Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 22
Page 1
Nomor Surat 357/X/DE-DIR/2023
Nama Emiten Danasupra Erapacific Tbk
Kode Emiten DEFI
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 9 Bulan yang berakhir pada 30/09/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
Dokumen ini merupakan dokumen resmi Danasupra Erapacific Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik.
Danasupra Erapacific Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 September 2023
Nama entitas Danasupra Erapacific Tbk Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas DEFI Entity code
Nomor identifikasi entitas AA358 Entity identification number
Industri utama entitas Pembiayaan / Financing Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor G. Financials Sector
Subsektor G2. Financing Service Subsector
Industri G21. Consumer Financing Industry
Subindustri G211. Consumer Financing Subindustry
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
National Corporation
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Pemantauan Khusus / Watchlist
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas tunggal / Single entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal III / Third Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan September 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya September 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Satuan Penuh / Full Amount statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Page 3
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[8220000] Statement of financial position presented using order of liquidity -
Financing Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 September 2023 31 December 2022
Aset Assets
Kas dan setara kas 3,473,800 9,775,000 Cash and cash equivalents
Giro pada bank lain Current accounts with other
banks
Giro pada bank lain pihak Current accounts with
4,161,054,911 3,349,022,033
ketiga other banks third parties
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen receivables
Piutang pembiayaan Consumer financing
9,645,065,425 10,249,593,896
konsumen pihak ketiga receivables third parties
Tagihan anjak piutang Factoring receivables
Tagihan anjak piutang Factoring receivables third
10,000,000,000 10,000,000,000
pihak ketiga parties
Piutang lainnya 1,992,912,139 2,016,177,892 Other receivables
Biaya dibayar dimuka 121,335,391 87,759,289 Prepaid expenses
Aset keuangan nilai wajar Financial assets fair value
melalui pendapatan 9,731,832,500 12,793,475,000 through other comprehensive
komprehensif lainnya income
Aset tetap Property, plant, and
1,522,253 3,027,923
equipment
Aset lainnya 170,542,705 170,542,705 Other assets
Jumlah aset 45,327,739,124 51,679,373,738 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Kewajiban imbalan pasca Post-employment benefit
224,158,493 224,158,493
kerja obligations
Beban akrual 1,379,968 Accrued expenses
Utang pajak 7,752,201 7,663,286 Taxes payable
Liabilitas lainnya 93,059,792 177,669,331 Other liabilities
Jumlah liabilitas 324,970,486 410,871,078 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 33,800,000,000 33,800,000,000 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
( 202,810,333 ) ( 202,810,333 )
disetor capital
Cadangan lainnya 19,799,191,172 19,799,191,172 Other reserves
Komponen ekuitas Other components of
( 38,734,866,264 ) ( 34,526,613,264 )
lainnya equity
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan retained earnings
penggunaanya
Cadangan General and
2,450,000,000 2,450,000,000
umum dan wajib legal reserves
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan 27,891,254,063 29,948,735,085 retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
Page 5
diatribusikan kepada 45,002,768,638 51,268,502,660 attributable to equity
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Jumlah ekuitas 45,002,768,638 51,268,502,660 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
45,327,739,124 51,679,373,738
ekuitas
Page 6
[8312000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by nature - Financing Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 September 2023 30 September 2022
Pendapatan Income
Pendapatan bunga dan Interest and finance income
451,983,750 468,243,318
keuangan
Pendapatan dari Financing income
pembiayaan
Pendapatan dari Income from consumer
65,000,752 791,260,513
pembiayaan konsumen financing
Pendapatan dari anjak Income from factoring
579,319,421 1,187,189,153
piutang
Pendapatan asuransi Insurance income
Pendapatan dari premi Income from insurance
14,724,862 16,318,333
asuransi premiums
Pendapatan administrasi 1,382,055 3,896,305 Administration income
Pendapatan dari provisi dan Income from provisions and
67,467,247 12,781,264
komisi commissions
Pendapatan lainnya 8,499,804 11,548,861 Other income
Beban Expenses
Pembentukan penyisihan Provision for impairment
6,106,348 14,786,088
kerugian penurunan nilai losses
Beban gaji dan tunjangan Salary and employee benefit
( 2,078,898,670 ) ( 2,036,476,497 )
karyawan (expenses)
Beban umum dan General and administrative
( 1,468,973,421 ) ( 1,525,166,301 )
administrasi expenses
Beban penyusutan properti Depreciation of investment
investasi, aset sewa, aset property, lease assets,
tetap, aset yang diambil alih ( 1,505,670 ) ( 14,784,274 ) property and equipment,
