba sebelum beban                                                                                                    -
     pajak penghasilan                                                                                           544,961,874
   Beban pajak penghasilan                                                                                      (409,108,072)
   Laba Neto                                                                                                    135,853,802
   Informasi lainnya
   Aset
   Aset segmen                      243,130,303,087    49,899,242,852   141,299,848,582   (83,631,252,802)   350,698,141,719
   Liabilitas
   Liabilitas segmen                177,267,621,083    13,850,345,799    31,567,463,364   (37,442,573,543)   185,242,856,703
   Pengeluaran barang modal             374,137,373     1,168,620,586       445,462,923                        1,988,220,882
   Penyusutan                           364,681,604        63,810,355     1,442,763,191                        1,871,255,150




                                                                                                                           52
Page 55
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

32. INSTRUMEN KEUANGAN


  Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrument keuangan Kelompok
  Usaha yang dicatat di laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 September 2023
  dan 31 Desember 2022 :


                                                       30-Sep-23                                31-Dec-22
                                         Nilai Tercatat          Nilai Wajar      Nilai Tercatat          Nilai Wajar
   Aset Keuangan
   Kas tunai                                 563,248,780            563,248,780       567,798,505            567,798,505
   Pinjaman yang diberikan dan piutang
   pada biaya perolehan diamortisasi:
     Kas di bank dan setara kas            7,662,704,168          7,662,704,168    11,986,248,349         11,986,248,349
     Piutang usaha - neto                 37,452,906,690         37,452,906,690    50,669,333,320         50,669,333,320
     Piutang lain-lain                    13,556,912,687         13,556,912,687    13,718,706,407         13,718,706,407
     Aset lancar lainnya - deposito        2,036,000,000          2,036,000,000     2,036,000,000          2,036,000,000
   Total Aset Keuangan                    61,271,772,325         61,271,772,325    78,978,086,581         78,978,086,581

   Liabilitas Keuangan
   Pinjaman dan utang pada
   biaya perolehan diamortisasi:
     Pinjaman bank jangka pendek          90,818,847,856         90,818,847,856   100,982,611,366        100,982,611,366
     Utang usaha                          25,176,940,138         25,176,940,138    17,050,277,679         17,050,277,679
     Utang lain-lain                       9,521,362,521          9,521,362,521    11,617,975,244         11,617,975,244
     Beban masih harus dibayar             3,577,583,054          3,577,583,054     3,786,297,605          3,786,297,605
     Liabilitas sewa                                 -                      -          28,526,356             28,526,356
     Liabilitas pembiayaan konsumen           92,044,951             92,044,951       106,090,900            106,090,900
   Total Liabilitas Keuangan             129,186,778,520        129,186,778,520   133,571,779,150        133,571,779,150

  Berdasarkan PSAK 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, terdapat tingkat hirarki nilai wajar
  sebagai berikut:
  a. Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
     (tingkat 1),
  b. Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset
     atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya
     derivasi dari harga) (tingkat 2), dan
  c. Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi
     (input yang tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).

  Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dicatat
  sebesar nilai wajar, atau sebaliknya, disajikan dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut
  mendekati nilai wajarnya atau nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal.

  Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok
  instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:

  Aset dan liabilitas keuangan jangka pendek:

      Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau kurang.
       Instrumen keuangan ini sangat mendekati nilai tercatat mereka karena jatuh tempo mereka
       dalam jangka pendek.




                                                                                                                 53
Page 56
                    PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

32. INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan)

   Aset dan liabilitas keuangan jangka panjang:

      Liabilitas keuangan jangka panjang dengan suku bunga tetap dan variabel.
       Nilai wajar dari liabilitas keuangan ini ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa
       datang menggunakan suku bunga yang berlaku dari transaksi pasar yang dapat diamati untuk
       instrumen dengan persyaratan, risiko kredit dan jatuh tempo yang sama.

      Aset dan liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
       Estimasi nilai wajar didasarkan pada nilai diskonto dari arus kas masa datang yang disesuaikan
       untuk mencerminkan risiko pihak lawan (untuk aset keuangan) dan risiko kredit Perusahaan
       (untuk liabilitas keuangan) dan menggunakan suku bunga bebas risiko (risk-free rates) dari
       instrumen yang serupa.

       Untuk aset keuangan tidak lancar lainnya yang tidak dikuotasi di harga pasar dan nilai wajarnya
       tidak dapat diukur secara handal tanpa menimbulkan biaya yang berlebihan, dicatat
       berdasarkan nilai nominal dikurangi penurunan nilai.


33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

   Instrumen keuangan pokok Kelompok Usaha terdiri dari kas, piutang usaha dan utang usaha,
   terutama berasal langsung dari operasi Kelompok Usaha, pinjaman bank jangka pendek dan
   pinjaman bank jangka panjang dan pinjaman lainnya. Aset dan liabilitas keuangan lainnya
   Kelompok Usaha termasuk piutang lain-lain, uang jaminan, utang lain-lain, beban masih harus
   dibayar dan saldo dengan pihak-pihak berelasi.

   Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Kelompok Usaha adalah risiko kredit, risiko
   transaksi mata uang asing, risiko suku bunga, dan risiko likuiditas. Tujuan manajemen atas risiko
   Kelompok Usaha secara keseluruhan adalah untuk secara efektif mengelola risiko-risiko tersebut
   dan meminimalkan dampak yang tidak diharapkan pada kinerja keuangan Kelompok Usaha.
   Direksi telah mereview dan menyetujui semua kebijakan untuk mengelola setiap risiko, termasuk
   juga risiko ekonomi dan risiko usaha Kelompok Usaha, yang dirangkum di bawah ini, dan juga
   memantau risiko akibat perubahan harga pasar yang timbul dari semua instrumen keuangan.

   a. Risiko kredit

       Aset keuangan Kelompok Usaha yang memiliki potensi konsentrasi secara signifikan risiko
       kredit pada dasarnya terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan
       piutang hubungan istimewa. Kelompok Usaha memiliki kebijakan kredit dan prosedur untuk
       memastikan berlangsungnya evaluasi kredit dan pemantauan akun secara aktif.

       Eksposure Kelompok Usaha terhadap risiko kredit timbul dari wanprestasi pihak lain, dengan
       eksposur maksimum setara dengan nilai tercatat dari instrumen berikut:
                                                                    30-Sep-23            31-Des-22
       Kas di bank & setara kas                                     8,225,952,948       12,554,046,854
       Piutang usaha - neto                                        37,452,906,690       50,669,333,320
       Piutang lain-lain                                           13,556,912,687       13,718,706,407
       Aset lancar lainnya - deposito                               2,036,000,000        2,036,000,000
                                                                   61,271,772,325       78,978,086,581




                                                                                                     54
Page 57
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)


   b. Risiko mata uang asing

      Kelompok Usaha terekspos terhadap perubahan nilai tukar mata uang asing terutama dalam
      Dolar Amerika dan Euro Eropa pada biaya-biaya tertentu terkait dengan pembelian material
      dan barang dagangan, beban pokok penjualan, serta aset dan liabilitas yang timbul dari opersi
      sehari-hari.

      Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Kelompok Usaha mempunyai aset
      dan liabilitas moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:

                                                     30-Sep-23                       31 Desember 2022
                                       Dalam mata            Ekuivalen        Dalam mata        Ekuivalen
                                        uang asli          dalam Rupiah        uang asli      dalam Rupiah
      Aset
       Kas
         Dolar Amerika Serikat               76,955          1,194,803,951         82,569       1,298,886,962
         Euro                                57,036            935,612,061         36,484         609,751,615
      Total aset
         Dolar Amerika Serikat               76,955          1,194,803,951         82,569       1,298,886,962
         Euro                                57,036            935,612,061         36,484         609,751,615
      Liabilitas
        Pinjaman jangka pendek
          Dolar Amerika Serikat           1,269,436         19,709,263,336        891,347      14,021,785,949
          Euro                            1,354,729         22,222,974,516        125,576       2,098,712,579
        Utang usaha
         Dolar AS                                -                     -              166           2,614,806
         Yen Jepang                              -                     -           22,005           2,587,055
        Utang lain-lain
         Dolar Amerika Serikat                   -                     -               -                  -

      Total liabilitas
         Dolar Amerika Serikat            1,269,436         19,709,263,336        891,514      14,024,400,755
         Euro                             1,354,729         22,222,974,516        125,576       2,098,712,579
         Yen Jepang                             -                      -           22,005           2,587,055
      Aset (Liabilitas) Neto
         Dolar Amerika Serikat            (1,192,481)      (18,514,459,385)       (808,945)   (12,725,513,793)
         Euro                             (1,297,694)      (21,287,362,455)        (89,092)    (1,488,960,964)
         Yen Jepang                              -                     -           (22,005)        (2,587,055)
         Total                                             (39,801,821,840)                   (14,217,061,812)


      Jika Rupiah melemah/menguat 5% terhadap mata uang lainnya, maka laba sebelum beban
      pajak penghasilan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan
      2021 akan menjadi lebih rendah/tinggi masing-masing sebesar sekitar Rp710 juta dan Rp1,2
      miliar.




