Skip to content
Back to announcement

Checklist BLOG 2025.pdf

Financial statement Text extracted BLOG

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 76

Page 1 OCR 0.944
CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH
INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA

Petunjuk Pengisian Checklist:

1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan ini, kecuali Emiten dan
Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek harus menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek
(Peraturan No. VIII.G.17).

2. Tanda (v) diisi pada kolom 'Ada' apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan dan
"selanjutnya pada kolom 'Keterangan' ditambahkan cross reference ke nomor catatan atas laporan keuangan.

3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka tanda (v) diisi pada kolom "Tidak
Ada' dengan menambahkan keterangan alasannya pada kolom keterangan.

4. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi persyaratan pengungkapan yang ada
maka tanda (V) diisi pada kolom 'N/A'.

5. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan (untuk laporan keuangan
audited).

Data Umum

PT Trimitra Trans Persada Tbk

Nama Emiten/Perusahaan Publik

Bidang Usaha

Logistik

Jenis Penawaran Umum

31 Desember 2025

31 Desember 2025

31 Desember 2024

Nama Kantor Akuntan Publik

KAP Tanubrata Sutanto Fahmi
Bambang & Rekan

KAP Gani Sigiro & Handayani

Nama Partner

Foreman Ronni Boy Pangaribuan,

Foreman Ronni Boy

CPA Pangaribuan, CPA
Opini Akuntan Wajar Tanpa Pengecuallan Wajar Tanpa Pengecualian
Catatan tentang Opini (jika ada) N/A N/A

Page 2 OCR 0.922
Ya Tidak
Pemenuhan Peraturan No.VIII.G.11 Tentang “Tanggung Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan" v
Pemenuhan Peraturan No.VIII.A.2 tentang “Independensi Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit v

di Pasar Modal"

Data Keuangan Penting (Dalam Ribuan Rupiah)

Periode laporan keuangan

31 Desember 2025

31 Desember 2024

Laba Rugi Komprehensif

Pendapatan

1.327.762.434.000)|

1.079.431.965.362|

Laba (rugi) bruto

268.347.665.762

207.557.715.499

Laba (rugi) usaha/operasional

188.743.176.172

144.497.482.535

Laba (rugi) bersih periode berjalan

144.461.984.669

111.862.112.928

Laba (rugi) komprehensif

144.476.954.327|

112.036.764.139

Laba Per saham (dasar)

27

119

Laba Per saham (dilusian)

Laporan Posisi keuangan

Jumlah Aset

1.031.589.273.019|

716.502.465.418

Jumlah Aset Lancar

304.969.806.644

139.398.173.592

Jumlah Aset Tidak Lancar

726.619.466.375

577.104.291.826

Jumlah Liabilitas

410.962.279.319

328.595.235.017

| Jumlah Liabilitas Jangka Pendek

137.889.347.771

143.796.878.564|

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang

273.072.931.538|

184.798.456.453

Jumlah Ekuitas

620.626.993.710|

387.907.130.401

Modal Disetor

88.337.207.312

6.431.655.000

Saldo Laba

194.006.595.286

99.542.884.178

Catatan:

. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan seluruhnya, kecuali pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak
dapat diterapkan pada Emiten atau Perusahaan Publik. Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyesuaikan pengungkapan sesuai dengan karakteristik

industri apabila pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami laporan keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
. Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada checklist ini, namun mengikuti peraturan BapepamPLK No
VIII.G.17 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek.

Page 3 OCR 0.943
Laporan Keuangan Terdiri dari:

Laporan posisi keuangan pada akhir periode

Halaman 1-2

Laporan laba rugi komprehensif selama periode

Halaman 3

Laporan perubahan ekuitas selama periode

Halaman 4

Laporan arus kas selama periode

aras

Halaman 5

alalalnj»

Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan saat Perusahaan
menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali
pos-pos laporan keuangan atau ketika Perusahaan mereklasifikasi pos-pos dalam laporan
keuangannya.

Catatan atas Laporan Keuangan

Ketentuan Umum
Perusahaan wajib menyajikan catatan atas laporan keuangan dengan urutan sebagai berikut:

ja. gambaran umum Perusahaan,

b. dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan
yang diterapkan,

Ic. informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan posisi keuangan,
laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas,
sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian masing-masing pos: dan

jd. pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi:

1) informasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian
manapun dalam laporan keuangan: dan

2) informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan,
tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan.

Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau persentase untuk menjelaskan adanya bagian
dari suatu jumlah, tidak menggunakan kata “sebagian”.

Perusahaan wajib mengungkapkan dalam penjelasan masing-masing pos mengenai Aset yang
dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan.

Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan, wajib diungkapkan jenis dan nilai aset yang diasuransikan,
nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan
pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya.

Halaman 6-80

Page 4 OCR 0.882
Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan

1. Gambaran Umum Perusahaan
Hal-hal yang harus diungkapkan, antara lain:

a Pendirian perusahaan

1) IRiwayat ringkas perusahaan, vj Catatan Ia

2) (Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan terakhir, pengesahan dari instansi yang berwenang, v Catatan la
dan nomor serta tanggal Berita Negara

3) (Kegiatan usaha sesuai anggaran dasar Perusahaan dan yang sedang dijalankan pada periode v Catatan Ia
pelaporan:

4) |Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi utama kegiatan usaha, “ (Catatan la

5) ITanggal mulai beroperasinya perusahaan secara komersial. Dalam hal perusahaan melakukan ekspansi v Catatan la

atau perampingan usaha secara signifikan pada periode laporan yang disajikan, wajib disebutkan saat
(dimulainya operasi komersial dari ekspansi atau perampingan usaha dan kapasitas produksinya, dan

6) |Nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir dalam kelompok usaha (ultimate parent of the “ (Catatan la
Igroup). Dalam hal tidak dapat diungkapkan, wajib disebutkan alasannya.

7) |Khusus Industri Media “
Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimiliki.

8) (Khusus Industri Jalan Tol “
Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah yang mendasari penyelenggaraan jalan tol
tersebut.

9) (Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan “
Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau Utoritas yang berwenang,

10) IKhusus untuk Industri Perbankan “
Izin usaha sebagai bank umum, sebagai bank devisa (jika ada), serta izin untuk menjalankan kegiatan

berdasarkan prinsip syariah (jika ada).

Page 5 OCR 0.893
11)

Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan Pertambangan Umum

Area Eksplorasi dan Eksploitasi/Pengembangan

Penjelasan mengenai area eksplorasi dan eksploitasi Perseroan meliputi :

a) Area Eksplorasi, meliputi:

# Nama lokasi,

# Nama pemilik izin lokasi,

« Tanggal perolehan izin ekplorasi serta tanggal jatuh temponya:

«  Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik izin lokasi:
dan

& Jumlah biaya eksplorasi yang telah dibukukan sebagai Aset Minyak dan Gas
Bumi per tanggal Laporan Posisi Keuangan:

b) Area Eksploitasi/Pengembangan meliputi:

» Nama lokasi,

Nama pemilik ijin lokasi:

Tanggal perolehan ijin eksploitasi serta tanggal jatuh temponya:

Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik ijin lokasi,

Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan tentang pihak yang melakukan

sertifikasi, dan tanggal sertifikasi,

Jumlah produksi pada tahun berjalan: dan

« Akumulasi jumlah produksi sejak awal kegiatan eksploitasi/pengembangan
oleh Perseroan hingga tanggal laporan posisi keuangan.

12)

Khusus Industri Kehutanan

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan:

b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola selama masa sisa manfaat HPH:
dan

C) sisa umur HPH.

Penawaran Umum Efek, yang harus diungkapkan antara lain:

I)l Tanggai dan/atau nomor surat efektif penawaran umum, termasuk penawaran Efek yang diterbitkan di Catatan 1b

luar Indonesia,
2)|Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan, Catatan 1b
3)|Bursa tempat Efek dicatatkan dan Catatan 1b
4)|Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah Efek yang diterbitkan (corporate action) sejak

penawaran umum perdana sampai dengan periode pelaporan terakhir.

Struktur Perusahaan, entitas anak, dan Entitas Bertujuan Khusus (EBK)

Yang harus diungkapkan antara lain:

ICatatar 1e

)

Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan baik secara langsung maupun tidak langsung:

Page 6 OCR 0.921
2)| Tempat kedudukan: “ (Catatan 1e

3)|Jenis usaha, “ Catatan 1e

4)|Tahun beroperasi secara komersial, “ Catatan 1e

5)|Persentase kepemilikan dan proporsi hak suara (jika berbeda): v Catatan Ie

6)|Total Aset, dan “ (Catatan 1e

7)|Informasi penting lainnya antara lain: ICatatan 1e menyatakan
a) sifat hubungan antara entitas induk dan entitas anak, apabila entitas induk tidak v hubungan kepemilikan

memiliki baik langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak, lebih dari

5096 (lima puluh perseratus) hak suara yang sah:

alasan mengapa kepemilikan baik langsung maupun tidak langsung lebih dari 50yp

(lima puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial atas investee tidak

diikuti dengan pengendalian:

akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak apabila laporan

keuangan tersebut digunakan untuk menyusun laporan keuangan konsolidasian

dan tanggal atau periode berbeda dari tanggal laporan keuangan entitas induk,

dan alasan menggunakan tanggal atau periode yang berbeda,

sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak untuk

mentransfer dana ke entitas induk dalam bentuk dividen tunai, atau pembayaran

kembali pinjaman atau uang muka,

suatu rincian yang menunjukkan dampak setiap perubahan bagian kepemilikan

entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya

Pengendalian atas ekuitas yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk,

dan

f) dalam hal hilangnya Pengendalian atas entitas anak, maka entitas induk harus
mengungkapkan:

(1) keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakui dari hilangnya
Pengendalian, dan porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat
diatribusikan pada pengakuan sisa investasi pada entitas anak terdahulu
dengan Nilai Wajar pada tanggal hilangnya Pengendalian,

(2) jumlah persentase kepemilikan yang dilepaskan:

(3) jumlah harga yang diterima:

(4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas:

(5) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya dimana
Pengendalian dilepaskan, dan

(86) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau
bisnis lainnya dimana Pengendalian dilepaskan, yang diikhtisarkan
berdasarkan kategori utamanya.

b:

c)

d

e)

langsung

Page 7 OCR 0.941
Karyawan, direksi, komisaris, dan komite audit
Yang harus diungkapkan antara lain:

1) INama dan jabatan untuk masing-masing anggota direksi, dewan komisaris, dan komite audit, Catatan 1c
2) (cakupan manajemen kuncij dan
3) Ibumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir periode atau rata-rata jumlah karyawan tetap Catatan 1c
selama periode yang bersangkutan, secara konsolidasi untuk Perusahaan dan entitas anak.
Penerbitan Laporan Keuangan
1) |Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit: dan Catatan 1d
Catatan 1d

2)

Pihak yang bertanggung jawab mengotorisasi laporan keuangan.

Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal sebagai berikut:

Pernyataan kepatuhan terhadap SAK
Pernyataan ini merupakan pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai
dengan SAK.

Catatan 2

Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan

1)

Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu berdasarkan biaya historis (historical cost), biaya perolehan
kini (current cost), nilai realisasi neto (net realizable value), Nilai Wajar (fair value) atau jumlah yang
dapat dipulihkan berdasarkan SAK yang berlaku.

Catatan 3b

Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas.

Catatan 3b

Mata uang fungsional dan mata uang penyajian yang digunakan, meliputi:

a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak:

b) fakta dan alasan perubahan, apabila terdapat perubahan mata uang fungsional
Perusahaan maupun kegiatan usaha asing yang signifikan: dan

Cc) alasan perubahan mata uang penyajian (jika ada).

Catatan 3e

4

Alasan perubahan periode pelaporan (jika ada).

Page 8 OCR 0.935
Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi Signifikan oleh Manajemen

-

Perusahaan harus mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan atau bagian lain dari
catatan atas laporan keuangan, pertimbangan yang telah dibuat manajemen dalam proses penerapan
kebijakan akuntansi dan memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam
laporan keuangan,

(Catatan 3b

Perusahaan harus mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat mengenai masa depan, dan
sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko
signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat Aset dan Liabilitas
dalam periode pelaporan berikutnya: dan

(Catatan 3b. Penyusunan
laporan keuangan konsolidasian
sesuai dengan SAK di Indonesia
mengharuskan penggunaan
estimasi dan asumsi. Hal
tersebut juga mengharuskan
manajemen untuk membuat
pertimbangan dalam proses
penerapan kebijakan akuntansi
grup. Area yang kompleks atau
yang memerlukan tingkat
pertimbangan yang lebih tinggi
atau area dimana asumsi dan
estimasi dapat berdampak
signifikan terhadap laporan
keuangan konsolidasian
diungkapkan di catatan 4.

Ke)

Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas (sebagaimana dimaksud dalam angka 2), catatan atas laporan
keuangan memasukkan rincian atas sifat dan jumlah tercatat pada akhir periode pelaporan.

(Catatan 4

Kebijakan Akuntansi Tertentu

Kebijakan akuntansi tertentu merupakan kebijakan akuntansi lainnya yang diterapkan dan relevan
untuk memahami laporan keuangan. Kebijakan akuntansi tertentu meliputi, tetapi tidak terbatas pada
hal-hal sebagai berikut:

Page 9 OCR 0.922
-

)

Prinsip-prinsip konsolidasi

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) ruang lingkup Laporan Keuangan Konsolidasian, yang meliputi pos-pos entitas
induk dan entitas anak:

b) dasar dan kapan suatu entitas anak dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
entitas induk,

Cc) kebijakan akuntansi sehubungan dengan perubahan kepemilikan tanpa
kehilangan Pengendalian atas entitas anak,

d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan kehilangan Pengendalian atas entitas
anak:

e) kebijakan akuntansi sehubungan dengan pencatatan dan penyajian kepentingan
nonpengendali: dan

#) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi material antar entitas yang

Catatan 3c

2

dikonsolidasi telah dieliminasi.

Kombinasi bisnis

Yang harus dijelaskan antara lain:

Ja) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis, termasuk metode yang
digunakan untuk mengukur kepentingan nonpengendali:

b) pengakuan awal untuk goodwill:

Cc) pengukuran setelah pengakuan awal untuk goodwill: dan

d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan kombinasi bisnis yang ada di
Perusahaan, antara lain:
(1) pembelian dengan diskon:
(2) akuisisi secara bertahap, dan
(3) imbalan kontinjensi.

3)

Kas dan setara kas:

Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan dalam menentukan komponen kas dan setara kas.

(Catatan 3f

Ih

Page 10 OCR 0.927
4)|Instrumen Keuangan

a)

b)

s5)

Instrumen Keuangan selain Sukuk

Yang harus dijelaskan antara lain:

(1) pengakuan awal instrumen keuangan setiap kategori, termasuk perlakuan
atas biaya transaksi,

(2) pengukuran setelah pengakuan awal instrumen keuangan setiap kategori,

(3) ketentuan saling hapus dari instrumen keuangan:

(4) metode yang digunakan untuk menentukan Nilai Wajar instrumen keuangan,

(5) metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan penurunan nilai dari
aset keuangan:

(6) ketentuan penghentian pengakuan instrumen keuangan,

(7) khusus instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung nilai, selain
penjelasan sebagaimana dimaksud dalam angka (1), angka (2), angka (3),
angka (4), angka (5), dan angka (6), wajib ditambahkan penjelasan
mengenai,

(a) ketentuan pemenuhan kriteria akuntansi lindung nilai,

(b) klasifikasi lindung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nilai atas
instrumen keuangan derivatif: dan

(c) perlakuan akuntansi lindung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nilai.

Investasi pada sukuk

Yang harus dijelaskan antara lain:

(1) klasifikasi dan reklasifikasi investasi pada sukuk:

(2) pengakuan awal sukuk,

(3) pengukuran setelah pengakuan awal sukuk,

(4) penyajian pendapatan sukuk, dan

(5) penyajian amortisasi biaya transaksi.

Sukuk yang diterbitkan

Yang harus dijelaskan antara lain:

(1) pengakuan awal sukuk,

(2) pengukuran setelah pengakuan awal sukuk,

(3) biaya transaksi penerbitan sukuk,

(4) posisi penyajian sukuk: dan

(5)akad syariah yang digunakan.

Ke

(Catatan 3d

5)|Khusus Industri Perbankan

a)

b)

c)

Giro Wajib Minimum

Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan mengenai jumlah giro wajib
minimum.

Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain

Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Giro pada Bank Indonesia
dan Bank Lain.

Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain

Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian penempatan pada Bank
Indonesia dan Bank Lain,

6)lPiutang Reverse Repo

Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Piutang Reverse Repo, metode pencatatan dan
pengukurannya.

Page 11 OCR 0.908
7

Khusus Industri Perbankan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki,

b) Pengakuan nilai pada investasi untuk setiap kelompok Obligasi Rekapitalisasi
Pemerintahjdan

c) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan keuangan.

