Back to announcement
20230825_BUVA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31384040_lamp3.pdf
Other Text extracted BUVASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1
Ref. No. 11/BUV/VIII/2023
25 Agustus 2023
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”)
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, Lantai 6
Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53
Jakarta Selatan 12190
U.p.: Bapak I Gde Nyoman Yetna - Direktur
Ibu Vera Florida - Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2
Perihal : Jawaban atas Permintaan Penjelasan
Dengan hormat,
Menindaklanjuti Surat BEI No. S-06973/BEI.PP2/08-2023 tanggal 18 Agustus 2023 yang kami
terima pada tanggal 21 Agustus 2023 melalui SPE-IDXNet, berikut di bawah ini tanggapan kami,
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (“Perseroan”), atas hal-hal sebagai berikut:
1. Sehubungan dengan PT Danayasa Arthatama mengajukan keberatan dan protes atas
ketidakbenaran data Laporan Keuangan Konsolidasian BUVA dan Entitas Anak periode 30
Maret 2023, dimana Laporan Keuangan tersebut masih mencatat Alila Suites SCBD Jakarta
sebagai Aset Dalam Pembangunan milik KSO entitas anak PT Bukit Lentera Sejahtera (“BLS”)
berdasarkan Akta Perjanjian Pembangunan, Pengelolaan dan Penyerahan Kembali (Build,
Operate & Transfer/BOT) tertanggal 10 Maret 2011, bahwa fakta yang benar adalah BOT
tersebut telah diakhiri oleh Danayasa berdasarkan surat No. 0308/HKM-DIR/DA/X/2021
perihal Pemberitahuan Pemutusan Perjanjian BOT Hotel Alila tertanggal 18 Oktober 2021
dan telah diterima oleh BLS pada 18 Oktober 2021. Agar dijelaskan:
a. Penjelasan sehubungan dengan perjanjian BOT tersebut mencakup tanggal dimulai dan
berakhirnya perjanjian berikut, mohon dilampirkan juga dokumen sehubungan dengan
perjanjian-perjanjian tersebut.
Jawaban:
Perjanjian BOT yang dibuat antara Perseroan, PT Danayasa Arthatama Tbk (“Danayasa”),
PT Lentera Cemerlang Indah dan PT Bukit Lentera Sejahtera (“BLS”) tertuang dalam Akta
Perjanjian Pembangunan, Pengelolaan dan Penyerahan Kembali (Build, Operate &
Page 2
Transfer / BOT) Nomor 76 tanggal 10 Maret 2011, yang dibuat di hadapan Aulia Taufani,
S.H., bertindak selaku notaris pengganti dari Sutjipto, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
(“Perjanjian BOT”).
Berdasarkan Perjanjian BOT, BLS berjanji dan mengikat diri untuk membangun satu unit
bangunan hotel di atas sebidang tanah hak guna bangunan yang terdaftar atas nama
Danayasa seluas 5.065 m2. Jangka waktu pembangunan, pengoperasian dan penyerahan
kembali adalah selama 25 (dua puluh lima) tahun terhitung sejak tanggal terbitnya Izin
Mendirikan Bangunan atas proyek dan/atau selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sejak
10 Maret 2011 (“Jangka Waktu Perjanjian BOT”).
b. Bagaimana progress pembangunan proyek Alila Suites SCBD tersebut sampai dengan
saat ini.
Jawaban:
Progress sampai dengan tanggal 23 Agustus 2023 yaitu :
1. Jumlah lantai dengan status 100% selesai sebanyak 11 lantai, terdiri dari :
- Lantai Basement
- Lantai Dasar
- Lantai 3 (Event Gallery)
- Lantai 5 (Gym)
- Lantai 7 sd 10 sebanyak 4 lantai (berupa 68 kamar)
- Lantai 25 (Restoran)
2. Jumlah lantai dengan status 60% selesai : 1 lantai (ex mock up, di lantai 6)
3. Jumlah lantai dengan status 20% - 45% selesai sebanyak 13 lantai, terdiri dari :
- Lantai 1 dan 2 (2 lantai)
- Lantai 11 sd 21 (9 lantai)
- Lantai 22 dan 23 (2 lantai)
Sehingga total penyelesaian seluruh pekerjaan per-23 Agustus 2023 adalah 70%.
Terlampir disampaikan rincian status penyelesaian pekerjaan sebagaimana pada
Lampiran B.
c. Jika Perjanjian tersebut telah berakhir, agar dijelaskan latar belakang pemutusan
perjanjian BOT tersebut.
