Skip to content
Back to announcement

FinancialStatement-2023-III-IDPR.pdf

Financial statement Text extracted IDPR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 62

Page 1
Nomor Surat                         70/DIR-IDPR/XI/2023
Nama Emiten                         PT Indonesia Pondasi Raya Tbk.
Kode Emiten                         IDPR
Perihal                             Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit



Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 9 Bulan yang berakhir pada 30/09/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :



Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :




 No       Nama          Kegiatan         Lokasi        Tahun          Status          Jumlah Aset         Satuan        Mata      Persentase
                         Usaha                        Komersil        Operasi                                           Uang         (%)
 1    PT Gema          konstruksi     Ruko Sedayu       2018          Operasi         41.305.880.127      PENUH         IDR          50.0
      Bahana                          Square Blok
      Utama                            A1, 2, 3, 5
 2    PT              pembuatan       Ruko Fluorite     1992          Operasi        813.799.841.080      PENUH         IDR         99.97
      Rekagunatek        tiang        Blok FR 028-
      Persada          pancang        029, Gading
                      precast dan       Serpong,
                      prestressed      Tangerang
                        dan jasa         15810
                     pemancangan
                            .




      Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Indonesia Pondasi Raya Tbk. yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara

                elektronik. PT Indonesia Pondasi Raya Tbk. bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information

Informasi umum                                                                     General information
                                                30 September 2023
Nama entitas                            PT Indonesia Pondasi Raya                                     Entity name
                                        Tbk.
Penjelasan perubahan nama dari akhir                                       Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya                                                   the end of the preceding reporting
                                                                                                           period
Kode entitas                            IDPR                                                          Entity code
Nomor identifikasi entitas              AA720                                       Entity identification number
Industri utama entitas                  Properti / Property                                  Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih           PSAK                                    Selected accounting standards
Sektor                                  J. Infrastructures                                                 Sector
Subsektor                               J2. Heavy Constructions & Civil                                 Subsector
                                        Engineering
Industri                                J21. Heavy Constructions &                                        Industry
                                        Civil Engineering
Subindustri                             J211. Heavy Constructions &                                   Subindustry
                                        Civil Engineering
Informasi pemegang saham                                                    Controlling shareholder information
                                        Individual WNI
pengendali
Jenis entitas                           Local Company - Indonesia                                   Type of entity
                                        Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan              Saham / Stock                                    Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat                                              Type of board on which the entity is
                                       Utama / Main
entitas tercatat                                                                                             listed
Apakah merupakan laporan keuangan                                          Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok       Entitas tunggal / Single entity       of an individual entity or a group of
entitas                                                                                                    entities
Periode penyampaian laporan                                                       Period of financial statements
                                       Kuartal III / Third Quarter
keuangan                                                                                             submissions
Tanggal awal periode berjalan          January 01, 2023                                 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan         September 30, 2023                                Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya         December 31, 2022                                      Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya        January 01, 2022                                    Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya       September 30, 2022                                  Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya       December 31, 2021                                   Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan                    Rupiah / IDR                        Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan                                         Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah                                       presentation currency is other than
                                                                                                            rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam                                              Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan      Satuan Penuh / Full Amount                                         statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit               Type of report on financial statements
Jenis opini auditor                                                                    Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf                                                         Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu                                         emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan                                                                paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review                                                            Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama                                                           Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama                                                                  Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama                                                          Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil                                            Date of auditor's opinion or result of
laporan review                                                                                      review report
Page 3
Auditor tahun berjalan                                               Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan                   Name of current year audit signing
                                                                                   partner
Lama tahun penugasan partner yang                     Number of years served as audit
menandatangani                                                            signing partner
Auditor tahun sebelumnya                                                Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya                   Name of prior year audit signing
                                                                                   partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan                     Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor:                                 No. 75/POJK.04/2017 concerning
                                     Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung                responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan                                  financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan                       Compliance to the independency of
independensi akuntan yang                          Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal               Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor             Ya / Yes               rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang                                  concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik                        Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan                              Financial Services Activities.
Page 4
[2210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - Property Industry

Laporan posisi keuangan                                       Statement of financial position
                                  30 September 2023   31 December 2022
Aset                                                                                             Assets
  Aset lancar                                                                         Current assets
     Kas dan setara kas                                                           Cash and cash
                                      4,182,805,235      5,050,000,798
                                                                                       equivalents
     Aset keuangan lancar                                               Current financial assets
          Aset keuangan lancar                                          Other current financial
                                        745,757,629        296,670,004
          lainnya                                                                        assets
     Piutang usaha                                                            Trade receivables
          Piutang usaha pihak                                          Trade receivables third
                                   315,223,324,632     126,532,313,853
          ketiga                                                                        parties
     Piutang retensi                                                      Retention receivables
          Piutang retensi pihak                                         Retention receivables
                                   113,120,047,926      92,232,844,386
          ketiga                                                                  third parties
     Tagihan bruto pemberi                                                 Unbilled receivables
     kerja
          Tagihan bruto pemberi                                          Unbilled receivables
                                   346,696,555,860     386,504,070,933
          kerja pihak ketiga                                                      third parties
     Piutang lainnya                                                          Other receivables
          Piutang lainnya pihak                                        Other receivables third
                                         52,133,030        138,742,030
          ketiga                                                                        parties
     Persediaan lancar                                                      Current inventories
          Persediaan lancar        179,014,107,003     155,731,231,206  Current inventories
     Uang muka lancar                                                         Current advances
          Uang muka lancar atas                                         Current advances on
                                     30,480,607,727     23,501,530,727
          investasi                                                              investments
          Uang muka lancar                                                      Other current
                                     32,652,457,291     10,439,292,684
          lainnya                                                                    advances
     Pajak dibayar dimuka                                                  Current prepaid taxes
                                        462,340,556         93,888,035
     lancar
     Jumlah aset lancar           1,022,630,136,889    800,520,584,656      Total current assets
   Aset tidak lancar                                                              Non-current assets
     Properti investasi              50,032,641,834      52,259,585,643     Investment properties
     Aset tetap                                                                Property, plant, and
                                   640,488,322,961      688,901,472,030
                                                                                         equipment
       Aset tidak lancar                                                         Other non-current
                                                            810,460,000
       non-keuangan lainnya                                                    non-financial assets
       Jumlah aset tidak lancar     690,520,964,795     741,971,517,673 Total non-current assets
   Jumlah aset                    1,713,151,101,684   1,542,492,102,329                   Total assets
Liabilitas dan ekuitas                                                              Liabilities and equity
   Liabilitas                                                                                 Liabilities
       Liabilitas jangka pendek                                                 Current liabilities
          Pinjaman jangka                                                 Short-term non-bank
                                   261,289,240,116      256,833,175,327
          pendek non-bank                                                                   loans
          Utang usaha                                                          Trade payables
              Utang usaha pihak                                            Trade payables
                                   327,094,138,249      176,772,389,543
              ketiga                                                            third parties
              Utang usaha pihak                                            Trade payables
                                                             43,898,000
              berelasi                                                       related parties
          Uang muka                                                        Current advances
          pelanggan jangka                                                    from customers
Page 5
      pendek
          Uang muka                                                     Current advances
          pelanggan jangka                                                from customers
                                   180,761,929,029    145,524,102,518
          pendek pihak                                                        third parties
          ketiga
      Beban akrual jangka                                                  Current accrued
                                     1,139,405,634       336,928,062
      pendek                                                                     expenses
      Utang pajak                   14,305,231,270      6,014,515,994        Taxes payable
      Liabilitas jangka                                               Current maturities of
      panjang yang jatuh                                               long-term liabilities
      tempo dalam satu
      tahun
          Liabilitas jangka                                             Current maturities
          panjang yang jatuh                                                of bank loans
          tempo dalam satu          62,851,414,171     37,868,080,840
          tahun atas utang
          bank
          Liabilitas jangka                                             Current maturities
          panjang yang jatuh                                             of finance lease
          tempo dalam satu           1,936,184,535      4,866,306,331            liabilities
          tahun atas liabilitas
          sewa pembiayaan
      Jumlah liabilitas                                                        Total current
                                   849,377,543,004    628,259,396,615
      jangka pendek                                                                liabilities
  Liabilitas jangka                                                       Non-current liabilities
  panjang
      Liabilitas jangka                                                 Long-term liabilities
      panjang setelah                                                         net of current
      dikurangi bagian                                                            maturities
      yang jatuh tempo
      dalam satu tahun
          Liabilitas jangka                                                Long-term bank
          panjang atas utang       191,203,772,212    230,154,832,847               loans
          bank
          Liabilitas jangka                                             Long-term finance
          panjang atas                                                     lease liabilities
                                     8,355,890,727      7,702,079,296
          liabilitas sewa
          pembiayaan
      Pendapatan                                                         Non-current deferred
      ditangguhkan jangka               99,603,837       996,038,523                 revenue
      panjang
      Kewajiban imbalan                                                             Long-term
      pasca kerja jangka            52,039,516,236     44,624,533,100        post-employment
      panjang                                                              benefit obligations
      Jumlah liabilitas                                                    Total non-current
                                   251,698,783,012    283,477,483,766
      jangka panjang                                                                 liabilities
  Jumlah liabilitas               1,101,076,326,016   911,736,880,381             Total liabilities
Ekuitas                                                                                         Equity
  Ekuitas yang                                                            Equity attributable to
  diatribusikan kepada                                                  equity owners of parent
  pemilik entitas induk                                                                       entity
      Saham biasa                  200,300,000,000    200,300,000,000         Common stocks
      Tambahan modal                                                         Additional paid-in
                                   341,060,989,128    341,060,989,128
      disetor                                                                            capital
      Cadangan pengukuran                                                           Reserve of
      kembali program               18,541,945,375     21,663,472,768     remeasurements of
      imbalan pasti                                                      defined benefit plans
      Saldo laba                                                          Retained earnings
      (akumulasi kerugian)                                                             (deficit)
          Saldo laba yang                                                     Appropriated
Page 6
         telah ditentukan       40,100,000,000       40,100,000,000    retained earnings
         penggunaannya
         Saldo laba yang                                                 Unappropriated
         belum ditentukan       13,144,532,724       17,301,576,415    retained earnings
         penggunaannya
      Jumlah ekuitas yang                                                    Total equity
      diatribusikan kepada                                          attributable to equity
                               613,147,467,227      620,426,038,311
      pemilik entitas induk                                              owners of parent
                                                                                     entity
   Kepentingan                                                       Non-controlling interests
                               ( 1,072,691,559 )     10,329,183,637
   non-pengendali
   Jumlah ekuitas              612,074,775,668      630,755,221,948                 Total equity
Jumlah liabilitas dan                                                  Total liabilities and equity
                              1,713,151,101,684    1,542,492,102,329
ekuitas
Page 7
[2311000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by function - Property Industry

Laporan laba rugi dan penghasilan                            Statement of profit or loss and other
komprehensif lain                                                        comprehensive income
                                     30 September 2023      30 September 2022
Penjualan dan pendapatan                                                                        Sales and revenue
                                       925,592,047,189        817,517,533,150
usaha
Beban pokok penjualan dan                                                               Cost of sales and revenue
                                     ( 815,467,882,675 )    ( 709,068,404,598 )
pendapatan
Jumlah laba bruto                      110,124,164,514        108,449,128,552                  Total gross profit
Beban penjualan                         ( 252,085,400 )         ( 83,990,934 )                    Selling expenses
Beban umum dan administrasi                                                           General and administrative
                                      ( 85,359,132,067 )     ( 79,929,087,672 )
                                                                                                          expenses
Pendapatan keuangan                           18,970,699             20,169,261                    Finance income
Beban bunga dan keuangan              ( 37,064,337,635 )     ( 31,123,847,686 )        Interest and finance costs
Pendapatan lainnya                           934,764,176         14,117,947,663                       Other income
Beban lainnya                              ( 92,293,678 )      ( 1,400,437,095 )                   Other expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum                                                          Total profit (loss) before tax
                                      ( 11,689,949,391 )       10,049,882,089
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak               ( 1,837,943,443 )      ( 1,765,533,425 )           Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi                                                         Total profit (loss) from
                                      ( 13,527,892,834 )         8,284,348,664
yang dilanjutkan                                                                         continuing operations
Jumlah laba (rugi)                    ( 13,527,892,834 )         8,284,348,664                 Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif                                                         Other comprehensive income,
lainnya, setelah pajak                                                                                    after tax
    Pendapatan komprehensif                                                           Other comprehensive
    lainnya yang tidak akan                                                         income that will not be
    direklasifikasi ke laba rugi,                                                   reclassified to profit or
    setelah pajak                                                                               loss, after tax
        Pendapatan komprehensif                                                    Other comprehensive
        lainnya atas pengukuran                                                                  income for
        kembali kewajiban              ( 3,149,553,446 )         2,574,676,928 remeasurement of defined
        manfaat pasti, setelah                                                 benefit obligation, after tax
        pajak
        Jumlah pendapatan                                                                    Total other
        komprehensif lainnya                                                   comprehensive income
        yang tidak akan                ( 3,149,553,446 )         2,574,676,928          that will not be
        direklasifikasi ke laba                                                 reclassified to profit or
        rugi, setelah pajak                                                               loss, after tax
    Jumlah pendapatan                                                          Total other comprehensive
    komprehensif lainnya,              ( 3,149,553,446 )         2,574,676,928            income, after tax
    setelah pajak
Jumlah laba rugi komprehensif         ( 16,677,446,280 )       10,859,025,592      Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat                                                               Profit (loss) attributable to
diatribusikan
    Laba (rugi) yang dapat                                                           Profit (loss) attributable to
                                       ( 2,154,043,691 )         7,544,233,696
    diatribusikan ke entitas induk                                                                  parent entity
    Laba (rugi) yang dapat                                                           Profit (loss) attributable to
    diatribusikan ke kepentingan      ( 11,373,849,143 )           740,114,968        non-controlling interests
    non-pengendali
Laba rugi komprehensif yang                                                               Comprehensive income
dapat diatribusikan                                                                                 attributable to
    Laba rugi komprehensif yang                                                         Comprehensive income
    dapat diatribusikan ke entitas     ( 5,275,571,084 )       10,137,925,879       attributable to parent entity
    induk
    Laba rugi komprehensif yang                                                        Comprehensive income
Page 8
  dapat diatribusikan ke        ( 11,401,875,196 )    721,099,713 attributable to non-controlling
  kepentingan non-pengendali                                                            interests
Laba (rugi) per saham                                                   Earnings (loss) per share
  Laba per saham dasar                                               Basic earnings per share
  diatribusikan kepada                                                    attributable to equity
  pemilik entitas induk                                           owners of the parent entity
      Laba (rugi) per saham                                        Basic earnings (loss) per
      dasar dari operasi yang              ( 1.08 )          3.77      share from continuing
      dilanjutkan                                                                  operations
Page 9
[2410000] Statement of changes in equity - Property Industry - Current Year

30 September 2023


Laporan perubahan ekuitas                                                                                                                                                                                                                             Statement of changes in equity
                                                                                                Cadangan pengukuran      Saldo laba yang telah   Saldo laba yang belum      Ekuitas yang dapat
                                                                                                                                                                                                        Kepentingan
                                                 Saham biasa       Tambahan modal disetor          kembali program            ditentukan               ditentukan          diatribusikan kepada                                     Ekuitas
                                                                                                                                                                                                       non-pengendali
                                                                                                     imbalan pasti         penggunaannya            penggunaannya              entitas induk
                                                                                                       Reserve of
                                                                                                                         Appropriated retained   Unappropriated retained   Equity attributable to
                                                 Common stocks     Additional paid-in capital     remeasurements of                                                                                 Non-controlling interests       Equity
                                                                                                                              earnings                 earnings               parent entity
                                                                                                 defined benefit plans
Posisi ekuitas                                                                                                                                                                                                                                                                       Equity position
  Saldo awal periode sebelum penyajian kembali                                                                                                                                                                                                        Balance before restatement at beginning of
                                                 200,300,000,000        341,060,989,128              21,663,472,768          40,100,000,000           17,301,576,415          620,426,038,311             10,329,183,637         630,755,221,948
                                                                                                                                                                                                                                                                                            period
  Posisi ekuitas, awal periode                   200,300,000,000        341,060,989,128              21,663,472,768          40,100,000,000           17,301,576,415          620,426,038,311            10,329,183,637           630,755,221,948     Equity position, beginning of the period
  Laba (rugi)                                                                                                                                       ( 2,154,043,691 )         ( 2,154,043,691 )       ( 11,373,849,143 )        ( 13,527,892,834 )                                    Profit (loss)
  Pendapatan komprehensif lainnya                                                                  ( 3,121,527,393 )                                                          ( 3,121,527,393 )            ( 28,026,053 )         ( 3,149,553,446 )                Other comprehensive income
  Distribusi dividen kas                                                                                                                            ( 2,003,000,000 )         ( 2,003,000,000 )                                   ( 2,003,000,000 )               Distributions of cash dividends
  Posisi ekuitas, akhir periode                  200,300,000,000        341,060,989,128              18,541,945,375          40,100,000,000           13,144,532,724          613,147,467,227           ( 1,072,691,559 )         612,074,775,668           Equity position, end of the period
Page 10
[2410000] Statement of changes in equity - Property Industry - Prior Year

