Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 46
Page 1
PT.WEHATransport
asi
Indonesi
a,Tbk.
danEnti
tasAnak/
andIt
sSubsidi
aries
LaporanKeuanganKonsol
idasian(Unaudi
ted)
UntukPer i
ode-
Peri
odeYangBer akhi
r
30Sept ember2023dan31Desember2022
Sert
aunt ukperi
odeyangberakhir30Sept
ember2023&2022
Page 2
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Keuangan Konsolidasian (Unaudited) - Untuk Periode-periode yang berakhir
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk periode-periode yang berakhir
30 September 2023 dan 2022
Neraca Konsolidasian 1-2
Laporan Laba Rugi Konsolidasian 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4
Laporan Arus Kas Konsolidasian 5
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6-43
Page 3
Page 4
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022
30 September 2023 31 Desember 2022
Catatan Rp Rp
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 4 26,603,380,914 31,966,211,098
Piutang usaha - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 2.693.065.346 dan Rp 2.566.625.113
pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
Pihak berelasi 5 3,530,706,913 1,411,319,749
Pihak ketiga 5 7,598,982,877 7,063,857,236
Piutang lain-lain-setelah dikurangi cadangan kerugian 6 418,246,099 647,088,976
penurunan nilai sebesar Rp 366.687.900
pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
Persediaan 7 3,614,631,137 2,753,175,255
Pajak dibayar dimuka 8 489,074,494 -
Uang muka 9 476,024,667 155,270,434
Biaya dibayar dimuka 10 2,456,529,654 1,934,324,791
Jumlah Aset Lancar 45,187,576,755 45,931,247,539
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi non-usaha 11 19,692,558,464 19,118,111,450
Investasi saham 12 990,000,000 990,000,000
Biaya dibayar dimuka jangka panjang 10 61,813,925 120,677,582
Aset pajak tangguhan 3 1,269,313,341 1,337,707,558
Aset Tetap - setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan 13 192,630,945,112 166,196,775,242
sebesar Rp.185.260.548.004 pada tanggal 30 September 2023
dan Rp 165.128.965.396 pada tanggal 31 Desember 2022
Aset Hak Guna-setelah dikurangi amortisasi 14 6,832,246,393 2,945,142,493
Rp 4.066.509.334 dan Rp 2.615.448.992 pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022
Uang muka 15 69,355,707,290 52,230,417,654
Aset lain-lain 16 2,021,490,031 2,742,938,239
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 292,854,074,556 245,681,770,218
JUMLAH ASET 338,041,651,311 291,613,017,757
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
-1-
Page 5
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022
Catatan 30 September 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek 17 2,978,446,415 2,934,146,319
Utang usaha
Pihak ketiga 18 1,737,169,971 2,170,539,888
Utang lain-lain 1,739,672,309 1,225,382,419
Utang pajak 19 1,281,620,517 3,115,747,342
Beban akrual 20 2,949,779,395 3,048,844,523
Pendapatan diterima dimuka 21 2,308,053,736 1,375,946,751
Liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun:
Pinjaman bank 17 3,561,238,405 3,266,650,935
Pinjaman pembelian aset tetap 23 17,076,744,427 11,524,016,335
Liabilitas Sewa 22 863,427,884 1,227,895,069
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 34,496,153,059 29,889,169,581
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Pinjaman bank 17 38,375,857,303 41,032,747,001
Pinjaman pembelian aset tetap 23 25,651,635,135 9,004,557,837
Liabilitas Sewa 22 2,051,316,767 429,689,335
Liabilitas pajak tangguhan 35 16,095,610,452 12,188,817,103
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 34 2,313,592,564 2,338,178,693
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 84,488,012,221 64,993,989,969
JUMLAH LIABILITAS 118,984,165,280 94,883,159,550
EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan
Modal saham-nilai nominal Rp 100 per saham
Modal dasar- 1.700.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor-1.460.554.819 pada
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 25 146,055,481,900 146,055,481,900
Tambahan modal disetor - neto 26 58,300,853,001 58,300,853,001
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan
non-pengendali 4,873,155,023 4,873,155,023
Cadangan umum 28 405,000,000 405,000,000
Saldo Laba (Defisit) 9,127,571,431 (13,196,217,929)
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
pemilik Perusahaan 218,762,061,355 196,438,271,995
Kepentingan Nonpengendali 27 295,424,676 291,586,212
JUMLAH EKUITAS 219,057,486,031 196,729,858,207
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 338,041,651,311 291,613,017,757
16%
Lihat catatan atas laporann keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
-2-
Page 6
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan 2022
Sembilan Bulan
Catatan 2023 2022
Rp Rp
PENJUALAN BERSIH 29 190,682,851,861 123,262,464,577
BEBAN POKOK PENJUALAN 30 (114,913,663,305) (73,184,564,219)
LABA BRUTO 75,769,188,556 50,077,900,358
BEBAN USAHA
Beban penjualan 31 (6,310,613,423) (4,805,865,850)
Beban umum dan administrasi 32 (36,120,930,501) (25,607,446,901)
Jumlah Beban Usaha (42,431,543,924) (30,413,312,751)
LABA USAHA 33,337,644,632 19,664,587,607
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Keuntungan atas penjualan aset tetap 13 934,917,908 358,951,240
Pendapatan bunga 621,273,283 97,301,810
Beban bunga 33 (5,810,858,019) (4,730,474,801)
Lainnya - bersih (408,819,051) (4,535,642)
Beban lain-lain-bersih (4,663,485,879) (4,278,757,393)
LABA SEBELUM PAJAK 28,674,158,753 15,385,830,214
BEBAN PAJAK 6,309,824,247 3,384,798,217
LABA BERSIH 22,364,334,506 12,001,031,997
RUGI KOMPREHENSIF LAIN (36,706,682) (33,000,000)
LABA KOMPREHENSIF 22,327,627,824 11,968,031,997
Laba Bersih Yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 22,360,496,042 11,997,748,202
Kepentingan nonpengendali 27 3,838,464 3,283,795
Jumlah 22,364,334,506 12,001,031,997
Laba Komprehensif Bersih Yang
Dapat Diatribusikan Kepada:
Pemilik entitas induk 22,323,789,360 11,964,748,202
Kepentingan nonpengendali 27 3,838,464 3,283,795
Jumlah 22,327,627,824 11,968,031,997
LABA BERSIH PER SAHAM 36 15 12
Lihat
Lihat catatan
catatanatas
ataslaporan keuangan
laporan konsolidasi
keuangan yangyang
konsolidasi merupakan bagianbagian
merupakan yang tidak
yangterpisahkan dari
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
-3-
Page 7
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada 30 September 2023 dan 2022
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk
Selisih Nilai
Transaksi dengan
Tambahan Saldo Laba Kepentingan Kepentingan
Catatan Modal saham Modal Disetor - Bersih Dicadangkan Belum Dicadangkan Nonpengendali Total Nonpengendali Total Ekuitas
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Saldo pada tanggal 1 Januari 2022 88,641,126,500 47,523,493,292 405,000,000 (33,219,741,138) 4,873,155,023 108,223,033,677 277,568,774 108,500,602,451
Penambahan Modal Saham 57,414,355,400 10,739,205,058 68,153,560,458 68,153,560,458
Laba (Rugi) komprehensif
Laba Tahun Berjalan - - 11,997,748,202 - 11,997,748,202 3,283,795 12,001,031,997
Pendapatan (Beban) Komprehensif Lainnya (33,000,000) (33,000,000) - (33,000,000)
Jumlah Laba Komprehensif - - - 11,964,748,202 - 11,964,748,202 3,283,795 11,968,031,997
Saldo pada tanggal 30 September 2022 146,055,481,900 58,262,698,350 405,000,000 (21,254,992,936) 4,873,155,023 188,341,342,337 280,852,569 188,622,194,906
Saldo pada tanggal 1 Januari 2023 146,055,481,900 58,300,853,001 405,000,000 (13,196,217,929) 4,873,155,023 196,438,271,995 291,586,212 196,729,858,207
Penambahan Modal Saham - - - -
Laba (Rugi) komprehensif
Laba Tahun Berjalan - - 22,360,496,042 - 22,360,496,042 3,838,464 22,364,334,506
Pendapatan (Beban) Komprehensif Lainnya (36,706,682) (36,706,682) - (36,706,682)
Jumlah Laba Komprehensif - - - 22,323,789,360 - 22,323,789,360 3,838,464 22,327,627,824
Saldo pada tanggal 30 September 2023 146,055,481,900 58,300,853,001 405,000,000 9,127,571,431 4,873,155,023 218,762,061,355 295,424,676 219,057,486,031
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
- 4-
Page 8
PT. WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan 2022
Sembilan Bulan
2023 2022
(Rp) (Rp)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan tunai dari pelanggan 188,834,005,808 122,820,110,325
Pembayaran tunai kepada pemasok dan lainnya (111,253,442,543) (69,167,851,679)
Pembayaran kepada karyawan (25,777,034,418) (19,456,300,671)
Kas bersih dihasilkan dari operasi 51,803,528,847 34,195,957,975
Pembayaran bunga (6,032,738,989) (4,690,590,801)
Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Operasi 45,770,789,858 29,505,367,174
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan bunga 621,273,283 97,301,810
Penerimaan (Pembayaran) piutang pihak berelasi non-usaha (574,447,014) 3,551,159,328
Pembayaran uang muka (19,795,960,788) (6,916,092,802)
Perolehan aset tetap (10,025,380,825) (4,508,239,095)
Perolehan Aset Hak Guna (2,455,777,772) -
Penjualan aset tetap 1,056,000,000 925,000,000
Penjualan aset tetap tidak digunakan 525,000,000 -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan Untuk) Aktivitas Investasi (30,649,293,116) (6,850,870,759)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang pihak berelasi non-usaha - (19,231,166,667)
Penerimaan pinjaman bank jangka pendek 44,300,096 140,312,812
Pembayaran pinjaman bank jangka panjang (2,136,418,300) (1,611,443,639)
Penerimaan Penambahan Modal Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu II-Neto - 68,153,560,458
Pembayaran pinjaman pembelian aset tetap (16,766,982,498) (9,771,782,970)
Pembayaran liabilitas sewa (1,625,226,224) (1,504,638,882)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan (20,484,326,926) 36,174,841,112
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS (5,362,830,184) 58,829,337,527
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 31,966,211,098 3,273,153,026
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 26,603,380,914 62,102,490,553
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
-5-
Page 9
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
1. Umum
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 76 tanggal 11
September 2001 dari Rachmat Santoso, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri
Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-14822
HT.01.01.TH.2001 tanggal 3 Desember 2001 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No. 73 tanggal 10 September 2002, Tambahan No. 10454.
Perusahaan telah menyesuaikan Anggaran Dasarnya dalam rangka memenuhi ketentuan peraturan
Otoritas Jasa Keuangan dan Peraturan Bursa Efek Indonesia. Perubahan ini didokumentasikan dalam
Akta No. 62 tanggal 8 Juli 2015 dari Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta, dan
telah dicatatkan ke Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan
Pemberitahuan No. AHU-0939519.AH.01.02 Tahun 2015 tanggal 23 Juli 2015.
Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan Akta No.
44 tanggal 22 September 2021 dari Recky Francky Limpele, S.H., notaris di Jakarta, tentang perubahan
perubahan pasal 3 Anggaran Dasar mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha untuk disesuaikan
dengan redaksional Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020 dan penyesuaian terhadap
ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 15/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang
Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka. Perubahan
tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-0052303.AH.01.02 Tahun 2021 tanggal 24 September 2021.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama
meliputi bidang angkutan bus pariwisata. Saat ini Grup bergerak dalam usaha jasa angkutan penumpang,
angkutan antar kota, perjalanan wisata, dan sewa kendaraan.
Perusahaan memperoleh izin usaha angkutan wisata dari Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta
berdasarkan Surat Persetujuan Prinsip Angkutan Kendaraan Pariwisata No. 3415/-1.811.32 tanggal 14
November 2001 dan Surat Keputusan Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No.
128/BUA/I/2004 tanggal 21 Agustus 2004. Perusahaan juga memperoleh izin usaha angkutan sewa dari
Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta berdasarkan Surat Persetujuan Prinsip Pengusahaan Angkutan
Sewa No. 3453/-1.811.32 tanggal 19 November 2001 dan Surat Keputusan Gubernur Propinsi Daerah
Khusus Ibukota Jakarta No. 3453/IU/WST/Dishub/I/2003 tanggal 2 Januari 2003. Perusahaan juga
memperoleh izin usaha penyelenggaraan izin angkutan pariwisata dari Direktoran Jenderal Perhubungan
Darat Kementrian Perhubungan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.
91203018727910004 tanggal 5 Desember 2022 yang berlaku sampai dengan tanggal 5 Desember 2027.
Pemilik manfaat (ultimate beneficiary owner) perusahaan adalah Satrijanto Tirtawisata.
