Back to announcement
Bank Rakyat Indonesia_Ind_30 Sep 2023_Released.pdf
Financial statement Text extracted BBRISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 347
Page 1
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Entitas Anaknya Laporan keuangan konsolidasian interim tanggal 30 September 2023 dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
Page 2
Page 3
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2023
DAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
Daftar Isi
Halaman
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim ........................................................................ 1-4
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Interim ....................... 5-7
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim .................................................................... 8-9
Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim .................................................................................... 10 - 11
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim ............................................................. 12 - 344
***************************
Page 4
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 September 2023 31 Desember 2022
ASET
Kas 2a,2c,3 24.132.475 27.407.478
Giro pada Bank Indonesia 2a,2c,2f,4 92.082.962 150.935.150
Giro pada Bank Lain 2a,2c,2d, 20.444.250 21.488.434
2e,2f,5,44
Cadangan kerugian penurunan nilai (35.340) (18.577)
20.408.910 21.469.857
Penempatan pada Bank Indonesia 2a,2c,2d,
dan Lembaga Keuangan Lain 2e,2g,6,44 19.428.447 70.401.901
Cadangan kerugian penurunan nilai (5.352) (1.981)
19.423.095 70.399.920
Efek-efek 2a,2c,2d,
2e,2h,7,44 307.217.824 330.324.818
Cadangan kerugian penurunan nilai (91.111) (82.835)
307.126.713 330.241.983
Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya 2c,2d,2e,
2i,8,44 58.203.861 39.067.375
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.815.941) (1.638.929)
55.387.920 37.428.446
Efek-efek yang Dibeli dengan Janji 2c,2u,
Dijual Kembali 9 26.719.301 51.014.678
Tagihan Derivatif 2c,2aj,10 1.032.524 911.405
Kredit yang Diberikan 2c,2d,2e,
2j,11,44 1.184.682.207 1.079.274.819
Cadangan kerugian penurunan nilai (83.135.504) (88.323.830)
1.101.546.703 990.950.989
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian interim secara keseluruhan.
1
Page 5
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 September 2023 31 Desember 2022
ASET (lanjutan)
Pinjaman Syariah 2c,2e,2k,
12 13.151.937 10.514.329
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.350.802) (1.286.203)
11.801.135 9.228.126
Piutang Pembiayaan 2c,2d,2e,
2l,13,44 52.880.528 49.287.917
Cadangan kerugian penurunan nilai (3.384.430) (3.477.948)
49.496.098 45.809.969
Tagihan Akseptasi 2c,2d,2e,
2m,14,44 9.056.055 7.167.600
Cadangan kerugian penurunan nilai (363.874) (136.536)
8.692.181 7.031.064
Penyertaan Saham 2c,2d,2e,
2n,15,44 6.926.698 6.515.095
Cadangan kerugian penurunan nilai (4.713) (8.192)
6.921.985 6.506.903
Aset Tetap 2d,2o,2p,
16
Biaya perolehan 79.211.447 73.951.201
Akumulasi penyusutan (20.930.881) (18.735.154)
Nilai buku - neto 58.280.566 55.216.047
Aset Pajak Tangguhan - neto 2ak,38c 17.307.236 18.712.994
Aset Lain-lain - neto 2c,2e,2p,
2q,2r,17 51.605.049 42.374.001
TOTAL ASET 1.851.964.853 1.865.639.010
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian interim secara keseluruhan.
2
Page 6
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 September 2023 31 Desember 2022
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Segera 2c,2s,18 16.559.080 24.910.579
Simpanan Nasabah 2c,2d,2t,44
Giro 19 314.709.676 349.755.590
Tabungan 20 506.425.583 522.647.920
Deposito Berjangka 21 469.151.155 435.480.503
Total Simpanan Nasabah 1.290.286.414 1.307.884.013
Simpanan dari Bank Lain dan 2c,2d,2t,
Lembaga Keuangan Lainnya 22,44 11.088.742 9.334.547
Efek-efek yang Dijual dengan Janji 2c,2d,2u,
Dibeli Kembali 7,23,44 15.211.647 9.997.592
Liabilitas Derivatif 2c,2aj,10 2.209.825 783.921
Liabilitas Akseptasi 2c,2d,2m,
14,44 9.056.055 7.167.600
Utang Pajak 2ak,38a 2.300.873 3.053.782
Surat Berharga yang Diterbitkan 2c,2v,24 44.903.295 63.611.761
Pinjaman yang Diterima 2c,2d,2w,
25,44 85.273.339 79.371.200
Estimasi Kerugian Komitmen 2d,2e,2an,
dan Kontinjensi 26,44 6.205.115 6.458.343
Liabilitas Imbalan Kerja 2d,2ae,
27,42,44 22.808.470 21.296.487
Liabilitas Lain-lain 2c,2y,2ad,
28,45b 34.031.744 27.871.880
Pinjaman dan Surat Berharga
Subordinasi 2c,2x,29 496.430 501.988
TOTAL LIABILITAS 1.540.431.029 1.562.243.693
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian interim secara keseluruhan.
3
Page 7
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 September 2023 31 Desember 2022
LIABILITAS DAN EKUITAS (lanjutan)
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp50
(nilai penuh) per lembar saham
Modal dasar - 300.000.000.000
Lembar saham (terdiri dari 1
lembar saham Seri A Dwiwarna
dan 299.999.999.999
lembar saham Seri B)
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 151.559.001.604 lembar
saham (terdiri dari 1 lembar saham
Seri A Dwiwarna dan 151.559.001.603
lembar saham Seri B) 1,31a 7.577.950 7.577.950
Tambahan modal disetor 31b 75.853.127 75.637.083
Surplus revaluasi aset tetap - bersih 2o,16 20.216.505 20.267.952
Selisih kurs karena penjabaran laporan
keuangan dalam mata uang asing 2ai,31c (220.409) (127.954)
Kerugian yang belum direalisasi atas
efek-efek yang diklasifikasikan
sebagai nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain - bersih 2h (3.421.799) (4.464.483)
Cadangan kerugian penurunan nilai atas
efek-efek yang diklasifikasikan
sebagai nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain 2h 152.636 139.978
Kerugian pengukuran kembali
program imbalan pasti - bersih 2ae (2.340.587) (689.473)
Modal saham diperoleh kembali
(saham treasuri) 1d (3.283.265) (2.202.178)
Opsi saham 2af,30 16.297 16.356
Cadangan kompensasi atas
saham bonus 31f 21.591 210.266
Dampak Transaksi Pengendalian
Non Pengendali 31g 1.758.580 1.758.580
Saldo laba 31d,31e
Telah ditentukan penggunaannya 3.022.685 3.022.685
Belum ditentukan penggunaannya 207.247.913 198.147.249
Total Saldo Laba 210.270.598 201.169.934
Total ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada entitas induk 306.601.224 299.294.011
Kepentingan non-pengendali 31h 4.932.600 4.101.306
TOTAL EKUITAS 311.533.824 303.395.317
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.851.964.853 1.865.639.010
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian interim secara keseluruhan.
4
Page 8
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
Catatan 2023 2022*)
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan Bunga dan Syariah 32
Pendapatan bunga 2z 122.542.398 108.153.078
Pendapatan syariah 2k,2ab 9.350.702 7.098.449
Total Pendapatan Bunga dan Syariah 131.893.100 115.251.527
Beban Bunga dan Syariah 33
Beban bunga 2z (29.302.369) (17.962.173)
Beban syariah 2ab (1.394.032) (782.062)
Total Beban Bunga dan Syariah (30.696.401) (18.744.235)
Pendapatan Bunga dan Syariah - neto 101.196.699 96.507.292
Pendapatan premi 2ac 6.734.168 6.443.929
Beban klaim 2ac (4.915.460) (5.613.523)
Pendapatan premi - neto 1.818.708 830.406
Pendapatan penjualan emas 2ao 5.755.027 5.910.652
Beban harga pokok penjualan emas 2ao (5.529.393) (5.701.743)
Pendapatan penjualan emas - neto 225.634 208.909
Pendapatan Operasional Lainnya
Provisi dan komisi lainnya 2aa 15.559.991 13.869.646
Penerimaan kembali aset yang
telah dihapusbukukan 10.911.824 8.696.285
Keuntungan dari penjualan efek-efek - neto 2h,7 1.465.569 1.249.944
Keuntungan transaksi mata uang
asing - neto 2ah 291.965 1.078.882
Keuntungan yang belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar efek-efek 2h,7 221.982 18.922
Lain-lain 3.160.462 1.818.331
Total Pendapatan Operasional Lainnya 31.611.793 26.732.010
Beban penyisihan kerugian penurunan nilai
atas aset keuangan - neto 2e,34 (23.236.979) (24.626.916)
Pembalikan penyisihan estimasi kerugian
komitmen dan kontinjensi - neto 2an,26d 254.296 2.061.918
Pembalikan penyisihan kerugian penurunan nilai
atas aset non-keuangan - neto 2p 3.799 395
Beban Operasional lainnya
Tenaga kerja dan tunjangan 2d,2ae,35,
42,44 (29.494.635) (27.749.996)
Umum dan administrasi 2o,16,36 (20.423.100) (17.906.715)
Lain-lain (5.755.016) (7.219.334)
Total Beban Operasional lainnya (55.672.751) (52.876.045)
*) Setelah reklasifikasi (Catatan 51)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian interim secara keseluruhan.
5
Page 9
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
Catatan 2023 2022*)
LABA OPERASIONAL 56.201.199 48.837.969
(BEBAN) PENDAPATAN
NON-OPERASIONAL - NETO 37 (482.668) 400.516
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 55.718.531 49.238.485
BEBAN PAJAK 2ak,38b (11.504.962) (9.927.040)
LABA BERSIH 44.213.569 39.311.445
Akun-akun yang tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi
Pengukuran kembali atas program
imbalan pasti 2ae (2.044.358) 859.082
Pajak penghasilan terkait akun-akun yang
tidak akan direklasifikasi ke laba rugi 397.742 (172.301)
Surplus revaluasi aset tetap 16 (82.876) 3.373.815
Akun-akun yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Selisih kurs karena penjabaran laporan
keuangan dalam mata uang asing 2ai (92.456) 41.258
Keuntungan (kerugian) yang belum
direalisasi atas efek-efek yang
diklasifikasikan sebagai nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain 2h 1.208.092 (9.488.758)
Cadangan kerugian penurunan nilai atas efek-efek
yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain 2h 11.816 (155.558)
Pajak penghasilan terkait akun-akun
yang akan direklasifikasi ke laba rugi (201.631) 1.774.837
Penghasilan Komprehensif Lain
Periode Berjalan - Setelah Pajak (803.671) (3.767.625)
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN 43.409.898 35.543.820
*) Setelah reklasifikasi (Catatan 51)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian interim secara keseluruhan.
6
Page 10
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
Catatan 2023 2022*)
LABA PERIODE BERJALAN
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 43.992.607 39.156.233
Kepentingan non-pengendali 220.962 155.212
TOTAL 44.213.569 39.311.445
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 43.252.933 35.459.978
Kepentingan non-pengendali 156.965 83.842
TOTAL 43.409.898 35.543.820
LABA PERIODE BERJALAN PER SAHAM
DASAR YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK
(dalam Rupiah penuh) 2ag,49
Dasar 292 259
Dilusian 291 259
*) Setelah reklasifikasi (Catatan 51)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian interim secara keseluruhan.
7
Page 11
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keuntungan
(Kerugian)
yang belum
direalisasi
atas efek-efek Keuntungan
Selisih kurs yang diukur (kerugian)
Cadangan karena melalui nilai pengukuran Opsi saham
penurunan nilai penjabaran wajar melalui kembali dan Surplus Dampak Saldo Laba
Modal atas efek-efek laporan penghasilan program Cadangan Revaluasi transaksi Total
ditempatkan nilai wajar melalui keuangan komprehensif lain - imbalan pasti - kompensasi aset tetap - dengan Telah Belum Ekuitas Kepentingan
dan Tambahan penghasilan dalam mata setelah pajak setelah pajak Saham atas setelah pajak kepentingan ditentukan ditentukan pemilik non Total
Catatan disetor penuh modal disetor komprehensif lain uang asing tangguhan tangguhan Treasuri saham bonus terkait non-pengendali penggunaannya penggunaannya entitas induk pengendali ekuitas
Saldo pada tanggal
31 Desember 2021 7.577.950 76.242.898 547.026 (115.975) 1.949.387 (1.423.685) (45.997) 229.521 17.006.230 1.758.580 3.022.685 181.986.363 288.734.983 3.051.821 291.786.804
Laba periode berjalan - - - - - - - - - - - 39.156.233 39.156.233 155.212 39.311.445
Penghasilan
komprehensif 2h,2ae,
lainnya 2ah - - (151.124) 41.258 (7.608.431) 684.249 - - 3.337.793 - - - (3.696.255) (71.370) (3.767.625)
Total penghasilan
komprehensif untuk
periode berjalan - - (151.124) 41.258 (7.608.431) 684.249 - - 3.337.793 - - 39.156.233 35.459.978 83.842 35.543.820
Pembagian laba
deviden 31d - - - - - - - - - - - (26.406.603) (26.406.603) - (26.406.603)
Saham bonus 30 - (1.341) - - - - 31.363 - - - - - 30.022 - 30.022
Opsi saham 30 - - - - - - - (2.899) - - - - (2.899) 196 (2.703)
Perubahan kepentingan
non pengendali
pada entitas anak - - - - - - - - - - - - - 622.189 622.189
Saham treasuri 1d - - - - - - (1.237.928) - - - - - (1.237.928) - (1.237.928)
Saldo pada tanggal
30 September 2022 7.577.950 76.241.557 395.902 (74.717) (5.659.044) (739.436) (1.252.562) 226.622 20.344.023 1.758.580 3.022.685 194.735.993 296.577.553 3.758.048 300.335.601
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan.
8
Page 12
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keuntungan
(kerugian)
yang belum
direalisasi
atas efek-efek Keuntungan
Selisih kurs yang diukur (kerugian)
Cadangan karena melalui nilai pengukuran Opsi saham
penurunan nilai penjabaran wajar melalui kembali dan Surplus Dampak Saldo Laba
Modal atas efek-efek laporan penghasilan program cadangan revaluasi transaksi Total
ditempatkan nilai wajar melalui keuangan komprehensif lain imbalan pasti - kompensasi aset tetap - dengan Telah Belum ekuitas Kepentingan
dan Tambahan penghasilan dalam mata setelah pajak setelah pajak Saham atas setelah pajak kepentingan ditentukan ditentukan pemilik non Total
Catatan disetor penuh modal disetor komprehensif lain uang asing tangguhan tangguhan Treasuri saham bonus terkait non-pengendali penggunaannya penggunaannya entitas induk pengendali ekuitas
Saldo pada tanggal
31 Desember 2022 7.577.950 75.637.083 139.978 (127.954) (4.464.483) (689.473) (2.202.178) 226.622 20.267.952 1.758.580 3.022.685 198.147.249 299.294.011 4.101.306 303.395.317
Laba periode berjalan - - - - - - - - - - - 43.992.607 43.992.607 220,962 44.213.569
Penghasilan 2h,2ae,
komprehensif lainnya 2ai - - 12.658 (92.455) 1.042.684 (1.651.114) - - (51.447) - - - (739.674) (63.997) (803.671)
Total penghasilan
komprehensif untuk
periode berjalan - - 12.658 (92.455) 1.042.684 (1.651.114) - - (51.447) - - 43.992.607 43.252.933 156.965 43.409.898
Pembagian laba
- Dividen atas laba bersih tahun 2022 31d - - - - - - - - - - - (34.891.943) (34.891.943) (25.862) (34.917.805)
Saham bonus 31b - 216.044 - - - - 31.304 (188.675) - - - - 58.673 - 58.673
Opsi saham 30 - - - - - - - (59) - - - - (59) (9) (68)
Perubahan kepentingan
non pengendali
pada entitas anak - - - - - - - - - - - - - 146.229 146.229
Saham treasuri 1d - - - - - - (1.112.391) - - - - - (1.112.391) - (1.112.391)
Tambahan modal disetor - - - - - - - - - - - - - 553.971 553.971
Saldo pada tanggal
30 September 2023 7.577.950 75.853.127 152.636 (220.409) (3.421.799) (2.340.587) (3.283.265) 37.888 20.216.505 1.758.580 3.022.685 207.247.913 306.601.224 4.932.600 311.533.824
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan.
9
Page 13
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
Catatan 2023 2022
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
Pendapatan yang diterima
Penerimaan bunga dan investasi 125.014.627 101.699.107
Pendapatan syariah 9.330.008 7.098.449
Pendapatan premi 6.614.602 6.443.929
Pendapatan penjualan emas 5.755.027 5.910.652
Beban yang dibayar
Beban bunga (29.861.348) (18.090.745)
Beban syariah (1.397.434) (782.062)
Beban klaim (4.596.224) (5.613.523)
Beban harga pokok penjualan emas (5.529.393) (5.701.743)
Penerimaan kembali aset yang
telah dihapusbukukan 10.911.824 8.696.285
Pendapatan operasional lainnya 21.252.668 18.973.260
Beban operasional lainnya (57.901.093) (51.225.550)
(Beban) pendapatan non operasional - neto (611.062) 231.148
Pembayaran atas pajak penghasilan badan (11.221.570) (12.306.549)
Arus kas sebelum perubahan
dalam aset dan liabilitas operasi 67.760.632 55.332.658
Perubahan dalam aset dan liabilitas operasi:
Penurunan (kenaikan) aset operasi:
Penempatan pada Bank Indonesia
dan Lembaga Keuangan Lain 601.941 266.481
Efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui laporan laba rugi (655.975) 1.458.138
Wesel ekspor dan tagihan lainnya (19.136.486) (15.544.620)
Efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali 24.295.377 41.394.968
Kredit yang diberikan (130.438.057) (76.380.310)
Pinjaman syariah (2.751.377) (592.065)
Piutang pembiayaan (3.592.611) (7.712.026)
Aset lain-lain 2.316.341 (1.329.215)
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi:
Liabilitas segera (8.351.499) 246.811
Simpanan:
Giro (35.045.914) 25.053.459
Tabungan (16.222.337) 2.406.420
Deposito berjangka 33.670.652 (26.438.451)
Simpanan dari bank lain dan
lembaga keuangan lainnya 1.754.195 (6.531.268)
Efek-efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali 5.214.055 (4.198.429)
Liabilitas lain-lain 6.258.320 7.457.996
Kas Neto yang Digunakan untuk Kegiatan Operasi (74.322.743) (5.109.453)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian interim secara keseluruhan.
10
Page 14
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam jutaan Rupiah kecuali dinyatakan lain)
Untuk periode sembilan bulan yang
Berakhir pada tanggal 30 September
Catatan 2023 2022
ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap 128.394 169.368
Penyertaan saham 55.059 (108.436)
Penerimaan dividen 15 65.913 137.708
Perolehan aset tetap (6.794.585) (7.742.096)
Penurunan efek-efek yang diklasifikasikan
sebagai nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
dan biaya perolehan diamortisasi 26.304.871 45.545.601
Kas Neto yang Diperoleh dari
Kegiatan Investasi 19.759.652 38.002.145
ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
Penerimaan atas pinjaman yang diterima 50 20.603.779 6.266.783
Pembayaran atas pinjaman yang diterima 50 (14.765.369) (10.794.546)
Saham yang dibeli kembali (1.081.087) (1.237.928)
Pembagian laba untuk dividen (43.494.766) (26.406.603)
Penerimaan pinjaman subordinasi 50 500.000 -
Pembayaran pinjaman subordinasi 50 (500.000) -
Penerimaan dari surat berharga yang diterbitkan 24,50 8.079.000 17.172.831
Pembayaran atas surat berharga yang jatuh tempo 24,50 (26.877.850) (11.036.786)
Kas Neto yang Digunakan untuk
Kegiatan Pendanaan (57.536.293) (26.036.249)
(PENURUNAN)/ KENAIKAN NETO KAS
DAN SETARA KAS (112.099.384) 6.856.443
PENGARUH PERUBAHAN
KURS MATA UANG ASING 39.685 369.016
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 268.192.168 153.924.601
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 156.132.469 161.150.060
Kas dan Setara Kas akhir periode
terdiri dari: 2a
Kas 3 24.132.475 21.231.395
Giro pada Bank Indonesia 4 92.082.962 86.347.213
Giro pada bank lain 5 20.444.250 14.785.646
Penempatan pada Bank
Indonesia dan lembaga keuangan lain -
jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau
kurang sejak tanggal perolehan 6 17.986.222 38.785.806
Sertifikat Bank Indonesia - jangka waktu
jatuh tempo tiga bulan atau kurang
sejak tanggal perolehan 1.486.560 -
Total Kas dan Setara Kas 156.132.469 161.150.060
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian interim secara keseluruhan.
11
Page 15
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “BRI”) didirikan dan mulai beroperasi
secara komersial pada tanggal 18 Desember 1968 berdasarkan Undang-Undang No. 21 Tahun
1968. Pada tanggal 29 April 1992, berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
(“Pemerintah”) No. 21 Tahun 1992, bentuk badan hukum BRI diubah menjadi Perusahaan Perseroan
(Persero). Pengalihan BRI menjadi Persero didokumentasikan dengan Akta No. 133 tanggal 31 Juli
1992 Notaris Muhani Salim, S.H. dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. C2-6584.HT.01.01.TH.92 tanggal 12 Agustus 1992, serta diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 73, Tambahan No. 3A tanggal 11 September 1992.
Anggaran Dasar BRI kemudian diubah dengan Akta No. 7 tanggal 4 September 1998 Notaris Imas
Fatimah, S.H., pasal 2 tentang “Jangka Waktu Berdirinya Perseroan” dan pasal 3 tentang “Maksud
dan Tujuan serta Kegiatan Usaha” untuk menyesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang Republik
Indonesia No. 1 Tahun 1995 tentang “Perseroan Terbatas” dan telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-24930.HT.01.04.TH.98 tanggal
13 November 1998 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 86,
Tambahan No. 7216 tanggal 26 Oktober 1999 dan Akta No. 7 tanggal 3 Oktober 2003 Notaris Imas
Fatimah, S.H., antara lain tentang status perusahaan dan penyesuaian dengan Undang-Undang
Pasar Modal dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. C-23726 HT.01.04.TH.2003 tanggal 6 Oktober 2003 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 88, Tambahan No. 11053 tanggal
4 November 2003.
Berdasarkan Surat Keputusan Bank Indonesia No. 5/117/DPwB2/PWPwB24 tanggal 15 Oktober
2003, tentang “SK Penunjukan BRI sebagai Bank Umum Devisa”, BRI telah ditetapkan sebagai bank
devisa melalui Surat Dewan Moneter No. SEKR/BRI/328 tanggal 25 September 1956.
Berdasarkan Akta No. 51 tanggal 26 Mei 2008 Notaris Fathiah Helmi, S.H., telah dilakukan
perubahan terhadap Anggaran Dasar BRI, antara lain untuk penyesuaian dengan ketentuan Undang-
Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tentang “Perseroan Terbatas” dan Peraturan Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (“Bapepam-LK”) (fungsinya sejak 1 Januari 2013
dialihkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)), No. IX.J.I tentang “Pokok-pokok Anggaran Dasar
Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik”, yang
telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. AHU-48353.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 6 Agustus 2008 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 68, Tambahan No. 23079 tanggal
25 Agustus 2009.
Selanjutnya, Anggaran Dasar BRI dimuat dalam Akta No. 3 tanggal 9 Maret 2021 yang dibuat di
hadapan Notaris Fathiah Helmi, S.H., di Jakarta yang telah mendapat Penerimaan Perubahan
Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan HAM RI No. AHU-AH.01.03-0159493 tanggal 12 Maret
2021 dan yang terakhir kali diubah dalam Akta No. 4 tanggal 6 Oktober 2021 yang dibuat di hadapan
Notaris Fathiah Helmi, S.H., di Jakarta dan telah mendapatkan Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan HAM RI No. AHU-AH.01.03-0457763 tanggal
7 Oktober 2021. Perubahan dilakukan dalam rangka penyesuaian dengan Peraturan OJK (“POJK”)
No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham
(“RUPS”) Perusahaan Terbuka dan POJK No. 16/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan RUPS
Perusahaan Terbuka Secara Elektronik, serta modal disetor.
Berdasarkan pasal 3 Anggaran Dasar BRI, ruang lingkup kegiatan BRI adalah melakukan usaha di
bidang perbankan serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki BRI untuk
menghasilkan jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapat keuntungan guna
meningkatkan nilai perusahaan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.
BRI dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia selaku pemegang saham mayoritas.
12
Page 16
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Program Rekapitalisasi
Sebagai realisasi dari Program Rekapitalisasi Bank Umum sesuai Peraturan Pemerintah No. 52
Tahun 1999 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam
Modal Bank Pemerintah, BRI telah menerima seluruh jumlah rekapitalisasi sebesar nominal
Rp29.149.000 dalam bentuk Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah yang diterbitkan dalam 2 (dua) tahap
yaitu sebesar nominal Rp20.404.300 pada tanggal 25 Juli 2000 dan Rp8.744.700 pada tanggal
31 Oktober 2000.
Lebih lanjut, seperti yang disebutkan dalam Kontrak Manajemen tanggal 28 Februari 2001 antara
Negara Republik Indonesia c.q. Pemerintah melalui Menteri Keuangan dan BRI, Pemerintah telah
menetapkan bahwa total kebutuhan rekapitalisasi BRI untuk mencapai Liabilitas Penyediaan Modal
Minimum 4% adalah sebesar Rp29.063.531. Oleh karena itu, BRI telah mengembalikan kelebihan
total rekapitalisasi sebesar Rp85.469 dalam bentuk Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah kepada
Negara Republik Indonesia pada tanggal 5 November 2001.
Pada tanggal 30 September 2003, Menteri Keuangan mengeluarkan Surat Keputusan
No. 427/KMK.02/2003 tanggal 30 September 2003 tentang besarnya nilai akhir dan pelaksanaan
hak-hak Pemerintah yang timbul sebagai akibat penambahan penyertaan modal Negara Republik
Indonesia ke dalam modal BRI dalam rangka program rekapitalisasi bank umum. Berdasarkan Surat
Keputusan tersebut, Menteri Keuangan menetapkan bahwa nilai akhir kebutuhan rekapitalisasi BRI
adalah sebesar Rp29.063.531.
c. Penawaran Umum Saham Perdana, Pemecahan Saham (Stock Split) dan Penawaran Umum
Terbatas Saham
Dalam rangka penawaran umum saham perdana BRI, berdasarkan pernyataan pendaftaran tanggal
31 Oktober 2003, Pemerintah, melalui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menyetujui untuk
melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering (IPO)) sebesar 3.811.765.000
lembar saham biasa BRI atas nama seri B, yang terdiri dari 2.047.060.000 lembar milik Negara
Republik Indonesia (divestasi) dan 1.764.705.000 lembar atas nama Seri B baru, serta bersamaan
dengan opsi pemesanan lebih dan opsi penjatahan lebih.
Penawaran umum saham perdana meliputi penawaran kepada masyarakat internasional (Peraturan
144A dari Perundang-undangan Sekuritas dan peraturan “S”) dan penawaran kepada masyarakat
Indonesia. BRI menyerahkan pendaftarannya kepada Bapepam-LK dan pernyataan pendaftaran
tersebut telah menjadi efektif berdasarkan Surat Ketua Bapepam-LK No. S-2646/PM/2003 tanggal
31 Oktober 2003.
Penawaran umum saham perdana BRI meliputi 3.811.765.000 lembar saham dengan nilai nominal
Rp500 (nilai penuh) per lembar saham dengan harga jual Rp875 (nilai penuh) per lembar saham.
Selanjutnya, opsi pemesanan lebih sejumlah 381.176.000 lembar saham dan opsi penjatahan lebih
sejumlah 571.764.000 lembar saham masing-masing dengan harga Rp875 (nilai penuh) setiap
lembar saham telah dilaksanakan masing-masing pada tanggal 10 November 2003 dan
3 Desember 2003. Setelah IPO BRI dan opsi pemesanan lebih dan opsi penjatahan lebih
dilaksanakan oleh Penjamin Pelaksana Emisi, Negara Republik Indonesia memiliki 59,50% saham
di BRI. Saham yang ditawarkan tersebut mulai diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek
Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia) pada tanggal 10 November 2003 dan pada saat yang
bersamaan seluruh saham BRI juga telah dicatatkan (Catatan 31b).
13
Page 17
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Penawaran Umum Saham Perdana, Pemecahan Saham (Stock Split) dan Penawaran Umum
Terbatas Saham (lanjutan)
Berdasarkan Akta No. 38 tanggal 24 November 2010, Notaris Fathiah Helmi, S.H. dilakukan
pemecahan nilai nominal saham dari Rp500 (nilai penuh) per lembar saham menjadi Rp250 (nilai
penuh) per saham. Akta tersebut telah diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi
Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam suratnya
No. AHU.AH.01.10-33481 tanggal 29 Desember 2010. Pemecahan saham dilakukan pada tahun
2011 dan BRI menjadwalkan bahwa akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama atau
Rp500 (nilai penuh) per lembar saham di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi adalah tanggal
10 Januari 2011 dan tanggal dimulainya perdagangan sah dengan nilai nominal baru atau Rp250
(nilai penuh) per lembar saham adalah tanggal 11 Januari 2011.
Berdasarkan Akta No. 54 tanggal 27 Oktober 2017, Notaris Fathiah Helmi, S.H. dilakukan
pemecahan nilai nominal saham dari Rp250 (nilai penuh) per saham menjadi Rp50 (nilai penuh) per
saham. Akta tersebut telah diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan
Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam suratnya
No. AHU.AH.01.03-0187521 tanggal 3 November 2017. Pemecahan saham dilakukan pada tahun
2017 dan BRI menjadwalkan bahwa akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama atau
Rp250 (nilai penuh) per lembar saham di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi adalah tanggal
9 November 2017 dan tanggal dimulainya perdagangan sah dengan nilai nominal baru atau Rp50
(nilai penuh) per lembar saham adalah tanggal 10 November 2017.
Dalam rangka pembentukan Holding Ultra Mikro, BRI meningkatkan modal ditempatkan dan disetor
melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I), sesuai
hasil keputusan RUPSLB tanggal 22 Juli 2021 sebagaimana tercantum dalam Akta No. 61 tanggal
22 Juli 2021, Notaris Fathiah Helmi S.H., serta telah mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) pada tanggal 30 Agustus 2021 sesuai dengan Surat OJK No. S-152/D.04/2021
tanggal 30 Agustus 2021.
Dalam PMHMETD I tersebut, BRI menawarkan sebanyak-banyaknya 28.213.191.604 saham baru
Seri B dengan nilai nominal per lembar saham Rp50 (nilai penuh) dalam bentuk Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu (HMETD) dengan harga pelaksanaan per lembar saham Rp3.400 (nilai penuh).
Tanggal perdagangan dan eksekusi HMETD tersebut mulai dari 13 September 2021 sampai dengan
22 September 2021.
Dari penawaran umum terbatas ini, BRI telah meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak
28.213.191.604 lembar saham sehingga mengakibatkan komposisi kepemilikan saham BRI adalah
56,82% dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia dan 43,18% dimiliki oleh publik.
d. Modal Saham Diperoleh Kembali (Saham Treasuri)
BRI melalui surat No. R.224-DIR/DIS/09/2015 tanggal 25 September 2015 mengajukan permohonan
persetujuan pembelian kembali saham BRI kepada OJK sebanyak-banyaknya Rp5.000.000, dan
telah disetujui oleh OJK melalui Surat No. S-101/PB.31/2015 tanggal 6 Oktober 2015. Selanjutnya
BRI menyampaikan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehubungan
dengan rencana pembelian kembali saham yang telah dikeluarkan dan tercatat di BEI sebanyak-
banyaknya sebesar Rp2.500.000 melalui surat No. B.695-DIR/SKP/10/2015 tanggal 9 Oktober 2015.
Pembelian kembali tersebut dilakukan dalam jangka waktu 3 bulan, antara tanggal 12 Oktober 2015
sampai dengan tanggal 12 Januari 2016. Sampai dengan tanggal 12 Januari 2016, BRI telah
melakukan pembelian saham sebanyak 221.718.000 lembar saham sebelum stock split. Ketika
buyback tahun 2016 harga perolehan rata-rata per saham sebesar Rp10.944 (nilai penuh) dengan
dana yang digunakan Rp2.418.947.067.500 (nilai penuh). Sehingga setelah stock split (1:5) saham
yang telah dibeli kembali dicatat sebanyak 1.108.590.000 lembar dengan harga perolehan rata-rata
per sahamnya Rp2.182 (nilai penuh).
14
Page 18
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Modal Saham Diperoleh Kembali (Saham Treasuri) (lanjutan)
Pada tanggal 23 Mei 2019 sampai dengan 27 Mei 2019, terdapat implementasi program kepemilikan
saham kepada pekerja BRI (Catatan 31f) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini mengakibatkan
pengurangan saham treasuri sebanyak 143.415.500 lembar dengan harga perolehan sebesar
Rp2.182 (nilai penuh) per lembar saham atau setara Rp312.933.098.043 (nilai penuh), harga wajar
ESA 1 sebesar Rp3.630 (nilai penuh) atau setara Rp520.598.265.000 (nilai penuh). Selisih antara
nilai saham treasuri dan total biaya implementasi berdasarkan harga wajar dicatat dalam Agio
sebesar Rp207.665.166.957 (nilai penuh).
Pada tanggal 25 Februari 2020 sampai dengan 28 Februari 2020, terdapat implementasi program
kepemilikan saham kepada pekerja BRI (Catatan 31f) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini
mengakibatkan pengurangan saham treasuri sebanyak 231.111.000 lembar saham dengan harga
perolehan Rp2.182 (nilai penuh) per lembar saham atau setara total Rp504.284.970.744 (nilai
penuh), dimana implementasi ini terdiri dari program ESA 1 sebanyak 4.396.700 lembar saham
dengan harga wajar sebesar Rp3.630 (nilai penuh) per lembar saham atau setara Rp15.960.021.000
(nilai penuh) dan program ESA 2 sebanyak 226.714.300 lembar dengan harga wajar Rp4.410 (nilai
penuh) per lembar saham atau setara Rp999.810.063.000 (nilai penuh). Selisih antara nilai saham
treasuri dan total biaya implementasi berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio sebesar
Rp511.485.113.256 (nilai penuh).
BRI melalui surat No. R.154-DIR/ALM/03/2020 tanggal 10 Maret 2020 mengajukan permohonan
persetujuan pembelian kembali saham BRI kepada OJK sebanyak-banyaknya Rp3.000.000, dan
telah disetujui oleh OJK melalui Surat No. S.47/PB.31/2020 tanggal 12 Maret 2020. Selanjutnya BRI
menyampaikan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehubungan dengan
rencana pembelian kembali saham yang telah dikeluarkan dan tercatat di BEI sebanyak-banyaknya
sebesar Rp3.000.000 melalui surat No. B.427-DIR/SKP/03/2020 tanggal 13 Maret 2020. Pembelian
kembali tersebut secara bertahap dalam periode 13 Maret 2020 sampai dengan 12 Juni 2020.
Sampai dengan tanggal 12 Juni 2020, BRI telah melakukan pembelian saham sebanyak 16.400.000
lembar saham (nilai nominal Rp50 (nilai penuh) per lembar saham) dengan harga perolehan sebesar
Rp47.254.000.000 (nilai penuh) dengan rata-rata harga pembelian Rp2.881,34 (nilai penuh) per
lembar saham. Atas transaksi ini total saham treasuri yang dimiliki oleh BRI sebanyak 750.463.500
lembar saham.
Pada tanggal 5 Februari 2021, terdapat implementasi program kepemilikan saham kepada pekerja
BRI (Catatan 31f) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini mengakibatkan pengurangan saham
treasuri sebanyak 84.600 lembar saham dengan harga perolehan per lembar saham Rp2.182 (nilai
penuh) atau setara total Rp184.597.481 (nilai penuh), harga wajar program diskresi saham bonus
sebesar Rp3.240 (nilai penuh) atau setara Rp274.104.000 (nilai penuh), selisih antara nilai saham
treasuri dan total biaya implementasi berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio sebesar
Rp89.506.518 (nilai penuh).
Pada tanggal 31 Maret 2021, terdapat implementasi program kepemilikan saham kepada pekerja
BRI (Catatan 31f) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini mengakibatkan pengurangan saham
treasuri sebesar 2.096.400 lembar saham dengan harga perolehan Rp2.182 (nilai penuh) per lembar
saham atau setara total Rp4.574.351.773 (nilai penuh), dimana implementasi ini terdiri dari ESA 1
sebanyak 831.000 lembar saham dengan harga wajar Rp3.630 (nilai penuh) per lembar saham atau
setara Rp3.016.530.000 (nilai penuh) dan ESA 2 sebanyak 1.265.400 lembar saham dengan harga
wajar Rp4.410 (nilai penuh) per lembar saham atau setara Rp5.580.414.000 (nilai penuh). Selisih
antara nilai saham treasuri dan total biaya implementasi berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio
sebesar Rp4.022.592.226 (nilai penuh).
15
Page 19
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Modal Saham Diperoleh Kembali (Saham Treasuri) (lanjutan)
Pada tanggal 7 Oktober 2021 sampai dengan 17 Desember 2021, terdapat implementasi program
kepemilikan saham kepada pekerja BRI (Catatan 30) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini
mengakibatkan pengurangan saham treasuri sebanyak 11.613.900 lembar saham dengan harga
perolehan per lembar saham Rp2.182 (nilai penuh) atau setara Rp25.341.568.431 (nilai penuh),
harga pelaksanaan program ESOP 1 dan 2 sebesar Rp2.240 (nilai penuh) atau setara
Rp26.015.136.000 (nilai penuh). Selisih antara nilai saham treasuri dan total biaya implementasi
berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio sebesar Rp4.680.363.069 (nilai penuh).
Pada tanggal 25 Oktober 2021, terdapat implementasi program kepemilikan saham kepada pekerja
BRI (Catatan 31f) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini mengakibatkan pengurangan saham
treasuri sebanyak 590.000 lembar saham dengan harga perolehan Rp2.182 (nilai penuh) per lembar
saham atau setara total Rp1.287.381.963 (nilai penuh), harga wajar Discretionary Pool sebesar
Rp3.750 (nilai penuh) per lembar saham atau setara Rp2.212.500.000 (nilai penuh). Selisih antara
nilai saham treasuri dan total biaya implementasi berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio
sebesar Rp925.118.037 (nilai penuh).
Pada tanggal 27 Oktober 2021, terdapat implementasi program kepemilikan saham kepada pekerja
BRI (Catatan 30) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini mengakibatkan pengurangan saham
treasuri sebanyak 263.904.800 lembar saham dengan harga perolehan per lembar saham Rp2.182
(nilai penuh) atau setara total Rp575.841.151.426 (nilai penuh), harga wajar ESA 3 sebesar Rp4.020
(nilai penuh) atau setara Rp1.060.897.296.000 (nilai penuh), selisih antara nilai saham treasuri dan
total biaya implementasi berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio sebesar Rp485.056.144.574
(nilai penuh).
Pada tanggal 5 November 2021 sampai dengan 6 Desember 2021, terdapat implementasi program
kepemilikan saham kepada pekerja BRI (Catatan 30) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini
mengakibatkan pengurangan saham treasuri sebanyak 124.565.200 lembar saham dengan harga
perolehan per lembar saham Rp2.182 (nilai penuh) atau setara Rp271.801.680.741 (nilai penuh),
harga pelaksanaan program ESOP 1 dan 2 sebesar Rp2.240 (nilai penuh) atau setara
Rp279.026.048.000 (nilai penuh). Selisih antara nilai saham treasuri dan total biaya implementasi
berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio sebesar Rp7.224.367.259 (nilai penuh).
Pada tanggal 17 Desember 2021, terdapat implementasi program kepemilikan saham kepada
pekerja BRI (Catatan 31f) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini mengakibatkan pengurangan
saham treasuri sebanyak 282.159.300 lembar saham dengan harga perolehan per lembar saham
Rp2.182 (nilai penuh) atau setara total Rp615.672.531.146 (nilai penuh), harga wajar ESA 4 sebesar
Rp3.926 (nilai penuh) atau setara Rp1.107.757.411.800 (nilai penuh), selisih antara nilai saham
treasuri dan total biaya implementasi berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio sebesar
Rp492.084.880.654 (nilai penuh).
Pada tanggal 17 Desember 2021, terdapat implementasi program kepemilikan saham kepada
pekerja BRI (Catatan 30) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini mengakibatkan pengurangan
saham treasuri sebanyak 11.004.400 lembar saham dengan harga perolehan per lembar saham
Rp2.182 (nilai penuh) atau setara Rp24.011.637.404 (nilai penuh), harga pelaksanaan program
ESOP 1 dan 2 sebesar Rp2.240 (nilai penuh) atau setara Rp24.649.856.000 (nilai penuh). Selisih
antara nilai saham treasuri dan total biaya implementasi berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio
sebesar Rp4.660.603.096 (nilai penuh).
16
Page 20
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Modal Saham Diperoleh Kembali (Saham Treasuri) (lanjutan)
Pada tanggal 27 Desember 2021, terdapat implementasi program kepemilikan saham kepada
pekerja BRI (Catatan 31f) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini mengakibatkan pengurangan
saham treasuri sebanyak 6.049.800 lembar saham terdiri dari ESA 1 sebanyak 16.000 lembar saham
dengan harga wajar Rp3.630 (nilai penuh) per lembar saham atau setara Rp58.080.000 (nilai penuh),
ESA 2 sebanyak 266.400 lembar saham dengan harga wajar Rp4.410 (nilai penuh) per lembar
saham atau setara Rp1.174.824.000 (nilai penuh), ESA 3 sebanyak 4.813.700 lembar saham dengan
harga wajar Rp4.020 (nilai penuh) per lembar saham atau setara Rp19.351.074.000 (nilai penuh),
dan ESA 4 sebanyak 953.700 lembar saham dengan harga wajar Rp3.926 (nilai penuh) per lembar
saham atau setara Rp3.744.226.200 (nilai penuh). Selisih antara nilai saham treasuri dan total biaya
implementasi berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio sebesar Rp11.127.520.477 (nilai penuh).
Pada tanggal 28 Desember 2021, terdapat implementasi program kepemilikan saham kepada
pekerja BRI (Catatan 30) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini mengakibatkan pengurangan
saham treasuri sebanyak 1.742.600 lembar saham dengan harga perolehan per lembar saham
Rp2.182 (nilai penuh) atau setara Rp3.802.358.996 (nilai penuh), harga pelaksanaan program ESOP
1 dan 2 sebesar Rp2.240 (nilai penuh) atau setara Rp3.903.424.000 (nilai penuh). Selisih antara nilai
saham treasuri dan total biaya implementasi berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio sebesar
Rp732.402.204 (nilai penuh).
Pada tanggal 30 Desember 2021, terdapat implementasi program kepemilikan saham kepada
pekerja BRI (Catatan 31f) yang bersumber dari saham treasuri. Hal ini mengakibatkan pengurangan
saham treasuri sebanyak 30.720.900 lembar saham dengan rincian sebanyak 30.252.500 lembar
dengan harga perolehan per lembar saham Rp2.182 (nilai penuh) atau setara Rp66.011.055.629
(nilai penuh) dan sebanyak 468.400 lembar dengan harga perolehan per lembar saham Rp2.881
(nilai penuh) atau setara Rp1.349.460.400 (nilai penuh), harga wajar ESA Khusus sebesar Rp4.080
(nilai penuh) atau setara Rp125.341.272.000 (nilai penuh). Selisih antara nilai saham treasuri dan
total biaya implementasi berdasarkan harga wajar dicatat dalam agio sebesar Rp57.980.755.971
(nilai penuh). Atas transaksi yang terjadi pada tahun 2021, total saham treasuri yang dimiliki oleh BRI
adalah sebanyak 15.931.900 lembar saham.
BRI melalui surat No. R.0034-DIR/ALM/01/2022 tanggal 24 Januari 2022 mengajukan permohonan
persetujuan pembelian kembali saham BRI kepada OJK sebanyak-banyaknya Rp3.000.000.
Pembelian kembali saham BRI tersebut telah disetujui oleh OJK melalui Surat No.S-29/PB.31/2022
tanggal 21 Februari 2022 dan telah mendapatkan persetujuan pada Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan 2022 yang diselenggarakan pada tanggal 1 Maret 2022. BRI juga telah menyampaikan
keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehubungan dengan rencana
pembelian kembali saham yang telah dikeluarkan dan tercatat di BEI sebanyak-banyaknya sebesar
Rp3.000.000 melalui surat No.B.7-CSC/CSM/CGC/01/2022 tanggal 21 Januari 2022. Pembelian
kembali tersebut secara bertahap dalam periode 1 Maret 2022 sampai dengan 31 Agustus 2023.
Pada bulan April hingga Juli 2022, BRI telah melakukan pembelian saham sebanyak 184.245.400
lembar saham (nilai nominal Rp50 (nilai penuh) per lembar saham) dengan harga perolehan sebesar
Rp818.380 dengan rata-rata harga pembelian Rp4.442 (nilai penuh) per lembar saham.
Pada tanggal 12 Agustus 2022 terdapat implementasi program kepemilikan saham BRI yang
bersumber dari saham treasuri hasil pembelian kembali tahun 2022. Hal ini mengakibatkan
pengurangan saham treasuri sebanyak 7.064.100 lembar saham dengan harga perolehan per lembar
saham Rp4.440 (nilai penuh) atau setara Rp31.363.473.744 (nilai penuh). Harga pelaksanaan
program sebesar Rp4.250 (nilai penuh) atau setara Rp30.022.425.000 (nilai penuh). Selisih antara
nilai perolehan saham treasuri dan biaya program berdasarkan harga wajar dicatat dalam pos agio
sebesar Rp1.341.048.744 (nilai penuh).
17
Page 21
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Modal Saham Diperoleh Kembali (Saham Treasuri) (lanjutan)
Pada bulan Agustus hingga Desember 2022, BRI telah melakukan pembelian saham sebanyak
295.208.700 lembar saham (nilai nominal Rp50 (nilai penuh) per lembar saham) dengan harga
perolehan sebesar Rp1.365.888 dan rata-rata harga pembelian sebesar Rp4.627 (nilai penuh) per
lembar saham.
Pada bulan Januari 2023, BRI melanjutkan pembelian saham sebanyak 167.931.800 lembar saham
(nilai nominal Rp50 (nilai penuh) per lembar saham) dengan harga perolehan sebesar Rp815.732
dan rata-rata harga pembelian sebesar Rp4.858 (nilai penuh) per lembar saham.
Pada tanggal 14 Juli 2023 terdapat implementasi program kepemilikan saham kepada pekerja BRI
yang bersumber dari saham treasuri hasil pembelian kembali tahun 2020. Hal ini mengakibatkan
pengurangan saham treasuri sebanyak 501.600 lembar saham dengan harga perolehan per lembar
saham Rp2.881 (nilai penuh) atau setara Rp1.445.280.144 (nilai penuh). Pelaksanaan program ini
terdiri dari ESA 1 sebanyak 21.100 lembar saham dengan nilai wajar Rp3.630 (nilai penuh), ESA 2
sebanyak 32.300 lembar saham dengan nilai wajar Rp4.010 (nilai penuh), ESA 3 sebanyak 33.900
lembar saham dengan nilai wajar Rp4.020 (nilai penuh), dan ESA 4 sebanyak 414.300 lembar saham
dengan nilai wajar Rp3.926 (nilai penuh), dimana secara total harga pelaksanaan program setara
dengan Rp1.981.885.800 (nilai penuh). Selisih antara nilai perolehan saham treasuri dan biaya
program berdasarkan harga wajar dicatat dalam pos agio sebesar Rp536.575.656 (nilai penuh).
Pada tanggal 18 Agustus 2023 terdapat implementasi program kepemilikan saham BRI yang
bersumber dari saham treasuri hasil pembelian kembali tahun 2022. Hal ini mengakibatkan
pengurangan saham treasuri sebanyak 6.440.500 lembar saham dengan harga perolehan per lembar
saham Rp4.636 (nilai penuh) atau setara Rp29.859.209.733 (nilai penuh). Harga pelaksanaan
program sebesar Rp5.450 (nilai penuh) atau setara Rp35.100.725.000 (nilai penuh). Selisih antara
nilai perolehan saham treasuri dan biaya program berdasarkan harga wajar dicatat dalam pos agio
sebesar Rp5.241.515.267 (nilai penuh).
Pada Bulan September 2023, BRI telah melakukan pembelian saham sebanyak 55.333.600 lembar
saham (nilai nominal Rp50 (nilai penuh) per lembar saham) dengan harga perolehan sebesar
Rp294.993 dan rata-rata harga pembelian sebesar Rp5.331 (nilai penuh) per lembar saham.
Adapun harga perolehan di atas merupakan harga perolehan dan tidak termasuk biaya yang dapat
diatribusikan secara langsung terhadap pembelian saham treasuri.
Sehingga per tanggal 30 September 2023, total saham treasuri yang dimiliki oleh BRI sebanyak
704.644.900 lembar saham.
18
Page 22
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
e. Struktur dan Manajemen
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, BRI memiliki jaringan unit kerja
dengan rincian sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Kantor Wilayah 18 18
Kantor Audit Intern Pusat 1 1
Kantor Audit Intern Wilayah 18 18
Kantor Cabang Dalam Negeri 453 448
Kantor Cabang Khusus*) - 1
Kantor Cabang/Kantor Perwakilan
di Luar Negeri 6 6
Kantor Cabang Pembantu (KCP)
Dalam Negeri**) 7.248 7.611
Kantor Cabang Pembantu (KCP) di
Luar Negeri 3 3
Teras Keliling 116 117
Teras Kapal 4 4
*) Sesuai dengan Nota Dinas B.63.e-PPM/ODV/OD2/08/2023 tanggal 03 Agustus 2023 Perihal Penyampaian persetujuan
perubahan supervisi KCK.
**) Sesuai dengan POJK No. 12/POJK.03/2021 tanggal 30 Juli 2021 tentang Bank Umum, penyajian Unit Kerja Kantor Kas,
BRI Unit dan Teras Kantor dicatatkan sebagai Kantor Cabang Pembantu (KCP) Dalam Negeri
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 BRI memiliki 5 (lima) Kantor
Cabang di luar negeri yang berlokasi di New York, Cayman Islands, Singapura, Timor-Leste dan
Taipei, serta 1 (satu) Kantor Perwakilan di luar negeri yang berlokasi di Hong Kong.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 BRI memiliki 10 (sepuluh) entitas
anak yaitu PT Bank Raya Indonesia Tbk, BRI Remittance Co. Ltd. Hong Kong, PT Asuransi BRI Life,
PT BRI Multifinance Indonesia, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT BRI Ventura Investama,
PT BRI Asuransi Indonesia, PT Pegadaian, PT Permodalan Nasional Madani dan PT BRI Manajemen
Investasi (dahulu PT Danareksa Investment Management).
Berdasarkan kebijakan akuntansi BRI, manajemen kunci BRI cakupannya adalah anggota komisaris,
direksi, senior executive vice president, komite audit, komite remunerasi, kepala divisi, kepala satuan
kerja audit intern dan kepala audit intern wilayah, pemimpin wilayah, pemimpin cabang khusus dan
pemimpin cabang.
Total pekerja BRI dan entitas anak masing-masing pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 60.207 60.209
Entitas Anak 20.113 18.870
80.320 79.079
19
Page 23
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
e. Struktur dan Manajemen (lanjutan)
Susunan Dewan Komisaris BRI pada tanggal 30 September 2023 ditetapkan berdasarkan Rapat
Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan BRI yang dimuat dalam Akta Notaris Fathiah Helmi, S.H.,
No. 1 tanggal 2 Mei 2023. Adapun Susunan Dewan Komisaris BRI pada tanggal 31 Desember 2022
ditetapkan berdasarkan RUPS Tahunan BRI yang dimuat dalam Akta No. 12 tanggal 29 Agustus
2022 yang dibuat oleh Notaris Fathiah Helmi, S.H.:
30 September 2023 31 Desember 2022
Komisaris Utama/Komisaris : Kartika Wirjoatmodjo Kartika Wirjoatmodjo
Wakil Komisaris Utama/
Komisaris Independen : Rofikoh Rokhim Rofikoh Rokhim
Komisaris Independen : Hendrikus Ivo Hendrikus Ivo
Komisaris Independen : Agus Riswanto Agus Riswanto
Komisaris Independen : Dwi Ria Latifa Dwi Ria Latifa
Komisaris Independen : Nurmaria Sarosa Nurmaria Sarosa
Komisaris Independen : Heri Sunaryadi Heri Sunaryadi
Komisaris Independen : Paripurna Poerwoko Paripurna Poerwoko
Sugarda Sugarda
Komisaris : Rabin Indrajad Rabin Indrajad
Hattari Hattari
Komisaris : Awan Nurmawan Hadiyanto
Nuh*
*) Baru dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya apabila telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas
Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit & Proper Test) serta memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Susunan Direksi BRI pada tanggal 30 September 2023 ditetapkan berdasarkan Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS) Tahunan BRI yang dimuat dalam Akta Notaris Fathiah Helmi, S.H.,
No. 1 tanggal 2 Mei 2023. Adapun Susunan Direksi BRI pada tanggal 31 Desember 2022 ditetapkan
berdasarkan RUPS Tahunan BRI yang dimuat dalam Akta No. 12 tanggal 29 Agustus 2022 yang
dibuat oleh Notaris Fathiah Helmi, S.H.:
30 September 2023 31 Desember 2022
Direktur Utama : Sunarso Sunarso
Wakil Direktur Utama : Catur Budi Harto Catur Budi Harto
Direktur : Viviana Dyah Ayu R.K Viviana Dyah Ayu R.K
Direktur : Amam Sukriyanto Amam Sukriyanto
Direktur : Andrijanto Andrijanto
Direktur : Handayani Handayani
Direktur : Supari Supari
Direktur : Arga Mahanana Arga Mahanana
Nugraha Nugraha
Direktur : Agus Sudiarto Agus Sudiarto
Direktur : Agus Noorsanto Agus Noorsanto
Direktur : Agus Winardono Agus Winardono
Direktur : Ahmad Solichin Ahmad Solichin
Lutfiyanto Lutfiyanto
20
Page 24
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
e. Struktur dan Manajemen (lanjutan)
Susunan Komite Audit BRI pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 ditetapkan
berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. Kep 1503-DIR/HCB/09/2022 tanggal 7 September 2022:
30 September 2023 31 Desember 2022
Ketua : Hendrikus Ivo Hendrikus Ivo
Anggota : Rofikoh Rokhim Rofikoh Rokhim
Anggota : Heri Sunaryadi Heri Sunaryadi
Anggota : Agus Riswanto Agus Riswanto
Anggota : Sahat Pardede Sahat Pardede
Anggota : Irwanto Irwanto
Anggota : Bardiyono Wiyatmojo Bardiyono Wiyatmojo
Aestika Oryza Gunarto menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan BRI sejak tanggal 6 Agustus 2020
sampai dengan 31 Juli 2023 sesuai dengan Surat Keputusan Direksi No. Kep 524-DIR/HCB/08/2020
tanggal 6 Agustus 2020. Adapun terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2023, Sekretaris Perusahaan BRI
dijabat oleh Agustya Hendy Bernadi berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. Kep 1616
DIR/HCB/08/2023 tanggal 1 Agustus 2023.
Kepala Satuan Kerja Audit Intern BRI pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
dijabat oleh Triswahju Herlina sesuai Surat Keputusan Direksi BRI No. Kep 339-DIR/HCB/03/2022
tanggal 7 Maret 2022.
f. Entitas Anak
PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya)
Pada tanggal 19 Agustus 2010, BRI telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham
Bersyarat (PPJB) dengan Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) selaku pemegang 95,96% saham
PT Bank Agroniaga Tbk (“Bank Agro”) untuk mengakuisisi saham Bank Agro dengan total nominal
sebesar Rp330.296 untuk 3.030.239.023 lembar saham dengan harga Rp109 (nilai penuh) per
lembar saham.
Berdasarkan RUPS Luar Biasa BRI sesuai dengan akta No. 37 tanggal 24 November 2010 Notaris
Fathiah Helmi, S.H., para pemegang saham telah menyetujui akuisisi terhadap Bank Agro. Selain itu,
Bank Indonesia juga telah memberikan persetujuan melalui Surat No. 13/19/GBI/DPIP/Rahasia
tanggal 16 Februari 2011. Akuisisi ini diselesaikan pada tanggal 3 Maret 2011 berdasarkan akta
akuisisi No. 14 Notaris Fathiah Helmi, S.H., dimana BRI memiliki 88,65% dari seluruh saham yang
ditempatkan dan disetor penuh dalam Bank Agro, sebagaimana dimuat dalam akta No. 68 tanggal
29 Desember 2009, Notaris Rusnaldy, S.H. Hal tersebut diatas telah mempertimbangkan efek dari
Waran Seri I yang dapat dieksekusi sampai dengan tanggal 25 Mei 2011.
21
Page 25
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya) (lanjutan)
Untuk memenuhi Peraturan Bapepam-LK No. IX.H.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK
No. Kep-259/BL/2008, tanggal 30 Juni 2008, tentang “Pengambilalihan Perusahaan Terbuka”, BRI
sebagai pengendali baru Bank Agro diwajibkan untuk melaksanakan Penawaran Tender terhadap
saham Bank Agro yang dimiliki pemegang saham publik. Pernyataan Penawaran Tender telah
dinyatakan efektif pada tanggal 4 Mei 2011 berdasarkan Surat Ketua Bapepam-LK
No. S-4985/BL/2011 dan telah diumumkan pada 2 (dua) surat kabar harian, yaitu Bisnis Indonesia
dan Investor Daily, keduanya pada tanggal 5 Mei 2011. Masa Penawaran Tender dimulai pada
tanggal 5 Mei 2011 dan berakhir pada tanggal 24 Mei 2011. Pada tanggal penutupan masa
Penawaran Tender, terdapat 113.326.500 lembar saham (3,15% dari seluruh saham Bank Agro)
yang dibeli oleh BRI. Harga Penawaran Tender yang digunakan adalah sebesar Rp182 (nilai penuh)
per lembar saham.
Pada tanggal 1 Juli 2011, telah dilaksanakan penjualan saham kepada Dapenbun sejumlah
256.375.502 lembar saham atas eksekusi opsi beli Dapenbun dengan harga Rp109 (nilai penuh) per
lembar saham. Selanjutnya sesuai peraturan Bapepam-LK No. IX.H.1, jangka waktu pengembalian
tender offer adalah selama 2 (dua) tahun. Namun, khusus untuk Bank Agro maka BRI wajib
memenuhi kepemilikan saham publik minimal adalah sebesar 10% dan harus dipenuhi paling
lambat pada tanggal 24 Mei 2013. Hal ini untuk memenuhi Surat Bursa Efek Indonesia
No. S-06472/BEI.PPJ/09-2011 tanggal 23 September 2011. Sampai dengan 31 Desember 2011,
saham Bank Agro yang berhasil dijual ke publik sebesar 500.000 lembar saham sehingga
kepemilikan saham BRI di Bank Agro per 31 Desember 2011 menjadi 79,78% dan Dapenbun 14%.
Selama tahun 2012 dan 2013 tidak terdapat penjualan saham, kemudian pada tahun 2014 terdapat
penjualan saham sebesar 130.000 lembar saham, sehingga per tanggal 31 Desember 2014,
kepemilikan saham publik untuk memenuhi surat Bursa Efek Indonesia No. S-06472/BEI.PPJ/09-
2011 tanggal 23 September 2011 sebesar 10% pada tanggal 24 Mei 2013 belum dapat dipenuhi BRI
karena tidak aktifnya harga saham Bank Agro di pasar modal.
Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 30 tanggal 16 Mei 2012, Notaris Rusnaldy, S.H.,
dilakukan perubahan nama dari PT Bank Agroniaga Tbk menjadi PT Bank Rakyat Indonesia
Agroniaga Tbk (“BRI Agro”) dan telah mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia sesuai Surat
Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 14/72/KEP.GBI/2012 tanggal 10 Oktober 2012.
Pada tanggal 10 Mei 2013, BRI Agro menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum
Terbatas IV (“PUT IV”) kepada Dewan Komisioner OJK dalam rangka penerbitan Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu sebanyak-banyaknya 3.846.035.599 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai
nominal Rp100 (nilai penuh) per lembar saham. Pada tanggal 26 Juni 2013, Dewan Komisioner OJK
melalui surat No. S-186/D.04/2013 menyetujui Pernyataan Penawaran Umum Terbatas IV tersebut
sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 3.832.685.599 lembar saham.
22
Page 26
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya) (lanjutan)
Hasil dari PUT IV menyebabkan Anggaran Dasar BRI Agro mengalami perubahan sebagaimana
dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 107 tanggal 30 Juli 2013, Notaris
M. Nova Faisal, S.H., M.Kn., mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sehingga
kepemilikan saham BRI di BRI Agro menjadi 80,43%, Dapenbun 14,02% dan publik 5,55%.
Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0074249.AH.01.09 tahun 2013 tanggal 1 Agustus 2013.
Pada tanggal 11 Mei 2015, BRI Agro menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum
Terbatas V (“PUT V”) kepada Dewan Komisioner OJK dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu sebanyak 5.588.085.883 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (nilai
penuh) per lembar saham. Pada tanggal 17 Juni 2015, Dewan Komisioner OJK melalui surat
No. S-259/D.04/2015 memberitahukan mengenai Efektifnya Pernyataan Pendaftaran Penawaran
Umum Terbatas V sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 4.028.934.521 lembar
saham.
Hasil dari PUT V menyebabkan Anggaran Dasar BRI Agro mengalami perubahan sebagaimana
dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat dan Perubahan Anggaran Dasar No. 68 tanggal
14 Juli 2015, Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn., mengenai peningkatan modal ditempatkan dan
disetor penuh sehingga kepemilikan saham BRI di BRI Agro menjadi 87,23%, Dapenbun 9,10% dan
publik 3,67%. Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk
No. AHU-AH.01.03-0951264 tanggal 14 Juli 2015.
Pada tanggal 17 Oktober 2016, BRI Agro menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum
Terbatas VI (“PUT VI”) kepada Dewan Komisioner OJK dalam rangka Penambahan Modal dengan
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 3.845.996.122 lembar
saham biasa dengan nilai nominal Rp100 (nilai penuh) per lembar saham dan menerbitkan Waran
Seri II sebanyak 616.908.103 lembar. Pada tanggal 25 November 2016, Dewan Komisioner OJK
melalui surat No. S-695/D.04/2016 memberitahukan mengenai Efektifnya Pernyataan Pendaftaran
Penawaran Umum Terbatas VI, sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak
3.845.996.122 lembar saham. Waran Seri II dapat dikonversi menjadi saham BRI Agro dengan nilai
Rp130 (nilai penuh) per lembar saham dengan periode pelaksanaan dari 9 Juni 2017 sampai dengan
11 Juni 2018.
Hasil dari PUT VI menyebabkan Anggaran Dasar BRI Agro mengalami perubahan sebagaimana
dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 58 tanggal 27 Desember 2016, Notaris M.
Nova Faisal, S.H., M.Kn., mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sehingga
kepemilikan saham BRI di BRI Agro tetap sebesar 87,23%, Dapenbun 7,08% dan publik 5,69%.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk No. AHU-AH.01.03-0112637
tanggal 27 Desember 2016.
23
Page 27
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya) (lanjutan)
Sampai dengan tanggal 11 Juni 2018 (akhir dari konversi waran), jumlah waran yang telah dikonversi
menjadi saham sejumlah 612.937.654 lembar sehingga meningkatkan modal saham BRI Agro
sebesar Rp61.294.
Pada tanggal 2 Mei 2017, BRI Agro menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum
Terbatas VII (“PUT VII”) kepada Dewan Komisioner OJK dalam rangka PMHMETD sebanyak-
banyaknya 2.515.555.707 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp100 (nilai penuh) per lembar
saham. Pada tanggal 12 Juni 2017, Dewan Komisioner OJK melalui surat No. S-293/D.04/2017
memberitahukan mengenai Efektifnya Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas VII
sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 2.515.555.707 lembar saham.
Hasil dari PUT VII menyebabkan Anggaran Dasar BRI Agro mengalami perubahan sebagaimana
dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 19 tanggal 21 Juli 2017, Notaris M. Nova
Faisal, S.H., M.Kn., mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sehingga
kepemilikan saham BRI di BRI Agro sebesar 87,16%, Dapenbun 6,44% dan publik 6,39%. Perubahan
ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan
Anggaran Dasar PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk No. AHU-AH.01.03-0154825 tanggal
21 Juli 2017.
Pada Akta RUPS Luar Biasa PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk No. 51 tanggal 26 Juni 2018
telah memberikan Persetujuan untuk Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
(PMTHMETD) sebagaimana diatur dalam POJK NO. 38/POJK.04/2014 tanggal 29 Desember 2014
dalam rangka Program Management and Employee Stock Options Plan (MESOP), sebanyak-
banyaknya 350.000.000 lembar saham dengan nominal Rp100 (nilai penuh) per lembar saham
sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 249.376.451 lembar saham.
Pada tanggal 16 Juli 2018, BRI Agro menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum
Terbatas VIII (“PUT VIII”) kepada Dewan Komisioner OJK dalam rangka PMHMETD sebanyak-
banyaknya 5.001.089.604 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp100 (nilai penuh) per lembar
saham. Pada tanggal 30 Agustus 2018, Dewan Komisioner OJK melalui surat No. S-113/D.04/2018
memberitahukan mengenai Efektifnya PUT VIII sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya
sebanyak 2.889.085.049 lembar saham.
Hasil dari PUT VIII menyebabkan Anggaran Dasar BRI Agro mengalami perubahan sebagaimana
dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 01 tanggal 2 Oktober 2018, Notaris M.
Nova Faisal, S.H., M.Kn., mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sehingga
kepemilikan saham BRI di BRI Agro sebesar 87,10%, Dapenbun 5,00% dan publik 7,90%.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk No. AHU-AH.01.03-0249178
tanggal 4 Oktober 2018.
Hasil dari MESOP tahun 2021 dengan Periode Pelaksanaan yang terhitung 30 Hari Bursa sejak
tanggal 1 Agustus sampai dengan 14 September 2021 menyebabkan Anggaran Dasar BRI Agro
mengalami perubahan sebagaimana dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat
No.26 tanggal 27 September 2021 dibuat oleh Notaris M. Nova Faisal S.H., M.Kn., mengenai
peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sehingga kepemilikan saham BRI di BRI Agro
sebesar 85,70% dan publik 14,30%. Perubahan ini telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana tercantum dalam Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar AHU-AH.01.03-0453530 tanggal 27 September 2021.
24
Page 28
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya) (lanjutan)
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 24 tanggal 27 September 2021, Notaris M. Nova
Faisal S.H., M.Kn., dilakukan perubahan nama dari PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk
menjadi PT Bank Raya Indonesia Tbk (“Bank Raya”) yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat No. AHU0052731.AH.01.02
tahun 2021, tanggal 27 September 2021 dan telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa
Keuangan melalui Surat Keputusan No. Kep-65/PB.1/2021 tentang Penetapan Penggunaan Izin
Usaha Atas Nama PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk menjadi Izin Usaha Atas Nama
PT Bank Raya Indonesia Tbk pada tanggal 1 November 2021. Adapun struktur permodalan dan
susunan pemegang saham Perseroan diterbitkan berdasarkan Akta No. 22 tanggal 17 Desember
2021.
Pada Akta Risalah RUPS Luar Biasa PT Bank Raya Indonesia Tbk No. 23 tanggal 27 September
2021 yang dibuat oleh Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn., telah memberikan Persetujuan untuk
Penerbitan Saham Baru melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
(“PMHMETD”) kepada para Pemegang Saham yang akan dilakukan melalui mekanisme Penawaran
Umum Terbatas IX (“PUT IX”).
Pada tanggal 30 September 2021 melalui surat No. B.562/DIR.01/SKP/09/2021, Bank Raya
menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas dalam rangka PMHMETD IX
kepada Dewan Komisioner OJK sebanyak-banyaknya 2.150.000.000 lembar saham biasa dengan
nilai nominal Rp100 (nilai penuh) per lembar saham. Pada tanggal 18 November 2021, Dewan
Komisioner OJK melalui surat No.S-207/D.04/2021 memberitahukan mengenai Efektifnya
Pernyataan Pendaftaran sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 1.054.545.185
lembar saham.
Hasil dari PMHMETD IX menyebabkan Anggaran Dasar Bank Raya mengalami perubahan
sebagaimana dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 22 tanggal 17 Desember
2021, Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn., mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor
penuh, sehingga kepemilikan saham BRI di Bank Raya sebesar 85,72% dan publik 14,28%.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Raya Indonesia Tbk No. AHU-AH.01.03-0487031 tanggal
17 Desember 2021.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 48 tanggal 30 September 2022,
Notaris M. Nova Faisal S.H., M.Kn., dilakukan perubahan Anggaran Dasar PT Bank Raya Indonesia
Tbk tentang perubahan alamat kantor pusat Bank Raya dan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar
Bank Raya guna menyesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI 2020)
yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sesuai dengan Surat No. AHU-0070827.AH.01.02 Tahun 2022, tanggal 30 September 2022.
Pada tanggal 5 Oktober 2022 melalui surat No. B.681/DIR.03/CSC/10/2022, Bank Raya
menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas dalam rangka PMHMETD X
kepada Dewan Komisioner OJK sebanyak-banyaknya 2.320.000.000 lembar saham biasa dengan
nilai nominal Rp100 (nilai penuh) per lembar saham. Pada tanggal 30 November 2022, Dewan
Komisioner OJK melalui surat No.S-250/D.04/2022 memberitahukan mengenai Efektifnya
Pernyataan Pendaftaran sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 1.993.201.832
lembar saham.
25
Page 29
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya) (lanjutan)
Hasil dari PMHMETD X menyebabkan Anggaran Dasar Bank Raya mengalami perubahan
sebagaimana dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 41 tanggal 26 Desember
2022, Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn., mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor
penuh dalam pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar Bank Raya berubah menjadi sebanyak
24.740.107.814 lembar saham sehingga kepemilikan saham BRI di Bank Raya meningkat menjadi
86,85% dan publik 13,15%. Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi
Badan Hukum oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Raya Indonesia Tbk
No. AHU-AH.01.03-0410365 tanggal 26 Desember 2022.
Perubahan Anggaran Dasar terakhir Bank Raya berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat
PT Bank Raya Indonesia Tbk No. 14 tanggal 23 Mei 2023 telah memberikan persetujuan untuk
PMTHMETD sebagaimana diatur dalam POJK NO. 38/POJK.04/2014 tanggal 29 Desember 2014
dalam rangka program Management and Employee Stock Options Plan (MESOP), sebanyak-
banyaknya 350.000.000 lembar saham dengan nominal Rp100 (nilai penuh) per lembar saham.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Raya Indonesia Tbk No. AHU-AH.01.03-0066677 tanggal
23 Mei 2023. Atas PMTHMETD untuk program MESOP, jumlah modal ditempatkan dan disetor dalam
pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar Bank Raya berubah menjadi sebanyak 24.740.494.294 lembar
saham sehingga kepemilikan saham BRI di Bank Raya sebesar 86,85% dan publik 13,15%.
Total aset Bank Raya pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 masing-
masing adalah sebesar Rp11.471.954 dan Rp13.949.884 atau 0,62% dan 0,75% dari total aset
konsolidasian. Total pendapatan bunga untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-
tanggal 30 September 2023 dan 2022 masing-masing adalah sebesar Rp661.780 dan Rp778.359
atau 0,46% dan 0,58% dari total pendapatan bunga, syariah, premi, dan emas konsolidasian.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Bank Raya adalah menjalankan
kegiatan umum di bidang perbankan. Bank Raya berdasarkan Surat Bank Indonesia
No. 22/1037/UUps/Ps6D tanggal 26 Desember 1989, telah mendapat izin usaha sebagai Bank
Umum.
Kantor pusat Bank Raya berlokasi di Menara BRILiaN, Jl. Gatot Subroto No. 177A, Jakarta, dan
memiliki 8 kantor cabang, 10 community branch, 8 kantor cabang pembantu dan 2 kantor kas.
BRI Remittance Co. Limited Hong Kong (BRI Remittance)
Pada tanggal 16 Desember 2011, BRI telah menandatangani Instrument of Transfer dan Bought and
Sold Notes untuk mengakuisisi 100% atau 1.600.000 lembar saham BRIngin Remittance Co. Ltd.
(BRC) Hong Kong dengan harga pembelian sebesar HKD1.911.270 (nilai penuh). Akuisisi ini telah
disahkan oleh Inland Revenue Department (IRD) Hong Kong dengan stamp duty pada tanggal
28 Desember 2011 dan telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia melalui surat
No. 13/32/DPB1/TPB1-3/Rahasia pada tanggal 1 Desember 2011.
Berdasarkan Keputusan Rapat Umum Tahunan BRIngin Remittance Company Limited tanggal
2 Juli 2012, serta dengan diterbitkannya Certificate of Change of Name No. 961091 tanggal
11 Oktober 2012 oleh Registrar of Companies Hong Kong Special Administrative Region, maka nama
BRIngin Remittance Company Limited secara resmi berubah menjadi BRI Remittance Company
Limited Hong Kong.
26
Page 30
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
BRI Remittance Co. Limited Hong Kong (BRI Remittance) (lanjutan)
Total aset BRI Remittance pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 masing-
masing adalah sebesar Rp23.582 dan Rp17.982 atau 0,0013% dan 0,00096% dari total aset
konsolidasian.
Sesuai dengan izin usaha resmi dari Regulator Hong Kong sebagai Money Service Operator (MSO)
dan Money Lender Business, maka ruang lingkup kegiatan BRI Remittance adalah menjalankan
layanan remitansi, money exchange, dan financing (baik untuk perusahaan maupun perorangan,
dalam hal ini pekerja migran Indonesia) serta lingkup layanan operasional lain terkait dengan BRI
Group yang dimiliki oleh nasabah BRI Group yang berdomisili di Hong Kong sesuai dengan ketentuan
yang diperkenankan oleh otoritas Hong Kong.
BRI Remittance Local Management Office (LMO)/Kantor pusat berlokasi di RM1202, 12/F, Park
Avenue Tower, No 5 Moreton Terrace, Causeway Bay, Hong Kong dan memiliki 4 (empat) kantor
cabang yang tersebar di wilayah Causeway Bay, Mongkok, Yuen Long dan Tsuen Wan.
PT Asuransi BRI Life (BRI Life)
Pada tanggal 6 Oktober 2015, BRI telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham
Bersyarat (“PPJB”) dengan pemegang saham PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera (“BRI Life”)
untuk mengakuisisi 91,001% saham BRI Life dengan harga pembelian sebesar Rp1.626.643.
Berdasarkan RUPS Luar Biasa BRI sesuai dengan akta No. 14 tanggal 14 Desember 2015 Notaris
Fathiah Helmi, S.H., para pemegang saham telah menyetujui akuisisi terhadap BRI Life tersebut dan
juga telah mendapat persetujuan dari OJK melalui surat No. S-151/PB.31/2015 tanggal 23 Desember
2015. Akuisisi ini diselesaikan pada tanggal 29 Desember 2015 berdasarkan akta Pengambilalihan
Saham dalam PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera No. 41 Notaris Fathiah Helmi, S.H., dimana
BRI memiliki 91,001% dari total saham yang dikeluarkan BRI Life dan sebesar 8,999% diserahkan
kepada Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI.
Berdasarkan Akta No. 31 tanggal 23 Februari 2017, yang dibuat di hadapan Dahlia, S.H., notaris
pengganti dari Notaris Fathiah Helmi, S.H., di Jakarta, dilakukan perubahan nama dari
PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera menjadi PT Asuransi BRI Life dan sesuai Keputusan Dewan
Komisioner OJK No.KEP-140/NB.11/2017 tanggal 20 Maret 2017, BRI Life memperoleh
pemberlakuan izin usaha di bidang asuransi jiwa sehubungan perubahan nama perusahaan.
Berdasarkan Akta No. 8 tanggal 2 Maret 2021, yang dibuat di hadapan Notaris Jose Dima Satria,
S.H., M.Kn., di Jakarta yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia No. AHU-0013073.AH.01.02 Tahun 2021 tanggal 2 Maret 2021, diatur mengenai
perubahan nomenklatur, susunan Pengurus, dan perubahan Anggaran Dasar yang salah satunya
terkait dengan adanya peningkatan modal dan perubahan struktur kepemilikan BRI Life melalui
penerbitan sebanyak 936.458 lembar saham baru untuk diambil bagian oleh FWD Financial Services
Pte. Ltd.. Sebagai akibat dari penerbitan saham baru tersebut, maka terhitung sejak tanggal
2 Maret 2021 susunan kepemilikan saham BRI Life menjadi BRI 63,83%, Yayasan Kesejahteraan
Pekerja BRI 6,31%, dan FWD Financial Services Pte. Ltd 29,86%. Adapun Perubahan struktur
kepemilikan ini sebelumnya telah mendapat persetujuan dari OJK melalui surat No. S-12/NB.1/2021
tanggal 4 Februari 2021.
27
Page 31
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT Asuransi BRI Life (BRI Life) (lanjutan)
Berdasarkan Akta No. 59 tanggal 13 Oktober 2021 tentang Pernyataan Keputusan Pemegang
Saham PT Asuransi BRI Life Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem
Administrasi Badan Hukum oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan PT Asuransi BRI Life
No. AHU.AH.01.03-0460422 tanggal 13 Oktober 2021, Pemegang Saham BRI Life menyetujui
Pengalihan Saham FWD Financial Services Pte. Ltd. kepada FWD Management Holdings Limited.
Dengan demikian, terhitung sejak tanggal 13 Oktober 2021 susunan kepemilikan saham BRI Life
menjadi: BRI 63,83%, Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI 6,31%, dan FWD Management Holding
Limited 29,86%. Adapun perubahan struktur kepemilikan ini sebelumnya telah mendapat persetujuan
dari OJK IKNB melalui Surat No S.93/NB.1/2021 tanggal 29 September 2021 tentang Persetujuan
Atas Perubahan Kepemilikan BRI Life.
Struktur Kepemilikan BRI Life mengalami perubahan berdasarkan Akta No. 11 tanggal 2 Maret 2023
tentang Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Asuransi BRI Life Perubahan tersebut telah
diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan
PT Asuransi BRI Life No. AHU.AH.01.03-0033868 tanggal 2 Maret 2023, Pemegang Saham BRI Life
memutuskan dan menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp339.200 menjadi
Rp365.559, dengan mengeluarkan saham baru sebanyak 263.580 lembar saham atau dalam nilai
nominal yaitu sebesar Rp26.358 yang diambil seluruhnya oleh FWD Management Holdings Limited.
Dengan demikian, terhitung sejak tanggal 2 Maret 2023 susunan kepemilikan saham BRI Life menjadi
BRI 54,77%, Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI 5,42% dan FWD Management Holdings Limited
39,82%. Adapun perubahan struktur kepemilikan ini sebelumnya telah mendapat persetujuan dari
OJK IKNB melalui Surat No. S.315/NB.02/2023 tanggal 26 Februari 2023 tentang Persetujuan Atas
Perubahan Kepemilikan BRI Life.
Anggaran Dasar BRI Life telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan Anggaran Dasar
terakhir dituangkan dalam Akta No. 25 tanggal 8 Juni 2023 tentang Pernyataan Keputusan Rapat
Perubahan Anggaran Dasar PT Asuransi BRI Life, yang dibuat di hadapan notaris Jose Dima Satria,
S.H., M.Kn. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem
Administrasi badan Hukum oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi manusia Republik Indonesia
dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT Asuransi BRI Life
No. AHU-AH.01.03-9978922 tanggal 16 Juni 2023 serta telah mendapat persetujuan Perubahan
Anggaran Dasar berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
No. AHU-0033982.AH.01.02. Tahun 2023 tanggal 16 Juni 2023.
Berdasarkan pasal 3 Anggaran Dasar BRI Life yang terakhir, ruang lingkup kegiatan BRI Life adalah
melakukan usaha di bidang perasuransian sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
BRI Life mulai beroperasi sejak tanggal 1 Januari 1989 berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Keuangan Republik Indonesia No. KEP-181/KMK.13/1988 tanggal 10 Oktober 1988.
BRI Life mendapatkan izin pembukaan kantor cabang dan unit Syariah sesuai dengan Surat
Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-007/KM.6/2003 tanggal 21 Januari 2003.
28
Page 32
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT Asuransi BRI Life (BRI Life) (lanjutan)
Total aset BRI Life pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing
adalah sebesar Rp23.528.048 dan Rp21.627.641 atau 1,27% dan 1,16% dari total aset
konsolidasian. Total pendapatan bunga dan premi periode sembilan bulan yang berakhir pada
tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022 masing-masing adalah sebesar Rp6.427.389 dan
Rp6.359.419 atau 4,45% dan 4,71% dari total pendapatan bunga, syariah, premi, dan emas
konsolidasian.
Kantor pusat BRI Life berlokasi di Gedung Graha Irama Lantai 15, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-1
Kav. 1 dan 2, Jakarta, dan memiliki 28 kantor SO (service office).
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance)
Pada tanggal 12 Juli 2016, BRI menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham Bersyarat
(“PPJB”) dengan The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd (“BTMU”) dalam rangka peningkatan
kepemilikan saham BRI pada PT BTMU-BRI Finance (“BBF”) dari semula sebesar 45% menjadi 99%,
dengan harga pembelian sebesar Rp378.548, dan telah mendapatkan persetujuan dari OJK melalui
surat No. S-102/PB.31/2016 tanggal 21 September 2016. Pengalihan saham ini diselesaikan pada
tanggal 30 September 2016, berdasarkan akta No. 75 Notaris Fathiah Helmi, S.H., dimana BRI
memiliki 99% dari total saham yang dikeluarkan PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) dan
sebesar 1% dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI. Atas akuisisi BRI Finance, BRI
mencatat goodwill sebesar Rp51.915 yang diklasifikasikan dalam akun aset lain-lain.
Berdasarkan Akta Pernyataan Tentang Keputusan Di Luar Rapat Umum Pemegang Saham No. 67
tanggal 15 September 2016, yang dibuat di hadapan Notaris I Gede Buda Gunamanta, S.H., Notaris
di Jakarta, telah dilakukan perubahan nama dari PT BTMU-BRI Finance menjadi PT BRI Multifinance
Indonesia, dan sesuai Keputusan Dewan Komisioner OJK No.KEP-771/NB.11/2016 tanggal
17 Oktober 2016, sehubungan dengan perubahan nama tersebut maka BRI Finance memperoleh
pemberlakuan Izin Usaha di bidang perusahaan pembiayaan atas izin usaha yang sebelumnya telah
diberikan kepada PT Sanwa-BRI Finance, yang selanjutnya berubah nama menjadi PT UFJ-BRI
Finance dan PT BTMU-BRI Finance.
Anggaran Dasar BRI Finance telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan selanjutnya
sebagaimana dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT BRI Multifinance Indonesia
No. 237 tanggal 23 April 2019, yang dibuat di hadapan Notaris I Gede Buda Gunamanta, S.H.,
berkedudukan di Jakarta Selatan, yang telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0023113.AH.01.02 Tahun 2019 tanggal
29 April 2019, dan pemberitahuan perubahannya telah diterima dan dicatat di dalam Sistem
Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat
No. AHU-AH.01.03-0223685 tanggal 29 April 2019, dan telah diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 81 tanggal 8 Oktober 2019, Tambahan Berita Negara No. 35668/2019, antara
lain berkaitan dengan perubahan tempat kedudukan BRI Finance dari semula di Jakarta Pusat
menjadi di Jakarta Selatan, perubahan ketentuan-ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan dalam
rangka memenuhi ketentuan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas,
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha
Perusahaan Pembiayaan, dan tindak lanjut atas arahan dari Pemegang Saham Pengendali untuk
penyesuaian terhadap Anggaran Dasar Perseroan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
29
Page 33
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) (lanjutan)
Perubahan anggaran dasar terakhir adalah sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 24 tanggal
16 Juni Tahun 2023 tentang Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT BRI Multifinance
Indonesia, yang dibuat di hadapan Notaris Arry Supratno, S.H., di Jakarta, yang telah mendapat
persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia No.AHU-0034000.AH.01.02 Tahun 2023 tanggal 16 Juni 2023. Perubahan
Anggaran Dasar tersebut dalam rangka penyesuaian pasal 3 Anggaran Dasar BRI Finance dengan
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia tahun 2020.
Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan BRI Finance adalah
melakukan usaha dalam bidang pembiayaan.
Total aset BRI Finance pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
masing-masing sebesar Rp8.715.227 dan Rp7.321.870 atau 0,47% dan 0,39% dari total aset
konsolidasian. Total pendapatan bunga periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal
30 September 2023 dan 2022 adalah masing-masing sebesar Rp876.091 dan Rp625.140 atau 0,61%
dan 0,46% dari total pendapatan bunga, syariah, premi, dan emas konsolidasian.
Kantor pusat BRI Finance berlokasi di Menara Brilian Lantai 22, 21 & 1, Jalan Gatot Subroto
No. 177A Kav. 64 Jakarta Selatan dan memiliki 26 kantor cabang.
PT BRI Ventura Investama (BRI Ventures)
Pada tanggal 29 Juni 2018, BRI telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat Dalam
PT Sarana Nusa Tenggara Timur Ventura (”Sarana NTT Ventura”) dengan PT Bahana Artha Ventura
(”BAV”) dalam rangka pengambilalihan seluruh kepemilikan saham BAV dalam Sarana NTT Ventura
menjadi milik BRI sebanyak 97,61%, dengan harga pembelian sebesar Rp3.090, dan telah
mendapatkan persetujuan masing-masing dari Dewan Komisaris BRI selaku wakil dari pemegang
saham lewat suratnya No. R. 67-KOM/09/2018 tanggal 26 September 2018 serta persetujuan dari
OJK melalui surat No. S-112/PB.31/2018 tanggal 25 September 2018. Pengalihan saham ini telah
dilaksanakan secara efektif pada tanggal 20 Desember 2018, sebagaimana dituangkan dalam Akta
Jual Beli Saham No. 70 yang dibuat di hadapan Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
Selatan, dimana BRI memiliki 97,61% dari total saham yang dikeluarkan oleh PT BRI Ventura
Investama (dahulu Sarana NTT Ventura).
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 74 tanggal
14 November 2018, yang dibuat di hadapan Notaris Zantje Mathilda Voss Tomasowa, S.H., M.Kn.,
di Kupang, telah dilakukan perubahan nama dari PT Sarana Nusa Tenggara Timur Ventura menjadi
PT BRI Ventura Investama (“BRI Ventures”), beserta perubahan tempat kedudukan Perusahaan
dari semula di kota Kupang menjadi di kota Jakarta. Perubahan ini telah mendapat persetujuan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
No. AHU-0030398.AH.01.02.Tahun 2018 tanggal 14 Desember 2018. Sesuai dengan Keputusan
Anggota Dewan Komisioner OJK No. KEP-189/NB.11/2019 tanggal 1 April 2019, sehubungan
dengan perubahan nama tersebut, BRI Ventures telah memperoleh pemberlakuan Izin Usaha di
bidang perusahaan modal ventura atas izin usaha yang sebelumnya telah diberikan kepada
PT Sarana Nusa Tenggara Timur Ventura.
30
Page 34
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT BRI Ventura Investama (BRI Ventures) (lanjutan)
Anggaran Dasar BRI Ventures diubah dan dinyatakan kembali melalui Akta No. 65 tanggal 25 April
2022 oleh Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., antara lain dalam rangka penyesuaian Pasal 3 Ayat
(1) Anggaran Dasar BRI Ventures dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI 2020)
dan dicatat sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia No. AHU-0030721.AH.01.02. Tahun 2022 tanggal 27 April 2022 (“Anggaran Dasar”).
Perubahan terakhir Anggaran Dasar BRI Ventures diubah berdasarkan Pernyataan Keputusan di
Luar Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 31 Maret 2023 terkait dengan peningkatan modal dasar
dan modal ditempatkan dan disetor penuh. Keputusan ini telah dicatat dalam Akta Notaris No. 45
Tanggal 31 Maret 2023 oleh Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn. Akta perubahan ini telah diterima
dan dicatat sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0048199 tanggal
31 Maret 2023.
Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar yang terakhir, ruang lingkup kegiatan BRI
Ventures adalah menyelenggarakan usaha modal ventura konvensional termasuk mengelola dana
ventura, kegiatan jasa berbasis fee dan kegiatan usaha lain dengan persetujuan OJK serta kegiatan
modal ventura dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu pasangan usaha dan atau debitur
yang memiliki usaha produktif dan atau memiliki ide-ide untuk pengembangan usaha produktif.
Total aset BRI Ventures pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
masing-masing sebesar Rp2.659.593 dan Rp2.176.790 atau 0,14% dan 0,12% dari total aset
konsolidasian.
Kantor pusat BRI Ventures berlokasi di District 8 Office SCBD, Prosperity Tower Lantai 16 Unit F,
Jalan Jenderal Sudirman No 52-53, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS)
Pada tanggal 27 September 2018, BRI menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham
Bersyarat (“PPJB”) dengan PT Danareksa (Persero) dalam rangka pengambilalihan sebagian
kepemilikan saham PT Danareksa Sekuritas (“Danareksa Sekuritas”) dari PT Danareksa (Persero)
menjadi milik BRI sebanyak 67%, dengan harga pembelian sebesar Rp446.888, dan telah
mendapatkan persetujuan dari OJK melalui surat No. S-1496/PM.21/2018 tanggal 21 Desember
2018. Pengalihan saham ini telah dilaksanakan secara efektif pada tanggal 21 Desember 2018,
sebagaimana dituangkan dalam Akta Pengambilalihan Saham No. 53 yang dibuat di hadapan Notaris
Masjuki, S.H., pengganti dari Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn., di Jakarta, dimana BRI memiliki
67% dari total saham Danareksa Sekuritas dan sebesar 33% dimiliki oleh PT Danareksa (Persero).
Anggaran Dasar BRIDS telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan untuk menyesuaikan
Anggaran Dasar BRIDS dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
dan peningkatan modal dasar dan modal ditempatkan dan disetor BRIDS yang dituangkan dalam
Akta No. 91 Notaris Imas Fatimah, S.H., tanggal 12 Agustus 2008. Perubahan ini telah mendapat
persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
No. AHU-83282.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 10 November 2008 serta telah diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 28 Tambahan No. 9870 tanggal 7 April 2009.
31
Page 35
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) (lanjutan)
Pada tahun 2017 terdapat perubahan pada maksud dan tujuan BRIDS sesuai ketentuan Pasal 3
Anggaran Dasar yang dituangkan dalam Akta No. 1 Notaris Fifidiana, S.H., S.S., M.Kn., tanggal
5 Juli 2017. Perubahan ini telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0013998.AH.01.02 Tahun 2017 tanggal
7 Juli 2017.
Pada tahun 2020 terdapat perubahan nama BRIDS sebagaimana dituangkan dalam Akta
No. 27 tanggal 9 Oktober 2020 yang dibuat di hadapan Notaris Jose Dima Satria, S.H., di Jakarta,
yaitu perubahan nama PT Danareksa Sekuritas menjadi PT BRI Danareksa Sekuritas. Perubahan ini
telah mendapatkan persetujuan perubahan anggaran dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia No. AHU-0069706.AH.01.02 Tahun 2020. Sehubungan dengan
perubahan nama PT BRI Danareksa Sekuritas telah dicatatkan dalam administrasi Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-1210/PM.212/2020 tanggal 26 Oktober 2020.
Berdasarkan Akta No. 168 tanggal 27 Juni 2022 yang dibuat di hadapan Notaris Jose Dima Satria,
S.H., di Jakarta, terkait dengan penambahan modal ditempatkan dan disetor oleh BRI sesuai dengan
persetujuan dari OJK melalui surat OJK No. S-555/PM.21/2022 tanggal 24 Juni 2022 dan
telah dilaksanakan secara efektif pada tanggal 27 Juni 2022 sehingga kepemilikan saham BRI
menjadi 71% dari total saham BRIDS dan sebesar 29% dimiliki oleh PT Danareksa (Persero).
Perubahan ini diberitahukan pada Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
No. AHU-AH.01.03-0256545 tanggal 27 Juni 2022.
Perubahan terakhir Anggaran Dasar BRIDS dituangkan dalam Akta No. 86 tanggal 17 April 2023,
yang dibuat di hadapan Notaris Jose Dima Satria, S.H., di Jakarta. Perubahan tersebut telah
mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0024267.AH.01.02.Tahun 2023, serta
pemberitahuan perubahannya telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03-0058587 tanggal
2 Mei 2023 perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT BRI Danareksa
Sekuritas.
Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan BRIDS adalah sebagai
penjamin emisi efek, perantara pedagang efek serta kegiatan usaha penunjang lainnya yang
ditetapkan dan/atau disetujui oleh OJK.
BRIDS memperoleh izin usaha sebagai perantara pedagang efek dan penjamin emisi efek dari Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal berdasarkan Surat Keputusan No. KEP-291/PM/1992 tanggal
16 Oktober 1992 dan No. KEP-292/PM/1992 tanggal 16 Oktober 1992.
Sebagai bagian dari perizinan yang telah dimiliki, BRIDS juga telah memperoleh persetujuan kegiatan
usaha penunjang sebagai Penatalaksana (Arranger) Medium Term Notes (MTN), Negotiable
Certificate of Deposit (NCD), Hybrid Product seperti Perpetuity Notes, pinjaman sindikasi, Global
Medium Term Notes (GMTN), Global Bond dan Penasihat Keuangan (Financial Advisory) dari
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-143/PM.21/2017 tanggal 16 Maret 2017.
Total aset BRIDS pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah masing-
masing sebesar Rp1.229.293 dan Rp1.648.173 atau 0,07% dan 0,09% dari total aset konsolidasian.
Total pendapatan bunga untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30
September 2023 dan 2022 masing-masing adalah sebesar Rp29.882 dan Rp13.517 atau 0,02% dan
0,01% dari total pendapatan bunga, syariah, premi, dan emas konsolidasian.
Kantor pusat BRIDS berlokasi di Gedung BRI II Lt. 23, Jl. Jend. Sudirman Kav.44-46, Jakarta dan
memiliki 10 cabang, 24 Gerai dan 3 kemitraan.
32
Page 36
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance)
Pada tanggal 20 Juni 2019, BRI menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham Bersyarat
(“PPJBSB”) dengan Dana Pensiun BRI dalam rangka pengambilalihan kepemilikan saham Dana
Pensiun BRI dalam PT BRI Asuransi Indonesia (dahulu bernama PT Asuransi Bringin Sejahtera
Artamakmur) menjadi milik BRI sebanyak 90%, dengan harga pembelian sebesar Rp1.041.000 dan
telah mendapatkan persetujuan dari OJK melalui surat No. S-135/NB.1/2019 tanggal 16 September
2019. Pengalihan saham ini telah dilaksanakan secara efektif pada tanggal 26 September 2019,
sebagaimana dituangkan dalam Akta Akuisisi Saham No. 31 yang dibuat di hadapan Notaris Dina
Chozie, SH., pengganti dari Fathiah Helmi, S.H., di Jakarta, dimana BRI memiliki 90% dari total
saham PT BRI Asuransi Indonesia (”BRI Insurance”) dan sebesar 10% dimiliki oleh Yayasan
Kesejahteraan Pekerja (YKP) BRI.
Berdasarkan Akta No. 03 tanggal 31 Januari 2020, yang dibuat di hadapan Notaris Tri
Wahyuwidayati, S.H., M.Kn., di Jakarta, pada Pasal 1 Ayat 1 Anggaran Dasar Perseroan dengan
dilakukan perubahan nama Perseroan dari PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur menjadi
PT BRI Asuransi Indonesia (”BRI Insurance”). Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-0011603.AH.01.02 Tahun 2020 tanggal 10 Februari 2020.
Anggaran Dasar BRI Insurance mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan Anggaran Dasar
terakhir tertuang dalam Akta No. 26 tanggal 26 Juni 2023 yang dibuat di hadapan Notaris Hj. Zun Nur
Ain Fauzia, S.H., MKn, di Jakarta. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah mendapat persetujuan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia No. AHU-00388682.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 10 Juli 2023, serta pemberitahuan
perubahannya telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03-0089063 tanggal 6 Juli 2023
perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT BRI Asuransi Indonesia.
Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan BRI Insurance adalah
melaksanakan kegiatan usaha asuransi kerugian, membuat dan menutup perjanjian dari segala
asuransi kerugian, asuransi kerugian non-konvensional, termasuk pula perjanjian-perjanjian,
reasuransi, terkecuali pertanggungan jiwa.
BRI Insurance memperoleh izin usaha di bidang asuransi kerugian pada tanggal 26 Agustus 1989
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. Kep.-128/KM.13/1989. Sesuai
Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK No.KEP-105/NB.11/2020 tanggal 6 Maret 2020, BRI
Insurance memperoleh pemberlakuan izin usaha di bidang asuransi umum atas izin usaha yang
sebelumnya telah diberikan kepada PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur yang selanjutnya
berubah nama menjadi PT BRI Asuransi Indonesia.
BRI Insurance mendapatkan izin pembukaan kantor cabang dengan prinsip Syariah sesuai dengan
Surat Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-006/KM.6/2003 tanggal 21 Januari 2003.
Total aset BRI Insurance pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
masing-masing sebesar Rp6.342.489 dan Rp4.891.250 atau 0,34% dan 0,26% dari total aset
konsolidasian. Total pendapatan bunga, syariah, dan premi untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022 masing-masing adalah sebesar
Rp1.030.405 dan Rp918.317 atau 0,71% dan 0,68% dari total pendapatan bunga, syariah, premi,
dan emas konsolidasian.
Kantor pusat BRI Insurance berlokasi di Graha BRI Insurance, Jl. Mampang Prapatan Raya No.18,
Jakarta Selatan dan memiliki 21 kantor cabang konvensional, 2 kantor cabang syariah, 13 kantor
perwakilan marketing, 2 kantor perwakilan marketing syariah, 56 marketing channel dan 21 marketing
office syariah.