Khusus Industri Perbankan
Ia) Kredit
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Penjelasan atas masing-masing jenis kredit yang diberikan:
(2) Dasar penyajian atas kredit,
(3) Kebijakan manajemen dan pelaksanaan pengendalian risiko portofolio
kredit:
(4) Perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibeli dari BPPN (jika ada): dan
(5) Kebijakan bank akan agunan kredit.
b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian atas tagihan/kewajiban
akseptasi,
C) Agunan yang Diambil Alih
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar penilaian dan penyajian,
(2) Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi piutang/pembiayaan yang diberikan
dengan saldo piutang/pembiayaan yang tidak dapat ditagih, dan
(3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan (kerugian) dari realisasi penjualan
agunan.

9)

Khusus untuk Industri Pembiayaan Piutang Pembiayaan Konsumen

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Dasar penyajian piutang pembiayaan konsumenj dan

h) Nasar penilaian aset jika perusahaan menarik kembali aset pembiayaan
konsumen dari konsumennya.

10)

Anjak Piutang

Yang harus dijelaskan antara lain:

la) Jenis transaksi anjak piutang (dengan recourse atau tanpa recourse)/

b) Penyajian transaksi anjak piutang,

c) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga pengalihan dan jumlah bersih
piutang dialihkan: dan

d) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak piutang (ditagihkan kembali ke
klien atau ditanggung oleh perusahaan).

11)

Sewa

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung suatu sewa,

b) kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa pembiayaan atau sewa
operasij dan

|) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak sebagai lessee dan/atau lessor.

Catatan 3m

y

Page 12 OCR 0.934
12)

Persediaan :
Yang harus dijelaskan antara lain mengenai kebijakan akuntansi yang digunakan dan rumusan biaya
yang digunakan.
a) Khusus Industri Kehutanan HTI
Dalam pengembangan yang harus dijelaskan antara lain:
Beban-beban yang dikapitalisasi, antara lain: kewajiban kepada negara,
pemeliharaan sarana dan pra-sarana.
HTI Siap Panen
Yang harus dijelaskan antara lain:
Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke biaya produksi.
b) Khusus Industri Perkebunan Tanaman Perkebunan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai persediaan, tanaman belum
menghasilkan, atau tanaman telah menghasilkan,
(2) Dasar penilaian dan pengukuran:
(3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi tanaman belum menghasilkan ke tanaman
telah menghasilkan:
(4) Metode penyusutan dan masa manfaat tanaman yang disusutkan, dan
(5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman.
Cc) Khusus Industri Peternakan Hewan Ternak
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Hewan ternak telah menghasilkan :
(a) Metode penilaian,
(b) Metode amortisasi (deplesi): dan
(c) Cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada.
(2) Hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) :
(a) Metode penilaian: dan
(b) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk dapat berpindah menjadi
hewan ternak telah menghasilkan.

13)

Aset Tetai

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) pengakuan awal Aset Tetap:

b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap:

'c) pengelompokan Aset Tetap:

d) metode penyusutan yang digunakan:

e) kapitalisasi biaya yang terkait dengan Aset Tetap:

f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan,

9) penghentian pengakuan:

h) nilai residu: dan

i) pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji ulang atas estimasi umur
ekonomis, metode penyusutan, dan nilai residu pada setiap akhir periode
pelaporan.

Catatan 3h

1a)

Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat investasi pada asosiasi.

Page 13 OCR 0.915
15)

Bagian partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat bagian partisipasi dalam
Ventura Bersama.

18)

Pola Kerjasama

Yang harus dijelaskan antara lain:

la) Kriteria dari bentuk kerjasama,

b) Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset dan liabilitas yang timbul: dan
Ic) Sistem pembagian hasil, jika ada.

17

18)

Aset Tak Berwujud

Yang harus dijelaskan antara lain :

a) pengakuan awal aset tak berwujud,

b) pengukuran setelah pengakuan awal aset tak berwujud:

C) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan apabila umur manfaat
terbatas,diungkapkan tarif amortisasi yang digunakan dan umur manfaatnya:

(d) sumber terjadinya aset tak berwujud,

e) metode amortisasi yang digunakan,

f) penghentian pengakuan aset tak berwujud: dan

9) riset dan pengembangan (jika ada).

|Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang dimiliki untuk dijual

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi suatu aset tidak lancar diklasifikasikan
sebagai aset yang dimiliki untuk dijual: dan

b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual.

Not Material Transactions

19)

Properti Investasi :

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) pengakuan awal Properti Investasi:

b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti Investasi:

C) metode penyusutan yang digunakan, khusus untuk model biaya:

d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan untuk model biaya: dan
1) penghentian pengakuan Properti Investasi.

20)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi Aset Minyak dan Gas Bumi

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat bruto,

b) kriteria kapitalisasi biaya, penurunan nilai (impairment) dan penilaian kembali
aset (revaluasi):

c) metode penyusutan dan amortisasi yang digunakan:

|d) masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi yang digunakan, dan

le) pertanggungan asuransi

Page 14 OCR 0.910
2

»

)IPenurunan Nilai Aset Nonkeuangan

Yang harus dijelaskan antara lai

a) ketentuan peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya
penurunan nilai: dan

b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nilai aset nonkeuangan dan
pembalikannya.

Catatan 3i

22)|Khusus Industri Perbankan Liabilitas Segera

Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian liabilitas segera.
Simpanan Nasabah

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Penjelasan atas simpanan: dan

b) Dasar penyajian dari masing-masing kategori simpanan.
Simpanan dari bank lain

Yang harus dijelaskan antara lain:

Ja) Penjelasan atas simpanan dari bank lain: dan

b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain.

Surat Berharga yang Diterbitkan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Kriteria dan jenis-jenis surat berharga yang diterbitkan: dan
b) Perlakuan akuntansi atas premi atau diskonto.

23)|Provisi

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) kondisi provisi yang harus diakui: dan
b) dasar penentuan nilai provisi.

Catatan 3n

24)|Utang Repo

Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Utang Repo, metode pencatatan dan pengukurannya.

25)|Khusus Industri Gas dan

Yang harus dijelaskan antara lain:
ja) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH:
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan:
Ic) Metode penyusutan prasarana PLH: dan
d) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Lokasi penambangan:
(2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi,
(3) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi penambangan:
dan
(4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan.

ak Bumi Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan/ Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan.

Page 15 OCR 0.930
26)|Khusus Industri Pertambangan Umum

Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan

Yang harus dijelaskan antara lain:

3) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang masih
berjalan dengan penjelasan mengenai jangka waktu kontrak untuk Area of
Interest yang bersangkutan:

b) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang sudah
menemukan adanya Cadangan Terbukti dengan penjelasan bahwa amortisasinya
baru akan dilaksanakan pada saat dimulainya produksi:

c) Dasar penentuan ditangguhkannya biaya pengembangan dan kapitalisasi biaya
pekerjaan konstruksi dan prasarana: dan

4) Metode amortisasi dan penyusutan yang dipergunakan dengan penjelasan jangka
waktu perijinan penambangan, taksiran umur ekonomis tambang dan dasar
perhitungan amortisasi.

Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/Penyisihan Liabilitas

Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH:

b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan: dan

c) Metode penyusutan prasarana PLH.

Page 16 OCR 0.946
27)

Pengakuan Pendapatan
a) Yang harus dijelaskan antara laii
(1) kondisi dan metode pengakuan pendapatan serta dasar pengukuran yang
digunakan berdasarkan jenis pendapatan yang ada: dan
(2) dalam hal terdapat transaksi hubungan keagenan, kebijakan pengakuan
pendapatan dan penjualan dari hubungan keagenan serta beban terkait.
b) Pengakuan pendapatan dan Beban dengan menggunakan metode
persentase penyelesaian
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang diterapkan untuk menentukan
tahap penyelesaian suatu kontrak.
Cc) Khusus Industri Asuransi
(1) Pengakuan pendapatan premi

Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:

(a) Tarif yang digunakan dalam perhitungan premi yang belum merupakan
pendapatan:

(b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi reasuransi prospektif dan
retroaktif, dan

(c) Penyajian pendapatan premi dalam laporan laba rugi.

(2) Beban Klaim

Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:

(a) Kelompok beban klaim dalam bentuk: klaim yang disetujui, klaim dalam
proses penyelesaian, klaim yang terjadi namun belum dilaporkan dan
beban penyelesaian klaim: dan

(b) Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi.

d) Khusus Industri Real Estate
Kapitalisasi dan metode alokasi biaya proyek pengembangan Real Estate
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Unsur biaya yang kapitalisasi ke proyek pengembangan Real Estat,
(2) Unsur biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek:
(3) Penyisihan atas realisasi pendapatan pada masa mendatang lebih rendah

Gari nilai tercatat proyek,

(4) Metode alokasi biaya yang telah dikapitalisasi ke setiap unit Real Estat:

(5) Biaya yang direvisi dan direalokasi akibat perubahan mendasar pada
estimasi kini: dan

(6) Unsur biaya yang diakui sebagai beban pada saat terjadinya.

(Catatan 3j

28)

Program Loyalitas Pelanggan
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan terkait program loyalitas pelanggan

29)

Transaksi dan Saldo dalam mata uang asing

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo dalam mata uang asing:

b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari penjabaran aset dan liabi
moneterj dan

C) referensi dan kurs yang digunakan untuk menjabarkan transaksi dan saldo dalam
mata uang asing.

itas

Catatan 3e. Tidak terdapat
transaksi dalam mata uang
selain Rupiah.

Page 17 OCR 0.929
30)

Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (Catatan 3g
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) dasar penetapan Pihak-pihak berelasij
b) pengungkapan Pihak-pihak berelasi dalam Laporan Keuangan: dan
31)|Hibah Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan akuntansi tentang metode penyajian dalam laporan
keuangan.
32)|Pajak Penghasilan (Catatan 3k
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak kini dan pajak tangguhan,
b) ketentuan mengenai saling hapus:
c) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhan: dan
d) metode yang digunakan dalam menilai aset (liabilitas) pajak tangguhan.
33)|Imbalan Kerja (Catatan 31

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) jenis imbalan kerja yang diberikan kepada karyawan:

b) deskripsi umum mengenai jenis program imbalan pascakerja yang
diselenggarakan oleh Perusahaan,

C) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakui keuntungan dan kerugian
aktuarial, dan

d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk curtailment dan penyelesaian.

Saham Treasuri

Yang harus dijelaskan antara lain metode pengakuan dan pengukuran atas pembelian, penjualan, atau
pembatalan saham treasuri.

Pembayaran Berbasis Saham

Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan akuntansi untuk transaksi pembayaran berbasis saham
yang diselesaikan melalui instrumen ekuitas dan/atau diselesaikan melalui Kas, termasuk
pengukurannya.

36)

Kuasi-Reorganisasi

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi:

b) dasar penentuan nilai wajar Aset dan Liabilitas: dan

c) perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi Aset dan Liabilitas

Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebelum 1 Januari 2013.

J|Biaya Pinjaman

Yang harus dijelaskan antara lain kondisi yang mengharuskan biaya pinjaman dikapitalisasikan sebagai
bagian dari biaya perolehan aset kualifikasian.

Page 18 OCR 0.929
38)

Segmen Operasi

Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan oleh manajemen untuk mengidentifikasikan
Segmen Operasi.

(Catatan 3p

39)

Laba (Rugi) per saham

Yang harus dijelaskan antara lain dasar perhitungan laba (rugi) per saham dasar dan laba (rugi) per
saham dilusian.

Pengungkapan atas Pos-Pos Laporan Keuangan

(Catatan 30

Aset

1)

Kas dan Setara Kas

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) unsur Kas dan Setara Kas pada pihak berelasi dan pihak ketiga:

b) rincian jumlah penempatan di bank berdasarkan nama bank serta jenis mata
uang asing:

c) kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas selama periode pelaporan: dan

d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang signifikan yang tidak dapat digunakan
oleh kelompok usaha disertai pendapat manajemen.

(Catatan 5

Page 19 OCR 0.953
2)

Khusus Industri Perbankan

a) Kas
Yang harus diungkapkan adalah rincian jumlah kas berdasarkan jenis mata
uang.

b) Giro pada Bank Indonesia
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian jumlah Giro pada Bank Indonesia berdasarkan jenis mata uang
(nilai dalam mata uang original): dan

(2) Ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) menurut BI dan posisi GWM bank
pada saat periode pelaporan.

C) Giro pada Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan jenis mata uang:

(1) Jumlah penyisihan penurunan nilai:

(2) Perubahan penyisihan selama periode berjalan untuk masing-masing
giro:

(3) Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dan pihak ketiga:

(4) Tingkat suku bunga rata-rata per tahunj dan

(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan

nilai.
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian jumlah penempatan berdasarkan jenis dan mata uang:

(2) Rincian penempatan berdasarkan yang mengalami penurunan nilai
(impaired) dan tidak mengalami penurunan nilai (unimpaired):

(3) Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok):

(4) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan,

(5) Rincian jumlah penempatan berdasarkan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dan pihak ketiga:

(6) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun:

(7) Jumlah dana yang diblokir dan alasannya:

(8) Jumlah dana yang tidak dapat dicairkan pada bank bermasalah, bank
beku operasi atau likuidasi termasuk tingkat kemungkinan diterimanya
kembali dana tersebut berdasarkan informasi dari otoritas yang
berwenang: dan

(9) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai,

Page 20 OCR 0.908
3)

Piutang Usaha

Yang harus diungkapkan antara lain:

ja) jumlah piutang yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi,

b) jumlah piutang menurut debitur,

Cc) jumlah piutang menurut mata uang:

d) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai:

2) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan
nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang:

PN pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan atau keyakinan
manajemen atas ketertagihan piutang apabila tidak dibentuk cadangan:

9) piutang yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan
dijaminkan:

h) jumlah diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dan

i) informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang yang ditransfer, meliputi:
(1) jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi, jatuh tempo, dan ikatan

penting lain yang diatur dalam perjanjian: dan

(2) jaminan yang diberikan (bila ada).

«

(Catatan 6

Pi

Khusus Industri Asuransi
a) Piutang Premi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan asuradur,
(2) jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi: dan
(3) jumlah piutang premi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas,
b) Piutang Koasuransi
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain:
(1) jumlah berdasarkan ko-asuradur:
(2) jumlah menurut jenis asuransi: dan
(3) jumlah piutang koasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.
c) Piutang Reasuransi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) jumlah piutang berdasarkan reasuradurj
(2) jumlah piutang atau utang reasuransi yang disalinghapuskan: dan
(3) jumlah piutang reasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.
d) Piutang Hasil Investasi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) pemisahan antara piutang kepada pihak berelasi dan pihak ketiga,
(2) jumlah piutang menurut jenis investasi:
(3) jumlah piutang menurut mata uang: dan

LAM jumlah niutana van dinerkenankan dalam perhitungan salvahilita:

Page 21 OCR 0.946
5)

Khusus Industri Pembiayaan
a) Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus diungkapkan antara laii

(1) jumlah piutang menurut dan jenis obyek pembiayaan (contoh: kendaraan
bermotor, elektronik, rumah, dan lain-lain):

(2) rincian umur dari angsuran pembiyaan konsumen:

(3) bagian pinjaman yang dibiayai bank-bank sehubungan dengan transaksi
kerja sama pembiayaan bersama, penunjukan selaku pengelola piutang,
penerusan pinjaman dan pengambilalihan piutang apabila perusahaan
membagi risiko tidak tertagihnya piutang tersebut dengan bank-bank
dalam rangka transaksi di atas:

(4) Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui,

(5) Nilai dan jenis jaminan yang diserahkan oleh pelanggan atas piutang
pembiayaan konsumen yang diberikan berdasarkan objek pembiayaan:

(6) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan

(7) Piutang pembiayaan konsumen yang dialihkan dan atau digunakan sebagai
jaminan atas utang.

b) Tagihan Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) jumlah tagihan anjak piutang tanpa recourse dan dengan recourse,
beserta jumlah utang retensi anjak piutang dan pendapatan anjak piutang
(tanpa recourse) serta pendapatan anjak piutang tangguhan (dengan
recourse ): dan

(2) pengungkapan mengenai tingkat bunga, jatuh tempo dan jumlah piutang
yang diperoleh serta ikatan penting yang diatur dalam perjanjian anjak
piutang.

c) Piutang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain:

(4) rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga,

(2) rekonsiliasi antara investasi sewa bruto dan nilai kini piutang pembayaran
sewa minimum pada akhir periode pelaporan. Di samping itu, lessor
mengungkapkan investasi sewa bruto dan nilai kini piutang pembayaran
sewa minimum pada akhir periode pelaporan, untuk setiap periode berikut:

(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun
(6) lebih dari lima tahun
(3) pendapatan keuangan yang belum diterima:
(4) nilai residu yang tidak dijamin yang diakru sebagai manfaat lessor:

6

Khusus Kontrak Konstruksi Piutang Retensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah piutang dari masing-masing kontrak konstruksi: dan

b) Pendapat manajemen akan kemungkinan tertagihnya piutang retensi.

