Skip to content
Back to announcement

20230912_LPPF_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31409955_lamp1.pdf

Other Text extracted LPPF

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 18

Page 1
Tangerang, 12 September 2023
No. 107/MDS/CSL/9/2023


Kepada Yth. :
Direksi
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I Lt. 4
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190



Perihal : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan
Dengan hormat,

Sehubungan dengan adanya Surat No. S-07625/BEI.PP2/09-2023 tanggal 7 September 2023
yang kami terima di 8 September 2023 perihal “Permintaan Penjelasan” kepada kami, maka
dengan surat ini kami (“Perseroan”) menyampaikan penjelasan-penjelasan sebagai berikut:

A. Penelaahan Laporan Keuangan Keuangan per 31 Desember 2022, 31 Maret 2023 & 30 Juni
   2023

1. Pada tahun 2022 Perseroan melaksanakan pembelian saham treasuri sebesar Rp 1,1 triliun
   yang mengakibatkan kas pada akhir tahun 2022 mengalami penurunan sebesar -46%
   atau menjadi Rp354,3 miliar dibandingkan pada posisi akhir tahun 2021. Atas hal tersebut
   kami menjelaskan:

    a. Latar belakang penurunan kas Perseroan pada tahun 2022. Agar dapat dijelaskan
       secara rinci.
       Penjelasan:
       Terdapat penurunan saldo Kas dan Bank sebesar Rp 307,11 miliar di tahun 2022
       dibandingkan tahun 2021. Selama tahun 2022 Perseroan menghasilkan arus kas bersih
       dari aktivitas operasi sebesar Rp 2,33 triliun. Rp 0,28 triliun diinvestasikan untuk
       pembelian Aset Tetap, pembukaan toko baru, dan lain-lain. Aktivitas pendanaan
       selama tahun 2022 meliputi pembayaran dividen sebesar Rp 0,60 triliun, pembelian
       saham treasuri sebesar Rp 1,11 triliun, dan pembayaran sewa sebesar Rp 0,63 triliun.

    b. Apakah terdapat kebijakan internal untuk pengelolaan kas Perseroan?
       Penjelasan:
       Kami mengikuti panduan di bawah ini untuk pengelolaan kas.
       Kami memiliki kebijakan internal mengenai pengelolaan kas. Kas yang dihasilkan dari
       aktivitas operasi diprioritaskan untuk investasi pertumbuhan (seperti untuk toko baru,
       perbaikan toko yang sudah ada, teknologi, pengembangan merek baru, dan lain-
       lain).
       Kelebihan dana setelah investasi belanja modal digunakan untuk memaksimalkan
       nilai pemegang saham (pembayaran dividen dan pembelian kembali saham).




                                                                                   Page 1 of 18
 Menara Matahari 12th Floor             T 62 21 547 5228
 Jl. Boulevard Palem Raya No. 7         E corp.comm@matahari.com
 Karawaci, Tangerang 15811, Indonesia   www.matahari.com
Page 2
    c. Jika ada, maka berapa saldo kas optimal yang harus dijaga oleh Perseroan?
       Penjelasan:
       Secara umum, saldo kas optimal yang Perseroan pertahankan adalah Rp 100 miliar.
       Perlu diketahui bahwa Perseroan juga mempunyai fasilitas pinjaman rekening koran
       bank sebesar Rp 50 miliar yang secara umum masih belum digunakan. Dan Perseroan
       memiliki fasilitas pinjaman bank sebesar Rp 1,7 triliun. Karena Perseroan berada dalam
       bisnis ritel, persediaan Perseroan dapat diubah menjadi uang tunai setiap harinya.

    d. Bagaimana upaya yang dilakukan oleh Perseroan untuk mempertahankan jumlah kas
       optimal tersebut berdasarkan kebijakan internal Perseroan?
       Penjelasan:
       Bisnis kami adalah model bisnis yang sangat kuat yang menghasilkan cash flow yang
       besar. Kami tidak pernah menghadapi tantangan dalam menjaga jumlah kas yang
       optimal bahkan selama masa pandemic COVID-19.
        -    Umur piutang kami kurang dari seminggu.
        -    Kami memiliki jangka waktu pembayaran berkisar antara 30 - 90 hari dengan
             sebagian besar pemasok kami.
       Kami juga memiliki fasilitas pinjaman bank sebesar Rp 1,7 triliun yang bisa kami
       gunakan di saat diperlukan dengan jangka waktu yang bisa dipilih secara fleksibel.

2. Perseroan membukukan akun piutang usaha pihak ketiga yang cukup fluktuatif dimana
   pada periode 31 Desember 2022 Perseroan membukukan peningkatan piutang usaha
   pihak ketiga sebesar 150% dibandingkan tahun 2021 atau menjadi Rp 64,5 miliar.
   Kemudian per 31 Maret 2023 dan 30 Juni 2023 Perseroan membukukan penurunan piutang
   usaha pihak ketiga masing-masing sebesar 22% dan 1%. Atas hal tersebut agar dijelaskan:

    a. Latar belakang fluktuasi piutang usaha pihak ketiga.
       Penjelasan:
       Seperti yang kami sampaikan di atas, umur piutang kami sangat rendah (kurang dari
       seminggu) karena kami berada dalam bisnis ritel.
       Piutang usaha pihak ketiga merupakan pembayaran dari pelanggan dalam bentuk
       kartu kredit dan debit atau media pembayaran pihak ketiga lainnya. Terjadi fluktuasi
       dari 2021 ke 2022 dikarenakan di akhir tahun 2022 tanggal 30 dan 31 Desember jatuh
       pada hari Jumat dan Sabtu. Dan bank baru membayarkan penjualan hari Jumat dan
       Sabtu tersebut kepada Perseroaan pada hari kerja berikutnya (di awal tahun 2023)
       padahal penjualan di kedua hari tersebut cukup besar. Hal ini yang menyebabkan
       piutang usaha per 31 Desember 2022 ini terlihat lebih tinggi. Hal ini berbeda jika
       dibandingkan dengan tahun 2021 di mana tanggal 30 dan 31 jatuh di hari Kamis dan
       Jumat dan penjualan tahun 2021 juga cenderung lebih kecil karena masih terdampak
       COVID-19. Kedua hal ini yang menyebabkan fluktuasi yang cukup tinggi antara kedua
       tahun tersebut.

          Sedangkan untuk saldo piutang usaha per 31 Maret 2023 terjadi penurunan sebesar
          22% dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2022 disebabkan oleh penjualan di
          2-3 hari terakhir di bulan Desember 2022 lebih besar dari bulan Maret 2023.

          Saldo piutang usaha usaha per 30 Juni 2023 hanya mengalami penurunan sebesar 1%
          dibandingkan dengan saldo per 31 Maret 2023 dikarenakan nilai penjualan di 2-3 hari
          terakhir di bulan Juni 2023 dan Maret 2023 tidak mengalami fluktuasi yang berarti.

