Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 51
Page 1
Nomor Surat 165/DIR/PU/X/2023
Nama Emiten PT Pinago Utama Tbk
Kode Emiten PNGO
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 9 Bulan yang berakhir pada 30/09/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
1 PT Sriwijaya Perkebunan Palembang 2014 Beroperasi 292.147.113.630 PENUH IDR 99.0
Nusantara
Sejahtera
2 PT Hamparan Perkebunan Palembang 2017 Beroperasi 69.191.563.086 PENUH IDR 99.0
Mutiara Hijau
3 PT Musi Perkebunan Palembang 2023 Beroperasi 108.065.114.345 PENUH IDR 99.0
Andalan
Sumatera
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Pinago Utama Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik. PT
Pinago Utama Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 September 2023
Nama entitas PT Pinago Utama Tbk Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas PNGO Entity code
Nomor identifikasi entitas AA992 Entity identification number
Industri utama entitas Umum / General Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor B. Basic Materials Sector
Subsektor B1. Basic Materials Subsector
Industri D23. Agricultural Products Industry
Subindustri D232. Plantations & Crops Subindustry
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
Individual WNI
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Pengembangan / Development
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas grup / Group entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal III / Third Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan September 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya September 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Satuan Penuh / Full Amount statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Page 3
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[1210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - General Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 September 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
8,265,660,814 72,195,815,205
equivalents
Aset keuangan lancar Current financial assets
Aset keuangan lancar Other current financial
87,998,900,000 64,432,900,000
lainnya assets
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
53,760,956,811 35,005,463,406
ketiga parties
Piutang usaha pihak Trade receivables
7,996,900,441 8,450,735,366
berelasi related parties
Piutang lainnya Other receivables
Piutang lainnya pihak Other receivables third
2,375,090,806 2,957,812,044
ketiga parties
Piutang lainnya pihak Other receivables
0 0
berelasi related parties
Persediaan lancar Current inventories
Persediaan lancar 183,883,723,307 300,413,515,952 Current inventories
Biaya dibayar dimuka Current prepaid expenses
12,254,523,127 3,550,139,353
lancar
Pajak dibayar dimuka Current prepaid taxes
2,299,571,804 9,431,746,842
lancar
Jumlah aset lancar 358,835,327,110 496,438,128,168 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Piutang tidak lancar Other non-current
lainnya receivables
Piutang tidak lancar Other non-current
lainnya pihak ketiga 34,383,814,766 29,539,483,203 receivables third
parties
Uang muka tidak lancar Non-current advances
Uang muka tidak Non-current advances
lancar atas pembelian on purchase of
27,866,656,166 3,577,310,978
aset tetap property, plant and
equipment
Persediaan tidak lancar Non-current inventories
Persediaan tidak Non-current
10,693,259,289 8,902,705,460
lancar lainnya inventories
Tanaman perkebunan Plantation assets
Tanaman perkebunan Plantation assets
244,947,532,112 213,728,661,356
menghasilkan mature
Tanaman perkebunan Plantation assets
186,749,150,712 190,491,218,719
belum menghasilkan immature
Aset tetap Property, plant, and
609,551,901,922 604,547,045,446
equipment
Klaim atas pengembalian Non-current claims for tax
872,181,344 3,399,417,755
pajak tidak lancar refund
Jumlah aset tidak lancar 1,115,064,496,311 1,054,185,842,917 Total non-current assets
Jumlah aset 1,473,899,823,421 1,550,623,971,085 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Page 5
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang bank jangka Short term bank loans
35,400,000,000 154,700,000,000
pendek
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
37,766,553,023 33,501,315,063
ketiga third parties
Utang usaha pihak Trade payables
232,221,422 215,735,671
berelasi related parties
Utang lainnya Other payables
Utang lainnya pihak Other payables
8,721,482,087 6,431,575,212
ketiga third parties
Utang lainnya pihak Other payables
642,646,533 344,240,751
berelasi related parties
Uang muka Current advances
pelanggan jangka from customers
pendek
Uang muka Current advances
pelanggan jangka from customers
6,337,032,697 10,645,760,417
pendek pihak third parties
ketiga
Beban akrual jangka Current accrued
19,684,632,953 17,281,300,455
pendek expenses
Utang pajak 9,808,962,680 20,411,838,194 Taxes payable
Liabilitas jangka Current maturities of
panjang yang jatuh long-term liabilities
tempo dalam satu
tahun
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of bank loans
tempo dalam satu 90,833,333,333 90,833,333,333
tahun atas utang
bank
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of finance lease
tempo dalam satu 3,935,039,912 2,750,942,744 liabilities
tahun atas liabilitas
sewa pembiayaan
Jumlah liabilitas Total current
213,361,904,640 337,116,041,840
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
panjang
Liabilitas pajak Deferred tax liabilities
61,443,220,048 53,182,167,978
tangguhan
Liabilitas jangka Long-term liabilities
panjang setelah net of current
dikurangi bagian maturities
yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas jangka Long-term bank
panjang atas utang 368,639,398,090 439,088,342,489 loans
bank
Liabilitas jangka Long-term finance
panjang atas lease liabilities
3,892,624,375 3,591,922,379
liabilitas sewa
pembiayaan
Kewajiban imbalan Long-term
pasca kerja jangka 11,587,251,088 3,842,400,163 post-employment
panjang benefit obligations
Liabilitas keuangan Other non-current
4,829,245,208 5,253,697,580
jangka panjang lainnya financial liabilities
Page 6
Jumlah liabilitas 450,391,738,809 504,958,530,589 Total non-current
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 663,753,643,449 842,074,572,429 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 62,500,000,000 62,500,000,000 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
35,765,439,392 35,765,439,392
disetor capital
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan 10,000,000,000 2,500,000,000 retained earnings
penggunaannya
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan 698,877,749,093 605,038,256,645 retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
807,143,188,485 705,803,696,037
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Kepentingan Non-controlling interests
3,002,991,487 2,745,702,619
non-pengendali
Jumlah ekuitas 810,146,179,972 708,549,398,656 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
1,473,899,823,421 1,550,623,971,085
ekuitas
Page 7
[1311000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by function - General Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 September 2023 30 September 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
1,522,954,924,174 1,520,703,556,809
usaha
Beban pokok penjualan dan ( 1,166,473,449,397 ( 1,177,109,930,447 Cost of sales and revenue
pendapatan ) )
Jumlah laba bruto 356,481,474,777 343,593,626,362 Total gross profit
Beban penjualan ( 23,470,463,819 ) ( 17,875,954,799 ) Selling expenses
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 128,865,542,542 ) ( 130,968,364,281 )
expenses
Pendapatan keuangan 171,964,874 492,404,699 Finance income
Beban bunga dan keuangan ( 30,496,642,429 ) ( 39,601,324,264 ) Interest and finance costs
Keuntungan (kerugian) selisih Gains (losses) on changes in
3,956,429,704 ( 4,361,501,396 )
kurs mata uang asing foreign exchange rates
Pendapatan lainnya 2,677,779,980 4,688,287,013 Other income
Beban lainnya ( 4,411,394,271 ) ( 3,953,963,431 ) Other expenses
Keuntungan (kerugian) lainnya 23,566,000,000 5,056,800,000 Other gains (losses)
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
199,609,606,274 157,070,009,903
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 46,496,704,723 ) ( 36,904,238,985 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
153,112,901,551 120,165,770,918
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) 153,112,901,551 120,165,770,918 Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif Other comprehensive income,
lainnya, setelah pajak after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang tidak akan income that will not be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
setelah pajak loss, after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya atas pengukuran income for
kembali kewajiban ( 4,641,120,235 ) 29,123,609 remeasurement of defined
manfaat pasti, setelah benefit obligation, after tax
pajak
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang tidak akan ( 4,641,120,235 ) 29,123,609 that will not be
direklasifikasi ke laba reclassified to profit or
rugi, setelah pajak loss, after tax
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, ( 4,641,120,235 ) 29,123,609 income, after tax
setelah pajak
Jumlah laba rugi komprehensif 148,471,781,316 120,194,894,527 Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
152,858,515,732 119,977,306,978
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan ke kepentingan 254,385,819 188,463,940 non-controlling interests
non-pengendali
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Page 8
Laba rugi komprehensif yang 148,214,492,448 119,999,874,063 Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas attributable to parent entity
induk
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke 257,288,868 195,020,464 attributable to non-controlling
kepentingan non-pengendali interests
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang 196 154 share from continuing
dilanjutkan operations
Page 9
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Current Year
30 September 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal Kepentingan
Saham biasa ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor non-pengendali
penggunaannya penggunaannya entitas induk
Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Non-controlling interests Equity
earnings earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian Balance before restatement at beginning of
62,500,000,000 35,765,439,392 2,500,000,000 605,038,256,645 705,803,696,037 2,745,702,619 708,549,398,656
kembali period
Posisi ekuitas, awal periode 62,500,000,000 35,765,439,392 2,500,000,000 605,038,256,645 705,803,696,037 2,745,702,619 708,549,398,656 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 152,858,515,732 152,858,515,732 254,385,819 153,112,901,551 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya ( 4,644,023,284 ) ( 4,644,023,284 ) 2,903,049 ( 4,641,120,235 ) Other comprehensive income
Pembentukan cadangan umum 7,500,000,000 ( 7,500,000,000 ) 0 Allocation for general reserves
Distribusi dividen kas ( 46,875,000,000 ) ( 46,875,000,000 ) ( 46,875,000,000 ) Distributions of cash dividends
Posisi ekuitas, akhir periode 62,500,000,000 35,765,439,392 10,000,000,000 698,877,749,093 807,143,188,485 3,002,991,487 810,146,179,972 Equity position, end of the period
Page 10
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Prior Year
30 September 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal Kepentingan
Saham biasa ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor non-pengendali
penggunaannya penggunaannya entitas induk
Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Non-controlling interests Equity
earnings earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali Balance before restatement at beginning of
62,500,000,000 35,765,439,392 2,500,000,000 531,851,901,835 632,617,341,227 2,478,646,476 635,095,987,703
period
Posisi ekuitas, awal periode 62,500,000,000 35,765,439,392 2,500,000,000 531,851,901,835 632,617,341,227 2,478,646,476 635,095,987,703 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 119,977,306,978 119,977,306,978 188,463,940 120,165,770,918 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya 22,567,085 22,567,085 6,556,524 29,123,609 Other comprehensive income