33
Page 37
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT Pegadaian (Pegadaian)
Pada tanggal 13 September 2021, Negara Republik Indonesia yang diwakili oleh Menteri BUMN dan
BRI menandatangani perjanjian pengalihan hak atas saham Negara Republik Indonesia pada
PT Pegadaian (Persero) (Pegadaian) dalam rangka penambahan penyertaan modal Negara
Republik Indonesia ke dalam modal saham BRI, yang kemudian dituangkan dalam Akta No. 13
tanggal 13 September 2021. Melalui perjanjian tersebut, Negara Republik Indonesia mengalihkan
kepada BRI berupa hak atas seluruh saham Seri B milik Negara Republik Indonesia pada Pegadaian
dengan jumlah sebanyak 6.249.999 saham seri B yang seluruhnya senilai Rp48.670.528. Dengan
demikian, sejak tanggal 13 September 2021, BRI adalah pemilik saham yang dialihkan dan berhak
menjalankan hak-hak sebagai pemilik dari saham-saham yang dialihkan.
Anggaran Dasar Pegadaian telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir
sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 15 tanggal 23 September 2021, yang dibuat di hadapan
Notaris Nanda Fauz Iwan, S.H., M.Kn., di Jakarta. Perubahan anggaran dasar tersebut telah
mendapat persetujuan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
No. AHU-0053287.AH.01.02 Tahun 2021 tanggal 29 September 2021 serta telah mendapat Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT Pegadaian No. AHU-AH.01.03-
0454524, tanggal 29 September 2021.
Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar, maksud dan tujuan Pegadaian adalah melakukan
usaha penyaluran pinjaman lainnya berupa usaha pergadaian, secara konvensional dan berdasarkan
prinsip syariah, berbasis teknologi informasi/platform digital (untuk selanjutnya disebut “TI”) dan non-
TI, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Pegadaian untuk menghasilkan jasa
bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapatkan/mengejar keuntungan guna
meningkatkan nilai Pegadaian dengan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.
Total aset Pegadaian pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 masing-
masing adalah sebesar Rp80.301.458 dan Rp72.920.622 atau 4,34% dan 3,91% dari total aset
konsolidasian. Total pendapatan bunga, syariah dan emas untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022 masing-masing adalah sebesar
Rp16.656.836 dan Rp15.852.254 atau 11,54% dan 11,74% dari total pendapatan bunga, syariah,
premi, dan emas konsolidasian.
Kantor pusat Pegadaian berlokasi di Jl. Kramat Raya No.162 Jakarta Pusat 10430 dan mempunyai
12 kantor wilayah, 61 kantor area, 642 kantor cabang, dan 3.444 kantor unit pelayanan cabang.
PT Permodalan Nasional Madani (PNM)
Pada tanggal 13 September 2021, BRI menandatangani perjanjian pengalihan hak atas saham
Negara Republik Indonesia pada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam rangka
penambahan penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham BRI. Negara
Republik Indonesia yang diwakili oleh Menteri BUMN mengalihkan kepada BRI berupa hak atas
seluruh saham Seri B milik Negara Republik Indonesia pada PNM dengan jumlah sebanyak
3.799.999 saham seri B yang seluruhnya senilai Rp6.100.068. Dengan demikian, sejak tanggal
13 September 2021, BRI adalah pemilik saham yang dialihkan dan berhak menjalankan hak-hak
sebagai pemilik dari saham-saham yang dialihkan.
34
Page 38
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
Perusahaan didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 38 tahun 1999
tanggal 25 Mei 1999 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk Pendirian
Perusahaan (Persero) Dalam Rangka Pengembangan Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah, yang
pendiriannya dituangkan dalam Akta Pendirian Nomor: 1 tanggal 1 Juni 1999 dibuat dihadapan Ida
Sofia, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia (“Menkumham”) berdasarkan Surat Keputusan Nomor: C-11.609.HT.01.01.TH.99
tanggal 23 Juni 1999, dan telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta
Pusat di bawah Nomor: 4758/BH.09.05/VIII/99 tanggal 27 Agustus 1999, serta telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor: 73 tanggal 10 September 1999, Tambahan No.
5681 (“Akta No. 1”).
Akta No.1 tersebut telah diubah beberapa kali, dengan perubahan terakhir yang dimuat dalam Akta
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Nomor: 18 tanggal 7 Juni 2023 dibuat di hadapan Hadijah,
S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia sebagaimana Keputusan Nomor: AHU-0037792.AH.01.02. Tahun 2023 tanggal 5 Juli 2023.
Pemberitahuan perubahannya telah dicatat pada database Sistem Administrasi Badan Hukum
Kemenkumham tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar PT Permodalan Nasional Madani
Nomor : AHU-AH.01.09-0134474 tertanggal 5 Juli 2023.
Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan PNM adalah jasa
pembiayaan termasuk tetapi tidak terbatas pada kredit program dan/atau pembiayaan sistem
tanggung renteng, penyertaan kepada Lembaga Keuangan Mikro/Syariah (LKM/S) dan Bank
Perkreditan Rakyat (BPR/S) serta jasa manajemen dan kemitraan.
Total aset PNM pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing
adalah sebesar Rp50.898.917 dan Rp46.744.758 atau 2,75% dan 2,51% dari total aset
konsolidasian. Total pendapatan bunga dan syariah untuk periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal – tanggal 30 September 2023 dan 2022 masing-masing adalah sebesar Rp10.546.806
dan Rp8.871.938 atau 7,30% dan 6,57% dari total pendapatan bunga, syariah, premi, dan emas
konsolidasian.
Kantor pusat PNM berlokasi di Menara PNM, Jalan Kuningan Mulia, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta
Selatan, DKI Jakarta dan memiliki 62 kantor cabang, 3.849 kantor unit Mekaar, 641 kantor unit
ULaMM (termasuk 20 kantor unit representatif).
PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) (dahulu PT Danareksa Investment Management (DIM))
Pada tanggal 27 September 2018, BRI telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat
(“PJBS”) dengan PT Danareksa (Persero) dalam rangka pengambilalihan sebagian kepemilikan
saham PT Danareksa Investment Management (“DIM”) dari PT Danareksa (Persero) menjadi milik
BRI sebanyak 10.500.000 lembar saham atau setara dengan 35% dari keseluruhan saham beredar
DIM, dengan harga pembelian sebesar Rp371.959 yang telah mendapat persetujuan dari OJK
melalui surat No. S-1453/PM.21/2018 tanggal 14 Desember 2018. Transaksi jual beli saham ini telah
dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2018, sebagaimana dituangkan dalam Akta Jual Beli
Saham No. 47 tanggal 20 Desember 2018 yang dibuat di hadapan Masjuki, S.H., Notaris pengganti
dari M. Nova Faisal, S.H., M.Kn.
35
Page 39
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Entitas Anak (lanjutan)
PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) (dahulu PT Danareksa Investment Management (DIM))
(lanjutan)
Selanjutnya, pada tanggal 30 November 2022 BRI telah menandatangani AJB dengan
PT Danareksa (Persero) dalam rangka pengambilalihan sebagian kepemilikan saham DIM dari
PT Danareksa (Persero) menjadi milik BRI sebanyak 9.000.000 lembar saham atau setara dengan
30% dari keseluruhan saham beredar DIM, dengan harga pembelian sebesar Rp360.000 yang telah
mendapat persetujuan dari OJK melalui surat No. S-889/PM.21/2022 tanggal 5 Oktober 2022 perihal
Persetujuan Atas Rencana Perubahan Komposisi Kepemilikan Pemegang Saham PT Danareksa
Investment Management. Transaksi jual beli saham ini telah dilaksanakan pada tanggal
30 November 2022, sebagaimana dituangkan dalam Akta Jual Beli Saham No. 32 tanggal
30 November 2022 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta sehingga BRI
memiliki 19.500.000 lembar saham atau setara dengan 65% dari total saham beredar DIM.
Perubahan secara keseluruhan anggaran dasarnya telah dimuat dalam akta tertanggal 1 Februari
2019 No. 01 dibuat di hadapan M. Nova Faisal S.H., M,Kn., Notaris di Jakarta Selatan dan telah
mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusannya tanggal 11 Februari 2019 No. AHU-0006825.AH.01.02 Tahun 2019 serta
pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasarnya telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan suratnya tanggal 11 Februari 2019 No. AHU-
AH.01.03-0079597 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tertanggal 29
Maret 2019 No. 26, Tambahan No. 10084.
Berdasarkan Akta No. 2 tanggal 16 Oktober 2019, yang dibuat di hadapan Notaris Fifidiana, S.H.,
S.S., M.Kn. Perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapat persetujuan oleh Kementerian
hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0083200.AH.01.02. Tahun 2019 tanggal
16 Oktober 2019.
Anggaran Dasar DIM telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir Berdasarkan
Akta Pernyataan tentang Keputusan Pemegang Saham di Luar Rapat Umum Pemegang Saham
Perseroan Terbatas PT Danareksa Investment Management No. 4 tanggal 4 Juli 2023, yang dibuat
di hadapan Notaris Fifidiana, S.H., S.S., M.Kn., di Jakarta Pusat, telah dilakukan perubahan
Anggaran Dasar Perseroan meliputi perubahan nama Perseroan dari sebelumnya bernama PT
Danareksa Investment Management menjadi bernama PT BRI Manajemen Investasi (“BRI-MI“),
perubahan tempat kedudukan Perseroan, yang semula berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta
Selatan dan beralamat di Plaza BP Jamsostek Lantai 11, Jl. HR. Rasuna Said Kav. 112 Blok B
Jakarta 12910, berubah menjadi berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta Pusat, yang beralamat
di Gedung BRI II Lantai 22, Jl. Jend. Sudirman Kav. 44-46 Jakarta Pusat 10210 dan perubahan Pasal
3 Anggaran Dasar Perseroan tentang Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha dalam rangka
penyesuaian berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI) 2020.
Berdasarkan Akta Anggaran Dasar, maksud dan tujuan BRI-MI adalah melakukan kegiatan usaha
pengelolaan portofolio investasi untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk
sekelompok nasabah (manajer investasi) termasuk tetapi tidak terbatas pada reksa dana, melakukan
kegiatan memberi nasihat kepada pihak lain mengenai penjualan atau pembelian aset investasi,
melakukan kegiatan usaha untuk merintis atau berusaha memperoleh izin usaha untuk suatu reksa
dana (promotor reksa dana), melakukan kegiatan-kegiatan investasi pada private equity dan
melakukan kegiatan - kegiatan lain yang berhubungan dengan kegiatan tersebut di atas berdasarkan
peraturan perundang-undangan.
Total aset BRI-MI pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing
adalah sebesar Rp281.848 dan Rp276.520 atau 0,02% dan 0,01% dari total aset konsolidasian.
Total pendapatan bunga untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September
2023 adalah sebesar Rp429 atau 0,0003% dari total pendapatan bunga, syariah, premi, dan emas
konsolidasian.
BRI-MI berkedudukan di Jakarta Selatan, beralamat kantor di Gedung BRI II Lantai 22, Jl. Jend.
Sudirman Kav. 44-46 Jakarta Pusat 10210.
36
Page 40
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian interim pada tanggal 30 September 2023 dan untuk periode sembilan
bulan yang berakhir pada tanggal tersebut telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (”PSAK”) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (”ISAK”) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan (”BAPEPAM-LK”) No. VIII.G.7 lampiran keputusan Ketua BAPEPAM-LK No. KEP-
347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten
atau Perusahaan Publik”.
a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai dengan PSAK No. 1, ”Penyajian Laporan
Keuangan”.
Laporan keuangan konsolidasian telah disajikan berdasarkan nilai historis, kecuali untuk beberapa
akun yang dinilai menggunakan dasar pengukuran lain sebagaimana dijelaskan pada kebijakan
akuntansi dari akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan dasar akrual, kecuali
laporan arus kas konsolidasian.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Untuk keperluan
laporan arus kas konsolidasian, yang termasuk kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank
Indonesia dan giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan lembaga keuangan lain,
Sertifikat Bank Indonesia yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal
perolehan, sepanjang tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima serta tidak
dibatasi penggunaannya.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang
Rupiah (Rp) yang juga merupakan mata uang fungsional setiap entitas dalam grup kecuali entitas
anak dan kantor cabang tertentu yang memiliki mata uang fungsional Dolar Amerika Serikat, Dolar
Singapura, Dolar Hongkong dan Dolar Taiwan Baru. Angka-angka yang disajikan dalam laporan
keuangan konsolidasian, kecuali dinyatakan lain, dibulatkan dalam jutaan Rupiah.
b. Prinsip konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan BRI dan entitas anak yang mayoritas
sahamnya dimiliki atau dikendalikan oleh BRI.
Dalam hal pengendalian terhadap entitas anak dimulai atau diakhiri dalam suatu periode berjalan
maka hasil usaha entitas anak yang diperhitungkan ke dalam laporan keuangan konsolidasian
hanya sebatas hasil pada saat pengendalian tersebut mulai diperoleh atau hingga saat
pengendalian itu berakhir.
Pengendalian diperoleh ketika BRI terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannya dengan entitas anak dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil
tersebut melalui kekuasaannya atas entitas anak.
BRI mengendalikan entitas anak jika dan hanya jika BRI memiliki hal berikut ini:
a) Kekuasaan atas entitas anak (hak yang ada saat ini yang memberi kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan yang secara signifikan mempengaruhi imbal hasil entitas anak).
b) Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas anak.
c) Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas entitas anak untuk mempengaruhi jumlah
imbal hasil BRI.
37
Page 41
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
b. Prinsip konsolidasian (lanjutan)
Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK No. 38
”Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” dimana selisih harga perolehan yang dibayar dengan nilai
tercatat aset neto yang diperoleh dicatat sebagai bagian akun tambahan modal disetor di ekuitas.
Seluruh saldo dan transaksi antar perusahaan yang signifikan termasuk keuntungan atau kerugian
yang belum direalisasi, dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha BRI dan
entitas anak sebagai satu kesatuan usaha.
Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama
untuk peristiwa dan transaksi sejenis dalam kondisi yang sama. Apabila laporan keuangan entitas
anak menggunakan kebijakan akuntansi yang berbeda dari kebijakan akuntansi yang digunakan
dalam laporan keuangan konsolidasian, maka dilakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap
laporan keuangan entitas anak tersebut.
Kepentingan non-pengendali dinyatakan sebesar proporsi pemegang saham minoritas atas laba
neto dan ekuitas entitas anak tersebut sesuai dengan persentase kepemilikan pemegang saham
minoritas pada entitas anak tersebut.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas.
c. Aset keuangan dan liabilitas keuangan
Aset keuangan terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada
Bank Indonesia dan lembaga keuangan lain, efek-efek, wesel ekspor dan tagihan lainnya, efek-efek
yang dibeli dengan janji dijual kembali, tagihan derivatif, kredit yang diberikan, pinjaman syariah,
piutang pembiayaan, tagihan akseptasi, penyertaan saham dan aset lain-lain.
Liabilitas keuangan terdiri dari liabilitas segera, simpanan nasabah, simpanan dari bank lain dan
lembaga keuangan lainnya, efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali, liabilitas derivatif,
liabilitas akseptasi, surat berharga yang diterbitkan, pinjaman yang diterima, liabilitas lain-lain serta
pinjaman dan surat berharga subordinasi.
(i) Klasifikasi
Untuk menentukan kategori dan klasifikasi, BRI dan entitas anak menilai seluruh aset keuangan,
kecuali instrumen ekuitas dan derivatif, berdasarkan kombinasi dari model bisnis pengelolaan
aset dan karakteristik arus kas kontraktual instrument terkait. Berikut klasifikasi aset keuangan
pada saat pengakuan awal:
• Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
• Aset keuangan, dalam hal ini instrumen utang, yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain, dengan keuntungan/kerugian diakui pada laba rugi pada saat
pelepasan;
• Aset keuangan, dalam hal ini instrumen ekuitas, yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain dengan keuntungan/kerugian tidak diakui pada laba rugi pada
saat pelepasan; atau
• Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
BRI dan entitas anak mengklasifikasi dan mengukur instrumen derivatif dan portofolio trading
pada aset keuangan yang diakui pada nilai wajar melalui laba rugi.
38
Page 42
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
c. Aset keuangan dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(i) Klasifikasi (lanjutan)
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika memenuhi kondisi sebagai berikut:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu
atas arus kas yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang.
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika memenuhi
kondisi sebagai berikut:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk mendapatkan arus kas
kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu
atas arus kas yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang.
Aset keuangan lainnya yang tidak memenuhi persyaratan untuk diklasifikasikan sebagai diukur
pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain,
diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Saat pengakuan awal BRI dan entitas anak dapat membuat penetapan yang tidak dapat
dibatalkan untuk mengukur aset yang memenuhi persyaratan untuk diukur pada biaya perolehan
diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain pada nilai wajar melalui laba
rugi, apabila penetapan tersebut mengeliminasi atau secara signifikan mengurangi inkonsistensi
pengukuran atau pengakuan (kadang disebut sebagai “accounting mismatch”).
Pada saat pengakuan awal, BRI dan entitas anak dapat membuat pilihan yang tidak dapat
dibatalkan untuk menyajikan instrumen ekuitas yang bukan dimiliki untuk diperdagangkan pada
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Penilaian model bisnis
Model bisnis ditentukan pada level yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan
dikelola bersama-sama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu.
Penilaian model bisnis dilakukan dengan mempertimbangkan, tetapi tidak terbatas pada, hal-hal
berikut:
a. Bagaimana kinerja dari model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis
dievaluasi dan dilaporkan kepada personil manajemen kunci BRI dan entitas anak;
b. Apakah risiko yang memengaruhi kinerja dari model bisnis (termasuk aset keuangan yang
dimiliki dalam model bisnis) dan khususnya bagaimana cara aset keuangan tersebut dikelola;
dan
c. Bagaimana penilaian kinerja pengelola aset keuangan (sebagai contoh, apakah penilaian
kinerja berdasarkan nilai wajar dari aset yang dikelola atau arus kas kontraktual yang
diperoleh).
Aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan dan penilaian kinerja berdasarkan nilai wajar
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
39
Page 43
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
c. Aset keuangan dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(i) Klasifikasi (lanjutan)
Penilaian mengenai arus kas kontraktual yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan
bunga
Untuk tujuan penilaian ini, pokok didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada saat
pengakuan awal. Bunga didefinisikan sebagai imbalan untuk nilai waktu atas uang dan risiko
kredit terkait jumlah pokok terutang pada periode waktu tertentu dan juga risiko dan biaya
peminjaman standar, dan juga marjin laba.
Penilaian mengenai arus kas kontraktual yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan
bunga dilakukan dengan mempertimbangkan persyaratan kontraktual, termasuk apakah aset
keuangan mengandung persyaratan kontraktual yang dapat mengubah waktu atau jumlah arus
kas kontraktual. Dalam melakukan penilaian, BRI dan entitas anak mempertimbangkan:
a. Peristiwa kontinjensi yang akan mengubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual;
b. Fitur leverage;
c. Persyaratan pembayaran di muka dan perpanjangan kontraktual;
d. Persyaratan mengenai klaim yang terbatas atas arus kas yang berasal dari aset spesifik; dan
e. Fitur yang dapat mengubah nilai waktu dari elemen uang.
BRI dan entitas anak mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori:
a. Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi; dan
b. Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari dua sub-kategori:
a. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan.
b. Liabilitas keuangan yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan oleh BRI dan entitas
anak untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan
dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat atau jika merupakan bagian dari portofolio instrumen
keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam
jangka pendek yang terkini. Derivatif diklasifikasikan sebagai liabilitas diperdagangkan kecuali
ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.
BRI dan entitas anak mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan setelah pengakuan awal
diukur pada biaya perolehan diamortisasi, kecuali:
• Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
• Liabilitas keuangan yang timbul ketika pengalihan aset keuangan tidak memenuhi syarat
penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan diterapkan;
• Kontrak jaminan keuangan;
• Komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku bunga di bawah pasar; atau
• Imbalan kontinjensi yang diakui oleh pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis.
40
Page 44
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
c. Aset keuangan dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(ii) Pengakuan awal
a. Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun
waktu yang telah ditetapkan oleh peraturan dan kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian
secara reguler) diakui pada tanggal transaksi.
b. Aset keuangan dan liabilitas keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajarnya. Dalam hal
aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai
wajar tersebut ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada
klasifikasinya.
Biaya transaksi hanya meliputi biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk
perolehan suatu aset keuangan atau penerbitan suatu liabilitas keuangan dan merupakan biaya
tambahan yang tidak akan terjadi apabila instrumen keuangan tersebut tidak diperoleh atau
diterbitkan. Untuk aset keuangan, biaya transaksi ditambahkan pada jumlah yang diakui pada
awal pengakuan aset, sedangkan untuk liabilitas keuangan, biaya transaksi dikurangkan dari
jumlah utang yang diakui pada pengakuan awal liabilitas. Biaya transaksi tersebut diamortisasi
selama umur instrumen berdasarkan metode suku bunga efektif dan dicatat sebagai bagian dari
pendapatan bunga untuk biaya transaksi sehubungan dengan aset keuangan atau sebagai
bagian dari beban bunga untuk biaya transaksi sehubungan dengan liabilitas keuangan.
(iii) Pengukuran setelah pengakuan awal
Aset keuangan dalam kelompok yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain diukur pada nilai wajarnya dan perubahan atas nilai wajar tersebut dicatat pada penghasilan
komprehensif lain. Aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi diukur pada nilai wajarnya dan perubahan diakui pada laba rugi.
Aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diukur
pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
(iv) Penghentian pengakuan
a. Aset keuangan dihentikan pengakuannya jika:
1) Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
2) BRI dan entitas anak mentransfer hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset
keuangan atau menanggung liabilitas untuk membayarkan arus kas yang diterima
tersebut secara penuh tanpa penundaan berarti kepada pihak ketiga di bawah
kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement); dan antara (a) BRI dan entitas anak
telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau (b) BRI
dan entitas anak tidak mentransfer maupun tidak memiliki secara substansial seluruh
risiko dan manfaat atas aset, namun telah mentransfer kendali atas aset.
Ketika BRI dan entitas anak telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari aset atau
telah memasuki pass-through arrangement dan tidak mentransfer serta tidak
mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset atau tidak
mentransfer kendali atas aset, aset diakui sebesar keterlibatan BRI dan entitas anak yang
berkelanjutan atas aset tersebut.
41
Page 45
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
c. Aset keuangan dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(iv) Penghentian pengakuan (lanjutan)
a. Aset keuangan dihentikan pengakuannya jika (lanjutan):
BRI dan entitas anak melepaskan aset keuangan, seperti kredit yang diberikan, ketika syarat
dan kondisi telah direnegosiasi hingga secara substansial, kredit yang diberikan tersebut
menjadi baru, dengan perbedaan akan dicatat sebagai keuntungan atau kerugian dari
pelepasan, jika kerugian penurunan nilai belum dicatat. Kredit yang diberikan tersebut akan
diklasifikasikan sebagai Stage 1 untuk penilaian Expected Credit Losses (ECL), kecuali kredit
yang diberikan tersebut dianggap aset keuangan yang dibeli atau yang berasal dari aset
keuangan memburuk (Purchased or originated credit-impaired financial assets - POCI).
Jika modifikasi tidak akan menghasilkan arus kas yang secara substansi berbeda, maka
modifikasi tidak akan berujung pada pelepasan aset. Berdasarkan perbedaan arus kas yang
didiskonto pada Effective Interest Rate (EIR) awal, Bank akan mencatat keuntungan atau
kerugian akibat modifikasi, sampai dengan jumlah kerugian penurunan nilai yang belum
diakui.
Penghapusbukuan kredit yang diberikan dilakukan ketika tidak terdapat lagi prospek yang
realistis mengenai pengembalian pinjaman atau hubungan normal antara BRI dan entitas
anak dan debitur telah berakhir. Kredit yang tidak dapat dilunasi tersebut dihapusbukukan
dengan mendebet cadangan kerugian penurunan nilai.
Pada saat aset keuangan dihentikan pengakuannya atau terjadi penurunan nilai, maka
keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas harus
direklasifikasi ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
b. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir, yaitu
ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan, dibatalkan atau kedaluwarsa.
Jika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan dengan yang lain oleh pemberi pinjaman
yang sama pada keadaan yang secara substansial berbeda, atau berdasarkan suatu liabilitas
yang ada yang secara substansial telah diubah, maka pertukaran atau modifikasi tersebut
diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru
dan perbedaan nilai tercatat masing-masing diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian.
(v) Pengakuan pendapatan dan beban
a. Pendapatan dan beban bunga, untuk aset yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain serta aset keuangan dan liabilitas keuangan yang dicatat berdasarkan
biaya perolehan diamortisasi, diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian dengan menggunakan suku bunga efektif.
b. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan dan liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, diakui pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
c. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar dan lainnya atas aset
keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain diakui secara langsung dalam ekuitas, kecuali keuntungan atau kerugian
akibat perubahan nilai tukar dari item moneter, dihentikan pengakuannya atau adanya
penurunan nilai dari aset keuangan tersebut.
42
Page 46
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
c. Aset keuangan dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(v) Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)
Jumlah tercatat bruto aset keuangan adalah biaya perolehan diamortisasi aset keuangan
sebelum disesuaikan dengan cadangan penurunan nilai.
Dalam menghitung pendapatan dan beban bunga, tingkat bunga efektif diterapkan pada jumlah
tercatat bruto aset (ketika aset tersebut bukan aset keuangan memburuk) atau terhadap biaya
perolehan diamortisasi dari liabilitas.
Untuk aset keuangan yang memburuk setelah pengakuan awal, pendapatan bunga dihitung
dengan menerapkan tingkat bunga efektif terhadap biaya perolehan diamortisasi dari aset
keuangan tersebut. Jika aset tersebut tidak lagi memburuk, maka perhitungan pendapatan bunga
akan dihitung dengan menerapkan tingkat bunga efektif terhadap nilai tercatat bruto dari aset
keuangan tersebut.
Untuk aset keuangan yang telah memburuk pada saat pengakuan awal, pendapatan bunga
dihitung dengan menerapkan tingkat bunga efektif terhadap biaya perolehan diamortisasi dari
aset keuangan tersebut. Jika aset tersebut tidak lagi memburuk, maka perhitungan pendapatan
bunga akan tetap dihitung dengan menerapkan tingkat bunga efektif terhadap biaya perolehan
diamortisasi dari aset keuangan tersebut.
(vi) Reklasifikasi aset keuangan
BRI dan entitas anak mereklasifikasi aset keuangan jika dan hanya jika, model bisnis untuk
pengelolaan aset keuangan berubah. Tidak terdapat reklasifikasi untuk liabilitas keuangan.
(vii) Saling hapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan dilakukan saling hapus dan nilai neto-nya disajikan dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian jika dan hanya jika BRI dan entitas anak memiliki hak
yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut
dan adanya maksud untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Hal yang berkekuatan hukum harus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan harus dapat
dipaksakan di dalam situasi bisnis yang normal, peristiwa kegagalan atau kebangkrutan dari
entitas atas seluruh pihak lawan.
Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah neto hanya jika diperkenankan oleh Standar
Akuntansi Keuangan.
(viii)Pengukuran biaya diamortisasi
Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan adalah jumlah aset
keuangan atau liabilitas keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran
pokok pinjaman, ditambah atau dikurangi amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga
efektif yang dihitung dari selisih antara nilai pengakuan awal dan nilai jatuh temponya dan
dikurangi penurunan nilai.
43
Page 47
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
c. Aset keuangan dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(ix) Pengukuran nilai wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada
tanggal pengukuran.
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
liabilitas terjadi:
• Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau
• Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau
liabilitas tersebut.
Nilai wajar suatu aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku
pasar ketika menentukan harga aset dan liabilitas tersebut dengan asumsi bahwa pelaku pasar
bertindak dalam kepentingan ekonomik terbaiknya.
BRI dan entitas anak menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana
data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input
yang dapat diobservasi yang relevan, dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat
diobservasi.
Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
konsolidasian dapat dikategorikan pada level hierarki nilai wajar, berdasarkan tingkatan input
terendah yang signifikan atas pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:
• Level 1 : Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik yang dapat diakses pada tanggal pengukuran.
• Level 2 : Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi
untuk aset dan liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
• Level 3 : Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset dan liabilitas.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, BRI
dan entitas anak menentukan apakah terjadi transfer antara level di dalam hierarki dengan cara
mengevaluasi kategori (berdasarkan input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai
wajar) setiap akhir periode pelaporan.
BRI dan entitas anak untuk tujuan pengungkapan nilai wajar telah menentukan kelas aset dan
liabilitas berdasarkan sifat, karakteristik, risiko aset dan liabilitas, dan level hierarki nilai wajar
(Catatan 40).
(x) Aset keuangan sukuk
Berdasarkan PSAK No. 110, BRI dan entitas anak menentukan klasifikasi investasi pada sukuk
sebagai berikut:
a. Diukur pada biaya perolehan
• Investasi tersebut dimiliki dalam suatu model usaha yang bertujuan utama untuk
memperoleh arus kas kontraktual dan terdapat persyaratan kontraktual dalam
menentukan tanggal tertentu atas pembayaran pokok dan atau hasilnya.
• Biaya perolehan sukuk termasuk biaya transaksi, dan selisih antara biaya perolehan dan
nilai nominal diamortisasi secara garis lurus selama jangka waktu sukuk dan diakui
dalam laba rugi.
44
Page 48
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
c. Aset keuangan dan liabilitas keuangan (lanjutan)
(x) Aset keuangan sukuk (lanjutan)
Berdasarkan PSAK No. 110, BRI dan entitas anak menentukan klasifikasi investasi pada sukuk
sebagai berikut (lanjutan):
b. Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
• Investasi tersebut dimiliki dalam suatu model usaha yang bertujuan utama untuk
memperoleh arus kas kontraktual dan melakukan penjualan sukuk, terdapat persyaratan
kontraktual dalam menentukan tanggal tertentu atas pembayaran pokok dan atau
hasilnya.
• Biaya perolehan sukuk termasuk biaya transaksi, dan selisih antara biaya perolehan dan
nilai nominal diamortisasi secara garis lurus selama jangka waktu sukuk dan diakui
dalam laba rugi.
• Keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan
komprehensif lain setelah memperhitungkan saldo selisih biaya perolehan dan nilai
nominal yang belum diamortisasi dan saldo akumulasi keuntungan atau kerugian nilai
wajar yang telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain sebelumnya. Ketika
investasi sukuk dihentikan pengakuannya, akumulasi keuntungan atau kerugian yang
sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi.
c. Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Biaya perolehan sukuk tidak termasuk biaya transaksi, dan selisih antara nilai wajar dan
jumlah tercatat diakui dalam laba rugi.
d. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
BRI dan entitas anaknya melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi seperti yang didefinisikan
dalam PSAK No. 7 tentang “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi".
Suatu pihak dianggap berelasi dengan BRI dan entitas anak jika:
1) Secara langsung atau tidak langsung yang melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak
(i) mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan
BRI dan entitas anak; (ii) memiliki kepentingan dalam BRI dan entitas anak yang memberikan
pengaruh signifikan atas BRI dan entitas anak; atau (iii) memiliki pengendalian bersama atas BRI
dan entitas anak;
2) Suatu pihak yang berada dalam kelompok usaha yang sama dengan BRI dan entitas anak;
3) Suatu pihak adalah ventura bersama di mana BRI dan entitas anak sebagai venturer;
4) Suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen kunci BRI dan entitas anak;
5) Suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dari individu yang diuraikan dalam butir (1)
atau (4);
6) Suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan
oleh atau untuk dimana hak suara signifikan pada beberapa entitas, langsung maupun tidak
langsung, individu seperti diuraikan dalam butir (4) atau (5); dan
7) Suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari BRI dan entitas
anak atau entitas yang terkait dengan BRI dan entitas anak.
Transaksi dengan pihak berelasi dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah
pihak, yang mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak
berelasi.
45
Page 49
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
d. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi (lanjutan)
Transaksi yang dilakukan BRI telah memenuhi peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan No. IX.E.1 tentang “Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi
Tertentu” pada saat transaksi-transaksi tersebut dilakukan. Seluruh transaksi dan saldo yang material
dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang
relevan dan rinciannya telah disajikan dalam Catatan 44 atas laporan keuangan konsolidasian.
Selanjutnya, saldo dan transaksi yang material antara BRI dan entitas anak dengan Pemerintah
Republik Indonesia (RI) dan entitas lain yang berelasi dengan Pemerintah RI diungkapkan juga pada
Catatan 44 tersebut.
e. Cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan
BRI dan entitas anak mengakui penyisihan kerugian kredit ekspektasian pada instrumen keuangan
yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
BRI dan entitas anak mengukur cadangan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian seumur
hidup, kecuali untuk hal berikut, diukur sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan:
a. Instrumen utang yang memiliki risiko kredit rendah pada tanggal pelaporan; dan
b. Instrumen keuangan lainnya yang risiko kreditnya tidak meningkat secara signifikan sejak
pengakuan awal.
BRI dan entitas anak menganggap instrumen utang memiliki risiko kredit yang rendah ketika
peringkat risiko kreditnya setara dengan definisi investment grade yang dipahami secara global.
Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan adalah bagian dari kerugian kredit ekspektasian sepanjang
umurnya yang merepresentasikan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari peristiwa gagal
bayar instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Kerugian yang terjadi diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
dan dicatat pada akun penyisihan kerugian penurunan nilai sebagai pengurang terhadap aset
keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi. Jika pada suatu periode berikutnya,
jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara objektif
pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui (seperti meningkatnya peringkat kredit
debitur atau penerbit) maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan
dengan menyesuaikan akun cadangan. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada periode berjalan.
Kerugian kredit ekspektasian untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain tidak mengurangi nilai tercatat di dalam aset keuangan di laporan posisi keuangan
konsolidasian, yaitu nilai wajar. Kerugian kredit ekspektasian diakui sebagai penambah dari
penghasilan komprehensif lainnya di dalam laporan posisi keuangan.
Instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar tidak dilakukan penilaian penurunan nilai sesuai
PSAK No. 71.
Penerimaan kembali atas aset keuangan yang telah dihapusbukukan pada tahun berjalan dikreditkan
dengan menyesuaikan akun cadangan kerugian penurunan nilai. Penerimaan kembali atas aset
keuangan yang telah dihapusbukukan pada tahun-tahun sebelumnya dicatat sebagai pendapatan
operasional selain bunga.
46
Page 50
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
e. Cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan (lanjutan)
Pengukuran Kerugian Kredit Ekspektasian
Kerugian Kredit Ekspektasian adalah estimasi probabilitas tertimbang dari kerugian kredit yang diukur
sebagai berikut:
• Aset keuangan yang tidak memburuk pada tanggal pelaporan, kerugian kredit ekspektasian
diukur sebesar selisih antara nilai kini dari seluruh kekurangan kas (yaitu selisih antara arus kas
yang terutang kepada Bank sesuai dengan kontrak dan arus kas yang diperkirakan akan diterima
oleh Bank);
• Aset keuangan yang memburuk pada tanggal pelaporan, kerugian kredit ekspektasian diukur
sebesar selisih antara jumlah tercatat bruto dan nilai kini arus kas masa depan yang diestimasi;
• Komitmen pinjaman yang belum ditarik, kerugian kredit ekspektasian diukur sebesar selisih
antara nilai kini jumlah arus kas jika komitmen ditarik dan arus kas yang diperkirakan akan
diterima oleh Bank; dan
• Kontrak jaminan keuangan, kerugian kredit ekspektasian diukur sebesar selisih antara
pembayaran yang diperkirakan untuk mengganti pemegang atas kerugian kredit yang terjadi
dikurangi jumlah yang diperkirakan dapat dipulihkan.
Aset Keuangan yang Direstrukturisasi
Jika ketentuan aset keuangan dinegosiasikan ulang atau dimodifikasi atau aset keuangan yang ada
diganti dengan yang baru karena kesulitan keuangan peminjam, maka dilakukan penilaian apakah
aset keuangan yang ada harus dihentikan pengakuannya dan kerugian kredit ekspektasian diukur
sebagai berikut:
• Jika restrukturisasi tidak mengakibatkan penghentian pengakuan aset yang ada, maka arus kas
yang diperkirakan yang timbul dari aset keuangan yang dimodifikasi dimasukkan dalam
perhitungan kekurangan kas dari aset yang ada.
• Jika restrukturisasi akan menghasilkan penghentian pengakuan aset yang ada, maka nilai wajar
aset baru diperlakukan sebagai arus kas akhir dari aset keuangan yang ada pada saat
penghentian pengakuannya. Jumlah ini dimasukkan dalam perhitungan kekurangan kas dari aset
keuangan yang ada yang didiskontokan dari tanggal penghentian pengakuan ke tanggal
pelaporan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan yang ada.
Aset Keuangan yang Memburuk
Pada setiap tanggal pelaporan, BRI dan entitas anak menilai apakah aset keuangan yang dicatat
pada biaya perolehan diamortisasi dan aset keuangan instrumen utang yang dicatat pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain mengalami penurunan nilai kredit (memburuk). Aset keuangan
memburuk ketika satu atau lebih peristiwa yang memiliki dampak merugikan atas estimasi arus kas
masa depan dari aset keuangan telah terjadi.
Bukti bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit (memburuk) termasuk data yang dapat
diobservasi mengenai peristiwa berikut ini:
• Kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam;
• Pelanggaran kontrak, seperti peristiwa gagal bayar atau peristiwa tunggakan;
• Pihak pemberi pinjaman, untuk alasan ekonomik atau kontraktual sehubungan dengan kesulitan
keuangan yang dialami pihak peminjam, telah memberikan konsesi pada pihak peminjam yang
tidak mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut;
• Terjadi kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi
keuangan lainnya;
47
Page 51
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
e. Cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan yang Memburuk (lanjutan)
Bukti bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit (memburuk) termasuk data yang dapat
diobservasi mengenai peristiwa berikut ini (lanjutan):
• Hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan;
• Pembelian atau penerbitan aset keuangan dengan diskon sangat besar yang mencerminkan
kerugian kredit yang terjadi; atau
• Sulit untuk mengidentifikasi peristiwa diskrit tunggal, namun demikian, dampak kombinasi dari
beberapa peristiwa dapat menyebabkan aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit.
Aset Keuangan yang Dibeli atau yang berasal dari aset keuangan memburuk (Purchased or
originated credit-impaired financial assets - POCI)
Aset keuangan dikategorikan sebagai POCI apabila terdapat bukti objektif penurunan nilai pada saat
pengakuan awal. Pada saat pengakuan awal, tidak ada penyisihan kerugian kredit yang diakui karena
harga pembelian atau nilainya telah termasuk estimasi kerugian kredit sepanjang umurnya.
Selanjutnya, perubahan kerugian kredit sepanjang umurnya, apakah positif atau negatif, diakui dalam
laporan laba rugi sebagai bagian dari penyisihan kerugian kredit.
Berdasarkan proses di atas, BRI dan entitas anak melakukan pembagian atas aset keuangan atas
Stage 1, Stage 2, Stage 3, dan POCI, sebagai berikut:
Stage 1 : Mencakup instrumen keuangan yang tidak memiliki peningkatan risiko kredit secara
signifikan sejak pengakuan awal atau memiliki risiko kredit rendah pada tanggal
pelaporan. Untuk instrumen-instrumen keuangan ini akan berlaku perhitungan ECL 12
bulan. Aset keuangan di dalam Stage 1 termasuk fasilitas dimana risiko kredit telah
membaik dan aset keuangan dapat direklasifikasi dari Stage 2.
Stage 2 : Mencakup instrumen keuangan yang mengalami peningkatan risiko kredit sejak
pengakuan awal (kecuali BRI dan entitas anak merasa risiko kredit tergolong rendah
pada tanggal pelaporan) namun belum terbukti adanya bukti penurunan nilai secara
objektif. Untuk instrumen-instrumen ini akan berlaku perhitungan ECL Seumur Hidup.
ECL Seumur Hidup adalah kerugian kredit ekspektasian yang diharapkan dari semua
kejadian gagal bayar yang mungkin terjadi selama perkiraan umur dari instrumen
keuangan tersebut. Stage 2 juga mencakup fasilitas dimana risiko kedit telah membaik
dan aset keuangan telah direklasifikasi dari Stage 3.
Stage 3 : Mencakup instrumen keuangan yang telah terbukti mengalami penurunan nilai secara
objektif pada tanggal pelaporan. Kelompok ini biasanya terdiri atas debitur yang
mengalami gagal bayar. BRI dan entitas anak mencatat cadangan ECL Seumur Hidup.
POCI : Aset POCI adalah aset keuangan yang mengalami penurunan nilai berdasarkan
penilaian risiko kredit pada saat pengakuan awal. Aset tersebut dicatat pada nilai wajar
pada saat pengakuan awal, dan pendapatan bunga akan diakui selanjutnya
berdasarkan metode suku bunga efektif yang disesuaikan. Cadangan ECL hanya
dicatat atau dilepaskan jika ada perubahan selanjutnya pada kerugian kredit
ekspektasian.
48
Page 52
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
e. Cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan (lanjutan)
Terdapat kriteria kualitatif dan kuantitatif untuk memastikan aset keuangan tercakup dalam stage
tertentu yang telah diformalkan di dalam Surat Edaran Bank.
Perhitungan penurunan nilai secara individual dilakukan untuk aset keuangan yang signifikan dan
pernah mengalami gagal bayar ataupun restrukturisasi. Selain itu, perhitungan penurunan nilai akan
dilakukan secara kolektif.
Penurunan nilai individual
Metode perhitungan penurunan nilai secara individual akan mempertimbangkan 3 (tiga) skenario
kemungkinan pengembalian, yaitu: (i) skenario dasar (Base), (ii) skenario buruk (Bad), dan (iii)
skenario terburuk (Worst). Pembuatan skenario dilakukan dengan menggunakan metode discounted
cash flow (DCF) dan mempertimbangkan confidence level yang menggambarkan kondisi industri dan
perusahaan terkait. Nantinya ECL yang dihasilkan oleh masing-masing skenario akan dirata-ratakan
secara tertimbang terhadap bobot skenario yang telah diatur.
Penurunan nilai kolektif
Evaluasi penurunan nilai secara kolektif didasarkan pada konsep Probability of Default (PD), Loss
Given Default (LGD), dan Exposure at Default (EAD) yang mempertimbangkan informasi masa lalu,
terkini, dan masa mendatang.
BRI dan entitas anak menggunakan model (i) Skalar Bayesian, (ii) Credit Index dan (iii) Vasicek
maupun pendekatan lainnya dalam menentukan nilai PD dari setiap debitur.
BRI dan entitas anak menggunakan metode (i) Historical, (ii) Diminish Balance dan (iii) Value to Loan
dalam menentukan nilai LGD dari setiap debitur. LGD menggambarkan persentase nominal fasilitas
yang tidak akan dapat di-recover oleh Bank terhadap debitur default. LGD biasa dihitung dengan
1-Recovery Rate. Recovery rate dihitung mempertimbangkan Time Value of Money dari
pengembalian dari kewajiban yang telah default. Tingkat suku bunga yang digunakan untuk
menghitung Time Value of Money dari Recovery adalah EIR awal.
EAD merupakan estimasi nilai buku pada saat terjadi gagal bayar, dengan mempertimbangkan arus
kas instrumen keuangan terkait, serta kemungkinan penarikan tambahan dari limit kredit sampai
dengan tanggal gagal bayar. EAD juga mempertimbangkan jadwal pembayaran dan amortisasi serta
perubahan dalam utilisasi saldo yang belum ditarik menjelang terjadinya kegagalan bayar.
Pemodelan EAD akan dilakukan berdasarkan karakteristik dari instrumen keuangan terkait, yang
dibagi ke dalam beberapa kategori: (i) kredit angsuran, (ii) kredit revolving, (iii) trade finance, dan
(iv) treasury.
Pengukuran ECL berdasarkan PSAK No. 71 mewajibkan Bank untuk memodelkan ECL sesuai
dengan skenario forward-looking yang ada, dengan mempertimbangkan kemungkinan ekonomi baik
dan buruk. Oleh karena itu, nilai ECL yang dihasilkan Bank harus berdasarkan hasil probabilitas dari
tiga skenario (kasus ekonomi normal, baik/good, dan buruk/bad). PD dan LGD akan dihitung menurut
tiga skenario dengan nilai makro-ekonomi sesuai dengan skenario-skenario tersebut. Untuk
segmentasi beragunan (secured), LGD juga akan dihitung berdasarkan tiga skenario ketika data
sudah mencukupi. Bobot dari skenario baik, normal dan buruk dapat disesuaikan seiring dengan
perubahan kondisi ekonomi dan diskresi BRI dan entitas anak.
49
Page 53
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
e. Cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan (lanjutan)
Penyajian Penyisihan Kerugian Kredit Ekspektasian dalam Laporan Posisi Keuangan
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian disajikan dalam laporan posisi keuangan sebagai berikut:
• Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, penyisihan kerugian kredit
ekspektasian disajikan sebagai pengurang dari jumlah tercatat bruto aset;
• Komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan, umumnya penyisihan kerugian kredit
ekspektasian disajikan sebagai provisi; dan
• Instrumen hutang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, penyisihan
kerugian kredit ekspektasian tidak diakui dalam laporan posisi keuangan sebagai pengurang nilai
tercatat karena jumlah tercatat dari aset-aset ini adalah nilai wajarnya. Namun demikian,
penyisihan kerugian kredit ekspektasian diungkapkan dan diakui dalam penghasilan
komprehensif lain dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Penghapusan
Pinjaman dan instrumen hutang dihapusbukukan ketika tidak ada prospek yang realistis untuk
memulihkan aset keuangan secara keseluruhan atau secara parsial. Hal ini pada umumnya terjadi
ketika Bank menentukan bahwa peminjam tidak memiliki aset atau sumber penghasilan yang dapat
menghasilkan arus kas yang cukup untuk membayar jumlah yang dihapusbukukan. Namun demikian,
aset keuangan yang dihapusbukukan masih bisa dilakukan tindakan penyelamatan sesuai dengan
prosedur Bank dalam rangka pemulihan jumlah yang jatuh tempo.
Sehubungan dengan kepatuhan terhadap Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BRI
dan entitas anak menerapkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 40/POJK.03/2019 tanggal
19 Desember 2019 tentang “Penilaian Kualitas Aset Bank Umum”.
Kriteria penilaian nilai agunan yang dapat dikurangkan dalam pembentukan cadangan kerugian
penurunan nilai sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).
f. Giro pada Bank Indonesia dan bank lain
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi
menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. Giro pada
Bank Indonesia dan bank lain diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi.
g. Penempatan pada Bank Indonesia dan lembaga keuangan lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan lembaga keuangan lain adalah penanaman dana pada Bank
Indonesia berupa Deposit Facility, dan Term Deposit, sedangkan penempatan dana pada bank lain
merupakan penanaman dana dalam bentuk penempatan pada pasar uang (inter-bank call money),
deposito berjangka, deposit on call, dan banker’s acceptance.
Penempatan pada Bank Indonesia dan lembaga keuangan dinyatakan sebesar biaya perolehan
diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.
Penempatan pada Bank Indonesia dan lembaga keuangan diklasifikasikan masing-masing sebagai
biaya perolehan diamortisasi.
50
Page 54
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
h. Efek-efek
Efek-efek terdiri atas surat berharga yang diperdagangkan di pasar uang dan modal seperti Sertifikat
Bank Indonesia, Sertifikat Deposito Bank Indonesia, Sertifikat Bank Indonesia Syariah, Obligasi
Pemerintah, obligasi subordinasi, unit penyertaan reksadana, Medium-Term Notes, U.S.Treasury
Bonds, U.S Treasury Bills, Singapore Government Securities, Negotiable Certificate of Deposits,
Monetary Authority of Singapore (MAS) bills, Obligasi Pemerintah Taiwan, dan surat berharga
komersial lainnya serta obligasi yang diperdagangkan di bursa efek.
Termasuk di dalam efek-efek adalah obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah yang tidak terkait
dengan program rekapitalisasi seperti Surat Utang Negara (SUN), Surat Perbendaharaan Negara
(SPN) dan obligasi Pemerintah dalam mata uang asing yang diperoleh melalui pasar perdana dan
juga pasar sekunder.
Efek-efek pada awalnya disajikan sebesar nilai wajarnya. Setelah pengakuan awal, efek-efek dicatat
sesuai dengan kategorinya yaitu biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi.
Penilaian efek-efek didasarkan atas klasifikasinya sebagai berikut:
1) Efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi
menggunakan metode suku bunga efektif.
2) Efek-efek yang diperdagangkan dinyatakan pada nilai wajar. Keuntungan dan kerugian yang
timbul dari perubahan nilai wajar efek-efek diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian.
3) Efek-efek yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
dinyatakan pada nilai wajar. Pendapatan bunga diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian menggunakan metode suku bunga efektif. Laba atau rugi selisih
kurs atas efek-efek diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian. Perubahan nilai wajar lainnya diakui secara langsung dalam ekuitas sampai
dengan efek-efek tersebut dijual atau mengalami penurunan nilai, dimana keuntungan dan
kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas harus diakui pada laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
i. Wesel ekspor dan tagihan lainnya
Wesel ekspor dan tagihan lainnya adalah wesel ekspor yang dinegosiasikan secara diskonto dan
dijaminkan oleh bank lainnya sedangkan wesel tagih merupakan tagihan ataupun dokumen
penagihan dalam bentuk wesel/bill of exchange kepada pihak tertagih/drawee atas dasar diskonto
ataupun suatu pembiayaan tertentu. Wesel ekspor dan tagihan lainnya dicatat pada biaya perolehan
amortisasi setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.
j. Kredit yang diberikan
Kredit yang diberikan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu,
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam dengan debitur yang mewajibkan
debitur untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan bunga.
Kredit yang diberikan pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang
dapat diatribusikan secara langsung dan merupakan biaya tambahan untuk memperoleh aset
keuangan tersebut dan setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi
menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Kredit yang diberikan diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi.
51
Page 55
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
j. Kredit yang diberikan (lanjutan)
Kredit dalam rangka pembiayaan bersama (kredit sindikasi) dinyatakan sebesar pokok kredit sesuai
dengan porsi risiko yang ditanggung oleh BRI dan entitas anak.
Kredit yang direstrukturisasi disajikan sebesar nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat kredit pada
tanggal restrukturisasi atau nilai kini penerimaan kas masa depan setelah restrukturisasi. Kerugian
akibat selisih antara nilai tercatat kredit pada tanggal restrukturisasi dengan nilai tunai penerimaan
kas masa depan setelah restrukturisasi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian. Setelah restrukturisasi, semua penerimaan kas masa depan yang ditetapkan
dalam persyaratan baru dicatat sebagai pengembalian pokok kredit yang diberikan dan pendapatan
bunga sesuai dengan syarat-syarat restrukturisasi.
Kredit yang diberikan dihapusbukukan ketika tidak terdapat prospek yang realistis mengenai
pengembalian di masa datang dan semua jaminan telah diupayakan untuk direalisasi atau sudah
diambil alih. Kredit yang tidak dapat dilunasi dihapusbukukan dengan mendebit cadangan kerugian
penurunan nilai. Pelunasan kemudian atas kredit yang telah dihapusbukukan sebelumnya,
dikreditkan ke cadangan kerugian penurunan nilai di laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pelunasan kemudian atas kredit yang telah dihapusbukukan pada tahun-tahun sebelumnya dicatat
sebagai pendapatan operasional selain bunga.
k. Pinjaman syariah
Pinjaman yang diberikan terutama terdiri dari piutang murabahah, pembiayaan mudharabah, dan
pembiayaan musyarakah.
Murabahah adalah akad jual beli antara nasabah dengan entitas anak, dimana entitas anak
membiayai kebutuhan konsumsi, investasi dan modal kerja nasabah yang dijual dengan harga pokok
ditambah dengan keuntungan yang diketahui dan disepakati bersama. Pembayaran atas
pembiayaan ini dilakukan dengan cara mengangsur dalam jangka waktu yang ditentukan.
Piutang murabahah pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang
dapat diatribusikan secara langsung dan merupakan biaya tambahan untuk memperoleh aset
keuangan tersebut dan setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi
menggunakan metode margin efektif dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Mudharabah adalah akad pembiayaan kerjasama antara entitas anak sebagai pemilik dana (shahibul
maal) dengan nasabah sebagai pelaksana usaha (mudharib) selama jangka waktu tertentu.
Pembagian hasil keuntungan dari proyek atau usaha tersebut ditentukan sesuai dengan nisbah (pre-
determined ratio) yang telah disepakati bersama. Pada tanggal laporan posisi keuangan, pembiayaan
mudharabah dinyatakan sebesar saldo pembiayaan dikurangi dengan saldo cadangan kerugian
penurunan nilai yang dibentuk berdasarkan hasil review oleh manajemen terhadap kualitas
pembiayaan yang ada.
Musyarakah adalah akad kerjasama yang terjadi di antara para pemilik modal (mitra musyarakah)
untuk menggabungkan modal dan melakukan usaha secara bersama dalam suatu kemitraan dengan
nisbah pembagian hasil sesuai dengan kesepakatan, sedangkan kerugian ditanggung secara
proporsional sesuai dengan kontribusi modal. Pada tanggal laporan posisi keuangan, pembiayaan
musyarakah dinyatakan sebesar saldo pembiayaan dikurangi dengan saldo cadangan kerugian
penurunan nilai yang dibentuk berdasarkan hasil review oleh manajemen terhadap kualitas
pembiayaan yang ada.
52
Page 56
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
l. Piutang pembiayaan
Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa atau perjanjian yang mengandung
sewa didasarkan atas substansi perjanjian pada tanggal awal sewa dan apakah pemenuhan
perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset dan perjanjian tersebut memberikan suatu hak
untuk menggunakan aset tersebut.
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara
substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa
diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko
dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.
Piutang pembiayaan diakui sebesar investasi bersih yang merupakan nilai wajar dikurangi
pendapatan administrasi dan ditambah biaya-biaya transaksi (jika ada) yang dapat diatribusikan
secara langsung dan selanjutnya diukur dengan biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan
metode tingkat suku bunga efektif. Piutang pembiayaan diklasifikasikan sebagai biaya perolehan
diamortisasi.
Pada saat pengakuan awal, nilai wajar investasi bersih dalam sewa pembiayaan merupakan piutang
pembiayaan ditambah nilai sisa yang akan diterima pada akhir masa sewa dikurangi dengan
pendapatan sewa pembiayaan yang ditangguhkan dan simpanan jaminan. Selisih antara nilai piutang
bruto dan nilai kini piutang diakui sebagai pendapatan sewa pembiayaan yang belum diakui.
Pendapatan sewa pembiayaan yang belum diakui dialokasikan sebagai pendapatan tahun berjalan
menggunakan suku bunga efektif.
m. Tagihan dan liabilitas akseptasi
Tagihan dan liabilitas akseptasi merupakan transaksi letter of credit (L/C) dan Surat Kredit
Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) yang diaksep oleh bank pengaksep (accepting bank).
Tagihan dan liabilitas akseptasi dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi. Tagihan akseptasi
disajikan setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.
Tagihan akseptasi diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi sedangkan liabilitas
akseptasi diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi.
n. Investasi pada entitas asosiasi
Investasi BRI pada entitas asosiasi diukur dengan menggunakan metode ekuitas. Entitas asosiasi
adalah suatu entitas dimana BRI mempunyai pengaruh signifikan atau kepemilikan saham lebih dari
20% hak suara. Pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi diakui sebesar biaya perolehan, dan
jumlah tercatat tersebut ditambah atau dikurangkan untuk mengakui bagian BRI atas laba rugi entitas
asosiasi setelah tanggal perolehan. Bagian BRI atas laba rugi entitas asosiasi diakui dalam laba rugi
BRI. Penerimaan distribusi dari entitas asosiasi mengurangi nilai tercatat investasi.
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian mencerminkan bagian atas hasil
operasi entitas asosiasi. Bila terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas entitas asosiasi,
BRI mengakui bagiannya atas perubahan tersebut dan mengungkapkan hal ini, jika berlaku, dalam
laporan perubahan ekuitas. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi sebagai hasil
transaksi-transaksi antara BRI dan entitas asosiasi dieliminasi pada jumlah sesuai dengan
kepentingan BRI dalam entitas asosiasi.
53
Page 57
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
n. Investasi pada entitas asosiasi (lanjutan)
Setelah menerapkan metode ekuitas, BRI menentukan apakah diperlukan untuk mengakui tambahan
rugi penurunan nilai atas investasi BRI dalam entitas asosiasi. BRI menentukan pada setiap tanggal
pelaporan apakah terdapat bukti yang objektif yang mengindikasikan bahwa investasi dalam entitas
asosiasi mengalami penurunan nilai. Dalam hal ini, BRI menghitung jumlah penurunan berdasarkan
selisih jumlah terpulihkan atas investasi dalam entitas asosiasi dan nilai tercatatnya dan mengakuinya
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Investasi BRI pada entitas asosiasi yang tidak memiliki pengaruh yang signifikan atau kepemilikan di
bawah 20% dicatat pada nilai wajar sesuai dengan PSAK No. 71.
o. Aset tetap
Aset tetap awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan biaya-
biaya tambahan yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
kondisi yang diperlukan supaya aset siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Setelah
pengakuan awal, aset tetap kecuali tanah, dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai.
Aset tetap yang diperoleh dalam pertukaran aset non-moneter atau kombinasi aset moneter dan non-
moneter diukur pada nilai wajar, kecuali:
(i) Transaksi pertukaran tidak memiliki substansi komersial; atau
(ii) Nilai wajar dari aset yang diterima dan diserahkan tidak dapat diukur secara andal.
Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud
penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi umur
manfaat ekonomis sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 15
Kendaraan bermotor 5
Kapal 15
Komputer dan mesin 3-8
Perlengkapan kantor 3-8
E-Channel 3-5
Satelit 15
Main system 5
Non main system 3
Penilaian aset tetap dilakukan atas penurunan dan kemungkinan penurunan nilai wajar aset jika
terjadi peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat mungkin tidak
dapat seluruhnya terealisasi.
Jumlah tercatat komponen dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau
saat sudah tidak ada lagi manfaat ekonomi masa depan yang diekspektasikan dari penggunaan
maupun pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut dimasukkan
ke dalam laba rugi untuk tahun dimana penghentian pengakuan tersebut dilakukan.
Nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan dievaluasi setiap akhir tahun dan disesuaikan
secara prospektif jika diperlukan.
54
Page 58
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
o. Aset tetap (lanjutan)
Tanah awalnya dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Setelah pengakuan awal,
tanah diukur pada nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai setelah
tanggal revaluasi. Penilaian terhadap tanah dilakukan oleh penilai yang memiliki kualifikasi
profesional dan dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tanah tidak
berbeda secara material dengan jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajarnya pada
akhir periode pelaporan (Catatan 16).
Jika nilai wajar dari aset yang direvaluasi mengalami perubahan yang signifikan dan fluktuatif, maka
perlu dilakukan revaluasi secara tahunan, sedangkan jika nilai wajar dari aset yang direvaluasi tidak
mengalami perubahan yang signifikan dan fluktuatif maka perlu dilakukan revaluasi setiap 3 (tiga)
tahun sekali.
Kenaikan nilai tercatat yang timbul dari revaluasi dicatat sebagai “surplus revaluasi aset tetap”, dan
disajikan dalam penghasilan komprehensif lain. Namun, kenaikan tersebut diakui dalam laba rugi
hingga sebesar jumlah penurunan nilai aset yang sama akibat revaluasi yang pernah dilakukan
sebelumnya dalam laba rugi. Penurunan nilai tercatat yang timbul dari revaluasi diakui dalam laba
rugi.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya. Beban
pemugaran dan penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi pada jumlah tercatat aset tetap
terkait, bila besar kemungkinan bagi Kelompok Usaha manfaat ekonomi masa depan menjadi lebih
besar dari standar kinerja awal yang ditetapkan sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa masa
manfaat aset tetap terkait.
Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi beban
pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap dalam
penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun “aset tetap” yang
bersangkutan pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. Aset
tetap dalam penyelesaian tidak disusutkan karena belum tersedia untuk digunakan.
Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna
Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian
dari biaya perolehan tanah pada akun “aset tetap”. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaruan
legal hak atas tanah diakui sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi sepanjang umur hak hukum
atau umur ekonomi tanah, mana yang lebih pendek.
Sewa
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara
substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa
diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko
dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.
BRI dan entitas anak menerapkan PSAK No. 73 tentang Sewa untuk seluruh sewa dengan mengakui
aset hak guna dan liabilitas terkait. BRI menerapkan sewa yang termasuk PSAK No. 73 atas kelas
aset tanah bangunan (landed) dan kendaraan roda empat dengan aset pendasar bernilai di atas
Rp75.000.000 (nilai penuh) dan mempunyai jangka waktu sewa lebih dari 12 bulan.
55
Page 59
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
o. Aset tetap (lanjutan)
Sewa (lanjutan)
Pada tanggal insepsi suatu kontrak, BRI dan entitas anak menilai apakah suatu kontrak merupakan,
atau mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung, sewa jika kontrak tersebut
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan suatu aset selama suatu jangka waktu tertentu
untuk dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak memberikan hak untuk
mengendalikan suatu aset identifikasian, BRI dan entitas anak menilai apakah:
• Kontrak melibatkan penggunaan suatu aset identifikasian;
• BRI dan entitas anak memiliki hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomi
dari penggunaan aset selama periode penggunaan; dan
• BRI dan entitas anak memiliki hak untuk mengendalikan aset identifikasian dalam bentuk:
a. BRI dan entitas anak memiliki hak untuk mengoperasikan aset.
b. BRI dan entitas anak mempunyai hak untuk menetapkan tujuan apa aset akan digunakan.
Pada tanggal insepsi atau pada saat penilaian kembali suatu kontrak yang mengandung suatu
komponen sewa, BRI dan entitas anak mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing
komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa. Pembayaran sewa yang
termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi:
a. Pembayaran lunas di muka;
b. Pembayaran angsuran tetap; dan
c. Pembayaran angsuran sewa berubah yang bergantung pada fluktuasi pembayaran sewa yang
ditetapkan oleh counterpart.
BRI dan entitas anak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa pada tanggal dimulainya sewa.
Aset hak guna awalnya diukur pada biaya perolehan, yang terdiri dari jumlah pengukuran awal dari
liabilitas sewa disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal
permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan.
Setelah tanggal permulaan, aset hak guna diukur dengan model biaya. Aset hak guna diukur sebesar
harga perolehan dikurangi akumulasi depresiasi dan akumulasi penurunan nilai serta disesuaikan
dengan pengukuran kembali liabilitas sewa. Liabilitas sewa diukur pada biaya perolehan diamortisasi
menggunakan metode suku bunga efektif.
Sewa jangka pendek dengan durasi kurang dari 12 bulan dan sewa aset bernilai rendah, serta
elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak menerapkan prinsip-prinsip
pengakuan yang ditentukan oleh PSAK No. 73 akan diperlakukan sama dengan sewa operasi pada
PSAK No. 30. BRI dan entitas anak akan mengakui pembayaran sewa tersebut dengan dasar garis
lurus selama masa sewa dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Beban ini ditunjukkan pada beban umum dan administrasi dalam laporan laba rugi.
p. Penurunan nilai aset non-keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, BRI dan entitas anak menilai apakah terdapat indikasi suatu
aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian pada
tanggal laporan diperlukan penurunan atas nilai aset tertentu (yaitu aset tidak berwujud dengan umur
manfaat tidak terbatas, aset tidak berwujud yang belum dapat digunakan, atau goodwill yang
diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis), maka BRI dan entitas anak akan membuat estimasi atas
jumlah terpulihkan aset tersebut.
56
Page 60
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
p. Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan)
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai
wajar aset atau Unit Penghasil Kas (UPK) dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya, kecuali
aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau
kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset
tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai
terpulihkannya. Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan diakui pada laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sebagai “rugi penurunan nilai”. Dalam menghitung
nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan
tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini atas nilai waktu uang dan
risiko spesifik aset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan, mengacu pada PSAK No. 68: ”Pengukuran
Nilai Wajar” (Catatan 2c).
Kerugian penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada, diakui pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan
fungsi aset yang diturunkan nilainya.
q. Agunan yang diambil alih
Agunan yang diambil alih sehubungan dengan penyelesaian kredit (disajikan dalam akun “aset lain-
lain”) diakui sebesar nilai neto yang dapat direalisasi atau sebesar nilai tercatat dari kredit, mana
yang lebih rendah. Nilai neto yang dapat direalisasi adalah nilai wajar agunan setelah dikurangi
estimasi biaya pelepasan. Kelebihan saldo kredit yang diberikan, yang belum dilunasi oleh peminjam
di atas nilai dari agunan yang diambil alih, dibebankan sebagai penyisihan penghapusan kredit yang
diberikan pada tahun berjalan. Selisih antara nilai agunan yang diambil alih dengan hasil
penjualannya diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat penjualan agunan.
BRI dan entitas anak mengevaluasi nilai agunan yang diambil alih secara berkala. Penyisihan
kerugian agunan yang diambil alih dibentuk berdasarkan penurunan nilai agunan yang diambil alih.
Beban perbaikan (reconditioning cost) yang timbul setelah pengambilalihan agunan dikapitalisasi
dalam akun agunan yang diambil alih tersebut.
r. Biaya dibayar di muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus
(straight-line method).
s. Liabilitas segera
Liabilitas segera merupakan liabilitas BRI dan entitas anak kepada pihak lain yang sifatnya wajib
segera dibayarkan sesuai dengan perintah pemberi amanat perjanjian yang ditetapkan sebelumnya.
Liabilitas segera diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan dan dihitung berdasarkan biaya
perolehan diamortisasi.
57
Page 61
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
t. Simpanan nasabah dan bank lain serta lembaga keuangan lainnya
Giro merupakan simpanan nasabah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat menggunakan
cek, atau dengan cara pemindahbukuan dengan bilyet giro atau sarana perintah pembayaran lainnya.
Giro dinyatakan sebesar nilai liabilitas kepada pemegang giro.
Tabungan merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat
tertentu yang disepakati. Tabungan dinyatakan sebesar nilai liabilitas kepada pemilik tabungan.
Deposito berjangka merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada
waktu tertentu sesuai perjanjian antara penyimpan dengan BRI dan Bank Raya. Deposito berjangka
dinyatakan sebesar nilai nominal yang tercantum dalam bilyet deposito atau yang diperjanjikan.
Simpanan dari bank lain dan lembaga keuangan lainnya terdiri dari liabilitas terhadap bank lain, baik
lokal maupun luar negeri, dalam bentuk giro, tabungan, deposito berjangka, deposit on call, dan inter-
bank call money dengan promes yang berjangka waktu sampai dengan 90 (sembilan puluh) hari serta
dinyatakan sesuai dengan jumlah liabilitas terhadap bank dan lembaga keuangan lainnya tersebut.
Simpanan nasabah dan bank lain serta lembaga keuangan lainnya diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi menggunakan suku bunga efektif. Biaya
tambahan yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan simpanan nasabah
dikurangkan dari jumlah simpanan yang diterima.
u. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali dan efek-efek yang dijual dengan janji dibeli
kembali
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Efek-efek yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali disajikan sebagai aset keuangan dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar jumlah penjualan kembali dikurangi dengan bunga
yang belum diamortisasi dan cadangan kerugian penurunan nilai. Selisih antara harga beli dan harga
jual kembali diperlakukan sebagai pendapatan bunga yang ditangguhkan (belum diamortisasi) dan
diakui sebagai pendapatan selama periode sejak efek-efek tersebut dibeli hingga dijual kembali
dengan menggunakan suku bunga efektif.
Efek-efek yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali diklasifikasikan sebagai biaya perolehan
diamortisasi.
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali
Efek-efek yang dijual dengan janji untuk dibeli kembali disajikan sebagai liabilitas keuangan dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar jumlah pembelian kembali, dikurangi dengan bunga
dibayar di muka yang belum diamortisasi. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali
diperlakukan sebagai biaya dibayar di muka dan diakui sebagai beban selama jangka waktu sejak
efek tersebut dijual hingga dibeli kembali menggunakan suku bunga efektif.
Efek-efek yang dijual dengan janji untuk dibeli kembali diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan
yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
58
Page 62
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
v. Surat berharga yang diterbitkan
Surat berharga yang diterbitkan oleh BRI, BRI Multifinance, Pegadaian dan PNM adalah Obligasi,
Medium Term Notes (MTN), Long Term Notes (LTN) dan Sukuk Mudharabah. Surat berharga yang
diterbitkan pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (EIR). Biaya perolehan diamortisasi
dihitung dengan memperhitungkan adanya diskonto atau premi terkait dengan pengakuan awal dan
biaya transaksi yang tidak terpisah dari suku bunga efektif.
w. Pinjaman yang diterima
Pinjaman yang diterima merupakan dana yang diterima dari bank lain, Bank Indonesia atau pihak
lain dengan liabilitas pembayaran kembali sesuai dengan persyaratan perjanjian pinjaman.
Pinjaman yang diterima diakui sebesar nilai wajar pada awalnya dan selanjutnya diukur sebesar
biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (EIR). Biaya
perolehan diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan adanya diskonto atau premi terkait
dengan pengakuan awal dan biaya transaksi yang tidak terpisah dari suku bunga efektif.
x. Pinjaman dan surat berharga subordinasi
Pinjaman dan surat berharga subordinasi diakui sebesar nilai wajar pada awalnya dan selanjutnya
diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (EIR).
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan adanya diskonto atau premi terkait
dengan pengakuan awal dan biaya transaksi yang tidak terpisah dari suku bunga efektif.
y. Provisi
Provisi diakui jika BRI dan entitas anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik
yang paling terkini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan
besar tidak terjadi, maka provisi dibalik.
z. Pendapatan dan beban bunga
Pendapatan dan beban bunga untuk semua instrumen keuangan yang interest bearing diakui pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan menggunakan metode
suku bunga efektif. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan
estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari aset
keuangan atau liabilitas keuangan (atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat) untuk
memperoleh nilai tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan.
Pada saat menghitung suku bunga efektif, BRI dan entitas anak mengestimasi arus kas di masa
datang dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan
tersebut, tetapi tidak mempertimbangkan kerugian kredit di masa mendatang. Perhitungan ini
mencakup seluruh komisi, provisi dan bentuk lain yang diterima oleh para pihak dalam kontrak yang
merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premi atau
diskon lainnya.
59
Page 63
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
z. Pendapatan dan beban bunga (lanjutan)
Jika aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa telah diturunkan nilainya sebagai akibat
kerugian penurunan nilai, maka pendapatan bunga yang diperoleh setelahnya diakui berdasarkan
suku bunga yang digunakan untuk mendiskonto arus kas masa datang dalam menghitung kerugian
penurunan nilai.
aa. Pendapatan provisi dan komisi
Pendapatan provisi dan komisi yang berkaitan langsung dengan kegiatan pemberian kredit, atau
pendapatan provisi dan komisi yang berhubungan dengan jangka waktu tertentu, diamortisasi
sesuai dengan jangka waktu kontrak menggunakan suku bunga efektif dan diklasifikasikan sebagai
bagian dari pendapatan bunga pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian.
Pendapatan provisi dan komisi yang tidak berkaitan dengan kegiatan pemberian kredit atau suatu
jangka waktu dan/atau terkait dengan pemberian suatu jasa, diakui sebagai pendapatan pada saat
terjadinya transaksi dan dicatat pada akun pendapatan operasional lainnya.
ab. Pendapatan dan beban syariah
Pendapatan syariah terdiri dari pendapatan dari transaksi piutang murabahah, dan pendapatan bagi
hasil dari pembiayaan mudharabah dan musyarakah.
Pendapatan atas piutang murabahah menggunakan metode margin efektif. Margin efektif adalah
margin yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa
datang selama perkiraan umur dari piutang murabahah. Pada saat menghitung margin efektif, entitas
anak mengestimasi arus kas di masa datang dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan
kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, tetapi tidak mempertimbangkan kerugian piutang di
masa mendatang. Perhitungan ini mencakup seluruh komisi, provisi dan bentuk lain yang diterima
oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari margin efektif, biaya
transaksi, dan seluruh premi atau diskon lainnya.
Pendapatan bagi hasil pembiayaan mudharabah dan musyarakah diakui pada saat diterima atau
dalam periode terjadinya hak bagi hasil sesuai porsi bagi hasil (nisbah) yang disepakati.
ac. Pendapatan premi dan beban klaim
Premi kontrak asuransi jangka pendek diakui sebagai pendapatan dalam periode kontrak sesuai
dengan proporsi jumlah proteksi asuransi yang diberikan. Premi kontrak asuransi bukan jangka
pendek diakui sebagai pendapatan pada saat jatuh tempo dari pemegang polis. Premi yang diterima
sebelum diterbitkannya polis asuransi atau tanggal premi jatuh tempo dicatat sebagai titipan premi.
Premi terkait kontrak investasi dan jumlah komponen risiko keuangan kontrak asuransi dicatat
sebagai deposit melalui laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai penyesuaian terhadap akun
liabilitas kontrak investasi.
Premi reasuransi bruto diakui sebagai beban pada saat dibayarkan atau pada tanggal di mana polis
tersebut efektif.
60
Page 64
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
ac. Pendapatan premi dan beban klaim (lanjutan)
Klaim dan manfaat asuransi merupakan klaim-klaim yang telah disetujui (approved claim). Klaim dan
manfaat tersebut diakui sebagai beban pada saat timbulnya liabilitas untuk memenuhi klaim. Bagian
klaim yang diperoleh dari reasuradur diakui dan dicatat sebagai klaim reasuransi pada periode yang
sama dengan pengakuan beban klaim.
Klaim dan manfaat asuransi terkait kontrak investasi dan jumlah komponen risiko keuangan kontrak
asuransi dicatat sebagai penarikan (withdrawal) melalui laporan posisi keuangan konsolidasian
sebagai penyesuaian terhadap akun liabilitas kontrak investasi.
ad. Liabilitas kontrak asuransi dan reasuransi
Liabilitas kontrak asuransi
a. Liabilitas manfaat polis masa depan
Liabilitas manfaat polis masa depan merupakan nilai kini estimasi pembayaran seluruh manfaat
yang diperjanjikan termasuk seluruh opsi yang disediakan, nilai kini estimasi seluruh biaya yang
dikeluarkan dan juga mempertimbangkan penerimaan premi di masa depan. Liabilitas manfaat
polis masa depan merupakan liabilitas atas kontrak asuransi bukan jangka pendek.
Kenaikan liabilitas manfaat polis masa depan diakui sebagai beban pada laba rugi tahun berjalan
sedangkan penurunan liabilitas manfaat polis masa depan diakui sebagai pendapatan pada laba
rugi tahun berjalan. Liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya pada saat kontrak berakhir,
dikeluarkan atau dibatalkan.
b. Estimasi liabilitas klaim
Estimasi liabilitas klaim merupakan klaim dalam proses penyelesaian yang ditentukan
berdasarkan estimasi kerugian dari klaim yang masih dalam proses penyelesaian pada tanggal
laporan posisi keuangan konsolidasian, termasuk klaim yang telah terjadi namun belum
dilaporkan (incurred but not reported (IBNR)).
Perubahan dalam estimasi liabilitas klaim diakui dalam laba rugi tahun berjalan. Liabilitas tersebut
dihentikan pengakuannya pada saat kontrak berakhir, dikeluarkan atau dibatalkan.
c. Premi yang belum merupakan pendapatan
Premi yang belum merupakan pendapatan merupakan bagian premi yang telah dilunasi, namun
belum merupakan pendapatan karena masa pertanggungan asuransi masih berjalan pada akhir
tahun. Premi yang belum merupakan pendapatan merupakan liabilitas atas kontrak asuransi
jangka pendek.
Premi yang belum merupakan pendapatan dihitung secara individual dari tiap pertanggungan
yang besarnya ditetapkan secara proporsional terhadap jumlah proteksi yang diberikan selama
periode pertanggungan atau periode risiko, konsisten dengan pengakuan pendapatan premi
asuransi jangka pendek.
Kenaikan premi yang belum merupakan pendapatan diakui sebagai beban pada laba rugi tahun
berjalan sedangkan penurunan premi yang belum merupakan pendapatan diakui sebagai
pendapatan pada laba rugi tahun berjalan. Liabilitas ini dihentikan pengakuannya pada saat
kontrak berakhir, dilepaskan atau dibatalkan.
61
Page 65
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
ad. Liabilitas kontrak asuransi dan reasuransi (lanjutan)
Reasuransi
BRI Life dan BRI Insurance mensesikan risiko asuransi dalam bisnis normal pada setiap lini
bisnisnya.
Manfaat BRI Life dan BRI Insurance atas kontrak reasuransi yang dimiliki diakui sebagai aset
reasuransi. Aset ini terdiri dari piutang yang bergantung pada klaim yang diperkirakan dan manfaat
yang timbul dalam kontrak reasuransi terkait. Sebagaimana disyaratkan oleh PSAK No. 62, aset
reasuransi tidak saling hapus dengan liabilitas kontrak asuransi terkait.
Piutang reasuransi diestimasi secara konsisten dengan klaim yang disetujui terkait dengan kebijakan
reasuradur dan sesuai dengan kontrak reasuransi terkait.
BRI Life dan BRI Insurance mereasuransikan sebagian risiko atas ekspektasi pertanggungan yang
diperoleh kepada perusahaan asuransi lain dan perusahaan reasuransi. Jumlah premi yang dibayar
atau bagian premi atas transaksi reasuransi prospektif diakui sebagai premi reasuransi sesuai
periode kontrak reasuransi secara proporsional dengan proteksi yang diberikan. Pembayaran atau
liabilitas atas transaksi reasuransi retrospektif diakui sebagai piutang reasuransi sebesar liabilitas
yang dibukukan sehubungan dengan kontrak asuransi tersebut.
Aset reasuransi termasuk saldo yang diharapkan dibayarkan oleh perusahaan reasuransi untuk
ceded liabilitas manfaat polis masa depan, ceded estimasi liabilitas klaim, dan ceded premi yang
belum merupakan pendapatan. Jumlah manfaat yang ditanggung oleh reasuradur diperkirakan
secara konsisten sesuai dengan liabilitas yang terkait dengan polis reasuransi.
Aset reasuransi mengalami penurunan nilai jika ada bukti objektif, sebagai akibat dari suatu peristiwa
yang terjadi setelah pengakuan awal aset reasuransi, bahwa BRI Life dan BRI Insurance tidak dapat
menerima seluruh jumlah karena di bawah syarat-syarat kontrak, dan dampak pada jumlah yang
akan diterima dari reasuradur dapat diukur secara andal.
Jika aset reasuransi mengalami penurunan nilai, BRI Life dan BRI Insurance mengurangi nilai tercatat
dan mengakui kerugian penurunan nilai tersebut dalam laba rugi tahun berjalan.
Aset atau liabilitas reasuransi dihentikan pengakuannya ketika hak kontraktualnya hilang atau
berakhir, atau ketika kontrak dialihkan kepada pihak lain.
ae. Imbalan kerja
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek seperti upah, iuran jaminan sosial, cuti jangka pendek, bonus dan
imbalan non-moneter lainnya diakui selama periode jasa diberikan. Imbalan jangka pendek dihitung
sebesar jumlah yang tidak didiskontokan.
Program pensiun iuran pasti
Merupakan iuran kepada dana pensiun sebesar persentase tertentu gaji pekerja yang menjadi
peserta program pensiun iuran pasti BRI. Iuran dicadangkan dan diakui sebagai biaya ketika jasa
telah diberikan oleh pekerja - pekerja tersebut dan pembayaran dikurangkan dari utang iuran. Iuran
terutang dihitung berdasarkan jumlah yang tidak didiskontokan.
62
Page 66
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
ae. Imbalan kerja (lanjutan)
Program imbalan pasti dan imbalan kerja jangka panjang lainnya
Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lainnya seperti penghargaan tanda jasa, cuti
besar, program kesehatan pasca kerja BPJS dan program manfaat lain manfaat dana tambahan
dicadangkan dan diakui sebagai biaya ketika jasa telah diberikan oleh pekerja yang memenuhi
syarat. Imbalan kerja ditentukan berdasarkan peraturan BRI dan peraturan yang berlaku.
Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lainnya secara aktuaris ditentukan
berdasarkan metode Projected Unit Credit.
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang diakui sebagai penghasilan
komprehensif lain, terdiri atas:
(i) Keuntungan dan kerugian aktuarial.
(ii) Imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas
liabilitas (aset).
(iii) Setiap perubahan dampak batas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga
neto atas liabilitas (aset).
Pengukuran kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang diakui sebagai penghasilan
komprehensif lain yang tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.
Untuk imbalan kerja jangka panjang lain atas biaya jasa kini, biaya bunga neto atas liabilitas (aset)
imbalan pasti neto, dan pengukuran kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto langsung diakui pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode berjalan.
Biaya jasa lalu diakui sebagai beban pada tanggal yang lebih awal antara ketika amandemen atau
kurtailmen program terjadi, dan ketika biaya restrukturisasi atau pesangon diakui, sehingga biaya
jasa lalu yang belum vested tidak lagi dapat ditangguhkan dan diakui selama periode vesting masa
depan.
af. Opsi saham
Biaya kompensasi saham pada tanggal penerbitan dihitung berdasarkan nilai wajar dari opsi saham
tersebut dan diakui dalam akun “Beban Tenaga Kerja dan Tunjangan” berdasarkan program hak
yang diakui pada tahun berjalan (cliff-vesting scheme) dengan metode garis lurus selama masa
tunggu (vesting period). Akumulasi dari biaya kompensasi saham diakui sebagai “opsi saham” dalam
bagian ekuitas. Nilai wajar dari opsi saham tersebut dinilai dengan menggunakan model penentuan
harga opsi Black-Scholes.
ag. Laba per lembar saham
Laba per lembar saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang diatribusikan
kepada Entitas Induk BRI dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor
penuh pada tahun yang bersangkutan.
Laba per lembar saham dilusian dihitung setelah melakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap
jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar.
63
Page 67
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
ah. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
BRI dan entitas anaknya menyelenggarakan catatan akuntansi dalam Rupiah. Transaksi yang
melibatkan mata uang asing dicatat pada nilai tukar pada saat terjadinya transaksi. Pada
tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, semua aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs spot Reuters pada
pukul 16.00 WIB (Waktu Indonesia bagian Barat). Keuntungan atau kerugian yang timbul dibebankan
pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Nilai tukar yang digunakan untuk menjabarkan mata uang asing ke dalam Rupiah adalah sebagai
berikut (nilai penuh):
30 September 2023 31 Desember 2022
1 Dolar Amerika Serikat 15.455,00 15.567,50
1 Pound Sterling Inggris 18.921,56 18.786,09
1 Yen Jepang 103,89 117,81
1 Euro Eropa 16.391,58 16.581,72
1 Dolar Hong Kong 1.974,11 1.996,55
1 Riyal Arab Saudi 4.120,50 4.139,00
1 Dolar Singapura 11.349,37 11.592,88
1 Ringgit Malaysia 3.296,72 3.533,66
1 Dolar Australia 10.014,07 10.557,88
1 Renminbi 2.116,69 2.238,91
1 Baht Thailand 423,89 450,71
1 Franc Swiss 16.990,05 16.827,00
1 Dolar Kanada 11.494,98 11.486,39
1 Dolar Brunei Darussalam 11.285,14 11.538,75
1 Kroner Denmark 2.198,38 2.229,65
1 Won Korea Selatan 11,50 12,35
1 Dolar Selandia Baru 9.315,50 9.851,12
1 Kina Papua Nugini 4.234,71 4.421,19
1 Dirham Uni Emirat Arab 4.207,85 4.238,88
1 Kroner Swedia 1.426,46 1.487,84
1 Kroner Norwegia 1.456,06 1.572,28
1 Rupee India 186,04 188,11
1 Peso Filipina 273,23 279,44
1 Dolar Taiwan Baru 481,08 506,13
1 Dong Vietnam 0,64 0,66
ai. Penjabaran laporan keuangan Kantor Cabang dan Perwakilan di luar negeri
BRI memiliki 1 (satu) Entitas Anak di Hong Kong, 5 (lima) Kantor Cabang di New York, Cayman
Islands, Singapura, Timor-Leste dan Taipei serta 1 (satu) Kantor Perwakilan di luar negeri yang
berlokasi di Hong Kong yang merupakan entitas asing yang terpisah.
Untuk tujuan penggabungan laporan keuangan konsolidasian, seluruh akun entitas anak, kantor
cabang dan perwakilan di luar negeri dijabarkan dalam Rupiah dengan kurs sebagai berikut:
a. Aset dan liabilitas serta komitmen dan kontinjensi menggunakan kurs spot Reuters pada pukul
16.00 WIB pada tanggal laporan posisi keuangan.
b. Pendapatan, beban, laba dan rugi menggunakan kurs tengah rata-rata yang berlaku pada bulan
yang bersangkutan. Saldo akhir periode merupakan penjumlahan saldo bulanan pendapatan,
beban, laba dan rugi selama tahun yang bersangkutan.
64
Page 68
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
ai. Penjabaran laporan keuangan Kantor Cabang dan Perwakilan di luar negeri (lanjutan)
Untuk tujuan penggabungan laporan keuangan konsolidasian, seluruh akun entitas anak, kantor
cabang dan perwakilan di luar negeri dijabarkan dalam Rupiah dengan kurs sebagai berikut
(lanjutan):
c. Modal saham dan tambahan modal disetor menggunakan kurs historis.
d. Laporan arus kas menggunakan kurs spot Reuters pada pukul 16.00 WIB pada tanggal laporan
posisi keuangan, kecuali pos-pos laba rugi yang menggunakan kurs tengah rata-rata dan pos-
pos ekuitas yang menggunakan kurs historis.
Selisih yang timbul dari proses penjabaran laporan keuangan tersebut disajikan di kelompok ekuitas
sebagai “selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing”.
aj. Instrumen derivatif
Instrumen keuangan derivatif dinilai dan diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian pada nilai
wajar. Setiap kontrak derivatif dicatat sebagai aset apabila memiliki nilai wajar positif dan sebagai
liabilitas apabila memiliki nilai wajar negatif.
Tagihan dan liabilitas derivatif diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi.
Keuntungan atau kerugian yang terjadi dari perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Nilai wajar instrumen derivatif ditentukan diskonto arus kas dan model penentu harga atau harga
yang diberikan oleh broker (quoted price) atas instrumen lainnya yang memiliki karakteristik serupa,
yang mengacu pada PSAK No. 68: ”Pengukuran Nilai Wajar” (Catatan 2c).
Derivatif melekat tidak lagi dipisahkan dari kontrak utama non-derivatif yang merupakan aset
keuangan/liabilitas keuangan, BRI dan entitas anak mengklasifikasikan aset/liabilitas keuangan
secara keseluruhan berdasarkan model bisnis dan jangka waktu kontraktualnya sebagaimana
diungkapkan dalam Catatan 2c.
ak. Perpajakan
Beban pajak tahun berjalan ditetapkan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer aset dan liabilitas antara
pelaporan komersial dan pajak pada setiap tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan saldo
rugi fiskal yang belum dikompensasikan, sepanjang perbedaan temporer dan rugi fiskal yang belum
dikompensasikan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba fiskal pada masa yang akan
datang.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal posisi keuangan dan nilai tercatat
aset pajak tangguhan tersebut diturunkan apabila tidak lagi terdapat kemungkinan besar bahwa laba
fiskal yang memadai akan tersedia untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak
tangguhan.
65
Page 69
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
ak. Perpajakan (lanjutan)
Aset dan kewajiban pajak tangguhan diukur berdasarkan tarif pajak yang akan berlaku pada tahun
saat aset direalisasikan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku
atau yang telah secara substantif telah diberlakukan pada tanggal laporan posisi keuangan.
Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan untuk dan/atau pembalikan seluruh perbedaan temporer
selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, diakui sebagai “Manfaat (Beban)
Pajak Penghasilan, Tangguhan” dan termasuk dalam laba atau rugi neto tahun berjalan, kecuali
untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat penetapan pajak diterima atau jika BRI
dan entitas anak mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan telah ditetapkan.
Untuk setiap entitas yang dikonsolidasi, pengaruh pajak atas perbedaan temporer dan akumulasi rugi
pajak, yang masing-masing dapat berupa aset atau liabilitas, disajikan dalam jumlah neto untuk
masing-masing entitas tersebut.
Aset dan liabilitas atas pajak tangguhan dan pajak kini dapat saling hapus apabila terdapat hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus.
al. Informasi segmen
Segmen adalah bagian yang dapat dibedakan dari BRI dan entitas anak yang terlibat baik dalam
menyediakan produk tertentu (segmen operasi), maupun dalam menyediakan produk dalam
lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda
dengan segmen lainnya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen mencakup item-item yang dapat diatribusikan
langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai
kepada segmen tersebut. Item-item segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Kelompok
Usaha, dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.
BRI dan entitas anak menyajikan segmen usaha berdasarkan laporan internal konsolidasian yang
disajikan kepada pengambil keputusan operasional yaitu Direksi.
BRI telah mengidentifikasi dan mengungkapkan informasi keuangan berdasarkan kegiatan bisnis
utama (segmen operasi) yang terbagi atas kelompok mikro, ritel, korporasi, lainnya dan entitas anak,
serta berdasarkan segmen geografis.
Segmen geografis meliputi penyediaan barang maupun jasa di dalam lingkungan ekonomi tertentu
yang memiliki risiko serta tingkat pengembalian yang berbeda dengan segmen operasi lainnya yang
berada dalam lingkungan ekonomi lain. Segmen geografis BRI adalah berdasarkan wilayah
Indonesia, Amerika Serikat, Hong Kong, Singapura, Timor-Leste dan Taipei.
am. Penggunaan pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian BRI dan entitas anak mengharuskan manajemen untuk
membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari
pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi pada akhir
periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan
penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
66
Page 70
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
am. Penggunaan pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi BRI
dan entitas anak yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan konsolidasian BRI dan entitas anak sebagai berikut:
Nilai wajar atas instrumen keuangan
Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
konsolidasian dapat dikategorikan pada level hierarki nilai wajar, berdasarkan tingkatan input
terendah yang signifikan atas pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:
• Level 1 : Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik yang dapat diakses pada tanggal pengukuran.
• Level 2 : Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi
untuk aset dan liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
• Level 3 : Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset dan liabilitas.
Kontinjensi
Manajemen BRI dan entitas anak sedang terlibat dalam proses hukum. Perkiraan biaya kemungkinan
bagi penyelesaian klaim telah dikembangkan melalui konsultasi dengan bantuan konsultan hukum
BRI dan entitas anak didasarkan pada analisis hasil yang potensial. Manajemen BRI dan entitas anak
tidak berkeyakinan bahwa hasil dari hal ini akan mempengaruhi hasil usaha. Besar kemungkinan,
bagaimanapun, bahwa hasil operasi di masa depan dapat secara material terpengaruh oleh
perubahan dalam estimasi atau efektivitas dari strategi yang terkait dengan hal tersebut.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan
yang memiliki risiko untuk dapat menyebabkan penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat
aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya seperti yang diungkapkan di bawah ini. BRI dan entitas
anak mendasarkan asumsi dan estimasi yang digunakan pada parameter yang tersedia pada saat
laporan keuangan konsolidasian disusun.
Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah akibat perubahan pasar
atau situasi yang timbul di luar kendali BRI dan entitas anak. Perubahan tersebut dicerminkan dalam
asumsi yang digunakan pada saat terjadinya.
Cadangan kerugian penurunan nilai dari kredit yang diberikan, pinjaman syariah serta piutang
pembiayaan
Manajemen BRI dan entitas anak menelaah portofolio kredit yang diberikan, pinjaman syariah serta
piutang pembiayaan setiap tahun, untuk menilai penurunan nilai dengan memperbarui cadangan
kerugian penurunan nilai yang dibentuk selama periode yang diperlukan berdasarkan analisis
berkelanjutan dan pemantauan terhadap rekening individual oleh petugas terkait.
Dalam menentukan apakah penurunan nilai harus dibentuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian, BRI dan entitas anak membuat penilaian, apakah terdapat data
yang dapat diobservasi yang menunjukkan bahwa terdapat penurunan yang dapat diukur dalam
laporan perkiraan arus kas masa depan dari portofolio pinjaman sebelum penurunan tersebut dapat
diidentifikasi secara individual dalam portofolio tersebut.
67
Page 71
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
am. Penggunaan pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Cadangan kerugian penurunan nilai dari kredit yang diberikan, pinjaman syariah serta piutang
pembiayaan (lanjutan)
Bukti seperti ini termasuk data yang dapat diobservasi yang menunjukkan bahwa terjadi perubahan
yang merugikan pada status pembayaran kelompok peminjam, atau kondisi ekonomi nasional atau
lokal yang berkorelasi dengan wanprestasi atas aset dalam kelompok. BRI dan entitas anak
menggunakan perkiraan dalam menentukan jumlah dan waktu dari arus kas masa depan ketika
menentukan tingkat cadangan kerugian yang diperlukan. Estimasi tersebut didasarkan pada asumsi
mengenai sejumlah faktor dan hasil aktual yang dapat berbeda, yang mengakibatkan perubahan
terhadap jumlah cadangan kerugian di masa yang akan datang.
Penurunan nilai untuk efek-efek
Manajemen BRI menentukan bahwa efek-efek memiliki kriteria penurunan nilai yang sama dengan
aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi.
Penurunan nilai aset non-keuangan
BRI dan entitas anak mengevaluasi penurunan nilai aset non-keuangan apabila terdapat kejadian
atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset non-keuangan tidak
dapat dipulihkan kembali. Faktor-faktor penting yang dapat menyebabkan penelaahan penurunan
nilai adalah sebagai berikut:
a) Performa yang tidak tercapai secara signifikan terhadap ekspektasi historis atau proyeksi hasil
operasi di masa yang akan datang;
b) Perubahan yang signifikan dalam cara penggunaan aset atau strategi bisnis secara
keseluruhan; dan
c) Industri atau tren ekonomi yang secara signifikan bernilai negatif.
Manajemen BRI dan entitas anak mengakui kerugian penurunan nilai apabila nilai tercatat aset
melebihi nilai yang dapat dipulihkan. Jumlah terpulihkan adalah nilai yang lebih tinggi antara nilai
wajar dikurang biaya pelepasan dengan nilai pakai aset (atau unit penghasil kas). Jumlah terpulihkan
diestimasi untuk aset individual atau, jika tidak memungkinkan, untuk unit penghasil kas yang mana
aset tersebut merupakan bagian daripada unit tersebut.
Pengakuan aset pajak tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh saldo rugi fiskal yang belum digunakan dalam hal terdapat
kemungkinan bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia untuk dikompensasi terhadap kerugian
yang dapat digunakan. Pertimbangan manajemen yang signifikan diperlukan untuk menentukan
jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, sesuai dengan saat dan jumlah penghasilan kena
pajak di masa mendatang seiring dengan strategi perencanaan pajak.
BRI dan entitas anak menelaah aset pajak tangguhan pada setiap tanggal laporan posisi keuangan
dan mengurangi jumlah tercatat dalam hal tidak adanya lagi kemungkinan bahwa penghasilan kena
pajak yang cukup akan tersedia untuk mengompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan.
68
Page 72
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
am. Penggunaan pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Nilai kini atas imbalan kerja
Biaya atas program pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya ditentukan dengan perhitungan
aktuaris. Perhitungan aktuaris melibatkan penggunaan asumsi mengenai tingkat diskonto, tingkat
pengembalian yang diharapkan dari aset, kenaikan gaji di masa depan, tingkat kematian dan tingkat
kecacatan. Dikarenakan program tersebut memiliki sifat jangka panjang, maka perkiraan tersebut
memiliki ketidakpastian yang signifikan.
Estimasi liabilitas klaim
Estimasi liabilitas klaim merupakan liabilitas yang disisihkan untuk memenuhi liabilitas klaim yang
terjadi dan yang masih dalam proses penyelesaian atas polis-polis asuransi yang masih berlaku
(policies in force). Pertimbangan manajemen BRI diperlukan untuk menentukan jumlah estimasi
liabilitas klaim yang dapat diakui.
Liabilitas manfaat polis masa depan
BRI mencatat liabilitas kontrak asuransi jangka panjang dengan metode nilai kini estimasi
pembayaran seluruh manfaat yang diperjanjikan termasuk seluruh opsi yang disediakan ditambah
dengan nilai kini estimasi seluruh biaya yang akan dikeluarkan dan juga mempertimbangkan
penerimaan premi di masa depan. Asumsi utama yang mendasari metode tersebut adalah
pengalaman klaim masa lalu dan tingkat diskonto.
an. Cadangan kerugian penurunan nilai aset non-produktif
Sesuai dengan Surat Bank Indonesia (BI) No. 13/658/DPNP/IDPnP tanggal 23 Desember 2011,
BRI dan Bank Raya tidak diwajibkan lagi untuk membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai
atas aset non-produktif, namun manajemen BRI tetap harus menghitung cadangan kerugian
penurunan nilai mengacu pada standar akuntansi yang berlaku.
Atas aset non-produktif, manajemen BRI dan Bank Raya menentukan cadangan kerugian
penurunan nilai pada nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi
biaya pelepasan.
ao. Pendapatan dan Beban Penjualan Emas
Pendapatan dari penjualan emas diakui pada saat kewajiban pelaksanaan dipenuhi entitas anak
pada waktu tertentu, yaitu pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan.
Pendapatan bisnis emas juga diakui ketika suatu produk telah diserahkan kepada pelanggan atau
memenuhi skema “penjualan ketika pengiriman ditunda”. Pengakuan pendapatan tersebut
menerapkan PSAK No. 72, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”. Pendapatan disajikan
neto setelah dikurangi pajak pertambahan nilai, retur, potongan harga dan diskon. Beban diakui pada
saat terjadinya berdasarkan metode akrual.