                                                                                    Page 2 of 18
 Menara Matahari 12th Floor             T 62 21 547 5228
 Jl. Boulevard Palem Raya No. 7         E corp.comm@matahari.com
 Karawaci, Tangerang 15811, Indonesia   www.matahari.com
Page 3
    b. Mohon untuk memberikan informasi mengenai umur piutang dan cadangan
       penurunan nilai dengan mengisi tabel berikut:

                                                                                  (dalam jutaan Rupiah)
                                                    Realisasi                           Persentase
            Umur Piutang           30 Juni 2023                       Sisa Piutang
                                                   pelunasan                             Pelunasan
               1-30 hari                  26,222         25,778                  444        98%
              31-60 hari                   2,451          1,844                  607        75%
                 Total                    28,673         27,622                1,051        96%

          Penjelasan:
          Seperti yang bisa kita lihat dari tabel di atas, lebih dari 90% piutang adalah 1-30 hari
          dan 98% di antaranya telah tertagih. Dari sejumlah kecil piutang adalah di antara 31-
          60 hari, 75% telah tertagih dan saldo sebesar Rp 606 juta sedang dalam rekonsiliasi
          dengan bank. Kami tidak diwajibkan untuk membuat penyisihan penurunan nilai
          piutang karena usia Piutang tidak lebih dari 1 tahun dan kami yakin seluruh saldo
          piutang dapat direalisasikan.

    c. Bentuk kontrol Perseroan agar saldo piutang Perseroan dapat dipastikan untuk ditagih.
       Penjelasan:
        Memastikan seluruh Electronic Data Capture (EDC) yang ada di toko sudah ter-
          settle dengan baik. Data penjualan yang tercatat di EDC juga diterima oleh pihak
          bank atau Perusahaan Jasa Keuangan lainnya.
        Data penjualan di EDC akan kami gunakan sebagai dasar menagih.
        Team Collection kami setiap harinya memonitor uang masuk dan
          membandingkannya dengan saldo piutang yang tercatat di aplikasi Oracle.
        Jika terdapat selisih maka team collection kami akan menghubungi pihak bank
          untuk melakukan rekonsiliasi.

3. Berdasarkan CALK No. 5 tentang Persediaan, Perseroan membukukan nilai persediaan
   yang cukup fluktuatif dimana pada 31 Desember 2022 terdapat peningkatan sebesar
   19,98% kemudian per 31 Maret 2023, Perseroan membukukan peningkatan nilai
   persediaan menjadi 71,18%. Namun pada 30 Juni 2023, Perseroan membukukan
   penurunan sebesar 38,46% dan nilai persediaan menjadi Rp 943,97 miliar. Adapun nilai
   provisi atas persediaan per 30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 41,1 miliar atau 4,18% dari total
   persediaan.

    a. Latar belakang fluktuasi akun persediaan.
       Penjelasan:
       Untuk diketahui bisnis retail sangat tergantung dari musim yang terjadi seperti misalnya
       Lebaran, Natal, Libur anak sekolah, dan lainnya.

          Periode musim Lebaran merupakan periode terpenting dan terbesar buat Perseroan,
          di mana penjualan bisa mencapai 2.5 kali lebih besar dari periode lainnya. Oleh
          karena itu Perseroan harus memastikan saldo persediaan barang dagangan cukup
          untuk memenuhi antusiasme pelanggan yang berbelanja di toko-toko kami.



                                                                                                   Page 3 of 18
 Menara Matahari 12th Floor                T 62 21 547 5228
 Jl. Boulevard Palem Raya No. 7            E corp.comm@matahari.com
 Karawaci, Tangerang 15811, Indonesia      www.matahari.com
Page 4
         Di tahun 2023, Idul Fitri dirayakan di tanggal 21-22 April 2023. Dan seluruh toko-toko
         Matahari sudah harus siap dalam segala hal termasuk salah satunya Persediaan. Lebih
         kurang 1 bulan sebelum Lebaran yakni di bulan Maret 2023, produk baru barang
         dagangan sudah harus sampai di toko. Oleh karena itu seperti yang terlihat di laporan
         keuangan per 31 Maret 2023, saldo persediaan mengalami kenaikan yang signifikan.

         Namun setelah Lebaran usai, maka persediaan barang dagangan akan mengalami
         penurunan yang signifikan karena barang dagangan yang kami persiapkan untuk
         Lebaran sudah dibelanjakan oleh para pelanggan setia Matahari.

   b. Berdasarkan LK Auditan per 31 Desember 2022, Perseroan membukukan pemulihan
      provisi di mana pada tahun 2021 Perseroan membukukan provisi sebesar Rp 138 miliar
      kemudian menurun menjadi Rp 39 miliar pada tahun 2022. Atas hal tersebut agar
      dijelaskan lebih lanjut mengenai latar belakang pemulihan provisi tersebut.
      Penjelasan:
      Perseroan memiliki Standard Operating Procedure (SOP) dalam menghitung dan
      mencatat provisi persediaan. Provisi persediaan dihitung dengan melihat kinerja masa
      lalu atas barang dagangan dan update bisnis retail terkini. Provisi persediaan telah
      ditinjau dan divalidasi oleh PwC.

         Di akhir tahun 2020, saldo barang dagangan yang ada di toko-toko kami umumnya
         berasal dari pembelian untuk persiapan Lebaran 2020. Namun Perseroan tidak bisa
         menjual barang dagangan yang sudah kami pesan dari supplier dikarenakan Covid-
         19 yang terjadi di akhir bulan Maret 2020, tepat 2 bulan sebelum hari raya Idul Fitri di
         tanggal 23 Mei 2020. Oleh karena itu Perseroan harus mengambil sikap prudent
         terhadap saldo persediaan yang ada di buku per 31 Desember 2020 agar
         mencerminkan nilai realisasi bersih (net realizable value), dengan membentuk provisi
         persediaan sebesar Rp 147 miliar.

         Kemudian sejalan dengan waktu, kasus Covid-19 terus berkurang, dan bisnis
         berangsur-angsur mengalami perbaikan, Perseroan mampu melikuidasi barang
         dagangan yang dibeli di tahun 2020. Oleh karena itu provisi yang sudah kami
         cadangkan di tahun 2020 kami pulihkan di tahun 2021.

   c. Apakah nilai provisi persediaan saat ini cukup untuk menutupi risiko kerugian karena
      penurunan nilai persediaan dan risiko kehilangan persediaan? Agar dijelaskan secara
      rinci latar belakang dan asumsi atas kecukupan nilai provisi persediaan.
      Penjelasan:
      Nilai provisi yang ada di buku Perseroan sudah mencerminkan nilai realisasi bersih (net
      realizable value) dari saldo persediaan. Seperti yang kami jelaskan di butir (a) di atas,
      Perseroan memiliki SOP dalam membuat provisi dan review kami lakukan setiap
      kuarter.

   d. Berdasarkan LK Auditan per 31 Desember 2022 terdapat key audit matter mengenai
      penyisihan persediaan karena Perseroan memiliki risiko keusangan yang dapat
      mengakibatkan persediaan dijual dengan diskon tinggi dan risiko kehilangan
      persediaan. Atas hal tersebut agar dijelaskan secara rinci mengenai upaya Perseroan
      mengatasi risiko keusangan persediaan.
      Penjelasan:

                                                                                       Page 4 of 18
Menara Matahari 12th Floor             T 62 21 547 5228
Jl. Boulevard Palem Raya No. 7         E corp.comm@matahari.com
Karawaci, Tangerang 15811, Indonesia   www.matahari.com
Page 5
          Perseroan mempunyai informasi yang lengkap untuk setiap item (Stock Keeping Unit
          (SKU)) barang dagangan, termasuk usia dari produk yang bersangkutan, jumlah unit
          yang tersisa, dan sebagainya. Team Merchandising akan melakukan diskon dengan
          mengacu kepada SOP “Aged based Markdown”. Dengan metode yang Perseroan
          terapkan, maka tingkat resiko terjadinya keusangan persediaan bisa diminimalisasi.
          Dan jika masih ada barang usang yang belum berhasil dijual, maka Perseroan akan
          membuat provisi atas barang usang tersebut supaya mencerminkan nilai realisasi
          bersihnya.

    e. Kebijakan Perseroan mengenai jumlah persediaan optimal. Agar dijelaskan secara
       rinci.
       Penjelasan:
       Perseroan memiliki team Planning and Allocation dalam menentukan kecukupan dan
       optimalisasi barang dagangan. Tugas dan tanggung jawab utama mereka adalah
       mereview barang dagangan yang ada di toko-toko Matahari, mana yang laku dan
       mana yang kurang laku. Replenishment akan dilakukan berdasarkan data aktual
       penjualan dan saldo barang dagangan yang tercermin di sistem, dengan acuan
       proyeksi untuk beberapa bulan ke depan.