Perusahaan dan entitas anak (selanjutnya disebut Grup) tergabung dalam kelompok usaha Panorama
Leisure. Perusahaan memulai usahanya secara komersial pada tahun 2001. Perusahaan berkantor pusat
di Jl. Husein Sastranegara No. 111, Rawa Bokor - Tangerang. Saat ini Grup bergerak dalam usaha jasa
angkutan penumpang, angkutan antarkota, perjalanan wisata dan sewa kendaraan.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada 22 Mei 2007, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal
dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) dengan surat No. S.2406/BL/2007 untuk melakukan
penawaran umum kepada masyarakat atas 128.000.000 saham Perusahaan seharga Rp 245 per saham
dengan 25.600.000 waran pada harga pelaksanaan sebesar Rp 300 per saham. Pemegang waran dapat
menggunakan hak untuk membeli satu saham dalam periode 5 (lima) tahun sampai dengan 30 Mei 2012.
Jika konversi waran tidak dilaksanakan oleh pemegang waran, maka waran menjadi kadaluwarsa dan tidak
mempunyai nilai. Pada tanggal 31 Mei 2007, seluruh saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
Pada tanggal 27 Juni 2013, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
No.S-196/D.04/2013 untuk Penawaran Umum Terbatas I dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
kepada Pemegang Saham sebanyak 428.270.270 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham pada
harga penawaran Rp 175 per saham dimana melekat sebanyak 128.481.081 Waran seri II dimana satu (1)
saham baru pada harga penawaran sebesar Rp 175 per saham mulai tanggal 2 Februari 2014 sampai
12 Juli 2016.
-6-
Page 10
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
Pada tanggal 28 Juli 2022, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
dengan surat No. S-143/D.04/2022 untuk Penawaran Umum Terbatas II (PUT II) kepada pemegang saham
sebanyak 574.143.554 lembar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham pada harga penawaran
Rp 125 per saham.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, seluruh saham Perusahaan atau sejumlah
1.460.554.819 saham telah tercatat di Bursa Efek Indonesia.
c. Entitas Anak yang Dikonsolidasikan
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, entitas anak yang dikonsolidasikan termasuk
persentase kepemilikan Perusahaan adalah sebagai berikut:
Tahun Jumlah Aset
Operasi Persentase Pemilikan (Sebelum Eliminasi)
Anak Perusahaan Domisili Jenis Usaha Komersial 2023 2022 September 2023 Desember 2022
Rp Rp
PT Kencana Transport (KT) Yogyakarta Jasa transportasi/ 2002 100.00 100.00 12,092,773,035 17,646,269,126
PT Panorama Primakencana Bali Jasa transportasi/ 1996 99.89 99.89 1,629,443,811 1,191,146,471
Transindo (PPT)
PT Rhadana Primakencana Bali Jasa transportasi/ 2005 98.90 98.90 - -
Transindo (RPT)
dimiliki PPT dengan
kepemilikan 99%
PT Panorama Mitra Sarana (PMS) Jakarta Jasa transportasi/ 2007 98.00 98.00 12,241,758,714 12,219,840,991
PT Day Trans (DTS) Jakarta Jasa transportasi/ 2008 99.90 99.90 103,711,491,017 77,536,672,086
PT Canary Transport (CT) Jakarta Jasa transportasi/ 2012 99.80 99.80 300,000 300,000
PT Weha Jalan Jalan Jakarta Jasa perjalanan wisata 2018 100.00 100.00 2,455,683,156 1,742,281,351
Kepentingan nonpengendali di entitas anak dianggap tidak material, sehingga Grup tidak menyajikan
mengenai pengungkapan yang disyaratkan untuk kepentingan nonpengendali yang material dalam laporan
keuangan konsolidasian sesuai PSAK No. 67, “Pengungkapan Kepentingan Dalam Entitas Lain”.
d. Karyawan, Komisaris dan Direktur
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, berdasarkan Akta No. 62 tanggal 26 Agustus
2021 dari Racky Francky Limpele, S.H., notaris di Jakarta, susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Angreta Chandra
Komisaris Independen : Daniel Martinus
Direksi
Direktur Utama : Andrianto Putera Tirtawisata
Direktur : Tiodora Amran Bonardy
: Romy Firmangustri
: Edgar Surjadi
Sebagai perusahaan publik, Perusahaan telah memiliki Komisaris Independen dan Komite Audit yang
diwajibkan oleh Bapepam dan LK. Komite Audit Perusahaan terdiri dari 3 orang anggota.
-7-
Page 11
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
Pada tanggal 30 September 2023 dan Desember 2022 Corporate Secretary Perusahaan adalah Edgar
Surjadi. Perusahaan telah membentuk unit internal audit pada tanggal 29 Desember 2009.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, susunan komite audit adalah sebagai berikut:
Ketua : Daniel Martinus
Anggota : Darmawan Nataatmadja
: Tommy Tan
Personal manajemen kunci grup terdiri dari Komisaris dan Direksi.
Jumlah rata-rata karyawan Perusahaan (tidak diaudit) adalah 327 karyawan pada 30 September 2023 dan
309 karyawan pada 31 Desember 2022. Jumlah rata-rata karyawan Grup (tidak diaudit) adalah 846 karyawan
pada 30 September 2023 dan 773 karyawan pada 31 Desember 2022.
2 Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting
a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan
di Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah IAI, dan Peraturan OJK No. VIII.G.7
tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.
Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun
tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-
masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan
arus kas konsolidasian.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan
arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang
berakhir 30 September 2023 adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2022.
Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah mata
uang Rupiah (Rupiah) yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
b. Prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang dikendalikan oleh
Perusahaan dan entitas anak (Grup). Pengendalian diperoleh apabila Grup memiliki seluruh hal berikut ini:
• kekuasaan atas investee
• eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
• kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil Grup.
Pengkonsolidasian entitas anak dimulai pada saat Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan
berakhir pada saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Secara khusus, penghasilan dan beban
entitas anak yang diakuisisi atau dilepaskan selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh pengendalian sampai dengan
tanggal Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait
dengan transaksi antar entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh dalam laporan keuangan konsolidasian.
Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dan
kepentingan nonpengendali (KNP) meskipun hal tersebut mengakibatkan KNP memiliki saldo defisit.
KNP disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas
pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk.
-8-
Page 12
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
Transaksi dengan KNP yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas.
Selisih antara nilai wajar imbalan yang dialihkan dengan bagian relatif atas nilai tercatat aset bersih entitas
anak yang diakuisisi dicatat di ekuitas. Keuntungan atau kerugian dari pelepasan kepada KNP juga dicatat di
ekuitas.
c. Penjabaran Mata Uang Asing
Mata Uang Fungsional dan Pelaporan
Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan setiap entitas dalam Grup diukur menggunakan mata uang
dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional).
Transaksi dan Saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan kedalam mata uang fungsional menggunakan kurs pada tanggal
transaksi. Laba atau rugi selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dan dari penjabaran pada kurs
akhir tahun atas aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui dalam laba rugi.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, kurs konversi yakni kurs tengah Bank Indonesia,
yang digunakan oleh Grup adalah Rp 15.526 dan Rp 15.731 per US$ 1.
d. Transaksi Pihak Berelasi
Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Grup apabila memenuhi definisi pihak berelasi
berdasarkan PSAK No. 7 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Semua transaksi signifikan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian.
e. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi lancar dan
tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
1. akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal.
2. untuk diperdagangkan
3. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan atau kas atau setara kas kecuali dibatasi
penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah
tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:
1. akan dilunasi dalam siklus operasi normal.
2. untuk diperdagangkan
3. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan
4. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah tanggal
pelaporan.
Seluruh liabilitas lain-lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
f. Kas dan Setara Kas
Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek dan sangat
likuid yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang
sejak tanggal penempatannya, dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi pencairannya.
g. Instrumen Keuangan
Grup menerapkan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, mengenai pengaturan
instrumen keuangan terkait klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen keuangan.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Grup memiliki instrumen keuangan dalam kategori
aset keuangan pada biaya perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain dan liabiltas keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi.
-9-
Page 13
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
Oleh karena itu kebijakan akuntansi yang terkait dengan instrumen keuangan dalam kategori aset keuangan
dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi yang tidak diungkapkan.
Aset Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, sehingga setelah
pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi, dengan menggunakan dua dasar, yaitu:
• Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan; dan
• Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, aset keuangan Grup terdiri dari aset keuangan
pada biaya perolehan diamortisasi dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain.
1. Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi.
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam
rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan
awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif
menggunakan métode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh
temponya, dan dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Grup mengklasifikasikan kas, piutang
usaha, piutang lain-lain, piutang pihak berelasi non-usaha dan aset lain-lain (setoran jaminan) dalam
kategori ini.
2. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika kedua kondisi
berikut terpenuhi:
(a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
(b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan berupa instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain selanjutnya diukur pada nilai wajar, dengan keuntungan atau kerugian yang belum
direalisasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Saat aset keuangan tersebut dihentikan
pengakuannya atau direklasifikasi, akumulasi keuntungan atau kerugian direklasifikasi ke saldo laba.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Grup mengklasifikasikan investasi dalam saham
PT Andalan Selaras Abadi (Catatan 12) dalam kategori ini.
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Grup diklasifikasikan berdasarkan substansi perjanjian kontraktual
serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan akuntansi yang diterapkan atas instrumen
keuangan tersebut diungkapkan berikut ini.
Instrumen Ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah
dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sejumlah hasil yang diterima, setelah
dikurangkan dengan biaya penerbitan langsung.
-10-
Page 14
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
Liabilitas Keuangan
Sejak 1 Januari 2020, liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai berikut: (i)
liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai
wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan komprehensif lain. Grup menentukan klasifikasi liabilitas
keuangan pada saat pengakuan awal.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangan
sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi.
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan awal
dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode
suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Grup mengklasifikasikan pinjaman bank jangka
pendek dan panjang, utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, pinjaman pembelian aset tetap dan utang
pihak berelasi non-usaha yang dimiliki oleh Grup.
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan Liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam neraca jika, dan
hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah
yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan kewajibannya secara simultan.
Penurunan Nilai Aset Keuangan pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Manajemen pertama-tama menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara
individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang
jumlahnya tidak signifikan secara individual. Jika manajemen menentukan tidak terdapat bukti obyektif
mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, baik aset keuangan tersebut
signifikan atau tidak signifikan, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang
memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif.
Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap
diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.
Jika terdapat bukti obyektif bahwa penurunan nilai telah terjadi atas aset dalam kategori pinjaman yang
diberikan dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai
selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan (tidak termasuk kerugian kredit
di masa depan yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut
(yang merupakan suku bunga efektif yang dihitung pada saat pengakuan awal). Nilai tercatat aset tersebut
langsung dikurangi dengan penurunan nilai yang terjadi atau menggunakan akun penyisihan dan jumlah
kerugian yang terjadi diakui di laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
Jika, pada tahun berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai bertambah atau berkurang karena suatu
peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka dilakukan penyesuaian atas penyisihan
kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui. Pemulihan penurunan nilai selanjutnya diakui dalam
laporan laba rugi konsolidasi, dengan ketentuan nilai tercatat aset setelah pemulihan penurunan nilai tidak
melampaui biaya perolehan diamortisasi pada tanggal pemulihan tersebut.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
(1) Aset Keuangan
Aset keuangan (atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya jika:
a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
b. Grup tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut, namun juga
menanggung Liabilitaskontraktual untuk membayar kepada pihak ketiga atas arus kas yang
diterima tersebut secara penuh tanpa adanya penundaan yang signifikan berdasarkan suatu
kesepakatan; atau
-11-
Page 15
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
c. Grup telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset keuangan dan (i) telah
mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau (ii) secara
substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan,
namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.
(2) Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika Liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan
atau telah kadaluarsa.
h. Pengukuran Nilai Wajar
Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
liabilitas akan terjadi:
• di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
• jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada tanggal pengukuran.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan
manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya, atau dengan
menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan
terbaiknya.
Ketika Grup menggunakan teknik penilaian, maka Grup memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Seluruh aset dan liabilitas yang mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau diungkapkan,
dikategorikan dalam hirarki nilai wajar sebagai berikut:
• Level 1 – harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
• Level 2 – teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
• Level 3 – teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan konsolidasian,
maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hirarki dengan menilai kembali
pengkategorian level nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.
i. Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah (the lower of cost
and net realizable value). Biaya persediaan ditentukan berdasarkan metode rata-rata tertimbang.
j. Investasi Pada Entitas Asosiasi
Hasil usaha dan aset dan liabilitas entitas asosiasi dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian
menggunakan metode ekuitas.