69
Page 73
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
ap. Saham Treasuri
Instrumen ekuitas BRI yang diperoleh kembali (saham treasuri) diakui pada harga perolehan kembali
dan dikurangi dari ekuitas. Tidak ada laba atau rugi yang diakui pada laba rugi atas perolehan,
penjualan kembali, penerbitan atau pembatalan dari instrumen ekuitas BRI. Selisih antara jumlah
tercatat dan penerimaan, bila diterbitkan kembali, diakui sebagai bagian dari tambahan modal disetor
pada ekuitas.
aq. Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan
BRI dan entitas anaknya telah menerapkan standar akuntansi yang berlaku efektif sejak tanggal
1 Januari 2023, yang dianggap relevan dengan laporan keuangan konsolidasian, yaitu:
a. Amandemen PSAK No. 1 “Penyajian Laporan Keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan
Akuntansi”. Amandemen ini diadopsi dari amandemen IAS No. 1 “Presentation of Financial
Statements: Disclosure of Accounting Policies”. Amandemen ini mengklarifikasi bahwa tidak
seluruh informasi kebijakan akuntansi terkait dengan transaksi, peristiwa atau kondisi lain yang
material adalah material terhadap laporan keuangan.
b. Amandemen PSAK No. 16 “Aset Tetap tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan”.
Amandemen ini diadopsi dari amandemen IAS No. 16 “Property, Plant and Equipment: Proceeds
before Intended Use”. Amandemen ini mengklarifikasi contoh biaya yang dapat diatribusikan
secara langsung sebagai biaya perolehan aset tetap.
c. Amandemen PSAK No. 25 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan
tentang Definisi Estimasi Akuntansi”. Amandemen ini diadopsi dari amandemen IAS No. 8
“Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors: Definition of Accounting
Estimates”. Amandemen ini menjelaskan definisi estimasi akuntansi dan mengklarifikasi
perubahan dalam estimasi akuntansi.
d. Amandemen PSAK No. 46 “Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan
Liabilitas yang timbul dari Transaksi Tunggal”. Amandemen ini diadopsi dari amandemen IAS
No. 12 “Income Taxes: Deferred Tax related to Assets and Liabilities arising from a Single
Transaction”. Amandemen ini menjelaskan deskripsi dan pengecualian pengakuan awal untuk
aset dan liabilitas pajak tangguhan.
Penerapan PSAK di atas tidak berdampak material terhadap pelaporan keuangan dan
pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.
ar. Tanggung jawab sosial dan lingkungan
Berdasarkan PER-05/MBU/04/2021, istilah PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) tidak
digunakan lagi dan diganti menjadi TJSL (Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan). Alokasi dana tidak
dialokasikan dari saldo laba berdasarkan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
akan tetapi diakui dan dibebankan ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian tahun berjalan.
70
Page 74
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. KAS
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Rupiah 21.908.896 25.980.803
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 51.049.469 797.354 41.494.434 645.965
Dolar Singapura 67.690.027 768.240 17.835.516 206.765
Riyal Arab Saudi 60.124.924 352.184 15.344.795 63.512
Euro Eropa 7.288.478 119.470 10.089.844 167.307
Ringgit Malaysia 26.202.048 86.381 31.255.724 110.447
Dolar Australia 2.609.637 26.133 13.146.160 138.796
Dirham Uni Emirat Arab 3.657.525 15.390 5.329.735 22.592
Pound Sterling Inggris 633.326 11.984 1.360.951 25.567
Yen Jepang 109.630.794 11.389 42.609.961 5.020
Dolar Hong Kong 3.475.446 6.861 4.555.056 9.094
Dolar Brunei Darussalam 604.795 6.825 810.707 9.355
Renminbi 2.674.026 5.660 1.795.579 4.020
Franc Swiss 283.510 4.817 238.930 4.020
Dolar Selandia Baru 431.023 4.015 575.438 5.669
Dolar Kanada 331.970 3.816 351.860 4.042
Peso Filipina 3.890.430 1.063 6.075.560 1.698
Dolar Taiwan Baru 1.387.042 667 575.978 292
Baht Thailand 926.620 393 3.277.430 1.477
Dong Vietnam 594.153.000 378 899.812.000 593
Won Korea Selatan 27.761.387 319 19.834.591 245
Rupee India 823.317 153 600.712 113
Kina Papua Nugini 20.542 87 19.540 86
2.223.579 1.426.675
Total 24.132.475 27.407.478
Saldo kas sudah termasuk uang pada mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) sebesar Rp4.729.997 dan
ASD871.898 (nilai penuh) pada tanggal 30 September 2023 serta Rp4.554.211 dan ASD809.680 (nilai
penuh) pada tanggal 31 Desember 2022.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 tidak terdapat saldo kas yang tidak
dapat digunakan dan yang dijaminkan oleh BRI dan entitas anak.
Kas yang dibatasi penggunaannya yang akan digunakan untuk membayar kewajiban yang akan jatuh
tempo dalam waktu 1 (satu) tahun disajikan sebagai bagian dari Aset Lain-lain (Catatan 17).
4. GIRO PADA BANK INDONESIA
Giro pada Bank Indonesia terdiri atas:
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Rupiah 82.774.899 141.071.603
Dolar Amerika Serikat 602.268.701 9.308.063 633.598.631 9.863.547
Total 92.082.962 150.935.150
71
Page 75
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. GIRO PADA BANK INDONESIA (lanjutan)
Saldo giro pada Bank Indonesia disediakan untuk memenuhi persyaratan Giro Wajib Minimum (GWM)
dari Bank Indonesia. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, GWM dihitung sesuai
dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 20/3/PBI/2018 tanggal 29 Maret 2018 yang telah diubah 4
(empat) kali dengan perubahan terakhir yaitu PBI No. 24/4/PBI/2022 tanggal 25 Februari 2022 yang
dijelaskan melalui Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) PADG No. 24/8/PADG/2022 tentang
Peraturan Pelaksanaan Pemenuhan Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi Bank
Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah tanggal 30 Juni 2022 sebagaimana
telah diubah dengan perubahan terakhir PADG No. 2 Tahun 2023 tanggal 24 Maret 2023.
Bank Indonesia melakukan penguatan kebijakan insentif untuk mendorong peranan perbankan dalam
pembiayaan kepada sektor prioritas sesuai Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 24/5/PBI/2022 tentang
Insentif bagi Bank yang Memberikan Penyediaan Dana untuk Kegiatan Ekonomi Tertentu dan Inklusif
tanggal 25 Februari 2022, sebagaimana diatur lebih lanjut melalui PADG No. 24/4/PADG/2022 tanggal
1 Maret 2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Insentif bagi Bank yang Memberikan Penyediaan Dana
untuk Kegiatan Ekonomi Tertentu dan Inklusif sebagaimana telah diubah dengan perubahan terakhir
PADG No. 1 Tahun 2023 tanggal 15 Februari 2023.
Rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) dihitung sesuai dengan PBI No. 20/4/PBI/2018
tentang Rasio Intermediasi Makroprudensial dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial bagi Bank
Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah yang telah diubah 4 (empat) kali
dengan perubahan terakhir yaitu PBI No. 24/16/PBI/2022 tanggal 31 Oktober 2022 yang dijelaskan
melalui PADG No. 21/22/PADG/2019 tanggal 28 November 2019 sebagaimana telah diubah 5 (lima) kali
dengan perubahan terakhir yaitu PADG No. 24/14/PADG/2022 tanggal 31 Oktober 2022.
Pemenuhan rasio-rasio tersebut di atas masing-masing ditentukan sebesar sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah
GWM Primer 6,60% 7,00%
(i) GWM secara harian 0,00% 0,00%
(ii) GWM secara rata-rata*) 6,60% 7,00%
Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) 6,00% 6,00%
Mata uang asing 4,00% 4,00%
(i) GWM secara harian 2,00% 2,00%
(ii) GWM secara rata-rata 2,00% 2,00%
*) Bagi Bank yang melakukan penyediaan dana untuk kegiatan ekonomi tertentu dan inklusif, sehingga Bank mendapatkan insentif pelonggaran atas
kewajiban pemenuhan GWM dalam rupiah pada September 2023 dan Desember 2022 sebesar 2,40% dan 2,00%.
72
Page 76
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. GIRO PADA BANK INDONESIA (lanjutan)
Berdasarkan PBI No. 20/4/PBI/2018 tanggal 29 Maret 2018, penyebutan Loan to Funding Ratio (LFR)
berubah menjadi Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM), dan kewajiban pemenuhan Giro RIM mulai
berlaku pada tanggal 16 Juli 2018. Giro RIM adalah simpanan minimum yang wajib dipelihara oleh Bank
dalam bentuk saldo Rekening Giro pada Bank Indonesia sebesar persentase tertentu dari DPK yang
dihitung berdasarkan selisih antara RIM yang dimiliki oleh Bank dan RIM Target. Giro RIM dikenakan jika
RIM Bank di bawah minimum RIM target Bank Indonesia (84%) atau di atas maksimum RIM target Bank
Indonesia (94%) dengan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Bank lebih kecil dari KPMM
Insentif Bank Indonesia yang sebesar 14%. Peraturan tersebut telah disempurnakan sebanyak 4 (empat)
kali menjadi PBI No.21/12/PBl/2019 tanggal 25 November 2019, PBI No.22/17/PBI/2020 tanggal
30 September 2020, PBI No.23/17/PBI/2021 tanggal 17 Desember 2021, dan PBI No.24/16/PBI/2022
tanggal 31 Oktober 2022. PBI tersebut dijelaskan melalui PADG No.21/22/PADG/2019 tanggal
28 November 2019, sebagaimana telah diubah sebanyak 5 (lima) kali menjadi PADG
No.22/11/PADG/2020 tanggal 29 April 2020, PADG No.22/30/PADG/2020 tanggal 5 Oktober 2020,
PADG No.23/7/PADG/2021 tanggal 26 April 2021, PADG No.23/31/PADG/2021 tanggal 31 Desember
2021, dan PADG No.24/14/PADG/2022 tanggal 31 Oktober 2022.
Rasio GWM BRI (entitas induk) pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah
GWM Primer*) 6,77% 12,11%
(i) GWM secara harian 0,00% 0,00%
(ii) GWM secara rata-rata*) 6,77% 12,11%
PLM (d/h GWM Sekunder) 12,28% 14,40%
Mata uang asing 4,82% 4,24%
(i) GWM secara harian 2,00% 2,00%
(ii) GWM secara rata-rata 2,82% 2,24%
*) Setelah dikurangi insentif sesuai PADG No. 1 Tahun 2023.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, BRI telah memenuhi ketentuan Bank
Indonesia tentang rasio-rasio tersebut di atas.
5. GIRO PADA BANK LAIN
a) Berdasarkan Mata Uang:
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga
Rupiah 375.888 328.752
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 922.698.004 14.260.298 1.057.828.412 16.467.742
Euro Eropa 86.562.606 1.418.897 27.256.867 451.966
Yen Jepang 12.827.872.285 1.332.648 3.474.319.128 409.310
Dolar Singapura 71.990.542 817.047 99.800.149 1.156.971
Renminbi 234.617.632 496.613 310.302.142 694.739
Pound Sterling Inggris 17.676.308 334.463 21.217.574 398.595
Dolar Australia 31.904.720 319.496 27.828.214 293.807
Dolar Hong Kong 115.871.066 228.742 100.637.976 200.929
Dolar Selandia Baru 7.051.965 65.693 19.893.130 195.970
Dolar Kanada 2.526.537 29.042 2.587.730 29.724
Ringgit Malaysia 6.800.232 22.418 798.540 2.822
Franc Swiss 1.081 18.370 5.783.698 97.322
Riyal Arab Saudi 3.689.595 15.203 6.228.883 25.781
73
Page 77
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. GIRO PADA BANK LAIN (lanjutan)
a) Berdasarkan Mata Uang (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga (lanjutan)
Mata uang asing (lanjutan)
Dolar Taiwan Baru 17.643.856 8.488 8.615.531 4.361
Dirham Uni Emirat Arab 1.996.229 8.400 2.909.039 12.331
Kroner Norwegia 3.742.734 5.450 4.024.099 6.327
Kroner Swedia 3.668.024 5.232 8.466.273 12.596
Baht Thailand 4.925.230 2.088 911.145 411
19.388.588 20.461.704
19.764.476 20.790.456
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah 494.697 670.798
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 10.671.187 164.923 1.038.224 16.163
Dolar Hong Kong 10.209.183 20.154 5.517.809 11.017
185.077 27.180
679.774 697.978
Total 20.444.250 21.488.434
Cadangan kerugian penurunan nilai (35.340) (18.577 )
Total - Bersih 20.408.910 21.469.857
b) Berdasarkan Bank:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
Standard Chartered Bank 136.982 41.470
PT Bank Central Asia Tbk 86.641 64.628
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk 33.850 38.497
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 20.103 16.861
PT Bank DKI 17.066 52.809
PT Bank Ganesha Tbk 9.332 3.678
PT Bank Permata Tbk - Unit Usaha
Syariah 8.284 16.263
Lainnya 63.630 94.546
375.888 328.752
74
Page 78
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. GIRO PADA BANK LAIN (lanjutan)
b) Berdasarkan Bank (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga (lanjutan)
Mata uang asing
J.P. Morgan Chase Bank, N.A. 6.898.016 13.015.929
Standard Chartered Bank 5.855.035 1.920.914
The Bank of New York Mellon 1.566.884 61.431
SMBC 850.668 143.694
Bank of America 752.891 930.161
HSBC, Ltd 655.668 322.555
MUFG Bank, Ltd 482.004 265.884
Lainnya 2.327.422 3.801.136
19.388.588 20.461.704
19.764.476 20.790.456
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 148.388 200.538
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 143.157 127.372
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 128.180 205.434
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 74.952 137.390
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia 17 15
PT Bank Hibank Indonesia
(dahulu PT Bank Mayora) 3 49
494.697 670.798
Mata uang asing
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 157.797 8.361
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 27.280 18.819
185.077 27.180
679.774 697.978
Total 20.444.250 21.488.434
Cadangan kerugian penurunan nilai (35.340) (18.577)
Bersih 20.408.910 21.469.857
c) Kolektibilitas:
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, semua giro pada bank lain
diklasifikasikan “Lancar”.
75
Page 79
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. GIRO PADA BANK LAIN (lanjutan)
d) Tingkat suku bunga rata-rata:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah 0,06% 0,08%
Mata uang asing 1,87% 2,63%
e) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Giro pada Bank Lain
Nilai tercatat awal 21.488.434 - - 21.488.434
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat (1.044.184) - - (1.044.184)
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli - - - -
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya - - - -
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain - - - -
Nilai tercatat akhir 20.444.250 - - 20.444.250
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Giro pada Bank Lain
Nilai tercatat awal 14.065.097 - - 14.065.097
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat 7.423.337 - - 7.423.337
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli - - - -
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya - - - -
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain - - - -
Nilai tercatat akhir 21.488.434 - - 21.488.434
76
Page 80
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. GIRO PADA BANK LAIN (lanjutan)
e) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Giro pada Bank Lain
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 18.577 - - 18.577
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian 16.761 - - 16.761
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli - - - -
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya - - - -
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 2 - - 2
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 35.340 - - 35.340
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Giro pada Bank Lain
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 29.078 - - 29.078
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan (10.722) - - (10.722 )
kerugian
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli - - - -
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya - - - -
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 221 - - 221
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 18.577 - - 18.577
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 tidak terdapat giro pada bank lain
yang dibatasi penggunaannya.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 giro pada bank lain dilakukan penilaian
secara kolektif.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
77
Page 81
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN
a) Berdasarkan Mata Uang dan Jenis:
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
Deposit Facility 3.813.970 5.873.912
Term Deposit - 14.995.561
3.813.970 20.869.473
Inter-bank call money
PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk 200.000 200.000
PT BPD Sumatera Utara 200.000 200.000
PT Bank Nationalnobu Tbk 170.000 -
PT Bank DBS Indonesia 100.000 -
PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo 100.000 -
PT BPD Sulawesi Tenggara 100.000 -
PT BPD Daerah Istimewa Yogyakarta 100.000 -
PT BPD Sumatera Selatan dan
Bangka Belitung 100.000 -
PT BPD Kalimantan Selatan 100.000 -
PT Bank Ina Perdana Tbk 13.000 -
PT Bank OCBC NISP Tbk - 250.000
PT Bank DKI - 400.000
Lembaga Keuangan Lainnya 21.350 -
1.204.350 1.050.000
Deposito Berjangka
PT Bank DKI 82.250 89.000
PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo 44.900 20.600
PT BPD Sulawesi Selatan Barat 42.400 -
PT Bank Permata Tbk 40.000 40.000
PT BPD Sumatera Utara 35.000 -
PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk 31.000 35.800
PT Bank Mega Tbk 16.900 22.500
PT Bukopin Syariah 15.000 13.000
PT Allo Bank Indonesia Tbk 13.000 -
PT Bank Jawa Barat dan Banten Syariah 11.000 10.000
PT Bank MNC Internasional Tbk - 75.000
PT Bank Mayapada Internasional Tbk - 59.500
PT Bank Danamon Indonesia Tbk - 195.000
PT BPD Jawa Tengah - 18.000
Lembaga Keuangan Lainnya 167.270 58.659
498.720 637.059
5.517.040 22.556.532
78
Page 82
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN (lanjutan)
a) Berdasarkan Mata Uang dan Jenis (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga (lanjutan)
Dolar Amerika Serikat
Bank Indonesia
Term Deposit 350.000.000 5.438.777 2.204.538.946 34.319.160
5.438.777 34.319.160
Inter-bank call money
Federal Reserve Bank 169.698.038 2.622.683 309.356.898 4.815.913
Wells Fargo Bank, N.A 48.000.000 741.840 70.896.213 1.103.677
The Bank of New York Mellon Corporation 46.200.000 714.021 87.500.000 1.362.156
CTBC Bank Co, Ltd. 10.000.000 154.550 -
Standard Chartered Bank 6.326.212 97.772 22.854.648 355.790
First Commercial Bank Co., Ltd 5.000.000 77.275 -
PT Bank BNP Paribas Indonesia 4.870.088 75.267 27.662.978 430.643
Hongkong and Sanghai Banking
Corporation Limited 673.102 10.403 -
JP Morgan Chase Bank, N.A - 1.830.000 28.489
Lembaga Keuangan Lainnya 977.840 15.113 366.045 5.699
4.508.924 8.102.367
Deposito berjangka
U.S. Bankcorp 422.084 6.523 803.060 12.502
Lembaga Keuangan Lainnya 131.721 2.036 294.638 4.587
8.559 17.089
Penempatan lainnya
Banker's Acceptance
PT Bank IBK Indonesia Tbk 30.000.000 463.650 -
PT Bank Mega Tbk 30.000.000 463.650 -
PT Bank KEB Hana 10.000.000 154.550 -
PT Bank Maybank Indonesia Tbk - 75.000 1.167.562
PT Bank Woori Saudara
Indonesia 1906 Tbk - 40.000 622.700
1.081.850 1.790.262
11.083.110 44.228.878
Euro Eropa
Inter-bank call money
ING Bank N.V - 34.000.000 563.778
- 563.778
Dolar Taiwan Baru
Inter-bank call money
Sinopac Bank 208.000.000 100.064 -
100.064 -
11.183.174 44.792.656
16.700.214 67.349.188
79
Page 83
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN (lanjutan)
a) Berdasarkan Mata Uang dan Jenis (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Inter-bank call money
PT Bank Mandiri Taspen Pos 100.000 -
PT Bank Syariah Indonesia Tbk - 200.000
100.000 200.000
Deposito berjangka
PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk 556.600 502.857
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 201.258 125.250
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 93.050 44.156
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 1.000
850.908 673.263
950.908 873.263
Dolar Amerika Serikat
Inter-bank call money
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 85.000.000 1.313.675 90.000.000 1.401.075
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 30.000.000 463.650 50.000.000 778.375
1.777.325 2.179.450
2.728.233 3.052.713
Total 19.428.447 70.401.901
Cadangan kerugian penurunan nilai (5.352) (1.981 )
Bersih 19.423.095 70.399.920
80
Page 84
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN (lanjutan)
b) Berdasarkan Jangka Waktu:
Klasifikasi jangka waktu penempatan berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo adalah
sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan 5.280.120 22.488.062
> 1 bulan - 3 bulan 235.920 51.500
> 3 bulan - 1 tahun 1.000 16.970
5.517.040 22.556.532
Mata uang asing
≤ 1 bulan 10.564.974 43.516.829
> 1 bulan - 3 bulan 618.200 497.452
> 3 bulan - 1 tahun - 778.375
11.183.174 44.792.656
16.700.214 67.349.188
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
≤ 1 bulan 823.358 867.707
> 1 bulan - 3 bulan 127.550 5.506
> 3 bulan - 1 tahun - 50
950.908 873.263
Mata uang asing
≤ 1 bulan 463.650 934.050
> 3 bulan - 1 tahun 1.313.675 1.245.400
1.777.325 2.179.450
2.728.233 3.052.713
Total 19.428.447 70.401.901
Cadangan kerugian penurunan nilai (5.352) (1.981)
Bersih 19.423.095 70.399.920
c) Kolektibilitas:
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, semua penempatan pada Bank
Indonesia dan lembaga keuangan lain diklasifikasikan “Lancar”.
81
Page 85
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN (lanjutan)
d) Tingkat suku bunga rata-rata:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah
Penempatan pada Bank Indonesia 5,00% 5,04%
Penempatan pada Lembaga Keuangan Lain 5,90% 5,38%
Mata Uang Asing
Penempatan pada Bank Indonesia 5,35% 4,32%
Penempatan pada Lembaga Keuangan Lain 0,00% 3,17%
e) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Penempatan pada BI dan Lembaga
Keuangan Lain
Nilai tercatat awal 70.401.901 - - 70.401.901
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat - - - -
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 19.428.447 - - 19.428.447
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya (70.401.901) - - (70.401.901)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain - - - -
Nilai tercatat akhir 19.428.447 - - 19.428.447
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Penempatan pada BI dan Lembaga
Keuangan Lain
Nilai tercatat awal 58.982.842 - - 58.982.842
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat - - - -
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 70.395.245 - - 70.395.245
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya (58.976.186) - - (58.976.186 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain - - - -
Nilai tercatat akhir 70.401.901 - - 70.401.901
82
Page 86
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN (lanjutan)
e) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Penempatan pada BI dan Lembaga
Keuangan Lain
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 1.981 - - 1.981
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian - - - -
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 5.417 - - 5.417
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya (1.981) - - (1.981)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (65) (65)
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 5.352 - - 5.352
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Penempatan pada BI dan Lembaga
Keuangan Lain
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 6.177 - - 6.177
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian - - - -
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 2.270 - - 2.270
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya (6.177) - - (6.177 )
Penghapusbukuan
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (289) - - (289 )
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 1.981 - - 1.981
Manajemen berpendapat bahwa jumlah kerugian penurunan nilai telah memadai pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
83
Page 87
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN (lanjutan)
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lainnya dilakukan penilaian secara kolektif.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 tidak terdapat jumlah dana yang
diblokir.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat penempatan pada Bank
Indonesia dan lembaga keuangan lain yang dibatasi penggunaannya.
7. EFEK-EFEK
a) Berdasarkan Tujuan, Mata Uang dan Jenis:
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak ketiga
Rupiah
Reksadana 641.049 2.091.040
Sertifikat Bank Indonesia 437.087 -
Obligasi 184.860 148.223
Obligasi Subordinasi 47.024 47.633
Lainnya 1.488.806 1.619.738
2.798.826 3.906.634
Dolar Amerika Serikat
U.S. Treasury Bonds 141.902.247 2.193.099 -
Sertifikat Bank Indonesia 16.658.671 257.460 -
Obligasi 978.324 15.120 -
Reksadana 565.799 8.744 569.718 8.869
2.474.423 8.869
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Obligasi Pemerintah Indonesia 11.699.051 10.389.097
Reksadana 2.501.240 4.985.002
Obligasi 162.895 170.826
Negotiable Certificate of Deposit 19.710 18.554
Obligasi Subordinasi 2.005 2.036
Lainnya 1.277.463 1.257.373
15.662.364 16.822.888
Dolar Amerika Serikat
Obligasi Pemerintah Indonesia 40.554.635 626.772 13.927.146 216.811
Obligasi 13.553.113 209.463 10.320.912 160.671
836.235 377.482
21.771.848 21.115.873
84
Page 88
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
a) Berdasarkan Tujuan, Mata Uang dan Jenis (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak ketiga
Rupiah
Reksadana 8.621.667 6.972.076
Sertifikat Bank Indonesia 4.527.823 -
Obligasi 2.952.822 3.377.496
Obligasi Subordinasi 1.008 93.617
Lainnya 84.877 86.002
16.188.197 10.529.191
Dolar Amerika Serikat
U.S. Treasury Bonds 139.289.818 2.152.724 112.707.139 1.754.568
Sertifikat Bank Indonesia 79.736.752 1.232.332 56.127.490 873.765
Reksadana 50.385.000 778.700 50.620.000 788.027
Obligasi 47.377.080 732.213 24.845.860 386.788
U.S. Treasury Bills 4.991.206 77.139 -
4.973.108 3.803.148
Dolar Singapura
Monetary Authority of Singapore
(MAS) Bills 131.200.625 1.489.044 145.317.508 1.684.648
Singapore Government
Securities 48.207.996 547.130 48.848.395 566.294
Obligasi 943.328 10.706 939.204 10.888
2.046.880 2.261.830
Dolar Taiwan Baru
Obligasi Pemerintah Taiwan 252.627.800 121.533 302.445.950 153.075
Negotiable Certificate of Deposit 100.000.000 48.108 435.000.000 220.164
169.641 373.239
85
Page 89
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
a) Berdasarkan Tujuan, Mata Uang dan Jenis (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain (lanjutan)
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Obligasi Pemerintah Indonesia 60.155.355 75.152.636
Obligasi 6.653.673 7.564.070
Reksadana 5.061.005 3.662.568
Medium-Term Note 267.370 285.543
Negotiable Certificate of Deposit 9.855 9.277
Obligasi Subordinasi - 25.454
Lainnya 102.399 106.778
72.249.657 86.806.326
Dolar Amerika Serikat
Obligasi Pemerintah Indonesia 2.522.961.672 38.992.373 2.704.497.254 42.102.261
Obligasi 260.880.884 4.031.914 263.039.300 4.094.864
Negotiable Certificate of Deposit - 20.300.000 316.020
43.024.287 46.513.145
Yen Jepang
Obligasi Pemerintah Indonesia 14.650.960 240.152 2.329.747.301 274.468
240.152 274.468
Euro Eropa
Obligasi Pemerintah Indonesia 2.376.297.348 246.862 14.547.325 241.220
246.862 241.220
139.138.784 150.802.567
86
Page 90
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
a) Berdasarkan Tujuan, Mata Uang dan Jenis (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak ketiga
Rupiah
Obligasi 25.138 25.161
25.138 25.161
Dolar Amerika Serikat
Obligasi Pemerintah Indonesia 3.000.000 46.365 7.943.535 123.661
Obligasi 2.996.452 46.310 2.994.680 46.620
Lainnya 1.341.699.370 20.735.966 1.466.142.152 22.824.168
20.828.641 22.994.449
Dolar Singapura
Obligasi 9.523.404 108.085 9.575.258 111.005
108.085 111.005
Pound Sterling Inggris
Lainnya 20.033.799 382.504 -
382.504 -
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Obligasi Pemerintah Indonesia 94.622.192 102.477.479
Obligasi 540.744 628.726
Medium-Term Note 11.000 11.000
Obligasi Subordinasi 7.000 7.000
95.180.936 103.124.205
Dolar Amerika Serikat
Obligasi Pemerintah Indonesia 1.869.170.077 28.888.024 1.981.372.686 30.845.019
Obligasi 19.732.881 304.972 27.249.237 424.202
Lainnya - 15.000.000 233.513
29.192.996 31.502.734
Euro Eropa
Obligasi Pemerintah Indonesia 35.926.527 588.892 39.128.846 648.824
588.892 648.824
146.307.192 158.406.378
Total 307.217.824 330.324.818
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (91.111) (82.835)
Bersih 307.126.713 330.241.983
87
Page 91
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
b) Berdasarkan Kolektibilitas:
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, semua efek-efek diklasifikasikan
“Lancar”.
c) Berdasarkan Sisa Umur Hingga Jatuh Tempo:
Klasifikasi jangka waktu efek-efek berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo adalah
sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan 18.987.021 14.435.825
> 1 tahun 25.140 25.161
19.012.161 14.460.986
Mata uang asing
≤ 1 bulan 13.085.504 14.760.973
> 1 bulan - 3 bulan 6.077.387 6.107.782
> 3 bulan - 1 tahun 11.665.993 8.526.161
> 1 tahun 154.398 157.624
30.983.282 29.552.540
49.995.443 44.013.526
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
≤ 1 bulan 87.912.021 103.629.214
> 1 bulan - 3 bulan - 153.953
> 3 bulan - 1 tahun 6.401.350 8.689.228
> 1 tahun 88.779.586 94.281.024
183.092.957 206.753.419
Mata uang asing
≤ 1 bulan 44.972.068 48.032.461
> 1 bulan - 3 bulan - 481.486
> 3 bulan - 1 tahun 5.362.430 1.678.235
> 1 tahun 23.839.926 29.365.691
74.129.424 79.557.873
257.222.381 286.311.292
Total 307.217.824 330.324.818
Dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai (91.111) (82.835)
Bersih 307.126.713 330.241.983
88
Page 92
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit:
d.1. Obligasi Pemerintah
Obligasi Pemerintah merupakan obligasi yang diterbitkan oleh suatu negara dalam rangka
pengelolaan portofolio surat utang negara tersebut, seperti Surat Utang Negara (SUN), Surat
Perbendaharaan Negara (SPN) dan Obligasi Pemerintah valuta asing yang diperoleh melalui pasar
perdana dan juga pasar sekunder, termasuk U.S. Treasury Bonds, U.S. Treasury Bills, Singapore
Government Securities dan Obligasi Pemerintah Taiwan. Rincian Obligasi Pemerintah adalah
sebagai berikut:
Nilai Wajar/Nilai Tercatat
30 September 2023 31 Desember 2022
Nilai wajar melalui laba rugi
Rupiah
Surat Perbendaharaan Negara 7.179.917 7.246.094
Obligasi Pemerintah Fixed Rate 3.837.004 2.456.006
Obligasi Pemerintah Sukuk 622.349 488.608
Obligasi Republik Indonesia 59.781 198.389
11.699.051 10.389.097
Mata uang asing
Obligasi Pemerintah Sukuk 170.447 105.755
U.S. Treasury Bonds 2.193.099 -
Obligasi Pemerintah Fixed Rate
Dolar Amerika Serikat 456.325 111.056
2.819.871 216.811
14.518.922 10.605.908
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Rupiah
Obligasi Pemerintah Fixed Rate 43.896.286 49.232.653
Obligasi Pemerintah Sukuk 14.877.002 22.700.073
Obligasi Republik Indonesia 1.382.067 3.022.520
Surat Perbendaharaan Negara - 197.390
60.155.355 75.152.636
89
Page 93
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.1. Obligasi Pemerintah (lanjutan)
Obligasi Pemerintah merupakan obligasi yang diterbitkan oleh suatu negara dalam rangka
pengelolaan portofolio surat utang negara tersebut, seperti Surat Utang Negara (SUN), Surat
Perbendaharaan Negara (SPN) dan Obligasi Pemerintah valuta asing yang diperoleh melalui pasar
perdana dan juga pasar sekunder, termasuk U.S. Treasury Bonds, U.S. Treasury Bills, Singapore
Government Securities dan Obligasi Pemerintah Taiwan. Rincian Obligasi Pemerintah adalah
sebagai berikut (lanjutan):
Nilai Wajar/Nilai Tercatat
30 September 2023 31 Desember 2022
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
(lanjutan)
Mata uang asing
Obligasi Pemerintah Fixed Rate
Dolar Amerika Serikat 21.286.690 22.920.721
Obligasi Pemerintah Sukuk 17.705.683 19.181.540
U.S. Treasury Bonds 2.152.724 1.754.568
Singapore Government Securities 547.130 566.294
Obligasi Pemerintah Yen Jepang 246.862 274.468
Obligasi Pemerintah Euro Eropa 240.152 241.220
U.S. Treasury Bills 77.139 -
Obligasi Pemerintah Taiwan 121.533 153.075
42.377.913 45.091.886
102.533.268 120.244.522
Biaya perolehan diamortisasi
Rupiah
Obligasi Pemerintah Fixed Rate 81.556.370 83.781.068
Obligasi Pemerintah Sukuk 13.045.738 18.676.160
Obligasi Republik Indonesia 20.084 20.251
94.622.192 102.477.479
Mata uang asing
Obligasi Pemerintah Fixed Rate
Dolar Amerika Serikat 16.462.770 17.863.289
Obligasi Pemerintah Sukuk 12.471.619 12.981.730
Obligasi Pemerintah Euro Eropa 588.892 648.824
U.S. Treasury Bonds - 123.661
29.523.281 31.617.504
124.145.473 134.094.983
Total 241.197.663 264.945.413
90
Page 94
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.1. Obligasi Pemerintah (lanjutan)
Informasi mengenai tingkat suku bunga dan tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Tingkat Tanggal
Suku Bunga Suku Bunga
per Tahun Tanggal per Tahun Tanggal
(%) Jatuh Tempo (%) Jatuh Tempo
Rupiah
Surat Perbendaharaan Negara Beragam Beragam Beragam Beragam
Obligasi Pemerintah Fixed Rate
FR0070 8,38 15 Mar 2024 8,38 15 Mar 2024
FR0077 8.13 15 Mei 2024 8.13 15 Mei 2024
FR0081 6.50 15 Juni 2025 6.50 15 Juni 2025
FR0082 7.00 15 Sep 2030 7.00 15 Sep 2030
FR0084 7.25 15 Feb 2026 7.25 15 Feb 2026
FR0085 7.75 15 Apr 2031 7.75 15 Apr 2031
FR0086 5.50 15 Apr 2026 5.50 15 Apr 2026
FR0087 6.50 15 Feb 2031 6.50 15 Feb 2031
FR0090 5.13 15 Apr 2027 5.13 15 Apr 2027
FR0091 6.38 15 Apr 2032 6.38 15 Apr 2032
Surat Perbendaharaan Negara Syariah Beragam Beragam Beragam Beragam
Obligasi Pemerintah Sukuk
PBS003 6,00 15 Jan 2027 6,00 15 Jan 2027
PBS004 6,10 15 Feb 2037 6,10 15 Feb 2037
PBS017 6,13 15 Okt 2025 6,13 15 Okt 2025
PBS026 6.63 15 Okt 2024 6.63 15 Okt 2024
PBS029 6,38 15 Mar 2034 6,38 15 Mar 2034
PBS030 5,88 15 Jul 2028 5,88 15 Jul 2028
PBS031 4,00 15 Jul 2024 4,00 15 Jul 2024
PBS032 4,88 15 Jul 2026 4,88 15 Jul 2026
PBS036 5.38 15 Ags 2025 5.38 15 Ags 2025
SR017 5.90 10 Sep 2025 5.90 10 Sep 2025
Obligasi Republik Indonesia
ORI018 5,70 15 Okt 2023 5,70 15 Okt 2023
ORI019 5,57 15 Feb 2024 5,57 15 Feb 2024
ORI020 4,95 15 Okt 2024 4,95 15 Okt 2024
ORI021 4,90 15 Feb 2025 4,90 15 Feb 2025
ORI022 5,95 15 Okt 2025 5,95 15 Okt 2025
ORI023 5.90 15 Juli 2026 - -
Mata uang asing
Obligasi Pemerintah Sukuk
INDOIS 24 4,35 10 Sep 2024 4,35 10 Sep 2024
INDOIS 24A 3,90 20 Agu 2024 3,90 20 Agu 2024
INDOIS 25 4,33 28 Mei 2025 4,33 28 Mei 2025
INDOIS 25A 2,30 23 Jun 2025 2,30 23 Jun 2025
INDOIS 26 4,55 29 Mar 2026 4,55 29 Mar 2026
INDOIS 27 4,15 29 Mar 2027 4,15 29 Mar 2027
INDOIS 28 4,40 1 Mar 2028 4,40 1 Mar 2028
INDOIS 29 4,45 20 Feb 2029 4,45 20 Feb 2029
INDOIS 30 2,80 23 Jun 2030 2,80 23 Jun 2030
91
Page 95
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.1. Obligasi Pemerintah (lanjutan)
Informasi mengenai tingkat suku bunga dan tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Tingkat Tanggal
Suku Bunga Suku Bunga
per Tahun Tanggal per Tahun Tanggal
(%) Jatuh Tempo (%) Jatuh Tempo
Mata uang asing (lanjutan)
Obligasi Pemerintah Fixed Rate
Dolar Amerika Serikat
RI1023 5,38 17 Okt 2023 5,38 17 Okt 2023
RI0124 5,88 15 Jan 2024 5,88 15 Jan 2024
RI0125 4,13 15 Jan 2025 4,13 15 Jan 2025
RI0727 3,85 18 Jul 2027 3,85 18 Jul 2027
RI0128 3,50 11 Jan 2028 3,50 11 Jan 2028
RI0128 4,55 11 Jan 2028 - -
RI0428 4,10 24 Apr 2028 4,10 24 Apr 2028
RI0331 1,85 12 Mar 2031 1,85 12 Mar 2031
RI0929 3.40 18 Sep 2029 3.40 18 Sep 2029
RI0443 4.63 15 Apr 2043 4.63 15 Apr 2043
Obligasi Pemerintah Euro Eropa
RIEUR0725 3,38 30 Jul 2025 3,38 30 Jul 2025
RIEUR0227 0,90 14 Feb 2027 0,90 14 Feb 2027
RIEUR0729 1,00 28 Jul 2029 1,00 28 Jul 2029
RIEUR0334 1,35 23 Mar 2034 1,35 23 Mar 2034
RIEUR0623 - - 2,63 14 Jun 2023
Obligasi Pemerintah Yen Jepang
RIJPY0524 0,33 27 Mei 2024 0,33 27 Mei 2024
RIJPY0624 0,26 7 Jun 2024 0,26 7 Jun 2024
RIJPY0526 0,57 27 Mei 2026 0,57 27 Mei 2026
Obligasi Pemerintah Taiwan
A08101 0,63 14 Jan 2024 0,63 14 Jan 2024
A10109 - - 0,25 26 Agu 2023
A11106 1,00 23 Jun 2027 1,00 23 Jun 2027
A95107 2,13 10 Nov 2026 2,13 10 Nov 2026
U.S. Treasury Bonds Beragam Beragam Beragam Beragam
U.S. Treasury Bills Beragam Beragam Beragam Beragam
Singapore Government Securities
SIGB 0625 2,38 1 Jun 2025 2,38 1 Jun 2025
SIGB 1125 0,50 1 Nov 2025 0,50 1 Nov 2025
SIGB 0626 2,13 1 Jun 2026 2,13 1 Jun 2026
SIGB 0528 2,36 1 Mei 2028 2,36 1 Mei 2028
Nilai pasar Obligasi Pemerintah yang diklasifikasikan sebagai “Nilai Wajar melalui Laba Rugi dan
Penghasilan Komprehensif Lain” berkisar dari 89,59% sampai dengan 128,65% dan 89,19% sampai
dengan 128,35% masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
92
Page 96
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.2. Obligasi
Nilai Wajar/Nilai Tercatat
30 September 2023 31 Desember 2022
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak ketiga
Rupiah
PT Astra Sedaya Finance 50.103 19.854
PT Merdeka Copper Gold Tbk 42.037 20.250
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 33.226 19.143
PT Federal International Finance 24.979 -
PT Medco Power Indonesia 13.674 15.000
PT Indosat Tbk 10.540 10.636
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk 10.301 -
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk - 59.424
PT Medco Energi Internasional Tbk - 3.916
184.860 148.223
Dolar Amerika Serikat
PT Arkana Advance Technology 15.120 -
15.120 -
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 90.079 -
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) 30.421 5.037
PT Waskita Beton Precast Tbk 15.900 -
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 11.471 150.434
PT Mandiri Tunas Finance 10.000 -
PT Timah (Persero) Tbk 5.024 5.046
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk - 10.309
162.895 170.826
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 177.114 160.671
PT Pertamina (Persero) 26.295 -
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) 6.054 -
209.463 160.671
572.338 479.720
93
Page 97
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.2. Obligasi (lanjutan)
Nilai Wajar/Nilai Tercatat
30 September 2023 31 Desember 2022
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Pihak ketiga
Rupiah
PT Astra Sedaya Finance 705.600 763.352
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk 540.737 514.923
PT Federal International Finance 435.831 331.205
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk 292.415 294.263
PT Maybank Indonesia Finance 191.838 183.595
PT Indosat Tbk 181.734 204.187
PT Indonesia Infrastructure Finance 131.870 156.840
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 121.629 90.552
PT Bank CIMB Niaga Tbk 110.470 161.482
Lainnya 240.698 677.097
2.952.822 3.377.496
Dolar Amerika Serikat
PT Indonesia Infrastructure Finance 172.598 66.500
PT Indofood Sukses Makmur Tbk 155.122 -
Toronto-Dominion Bank, N.A 115.275 115.259
CIMB Bank Berhad 54.629 54.634
Bank of America 8.465 8.529
Citigroup. Inc. 7.690 7.756
The Royal Bank of Canada 5.801 5.825
JP Morgan Chase Bank. N.A 5.618 7.303
Bank of Nova Scotia 5.497 5.485
Stanley Black & Decker. Inc. 5.347 5.401
Lainnya 196.171 110.096
732.213 386.788
Dolar Singapura
House and Development Board Singapore 10.706 10.888
10.706 10.888
94
Page 98
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.2. Obligasi (lanjutan)
Nilai Wajar/Nilai Tercatat
30 September 2023 31 Desember 2022
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain (lanjutan)
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) 1.405.584 1.280.122
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) 1.232.006 1.344.197
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 639.166 697.645
PT Pupuk Indonesia (Persero) 606.559 945.463
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 594.073 905.677
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 416.714 558.095
PT Kereta Api Indonesia (Persero) 364.636 352.945
PT Mandiri Tunas Finance 335.713 159.486
PT Waskita Karya (Persero) Tbk 194.727 194.446
PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) 185.629 226.456
Lainnya 678.866 899.538
6.653.673 7.564.070
Dolar Amerika Serikat
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) 1.449.180 1.043.810
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 634.280 397.304
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 621.414 490.180
PT Pertamina (Persero) 487.897 1.233.446
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk 414.681 417.438
PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) 195.767 196.433
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) 176.980 162.883
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) 38.155 139.262
PT Hutama Karya (Persero) 13.560 14.108
4.031.914 4.094.864
14.381.328 15.434.106
95
Page 99
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.2. Obligasi (lanjutan)
Nilai Wajar/Nilai Tercatat
30 September 2023 31 Desember 2022
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak ketiga
Rupiah
PT Indosat Tbk 15.138 15.161
PT Bank CIMB Niaga Tbk 10.000 10.000
25.138 25.161
Dolar Amerika Serikat
United Overseas Bank 46.310 46.620
46.310 46.620
Dolar Singapura
House and Development Board Singapore 108.085 111.005
108.085 111.005
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 285.598 294.662
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia 79.390 79.681
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) 75.000 75.000
PT Kereta Api Indonesia (Persero) 35.000 35.000
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) 30.000 30.000
PT Bank Mandiri Taspen 17.419 17.677
PT Industri Kereta Api (Persero) 10.000 10.000
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk 5.160 5.161
PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) 3.177 3.511
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 5.123
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk - 72.911
540.744 628.726
Dolar Amerika Serikat
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 176.705 177.877
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk 62.157 62.466
PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) 41.877 41.904
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) 24.233 24.501
PT Pertamina (Persero) - 117.454
304.972 424.202
1.025.249 1.235.714
Total 15.978.915 17.149.540
96
Page 100
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.2. Obligasi (lanjutan)
Informasi mengenai tingkat suku bunga, tanggal jatuh tempo dan peringkat adalah sebagai berikut:
Peringkat*)
Tingkat Bunga Per Tanggal
Tahun (%) Jatuh Tempo 30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
PT Adira Dinamika Multifinance Tbk
Berkelanjutan IV Tahap III Tahun 2018
Seri E 9,25 16 Agustus 2023 - idAAA
Berkelanjutan IV Tahap IV Tahun 2019
Seri C 9,50 23 Januari 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan IV Tahap V Tahun 2019
Seri C 9,15 16 April 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan IV Tahap VI Tahun 2019
Seri C 8,10 4 Oktober 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2020
Seri B 7,90 7 Juli 2023 - idAAA
Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2021
Seri B 5,50 23 Juli 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2022
Seri B 5,60 22 Maret 2025 idAAA idAAA
Seri C 6,25 22 Maret 2027 idAAA idAAA
PT Astra Sedaya Finance
Berkelanjutan IV Tahap III Tahun 2019
Seri C 7,95 23 Oktober 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2021
Seri B 6,35 15 April 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2021
Seri B 5,30 22 Oktober 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap IV Tahun 2022
Seri B 5,70 22 Maret 2025 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap V Tahun 2022
Seri B 6,35 26 Agustus 2025 idAAA idAAA
Berkelanjutan VI Tahap I Tahun 2023
Seri B 6,00 26 Julil 2026 idAAA -
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk
Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2021
Seri B 8,50 15 April 2026 idAA- idAA-
Berkelanjutan III Tahap V Tahun 2022
Seri A 7,20 8 Maret 2027 idAA- idAA-
Seri B 8,10 8 Maret 2029 idAA idAA-
Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2022
Seri A 8,00 9 Agustus 2027 idAA- idAA-
Berkelanjutan III Tahap IV Tahun 2021
Seri B 8,20 29 Oktober 2028 idAA- idAA-
Berkelanjutan IV Tahap III Tahun 2023
Seri B 7,50 27 September 2028 idAA- -
Seri C 8,00 27 September 2030 idAA- -
PT Merdeka Copper Gold Tbk
Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2020
Seri B 10,25 9 September 2023 idA+ idA+
Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022
Seri A 5,50 8 September 2023 idA+ idA+
Berkelanjutan IV Tahap I tahun 2022 10,30 13 Desember 2025 idA+ idA+
PT Merdeka Copper Gold Tbk
Berkelanjutan IV Tahap I tahun 2022 10,30 13 Desember 2025 idA+ idA+
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk
Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2022
Seri C 10,00 5 Agustus 2027 idA+ -
Berkelanjutan II Tahap III Tahun 2022
Seri B 8,75 24 Februari 2025 idA+ idA+
*) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
97
Page 101
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.2. Obligasi (lanjutan)
Informasi mengenai tingkat suku bunga, tanggal jatuh tempo dan peringkat adalah sebagai berikut
(lanjutan):
Peringkat*)
Tingkat Bunga Per Tanggal
Tahun (%) Jatuh Tempo 30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga (lanjutan)
Rupiah (lanjutan)
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (lanjutan)
Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2022
Seri A 6,00 21 Oktober 2023 idA+ idA+
Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2023
Seri B 10,25 11 Juli 2026 idA+ -
Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2023
Seri B 10,25 25 Agustus 2026 idA+ -
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap III
Tahun 2022 Seri B 0,00 24 Februari 2025 idA+(sy) idA+(sy)
PT Federal International Finance
Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2020
Seri B 7,25 7 Oktober 2023 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2021
Seri B 6,25 8 Juni 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2021
Seri B 5,30 27 Oktober 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap V Tahun 2023
Seri B 6,80 24 Februari 2026 idAAA -
PT Bank Maybank Indonesia Tbk
Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017
Seri C 8,65 11 Juli 2027 idAAA AAA***
Berkelanjutan II Tahap III Tahun 2018
Seri C 8,80 26 Oktober 2023 idAAA AAA***
Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2022
Seri B 6,25 8 Juli 2025 idAAA AAA***
PT Maybank Indonesia Finance
Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2021 6,30 23 Juni 2024 AAA(idn) AA+(idn)
Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2022 5,80 30 Maret 2025 AAA(idn) AA+(idn)
PT Indosat Tbk
Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III
Tahun 2015 Seri B 11,20 8 Desember 2025 idAAA(sy) idAAA(sy)
Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2015
Seri D 11,20 8 Desember 2025 idAAA idAAA
Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017
Seri E 9,25 31 Mei 2027 idAAA idAAA
Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2017
Seri E 8,65 9 November 2027 idAAA idAAA
Berkelanjutan II Tahap III Tahun 2018
Seri E 8,70 3 Mei 2028 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2019
Seri D 10,00 23 Juli 2029 idAAA idAAA
Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2022
Seri A 7,00 26 Oktober 2025 idAAA idAAA
Seri B 7,70 26 Oktober 2027 idAAA idAAA
Dolar Amerika Serikat
Toronto-Dominion Bank, N.A.
Tahun 2024 1,25 13 Desember 2024 A1**) A1**)
Tahun 2027 2,80 10 Maret 2027 A1**) A**)
CIMB Bank Berhad
Tahun 2027 2,13 20 Juli 2027 A3**) A3**)
*) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
**) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh Moody’s
***) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh Fitch Ratings
98
Page 102
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.2. Obligasi (lanjutan)
Informasi mengenai tingkat suku bunga, tanggal jatuh tempo dan peringkat adalah sebagai berikut
(lanjutan):
Peringkat*)
Tingkat Bunga Per Tanggal
Tahun (%) Jatuh Tempo 30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga (lanjutan)
Dolar Amerika Serikat (lanjutan)
Bank of America
Tahun 2026 1,32 19 Juni 2026 A1**) A2**)
Tahun 2026 3,50 19 April 2026 A1**) A2**)
Tahun 2031 2,50 13 Februari 2031 A1**) A2**)
Tahun 2031 1,92 24 Oktober 2031 A1**) A2**)
The Bank of Nova Scotia
Tahun 2024 0,70 15 April 2024 A2**) A2**)
Tahun 2025 1,30 11 Juni 2025 A2**) A2**)
Tahun 2025 4,50 16 Desember 2025 Baa1**) A2**)
Citigroup, Inc.
Tahun 2024 3,75 16 Juni 2024 A3**) A3**)
Tahun 2028 3,52 27 Oktober 2028 A3**) A3**)
Tahun 2031 2,67 29 Januari 2031 A3**) A3**)
JP Morgan Chase Bank, N.A
Tahun 2026 2,01 13 Maret 2026 A1**) A2**)
Tahun 2029 4,45 5 Desember 2029 A1**) A2**)
PT Indonesia Infrastructure Finance
Tahun 2026 1,50 27 Januari 2026 BBB***) BBB***)
The Royal Bank of Canada
Tahun 2024 2,55 16 Juli 2024 A1**) A2**)
Tahun 2025 1,15 10 Juni 2025 A1**) A2**)
Tahun 2026 4,65 27 Januari 2026 A3**) Baa1**)
United Overseas Bank
Tahun 2025 3,06 7 April 2025 Aa1**) AA-
PT Indofood Sukses Makmur Tbk
Tahun 2031 3,40 9 Juni 2031 BBB-**) -
Dolar Singapura
Housing and Development Board Singapore
Tahun 2025 2,63 17 September 2025 AAA***) AAA***)
Tahun 2028 2,32 24 Januari 2028 AAA***) AAA***)
Tahun 2028 1,54 12 Oktober 2028 AAA***) AAA***)
Tahun 2029 1,97 25 Januari 2029 AAA***) AAA***)
Tahun 2029 3,95 29 Januari 2029 AAA***) AAA***)
Tahun 2029 3,44 13 September 2028 AAA***) AAA***)
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2016
Seri B****) 8,50 30 September 2023 idAAA idAAA
Seri C 8,65 30 September 2026 idAAA idAAA
Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023
Seri B 6,10 4 Juli 2028 idAAA -
Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2017
Seri B 8,50 15 Juni 2024 idAAA idAAA
Seri C 8,65 15 Juni 2027 idAAA idAAA
Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2018 8,50 21 September 2023 idAAA idAAA
Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2020
Seri A 7,75 12 Mei 2025 idAAA idAAA
Seri B 8,30 12 Mei 2027 idAAA -
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2015
Seri D 10,50 8 Juli 2025 idAAA idAA+
Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2017
Seri C 8,70 13 Juli 2024 idAAA idAA+
Seri D 8,90 13 Juli 2027 idAAA idAA+
*) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
**) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh Moody’s
***) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh Fitch Ratings
****) Settlement dilakukan pada hari kerja Bank Indonesia berikutnya
99
Page 103
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.2. Obligasi (lanjutan)
Informasi mengenai tingkat suku bunga, tanggal jatuh tempo dan peringkat adalah sebagai berikut
(lanjutan):
Peringkat*)
Tingkat Bunga Per Tanggal
Tahun (%) Jatuh Tempo 30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak berelasi (Catatan 44) (lanjutan)
Rupiah (lanjutan)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
(lanjutan)
Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2019
Seri C 9,00 28 Juni 2024 idAAA idAA+
Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2020
Seri B 7,80 19 Agustus 2023 - idAA+
Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2022
Seri A 5,50 24 Mei 2025 idAAA idAA+
PT Bank Mandiri Taspen
Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2019
Seri B 8,20 26 November 2024 idAAA idAA
Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2021
Seri A 6,50 28 April 2024 idAAA idAA
Seri B 7,25 28 April 2026 idAAA idAA
PT Hutama Karya (Persero)
Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2016 8,55 21 Desember 2026 idAAA idAAA
Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2017 8,07 6 Juni 2027 idAAA idAAA
PT Industri Kereta Api (Persero)
Mudharabah I Tahun 2020 10,59 24 Februari 2025 idBBB+(sy) idBBB+(sy)
PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Berkelanjutan II Tahun 2017
Seri B 8,25 21 November 2024 idAA+ idAA+
Berkelanjutan II Tahun 2019
Seri A 7,75 13 Desember 2024 idAA+ idAA+
Seri B 8,20 13 Desember 2026 idAA+ idAA+
Berkelanjutan I Tahun 2022
Seri A 7,10 5 Agustus 2027 idAA+ idAA+
Seri B 8,00 5 Agustus 2029 idAA+ -
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2013
Seri B 8,25 5 Juli 2023 - idAAA
Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2013
Seri B 9,60 10 Desember 2023 idAAA idAAA
Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017
Seri C 8,50 11 Juli 2027 idAAA idAAA
Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2017
Seri D 8,70 3 November 2032 idAAA idAAA
Berkelanjutan II Tahap III Tahun 2018
Seri C 7,25 22 Februari 2028 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2018
Seri B 9,00 10 Oktober 2025 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2019
Seri B 9,10 19 Februari 2024 idAAA idAAA
Seri D 9,60 19 Februari 2029 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap IV Tahun 2019
Seri A 8,00 1 Agustus 2024 idAAA idAAA
Seri B 8,50 1 Agustus 2026 idAAA idAAA
Seri C 8,70 1 Agustus 2029 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap V Tahun 2019
Seri A 7,90 1 Oktober 2024 idAAA idAAA
Seri B 8,40 1 Oktober 2026 idAAA idAAA
Seri D 9,40 1 Oktober 2034 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap VI Tahun 2020
Seri A 7,20 18 Februari 2025 idAAA idAAA
Seri B 7,70 18 Februari 2027 idAAA idAAA
Seri C 8,00 18 Februari 2030 idAAA idAAA
Seri D 8,70 18 Februari 2035 idAAA idAAA
*) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
100
Page 104
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.2. Obligasi (lanjutan)
Informasi mengenai tingkat suku bunga, tanggal jatuh tempo dan peringkat adalah sebagai berikut
(lanjutan):
Peringkat*)
Tingkat Bunga Per Tanggal
Tahun (%) Jatuh Tempo 30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak berelasi (Catatan 44) (lanjutan)
Rupiah (lanjutan)
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
(lanjutan)
Berkelanjutan III Tahap VII Tahun 2020
Seri D 9,10 6 Mei 2030 idAAA -
Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2020
Seri A 6,70 8 September 2025 idAAA idAAA
Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II
Tahun 2013 Seri B 9,60 10 Desember 2023 idAAA idAAA
Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap I
Tahun 2017 Seri B 8,50 11 Juli 2027 idAAA idAAA
Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap II
Tahun 2017 Seri C 8,70 3 November 2032 idAAA idAAA
Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap III
Tahun 2018 Seri B 7,25 22 Februari 2028 idAAA idAAA
Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahap II
Tahun 2018 Seri B 9,00 10 Oktober 2025 idAAA idAAA
Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahap V
Tahun 2019 Seri A 7,90 1 Oktober 2024 idAAA idAAA
Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahap IV
Tahun 2019 Seri B 8,50 1 Agustus 2026 idAAA idAAA
Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Tahap VI
Tahun 2020 Seri C 8,75 18 Februari 2035 idAAA idAAA
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2017
Seri B 8,60 12 Juli 2024 AAA***) AAA***)
Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2020
Seri A 7,00 3 September 2023 AAA***) AAA(idn)
Seri B 7,70 3 September 2025 AAA***) AAA(idn)
Seri C 8,30 3 September 2027 AAA***) -
Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2021
Seri A 5,60 10 Maret 2024 AAA***) AAA(idn)
Seri B 6,20 10 Maret 2026 AAA***) AAA(idn)
Seri C 7,20 10 Maret 2028 AAA***) AAA(idn)
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Berkelanjutan IV Tahap VII Tahun 2019
Seri C 9,25 12 Februari 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2019
Seri B 8,10 28 Agustus 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2020
Seri B 7,50 18 Februari 2025 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap IV Tahun 2020
Seri B 8,10 14 Juli 2025 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap V tahun 2021
Seri B 5,75 10 Februari 2024 idAAA idAAA
Berkelanjutan VI Tahap II Tahun 2021 6,00 17 November 2026 idAAA idAAA
Berkelanjutan VI Tahap III Tahun 2022 6,95 21 September 2027 idAAA idAAA
Berkelanjutan VI Tahap IV Tahun 2023 6,85 22 Februari 2028 idAAA -
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II
Tahap I Tahun 2021 5,60 8 Juli 2024 idAAA idAAA
EBA SP SMF BTN05 Kelas A Seri A1 8,50 7 Mei 2032 idAAA idAAA
PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero)
Obligasi II Tahun 2022
Seri A 7,00 8 Juli 2025 idAA idAA
Seri B 7,80 8 Juli 2027 idAA idAA
Obligasi I Tahun 2020
Seri A 9,95 1 September 2023 idAA idAA
Seri B 10,55 1 September 2025 idAA idAA
SBK II PT Perusahaan Pengelola Aset 2022 7,25 13 Desember 2023 B+***) -
*) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
***) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh Fitch Ratings
101
Page 105
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.2. Obligasi (lanjutan)
Informasi mengenai tingkat suku bunga, tanggal jatuh tempo dan peringkat adalah sebagai berikut
(lanjutan):
Peringkat*)
Tingkat Bunga Per Tanggal
Tahun (%) Jatuh Tempo 30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak berelasi (Catatan 44) (lanjutan)
Rupiah (lanjutan)
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2019
Seri D 8,50 28 Agustus 2026 idAAA idAAA
Berkelanjutan II Tahap III Tahun 2019
Seri C 7,95 30 Oktober 2024 idAAA idAAA
Seri D 8,30 30 Oktober 2026 idAAA idAAA
Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2019
Seri B 8,10 28 Agustus 2024 idAAA idAAA
Sukuk Mudharabah I Tahap II Tahun 2019
Seri D 8,55 28 Agustus 2026 idAAA idAAA
Berkelanjutan II Tahap IV Tahun 2020
Seri B 7,60 21 Juli 2023 idAAA idAAA
Berkelanjutan II Tahap V Tahun 2020
Seri A 6,30 11 Desember 2023 idAAA idAAA
Seri B 6,70 11 Desember 2025 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2022 6,98 8 November 2025 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2022
Seri B 5,75 5 Agustus 2025 idAAA idAAA
Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2023
Seri B 6,70 17 Mei 2026 idAAA -
Seri C 6,80 17 Mei 2027 idAAA -
Mata uang asing
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Tahun 2024 3,75 11 April 2024 BBB-***) BBB-***)
Tahun 2025 4,75 13 Mei 2025 BBB-***) BBB-***)
Tahun 2026 2,00 19 April 2026 BBB-***) BBB-***)
PT Hutama Karya (Persero) Tbk
Tahun 2030 3,75 11 Mei 2030 BBB-***) BBB-***)
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)
Tahun 2023 5,71 15 November 2023 BBB-***) BBB-***)
Tahun 2025 4,75 15 Mei 2025 BBB-***) BBB-***)
Tahun 2028 3,02 15 November 2028 BBB-***) BBB-***)
Tahun 2030 5,45 15 Mei 2030 BBB-***) BBB-***)
PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)
Tahun 2025 4,25 5 Mei 2025 BBB-***) BBB-***)
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)
Tahun 2024 4,88 1 Oktober 2024 BBB-***) BBB-***)
PT Pertamina (Persero)
Tahun 2029 3,65 30 Juli 2029 BBB***) BBB***)
Tahun 2030 3,10 21 Januari 2030 BBB***) BBB***)
Tahun 2031 2,30 9 Februari 2031 BBB***) BBB***)
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
Tahun 2024 5,13 16 Mei 2024 BBB-***) BBB-***)
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
Tahun 2027 4,13 15 Mei 2027 BBB***) BBB***)
Tahun 2028 5,45 21 Mei 2028 BBB***) BBB***)
Tahun 2029 5,38 25 Januari 2029 BBB***) BBB***)
Tahun 2030 3,38 5 Februari 2030 BBB***) BBB***)
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Tahun 2026 2,05 11 Mei 2026 BBB***) BBB***)
*) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
***) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh Fitch Ratings
102
Page 106
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.3. Reksadana
30 September 2023 31 Desember 2022
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak ketiga
Rupiah
PT Schroder Investment Management Indonesia 625.571 604.108
PT BNP Paribas Investment Partners 8.980 11.686
PT Trimegah Asset Management 6.498 701.222
PT Sucorinvest Asset Management - 12.880
PT Syailendra Capital - 750.803
PT Avrist Asset Management - 10.341
641.049 2.091.040
Dolar Amerika Serikat
PT Schroder Investment Management Indonesia 8.744 8.869
8.744 8.869
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT BRI Manajemen Investasi
(dahulu PT Danareksa Investment Management) 1.260.419 3.527.388
PT PNM Investment Management 1.188.688 570.178
PT Bahana TCW Investment Management 50.133 635.716
PT BNI Asset Management 2.000 -
PT Mandiri Manajemen Investasi - 251.720
2.501.240 4.985.002
3.151.033 7.084.911
Nilai Wajar melalui Penghasilan
Komprehensif Lain
Pihak ketiga
Rupiah
PT Trimegah Asset Management 2.796.242 2.254.051
PT Syailendra Capital 2.622.822 2.116.666
PT Manulife Aset Manajemen Indonesia 2.283.638 1.515.150
PT Berdikari Manajemen Investasi 575.790 577.330
PT Sinarmas Asset Management 209.790 169.610
PT Sucorinvest Asset Management 83.133 318.540
PT Bank Central Asia 30.022 -
PT Mega Capital Investama 20.230 20.729
8.621.667 6.972.076
Dolar Amerika Serikat
PT Manulife Aset Manajemen Indonesia 788.700 788.027
788.700 788.027
103
Page 107
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.3. Reksadana (lanjutan)
30 September 2023 31 Desember 2022
Nilai Wajar melalui Penghasilan
Komprehensif Lain (lanjutan)
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT BRI Manajemen Investasi
(dahulu PT Danareksa Investment Management) 2.484.764 1.875.482
PT Bahana TCW Investment Management 1.649.021 878.835
PT BNI Asset Management 766.270 756.788
PT PNM Investment Management 149.509 149.382
PT Mandiri Manajemen Investasi 11.441 2.081
5.061.005 3.662.568
14.461.372 11.422.671
Total 17.612.405 18.507.582
d.4. Negotiable Certificate of Deposit (NCD)
Nilai wajar/Nilai tercatat
Tingkat
Bunga per Tanggal 30 September 31 Desember
Nilai/Nominal Tahun (%) Jatuh Tempo 2023 2022
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
Tahun 2022 Seri C 20.000 6,20 8 Des 2023 19.710 -
Tahun 2022 Seri A 20.000 5,90 6 Jun 2023 - 18.554
19.710 18.554
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak ketiga
Mata Uang Asing
Central Bank Of China
112091302811N 50 1,09 11 Okt 2023 24.054 -
112091802811N 50 1,09 16 Okt 2023 24.054 -
111121602811N 130 0,97 13 Jan 2023 - 65.796
111122102811N 100 0,97 18 Jan 2023 - 50.613
111122801411N 95 0,71 11 Jan 2023 - 48.082
111123002811N 100 0,97 30 Jan 2023 - 50.613
111123000711N 10 0,58 6 Jan 2023 - 5.060
48.108 220.164
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk.
Tahun 2022 Seri C 10.000 6,20 8 Des 2023 9.855 9.277
9.855 9.277
104
Page 108
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan)
d.4. Negotiable Certificate of Deposit (NCD) (lanjutan)
Nilai wajar/Nilai tercatat
Tingkat
Bunga per Tanggal 30 September 31 Desember
Nilai/Nominal Tahun (%) Jatuh Tempo 2023 2022
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain (lanjutan)
Pihak berelasi (Catatan 44)
(lanjutan)
Mata uang asing
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk.
Tahun 2022 Seri A 20 5,90 6 Juni 2023 - 316.020
- 316.020
Total 77.673 564.015
d.5. Obligasi Subordinasi
Nilai Wajar/Nilai Tercatat
30 September 2023 31 Desember 2022
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk
Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2018 Seri B 31.232 15.632
PT Bank KEB Hana Indonesia
Seri I Tahun 2016 15.792 32.001
47.024 47.633
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT Bank Syariah Indonesia Tbk
Sukuk Mudharabah Subordinasi I Tahun 2016 2.005 2.036
49.029 49.669
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank KEB Hana Indonesia
Seri I Tahun 2016 1.008 9.290
PT Bank Pan Indonesia Tbk
Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2017 - 40.304
PT Bank UOB Indonesia
Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2017 - 20.740
PT Bank Maybank Indonesia Tbk
Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2016 - 18.283
PT Bank Central Asia Tbk
Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2018 Seri A - 5.000
1.008 93.617
105
Page 109
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.5. Obligasi Subordinasi (lanjutan)
Nilai Wajar/Nilai Tercatat
30 September 2023 31 Desember 2022
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
(lanjutan)
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT Bank Syariah Indonesia Tbk
Sukuk Mudharabah Subordinasi I Tahun 2016 - 25.454
50.037 119.071
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT Bank Syariah Indonesia Tbk
Sukuk Mudharabah Subordinasi I Tahun 2016 7.000 7.000
7.000 7.000
Total 57.037 175.740
Informasi mengenai tingkat suku bunga, tanggal jatuh tempo dan peringkat adalah sebagai berikut:
Peringkat*)
Tingkat Bunga Tanggal
per Tahun (%) Jatuh Tempo 30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank KEB Hana Indonesia
Seri I Tahun 2016 9,95 21 Des 2023 AA(idn)***) AA(idn)***)
PT Bank Central Asia Tbk
Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2018
Seri A 7,75 5 Jul 2025 idAA idAA
Seri B 8,00 5 Jul 2030 idAA idAA
PT Bank Maybank Indonesia Tbk
Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2016 9,63 10 Jun 2023 - AA(idn)***)
PT Bank Pan Indonesia Tbk
Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2017 10,25 17 Mar 2024 - idA+
PT Bank UOB Indonesia
Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2017 9,25 17 Okt 2024 - AA(idn)***)
Pihak berelasi
Rupiah
PT Bank Syariah Indonesia Tbk
Sukuk Mudharabah Subordinasi I
Tahun 2016 9,25 16 Nov 2023 idAA idA+
*) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
***) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh Fitch Ratings
106
Page 110
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
d) Berdasarkan Jenis dan Penerbit (lanjutan):
d.6. Medium-Term Note (MTN)
Nilai wajar/Nilai tercatat
Tingkat Bunga Tanggal 30 September 31 Desember
Nilai/Nominal per Tahun (%) Jatuh Tempo 2023 2022
Nilai wajar melalui
penghasilan
komprehensif lain
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT Bahana Pembinaan Usaha
Indonesia (Persero)
MTN I Tahun 2022*) 200.000 9,00 2 Nov 2027 204.850 223.023
Perum Perumnas
Tahap III Tahun 2018 Seri A*) 60.000 11,25 10 Des 2023 62.520 62.520
267.370 285.543
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
PT Perkebunan
Nusantara II (Persero)
VIII Seri A*) 10.000 11,00 26 Jun 2024 10.000 10.000
VIII Seri B*) 1.000 11,00 31 Okt 2024 1.000 1.000
11.000 11.000
Total 278.370 296.543
*) Bunga diterima setiap 3 (tiga) bulan sekali
e) Tingkat suku bunga rata-rata:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah 6,86% 6,82%
Dolar Amerika Serikat 3,92 3,54%
Dolar Singapura 2,69 2,87
Dolar Taiwan Baru 2,28 1,03
Euro Eropa 2,27 1,67%
Yen Jepang 0,61 0,61%
f) BRI mengakui kerugian yang belum direalisasi-neto dari perubahan nilai wajar efek-efek yang
diklasifikasikan dalam “nilai wajar melalui laba rugi” sebesar Rp221.982 dan Rp18.922
masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September
2023 dan 2022, yang dilaporkan dalam akun “keuntungan yang belum direalisasi dari perubahan nilai
wajar efek-efek” di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
g) BRI mengakui keuntungan neto atas penjualan efek-efek sebesar Rp1.465.569 dan Rp1.249.944
masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September
2023 dan 2022, yang dilaporkan dalam akun “keuntungan dari penjualan efek-efek – neto” di laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
107
Page 111
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
h) Efek-efek sejumlah nominal Rp16.446.470 dan Rp10.867.140 masing-masing pada tanggal-tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022, telah dijual dengan janji dibeli kembali (Catatan 23).
i) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Efek-efek yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Nilai tercatat awal 150.802.567 - - 150.802.567
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat 3.196.131 - - 3.196.131
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 7.635.969 - - 7.635.969
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya (21.965.360) - - (21.965.360)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (530.523) - - (530.523)
Nilai tercatat akhir 139.138.784 - - 139.138.784
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Efek-efek yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 158.406.378 - - 158.406.378
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat (5.042.060) - - (5.042.060)
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 4.096.926 - - 4.096.926
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya (11.422.585) - - (11.422.585)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 268.533 - - 268.533
Nilai tercatat akhir 146.307.192 - - 146.307.192
108
Page 112
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
i) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Efek-efek yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Nilai tercatat awal 201.526.369 - - 201.526.369
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat (14.482.901) - - (14.482.901)
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 20.265.482 - - 20.265.482
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya (59.349.780) - - (59.349.780)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 2.843.397 - - 2.843.397
Nilai tercatat akhir 150.802.567 - - 150.802.567
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Efek-efek yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 151.521.026 - - 151.521.026
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat 1.467.824 - - 1.467.824
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 10.879.708 - - 10.879.708
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya (7.860.448) - - (7.860.448 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 2.398.268 - - 2.398.268
Nilai tercatat akhir 158.406.378 - - 158.406.378
109
Page 113
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
i) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Efek-efek yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 141.559 - - 141.559
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian 10.771 - - 10.771
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 12.270 - - 12.270
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya (12.902) - - (12.902)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 938 - - 938
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir*) 152.636 - - 152.636
*) Cadangan kerugian penurunan nilai atas efek-efek yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dicatat pada penghasilan komprehensif lain
sehingga nilai tercatatnya disajikan sebesar nilai wajarnya.
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Efek-efek yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 82.835 - - 82.835
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian 6.989 - - 6.989
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 1.073 - - 1.073
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya (1.242) - - (1.242)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 1.456 - - 1.456
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 91.111 - - 91.111
110
Page 114
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK (lanjutan)
i) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Efek-efek yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 554.756 - - 554.756
Pengalihan ke - - - -
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian (282.698) - - (282.698 )
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 23.722 - - 23.722
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya (154.223) - - (154.223 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 2 - - 2
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir*) 141.559 - - 141.559
*) Cadangan kerugian penurunan nilai atas efek-efek yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dicatat pada penghasilan komprehensif lain
sehingga nilai tercatatnya disajikan sebesar nilai wajarnya.
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Efek-efek yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 311.120 - - 311.120
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian (161.213) - - (161.213)
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 21.444 - - 21.444
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya (90.586) - - (90.586)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 2.070 - - 2.070
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 82.835 - - 82.835
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 telah memadai.
111
Page 115
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. WESEL EKSPOR DAN TAGIHAN LAINNYA
a) Berdasarkan Jenis dan Mata Uang:
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga
Rupiah
Wesel Tagih 7.941.566 5.576.245
Surat Kredit Berdokumen
Dalam Negeri (SKBDN) 6.844.575 4.286.069
Wesel Ekspor 1.869.953 3.355.392
Tagihan Lainnya 460.174 506.167
17.116.268 13.723.873
Mata uang asing
Surat Kredit Berdokumen
Dalam Negeri (SKBDN)
Dolar Amerika Serikat 5.487.881 89.955 -
Wesel Ekspor
Dolar Singapura 556.117.491 6.311.580 388.205.257 4.500.417
Dolar Amerika Serikat 70.631.238 1.091.606 111.655.365 1.738.195
Renminbi 225.649.948 477.631 36.117.545 80.864
Euro Eropa - 194.897 3.232
7.970.772 6.322.708
Wesel Tagih
Dolar Amerika Serikat 720.667.339 11.137.914 453.416.050 7.058.556
Dolar Singapura 162.671.896 1.846.223 201.616.192 2.337.312
Euro Eropa 2.525.757 41.401 11.562.854 191.732
Renminbi 114.805 243 2.759.864 6.179
13.025.781 9.593.779
Tagihan Lainnya
Dolar Amerika Serikat 82.187.904 1.270.214 29.212.471 454.765
Renminbi 21.431.610 45.364 24.531.085 54.923
Dolar Singapura 1.452.906 16.490 -
Yen Jepang 70.888.324 7.364 52.414.886 6.175
Euro Eropa 58.900 965 -
1.340.397 515.863
22.336.950 16.432.350
39.453.218 30.156.223
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Wesel Tagih 2.038.968 4.552.101
Surat Kredit Berdokumen
Dalam Negeri (SKBDN) 56.798 951.749
Tagihan Lainnya 13.940 158.541
Wesel Ekspor - 89.703
2.109.706 5.752.094
Mata uang asing
Wesel Tagih
Dolar Amerika Serikat 1.061.561.755 16.406.437 150.101.816 2.336.710
Wesel Ekspor
Dolar Amerika Serikat 11.029.163 170.456 113.946 1.774
16.576.893 2.338.484
112
Page 116
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. WESEL EKSPOR DAN TAGIHAN LAINNYA (lanjutan)
a) Berdasarkan Jenis dan Mata Uang (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak berelasi (Catatan 44) (lanjutan)
Mata uang asing (lanjutan)
Tagihan Lainnya
Dolar Amerika Serikat 2.390.847 36.950 51.501.356 801.747
Euro Eropa 1.635.774 26.813 637.745 10.575
Pound Sterling Inggris 14.850 281 44.900 844
Yen Jepang - 62.880.000 7.408
64.044 820.574
16.640.937 3.159.058
18.750.643 8.911.152
Total 58.203.861 39.067.375
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.815.941) (1.638.929 )
Bersih 55.387.920 37.428.446
b) Berdasarkan Kolektibilitas:
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 semua wesel ekspor dan tagihan
lainnya diklasifikasikan “Lancar”, kecuali senilai RpNihil dan Rp599.732 dengan kolektibilitas “Dalam
Perhatian Khusus” masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
c) Berdasarkan Jangka Waktu:
Klasifikasi jangka waktu wesel ekspor dan tagihan lainnya berdasarkan sisa umur sampai dengan
saat jatuh tempo adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
≤ 1 bulan 10.479.839 9.363.195
> 1 bulan - 3 bulan 17.119.807 11.037.276
> 3 bulan - 1 tahun 11.853.572 9.755.752
39.453.218 30.156.223
Pihak berelasi (Catatan 44)
≤ 1 bulan 15.296.015 2.480.729
> 1 bulan - 3 bulan 2.037.504 3.792.441
> 3 bulan - 1 tahun 1.417.124 2.637.982
18.750.643 8.911.152
Total 58.203.861 39.067.375
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.815.941) (1.638.929)
Bersih 55.387.920 37.428.446
113
Page 117
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. WESEL EKSPOR DAN TAGIHAN LAINNYA (lanjutan)
d) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya
Nilai tercatat awal 38.376.387 690.988 - 39.067.375
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat - - - -
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 56.736.972 1.466.889 - 58.203.861
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya (38.376.387) (690.988) - (39.067.375)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain - - - -
Nilai tercatat akhir 56.736.972 1.466.889 - 58.203.861
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya
Nilai tercatat awal 29.338.221 325.350 654 29.664.225
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat - - - -
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 38.193.005 692.648 - 38.885.653
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya (29.338.221) (325.350) (654 ) (29.664.225 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 183.382 (1.660) - 181.722
Nilai tercatat akhir 38.376.387 690.988 - 39.067.375
114
Page 118
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. WESEL EKSPOR DAN TAGIHAN LAINNYA (lanjutan)
d) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya
Cadangan atas kerugian kredit
kredit ekspektasian akhir 1.108.792 530.137 - 1.638.929
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian - - - -
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 1.602.754 1.213.194 - 2.815.948
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya (1.108.792) (530.137) - (1.638.929)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (7) - - (7)
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 1.602.747 1.213.194 - 2.815.941
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya
Cadangan atas kerugian kredit
kredit ekspektasian akhir 979.763 161.932 654 1.142.349
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian - - - -
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 1.109.971 530.137 - 1.640.108
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya (979.763) (161.932) (654 ) (1.142.349 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (1.179) - - (1.179 )
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 1.108.792 530.137 - 1.638.929
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai wesel ekspor dan
tagihan lainnya pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 telah memadai.
115
Page 119
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI
a) Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022 terdiri dari:
30 September 2023
Tingkat Suku Tanggal
Bunga (%) Tanggal Beli Jual Kembali Nilai Beli Nilai Tercatat
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
Obligasi Pemerintah
VR0062 5,75% 26 Sep 2023 03 Okt 2023 4.753.911 4.757.708
VR0060 6,15% 13 Sep 2023 13 Des 2023 1.904.900 1.910.757
VR0039 6,15% 20 Sep 2023 20 Des 2023 1.905.632 1.909.213
VR0042 6,03% 15 Sep 2023 13 Okt 2023 963.252 965.833
VR0092 6,02% 08 Sep 2023 06 Okt 2023 961.804 965.503
VR0058 6,02% 06 Sep 2023 04 Okt 2023 951.145 955.122
VR0064 5,85% 18 Sep 2023 02 Okt 2023 949.235 951.240
VR0064 6,39% 05 Mei 2023 03 Nov 2023 479.370 492.048
VR0066 5,85% 29 Sep 2023 13 Okt 2023 476.794 476.949
VR0044 6,02% 29 Sep 2023 27 Okt 2023 475.091 475.250
VR0042 5,75% 29 Sep 2023 06 Okt 2023 475.091 475.243
VR0084 6,16% 26 Jul 2023 25 Okt 2023 467.606 472.967
VR0068 6,16% 21 Jul 2023 20 Okt 2023 466.468 472.215
VR0093 6,16% 09 Agu 2023 08 Nov 2023 465.601 469.823
FR0096 6,23% 03 Agu 2023 02 Nov 2023 303.153 306.248
FR0096 6,23% 27 Jul 2023 26 Okt 2023 302.543 305.998
VR0082 6,40% 04 Agu 2023 03 Mei 2024 144.282 145.770
VR0053 6,70% 23 Des 2022 22 Des 2023 93.326 98.224
VR0094 6,67% 13 Jan 2023 12 Jan 2024 92.694 97.177
VR0072 6,62% 13 Jan 2023 13 Okt 2023 92.676 97.124
VR0067 6,16% 14 Jul 2023 13 Okt 2023 95.663 96.956
VR0061 6,50% 28 Apr 2023 26 Jan 2024 93.600 96.236
VR0073 6,34% 16 Jun 2023 15 Des 2023 93.832 95.600
VR0049 6,45% 09 Jun 2023 08 Mar 2024 93.476 95.385
VR0037 6,41% 16 Jun 2023 14 Jun 2024 93.069 94.843
VR0093 6,16% 12 Jul 2023 11 Okt 2023 92.595 93.879
FR0074 6,65% 18 Nov 2022 17 Nov 2023 48.194 51.016
VR0076 6,16% 21 Okt 2022 20 Okt 2023 46.382 49.120
VR0044 6,15% 02 Agu 2023 01 Nov 2023 47.754 48.243
PT Bank Permata Tbk
Obligasi Pemerintah
FR0070 6,00% 27 Sep 2023 04 Okt 2023 1.489.512 1.490.505
FR0077 6,00% 29 Sep 2023 06 Okt 2023 496.069 496.234
PT Bank Pan Indonesia Tbk
Obligasi Pemerintah
FR0086 5,65% 29 Sep 2023 02 Okt 2023 1.147.370 1.147.730
PT BPD Jawa Timur
Obligasi Pemerintah
FR0090 5,63% 29 Sep 2023 02 Okt 2023 934.070 934.362
FR0086 5,90% 27 Sep 2023 03 Okt 2023 573.698 574.075
FR0086 5,95% 25 Sep 2023 02 Okt 2023 382.769 383.148
PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk
Obligasi Pemerintah
FR0087 5,98% 27 Sep 2023 04 Okt 2023 913.217 913.824
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Obligasi Pemerintah
FR0087 6,00% 27 Sep 2023 04 Okt 2023 684.913 685.369
FR0070 6,00% 27 Sep 2023 04 Okt 2023 248.252 248.417
PT Bank Mega Tbk
Obligasi Pemerintah
FR0082 5,95% 25 Sep 2023 02 Okt 2023 472.042 472.510
PT Bank Maybank Indonesia Tbk
Obligasi Pemerintah
FR0090 6,30% 25 Sep 2023 25 Okt 2023 468.537 469.029
116
Page 120
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI (lanjutan)
a) Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022 terdiri dari (lanjutan):
30 September 2023
Tingkat Suku Tanggal
Bunga (%) Tanggal Beli Jual Kembali*) Nilai Beli Nilai Tercatat
Pihak ketiga (lanjutan)
Rupiah (lanjutan)
PT Bank BNP Paribas Indonesia
Obligasi Pemerintah
FR0090 5,95% 29 Sep 2023 06 Okt 2023 467.035 467.189
PT Bank Nationalnobu Tbk
Obligasi Pemerintah
VR0042 6,23% 22 Sep 2023 06 Okt 2023 289.336 289.786
PT BPD Sumatera Selatan dan
Bangka Belitung
Obligasi Pemerintah
FR0087 5,90% 27 Sep 2023 03 Okt 2023 210.040 210.178
Pihak berelasi
Rupiah
PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk
Obligasi Pemerintah
FR0078 5,95% 26 Sep 2023 03 Okt 2023 414.912 415.255
Total 26.620.911 26.719.301
31 Desember 2022
Tingkat Suku Tanggal
Bunga (%) Tanggal Beli Jual Kembali Nilai Beli Nilai Tercatat
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
Obligasi Pemerintah
VR0046 5,50% 30 Des 2022 6 Jan 2023 9.583.874 9.585.338
VR0058 5,50 27 Des 2022 3 Jan 2023 9.521.920 9.527.739
VR0062 5,50 28 Des 2022 4 Jan 2023 7.609.509 7.612.996
VR0036 5,75 30 Des 2022 13 Jan 2023 4.782.695 4.783.459
VR0035 5,50 29 Des 2022 5 Jan 2023 4.781.733 4.783.195
FR0057 6,05 18 Nov 2022 17 Feb 2023 3.276.051 3.299.725
VR0038 5,50 26 Des 2022 2 Jan 2023 2.878.666 2.880.865
VR0044 6,26 23 Des 2022 24 Mar 2023 961.918 963.256
VR0068 5,79 7 Des 2022 4 Jan 2023 462.705 464.490
VR0068 5,78 7 Des 2022 4 Jan 2023 462.704 464.487
FR0088 3,28 7 Jan 2022 6 Jan 2023 215.997 223.042
FR0052 4,05 29 Jul 2022 28 Jul 2023 116.041 118.064
FR0052 4,20 26 Agu 2022 24 Feb 2023 112.814 114.486
FR0079 4,30 26 Agu 2022 26 Mei 2023 106.312 107.925
FR0058 3,95 29 Jul 2022 27 Jan 2023 99.311 101.000
VR0042 6,48 23 Des 2022 23 Jun 2023 96.192 96.330
VR0052 6,62 23 Des 2022 22 Sep 2023 95.826 95.967
VR0085 6,34 18 Nov 2022 19 Mei 2023 93.416 94.123
VR0053 6,70 23 Des 2022 22 Des 2023 93.326 93.465
FR0065 4,35 26 Agu 2022 25 Agu 2023 91.478 92.882
FR0065 4,00 29 Jul 2022 28 Apr 2023 88.270 89.790
FR0073 5,35 23 Sep 2022 24 Mar 2023 52.702 53.477
FR0073 5,35 23 Sep 2022 24 Mar 2023 52.702 53.476
FR0058 5,54 23 Sep 2022 23 Jun 2023 50.540 51.310
FR0058 5,53 23 Sep 2022 23 Jun 2023 50.540 51.309
FR0070 6,23 1 Des 2022 2 Mar 2023 49.742 50.001
FR0074 6,65 18 Nov 2022 17 Nov 2023 48.194 48.577
VR0057 6,04 21 Okt 2022 21 Jul 2023 46.561 47.116
VR0085 5,85 21 Okt 2022 27 Apr 2023 46.516 47.053
VR0076 6,16 21 Okt 2022 20 Okt 2023 46.382 46.945
FR0096 6,53 18 Nov 2022 18 Agu 2023 46.456 46.818
FR0088 5,65 23 Sep 2022 22 Sep 2023 43.008 43.678
FR0088 5,65 23 Sep 2022 22 Sep 2023 43.008 43.677
117
Page 121
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI (lanjutan)
a) Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022 terdiri dari (lanjutan):
31 Desember 2022
Tingkat Suku Tanggal
Bunga (%) Tanggal Beli Jual Kembali Nilai Beli Nilai Tercatat
Pihak ketiga (lanjutan)
Rupiah (lanjutan)
PT Bank OCBC NISP Tbk
Obligasi Pemerintah
FR0077 5,35 29 Des 2022 2 Jan 2023 1.984.142 1.984.732
FR0081 5,35 29 Des 2022 2 Jan 2023 1.924.557 1.925.129
PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk
Obligasi Pemerintah
FR0087 5,75 28 Des 2022 4 Jan 2023 462.887 463.108
PT Bank Nationalnobu Tbk
Obligasi Pemerintah
FR0088 5,73 8 Nov 2022 7 Feb 2023 213.388 215.188
PT BPD Jawa Timur
Obligasi Pemerintah
FR0070 6,23 29 Nov 2022 28 Feb 2023 199.031 200.133
PT BPD Sulawesi Tengah
Obligasi Pemerintah
FR0070 5,80 27 Des 2022 3 Jan 2023 50.294 50.327
Total 50.941.408 51.014.678
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, semua kolektibilitas atas efek-efek
yang dibeli dengan janji dijual kembali diklasifikasikan “Lancar”.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai tidak diperlukan pada
tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, karena Manajemen berkeyakinan bahwa
efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali dapat ditagih.
10. TAGIHAN DAN LIABILITAS DERIVATIF
Ikhtisar transaksi derivatif adalah sebagai berikut:
30 September 2023
Tagihan Liabilitas
Transaksi derivatif derivatif
Swap suku bunga 509.065 523.875
Swap mata uang asing 462.338 702.906
Pembelian dan penjualan forward mata uang asing 44.087 903.215
Swap mata uang dan suku bunga 9.186 72.143
Pembelian dan penjualan spot mata uang asing 7.848 7.686
Total 1.032.524 2.209.825
118
Page 122
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. TAGIHAN DAN LIABILITAS DERIVATIF (lanjutan)
Ikhtisar transaksi derivatif adalah sebagai berikut (lanjutan):
31 Desember 2022
Tagihan Liabilitas
Transaksi derivatif derivatif
Swap suku bunga 548.024 510.221
Swap mata uang asing 194.939 118.076
Pembelian dan penjualan forward mata uang asing 153.074 134.666
Pembelian dan penjualan spot mata uang asing 15.368 20.958
Total 911.405 783.921
Berikut di bawah ini nilai nosional dari transaksi derivatif:
Nilai Nosional
(mata uang asing nilai penuh,
Rupiah dalam jutaan)
30 September 2023 31 Desember 2022
Swap mata uang dan suku bunga
Rupiah 2.089.907 -
Dolar Amerika Serikat 35.502.178 -
Swap suku bunga
Dolar Amerika Serikat 724.526.026 991.572.073
Option mata uang
Kontrak pembelian
Dolar Amerika Serikat - -
Kontrak penjualan
Dolar Amerika Serikat 103.400.833 316.378.967
Spot mata uang asing
Kontrak pembelian
Dolar Amerika Serikat 149.314.439 190.550.000
Euro Eropa 3.500.000 -
Dolar Australia 1.800.000 -
Pound Sterling Inggris - 1.000.000
Kontrak penjualan
Dolar Amerika Serikat 153.247.000 201.300.000
Dolar Australia 1.800.000 -
Forward mata uang asing
Kontrak pembelian
Dolar Amerika Serikat 248.076.394 205.870.175
Yen Jepang 186.193.712 -
Euro Eropa 4.465.406 7.262.813
Renminbi 500.000 -
Dolar Australia - 1.000.000
Rupiah - 260.860
Kontrak penjualan
Dolar Amerika Serikat 2.831.170.578 1.509.881.189
Dolar Australia 9.853.137 1.000.000
Euro Eropa 404.738 2.000.000
Yen Jepang - 357.794.464
119
Page 123
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. TAGIHAN DAN LIABILITAS DERIVATIF (lanjutan)
Berikut di bawah ini nilai nosional dari transaksi derivatif (lanjutan):
Nilai Nosional
(mata uang asing nilai penuh,
Rupiah dalam jutaan)
30 September 2023 31 Desember 2022
Swap mata uang asing
Kontrak pembelian
Dolar Amerika Serikat 1.563.200.000 607.013.305
Euro Eropa 340.400.000 11.000.000
Dolar Australia 10.000.000 -
Pound Sterling Inggris 10.000.000 -
Dolar New Zealand 10.000.000 -
Kontrak penjualan
Dolar Amerika Serikat 2.229.343.455 2.305.422.839
Euro Eropa 485.000.000 119.000.000
Pound Sterling Inggris 28.000.000 13.000.000
Dolar New Zealand 18.000.000 20.000.000
Dolar Australia 15.000.000 -
Para pihak yang melakukan kontrak derivatif dalam bentuk swap suku bunga ataupun swap mata uang
dan suku bunga dengan BRI berkewajiban membayar bunga tetap (fixed rate) atau bunga mengambang
(floating rate) antara lain LIBOR 3 (tiga) bulanan atau 6 (enam) bulanan ditambah dengan marjin tertentu.
11. KREDIT YANG DIBERIKAN
a) Berdasarkan Jenis dan Mata Uang:
Rincian pinjaman yang diberikan berdasarkan jenis adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
Kupedes 481.788.832 449.624.709
Konsumsi 223.849.469 204.711.107
Modal kerja 188.738.808 173.959.341
Investasi 65.759.333 52.312.894
Program 51.252.894 53.370.658
Sindikasi 166.339 172.172
1.011.555.675 934.150.881
Mata uang asing
Investasi 59.900.592 47.253.484
Modal kerja 33.053.287 32.511.702
Konsumsi 1.208.137 992.241
Sindikasi 610.443 616.755
94.772.459 81.374.182
1.106.328.134 1.015.525.063
120
Page 124
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
a) Berdasarkan Jenis dan Mata Uang (lanjutan):
Rincian pinjaman yang diberikan berdasarkan jenis adalah sebagai berikut (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Modal kerja 30.268.890 18.825.189
Investasi 25.024.755 27.433.700
Sindikasi 1.043.918 1.856.574
Manajemen kunci 194.349 199.268
56.531.912 48.314.731
Mata uang asing
Modal kerja 17.016.389 11.569.451
Investasi 4.805.772 3.865.574
21.822.161 15.435.025
78.354.073 63.749.756
Total 1.184.682.207 1.079.274.819
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (83.135.504) (88.323.830)
Bersih 1.101.546.703 990.950.989
Rincian pinjaman yang diberikan berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Rupiah 1.068.087.587 982.465.612
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 7.541.987.439 116.561.414 6.214.866.162 96.749.930
Dolar Singapura 2.812.484 31.920 4.011.742 46.508
Euro Eropa 78.477 1.286 125.228 2.076
Yen Jepang - 90.763.955 10.693
116.594.620 96.809.207
Total 1.184.682.207 1.079.274.819
Dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai (83.135.504) (88.323.830 )
Bersih 1.101.546.703 990.950.989
121
Page 125
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
b) Berdasarkan Sektor Ekonomi:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
Perdagangan, perhotelan dan restoran 371.663.568 348.689.024
Pertanian 163.503.081 147.030.128
Perindustrian 67.241.728 64.764.099
Jasa dunia usaha 59.542.256 54.625.353
Konstruksi 18.821.012 12.543.433
Pengangkutan, pergudangan dan komunikasi 12.504.625 11.478.168
Pertambangan 7.177.961 2.522.711
Jasa pelayanan sosial 6.356.739 5.634.752
Listrik, gas dan air 4.726.601 4.825.989
Lain-lain 300.018.104 282.037.224
1.011.555.675 934.150.881
Mata uang asing
Perindustrian 30.506.512 28.295.501
Pertambangan 17.244.595 8.222.920
Listrik, gas dan air 16.622.791 17.416.378
Pertanian 10.663.252 8.482.101
Perdagangan, perhotelan dan restoran 6.621.443 6.651.811
Jasa dunia usaha 5.703.586 5.676.005
Konstruksi 4.785.268 4.594.455
Pengangkutan, pergudangan dan komunikasi 1.083.861 800.905
Jasa pelayanan sosial 231.835 233.280
Lain-lain 1.309.316 1.000.826
94.772.459 81.374.182
1.106.328.134 1.015.525.063
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Konstruksi 17.664.591 15.002.419
Perdagangan, perhotelan dan restoran 11.062.065 3.476.021
Listrik, gas dan air 10.612.841 9.346.356
Pengangkutan, pergudangan dan komunikasi 7.116.484 7.202.288
Perindustrian 3.980.192 5.217.969
Pertanian 3.426.370 4.430.088
Jasa dunia usaha 1.753.904 2.008.930
Jasa pelayanan sosial 500.000 275.117
Pertambangan 221.116 1.156.277
Lain-lain 194.349 199.266
56.531.912 48.314.731
122
Page 126
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
b) Berdasarkan Sektor Ekonomi (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak berelasi (Catatan 44) (lanjutan)
Mata uang asing
Pertambangan 9.101.157 2.578.518
Listrik, gas dan air 3.576.628 4.784.350
Perindustrian 3.528.935 3.633.650
Jasa dunia usaha 2.765.914 2.773.946
Jasa pelayanan sosial 1.172.038 305.304
Perdagangan, perhotelan dan restoran 878.268 891.584
Pertanian 464.294 467.673
Pengangkutan, pergudangan dan komunikasi 334.927 -
21.822.161 15.435.025
78.354.073 63.749.756
Total 1.184.682.207 1.079.274.819
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (83.135.504) (88.323.830)
Bersih 1.101.546.703 990.950.989
c) Berdasarkan Jangka Waktu:
Klasifikasi jangka waktu kredit yang diberikan berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh
tempo adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan 28.022.102 21.581.736
> 1 bulan - 3 bulan 33.969.789 33.795.541
> 3 bulan - 1 tahun 218.233.212 201.388.156
> 1 tahun - 2 tahun 134.748.274 139.063.100
> 2 tahun - 5 tahun 361.190.571 322.623.148
> 5 tahun 235.391.727 215.699.200
1.011.555.675 934.150.881
Mata uang asing
≤ 1 bulan 2.850.254 5.295.404
> 1 bulan - 3 bulan 1.899.602 2.774.762
> 3 bulan - 1 tahun 18.566.695 18.556.620
> 1 tahun - 2 tahun 12.529.937 10.803.847
> 2 tahun - 5 tahun 34.749.997 8.526.613
> 5 tahun 24.175.974 35.416.936
94.772.459 81.374.182
1.106.328.134 1.015.525.063
123
Page 127
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
c) Berdasarkan Jangka Waktu (lanjutan):
Klasifikasi jangka waktu kredit yang diberikan berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh
tempo adalah sebagai berikut (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
≤ 1 bulan 1.066.041 2.739.614
> 1 bulan - 3 bulan 820.039 1.136.900
> 3 bulan - 1 tahun 19.248.763 4.187.901
> 1 tahun - 2 tahun 2.919.565 3.609.695
> 2 tahun - 5 tahun 10.813.730 12.147.069
> 5 tahun 21.663.774 24.493.552
56.531.912 48.314.731
Mata uang asing
≤ 1 bulan 10.100.833 3.938.414
> 1 bulan - 3 bulan 475.756 8.930
> 3 bulan - 1 tahun 134.486 552.530
> 1 tahun - 2 tahun - 220.447
> 2 tahun - 5 tahun 866.805 -
> 5 tahun 10.244.281 10.714.704
21.822.161 15.435.025
78.354.073 63.749.756
Total 1.184.682.207 1.079.274.819
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (83.135.504) (88.323.830)
Bersih 1.101.546.703 990.950.989
d) Berdasarkan Kolektibilitas:
Kolektibilitas BRI, Bank Raya, dan Pegadaian di luar usaha gadai:
30 September 2023 31 Desember 2022
Individual 38.645.879 50.799.698
Kolektif
Lancar 1.020.773.073 931.823.518
Dalam perhatian khusus 52.845.643 32.629.744
Kurang lancar 4.770.398 2.350.338
Diragukan 8.079.574 3.371.555
Macet 13.503.343 14.916.272
1.099.972.031 985.091.427
Total 1.138.617.910 1.035.891.125
124
Page 128
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
d) Berdasarkan Kolektibilitas (lanjutan):
Kolektibilitas BRI, Bank Raya, dan Pegadaian di luar usaha gadai (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai:
Individual (28.132.551) (33.601.412)
Kolektif (53.658.155) (53.385.883)
(81.790.706) (86.987.295)
Bersih 1.056.827.204 948.903.830
Kolektibilitas usaha gadai Pegadaian (entitas anak):
30 September 2023 31 Desember 2022
Kolektif
Lancar 42.710.902 42.241.998
Dalam perhatian khusus 2.965.092 898.268
Kurang lancar 95.067 30.905
Diragukan 42.794 23.817
Macet 250.442 188.706
Total 46.064.297 43.383.694
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai:
Kolektif (1.344.798) (1.336.535)
Bersih 44.719.499 42.047.159
e) Berdasarkan Segmen Operasi:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
Mikro 533.679.689 502.967.076
Ritel 434.429.372 397.589.654
Korporasi 43.446.614 33.594.151
1.011.555.675 934.150.881
Mata uang asing
Korporasi 91.345.894 78.277.579
Ritel 3.426.565 3.096.603
94.772.459 81.374.182
1.106.328.134 1.015.525.063
125
Page 129
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
e) Berdasarkan Segmen Operasi (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Korporasi 55.198.892 46.480.305
Ritel 1.333.020 1.834.426
56.531.912 48.314.731
Mata uang asing
Korporasi 21.822.161 15.435.025
21.822.161 15.435.025
78.354.073 63.749.756
Total 1.184.682.207 1.079.274.819
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (83.135.504) (88.323.830)
Bersih 1.101.546.703 990.950.989
f) Informasi Penting Lainnya:
1) Tingkat suku bunga rata-rata:
30 September 2023 31 Desember 2022
Bunga Kontrak
Rupiah 10,95% 10,01%
Mata uang asing 4,62 3,87
Bunga Efektif
Rupiah 11,84% 11,37%
Mata uang asing 4,92% %4,28
2) Kredit yang diberikan pada umumnya dijamin dengan agunan yang diikat dengan hak
tanggungan, surat kuasa untuk menjual, giro, tabungan, deposito berjangka atau jaminan lain
yang umumnya diterima oleh perbankan (Catatan 19, 20 dan 21), serta barang jaminan berupa
emas (entitas anak).