Page 22 OCR 0.915
7)

Tagihan Bruto kepada Pelanggan

Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain tagihan bruto dari setiap kontrak konstruksi.
Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel yaitu :

a) biaya kontrak yang terjadi:

b) laba yang diakui,

Ic) kerugian yang terjadi: dan

d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).

8)

Piutang Reverse Repo

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang ditransaksikan:

b) tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Efek,
) nama pihak/counterparty:

d) lokasi Efek jaminan:

e) tingkat bunga piutang reverse repo:

(Ph cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada): dan

2) mutasi cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada),

9

Agunan Yang Diambil Alih

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) nilai realisasi bersih pada saat diambilalih:

b) selisih antara nilai realisasi bersih atas agunan yang diambilalih dengan saldo
piutang yang tidak tertagih: dan

C) laba atau rugi yang timbul, termasuk biaya-biaya yang timbul setelah
pengambilalihan agunan tersebut.

10

Piutang Dividen dan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlah tagihan dividen, bunga, dan denda
kepada pihak lain.

11)

Piutang Lain-Lain

Yang harus diungkapkan antara lain:

Ja) rincian jenis dan jumlah piutang:

b) jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN): dan

C1 pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan.

Immaterial

Page 23 OCR 0.922
12)|Aset Keuangan Lainnya “
Pengungkapan ini telah diterapkan untuk aset keuangan lainnya yang bersifat lancar maupun tidak
lancar.
ja) pengelompokkan aset keuangan lainnya sesuai klasifikasi yang dipisahkan antara

pihak ketiga dan pihak berelasi.
b) yang harus diungkapkan antara lain:

(1) nilai tercatat aset keuangan untuk setiap kelompok dan rincian investasinya:

(2) laba atau rugi neto pada setiap kelompok aset keuangan berdasarkan
klasifikasi, baik yang disajikan pada pos pendapatan komprehensif lainnya
maupun yang diakui sebagai laba atau rugi periode berjalan:

(3) total pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga
efektif untuk aset keuangan selain yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi,

(4) biaya perolehan termasuk jumlah premium dan diskonto yang belum
diamortisasi, untuk Efek dimiliki hingga jatuh tempo:

(5) peringkat Efek utang berikut nama pemeringkat (jika ada).

(6) uraian tentang alasan diambilnya keputusan menjual untuk aset keuangan
yang diklasifikasikan dimiliki hingga jatuh tempo:

(7) jika terdapat reklasifikasi aset keuangan, maka wajib diungkapkan:

(a) jumlah yang direklasifikasi ke dan dari setiap kategori:

(b) alasan reklasifikasi, dan

(6) sisa investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo yang telah
direklasifikasi dalam kelompok tersedia untuk dijual.

(8) jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagai agunan untuk
liabilitas atau liabilitas kontinjensi serta syarat dan kondisi yang terkait
dengan penjaminan tersebut:

(9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan (jika ada), termasuk mutasinya,
dipisahkan antara aset keuangan yang mengalami penurunan nilai dan aset
keuangan yang tidak mengalami penurunan nilai, serta dipisahkan antara
penurunan nilai yang dihitung secara kolektif dan individual, termasuk beban
penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi: dan

(10) jumlah amortisasi keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas
investasi yang tersedia untuk dijual yang direklasifikasi menjadi dimiliki

hinnnai

aa jatuh temu
Khusus Deposito ka
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi:
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan:
Cc) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang asing: dan
d) hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas pencairan deposito tersebut.

13

14) (Khusus Investasi pada Sukuk v
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:

a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit dan akad syariah:

b) tujuan model usaha yang digunakan:

) jumlah investasi yang direklasifikasikan, jika ada, dan penyebabnya dan
@) nilai Wajar untuk investasi yang diukur pada biaya perolehan.

Page 24 OCR 0.922
15)

Khusus Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah

Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:

a) rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek berdasarkan jenis:
b) tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran bunga:

C) tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan

1d) informasi penting lainnya,

16)

Khusus Unit Penyertaan Reksadana
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: -
a) rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset Bersih: dan
b) laba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pos
pendapatan komprehensif lainnya maupun yang diakui sebagai laba atau rugi
periode berjalan

17)

Khusus Wesel Tagih
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain, pihak penerbit, kisaran tingkat bunga, jatuh tempo,
jenis mata uang, dan uraian tentang sifat dan asal terjadinya (dari transaksi usaha atau lainnya).

18)

Khusus Industri Asuransi
Tambahan pengungkapan mengenai aset-aset yang menjadi dana jaminan.

19)|Pinjaman Polis

Yang harus diungkapkan antaralain rincian berdasarkan:
ja) saldo pinjaman polis menurut jenis mata uang:
b) tingkat suku bunga.

2

Ra

)(Tagihan dan Liabilitas Akseptasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak, mata uang, dan jatuh
tempo,

b) untuk tagihan akseptasi diungkapkan kolektibilitas, jumlah cadangan
penghapusan dan mutasi selama periode berjalan:

C) rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga,

d) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan
nilai tagihan akseptasi

Page 25 OCR 0.942
22)

Persediaan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat menurut
klasifikasi yang sesuai bagi Perusahaan:
(2) jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan Nilai Wajar dikurangi
biaya untuk menjual:
(3) jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode berjalan:
(4) jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang jumlah
persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan:
(S) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang diakui sebagai
pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode
berjalan:
(6) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai persediaan yang
diturunkan:
(7) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk persediaan yang
memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka diungkapkan:
(i) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan: dan
(ii) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman
yang layak dikapitalisasi.

(8) persediaan yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan
alasan dijaminkan: dan

(9) jenis dan nilai persediaan yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi,
dan risiko yang ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan
pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib diungkapkan
alasannya.

Grup bergerak di bidang jasa
logistik sehingga tidak ada
persediaan.

Khusus Industri Perhotelan
Tambahan pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi yang harus
diungkapkan antara lain:
(1) makanan dan minuman:
(2) perlengkapan: dan
(3) barang Dagangan.

Khusus Industri Real Estat
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi:
(a) Tanah Matang:
(b) Unit Bangunan: dan
(c) Unit Bangunan dalam Penyelesaian.
(2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat yang pengikatan jual belinya telah
berlaku namun penjualannya belum diakui, termasuk jumlah utang terkait
yang akan dialihkan, bila ada.

Tanah untuk Pengembangan
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) lokasi, luas tanah, proses perizinanj
(2) jumlah biaya bunga dan rugi kurs yang dikapitalisasi ke tanah untuk
pengembangan: dan
(3) proporsi tanah yang dijadikan jaminan utang.

Page 26 OCR 0.941
Khusus Industri Media

Tambahan pengungkapan antara lain:

(1) materi program : lokal, impor (media televisi):

(2) buku, kertas koran, barang pra cetak (media cetak):
(3) barang promosi dan barter (media cetak): dan

(4) bahan persediaan lain yang sesuai dengan industrinya.

Khusus Industri Rumah Sakit

Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) obat-obatan,
(2) perlengkapan medis (disposable): dan
(3) persediaan lainnya

Khusus Industri Peternakan
(1) pengungkapan jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi tertentu,
seperti hewan ternak menjadi:
(a) Hewan Ternak Tersedia untuk Dijual: dan
(b) Hewan Ternak dalam Pertumbuhan.
(2) hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek

Yang harus diungkapkan antara lain:

(a) total jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi hewan ternak telah
menghasilkan dan hewan ternak belum menghasilkan:

(b) rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama paling
tidak 2 tahun terakhir,

(c) nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan:

(d) pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan atau penghapusan
persediaan yang mati atau hilang:

(e) nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi dan risiko
yang ditutup:

(f) jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan kematian
atau metode penghapusan langsung:

(9) pendapat manajemen atas kecukupan nilai pertanggungan asuransi: dan

(h) nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima jaminan.

) IPajak Dibayar Di muka (Catatan I6a
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing pajaknya: dan
b) uraian mengenai jumlah restitusi pajak yang diajukan dan statusnya.

) (Biaya Dibayar Dimuka (Catatan 7

Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis dan jumlah.

Page 27 OCR 0.939
25)

Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang Dii

Yang harus diungkapkan antara lain:

(4) uraian dari aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan:

(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada pelepasan
yang diharapkan, serta cara dan waktu pelepasan:

(3) kerugian penurunan nilai atau keuntungan pemulihan penurunan nilai:

(4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum dapat direalisasikan dalam satu
tahun, diungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat memperpanjang periode
penyelesaian penjualan menjadi lebih dari satu tahun:

(5) dalam hal dapat diterapkan, segmen yang dilaporkan dari aset yang dimiliki untuk
dijual dan kelompok lepasan disajikan sesuai dengan SAK yang berlaku: dan

(6) dalam hal aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual atau
kelompok lepasan dihentikan pengklasifikasiannya, diungkapkan:

(a) nilai dari aset tersebut, yaitu nilai yang lebih rendah antara:

i. jumlah tercatat aset tersebut sebelum aset atau kelompok lepasan
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, disesuaikan dengan
penyusutan, amortisasi atau penilaian kembali yang telah diakui apabila aset
atau kelompok lepasan tersebut tidak diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk
dijual, dan

ii. jumlah terpulihkan pada saat tanggal keputusan untuk tidak menjual:
(b) uraian fakta dan keadaan yang mengarah kepada keputusan tersebut: dan
(c) dampaknya terhadap hasil operasi untuk periode tersebut dan periode sajian
sebelumnya.

i untuk Dijual

26)

Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) rincian jenis, nama pihak berelasi, dan jumlah piutang:

b) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugianpenurunan nilai serta penjelasan
terjadinya piutang pihak berelasi tersebut:

C) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan
nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang:

9) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai,
dan

2) dalam hal piutang berelasi non usaha disajikan dalam aset lancar, hal tersebut

harus dibuktikan serta diungkapkan alasannya.

Page 28 OCR 0.925
27)

Investasi pada Entitas Asosiasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) nama entitas asosiasi)

b) persentase kepemilikan dan penjelasan adanya pengaruh signifikan, beserta
alasannya:

Cc) nilai tercatat dan Nil
harganya tersedia,

d) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi termasuk jumlah agregat Aset,
Liabilitas, pendapatan, dan laba atau rugi,

2) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun Perusahaan memiliki lebih dari
207b (dua puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial investee secara
langsung atau tidak langsung:

?) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas asosiasi, ketika laporan
keuangan tersebut digunakan dalam menerapkan metode ekuitas dan tanggal atau
periode yang berbeda dengan Perusahaan, dan alasan menggunakan tanggal atau
periode yang berbeda,

9) sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan atas kemampuan entitas asosiasi
untuk mentransfer dana kepada Perusahaan,

h) bagian rugi entitas asosiasi yang tidak diakui dan alasannya, apabila Perusahaan
menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi entitas asosiasi, baik untuk periode
terjadinya kerugian tersebut maupun secara kumulatif,

i) bagian atas liabilitas kontinjensi entitas asosiasi yang terjadi bersama-sama
dengan investor lain

|) liabilitas kontinjensi yang terjadi karena investor berkewajiban bersama-sama
untuk semua atau sebagian Liabilitas entitas asosiasi: dan

k) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi, secara individual atau dalam
kelompok, yang tidak dicatat dengan menggunakan metode ekuitas termasuk total
Aset, total Liabilitas, Pendapatan, dan laba atau rugi.

1 Wajar investasi dalam entitas asosiasi yang kuotasi

28)

Khusus Industri Konstruksi Jaminan

Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan yang diberikan dan jumlah jaminan tersebut serta
kontrak konstruksi yang mensyaratkan adanya jaminan tersebut.

)|Khusus Industri Kehutanan

HTI dan HTI dalam pengembangan

Berupa biaya yang ditangguhkan dalam pelaksanaan pembangunan HTI, yang disajikan sebagai
berikut:

2) saldo awal:

b) penyisihan periode berjalan)

6) realisasi yang dilakukan selama periode berjalan: dan

di saldo akhir.

Khusus Industri Jalan Tol Hak Bagi Hasil Tol

Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus mengungkapkan hal-hal berikut:
(a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol:

(b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinyaj

|(c) Perubahan hak bagi hasil tol selama periode berjalan, dan

(d) Reklasifikasi proyek kerjasama operasi dalam pelaksanaan ke hak bagi hasil tol.
|

Page 29 OCR 0.928
3:

tu

)IKhusus Industri Perkebunan Tanaman Perkebunan

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Untuk tanaman telah menghasilkan

(1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi penyusutan menurut jenis tanaman,

(2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir tahun tanaman untuk setiap
kelompok selama paling sedikit 2 tahun terakhir:

(3) Status tanah yang digunakan untuk menanam:

(4) Nilai tanaman telah menghasilkan berdasarkan area/lokasi penanaman:

(5) Perbandingan saldo tanaman belum menghasilkan selama paling sedikit 2
tahun, dan

(6) Tanaman yang dijaminkan.

b) Untuk tanaman belum menghasilkan

(1) Mutasi tanaman belum menghasilkan sebagai berikut :

(a) Saldo awal
i. Tambahan tahun berjalan
ii. Biaya langsung
(b) Jumlah kapitalisasi biaya pinjaman, dan rugi kurs dalam hal terjadi
depresiasi luar biasa
i. Pengurangan tahun berjalan
ii. Jumlah yang direklasifikasi ke tanaman telah menghasilkan
(c) Pengurangan lainnya
(d) Saldo akhir:

(2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti Rakyat / Perkebunan Inti Plasma yang
menjadi milik perusahaan (inti) dan tanaman yang bukan milik perusahaan
(perkebunan rakyat/perkebunan plasma): dan

(3) Cadangan kerugian yang mungkin timbul pada plasma.

32)|Khusus Industri Peternakan

Hewan Ternak Produksi - Berumur Panjang

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) dan
hewan ternak telah menghasilkanj

b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama paling tidak
2 tahun terakhir

c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan

d) Nilai hewan ternak tiap kelompok berdasarkan lokasi/area peternakan:

8) Kondisi hewan ternak:

#) Persentase kematian selama tiga tahun terakhir:

9) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi dan risiko
yang ditutup:

h) Jika tek ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan kematian atau
metode penghapusan langsung:

1) Nilai cadangan kernatian atau metode penghapusan langsung, jika ada,

j) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai cadangan kematian, jika ada: dan

K) Nilai kewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima jaminan.

Page 30 OCR 0.951
33)|Properti Investasi

a) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) model pengukuran setelah pengakuan awal yang digunakan, model Nilai Wajar
atau model biaya:

(2) metode dan asumsi signifikan yang diterapkan dalam menentukan Nilai Wajar
dari Properti Investasi,

(3) pernyataan bahwa penentuan Nilai Wajar didukung oleh bukti pasar atau
lebih banyak berdasarkan faktor lain karena sifat properti tersebut dan
keterbatasan data pasar yang dapat diperbandingkan,

(4) nama Penilai, tanggal penilaian, dan tanggal laporan penilaian terakhir:

(S) jumlah yang diakui dalam laba rugi untuk:

(a) penghasilan sewa dari Properti Investasi:

(b) beban operasi langsung yang terjadi baik dari Properti Investasi yang
menghasilkan maupun yang tidak menghasilkan penghasilan sewa selama
periode tersebut, dan

(6) perubahan kumulatif dalam Nilai Wajar yang diakui dalam laba rugi atas
penjualan Properti Investasi dari sekelompok aset yang menggunakan
model biaya ke kelompok aset yang menggunakan model Nilai Wajar,

(6) keberadaan dan jumlah pembatasan atas realisasi dari Properti Investasi atau
pembayaran penghasilan dan hasil pelepasan: dan
(7) kewajiban kontraktual untuk membeli, membangun atau mengembangkan

Properti Investasi atau untuk perbaikan, pemeliharaan atau peningkatan.

b) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model Nilai Wajar, selain
pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) ditambahkan
pengungkapan antara lain:

(1) rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti Investasi pada awal dan akhir
periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi:
(2) saat suatu penilaian terhadap Properti Investasi disesuaikan secara signifikan
untuk tujuan pelaporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan
rekonsiliasi antara penilaian tersebut dan penilaian yang telah disesuaikan
yang dilaporkan dalam laporan keuangan, dengan menunjukkan secara
terpisah:
(a) jumlah agregat dari pengakuan kewajiban sewa yang telah ditambahkan
kembali: dan
(b) penyesuaian signifikan lain.
(c) khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model biaya, selain
pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) ditambahkan
pengungkapan antara lain:

Page 31 OCR 0.933
(2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Properti
Investasi pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan
penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi:

(3) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan
alokasi beban penyusutan:

(4) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui, dan jumlah pemulihan rugi
penurunan nilai, selama satu periode sesuai SAK yang berlaku:

(S) transfer ke dan dari persediaan dan properti yang digunakan sendiri:
dan

(6) Nilai Wajar Properti Investasi.

d) Khusus untuk Properti Investasi dalam proses pembangunan dan
pengembangan, Yang harus diungkapkan antara lain:

(d) rincian Properti Investasi dalam proses pembangunan dan
pengembangan:

(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak:

(3) estimasi saat penyelesaian:

(4) hambatan kelanjutan penyelesaian:

(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat Properti
Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan: dan

(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk properti
investasi yang memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka wajib
diungkapkan:

(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode
berjalan: dan

(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang layak dikapitalisasi.