30 September 2022


Laporan perubahan ekuitas                                                                                                                                                                                                                           Statement of changes in equity
                                                                                                Cadangan pengukuran      Saldo laba yang telah   Saldo laba yang belum      Ekuitas yang dapat
                                                                                                                                                                                                        Kepentingan
                                                 Saham biasa       Tambahan modal disetor          kembali program            ditentukan               ditentukan          diatribusikan kepada                                   Ekuitas
                                                                                                                                                                                                       non-pengendali
                                                                                                     imbalan pasti         penggunaannya            penggunaannya              entitas induk
                                                                                                       Reserve of
                                                                                                                         Appropriated retained   Unappropriated retained   Equity attributable to
                                                 Common stocks     Additional paid-in capital     remeasurements of                                                                                 Non-controlling interests      Equity
                                                                                                                              earnings                 earnings               parent entity
                                                                                                 defined benefit plans
Posisi ekuitas                                                                                                                                                                                                                                                                     Equity position
  Saldo awal periode sebelum penyajian kembali                                                                                                                                                                                                      Balance before restatement at beginning of
                                                 200,300,000,000        341,060,989,128              24,132,898,440          40,100,000,000           10,827,482,504          616,421,370,072              4,153,695,220        620,575,065,292
                                                                                                                                                                                                                                                                                          period
  Posisi ekuitas, awal periode                   200,300,000,000        341,060,989,128              24,132,898,440          40,100,000,000           10,827,482,504          616,421,370,072              4,153,695,220        620,575,065,292     Equity position, beginning of the period
  Laba (rugi)                                                                                                                                          7,544,233,696             7,544,233,696               740,114,968           8,284,348,664                                    Profit (loss)
  Pendapatan komprehensif lainnya                                                                     2,593,692,183                                                              2,593,692,183             ( 19,015,255 )          2,574,676,928                 Other comprehensive income
  Distribusi dividen kas                                                                                                                            ( 2,003,000,000 )         ( 2,003,000,000 )                                 ( 2,003,000,000 )               Distributions of cash dividends
  Posisi ekuitas, akhir periode                  200,300,000,000        341,060,989,128              26,726,590,623          40,100,000,000           16,368,716,200          624,556,295,951              4,874,794,933        629,431,090,884           Equity position, end of the period
Page 11
[2510000] Statement of cash flows, direct method - Property Industry

Laporan arus kas                                                            Statement of cash flows
                                  30 September 2023     30 September 2022
Arus kas dari aktivitas operasi                                                  Cash flows from operating
                                                                                                   activities
   Penerimaan kas dari                                                                Cash receipts from
   aktivitas operasi                                                                  operating activities
       Penerimaan dari                                                         Receipts from customers
                                    799,838,098,533       729,408,760,447
       pelanggan
   Pembayaran kas dari                                                           Cash payments from
   aktivitas operasi                                                              operating activities
       Pembayaran kepada                                                    Payments to suppliers for
       pemasok atas barang dan    ( 651,529,826,575 )   ( 611,049,424,202 )     goods and services
       jasa
       Pembayaran kas lainnya                                                  Other cash payments for
                                   ( 67,253,261,456 )    ( 68,676,740,290 )
       untuk beban operasi                                                           operating activities
   Kas diperoleh dari                                                        Cash generated from (used
                                     81,055,010,502          49,682,595,955
   (digunakan untuk) operasi                                                                in) operations
   Penerimaan bunga dari                                                            Interests received from
                                          18,970,699             20,169,261
   aktivitas operasi                                                                     operating activities
   Pembayaran bunga dari                                                      Interests paid from operating
                                   ( 36,511,219,875 )    ( 30,612,712,653 )
   aktivitas operasi                                                                               activities
   Penerimaan pengembalian                                                   Income taxes refunded (paid)
   (pembayaran) pajak                                                              from operating activities
                                    ( 1,899,095,999 )      ( 2,883,428,642 )
   penghasilan dari aktivitas
   operasi
   Jumlah arus kas bersih                                                            Total net cash flows
   yang diperoleh dari                                                            received from (used in)
                                     42,663,665,327        16,206,623,921
   (digunakan untuk) aktivitas                                                        operating activities
   operasi
Arus kas dari aktivitas                                                           Cash flows from investing
investasi                                                                                           activities
   Pembayaran untuk perolehan                                                   Payments for acquisition of
                                    ( 6,979,077,000 )     ( 6,977,667,000 )
   properti investasi                                                                investment properties
   Penerimaan dari penjualan                                                     Proceeds from disposal of
                                                                 8,000,000
   aset tetap                                                                      property and equipment
   Pembayaran untuk perolehan                                                   Payments for acquisition of
                                   ( 22,411,871,643 )    ( 61,390,774,157 )
   aset tetap                                                                      property and equipment
   Jumlah arus kas bersih                                                            Total net cash flows
   yang diperoleh dari                                                            received from (used in)
                                   ( 29,390,948,643 )    ( 68,360,441,157 )
   (digunakan untuk) aktivitas                                                         investing activities
   investasi
Arus kas dari aktivitas                                                           Cash flows from financing
pendanaan                                                                                          activities
   Penerimaan pinjaman bank         981,282,589,949      1,471,105,497,986       Proceeds from bank loans
   Pembayaran pinjaman bank                           ( 1,408,952,047,143          Payments of bank loans
                                  ( 991,143,191,831 )
                                                                         )
   Penerimaan liabilitas sewa                                                Proceeds from finance lease
                                       2,202,621,304
   pembiayaan                                                                                    liabilities
   Pembayaran liabilitas sewa                                                  Payments of finance lease
                                    ( 4,478,931,669 )     ( 4,215,742,096 )
   pembiayaan                                                                                    liabilities
   Pembayaran dividen dari                                                  Dividends paid from financing
                                    ( 2,003,000,000 )     ( 2,003,000,000 )
   aktivitas pendanaan                                                                           activities
   Jumlah arus kas bersih                                                           Total net cash flows
   yang diperoleh dari                                                           received from (used in)
                                   ( 14,139,912,247 )       55,934,708,747
   (digunakan untuk) aktivitas                                                       financing activities
   pendanaan
Page 12
Jumlah kenaikan (penurunan)    ( 867,195,563 )   3,780,891,511  Total net increase (decrease)
bersih kas dan setara kas                                       in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas,                                   Cash and cash equivalents cash
                               5,050,000,798     4,580,595,037
awal periode                                                      flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas,                                       Cash and cash equivalents
                               4,182,805,235     8,361,486,548
akhir periode                                                   cash flows, end of the period
Page 13
[2610000] Explanation for Significant Accounting Policy - Property Industry


Kebijakan akuntansi signifikan                                                                                                                                                    Significant accounting policies
                                                                                               30 September 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan   Laporan keuangan konsolidasian interim, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun secara akrual                                       Basis of preparation of consolidated
konsolidasian                       dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun tertentu yang diukur                                                         financial statements
                                    berdasarkan basis lain seperti yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi terkait.Laporan arus kas
                                    konsolidasian interim menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang dikelompokkan ke
                                    dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi disajikan dengan
                                    menggunakan metode langsung.Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan
                                    konsolidasian interim konsisten dengan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
                                    untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, kecuali untuk penerapan PSAK yang baru dan
                                    revisi yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2021 seperti yang diungkapkan dalam Catatan
                                    ini.Penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim sesuai dengan SAK Indonesia mengharuskan
                                    manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi penerapan kebijakan
                                    akuntansi dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini dibuat
                                    berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil
                                    yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal-hal yang melibatkan pertimbangan atau
                                    kompleksitas yang lebih tinggi atau hal-hal dimana asumsi dan estimasi adalah signifikan terhadap laporan
                                    keuangan konsolidasian interim diungkapkan dalam Catatan 3 atas laporan keuangan konsolidasian
                                    interim.Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian interim adalah Rupiah
                                    atau Rp yang juga merupakan mata uang fungsional Kelompok Usaha.Penerapan PSAK yang Baru dan
                                    DirevisiKelompok Usaha telah menerapkan PSAK yang baru dan revisi, yang berlaku efektif:1 Januari 2021
                                    amendemen PSAK No. 22: Kombinasi Bisnis tentang Definisi Bisnis PSAK No. 1 (Penyesuaian Tahunan
                                    2021): Penyajian Laporan Keuangan PSAK No. 13 (Penyesuaian Tahunan 2021): Property Investasi PSAK
                                    No. 48 (Penyesuaian Tahunan 2021): Penurunan Nilai Aset Amendemen PSAK No. 55: Instrument Keuangan
                                    - Pengakuan dan Pengukuran, PSAK No. 60: Instrumen Keuangan - Pengungkapan, PSAK No. 62: Kontrak
                                    Asuransi, PSAK No. 71: Instrumen Keuangan dan PSAK No. 73: Sewa tentang Reformasi Acuan Suku Bunga
                                    Tahap 2 PSAK No. 66 (Penyesuaian Tahunan 2021): Pengaturan Bersama PSAK No. 16 (Penyesuaian
                                    Tahunan 2021): Perjanjian Konsensi Jasa1 April 2021 Amendemen PSAK No. 73: Konsensi Sewa terkait
                                    Covid-19 setelah 30 Juni 2021Penerapan standar yang direvisi tidak mengakibatkan perubahan substansial
                                    terhadap kebijakan akuntansi Kelompok Usaha dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang
                                    dilaporkan untuk tahun
                                    berjalan.-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------The interim
                                    consolidated financial statements, except for the consolidated statement of cash flows, have been prepared
                                    based on the accrual basis using the historical cost concept of accounting, except for certain accounts which
                                    are measured on the basis described in the related accounting policies.The interim consolidated statement of
                                    cash flows present receipts and payments of cash and cash equivalents classified into operating, investing
                                    and financing activities. The cash flows from operating activities are presented using the direct method.The
                                    accounting policies adopted in the preparation of the interim consolidated financial statements are consistent
                                    with those adopted in the preparation of the consolidated financial statements for the year ended December
                                    31, 2020, except for the adoption of new and revised PSAK effective January 1, 2021 as disclosed in this
                                    Note.The preparation of interim consolidated financial statements in conformity with Indonesian SAK requires
                                    management to make judgment, estimates and assumptions that affect the application of accounting policies
Page 14
                              and the reported amounts of assets, liabilities, income and expenses. Although these estimates are based on
                              management best knowledge and judgment of current events and actions, actual results may ultimately differ
                              from those estimates. The areas involving a higher degree of judgment or complexity, or areas where
                              assumptions and estimates are significant to the interim consolidated financial statements are disclosed in
                              Note 3 to the interim consolidated financial statements.The reporting currency used in the preparation of the
                              interim consolidated financial statements is Rupiah or Rp which also represents functional currency of the
                              Group.Adoption of New and Revised PSAKThe Group adopted the following new and revised PSAK that are
                              mandatory for application effective:January 1, 2021 amendments to PSAK No. 22: Business Combination
                              regarding Definition of Business PSAK No. 1 (2021 Annual Improvement): Presentation of Financial
                              Instruments PSAK No. 13 (2021 Annual Improvement): Investment Property PSAK No. 48 (2021 Annual
                              Improvement): Impairment of Assets amendment to PSAK No. 55: Financial Instruments - Recognition and
                              Measurement, PSAK No. 60: Financial Instruments - Disclosures, PSAK No. 62: Insurance Contracts, PSAK
                              No. 71: Financial Instruments and PSAK No. 73: Leases regarding Interest Rate Benchmark Reform Phase 2
                              PSAK No. 66 (2021 Annual Improvement): Joint Arrangement PSAK No. 16 (2021 Annual Improvement):
                              Service Concession ArrangementsApril 1, 2021 amendments to PSAK No. 73: Lease Concessions related to
                              Covid-19 beyond June 30, 2021The adoption of the revised standards did not result in substantial changes to
                              the Group accounting policies and had no material effect on the amounts reported for the current year.
Prinsip-prinsip konsolidasi   Entitas anak adalah seluruh entitas dimana Kelompok Usaha memiliki pengendalian. Kelompok Usaha                                             Principles of consolidation
                              mengendalikan investee ketika (a) memiliki kekuasaan atas investee, (b) eksposur atau hak atas imbal hasil
                              variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan (c) memiliki kemampuan untuk menggunakan
                              kekuasaannya atas investee untuk memengaruhi jumlah imbal hasil. Kelompok Usaha menilai kembali
                              apakah Kelompok Usaha mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya
                              perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.Konsolidasi atas entitas anak dimulai
                              sejak tanggal Kelompok Usaha memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berakhir ketika Kelompok
                              Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak. Penghasilan dan beban entitas anak dimasukkan atau
                              dilepaskan selama tahun berjalan dalam laba rugi dari tanggal diperolehnya pengendalian sampai dengan
                              tanggal ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak.Laba rugi dan setiap komponen
                              dari penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepentingan
                              nonpengendali, meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan nonpengendali memiliki saldo defisit. Jika
                              diperlukan, dilakukan penyesuaian atas laporan keuangan entitas anak guna memastikan keseragaman
                              dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha. Mengeliminasi secara penuh aset dan liabilitas, penghasilan,
                              beban, dan arus kas dalam intra grup terkait dengan transaksi antar entitas dalam Kelompok
                              Usaha.Perubahan dalam bagian kepemilikan atas entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
                              pengendalian pada entitas anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Setiap perbedaan antara jumlah tercatat
                              kepentingan nonpengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui
                              secara langsung di ekuitas dan mengatribusikannya kepada pemilik entitas indukKetika Kelompok Usaha
                              kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka Kelompok Usaha menghentikan pengakuan atas aset
                              (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait, sementara keuntungan atau kerugian
                              yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai
                              wajar.-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Subsidiaries are
                              entities over which the Group has control. The Group controls an investee when the Group (a) has power over
                              the investee, (b) is exposed or has rights to variable returns from its involvement with the investee, and (c)
                              has the ability to use its power over the investee to affect its returns. The Group re-assesses whether or not it
                              controls an investee if facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three
                              elements of control.Consolidation of a subsidiary begins when the Group obtains control over the subsidiary
                              and ceases when the Group losses control of the subsidiary. Income and expenses of a subsidiary acquired
                              or disposed of during the year are included in the profit or loss from the date the Group gains control until the
Page 15
                                      date the Group ceases to control the subsidiary.Profit or loss and each component of other comprehensive
                                      income are attributed to owners of the parent entity and to the non-controlling interests, even if this results in
                                      the non-controlling interests having a deficit balance. When necessary, adjustments are made to the financial
                                      statements of subsidiaries to bring their accounting policies into line with the Group accounting policies. All
                                      intra-group assets and liabilities, equity, income, expenses and cash flows relating to transactions between
                                      members of the Group are eliminated in full on consolidation.A change in the ownership interest of a
                                      subsidiary, without a loss of control, is accounted for as an equity transaction. Any difference between the
                                      amount by which the non-controlling interests are adjusted and the fair value of the consideration paid or
                                      received is recognized directly in equity and attributed to owners of the parent entity.If the Group losses
                                      control over a subsidiary, it derecognizes the related assets (including goodwill), liabilities, non-controlling
                                      interest and other components of equity while any resulting gain or loss is recognized in profit or loss. Any
                                      investment retained is recognized at fair value.
Kas dan setara kas                    Kas dan bank terdiri dari kas dan bank tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi                                            Cash and cash equivalents
                                      penggunaannya.---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Cash
                                      on hand and in banks represent cash on hand and in banks neither used as collateral nor restricted.