Jawaban:
Page 3
Berdasarkan Perjanjian BOT, Perjanjian BOT dengan sendirinya akan berakhir bilamana Jangka Waktu Perjanjian BOT telah selesai dan tidak dilakukan perpanjangan oleh para pihak dalam Perjanjian BOT. Perjanjian BOT hanya dapat diakhiri sebelum Jangka Waktu Perjanjian BOT apabila telah memperoleh persetujuan dari para pihak. Dalam hal terdapat keterlambatan penyelesaian pekerjaan yang melewati waktu selama 6 (enam) bulan oleh BLS selain karena alasan force majeure dan setelah Danayasa memberikan peringatan tertulis sebanyak 6 (enam) kali berturut-turut dimana masing-masing peringatan berlaku paling sedikit 14 (empat belas) hari kerja dan BLS tidak mampu memulihkan peristiwa dimaksud maka Danayasa berhak menunjuk pihak ketiga untuk menyelesaian proyek atas biaya BLS atau memutuskan Perjanjian BOT dengan pemberitahuan tertulis kepada BLS. Sehubungan dengan perkembangan pembangunan Alila Suites SCBD, alasan dapat diakhirinya Perjanjian BOT secara sepihak oleh Danayasa adalah tidak sesuainya antara perkembangan pembangunan yang diperjanjikan dalam Perjanjian BOT dengan perkembangan pembangunan yang terjadi di lapangan. Saat ini Perseroan dalam proses negosiasi dengan Danayasa terkait dengan penyelesaian Perjanjian BOT ini. d. Dampak berakhirnya perjanjian tersebut terhadap kegiatan operasional dalam hal perjanjian telah dilakukan pemutusan. Jawaban: Tidak terdapat dampak yang bersifat material terhadap kelangsungan usaha Perseroan atas berakhirnya Perjanjian BOT. e. Bagaimana proforma keuangan Perseroan jika pendapatan dari Alila SCBD tidak lagi diakui kedalam pendapatan Perseroan dalam hal perjanjian telah dilakukan pemutusan. Jawaban: Mengacu kepada laporan keuangan konsolidasian Perseroan di Juni 2023 (tidak diaudit) yang telah dipublikasikan, kontribusi Alila SCBD terhadap pendapatan grup sebesar 13,58% dan Alila SCBD masih membukukan kerugian sampai dengan Juni 2023.
Page 4
2. Berdasarkan Laporan Keuangan per 30 Juni 2023 Pinjaman Perseroan dan Entitas Anak
kepada pihak ketiga dan Bank sebagian besar merupakan liabilitas jangka pendek sebesar
Rp1,48 triliun atau sebesar 76,60% dari total liabilitas per 30 Juni 2023. Agar dijelaskan:
a. Strategi Perseroan dan sumber dana untuk melakukan pelunasan pokok dan bunga
pinjaman yang akan jatuh tempo pada tahun 2023 ataupun 2024.
Jawaban:
• Berdasarkan rapat umum pemegang saham Perseroan pada tanggal 28 Juni 2023,
pemegang saham Perseroan telah menyetujui pelaksanaan penambahan modal
Perseroan tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu dimana PT
Nusantara Utama Investama akan melakukan konversi pinjamannya kepada
Perseroan sebesar Rp754.408.640.806,- menjadi modal di Perseroan atau
sebesar 64,86% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan (“PMTHMETD”).
PMTHMETD telah efektif terjadi pada 11 Juli 2023 dimana PT Nusantara Utama
Investama telah menjadi pemegang saham Perseroan.
• Perseroan telah dan akan melakukan pembayaran sisa pinjaman secara bertahap
dari hasil usaha.
• Perseroan akan melakukan refinancing terhadap sisa pinjaman dengan jangka
waktu yang lebih panjang.
b. Strategi atas pengelolaan likuiditas Perseroan.
Jawaban:
• Menjaga keseimbangan jangka waktu aset dan kewajiban.
• Menyesuaikan jangka waktu kewajiban dengan sifat dari aset yang diperoleh.
c. Status atas pembayaran bunga dan pokok utang bank Perseroan.
Jawaban:
Pembayaran bunga dan pokok sebagian utang bank entitas induk telah dilakukan secara
bertahap oleh Perseroan.
d. Jadwal pembayaran pokok dan bunga untuk masing-masing fasilitas pinjaman bank.
Jawaban:
Saat ini manajemen baru sedang melakukan renegosiasi dengan para kreditur.
Page 5
3. Sehubungan dengan Perseroan masih membukukan ekuitas negatif sebesar (Rp127,07
miliar) per 30 Juni 2023, agar dijelaskan:
a. Upaya dan strategi yang akan dilakukan Perseroan untuk memperbaiki kondisi ekuitas
yang negatif.
Jawaban:
Dengan telah dilakukannya PMTHMETD yang berlaku efektif pada bulan Juli 2023,
ekuitas Perseroan saat ini telah menjadi positif.
b. Bagaimana perkiraan kinerja keuangan Perseroan dalam satu tahun ke depan.
Jawaban:
Hotel milik Perseroan yang telah beroperasi secara normal dan tingkat utang Perseroan
yang lebih rendah berdampak positif terhadap keuntungan Perseroan dan kelangsungan
usahanya.
c. Kondisi operasional Perseroan dan Entitas Anak.
