Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 62
Page 1
Nomor Surat 70/DIR-IDPR/XI/2023
Nama Emiten PT Indonesia Pondasi Raya Tbk.
Kode Emiten IDPR
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 9 Bulan yang berakhir pada 30/09/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
1 PT Gema konstruksi Ruko Sedayu 2018 Operasi 41.305.880.127 PENUH IDR 50.0
Bahana Square Blok
Utama A1, 2, 3, 5
2 PT pembuatan Ruko Fluorite 1992 Operasi 813.799.841.080 PENUH IDR 99.97
Rekagunatek tiang Blok FR 028-
Persada pancang 029, Gading
precast dan Serpong,
prestressed Tangerang
dan jasa 15810
pemancangan
.
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Indonesia Pondasi Raya Tbk. yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara
elektronik. PT Indonesia Pondasi Raya Tbk. bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 September 2023
Nama entitas PT Indonesia Pondasi Raya Entity name
Tbk.
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas IDPR Entity code
Nomor identifikasi entitas AA720 Entity identification number
Industri utama entitas Properti / Property Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor J. Infrastructures Sector
Subsektor J2. Heavy Constructions & Civil Subsector
Engineering
Industri J21. Heavy Constructions & Industry
Civil Engineering
Subindustri J211. Heavy Constructions & Subindustry
Civil Engineering
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
Individual WNI
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Utama / Main
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas tunggal / Single entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal III / Third Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan September 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya September 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Satuan Penuh / Full Amount statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Page 3
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[2210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - Property Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 September 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
4,182,805,235 5,050,000,798
equivalents
Aset keuangan lancar Current financial assets
Aset keuangan lancar Other current financial
745,757,629 296,670,004
lainnya assets
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
315,223,324,632 126,532,313,853
ketiga parties
Piutang retensi Retention receivables
Piutang retensi pihak Retention receivables
113,120,047,926 92,232,844,386
ketiga third parties
Tagihan bruto pemberi Unbilled receivables
kerja
Tagihan bruto pemberi Unbilled receivables
346,696,555,860 386,504,070,933
kerja pihak ketiga third parties
Piutang lainnya Other receivables
Piutang lainnya pihak Other receivables third
52,133,030 138,742,030
ketiga parties
Persediaan lancar Current inventories
Persediaan lancar 179,014,107,003 155,731,231,206 Current inventories
Uang muka lancar Current advances
Uang muka lancar atas Current advances on
30,480,607,727 23,501,530,727
investasi investments
Uang muka lancar Other current
32,652,457,291 10,439,292,684
lainnya advances
Pajak dibayar dimuka Current prepaid taxes
462,340,556 93,888,035
lancar
Jumlah aset lancar 1,022,630,136,889 800,520,584,656 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Properti investasi 50,032,641,834 52,259,585,643 Investment properties
Aset tetap Property, plant, and
640,488,322,961 688,901,472,030
equipment
Aset tidak lancar Other non-current
810,460,000
non-keuangan lainnya non-financial assets
Jumlah aset tidak lancar 690,520,964,795 741,971,517,673 Total non-current assets
Jumlah aset 1,713,151,101,684 1,542,492,102,329 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Pinjaman jangka Short-term non-bank
261,289,240,116 256,833,175,327
pendek non-bank loans
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
327,094,138,249 176,772,389,543
ketiga third parties
Utang usaha pihak Trade payables
43,898,000
berelasi related parties
Uang muka Current advances
pelanggan jangka from customers
Page 5
pendek
Uang muka Current advances
pelanggan jangka from customers
180,761,929,029 145,524,102,518
pendek pihak third parties
ketiga
Beban akrual jangka Current accrued
1,139,405,634 336,928,062
pendek expenses
Utang pajak 14,305,231,270 6,014,515,994 Taxes payable
Liabilitas jangka Current maturities of
panjang yang jatuh long-term liabilities
tempo dalam satu
tahun
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of bank loans
tempo dalam satu 62,851,414,171 37,868,080,840
tahun atas utang
bank
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of finance lease
tempo dalam satu 1,936,184,535 4,866,306,331 liabilities
tahun atas liabilitas
sewa pembiayaan
Jumlah liabilitas Total current
849,377,543,004 628,259,396,615
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
panjang
Liabilitas jangka Long-term liabilities
panjang setelah net of current
dikurangi bagian maturities
yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas jangka Long-term bank
panjang atas utang 191,203,772,212 230,154,832,847 loans
bank
Liabilitas jangka Long-term finance
panjang atas lease liabilities
8,355,890,727 7,702,079,296
liabilitas sewa
pembiayaan
Pendapatan Non-current deferred
ditangguhkan jangka 99,603,837 996,038,523 revenue
panjang
Kewajiban imbalan Long-term
pasca kerja jangka 52,039,516,236 44,624,533,100 post-employment
panjang benefit obligations
Jumlah liabilitas Total non-current
251,698,783,012 283,477,483,766
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 1,101,076,326,016 911,736,880,381 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 200,300,000,000 200,300,000,000 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
341,060,989,128 341,060,989,128
disetor capital
Cadangan pengukuran Reserve of
kembali program 18,541,945,375 21,663,472,768 remeasurements of
imbalan pasti defined benefit plans
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
Page 6
telah ditentukan 40,100,000,000 40,100,000,000 retained earnings
penggunaannya
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan 13,144,532,724 17,301,576,415 retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
613,147,467,227 620,426,038,311
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Kepentingan Non-controlling interests
( 1,072,691,559 ) 10,329,183,637
non-pengendali
Jumlah ekuitas 612,074,775,668 630,755,221,948 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
1,713,151,101,684 1,542,492,102,329
ekuitas
Page 7
[2311000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by function - Property Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 September 2023 30 September 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
925,592,047,189 817,517,533,150
usaha
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
( 815,467,882,675 ) ( 709,068,404,598 )
pendapatan
Jumlah laba bruto 110,124,164,514 108,449,128,552 Total gross profit
Beban penjualan ( 252,085,400 ) ( 83,990,934 ) Selling expenses
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 85,359,132,067 ) ( 79,929,087,672 )
expenses
Pendapatan keuangan 18,970,699 20,169,261 Finance income
Beban bunga dan keuangan ( 37,064,337,635 ) ( 31,123,847,686 ) Interest and finance costs
Pendapatan lainnya 934,764,176 14,117,947,663 Other income
Beban lainnya ( 92,293,678 ) ( 1,400,437,095 ) Other expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
( 11,689,949,391 ) 10,049,882,089
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 1,837,943,443 ) ( 1,765,533,425 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
( 13,527,892,834 ) 8,284,348,664
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) ( 13,527,892,834 ) 8,284,348,664 Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif Other comprehensive income,
lainnya, setelah pajak after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang tidak akan income that will not be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
setelah pajak loss, after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya atas pengukuran income for
kembali kewajiban ( 3,149,553,446 ) 2,574,676,928 remeasurement of defined
manfaat pasti, setelah benefit obligation, after tax
pajak
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang tidak akan ( 3,149,553,446 ) 2,574,676,928 that will not be
direklasifikasi ke laba reclassified to profit or
rugi, setelah pajak loss, after tax
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, ( 3,149,553,446 ) 2,574,676,928 income, after tax
setelah pajak
Jumlah laba rugi komprehensif ( 16,677,446,280 ) 10,859,025,592 Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
( 2,154,043,691 ) 7,544,233,696
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan ke kepentingan ( 11,373,849,143 ) 740,114,968 non-controlling interests
non-pengendali
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas ( 5,275,571,084 ) 10,137,925,879 attributable to parent entity
induk
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
Page 8
dapat diatribusikan ke ( 11,401,875,196 ) 721,099,713 attributable to non-controlling
kepentingan non-pengendali interests
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang ( 1.08 ) 3.77 share from continuing
dilanjutkan operations
Page 9
[2410000] Statement of changes in equity - Property Industry - Current Year
30 September 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan pengukuran Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Kepentingan
Saham biasa Tambahan modal disetor kembali program ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
non-pengendali
imbalan pasti penggunaannya penggunaannya entitas induk
Reserve of
Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital remeasurements of Non-controlling interests Equity
earnings earnings parent entity
defined benefit plans
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali Balance before restatement at beginning of
200,300,000,000 341,060,989,128 21,663,472,768 40,100,000,000 17,301,576,415 620,426,038,311 10,329,183,637 630,755,221,948
period
Posisi ekuitas, awal periode 200,300,000,000 341,060,989,128 21,663,472,768 40,100,000,000 17,301,576,415 620,426,038,311 10,329,183,637 630,755,221,948 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) ( 2,154,043,691 ) ( 2,154,043,691 ) ( 11,373,849,143 ) ( 13,527,892,834 ) Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya ( 3,121,527,393 ) ( 3,121,527,393 ) ( 28,026,053 ) ( 3,149,553,446 ) Other comprehensive income
Distribusi dividen kas ( 2,003,000,000 ) ( 2,003,000,000 ) ( 2,003,000,000 ) Distributions of cash dividends
Posisi ekuitas, akhir periode 200,300,000,000 341,060,989,128 18,541,945,375 40,100,000,000 13,144,532,724 613,147,467,227 ( 1,072,691,559 ) 612,074,775,668 Equity position, end of the period
Page 10
[2410000] Statement of changes in equity - Property Industry - Prior Year
30 September 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan pengukuran Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Kepentingan
Saham biasa Tambahan modal disetor kembali program ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
non-pengendali
imbalan pasti penggunaannya penggunaannya entitas induk
Reserve of
Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital remeasurements of Non-controlling interests Equity
earnings earnings parent entity
defined benefit plans
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali Balance before restatement at beginning of
200,300,000,000 341,060,989,128 24,132,898,440 40,100,000,000 10,827,482,504 616,421,370,072 4,153,695,220 620,575,065,292
period
Posisi ekuitas, awal periode 200,300,000,000 341,060,989,128 24,132,898,440 40,100,000,000 10,827,482,504 616,421,370,072 4,153,695,220 620,575,065,292 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 7,544,233,696 7,544,233,696 740,114,968 8,284,348,664 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya 2,593,692,183 2,593,692,183 ( 19,015,255 ) 2,574,676,928 Other comprehensive income
Distribusi dividen kas ( 2,003,000,000 ) ( 2,003,000,000 ) ( 2,003,000,000 ) Distributions of cash dividends
Posisi ekuitas, akhir periode 200,300,000,000 341,060,989,128 26,726,590,623 40,100,000,000 16,368,716,200 624,556,295,951 4,874,794,933 629,431,090,884 Equity position, end of the period
Page 11
[2510000] Statement of cash flows, direct method - Property Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 September 2023 30 September 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
799,838,098,533 729,408,760,447
pelanggan
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kepada Payments to suppliers for
pemasok atas barang dan ( 651,529,826,575 ) ( 611,049,424,202 ) goods and services
jasa
Pembayaran kas lainnya Other cash payments for
( 67,253,261,456 ) ( 68,676,740,290 )
untuk beban operasi operating activities
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
81,055,010,502 49,682,595,955
(digunakan untuk) operasi in) operations
Penerimaan bunga dari Interests received from
18,970,699 20,169,261
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran bunga dari Interests paid from operating
( 36,511,219,875 ) ( 30,612,712,653 )
aktivitas operasi activities
Penerimaan pengembalian Income taxes refunded (paid)
(pembayaran) pajak from operating activities
( 1,899,095,999 ) ( 2,883,428,642 )
penghasilan dari aktivitas
operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
42,663,665,327 16,206,623,921
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 6,979,077,000 ) ( 6,977,667,000 )
properti investasi investment properties
Penerimaan dari penjualan Proceeds from disposal of
8,000,000
aset tetap property and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 22,411,871,643 ) ( 61,390,774,157 )
aset tetap property and equipment
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 29,390,948,643 ) ( 68,360,441,157 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Penerimaan pinjaman bank 981,282,589,949 1,471,105,497,986 Proceeds from bank loans
Pembayaran pinjaman bank ( 1,408,952,047,143 Payments of bank loans
( 991,143,191,831 )
)
Penerimaan liabilitas sewa Proceeds from finance lease
2,202,621,304
pembiayaan liabilities
Pembayaran liabilitas sewa Payments of finance lease
( 4,478,931,669 ) ( 4,215,742,096 )
pembiayaan liabilities
Pembayaran dividen dari Dividends paid from financing
( 2,003,000,000 ) ( 2,003,000,000 )
aktivitas pendanaan activities
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 14,139,912,247 ) 55,934,708,747
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Page 12
Jumlah kenaikan (penurunan) ( 867,195,563 ) 3,780,891,511 Total net increase (decrease)
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
5,050,000,798 4,580,595,037
awal periode flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
4,182,805,235 8,361,486,548
akhir periode cash flows, end of the period
Page 13
[2610000] Explanation for Significant Accounting Policy - Property Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 September 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian interim, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun secara akrual Basis of preparation of consolidated
konsolidasian dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun tertentu yang diukur financial statements
berdasarkan basis lain seperti yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi terkait.Laporan arus kas
konsolidasian interim menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang dikelompokkan ke
dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi disajikan dengan
menggunakan metode langsung.Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasian interim konsisten dengan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, kecuali untuk penerapan PSAK yang baru dan
revisi yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2021 seperti yang diungkapkan dalam Catatan
ini.Penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim sesuai dengan SAK Indonesia mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi penerapan kebijakan
akuntansi dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini dibuat
berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil
yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal-hal yang melibatkan pertimbangan atau
kompleksitas yang lebih tinggi atau hal-hal dimana asumsi dan estimasi adalah signifikan terhadap laporan
keuangan konsolidasian interim diungkapkan dalam Catatan 3 atas laporan keuangan konsolidasian
interim.Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian interim adalah Rupiah
atau Rp yang juga merupakan mata uang fungsional Kelompok Usaha.Penerapan PSAK yang Baru dan
DirevisiKelompok Usaha telah menerapkan PSAK yang baru dan revisi, yang berlaku efektif:1 Januari 2021
amendemen PSAK No. 22: Kombinasi Bisnis tentang Definisi Bisnis PSAK No. 1 (Penyesuaian Tahunan
2021): Penyajian Laporan Keuangan PSAK No. 13 (Penyesuaian Tahunan 2021): Property Investasi PSAK
