Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 46
Page 1
Nomor Surat 069/DCI.ID/DIR/X/2023
Nama Emiten PT DCI Indonesia Tbk
Kode Emiten DCII
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 9 Bulan yang berakhir pada 30/09/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
1 PT Sarana Hosting, Jakarta 2008 Beroperasi 205.681 JUTAAN IDR 50.005
Megahtama Teknologi
Informasi dan
Jasa
Komputer
Lainnya,
Pengolahan
Data, Real
Estat yang
Dimiliki
Sendiri atau
Disewa,
Konsultasi
Manajemen
Lainnya,
Kantor Pusat,
Telekomunika
si dengan
Kabel, Internet
Service
Provider, dan
Aktivitas
Perusahaan
Holding
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT DCI Indonesia Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik. PT DCI
Indonesia Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 September 2023
Nama entitas PT DCI Indonesia Tbk Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas DCII Entity code
Nomor identifikasi entitas AB015 Entity identification number
Industri utama entitas Umum / General Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor I. Technology Sector
Subsektor I1. Software & IT Services Subsector
Industri I12. IT Services & Consulting Industry
Subindustri I121. IT Services & Consulting Subindustry
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
Individual WNI
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Pengembangan / Development
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas grup / Group entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal III / Third Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan September 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya September 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Jutaan / In Million statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Page 3
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[1210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - General Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 September 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
362,489 237,192
equivalents
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
218,362 191,403
ketiga parties
Piutang usaha pihak Trade receivables
8,105 5,371
berelasi related parties
Piutang lainnya Other receivables
Piutang lainnya pihak Other receivables third
1,260 1,327
ketiga parties
Persediaan lancar Current inventories
Persediaan lancar 7,584 4,997 Current inventories
Biaya dibayar dimuka Current prepaid expenses
7,620 1,589
lancar
Uang muka lancar Current advances
Uang muka lancar Other current
882 115
lainnya advances
Jumlah aset lancar 606,302 441,994 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Aset tetap Property, plant, and
2,928,587 2,752,442
equipment
Aset hak guna 268 1,072 Right of use assets
Aset takberwujud selain Intangible assets other
12,617 14,004
goodwill than goodwill
Aset tidak lancar Other non-current
8,254 8,052
non-keuangan lainnya non-financial assets
Jumlah aset tidak lancar 2,949,726 2,775,570 Total non-current assets
Jumlah aset 3,556,028 3,217,564 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
62,352 49,277
ketiga third parties
Utang usaha pihak Trade payables
2,163 3,678
berelasi related parties
Liabilitas keuangan Other current financial
292 1,126
jangka pendek lainnya liabilities
Beban akrual jangka Current accrued
59,168 78,533
pendek expenses
Liabilitas imbalan Short-term
pasca kerja jangka 20,857 22,257 post-employment
pendek benefit obligations
Utang pajak 4,833 24,484 Taxes payable
Pendapatan Current deferred
ditangguhkan jangka 113,861 119,602 revenue
pendek
Liabilitas jangka Current maturities of
panjang yang jatuh long-term liabilities
Page 5
tempo dalam satu
tahun
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of bank loans
tempo dalam satu 215,398 169,258
tahun atas utang
bank
Jumlah liabilitas Total current
478,924 468,215
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
panjang
Liabilitas pajak Deferred tax liabilities
12,458 12,749
tangguhan
Liabilitas jangka Long-term liabilities
panjang setelah net of current
dikurangi bagian maturities
yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas jangka Long-term bank
panjang atas utang 964,118 1,128,250 loans
bank
Kewajiban imbalan Long-term
pasca kerja jangka 37,488 23,153 post-employment
panjang benefit obligations
Jumlah liabilitas Total non-current
1,014,064 1,164,152
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 1,492,988 1,632,367 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 297,968 297,968 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
101,254 101,254
disetor capital
Cadangan revaluasi 252,789 252,789 Revaluation reserves
Komponen ekuitas Other components of
38,740 38,740
lainnya equity
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan 15,000 10,000 retained earnings
penggunaannya
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan 1,249,874 884,446 retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
1,955,625 1,585,197
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Kepentingan Non-controlling interests
107,415
non-pengendali
Jumlah ekuitas 2,063,040 1,585,197 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
3,556,028 3,217,564
ekuitas
Page 6
[1311000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by function - General Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 September 2023 30 September 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
958,136 747,092
usaha
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
( 387,770 ) ( 323,270 )
pendapatan
Jumlah laba bruto 570,366 423,822 Total gross profit
Beban penjualan ( 2,986 ) ( 947 ) Selling expenses
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 69,444 ) ( 54,123 )
expenses
Pendapatan keuangan 4,544 1,654 Finance income
Beban bunga dan keuangan ( 76,084 ) ( 60,276 ) Interest and finance costs
Beban pajak final ( 395 ) ( 438 ) Final tax expenses
Pendapatan lainnya 1,183 874 Other income
Beban lainnya ( 668 ) ( 1,271 ) Other expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
426,516 309,295
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 55,966 ) ( 55,299 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
370,550 253,996
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) 370,550 253,996 Total profit (loss)
Jumlah laba rugi komprehensif 370,550 253,996 Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
370,428 253,996
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan ke kepentingan 122 non-controlling interests
non-pengendali
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas 370,428 253,996 attributable to parent entity
induk
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke 122 attributable to non-controlling
kepentingan non-pengendali interests
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang 155 107 share from continuing
dilanjutkan operations
Page 7
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Current Year
30 September 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal Komponen transaksi Kepentingan
Saham biasa Cadangan revaluasi ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor ekuitas lainnya non-pengendali
penggunaannya penggunaannya entitas induk
Other components of Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Revaluation reserves Non-controlling interests Equity
equity transactions earnings earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 297,968 101,254 252,789 38,740 10,000 884,446 1,585,197 1,585,197 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 297,968 101,254 252,789 38,740 10,000 884,446 1,585,197 1,585,197 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 370,428 370,428 122 370,550 Profit (loss)
Pembentukan cadangan umum 5,000 ( 5,000 ) 0 Allocation for general reserves
Perubahan kepentingan non-pengendali atas akuisisi Changes in non-controlling interests due to acquisition
107,293 107,293
entitas anak of subsidiaries
Posisi ekuitas, akhir periode 297,968 101,254 252,789 38,740 15,000 1,249,874 1,955,625 107,415 2,063,040 Equity position, end of the period
Page 8
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Prior Year
30 September 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal Komponen transaksi
Saham biasa Cadangan revaluasi ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor ekuitas lainnya
penggunaannya penggunaannya entitas induk
Other components of Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Revaluation reserves Equity
equity transactions earnings earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 297,968 101,254 250,088 38,740 5,000 521,904 1,214,954 1,214,954 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 297,968 101,254 250,088 38,740 5,000 521,904 1,214,954 1,214,954 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 253,996 253,996 253,996 Profit (loss)
Pembentukan cadangan umum 5,000 ( 5,000 ) 0 Allocation for general reserves
Posisi ekuitas, akhir periode 297,968 101,254 250,088 38,740 10,000 770,900 1,468,950 1,468,950 Equity position, end of the period
Page 9
[1510000] Statement of cash flows, direct method - General Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 September 2023 30 September 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
924,431 799,987
pelanggan
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kepada Payments to suppliers for
pemasok atas barang dan ( 254,062 ) ( 214,251 ) goods and services
jasa
Pembayaran gaji dan Payments for salaries and
( 66,778 ) ( 58,276 )
tunjangan allowances
Pembayaran kas lainnya Other cash payments for
( 67,418 ) ( 71,843 )
untuk beban operasi operating activities
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
536,173 455,617
(digunakan untuk) operasi in) operations
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
536,173 455,617
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 230,125 ) ( 243,839 )
aset tetap property, plant and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 250 ) ( 289 )
aset takberwujud intangible assets
Penerimaan bunga dari Interests received from
4,544 1,654
aktivitas investasi investing activities
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 225,831 ) ( 242,474 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Penerimaan pinjaman bank 8,154 Proceeds from bank loans
Pembayaran pinjaman bank ( 118,520 ) ( 71,233 ) Payments of bank loans
Pembayaran liabilitas sewa Payments of finance lease
( 876 ) ( 788 )
pembiayaan liabilities
Penerimaan dari penerbitan Proceeds from issuance of
0
saham biasa common stocks
Pembayaran bunga dari Interests paid from financing
( 75,514 ) ( 59,468 )
aktivitas pendanaan activities
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 194,910 ) ( 123,335 )
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
115,432 89,808
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
247,057 50,497
awal periode flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
362,489 140,305
akhir periode cash flows, end of the period
Page 10
[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 September 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian PT DCI Indonesia Tbk dan entitas anak (bersama-sama disebut Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian ?Grup?) telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia statements
(?SAK?), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (?PSAK?) dan Interpretasi
Standar Akuntansi Keuangan (?ISAK?) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Ikatan Akuntan Indonesia, serta Peraturan No. VIII.G.7 Lampiran Keputusan Ketua OJK No.
KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman Penyajian
dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh OJK. Kebijakan ini telah diterapkan
secara konsisten terhadap seluruh tahun yang disajikan, kecuali jika dinyatakan lain. Laporan
keuangan disusun sesuai dengan PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan. Laporan keuangan
konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan basis akrual,
menggunakan dasar akuntansi biaya historis, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang disajikan
berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun
tersebut. Laporan arus kas konsolidasian menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang
diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas dari aktivitas
operasi disajikan dengan menggunakan metode langsung. Seluruh angka dalam laporan keuangan
konsolidasian ini, dibulatkan dan disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain. Penyusunan
laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan
penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup. Area yang kompleks atau
memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area di mana asumsi dan estimasi dapat
berdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan di Catatan 4.
Prinsip-prinsip konsolidasi Entitas anak Entitas anak adalah suatu entitas di mana Grup memiliki pengendalian. Grup Principles of consolidation
mengendalikan entitas lain ketika Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut
melalui kekuasaannya atas entitas. Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal
pengendalian dialihkan kepada Grup dan tidak dikonsolidasikan sejak tanggal Grup kehilangan
pengendalian. Kepentingan non-pengendali merupakan proporsi atas hasil usaha dan aset neto entitas
anak pada yang tidak diatribusikan pada Grup. Grup mengakui kepentingan non-pengendali pada
pihak yang diakuisisi baik sebesar nilai wajar atau sebesar bagian proporsional kepentingan
non-pengendali atas aset neto pihak yang diakuisisi. Kepentingan non-pengendali disajikan di ekuitas
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk. Seluruh
transaksi, saldo, keuntungan, dan kerugian intra kelompok usaha yang belum direalisasi dan material
antara Grup telah dieliminasi. Perubahan kepemilikan Grup memperlakukan transaksi dengan
kepentingan non-pengendali yang tidak mengakibatkan hilangnya kendali sebagai transaksi dengan
pemilik ekuitas Grup. Perubahan dalam kepemilikan menghasilkan penyesuaian antara nilai tercatat
dari kepentingan pengendali dan non-pengendali untuk mencerminkan kepentingan relatifnya di anak
perusahaan. Selisih antara jumlah penyesuaian untuk kepentingan non-pengendali dan imbalan yang
dibayarkan atau diterima diakui dalam ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik Grup.
Kas dan setara kas Kas dan setara kas dalam laporan posisi keuangan terdiri dari kas, bank dan deposito jangka pendek Cash and cash equivalents
Page 11
dengan jangka waktu jatuh tempo antara 3 (tiga) bulan atau kurang pada saat penempatan dan tidak
dibatasi penggunaannya, dan mana yang memiliki risiko tidak signifikan dari perubahan nilai.
Persediaan Persediaan diukur pada harga perolehan, dan ditentukan menggunakan metode first-in-first-out dan Inventories
termasuk pengeluaran yang terjadi pada saat memperoleh persediaan, dan beban lain yang terjadi
ketika membawa persediaan tersebut ke lokasi dan kondisi saat ini. Cadangan untuk keusangan
dan/atau penurunan nilai persediaan berdasarkan hasil penelaahan berkala atas kondisi fisik dan
penilaian dari setiap persediaan pada akhir tahun, dan estimasi jumlah tiap item persediaan adalah
sebesar nilai realisasinya.
Aset tetap Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan Fixed assets
biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi
yang diinginkan agar aset siap digunakan. Setelah pengakuan awal, aset tetap, kecuali tanah,
dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai.
Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan dan dihitung dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset-aset tersebut.
Jumlah tercatat komponen dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau
saat sudah tidak ada lagi manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari penggunaan maupun
pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut
(ditentukan sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto dan jumlah tercatatnya) dimasukkan ke
dalam laba atau rugi untuk tahun penghentian pengakuan tersebut dilakukan. Pada setiap akhir
periode pelaporan, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan di-reviu oleh manajemen
Perusahaan, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif. Aset tetap dalam
penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi beban pinjaman dan
biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap dalam penyelesaian
tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun ?Aset Tetap? yang bersangkutan
pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. Aset tetap dalam
penyelesaian tidak disusutkan sampai memenuhi syarat pengakuan sebagai aset tetap seperti
diungkapkan di atas. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat
terjadinya. Beban pemugaran dan penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi kepada jumlah
tercatat aset terkait bila besar kemungkinan bagi Perusahaan manfaat ekonomi masa depan menjadi
lebih besar dari standar kinerja awal yang ditetapkan sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa masa
manfaat aset terkait. Tanah dinyatakan berdasarkan nilai revaluasi yang merupakan nilai wajar pada
tanggal revaluasi dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi setelah tanggal revaluasi.
Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang memadai untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak
berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada setiap
akhir periode pelaporan. Kenaikan yang berasal dari revaluasi tanah diakui pada penghasilan
komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasian, kecuali
sebelumnya penurunan revaluasi atas aset yang sama pernah diakui dalam laba rugi, dalam hal ini
kenaikan revaluasi hingga sebesar penurunan nilai aset akibat revaluasi tersebut, dikreditkan dalam
laba rugi. Penurunan jumlah tercatat yang berasal dari revaluasi tanah dibebankan dalam laba rugi
apabila penurunan tersebut melebihi saldo surplus revaluasi aset yang bersangkutan, jika ada. Surplus
revaluasi tanah yang telah disajikan dalam ekuitas dipindahkan langsung ke saldo laba pada saat aset
tersebut dihentikan penggunaannya. Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna
Usaha (?HGU?), Hak Guna Bangunan (?HGB?), dan Hak Pakai (?HP?) ketika tanah diperoleh
pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada akun ?Aset Tetap? dan tidak
Page 12
diamortisasi. Sementara biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah
dalam bentuk HGU, HGB, dan HP diakui sebagai bagian dari akun ?Aset Tetap? pada laporan posisi
keuangan dan diamortisasi sepanjang mana yang lebih pendek antara umur hukum hak dan umur
ekonomi tanah. Jumlah tercatat aset tetap dilakukan atas penurunan dan kemungkinan penurunan nilai
wajar aset jika terjadi peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat
mungkin tidak dapat seluruhnya terealisasi.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Pada setiap akhir tahun pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset Impairment of non-financial assets
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai
aset diperlukan, maka Perusahaan membuat estimasi formal jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah
terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset
atau Unit Penghasil Kas (?UPK?) dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali aset
tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok
aset lain. Jika nilai tercatat aset atau UPK lebih besar daripada jumlah terpulihkannya, maka aset
tersebut dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi
sebesar jumlah terpulihkannya. Kerugian penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada,
diakui pada laba atau rugi sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang
diturunkan nilainya. Untuk aset selain goodwill, penilaian dilakukan pada akhir setiap tanggal pelaporan
apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya
mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas
mengestimasi jumlah terpulihkan aset atau UPK tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui
dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika terdapat perubahan
asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi
penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya.
Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya
maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang
telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui
sebagai laba atau rugi. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode
mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan
dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat
indikasi atas kemungkinan penurunan nilai potensial atas aset tetap, dan aset non-keuangan tidak
lancar lainnya yang disajikan pada laporan posisi keuangan.
Pengakuan pendapatan dan beban Perusahaan menerapkan PSAK 72, ?Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan?, yang Revenue and expense recognition
mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut: 1.
Identifikasi kontrak dengan pelanggan. 2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban
pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki
karakteristik berbeda ke pelanggan. 3. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur,
insentif penjualan dan pajak pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai
kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak. 4. Alokasi harga transaksi
ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari
setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah
marjin. 5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang
atau jasa tersebut). Pendapatan atas jasa colocation, crossconnect dan smarthands Pendapatan
recurring pada umumnya berasal dari penyediaan jasa colocation, crossconnect dan smarthands dan
diakui secara layak selama periode kontrak pada saat jasa diberikan kepada pelanggan Pendapatan
dari instalasi dan rekondisi Jasa non-recurring atas instalasi dan rekondisi ruang yang tersedia, pada
Page 13
umumnya dibayarkan di muka pada saat instalasi, ditangguhkan dan diakui secara layak selama
periode kontrak. Pendapatan atas Flexspace dan baremetals Pendapatan dari flexspace dan
baremetals adalah pendapatan sewa operasi dan diakui berdasakan ketentuan PSAK 73: Sewa.
Pendapatan yang Ditangguhkan Penerimaan kas dari pelanggan sehubungan dengan keseluruhan
jasa diatas, yang belum memenuhi kriteria pengakuan pendapatan, dicatat sebagai bagian dari
?Pendapatan yang Ditangguhkan? dalam laporan posisi keuangan. Pendapatan/beban bunga Untuk
semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, pendapatan atau
biaya bunga dicatat dengan menggunakan metode suku bunga efektif (?SBE?), yaitu suku bunga yang
secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa yang akan datang
selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, selama periode yang lebih
singkat, untuk nilai tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pengakuan beban Beban
diakui pada saat terjadinya (asas akrual).
Penjabaran mata uang asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat Foreign currency translation
transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada
tanggal transaksi perbankan terakhir untuk periode yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang
timbul, dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun yang bersangkutan. Pada tanggal 30
September 2023, nilai tukar yang digunakan adalah sebagai berikut: 1 Dolar Amerika Serikat/Rupiah
15.526 1 Dolar Singapura/Rupiah 11.334
Transaksi dengan pihak berelasi Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan (entitas pelapor): a. Transactions with related parties
Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: i.
Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; ii. Memiliki pengaruh signifikan
atas entitas pelapor; atau iii. Merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk
dari entitas pelapor. b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal
berikut: i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari Perusahaan yang sama (artinya entitas
induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya); ii. Satu entitas
adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura
bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah
anggotanya); iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama; iv. Satu
entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari
entitas ketiga; v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari
salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah
entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas
pelapor; vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam
huruf (a); vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas); atau viii. Entitas, atau
anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan
jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor.
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, yang mungkin
tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi. Transaksi
dan saldo yang material dengan pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan
yang relevan. Kecuali diungkapkan khusus sebagai pihak berelasi, maka pihak-pihak lain yang
disebutkan dalam Catatan atas laporan keuangan merupakan pihak tidak berelasi.
Pajak penghasilan Pajak kini Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan Income taxes
dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Beban pajak kini ditentukan
berdasarkan laba kena pajak tahun berjalan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Page 14
Kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan dicatat sebagai bagian dari ?Beban Pajak Kini?
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Perusahaan menyajikan bunga/denda, jika
ada, sebagai bagian dari pendapatan atau beban lainnya. Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui
pada saat surat ketetapan pajak diterima atau, jika diajukan keberatan, pada saat keputusan atas
keberatan ditetapkan. Pajak Final Beban pajak sehubungan dengan penghasilan yang dikenakan pajak
penghasilan final diakui proposional dengan jumlah pendapatan yang diakui pada tahun berjalan untuk
tujuan akuntansi dan dicatat sebagai ?Beban Pajak Final? dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain. Selisih antara pajak penghasilan final yang telah dibayar dengan beban pajak
penghasilan final pada tahun berjalan diakui sebagai pajak dibayar di muka atau utang pajak. Sesuai
peraturan perpajakan di Indonesia, pajak final dikenakan atas nilai bruto transaksi, dan tetap dikenakan
walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian. Pajak tangguhan Aset dan
liabilitas pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas konsekuensi pajak pada masa
mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan
dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas pada setiap tanggal pelaporan. Liabilitas pajak
tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk
perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal, sepanjang besar kemungkinan
perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat dimanfaatkan
untuk mengurangi laba kena pajak pada masa depan. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah
ulang pada akhir setiap periode pelaporan dan diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak memadai
untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan tersebut. Pada akhir
setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai kembali aset pajak tangguhan yang tidak diakui.
Perusahaan mengakui aset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui apabila besar
kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa depan akan tersedia untuk pemulihannya. Pajak
tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah
berlaku pada tanggal pelaporan. Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan yang
disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada usaha periode berjalan, kecuali untuk
transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Aset dan
liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus dalam laporan posisi keuangan, kecuali aset
dan liabilitas pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas
pajak kini.
Pinjaman Perusahaan mengkapitalisasi beban bunga yang berasal dari pinjaman dan biaya terkait lainnya yang Borrowings
digunakan untuk membiayai pembangunan atau instalasi aset tetap. Kapitalisasi biaya pinjaman
dihentikan pada saat pembangunan atau instalasi aset selesai dan aset yang dibangun atau diinstalasi
tersebut telah siap untuk digunakan.
Provisi Provisi diakui jika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) Provisions
yang akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal
mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan
disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk
menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.