4. Berdasarkan CALK No. 7 tentang Sewa, per 30 Juni 2023 Perseroan membukukan
   penambahan nilai sewa sebesar Rp 94,2 miliar dan modifikasi kontrak sewa sebesar Rp 1,2
   miliar. Selanjutnya berdasarkan LK Auditan per 31 Desember 2022, Auditor juga
   menekankan penentuan aset hak guna dan liabilitas sewa berdasarkan PSAK 73 karena
   keberagaman persyaratan dalam perjanjian sewa dan estimasi signifikan yang
   diterapkan. Atas hal tersebut agar dijelaskan:

    a. Latar belakang peningkatan nilai sewa per 30 Juni 2023. Agar dijelaskan secara rinci.
       Penjelasan:
       Peningkatan nilai sewa per 30 Juni 2023 disebabkan adanya penambahan toko-toko
       baru di tahun 2023 yang bersifat jangka panjang dan memiliki skema rental tarif tetap
       dan skema sistem bagi hasil dengan pembayaran minimum.

    b. Latar belakang adanya modifikasi kontrak sewa per 30 Juni 2023. Agar dijelaskan
       secara rinci.
       Penjelasan:
       Modifikasi kontrak sewa per 30 Juni 2023 disebabkan adanya perubahan tarif sewa
       akibat keringanan biaya sewa yang berikan oleh developer dan perpanjangan
       periode sewa.

    c. Penjelasan rinci atas estimasi yang digunakan oleh Perseroan dalam menentukan
       tingkat diskonto dan masa sewa.
       Penjelasan:
       Estimasi yang digunakan oleh Perseroan dalam menentukan tingkat diskonto adalah
       dengan menggunakan suku bunga bebas risiko yang disesuaikan dengan masa sewa
       ditambahkan dengan suku bunga pinjaman incremental pada pinjaman bank.

          Estimasi yang digunakan oleh Perseroan dalam menentukan masa sewa adalah masa
          sewa yang telah disetujui oleh Perseroan dan Developer yang dituangkan dalam
          perjanjian sewa menyewa.

                                                                                   Page 5 of 18
 Menara Matahari 12th Floor             T 62 21 547 5228
 Jl. Boulevard Palem Raya No. 7         E corp.comm@matahari.com
 Karawaci, Tangerang 15811, Indonesia   www.matahari.com
Page 6
    d. Bagaimana kesesuaian pencatatan nilai sewa dengan PSAK 73? Agar dijelaskan.
       Penjelasan:
       Laporan keuangan Perseroan secara keseluruhan telah disusun sesuai dengan
       Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, termasuk PSAK 73 tentang Sewa dan
       laporan keuangan Perseroan diaudit oleh Kantor Akuntan Publik setiap tahunnya.
       Pencatatan nilai sewa telah dilakukan sesuai dengan PSAK 73 dimana Perseroan
       mencatat Aset Hak Guna dan Liabilitas Sewa atas sewa-sewa yang memenuhi kriteria
       sewa menurut PSAK 73.

    e. Bagaimana upaya yang dilaksanakan Perseroan untuk memastikan pencatatan nilai
       sewa sudah tepat dan akurat?
       Penjelasan:
       Perseroan melakukan proses review secara berkala (bulanan) atas pencatatan nilai
       sewa agar sesuai dengan PSAK 73 yang berlaku. Sebagai tambahan informasi,
       laporan keuangan tahun 2022 sudah diaudit oleh PricewaterhouseCoopers (PwC),
       dan pihak Auditor tidak memberikan catatan temuan apapun, termasuk perhitungan
       dan pencatatan atas Sewa PSAK 73.

5. Berdasarkan CALK No. 8 tentang Investasi Pada Instrumen Ekuitas, per 30 Juni 2023
   Perseroan menjelaskan bahwa investasi pada PT Global Ecommerce Indonesia telah
   dicadangkan sepenuhnya atas kerugian penurunan nilai sejak tahun 2018. Atas hal
   tersebut agar dijelaskan:

    a. Nominal investasi Perseroan kepada PT Global Ecommerce Indonesia.
       Penjelasan:
       Nominal investasi pada PT Global Ecommerce Indonesia (GEI), yang adalah
       perusahaan induk dari Mataharimall, sebesar Rp 769,77 miliar. Agar diperhatikan untuk
       menghindari kerancuan bahwa Matahari.com dimiliki oleh PT Matahari Department
       Store Tbk (Perseroan).

    b. Latar belakang Perseroan melaksanakan investasi pada PT Global Ecommerce
       Indonesia.
       Penjelasan:
       Perseroan melihat bahwa bisnis online sebagai peluang yang signifikan untuk
       memperluas jangkauan bisnis Perseroan ke seluruh nusantara selaku perusahaan retail.
       Dalam rangka pengembangan bisnis online, Perseroan bekerjasama dengan
       Mataharimall untuk melakukan penjualan produk Perseroan, di mana Perseroan
       menjadi salah satu merchant di platform Mataharimall. Perseroan melihat bahwa
       transaksi ini dilakukan sebagai dasar untuk hubungan jangka panjang yang strategis
       dengan GEI dan Mataharimall. Perseroan percaya bahwa investasi dalam GEI dan
       kemitraan dengan Mataharimall bersamaan dengan peluang yang baru untuk
       mengembangkan komponen online to offline dan offline to online (“O2O) akan
       mendorong kenaikan penjualan yang signifikan di masa depan, dan akan
       meningkatkan laba Perseroan. Perseroan juga melihat adanya peluang untuk
       berinvestasi pada tahap awal dengan harapan keuntungan untuk masa depan, serta
       mendapatkan kesempatan untuk menampilkan dan memasarkan merek eksklusif
       Perseroan ke seluruh Indonesia melalui bisnis online.