Dalam metode ekuitas, pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi diakui pada laporan posisi keuangan
konsolidasian sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk mengakui bagian Grup atas laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi. Jika bagian Grup atas rugi entitas asosiasi
adalah sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi, maka Grup menghentikan
pengakuannya atas rugi lebih lanjut. Kerugian lebih lanjut diakui hanya jika Grup memiliki kewajiban konstruktif
atau hukum atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat penurunan nilai yang harus diakui atas
investasi Grup pada entitas asosiasi.
-12-
Page 16
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
k. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis
lurus.
l. Aset Tetap
Pemilikan Langsung
Aset tetap pemilikan langsung, kecuali tanah, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk
biaya perawatan sehari-hari, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.
Tanah tidak disusutkan dan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai,
jika ada.
Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang
tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke
lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan.
Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan,
dibebankan ke laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut
menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat
melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset
tetap.
Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset tetap
sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan prasarana 15 - 20
Peralatan dan perlengkapan 2-8
Kendaraan bermotor operasional (armada) 2-8
Kendaraan bermotor non-operasional (dinas) 4–8
Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau
perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan sepenuhnya.
Dalam setiap inspeksi yang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu
penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi tersebut
diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya (derecognized) pada saat dilepaskan atau tidak ada
manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Aset tetap yang dijual
atau dilepaskan, dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan
nilai yang terkait dengan aset tetap tersebut. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset
tetap ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dengan jumlah tercatat dari
aset tetap tersebut, dan diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada tahun terjadinya
penghentian pengakuan.
Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian
apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.
Aset dalam Pembangunan
Aset dalam pembangunan merupakan aset tetap dalam tahap konstruksi yang dinyatakan pada biaya
perolehan dan tidak disusutkan. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun aset tetap yang
bersangkutan dan akan disusutkan pada saat konstruksi selesai dan aset tersebut telah siap digunakan sesuai
dengan tujuannya.
Aset Tetap dalam Rangka Bangun, Kelola, dan Alih (Build, Operate, and Transfer atau BOT)
Aset tetap dalam rangka bangun, kelola, dan alih dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi
akumulasi penyusutan dan penurunan nilai aset, jika ada. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode
garis lurus selama periode perjanjian BOT, yaitu 20 tahun.
-13-
Page 17
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
m. Sewa
Grup menerapkan PSAK No. 73 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan sewa
yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai ‘sewa operasi’. Kebijakan ini berlaku untuk kontrak yang disepakati
atau yang telah berubah.
Sebagai penyewa
Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu
kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian, Grup
harus menilai apakah:
• Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan
aset identifikasian; dan
• Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini ketika
Grup memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan
apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:
1. Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
2. Grup telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan
apa aset akan digunakan selama periode penggunaan.
Pada tanggal awal dimulainya kontrak atau pada tanggal penilaian kembali atas kontrak yang mengandung
sebuah komponen sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa
berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen
nonsewa.
Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna diukur pada
biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan
pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal
yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak
dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup
menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:
• Pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi;
• Pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur
dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
• Jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
• Harga eksekusi opsi beli jika Grup cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
• Penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Grup cukup pasti untuk tidak menghentikan lebih
awal.
Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan
pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas
saldo liabilitas untuk setiap periode.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau jika biaya
perolehan aset hak-guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka Grup menyusutkan aset
hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar.
Jika tidak, maka Grup menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal
antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
-14-
Page 18
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
Sewa jangka-pendek
Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-pendek yang
memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai
beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Sebagai pesewa
Ketika Grup bertindak sebagai pesewa, Grup mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sewa operasi atau
sewa pembiayaan.
Untuk mengklasifikasi masing-masing sewa, Grup membuat penilaian secara keseluruhan atas apakah sewa
mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset pendasar.
Jika penilaian membuktikan hal tersebut, maka sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan; jika tidak
maka, merupakan sewa operasi. Sebagai bagian dari penilaian ini, Grup mempertimbangkan beberapa
indikator seperti apakah masa sewa adalah sebagian besar dari umur ekonomik aset pendasar.
n. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Grup menelaah apakah terdapat indikasi penurunan nilai. Jika
terdapat indikasi tersebut atau pada saat uji tahunan nilai aset perlu dilakukan, maka grup membuat estimasi
jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jika nilai tercatat aset lebih besar dari pada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dinyatakan mengalami
penurunan nilai dan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus
kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang
mencerminkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.
o. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Grup menerapkan PSAK 72 yang mensyaratkan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai
berikut:
1. Identifikasi kontrak pelanggan
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam
kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu
entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan.Jika
imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka grup
membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas
diserahkannya barang dan jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan
jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak.
4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati
secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki pengendalian atas barang atau
jasa tersebut).
Pendapatan diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima dari penjualan jasa dalam
kegiatan usaha normal Grup.
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:
a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian yang
sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban
pelaksanaan.
-15-
Page 19
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
Pendapatan diakui pada saat penyerahan jasa kepada pelanggan. Uang muka yang diterima dari pelanggan
diklasifikasikan ke dalam akun “Pendapatan diterima dimuka” dan akan diakui sebagai pendapatan pada saat
jasa diserahkan.
Pendapatan sewa diakui sejalan dengan berlalunya waktu atau selama periode sewa atau penggunaan aset
yang bersangkutan.
Pendapatan bunga dan beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laba rugi secara akrual
menggunakan metode suku bunga efektif.
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
p. Imbalan Kerja
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tak-terdiskonto sebagai liabilitas pada laporan posisi
keuangan konsolidasian setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban dalam laba
rugi.
Liabilitas Imbalan kerja jangka panjang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan imbalan pasca-kerja manfaat pasti yang dibentuk tanpa
pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan pada saat pensiun
yang dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit. Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti
langsung diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain pada
periode terjadinya dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi, namun menjadi bagian dari saldo laba. Biaya
liabilitas imbalan pasti lainnya terkait dengan program imbalan pasti diakui dalam laba rugi.
Pada tanggal 2 Februari 2021, pemerintah mengundangkan dan memberlakukan Peraturan Pemerintah
Nomor 35 tahun 2021 (PP35/2021) untuk melaksanakan ketentuan Pasal 81 dan Pasal 185 (b) UU
No.11/2020 mengenai Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.
Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2
Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (Perppu Cipta Kerja 2/2022) pada tanggal 30 Desember 2022, sebagaimana
telah diubah dengan UU No. 4 tahun 2023 dan ditetapkan menjadi UU melalui UURI No. 6 tahun 2023 pada
tanggal 31 Maret 2023, yang merupakan pelaksanaan dari Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020. Dengan
berlakunya ketentuan ini, UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
PP35/2021 mengatur mengenai perjanjian kerja waktu tertentu (karyawan tidak tetap), alih daya, waktu kerja,
yang dapat mempengaruhi manfaat imbalan minimum yang harus diberikan kepada karyawan.
q. Pajak Penghasilan
Pajak Kini
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang timbul dari
perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tanggal
pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan. Aset pajak
tangguhan diakui dan direviu pada setiap tanggal pelaporan atau diturunkan jumlah tercatatnya, sepanjang
kemungkinan besar laba kena pajak tersedia untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan
dan rugi fiskal yang dapat dikompensasikan.
-16-
Page 20
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika
aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau peraturan pajak) yang telah berlaku
atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika, terdapat hak yang
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan
pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan dikenakan oleh otoritas
perpajakan yang sama.
r. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik
Perusahaan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham
biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan yang telah disesuaikan dengan dampak dari semua efek
berpotensi saham biasa yang dilutif.
s. Segmen Operasi
Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian
laporan keuangan konsolidasian.
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Grup yang secara berkala
dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya ke dalam segmen
dan penilaian kinerja Grup.
3. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada laporan keuangan
konsolidasian, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas nilai tercatat aset dan
liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut, berdasarkan pengalaman
historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.
Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan dan
asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berdampak terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan serta
pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.
Pertimbangan
Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup
yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian:
a. Mata Uang Fungsional
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup, manajemen telah membuat pertimbangan untuk
menentukan mata uang fungsional. Mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak adalah mata uang
lingkungan ekonomi utama dimana masing-masing entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah yang
paling menentukan harga jual barang dan jasa, dan mata uang dari negara yang kekuatan persaingan dan
peraturannya sebagian besar menentukan harga barang dan jasa entitas dan merupakan mata uang yang
mana dari aktivitas pendanaan dihasilkan.
b. Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan
dengan menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 71.
Aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti yang
diungkapkan dalam Catatan 2.
-17-
Page 21
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
c. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan Grup menilai apakah risiko kredit atas instrumen keuangan
telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian tersebut, Grup
mempertimbangkan perubahan risiko gagal bayar yang terjadi selama umur instrumen keuangan. Dalam
melakukan penilaian tersebut, Grup membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada tanggal
pelaporan dengan risiko gagal bayar pada saat pengakuan awal, serta mempertimbangkan informasi,
termasuk informasi masa lalu, kondisi saat ini, dan informasi bersifat perkiraan masa depan (forward-
looking), yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan.
Grup mengukur cadangan kerugian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen keuangan
tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, jika tidak, maka Grup mengukur
cadangan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan.
Suatu evaluasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang harus
dibentuk, dilakukan secara berkala pada setiap periode pelaporan. Oleh karena itu, saat dan besaran
jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung pada
pertimbangan atas informasi yang tersedia atau berlaku pada saat itu.
Nilai tercatat pinjaman yang diberikan dan piutang Grup tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember
2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rp. Rp.
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Kas dan setara kas 26,603,380,914 31,966,211,098
Piutang Usaha 11,129,689,790 8,475,176,985
Piutang Lain-lain 418,246,099 647,088,976
Piutang Pihak berelasi non usaha 19,692,558,464 19,118,111,450
Aset Lain-lain (Setoran Jaminan) 577,968,161 494,167,407
Jumlah 58,421,843,428 60,700,755,916
d. Aset keuangan yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif.
Grup mengukur seluruh aset keuangan berupa investasi dalam instrumen ekuitas pada nilai wajarnya.
Akan tetapi, pada keadaan terbatas, biaya perolehan dapat merupakan estimasi nilai wajar yang tepat. Hal
tersebut dapat terjadi jika informasi yang terkini tidak tersedia untuk mengukur nilai wajar, atau terdapat
rentang kemungkinan yang cukup besar atas nilai wajar, dimana biaya perolehan yang merupakan
estimasi terbaik nilai wajar dalam rentang tersebut.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, manajemen Grup memutuskan untuk mengukur
investasi aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang diungkapkan dalam
Catatan 12 pada biaya perolehan, karena informasi yang terkini tidak tersedia untuk mengukur nilai
wajarnya dan dampaknya tidak material terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup.
e. Sewa
Grup Sebagai Penyewa
Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa ruangan serta perjanjian sewa tanah. Grup
menentukan bahwa sewa tersebut memenuhi kriteria pengakuan dan pengukuran aset hak-guna dan
liabilitas sewa sesuai dengan PSAK No. 73.
Grup Sebagai Pesewa
Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa. Grup menentukan bahwa sewa tersebut adalah
sewa operasi karena Grup menanggung secara signifikan seluruh risiko dan manfaat dari kepemilikan
aset-aset tersebut.
-18-
Page 22
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
f. Pajak Penghasilan
Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Terdapat sejumlah
transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak penghasilan karena
interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang
sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini
dan tangguhan dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut terjadi.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada tanggal
pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat
aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi
pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Kondisi yang ada dan asumsi
mengenai perkembangan masa depan dapat berubah karena perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali
Grup. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi ketika keadaan tersebut terjadi:
a. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan
tertentu pada nilai wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi. Komponen pengukuran
nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti-bukti obyektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai
tukar, suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena
penggunaan metode penilaian yang berbeda.
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diungkapkan pada Catatan 24.
b. Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap
Masa manfaat dari masing-masing aset tetap Grup diestimasi sepanjang masa aset tersebut tersedia untuk
digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif berdasarkan bidang usaha yang sama,
evaluasi teknis internal, dan pengalaman dengan aset sejenis. Estimasi masa manfaat setiap aset ditelaah
secara berkala dan diperbarui jika estimasi berbeda dari perkiraan sebelumnya yang disebabkan karena
pemakaian, using secara teknis atau komersial, serta keterbatasan hak atau pembatasan lainnya terhadap
penggunaan aset. Dengan demikian, hasil operasi di masa mendatang mungkin dapat terpengaruh secara
signifikan oleh perubahan dalam jumlah dan waktu terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan oleh
faktor-faktor yang disebutkan di atas. Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis setiap aset tetap akan
menyebabkan kenaikan beban penyusutan dan penurunan nilai tercatat aset tetap.
Nilai tercatat aset tetap pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 diungkapkan pada Catatan
13.
c. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset tertentu. Penentuan
nilai wajar aset memerlukan estimasi arus kas yang diharapkan pemakai berkelanjutan dan pelepasan akhir
aset tersebut. Perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar
dapat berdampak signifikan pada nilai terpulihkan dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin
berdampak material pada hasil operasi Grup.
