Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
PT JANU PUTRA SEJAHTERA, TBK
Ruko Casa Grande No.35, Jl. Ringroad Utara, Maguwoharjo, Depok, Sleman, D.I Yogyakarta
Operational Office : Grha Janu Putra, Jalan Pemuda, Mlinjon, Tonggalan, Klaten Tengah, Klaten
No. Telp : (0272) 3392034
Laporan Hasil Pelaksanaan Public Expose 2025
PT JANU PUTRA SEJAHTERA TBK
(“PERSEROAN’’)
Dalam rangka memenuhi peraturan Bursa Efek Indonesia No.1E tentang kewajiban Penyampaian
Informasi khusunya butir III.3 yang mengatur tentang kewajiban untuk melaksanakan Paparan
Publik ("Public Expose") Tahunan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setahun, bersama ini
kami sampaikan bahwa Perseroan telah menyelenggarakan Public Expose pada:
Hari/Tanggal : Jumat, 13 Maret 2026
Waktu : 10.30 – 11.30 WIB
Tempat : Secara daring
Agenda : Kinerja Keuangan, Prospek Usaha, Target, dan Kendala yang dihadapi.
Public Expose Perseroan telah dilaksanakan di Best Western Jakarta dan virtual melalui aplikasi
zoom pada pukul 10.30 WIB dengan agenda yang disebutkan diatas. Kegiatan Public Expose
Tahunan ditutup dengan sesi tanya jawab.
Peserta yang hadir dalam acara tersebut jajaran manajemen Perseroan, media dan investor. Jajaran
Direksi Perseroan yang hadir sebagai berikut :
1. Direktur Utama : Ibu drh Sri Mulyani
2. Corporate Secretary : Bapak Deni Herdiana
Dalam sesi tanya jawab terdapat beberapa pertanyaan dari peserta yang hadir dan dijawab secara
langsung oleh manajemen Perseroan dengan ringkasan sebagai berikut :
Page 2
PT JANU PUTRA SEJAHTERA, TBK
Ruko Casa Grande No.35, Jl. Ringroad Utara, Maguwoharjo, Depok, Sleman, D.I Yogyakarta
Operational Office : Grha Janu Putra, Jalan Pemuda, Mlinjon, Tonggalan, Klaten Tengah, Klaten
No. Telp : (0272) 3392034
Berikut adalah kalimat jawaban untuk pertanyaan terkait Paparan Publik Tahunan, serta data point
PUBEX yang relevan:
Pertanyaan 1
Dengan beban utang yang meningkat signifikan berdasarkan data slide 8 dan 13, bagaimana
manajemen mengelola risiko likuiditas dan kemampuan membayar utang (termasuk bunga) apabila
tekanan harga jual berlanjut lebih lama dari perkiraan ? Apakah ada covenant utang tertentu yang
harus dijaga ?
Jawaban :
Manajemen menjelaskan bahwa peningkatan liabilitas pada tahun 2024 merupakan bagian dari
strategi yang telah diperhitungkan secara matang, khususnya untuk mendukung peningkatan aset
biologis dan ekspansi operasional. Sumber utang sebagian besar berasal dari utang usaha melalui
kerja sama dengan beberapa supplier pakan, serta sebagian dari utang bank untuk investasi kandang.
Perseroan menjalin kerja sama jangka panjang dengan sekitar 4–5 supplier pakan, dengan skema
pembayaran yang lebih fleksibel (hingga dua bulan), sehingga memberikan ruang likuiditas yang
lebih terjaga. Seluruh skema ini telah melalui proses analisa menyeluruh, termasuk proyeksi arus
kas dan kemampuan pembayaran.
Manajemen menegaskan bahwa strategi ini tidak akan mengganggu operasional harian, mingguan,
maupun bulanan Perseroan, karena telah disesuaikan dengan kemampuan keuangan. Selain itu,
seluruh kerja sama dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama yang saling menguntungkan,
dengan perhitungan risiko dan pengembalian yang telah dipahami oleh kedua belah pihak. Hingga
saat ini, seluruh kewajiban berjalan sesuai rencana dan kondisi keuangan tetap terkendali.
Pertanyaan 2
Dari data slide 15 dan 17 total investasi Rp20 triliun yang digulirkan Danantara untuk peternakan
modern, apakah Perseroan saat ini sedang dalam proses penjajakan atau kemitraan untuk mengakses
dana tersebut? Jika ya, skema seperti apa yang ditawarkan? Lalu, bagaimana strategi Perseroan
memastikan bahwa produknya (ayam/telur) benar-benar terserap oleh program MBG mengingat
program ini melibatkan rantai pasok yang panjang dan persaingan ketat ?