Imbalan kerja karyawan Perusahaan mengakui penyisihan imbalan kerja karyawan berdasarkan Peraturan Perusahaan dan Employee benefits
sesuai dengan Undang-undang Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah No. 35
Tahun 2021. Penyisihan tersebut diestimasi dengan menggunakan perhitungan aktuarial metode
?Projected Unit Credit?. Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial, segera
Page 15
diakui pada laporan posisi keuangan dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo
laba melalui penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak
direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya. Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada
saat yang lebih awal antara: i) Ketika program amandemen atau kurtailmen terjadi; dan ii) Ketika
Perusahaan mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait. Bunga neto dihitung dengan
menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas imbalan kerja. Perusahaan mengakui
perubahan berikut pada kewajiban obligasi neto pada akun ?Beban Pokok Pendapatan? dan ?Beban
Umum dan Administrasi? pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain: i) Biaya jasa
terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas penyelesaian (curtailment)
tidak rutin, dan ii) Beban atau penghasilan bunga neto. Pada bulan April 2022, DSAK IAI (Dewan
Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia) menerbitkan materi penjelasan melalui siaran
pers atas persyaratan pengatribusian imbalan pada periode jasa sesuai PSAK 24: Imbalan Kerja yang
diadopsi dari IAS 19 Employee Benefits. Materi penjelasan tersebut menyampaikan informasi bahwa
pola fakta umum dari program pensiun berbasis undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku di
Indonesia saat ini memiliki pola fakta serupa dengan yang ditanggapi dan disimpulkan dalam IFRS
Interpretation Committee (?IFRIC?) Agenda Decision Attributing Benefit to Periods of Service (IAS 19).
Pada tahun-tahun sebelumnya, Perusahaan mengatribusikan imbalan berdasarkan formula imbalan
program imbalan pasti berdasarkan masa kerja sejak tanggal pekerja memberikan jasa hingga usia
pensiun. Mulai 2022, berdasarkan siaran pers, Perusahaan telah mengubah kebijakan akuntansinya
untuk mengatribusikan imbalan berdasarkan program tersebut, yaitu dari tanggal ketika jasa pekerja
pertama kali menghasilkan imbalan dalam program sampai dengan tanggal ketika jasa pekerja
selanjutnya tidak akan menghasilkan jumlah imbalan yang material di bawah program tersebut.
Perusahaan telah menerapkan materi penjelasan tersebut dan dengan demikian merubah kebijakan
akuntansi menyangkut atribusi imbalan kerja pada periode jasa dari kebijakan yang diterapkan
sebelumnya pada laporan keuangan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2022 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal tersebut. Dampak perubahan tersebut atas saldo awal dibukukan di tahun
berjalan.
Laba per saham Laba per saham dihitung dengan membagi laba tahun/periode berjalan yang dapat diatribusikan Earnings per share
kepada pemilik entitas dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar dan disetor penuh
selama tahun/periode yang bersangkutan.
Pelaporan segmen Segmen adalah komponen yang dapat dibedakan dari Perusahaan yang terlibat baik dalam Segment reporting
menyediakan jasa-jasa tertentu (segmen usaha), atau dalam menyediakan jasa dalam lingkungan
ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen
lainnya. Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk hal-hal yang dapat
diatribusikan secara langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan
dasar yang memadai untuk segmen tersebut. Perusahaan tidak menyajikan informasi sehubungan
dengan segmen geografis dikarenakan manajemen Perusahaan berpendapat bahwa Perusahaan
beroperasi pada suatu lingkungan ekonomi yang memiliki risiko dan imbalan yang sama.
Penerapan standar akutansi baru Penerapan amendemen standar yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2022, yang relevan dengan The implementation of new statements of
operasi Grup, namun tidak menimbulkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Grup accounting standards
dan tidak memiliki efek yang material atas jumlah yang dilaporkan atas tahun berjalan atau tahun
sebelumnya adalah sebagai berikut: ? Amendemen PSAK 22: Kombinasi bisnis tentang referensi ke
kerangka konseptual; ? Amendemen PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi
Page 16
tentang Kontrak Merugi - Biaya Memenuhi Kontrak. Amendemen PSAK 57 mengatur biaya-biaya untuk
memenuhi kontrak merugi terdiri dari biaya yang terkait langsung dengan kontrak, dimana terdiri dari:
1. Biaya inkremental untuk memenuhi kontrak tersebut, dan 2. Alokasi biaya lain yang berhubungan
langsung untuk memenuhi kontrak ? Penyesuaian Tahunan - PSAK 71: Instrumen Keuangan
Amandemen ini mengklarifikasi biaya yang diperhitungkan entitas dalam mengevaluasi apakah
persyaratan yang dimodifikasi dari suatu liabilitas keuangan menyebabkan penghentian pengakuan
liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas keuangan baru. Biaya tersebut hanya mencakup
yang dibayarkan atau diterima antara peminjam dan pemberi pinjaman, termasuk fee yang dibayarkan
atau diterima baik oleh peminjam atau pemberi pinjaman atas nama pihak lain. ? Penyesuaian
Tahunan - PSAK 73: Sewa Amandemen terhadap Contoh Ilustrasi 13 yang merupakan bagian dari
PSAK 73 dengan menghilangkan dari contoh ilustrasi penggantian perbaikan properti sewaan oleh
pesewa untuk mengatasi potensi kebingungan mengenai perlakuan insentif sewa yang mungkin timbul
karena cara insentif sewa diilustrasikan dalam contoh tersebut. Penerapan dari standar baru ini tidak
memiliki dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan Grup. Standar akuntansi dan interpretasi
yang telah diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (?DSAK?), berlaku efektif untuk
laporan keuangan konsolidasian tahun berjalan diungkapkan di bawah ini. Grup bermaksud untuk
menerapkan standar tersebut, jika dipandang relevan. Mulai efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari
2023 : ? Amendemen PSAK 16: Aset Tetap - Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan
Amandemen ini tidak memperbolehkan entitas untuk mengurangi suatu hasil penjualan item yang
diproduksi saat membawa aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diperlukan supaya aset dapat
beroperasi sesuai dengan intensi manajemen dari biaya perolehan suatu aset tetap. Sebaliknya,
entitas mengakui hasil dari penjualan item-item tersebut, dan biaya untuk memproduksi item-item
tersebut, dalam laba rugi ? Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan Tentang Klasifikasi
Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang. Amandemen ini menentukan persyaratan
untuk mengklasifikasikan suatu liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang dan menjelaskan:
- hal yang dimaksud sebagai hak untuk menangguhkan pelunasan, - hak untuk menangguhkan
pelunasan harus ada pada akhir periode pelaporan, - klasifikasi tersebut tidak dipengaruhi oleh
kemungkinan entitas akan menggunakan haknya untuk menangguhkan liabilitas, dan - hanya jika
derivatif melekat pada liabilitas konversi tersebut adalah suatu instrumen ekuitas, maka syarat dan
ketentuan dari suatu liabilitas konversi tidak akan berdampak pada klasifikasinya. ? Amandemen PSAK
1: Penyajian laporan keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi Amandemen ini
memberikan panduan dan contoh untuk membantu entitas menerapkan pertimbangan materialitas
dalam pengungkapan kebijakan akuntansi. Amandemen tersebut bertujuan untuk membantu entitas
menyediakan pengungkapan kebijakan akuntansi yang lebih berguna dengan mengganti persyaratan
untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'signifikan' entitas dengan persyaratan untuk
mengungkapkan kebijakan akuntansi 'material' entitas dan menambahkan panduan tentang bagaimana
entitas menerapkan konsep materialitas dalam membuat keputusan tentang pengungkapan kebijakan
akuntansi ? Amandemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan
Kesalahan terkait Definisi Estimasi Akuntansi Amandemen tersebut memperkenalkan definisi 'estimasi
akuntansi' dan mengklarifikasi perbedaan antara perubahan estimasi akuntansi dan perubahan
kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan. Amandemen tersebut juga mengklarifikasi bagaimana
entitas menggunakan teknik pengukuran dan input untuk mengembangkan estimasi akuntansi ?
Amandemen PSAK 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas Yang
Timbul Dari Transaksi Tunggal Amendemen ini mengusulkan agar entitas mengakui aset maupun
liabilitas pajak tangguhan pada saat pengakuan awalnya sebagai contoh dari transaksi sewa, untuk
mengeliminasi perbedaan praktik saat ini atas transaksi tersebut dan transaksi lain yang serupa.