3) Kredit modal kerja dan investasi diberikan kepada debitur untuk memenuhi kebutuhan modal
kerja dan barang-barang modalnya.
4) Kredit konsumsi terdiri dari kredit kepada pekerja dan pensiun, kredit pemilikan rumah, kredit
kendaraan bermotor dan kredit konsumsi lainnya.
5) Kredit program merupakan kredit yang disalurkan BRI berdasarkan petunjuk dari Pemerintah
dalam rangka mendukung pembangunan di Indonesia khususnya pengembangan usaha kecil,
menengah dan koperasi.
126
Page 130
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
f) Informasi Penting Lainnya (lanjutan):
6) Kredit Kupedes merupakan kredit yang disalurkan BRI melalui kantor BRI Unit dengan sasaran
usaha mikro dan golongan berpenghasilan tetap yang memerlukan tambahan pembiayaan yang
besarnya sesuai dengan ketentuan batasan plafon Kupedes. Sektor ekonomi yang menjadi
sasaran adalah pertanian, industri, perdagangan dan lain-lain.
7) Kredit dengan skema sindikasi merupakan kredit yang diberikan kepada debitur di bawah
perjanjian pembiayaan bersama dengan bank-bank lain. Jumlah plafond kredit dengan skema
sindikasi yang diberikan BRI adalah sebesar Rp73.798.840 dan Rp64.091.492 pada tanggal-
tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022. Keikutsertaan BRI sebagai pimpinan
sindikasi berkisar dari 5% sampai dengan 68% dan 2% sampai dengan 77% masing-masing
pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, sedangkan sebagai anggota sindikasi
berkisar dari 1% sampai dengan 69% dan 1% sampai dengan 68% masing-masing pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
8) Pinjaman pekerja adalah pinjaman yang diberikan kepada pekerja dengan tingkat bunga berkisar
4,5% sampai dengan 5,5% per tahun yang ditujukan untuk pembelian kendaraan, rumah dan
keperluan lainnya dengan jangka waktu berkisar antara 4 (empat) tahun sampai dengan
20 (dua puluh) tahun. Pembayaran pokok pinjaman dan bunga dilunasi melalui pemotongan gaji
setiap bulan. Perbedaan antara tingkat bunga pinjaman pekerja dan Base Lending Rate (BLR)
ditangguhkan dan dicatat sebagai beban yang ditangguhkan untuk pinjaman pekerja, bagian dari
Aset Lain-lain. Besarnya akun beban yang ditangguhkan untuk pinjaman pekerja sebesar
Rp5.054.397 dan Rp4.785.093 masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31
Desember 2022 (Catatan 17).
9) Kredit yang diberikan BRI kepada pihak berelasi di luar kredit yang diberikan kepada manajemen
kunci (Catatan 44) adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 10.610.011 9.346.356
Perum BULOG 10.137.978 2.806.206
PT Pertamina (Persero) 9.540.217 227.978
PT Waskita Karya (Persero) Tbk 4.495.510 4.526.884
PT Kereta Api Indonesia (Persero) 3.165.206 3.069.554
PT Pertamina EP Cepu 2.272.140 2.573.381
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk 2.107.971 2.140.183
PT Dirgantara Indonesia (Persero) 2.097.265 2.119.335
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 1.772.715 2.217.674
PT Kresna Kusuma Dyandra Marga 1.322.356 1.761.099
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk 994.335 945.183
Lain-lain 29.644.020 31.816.655
Total 78.159.724 63.550.488
127
Page 131
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
f) Informasi Penting Lainnya (lanjutan):
10) Informasi mengenai restrukturisasi yang dilakukan BRI dan entitas anak
Tabel berikut merupakan informasi atas kredit yang diberikan yang telah direstrukturisasi
(termasuk restrukturisasi dampak Covid-19) sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
BRI (Entitas Induk) 115.696.701 147.780.529
Bank Raya 2.757.373 3.978.156
Pegadaian 398.179 308.266
Total 118.852.253 152.066.951
Jumlah kredit yang diberikan yang telah direstrukturisasi BRI dan Bank Raya, sesuai dengan
POJK No. 40/POJK.03/2019 tanggal 19 Desember 2020 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank
Umum masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebesar
Rp53.485.617 dan Rp45.290.460. Skema restrukturisasi umumnya dilakukan dengan
perpanjangan masa pelunasan kredit dan penjadwalan kembali bunga yang tertunggak.
Jumlah kredit yang diberikan yang telah direstrukturisasi (BRI Entitas Induk, Bank Raya dan
Pegadaian) akibat Covid-19 berdasarkan Peraturan OJK No. 11/POJK.03/2020 tanggal
16 Maret 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical
Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019 yang telah diaddendum sebanyak 2 (dua) kali
dengan POJK No. 48/POJK.03/2020 tanggal 1 Desember 2020 tentang Perubahan Atas
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian
Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019
dan POJK No. 17/POJK.03/2021 tanggal 10 September 2021 tentang Perubahan Kedua Atas
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 11/POJK.03/2020 Tentang Stimulus Perekonomian
Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019,
serta Siaran Pers OJK No. SP 85/DHMS/OJK/XI/2022 tanggal 28 November 2022 tentang
Perpanjangan Kebijakan Restrukturisasi Kredit dan Pembiayaan secara Targeted dan Sektoral
Atasi Dampak Lanjutan Pandemi Covid-19, pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31
Desember 2022 masing-masing sebesar Rp65.074.931 dan Rp106.776.491 dengan skema
perpanjangan jangka waktu.
Tabel berikut merupakan informasi atas kredit yang diberikan yang telah direstrukturisasi BRI
(Entitas Induk) berdasarkan jenis dan kolektibilitas:
30 September 2023
Dalam Perhatian Kurang
Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Total
Jenis
Modal kerja 26.582.088 12.954.216 817.396 1.807.726 3.452.696 45.614.123
Kupedes 15.559.434 15.192.318 1.556.766 2.542.686 2.589.525 37.440.729
Investasi 9.669.137 4.211.517 621.588 1.243.132 6.104.579 21.849.954
Konsumsi 4.020.370 1.539.465 167.338 314.122 673.712 6.715.007
Pekerja* 1.123.940 358.373 40.673 81.909 88.824 1.693.718
Program 1.083.447 402.882 143.893 98.622 43.883 1.772.728
Sindikasi - 610.443 - - - 610.443
Total 58.038.417 35.269.213 3.347.654 6.088.197 12.953.219 115.696.701
128
Page 132
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
f) Informasi Penting Lainnya (lanjutan):
10) Informasi mengenai restrukturisasi yang dilakukan BRI dan entitas anak (lanjutan)
Tabel berikut merupakan informasi atas kredit yang diberikan yang telah direstrukturisasi BRI
(Entitas Induk) berdasarkan jenis dan kolektibilitas (lanjutan):
31 Desember 2022
Dalam Perhatian Kurang
Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Total
Jenis
Modal kerja 42.881.733 10.186.086 413.267 1.657.887 2.779.305 57.918.278
Kupedes 34.644.174 8.327.247 483.612 770.252 2.335.305 46.560.590
Investasi 18.284.580 2.725.719 685.581 858.796 5.629.080 28.183.756
Konsumsi 6.452.848 1.188.465 87.175 187.908 605.902 8.522.298
Pekerja* 2.046.987 324.834 18.233 43.995 123.667 2.557.716
Program 1.953.678 332.964 27.281 51.896 27.368 2.393.187
Sindikasi 1.027.949 616.755 - - - 1.644.704
Total 107.291.949 23.702.070 1.715.149 3.570.734 11.500.627 147.780.529
* mencakup seluruh pekerja
Pada tanggal 27 Juni 2022, putusan homologasi terkait dengan restrukturisasi atas kredit yang
diberikan kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (”Garuda”) telah disepakati bersama
dengan seluruh kreditur. Putusan homologasi tersebut baru efektif tanggal 28 Desember 2022
setelah Garuda telah memenuhi seluruh persyaratan homologasi. Pada tanggal 31 Desember
2022, nilai tercatat kredit yang diberikan kepada Garuda setelah memperhitungkan kerugian
modifikasi akibat restrukturisasi adalah sebesar Rp945.183, dimana nilai ini akan terpulihkan
secara bertahap sesuai dengan konsep akuntansi setelah tanggal restrukturisasi hingga tanggal
jatuh tempo. Kerugian modifikasi sebesar Rp3.258.079 dicatat pada akun pendapatan bunga.
BRI tetap memiliki nilai tagih atas kredit yang diberikan kepada Garuda sebesar Rp4.613.060
sesuai nilai kontraktual pinjaman sebagaimana tercantum dalam perjanjian perdamaian yang
telah dihomologasi oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sehingga tidak
terdapat penghapusan (haircut) jumlah tagihan pokok dan bunga yang ditangguhkan oleh BRI
terhadap Garuda.
11) Dalam laporan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) per tanggal-tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 kepada Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan
(OJK), BRI tidak memiliki debitur, baik pihak terkait maupun pihak tidak terkait, yang tidak
memenuhi atau melampaui ketentuan BMPK sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia dan OJK.
12) Rincian kredit yang mengalami penurunan nilai merupakan kredit yang mengalami penurunan
nilai berdasarkan evaluasi secara individual dan kredit dengan kolektibilitas kurang lancar,
diragukan dan macet berdasarkan sektor ekonomi, serta cadangan kerugian penurunan nilai
adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Perdagangan, perhotelan dan restoran 17.969.371 16.223.885
Perindustrian 11.563.503 12.180.672
Pertanian 11.297.473 14.347.105
Konstruksi 7.196.579 7.449.492
Jasa dunia usaha 6.225.572 5.943.884
Pengangkutan, pergudangan dan komunikasi 2.685.812 6.361.874
129
Page 133
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
f) Informasi Penting Lainnya (lanjutan):
12) Rincian kredit yang mengalami penurunan nilai merupakan kredit yang mengalami penurunan
nilai berdasarkan evaluasi secara individual dan kredit dengan kolektibilitas kurang lancar,
diragukan dan macet berdasarkan sektor ekonomi, serta cadangan kerugian penurunan nilai
adalah sebagai berikut (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Pertambangan 2.323.662 2.854.041
Listrik, gas dan air 770.904 2.186.265
Jasa pelayanan sosial 510.688 548.657
Lain-lain 4.843.933 3.585.416
Total 65.387.497 71.681.291
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (47.231.297) (46.969.837)
Bersih 18.156.200 24.711.454
13) Rasio-rasio
a. Rasio Non-Performing Loan (NPL) BRI (entitas induk) berdasarkan peraturan terkait adalah
sebesar 3,23% dan 2,82% masing-masing pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022. Sedangkan rasio NPL neto BRI (entitas induk) adalah sebesar 0,81%
dan 0,73% masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
b. Rasio kredit usaha kecil (entitas induk) terhadap jumlah kredit yang diberikan BRI adalah
sebesar 57,28% dan 58,56% masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31
Desember 2022.
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Kredit yang Diberikan
Nilai tercatat awal 886.345.387 163.185.724 29.743.708 1.079.274.819
Pengalihan ke
Stage 1 19.638.729 (19.460.236) (178.493) -
Stage 2 (26.767.660) 27.605.663 (838.003) -
Stage 3 (8.117.981) (18.454.743) 26.572.724 -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat (89.041.948) (9.593.678) 1.195.763 (97.439.863)
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 427.429.856 7.061.809 1.647.130 436.138.795
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (177.294.646) (28.487.861) (1.821.397) (207.603.904)
Penghapusbukuan (1.937.752) (6.931.357) (16.343.147) (25.212.257)
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (385.727) (59.577) (30.080) (475.383)
Nilai tercatat akhir 1.029.868.258 114.865.744 39.948.205 1.184.682.207
130
Page 134
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
f) Informasi Penting Lainnya (lanjutan):
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Kredit yang Diberikan
Nilai tercatat awal 857.473.265 106.378.838 30.564.420 994.416.523
Pengalihan ke
Stage 1 6.952.548 (6.816.563) (135.985 ) -
Stage 2 (27.178.139) 28.253.113 (1.074.974 ) -
Stage 3 (3.885.398) (6.699.257) 10.584.655 -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat (78.848.410) (19.148.330) (637.130 ) (98.633.870 )
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 277.978.012 98.615.584 7.670.730 384.264.326
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (142.543.459) (32.245.292) (5.078.026 ) (179.866.777 )
Penghapusbukuan (3.615.157) (6.136.117) (12.308.402 ) (22.059.676 )
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 12.125 983.748 158.420 1.154.293
Nilai tercatat akhir 886.345.387 163.185.724 29.743.708 1.079.274.819
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Kredit yang Diberikan
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 24.926.263 41.732.088 21.665.479 88.323.830
Pengalihan ke
Stage 1 2.195.890 (2.044.812) (151.078) -
Stage 2 (1.086.354) 1.737.712 (651.358) -
Stage 3 (498.002) (5.316.935) 5.814.937 -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian (6.657.823) 4.515.563 17.353.490 15.211.230
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 7.774.100 1.844.239 2.704.653 12.322.992
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (4.206.595) (1.532.350) (1.209.344) (6.948.289)
Penghapusbukuan (1.937.752) (6.931.357) (16.343.147) (25.212.257)
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (29.385) (222.110) (310.503) (561.998)
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 20.480.342 33.782.038 28.873.125 83.135.504
131
Page 135
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
f) Informasi Penting Lainnya (lanjutan):
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Kredit yang Diberikan
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 19.874.035 41.476.057 23.483.642 84.833.734
Pengalihan ke
Stage 1 738.878 (654.994) (83.884 ) -
Stage 2 (1.167.188) 1.925.755 (758.567 ) -
Stage 3 (252.936) (1.118.719) 1.371.655 -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian (1.617.817) 918.977 6.460.113 5.761.273
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 15.379.150 10.501.753 8.073.317 33.954.220
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (4.380.375) (5.109.088) (4.495.955 ) (13.985.418 )
Penghapusbukuan (3.615.157) (6.136.117) (12.308.402 ) (22.059.676 )
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (32.327) (71.536) (76.440 ) (180.303 )
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 24.926.263 41.732.088 21.665.479 88.323.830
Termasuk dalam saldo cadangan kerugian penurunan nilai BRI (entitas induk) adalah cadangan kerugian
untuk daerah yang masih dikategorikan sebagai daerah rawan bencana atau yang pernah mengalami
bencana sebesar Rp180.114 dan Rp2.018.000 dengan nilai tercatat sebesar Rp1.499.088 dan
Rp15.688.470 masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
Jumlah minimum Penyisihan Penghapusan Aset Produktif kredit yang diberikan BRI (Entitas Induk), yang
wajib dibentuk sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (Catatan
2e) adalah sebesar Rp42.279.695 dan Rp34.522.709 masing-masing pada tanggal 30 September 2023
dan 31 Desember 2022.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, terdapat kredit entitas anak (PT
Pegadaian) digunakan sebagai jaminan atas pinjaman Bank masing-masing sebesar Rp52.465.379 dan
Rp48.538.586.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai kredit yang diberikan pada
tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 telah memadai.
132
Page 136
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. PINJAMAN SYARIAH
a) Pinjaman syariah berdasarkan kolektibilitas adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Lancar 11.641.870 9.632.737
Dalam perhatian khusus 1.211.578 602.297
Kurang lancar 71.752 28.781
Diragukan 75.356 35.639
Macet 151.381 214.875
Total 13.151.937 10.514.329
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (1.350.802) (1.286.203)
Bersih 11.801.135 9.228.126
b) Pinjaman syariah berdasarkan jangka waktu dan mata uang adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan 11.240 15.365
> 1 bulan - 3 bulan 35.275 22.165
> 3 bulan - 1 tahun 8.232.397 7.379.222
> 1 tahun - 2 tahun 2.254.396 1.087.575
> 2 tahun - 5 tahun 2.461.136 1.821.751
> 5 tahun 157.493 188.251
Total 13.151.937 10.514.329
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (1.350.802) (1.286.203)
Bersih 11.801.135 9.228.126
Pinjaman syariah terdiri dari arrum haji, amanah, arrum, arrum emas baru, dan rhan tasjily tanah.
Jumlah pinjaman syariah yang telah direstrukturisasi akibat Covid-19 berdasarkan peraturan OJK
No.11/POJK.03/2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai
Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019 yang telah diaddendum
sebanyak 2 (dua) kali dengan POJK No. 48/POJK.03/2020 tanggal 1 Desember 2020 tentang Perubahan
Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional
Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019 dan POJK
No. 17/POJK.03/2021 tanggal 10 September 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No. 11/POJK.03/2020 Tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan
Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 serta Siaran Pers OJK
No.SP 85/DHMS/OJK/XI/2022 tanggal 28 November 2022 tentang Perpanjangan Kebijakan
Restrukturisasi Kredit dan Pembiayaan Secara Targeted dan Sektoral Atasi Dampak Lanjutan Pandemi
Covid sampai dengan 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah Rp291.705 dan Rp530.846.
133
Page 137
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. PINJAMAN SYARIAH (lanjutan)
Perubahan cadangan kerugian pinjaman syariah:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 1.286.203 1.410.907
Pembentukan/(pembalikan) cadangan kerugian
penurunan nilai (Catatan 34) 64.599 (124.704)
Saldo akhir 1.350.802 1.286.203
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai pinjaman syariah pada
tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 telah memadai.
Jenis jaminan yang diserahkan oleh debitur atas pinjaman syariah antara lain berupa emas, fidusia dan
barang jaminan non-emas lainnya.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, seluruh pinjaman syariah digunakan
sebagai jaminan atas pinjaman Bank.
13. PIUTANG PEMBIAYAAN
a) Piutang Pembiayaan berdasarkan sisa umur sampai dengan jatuh tempo adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 tahun 32.468.738 33.630.939
> 1 tahun - 2 tahun 12.819.837 8.398.988
> 2 tahun - 5 tahun 7.420.182 7.034.845
> 5 tahun 106.376 100.625
52.815.133 49.165.397
Dolar Amerika Serikat
≤ 1 tahun 40.479 95.363
> 1 tahun - 2 tahun 7.819 15.868
> 2 tahun - 5 tahun - 4.084
48.298 115.315
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
≤ 1 tahun 3.533 7.205
> 1 tahun - 2 tahun 3.533 -
> 2 tahun - 5 tahun 10.031 -
17.097 7.205
Total 52.880.528 49.287.917
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (3.384.430) (3.477.948)
Bersih 49.496.098 45.809.969
134
Page 138
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. PIUTANG PEMBIAYAAN (lanjutan)
b) Piutang Pembiayaan berdasarkan kolektibilitas adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pembiayaan Pola Angsuran Mingguan
Kolektibilitas
Lancar 38.442.817 35.244.605
Dalam perhatian khusus 1.061.192 512.184
Kurang lancar 43.757 20.909
Diragukan 16.893 8.224
Macet 132.378 26.018
39.697.037 35.811.940
Pembiayaan Pola Angsuran Non Mingguan
Kolektibilitas
Lancar 11.559.946 11.985.624
Dalam perhatian khusus 1.167.697 1.044.244
Kurang lancar 163.522 122.894
Diragukan 63.091 31.746
Macet 229.235 291.469
13.183.491 13.475.977
Total 52.880.528 49.287.917
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (3.384.430) (3.477.948)
Bersih 49.496.098 45.809.969
c) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Piutang Pembiayaan
Nilai tercatat awal 47.142.455 367.725 1.777.737 49.287.917
Pengalihan ke
Stage 1 470.184 (469.403) (781) -
Stage 2 (1.442.198) 1.464.432 (22.234) -
Stage 3 (1.091.581) (1.317.162) 2.408.743 -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat 3.230.185 738.005 93.242 4.061.432
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 15.066.530 3.231.616 1.219.502 19.517.648
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (13.427.404) (2.968.519) (2.409.596) (18.805.519)
Penghapusbukuan (34.918) (12.462) (1.122.453) (1.169.833)
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (11.117) - - (11.117)
Nilai tercatat akhir 49.902.136 1.034.232 1.944.160 52.880.528
135
Page 139
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. PIUTANG PEMBIAYAAN (lanjutan)
c. Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Piutang Pembiayaan
Nilai tercatat awal 37.766.589 1.057.696 467.144 39.291.429
Pengalihan ke
Stage 1 303.644 (291.046) (12.598 ) -
Stage 2 (1.208.342) 1.208.650 (308 ) -
Stage 3 (819.253) (1.778.506) 2.597.759 -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat - - - -
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 23.798.297 1.063.840 454.048 25.316.185
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (12.569.790) (887.969) (1.409.336 ) (14.867.095 )
Penghapusbukuan (19.290) (4.940) (318.972 ) (343.202 )
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (109.400) - - (109.400 )
Nilai tercatat akhir 47.142.455 367.725 1.777.737 49.287.917
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Piutang Pembiayaan
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 1.376.178 1.223.654 878.116 3.477.948
Pengalihan ke
Stage 1 163.449 (162.796) (653) -
Stage 2 (938.848) 954.174 (15.326) -
Stage 3 (715.841) (804.646) 1.520.487 -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian 960.181 324.646 644.165 1.928.992
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 3.560.485 492.404 284.861 4.337.750
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (3.704.372) (241.812) (1.110.876) (5.057.060)
Penghapusbukuan (34.918) (12.462) (1.144.687) (1.192.067)
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (111.133) - - (111.133)
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 555.181 1.773.162 1.056.087 3.384.430
136
Page 140
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. PIUTANG PEMBIAYAAN (lanjutan)
c. Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Piutang Pembiayaan
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 643.221 534.404 407.151 1.584.776
Pengalihan ke
Stage 1 1.530.567 (1.518.317) (12.250 ) -
Stage 2 (432.484) 432.738 (254 ) -
Stage 3 (121.748) (185.447) 307.195 -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian (2.124.829) 1.963.144 (302.110 ) (463.795 )
Aset keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 2.496.271 28.620 846.856 3.371.747
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (540.846) (26.548) (49.500 ) (616.894 )
Penghapusbukuan (19.290) (4.940) (318.972 ) (343.202 )
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (54.684) - - (54.684 )
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 1.376.178 1.223.654 878.116 3.477.948
d) Dalam piutang pembiayaan, termasuk informasi terkait piutang sewa pembiayaan (BRI Finance)
pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 yang terdiri dari:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Piutang pembiayaan-bruto 9.520.006 8.270.596
Nilai sisa yang terjamin 1.606.800 1.713.964
Pendapatan sewa pembiayaan yang belum diakui (1.909.582) (1.578.276)
Simpanan jaminan (1.606.800) (1.713.964)
7.610.424 6.692.320
Pihak berelasi (Catatan 44)
Piutang pembiayaan-bruto 21.227 7.503
Nilai sisa yang terjamin 4.128 4
Pendapatan sewa pembiayaan yang belum diakui (4.130) (298)
Simpanan jaminan (4.128) (4)
17.097 7.205
Total 7.627.521 6.699.525
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (202.143) (236.874)
Bersih 7.425.378 6.462.651
137
Page 141
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. PIUTANG PEMBIAYAAN (lanjutan)
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, terdapat piutang pembiayaan yang
dialihkan dan/atau digunakan sebagai jaminan atas utang Bank masing-masing sebesar Rp19.647.044
dan Rp16.523.795.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, terdapat piutang pembiayaan yang
menggunakan prinsip syariah masing-masing sebesar Rp30.736.633 dan Rp27.585.665.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan pada
tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 telah memadai.
14. TAGIHAN DAN LIABILITAS AKSEPTASI
a) Berdasarkan Jenis dan Mata Uang:
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga
Rupiah
L/C Impor dan Surat Kredit
Berdokumen Dalam
Negeri (SKBDN) 6.315.982 4.399.391
Mata uang asing
L/C Impor dan SKBDN
Dolar Amerika Serikat 118.532.782 1.777.340 68.880.542 1.072.298
Renminbi 15.893.593 34.700 15.404.713 34.490
Euro Eropa 1.604.933 26.195 1.799.292 29.835
Yen Jepang 10.003.399 1.127 176.722.210 20.820
Pound Sterling Inggris 49.172 912 42.325 795
Dolar Singapura 48.590 548 -
1.840.822 1.158.238
8.156.804 5.557.629
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
L/C Impor dan SKBDN 850.479 1.599.368
Mata uang asing
L/C Impor dan SKBDN
Dolar Amerika Serikat 3.252.633 48.772 681.080 10.603
899.251 1.609.971
Total 9.056.055 7.167.600
Cadangan kerugian penurunan nilai (363.874) (136.536 )
Bersih 8.692.181 7.031.064
b) Berdasarkan Kolektibilitas:
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, semua tagihan akseptasi
diklasifikasikan “Lancar”.
138
Page 142
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. TAGIHAN DAN LIABILITAS AKSEPTASI (lanjutan)
c) Berdasarkan Jangka Waktu:
Klasifikasi jangka waktu tagihan akseptasi berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo
adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
≤ 1 bulan 787.127 1.844.875
> 1 bulan - 3 bulan 2.088.346 2.282.625
> 3 bulan - 1 tahun 5.281.331 1.430.129
8.156.804 5.557.629
Pihak berelasi (Catatan 44)
≤ 1 bulan 226.195 305.002
> 1 bulan - 3 bulan 282.412 534.165
> 3 bulan - 1 tahun 390.644 770.804
899.251 1.609.971
Total 9.056.055 7.167.600
Cadangan kerugian
penurunan nilai (363.874) (136.536)
Bersih 8.692.181 7.031.064
d) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Tagihan Akseptasi
Nilai tercatat awal 7.145.070 22.530 - 7.167.600
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat - - - -
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 9.007.282 48.773 - 9.056.055
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya (7.145.070) (22.530) - (7.167.600)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain - - - -
Nilai tercatat akhir 9.007.282 48.773 - 9.056.055
139
Page 143
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. TAGIHAN DAN LIABILITAS AKSEPTASI (lanjutan)
d) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Tagihan Akseptasi
Nilai tercatat awal 8.956.013 598.225 - 9.554.238
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat - - - -
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 7.119.924 22.530 7.142.454
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya (8.956.013) (598.225) - (9.554.238 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 25.146 - - 25.146
Nilai tercatat akhir 7.145.070 22.530 - 7.167.600
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Tagihan Akseptasi
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 123.052 13.484 - 136.536
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian - - - -
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 352.238 11.994 - 364.232
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya (123.052) (13.484) - (136.536 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (358) - - (358 )
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 351.880 11.994 - 363.874
140
Page 144
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. TAGIHAN DAN LIABILITAS AKSEPTASI (lanjutan)
d) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Tagihan Akseptasi
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 134.047 354.186 - 488.233
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian - - - -
Aset Keuangan baru yang diterbitkan atau
dibeli 123.650 13.484 - 137.134
Aset Keuangan yang dihentikan
pengakuannya (134.047) (354.186) - (488.233 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali aset keuangan yang
telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (598) - - (598 )
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 123.052 13.484 - 136.536
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai pada 30 September 2023 dan
31 Desember 2022 telah memadai.
15. PENYERTAAN SAHAM
Rincian penyertaan saham adalah sebagai berikut:
30 September 2023
Akumulasi
Persentase atas Bagian
Jenis Pemilikan Biaya Laba Neto
Nama Perusahaan Usaha (%) Perolehan Asosiasi Nilai Tercatat
Metode Ekuitas
Pihak berelasi (Catatan 44)
(Investasi dalam entitas asosiasi)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk Perbankan 15,38 3.546.381 1.622.216 5.168.597
PT Bahana Artha Ventura Modal ventura 15,10 71.325 7.748 79.073
3.617.706 1.629.964 5.247.670
141
Page 145
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PENYERTAAN SAHAM (lanjutan)
Rincian penyertaan saham adalah sebagai berikut (lanjutan):
30 September 2023
Akumulasi
Persentase atas Bagian
Jenis Pemilikan Biaya Laba Neto
Nama Perusahaan Usaha (%) Perolehan Asosiasi Nilai Tercatat
Metode Nilai Wajar
Pihak ketiga
Grab Holding Penyelenggara
Teknologi
Finansial 0,07 117.807
PT Bukalapak.com Penyelenggara
Teknologi
Finansial 0,18 39.468
PT Pemeringkat Efek Indonesia Pemeringkat
efek 7,94 33.350
PT Pefindo Biro Kredit Perusahaan
informasi
pengkreditan 16,09 20.060
PT Kustodian Sentral Efek Jasa penitipan
Indonesia surat berharga 4,25 4.650
PT Penyelesaian Transaksi Lembaga
Elektronik Nasional Services
Pembayaran 17,50 3.500
PT Kliring Berjangka Lembaga
Indonesia (Persero) kliring 2,00 1.552
Investasi lain-lain Beragam Beragam 921.138
Pihak berelasi (Catatan 44)
PT Fintek Karya Nusantara Penyelenggara
Jasa Sistem
Perbankan 537.503
1.679.028
Total 6.926.698
Cadangan kerugian penurunan nilai (4.713)
Bersih 6.921.985
31 Desember 2022
Akumulasi
Persentase atas Bagian
Jenis Pemilikan Biaya Laba Neto
Nama Perusahaan Usaha (%) Perolehan Asosiasi Nilai Tercatat
Metode Ekuitas
Pihak berelasi (Catatan 44)
(Investasi dalam entitas asosiasi)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk Perbankan 15,38 3.546.381 1.116.254 4.662.635
PT Bahana Artha Ventura Modal ventura 15,10 71.325 6.521 77.846
3.617.706 1.122.775 4.740.481
142
Page 146
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PENYERTAAN SAHAM (lanjutan)
Rincian penyertaan saham adalah sebagai berikut (lanjutan):
31 Desember 2022
Akumulasi
Persentase atas Bagian
Jenis Pemilikan Biaya Laba Neto
Nama Perusahaan Usaha (%) Perolehan Asosiasi Nilai Tercatat
Metode Nilai Wajar
Pihak ketiga
Grab Holding Penyelenggara
Teknologi
Finansial 0,07 108.572
PT Bukalapak.com Penyelenggara
Teknologi
Finansial 0,18 47.434
PT Pefindo Biro Kredit Perusahaan
informasi
pengkreditan 16,09 20.060
PT Pemeringkat Efek Indonesia Pemeringkat
efek 7,97 38.261
PT Kustodian Sentral Efek Jasa penitipan
Indonesia surat berharga 4,25 4.650
PT Penyelesaian Transaksi Lembaga
Elektronik Nasional Services
Pembayaran 17,50 3.500
PT Kliring Berjangka Lembaga
Indonesia (Persero) kliring 1,92 2.868
Investasi lain-lain Beragam Beragam 1.011.721
Pihak berelasi (Catatan 44)
PT Fintek Karya Nusantara Penyelenggara
Jasa Sistem
Perbankan 12,57 537.548
1.774.614
Total 6.515.095
Cadangan kerugian penurunan nilai (8.192)
Bersih 6.506.903
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, semua penyertaan diklasifikasikan “Lancar”.
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai atas penyertaan saham pada
tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah cukup.
Jumlah aset, liabilitas, pendapatan, dan laba periode berjalan dari entitas asosiasi adalah sebagai
berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
PT Bank Syariah Indonesia Tbk
Total aset 308.206.215 305.790.161
Total liabilitas 15.344.692 76.769.477
Total dana syirkah temporer 256.144.691 195.478.724
PT Bahana Artha Ventura
Total aset 1.695.193 1.723.887
Total liabilitas 896.517 926.497
143
Page 147
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PENYERTAAN SAHAM (lanjutan)
Jumlah aset, liabilitas, pendapatan, dan laba periode berjalan dari entitas asosiasi adalah sebagai berikut
(lanjutan):
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
PT Bank Syariah Indonesia Tbk
Total pendapatan 15.094.026 14.915.238
Total laba bersih 3.715.641 3.205.251
PT Bahana Artha Ventura
Total pendapatan 95.248 114.123
Total laba bersih 8.126 9.472
PT BRI Manajemen Investasi
(dahulu PT Danareksa Investment
Management) (Catatan 1f)
Total pendapatan - 151.249
Total laba bersih - 27.004
Rincian penerimaan dividen adalah sebagai berikut:
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
BRI
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 65.504 130.554
PT BRI Manajemen Investasi
(dahulu PT Danareksa Investment Management) - 7.088
65.504 137.642
Entitas Anak
PT Bank Raya Indonesia Tbk 202 44
PT BRI Asuransi Indonesia 162 19
PT Permodalan Nasional Madani 45 -
409 63
Total 65.913 137.705
144
Page 148
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. ASET TETAP
Aset tetap terdiri atas:
30 September 2023
Keterangan Saldo Awal Revaluasi Penambahan**) Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Hak atas tanah 33.406.372 - 140.194 206.522 (35.400) 33.304.644
Bangunan 12.219.677 - 1.083.657 427.376 1.391.493 14.267.451
Kendaraan bermotor 3.900.285 - 1.416.942 445.518 - 4.871.709
Komputer dan mesin*) 12.175.552 - 1.651.600 347.144 1.436.238 14.916.246
Perlengkapan kantor 3.357.863 - 674.311 89.709 33.620 3.976.085
Aset tetap museum 184 - - - - 184
Satelit 3.284.668 - 6.297 - 4.185 3.295.150
Aset dalam
penyelesaian 5.606.600 - 1.821.670 18.156 (2.830.136) 4.579.978
73.951.201 - 6.794.671 1.534.425 - 79.211.447
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 4.158.159 - 985.961 145.268 - 4.998.852
Kendaraan bermotor 1.846.266 - 241.733 111.729 - 1.976.270
Komputer dan mesin 9.276.125 - 911.957 127.225 - 10.060.857
Perlengkapan kantor 2.247.030 - 347.479 72.963 - 2.521.546
Satelit 1.207.574 - 165.782 - - 1.373.356
18.735.154 2.652.912 457.185 - 20.930.881
Nilai buku - Bersih 55.216.047 58.280.566
*) Termasuk software
**) Termasuk reklasifikasi dari aset tetap yang belum didistribusikan dan biaya dibayar di muka sebesar Rp505.892 (pengadaan sebelum tahun
2023) dan Rp48.024 (pengadaan pada tahun 2023)
31 Desember 2022
Keterangan Saldo Awal Revaluasi Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Hak atas tanah 30.014.425 3.296.712 337.950 206.667 (36.048) 33.406.372
Bangunan 9.420.713 - 3.747.043 1.745.445 797.366 12.219.677
Kendaraan bermotor 3.612.022 - 1.153.328 915.890 50.825 3.900.285
Komputer dan mesin*) 10.595.357 - 1.296.684 434.729 718.240 12.175.552
Perlengkapan kantor 3.908.928 - 707.388 571.618 (686.835) 3.357.863
Aset tetap museum 184 - - - - 184
Satelit 3.284.664 - 250 - (246) 3.284.668
Aset dalam
penyelesaian 4.202.191 - 3.295.590 1.047.879 (843.302) 5.606.600
65.038.484 3.296.712 10.538.233 4.922.228 - 73.951.201
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 3.313.244 - 1.094.220 262.287 12.982 4.158.159
Kendaraan bermotor 2.120.861 - 572.000 855.688 9.093 1.846.266
Komputer dan mesin 7.666.009 - 1.344.986 275.523 540.653 9.276.125
Perlengkapan kantor 2.981.185 - 383.015 554.450 (562.720) 2.247.030
Satelit 986.998 - 220.584 - (8) 1.207.574
17.068.297 - 3.614.805 1.947.948 - 18.735.154
Nilai buku - Bersih 47.970.187 55.216.047
*) Termasuk software
145
Page 149
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. ASET TETAP (lanjutan)
Biaya perolehan dan akumulasi penyusutan aset tetap per 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
pada tabel di atas termasuk juga nilai Aset Hak Guna (AHG) BRI dan entitas anak, dengan rincian sebagai
berikut:
Saldo awal Saldo akhir
1 Januari 2023 Penambahan Pengurangan 30 September 2023
Biaya Perolehan Aset Hak Guna
Bangunan 1.840.211 816.613 412.653 2.244.171
Kendaraan bermotor 331.406 162.676 86.927 407.155
Perlengkapan kantor 13.246 22.999 85 36.160
2.184.863 1.002.288 499.665 2.687.486
Akumulasi Penyusutan Aset Hak Guna
Bangunan 794.664 451.592 143.667 1.102.589
Kendaraan bermotor 169.110 63.109 27.955 204.264
Perlengkapan kantor 1.780 16.383 - 18.163
965.554 531.084 171.622 1.325.016
Nilai buku - Bersih 1.219.309 1.362.470
Saldo awal Saldo akhir
1 Januari 2022 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2022
Biaya Perolehan Aset Hak Guna
Bangunan 1.411.229 1.135.501 706.519 1.840.211
Kendaraan bermotor 372.382 99.740 140.716 331.406
Perlengkapan kantor 20.856 12.686 20.296 13.246
1.804.467 1.247.927 867.531 2.184.863
Akumulasi Penyusutan Aset Hak Guna
Bangunan 457.367 552.101 214.804 794.664
Kendaraan bermotor 62.545 190.007 83.442 169.110
Perlengkapan kantor 20.304 2.460 20.984 1.780
540.216 744.568 319.230 965.554
Nilai buku - Bersih 1.264.251 1.219.309
Tabel berikut menyajikan beban hak guna yang dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasian:
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2023
Beban penyusutan Beban bunga atas
aset hak guna liabilitas sewa
Bangunan 451.592 7.124
Kendaraan bermotor 63.109 6.249
Perlengkapan kantor 16.383 110
Total 531.084 13.483
146
Page 150
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. ASET TETAP (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan beban hak guna yang dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasian
(lanjutan):
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2022
Beban penyusutan Beban bunga atas
aset hak guna liabilitas sewa
Bangunan 694.564 5.024
Kendaraan bermotor 105.070 16.192
Perlengkapan kantor 6.649 227
Total 806.283 21.443
Rata-rata masa sewa berdasarkan kontrak yang dimiliki BRI adalah 2 (dua) tahun.
BRI memiliki sewa tertentu dengan masa sewa 12 bulan atau kurang dan sewa aset bernilai rendah,
dimana dikecualikan dari pengakuan sewa berdasarkan PSAK No. 73.
Jumlah penyusutan aset tetap yang dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian adalah sebesar Rp2.652.912 dan Rp1.570.360 masing-masing untuk periode sembilan
bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022 (Catatan 36).
BRI telah mengasuransikan aset tetap (tidak termasuk hak atas tanah dan satelit) untuk menutup
kemungkinan kerugian terhadap risiko kebakaran, pencurian, vandalisme, force majeur, dan lain-lain
kepada PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance), PT Jasaraharja Putera, PT Askrindo, PT Sinarmas,
PT Asuransi Wahana Tata, Maritme Mutual Insurance New Zealand, dan PT Asuransi Sahabat Artha
Proteksi dengan nilai pertanggungan seluruhnya sebesar Rp20.242.869 dan Rp20.269.005 masing-
masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
BRI telah mengasuransikan aset tetap satelit kepada PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance)
(Entitas Anak) dengan nilai pertanggungan seluruhnya pada tanggal 30 September 2023 dan 31
Desember 2022 masing-masing sebesar ASD130.736.666 (nilai penuh) dan ASD144.000.000 (nilai
penuh), masing-masing polis asuransi tersebut berakhir pada tanggal 19 Juni 2024 dan 2023.
Tidak ada aset tetap yang dimiliki BRI yang dijadikan jaminan pada tanggal-tanggal 30 September 2023
dan 31 Desember 2022.
Nilai tercatat bruto aset tetap yang telah terdepresiasi penuh, namun masih digunakan oleh BRI adalah
masing-masing sebesar Rp9.066.074 dan Rp9.019.619 pada tanggal 30 September 2023 dan 31
Desember 2022.
147
Page 151
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. ASET TETAP (lanjutan)
Pada tanggal 1 April 2016, BRI mengubah kebijakan akuntansi untuk pengukuran hak atas tanah menjadi
model revaluasian dari sebelumnya menggunakan model biaya.
Berdasarkan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK)
No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
Emiten atau Perusahaan Publik” bagian 27 huruf e, dengan mempertimbangkan nilai buku tanah yang
telah dilakukan revaluasi pada tahun 2016. Selanjutnya, BRI dan entitas anak telah melakukan penilaian
kembali atas tanah hanya untuk memenuhi ketentuan Bapepam-LK tersebut dan bukan untuk tujuan
perpajakan, dimana berdasarkan penilaian terakhir menggunakan nilai wajar pada tanggal 1 April 2022.
Penilaian dilakukan berdasarkan POJK No. 28/POJK.04/2021 tanggal 30 Desember 2021 tentang
“Penyajian Laporan Penilaian Properti Di Pasar Modal” dan Standar Penilaian Indonesia, ditentukan
berdasarkan transaksi pasar terkini dan dilakukan dengan ketentuan-ketentuan yang lazim. Metode
penilaian yang dipakai adalah metode data pasar dan metode biaya.
Penilaian atas tanah dilakukan oleh penilai independen eksternal sebagai berikut:
1. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan, dengan laporan No. 01042/2.0131-00/PI/07/0375/1/IX/2022
tanggal 19 September 2022 sebesar Rp1.679.046 ditandatangani oleh Budi Prasodjo.
2. KJPP Dino Farid dan Rekan, dengan laporan No. 00526/2.0164-00/PI/07/0447/1/IX/2022 tanggal
19 September 2022 sebesar Rp2.006.196 ditandatangani oleh Dino Suharianto.
3. KJPP Sapto, Kasmodiard dan Rekan, dengan laporan No. 01957/2.0084-00/PI/07/0274/1/IX/2022
tanggal 19 September 2022 sebesar Rp9.866.380 ditandatangani oleh Sapto Haji.
4. KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti dan Rekan, dengan laporan No. 00522/2.0018-
00/PI/07/0496/1/IX/2022 tanggal 19 September 2022 sebesar Rp1.429.569 ditandatangani oleh Budi
Muhammad Haikal.
5. KJPP Susan Widjojo dan Rekan, dengan laporan No. 00400/2.0068-00/PI/07/0198/1/IX/2022 tanggal
19 September 2022 sebesar Rp2.865.437 ditandatangani oleh Susan Widjojo.
6. KJPP Toha, Okky, Heru dan Rekan, dengan laporan No. 00121/2.0014-00/PI/07/0080/1/IX/2022
tanggal 19 September 2022 sebesar Rp1.152.233 ditandatangani oleh Okky Danuza.
7. KJPP Abdullah Fitriantoro dan Rekan, dengan laporan No. 00282/2.0051-00/PI/07/0152/1/IX/2022
tanggal 1 September 2022 sebesar Rp1.056.302 dan Rp654.858 ditandatangani oleh Abdullah
Fitriantoro.
8. KJPP Muttaqin Bambang Purwanto Rozak Uswatun dan Rekan, dengan laporan No. 01155/2.0027-
00/PI/07/0196/1/IX/2022 tanggal 19 September 2022 sebesar Rp1.524.861 ditandatangani oleh
Muhammad A. Muttaqin.
9. KJPP Iwan Bachron dan Rekan, dengan laporan No. 00066/2.0047-00/PI/07/0108/1/IX/2022 tanggal
14 September 2022 sebesar Rp730.970 ditandatangani oleh Iwan Bachron.
Kenaikan nilai tercatat yang timbul dari penilaian kembali atas hak atas tanah BRI (Entitas induk) pada
tanggal 1 April 2022 sebesar Rp2.963.485 dicatat sebagai “Surplus Revaluasi Aset Tetap” dan disajikan
dalam penghasilan komprehensif lain sebesar Rp2.984.488, sedangkan penurunan nilai tercatat yang
timbul dari penilaian kembali sebesar Rp21.003 diakui dalam laporan laba rugi tahun berjalan. Nilai wajar
hak atas tanah termasuk pada hierarki nilai wajar level 2.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, jika tanah diukur menggunakan model
biaya, nilai tercatatnya masing-masing adalah sebesar Rp13.543.129 dan Rp13.402.935.
BRI dan entitas anak tidak memiliki aset tetap yang tidak terpakai sementara, tidak memiliki aset tetap
yang dihentikan dari penggunaan aktif, dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual pada
tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
148
Page 152
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. ASET TETAP (lanjutan)
Rincian aset dalam penyelesaian, adalah sebagai berikut:
30 September 2023
Persentase Estimasi
Akumulasi biaya penyelesaian penyelesaian
Bangunan dalam penyelesaian:
KC Kelapa Gading 25.996 95,00% Oktober 2023
BRI Main Corpu 24.478 95,00% Oktober 2023
KC BRI Jakarta Gunung Sahari 22.868 95,00% Oktober 2023
KC Sidikalang 21.123 95,00% Desember 2023
Lain-lain 2.400.253 Beragam Beragam
2.394.718
Software dalam penyelesaian:
Pengadaan Konsultan IT-Fase
Implementasi Product 288.109 82,67% Juli 2024
Pengadaan Konsultan System Integrator 141.409 95,00% Oktober 2023
Pengadaan Secure Branch Fase II 98.571 95,00% Desember 2023
Pengadaan Penambahan Storage DC GTI 51.636 95,00% Desember 2023
Software BRIFIRST 43.724 95,00% Desember 2023
Pengadaan Implementasi Integrasi
New Finance System 39.964 85,00% Desember 2023
Lain-lain 1.181.558 Beragam Beragam
1.844.971
Hardware dalam penyelesaian 340.289 Beragam Beragam
2.185.260
Total 4.579.978
31 Desember 2022
Persentase Estimasi
Akumulasi biaya penyelesaian penyelesaian
Bangunan dalam penyelesaian:
Menara BRI Medan 287.349 93,40% Februari 2023
Gedung BRI Kanwil Malang 118.892 95,05% Februari 2023
Lain-lain 2.037.598 Beragam Beragam
2.443.839
Software dalam penyelesaian:
Pengadaan Software BRIFIRST 236.670 84,53% Desember 2023
Pengadaan Infrastruktur BRIFIRST 168.337 71,40% Desember 2023
Pengadaan Konsultan System Integrator 141.409 78,13% Februari 2023
Aplikasi Desktop BRIBox 62.599 90,57% Mei 2023
Lain-lain 2.549.547 Beragam Beragam
3.158.562
Hardware dalam penyelesaian 4.199 Beragam Beragam
4.199
Total 5.606.600
149
Page 153
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. ASET TETAP (lanjutan)
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset tetap selain yang disebutkan di atas
dan jumlah nilai pertanggungan asuransi cukup untuk menutup risiko kerugian yang mungkin timbul atas
aset tetap pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
17. ASET LAIN-LAIN
Aset lain-lain terdiri atas:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah
Tagihan kepada Pemerintah terkait pemberian KUR 10.567.090 12.458.257
Biaya dibayar di muka 9.392.633 5.089.056
Piutang bunga:
Efek-efek 3.005.288 2.740.624
Usaha gadai 2.358.815 2.290.259
Lain-lain 520.656 281.084
Beban yang ditangguhkan untuk
pinjaman pekerja (Catatan 11f) 5.054.397 4.785.093
Tagihan terkait dengan transaksi
ATM dan kartu kredit 3.502.823 1.938.258
Aset reasuransi 2.340.959 2.242.873
Aset atas sewa operasi - net 1.933.504 517.238
Piutang lain-lain 1.662.458 1.461.712
Estimasi tagihan pajak 1.280.941 -
Piutang premi 747.519 204.285
Persediaan emas 659.245 439.088
Kas yang dibatasi penggunaannya 601.678 1.268.339
Persekot intern 572.119 184.386
Aset tetap belum didistribusikan 286.192 1.014.197
Properti investasi 180.025 195.526
Agunan yang diambil alih 64.203 67.569
Setoran jaminan 51.907 82.403
Uang muka pengadaan 20.603 338.967
Lain-lain 4.114.347 3.640.890
48.917.402 41.240.104
Mata uang asing
Term deposit valas devisa hasil ekspor
(TD Valas DHE) Bank Indonesia 1.982.104 -
Piutang Bunga:
Efek-efek 733.464 1.257.503
Lain-lain 190.828 157.823
Lain-lain 324.568 489.742
3.230.964 1.905.068
Total 52.148.366 43.145.172
Dikurangi cadangan penurunan nilai (543.317) (771.171)
Bersih 51.605.049 42.374.001
150
Page 154
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. LIABILITAS SEGERA
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah
Titipan advance payment 7.203.753 8.921.299
Titipan kerja sama pihak ketiga 840.183 520.966
Titipan recovery klaim asuransi 714.000 -
Titipan setoran pajak 618.790 716.779
Titipan uang elektronik 502.904 456.179
Titipan sumber dana pihak ketiga 334.240 619.504
Titipan asuransi 282.089 264.235
Utang kepada nasabah 206.753 170.138
Titipan ATM dan kartu kredit 151.572 458.952
Titipan pinjaman kelolaan 122.627 121.539
Titipan setoran kliring 31.618 28.053
Titipan pengiriman uang 20.147 20.042
Titipan pembayaran dividen (Catatan 31d) - 8.602.823
Lain-lain 4.154.654 3.669.845
15.183.330 24.570.354
Mata uang asing
Titipan setoran pajak 103.884 51.182
Titipan advance payment 35.561 65.926
Titipan ATM dan kartu kredit 2.488 5.205
Lain-lain 1.233.817 217.912
1.375.750 340.225
Total 16.559.080 24.910.579
19. GIRO
Giro terdiri atas:
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga
Rupiah 115.590.142 111.967.188
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 3.736.848.532 57.752.994 3.290.805.117 51.229.608
Renminbi 166.008.785 351.389 156.774.479 351.004
Euro Eropa 20.458.307 335.344 27.522.824 456.376
Dolar Singapura 14.070.178 159.688 131.638.705 1.526.072
Dolar Australia 7.718.383 77.292 1.887.328 19.926
Yen Jepang 424.008.165 44.048 239.441.887 28.209
Dolar Taiwan Baru 35.445.579 17.052 7.820.781 3.958
Dolar Hong Kong 7.375.955 14.561 1.569.861 3.134
Pound Sterling Inggris 215.518 4.078 169.333 3.181
Riyal Arab Saudi 511.051 2.106 8.615 36
Dirham Uni Emirat Arab 453.574 1.909 267.241 1.133
Ringgit Malaysia 4.894 16 3.894 14
58.760.477 53.622.651
174.350.619 165.589.839
151
Page 155
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. GIRO (lanjutan)
Giro terdiri atas (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah 58.689.505 112.553.235
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 5.271.238.274 81.466.988 4.593.131.861 71.503.580
Euro Eropa 11.322.147 185.588 5.485.114 90.953
Yen Jepang 158.720.894 16.489 151.956.054 17.902
Pound Sterling Inggris 22.573 427 -
Dolar Singapura 5.331 60 6.986 81
81.669.552 71.612.516
140.359.057 184.165.751
Total 314.709.676 349.755.590
Tingkat suku bunga rata-rata:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah 2,53% 2,07%
Mata uang asing 2,23% 0,61%
Giro yang dijadikan jaminan atas fasilitas perbankan yang diberikan oleh BRI dan entitas anak adalah
masing-masing sebesar Rp238.143 dan Rp551.325 pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31
Desember 2022.
20. TABUNGAN
Tabungan terdiri atas:
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga
Rupiah
Simpedes 305.547.597 318.984.036
Britama 186.343.331 188.378.315
Lain-lain 9.221.974 9.528.215
501.112.902 516.890.566
Mata uang asing
Britama
Dolar Amerika Serikat 181.398.712 2.803.519 252.725.208 3.934.300
Yen Jepang 14.737.101.678 1.530.964 4.384.269.662 516.511
Euro Eropa 11.088.711 181.761 9.012.989 149.451
Dolar Singapura 14.971.886 169.921 14.646.981 169.801
Pound Sterling Inggris 1.660.662 31.422 3.445.779 64.733
Dolar Australia 3.070.372 30.747 1.872.993 19.775
Renminbi 10.036.149 21.243 2.911.422 6.518
Dolar Taiwan Baru 13.997.692 6.734 14.962.922 7.555
Riyal Arab Saudi 904.764 3.728 142.770 591
Dolar Hong Kong 1.190.388 2.350 267.651 534
Dirham Uni Emirat Arab 104.323 439 11.629 49
Won Korea Selatan 96.078 1 -
4.782.829 4.869.818
152
Page 156
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. TABUNGAN (lanjutan)
Tabungan terdiri atas (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga (lanjutan)
Mata uang asing (lanjutan)
Lain-lain
Dolar Amerika Serikat - 1.463.998 22.791
- 4.892.609
505.895.731 521.783.175
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Britama 398.728 728.459
Simpedes 12.467 14.265
Lain-lain 86.301 100.691
497.496 843.415
Mata uang asing
Britama
Dolar Amerika Serikat 2.063.146 31.886 1.307.634 20.357
Pound Sterling Inggris 7.685 145 8.924 168
Dolar Singapura 9.358 106 37.678 437
Euro Eropa 6.261 103 14.380 238
Yen Jepang 772.620 80 603.841 71
Riyal Arab Saudi 5.790 24 6.226 26
Renminbi 5.490 12 14.546 33
32.356 21.330
529.852 864.745
Total 506.425.583 522.647.920
Tingkat suku bunga rata-rata:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah 0,25% 0,22%
Mata uang asing 0,20% 0,12%
Tabungan yang dijadikan jaminan atas fasilitas perbankan yang diberikan oleh BRI dan entitas anak
adalah masing-masing sebesar Rp155.438 dan Rp114.649 pada tanggal-tanggal 30 September 2023
dan 31 Desember 2022.
153
Page 157
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. DEPOSITO BERJANGKA
Deposito berjangka terdiri atas:
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga
Rupiah 303.546.738 258.965.235
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 1.702.556.372 26.313.009 2.241.433.076 34.893.509
Yen Jepang 17.176.350.000 1.784.365 682.150.000 80.364
Renminbi 147.052.996 311.266 145.122.178 324.915
Dolar Singapura 13.072.972 148.370 146.313.062 1.696.190
Dolar Australia 7.428.204 74.387 27.247.937 287.680
Pound Sterling Inggris 966.331 18.284 74.572 1.401
Euro Eropa 437.854 7.177 1.874.588 31.084
Dolar Taiwan Baru 10.154.254 4.885 6.170.038 3.123
Riyal Arab Saudi 5.009 21 5.007 21
28.661.764 37.318.287
332.208.502 296.283.522
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah 114.819.500 121.105.033
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 1.429.122.773 22.087.092 1.159.818.087 18.055.468
Euro Eropa 2.200.000 36.061 2.200.000 36.480
22.123.153 18.091.948
136.942.653 139.196.981
Total 469.151.155 435.480.503
Deposito berjangka berdasarkan periode kontrak adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
Deposits on call 8.820.042 11.198.794
Deposito
1 bulan 68.531.881 87.324.795
3 bulan 112.598.344 98.169.540
6 bulan 63.726.446 32.731.596
12 bulan 48.702.208 28.145.069
Lebih dari 12 bulan 1.167.817 1.395.441
303.546.738 258.965.235
154
Page 158
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. DEPOSITO BERJANGKA (lanjutan)
Deposito berjangka berdasarkan periode kontrak adalah sebagai berikut (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga (lanjutan)
Mata uang asing
Deposits on call 83.144 418.420
Deposito
1 bulan 8.817.171 13.903.695
3 bulan 4.860.881 4.184.207
6 bulan 7.427.760 7.211.600
12 bulan 6.962.000 10.706.367
Lebih dari 12 bulan 510.808 893.998
28.661.764 37.318.287
332.208.502 296.283.522
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Deposits on call 1.839.477 7.839.292
Deposito
1 bulan 25.775.793 23.511.996
3 bulan 34.620.896 32.628.975
6 bulan 48.682.094 14.064.025
12 bulan 3.901.240 43.030.745
Lebih dari 12 bulan - 30.000
114.819.500 121.105.033
Mata uang asing
Deposits on call 1.855.229 1.871.945
Deposito
1 bulan 8.537.764 11.545.591
3 bulan 10.671.144 1.837.484
6 bulan 917.441 2.328.533
12 bulan 141.575 469.476
Lebih dari 12 bulan - 38.919
22.123.153 18.091.948
136.942.653 139.196.981
Total 469.151.155 435.480.503
Tingkat suku bunga rata-rata:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah 4,53% 3,06%
Mata uang asing 2,96% 0,93%
Deposito berjangka yang dijadikan jaminan atas fasilitas perbankan yang diberikan oleh BRI dan entitas
anak adalah sebesar Rp261.840 dan Rp262.798 pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022.
155
Page 159
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. SIMPANAN DARI BANK LAIN DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA
Simpanan dari bank lain dan lembaga keuangan lainnya terdiri atas:
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga
Rupiah
Deposits on call 2.640.000 145.200
Giro 829.663 1.406.913
Deposito berjangka 142.800 750.521
Tabungan 6.100 9.787
3.618.563 2.312.421
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat
Inter-bank call money 197.078.429 3.045.847 117.000.000 1.821.398
Deposito berjangka 120.000.000 1.854.600 161.000.000 2.506.368
Giro 60.390.701 933.338 29.643.680 461.478
5.833.785 4.789.244
Dolar Singapura
Inter-bank call money 136.175.019 1.545.500 121.729.108 1.411.191
7.379.285 1.411.191
10.997.848 8.512.856
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Giro 28.434 42.617
Deposito berjangka - 40
28.434 42.657
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat
Inter-bank call money 4.000.000 61.820 50.000.000 778.375
Giro 41.434 640 42.334 659
62.460 779.034
90.894 821.691
Total 11.088.742 9.334.547
Tingkat suku bunga rata-rata:
Rupiah Mata Uang Asing
30 September 2023 31 Desember 2022 30 September 2023 31 Desember 2022
Deposits on call 3,52% 3,12% -% -%
Deposito berjangka 2,54 2,50% 1,50% 1,50%
Giro 1,20 1,34% 0,10% 0,06%
Tabungan 0,64 0,47% -% -%
Inter-bank call money -% -% 5,13% 3,83%
156
Page 160
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. SIMPANAN DARI BANK LAIN DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (lanjutan)
Klasifikasi jangka waktu simpanan dari bank lain dan lembaga keuangan lainnya berdasarkan sisa umur
sampai dengan saat jatuh tempo adalah sebagai berikut:
30 September 2023
≤ 1 bulan > 1 - 3 bulan > 3 bulan - 1 tahun Total
Pihak ketiga
Rupiah
Deposits on call 2.640.000 - - 2.640.000
Giro 829.663 - - 829.663
Deposito berjangka 79.100 63.700 - 142.800
Tabungan 6.100 - - 6.100
3.554.863 63.700 - 3.618.563
Mata Uang Asing
Dolar Amerika Serikat
Inter-bank call money 1.902.177 - 1.143.670 3.405.847
Deposito berjangka - - 1.854.600 1.854.600
Giro 933.338 - - 933.338
Dolar Singapura
Inter-bank call money 1.545.500 - - 1.545.500
4.381.015 - 2.998.270 7.379.285
7.935.878 63.700 2.988.270 10.997.848
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Giro 28.434 - - 28.434
28.434 - - 28.434
Mata Uang Asing
Inter-bank call money 61.820 - - 61.820
Giro 640 - - 640
62.460 - - 62.460
90.894 - - 90.894
Total 8.026.772 63.700 2.998.270 11.088.742
31 Desember 2022
≤ 1 bulan > 1 - 3 bulan > 3 bulan - 1 tahun Total
Pihak ketiga
Rupiah
Giro 1.406.913 - - 1.406.913
Deposito berjangka 230.204 407.217 113.100 750.521
Deposits on call 145.200 - - 145.200
Tabungan 9.787 - - 9.787
1.792.104 407.217 113.100 2.312.421
157
Page 161
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. SIMPANAN DARI BANK LAIN DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (lanjutan)
Klasifikasi jangka waktu simpanan dari bank lain dan lembaga keuangan lainnya berdasarkan sisa umur
sampai dengan saat jatuh tempo adalah sebagai berikut (lanjutan):
31 Desember 2022
≤ 1 bulan > 1 - 3 bulan > 3 bulan - 1 tahun Total
Pihak ketiga (lanjutan)
Mata Uang Asing
Dolar Amerika Serikat
Deposito berjangka 311.350 1.572.318 622.700 2.506.368
Inter-bank call money 980.753 560.430 280.215 1.821.398
Giro 461.478 - - 461.478
Dolar Singapura
Inter-bank call money 1.411.191 - - 1.411.191
3.164.772 2.132.748 902.915 6.200.435
4.956.876 2.539.965 1.016.015 8.512.856
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Giro 42.617 - - 42.617
Deposito berjangka 40 - - 40
42.657 - - 42.657
Mata Uang Asing
Inter-bank call money 778.375 - - 778.375
Giro 659 - - 659
779.034 - - 779.034
821.691 - - 821.691
Total 5.778.567 2.539.965 1.016.015 9.334.547
158
Page 162
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. EFEK-EFEK YANG DIJUAL DENGAN JANJI DIBELI KEMBALI
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali terdiri atas:
30 September 2023
Tanggal Nilai
Tanggal Jual Beli Kembali Nominal Nilai Jual Nilai Tercatat
Pihak ketiga
Rupiah
Bank lain
Obligasi Pemerintah
FR0081 10 Jul 2023 13 Jun 2025 1.500.000 1.322.032 1.340.930
FR0086 18 Jul 2023 15 Apr 2026 1.150.000 1.001.549 1.014.590
FR0081 11 Jul 2023 13 Jun 2025 1.098.000 999.680 1.013.911
FR0090 14 Jul 2023 28 Des 2023 1.000.000 939.928 952.819
FR0081 04 Apr 2023 12 Jun 2025 1.000.000 887.065 911.912
FR0081 12 Jul 2023 13 Jun 2025 600.000 547.677 555.379
FR0096 03 Agu 2023 02 Nov 2023 300.000 303.153 306.228
FR0096 27 Jul 2023 26 Okt 2023 300.000 302.543 305.976
FR0059 21 Agu 2023 23 Okt 2023 200.000 199.882 201.270
FR0071 26 Sep 2023 03 Okt 2023 150.000 154.483 154.356
FR0091 26 Sep 2023 03 Okt 2023 150.000 136.374 136.261
FR0082 29 Sep 2023 06 Okt 2023 120.000 112.793 112.828
FR0090 01 Sep 2023 02 Okt 2023 100.000 93.952 94.430
FR0078 29 Sep 2023 06 Okt 2023 80.000 82.511 82.536
FR0082 27 Sep 2023 04 Okt 2023 50.000 47.053 47.082
FR0072 26 Sep 2023 03 Okt 2023 20.000 21.421 21.437
FR0068 29 Sep 2023 06 Okt 2023 20.000 20.778 20.784
FR0087 26 Sep 2023 03 Okt 2023 20.000 18.408 18.423
FR0092 29 Sep 2023 06 Okt 2023 10.000 9.613 9.616
FR0065 26 Sep 2023 03 Okt 2023 10.000 9.410 9.418
7.878.000 7.210.305 7.310.186
Mata uang asing
Bank lain
Obligasi Pemerintah
FR0086 22 Jun 2023 15 Apr 2026 900.000 839.506 851.400
FR0086 21 Jun 2023 15 Apr 2026 900.000 813.546 825.210
FR0086 16 Des 2021 15 Apr 2026 815.000 773.351 790.571
FR0081 16 Des 2021 13 Jun 2025 791.500 772.358 784.060
RI0731 21 Sep 2023 20 Okt 2023 927.300 740.171 741.308
RI0929 21 Sep 2023 20 Okt 2023 618.200 499.574 500.341
RI0126 16 Jun 2023 18 Mar 2024 463.650 427.550 434.539
RI0126 21 Sep 2023 23 Okt 2023 309.100 306.202 306.677
RI0127 30 Agu 2023 30 Nov 2023 309.100 288.149 289.604
RI0128 30 Agu 2023 30 Nov 2023 309.100 275.223 276.612
RI0229 30 Agu 2023 30 Nov 2023 293.645 274.083 275.464
RI0727 21 Sep 2023 23 Okt 2023 231.825 220.151 220.493
6.868.420 6.229.865 6.296.279
159
Page 163
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. EFEK-EFEK YANG DIJUAL DENGAN JANJI DIBELI KEMBALI (lanjutan)
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali terdiri atas (lanjutan):
30 September 2023
Tanggal Nilai
Tanggal Jual Beli Kembali Nominal Nilai Jual Nilai Tercatat
Pihak ketiga (lanjutan)
Mata uang asing (lanjutan)
Bank lain (lanjutan)
Sukuk Berharga Syariah Negara
INDOIS 27 21 Agu 2023 20 Feb 2024 425.013 398.258 400.866
INDOIS 25 30 Agu 2023 30 Nov 2023 208.643 197.676 198.672
INDOIS 26 28 Jul 2023 27 Okt 2023 154.550 148.297 149.815
INDOIS 24 28 Jul 2023 27 Okt 2023 154.550 148.170 149.686
INDOIS 24 30 Agu 2023 30 Nov 2023 154.550 148.554 149.302
INDOIS 25 28 Jul 2023 27 Okt 2023 154.550 146.046 147.541
INDOIS 28 30 Agu 2023 30 Nov 2023 154.550 142.139 142.855
INDOIS 28 30 Agu 2023 26 Feb 2024 92.730 84.832 85.275
INDOIS 27 30 Agu 2023 26 Feb 2024 77.275 68.213 68.569
INDOIS 24 30 Agu 2023 26 Feb 2024 61.820 56.154 56.447
INDOIS 27 30 Agu 2023 26 Feb 2024 61.820 55.862 56.153
1.700.050 1.594.199 1.605.182
8.568.470 7.824.064 7.901.461
Total 16.446.470 15.034.369 15.211.647
31 Desember 2022
Tanggal Nilai
Tanggal Jual Beli Kembali Nominal Nilai Jual Nilai Tercatat
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
Obligasi Pemerintah
FR0088 08 Nov 2022 07 Feb 2023 250.000 213.388 215.176
FR0070 01 Des 2022 02 Mar 2023 50.000 49.742 49.999
300.000 263.130 265.175
Bank lain
Obligasi Pemerintah
FR0063 08 Mar 2021 15 Mei 2023 1.593.000 1.424.873 1.424.873
FR0063 07 Nov 2017 15 Mei 2023 500.000 446.090 446.090
FR0095 28 Des 2022 02 Jan 2023 208.061 223.777 223.604
FR0090 26 Des 2022 09 Jan 2023 115.000 105.977 106.050
FR0093 01 Des 2022 03 Jan 2023 60.000 54.253 54.253
FR0070 01 Des 2022 02 Mar 2023 51.284 50.526 49.741
FR0093 13 Des 2022 13 Jan 2023 50.000 45.418 45.537
FR0092 07 Des 2022 06 Jan 2023 30.000 28.907 29.008
2.607.345 2.379.821 2.379.156
Mata uang asing
Bank lain
Obligasi Pemerintah
FR0086 16 Des 2021 15 Apr 2026 815.000 778.980 778.980
FR0091 21 Jun 2022 21 Jun 2023 900.000 778.466 778.466
FR0081 16 Des 2021 13 Jun 2025 791.500 777.980 777.980
RI0731 25 Feb 2022 17 Feb 2023 622.700 497.961 504.158
RI0727 25 Feb 2022 17 Feb 2023 467.025 421.385 426.629
RI0127 16 Nov 2022 13 Jan 2023 342.485 332.615 334.461
RI0727 29 Nov 2022 28 Feb 2023 311.350 288.835 290.080
RI0128 16 Des 2022 16 Mar 2023 311.350 272.509 273.073
RI0229 29 Nov 2022 28 Feb 2023 249.080 236.301 237.320
160
Page 164
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. EFEK-EFEK YANG DIJUAL DENGAN JANJI DIBELI KEMBALI (lanjutan)
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali terdiri atas (lanjutan):
31 Desember 2022
Tanggal Nilai
Tanggal Jual Beli Kembali Nominal Nilai Jual Nilai Tercatat
Pihak ketiga (lanjutan)
Mata uang asing (lanjutan)
Bank lain (lanjutan)
Obligasi Pemerintah (lanjutan)
RI0126 16 Nov 2022 16 Feb 2023 233.512 223.168 224.535
RI0124 25 Feb 2022 17 Feb 2023 233.513 214.305 216.972
RI0423 25 Feb 2022 17 Feb 2023 233.513 204.619 207.166
RI0125 16 Nov 2022 16 Feb 2023 202.377 192.066 193.243
RI1030 25 Feb 2022 17 Feb 2023 155.675 143.955 145.747
RI1023 25 Feb 2022 17 Feb 2023 155.675 142.751 144.527
US TREASURY 0523 16 Des 2022 16 Mar 2023 108.973 105.956 106.166
RI0126 21 Nov 2022 21 Feb 2023 90.291 86.853 87.312
US TREASURY 0526 16 Des 2022 16 Mar 2023 77.837 71.772 71.914
RI0127 21 Nov 2022 21 Feb 2023 73.167 69.149 69.514
6.375.023 5.839.626 5.868.243
Sukuk Berharga Syariah Negara
INDOIS 25 16 Nov 2022 16 Feb 2023 264.647 253.678 255.232
INDOIS 27 16 Nov 2022 13 Jan 2023 249.080 236.775 238.090
INDOIS 27 21 Nov 2022 21 Feb 2023 202.378 187.643 188.634
INDOIS 24 16 Nov 2022 13 Jan 2023 186.810 183.257 184.274
INDOIS 26 23 Des 2022 23 Mar 2023 186.810 170.298 170.488
INDOIS 24 23 Des 2022 23 Mar 2023 124.540 113.353 113.479
INDOIS 25 23 Des 2022 23 Mar 2023 101.189 91.288 91.390
INDOIS 28 23 Des 2022 23 Mar 2023 93.405 84.552 84.646
INDOIS 24 23 Des 2022 23 Mar 2023 62.270 56.267 56.330
1.471.129 1.377.111 1.382.563
Obligasi Korporasi
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Tahun 2025 29 Nov 2022 28 Feb 2023 82.508 75.976 76.303
Tahun 2026 29 Nov 2022 28 Feb 2023 31.135 26.039 26.152
113.643 102.015 102.455
Total 10.867.140 9.961.703 9.997.592
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN
BRI dan entitas anak menerbitkan surat berharga dengan rincian sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah
Obligasi Berkelanjutan II BRI
Tahap I Tahun 2016
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp1.149 dan Rp1.443 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 2.678.829 2.664.774
Tahap II Tahun 2017
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp396 dan Rp466 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 1.258.268 1.257.485
161
Page 165
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
BRI dan entitas anak menerbitkan surat berharga dengan rincian sebagai berikut (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah (lanjutan)
Obligasi Berkelanjutan II BRI (lanjutan)
Tahap III Tahun 2017
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp280 dan Rp493 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 2.516.857 2.495.955
Tahap IV Tahun 2018
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp142 dan Rp272 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 594.962 2.426.656
Tahap I Tahun 2019
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp903 dan Rp1.471 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 2.139.380 2.137.677
Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I BRI
Tahap I Tahun 2022
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp3.618 dan Rp8.126 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 2.380.528 4.884.898
MTN BRI Tahun 2022
setelah dikurangi biaya diskonto dan biaya
emisi yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp5.806 dan Rp3.719 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 4.994.194 4.996.281
LTN BRI Tahun 2022
setelah dikurangi biaya diskonto dan biaya
emisi yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp2.907 dan Rp148 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 49.425 52.184
MTN II BRI Finance Tahun 2021
setelah dikurangi diskonto dan biaya emisi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp173 dan Rp354 pada
tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 324.734 324.328
Obligasi I BRI Finance Tahun 2022
setelah dikurangi diskonto dan biaya emisi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp1.448 dan Rp1.277 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 549.663 549.401
Obligasi II BRI Finance Tahun 2023
setelah dikurangi diskonto dan biaya emisi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp2.239 dan RpNihil pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 472.651 -
162
Page 166
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
BRI dan entitas anak menerbitkan surat berharga dengan rincian sebagai berikut (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah (lanjutan)
Obligasi Berkelanjutan II PNM Tahap II Tahun 2018
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar RpNihil dan Rp137 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 - 1.245.863
Obligasi Berkelanjutan III PNM
Tahap I Tahun 2019
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp240 dan Rp491 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 598.760 598.509
Tahap II Tahun 2019
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp138 dan Rp220 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 763.362 763.280
Tahap III Tahun 2020
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp192 dan Rp302 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 194.708 249.698
Tahap IV Tahun 2020
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp185 dan Rp454 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 828.815 828.546
Tahap V Tahun 2021
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp338 dan Rp631 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 497.862 497.569
Obligasi Berkelanjutan IV PNM
Tahap I Tahun 2021
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp3.156 dan Rp4.172 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 1.996.844 1.976.383
Tahap II Tahun 2022
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp1.140 dan Rp3.481 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 585.283 2.840.589
Obligasi Berkelanjutan V PNM Tahap I Tahun 2022
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp305 dan Rp2.779 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 115.695 997.221
MTN III PNM Venture Capital 338.900 -
163
Page 167
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
BRI dan entitas anak menerbitkan surat berharga dengan rincian sebagai berikut (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah (lanjutan)
Sukuk Mudharabah III PNM
Tahun 2019 350.000 1.000.000
Sukuk Mudharabah IV PNM
Tahun 2020 200.000 200.000
Tahun 2021 1.800.000 2.000.000
Sukuk Mudharabah V PNM
Tahun 2022 466.000 492.500
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM Tahap I
Tahun 2021 842.000 842.000
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM Tahap II
Tahun 2023 1.721.900 -
Obligasi Berkelanjutan III Pegadaian
Tahap II Tahun 2018
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar RpNihil dan Rp72 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 - 1.763.187
Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian
Tahap I Tahun 2020
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar RpNihil dan Rp49 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 - 69.951
Tahap II Tahun 2020
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp67 dan Rp166 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 141.933 444.834
Tahap III Tahun 2020
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar RpNihil dan Rp296 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 - 1.045.290
Tahap IV Tahun 2021
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp187 dan Rp459 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 939.488 943.391
Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian
Tahap I Tahun 2022
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp595 dan Rp2.463 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 577.385 2.977.770
Tahap II Tahun 2022
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp250 dan Rp1.805 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 275.750 1.855.164
164
Page 168
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
BRI dan entitas anak menerbitkan surat berharga dengan rincian sebagai berikut (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah (lanjutan)
Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian (lanjutan)
Tahap III Tahun 2023
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp2.380 dan RpNihil pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 1.937.882 -
Tahap IV Tahun 2023
setelah dikurangi biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp3.161 dan RpNihil pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 2.429.999 -
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian
Tahap I Tahun 2020 - 49.000
Tahap II Tahun 2020 80.500 183.500
Tahap III Tahun 2020 - 131.000
Tahap IV Tahun 2021 165.800 165.800
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Pegadaian
Tahap I Tahun 2022 320.000 991.000
Tahap II Tahun 2022 213.133 1.123.000
Tahap III Tahun 2023 605.000 -
Tahap IV Tahun 2023 235.040 -
37.181.528 48.064.684
Dolar Amerika Serikat
Senior Unsecured Notes Due 2023
(Global Bond BRI)
setelah dikurangi diskonto dan biaya emisi
obligasi yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar RpNihil dan Rp6.834 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 - 7.776.915
Senior Unsecured Notes Due 2024
(Sustainability Bond BRI Tahun 2019)
setelah dikurangi diskonto dan biaya emisi obligasi
yang belum diamortisasi masing-masing
sebesar Rp5.733 dan Rp13.588 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 7.721.767 7.770.162
7.721.767 15.547.077
Total 44.903.295 63.611.761
Amortisasi atas biaya emisi surat berharga yang diterbitkan untuk periode sembilan bulan dan tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebesar Rp37.129 dan
Rp56.168.
Manajemen BRI dan entitas anak berpendapat bahwa semua persyaratan/pembatasan yang ditetapkan
dalam penerbitan surat berharga di atas telah dipenuhi pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022.
165
Page 169
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan:
a) Obligasi Berkelanjutan II BRI
Pada tanggal 22 November 2016, Obligasi Berkelanjutan II BRI dengan jumlah pokok sebesar
Rp20.000.000 telah dinyatakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan surat keputusan
S-678/D.04/2016 Tanggal 22 November 2016.
Pada tanggal 2 Desember 2016, BRI menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap I Tahun 2016
dengan nilai pokok sebesar Rp4.600.000 dalam 5 (lima) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp616.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,25% per tahun,
untuk jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari dan jatuh tempo pada tanggal 6 Desember
2017.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp964.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,00% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 1 Desember 2019.
• Seri C: Nilai pokok sebesar Rp193.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,20% per tahun,
untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 1 Desember 2021.
• Seri D: Nilai pokok sebesar Rp477.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,65% per tahun,
untuk jangka waktu 7 (tujuh) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 1 Desember 2023.
• Seri E: Nilai pokok sebesar Rp2.350.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,90% per tahun,
untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 1 Desember 2026.
Bunga Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap I Tahun 2016 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan mulai
tanggal 1 Maret 2017. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh Pefindo
dengan rating idAAA.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 Obligasi Berkelanjutan II BRI
Tahap I Tahun 2016 memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo.
Pada tanggal 12 April 2017, BRI menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap II Tahun 2017
dengan nilai pokok sebesar Rp5.100.000 dalam 4 (empat) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp1.131.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,20% per tahun,
untuk jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari dan jatuh tempo pada tanggal 16 April 2018.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp1.743.500 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,10% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 11 April 2020.
• Seri C: Nilai pokok sebesar Rp925.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,30% per tahun,
untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 11 April 2022.
• Seri D: Nilai pokok sebesar Rp1.300.500 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,80% per tahun,
untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 11 April 2027.
Bunga Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap II Tahun 2017 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan mulai
tanggal 11 Juli 2017. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh Pefindo
dengan rating idAAA.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 Obligasi Berkelanjutan II BRI
Tahap II Tahun 2017 memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo.
Pada tanggal 25 Agustus 2017, BRI menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap III Tahun 2017
dengan nilai pokok sebesar Rp5.150.000 dalam 3 (tiga) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp980.500 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,60% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 24 Agustus 2020.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp1.652.500 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,00% per tahun,
untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 24 Agustus 2022.
• Seri C: Nilai pokok sebesar Rp2.517.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,25% per tahun,
untuk jangka waktu 7 (tujuh) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 24 Agustus 2024.
166
Page 170
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
a) Obligasi Berkelanjutan II BRI (lanjutan)
Bunga Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap III Tahun 2017 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan mulai
tanggal 24 November 2017. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh Pefindo
dengan rating idAAA.
Pada tanggal 22 Februari 2018, BRI menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap IV Tahun 2018
dengan nilai pokok sebesar Rp2.442.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp1.837.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,65% per tahun,
untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 21 Februari 2023.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp605.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,90% per tahun,
untuk jangka waktu 7 (tujuh) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 Februari 2025.
Bunga Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap IV Tahun 2018 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan mulai
tanggal 21 Mei 2018. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh Pefindo
dengan rating idAAA.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 Obligasi Berkelanjutan II BRI
Tahap IV Tahun 2018 memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo.
Penerimaan neto dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan tersebut dimanfaatkan untuk penyaluran
kredit.
Persyaratan penting dalam perjanjian Obligasi Berkelanjutan adalah BRI tanpa persetujuan tertulis
dari Wali Amanat tidak akan mengurangi modal dasar, ditempatkan dan disetor, melakukan
penggabungan, pemisahan, peleburan dan pengambilalihan perusahaan.
Wali Amanat untuk penerbitan Obligasi Berkelanjutan II BRI adalah PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk.
Manajemen berpendapat bahwa semua persyaratan/pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian
perwaliamanatan telah dipenuhi.
Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap I Seri A, Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Seri B, Obligasi
Berkelanjutan II BRI Tahap I Seri C, Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap II Seri A, Obligasi
Berkelanjutan II BRI Tahap II Seri B, Obligasi Berkelanjutan II Tahap II seri C, Obligasi Berkelanjutan
II BRI Tahap III Seri A, Obligasi Berkelanjutan II BRI Tahap III Seri B, Obligasi Berkelanjutan II BRI
Tahap IV Seri A dengan nilai nominal masing-masing sebesar Rp616.000, Rp964.000, Rp193.000,
Rp1.131.000, Rp1.743.500, Rp925.000, Rp980.500, Rp1.652.500 dan Rp1.837.000 telah dilunasi
oleh BRI pada tanggal jatuh temponya.
b) Obligasi Berkelanjutan III BRI
Pada tanggal 30 Oktober 2019, Obligasi Berkelanjutan III BRI dengan jumlah pokok sebesar
Rp20.000.000 telah dinyatakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan surat keputusan
S-159/D.04/2019 Tanggal 30 Oktober 2019.
Pada tanggal 7 November 2019, BRI menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III BRI Tahap I Tahun 2019
dengan nilai pokok sebesar Rp5.000.000 dalam 3 (tiga) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp737.850 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,50% per tahun,
untuk jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari dan jatuh tempo pada tanggal 17 November
2020.
167
Page 171
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
b) Obligasi Berkelanjutan III BRI (lanjutan)
Pada tanggal 7 November 2019, BRI menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III BRI Tahap I Tahun 2019
dengan nilai pokok sebesar Rp5.000.000 dalam 3 (tiga) seri sebagai berikut (lanjutan):
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp2.089.350 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,60% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 7 November 2022.
• Seri C: Nilai pokok sebesar Rp2.172.800 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,85% per tahun,
untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 November 2024.
Bunga Obligasi Berkelanjutan III BRI Tahap I Tahun 2019 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan mulai
tanggal 7 Februari 2020. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh Pefindo
dengan rating idAAA.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Obligasi Berkelanjutan III BRI
memperoleh rating idAAA dari Pefindo.
Penerimaan neto dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan III BRI adalah untuk mengembangkan bisnis
perusahaan dengan penyaluran kredit dengan menerapkan prinsip prudential banking dan good
corporate governance.
Persyaratan penting dalam perjanjian Obligasi Berkelanjutan adalah BRI tanpa persetujuan tertulis
dari Wali Amanat tidak akan mengurangi modal dasar, ditempatkan dan disetor, melakukan
penggabungan, pemisahan, peleburan dan pengambilalihan perusahaan.
Wali Amanat untuk penerbitan Obligasi Berkelanjutan III BRI adalah PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk.
Manajemen berpendapat bahwa semua persyaratan/pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian
perwaliamanatan telah dipenuhi.
Obligasi Berkelanjutan III BRI Tahap I Seri A dan Obligasi Berkelanjutan III BRI Tahap I Seri B dengan
nilai Rp737.850 dan Rp2.089.350 telah dilunasi oleh BRI pada tanggal jatuh temponya.
c) Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022
Pada tanggal 12 Juli 2022, Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI dengan
jumlah pokok sebesar Rp15.000.000 telah dinyatakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
berdasarkan surat keputusan S-122/D.04/2022 Tanggal 12 Juli 2022.
Pada tanggal 20 Juli 2022, BRI menerbitkan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank
BRI Tahap I Tahun 2022 dengan nilai pokok sebesar Rp5.000.000 dalam 3 (tiga) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp2.500.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 3,70% per tahun,
untuk jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari dan akan jatuh tempo pada tanggal
30 Juli 2023.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp2.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,75% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 Juli 2025.
• Seri C: Nilai pokok sebesar Rp500.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,45% per tahun,
untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 Juli 2027.
Bunga Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I BRI Tahap I Tahun 2022 dibayarkan setiap
3 (tiga) bulan mulai tanggal 20 Oktober 2022. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini
diperingkat oleh Pefindo dengan rating idAAA.
Pada tanggal 30 September 2023, Obligasi Berwawasan Lingkungan I BRI Tahap I memperoleh
rating idAAA dari Pefindo.
168
Page 172
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
c) Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 (lanjutan)
Persyaratan penting dalam perjanjian Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan adalah BRI
tanpa persetujuan tertulis dari Wali Amanat tidak akan mengurangi modal dasar, ditempatkan dan
disetor, melakukan penggabungan, pemisahan, peleburan dan pengambilalihan perusahaan.
Wali Amanat untuk penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I
Tahun 2022 adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Penerimaan neto dari penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap
I Tahun 2022 akan digunakan Perseroan untuk pembiayaan maupun membiayai kembali kegiatan
dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan dan untuk modal kerja.
d) Medium-Term Note Bank BRI Tahun 2022
Pada tanggal 24 November 2022, BRI menerbitkan Medium-Term Note Bank BRI Tahun 2022
dengan nilai pokok sebesar Rp5.000.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp2.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,60% per tahun,
untuk jangka waktu 2 (dua) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 24 November 2024.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp3.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,68% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 24 November 2025.
Bunga Medium-Term Note Bank BRI Tahun 2022 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan mulai tanggal
24 Februari 2023. Pada saat diterbitkan, Medium-Term Notes ini tidak dilakukan pemeringkatan.
Medium Term Note Bank BRI Tahun 2022 tidak dilakukan Pemeringkatan.
Tidak ada persyaratan penting dalam perjanjian Penerbitan Medium-Term Note Bank BRI Tahun
2022.
Penerimaan neto dari penerbitan Medium-Term Note BRI tersebut akan dimanfaatkan untuk
menambah kebutuhan likuiditas Rupiah.
e) Long-Term Notes yang Dilakukan Tanpa Melalui Penawaran Umum PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk Tahun 2022
Pada tanggal 27 Desember 2022, BRI menerbitkan Long-Term Notes Bank BRI Tahun 2022 dengan
nilai pokok sebesar Rp52.332.
Bunga sebesar 0,55% per tahun dan Pokok Long-Term Notes Yang Dilakukan Tanpa Melalui
Penawaran Umum PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk I Tahun 2022 dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan mulai tanggal 24 Februari 2023 dan akan jatuh tempo pada tanggal 27 Juni 2036.
Pada saat diterbitkan, Long-Term Notes ini tidak dilakukan pemeringkatan dan tidak menggunakan
Jasa Agen Pemantau.
Tidak ada persyaratan penting dalam perjanjian Penerbitan Long-Term Notes Yang Dilakukan Tanpa
Melalui Penawaran Umum PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2022.
Penerimaan neto dari penerbitan Long-Term Notes BRI tersebut akan dimanfaatkan untuk
menambah kebutuhan likuiditas Rupiah.
169
Page 173
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
f) Senior Unsecured Notes Due 2023 (Global Bond BRI)
Pada tanggal 16 Juli 2018, BRI menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi BRI Tahun 2018 dengan
nominal sebesar ASD500.000.000 (angka penuh) pada Singapore Exchange Securities Trading
Limited (SGX-ST) untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal
20 Juli 2023 dengan tingkat bunga tetap 4,63% per tahun. Obligasi tersebut diterbitkan sebesar
99,696% atau setara dengan ASD498.480.000 (angka penuh) dan bunga obligasi tersebut
dibayarkan setiap 6 (enam) bulan mulai tanggal 20 Januari 2019. Pada saat diterbitkan, obligasi ini
diperingkat oleh Moody’s dan Fitch dengan rating masing-masing Baa2 dan BBB-.
Penerimaan neto dari penerbitan Obligasi BRI tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat struktur
pendanaan umum BRI.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 Senior Unsecured Notes Due 2023
(Global Bond BRI) Tahun 2018 memperoleh rating Baa2 dan BBB- masing-masing dari Moody’s dan
Fitch.
Senior Unsecured Notes Due 2023 (Global Bond BRI) menggunakan Jasa Paying Agent dan Trustee
The Bank Of New York Mellon.
g) Senior Unsecured Notes Due 2024 (Sustainability Bond BRI Tahun 2019)
Pada tanggal 28 Maret 2019, BRI menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi BRI Tahun 2019 dengan
nominal sebesar ASD500.000.000 (angka penuh) pada Singapore Exchange Securities Trading
Limited (SGX-ST) untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal
28 Maret 2024 dengan tingkat bunga tetap 3,95% per tahun. Obligasi tersebut diterbitkan sebesar
99,713% atau setara dengan ASD498.565.000 (angka penuh) dan bunga obligasi tersebut
dibayarkan setiap 6 (enam) bulan mulai tanggal 28 September 2019.
Pada saat diterbitkan, obligasi ini diperingkat oleh Moody’s dan Fitch dengan rating masing-masing
Baa2 dan BBB-. Penerimaan neto dari penerbitan Obligasi BRI tersebut akan dimanfaatkan untuk
mendanai Eligible Project sesuai dengan Sustainability Framework.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 Senior Unsecured Notes Due 2024
(Sustainability Bond BRI Tahun 2019) memperoleh rating BAA2 dan BBB- masing-masing dari
Moody’s dan Fitch.
Senior Unsecured Notes Due 2024 (Sustainability Bond BRI Tahun 2019) menggunakan Jasa Paying
Agent dan Trustee The Bank Of New York Mellon.
h) MTN II BRI Finance Tahun 2021
Pada tanggal 17 September 2021, BRI Finance menerbitkan MTN II BRI Finance Tahun 2021 dengan
nilai pokok sebesar Rp500.000 untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal
17 September 2024 dengan tingkat suku bunga tetap 6,40% per tahun. Bunga MTN Tahap II
dibayarkan setiap 3 bulan mulai tanggal 17 Desember 2021. Pada saat diterbitkan, MTN ini
diperingkat oleh Pefindo dengan rating idAA. Penerbitan MTN ini tidak melalui penawaran umum.
Agen pemantau untuk penerbitan MTN adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. BRI
Finance telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai
pokok obligasi melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (‘‘KSEI‘‘).
170
Page 174
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
h) MTN II BRI Finance Tahun 2021 (lanjutan)
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 MTN II BRI Finance Tahun 2021
memperoleh peringkat AA dari Pefindo.
Penerimaan neto dari penerbitan MTN tersebut dimanfaatkan untuk pembayaran pinjaman jangka
pendek perbankan dan memperkuat struktur pendanaan perseroan. Persyaratan penting dalam
perjanjian MTN adalah BRI Finance tanpa persetujuan tertulis dari agen pemantau tidak akan
mengurangi modal dasar, ditempatkan dan disetor, melakukan penggabungan, pemisahan,
peleburan dan pengambilalihan perusahaan.
BRI Finance juga diwajibkan untuk memenuhi persyaratan keuangan antara lain gearing ratio paling
rendah nol kali dan paling tinggi 10 kali, rasio permodalan paling sedikit sebesar 10%, rasio saldo
piutang pembiayaan neto terhadap total aset paling rendah 40%, rasio saldo piutang pembiayaan
investasi dan modal kerja paling sedikit 10% dari total saldo piutang pembiayaan, rasio ekuitas
terhadap modal disetor paling rendah sebesar 50%, rasio non-performing financing paling tinggi
sebesar 5%, memiliki ekuitas lebih besar dari Rp200.000, mempertahankan nilai jaminan minimal
50% dari nilai pokok MTN dan memenuhi persyaratan tingkat kesehatan keuangan dengan kondisi
minimum sehat.
i) Obligasi I BRI Finance Tahun 2022
Pada tanggal 29 Juli 2022, Obligasi I BRI Finance Tahun 2022 dengan jumlah pokok sebesar
Rp700.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat Keputusan
No. S-152/D.04/2022 tanggal 29 Juli 2022.
Pada tanggal 9 Agustus 2022, BRI Finance menerbitkan Obligasi I BRI Finance Tahun 2022 dengan
nilai pokok sebesar Rp700.000 untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal
9 Agustus 2025 dengan tingkat suku bunga tetap 6,95% per tahun. Bunga Obligasi I dibayarkan
setiap 3 bulan mulai tanggal 9 November 2022. Pada saat diterbitkan, Obligasi ini diperingkat oleh
Pefindo dengan rating idAA.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. BRI Finance
telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok
obligasi melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (‘‘KSEI‘‘).
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 Obligasi I BRI Finance Tahun
2022 memperoleh peringkat AA dari Pefindo.
Penerimaan neto dari penerbitan Obligasi tersebut dimanfaatkan untuk ekpansi bisnis perusahaan,
dalam hal ini adalah pembayaran pembiayaan baru.
BRI Finance juga diwajibkan untuk memenuhi persyaratan keuangan antara lain gearing ratio paling
rendah nol kali dan paling tinggi 10 kali, rasio permodalan paling sedikit sebesar 10%, rasio saldo
piutang pembiayaan neto terhadap total aset paling rendah 40%, rasio saldo piutang pembiayaan
investasi dan modal kerja paling sedikit 10% dari total saldo piutang pembiayaan, rasio ekuitas
terhadap modal disetor paling rendah sebesar 50%, rasio non-performing financing paling tinggi
sebesar 5%, mempertahankan nilai jaminan minimal 50% dari nilai pokok Obligasi dan memenuhi
persyaratan tingkat kesehatan keuangan dengan kondisi minimum sehat.
171
Page 175
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
j) Obligasi II BRI Finance Tahun 2023
Pada tanggal 27 Juni 2022, Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 dengan jumlah pokok sebesar
Rp500.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat
Keputusan No. S-152/D.04/2023 tanggal 27 Juni 2023.
Pada tanggal 11 Juli 2023, BRI Finance menerbitkan Obligasi II BRI Finance 2023 dengan nilai pokok
sebesar Rp500.000 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp197.000, tingkat bunga tetap sebesar 5,85% per tahun, untuk
jangka waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 21 Juli 2024.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp303.000, tingkat bunga tetap sebesar 6,40% per tahun, untuk
jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 11 Juli 2026.
Bunga Obligasi I dibayarkan setiap 3 bulan mulai tanggal 11 Oktober 2023. Pada saat diterbitkan,
Obligasi ini diperingkat oleh Pefindo dengan rating idAA.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. BRI Finance
telah memenuhi semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok
obligasi melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (‘‘KSEI‘‘).
Pada tanggal 30 September 2023 Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 memperoleh peringkat idAA
dari Pefindo.
Penerimaan neto dari penerbitan Obligasi tersebut dimanfaatkan untuk ekpansi bisnis perusahaan,
dalam hal ini adalah ekspansi pembiayaan di segmen konsumer (multiguna).
Dalam perjanjian perwaliamanatan juga diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh
Perusahaan, antara lain memberikan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen dan
menjaga rasio-rasio keuangan berada dalam batasan sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No.
35/2018.
k) Obligasi Berkelanjutan II PNM Tahap II Tahun 2018
Pada tanggal 21 Juni 2017, Obligasi Berkelanjutan II PNM dengan jumlah pokok sebesar
Rp4.000.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat
Keputusan Nomor: S-345/D.04/2014 tanggal 21 Juni 2017. Obligasi Berkelanjutan II PNM Tahap II
tahun 2018 adalah sebesar Rp2.500.000.
PNM menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan II PNM Tahap II 2018 yang sudah dicatat
pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 16 April 2018 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp1.254.000, tingkat bunga tetap sebesar 8,00% per tahun, untuk
jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 13 April 2021.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp1.246.000, tingkat bunga tetap sebesar 8,50% per tahun, untuk
jangka waktu 5 (lima) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 13 April 2023.
Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan II PNM memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat
Efek Indonesia (Pefindo) rating idA (Single A).
Pada tanggal 31 Desember 2022 Obligasi Berkelanjutan II PNM memperoleh peringkat dari PT
Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) rating idAA (Double A).
Obligasi Berkelanjutan II PNM Tahap II Tahun 2018 Seri A dan Seri B dengan nilai nominal sebesar
Rp1.254.000 dan Rp1.246.000 telah dilunasi oleh PNM pada tanggal jatuh temponya.
172
Page 176
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
k) Obligasi Berkelanjutan II PNM Tahap II Tahun 2018
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aset tetap dalam satu tahun berjalan;
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi Perusahaan;
3. Melakukan akuisisi saham atau aset;
4. Mengubah bidang usaha Perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah;
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material;
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal disetor.
l) Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap I Tahun 2019
Pada tanggal 23 Mei 2019, Obligasi Berkelanjutan III PNM dengan jumlah pokok sebesar
Rp6.000.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat
Keputusan No. S-58/D.04/2019 tanggal 23 Mei 2019. Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap I tahun
2019 adalah sebesar Rp2.000.000.