Piutang usaha dan piutang lain-lain   Aset keuangan Kelompok Usaha meliputi kas dan bank, piutang usaha, piutang retensi, piutang lain-lain,                                    Trade and other receivables
                                      tagihan bruto kepada pemberi kerja dan aset lancar lainnya. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset
                                      lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset
                                      tidak lancar.Kelompok Usaha menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit
                                      ekspektasian tersebut terhadap piutang usaha, piutang retensi, piutang lain-lain dan tagihan bruto kepada
                                      pemberi kerja tanpa komponen pendanaan yang signifikan.Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap
                                      kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban
                                      pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih
                                      dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam Piutang usaha, piutang
                                      retensi dan tagihan bruto kepada pemberi kerja dan liabilitas kontrak disajikan dalam "Uang muka dari
                                      pelanggan.Penurunan Nilai Piutang Usaha, Retensi, Lain-lain dan Tagihan Bruto kepada Pemberi
                                      KerjaTingkat provisi yang spesifik dievaluasi oleh manajemen dengan dasar faktor-faktor yang memengaruhi
                                      tingkat tertagihnya piutang tersebut. Dalam kasus ini, Kelompok Usaha menggunakan pertimbangan
                                      berdasarkan fakta dan kondisi terbaik yang tersedia meliputi tetapi tidak terbatas pada jangka waktu
                                      hubungan Kelompok Usaha dengan pelanggan dan status kredit pelanggan berdasarkan laporan dari pihak
                                      ketiga dan faktor-faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat pencadangan spesifik untuk pelanggan
                                      terhadap jumlah jatuh tempo untuk mengurangi piutang Kelompok Usaha menjadi jumlah yang diharapkan
                                      tertagih.Pencadangan secara spesifik ini dievaluasi dan disesuaikan kembali jika terdapat informasi tambahan
                                      yang diterima memengaruhi jumlah yang diestimasikan. Selain provisi khusus terhadap piutang yang
                                      signifikan secara individual, Kelompok Usaha juga mengakui provisi penurunan nilai secara kolektif terhadap
                                      risiko kredit debitur yang dikelompokkan berdasarkan karakteristik kredit yang sama, dan meskipun tidak
                                      secara spesifik diidentifikasi membutuhkan provisi khusus, memiliki risiko gagal bayar lebih tinggi daripada
                                      ketika awal piutang tersebut diberikan kepada debitur.Kelompok Usaha menerapkan pendekatan yang
                                      disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan cadangan kerugian kredit
                                      ekspektasian seumur hidup untuk seluruh piutang usaha. Dalam penentuan kerugian kredit ekspektasian,
                                      manajemen diharuskan untuk menggunakan pertimbangan dalam mendefinisikan hal apa yang dianggap
                                      sebagai kenaikan risiko kredit yang signifikan dan dalam pembuatan asumsi dan estimasi, untuk
                                      menghubungkan informasi yang relevan tentang kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi
Page 16
             ekonomi. Pertimbangan diaplikasikan dalam menentukan periode seumur hidup dan saat pengakuan awal
             piutangJumlah tercatat piutang usaha, retensi, lain-lain dan tagihan bruto kepada pemberi kerja Kelompok
             Usaha diungkapkan di dalam Catatan 5, 6, 7, dan 8 atas laporan keuangan konsolidasian
             interim.---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------The Group
             financial assets include cash on hand and in banks, trade receivables, retention receivables, other
             receivables, gross amount due from customers and other current assets. Financial assets in this category are
             classified as current assets if expected to be settled within 12 months, otherwise they are classified as
             non-current.The Group applied a simplified approach to measure such expected credit loss for trade
             receivables, retention receivables, other receivables and gross amount due from customers without significant
             financing component.Payment of the transaction price differs for each contracts. A contract asset is
             recognized once the consideration paid by customer is less than the balance of performance obligation which
             has been satisfied. A contract liability is recognized once the consideration paid by customer is more than the
             balance of performance obligation which has been satisfied. Contract assets are presented under Trade
             receivables, retention receivables and gross amount due from customers and contract liabilities are presented
             under Advance from customers.Impairment of Trade, Retention, Other Receivables and Gross Amount Due
             from CustomersThe level of a specific provision is evaluated by management on the basis of factors that
             affect the collectibility of the accounts. In these cases, the Group uses judgment based on the best available
             facts and circumstances, including but not limited to, the length of the Group relationship with the customers
             and customers?redits status based on third-party credit reports and known market factors, to record specific
             reserves for customers against amounts due in order to reduce the Group receivables to amounts that it
             expects to collect.These specific reserves are re-evaluated and adjusted as additional information received
             affects the amounts estimated. In addition to specific provision against individually significant receivables, the
             Group also recognizes a collective impairment provision against credit exposure of its debtors which are
             grouped based on common credit characteristics, and although not specifically identified as requiring a
             specific provision, have a greater risk of default than when the receivables were originally granted to the
             debtors.Group applies simplified approach to measuring expected credit losses which uses a lifetime
             expected loss allowance for all trade receivables. In determining expected credit losses, management is
             required to exercise judgment in defining what is considered to be a significant increase in credit risk and in
             making assumptions and estimates to incorporate relevant information about past events, current conditions
             and forecasts of economic conditions. Judgment has been applied in determining the lifetime and point of
             initial recognition of receivables.The carrying amount of the Groups trade, retention, other receivables and
             gross amount due from customers is disclosed in Note 5, 6, 7, and 8 to the interim consolidated financial
             statements
Persediaan   Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Biaya                            Inventories
             perolehan persediaan meliputi seluruh biaya yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi
             saat ini, dimana ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Biaya barang jadi dan barang
             dalam proses terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya langsung lain dan biaya tidak
             langsung yang terkait dengan produksi (berdasarkan kapasitas operasi normal). Nilai realisasi neto adalah
             estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi biaya yang diperlukan untuk
             melakukan penjualan.Ketika persediaan dijual, jumlah tercatat persediaan tersebut diakui sebagai beban
             pada tahun dimana pendapatan terkait diakui.Penyisihan penurunan nilai persediaan karena keusangan,
             kerusakan, kehilangan dan lambatnya perputaran ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap
             keadaan masing-masing persediaan untuk mencerminkan nilai realisasi neto pada akhir tahun. Penyisihan
             penurunan nilai persediaan ke nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada
             periode penurunan nilai atau kerugian terjadi. Jumlah setiap pemulihan penyisihan penurunan nilai
             persediaan karena kenaikan nilai realisasi neto, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah persediaan
             yang diakui sebagai beban pada periode terjadinya pemulihan
Page 17
                     tersebut.---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Inventories
                     are stated at the lower of cost or net realizable value. The cost of inventories shall comprise all costs incurred
                     in bringing the inventories to their present location and condition, which is determined using the moving
                     average method. The cost of finished goods and work in process comprises raw materials, direct labor, other
                     direct costs and related production overheads (based on normal operating capacity). Net realizable value is
                     the estimated selling price in the ordinary course of business, less applicable variable selling expenses.When
                     inventories are sold, the carrying amount of those inventories is recognized as an expense in the period in
                     which the related revenue is recognized.Provision for decline in value of inventory due to obsolescence,
                     damage, loss and slow movement is determined based on a review of the condition of individual inventory to
                     reflect its net realizable value at the end of the year. The amount of any allowance for write-down of
                     inventories to net realizable value and all losses of inventories are recognized as an expense in the period the
                     write-down or loss occurs. The amount of any reversal of any allowance for write-down of inventories, arising
                     from an increase in net realizable value, is recognized as a reduction in the amount of inventories recognized
                     as an expense in the period in which the reversal occurs.
Properti investasi   Properti investasi adalah properti yang dimiliki untuk memperoleh pendapatan rental atau untuk kenaikan nilai                                Investment property
                     atau keduanya, namun tidak untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, tidak untuk digunakan dalam produksi
                     atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif. Properti investasi diukur pada harga
                     perolehan pada saat pengakuan awal dan diukur selanjutnya pada nilai wajar dengan segala perubahannya
                     di dalam laba rugi.Pengakuan awal properti investasi sebesar biaya perolehan, setelah pengakuan awal
                     dinyatakan berdasarkan model biaya yang dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
                     dan akumulasi rugi penurunan nilai aset. Bangunan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus
                     berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis 20 tahun.Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan ke
                     dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim pada saat terjadinya,
                     sedangkan pemugaran dan penambahan dikapitalisasi.Biaya perolehan meliputi pengeluaran yang secara
                     langsung dapat diatribusikan kepada akuisisi properti investasi. Biaya membangun sendiri properti investasi
                     meliputi biaya material dan biaya tenaga kerja langsung dan semua biaya yang secara langsung dapat
                     diatribusikan di dalam membawa properti investasi ke dalam kondisi kerja bagi tujuan penggunaannya dan
                     biaya pinjaman yang dapat dikapitalisasi.Properti investasi harus dieliminasi dari laporan posisi keuangan
                     konsolidasian interim pada saat pelepasan atau ketika properti invesatasi ditarik secara permanen dari
                     penggunaannya dan tidak lagi terdapat manfaat ekonomis di masa depan yang diharapkan pada saat terjadi
                     penarikan. Segala keuntungan atau kerugian dari penarikan atau pelepasan properti investasi (diperhitungkan
                     sebagai selisih hasil bersih dari pelepasan dan nilai tercatat unsur) diakui di dalam laba rugi pada saat
                     terjadinya.---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Investment
                     property are properties held to earn rental income or for capital appreciation or both, but not for sale in the
                     normal course of business, are not to be used in the production or supply of goods or services or for
                     administrative purposes. Investment properties are measured at cost upon initial recognition and
                     subsequently measured at fair value with any changes in profit or loss.The initial recognition of investment
                     property at cost, after initial recognition are stated at cost model which is carried at cost less accumulated
                     depreciation and accumulated impairment losses. Buildings are depreciated using the straight-line method
                     based on the estimated useful life of 20 years.Maintenance and repair costs are charged to the interim
                     consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income as incurred, while renewals and
                     additions are capitalized.The acquisition cost includes expenditure that is directly attributable to the acquisition
                     of investment properties. The cost of building its own investment property includes the cost of materials and
                     direct labor costs and all costs directly attributable to bringing in investment property into working condition for
                     its intended use and capitalized borrowing costs.Investment property should be eliminated from the interim
                     consolidated statement of financial position at the disposal of the investments or when the property is
                     permanently withdrawn from use and no longer have the future economic benefits expected in the event of
Page 18
             withdrawal. Any gains or losses from the withdrawal or disposal of investment property (calculated as the
             difference between net proceeds from disposal and the carrying value of an element) is recognized in profit or
             loss as incurred.
Aset tetap   Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset terdiri dari harga pembelian                               Fixed assets
             dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang
             diinginkan supaya aset siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Setelah pengakuan awal, aset
             tetap, kecuali tanah, diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian
             penurunan nilai. Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan.Sesuai dengan ISAK No.
             36, Kelompok Usaha menganalisa fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam
             bentuk Hak Guna Usaha (Hak Guna Bangunan (dan Hak Pakai (dalam menentukan akuntansi untuk
             masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau
             transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas
             aset pendasar kepada Kelompok Usaha, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar,
             Kelompok Usaha menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK
             No. 73, sewa Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Kelompok Usaha
             menerapkan PSAK No. 16 aset tetap biaya pengurusan legal awal untuk hak atas tanah diakui sebagai
             bagian dari biaya perolehan tanah dan biaya ini tidak disusutkan. Biaya yang berkaitan dengan perpanjangan
             hak atas tanah diakui sebagai beban ditangguhkan dan diamortisasi selama periode hak atas tanah atau
             manfaat ekonomi tanah, mana yang lebih pendek.Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah
             tercatat aset atau diakui sebagai aset yang terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan
             bahwa manfaat ekonomi di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Kelompok Usaha
             dan biaya tersebut dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan
             pengakuannya pada tahun dimana pada saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan
             pemeliharaan dibebankan ke dalam laba rugi. Penyusutan dihitung menggunakan metode saldo menurun
             ganda untuk mengalokasikan jumlah penyusutan kecuali metode garis lurus untuk bangunan selama estimasi
             manfaat ekonomi sebagai berikut: (Detail lihat di halaman 25)Nilai residu, masa manfaat ekonomi dan metode
             penyusutan aset tetap ditelaah setiap akhir tahun keuangan atas pengaruh dari setiap perubahan estimasi
             akuntansi yang berlaku prospektif.Jumlah tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh
             kembali jika jumlah tercatat aset lebih besar dari jumlah yang dapat terpulihkan tersebut.Item aset tetap
             dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang
             diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian
             pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari
             aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim pada
             tahun aset tersebut itu dihentikan
             pengakuannya.--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Fixed
             assets are initially recorded at cost. The cost of an asset comprises its purchases price and any directly
             attributable cost of bringing the asset to its working condition and location for its intended use. Subsequent to
             initial recognition, fixed assets, except for land, are measured at cost less accumulated depreciation and any
             accumulated impairment losses. Land are measured at cost and not depreciated.In accordance with ISAK No.
             36, the Group analyzes the facts and circumstances for each type of land rights in the form of Business Usage
             Rights (Hak Guna Usaha or Building Usage Rights (Hak Guna Bangunan or and Usage Rights (Hak Pakai or
             in determining the accounting for each of these land rights so that it can accurately represent an underlying
             economic event or transaction. If the land rights do not transfer control of the underlying assets to the Group,
             but gives the rights to use the underlying assets, the Group applies the accounting treatment of these
             transactions as leases under PSAK No. 73,If land rights are substantially similar to land purchases, the Group
             applies PSAK No. 16 fixed Assets Initial legal costs incurred to obtain legal rights are recognized as part of
             the acquisition cost of the land and these costs are not depreciated. Costs related to renewal of land rights are
Page 19
                                       recognized as deferred charges and amortized during the period of the land rights or the economic useful life
                                       of land, whichever is shorter.Subsequent costs are included in the asset carrying amount or recognized as a
                                       separate asset, as appropriate, when it is probable that future economic benefits associated with the item will
                                       flow to the Group and the cost of the item can be reliably measured. The carrying amount of the replaced part
                                       is derecognized during the financial year in which they are incurred. All other repairs and maintenance are
                                       charged to profit or loss.Depreciation is calculated using double declining method except for building using
                                       straight-line method to allocate the depreciable amount over the estimated useful lives of the assets as
                                       follows:(Detail please see page 25)The asset residual values, estimated useful lives and depreciation method
                                       are reviewed at each financial year end with the effect of any changes in accounting estimate accounted for
                                       on a prospective basis.An asset carrying amount is written down immediately to its recoverable amount if the
                                       asset carrying amount is greater than its estimated recoverable amount.An item of fixed assets is
                                       derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any
                                       gain or loss arising from derecognition of the asset, calculated as the difference between the net disposal
                                       proceeds and the carrying amount of the item, is recognized interim consolidated profit or loss and other
                                       comprehensive income in the year the item is derecognized.
Tanah belum dikembangkan               N/A                                                                                                                                                     Undeveloped land




Penurunan nilai aset nonkeuangan       N/A                                                                                                                                    Impairment of non-financial assets




Beban tangguhan                        N/A                                                                                                                                                      Deferred charges