Penentuan nilai wajar Perusahaan mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan pada nilai wajar, dan aset dan Determination of fair value
Page 17
liabilitas yang diakuisisi pada kombinasi bisnis. Perusahaan juga mengukur jumlah terpulihkan dari
UPK tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan. Nilai wajar adalah harga yang akan
diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas
dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar
mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi: i. di pasar
utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau ii. jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling
menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Pasar utama atau pasar yang paling
menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Perusahaan. Nilai wajar dari aset atau liabilitas
diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga
aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
terbaiknya. Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan
pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan
tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan
aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya. Perusahaan menggunakan teknik penilaian
yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan
memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati (observable) yang relevan dan meminimalkan
masukan (input) yang tidak dapat diamati (unobservable). Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya
diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan
level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara
keseluruhan sebagai berikut : i) Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk
aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran. ii) Level 2 -
Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang signifikan
terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara langsung atau tidak
langsung. iii) Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling
rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable).
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan
menentukan apakah terdapat perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi
ulang atas penetapan kategori (berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan
terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan. Untuk tujuan
pengungkapan nilai wajar, Perusahaan mementukan klasifikasi aset dan liabilitas berdasarkan sifat,
karakteristik dan risikonya dan level pada hierarki nilai wajar sebagaimana dijelaskan diatas.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat Foreign currency transactions and balances
transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada
tanggal transaksi perbankan terakhir untuk periode yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang
timbul, dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun yang bersangkutan. Pada tanggal 30
September 2023, nilai tukar yang digunakan adalah sebagai berikut: 1 Dolar Amerika Serikat/Rupiah
15.526 1 Dolar Singapura/Rupiah 11.334
Aset hak guna Perusahaan mengakui aset hak-guna pada tanggal permulaan sewa (yaitu tanggal aset pendasar Right of use assets
tersedia untuk digunakan). Aset hak-guna diukur pada harga perolehan, dikurangi akumulasi
penyusutan dan penurunan nilai, serta disesuaikan dengan pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya
perolehan aset hak-guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung awal yang
terjadi, dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan dikurangi setiap
insentif sewa yang diterima. Aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus selama periode
sewa. Jika kepemilikan aset sewaan beralih ke Perusahaan pada akhir masa sewa atau biaya
perolehan mencerminkan pelaksanaan opsi beli, penyusutan dihitung dengan menggunakan estimasi
masa manfaat aset. Aset hak-guna juga mengalami penurunan nilai. Perusahaan memilih untuk tidak
Page 18
mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa 12
bulan atau kurang dan sewa atas aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui pembayaran sewa
terkait dengan sewa ini sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Biaya perolehan
aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus berdasarkan jangka waktu sewa. Manajemen
mengestimasi masa manfaat ekonomis aset hak guna 2 (dua) tahun, yang merupakan umur yang
secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan
tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan
nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
Aset takberwujud Aset takberwujud yang diperoleh secara terpisah diukur pada pengakuan awal sebesar biaya Intangible assets
perolehan. Biaya perolehan aset takberwujud yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis adalah nilai
wajarnya pada tanggal akuisisi. Setelah pengakuan awal, aset takberwujud dicatat sebesar biaya
perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Aset takberwujud
yang dihasilkan secara internal, tidak termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi, tidak
dikapitalisasi dan pengeluaran terkait tercermin dalam laba rugi pada periode ketika pengeluaran
terjadi. Masa manfaat aset takberwujud dinilai baik terbatas atau tidak terbatas. Aset takberwujud
dengan masa manfaat terbatas diamortisasi selama masa manfaat ekonomis dan dinilai untuk
penurunan nilai setiap ada indikasi bahwa aset takberwujud tersebut mungkin mengalami penurunan
nilai. Periode amortisasi dan metode amortisasi untuk aset takberwujud dengan masa manfaat terbatas
dikaji paling lambat pada setiap akhir periode pelaporan. Perubahan dalam masa manfaat yang
diharapkan atau pola konsumsi yang diharapkan dari manfaat ekonomi masa depan yang terkandung
dalam aset dianggap memodifikasi periode atau metode amortisasi, sebagaimana mestinya, dan
diperlakukan sebagai perubahan dalam estimasi akuntansi. Beban amortisasi atas aset takberwujud
dengan umur terbatas diakui dalam laba rugi dalam kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari
aset takberwujud. Aset takberwujud dengan masa manfaat tidak terbatas tidak diamortisasi, tetapi diuji
untuk penurunan setiap tahun, baik secara individu atau pada tingkat unit penghasil kas. Penilaian
masa manfaat yang tidak terbatas ditinjau setiap tahun untuk menentukan apakah masa manfaat yang
tidak terbatas tetap dapat didukung. Jika tidak, perubahan dalam masa manfaat dari tidak terbatas
menjadi terbatas dilakukan secara prospektif. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian
pengakuan suatu aset takberwujud diukur sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan
jumlah tercatat dari aset dan diakui dalam laba rugi ketika aset dihentikan pengakuannya.
Beban dibayar dimuka Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada operasi selama masa manfaatnya Prepaid expenses
menggunakan metode garis lurus, dan disajikan sebagai aset lancar atau aset tidak lancar sesuai
sifatnya masing-masing.
Biaya emisi efek ekuitas Biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada publik Stock issuance cost
dikurangkan langsung dengan hasil emisi dan disajikan sebagai pengurang akun tambahan modal
disetor dalam laporan posisi keuangan.