PNM menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap I 2019 yang sudah dicatat
pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 29 Mei 2019 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp1.401.000, tingkat bunga tetap sebesar 9,50% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 28 Mei 2022.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp599.000, tingkat bunga tetap sebesar 9,85% per tahun, untuk
jangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Mei 2024.
Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan III PNM memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat
Efek Indonesia (Pefindo) rating idA (Single A).
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Obligasi Berkelanjutan III PNM
memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) rating idAA+ (Double A Plus).
Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal 28 Agustus 2019 sampai
dengan 28 Mei 2022 untuk Obligasi Seri A dan 28 Mei 2024 untuk Obligasi Seri B.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap I Tahun 2019 Seri A dengan nilai nominal sebesar Rp1.401.000
telah dilunasi oleh PNM pada tanggal jatuh temponya.
173
Page 177
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
l) Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap I Tahun 2019 (lanjutan)
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aset tetap dalam satu tahun berjalan;
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi Perusahaan;
3. Melakukan akuisisi saham atau aset;
4. Mengubah bidang usaha Perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah;
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material;
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal disetor.
m) Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap II Tahun 2019
Pada tanggal 23 Mei 2019, Obligasi Berkelanjutan III PNM dengan jumlah pokok sebesar
Rp6.000.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat
Keputusan No. S-58/D.04/2019 tanggal 23 Mei 2019. Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap II tahun
2019 adalah sebesar Rp1.350.000.
PNM menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap II Tahun 2020 yang sudah
dicatat pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 4 Mei 2020 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp586.500, tingkat bunga tetap sebesar 8,40% per tahun, untuk
jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 28 November 2022.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp763.500, tingkat bunga tetap sebesar 8,75% per tahun, untuk
jangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 November 2024.
Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal 28 Februari 2020 sampai
dengan 28 November 2022 untuk Obligasi Seri A dan 28 November 2024 untuk Obligasi Seri B.
Pada saat penerbitan, Obligasi Berkelanjutan III PNM memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat
Efek Indonesia (Pefindo) rating idA+ (Single A Plus).
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Obligasi Berkelanjutan III PNM
memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) rating idAA+ (Double A Plus).
174
Page 178
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
m) Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap II Tahun 2019 (lanjutan)
Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap II tahun 2019 Seri A dengan nilai nominal sebesar Rp586.500
telah dilunasi oleh PNM pada saat jatuh temponya.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aset tetap dalam satu tahun berjalan;
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi Perusahaan;
3. Melakukan akuisisi saham atau aset;
4. Mengubah bidang usaha Perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah;
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material;
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal disetor.
n) Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap III Tahun 2020
Pada tanggal 23 Mei 2019, Obligasi Berkelanjutan III PNM dengan jumlah pokok sebesar
Rp6.000.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat
Keputusan No. S-58/D.04/2019 tanggal 23 Mei 2019. Obligasi Berkelanjutan III PNM tahap III tahun
2020 adalah sebesar Rp250.000.
PNM menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap III Tahun 2020 yang
sudah dicatat pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 4 Mei 2020 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp55.100, tingkat bunga tetap sebesar 8,40% per tahun, untuk
jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 30 April 2023.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp194.900, tingkat bunga tetap sebesar 9,00% per tahun, untuk
jangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 April 2025.
Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal 30 Juli 2020 sampai dengan
30 April 2023 untuk Obligasi Seri A dan 30 April 2025 untuk Obligasi Seri B.
Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan III PNM memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat
Efek Indonesia (Pefindo) rating idA+ (Single A Plus).
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Obligasi Berkelanjutan III PNM
memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) rating idAA+ (Double A Plus).
Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap III tahun 2020 dengan nilai nominal sebesar Rp55.100 telah
dilunasi oleh PNM pada saat jatuh temponya.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
175
Page 179
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
n) Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap III Tahun 2020 (lanjutan)
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aset tetap dalam satu tahun berjalan;
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi Perusahaan;
3. Melakukan akuisisi saham atau aset;
4. Mengubah bidang usaha Perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah;
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material;
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal disetor.
o) Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap IV Tahun 2020
Pada tanggal 23 Mei 2019, Obligasi Berkelanjutan III PNM dengan jumlah pokok sebesar
Rp6.000.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat
Keputusan No. S-58/D.04/2019 tanggal 23 Mei 2019. Obligasi Berkelanjutan III PNM tahap IV tahun
2020 adalah sebesar Rp1.733.800.
PNM menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap IV Tahun 2020 yang
sudah dicatat pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 4 Mei 2020 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp904.800, tingkat bunga tetap sebesar 6,50% per tahun, untuk
jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari kalender dan jatuh tempo pada tanggal
4 Desember 2021.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp537.000, tingkat bunga tetap sebesar 7,75% per tahun, untuk
jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 4 Desember 2023.
• Seri C: Jumlah pokok sebesar Rp292.000, tingkat bunga tetap sebesar 8,75% per tahun, untuk
jangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 4 Desember 2025.
Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal 4 Maret 2021 sampai
dengan 14 Desember 2021 untuk Obligasi Seri A, 4 Desember 2023 untuk Obligasi Seri B, dan
4 Desember 2025 untuk obligasi Seri C.
Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan III PNM memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat
Efek Indonesia (Pefindo) rating idA+ (Single A Plus).
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 Obligasi Berkelanjutan III PNM
memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) rating idAA+ (Double A Plus).
Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap IV Tahun 2020 Seri A dengan nilai nominal sebesar Rp904.800
telah dilunasi oleh PNM pada tanggal jatuh temponya.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
176
Page 180
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
o) Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap IV Tahun 2020 (lanjutan)
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aset tetap dalam satu tahun berjalan;
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi Perusahaan;
3. Melakukan akuisisi saham atau aset;
4. Mengubah bidang usaha Perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah;
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material;
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal disetor.
p) Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap V Tahun 2021
Pada tanggal 23 Mei 2019, Obligasi Berkelanjutan III PNM dengan jumlah pokok sebesar
Rp6.000.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat
Keputusan No. S-58/D.04/2019 tanggal 23 Mei 2019. Obligasi Berkelanjutan III PNM tahap V tahun
2021 adalah sebesar Rp666.200.
PNM menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap V Tahun 2021 yang sudah
dicatat pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 18 Maret 2021 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp168.000, tingkat bunga tetap sebesar 6,25% per tahun, untuk
jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari kalender dan jatuh tempo pada tanggal
10 Desember 2022.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp159.000, tingkat bunga tetap sebesar 7,25% per tahun, untuk
jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 17 Maret 2024.
• Seri C: Jumlah pokok sebesar Rp339.200, tingkat bunga tetap sebesar 8,25% per tahun, untuk
jangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 17 Maret 2026.
Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal 17 Juni 2021 sampai
dengan 17 Maret 2022 untuk Obligasi Seri A, 17 Maret 2024 untuk Obligasi Seri B, dan 17 Maret
2026 untuk Obligasi Seri C.
Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan III PNM memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat
Efek Indonesia (Pefindo) rating idA+ (Single A Plus).
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Obligasi Berkelanjutan III PNM
memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) rating idAA+ (Double A Plus).
Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap V Tahun 2021 Seri A dengan nilai nominal sebesar Rp168.000
telah dilunasi oleh PNM pada tanggal jatuh temponya.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
177
Page 181
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
p) Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap V Tahun 2021 (lanjutan)
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aset tetap dalam satu tahun berjalan;
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi Perusahaan;
3. Melakukan akuisisi saham atau aset;
4. Mengubah bidang usaha Perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah;
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material;
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal disetor.
q) Obligasi Berkelanjutan IV PNM Tahap I Tahun 2021
Pada tanggal 30 November 2021, PNM menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV PNM Tahap I Tahun
2021 dengan jumlah pokok sebesar Rp6.000.000. Obligasi telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) berdasarkan Surat Keputusan No. S-227/D.04/2021 tanggal 30 November 2021.
Obligasi Berkelanjutan IV PNM Tahap I Tahun 2021 adalah sebesar Rp3.000.000.
PNM menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan IV PNM Tahap I Tahun 2021 yang sudah
dicatat pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 10 Desember 2021 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp1.000.000, tingkat bunga tetap sebesar 3,75% per tahun,
berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari kalender dan jatuh tempo pada tanggal
20 Desember 2022.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp1.000.000, tingkat bunga tetap sebesar 5,50% per tahun,
berjangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Desember 2024.
• Seri C: Jumlah pokok sebesar Rp1.000.000, tingkat bunga tetap sebesar 6,25% per tahun,
berjangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Desember 2026.
Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal 10 Maret 2022 sampai
dengan 20 Desember 2022 untuk Obligasi Seri A dan 10 Desember 2024 untuk Obligasi Seri B dan
10 Desember 2026 untuk Obligasi Seri C.
Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan IV PNM memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat
Efek Indonesia (Pefindo) rating idAA (Double A).
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 Obligasi Berkelanjutan IV PNM
memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) rating idAA+ (Double A Plus).
Obligasi Berkelanjutan IV PNM Tahap I Tahun 2021 Seri A dengan nilai nominal Rp1.000.000 telah
dilunasi oleh PNM pada tanggal jatuh temponya.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
178
Page 182
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
q) Obligasi Berkelanjutan IV PNM Tahap I Tahun 2021 (lanjutan)
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aset tetap dalam satu tahun berjalan;
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi Perusahaan;
3. Melakukan akuisisi saham atau aset;
4. Mengubah bidang usaha Perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah;
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material;
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal disetor.
r) Obligasi Berkelanjutan IV PNM tahap II tahun 2022
Pada tanggal 22 April 2022, PNM menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV PNM tahap II tahun 2022
dengan jumlah pokok sebesar Rp6.000.000. Obligasi telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa
Keuangan (OJK). Obligasi Berkelanjutan IV tahap II tahun 2022 adalah sebesar Rp3.000.000.
PNM menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan IV PNM Tahap II 2022 yang sudah dicatat
pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 22 April 2022 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp2.373.500, tingkat bunga tetap sebesar 3,75% per tahun,
berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari kalender dan jatuh tempo pada tanggal
2 Mei 2023.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp626.500, tingkat bunga tetap sebesar 5,50% per tahun,
berjangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 22 April 2025.
Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal 22 Juli 2022 sampai dengan
2 Mei 2023 untuk Obligasi Seri A dan 22 April 2025 untuk Obligasi Seri B.
Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan IV PNM memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat
Efek Indonesia (Pefindo) rating idAA (Double A).
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Obligasi Berkelanjutan IV PNM
memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) rating idAA+ (Double A Plus).
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aset tetap dalam satu tahun berjalan;
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi Perusahaan;
3. Melakukan akuisisi saham atau aset;
4. Mengubah bidang usaha Perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah;
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material;
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal disetor.
Obligasi Berkelanjutan IV PNM Tahap II Tahun 2022 Seri A dengan nilai nominal Rp2.373.500 telah
dilunasi oleh PNM pada tanggal jatuh temponya.
179
Page 183
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
s) Obligasi Berkelanjutan V PNM tahap I tahun 2022
Pada tanggal 29 Juli 2022, PNM menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V PNM Tahap I Tahun 2022
dengan jumlah pokok sebesar Rp1.000.000. Obligasi telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa
Keuangan (OJK).
PNM menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan V PNM Tahap I 2022 yang sudah dicatat
pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 12 Agustus 2022 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp884.000, tingkat bunga tetap sebesar 4,10% per tahun,
berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari kalender dan akan jatuh tempo pada tanggal
21 Agustus 2023.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp116.000, tingkat bunga tetap sebesar 5,85% per tahun,
berjangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 11 Agustus 2025.
Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal 11 November 2022 sampai
dengan 21 Agustus 2023 untuk Obligasi Seri A dan 11 Agustus 2025 untuk Obligasi Seri B.
Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan IV PNM memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat
Efek Indonesia (Pefindo) rating idAA (Double A).
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Obligasi Berkelanjutan IV PNM
memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) rating idAA+ (Double A Plus).
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aset tetap dalam satu tahun berjalan;
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi Perusahaan;
3. Melakukan akuisisi saham atau aset;
4. Mengubah bidang usaha Perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah;
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material;
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal disetor.
t) Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM Tahap I Tahun 2021
PNM menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM Tahun 2021 pada tanggal 8 Juli 2021
dengan jumlah pokok sebesar Rp6.000.000. Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM Tahap I Tahun
2021 adalah sebesar Rp2.000.000 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp1.158.000, nisbah sebesar 37,740% per tahun, untuk jangka
waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari dan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2022.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp515.000, nisbah sebesar 18,025% per tahun, untuk jangka
waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2024.
• Seri C: Jumlah pokok sebesar Rp327.000, nisbah sebesar 13,080% per tahun, untuk jangka
waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2026.
180
Page 184
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
t) Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM Tahap I Tahun 2021 (lanjutan)
Pembayaran nisbah dilakukan setiap 3 (tiga) bulan mulai tanggal 8 Juli 2021.
Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2021 memperoleh rating
idAA(sy) (Double A Syariah) dari Pefindo.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap
I Tahun 2021 memperoleh rating idAA+(sy) (Double A Plus Syariah) dari Pefindo.
Pembayaran bagi hasil Sukuk dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal 8 Oktober 2021 sampai
dengan 8 Oktober 2022 untuk Sukuk Seri A dan 8 Oktober 2024 untuk Sukuk Seri B dan 8 Oktober
2026 untuk Sukuk Seri C.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM
Tahap I Tahun 2021:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aktiva tetap dalam satu tahun berjalan.
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi perusahaan.
3. Melakukan akuisisi saham atau aset.
4. Mengubah bidang usaha perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah.
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material.
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal disetor.
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM Tahap I Tahun 2021 Seri A dengan nominal Rp1.158.000
telah dilunasi oleh PNM pada tanggal jatuh temponya.
u) Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM Tahap II Tahun 2023
PNM menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM Tahap II Tahun 2023 pada tanggal
11 April 2023 dengan jumlah pokok sebesar Rp6.000.000. Obligasi telah dinyatakan efektif oleh
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 17 Maret 2023. Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM
Tahap II Tahun 2023 adalah sebesar Rp 1.721.900 yang terdiri dari:
• Seri A: Jumlah pokok sebesar Rp626.000, nisbah sebesar 18,467% per tahun, untuk jangka
waktu 1 (satu) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 April 2024.
• Seri B: Jumlah pokok sebesar Rp1.095.900, nisbah sebesar 36,987% per tahun, berjangka
waktu 3 (tiga) tahun, untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 11
April 2026.
Pembayaran bagi hasil Sukuk dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sejak tanggal 11 Juli 2023 sampai
dengan 11 April 2024 untuk Sukuk Seri A dan 1 Juli 2023 sampai dengan 11 April 2026 untuk Sukuk
seri B.
Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2023 memperoleh rating
idAA(sy) (Double A Syariah) dari Pefindo.
181
Page 185
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
u) Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM Tahap II Tahun 2023 (lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2023, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2023
memperoleh rating idAA+(sy) (Double A Plus Syariah) dari Pefindo.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. PNM telah memenuhi semua
pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi Kustodian Sentral
Efek Indonesia (“KSEI”).
Pembatasan yang dipersyaratkan oleh Wali Amanat untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PNM
Tahap II Tahun 2023:
1. Melakukan penjualan atau pengalihan aset tetap perusahaan kepada pihak manapun melebihi
50% dari nilai aktiva tetap dalam satu tahun berjalan.
2. Mengadakan penggabungan dan/atau peleburan dengan perusahaan lain baik secara langsung
maupun tidak langsung dan melakukan tindakan melikuidasi perusahaan.
3. Melakukan akuisisi saham atau aset.
4. Mengubah bidang usaha perusahaan kecuali atas keputusan pemerintah.
5. Melakukan pengakhiran perjanjian-perjanjian perusahaan yang berdampak negatif secara
material.
6. Mengurangi modal dasar, modal yang ditempatkan dan modal disetor.
v) Sukuk Mudharabah III PNM Tahun 2019
PNM menerbitkan Sukuk Mudharabah III PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dalam beberapa
seri sebagai berikut:
• Tahap I : Nilai pokok sebesar Rp300.000 dengan nisbah sebesar 19,00% per tahun, untuk jangka
waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 18 Juni 2024.
• Tahun 2019 Seri A: Nilai pokok sebesar Rp435.000 dengan nisbah sebesar 25,48% per tahun,
untuk jangka waktu 2 (dua) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 24 September 2021.
• Tahun 2019 Seri B: Nilai pokok sebesar Rp65.000 dengan nisbah sebesar 3,90% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 30 Oktober 2022.
• Tahun 2019 Seri C: Nilai pokok sebesar Rp322.000 dengan nisbah sebesar 17,94% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 20 Februari 2023.
• Tahun 2019 Seri D: Nilai pokok sebesar Rp350.000 dengan nisbah sebesar 20,50% per tahun,
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun 10 (sepuluh) bulan 24 (dua puluh empat) hari dan jatuh tempo
pada tanggal 24 September 2021.
• Tahun 2019 Seri E: Nilai pokok sebesar Rp100.000 dengan nisbah sebesar 6,00% per tahun,
untuk jangka waktu 2 (dua) tahun 11 (sebelas) bulan 10 (sepuluh) hari dan jatuh tempo pada
tanggal 30 Oktober 2022.
• Tahap II Seri E: Nilai pokok sebesar Rp50.000 dengan nisbah sebesar 3,00% per tahun, untuk
jangka waktu 2 (dua) tahun 10 (sepuluh) bulan 25 (dua puluh lima) hari dan jatuh tempo pada
tanggal 30 Oktober 2022.
• Tahun 2019 Seri F: Nilai pokok sebesar Rp120.000 dengan nisbah sebesar 6,69% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 20 Februari 2023.
• Tahun 2019 Seri H: Nilai pokok sebesar Rp50.000 dengan nisbah sebesar 3,00% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 Desember 2023.
• Tahun 2021 Tahap II Seri F: Nilai pokok sebesar Rp208.000 dengan nisbah sebesar 11,59% per
tahun, untuk jangka waktu 1 (satu) tahun 9 (sembilan) bulan 16 (enam belas) hari dan jatuh tempo
pada tanggal 20 Februari 2023.
182
Page 186
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
v) Sukuk Mudharabah III PNM Tahun 2019 (lanjutan)
Tidak ada jaminan pada penerbitan Sukuk Mudharabah III dan Wali Amanat untuk penerbitan Sukuk
Mudharabah III adalah Bank Syariah Mandiri. Jadwal pembayaran nisbah adalah 3 bulanan dan
tujuan penerbitan Sukuk ini adalah untuk tambahan modal kerja murabahah melalui Mekaar Syariah
dan UlaMM Syariah.
Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah III PT PNM Tahun 2019 memperoleh rating idA(sy) (Single
A Syariah) dari Pefindo.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Sukuk Mudharabah III PNM Tahun 2019
memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) idAA+(sy) (Double A Plus
Syariah).
Sukuk Mudharabah III PNM Tahun 2019 Seri A, B, C, D, dan E dengan nilai nominal masing-masing
sebesar Rp435.000, Rp65.000, Rp322.000, Rp350.000, dan Rp100.000 serta Tahap II Seri E dan F
sebesar Rp50.000 dan Rp120.000 dan Tahap II Tahun 2021 Seri F dengan nominal sebesar
Rp208.000 telah dilunasi oleh PNM pada tanggal jatuh temponya.
w) Sukuk Mudharabah IV PNM
PNM menerbitkan Sukuk Mudharabah IV PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dalam
beberapa seri sebagai berikut:
• Tahun 2020 Tahap I Seri A: Nilai pokok sebesar Rp200.000 dengan nisbah sebesar 9,75% per
tahun, untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 27 Oktober 2023.
• Tahun 2021 Seri A: Nilai pokok sebesar Rp712.000 dengan nisbah sebesar 37,38% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 19 Januari 2024.
• Tahun 2021 Seri B: Nilai pokok sebesar Rp780.000 dengan nisbah sebesar 40,95% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Maret 2024.
• Tahun 2021 Seri C: Nilai pokok sebesar Rp200.000 dengan nisbah sebesar 9,75% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 29 Juni 2023.
• Tahun 2021 Seri D: Nilai pokok sebesar Rp308.000 dengan nisbah sebesar 16,17% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 19 Januari 2024.
Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah IV memperoleh rating idAA+(sy) (Double A Plus Syariah)
dari Pefindo.
Tidak ada jaminan pada penerbitan Sukuk Mudharabah IV. Wali Amanat untuk penerbitan Sukuk
adalah Bank Syariah Indonesia dengan pemeringkat Pefindo dan peringkat idAA+ (Double A Plus).
Jadwal pembayaran nisbah adalah 3 bulanan. Tujuan penerbitan Sukuk ini adalah untuk tambahan
modal kerja murabahah melalui Mekaar Syariah dan UlaMM Syariah. Tidak ada keterkaitan Wali
Amanat dengan usaha entitas anak. Penerbitan sukuk tercatat di Bursa KSEI.
Sukuk Mudharabah IV PNM Tahun 2021 Seri C dengan nilai nominal sebesar Rp200.000 telah
dilunasi oleh PNM pada tanggal jatuh temponya.
183
Page 187
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
x) Sukuk Mudharabah V PNM
PNM menerbitkan Sukuk Mudharabah V PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dalam beberapa
seri sebagai berikut:
• Tahun 2022 Seri A: Nilai pokok sebesar Rp216.000 dengan nisbah sebesar 45% per tahun, untuk
jangka waktu 2 (dua) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 22 Juli 2024.
• Tahun 2022 Seri B: Nilai pokok sebesar Rp276.500 dengan nisbah sebesar 39,375% per tahun,
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 September 2023.
• Tahun 2022 Seri C: Nilai pokok sebesar Rp250.000 dengan bunga sebesar 48,75% , untuk
jangka waktu 1 (satu) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 5 Juni 2024.
Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah V memperoleh rating idAA(sy) (Double A Syariah) dari
Pefindo.
Sukuk Mudharabah V PNM Tahun 2022 Seri B dengan nilai nominal masing-masing sebesar
Rp276.500, telah dilunasi oleh PNM pada tanggal jatuh temponya.
Tidak ada jaminan pada penerbitan Sukuk Mudharabah V. Wali Amanat untuk penerbitan Sukuk
adalah Bank Syariah Mandiri dengan memperoleh peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia
(Pefindo) rating idAA+ (Double A Plus).
y) Medium Term Notes III PNM Venture Capital
PNM menerbitkan Medium Term Notes III PNM Venture Capital dalam beberapa seri sebagai berikut:
• Tahun 2023 Seri A: Nilai pokok sebesar Rp188.900 dengan rate sebesar 10,25% per tahun, untuk
jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 Januari 2026.
• Tahun 2022 Seri B: Nilai pokok sebesar Rp150.000 dengan rate sebesar 10,25% per tahun, untuk
jangka waktu 3 (tahun) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 Januari 2026.
z) Obligasi Berkelanjutan III Pegadaian
Pada tanggal 16 Maret 2018, Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Pegadaian dengan jumlah pokok
sebesar Rp3.500.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat
Keputusan No. S-415/D.04/2017 tanggal 20 September 2017.
Pada tanggal 16 Maret 2018, Pegadaian menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2018
dengan nilai pokok sebesar Rp3.500.000 dalam 3 (tiga) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp450.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,80% per tahun,
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 16 Maret 2019.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp1.050.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,90% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 16 Maret 2021.
• Seri C: Nilai pokok sebesar Rp2.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,10% per tahun,
untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 16 Maret 2023.
Bunga Obligasi Berkelanjutan III Pegadaian Tahap II Tahun 2018 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan
mulai tanggal 16 Juni 2018. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh Pefindo
dengan rating idAAA.
Obligasi Berkelanjutan III Pegadaian Tahap II Tahun 2017 Seri A, B dan C dengan nilai nominal
sebesar Rp450.000, Rp1.050.000 dan Rp2.000.000 telah dilunasi oleh Pegadaian pada tanggal jatuh
temponya.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. Pegadaian telah memenuhi
semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi melalui
Kustodian Sentral Efek Indonesia (‘‘KSEI‘‘).
184
Page 188
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
aa) Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian
Pada tanggal 13 Mei 2020, Obligasi Berkelanjutan IV tahap I Pegadaian dengan jumlah pokok
sebesar Rp1.500.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat
Keputusan No. S-135/D.04/2020 tanggal 04 Mei 2020. Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap
II tahun 2020 adalah sebesar Rp1.055.000. Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap III tahun
2020 adalah sebesar Rp2.420.000. Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap IV tahun 2021 adalah
sebesar Rp3.280.000.
Pada tanggal 13 Mei 2020, Pegadaian menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap I
Tahun 2020 dengan nilai pokok sebesar Rp400.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp330.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,90% per tahun,
untuk jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari dan jatuh tempo pada tanggal 23 Mei 2021.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp70.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,70% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 13 Mei 2023.
Bunga Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap I Tahun 2017 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan
mulai tanggal 13 Agustus 2020. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh
Pefindo dengan rating idAAA.
Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap I Tahun 2020 seri A dan Seri B dengan nilai nominal
sebesar Rp330.000 dan Rp70.000 telah dilunasi oleh Pegadaian pada tanggal jatuh temponya.
Pada tanggal 8 Juli 2020, Pegadaian menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2020
dengan nilai pokok sebesar Rp1.500.000 dalam 3 (tiga) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp1.055.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,75% per tahun,
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 18 Juli 2021.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp303.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,60% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2023.
• Seri C: Nilai pokok sebesar Rp142.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,95% per tahun,
untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2025.
Bunga Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap II Tahun 2020 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan
mulai tanggal 18 Oktober 2020. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh
Pefindo dengan rating idAAA.
Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap II Tahun 2020 seri A dan seri B dengan nilai nominal
masing-masing sebesar Rp1.055.000 dan Rp303.000 telah dilunasi oleh Pegadaian pada tanggal
jatuh temponya.
Pada tanggal 22 September 2020, Pegadaian menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III Tahun
2020 dengan nilai pokok sebesar Rp2.420.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp1.295.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,50% per tahun,
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 2 Oktober 2021.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp1.125.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,45% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 22 September 2023.
Bunga Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap III Tahun 2020 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan
mulai tanggal 22 Desember 2020. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh
Pefindo dengan rating idAAA.
185
Page 189
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
aa) Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian (lanjutan)
Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap III Tahun 2020 Seri A dengan nilai nominal sebesar
Rp1.295.000 telah dilunasi oleh Pegadaian pada tanggal jatuh temponya.
Pada tanggal 6 April 2021, Pegadaian menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV Tahun 2021
dengan nilai pokok sebesar Rp3.280.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp2.172.500 dengan tingkat bunga tetap sebesar 4,85% per tahun,
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 16 April 2022.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp1.107.500 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,20% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 6 April 2024.
Bunga Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap IV Tahun 2021 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan
mulai tanggal 6 Juli 2021. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh Pefindo
dengan rating idAAA.
Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV Tahun 2021 Seri A dengan nilai nominal sebesar Rp2.172.500
telah dilunasi oleh Pegadaian pada tanggal jatuh temponya.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. Pegadaian telah memenuhi
semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi melalui
Kustodian Sentral Efek Indonesia (‘‘KSEI‘‘).
ab) Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian
Pada tanggal 26 April 2022, Obligasi Berkelanjutan V tahap I Pegadaian dengan jumlah pokok
sebesar Rp3.029.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat
Keputusan No. S-67/D.04/2022 tanggal 19 April 2022. Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian Tahap II
tahun 2022 adalah sebesar Rp1.877.000. Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian Tahap III tahun 2023
adalah sebesar Rp1.995.000.
Pada tanggal 26 April 2022, Pegadaian menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2022
dengan nilai pokok sebesar Rp3.029.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp2.431.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 3,60% per tahun,
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 6 Mei 2023.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp598.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,35% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 26 April 2025.
Bunga Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian Tahap I Tahun 2022 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan
mulai tanggal 26 Juli 2022. Pada saat diterbitkan, Obligasi Berkelanjutan ini diperingkat oleh Pefindo
dengan rating idAAA.
Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian Tahap I Tahun 2022 Seri A dengan nilai nominal sebesar
Rp2.431.000 telah dilunasi oleh Pegadaian pada tanggal jatuh temponya.
Pada tanggal 16 Agustus 2022, Pegadaian menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap II Tahun
2022 dengan nilai pokok sebesar Rp1.877.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp1.601.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 3,95% per tahun,
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 26 Agustus 2023.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp276.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,75% per tahun,
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 Agustus 2025.
186
Page 190
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
ac) Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian (lanjutan)
Pada tanggal 8 Juli 2020, Pegadaian menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun
2020 dengan nilai pokok sebesar Rp500.000 dalam 3 (tiga) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp316.500 dengan bagi hasil sebesar 6,75% per tahun, untuk jangka
waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 18 Juli 2021.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp103.000 dengan bagi hasil sebesar 7,70% per tahun, untuk jangka
waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2023.
• Seri C: Nilai pokok sebesar Rp80.500 dengan bagi hasil sebesar 7,95% per tahun, untuk jangka
waktu 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2025.
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap II Tahun 2020 Seri A dan Seri B dengan nilai
nominal masing-masing sebesar Rp316.500 dan Rp103.000 telah dilunasi oleh Pegadaian pada
tanggal jatuh temponya.
Bagi hasil atas Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2020 dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan mulai tanggal 8 Oktober 2020. Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan ini
diperingkat oleh Pefindo dengan rating idAAA.
Pada tanggal 22 September 2020, Pegadaian menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I
Tahap III Tahun 2020 dengan nilai pokok sebesar Rp835.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp704.000 dengan bagi hasil sebesar 5,50% per tahun, untuk jangka
waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 2 Oktober 2021.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp131.000 dengan bagi hasil sebesar 6,45% per tahun, untuk jangka
waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 22 September 2023.
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap III Tahun 2020 Seri A dan Seri B dengan nilai
nominal masing-masing sebesar Rp704.000 dan Rp131.000 telah dilunasi oleh Pegadaian pada
tanggal jatuh temponya.
Bagi hasil atas Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2020 dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan mulai tanggal 22 Desember 2020. Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan ini
diperingkat oleh Pefindo dengan rating idAAA.
Pada tanggal 6 April 2021, Pegadaian menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap IV
Tahun 2021 dengan nilai pokok sebesar Rp765.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp599.200 dengan bagi hasil sebesar 4,85% per tahun, untuk jangka
waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 16 April 2022.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp165.800 dengan bagi hasil sebesar 6,20% per tahun, untuk jangka
waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 6 April 2024.
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap IV Tahun 2020 Seri A dengan nilai nominal
sebesar Rp599.200 telah dilunasi oleh Pegadaian pada tanggal jatuh temponya.
Bagi hasil atas Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2020 dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan mulai tanggal 6 Juli 2021. Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan ini
diperingkat oleh Pefindo dengan rating idAAA.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. Pegadaian telah memenuhi
semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi melalui
Kustodian Sentral Efek Indonesia (‘‘KSEI‘‘).
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap I Seri A, Tahap II Seri A. Tahap III Seri A dan
Tahap IV Seri A dengan nilai nominal masing-masing sebesar Rp51.000, Rp316.500, Rp704.000 dan
Rp599.200 telah dilunasi oleh Pegadaian pada tanggal jatuh temponya.
187
Page 191
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan (lanjutan):
ad) Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Pegadaian
Pada tanggal 26 April 2022, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Pegadaian Tahap I Pegadaian
dengan jumlah pokok sebesar Rp991.000 telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) berdasarkan Surat Keputusan No. S-67/D.04/2022 tanggal 19 April 2022. Sukuk Mudharabah
Berkelanjutan II Pegadaian Tahap II Pegadaian tahun 2022 dengan jumlah pokok sebesar
Rp1.123.000. Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Pegadaian Tahap III Pegadaian tahun 2023
dengan jumlah pokok sebesar Rp605.000.
Pada tanggal 26 April 2022, Pegadaian menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap I
Tahun 2022 dengan nilai pokok sebesar Rp991.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp671.000 dengan bagi hasil sebesar 3,60% per tahun, untuk jangka
waktu 1 (satu) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 6 Mei 2023.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp320.000 dengan bagi hasil sebesar 3,60% per tahun, untuk jangka
waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 26 April 2025.
Bagi hasil atas Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2022 dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan mulai tanggal 26 Juli 2022. Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan ini
diperingkat oleh Pefindo dengan rating idAAA.
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Pegadaian Tahap I Tahun 2022 Seri A dengan nilai nominal
sebesar Rp671.000 telah dilunasi oleh Pegadaian pada tanggal jatuh temponya.
Pada tanggal 16 Agustus 2022, Pegadaian menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap
II Tahun 2022 dengan nilai pokok sebesar Rp1.123.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut:
• Seri A: Nilai pokok sebesar Rp878.000 dengan bagi hasil sebesar 3,95% per tahun, untuk jangka
waktu 1 (satu) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 26 Agustus 2023.
• Seri B: Nilai pokok sebesar Rp245.000 dengan bagi hasil sebesar 5,75% per tahun, untuk jangka
waktu 3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 Agustus 2025.
Bagi hasil atas Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2022 dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan mulai tanggal 16 November 2022. Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan ini
diperingkat oleh Pefindo dengan rating idAAA.
Pada tanggal 16 Juni 2023, Pegadaian menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap III
Tahun 2023 dengan nilai pokok sebesar Rp605.000 sebagai berikut:
• Nilai pokok sebesar Rp605.000 dengan bagi hasil sebesar 3,95% per tahun, untuk jangka waktu
1 (satu) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 26 Juni 2024.
Bagi hasil atas Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap III Tahun 2023 dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan mulai tanggal 16 September 2023. Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan ini
diperingkat oleh Pefindo dengan rating idAAA.
Pada tanggal 24 Agustus 2023, Pegadaian menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap
IV Tahun 2023 dengan nilai pokok sebesar Rp235.040 sebagai berikut:
• Nilai pokok sebesar Rp235.040 dengan bagi hasil sebesar 5,90% per tahun, untuk jangka waktu
3 (tiga) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 24 Agustus 2026.
Bagi hasil atas Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap IV Tahun 2023 dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan mulai tanggal 24 November 2023. Pada saat diterbitkan, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan ini
diperingkat oleh Pefindo dengan rating idAAA.
Wali Amanat untuk penerbitan obligasi adalah PT Bank Mega Tbk. Perusahaan telah memenuhi
semua pembatasan yang diwajibkan serta pembayaran bunga dan nilai pokok obligasi melalui
Kustodian Sentral Efek Indonesia (‘‘KSEI‘‘).
188
Page 192
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA
Pinjaman yang diterima terdiri atas:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
Pinjaman likuiditas 15.587 15.596
Pinjaman lainnya 4.442 4.274
Pinjaman lainnya 28.737.119 21.635.785
28.757.148 21.655.655
Mata uang asing
Pinjaman sustainability linked loan setelah dikurangi
biaya transaksi yang belum diamortisasi 12.269.493 15.415.980
Pinjaman sindikasi club loan setelah dikurangi
biaya transaksi yang belum diamortisasi 4.613.659 4.641.098
Pinjaman dari BNP Paribas setelah dikurangi
biaya transaksi yang belum diamortisasi 173.926 299.122
Pinjaman lainnya 14.478.106 18.510.309
31.535.184 38.866.509
60.292.332 60.522.164
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Pinjaman dari
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 12.790.934 7.805.029
Pusat Investasi Pemerintah 5.427.599 6.051.154
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 4.245.878 2.804.614
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 1.220.807 918.812
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 869.561 1.063.029
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) 399.237 94.906
PT Danareksa Finance 25.909 -
PT Bank Hibank Indonesia
(dahulu PT Bank Mayora) 1.082 1.365
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia - 110.127
24.981.007 18.849.036
Total 85.273.339 79.371.200
189
Page 193
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Klasifikasi jangka waktu pinjaman yang diterima berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo
adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan 16.356.525 12.487.102
> 1 bulan - 3 bulan 3.108.468 925.834
> 3 bulan - 1 tahun 7.115.519 3.726.208
> 1 tahun - 5 tahun 2.171.042 4.510.917
> 5 tahun 5.594 5.594
28.757.148 21.655.655
Mata uang asing
≤ 1 bulan 7.486.723 704.408
> 1 bulan - 3 bulan 5.218.163 17.378.730
> 3 bulan - 1 tahun 1.647.265 3.510.990
> 1 tahun - 5 tahun 17.177.681 17.266.283
> 5 tahun 5.652 6.098
31.535.184 38.866.509
60.292.332 60.522.164
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
≤ 1 bulan 1.460.796 9.084.203
> 1 bulan - 3 bulan 606.393 277.398
> 3 bulan - 1 tahun 15.866.285 1.480.314
> 1 tahun - 5 tahun 6.188.590 7.991.521
> 5 tahun 858.943 15.600
24.981.007 18.849.036
Total 85.273.339 79.371.200
190
Page 194
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima:
Pinjaman lainnya
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 10.967.085 8.319.016
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 2.464.119 653.974
PT Bank Permata Tbk 2.382.060 2.030.190
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 1.501.178 -
PT Bank Danamon Indonesia -
unit usaha syariah 1.500.000 500.000
PT Bank HSBC Indonesia 1.300.000 299.950
PT Bank DKI 1.095.742 2.395.009
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten Tbk 886.682 989.943
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk 756.250 608.333
PT Bank of India Indonesia Tbk 690.331 149.585
PT Bank Victoria International Tbk 558.859 518.160
PT Bank CIMB Niaga Tbk 532.252 703.219
PT Bank SBI Indonesia 399.596 149.696
PT Bank Pan Indonesia Tbk 366.167 628.868
PT Bank IBK Indonesia Tbk 311.111 417.103
PT Bank BTPN Tbk 300.000 -
PT Bank CIMB Niaga - unit usaha syariah 300.000 200.000
PT Bank Oke Indonesia Tbk 298.640 418.407
PT Bank China Construction Bank
Indonesia Tbk 286.975 118.689
PT Bank JTrust Indonesia Tbk 210.948 51.084
PT Bank of China 200.000 -
PT Bank Mizuho Indonesia 200.000 -
PT Bank BCA Syariah 197.086 68.311
PT Bank QNB Indonesia Tbk 162.457 349.467
PT Bank NationalNobu Tbk 150.000 150.000
Citibank N.A. 149.990 -
PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk 147.948 34.112
PT Bank Pembangunan Daerah
Daerah Istimewa Yogyakarta 108.248 377.032
PT Bank Shinhan Indonesia 99.996 -
PT Bank Pembangunan Daerah
Kalimantan Selatan 81.581 -
PT Bank Pembangunan Daerah
Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat 55.860 79.128
PT Bank Resona Perdania 49.936 -
PT Bank Ina Perdana Tbk 16.180 23.363
Lembaga Pengelola Dana Bergulir 9.812 16.937
PT Bank UOB Indonesia - 249.991
PT Bank Pembangunan Daerah
Kalimantan Tengah - 256.315
PT Bank DKI - unit usaha syariah - 750.000
PT Bank Mega Syariah - 128.222
Lainnya 4.442 5.955
28.741.561 21.640.059
191
Page 195
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman lainnya (lanjutan)
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat
Standard Chartered Bank Ltd. 357.568.295 5.526.218 195.868.180 3.049.178
BNP Paribas 223.071.757 3.447.574 144.018.885 2.242.014
OCBC Ltd. 115.000.000 1.777.325 -
The Bank of New York Mellon Corporation 100.000.000 1.545.500 -
United Overseas Bank Limited 50.000.000 772.750 225.000.000 3.502.688
Wells Fargo Bank, N.A. 30.000.000 463.650 80.000.000 1.245.400
CoBank USA 25.000.000 386.375 75.000.000 1.167.563
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 23.098.674 356.990 4.900.915 76.295
CTBC Bank Co, Ltd. 12.557.425 194.075 -
Bank Pembangunan Asia 365.642 5.651 391.714 6.098
JP Morgan Chase Bank N.A. 80.815 1.251 487.554 7.590
PT Bank BTPN Tbk 30.152 466 -
PT Bank Central Asia Tbk - -
Citibank N.A. - 75.000.000 1.167.563
Bank Of America - 80.000.000 1.245.400
HSBC - 80.000.000 1.245.400
DBS Bank, Ltd. - 225.000.000 3.502.688
PT Bank Shinhan Indonesia - 2.989.112 46.533
14.477.825 18.504.410
Euro Eropa
JP Morgan SE - 354.141 5.852
JP Morgan Chase Bank N.A. - 1.171 20
- 5.872
Pound Sterling Inggris
JP Morgan Chase Bank N.A. 14.850 281 1.531 27
281 27
14.478.106 18.510.309
Total 43.219.667 40.150.368
192
Page 196
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
a) Pinjaman dari Bank Indonesia
Pinjaman likuiditas
Pinjaman ini merupakan fasilitas kredit yang diperoleh dari Bank Indonesia untuk dipinjamkan
kembali kepada debitur-debitur BRI antara lain untuk keperluan Kredit Investasi, Kredit Koperasi
Primer untuk Anggota Tebu Rakyat, Pinjaman untuk BULOG dan KUD, Kredit Modal Kerja
Permanen, Pupuk dan lain-lain.
Tingkat suku bunga rata-rata untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022 masing-masing adalah sebesar 0,02%.
b) Pinjaman sindikasi club loan
Pada tanggal 14 Oktober 2020, telah dilakukan penarikan untuk sisa fasilitas pinjaman sindikasi
berupa club loan sebesar ASD300.000.000 (nilai penuh) yang difasilitasi oleh Citicorp International
Limited (agent), sebagai berikut:
Fasilitas C sebesar ASD300.000.000 (nilai penuh), dengan suku bunga LIBOR 3 (tiga) bulanan
ditambah marjin tertentu per tahun. Jangka waktu pinjaman selama 60 (enam puluh) bulan sejak
tanggal 14 Oktober 2020 dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Agustus 2025. Bank yang
berpartisipasi dalam pinjaman ini adalah:
• China Development Bank, sebesar ASD150.000.000 (nilai penuh);
• CTBC Bank, Co., Ltd., sebesar ASD25.000.000 (nilai penuh);
• MUFG Bank, Ltd., cabang Singapura sebesar ASD20.000.000 (nilai penuh);
• Standard Chartered Bank (Singapore) Limited, sebesar ASD50.000.000 (nilai penuh);
• Sumitomo Mitsui Banking Corporation, cabang Singapura sebesar ASD50.000.000 (nilai penuh);
dan
• United Overseas Bank Limited, sebesar ASD5.000.000 (nilai penuh).
c) Pinjaman dari BNP Paribas
Pada tanggal 7 Juni 2016, BRI telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dari BNP Paribas
dengan skema Export Credit Financing (ECF) untuk membiayai komponen dan jasa peluncuran
BRIsat yang dilakukan oleh Arianespace Perancis. Pinjaman ini terdiri dari 2 (dua) fasilitas, yaitu:
• Fasilitas Tranche Banque Publique d’Investissement (BPI) senilai ASD49.961.501,23 (nilai
penuh), dengan suku bunga tertentu per tahun. BRI melakukan seluruh penarikan pinjaman pada
tanggal 31 Agustus 2017.
• Fasilitas Tranche Hermes senilai ASD9.901.308,77 (nilai penuh), dengan suku bunga LIBOR
6 (enam) bulanan ditambah marjin tertentu per tahun. BRI melakukan seluruh penarikan
pinjaman pada tanggal 31 Agustus 2017.
Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 7 (tujuh) tahun 6 (enam) bulan dan akan jatuh tempo pada
tanggal 3 Februari 2025. Angsuran pokok dibayarkan setiap 6 (enam) bulan bersamaan dengan
pembayaran bunga. Untuk fasilitas Tranche BPI, angsuran pokok pertama kali mulai dibayarkan pada
tanggal 5 Februari 2018 sebesar ASD3.330.767 (nilai penuh) sampai dengan jatuh tempo.
Sedangkan untuk fasilitas Tranche Hermes, angsuran pokok pertama kali mulai dibayarkan pada
tanggal 5 Februari 2018 sebesar ASD660.087 (nilai penuh) sampai dengan jatuh tempo. BRI tidak
memberikan jaminan apapun atas pinjaman ini.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian pinjaman ini antara lain
menjaga rasio keuangan sebagai berikut:
• Nilai Capital Adequacy Ratio (CAR) minimum 9%.
• Rasio Non-Performing Loan (NPL) maksimum 5%.
193
Page 197
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
d) Pinjaman sindikasi Sustainability Linked Loan
Pada tanggal 30 Agustus 2022, BRI mendapatkan fasilitas pinjaman sindikasi berupa Sustainability-
Linked Loan dengan total pinjaman sebesar ASD1.000.000.000 (nilai penuh). Pinjaman ini difasilitasi
oleh PT Bank HSBC Indonesia (agent), penarikan yang telah dilakukan terbagi atas:
a. Fasilitas A sebesar ASD200.000.000 (nilai penuh), dengan suku bunga Compounded SOFR
ditambah marjin tertentu per tahun. Jangka waktu pinjaman selama 12 (dua belas) bulan sejak
tanggal 15 September 2022 dan telah jatuh tempo pada tanggal 15 September 2023. Bank yang
ikut berpartisipasi dalam pinjaman ini adalah:
• BNP Paribas, cabang Singapura, sebesar ASD10.000.000 (nilai penuh);
• CTBC Bank, Co., Ltd., sebesar ASD20.000.000 (nilai penuh);
• DBS Bank Ltd, sebesar ASD20.000.000 (nilai penuh);
• The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, cabang Singapura, sebesar
ASD20.000.000 (nilai penuh);
• The Korea Development Bank, cabang Singapura, sebesar ASD10.000.000 (nilai penuh);
• The Korea Development Bank, cabang Tokyo, sebesar ASD10.000.000 (nilai penuh);
• PT Bank Mizuho Indonesia, sebesar ASD20.000.000 (nilai penuh);
• MUFG Bank Ltd, cabang Jakarta, sebesar ASD20.000.000 (nilai penuh);
• Oversea-Chinese Banking Co., Ltd., sebesar ASD20.000.000 (nilai penuh); dan
• United Overseas Bank Limited, sebesar, ASD50.000.000 (nilai penuh).
b. Fasilitas B sebesar ASD300.000.000 (nilai penuh), dengan suku bunga Compounded SOFR
ditambah marjin tertentu per tahun. Jangka waktu pinjaman selama 36 (tiga puluh enam) bulan
sejak tanggal 15 September 2022 dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 September 2025. Bank
yang ikut berpartisipasi dalam pinjaman ini adalah:
• CTBC Bank, Co., Ltd., sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh);
• DBS Bank Ltd, sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh);
• The Hongkong and Shanghai Banking Co., Ltd., sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh);
• The Korea Development Bank, cabang Singapura, sebesar ASD30.000.000 (nilai penuh);
• The Korea Development Bank, cabang Tokyo, sebesar ASD10.000.000 (nilai penuh);
• MUFG Bank Ltd, cabang Jakarta, sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh);
• Oversea-Chinese Banking Co., Ltd., sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh);
• Standard Chartered Bank (Singapura) Limited, sebesar ASD20.000.000 (nilai penuh); dan
• United Overseas Bank Limited, sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh).
c. Fasilitas C sebesar ASD500.000.000 (nilai penuh), dengan suku bunga Compounded SOFR
ditambah marjin tertentu per tahun. Jangka waktu pinjaman selama 48 (empat puluh delapan)
bulan sejak tanggal 30 Desember 2022 dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 September 2026.
Bank yang ikut berpartisipasi dalam pinjaman ini adalah:
• BNP Paribas, cabang Singapura, sebesar ASD90.000.000 (nilai penuh);
• CTBC Bank, Co., Ltd., sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh);
• DBS Bank Ltd, sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh);
• The Hongkong and Shanghai Banking Co., Ltd., sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh);
• The Korea Development Bank, cabang Singapura, sebesar ASD30.000.000 (nilai penuh);
• The Korea Development Bank, cabang Tokyo, sebesar ASD10.000.000 (nilai penuh);
• PT Bank Mizuho Indonesia, sebesar ASD80.000.000 (nilai penuh);
• MUFG Bank Ltd, cabang Jakarta, sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh);
• PT Bank OCBC NISP Tbk, sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh);
• Standard Chartered Bank (Singapura) Limited, sebesar ASD80.000.000 (nilai penuh); dan
• United Overseas Bank Limited, sebesar ASD10.000.000 (nilai penuh).
194
Page 198
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Pegadaian
Pusat Investasi Pemerintah (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 24 Juli 2020, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas UMi Fasilitas IV Tahap I, II & III
(Konvensional) dari Pusat Investasi Pemerintah (selanjutnya disebut “PIP”) dengan plafon sebesar
Rp300.000 dengan suku bunga 4,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan
dan telah jatuh tempo pada tanggal 24 Juli 2023.
Pada tanggal 24 Juli 2020, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas UMi Fasilitas IV Tahap I, II & III
(Syariah) dari PIP dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 4,00%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal 24 Juli 2023.
Pada tanggal 28 Januari 2021, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas UMi Fasilitas V Tahap I,II & III
(Konvensional) dari PIP dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 4,00%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Januari
2024.
Pada tanggal 28 Januari 2021, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas UMi Fasilitas V Tahap I dan II
(Syariah) dari PIP dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 4,00%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Januari 2024.
Pada tanggal 23 Agustus 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas UMi Fasilitas VI Tahap I
(Konvensional) dari PIP dengan plafon sebesar Rp225.000 dengan suku bunga 3,75%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 24 (dua puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 Agustus
2024.
Pada tanggal 23 Agustus 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas UMi Fasilitas VI Tahap I (Syariah)
dari PIP dengan plafon sebesar Rp50.000 dengan suku bunga 3,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 24 (dua puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 Agustus 2024.
Pada tanggal 18 Agustus 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas UMi Pemda Luwu Utara dari PIP
dengan plafon sebesar Rp1.000 dengan suku bunga 2,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 29 (dua
puluh sembilan) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Januari 2025.
Pada tanggal 8 Desember 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas UMi PT SMI dari PIP dengan
plafon sebesar Rp1.000 dengan suku bunga 2,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 8 Desember 2023.
Persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh Pegadaian adalah
Pegadaian wajib menyalurkan Pinjaman/Pembiayaan khusus untuk pelaku usaha Ultra Mikro (UMi) dan
wajib menyerahkan daftar piutang lancar yang menjadi Jaminan Fidusia setiap 1 (satu) bulan dengan
nilai dengan 100% dari outstanding pinjaman.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 11 Mei 2022, Pegadaian telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “Bank Mandiri”) dengan masing-masing plafon
sebesar Rp5.500.000 dan Rp6.500.000. Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 13 Mei 2023.
195
Page 199
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Pegadaian (lanjutan)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Pihak Berelasi) (lanjutan)
Pada tanggal 14 Mei 2023, Pegadaian telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari
Bank Mandiri dengan masing-masing plafon sebesar Rp1.250.000 dan Rp250.000 dengan suku bunga
6,50%. Kedua fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada
tanggal 13 Mei 2024.
Pada tanggal 9 Mei 2023, Pegadaian telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank
Mandiri dengan masing-masing plafon sebesar Rp100.000 dan Rp75.000 dengan suku bunga 7,75%.
Kedua fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal
13 Mei 2024.
Pada tanggal 14 Mei 2023, Pegadaian telah mendapatkan 4 (empat) fasilitas Pinjaman Jangka Pendek
dari Bank Mandiri dengan masing-masing plafon sebesar Rp350.000, Rp350.000, Rp450.000, dan
Rp350.000 dengan suku bunga 5,75%. Keempat fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 18 (delapan belas)
hari dan telah jatuh tempo pada tanggal 11 Juli 2023.
Pada tanggal 14 Mei 2023, Pegadaian telah mendapatkan 3 (tiga) fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari
Bank Mandiri dengan masing-masing plafon sebesar Rp500.000, Rp500.000, dan Rp400.000 dengan
suku bunga 5,75%. Ketiga fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 14 (empat belas) hari dan telah jatuh tempo
pada tanggal 4 Juli 2023.
Pada tanggal 14 Mei 2023, Pegadaian telah mendapatkan 14 (empat belas) fasilitas Pinjaman Jangka
Pendek dari Bank Mandiri dengan masing-masing plafon sebesar Rp400.000, Rp400.000, Rp300.000,
Rp600.000, Rp550.000, Rp500.000, Rp450.000, Rp400.000, Rp400.000, Rp350.000, Rp400.000,
Rp350.000, Rp300.000, dan Rp300.000 dengan suku bunga 5,75%. Seluruh fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 17 (tujuh belas) hari dan telah jatuh tempo pada tanggal 14 Juli 2023.
Pada tanggal 14 Mei 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari Bank
Mandiri dengan plafon sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 15 (lima belas) hari dan telah jatuh tempo pada tanggal 11 Juli 2023.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh Pegadaian
antara lain adalah sebagai berikut:
• Jaminan piutang/tagihan Pegadaian kepada konsumen yang diserahkan kepada Bank sebesar
minimum 100% dari OSL pembiayaan, dengan kriteria piutang lancar/kolektibilitas 1 (satu).
• Penggunaan fasilitas adalah untuk tambahan modal kerja operasional Pegadaian.
• Menyampaikan laporan piutang serta laporan omset dan hasil usaha setiap bulannya dan paling
lambat telah diterima Bank 30 (tiga puluh) hari setelah akhir periode laporan.
• Memelihara Current Ratio di atas 110%, total pinjaman yang diterima maksimal 10 (sepuluh) kali
modal sendiri, dan total nilai pinjaman gadai yang tergolong macet dan pinjaman
non-gadai yang tergolong kurang lancar, diragukan, macet (Non-Performing Loan) maksimal 5% dari
seluruh pinjaman yang diberikan.
• Menyampaikan laporan keuangan setiap triwulan dan paling lambat telah diterima Bank
60 (enam puluh) hari setelah akhir periode laporan dan laporan keuangan audited tahunan paling
lambat telah diterima Bank Mandiri 180 (seratus depalan puluh) hari setelah akhir periode laporan.
• Menyampaikan laporan posisi jaminan fidusia (daftar obyek jaminan fidusia) setiap triwulan.
• Melaporkan kepada Bank, perubahan anggaran dasar, perubahan status perusahaan, perubahan
susunan pengurus (Direksi) dan Dewan komisaris, pembagian dividen, dan memindahtangankan
agunan.
196
Page 200
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Pegadaian (lanjutan)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Pihak Berelasi)
Atas Kredit Modal Kerja tersebut, per 30 September 2023 suku bunga yang didapatkan dari Bank BNI
adalah sebesar 5,75% dengan tenor selama 1 (satu) bulan sampai dengan maksimal 4 (empat) bulan.
Pada tanggal 13 April 2022, Pegadaian telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “Bank BNI”) dengan masing-masing plafon
sebesar Rp5.100.000 dan Rp1.000.000 dengan suku bunga 5,50%. Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo
pada tanggal 14 April 2023.
Pada tanggal 13 April 2023, Pegadaian telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank
BNI dengan masing-masing plafon sebesar Rp750.000 dan Rp250.000 dengan suku bunga 7,00%.
Kedua fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 3 (tiga) bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal 14 Juli 2023.
Pada tanggal 15 April 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari Bank
BNI dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
30 (tiga puluh) hari dan telah jatuh tempo pada tanggal 13 Juli 2023.
Pada tanggal 15 April 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari Bank
BNI dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
28 (dua puluh delapan) hari dan telah jatuh tempo pada tanggal 13 Juli 2023.
Pada tanggal 15 April 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari Bank
BNI dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
29 (dua puluh sembilan) hari dan telah jatuh tempo pada tanggal 14 Juli 2023.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh Pegadaian
antara lain adalah sebagai berikut:
• Jaminan Piutang/tagihan Pegadaian kepada konsumen yang diserahkan kepada bank sebesar 100%
dari plafon pembiayaan, dengan kriteria piutang lancar/kolektibilitas 1 (satu).
• Penggunaan fasilitas adalah untuk tambahan modal kerja operasional Pegadaian.
• Menyampaikan setiap kali terjadi perubahan terbaru atas dokumen-dokumen sebagai berikut:
a. Akta perubahan Anggaran Dasar Perusahaan.
b. Perizinan yang telah diperpanjang masa berlakunya.
• Dalam rangka pemantauan aktivitas usaha, Bank BNI diperkenankan untuk sewaktu-waktu
melakukan peninjauan ke lokasi usaha dengan pemberitahuan terlebih dahulu.
• Menyampaikan secara rutin laporan keuangan (home statement) per triwulan sudah diterima bank
paling lambat 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya periode laporan keuangan.
• Menyampaikan laporan keuangan audited yang dibuat oleh Kantor Akuntan Publik selambat-
lambatnya 6 (enam) bulan setelah tanggal penutupan tahun buku.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 9 Februari 2022, Pegadaian telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Musyarakah dari PT Bank
Syariah Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank BSI”) dengan masing-masing plafon sebesar
Rp300.000 dan Rp800.000 dengan suku bunga 5,35%. Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal
10 Februari 2023.
Pada tanggal 9 Februari 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BSI
dengan plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Februari 2024.
197
Page 201
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Pegadaian (lanjutan)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (Pihak Berelasi) (lanjutan)
Pada tanggal 9 Februari 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari
Bank BSI dengan plafon sebesar Rp350.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 30 (tiga puluh) hari dan telah jatuh tempo pada tanggal 28 Juli 2023.
Pada tanggal 9 Februari 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari
Bank BSI dengan plafon sebesar Rp350.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 30 (tiga puluh) hari dan telah jatuh tempo pada tanggal 27 Juli 2023.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh Pegadaian
antara lain adalah sebagai berikut:
• Menggunakan fasilitas pembiayaan untuk kepentingan/kebutuhan sesuai dengan tujuan penggunaan
yang tercantum di dalam akad pembiayaan.
• Mengizinkan petugas dan/atau kuasa/wakil Bank BSI atau pihak lain yang ditunjuk oleh Bank BSI
untuk sewaktu-waktu memeriksa pembukuan Pegadaian dan bukti-bukti yang terkait langsung
dengan akad pembiayaan, oleh Bank BSI sepanjang terkait dengan pelaksanaan akad pembiayaan
ini, dengan pemberitahuan tertulis 7 (tujuh) hari kerja terlebih dahulu dari Bank BSI dengan seluruh
biaya yang timbul ditanggung oleh Bank BSI.
• Pegadaian dan bukti-bukti yang terkait langsung dengan akad pembiayaan, oleh Bank BSI sepanjang
terkait dengan pelaksanaan akad pembiayaan ini, dengan pemberitahuan tertulis 7 (tujuh) hari kerja
terlebih dahulu dari Bank BSI dengan seluruh biaya yang timbul ditanggung oleh Bank BSI.
• Selama pembiayaan ini masih berlangsung, Pegadaian harus memberitahukan secara tertulis
kepada Bank BSI paling lambat 30 (tiga puluh) hari dalam hal telah dilakukan sebagai berikut:
a. Perubahan Anggaran Dasar perusahaan termasuk di dalamnya pemegang saham, pengurus
perusahaan, permodalan dan nilai saham.
b. Memperoleh fasilitas pembiayaan atau pinjaman dari pihak lain.
c. Mengikatkan diri sebagai penjamin hutang atau menjaminkan harta kekayaan untuk pihak lain.
d. Mengambil dividen atau modal untuk kepentingan di luar usaha dan kepentingan pribadi.
e. Melunasi hutang perusahaan kepada pemilik/pemegang saham.
• Melakukan pembaharuan daftar piutang syariah yang dijaminkan:
a. Menyerahkan rincian daftar piutang syariah posisi akhir bulan yang disampaikan triwulanan
paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender setelah berakhirnya periode triwulanan, sebagai dasar
pembaharuan daftar piutang syariah tidak kurang dari 100% dari pokok yang terhutang.
b. Menyerahkan surat pernyataan daftar piutang syariah yang menyatakan bahwa:
1. Benar milik Pegadaian serta tidak ada pihak lain yang memiliki atau turut serta memiliki.
2. Tidak sedang dan tidak akan dijaminkan kepada pihak ketiga.
3. Tidak dalam keadaan sengketa serta tidak tersangkut suatu masalah Perdata atau keadaan
yang dapat menimbulkan suatu sengketa dengan pihak ketiga.
4. Tidak dalam keadaan sita jaminan.
c. Pembaharuan sertifikat jaminan fidusia secara notaril atas agunan piutang dilakukan maksimal
setiap 1 (satu) tahun sekali dengan nilai piutang lancar Syariah minimal sebesar limit
pembiayaan.
• Nasabah agar mengupayakan penggunaan fasilitas di atas 80% dari total fasilitas pembiayaan Bank
BSI.
• Menyampaikan laporan keuangan unaudited 3 (tiga) bulanan paling lambat 90 (sembilan puluh) hari
kalender setelah akhir periode laporan dan laporan keuangan audited paling lambat 180 (seratus
delapan puluh) hari setelah periode pelaporan.
• Menyampaikan laporan Non-Performing Loan (NPL) bersih konsolidasi dan Non-Performing Loan
(NPL) bersih syariah yang disampaikan triwulanan paling lambat 45 (empat puluh lima) hari kalender
setelah berakhirnya periode triwulanan.
198
Page 202
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Pegadaian (lanjutan)
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 13 April 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Berjangka Money Market
(PBMM) dari PT Bank Central Asia Tbk (selanjutnya disebut “Bank BCA”) dengan plafon sebesar
Rp9.400.000 dengan suku bunga 5,79%. Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 26 April 2023.
Pada tanggal 17 April 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BCA
dengan plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 26 Januari 2024.
Pada tanggal 17 April 2023, Pegadaian telah mendapatkan 4 (empat) fasilitas Pinjaman Jangka Pendek
dari Bank BCA dengan masing-masing plafon sebesar Rp350.000, Rp1.500.000, Rp2.000.000, dan
Rp1.000.000 dengan suku bunga 5,80%. Keempat fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 7 (tujuh) hari dan
telah jatuh tempo pada tanggal 3 Juli 2023.
Pada tanggal 17 April 2023, Pegadaian telah mendapatkan 9 (sembilan) fasilitas Pinjaman Jangka
Pendek dari Bank BCA dengan masing-masing plafon sebesar Rp450.000, Rp720.000, Rp200.000,
Rp1.300.000, Rp300.000, Rp500.000, Rp480.000, Rp1.200.000, dan Rp1.100.000 dengan suku bunga
5,80%. Seluruh fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 7 (tujuh) hari dan telah jatuh tempo pada tanggal
4 Juli 2023.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh Pegadaian
antara lain, adalah sebagai berikut:
• Agunan yang dijaminkan adalah sebesar 100% dari plafon.
• Penggunaan fasilitas adalah untuk mendanai penyaluran pinjaman modal kerja Pegadaian.
• Menaati semua undang-undang, peraturan pemerintah, kebijakan pemerintah, petunjuk atau instruksi
dari pemerintah yang berlaku.
• Memberitahukan secara tertulis apabila terjadi perubahan status kelembagaan, anggaran dasar,
susunan Direksi dan susunan Dewan Komisaris selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja
tanggal efektifnya terjadi perubahan tersebut disertai dengan dokumen pendukung atas perubahan
tersebut.
• Menyerahkan kepada Bank Daftar Piutang (AR) setiap 6 (enam) bulan sekali selambat-lambatnya
45 (empat puluh lima) hari kalender terhitung sejak berakhirnya periode laporan 6 (enam) bulan
tersebut.
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Pada tanggal 10 Agustus 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Transaksi Khusus
Konvensional dan Pinjaman Transaksi Khusus Musyarakah dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (selanjutnya
disebut “Bank CIMB Niaga”) dengan masing-masing plafon sebesar Rp550.000 dan Rp200.000. Fasilitas
pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 16 Mei 2023.
Pada tanggal 6 Juni 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari Bank
CIMB Niaga dengan plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 7 (tujuh) hari dan telah jatuh tempo pada tanggal 4 Juli 2023.
Pada tanggal 6 Juni 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari Bank
CIMB Niaga dengan plafon sebesar Rp450.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 7 (tujuh) hari dan telah jatuh tempo pada tanggal 5 Juli 2023.
199
Page 203
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Pegadaian (lanjutan)
PT Bank CIMB Niaga Tbk (lanjutan)
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh Pegadaian
antara lain, adalah sebagai berikut:
• Fidusia atas piutang dengan nilai penjaminan minimum sebesar 60% dari jumlah pembiayaan.
• Penggunaan fasilitas adalah untuk membiayai kebutuhan modal kerja Pegadaian.
• Memberikan informasi kepada Bank selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah tindakan
dilakukan, dalam hal terjadi perubahan pada susunan Direksi, Dewan Komisaris dan pemegang
saham atau pengurus atau pihak yang setara lainnya dan/atau terjadi perubahan struktur permodalan
perusahaan antara lain penggabungan, peleburan, pengambilalihan, dan pemisahan pada
Pengendali dari Pegadaian dan/atau Pemberi Agunan.
• Daftar tagihan harus ditandatangani oleh pihak yang berwenang dan harus diperbarui setiap 3 (tiga)
bulan (batas waktu pengiriman daftar piutang maksimum adalah 45 (empat puluh lima) hari setiap
akhir 3 (tiga) bulan).
PT Bank DKI
Pada tanggal 18 Mei 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Kredit Money Market Line dari
PT Bank DKI (selanjutnya disebut “Bank DKI”) dengan plafon sebesar Rp200.000. Fasilitas pinjaman ini
telah diperpanjang pada tanggal 17 Mei 2023 dan akan jatuh tempo pada tanggal 19 Mei 2024.
Pada tanggal 18 Mei 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pembiayaan Musyarakah dari Bank
DKI dengan plafon sebesar Rp750.000. Fasilitas pinjaman ini telah diperpanjang pada tanggal 19 Mei
2023 dan akan jatuh tempo pada tanggal 19 Mei 2024.
Pada tanggal 9 Mei 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari Bank
DKI dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
28 (dua puluh delapan) hari dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 Juli 2023.
Pada tanggal 9 Mei 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari Bank
DKI unit usaha syariah dengan plafon sebesar Rp750.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman
ini memiliki tenor 1 (satu) bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal 24 Juli 2023.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh Pegadaian
antara lain, adalah sebagai berikut:
• Jaminan piutang/tagihan Pegadaian kepada konsumen yang diserahkan kepada Bank sebesar
minimum 60% dari plafon pembiayaan, dengan kriteria piutang lancar/kolektibilitas 1 (satu).
• Penggunaan fasilitas adalah untuk tambahan modal kerja operasional Pegadaian.
• Menyampaikan secara tertulis kepada Bank, perubahan pengurus (Dewan Komisaris dan Direksi)
ataupun Anggaran Dasar Perusahaan, status hukum dan lingkup usaha serta penerbitan
obligasi/surat berharga/Pinjaman/pembiayaan dari Bank/lembaga keuangan lainnya, paling lambat
30 (tiga puluh) hari sejak kejadian perubahan.
• Daftar piutang diikat dengan Fidusia Notarial dan didaftarkan ke Kantor Pendaftaran Fidusia pada
saat penandatanganan perpanjangan fasilitas kredit. Daftar piutang diperbaharui setiap 3 (tiga)
bulan.
• Menyampaikan Laporan Non-Performing Loan (NPL) setiap triwulan paling lambat 60 (enam puluh)
hari setelah akhir laporan.
200
Page 204
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Pegadaian (lanjutan)
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
Pada tanggal 11 Oktober 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pembiayaan Musyarakah dari
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank Muamalat”) dengan plafon sebesar
Rp200.000 dengan suku bunga 5,20%. Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 2 Juni 2023.
Pada tanggal 2 Juni 2023, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari Bank
Muamalat dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 3 (tiga) bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal 27 Juli 2023.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh Pegadaian
antara lain, adalah sebagai berikut:
• Menyalurkan pembiayaan yang dananya bersumber dari Bank Muamalat dengan prinsip syariah
(penyaluran pembiayaan dilakukan oleh Unit Pegadaian Syariah).
• Menyampaikan laporan keuangan unaudited triwulanan (Maret, Juni, September & Desember) paling
lambat 60 (enam puluh) hari setelah akhir laporan, dan laporan keuangan audited tahunan paling
lambat 180 (seratus delapan puluh) hari setelah akhir periode laporan.
• Memberitahukan secara tertulis kepada Bank Muamalat atas hal-hal di bawah ini:
a. Melakukan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan termasuk di dalamnya Perubahan
Pemegang Saham, pengurus (Dewan Komisaris dan Direksi), Permodalan dan Nilai Nominal
Saham.
b. Memperoleh fasilitas pembiayaan dari Bank/lembaga pembiayaan lainnya.
• Melakukan pengikatan jaminan yang diberikan oleh end user kepada Pegadaian sesuai ketentuan
Pegadaian yang berlaku dan diamankan dengan baik serta tidak dapat diagunkan ke pihak lain.
• Mengizinkan Bank Muamalat atau pihak lain yang ditunjuk untuk melakukan pemeriksaan usaha dan
aktivitas keuangan Pegadaian, serta pemeriksaan terhadap seluruh jaminan setelah mendapatkan
persetujuan tertulis dari Pegadaian berdasarkan pemberitahuan dari Bank Muamalat apabila dalam
waktu 14 (empat belas) hari kalender tidak ada balasan maka Pegadaian dianggap menyetujui
pemberitahuan Bank Muamalat.
PT Bank Permata Tbk
Pada tanggal 30 November 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari
Bank Permata (selanjutnya disebut “Bank Permata”) dengan plafon sebesar Rp450.000 dengan suku
bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 3 (tiga) bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal
8 September 2023.
Pada tanggal 30 November 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari
Bank Permata dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 3 (tiga) bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal 16 Agustus 2023.
Pada tanggal 30 November 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank
Permata unit usaha syariah dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 7,75%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 Oktober 2023.
Pada tanggal 30 November 2022, Pegadaian telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dari
Bank Permata unit usaha syariah dengan plafon sebesar Rp400.000 dengan suku bunga 5,75%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 3 (tiga) bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal 18 Agustus 2023.
201
Page 205
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Pegadaian (lanjutan)
PT Bank Permata Tbk (lanjutan)
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh Pegadaian
antara lain, adalah sebagai berikut:
• Fidusia atas Account Receivable nasabah (A/R), dengan jumlah minimum sebesar 100% dari
outstanding fasilitas.
• Penggunaan fasilitas adalah untuk membiayai usaha pembiayaan modal kerja Pegadaian.
• Selambat-lambatnya dalam 14 (empat belas) hari kalender, Pegadaian melakukan pemberitahuan
secara tertulis kepada Bank dalam hal menerima suatu pinjaman uang atau fasilitas leasing dari pihak
lain, perubahan anggaran dasar.
• Laporan A/R setiap triwulan, paling lambat 90 (sembilan puluh) hari sejak berakhirnya periode
laporan.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Pegadaian telah memenuhi
persyaratan penting yang dipersyaratkan dalam perjanjian yang diterima.
PT Bank Maybank Indonesia Tbk
Pada tanggal 30 Agustus 2023, telah dilakukan penandatanganan di bawah tangan Perubahan Akad
Line Fasilitas Pembiayaan Musyarakah iB (Badan Usaha) antara PT Bank Maybank Indonesia Tbk (“Bank
Maybank”) dan PT Pegadaian (“Pegadaian”).
Plafon fasilitas musyarakah ini adalah sebesar Rp800.000 dengan jangka waktu terhitung sejak tanggal
20 Agustus 2023 sampai dengan 20 Agustus 2024.
Per 30 September 2023 suku bunga/nisbah yang didapatkan dari Bank Maybank adalah sebesar 5,75%
dengan tenor selama maksimal 1 (satu) minggu. Penentuan besarnya suku bunga/nisbah dan tenor
ditentukan pada saat penarikan/perpanjangan fasilitas
Persyaratan-persyaratan (covenants) dalam perjanjian ini antara lain sebagai berikut:
• Jaminan Piutang/tagihan Pegadaian kepada konsumen yang diserahkan kepada Bank sebesar
100% dari plafon pembiayaan dengan kriteria piutang lancar/kolektibilitas 1 (satu).
• Penggunaan fasilitas adalah untuk tambahan modal kerja operasional Pegadaian.
• Menyampaikan Laporan keuangan in-house tiga bulanan untuk tahun buku berjalan selambat-
lambatnya 60 (enam puluh) hari sejak akhir periode pelaporan. Ketentuan ini hanya berlaku untuk
laporan keuangan kuartal I (pertama) sampai kuartal III (ketiga)
• Menyerahkan daftar jaminan Bank berupa Piutang Pembiayaan Nasabah dengan status lancar, yang
disampaikan setiap tiga bulan/triwulanan, selambat-lambatnya 45 (empat puluh lima) hari setelah
akhir periode pelaporan.
• Mengizinkan Bank sewaktu-waktu melakukan Random Sampling minimal 1 (satu) kali dalam setahun
terhadap Piutang Pembiayaan (Account Receivables) yang dijaminkan, dengan minimum sampling
100 (seratus) end user dengan nominal terbesar. Data sampling harus berbeda dengan data
sampling yang digunakan sebelumnya dan dipilih oleh Bank.
202
Page 206
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
PT Bank BTPN Tbk
Pada tanggal 22 September 2023, telah dilakukan penandatanganan kerjasama modal kerja secara di
bawah tangan Perubahan Pertama atas Perjanjian Fasilitas Kredit antara PT Pegadaian dengan PT Bank
BTPN Tbk tanggal 26 Agustus 2022. Dengan penambahan Plafon yang diberikan dari sebesar
Rp500.000 menjadi sebesar Rp1.500.000 dengan jangka waktu sejak tanggal efektif sampai dengan 30
Agustus 2024.
Per 30 September 2023, suku bunga yang didapatkan dari Bank BTPN adalah sebesar 5,65% dengan
tenor selama 1 (satu) bulan. Penentuan besarnya suku bunga/nisbah dan tenor ditentukan pada saat
penarikan/perpanjangan fasilitas.
Persyaratan-persyaratan (covenants) dalam perjanjian ini antara lain sebagai berikut:
• Segera setelah tersedia, namun dalam hal apa pun dalam 180 (seratus delapan puluh) hari kalender
setelah akhir setiap tahun buku, laporan keuangan konsolidasian Peminjam yang diaudit untuk tahun
buku tersebut.
• Setelah diminta oleh Pemberi Pinjaman dan dalam 60 (enam puluh) hari kalender setelah akhir
periode laporan, laporan keuangan konsolidasian Peminjam untuk triwulan tahun buku tersebut.
• Salinan dari semua dokumen yang diserahkan oleh Peminjam kepada para krediturnya secara umum
(atau setiap kelasnya) pada saat yang sama dengan saat dikirimkannya dokumen-dokumen tersebut.
• Segera setelah mengetahuinya, rincian mengenai setiap litigasi, arbitrase atau proses administrasi
yang ada saat ini, terancam akan diajukan atau sedang menunggu putusan terhadap Peminjam, yang
apabila dijatuhi putusan yang merugikan, akan menimbulkan dampak negatif yang signifikan.
• Segera setelah diminta, informasi lain mengenai kondisi keuangan, bisnis, dan kegiatan usaha
Peminjam sebagaimana mungkin diminta secara wajar oleh Pemberi Pinjaman.
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 16 November 2021, PT Permodalan Nasional Madani (selanjutnya disebut “PNM”) telah
mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (selanjutnya
disebut “Bank BNI”) dengan plafon sebesar Rp1.000.000. Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal
25 November 2024.
Pada tanggal 14 April 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BNI dengan
plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh
enam) bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal 17 September 2023.
Pada tanggal 14 April 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BNI dengan
plafon sebesar Rp305.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh
enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 14 Oktober 2023.
Pada tanggal 14 April 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BNI dengan
plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh
enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 Maret 2024.
Pada tanggal 14 April 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BNI dengan
plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh
enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Desember 2024.
Pada tanggal 14 April 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BNI dengan
plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh
enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 3 Maret 2025.
Pada tanggal 14 April 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BNI dengan
plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 6,15%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 3 (tiga) bulan
dan telah jatuh tempo pada tanggal 14 September 2023.
203
Page 207
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Pihak Berelasi) (lanjutan)
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Debt to Equity Ratio (DER) maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan produk Mekaar tidak lebih dari 5%.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 20 Oktober 2020, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “BTN”) dengan plafon sebesar Rp750.000 dengan
suku bunga 7,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 35 (tiga puluh lima) bulan dan akan jatuh tempo
pada tanggal 7 Oktober 2023.
Pada tanggal 30 September 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari BTN dengan
plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 7,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 35 (tiga puluh
lima) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 September 2024.
Pada tanggal 30 September 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari BTN dengan
plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 7,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 34 (tiga puluh
empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 September 2024.
Pada tanggal 30 September 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari BTN dengan
plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 7,25%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 32 (tiga puluh
dua) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 September 2024.
Pada tanggal 28 September 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari BTN dengan
plafon sebesar Rp750.000 dengan suku bunga 6,70%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Maret 2024.
Pada tanggal 28 September 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari BTN dengan
plafon sebesar Rp750.000 dengan suku bunga 6,70%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 April 2024.
Pada tanggal 30 Juni 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Pembiayaan Modal Kerja BTN iB dari BTN
dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 Juni 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Debt to Equity Ratio (DER) maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan produk Mekaar tidak lebih dari 5%.
204
Page 208
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 23 Februari 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “Bank Mandiri”) dengan plafon sebesar Rp1.000.000. Fasilitas
pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 22 Februari 2023.
Pada tanggal 2 Februari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank Mandiri
dengan plafon sebesar Rp1.000.000 dengan suku bunga 6,70%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12
(dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Januari 2024.
Pada tanggal 2 Februari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Jangka Pendek dari Bank Mandiri
dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 6,70%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 5
(lima) bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal 18 Agustus 2023.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Non-Performing Loan keseluruhan produk tidak lebih dari 5%.
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 9 Juni 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja Ekspor dari Lembaga
Pembiayaan Ekspor Indonesia dengan plafon sebesar Rp20.800 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 Juni 2024.
Pada tanggal 9 Juni 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja Ekspor dari Lembaga
Pembiayaan Ekspor Indonesia dengan plafon sebesar Rp33.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 29 Juni 2024.
Pada tanggal 9 Juni 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja Ekspor dari Lembaga
Pembiayaan Ekspor Indonesia dengan plafon sebesar Rp20.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 Juli 2024.
Pada tanggal 9 Juni 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja Ekspor dari Lembaga
Pembiayaan Ekspor Indonesia dengan plafon sebesar Rp20.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 31 Agustus
2024.
Pada tanggal 9 Juni 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja Ekspor dari Lembaga
Pembiayaan Ekspor Indonesia dengan plafon sebesar Rp75.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 24 September
2024.
Pada tanggal 9 Juni 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja Ekspor dari Lembaga
Pembiayaan Ekspor Indonesia dengan plafon sebesar Rp31.200 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 September
2024.
205
Page 209
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Pihak Berelasi) (lanjutan)
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan (NPL) Ratio maksimal 3,5%.
• Entitas anak wajib menjaga rasio piutang end-user (kolektibilitas 1) terhadap baki debet minimal
100%.
• Entitas anak wajib menyerahkan laporan keuangan tahunan yang diaudit oleh akuntan publik.
• Entitas anak wajib menyerahkan kualitas pembiayaan triwulan.
• Entitas anak wajib menyerahkan laporan keuangan triwulan.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 30 Mei 2022, PNM telah mendapatkan sebanyak 2 (dua) fasilitas Mudharabah Muqayyadah
dari PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (selanjutnya disebut “SMF”) dengan plafon masing-masing
sebesar Rp25.671 dan Rp24.372 dengan suku bunga 6,15%. Kedua fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 26 Juni 2025.
Pada tanggal 30 Mei 2022, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Mudharabah Muqayyadah dari SMF
dengan masing-masing plafon sebesar Rp11.572 dan Rp10.070 dengan suku bunga 4,60%. Kedua
fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal 20 Agustus
2023.
Pada tanggal 21 November 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Uncomitted Facility Line dari SMF
dengan plafon sebesar Rp16.166 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 22 November 2023.
Pada tanggal 21 November 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah Muqayyadah dari SMF
dengan plafon sebesar Rp18.946 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 22 November 2023.
Pada tanggal 21 November 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Uncomitted Facility Line dari SMF
dengan plafon sebesar Rp139.884 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
24 (dua puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 1 Maret 2025.
Pada tanggal 21 November 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah Muqayyadah dari SMF
dengan plafon sebesar Rp232.100 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
24 (dua puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 1 Maret 2025.
Pada tanggal 21 November 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Uncomitted Facility Line dari SMF
dengan plafon sebesar Rp69.475 dengan suku bunga 6,55%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 12 Juni 2024.
Pada tanggal 21 November 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah Muqayyadah dari SMF
dengan plafon sebesar Rp67.604 dengan suku bunga 6,55%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 12 Juni 2024.
206
Page 210
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (Pihak Berelasi) (lanjutan)
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain sebelum memperoleh persetujuan tertulis, PNM tidak diperkenankan untuk:
• Mengajukan permohonan pailit.
• Mengalihkan dan/atau menyerahkan kepada pihak lain, hak dan kewajiban yang timbul akibat
perjanjian ini.
• Mengikatkan diri sebagai penanggung atau penjamin utang dan menjaminkan harta kekayaan
Bank.
• Menggunakan fasilitas pinjaman tidak sesuai dengan tujuannya.
Pusat Investasi Pemerintah (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 14 Agustus 2020, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Pusat Investasi
Pemerintah (selanjutnya disebut “PIP”) dengan plafon sebesar Rp647.000 dengan suku bunga 4,00%.
Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal
28 Agustus 2023.
Pada tanggal 14 Agustus 2020, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP dengan
plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 4,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 35 (tiga puuh
lima) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Agustus 2023.
Pada tanggal 20 April 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP dengan plafon
sebesar Rp400.000 dengan suku bunga 4,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 35 (tiga puluh lima)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 April 2024.
Pada tanggal 20 April 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP dengan plafon
sebesar Rp600.000 dengan suku bunga 4,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 April 2024.
Pada tanggal 20 April 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP dengan plafon
sebesar Rp600.000 dengan suku bunga 4,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 11 Juni 2024.
Pada tanggal 20 April 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP dengan plafon
sebesar Rp400.000 dengan suku bunga 4,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 34 (tiga puluh empat)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 April 2024.
Pada tanggal 20 April 2021, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP dengan
masing-masing plafon sebesar Rp300.000 dan Rp200.000 dengan suku bunga 4,00%. Kedua fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 30 (tiga puluh) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 April 2024.
Pada tanggal 28 April 2022, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP dengan
masing-masing plafon sebesar Rp500.000 dan Rp500.000 dengan suku bunga 4,00%. Kedua fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Juni 2025.
Pada tanggal 28 April 2022, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP dengan
masing-masing plafon sebesar Rp500.000 dan Rp500.000 dengan suku bunga 4,00%. Kedua fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 34 (tiga puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Juni 2025.
207
Page 211
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
Pusat Investasi Pemerintah (Pihak Berelasi) (lanjutan)
Pada tanggal 28 April 2022, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP dengan
masing-masing plafon sebesar Rp250.000 dan Rp250.000 dengan suku bunga 4,00%. Kedua fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 33 (tiga puluh tiga) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Juni 2025.
Pada tanggal 2 November 2022, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP
dengan masing-masing plafon sebesar Rp450.000 dan Rp1.050.000 dengan suku bunga 4,00%. Kedua
fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal
10 Desember 2025.
Pada tanggal 2 November 2022, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Kredit Modal Kerja dari PIP
dengan masing-masing plafon sebesar Rp350.000 dan Rp150.000 dengan suku bunga 4,00%. Kedua
fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 34 (tiga puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10
Desember 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Perusahaan wajib menyalurkan Pinjaman/Pembiayaan khusus untuk pelaku usaha Ultra Mikro
(UMi).
• Perusahaan wajib menyerahkan daftar piutang lancar yang menjadi Jaminan Fidusia setiap
1 (satu) bulan dengan nilai dengan 100% dari outstanding pinjaman.
Lembaga Pengelola Dana Bergulir
Pada tanggal 12 Maret 2021, PNM telah mendapatkan 3 (tiga) fasilitas Kredit Modal Kerja dari Lembaga
Pengelola Dana Bergulir dengan plafon sebesar Rp15.000, Rp4.000, dan Rp4.000 dengan suku bunga
6,75%. Ketiga fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 47 (empat puluh tujuh) bulan dan akan jatuh tempo
pada tanggal 7 Februari 2024.
Pada tanggal 12 Maret 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Lembaga
Pengelola Dana Bergulir dengan plafon sebesar Rp15.000 dengan suku bunga 6,75%. Fasilitas pinjaman
ini memiliki tenor 47 (empat puluh tujuh) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Mei 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Perusahaan wajib menyalurkan Pinjaman/Pembiayaan khusus untuk Program Mekaar.
• Perusahaan wajib menyerahkan Daftar Piutang yang menjadi Jaminan Fidusia setiap 6 (enam)
bulan dengan nilai minimal atau sama dengan 100% dari outstanding pinjaman.
Bank Pembangunan Asia
Pada tanggal 25 Januari 2005, PNM telah mendapatkan fasilitas kredit mikro untuk penataan lingkungan
dan pemukiman dari Bank Pembangunan Asia dengan plafon sebesar ASD364.782 (nilai penuh) dengan
tingkat suku bunga Pinjaman Luar Negeri ditambah 0,35% per tahun. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
228 (dua ratus dua puluh delapan) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 1 Desember 2028.
208
Page 212
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 11 Juli 2022, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Installment Loan 1 dari PT Bank
Central Asia Tbk (selanjutnya disebut “BCA”) dengan plafon sebesar Rp450.000 dan Rp50.000 dengan
suku bunga 5,35%. Kedua fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan telah jatuh tempo
pada tanggal 22 Juli 2023.
Pada tanggal 11 Juli 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Installment Loan 2 dari BCA dengan plafon
sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,30%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 7 (tujuh) bulan dan
telah jatuh tempo pada tanggal 6 Juli 2023.
Pada tanggal 11 Juli 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Installment Loan 2 dari BCA dengan plafon
sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 6,30%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 6 (enam) bulan dan
telah jatuh tempo pada tanggal 19 Juli 2023.
Pada tanggal 23 Agustus 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari BCA dengan
plafon sebesar Rp30.000 dengan suku bunga 9,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh
enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Desember 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak diwajibkan untuk menjaga Gearing Ratio maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak diwajibkan untuk mempertahankan rasio Non-Performing Loan (NPL) di atas 90
(sembilan puluh) hari maksimal 5%.
PT BCA Syariah
Pada tanggal 3 Oktober 2019, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah dari PT BCA Syariah
(selanjutnya disebut “BCA Syariah”) dengan plafon sebesar Rp50.000 dengan suku bunga 7,00%.
Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 48 (empat puluh delapan) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal
22 Oktober 2023.
Pada tanggal 3 Oktober 2019, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Mudharabah dari BCA Syariah
dengan plafon sebesar Rp10.000 dan Rp30.000 dengan suku bunga 7,00%. Kedua fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 46 (empat puluh enam) bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal 25 September 2023.
Pada tanggal 24 Maret 2021, PNM telah mendapatkan 2 (dua) fasilitas Mudharabah dari BCA Syariah
dengan plafon sebesar Rp9.100 dan Rp60.000 dengan suku bunga 7,00%. Kedua fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 48 (empat puluh delapan) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 24 Maret 2025.
Pada tanggal 25 Oktober 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari BCA Syariah
dengan plafon sebesar Rp5.000 dengan suku bunga 10,25%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
45 (empat puluh lima) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 Agustus 2025.
Pada tanggal 25 Oktober 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari BCA Syariah
dengan plafon sebesar Rp10.900, dengan suku bunga 10,25%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
47 (empat puluh tujuh) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 Oktober 2025.
209
Page 213
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT BCA Syariah (lanjutan)
Pada tanggal 25 Oktober 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari BCA Syariah
dengan plafon sebesar Rp14.100 dengan suku bunga 10,25%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
57 (lima puluh tujuh) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 Oktober 2027.
Pada tanggal 19 September 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari BCA Syariah
dengan plafon sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 6,10%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua puluh) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 24 September 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Debt to Equity Ratio (DER) maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga tunggakan Non-Perfoming Loan maksimal 5%.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk
Pada tanggal 10 Oktober 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank
Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (selanjutnya disebut “Bank BJB”) dengan plafon
sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan
dan akan jatuh tempo pada tanggal 19 Oktober 2023.
Pada tanggal 10 Oktober 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BJB
dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 22 November 2023.
Pada tanggal 10 Oktober 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BJB
dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12
(dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 November 2023.
Pada tanggal 10 Oktober 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BJB
dengan plafon sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12
(dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 Desember 2023.
Pada tanggal 22 Juni 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BJB dengan
plafon sebesar Rp750.000 dengan suku bunga 6,40%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 1 Juni 2024.
Pada tanggal 4 Agustus 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank BJB dengan
plafon sebesar Rp130.000 dengan suku bunga 6,30%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 5 Agustus 2023.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menyerahkan laporan keuangan triwulan.
• Entitas anak wajib menyerahkan laporan keuangan tahunan unaudited.
210
Page 214
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY)
Pada tanggal 9 Juli 2020, PNM telah mendapatkan fasilitas Term Loan dari BPD DIY dengan plafon
sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam)
bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal 9 Juli 2023.
Pada tanggal 16 September 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Term Loan dari BPD DIY dengan
plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh
enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 September 2024.
Pada tanggal 5 Desember 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Term Loan dari BPD DIY dengan
plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 6 Desember 2023.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Financing to Asset ratio 65%;
• Entitas anak wajib menjaga Current Ratio minimal 120%;
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali;
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan (NPL) Ratio neto maksimal 5%.
PT Bank of China
Pada tanggal 6 Februari 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Money Market Line dari Bank of China
dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 5,95%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
3 (tiga) bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal 16 Agustus 2023.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Utang Total Terkonsolidasi Terhadap total Modal maksimal 10
(sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga rasio maksimum untuk pinjaman bermasalah adalah 5%.
Citibank N.A.
Pada tanggal 13 Maret 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Money Market Line dari Citibank N.A.
dengan plafon sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 6,70%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12
(dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 Maret 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM adalah
entitas anak wajib melaporkan DER, FAR, Micro financing ratio, NPL neto, Current ratio, ROA net, ROE
neto dan BOPO.
211
Page 215
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Danamon Indonesia - unit usaha syariah
Pada tanggal 20 Oktober 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah dari Danamon Syariah
dengan plafon sebesar Rp400.000 dengan suku bunga 6,40%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
15 (lima belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 18 April 2024.
Pada tanggal 20 Oktober 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah dari Danamon Syariah
dengan plafon sebesar Rp600.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
10 (sepuluh) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 November 2023.
Pada tanggal 20 Oktober 2023 Addendum, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah dari PT Bank
Danamon Indonesia - unit usaha syariah (selanjutnya disebut “Danamon Syariah”) dengan plafon
sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 6,15%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 8 (delapan) bulan
dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 Oktober 2023.
Pada tanggal 20 Oktober 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah dari PT Bank Danamon
Indonesia - unit usaha syariah (selanjutnya disebut “Danamon Syariah”) dengan plafon sebesar
Rp500.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 8 (delapan) bulan dan telah
jatuh tempo pada tanggal 20 Juni 2023.
Pada tanggal 21 Desember 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah dari Danamon Syariah
dengan plafon sebesar Rp400.000 dengan suku bunga 6,40%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
15 (lima belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 18 April 2024.
Pada tanggal 21 Desember 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah dari Danamon Syariah
dengan plafon sebesar Rp600.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
10 (sepuluh) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 November 2023.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan (NPL) Ratio neto maksimal 5%.
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
PT Bank DKI
Pada tanggal 19 November 2020, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank DKI
(selanjutnya disebut dengan “Bank DKI”) dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 6,50%.
Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal
20 November 2023.
Pada tanggal 19 November 2020, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank DKI
dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36
(tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 24 November 2023.
Pada tanggal 10 Mei 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank DKI dengan
plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh
enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 Mei 2024.
Pada tanggal 2 Desember 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Sindikasi dari Bank DKI dengan plafon
sebesar Rp653.165 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 29 Desember 2024.
Pada tanggal 2 Desember 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Sindikasi dari Bank DKI dengan plafon
sebesar Rp136.076 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 24 Juni 2025.
Pada tanggal 2 Desember 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Sindikasi dari Bank DKI dengan plafon
sebesar Rp136.076 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 3 Juli 2025.
212
Page 216
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank DKI (lanjutan)
Pada tanggal 12 Juni 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank DKI dengan
plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 14 Juni 2024.
Pada tanggal 19 November 2020, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah dari Bank DKI dengan
plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh
enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 November 2023.
Pada tanggal 19 November 2020, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah dari Bank DKI dengan
plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh
enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 November 2023.
Pada tanggal 10 Mei 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah dari Bank DKI dengan plafon
sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 Mei 2024.
Pada tanggal 2 Desember 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Sindikasi Mudharabah dari Bank DKI
dengan plafon sebesar Rp546.835 dengan suku bunga 7,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 29 Desember 2024.
Pada tanggal 2 Desember 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Sindikasi Mudharabah dari Bank DKI
dengan plafon sebesar Rp113.924 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36
(tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 24 Juni 2025.
Pada tanggal 2 Desember 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Sindikasi Mudharabah dari Bank DKI
dengan plafon sebesar Rp113.924 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36
(tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 13 Juli 2025.
Pada tanggal 12 Juni 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah dari Bank DKI dengan plafon
sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan
dan akan jatuh tempo pada tanggal 12 Juni 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Perfoming Loan gross maksimal 5%.
PT Bank HSBC Indonesia
Pada tanggal 6 April 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Term Loan dari PT Bank HSBC Indonesia
dengan plafon sebesar Rp1.000.000 dengan suku bunga 6,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 9 April 2024.
Persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM yaitu entitas anak
diwajibkan untuk menjaga rasio pinjaman terhadap modal maksimum 10 (sepuluh) kali.
213
Page 217
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank JTrust Indonesia Tbk
Pada Tanggal 10 Maret 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank JTrust
Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank JTrust”) dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga
6,00%. Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 10 Maret 2023.
Pada tanggal 27 Januari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Money Market Line dari Bank JTrust
dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12
(dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 Januari 2024.
Pada tanggal 10 April 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Money Market Line dari Bank JTrust
dengan plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,25%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 11 April 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Current Ratio minimal 1,2 (satu koma dua) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan maksimal 5%.
• Entitas anak wajib menjaga Financing to Asset Ratio minimal 65%.
• Entitas anak wajib menjaga Micro Financing Ratio minimal 50%.
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah
Pada tanggal 14 Desember 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku
bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan telah jatuh tempo pada
tanggal 8 Agustus 2023.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Non-Performing Loan keseluruhan produk tidak lebih
dari 3%.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
PT Bank Maybank Indonesia Tbk
Pada tanggal 30 November 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah line dari PT Bank
Maybank Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Maybank”) dengan plafon sebesar Rp390.000 dengan suku
bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada
tanggal 1 Desember 2024.
Pada tanggal 29 Juni 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah line dari Maybank dengan
plafon sebesar Rp50.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal 1 Juli 2023.
Pada tanggal 29 Juni 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah line dari Maybank dengan
plafon sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2023.
214
Page 218
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (lanjutan)
Pada tanggal 29 Juni 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah line dari Maybank dengan
plafon sebesar Rp110.000 dengan suku bunga 6,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 3 Maret 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Current Ratio minimum 1,2 (satu koma dua) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Debt to Equity Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan Gross keseluruhan maksimal 5%.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan Mekaar maksimal 3%.
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
Pada tanggal 8 November 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah dari PT Bank Muamalat
Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank Muamalat”) dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku
bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada
tanggal 3 November 2023.
Pada tanggal 8 November 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah dari Bank Muamalat
dengan plafon sebesar Rp350.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 Maret 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 9 (sembilan) kali.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Non-Performance Financing untuk produk Mekaar tidak lebih
dari 2%.
• Entitas anak wajib menjaga Current Ratio minimal 1,2 (satu koma dua) kali.
PT Bank NationalNobu Tbk
Pada tanggal 1 Desember 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Money Market Line dari PT Bank
NationalNobu Tbk dengan plafon sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 6,10%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 2 (dua) bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal 5 Juli 2023.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Non-Performing Loan keseluruhan produk tidak lebih dari
5%.
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10%.
• Entitas anak wajib menjaga Current Ratio minimal 1,2 (satu koma dua) kali.
215
Page 219
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Pan Indonesia Tbk
Pada tanggal 1 April 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Term Loan dari PT Bank Pan Indonesia Tbk
(selanjutnya disebut “Bank Panin”) dengan plafon sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 6,50%.
Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal
21 Juli 2025.
Pada tanggal 1 April 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Term Loan dari Bank Panin dengan plafon
sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan
dan akan jatuh tempo pada tanggal 22 Februari 2024.
Pada tanggal 1 April 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Term Loan dari Bank Panin dengan plafon
sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan
dan akan jatuh tempo pada tanggal 8 Maret 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Debt to Equity maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga rasio pembiayaan bermasalah maksimal 5%.
PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk
Pada tanggal 1 April 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Mudharabah dari PT Bank Panin Dubai
Syariah Tbk dengan plafon sebesar Rp291.000 dengan suku bunga 6,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 24 Maret 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Debt to Equity Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga rasio pembiayaan bermasalah maksimal 5%.
PT Bank Permata Tbk
Pada tanggal 17 Februari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Money Market Line dari
PT Bank Permata Tbk (selanjutnya disebut ”Bank Permata”) dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan
suku bunga 6,40%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 3 (tiga) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal
8 September 2023.
Pada tanggal 21 Maret 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah Mutanaqisah dari Bank
Permata dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal 7 Juli 2023.
Pada tanggal 21 Maret 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah Mutanaqisah dari Bank
Permata dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal 12 Juli 2023.
Pada tanggal 17 Februari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah Mutanaqisah dari Bank
Permata dengan plafon sebesar Rp800.000 dengan suku bunga 6,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 Maret 2024.
216
Page 220
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Permata Tbk (lanjutan)
Pada tanggal 17 Februari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Musyarakah Mutanaqisah dari Bank
Permata dengan plafon sebesar Rp512.000 dengan suku bunga 6,75%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 14 April 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Current Ratio minimal 1,2 (satu koma dua) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan neto maksimal 5%.