Jawaban:
Kinerja pendapatan hotel Perseroan yang telah kembali normal dengan tingkat biaya
yang lebih rendah dan terkontrol menghasilkan tingkat keuntungan yang lebih baik.
Beberapa entitas anak masih harus menyelesaikan pembangunan.
d. Kendala yang dihadapi dalam perbaikan kinerja dan kelangsungan usaha, serta strategi
untuk mengatasi hal tersebut.
Jawaban:
Kendala operasi hotel telah dapat diatasi. Manajemen Perseroan masih mengkaji
langkah-langkah yang harus diambil terkait beberapa proyek yang belum selesai
dibangun.
e. Komitmen pemegang saham mayoritas dan/atau Pengendali untuk mencapai rencana
dan target Perseroan.
Jawaban:
Pemegang saham mayoritas dan/atau Pengendali Perseroan senantiasa berkomitmen
penuh untuk mendukung rencana pengembangan dan target Perseroan ke depan
sehubungan dengan kegiatan operasional Perseroan.
Page 6
f. Analisa Perseroan terhadap kondisi industri pariwisata dan perhotelan saat ini.
Jawaban:
Secara umum kondisi industri pariwisata dan perhotelan saat ini bisa dikatakan sudah
pulih setelah diterpa pandemi Covid-19 selama kurang lebih 3 (tiga) tahun. Banyak
wisatawan yang pada saat pandemi tidak dapat menikmati liburannya dan mengundur
liburannya sampai situasi benar-benar aman.
Pihak manajemen Perseroan juga sudah mampu untuk memperbaiki fasilitas-fasilitas
hotel maupun penggantian peralatan yang sebelumnya tertunda, dikarenakan kondisi
keuangan yang tidak memungkinkan pada saat pandemi.
Secara berangsur, manajemen Perseroan berusaha meningkatkan tarif kamar untuk
beberapa segmen, serta mengevaluasi semua biaya operasional agar dapat seefisien
mungkin dengan tujuan meningkatkan keuntungan Perseroan.
Fokus Perseroan ke depan adalah membidik target pasar (segmen) yang mampu
membayar tarif kamar sesuai dengan yang ditargetkan, minimal mendekati tarif kamar
pada saat sebelum pandemi, dan jika memungkinkan, tarif kamar akan dinaikkan secara
bertahap. Internal control, khususnya pengendalian biaya operasional (cost
management) terus ditingkatkan.
Saat ini tidak terlihat adanya penambahan jumlah hotel baru di luar hotel milik
Perseroan. Dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan khususnya ke Bali, dan
jumlah room inventory di Bali tidak banyak bertambah, hal ini merupakan kesempatan
bagi Perseroan untuk membidik segmen wisatawan menengah ke atas.
Indikator lain seperti kondisi keamanan di Indonesia yang cukup kondusif juga akan
berkontribusi pada perkembangan (growth) industri pariwisata dan perhotelan saat ini.
4. Sehubungan adanya Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dan Surat Tagihan Pajak
(STP) entitas anak PT BLS untuk pemeriksaan pajak tahun 2017 yang belum dibayarkan
sebesar Rp1,92 miliar dari total Rp3,2 miliar dan untuk pemerikasaan pajak tahun 2018 yang
belum dibayarkan sebesar Rp4,86 miliar dari total Rp5,49 miliar, agar dijelaskan:
a. Latar belakang dan alasan belum dipenuhi seluruhnya tagihan pajak tersebut.
Jawaban:
Entitas anak, BLS, belum dapat memenuhi seluruh tagihan pajak sesuai SKPKB dan STP
untuk pemeriksaan pajak tahun 2017 dan 2018 dikarenakan kurang memadainya
cashflow yang dihasilkan dari operasional Hotel Alila SCBD dengan hanya 30% kapasitas
kamar yang bisa dioperasikan.
b. Rencana Perseroan ataupun Entitas Anak untuk memenuhi kewajiban tersebut.
Jawaban:
Page 7
Upaya BLS untuk memenuhi kewajiban tersebut adalah dengan cara mengajukan
permohonan pembayaran secara cicilan ke KPP Kebayoran Baru Satu atas tunggakan
pajak tersebut.
c. Bagaimana konsekuensi atas belum dibayarkan seluruhnya atas tagihan pajak tersebut.
Jawaban:
Konsekuensi atas tagihan pajak yang belum terbayarkan adalah adanya pengenaan
bunga atas nilai sisa tunggakan pajak yang belum terbayarkan.
5. Informasi atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
kelangsungan hidup Perseroan serta dapat mempengaruhi harga saham Perseroan.
Jawaban:
Tidak ada informasi atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
kelangsungan hidup Perseroan serta dapat mempengaruhi harga saham Perseroan.
Demikian penjelasan kami, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
Benita Sofia
Sekretaris Perusahaan
Tembusan:
1. Yth. Direktur Pengawasan Transaksi Efek, Otoritas Jasa Keuangan;
2. Yth. Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 1, Otoritas Jasa Keuangan;
3. Yth. Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 2, Otoritas Jasa Keuangan.
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.