Nilai tercatat aset non keuangan tersebut pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut :
30 September 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Aset tetap 192,630,945,112 166,196,775,242
Investasi pada entitas asosiasi - -
Jumlah 192,630,945,112 166,196,775,242
-19-
Page 23
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
d. Imbalan Kerja Jangka Panjang
Penentuan liabilitas dan imbalan kerja jangka panjang dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang digunakan oleh
aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi-asumsi tersebut dijelaskan dalam Catatan 34 dan
mencakup, antara lain, tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi
Grup diakumulasi dan diamortisasi ke masa depan dan oleh karena itu, secara umum berdampak pada beban
yang diakui dan liabilitas yang tercatat pada periode-periode mendatang. Manajemen berkeyakinan bahwa
asumsi-asumsi yang digunakan adalah tepat dan wajar, namun demikian, perbedaan signifikan pada hasil
aktual, atau perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah
liabilitas imbalan kerja jangka panjang.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, liabilitas imbalan kerja jangka panjang masing-
masing sebesar Rp 2.313.592.564 dan Rp 2.338.178.693.
e. Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan liabilitas pada
laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak jika besar kemungkinan bahwa jumlah laba kena pajak
akan memadai untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang diakui. Estimasi manajemen yang signifikan
diperlukan untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang diakui berdasarkan kemungkinan waktu
terealisasinya dan jumlah laba kena pajak pada masa mendatang serta strategi perencanaan pajak masa
depan.
4. Kas dan setara kas
30 September 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Kas-Rupiah 511,623,211 520,508,548
Bank
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 6,708,913,763 7,937,502,566
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1,309,606,396 302,880,498
PT Bank Pan Indonesia Tbk 799,566,974 554,976,175
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 216,454,888 605,623,895
PT Bank Permata Tbk 24,913,434 24,415,889
PT Bank CIMB Niaga Tbk 16,944,688 10,596,677
PT Bank KEB Hana Indonesia 13,119,228 12,819,228
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 2,472,500 -
PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk 1,305,990 1,525,631
PT Bank May Bank Indonesia Tbk 209,900 4,730,799
Jumlah Bank - Rupiah 9,093,507,760 9,455,071,358
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Central Asia Tbk 8,107,279 8,959,591
Jumlah Bank - Dolar Amerika Serikat 8,107,279 8,959,591
Jumlah Bank 9,101,615,039 9,464,030,949
Deposito berjangka - Rupiah
PT Bank Pan Indonesia Tbk 12,466,702,938 20,181,671,601
PT Bank Victoria International Tbk 4,523,439,726 1,300,000,000
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - 500,000,000
Jumlah Deposito Berjangka 16,990,142,664 21,981,671,601
Jumlah 26,603,380,914 31,966,211,098
Suku Bunga per tahun Deposito Berjangka - Rupiah 2,50%-5,75% 2,50%-5,25%
24,858,193,088
-20-
Page 24
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
5. Piutang Usaha
30 September 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
a. Berdasarkan Pelanggan
Pihak yang berelasi (Catatan 37) 4,232,737,444 2,108,070,954
Cadangan kerugian penurunan nilai (702,030,531) (696,751,205)
Pihak berelasi - bersih 3,530,706,913 1,411,319,749
Pihak ketiga - Pelanggan dalam negeri 9,590,017,692 8,933,731,144
Cadangan kerugian penurunan nilai (1,991,034,815) (1,869,873,908)
Jumlah - Bersih 7,598,982,877 7,063,857,236
Jumlah 11,129,689,790 8,475,176,985
b. Berdasarkan Umur
Pihak yang berelasi (Catatan 37)
Belum jatuh tempo dan tidak mengalami
penurunan nilai 152,700,000 88,560,000
Jatuh tempo dan tidak mengalami
penurunan nilai
1 - 30 hari 713,387,300 31,605,600
31 - 60 hari 256,940,798 354,314,300
61 - 90 hari 578,179,998 149,959,698
91 - 120 hari 297,566,500 294,642,000
Lebih dari 120 hari 2,233,962,848 1,188,989,356
Jumlah 4,232,737,444 2,108,070,954
Cadangan kerugian penurunan nilai (702,030,531) (696,751,205)
Pihak berelasi - bersih 3,530,706,913 1,411,319,749
Pihak ketiga
Belum jatuh tempo dan tidak mengalami
penurunan nilai 2,756,145,420 2,589,221,635
Jatuh tempo dan tidak mengalami
penurunan nilai
1 - 30 hari 3,670,374,263 2,237,362,274
31 - 60 hari 885,936,666 1,335,886,579
61 - 90 hari 245,460,670 397,529,123
91 - 120 hari 86,291,000 221,187,611
Lebih dari 120 hari 1,945,809,673 2,152,543,922
Jumlah 9,590,017,692 8,933,731,144
Cadangan kerugian penurunan nilai (1,991,034,815) (1,869,873,908)
Pihak ketiga - bersih 7,598,982,877 7,063,857,236
Perubahan cadangan penurunan nilai adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Saldo awal tahun 2,566,625,113 1,983,788,502
Penambahan - bersih 126,440,233 690,016,611
Pemulihan - (12,960,000)
Penghapusan - (94,220,000)
2,693,065,346 2,566,625,113
Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk menghitung cadangan kerugian ekspektasian yang
disyaratkan oleh PSAK No. 71, yang memperbolehkan penerapan cadangan kerugian ekspektasian sepanjang
umurnya untuk seluruh piutang usaha tanpa komponen pendanaan signifikan. Untuk mengukur cadangan kerugian
ekspektasian tersebut, piutang usaha dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko kredit yang sejenis dan pola
tunggakan atau gagal bayar.
Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022. Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai
atas piutang usaha pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dari pihak ketiga memadai untuk
menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang usaha tersebut.
-21-
Page 25
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
6. Piutang Lain-lain
30 September 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Pihak ketiga
Samsi Nursamsi Hendrawan 366,687,900 366,687,900
Piutang dari karyawan 302,584,620 299,132,634
Lain-lain 115,661,478 347,956,342
Jumlah 784,933,999 1,013,776,876
Cadangan kerugian penurunan nilai (366,687,900) (366,687,900)
Jumlah - neto 418,246,099 647,088,976
Piutang dari karyawan merupakan piutang tanpa bunga dan dibayar melalui pengurangan gaji bulanan.
Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang tersebut pada tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022, manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai
atas piutang memadai untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang tersebut.
7. Persediaan
Persediaan merupakan persediaan suku cadang kendaraan. Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat
persediaan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 tidak melampaui nilai realisasi bersihnya.
8. Pajak Dibayar Dimuka
30 September 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Pajak Penghasilan
PPh pasal 23 489,074,494 -
Jumlah - neto 489,074,494 -
9. Uang Muka
Akun ini merupakan pembayaran uang muka yang terdiri dari :
30 September 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Perbaikan dan pemeliharaan 320,000,000 144,622,117
Lain-lain 156,024,667 10,648,317
Jumlah 476,024,667 155,270,434
10. Biaya Dibayar Dimuka
30 September 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Asuransi 751,555,333 511,903,388
Sewa 214,348,952 548,730,390
Perizinan 486,877,283 470,880,975
Lain-lain 1,065,562,011 523,487,620
Jumlah 2,518,343,579 2,055,002,373
Dikurangi biaya dibayar dimuka
jangka pendek 2,456,529,654 1,934,324,791
Biaya dibayar dimuka jangka panjang 61,813,925 120,677,582
Biaya dibayar dimuka - perizinan merupakan biaya perolehan izin-izin yang terkait dengan operasi armada di
Jakarta, Yogyakarta, Palembang dan Bali yang dibayarkan dimuka untuk periode manfaat ke depan.
-22-
Page 26
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
11. Piutang dari dan Utang kepada Pihak yang Berelasi
30 September 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Piutang pihak berelasi Non Usaha
PT Panorama Investama 16,773,123,104 16,773,123,104
PT Panorama Media 1,575,000,000 75,000,000
PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk 1,081,483,504 1,080,966,629
PT Andalan Selaras Abadi 208,420,717 1,189,021,717
PT Panorama Sentrawisata Tbk 43,497,389 -
PT Panorama Aplikasi Nusantara 11,033,750 -
Jumlah 19,692,558,464 19,118,111,450
Piutang dan utang pihak berelasi non usaha terutama timbul dari beban-beban pihak berelasi yang dibayarkan
terlebih dahulu oleh Grup dan/atau sebaliknya. Akun ini tidak dikenakan beban bunga dan tanpa jadwal
pengembalian yang pasti.
Manajemen melakukan transaksi tersebut antara lain untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan agar
mendapatkan manfaat dari ketersediaan produk vendor tersebut dan sebagai bagian dari rencana strategis
Perusahaan untuk menjadikan Perusahaan sebagai grup yang terintegrasi.
12. Investasi Saham
30 September 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Tersedia untuk dijual - Biaya perolehan 990,000,000 990,000,000
Jumlah 990,000,000 990,000,000
Tersedia untuk dijual - Biaya Perolehan
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan memiliki penyertaan pada saham
PT Andalan Selaras Abadi (ASA) dengan nilai tercatat sebesar Rp. 990.000.000 dan kepemilikan sebesar
1,94% yang dikategorikan sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual. Karena nilai wajarnya tidak dapat
ditentukan secara andal maka penyertaan saham tersebut dinyatakan pada biaya perolehan.
Investasi pada Entitas Asosiasi - Metode Ekuitas
Investasi metode Ekuitas merupakan investasi PT Daytrans (DTS), entitas anak, pada saham PT Dwi Ratna
Pertiwi (DRP) sebesar 45,61%. Tidak terdapat bagian rugi DRP yang diakui oleh DTS pada tanggal
30 September 2023 dan 2022.
Tidak terdapat bagian rugi DRP yang diakui oleh DTS pada periode 2023 dan 2022.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 2022, bagian DTS atas rugi bersih DRP telah melebihi harga perolehan
investasi, sehingga nilai tercatat investasi pada DRP menjadi nihil. Jika DRP selanjutnya melaporkan laba,
maka DTS mulai mengakui bagiannya atas laba tersebut hanya setelah bagiannya atas laba tersebut sama
dengan bagian atas rugi yang belum diakui. Bagian kerugian bersih dari DRP yang belum diakui DTS masing-
masing sebesar Rp 40.531.706 dan Rp 49.713.602 pada tanggal 30 September 2023 dan 2022.
-23-
Page 27
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
13. Aset Tetap
Perubahan selama 2023
1 Januari 2023 Penambahan Pengurangan 30 September 2023
Rp Rp Rp Rp
Biaya perolehan:
Pemilikan langsung
Kendaraan bermotor
operasional (armada) 211,381,301,070 49,756,576,808 (5,086,772,387) 256,051,105,491
Bangunan dan prasarana 51,966,321,753 - - 51,966,321,753
Peralatan dan perlengkapan 44,667,871,012 1,210,544,447 (10,315,000) 45,868,100,459
Kendaraan bermotor
non-operasional (dinas) 8,371,898,759 417,853,610 - 8,789,752,369
Aset tetap dalam perjanjian
Bangunan dan Prasarana 14,938,348,044 277,865,000 - 15,216,213,044
Jumlah 331,325,740,638 51,662,839,865 (5,097,087,387) 377,891,493,116
Akumulasi penyusutan:
Pemilikan langsung
Kendaraan bermotor
operasional (armada) 116,159,997,787 18,544,054,085 (4,965,690,295) 129,738,361,577
Bangunan dan prasarana 12,979,394,620 2,649,422,711 - 15,628,817,331
Peralatan dan perlengkapan 24,311,590,213 3,642,968,865 (10,315,000) 27,944,244,078
Kendaraan bermotor
non-operasional (dinas) 6,380,293,550 116,079,472 - 6,496,373,022
Aset tetap dalam perjanjian
Bangunan dan Prasarana 5,297,689,226 155,062,770 - 5,452,751,996
Jumlah 165,128,965,396 25,107,587,903 (4,976,005,295) 185,260,548,004
Nilai Tercatat 166,196,775,242 192,630,945,112
Perubahan selama 2022
1 Januari 2022 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2022
Rp Rp Rp Rp
Biaya perolehan:
Pemilikan langsung
Kendaraan bermotor
operasional (armada) 165,868,523,093 50,405,193,519 (4,892,415,542) 211,381,301,070
Bangunan dan prasarana 51,561,979,753 404,342,000 51,966,321,753
Peralatan dan perlengkapan 43,153,534,875 1,522,686,137 (8,350,000) 44,667,871,012
Kendaraan bermotor
non-operasional (dinas) 7,858,206,184 513,692,575 8,371,898,759
Aset tetap dalam perjanjian
Bangunan dan Prasarana 14,404,655,984 533,692,060 - 14,938,348,044
Jumlah 282,846,899,889 53,379,606,291 (4,900,765,542) 331,325,740,638
Akumulasi penyusutan:
Pemilikan langsung
Kendaraan bermotor
operasional (armada) 104,764,115,442 15,635,534,789 (4,239,652,444) 116,159,997,787
Bangunan dan prasarana 9,708,632,551 3,270,762,069 12,979,394,620
Peralatan dan perlengkapan 19,754,807,440 4,564,889,023 (8,106,250) 24,311,590,213
Kendaraan bermotor
non-operasional (dinas) 6,265,400,756 114,892,794 6,380,293,550
Aset tetap dalam perjanjian
Bangunan dan Prasarana 5,090,938,887 206,750,339 - 5,297,689,226
Jumlah 145,583,895,076 23,792,829,014 (4,247,758,694) 165,128,965,396
Nilai Tercatat 137,263,004,813 166,196,775,242
-24-
Page 28
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
30 September 2023 30 September 2022
Rp Rp
Beban langsung 18,544,054,085 11,876,954,098
Beban usaha 6,563,533,818 5,554,444,628
Jumlah 25,107,587,903 17,431,398,726
Pengurangan pada 30 September 2023 dan 2022 yang merupakan penjualan asset tertentu dengan rincian
sebagai berikut:
30 September 2023 30 September 2022
Rp Rp
Harga Jual 1,056,000,000 925,000,000
Nilai Tercatat 121,082,092 566,048,760
Keuntungan Penjualan 934,917,908 358,951,240
Bangunan dan prasarana dalam rangka BOT merupakan bangunan dan prasarana pool kendaraan operasional
dan kantor Perusahaan yang didirikan di atas tanah yang disewa di daerah Jakarta, Bandung, Semarang, dan
Yogyakarta. Dengan jangka waktu antara 2 sampai dengan 20 tahun, dimulai sejak tahun 2006.