Utang usaha dan liabilitas lain-lain   Liabilitas keuangan Kelompok Usaha meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, utang bank dan                                 Trade payables and other liabilities
                                       liabilitas sewa. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo melebihi
                                       12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.Kelompok
                                       liabilitas keuangan ini meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, utang bank dan liabilitas
                                       sewa.----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------The Group
                                       financial liabilities include trade payables, other payables, accrued expenses, bank loans and lease liabilities.
                                       Financial liabilities are classified as non-current liabilities when the remaining maturity is more than 12
                                       months, and as current liabilities when the remaining maturity is less than 12 months.This group of financial
                                       liabilities includes trade payables, other payables, accrued expenses, bank loans and lease liabilities.
Pengakuan pendapatan dan beban         Pendapatan dari kontrak dengan pelangganPengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa                                          Revenue and expense recognition
                                       sebagai berikut:(i) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.(ii) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam
                                       kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa
Page 20
yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.(iii) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan
jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau
jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang
bersifat variabel, maka Kelompok Usaha membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang
diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi
dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak.(iv) Alokasi harga
transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari
setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga
jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.(v) Pengakuan
pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang
dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).Kewajiban
pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut: suatu titik waktu (umumnya janji untuk
menyerahkan barang ke pelanggan); atau suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke
pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Kelompok Usaha
memilih ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena
telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset
kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah
dipenuhi. Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban
pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam Piutang usaha, piutang retensi dan tagihan
bruto kepada pemberi kerja dan liabilitas kontrak disajikan dalam "Uang muka dari pelanggan".Pendapatan
dari kontrak konstruksiPendapatan yang berhubungan dengan kontrak konstruksi dicatat dengan
menggunakan metode persentase penyelesaian. Dengan metode ini, pendapatan yang diakui setara dengan
estimasi terbaru dari total nilai kontrak dikalikan dengan tingkat penyelesaian sebenarnya yang ditentukan
dengan mengacu pada keadaan fisik kemajuan pekerjaan (metode output).Sebagian besar pendapatan
Kelompok Usaha berasal dari jasa konstruksi yang diakui pada sepanjang waktu ketika kewajiban telah
dipenuhi. Aset kontrak diakui apabila kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi melebihi pembayaran yang
dilakukan oleh pelanggan. Liabilitas kontrak diakui ketika pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan
melebihi kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Jika adanya kemungkinan bahwa kontrak akan
menghasilkan kerugian pada saat penyelesaian kontrak, penyisihan atas kerugian yang diperkirakan hingga
penyelesaian kontrak diakui sebagai penyisihan kini pada laporan keuangan konsolidasian interim. Kerugian
diakui secara penuh ketika dapat diukur secara andal, terlepas dari tingkat penyelesaian.Kelompok Usaha
mengakui aset kontrak dan liabilitas kontrak sehubungan dengan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan.
Aset kontrak disajikan sebagai piutang retensi dan jumlah tagihan bruto pemberi kerja. Liabilitas kontrak
disajikan sebagai jumlah utang bruto pemberi kerja dan pendapatan diterima dimuka.Pendapatan dari tiang
pancang dan dinding precastPendapatan dari penjualan barang diakui pada suatu waktu tertentu saat
pengendalian barang telah dialihkan kepada pelanggan.Pendapatan bungaPendapatan bunga diakui pada
saat akrual dengan menggunakan metode bunga efektif. Pendapatan bunga dari bank yang disajikan setelah
pajak final diakui pada saat diperoleh.Pendapatan lain-lainPendapatan lainnya terdiri dari pendapatan selain
yang dihasilkan dalam kegiatan bisnis biasa. Ini diakui atas dasar akrual.Saldo kontrak yang timbul dari
pendapatan dengan kontrak pelanggan adalah sebagai berikut:PiutangPiutang merupakan hak Kelompok
Usaha atas imbalan yang tidak bersyarat (yaitu, hanya berlalunya waktu yang diperlukan sebelum
pembayaran pembayaran jatuh tempo).Aset kontrakAset kontrak adalah hak untuk mendapatkan imbalan
sebagai ganti barang atau jasa yang dialihkan ke pelanggan. Jika Kelompok Usaha melaksanakan dengan
mentransfer barang atau jasa kepada pelanggan sebelum pelanggan membayar imbalan atau sebelum
pembayaran jatuh tempo, aset kontrak diakui untuk imbalan yang diperoleh yang bersyarat.Kewajiban
kontrakKewajiban kontrak adalah kewajiban untuk mentransfer barang atau jasa kepada pelanggan dimana
Kelompok Usaha telah menerima imbalan (atau jumlah imbalan yang jatuh tempo) dari pelanggan. Jika
Page 21
pelanggan membayar imbalan sebelum Kelompok Usaha mentransfer barang atau jasa kepada pelanggan,
kewajiban kontrak diakui pada saat pembayaran dilakukan atau pembayaran jatuh tempo (mana yang lebih
awal). Liabilitas kontrak diakui sebagai pendapatan pada saat Kelompok Usaha melaksanakan berdasarkan
kontrak.Kelompok Usaha menyajikan setiap kontrak dengan pelanggan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian interim baik sebagai aset kontrak atau liabilitas kontrak.BebanBiaya yang secara langsung
berhubungan dengan kontrak, menghasilkan sumber daya untuk memenuhi kontrak (biaya untuk memenuhi)
atau penambahan untuk mendapatkan kontrak (biaya untuk memperoleh) dan diharapkan dapat dipulihkan.
Beban tersebut dengan demikian memenuhi syarat kapitalisasi berdasarkan PSAK No. 72 dan diakui sebagai
aset lancar lain-lain. Beban tersebut diamortisasi dengan cara sistematis sejalan dengan penyerahan barang
atau jasa yang terkait dengan aset tersebut.Beban konstruksiHarga pokok persediaan yang diakui dalam
laporan laba rugi ditentukan dengan mengacu pada biaya yang terjadi atas proyek tertentu. Beban diakui
pada saat terjadinya.Beban administrasiBiaya administrasi merupakan biaya penyelenggaraan bisnis. Beban
administrasi dibebankan pada saat terjadinya.Beban bungaBiaya administrasi merupakan biaya
penyelenggaraan bisnis. Beban administrasi dibebankan pada saat terjadinya.Beban lain-lainBeban lain-lain
diakui pada saat
terjadinya.------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Revenue
from contracts with customersRevenue recognition have to fulfill 5 steps of assessment:(i) Identify contract(s)
with a customer. (ii) Identify the performance obligations in the contract. Performance obligations are
promises in a contract to transfer to a customer goods or services that are distinct.(iii) Determine the
transaction price. Transaction price is the amount of consideration to which an entity expects to be entitled in
exchange for transferring promised goods or services to a customer. If the consideration promised in a
contract includes a variable amount, the Group estimates the amount of consideration to which it expects to
be entitled in exchange for transferring the promised goods or services to a customer less the estimated
amount of service level guarantee which will be paid during the contract period.(iv) Allocate the transaction
price to each performance obligation on the basis of the relative stand-alone selling prices of each distinct
goods or services promised in the contract. Where these are not directly observable, the relative standalone
selling price are estimated based on expected cost plus margin.(v) Recognize revenue when performance
obligation is satisfied by transferring a promised goods or services to a customer (which is when the customer
obtains control of that goods or services).A performance obligation may be satisfied at the following:of
progress of the works (output method). point in time (typically for promises to transfer goods to a customer);
orver time (typically for promises to transfer services to a customer). For a performance obligation satisfied
over time, the Group selects an appropriate measure of progress to determine the amount of revenue that
should be recognized as the performance obligation is satisfied.Payment of the transaction price differs for
each contracts. A contract asset is recognized once the consideration paid by customer is less than the
balance of performance obligation which has been satisfied. A contract liability is recognized once the
consideration paid by customer is more than the balance of performance obligation which has been satisfied.
Contract assets are presented under "Trade receivables, retention receivables and gross amount due from
customers" and contract liabilities are presented under "Advance from customers".Revenue from construction
contractRevenues related to construction contracts are accounted for using the percentage of completion
method. Under this method, the revenue recognized equals the latest estimate of the total value of the
contract multiplied by the actual completion rate determined by reference to the physical state of progress of
the works (output method). Most of the Group revenue comes from construction services are recognized on
all the time when the obligation has been met. Contract asset is recognized when performance obligation
satisfied is more than the payments by customer. Contract liability is recognized when the payments by
customer is more than the performance obligation satisfied. If it is regarded as probable that a contract will
generate a loss on completion, a provision for expected losses to completion is recognized as a current
provision in the interim consolidated financial statements. The loss is provided for in full as soon as it is can be
Page 22
                             reliably measured, irrespective of the completion rate.The Group has recognized contract assets and contract
                             liabilities related with revenue from contract with customers. Contract assets are presented as retention
                             receivables and gross amount due from customers. Contract liabilities are presented as gross amount due to
                             customers and unearned revenues.Revenue from pile and precast wallRevenue from the sale of goods is
                             recognized at the point in time when control of the goods have been transferred to customers.Interest
                             incomeInterest income is recognized as it accrues using the effective interest method. Interest income from
                             banks which is presented net of final tax is recognized when earned.Other incomeOther income consists of
                             income other than those generated in the ordinary course of business. This is recognized on an accrual
                             basis.Contract balances arising from revenue with customer contracts are as follow:ReceivablesA receivable
                             represents the Group right to an amount of consideration that is unconditional (i.e., only the passage of time is
                             required before payment of the consideration is due).Contract assetsA contract asset is the right to
                             consideration in exchange for goods or services transferred to the customer. If the Group performs by
                             transferring goods or services to a customer before the customer pays consideration or before payment is
                             due, a contract asset is recognized for the earned consideration that is conditional.Contract liabilitiesA
                             contract liability is the obligation to transfer goods or services to a customer for which the Group has received
                             consideration (or an amount of consideration is due) from the customer. If a customer pays consideration
                             before the Group transfers goods or services to the customer, a contract liability is recognized when the
                             payment is made or the payment is due (whichever is earlier). Contract liabilities are recognized as revenue
                             when the Group performs under the contract.The Group presents each contract with customer in the interim
                             consolidated statement of financial position either as a contract asset or a contract liability.ExpensesThe costs
                             that directly relate to the contract generate resources to satisfy the contract (list to fulfill or is incremental of
                             obtaining a contract (st to obtain and are expected to be recovered. These costs are therefore eligible for
                             capitalization under PSAK No. 72 and recognized as other current assets. Such cost will be amortized on a
                             systematic basis that is consistent with the transfer of the goods or services to which such asset
                             relates.Construction expensesThe cost of inventory recognized in the income statement is determined by
                             reference to the costs incurred for a particular project. Expenses are recognized when they are incurred.The
                             cost of inventory recognized in the income statement is determined by reference to the costs incurred for a
                             particular project. Expenses are recognized when they are incurred.Administrative expenseAdministrative
                             expenses constitute costs of administering the business. Administrative expenses are expensed as
                             incurred.Interest expenseAdministrative expenses constitute costs of administering the business.
                             Administrative expenses are expensed as incurred.Other expensesOther expenses are recognized when they
                             are incurred.
Penjabaran mata uang asing   Mata Uang Fungsional dan PenyajianTiap entitas dalam Kelompok Usaha menentukan sendiri mata uang                        Foreign currency translation
                             fungsionalnya masing-masing dan laporan keuangannya masing-masing diukur dengan menggunakan mata
                             uang fungsional. Mata uang fungsional Perusahaan adalah Rupiah (yang merupakan mata uang penyajian
                             yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim. Untuk tujuan penyajian laporan
                             keuangan konsolidasian interim, aset dan liabilitas entitas anaknya pada tanggal pelaporan dijabarkan ke
                             dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut, sedangkan penghasilan dan
                             beban dijabarkan dengan menggunakan kurs pada tanggal transaksi. Selisih kurs yang terjadi diakui dalam
                             penghasilan komprehensif lain.Laporan keuangan konsolidasian interim disajikan dalam Rupiah yang
                             merupakan mata uang fungsional Kelompok Usaha.Transaksi dan SaldoTransaksi dalam mata uang asing
                             dicatat ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal
                             laporan posisi keuangan konsolidasian interim, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
                             disesuaikan untuk mencerminkan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yang berlaku pada
                             tanggal tersebut. Pos non-moneter dalam mata uang asing yang diukur berdasarkan nilai historis tidak
                             dijabarkan kembali.Selisih kurs yang timbul atas penyelesaian pos-pos moneter dan penjabaran kembali
                             pos-pos moneter diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim.Kurs
Page 23
                                  yang digunakan per satuan mata uang asing terhadap Rupiah adalah sebagai berikut: (Detail lihat halaman
                                  16)---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Functional and
                                  Presentation CurrencyEach entity in the Group determines its own functional currency and financial
                                  statements are measured using that functional currency. The functional currency of the Company is
                                  Indonesian Rupiah (which is also the presentation currency used in the preparation of the interim consolidated
                                  financial statements. For interim consolidation purposes, assets and liabilities of the subsidiaries at the
                                  reporting date are translated into Rupiah using the exchange rates at that date, while income and expenses
                                  are translated at the transaction rates of exchange. Resulting translation adjustments are recognized in other
                                  comprehensive income.The interim consolidated financial statements are presented in Rupiah which is the
                                  functional currency of the Group.Transactions and BalancesTransactions in foreign currencies are translated
                                  in to Rupiah using the exchange rates prevailing at the dates of the transactions. At the interim consolidated
                                  statements of financial position date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are
                                  adjusted to reflect the middle rates of exchange quoted by Bank Indonesia prevailing at that date.
                                  Non-monetary items that are measured in terms of historical cost in a foreign currency are not
                                  retranslated.Exchange differences arising on the settlements of monetary items and on retranslation of
                                  monetary items are included in the interim consolidated statement of profit or loss and other comprehensive
                                  income.The rates of exchange expressed to Rupiah are as follows: (Detail please see page 16)
Transaksi dengan pihak berelasi   Sesuai dengan PSAK No. 7, pengungkapan Pihak-pihak Berelasi pihak dianggap berelasi jika salah satu                                         Transactions with related parties
                                  pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara kepemilikan, secara langsung atau tidak
                                  langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi dalam kebijakan keuangan dan
                                  operasional) atas pihak lain dalam mengambil keputusan keuangan dan operasional.Seluruh transaksi
                                  signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 32 atas laporan keuangan konsolidasian
                                  interim.-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------In accordance
                                  with PSAK No. 7, lated Party Disclosures parties are considered to be related if one party has the ability to
                                  control (by way of ownership, directly or indirectly) or exercise significant influence (by way of participation in
                                  the financial and operating policies) over the other party in making financial and operating decisions.All
                                  significant transactions with related parties are disclosed in Note 32 to the interim consolidated financial
                                  statements.
Pajak penghasilan                 Pajak penghasilan kiniPajak terutang kini didasarkan pada laba kena pajak tahun berjalan. Pendapatan kena                                                      Income taxes
                                  pajak berbeda dari laba yang dilaporkan dalam masing-masing laporan laba rugi dan penghasilan
                                  komprehensif lain perusahaan dalam Kelompok Usaha karena tidak termasuk pos-pos dari pendapatan atau
                                  beban yang dapat dikenakan pajak atau dikurangkan di tahun-tahun lainnya dan selanjutnya tidak termasuk
                                  pos-pos yang tidak dapat dikenakan pajak atau dikurangkan dari pajak. Liabilitas pajak kini Kelompok Usaha
                                  untuk dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial berlaku pada tanggal
                                  laporan posisi keuangan konsolidasian interim.Manajemen secara berkala mengevaluasi jumlah yang
                                  dilaporkan di dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (terkait dengan keadaan dimana peraturan pajak yang
                                  berlaku memerlukan interpretasi dan, jika diperlukan, manajemen akan menghitung provisi atas jumlah yang
                                  mungkin
                                  timbul.--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Current income
                                  taxThe current tax payable is based on taxable profit for the year. Taxable profit differs from profit as reported
                                  in the respective profit or loss and other comprehensive income of the companies in the Group because it
                                  excludes items of income or expense that are taxable or deductible in other years and it further excludes
                                  items that are not taxable or tax deductible. The respective liability for current tax of the Group is calculated
                                  using tax rates that have been enacted or substantively enacted at the interim consolidated statement of
                                  financial position date.Management periodically evaluates the amount reported in the Annual Tax Return (in
                                  relation to the circumstances in which the applicable tax regulations are subject to interpretation and, if
                                  necessary, the management will calculate the amount of fees that may arise.
Page 24
Pinjaman                 Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, pembangunan atau pembuatan aset                                               Borrowings
                         kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui
                         sebagai beban pada saat terjadi. Biaya pinjaman dapat mencakup beban bunga, beban keuangan dalam
                         sewa pembiayaan atau selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang selisih kurs
                         tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian atas biaya
                         bunga.-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------Borrowing costs
                         that are directly attributable to the acquisition, construction and production of a qualifying asset are capitalized
                         as part of the cost of the related assets. Otherwise, borrowing costs may include interest expense, finance
                         charges in respect of finance leases, or exchange differences arising from foreign currency borrowings to the
                         extent that they are regarded as an adjustment to interest costs.
Provisi                  Provisi diakui ketika Kelompok Usaha memiliki kewajiban hukum maupun konstruktif yang merupakan                                                   Provisions
                         dampak peristiwa masa lalu dan memiliki kemungkinan besar penyelesaian kewajiban tersebut
                         mengakibatkan arus sumber daya keluar dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat
                         dibuat. Provisi tidak diakui bagi kerugian operasi di masa depan.Provisi dikaji ulang pada akhir setiap periode
                         pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik kini. Apabila tidak lagi terdapat
                         kemungkinan arus keluar sumber daya ekonomi yang diharuskan untuk menyelesaikan kewajiban tersebut,
                         maka provisi tersebut dicadangkan.Apabila dampak nilai waktu dari uang adalah material, maka provisi
                         didiskontokan dengan menggunakan tarif pajak kini yang mencerminkan, apabila tepat, risiko spesifik
                         liabilitas. Apabila diskonto digunakan, kenaikan provisi terkait dengan berlalunya waktu, diakui sebagai biaya
                         keuangan.-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------Provisions are
                         recognized when the Group has a legal or constructive obligation as a result of past events, it is more likely
                         than not that an outflow of resources will be required to settle the obligation and a reliable estimate of the
                         amount can be made. Provision is not recognized for future operating losses.Provisions are reviewed at the
                         end of each reporting period and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer probable that
                         an outflow of economic resources will be required to settle the obligation, the provision is reversed.If the effect
                         of the time value of money is material, provisions are discounted using a current pre tax rate that reflects,
                         where appropriate, the risk specific to the liability. When discounting is used, the increase in the provision due
                         to the passage of time is recognized as a finance cost.
Imbalan kerja karyawan   Pada tanggal 31 Desember 2021, Kelompok Usaha menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya                                           Employee benefits
                         sesuai dengan Peraturan Pemerintah (No. 35 tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020
                         (Undang-Undang Cipta Kerja) yang diundangkan pada November 2020. Pada tanggal 31 Desember 2020,
                         Kelompok Usaha menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya sesuai denga Undang-undang
                         Ketenagakerjaan Indonesia No. 13/2003. Program imbalan pasti ini tidak didanai.Liabilitas neto Kelompok
                         Usaha atas program liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan
                         kerja pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan liabilitas
                         diestimasi atas imbalan kerja karyawan dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dalam
                         perhitungan aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan.Pengukuran kembali liabilitas diestimasi
                         atas imbalan kerja karyawan, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial, b) imbal hasil atas aset program,
                         tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak termasuk bunga, diakui di
                         penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi
                         pada periode berikutnya.Kelompok Usaha mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa
                         lalu, dan setiap keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di
                         laba rugi pada saat
                         terjadinya.-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------As of
                         December 31, 2021, the Group provides defined employee benefits to their employees in accordance with
                         Implementing Regulation (No. 35 of 2021 of Law No. 11 of 2020 (Job Creation Law) enacted in November
Page 25
                   2020. As of December 31, 2020, the Group provides defined employee benefits to their employees in
                   accordance with Indonesian Labor Law No. 13/2003. The defined benefit plan is unfunded.The Group net
                   liabilities in respect of the defined benefit plan is calculated as the present value of the employee benefits
                   liabilities at the end of the reporting period less the fair value of plan assets, if any. The employee benefits
                   liabilities is determined using the Projected Unit Credit method with actuarial valuations being carried out at
                   the end of each reporting period.Remeasurements of employee benefits liabilities, comprise of a) actuarial
                   gains and losses, b) the return of plan assets, excluding interest, and c) the effect of asset ceiling, excluding
                   interest, are recognized immediately in the other comprehensive income in the period in which they occur.
                   Remeasurements are not reclassified to profit or loss in the subsequent periods.The Group recognize the (1)
                   service costs, comprising of current service cost, past-service cost, and any gain or loss on settlement, and
                   (2) net interest expense or income immediately in profit or loss.
