Back to announcement
PT AAMI Tbk FY 2022-23 Financial Statement.pdf
Financial statement Text extracted AMORSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk
6 September 2023
RESULTS FOR THE YEAR ENDED 30 JUNE 2023
PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (Ashmore, the Company) today announces its
audited results for the year ending 30 June 2023.
In a challenging year for Indonesian capital markets, Ashmore’s business model delivered strong relative investment
performance, reduced operating costs and continued to innovate to ensure future growth.
Financial and business highlights:
• AuM as of 30 June 2023 was down 2.5% y/y to Rp32.6 trillion with positive investment performance1 of Rp1.8 trillion
offset by net outflows of Rp2.6 trillion. Momentum increased over the year, with net inflows of Rp1.2 trillion in H2.
• Ashmore’s investment processes are delivering strong performance for clients with 64% of AuM outperforming
benchmarks over the 12 months and 98% over three years.
• Net revenue2 declined by 14% y/y to Rp209 billion due to 11% lower average AuM and a change in product mix in
retail channels leading to a slightly lower revenue margin of 65bps.
• Ashmore reduced operating costs by 3% y/y, primarily through the alignment of variable remuneration with lower AuM
and revenue levels. Non variable remuneration costs increased, reflecting a return to pre-pandemic travel levels and
other marketing expenses to deliver AuM growth, supporting the net inflows in H2.
• Ashmore continues to diversify its client base, adding three new selling agents and three institutional clients in FY2023
and delivering 30% y/y growth in digital channel users.
• Ashmore launched eight discretionary account products in response to the change in local regulation as well as two
mutual fund products, with the ongoing focus on diversifying the product range delivering a 20% increase in average
products per selling agent.
• EBITDA3 reduced by 24% y/y to Rp113 billion, and the EBITDA margin4 remained at a high level of 54% (FY2022:
62%).
• Net profit also declined by 22% y/y to Rp93 billion.
• The Company paid an interim dividend of Rp35 billion (Rp16 per share) in February 2023 (February 2022: interim
dividend of Rp44 billion, Rp20 per share). Ashmore plans to distribute 98% of its net profit this year, consistent with its
policy of paying a minimum of 50% of the Company's net profit every year, and has proposed a final dividend of Rp25
per share5 (FY2022: Rp32.5 per share) to give a total of Rp55 billion (FY2022: Rp72 billion).
• The Company maintains a strong, liquid balance sheet, including cash of Rp143 billion as of 30 June 2023, and has
made seed capital investments with a market value of Rp104 billion to support product development and to underpin
future AuM growth.
Ronaldus Gandahusada, President Director, PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, commented:
“I am pleased to report that the Company’s profitability was resilient in FY2023, demonstrating the effectiveness of its
business model to manage the impact of challenging market conditions, while continuing to diversify and to invest to
participate fully in the future growth of the Indonesian asset management industry. In addition to ongoing diversification of
the product range, Ashmore continued to invest in its operating infrastructure during the year to deliver efficiency benefits.
“Importantly, Ashmore’s active management philosophy has delivered strong relative investment performance for clients,
with the Company’s flagship equity funds generating 5% to 10% alpha over the 12 months and fixed income funds
outperforming by 2% to 7%.
“Indonesia's asset management industry has exciting growth potential through increasing participation and demand for
more sophisticated products. Economists estimate that Indonesia will reach US$5,000 GDP per capita in 2023, which
typically suggests a pick up in disposable income that can flow to consumption and investment. Ashmore is well positioned
to benefit from this Indonesia growth opportunity and to create long-term value for its shareholders.”
Notes:
1. Investment performance includes FX changes
2. Net revenue is gross revenue less selling agent fees.
3. EBITDA is operating profit excluding depreciation and amortization.
4. EBITDA margin is EBITDA divided by net revenue
5. Final dividend proposal is subject to approval at the Annual General Meeting 2023
Page 2
PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk
6 September 2023
LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN PERIODE JUNI 2023
PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (Ashmore) hari ini mengumumkan laporan keuangan
tahunan yang diaudit untuk periode dua belas bulan yang berakhir pada 30 Juni 2023.
Di tahun yang penuh tantangan bagi pasar modal Indonesia, model bisnis Ashmore menghasilkan kinerja investasi yang
relatif kuat, mengurangi biaya operasional dan terus berinovasi untuk memastikan pertumbuhan di masa depan.
Ikhtisar keuangan dan bisnis Perusahaan untuk periode tersebut dirangkum di bawah ini.
• Dana kelolaan (AuM) pada 30 Juni 2023 mengalami penurunan 2.5% y/y ke posisi Rp32.6 triliun dengan kinerja
Investasi1 positif sebesar Rp1.8 triliun dan arus keluar bersih sebesar Rp2.6 triliun. Momentum arus masuk
mengalami kenaikan sepanjang tahun dengan arus masuk bersih sebesar Rp1.2 triliun di Semester 2
• Proses Investasi Ashmore memberikan kinerja yang baik untuk para nasabah dengan 64% dan AuM membukukan
kinerja diatas indeks acuannya untuk kinerja 12 bulan dan 98% untuk kinerja tiga tahun.