Distribusi dividen kas ( 54,687,500,000 ) ( 54,687,500,000 ) ( 54,687,500,000 ) Distributions of cash dividends
Transaksi ekuitas lainnya ( 400,000,000 ) ( 400,000,000 ) Other equity transactions
Posisi ekuitas, akhir periode 62,500,000,000 35,765,439,392 2,500,000,000 597,164,275,898 697,929,715,290 2,273,666,940 700,203,382,230 Equity position, end of the period
Page 11
[1510000] Statement of cash flows, direct method - General Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 September 2023 30 September 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
1,499,987,088,933 1,533,365,674,116
pelanggan
Penerimaan kas lainnya Other cash receipts from
171,964,874 492,404,699
dari aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kepada Payments to suppliers for
( 1,075,534,017,136 ( 1,297,360,198,042
pemasok atas barang dan goods and services
) )
jasa
Pembayaran gaji dan Payments for salaries and
( 58,451,088,703 ) ( 63,504,062,404 )
tunjangan allowances
Pembayaran kas lainnya Other cash payments for
( 30,496,642,429 ) ( 39,601,324,264 )
untuk beban operasi operating activities
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
335,677,305,539 133,392,494,105
(digunakan untuk) operasi in) operations
Penerimaan pengembalian Income taxes refunded (paid)
(pembayaran) pajak from operating activities
( 49,375,623,810 ) ( 57,509,716,742 )
penghasilan dari aktivitas
operasi
Arus kas sebelum Net cash flows received
perubahan dalam aset dan from (used in) operating
liabilitas yang diperoleh 286,301,681,729 75,882,777,363 activities before changes in
dari (digunakan untuk) assets and liabilities
aktivitas operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
286,301,681,729 75,882,777,363
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran uang muka Payments for advances for
pembelian aset tetap ( 26,078,321,318 ) ( 6,915,418,192 ) purchase of property, plant
and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 41,075,434,806 ) ( 34,723,681,602 )
tanaman perkebunan plantation assets
Penerimaan dari penjualan Proceeds from disposal of
697,250,468 255,337,185
aset tetap property, plant and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 39,984,661,753 ) ( 43,376,075,262 )
aset tetap property, plant and equipment
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 4,844,331,563 ) 23,081,020,270 from investing activities
investasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 111,285,498,972 ) ( 61,678,817,601 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Pembayaran pinjaman bank ( 189,748,944,399 ) ( 8,695,132,183 ) Payments of bank loans
Penerimaan liabilitas sewa Proceeds from finance lease
Page 12
pembiayaan 812,032,680 liabilities
Pembayaran liabilitas sewa Payments of finance lease
( 2,322,392,749 )
pembiayaan liabilities
Penerimaan dari penerbitan Proceeds from issuance of
0 0
saham biasa common stocks
Pembayaran dividen dari Dividends paid from financing
( 46,875,000,000 ) ( 54,687,500,000 )
aktivitas pendanaan activities
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 238,946,337,148 ) ( 62,570,599,503 )
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
( 63,930,154,391 ) ( 48,366,639,741 )
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
72,195,815,205 60,482,102,407
awal periode flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
8,265,660,814 12,115,462,666
akhir periode cash flows, end of the period
Page 13
[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 September 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (?SAK?) Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian di Indonesia, yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar statements
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia. Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan
konsep akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian, dengan menggunakan konsep biaya historis,
kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang
relevan.Laporan arus kas konsolidasian yang disajikan dengan menggunakan metode langsung,
menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan sebagai aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan.Mata uang pelaporan yang digunakan pada laporan keuangan
konsolidasian adalah Rupiah (Rp) yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Laporan
keuangan kondolisasian diungkapkan berdasarkan Peraturan No VIII.G.7.
Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian terdiri dari laporan keuangan Perusahaan dan entitas anaknya. Principles of consolidation
Pengendalian didapat ketika Kelompok Usaha terekspos, atau memiliki hak atas imbal hasil variable
dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil
tersebut melalui kekuasaannya atas investee.Secara khusus, Perusahaan mengendalikan investee
jika, dan hanya jika, Perusahaan memiliki seluruh hal berikut ini: ? Kekuasaan atas investee, yaitu hak
yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari
investee, ? Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan ?
Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal
hasil.Ketika Perusahaan memiliki kurang dari hak suara mayoritas, Perusahaan dapat
mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan
atas investee, termasuk: ? Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara yang lain, ? Hak yang
timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan ? Hak suara dan hak suara potensial
Perusahaan.Perusahaan menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan
keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.
Konsolidasi atas entitas anaknya dimulai ketika Perusahaan memiliki pengendalian atas entitas
anaknya dan berhenti ketika Perusahaan kehilangan pengendalian atas entitas anaknya. Aset,
liabilitas, pendapatan dan beban atas entitas anaknya yang diakuisisi atau dilepas selama periode
termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dari tanggal
Perusahaan memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Perusahaan menghentikan
pengendalian atas entitas anaknya.Laba atau rugi dan setiap komponen atas penghasilan
komprehensif lain diatribusikan pada pemegang saham entitas induk Perusahaan dan pada
kepentingan non-pengendali (?KNP?), walaupun hasil di KNP mempunyai saldo defisit. Bila diperlukan,
penyesuaian dilakukan pada laporan keuangan entitas anak Perusahaan agar kebijakan akuntansinya
sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan.Semua aset dan liabilitas, ekuitas, pendapatan, beban
dan arus kas berkaitan dengan transaksi antar anggota Perusahaan akan dieliminasi secara penuh
dalam proses konsolidasi.Seluruh akun dan transaksi antar Perusahaan yang material, termasuk
keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi, jika ada, dieliminasi untuk mencerminkan posisi
keuangan dan hasil operasi Perusahaan sebagai satu kesatuan usaha.Laporan keuangan entitas
anaknya disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan.Perubahan kepemilikan di
entitas anaknya, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai transaksi ekuitas. Jika Perusahaan
Page 14
kehilangan pengendalian atas entitas anaknya, maka: ? menghentikan pengakuan aset (termasuk
goodwill) dan liabilitas entitas anaknya; ? menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP; ?
menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran yang dicatat di ekuitas, bila ada; ? mengakui
nilai wajar pembayaran yang diterima; ? mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya; ?
mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba rugi; ?
mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam
penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi persyaratan jika Perusahaan akan
melepas secara langsung aset atau liabilitas yang terkait.KNP mencerminkan bagian atas laba atau
rugi dan aset neto dari entitas anaknya yang tidak dapat diatribusikan secara langsung maupun tidak
langsung kepada Perusahaan, yang masing masing disajikan dalam laba atau rugi dan dalam ekuitas
pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk.
Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank serta deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan Cash and cash equivalents
atau kurang sejak tanggal penempatannya, dan yang tidak dijadikan sebagai jaminan dan dibatasi
dalam penggunaannya.
Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Inventories
Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi neto
persediaan adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.Kelompok Usaha
menetapkan penyisihan untuk keusangan dan/atau penurunan nilai persediaan berdasarkan hasil
penelaahan berkala atas kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan.
Tanaman produktif Tanaman produktif adalah tanaman hidup yang digunakan dalam produksi atau penyediaan produk Bearer plants
agrikultur, diharapkan untuk menghasilkan produk untuk jangka waktu lebih dari satu periode, dan
sangat jarang dijual sebagai produk agrikultur, kecuali untuk penjualan sisa yang insidental. Tanaman
produktif untuk tanaman menghasilkan dicatat sebesar akumulasi biaya perolehan pada saat
reklasifikasi dari tanaman produktif belum menghasilkan dilakukan, dan disusutkan dengan metode
garis lurus selama estimasi masa produktif tanaman yang bersangkutan masing-masing selama dua
puluh lima (25) dan selama sisa manfaat hak pengusahaan Hutan Tanaman Industri (?HTI?).
Aset tetap Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan Fixed assets
biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi
yang diinginkan agar aset siap digunakan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak
memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laba atau rugi pada saat terjadinya. Beban pemugaran dan
penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi kepada jumlah tercatat aset terkait bila besar
kemungkinan bagi Kelompok Usaha manfaat ekonomi masa depan menjadi lebih besar dari standar
kinerja awal yang ditetapkan sebelumnya dan disusutkan berdasarkan estimasi masa manfaat
ekonomi aset terkait.Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset
tersebut siap untuk digunakan dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan
estimasi masa manfaat ekonomis.Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak didepresiasi
karena manajemen berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat
diperbarui/diperpanjang pada saat jatuh tempo.Penilaian aset tetap dilakukan atas penurunan dan
kemungkinan penurunan nilai wajar aset jika terjadi peristiwa atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan bahwa nilai tercatat mungkin tidak dapat seluruhnya terealisasi.Jumlah tercatat aset
Page 15
tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat sudah tidak ada lagi manfaat ekonomi
masa depan yang diharapkan dari penggunaan maupun pelepasannya. Keuntungan atau kerugian
yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut (ditentukan sebesar selisih antara jumlah hasil
pelepasan neto dan jumlah tercatatnya) dimasukkan ke dalam laba atau rugi untuk tahun penghentian
pengakuan tersebut dilakukan.Nilai residu aset, umur manfaat, dan metode penyusutan dievaluasi
setiap akhir tahun finansial dan disesuaikan secara prospektif jika diperlukan Aset tetap dalam
penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi biaya pinjaman dan
biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap dalam penyelesaian
tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun ?Aset Tetap? yang bersangkutan
pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. Aset dalam
penyelesaian tidak disusutkan karena belum tersedia untuk digunakan.Biaya pengurusan legal hak
atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (?HGU?), Hak Guna Bangunan (?HGB?), dan Hak Pakai
(?HP?) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada
akun ?Aset Tetap? dan tidak diamortisasi. Sementara biaya pengurusan atas perpanjangan atau
pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGU, HGB, dan HP diakui sebagai bagian dari akun
?Beban Ditangguhkan? pada laporan posisi keuangan konsolidasian dan diamortisasi sepanjang mana
yang lebih pendek antara umur hukum hak dan umur ekonomis tanah.