                                                                                                       55
Page 58
                     PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)

   c.   Risiko suku bunga

        Kelompok Usaha dibiayai melalui pinjaman bank jangka pendek serta pinjaman lainnya, seperti
        kredit dan uang muka dari pihak ketiga dan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
        Pinjaman bank perusahaan khususnya berasal dari Bank Mandiri dalam nominasi mata uang
        Rupiah dan mempunyai tingkat suku bunga 9.25% masing-masing untuk tanggal 30
        September 2023 dan 31 Desember 2022.
        Oleh sebab itu, Kelompok Usaha tertentu terekspos terhadap risiko pasar untuk perubahan
        tingkat suku bunga terkait terutama terhadap liabilitas pinjaman jangka pendek dan panjang
        serta asset dan liabilitas berbunga. Kelompok Usaha memiliki kebijakan untuk mendapatkan
        suku bunga yang tersedia dan paling menguntungkan tanpa meningkatkan risiko mata uang
        asing mereka. Kelompok Usaha juga berkewajiban untuk secara berkala memonitor
        penggunaan modal kerja sehingga lebih efektif dan mempunyai biaya modal yang paling
        efisien. Salah satu upaya manajemen dalam hal ini adalah melalui efektivitas manajemen
        modal kerja dan memperpendek periode perputaran kas operasional (cash-to-cash cycle).
        Kelompok Usaha menganalisis tingkat suku bunga mereka secara dinamis. Berbagai skenario
        simulasi dengan mempertimbangkan pembayaran kembali, pertimbangan pelunasan,
        pembaharuan posisi jumlah pinjaman yang ada dan pendanaan alternatif, di antaranya melalui
        skema yang disebut project financing. Berdasarkan skenario tersebut, Kelompok Usaha
        menghitung dampak pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dari perubahan suku
        bunga yang ditetapkan. Pinjaman jangka pendek serta pinjaman lainnya Kelompok Usaha
        adalah dalam mata uang Rupiah Indonesia, kecuali untuk fasilitas trade financing dan project
        financing yang menggunakan mata uang Dollar Amerika.
        Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022, berdasarkan simulasi sederhana yang dilakukan, jika
        suku bunga meningkat/menurun sebesar 1% dengan semua variabel lainnya tetap konstan,
        laba sebelum pajak penghasilan Kelompok Usaha untuk tahun yang bersangkutan masing-
        masing Rp20 juta dan Rp18 juta lebih rendah/tinggi.

   d. Risiko likuiditas

        Manajemen risiko likuiditas dan pengelolaan modal kerja secara hati-hati berarti
        mempertahankan posisi kas dan setara kas serta menggunakan modal kerja secara efektif
        untuk mendukung kegiatan bisnis Kelompok Usaha. Kelompok Usaha telah menggunakan
        tolok ukur perputaran kas (cash to cash cycle) dalam mengefektifkan perputaran modal kerja
        tersebut, di mana risiko ini akan terus diturunkan sejalan dengan kebijakan manajemen untuk
        menurunkan tingkat persediaan Kelompok Usaha yang dikelolanya. Sementara itu Kelompok
        Usaha juga menjaga keseimbangan antara keselarasan penagihan piutang usaha serta
        melalui fleksibilitas penggunaan pinjaman bank dan pinjaman lainnya.

   e. Pengelolaan permodalan

        Tujuan utama dari pengelolaan permodalan Kelompok Usaha adalah untuk memastikanbahwa
        rasio modal selalu dalam kondisi sehat agar dapat mendukung kinerja usaha dan
        memaksimalkan nilai dari pemegang saham.

        Kelompok Usaha mengelola struktur modalnya dan membuat penyesuaian-penyesuaian
        sehubungan dengan perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik dari risiko usahanya. Aga
        dapat menjaga dan menyesuaikan struktur modalnya, Kelompok Usaha akan menyesuaikan
        jumlah dari pembayaran dividen kepada para pemegang saham atau pengembalian struktur
        modal atau menerbitkan surat saham.




                                                                                                 56
Page 59
                   PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
        UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)


      Untuk tujuan pengelolaan modal, manajemen menganggap jumlah kombinasi sumber modal
      eksternal (utang) dan internal yang berasal dari ekuitas serta saldo laba sebagai modal yang
      digunakan dalam keseluruhan investasi. Jumlah ekuitas neto pada tanggal 30 Juni 2023 dan
      2022 dianggap optimal oleh manajemen setelah memperhatikan belanja modal yang
      diproyeksikan dan proyeksi peluang investasi dan bisnis strategis di tahun berikutnya. Selama
      beberapa tahun terakhir, laba sebelum pajak penghasilan, bunga, penyusutan dan amortisasi
      (EBITDA) telah menjadi kendali penting Kelompok Usaha serta juga bagi pihak bank yang
      memberikan pinjaman kepada Kelompok Usaha. Kegiatan operasi yang berkelanjutan serta
      optimal dari Kelompok Usaha tergantung dari kemampuan mereka secara mandiri dalam
      pendanaan melalui sumber pendanaan di atas (EBITDA).

      EBITDA Kelompok Usaha adalah sebagai berikut:

                                                                30-Sep-23             30-Sep-22
      EBIT                                                       6,565,914,443        6,888,868,037
      Penyusutan dan amortisasi                                  1,867,408,696        1,871,255,150
      EBITDA                                                     8,433,323,139        8,760,123,187


      Tidak terdapat perubahan pendekatan Kelompok Usaha untuk pengelolaan modal sepanjang
      tahun berjalan.




                                                                                                  57

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.92 MB
Published27 Oct 2023
Pages59
Characters203,020
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

inlineXBRL.zip done
FinancialStatement-2023-III-TIRA.xlsx done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result