No. 48 (Penyesuaian Tahunan 2021): Penurunan Nilai Aset Amendemen PSAK No. 55: Instrument Keuangan
- Pengakuan dan Pengukuran, PSAK No. 60: Instrumen Keuangan - Pengungkapan, PSAK No. 62: Kontrak
Asuransi, PSAK No. 71: Instrumen Keuangan dan PSAK No. 73: Sewa tentang Reformasi Acuan Suku Bunga
Tahap 2 PSAK No. 66 (Penyesuaian Tahunan 2021): Pengaturan Bersama PSAK No. 16 (Penyesuaian
Tahunan 2021): Perjanjian Konsensi Jasa1 April 2021 Amendemen PSAK No. 73: Konsensi Sewa terkait
Covid-19 setelah 30 Juni 2021Penerapan standar yang direvisi tidak mengakibatkan perubahan substansial
terhadap kebijakan akuntansi Kelompok Usaha dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang
dilaporkan untuk tahun
berjalan.-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------The interim
consolidated financial statements, except for the consolidated statement of cash flows, have been prepared
based on the accrual basis using the historical cost concept of accounting, except for certain accounts which
are measured on the basis described in the related accounting policies.The interim consolidated statement of
cash flows present receipts and payments of cash and cash equivalents classified into operating, investing
and financing activities. The cash flows from operating activities are presented using the direct method.The
accounting policies adopted in the preparation of the interim consolidated financial statements are consistent
with those adopted in the preparation of the consolidated financial statements for the year ended December
31, 2020, except for the adoption of new and revised PSAK effective January 1, 2021 as disclosed in this
Note.The preparation of interim consolidated financial statements in conformity with Indonesian SAK requires
management to make judgment, estimates and assumptions that affect the application of accounting policies
Page 14
and the reported amounts of assets, liabilities, income and expenses. Although these estimates are based on
management best knowledge and judgment of current events and actions, actual results may ultimately differ
from those estimates. The areas involving a higher degree of judgment or complexity, or areas where
assumptions and estimates are significant to the interim consolidated financial statements are disclosed in
Note 3 to the interim consolidated financial statements.The reporting currency used in the preparation of the
interim consolidated financial statements is Rupiah or Rp which also represents functional currency of the
Group.Adoption of New and Revised PSAKThe Group adopted the following new and revised PSAK that are
mandatory for application effective:January 1, 2021 amendments to PSAK No. 22: Business Combination
regarding Definition of Business PSAK No. 1 (2021 Annual Improvement): Presentation of Financial
Instruments PSAK No. 13 (2021 Annual Improvement): Investment Property PSAK No. 48 (2021 Annual
Improvement): Impairment of Assets amendment to PSAK No. 55: Financial Instruments - Recognition and
Measurement, PSAK No. 60: Financial Instruments - Disclosures, PSAK No. 62: Insurance Contracts, PSAK
No. 71: Financial Instruments and PSAK No. 73: Leases regarding Interest Rate Benchmark Reform Phase 2
PSAK No. 66 (2021 Annual Improvement): Joint Arrangement PSAK No. 16 (2021 Annual Improvement):
Service Concession ArrangementsApril 1, 2021 amendments to PSAK No. 73: Lease Concessions related to
Covid-19 beyond June 30, 2021The adoption of the revised standards did not result in substantial changes to
the Group accounting policies and had no material effect on the amounts reported for the current year.
Prinsip-prinsip konsolidasi Entitas anak adalah seluruh entitas dimana Kelompok Usaha memiliki pengendalian. Kelompok Usaha Principles of consolidation
mengendalikan investee ketika (a) memiliki kekuasaan atas investee, (b) eksposur atau hak atas imbal hasil
variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan (c) memiliki kemampuan untuk menggunakan
kekuasaannya atas investee untuk memengaruhi jumlah imbal hasil. Kelompok Usaha menilai kembali
apakah Kelompok Usaha mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya
perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.Konsolidasi atas entitas anak dimulai
sejak tanggal Kelompok Usaha memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berakhir ketika Kelompok
Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak. Penghasilan dan beban entitas anak dimasukkan atau
dilepaskan selama tahun berjalan dalam laba rugi dari tanggal diperolehnya pengendalian sampai dengan
tanggal ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak.Laba rugi dan setiap komponen
dari penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepentingan
nonpengendali, meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan nonpengendali memiliki saldo defisit. Jika
diperlukan, dilakukan penyesuaian atas laporan keuangan entitas anak guna memastikan keseragaman
dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha. Mengeliminasi secara penuh aset dan liabilitas, penghasilan,
beban, dan arus kas dalam intra grup terkait dengan transaksi antar entitas dalam Kelompok
Usaha.Perubahan dalam bagian kepemilikan atas entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
pengendalian pada entitas anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Setiap perbedaan antara jumlah tercatat
kepentingan nonpengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui
secara langsung di ekuitas dan mengatribusikannya kepada pemilik entitas indukKetika Kelompok Usaha
kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka Kelompok Usaha menghentikan pengakuan atas aset
(termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait, sementara keuntungan atau kerugian
yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai
wajar.-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Subsidiaries are
entities over which the Group has control. The Group controls an investee when the Group (a) has power over
the investee, (b) is exposed or has rights to variable returns from its involvement with the investee, and (c)
has the ability to use its power over the investee to affect its returns. The Group re-assesses whether or not it
controls an investee if facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three
elements of control.Consolidation of a subsidiary begins when the Group obtains control over the subsidiary
and ceases when the Group losses control of the subsidiary. Income and expenses of a subsidiary acquired
or disposed of during the year are included in the profit or loss from the date the Group gains control until the
Page 15
date the Group ceases to control the subsidiary.Profit or loss and each component of other comprehensive
income are attributed to owners of the parent entity and to the non-controlling interests, even if this results in
the non-controlling interests having a deficit balance. When necessary, adjustments are made to the financial
statements of subsidiaries to bring their accounting policies into line with the Group accounting policies. All
intra-group assets and liabilities, equity, income, expenses and cash flows relating to transactions between
members of the Group are eliminated in full on consolidation.A change in the ownership interest of a
subsidiary, without a loss of control, is accounted for as an equity transaction. Any difference between the
amount by which the non-controlling interests are adjusted and the fair value of the consideration paid or
received is recognized directly in equity and attributed to owners of the parent entity.If the Group losses
control over a subsidiary, it derecognizes the related assets (including goodwill), liabilities, non-controlling
interest and other components of equity while any resulting gain or loss is recognized in profit or loss. Any
investment retained is recognized at fair value.
Kas dan setara kas Kas dan bank terdiri dari kas dan bank tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi Cash and cash equivalents
penggunaannya.---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Cash
on hand and in banks represent cash on hand and in banks neither used as collateral nor restricted.
Piutang usaha dan piutang lain-lain Aset keuangan Kelompok Usaha meliputi kas dan bank, piutang usaha, piutang retensi, piutang lain-lain, Trade and other receivables
tagihan bruto kepada pemberi kerja dan aset lancar lainnya. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset
lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset
tidak lancar.Kelompok Usaha menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit
ekspektasian tersebut terhadap piutang usaha, piutang retensi, piutang lain-lain dan tagihan bruto kepada
pemberi kerja tanpa komponen pendanaan yang signifikan.Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap
kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban
pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih
dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam Piutang usaha, piutang
retensi dan tagihan bruto kepada pemberi kerja dan liabilitas kontrak disajikan dalam "Uang muka dari
pelanggan.Penurunan Nilai Piutang Usaha, Retensi, Lain-lain dan Tagihan Bruto kepada Pemberi
KerjaTingkat provisi yang spesifik dievaluasi oleh manajemen dengan dasar faktor-faktor yang memengaruhi
tingkat tertagihnya piutang tersebut. Dalam kasus ini, Kelompok Usaha menggunakan pertimbangan
berdasarkan fakta dan kondisi terbaik yang tersedia meliputi tetapi tidak terbatas pada jangka waktu
hubungan Kelompok Usaha dengan pelanggan dan status kredit pelanggan berdasarkan laporan dari pihak
ketiga dan faktor-faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat pencadangan spesifik untuk pelanggan
terhadap jumlah jatuh tempo untuk mengurangi piutang Kelompok Usaha menjadi jumlah yang diharapkan
tertagih.Pencadangan secara spesifik ini dievaluasi dan disesuaikan kembali jika terdapat informasi tambahan
yang diterima memengaruhi jumlah yang diestimasikan. Selain provisi khusus terhadap piutang yang
signifikan secara individual, Kelompok Usaha juga mengakui provisi penurunan nilai secara kolektif terhadap
risiko kredit debitur yang dikelompokkan berdasarkan karakteristik kredit yang sama, dan meskipun tidak
secara spesifik diidentifikasi membutuhkan provisi khusus, memiliki risiko gagal bayar lebih tinggi daripada
ketika awal piutang tersebut diberikan kepada debitur.Kelompok Usaha menerapkan pendekatan yang
disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan cadangan kerugian kredit
ekspektasian seumur hidup untuk seluruh piutang usaha. Dalam penentuan kerugian kredit ekspektasian,
manajemen diharuskan untuk menggunakan pertimbangan dalam mendefinisikan hal apa yang dianggap
sebagai kenaikan risiko kredit yang signifikan dan dalam pembuatan asumsi dan estimasi, untuk
menghubungkan informasi yang relevan tentang kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi
Page 16
ekonomi. Pertimbangan diaplikasikan dalam menentukan periode seumur hidup dan saat pengakuan awal
piutangJumlah tercatat piutang usaha, retensi, lain-lain dan tagihan bruto kepada pemberi kerja Kelompok
Usaha diungkapkan di dalam Catatan 5, 6, 7, dan 8 atas laporan keuangan konsolidasian
interim.---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------The Group
financial assets include cash on hand and in banks, trade receivables, retention receivables, other
receivables, gross amount due from customers and other current assets. Financial assets in this category are
classified as current assets if expected to be settled within 12 months, otherwise they are classified as
non-current.The Group applied a simplified approach to measure such expected credit loss for trade
receivables, retention receivables, other receivables and gross amount due from customers without significant
financing component.Payment of the transaction price differs for each contracts. A contract asset is
recognized once the consideration paid by customer is less than the balance of performance obligation which
has been satisfied. A contract liability is recognized once the consideration paid by customer is more than the
balance of performance obligation which has been satisfied. Contract assets are presented under Trade
receivables, retention receivables and gross amount due from customers and contract liabilities are presented
under Advance from customers.Impairment of Trade, Retention, Other Receivables and Gross Amount Due
from CustomersThe level of a specific provision is evaluated by management on the basis of factors that
affect the collectibility of the accounts. In these cases, the Group uses judgment based on the best available
facts and circumstances, including but not limited to, the length of the Group relationship with the customers
and customers?redits status based on third-party credit reports and known market factors, to record specific
reserves for customers against amounts due in order to reduce the Group receivables to amounts that it
expects to collect.These specific reserves are re-evaluated and adjusted as additional information received
affects the amounts estimated. In addition to specific provision against individually significant receivables, the
Group also recognizes a collective impairment provision against credit exposure of its debtors which are
grouped based on common credit characteristics, and although not specifically identified as requiring a
specific provision, have a greater risk of default than when the receivables were originally granted to the
debtors.Group applies simplified approach to measuring expected credit losses which uses a lifetime
expected loss allowance for all trade receivables. In determining expected credit losses, management is
required to exercise judgment in defining what is considered to be a significant increase in credit risk and in
making assumptions and estimates to incorporate relevant information about past events, current conditions
and forecasts of economic conditions. Judgment has been applied in determining the lifetime and point of
initial recognition of receivables.The carrying amount of the Groups trade, retention, other receivables and
gross amount due from customers is disclosed in Note 5, 6, 7, and 8 to the interim consolidated financial
statements
Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Biaya Inventories
perolehan persediaan meliputi seluruh biaya yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi
saat ini, dimana ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Biaya barang jadi dan barang
dalam proses terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya langsung lain dan biaya tidak
langsung yang terkait dengan produksi (berdasarkan kapasitas operasi normal). Nilai realisasi neto adalah
estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi biaya yang diperlukan untuk
melakukan penjualan.Ketika persediaan dijual, jumlah tercatat persediaan tersebut diakui sebagai beban
pada tahun dimana pendapatan terkait diakui.Penyisihan penurunan nilai persediaan karena keusangan,
kerusakan, kehilangan dan lambatnya perputaran ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap
keadaan masing-masing persediaan untuk mencerminkan nilai realisasi neto pada akhir tahun. Penyisihan
penurunan nilai persediaan ke nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada
periode penurunan nilai atau kerugian terjadi. Jumlah setiap pemulihan penyisihan penurunan nilai
persediaan karena kenaikan nilai realisasi neto, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah persediaan
yang diakui sebagai beban pada periode terjadinya pemulihan
Page 17
tersebut.---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Inventories
are stated at the lower of cost or net realizable value. The cost of inventories shall comprise all costs incurred
in bringing the inventories to their present location and condition, which is determined using the moving
average method. The cost of finished goods and work in process comprises raw materials, direct labor, other
direct costs and related production overheads (based on normal operating capacity). Net realizable value is
the estimated selling price in the ordinary course of business, less applicable variable selling expenses.When
inventories are sold, the carrying amount of those inventories is recognized as an expense in the period in
which the related revenue is recognized.Provision for decline in value of inventory due to obsolescence,
damage, loss and slow movement is determined based on a review of the condition of individual inventory to
reflect its net realizable value at the end of the year. The amount of any allowance for write-down of
inventories to net realizable value and all losses of inventories are recognized as an expense in the period the
write-down or loss occurs. The amount of any reversal of any allowance for write-down of inventories, arising
from an increase in net realizable value, is recognized as a reduction in the amount of inventories recognized
as an expense in the period in which the reversal occurs.