Tanah belum dikembangkan Tanaman produktif belum menghasilkan dinyatakan sebesar biaya perolehan yang meliputi akumulasi Undeveloped land
biaya yang berhubungan dengan pengembangan perkebunan kelapa sawit dan karet milik Kelompok
Usaha (perkebunan Inti) seperti biaya persiapan lahan, penanaman bibit, pemupukan, pemeliharaan
dan alokasi biaya tidak langsung lainnya sampai dengan saat tanaman yang bersangkutan dinyatakan
menghasilkan dan dapat dipanen.
Aset biologis Aset biologis Kelompok Usaha adalah produk agrikultur dari tanaman produktif, yang terutama terdiri Biological assets
dari tandan buah segar kelapa sawit dan karet.Aset biologis dicatat pada nilai wajar dikurangi biaya
untuk menjual. Keuntungan atau kerugian yang timbul pada pengakuan awal atas produk agrikultur
pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan dari perubahan nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual aset biologis pada setiap tanggal pelaporan dimasukkan dalam laba rugi periode
terjadinya.Nilai wajar dari produk agrikultur, termasuk produk yang tumbuh dan yang dapat dipanen
dari tanaman produktif kelapa sawit ditentukan dengan menggunakan pendekatan pasar dengan
menerapkan estimasi volume produksi terhadap harga pasar yang berlaku pada tanggal pelaporan.
Biaya untuk menjual adalah biaya inkremental yang diatribusikan secara langsung untuk pelepasan
aset, tidak termasuk beban pembiayaan dan pajak penghasilan.
Perkebunan plasma Entitas induk dan entitas anak tertentu dalam Kelompok Usaha (secara bersama-sama disebut Plasma plantations
sebagai ?Perusahaan Inti?), memiliki komitmen dengan beberapa Koperasi Unit Desa (?KUD?) yang
mewadahi petani plasma untuk mengembangkan perkebunan plasma sebagaimana diwajibkan oleh
pemerintah Indonesia.Piutang plasma yang disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
terdiri atas akumulasi biaya-biaya pengembangan yang untuk sementara ditalangi oleh Perusahaan Inti
kepada KUD atau petani plasma.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi Impairment of non-financial assets
penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin tidak
ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Kelompok Usaha
mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.Kerugian penurunan nilai yang telah diakui pada
periode sebelumnya untuk aset akan dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi - asumsi yang
digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir
diakui. Dalam hal ini, nilai tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannyaPembalikan tersebut dibatasi
Page 16
sehingga nilai tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto setelah
penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada
tahun sebelumnya.Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan
di periode mendatang un tuk mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya,
dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan dari Kontrak dengan PelangganPengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah Revenue and expense recognition
analisa sebagai berikut:1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan. 2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan
dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan
barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan. 3. Penetapan harga transaksi.
Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi
atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di
kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Kelompok Usaha membuat estimasi
jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang
akan dibayarkan selama periode kontrak. 4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan
dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang
dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif
diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin. 5. Pengakuan pendapatan ketika
kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke
pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).Pendapatan dari
penjualan barang diakui ketika pengendalian dialihkan kepada pelanggan. Terdapat kondisi di mana
pertimbangan diperlukan berdasarkan lima indikator pengendalian di bawah ini:1. Pelanggan telah
memiliki risiko dan manfaat signifikan atas kepemilikan aset dan memperoleh kemampuan untuk
mengarahkan penggunaan atas, dan memperoleh secara substansial seluruh sisa manfaat dari
barang. 2. Pelanggan memiliki kewajiban kini untuk membayar sesuai dengan syarat dan ketentuan
dalam kontrak penjualan. 3. Pelanggan telah menerima barang. Penjualan barang dapat tergantung
pada penyesuaian berdasarkan inspeksi terhadap pengiriman oleh pelanggan. Dalam hal ini, penjualan
diakui berdasarkan estimasi terbaik Kelompok Usaha terhadap kualitas dan/atau kuantitas saat
pengiriman, dan penyesuaian kemudian dicatat dalam akun pendapatan. Secara historis, perbedaan
antara kualitas dan kuantitas, estimasi dan/atau aktual tidak signifikan. 4. Pelanggan telah memiliki hak
kepemilikan legal atas barang. 5. Pelanggan telah menerima kepemilikan fisik atas barang.Kelompok
Usaha mengalihkan pengendalian atas barang atau jasa sepanjang waktu, jika satu dari kriteria berikut
terpenuhi:1. Pelanggan secara simultan menerima dan mengkonsumsi manfaat yang dihasilkan dari
pelaksanaan Kelompok Usaha selama Kelompok Usaha melaksanakan kewajiban pelaksanaannya; 2.
Pelaksanaan Kelompok Usaha menimbulkan atau meningkatkan aset (sebagai contoh, pekerjaan
dalam proses) yang dikendalikan pelanggan selama aset tersebut ditimbulkan atau ditingkatkan; 3.
Pelaksanaan Kelompok Usaha tidak menimbulkan suatu aset dengan penggunaan alternatif bagi
Kelompok Usaha dan Kelompok Usaha memiliki hak atas pembayaran yang dapat dipaksakan atas
pelaksanaan yang telah diselesaikan sampai tanggal pelaporan; atau 4. Untuk setiap kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Kelompok Usaha mengakui pendapatan sepanjang
waktu dengan mengukur kemajuan terhadap penyelesaian penuh atas kewajiban
pelaksanaan.Kelompok Usaha mengakui pendapatan atas kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi
sepanjang waktu hanya jika entitas dapat mengukur kemajuan secara wajar terhadap penyelesaian
penuh atas kewajiban pelaksanaan. Dalam beberapa keadaan, Kelompok Usaha mungkin tidak dapat
mengukur hasil kewajiban pelaksanaan secara wajar, tetapi Kelompok Usaha memperkirakan untuk
memulihkan biaya yang terjadi dalam memenuhi kewajiban pelaksanaan.Dalam keadaan tersebut,
Page 17
Kelompok Usaha mengakui pendapatan hanya sejumlah biaya yang terjadi sampai waktu tertentu di
mana Kelompok Usaha dapat mengukur hasil kewajiban pelaksanaan secara wajar.Beban diakui pada
saat terjadinya dengan menggunakan dasar akrual.Penghasilan/Beban BungaUntuk semua instrumen
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, pendapatan atau biaya bunga dicatat
dengan menggunakan metode SBE, yaitu suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
pembayaran atau penerimaan kas di masa yang akan datang selama umur yang diharapkan dari
instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, selama periode yang lebih singkat, terhadap nilai tercatat
neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan.
Transaksi dengan pihak berelasi Kelompok Usaha mempunyai transaksi dengan pihak-pihak berelasi, dengan definisi yang diuraikan Transactions with related parties
pada PSAK No. 7: ?Pengungkapan Pihak Pihak Berelasi?.Transaksi dan saldo yang signifikan dengan
pihak pihak berelasi diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian.Kecuali diungkapkan khusus
sebagai pihak-pihak berelasi, maka pihak-pihak lain yang disebutkan dalam catatan atas laporan
keuangan konsolidasian merupakan pihak ketiga.
Pajak penghasilan Pajak KiniAset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan Income taxes
dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan.Beban pajak kini ditentukan
berdasarkan laba kena pajak tahun berjalan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.Bunga
dan denda atas pajak disajikan sebagai bagian dari pendapatan atau beban lainnya.Koreksi terhadap
liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima atau, jika diajukan keberatan,
pada saat keputusan atas keberatan ditetapkan, atau jika mengajukan permohonan banding, pada
saat keputusan banding diterima, atau jika mengajukan permohonan peninjauan kembali, pada saat
permohonan peninjauan kembali diterima.Pajak tangguhanAset dan liabilitas pajak tangguhan diakui
menggunakan metode liabilitas atas konsekuensi pajak pada masa mendatang yang timbul dari
perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan
pajak aset dan liabilitas pada setiap tanggal pelaporan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua
perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang
boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal, sepanjang besar kemungkinan perbedaan temporer yang
boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena
pajak pada masa depan.Liabilitas pajak tangguhan dan aset pajak tangguhan (jika memenuhi kriteria)
diakui atas perbedaan temporer kena pajak terkait dengan investasi pada entitas anak, kecuali yang
waktu pembalikkannya dapat dikendalikan dan kemungkinan besar perbedaan temporer tersebut tidak
akan dibalik di masa depan yang dapat diperkirakan.Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah
ulang pada akhir setiap periode pelaporan dan diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak memadai
untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan tersebut. Pada akhir
setiap periode pelaporan, Kelompok Usaha menilai kembali aset pajak tangguhan yang tidak diakui.
Kelompok Usaha mengakui aset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui apabila besar
kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa depan akan tersedia untuk pemulihannya.Pajak tangguhan
dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada
tanggal pelaporan. Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan oleh
perubahan tarif pajak dibebankan pada usaha periode berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang
sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.Aset dan liabilitas pajak tangguhan
disajikan secara saling hapus dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, kecuali aset dan liabilitas
pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
Pinjaman Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, pembangunan, atau pembuatan Borrowings
aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset. Disamping itu, biaya pinjaman
lainnya diakui sebagai beban pada saat terjadi. Biaya pinjaman terdiri dari biaya bunga dan biaya lain
Page 18
yang ditanggung Kelompok Usaha sehubungan dengan peminjaman dana.Kapitalisasi biaya pinjaman
dimulai pada saat aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset agar dapat digunakan sesuai
dengan maksudnya dan pengeluaran untuk aset kualifikasian dan biaya pinjamannya telah terjadi.
Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat selesainya secara substansi seluruh aktivitas yang
diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya.
Provisi Provisi diakui jika Kelompok Usaha memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat Provisions
konstruktif) dimana merupakan akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian
kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan
estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.Provisi ditelaah pada setiap
tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus
keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi
dibatalkan.