Instrumen keuangan Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan Financial instruments
liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain. i. Aset Keuangan Pengakuan dan pengukuran awal
Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori: (a) aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui pendapatan
Page 19
komprehensif lainnya, dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset tidak lancar lainnya diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Perusahaan menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan. Pengujian arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (?SPPI?) Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Perusahaan menilai persyaratan kontraktual keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI. Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada pembayaran pokok atau amortisasi premi/diskon). Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas nilai waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Perusahaan menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor faktor yang relevan seperti mata uang dimana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan. Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo. Dalam kasus seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit or Loss(?FVTPL?). Penilaian model bisnis Perusahaan menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan bagaimana Perusahaan mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan bisnisnya.Model bisnis Perusahaan tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang dapat diamati seperti: Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci; Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola; Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih); Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting dari penilaian Perusahaan. Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa mempertimbangkan skenario ?worst case? atau ?stress case?. Jika arus kas setelah pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan, Perusahaan tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya. Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (?SPPI?) dari jumlah pokok terutang. Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif. Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan diakui sebagai ?Pendapatan Keuangan?. Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan sebagai ?Kerugian penurunan nilai? Metode Suku Bunga Efektif (?SBE?) SBE adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. SBE adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
Page 20
penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari SBE, biaya transaksi dan premium dan diskontolainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih aset keuangan pada saat pengakuan awal. Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari aset keuangan FVTPL. Penurunan Nilai Aset Keuangan Perusahaan mengakui cadangan kerugian kredit ekspektasian (?ECL?) untuk semua instrumen utang yang tidak dimiliki pada nilai wajar melalui laba rugi. ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima Perusahaan, didiskontokan dengan perkiraan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau peningkatan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontraktual. ECL diakui dalam dua tahap. Bila belum terdapat peningkatan risiko kredit signifikan sejak pengakuan awal, ECL diakui untuk kerugian kredit yang dihasilkan dari peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam jangka waktu 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Namun, bila telah terdapat peningkatan signifikan risiko kredit sejak pengakuan awal,penyisihan kerugian diakui untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur aset, tanpa mempertimbangkan waktu gagal bayar (ECL sepanjang umurnya). Penghentian Pengakuan Aset keuangan (atau, sesuai dengan kondisinya, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) terutama dihentikan pengakuannya (yaitu, dihapuskan dari laporan posisi keuangan Perusahaan) ketika: ? Hak untuk menerima arus kas dari aset telah berakhir Atau ? Perusahaan telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa penundaan yang material kepada pihak ketiga berdasarkan kesepakatan ?pass-through?, dan salah satu dari (a) Perusahaan telah mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau (b) Perusahaan tidak mengalihkan maupun tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat atas aset, tetapi telah mengalihkan kendali atas aset. Ketika Perusahaan telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah menandatangani kesepakatan ?pass-through?, Perusahaanmengevaluasi jika, dan sejauh mana, Perusahaan masih mempertahankan risiko dan manfaat atas kepemilikan aset. Ketika Perusahaan tidak mengalihkan maupun seluruh risiko dan manfaat atas aset dipertahankan secara substansial, maupun tidak mengalihkan kendali atas aset, Perusahaan tetap mengakui aset yang dialihkan sebesar keterlibatan berkelanjutannya. Dalam kasus tersebut, Perusahaan juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait diukur dengan basis yang mencerminkan hak dan kewajiban yang masih dipertahankan oleh Perusahaan. Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang ditransfer, diukur pada nilai yang lebih rendah antara jumlah tercatat awal aset dan jumlah maksimum imbalan yang dibutuhkan oleh Perusahaan untuk membayar kembali. ii. Liabilitas Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal. Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi.Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang usaha, beban akrual, liabilitas imbalan kerja karyawan jangka pendek, liabilitas utang bank jangka panjang dan liabilitas sewa diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Pengukuran Selanjutnya
Page 21
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat
secara terpisah dari pokokpinjaman terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau
kerugian harus diakui dalam laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui
proses amortisasi SBE. Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto
atau premium atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari
SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai ?Beban Keuangan? dalam laba rugi. Penghentian Pengakuan
Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam
kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan
liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial
berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi,
pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas
keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat
masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi. iii. Reklasifikasi Instrumen Keuangan
Perusahaan diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki jika
Perusahaan mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Perusahaan tidak
diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas keuangan. Perubahan model bisnis sifatnya
harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan operasional Perusahaan seperti memperoleh,
melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis. Selain itu, Perusahaan perlu membuktikan adanya
perubahan tersebut kepada pihak eksternal. Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah:
(a) perubahan intensi berkaitan dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan
signifikan dalam kondisi pasar), (b) hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan (c)
pengalihan aset keuangan antara bagian dari Perusahaan dengan model bisnis berbeda. v. Saling
Hapus Instrumen Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya
disajikan dalam laporan posisi keuangan jika Perusahaan memiliki hak yang dapat dipaksakan secara
hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui; dan berintensi untuk
menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara
simultan. Hak saling hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu
peristiwa di masa depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan
dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan.
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan Peristiwa setelah tanggal pelaporan yang memberikan tambahan informasi mengenai posisi keuangan Events after reporting period
Perusahaan pada tanggal pelaporan (peristiwa penyesuai), jika ada, dicerminkan dalam laporan
keuangan. Peristiwa setelah tanggal pelaporan yang bukan peristiwa penyesuaian diungkapkan dalam
Catatan atas laporan keuangan, jika material.
Penerapan standar akuntansi baru Penerapan amendemen standar yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2022, yang relevan dengan Adoption of new accounting standards
operasi Grup, namun tidak menimbulkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Grup
dan tidak memiliki efek yang material atas jumlah yang dilaporkan atas tahun berjalan atau tahun
sebelumnya adalah sebagai berikut: ? Amendemen PSAK 22: Kombinasi bisnis tentang referensi ke
kerangka konseptual; ? Amendemen PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi
tentang Kontrak Merugi - Biaya Memenuhi Kontrak. Amendemen PSAK 57 mengatur biaya-biaya untuk
memenuhi kontrak merugi terdiri dari biaya yang terkait langsung dengan kontrak, dimana terdiri dari:
1. Biaya inkremental untuk memenuhi kontrak tersebut, dan 2. Alokasi biaya lain yang berhubungan
langsung untuk memenuhi kontrak ? Penyesuaian Tahunan - PSAK 71: Instrumen Keuangan
Amandemen ini mengklarifikasi biaya yang diperhitungkan entitas dalam mengevaluasi apakah
Page 22
persyaratan yang dimodifikasi dari suatu liabilitas keuangan menyebabkan penghentian pengakuan liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas keuangan baru. Biaya tersebut hanya mencakup yang dibayarkan atau diterima antara peminjam dan pemberi pinjaman, termasuk fee yang dibayarkan atau diterima baik oleh peminjam atau pemberi pinjaman atas nama pihak lain. ? Penyesuaian Tahunan - PSAK 73: Sewa Amandemen terhadap Contoh Ilustrasi 13 yang merupakan bagian dari PSAK 73 dengan menghilangkan dari contoh ilustrasi penggantian perbaikan properti sewaan oleh pesewa untuk mengatasi potensi kebingungan mengenai perlakuan insentif sewa yang mungkin timbul karena cara insentif sewa diilustrasikan dalam contoh tersebut. Penerapan dari standar baru ini tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan Grup. Standar akuntansi dan interpretasi yang telah diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (?DSAK?), berlaku efektif untuk laporan keuangan konsolidasian tahun berjalan diungkapkan di bawah ini. Grup bermaksud untuk menerapkan standar tersebut, jika dipandang relevan. Mulai efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023 : ? Amendemen PSAK 16: Aset Tetap - Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan Amandemen ini tidak memperbolehkan entitas untuk mengurangi suatu hasil penjualan item yang diproduksi saat membawa aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diperlukan supaya aset dapat beroperasi sesuai dengan intensi manajemen dari biaya perolehan suatu aset tetap. Sebaliknya, entitas mengakui hasil dari penjualan item-item tersebut, dan biaya untuk memproduksi item-item tersebut, dalam laba rugi ? Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan Tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang. Amandemen ini menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan suatu liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang dan menjelaskan: - hal yang dimaksud sebagai hak untuk menangguhkan pelunasan, - hak untuk menangguhkan pelunasan harus ada pada akhir periode pelaporan, - klasifikasi tersebut tidak dipengaruhi oleh kemungkinan entitas akan menggunakan haknya untuk menangguhkan liabilitas, dan - hanya jika derivatif melekat pada liabilitas konversi tersebut adalah suatu instrumen ekuitas, maka syarat dan ketentuan dari suatu liabilitas konversi tidak akan berdampak pada klasifikasinya. ? Amandemen PSAK 1: Penyajian laporan keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi Amandemen ini memberikan panduan dan contoh untuk membantu entitas menerapkan pertimbangan materialitas dalam pengungkapan kebijakan akuntansi. Amandemen tersebut bertujuan untuk membantu entitas menyediakan pengungkapan kebijakan akuntansi yang lebih berguna dengan mengganti persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'signifikan' entitas dengan persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'material' entitas dan menambahkan panduan tentang bagaimana entitas menerapkan konsep materialitas dalam membuat keputusan tentang pengungkapan kebijakan akuntansi ? Amandemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan terkait Definisi Estimasi Akuntansi Amandemen tersebut memperkenalkan definisi 'estimasi akuntansi' dan mengklarifikasi perbedaan antara perubahan estimasi akuntansi dan perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan. Amandemen tersebut juga mengklarifikasi bagaimana entitas menggunakan teknik pengukuran dan input untuk mengembangkan estimasi akuntansi ? Amandemen PSAK 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas Yang Timbul Dari Transaksi Tunggal Amendemen ini mengusulkan agar entitas mengakui aset maupun liabilitas pajak tangguhan pada saat pengakuan awalnya sebagai contoh dari transaksi sewa, untuk mengeliminasi perbedaan praktik saat ini atas transaksi tersebut dan transaksi lain yang serupa.