Aset tetap milik Grup dengan nilai tercatat sebesar Rp 75.397.421.687 dan Rp 40.488.644.180 masing-masing
pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 digunakan sebagai jaminan atas utang bank, D
pinjaman pembelian aset tetap dan liabilitas sewa pembiayaan. S
e
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, estimasi nilai wajar aset tetap kendaraan bermotor s
operasional adalah sebesar Rp 156.762.262.500 dan Rp 111.387.000.000 dan entitas nilai wajar aset tanah e
dan bangunan sebesar Rp 17.531.702.828 pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022. m
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, seluruh kendaraan bermotor telah diasuransikan
kepada pihak ketiga dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 166.522.553.900 dan Rp 93.465.791.751.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian
atas aset dipertanggungkan.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 September 2023
dan 31 Desember 2022.
14. Aset Hak Guna
2023
01 Januari 2023 Penambahan Pengurangan 30 September 2023
Rp Rp Rp Rp
Biaya Perolehan
Sewa Pool dan Counter 5,560,591,485 5,338,164,242 - 10,898,755,727
Jumlah 5,560,591,485 5,338,164,242 - 10,898,755,727
Akumulasi Penyusutan
Sewa Pool dan Counter 2,615,448,992 1,451,060,342 - 4,066,509,334
Jumlah 2,615,448,992 1,451,060,342 - 4,066,509,334
Jumlah 2,945,142,493 6,832,246,393
-25-
Page 29
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
2022
01 Januari 2022 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2022
Rp Rp Rp Rp
Biaya Perolehan
Sewa Pool dan Counter 6,249,256,123 1,000,354,913 (1,689,019,551) 5,560,591,485
Jumlah 6,249,256,123 1,000,354,913 (1,689,019,551) 5,560,591,485
Akumulasi Penyusutan
Sewa Pool dan Counter 3,079,870,509 1,224,598,034 (1,689,019,551) 2,615,448,992
Jumlah 3,079,870,509 1,224,598,034 (1,689,019,551) 2,615,448,992
Jumlah 3,169,385,614 2,945,142,493
Pada tanggal 30 September 2023 dan 30 September 2022 beban amortisasi masing-masing sebesar
Rp 1.451.060.342 dan Rp 1.333.289.849 (Catatan 32).
15. Uang Muka
30 September 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Uang Muka Investasi 40,300,000,000 40,300,000,000
Uang Muka Pembelian Aset Tetap 29,055,707,290 11,930,417,654
Lainnya 319,650,000 -
Jumlah 69,355,707,290 52,230,417,654
Uang muka investasi merupakan uang muka yang dibayarkan Perusahaan kepada PT Panorama Sentrawisata
(PSW) terkait rencana pembelian saham entitas anak PSW.
16. Aset Lain-lain
30 September 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Aset tetap tidak digunakan 1,284,296,870 2,089,545,832
Lain-lain
Setoran jaminan 577,968,161 494,167,407
Lainnya 159,225,000 159,225,000
Saldo akhir 737,193,161 653,392,407
Jumlah 2,021,490,031 2,742,938,239
-26-
Page 30
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
17. Pinjaman Bank
30 September 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Pinjaman bank jangka pendek
PT Bank QNB Indonesia Tbk 2,978,446,415 2,934,146,319
Jumlah 2,978,446,415 2,934,146,319
Pinjaman bank jangka panjang
Perusahaan - Rupiah
PT Bank Pan Indonesia Tbk 40,163,698,873 40,858,187,500
PT Bank QNB Indonesia Tbk 875,252,446 2,317,182,118
Jumlah 41,038,951,319 43,175,369,618
Diskonto yang belum diamortisasi 898,144,389 1,124,028,318
Jumlah - bersih 41,937,095,708 44,299,397,936
Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun (3,561,238,405) (3,266,650,935)
Bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu
lebih dari satu tahun 38,375,857,303 41,032,747,001
Pinjaman diterima oleh Perusahaan
PT Bank QNB Indonesia Tbk (QNB)
Fasilitas kredit yang diterima Perusahaan dari QNB adalah sebagai berikut:
a. Fasilitas Pinjaman Rekening Koran (PRK) pada tahun 2017 dengan jumlah maksimum Rp 5.000.000.000.
Suku bunga sebesar 10,50% per tahun dan akan jatuh tempo 23 Oktober 2018 dan telah diperpanjang
sampai dengan 13 November 2023. Suku bunga atas pinjaman 10,25% per tahun.
Berdasarkan perubahan perjanjian pinjaman pada tanggal 12 November 2021, jumlah maksimum fasilitas
turun menjadi Rp 3.000.000.000.
Saldo pinjaman pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah masing-masing sebesar
Rp 2.978.446.415 dan Rp 2.934.146.319.
Beban bunga pada 30 September 2023 adalah sebesar Rp 90.889.674 dan Rp 152.242.395 pada
30 September 2022.
b. Fasilitas Pinjaman Tetap pada tahun 2017 sebesar Rp 20.000.000.000. Fasilitas ini mempunyai jangka
waktu lima (5) tahun dan jatuh tempo pada tanggal 23 Oktober 2022. Pinjaman ini dibayar dengan
angsuran bulanan dan dengan suku bunga sebesar 10,50% per tahun.
Fasilitas pinjaman digunakan untuk pembelian lima belas (15) unit bus baru.
Fasilitas Pinjaman Tetap 2 pada tahun 2020 sebesar Rp 11.110.000.000. Fasilitas ini mempunyai jangka
waktu lima (5) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Juli 2025. Pinjaman ini dibayar dengan
angsuran bulanan dan dengan suku bunga sebesar 9,25% per tahun.
Fasilitas pinjaman digunakan untuk pembelian delapan (8) unit bus baru.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 Perusahaan telah menggunakan fasilitas
pinjaman tersebut sebesar Rp 875.252.446 dan Rp. 2.317.182.118.
Pembayaran pokok pinjaman adalah Rp 1.441.929.672 pada 30 September 2023 dan Rp 1.441.929.672
pada 30 September 2022 dan beban bunga pada 30 September 2023 adalah sebesar Rp 130.436.147 dan
Rp 282.595.093 pada 30 September 2022.
-27-
Page 31
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
Pinjaman dari QNB mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis
dari QNB, antara lain menjual, menyewakan, memindahkan hak, menghapuskan sebagian atau seluruh
aset Perusahaan dan/atau pemilik jaminan atau menjaminkan aset milik Perusahaan dan/atau pemilik
jaminan (kecuali menjual dalam rangka usaha normal), mengubah maksud, tujuan dan/atau kegiatan
usaha, mengubah fisik dan/atau peruntukan jaminan, mengubah susunan pengurus, penanggung dan/atau
pemilik jaminan, melakukan investasi atau menjalankan kegiatan usaha yang tidak berhubungan dengan
kegiatan usaha saat ini, menyatakan pailit atau penundaan kewajiban pembayaran utang, selama
Perusahaan tidak melanggar financial covenant, memberi atau menerima pinjaman kepada/dari pihak lain,
memberi penjaminan dan menjadi penjamin atas utang pihak lain, melakukan merger, melakukan
restukturisasi Perusahaan, melakukan likuidasi, mengubah struktur permodalan Perusahaan dan
membagikan dividen. Disamping itu, Perusahaan diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan sebagai
berikut:
• Perusahaan diharuskan menjaga Debt Service Coverage Ratio minimal 120%.
• Perusahaan diharuskan menjaga Gearing Ratio maksimal 300%.
Pinjaman ini dijamin dengan 1 (satu) unit apartemen “The Haven”, Seminyak, Bali atas nama Satrijanto
Tirtawisata dan kendaraan (catatan 13)
PT. Bank Panin Tbk
Pada tanggal 23 Mei 2018, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman investasi dari PT Bank Pan Indonesia
Tbk sebagai berikut:
• Pinjaman Jangka Panjang – PJP 1
Batas kredit sebesar Rp. 22.500.000.000, sengan suku bunga 7,50% per tahun untuk periode 2023 dan
jangka waktu kredit selama 120 bulan. Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan kembali utang pihak
berelasi.
• Pinjaman Jangka Panjang – PJP 2
Batas kredit sebesar Rp. 17.500.000.000, dengan suku bunga 7,50% per tahun untuk periode 2023
dan jangka waktu kredit selama 96 bulan. Pinjaman ini digunakan untuk pembelian unit baru serta
renovasi armada Bus White Horse.
• Pinjaman Jangka Panjang – PJP 3
Batas kredit sebesar Rp. 10.000.000.000, dengan suku bunga 7,50% per tahun untuk periode 2023
dan jangka waktu kredit selama 96 bulan, dengan grace period selama 24 bulan. Pinjaman ini
digunakan untuk pembelian unit bus baru.
Pinjaman ini dijamin dengan tanah seluas 12.049 m2 atas nama PT Andalan Selaras Abadi, pihak berelasi, di
kp. Poncol, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.
Pembayaran pokok pinjaman, 30 September 2023 dan 30 September 2022 masing-masing sebesar
Rp 694.488.628 dan 169.513.967. Sedangkan beban bunga pada 30 September 2023 adalah Rp 2.521.130.933
dan Rp 1.936.840.827 pada 30 September 2022 berjangka waktu delapan (8) tahun dengan bunga 9,5% per
tahun.
Pada tanggal 31 Maret 2021, Perusahaan memperoleh persetujuan restruktur fasilitas kredit yang ke-2 dari
PT Bank Pan Indonesia Tbk terkait kondisi pandemi Covid-19 berupa penundaan pembayaran pokok pinjaman
sampai dengan bulan Maret 2022 dan pembayaran bunga sebesar 8,50% dengan rincian sebagai berikut:
• 3,00% dibayar sejak bulan 1 sampai 6, sedangkan 5,00% dibayar sejak bulan 7 sampai ke 12 sejak
akad restruktur ke-2.
• 5,50% ditangguhkan sejak bulan ke 1 sampai 6 serta 3,50% di bulan ke 7 sampai 12 akan mulai
diangsur di bulan ke 13 sejak akad restruktur ke-2.
Pada tanggal 31 Mei 2022, Perusahaan memperoleh persetujuan restruktur fasilitas kredit yang ke-3 dari
PT Bank Pan Indonesia Tbk terkait kondisi Covid-19 berupa penundaan pembayaran pokok pinjaman.
Sedangkan pembayaran bunga dilakukan seluruhnya dengan suku bunga yang diberikan sebesar 7%. Untuk
pembayaran bunga yang ditangguhkan pada fasilitas restruktur 1 dan 2 akan diangsur selama 24 bulan dengan
rincian sebagai berikut:
• 70,00% selama 23 bulan.
• 30,00% pada bulan ke-24 dengan ballon payment sejak Mei 2023 sampai April 2025.
-28-
Page 32
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
Pinjaman dari Panin mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan tanpa persetujuan tertulis dari
Panin, antara lain menerima atau memberikan pinjaman selain yang berhubungan dengan usaha Perusahaan,
menjadi penjamin atas utang pihak ketiga, dan menarik dana melebihi plafon fasilitas kredit. Perusahaan tidak
diwajibkan untuk memelihara rasio keuangan tertentu.