34)

Aset Tetap

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan secara terpisah berdasarkan
kepemilikan aset yaitu aset pemilikan langsung dan/atau aset sewa pembiayaan:

b) rekonsiliasi junlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Aset Tetap pada
awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan
reklasifikasi:

|c) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan alokasi beban
penyusutan,

) rugi penurunan nilai dan jumlah yang dijurnal balik yang diakui dalam laba rugi
dan ekuitas (jika ada):

8) jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan Aset Tetap:

P) jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset Tetap yang mengalami
penurunan nilai, hilang, atau dihentikan yang dimasukkan dalam laba rugi, apabila
tidak diungkapkan secara terpisah pada laporan laba rugi komprehensif:

9) dalam hal Aset Tetap disajikan pada jumlah revaluasian, yang harus diungkapkan:

(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian):

«

(Catatan 8

Page 32 OCR 0.952
(2) tanggal efektif persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak (DIP) apabila Aset
Tetap untuk perhitungan pajak menggunakan jumlah revaluasian:
(3) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir:
(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai Wajar
aset,
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tetap seandainya aset tersebut dicatat
dengan model biaya: dan
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan prubahan
selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus kepada
para pemegang saham.
Ih) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses pembangunan, yang harus diungkapkan
antara lain:
(1) rincian Aset Tetap yang sedang dalam pembangunan:
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak:
(3) estimasi saat penyelesaian:
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian (jika ada):
(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat aset tetap dalam
pembangunan: dan
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi
kriteria aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan: dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman
yang layak dikapitalisasi.
1) Pengungkapan lainnya antara lain:
(1) jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakai sementara,
(2) jumlah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap yang telah disusutkan penuh dan
masih digunakan:
(3) jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak
diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual,
(4) dalam hal model biaya digunakan, Nilai Wajar Aset Tetap apabila berbeda
secara material dari jumlah tercatat,
(5) nilai buku, hasil penjualan neto, keuntungan (kerugian) dari Aset Tetap yang
dihentikan pengakuannya,
(6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal dari hibah, agar diungkapkan jenis
Aset, nilai tercatat, dan tanggal perolehan:
(7) perubahan estimasi masa guna dan/atau metode penyusutan menurut jenis
Aset Tetap:
(8) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya penurunan nilai atau
pemulihan penurunan nilai:
(9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan, nama pihak yang menerima
jaminan dan alasan penjaminan: dan
(10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan
risiko yang ditutup, serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan
asuransi, apabila tdak diasuransikan agar diungkapkan alasannya.

«

Page 33 OCR 0.931
35)

Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi Aset Minyak dan Gas Bumi
(khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu minyak dan gas bumi)
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti: operated acreage, unoperated acreage.
sumur dan peralatan serta fasilitas yang berhubungan, peralatan kantor,
kendaraan, sumur dan peralatan serta fasilitas dalam pengerjaan:

(2) Tabel yang memuat penjelasan tentang :

(a) Lokasi penambangan:

(b) Saldo awal untuk masing-masing lokasi:

(c) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi penambangan:
dan

(d) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan

(3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut mengandung hak tagih
kepada Regulator terkait, perlu penjelasan kolektabilitas tagihan tersebut dalam
bentuk tabel analisa umur tagihan.

36)

Aset Tak Berwujud

Yang harus diungkapkan untuk setiap jenis Aset Takberwujud antara laii

ja) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi:

b) alokasi jumlah amortisasi Aset Takberwujud ke dalam pos laporan laba rugi
komprehen:

c) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi Aset Takberwujud
pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan,
dan reklasifikasi,

9) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi kriteria
aset kualifikasian, maka harus diungkapkan:
(1) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan: dan
(2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman

yang layak dikapitalisasi:

€) jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang mendukung penentuan dan
penilaiannya untuk Aset Takberwujud yang dinilai dengan umur manfaat tidak
terbatas,

If) penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa periode amortisasi dari setiap Aset

Takberwujud yang material terhadap laporan keuangan Perusahaan,

Nilai immaterial sehingga tidak
Idi disclose hanya sebesar
IRp43.450.000 di 2025

Page 34 OCR 0.936
37)

9) aset tak berwujud yang diperoleh melalui Hibah Pemerintah dan awalnya diakui
pada Nilai Wajar sesuai SAK yang berlaku, diungkapkan:

(1) nilai Wajar pada pengakuan awal atas aset-aset tersebut:

(2) jumlah tercatatnya: dan

(3) aset tersebut diukur setelah pengakuan awal dengan model biaya atau model
revaluasi,

h) keberadaan dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang kepemilikannya dibatasi
dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang menjadi jaminan untuk Liabilitas:
i) nilai komitmen kontraktual untuk akuisisi Aset Takberwujud,
j) aset takberwujud disajikan pada jumlah revaluasian, diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian):
(2) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir
(3) jumlah tercatat Aset Takberwujud yang direvaluasij

(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai
Wajar aset,

(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Takberwujud seandainya Aset tersebut
dicatat dengan model biaya: dan

(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan perubahan

selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus kepada
para pemegang saham.

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan Pertambangan umum

a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup

Tangguhan/Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan
Hidup Tangguhan

Yang harus diungkapkan antara lain tabel yang memuat penjelasan tentang :
(1) saldo awal,

(2) penambahan dan pengurangan:
(3) saldo akhir.

b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

(4) rincian biaya perolehan aset eksplorasi dan evaluasi per area of interest yang
mencakup saldo awal, penambahan dan pengurangan, dan saldo akhir dan

(2) jumlah aset, liabilitas, penghasilan dan beban, arus kas operasi, dan arus kas
investasi yang timbul dari eksplorasi dan evaluasi pertambangan.

Page 35 OCR 0.940
7

Cc) Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan: pengupasan tanah tambang

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) kebijakan akuntansi sehubungan dengan:

(a) Metode pembebanan biaya pengupasan tanah, dan
(b) Metode perhitungan Rasio Rata-Rata Tanah Penutup.

(2) jumlah Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan yang terdiri dari (1) biaya
pengupasan awal, (2) biaya pengupasan lanjutan dengan penjelasan mengenai
perbedaan antara rasio aktual tanah menutup terhadap rasio rata-ratanya:

(3) perubahan atas Rasio Rata-Rata Tanah Penutup (bila ada):

(4) biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan dimana terjadi penundaan masa
produksi, meliputi penjelasan :

(a) alasan terjadinya penundaan:

(b) amortisasi belum diperhitungkan karena belum dimulainya produksi, dan

(c) jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi (jika ada),
terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi
utama yang dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut.

d) Biaya Pengembangan Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) mutasi Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan selama tahun
berjalan dengan menunjukkan:
(a) lokasi eksplorasi dan pengembangan:
(b) saldo awal,
(c) penambahan/pengurangan:
(d) amortisasi, dan
(e) saldo akhir.
(2) biaya pengembangan yang ditangguhkan atas kegiatan pengembangan yang
masih berjalan:
(3) penjelasan apabila terjadi penghapusan biaya eksplorasi dan pengembangan
tangguhan yang menurut penelaahan manajemen tidak dapat dipulihkan:
(4) jumlah biaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan dimana
terjadi penundaan masa produksi, meliputi penjelasan:
(a) alasan terjadinya penundaan:
(b) amortisasi belum diperhitungkan karena belum dinilainya produksi, dan
(0) jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi bila ada,
terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi
utama yang dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut.
(5) apabila terdapat lebih dari satu Area of Interest, maka harus diungkapkan
rincian dari Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan untuk tiap-tiap Area of
Interest.
Liabilitas

Page 36 OCR 0.927
1) |utang Usaha (Catatan 10
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi:

b) jumlah utang usaha menurut mata uang: dan

C) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan dengan menunjuk pos-pos yang
berhubungan.

2) (Provisi
a) pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi jangka pendek dan provisi

jangka panjang.

b) yang harus diungkapkan antara lain:

(1) nilai tercatat pada awal dan akhir periode,

(2) provisi tambahan dalam periode bersangkutan:

(3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada provisi selama periode
bersangkutan:

(4) jumlah yang dibatalkan selama periode bersangkutan atas jumlah yang belum
digunakan,

(5) peningkatan selama periode yang bersangkutan, dalam nilai kini, yang terjadi
karena berlalunya waktu dan dampak dari setiap perubahan tingkat diskonto:

(5) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat terjadinya arus
keluar sumber daya ekonomi

(7) indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah arus keluar sebagaimana
dimaksud dalam angka (6). Dalam hal diperlukan, Perusahaan
mengungkapkan asumsi utama yang mendasari prakiraan peristiwa masa
depanj dan

(8) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan jumlah
Aset yang telah diakui untuk estimasi penoaantian tersebut,

3) (Beban akrual Catatan 12
Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah dari unsur utama beban yang belum jatuh
tempo.

4) |Khusus Industri Perbankan Liabilitas Segera
Yang harus diungkapkan antara lain:

3) rincian berdasarkan jenis dan mata uang: dan
b) uraian mengenai sifat masing-masing kewajiban.

5) Jutang Repo

Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang dijual Perusahaan pada transaksi
repoj
b) tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Efek.
6) |Khusus Kontrak Konstruksi Utang Bruto kepada Pelanggan

Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain 'iabilitas bruto dari setiap kontrak konstruksi. Dalam
penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel

yaitu

a) biaya kontrak yang terjadi:

b) laba yang diakui:

C) kerugian yang dialamij dan

d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).

Page 37 OCR 0.932
Khusus Industri Perbankan “
2) Simpanan Nasabah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian tiap jenis simpanan yang
mengungkapkan:
(1) rincian berdasarkan mata uang, dan jangka waktu:
(2) rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga,
(3) tingkat suku bunga rata-rata per tahun
(4) jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito:
(5) rincian simpanan bermasalah berdasarkan statusnya, misalnya diblokir atau
dijaminkan: dan
(6) pemberian fasilitas istimewa kepada pemilik rekening giro.
b) Simpanan dari Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu,
(2) rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga:
(3) tingkat suku bunga rata-rata per tahun:
(4) jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito: dan

(5) rincian simpanan bermasalah berdasarkan jenis dan statusnya, misalnya
diblokir atau dijaminkan.

Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jiwa “
a) Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan

Yang harus diungkapkan antara lain -
(1) rincian berdasarkan program asuransi,
(2) rincian berdasarkan jenis pertanggungan,
(3) rincian berdasarkan mata uang,
(4) dasar perhitungan dan asumsi aktuaris: dan

(9) rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang memperlihatkan
penambahan dan pengurangan.

b) Utang Klaim
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga:
(2) jumlah utang klaim berdasarkan tertanggung:

(3) jumlah utang klaim menurut jenis asuransi: dan

(4) jumlah utang menurut mata uang.

C) Estimasi Klaim Retensi Sendiri

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) jumlah menurut jenis asuransi:

(2) jumlah menurut tertanggung:

(3) jumlah menurut mata uang: dan

(9) jumlah estimasi klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan.

Page 38 OCR 0.930
d) Premi yang belum merupakan Pendapatan

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) jumlah menurut program asuransi,

(2) jumlah menurut jenis pertanggungan,

(3) pemisahan antara premi yang belum merupakan pendapatan kepada pihak
berelasi dan pihak ketiga,

(4) metode perhitungan yang digunakan: dan

(5) rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang memperlihatkan
penambahan dan pengurangan.

@) Utang Koasuransi (rewrite)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga,
(2) Jumlah berdasarkan ko-asuradur,
(3) Jumlah menurut jenis mata uang: dan
(4) Jumlah menurut umur utang.

f) Utang Reasuransi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga
(2) jumlah berdasarkan reasuradur,
(3) jumlah menurut jenis mata uang,
(4) jumlah menurut umur utang: dan
(5) jumlah utang atau piutang reasuransi yang disalinghapuskan.

9) Utang Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) jumlah berdasarkan tertanggung dan asuradur:
(2) jumlah menurut jenis mata uang, dan
(3) jumlah menurut jenis asuransi.

h) Titipan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis asuransi.

i) Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum Dibagikan
Yang harus diungkapkan:
(1) tanggal dan hasil keputusan rapat pemegang saham:
(2) dasar perhitungan, dan
(3) saldo menurut usia.

Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek

Yang harus diungkapkan antara lain jenis dan jumlahnya.

Utang Pajak

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jenis dan jumlahnyaj dan

b) informasi mengenai ketetapan pajak.

(Catatan 16c

Page 39 OCR 0.928
11)

Khusus Industri Pembiayaan Kewajiban Anjak Piutang

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah liabilitas anjak piutang dalam rangka anjak piutang dengan recourse: dan

b) jumlah beban tangguhan, piutang retensi anjak piutang, dan jatuh tempo serta
ikatan penting lainnya yang diatur dalam perjanjian anjak piutang.

12)

Khusus Kontrak Konstruksi
Uang Muka Kontrak
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah uang muka kontrak yang diterima.

13)|

Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain bagian lancar atas liabilitas jangka panjang sesuai dengan

pengungkapan utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang sebagaimana diatur dalam Checklist
in.

(Catatan 13-Utang bank
|Catatan 14-Utang pembiayaan
konsumen

(Catatan 15-Liabilitas sewa

Liabilitas Keuangan Lainnya

3) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pengungkapan untuk liabilitas keuangan lainnya berlaku untuk liabilitas keuangan lainnya yang
bersifat jangka pendek dan jangka panjang:

(2) Perusahaan wajib mengelompokkan sesuai klasifikasi yang dipisahkan antara pihak ketiga dan
pihak berelasi:

(3) Yang harus diungkapkan antara lain:

(a) nilai tercatat liabilitas keuangan untuk setiap kategori,

(b) laba atau rugi neto pada setiap liabilitas keuangan: dan

(0) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default).

b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan persyaratan dan penyelesaian utang:

(2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang dan dampak pajak penghasilan yang terkait:

(3) Jumlah keuntungan atau kerugian bersih atas pengalihan aset yang diakui selama perioce
tersebut, dan

(4) Jumlah utang kontinjen yang dimasukkan dalam nilai tercatat utang yang telah direstrukturisasi.

15)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi

Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo dalam
Satu Tahun

Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya.

)|Khusus Industri Pertambangan Umum

Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo
dalam Satu Tahun

Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya.

Page 40 OCR 0.917
17)

Liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual.

Yang harus diungkapkan antara lain liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk
dijual sesuai dengan dan dapat digabung dengan pengungkapan aset tidak lancar atau kelompok
lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual.

Lial

tas Jangka Panjang

18)

Utang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang Harus diungkapkan antara lain :

a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan jumlah utang:

b) jumlah utang menurut mata uang: dan

C) jaminan yana diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan.

(Catatan 11

19)

Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka Panjang

Yang Harus diungkapkan antara lai

a) rincian jumlah utang berdasarkan nama bank/lembaga keuangan dan jenis mata
uang:

b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan:

c) tanggal jatuh tempo:

d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan

@) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang diperoleh, termasuk jumlah dan tujuan
perolehannya,

f) pembayaran yang dilakukan pada periode berjalan untuk masing-masing fasilitas
pinjaman:

9) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi
default):

h) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan:

i) persyaratan lain yang penting, seperti adanya pembatasan pembagian dividen,
pembatasan rasio tertentu, dan/atau pembatasan perolehan utang baru: dan

j) pengungkapan informasi sehubungan dengan liabilitas berbunga jangka panjang
yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal
laporan posisi keuangan tetapi tetap diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka
panjang, antara lain adalah:

(1) nama bank/lembaga keuangan dan jumlahnya: dan
(2) ringkasan perjanjian lama dan baru, yang meliputi tanggal kesepakatan,
angka waktu pinjaman. tanggal jatuh tempo. dan persyaratan penting

(Catatan 13

(Grup diwajibkan untuk menjaga
rasio-rasio keuangan berupa
“Interest Bearing Debt to Eguity
Ratio" dengan nilai maksimal
sebesar 4 kali dan "Debt
'Service Coverage Ratio (DSCR)"
dengan nilai minimal sebesar 1
Ikali. Grup juga dibatasi untuk
melakukan hal-hal tertentu
tanpa persetujuan tertulis
terlebih dahulu sebagaimana
'yang ditetapkan dalam
perjanjian utang bank.