Imbalan kerja karyawan Imbalan Kerja Jangka PendekImbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada Employee benefits
karyawan.Imbalan Pasca KerjaKewajiban imbalan pasti diestimasi oleh aktuaris independen dengan
menggunakan metode projected unit credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti diestimasi dengan
mendiskontokan estimasi arus kas masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi jangka
panjang yang berkualitas tinggi dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang dimana imbalan
tersebut akan dibayarkan dan yang memiliki jangka waktu yang sama dengan liabilitas imbalan
pensiun yang bersangkutan.Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial,
segera diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian dengan pengaruh langsung didebit atau
dikreditkan kepada saldo laba melalui penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya.
Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.Biaya jasa lalu harus
diakui sebagai beban pada saat yang lebih awal antara:i. ketika program amandemen atau kurtailmen
terjadi; dan ii. ketika entitas mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait.Kelompok
Usaha mengakui liabilitas imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja
No. 11 Tahun 2020 (2020: Undang Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003), Peraturan
Pemerintah No. 35 Tahun 2021 dan PSAK 24 2016 tentang Imbalan Kerja.Bunga neto dihitung dengan
menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas imbalan kerja. Kelompok Usaha
mengakui perubahan berikut pada kewajiban imbalan pasti neto pada akun ?Beban Umum dan
Administrasi? pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian : - Biaya jasa
terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas penyelesaian (curtailment)
tidak rutin, dan - Beban atau penghasilan bunga neto. - Biaya emisi saham, segmen, dan laba per
lembar saham dasar.
Penerapan standar akutansi baru Standar akuntansi dan interpretasi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan The implementation of new statements of
(?DSAK?), untuk laporan keuangan konsolidasian periode berjalan diungkapkan di bawah ini. accounting standards
Kelompok Usaha bermaksud untuk menerapkan standar tersebut, jika dipandang relevan, saat telah
menjadi efektif.Kelompok Usaha telah menerapkan sejumlah amandemen dan penyesuaian standar
akuntansi yang relevan dengan pelaporan keuangan dan efektif untuk tahun yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2022 sebagai berikut: - Amendemen PSAK 22: Kombinasi Bisnis tentang Referensi
ke Kerangka Konseptual; - Amendemen PSAK 57: Provisi, Liabilitas, Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi
tentang Kontrak Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak - PSAK 69: Agrikultur (Penyesuaian
Tahunan 2020) - PSAK 71: Instrumen Keuangan (Penyesuaian Tahunan 2020) - PSAK 73: Sewa
(Penyesuaian Tahunan 2020)
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang Foreign currency transactions and balances
juga merupakan mata uang fungsional Kelompok Usaha. Tiap entitas dalam Kelompok Usaha
menentukan sendiri mata uang fungsionalnya masing-masing dan laporan keuangannya masing
Page 19
masing diukur dengan menggunakan mata uang fungsional.Transaksi dalam mata uang asing dicatat
dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan,
aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan
beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan terakhir untuk tahun yang
bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun
yang bersangkutan.1 Dolar Amerika Serikat (USD) 15.731Transaksi dalam mata uang asing selain
mata uang diungkapkan di atas tidak signifikan.Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa
depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang
menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset. Jika tidak
terdapat transaksi tersebut, model penilaian yang sesuai digunakan Kelompok Usaha untuk
menentukan nilai wajar aset. Perhitungan perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda (valuation
multiples) atau indikator nilai wajar yang tersedia. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia.
Beban dibayar dimuka Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus. Prepaid expenses
Liabilitas atas kontrak Pada tanggal insepsi suatu kontrak, Kelompok Usaha menilai apakah suatu kontrak merupakan, atau Contract liabilities
mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung, sewa jika kontrak tersebut
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan suatu aset identifikasian selama suatu jangka
waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak memberikan hak
untuk mengendalikan suatu aset identifikasian, Kelompok Usaha menilai apakah: ? Kontrak melibatkan
penggunaan suatu aset identifikasian ? ini dapat ditentukan secara eksplisit atau implisit dan secara
fisik dapat dibedakan atau mewakili secara substansial seluruh kapasitas aset yang secara fisik dapat
dibedakan. Jika pemasok memiliki hak substitusi substantif, maka aset tersebut tidak teridentifikasi; ?
Kelompok Usaha memiliki hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomik dari
penggunaan aset selama periode penggunaan; dan ? Kelompok Usaha memiliki hak untuk
mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Kelompok Usaha memiliki hak ini ketika hak
pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah bagaimana dan untuk tujuan apa aset
tersebut digunakan. Dalam kondisi tertentu di mana semua keputusan tentang bagaimana dan untuk
tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya. Kelompok Usaha memiliki hak untuk
mengarahkan penggunaan aset tersebut jika - Kelompok Usaha memiliki hak untuk mengoperasikan
aset; atau. - Kelompok Usaha mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan
untuk tujuan apa aset akan digunakan.Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas
sewa meliputi: ? Pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara-substansi; ? Pembayaran
sewa variabel yang bergantung pada suatu indeks atau suku bunga, yang pada awalnya diukur
dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan; ? Jumlah yang diperkirakan
akan dibayarkan dalam jaminan nilai residual; dan ? Harga eksekusi opsi beli di mana Kelompok
Usaha cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut, pembayaran sewa dalam periode perpanjangan
opsional jika Kelompok Usaha cukup pasti untuk mengeksekusi opsi perpanjangan, dan penalti untuk
penghentian dini dari sewa kecuali jika Kelompok Usaha cukup pasti untuk tidak mengakhiri lebih
dini.Kelompok Usaha mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa pada tanggal dimulainya sewa. Aset
hak-guna awalnya diukur pada biaya perolehan, yang terdiri dari jumlah pengukuran awal dari liabilitas
sewa disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan,
Page 20
ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan, dan estimasi biaya untuk membongkar dan
memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar atau tempat di mana aset berada,
dikurangi insentif sewa yang diterima.Setelah tanggal permulaan, aset hak-guna diukur dengan model
biaya. Aset hak-guna selanjutnya disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus dari tanggal
permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir masa manfaat aset hak guna atau akhir masa
sewa. Selain itu, aset hak guna secara berkala dikurangi dengan kerugian penurunan nilai, jika ada,
dan disesuaikan dengan pengukuran kembali liabilitas sewa.Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai
kini atas pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan menggunakan
suku bunga implisit dalam sewa atau, jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, digunakan suku
bunga pinjaman inkremental Kelompok Usaha. Umumnya, Kelompok Usaha menggunakan suku
bunga pinjaman inkremental sebagai suku bunga diskonto.Liabilitas sewa diukur pada biaya perolehan
diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Liabilitas sewa diukur kembali ketika ada
perubahan pembayaran sewa masa depan yang timbul dari perubahan indeks atau suku bunga, jika
ada perubahan estimasi Kelompok Usaha atas jumlah yang diperkirakan akan dibayar dalam jaminan
nilai residual, atau jika Kelompok Usaha mengubah penilaiannya apakah akan mengeksekusi opsi beli,
perpanjangan atau penghentian. Ketika liabilitas sewa diukur kembali dengan cara ini, penyesuaian
terkait dilakukan terhadap jumlah tercatat aset hak-guna, atau dicatat dalam laba rugi jika jumlah
tercatat aset hak-guna telah berkurang menjadi nol.Sewa jangka-pendek dan sewa aset bernilai
rendahKelompok Usaha menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa
jangka pendeknya (yaitu, sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang dari tanggal
permulaan dan tidak memiliki opsi pembelian). Kelompok Usaha juga menerapkan pengecualian
pengakuan sewa aset bernilai rendah untuk sewa yang dianggap bernilai rendah. Pembayaran sewa
untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset pendasar bernilai rendah diakui sebagai beban dengan
metode garis lurus selama masa sewa.
Instrumen keuangan Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan Financial instruments
liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain.i. Aset KeuanganPengakuan dan pengukuran
awalKelompok Usaha mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian , jika dan hanya jika, Kelompok Usaha menjadi salah satu pihak dalam
ketentuan pada kontrak instrumen tersebut. Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas
keuangan, Kelompok Usaha mengukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas
keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah atau dikurang
dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan
aset keuangan atau iabilitas keuangan tersebut. Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan
perolehan aset keuangan dan penerbitan liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar
melalui laba rugi dibebankan langsung ke dalam periode yang bersangkutan.Pengukuran selanjutnya
aset keuanganAset keuangan Kelompok Usaha diklasifikasikan sebagai berikut: aset keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain, dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.i.