Laba per saham     Berdasarkan PSAK No. 56, laba per Saham laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba yang                                               Earnings per share
                   diatribusikan kepada pemegang ekuitas entitas induk dengan menghitung total rata-rata tertimbang saham
                   biasa yang beredar dalam periode yang bersangkutan.Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi
                   laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang
                   beredar ditambah dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang akan diterbitkan atas konversi efek
                   berpotensi saham yang bersifat
                   dilutif.----------------------------------------------------------------------------------------------------------------In accordance with
                   PSAK No. 56, ?rnings per Share basic earnings per share amount are calculated by dividing the profit
                   attributable to equity holders of the parent entity by the weighted average number of ordinary shares
                   outstanding during the period.Diluted earnings per share is calculated by dividing profit attributable to the
                   owners of the Company by the weighted average number of shares outstanding plus the weighted average
                   number of shares outstanding which would be issued on the conversion of the dilutive potential shares.
Dividen            Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi laba atau rugi. Dividen                                             Dividends
                   diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika
                   Kelompok Usaha memperoleh keuntungan dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan
                   aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut adalah dicatat dalam OCI. Instrumen ekuitas yang
                   ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada penilaian penurunan
                   nilai.----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Gains and
                   losses on these financial assets are never recycled to profit or loss. Dividends are recognized as other income
                   in profit or loss when the right of payment has been established, except when the Group benefits from such
                   proceeds as a recovery of part of the cost of the financial asset, in which case, such gains are recorded in
                   OCI. Equity instruments designated at fair value through OCI are not subject to impairment assessment.
Pelaporan segmen   Segmen operasi dilaporkan secara konsisten dengan pelaporan internal yang diberikan kepada pengambil                                         Segment reporting
                   keputusan. Pengambil keputusan operasional bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya,
                   menilai kerja segmen operasi dan membuat keputusan strategis.Informasi yang dilaporkan kepada pengambil
                   keputusan operasional lebih khusus difokuskan pada aktivitas bisnis perusahaan yang diklasifikasikan
                   berdasarkan kategori produk yang dijual oleh perusahaan yang serupa dengan informasi segmen bisnis
                   dilaporkan dalam periode
                   sebelumnya.-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Operating
                   segments are reported in a manner consistent with the internal reporting provided to the chief operating
                   decision-maker. The chief operating decision-maker is responsible for allocating resources, assessing
                   performance of the operating segments and making strategic decisions.Information reported to the chief
                   operating decision maker is more specifically focused on the company business activities that are classified
                   based on category of products sold by the company, which is similar to the business segment information
                   reported in the prior period.
Page 26
Instrumen keuangan derivatif      Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk                                                            Derivative financial instruments
                                  diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba rugi,
                                  atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai wajar. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok
                                  diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif,
                                  termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan
                                  kecuali jika ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang
                                  tidak semata-mata pembayaran pokok dan bunga diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laba
                                  rugi, terlepas dari model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan
                                  pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen
                                  utang dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut
                                  menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi.Liabilitas keuangan
                                  diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli
                                  kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk instrumen keuangan derivatif yang diambil Kelompok
                                  Usaha yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai dalam hubungan lindung nilai sebagaimana
                                  didefinisikan dalam PSAK No. 71. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai kelompok
                                  diperdagangkan kecuali mereka ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai
                                  efektif.-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Financial assets
                                  at fair value through profit or loss include financial assets held for trading,financial assets designated upon
                                  initial recognition at fair value through profit or loss, or financial assets mandatorily required to be measured at
                                  fair value. Financial assets are classified as held for trading if they are acquired for the purpose of selling or
                                  repurchasing in the near term. Derivatives, including separated embedded derivatives, are also classified as
                                  held for trading unless they are designated as effective hedging instruments. Financial assets with cash flows
                                  that are not solely payments of principal and interest are classified and measured at fair value through profit or
                                  loss, irrespective of the business model. Notwithstanding the criteria for debt instruments to be classified at
                                  amortized cost or at fair value through OCI, as described above, debt instruments may be designated at fair
                                  value through profit or loss on initial recognition if doing so eliminates, or significantly reduces, an accounting
                                  mismatch.Financial liabilities are classified as held for trading if they are acquired for the purpose of selling or
                                  repurchasing in the near term. This category includes derivative financial instruments entered into by the
                                  Group that are not designated as hedging instruments in hedge relationships as defined by PSAK No. 71.
                                  Separated embedded derivatives are also classified as held-for-trading unless they are designated as
                                  effective hedging instruments.
Penerapan standar akutansi baru   Laporan keuangan konsolidasian interim, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun secara akrual                                   The implementation of new statements of
                                  dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun tertentu yang diukur                                                       accounting standards
                                  berdasarkan basis lain seperti yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi terkait.Laporan arus kas
                                  konsolidasian interim menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang dikelompokkan ke
                                  dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi disajikan dengan
                                  menggunakan metode langsung.Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan
                                  konsolidasian interim konsisten dengan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
                                  untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, kecuali untuk penerapan PSAK yang baru dan
                                  revisi yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2021 seperti yang diungkapkan dalam Catatan
                                  ini.Penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim sesuai dengan SAK Indonesia mengharuskan
                                  manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi penerapan kebijakan
                                  akuntansi dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini dibuat
                                  berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil
                                  yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal-hal yang melibatkan pertimbangan atau
                                  kompleksitas yang lebih tinggi atau hal-hal dimana asumsi dan estimasi adalah signifikan terhadap laporan
                                  keuangan konsolidasian interim diungkapkan dalam Catatan 3 atas laporan keuangan konsolidasian
Page 27
                   interim.Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian interim adalah Rupiah
                   atau Rp yang juga merupakan mata uang fungsional Kelompok Usaha.Penerapan PSAK yang Baru dan
                   DirevisiKelompok Usaha telah menerapkan PSAK yang baru dan revisi, yang berlaku efektif:1 Januari 2021
                   amendemen PSAK No. 22: Kombinasi Bisnis tentang Definisi Bisnis PSAK No. 1 (Penyesuaian Tahunan
                   2021): Penyajian Laporan Keuangan PSAK No. 13 (Penyesuaian Tahunan 2021): Property Investasi PSAK
                   No. 48 (Penyesuaian Tahunan 2021): Penurunan Nilai Aset Amendemen PSAK No. 55: Instrument Keuangan
                   - Pengakuan dan Pengukuran, PSAK No. 60: Instrumen Keuangan - Pengungkapan, PSAK No. 62: Kontrak
                   Asuransi, PSAK No. 71: Instrumen Keuangan dan PSAK No. 73: Sewa tentang Reformasi Acuan Suku Bunga
                   Tahap 2 PSAK No. 66 (Penyesuaian Tahunan 2021): Pengaturan Bersama PSAK No. 16 (Penyesuaian
                   Tahunan 2021): Perjanjian Konsensi Jasa1 April 2021 Amendemen PSAK No. 73: Konsensi Sewa terkait
                   Covid-19 setelah 30 Juni 2021Penerapan standar yang direvisi tidak mengakibatkan perubahan substansial
                   terhadap kebijakan akuntansi Kelompok Usaha dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang
                   dilaporkan untuk tahun
                   berjalan.-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------The interim
                   consolidated financial statements, except for the consolidated statement of cash flows, have been prepared
                   based on the accrual basis using the historical cost concept of accounting, except for certain accounts which
                   are measured on the basis described in the related accounting policies.The interim consolidated statement of
                   cash flows present receipts and payments of cash and cash equivalents classified into operating, investing
                   and financing activities. The cash flows from operating activities are presented using the direct method.The
                   accounting policies adopted in the preparation of the interim consolidated financial statements are consistent
                   with those adopted in the preparation of the consolidated financial statements for the year ended December
                   31, 2020, except for the adoption of new and revised PSAK effective January 1, 2021 as disclosed in this
                   Note.The preparation of interim consolidated financial statements in conformity with Indonesian SAK requires
                   management to make judgment, estimates and assumptions that affect the application of accounting policies
                   and the reported amounts of assets, liabilities, income and expenses. Although these estimates are based on
                   management best knowledge and judgment of current events and actions, actual results may ultimately differ
                   from those estimates. The areas involving a higher degree of judgment or complexity, or areas where
                   assumptions and estimates are significant to the interim consolidated financial statements are disclosed in
                   Note 3 to the interim consolidated financial statements.The reporting currency used in the preparation of the
                   interim consolidated financial statements is Rupiah or Rp which also represents functional currency of the
                   Group.Adoption of New and Revised PSAK The Group adopted the following new and revised PSAK that are
                   mandatory for application effective:January 1, 2021 Amendments to PSAK No. 22: Business Combination
                   regarding Definition of Business PSAK No. 1 (2021 Annual Improvement): Presentation of Financial
                   Instruments PSAK No. 13 (2021 Annual Improvement): Investment Property PSAK No. 48 (2021 Annual
                   Improvement): Impairment of Assets Amendment to PSAK No. 55: Financial Instruments - Recognition and
                   Measurement, PSAK No. 60: Financial Instruments - Disclosures, PSAK No. 62: Insurance Contracts, PSAK
                   No. 71: Financial Instruments and PSAK No. 73: Leases regarding Interest Rate Benchmark Reform Phase 2
                   PSAK No. 66 (2021 Annual Improvement): Joint Arrangement pSAK No. 16 (2021 Annual Improvement):
                   Service Concession ArrangementsApril 1, 2021 Amendments to PSAK No. 73: Lease Concessions related to
                   Covid-19 beyond June 30, 2021The adoption of the revised standards did not result in substantial changes to
                   the Group accounting policies and had no material effect on the amounts reported for the current year.
Kombinasi bisnis   Kelompok Usaha menerapkan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang dialihkan                                             Business combination
                   untuk akuisisi suatu entitas anak adalah sebesar nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diambil alih
                   dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Kelompok Usaha. Beban akuisisi terkait dibebankan pada saat
                   terjadinya. Aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas serta liabilitas kontinjensi yang diambil alih dalam
                   suatu kombinasi bisnis diukur pada a walnya sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi.Setiap imbalan
                   kontinjensi yang dialihkan oleh pihak pengakuisisi diakui pada nilai wajar pada tanggal akuisisi. Imbalan
Page 28
                        kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yang merupakan instrumen keuangan dan
                        termasuk dalam ruang lingkup PSAK No. 71: Instrumen Keuangan diukur pada nilai wajar dengan perubahan
                        pada nilai wajar diakui baik dalam laba rugi atau penghasilan komprehensif lain. Jika imbalan kontinjensi tidak
                        termasuk dalam ruang lingkup PSAK No. 71 dikukur dengan PSAK yang sesuai. Imbalan kontinjensi yang
                        diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali dan penyelesaian selanjutnya dicatat dalam
                        ekuitas.Pada akuisisi bertahap, Kelompok Usaha mengakui kepentingan nonpengendali sebesar nilai wajar
                        atau sebesar bagian proporsional kepentingan nonpengendali atas aset neto pihak yang diakuisisi.Selisih
                        lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan, jumlah kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi
                        dan nilai wajar pada tanggal akuisisi dari kepentingan ekuitas sebelumnya pada pihak yang diakuisisi yang
                        melebihi nilai wajar bagian Kelompok Usaha atas aset bersih yang dapat diidentifikasi yang diakuisisi dicatat
                        sebagai goodwill. Jika nilai wajar atas aset neto yang diakuisisi melebihi nilai gabungan imbalan yang
                        dialihkan dalam kasus pembelian dengan diskon, maka selisih tersebut diakui langsung dalam laba
                        rugi.Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai.
                        Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal
                        akuisisi, dialokasikan ke setiap unit penghasil kas dari Kelompok Usaha yang diharapkan bermanfaat untuk
                        kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditetapkan ke
                        unit-unit tersebut.Jika goodwill yang telah dialokasikan pada suatu unit penghasil kas dan bagian operasi atas
                        unit tersebut dilepas, maka goodwill yang terkait dengan operasi yang dilepas tersebut dimasukkan ke dalam
                        jumlah tercatat operasi ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepas
                        dalam keadaan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dilepas dan porsi unit penghasil kas
                        yang ditahan.------------------------------------------------------------------------------------------------------------------The
                        Group uses the acquisition method of accounting to account for business combinations. The consideration
                        transferred for the acquisition of a subsidiary is the fair value of the assets transferred, the liabilities incurred
                        and the equity interest issued by the Group. Acquisition-related costs are expensed as incurred. Identifiable
                        assets acquired and liabilities and contingent liabilities assumed in a business combination are measured
                        initially at their fair value at the acquisition date.Any contingent consideration to be transferred by the acquirer
                        will be recognized at fair value at the acquisition date. Contingent consideration classified as an asset or
                        liability that is a financial instrument and within the scope of PSAK No. 71: Financial Instruments, is measured
                        at fair value with the changes in fair value recognized either in profit or loss or other comprehensive income. If
                        the contingent consideration is not within the scope of PSAK No. 71, it is measured in accordance with the
                        appropriate PSAK. Contingent consideration classified as equity is not remeasured and subsequent
                        settlement is accounted for within equity.On an acquisition-by-acquisition basis, the Group recognizes any
                        non-controlling interest in the acquiree either at fair value or at the non-controlling interest proportionate share
                        of the acquiree net assets.The excess of the aggregate of the consideration transferred, the amount of any
                        non-controlling interest in the acquiree and the acquisition-date fair value of any previous equity interest in the
                        acquiree over the fair value of the Group share of the identifiable net assets acquired is recorded as goodwill.
                        If the fair value of the net assets acquired is in excess of the aggregate consideration transferred in the case
                        of a bargain purchase, the difference is recognized directly in profit or loss.After initial recognition, goodwill is
                        measured at cost less any accumulated impairment losses. For the purpose of impairment testing, goodwill
                        acquired in a business combination, from the acquisition date, allocated to each of the Group cash-generating
                        units that are expected to benefit from the combination, irrespective of whether other assets or liabilities of the
                        acquiree are assigned to those units.If goodwill has been allocated to a cash-generating unit and part of the
                        operation within that unit is disposed, the goodwill associated with the disposed operation is included in the
                        carrying amount of the operation when determining the gain or loss on disposal. Goodwill disposed in these
                        circumstances is measured based on the relative values of the disposed operation and the portion of the
                        cash-generating unit retained.
Penentuan nilai wajar   (iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugiAset keuangan pada nilai wajar melalui laba                        Determination of fair value
Page 29
                                          rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada
                                          pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai wajar.
                                          Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual
                                          atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga
                                          diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai
                                          yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata pembayaran pokok dan bunga
                                          diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, terlepas dari model bisnisnya. Terlepas dari
                                          kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai
                                          wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba
                                          rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi,
                                          ketidaksesuaian akuntansi.Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selanjutnya disajikan
                                          dalam laporan posisi keuangan konsolidasian interim sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang
                                          diakui dalam laporan laba rugi.Kelompok Usaha tidak memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai
                                          aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
                                          rugi.-----------------------------------------------------------------------------------------------------------(iii) Financial assets at
                                          fair value through profit or lossFinancial assets at fair value through profit or loss include financial assets held
                                          for trading,financial assets designated upon initial recognition at fair value through profit or loss, or financial
                                          assets mandatorily required to be measured at fair value. Financial assets are classified as held for trading if
                                          they are acquired for the purpose of selling or repurchasing in the near term. Derivatives, including separated
                                          embedded derivatives, are also classified as held for trading unless they are designated as effective hedging
                                          instruments. Financial assets with cash flows that are not solely payments of principal and interest are
                                          classified and measured at fair value through profit or loss, irrespective of the business model.
                                          Notwithstanding the criteria for debt instruments to be classified at amortized cost or at fair value through OCI,
                                          as described above, debt instruments may be designated at fair value through profit or loss on initial
                                          recognition if doing so eliminates, or significantly reduces, an accounting mismatch.Financial assets at fair
                                          value through profit or loss are subsequently carried in the interim consolidated statement of financial position
                                          at fair value, with changes in fair value recognized in the profit or loss.The Group has no financial asset which
                                          are classified as financial asset at fair value through profit and loss.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Mata Uang Fungsional dan PenyajianTiap entitas dalam Kelompok Usaha menentukan sendiri mata uang                                            Foreign currency transactions and balances
                                          fungsionalnya masing-masing dan laporan keuangannya masing-masing diukur dengan menggunakan mata
                                          uang fungsional. Mata uang fungsional Perusahaan adalah Rupiah (yang merupakan mata uang penyajian
                                          yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim. Untuk tujuan penyajian laporan
                                          keuangan konsolidasian interim, aset dan liabilitas entitas anaknya pada tanggal pelaporan dijabarkan ke
                                          dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut, sedangkan penghasilan dan
                                          beban dijabarkan dengan menggunakan kurs pada tanggal transaksi. Selisih kurs yang terjadi diakui dalam
                                          penghasilan komprehensif lain.Laporan keuangan konsolidasian interim disajikan dalam Rupiah yang
                                          merupakan mata uang fungsional Kelompok Usaha.Transaksi dan SaldoTransaksi dalam mata uang asing
                                          dicatat ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal
                                          laporan posisi keuangan konsolidasian interim, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
                                          disesuaikan untuk mencerminkan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yang berlaku pada
                                          tanggal tersebut. Pos non-moneter dalam mata uang asing yang diukur berdasarkan nilai historis tidak
                                          dijabarkan kembali.Selisih kurs yang timbul atas penyelesaian pos-pos moneter dan penjabaran kembali
                                          pos-pos moneter diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim.Kurs
                                          yang digunakan per satuan mata uang asing terhadap Rupiah adalah sebagai berikut: (Detail lihat halaman
                                          16)---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Functional and
                                          Presentation CurrencyEach entity in the Group determines its own functional currency and financial
                                          statements are measured using that functional currency. The functional currency of the Company is
Page 30
                          Indonesian Rupiah (which is also the presentation currency used in the preparation of the interim consolidated
                          financial statements. For interim consolidation purposes, assets and liabilities of the subsidiaries at the
                          reporting date are translated into Rupiah using the exchange rates at that date, while income and expenses
                          are translated at the transaction rates of exchange. Resulting translation adjustments are recognized in other
                          comprehensive income.The interim consolidated financial statements are presented in Rupiah which is the
                          functional currency of the Group.Transactions and BalancesTransactions in foreign currencies are translated
                          in to Rupiah using the exchange rates prevailing at the dates of the transactions. At the interim consolidated
                          statements of financial position date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are
                          adjusted to reflect the middle rates of exchange quoted by Bank Indonesia prevailing at that date.
                          Non-monetary items that are measured in terms of historical cost in a foreign currency are not
                          retranslated.Exchange differences arising on the settlements of monetary items and on retranslation of
                          monetary items are included in the interim consolidated statement of profit or loss and other comprehensive
                          income.The rates of exchange expressed to Rupiah are as follows: (Detail please see page 16)
Efek-efek                 N/A                                                                                                                                                 Securities