PT Bank Resona Perdania
Pada tanggal 9 Maret 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Term Loan dari PT Bank Resona Perdania
dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Maret 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan neto maksimal 5%.
• Entitas anak wajib menjaga Rasio lancar minimal 100%.
• Entitas anak wajib menjaga Debt to Equity Ratio (DER) maksimal 10%.
• Entitas anak wajib menjaga Debt-Service Coverage Ratio (DSCR) maksimal 100%.
PT Bank SBI Indonesia
Pada tanggal 16 Desember 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas PRK on demand dari PT Bank SBI
Indonesia (selanjutnya disebut “Bank SBI”) dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga
6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada
tanggal 28 Desember 2024.
Pada tanggal 16 Desember 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas PRK on demand dari Bank SBI
dengan plafon sebesar Rp50.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Maret 2025.
Pada tanggal 19 September 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas dari Bank SBI dengan plafon sebesar
Rp250.000 dengan suku bunga 6,15%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan
akan jatuh tempo pada tanggal 28 September 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Current Ratio minimal 1,2 (satu koma dua) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan neto maksimal 5%.
• Entitas anak wajib menjaga Financing to Asset Ratio minimal 65%.
• Entitas anak wajib menjaga Micro Financing Asset minimal 50%.
• Entitas anak wajib menjaga Interest Coverage Ratio minimal 1,1 (satu koma satu) kali.
217
Page 221
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Shinhan Indonesia
Pada tanggal 21 Desember 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Demand Loan dari PT Bank Shinhan
Indonesia dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 6 (enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 18 Juli 2023.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga gearing ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan net maksimal 5%.
• Entitas anak wajib menjaga rasio cakupan bunga 1,00.
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat
Pada tanggal 28 September 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank
Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (selanjutnya disebut “Bank Sulselbar”)
dengan plafon sebesar Rp50.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36
(tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 Maret 2025.
Pada tanggal 28 September 2021, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank
Sulselbar dengan plafon sebesar Rp50.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 Maret 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga current ratio maksimal 100%.
• Entitas anak wajib menjaga gearing ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga memaksimalkan Return on Assets (ROA).
• Entitas anak wajib menjaga memaksimalkan Return on Equity (ROE).
PT Bank Victoria International Tbk
Pada tanggal 20 Juni 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Money Market Line dari PT Bank Victoria
International Tbk (selanjutnya disebut “Bank Victoria”) dengan plafon sebesar Rp50.000 dengan suku
bunga 6,30%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 6 (enam) bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal
16 September 2023.
Pada tanggal 20 Juni 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Money Market Line dari Bank Victoria
dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,30%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
3 (tiga) bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal 21 September 2023.
Pada tanggal 23 Agustus 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank Victoria
dengan plafon sebesar Rp10.000 dengan suku bunga 10,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36
(tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Agustus 2025.
218
Page 222
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Victoria International Tbk (lanjutan)
Pada tanggal 23 Agustus 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank Victoria
dengan plafon sebesar Rp10.000 dengan suku bunga 10,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36
(tiga puluh enam) bulan dan telah jatuh tempo pada tanggal 27 Oktober 2025.
Persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM adalah entitas anak
wajib menjaga kualitas Non-Performing Loan maksimal tidak lebih dari 5%.
PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk
Pada tanggal 30 Juni 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank China
Construction Bank Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank CCB Indonesia”) dengan plafon sebesar
Rp270.000. Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 30 Juni 2023.
Pada tanggal 4 Januari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Installment Loan dari Bank CCB
Indonesia dengan plafon sebesar Rp315.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 4 Januari 2024.
Pada tanggal 14 Juli 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Installment Loan dari Bank CCB Indonesia
dengan plafon sebesar Rp215.000 dengan suku bunga 6,25%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12
(dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 Juli 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Collateral Coverage Ratio minimal 100%.
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 8 (delapan) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan Mekaar maksimal 3%.
PT Bank of India Indonesia Tbk
Pada tanggal 22 Desember 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Demand Loan dari PT Bank of India
Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank of India”) dengan plafon sebesar Rp150.000 dengan suku
bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada
tanggal 22 Desember 2023.
Pada tanggal 26 Juni 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Demand Loan dari Bank of India dengan
plafon sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 6,05%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 22 Juni 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM antara
lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Non-Performance Financing untuk produk Mekaar tidak lebih
dari 2%.
• Entitas anak wajib menjaga Current Ratio minimal 1,2 (satu koma dua) kali.
219
Page 223
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank IBK Indonesia Tbk
Pada tanggal 30 Mei 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Working Capital Executing dari
PT Bank IBK Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank IBK”) dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan
suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo
pada tanggal 20 Juni 2025.
Pada tanggal 30 Mei 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Working Capital Executing dari Bank IBK
dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 13 Juli 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas nilai Asset Ratio minimum 65%.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas nilai Micro Financing Ratio 50%.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas nilai Current Ratio minimum 120%.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas nilai Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas nilai Non-Performing Loan Ratio maksimal 5%.
PT Bank Oke Indonesia Tbk
Pada tanggal 1 April 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Modal Kerja dari PT Bank Oke
Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank Oke”) dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga
6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada
tanggal 18 April 2025.
Pada tanggal 1 April 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Modal Kerja dari Bank Oke dengan
plafon sebesar Rp150.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 18 Mei 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio keuangan Capital Adequacy Ratio (CAR) minimal 10%.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio keuangan Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas rasio piutang lebih dari 90 (Sembilan puluh) hari maksimal 5%
terhadap gross piutang.
PT Bank QNB Indonesia Tbk
Pada tanggal 19 Desember 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Term Loan dari PT Bank QNB
Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank QNB”) dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga
6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal
20 Desember 2023.
Pada tanggal 19 Desember 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Revolving Credit Facility dari Bank
QNB dengan plafon sebesar Rp100.000 dengan suku bunga 6,30%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
3 (tiga) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 8 September 2023.
220
Page 224
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank QNB Indonesia Tbk (lanjutan)
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Non-Performance Financing untuk produk Mekaar tidak lebih
dari 2%.
• Entitas anak wajib menjaga kualitas Current Ratio minimal 1,2 (satu koma dua) kali.
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan
Pada tanggal 3 Juni 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (selanjutnya disebut “Bank Kalsel”) dengan plafon
sebesar Rp50.000 dengan suku bunga 11,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 60 (enam puluh)
bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 Desember 2025.
Pada tanggal 3 Juni 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank Kalsel dengan
plafon sebesar Rp10.000 dengan suku bunga 10,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 59 (lima puluh
sembilan) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 5 Juni 2027.
Pada tanggal 3 Juni 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank Kalsel dengan
plafon sebesar Rp40.000 dengan suku bunga 10,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 59 (lima puluh
sembilan) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 19 Juli 2027.
Pada tanggal 3 Juni 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank Kalsel dengan
plafon sebesar Rp14.000 dengan suku bunga 10,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 59 (lima puluh
sembilan) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 9 Oktober 2027.
Pada tanggal 3 Juni 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank Kalsel dengan
plafon sebesar Rp10.770 dengan suku bunga 10,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 31 (tiga puluh
satu) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 27 September 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan Ratio (NPL) di atas 90 (sembilan puluh) hari
maksimal 5%.
• Entitas anak wajib menjaga Current Ratio minimal 150%.
• Entitas anak wajib menjaga Solvabilitas minimal 200%.
• Entitas anak wajib menjaga Profit Margin lebih besar dari suku bunga kredit.
221
Page 225
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Hibank Indonesia (dahulu PT Bank Mayora) (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 11 Desember 2015, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari
PT Bank Mayora dengan plafon sebesar Rp3.000 dengan suku bunga 13,00%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 120 (seratus dua puluh) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 11 Desember 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan Ratio (NPL) neto maksimal 8%.
• Entitas anak wajib menyampaikan laporan keuangan tiap akhir tahun.
• Entitas anak wajib membuka rekening pada bank.
• Entitas anak wajib memelihara pembukuan dan catatan mengenai usaha bank.
• Entitas anak wajib mengizinkan pekerja atau wakil bank sewaktu-waktu untuk memeriksa usaha
bank.
• Entitas anak wajib mengasuransikan barang yang dijaminkan oleh bank.
PT Bank CIMB Niaga - Unit Usaha Syariah
Pada tanggal 25 Maret 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank CIMB
Niaga - Unit Usaha Syariah dengan plafon sebesar Rp6.000 dengan suku bunga 3,40%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 23 (dua puluh tiga) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 31 Maret 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Financing Ratio (NPF) maksimal 5%.
• Entitas anak wajib menjaga tingkat kesehatan perseroan minimal kriteria sehat.
PT Danareksa Finance (Pihak Berelasi)
Pada tanggal 3 Januari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Danareksa
Finance (selanjutnya disebut “Danareksa Finance”) dengan plafon sebesar Rp25.000 dengan suku
bunga 9,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 11 (sebelas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal
12 Januari 2024.
Pada tanggal 3 Januari 2023, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Danareksa
Finance dengan plafon sebesar Rp930 dengan suku bunga 7,76%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
35 (tiga puluh lima) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 8 Februari 2026.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga total debt atau equity ratio di bawah 3,5 (tiga koma lima) kali.
• Entitas anak wajib menjaga EBITDA atau Interest Expense Ratio di atas 2 (dua) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Financing Ratio (NPF) maksimal 5%.
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimal 10 (sepuluh) kali.
222
Page 226
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima Permodalan Nasional Madani (PNM) (lanjutan)
PT Bank Ina Perdana Tbk
Pada tanggal 28 Februari 2022, PNM telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari PT Bank Ina
Perdana Tbk dengan plafon sebesar Rp30.000 dengan suku bunga 10,50%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 Februari 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menyerahkan laporan keuangan Audited setiap tahun, paling lambat 6 (enam)
bulan setelah periode laporan berakhir.
• Entitas anak wajib menyerahkan laporan keuangan internal per 3 (tiga) bulan, paling lambat
30 (tiga puluh) hari setelah akhir periode.
• Entitas anak wajib menjaga sinking fund 2 (dua) kali angsuran.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Permodalan Nasional Madani (PNM)
telah memenuhi persyaratan penting yang dipersyaratkan dalam perjanjian yang diterima.
Pinjaman Diterima Bank Raya
PT Sarana Multigriya Finansial (Pihak Berelasi) (Persero)
Pada tanggal 14 Desember 2020, Bank Raya telah mendapatkan fasilitas pinjaman dari
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) untuk penyaluran KPR Sejahtera bagi masyarakat dengan
berpenghasilan rendah dengan plafon sebesar Rp17.319 dengan suku bunga 4,45%. Fasilitas pinjaman
ini memiliki tenor 184 (seratus delapan puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Januari
2036.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh PNM
antara lain adalah sebagai berikut:
• Mengajukan permohonan pailit.
• Mengalihkan dan/atau menyerahkan kepada pihak lain, hak dan kewajiban yang timbul akibat
perjanjian ini.
• Mengikatkan diri sebagai penanggung atau penjamin utang dan menjaminkan harta kekayaan
Bank.
• Menggunakan fasilitas pinjaman tidak sesuai dengan tujuannya.
Pinjaman Diterima BRI Multifinance
PT Bank BTPN Tbk
Pada tanggal 4 Januari 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank BTPN
Tbk (selanjutnya disebut sebagai “Bank BTPN”) dengan plafon sebesar ASD40.000.000 (nilai penuh).
Fasilitas pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 30 Desember 2022.
Pada tanggal 17 Maret 2023, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Loan on Note dari Bank BTPN
dengan plafon sebesar Rp600.000 dengan suku bunga 6,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 30
(tiga puluh) hari dan telah jatuh tempo pada tanggal 6 Juli 2023.
223
Page 227
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima BRI Multifinance (lanjutan)
PT Bank BTPN Tbk (lanjutan)
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Debt to Equity Ratio tidak melebihi rasio 8,5 (delapan koma lima) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan (NPL) Ratio di atas 90 (sembilan puluh) hari
maksimal 5%.
MUFG Bank, Ltd
Pada tanggal 8 Agustus 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Pinjaman Jangka Pendek
tanpa komitmen dari MUFG Bank, Ltd dengan plafon sebesar ASD60.000.000 (nilai penuh) dengan suku
bunga 6,14%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 9 (sembilan) hari dan akan jatuh tempo pada tanggal
5 Juli 2023.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Debt to Equity Ratio tidak melebihi rasio 8,5 (delapan koma lima)
kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan (NPL) Ratio di atas 90 (sembilan puluh) hari
maksimal 5%.
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 11 Oktober 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Uncomitted Credit Line dari
PT Bank Central Asia Tbk (selanjutnya disebut “Bank BCA”) dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan
suku bunga 6,30%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 31 (tiga puluh satu) hari dan telah jatuh tempo
pada tanggal 10 Juli 2023.
Pada tanggal 12 Agustus 2021, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Installment Loan dari Bank
BCA dengan plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 November 2024.
Pada tanggal 11 Oktober 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Installment Loan dari Bank
BCA dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 7,00%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor
24 (dua puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Desember 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan (NPL) Ratio di atas 90 (sembilan puluh) hari
maksimal 5%.
224
Page 228
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima BRI Multifinance (lanjutan)
PT Bank Victoria International Tbk
Pada tanggal 6 Agustus 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Uncomitted Credit Line dari
PT Bank Victoria International Tbk dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 6,00% - 6,45%.
Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 3 (tiga) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal
22 September 2023.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimum sebesar 8 (delapan) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan (NPL) Ratio di atas 90 (sembilan puluh) hari
maksimal 5%.
PT Bank HSBC Indonesia
Pada tanggal 21 Januari 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Committed Kredit Modal
Kerja dari PT Bank HSBC Indonesia (selanjutnya disebut “Bank HSBC”) dengan plafon sebesar
Rp300.000. Fasilitas ini jatuh tempo pada tanggal 12 April 2023.
Pada tanggal 12 April 2023, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Corporate Facility Agreement
dari Bank HSBC dengan plafon sebesar Rp300.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 12 (dua belas) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 April 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Gearing Ratio maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menajga Non-Performing Loan (NPL) Ratio maksimal 5%.
PT Bank UOB Indonesia
Pada tanggal 26 Desember 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Revolving Credit Facility
(RCF) dari PT Bank UOB Indonesia dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,50%.
Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 6 (enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal
8 September 2023.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak wajib menjaga Debt to Equity Ratio maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak wajib menjaga Non-Performing Loan (NPL) Ratio maksimal 5%.
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Pada tanggal 27 Januari 2021, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Comitted Credit Line dari
PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,50% - 7,00%.
Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal
28 Mei 2024.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak diwajibkan untuk menjaga rasio pinjaman terhadap modal maksimum 7 (tujuh) kali.
• Entitas anak diwajibkan untuk menjaga rasio Non-Performing Financing (NPF) maksimum 5%.
225
Page 229
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima BRI Multifinance (lanjutan)
PT Bank Maybank Indonesia Tbk
Pada tanggal 15 Desember 2021, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Uncommitted Credit Line
dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank Maybank”) dengan plafon sebesar
Rp400.000 dengan suku bunga 6,25%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan
dan akan jatuh tempo pada tanggal 31 Januari 2025.
Pada tanggal 1 September 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Uncomitted Kredit Modal
Kerja dari Bank Maybank dengan plafon sebesar Rp400.000 dengan suku bunga 7,20%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Februari
2026.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenant) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak diwajibkan untuk menjaga Gearing Ratio maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak diwajibkan untuk mempertahankan rasio Non-Performing Loan (NPL) di atas 90
(sembilan puluh) hari maksimal 5%.
PT Bank Oke Indonesia Tbk
Pada tanggal 22 Juni 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari
PT Bank Oke Indonesia Tbk dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,25%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 Juli 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 8 (delapan) kali.
• Entitas anak diwajibkan untuk mempertahankan rasio Non-Performing Loan (NPL) di atas 90
(sembilan puluh) hari maksimal 5%.
PT Bank IBK Indonesia Tbk
Pada tanggal 16 November 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Working Capital
Executing dari PT Bank IBK Indonesia Tbk dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,25%.
Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 2
Desember 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak diwajibkan untuk mempertahankan rasio Non-Performing Loan (NPL) maksimal 5%.
226
Page 230
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima BRI Multifinance (lanjutan)
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Pada tanggal 21 Desember 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Kredit Berjangka dari PT
Bank Danamon Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “Bank Danamon”) dengan plafon sebesar Rp100.000
dengan suku bunga 6,10%. Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor 30 hari dan telah jatuh tempo pada
tanggal 12 Juli 2023.
Pada tanggal 21 Desember 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Kredit Angsuran
Berjangka dari Bank Danamon dengan plafon sebesar Rp900.000 dengan suku bunga 6,65%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 24 (dua puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 Juni 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak diwajibkan untuk mempertahankan rasio Non-Performing Loan (NPL) maksimal 7%.
PT Sarana Multigriya Finansial (Pihak Berelasi) (Persero)
Pada tanggal 24 Mei 2023, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Uncomitted Credit Line dari
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dengan plafon sebesar Rp200.000 dengan suku bunga
6,50% - 6,75%. Sampai dengan tanggal 30 September 2023, fasilitas pinjaman BRI Multifinance masih
tersedia Rp200.000.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak diwajibkan untuk mempertahankan rasio Non-Performing Loan (NPL) maksimal 5%.
CTBC Bank Co. Ltd.
Pada tanggal 5 Juli 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Uncomitted Credit Line dari CTBC
Bank Co. Ltd. dengan plafon sebesar ASD20.000.000 (nilai penuh) dengan suku bunga 7,15%. Fasilitas
pinjaman ini memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal
13 Februari 2026.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 8,5 kali.
• Entitas anak diwajibkan untuk mempertahankan rasio Non-Performing Loan (NPL) di atas 90
(sembilan puluh) hari maksimal 5%.
227
Page 231
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan pinjaman yang diterima (lanjutan):
Pinjaman Diterima BRI Multifinance (lanjutan)
PT Bank Mandiri (Persero) (Pihak Berelasi) Tbk
Pada tanggal 10 Juli 2021, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Uncomitted Credit Line dari
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “Bank Mandiri”) dengan plafon sebesar Rp500.000
dengan suku bunga 6,75%. Sampai dengan tanggal 30 September 2023, fasilitas pinjaman BRI
Multifinance masih tersedia Rp500.000.
Pada tanggal 23 November 2020, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari
Bank Mandiri dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 8,00%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 4 Februari 2024.
Pada tanggal 7 Juli 2021, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank
Mandiri dengan plafon sebesar Rp250.000 dengan suku bunga 6,50%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 12 November 2024.
Pada tanggal 16 Maret 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank
Mandiri dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 6,25 - 6,35%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 Juni 2025.
Pada tanggal 2 Agustus 2022, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank
Mandiri dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 6,50 - 6,90%. Fasilitas pinjaman ini
memiliki tenor 24 (dua puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 November 2024.
Pada tanggal 8 Maret 2023, BRI Multifinance telah mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja dari Bank
Mandiri dengan plafon sebesar Rp500.000 dengan suku bunga 6,95%. Fasilitas pinjaman ini memiliki
tenor 24 (dua puluh empat) bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 Juni 2025.
Persyaratan-persyaratan penting (financial covenants) dalam perjanjian kredit yang diperoleh BRI
Multifinance antara lain adalah sebagai berikut:
• Entitas anak diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 10 (sepuluh) kali.
• Entitas anak diwajibkan untuk mempertahankan rasio Non-Performing Loan (NPL) di atas 90
(sembilan puluh) hari maksimal 5%.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, BRI Multifinance telah memenuhi
persyaratan penting yang dipersyaratkan dalam perjanjian yang diterima.
228
Page 232
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI
a) Rincian estimasi kerugian atas transaksi komitmen dan kontinjensi yang mempunyai risiko kredit:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah
Garansi yang diterbitkan 2.939.262 3.341.794
Fasilitas kredit yang belum ditarik 1.126.411 1.393.074
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan 20.336 202.884
Mata uang asing
Garansi yang diterbitkan 2.062.826 1.121.139
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan 52.181 340.248
Fasilitas kredit yang belum ditarik 4.099 59.204
Total 6.205.115 6.458.343
b) Rincian transaksi komitmen dan kontinjensi (di luar fasilitas kredit yang belum ditarik):
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak ketiga
Rupiah
Garansi yang diterbitkan 27.621.152 27.418.018
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor 1.141.816 1.340.853
28.762.968 28.758.871
Mata uang asing
Garansi yang diterbitkan
Dolar Amerika Serikat 640.790.266 9.903.461 723.830.676 11.268.234
Euro Eropa 446.535.713 7.319.424 62.685.706 1.039.437
Yen Jepang 1.291.794 137 785.187.156 92.503
Dolar Singapura - 1.950.000 22.606
Dolar Hongkong - 38.551.400 76.970
17.223.022 12.499.750
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor
Dolar Amerika Serikat 163.996.662 2.534.568 236.412.806 3.680.356
Euro Eropa 66,656.696 1.092.608 79.491.351 1.318.103
Renminbi 300.206.735 635.445 467.867.907 1.047.514
Yen Jepang 889.357.526 92.391 117.655.254 13.861
Pound Sterling Inggris 118.995 2.252 181.829 3.416
Australian Dollar 153.313 1.535 -
Dolar Singapura - 312.465 3.622
4.358.799 6.066.872
21.581.821 18.566.622
50.344.789 47.325.493
229
Page 233
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
b) Rincian transaksi komitmen dan kontinjensi (diluar fasilitas kredit yang belum ditarik) (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional nosional
mata uang mata uang
asing asing
(nilai penuh) Ekuivalen Rp (nilai penuh) Ekuivalen Rp
Pihak berelasi (Catatan 44)
Rupiah
Garansi yang diterbitkan 14.416.781 20.378.084
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor 1.059.514 1.230.971
15.476.295 21.609.055
Mata uang asing
Garansi yang diterbitkan
Dolar Amerika Serikat 743.236.020 11.486.713 871.920.155 13.573.617
Yen Jepang 2.925.639.966 303.930 4.269.428.558 502.981
Ringgit Malaysia 54.016.500 178.077 62.516.500 220.912
South Korean Won 6.682.601.241 76.850 -
Euro Eropa 532.192 8.723 15.778.583 261.636
12.054.293 14.559.146
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor
Dolar Amerika Serikat 459.015.863 7.094.090 279.667.804 4.353.729
Euro Eropa 21.753.991 356.582 34.688.694 575.198
Yen Jepang 764.815.408 79.453 541.503.453 63.795
Pound Sterling Inggris 126.018 2.384 591.751 11.117
Franc Swiss 80.288 1.364 -
Dolar Singapura - 1.391.667 16.133
7.533.873 5.019.972
19.588.166 19.579.118
35.064.461 41.188.173
Total 85.409.249 88.513.666
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (5.074.605) (5.006.065)
Bersih 80.334.644 83.507.601
c) Rincian transaksi komitmen dan kontinjensi berdasarkan kolektibilitas:
30 September 2023 31 Desember 2022
Lancar 203.302.274 174.180.091
Dalam perhatian khusus 710.993 522.513
Kurang lancar 140.206 39.329
Diragukan 25.908 46.322
Macet 623.042 15.474
Total 204.802.423 174.803.729
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (6.205.115) (6.458.343)
Bersih 198.597.308 168.345.386
230
Page 234
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
d) Perubahan Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
L/C yang tidak dapat dibatalkan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 12.410.787 1.247.881 - 13.658.668
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat (712.479) (617.645) - (1.330.124)
Komitmen dan Kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 11.350.203 106.427 - 11.456.630
Komitmen dan Kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (9.079.254) (609.613) - (9.688.867)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali Komitmen dan
Kontinjensi yang telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (2.305) - - (2.305)
Nilai tercatat akhir 13.966.952 127.050 - 14.094.002
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
L/C yang tidak dapat dibatalkan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 9.677.550 10.094 153 9.687.797
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat (1.921.778) 2.064.851 - 143.073
Komitmen dan Kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 12.138.336 513.151 - 12.651.487
Komitmen dan Kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (7.454.600) (1.360.440) (153 ) (8.815.193 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali Komitmen dan
Kontinjensi yang telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (28.721) 20.225 - (8.496 )
Nilai tercatat akhir 12.410.787 1.247.881 - 13.658.668
231
Page 235
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
d) Perubahan Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
L/C yang tidak dapat dibatalkan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 53.122 490.010 - 543.132
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian 43.549 (309.692) - (266.143)
Komitmen dan Kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 36.222 28.225 - 64.447
Komitmen dan Kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (96.596) (172.321) - (268.917)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali Komitmen dan
Kontinjensi yang telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (2) - - (2)
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 36,295 36.222 - 72.517
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
L/C yang tidak dapat dibatalkan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 72.098 691.174 153 763.425
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian (47.409) 15.456 - (31.953 )
Komitmen dan Kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 94.231 202.771 - 297.002
Komitmen dan Kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (65.797) (419.393) (153 ) (485.343 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali Komitmen dan
Kontinjensi yang telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (1) 2 - 1
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 53.122 490.010 - 543.132
232
Page 236
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
d) Perubahan Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Garansi yang diterbitkan yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 69.738.900 5.116.098 - 74.854.998
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat (2.260.027) - - (2.260.027)
Komitmen dan Kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 58.609.661 3.919.360 - 62.529.021
Komitmen dan Kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (60.347.199) (3.399.354) - (63.746.553)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali Komitmen dan
Kontinjensi yang telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (62.192) - - (62.192)
Nilai tercatat akhir 65.679.143 5.636.104 - 71.315.247
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Garansi yang diterbitkan yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 51.761.062 8.184 83.365 51.852.611
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat - - (868 ) (868 )
Komitmen dan Kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 69.323.928 5.116.097 - 74.440.025
Komitmen dan Kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (51.347.987) (8.183) (82.497 ) (51.438.667 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali Komitmen dan
Kontinjensi yang telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 1.897 - - 1.897
Nilai tercatat akhir 69.738.900 5.116.098 - 74.854.998
233
Page 237
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
d) Perubahan Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Bank Garansi yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 1.272.632 3.190.301 - 4.462.933
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian (217.670) - - (217.670)
Komitmen dan Kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 890.445 3.787.788 - 4.678.233
Komitmen dan Kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (808.084) (3.113.320) - (3.921.404)
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali Komitmen dan
Kontinjensi yang telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (4) - - (4)
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 1.137.319 3.864.769 - 5.002.088
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Bank Garansi yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 622.732 2.260.233 82.957 2.965.922
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 - - - -
Stage 3 - - - -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian 260 - (459 ) (199 )
Komitmen dan Kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 1.272.370 3.190.301 - 4.462.671
Komitmen dan Kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (622.469) (2.260.233) (82.498 ) (2.965.200 )
Penghapusbukuan - - - -
Penerimaan kembali Komitmen dan
Kontinjensi yang telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (261) - - (261 )
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 1.272.632 3.190.301 - 4.462.933
234
Page 238
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
d) Perubahan Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Fasilitas kredit yang belum ditarik yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 85.704.365 476.350 109.348 86.290.063
Pengalihan ke
Stage 1 857.137 (843.552) (13.585) -
Stage 2 (387.322) (394.230) (6.908) -
Stage 3 (169.548) (134.443) 303.991 -
Pengukuran kembali nilai tercatat (1.070.154) 489.671 (292.849) (873.155)
Komitmen dan Kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 42.870.529 1.468.671 - 44.339.200
Komitmen dan Kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (9.545.093) (1.199.136) (82.383) (10.826.612)
Penghapusbukuan (3.378) (7.072) (9.391) (19.841)
Penerimaan kembali Komitmen dan
Kontinjensi yang telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 483.518 - - 483.518
Nilai tercatat akhir 118.740.054 644.896 - 119.393.173
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Fasilitas kredit yang belum ditarik yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 125.007.122 15.073.824 161.360 140.242.306
Pengalihan ke
Stage 1 2.299.967 (2.158.820) (141.147 ) -
Stage 2 (267.035) 269.370 (2.335 ) -
Stage 3 (99.561) (21.342) 120.903 -
Pengukuran kembali nilai tercatat (24.346.829) (123.464) (70.662 ) (24.540.955 )
Komitmen dan Kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 37.120.613 2.711.217 182.333 40.014.163
Komitmen dan Kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (54.603.173) (15.273.219) (133.808 ) (70.010.200 )
Penghapusbukuan (46) (1.216) (7.296 ) (8.558 )
Penerimaan kembali Komitmen dan
Kontinjensi yang telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain 593.307 - - 593.307
Nilai tercatat akhir 85.704.365 476.350 109.348 86.290.063
235
Page 239
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
d) Perubahan Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan (lanjutan):
30 September 2023
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Fasilitas kredit yang belum ditarik yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 302.788 1.135.992 13.498 1.452.278
Pengalihan ke
Stage 1 44.944 (44.902) (42) -
Stage 2 (2.691) 2.884 (193) -
Stage 3 (1.116) (12.041) 13.157 -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
Kerugian (94.633) 8.157 (13.762) (100.238)
Komitmen dan Kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 296.007 3.799 - 299.806
Komitmen dan Kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (51.325) (463.180) (3.267) (517.772)
Penghapusbukuan (3.378) (7.072) (9.391) (19.841)
Penerimaan kembali Komitmen dan
Kontinjensi yang telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (3.384) 19.661 - 16.277
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 487.212 643.298 - 1.130.510
31 Desember 2022
Stage 2- Stage 3-
Stage 1- Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian sepanjang umurnya sepanjang umurnya
12 bulan kredit tidak memburuk kredit memburuk Total
Fasilitas kredit yang belum ditarik yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian awal 843.872 2.413.109 13.940 3.270.921
Pengalihan ke
Stage 1 61.578 (61.426) (152 ) -
Stage 2 (6.157) 6.705 (548 ) -
Stage 3 (2.284) (2.233) 4.517 -
Pengukuran kembali bersih penyisihan
kerugian (572.847) 10.971 7.341 (554.535 )
Komitmen dan Kontinjensi
baru yang diterbitkan atau dibeli 182.870 241.100 138 424.108
Komitmen dan Kontinjensi yang dihentikan
pengakuannya (191.219) (1.494.037) (4.442 ) (1.689.698 )
Penghapusbukuan (46) (1.216) (7.296 ) (8.558 )
Penerimaan kembali Komitmen dan
Kontinjensi yang telah dihapusbukukan - - - -
Perubahan model atau parameter valuta
asing dan perubahan lain (12.979) 23.019 - 10.040
Cadangan atas kerugian kredit
ekspektasian akhir 302.788 1.135.992 13.498 1.452.278
BRI melakukan penilaian atas transaksi komitmen dan kontinjensi yang mempunyai risiko kredit secara
kolektif dan individual dengan menggunakan bukti objektif.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 telah memadai.
236
Page 240
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Liabilitas imbalan kerja terdiri atas:
30 September 2023 31 Desember 2022
Cadangan atas program imbalan kerja
bagi pekerja (Catatan 42) 14.257.021 10.898.392
Cadangan Bonus dan Insentif 6.882.893 8.936.362
Cadangan Tunjangan Hari Raya 1.397.953 834.878
Cadangan pekerja kontrak 270.603 626.855
Total 22.808.470 21.296.487
Cadangan atas program imbalan kerja bagi pekerja meliputi program pensiun imbalan pasti, program
pemutusan hubungan kerja, program masa persiapan pensiun dan program imbalan jangka panjang lain
(Program penghargaan tanda jasa, cuti besar, BPJS kesehatan pasca kerja dan manfaat lain dana
manfaat tambahan) sesuai dengan kebijakan BRI dan entitas anak yang dihitung sesuai dengan
perhitungan aktuaria independen.
28. LIABILITAS LAIN-LAIN
Liabilitas lain-lain terdiri atas:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
Liabilitas manfaat polis masa depan 9.092.511 7.774.936
Liabilitas kontrak investasi 3.501.573 3.742.547
Premi yang belum merupakan
pendapatan 2.767.630 2.236.037
Estimasi liabilitas klaim 1.922.495 1.705.268
Utang bunga 1.139.927 1.418.172
Cadangan kewajiban litigasi
(Catatan 45b) 1.110.784 1.634.654
Utang akrual 1.075.818 1.482.067
Utang reasuransi 466.106 423.494
Dana syirkah temporer 269.212 218.615
Pendapatan diterima di muka 261.988 149.159
Liabilitas kartu kredit 220.870 125.857
Liabilitas sewa 159.885 347.016
Cadangan pembayaran bunga tepat waktu 86.272 90.057
Cadangan pajak hadiah simpedes 21.588 16.790
Setoran jaminan 12.277 11.867
Lain-lain 7.802.432 4.643.687
29.911.368 26.020.223
Pihak ketiga
Mata uang asing
Term deposit valas devisa hasil ekspor
(TD Valas DHE) Bank Indonesia 1.916.536 -
Pendapatan diterima di muka 398.100 261.018
Utang bunga 358.769 481.503
Liabilitas Sewa 112.084 130.830
Lain-lain 1.334.887 978.306
4.120.376 1.851.657
Total 34.031.744 27.871.880
237
Page 241
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. PINJAMAN DAN SURAT BERHARGA SUBORDINASI
BRI memperoleh pinjaman dan surat berharga subordinasi dengan rincian sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah
Pinjaman two-step loan 2.056 2.374
Obligasi Subordinasi III - 499.614
Obligasi Subordinasi IV 494.374 -
Total 496.430 501.988
a. Pinjaman two-step loan
Pinjaman two-step loan dalam mata uang Rupiah merupakan pinjaman dari Pemerintah yang
dananya berasal dari Asian Development Bank (ADB), International Bank for Reconstruction and
Development (IBRD), International Fund for Agricultural Development (IFAD), United States Agency
for International Development (USAID) dan Islamic Development Bank (IDB). Tingkat suku bunga
pinjaman ini bervariasi sesuai dengan perjanjian masing-masing dengan jangka waktu antara
15 (lima belas) sampai dengan 40 (empat puluh) tahun.
Tingkat suku bunga rata-rata untuk pinjaman subordinasi adalah sebesar 2,31% dan 2,15% masing-
masing untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
Pinjaman-pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada berbagai tanggal sampai dengan tahun 2027.
b. Obligasi Subordinasi III Tahun 2018
Pada tanggal 27 Juni 2018, BRI menerbitkan Obligasi Subordinasi III Tahun 2018 dengan nilai pokok
sebesar Rp500.000 dengan tingkat suku bunga sebesar 7,70% per tahun, untuk jangka waktu selama
5 (lima) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 26 Juni 2023. Bunga Obligasi Subordinasi III Tahun
2018 dibayarkan 3 (tiga) bulanan sejak tanggal 26 Juni 2018. Pada saat diterbitkan, Obligasi
Subordinasi III Tahun 2018 ini mendapat peringkat AA dari Pefindo.
Pada tanggal 31 Desember 2022, Obligasi Subordinasi III tahun 2018 mendapatkan peringkat AA
dari Pefindo.
Obligasi Subordinasi III Tahun 2018 dengan nilai nominal sebesar Rp500.000 telah dilunasi oleh BRI
pada tanggal jatuh temponya.
c. Obligasi Subordinasi IV Tahun 2023
Pada tanggal 7 Juli 2023, BRI menerbitkan Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 dengan
nilai pokok sebesar Rp500.000 dengan tingkat suku bunga sebesar 6,45% per tahun, untuk jangka
waktu selama 5 (lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 6 Juli 2028. Bunga Obligasi
Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan mulai tanggal 6 Juli 2023. Pada
saat diterbitkan, Obligasi Subordinasi IV Bank BRI Tahun 2023 ini mendapat peringkat AA dari
Pefindo.
Pada tanggal 30 September 2023, Obligasi Subordinasi IV tahun 2023 mendapatkan peringkat AA
dari Pefindo.
238
Page 242
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. PINJAMAN DAN SURAT BERHARGA SUBORDINASI (lanjutan)
Manajemen berpendapat bahwa semua persyaratan/pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian telah
dipenuhi.
Klasifikasi jangka waktu pinjaman subordinasi berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo
adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah
> 3 bulan – 1 tahun - 499.614
> 1 tahun – 5 tahun 496.430 2.374
Total 496.430 501.988
30. OPSI SAHAM
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 23 Maret 2016, pemegang
saham menyetujui untuk mengalihkan saham BRI dari hasil pembelian kembali yang disimpan dalam
saham treasuri untuk program kepemilikan saham manajemen dan pekerja.
Tujuan program ini untuk mendorong kepemilikan saham BRI oleh peserta program, menyelaraskan
tujuan BRI dengan tujuan peserta program yang merupakan manajemen dan pekerja BRI, serta
meningkatkan kinerjanya.
BRI menerbitkan program MESOP pada tanggal 15 Mei 2020 (tanggal pemberian) sejumlah
194.008.300 lembar saham dalam 2 (dua) tahap sebagai berikut:
a. Tahap I sebanyak 97.004.150 lembar saham dengan periode vesting berakhir pada tanggal
31 Oktober 2020.
b. Tahap II sebanyak 97.004.150 lembar saham dengan periode vesting berakhir pada tanggal
31 Mei 2021.
Masa berlaku opsi sejak tanggal pendistribusian sampai dengan 31 Oktober 2021. Setelah tanggal
tersebut, seluruh hak opsi yang tidak digunakan akan menjadi gugur.
Pihak yang memenuhi syarat untuk menerima MESOP adalah Direksi, Dewan Komisaris kecuali
Komisaris Independen dan pekerja tetap dengan mengacu kepada masa kerja, penilaian kinerja,
kelompok jabatan dan jabatan.
Perhitungan, metode dan asumsi mengenai MESOP diperoleh dari laporan aktuaris independen, Willis
Towers Watson pada tanggal 6 Agustus 2020.
Tidak terdapat beban kompensasi yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lainnya konsolidasian sehubungan dengan opsi saham Tahap I dan Tahap II untuk periode yang berakhir
pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan masing-masing sebesar RpNihil
dan Rp14.686 yang dikreditkan ke opsi saham di ekuitas.
239
Page 243
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. OPSI SAHAM (lanjutan)
Nilai wajar dari setiap hak opsi diestimasi pada tanggal pemberian hak opsi dengan menggunakan model
“Black-scholes”, dengan asumsi utama sebagai berikut:
MESOP Tahap 1 MESOP Tahap 2
Periode vesting (dalam bulan) 5,5 12,5
Harga saham pada tanggal pemberian
opsi (dalam Rupiah penuh) 2.240 2.240
Harga pelaksanaan opsi (dalam Rupiah penuh) 2.240 2.240
Nilai wajar opsi (dalam Rupiah penuh) 345 382
Volatilitas harga saham 58,46% 43,85%
Suku bunga bebas risiko 5,23% 5,56%
Tingkat dividen 5,10% 5,10%
31. EKUITAS
a. Modal Saham
Rincian modal dasar, modal ditempatkan dan disetor penuh BRI masing-masing pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023
Nilai Nominal Total Nilai Persentase
Total Lembar per Lembar Saham Saham Kepemilikan
Saham (Rupiah Penuh) (Rupiah Penuh) Saham
Modal dasar
Saham Seri A Dwiwarna 1 50 50 0,00%
Saham biasa atas nama Seri B 299.999.999.999 50 14.999.999.999.950 100,00%
Total 300.000.000.000 15.000.000.000.000 100,00%
Modal ditempatkan dan disetor penuh
Saham Seri A Dwiwarna 1 50 50 0,00%
Negara Republik Indonesia
Saham biasa atas nama Seri B
Negara Republik Indonesia 80.610.976.875 50 4.030.548.843.750 53,19%
Dewan Komisaris:
- Kartika Wirjoatmodjo 689.800 50 34.490.000 0,00%
- Rabin Indrajad Hattari 620.700 50 31.035.000 0,00%
Direksi:
- Sunarso 3.234.856 50 161.742.800 0,00%
- Catur Budi Harto 1.839.057 50 91.952.850 0,00%
- Ahmad Solichin Lutfiyanto 3.587.470 50 179.373.500 0,00%
- Handayani 3.425.200 50 171.260.000 0,00%
- Supari 2.890.914 50 144.545.700 0,00%
- Agus Noorsanto 2.071.941 50 103.597.050 0,00%
- Agus Sudiarto 1.717.400 50 85.870.000 0,00%
- Amam Sukriyanto 1.526.754 50 76.337.700 0,00%
- Agus Winardono 1.503.481 50 75.174.050 0,00%
- Viviana Dyah Ayu R.K 1.512.800 50 75.640.000 0,00%
- Arga Mahanana Nugraha 1.313.785 50 65.689.250 0,00%
- Andrijanto 1.123.000 50 56.150.000 0,00
Masyarakat 70.216.322.670 50 3.510.816.133.500 46,33%
150.854.356.704 7.542.717.835.200 99,54%
Saham treasuri (Catatan 1d) 704.644.900 35.232.245.000 0,46%
Total 151.559.001.604 7.577.950.080.200 100,00%
240
Page 244
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. EKUITAS (lanjutan)
a. Modal Saham (lanjutan)
Rincian modal dasar, modal ditempatkan dan disetor penuh BRI masing-masing pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut (lanjutan):
31 Desember 2022
Nilai Nominal Total Nilai Persentase
Total Lembar per Lembar Saham Saham Kepemilikan
Saham (Rupiah Penuh) (Rupiah Penuh) Saham
Modal dasar
Saham Seri A Dwiwarna 1 50 50 0,00%
Saham biasa atas nama Seri B 299.999.999.999 50 14.999.999.999.950 100,00%
Total 300.000.000.000 15.000.000.000.000 100,00%
Modal ditempatkan dan disetor penuh
Saham Seri A Dwiwarna 1 50 50 0,00%
Negara Republik Indonesia
Saham biasa atas nama Seri B
Negara Republik Indonesia 80.610.976.875 50 4.030.548.843.750 53,19%
Dewan Komisaris:
- Kartika Wirjoatmodjo 442.800 50 22.140.000 0,00%
- Hadiyanto 1.048.700 50 52.435.000 0,00%
- Rabin Indrajad Hattari 398.400 50 19.920.000 0,00%
Direksi:
- Sunarso 2.398.156 50 119.907.800 0,00%
- Catur Budi Harto 1.344.957 50 67.247.850 0,00%
- Ahmad Solichin Lutfiyanto 3.120.870 50 156.043.500 0,00%
- Handayani 2.958.600 50 147.930.000 0,00%
- Supari 2.423.114 50 121.155.700 0,00%
- Agus Noorsanto 1.401.041 50 70.052.050 0,00%
- Agus Sudiarto 1.250.800 50 62.540.000 0,00%
- Andrijanto 734.200 50 36.710.000 0,00%
- Amam Sukriyanto 1.010.154 50 50.507.700 0,00%
- Agus Winardono 982.681 50 49.134.050 0,00%
- Viviana Dyah Ayu R.K 996.200 50 49.810.000 0,00%
- Arga Mahanana Nugraha 847.185 50 42.359.250 0,00%
Masyarakat 70.438.345.270 50 3.521.917.263.500 46,49%
151.070.680.004 7.553.534.000.200 99,68%
Saham treasuri (Catatan 1d) 488.321.600 24.416.080.000 0,32%
Total 151.559.001.604 7.577.950.080.200 100,00%
Saham Seri A Dwiwarna adalah saham yang memberikan hak-hak preferen kepada pemegangnya
untuk menyetujui pengangkatan dan pemberhentian Dewan Komisaris dan Direksi, perubahan
anggaran dasar, menyetujui penggabungan, peleburan, pengambilalihan dan pemisahan BRI,
pengajuan permohonan agar BRI dinyatakan pailit dan pembubaran BRI.
Saham Seri B adalah saham biasa atas nama yang dapat dimiliki oleh masyarakat.
241
Page 245
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. EKUITAS (lanjutan)
b. Tambahan Modal Disetor
Rincian tambahan modal disetor adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Tambahan modal Pemerintah sehubungan dengan
program rekapitalisasi 1.092.144 1.092.144
Sisa setoran modal Pemerintah sebelumnya 5 5
Agio saham dari IPO 589.762 589.762
Eksekusi atas opsi saham
Tahun 2004 49.514 49.514
Tahun 2005 184.859 184.859
Tahun 2006 619.376 619.376
Tahun 2007 140.960 140.960
Tahun 2008 29.013 29.013
Tahun 2009 14.367 14.367
Tahun 2010 43.062 43.062
Opsi saham MSOP tahap pertama yang telah jatuh tempo 504 504
Opsi saham MSOP tahap kedua yang telah jatuh tempo 1.845 1.845
Opsi saham MSOP tahap ketiga yang telah jatuh tempo 8.447 8.447
Akuisisi entitas sepengendali tahun 2018 (81.195) (81.195)
Kompensasi atas Saham Bonus tahun 2019 208.331 208.331
Kompensasi atas Saham Bonus tahun 2020 510.819 510.819
Kompensasi atas Saham Bonus tahun 2021 1.154.211 1.154.211
Opsi saham MSOP tahap keempat yang telah jatuh tempo 62.862 62.862
Kehilangan pengendalian atas entitas anak 565.209 565.209
Tambahan modal atas transaksi PMHMETD 94.419.142 94.419.142
Akuisisi entitas sepengendali tahun 2021 (23.370.339) (23.370.339)
Kompensasi atas Saham Bonus tahun 2022 (1.341) (1.341)
Akuisisi entitas sepengendali tahun 2022 (604.474) (604.474)
Pembalikan cadangan saham bonus 210.266 -
Pengalihan treasury stock atas pembayaran tantiem 5.241 -
Pengalihan treasury stock atas saham bonus 537 -
75.853.127 75.637.083
Sebagai realisasi dari Program Rekapitalisasi Bank Umum sesuai Peraturan Pemerintah No. 52
Tahun 1999 tentang “Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal
Bank Pemerintah”, Pemerintah telah menetapkan bahwa jumlah kebutuhan rekapitalisasi BRI untuk
mencapai Kewajiban Penyediaan Modal Minimum 4% adalah sebesar Rp29.063.531. Sampai
dengan tanggal 30 Juni 2003, modal dasar dan ditempatkan BRI belum ditingkatkan dengan
tambahan modal dari program rekapitalisasi tersebut, sehingga setoran modal Pemerintah sebesar
Rp29.063.531 dicatat sementara pada akun “Tambahan Modal Disetor” bersama-sama dengan sisa
setoran modal Pemerintah sebelumnya sebesar Rp5.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 427/KMK.02/2003 tanggal 30 September 2003
jumlah final kebutuhan rekapitalisasi BRI sebesar Rp29.063.531, dikonversi menjadi modal disetor
sebesar Rp3.272.000 dan sisanya sebesar Rp25.791.531 dibukukan sebagai agio saham.
Selanjutnya, dengan dilaksanakannya kuasi-reorganisasi oleh BRI, saldo rugi sebelum kuasi-
reorganisasi pada tanggal 30 Juni 2003 sebesar Rp24.699.387 dieliminasikan ke agio saham,
sehingga menghasilkan saldo agio saham sebesar Rp1.092.149 pada tanggal 30 Juni 2003.
242
Page 246
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. EKUITAS (lanjutan)
b. Tambahan Modal Disetor (lanjutan)
Pada tanggal 10 November 2003, BRI telah melakukan IPO dengan mengeluarkan 1.764.705.000
lembar Saham Biasa Atas Nama Seri B baru dengan nilai nominal Rp500 (nilai penuh) per saham
dengan harga penawaran Rp875 (nilai penuh) per saham sehingga menghasilkan tambahan agio
saham sebagai berikut:
Jumlah Saham Biasa Atas Nama Seri B baru yang dikeluarkan untuk
masyarakat dalam rangka IPO (lembar saham) (Catatan 1c) 1.764.705.000
Agio saham per saham (nilai penuh) 375
Total agio saham - sebelum diskon 661.764
Dikurangi
- 3% diskon yang diberikan kepada nasabah BRI (2.961)
- Biaya IPO (69.041)
Agio saham dari IPO 589.762
Sesuai dengan RUPS Luar Biasa pada tanggal 3 Oktober 2003, seperti yang telah diungkapkan
dalam Akta No. 6 Notaris Imas Fatimah, S.H., pemegang saham menyetujui penerbitan saham opsi
yang akan dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahap. Opsi saham diberikan kepada Direksi dan pekerja pada
posisi dan jabatan tertentu yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan (Management Stock
Option Plan (MSOP)).
Biaya kompensasi atas MSOP diakui sebagai opsi saham, bagian dari ekuitas.
Pekerja BRI telah melakukan eksekusi atas opsi saham untuk MSOP I mulai tanggal
10 November 2004, MSOP II mulai tanggal 10 November 2005 dan MSOP III mulai tanggal
15 November 2006. Selama periode 2004 sampai dengan tahun 2010 telah dilakukan eksekusi atas
opsi saham sebanyak 569.876.000 lembar saham untuk MSOP I, II dan III, dimana untuk tahun 2010
sebanyak 4.728.500 lembar saham, tahun 2009 sebanyak 4.553.000 lembar saham, tahun 2008
sebanyak 7.499.000 lembar saham, tahun 2007 sebanyak 31.379.000 lembar saham, tahun 2006
sebanyak 250.721.000 lembar saham, tahun 2005 sebanyak 185.610.000 lembar saham dan tahun
2004 sebanyak 85.385.500 lembar saham. Agio yang timbul dari eksekusi tersebut untuk tahun 2010
adalah sebesar Rp43.062, tahun 2009 adalah sebesar Rp14.367, tahun 2008 sebesar Rp29.013,
tahun 2007 sebesar Rp140.960, tahun 2006 sebesar Rp619.376, tahun 2005 sebesar Rp184.859
dan tahun 2004 sebesar Rp49.514.
Transaksi entitas sepengendali
Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 70 tanggal 20 Desember 2018 yang dibuat di hadapan
Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, PT Bahana Artha Ventura telah mengalihkan
kepemilikan saham PT BRI Ventura Investama (BRI Ventures) sebanyak 15.874 lembar kepada BRI
(Catatan 1f), dan berdasarkan Akta Pengambilalihan Saham No. 53 tanggal 21 Desember 2018 yang
dibuat di hadapan Masjuki, S.H., notaris pengganti dari M. Nova Faisal, S.H., M.Kn.,
PT Danareksa (Persero) telah mengalihkan kepemilikan saham PT Danareksa Sekuritas (Danareksa
Sekuritas), sebanyak 335.000.000 lembar saham kepada BRI (Catatan 1f).
Transaksi jual beli tersebut merupakan transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali dimana
pemegang saham pengendali (ultimate shareholder) dari BRI, PT Danareksa (Persero) dan
PT Bahana Artha Ventura adalah Pemerintah Republik Indonesia. Oleh karena itu, transaksi tersebut
diperlakukan berdasarkan metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (“PSAK”) No. 38 (Revisi 2012), “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.
243
Page 247
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. EKUITAS (lanjutan)
b. Tambahan Modal Disetor (lanjutan)
Transaksi entitas sepengendali (lanjutan)
Perbedaan antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat investasi yang diperoleh dari
transaksi ini dicatat dalam akun “Tambahan Modal Disetor” pada bagian ekuitas, dengan rincian
sebagai berikut:
Jumlah imbalan Jumlah tercatat Tambahan modal
yang dialihkan investasi disetor
Danareksa Sekuritas 446.888 366.359 80.529
BRI Ventures 3.090 2.424 666
Jumlah 449.978 368.783 81.195
Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 47 tanggal 20 Desember 2018 yang dibuat di hadapan
Masjuki, S.H., Notaris pengganti dari M. Nova Faisal, S.H., M.Kn., PT Danareksa (Persero) telah
mengalihkan kepemilikan saham PT Danareksa Investment Management (“DIM”) sebanyak
10.500.000 lembar saham kepada BRI (Catatan 1f). Atas transaksi ini BRI memiliki pengaruh
signifikan terhadap DIM sehingga transaksi ini dicatat sesuai PSAK No.15 “Investasi pada Entitas
Asosiasi”, dimana dalam metode ekuitas pengakuan awal diakui sesuai dengan harga perolehan
yang kemudian ditambah atau dikurangi untuk mengakui bagian BRI atas laba rugi DIM setelah
tanggal perolehan.
Kemudian berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 32 tanggal 30 November 2022 yang dibuat di
hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta PT Danareksa (Persero) telah mengalihkan
kepemilikan saham PT Danareksa Investment Management (“DIM”) sebanyak 9.000.000 lembar
saham kepada BRI (Catatan 1f), sehingga BRI memiliki 19.500.000 lembar saham atau setara
dengan 65% dari total saham beredar DIM. Atas transaksi ini BRI memperoleh pengendalian
terhadap DIM sehingga atas transaksi ini merupakan kombinasi bisnis entitas sepengendali dan
dicatat sesuai PSAK No.38 “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.
Perbedaan antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat investasi yang diperoleh dari
transaksi ini dicatat dalam akun “Tambahan Modal Disetor” pada bagian ekuitas. Pada tanggal
akuisisi di tahun 2022 selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat investasi
adalah sebesar Rp604.474.
Kehilangan pengendalian atas entitas anak (BRIS)
Pada tanggal 12 Oktober 2020, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri), PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Syariah Mandiri
(BSM), PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) telah menandatangani
Conditional Merger Agreement (CMA) atau Perjanjian Penggabungan Bersyarat dalam rangka
penggabungan usaha BSM, BRIS dan BNIS (Bank Peserta Penggabungan).
Berdasarkan CMA, setelah tanggal efektif penggabungan, PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) akan
menjadi entitas yang menerima penggabungan atau surviving entity dan seluruh pemegang saham
PT Bank BNI Syariah (BNIS) dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) akan menjadi pemegang saham
dari entitas yang menerima penggabungan berdasarkan rasio penggabungan.
Berdasarkan rasio penggabungan kepemilikan BRI atas BSI adalah sebesar 17,29% atau sebanyak
7.092.761.655 lembar saham senilai Rp3.546.381.
244
Page 248
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. EKUITAS (lanjutan)
b. Tambahan Modal Disetor (lanjutan)
Kehilangan pengendalian atas entitas anak (BRIS) (lanjutan)
Sejak tanggal 1 Februari 2021 BRI telah kehilangan pengendalian atas BRIS yang mengakibatkan
BRI harus menghentikan pengakuannya terhadap aset bersih BRIS pada nilai tercatatnya sebesar
Rp909.707 dan jumlah tercatat setiap kepentingan non-pengendali terdahulu kepada BRIS ketika
pengendalian hilang (termasuk setiap komponen penghasilan komprehensif lain yang diatribusikan
pada kepentingan non pengendali) senilai Rp1.452.824. Setelah itu BRI mengakui investasi pada
BSI sesuai dengan rasio penggabungan dimana selisih antara net aset BRIS dengan investasi BSI
dicatat sebagai tambahan modal disetor sebesar Rp565.209.
Transaksi penggabungan ini merupakan transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali dimana
pemegang saham pengendali (ultimate shareholder) dari BRI, BNI, Mandiri, BSM, BRIS dan BNIS
adalah Pemerintah Republik Indonesia. Oleh karena itu, transaksi tersebut diperlakukan berdasarkan
metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”)
No. 38 “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.
Perbedaan antara jumlah tercatat investasi sebelumnya dan jumlah tercatat investasi yang diperoleh
dari transaksi ini dicatat dalam akun “Tambahan Modal Disetor” pada bagian ekuitas, dengan rincian
sebagai berikut:
Jumlah tercatat Jumlah tercatat
investasi investasi Tambahan modal
sebelumnya akibat merger disetor
Kepemilikan BRI atas BSI 2.981.172 3.546.381 565.209
Penerbitan Saham Baru
Sesuai dengan RUPS Luar Biasa pada tanggal 22 Juli 2021, seperti yang telah diungkapkan dalam
Akta No. 61 Notaris Fathiah Helmi, S.H., pemegang saham menyetujui BRI menerbitkan saham baru
dalam rangka penambahan modal melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I).
PMHMETD I tersebut telah memperoleh Pernyataan Efektif dari OJK pada tanggal 30 Agustus 2021.
Pemerintah Republik Indonesia, selaku pemegang saham pengendali Perseroan mengambil bagian
atas seluruh Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang menjadi haknya dengan melakukan
Inbreng atas saham milik Pemerintah pada Pegadaian dan PNM kepada BRI adalah sebagai berikut:
a) 6.249.999 saham Seri B atau mewakili 99,99% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh
dalam Pegadaian;
b) 3.799.999 saham Seri B atau mewakili 99,99% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh
dalam PNM.
Transaksi inbreng tersebut sesuai Akta Pengalihan Hak Atas Saham Republik Indonesia atas
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pegadaian, Perusahaan Perseroan (Persero) PT Permodalan
Nasional Madani untuk dan dalam rangka Penambahan Penyertaan Negara Republik Indonesia
Dalam Penyertaan Modal Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk No. 13
tanggal 13 September 2021, Notaris Fathiah Helmi, S.H., atas Transaksi inbreng tersebut merupakan
transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali dimana pemegang saham pengendali (ultimate
shareholder) dari BRI, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani adalah
Pemerintah Republik Indonesia. Oleh karena itu, transaksi tersebut diperlakukan berdasarkan
metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”)
No. 38, “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.
245
Page 249
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. EKUITAS (lanjutan)
b. Tambahan Modal Disetor (lanjutan)
Penerbitan Saham Baru (lanjutan)
Perbedaan antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat investasi yang diperoleh dari
transaksi ini dicatat dalam akun “Tambahan Modal Disetor” pada bagian ekuitas, dengan rincian
sebagai berikut:
Jumlah imbalan Jumlah tercatat Tambahan modal
yang dialihkan investasi disetor
PNM 6.100.068 6.073.819 26.249
Pegadaian 48.670.528 25.326.438 23.344.090
Jumlah 54.770.596 31.400.257 23.370.339
Jumlah imbalan yang dialihkan sesuai dengan hasil nilai wajar dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP)
Suwendho Rinaldy dan Rekan, sesuai dengan laporan No. 00244/2.0059-02/BS/07/0242/1/VI/2021
tanggal 30 Juni 2021 dan No. 00245/2.0059-02/BS/07/0242/1/VI/202 tanggal 30 Juni 2021.
Atas PMHMETD I meningkatkan modal dan disetor penuh sebanyak 28.213.191.604 lembar saham
atau sebesar Rp1.410.659, yang terdiri dari inbreng Pemerintah sebanyak 16.108.998.710 lembar
saham atau sebesar Rp805.450 dan publik sebanyak 12.104.192.894 lembar saham atau sebesar
Rp605.210, yang mengakibatkan kenaikan tambahan modal disetor sebesar Rp94.419.142 (setelah
dikurangi oleh biaya emisi).
c. Selisih Kurs karena Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing
Akun ini merupakan selisih kurs yang timbul karena penjabaran laporan keuangan BRI Kantor
Cabang/Perwakilan luar negeri (Cayman Islands, New York, Hong Kong, Singapura, Timor-Leste dan
Taipei) dan entitas anak dalam mata uang Dolar Amerika Serikat, Dolar Hong Kong, Dolar Singapura
dan Dolar Taiwan Baru ke dalam mata uang Rupiah (Catatan 2ai). Aset dan liabilitas serta komitmen
dan kontinjensi dalam mata uang asing lainnya dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah menggunakan
kurs spot Reuters pada pukul 16.00 WIB pada tanggal laporan posisi keuangan. Laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022 merupakan penjumlahan dari laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian setiap bulan yang telah dijabarkan ke dalam mata uang
Rupiah dengan menggunakan kurs tengah rata-rata pada bulan yang bersangkutan.
d. Pembagian Laba
Dalam RUPS Tahunan BRI tanggal 13 Maret 2023 dan 1 Maret 2022 pemegang saham menyetujui
pembagian dividen dari laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2022 dan 31 Desember 2021 dengan rincian sebagai berikut:
Laba tahun berjalan
Untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember
2022 2021
Konsolidasian 43.494.766 26.406.603
Pembagian dividen atas laba tahun 2022 termasuk pembagian dividen interim berdasarkan surat
Menteri BUMN No. S-820/MBU/12/2022 tanggal 19 Desember 2022, yang kemudian telah disetujui
oleh Direksi berdasarkan Rapat Direksi tanggal 20 Desember 2022 sebesar Rp8.602.823.
246
Page 250
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. EKUITAS (lanjutan)
e. Reklasifikasi Saldo Laba - Telah Ditentukan Penggunaannya
Dalam rangka menjaga struktur permodalannya, BRI telah melakukan reklasifikasi saldo laba yang
telah ditentukan penggunaannya (cadangan tujuan) ke saldo laba yang belum ditentukan
penggunaannya sebesar Rp15.093.056. Hal ini dilakukan sehubungan dengan penerapan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 34/POJK.03/2016 pada tanggal 26 September 2016 tentang
”Perubahan atas POJK No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank
Umum”.
f. Saham bonus BRI
Memperhatikan perkembangan kinerja bisnis BRI serta dalam rangka meningkatkan sense of
belonging para pekerja terhadap perusahaan dan memberikan insentif jangka panjang kepada
pekerja untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Direksi BRI dan entitas anak memutuskan
untuk memberikan program bonus kepemilikan saham bagi manajemen dan pekerja (Employee
Stock Allocation (ESA)). Alokasi saham diberikan kepada masing-masing pekerja berdasarkan
kinerja individu dan perusahaan.
Pembayaran Program ESA I BRI Tahap 1 telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Direksi
No. 751-DIR/KHC/05/2019 tanggal 22 Mei 2019 tentang Implementasi Management and Employee
Stock Ownership Program kepada 50.775 pekerja sebanyak 143.415.500 lembar saham
(Catatan 1d).
Pembayaran Program ESA I BRI Tahap 2 telah dilaksanakan sesuai dengan Surat
No. B.442-DIR/HCS/03/2020 kepada 173 pekerja sebanyak 4.396.700 lembar saham (Catatan 1d).
Sesuai surat Direksi No. B.03-DIR/HCS/01/2020 tanggal 2 Januari 2020, BRI kembali melaksanakan
program ESA II, III, dan IV. Program ESA dimaksud memiliki tanggal grant pada 2 Januari 2020,
dengan akhir periode vesting pada 31 Januari 2020 (ESA II), 31 Maret 2021 (ESA III), dan 31 Oktober
2021 (ESA IV).
Nilai wajar dari ESA II BRI pada saat pemberian adalah sebesar Rp995.148 yang diakui dalam laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. BRI telah melaksanakan pembayaran atas
ESA II di 25 Februari 2020.
Nilai wajar dari ESA III dan ESA IV pada saat pemberian pada tanggal 2 Januari 2020
masing-masing sebesar Rp953.005 dan Rp930.721. Nilai wajar ESA III dan ESA IV diamortisasi
selama masa vesting dan diakui dalam laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian,
sedangkan akumulasi biaya selama periode vesting diakui dalam ekuitas.
g. Perubahan proporsi kepemilikan oleh kepentingan nonpengendali di PT Asuransi BRI Life (BRI Life)
Berdasarkan Akta No. 8 tanggal 2 Maret 2021, yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.,
Notaris di Jakarta Selatan, dimana para Pemegang Saham menyetujui untuk menerbitkan saham
baru sehingga modal dasar BRI Life menjadi Rp400.000.000.000 (empat ratus milyar rupiah), terbagi
atas 4.000.000 (empat juta) saham dengan masing-masing saham bernilai nominal Rp100.000
(seratus ribu rupiah) (Catatan 1f).
Berdasarkan Perjanjian Pemegang Saham tanggal 2 Maret 2021, FWD Financial Services Pte. Ltd
akan mengambil alih sebanyak 936.458 (sembilan ratus tiga puluh enam ribu empat ratus lima puluh
delapan) saham sebagai kelanjutan dari kerjasama strategis jangka panjang sehingga komposisi
kepemilikan saham BRI Life adalah BRI sebesar 63,83%, Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI
sebesar 6,31% dan FWD Financial Services Pte. Ltd sebesar 29,86% (Catatan 1f).
247
Page 251
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. EKUITAS (lanjutan)
g. Perubahan proporsi kepemilikan oleh kepentingan nonpengendali di PT Asuransi BRI Life (BRI Life)
(lanjutan)
Berdasarkan Akta No. 11 tanggal 2 Maret 2023, Pemegang Saham BRI Life memutuskan dan
menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp339.200 menjadi Rp365.559, dengan
mengeluarkan saham baru 263.580 (dua ratus enam puluh tiga ribu lima ratus delapan puluh) lembar
saham atau dalam nilai nominal yaitu sebesar Rp26.358 yang diambil seluruhnya oleh FWD
Management Holdings Limited. Dengan demikian, terhitung sejak tanggal 2 Maret 2023 susunan
kepemilikan saham BRI Life menjadi: BRI 54,77%, Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI 5,42% dan
FWD Management Holdings Limited 39,82% (Catatan 1f).
Dikarenakan proporsi ekuitas yang dimiliki oleh kepentingan non-pengendali berubah, BRI
menyesuaikan jumlah tercatat kepentingan pengendalian dan kepentingan non-pengendalian untuk
mencerminkan perubahan kepemilikan dalam BRI Life. Perbedaan antara jumlah tercatat
kepentingan non-pengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang diterima BRI diakui
secara langsung dalam ekuitas yaitu pada akun ‘’Dampak Transaksi Pengendalian Non Pengendali’’
sebesar Rp1.758.580.
h. Kepentingan non-pengendali
Berikut di bawah ini adalah rincian dari kepentingan non-pengendali:
30 September 2023 31 Desember 2022
Kepentingan non-pengendali
Entitas induk
PT Asuransi BRI Life 4.021.815 3.223.619
PT Bank Raya Indonesia Tbk 452.328 451.221
PT BRI Asuransi Indonesia 189.077 162.216
PT BRI Danareksa Sekuritas 153.599 156.079
PT BRI Manajemen Investasi
(dahulu PT Danareksa Investment Management) 77.803 79.610
Entitas anak 37.978 28.561
Total 4.932.600 4.101.306
i. Pengalihan Sebagian saham Seri B milik Negara Republik Indonesia kepada Indonesia Investment
Authority
Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 111 Tahun 2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal
Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Lembaga Pengelola Investasi telah ditetapkan
penambahan penyertaan modal negara kepada Lembaga Pengelola Investasi (dalam hal ini
Indonesia Investment Authority). Penambahan penyertaan modal tersebut berasal dari pengalihan
saham seri B milik Negara Republik Indonesia pada Perseroan.
Selanjutnya sesuai dengan Akta Notaris No. 33 Tentang Perjanjian Pengalihan Hak atas Saham
Negara Republik Indonesia pada Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk kepada dan Dalam Rangka Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik
Indonesia ke dalam Modal Lembaga Pengelola Investasi yang dibuat oleh Notaris Fathiah Helmi,
S.H. Pengalihan Sebagian saham seri B milik Negara Republik Indonesia pada Perseroan kepada
Indonesia Investment Authority telah efektif setelah ditandatanganinya Akta tersebut pada tanggal
23 Desember 2021.
Pengalihan sebagian saham seri B milik Negara Republik Indonesia pada Perseroan kepada
Indonesia Investment Authority sejumlah 5.498.021.834 lembar saham atau sebesar 3,63%,
sehingga saham seri B milik Negara Republik Indonesia pada Perseroan menjadi sejumlah
80.610.976.875 lembar saham atau 53,19%.
248
Page 252
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. PENDAPATAN BUNGA DAN SYARIAH
Pendapatan bunga diperoleh dari:
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Rupiah
Kredit yang diberikan
Mikro 57.733.794 51.297.908
Ritel 39.953.571 37.647.832
Korporasi 2.008.208 661.672
Piutang Pembiayaan 3.974.931 4.056.567
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi
Obligasi Pemerintah 205.167 163.377
Obligasi 32.426 14.886
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Obligasi Pemerintah 2.332.685 3.056.794
Obligasi 573.310 592.787
Medium-Term Note 20.963 9.612
Sertifikat Bank Indonesia 6.098 -
Negotiable Certificate of Deposit 442 2.343
Biaya perolehan diamortisasi
Obligasi Pemerintah 4.725.686 4.800.401
Obligasi 56.809 70.111
Medium-Term Note 4.132 4.132
Negotiable Certificate of Deposit - 2.847
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 1.519.515 604.362
Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain
Deposit Facility/Term Deposit 215.798 340.101
Inter-bank call money 47.469 1.630
Lain-lain 699.624 397.842
Giro pada Bank Indonesia 5.874 4.245
Lain-lain 762.284 394.245
114.878.786 104.123.694
Mata uang asing
Kredit yang diberikan
Korporasi 4.116.714 1.996.369
Ritel 243.382 283.231
Piutang Pembiayaan - 6.975
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi
Obligasi Pemerintah 13.083 3.139
Obligasi 1.321 683
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Obligasi Pemerintah 774.246 727.316
Obligasi 198.028 58.782
Sertifikat Bank Indonesia 100.121 5.372
Negotiable Certificate of Deposit 6.238 690
Biaya perolehan diamortisasi
Obligasi Pemerintah 502.217 553.166
Obligasi 14.000 12.947
249
Page 253
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. PENDAPATAN BUNGA DAN SYARIAH (lanjutan)
Pendapatan bunga diperoleh dari (lanjutan):
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Mata uang asing (lanjutan)
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 379 -
Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain
Deposit Facility/Term Deposit 795.212 34.318
Inter-bank call money 278.138 159.244
Lain-lain 278.067 81.435
Giro pada Bank Indonesia 28 21
Lain-lain 342.438 105.696
7.663.612 4.029.384
Total Pendapatan Bunga 122.542.398 108.153.078
Pendapatan syariah diperoleh dari:
Rupiah
Murabahah 7.443.195 5.395.806
Mudharabah 1.904.436 1.701.175
Ujrah 3.071 1.468
Total Pendapatan Syariah 9.350.702 7.098.449
Total 131.893.100 115.251.527
33. BEBAN BUNGA DAN SYARIAH
Akun ini merupakan beban bunga atas:
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Rupiah
Deposito berjangka 13.362.015 7.037.263
Giro 3.019.342 2.107.929
Surat berharga yang diterbitkan 1.637.246 2.285.135
Pinjaman yang diterima 1.475.571 1.093.358
Tabungan 980.866 847.959
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 487.167 66.272
Simpanan dari bank lain
dan Lembaga keuangan lainnya 165.561 65.444
Pinjaman Subordinasi 26.947 29.452
Sertifikat Deposito 5.797 11.453
Lain-lain 2.705.967 2.673.357
23.866.479 16.217.622
250
Page 254
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. BEBAN BUNGA DAN SYARIAH (lanjutan)
Akun ini merupakan beban bunga atas (lanjutan):
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Mata uang asing
Giro 1.936.095 196.716
Pinjaman yang diterima 1.241.807 430.311
Deposito Berjangka 1.098.639 272.590
Surat berharga yang diterbitkan 551.037 549.823
Simpanan dari bank lain dan lembaga keuangan lainnya 284.988 263.408
Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 180.754 25.274
Tabungan 6.461 2.936
Lain-lain 136.109 3.493
5.435.890 1.744.551
29.302.369 17.962.173
Beban syariah 1.394.032 782.062
Total Beban Syariah 1.394.032 782.062
Total 30.696.401 18.744.235
34. BEBAN PENYISIHAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI ATAS ASET KEUANGAN - NETO
Akun ini merupakan beban/(pembalikan) penyisihan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan
sebagai berikut:
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Kredit yang diberikan (Catatan 11f) 20.585.933 22.637.904
Piutang pembiayaan (Catatan 13c) 1.209.682 1.890.966
Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya (Catatan 8d) 1.177.019 549.563
Tagihan Akseptasi (Catatan 14d) 227.696 (233.169)
Efek-efek (Catatan 7i) 16.959 (226.652)
Giro pada Bank lain (Catatan 5e) 16.842 4.707
Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain (Catatan 6e) 3.341 1.428
Pinjaman Syariah (Catatan 12) (493) 2.169
Total 23.236.979 24.626.916
251
Page 255
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. BEBAN TENAGA KERJA DAN TUNJANGAN
Rincian akun ini adalah sebagai berikut:
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Gaji, upah dan tunjangan 17.102.321 15.497.576
Bonus, insentif dan tantiem 6.031.602 6.505.450
Program bagi pekerja (Catatan 42) 2.607.874 2.772.373
Pendidikan dan pelatihan 874.511 536.949
Iuran Jamsostek 730.512 723.028
Tunjangan kesehatan 479.880 222.506
Biaya kompensasi saham 92 3.497
Lain-lain 1.667.843 1.488.617
Total 29.494.635 27.749.996
Jumlah gaji dan tunjangan untuk Direksi adalah sebesar Rp152.356 dan Rp131.878 masing-masing
untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022,
sedangkan jumlah gaji dan tunjangan untuk Dewan Komisaris adalah sebesar Rp58.059 dan Rp67.514
masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023
dan 2022 (Catatan 44).
Jumlah tantiem, bonus dan insentif Direksi, Dewan Komisaris dan manajemen kunci BRI yang dibayarkan
adalah sebesar Rp821.396 dan Rp696.950 masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2023 dan 2022 (Catatan 44).
36. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Rincian akun ini adalah sebagai berikut:
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Barang dan jasa pihak ketiga 3.576.348 1.994.873
Jasa outsourcing 3.442.645 3.458.526
Penyusutan aset tetap dan aset hak guna (Catatan 16) 2.652.912 2.944.934
E-Channel 2.462.401 1.416.607
Sewa 1.315.749 1.179.033
Perbaikan dan pemeliharaan 1.012.127 1.795.342
Transportasi 780.844 963.722
Jasa profesional 691.918 469.413
Listrik dan air 538.945 500.918
Komunikasi 363.963 262.965
Peralatan kantor 255.525 350.887
Penelitian dan pengembangan produk 225.072 159.148
Percetakan dan benda pos 223.110 247.230
Instalasi komputer 144.512 41.913
Lain-lain 2.737.029 2.121.204
Total 20.423.100 17.906.715
252
Page 256
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. (BEBAN) PENDAPATAN NON OPERASIONAL - NETO
Rincian akun ini adalah sebagai berikut:
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Laba penjualan aset tetap 71.115 169.368
Pendapatan sewa 457 5.365
Sumbangan (18) (10.897)
Corporate Social Responsibility (21.519) (15.667)
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Non PUMK (64.169) (67.514)
Lain-lain - neto (468.534) 319.861
Total (482.668) 400.516
38. PERPAJAKAN
a) Utang Pajak
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, rincian utang pajak adalah
sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
BRI (entitas induk)
Pajak Penghasilan
Pasal 25 1.017.239 1.135.923
Pasal 29 - 678.296
1.017.239 1.814.219
Entitas anak
Pajak Penghasilan 1.236.669 1.148.050
Pajak Pertambahan Nilai 46.965 91.513
1.283.634 1.239.563
Total 2.300.873 3.053.782
b) Beban Pajak
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
BRI (entitas induk)
Beban pajak kini dari:
Periode berjalan 7.998.665 9.339.649
Beban (Manfaat) pajak penghasilan tangguhan 1.838.511 (593.296)
9.837.176 8.746.353
253
Page 257
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. PERPAJAKAN (lanjutan)
b) Beban Pajak (lanjutan)
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Entitas anak
Beban pajak kini dari:
Periode berjalan 1.883.247 1.648.853
Beban (Manfaat) pajak penghasilan tangguhan (215.461) (468.166)
1.667.786 1.180.687
Total 11.504.962 9.927.040
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan taksiran penghasilan kena pajak adalah
sebagai berikut:
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Laba sebelum beban pajak
sesuai dengan laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian 55.728.646 49.238.485
Bagian laba entitas anak (6.888.612) (3.307.521)
Laba sebelum beban pajak BRI (entitas induk) 48.840.034 45.930.964
Perbedaan temporer:
Penyusutan aset tetap 29.860 (14.085)
Kerugian yang belum direalisasi dari
nilai efek-efek yang diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi (16.385) (54.966)
Pembalikan benefit pekerja berbasis saham (212.248) -
Cadangan estimasi kerugian
komitmen dan kontinjensi (251.976) (2.036.874)
Pembentukan penyisihan beban pekerja (860.524) 2.490.274
Cadangan kerugian aset produktif (8.859.030) 2.738.263
(10.170.303) 3.122.612
254
Page 258
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. PERPAJAKAN (lanjutan)
b) Beban Pajak (lanjutan)
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan taksiran penghasilan kena pajak adalah
sebagai berikut (lanjutan):
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Perbedaan permanen:
Promosi 1.105.583 1.127.487
Humas 195.531 75.000
Representasi dan sumbangan 129.128 140.864
Perjalanan dan santunan 41.328 78.685
Pembinaan jasmani dan rohani 34.261 31.385
Pendapatan dividen yang dibebaskan dari pajak (95.133) (1.521.125)
Laba dari Unit Kerja Luar Negeri (254.513) (416.872)
Bagian laba entitas asosiasi (572.693) (575.795)
Pendapatan yang merupakan bukan objek pajak (846.467) (374.692)
Lain-lain 3.691.480 1.537.535
3.428.506 102.473
Taksiran penghasilan kena pajak 42.098.237 49.156.049
Entitas induk
Beban pajak-kini 7.998.665 (9.339.649)
Pembayaran angsuran pajak
penghasilan selama periode berjalan 9.279.606 8.703.101
Estimasi tagihan (utang) pajak penghasilan -
Pasal 29 - neto (Catatan 17) 1.280.941 (636.548)
Entitas anak
Beban pajak-kini (1.883.247) (1.648.853)
Pembayaran angsuran pajak
penghasilan selama periode berjalan 1.144.984 854.935
Estimasi utang pajak penghasilan -
Pasal 29 - neto (738.263) (793.918)
Perhitungan Pajak Penghasilan Badan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
adalah sesuai dengan SPT Tahunan Perusahaan.
255
Page 259
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. PERPAJAKAN (lanjutan)
b) Beban Pajak (lanjutan)
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan dan laba sebelum pajak penghasilan yang dikalikan
tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut:
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Laba sebelum beban pajak sesuai dengan laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian 55.728.646 49.238.485
Beban pajak dengan tarif pajak yang berlaku 10.795.101 9.837.676
Pendapatan yang tidak dapat dikurangkan
untuk tujuan perpajakan
BRI 651.415 19.470
Entitas anak 58.446 69.894
11.504.962 9.927.040
c) Aset Pajak Tangguhan
Perhitungan (beban) manfaat pajak tangguhan BRI adalah sebagai berikut:
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Entitas Induk
Penyusutan aset tetap 99.520 (2.677)
Keuntungan yang belum direalisasi dari
nilai efek-efek diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi (3.113) (10.443)
Pembayaran benefit pekerja berbasis saham (40.327) -
Pembentukan cadangan estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi (47.875) (387.006)
Pembentukan penyisihan beban pekerja (163.500) 473.152
Pembentukan cadangan kerugian
aset produktif (1.683.216) 520.270
(1.838.511) 593.296
Entitas anak (215.461) 468.166
Total (1.623.050) 1.061.462
256
Page 260
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. PERPAJAKAN (lanjutan)
c) Aset Pajak Tangguhan (lanjutan)
Pengaruh pajak atas perbedaan temporer yang signifikan antara pelaporan komersial dan pajak
(dicatat pada akun “aset pajak tangguhan”) adalah sebagai berikut:
30 September 2023
Dikreditkan/
(dibebankan) Dibebankan
Saldo awal ke laba rugi ke ekuitas Saldo akhir
Entitas Induk
Cadangan kerugian aset produktif 9.891.617 (1.683.216) - 8.208.401
Penyisihan beban pekerja 3.147.827 (163.500) - 2.984.327
Cadangan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 1.226.755 (47.875) - 1.178.880
Kerugian yang belum direalisasi dari efek-efek yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 1.046.955 - (205.339) 841.616
Pengukuran kembali program imbalan pasti 162.159 - 335.021 497.180
Benefit pekerja berbasis saham 43.047 (40.327) - 2.720
Penyusutan aset tetap (93.585) 99.520 - 5.935
Keuntungan yang belum direalisasi dari nilai efek-efek
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (9.456) (3.113) - (12.569)
Aset pajak tangguhan neto - entitas induk 15.415.319 (1.838.510) 129.682 13.706.491
Aset pajak tangguhan neto - entitas anak 3.297.675 3.600.745
Total aset pajak tangguhan konsolidasian - neto 18.712.994 17.307.236
31 Desember 2022
Dikreditkan/
(dibebankan) Dibebankan
Saldo awal ke laba rugi ke ekuitas Saldo akhir
Entitas Induk
Cadangan kerugian aset produktif 9.886.624 4.993 - 9.891.617
Penyisihan beban pekerja 2.480.767 667.060 - 3.147.827
Cadangan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 1.324.961 (98.206) - 1.226.755
Kerugian yang belum direalisasi dari efek-efek yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (438.445) - 1.485.400 1.046.955
Pengukuran kembali program imbalan pasti 301.080 - (138.921) 162.159
Benefit pekerja berbasis saham 43.047 - - 43.047
Penyusutan aset tetap (80.189) (13.396) - (93.585)
Keuntungan yang belum direalisasi dari nilai efek-efek
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 6.549 (16.005) - (9.456)
Aset pajak tangguhan neto - entitas induk 13.524.394 544.446 1.346.479 15.415.319
Aset pajak tangguhan neto - entitas anak 2.760.504 3.297.675
Total aset pajak tangguhan konsolidasian - neto 16.284.898 18.712.994
Manajemen BRI berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan dapat dipulihkan kembali melalui
penghasilan kena pajak di masa yang akan datang.
Pada tanggal 30 Juni 2020, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
(Perpu) Republik Indonesia No. 1 Tahun 2020 yang telah menjadi Undang-Undang (UU) No. 2 Tahun
2020, serta menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 30 Tahun 2020 tentang Penurunan Tarif Pajak
Penghasilan bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri Yang Berbentuk Perseroan Terbuka dan berlaku
sejak tanggal diundangkan, yaitu pada 19 Juni 2020. Selanjutnya pada tanggal 29 Oktober 2021,
Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi
Peraturan Perpajakan (UU HPP).
257
Page 261
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. PERPAJAKAN (lanjutan)
Adapun aturan tersebut telah menetapkan antara lain, penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak
badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari semula 25% menjadi 22% untuk tahun pajak 2020,
2021, 2022, dan tahun selanjutnya, serta pengurangan lebih lanjut tarif pajak sebesar 3% untuk wajib
pajak dalam negeri yang memenuhi persyaratan tertentu.
Berdasarkan surat keterangan No. DE/IX/2023-8749 tanggal 3 Oktober 2023 dan laporan bulanan
kepemilikan saham dari Biro Administrasi Efek, Datindo Entrycom atas kepemilikan saham BRI selama
bulan Januari sampai dengan September tahun 2023, semua persyaratan tertentu di atas untuk
memperoleh fasilitas penurunan tarif pajak tersebut atas laporan keuangan BRI untuk periode sembilan
bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 telah terpenuhi.
Berdasarkan surat keterangan No. DE/I/2023-0187 tanggal 4 Januari 2023 dan laporan bulanan
kepemilikan saham dari Biro Administrasi Efek, Datindo Entrycom atas kepemilikan saham BRI selama
tahun 2022, semua persyaratan tertentu di atas untuk memperoleh fasilitas penurunan tarif pajak tersebut
atas laporan keuangan BRI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 telah terpenuhi.
Manajemen Bank berkeyakinan bahwa tidak diperlukan adanya pembentukan cadangan pajak untuk
tahun pajak yang belum diperiksa oleh Direktorat Jenderal Pajak.
39. MANAJEMEN RISIKO
Kegiatan usaha BRI senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan dengan fungsinya sebagai
lembaga intermediasi keuangan. Perkembangan yang pesat pada lingkungan eksternal dan internal
perbankan juga menyebabkan risiko kegiatan usaha bank semakin kompleks. Oleh karena itu, agar
mampu beradaptasi dalam lingkungan bisnis, BRI dituntut untuk mengelola risiko secara terpadu dan
sistematis, yakni pengelolaan terhadap risiko kredit, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko pasar, risiko
strategis, risiko kepatuhan, risiko reputasi dan risiko hukum.
Prinsip-prinsip pengelolaan risiko terpadu dan sistematis oleh BRI dituangkan dalam beberapa
kebijakan dan prosedur, antara lain Kebijakan Manajemen Risiko (KMR). KMR sebagai aturan
tertinggi dalam implementasi manajemen risiko pada seluruh kegiatan bisnis BRI, dimulai dari kebijakan
umum, strategi, organisasi, sistem informasi manajemen risiko, proses dan penerapan manajemen
risiko, sampai dengan sistem pengendalian intern. Pelaksanaan penerapan manajemen risiko diatur
dalam kebijakan-kebijakan turunan sesuai dengan jenis risikonya.
Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung jawab atas efektivitas penerapan manajemen risiko di BRI
dan memegang peranan penting dalam mendukung dan mengawasi keberhasilan penerapannya di
seluruh unit kerja.
Dewan Komisaris melakukan evaluasi terhadap kebijakan dan implementasi manajemen risiko yang
dilakukan oleh Direksi. Evaluasi dilakukan dalam rangka memastikan bahwa Direksi mengelola aktivitas
dan risiko-risiko BRI secara efektif. Dalam melakukan pengawasan aktif terhadap manajemen risiko BRI,
Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Pengawasan Manajemen Risiko (KPMR).
Direksi menentukan arah kebijakan dan strategi manajemen risiko secara komprehensif beserta
implementasinya. Selain itu, Direksi memastikan seluruh risiko yang material dan dampaknya telah
ditindaklanjuti, serta memastikan pelaksanaan langkah-langkah perbaikan atas permasalahan atau
penyimpangan dalam kegiatan usaha BRI. Direksi menunjuk Direktur khusus, dalam hal ini Direktur
Manajemen Risiko, untuk menjalankan proses pengawasan dan pengendalian risiko secara bank-wide.
258
Page 262
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Direksi BRI dibantu oleh Risk Management Committee (RMC) individual dan RMC terintegrasi
(konsolidasi dengan entitas anak) sebagai komite dalam sistem manajemen risiko BRI yang bertugas
memberikan rekomendasi kepada Direktur Utama dalam merumuskan kebijakan, menyempurnakan
pelaksanaan kebijakan, mengevaluasi perkembangan dan kondisi profil risiko serta memberikan saran-
saran dan langkah-langkah perbaikan.
Risiko kredit adalah risiko akibat kegagalan debitur dan/atau pihak lain dalam memenuhi kewajiban
kepada BRI termasuk kegagalan settlement. BRI melakukan identifikasi dan mengukur tingkat risiko calon
debitur melalui pengembangan Internal Risk Rating. BRI memantau kualitas kredit sebagai bagian dari
identifikasi dini dari pemburukan kredit. Pengelolaan risiko kredit dilakukan melalui kebijakan pengelolaan
risiko secara komprehensif dan terintegrasi. BRI menyusun kebijakan manajemen risiko kredit
diantaranya tata kelola, pengelolaan limit pada batasan eksposur risiko yang dapat diterima, pengelolaan
limit pada batasan geografis, dan pengelolaan limit konsentrasi per industri. Rating risiko kredit diperbarui
secara berkala untuk memperkirakan potential loss sebagai risiko akibat ekspansi kredit dan penentuan
tindak lanjut perbaikan.
Penerapan manajemen risiko kredit selain bertujuan untuk mematuhi regulasi yang berlaku, juga
merupakan suatu keharusan dalam rangka menerapkan sistem pengelolaan risiko kredit pada tingkat risk
and return yang optimum dan sesuai dengan praktik di perbankan. Penerapan manajemen risiko kredit
diharapkan mampu mendorong kegiatan bisnis BRI namun tetap menperhatikan prinsip kehati-hatian.
Manajemen Risiko Kredit
Melalui penerapan Early Warning System (EWS) terhadap perkembangan kondisi usaha debitur,
maka pengelolaan risiko kredit yang efektif dapat meminimalkan risiko terjadinya kerugian dan
mengoptimalkan penggunaan modal untuk memperoleh pendapatan yang maksimal.
Pengelolaan risiko kredit BRI dimaksudkan agar kemungkinan kerugian yang diakibatkan oleh tidak
terbayarnya pinjaman yang diberikan dan kontrak keuangan lainnya, baik secara tingkat individual
maupun portofolio kredit secara keseluruhan dapat dikelola seminimal mungkin. Pengelolaan risiko kredit
ini juga dilakukan BRI dalam upaya memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan oleh
regulator.
BRI senantiasa melakukan penyempurnaan metodologi penilaian risiko kredit dalam rangka
meningkatkan akurasi dalam pengelolaan risiko kredit khususnya dalam proses identifikasi, pengukuran,
pemantauan dan pengendalian risiko.
1. Analisa eksposur maksimum terhadap risiko kredit setelah memperhitungkan dampak agunan dan
mitigasi risiko kredit lainnya
Nilai tercatat dari aset keuangan bank selain kredit yang diberikan dan efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali menggambarkan eksposur maksimum atas risiko kredit.
Tabel di bawah ini menunjukkan net maximum exposure atas risiko kredit untuk efek-efek
yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember
2022:
30 September 2023
Eksposur Net
Maksimum Agunan Eksposur
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 26.719.301 26.620.911 98.390
259
Page 263
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
1. Analisa eksposur maksimum terhadap risiko kredit setelah memperhitungkan dampak agunan dan
mitigasi risiko kredit lainnya (lanjutan)
Tabel di bawah ini menunjukkan net maximum exposure atas risiko kredit untuk efek-efek
yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember
2022 (lanjutan):
31 Desember 2022
Eksposur Net
Maksimum Agunan Eksposur
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 51.014.678 50.941.408 73.270
Untuk kredit yang diberikan, BRI menggunakan agunan untuk meminimalkan risiko kredit.
Berdasarkan klasifikasi, kredit BRI dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu:
1. Secured loans
2. Unsecured loans
Untuk secured loans, BRI menetapkan jenis dan nilai agunan yang dijaminkan sesuai skema kredit.
Jenis dari agunan terdiri dari:
a. Physical collateral, berupa tanah dan bangunan, Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan
properti.
b. Financial collateral, berupa simpanan (tabungan, giro, deposito), surat berharga, dan emas.
c. Lainnya berupa garansi, jaminan pemerintah dan lembaga penjamin.
Apabila terjadi default (gagal bayar), BRI akan menggunakan agunan tersebut sebagai pilihan
terakhir untuk pemenuhan kewajiban counterparty.
Unsecured loans terdiri dari fully unsecured loans seperti kartu kredit pembiayaan Mekaar dan
partially secured loans seperti kredit untuk golongan berpenghasilan tetap, kredit untuk para
pensiunan dan kredit konsumer lainnya. Dalam pembayaran kewajibannya, partially secured loans
umumnya dilakukan melalui pemotongan penghasilan secara otomatis.
Dengan demikian, meskipun kredit tersebut termasuk dalam kategori unsecured loans, tingkat risiko
dari partially secured loans tidak sebesar nilai tercatat kredit. Sedangkan untuk fully unsecured loans,
tingkat risiko adalah sebesar nilai tercatat kredit.
Mitigasi risiko kredit untuk partially secured loans terdiri dari surat keputusan pengangkatan pekerja
dan surat keterangan pensiun.
260
Page 264
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
2. Analisa konsentrasi risiko
a. Sektor geografis
Tabel berikut menggambarkan rincian konsentrasi risiko aset keuangan konsolidasian dengan
eksposur kredit pada nilai tercatat yang dikategorikan berdasarkan wilayah geografis pada
tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022. Kategori wilayah geografis
berdasarkan tempat beroperasinya bisnis BRI yang sekaligus menggambarkan potensial bisnis
wilayah masing-masing:
30 September 2023
Jawa Indonesia
Jawa Tengah Jawa Tengah
Jakarta Barat dan DIY Timur Sumatera dan Timur Lainnya Total
Aset
Giro pada Bank Indonesia 92.057.606 3.148 506 8.609 6.006 7.087 - 92.082.962
Giro pada Bank lain 18.067.957 33.152 9.453 17.748 35.883 52.489 2.227.568 20.444.250
Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain 12.044.542 242.000 100.000 - 335.000 387.300 6.319.605 19.428.447
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 21.621.245 - - - - - 150.603 21.771.848
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 122.174.039 - - - - - 16.964.745 139.138.784
Biaya perolehan di amortisasi 144.950.413 - - - - - 1.356.779 146.307.192
Wesel ekspor dan tagihan lainnya 22.769.482 734.008 177.776 4.510.162 2.155.733 336.389 27.520.311 58.203.861
Efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual kembali 26.719.301 - - - - - - 26.719.301
Tagihan derivatif 1.032.524 - - - - - - 1.032.524
Kredit yang diberikan
Mikro 43.987.536 54.681.761 92.350.987 80.577.554 106.937.613 155.144.238 - 533.679.689
Ritel 104.060.930 29.209.230 47.828.722 57.269.837 72.042.607 127.562.480 1.215.151 439.188.957
Korporasi 170.559.695 8.695.001 2.204.765 2.545.750 6.775.496 6.295.022 14.737.832 211.813.561
Pinjaman syariah 2.035.924 1.085.094 903.683 2.283.319 2.693.100 4.150.817 - 13.151.937
Piutang pembiayaan 3.361.468 12.801.127 6.089.330 8.559.500 13.078.965 8.990.138 - 52.880.528
Tagihan akseptasi 6.962.194 5.200 765 134.665 4.417 135.879 1.812.935 9.056.055
Penyertaan saham*) 1.679.028 - - - - - - 1.679.028
Aset lain-lain**) 23.481.286 455.236 337.243 434.431 586.420 1.284.429 5.818.064 32.397.109
Total 817.565.170 107.944.957 150.003.230 156.341.575 204.651.240 304.346.268 78.123.593 1.818.976.033
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (91.187.067)
Bersih 1.727.788.966
Rekening Administratif
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor 11.216.130 749.162 91.010 493.364 1.290.470 253.866 - 14.094.002
Garansi yang diterbitkan 52.445.102 5.202.073 2.674.570 2.919.795 3.142.768 4.958.753 - 71.343.061
Total 63.661.232 5.951.235 2.765.580 3.413.159 4.433.238 5.212.619 - 85.437.063
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (6.205.115)
Bersih 79.231.948
*) Penyertaan saham yang tidak memiliki pengaruh signifikan
**) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain dan pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah
261
Page 265
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
2. Analisa konsentrasi risiko (lanjutan)
a. Sektor geografis (lanjutan)
Tabel berikut menggambarkan rincian konsentrasi risiko aset keuangan konsolidasian dengan
eksposur kredit pada nilai tercatat yang dikategorikan berdasarkan wilayah geografis pada
tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022. Kategori wilayah geografis
berdasarkan tempat beroperasinya bisnis BRI yang sekaligus menggambarkan potensial bisnis
wilayah masing-masing (lanjutan):
31 Desember 2022
Jawa Indonesia
Jawa Tengah Jawa Tengah
Jakarta Barat dan DIY Timur Sumatera dan Timur Lainnya Total
Aset
Giro pada Bank Indonesia 150.880.482 3.044 729 9.163 479 51 41.202 150.935.150
Giro pada Bank lain 19.745.303 41.579 12.547 13.105 29.945 45.043 1.600.912 21.488.434
Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain 59.483.459 229.000 16.800 - 202.000 38.600 10.432.042 70.401.901
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 20.965.114 - - - - - 150.759 21.115.873
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 133.584.217 - - - - - 17.218.350 150.802.567
Biaya perolehan di amortisasi 154.852.243 - - - - - 3.554.135 158.406.378
Wesel ekspor dan tagihan lainnya 25.486.991 212.781 135.450 2.501.971 2.112.522 1.500.095 7.117.565 39.067.375
Efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual kembali 51.014.678 - - - - - - 51.014.678
Tagihan derivatif 911.405 - - - - - - 911.405
Kredit yang diberikan
Mikro 41.326.001 53.878.956 86.808.067 76.283.493 99.502.660 145.167.899 - 502.967.076
Ritel 95.071.388 27.608.453 44.433.267 51.895.813 64.973.907 117.527.679 1.010.176 402.520.683
Korporasi 127.742.427 9.770.411 2.182.753 3.003.544 10.247.441 7.001.584 13.838.900 173.787.060
Pinjaman syariah 1.621.953 879.618 704.180 1.894.283 2.189.561 3.224.734 - 10.514.329
Piutang pembiayaan 3.387.076 11.590.101 5.707.570 8.170.095 12.180.484 8.252.591 - 49.287.917
Tagihan akseptasi 6.635.986 12.689 26.780 377.830 48.047 66.268 - 7.167.600
Penyertaan saham*) 1.774.614 - - - - - - 1.774.614
Aset lain-lain**) 22.065.538 327.579 287.280 346.133 450.080 1.061.174 749.163 25.286.947
Total 916.548.875 104.554.211 140.315.423 144.495.430 191.937.126 283.885.718 55.713.204 1.837.449.987
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (94.975.031 )
Bersih 1.742.474.956
Rekening Administratif
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor 9.187.432 1.685.436 26.922 911.091 1.662.614 185.173 - 13.658.668
Garansi yang diterbitkan 54.041.372 6.131.558 3.195.108 2.770.756 3.299.117 5.417.087 - 74.854.998
Total 63.228.804 7.816.994 3.222.030 3.681.847 4.961.731 5.602.260 - 88.513.666
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (5.006.065 )
Bersih 83.507.601
*) Penyertaan saham yang tidak memiliki pengaruh signifikan
**) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain dan pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah
262
Page 266
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
2. Analisa konsentrasi risiko (lanjutan)
b. Sektor industri
Tabel di bawah ini menggambarkan rincian eksposur kredit pada nilai tercatat yang dikategorikan
berdasarkan sektor industri pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022:
30 September 2023
Bank dan
lembaga Perdagangan,
Pemerintah keuangan hotel dan Jasa dunia
(Termasuk BI) lainnya Pertanian Perindustrian restoran usaha Lain-lain Total
Aset
Giro pada Bank Indonesia 92.082.962 - - - - - - 92.082.962
Giro pada bank lain - 20.444.250 - - - - - 20.444.250
Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain 9.297.747 10.130.700 - - - - - 19.428.447
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 16.603.791 3.507.355 2 938.788 242.882 477.384 1.646 21.771.848
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 112.363.929 20.620.761 - 4.939.478 1.125 1.209.143 4.348 139.138.784
Biaya perolehan di amortisasi 124.145.473 21.494.849w 11.000 524.462 - 131.408 - 146.307.192
Wesel ekspor
dan tagihan lainnya 3.418.568 - - 4.554.021 120.537 51.771 50.058.964 58.203.861
Efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual kembali 17.521.690 9.197.611 - - - - - 26.719.301
Tagihan derivatif - 1.032.524 - - - - - 1.032.524
Kredit yang diberikan
Mikro - - 123.057.014 40.122.607 225.744.919 43.496.398 101.258.751 533.679.689
Ritel - 150.252 24.101.923 17.528.998 144.943.227 15.369.907 237.094.650 439.188.957
Korporasi - - 30.897.872 47.584.521 19.468.633 10.851.527 103.011.008 211.813.561
Pinjaman syariah - - 838.696 293.040 4.974.799 636.345 6.409.057 13.151.937
Piutang pembiayaan - 608.256 8.081.670 3.631.499 30.972.004 4.375.637 5.211.462 52.880.528
Tagihan akseptasi 918.376 - - 131.843 - - 8.005.836 9.056.055
Penyertaan saham*) - 43.246 - - - - 1.635.782 1.679.028
Aset lain-lain**) 3.214.348 1.850.443 - 1.273.908 - 9.535.244 16.523.166 32.397.109
Total 379.566.884 89.080.247 186.988.177 121.523.165 426.468.126 86.134.764 529.214.670 1.818.976.033
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (91.187.067)
Bersih 1.727.788.966
Rekening Administratif
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor - 71 3.018.566 4.504.013 26.812 663.625 5.880.915 14.094.002
Garansi yang diterbitkan - 2.504.902 556.380 11.774.766 150.652 13.871.696 42.484.665 71.343.061
Total - 2.504.973 3.574.946 16.278.779 177.464 14.535.321 48.365.580 85.437.063
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (6.205.115)
Bersih 79.231.948
*) Penyertaan saham yang tidak memiliki pengaruh signifikan
**) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain dan pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah
263
Page 267
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
2. Analisa konsentrasi risiko (lanjutan)
b. Sektor industri (lanjutan)
Tabel di bawah ini menggambarkan rincian eksposur kredit pada nilai tercatat yang dikategorikan
berdasarkan sektor industri pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(lanjutan):
31 Desember 2022
Bank dan
lembaga Perdagangan,
Pemerintah keuangan hotel dan Jasa dunia
(Termasuk BI) lainnya Pertanian Perindustrian restoran usaha Lain-lain Total
Aset
Giro pada Bank Indonesia 150.935.150 - - - - - - 150.935.150
Giro pada bank lain - 21.488.434 - - - - - 21.488.434
Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain 55.188.633 15.213.268 - - - - - 70.401.901
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 10.605.908 3.572.717 - 181.539 - 40.886 6.714.823 21.115.873
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 120.244.522 22.231.398 - 4.244.793 - 1.405.012 2.676.842 150.802.567
Biaya perolehan di amortisasi 134.094.983 23.630.150 11.000 250.344 - 419.901 - 158.406.378
Wesel ekspor
dan tagihan lainnya 2.477.321 - 8.928.592 2.680.436 100.631 106.981 24.773.414 39.067.375
Efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual kembali 46.176.061 4.838.617 - - - - - 51.014.678
Tagihan derivatif - 911.405 - - - - - 911.405
Kredit yang diberikan
Mikro - - 113.826.272 39.702.962 211.046.231 38.626.285 99.765.326 502.967.076
Ritel - 226.633 21.067.550 14.653.665 136.799.791 14.305.470 215.467.574 402.520.683
Korporasi 305.303 - 25.515.870 47.533.803 11.785.946 12.048.710 76.597.428 173.787.060
Pinjaman syariah - - 747.434 214.341 3.375.200 69.154 6.108.200 10.514.329
Piutang pembiayaan - 425.045 5.118.615 3.103.897 28.625.489 5.372.731 6.642.140 49.287.917
Tagihan akseptasi 6.635.986 12.689 26.780 377.830 48.047 66.268 - 7.167.600
Penyertaan saham*) - 49.473 - - - - 1.725.141 1.774.614
Aset lain-lain**) 15.911.136 496.711 - 1.487.612 - 399.700 6.991.788 25.286.947
Total 542.575.003 93.096.540 175.242.113 114.431.222 391.781.335 72.861.098 447.462.676 1.837.449.987
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (94.975.031 )
Bersih 1.742.474.956
Rekening Administratif
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor - - - 7.666.832 77.049 1.479.426 4.435.361 13.658.668
Garansi yang diterbitkan - 2.443.425 622.700 27.229.128 662.063 608.496 43.289.186 74.854.998
Total - 2.443.425 622.700 34.895.960 739.112 2.087.922 47.724.547 88.513.666
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (5.006.065 )
Bersih 83.507.601
*) Penyertaan saham yang tidak memiliki pengaruh signifikan
**) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain dan pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah
3. Penurunan nilai aset keuangan pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
a. Giro pada bank lain
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, aset keuangan ini mengalami
penurunan nilai secara kolektif.
b. Penempatan pada Bank Indonesia dan lembaga keuangan lain
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, aset keuangan ini mengalami
penurunan nilai secara kolektif.