dan aset ijarah foreclosed assets and ijarah
assets
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
( 2,354,893,522 ) ( 1,070,403,237 )
pajak penghasilan
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
( 2,354,893,522 ) ( 1,070,403,237 )
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) ( 2,354,893,522 ) ( 1,070,403,237 ) Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif Other comprehensive income,
lainnya, setelah pajak after tax
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, ( 3,910,840,500 ) ( 4,888,060,000 ) income, after tax
setelah pajak
Jumlah laba rugi komprehensif ( 6,265,734,022 ) ( 5,958,463,237 ) Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
( 2,354,893,522 ) ( 1,070,403,237 )
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas ( 6,265,734,022 ) ( 5,958,463,237 ) attributable to parent entity
induk
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
Page 7
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang ( 9.27 ) ( 8.67 ) share from continuing
dilanjutkan operations
Laba (rugi) per saham Diluted earnings (loss) per
dilusian share
Laba (rugi) per saham Diluted earnings (loss) per
dilusian dari operasi yang ( 9.12 ) ( 8.67 ) share from continuing
dilanjutkan operations
Page 8
[8410000] Statement of changes in equity - Financing Industry - Current Year
30 September 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang telah
Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal Komponen transaksi ditentukan
Saham biasa Cadangan lainnya ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor ekuitas lainnya penggunaannya-cadangan
penggunaannya entitas induk
umum dan wajib
Appropriated retained
Other components of Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Other reserves earnings-general and legal Equity
equity transactions earnings parent entity
reserves
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali Balance before restatement at beginning of
33,800,000,000 ( 202,810,333 ) 19,799,191,172 ( 34,526,613,264 ) 2,450,000,000 29,948,735,085 51,268,502,660 51,268,502,660
period
Posisi ekuitas, awal periode 33,800,000,000 ( 202,810,333 ) 19,799,191,172 ( 34,526,613,264 ) 2,450,000,000 29,948,735,085 51,268,502,660 51,268,502,660 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) ( 2,354,893,522 ) ( 2,354,893,522 ) ( 2,354,893,522 ) Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya ( 4,208,253,000 ) 297,412,500 ( 3,910,840,500 ) ( 3,910,840,500 ) Other comprehensive income
Posisi ekuitas, akhir periode 33,800,000,000 ( 202,810,333 ) 19,799,191,172 ( 38,734,866,264 ) 2,450,000,000 27,891,254,063 45,002,768,638 45,002,768,638 Equity position, end of the period
Page 9
[8410000] Statement of changes in equity - Financing Industry - Prior Year
30 September 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang telah
Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal Komponen transaksi ditentukan
Saham biasa Cadangan lainnya ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor ekuitas lainnya penggunaannya-cadangan
penggunaannya entitas induk
umum dan wajib
Appropriated retained
Other components of Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Other reserves earnings-general and legal Equity
equity transactions earnings parent entity
reserves
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali Balance before restatement at beginning of
33,800,000,000 ( 202,810,333 ) 19,799,191,172 ( 24,355,937,060 ) 2,450,000,000 41,238,714,082 72,729,157,861 72,729,157,861
period
Posisi ekuitas, awal periode 33,800,000,000 ( 202,810,333 ) 19,799,191,172 ( 24,355,937,060 ) 2,450,000,000 41,238,714,082 72,729,157,861 72,729,157,861 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) ( 1,070,403,237 ) ( 1,070,403,237 ) ( 1,070,403,237 ) Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya ( 4,888,060,000 ) ( 4,888,060,000 ) ( 4,888,060,000 ) Other comprehensive income
Posisi ekuitas, akhir periode 33,800,000,000 ( 202,810,333 ) 19,799,191,172 ( 29,243,997,060 ) 2,450,000,000 40,168,310,845 66,770,694,624 66,770,694,624 Equity position, end of the period
Page 10
[8510000] Statement of cash flows, direct method - Financing Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 September 2023 30 September 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from consumer
683,100,000 2,305,049,494
pembiayaan konsumen financing
Penerimaan dari anjak Receipts from factoring
122,092,293 1,187,189,153
piutang
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
805,192,293 3,492,238,647
(digunakan untuk) operasi in) operations
Penerimaan pengembalian Income taxes refunded (paid)
(pembayaran) pajak from operating activities
( 263,937,101 ) ( 258,552,407 )
penghasilan dari aktivitas
operasi
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 2,362,956,736 ) ( 2,771,267,719 ) from operating activities
operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 1,821,701,544 ) 462,418,521
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 872,566,778 ) 160,027,900 from investing activities
investasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 872,566,778 ) 160,027,900
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
( 2,694,268,322 ) 622,446,421
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
16,358,797,033 16,159,662,034