Investasi jangka pendek   N/A                                                                                                                                      Short-term investment




Aset hak guna             Sesuai dengan ISAK No. 36, Kelompok Usaha menganalisa fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis                                          Right of use assets
                          hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai (dalam menentukan
                          akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat
                          suatu kejadian atau transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan
                          pengendalian atas aset pendasar kepada Kelompok Usaha, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan
                          aset pendasar, Kelompok Usaha menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa
                          berdasarkan PSAK No. 73, sewa Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka
                          Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 16 aset
                          tetap---------------------------------------------------------------------------------------------------------------In accordance with
                          ISAK No. 36, the Group analyzes the facts and circumstances for each type of land rights in the form of
                          Business Usage Rights (Hak Guna Usaha or Building Usage Rights (Hak Guna Bangunan or and Usage
                          Rights (Hak Pakai or in determining the accounting for each of these land rights so that it can accurately
                          represent an underlying economic event or transaction. If the land rights do not transfer control of the
                          underlying assets to the Group, but gives the rights to use the underlying assets, the Group applies the
                          accounting treatment of these transactions as leases under PSAK No. 73, ase If land rights are substantially
                          similar to land purchases, the Group applies PSAK No. 16 ?xed Assets Properti investasi adalah properti
                          yang dimiliki untuk memperoleh pendapatan rental atau untuk kenaikan nilai atau keduanya, namun tidak
                          untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang
                          atau jasa atau untuk tujuan administratif. Properti investasi diukur pada harga perolehan pada saat
                          pengakuan awal dan diukur selanjutnya pada nilai wajar dengan segala perubahannya di dalam laba
                          rugi.Pengakuan awal properti investasi sebesar biaya perolehan, setelah pengakuan awal dinyatakan
Page 31
                     berdasarkan model biaya yang dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
                     akumulasi rugi penurunan nilai aset. Bangunan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus
                     berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis 20 tahun.Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan ke
                     dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim pada saat terjadinya,
                     sedangkan pemugaran dan penambahan dikapitalisasi.Biaya perolehan meliputi pengeluaran yang secara
                     langsung dapat diatribusikan kepada akuisisi properti investasi. Biaya membangun sendiri properti investasi
                     meliputi biaya material dan biaya tenaga kerja langsung dan semua biaya yang secara langsung dapat
                     diatribusikan di dalam membawa properti investasi ke dalam kondisi kerja bagi tujuan penggunaannya dan
                     biaya pinjaman yang dapat dikapitalisasi.Properti investasi harus dieliminasi dari laporan posisi keuangan
                     konsolidasian interim pada saat pelepasan atau ketika properti invesatasi ditarik secara permanen dari
                     penggunaannya dan tidak lagi terdapat manfaat ekonomis di masa depan yang diharapkan pada saat terjadi
                     penarikan. Segala keuntungan atau kerugian dari penarikan atau pelepasan properti investasi (diperhitungkan
                     sebagai selisih hasil bersih dari pelepasan dan nilai tercatat unsur) diakui di dalam laba rugi pada saat
                     terjadinya.---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Investment
                     property are properties held to earn rental income or for capital appreciation or both, but not for sale in the
                     normal course of business, are not to be used in the production or supply of goods or services or for
                     administrative purposes. Investment properties are measured at cost upon initial recognition and
                     subsequently measured at fair value with any changes in profit or loss.The initial recognition of investment
                     property at cost, after initial recognition are stated at cost model which is carried at cost less accumulated
                     depreciation and accumulated impairment losses. Buildings are depreciated using the straight-line method
                     based on the estimated useful life of 20 years.Maintenance and repair costs are charged to the interim
                     consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income as incurred, while renewals and
                     additions are capitalized.The acquisition cost includes expenditure that is directly attributable to the acquisition
                     of investment properties. The cost of building its own investment property includes the cost of materials and
                     direct labor costs and all costs directly attributable to bringing in investment property into working condition for
                     its intended use and capitalized borrowing costs.Investment property should be eliminated from the interim
                     consolidated statement of financial position at the disposal of the investments or when the property is
                     permanently withdrawn from use and no longer have the future economic benefits expected in the event of
                     withdrawal. Any gains or losses from the withdrawal or disposal of investment property (calculated as the
                     difference between net proceeds from disposal and the carrying value of an element) is recognized in profit or
                     loss as incurred.
Properti investasi   Properti investasi adalah properti yang dimiliki untuk memperoleh pendapatan rental atau untuk kenaikan nilai                                Investment properties
                     atau keduanya, namun tidak untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, tidak untuk digunakan dalam produksi
                     atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif. Properti investasi diukur pada harga
                     perolehan pada saat pengakuan awal dan diukur selanjutnya pada nilai wajar dengan segala perubahannya
                     di dalam laba rugi.Pengakuan awal properti investasi sebesar biaya perolehan, setelah pengakuan awal
                     dinyatakan berdasarkan model biaya yang dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
                     dan akumulasi rugi penurunan nilai aset. Bangunan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus
                     berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis 20 tahun.Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan ke
                     dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim pada saat terjadinya,
                     sedangkan pemugaran dan penambahan dikapitalisasi.Biaya perolehan meliputi pengeluaran yang secara
                     langsung dapat diatribusikan kepada akuisisi properti investasi. Biaya membangun sendiri properti investasi
                     meliputi biaya material dan biaya tenaga kerja langsung dan semua biaya yang secara langsung dapat
                     diatribusikan di dalam membawa properti investasi ke dalam kondisi kerja bagi tujuan penggunaannya dan
                     biaya pinjaman yang dapat dikapitalisasi.Properti investasi harus dieliminasi dari laporan posisi keuangan
                     konsolidasian interim pada saat pelepasan atau ketika properti invesatasi ditarik secara permanen dari
                     penggunaannya dan tidak lagi terdapat manfaat ekonomis di masa depan yang diharapkan pada saat terjadi
Page 32
                                  penarikan. Segala keuntungan atau kerugian dari penarikan atau pelepasan properti investasi (diperhitungkan
                                  sebagai selisih hasil bersih dari pelepasan dan nilai tercatat unsur) diakui di dalam laba rugi pada saat
                                  terjadinya.---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Investment
                                  property are properties held to earn rental income or for capital appreciation or both, but not for sale in the
                                  normal course of business, are not to be used in the production or supply of goods or services or for
                                  administrative purposes. Investment properties are measured at cost upon initial recognition and
                                  subsequently measured at fair value with any changes in profit or loss.The initial recognition of investment
                                  property at cost, after initial recognition are stated at cost model which is carried at cost less accumulated
                                  depreciation and accumulated impairment losses. Buildings are depreciated using the straight-line method
                                  based on the estimated useful life of 20 years.Maintenance and repair costs are charged to the interim
                                  consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income as incurred, while renewals and
                                  additions are capitalized.The acquisition cost includes expenditure that is directly attributable to the acquisition
                                  of investment properties. The cost of building its own investment property includes the cost of materials and
                                  direct labor costs and all costs directly attributable to bringing in investment property into working condition for
                                  its intended use and capitalized borrowing costs.Investment property should be eliminated from the interim
                                  consolidated statement of financial position at the disposal of the investments or when the property is
                                  permanently withdrawn from use and no longer have the future economic benefits expected in the event of
                                  withdrawal. Any gains or losses from the withdrawal or disposal of investment property (calculated as the
                                  difference between net proceeds from disposal and the carrying value of an element) is recognized in profit or
                                  loss as incurred.
Goodwill                          N/A                                                                                                                                                                   Goodwill




Investasi pada entitas asosiasi   N/A                                                                                                                                                    Investment in associates




Aset takberwujud                  N/A                                                                                                                                                           Intangible assets




Beban dibayar dimuka              Biaya dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis                                                                     Prepaid expenses
                                  lurus.--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Prepaid
                                  expenses are amortized over the periods benefited using the straight-line method.