18. Utang Usaha
Merupakan hutang Grup terutama untuk biaya kendaraan dan pembelian suku cadang dan pemeliharaan
kendaraan. Hutang usaha pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebesar
Rp 1.737.169.971 dan Rp 2.170.539.888
Analisa umur utang usaha dihitung dari tanggal faktur adalah sebagai berikut :
30 September 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Belum jatuh tempo 1,256,007,466 888,049,072
Sudah jatuh tempo
< 30 hari 112,790,998 340,612,119
31 - 60 hari 9,694,875 49,755,793
61 - 90 hari - 165,325,354
91 - 360 hari 36,091,967 850,000
> 360 hari 322,584,665 725,947,550
Jumlah 1,737,169,971 2,170,539,888
19. Utang Pajak
30 September 2023 31 Desember 2022 .
Rp Rp
Pajak penghasilan badan 996,822,845 2,642,172,412
Pajak penghasilan
Pasal 4 (2) 84,960,654 108,313,433
Pasal 21 121,506,157 144,787,476
Pasal 23 16,906,469 13,728,356
Pasal 25 - 28,511,150
SKPKB dan Surat Tagihan Pajak 47,489,960 162,979,920
Pajak Pertambahan Nilai 13,934,432 15,254,595
Jumlah 1,281,620,517 3,115,747,342
Besarnya pajak yang terutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri oleh wajib pajak
(self-assessment). Berdasarkan Undang-undang No. 28 Tahun 2007 mengenai Perubahan Ketiga atas
Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, Kantor Pajak dapat melakukan pemeriksaan atas perhitungan
pajak dalam jangka waktu 5 tahun setelah terutangnya pajak, dengan beberapa pengecualian, sebagaimana
diatur dalam Undang-undang tersebut.
-29-
Page 33
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
20. Beban Akrual
30 September 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Gaji dan tunjangan karyawan 840,730,748 363,135,257
Asuransi 732,336,713 635,508,048
Bahan Bakar 295,051,696 152,376,071
Jasa profesional 261,432,401 496,549,777
Bunga 226,109,026 447,989,996
Listrik, air dan telekomunikasi 147,957,007 65,193,543
Sewa 84,897,372 27,199,410
Komisi 75,980,100 58,129,970
Perbaikan dan pemeliharaan 54,669,997 171,544,345
Izin dan legalitas - 128,431,632
Lain-lain 230,614,336 502,786,474
Jumlah 2,949,779,395 3,048,844,523
21. Pendapatan Diterima Dimuka
Merupakan uang muka atas jasa transportasi yang diterima dari pelanggan.
22. Liabilitas Sewa
Mutasi dari liabilitas sewa adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Awal tahun 1,657,584,404 1,434,982,505
Penambahan (Pengurangan) bersih selama tahun berjalan 1,257,160,247 222,601,899
Utang neto 2,914,744,651 1,657,584,404
Berikut adalah pembayaran sewa minimum masa yang akan datang (future minimum lease payment)
berdasarkan perjanjian sewa:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Jatuh tempo:
2023 435,084,612 1,359,116,667
2024 825,333,333 405,333,333
2025 623,772,436 -
2026 620,669,129 -
2028 509,777,792 -
2027 315,000,000 -
Jumlah pembayaran sewa pembiayaan minimum 3,329,637,302 1,764,450,000
Dikurangi bunga (414,892,651) (106,865,596)
Nilai sekarang pembiayaan sewa minimum 2,914,744,651 1,657,584,404
Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun (863,427,884) (1,227,895,069)
Bagian jangka panjang 2,051,316,767 429,689,335
Beban bunga liabilitas sewa yang dibebankan pada laba rugi September tahun 2023 dan 2022 masing-masing
sebesar .Rp 139.223.778 dan Rp 31.308.105. (Catatan 33).
-30-
Page 34
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
23. Pinjaman Pembelian Aset Tetap
30 September 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Pihak Ketiga
PT Sunindo Kookmin Best Finance 19,481,435,187 3,754,102,670
PT BCA Finance 12,280,692,923 11,080,092,499
Astra Credit Company 7,636,359,319 -
PT Mandiri Tunas Finance 1,584,112,655 4,741,999,681
PT Toyota Astra Finance 866,622,913 941,607,042
PT Maybank Indonesia Finance 879,156,564 10,772,280
Jumlah 42,728,379,562 20,528,574,172
Dikurangi bagian hutang yang akan jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
PT Sunindo Kookmin Best Finance 7,457,084,535 1,202,911,642
PT BCA Finance 5,520,155,576 4,821,668,829
Astra Credit Company 2,443,292,073 -
PT Mandiri Tunas Finance 789,589,330 4,741,999,681
PT Toyota Astra Finance 866,622,913 746,663,903
PT Maybank Indonesia Finance - 10,772,280
Jumlah 17,076,744,427 11,524,016,335
Hutang pembelian aset tetap yang akan
jatuh tempo dalam waktu lebih dari
satu tahun
PT Sunindo Kookmin Best Finance 12,024,350,652 2,551,191,028
PT BCA Finance 6,760,537,348 6,258,423,670
Astra Credit Company 5,193,067,246
PT Mandiri Tunas Finance 794,523,325 -
PT Maybank Indonesia Finance - -
PT Toyota Astra Finance 879,156,564 194,943,139
Jumlah 25,651,635,135 9,004,557,837
Tingkat bunga per tahun 2,95% - 13,30% 3,00% - 12,00%
Utang pembelian aset tetap berjangka waktu 3 - 4 tahun dan dijamin dengan aset tetap yang dibeli melalui
hutang tersebut.
Pembayaran pokok pinjaman pada 30 September 2023 dan 2022 adalah masing-masing sebesar 1
Rp 16.766.982.498 dan Rp 9.771.782.970. Pembayaran bunga masing-masing adalah sebesar
Rp 2.929.177.487 dan Rp 2.327.488.381 pada 30 September 2023 dan 2022.
24. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Nilai wajar adalah nilai dimana suatu instrumen keuangan dapat dipertukarkan antara pihak yang memahami
dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar, dan bukan merupakan nilai penjualan akibat kesulitan
keuangan atau likuidasi yang dipaksakan.Nilai wajar diperoleh dari kuotasi harga atau model arus kas diskonto.
Berikut adalah nilai tercatat dan estimasi nilai wajar atas aset tertentu dan liabilitas keuangan Grup pada
tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022:
-31-
Page 35
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
30 September 2023
Pengukuran nilai wajar menggunakan
Input signifikan yang
Harga kuotasian dalam Input signifikan yang dapat tidak dapat di observasi
Nilai Tercatat pasar aktif/ (Level 1) di observasi (Level 2) (Level 3)
Aset yang nilai wajarnya disajikan
Aset tetap - kendaraan bermotor operasional 126,312,743,914 - - 156,762,262,500
Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan
Utang bank jangka panjang (bagian jangka
pendek dan bagian jangka panjang) 41,937,095,708 - 41,937,095,708 -
Pinjaman pembelian aset tetap 42,728,379,562 - 42,728,379,562 -
31 Desember 2022
Pengukuran nilai wajar menggunakan
Input signifikan yang
Harga kuotasian dalam Input signifikan yang dapat tidak dapat di observasi
Nilai Tercatat pasar aktif/ (Level 1) di observasi (Level 2) (Level 3)
Aset yang nilai wajarnya disajikan
Aset tetap - kendaraan bermotor operasional 95,221,303,283 - - 111,387,000,000
Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan
Utang bank jangka panjang (bagian jangka
pendek dan bagian jangka panjang) 44,299,397,936 - 44,299,397,936 -
Pinjaman pembelian aset tetap 20,528,574,172 - 20,528,574,172 -
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan menggunakan teknik
penilaian. Teknik penilaian ini memaksimalkan penggunaan data pasar yang dapat diobservasi yang tersedia
dan sesedikit mungkin mengandalkan estimasi spesifik yang dibuat oleh entitas. Jika seluruh input signifikan
yang dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar dapat diobservasi, maka instrumen tersebut termasuk dalam
hirarki Level 2. Instrumen yang termasuk dalam hirarki Level 2. Nilai wajar liabilitas Grup dalam hirarki Level 2
diestimasi berdasarkan analisa arus kas diskonto menggunakan suku bunga pasar.
Jika satu atau lebih input signifikan tidak diambil dari data pasar yang dapat diobservasi, maka instrumen
tersebut termasuk dalam hirarki Level 3. Nilai wajar aset tetap diestimasi menggunakan metode pasar
pembanding dengan faktor penyesuaian yang relevan.
25. Modal Saham
Susunan kepemilikan saham Perusahaan berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Raya Saham Registra, Biro
Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
30 September 2023
Jumlah Persentase Jumlah Modal
Nama Pemegang Saham Saham Kepemilikan Disetor
% Rp
PT Panorama Sentrawisata Tbk 798,100,000 54.64% 79,810,000,000
PT Weha Investama 211,805,686 14.50% 21,180,568,600
Masyarakat (masing-masing
kurang dari 5%) 450,649,133 30.86% 45,064,913,300
Jumlah 1,460,554,819 100% 146,055,481,900
-32-
Page 36
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
31 Desember 2022
Jumlah Persentase Jumlah Modal
Nama Pemegang Saham Saham Kepemilikan Disetor
% Rp
PT Panorama Sentrawisata Tbk 798,100,000 54.64% 79,810,000,000
PT Weha Investama 211,805,686 14.50% 21,180,568,600
Masyarakat (masing-masing
kurang dari 5%) 450,649,133 30.86% 45,064,913,300
Jumlah 1,460,554,819 100% 146,055,481,900
Berdasarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan No. 82 tanggal 19 Desember 2022 dari Surjadi,
S.H., M.Kn., M.M., M.H., notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan
dan disetor Perusahaan hasil dari Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu II sebesar Rp 57.414.355.400 yaitu melalui penerbitan 574.143.554 saham dengan nilai nominal Rp
100 per saham. Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum,
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat No. AHU-AH.01.03-0496986
tanggal 27 Desember 2022.
Perubahan dalam jumlah saham beredar adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham
Saldo pada tanggal 1 Januari 2022 886,411,265
Penerbitan saham selama tahun berjalan melalui
Penawaran Umum Terbatas II dengan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (Catatan 1.b) 574,143,554
Saldo pada tanggal 31 Desember 2022 dan
30 September 2023 1,460,554,819
Manajemen Permodalan
Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan bahwa Grup mempertahankan rasio
modal yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Grup tidak
diwajibkan untuk memenuhi syarat-syarat modal tertentu.