Properti investasi Properti investasi adalah properti yang dimiliki untuk memperoleh pendapatan rental atau untuk kenaikan nilai Investment property
atau keduanya, namun tidak untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, tidak untuk digunakan dalam produksi
atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif. Properti investasi diukur pada harga
perolehan pada saat pengakuan awal dan diukur selanjutnya pada nilai wajar dengan segala perubahannya
di dalam laba rugi.Pengakuan awal properti investasi sebesar biaya perolehan, setelah pengakuan awal
dinyatakan berdasarkan model biaya yang dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
dan akumulasi rugi penurunan nilai aset. Bangunan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis 20 tahun.Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan ke
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim pada saat terjadinya,
sedangkan pemugaran dan penambahan dikapitalisasi.Biaya perolehan meliputi pengeluaran yang secara
langsung dapat diatribusikan kepada akuisisi properti investasi. Biaya membangun sendiri properti investasi
meliputi biaya material dan biaya tenaga kerja langsung dan semua biaya yang secara langsung dapat
diatribusikan di dalam membawa properti investasi ke dalam kondisi kerja bagi tujuan penggunaannya dan
biaya pinjaman yang dapat dikapitalisasi.Properti investasi harus dieliminasi dari laporan posisi keuangan
konsolidasian interim pada saat pelepasan atau ketika properti invesatasi ditarik secara permanen dari
penggunaannya dan tidak lagi terdapat manfaat ekonomis di masa depan yang diharapkan pada saat terjadi
penarikan. Segala keuntungan atau kerugian dari penarikan atau pelepasan properti investasi (diperhitungkan
sebagai selisih hasil bersih dari pelepasan dan nilai tercatat unsur) diakui di dalam laba rugi pada saat
terjadinya.---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Investment
property are properties held to earn rental income or for capital appreciation or both, but not for sale in the
normal course of business, are not to be used in the production or supply of goods or services or for
administrative purposes. Investment properties are measured at cost upon initial recognition and
subsequently measured at fair value with any changes in profit or loss.The initial recognition of investment
property at cost, after initial recognition are stated at cost model which is carried at cost less accumulated
depreciation and accumulated impairment losses. Buildings are depreciated using the straight-line method
based on the estimated useful life of 20 years.Maintenance and repair costs are charged to the interim
consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income as incurred, while renewals and
additions are capitalized.The acquisition cost includes expenditure that is directly attributable to the acquisition
of investment properties. The cost of building its own investment property includes the cost of materials and
direct labor costs and all costs directly attributable to bringing in investment property into working condition for
its intended use and capitalized borrowing costs.Investment property should be eliminated from the interim
consolidated statement of financial position at the disposal of the investments or when the property is
permanently withdrawn from use and no longer have the future economic benefits expected in the event of
Page 18
withdrawal. Any gains or losses from the withdrawal or disposal of investment property (calculated as the
difference between net proceeds from disposal and the carrying value of an element) is recognized in profit or
loss as incurred.
Aset tetap Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset terdiri dari harga pembelian Fixed assets
dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang
diinginkan supaya aset siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Setelah pengakuan awal, aset
tetap, kecuali tanah, diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian
penurunan nilai. Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan.Sesuai dengan ISAK No.
36, Kelompok Usaha menganalisa fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam
bentuk Hak Guna Usaha (Hak Guna Bangunan (dan Hak Pakai (dalam menentukan akuntansi untuk
masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau
transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas
aset pendasar kepada Kelompok Usaha, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar,
Kelompok Usaha menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK
No. 73, sewa Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Kelompok Usaha
menerapkan PSAK No. 16 aset tetap biaya pengurusan legal awal untuk hak atas tanah diakui sebagai
bagian dari biaya perolehan tanah dan biaya ini tidak disusutkan. Biaya yang berkaitan dengan perpanjangan
hak atas tanah diakui sebagai beban ditangguhkan dan diamortisasi selama periode hak atas tanah atau
manfaat ekonomi tanah, mana yang lebih pendek.Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah
tercatat aset atau diakui sebagai aset yang terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan
bahwa manfaat ekonomi di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Kelompok Usaha
dan biaya tersebut dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan
pengakuannya pada tahun dimana pada saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan
pemeliharaan dibebankan ke dalam laba rugi. Penyusutan dihitung menggunakan metode saldo menurun
ganda untuk mengalokasikan jumlah penyusutan kecuali metode garis lurus untuk bangunan selama estimasi
manfaat ekonomi sebagai berikut: (Detail lihat di halaman 25)Nilai residu, masa manfaat ekonomi dan metode
penyusutan aset tetap ditelaah setiap akhir tahun keuangan atas pengaruh dari setiap perubahan estimasi
akuntansi yang berlaku prospektif.Jumlah tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh
kembali jika jumlah tercatat aset lebih besar dari jumlah yang dapat terpulihkan tersebut.Item aset tetap
dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang
diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian
pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari
aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim pada
tahun aset tersebut itu dihentikan
pengakuannya.--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Fixed
assets are initially recorded at cost. The cost of an asset comprises its purchases price and any directly
attributable cost of bringing the asset to its working condition and location for its intended use. Subsequent to
initial recognition, fixed assets, except for land, are measured at cost less accumulated depreciation and any
accumulated impairment losses. Land are measured at cost and not depreciated.In accordance with ISAK No.
36, the Group analyzes the facts and circumstances for each type of land rights in the form of Business Usage
Rights (Hak Guna Usaha or Building Usage Rights (Hak Guna Bangunan or and Usage Rights (Hak Pakai or
in determining the accounting for each of these land rights so that it can accurately represent an underlying
economic event or transaction. If the land rights do not transfer control of the underlying assets to the Group,
but gives the rights to use the underlying assets, the Group applies the accounting treatment of these
transactions as leases under PSAK No. 73,If land rights are substantially similar to land purchases, the Group
applies PSAK No. 16 fixed Assets Initial legal costs incurred to obtain legal rights are recognized as part of
the acquisition cost of the land and these costs are not depreciated. Costs related to renewal of land rights are
Page 19
recognized as deferred charges and amortized during the period of the land rights or the economic useful life
of land, whichever is shorter.Subsequent costs are included in the asset carrying amount or recognized as a
separate asset, as appropriate, when it is probable that future economic benefits associated with the item will
flow to the Group and the cost of the item can be reliably measured. The carrying amount of the replaced part
is derecognized during the financial year in which they are incurred. All other repairs and maintenance are
charged to profit or loss.Depreciation is calculated using double declining method except for building using
straight-line method to allocate the depreciable amount over the estimated useful lives of the assets as
follows:(Detail please see page 25)The asset residual values, estimated useful lives and depreciation method
are reviewed at each financial year end with the effect of any changes in accounting estimate accounted for
on a prospective basis.An asset carrying amount is written down immediately to its recoverable amount if the
asset carrying amount is greater than its estimated recoverable amount.An item of fixed assets is
derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any
gain or loss arising from derecognition of the asset, calculated as the difference between the net disposal
proceeds and the carrying amount of the item, is recognized interim consolidated profit or loss and other
comprehensive income in the year the item is derecognized.
Tanah belum dikembangkan N/A Undeveloped land
Penurunan nilai aset nonkeuangan N/A Impairment of non-financial assets
Beban tangguhan N/A Deferred charges
Utang usaha dan liabilitas lain-lain Liabilitas keuangan Kelompok Usaha meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, utang bank dan Trade payables and other liabilities
liabilitas sewa. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo melebihi
12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.Kelompok
liabilitas keuangan ini meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, utang bank dan liabilitas
sewa.----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------The Group
financial liabilities include trade payables, other payables, accrued expenses, bank loans and lease liabilities.
Financial liabilities are classified as non-current liabilities when the remaining maturity is more than 12
months, and as current liabilities when the remaining maturity is less than 12 months.This group of financial
liabilities includes trade payables, other payables, accrued expenses, bank loans and lease liabilities.
Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan dari kontrak dengan pelangganPengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa Revenue and expense recognition
sebagai berikut:(i) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.(ii) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam
kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa
Page 20
yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.(iii) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Kelompok Usaha membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak.(iv) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.(v) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut: suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Kelompok Usaha memilih ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam Piutang usaha, piutang retensi dan tagihan bruto kepada pemberi kerja dan liabilitas kontrak disajikan dalam "Uang muka dari pelanggan".Pendapatan dari kontrak konstruksiPendapatan yang berhubungan dengan kontrak konstruksi dicatat dengan menggunakan metode persentase penyelesaian. Dengan metode ini, pendapatan yang diakui setara dengan estimasi terbaru dari total nilai kontrak dikalikan dengan tingkat penyelesaian sebenarnya yang ditentukan dengan mengacu pada keadaan fisik kemajuan pekerjaan (metode output).Sebagian besar pendapatan Kelompok Usaha berasal dari jasa konstruksi yang diakui pada sepanjang waktu ketika kewajiban telah dipenuhi. Aset kontrak diakui apabila kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi melebihi pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan. Liabilitas kontrak diakui ketika pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan melebihi kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Jika adanya kemungkinan bahwa kontrak akan menghasilkan kerugian pada saat penyelesaian kontrak, penyisihan atas kerugian yang diperkirakan hingga penyelesaian kontrak diakui sebagai penyisihan kini pada laporan keuangan konsolidasian interim. Kerugian diakui secara penuh ketika dapat diukur secara andal, terlepas dari tingkat penyelesaian.Kelompok Usaha mengakui aset kontrak dan liabilitas kontrak sehubungan dengan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan. Aset kontrak disajikan sebagai piutang retensi dan jumlah tagihan bruto pemberi kerja. Liabilitas kontrak disajikan sebagai jumlah utang bruto pemberi kerja dan pendapatan diterima dimuka.Pendapatan dari tiang pancang dan dinding precastPendapatan dari penjualan barang diakui pada suatu waktu tertentu saat pengendalian barang telah dialihkan kepada pelanggan.Pendapatan bungaPendapatan bunga diakui pada saat akrual dengan menggunakan metode bunga efektif. Pendapatan bunga dari bank yang disajikan setelah pajak final diakui pada saat diperoleh.Pendapatan lain-lainPendapatan lainnya terdiri dari pendapatan selain yang dihasilkan dalam kegiatan bisnis biasa. Ini diakui atas dasar akrual.Saldo kontrak yang timbul dari pendapatan dengan kontrak pelanggan adalah sebagai berikut:PiutangPiutang merupakan hak Kelompok Usaha atas imbalan yang tidak bersyarat (yaitu, hanya berlalunya waktu yang diperlukan sebelum pembayaran pembayaran jatuh tempo).Aset kontrakAset kontrak adalah hak untuk mendapatkan imbalan sebagai ganti barang atau jasa yang dialihkan ke pelanggan. Jika Kelompok Usaha melaksanakan dengan mentransfer barang atau jasa kepada pelanggan sebelum pelanggan membayar imbalan atau sebelum pembayaran jatuh tempo, aset kontrak diakui untuk imbalan yang diperoleh yang bersyarat.Kewajiban kontrakKewajiban kontrak adalah kewajiban untuk mentransfer barang atau jasa kepada pelanggan dimana Kelompok Usaha telah menerima imbalan (atau jumlah imbalan yang jatuh tempo) dari pelanggan. Jika
Page 21
pelanggan membayar imbalan sebelum Kelompok Usaha mentransfer barang atau jasa kepada pelanggan, kewajiban kontrak diakui pada saat pembayaran dilakukan atau pembayaran jatuh tempo (mana yang lebih awal). Liabilitas kontrak diakui sebagai pendapatan pada saat Kelompok Usaha melaksanakan berdasarkan kontrak.Kelompok Usaha menyajikan setiap kontrak dengan pelanggan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian interim baik sebagai aset kontrak atau liabilitas kontrak.BebanBiaya yang secara langsung berhubungan dengan kontrak, menghasilkan sumber daya untuk memenuhi kontrak (biaya untuk memenuhi) atau penambahan untuk mendapatkan kontrak (biaya untuk memperoleh) dan diharapkan dapat dipulihkan. Beban tersebut dengan demikian memenuhi syarat kapitalisasi berdasarkan PSAK No. 72 dan diakui sebagai aset lancar lain-lain. Beban tersebut diamortisasi dengan cara sistematis sejalan dengan penyerahan barang atau jasa yang terkait dengan aset tersebut.Beban konstruksiHarga pokok persediaan yang diakui dalam laporan laba rugi ditentukan dengan mengacu pada biaya yang terjadi atas proyek tertentu. Beban diakui pada saat terjadinya.Beban administrasiBiaya administrasi merupakan biaya penyelenggaraan bisnis. Beban administrasi dibebankan pada saat terjadinya.Beban bungaBiaya administrasi merupakan biaya penyelenggaraan bisnis. Beban administrasi dibebankan pada saat terjadinya.Beban lain-lainBeban lain-lain diakui pada saat terjadinya.------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Revenue from contracts with customersRevenue recognition have to fulfill 5 steps of assessment:(i) Identify contract(s) with a customer. (ii) Identify the performance obligations in the contract. Performance obligations are promises in a contract to transfer to a customer goods or services that are distinct.(iii) Determine the transaction price. Transaction price is the amount of consideration to which an entity expects to be entitled in exchange for transferring promised goods or services to a customer. If the consideration promised in a contract includes a variable amount, the Group estimates the amount of consideration to which it expects to be entitled in exchange for transferring the promised goods or services to a customer less the estimated amount of service level guarantee which will be paid during the contract period.(iv) Allocate the transaction price to each performance obligation on the basis of the relative stand-alone selling prices of each distinct goods or services promised in the contract. Where these are not directly observable, the relative standalone selling price are estimated based on expected cost plus margin.(v) Recognize revenue when performance obligation is satisfied by transferring a promised goods or services to a customer (which is when the customer obtains control of that goods or services).A performance obligation may be satisfied at the following:of progress of the works (output method). point in time (typically for promises to transfer goods to a customer); orver time (typically for promises to transfer services to a customer). For a performance obligation satisfied over time, the Group selects an appropriate measure of progress to determine the amount of revenue that should be recognized as the performance obligation is satisfied.Payment of the transaction price differs for each contracts. A contract asset is recognized once the consideration paid by customer is less than the balance of performance obligation which has been satisfied. A contract liability is recognized once the consideration paid by customer is more than the balance of performance obligation which has been satisfied. Contract assets are presented under "Trade receivables, retention receivables and gross amount due from customers" and contract liabilities are presented under "Advance from customers".Revenue from construction contractRevenues related to construction contracts are accounted for using the percentage of completion method. Under this method, the revenue recognized equals the latest estimate of the total value of the contract multiplied by the actual completion rate determined by reference to the physical state of progress of the works (output method). Most of the Group revenue comes from construction services are recognized on all the time when the obligation has been met. Contract asset is recognized when performance obligation satisfied is more than the payments by customer. Contract liability is recognized when the payments by customer is more than the performance obligation satisfied. If it is regarded as probable that a contract will generate a loss on completion, a provision for expected losses to completion is recognized as a current provision in the interim consolidated financial statements. The loss is provided for in full as soon as it is can be
Page 22
reliably measured, irrespective of the completion rate.The Group has recognized contract assets and contract
liabilities related with revenue from contract with customers. Contract assets are presented as retention
receivables and gross amount due from customers. Contract liabilities are presented as gross amount due to
customers and unearned revenues.Revenue from pile and precast wallRevenue from the sale of goods is
recognized at the point in time when control of the goods have been transferred to customers.Interest
incomeInterest income is recognized as it accrues using the effective interest method. Interest income from
banks which is presented net of final tax is recognized when earned.Other incomeOther income consists of
income other than those generated in the ordinary course of business. This is recognized on an accrual
basis.Contract balances arising from revenue with customer contracts are as follow:ReceivablesA receivable
represents the Group right to an amount of consideration that is unconditional (i.e., only the passage of time is
required before payment of the consideration is due).Contract assetsA contract asset is the right to
consideration in exchange for goods or services transferred to the customer. If the Group performs by
transferring goods or services to a customer before the customer pays consideration or before payment is
due, a contract asset is recognized for the earned consideration that is conditional.Contract liabilitiesA
contract liability is the obligation to transfer goods or services to a customer for which the Group has received
consideration (or an amount of consideration is due) from the customer. If a customer pays consideration
before the Group transfers goods or services to the customer, a contract liability is recognized when the
payment is made or the payment is due (whichever is earlier). Contract liabilities are recognized as revenue
when the Group performs under the contract.The Group presents each contract with customer in the interim
consolidated statement of financial position either as a contract asset or a contract liability.ExpensesThe costs
that directly relate to the contract generate resources to satisfy the contract (list to fulfill or is incremental of
obtaining a contract (st to obtain and are expected to be recovered. These costs are therefore eligible for
capitalization under PSAK No. 72 and recognized as other current assets. Such cost will be amortized on a
systematic basis that is consistent with the transfer of the goods or services to which such asset
relates.Construction expensesThe cost of inventory recognized in the income statement is determined by
reference to the costs incurred for a particular project. Expenses are recognized when they are incurred.The
cost of inventory recognized in the income statement is determined by reference to the costs incurred for a
particular project. Expenses are recognized when they are incurred.Administrative expenseAdministrative
expenses constitute costs of administering the business. Administrative expenses are expensed as
incurred.Interest expenseAdministrative expenses constitute costs of administering the business.
Administrative expenses are expensed as incurred.Other expensesOther expenses are recognized when they
are incurred.
Penjabaran mata uang asing Mata Uang Fungsional dan PenyajianTiap entitas dalam Kelompok Usaha menentukan sendiri mata uang Foreign currency translation
fungsionalnya masing-masing dan laporan keuangannya masing-masing diukur dengan menggunakan mata
uang fungsional. Mata uang fungsional Perusahaan adalah Rupiah (yang merupakan mata uang penyajian
yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim. Untuk tujuan penyajian laporan
keuangan konsolidasian interim, aset dan liabilitas entitas anaknya pada tanggal pelaporan dijabarkan ke
dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut, sedangkan penghasilan dan
beban dijabarkan dengan menggunakan kurs pada tanggal transaksi. Selisih kurs yang terjadi diakui dalam
penghasilan komprehensif lain.Laporan keuangan konsolidasian interim disajikan dalam Rupiah yang
merupakan mata uang fungsional Kelompok Usaha.Transaksi dan SaldoTransaksi dalam mata uang asing
dicatat ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal
laporan posisi keuangan konsolidasian interim, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
disesuaikan untuk mencerminkan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yang berlaku pada
tanggal tersebut. Pos non-moneter dalam mata uang asing yang diukur berdasarkan nilai historis tidak
dijabarkan kembali.Selisih kurs yang timbul atas penyelesaian pos-pos moneter dan penjabaran kembali
pos-pos moneter diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim.Kurs
Page 23
yang digunakan per satuan mata uang asing terhadap Rupiah adalah sebagai berikut: (Detail lihat halaman
16)---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Functional and
Presentation CurrencyEach entity in the Group determines its own functional currency and financial
statements are measured using that functional currency. The functional currency of the Company is
Indonesian Rupiah (which is also the presentation currency used in the preparation of the interim consolidated
financial statements. For interim consolidation purposes, assets and liabilities of the subsidiaries at the
reporting date are translated into Rupiah using the exchange rates at that date, while income and expenses
are translated at the transaction rates of exchange. Resulting translation adjustments are recognized in other
comprehensive income.The interim consolidated financial statements are presented in Rupiah which is the
functional currency of the Group.Transactions and BalancesTransactions in foreign currencies are translated
in to Rupiah using the exchange rates prevailing at the dates of the transactions. At the interim consolidated
statements of financial position date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are
adjusted to reflect the middle rates of exchange quoted by Bank Indonesia prevailing at that date.
Non-monetary items that are measured in terms of historical cost in a foreign currency are not
retranslated.Exchange differences arising on the settlements of monetary items and on retranslation of
monetary items are included in the interim consolidated statement of profit or loss and other comprehensive
income.The rates of exchange expressed to Rupiah are as follows: (Detail please see page 16)
Transaksi dengan pihak berelasi Sesuai dengan PSAK No. 7, pengungkapan Pihak-pihak Berelasi pihak dianggap berelasi jika salah satu Transactions with related parties
pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara kepemilikan, secara langsung atau tidak
langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi dalam kebijakan keuangan dan
operasional) atas pihak lain dalam mengambil keputusan keuangan dan operasional.Seluruh transaksi
signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 32 atas laporan keuangan konsolidasian
interim.-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------In accordance
with PSAK No. 7, lated Party Disclosures parties are considered to be related if one party has the ability to
control (by way of ownership, directly or indirectly) or exercise significant influence (by way of participation in
the financial and operating policies) over the other party in making financial and operating decisions.All
significant transactions with related parties are disclosed in Note 32 to the interim consolidated financial
statements.
Pajak penghasilan Pajak penghasilan kiniPajak terutang kini didasarkan pada laba kena pajak tahun berjalan. Pendapatan kena Income taxes
pajak berbeda dari laba yang dilaporkan dalam masing-masing laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain perusahaan dalam Kelompok Usaha karena tidak termasuk pos-pos dari pendapatan atau
beban yang dapat dikenakan pajak atau dikurangkan di tahun-tahun lainnya dan selanjutnya tidak termasuk
pos-pos yang tidak dapat dikenakan pajak atau dikurangkan dari pajak. Liabilitas pajak kini Kelompok Usaha
untuk dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial berlaku pada tanggal
laporan posisi keuangan konsolidasian interim.Manajemen secara berkala mengevaluasi jumlah yang
dilaporkan di dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (terkait dengan keadaan dimana peraturan pajak yang
berlaku memerlukan interpretasi dan, jika diperlukan, manajemen akan menghitung provisi atas jumlah yang
mungkin
timbul.--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Current income
taxThe current tax payable is based on taxable profit for the year. Taxable profit differs from profit as reported
in the respective profit or loss and other comprehensive income of the companies in the Group because it
excludes items of income or expense that are taxable or deductible in other years and it further excludes
items that are not taxable or tax deductible. The respective liability for current tax of the Group is calculated
using tax rates that have been enacted or substantively enacted at the interim consolidated statement of
financial position date.Management periodically evaluates the amount reported in the Annual Tax Return (in
relation to the circumstances in which the applicable tax regulations are subject to interpretation and, if
necessary, the management will calculate the amount of fees that may arise.
Page 24
Pinjaman Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, pembangunan atau pembuatan aset Borrowings
kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui
sebagai beban pada saat terjadi. Biaya pinjaman dapat mencakup beban bunga, beban keuangan dalam
sewa pembiayaan atau selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang selisih kurs
tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian atas biaya
bunga.-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------Borrowing costs
that are directly attributable to the acquisition, construction and production of a qualifying asset are capitalized
as part of the cost of the related assets. Otherwise, borrowing costs may include interest expense, finance
charges in respect of finance leases, or exchange differences arising from foreign currency borrowings to the
extent that they are regarded as an adjustment to interest costs.
Provisi Provisi diakui ketika Kelompok Usaha memiliki kewajiban hukum maupun konstruktif yang merupakan Provisions
dampak peristiwa masa lalu dan memiliki kemungkinan besar penyelesaian kewajiban tersebut
mengakibatkan arus sumber daya keluar dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat
dibuat. Provisi tidak diakui bagi kerugian operasi di masa depan.Provisi dikaji ulang pada akhir setiap periode
pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik kini. Apabila tidak lagi terdapat
kemungkinan arus keluar sumber daya ekonomi yang diharuskan untuk menyelesaikan kewajiban tersebut,
maka provisi tersebut dicadangkan.Apabila dampak nilai waktu dari uang adalah material, maka provisi
didiskontokan dengan menggunakan tarif pajak kini yang mencerminkan, apabila tepat, risiko spesifik
liabilitas. Apabila diskonto digunakan, kenaikan provisi terkait dengan berlalunya waktu, diakui sebagai biaya
keuangan.-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------Provisions are
recognized when the Group has a legal or constructive obligation as a result of past events, it is more likely
than not that an outflow of resources will be required to settle the obligation and a reliable estimate of the
amount can be made. Provision is not recognized for future operating losses.Provisions are reviewed at the
end of each reporting period and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer probable that
an outflow of economic resources will be required to settle the obligation, the provision is reversed.If the effect
of the time value of money is material, provisions are discounted using a current pre tax rate that reflects,
where appropriate, the risk specific to the liability. When discounting is used, the increase in the provision due
to the passage of time is recognized as a finance cost.