Page 23
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Current Year
30 September 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal Penambahan aset Entitas anak baru Aset tetap, akhir
Reklasifikasi aset tetap
periode tetap aset tetap periode
Property, plant, and Reclassifications of New subsidiaries in Property, plant, and
Addition in property,
equipment, beginning property, plant, and property, plant, and equipment, end
plant, and equipment
period equipment equipment period
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 590,763 189,624 780,387 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan Building and leasehold
fasilitasnya, dimiliki 907,290 7,869 175 2,501 917,835 improvement, directly
langsung owned
Mesin dan peralatan, Machinery and equipment,
1,547,481 2,792 2,345 1,552,618
dimiliki langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
116,552 4,635 693 926 122,806
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
707 707
dimiliki langsung owned
Infrastruktur Telecommunication
Telekomunikasi, dimiliki 96,407 1,450 1,382 99,239 Infrastructure, directly
langsung owned
Lainnya, dimiliki langsung 2,546 32 2,578 Others, directly owned
Dimiliki langsung 3,261,746 16,778 4,595 193,051 3,476,170 Directly owned
Mesin dan alat berat, Machinery and heavy
dalam penyelesaian 105,061 104,832 ( 4,595 ) 205,298 equipment, assets under
construction
Aset dalam Assets under
105,061 104,832 ( 4,595 ) 205,298
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
3,366,807 121,610 193,051 3,681,468
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
fasilitasnya, dimiliki 163,403 34,593 1,812 199,808 improvement, directly accumulated
langsung owned depreciation
Mesin dan peralatan, Machinery and equipment,
360,728 82,521 443,249
dimiliki langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
53,992 10,797 926 65,715
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
Page 24
dimiliki langsung 122 65 187 owned
Infrastruktur Telecommunication
Telekomunikasi, dimiliki 33,779 7,740 41,519 Infrastructure, directly
langsung owned
Lainnya, dimiliki langsung 2,341 62 2,403 Others, directly owned
Dimiliki langsung 614,365 135,778 2,738 752,881 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
614,365 135,778 2,738 752,881
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
2,752,442 2,928,587
equipment
Page 25
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal Penambahan aset Pengurangan aset Reklasifikasi aset Revaluasi aset Aset tetap, akhir
periode tetap tetap tetap tetap periode
Property, plant, and Reclassifications of Revaluation of Property, plant,
Addition in property, Disposals in property,
equipment, property, plant, and property, plant, and and equipment,
plant, and equipment plant, and equipment
beginning period equipment equipment end period
Nilai perolehan, Tanah, dimiliki langsung 588,062 2,701 590,763 Land, directly owned Carrying amount,
kotor Bangunan dan Building and leasehold gross
fasilitasnya, dimiliki 868,397 10,544 28,349 907,290 improvement, directly
langsung owned
Mesin dan peralatan, Machinery and
1,357,114 69,037 121,330 1,547,481
dimiliki langsung equipment, directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
102,335 5,043 9,174 116,552
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
728 495 ( 516 ) 707
dimiliki langsung owned
Infrastruktur Telecommunication
Telekomunikasi, dimiliki 74,173 11,328 10,906 96,407 Infrastructure, directly
langsung owned
Lainnya, dimiliki Others, directly owned
2,392 154 2,546
langsung
Dimiliki langsung 2,993,201 96,601 ( 516 ) 169,759 2,701 3,261,746 Directly owned
Mesin dan alat berat, Machinery and heavy
dalam penyelesaian 127,278 147,542 ( 169,759 ) 105,061 equipment, assets under
construction
Aset dalam Assets under
127,278 147,542 ( 169,759 ) 105,061
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
3,120,479 244,143 ( 516 ) 0 2,701 3,366,807
equipment
Akumulasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
depresiasi fasilitasnya, dimiliki 118,458 44,945 163,403 improvement, directly accumulated
langsung owned depreciation
Mesin dan peralatan, Machinery and
254,970 105,758 360,728
dimiliki langsung equipment, directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
40,431 13,561 53,992
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Page 26
Kendaraan bermotor, 567 71 ( 516 ) 122 Motor vehicle, directly
dimiliki langsung owned
Infrastruktur Telecommunication
Telekomunikasi, dimiliki 24,494 9,285 33,779 Infrastructure, directly
langsung owned
Lainnya, dimiliki Others, directly owned
2,277 64 2,341
langsung
Dimiliki langsung 441,197 173,684 ( 516 ) 614,365 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
441,197 173,684 ( 516 ) 614,365
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
2,679,282 2,752,442
equipment
Page 27
[1611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Pada tanggal 31 Desember 2022, tanah yang diukur pada nilai wajarnya telah direviu oleh manajemen Disclosure of notes for property, plant and
dan didukung oleh laporan penilaian KJPP Wiseso, Saladin & Rekan tanggal 7 Maret 2023, dengan equipment
metode pendekatan harga pasar. Manajemen telah menelaah bahwa terdapat perubahan atas situasi
dan kondisi tanah tersebut dan karenanya, selisih nilai wajarnya sebesar Rp2.701 dicatat sebagai
?Perubahan nilai wajar tanah? dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya. Pada
tanggal 31 Desember 2021, tanah yang diukur pada nilai wajarnya telah direviu oleh manajemen dan
didukung oleh laporan penilaian KJPP Wiseso, Saladin & Rekan tanggal 24 Februari 2022, dengan
metode pendekatan harga pasar. Manajemen telah menelaah bahwa terdapat perubahan yang
signifikan atas situasi dan kondisi tanah tersebut dan karenanya, selisih nilai wajarnya sebesar
Rp84.894 dicatat sebagai ?Perubahan nilai wajar tanah? dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lainnya. Di bulan Januari 2023, entitas anak melakukan pembelian dan pengadaan tanah
dan bangunan yang tercatat pada SHGB No. 345 yang dibeli dari PT Azbindo Nusantara sebesar
Rp90.562 yang akan digunakan sebagai modal kerja. Pengukuran nilai wajar atas tanah dikategorikan
sebagai nilai wajar Level 2 dengan menggunakan pendekatan data pasar yang dapat diperbandingkan
yaitu menggunakan harga kuotasian untuk aset yang serupa di pasar yang tidak aktif. Perkiraan harga
pasar dari tanah sebanding disesuaikan dengan perbedaan pada atribut kunci seperti luas tanah,
lokasi dan kondisi.