awal periode flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
13,664,528,711 16,782,108,455
akhir periode cash flows, end of the period
Page 11
[8610000] Explanation for Significant Accounting Policy - Financing Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 September 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian Indonesia (?SAK?), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (?PSAK?) dan statements
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (?ISAK?) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta Peraturan No. VIII.G.7 Lampiran Keputusan Ketua
BAPEPAM-LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan
Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Badan Pengawas
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (?BAPEPAM-LK?), yang fungsinya dialihkan kepada Otoritas
Jasa Keuangan (?OJK?) sejak tanggal 1 Januari 2013. Kebijakan akuntansi diterapkan secara
konsisten dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan terhadap seluruh tahun yang disajikan,
kecuali dinyatakan lain. Laporan keuangan, kecuali laporan arus kas, disusun berdasarkan konsep
akrual. Dasar pengukuran yang digunakan adalah konsep biaya historis, kecuali untuk akun tertentu
yang diukur dengan menggunakan dasar seperti yang disebutkan dalam catatan yang relevan.
Laporan arus kas menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang
diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dengan menggunakan metode
langsung. Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah mata
uang Rupiah (Rp), yang merupakan mata uang fungsional.
Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri dari kas, kas di bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu Cash and cash equivalents
3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatan, sepanjang deposito berjangka tersebut tidak
digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima, serta tidak dibatasi penggunaannya.
Aset tetap Aset tetap diukur dengan model biaya, dicatat pada harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan Fixed assets
dan akumulasi penurunan nilai.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Penurunan nilai timbul saat nilai tercatat aset atau Unit Penghasil Kas (?UPK?) melebihi jumlah Impairment of non-financial assets
terpulihkannya, yaitu yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai
pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual didasarkan pada data yang tersedia dari transaksi
penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa atau harga pasar yang
dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan dengan pelepasan aset.
Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai
waktu uang dan risiko spesifik atas aset Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual,
digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut,
Page 12
Perusahaan menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset.
Perhitungan-perhitungan ini dipadukan dengan penilaian berganda atau indikator nilai wajar yang
tersedia. Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan.
Pengakuan pendapatan dan beban Penghasilan dari pembiayaan konsumen, anjak piutang dan penghasilan usaha lainnya diakui pada Revenue and expense recognition
saat jatuh tempo angsuran bulanan selama periode kontrak. Pada saat piutang dinyatakan macet,
Perusahaan menghentikan pengakuan pendapatan bunganya dan apabila ada realisasi penerimaan
hasil tagihan piutang macet tersebut, diutamakan untuk melunasi pokok piutang dan kelebihannya
diakui sebagai pendapatan bunga. Pengakuan pendapatan pembiayaan konsumen dan anjak piutang
dijelaskan pula pada kebijakan akuntansi pembiayaan konsumen dan anjak piutang dalam Catatan 2d
dan 2e. Beban dibukukan atas dasar akrual (accrual basis).
Transaksi dengan pihak berelasi Transaksi dengan pihak-pihak berelasi, didefinisikan dalam PSAK 7 tentang ?Pengungkapan Pihak Transactions with related parties
Berelasi?. Bila ada transaksi dan saldo dengan pihak-pihak berelasi, akan diungkapkan dalam catatan
atas laporan keuangan yang relevan. Suatu pihak dianggap berelasi dengan Perusahaan jika: (a)
langsung, atau tidak langsung yang melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak (i) mengendalikan,
atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan Perusahaan; (ii) memiliki
kepentingan dalam Perusahaan yang memberikan pengaruh signifikan atas Perusahaan atau (iii)
memiliki pengendalian bersama atas Perusahaan; (b) suatu pihak yang berelasi dengan Perusahaan;
(c) suatu pihak adalah ventura bersama di mana Perusahaan sebagai venturer; (d) suatu pihak adalah
anggota dari personil manajemen kunci Perusahaan; (e) suatu pihak adalah anggota keluarga dekat
dari individu yang diuraikan dalam butir (a) atau (d); (f) suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan,
dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan oleh atau untuk di mana hak suara signifikan pada
beberapa entitas, langsung maupun tidak langsung, individu seperti diuraikan dalam butir (d) atau (e);
atau (g) suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Perusahaan
atau entitas yang terkait dengan Perusahaan. Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang
disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi
lain yang dilakukan dengan pihak-pihak tidak berelasi.