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasiAset keuangan diukur pada biaya
perolehan diamortisasi ketika kedua kondisi berikut terpenuhi: 1. Aset keuangan dikelola dalam model
bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual
saja; dan 2. persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal
and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada
awal pengakuan dikurangi dengan pembayaran pokok, kemudian dikurangi atau ditambah dengan
jumlah amortisasi kumulatif atas perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat jatuh
tempo, dan penurunan nilainya.Penghasilan keuangan dihitung dengan metode menggunakan suku
Page 21
bunga efektif dan diakui di laba rugi. Perubahan pada nilai wajar diakui di laba rugi ketika aset dihentikan atau direklasifikasi.Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dapat dijual ketika terdapat peningkatan risiko kredit. Penghentian untuk alasan lain diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak signifikan jumlahnya atau tidak sering.ii. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (?FVTOCI?)Aset keuangan diukur pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi: 1. aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan ii. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (?FVTOCI?) (lanjutan) 2. persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang. Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar, di mana keuntungan atau kerugian diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, diakui pada laba rugi. Ketika aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.iii. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (?FVTPL?)Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau untuk diukur FVTOCI.Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi.Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada instrumen ekuitas tidak memenuhi kriteria untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau kriteria untuk diukur pada FVTOCI, sehingga diukur pada FVTPL. Namun demikian, Kelompok Usaha dapat menetapkan pilihan yang tidak dapat dibatalkan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen ekuitas yang bukan untuk diperjualbelikan dalam waktu dekat (held for trading) untuk diukur pada FVTOCI.Penetapan ini menyebabkan semua keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan komprehensif lain, kecuali pendapatan dividen tetap diakui di laba rugi. Keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke saldo laba tidak melalui laba rugi.Penurunan Nilai Aset KeuanganAset keuangan dinilai apakah terdapat indikasi penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya apabila terdapat bukti objektif sebagai akibat adanya satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan tersebut dan dilakukan estimasi terhadap arus kas masa depan dari investasi tersebut yang akan terdampak.Kelompok Usaha mengakui kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.Pada setiap tanggal pelaporan, Kelompok Usaha mengukur penyisihan kerugian instrumen keuangan sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Namun, jika risiko kredit instrumen keuangan tersebut tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, maka Kelompok Usaha mengakui sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan.Kelompok Usaha menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan.Kelompok Usaha menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pihak ketiga tidak mampu membayar kewajiban kreditnya kepada Kelompok Usaha secara penuh. Periode maksimum yang dipertimbangkan ketika memperkirakan kerugian kredit ekspektasian adalah periode maksimum kontrak di mana Kelompok Usaha terekspos terhadap risiko kredit.Penyisihan kerugian diakui sebagai pengurang jumlah tercatat aset keuangan kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada FVTOCI yang penyisihan kerugiannya diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Sedangkan jumlah kerugian kredit ekspektasian (atau pemulihan kerugian kredit)
Page 22
diakui dalam laba rugi, sebagai keuntungan atau kerugian penurunan nilai.Pengukuran kerugian kredit ekspektasian dari instrumen keuangan dilakukan dengan suatu cara yang mencerminkan: i. jumlah yang tidak bias dan rata-rata probabilitas tertimbang yang ditentukan dengan mengevaluasi serangkaian kemungkinan yang dapat terjadi; ii. nilai waktu uang; dan iii. informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan pada tanggal pelaporan mengenai peristiwa masa lalu, kondisi kini, dan perkiraan kondisi ekonomi masa depan.Aset keuangan dapat dianggap tidak mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal jika aset keuangan memiliki risiko kredit yang rendah pada tanggal pelaporan. Risiko kredit pada instrumen keuangan dianggap rendah ketika aset keuangan tersebut memiliki risiko gagal bayar yang rendah, peminjam memiliki kapasitas yang kuat untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya dalam jangka waktu dekat dan memburuknya kondisi ekonomik dan bisnis dalam jangka waktu panjang mungkin, namun tidak selalu, menurunkan kemampuan peminjam untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya.Untuk menentukan apakah aset keuangan memiliki risiko kredit rendah, Kelompok Usaha dapat menggunakan peringkat risiko kredit internal atau penilaian eksternal. Misal, aset keuangan dengan peringkat ?investment grade? berdasarkan penilaian eksternal merupakan instrumen yang memiliki risiko kredit yang rendah, sehingga tidak mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal.ReklasifikasiKelompok Usaha mereklasifikasi aset keuangan ketika Kelompok Usaha mengubah tujuan model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan sehingga penilaian sebelumnya menjadi tidak dapat diterapkan.Kelompok Usaha mereklasifikasi aset keuangan, maka Kelompok Usaha menerapkan reklasifikasi secara prospektif dari tanggal reklasifikasi.Ketika Kelompok Usaha mereklasifikasi aset keuangan dari kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTPL, nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi. Pada saat Kelompok Usaha melakukan reklasifikasi sebaliknya, yaitu dari aset keuangan kategori FVTPL menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, maka nilai wajar pada tanggal reklasifikasi menjadi jumlah tercatat bruto yang baru.Pada saat Kelompok Usaha mereklasifikasi aset keuangan dari kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTOCI, nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi. Ketika Kelompok Usaha mereklasifikasi aset keuangan sebaliknya, yaitu keluar dari kategori FVTOCI menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan direklasifikasi pada nilai wajarnya pada tanggal reklasifikasi. Akan tetapi keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dihapus dari ekuitas dan disesuaikan terhadap nilai wajar aset keuangan pada tanggal reklasifikasi. Akibatnya, pada tanggal reklasifikasi aset keuangan diukur seperti halnya jika aset keuangan tersebut selalu diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Penyesuaian ini memengaruhi penghasilan komprehensif lain tetapi tidak memengaruhi laba rugi, dan karenanya bukan merupakan penyesuaian reklasifikasi.ii. Liabilitas KeuanganPengakuan awalLiabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan yang diamortisasi. Kelompok Usaha menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.Liabilitas keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar dan, dalam hal liabilitas keuangan yang diukur pada biaya diamortisasi, ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.Liabilitas keuangan Kelompok Usaha yang dikategorikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan yang diamortisasi meliputi utang bank, utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, dan liabilitas sewa.Pengukuran Selanjutnya Liabilitas KeuanganPengukuran selanjutnya liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan awal. Kelompok
Page 23
Usaha mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam salah satu dari kategori berikut:i. Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (?FVTPL?)Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL adalah liabilitas keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan atau yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat, atau bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual saat ini, atau merupakan derivatif, kecuali derivatif yang ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai. Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi.ii. Liabilitas keuangan lainnyaLiabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL dikelompokan dalam kategori ini dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas KeuanganKelompok Usaha menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika, hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau Kelompok Usaha memindahkan hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayarkan arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa penundaan berarti kepada pihak ketiga di bawah kesepakatan pelepasan (pass through arrangement); dan (a) Kelompok Usaha telah memindahkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau (b) Kelompok Usaha tidak memindahkan maupun tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, namun telah memindahkan pengendalian atas aset.Ketika sebuah liabilitas keuangan yang ada digantikan dengan liabilitas keuangan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang secara substansial berbeda, atau terdapat modifikasi secara substansial atas persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.iii. Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan Biaya perolehan yang diamortisasi diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai dan pembayaran atau pengurangan pokok. Perhitungan ini mencakup seluruh premi atau diskonto pada saat akuisisi dan mencakup biaya transaksi serta fee yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif.iv. Metode suku bunga Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan yang diamortisasi dari aset keuangan dan mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi arus kas di masa datang (termasuk semua biaya yang diterima yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan seluruh premium atau diskonto lainnya) selama perkiraan umur dari aset keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat neto dari aset keuangan pada saat pengakuan awal.iv. Hirarki nilai wajarNilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayarkan untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual suatu aset atau mengalihkan liabilitas terjadi. Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Kelompok Usaha harus memiliki akses ke pasar utama.Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan dimana
Page 24
tersedia kecukupan data untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi yang relevan dan meminimalisir penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.Semua
aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian
dapat dikategorikan pada level hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkatan input terendah yang signifikan
atas pengukuran nilai wajar secara keseluruhan : - Tingkat 1: Nilai wajar diukur berdasarkan pada
harga kuotasi (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas sejenis. - Tingkat 2: Nilai
wajar diukur berdasarkan teknik-teknik valuasi dimana seluruh input yang mempunyai efek yang
signifikan atas nilai wajar dapat diobservasi baik secara langsung maupun tidak langsung. - Tingkat 3:
Nilai wajar diukur berdasarkan teknik-teknik valuasi dimana seluruh input yang mempunyai efek yang
signifikan atas nilai wajar tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi.Untuk aset dan liabilitas
yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Kelompok Usaha menentukan
apakah terjadi transfer antara Level di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan
input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode
pelaporan.Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Kelompok Usaha telah menentukan kelas aset dan
liabilitas berdasarkan sifat, karakteristik, dan risiko aset atau liabilitas, dan level hirarki nilai wajar
seperti dijelaskan di atas.vi. Saling hapus dari instrumen keuanganAset keuangan dan liabilitas
keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika,
dan hanya jika, saat ini memiliki hak secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah tercatat
dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan secara
neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan Peristiwa setelah akhir periode laporan yang memberikan informasi tambahan terkait posisi Kelompok Events after reporting period
Usaha pada periode laporan keuangan (?adjusting events?) disajikan dalam laporan keuangan
konsolidasian. Peristiwa setelah periode laporan keuangan yang bukan merupakan adjusting events
telah disajikan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian apabila material.
Penerapan standar akuntansi baru Standar akuntansi dan interpretasi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Adoption of new accounting standards
(?DSAK?), untuk laporan keuangan konsolidasian periode berjalan diungkapkan di bawah ini.
Kelompok Usaha bermaksud untuk menerapkan standar tersebut, jika dipandang relevan, saat telah
menjadi efektif.Kelompok Usaha telah menerapkan sejumlah amandemen dan penyesuaian standar
akuntansi yang relevan dengan pelaporan keuangan dan efektif untuk tahun yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2022 sebagai berikut: - Amendemen PSAK 22: Kombinasi Bisnis tentang Referensi
ke Kerangka Konseptual; - Amendemen PSAK 57: Provisi, Liabilitas, Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi
tentang Kontrak Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak - PSAK 69: Agrikultur (Penyesuaian
Tahunan 2020) - PSAK 71: Instrumen Keuangan (Penyesuaian Tahunan 2020) - PSAK 73: Sewa
(Penyesuaian Tahunan 2020)
Standar akuntansi yang telah disahkan namun DSAK-IAI telah menerbitkan amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan ISAK baru yang Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif berdampak kepada Grup, yang akan berlaku efektif untuk laporan keuangan konsolidasian dengan effective
periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal berikut:(a) 1 Januari 2023 (a) January 1,
2023 ? Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan terkait pengungkapan kebijakan akuntansi
? Amandemen PSAK 16 ?Aset Tetap tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diitensikan?. ?
Amendemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan terkait
definisi estimasi akuntansi. ? Amendemen PSAK 46: Pajak Penghasilan Tentang Pajak Tangguhan
Terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul dari Transaksi Tunggal(b) 1 Januari 2025 (b) January 1, 2025 ?