                                                                                   Page 6 of 18
 Menara Matahari 12th Floor             T 62 21 547 5228
 Jl. Boulevard Palem Raya No. 7         E corp.comm@matahari.com
 Karawaci, Tangerang 15811, Indonesia   www.matahari.com
Page 7
   c. Latar belakang Perseroan telah mencadangkan sepenuhnya atas kerugian
      penurunan nilai sejak tahun 2018.
      Penjelasan:
      (A) Bukti external maupun internal yang mempengaruhi nilai investasi, antara lain:

              1. Hasil kinerja Mataharimall.com yang tidak sesuai dengan rencana kerja yang
                 diharapkan.
                 a. Kerugian bersih finansial mencapai Rp -395 miliar, Rp -701 miliar, Rp -188
                    miliar dan Rp -631 miliar masing-masing di tahun 2015, 2016, 2017 dan 2018.
                    Salah satu penyebab Utama kerugian tersebut adalah biaya operasional
                    (pemasaran)        yang      tinggi   sebagai     upaya    memperoleh      dan
                    mempertahankan pelanggan online di situs web Mataharimall.com.
                    Namun hasil penjualan atau yang dikenal dengan nama Gross
                    Merchandise Value (GMV) tercatat masing-masing sebesar Rp 0.5 triliun, Rp
                    2.4 triliun, Rp 0.5 triliun dan Rp 0.5 triliun pada tahun 2015, 2016, 2017 dan
                    2018.

                   b. Berdasarkan penelitian pasar yang dilakukan oleh konsultan pihak ketiga,
                      rangking Mataharimall di pasar e-commerce jatuh di peringkat nomor 11
                      dengan average monthly calon pembeli yang mengunjungi
                      Mataharimall.com sebesar 4,0 juta (Tokopedia: 99.8 juta; Bukalapak: 73.6
                      juta; Lazada: 63.9 juta).

              2. Strategi untuk fokus pada produk fashion dengan menawarkan produk eksklusif
                 Mataharimall.com terlaksana akan tetapi hasil kinerja di bawah harapan.
                      Di awal tahun 2018, manajemen Mataharimall mengumumkan
                         perubahan strategi dari marketplace menjadi situs fashion retailer,
                         dengan memperkenalkan produk-produk private label (e.g. Mavis,
                         Masilca). Di samping itu, Mataharimall juga bekerjasama dengan
                         produk internasional seperti 361 Degrees, yang juga adalah salah satu
                         sponsor utama di Asian Games yang diadakan di Indonesia di tahun
                         2018. Kinerja penjualan merek-merek ini di bawah ekspektasi.

              3. Perubahan strategi Mataharimall seperti diungkapkan dalam Keterbukaan
                 Informasi Perseroan pada tanggal 21 Desember 2018 dan penjelasan pada
                 butir 1 di atas.
                      Dikarenakan sampai dengan November 2018, strategi sebagai fashion
                          retailer tidak membuahkan hasil yang baik, maka Mataharimall kembali
                          mengambil keputusan merestrukturisasi bisnisnya menjadi penyedia
                          infrastruktur online, dengan fokus melayani bisnis online Perseroan.

              4. Persaingan di bisnis online yang sangat keras meramaikan pasar online di
                 Indonesia, ditandai dengan penyedia bisnis online internasional seperti
                 Alibaba menjadi pendukung finansial untuk Tokopedia, JD.id dan sebagainya.
                 Penyedia jasa online berlomba-lomba melakukan promosi dengan tidak
                 mengindahkan kemampuan finansial bisnis jangka panjang (burning money
                 strategy). Para pemegang saham Mataharimall mengambil keputusan yang
                 strategis, yaitu merestrukturisasi bisnis sebagaimana tercantum dalam poin (3)
                 di atas, dengan memperhatikan kemampuan finansial perusahaan dan
                 menyetujui strategi bisnis di bisnis online akan memerlukan dana yang jauh
                                                                                        Page 7 of 18
Menara Matahari 12th Floor             T 62 21 547 5228
Jl. Boulevard Palem Raya No. 7         E corp.comm@matahari.com
Karawaci, Tangerang 15811, Indonesia   www.matahari.com
Page 8
                    lebih banyak sehingga akan mempengaruhi posisi finansial Mataharimall untuk
                    jangka panjang.

               5. Guna      mempertahankan    bisnis Mataharimall.com,     manajemen
                  Mataharimall.com berusaha melakukan fundraising namun karena
                  momentum dan timing sudah lewat dan kondisi perekonomian global tidak
                  mendukung sehingga rencana tambahan pendanaan di GEI di tahun 2018
                  tidak terwujud.

          (B) Kebijakan akuntansi Perseroan atas penurunan Nilai Aset Keuangan [catatan 2f
              atas laporan keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir 31 Desember 2018
              (audited)] dan Investasi pada instrument ekuitas [catatan 2n atas laporan
              keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir 31 Desember 2018 (audited)]
              yang berdasarkan PSAK 50/55 tentang “Instrumen Keuangan”

               Perseroan telah melakukan penelaahan atas dampak dari keputusan ini, dan
               sebelum mengambil keputusan, Perseroan telah melakukan konsultasi dengan
               auditor eksternal Perseroan atas pencadangan keseluruhan terhadap investasi
               Perseroan di Mataharimall.

6. Pada laporan keuangan per 30 Juni 2023, Perseroan membukukan peningkatan akun
   pinjaman bank menjadi Rp 1,15 triliun. Berdasarkan CALK No. 13 terkait Pinjaman Bank,
   peningkatan tersebut dilatar belakangi oleh penambahan plafond fasilitas CIMB 3 dan
   memperpanjang jangka waktu hingga 18 Desember 2024. Atas hal tersebut agar
   dijelaskan latar belakang peningkatan pinjaman bank.
   Penjelasan:
   Kami tidak melakukan penambahan plafond fasilitas. Fasilitas CIMB 3 yang Bursa
   maksudkan adalah sifatnya perpanjangan di mana jangka waktu fasilitas tersebut adalah
   3 tahun. Artinya setiap 3 tahun, Perseroan akan melakukan perpanjangan fasilitas
   tersebut.

    Total plafond fasilitas pinjaman dari Bank CIMB Niaga kepada Perseroan adalah sebesar
    Rp 1.7 triliun sejak tahun 2019 dan tidak berubah sampai dengan sekarang, di mana dibagi
    menjadi 2: PT 2 dan PT 3, dengan total plafond masing-masing sebesar Rp 700 miliar dan
    Rp 1 triliun.

7. Perseroan membukukan utang usaha pihak ketiga yang cukup fluktuatif berdasarkan
   laporan keuangan per 31 Desember 2022, 31 Maret 2023, dan 30 Juni 2023 yaitu masing –
   masing sebesar Rp 1,2 triliun, Rp 1,8 triliun dan Rp 673 miliar. Akun utang usaha pihak ketiga
   terdiri dari utang usaha pembelian yang merupakan liabilitas kepada para pemasok dan
   utang usaha konsinyasi yang berasal dari hasil penjualan konsinyasi yang belum
   disetorkan. Tidak ada jaminan yang diberikan sehubungan dengan utang usaha. Atas hal
   tersebut agar dijelaskan:

    a. Latar belakang fluktuasi utang usaha pihak ketiga tersebut.
       Penjelasan:
       Perlu diketahui bisnis retail adalah bidang usaha yang sangat tergantung pada
       kegiatan yang bersifat musiman misalnya Lebaran, Natal, Imlek, libur anak sekolah,
       dan lain sebagainya.

                                                                                       Page 8 of 18
 Menara Matahari 12th Floor             T 62 21 547 5228
 Jl. Boulevard Palem Raya No. 7         E corp.comm@matahari.com
 Karawaci, Tangerang 15811, Indonesia   www.matahari.com
Page 9
          Utang usaha pihak ketiga sebesar Rp 1,2 triliun pada 31 Desember 2022 disebabkan
          karena bulan Desember adalah bulan dengan nilai penjualan kedua tertinggi setelah
          Lebaran, di mana penjualan konsinyasi berkontribusi sebesar 71%. Pembayaran
          kepada pemasok konsinyasi atas penjualan bulan Desember baru akan dilakukan di
          bulan berikutnya yakni Januari 2023.