20)

Utang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain :

Catatan 14

Page 41 OCR 0.927
a) jumlah neto nilai tercatat untuk setiap kelompok aset dan pemberi sewa (lessor)
pada tanggal laporan posisi keuangan:

b) rekonsiliasi antara total pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal
laporan posisi keuangan, dengan nilai kininya. Selain itu wajib mengungkapkan
total pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal laporan posisi
keuangan, dan nilai kininya, untuk setiap periode berikut:

(1) sampai dengan satu tahun:
(2) lebih dari satu tahun sampai 5 (lima) tahun: dan
(3) lebih dari S (lima)tahun.

c) pembayaran sewa kontinjen yang diakui sebagai beban pada periode tersebut:

d) total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease) masa depan yang
diperkirakan akan diterima dari kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat dibatalkan
(non-cancellable sublease) pada tanggal laporan posisi keuangan:

e) keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta amortisasinya sehubungan
dengan transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale and leaseback): dan

#) penjelasan umum isi perjanjian sewa yang material, antara lain:

(1) dasar penentuan utang sewa kontinjen:

(2) ada tidaknya klausul-klausul yang berkaitan dengan opsi perpanjangan atau
pembelian dan eskalasi beserta syarat-syaratnya: dan

(3) pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian sewa.

3 IT

«

27

Khusus Industri Perbankan
a) Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(3) rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu:
(2) rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga
(3) tingkat suku bunga rata-rata per tahun:
(4) rincian berdasarkan peringkat efek dan perusahaan pemeringkat:
(5) jumlah amortisasi pada tahun berjalanj
(6) ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu
perjanjian, tanggal jatuh tempo, kewajiban yang harus dipenuhi, dan
persyaratan penting lainnya (Debt Covenance ):
(7) pendapat manajemen tentang pemenuhan Debt Covenance atas surat
berharga yang diterbitkan.
b) Pinjaman Diterima
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) rincian berdasarkan pihak, jenis, dan mata uang:
(2) rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga:

Page 42 OCR 0.939
22)

(3) ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu
perjanjian, tingkat bunga, tanggal jatuh tempo, nilai Aset bank yang
dijaminkan, dan persyaratan penting lainnya(debt covenance),

(4) pendapat manajemen terkait pemenuhan debt covenance :

(5) apabila bank menerima dana atau fasilitas pinjaman dari pemerintah atau
pihak lain dengan tingkat imbalan yang lebih rendah dari tingkat bunga pasar
maka manajemen mengungkapkan mengenai fasilitas tersebut dan
dampaknya terhadap laba bersih.

c) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan kolektibilitas:

(2) rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga

(3) jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan:

(4) ketentuan minimum penyisihan penurunan nilai komitmen dan kontinjensi
menurut BI dan posisi penyisihan penghapusan bank pada saat periode
pelaporan: dan

(5) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai
komitmen dan kontinjensi.

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi

Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) mutasi taksiran provisi PLH selama tahun berjalan dengan menunjukkan:

(4) saldo awal:

(2) penyisihan yang dibentuk:

(3) pengeluaran yang terjadi: dan
(A) saldo akhir.

b) kegiatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan:

&) liabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan liabilitas bersyarat lainnya
sebagaimana diatur dalam standar akuntansi keuangan:

d) apabila dalam pos ini terdapat komponen biaya yang sifatnya material, misalnya
beban penutupan tambang, maka perusahaan dapat menyajikannya dalam pos
yang terpisah:

€) tabel yang memuat penjelasan tentang:

(4) saldo awal:
(2) penambahan dan pengurangan :
(3) saldo akhir,

Page 43 OCR 0.922
23)

Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang

a) imbalan Pasti

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) gambaran umum mengenai jenis program.

(2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini kewajiban imbalan pasti yang menunjukkan
secara terpisah, pengaruhnya selama periode berjalan yang dapat diatribusikan ke dalam:

(3) ini,
(b)
(c) iuran oleh peserta program:

(d) keuntungan dan kerugian aktuarial:

(e) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan mata uang yang berbeda
dengan mata uang penyajian,

(imbalan yang dibayarkan:

(9) biaya jasa lalu:

(h) kombinasi bisnis,

Gi) curtailment: dan

()) penyelesaian.

(3) analisis kewajiban imbalan pasti terhadap jumlah yang dihasilkan dari program yang seluruhnya
tidak didanai dan jumlah yang dihasilkan dari program yang seluruhnya atau sebagian didanai:

(4) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari Nilai Wajar aset program serta saldo awal dan akhir dari
setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK menunjukkan secara terpisah,
dampak selama periode yang dapat diatribusikan pada setiap:

(a) hasil yang diharapkan dari aset program,

(b) keuntungan dan kerugian aktuarialj

(&) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan mata uang yang berbeda
dengan mata uang penyajian:

(d) iuran oleh pemberi pekerja:

(e) iuran oleh peserta program,

(f) imbalan yang dibayarkan:

(9) kombinasi bisnis: dan

(h) penyelesaian:

(5) rekonsiliasi nilai kini kewajiban imbalan pasti sebagaimana dimaksud dalam butir

(2) dan Nilai Wajar aset program sebagaimana dimaksud dalam butir (4) atas Aset dan Liabilitas
yang diakui dalam laporan posisi keuangan, paling kurang mengungkapkan:

Catatan 17. Grup
memberikan imbalan pasti
pasca-kerja kepada karyawan
sesuai dengan perjanjian
kerja bersama.

Page 44 OCR 0.936
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial neto yang tidak diakui dalam laporan posisi keuangan:
(b) biaya jasa lalu yang tidak diakui dalam laporan posisi keuangan:

(c) setiap jumlah yang tidak diakui sebagai Aset, dikarenakan oleh batasan dalam SAK:

(d) Nilai Wajar pada akhir periode pelaporan dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai
Aset sesuai dengan SAK: dan

(e) jumlah lainnya yang diakui dalam laporan posisi keuangan:

(6) total beban yang diakui di laba rugi untuk setiap hal-hal berikut dan nama pos dimana hal
tersebut termasuk:

(a) biaya jasa kinij

(b) biaya bunga:

(c) hasil yang diharapkan dari aset program,

(d) hasil yang diharapkan dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai dengan
SAK:

(e) keuntungan dan kerugian aktuarial, jika Perusahaan memilih metode koridor 1096 (sepuluh
per seratus),

(HP - biaya jasa lalu:

(g) dampak dari curtailment terutama terkait dengan penyelesaiannya: dan

(h) dampak dari batasan dalam SAK:

(7) jumlah total yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain yang akan diakui segera dalam
saldo laba, meliputi:

(a) keuntungan dan kerugian aktuarial: dan

(b) dampak dari batasan dalam SAK,

(8) jumlah kumulatif dari keuntungan dan kerugian aktuarial yang diakui pada pendapatan
komprehensif lain, dalam hal Perusahaan mengakui keuntungan dan kerugian dalam pendapatan
komprehensif lain sesuai dengan SAK:

(9) persentase atau jumlah setiap kategori utama yang merupakan Nilai Wajar total aset
program, untuk setiap kategori utama dari aset program, yang mencakup, namun tidak terbatas
pada, instrumen ekuitas, instrumen utang, properti, dan seluruh aset lain:

(10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset program untuk:

(a) setiap kategori instrumen keuangan milik Perusahaan: dan

(b) setiap properti atau Aset lain yang digunakan oleh Perusahaan,

(11) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian yang
diharapkan atas Aset secara keseluruhan, termasuk dampak kategori utama dari aset program:
(12) imbal hasil aktual atas aset program, serta imbal hasil aktual atas setiap hak penggantian
yang diakui sebagai Aset:

Page 45 OCR 0.944
(13) Asumsi aktuarial utama yang digunakan sampai pada akhir periode pelaporan dan
diungkapkan dalam ukuran yang absolut dan tidak hanya sebagai marjin antara persentase dan
variabel lainnya, termasuk:

(a) tingkat diskonto:

(b) tingkat imbal hasil yang diharapkan atas setiap aset program untuk periode yang disajikan
dalam laporan keuangan:

(c) tingkat imbal hasil yang diharapkan untuk periode yang disajikan dalam laporan keuangan
pada setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset,

(d) tingkat kenaikan gaji yang diharapkan (dan perubahan dalam indeks atau variabel tertentu
lainnya dalam masa program formal atau konstruktif sebagai dasar untuk kenaikan imbalan masa
depan):

(e) tingkat tren biaya kesehatan: dan

() asumsi material lain yang digunakan dalam aktuariaj

(14) dampak kenaikan atau penurunan satu angka persentase dalam tingkat tren biaya
kesehatan yang diasumsikan pada:

(a) biaya jasa kini agregat dan komponen biaya bunga dari biaya kesehatan pascakerja periodik
neto: dan

(b) akumulasi kewajiban imbalan pascakerja untuk biaya kesehatan.

(c) Dalam hal program dioperasikan dalam lingkungan inflasi yang tinggi, wajib diungkapkan
dampak persentase kenaikan atau penurunan tingkat tren biaya kesehatan yang diasumsikan dari
makna yang serupa dengan satu angka persentase dalam lingkungan inflasi yang rendah.

(15) Jumlah periode tahunan saat ini dan periode empat tahun sebelumnya dai
(a) nilai kini kewajiban imbalan pasti, Nilai Wajar aset program dan surplus atau defisit pada
program, dan

(b) penyesuaian yang timbul pada:

(i) Nabilitas program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari liabilitas program pada
akhir periode pelaporan: dan

ii) aset program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari aset program pada akhir
periode pelaporan:

(16) estimasi terbaik pemberi kerja, segera setelah dapat ditentukan secara andal, dari iuran yang
diharapkan akan dibayar dalam program selama periode tahunan dimulai setelah periode
pelaporan,

(17) khusus untuk program imbalan pasti yang membagi risiko antar entitas sepengendali, wajib
diungkapkan sebagai berikut:

(a) perjanjian kontraktual atau kebijakan tertulis untuk pembebanan biaya imbalan pasti neto
atau bukti bahwa tidak ada kebijakan seperti itu:

(b) dalam hal Perusahaan mencatat alokasi biaya imbalan pasti neto sesuai SAK, maka
Perusahaan mengungkapkan:

Page 46 OCR 0.924
Ci) informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat program
imbalan pasti dan dampak keuangan atas perubahan program selama periode tersebut,

(ii) pengungkapan gambaran umum jenis program sesuai dengan huruf a) butir (1) mencakup
penjelasan praktik informal yang menimbulkan kewajiban konstruktif termasuk dalam pengukuran
kewajiban imbalan pasti: dan

Giii)jika Perusahaan mencatat iuran yang terutang untuk periode sesuai SAK informasi tentang
program secara keseluruhan disyaratkan sesuai dengan butir (1), butir (2), butir (3), butir (4),
butir (9), butir (13), butir (14), dan butir (16) serta butir ii.

b) Iuran Pasti

Perusahaan yang menyelenggarakan program iuran pasti harus mengungkapkan jumlah yang diakui

sebagai beban untuk program iuran pasti. v
c) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya “
Yang harus diungkapkan paling kurang jenis dan jumlah imbalan kerja jangka panjang lainnya. v
d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja
Yang harus diungkapkanantara lain:
(4) iuran program dan jumlah pesangon pemutusan kontrak kerja: dan
(2) penjelasan mengenai liabilitas kontinjen (jika ada).

22) utang Obligasi vj

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat dalam rupiah dan mata
uang asing, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa
tempat obligasi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya:

b) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek:

C) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan:

d) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan,

@) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan
menunjuk pos-pos yang berhubungan, jika ada:

#) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan:

9) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi
default): dan

h) persyaratan penting lainnya.

Page 47 OCR 0.924
25)

Sukuk

a) perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk berdasarkan akad syariah yang
digunakan.
b) perusahaan harus mengungkapkan antara lain:
(1) uraian tentang persyaratan utama dalam penerbitan Sukuk, termasuk:
(a) ringkasan akad syariah dan skema transaksisyariah yang digunakanj
(b) aset, manfaat, atau aktivitas yang mendasari
(c) nilai nominal,
(d) besaran imbalan (untuk Sukuk ijarah),

(6) prinsip pembagian hasil usaha, dasar bagi hasil, dan besaran nisbah bagi

hasil (untuk Sukuk mudharabah):

(@ rencana jadwal dan tata cara pembagian dan/atau pembayaran imbalan

atau bagi hasil,
(9) jangka waktu,
(h) tujuan penerbitannya: dan
Ci) persyaratan penting lain,
(2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek:
(3) bursa tempat Sukuk dicatatkan:

(4) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan:

(5) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan:

(6) jaminan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada):

(7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan: dan

(8) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Emiten atau Perusahaan
Publik dalam memenuhi persyaratan dan kondisi Sukuk (misalnya
restrukturisasi Sukuk dan kondisi default).

26)

Utang Subordinasi
Yang harus diungkapkan antara lain:

3) nama kreditur, sifat ikatan, jangka waktu, jenis mata uang, dan kisaran suku
bunga kontraktual selama periode pelaporan

b) tujuan perolehannya:

C) persyaratan terkait dengan pelunasan utang subordinasi:

9) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi
default),

€) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan, dan

H persyaratan penting lainnya.

Page 48 OCR 0.938
27)

Obligasi Konversi
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat, tanggal jatuh tempo,
jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi konversi
dicatatkan, dan tujuan penerbitannya:

b) periode konversi dan persyaratan konversi, antara lain meliputi rasio konversi,
harga pelaksanaan, hak konversi sebelum jatuh tempo serta persyaratannya, dan
penalti:

C) dampak dilusi apabila seluruh obligasi dikonversikan, dengan memperhatikan
tingkat konversi atau harga pelaksanaan (exercise price) yang paling
menguntungkan dari sudut pandang pemegang obligasi konversi,

9) jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan dampak dilusinya:

e) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek:

?) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan:

9) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan:

h) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan
menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada):

i) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi
default):

j) dalam hal Perusahaan menerbitkan obligasi konversi tanpa melalui penawaran
umum, wajib diungkapkan tujuan penerbitan dan nama pembeli:

k) komponen Liabilitas dari obligasi konversi:

1) keberadaan fitur derivatif melekat, dan

m)persyaratan penting lainnya

Ekuitas

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk

1)

Modal Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) bagi setiap jenis saham, antara lain:
(1) rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir periode:
(2) hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham,
termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal: dan
(3) saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak
penjualan saham, termasuk jumlah dan persyaratan:

b) penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam ekuitas,

Catatan 18

Page 49 OCR 0.925
C) susunan pemegang saham dengan mengungkapkan jumlah lembar saham dan
persentase kepemilikan, yaitu:

(1) Pemegang saham yang memiliki 546 (lima perseratus) atau lebih:

(2) Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham: dan

(3) Pemegang saham lainnya:

@) dalam hal terjadi perubahan modal saham dalam periode berjalan:

(1) Keputusan yang berhubungan dengan perubahan modal saham tersebut,
seperti pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, persetujuan
dan/atau pemberitahuan Menteri terkait, dan keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS):

(2) Sumber peningkatan modal saham, antara lain dari kapitalisasi agio, saldo
laba, penerbitan saham baru dari Penawaran Umum dengan dan/atau tanpa
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (right issue dan private placement),
pelaksanaan waran, serta konversi obligasi: dan

(3) Tujuan perubahan modal saham, antara lain dalam rangka ekspansi,
penyelesaian pinjaman, atau pemenuhan kecukupan modal,

e) dalam hal hanya sebagian saham Perusahaan yang dicatatkan di Bursa Efek,
agar disebutkan jumlah saham yang dicatatkan dan yang tidak dicatatkan pada

Bursa Efek.

Tambahan Modal Disetor (Additional Paid-in Capital)
Yang harus diungkapkan antara lain:

la) Rincian jumlah tambahan modal disetor:

b) Uraian sumber agio saham:

|) Rincian biaya emisi Efek ekuitas berdasarkan penerbitan Efek ekuitas:
9) Uraian mengenai sifat dan asal selisih kurs atas modal disetor:

€) Uraian mengenai sifat dan asal tambahan modal disetor lainnya:

#) Pengungkapan untuk selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali, antara lain:

(1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang berkombinasi:

(2) Penjelasan mengenai hubungan sepengendali dari entitas-entitas yang bertransaksi dan bahwa
hubungan tersebut tidak bersifat sementara:

(3) Tanggal efektif transaksi,

bisnis tersebut:
(5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan serta jenis dan jumlah imbalan yang terjadi:

(6) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau dialihkan serta selisih antara nilai tercatat
tersebut dengan jumlah imbalan yang diserahkan atau diterima: dan

(7) Penyajian kembali laporan keuangan yang memberikan informasi antara lain:

(3) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan yang telah dilaporkan sebelumnya untuk periode
yang disajikan kembali,

(p) Ikhtisar jumlah tercatat Aset dan Liabilitas entitas atau bisnis yang dikombinasikan:

(c) Dampak penyesuaian kebijakan akuntansi: dan

(d) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan setelah disajikan kembali.