PSAK 74: Kontrak Asuransi ? PSAK 74: Insurance Contract ? Amendemen PSAK 74: Kontrak Asuransi
Tentang Penerapan Awal PSAK 74 dan PSAK 71 - Informasi Komparatif
Page 25
Page 26
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Current Year
30 September 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Pengurangan aset
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Reklasifikasi aset tetap Aset tetap, akhir periode
tetap
Property, plant, and Reclassifications of
Addition in property, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning property, plant, and
plant, and equipment plant, and equipment equipment, end period
period equipment
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki Land, directly owned Carrying amount,
197,916,354,405 22,677,418,200 220,593,772,605
langsung gross
Bangunan dan Building and leasehold
fasilitasnya, dimiliki 495,046,562,239 8,977,652,364 13,705,585,847 517,729,800,450 improvement, directly
langsung owned
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 270,792,185,805 4,103,080,707 ( 13,875,000 ) 696,255,534 275,577,647,046 equipment, directly
owned
Alat berat, dimiliki Heavy equipment,
47,087,951,310 270,000,000 47,357,951,310
langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki 25,231,854,587 353,183,280 94,769,632 25,679,807,499 equipment, directly
langsung owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
105,155,417,352 1,068,649,282 ( 1,630,656,724 ) 104,593,409,910
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 1,141,230,325,698 37,449,983,833 ( 1,644,531,724 ) 14,496,611,013 1,191,532,388,820 Directly owned
Alat berat, aset hak Heavy equipment, right
0 3,670,000,000 3,670,000,000
guna of use assets
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, rights of
9,176,241,853 647,201,590 9,823,443,443
aset hak guna use assets
Aset hak guna 9,176,241,853 4,317,201,590 13,493,443,443 Right of use assets
Lainnya, dalam Others, assets under
19,803,699,755 3,813,644,311 ( 14,496,611,013 ) 9,120,733,053
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
19,803,699,755 3,813,644,311 ( 14,496,611,013 ) 9,120,733,053
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
1,170,210,267,306 45,580,829,734 ( 1,644,531,724 ) 0 1,214,146,565,316
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
fasilitasnya, dimiliki 190,573,645,019 21,267,228,870 211,840,873,889 improvement, directly accumulated
langsung owned depreciation
Page 27
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 234,848,988,400 9,543,275,549 ( 578,125 ) 244,391,685,824 equipment, directly
owned
Alat berat, dimiliki Heavy equipment,
34,328,298,491 1,924,133,674 36,252,432,165
langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki 23,247,807,310 654,797,058 23,902,604,368 equipment, directly
langsung owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
81,752,480,335 5,809,612,949 ( 1,266,242,897 ) 86,295,850,387
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 564,751,219,555 39,199,048,100 ( 1,266,821,022 ) 602,683,446,633 Directly owned
Alat berat, aset hak Heavy equipment, right
0 91,750,000 91,750,000
guna of use assets
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, rights of
912,002,305 907,464,456 1,819,466,761
aset hak guna use assets
Aset hak guna 912,002,305 999,214,456 1,911,216,761 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
565,663,221,860 40,198,262,556 ( 1,266,821,022 ) 604,594,663,394
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
604,547,045,446 609,551,901,922
equipment
Page 28
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Pengurangan aset
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Reklasifikasi aset tetap Aset tetap, akhir periode
tetap
Property, plant, and Reclassifications of
Addition in property, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning property, plant, and
plant, and equipment plant, and equipment equipment, end period
period equipment
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki Land, directly owned Carrying amount,
195,541,554,977 2,374,799,428 197,916,354,405
langsung gross
Bangunan dan Building and leasehold
fasilitasnya, dimiliki 463,974,535,530 25,812,089,788 5,259,936,921 495,046,562,239 improvement, directly
langsung owned
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 268,773,746,129 2,018,439,676 270,792,185,805 equipment, directly
owned
Alat berat, dimiliki Heavy equipment,
36,842,372,778 5,280,603,532 ( 3,177,025,000 ) 8,142,000,000 47,087,951,310
langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki 24,216,431,194 1,015,423,393 25,231,854,587 equipment, directly
langsung owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
62,242,173,258 1,849,240,844 ( 1,891,169,440 ) 42,955,172,690 105,155,417,352
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 1,051,590,813,866 38,350,596,661 ( 5,068,194,440 ) 56,357,109,611 1,141,230,325,698 Directly owned
Alat berat, aset hak Heavy equipment, right
8,142,000,000 0 ( 8,142,000,000 ) 0
guna of use assets
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, rights of
47,438,518,145 4,692,896,398 ( 42,955,172,690 ) 9,176,241,853
aset hak guna use assets
Aset hak guna 55,580,518,145 4,692,896,398 ( 51,097,172,690 ) 9,176,241,853 Right of use assets
Lainnya, dalam Others, assets under
13,054,973,943 12,008,662,733 ( 5,259,936,921 ) 19,803,699,755
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
13,054,973,943 12,008,662,733 ( 5,259,936,921 ) 19,803,699,755
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
1,120,226,305,954 55,052,155,792 ( 5,068,194,440 ) 0 1,170,210,267,306
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
fasilitasnya, dimiliki 163,568,551,075 27,005,093,944 190,573,645,019 improvement, directly accumulated
langsung owned depreciation
Page 29
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 222,464,015,725 12,384,972,675 234,848,988,400 equipment, directly
owned
Alat berat, dimiliki Heavy equipment,
29,423,384,090 2,653,093,177 ( 1,587,968,473 ) 3,839,789,697 34,328,298,491
langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki 22,300,077,392 947,729,918 23,247,807,310 equipment, directly
langsung owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
54,940,843,729 8,639,353,942 ( 1,666,146,238 ) 19,838,428,902 81,752,480,335
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 492,696,872,011 51,630,243,656 ( 3,254,114,711 ) 23,678,218,599 564,751,219,555 Directly owned
Alat berat, aset hak Heavy equipment, right
3,839,789,697 0 ( 3,839,789,697 ) 0
guna of use assets
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, rights of
20,018,797,841 731,633,366 ( 19,838,428,902 ) 912,002,305
aset hak guna use assets
Aset hak guna 23,858,587,538 731,633,366 ( 23,678,218,599 ) 912,002,305 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
516,555,459,549 52,361,877,022 ( 3,254,114,711 ) 0 565,663,221,860
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
603,670,846,405 604,547,045,446
equipment
Page 30
[1611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Kelompok Usaha tidak memiliki aset tetap Disclosure of notes for property, plant and
yang tidak dipakai sementara, yang tidak dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan equipment
sebagai tersedia untuk dijual. Jenis-jenis aset yang sedang dalam penyelesaian adalah infastruktur dan
prasarana, bangunan, perabot dan perlengkapan. Untuk estimasi target waktu penyelesaian
masing-masing aset yaitu pada tahun 2023. Beberapa SHGU dan Sertifikat Hak Guna Bangunan
(SHGB) berikut bangunan dan sarana dan prasarana serta isi di dalamnya milik Kelompok Usaha
digunakan sebagai jaminan atas utang bank Entitas Induk (Catatan 15 dan 21). Pada tanggal 30
September 2023 dan 31 Desember 2022, Kelompok Usaha telah mengasuransikan aset tetap, tidak
termasuk tanah dan sarana dan prasarana terhadap risiko kerugian akibat kebakaran dan risiko
lainnya berdasarkan beberapa polis tertentu dengan total nilai pertanggungan masing-masing sebesar
Rp 67.563.271.800 dan Rp 327.257.800.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat aset dapat
terpulihkan sepenuhnya, sehingga tidak diperlukan penurunan nilai aset tetap.
Page 31
[1616100] Disclosure of Notes to the financial statements - Revenue - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas pendapatan Minyak sawit dan inti sawit 985.425.201.669, Karet 537.028.744.307, Kompos 500.978.198, Total Disclosure of notes for revenue
1.522.954.924.174
Page 32
[1617000] Notes to the financial statements - Revenue By Type - General
Industry
Catatan untuk tipe pendapatan Notes for revenue by type
30 September 30 September
2023 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari Minyak sawit Product revenue 1
985,425,201,669 865,601,891,919
produk 1 dan inti sawit
Pendapatan dari Product revenue 2
Karet 537,028,744,307 653,438,668,611
produk 2
Pendapatan dari Product revenue 3
Kompos 500,978,198 1,662,996,279
produk 3
Pendapatan dari Product revenue
1,522,954,924,174 1,520,703,556,809
produk
Tipe pendapatan 1,522,954,924,174 1,520,703,556,809 Type of revenue
Page 33
[1619000] Notes to the financial statements - Revenue With Value More Than
10% - General Industry
Catatan untuk pendapatan lebih dari 10% Note for revenue with value
more than 10%
30 September 30 September
2023 2022
Penjualan dan Penjualan dan
Nama pihak
pendapatan usaha pendapatan usaha
Party name Sales and revenue Sales and revenue
Pihak 1 PT Musim Mas 515,697,665,450 274,552,498,080 Party 1
Pihak 2 PT Sinar Alam Party 2
430,435,673,422 384,947,112,777
Permai
Pihak 3 Bridgestone Party 3
Singapore 219,780,655,920 267,589,999,031
Pte.Ltd.