Grup mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian terhadap struktur modal sehubungan dengan
perubahan kondisi ekonomi. Grup memantau modalnya dengan menggunakan analisa gearing ratio (rasio
utang terhadap modal), yakni membagi utang neto terhadap jumlah modal. Kebijakan Grup adalah menjaga
gearingratio Grup pada kisaran gearing ratio perusahaan lain dalam industri sejenis di Indonesia. Utang bersih
adalah jumlah utang (termasuk utang jangka pendek dan jangka panjang di laporan posisi keuangan
konsolidasian) dikurangi kas dan setara kas. Modal adalah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
perusahaan, yang disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Ratio Utang Neto terhadap modal pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai
berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Jumlah pinjaman dan utang 90,558,666,335 69,419,702,831
Dikurangi : kas dan setara kas 26,603,380,914 31,966,211,098
Utang neto 63,955,285,421 37,453,491,733
Jumlah ekuitas 219,057,486,031 196,729,858,207
Rasio utang neto terhadap modal 29.20% 19.04%
-33-
Page 37
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
26. Tambahan Modal Disetor – Bersih
Akun ini merupakan tambahan modal disetor sehubungan dengan penjualan saham Perusahaan melalui
penawaran umum perdana kepada masyarakat dan penerbitan saham sehubungan dengan konversi Waran
Seri I sebagai berikut:
Rincian atas selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali adalah sebagai berikut:
Jumlah
Emisi saham perdana (Rp 245 per saham) 31,360,000,000
Dikurangi biaya emisi saham (2,070,852,386)
Hasi penawaran umum perdana 29,289,147,614
Konversi Waran Seri I (Rp 300 per saham) 81,054,000
Dikurangi nilai nominal (Rp 100 per saham) (12,827,000,000)
Reklasifikasi selisih nilai transaksi dari restrukturisasi
transaksi entitas sepengendali (1,846,153,568)
Penawaran Umum Terbatas I tahun 2013 32,120,270,250
Biaya emisi tahun 2013 (2,136,025,804)
Kepentingan nonpengendali pada
entitas anak yang dilepaskan 601,896,425
Pelaksanaan konversi Warran seri II 365,296,200
Saldo pada tanggal 31 Desember 2014 45,648,485,117
Pelaksanaan konversi waran seri II 1,875,000,000
Saldo pada tanggal 31 Desember 2015 47,523,485,117
Pelaksanaan konversi waran seri II 8,175
Saldo pada tanggal 31 Desember 2016 47,523,493,292
Pelaksanaan konversi waran seri II -
Saldo pada tanggal 31 Desember 2021 47,523,493,292
Penawaran Umum Terbatas II tahun 2022 14,353,588,850
Biaya emisi tahun 2022 (3,576,229,141)
Saldo pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 58,300,853,001
27. Kepentingan Non Pengendali
Akun ini merupakan bagian kepemilikan nonpengendali atas aset neto entitas anak dengan rincian sebagai
berikut:
30 September 2023
Selisih nilai transaksi
dengan kepentingan non
Modal saham Saldo Laba pengendali Laba (rugi) Jumlah
Rp Rp Rp Rp Rp
PT Panorama Mitra Sarana 310,000,000 (312,144,646) 246,434,560 438,354 244,728,268
PT Day Tans (DTS) 43,600,000 6,030,056 3,613,283 2,451,166 55,694,505
PT Panorama Prima Kencana Transindo 5,000,000 (27,156,233) 19,801,393 948,944 (1,405,896)
PT Canary Transport 5,000,000 (8,592,201) - - (3,592,201)
PT Rhadana Prima Kencana Transindo 3,000,000 (82,908,475) 79,908,475 - -
PT Kencana Transport - 7,328,637,594 (7,328,637,594) - -
Jumlah 366,600,000 6,903,866,095 (6,978,879,883) 3,838,464 295,424,676
-34-
Page 38
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
31 Desember 2022
Selisih nilai
transaksi dengan
kepentingan non
Modal saham Saldo Laba pengendali Laba (rugi) Jumlah
Rp Rp Rp Rp
PT Panorama Mitra Sarana 310.000.000 (314.014.902) 246.434.560 1.870.256 244.289.914
PT Day Trans 43.600.000 (5.658.400) 3.613.283 11.688.455 53.243.338
PT Panorama Primakencana Transindo 5.000.000 (27.614.959) 19.801.393 458.727 (2.354.839)
PT Canary Transport 5.000.000 (8.592.201) - - (3.592.201)
PT Rhadana Prima Kencana Transindo 3.000.000 (82.908.475) 79.908.475 - -
PT Kencana Transport - 7.328.637.594 (7.328.637.594) - -
Jumlah 366.600.000 6.889.848.657 (6.978.879.883) 14.017.438 291.586.212
28. Cadangan Umum
Undang-Undang Perseroan Terbatas Republik Indonesia No. 1/1995 yang diterbitkan di bulan Maret 1995, dan
telah diubah dengan Undang-Undang No. 40/2007 yang diterbitkan di bulan Agustus 2007, mewajibkan
pembentukan cadangan umum dari laba bersih sejumlah minimal 20% dari jumlah modal yang ditempatkan
dan disetor penuh. Tidak ada batasan waktu untuk membentuk cadangan tersebut.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan yang didokumentasikan dalam Akta No.
11 tanggal 3 Mei 2018 dari Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., notaris di Jakarta, pemegang saham
Perusahaan menyetujui untuk membentuk cadangan umum sebesar Rp. 100.000.000 yang diambil dari saldo
laba. Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah membentuk cadangan
umum sebesar Rp. 405.000.000.
29. Penjualan Bersih
Rincian dari pendapatan Grup, seluruhnya dalam mata uang Rupiah, adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan jenis produk
30 September 2023 30 September 2022
Rp Rp
Jasa angkutan antar kota 104,387,842,799 62,199,434,099
Jasa angkutan penumpang 78,666,501,002 54,851,918,975
Lain-lain 7,628,508,060 6,211,111,503
Jumlah 190,682,851,861 123,262,464,577
b. Berdasarkan sumber pendapatan
30 September 2023 30 September 2022
Rp Rp
Pihak Berelasi
PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (DTN) 2,699,015,996 1,081,167,698
PT Panorama JTB Tours Indonesia 776,920,000 227,405,000
PT Panorama Evenindo 299,150,000 214,300,000
Lain-lain (dibawah Rp 100.000.000) 176,965,000 128,650,000
Jumlah 3,952,050,996 1,651,522,698
Pihak ketiga 186,730,800,865 121,610,941,879
Jumlah 190,682,851,861 123,262,464,577
Harga dan syarat transaksi yang diberikan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sama
dengan yang diberikan kepada pihak ketiga.
-35-
Page 39
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
30. Beban Pokok Penjualan
30 September 2023 30 September 2022
Rp Rp
Beban kendaraan 42,695,746,418 29,485,749,902
Bahan bakar 31,827,550,850 17,515,413,799
Penyusutan (catatan 13) 18,544,054,085 11,876,954,098
Perbaikan dan pemeliharaan 15,345,085,817 7,954,953,735
Gaji dan tunjangan karyawan 3,924,230,986 3,278,337,414
Asuransi 728,638,545 499,339,877
Lain-lain 1,848,356,604 2,573,815,394
Jumlah 114,913,663,305 73,184,564,219
Selama triwulan ketiga tahun 2023 dan 2022, beban langsung yang merupakan pembelian dari pihak yang
mempunyai hubungan istimewa, yaitu dari PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (DTN), masing-masing
sebesar Nihil dan Rp 8.995.000.
Pada triwulan ketiga tahun 2023 dan 2022, tidak terdapat pembelian dari pemasok tunggal yang jumlahnya
melebihi 10% dari jumlah pembelian pada tahun-tahun tersebut.
Harga dan syarat transaksi yang diberikan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sama
dengan yang diberikan kepada pihak ketiga.
31. Beban Penjualan
30 September 2023 30 September 2022
Rp Rp
Penjualan
Gaji dan tunjangan karyawan 3,349,559,838 2,410,042,832
Pemasaran dan promosi 2,961,053,585 2,395,823,018
Jumlah 6,310,613,423 4,805,865,850
32. Beban Umum dan Administrasi
30 September 2023 30 September 2022
Rp Rp
Umum dan Administrasi
Gaji dan tunjangan karyawan 18,980,839,084 13,656,909,382
Penyusutan (catatan 13 dan 14) 8,014,594,160 6,887,734,477
Perbaikan dan pemeliharaan 3,043,720,000 1,348,996,929
Administrasi kantor 2,544,482,747 1,572,718,185
Pos dan telekomunikasi 1,072,010,318 681,173,789
Sewa 697,621,503 666,643,502
Imbalan Jangka Panjang - Bersih 534,217,693 146,151,913
Pajak 483,603,355 76,905,557
Jasa profesional dan Legal 263,653,176 187,167,274
Lain-lain 486,188,465 383,045,894
Jumlah 36,120,930,501 25,607,446,901
Sampai dengan triwulan ketiga tahun 2023 dan 2022, beban umum dan administrasi yang merupakan
transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah nihil.
-36-
Page 40
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
33. Beban Bunga
Terdiri dari beban bunga atas:
30 September 2023 30 September 2022
Rp Rp
Pinjaman bank jangka pendek 90,889,674 152,242,395
Liabilitas jangka panjang:
Pinjaman bank 2,651,567,080 2,219,435,920
Pinjaman pembelian aset tetap 2,929,177,487 2,327,488,381
Liabilitas hak sewa 139,223,778 31,308,105
Jumlah 5,810,858,019 4,730,474,801
34. Imbalan Kerja Jangka Panjang
Besarnya imbalan pasca-kerja dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni Undang-undang No. 13
tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003. Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan sehubungan dengan
imbalan pasca-kerja tersebut.
Perhitungan aktuaria terakhir atas cadangan imbalan pasti pasca-kerja dilakukan oleh PT Dian Artha Tama,
aktuaris independen tertanggal 7 Agustus 2023.
Jumlah karyawan Grup yang berhak atas imbalan pasti pasca-kerja tersebut masing-masing sebanyak 212
karyawan pada 30 September 2023 dan 212 karyawan pada 31 Desember 2022.
Rekonsiliasi jumlah cadangan imbalan pasti pasca-kerja pada neraca konsolidasian adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rp Rp
Saldo awal tahun 2,338,178,693 2,538,727,936
Nilai jasa kini 411,665,062 193,104,258
Biaya bunga-bersih 122,552,631 171,542,210
Kerugian aktuarial yang timbul dari
perubahan asumsi aktuarial (36,706,682) (126,951,871)
Pembayaran imbalan (522,097,140) (438,243,840)
Cadangan imbalan pasti pasca-kerja 2,313,592,564 2,338,178,693
Asumsi-asumsi aktuarial utama yang digunakan dalam perhitungan imbalan pasti pasca-kerja:
30 September 2023 30 September 2022
Tingkat diskonto 6.5% 6.5%
Tingkat kenaikan gaji 5% 5%
Tingkat kematian Indonesia IV (2019) Indonesia IV (2019)
35. Pajak Penghasilan
Grup untuk periode berjalan tidak melakukan rekonsiliasi antara laba fiskal dengan laba akuntansi.
Perhitungan taksiran pajak penghasilan didasarkan atas laba akuntansi yang dikenakan tarif pajak
penghasilan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
-37-
Page 41
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
36. Laba bersih per saham
Perhitungan Laba (Rugi) per saham berdasarkan informasi berikut:
30 September 2023 30 September 2022
Rp Rp
Laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada
pemilik perusahaan (dalam Rp) 22,360,496,042 11,997,748,202
Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa
untuk perhitungan laba neto per saham dasar 1,460,554,819 966,328,683
Laba per saham 15 12
37. Sifat dan Transaksi Hubungan Berelasi
Sifat Pihak Berelasi
a. PT Panorama Sentrawisata Tbk dan PT Weha Investama merupakan pemegang saham Perusahaan
b. Perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan:
- PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk
- PT Duta Chandra Kencana
- PT Panorama Evenindo
- PT Panorama JTB Tours Indonesia
- PT Andalan Selaras Abadi
- PT Panorama Media
c. Perusahaan yang sebagian pengurus atau manajemennya sama dengan pengurus atau manajemen
Perusahan dan Grup :
- PT Oasis Rhadana Hotel
- PT Panorama Investama
- Grayline
-38-
Page 42
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
Transaksi dengan Pihak Berelasi
Rincian saldo dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut :
Persentase terhadap jumlah
Aset/Liabilitas
30 September 31 Desember 30 September 31 Desember
2023 2022 2023 2022
Rp Rp % %
Aset
Piutang usaha
PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk 2,278,536,188 393,288,197 0.67 0.13
Grayline 887,508,856 837,218,857 0.26 0.29
PT Panorama Evenindo 794,513,300 221,650,000 0.23 0.08
PT Panorama JTB Tours Indonesia 201,004,100 94,830,600 0.06 0.03
PT Oasis Rhadana Hotel 65,550,000 65,550,000 0.02 0.02
PT Panorama Media 1,225,000 495,533,300 0.00 0.17
Lain-lain (masing-masing
di bawah Rp 20.000.000) 4,400,000 - 0.00 -
Jumlah 4,232,737,444 2,108,070,954 1.24 0.72
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (702,030,531) (696,751,205) (0.21) (0.24)
Jumlah - Bersih 3,530,706,913 1,411,319,749 1.04 0.48
Piutang dari pihak berelasi
PT Panorama Investama 16,773,123,104 16,773,123,104 4.93 5.75
PT Panorama Media 1,575,000,000 75,000,000 0.46 0.03
PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk 1,081,483,504 1,080,966,629 0.32 0.37
PT Andalan Selaras Abadi 208,420,717 1,189,021,717 0.06 0.41
PT Panorama Sentrawisata Tbk 43,497,389 - 0.01 -
PT Panorama Aplikasi Nusantara 11,033,750 - 0.00 -
Jumlah 19,692,558,464 19,118,111,450 5.79 6.56
Uang Muka
PT Panorama Sentrawisata Tbk 40,300,000,000 40,300,000,000 11.85 13.82
6.22
38. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Risiko-risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan yang dimiliki Grup adalah risiko suku bunga, risiko
nilai tukar, risiko kredit dan risiko likuiditas.Kegiatan operasional Grup dijalankan secara berhati-hati dengan
mengelola risiko-risiko tersebut agar tidak menimbulkan potensi kerugian bagi Grup.
Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu
instrumen keuangan akan terpengaruh akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur Grup yang terpengaruh
risiko suku bunga terutama terkait dengan hutang bank dan Liabilitas sewa pembiayaan.
Untuk meminimalkan risiko suku bunga, Grup mendapatkan suku bunga yang cukup kompetitif.
Risiko Nilai Tukar
Risiko nilai tukar adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen
keuangan akan terpengaruh akibat perubahan nilai tukar.
Grup memiliki eksposur dalam mata uang asing yang timbul dari transaksi operasionalnya. Eksposur tersebut
timbul karena transaksi yang bersangkutan dilakukan dalam mata uang.