          Saldo utang usaha pihak ketiga mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp 1,8 triliun
          pada 31 Maret 2023 disebabkan karena pembelian barang dagangan dalam rangka
          menyambut peak season Lebaran, di mana utang usaha kepada pemasok memiliki
          jangka waktu pembayaran (term of payment) selama 90 hari.

          Kemudian saldo utang usaha pihak ketiga mengalami penurunan pada 30 Juni 2023
          menjadi sebesar Rp 673 miliar karena penjualan di periode Lebaran sudah dibayarkan
          kepada supplier konsinyasi di bulan Mei 2023, dan utang usaha dari pembelian barang
          dagangan untuk Lebaran juga sudah dibayarkan di bulan Juni 2023.

    b. Latar belakang tidak adanya jaminan yang diberikan sehubungan dengan utang
       usaha.
       Penjelasan:
       Perseroan memiliki hubungan usaha yang kuat dengan sebagian besar pemasoknya.
       Sebagian besar pemasok Perseroan telah menjalin kerjasama dalam rentang waktu
       yang lama sehingga tingkat kepercayaan antara kedua belah pihak terjalin erat.
       Sebagai bukti yakni pada saat Covid-19 terjadi pada tahun 2020 dan 2021, kami bahu
       membahu dengan seluruh pemasok untuk menangani permasalahan yang terjadi
       dan pada akhirnya kami mampu melalui semuanya dengan lancar dan sempurna
       tanpa ada perselisihan atau permasalahan hukum yang terjadi. Tidak ada permintaan
       jaminan dari Perseroan dari pemasok mana pun.
       Semua transaksi jual beli dengan pemasok memiliki perjanjian yang ditandatangani
       kedua belah pihak. Hak dan kewajiban diatur dengan jelas di dalamnya. Perjanjian
       tersebut memiliki kekuatan hukum jika salah satu pihak wanprestasi maka akan ada
       sanksi hukumnya.

    c. Mohon untuk memberikan informasi mengenai umur utang usaha pihak ketiga
       dengan mengisi tabel berikut:
                                                                             (dalam jutaan Rupiah)
                                              Realisasi                         Persentase
              Umur Utang                30 Juni 2023          Sisa Utang
                                             Pelunasan                         Pelunasan (%)
        1-30 hari                461,961          451,090           10,871         97.6%
        31-60 hari                94,714           94,512              202         99.8%
        Lebih dari 60 hari       116,405           68,228           48,177         58.6%
        Total                    673,080          613,830           59,250         91.2%
        *) Utang yang masih dalam proses rekonsiliasi dengan pemasok

8. Berdasarkan CALK No. 12 tentang Perpajakan, per 30 Juni 2023 Perseroan membukukan
   peningkatan utang pajak penghasilan badan pasal 29 dari sebelumnya sebesar Rp 27,2
   triliun per 31 Desember 2022 menjadi Rp 132,3 triliun per 30 Juni 2023. Atas hal tersebut agar
   dijelaskan secara rinci latar belakang peningkatan utang pajak tersebut.
   Penjelasan:
    Sedikit koreksi bahwa utang pajak penghasilan yang disebutkan di butir 8 seharusnya
         Rp 27,2 miliar per 31 Desember 2022 dan Rp 132,3 miliar per 30 Juni 2023, bukan dalam
         triliun.
                                                                                          Page 9 of 18
 Menara Matahari 12th Floor                   T 62 21 547 5228
 Jl. Boulevard Palem Raya No. 7               E corp.comm@matahari.com
 Karawaci, Tangerang 15811, Indonesia         www.matahari.com
Page 10
        Perbandingan jumlah pajak yang ditanyakan oleh Bursa sebenarnya bukanlah
         merupakan perbandingan yang sebanding karena data yang ditanyakan adalah
         perbandingan data 1 (satu) tahun penuh atau 12 bulan untuk tahun 2022 dengan
         data yang hanya 6 (enam) bulan untuk periode 2023. Perbandingan jumlah pajak
         yang ideal seharusnya menggunakan perbandingan yang sebanding yaitu keduanya
         merupakan data 1 (satu) tahun penuh atau keduanya merupakan data periode 6
         (enam) bulan saja.

        Untuk menjelaskan peningkatan utang PPh pasal 29, maka perlu kami berikan
         perincian timbulnya utang pajak penghasilan badan pasal 29 sebagai berikut:
                                                               30 Juni 2023        31 Desember 2022
                            Keterangan
                                                                (6 bulan)              (12 bulan)
         Beban pajak perseroan (Kini)    (A)                             159,607                273,771
         Dikurangi pajak dibayar di muka
          - PPh Pasal 22                                      -                      (4,833)
          - PPh Pasal 23                                     (589)                   (1,017)
          - PPh Pasal 25                                  (26,709)                 (240,741)
           Jumlah Pajak dibayar di muka (B)                             (27,298)               (246,591)
         Kurang Bayar PPh badan (PPh pasal 29)
                                                                        132,309                   27,180
         = (A) - (B)

        Dari tabel di atas dapat terlihat bahwa Utang PPh pasal 29 berasal dari Beban pajak
         Perseroan dikurangi dengan pajak dibayar di muka.


                               Utang PPh pasl 29 = Beban Pajak - Pajak dibayar di muka


              Beban pajak Perseroaan pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30
               Juni 2023 (“Juni 2023”) sebesar Rp 159,61 miliar, lebih kecil jika dibandingkan
               dengan beban pajak untuk periode 1 (satu) tahun yang berakhir pada 31
               Desember 2022 (“Desember 2022”) sebesar Rp 273,77 miliar.
              Pajak dibayar di muka pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni
               2023 (“Juni 2023”) sebesar Rp 27,30 miliar, lebih kecil jika dibandingkan dengan
               pajak dibayar di muka untuk periode 1 (satu) tahun yang berakhir pada 31
               Desember 2022 (“Desember 2022”) sebesar Rp 246,60 miliar.
              Dengan demikian, maka besaran PPh pasal 29 untuk Juni 2023 akan lebih besar
               yaitu sebesar Rp 132,31 miliar jika dibandingkan dengan PPh pasal 29 untuk
               Desember 2023 yang sebesar Rp 27,18 miliar.

        Adapun peningkatan nilai PPh pasal 29 tersebut pada periode Juni 2023 dibandingkan
         dengan periode Desember 2022 dikarenakan adanya penurunan jumlah pajak
         dibayar di muka Perseroan pada periode Juni 2023 dibandingkan dengan periode
         Desember 2022 yaitu dari Rp 246,59 miliar menjadi Rp 27,30 miliar. Kemudian adapun
         penyebab penurunan jumlah pajak dibayar di muka di peridoe Juni 2023 ini terutama
         disebabkan oleh turunnya angsuran PPh pasal 25 dari nilai Rp 240,74 menjadi Rp 26,71
         miliar. Penurunan ini wajar karena kedua periode yang dibandingkan merupakan

                                                                                               Page 10 of 18
Menara Matahari 12th Floor               T 62 21 547 5228
Jl. Boulevard Palem Raya No. 7           E corp.comm@matahari.com
Karawaci, Tangerang 15811, Indonesia     www.matahari.com
Page 11
          perbandingan yang tidak seimbang atau tidak sebanding di mana jumlah angsuran
          PPh pasal 25 untuk tahun 2022 sebesar Rp 240,7 miliar merupakan jumlah angsuran
          selama 12 (dua belas) bulan sedangkan jumlah angsuran pajak periode 2023 sebesar
          Rp 26,71 miliar hanya merupakan jumlah angsuran selama 6 (enam) bulan saja
          (masalah timing saja).