Pajak penghasilan Pajak penghasilan badan dihitung untuk setiap Perusahaan sebagai badan hukum yang berdiri sendiri. Income taxes
Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang
bersifat final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas
transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian. Mengacu pada revisi PSAK 46 yang
disebutkan di atas, pajak final tersebut tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 46. Oleh
karena itu, Perusahaan memutuskan untuk menyajikan beban pajak final tidak sebagai pos beban
pajak penghasilan badan. Perusahaan menetapkan perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan
dalam menghitung konsekuensi pajak kini dan masa depan untuk pemulihan (penyelesaian) jumlah
tercatat aset (liabilitas) di masa depan yang diakui pada laporan posisi keuangan; serta
transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian lain pada tahun berjalan yang diakui pada laporan keuangan.
Beban pajak tahun berjalan ditentukan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang
bersangkutan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan beda temporer antara aset dan
liabilitas untuk tujuan komersial dengan perpajakan pada setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak
masa mendatang diakui sepanjang kemungkinan manfaat tersebut dapat direalisasi. Aset pajak
tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan saldo rugi fiskal yang
belum dikompensasikan, sepanjang perbedaan temporer dan rugi fiskal yang belum dikompensasikan
tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba fiskal pada masa yang akan datang. Jumlah
tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan nilai tercatat aset pajak
tangguhan tersebut diturunkan apabila tidak lagi terdapat kemungkinan besar bahwa laba fiskal yang
memadai akan tersedia untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan.
Page 13
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur berdasarkan tarif pajak yang akan berlaku pada periode saat
aset direalisasikan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku atau
yang secara substantif telah diberlakukan pada akhir tanggal pelaporan. Pengaruh pajak terkait
dengan penyisihan untuk dan/atau pemulihan seluruh perbedaan temporer selama periode berjalan,
diakui sebagai ?Manfaat/beban pajak penghasilan badan, kini dan tangguhan? dan termasuk dalam
laba tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan
atau dikreditkan keekuitas. Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat penetapan
pajak diterima atau jika Perusahaan mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan telah
ditetapkan.
Laba per saham Sesuai dengan PSAK 56, ?Laba per Saham?, laba per saham dihitung dengan membagi laba tahun Earnings per share
berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan
sebesar 676.000.000 saham pada tahun 2022 dan 2021.
Pelaporan segmen Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Perusahaan yang Segment reporting
secara regular di review oleh ?pengambil keputusan operasional? dalam rangka mengalokasikan
sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi. Segmen operasi adalah suatu komponen dari
entitas: (a) yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan
beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas
yang sama); (b) hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional
untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
kinerjanya dan; (c) tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Informasi yang digunakan oleh
pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penilaian kinerja mereka
terfokus pada kategori dari setiap produk. Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan
operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penilaian kinerja mereka terfokus pada kategori
dari setiap produk. Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi
diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan yang relevan.
Penerapan standar akutansi baru Tidak ada standar yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Ikatan Akuntan The implementation of new statements of
Indonesia yang relevan dengan operasi Perusahaan untuk periode akuntansi yang dimulai pada accounting standards
tanggal 1 Januari 2022
Penentuan nilai wajar Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar Determination of fair value
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran tanpa memperhatikan apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau
diestimasi menggunakan teknik penilaian lain. Dalam mengukur nilai wajar atas suatu aset atau
liabilitas pada tanggal pengukuran, Perusahaan memperhitungkan karakteristik suatu aset atau
liabilitas jika pelaku pasar akan memperhitungkan karakteristik tersebut ketika menentukan harga aset
atau liabilitas pada tanggal pengukuran. Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau
diungkapkan dalam laporan keuangan dapat dikategorikan pada level hierarki nilai wajar, berdasarkan
tingkatan input terendah yang signifikan atau pengukuran nilai wajar secara keseluruhan: - Tingkat 1:
harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik. - Tingkat 2:
teknik penilaian di mana tingkat level Input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung. - Tingkat 3: Teknik penilaian dimana
Page 14
tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak dapat diobservasi
baik secara langsung atau tidak langsung. Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan
secara berulang, Perusahaan menentukan apakah terjadi perpindahan antara tingkat di dalam hierarki
dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan input tingkat terendah yang signifikan dalam
pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan. Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar;
Perusahaan telah menentukan kelas aset dan liabilitas berdasarkan kelas aset, dan liabilitas tingkat
hierarki nilai wajar.