(4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual atau dihentikan akibat kombinasi

3 Oa S9

(Catatan 19

Page 50 OCR 0.927
3)

Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali

Yang harus diungkapkan antara lain

a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian yang meliputi:

(1) Jenis transaksi dan perubahan persentase kepemilikan:

(2) Nama entitas anak: dan

(3) Nama pihak yang bertransaksij

b) Perhitungan selisih transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian: dan

Cc) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas pelepasan investasi pada saat hilangnya Pengendalian.

4) |Saham Treasuri
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Latar belakang pembelian kembali saham, pelepasan, atau pengurangan modal disetor,
b) Tanggal atau periode perolehan serta jumlah lembar dan nilai saham treasuri yang diperoleh:
c) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang digunakan sebagai pengurangan modal disetor:
d) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang dilepaskan kembali serta selisih antara harga perolehan
dengan harga pelepasan saham treasurij dan
e) Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham treasuri.
5) (Saldo Laba
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Alasan dan jumlah penyesuaian periode yang lalu (jika ada):
b) Perubahan saldo laba pada periode bersangkutan dan persetujuan RUPS yang terkait: dan
c) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat, dan tujuan setiap pos cadangan.
6) |waran

Yang harus diungkapkan antara lain:

3) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-masing waran:

b) dasar penentuan Nilai Wajar waran:

c) nilai waran yang belum dan tidak dilaksanakan (kadaluwarsa):

G) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak dilusinya: dan
e) ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran.

Pendapatan Komprehensif Lainnya

Yang harus diungkapkan antara lain keterangan mengenai perubahan masing-masing komponen
pendapatan komprehensif lainnya.

(Catatan 22

Page 51 OCR 0.935
8)

Kepentingan Nonpengendali

Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian pemegang saham nonpengendali atas ekuitas
masing-masing entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara largsung atau tidak langsung pada
entitas induk.

(Catatan 21

Laba Rugi Komprehensif

1)

Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain
a) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama periode,

termasuk pendapatan yang berasal dari:

(1) Penjualan barang:

(2) Penjualan jasaj

(3) Bunga:

(4) Royalti: dan/atau

(5) Dividen,

diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga:

b) Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utamaj

Cc) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan yang melebihi 10Y6 (sepuluh
perseratus) dari pendapatan:

d) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa yang tercakup
dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan (jika ada), yang diungkapkan
terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga:

@) Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan antara lain:

(1) Pendapatan kontrak konstruksi:
(a) Jumlah pendapatan kontrak yang diakui sebagai pendapatan dalam
periode berjalan:
(b) Metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan kentrak yang
diakui dalam periode berjalan: dan
(c) Metode yang digunakan untuk menentukan tahap penyelesaian kontrak,
(2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian pada tanggal akhir periode pelaporan:
(a) Jumlah agregat biaya yang terjadi dan laba/rugi yang diakui sampai
tanggal pelaporan:
(5) Jumlah uang muka yang diterima: dan
(c) Jumlah retensi:
(3) Jumlah tagihan dan utang bruto kepada pemberi kerja, masinc-masing sebagai
Aset dan Liabilitas,
f) Dalam hal Perusahaan memiliki transaksi hubungan keagenan, diLngkapkan
secara terpisah, antara lain:
(4) Penjualan biasa dan penjualan dari hubungan keagenan,
(2) Pendapatan komisi yang diperoleh Perusahaan sebagai agen dari transaksi
keagenan dengan pendapatan lainnya, dan
(3) Perincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh Perusahaan sebagai
sipal dari transaksi keagenan, yang antara lain terdiri dari:
Pendapatan bruto,
Retur/rabat/diskon terkait: dan
Totai pendapatan neto.

(Catatan 24

Page 52 OCR 0.913
2)

Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh Regulator Ketentuan Tarif
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Dasar ketentuan tarif:

b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif:

C) Masa berlaku tarif:

d) Besaran tarif: dan

2) Perjaniian lain yang terkait.

3)

Khusus Industri pembiayaan

Rincian jumlah berdasarkan kelompok produk/jasa utama antara lain:
a) Pendapatan pembiayaan konsumen:
b) Pendapatan anjak piutang: dan
c) Pendapatan sewa.

4)

Khusus Industri Rumah Sakit Terdiri dari:
Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya, jasa dokter, rawat inap, rawat jalan dan penunjang
medis, rincian pengurang pendapatan, antara lain:

a) restitusi:

b) subsidi tidak mampu, dan

6) selisih perhitungan klaim.

5)

Khusus Industri Transportasi
Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama antara lain:
a) rincian pendapatan bersih jasa transportasi)
b) rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan alat transportasi
G) rincian pendapatan usaha dari jasa ekspedisi:
d) rincian pendapatan usaha dari keagenanj dan
8) rincian pendapatan dipisahkan sesuai dengan jenisnya armada (bus, taksi, feri,
tanker dan pesawat udara) dengan ketentuan memisahkan atas dasar kepemilikan
armada tersebut.

Catatan 24. Sudah diberikan
rincian pendapatan dari logistik.

8)

Khusus Industri Telekomunikasi
Rincian pendapatan usaha antara lain pendapatan usaha jasa interkoneksi, jasa telekomunikasi
sendiri, jasa telekomunikasi yang dilaksanakan melalui kerjasama dengan pihak lain.

7)

Khusus Industri Asuransi:

Pendapatan Premi

Yang harus dungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok premi bruto, premi
reasuransi, can penurunan (kenaikan) premi yang belum merupakan pendapatan untuk setiap jenis
asuransi

Catatan Uusikan dengan PSAK yang berlaku (PSAK 36 dan 62)

8)

Khusus Industri Jalan Tol: Pendapatan
Yang harus c ungkapkan antara lain:

Page 53 OCR 0.922
ja) penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol sendiri, rincian pendapatan jasa lain,
dan rincian pendapatan kerjasama operasi:

b) jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan sejumlah ruas jalan tol, maka
pendapatan usaha untuk setiap ruas jalan tol tersebut harus diungkapkan.

9)

Khusus Industri Perbankan Pendapatan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain:
Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak terbatas pada :
a) obligasi Pemerintah:
b) kredit, dengan pengungkapan tambahan untuk provisi dan komisi yang diakui
C) efek-efek, dan
d) penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain.

10)|

Beban Pokok Penjualan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk perusahaan manufaktur, diungkapkan beban pokok produksi yang dirinci:
(1) Biaya bahan bakus
(2) Biaya tenaga kerja: dan
(3) Biaya overhead
ditambah dan dikurangi saldo awal dan akhir persediaan:
b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang melebihi 1096 (sepuluh perseratus
dari pendapatan, dan
c) Untuk industri jasa, diungkapkan beban pokok berdasarkan pada jasa yang dijual.

(Catatan 25

11)|

12)

Khusus Industri Rumah Sakit
Beban Departementalisasi/Beban Operasional
Yang harus diungkapkan antara lain, rincian beban departementalisasi:
a) Beban bahan:
b) Beban jasa pelayanan:
c) Beban pegawai:
d) Beban penyusutan sarana medis:
e) Beban pemeliharaan sarana:
f) Beban asuransi,
9) Beban langganan daya dan jasa:
h) Beban deoresiasi.
Khusus Industri Asuransi:
a) Beban Klaim Asuransi Kerugian
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok
klaim bruto, klaim reasuransi, dan kenaikan (penurunan) estimasi klaim retensi
sendiri untuk setiap jenis asuransi.

h

Page 54 OCR 0.936
b) Beban Klaim Asuransi Jiwa
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian dan jumlah beban menurut jenis klaim dan manfaat, diantaranya : klaim
jatuh tempo, klaim nilai tunai, dan klaim kematian.

&) Komisi Neto
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok
pendapatan komisi dan beban komisi untuk setiap jenis asuransi.

d) Hasil Investasi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah menurut jenis investasi.

13)|

Khusus Industri Perhotelan Beban Departementalisasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah unsur-unsur beban departementalisasi:
b) Gaji dan beban pegawai lainnya: dan
€) Rincian jumlah unsur-unsur beban departemen lainnya.

ia)

Beban Usaha
Yang harus diungkapkan rincian sifat beban berdasarkan kategori fungsinya, yaitu antara lain
a) Beban penjualan)
b) Beban distribusi: dan
c) Beban umum dan administrasi.

(Catatan 26

15)

Khusus Industri Perbankan
a) Beban Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban bunga berdasarkan
kelompok produk/jasa utama.
b) Beban Provisi dan Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban beban provisi dan
komisi berdasarkan kelompok produk/jasa utama.

16)

Khusus Industri Pembiayaan Beban Kerugian Penurunan Nilai

Yang harus diungkapkan antara lain jumlah beban kerugian penurunan nilai untuk

masing- masing akun Piutang Pembiayaan Konsumen, Tagihan Anjak Piutang, dan Piutang Sewa
Pembiayaan.

Page 55 OCR 0.920
17)/Pendapatan dan Beban Lainnya (Catatan 27
Yang harus diungkapkan antara lain : v
a) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya.
b) rincian dan jumlah Beban lainnya. v
c) Untuk Biaya Keuangan, meliputi : v
(1) biaya pinjaman meliputi:
(a) beban keuangan yang dihitung dengan menggunakan metode suku bunga
efektif,
(b) beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesuai SAK yang
berlaku: dan
(C) selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang
selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap bunga:
(2) biaya keuangan lainnya yang terjadi dari transaksi instrumen keuangan
meliputi:
(a) rugi penurunan nilai dari kuotasi atas investasi tersedia untuk dijual:
(b) rugi neto dari instrumen keuangan yang diakui pada Nilai Wajar melalui
laba rugi: dan
(c) amortisasi premi/diskonto kontrak berjangka yang bertujuan untuk lindung
nilai.
d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asosiasi dan/atau Ventura Bersama
meliputi :
(1) bagian laba rugi dari masing-masing entitas asosiasi dan/atau Ventura
Bersama yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas: dan
18)|Khusus Industri Perbankan
a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas Aset Keuangan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis aset
keuangan
b) Keuntungan (Kerugian) dari kenaikan (penurunan) ni urat-surat
berharga dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis.
C) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-surat Berharga dan Obligasi
Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis.
19)|Pendapatan Komprehensif Lain “ (Catatan 22

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap maupun Aset Takberwujudj

b) keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti:

6) selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan,

9) keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia untuk dijual,

8) bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai dalam rangka
lindung nilai arus kas: dan

#) bagian pendapatan kompr
Bersama.

nsif lain dari entitas asosiasi dan/atau Ventura

Page 56 OCR 0.928
20)|

Pajak Penghasilan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) komponen beban (penghasilan) pajak yang terdiri dari:

(1) beban (penghasilan) pajak kini:

(2) penyesuaian yang diakui pada periode atas pajak kini yang berasal dari
periode lalu,

(3) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan
temporer dan pembalikannya:

(4) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkait dengan perubahan tarif
pajak atau penerapan peraturan perpajakan yang baru,

(S5) jumlah manfaat yang berasal dari rugi pajak yang tidak diakui sebelumnya
atau perbedaan temporer suatu periode lalu yang digunakan untuk
mengurangi beban pajak kini dan beban pajak tangguhan:

(6) beban pajak tangguhan yang disebabkan oleh penurunan atau pembalikan
penurunan sebelumnya atas aset pajak tangguhan: dan

(7) jumlah beban (penghasilan) terkait dengan perubahan kebijakan akuntansi
dan kesalahan yang diperhitungkan dalam laporan laba rugi komprehensif,
dikarenakan tidak dapat diperlakukan secara retrospektif,

b) agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkait dengan transaksi yang
dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas:

(Catatan 16

Page 57 OCR 0.934
Cc) jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen pendapatan
komprehensif lain, kecuali untuk bagian pendapatan komprehensif lain dari
entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama,

d) penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan laba akuntansi dalam
satu atau kedua bentuk berikut ini:

(1) rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dan hasil perkalian laba
akuntansi dengan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar
perhitungan tarif pajak yang berlaku, atau

(2) rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak yang berlaku.
dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku:

e) penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan perbandingan
dengan tarif pajak yang berlaku pada periode akuntansi sebelumnya:

?) jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer yang dapat
dikurangkan dan rugi pajak belum dikompensasi yang tidak diakui sebagai aset
pajak tangguhan dalam laporan keuangan:

9) jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan investasi pada entitas
anak, cabang, entitas asosiasi, dan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama
atas liabilitas pajak tangguhan yang belum diakui,

h) rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini dengan cara sebagai beriki
(1) laba sebelum pajak menurut akuntansi,

(2) ditambah/dikurangi koreksi positif atau negatif (dirinci): dan

(3) laba kena pajak:

i) perhitungan beban dan liabilitas pajak kini dengan menerapkan tarif pajak sesuai

dengan ketentuan perundang-undangan pajak yang berlaku:

j) pernyataan bahwa laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam
pengisian SPT Tahunan PPh Badan,

k) setiap jenis perbedaan temporer dan setiap jenis rugi pajak yang belum
dikompensasi:

(1) jumlah aset dan liabilitas pajak tangguhan yang diakui pada laporan posisi
keuangan untuk periode sajian: dan

(2) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui dalam laba rugi,
apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari perubahan jumlah aset atau
liabilitas pajak tangguhan yang diakui dalam laporan posisi keuangan:

1) beban pajak terkait dengan operasi yang dihentikan:

(1) keuntungan atau kerugian atas penghentian: dan

Page 58 OCR 0.930
(2) laba rugi dari kegiatan normal atas operasi yang dihentikan selama periode,

bersama dengan jumlah terkait untuk setiap periode sajian,

m) jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen kepada pemegang saham
Perusahaan yang diusulkan atau diumumkan sebelum Laporan Keuangan
Diotorisasi untuk Terbit namun tidak diakui sebagai Liabilitas dalam laporan
keuangan:

n) Uraian jumlah perubahan pada jumlah pengakuan untuk aset pajak tangguhan
praakuisisi apabila Perusahaan adalah pihak pengakuisisi dalam suatu kombinasi
bisnis

0) peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan manfaat pajak tangguhan
wajib diakui apabila manfaat pajak tangguhan yang diperoleh dari kombinasi
bisnis tidak diakui pada tanggal akuisisi tetapi diakui setelah tanggal akuisisi: dan

p) jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau bukti yang mendukung pengakuan
atas aset pajak tangguhan, apabila:

(1) penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada kondisi laba kena parak
mendatang lebih besar dari laba pembalikan perbedaan temporer kena
pajak yang telah ada dan

(2) entitas mengalami kerugian pada periode kini atau periode sebelumnya yang
mengakihatkan diakuinya aset naiak tancouhan terkait.

21

Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian
Yang harus diungkapkan antara lain :

a) jumlah yang digunakan sebagai pembilang dalam penghitungan laba per saham
dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi jumlah tersebut terhadap laba atau rugi yang
dapat diatribusikan kepada entitas induk untuk periode tersebut. Rekonsiliasi
tersebut mencakup dampak individual dari setiap jenis instrumen yang
mempengaruhi laba per saham:

b) jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang digunakan sebagai penyebut
dalam penghitungan laba per saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi penyebut
tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak individual dari setiap jenis
instrumen yang mempengaruhi laba per saham:

2) instrumen (termasuk saham yang dapat diterbitkan secara kontinjen) yang
berpotensi mendilusi laba per saham dasar di masa depan, namun tidak
dimasukkan dalam penghitungan laba per saham dilusian karena instrumen
tersebut bersifat antidilutif untuk periode sajian:

d) penjelasan transaksi saham biasa atau transaksi instrumen berpotensi saham
biasa, selain yang dihitung sesuai dengan SAK yang berlaku, yang terjadi setelah
periode pelaporan dan akan secara signifikan mengubah jumlah saham biasa
atau instrumen

berpotensi saham biasa yang beredar pada aki: neriode tersebut seandainya
transaksi dimaksud terjadi sebelum akhir periode pelaporan: dan
6) laba per saham dasar dan dilusian untuk operasi yang dihentikan.