264
Page 268
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
3. Penurunan nilai aset keuangan pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(lanjutan)
c. Efek-efek
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, seluruh efek-efek
diklasifikasikan “Lancar”.
d. Piutang pembiayaan
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, aset keuangan ini mengalami
penurunan nilai sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Mengalami penurunan nilai 126.170 501.260
Telah jatuh tempo tetapi
tidak mengalami penurunan nilai 284.432 1.556.428
Belum jatuh tempo atau tidak
mengalami penurunan nilai 52.469.926 47.230.229
52.880.528 49.287.917
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (3.384.430) (3.477.948)
Total 49.496.098 45.809.969
e. Kredit yang diberikan dan pinjaman syariah
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, aset keuangan ini mengalami
penurunan nilai secara individual maupun kolektif dengan rincian sebagai berikut:
30 September 2023
Belum Jatuh Tempo Telah Jatuh
atau Tidak Mengalami Tempo Tetapi
Penurunan Nilai Tidak Mengalami Mengalami
Penurunan Penurunan
High Grade Standard Grade Nilai Nilai*) Total
Rupiah
Perdagangan, perhotelan dan
restoran 316.524.840 26.316.257 27.802.684 17.056.651 387.700.432
Pertanian 146.855.315 4.587.629 7.070.121 9.255.081 167.768.146
Perindustrian 57.547.150 2.728.260 4.363.149 6.876.401 71.514.960
Jasa dunia usaha 51.212.477 3.043.091 4.216.514 3.460.423 61.932.505
Konstruksi 28.160.528 646.850 617.783 7.062.735 36.487.896
Pengangkutan, pergudangan dan
komunikasi 15.184.062 1.022.353 842.766 2.578.824 19.628.005
Listrik, gas dan air 14.416.539 110.209 73.597 739.097 15.339.442
Jasa pelayanan sosial 5.540.040 464.786 341.225 510.688 6.856.739
Pertambangan 6.562.730 197.861 139.175 499.311 7.399.077
Lain-lain 284.309.645 5.780.688 11.551.331 4.970.658 306.612.322
926.313.326 44.897.984 57.018.345 53.009.869 1.081.239.524
*) Termasuk seluruh kredit yang dianalisa secara individual
265
Page 269
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
3. Penurunan nilai aset keuangan pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(lanjutan)
e. Kredit yang diberikan dan pinjaman syariah (lanjutan)
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, aset keuangan ini mengalami
penurunan nilai secara individual maupun kolektif dengan rincian sebagai berikut (lanjutan):
30 September 2023
Belum Jatuh Tempo Telah Jatuh
atau Tidak Mengalami Tempo Tetapi
Penurunan Nilai Tidak Mengalami Mengalami
Penurunan Penurunan
High Grade Standard Grade Nilai Nilai*) Total
Mata uang asing
Perindustrian 29.341.761 456 - 4.693.230 34.035.447
Pertambangan 24.521.401 - - 1.824.351 26.345.752
Listrik, gas dan air 20.167.612 - - 31.807 20.199.419
Pertanian 9.069.413 - - 2.058.133 11.127.546
Jasa dunia usaha 5.703.586 - - 2.765.914 8.469.500
Perdagangan, perhotelan dan
restoran 6.444.527 2.675 - 1.052.509 7.499.711
Konstruksi 4.651.097 - - 134.171 4.785.268
Pengangkutan, pergudangan dan
komunikasi 1.311.799 - - 106.989 1.418.788
Jasa pelayanan sosial 1.403.873 - - - 1.403.873
Lain-lain 1.296.339 - 3.965 9.012 1.309.316
103.911.408 3.131 3.965 12.676.116 116.594.620
Total 1.030.224.734 44.901.115 57.022.310 65.685.985 1.197.834.144
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (84.486.306)
Bersih 1.113.347.838
31 Desember 2022
Belum Jatuh Tempo Telah Jatuh
atau Tidak Mengalami Tempo Tetapi
Penurunan Nilai Tidak Mengalami Mengalami
Penurunan Penurunan
High Grade Standard Grade Nilai Nilai*) Total
Rupiah
Perdagangan, perhotelan dan
restoran 270.598.277 51.737.757 17.390.013 15.148.331 354.874.378
Pertanian 131.013.202 6.934.234 3.603.995 12.316.969 153.868.400
Perindustrian 57.399.888 5.515.252 2.699.971 7.076.290 72.691.401
Jasa dunia usaha 45.021.262 6.155.829 2.420.618 3.036.574 56.634.283
Konstruksi 18.298.376 1.355.957 444.312 7.586.856 27.685.501
Pengangkutan, pergudangan dan
komunikasi 10.142.311 1.923.318 518.692 6.096.134 18.680.455
Listrik, gas dan air 13.149.691 158.508 48.924 815.222 14.172.345
Jasa pelayanan sosial 4.312.624 836.998 211.589 548.658 5.909.869
Pertambangan 2.766.125 282.380 74.720 695.413 3.818.638
Lain-lain 261.933.718 12.515.405 6.616.108 3.579.440 284.644.671
814.635.474 87.415.638 34.028.942 56.899.887 992.979.941
*) Termasuk seluruh kredit yang dianalisa secara individual
266
Page 270
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
3. Penurunan nilai aset keuangan pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(lanjutan)
e. Kredit yang diberikan dan pinjaman syariah (lanjutan)
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, aset keuangan ini mengalami
penurunan nilai secara individual maupun kolektif dengan rincian sebagai berikut (lanjutan):
31 Desember 2022
Belum Jatuh Tempo Telah Jatuh
atau Tidak Mengalami Tempo Tetapi
Penurunan Nilai Tidak Mengalami Mengalami
Penurunan Penurunan
High Grade Standard Grade Nilai Nilai*) Total
Mata uang asing
Perindustrian 26.726.014 570 98.184 5.104.382 31.929.150
Listrik, gas dan air 20.829.686 - - 1.371.043 22.200.729
Pertanian 6.919.636 - - 2.030.138 8.949.774
Jasa dunia usaha 5.536.793 5.848 - 2.907.310 8.449.951
Perdagangan, perhotelan dan
restoran 6.467.842 - - 1.075.554 7.543.396
Pertambangan 8.503.161 - - 2.298.276 10.801.437
Konstruksi 4.592.170 - - 2.285 4.594.455
Jasa pelayanan sosial 538.584 - - - 538.584
Pengangkutan, pergudangan dan
komunikasi 535.165 - - 265.740 800.905
Lain-lain 991.672 - 3.183 5.971 1.000.826
81.640.723 6.418 101.367 15.060.699 96.809.207
Total 896.276.197 87.422.056 34.130.309 71.960.586 1.089.789.148
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (89.610.033 )
Bersih 1.000.179.115
*) Termasuk seluruh kredit yang dianalisa secara individual
f. Wesel ekspor dan tagihan lainnya
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 aset keuangan ini mengalami
penurunan nilai baik secara individu dan kolektif.
g. Tagihan akseptasi
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, aset keuangan ini mengalami
penurunan nilai secara kolektif dan individual.
h. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, aset keuangan ini tidak
mengalami penurunan nilai secara individual maupun kolektif.
i. Aset lain-lain
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, aset keuangan ini mengalami
penurunan nilai secara individual.
267
Page 271
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
3. Penurunan nilai aset keuangan pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(lanjutan)
j. Rekening administratif
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, akun-akun administratif ini
mengalami penurunan nilai dengan rincian sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah
Garansi yang diterbitkan 42.065.746 47.796.102
L/C yang tidak dapat dibatalkan yang
masih berjalan dalam rangka impor 2.201.329 2.571.824
44.267.075 50.367.926
Mata uang asing
Garansi yang diterbitkan 29.277.315 27.058.896
L/C yang tidak dapat dibatalkan yang
masih berjalan dalam rangka impor 11.892.673 11.086.844
41.169.988 38.145.740
85.437.063 88.513.666
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (6.205.115) (5.006.065)
Total 79.231.948 83.507.601
4. Kualitas aset keuangan
Tabel berikut menunjukkan kualitas aset keuangan berdasarkan golongan aset untuk semua aset
keuangan yang mempunyai risiko kredit, nilai yang disajikan adalah gross.
30 September 2023
Telah Jatuh
Belum Jatuh Tempo Tempo Tetapi
atau Tidak Mengalami Tidak
Penurunan Nilai Mengalami Mengalami
Penurunan Penurunan
High Grade Standard Grade Nilai Nilai***) Total
Aset
Giro pada Bank Indonesia 92.082.962 - - - 92.082.962
Giro pada bank lain 20.289.369 154.881 - - 20.444.250
Penempatan pada Bank
Indonesia dan lembaga
keuangan lain 19.428.447 - - - 19.428.447
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 15.441.700 6.330.148 - - 21.771.848
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 107.768.590 31.370.194 - - 139.138.784
Biaya perolehan diamortisasi 123.644.994 22.662.198 - - 146.307.192
Wesel ekspor dan tagihan lainnya 58.203.861 - - - 58.203.861
Efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali 26.719.301 - - - 26.719.301
Tagihan derivatif 1.032.524 - - - 1.032.524
Kredit yang diberikan
Mikro 469.944.052 16.783.021 34.386.640 12.565.976 533.679.689
Ritel 370.718.602 28.072.590 21.424.092 18.973.673 439.188.957
Korporasi 177.964.822 892 - 33.847.847 211.813.561
Pinjaman syariah 11.597.259 44.612 1.211.578 298.488 13.151.937
Piutang pembiayaan 51.929.637 540.289 284.432 126.170 52.880.528
Tagihan akseptasi 9.056.055 - - - 9.056.055
Penyertaan saham*) 1.679.028 - - - 1.679.028
Aset lain-lain**) 22.766.052 3.097.361 6.533.696 - 32.397.109
Total 1.580.267.255 109.056.186 63.840.438 65.812.154 1.818.976.033
*) Penyertaan saham yang tidak memiliki pengaruh signifikan
**) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain dan pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah
***) Termasuk seluruh kredit yang dianalisa secara individual
268
Page 272
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
4. Kualitas aset keuangan (lanjutan)
Tabel berikut menunjukkan kualitas aset keuangan berdasarkan golongan aset untuk semua aset
keuangan yang mempunyai risiko kredit, nilai yang disajikan adalah gross. (lanjutan)
31 Desember 2022
Telah Jatuh
Belum Jatuh Tempo Tempo Tetapi
atau Tidak Mengalami Tidak
Penurunan Nilai Mengalami Mengalami
Penurunan Penurunan
High Grade Standard Grade Nilai Nilai***) Total
Aset
Giro pada Bank Indonesia 150.935.150 - - - 150.935.150
Giro pada bank lain 21.129.710 358.724 - - 21.488.434
Penempatan pada Bank
Indonesia dan lembaga
keuangan lain 70.401.901 - - - 70.401.901
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 20.955.201 160.672 - - 21.115.873
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 136.399.669 14.402.898 - - 150.802.567
Biaya perolehan diamortisasi 156.934.530 1.471.848 - - 158.406.378
Wesel ekspor dan tagihan lainnya 38.467.643 - 599.732 - 39.067.375
Efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali 51.014.678 - - - 51.014.678
Tagihan derivatif 911.405 - - - 911.405
Kredit yang diberikan
Mikro 437.807.487 36.937.719 19.838.554 8.383.316 502.967.076
Ritel 323.608.890 45.667.970 13.591.274 19.652.549 402.520.683
Korporasi 130.043.450 - 98.184 43.645.426 173.787.060
Pinjaman syariah 9.409.869 222.868 602.297 279.295 10.514.329
Piutang pembiayaan 45.068.685 2.161.544 1.556.428 501.260 49.287.917
Tagihan akseptasi 7.167.600 - - - 7.167.600
Penyertaan saham*) 1.774.614 - - - 1.774.614
Aset lain-lain**) 18.497.543 6.181.814 607.590 - 25.286.947
Total 1.620.528.025 107.566.057 36.894.059 72.461.846 1.837.449.987
*) Penyertaan saham yang tidak memiliki pengaruh signifikan
**) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain dan pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah
***) Termasuk seluruh kredit yang dianalisa secara individual
Kualitas kredit didefinisikan sebagai berikut:
1. Tingkat Tinggi (High Grade)
a) Giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan
lembaga keuangan lain, yaitu giro atau penempatan pada institusi Pemerintah dan transaksi
dengan bank yang telah terdaftar pada Bursa.
b) Kredit yang diberikan dan pinjaman syariah yaitu pinjaman kepada pihak ketiga yang belum
jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai, serta tidak pernah direstrukturisasi.
c) Wesel ekspor dan tagihan lainnya serta tagihan akseptasi yaitu tagihan kepada pihak ketiga
yang belum jatuh tempo, dan memiliki kapasitas finansial yang kuat dalam hal pembayaran
kembali seluruh kewajibannya secara tepat waktu.
d) Efek-efek dan Obligasi Pemerintah, yaitu efek-efek yang dikeluarkan oleh Pemerintah, efek-
efek dan obligasi dengan rating minimal idA- (Pefindo), A- (Fitch), atau A3 (Moody’s).
e) Penyertaan saham, yaitu penyertaan pada perusahaan yang terdaftar pada Bursa dan
memiliki tingkat kinerja keseluruhan yang baik.
269
Page 273
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
4. Kualitas aset keuangan (lanjutan)
Kualitas kredit didefinisikan sebagai berikut (lanjutan):
2. Tingkat Standar (Standard Grade)
a) Giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan lembaga keuangan lain, yaitu
giro atau penempatan pada bank yang tidak terdaftar pada Bursa.
b) Kredit yang diberikan dan pinjaman syariah yaitu pinjaman kepada pihak ketiga yang belum
jatuh tempo, dan tidak mengalami penurunan nilai, namun pernah direstrukturisasi.
c) Wesel ekspor dan tagihan lainnya serta tagihan akseptasi, yaitu tagihan kepada pihak ketiga
yang belum jatuh tempo dan memiliki kapasitas finansial yang memadai dalam hal
pembayaran kembali seluruh kewajibannya secara tepat waktu.
d) Efek-efek dan Obligasi Pemerintah, yaitu efek-efek dan obligasi dengan rating antara idBBB+
sampai dengan idBBB- (Pefindo), BBB+ sampai dengan BBB- (Fitch), atau Baa1 sampai
dengan Baa3 (Moody’s).
e) Penyertaan saham, yaitu penyertaan pada perusahaan yang tidak terdaftar pada Bursa dan
memiliki tingkat kinerja keseluruhan yang baik.
Analisis Kualitas Kredit
Pengukuran Kerugian Kredit Ekspektasian
a. Peningkatan Risiko Kredit Secara Signifikan
Ketika menentukan apakah risiko gagal bayar pada instrumen keuangan telah meningkat secara
signifikan sejak pengakuan awal, Bank mempertimbangkan informasi yang wajar dan terdukung,
serta relevan yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang berlebihan. Hal tersebut mencakup
informasi dan analisa kuantitatif dan kualitatif, berdasarkan pada pengalaman historis dan
penilaian pakar kredit dan termasuk perkiraan masa depan (forward-looking).
Tujuan dari penilaian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah peningkatan risiko kredit secara
signifikan atas eksposur telah terjadi dengan membandingkan:
1. Probability of default (PD) atas umur tersisa pada tanggal pelaporan; dengan
2. Probability of default (PD) atas umur tersisa yang di estimasi pada saat pengakuan awal
eksposur (jika relevan, disesuaikan dengan perubahan ekspektasi pembayaran dimuka).
Bank juga menggunakan kriteria berikut dalam menentukan apakah peningkatan risiko kredit
secara signifikan atas eksposur telah terjadi:
1. Pengujian kuantitatif berdasarkan perubahan probability of default (PD)
2. Indikator kualitatif
3. Tertunggak lebih dari 30 (tiga puluh) hari.
270
Page 274
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
4. Kualitas aset keuangan (lanjutan)
Analisis Kualitas Kredit (lanjutan)
Pengukuran Kerugian Kredit Ekspektasian (lanjutan)
b. Credit Risk Grades
Bank mengalokasikan setiap eksposur ke credit risk grades berdasarkan variasi data yang
ditentukan dapat memprediksi risiko gagal bayar dan menerapkan pengalaman atas kredit.
Credit risk grades ditetapkan menggunakan faktor kualitatif dan kuantitatif yang dapat
mengindikasikan risiko gagal bayar. Faktor-faktor ini bervariasi tergantung pada sifat eksposur
dan jenis peminjam.
Credit risk grades ditetapkan dan dikalibrasi sedemikian rupa sehingga risiko terjadinya gagal
bayar meningkat secara eksponensial seiring dengan penurunan risiko kredit, sebagai contoh,
selisih antara credit risk rating grades 1 dan 2 lebih kecil dari pada selisih antara credit risk rating
grades 2 dan 3.
Setiap eksposur dialokasikan ke credit risk grades pada pengakuan awal berdasarkan informasi
yang tersedia tentang peminjam. Eksposur ini dipantau secara berkelanjutan dan dapat
mengakibatkan eksposur dipindahkan ke credit risk grades yang berbeda. Pemantauan
biasanya menggunakan data laporan keuangan, penggunaan fasilitas kredit, dan estimasi
kondisi ekonomi.
c. Penentuan Struktur Probability of Default
Credit risk grades adalah input utama dalam penentuan struktur PD term structure atas
eksposur. Bank mengumpulkan informasi kinerja dan gagal bayar tentang eksposur risiko kredit
yang dianalisa berdasarkan yurisdiksi atau wilayah dan menurut jenis produk dan peminjam
serta penilaian risiko kredit. Untuk beberapa portofolio, informasi yang dibeli dari penilai kredit
eksternal juga digunakan.
Bank menggunakan model statistik untuk menganalisa data yang dikumpulkan dan
menghasilkan perkiraan probability of default (PD) atas umur tersisa dan bagaimana hal ini
diperkirakan akan berubah sebagai akibat dari berlalunya waktu.
Analisa ini mencakup identifikasi dan kalibrasi hubungan antara perubahan tingkat gagal bayar
dan perubahan dalam faktor-faktor makro ekonomi utama serta analisa mendalam tentang
dampak faktor-faktor lain tertentu (seperti restrukturisasi) pada risiko gagal bayar. Untuk
sebagian besar eksposur, indikator makro ekonomi utama meliputi: Pertumbuhan Domestik
Bruto (PDB), Tingkat Konsumsi, dan Tingkat Investasi. Untuk eksposur pada industri dan/atau
wilayah tertentu, analisa dapat mencakup harga komoditas dan/atau harga properti yang
relevan.
d. Penentuan Terjadinya Peningkatan Risiko Kredit Secara Signifikan
Kriteria untuk menentukan apakah risiko kredit telah meningkat secara signifikan bervariasi
untuk setiap portofolio dan termasuk perubahan kuantitatif pada PD dan faktor kualitatif,
termasuk penentuan berdasarkan status hari tunggakan.
Risiko kredit dari eksposur tertentu dianggap telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan
awal jika, berdasarkan permodelan kuantitatif Bank, probability of default (PD) atas umur tersisa
telah meningkat signifikan.
271
Page 275
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
4. Kualitas aset keuangan (lanjutan)
Analisis Kualitas Kredit (lanjutan)
Pengukuran Kerugian Kredit Ekspektasian (lanjutan)
d. Penentuan Terjadinya Peningkatan Risiko Kredit Secara Signifikan (lanjutan)
Bank juga dapat menggunakan penilaian dari analis kredit dan, jika mungkin, pengalaman
historis yang relevan, dalam menentukan bahwa mungkin eksposur telah mengalami
peningkatan risiko kredit yang signifikan berdasarkan indikator kualitatif tertentu yang dianggap
dapat mengindikasi hal tersebut dan pengaruhnya mungkin tidak sepenuhnya tercermin dalam
analisis kuantitatif secara tepat waktu.
Bank menentukan bahwa peningkatan risiko kredit secara signifikan belum terjadi apabila masih
kurang dari 30 hari tunggakan. Hari tunggakan ditentukan dengan menghitung jumlah hari sejak
tanggal jatuh tempo awal dimana pembayaran penuh belum diterima. Tanggal jatuh tempo
ditentukan tanpa mempertimbangkan masa tenggang yang mungkin tersedia bagi peminjam.
Bank memantau efektivitas kriteria yang digunakan dalam mengidentifikasi peningkatan risiko
kredit yang signifikan dengan cara reviu berkala.
e. Modifikasi Aset Keuangan
Ketentuan kontraktual pinjaman dapat dimodifikasi untuk beberapa alasan, termasuk perubahan
kondisi pasar, retensi pelanggan dan faktor-faktor lain yang tidak terkait dengan penurunan
kredit saat pinjaman yang ketentuan kontraktualnya dimodifikasi dapat menyebabkan pinjaman
awal dihentikan pengakuannya dan pinjaman hasil modifikasi diakui sebagai pinjaman baru pada
nilai wajar.
Ketika ketentuan kontraktual pinjaman dimodifikasi dan tidak mengakibatkan penghentian
pengakuan, penentuan terjadinya peningkatan risiko kredit secara signifikan dilakukan dengan
cara membandingkan:
• sisa PD sepanjang umur pada tanggal pelaporan berdasarkan ketentuan yang dimodifikasi;
dengan
• sisa PD sepanjang umur yang diestimasi berdasarkan data pada saat pengakuan awal dan
ketentuan kontraktual awal.
f. Definisi Gagal Bayar (Default)
Grup menganggap aset keuangan dalam keadaan default/gagal bayar ketika:
• Debitur tidak mungkin membayar kewajiban kreditnya secara penuh tanpa bantuan
(recourse) dari kelompok usahanya; atau
• Debitur telah melewati jatuh tempo lebih dari 90 (sembilan puluh) hari atas kewajiban kredit
material apa pun kepada kelompok usahanya.
Dalam menilai apakah debitur dalam keadaan default/gagal bayar, Grup mempertimbangkan
indikator berikut:
• Kualitatif - seperti pelanggaran persyaratan penjanjian (covenants);
• Kuantitatif - seperti status tunggakan; dan
• Berdasarkan data yang dikembangkan secara internal dan diperoleh dari sumber eksternal.
272
Page 276
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
4. Kualitas aset keuangan (lanjutan)
Analisis Kualitas Kredit (lanjutan)
Input, Asumsi, dan Teknik yang digunakan dalam mengestimasi penurunan nilai
a. Penggunaan informasi perkiraan masa depan (forward-looking)
Bank menggunakan informasi forward-looking dalam menilai apakah telah terjadinya
peningkatan risiko kredit secara signifikan dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian.
Berdasarkan saran dari Komite Manajemen Risiko, pakar ekonomi dan pertimbangan berbagai
informasi aktual dan perkiraan eksternal, Bank merumuskan pandangan dasar (base case)
tentang pergerakan variabel ekonomi yang relevan dimasa depan serta perkiraan skenario lain
yang mungkin terjadi. Proses ini meliputi pengembangan dua atau lebih skenario ekonomi
tambahan dan mempertimbangkan probabilitas relatif dari keluaran (output) yang mungkin.
Informasi eksternal mencakup data ekonomi dan perkiraan yang diterbitkan oleh, seperti badan
pemerintah dan analis sektor swasta dan akademisi terpilih.
Pandangan dasar (base case) digunakan dalam perencanaan strategis dan anggaran. Skenario
yang lain mencerminkan keluaran yang lebih optimis dan keluaran yang lebih pesimis.
Skenario ekonomi yang dirumuskan menggunakan kisaran indikator utama berikut:
2023 2024
Pertumbuhan PDB dasar 4,72% dasar 5,37%
Kisaran antara 2,53 hingga 5,18% Kisaran antara 3,16 hingga 5,59%
Tingkat Konsumsi dasar 4,68% dasar 5,11%
Kisaran antara 2,39 hingga 5,14% Kisaran antara 2,70% hingga 5,32%
Tingkat Investasi dasar 4,06% dasar 6,79%
Kisaran antara 1,88 hingga 4,52% Kisaran antara 4,56 hingga 7,00%
b. Pengukuran Kerugian Kredit Ekspektasian
Input utama dalam pengukuran kerugian kredit ekspektasian adalah variabel berikut:
• Probability of Default (PD)
• Loss of Given Default (LGD)
• Exposure at Default (EAD)
Parameter ini umumnya berasal dari model statistik yang dikembangkan secara internal dan
data historis lainnya. Parameter ini disesuaikan untuk mencerminkan informasi forward-looking.
Estimasi PD adalah estimasi pada tanggal tertentu, yang dihitung berdasarkan model peringkat
statistik, dan dinilai menggunakan rating yang disesuaikan dengan berbagai kategori dari debitur
dan eksposur. Model statistik ini didasarkan pada data yang disusun secara internal yang terdiri
dari faktor kuantitatif, kualitatif, dan perkiraan berwawasan ke depan (forward-looking).
273
Page 277
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Kredit (lanjutan)
4. Kualitas aset keuangan (lanjutan)
Analisis Kualitas Kredit (lanjutan)
Input, Asumsi, dan Teknik yang digunakan dalam mengestimasi penurunan nilai (lanjutan)
b. Pengukuran Kerugian Kredit Ekspektasian (lanjutan)
LGD adalah besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar. Parameter LGD diestimasi secara
historis berdasarkan tingkat pemulihan atas klaim terhadap debitur yang gagal bayar. LGD juga
diamati dengan mempertimbangkan jaminan tunai yang merupakan bagian intergral dari aset
keuangan terhutang serta biaya yang dikeluarkan dalam proses pemulihan.
EAD merepresentasikan estimasi eksposur jika terjadi gagal bayar. EAD suatu aset keuangan
adalah jumlah tercatat bruto. Untuk komitmen pinjaman dan jaminan keuangan, EAD mencakup
jumlah yang telah ditarik, serta jumlah potensial di masa depan yang akan ditarik, yang
diestimasi berdasarkan pengamatan historis.
Ketika pemodelan parameter dilakukan secara kolektif, instrumen keuangan dikelompokkan
berdasarkan kesamaan karakteristik risiko yang meliputi:
• Jenis instrumen;
• Peringkat risiko kredit;
• Jenis agunan;
• Tanggal pengakuan awal;
• Sisa waktu jatuh tempo.
5. Berdasarkan PSAK No. 60, aset keuangan yang telah jatuh tempo ditentukan ketika debitur gagal
melakukan pembayaran sesuai jadwal. Tabel berikut menunjukan aging analysis terhadap kredit yang
diberikan, pinjaman syariah, dan piutang pembiayaan yang telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami
penurunan nilai.
30 September 2023
≤ 30 hari > 30 - 60 hari > 60 - 90 hari Total
Kredit yang diberikan
Mikro 16.737.349 8.100.877 9.548.414 34.386.640
Ritel 12.038.918 4.815.919 4.569.255 21.424.092
Korporasi - - - -
Pinjaman syariah 753.239 350.211 108.128 1.211.578
Piutang pembiayaan 284.432 - - 284.432
Total 29.813.938 13.267.007 14.225.797 57.306.742
31 Desember 2022
≤ 30 hari > 30 - 60 hari > 60 - 90 hari Total
Kredit yang diberikan
Mikro 8.249.936 5.197.796 6.390.822 19.838.554
Ritel 6.615.854 3.522.177 3.453.243 13.591.274
Korporasi 98.184 - - 98.184
Pinjaman syariah 342.181 167.438 92.678 602.297
Piutang pembiayaan 1.556.428 - - 1.556.428
Total 16.862.583 8.887.411 9.936.743 35.686.737
274
Page 278
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Likuiditas
Risiko Likuiditas merupakan risiko akibat ketidakmampuan BRI untuk memenuhi kewajiban jatuh tempo
dari sumber pendanaan arus kas dan/atau dari aset likuid berkualitas tinggi yang dapat diagunkan
sehingga tidak mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan BRI.
BRI mengelola risiko likuiditas agar dapat memenuhi setiap kewajiban finansial yang sudah diperjanjikan
secara tepat waktu, serta dapat memelihara tingkat likuiditas yang memadai dan optimal.
Untuk mendukung pengelolaan likuiditas, BRI menetapkan Pedoman Pelaksanaan Penerapan
Manajemen Risiko Likuiditas (PPPMRL) yang mencakup kebijakan manajemen likuiditas, proyeksi arus
kas, profil maturitas (maturity gap), net stable funding ratio dan liquidity coverage ratio, pedoman
penetapan limit risiko likuiditas, stress test risiko likuiditas, contingency funding plan dan sistem informasi
risiko likuiditas. Pedoman ini bertujuan untuk memastikan kecukupan pengelolaan risiko likuiditas harian
dalam memenuhi kewajiban pada kondisi normal maupun kondisi krisis secara tepat waktu dari berbagai
sumber dana yang tersedia, termasuk memastikan ketersediaan aset likuid berkualitas tinggi dan
penghimpunan DPK yang memiliki struktur yang sehat dan sustainable.
BRI juga melakukan simulasi stress testing secara triwulanan yang disampaikan kepada Dewan Direksi
dan Komisaris BRI melalui Risk Management Committee (RMC). Tujuan dari stress testing yaitu untuk
mengukur ketahanan atau kemampuan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas selama kondisi krisis
(stress). Selain itu, stress test juga digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan atau meningkatkan
rencana pendanaan darurat (contingency plan), dan limit risiko likuiditas.
Analisa Aset dan Liabilitas Sesuai Sisa Jatuh Tempo Kontraktual
Potensi risiko likuiditas yang akan dihadapi BRI di masa mendatang diukur melalui Liquidity Gap Analysis,
yang merupakan proyeksi mismatch likuiditas atas dasar jatuh tempo aset dan liabilitas, setelah
memperhitungkan kebutuhan untuk ekspansi bisnis. Informasi ini menjadi pertimbangan dalam
perencanaan dan pengelolaan likuiditas, termasuk juga kebutuhan ekspansi bisnis. Dengan
diterapkannya pengelolaan likuiditas yang efektif, diharapkan dapat meminimalkan risiko likuiditas di BRI
sekaligus meningkatkan stabilitas sistem perbankan secara keseluruhan.
Tabel di bawah ini menyajikan informasi mengenai pemetaan aset dan liabilitas keuangan dalam skala
waktu tertentu (maturity buckets) berdasarkan sisa jangka waktu sampai dengan jatuh tempo (remaining
maturity) pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022:
30 September 2023
Lebih dari Lebih dari Lainnya
Sampai 1 bulan 3 bulan yang tidak
dengan sampai dengan sampai dengan Lebih dari memiliki
Keterangan Total 1 bulan 3 bulan 1 tahun 1 tahun jatuh tempo
Aset
Kas 24.132.475 24.132.475 - - - -
Giro pada Bank
Indonesia 92.082.962 92.082.962 - - - -
Giro pada bank lain 20.444.250 20.444.250 - - - -
Cadangan kerugian (35.340) - - - - (35.340)
Penempatan pada Bank
Indonesia dan Lembaga
keuangan lain 19.428.447 17.132.102 981.670 1.314.675 - -
Cadangan kerugian (5.352) - - - - (5.352)
Efek-efek 307.217.824 164.911.613 6.077.387 23.429.773 112.799.051 -
Cadangan kerugian (91.111) - - - - (91.111)
Wesel ekspor
dan tagihan lainnya 58.203.861 25.775.854 19.157.311 13.270.696 - -
Cadangan kerugian (2.815.941) - - - - (2.815.941)
Efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual
kembali 26.719.301 20.808.718 5.381.172 529.411 - -
275
Page 279
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Likuiditas (lanjutan)
Analisa Aset dan Liabilitas Sesuai Sisa Jatuh Tempo Kontraktual (lanjutan)
Tabel di bawah ini menyajikan informasi mengenai pemetaan aset dan liabilitas keuangan dalam skala
waktu tertentu (maturity buckets) berdasarkan sisa jangka waktu sampai dengan jatuh tempo (remaining
maturity) pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 (lanjutan):
30 September 2023
Lebih dari Lebih dari Lainnya
Sampai 1 bulan 3 bulan yang tidak
dengan sampai dengan sampai dengan Lebih dari memiliki
Keterangan Total 1 bulan 3 bulan 1 tahun 1 tahun jatuh tempo
Aset (lanjutan)
Tagihan Derivatif 1.032.524 194.529 307.103 21.517 509.375 -
Kredit yang diberikan
Mikro 533.679.689 7.441.442 10.990.236 59.883.535 451.356.210 4.008.266
Ritel 439.188.957 19.406.389 19.480.691 156.927.385 242.673.513 700.979
Korporasi 211.813.561 15.191.399 6.694.259 39.372.236 150.555.667 -
Cadangan kerugian (83.135.504) - - - - (83.135.504)
Pinjaman syariah 13.151.937 11.239 35.275 10.486.794 2.618.629 -
Cadangan kerugian (1.350.802) - - - - (1.350.802)
Piutang pembiayaan 52.880.528 916.656 1.473.648 27.784.064 22.706.160 -
Cadangan kerugian (3.384.430) - - - - (3.384.430)
Tagihan akseptasi 9.056.055 1.013.321 2.370.758 5.671.976 - -
Cadangan kerugian (363.874) - - - - (363.874)
Penyertaan saham*) 1.679.028 - - - - 1.679.028
Cadangan kerugian (4.713) - - - - (4.713)
Aset lain-lain**) 32.397.109 1.762.096 1.453.187 2.386.975 4.733.144 22.061.707
1.751.921.441 411.225.045 74.402.697 341.079.037 987.951.749 (62.737.087)
Liabilitas
Liabilitas segera 16.559.080 - - - - 16.559.080
Simpanan nasabah
Giro 314.709.676 - - - - 314.709.676
Tabungan 506.425.583 - - - - 506.425.583
Deposito berjangka 469.151.155 124.260.501 162.751.265 180.460.764 1.678.625 -
Simpanan dari bank
lain dan lembaga
keuangan lainnya 11.088.742 8.026.772 63.700 2.998.270 - -
Efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali 15.211.647 3.430.278 2.591.557 1.101.849 8.087.963 -
Liabilitas derivatif 2.209.825 480.131 993.191 193.349 543.154 -
Liabilitas akseptasi 9.056.055 1.013.321 2.370.758 5.671.976 - -
Surat berharga yang
diterbitkan 44.903.295 200.000 2.052.688 20.655.247 21.995.360 -
Pinjaman yang diterima 85.273.339 25.303.744 8.933.024 24.629.069 26.407.502 -
Pinjaman dan surat
berharga subordinasi 496.430 - - - 496.430 -
Liabilitas lain-lain***) 21.955.048 3.027.302 225.320 4.892.967 9.012.453 4.797.006
1.497.039.875 165.742.049 179.981.503 240.603.491 68.221.487 842.491.345
Perbedaan Jatuh
Tempo 254.881.566 245.482.996 (105.578.806) 100.475.546 919.730.262 (905.228.432)
*) Penyertaan saham yang tidak memiliki pengaruh signifikan
**) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain dan pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah
***) Liabilitas lain-lain terdiri atas utang bunga, setoran jaminan, liabilitas kontrak investasi, utang koasuransi, reasuransi, liabilitas sewa, dana tabarru’ dan dana syirkah
temporer.
276
Page 280
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Likuiditas (lanjutan)
Analisa Aset dan Liabilitas Sesuai Sisa Jatuh Tempo Kontraktual (lanjutan)
Tabel di bawah ini menyajikan informasi mengenai pemetaan aset dan liabilitas keuangan dalam skala
waktu tertentu (maturity buckets) berdasarkan sisa jangka waktu sampai dengan jatuh tempo (remaining
maturity) pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 (lanjutan):
31 Desember 2022
Lebih dari Lebih dari Lainnya
Sampai 1 bulan 3 bulan yang tidak
dengan sampai dengan sampai dengan Lebih dari memiliki
Keterangan Total 1 bulan 3 bulan 1 tahun 1 tahun jatuh tempo
Aset
Kas 27.407.478 27.407.478 - - - -
Giro pada Bank
Indonesia 150.935.150 150.935.150 - - - -
Giro pada bank lain 21.488.434 21.488.434 - - - -
Cadangan kerugian (18.577) - - - - (18.577)
Penempatan pada Bank
Indonesia dan Lembaga
keuangan lain 70.401.901 67.806.648 554.458 2.040.795 - -
Cadangan kerugian (1.981) - - - - (1.981)
Efek-efek 330.324.818 180.858.473 6.743.221 18.893.624 123.829.500 -
Cadangan kerugian (82.835) - - - - (82.835)
Wesel ekspor
dan tagihan lainnya 39.067.375 11.843.924 14.829.717 12.393.734 - -
Cadangan kerugian (1.638.929) - - - - (1.638.929)
Efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual
kembali 51.014.678 44.525.866 4.678.302 1.810.510 - -
Tagihan Derivatif 911.405 222.094 82.911 78.715 527.685 -
Kredit yang diberikan
Mikro 502.967.076 6.013.367 11.184.966 60.345.250 425.423.493 -
Ritel 402.520.682 15.337.476 21.482.703 137.258.265 228.442.238 -
Korporasi 173.787.061 12.204.324 5.048.464 27.081.692 129.452.581 -
Cadangan kerugian (88.323.830) - - - - (88.323.830)
Pinjaman syariah 10.514.329 15.365 22.165 7.379.222 3.097.577 -
Cadangan kerugian (1.286.203) - - - - (1.286.203)
Piutang pembiayaan 49.287.917 7.085.480 1.873.852 24.774.175 15.554.410 -
Cadangan kerugian (3.477.948) - - - - (3.477.948)
Tagihan akseptasi 7.167.600 2.149.877 2.816.790 2.200.933 - -
Cadangan kerugian (136.536) - - - - (136.536)
Penyertaan saham*) 1.774.614 - - - - 1.774.614
Cadangan kerugian (8.192) - - - - (8.192)
Aset lain-lain**) 25.286.947 587.031 3.293.586 2.460.394 4.140.171 14.805.765
1.769.882.434 548.480.987 72.611.135 296.717.309 930.467.655 (78.394.652)
Liabilitas
Liabilitas segera 24.910.579 - - - - 24.910.579
Simpanan nasabah
Giro 349.755.590 349.755.590 - - - -
Tabungan 522.647.920 522.647.920 - - - -
Deposito berjangka 435.480.503 157.614.528 136.820.206 138.687.411 2.358.358 -
Simpanan dari bank
lain dan lembaga
keuangan lainnya 9.334.547 5.778.567 2.539.965 1.016.015 - -
Efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali 9.997.592 508.193 3.687.552 1.710.879 4.090.968 -
Liabilitas derivatif 783.921 163.536 82.129 28.035 510.221 -
*) Penyertaan saham yang tidak memiliki pengaruh signifikan
**) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain dan pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah
***) Liabilitas lain-lain terdiri atas utang bunga, setoran jaminan, liabilitas kontrak investasi, utang koasuransi, reasuransi, liabilitas sewa, dana tabarru’ dan dana syirkah
temporer
277
Page 281
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Likuiditas (lanjutan)
Analisa Aset dan Liabilitas Sesuai Sisa Jatuh Tempo Kontraktual (lanjutan)
Tabel di bawah ini menyajikan informasi mengenai pemetaan aset dan liabilitas keuangan dalam skala
waktu tertentu (maturity buckets) berdasarkan sisa jangka waktu sampai dengan jatuh tempo (remaining
maturity) pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 (lanjutan):
31 Desember 2022
Lebih dari Lebih dari Lainnya
Sampai 1 bulan 3 bulan yang tidak
dengan sampai dengan sampai dengan Lebih dari memiliki
Keterangan Total 1 bulan 3 bulan 1 tahun 1 tahun jatuh tempo
Liabilitas (lanjutan)
Liabilitas akseptasi 7.167.600 2.149.877 2.816.790 2.200.933 - -
Surat berharga yang
diterbitkan 63.611.761 1.836.939 650.000 17.565.933 43.558.889 -
Pinjaman yang diterima 79.371.200 22.275.713 18.581.962 8.717.512 29.796.013 -
Pinjaman dan surat
berharga subordinasi 501.988 - - 499.614 2.374 -
Liabilitas lain-lain***) 13.285.936 1.133.947 2.187.168 4.448.482 4.674.026 842.313
1.516.849.137 1.063.864.810 167.365.772 174.874.814 84.990.849 25.752.892
Perbedaan Jatuh
Tempo 253.033.297 (515.383.823) (94.754.637) 121.842.495 845.476.806 (104.147.544)
*) Penyertaan saham yang tidak memiliki pengaruh signifikan
**) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain dan pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah
***) Liabilitas lain-lain terdiri atas utang bunga, setoran jaminan, liabilitas kontrak investasi, utang koasuransi, reasuransi, liabilitas sewa, dana tabarru’ dan dana syirkah
temporer
Manajemen Risiko Pasar
Risiko pasar timbul karena pergerakan faktor pasar yang meliputi suku bunga dan nilai tukar yang
berlawanan dengan posisi yang dimiliki BRI, baik posisi yang ada di laporan posisi keuangan maupun
rekening administratif. Posisi tersebut merupakan posisi yang ada dalam trading book dan banking book.
BRI telah mengimplementasikan sistem aplikasi treasury dan risiko pasar yang merupakan suatu sistem
yang terintegrasi, yang digunakan oleh fungsi front office, middle office dan back office. Middle Office
dapat melakukan pengukuran risiko pasar menggunakan model internal (Value-at-Risk) yang terintegrasi
dengan proses transaksi harian. Selain melakukan monitoring eksposur risiko instrumen, Middle Office
juga melakukan monitoring limit risiko pasar.
1. Value-at-Risk (VaR): Tujuan Penggunaan Metode dan Keterbatasannya
BRI menggunakan pendekatan model internal untuk mengukur potensi kerugian VaR akibat
perubahan harga pasar dari portofolio trading berdasarkan pada data historis. Potensi kerugian VaR
dari risiko pasar diukur dengan menggunakan asumsi perubahan faktor risiko mengikuti pola
distribusi normal. BRI menggunakan VaR untuk menghitung risiko nilai tukar untuk posisi trading dan
banking book serta menghitung risiko suku bunga untuk posisi trading book.
278
Page 282
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Pasar (lanjutan)
2. Asumsi Value-at-Risk (VaR)
Potensi kerugian VaR dihitung berdasarkan nilai estimasi dengan menggunakan tingkat kepercayaan
(confidence level) di 99% dan posisi risiko pasar yang tidak berubah dalam 1 (satu) hari (holding
period). Hal ini menunjukkan potensi kerugian yang dapat melebihi nilai VaR dalam kondisi pasar
normal, rata-rata dapat terjadi satu kali dalam seratus hari. Metode yang digunakan dalam
pengukuran VaR adalah metode Historical VaR.
Tabel di bawah ini menyajikan informasi mengenai nilai VaR dari 1 Januari 2023 sampai dengan
30 September 2023 dan 1 Januari 2022 sampai dengan 31 Desember 2022:
30 September 2023
Nilai Tukar*) Suku Bunga
Rata-rata Harian 32.590,21 217.986,43
Tertinggi 67.411,01 333.276,04
Terendah 113,78 120.292,93
31 Desember 2022
Nilai Tukar*) Suku Bunga
Rata-rata Harian 19.040,59 71.324,38
Tertinggi 184.176,64 150.840,24
Terendah 121,14 28.410,52
*) Termasuk trading dan banking book.
3. Back Testing
Tujuan dilaksanakannya back testing yaitu untuk memastikan bahwa hasil perhitungan internal model
untuk risiko suku bunga dan risiko nilai tukar telah sesuai. Ketika melakukan back testing, BRI
membandingkan antara estimasi VaR harian dengan realisasi perubahan harga.
Berdasarkan prosedur back testing untuk risiko nilai tukar dan risiko tingkat suku bunga, hasil
kerugian sebenarnya sepanjang tahun telah sesuai secara signifikan dengan VaR forecast model.
4. Risiko Pasar di luar Trading Book
a. Risiko Tingkat Suku Bunga
Instrumen keuangan yang berbasis suku bunga memiliki risiko karena terdapat potensi
perubahan suku bunga yang akan berdampak pada arus kas di masa depan.
BRI telah mengembangkan metodologi pengukuran dampak pengaruh pergerakan suku bunga
dalam banking book melalui Interest Rate Risk in The Banking Book sesuai SEOJK
No. 12/SEOJK.03/2018 tanggal 21 Agustus 2018. Posisi September 2023, secara individu BRI
mempunyai nilai delta EVE (Economic Value of Equity) sebesar 6,56% (perbandingan terhadap
modal Tier 1). Delta EVE BRI di bawah RAS BRI (7,43%) dan di bawah batas regulator (15,00%).
Secara konsolidasi, BRI mempunyai nilai delta EVE (Economic Value of Equity) sebesar 6,35%
(perbandingan terhadap modal Tier 1).
Direksi bertanggung jawab dalam menetapkan, mengelola, serta mengendalikan tingkat suku
bunga dengan menimbang risk appetite bank dan target pencapaian kinerja keuangan. Review
atas penetapan suku bunga dilakukan minimal satu kali dalam satu bulan dalam forum Asset and
Liability Committee (ALCO).
279
Page 283
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Pasar (lanjutan)
4. Risiko Pasar di luar Trading Book (lanjutan)
a. Risiko Tingkat Suku Bunga (lanjutan)
Tabel di bawah ini menyajikan informasi mengenai tingkat suku bunga rata-rata untuk posisi aset
dan liabilitas keuangan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September
2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022:
Rupiah (%)
30 September 2023 31 Desember 2022
Aset
Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain 5,45 5,21
Efek-efek 6,86 6,82
Kredit yang diberikan 11,84 11,37
Piutang pembiayaan 17,17 17,40
Liabilitas
Simpanan nasabah
Giro 2,53 2,07
Tabungan 0,25 0,22
Deposito berjangka 4,53 3,06
Simpanan dari bank lain
dan lembaga keuangan lain 1,58 1,89
Pinjaman yang diterima 0,02 0,02
Pinjaman dan surat berharga subordinasi 4,38 2,15
Surat berharga yang diterbitkan 6,19 5,69
Valas (%)
30 September 2023 31 Desember 2022
Aset
Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain 2,68 3,75
Efek-efek 3,61 3,50
Kredit yang diberikan 4,92 4,28
Piutang pembiayaan 6,53 6,29
Liabilitas
Simpanan nasabah
Giro 2,23 0,61
Tabungan 0,20 0,12
Deposito berjangka 2,96 0,93
Simpanan dari bank lain
dan lembaga keuangan lain 1,35 1,80
Pinjaman yang diterima 1,15 3,07
Surat berharga yang diterbitkan 3,95 4,29
280
Page 284
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Pasar (lanjutan)
4. Risiko Pasar di luar Trading Book (lanjutan)
a. Risiko Tingkat Suku Bunga (lanjutan)
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan sensitivitas pendapatan bunga - neto Bank BRI untuk satu
tahun ke depan terhadap pergerakan suku bunga dari portofolio aset dan liabilitas yang memiliki
suku bunga pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 (Bank BRI saja)
yaitu:
Peningkatan Penurunan
400 bps 400 bps
30 September 2023 (15.822.557) 14.762.171
31 Desember 2022 (13.192.513) 12.121.776
Tabel berikut menunjukkan sensitivitas terhadap kemungkinan perubahan dalam tingkat suku
bunga untuk banking book dengan semua variabel lain yang dimiliki adalah konstan terhadap
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain BRI.
30 September 2023
Dampak Terhadap
Perubahan Laba Rugi dan Penghasilan
Persentase Komprehensif Lain
+/- 1 % +/- 1.706.328
31 Desember 2022
Dampak Terhadap
Perubahan Laba Rugi dan Penghasilan
Persentase Komprehensif Lain
+/- 1 % +/- 1.144.881
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan eksposur aset dan liabilitas keuangan terhadap risiko tingkat
suku bunga (gross):
30 September 2023
Suku bunga mengambang
Lebih dari
Tidak lebih 3 bulan tidak Lebih Tidak
dari lebih dari dari Suku bunga dikenakan
Keterangan 3 bulan 1 tahun 1 tahun tetap bunga Total
Aset
Kas 24.132.475 - - - - 24.132.475
Giro pada Bank
Indonesia 92.082.962 - - - - 92.082.962
Giro pada Bank lain 20.444.250 - - - - 20.444.250
Penempatan pada Bank
Indonesia dan
lembaga keuangan
lain 18.113.772 1.314.675 - - - 19.428.447
Efek-efek
Nilai wajar melalui
laba rugi - - - 21.771.848 - 21.771.848
Nilai wajar melalui
penghasilan
komprehensif lain - - - 139.138.784 - 139.138.784
Biaya perolehan
diamortisasi - - - 146.307.192 - 146.307.192
Wesel ekspor dan
tagihan lainnya 58.203.861 - - - - 58.203.861
281
Page 285
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Pasar (lanjutan)
4. Risiko Pasar di luar Trading Book (lanjutan)
a. Risiko Tingkat Suku Bunga (lanjutan)
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan eksposur aset dan liabilitas keuangan terhadap risiko tingkat
suku bunga (gross) (lanjutan):
30 September 2023
Suku bunga mengambang
Lebih dari
Tidak lebih 3 bulan tidak Lebih Tidak
dari lebih dari dari Suku bunga dikenakan
Keterangan 3 bulan 1 tahun 1 tahun tetap bunga Total
Aset (lanjutan)
Efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual
kembali 26.189.890 529.411 - - - 26.719.301
Tagihan derivatif - - - - 1.032.524 1.032.524
Kredit yang diberikan
Mikro 387.966 2.305.134 45.736.867 481.241.456 4.008.266 533.679.689
Ritel 38.405.365 110.725.451 168.612.259 120.744.903 700.979 439.188.957
Korporasi 21.870.301 39.387.592 150.555.668 - - 211.813.561
Pinjaman syariah - - - 13.151.937 - 13.151.937
Piutang pembiayaan 16.705 23.259 3.751 52.836.813 - 52.880.528
Tagihan akseptasi 9.056.055 - - - - 9.056.055
Penyertaan saham*) - - - - 1.679.028 1.679.028
Aset lain-lain**) 3.684.387 - - 1.622.750 27.089.972 32.397.109
312.587.989 154.285.522 364.908.545 976.815.683 34.510.769 1.843.108.508
Liabilitas
Liabilitas segera - - - - 16.559.080 16.559.080
Simpanan nasabah
Giro 214.294.599 - - 100.415.077 - 314.709.676
Tabungan 162.205.332 - - 344.220.251 - 506.425.583
Deposito berjangka 146.220.414 - - 322.930.741 - 469.151.155
Simpanan dari bank
lain dan lembaga
keuangan lainnya 8.090.472 2.998.270 - - - 11.088.742
Efek-efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali 6.021.835 1.101.849 8.087.963 - - 15.211.647
Liabilitas derivatif - - - - 2.209.825 2.209.825
Liabilitas akseptasi 9.056.055 - - - - 9.056.055
Surat berharga yang
Diterbitkan - - - 44.903.295 - 44.903.295
Pinjaman yang diterima 34.236.768 24.629.069 26.407.502 - - 85.273.339
Pinjaman dan surat
berharga subordinasi - - - 496.430 - 496.430
Liabilitas lain-lain***) - - - - 21.955.048 21.955.048
580.125.475 28.729.188 34.495.465 812.965.794 40.723.953 1.497.039.875
Perbedaan (gap)
repricing suku
bunga antara aset
dan liabilitas
keuangan (267.537.486) 125.556.334 330.413.080 163.849.889 (6.213.184) 346.068.633
*) Penyertaan saham yang tidak memiliki pengaruh signifikan
**) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain dan pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah
***) Liabilitas lain-lain terdiri atas utang bunga, setoran jaminan, liabilitas kontrak investasi, utang koasuransi, reasuransi, liabilitas sewa, dana tabarru’ dan dana syirkah
temporer
282
Page 286
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Pasar (lanjutan)
4. Risiko Pasar di luar Trading Book (lanjutan)
a. Risiko Tingkat Suku Bunga (lanjutan)
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan eksposur aset dan liabilitas keuangan terhadap risiko tingkat
suku bunga (gross) (lanjutan):
31 Desember 2022
Suku bunga mengambang
Lebih dari
Tidak lebih 3 bulan tidak Lebih Tidak
dari lebih dari dari Suku bunga dikenakan
Keterangan 3 bulan 1 tahun 1 tahun tetap bunga Total
Aset
Kas 27.407.478 - - - - 27.407.478
Giro pada Bank
Indonesia 150.935.150 - - - - 150.935.150
Giro pada Bank lain 21.488.434 - - - - 21.488.434
Penempatan pada Bank
Indonesia dan
lembaga keuangan
lain 68.361.106 2.040.795 - - - 70.401.901
Efek-efek
Nilai wajar melalui
laba rugi - - - 21.115.873 - 21.115.873
Nilai wajar melalui
penghasilan
komprehensif lain - - - 150.802.567 - 150.802.567
Biaya perolehan
di amortisasi - - - 158.406.378 - 158.406.378
Wesel ekspor dan
tagihan lainnya 26.673.641 12.393.734 - - - 39.067.375
Efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual
kembali 49.204.168 1.810.510 - - - 51.014.678
Tagihan derivatif - - - - 911.405 911.405
Kredit yang diberikan
Mikro 529.458 2.247.924 45.408.082 454.781.612 - 502.967.076
Ritel 36.034.322 93.739.042 118.254.236 154.493.082 - 402.520.682
Korporasi 17.544.255 26.756.901 129.485.905 - - 173.787.061
Pinjaman Syariah - - - 10.514.329 - 10.514.329
Piutang pembiayaan 17.764 48.051 58.501 49.163.601 - 49.287.917
Tagihan akseptasi 4.966.667 2.200.933 - - - 7.167.600
Penyertaan saham*) - - - - 1.774.614 1.774.614
Aset lain-lain**) 2.202.856 - - - 23.084.090 25.286.946
405.365.299 141.237.890 293.206.724 999.277.442 25.770.109 1.864.857.464
*) Penyertaan saham yang tidak memiliki pengaruh signifikan
**) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain dan pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah
***) Liabilitas lain-lain terdiri atas utang bunga, setoran jaminan, liabilitas kontrak investasi, utang koasuransi, reasuransi dan diklasifikasi siap untuk dijual, dana tabarru’ dan
dana syirkah temporer
283
Page 287
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Pasar (lanjutan)
4. Risiko Pasar di luar Trading Book (lanjutan)
a. Risiko Tingkat Suku Bunga (lanjutan)
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan eksposur aset dan liabilitas keuangan terhadap risiko tingkat
suku bunga (gross) (lanjutan):
31 Desember 2022
Suku bunga mengambang
Lebih dari
Tidak lebih 3 bulan tidak Lebih Tidak
dari lebih dari dari Suku bunga dikenakan
Keterangan 3 bulan 1 tahun 1 tahun tetap bunga Total
Liabilitas
Liabilitas segera - - - - 24.910.579 24.910.579
Simpanan nasabah
Giro 250.015.590 - - 99.740.000 - 349.755.590
Tabungan 202.651.752 - - 319.996.168 - 522.647.920
Deposito berjangka 41.032.273 121.411.897 1.945.786 271.090.547 - 435.480.503
Simpanan dari bank
lain dan lembaga
keuangan lainnya 8.318.532 1.016.015 - - - 9.334.547
Efek-efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali 4.195.745 1.710.879 4.090.968 - - 9.997.592
Liabilitas derivatif - - - - 783.921 783.921
Liabilitas akseptasi 4.966.667 2.200.933 - - - 7.167.600
Surat berharga yang
Diterbitkan - - - 63.611.761 - 63.611.761
Pinjaman yang diterima 40.857.675 8.717.512 29.796.013 - - 79.371.200
Pinjaman dan surat
berharga subordinasi - - - 501.988 - 501.988
Liabilitas lain-lain***) - - - - 13.285.936 13.285.936
552.038.234 135.057.236 35.832.767 754.940.464 38.980.436 1.516.849.137
Perbedaan (gap)
repricing suku
bunga antara aset
dan liabilitas
keuangan (146.672.935) 6.180.654 257.373.957 244.336.978 (13.210.327) 348.008.327
*) Penyertaan saham yang tidak memiliki pengaruh signifikan
**) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain dan pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah
***) Liabilitas lain-lain terdiri atas utang bunga, setoran jaminan, liabilitas kontrak investasi, utang koasuransi, reasuransi dan diklasifikasi siap untuk dijual, dana Tabarru’ dan
dana Syirkah temporer
284
Page 288
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Pasar (lanjutan)
4. Risiko Pasar di luar Trading Book (lanjutan)
b. Risiko Nilai Tukar
Risiko nilai tukar merupakan risiko yang timbul karena adanya fluktuasi nilai tukar terhadap
Rupiah dari posisi valuta asing yang dimiliki BRI. Termasuk dalam posisi valuta asing tersebut
yaitu posisi trading book yang dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan transaksi
valuta asing dalam jangka pendek maupun posisi banking book dalam rangka pengendalian PDN
(Posisi Devisa Neto).
Menurut ketentuan Bank Indonesia berdasarkan PBI No. 17/5/PBI/2015 tanggal 29 Mei 2015
mengenai Perubahan Keempat atas PBI No. 5/13/PBI/2003 tentang Posisi Devisa Neto Bank
Umum tanggal 1 Juli 2010, PDN ditetapkan maksimum sebesar 20% modal.
PDN adalah penjumlahan dari nilai absolut untuk jumlah dari selisih bersih aset dan liabilitas
dalam laporan posisi keuangan untuk setiap mata uang asing dengan selisih bersih tagihan dan
liabilitas komitmen dan kontinjensi dalam rekening administratif untuk setiap mata uang asing
yang semuanya dinyatakan dalam Rupiah.
Berikut adalah PDN (BRI saja) masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31
Desember 2022, per mata uang, sebagai berikut:
30 September 2023
Mata Uang Aset Liabilitas PDN
Laporan Posisi Keuangan dan
Rekening Administratif
Dolar Amerika Serikat 336.510.491 333.554.754 2.955.738
Dolar Kanada 31.198 29.531 1.667
Renminbi 956.070 949.928 6.142
Yen Jepang 4.149.661 3.835.480 314.181
Dolar Singapura 4.399.097 4.435.337 36.240
Euro Eropa 12.804.191 12.779.106 25.084
Dolar Australia 458.870 452.778 6.092
Pound Sterling Inggris 915.713 596.492 319.221
Lain-lain 933.257 605.662 327.595
3.991.961
Modal (Catatan 48a) 246.596.078
Rasio PDN 1,62%
31 Desember 2022
Mata Uang Aset Liabilitas PDN
Laporan Posisi Keuangan dan
Rekening Administratif
Dolar Amerika Serikat 286.822.033 285.848.495 973.538
Dolar Kanada 41.197 80.446 39.249
Renminbi 858.626 801.073 57.553
Yen Jepang 1.318.247 1.267.972 50.275
Dolar Singapura 3.805.263 4.180.177 374.914
Euro Eropa 2.934.476 2.815.341 119.135
Dolar Australia 410.625 341.148 69.477
Pound Sterling Inggris 439.996 316.310 123.686
Lain-lain 790.615 507.540 283.075
2.090.902
Modal (Catatan 48a) 245.292.175
Rasio PDN 0,85%
285
Page 289
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Operasional
Penerapan Manajemen Risiko Operasional dilakukan dengan berpedoman pada
POJK No. 18/POJK.03/2016 tanggal 22 Maret 2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank
Umum. Penerapan manajemen risiko mencakup pilar Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi,
Kecukupan kebijakan, prosedur dan penetapan limit, Kecukupan proses identifikasi, pengukuran,
pemantauan dan pengendalian risiko serta sistem informasi manajemen risiko, dan Sistem pengendalian
internal.
Penerapan Manajemen Risiko Operasional dimaksudkan untuk mengelola eksposur risiko operasional
yang disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal yang dapat mengganggu aktivitas bisnis dan
operasional, seperti faktor ketidakcukupan sumber daya manusia, proses internal, kegagalan sistem
teknologi informasi, bencana alam dan kejahatan pihak eksternal terhadap bank yang berpotensi
menimbulkan kerugian finansial maupun non finansial bagi bank. Pengelolaan terhadap eksposur risiko
operasional di BRI mencakup pengelolaan terhadap eksposur risiko hukum, reputasi, kepatuhan dan
stratejik yang terdapat pada setiap proses bisnis dan aktivitas operasional.
Setiap unit kerja operasional BRI bertanggung jawab atas penerapan proses manajemen risiko melalui
sistem pengendalian internal dalam aktivitas operasional dan bisnis di masing-masing unit kerja. Hal
tersebut dilakukan mulai dari tahap identifikasi, pengukuran, pemantauan hingga pengendalian risiko.
Untuk mengkoordinasikan dan memastikan bahwa penerapan proses manajemen risiko dilaksanakan
sesuai ketentuan, maka Direksi BRI menetapkan fungsi manajemen risiko pada setiap unit kerja mulai
dari level Kantor Pusat (Divisi/Desk), Regional Office, Kantor Cabang Khusus, Kantor Cabang, Kantor
Cabang Pembantu, BRI Unit, Kantor Kas, Sentra Layanan BRI Prioritas dan Unit Kerja Luar Negeri
(UKLN).
Satuan Kerja Manajemen Risiko Operasional (SKMRO) bertugas dan bertanggung jawab dalam
penyusunan pedoman penerapan manajemen risiko operasional, pengembangan dan implementasi
kebijakan/prosedur dan metodologi, pengawasan, pengkajian, serta pemantauan proses manajemen
risiko operasional. Di samping itu, SKMRO juga berperan dalam penyusunan dan pemantauan profil
risiko BRI, penilaian kecukupan pengelolaan risiko dari suatu produk bank baru, serta mendukung unit
kerja operasional/risk owner dalam mengembangkan budaya sadar risiko, penerapan strategi anti fraud,
dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip manajemen risiko. Pembahasan pengelolaan dan perbaikan
kontrol atas risiko operasional dilaksanakan dalam Risk Management Committee (RMC) setiap bulanan
bersama dengan SKMR dan Divisi/Desk lainnya.
Audit Intern selaku third line of model yang meliputi Audit Intern Kantor Pusat dan Audit Intern Wilayah
BRI seluruh Indonesia bertugas melakukan pemantauan dan validasi atas kecukupan dan efektivitas
pengendalian internal di BRI secara bankwide.
Penerapan manajemen risiko operasional BRI difasilitasi melalui perangkat manajemen risiko
operasional berupa BRI Operational Risk Assessor (BRI OPRA) yang mencakup modul Risk and Control
Self Assessment (RCSA), Indikator Risiko Utama (IRU)/Key Risk Indicator (KRI), Manajemen Insiden
(MI)/Loss Even Database (LED), Forum MR dan Maturitas. Kebijakan Perangkat Manajemen Risiko
Operasional telah dikinikan dalam Surat Edaran No. S.17-DIR/MOP/03/2020 tanggal 6 Maret 2020.
Upaya pemahaman manajemen risiko difokuskan pada peningkatan budaya sadar risiko. Hal ini
dilakukan melalui sosialisasi/pelatihan manajemen risiko yang terus dilakukan kepada seluruh pekerja
BRI dan peningkatan kualitas pengendalian risiko pada setiap aktivitas operasional.
286
Page 290
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Operasional (lanjutan)
1. Risk Control and Self Assessment (RCSA)
RCSA merupakan perangkat manajemen risiko yang bersifat kualitatif dan prediktif yang digunakan
untuk mengidentifikasi dan mengukur risiko berdasarkan dimensi dampak (impact) dan kemungkinan
kejadian (likelihood), RCSA di BRI telah diterapkan di Divisi/Desk Kantor Pusat BRI, Regional Office,
Kantor Cabang Khusus, UKLN, Audit Intern Wilayah, Regional Campus, Kantor Cabang yang juga
mewakili BRI Unit, Kantor Cabang Pembantu dan Sentra Layanan BRI Prioritas.
RCSA ditujukan untuk membantu unit kerja dalam mengidentifikasi dan mengukur secara independen
risiko operasional pada setiap aktivitas operasional dan bisnis, termasuk melakukan pemantauan dan
penentuan langkah-langkah perbaikan/rencana tindak lanjut ke depan.
Pengkinian risk issue pada RCSA dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan bisnis BRI
yang meliputi implementasi produk dan atau aktivitas baru, segmen pasar baru dan persaingan
bisnis, perubahan ketentuan internal/eksternal, dan perubahan lainnya yang mempengaruhi
eksposur risiko BRI. Penilaian dimaksud dilakukan antara lain dengan mempertimbangkan data
Manajemen Insiden (MI)/Loss Event Database (LED), Indikator Risiko Utama (IRU)/Key Risk
Indicator (KRI) dan Laporan Hasil Audit (LHA). RCSA dilaksanakan secara periodik setiap semester,
dan frekuensinya akan ditingkatkan apabila terjadi perubahan eksposur risiko yang signifikan.
2. Manajemen Insiden (MI) dan Loss Event Database (LED)
Manajemen Insiden (MI) merupakan Loss Event Database (LED) BRI yang mencakup proses
pencatatan data kejadian kerugian yang dilakukan untuk setiap jenis kerugian non finansial maupun
finansial yang meliputi actual loss dan potential loss termasuk langkah-langkah perbaikan dan
penanganan insiden yang dilakukan.
Berdasarkan data kejadian kerugian pada modul MI, dapat dilakukan analisa kejadian kerugian
berdasarkan penyebab, aktivitas fungsional, kategori kejadian (event type) dan lini bisnis BRI. Sistem
informasi tersebut dapat digunakan untuk menentukan langkah-langkah preventif pengendalian risiko
berbasiskan pendokumentasian proses penanganan/penyelesaian insiden baik dari sisi non finansial,
kerugian finansial dan recovery kerugian maupun proses litigasi.
Dalam rangka perhitungan beban modal dan ATMR Operasional, BRI menggunakan metode Basic
Indicator Approach (BIA) yang mulai diterapkan sejak 2010 sesuai dengan ketentuan regulator.
Namun demikian, BRI telah melakukan persiapan penerapan Pengukuran Modal Minimum Risiko
Operasional (MMRO) Pendekatan Standar yang berpedoman pada Basel III Framework. Ketentuan
ATMR Risiko Operasional dengan pendekatan standar diatur melalui Surat Edaran Direksi
No. SE.66-DIR/MPE/12/2022 Buku 2 tentang Perhitungan ATMR Operasional.
3. Key Risk Indicator (KRI)
KRI adalah perangkat Manajemen Risiko yang berupa indikator kuantitatif yang dapat memberikan
informasi secara dini terhadap peningkatan atau penurunan risiko dan atau penurunan efektivitas
control terhadap batasan-batasan (threshold) yang telah ditentukan. KRI dapat bersifat leading
maupun lagging. Pemantauan risiko melalui KRI bertujuan untuk menentukan rencana tindak lanjut
terkait pengendalian risiko sehingga dapat mencegah atau meminimalisir dampak kerugian.
287
Page 291
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Operasional (lanjutan)
3. Key Risk Indicator (KRI) (lanjutan)
BRI telah melakukan identifikasi terhadap indikator-indikator risiko utama untuk semua jenis risiko
dan menetapkan batasan atau limit risiko yang mencerminkan kondisi dan risiko yang dapat diterima
(risk appetite) BRI. Identifikasi indikator risiko utama dan penetapan batasan (threshold) KRI
dilakukan dengan menggunakan best judgement dengan mempertimbangkan eksposur risiko dan
risk appetite BRI. Penentuan threshold melibatkan Audit Internal, Risk Owner dan Unit Kerja terkait
lainnya. Indikator Risiko Utama BRI antara lain tercermin dalam Laporan Profil Risiko Bankwide dan
Profil Risiko Regional Office yang di-monitor secara rutin dan dilaporkan kepada pihak manajemen
setiap bulan.
4. Forum Manajemen Risiko (Forum MR)
Forum Manajemen Risiko (Forum MR) adalah wadah atau forum pertemuan antara pemimpin unit
kerja operasional dengan pejabat setingkat dibawahnya, pekerja atau jajarannya untuk membahas
permasalahan-permasalahan (risiko) yang melekat pada aktivitas bisnis atau operasional yang
menjadi kendala dalam rangka mencapai target bisnis atau kinerja yang ditetapkan. Pelaksanaan
Forum Manajemen Risiko di masing-masing unit kerja BRI diharapkan menjadi salah satu pendukung
dan pendorong untuk menumbuhkembangkan budaya sadar risiko di BRI. Implementasi Forum MR
di level Regional dilaksanakan dalam bentuk Forum Governance, Risk, and Compliance (GRC), yang
dihadiri oleh anggota tetap yaitu Regional CEO, Regional Risk Management Head, Regional Chief
Audit.
5. Maturitas
Maturitas merupakan proses self assessment terhadap tingkat kemapanan penerapan manajemen
risiko di setiap unit kerja BRI yang dilakukan setiap akhir tahun oleh masing-masing pimpinan unit
kerja BRI terhadap parameter-parameter tertentu. Dengan melakukan penilaian maturitas diharapkan
masing-masing unit kerja dapat mengevaluasi penerapan manajemen risiko yang telah dilakukan
sehingga lebih baik ke depan.
6. Business Continuity Management (BCM)
Potensi gangguan/bencana baik yang disebabkan antara lain oleh alam, manusia dan teknologi
merupakan ancaman bagi kelangsungan usaha BRI, dimana BRI memiliki unit kerja operasional yang
tersebar di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, Direksi BRI memandang perlu untuk mengembangkan
dan menerapkan suatu Kebijakan Business Continuity Management (BCM) guna melindungi
keamanan dan keselamatan jiwa pekerja, melindungi keselamatan jiwa nasabah dan stakeholders
lainnya yang berada di lingkungan unit kerja operasional BRI (Rencana Penanggulangan Bencana),
serta mempertahankan kelangsungan aktivitas-aktivitas bisnis/operasional terpenting, menjaga aset
BRI dan memiliki respon yang memadai dalam situasi gangguan/bencana (Rencana Kelangsungan
Usaha). Kebijakan BCM diatur melalui Surat Edaran No.58-DIR/ORD/11/2022 Buku 3 tentang BCM
dan Standar Operasional Prosedur No.SO.05-ORD/05/2023 tentang Pengelolaan Kelangsungan
Usaha.
Implementasi BCM BRI mencakup seluruh unit kerja BRI yang antara lain dilakukan melalui
pembentukan Tim Manajemen Krisis, penyusunan Call Tree dan penetapan alternate sites. Unit kerja
BRI juga telah melakukan Penilaian Risiko Ancaman dan Bencana (PRAB) yang bertujuan untuk
mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan dalam rangka persiapan menghadapi
ancaman/bencana di masing-masing unit kerja. Sebagai salah satu implementasi BCM BRI telah
memiliki pedoman Emergency Response Plan (ER Plan) dan kebijakan Business Continuity Plan (BC
Plan) untuk Unit Kerja Kritikal. Untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut dapat digunakan saat
terjadi gangguan/bencana maka pelaksanaan uji coba ER Plan dan BC Plan dilaksanakan setiap
tahun dan diprioritaskan pada unit kerja yang rawan bencana.
288
Page 292
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Manajemen Risiko Operasional (lanjutan)
6. Business Continuity Management (BCM) (lanjutan)
Kesiapan organisasi BRI untuk memastikan pelaksanaan prosedur kelangsungan usaha sudah teruji
dengan baik pada kejadian-kejadian bencana yang dialami oleh beberapa Unit Kerja BRI. Ketentuan
mengenai tanggap darurat bencana di tempat kerja dirumuskan melalui Surat Edaran
No. 58-/DIR/ORD/11/2022 Buku 4 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(SMK3).
7. Penilaian Kecukupan Pengelolaan Risiko Produk Bank Baru (PBB)
Dalam rangka mengefektifkan pengeloaan risiko produk bank, maka setiap rencana penerbitan
produk bank baru (PBB) di BRI, dilakukan proses manajemen risiko yang meliputi penilaian risiko
oleh product owner terhadap setiap jenis risiko yang mungkin timbul dari penerbitan PBB, termasuk
penetapan kontrol dan pengendalian yang ditujukan untuk memitigasi risiko yang dimaksud.
Selanjutnya, SKMR yang dikoordinasikan oleh SKMRO melakukan penilaian kecukupan
pengelolaan risiko PBB dan merekomendasikan hasil penilaian yang dimaksud untuk mendapatkan
persetujuan Direktur Bidang Manajemen Risiko BRI. Kebijakan PBB diatur dalam Surat Edaran No.
58-/DIR/ORD/11/2022 Buku 6 tentang Pengelolan Risiko Penyelenggaraan Produk.
8. Penerapan Strategi Anti Fraud BRI
Semua kegiatan usaha Bank dapat terpapar risiko operasional salah satunya fraud. Untuk
meminimalkan dampak kerugian akibat fraud maka BRI menerapkan strategi Anti Fraud yang
merupakan wujud komitmen BRI untuk tidak memberikan toleransi (zero tolerance) atas fraud melalui
sistem pengendalian fraud yang efektif dan berkesinambungan. Penerapan strategi Anti Fraud di BRI
didukung dengan peningkatan kapabilitas deteksi fraud melalui pengembangan Fraud Detection
System, serta peningkatan kompetensi dan awareness dari Pekerja BRI untuk mencegah,
mendeteksi dan menangani fraud sebagai bagian dari pencegahan dan meminimalisir kerugian bank
dan/atau nasabah. Sebagai bentuk komitmen seluruh Insan BRILian dalam mencegah fraud maka
Jajaran Direksi dan Komisaris, serta jajaran Manajemen dan seluruh Pekerja BRI secara berkala
menandatangani Komitmen Anti Fraud sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran No. SE.58-
DIR/ORD/11/2022 Buku 5 tentang Strategi Anti Fraud.
Perkembangan Pemulihan Ekonomi Terkini
Perekonomian global masih diliputi ketidakpastian dan cenderung mengalami tekanan ke bawah sampai
kuartal III 2023. Proyeksi Lembaga internasional, seperti: International Monetary Fund (IMF), World Bank,
dan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) menunjukkan bahwa
pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 akan lebih rendah dibandingkan tahun lalu.
Hingga September 2023, paling tidak terdapat empat indikator yang mencerminkan laju perlambatan
ekonomi global, yaitu: 1) Pergerakan Purchasing Manager Index (PMI) yang melambat sejak Mei 2023,
khususnya PMI manufaktur yang berada dalam zona kontraktif, 2) Penurunan laju ekspor berbagai negara
utama seperti China dan AS, yang mengimplikasikan penurunan permintaan dunia, 3) Penurunan
lowongan kerja aktif pada berbagai negara, yang mengimplikasikan penurunan aktivitas produksi, dan 4)
Laju penurunan Leading Economic Indicator (LEI) di negara utama di dunia. Dari keempat faktor tersebut,
penurunan LEI menjadi salah satu indikator utama yang menunjukkan bahwa laju perekonomian global ke
depan akan semakin melambat.
Laju penurunan LEI pada berbagai negara disebabkan oleh adanya downside risk pemulihan ekonomi
global karena masih tingginya suku bunga acuan sebagian besar bank sentral, sejalan dengan masih
tingginya inflasi (terutama pada negara maju). Ada beberapa tantangan yang perlu disikapi hati-hati dan
diwaspadai ke depan. Pertama, tren inflasi global yang secara historis masih cukup tinggi. Hal itu
disebabkan oleh laju peningkatan harga energi global, khususnya minyak mentah karena pemotongan
produksi minyak oleh OPEC. Selain itu, perlu diwaspadai peningkatan pada inflasi bahan pangan akibat
kemungkinan gangguan El-Nino.
289
Page 293
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Perkembangan Pemulihan Ekonomi Terkini (lanjutan)
Kedua, kondisi geopolitik yang tidak pasti, di mana belum berakhirnya perang Rusia-Ukraina, ketegangan
di Timur Tengah dan ketegangan geopolitik antara AS dan China yang masih volatil yang dapat memicu
kembali disrupsi rantai pasok barang kebutuhan primer dan berdampak pada kenaikan inflasi global.
Ketiga, kebijakan moneter ketat oleh berbagai bank sentral di dunia diperkirakan akan bertahan hingga
pertengahan tahun 2024 (higher for longer). Keempat, pemulihan ekonomi China yang diprediksi masih
fragile, akibat masih berlangsungnya krisis properti, lemahnya keyakinan konsumen, dan aktivitas industri
yang masih tertekan. Kombinasi dari berbagai tantangan tersebut diperkirakan dapat berdampak negatif
terhadap laju pemulihan ekonomi global tahun 2023 dan 2024.
Meskipun perekonomian global berada dalam fase yang melambat, namun momentum pemulihan
ekonomi domestik masih berlanjut dan relatif robust. Pada kuartal kedua tahun 2023, perekonomian
Indonesia masih bisa tumbuh positif sebesar 5,17% year-on-year (YoY), meningkat dari kuartal
sebelumnya sebesar 5,04%YoY. Pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup kuat pada Q2-2023 ditopang
oleh kuatnya permintaan domestik, yaitu: konsumsi rumah tangga dan investasi yang masing-masing
tumbuh sebesar 5,23%YoY (dari Q1-2023 = 4,54%YoY) dan 4,63%YoY (dari Q1-2023 = 2,11%YoY).
Namun demikian ke depannya, perlambatan ekonomi global juga mulai terasa dampak negatifnya
terhadap perekonomian domestik. Beberapa indikator makroekonomi domestik mengalami laju yang
menurun atau teknan khususnya pertumbuhan ekspor. Hal itu disebabkan oleh pelemahan permintaan
ekspor dari China, sejalan dengan kondisi penurunan permintaan global. Selain itu, perlu diwaspadai
ancaman El-Nino yang dapat mendorong kenaikan inflasi domestik, sehingga dapat menekan daya beli
masyarakat. Yang kemudian bisa menekan laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Dari sisi perbankan, laju pertumbuhan kredit industri secara tahunan mengalami perlambatan dari
11,35%YoY pada Desember 2022 ke 9,06%YoY pada Agustus 2023. Secara year-to-date, pertumbuhan
kredit industri juga hanya tumbuh sebesar 4,91% hingga Agustus 2023, jauh lebih rendah dari periode
yang sama tahun lalu sebesar 7,11%. Walaupun pertumbuhan kredit dalam tren melambat, kualitas kredit
relatif terjaga dengan baik. Pada Agustus 2023, nilai gross non-performing loan (NPL) tercatat bergerak
stabil dan masih di bawah 3%, yaitu sebesar 2,50%. Sementara itu, likuiditas industri perbankan semakin
terbatas dan cenderung ketat. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) melambat 6,24%YoY Agustus
2023, dari 9,01%YoY pada Desember 2022. Secara year-to-date, pertumbuhan DPK industri juga hanya
tumbuh sebesar 0,24% hingga Agustus 2023, jauh lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu sebesar
2,86%. Pertumbuhan DPK diperkirakan akan semakin terbatas karena masih ketatnya kebijakan moneter
Bank Indonesia (BI) dan kemampuan menabung masyarakat yang cenderung melemah.
Sementara itu dalam menghadapi peluang sekaligus tantangan di era pemulihan ekonomi yang saat ini
terjadi, BRI mengupayakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dengan inisiatif-inisiatif sebagai
berikut:
1. Asset Initiatives
Dalam meningkatkan pertumbuhan aset, BRI akan fokus pada beberapa hal yaitu:
a. Fokus pada penyaluran kredit di segmen UMKM.
b. Mengoptimalkan New Source of Growth yang berasal dari pembentukan holding ultra mikro dan
entitas anak.
c. Menjaga kualitas aset dengan tumbuh selektif pada sektor-sektor potensial dan tahan terhadap
guncangan krisis.
290
Page 294
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Perkembangan Pemulihan Ekonomi Terkini (lanjutan)
Sementara itu dalam menghadapi peluang sekaligus tantangan di era pemulihan ekonomi yang saat ini
terjadi, BRI mengupayakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dengan inisiatif-inisiatif sebagai
berikut (lanjutan):
2. Liability & Equity Initiatives
Sebagai sumber pertumbuhan aset, dibutuhkan pertumbuhan di sisi liabilitas dan permodalan yang
berkelanjutan. BRI akan fokus pada likuiditas yang bersumber dari dana murah melalui peningkatan
rasio CASA serta menjaga level permodalan (CAR) yang cukup sesuai ketentuan regulator dan
akselerasi pertumbuhan aset.
3. Digital Initiatives
Sebagai upaya efisiensi dalam operasional perusahaan, peningkatan produktivitas pekerja, dan
peningkatan pelayanan kepada nasabah, BRI akan terus melakukan digitalisasi dan
mengembangkan tools dan aplikasi pendukung yang berkualitas bagi nasabah dan pekerja.
40. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan antara nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan liabilitas
keuangan. Nilai wajar yang diungkapkan berdasarkan informasi relevan yang tersedia pada tanggal-
tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan tidak diperbaharui untuk mencerminkan
perubahan dalam kondisi pasar yang telah terjadi setelah tanggal tersebut.
30 September 2023 31 Desember 2022
Nilai tercatat Nilai wajar Nilai tercatat Nilai wajar
Aset
Kas 24.132.475 24.132.475 27.407.478 27.407.478
Giro pada Bank Indonesia 92.082.962 92.082.962 150.935.150 150.935.150
Giro pada bank lain 20.408.910 20.408.910 21.469.857 21.469.857
Penempatan pada Bank Indonesia dan
lembaga keuangan lain 19.423.095 19.423.095 70.399.920 70.399.920
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 21.771.848 21.771.848 21.115.873 21.115.873
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 139.138.784 139.138.784 150.802.567 150.802.567
Biaya perolehan diamortisasi 146.216.081 143.892.510 158.323.543 154.579.632
Wesel ekspor dan tagihan lainnya 55.387.920 55.387.920 37.428.446 37.428.446
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 26.719.301 26.719.301 51.014.678 51.014.678
Tagihan derivatif 1.032.524 1.032.524 911.405 911.405
Kredit yang diberikan dan pinjaman syariah 1.113.347.838 1.095.088.984 1.000.179.115 973.483.631
Piutang pembiayaan 49.496.098 49.192.781 45.809.969 43.880.120
Tagihan akseptasi 8.692.181 8.692.181 7.031.064 7.031.064
Penyertaan saham *) 1.679.028 1.679.028 1.774.614 1.774.614
Aset lain-lain **) 32.397.109 32.397.109 25.286.947 25.286.947
Total 1.751.926.154 1.731.040.412 1.769.890.626 1.737.521.382
*) Penyertaan saham yang tidak memiliki pengaruh signifikan.
**) Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga, piutang lain-lain dan pendapatan yang masih akan diterima dengan prinsip syariah.
291
Page 295
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan)
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan antara nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan liabilitas
keuangan. Nilai wajar yang diungkapkan berdasarkan informasi relevan yang tersedia pada tanggal-
tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan tidak diperbaharui untuk mencerminkan
perubahan dalam kondisi pasar yang telah terjadi setelah tanggal tersebut. (lanjutan)
30 September 2023 31 Desember 2022
Nilai tercatat Nilai wajar Nilai tercatat Nilai wajar
Liabilitas
Liabilitas segera 16.559.080 16.559.080 24.910.579 24.910.579
Simpanan nasabah
Giro 314.709.676 314.709.676 349.755.590 349.755.590
Tabungan 506.425.583 506.425.583 522.647.920 522.647.920
Deposito berjangka 469.151.155 469.151.155 435.480.503 435.480.503
Simpanan dari bank lain dan lembaga keuangan lainnya
Giro 1.792.075 1.792.075 1.911.667 1.911.667
Tabungan 6.100 6.100 9.787 9.787
Deposito berjangka dan deposit on call 4.637.400 4.637.400 3.402.129 3.402.129
Inter-bank call money 4.653.167 4.653.167 4.010.964 4.010.964
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 15.211.647 15.211.647 9.997.592 9.997.592
Liabilitas derivatif 2.209.825 2.209.825 783.921 783.921
Liabilitas akseptasi 9.056.055 9.056.055 7.167.600 7.167.600
Surat berharga yang diterbitkan 44.903.295 45.309.575 63.611.761 63.816.479
Pinjaman yang diterima 85.273.339 85.273.339 79.371.200 79.371.200
Pinjaman dan surat berharga subordinasi 496.430 501.529 501.988 505.258
Liabilitas lain-lain *) 21.955.048 21.955.048 13.285.936 13.285.936
Total 1.497.039.875 1.497.451.254 1.516.849.137 1.517.057.125
*) Liabilitas lain-lain terdiri atas utang bunga, setoran jaminan, liabilitas kontrak investasi, utang koasuransi, reasuransi, liabilitas sewa, dana tabarru’ dan dana syirkah
temporer.
Metode dan asumsi yang digunakan untuk perkiraan nilai wajar adalah sebagai berikut:
a) Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tertentu, kecuali efek-efek yang diukur melalui biaya
perolehan diamortisasi, kredit yang diberikan, pinjaman syariah, piutang pembiayaan, surat berharga
yang diterbitkan serta pinjaman dan surat berharga subordinasi, mendekati nilai tercatatnya karena
mempunyai jangka waktu jatuh tempo yang singkat.
Estimasi nilai wajar terhadap aset keuangan tertentu ditetapkan berdasarkan diskonto arus kas
dengan menggunakan suku bunga pasar uang yang berlaku untuk utang dengan risiko kredit dan
sisa jatuh tempo yang serupa.
Estimasi nilai wajar terhadap liabilitas keuangan tertentu yang tidak memiliki kuotasi di pasar aktif
ditetapkan berdasarkan diskonto arus kas dengan menggunakan suku bunga utang baru dengan sisa
jatuh tempo yang serupa.
b) Efek-efek
Nilai wajar untuk efek-efek yang diukur melalui biaya perolehan diamortisasi ditetapkan berdasarkan
harga pasar atau harga kuotasi perantara (broker)/pedagang efek (dealer). Jika informasi ini tidak
tersedia, nilai wajar diestimasi dengan menggunakan harga pasar kuotasi efek yang memiliki
karakteristik kredit, jatuh tempo dan yield yang serupa.
292
Page 296
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan)
Metode dan asumsi yang digunakan untuk perkiraan nilai wajar adalah sebagai berikut (lanjutan):
c) Kredit yang diberikan dan Pinjaman syariah
Portofolio kredit BRI secara umum terdiri dari kredit yang diberikan dengan suku bunga mengambang
dan suku bunga tetap. Kredit yang diberikan dinyatakan berdasarkan jumlah nilai tercatat. Nilai wajar
dari kredit yang diberikan menunjukkan nilai diskon dari perkiraan arus kas masa depan yang
diharapkan akan diterima oleh BRI. Perkiraan arus kas ini didiskontokan dengan menggunakan suku
bunga pasar untuk menentukan nilai wajar.
Portofolio pinjaman syariah secara umum memiliki tingkat margin mengambang dan pinjaman syariah
yang diberikan dengan jangka pendek dengan tingkat margin tetap.
d) Piutang pembiayaan
Nilai wajar dihitung berdasarkan model diskonto arus kas dengan menggunakan tingkat suku bunga
pasar.
e) Tagihan dan liabilitas derivatif
Nilai wajar atas instrumen derivatif yang dinilai menggunakan teknik penilaian dengan menggunakan
komponen yang dapat diamati di pasar terutama adalah swap suku bunga, swap mata uang dan
kontrak pertukaran mata uang. Teknik penilaian yang paling banyak digunakan meliputi model
penilaian forward dan swap yang menggunakan perhitungan nilai kini. Model tersebut
menggabungkan berbagai komponen yang meliputi kualitas kredit dari counterparty, nilai spot dan
kontrak berjangka serta kurva tingkat suku bunga.
f) Pinjaman yang diterima, surat berharga yang diterbitkan dan pinjaman dan surat berharga
subordinasi
Nilai wajar dihitung berdasarkan model diskonto arus kas dengan menggunakan tingkat suku bunga
pasar untuk sisa periode jatuh tempo.