Beban dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka dibebankan selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus. Prepaid expenses
Piutang pembiayaan konsumen Piutang pembiayaan konsumen merupakan jumlah piutang setelah dikurangi dengan pendapatan Consumer financing receivables
pembiayaan konsumen yang belum diakui dan cadangan kerugian penurunan nilai. Pendapatan
pembiayaan konsumen yang belum diakui merupakan selisih antara jumlah keseluruhan pembayaran
angsuran yang akan diterima dari konsumen dan jumlah pokok pembiayaan diakui sebagai
pendapatan sepanjang jangka waktu kontrak berdasarkan suku bunga efektif dari piutang pembiayaan
konsumen. Piutang pembiayaan konsumen diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan
piutang, dan setelah pengakuan awal, dicatat pada biaya perolehan dan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
Instrumen keuangan 1. Aset keuangan (i). Klasifikasi Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur Financial instruments
berdasarkan biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan diukur dengan nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain, dan aset keuangan diukur dengan nilai wajar melalui laporan laba rugi.
Instrumen hutang yang memenuhi persyaratan berikut diukur pada biaya perolehan diamortisasi: - Aset
keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka
mendapatkan arus kas kontraktual; dan - Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan
arus kas pada tanggal tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (?SPPI?) dari jumlah
pokok terutang. Instrumen hutang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
(?FVTOCI?), jika memenuhi kedua kondisi berikut ini: - Aset keuangan dikelola dalam model bisnis
yang tujuannya akan tercapai dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan;
dan - Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Seluruh aset keuangan lain
selanjutnya diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (?FVTPL?). Meskipun telah disebutkan
sebelumnya, entitas dapat menetapkan pilihan tak terbatalkan pada saat pengakuan awal aset
keuangan sebagai berikut: - Entitas dapat menyajikan perubahan selanjutnya nilai wajar investasi pada
instrumen ekuitas dalam penghasilan komprehensif lain jika kriteria tertentu dipenuhi; dan - Entitas
dapat menetapkan aset keuangan yang memenuhi kriteria biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI
sebagai diukur pada FVTPL, jika penetapan itu mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan
inkonsistensi pengukuran dan pengakuan. Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan setara kas,
piutang pembiayaan konsumen, tagihan anjak piutang, piutang bunga, piutang lain-lain yang
diklasifikasikan sebagai aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan investasi efek
tersedia untuk dijual yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain. Klasifikasi aset keuangan menggunakan pendekatan model bisnis dan
karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan tersebut. Setelah pengakuan awal, aset
keuangan diukur dengan biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
Page 15
lain dan nilai wajar melalui laporan laba rugi berdasarkan pada model bisnis yang diadopsi. Semua instrumen keuangan pada saat pengakuan awal diukur sebesar nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi (?FVTPL?), nilai wajar tersebut ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut. Aset keuangan dalam kelompok biaya diamortisasi dan liabilitas keuangan lainnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. (ii). Penghentian Pengakuan Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika, hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau Perusahaan mentransfer hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayarkan arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa penundaan berarti kepada pihak ketiga di bawah kesepakatan pelepasan (pass through arrangement); dan (a) Perusahaan telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau (b) Perusahaan tidak mentransfer maupun tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, namun telah mentransfer pengendalian atas aset. (iii). Penurunan nilai aset keuangan Entitas mengukur penyisihan kerugian aset keuangan sejumlah kerugian