(Catatan 29

Page 59 OCR 0.943
22)

Transaksi Pihak Berelasi
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Pengungkapan mengenai transaksi atau saldo dengan pihak berelasi, yang
jumlahnya:

(1) lebih dari Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) untuk transaksi dengan
orang atau anggota keluarga terdekat, dan/atau

(2) lebih dari 0,596 (nol koma lima perseratus) dari modal disetor untuk transaksi
dengan entitas berelasi.

b) terkait dengan transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat meliputi
nama, sifat dan hubungan dengan pihak berelasi serta informasi tentang transaksi
dan saldo dengan pihak dimaksud:

C) terkait dengan transaksi dengan entitas berelasi meliputi sifat dan hubungan
dengan pihak-pihak berelasi serta informasi mengenai transaksi dan saldo,
termasuk komitmen, yang diperlukan untuk memahami potensi dampak
hubungan tersebut dalam laporan keuangan, paling kurang:

(1) jumlah transaksi beserta persentasenya terhadap total pendapatan dan beban
terkait,

(2) jumlah saldo beserta persentasenya terhadap total Aset atau Liabilitas,
termasuk komitmen, dan:

(a) persyaratan dan ketentuannya, termasuk apakah terdapat jaminan, dan
sifat imbalan yang akan diberikan, untuk penyelesaian: dan
(b) rincian garansi yang diberikan atau diterima:

(3) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian
penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang
terkait dengan jumlah saldo piutang usaha dan piutang pihak berelasi non-
usaha, dan

(4) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai, jika
dilakukan pembentukan,

d) pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) dan b)
dilakukan secara terpisah untuk masing-masing kategori berikut:

(1) entitas induk:

(2) entitas dengan pengendalian bersama atau Pengaruh Signifikan terhadap
entitas:

(Catatan 28

Page 60 OCR 0.941
(3) entitas anak,

(4) entitas asosiasi:

(5) Ventura Bersama dimana entitas merupakan venturerj

(6) personil manajemen kunci dari entitas pelapor atau entitas induknya: dan
(7) pihak-pihak berelasi lainnya.

8) seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing anggota atau
kelompok direksi, komisaris, pemegang saham utama yang juga sebagai
karyawan, dan manajemen kunci lainnya untuk masing-masing kategori berikut:
(1) imbalan kerja jangka pendek:

(2) imbalan pascakerja:

(3) imbalan kerja jangka panjang lainnya:
(4) pesangon pemutusan kontrak kerja: dan
(5) pembayaran berbasis saham.

f) untuk entitas berelasi dengan pemerintah :

(1) nama entitas berelasi dengan pemerintah dan sifat hubungannya dengan
Perusahaan:

(2) sifat dan jumlah setiap transaksi yang secara individual signifikan: dan

(3) untuk transaksi lainnya yang secara kolektif, tetapi tidak secara individual,
signifikan, indikasi secara kuantitatif atau kualitatif atas luasnya transaksi
tersebut.

23)

'Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing
a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata uang selain mata uang fungsioral.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) rincian aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing serta ekuivalennya
dalam mata uang fungsional:
(2) posisi neto dari aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing:
(3) rincian kontrak valuta berjangka dan ekuivalen dalam mata uang fungsional:
(4) jumlah selisih kurs yang diakui dalam laba rugi, kecuali untuk selisih kurs
yang timbul pada instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalu
laba rugi: dan
(5) selisih kurs neto diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan
diakumulasikan dalam komponen ekuitas yang terpisah, serta rekonsiliasi selisih kurs tersebut

(Semua transaksi dilakukan
Imenggunakan Rupiah.

Page 61 OCR 0.932
24)|Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan

(Yang harus diungkapkan antara laii

a) untuk setiap rugi penurunan nilai yang diakui atau dibalik selama periode tertentu
untuk suatu aset individual, termasuk goodwil/ atau Suatu unit penghasil kas:

(1) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan pengakuan atau pembalikan rugi
penurunan nilai,

(2) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi selama periode
tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang didalamnya tercakup
rugi penurunan nilai:

(3) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi selama
periode tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang di dalamnya
tercakup rugi penurunan nilai yang dibalik:

(4) goodwill yang telah diakui rugi penurunan nilainya:

(S) jumlah rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakui dalam
pendapatan komprehensif lain selama periode tersebut: dan

(6) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakui
dalam pendapatan komprehensif lain selama periode tersebut.

b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan untuk setiap
kelompok aset.

25)| Perubahan Estimasi Akuntansi, Perubahan Kebijakan Akuntansi, dan Kesalahan Periode Lalu
a) Perubahan Estimasi Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dan alasan perubahan estimasi akuntansi:
(2) jumlah perubahan estimasi yang berdampak pada periode berjalan: dan
(3) perkiraan dampak estimasi pada periode mendatang. Dalam hal jumlah
dampak pada periode mendatang tidak praktis, fakta tersebut harus
diungkapkan.
b) Perubahan Kebijakan Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
|. @) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi,
(2) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru memberikan informasi yang andal
dan relevan,
(3) jumlah penyesuaian untuk periode berjalan dan setiap periode lalu sajian:

Page 62 OCR 0.940
(a) setiap pos laporan keuangan yang terpengaruh: dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian

(4) jumlah penyesuaian yang terkait dengan periode-periode sebelum periode
yang disajikan. Dalam hal tidak praktis dilakukan, maka diungkapkan
alasannya, dan

(5) keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak praktis untuk suatu
periode tertentu atau untuk periode-periode sebelum periode-periode tersebut
disajikan dan tanggal dimulainya perubahan kebijakan akuntansi.

C) Kesalahan Periode Lalu

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) sifat dari kesalahan periode lalu,

(2) jumlah koreksi untuk setiap periode sajian:
(a) bagi setiap pos laporan keuangan: dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian:

(3) jumlah koreksi pada awal periode sajian paling awal, dan

(4) keadaan yang membuat penerapan retrospketif tidak praktis dilakukan dan
penjelasan mengenai cara dan waktu dilakukannya koreksi apabila penyajian
kembali retrospektif tidak praktis.

Kombinasi Bisnis
a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut untuk setiap kombinasi
bisnis yang terjadi selama periode pelaporan, yaitu:
(1) nama dan penjelasan tentang pihak yang diakuisisi:
(2) tanggal akuisisi:
(3) biaya terkait akuisisi, di luar biaya penerbitan Efek utang dan Efek ekuitas,
periode berjalan, dan akumulasinya untuk masing-masing kombinasi bisnis:
(4) persentase kepentingan ekuitas berhak suara yang diperoleh:
(5) alasan utama untuk kombinasi bisnis dan penjelasan tentang cara pihak
pengakuisisi memperoleh Pengendalian atas pihak yang diakuisisi:
(6) penjelasan kualitatif tentang faktor yang membentuk goodwill yang diakui:
(7) Nilai Wajar pada saat tanggal akuisisi atas total imbalan yang dialihkan dan
Nilai Wajar tanggal akui ntuk setiap kelompok utama imbalan,
(8) kesepakatan imbalan kontinjensi dan aset indemnifikasi:
(a) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi:

Page 63 OCR 0.934
(b) penjelasan tentang kesepakatan dan dasar penentuan jumlah
pembayaran:dan

(c) estimasi kisaran hasil (tidak didiskonto) atau, jika apabila kisaran tidak
dapat diestimasikan maka fakta dan alasan mengapa kisaran tersebut tidak
dapat diestimasikan. Dalam hal jumlah maksimum pembayaran tidak
terbatas, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan fakta tersebut:

(9) Perusahaan harus mengungkapkan piutang yang diperoleh berdasarkan
kelompok utama piutang, misalnya pinjaman yang diberikan, sewa

pembiayaan langsung, dan kelompok piutang lain, yaitu sebagai berikut:

(a) Nilai Wajar piutang:

(b) jumlah piutang bruto kontraktuals dan

(c) estimasi terbaik pada tanggal akuisisi atas jumlah arus kas kontraktual
yang diperkirakan tidak tertagil

(10) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama Aset
yang diperoleh dan Liabilitas yang diambil alih:
(11) setiap liabilitas kontinjensi yang diakui pada Nilai Wajar:

(a) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat arus keluar
sumber daya ekonomi terjadi:

(b) indikasi ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar tersebut. Dalam hal
diperlukan, Perusahaan harus mengungkapkan asumsi utama yang
mendasari prakiraan peristiwa masa depan, dan

(c) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan
jumlah Aset yang telah diakui untuk estimasi penggantian tersebut:

(12) dalam hat liabilitas kontinjensi tidak diakui karena Nilai Wajarnya tidak dapat
diukur secara andal, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan:

(a) informasi sebagaimana dimaksud dalam angka 33 huruf b) angka (4)
terkait perikatan dan kontijensi: dan.

(b) alasan Liabilitas tidak dapat diukur secara andal

(13) dalam hal pembelian dengan diskon:

(a) jumlah keuntungan yang diakui dan pos dalam laporan laba rugi Dalam
Human Design, perbedaan utama Generator dan Projector terletak pada
energi:

Generator adalah "pembangkit energi" (energi stabil untuk bekerja/respons),
sedangkan Projector adalah "penuntun/pengamat" yang tidak memiliki pusat
sakral aktif, sehingga energinya tidak konsisten. Generator hidup untuk

mersenans sementara Prniertar hidiin tntiik memhimhina

Page 64 OCR 0.951
(14) jumlah dari kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi, yang diakui

pada tanggal akuisisi dan dasar pengukurannya: dan

(a) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan dalam penentuan
nilai tersebut, untuk setiap kepentingan nonpengendali pada pihak yang
diakuisisi yang diukur pada Nilai Wajar:

(15) dalam hal suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap:

(a) Nilai Wajar pada tanggal akuisisi atas kepentingan ekuitas pihak yang
diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi segera sebelum tanggal
akuisisi, dan

(b) jumlah keuntungan atau kerugian yang diakui sebagai hasil dari pengukuran
kembali Nilai Wajar dari kepentingan ekuitas pada pihak yang diakuisisi
yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi sebelum kombinasi bisnis dan pos
dalam
laporan laba rugi komprehensif untuk mengakui keuntungan atau kerugian
tersebut,

(16) Informasi sebagai berikut:

(a) jumlah pendapatan dan laba atau rugi dari pihak yang diakuisisi sejak
tanggal akuisisi yang dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif
pada periode pelaporan: dan

(b) pendapatan dan laba atau rugi dari entitas hasil penggabungan untuk
periode pelaporan berjalan seolah-olah tanggal akuisisi untuk semua
kombinasi bisnis yang terjadi selama tahun berjalan telah diperhitungkan
sejak awal periode pelaporan.

b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi pada periode sekarang dan periode
sebelumnya, Perusahaan yang menjadi pihak pengakuisisi wajib mengungkapkan
informasi berikut untuk setiap kombinasi bisnis yang material atau secara kolektif
material:

(1) dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai untuk Aset,
Liabilitas, kepentingan nonpengendali tertentu atau jenis imbalan dan jumlah
yang diakui dalam laporan keuangan kombinasi bisnis sehingga ditentukan
hanya bersifat penyisihan, maka diungkapkan:

(a) alasan akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai,

(b) Aset, Liabilitas, kepentingan ekuitas atau jenis imbalan yang akuntansi

awalnva belum selesai: dan

Page 65 OCR 0.930
sampai dengan Perusahaan menyelesaikan liabilitas imbalan kontinjensi atau liabilitas tersebut

dibatalkan atau lewat waktu, maka diungkapkan:

(a) setiap perubahan dalam jumlah yang diakui, termasuk setiap perbedaan yang

timbul selama penyelesaian:

(b) setiap perubahan dalam kisaran hasil (tidak didiskonto) dan alasan perubahan

tersebut, dan

(c) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan untuk mengukur imbalan

kontinjensij

(3) liabilitas kontinjensi yang diakui dalam kombinasi bisnis, jika ada:

(4) rekonsiliasi atas nilai tercatat goodwill pada awal dan akhir periode pelaporan:

(9) jumlah dan penjelasan dari setiap keuntungan atau kerugian yang diakui pada

periode pelaporan yang:

(a) terkait dengan aset teridentifikasi yang diperoleh atau liabilitas yang diambil-
alih dalam kombinasi bisnis pada periode pelaporan berjalan atau periode
pelaporan sebelumnya: dan

(b) ukuran, sifat, atau kejadian relevan yang diungkapkan untuk memahami
laporan keuangan Perusahaan hasil penggabungan,

(Cc) pernyataan kesesuaian dengan peraturan Bapepam dan LK dalam pelaksanaan
transaksi kombinasi bisnis: dan

(d) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut secara keseluruhan,
sehubungan dengan perolehan atas entitas anak dan unit bisnis lainnya selama
Suatu periode:

(1) jumlah harga yang dibayarkan:

(2) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas:

(3) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya apabila
Pengendalian diperoleh: dan

(4) jumlah aset dan liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau
bisnis lainnya apabila Pengendalian diperoleh, diikhtisarkan berdasarkan
kategori utamanya.

27) Segmen Operasi Catatan 30
Yang harus diungkapkan antara lain : v
3) pengungkapan pada level segmen,
(1) informasi umum, yang terdiri dari:
(2) faktor-faktor yang digunakan oleh manajemen untuk mengidentifikasi
seamen dilaporkan: dan

Page 66 OCR 0.945
(b) jenis produk dan jasa yang menghasilkan pendapatan dari setiap segmen
dilaporkan:

(2) informasi mengenai laba atau rugi segmen, termasuk pendapatan dan beban
tertentu, aset segmen, dan liabilitas segmen dari segmen dilaporkan, serta
dasar pengukurannya:

(3) rekonsiliasi dari total pendapatan segmen, ukuran laba atau rugi segmen
dilaporkan, aset segmen, liabilitas segmen, dan unsur segmen material lainnya
terhadap jumlah yang terkait dalam laporan keuangan Perusahaan,

b) pengungkapan pada level entitas

(1) Informasi produk dan jasa

Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk setiap produk dan jasa atau setiap

kelompok produk dan jasa yang serupa.

(2) Informasi wilayah geografis
(a) Pendapatan dari pelanggan eksternal yang diatribusikan kepada:

i. negara domisili Perusahaan: dan

Ii. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memperoleh
pendapatan. Dalam hal pendapatan dari suatu negara asing secara
individual jumlahnya material, pendapatan tersebut diungkapkan secara
terpisah, termasuk dasar pengatribusian pendapatannya kepada negara
tersebut secara individual,

(b) Aset tidak lancar selain instrumen keuangan, aset pajak yang
ditangguhkan, aset imbalan pascakerja, dan hak yang terjadi akibat
kontrak asuransi yang berlokasi di:

i. negara domisili Perusahaan: dan
li. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memiliki aset.

Dalam hal aset dari suatu negara asing secara Individual jumlahnya material,

maka aset tersebut diungkapkan secara terpisah.

(3) Informasi pelanggan utama

Dalam hal pendapatan dari transaksi dengan pelanggan eksternal tunggal

mencapai 1046 (sepuluh perseratus) atau lebih dari pendapatan konsolidasi,

Perusahaan harus mengungkapkan:

(2) fakta,

(b) total pendapatan dari setiap pelanggan: dan

(6) identitas segmen yang melaporkan pendapatan tersebut.

Note 30

Page 67 OCR 0.917
28)|Operasi yang Dihentikan
ja) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) uraian tentang alasan operasi dihentikanj
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada
pelepasan yang diharapkan, cara, dan waktu pelepasan dari aset dan liabilitas
operasi yang dihentikan: dan
(3) pengaruh dari operasi yang dihentikan terhadap segmen yang dilaporkan dari
aset tidak lancar atau kelompok lepasan disajikan sesuai SAK yang berlaku.
b) Yang harus diungkapkan atas informasi terkait dengan laba (rugi) operasi yang
dihentikan, antara lain:
(1) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan dalam laporan laba rugi
komprehensif meliputi:
(8) pendapatan, beban, dan laba atau rugi sebelum pajak dari operasi yang
Sihentikan dan beban pajak penghasilan yang terkait: dan
(b) laba atau rugi yang diakui dalam pengukuran ke Nilsi Wajar setelah
dikurangi biaya untuk menjual atau pelepasan aset atau kelompok lepasan
yang terkait dengan operasi yang dihentikan Gan beban pajak penghasilan
yang terkait:
(2) arus kas neto yang dapat diatribusikan pada aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan dari operasi yang dihentikan: dan
(3) jumlah penghasilan dari operasi yang dilanjutkan dan operasi yang dihentikan
yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk.

29)|Instrumen Derivatif selain Derivatif Melekat
2) Perusahaan wajib mengelompokkan instrumen derivatif sesuai dengan tujuannya,
Yaitu untuk lindung nilai atau tujuan lainnya (non lindung nilai), seperti untuk tujuan
spekulasij
) Perusahaan yang memiliki atau menerbitkan Instrumen derivatif wajib
mengungkapkan untuk setiap kontrak instrumen derivatif dalam kelompok
klasifikasi lindung nilai dan kelompok ton lindung nilai:
(1) hakikat dan sifat dari transaksi, berupa transaksi berjangka dalam bentuk
valuta, bunga, komoditas atau lain-lain:
(2) pihak lawan transaksi (counterparties):
(3) tanggal jatuh tempo:
(9) nilai keseluruhan kontrak dan Nilai Wajar pada tanggal laporan posisi
keuangan:
(5) beban atau Pendapatan pada periode pelaporan:
(6) pos Aset dan/atau Liabilitas yang dilindung nilai: dan
(7) persyaratan penting lainnya:
C) Yang harus diungkapkan antara |

(1) Hal-hal yang diperlukan untuk memahami tujuan transaksi derivatif dan
strategi untuk mencapai tujuan tersebut:

(2) Kebijakan manajemen rsiko untuk setiap klasifikasi lindung nilai,
termasuk penjelasan mengenai Aset dan/atau Liabllitas dan jenis
transaksi yang dilindung nilai dan

(3) Bagi instrumen yang tisak dimaksudkan sebagai suatu lindung nilai,
disebutka. ny

Page 68 OCR 0.932
30)|Nilai Wajar Instrumen Keuangan (Catatan 31c
Yang harus diungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan dan liabilitas keuangan antara lain:
Ja) Nilai Wajar setiap kelompok Aset dan Liabilitas tersebut dengan cara yang
memungkinkan untuk dapat diperbandingkan dengan nilai tercatat dalam laporan
posisi keuangan: dan
b) hierarki, metode, dan asumsi signifikan yang digunakan dalam menentukan Nilai
Wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan.
31)|Dividen Catatan 20

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah dividen dan dividen per saham yang telah dideklarasikan dan dibayarkan
sebagai distribusi kepada pemilik pada periode pelaporan,

b) jumlah utang dividen untuk:

(1) periode pelaporan, dan
(2) periode sebelumnya:

C)jumlah dividen dan dividen per saham yang diusulkan atau dideklarasikan setelah
periode pelaporan tetapi sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan dan
tidak diakui sebagai Liabilitas kepada pemilik pada akhir periode pelaporan, dan

d) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui.