Jawaban :
Perseroan saat ini telah menjalin kerja sama dalam mendukung program MBG, khususnya melalui
penyediaan produk ayam ke dapur-dapur MBG di wilayah Solo dan Yogyakarta. Perseroan
memanfaatkan fasilitas Rumah Potong Ayam (RPA) yang dimiliki untuk memasok kebutuhan
tersebut.
Page 3
PT JANU PUTRA SEJAHTERA, TBK
Ruko Casa Grande No.35, Jl. Ringroad Utara, Maguwoharjo, Depok, Sleman, D.I Yogyakarta
Operational Office : Grha Janu Putra, Jalan Pemuda, Mlinjon, Tonggalan, Klaten Tengah, Klaten
No. Telp : (0272) 3392034
Hingga saat ini, Perseroan telah memasok sekitar 50 dapur MBG di wilayah tersebut. Untuk produk
telur, kontribusi masih dalam tahap pengembangan dan belum sebesar ayam, mengingat
peningkatan kapasitas layer baru dimulai sejak tahun 2025 dan diproyeksikan optimal pada tahun
2026.
Terkait Danantara, Perseroan melihat adanya peluang kerja sama, khususnya dalam pengembangan
Grand Parent Stock dan Parent Stock, dimana pendekatan yang digunakan adalah kolaborasi dengan
perusahaan skala menengah, termasuk Perseroan
Pertanyaan 3
Atas dasar asumsi apa manajemen meyakini harga akan pulih di 2026 yang disebutkan di slide 14
? Sejauh apa kontribusi program MBG terhadap permintaan produk Perseroan saat ini, dan apakah
Perseroan telah memiliki kontrak pasokan resmi dengan institusi terkait (misalnya Badan Gizi
Nasional, sekolah, dll.) untuk merealisasikan optimisme tersebut ?
Jawaban :
Keyakinan manajemen terhadap perbaikan harga di tahun 2026 didasarkan pada analisa
keseimbangan supply dan demand industri. Penurunan kuota Grand Parent Stock pada tahun 2024
diproyeksikan akan berdampak pada terbatasnya supply di tahun 2026, sementara permintaan
cenderung meningkat, terutama dengan adanya program MBG.
Perbaikan harga sebenarnya telah mulai terlihat sejak Oktober 2025, dimana harga DOC dan produk
poultry lainnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan bahkan melampaui ekspektasi
awal.
Kontribusi program MBG juga mulai dirasakan sejak akhir 2025, dimana permintaan meningkat
seiring implementasi program tersebut. Perseroan sendiri telah memiliki kerja sama pasokan,
khususnya dalam bentuk supply ayam ke dapur MBG di beberapa wilayah, meskipun tidak secara
langsung mengelola dapur tersebut.
Pertanyaan 4
Perseroan berencana memperkuat bisnis di sektor layer, GPS (Grand Parent Stock), PS (Parent
Stock), dan RPA (Rumah Potong Ayam). Manakah dari sub-sektor ini yang diproyeksikan
memberikan kontribusi laba terbesar di tahun 2026? dan berapa target pertumbuhan laba bersih di
tahun 2026?
Page 4
PT JANU PUTRA SEJAHTERA, TBK
Ruko Casa Grande No.35, Jl. Ringroad Utara, Maguwoharjo, Depok, Sleman, D.I Yogyakarta
Operational Office : Grha Janu Putra, Jalan Pemuda, Mlinjon, Tonggalan, Klaten Tengah, Klaten
No. Telp : (0272) 3392034
Jawaban :
Untuk tahun 2026, kontribusi laba terbesar masih diproyeksikan berasal dari segmen Parent Stock
(DOC), seiring dengan kesiapan aset biologis dan potensi harga yang diperkirakan berada pada
kisaran Rp7.000–Rp7.500 per DOC, dengan HPP sekitar Rp4.600–Rp6.000.
Selain itu, Perseroan juga mulai mendorong kontribusi dari RPA (Rumah Potong Ayam) sebagai
sumber profit baru, dengan target peningkatan kontribusi dalam beberapa tahun ke depan. Segmen
layer juga dipandang memiliki potensi profit yang stabil dalam jangka panjang.