Imbalan kerja karyawan Pada tanggal 31 Desember 2021, Kelompok Usaha menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya Employee benefits
sesuai dengan Peraturan Pemerintah (No. 35 tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020
(Undang-Undang Cipta Kerja) yang diundangkan pada November 2020. Pada tanggal 31 Desember 2020,
Kelompok Usaha menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya sesuai denga Undang-undang
Ketenagakerjaan Indonesia No. 13/2003. Program imbalan pasti ini tidak didanai.Liabilitas neto Kelompok
Usaha atas program liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan
kerja pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan liabilitas
diestimasi atas imbalan kerja karyawan dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dalam
perhitungan aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan.Pengukuran kembali liabilitas diestimasi
atas imbalan kerja karyawan, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial, b) imbal hasil atas aset program,
tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak termasuk bunga, diakui di
penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi
pada periode berikutnya.Kelompok Usaha mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa
lalu, dan setiap keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di
laba rugi pada saat
terjadinya.-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------As of
December 31, 2021, the Group provides defined employee benefits to their employees in accordance with
Implementing Regulation (No. 35 of 2021 of Law No. 11 of 2020 (Job Creation Law) enacted in November
Page 25
2020. As of December 31, 2020, the Group provides defined employee benefits to their employees in
accordance with Indonesian Labor Law No. 13/2003. The defined benefit plan is unfunded.The Group net
liabilities in respect of the defined benefit plan is calculated as the present value of the employee benefits
liabilities at the end of the reporting period less the fair value of plan assets, if any. The employee benefits
liabilities is determined using the Projected Unit Credit method with actuarial valuations being carried out at
the end of each reporting period.Remeasurements of employee benefits liabilities, comprise of a) actuarial
gains and losses, b) the return of plan assets, excluding interest, and c) the effect of asset ceiling, excluding
interest, are recognized immediately in the other comprehensive income in the period in which they occur.
Remeasurements are not reclassified to profit or loss in the subsequent periods.The Group recognize the (1)
service costs, comprising of current service cost, past-service cost, and any gain or loss on settlement, and
(2) net interest expense or income immediately in profit or loss.
Laba per saham Berdasarkan PSAK No. 56, laba per Saham laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba yang Earnings per share
diatribusikan kepada pemegang ekuitas entitas induk dengan menghitung total rata-rata tertimbang saham
biasa yang beredar dalam periode yang bersangkutan.Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi
laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang
beredar ditambah dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang akan diterbitkan atas konversi efek
berpotensi saham yang bersifat
dilutif.----------------------------------------------------------------------------------------------------------------In accordance with
PSAK No. 56, ?rnings per Share basic earnings per share amount are calculated by dividing the profit
attributable to equity holders of the parent entity by the weighted average number of ordinary shares
outstanding during the period.Diluted earnings per share is calculated by dividing profit attributable to the
owners of the Company by the weighted average number of shares outstanding plus the weighted average
number of shares outstanding which would be issued on the conversion of the dilutive potential shares.
Dividen Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi laba atau rugi. Dividen Dividends
diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika
Kelompok Usaha memperoleh keuntungan dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan
aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut adalah dicatat dalam OCI. Instrumen ekuitas yang
ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada penilaian penurunan
nilai.----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Gains and
losses on these financial assets are never recycled to profit or loss. Dividends are recognized as other income
in profit or loss when the right of payment has been established, except when the Group benefits from such
proceeds as a recovery of part of the cost of the financial asset, in which case, such gains are recorded in
OCI. Equity instruments designated at fair value through OCI are not subject to impairment assessment.
Pelaporan segmen Segmen operasi dilaporkan secara konsisten dengan pelaporan internal yang diberikan kepada pengambil Segment reporting
keputusan. Pengambil keputusan operasional bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya,
menilai kerja segmen operasi dan membuat keputusan strategis.Informasi yang dilaporkan kepada pengambil
keputusan operasional lebih khusus difokuskan pada aktivitas bisnis perusahaan yang diklasifikasikan
berdasarkan kategori produk yang dijual oleh perusahaan yang serupa dengan informasi segmen bisnis
dilaporkan dalam periode
sebelumnya.-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Operating
segments are reported in a manner consistent with the internal reporting provided to the chief operating
decision-maker. The chief operating decision-maker is responsible for allocating resources, assessing
performance of the operating segments and making strategic decisions.Information reported to the chief
operating decision maker is more specifically focused on the company business activities that are classified
based on category of products sold by the company, which is similar to the business segment information
reported in the prior period.
Page 26
Instrumen keuangan derivatif Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk Derivative financial instruments
diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba rugi,
atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai wajar. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok
diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif,
termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan
kecuali jika ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang
tidak semata-mata pembayaran pokok dan bunga diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi, terlepas dari model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan
pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen
utang dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut
menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi.Liabilitas keuangan
diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli
kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk instrumen keuangan derivatif yang diambil Kelompok
Usaha yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai dalam hubungan lindung nilai sebagaimana
didefinisikan dalam PSAK No. 71. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai kelompok
diperdagangkan kecuali mereka ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai
efektif.-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Financial assets
at fair value through profit or loss include financial assets held for trading,financial assets designated upon
initial recognition at fair value through profit or loss, or financial assets mandatorily required to be measured at
fair value. Financial assets are classified as held for trading if they are acquired for the purpose of selling or
repurchasing in the near term. Derivatives, including separated embedded derivatives, are also classified as
held for trading unless they are designated as effective hedging instruments. Financial assets with cash flows
that are not solely payments of principal and interest are classified and measured at fair value through profit or
loss, irrespective of the business model. Notwithstanding the criteria for debt instruments to be classified at
amortized cost or at fair value through OCI, as described above, debt instruments may be designated at fair
value through profit or loss on initial recognition if doing so eliminates, or significantly reduces, an accounting
mismatch.Financial liabilities are classified as held for trading if they are acquired for the purpose of selling or
repurchasing in the near term. This category includes derivative financial instruments entered into by the
Group that are not designated as hedging instruments in hedge relationships as defined by PSAK No. 71.
Separated embedded derivatives are also classified as held-for-trading unless they are designated as
effective hedging instruments.
Penerapan standar akutansi baru Laporan keuangan konsolidasian interim, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun secara akrual The implementation of new statements of
dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun tertentu yang diukur accounting standards
berdasarkan basis lain seperti yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi terkait.Laporan arus kas
konsolidasian interim menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang dikelompokkan ke
dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi disajikan dengan
menggunakan metode langsung.Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasian interim konsisten dengan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, kecuali untuk penerapan PSAK yang baru dan
revisi yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2021 seperti yang diungkapkan dalam Catatan
ini.Penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim sesuai dengan SAK Indonesia mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi penerapan kebijakan
akuntansi dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini dibuat
berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil
yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal-hal yang melibatkan pertimbangan atau
kompleksitas yang lebih tinggi atau hal-hal dimana asumsi dan estimasi adalah signifikan terhadap laporan
keuangan konsolidasian interim diungkapkan dalam Catatan 3 atas laporan keuangan konsolidasian
Page 27
interim.Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian interim adalah Rupiah
atau Rp yang juga merupakan mata uang fungsional Kelompok Usaha.Penerapan PSAK yang Baru dan
DirevisiKelompok Usaha telah menerapkan PSAK yang baru dan revisi, yang berlaku efektif:1 Januari 2021
amendemen PSAK No. 22: Kombinasi Bisnis tentang Definisi Bisnis PSAK No. 1 (Penyesuaian Tahunan
2021): Penyajian Laporan Keuangan PSAK No. 13 (Penyesuaian Tahunan 2021): Property Investasi PSAK
No. 48 (Penyesuaian Tahunan 2021): Penurunan Nilai Aset Amendemen PSAK No. 55: Instrument Keuangan
- Pengakuan dan Pengukuran, PSAK No. 60: Instrumen Keuangan - Pengungkapan, PSAK No. 62: Kontrak
Asuransi, PSAK No. 71: Instrumen Keuangan dan PSAK No. 73: Sewa tentang Reformasi Acuan Suku Bunga
Tahap 2 PSAK No. 66 (Penyesuaian Tahunan 2021): Pengaturan Bersama PSAK No. 16 (Penyesuaian
Tahunan 2021): Perjanjian Konsensi Jasa1 April 2021 Amendemen PSAK No. 73: Konsensi Sewa terkait
Covid-19 setelah 30 Juni 2021Penerapan standar yang direvisi tidak mengakibatkan perubahan substansial
terhadap kebijakan akuntansi Kelompok Usaha dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang
dilaporkan untuk tahun
berjalan.-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------The interim
consolidated financial statements, except for the consolidated statement of cash flows, have been prepared
based on the accrual basis using the historical cost concept of accounting, except for certain accounts which
are measured on the basis described in the related accounting policies.The interim consolidated statement of
cash flows present receipts and payments of cash and cash equivalents classified into operating, investing
and financing activities. The cash flows from operating activities are presented using the direct method.The
accounting policies adopted in the preparation of the interim consolidated financial statements are consistent
with those adopted in the preparation of the consolidated financial statements for the year ended December
31, 2020, except for the adoption of new and revised PSAK effective January 1, 2021 as disclosed in this
Note.The preparation of interim consolidated financial statements in conformity with Indonesian SAK requires
management to make judgment, estimates and assumptions that affect the application of accounting policies
and the reported amounts of assets, liabilities, income and expenses. Although these estimates are based on
management best knowledge and judgment of current events and actions, actual results may ultimately differ
from those estimates. The areas involving a higher degree of judgment or complexity, or areas where
assumptions and estimates are significant to the interim consolidated financial statements are disclosed in
Note 3 to the interim consolidated financial statements.The reporting currency used in the preparation of the
interim consolidated financial statements is Rupiah or Rp which also represents functional currency of the
Group.Adoption of New and Revised PSAK The Group adopted the following new and revised PSAK that are
mandatory for application effective:January 1, 2021 Amendments to PSAK No. 22: Business Combination
regarding Definition of Business PSAK No. 1 (2021 Annual Improvement): Presentation of Financial
Instruments PSAK No. 13 (2021 Annual Improvement): Investment Property PSAK No. 48 (2021 Annual
Improvement): Impairment of Assets Amendment to PSAK No. 55: Financial Instruments - Recognition and
Measurement, PSAK No. 60: Financial Instruments - Disclosures, PSAK No. 62: Insurance Contracts, PSAK
No. 71: Financial Instruments and PSAK No. 73: Leases regarding Interest Rate Benchmark Reform Phase 2
PSAK No. 66 (2021 Annual Improvement): Joint Arrangement pSAK No. 16 (2021 Annual Improvement):
Service Concession ArrangementsApril 1, 2021 Amendments to PSAK No. 73: Lease Concessions related to
Covid-19 beyond June 30, 2021The adoption of the revised standards did not result in substantial changes to
the Group accounting policies and had no material effect on the amounts reported for the current year.
Kombinasi bisnis Kelompok Usaha menerapkan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang dialihkan Business combination
untuk akuisisi suatu entitas anak adalah sebesar nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diambil alih
dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Kelompok Usaha. Beban akuisisi terkait dibebankan pada saat
terjadinya. Aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas serta liabilitas kontinjensi yang diambil alih dalam
suatu kombinasi bisnis diukur pada a walnya sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi.Setiap imbalan
kontinjensi yang dialihkan oleh pihak pengakuisisi diakui pada nilai wajar pada tanggal akuisisi. Imbalan
Page 28
kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yang merupakan instrumen keuangan dan
termasuk dalam ruang lingkup PSAK No. 71: Instrumen Keuangan diukur pada nilai wajar dengan perubahan
pada nilai wajar diakui baik dalam laba rugi atau penghasilan komprehensif lain. Jika imbalan kontinjensi tidak
termasuk dalam ruang lingkup PSAK No. 71 dikukur dengan PSAK yang sesuai. Imbalan kontinjensi yang
diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali dan penyelesaian selanjutnya dicatat dalam
ekuitas.Pada akuisisi bertahap, Kelompok Usaha mengakui kepentingan nonpengendali sebesar nilai wajar
atau sebesar bagian proporsional kepentingan nonpengendali atas aset neto pihak yang diakuisisi.Selisih
lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan, jumlah kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi
dan nilai wajar pada tanggal akuisisi dari kepentingan ekuitas sebelumnya pada pihak yang diakuisisi yang
melebihi nilai wajar bagian Kelompok Usaha atas aset bersih yang dapat diidentifikasi yang diakuisisi dicatat
sebagai goodwill. Jika nilai wajar atas aset neto yang diakuisisi melebihi nilai gabungan imbalan yang
dialihkan dalam kasus pembelian dengan diskon, maka selisih tersebut diakui langsung dalam laba
rugi.Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai.
Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal
akuisisi, dialokasikan ke setiap unit penghasil kas dari Kelompok Usaha yang diharapkan bermanfaat untuk
kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditetapkan ke
unit-unit tersebut.Jika goodwill yang telah dialokasikan pada suatu unit penghasil kas dan bagian operasi atas
unit tersebut dilepas, maka goodwill yang terkait dengan operasi yang dilepas tersebut dimasukkan ke dalam
jumlah tercatat operasi ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepas
dalam keadaan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dilepas dan porsi unit penghasil kas
yang ditahan.------------------------------------------------------------------------------------------------------------------The
Group uses the acquisition method of accounting to account for business combinations. The consideration
transferred for the acquisition of a subsidiary is the fair value of the assets transferred, the liabilities incurred
and the equity interest issued by the Group. Acquisition-related costs are expensed as incurred. Identifiable
assets acquired and liabilities and contingent liabilities assumed in a business combination are measured
initially at their fair value at the acquisition date.Any contingent consideration to be transferred by the acquirer
will be recognized at fair value at the acquisition date. Contingent consideration classified as an asset or
liability that is a financial instrument and within the scope of PSAK No. 71: Financial Instruments, is measured
at fair value with the changes in fair value recognized either in profit or loss or other comprehensive income. If
the contingent consideration is not within the scope of PSAK No. 71, it is measured in accordance with the
appropriate PSAK. Contingent consideration classified as equity is not remeasured and subsequent
settlement is accounted for within equity.On an acquisition-by-acquisition basis, the Group recognizes any
non-controlling interest in the acquiree either at fair value or at the non-controlling interest proportionate share
of the acquiree net assets.The excess of the aggregate of the consideration transferred, the amount of any
non-controlling interest in the acquiree and the acquisition-date fair value of any previous equity interest in the
acquiree over the fair value of the Group share of the identifiable net assets acquired is recorded as goodwill.
If the fair value of the net assets acquired is in excess of the aggregate consideration transferred in the case
of a bargain purchase, the difference is recognized directly in profit or loss.After initial recognition, goodwill is
measured at cost less any accumulated impairment losses. For the purpose of impairment testing, goodwill
acquired in a business combination, from the acquisition date, allocated to each of the Group cash-generating
units that are expected to benefit from the combination, irrespective of whether other assets or liabilities of the
acquiree are assigned to those units.If goodwill has been allocated to a cash-generating unit and part of the
operation within that unit is disposed, the goodwill associated with the disposed operation is included in the
carrying amount of the operation when determining the gain or loss on disposal. Goodwill disposed in these
circumstances is measured based on the relative values of the disposed operation and the portion of the
cash-generating unit retained.
Penentuan nilai wajar (iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugiAset keuangan pada nilai wajar melalui laba Determination of fair value
Page 29
rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada
pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai wajar.
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual
atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai
yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata pembayaran pokok dan bunga
diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, terlepas dari model bisnisnya. Terlepas dari
kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai
wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba
rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi,
ketidaksesuaian akuntansi.Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selanjutnya disajikan
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian interim sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang
diakui dalam laporan laba rugi.Kelompok Usaha tidak memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai
aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi.-----------------------------------------------------------------------------------------------------------(iii) Financial assets at
fair value through profit or lossFinancial assets at fair value through profit or loss include financial assets held
for trading,financial assets designated upon initial recognition at fair value through profit or loss, or financial
assets mandatorily required to be measured at fair value. Financial assets are classified as held for trading if
they are acquired for the purpose of selling or repurchasing in the near term. Derivatives, including separated
embedded derivatives, are also classified as held for trading unless they are designated as effective hedging
instruments. Financial assets with cash flows that are not solely payments of principal and interest are
classified and measured at fair value through profit or loss, irrespective of the business model.
Notwithstanding the criteria for debt instruments to be classified at amortized cost or at fair value through OCI,
as described above, debt instruments may be designated at fair value through profit or loss on initial
recognition if doing so eliminates, or significantly reduces, an accounting mismatch.Financial assets at fair
value through profit or loss are subsequently carried in the interim consolidated statement of financial position
at fair value, with changes in fair value recognized in the profit or loss.The Group has no financial asset which
are classified as financial asset at fair value through profit and loss.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Mata Uang Fungsional dan PenyajianTiap entitas dalam Kelompok Usaha menentukan sendiri mata uang Foreign currency transactions and balances
fungsionalnya masing-masing dan laporan keuangannya masing-masing diukur dengan menggunakan mata
uang fungsional. Mata uang fungsional Perusahaan adalah Rupiah (yang merupakan mata uang penyajian
yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim. Untuk tujuan penyajian laporan
keuangan konsolidasian interim, aset dan liabilitas entitas anaknya pada tanggal pelaporan dijabarkan ke
dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut, sedangkan penghasilan dan
beban dijabarkan dengan menggunakan kurs pada tanggal transaksi. Selisih kurs yang terjadi diakui dalam
penghasilan komprehensif lain.Laporan keuangan konsolidasian interim disajikan dalam Rupiah yang
merupakan mata uang fungsional Kelompok Usaha.Transaksi dan SaldoTransaksi dalam mata uang asing
dicatat ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal
laporan posisi keuangan konsolidasian interim, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
disesuaikan untuk mencerminkan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yang berlaku pada
tanggal tersebut. Pos non-moneter dalam mata uang asing yang diukur berdasarkan nilai historis tidak
dijabarkan kembali.Selisih kurs yang timbul atas penyelesaian pos-pos moneter dan penjabaran kembali
pos-pos moneter diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim.Kurs
yang digunakan per satuan mata uang asing terhadap Rupiah adalah sebagai berikut: (Detail lihat halaman
16)---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Functional and
Presentation CurrencyEach entity in the Group determines its own functional currency and financial
statements are measured using that functional currency. The functional currency of the Company is
Page 30
Indonesian Rupiah (which is also the presentation currency used in the preparation of the interim consolidated
financial statements. For interim consolidation purposes, assets and liabilities of the subsidiaries at the
reporting date are translated into Rupiah using the exchange rates at that date, while income and expenses
are translated at the transaction rates of exchange. Resulting translation adjustments are recognized in other
comprehensive income.The interim consolidated financial statements are presented in Rupiah which is the
functional currency of the Group.Transactions and BalancesTransactions in foreign currencies are translated
in to Rupiah using the exchange rates prevailing at the dates of the transactions. At the interim consolidated
statements of financial position date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are
adjusted to reflect the middle rates of exchange quoted by Bank Indonesia prevailing at that date.
Non-monetary items that are measured in terms of historical cost in a foreign currency are not
retranslated.Exchange differences arising on the settlements of monetary items and on retranslation of
monetary items are included in the interim consolidated statement of profit or loss and other comprehensive
income.The rates of exchange expressed to Rupiah are as follows: (Detail please see page 16)
Efek-efek N/A Securities
Investasi jangka pendek N/A Short-term investment
Aset hak guna Sesuai dengan ISAK No. 36, Kelompok Usaha menganalisa fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis Right of use assets
hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai (dalam menentukan
akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat
suatu kejadian atau transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan
pengendalian atas aset pendasar kepada Kelompok Usaha, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan
aset pendasar, Kelompok Usaha menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa
berdasarkan PSAK No. 73, sewa Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka
Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 16 aset
tetap---------------------------------------------------------------------------------------------------------------In accordance with
ISAK No. 36, the Group analyzes the facts and circumstances for each type of land rights in the form of
Business Usage Rights (Hak Guna Usaha or Building Usage Rights (Hak Guna Bangunan or and Usage
Rights (Hak Pakai or in determining the accounting for each of these land rights so that it can accurately
represent an underlying economic event or transaction. If the land rights do not transfer control of the
underlying assets to the Group, but gives the rights to use the underlying assets, the Group applies the
accounting treatment of these transactions as leases under PSAK No. 73, ase If land rights are substantially
similar to land purchases, the Group applies PSAK No. 16 ?xed Assets Properti investasi adalah properti
yang dimiliki untuk memperoleh pendapatan rental atau untuk kenaikan nilai atau keduanya, namun tidak
untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang
atau jasa atau untuk tujuan administratif. Properti investasi diukur pada harga perolehan pada saat
pengakuan awal dan diukur selanjutnya pada nilai wajar dengan segala perubahannya di dalam laba
rugi.Pengakuan awal properti investasi sebesar biaya perolehan, setelah pengakuan awal dinyatakan
Page 31
berdasarkan model biaya yang dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
akumulasi rugi penurunan nilai aset. Bangunan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis 20 tahun.Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan ke
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim pada saat terjadinya,
sedangkan pemugaran dan penambahan dikapitalisasi.Biaya perolehan meliputi pengeluaran yang secara
langsung dapat diatribusikan kepada akuisisi properti investasi. Biaya membangun sendiri properti investasi
meliputi biaya material dan biaya tenaga kerja langsung dan semua biaya yang secara langsung dapat
diatribusikan di dalam membawa properti investasi ke dalam kondisi kerja bagi tujuan penggunaannya dan
biaya pinjaman yang dapat dikapitalisasi.Properti investasi harus dieliminasi dari laporan posisi keuangan
konsolidasian interim pada saat pelepasan atau ketika properti invesatasi ditarik secara permanen dari
penggunaannya dan tidak lagi terdapat manfaat ekonomis di masa depan yang diharapkan pada saat terjadi
penarikan. Segala keuntungan atau kerugian dari penarikan atau pelepasan properti investasi (diperhitungkan
sebagai selisih hasil bersih dari pelepasan dan nilai tercatat unsur) diakui di dalam laba rugi pada saat
terjadinya.---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Investment
property are properties held to earn rental income or for capital appreciation or both, but not for sale in the
normal course of business, are not to be used in the production or supply of goods or services or for
administrative purposes. Investment properties are measured at cost upon initial recognition and
subsequently measured at fair value with any changes in profit or loss.The initial recognition of investment
property at cost, after initial recognition are stated at cost model which is carried at cost less accumulated
depreciation and accumulated impairment losses. Buildings are depreciated using the straight-line method
based on the estimated useful life of 20 years.Maintenance and repair costs are charged to the interim
consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income as incurred, while renewals and
additions are capitalized.The acquisition cost includes expenditure that is directly attributable to the acquisition
of investment properties. The cost of building its own investment property includes the cost of materials and
direct labor costs and all costs directly attributable to bringing in investment property into working condition for
its intended use and capitalized borrowing costs.Investment property should be eliminated from the interim
consolidated statement of financial position at the disposal of the investments or when the property is
permanently withdrawn from use and no longer have the future economic benefits expected in the event of
withdrawal. Any gains or losses from the withdrawal or disposal of investment property (calculated as the
difference between net proceeds from disposal and the carrying value of an element) is recognized in profit or
loss as incurred.
Properti investasi Properti investasi adalah properti yang dimiliki untuk memperoleh pendapatan rental atau untuk kenaikan nilai Investment properties
atau keduanya, namun tidak untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, tidak untuk digunakan dalam produksi
atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif. Properti investasi diukur pada harga
perolehan pada saat pengakuan awal dan diukur selanjutnya pada nilai wajar dengan segala perubahannya
di dalam laba rugi.Pengakuan awal properti investasi sebesar biaya perolehan, setelah pengakuan awal
dinyatakan berdasarkan model biaya yang dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
dan akumulasi rugi penurunan nilai aset. Bangunan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis 20 tahun.Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan ke
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim pada saat terjadinya,
sedangkan pemugaran dan penambahan dikapitalisasi.Biaya perolehan meliputi pengeluaran yang secara
langsung dapat diatribusikan kepada akuisisi properti investasi. Biaya membangun sendiri properti investasi
meliputi biaya material dan biaya tenaga kerja langsung dan semua biaya yang secara langsung dapat
diatribusikan di dalam membawa properti investasi ke dalam kondisi kerja bagi tujuan penggunaannya dan
biaya pinjaman yang dapat dikapitalisasi.Properti investasi harus dieliminasi dari laporan posisi keuangan
konsolidasian interim pada saat pelepasan atau ketika properti invesatasi ditarik secara permanen dari
penggunaannya dan tidak lagi terdapat manfaat ekonomis di masa depan yang diharapkan pada saat terjadi
Page 32
penarikan. Segala keuntungan atau kerugian dari penarikan atau pelepasan properti investasi (diperhitungkan
sebagai selisih hasil bersih dari pelepasan dan nilai tercatat unsur) diakui di dalam laba rugi pada saat
terjadinya.---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Investment
property are properties held to earn rental income or for capital appreciation or both, but not for sale in the
normal course of business, are not to be used in the production or supply of goods or services or for
administrative purposes. Investment properties are measured at cost upon initial recognition and
subsequently measured at fair value with any changes in profit or loss.The initial recognition of investment
property at cost, after initial recognition are stated at cost model which is carried at cost less accumulated
depreciation and accumulated impairment losses. Buildings are depreciated using the straight-line method
based on the estimated useful life of 20 years.Maintenance and repair costs are charged to the interim
consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income as incurred, while renewals and
additions are capitalized.The acquisition cost includes expenditure that is directly attributable to the acquisition
of investment properties. The cost of building its own investment property includes the cost of materials and
direct labor costs and all costs directly attributable to bringing in investment property into working condition for
its intended use and capitalized borrowing costs.Investment property should be eliminated from the interim
consolidated statement of financial position at the disposal of the investments or when the property is
permanently withdrawn from use and no longer have the future economic benefits expected in the event of
withdrawal. Any gains or losses from the withdrawal or disposal of investment property (calculated as the
difference between net proceeds from disposal and the carrying value of an element) is recognized in profit or
loss as incurred.