32

Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah agregat dari liabilitas kontinjensi dengan jumlah liabilitas kontinjensi lainnya
secara terpisah,
b) jumlah agregat dari komitmen modal terkait dengan bagian partisipasinya dalam
Ventura Bersama secara terpisah dari komitmen lainnya,
c) daftar dan penjelasan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama yang signifikan
dan bagian partisipasi kepemilikan dalam pengendalian bersama entitas, dan
d) dalam hal Ventura Bersama diakui dalam pengendalian bersama entitas, agar
ditambahkan pengungkapan tambahan tentang:
(1) metode yang digunakan untuk mengakui bagian partisipasinya: dan
(2) jumlah agregat setiap aset lancar, aset tidak lancar, liabilitas jangka pendek,
liabilitas jangka panjang, penghasilan dan beban yang terkait dengan bagian
partisipasinya dalam Ventura Bersama

Page 69 OCR 0.929
33)

Perikatan dan Kontinjensi
ja) Perikatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perikatan yang meliputi:
(a) perjanjian sewa, keagenan dan distribusi, bantuan manajemen dan teknis,
royalti, dan lisensi, diungkapkan:
i. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian,
. periode berlakunya perikatan
dasar penentuan kompensasi dan denda,
iv. jumlah beban atau pendapatan pada periode pelaporan: dan
v. pembatasan-pembatasan lainnya:
(b) kontrak atau perjanjian yang memerlukan penggunaan dana di masa yang akan
datang, seperti: pembangunan pabrik, perjanjian pembelian, ikatan untuk
investasi, diungkapkan:
pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian:
periode berlakunya perikatan:
lai keseluruhan, mata uang, dan bagian yang telah direalisasi: dan
iv. sanksi-sanksi:
(2) pemberian jaminan atau garansi, diungkapkan:
(a) pihak-pihak yang dijamin dan yang menerima jaminan, yang dipisahkan
antara pihak berelasi dan pihak ketiga untuk pihak yang dijamin:
(b) latar belakang dikeluarkannya jaminan:
(c) periode berlakunya jaminan: dan
(d) nilai jaminan:
(3) fasilitas kredit yang belum digunakan, misalnya fasilitas L/C, cerukan bank:
dan

(4) uraian mengenai sifat, jenis, jumlah dan batasan-batasannya.

Page 70 OCR 0.928
b) Kontinjensi

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1) perkara atau sengketa hukum, diungkapkan:

(a) pihak-pihak yang terkait,

(b) jumlah yang diperkarakan,

(6) latar belakang, isi dan status perkaradan pendapat hukum (legal opinion): dan
(d) dampak keuangan:

(2) Peraturan Pemerintah yang berdampak terhadap Perusahaan, misalnya masalah
lingkungan hidup, diungkapkan uraian singkat tentang peraturan dan estimasi
dampak keuangannya:

(3) kemungkinan liabilitas pajak tambahan:
(a) jenis ketetapan atau tagihan pajak, jenis pajak, tahun pajak serta jumlah

pokok dan denda atau bunganya, dan
(b) sikap Perusahaan terhadap ketetapan atau tagihan pajak (keberatan atau
banding):

(4) peristiwa kontinjensi lainnya, yang diungkapkan antara lain:

(a) karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi:

(b) estimasi dari dampak keuangannya:

(c) indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu arus
keluar sumber daya: dan

(d) kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga.

34)

Khusus Industri Perkebunan Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma Yang harus diungkapkan
antara laii
la) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasma:

b) Pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama:

Ic) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan:

d) Hak dan liabilitas dari masing-masing pihak dalam kerjasama,
e) Ketentuan tentang perbahan perjanjian kerjasama: dan

) Isi perubahan perjanjian, jika ada.

Page 71 OCR 0.943
35)

Manajemen Risiko Keuangan

a) Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang memungkinkan para pengguna
laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan luas risiko yang timbul dari
instrumen keuangan, serta kebijakan dalam pengelolaan risiko, termasuk, namun
tidak terbatas pada risiko sebagai berikut:

(4) risiko kredit, antara lain ikhtisar analisis umur aset keuangan yang belum
jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dan yang lewat jatuh tempo
pada akhir periode pelaporan tetapi tidak mengalami penurunan nilai:

(2) risiko likuiditas, antara lain:

(a) analisis jatuh tempo untuk liabilitas keuangan derivatif dan nonderivatif
yang menunjukkan sisa jatuh tempo kontraktual yang bertujuan untuk
pemahaman terhadap periode arus kas, dan

(b) deskripsi mengenai cara Perusahaan mengelola risiko likuiditas:

(3) risiko pasar, antara lain analisis sensitivitas untuk setiap jenis risiko pasar
dimana entitas terdampak pada akhir periode pelaporan, yang menunjukkan
dampak perubahan pada variabel risiko yang relevan pada tanggal tersebut
terhadap laba rugi dan ekuitas: dan
Dalam Human Design, perbedaan utama Generator dan Projector terletak pada
energi:

Generator adalah "pembangkit energi" (energi stabil untuk bekerja/respons),

sedangkan Projector adalah "penuntun/pengamat" yang tidak memiliki pusat

(Catatan 31

36)

Khusus Industri Perbankan
2) Rasio Kecukupan Modal (Capital Adeguacy Ratio)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian perhitungan dan jumlah rasio kecukupan modal pada tanggal laporan
posisi keuangan:
(2) Posisi CAR minimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia: dan
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan CAR.

b) Posisi Devisa Neto
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto menurut jenis mata uang pada
tanggal laporan posisi keuangan,
(2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia,
(3) Aspek khusus yana mendasari perhitungan posisi devisa reto.
c) Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas Pembayaran Bank Umum
Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum yang melandasi jaminan atas
dana pihak ketiga di bank.
d) Aktivitas Fiduciary
Yang harus diungkapkan antara lain uraian masing-masing axtivitas fiduciaryyang
meliputi jasa kustodian, wali amanat, pengelolaan investasi dan reksadana.

Page 72 OCR 0.930
37)|Kuasi-Reorganisasi

Yang harus diungkapkan antara lain uraian mengenai kegiatan kuasi-reorganisasi yang meliputi:

a) Jumlah saldo negatif yang dieliminasi dalam laporan posisi keuangan dan jumlah
tersebut disajikan selama tiga tahun berurutan sejak kuasi-reorganisasij

b) Status going concern perusahaan dan rencana manajemen dan pemegang saham
setelah kuasi-reorganisasi yang menggambarkan prospek usaha di masa
mendatang:

c) Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada saat dan sesudah kuasi-
reorganisasi,

9) Rincian dari jumlah yang membentuk akun selisih penilaian Aset dan liabilitas
sebelum digunakan untuk mengeliminasi defisit: dan

2) Keterangan tentang tanggal terjadinya kuasi-reorganisasi pada akun saldo laba
dalam laporan posisi keuangan untuk jangka waktu 10 tahun ke depan sejak
kuasi- reorganisasi.

38)| Pengelolaan Modal (Catatan 3ia
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan, dan proses Perusahaan dalam
mengelola permodalannya, termasuk:
(1) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai modal:
(2) sifat persyaratan dan implementasinya dalam hal Perusahaan diharuskan
untuk memenuhi persyaratan permodalan yang disyaratkan oleh pihak
eksternal: dan
(3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam mengelola permodalannya:
b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang dikelola sebagai modal:
c) setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari periode sebelumnya:
9) pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap persyaratan permodalan dari pihak
| eksternal (jika ada): dan
e) konsekuensi dari ketidakpatuhan persyaratan permodalan dari pihak eksternal,
apabila terjadi ketidakpatuhan.
|
39)|Transaksi Nonkas Catatan 32

Yang harus diungkapkan antara lain :

Transaksi pada aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaan Kas dan Setara
Kas yang tidak termasuk dalam laporan arus kas.

vansaksi tersebut antara lain berupa perolehan Aset secara kredit atau sewa pembiayaan, akuisisi
melalui penerbitan saham, dan konversi utang menjadi modal.

Page 73 OCR 0.918
40)|Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :

2) rincian jumlah Liabilitas atas pembayaran berbasis saham baik untuk jangka
pendek ataupun jangka panjang:

b) penjelasan mengenai setiap jenis perjanjian pembayaran berbasis saham yang
ada pada suatu periode, termasuk Syarat dan ketentuan umum setiap perjanjian,
seperti kondisi vesting, jangka waktu maksimum atas opsi yang diberikan, dan
metode penyelesaian:

C) jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi opsi saham untuk setiap
kelompok opsi saham:

9) untuk opsi saham yang dieksekusi selama periode, rata-rata tertimbang harga
saham pada tanggal eksekusi atau selama periode pelaporan,

6) kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang sisa umur kontrak untuk opsi
saham yang beredar pada akhir periode:

P penentuan Nilai Wajar dengan mengungkapkan paling kurang hal-hal sebagai
berikut:

(1) opsi yang diberikan selama suatu periode, rata-rata tertimbang Nilai Wajar
opsi tersebut pada tanggal pengukuran dan informasi tentang bagaimana Nilai
Wajar tersebut diukur, dan

(2) jumlah dan rata-rata tertimbang nilai wajar instrumen ekuitas tersebut pada
tanggal pengukuran, dan informasi tentang pengukuran Nilai Wajar tersebut
untuk instrumen ekuitas lain yang diberikan selama suatu periode (yaitu selain
opsi saham):

9) dampak transaksi pembayaran berbasis Saham terhadap laba rugi Perusahaan
Salam suatu periode dan terhadap posisi keuangannya.

a1)|Khusus Industri Asuransi:
2) analisis kekayaan dan perhitungan batas tingkat solvabilitas yang harus
diungkapkan antara lain:
(1) analisis kekayaan,
(2) perhitungan batas tingkat solvabilitas:
(3) batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi:
(4) #ngkat solvabilitas yang dicapai perusahaan per tanggal pelaporan: dan

(5) Jumlah Investasi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas

2

)|Aset Liabilitas dan Hasil Usaha Program Asuransi Syariah
Hal-hal yang harus diungkapkan:

Vin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi Syariah:
Akad Asuransi Syariah:

t, Liabilitas, Pendapatan, Beban, dan Laba Usaha Unit Asuransi

Page 74 OCR 0.900
23)Jinformasi Penting Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari:
a) kontrak reasuransi:
b) perjanjian penting dan ikatan lainnya:
c) rasio keuangan penting:
d) pendapatan, beban dan hasil underwriting: dan
e) peristiwa atau keadaan yang mempengaruhi kinerja atau kelangsungan hidup
perusahaan.

42)|Khusus Industri Kehutanan:

a) rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu):

b) pemenuhan Iabilitas terhadap negara seperti DR, IHH, BPPHH, IHPH dan iuran
wajib lainnya:

C) realisasi kegiatan dan biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan penanaman

kosong dan usaha lainnya untuk kelestarian alam):
d) realisasi jenis kegiatan sehubungan pelaksanaan Bina desa hutan dan biayanya:
e) khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan penanaman pada periode
berjalan dan akumulasinya: dan
1 sehubungan dengan pembangunan sarana dan prasarana :
(1) realisasi pembangunan jalan dan jembatan serta pemeliharaannya: dan
(2) jenis jalan yang dibangun pada periode berjalan dan akumulasinya.

kembali hutan alam (TPTI, pembinaan dan perlindungan hutan, penanaman tanah

25)|Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Yang harus diung capkan antara lain:

a) Dalam hal Perusahaan menerima informasi setelah periode pelaporan tentang
kondisi yang ada pada akhir periode pelaporan, maka Perusahaan
memutakhirkan pengungkapan kondisi tersebut sesuai dengan informasi terkini,
dan contoh peristiwa setelah periode pelaporan yang mensyaratkan entitas untuk
menyesuaikan jumlah yang diakui dalam laporan keuangannya, atau untuk
mengakui peristiwa yang sebelumnya tidak diakui.

b) Dalam hal terdapat peristiwa nonpenyesuai yang material setelah periode
pelaporan, maka Perusahaan mengungkapkan uraian peristiwa, misalnya:

(1) tanggal terjadinya,

(2) sifat peristiwaj dan

(3) estimasi atas dampak keuangan, atau pernyataan dan alasan bahwa estimasi
tersebut tidak dapat dibuat.

46)| Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan yang Terkait dengan

Aktivitas Perusahaan
Dalam hai
Perusahaar
a) judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut,
b) sifat dar! peri bahan yang belum berlaku efektif atau perubahan kebijakan
akuntansi,
Cc) tanggal neneranan SAK dan peraturan baru tersebut disyaratkan: dan
G) pemuahasan siengenai dampak penerapan awal SAK dan peraturan baru atas
laporan keuangan atau pernyataan manajemen bahwa dampak tersebut tiaax
dapar a'x atau diestimasi secara wajar.

rusa 3aan belum menerapkan suatu SAK dan/atau peraturan yang terkait dengan aktivitas
yang telah diterbitkan tetapi belum efektif berlak., Yang harus diungkapkan antara lain:

Catatan 2

Page 75 OCR 0.927
37)

Reklasifikasi

3) Dalam hal Perusahaan mengubah penyajian atau pengklasifikasian pos-pos
dalam laporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan antara lain:
(1) Sifat reklasifikasi:
(2) jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang direklasifikasi:

dan

(3) alasan reklasifikasi.

b) Dalam hal reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan, maka
Perusahaan harus mengungkapkan:
(1) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut, dan
(2) sifat penyesuaian yang akan dilakukan jika jumlah tersebut direklasifikasi.

Page 76 OCR 0.926
48)

Hibah Pemerintah
Setiap Hibah Pemerintah yang diterima, Perusahaan harus mengungkapkan h:
a) sifatdanluas Hibah Pemerintah yang diakui dalam laporan keuangan dan
indikasi bentuk Iain dari bantuan pemerintah: dan
b) kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi lain yang melekat atas bantuan
pemerintah yang telah diakui.

al sebagai ber

49)

Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi di Negara Lain
Ja) Ketentuan ini berlaku bagi Perusahaan yang menyusun laporan keuangan dengan
menggunakan standar akuntansi selain SAK untuk memenuhi persyaratan otoritas
pasar modal di negara Iain atau dalam rangka penawaran Efek di negara lain.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) ringkasan perbedaan SAK dengan standar akuntansi di negara lain,
(2) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan posisi keuangan beserta
penjelasannya: dan
(3) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan laba rugi komprehensif beserta
penjelasannya.
C) Dalam hal Perusahaan dipersyaratkan oleh otoritas pasar modal di negara lain untuk
melakukan pengungkapan tambahan mengikuti ketentuan yang berlaku di negara
tersebut, maka pengungkapan tersebut wajib ditambahkan dalam laporan keuangan.

50)

Informasi Penting Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari peristiwa atau keadaan tertentu

yang mempengaruhi kinerja perusahaan, seperti peristiwa/keadaan yang mempengaruhi kelangsungan hidup

(perusahaan

Tangerang, 18 Maret 2026

PERAH FRANS PERSADA Tbk

Maickel Tilon
President Director

File

File Open PDF
Source IDX
Size4.01 MB
Published18 Mar 2026
Pages76
Characters146,487
Text sourceOCR
OCR confidence0.929

Names mentioned 12 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Trimitra Trans Persada Tbk p.1 ×2
linked person Maickel Tilon p.76
unresolved org Kantor Akuntan Publik KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan p.1
unresolved org Gani Sigiro p.1
unresolved person Foreman Ronni Boy CPA Pangaribuan p.1
unresolved org Menteri Keuangan p.4 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.10 ×10
unresolved org Bank Lain. Penempatan p.10
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.32
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.49
unresolved org Bapepam p.65 ×2
unresolved org PERAH FRANS PERSADA Tbk p.76

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result