                                         2023             2022
              MASA PAJAK
                                        (6 bulan)      (12 bulan)
                 Jan - Juni                26,708          31,723
             Juli - Desember                    -         209,018
                  TOTAL                    26,708         240,741
    Kemudian, peningkatan angsuran PPh pasal 25 baru terjadi di semester kedua setiap
    tahunnya mengikuti kinerja laporan laba rugi triwulanan sebelumnya. Oleh karena itu, jika
    perbandingan dilakukan dengan periode 1 tahun penuh untuk setiap tahunnya, maka
    tidak akan banyak perbedaannya. Namun jika periode 6 bulan dibandingkan dengan
    periode 1 tahun seperti yang ditanyakan oleh Bursa, maka dipastikan akan kelihatan
    perbedaannya yang cukup signifikan.

9. Berdasarkan CALK No. 15 tentang Tambahan Modal Disetor, terdapat selisih antara harga
   pengalihan yang dibayar ketika PT Meadow Indonesia mengakuisisi Perseroan dan nilai
   buku pada saat akuisisi akibat transaksi restrukturisasi dari entitas sepengendali sejumlah –
   Rp 3,77 triliun. Berdasarkan surat Perseroan No. 099/MDS/LGL/07/2011 tanggal 4 Juli 2011
   perihal Permohonan Pencatatan Saham PT Matahari Department Store Tbk. (“Perseroan”)
   Sebagai Calon Perusahaan Hasil Penggabungan Usaha, berikut terlampir proforma LK
   setelah penggabungan dengan PT Meadow Indonesia:




                                                                                     Page 11 of 18
 Menara Matahari 12th Floor                     T 62 21 547 5228
 Jl. Boulevard Palem Raya No. 7                 E corp.comm@matahari.com
 Karawaci, Tangerang 15811, Indonesia           www.matahari.com
Page 12
   Atas hal tersebut kami jelaskan:

   a. Analisa manajemen untuk akun tambahan modal disetor negatif tersebut.
      Penjelasan:
      Penggabungan usaha (merger) tersebut terjadi pada tahun 2011.

         Akun Tambahan Modal Disetor terutama terdiri dari Selisih nilai transaksi restrukturisasi
         entitas sepengendali sebesar Rp 3,77 triliun.

         Pada tanggal 30 September 2011, PT Meadow Indonesia dan Perseroan
         menyelesaikan proses penggabungan usaha mereka dengan Perseroan sebagai
         entitas yang menerima penggabungan dan PT Meadow Indonesia bubar demi
         hukum. Sebelum transaksi penggabungan usaha, PT Meadow Indonesia memiliki
         98,15% dari modal ditempatkan Perseroan. Karena kedua entitas merupakan entitas
         sepengendali pada tanggal tersebut, hasil keuangan PT Meadow Indonesia dan
         Perseroan digabungkan dengan menggunakan nilai buku aset dan liabilitas yang
         ditransfer pada saat penggabungan usaha. Transaksi antar entitas sepengendali
         dicatat dengan nilai buku seperti penggabungan usaha berdasarkan metode
         penyatuan kepemilikan (pooling of interest) sesuai dengan PSAK 38 “Akuntansi
         restrukturisasi entitas sepengendali”.

         Selisih antara harga pengalihan yang dibayar ketika PT Meadow Indonesia
         mengakuisisi Perseroan dan nilai buku PT Meadow Indonesia pada saat akuisisi akibat
         transaksi restrukturisasi dari entitas sepengendali sejumlah Rp 3,77 triliun dicatat
         sebagai "tambahan modal disetor".

   b. Pertimbangan Perseroan terkait dengan rencana penggabungan dengan PT
      Meadow Indonesia mengingat berdasarkan proforma yang disampaikan pada tahun
      2011 sudah terindikasi akan dibukukannya ekuitas negatif.
      Penjelasan:
      Perseroan merupakan salah satu perusahaan ritel terbesar di Indonesia dengan 95
      jaringan gerai yang tersebar di seluruh Indonesia (per 31 Maret 2011), gerai-gerai
      tersebut menawarkan pilihan produk yang beragam kepada konsumen di Indonesia.
      Pada bulan April 2010, PT MI telah mengakuisisi 98% dari total seluruh saham yang
      dikeluarkan oleh Perseroan dan dilanjutkan dengan pembelian 0,15% saham
      Perseroan pada bulan Mei 2010 melalui penawaran tender wajib sesuai dengan
      ketentuan peraturan Bapepam-LK yang berlaku. Seiring dengan pelaksanaan akuisisi
      tersebut, kepemilikan Merek Matahari dan Merek Private Label dialihkan oleh pemilik
      lama kepada PT MI, yang kemudian, dilisensikan kepada Perseroan untuk
      mempergunakan merek, merek dagang, dan logo serta hak kekayaan intelektual
      lainnya yang berkaitan dengan merek untuk tujuan pemasaran, distribusi produk dan
      kegiatan usaha sehari-hari dari Perseroan, dengan biaya royalti yang telah disetujui
      oleh para pihak.

         Para Peserta Penggabungan telah mengkaji dan melakukan studi kelayakan atas
         Penggabungan, dan bermaksud merealisasikan manfaat komersial dan sinergi
         kegiatan usaha utama yang secara strategis akan menguntungkan Perseroan,
         khususnya dari sudut pandang kepemilikan merek, yaitu Merek Matahari dan Merek
         Private Label setelah dilaksanakannya Penggabungan.

                                                                                       Page 12 of 18
Menara Matahari 12th Floor             T 62 21 547 5228
Jl. Boulevard Palem Raya No. 7         E corp.comm@matahari.com
Karawaci, Tangerang 15811, Indonesia   www.matahari.com
Page 13
         Pengalihan kepemilikan merek-merek dagang, merek-merek, dan logo-logo dari PT MI
         kepada Perseroan akan menghilangkan risiko potensial dimana PT MI dapat
         menghentikan perjanjian lisensi atas merek-merek tersebut, sehingga Perseroan
         memiliki fleksibilitas untuk mengembangkan dan mempergunakan merek dagang,
         merek-merek dan logo-logo secara berkesinambungan. Hal ini akan memungkinkan
         Perseroan untuk beroperasi lebih efisien, memberikan keleluasaan pada manajemen
         untuk mempergunakan merek dagang, merek-merek dan logo-logo tersebut sebaik-
         baiknya sesuai keperluannya tanpa khawatir diakhirnya lisensi yang dapat
         menganggu secara material kelangsungan usaha Perseroan. Selanjutnya, pada satu
         sisi, Penggabungan akan meniadakan alur pembayaran royalti yang harus
         dibayarkan secara terus menerus berdasarkan Perjanjian Lisensi Merek Baru, dan di sisi
         lain akan meniadakan pinjaman antar perusahaan. Manfaat dihilangkannya
         pembayaran royalti, Perseroan dapat lebih efisien dan fokus pada kegiatan usahanya
         setelah Penggabungan karena tidak ada kewajiban finansial kepada PT MI, sehinga
         dana pembayaran royalti dapat dipergunakan oleh Perseroan untuk membiayai
         bidang lain dalam kegiatan operasionalnya.

         Latar belakang lainnya dari Penggabungan yaitu mengingat status Perseroan sebagai
         perusahaan publik yang mempunyai akses untuk memperoleh dana dari pasar modal,
         misalnya, melalui penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih
         dahulu, penawaran obligasi dan lainnya, yang saat ini tidak dapat dilakukan oleh PT
         MI.