Goodwill N/A Goodwill
Investasi pada entitas asosiasi N/A Investment in associates
Aset takberwujud N/A Intangible assets
Beban dibayar dimuka Biaya dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis Prepaid expenses
lurus.--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Prepaid
expenses are amortized over the periods benefited using the straight-line method.
Piutang dan utang asuransi N/A Insurance receivables and payables
Page 33
Piutang pembiayaan konsumen N/A Consumer financing receivables
Aset konsesi N/A Concession assets
Liabilitas atas kontrak Kewajiban kontrak adalah kewajiban untuk mentransfer barang atau jasa kepada pelanggan dimana Contract liabilities
Kelompok Usaha telah menerima imbalan (atau jumlah imbalan yang jatuh tempo) dari pelanggan. Jika
pelanggan membayar imbalan sebelum Kelompok Usaha mentransfer barang atau jasa kepada pelanggan,
kewajiban kontrak diakui pada saat pembayaran dilakukan atau pembayaran jatuh tempo (mana yang lebih
awal). Liabilitas kontrak diakui sebagai pendapatan pada saat Kelompok Usaha melaksanakan berdasarkan
kontrak.Kelompok Usaha menyajikan setiap kontrak dengan pelanggan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian interim baik sebagai aset kontrak atau liabilitas
kontrak.------------------------------------------------------------------------------------------------------------------A contract
liability is the obligation to transfer goods or services to a customer for which the Group has received
consideration (or an amount of consideration is due) from the customer. If a customer pays consideration
before the Group transfers goods or services to the customer, a contract liability is recognized when the
payment is made or the payment is due (whichever is earlier). Contract liabilities are recognized as revenue
when the Group performs under the contract.The Group presents each contract with customer in the interim
consolidated statement of financial position either as a contract asset or a contract liability.
Simpanan nasabah dan simpanan dari bank N/A Deposits from customers and deposits from
lain other banks
Obligasi subordinasi N/A Subordinated bonds
Efek-efek yang dibeli dengan janji dibeli N/A Securities purchased under resell
kembali agreements
Page 34
Saham treasuri Apabila modal saham entitas dibeli kembali, maka imbalan yang dibayarkan, termasuk semua kenaikan biaya Treasury stock
yang dapat diatribusikan langsung (setelah dikurangi pajak), dikurangi dari ekuitas yang dapat diatribusikan
terhadap pemegang ekuitas entitas sampai saham tersebut dibatalkan atau diterbitkan kembali. Pembelian
kembali saham diklasifikasikan sebagai saham tresuri dan disajikan di dalam cadangan saham tresuri.
Apabila saham tresuri dijual dan selanjutnya diterbitkan kembali, semua imbalan yang diterima, diakui
sebagai kenaikan di dalam ekuitas dan surplus dan defisit yang timbul pada transaksi tersebut disajikan
sebagai agio
saham.----------------------------------------------------------------------------------------------------------------Where the
Company equity share are repurchased, the consideration paid, including any directly attributable incremental
costs (net of any tax effects) is deducted from equity attributable to the Company equity holders until the
shares are cancelled or reissued. Repurchased shares are classified as treasury shares and are presented in
the treasury share reserve. When treasury shares are sold and subsequently reissued, any consideration
received is recognized as an increase in equity and the resulting surplus or deficit on the transaction is
presented within share premium.
Modal saham Kenaikan biaya yang dapat diatribusikan terhadap penerbitan saham biasa atau opsi biasa, setelah dikurangi Share capital
pajak, diakui sebagai pengurang ekuitas.Apabila modal saham entitas dibeli kembali, maka imbalan yang
dibayarkan, termasuk semua kenaikan biaya yang dapat diatribusikan langsung (setelah dikurangi pajak),
dikurangi dari ekuitas yang dapat diatribusikan terhadap pemegang ekuitas entitas sampai saham tersebut
dibatalkan atau diterbitkan kembali. Pembelian kembali saham diklasifikasikan sebagai saham tresuri dan
disajikan di dalam cadangan saham tresuri. Apabila saham tresuri dijual dan selanjutnya diterbitkan kembali,
semua imbalan yang diterima, diakui sebagai kenaikan di dalam ekuitas dan surplus dan defisit yang timbul
pada transaksi tersebut disajikan sebagai agio saham.Pada saat saham terjual pada premium, selisih antara
penerimaan dan nilai nominal dikreditkan pada akun ?mbahan modal disetor?alam laporan posisi keuangan
konsolidasian interim. Pada saat saham ditempatkan dengan kompensasi selain kas, penerimaan diukur
dengan nilai wajar kompensasi yang diterima. Apabila saham ditempatkan untuk menghapus atau
melunaskan liabilitas Perusahaan, saham harus diukur baik pada nilai wajar saham yang ditempatkan atau
nilai wajar liabilitas yang dilunasi, mana yang lebih dapat ditentukan secara andal.Biaya langsung yang terjadi
sehubungan dengan penerbitan ekuitas, seperti biaya underwriting, akuntansi dan legal, biaya percetakan
dan pajak dapat dibebankan pada akun imbahan modal disetor dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
interim.-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Incremental
costs directly attributable to the issue of ordinary shares or options, net of tax effects, are recognized as a
deduction from the equity.Where the Company equity share are repurchased, the consideration paid,
including any directly attributable incremental costs (net of any tax effects) is deducted from equity attributable
to the Company?equity holders until the shares are cancelled or reissued. Repurchased shares are classified
as treasury shares and are presented in the treasury share reserve. When treasury shares are sold and
subsequently reissued, any consideration received is recognized as an increase in equity and the resulting
surplus or deficit on the transaction is presented within share premium.When the shares are sold at premium,
the difference between the proceeds and the par value is credited to the additional paid-in capital ccount in
the interim consolidated statement of financial position. When shares are issued for a consideration other than
cash, the proceeds are measured by the fair value of the consideration received. In case the shares are
issued to extinguish or settle the liability of the Company, the shares shall be measured either at the fair value
of the shares issued or fair value of the liability settled, whichever is more reliably determinable.Direct costs
incurred related to equity issuance, such as underwriting, accounting and legal fees, printing costs and taxes
Page 35
are chargeable to the additional paid-in capital account in the interim consolidated statement of financial
position.
Pengaturan pembayaran berbasis saham N/A Share-based payment arrangement
Biaya emisi efek ekuitas N/A Stock issuance cost
Instrumen keuangan Aset KeuanganKelompok Usaha menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal. Financial instruments
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual -
apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.Liabilitas KeuanganLiabilitas keuangan dalam lingkup
PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai berikut: iabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
?iabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.Kelompok Usaha menentukan klasifikasi
liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya
sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan
secara langsung.Liabilitas keuangan Kelompok Usaha meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban akrual,
utang bank dan liabilitas sewa. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh
tempo melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12
bulan.--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Financial
AssetsThe Group determines the classification of its financial assets at initial recognition. Classification and
measurement of financial assets are based on business model and contractual cash flows - whether from
solely payment of principal and interest.Financial liabilitiesFinancial liabilities within the scope of PSAK No. 71
are classified as follows:?inancial liabilities at amortized cost; and?inancial liabilities at fair value through profit
and loss (?TPL?The Group determines the classification of its financial liabilities at initial recognition.All
financial liabilities are recognized initially at fair value and, in the case of loans and borrowings, inclusive of
directly attributable transaction costs.The Group?financial liabilities include trade payables, other payables,
accrued expenses, bank loans and lease liabilities. Financial liabilities are classified as non-current liabilities
when the remaining maturity is more than 12 months, and as current liabilities when the remaining maturity is
less than 12 months.
Aset tidak lancar yang diklasifikasikan N/A Non-current assets classified as held for sale
sebagai dimiliki untuk dijual
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan Peristiwa setelah periode pelaporan menyajikan bukti kondisi yang terjadi pada akhir periode pelaporan Events after reporting period
(peristiwa penyesuaian) yang dicerminkan di dalam laporan keuangan konsolidasian interim. Peristiwa
setelah periode pelaporan yang bukan merupakan peristiwa penyesuaian, diungkapkan di dalam catatan atas
laporan keuangan konsolidasian bila
Page 36
material.---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Subsequent
event represents evidence of conditions that occur at the end of the reporting period (adjusting events) are
reflected in the interim consolidated financial statements. Events after the reporting period that are not
adjusting events are disclosed in the notes to the consolidated financial statements when material.
Penerapan standar akuntansi baru Laporan keuangan konsolidasian interim, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun secara akrual Adoption of new accounting standards
dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun tertentu yang diukur
berdasarkan basis lain seperti yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi terkait.Laporan arus kas
konsolidasian interim menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang dikelompokkan ke
dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi disajikan dengan
menggunakan metode langsung.Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasian interim konsisten dengan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, kecuali untuk penerapan PSAK yang baru dan
revisi yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2021 seperti yang diungkapkan dalam Catatan
ini.Penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim sesuai dengan SAK Indonesia mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi penerapan kebijakan
akuntansi dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini dibuat
berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil
yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal-hal yang melibatkan pertimbangan atau
kompleksitas yang lebih tinggi atau hal-hal dimana asumsi dan estimasi adalah signifikan terhadap laporan
keuangan konsolidasian interim diungkapkan dalam Catatan 3 atas laporan keuangan konsolidasian
interim.Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian interim adalah Rupiah
atau Rp yang juga merupakan mata uang fungsional Kelompok Usaha.Penerapan PSAK yang Baru dan
DirevisiKelompok Usaha telah menerapkan PSAK yang baru dan revisi, yang berlaku efektif:1 Januari
2021?mendemen PSAK No. 22: Kombinasi Bisnis tentang Definisi Bisnis?SAK No. 1 (Penyesuaian Tahunan
2021): Penyajian Laporan Keuangan?SAK No. 13 (Penyesuaian Tahunan 2021): Property Investasi?SAK No.
48 (Penyesuaian Tahunan 2021): Penurunan Nilai Aset?mendemen PSAK No. 55: Instrument Keuangan -
Pengakuan dan Pengukuran, PSAK No. 60: Instrumen Keuangan - Pengungkapan, PSAK No. 62: Kontrak
Asuransi, PSAK No. 71: Instrumen Keuangan dan PSAK No. 73: Sewa tentang Reformasi Acuan Suku Bunga
Tahap 2?SAK No. 66 (Penyesuaian Tahunan 2021): Pengaturan Bersama?SAK No. 16 (Penyesuaian
Tahunan 2021): Perjanjian Konsensi Jasa1 April 2021?mendemen PSAK No. 73: Konsensi Sewa terkait
Covid-19 setelah 30 Juni 2021Penerapan standar yang direvisi tidak mengakibatkan perubahan substansial
terhadap kebijakan akuntansi Kelompok Usaha dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang
dilaporkan untuk tahun
berjalan.-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------The interim
consolidated financial statements, except for the consolidated statement of cash flows, have been prepared
based on the accrual basis using the historical cost concept of accounting, except for certain accounts which
are measured on the basis described in the related accounting policies.The interim consolidated statement of
cash flows present receipts and payments of cash and cash equivalents classified into operating, investing
and financing activities. The cash flows from operating activities are presented using the direct method.The
accounting policies adopted in the preparation of the interim consolidated financial statements are consistent
with those adopted in the preparation of the consolidated financial statements for the year ended December
31, 2020, except for the adoption of new and revised PSAK effective January 1, 2021 as disclosed in this
Note.The preparation of interim consolidated financial statements in conformity with Indonesian SAK requires
management to make judgment, estimates and assumptions that affect the application of accounting policies
and the reported amounts of assets, liabilities, income and expenses. Although these estimates are based on
management?best knowledge and judgment of current events and actions, actual results may ultimately differ
from those estimates. The areas involving a higher degree of judgment or complexity, or areas where
Page 37
assumptions and estimates are significant to the interim consolidated financial statements are disclosed in
Note 3 to the interim consolidated financial statements.The reporting currency used in the preparation of the
interim consolidated financial statements is Rupiah or Rp which also represents functional currency of the
Group.Adoption of New and Revised PSAKThe Group adopted the following new and revised PSAK that are
mandatory for application effective:January 1, 2021?mendments to PSAK No. 22: Business Combination
regarding Definition of Business?SAK No. 1 (2021 Annual Improvement): Presentation of Financial
Instruments?SAK No. 13 (2021 Annual Improvement): Investment Property?SAK No. 48 (2021 Annual
Improvement): Impairment of Assets?mendment to PSAK No. 55: Financial Instruments - Recognition and
Measurement, PSAK No. 60: Financial Instruments - Disclosures, PSAK No. 62: Insurance Contracts, PSAK
No. 71: Financial Instruments and PSAK No. 73: Leases regarding Interest Rate Benchmark Reform Phase
2?SAK No. 66 (2021 Annual Improvement): Joint Arrangement?SAK No. 16 (2021 Annual Improvement):
Service Concession ArrangementsApril 1, 2021?mendments to PSAK No. 73: Lease Concessions related to
Covid-19 beyond June 30, 2021The adoption of the revised standards did not result in substantial changes to
the Group?accounting policies and had no material effect on the amounts reported for the current year.