Pihak dengan Party with revenue
pendapatan lebih 1,165,913,994,792 927,089,609,888 more than 10%
dari 10%
Page 34
[1620200] Notes to the financial statements - Trade receivables, by aging - General Industry
Piutang usaha berdasarkan umur Trade receivables by aging
30 September 2023 31 December 2022
Penyisihan penurunan Penyisihan penurunan
Piutang usaha, kotor Piutang usaha Piutang usaha, kotor Piutang usaha
nilai piutang usaha nilai piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables
receivables receivables
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 52,856,947,225 34,456,027,131 1 - 30 days Overdue
1 - 90 hari 101,321,095 99,294,515 1 - 90 days
Lebih dari 90 hari More than 90
11,656,030,202 11,399,869,355
days
Umur 64,614,298,522 45,955,191,001 Aging
Jatuh tempo Umur 64,614,298,522 ( 2,856,441,270 ) 61,757,857,252 45,955,191,001 ( 2,498,992,229 ) 43,456,198,772 Aging Due status
Page 35
[1620400] Notes to the financial statements - Trade receivables, by domestic or international - General Industry
Piutang usaha berdasarkan domestik atau international Trade receivables by domestic or international
30 September 2023 31 December 2022
Penyisihan penurunan Penyisihan penurunan
Piutang usaha, kotor Piutang usaha Piutang usaha, kotor Piutang usaha
nilai piutang usaha nilai piutang usaha
Allowance for impairment of Allowance for impairment of
Trade receivables, gross Trade receivables Trade receivables, gross Trade receivables
trade receivables trade receivables
Domestik 18,876,530,552 12,892,225,108 Domestic
International 45,737,767,970 33,062,965,893 International
Total piutang usaha Total trade receivables by
berdasarkan domestik 64,614,298,522 ( 2,856,441,270 ) 61,757,857,252 45,955,191,001 ( 2,498,992,229 ) 43,456,198,772 domestic or international
atau international
Page 36
[1620500] Notes to the financial statements - Trade receivable, movement of
allowance for impairment of Trade receivables - General Industry
Pergerakan penurunan nilai piutang Movement of allowance for
usaha impairment of trade receivables
30 September 2023 31 December 2022
Penyisihan penurunan nilai Allowance for impairment of
piutang usaha, awal periode 2,498,992,229 1,742,658,070 trade receivables, beginning
period
Penambahan penyisihan Addition of allowance for
357,449,041 756,334,159
penurunan nilai piutang usaha impairment of trade receivables
Penyisihan penurunan nilai Allowance for impairment of
piutang usaha, akhir periode 2,856,441,270 2,498,992,229 trade receivables, ending
period
Page 37
[1621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas piutang usaha Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, piutang usaha dijadikan jaminan secara Disclosure of notes for trade receivables
fidusia atas utang bank maksimal sebesar Rp 70.000.000.000 (Catatan 15 dan 21). Periode normal
atas penerimaan hasil penjualan adalah dalam waktu 30 hari. Manajemen berkeyakinan bahwa
penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian adalah cukup untuk menutup kerugian atas piutang
usaha yang tidak tertagih.
Page 38
[1630000] Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Catatan atas persediaan Notes for inventories
30 September 2023 31 December 2022
Barang dalam proses 21,739,676,948 33,607,909,574 Work in process
Bahan baku dan bahan Raw and indirect material
27,756,100,730 37,713,318,809
pembantu
Suku cadang 31,305,733,704 27,755,643,193 Spareparts
Minyak sawit dan minyak Crude palm oil and palm
35,396,930,554 104,477,353,484
inti sawit kernel oil
Produk olahan sawit Other palm products
32,603,922 6,939,745,033
lainnya
Karet 41,024,274,874 64,920,474,318 Rubber
Lainnya 28,898,649,850 27,269,318,816 Other inventories
Persediaan, kotor 186,153,970,582 302,683,763,227 Inventories, gross
Cadangan penurunan nilai Allowance for impairment
( 2,270,247,275 ) ( 2,270,247,275 )
persediaan of inventories
Persediaan 183,883,723,307 300,413,515,952 Inventories
Persediaan lancar 183,883,723,307 300,413,515,952 Current inventories
Persediaan tidak lancar Non-current inventories
10,693,259,289 8,902,705,460
lainnya
Mutasi cadangan penurunan nilai Movement of allowance for
persediaan impairment of inventories
30 September 2023 31 December 2022
Saldo awal Penyisihan Allowance for Impairment of
2,270,247,275 1,386,721,988
Penurunan Nilai Persediaan Inventories, beginning balance
Saldo akhir Penyisihan Allowance for Impairment of
2,270,247,275 2,270,247,275
Penurunan Nilai Persediaan Inventories, ending balance
Page 39
[1632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Kelompok Usaha telah mengasuransikan Disclosure of notes for inventories
persediaan terhadap, risiko kerugian akibat kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan beberapa polis
tertentu dengan total nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp 76.500.000.000 dan Rp
126.000.000.000. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, persediaan dijadikan
jaminan secara fidusia atas utang bank Kelompok Usaha maksimal sebesar Rp 350.000.000.000
(Catatan 15 dan 21). Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan
adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat keusangan persediaan.
Page 40
[1640100] Notes to the financial statements - Trade Payable, by currency - General Industry
Utang usaha berdasarkan mata uang Trade payables by currency
30 September 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Pihak ketiga IDR 37,766,553,023 33,501,315,063 IDR Third party
Mata uang 37,766,553,023 33,501,315,063 Currency
Pihak berelasi IDR 232,221,422 215,735,671 IDR Related party
Mata uang 232,221,422 215,735,671 Currency
Page 41
[1641000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Payables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas utang usaha Pemasok dan kontraktor ? pihak ketiga Dalam rupiah 37.766.553.023 Pihak berelasi (Catatan 32) Disclosure of notes for trade payables
232.221.422 Total 37.998.774.445
Page 42
[1670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - General
Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 September 2023 30 September 2022
Persediaan bahan baku awal 37,713,318,809 13,918,742,734 Beginning raw inventory
Pembelian bahan baku 853,159,236,467 1,054,234,452,306 Purchased raw inventory
Persediaan bahan baku akhir 27,756,100,730 38,995,728,442 Ending raw inventory
Bahan baku yang digunakan 863,116,454,546 1,029,157,466,598 Raw inventory used
Amortisasi 9,308,189,228 8,388,266,308 Amortization
Depresiasi 29,485,058,291 28,275,744,515 Depreciation
Biaya pabrikasi lainya 152,811,751,221 152,698,787,560 Other manufacturing overhead
Jumlah biaya produksi 1,054,721,453,286 1,218,520,264,981 Total production cost
Barang setengah jadi awal 33,607,909,574 51,212,108,490 Beginning wip inventory
Barang setengah jadi akhir 21,739,676,948 29,002,748,932 Ending wip inventory
Harga pokok produksi 1,066,589,685,912 1,240,729,624,539 Cost of goods manufactured
Barang jadi awal 176,337,572,835 116,204,539,983 Beginning finish goods inventory
Barang jadi akhir 76,453,809,350 181,774,234,075 Ending finish goods inventory
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
1,166,473,449,397 1,177,109,930,447
pendapatan
Page 43
[1671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas beban pokok Pada tahun 2022 terdapat penjualan Kelompok Usaha ke pihak berelasi. (Catatan 32). Pada tahun Disclosure of notes for cost of goods sold
penjualan 2023 dan 2022, pemasok dengan nilai pembelian yang melebihi 10% dari jumlah pembelian adalah
Sdr. Mulyadi Kasmaran sebesar Rp 162.601.156.320 dan Rp 239.293.387.067.
Page 44
[1691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 September 2023 31 December 2022
Utang bank, nilai dalam Utang bank, nilai dalam
Total utang bank, kotor Total utang bank, kotor
mata uang asing mata uang asing
Bank loan, amount in Bank loan, amount in
Total bank loans, gross Total bank loans, gross
foreign currency foreign currency
Bank Mandiri (Persero) IDR 333,541,666,668 401,666,666,667 IDR Bank Mandiri (Persero)
Tbk USD 8,194,000 126,048,302,000 8,194,000 128,899,814,000 USD Tbk
Mata uang 459,589,968,668 530,566,480,667 Currency
Kreditur nama bank Mata uang 459,589,968,668 530,566,480,667 Currency Creditor bank name
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 September 2023 31 December 2022
Total utang bank, kotor 459,589,968,668 530,566,480,667 Total bank loans, gross
Biaya penerbitan utang bank yang belum diamortisasi ( 117,237,245 ) ( 644,804,845 ) Unamortized bank loan issuance cost
Total utang bank, bersih 459,472,731,423 529,921,675,822 Total bank loan, net
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu Current maturities of bank loans
90,833,333,333 90,833,333,333
tahun atas utang bank
Liabilitas jangka panjang atas utang bank 368,639,398,090 439,088,342,489 Long-term bank loans
Page 45
[1691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka Entitas Induk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Pada tanggal 4 Desember 2018, Entitas Induk Disclosure of notes for long-term bank loans
panjang memperoleh fasilitas pinjaman kembali berupa fasilitas Kredit Investasi Tranche I dari Mandiri
berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Investasi No.CRO.KP/428/KI/2018 dengan batas maksimum
pinjaman sebesar Rp 450.000.000.000. Fasilitas ini dikenai biaya provisi 0,25% dari maksimum kredit
dan servicing fee 0,25% dari maksimum kredit dan 0,25% per tahun dari baki debet dan suku bunga
berkisar 10,00% per tahun. Tujuan penggunaan fasilitas ini adalah untuk pembiayaan aset kebun
kelapa sawit seluas 2.097,39 Ha dan kebun karet seluas 2.378,96 Ha, pabrik karet SIR dan RSS dan
pabrik kompos berikut bangunan dan sarana dan prasarana serta pelunasan utang dan kebutuhan
operasional Entitas Induk. Fasilitas kredit ini memiliki masa tenggang (grace period) selama 6 bulan
dan diangsur dalam periode 3 (tiga) bulanan/ triwulan setiap tanggal 23 di akhir triwulan tahun takwim
dengan rincian angsuran sebagai berikut: Tahun pertama sebesar Rp15.000.000.000 triwulan III dan
IV. Tahun kedua sampai dengan tahun kedelapan sebesar Rp15.000.000.000. Pada tanggal 29
November 2019, Entitas Induk kembali memperoleh fasilitas pinjaman berupa fasilitas Kredit Investasi
Tranche II dari Mandiri berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Investasi No. CRO.KP/500/KI/2019 dengan
batas maksimum pinjaman sebesar Rp150.000.000.000. Fasilitas ini dikenai biaya provisi 0,10% dari
maksimum kredit, servicing fee 0,65% dari batas maksimum pinjaman dan 0,25% per tahun dari baki
debet dan suku bunga berkisar 10,00% per tahun. Tujuan penggunaan fasilitas ini adalah untuk
pembiayaan aset kebun kelapa sawit seluas 4.852,23 Ha dan kebun karet seluas 736,38 Ha berikut
bangunan, sarana dan prasana yang berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Propinsi Sumatera
Selatan. Fasilitas ini diangsur dalam periode 3 (tiga) bulanan/ triwulan setiap tanggal 23 di akhir
triwulan tahun takwim dengan rincian angsuran sebagai berikut: ??Tahun pertama dan kedua
sebesarRp 1.875.000.000.??Tahun ketiga sebesar Rp 3.750.000.000.??Tahun keempat dan kelima
sebesarRp 5.625.000.000.??Tahun keenam dan ketujuh sebesarRp 9.375.000.000. Fasilitas Treasury
Line diperoleh pada tanggal 15 Desember 2014 berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Treasury Line No.