         Sebagai informasi, Perseroan belum pernah membukukan ekuitas negatif sejak tahun
         2016. Negatif ekuitas baru terjadi di kwartal kedua tahun 2023. Adapun penjelasan
         mengapa hal ini bisa terjadi sudah kami ungkapkan di dalam surat dari Bursa dengan
         nomor surat S-06816/BEI.PP2/08-2023. Berikut kutipan tanggapan kami:

         “Perseroan mengharapkan untuk mencapai struktur modal yang lebih efisien.
         Perseroan berhasil membukukan Laba Bersih tahun 2022 sebesar Rp 1,4 triliun. Oleh
         karena itu, Perseroan mengoptimalkan pembagian dividen pada tahun 2023,
         berdasarkan angka tersebut.

         Perseroan berharap membukukan Ekuitas positif bahkan setelah pembagian dividen.
         Lebaran, seperti yang ditunjukkan oleh data historis dan indikator utama yang
         ditunjukkan pada awal tahun 2023, seharusnya berkontribusi pada posisi Ekuitas yang
         positif. Namun, seperti yang disampaikan dalam Penyataan Klarifikasi, kurangnya
         kinerja periode Lebaran 2023 mengakibatkan posisi Ekuitas menjadi negatif.

         Perseroan telah menyusun sejumlah proyeksi dengan beberapa kemungkinan hasil.
         Sebagai bentuk kehati-hatian, Perseroan juga menyisihkan jumlah cadangan
         sebagaimana diatur dalam Pasal 70 UUPT No. 40 Tahun 2007.

         Berdasarkan kinerja Q1 2023 dan perdagangan awal Lebaran, Perseroan berharap
         memiliki Ekuitas positif pada akhir Q2 2023. Namun, kurangnya kinerja dalam 2 minggu
         terakhir Lebaran tahun 2023 mengakibatkan Ekuitas negatif.”




                                                                                     Page 13 of 18
Menara Matahari 12th Floor             T 62 21 547 5228
Jl. Boulevard Palem Raya No. 7         E corp.comm@matahari.com
Karawaci, Tangerang 15811, Indonesia   www.matahari.com
Page 14
    c. Pertimbangan manajemen untuk menindaklanjuti saldo tambahan modal disetor
       tersebut, jika ada.
       Penjelasan:
       Saldo tambahan modal disetor yang timbul dari penggabungan usaha (Disagio
       saham) tidak terkait dengan kinerja bisnis Perseroan.

    d. Apakah terdapat rencana aksi korporasi yang akan dilaksanakan oleh Perseroan
       untuk membukukan saldo ekuitas positif? Agar dijelaskan.
       Penjelasan:
       Posisi Ekuitas yang negatif muncul sebagai akibat dari kinerja penjualan Lebaran yang
       melemah bersamaan dengan struktur biaya yang lebih besar untuk mendukung
       pertumbuhan.

          Sehubungan dengan melemahnya kinerja penjualan, Perseroan bermaksud
          memperkuat kinerja penjualan itu sendiri dengan tetap menjaga disiplin biaya.
          Strategi dan upaya penguatan kinerja keuangan antara lain:
             Peningkatan merchandising dengan pengembangan dan perluasan merek
                eksklusif
             Pengenalan merek eksklusif baru
             Ekspansi gerai
             Investasi di gerai untuk meningkatkan pengalaman berbelanja
             Ekspansi kanal penjualan di luar gerai fisik melalui e-commerce dan
                marketplaces

          Selanjutnya, Perseroan tidak akan melakukan pembelian kembali saham sampai
          Ekuitas menjadi positif.

10. Pendapatan Perseroan mengalami peningkatan sebesar 2% per 30 Juni 2023 atau
    menjadi sebesar Rp 3,9 triliun. Adapun pendapatan Perseroan terdiri dari penjualan
    eceran, penjualan konsinyasi dan pendapatan jasa. Atas hal tersebut agar dijelaskan:
    a. Target pendapatan Perseroan untuk tahun 2023.
       Penjelasan:
       Kami tidak memberikan panduan untuk target pendapatan di masa yang akan
       datang karena ketidakpastian. Kami yakin target pendapatan di tahun 2023 akan
       lebih tinggi dari tahun 2022.

    b.    Hal – hal yang telah dilakukan oleh Perseroan untuk mencapai target pendapatan
          tersebut.
          Penjelasan:
          Adapun strategi dan upaya pencapaian target pendapatan tersebut antara lain:
             Peningkatan merchandising dengan pengembangan dan perluasan merek
               eksklusif
             Pengenalan merek eksklusif baru
             Ekspansi gerai
             Investasi di gerai untuk meningkatkan pengalaman berbelanja
             Ekspansi kanal penjualan di luar gerai fisik melalui e-commerce dan
               marketplaces



                                                                                  Page 14 of 18
 Menara Matahari 12th Floor             T 62 21 547 5228
 Jl. Boulevard Palem Raya No. 7         E corp.comm@matahari.com
 Karawaci, Tangerang 15811, Indonesia   www.matahari.com
Page 15
    c.    Nature dan rincian mengenai pendapatan jasa.
          Penjelasan:
          Pendapatan jasa adalah pendapatan jasa transportasi atas distribusi barang
          dagangan dari pemasok konsinyasi ke seluruh toko yang dimiliki Perseroan di seluruh
          Indonesia.

    d.    Agar dijelaskan jenis pendapatan yang memiliki profitabilitas terbesar dan terkecil.
          Penjelasan:
          Pendapatan dari penjualan eceran (beli putus termasuk Private Label) memberikan
          marjin yang lebih besar jika dibandingkan dengan penjualan konsinyasi. Namun
          penjualan konsinyasi menghasilkan produktifitas penjualan per meter persegi yang
          lebih tinggi dibandingkan penjualan eceran.

    e.    Upaya Perseroan untuk mengatasi pendapatan dengan profitabilitas kecil.
          Penjelasan:
          Kami melakukan evaluasi kinerja setiap pemasok untuk memastikan target
          produktifitas penjualan sesuai dengan yang diharapkan. Kami mengurangi atau
          merasionalisasi merek untuk barang dagangan dengan profitabilitas/produktivitas
          rendah. Komunikasi dan diskusi secara berkala dilakukan oleh team Merchandising
          dengan pemasok untuk melakukan perbaikan dan rencana-rencana strategis yang
          akan dijalankan di toko-toko Matahari.

11. Pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian per 30 Juni 2023,
    Perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 683,9 miliar dan laba tersebut
    telah mengalami penurunan sebesar 25,53% dibandingkan per 30 Juni 2022 yang
    membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 918,4 miliar. Atas hal tersebut agar
    dijelaskan:

   a. Analisa manajemen Perseroan terkait dengan hal-hal yang menjadi penyebab
penurunan laba.

          Penjelasan:
          Penurunan laba tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan pada beban usaha
          terutama pada beban sewa, gaji dan kesejahteraan karyawan, jasa operasional,
          pemasaran, dan utilitas.

          Semua beban operasional di semester satu tahun 2023 mengalami kenaikan
          dibandingkan dengan tahun 2022 periode yang sama, mulai dari biaya sewa, biaya
          gaji, utilitas, jasa operasional dan biaya lainnya. Hal ini disebabkan adanya
          penambahan 15 toko baru yang dibuka di semester kedua tahun 2022 sampai
          dengan 30 Juni 2023.