Selain mata uang fungsional unit operasional atau pihak lawan. Eksposur dalam mata uang asing Grup
tersebut jumlahnya tidak material.
-39-
Page 43
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan atau pihak lawan
akibat gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko kredit
yang terkonsentrasi secara signifikan. Grup mengendalikan risiko kredit dengan cara melakukan hubungan
usaha dengan pihak lain yang memiliki kredibilitas, menetapkan kebijakan verifikasi dan otorisasi kredit, serta
memantau kolektibilitas piutang secara berkala untuk mengurangi jumlah piutang tak tertagih.
Berikut adalah eksposur maksimum laporan posisi keuangan konsolidasian yang terkait risiko kredit pada
tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022:
30 September 2023 31 Desember 2022
Jumlah Bruto/ Jumlah Neto/ Jumlah Bruto/ Jumlah Neto/
Gross Amounts Net Amounts Gross Amounts Net Amounts
Kas 26,091,757,703 26,091,757,703 31,445,702,550 31,445,702,550
Piutang usaha 13,822,755,136 11,129,689,790 11,041,802,098 8,475,176,985
Piutang lain-lain 784,933,999 418,246,099 1,013,776,876 647,088,976
Piutang pihak berelasi non-usaha 19,692,558,464 19,692,558,464 19,118,111,450 19,118,111,450
Aset lain-lain (setoran jaminan) 577,968,161 577,968,161 494,167,407 494,167,407
Jumlah 60,969,973,463 57,910,220,217 63,113,560,381 60,180,247,368
19.26
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Grup tidak memiliki arus kas yang cukup untuk
memenuhi liabilitasnya Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas
dan setarakas yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak
fluktuasi arus kas. Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual,
termasuk jadwal jatuh tempo utang, dan terus-menerus melakukan penelaahan pasar keuangan untuk
mendapatkan sumber pendanaan yang optimal.
39. Ikatan dan Perjanjian
Grup telah menandatangani beberapa perjanjian sewa tanah dengan pihak ketiga dengan pendirian bangunan
di atas tanah sewaan tersebut untuk kemudian dialihkan kepada pemilik tanah pada akhir masa sewa (Catatan
12) dan Grup juga telah menandatangani beberapa perjanjian sewa tanah dan bangunan dengan pihak ketiga
dengan rincian sebagai berikut:
Lokasi tanah dan
Entitas anak/
bangunan/ Location of Periode perjanjian/Period of agreement
Subsidiaries
land and buildings
PPKT Bali 1 Maret 2019 - 28 Februari 2024 (March 1, 2019 - February 28, 2024)
KT Yogyakarta *) 1 Februari 2006 - 1 Februari 2026 (February 1, 2006 - February 1, 2026)
KT Yogyakarta *) 4 Desember 2018 - 4 Juni 2024 (December 4, 2018 - June 4, 2024)
DTS Jakarta *) 8 Juni 2020 - 31 Januari 2024 (June 8, 2020 - January 31, 2024)
DTS Yogyakarta *) 1 Februari 2019 - 31 Januari 2024 (February 1, 2019 - January 31, 2024)
DTS Bandung *)
30 November 2022 - 29 November 2025 (November 30, 2022 - November 29, 2025)
DTS Jakarta *) 24 Maret 2020 - 24 Maret 2025 (March 24, 2020 - March 24, 2025)
DTS Jakarta *) 1 Agustus 2022 - 31 Juli 2025 (August 1, 2022 - July 31, 2025)
DTS Bandung *)
16 September 2020 - 16 September 2023 (September 16, 2020 - September 16, 2023)
DTS Semarang 15 Oktober 2022 - 14 Oktober 2025 (October 15, 2022 - October 14, 2025)
DTS Semarang *) 9 Juni 2021 - 9 Juni 2026 (June 9, 2021 - June 9, 2026)
DTS Jakarta 1 Juli 2021 - 30 Juni 2024 (July 1, 2021 - June 30, 2024)
DTS Yogyakarta *) 1 September 2021 - 31 Agustus 2023 (September 1, 2021 - August 31, 2023)
DTS Bandung *) 16 Oktober 2021 - 16 Oktober 2026 (October 16, 2021 - October 16, 2026)
DTS Jakarta 1 Desember 2021 - 1 Desember 2024 (December 1, 2021 - December 1. 2024)
DTS Yogyakarta *) 1 Agustus 2023 - 1 Agustus 2028 (August 1, 2023 - August 1, 2028)
DTS Surabaya *) 1 Juli 2023 - 30 Juni 2026 (July 1, 2023 - June 30, 2026)
*) : Perjanjian sewa dengan bangun, kelola dan alih/Lease agreements with build, operat and transfer
Nilai tercatat aset hak-guna dan liabilitas sewa masing-masing diungkapkan pada Catatan 14 dan 22.
-40-
Page 44
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
40. Segmen Operasi
Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan pelaporan internal kepada pembuat keputusan operasional, yang
bertanggung jawab atas lokasi sumber daya ke masing-masing segmen yang dilaporkan serta menilai kinerja
masing-masing segmen tersebut. Grup memiliki tiga (3) segmen yang dilaporkan meliputi jasa angkutan
penumpang, jasa angkutan antar kota, dan lain-lain.
30 September 2023
Jasa Angkutan Jasa Angkutan
Penumpang Antar Kota Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
Rp Rp Rp Rp Rp
Pendapatan Usaha 94,385,991,381 104,387,842,799 7,628,508,060 (15,719,490,379) 190,682,851,861
Beban pokok penjualan 58,837,349,339 65,374,830,956 6,420,973,390 (15,719,490,379) 114,913,663,305
Hasil segmen - laba Kotor Segmen 35,548,642,043 39,013,011,843 1,207,534,670 - 75,769,188,556
Laba Usaha 16,129,851,829 17,343,604,045 (135,811,243) - 33,337,644,632
Keuntungan atas penjualan
aset tetap 934,917,908 - - - 934,917,908
Beban bunga dan keuangan lain (4,121,563,493) (1,689,294,526) - - (5,810,858,019)
Pendapatan Bunga 590,664,459 30,485,635 123,189 - 621,273,283
Pendapatan (beban) lain-lain - bersih (399,033,190) (1,637,806) (8,148,054) - (408,819,051)
Laba Sebelum Pajak 13,134,837,513 15,683,157,349 (143,836,108) - 28,674,158,753
Beban Pajak (2,891,173,573) (3,450,294,617) 31,643,944 - (6,309,824,247)
Laba (Rugi) Bersih 10,243,663,940 12,232,862,732 (112,192,164) - 22,364,334,506
Pendapatan komprehensif lain (36,706,682) - - - (36,706,682)
Laba (rugi) komprehensif 10,206,957,258 12,232,862,732 (112,192,164) - 22,327,627,824
Aset Segmen *) 218,942,329,918 103,711,491,017 13,629,442,541 - 336,283,263,476
Liabilitas Segmen *) 72,547,996,479 28,355,381,109 703,556,724 - 101,606,934,311
Pengungkapan Tambahan
Perolehan barang modal 26,279,915,706 25,382,924,159 - - 51,662,839,865
Penyusutan & amortisasi 17,494,650,505 8,981,255,466 82,742,274 - 26,558,648,245
Pendapatan berdasarkan lokasi geografis
Jawa 90,576,164,881 104,387,842,799 7,628,508,060 (15,719,490,379) 186,873,025,361
Luar Jawa 3,809,826,500 - - - 3,809,826,500
Jumlah 94,385,991,381 104,387,842,799 7,628,508,060 (15,719,490,379) 190,682,851,861
Aset segmen
Jawa 217,539,600,778 103,711,491,017 13,629,442,541 - 334,880,534,336
Luar Jawa 1,402,729,140 - - - 1,402,729,140
Jumlah 218,942,329,918 103,711,491,017 13,629,442,541 - 336,283,263,476
*)Aset segmen tidak termasuk pajak dibayar dimuka dan aset pajak tangguhan, sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk hutang pajak dan liabilitas pajak
tangguhan.
-41-
Page 45
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
30 September 2022
Jasa Angkutan Jasa Angkutan
Penumpang Antar Kota Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
Rp Rp Rp Rp Rp
Pendapatan Usaha 65.331.027.994 62.199.434.099 6.211.111.503 (10.479.109.019) 123.262.464.577
Beban pokok penjualan 41.109.809.056 37.522.062.903 5.031.801.279 (10.479.109.019) 73.184.564.219
Hasil segmen - laba Kotor Segmen 24.221.218.938 24.677.371.196 1.179.310.224 - 50.077.900.358
Laba Usaha 8.815.969.996 10.069.715.584 778.902.027 19.664.587.607
Keuntungan atas penjualan
aset tetap 358.951.240 - - - 358.951.240
Beban bunga dan keuangan lain (3.991.163.633) (489.311.168) - - (4.480.474.801)
Pendapatan Bunga 62.256.575 21.980.062 13.065.174 - 97.301.810
Pendapatan (beban) lain-lain - bersih (199.314.674) (105.732.322) 50.511.353 - (254.535.642)
Laba Sebelum Pajak 5.046.699.504 9.496.652.156 842.478.554 - 15.385.830.214
Beban Pajak (1.110.189.461) (2.089.263.474) (185.345.282) - (3.384.798.217)
Laba (Rugi) Bersih 3.936.510.043 7.407.388.682 657.133.272 - 12.001.031.997
Pendapatan komprehensif lain (33.000.000) - - - (33.000.000)
Laba (rugi) komprehensif 3.903.510.043 7.407.388.682 657.133.272 - 11.968.031.997
Aset Segmen *) 203.112.487.829 62.001.871.933 13.752.902.521 - 278.867.262.282
Liabilitas Segmen *) 68.695.079.848 7.717.991.393 2.650.492.781 - 79.063.564.021
Pengungkapan Tambahan
Perolehan barang modal 1.068.551.000 11.491.784.312 - - 12.560.335.312
Penyusutan & amortisasi 13.222.648.576 5.459.400.849 82.639.150 - 18.764.688.575
Pendapatan berdasarkan lokasi geografis
Jawa 64.089.568.194 62.199.434.099 6.211.111.503 (10.479.109.019) 122.021.004.777
Luar Jawa 1.241.459.800 - - 1.241.459.800
Jumlah 65.331.027.994 62.199.434.099 6.211.111.503 (10.479.109.019) 123.262.464.577
Aset segmen
Jawa 202.237.069.896 62.001.871.933 13.752.902.521 277.991.844.350
Luar Jawa 875.417.932 - - 875.417.932
Jumlah 203.112.487.829 62.001.871.933 13.752.902.521 - 278.867.262.282
*)Aset segmen tidak termasuk pajak dibayar dimuka dan aset pajak tangguhan, sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk hutang pajak dan liabilitas pajak
tangguhan.
41. Pengungkapan Tambahan Laporan Arus Kas Konsolidasian
Aktivitas Investasi yang tidak mempengaruhi kas dan setara kas:
30 September 2023 30 September 2022
Rp Rp
Perolehan aset tetap melalui:
Pinjaman pembelian aset tetap 38,966,787,888 7,391,754,217
Uang muka pembelian aset tetap 2,670,671,152 404,342,000
Penambahan aset hak guna dan liabilitas sewa 2,882,386,470 256,000,000
-42-
Page 46
PT WEHA TRANSPORTASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 serta untuk Periode yang berakhir pada 30 September 2023 dan
30 September 2022
42. Ketidakpastian Kondisi Ekonomi
Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Diterapkan pada tahun 2023
Penerapan standar akuntansi keuangan revisi berikut, yang berlaku efektif 1 Januari 2023, relevan bagi
Perusahaan namun tidak menyebabkan perubahan signifikan atas kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak
berdampak material terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan periode berjalan
maupun sebelumnya:
- Amendemen PSAK No. 1: “Penyajian Laporan Keuangan” tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi
yang Mengubah Istilah “Signifikan” menjadi “Material” dan Memberi Penjelasan mengenai Kebijakan
Akuntansi Material
- Amandemen PSAK No. 16, Aset Tetap: Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan
- Amandemen PSAK No. 25, Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan: Definisi
Estimasi Akuntansi
- Amandemen PSAK No. 46, Pajak Penghasilan: Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul
dari Transaksi Tunggal
Telah diterbitkan namun belum berlaku efektif
1 Januari 2024
- Amandemen PSAK No. 1, “Penyajian Laporan Keuangan” terkait Liabilitas Jangka Panjang dengan
Kovenan
- Amandemen PSAK No. 1, “Penyajian Laporan Keuangan” terkait Klasifikasi Liabilitas Lancar dan Tidak
Lancar
- Amandemen PSAK No. 73, “Sewa” terkait Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual dan Sewa balik
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, Grup masih mempelajari dampak yang
mungkin timbul dari penerapan amandemen PSAK tersebut dan dampak dari penerapan amandemen PSAK
tersebut pada laporan keuangan konsolidasian belum dapat ditentukan.
**********
-43-
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.