CRO.KP/298/TL/2014, dengan batas pinjaman sebesar USD 30.000.000. Fasilitas Treasury Line ini
dikenai biaya administrasi Rp10.000.000 dibayarkan pada tanggal perjanjian. Seluruh fasilitas kredit
Mandiri dijamin secara gabungan dengan fasilitas pinjaman jangka pendek (Catatan 15): Selama
jangka waktu pinjaman, Entitas Induk tidak boleh melakukan aktivitas sebagai berikut, tanpa
persetujuan tertulis dari Mandiri (Catatan 15): 1. Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman laindalam
bentuk apapun juga dari pihak ketiga,kecuali dalam rangka transaksi yang wajar. 2. Mengubah
susunan pengurus dan pemegang saham peminjam. 3. Memindah tangankan agunan dan atau
melakukan tindakan yang dapat menurunkan nilai dari agunan. 4. Menjadi Penjamin Utang atau
menjaminkan aset peminjam yang telah diajukan kepada Bank untuk perusahaan afiliasi maupun
perusahaan lainnya. 5. Melakukan pembagian dividen, kecuali apabila setelah pembagian dividen
tersebut tidak melanggar financial covenant dan memberitahukan secara tertulis kepada Bank minimal
14 hari sebelum pembagian dividen. 6. Mengajukan permohonan dan atau menyuruh pihak lain
mengajukan permohonan kepada Pengadilan untuk dinyatakan pailit atau meminta penundaan
pembayaran utang. 7. Mengadakan transaksi dengan orang atau pihak lain, termasuk tetapi tidak
terbatas pada perusahaan afiliasinya, diluar praktek-praktek dan kebiasaan dagang yang wajar dan
melakukan pembelian lebih mahal daripada harga pasar atau menjual di bawah harga pasar. 8.
Page 46
Mengadakan merger dan akuisisi. Selama jangka waktu pinjaman, Entitas Induk harus menjaga dan mempertahankan rasio keuangan sebagai berikut: a. Rasio lancar harus diatas 100%b. Debt Service Coverage Ratio harus diatas 100%.c. Leverage Ratio harus dibawah 300%.d. Net Debt to EBITDA sama dengan atau harusdibawah 500%e. Total Net Worth, positif selama masa kredit. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Entitas Induk dapat memenuhi rasio keuangan yang disyaratkan oleh Mandiri. Terhitung sejak tanggal 01 Januari 2023, suku bunga kredit adalah 8,25% p.a. untuk KMK Rupiah dan 4,75% p.a. untuk KMK USD. Beban bunga dari utang bank jangka panjang dari Mandiri pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 disajikan sebagai ?Beban Bunga? dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Entitas Anak PT Sriwijaya Nusantara Sejahtera PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Investasi No. 28 tanggal 27 Desember 2021 oleh Notaris Juhaidi, PT Sriwijaya Nusantara Sejahtera memperoleh fasilitas kredit investasi dengan batas maksimal sebesar Rp 50.000.000.000 dengan tingkat bunga 8,25% per tahun. Fasilitas kredit tersebut memiliki jangka waktu maksimal 72 (tujuh puluh dua) bulan yaitu mulai tanggal 27 Desember 2021 sampai dengan tanggal 26 Desember 2027. Jaminan atas fasilitas tersebut adalah sertifikat Hak Guna Usaha Nomor 00145/Desa Sukamaju, Sumber Rezeki, Bukit Indah. Fasilitas kredit tersebut dimaksudkan untuk pembiayaan kembali asset eksisting kebun kelapa sawit terhitung tahun 2010 sampai dengan 2016 seluas kurang lebih 1.952, 08 Ha yang terletak di Desa Suka Maju, Sumber Rejeki, Bukit Indah, Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
Page 47
[1692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
Page 48
[1693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
30 September 2023 31 December 2022
Utang bank jangka Utang bank jangka
pendek, nilai dalam Utang bank jangka pendek pendek, nilai dalam Utang bank jangka pendek
mata uang asing mata uang asing
Short-term bank loan, Short-term bank loan,
amount in foreign Short term bank loans amount in foreign Short term bank loans
currency currency
Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR 35,400,000,000 154,700,000,000 IDR Bank Mandiri (Persero) Tbk
Mata uang 35,400,000,000 154,700,000,000 Currency
Kreditur nama bank Mata uang 35,400,000,000 154,700,000,000 Currency Creditor bank name
Page 49
[1693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 September 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Pada tanggal 15 Desember 2014 berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Disclosure of notes for short-term bank loans
pendek Modal Kerja No.CRO.KP/296/KMK/14, Entitas Induk mendapat fasilitas Kredit Modal Kerja yang besifat
revolving dengan batas maksimum pinjaman sebesar Rp 150.000.000.000, jangka waktu dua belas
(12) bulan. Fasilitas ini telah mengalami beberapa perubahan, terakhir dengan Surat Penawaran
Pemberian Kredit (SPPK) nomor CMB.CM4/PA3.5012/SPPK/2022 tanggal 25 November 2022, dengan
masa berlaku terhitung mulai tanggal 15 Desember 2022 sampai tanggal 14 Desember 2023, dengan
suku bunga 8,00% per tahun, biaya provisi 0,1% dari batas maksimum pinjaman, dan biaya service
0,15% dari batas maksimum pinjaman. Pada tanggal 15 Desember 2014 berdasarkan Akta Perjanjian
Kredit Modal Kerja No.CRO.KP/297/KMK/14, Entitas Induk mendapat fasilitas Kredit Modal Kerja yang
besifat revolving dan non revolving masing-masing dengan batas maksimum pinjaman sebesar USD
13.929.000 dan USD 8.194.000, jangka waktu dua belas (12). Fasilitas ini telah mengalami beberapa
perubahan, terakhir dengan dengan Surat Penawaran Pemberian Kredit (SPPK) nomor
CMB.CM4/PA3.5012/SPPK/2022 tanggal 25 November 2022, dengan masa berlaku terhitung mulai
tanggal 15 Desember 2022 sampai tanggal 14 Desember 2023, limit kredit menjadi USD 8.194.000,
dengan suku bunga 4,50% (KMK USD) per tahun, biaya provisi 0,1% dari batas maksimum pinjaman,
dan biaya service 0,15% dari batas maksimum pinjaman. Pada tanggal 25 November 2022,
berdasarkan surat nomor CMB.CM4/PA3.5012/SPPK/2022 mengenai Surat Penawaran Pemberian
Kredit (SPPK), bahwa jangka waktu kredit modal kerja diperpanjang dengan jangka waktu 12 bulan
dengan plafond sebagai berikut: a) KMK Sawit : Rp 150.000.000.000 (Revolving)b) KMK Karet : USD
8,194,000 (Non-Revolving)c) KMK Karet Rupiah : Rp 150.000.000.000 (Revolving) Terhitung sejak
tanggal 01 Januari 2023, suku bunga kredit adalah 8,25% p.a. untuk KMK Rupiah dan 4,75% p.a.
untuk KMK USD. Agunan untuk kredit modal kerja di atas adalah sebagai berikut: a. Non Fixed asset
berupa : Stock dan piutangusaha yang telah diikat secara fidusia dengan nilai pengikatan
masing-masing Rp 350.000.000.000.- dan Rp 70.000.000.000.-. b. Aset tetap berupa : 1. Tanah SHGU
No. 01, 19, 20 seluas 6.481,58 Ha berikut tanaman kebun, bangunan serta sarana dan prasarana, baik
yang telah ada maupun yang akan ada diatasnya berlokasi di Desa Srimulyo, Sereka dan Sugiwaras,
Kec. Babat Toman, Kab. Musi Banyuasin, Prov. Sumatera Selatan, dimana atas sertifikat tersebut
diikat HT I di Bank Mandiri senilai Rp 434.079.000.000.-. 2. Tanah SHGB No. 03, 04, 05, 06 seluas
949.885 m2 berikut bangunan, saranaa dan prasarana, baik yang telah ada maupun yang akan ada
diatasnya berlokasi di Desa Sugiwaras, Kec. Babat Toman, Kab. Musi Banyuasin, Prov. Sumatera
Selatan, dimana atas sertifikat tersebut diikat HT I di Bank Mandiri senilai Rp 516.579.100.000.-. 3.
Tanah SHGB No. 1314 seluas 1.245 m2 berikut bangunan, sarana dan prasarana, baik yang telah ada
maupun yang akan ada diatasnya berlokasi di Kelurahan Talang Aman, Kecamatan Kemuning, Kota
Palembang, dimana atas sertifikat tersebut diikat HT I di Bank Mandiri senilai Rp 45.459.000.000.-. 4.
Tanah SHGB No. 863 seluas 75 m2 berlokasi di Bukit Golf Mediterania Blok I, No 9, Pantai Indah
Kapuk, Kel. Kamal Muara, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara, DKI Jakarta, dimana atas sertifikat tersebut
diikat HT I di Bank Mandiri senilai Rp 6.987.500.000.-. c. Agunan fasilitas KMK bersifat joint collateral
dancross default dengan seluruh fasilitas kredit yang diterima oleh entitas induk dari Bank Mandiri.
Selama jangka waktu pinjaman, Entitas Induk harus menjaga dan mempertahankan rasio keuangan
sebagai berikut:a. Rasio lancar harus diatas 100%b. Debt Service Coverage Ratio harus diatas
Page 50
100%.c. Leverage Ratio harus dibawah 300%.d. Net Debt to EBITDA sama dengan atau harusdibawah 500%e. Total Net Worth, positif selama masa kredit. Seluruh fasilitas kredit di atas digunakan sebagai tambahan modal kerja opersional Entitas Induk.
Page 51
[1696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.