Tabel di bawah ini menyajikan instrumen keuangan yang diakui pada nilai wajar berdasarkan hierarki
yang digunakan BRI dan entitas anaknya untuk menentukan dan mengungkapkan nilai wajar dari
instrumen keuangan (Catatan 2c):
30 September 2023
Nilai wajar Level 1 Level 2 Level 3
Aset keuangan
Nilai wajar melalui laba rugi
Obligasi Pemerintah 12.325.823 12.325.823 - -
Reksadana 3.151.033 3.151.033 - -
U.S. Treasury Bonds 2.193.099 2.193.099 - -
Tagihan derivatif 1.032.524 - 1.032.524 -
Sertifikat Bank Indonesia 694.547 694.547 - -
Obligasi 572.338 572.338 - -
Obligasi Subordinasi 49.029 49.029 - -
Negotiable Cerficate Of Deposits 19.710 19.710 - -
Lainnya 2.766.269 2.766.269 - -
22.804.372 21.771.848 1.032.524 -
293
Page 297
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan)
Tabel di bawah ini menyajikan instrumen keuangan yang diakui pada nilai wajar berdasarkan hierarki
yang digunakan BRI dan entitas anaknya untuk menentukan dan mengungkapkan nilai wajar dari
instrumen keuangan (Catatan 2c) (lanjutan):
30 September 2023
Nilai wajar Level 1 Level 2 Level 3
Aset keuangan (lanjutan)
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Obligasi Pemerintah 99.756.275 99.756.275 - -
Reksadana 14.461.372 14.461.372 - -
Obligasi 14.381.328 14.381.328 - -
Sertifikat Bank Indonesia 5.760.155 5.760.155 - -
U.S. Treasury Bonds 2.152.724 2.152.724 - -
Monetary Authority of Singapore (MAS) Bills 1.489.044 1.489.044 - -
Singapore Government Securities 547.130 547.130 - -
Medium-Term Note 267.370 267.370 - -
U.S Treasury Bills 77.139 77.139 - -
Negotiable Certificate of Deposit 57.963 57.963 - -
Obligasi Subordinasi 1.008 1.008 - -
Lainnya 187.276 187.276 - -
139.138.784 139.138.784 - -
Biaya perolehan diamortisasi
Obligasi Pemerintah 121.890.293 121.890.293 - -
Tagihan Risk Participation 21.118.468 21.118.468 - -
Obligasi 865.563 865.563 - -
Medium-Term Note 11.186 11.186 - -
Obligasi Subordinasi 7.000 7.000 - -
143.892.510 143.892.510 - -
Kredit yang Diberikan dan Piutang Pembiayaan
Kredit yang diberikan 1.095.088.984 - 1.056.505.134 38.583.850
Piutang pembiayaan 49.192.781 - - 49.192.781
1.144.281.765 - 1.056.505.134 87.776.631
Total aset keuangan 1.450.117.428 304.803.139 1.057.537.658 87.776.631
Liabilitas keuangan
Nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas derivatif 2.209.825 - 2.209.825 -
Kewajiban lainnya
Surat berharga yang diterbitkan 45.309.575 45.309.575 - -
Pinjaman dan surat berharga
subordinasi 501.529 501.529 - -
45.811.104 45.811.104 - -
Total liabilitas keuangan 48.020.929 45.811.104 2.209.825 -
294
Page 298
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan)
Tabel di bawah ini menyajikan instrumen keuangan yang diakui pada nilai wajar berdasarkan hierarki
yang digunakan BRI dan entitas anaknya untuk menentukan dan mengungkapkan nilai wajar dari
instrumen keuangan (Catatan 2c) (lanjutan):
31 Desember 2022
Nilai wajar Level 1 Level 2 Level 3
Aset keuangan
Nilai wajar melalui laba rugi
Obligasi Pemerintah 10.605.908 10.605.908 - -
Reksadana 7.084.911 7.084.911 - -
Tagihan derivatif 911.405 - 911.405 -
Obligasi 479.720 479.720 - -
Obligasi Subordinasi 49.669 49.669 - -
Negotiable Certificate Of Deposits 18.554 18.554 - -
Lainnya 2.877.111 2.877.111 - -
22.027.278 21.115.873 911.405 -
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Obligasi Pemerintah 117.770.585 117.770.585 - -
Obligasi 15.434.106 15.434.106 - -
Reksadana 11.422.671 11.422.671 - -
U.S. Treasury Bonds 1.754.568 1.754.568 - -
Monetary Authority of Singapore (MAS) Bills 1.684.648 1.684.648 - -
Sertifikat Bank Indonesia 873.765 873.765 - -
Singapore Government Securities 566.294 566.294 - -
Negotiable Certificate of Deposit 545.461 545.461 - -
Medium-Term Note 285.543 285.543 - -
Obligasi Pemerintah Taiwan 153.075 153.075 - -
Obligasi Subordinasi 119.071 119.071 - -
Lainnya 192.780 192.780 - -
150.802.567 150.802.567 - -
Biaya perolehan diamortisasi
Obligasi Pemerintah 130.205.667 130.205.667 - -
Tagihan Risk Participation 23.057.681 23.057.681 - -
Obligasi 1.173.284 1.173.284 - -
Medium-Term Note 136.000 136.000 - -
Obligasi Subordinasi 7.000 7.000 - -
154.579.632 154.579.632 - -
Kredit yang Diberikan dan Piutang Pembiayaan
Kredit yang diberikan 973.483.631 - 923.081.388 50.402.243
Piutang pembiayaan 43.880.120 - - 43.880.120
1.017.363.751 - 923.081.388 94.282.363
Total aset keuangan 1.344.773.228 326.498.072 923.992.793 94.282.363
Liabilitas keuangan
Nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas derivatif 783.921 - 783.921 -
Kewajiban lainnya
Surat berharga yang diterbitkan 63.816.479 63.816.479 - -
Pinjaman dan surat berharga
subordinasi 505.258 505.258 - -
64.321.737 64.321.737 - -
Total liabilitas keuangan 65.105.658 64.321.737 783.921 -
295
Page 299
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. SEGMEN OPERASI
Berikut adalah informasi keuangan tertentu untuk BRI dan entitas anak:
a. Nama Perusahaan Bidang Usaha
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Perusahaan Perbankan Konvensional
PT Bank Raya Indonesia Tbk Perusahaan Perbankan Konvensional
BRI Remittance Co. Limited Hong Kong Perusahaan Jasa Keuangan
PT Asuransi BRI Life Perusahaan Asuransi Jiwa
PT BRI Multifinance Indonesia Perusahaan Pembiayaan
PT BRI Danareksa Sekuritas Perusahaan Sekuritas
PT BRI Ventura Investama Perusahaan Modal Ventura
PT BRI Asuransi Indonesia Perusahaan Asuransi
PT Pegadaian Perusahaan Pembiayaan
PT Permodalan Nasional Madani Perusahaan Pembiayaan
PT BRI Manajemen Investasi
(dahulu PT Danareksa Investment
Management) Perusahaan Investasi
b. Segmen Operasi
Untuk kepentingan manajemen, BRI diorganisasikan ke dalam 5 (lima) segmen operasional
berdasarkan produk sebagai berikut:
• Segmen Mikro
• Segmen Ritel
• Segmen Korporasi
• Segmen Lainnya
• Entitas Anak
Berikut ini adalah informasi segmen BRI dan entitas anak pada tanggal 30 September 2023 dan 30
September 2022 serta tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 berdasarkan segmen
operasi:
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
Keterangan Mikro Ritel Korporasi Lainnya Entitas Anak Total
Pendapatan bunga,
premi, dan emas
- neto 45.840.435 21.799.483 2.776.410 10.912.469 21.912.244 103.241.041
Pendapatan
operasional lainnya 12.003.444 11.472.847 3.625.680 2.484.473 2.025.349 31.611.793
Total pendapatan 57.843.879 33.272.330 6.402.090 13.396.942 23.937.593 134.852.834
Beban operasional
lainnya (22.428.793) (16.074.724) (1.483.440) (1.186.242) (14.499.552) (55.672.751)
Beban CKPN (14.952.343) (10.549.815) 5.499.686 (1.192.073) (1.784.339) (22.978.884)
Total beban (37.381.136) (26.624.539) 4.016.246 (2.378.315) (16.283.891) (78.651.635)
Pendapatan (beban)
non operasional
- neto 9.034 46.065 17.483 (517.386) (37.864) (482.668)
Laba sebelum
beban pajak 20.471.777 6.693.856 10.435.819 10.501.241 7.615.838 55.718.531
Beban pajak (3.889.637) (1.271.833) (2.070.577) (2.605.129) (1.667.786) (11.504.962)
Laba Bersih 16.582.140 5.422.023 8.365.242 7.896.112 5.948.052 44.213.569
Aset segmen
Kredit yang diberikan
- bruto 479.879.480 434.901.560 211.813.562 - 58.087.605 1.184.682.207
Total aset 452.345.967 410.117.156 257.821.965 532.520.864 181.851.665 1.834.657.617
Liabilitas segmen
Total simpanan
Nasabah 355.250.792 506.751.647 423.880.583 - 4.403.392 1.290.286.414
Total liabilitas 355.250.792 506.751.647 439.141.268 112.301.714 126.985.608 1.540.431.029
296
Page 300
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
b. Segmen Operasi (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi segmen BRI dan entitas anak pada tanggal 30 September 2023 dan 30
September 2022 serta tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 berdasarkan segmen
operasi (lanjutan):
Tanggal 30 September 2022 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
Keterangan Mikro Ritel Korporasi Lainnya Entitas Anak Total
Pendapatan bunga,
premi, dan emas
- neto 44.931.204 23.353.189 1.596.252 9.331.618 18.125.435 97.337.698
Pendapatan
operasional lainnya 9.736.842 10.558.947 1.951.670 2.231.798 8.163.405 32.642.662
Total pendapatan 54.668.046 33.912.136 3.547.922 11.563.416 26.288.840 129.980.360
Beban operasional
lainnya (25.018.074) (13.635.777) (1.370.948) (896.310) (17.656.679) (58.577.788)
Beban CKPN (10.138.736) (10.585.901) (566.712) 1.927.099 (3.200.353) (22.564.603)
Total beban (35.156.810) (24.221.678) (1.937.660) 1.030.789 (20.857.032) (81.142.391)
Pendapatan (beban)
non operasional
- neto 116.838 181.467 26.670 49.938 25.603 400.516
Laba sebelum
beban pajak 19.628.074 9.871.925 1.636.932 12.644.143 5.457.411 49.238.485
Beban pajak (2.551.650) (1.718.069) (212.801) (4.263.834) (1.180.686) (9.927.040)
Laba Bersih 17.076.424 8.153.856 1.424.131 8.380.309 4.276.725 39.311.445
Aset segmen
Kredit yang diberikan
- bruto 432.586.633 391.940.423 175.625.827 - 54.569.830 1.054.722.713
Total aset 405.500.502 368.308.449 198.778.446 532.402.122 160.650.374 1.665.639.893
Liabilitas segmen
Total simpanan
Nasabah 355.509.601 435.352.819 341.811.046 - 7.091.178 1.139.764.644
Total liabilitas 355.509.601 435.352.819 355.241.249 123.972.425 114.192.429 1.384.268.523
Tanggal 31 Desember 2022 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
Keterangan Mikro Ritel Korporasi Lainnya Entitas Anak Total
Pendapatan bunga,
premi, dan emas
- neto 59.395.789 30.128.931 (1.777.679) 12.971.033 25.755.474 126.473.548
Pendapatan
operasional lainnya 13.689.096 15.553.855 3.593.099 3.879.050 2.412.593 39.127.693
Total pendapatan 73.084.885 45.682.786 1.815.420 16.850.083 28.168.067 165.601.241
Beban operasional
lainnya (34.395.404) (18.746.771) (1.884.810) (1.237.497) (18.051.530) (74.316.012)
Beban CKPN (8.779.414) (17.073.704) 1.292.897 996.230 (3.415.201) (26.979.192)
Total beban (43.174.818) (35.820.475) (591.913) (241.267) (21.466.731) (101.295.204)
Pendapatan (beban)
non operasional
- neto 30.762 179.332 78.689 (11.879) 13.760 290.664
Laba sebelum
beban pajak 29.940.829 10.041.643 1.302.196 16.596.937 6.715.096 64.596.701
Beban pajak (3.892.308) (2.164.708) (479.226) (5.055.150) (1.597.102) (13.188.494)
Laba Bersih 26.048.521 7.876.935 822.970 11.541.787 5.117.994 51.408.207
Aset segmen
Kredit yang diberikan
- bruto 449.626.718 399.555.810 173.787.061 - 56.305.230 1.079.274.819
Total aset 426.126.994 372.574.207 191.822.648 688.319.441 168.082.726 1.846.926.016
Liabilitas segmen
Total simpanan
Nasabah 367.656.835 469.090.526 464.028.257 - 7.108.395 1.307.884.013
Total liabilitas 367.656.835 469.090.526 477.581.582 128.737.434 119.177.316 1.562.243.693
297
Page 301
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
b. Segmen Geografis
Berikut ini adalah informasi segmen BRI dan entitas anak berdasarkan segmen geografis:
Total Pendapatan
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
Keterangan 2023 2022
Indonesia 134.417.380 129.361.219
Amerika Serikat 139.622 340.145
Singapura 140.128 196.427
Timor-Leste 113.817 71.107
Hong Kong 14.097 10.279
Taiwan 27.790 1.183
Total 134.852.834 129.980.360
Laba sebelum beban pajak
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
Keterangan 2023 2022
Indonesia 55.463.010 48.839.981
Amerika Serikat 49.903 277.923
Singapura 117.647 102.595
Timor-Leste 81.042 36.373
Hong Kong 112 204
Taiwan 6.817 (18.591)
Total 55.718.531 49.238.485
Total Aset
Keterangan 30 September 2023 31 Desember 2022
Indonesia 1.773.761.262 1.789.162.542
Amerika Serikat 28.912.868 27.856.321
Singapura 26.213.661 25.069.385
Timor-Leste 3.668.819 4.256.142
Hong Kong 23.582 17.982
Taiwan 2.077.425 563.644
Total 1.834.657.617 1.846.926.016
298
Page 302
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
b. Segmen Geografis (lanjutan)
Berikut ini adalah informasi segmen BRI dan entitas anak berdasarkan segmen geografis (lanjutan):
Total Liabilitas
Keterangan 30 September 2023 31 Desember 2022
Indonesia 1.479.828.969 1.504.449.309
Amerika Serikat 29.343.621 28.000.956
Singapura 26.301.729 25.168.981
Timor-Leste 3.374.257 4.020.492
Hong Kong 7.203 4.257
Taiwan 1.575.250 599.698
Total 1.540.431.029 1.562.243.693
42. PROGRAM BAGI PEKERJA
Cadangan atas program imbalan kerja bagi pekerja terdiri atas:
30 September 2023 31 Desember 2022
Program cuti besar 3.838.403 3.207.290
Program pemutusan hubungan kerja 3.609.125 2.841.015
Program pensiun imbalan pasti 3.145.190 2.082.356
Program penghargaan tanda jasa 2.590.040 1.900.980
Program kesehatan pasca kerja BPJS 1.043.511 646.240
Program masa persiapan pensiun 30.752 17.996
Program manfaat lain dana manfaat tambahan - 202.515
Total (Catatan 27) 14.257.021 10.898.392
Penilaian aktuaria atas program imbalan kerja masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022 dilakukan oleh aktuaris independen sebagai berikut:
Tanggal Laporan
Entitas Aktuaris Independen 30 September 2023 31 Desember 2022
Entitas induk KKA Enny Diah Awal 5 Oktober 2023 5 Januari 2023
Entitas anak
PT Bank Raya Indonesia Tbk KKA Enny Diah Awal 4 Oktober 2023 30 Desember 2022
PT Asuransi BRI Life KKA Riana & Rekan 3 Oktober 2023 6 Januari 2023
PT BRI Multifinance Indonesia KKA Enny Diah Awal 6 Oktober 2023 3 Januari 2023
PT BRI Danareksa Sekuritas KKA Enny Diah Awal 30 September 2023 27 Januari 2023
PT BRI Ventura Investama KKA Enny Diah Awal 20 September 2023 3 Januari 2023
PT BRI Asuransi Indonesia KKA Steven & Mourits 2 Oktober 2023 5 Januari 2023
PT Pegadaian KKA Agus Susanto 2 Oktober 2023 5 Januari 2023
PT Permodalan Nasional Madani KKA Riana & Rekan 3 Oktober 2023 3 Januari 2023
299
Page 303
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
a. Program Pensiun Imbalan Pasti
Efektif tanggal 1 Januari 2007, semua pekerja yang baru diangkat sebagai pekerja tetap tidak
diikutsertakan dalam program ini dan hak atas manfaat pensiun diberikan berdasarkan persyaratan
yang ditetapkan dalam peraturan dengan memperhatikan faktor penghargaan per tahun masa kerja
dan penghasilan dana pensiun. Program dana pensiun BRI dikelola oleh Dana Pensiun BRI (DPBRI).
Sesuai ketentuan yang diatur dalam Surat Keputusan Direksi BRI, kontribusi pekerja BRI untuk iuran
pensiun adalah sebesar 7% dari penghasilan dasar pensiun pekerja dan atas sisa jumlah yang perlu
didanakan kepada DPBRI merupakan kontribusi BRI, dimana kontribusi BRI sejak tanggal 1 Maret
2023 adalah sebesar 43,08% dari penghasilan dasar pensiun.
Efektif tanggal 1 Januari 2007, semua pekerja yang baru diangkat sebagai pekerja tetap tidak
diikutsertakan dalam program ini dan hak atas manfaat pensiun diberikan berdasarkan persyaratan
yang ditetapkan dalam peraturan dengan memperhatikan faktor penghargaan per tahun masa kerja
dan penghasilan dana pensiun. Program dana pensiun Pegadaian dikelola oleh Dana Pensiun
Pegadaian. Keputusan Direksi Pegadaian, Kontribusi Pekerja Pegadaian untuk iuran pensiun adalah
sebesar 6,50% dari penghasilan dasar pensiun pekerja dan atas jumlah yang perlu didanakan
kepada Dana Pensiun Pegadaian merupakan kontribusi Pegadaian, dimana kontribusi Pegadaian
sejak tanggal 29 Desember 2020 adalah sebesar 16% dari penghasilan dasar pensiun.
Penilaian aktuaria atas beban pensiun BRI masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022 telah sesuai dengan PSAK 24 dengan menggunakan metode Projected Unit
Credit serta mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Entitas induk
Tingkat diskonto 6,70% 7,40%
Tingkat kenaikan penghasilan dasar pensiun 7,50% 7,50%
Tingkat kenaikan imbalan pensiun 4,00% 4,00
Tingkat kematian TMI IV 2019 TMI IV 2019
Tingkat cacat jasmaniah 10,00% dari TMI 10,00% dari TMI
2019 2019
Usia pensiun normal 56 Tahun 56 Tahun
Entitas anak
Tingkat diskonto 6,30% 7,00%
Tingkat kenaikan penghasilan dasar pensiun 5,00% 5,00%
Tingkat kematian GAM 1971 GAM 1971
Tingkat cacat jasmaniah 0,01% dari 0,01% dari
tingkat kematian tingkat kematian
Usia pensiun normal 56 Tahun 56 Tahun
Aset DPBRI terutama terdiri dari tabungan, deposito, efek-efek, unit penyertaan reksadana, efek
beragunan aset dan investasi jangka panjang berupa saham dan properti.
Mutasi atas nilai kini liabilitas pensiun imbalan pasti masing-masing pada tanggal 30 September 2023
dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Nilai kini liabilitas pensiun imbalan pasti
awal tahun 26.896.251 25.618.746
Beban bunga 1.442.766 1.837.112
Biaya jasa kini 359.342 386.314
Biaya jasa lalu - 1.013.104
Pembayaran imbalan kerja (benefit paid) (1.083.499) (1.391.441)
(Keuntungan)/kerugian aktuaria 1.367.534 (567.584)
Nilai kini liabilitas pensiun imbalan
pasti akhir tahun 28.982.394 26.896.251
300
Page 304
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
a. Program Pensiun Imbalan Pasti (lanjutan)
Mutasi atas nilai wajar aset program masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31
Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Nilai wajar aset program awal tahun 24.813.506 23.458.521
Hasil pengembangan riil 1.416.669 2.122.700
Pembayaran iuran-iuran (contributions)
pemberi kerja (Catatan 44) 714.924 563.595
Pembayaran iuran-iuran (contributions)
peserta program 43.284 60.992
Rugi aktuaria pada aset (68.144) (515)
Pembayaran imbalan kerja (benefit paid) (1.083.499) (1.391.441)
Total aset program 25.836.740 24.813.852
Mutasi atas kewajiban program pensiun imbalan pasti masing-masing pada tanggal 30 September
2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 2.082.356 2.160.113
Beban pensiun imbalan pasti - neto
(Catatan 35) 408.750 1.452.579
Pembayaran iuran periode berjalan (Catatan 44) (714.924) (563.595)
Pengukuran kembali liabilitas (aset)
pensiun imbalan pasti - neto 1.369.008 (966.741)
Saldo akhir (Catatan 27) 3.145.190 2.082.356
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) pensiun imbalan pasti masing-masing pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 2.422.737 3.389.477
Kerugian/(keuntungan) aktuaria 1.366.772 (567.584)
Imbal hasil atas aset program 1.549 (399.156)
Jumlah pengukuran kembali
atas aset imbalan pasti - neto 3.791.058 2.422.737
Beban pensiun imbalan pasti untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30
September 2023 dan 2022 berdasarkan perhitungan aktuaris adalah sebagai berikut:
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Biaya jasa kini 359.342 320.250
Iuran peserta program (43.284) (46.185)
Beban bunga - neto 92.692 88.091
Biaya jasa lalu - 88
Beban pensiun imbalan pasti (Catatan 35) 408.750 362.244
301
Page 305
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
b. Program Tunjangan Hari Tua
Pekerja BRI juga memperoleh manfaat dari pemberian Tunjangan Hari Tua (THT) sesuai ketentuan
yang diatur dalam Surat Keputusan Direksi BRI. Program THT dikelola oleh Yayasan Kesejahteraan
Pegawai BRI.
Iuran THT terdiri dari iuran beban pekerja dan iuran beban BRI sesuai ketentuan yang diatur dalam
Surat Keputusan Direksi BRI.
Berdasarkan perhitungan penilaian aktuaria atas THT masing-masing pada tanggal 30 September
2023 dan 31 Desember 2022 telah sesuai dengan PSAK No. 24 dengan menggunakan metode
Projected Unit Credit serta mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Tingkat diskonto 6,70% 7,40%
Tingkat kenaikan penghasilan 7,50% 7,50%
Tingkat kematian TMI IV 2019 TMI IV 2019
Tingkat cacat jasmaniah 10,00% dari TMI 10,00% dari TMI
2019 2019
Status THT sesuai dengan penilaian aktuaria masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Nilai wajar aset 6.036.743 5.539.252
Nilai kini liabilitas THT (3.998.809) (3.446.233)
Surplus 2.037.934 2.093.019
Mutasi atas liabilitas THT masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo awal - -
Beban THT 182.895 662.321
Pengukuran kembali liabilitas THT - neto (83.357) (533.854)
Pembayaran iuran periode berjalan (Catatan 44) (99.538) (128.467)
Saldo akhir liabilitas - -
Pengukuran kembali atas liabilitas THT masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31
Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo awal (809.240) (275.386)
Kerugian/(keuntungan) aktuaria 281.743 (437.452)
Imbal hasil atas liabilitas (aset) program (193.853) 3.537
Perubahan atas dampak atas aset di luar
bunga - neto (171.247) (99.939)
Jumlah pengukuran kembali atas
liabilitas THT - neto (892.597) (809.240)
302
Page 306
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
b. Program Tunjangan Hari Tua (lanjutan)
Perhitungan beban THT untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30
September 2023 dan 2022 sesuai dengan perhitungan aktuaris adalah sebagai berikut:
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Biaya jasa kini 231.287 211.842
Iuran peserta program (47.482) (42.102)
Beban bunga - neto (910) (3.667)
Beban THT 182.895 166.073
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, BRI tidak mengakui adanya THT dibayar
dimuka dan manfaat THT karena manajemen BRI tidak memiliki keuntungan (benefit) atas aset
tersebut dan BRI tidak memiliki rencana untuk mengurangi kontribusinya di masa depan.
c. Program Pensiun Iuran Pasti
(i) BRI (entitas induk)
Pekerja BRI juga diikutsertakan dalam program pensiun iuran pasti sesuai dengan Keputusan
Direksi BRI yang berlaku efektif sejak bulan Oktober 2000. Kontribusi BRI pada program ini yang
dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sebesar
Rp337.670 dan Rp1.456.716 masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir
tanggal 30 September 2023 dan 30 September 2022 (Catatan 35). Pengelolaan program pensiun
iuran pasti dilakukan oleh DPBRI.
(ii) Bank Raya (entitas anak)
Bank Raya Indonesia menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk seluruh pekerja
tetapnya yang dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk. Jumlah kontribusi Bank Raya untuk dana pensiun adalah sebesar
84,97% dari iuran yang sudah ditetapkan berdasarkan tingkat dari masing-masing pekerja yang
dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sebesar
Rp801 dan Rp715 masing-masing untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30
September 2023 dan 30 September 2022 (Catatan 35).
303
Page 307
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
d. Program Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
Perhitungan PHK dilakukan dengan menggunakan asumsi-asumsi penilaian aktuaria atas kewajiban
perseroan yang berkaitan dengan cadangan penyisihan untuk penetapan uang pesangon. Uang
penghargaan tanda jasa dan ganti kerugian sesuai dengan Peraturan yang berlaku untuk masing-
masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dengan menggunakan metode
Projected Unit Credit serta mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Entitas induk
Tingkat diskonto 6,90% 7,40%
Tingkat kenaikan penghasilan 7,50% 7,50%
Tingkat kematian TMI IV 2019 TMI IV 2019
Tingkat cacat jasmaniah 10,00% dari TMI 10,00% dari TMI
2019 2019
Entitas anak
Tingkat diskonto 6,80 - 7,00% 7,20 - 8,30%
Tingkat kenaikan penghasilan 7,00 - 10,00% 7,00 - 10,00%
Tingkat kematian TMI IV 2019 TMI IV 2019
GAM 1971 GAM 1971
Tingkat cacat jasmaniah 0,01 – 10,00% dari 0,01 – 10,00% dari
tingkat kematian tingkat kematian
Mutasi atas liabilitas (aset) program PHK masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 2.841.015 1.972.177*)
Beban PHK (Catatan 35) 563.813 433.557
Pembayaran manfaat aktual (84.679) (210.157)
Pengukuran kembali liabilitas PHK - neto 283.328 648.373
Biaya terminasi 855 (2.826)
Dampak batas aset 2.268 355
Kontribusi perusahaan 2.526 (464)
Saldo akhir (Catatan 27) 3.609.125 2.841.015
*) Saldo awal Periode 31 Desember 2022 termasuk saldo awal PT Danareksa Investment Management (DIM) sebesar
Rp9.875.
Pengukuran kembali atas (aset) program PHK masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo awal (126.778) (775.151)*)
Kerugian aktuaria 282.683 648.373
Jumlah pengukuran kembali atas
liabilitas PHK - neto 155.905 (126.778)
*) Saldo awal Periode 31 Desember 2022 termasuk saldo awal PT Danareksa Investment Management (DIM) sebesar
Rp2.067.
304
Page 308
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
d. Program Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) (lanjutan)
Perhitungan beban program PHK untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal
30 September 2023 dan 2022 sesuai dengan perhitungan aktuaria adalah sebagai berikut:
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Biaya jasa kini 401.806 191.054
Beban bunga 158.377 96.832
Biaya pesangon 3.295 7.298
Biaya jasa lalu (521) 70.048
Pembayaran biaya terminasi 856 1.016
Dampak IFRIC - (30.380)
Beban PHK (Catatan 35) 563.813 335.868
e. Program Masa Persiapan Pensiun (MPP)
Perhitungan aktuaria (PT Pegadaian) atas masa persiapan pensiun (MPP) masing-masing pada
tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 telah sesuai dengan PSAK No. 24 dengan
menggunakan metode Projected Unit Credit serta mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai
berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Tingkat diskonto 6,80% 7,30%
Tingkat kenaikan penghasilan 7,00% 7,00%
Tingkat kematian GAM 1971 GAM 1971
Tingkat cacat jasmaniah 0,01% dari TMI 0,01% dari TMI
tingkat kematian tingkat kematian
Usia pensiun normal 56 Tahun 56 Tahun
Mutasi atas liabilitas (aset) program masa persiapan pensiun masing-masing pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 17.996 20.028
Beban MPP (Catatan 35) 2.425 2.622
Pembayaran imbalan (14.593) (15.166)
Pengukuran kembali liabilitas MPP - neto 24.924 10.512
Saldo akhir (Catatan 27) 30.752 17.996
305
Page 309
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
e. Program Masa Persiapan Pensiun (MPP) (lanjutan)
Perhitungan beban program Masa Persiapan Pensiun untuk periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022 sesuai dengan perhitungan aktuaria adalah
sebagai berikut:
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Biaya jasa kini 977 9.240
Beban bunga 1.448 453
Kerugian aktuaria yang diakui - 2.664
Beban MPP (Catatan 35) 2.425 12.357
f. Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya
Pekerja BRI dan entitas anak juga memiliki imbalan kerja jangka panjang, seperti penghargaan tanda
jasa, cuti besar, program kesehatan pasca kerja BPJS, dan program manfaat lain dana manfaat
tambahan.
(i) Cadangan penghargaan tanda jasa
Perhitungan aktuaria atas penghargaan tanda jasa masing-masing pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 telah sesuai dengan PSAK No. 24 dengan
menggunakan metode Projected Unit Credit serta mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai
berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Entitas induk
Tingkat diskonto 6,70% 7,40%
Tingkat kenaikan penghasilan 7,50% 7,50%
Tingkat kenaikan harga emas 10,00% 9,00%
Tingkat kematian TMI IV 2019 TMI IV 2019
Tingkat cacat jasmaniah 10,00% dari TMI 10,00% dari TMI
Entitas anak
Tingkat diskonto 5,80 - 7,05% 4,40 - 7,50%
Tingkat kenaikan penghasilan 7,00 - 10,00% 7,00 - 10,00%
Tingkat kenaikan harga emas 6,00 - 10,00% 6,00 - 10,00%
Tingkat kematian TMI IV 2019 dan TMI IV 2019 dan
GAM 1971 GAM 1971
Tingkat cacat jasmaniah 0,01 - 10,00% dari 0,01 - 10,00% dari
tingkat kematian tingkat kematian
306
Page 310
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
f. Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya (lanjutan)
(i) Cadangan penghargaan tanda jasa (lanjutan)
Mutasi untuk liabilitas penghargaan tanda jasa masing-masing pada tanggal 30 September 2023
dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo awal liabilitas 1.900.980 1.754.761*)
Beban penghargaan tanda jasa
(Catatan 35) 684.494 238.393
Pembayaran manfaat aktual (11.119) (93.160)
Rugi aktuaria pada kewajiban 15.685 986
Liabilitas penghargaan tanda
jasa (Catatan 27) 2.590.040 1.900.980
*) Saldo awal Periode Desember 2022 termasuk saldo awal PT Danareksa Investment Management (DIM) sebesar
Rp1.101.
Beban penghargaan tanda jasa untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-
tanggal 30 September 2023 dan 2022 berdasarkan perhitungan aktuaria adalah sebagai berikut:
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Biaya jasa kini 139.977 121.676
Beban bunga 110.248 99.256
Biaya jasa lalu 28 -
Keuntungan aktuaria yang diakui 434.241 (53.762)
Beban penghargaan tanda jasa
(Catatan 35) 684.494 167.170
(ii) Cuti besar
Perhitungan aktuaria atas cuti besar masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022 telah sesuai dengan PSAK No. 24 dengan menggunakan metode Projected
Unit Credit. Asumsi-asumsi yang dipertimbangkan oleh aktuaria adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Entitas induk
Tingkat diskonto 6,50% 7,30%
Tingkat kenaikan penghasilan 7,50% 7,50%
Tingkat kematian TMI IV 2019 TMI IV 2019
Tingkat cacat jasmaniah 10,00% dari TMI 10,00% dari TMI
2019 2019
307
Page 311
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
f. Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya (lanjutan)
(ii) Cuti besar (lanjutan)
Perhitungan aktuaria atas cuti besar masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022 telah sesuai dengan PSAK No. 24 dengan menggunakan metode Projected
Unit Credit. Asumsi-asumsi yang dipertimbangkan oleh aktuaria adalah sebagai berikut
(lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Entitas anak
Tingkat diskonto 6,20 - 7,00% 4,70 - 7,50%
Tingkat kenaikan penghasilan 5,00 - 10,00% 5,00 - 10,00%
Tingkat kematian TMI IV 2019 TMI IV 2019
GAM 1971 GAM 1971
Tingkat cacat jasmaniah 0,10 - 10,00% dari 0,10 - 10,00% dari
tingkat kematian tingkat kematian
Mutasi liabilitas atas cuti besar masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31
Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo awal liabilitas 3.207.290 2.950.109*)
Beban cuti besar (Catatan 35) 884.196 592.529
Pembayaran manfaat aktual (253.083) (335.348)
Liabilitas cuti besar (Catatan 27) 3.838.403 3.207.290
*) Saldo awal Periode Desember 2022 termasuk saldo awal PT Danareksa Investment Management (DIM) sebesar
Rp1.241.
Beban cuti besar untuk peridoe sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30
September 2023 dan 2022 berdasarkan perhitungan aktuaria adalah sebagai berikut:
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Biaya jasa kini 312.695 294.887
Beban bunga 173.176 155.375
Kerugian (keuntungan) aktuaria yang diakui 397.791 (156.511)
Biaya jasa lalu 534 3.977
Beban cuti besar (Catatan 35) 884.196 297.728
308
Page 312
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
f. Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya (lanjutan)
(iii) Program Kesehatan Pasca Kerja BPJS
Perhitungan aktuaria atas program kesehatan pasca kerja BPJS masing-masing pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 telah sesuai dengan PSAK No. 24 dengan
menggunakan metode Projected Unit Credit serta mempertimbangkan asumsi-asumsi (entitas
induk) sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Tingkat diskonto 6,90% 7,40%
Tingkat kenaikan iuran BPJS Kesehatan 4,88% 4,88%
Tingkat kematian TMI IV 2019 TMI IV 2019
Tingkat cacat jasmaniah 10,00% dari TMI 10,00% dari TMI
2019 2019
Status program kesehatan pasca kerja BPJS sesuai dengan penilaian aktuaris masing-masing
pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Nilai kini liabilitas program
kesehatan pasca kerja BPJS 2.545.800 2.121.676
Nilai wajar aset (1.502.289) (1.475.436)
Surplus (Defisit) 1.043.511 646.240
Mutasi liabilitas atas program kesehatan pasca kerja BPJS pada tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo awal liabilitas 646.240 598.635
Beban program kesehatan
pasca kerja BPJS (Catatan 35) 128.816 129.362
Pengukuran kembali aset
program kesehatan pasca kerja BPJS 268.455 (81.757)
Liabilitas program kesehatan
pasca kerja BPJS (Catatan 27) 1.043.511 646.240
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) program kesehatan pasca kerja BPJS masing-masing
pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo awal (10.926) 70.831
Keuntungan aktuaria 249.858 (125.510)
Imbal hasil atas aset program 18.597 43.753
Jumlah pengukuran kembali
atas liabilitas imbalan pasti - neto 257.529 (10.926)
309
Page 313
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
f. Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya (lanjutan)
(iii) Program Kesehatan Pasca Kerja BPJS (lanjutan)
Beban program kesehatan pasca kerja BPJS untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022 berdasarkan perhitungan aktuaria adalah sebagai
berikut:
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Biaya jasa kini 89.753 66.344
Beban bunga - neto 39.063 33.673
Beban program kesehatan pasca kerja
BPJS (Catatan 35) 128.816 100.017
(iv) Program Manfaat Lain Dana Manfaat Tambahan
Penilaian aktuaria atas program manfaat lain dana manfaat tambahan BRI pada tanggal-tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 telah sesuai dengan PSAK No. 24 dengan
menggunakan metode Projected Unit Credit serta mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai
berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Tingkat diskonto 6,70% 7,40%
Tingkat kenaikan manfaat pensiun 4,00% 4,00%
Tingkat kematian TMI IV 2019 TMI IV 2019
Tingkat cacat jasmaniah 10% dari TMI 2019 10% dari TMI 2019
Usia pensiun normal 56 Tahun 56 Tahun
Aset DPBRI terutama terdiri dari tabungan, deposito, efek-efek, unit penyertaan reksadana, efek
beragunan aset dan investasi jangka panjang berupa saham dan properti.
Mutasi atas nilai kini liabilitas program manfaat lain dana manfaat tambahan pada tanggal-
tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Nilai kini liabilitas awal tahun 2.165.701 2.127.731
Biaya bunga 107.201 156.733
Biaya jasa kini 11.483 16.972
Biaya jasa lalu (416.041) -
Pembayaran imbalan kerja (benefit paid) (116.138) (130.910)
Kerugian/(keuntungan) aktuaria 64.662 (4.825)
Nilai kini liabilitas akhir tahun 1.816.868 2.165.701
310
Page 314
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
f. Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya (lanjutan)
(iv) Program Manfaat Lain Dana Manfaat Tambahan (lanjutan)
Mutasi atas nilai wajar aset program pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember
2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Nilai wajar aset program awal tahun 1.963.186 1.974.114
Pembayaran imbalan kerja (benefit paid) (116.138) (130.910)
Hasil pengembangan riil 118.422 119.982
Total aset program 1.965.470 1.963.186
Mutasi atas kewajiban program manfaat lain dana manfaat tambahan pada tanggal-tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 202.515 153.617
Beban program
manfaat lain dana manfaat
tambahan - neto (Catatan 35) (403.091) 28.647
Pengukuran kembali liabilitas - neto 200.576 20.251
Saldo akhir (Catatan 27) - 202.515
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) program manfaat lain dana manfaat tambahan pada
tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 88.994 68.743
Kerugian/(keuntungan) aktuaria 64.663 (4.825)
Imbal hasil atas aset program (12.689) 25.076
Perubahan atas dampak aset diluar
bunga neto liabilitas (aset) 148.603 -
Jumlah pengukuran kembali
atas (aset) liabilitas
imbalan pasti - neto 289.571 88.994
311
Page 315
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
f. Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya (lanjutan)
(iv) Program Manfaat Lain Dana Manfaat Tambahan (lanjutan)
Beban program manfaat lain dana manfaat tambahan untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022 berdasarkan perhitungan aktuaris
adalah sebagai berikut:
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Biaya jasa lalu (416.041) -
Biaya jasa kini 11.483 13.513
Bunga - neto 1.467 8.756
Beban program manfaat lain
dana manfaat tambahan (Catatan 35) (403.091) 22.269
g. Sensitivitas dari kewajiban imbalan jangka panjang terhadap perubahan asumsi aktuaria dan analisa
manfaat jatuh tempo adalah sebagai berikut (BRI saja):
(i) Program pemutusan hubungan kerja (PHK)
30 September 2023
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (298.012)
Penurunan -1,00% 354.177
31 Desember 2022
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (290.048)
Penurunan -1,00% 438.151
Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti
30 September 2023 31 Desember 2022
Jatuh Tempo
< 1 tahun 52.747 45.925
1 - < 2 tahun 49.154 43.887
2 - < 3 tahun 47.055 40.757
3 - < 4 tahun 46.599 40.217
4 - < 5 tahun 46.100 36.843
> 5 tahun 2.063.474 1.502.562
312
Page 316
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
g. Sensitivitas dari kewajiban imbalan jangka panjang terhadap perubahan asumsi aktuaria dan analisa
manfaat jatuh tempo adalah sebagai berikut (BRI saja) (lanjutan):
(ii) Program pensiun imbalan pasti
30 September 2023
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (639.780)
Penurunan -1,00 710.945
31 Desember 2022
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (3.217.521)
Penurunan -1,00 2.885.038
Iuran Jatuh Tempo
30 September 2023 31 Desember 2022
Jatuh Tempo
< 1 tahun 429.811 323.921
1 - < 2 tahun 424.585 295.589
2 - < 3 tahun 417.507 291.267
3 - < 4 tahun 409.713 285.858
4 - < 5 tahun 402.353 280.142
> 5 tahun 2.778.721 856.816
(iii) Program tunjangan hari tua
30 September 2023
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (359.310)
Penurunan -1,00 415.693
31 Desember 2022
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (301.300)
Penurunan -1,00 347.790
313
Page 317
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
g. Sensitivitas dari kewajiban imbalan jangka panjang terhadap perubahan asumsi aktuaria dan analisa
manfaat jatuh tempo adalah sebagai berikut (BRI saja) (lanjutan):
(iii) Program tunjangan hari tua (lanjutan)
Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti
30 September 2023 31 Desember 2022
Jatuh Tempo
< 1 tahun 164.052 156.804
1 - < 2 tahun 147.476 133.868
2 - < 3 tahun 141.934 130.058
3 - < 4 tahun 130.613 122.970
4 - < 5 tahun 119.208 115.815
> 5 tahun 3.295.526 2.786.719
(iv) Program Kesehatan Pasca Kerja BPJS
30 September 2023
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (499.859)
Penurunan -1,00 429.077
31 Desember 2022
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (197.389)
Penurunan -1,00 320.033
Iuran Jatuh Tempo
30 September 2023 31 Desember 2022
Jatuh Tempo
< 1 tahun 124.706 86.509
1 - < 2 tahun 128.281 91.048
2 - < 3 tahun 132.490 95.798
3 - < 4 tahun 137.331 100.893
4 - < 5 tahun 142.689 106.453
> 5 tahun 3.341.437 2.944.261
314
Page 318
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. PROGRAM BAGI PEKERJA (lanjutan)
g. Sensitivitas dari kewajiban imbalan jangka panjang terhadap perubahan asumsi aktuaria dan analisa
manfaat jatuh tempo adalah sebagai berikut (BRI saja) (lanjutan):
(v) Cadangan penghargaan tanda jasa
30 September 2023
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (163.880)
Penurunan -1,00 189.468
Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti
30 September 2023 31 Desember 2022
Jatuh Tempo
< 1 tahun 155.327 69.730
1 - < 2 tahun 71.266 67.471
2 - < 3 tahun 115.112 92.982
3 - < 4 tahun 105.979 94.345
4 - < 5 tahun 111.134 103.083
> 5 tahun 1.833.025 1.317.680
(vi) Cuti besar
30 September 2023
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (239.036)
Penurunan -1,00 270.253
31 Desember 2022
Pengaruh nilai kini
Asumsi atas kewajiban
tingkat diskonto imbalan kerja
Kenaikan +1,00% (188.310)
Penurunan -1,00 211.966
Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti
30 September 2023 31 Desember 2022
Jatuh Tempo
< 1 tahun 239.828 227.948
1 - < 2 tahun 306.172 241.756
2 - < 3 tahun 302.885 282.296
3 - < 4 tahun 279.239 272.297
4 - < 5 tahun 290.630 266.133
> 5 tahun 2.039.042 1.596.796
315
Page 319
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
43. INFORMASI MENGENAI KOMITMEN DAN KONTINJENSI
30 September 2023 31 Desember 2022
Komitmen
Tagihan komitmen
Pembelian spot dan berjangka
mata uang asing 36.906.781 15.046.421
Liabilitas komitmen
Fasilitas kredit yang diberikan kepada debitur
yang belum digunakan (Catatan 26d) 119.393.173 86.290.063
Penjualan spot dan berjangka
mata uang asing 90.556.749 69.751.674
L/C yang tidak dapat dibatalkan yang masih
berjalan dalam rangka impor (Catatan 26d) 14.094.002 13.658.668
224.043.924 169.700.405
Komitmen - neto (187.137.143) (154.653.984)
Kontinjensi
Liabilitas kontinjensi
Garansi yang diterbitkan (Catatan 26d)
dalam bentuk:
Garansi bank 61.364.513 62.487.277
Stand by L/C 9.950.734 12.367.721
71.315.247 74.854.998
Kontinjensi - neto (71.315.247) (74.854.998)
44. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan normal usaha, BRI melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi karena hubungan
kepemilikan dan/atau kepengurusan. Semua transaksi dengan pihak-pihak berelasi telah sesuai dengan
kebijakan dan syarat yang telah disepakati bersama.
Saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut:
Pihak-pihak berelasi Jenis hubungan Unsur transaksi pihak berelasi
Manajemen Kunci Hubungan pengendalian kegiatan Kredit yang diberikan,
perusahaan Simpanan nasabah,
Program imbalan kerja
Pemerintah Republik Indonesia (RI) Kepemilikan mayoritas Efek-efek, Pinjaman yang diterima
melalui Kementerian Keuangan RI
Perum BULOG Hubungan kepemilikan L/C yang tidak dapat dibatalkan
melalui Pemerintah Pusat RI yang masih berjalan dalam rangka impor,
Kredit yang diberikan, Simpanan nasabah
PT Pupuk Indonesia (Persero) Hubungan kepemilikan Efek-efek, Simpanan nasabah
melalui Pemerintah Pusat RI
316
Page 320
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut (lanjutan):
Pihak-pihak berelasi Jenis hubungan Unsur transaksi pihak berelasi
PT Sarana Multi Hubungan kepemilikan Efek-efek, Simpanan nasabah
Infrastruktur (Persero) melalui Pemerintah Pusat RI
PT Bank Mandiri Hubungan kepemilikan Penempatan pada Bank Indonesia
Taspen Pos melalui Pemerintah Pusat RI dan lembaga keuangan lain
Perkebunan Nusantara XII Hubungan kepemilikan Wesel ekspor dan tagihan lainnya,
melalui Pemerintah Pusat RI Simpanan nasabah
Perkebunan Nusantara XI Hubungan kepemilikan Wesel ekspor dan tagihan lainnya
melalui Pemerintah Pusat RI Simpanan nasabah
PT Wijaya Karya Industri Hubungan kepemilikan Wesel ekspor dan tagihan lainnya
Konstruksi Tbk melalui Pemerintah Pusat RI Simpanan nasabah
PT Adhi Persada Beton Hubungan kepemilikan Wesel ekspor dan tagihan lainnya
melalui Pemerintah Pusat RI Simpanan nasabah
PT PLN Energi Primer Indonesia Hubungan kepemilikan Garansi yang diterbitkan
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Bank Ekspor Indonesia Hubungan kepemilikan Garansi yang diterbitkan
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Kilang Pertamina Balikpapan Hubungan kepemilikan L/C yang tidak dapat dibatalkan
melalui Pemerintah Pusat RI yang masih berjalan dalam rangka impor,
Simpanan nasabah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hubungan kepemilikan Efek-efek, Giro pada bank lain,
melalui Pemerintah Pusat RI Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain,
Pinjaman yang diterima,
Simpanan dari bank lain
PT Bank Negara Indonesia Hubungan kepemilikan Giro pada bank lain,
(Persero) Tbk melalui Pemerintah Pusat RI Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain,
Pinjaman yang diterima,
Simpanan dari bank lain
PT Petrokimia Gresik Hubungan kepemilikan Wesel ekspor dan tagihan lainnya,
melalui Pemerintah Pusat RI Tagihan dan liabilitas akseptasi,
Simpanan nasabah
PT Perusahaan Listrik Negara Hubungan kepemilikan Efek-efek, Kredit yang diberikan,
(Persero) melalui Pemerintah Pusat RI L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam rangka impor,
Simpanan nasabah, Garansi yang diterbitkan
PT Bahana Artha Ventura Hubungan kepemilikan Penyertaan saham
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Bahana TCW Investment Hubungan kepemilikan Efek-efek, Simpanan nasabah
Management melalui Pemerintah Pusat RI
317
Page 321
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut (lanjutan):
Pihak-pihak berelasi Jenis hubungan Unsur transaksi pihak berelasi
PT Bank Syariah Indonesia Tbk Hubungan kepemilikan Penyertaan saham,
melalui Pemerintah Pusat RI Giro pada bank lain, Penempatan pada Bank
Indonesia dan lembaga keuangan lain,
Pinjaman yang diterima,
Simpanan dari bank lain
PT Perusahaan Gas Negara Tbk Hubungan kepemilikan Garansi yang diterbitkan, Simpanan nasabah
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Bank Tabungan Hubungan kepemilikan Giro pada bank lain,
Negara (Persero) Tbk melalui Pemerintah Pusat RI Penempatan pada Bank Indonesia dan
lembaga keuangan lain,
Simpanan dari bank lain,
Pinjaman yang diterima
PT Danareksa Investment Hubungan kepemilikan Efek-efek
Management melalui Pemerintah Pusat RI
PT Dirgantara Indonesia (Persero) Hubungan kepemilikan Kredit yang diberikan, Simpanan nasabah,
melalui Pemerintah Pusat RI L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam rangka impor,
Wesel ekspor dan tagihan lainnya
PT Garuda Maintenance Hubungan kepemilikan Kredit yang diberikan, Simpanan nasabah
Facility Aero Asia Tbk melalui Pemerintah Pusat RI
PT Kereta Api Indonesia Hubungan kepemilikan L/C yang tidak dapat dibatalkan
(Persero) melalui Pemerintah Pusat RI yang masih berjalan dalam rangka impor,
Kredit yang diberikan, Simpanan nasabah
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Hubungan kepemilikan Kredit yang diberikan, Simpanan nasabah
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Pembangunan Perumahan Hubungan kepemilikan Garansi yang diterbitkan,
(Persero) Tbk melalui Pemerintah Pusat RI Tagihan dan liabilitas akseptasi,
L/C yang tidak dapat dibatalkan yang masih
berjalan dalam rangka impor,
Simpanan nasabah
PT Pertamina (Persero) Hubungan kepemilikan Kredit yang diberikan, Efek-efek,
melalui Pemerintah Pusat RI Garansi yang diterbitkan, Simpanan nasabah
PT Pertamina Patra Niaga Hubungan kepemilikan L/C yang tidak dapat dibatalkan
Melalui Pemerintah Pusat RI yang masih berjalan dalam rangka impor,
Simpanan nasabah
PT Adhi Karya (Persero) Tbk Hubungan kepemilikan Garansi yang diterbitkan,
melalui Pemerintah Pusat RI Tagihan dan liabilitas akseptasi,
Wesel ekspor dan tagihan lainnya,
Simpanan nasabah
318
Page 322
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut (lanjutan):
Pihak-pihak berelasi Jenis hubungan Unsur transaksi pihak berelasi
PT Indonesia Asahan Hubungan kepemilikan Efek-efek,
Aluminium (Persero) melalui Pemerintah Pusat RI L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam rangka impor,
Tagihan dan liabilitas akseptasi,
Simpanan nasabah
Lembaga Pembiayaan Ekspor Hubungan kepemilikan Giro pada bank lain,
Indonesia melalui Pemerintah Pusat RI Garansi yang diterbitkan,
Pinjaman yang diterima, Simpanan nasabah
PT Pertamina EP Cepu Hubungan kepemilikan Kredit yang diberikan, Simpanan nasabah
melalui Pemerintah Pusat RI
Pusat Investasi Pemerintah Hubungan kepemilikan Pinjaman yang diterima, Simpanan nasabah
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Pertamina Hulu Rokan Hubungan kepemilikan Garansi yang diterbitkan, Simpanan nasabah
melalui Pemerintah Pusat RI
PT PP Presisi Tbk Hubungan kepemilikan Wesel ekspor dan tagihan lainnya,
melalui Pemerintah Pusat RI Simpanan nasabah
PT Waskita Karya (Persero) Tbk Hubungan kepemilikan Kredit yang diberikan,
melalui Pemerintah Pusat RI Garansi yang diterbitkan,
Simpanan nasabah
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Hubungan kepemilikan Garansi yang diterbitkan,
melalui Pemerintah Pusat RI Tagihan dan liabilitas akseptasi,
Wesel ekspor dan tagihan lainnya
Simpanan nasabah
PT Wijaya Karya Bangunan Hubungan kepemilikan Tagihan dan liabilitas akseptasi,
Gedung Tbk melalui Pemerintah Pusat RI Simpanan nasabah
PT Hutama Karya Infrastruktur Hubungan kepemilikan Piutang pembiayaan, Simpanan nasabah
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Fintek Karya Nusantara Hubungan kepemilikan Penyertaan saham
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Petrokimia Kayaku Hubungan kepemilikan Tagihan dan liabilitas akseptasi,
melalui Pemerintah Pusat RI Simpanan nasabah
PT Kilang Pertamina International Hubungan kepemilikan L/C yang tidak dapat dibatalkan
melalui Pemerintah Pusat RI yang masih berjalan dalam rangka impor,
Garansi yang diterbitkan, Simpanan nasabah
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Hubungan kepemilikan Efek-efek, Pinjaman yang diterima,
melalui Pemerintah Pusat RI Simpanan nasabah
Yayasan Kesejahteraan Hubungan Program Imbalan Program THT, Simpanan nasabah
Pekerja BRI Pasca Kerja
319
Page 323
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut (lanjutan):
Pihak-pihak berelasi Jenis hubungan Unsur transaksi pihak berelasi
Dana Pensiun BRI Hubungan Program Imbalan Program pensiun imbalan kerja,
Pasca Kerja Simpanan nasabah
Dana Pensiun Pegadaian Hubungan Program Imbalan Program pensiun imbalan kerja
Pasca Kerja
Dana Pensiun Lembaga Keuangan Hubungan Program Imbalan Program pensiun iuran pasti
BRI Pasca Kerja
Dana Pensiun Lembaga Keuangan Hubungan Program Imbalan Program pensiun iuran pasti
BNI Pasca Kerja
PT Bank Hibank Indonesia Hubungan kepemilikan Giro pada bank lain,
(dahulu PT Bank Mayora) melalui Pemerintah Pusat RI Pinjaman yang diterima
PT Bhirawa Steel Hubungan kepemilikan Tagihan dan liabilitas akseptasi,
melalui Pemerintah Pusat RI Wesel ekspor dan tagihan lainnya,
Simpanan nasabah
PT Kresna Kusuma Dyandra Marga Hubungan kepemilikan Kredit yang diberikan, Simpanan nasabah
melalui Pemerintah Pusat RI
High Speed Railways Hubungan kepemilikan Wesel ekspor dan tagihan lainnya
Contractor Consortium melalui Pemerintah Pusat RI
KSO Hutama Karya - Hubungan kepemilikan Tagihan dan liabilitas akseptasi
Gerbang Saranabaja melalui Pemerintah Pusat RI
PT Garuda Indonesia Tbk Hubungan kepemilikan Kredit yang diberikan, Simpanan nasabah
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Lancar Jaya Mandiri Abadi Hubungan kepemilikan Wesel ekspor dan tagihan lainnya,
melalui Pemerintah Pusat RI Simpanan nasabah
PT Elnusa Tbk Hubungan kepemilikan Wesel ekspor dan tagihan lainnya,
melalui Pemerintah Pusat RI Simpanan nasabah
PT Wijaya Karya Industri Energi Hubungan kepemilikan Tagihan dan liabilitas akseptasi,
melalui Pemerintah Pusat RI Simpanan nasabah
PT Pupuk Kalimantan Timur Hubungan kepemilikan L/C yang tidak dapat dibatalkan
melalui Pemerintah Pusat RI yang masih berjalan dalam rangka impor,
Wesel ekspor dan tagihan lainnya,
Simpanan nasabah
PT Kimia Farma Tbk Hubungan kepemilikan L/C yang tidak dapat dibatalkan
melalui Pemerintah Pusat RI yang masih berjalan dalam rangka impor
Simpanan nasabah
PT Wika Semarang Demak Seksi 2 Hubungan kepemilikan Wesel ekspor dan tagihan lainnya
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Pupuk Kujang Cikampek Hubungan kepemilikan Wesel ekspor dan tagihan lainnya,
melalui Pemerintah Pusat RI L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam rangka impor
PT Prima Armada Raya Hubungan kepemilikan Piutang pembiayaan
melalui Pemerintah Pusat RI
PT Danareksa Finance Hubungan kepemilikan Pinjaman yang diterima
melalui Pemerintah Pusat RI
320
Page 324
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Aset
Giro pada bank lain (Catatan 5)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 285.977 213.795
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 175.668 219.357
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 143.157 127.372
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 74.952 137.390
PT Bank Hibank Indonesia
(dahulu PT Bank Mayora) 3 49
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia 17 15
679.774 697.978
Penempatan pada Bank Indonesia dan lembaga
keuangan lain (Catatan 6)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.313.675 1.402.075
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 556.700 822.531
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 556.600 502.857
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 201.258 325.250
PT Bank Mandiri Taspen Pos 100.000 -
2.728.233 3.052.713
Efek-efek (Catatan 7)
Pemerintah Republik Indonesia (RI) 236.059.673 262.347.815
PT BRI Manajemen Investasi
(dahulu PT Danareksa Investment Management) 3.596.204 5.402.870
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.903.855 1.260.743
PT Bahana TCW Investment Management 1.699.154 1.514.551
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 1.689.262 2.018.830
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) 1.480.584 1.355.122
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) 1.469.407 1.542.117
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) 1.455.234 1.043.810
PT Pupuk Indonesia (Persero) 606.559 945.463
PT Pertamina (Persero) 514.191 1.350.900
Lainnya 6.748.258 7.529.071
257.222.381 286.311.292
Wesel ekspor dan tagihan lainnya (Catatan 8)
PT Wijaya Karya Industri Konstruksi Tbk 13.032.784 596.282
PT Petrokimia Gresik 2.532.255 1.723.246
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 1.443.953 893.494
PT Pupuk Kalimantan Timur 922.948 105.910
PT Pupuk Kujang Cikampek 457.744 -
PT Adhi Persada Beton 203.035 47.707
Dirgantara Indonesia 43.773 47.886
Perkebunan Nusantara XII 31.688 -
Perkebunan Nusantara XI 25.110 -
PT PP Presisi Tbk 20.883 285.091
Lainnya 36.470 5.211.536
18.750.643 8.911.152
321
Page 325
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Aset (lanjutan)
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 415.255 -
415.255 -
Kredit yang diberikan (Catatan 11)
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 10.610.011 9.346.356
Perum BULOG 10.137.978 2.806.206
PT Pertamina (Persero) 9.540.217 227.978
PT Waskita Karya (Persero) Tbk 4.495.510 4.526.884
PT Kereta Api Indonesia (Persero) 3.165.206 3.069.554
PT Pertamina EP Cepu 2.272.140 2.573.381
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk 2.107.971 2.140.183
PT Dirgantara Indonesia (Persero) 2.097.265 2.119.335
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 1.772.715 2.217.674
PT Kresna Kusuma Dyandra Marga 1.322.356 1.761.099
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk 94.335 945.183
Manajemen kunci 194.349 199.268
Lain-lain 30.544.020 31.816.655
78.354.073 63.749.756
Piutang Pembiayaan (Catatan 13)
PT Prima Armada Raya 17.097 -
PT Hutama Karya Infrastruktur - 7.205
17.097 7.205
Tagihan dan Liabilitas Akseptasi (Catatan 14)
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk 770.896 1.112.455
PT Adhi Karya (Persero) Tbk 81.458 70.618
PT Wijaya Karya Industri Energi 24.388 -
PT Petrokimia Kayaku 10.386 2.089
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk 8.365 133.693
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 3.758 14.378
KSO Hutama Karya - Gerbang Saranabaja - 25.702
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) - -
PT Petrokimia Gresik - 176.581
PT Bhirawa Steel - 56.277
Lainnya - 18.178
899.251 1.609.971
322
Page 326
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Aset (lanjutan)
Penyertaan saham (Catatan 15)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 5.168.597 4.662.635
PT Fintek Karya Nusantara 537.503 537.548
PT Bahana Artha Ventura 79.073 77.846
5.785.173 5.278.029
Total aset dari pihak-pihak berelasi 364.851.880 369.618.096
Total aset konsolidasian 1.851.964.853 1.865.639.010
Persentase total aset dari pihak-pihak berelasi
terhadap total aset konsolidasian 19,70% 19,81%
Liabilitas
Giro (Catatan 19)
Entitas dan Lembaga Pemerintah 140.068.395 183.945.607
Manajemen kunci 6.282 3.547
Lain-lain 284.380 216.597
140.359.057 184.165.751
Tabungan (Catatan 20)
Entitas dan Lembaga Pemerintah 267.492 646.598
Manajemen kunci 231.882 183.727
Lain-lain 30.478 34.420
529.852 864.745
Deposito Berjangka (Catatan 21)
Entitas dan Lembaga Pemerintah 136.556.941 138.644.688
Manajemen kunci 108.812 74.991
Lain-lain 276.900 477.302
136.942.653 139.196.981
Simpanan dari Bank lain dan lembaga
keuangan lainnya (Catatan 22)
Entitas dan Lembaga Pemerintah 90.894 821.691
Pinjaman yang Diterima (Catatan 25)
Entitas dan Lembaga Pemerintah 24.981.007 18.849.036
323
Page 327
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Liabilitas (lanjutan)
Kompensasi kepada manajemen kunci (Catatan 42)
Nilai kini kewajiban pensiun imbalan pasti 965.206 488.989
Nilai kini kewajiban PHK 291.303 93.386
Nilai kini kewajiban THT 162.543 136.523
Nilai kini kewajiban cuti besar 140.293 80.502
Nilai kini kewajiban penghargaan tanda jasa 110.780 60.890
Nilai kini kewajiban program manfaat lain
pembayaran manfaat pasti 11.533 11.577
Nilai kini kewajiban BPJS 20.024 15.625
1.701.682 887.492
Total liabilitas kepada pihak-pihak berelasi 304.605.145 344.785.696
Total liabilitas konsolidasian 1.540.431.029 1.562.243.693
Persentase total liabilitas kepada
pihak-pihak berelasi terhadap
total liabilitas konsolidasian 19,77% 22,07%
30 September 2023 31 Desember 2022
Komitmen dan Kontinjensi pada
Rekening Administratif
Garansi yang diterbitkan (Catatan 26b)
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk 3.828.501 4.590.082
PT Adhi Karya (Persero) Tbk 3.410.247 2.872.589
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 2.968.666 8.077.346
PT PLN Energi Primer Indonesia 2.373.185 -
PT Perusahaan Gas Negara Tbk 1.555.006 1.613.163
PT Pertamina (Persero) 1.333.083 3.182.709
PT Kilang Pertamina Internasional 1.317.180 325.067
PT Waskita Karya (Persero) Tbk 1.256.852 3.284.232
PT Pertamina Hulu Rokan 1.149.775 982.231
PT Bank Ekspor Indonesia 1.093.551 -
Lain-lain 6.185.028 10.009.811
26.471.074 34.937.230
324
Page 328
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut (lanjutan):
30 September 2023 31 Desember 2022
Komitmen dan Kontinjensi pada
Rekening Administratif (lanjutan)
L/C yang tidak dapat dibatalkan yang masih
berjalan dalam rangka impor (Catatan 26b)
Perum BULOG 3.011.980 576.595
PT Kilang Pertamina Balikpapan 1.831.832 66.271
PT Kilang Pertamina International 1.340.031 1.741.143
PT Kereta Api Indonesia (Persero) 645.512 1.011.007
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) 506.983 649.498
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk 488.416 450.243
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 271.748 279.764
PT Bhirawa Steel 171.935 151.966
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk 67.473 -
PT Dirgantara Indonesia 35.265 15.187
Lain-lain 222.212 1.309.269
8.593.387 6.250.943
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Iuran program pensiun imbalan pasti (Catatan 42a) 714.924 472.866
Iuran program tunjangan hari tua (Catatan 42b) 99.538 88.262
Iuran program pensiun iuran pasti (Catatan 42c) 338.471 1.457.431
Total 1.152.933 2.018.559
Gaji dan tunjangan Dewan Komisaris
dan Direksi (Catatan 35)
Gaji dan tunjangan Direksi 152.356 131.878
Gaji dan tunjangan Dewan Komisaris 58.059 67.514
Total 210.415 199.392
325
Page 329
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Saldo dan transaksi dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut (lanjutan):
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Tantiem, bonus dan insentif
Dewan Komisaris, Direksi
dan manajemen kunci (Catatan 35)
Tantiem Direksi 400.384 431.384
Tantiem Dewan Komisaris 135.067 126.996
Bonus dan insentif manajemen kunci 285.945 138.570
Total 821.396 696.950
Persentase transaksi dengan pihak-pihak berelasi terhadap total aset dan liabilitas konsolidasian BRI dan
entitas anak adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Aset
Giro pada Bank lain 0,037% 0,037%
Penempatan pada Bank Indonesia dan
lembaga keuangan lain 0,147% 0,164%
Efek-efek 13,889% 15,347%
Wesel ekspor dan tagihan lainnya 1,012% 0,478%
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 0,022% -%
Kredit yang diberikan 4,231% 3,417%
Piutang pembiayaan 0,001% 0,000%
Tagihan akseptasi 0,049% 0,086%
Penyertaan saham 0,312% 0,283%
Total 19,700% 19,812%
30 September 2023 31 Desember 2022
Liabilitas
Giro 9,112% 11,789%
Tabungan 0,034% 0,055%
Deposito berjangka 8,890% 8,910%
Simpanan dari Bank lain dan
lembaga keuangan lainnya 0,006% 0,053%
Pinjaman yang diterima 1,622% 1,207%
Kompensasi kepada manajemen kunci 0,113% 0,057%
Total 19,774% 22,071%
326
Page 330
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. PERJANJIAN, KOMITMEN DAN KONTINJENSI SIGNIFIKAN
a. Perjanjian Signifikan
1) Pada tanggal 23 Juni 2023, BRI mengadakan perjanjian dengan PT Deloitte Consulting
sehubungan dengan Pengadaan Jasa Konsultan Pendamping Implementasi Modernisasi Sistem
Kartu Kredit & Acquiring untuk jangka waktu 25 (dua puluh lima) bulan dengan nilai kontrak senilai
Rp119.000.
2) Pada tanggal 5 Juni 2023, BRI mengadakan perjanjian dengan PT Bringin Inti Teknologi
sehubungan dengan Pengadaan CRM Tahun 2023 untuk Zona 1, Zona 2 dan Zona 3 untuk jangka
waktu 60 (enam puluh) bulan dengan nilai kontrak senilai Rp999.926.
3) Pada tanggal 26 Mei 2023, BRI mengadakan perjanjian dengan PT Telekomunikasi Selular
sehubungan dengan Pengadaan 32.214 Unit HP Brispot Kaunit dan Mantri untuk jangka waktu 24
(dua puluh empat) bulan dengan nilai kontrak senilai Rp409.762.
4) Pada tanggal 13 April 2023, BRI mengadakan perjanjian dengan PT Info Solusindo Data Utama
sehubungan dengan Pengadaan Penambahan Kapasitas Backup Solution Workload 2022 - 2023
DC Ragunan dan DC Tabanan untuk jangka waktu 22 (dua puluh dua) minggu dengan nilai
kontrak senilai Rp146.398.
5) Pada tanggal 22 Februari 2023, BRI mengadakan perjanjian dengan PT Bringin Inti Teknologi
sehubungan dengan Pengadaan Penambahan Kapasitas Workload ODC Tahun 2022 - 2024
untuk jangka waktu 48 (empat puluh delapan) bulan dengan nilai kontrak senilai Rp111.000.
6) Pada tanggal 20 Desember 2022, BRI mengadakan perjanjian dengan PT Telekomunikasi Selular
sehubungan dengan Perpanjangan Sewa Layanan Simcard Telkomsel untuk jangka waktu 24
(dua puluh empat) bulan dengan nilai kontrak senilai Rp258.590.
7) Pada tanggal 13 Juni 2022, BRI mengadakan perjanjian dengan PT Bringin Inti Teknologi
sehubungan dengan Pengadaan CRM RBB Tahun 2022 (Zona 1 dan Zona 2) untuk jangka waktu
60 (enam puluh) bulan dengan nilai kontrak senilai Rp504.023.
8) Pada tanggal 13 Juni 2022, BRI mengadakan perjanjian dengan PT Satkomindo Mediyasa
sehubungan dengan Pengadaan CRM RBB Tahun 2022 (Zona 3) untuk jangka waktu 60 (enam
puluh) bulan dengan nilai kontrak senilai Rp272.614.
9) Pada tanggal 21 Februari 2022, BRI mengadakan perjanjian dengan PT Deloitte Consulting
sehubungan dengan Pengadaan Konsultan System Integrator Fase Implementasi Product untuk
jangka waktu 21 (dua puluh satu) bulan dengan nilai kontrak senilai Rp348.500.
10) Pada tanggal 17 Januari 2022, BRI mengadakan perjanjian dengan PT Bringin Inti Teknologi
sehubungan dengan Pengadaan Mesin IBM AS/400 Power10 untuk DC GTI Ragunan dan ODC
Sentul untuk jangka waktu 45 (empat puluh lima) bulan dengan nilai kontrak senilai Rp350.400.
327
Page 331
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. PERJANJIAN, KOMITMEN DAN KONTINJENSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
b. Liabilitas Kontinjensi
Dalam melakukan usahanya, BRI menghadapi berbagai perkara hukum dan tuntutan, dimana BRI
sebagai tergugat, terutama sehubungan dengan kepatuhan dengan kontrak. Walaupun belum ada
kepastian yang jelas, BRI berpendapat bahwa berdasarkan informasi yang ada dan keputusan
terakhir dari perkara bahwa tuntutan hukum ini tidak akan berdampak secara material pada operasi,
posisi keuangan atau tingkat likuiditas BRI.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, BRI telah membentuk cadangan
(disajikan dalam akun “Liabilitas lain-lain”) untuk sejumlah tuntutan hukum yang belum diputuskan
masing-masing sebesar Rp1.110.784 dan Rp1.634.654 (Catatan 28). Manajemen berpendapat
bahwa jumlah cadangan yang dibentuk atas kemungkinan timbulnya kerugian akibat tuntutan hukum
yang belum diputuskan atau masih dalam proses tersebut telah memadai.
46. JAMINAN PEMERINTAH TERHADAP KEWAJIBAN PEMBAYARAN BANK UMUM
Berdasarkan Keputusan Presiden No. 26 Tahun 1998 yang dilaksanakan melalui Keputusan Menteri
Keuangan tanggal 28 Januari 1998 dan Surat Keputusan Bersama Direksi Bank Indonesia dan Ketua
Badan Penyehatan Perbankan Nasional (SKB BI dan BPPN) No. 30/270/KEP/DIR dan
No. 1/BPPN/1998 tanggal 6 Maret 1998, Pemerintah telah menjamin kewajiban tertentu dari seluruh Bank
Umum yang berbadan hukum di Indonesia. Berdasarkan perubahan terakhir yang terdapat pada
Keputusan Menteri Keuangan No. 179/KMK.017/2000 tanggal 26 Mei 2000, jaminan tersebut berlaku
sejak tanggal 26 Januari 1998 sampai dengan 31 Januari 2001 dan dapat diperpanjang dengan
sendirinya setiap 6 (enam) bulan berikutnya secara terus-menerus, kecuali apabila dalam waktu
6 (enam) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu Program Penjaminan atau jangka waktu
perpanjangannya, Menteri Keuangan mengumumkan pengakhiran dan atau perubahan Program
Penjaminan tersebut untuk diketahui oleh umum. Atas penjaminan ini, Pemerintah membebankan premi
yang dihitung berdasarkan persentase tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 17/PMK.05/2005 tanggal 3 Maret 2005, terhitung sejak
tanggal 18 April 2005 jenis kewajiban bank umum yang dijamin berdasarkan Program Penjaminan
Pemerintah meliputi giro, tabungan, deposito berjangka dan pinjaman yang diterima dari bank lain dalam
bentuk transaksi pasar uang antar bank.
Selanjutnya, sebagaimana dinyatakan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 68/PMK.05/2005 tanggal
10 Agustus 2005 tentang “Perhitungan dan Pembayaran Premi Program Penjaminan Pemerintah
terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum”, Program Penjaminan Pemerintah melalui Unit Pelaksana
Penjaminan Pemerintah (UP3) telah berakhir pada tanggal 22 September 2005 untuk periode 1 Juli
sampai dengan 21 September 2005.
Sebagai pengganti UP3, Pemerintah telah membentuk lembaga independen yaitu Lembaga Penjamin
Simpanan (LPS) berdasarkan Undang-undang No. 24 Tahun 2004 tanggal 22 September 2004 tentang
“Lembaga Penjamin Simpanan” yang terakhir kali diubah dengan UU No. 4 Tahun 2023 tentang
Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (“UU P2SK”), LPS menjamin dana masyarakat
termasuk dana dari bank lain dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk
lainnya yang dipersamakan dengan itu.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2008 tanggal 13 Oktober 2008 tentang “Besaran Nilai
Simpanan yang Dijamin Lembaga Penjamin Simpanan” yang disempurnakan melalui PLPS No. 1 Tahun
2023 tentang Program Penjaminan Simpanan, bahwa saldo yang dijamin untuk setiap nasabah pada
satu Bank adalah paling tinggi Rp2.000.000.000 (nilai penuh).
Suku bunga penjaminan LPS pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing
adalah sebesar 4,25% dan 3,75% untuk simpanan dalam mata uang Rupiah. Untuk simpanan dalam
mata uang asing pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing adalah
sebesar 2,25% dan 1,75%.
328
Page 332
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
47. PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR
AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) YANG DIKELUARKAN DAN DIREVISI
Berikut adalah ikhtisar PSAK dan ISAK yang telah diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
(DSAK) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah (DSAS) - IAI yang relevan untuk BRI dan entitas anak,
namun belum berlaku efektif untuk laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 30 September 2023:
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2024:
a. Amandemen PSAK No. 1 “Penyajian Laporan Keuangan tentang Liabilitas Jangka Panjang dengan
Kovenan”. Entitas menerapkan amandemen tersebut pada atau setelah tanggal 1 Januari 2024
secara retrospektif sesuai dengan PSAK No. 25. Penerapan lebih dini diperkenankan. Apabila entitas
menerapkan amandemen tersebut untuk periode lebih awal, maka entitas juga menerapkan
amandemen PSAK No. 1 “Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka
Pendek atau Jangka Panjang” pada periode tersebut.
b. Amandemen PSAK No. 73 “Sewa tentang Liabilitas Sewa dalam Jual dan Sewa-Balik”. Penerapan
lebih dini diperkenankan.
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025:
PSAK No. 74, “Kontrak Asuransi”, yang diadopsi dari IFRS No. 17, penerapan dini diperkenankan untuk
entitas yang juga telah menerapkan PSAK No. 71 dan PSAK No. 72.
Saat ini BRI dan entitas anaknya sedang mengevaluasi dan belum menetapkan dampak dari PSAK yang
dikeluarkan dan direvisi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian.
48. INFORMASI TAMBAHAN
a. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR)
BRI secara aktif mengelola modalnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tujuan utamanya
adalah untuk memastikan bahwa setiap saat BRI dapat menjaga kecukupan modalnya untuk
menutup risiko bawaan (inherent risk) pada kegiatan perbankan tanpa mengurangi optimalisasi nilai
kepada pemegang saham.
CAR pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dihitung berdasarkan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan
Modal Minimum Bank Umum yang telah diaddendum sebanyak 2 (dua) kali dengan POJK No.
34/POJK.03/2016 tentang Perubahan atas POJK No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban
Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dan POJK No. 27/POJK.03.2022 tentang Perubahan
kedua atas POJK No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank.
Berdasarkan POJK No. 34/POJK.03/2016. PBI No. 17/22/PBI/2015 tentang Kewajiban Pembentukan
Countercyclical Buffer dan POJK No. 46/POJK.03/2015 tentang Penetapan Systemically Important
Bank dan Capital Surcharge. selain kewajiban penyediaan modal minimum sesuai profil risiko. BRI
wajib membentuk tambahan modal penyangga (buffer) berupa Capital Conservation Buffer.
Countercyclical Buffer dan Capital Surcharge. yang wajib dibentuk secara bertahap mulai tanggal
1 Januari 2016.
Pembentukan modal penyangga (buffer) berupa Capital Conservation Buffer. Countercyclical Buffer
dan Capital Surcharge yang wajib dibentuk oleh BRI berdasarkan persentase tertentu dari ATMR
adalah masing-masing 2,5%. 0% dan 2,5%.
Berdasarkan profil risiko BRI pada semester II tahun 2022 dan semester I tahun 2022. yaitu low to
moderate. maka CAR minimum pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
ditetapkan masing-masing sebesar 9% sampai dengan kurang dari 10%.
329
Page 333
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
48. INFORMASI TAMBAHAN (lanjutan)
a. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) (lanjutan)
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 BRI telah memenuhi rasio sesuai
yang disyaratkan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk rasio kecukupan modal.
CAR BRI (entitas induk) pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing
dihitung sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Modal Inti (Tier 1)
Modal Inti Utama (CET 1) 235.188.160 234.727.964
Modal Pelengkap (Tier 2) 11.407.918 10.564.211
Total Modal 246.596.078 245.292.175
Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR)
ATMR untuk Risiko Kredit*) 872.127.271 839.721.640
ATMR untuk Risiko Pasar**) 6.360.525 3.118.189
ATMR untuk Risiko Operasional***) 99.021.545 209.879.369
Total ATMR 977.509.341 1.052.719.198
30 September 2023 31 Desember 2022
Rasio CAR
Rasio CET 1 24,06% 22,30%
Rasio Tier 1 24,06% 22,30%
Rasio Tier 2 1,17% 1,00%
Rasio Total 25,23% 23,30%
Rasio Minimum Tier 1 6,00% 6,00%
Rasio Minimum CET 1 4,50% 4,50%
CAR Minimum Berdasarkan Profil Risiko 9,00% 9,00%
*) Risiko Kredit dihitung berdasarkan SE OJK No. 24/SEOJK.03/2021 tanggal 7 Oktober 2021.
**) Risiko Pasar dihitung berdasarkan SE OJK No. 38/SEOJK.03/2016 tanggal 8 September 2016.
***) Risiko Operasional dihitung berdasarkan SE OJK No. 6/SEOJK.03/2020 tanggal 29 April 2020.
b. Rasio Kredit Non-Performing (NPL)
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022. rasio NPL BRI konsolidasian
(kredit yang diberikan. pinjaman syariah dan piutang pembiayaan) adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rasio NPL - bruto 3,07% 2,67%
Rasio NPL - neto 0,72% 0,69%
Rasio NPL - neto dihitung berdasarkan NPL setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.
sesuai dengan peraturan terkait dibagi dengan jumlah kredit yang diberikan. piutang pembiayaan dan
pinjaman syariah.
330
Page 334
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
48. INFORMASI TAMBAHAN (lanjutan)
c. Kegiatan Jasa Kustodian
BRI melakukan kegiatan jasa penitipan harta (bank kustodian) sejak tahun 1996 berdasarkan izin
operasi melalui Surat Keputusan Ketua Bapepam No. 91/PM/1996 tanggal 11 April 1996 dan telah
ditunjuk sebagai Sub Registry dalam melaksanakan transaksi obligasi Pemerintah dan penatakerjaan
SBI Scriptless oleh Bank Indonesia.
Jasa penitipan harta ini merupakan bagian dari kegiatan Divisi Investment Services yang meliputi
jasa-jasa sebagai berikut:
• Jasa penyimpanan (safe keeping services) dan Portfolio Valuation;
• Jasa penyelesaian transaksi (settlement handling);
• Jasa penagihan penghasilan (income collection), termasuk pembayaran pajaknya;
• Jasa corporate action dan proxy services;
• Jasa informasi dan pelaporan (reporting services);
• Jasa Custody Unit Link dan DPLK;
• Jasa Kustodian untuk sekuritisasi aset; dan
• Jasa Kustodian Global untuk surat berharga yang diterbitkan di luar negeri.
Aset milik nasabah yang dititipkan pada Kustodian BRI adalah sebesar Rp1.210.963.661 dan
Rp555.527.157 masing-masing pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
Aset yang disimpan dalam kegiatan jasa kustodian tidak termasuk dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian BRI dan Entitas Anak.
d. Kegiatan Wali Amanat
BRI melakukan kegiatan jasa Wali Amanat sejak tahun 1996. Izin operasi BRI sebagai Wali Amanat
telah diberikan oleh Menteri Keuangan dengan Surat Keputusan No. 1554/KMK.013/1990
tanggal 6 Desember 1990 dan telah terdaftar di OJK sesuai Surat Tanda Terdaftar sebagai Wali
Amanat No. 08/STTD-WA/PM/1996 tanggal 11 Juni 1996.
Jasa Wali Amanat ini merupakan bagian dari kegiatan Divisi Investment Services yang meliputi jasa-
jasa sebagai berikut:
• Wali Amanat;
• Agen jaminan; dan
• Agen pemantau.
e. Jasa Trust
Layanan Jasa Trust BRI merupakan layanan jasa penitipan harta nasabah yang berupa aset financial
untuk dan atas nama nasabah. BRI merupakan Bank pertama di Indonesia yang memperoleh izin
dari Bank Indonesia untuk menjalankan layanan Jasa Trust di Indonesia melalui surat Bank Indonesia
No. 15/19/DPB1/PB1-3 tanggal 12 Februari 2013 dan surat penegasan Bank Indonesia
No. 15/30/DPB1/PB1-3 tanggal 19 Maret 2013.
Ruang lingkup layanan Jasa Trust BRI meliputi:
• Layanan Jasa Agen Pembayar;
• Layanan Jasa Agen Peminjaman;
• Layanan Jasa Agen Investasi; dan
• Layanan Jasa Keagenan Lainnya, seperti misalnya Agen Penampungan dan Agen Jaminan.
331
Page 335
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
48. INFORMASI TAMBAHAN (lanjutan)
e. Jasa Trust (lanjutan)
BRI saat ini telah memberikan pelayanan Jasa Trust untuk transaksi-transaksi keuangan yang
melibatkan proyek minyak dan gas (Migas) baik yang dilaksanakan oleh anggota Kontraktor Kontrak
Kerja Sama (K3S) di bawah naungan SKK Migas maupun proyek-proyek non K3S.
Di samping memberikan layanan Jasa Trust, BRI juga memberikan layanan jasa Agen Pembayar
dan Agen Penampungan (non-Trust) untuk sektor-sektor lain, seperti sektor infrastruktur, energi,
perdagangan dan industri kimia. Tak hanya melayani direct customer, Jasa Trust BRI juga berperan
serta mendukung unit kerja pembiayaan BRI dalam transaksi kegiatan pembiayaan infrastruktur,
energi dan aktivitas transaksi pembiayaan sindikasi.
f. Dana Pensiun Lembaga Keuangan BRI
Dana Pensiun Lembaga Keuangan Bank Rakyat Indonesia (DPLK BRI) didirikan oleh PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tanggal 26 Maret 2004 berdasarkan Keputusan Direksi PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk No. B. 140- DIR/KUI/TRY/03/2004 tanggal 26 Maret 2004 dan telah
mendapatkan pengesahan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP-97/KM.6/2004
tanggal 24 Mei 2004.
DPLK BRI menyelenggarakan Program antara lain:
• Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP);
• Program Pengelolaan Dana Kompensasi Pasca Kerja (PPDKP); dan
• Program Pengelolaan Dana Santunan Kesehatan (PPDSK).
g. Agen Sindikasi
BRI saat ini memberikan pelayanan Jasa Agen Sindikasi untuk pembiayaan kredit sindikasi dari
beberapa sektor/industri diantaranya sektor agribisnis, infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan,
bandara, pembangkit tenaga listrik, minyak & gas, tekstil, properti dan manufaktur yang melibatkan
proyek-proyek pemerintah (BUMN) maupun proyek-proyek swasta.
Jasa agen sindikasi ini merupakan bagian dari kegiatan sindikasi yang meliputi jasa-jasa sebagai
berikut:
• Arranger;
• Agen Fasilitas;
• Agen Jaminan; dan
• Agen Penampungan.
Jasa Agen Sindikasi BRI telah mengelola berbagai proyek sindikasi dengan total nilai proyek adalah
sebesar Rp639.433.388 dan Rp509.525.513, masing-masing untuk tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022.
332
Page 336
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
49. LABA PER LEMBAR SAHAM
Perhitungan laba per lembar saham dasar dan dilusian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk adalah sebagai berikut:
30 September 2023
Laba Periode
Rata-rata Berjalan Per
Laba Periode Tertimbang Saham Lembar Saham
Berjalan Biasa yang Beredar (nilai penuh)
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk
per lembar saham dasar 43.992.607 150.904.518.084 292
Ditambah: penerbitan saham bonus
dan opsi saham - 21.601.473 -
Laba bersih per lembar saham dilusian 43.992.607 150.926.119.557 291
30 September 2022
Laba Periode
Rata-rata Berjalan Per
Laba Periode Tertimbang Saham Lembar Saham
Berjalan Biasa yang Beredar (nilai penuh)
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk
per lembar saham dasar 39.156.233 151.450.691.603 259
Ditambah: penerbitan saham bonus
dan opsi saham - 22.179.862 -
Laba bersih per lembar saham dilusian 39.156.233 151.472.871.465 259
50. PERUBAHAN AKTIVITAS PENDANAAN
Arus Kas
31 Desember Perubahan 30 September
2022 Penerimaan Pembayaran Non Kas 2023
Pinjaman yang diterima 79.371.200 20.603.779 (14.765.369) 63.729 85.273.339
Pinjaman dan surat berharga
subordinasi 501.988 500.000 (500.000) (5.558) 496.430
Surat berharga yang diterbitkan 63.611.761 8.079.000 (26.877.850) 125.169 44.938.080
Total 143.484.949 29.182.779 (42.143.219) 183.340 130.707.849
Arus Kas
31 Desember Perubahan 30 September
2021 Penerimaan Pembayaran Non Kas 2022
Pinjaman yang diterima 68.458.547 6.266.783 (10.794.546) (297.971) 63.632.813
Pinjaman dan surat berharga
subordinasi 501.375 - - 259 501.634
Surat berharga yang diterbitkan 55.306.697 17.172.831 (11.036.786) 911.384 62.354.126
Total 124.266.619 23.439.614 (21.831.332) 613.672 126.488.573
333
Page 337
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
51. REKLASIFIKASI DAN PENYESUAIAN AKUN
Beberapa akun dalam laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2022 telah direklasifikasi sehingga sesuai dengan penyajian laporan
keuangan konsolidasian untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023.
Ringkasan dari akun-akun tersebut adalah sebagai berikut:
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2022
Laporan laba rugi dan Sebelum Sesudah
penghasilan komprehensif lain Reklasifikasi Reklasifikasi Reklasifikasi
Pendapatan bunga 113.548.884 (5.395.806) 108.153.078
Pendapatan syariah 1.702.643 5.395.806 7.098.449
Pendapatan penjualan emas - 5.910.652 5.910.652
Beban harga pokok penjualan emas - (5.701.743) (5.701.743 )
Pendapatan operasional lainnya
Lain-lain 7.728.983 (5.910.652) 1.818.331
Beban operasional lainnya
Lain-lain (12.921.077) 5.701.743 (7.107.461 )
52. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Manajemen BRI bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan
konsolidasian interim ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang diselesaikan
dan diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi BRI pada tanggal 25 Oktober 2023.
53. INFORMASI KEUANGAN TERSENDIRI ENTITAS INDUK
Informasi keuangan tersendiri Entitas Induk hanya menyajikan informasi laporan posisi keuangan interim
tanggal 30 September 2023 dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain interim, laporan
perubahan ekuitas interim dan laporan arus kas interim untuk periode sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal tersebut, dan catatan atas investasi pada entitas anak disajikan dengan metode biaya.
Laporan keuangan tersendiri Entitas Induk disajikan pada halaman 335 - 344.
334
Page 338
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM – ENTITAS INDUK
Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2023 31 Desember 2022
ASET
Kas 23.993.567 27.320.384
Giro pada Bank Indonesia 91.366.538 149.961.985
Giro pada Bank Lain 19.604.666 20.449.914
Cadangan kerugian penurunan nilai (35.177) (17.791)
19.569.489 20.432.123
Penempatan pada Bank Indonesia
dan Lembaga Keuangan Lain 18.260.909 68.259.629
Cadangan kerugian penurunan nilai (4.427) (990)
18.256.482 68.258.639
Efek-efek 282.329.425 309.070.065
Cadangan kerugian penurunan nilai (79.815) (73.583)
282.249.610 308.996.482
Wesel Ekspor dan Tagihan Lainnya 58.203.861 39.067.375
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.815.941) (1.638.929)
55.387.920 37.428.446
Efek-efek yang Dibeli dengan Janji
Dijual Kembali 26.429.903 51.014.678
Tagihan Derivatif 1.023.338 911.405
Kredit yang Diberikan 1.136.001.212 1.029.802.549
Cadangan kerugian penurunan nilai (79.796.224) (84.578.819)
1.056.204.988 945.223.730
Tagihan Akseptasi 9.056.055 7.096.719
Cadangan kerugian penurunan nilai (363.874) (136.450)
8.692.181 6.960.269
Penyertaan Saham 48.943.362 47.936.173
Aset Tetap
Biaya perolehan 57.797.335 54.097.275
Akumulasi penyusutan (15.922.771) (14.582.523)
Nilai buku – neto 41.874.564 39.514.752
Aset Pajak Tangguhan – neto 13.706.491 15.415.319
Aset Lain-lain – neto 38.304.694 31.620.288
TOTAL ASET 1.726.003.127 1.750.994.673
335
Page 339
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM - ENTITAS INDUK (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2023 31 Desember 2022
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Segera 12.035.217 18.988.424
Simpanan Nasabah
Giro 315.441.967 349.491.946
Tabungan 505.035.508 521.039.799
Deposito Berjangka 465.405.547 430.243.873
Total Simpanan Nasabah 1.285.883.022 1.300.775.618
Simpanan dari Bank Lain dan Lembaga
Keuangan Lainnya 11.152.211 9.480.779
Efek-efek yang Dijual dengan Janji
Dibeli Kembali 14.921.031 9.724.245
Liabilitas Derivatif 2.209.825 783.921
Liabilitas Akseptasi 9.056.055 7.096.719
Utang Pajak 1.017.239 1.814.219
Surat Berharga yang Diterbitkan 24.684.223 36.841.620
Pinjaman yang Diterima 30.998.030 38.803.987
Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi 6.204.631 6.456.606
Liabilitas Imbalan Kerja 18.208.420 17.419.000
Liabilitas Lain-lain 13.090.141 8.685.593
Pinjaman dan Surat Berharga Subordinasi 496.430 501.988
TOTAL LIABILITAS 1.429.956.475 1.457.372.719
336
Page 340
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM - ENTITAS INDUK (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2023 31 Desember 2022
LIABILITAS DAN EKUITAS (lanjutan)
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp50
(nilai penuh) per lembar saham
Modal dasar - 300.000.000.000 lembar
saham (terdiri dari 1 lembar saham
Seri A Dwiwarna dan
299.999.999.999 lembar
saham Seri B)
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 151.559.001.604 lembar
saham (terdiri dari 1 lembar saham
Seri A Dwiwarna dan 151.559.001.603
lembar saham Seri B) 7.577.950 7.577.950
Tambahan modal disetor 76.245.954 76.029.910
Surplus revaluasi aset tetap - bersih 19.848.571 19.848.571
Selisih kurs karena penjabaran laporan
keuangan dalam mata uang asing (220.268) (128.611)
Kerugian yang belum direalisasi atas efek-efek
yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain - bersih (3.587.943) (4.463.331)
Cadangan penurunan nilai atas efek-efek
yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain 149.304 137.288
Kerugian pengukuran kembali program
imbalan pasti - bersih (2.119.552) (691.307)
Modal saham diperoleh kembali (saham treasuri) (3.283.265) (2.202.178)
Opsi Saham 16.297 16.297
Cadangan kompensasi atas saham bonus 21.591 210.266
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 3.022.685 3.022.685
Belum ditentukan penggunaannya 198.375.328 194.264.414
Total Saldo Laba 201.398.013 197.287.099
TOTAL EKUITAS 296.046.652 293.621.954
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.726.003.127 1.750.994.673
337
Page 341
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM -
ENTITAS INDUK
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
PENDAPATAN DAN
BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan Bunga 108.711.557 94.783.570
Beban Bunga (26.920.806) (15.383.992)
Pendapatan Bunga - neto 81.790.751 79.399.578
Pendapatan Operasional lainnya
Provisi dan komisi lainnya 15.136.210 13.643.683
Penerimaan kembali aset yang telah dihapusbukukan 10.644.398 8.245.239
Keuntungan transaksi mata uang asing - neto 287.563 1.067.034
Keuntungan dari penjualan efek-efek - neto 1.274.063 1.154.126
Keuntungan yang belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar efek-efek 66.148 20.488
Lain-lain 2.486.926 2.572.551
Total Pendapatan Operasional lainnya 29.895.308 26.703.121
Beban penyisihan kerugian penurunan nilai
atas aset keuangan - neto (21.446.344) (21.401.113)
Beban penyisihan estimasi kerugian
komitmen dan kontinjensi - neto 251.976 2.036.874
Beban penyisihan kerugian penurunan
nilai atas aset non-keuangan (177) (11)
Beban Operasional lainnya
Tenaga kerja dan tunjangan (21.180.423) (20.948.742)
Umum dan administrasi (14.841.046) (13.132.708)
Lain-lain (5.185.208) (7.100.948)
Total Beban Operasional lainnya (41.206.677) (41.182.398)
LABA OPERASIONAL 49.284.837 45.556.051
(BEBAN) PENDAPATAN NON-OPERASIONAL - NETO (444.804) 374.913
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 48.840.033 45.930.964
BEBAN PAJAK (9.837.176) (8.746.353)
LABA PERIODE BERJALAN 39.002.857 37.184.611
338
Page 342
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM-
ENTITAS INDUK (lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
Penghasilan komprehensif lainnya:
Akun-akun yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Pengukuran kembali atas program imbalan pasti (1.763.266) 555.495
Keuntungan atas revaluasi aset tetap - 3.054.903
Pajak penghasilan terkait akun-akun yang
tidak akan direklasifikasi ke laba rugi 335.021 (105.544)
Akun-akun yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Selisih kurs karena penjabaran laporan
keuangan dalam mata uang asing (91.657) 41.369
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi
atas efek-efek yang diklasifikasikan sebagai
nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - neto 1.080.726 (9.121.631)
Cadangan penurunan nilai atas
efek-efek yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain 12.016 (142.298)
Pajak penghasilan
terkait akun-akun yang akan
direklasifikasi ke laba rugi (205.338) 1.733.110
Penghasilan Komprehensif Lain
Periode Berjalan - Setelah Pajak (632.498) (3.984.596)
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN 38.370.359 33.200.015
LABA PERIODE BERJALAN PER SAHAM
Dasar (dalam Rupiah penuh) 258 246
Dilusian (dalam Rupiah penuh) 258 245
339
Page 343
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS INTERIM - ENTITAS INDUK
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Kerugian)
Keuntungan
Cadangan yang belum
penurunan direalisasi
nilai Selisih kurs Efek-efek Keuntungan
Efek-efek karena yang diukur pengukuran
yang diukur penjabaran pada nilai kembali Surplus Saldo laba
Modal pada nilai laporan wajar melalui program Cadangan revaluasi Total
ditempatkan wajar melalui keuangan penghasilan imbalan pasti - kompensasi aset tetap - Telah Belum ekuitas
dan Tambahan penghasilan dalam mata komprehensif setelah pajak Saham saham kepada setelah pajak ditentukan ditentukan pemilik
disetor penuh modal disetor komprehensif lain uang asing lain - bersih tangguhan treasuri pekerja terkait penggunaannya penggunaannya entitas induk
Saldo pada tanggal
31 Desember 2021 7.577.950 76.324.093 533.238 (116.522) 1.869.163 (1.283.547) (45.997) 226.563 16.864.083 3.022.685 181.445.920 286.417.629
Laba periode berjalan - - - - - - - - - - 37.184.611 37.184.611
Penghasilan komprehensif
lainnya - - (142.298) 41.369 (7.388.521) 449.951 - - 3.054.903 - - (3.984.596)
Total penghasilan komprehensif
untuk periode berjalan - - (142.298) 41.369 (7.388.521) 449.951 - - 3.054.903 37.184.611 33.200.015
Pembagian laba
deviden - - - - - - - - - - (26.406.603) (26.406.603)
Saham bonus - (1.341) - - - - 31.363 - - - - 30.022
Saham treasuri - - - - - - (1.237.928) - - - - (1.237.928)
Saldo pada tanggal
30 September 2022 7.577.950 76.322.752 390.940 (75.153) (5.519.358) (833.596) (1.252.562) 226.563 19.918.986 3.022.685 192.223.928 292.003.135
340
Page 344
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS INTERIM - ENTITAS INDUK (lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(Kerugian)
Keuntungan
Cadangan yang belum
penurunan direalisasi (Kerugian)
nilai Selisih kurs Efek-efek Keuntungan
Efek-efek karena yang diukur pengukuran
yang diukur penjabaran pada nilai kembali Surplus Saldo laba
Modal pada nilai laporan wajar melalui program Cadangan revaluasi Total
ditempatkan wajar melalui keuangan penghasilan imbalan pasti - kompensasi aset tetap - Telah Belum ekuitas
dan Tambahan penghasilan dalam mata komprehensif setelah pajak Saham saham kepada setelah pajak ditentukan ditentukan pemilik
disetor penuh modal disetor komprehensif lain uang asing lain - bersih tangguhan treasuri pekerja terkait penggunaannya penggunaannya entitas induk
Saldo pada tanggal
31 Desember 2022 7.577.950 76.029.910 137.288 (128.611) (4.463.331) (691.307) (2.202.178) 226.563 19.848.571 3.022.685 194.264.414 293.621.954
Laba periode berjalan - - - - - - - - - - 39.002.857 39.002.857
Penghasilan komprehensif
lainnya - - 12.016 (91.657) 875.388 (1.428.245) - - - - - (632.498)
Total penghasilan komprehensif
untuk periode berjalan - - 12.016 (91.657) 875.388 (1.428.245) - - - - 39.002.857 38.370.359
Pembagian laba
- dividen atas laba tahun 2022 - - - - - - - - - - (34.891.943) (34.891.943)
Akuisisi atas entitas sepengendali - - - - - - - - - - - -
Opsi saham - - - - - - - - - - - -
Saham bonus - 216.044 - - - - 31.304 (188.675) - - - 58.673
Saham treasuri - - - - - - (1.112.391) - - - - (1.112.391)
Saldo pada tanggal
30 September 2023 7.577.950 76.245.954 149.304 (220.268) (3.587.943) (2.119.552) (3.283.265) 37.888 19.848.571 3.022.685 198.375.328 296.046.652
341
Page 345
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
LAPORAN ARUS KAS INTERIM - ENTITAS INDUK
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
Penerimaan bunga 111.064.311 91.239.682
Pembayaran bunga (26.991.627) (15.481.561)
Penerimaan kembali aset yang telah dihapusbukukan 10.644.398 8.245.239
Pendapatan operasional lainnya 19.129.958 17.148.978
Beban operasional lainnya (38.824.594) (38.719.046)
(Beban) pendapatan non operasional - neto (509.813) 211.500
Pembayaran pajak penghasilan badan dan tagihan pajak (10.076.586) (11.339.412)
Arus kas sebelum perubahan
dalam aset dan liabilitas operasi 64.436.047 51.305.380
Perubahan dalam aset dan liabilitas operasi:
(Kenaikan) penurunan aset operasi:
Penempatan pada Bank Indonesia
dan lembaga keuangan lain 431.553 342.485
Efek-efek yang diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi 1.644.410 1.487.519
Wesel ekspor dan tagihan lainnya (19.136.486) (15.544.620)
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali 24.584.775 41.095.958
Kredit yang diberikan (130.669.365) (78.581.296)
Uang muka pajak
Aset lain-lain 5.761.006 (1.570.719)
(Penurunan) kenaikan liabilitas operasi:
Liabilitas segera (8.502.308) (1.564.041)
Simpanan:
Giro (34.049.979) 26.230.773
Tabungan (16.004.291) 3.366.610
Deposito berjangka 35.161.674 (24.772.633)
Simpanan dari bank lain dan lembaga
keuangan lainnya 1.671.432 (6.494.468)
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 5.196.786 (4.511.444)
Liabilitas lain-lain (188.598) 2.623.009
Kas neto yang digunakan untuk
kegiatan operasi (69.663.344) (6.587.487)
342
Page 346
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
LAPORAN ARUS KAS INTERIM - ENTITAS INDUK (lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September
2023 2022
ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
Penerimaan dividen 160.637 1.677.920
Perolehan aset tetap (4.432.917) (4.533.476)
Hasil penjualan aset tetap 65.009 163.413
Penambahan penyertaan saham (500.000) (212.000)
Kenaikan efek-efek yang diklasifikasikan
sebagai nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
dan biaya perolehan diamortisasi 27.252.973 46.745.721
Kas neto yang diperoleh dari
kegiatan investasi 22.545.702 43.841.578
ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) pinjaman yang diterima (7.805.957) (1.910.480)
Saham yang dibeli kembali (1.081.087) (1.237.928)
Penambahan Modal 215.508 -
Pembagian laba untuk dividen (43.494.766) (26.406.603)
Penerimaan pinjaman subordinasi 500.000 -
Pembayaran pinjaman subordinasi (500.000) -
Penerimaan atas surat berharga
yang diterbitkan - 4.988.452
Pembayaran atas surat berharga
yang jatuh tempo (11.830.750) (2.577.500)
Kas neto yang digunakan untuk
kegiatan pendanaan (63.997.052) (27.144.059)
PENURUNAN NETO KAS
DAN SETARA KAS (111.114.694) 10.110.032
PENGARUH PERUBAHAN KURS
MATA UANG ASING 39.685 369.016
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 263.964.137 147.060.394
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 152.889.128 157.539.442
Kas dan setara sas akhir tahun terdiri dari:
Kas 23.993.567 21.065.297
Giro pada Bank Indonesia 91.366.538 85.446.536
Giro pada bank lain 19.604.666 13.164.599
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain - jangka waktu jatuh tempo
tiga bulan atau kurang sejak
tanggal perolehan 16.661.250 37.863.010
Serifikat Bank Indonesia - jangka waktu
jatuh tempo tiga bulan atau kurang
sejak tanggal perolehan 1.263.107 -
Total Kas dan Setara Kas 152.889.128 157.539.442
343
Page 347
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK - ENTITAS INDUK
CATATAN ATAS INVESTASI PADA ENTITAS ANAK
Tanggal 30 September 2023
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. PENYERTAAN SAHAM PADA ENTITAS ANAK
Informasi mengenai entitas anak yang dimiliki BRI diungkapkan pada Catatan 1f atas laporan keuangan
konsolidasian.
Pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, entitas induk memiliki penyertaan
saham pada entitas anak yang disajikan dengan metode biaya sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Persentase Persentase
Harga Perolehan Kepemilikan Harga Perolehan Kepemilikan
PT Bank Raya Indonesia Tbk 5.448.979 86,85% 5.448.979 86,85%
BRI Remittance Co. Limited 2.289 100,00 2.289 100,00
PT Asuransi BRI Life 1.626.643 54,77 1.626.643 59,02
PT BRI Multifinance Indonesia 1.055.003 99,88 1.055.003 99,88
PT BRI Danareksa Sekuritas 513.888 67,00 513.888 67,00
PT BRI Ventura Investama 2.148.090 99,97 1.648.090 99,97
PT BRI Asuransi Indonesia 1.041.000 90,00 1.041.000 90,00
PT Pegadaian 25.326.438 99,99 25.326.438 99,99
PT Permodalan Nasional Madani 6.073.819 99,99 6.073.819 99,99
PT BRI Manajemen Investasi
(dahulu PT Danareksa Investment Management) 458.433 65,00 458.433 65,00
344
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.