• Pendapatan bersih2 menurun sebesar 14% ke posisi Rp209 milyar didorong oleh penurunan rata-rata dana kelolaan
sebesar 11% dan perubahan struktur produk yang mendorong ke arah marjin pendapatan yang lebih rendah sebesar
65 bp
• Ashmore menurunkan biaya operasional sebanyak 3% y/y, terutama melalui penyelarasan remunerasi variabel
dengan tingkat AuM dan pendapatan yang lebih rendah. Biaya non-variabel meningkat, mencerminkan kembalinya
biaya perjalanan dan pemasaran lainnya sebelum pandemi untuk menghasilkan aliran AuM di masa depan, yang
terbukti dengan dorongan arus masuk bersih di semester 2.
• Ashmore terus mendiversifikasi basis nasabah dengan menambahkan tiga agen penjualan baru dan tiga nasabah
institusi pada FY2023 dan mengalami pertumbuhan pengguna platform digital sebesar 30% y/y.
• Ashmore meluncurkan delapan produk rekening KPD, sebagai respons terhadap perubahan peraturan dan dua
Produk Reksadana, dengan fokus berkelanjutan pada diversifikasi rangkaian produk yang menghasilkan peningkatan
rata-rata produk per agen penjualan sebesar 20%.
• EBITDA3 mengalami penurunan sebesar 24% y/y ke posisi Rp113 milyar dan marjin EBITDA4 Ashmore berada di
posisi yang tinggi 54% (FY2022: 62%)
• Laba turun 22% dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya ke posisi Rp93 milyar
• Perusahaan membayar dividen interim sebesar Rp35 milyar (Rp16 per saham) pada Februari 2023 (Februari 2022:
dividen interim sebesar Rp44 milyar, Rp20 per saham). Perusahaan berencana untuk mendistribusikan 98% dari laba
bersihnya tahun ini, konsisten dengan kebijakan dividen minimum 50% dari laba bersih Perusahaan setiap tahunnya,
dan mengusulkan dividen final sebesar Rp25 per saham5 (FY2022: Rp32.5 per saham) atau Rp55 miliar (FY2022: Rp72
milyar)
• Ashmore mempertahankan neraca yang kuat dan likuid termasuk kas sebesar Rp143 miliar pada 30 Juni 2023 dan
terus melakukan seed investment sebesar Rp104 miliar untuk mendukung pengembangan produk dan mendukung
pertumbuhan AuM di masa depan
Komentar dari Ronaldus Gandahusada selaku Presiden Direktur PT. Ashmore Asset Management Indonesia Tbk:
“Perusahaan mengakhiri tahun fiskal 2022/2023 dengan profitabilitas yang cukup tangguh pada FY2023, yang
menunjukkan efektivitas model bisnisnya dalam mengelola dampak kondisi pasar yang menantang, sambil terus
melakukan diversifikasi dan berinvestasi untuk berpartisipasi penuh dalam pertumbuhan masa depan manajemen aset
Indonesia. industri. Selain diversifikasi rangkaian produk yang berkelanjutan, Ashmore terus mengembangkan infrastruktur
operasinya sepanjang tahun untuk memberikan manfaat efisiensi.
Filosofi manajemen aktif Ashmore telah memberikan kinerja investasi yang relatif kuat bagi klien, dengan reksa dana
saham andalan Perusahaan menghasilkan 5% hingga 10% alpha selama 12 bulan dan reksa dana pendapatan tetap
berkinerja lebih baik sebesar 2% hingga 7%.
Ashmore percaya bahwa industri manajemen aset di Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang menarik melalui
peningkatan partisipasi dan permintaan akan produk-produk yang lebih canggih. Para ekonom memperkirakan bahwa
Indonesia akan mencapai PDB per kapita sebesar US$5.000 pada tahun 2023, yang biasanya menunjukkan peningkatan
pendapatan yang dapat dibelanjakan yang dapat mengalir ke konsumsi dan investasi. Ashmore mempunyai posisi yang
baik untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan Indonesia ini dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang
sahamnya.”
Notes:
1. Kinerja Investasi termasuk efek perubahan mata uang asing
2. Pendapatan bersih adalah pendapatan kotor dikurangi dengan biaya terhadap agen penjual
3. EBITDA adalah laba operasional sebelum dikurangi biaya depresiasi dan amortisasi
Page 3
4. Marjin EBITDA adalah EBITDA dibagi dengan pendapatan bersih
5. Proposal dividen final tersebut akan diajukan dan tunduk pada keputusan Rapat Umum Pemegang Saham tahun 2023
Contacts
For further information please contact:
PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk
Arief Wana, Director cosec.indonesia@Ashmoregroup.com
Lydia Toisuta, CFO
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.