          Dengan terus menurunnya kasus Covid-19 dan perekonomian yang membaik, di
          tahun 2023 ini pihak Developer mulai mengurangi bantuan subsidi sewa secara
          signifikan kepada Perseroan. Hal ini menyebabkan biaya sewa meningkat di tahun
          2023.

          Beban gaji meningkat, selain dikarenakan adanya penambahan 15 toko baru, juga
          karena kenaikan upah minimum di tahun 2023 sebesar 6.9%.



                                                                                    Page 15 of 18
 Menara Matahari 12th Floor             T 62 21 547 5228
 Jl. Boulevard Palem Raya No. 7         E corp.comm@matahari.com
 Karawaci, Tangerang 15811, Indonesia   www.matahari.com
Page 16
    b. Langkah-langkah konkrit yang telah dan akan dilakukan Perseroan untuk
       meningkatkan kinerja dan membukukan peningkatan laba bersih secara konsisten.
       Penjelasan:
       Perseroan aktif meningkatkan penjualan di setiap toko dengan promosi dan marketing
       yang gencar dan pembukaan toko-toko baru selama tahun 2023 serta memperkuat
       bisnis omni-channel melalui market place dan matahari.com. Kemudian, Perseroan
       juga melakukan pengetatan pengeluaran biaya (cost efficiency) untuk meningkatkan
       profitabilitas.

12. Perseroan membukukan laporan arus kas yang fluktuatif dimana per 31 Desember 2022,
    31 Maret 2023 dan 30 Juni 2023 Perseroan membukukan arus kas bersih masing – masing
    sebesar negatif Rp 307,1 miliar, Rp 15 miliar dan negatif Rp 31,8 miliar. Atas hal tersebut
    agar dijelaskan:

    a. Kebijakan pengelolaan kas untuk memenuhi minimum kebutuhan beban harian
Perseroan.

       Penjelasan:
       Kami mengikuti panduan di bawah ini untuk pengelolaan kas.
       Kami memiliki kebijakan internal mengenai pengelolaan kas. Kas yang dihasilkan dari
       aktivitas operasi diprioritaskan untuk investasi pertumbuhan (seperti untuk toko baru,
       perbaikan toko yang sudah ada, teknologi, pengembangan merek baru, dan lain-
       lain).
       Kelebihan dana setelah investasi belanja modal digunakan untuk memaksimalkan
       nilai pemegang saham (pembayaran dividen dan pembelian kembali saham).
    b. Upaya yang dilaksanakan oleh Perseroan untuk memenuhi minimum arus kas yang
       sudah ditetapkan.

          Penjelasan:
          Secara umum, saldo kas optimal yang Perseroan pertahankan adalah Rp 100 miliar.
          Perlu diketahui bahwa Perseroan juga mempunyai fasilitas pinjaman rekening koran
          bank sebesar Rp 50 miliar yang secara umum masih belum digunakan. Dan Perseroan
          memiliki fasilitas pinjaman bank sebesar Rp 1,7 triliun. Karena Perseroan berada dalam
          bisnis ritel, persediaan Perseroan dapat diubah menjadi uang tunai setiap harinya.

13. Pada periode 30 Juni 2023 Perseroan membukukan arus kas operasi sebesar Rp 730,9 miliar
    atau mengalami penurunan sebesar 46% dibandingkan periode 30 Juni 2022 dimana
    Perseroan membukukan arus kas operasi sebesar Rp 1,4 triliun. Atas hal tersebut agar
    dijelaskan:

    a. Latar belakang penurunan arus kas operasi Perseroan khususnya peningkatan
       pembayaran kepada pemasok.

          Penjelasan:
          Penurunan arus kas operasi sebesar Rp 621 miliar terutama disebabkan oleh:
           Pembelian barang dagangan untuk Lebaran tahun 2022 yang memiliki Term of
             Payment 90 (Sembilan puluh) hari belum dibayarkan per 30 Juni 2022. Sedangkan
             hutang pembelian barang dagangan utk lebaran di tahun 2023 sebagian besar
             sudah dibayarkan kepada pemasok. Seperti ditunjukkan di saldo hutang dagang
             pembelian (CALK no. 9) mengalami penurunan yang signifikan sebesar Rp 356
             miliar.

                                                                                      Page 16 of 18
 Menara Matahari 12th Floor             T 62 21 547 5228
 Jl. Boulevard Palem Raya No. 7         E corp.comm@matahari.com
 Karawaci, Tangerang 15811, Indonesia   www.matahari.com
Page 17
          Adanya pembayaran dipercepat kepada pemasok konsinyasi untuk penjualan
           bulan Desember 2022 yang mana jatuh tempo pembayaran seharusnya di 15
           Januari 2023, namun dibayarkan di akhir Desember 2022 sebesar Rp 379 miliar. Hal
           ini kami lakukan sebagai bentuk dukungan dan apresiasi kepada para supplier
           yang sudah berkontribusi dan berkolaborasi dengan Perseroan pada waktu
           pandemi Covid-19. Pembayaran dipercepat ini hanya kami berikan utk tahun 2021
           dan 2022.
    b. Strategi Perseroan agar dapat menghasilkan arus kas aktivitas operasi positif di masa
       depan.

          Penjelasan:
          Arus kas operasi Perseroan selalu positif dilihat dari 1 (satu) siklus penuh (Jan-Des).
          Adapun jika dilihat secara triwulanan, maka arus kas operasi di periode yang off-peak
          kemungkinan akan negatif. Secara historis, Perseroan pernah mengalami arus kas
          negatif di suatu kuartal namun berakhir dengan arus kas positif untuk periode setahun
          penuh. Hal ini sangatlah wajar di bisnis retail yang sangat tergantung dari musimnya
          seperti Lebaran, Natal, Imlek, liburan anak sekolah, dan lainnya.


B. Lain - lain

14. Apakah Perseroan memiliki perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi,
    gugatan, PKPU atau pailit) dari pihak ketiga, kreditur maupun supplier Perseroan? Jika
    ada, mohon disampaikan nomor perkara, pokok perkara, dan perkembangan atas
    perkara hukum tersebut.
    Penjelasan:
    Perseroan tidak memiliki perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan,
    PKPU atau pailit) dari pihak ketiga, kreditur maupun supplier Perseroan.


15. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
    harga Efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan
    kepada publik.
    Penjelasan:
    Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat
    mempengaruhi harga Efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum
    diungkapkan kepada public.


Demikian surat ini kami sampaikan. Atas kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.


Hormat kami,
PT Matahari Department Store Tbk




Susanto
Pjs. Corporate Secretary
                                                                                       Page 17 of 18
 Menara Matahari 12th Floor             T 62 21 547 5228
 Jl. Boulevard Palem Raya No. 7         E corp.comm@matahari.com
 Karawaci, Tangerang 15811, Indonesia   www.matahari.com
Page 18
Tembusan :
 -    Kepala Penilaian Perseroan 2 Bursa
 -    Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal-Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
 -    Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II – OJK
 -    Direktur Penilaian Perusahaan Sektor Jasa- OJK




                                                                             Page 18 of 18
Menara Matahari 12th Floor             T 62 21 547 5228
Jl. Boulevard Palem Raya No. 7         E corp.comm@matahari.com
Karawaci, Tangerang 15811, Indonesia   www.matahari.com

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.23 MB
Published12 Sep 2023
Pages18
Characters55,932
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result