Back to announcement
20260313_ELSA_Laporan Informasi dan Fakta Material_32053814_lamp1.pdf
Other Text extracted ELSASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 1
Page 1
Narahubung:
Jayanty Oktavia Maulina (Jayanty)
Manager of Corporate Communications
Graha Elnusa 16th Floor, Jl. TB Simatupang Kav. 1B, Jakarta 12560
Tel: (021) 7883 0850 | Fax: (021) 7883 0907 | Mob: +62813 1787 1717
E-mail: Jayanty.maulina@elnusa.co.id
SIARAN PERS
Strategi Bisnis Adaptif Elnusa, Tangkap Peluang
Pertumbuhan Industri Energi
Jakarta, 13 Maret 2026 – PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina,
terus memperkuat upaya pengembangan usaha untuk menangkap peluang bisnis seiring pertumbuhan industri energi nasional. Langkah ini sekaligus
mempertegas peran Perseroan dalam mendukung target produksi migas nasional menuju 1 juta barel oil per day (BOPD).
Seiring meningkatnya kebutuhan layanan hulu migas, Elnusa mengembangkan strategi bisnis adaptif yang berfokus pada empat pilar utama
peningkatan produksi migas, yaitu Routine Work Program, acceleration from Reserve to Production, Enhanced Oil Recovery (EOR), serta Exploration.
Keempat pilar tersebut menjadi fondasi penting bagi industri hulu migas dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus membuka peluang penemuan
sumber daya baru.
Direktur Pengembangan Usaha Elnusa, Arief Prasetyo Handoyo, menyampaikan bahwa implementasi setiap pilar tersebut memiliki tantangan
tersendiri, mulai dari meningkatnya biaya kegiatan eksplorasi dan produksi, tingginya resiko subsurface yang berpengaruh terhadap penemuan
cadangan baru, hingga kebutuhan teknologi untuk meningkatkan produktivitas lapangan migas yang telah matang.
“Melalui kapabilitas teknologi dan integrasi layanan yang kami miliki, Elnusa menghadirkan solusi yang efisien dan terintegrasi untuk menjawab
tantangan tersebut. Kami optimistis dapat terus mendukung peningkatan aktivitas industri energi sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis
Perseroan ke depan,” ujar Arief.
Dalam mendukung pengembangan Enhanced Oil Recovery (EOR), Elnusa berkolaborasi dengan Pertamina Persero dan Subholding Upstream untuk
mengembangkan Chemical EOR (CEOR) dan teknologi Vibroseis EOR yang dirancang untuk membantu meningkatkan perolehan minyak pada
lapangan mature. Selain itu, Perseroan juga mendorong pengembangan fasilitas blending dan meningkatkan penggunaan material domestik guna
mengurangi kebutuhan material impor sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional industri.
Pada aspek acceleration cadangan menjadi produksi, Elnusa menghadirkan solusi operasi berbiaya rendah (low-cost operation) yang memungkinkan
pengembangan lapangan non ekonomis agar dapat dimonetisasi serta berproduksi secara lebih ekonomis. Sementara pada routine work program,
Perseroan mengoptimalkan kekuatan integrasi multi-bisnis melalui layanan workover dan well intervention terintegrasi guna menjaga keberlanjutan
produksi lapangan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Strategi ini didukung oleh portofolio bisnis Elnusa yang terdiversifikasi di tiga segmen utama, yaitu Jasa Hulu Migas Terintegrasi, Penjualan Barang
dan Jasa Distribusi & Logistik Energi, serta Jasa Penunjang Migas. Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatat kinerja operasional yang solid di ketiga
segmen tersebut melalui berbagai layanan seperti survei seismik, wireline logging, well testing, modular rig, hydraulic workover, OCTG, fabrikasi &
konstruksi, marine vessel & barge, hingga layanan distribusi energi.
Pada segmen Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi, Elnusa juga mencatat pertumbuhan volume angkutan BBM lebih dari 22% secara
tahunan, mencerminkan meningkatnya kebutuhan layanan transportasi energi di berbagai wilayah operasional. Perseroan juga terus memperluas
layanan melalui pengelolaan depot energi, distribusi LPG, pelumas, serta bahan kimia industri.
Selain memperkuat bisnis inti, Elnusa juga mendorong diversifikasi portofolio usaha, antara lain melalui pengembangan jasa survei seismik untuk sektor
non-migas seperti batubara serta pengiriman Oil Country Tubular Goods (OCTG) ke pasar internasional, termasuk proyek pengiriman ke Aljazair
melalui kerja sama dengan mitra strategis.
Arief menambahkan bahwa strategi pengembangan usaha tersebut juga tercermin dari perolehan kontrak Perseroan sepanjang 2025 yang tetap
kuat di tengah dinamika industri, hingga tahun 2026.
“Ke depan, kami melihat peluang pertumbuhan yang signifikan seiring meningkatnya aktivitas eksplorasi, optimalisasi lapangan eksisting, serta
kebutuhan layanan distribusi energi. Oleh karena itu, Elnusa akan terus memperkuat kapabilitas teknologi, integrasi layanan, serta kolaborasi dengan
mitra strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan industri energi,” tutup Arief.
Sekilas Elnusa (IDX: ELSA)
PT Elnusa Tbk (Elnusa) merupakan Anak Perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, bergerak
dalam bidang jasa energi yang terintegrasi untuk memberikan solusi total. Ketangguhan dan inovasi telah menjadi karakter dasar Elnusa selama lebih dari
56 tahun dalam industri energi, memiliki kompetensi inti pada jasa hulu migas terintegrasi, penjualan barang dan jasa distribusi & logistik energi serta jasa
penunjang migas. Lini jasa hulu migas terintegrasi meliputi jasa Geoscience & Reservoir (land, transition zone & marine serta data processing), jasa
pengeboran & pemeliharaan lapangan migas (drilling & workover), jasa engineering, procurement, construction & operation maintenance (EPC-OM). Lini
penjualan barang dan jasa distribusi & logistik energi meliputi jasa transportasi BBM, pengelolaan depot, dan penjualan chemical. Lini jasa penunjang migas
meliputi jasa marine support, fabrikasi, hingga manajemen data. Elnusa terus berkomitmen menerapkan Tata Kelola Perusahaan sesuai dengan prinsip-
prinsip GCG dan juga ESG untuk mewujudkan Perusahaan yang berdaya saing tinggi, terus tumbuh dan memberikan kebermanfaatan yang keberlanjutan
untuk seluruh pemangku kepentingan. Informasi lebih lanjut dapat diakses pada www.elnusa.co.id
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.