Page 28
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Current Year
30 September 2023
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode Aset hak guna, periode
Penambahan aset hak guna
awal akhir
Right of use assets, Right of use assets, end
Addition in right of use assets
beginning period period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak guna 2,144 2,144 Building, right of use assets Carrying amount, gross
Aset hak guna 2,144 2,144 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak guna 1,072 804 1,876 Building, right of use assets Carrying amount, accumulated
Aset hak guna 1,072 804 1,876 Right of use assets depreciation
Nilai perolehan Aset hak guna 1,072 268 Right of use assets Carrying amount
Page 29
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode Aset hak guna, periode
Penambahan aset hak guna
awal akhir
Right of use assets, Right of use assets, end
Addition in right of use assets
beginning period period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak guna 2,144 2,144 Building, right of use assets Carrying amount, gross
Aset hak guna 2,144 2,144 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak guna 1,072 1,072 Building, right of use assets Carrying amount, accumulated
Aset hak guna 1,072 1,072 Right of use assets depreciation
Nilai perolehan Aset hak guna 2,144 1,072 Right of use assets Carrying amount
Page 30
[1612100] Disclosure of Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas aset hak guna Transaksi sewa kantor mengandung opsi perpanjangan yang dapat diambil oleh Perusahaan sebelum Disclosure of notes for right of use assets
masa berakhirnya kontrak yang tidak dapat dibatalkan. Opsi perpanjangan yang dimiliki hanya dapat
diambil oleh Perusahaan. Perusahaan mengevaluasi pada awal dimulainya masa sewa apakah besar
kemungkinan akan diambilnya opsi perpanjangan. Perusahaan mengevaluasi kembali penentuan ini
apabila ada peristiwa signifikan atau ada perubahan keadaan signifikan di dalam kendali Perusahaan.
Page 31
[1616100] Disclosure of Notes to the financial statements - Revenue - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas pendapatan Perusahaan menerapkan PSAK 72, ?Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan?, yang Disclosure of notes for revenue
mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut: 1.
Identifikasi kontrak dengan pelanggan. 2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban
pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki
karakteristik berbeda ke pelanggan. 3. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur,
insentif penjualan dan pajak pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai
kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak. 4. Alokasi harga transaksi
ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari
setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah
marjin. 5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang
atau jasa tersebut).
Page 32
[1617000] Notes to the financial statements - Revenue By Type - General
Industry
Catatan untuk tipe pendapatan Notes for revenue by type
30 September 30 September
2023 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari jasa 1 Colocation 907,089 707,882 Service revenue 1
Pendapatan jasa Other service
Lain-lain 51,047 39,210
lainnya revenue
Pendapatan dari jasa 958,136 747,092 Service revenue
Tipe pendapatan 958,136 747,092 Type of revenue
Page 33
[1620200] Notes to the financial statements - Trade receivables, by aging - General Industry
Piutang usaha berdasarkan umur Trade receivables by aging
30 September 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, Trade receivables,
impairment of trade Trade receivables impairment of trade Trade receivables
gross gross
receivables receivables
Belum jatuh tempo Umur 170,374 148,675 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 38,387 26,294 1 - 30 days Overdue
31 - 60 hari 4,960 7,358 31 - 60 days
61 - 90 hari 4,125 8,416 61 - 90 days
Lebih dari 90 hari 8,621 6,031 More than 90 days
Umur 56,093 48,099 Aging
Jatuh tempo Umur 226,467 226,467 196,774 196,774 Aging Due status
Page 34
[1621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas piutang usaha Berdasarkan hasil penelaahan manajemen atas saldo piutang usaha pada tanggal 30 September 2023 Disclosure of notes for trade receivables
dan 31 Desember 2022, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa semua piutang usaha dapat
tertagih, oleh karena itu, provisi kerugian kredit ekspektasian atas piutang usaha belum diperlukan.
Page 35
[1630000] Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Catatan atas persediaan Notes for inventories
30 September 2023 31 December 2022
Barang dalam proses 3,995 2,505 Work in process
Perlengkapan 3,589 2,492 Supplies
Persediaan 7,584 4,997 Inventories
Persediaan lancar 7,584 4,997 Current inventories
Page 36
[1632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi persediaan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Disclosure of notes for inventories
Desember 2022, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa persediaan dapat digunakan, oleh
karena itu cadangan atas keusangan persediaan belum diperlukan.
Page 37
[1640200] Notes to the financial statements - Trade Payable, by aging - General Industry
Utang usaha berdasarkan umur Trade payables by aging
30 September 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Belum jatuh tempo Umur 64,515 52,505 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 0 81 1 - 30 days Overdue
31 - 60 hari 0 309 31 - 60 days
Lebih dari 90 hari 0 60 More than 90 days
Umur 0 450 Aging
Jatuh tempo Umur 64,515 52,955 Aging Due status
Page 38
[1641000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Payables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas utang usaha Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, utang usaha tidak dikenakan bunga dan Disclosure of notes for trade payables
tidak ada jaminan yang diberikan Perusahaan atas perolehan utang usaha.
Page 39
[1670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - General
Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 September 2023 30 September 2022
Material 4,208 3,322 Material usage
Upah, tenaga kerja langsung 23,461 18,447 Wages and direct labor
Amortisasi 1,362 596 Amortization
Depresiasi 135,589 128,609 Depreciation
Beban utilitas 176,171 145,868 Utilities expense
Biaya pabrikasi lainya 46,979 26,428 Other manufacturing overhead
Jumlah biaya produksi 387,770 323,270 Total production cost
Harga pokok produksi 387,770 323,270 Cost of goods manufactured
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
387,770 323,270
pendapatan
Page 40
[1671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - General Industry
Page 41
[1691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 September 2023 31 December 2022
Utang bank, nilai dalam Utang bank, nilai dalam
Total utang bank, kotor Total utang bank, kotor
mata uang asing mata uang asing
Bank loan, amount in Bank loan, amount in
Total bank loans, gross Total bank loans, gross
foreign currency foreign currency
Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR 1,183,093 1,183,093 IDR Bank Mandiri (Persero) Tbk
Mata uang 1,183,093 Currency
Bank OCBC Nisp Tbk IDR 1,299,341 1,299,341 IDR Bank OCBC Nisp Tbk
Mata uang 1,299,341 Currency
Kreditur nama bank Mata uang 1,183,093 1,299,341 Currency Creditor bank name
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 September 2023 31 December 2022
Total utang bank, kotor 1,183,093 1,299,341 Total bank loans, gross
Biaya penerbitan utang bank yang belum diamortisasi ( 3,577 ) ( 1,833 ) Unamortized bank loan issuance cost
Total utang bank, bersih 1,179,516 1,297,508 Total bank loan, net
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu Current maturities of bank loans
215,398 169,258
tahun atas utang bank
Liabilitas jangka panjang atas utang bank 964,118 1,128,250 Long-term bank loans
Page 42
[1691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Page 43
[1692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
30 September 2023
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
Utang bank, nilai dalam Jatuh tempo utang bank Bunga utang bank jangka Jenis bunga utang bank
mata uang asing jangka panjang panjang jangka panjang
Bank loan, amount in Due date for long-term Interest rate long-term bank Interest rate type long-term
foreign currency bank loan loan bank loan
Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR fixed 7,5% selama 3 IDR Bank Mandiri (Persero) Tbk
tahun dan setelah
1 sampai diatas 5 tahun ketiga sampai Suku bunga
1,183,093
tahun dengan kredit lunas mengambang
menggunakan Jibor 3
bulan + 0,45% pa
31 December 2022
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
Utang bank, nilai dalam Jatuh tempo utang bank Bunga utang bank Jenis bunga utang bank
mata uang asing jangka panjang jangka panjang jangka panjang
Bank loan, amount in Due date for long-term Interest rate long-term Interest rate type long-term
foreign currency bank loan bank loan bank loan
Bank OCBC Nisp Tbk IDR JIBOR tenor 3 bulan IDR Bank OCBC Nisp Tbk
1 sampai diatas 5 Suku bunga
1,299,341 ditambah 2% per
tahun mengambang
tahun
Page 44
[1693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Page 45
[1693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Page 46
[1696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.