Piutang dan utang asuransi        N/A                                                                                                                                          Insurance receivables and payables
Page 33
Piutang pembiayaan konsumen                 N/A                                                                                                                                              Consumer financing receivables




Aset konsesi                                N/A                                                                                                                                                           Concession assets




Liabilitas atas kontrak                     Kewajiban kontrak adalah kewajiban untuk mentransfer barang atau jasa kepada pelanggan dimana                                                                  Contract liabilities
                                            Kelompok Usaha telah menerima imbalan (atau jumlah imbalan yang jatuh tempo) dari pelanggan. Jika
                                            pelanggan membayar imbalan sebelum Kelompok Usaha mentransfer barang atau jasa kepada pelanggan,
                                            kewajiban kontrak diakui pada saat pembayaran dilakukan atau pembayaran jatuh tempo (mana yang lebih
                                            awal). Liabilitas kontrak diakui sebagai pendapatan pada saat Kelompok Usaha melaksanakan berdasarkan
                                            kontrak.Kelompok Usaha menyajikan setiap kontrak dengan pelanggan dalam laporan posisi keuangan
                                            konsolidasian interim baik sebagai aset kontrak atau liabilitas
                                            kontrak.------------------------------------------------------------------------------------------------------------------A contract
                                            liability is the obligation to transfer goods or services to a customer for which the Group has received
                                            consideration (or an amount of consideration is due) from the customer. If a customer pays consideration
                                            before the Group transfers goods or services to the customer, a contract liability is recognized when the
                                            payment is made or the payment is due (whichever is earlier). Contract liabilities are recognized as revenue
                                            when the Group performs under the contract.The Group presents each contract with customer in the interim
                                            consolidated statement of financial position either as a contract asset or a contract liability.
Simpanan nasabah dan simpanan dari bank     N/A                                                                                                                                    Deposits from customers and deposits from
lain                                                                                                                                                                                                             other banks




Obligasi subordinasi                        N/A                                                                                                                                                          Subordinated bonds




Efek-efek yang dibeli dengan janji dibeli   N/A                                                                                                                                             Securities purchased under resell
kembali                                                                                                                                                                                                          agreements
Page 34
Saham treasuri   Apabila modal saham entitas dibeli kembali, maka imbalan yang dibayarkan, termasuk semua kenaikan biaya                                      Treasury stock
                 yang dapat diatribusikan langsung (setelah dikurangi pajak), dikurangi dari ekuitas yang dapat diatribusikan
                 terhadap pemegang ekuitas entitas sampai saham tersebut dibatalkan atau diterbitkan kembali. Pembelian
                 kembali saham diklasifikasikan sebagai saham tresuri dan disajikan di dalam cadangan saham tresuri.
                 Apabila saham tresuri dijual dan selanjutnya diterbitkan kembali, semua imbalan yang diterima, diakui
                 sebagai kenaikan di dalam ekuitas dan surplus dan defisit yang timbul pada transaksi tersebut disajikan
                 sebagai agio
                 saham.----------------------------------------------------------------------------------------------------------------Where the
                 Company equity share are repurchased, the consideration paid, including any directly attributable incremental
                 costs (net of any tax effects) is deducted from equity attributable to the Company equity holders until the
                 shares are cancelled or reissued. Repurchased shares are classified as treasury shares and are presented in
                 the treasury share reserve. When treasury shares are sold and subsequently reissued, any consideration
                 received is recognized as an increase in equity and the resulting surplus or deficit on the transaction is
                 presented within share premium.
Modal saham      Kenaikan biaya yang dapat diatribusikan terhadap penerbitan saham biasa atau opsi biasa, setelah dikurangi                                    Share capital
                 pajak, diakui sebagai pengurang ekuitas.Apabila modal saham entitas dibeli kembali, maka imbalan yang
                 dibayarkan, termasuk semua kenaikan biaya yang dapat diatribusikan langsung (setelah dikurangi pajak),
                 dikurangi dari ekuitas yang dapat diatribusikan terhadap pemegang ekuitas entitas sampai saham tersebut
                 dibatalkan atau diterbitkan kembali. Pembelian kembali saham diklasifikasikan sebagai saham tresuri dan
                 disajikan di dalam cadangan saham tresuri. Apabila saham tresuri dijual dan selanjutnya diterbitkan kembali,
                 semua imbalan yang diterima, diakui sebagai kenaikan di dalam ekuitas dan surplus dan defisit yang timbul
                 pada transaksi tersebut disajikan sebagai agio saham.Pada saat saham terjual pada premium, selisih antara
                 penerimaan dan nilai nominal dikreditkan pada akun ?mbahan modal disetor?alam laporan posisi keuangan
                 konsolidasian interim. Pada saat saham ditempatkan dengan kompensasi selain kas, penerimaan diukur
                 dengan nilai wajar kompensasi yang diterima. Apabila saham ditempatkan untuk menghapus atau
                 melunaskan liabilitas Perusahaan, saham harus diukur baik pada nilai wajar saham yang ditempatkan atau
                 nilai wajar liabilitas yang dilunasi, mana yang lebih dapat ditentukan secara andal.Biaya langsung yang terjadi
                 sehubungan dengan penerbitan ekuitas, seperti biaya underwriting, akuntansi dan legal, biaya percetakan
                 dan pajak dapat dibebankan pada akun imbahan modal disetor dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
                 interim.-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Incremental
                 costs directly attributable to the issue of ordinary shares or options, net of tax effects, are recognized as a
                 deduction from the equity.Where the Company equity share are repurchased, the consideration paid,
                 including any directly attributable incremental costs (net of any tax effects) is deducted from equity attributable
                 to the Company?equity holders until the shares are cancelled or reissued. Repurchased shares are classified
                 as treasury shares and are presented in the treasury share reserve. When treasury shares are sold and
                 subsequently reissued, any consideration received is recognized as an increase in equity and the resulting
                 surplus or deficit on the transaction is presented within share premium.When the shares are sold at premium,
                 the difference between the proceeds and the par value is credited to the additional paid-in capital ccount in
                 the interim consolidated statement of financial position. When shares are issued for a consideration other than
                 cash, the proceeds are measured by the fair value of the consideration received. In case the shares are
                 issued to extinguish or settle the liability of the Company, the shares shall be measured either at the fair value
                 of the shares issued or fair value of the liability settled, whichever is more reliably determinable.Direct costs
                 incurred related to equity issuance, such as underwriting, accounting and legal fees, printing costs and taxes
Page 35
                                              are chargeable to the additional paid-in capital account in the interim consolidated statement of financial
                                              position.
Pengaturan pembayaran berbasis saham          N/A                                                                                                                                    Share-based payment arrangement




Biaya emisi efek ekuitas                      N/A                                                                                                                                                      Stock issuance cost




Instrumen keuangan                            Aset KeuanganKelompok Usaha menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal.                                                             Financial instruments
                                              Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual -
                                              apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.Liabilitas KeuanganLiabilitas keuangan dalam lingkup
                                              PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai berikut: iabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
                                              ?iabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.Kelompok Usaha menentukan klasifikasi
                                              liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya
                                              sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan
                                              secara langsung.Liabilitas keuangan Kelompok Usaha meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban akrual,
                                              utang bank dan liabilitas sewa. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh
                                              tempo melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12
                                              bulan.--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Financial
                                              AssetsThe Group determines the classification of its financial assets at initial recognition. Classification and
                                              measurement of financial assets are based on business model and contractual cash flows - whether from
                                              solely payment of principal and interest.Financial liabilitiesFinancial liabilities within the scope of PSAK No. 71
                                              are classified as follows:?inancial liabilities at amortized cost; and?inancial liabilities at fair value through profit
                                              and loss (?TPL?The Group determines the classification of its financial liabilities at initial recognition.All
                                              financial liabilities are recognized initially at fair value and, in the case of loans and borrowings, inclusive of
                                              directly attributable transaction costs.The Group?financial liabilities include trade payables, other payables,
                                              accrued expenses, bank loans and lease liabilities. Financial liabilities are classified as non-current liabilities
                                              when the remaining maturity is more than 12 months, and as current liabilities when the remaining maturity is
                                              less than 12 months.
Aset tidak lancar yang diklasifikasikan       N/A                                                                                                                                 Non-current assets classified as held for sale
sebagai dimiliki untuk dijual




Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan   Peristiwa setelah periode pelaporan menyajikan bukti kondisi yang terjadi pada akhir periode pelaporan                                         Events after reporting period
                                              (peristiwa penyesuaian) yang dicerminkan di dalam laporan keuangan konsolidasian interim. Peristiwa
                                              setelah periode pelaporan yang bukan merupakan peristiwa penyesuaian, diungkapkan di dalam catatan atas
                                              laporan keuangan konsolidasian bila
Page 36
                                   material.---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Subsequent
                                   event represents evidence of conditions that occur at the end of the reporting period (adjusting events) are
                                   reflected in the interim consolidated financial statements. Events after the reporting period that are not
                                   adjusting events are disclosed in the notes to the consolidated financial statements when material.
Penerapan standar akuntansi baru   Laporan keuangan konsolidasian interim, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun secara akrual                                   Adoption of new accounting standards
                                   dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun tertentu yang diukur
                                   berdasarkan basis lain seperti yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi terkait.Laporan arus kas
                                   konsolidasian interim menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang dikelompokkan ke
                                   dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi disajikan dengan
                                   menggunakan metode langsung.Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan
                                   konsolidasian interim konsisten dengan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
                                   untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, kecuali untuk penerapan PSAK yang baru dan
                                   revisi yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2021 seperti yang diungkapkan dalam Catatan
                                   ini.Penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim sesuai dengan SAK Indonesia mengharuskan
                                   manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi penerapan kebijakan
                                   akuntansi dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini dibuat
                                   berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil
                                   yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal-hal yang melibatkan pertimbangan atau
                                   kompleksitas yang lebih tinggi atau hal-hal dimana asumsi dan estimasi adalah signifikan terhadap laporan
                                   keuangan konsolidasian interim diungkapkan dalam Catatan 3 atas laporan keuangan konsolidasian
                                   interim.Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian interim adalah Rupiah
                                   atau Rp yang juga merupakan mata uang fungsional Kelompok Usaha.Penerapan PSAK yang Baru dan
                                   DirevisiKelompok Usaha telah menerapkan PSAK yang baru dan revisi, yang berlaku efektif:1 Januari
                                   2021?mendemen PSAK No. 22: Kombinasi Bisnis tentang Definisi Bisnis?SAK No. 1 (Penyesuaian Tahunan
                                   2021): Penyajian Laporan Keuangan?SAK No. 13 (Penyesuaian Tahunan 2021): Property Investasi?SAK No.
                                   48 (Penyesuaian Tahunan 2021): Penurunan Nilai Aset?mendemen PSAK No. 55: Instrument Keuangan -
                                   Pengakuan dan Pengukuran, PSAK No. 60: Instrumen Keuangan - Pengungkapan, PSAK No. 62: Kontrak
                                   Asuransi, PSAK No. 71: Instrumen Keuangan dan PSAK No. 73: Sewa tentang Reformasi Acuan Suku Bunga
                                   Tahap 2?SAK No. 66 (Penyesuaian Tahunan 2021): Pengaturan Bersama?SAK No. 16 (Penyesuaian
                                   Tahunan 2021): Perjanjian Konsensi Jasa1 April 2021?mendemen PSAK No. 73: Konsensi Sewa terkait
                                   Covid-19 setelah 30 Juni 2021Penerapan standar yang direvisi tidak mengakibatkan perubahan substansial
                                   terhadap kebijakan akuntansi Kelompok Usaha dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang
                                   dilaporkan untuk tahun
                                   berjalan.-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------The interim
                                   consolidated financial statements, except for the consolidated statement of cash flows, have been prepared
                                   based on the accrual basis using the historical cost concept of accounting, except for certain accounts which
                                   are measured on the basis described in the related accounting policies.The interim consolidated statement of
                                   cash flows present receipts and payments of cash and cash equivalents classified into operating, investing
                                   and financing activities. The cash flows from operating activities are presented using the direct method.The
                                   accounting policies adopted in the preparation of the interim consolidated financial statements are consistent
                                   with those adopted in the preparation of the consolidated financial statements for the year ended December
                                   31, 2020, except for the adoption of new and revised PSAK effective January 1, 2021 as disclosed in this
                                   Note.The preparation of interim consolidated financial statements in conformity with Indonesian SAK requires
                                   management to make judgment, estimates and assumptions that affect the application of accounting policies
                                   and the reported amounts of assets, liabilities, income and expenses. Although these estimates are based on
                                   management?best knowledge and judgment of current events and actions, actual results may ultimately differ
                                   from those estimates. The areas involving a higher degree of judgment or complexity, or areas where
Page 37
                                        assumptions and estimates are significant to the interim consolidated financial statements are disclosed in
                                        Note 3 to the interim consolidated financial statements.The reporting currency used in the preparation of the
                                        interim consolidated financial statements is Rupiah or Rp which also represents functional currency of the
                                        Group.Adoption of New and Revised PSAKThe Group adopted the following new and revised PSAK that are
                                        mandatory for application effective:January 1, 2021?mendments to PSAK No. 22: Business Combination
                                        regarding Definition of Business?SAK No. 1 (2021 Annual Improvement): Presentation of Financial
                                        Instruments?SAK No. 13 (2021 Annual Improvement): Investment Property?SAK No. 48 (2021 Annual
                                        Improvement): Impairment of Assets?mendment to PSAK No. 55: Financial Instruments - Recognition and
                                        Measurement, PSAK No. 60: Financial Instruments - Disclosures, PSAK No. 62: Insurance Contracts, PSAK
                                        No. 71: Financial Instruments and PSAK No. 73: Leases regarding Interest Rate Benchmark Reform Phase
                                        2?SAK No. 66 (2021 Annual Improvement): Joint Arrangement?SAK No. 16 (2021 Annual Improvement):
                                        Service Concession ArrangementsApril 1, 2021?mendments to PSAK No. 73: Lease Concessions related to
                                        Covid-19 beyond June 30, 2021The adoption of the revised standards did not result in substantial changes to
                                        the Group?accounting policies and had no material effect on the amounts reported for the current year.
Standar akuntansi yang telah disahkan   N/A                                                                                                                              Accounting standards issued but not yet
namun belum berlaku efektif                                                                                                                                                                            effective




Utang pembiayaan konsumen               Liabilitas keuangan Kelompok Usaha meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, utang bank dan                                     Consumer financing liabilities
                                        liabilitas sewa. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo melebihi
                                        12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.Kelompok
                                        liabilitas keuangan ini meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, utang bank dan liabilitas
                                        sewa.----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------The
                                        Group?financial liabilities include trade payables, other payables, accrued expenses, bank loans and lease
                                        liabilities. Financial liabilities are classified as non-current liabilities when the remaining maturity is more than
                                        12 months, and as current liabilities when the remaining maturity is less than 12 months.This group of
                                        financial liabilities includes trade payables, other payables, accrued expenses, bank loans and lease liabilities.
Page 38
[2611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Property Industry - Current Year

30 September 2023

Aset tetap                                                                                                                                                               Property, plant, and equipment
                                                           Aset tetap, awal periode        Penambahan aset tetap            Aset tetap, akhir periode
                                                         Property, plant, and equipment, Addition in property, plant, and     Property, plant, and
                                                                beginning period                    equipment                equipment, end period
Nilai perolehan, kotor   Tanah, dimiliki langsung                  108,522,174,000                                                 108,522,174,000            Land, directly owned       Carrying amount, gross
                         Bangunan dan fasilitasnya,                                                                                                         Building and leasehold
                                                                   347,406,147,608                                                 347,406,147,608
                         dimiliki langsung                                                                                                           improvement, directly owned
                         Mesin dan peralatan, dimiliki                                                                                                 Machinery and equipment,
                                                                   491,575,402,971                    2,882,910,051                494,458,313,022
                         langsung                                                                                                                                    directly owned
                         Alat berat, dimiliki langsung                                                                                                  Heavy equipment, directly
                                                                   850,326,790,620                   16,437,324,400                866,764,115,020
                                                                                                                                                                              owned
                         Perabot dan peralatan kantor,                                                                                             Furniture and office equipment,
                                                                    12,599,488,137                       982,686,093                13,582,174,230
                         dimiliki langsung                                                                                                                           directly owned
                         Kendaraan bermotor, dimiliki                                                                                                Motor vehicle, directly owned
                                                                    50,212,781,284                       322,549,550                50,535,330,834
                         langsung
                         Dimiliki langsung                      1,860,642,784,620                    20,625,470,094              1,881,268,254,714                 Directly owned
                         Mesin, aset hak guna                      15,765,795,992                     2,596,861,549                 18,362,657,541  Machinery, right of use assets
                         Alat berat, aset hak guna                                                                                                  Heavy equipment, right of use
                                                                   102,723,778,800                                                 102,723,778,800
                                                                                                                                                                              assets
                         Lainnya, aset hak guna                      7,092,981,378                                                   7,092,981,378      Others, right of use assets
                         Aset hak guna                             125,582,556,170                    2,596,861,549                128,179,417,719            Right of use assets
                         Aset tetap                                                                                                                          Property, plant, and
                                                                1,986,225,340,790                    23,222,331,643              2,009,447,672,433
                                                                                                                                                                        equipment
Akumulasi depresiasi     Bangunan dan fasilitasnya,                                                                                                         Building and leasehold Carrying amount, accumulated
                                                                    65,959,553,529                   13,006,717,416                 78,966,270,945
                         dimiliki langsung                                                                                                           improvement, directly owned                    depreciation
                         Mesin dan peralatan, dimiliki                                                                                                 Machinery and equipment,
                                                                   341,899,320,996                   20,230,100,181                362,129,421,177
                         langsung                                                                                                                                    directly owned
                         Alat berat, dimiliki langsung                                                                                                  Heavy equipment, directly
                                                                   745,711,433,719                   28,581,460,637                774,292,894,356
                                                                                                                                                                              owned
                         Perabot dan peralatan kantor,                                                                                             Furniture and office equipment,
                                                                    10,580,759,144                    1,265,028,991                 11,845,788,135
                         dimiliki langsung                                                                                                                           directly owned
                         Kendaraan bermotor, dimiliki                                                                                                Motor vehicle, directly owned
                                                                    45,838,793,465                    2,046,504,234                 47,885,297,699
                         langsung
                         Dimiliki langsung                      1,209,989,860,853                    65,129,811,459              1,275,119,672,312                    Directly owned
                         Mesin, aset hak guna                       6,192,228,389                     1,993,567,474                  8,185,795,863      Machinery, right of use assets
Page 39
                  Alat berat, aset hak guna                                                            Heavy equipment, right of use
                                                80,077,832,312     4,246,114,968     84,323,947,280
                                                                                                                               assets
                  Lainnya, aset hak guna         1,063,947,206       265,986,811      1,329,934,017       Others, right of use assets
                  Aset hak guna                 87,334,007,907     6,505,669,253     93,839,677,160            Right of use assets
                  Aset tetap                                                                                  Property, plant, and
                                              1,297,323,868,760   71,635,480,712   1,368,959,349,472
                                                                                                                          equipment
Nilai perolehan   Aset tetap                                                                                  Property, plant, and      Carrying amount
                                               688,901,472,030                      640,488,322,961
                                                                                                                          equipment
Page 40
[2611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Property Industry - Prior Year