kredit ekspektasian (?ECL?), jika risiko kredit atas aset keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Jika pada tanggal pelaporan, risiko kredit atas instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, maka entitas akan mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah ECL 12 bulan. ECL 12 Bulan dan ECL Sepanjang Umur ECL 12 bulan adalah bagian dari kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya yang merepresentasikan ECL yang timbul dari peristiwa gagal bayar instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan (atau periode yang lebih pendek jika umur aset keuangan yang diharapkan kurang dari 12 bulan). ECL 12 bulan dibobot oleh probabilitas terjadinya gagal bayar dimaksud. ECL sepanjang umur adalah kerugian yang diakibatkan dari semua kejadian gagal bayar yang mungkin terjadi selama perkiraan waktu aset keuangan. Tahapan Kriteria Aset keuangan harus dialokasikan ke salah satu dari tiga tahap penurunan nilai (tahap 1, tahap 2, tahap 3) dengan menentukan apakah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan atas instrumen keuangan sejak pengakuan awal atau apakah fasilitas tersebut gagal bayar pada setiap tanggal pelaporan. Tahap 1: mencakup instrumen keuangan yang tidak memiliki peningkatan signifikan atas risiko kredit sejak pengakuan awal atau memiliki risiko kredit rendah pada tanggal pelaporan. Untuk aset ini, ECL 12 bulan akan dihitung. Tahap 2: mencakup instrumen keuangan yang mengalami peningkatan signifikan atas risiko kredit sejak pengakuan awal (kecuali jika memiliki risiko kredit rendah pada tanggal pelaporan), namun tidak memiliki bukti penurunan nilai yang objektif. Untuk aset ini, ECL sepanjang umur dihitung. ECL sepanjang umur adalah kerugian kredit yang diharapkan dihasilkan dari semua kejadian gagal bayar yang mungkin terjadi selama perkiraan umur dari instrumen keuangan. Tahap 3: mencakup instrumen keuangan yang memiliki bukti objektif penurunan nilai pada tanggal pelaporan. Tahap ini berisi debitur yang telah impaired (gagal bayar). Faktor utama dalam menentukan apakah instrumen keuangan memerlukan ECL 12 bulan (tahap 1) atau ECL sepanjang umur (tahap 2) disebut dengan kriteria Peningkatan Signifikan dalam Risiko Kredit (SICR). Penentuan kriteria peningkatan risiko kredit yang signifikan (SICR) memerlukan pengkajian apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan pada setiap tanggal pelaporan. PSAK 71 mensyaratkan penyertaan informasi tentang kejadian masa lalu, kondisi saat ini, dan perkiraan kondisi ekonomi masa depan. Perkiraan perubahan dalam kerugian kredit yang diharapkan harus mencerminkan, dan secara langsung konsisten dengan, perubahan dalam data terkait yang diobservasi dari periode ke periode. Perhitungan ECL ini membutuhkan estimasi forward-looking dari Probability of Default (PD), Loss Given Default (LGD), dan Exposure At Default (EAD). Evaluasi terhadap penurunan aset keuangan dilakukan oleh Perusahaan secara individual. Dalam menentukan ECL ini Perusahaan juga
Page 16
berpedoman pada POJK 35/POJK.05/2018 Pasal 97 dimana Perusahaan pembiayaan wajib
menghitung cadangan penyisihan penghapusan piutang pembiayaan paling rendah sebesar 1% (satu
persen) dari saldo piutang pembiayaan yang memiliki kualitas lancar setelah dikurangi agunan. 2.
Liabilitas keuangan Perusahaan menentukan klasifikasi atas liabilitas keuangan pada saat pengakuan
awal. Pada saat pengakuan awal liabilitas keuangan diukur pada nilai wajarnya. Liabilitas keuangan
Perusahaan terdiri dari beban masih harus dibayar dan utang lain-lain yang diklasifikasikan sebagai
liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Dalam hal liabilitas keuangan diukur
pada biaya perolehan diamortisasi, pada awalnya diakui pada nilai wajar dikurangi dengan biaya
transaksi yang bisa diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi, menggunakan suku bunga efektif kecuali jika dampak diskonto tidak material, maka
dinyatakan pada biaya perolehan. Beban bunga diakui dalam ?Beban Pendanaan? dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atau kerugian diakui sebagai laba rugi ketika
liabilitas keuangan tersebut dihentikan pengakuannya dan melalui proses amortisasi. Liabilitas
keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak ditunaikan atau
dibatalkan atau kadaluwarsa.