Standar akuntansi yang telah disahkan N/A Accounting standards issued but not yet
namun belum berlaku efektif effective
Utang pembiayaan konsumen Liabilitas keuangan Kelompok Usaha meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, utang bank dan Consumer financing liabilities
liabilitas sewa. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo melebihi
12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.Kelompok
liabilitas keuangan ini meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, utang bank dan liabilitas
sewa.----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------The
Group?financial liabilities include trade payables, other payables, accrued expenses, bank loans and lease
liabilities. Financial liabilities are classified as non-current liabilities when the remaining maturity is more than
12 months, and as current liabilities when the remaining maturity is less than 12 months.This group of
financial liabilities includes trade payables, other payables, accrued expenses, bank loans and lease liabilities.
Page 38
[2611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Property Industry - Current Year
30 September 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and equipment, Addition in property, plant, and Property, plant, and
beginning period equipment equipment, end period
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 108,522,174,000 108,522,174,000 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold
347,406,147,608 347,406,147,608
dimiliki langsung improvement, directly owned
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
491,575,402,971 2,882,910,051 494,458,313,022
langsung directly owned
Alat berat, dimiliki langsung Heavy equipment, directly
850,326,790,620 16,437,324,400 866,764,115,020
owned
Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment,
12,599,488,137 982,686,093 13,582,174,230
dimiliki langsung directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
50,212,781,284 322,549,550 50,535,330,834
langsung
Dimiliki langsung 1,860,642,784,620 20,625,470,094 1,881,268,254,714 Directly owned
Mesin, aset hak guna 15,765,795,992 2,596,861,549 18,362,657,541 Machinery, right of use assets
Alat berat, aset hak guna Heavy equipment, right of use
102,723,778,800 102,723,778,800
assets
Lainnya, aset hak guna 7,092,981,378 7,092,981,378 Others, right of use assets
Aset hak guna 125,582,556,170 2,596,861,549 128,179,417,719 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
1,986,225,340,790 23,222,331,643 2,009,447,672,433
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount, accumulated
65,959,553,529 13,006,717,416 78,966,270,945
dimiliki langsung improvement, directly owned depreciation
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
341,899,320,996 20,230,100,181 362,129,421,177
langsung directly owned
Alat berat, dimiliki langsung Heavy equipment, directly
745,711,433,719 28,581,460,637 774,292,894,356
owned
Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment,
10,580,759,144 1,265,028,991 11,845,788,135
dimiliki langsung directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
45,838,793,465 2,046,504,234 47,885,297,699
langsung
Dimiliki langsung 1,209,989,860,853 65,129,811,459 1,275,119,672,312 Directly owned
Mesin, aset hak guna 6,192,228,389 1,993,567,474 8,185,795,863 Machinery, right of use assets
Page 39
Alat berat, aset hak guna Heavy equipment, right of use
80,077,832,312 4,246,114,968 84,323,947,280
assets
Lainnya, aset hak guna 1,063,947,206 265,986,811 1,329,934,017 Others, right of use assets
Aset hak guna 87,334,007,907 6,505,669,253 93,839,677,160 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
1,297,323,868,760 71,635,480,712 1,368,959,349,472
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
688,901,472,030 640,488,322,961
equipment
Page 40
[2611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Property Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and Addition in property, plant, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning period and equipment plant, and equipment equipment, end period
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 108,522,174,000 108,522,174,000 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan Building and leasehold
fasilitasnya, dimiliki 347,406,147,608 347,406,147,608 improvement, directly
langsung owned
Mesin dan peralatan, Machinery and equipment,
482,433,729,545 9,789,920,486 ( 648,247,060 ) 491,575,402,971
dimiliki langsung directly owned
Alat berat, dimiliki Heavy equipment, directly
802,023,602,212 49,897,500,000 ( 1,594,311,592 ) 850,326,790,620
langsung owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
11,102,156,190 1,497,331,947 12,599,488,137
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
50,328,165,830 ( 115,384,546 ) 50,212,781,284
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 1,801,815,975,385 61,184,752,433 ( 2,357,943,198 ) 1,860,642,784,620 Directly owned
Mesin, aset hak guna Machinery, right of use
13,361,301,207 2,404,494,785 15,765,795,992
assets
Alat berat, aset hak guna Heavy equipment, right of
102,723,778,800 102,723,778,800
use assets
Lainnya, aset hak guna 7,092,981,378 7,092,981,378 Others, right of use assets
Aset hak guna 123,178,061,385 2,404,494,785 125,582,556,170 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
1,924,994,036,770 63,589,247,218 ( 2,357,943,198 ) 1,986,225,340,790
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
fasilitasnya, dimiliki 49,204,421,504 16,755,132,025 65,959,553,529 improvement, directly accumulated depreciation
langsung owned
Mesin dan peralatan, Machinery and equipment,
309,665,739,222 32,881,828,834 ( 648,247,060 ) 341,899,320,996
dimiliki langsung directly owned
Alat berat, dimiliki Heavy equipment, directly
706,816,684,488 40,489,060,823 ( 1,594,311,592 ) 745,711,433,719
langsung owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
9,367,170,321 1,213,588,823 10,580,759,144
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
Page 41
dimiliki langsung 43,700,879,972 2,253,298,039 ( 115,384,546 ) 45,838,793,465 owned
Dimiliki langsung 1,118,754,895,507 93,592,908,544 ( 2,357,943,198 ) 1,209,989,860,853 Directly owned
Mesin, aset hak guna Machinery, right of use
3,645,430,614 2,546,797,775 6,192,228,389
assets
Alat berat, aset hak guna Heavy equipment, right of
72,529,183,485 7,548,648,827 80,077,832,312
use assets
Lainnya, aset hak guna 709,298,137 354,649,069 1,063,947,206 Others, right of use assets
Aset hak guna 76,883,912,236 10,450,095,671 87,334,007,907 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
1,195,638,807,743 104,043,004,215 ( 2,357,943,198 ) 1,297,323,868,760
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
729,355,229,027 688,901,472,030
equipment
Page 42
[2611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - Property Industry
Page 43
[2616100] Disclosure of Notes to the financial statements - Revenue - Property Industry
Page 44
[2617000] Notes to the financial statements - Revenue By Type - Property
Industry
Catatan untuk tipe pendapatan Notes for revenue by type
30 September 30 September
2023 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari jasa 1 Pondasi 298,669,030,301 341,096,893,501 Service revenue 1
Pendapatan dari jasa 2 Dinding penahan Service revenue 2
358,786,600,192 158,315,474,336
tanah
Pendapatan dari jasa 3 Struktur 79,981,061,347 185,254,129,440 Service revenue 3
Pendapatan dari jasa 737,436,691,840 684,666,497,277 Service revenue
Pendapatan dari Product revenue 1
Dinding precast 10,136,467,984 112,236,196,338
produk 1
Pendapatan dari Product revenue 2
Tiang pancang 178,018,887,365 20,614,839,535
produk 2
Pendapatan dari Product revenue
188,155,355,349 132,851,035,873
produk
Tipe pendapatan 925,592,047,189 817,517,533,150 Type of revenue
Page 45
[2618000] Notes to the financial statements - Revenue By Source - Property
Industry
Catatan untuk sumber pendapatan Notes for revenue by source
30 September 30 September
2023 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari Domestic revenue 1
Pondasi 298,669,030,301 341,096,893,501
domestik 1
Pendapatan dari Dinding Domestic revenue 2
358,786,600,192 158,315,474,336
domestik 2 penahan tanah
Pendapatan dari Domestic revenue 3
Struktur 79,981,061,347 185,254,129,440
domestik 3
Pendapatan dari Domestic revenue 4
Dinding precast 10,136,467,984 112,236,196,338
domestik 4
Pendapatan dari Domestic revenue 5
Tiang pancang 178,018,887,365 20,614,839,535
domestik 5
Pendapatan domestik 925,592,047,189 817,517,533,150 Domestic revenue
Sumber pendapatan 925,592,047,189 817,517,533,150 Source of revenue
Page 46
[2620100] Notes to the financial statements - Trade receivables, by currency - Property Industry
Piutang usaha berdasarkan mata uang Trade receivables by currency
30 September 2023 31 December 2022
Penyisihan penurunan Penyisihan penurunan
Piutang usaha, kotor Piutang usaha Piutang usaha, kotor Piutang usaha
nilai piutang usaha nilai piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables
receivables receivables
Pihak ketiga IDR 337,751,912,838 149,060,902,059 IDR Third party
Mata uang 337,751,912,838 ( 22,528,588,206 ) 315,223,324,631 149,060,902,059 ( 22,528,588,206 ) 126,532,313,853 Currency
Page 47
[2620200] Notes to the financial statements - Trade receivables, by aging - Property Industry
Piutang usaha berdasarkan umur Trade receivables by aging
30 September 2023 31 December 2022
Penyisihan penurunan Penyisihan penurunan
Piutang usaha, kotor Piutang usaha Piutang usaha, kotor Piutang usaha
nilai piutang usaha nilai piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables
receivables receivables
Belum jatuh Umur Aging Not yet due
266,102,171,589 75,391,572,113
tempo
Telah jatuh 1 - 30 hari 12,770,929,996 18,485,104,058 1 - 30 days Overdue
tempo 31 - 60 hari 2,961,187,682 5,763,433,877 31 - 60 days
61 - 90 hari 2,339,505,689 1,327,350,188 61 - 90 days
91 - 120 hari 127,908,630 681,094,593 91 - 120 days
Lebih dari 120 More than 120
53,450,209,252 47,412,347,230
hari days
Umur 71,649,741,249 73,669,329,946 Aging
Jatuh tempo Umur 337,751,912,838 ( 22,528,588,206 ) 315,223,324,632 149,060,902,059 ( 22,528,588,206 ) 126,532,313,853 Aging Due status
Page 48
[2620500] Notes to the financial statements - Trade receivable, movement of
allowance for impairment of Trade receivables - Property Industry
Pergerakan penurunan nilai piutang Movement of allowance for
usaha impairment of trade receivables
30 September 2023 31 December 2022
Penyisihan penurunan nilai Allowance for impairment of
piutang usaha, awal periode 22,528,588,206 31,658,913,949 trade receivables, beginning
period
Penambahan penyisihan Addition of allowance for
12,890,443
penurunan nilai piutang usaha impairment of trade receivables
Pengurangan mutasi penurunan Reduction of movement of
nilai piutang usaha ( 9,143,216,186 ) allowance for impairment of trade
receivables
Penyisihan penurunan nilai Allowance for impairment of
piutang usaha, akhir periode 22,528,588,206 22,528,588,206 trade receivables, ending
period
Page 49
[2621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - Property Industry
Page 50
[2630000] Notes to the financial statements - Inventories - Property Industry
Catatan atas persediaan Notes for inventories
30 September 2023 31 December 2022
Bahan baku dan bahan Raw and indirect material
110,532,777,250 110,456,853,235
pembantu
Suku cadang 24,391,569,028 21,497,921,029 Spareparts
Barang dagang 35,531,460,637 16,493,380,932 Merchandise inventory
Lainnya 8,558,300,088 7,283,076,010 Other inventories
Persediaan, kotor 179,014,107,003 155,731,231,206 Inventories, gross
Persediaan 179,014,107,003 155,731,231,206 Inventories
Persediaan lancar 179,014,107,003 155,731,231,206 Current inventories
Page 51
[2632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - Property Industry
Page 52
[2640100] Notes to the financial statements - Trade Payable, by currency - Property Industry
Utang usaha berdasarkan mata uang Trade payables by currency
30 September 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Pihak ketiga IDR 327,094,138,249 176,772,389,543 IDR Third party
Mata uang 327,094,138,249 176,772,389,543 Currency
Pihak berelasi IDR 43,898,000 IDR Related party
Mata uang 43,898,000 Currency
Page 53
[2640200] Notes to the financial statements - Trade Payable, by aging - Property Industry
Page 54
[2641000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Payables - Property Industry
Page 55
[2670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - Property
Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 September 2023 30 September 2022
Material 492,748,285,049 404,115,333,904 Material usage
Pengangkutan dan bongkar muat 27,619,219,777 21,137,784,856 Freight and handling costs
Subkontraktor 92,534,567,815 77,023,865,252 Subcontractor
Upah, tenaga kerja langsung 82,884,823,425 90,835,018,568 Wages and direct labor
Depresiasi 59,015,841,680 66,603,336,449 Depreciation
Sewa 4,995,899,323 2,909,596,480 Rent cost
Perbaikan dan pemeliharaan 24,571,681,217 20,631,619,201 Repairs and maintenance
Jumlah biaya produksi 784,370,318,286 683,256,554,710 Total production cost
Harga pokok produksi 784,370,318,286 683,256,554,710 Cost of goods manufactured
Beban pokok pendapatan Other cost of goods sold
31,097,564,389 25,811,849,888
lainnya
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
815,467,882,675 709,068,404,598
pendapatan
Page 56
[2671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - Property Industry
Page 57
[2691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - Property Industry
Page 58
[2691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - Property Industry
Page 59
[2692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - Property Industry
Page 60
[2693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - Property Industry
Page 61
[2693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - Property Industry
Page 62
[2696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - Property Industry
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.