31 December 2022

Aset tetap                                                                                                                                                                      Property, plant, and equipment
                                                      Aset tetap, awal periode     Penambahan aset tetap          Pengurangan aset tetap    Aset tetap, akhir periode
                                                         Property, plant, and      Addition in property, plant,    Disposals in property,     Property, plant, and
                                                     equipment, beginning period         and equipment              plant, and equipment     equipment, end period
Nilai perolehan, kotor   Tanah, dimiliki langsung           108,522,174,000                                                                       108,522,174,000            Land, directly owned   Carrying amount, gross
                         Bangunan dan                                                                                                                                      Building and leasehold
                         fasilitasnya, dimiliki             347,406,147,608                                                                       347,406,147,608           improvement, directly
                         langsung                                                                                                                                                            owned
                         Mesin dan peralatan,                                                                                                                           Machinery and equipment,
                                                            482,433,729,545                  9,789,920,486              ( 648,247,060 )           491,575,402,971
                         dimiliki langsung                                                                                                                                          directly owned
                         Alat berat, dimiliki                                                                                                                           Heavy equipment, directly
                                                            802,023,602,212                49,897,500,000             ( 1,594,311,592 )           850,326,790,620
                         langsung                                                                                                                                                            owned
                         Perabot dan peralatan                                                                                                                                Furniture and office
                                                             11,102,156,190                  1,497,331,947                                         12,599,488,137
                         kantor, dimiliki langsung                                                                                                                      equipment, directly owned
                         Kendaraan bermotor,                                                                                                                                Motor vehicle, directly
                                                             50,328,165,830                                             ( 115,384,546 )            50,212,781,284
                         dimiliki langsung                                                                                                                                                   owned
                         Dimiliki langsung                1,801,815,975,385                61,184,752,433             ( 2,357,943,198 )         1,860,642,784,620                  Directly owned
                         Mesin, aset hak guna                                                                                                                              Machinery, right of use
                                                             13,361,301,207                  2,404,494,785                                         15,765,795,992
                                                                                                                                                                                             assets
                         Alat berat, aset hak guna                                                                                                                      Heavy equipment, right of
                                                            102,723,778,800                                                                       102,723,778,800
                                                                                                                                                                                         use assets
                         Lainnya, aset hak guna               7,092,981,378                                                                         7,092,981,378       Others, right of use assets
                         Aset hak guna                      123,178,061,385                  2,404,494,785                                        125,582,556,170            Right of use assets
                         Aset tetap                                                                                                                                          Property, plant, and
                                                          1,924,994,036,770                63,589,247,218             ( 2,357,943,198 )         1,986,225,340,790
                                                                                                                                                                                        equipment
Akumulasi depresiasi     Bangunan dan                                                                                                                                      Building and leasehold         Carrying amount,
                         fasilitasnya, dimiliki              49,204,421,504                16,755,132,025                                          65,959,553,529           improvement, directly accumulated depreciation
                         langsung                                                                                                                                                            owned
                         Mesin dan peralatan,                                                                                                                           Machinery and equipment,
                                                            309,665,739,222                32,881,828,834               ( 648,247,060 )           341,899,320,996
                         dimiliki langsung                                                                                                                                          directly owned
                         Alat berat, dimiliki                                                                                                                           Heavy equipment, directly
                                                            706,816,684,488                40,489,060,823             ( 1,594,311,592 )           745,711,433,719
                         langsung                                                                                                                                                            owned
                         Perabot dan peralatan                                                                                                                                Furniture and office
                                                               9,367,170,321                 1,213,588,823                                         10,580,759,144
                         kantor, dimiliki langsung                                                                                                                      equipment, directly owned
                         Kendaraan bermotor,                                                                                                                                Motor vehicle, directly
Page 41
                  dimiliki langsung              43,700,879,972     2,253,298,039     ( 115,384,546 )      45,838,793,465                        owned
                  Dimiliki langsung           1,118,754,895,507    93,592,908,544   ( 2,357,943,198 )   1,209,989,860,853              Directly owned
                  Mesin, aset hak guna                                                                                         Machinery, right of use
                                                 3,645,430,614      2,546,797,775                          6,192,228,389
                                                                                                                                                 assets
                  Alat berat, aset hak guna                                                                                 Heavy equipment, right of
                                                72,529,183,485      7,548,648,827                         80,077,832,312
                                                                                                                                             use assets
                  Lainnya, aset hak guna           709,298,137        354,649,069                          1,063,947,206    Others, right of use assets
                  Aset hak guna                 76,883,912,236     10,450,095,671                         87,334,007,907         Right of use assets
                  Aset tetap                                                                                                    Property, plant, and
                                              1,195,638,807,743   104,043,004,215   ( 2,357,943,198 )   1,297,323,868,760
                                                                                                                                            equipment
Nilai perolehan   Aset tetap                                                                                                    Property, plant, and      Carrying amount
                                               729,355,229,027                                           688,901,472,030
                                                                                                                                            equipment
Page 42
[2611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - Property Industry
Page 43
[2616100] Disclosure of Notes to the financial statements - Revenue - Property Industry
Page 44
[2617000] Notes to the financial statements - Revenue By Type - Property
Industry

Catatan untuk tipe pendapatan                                        Notes for revenue by type

                                            30 September 30 September
                                                2023         2022

                        Nama produk           Penjualan dan        Penjualan dan
                         atau jasa          pendapatan usaha     pendapatan usaha
                       Service or product
                                             Sales and revenue    Sales and revenue
                             name
Pendapatan dari jasa 1 Pondasi                298,669,030,301      341,096,893,501    Service revenue 1
Pendapatan dari jasa 2 Dinding penahan                                                Service revenue 2
                                              358,786,600,192      158,315,474,336
                       tanah
Pendapatan dari jasa 3 Struktur                79,981,061,347      185,254,129,440    Service revenue 3
Pendapatan dari jasa                          737,436,691,840      684,666,497,277     Service revenue
Pendapatan dari                                                                       Product revenue 1
                       Dinding precast         10,136,467,984      112,236,196,338
produk 1
Pendapatan dari                                                                       Product revenue 2
                       Tiang pancang          178,018,887,365       20,614,839,535
produk 2
Pendapatan dari                                                                       Product revenue
                                              188,155,355,349      132,851,035,873
produk
Tipe pendapatan                               925,592,047,189      817,517,533,150     Type of revenue
Page 45
[2618000] Notes to the financial statements - Revenue By Source - Property
Industry

Catatan untuk sumber pendapatan                                  Notes for revenue by source

                                           30 September 30 September
                                               2023         2022

                      Nama produk            Penjualan dan        Penjualan dan
                       atau jasa           pendapatan usaha     pendapatan usaha
                      Service or product
                                            Sales and revenue    Sales and revenue
                            name
Pendapatan dari                                                                      Domestic revenue 1
                    Pondasi                  298,669,030,301      341,096,893,501
domestik 1
Pendapatan dari     Dinding                                                          Domestic revenue 2
                                             358,786,600,192      158,315,474,336
domestik 2          penahan tanah
Pendapatan dari                                                                      Domestic revenue 3
                    Struktur                  79,981,061,347      185,254,129,440
domestik 3
Pendapatan dari                                                                      Domestic revenue 4
                    Dinding precast           10,136,467,984      112,236,196,338
domestik 4
Pendapatan dari                                                                      Domestic revenue 5
                    Tiang pancang            178,018,887,365       20,614,839,535
domestik 5
Pendapatan domestik                          925,592,047,189      817,517,533,150    Domestic revenue
Sumber pendapatan                            925,592,047,189      817,517,533,150    Source of revenue
Page 46
[2620100] Notes to the financial statements - Trade receivables, by currency - Property Industry

Piutang usaha berdasarkan mata uang                                                                                                                                Trade receivables by currency

                                                30 September 2023                                                       31 December 2022

                                                      Penyisihan penurunan                                                   Penyisihan penurunan
                            Piutang usaha, kotor                               Piutang usaha       Piutang usaha, kotor                               Piutang usaha
                                                       nilai piutang usaha                                                    nilai piutang usaha
                                                           Allowance for                                                          Allowance for
                           Trade receivables, gross     impairment of trade   Trade receivables   Trade receivables, gross     impairment of trade   Trade receivables
                                                            receivables                                                            receivables
Pihak ketiga   IDR             337,751,912,838                                                        149,060,902,059                                                             IDR   Third party
               Mata uang       337,751,912,838         ( 22,528,588,206 )     315,223,324,631         149,060,902,059         ( 22,528,588,206 )     126,532,313,853         Currency
Page 47
[2620200] Notes to the financial statements - Trade receivables, by aging - Property Industry

Piutang usaha berdasarkan umur                                                                                                                                               Trade receivables by aging

                                                    30 September 2023                                                       31 December 2022

                                                          Penyisihan penurunan                                                   Penyisihan penurunan
                                Piutang usaha, kotor                               Piutang usaha       Piutang usaha, kotor                               Piutang usaha
                                                           nilai piutang usaha                                                    nilai piutang usaha
                                                               Allowance for                                                          Allowance for
                               Trade receivables, gross     impairment of trade   Trade receivables   Trade receivables, gross     impairment of trade   Trade receivables
                                                                receivables                                                            receivables
Belum jatuh   Umur                                                                                                                                                                     Aging    Not yet due
                                  266,102,171,589                                                          75,391,572,113
tempo
Telah jatuh   1 - 30 hari           12,770,929,996                                                         18,485,104,058                                                         1 - 30 days     Overdue
tempo         31 - 60 hari           2,961,187,682                                                          5,763,433,877                                                        31 - 60 days
              61 - 90 hari           2,339,505,689                                                          1,327,350,188                                                        61 - 90 days
              91 - 120 hari            127,908,630                                                            681,094,593                                                       91 - 120 days
              Lebih dari 120                                                                                                                                                    More than 120
                                    53,450,209,252                                                         47,412,347,230
              hari                                                                                                                                                                       days
              Umur                 71,649,741,249                                                         73,669,329,946                                                               Aging
Jatuh tempo   Umur                337,751,912,838          ( 22,528,588,206 )     315,223,324,632        149,060,902,059          ( 22,528,588,206 )     126,532,313,853               Aging    Due status
Page 48
[2620500] Notes to the financial statements - Trade receivable, movement of
allowance for impairment of Trade receivables - Property Industry

Pergerakan penurunan nilai piutang                            Movement of allowance for
usaha                                                     impairment of trade receivables
                                30 September 2023   31 December 2022
Penyisihan penurunan nilai                                                    Allowance for impairment of
piutang usaha, awal periode        22,528,588,206     31,658,913,949         trade receivables, beginning
                                                                                                     period
Penambahan penyisihan                                                             Addition of allowance for
                                                           12,890,443
penurunan nilai piutang usaha                                            impairment of trade receivables
Pengurangan mutasi penurunan                                                    Reduction of movement of
nilai piutang usaha                                  ( 9,143,216,186 ) allowance for impairment of trade
                                                                                                receivables
Penyisihan penurunan nilai                                                 Allowance for impairment of
piutang usaha, akhir periode       22,528,588,206      22,528,588,206          trade receivables, ending
                                                                                                    period
Page 49
[2621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - Property Industry
Page 50
[2630000] Notes to the financial statements - Inventories - Property Industry

Catatan atas persediaan                                             Notes for inventories
                            30 September 2023   31 December 2022
     Bahan baku dan bahan                                          Raw and indirect material
                             110,532,777,250     110,456,853,235
     pembantu
     Suku cadang              24,391,569,028      21,497,921,029                Spareparts
     Barang dagang            35,531,460,637      16,493,380,932     Merchandise inventory
     Lainnya                   8,558,300,088       7,283,076,010         Other inventories
     Persediaan, kotor       179,014,107,003     155,731,231,206       Inventories, gross
     Persediaan              179,014,107,003     155,731,231,206              Inventories
     Persediaan lancar       179,014,107,003     155,731,231,206        Current inventories
Page 51
[2632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - Property Industry
Page 52
[2640100] Notes to the financial statements - Trade Payable, by currency - Property Industry

Utang usaha berdasarkan mata uang                                                                       Trade payables by currency

                                                    30 September 2023 31 December 2022

                                                          Utang usaha          Utang usaha
                                                         Trade payables       Trade payables
Pihak ketiga              IDR                               327,094,138,249      176,772,389,543        IDR                Third party
                          Mata uang                         327,094,138,249      176,772,389,543   Currency
Pihak berelasi            IDR                                                         43,898,000        IDR              Related party
                          Mata uang                                                   43,898,000   Currency
Page 53
[2640200] Notes to the financial statements - Trade Payable, by aging - Property Industry
Page 54
[2641000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Payables - Property Industry
Page 55
[2670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - Property
Industry

Beban pokok penjualan                                                       Cost of good sold
                                30 September 2023   30 September 2022
Material                         492,748,285,049     404,115,333,904                   Material usage
Pengangkutan dan bongkar muat     27,619,219,777      21,137,784,856       Freight and handling costs
Subkontraktor                     92,534,567,815      77,023,865,252                    Subcontractor
Upah, tenaga kerja langsung       82,884,823,425      90,835,018,568           Wages and direct labor
Depresiasi                        59,015,841,680      66,603,336,449                     Depreciation
Sewa                               4,995,899,323       2,909,596,480                        Rent cost
Perbaikan dan pemeliharaan        24,571,681,217      20,631,619,201        Repairs and maintenance
Jumlah biaya produksi            784,370,318,286     683,256,554,710           Total production cost
Harga pokok produksi             784,370,318,286     683,256,554,710    Cost of goods manufactured
Beban pokok pendapatan                                                       Other cost of goods sold
                                   31,097,564,389      25,811,849,888
lainnya
Beban pokok penjualan dan                                                 Cost of sales and revenue
                                 815,467,882,675     709,068,404,598
pendapatan
Page 56
[2671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - Property Industry
Page 57
[2691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - Property Industry
Page 58
[2691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - Property Industry
Page 59
[2692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - Property Industry
Page 60
[2693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - Property Industry
Page 61
[2693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - Property Industry
Page 62
[2696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - Property Industry

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.17 MB
Published27 Oct 2023
Pages62
Characters218,650
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 8

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result