Manajemen memperkirakan pertumbuhan laba bersih di tahun 2026 berada pada kisaran 6%–8%,
dengan potensi mencapai hingga 10%, seiring momentum perbaikan industri yang dinilai sangat
positif.
Pertanyaan 5
Disebutkan ada rencana penguatan cold chain dan pengembangan produk siap konsumsi. Kapan
fasilitas baru ini ditargetkan mulai beroperasi secara penuh dan bagaimana dampak efisiensinya
terhadap rantai pasok Perseroan?
Jawaban :
Perseroan saat ini telah memiliki produk akhir seperti ayam marinasi dan produk siap masak dengan
merek internal, namun pengembangannya masih dilakukan melalui kerja sama dengan pihak lain,
khususnya untuk distribusi dan pemasaran ke end-user.
Fokus utama Perseroan saat ini adalah penguatan kapasitas RPA sebagai basis produksi.
Pengembangan lebih lanjut ke arah food processing (seperti nugget, sosis, dan produk olahan
lainnya) merupakan bagian dari strategi jangka panjang, yang direncanakan akan lebih optimal
setelah RPA berjalan stabil, dengan horizon sekitar 5 tahun ke depan.
Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok secara bertahap, sekaligus
membuka peluang margin yang lebih tinggi dari sisi hilir
Pertanyaan 6
Emiten AYAM memperoleh tambahan kuota Grand Parent Stock hingga 90 ribu. Apakah informasi
tersebut benar? Jika benar, langkah strategis apa yang akan ditempuh Perseroan ke depan? Apakah
tambahan kuota tersebut akan membutuhkan tambahan belanja modal (capex), termasuk
kemungkinan penambahan modal melalui penerbitan saham baru?
Page 5
PT JANU PUTRA SEJAHTERA, TBK
Ruko Casa Grande No.35, Jl. Ringroad Utara, Maguwoharjo, Depok, Sleman, D.I Yogyakarta
Operational Office : Grha Janu Putra, Jalan Pemuda, Mlinjon, Tonggalan, Klaten Tengah, Klaten
No. Telp : (0272) 3392034
Jawaban
Manajemen mengklarifikasi bahwa informasi mengenai tambahan kuota Grand Parent Stock
sebesar 90 ribu tidak benar. Peningkatan kuota memang terjadi signifikan, namun disesuaikan
dengan kapasitas kandang Perseroan.
Untuk tahun 2026, Perseroan memperoleh kuota sekitar 20.000–25.000, yang dinilai sudah optimal
sesuai kapasitas yang dimiliki saat ini. Setiap peningkatan kuota di masa depan akan
mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, khususnya kandang.
Terkait strategi ke depan, Perseroan lebih mengedepankan pendekatan kerja sama dibandingkan
ekspansi modal besar secara langsung, guna menjaga likuiditas dan efisiensi penggunaan modal.
Oleh karena itu, tidak terdapat rencana immediate untuk penambahan modal melalui penerbitan
saham baru, dan investasi akan dilakukan secara selektif serta kolaboratif
Demikian kami sampaikan, kami mengucapkan terima kasih
Hormat kami
PT Janu Putra Sejahtera Tbk
drh. Sri Mulyani, MBA
Direktur Utama
Lampiran kehadiran
No Nama Describtion
1 Sri Mulyani Direktur
2 Deni Corporate Secretary
3 Daniel Analyst
4 Dwik Darmawan Investor
5 Faliq Investor
Page 6
PT JANU PUTRA SEJAHTERA, TBK
Ruko Casa Grande No.35, Jl. Ringroad Utara, Maguwoharjo, Depok, Sleman, D.I Yogyakarta
Operational Office : Grha Janu Putra, Jalan Pemuda, Mlinjon, Tonggalan, Klaten Tengah, Klaten
No. Telp : (0272) 3392034
Lampiran kehadiran
No Nama Describtion
1 Sri Mulyani Direktur
2 Deni Corporate Secretary
3 Daniel Analyst
4 Dwik Darmawan Investor
5 Faliq Investor
6 Rifa Hani Irawan Internal Emiten
7
Names mentioned 10 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Deni Herdiana
p.1
unresolved
org
Gizi Nasional
p.3
unresolved
—
Daniel
p.5 ×2
unresolved
—
Dwik Darmawan
p.5 ×2
unresolved
—
Faliq
p.5 ×2
unresolved
—
Rifa Hani Irawan
p.6
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.