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan Peristiwa setelah akhir periode yang memberikan tambahan informasi mengenai posisi keuangan Events after reporting period
Perusahaan pada tanggal pelaporan (peristiwa penyesuai), jika ada, dicerminkan dalam laporan
keuangan. Peristiwa setelah akhir periode yang bukan peristiwa penyesuai diungkapkan dalam catatan
atas laporan keuangan jika material.
Penerapan standar akuntansi baru Tidak ada standar yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Ikatan Akuntan Adoption of new accounting standards
Indonesia yang relevan dengan operasi Perusahaan untuk periode akuntansi yang dimulai pada
tanggal 1 Januari 2022
Standar akuntansi yang telah disahkan namun Standar akuntansi dan interpretasi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif (DSAK), tetapi belum berlaku efektif untuk laporan keuangan tahun berjalan diungkapkan di bawah ini. effective
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023 Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan
Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang. Amandemen
PSAK 16: Aset Tetap - Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan Efektif berlaku pada atau
setelah tanggal 1 Januari 2025 PSAK 74, Kontrak Asuransi, yang diadopsi dari IFRS 17, berlaku efektif
1 Januari 2025, dengan penerapan dini diperkenankan untuk entitas yang juga telah menerapkan
PSAK 71 dan PSAK 72. Perusahaan sedang mengevaluasi dampak dari standar akuntansi tersebut
dan belum menentukan dampaknya terhadap laporan keuangan Perusahaan. Pada saat penerbitan
laporan keuangan ini, Perusahaan masih mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan
standar baru dan revisi tersebut pada laporan keuangan Perusahaan.
Page 17
[8611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Financing Industry - Current Year
30 September 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and Addition in property, plant, Property, plant, and
equipment, beginning period and equipment equipment, end period
Nilai perolehan, kotor Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment, Carrying amount, gross
496,452,822 496,452,822
dimiliki langsung directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
196,500,000 196,500,000
langsung
Dimiliki langsung 692,952,822 692,952,822 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
692,952,822 692,952,822
equipment
Akumulasi depresiasi Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment, Carrying amount, accumulated
493,424,899 1,505,670 494,930,569
dimiliki langsung directly owned depreciation
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
196,500,000 196,500,000
langsung
Dimiliki langsung 689,924,899 1,505,670 691,430,569 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
689,924,899 1,505,670 691,430,569
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
3,027,923 1,522,253
equipment
Page 18
[8611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Financing Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and Addition in property, plant, Property, plant, and
equipment, beginning period and equipment equipment, end period
Nilai perolehan, kotor Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment, Carrying amount, gross
496,452,822 496,452,822
dimiliki langsung directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
196,500,000 196,500,000
langsung
Dimiliki langsung 692,952,822 692,952,822 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
692,952,822 692,952,822
equipment
Akumulasi depresiasi Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment, Carrying amount, accumulated
476,416,309 17,008,590 493,424,899
dimiliki langsung directly owned depreciation
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
196,500,000 196,500,000
langsung
Dimiliki langsung 672,916,309 17,008,590 689,924,899 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
672,916,309 17,008,590 689,924,899
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
20,036,513 3,027,923
equipment
Page 19
[8611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - Financing Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap eban penyusutan untuk tahun 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 masing?masing sebesar Rp Disclosure of notes for property, plant and
1.505.670 dan Rp 17.008.590. Pada tanggal 30 September 2023, Perusahaan memiliki aset tetap equipment
berupa kendaraan, perabotan dan peralatan kantor yaitu 1 (satu) buah mobil, perabotan dan peralatan
kantor yang telah habis disusutkan, namun masih digunakan untuk menunjang operasional
Perusahaan. Harga perolehan tersebut adalah Rp 491.122.870. Perusahaan mengasuransikan aset
tetap terhadap risiko kehilangan dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 90.000.000
pada tanggal 30 September 2023 ke PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk dan Rp 105.000.000 pada
tanggal 31 Desember 2022 ke PT)Asuransi Kresna Mitra Tbk. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai
pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang akan timbul. Berdasarkan
analisa manajemen tidak terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang mungkin menimbulkan
indikasi penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
Page 20
[8694000a] Notes to the financial statements - Bank Loans by Order of Liquidity - Financing Industry
Page 21
[8694100] Disclosure of Notes to the financial statements - Bank Loans by Order of Liquidity - Financing Industry
Page 22
[8697000] Notes to the financial statements - Bank Loans by Order of Liquidity Interest Information - Financing Industry
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.