Back to announcement
20230822_ADRO_Laporan Informasi dan Fakta Material_31383045_lamp2.pdf
Other Text extracted ADROSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
PT ADARO ENERGY INDONESIA TBK (BEI: ADRO)
NEWS RELEASE – KINERJA KEUANGAN 1H23
Jakarta, 22 Agustus 2023 – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (BEI: ADRO) hari ini
menyampaikan laporan keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2023 (1H23). Mengikuti praktik tahunan perusahaan, KAP Tanudiredja, Wibisana,
Rintis & Rekan (anggota Jaringan Global PricewaterhouseCoopers) melaksanakan kajian
terbatas terhadap laporan keuangan 1H23.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer, Bapak Garibaldi Thohir, mengatakan:
“Paruh pertama tahun 2023 menunjukkan kekuatan operasional Adaro di tengah fluktuasi
harga dan kenaikan biaya. Walaupun ada tantangan-tantangan ini, kami berhasil mencatat
margin yang sehat dengan menghasilkan laba inti $1.024 juta.”
“Kami siap mencapai target FY23 dengan dukungan eksekusi yang solid di masing-masing
bisnis. Kami juga siap untuk ambil bagian dalam inisiatif hilirisasi Indonesia melalui
smelter aluminium, yang mendapatkan pemenuhan keuangan di bulan Mei lalu. Hal ini
menekankan komitmen kami terhadap pertumbuhan yang berkelanjutan di jangka panjang
melalui strategi tiga pilar.”
Iktisar
• ADRO mencatat kenaikan 19% pada volume penjualan menjadi 32,62 juta ton, dengan
pendapatan yang berkurang 2% menjadi $3.479 juta, akibat penurunan 18% pada harga jual
rata-rata (ASP).
• ADRO mencatat laba inti $1.024 juta pada 1H23 dan EBITDA operasional sebesar $1.393
juta.
• Sejalan dengan rencana investasi, belanja modal naik 71% menjadi $269 juta. ADRO telah
berinvestasi pada alat berat, tongkang dan infrastruktur pendukung pada rantai pasokan,
sambil memulai investasi di smelter aluminium dan fasilitas pendukungnya.
• Posisi keuangan ADRO tetap sehat dengan posisi kas bersih $1.324 juta per akhir 1H23.
• Pemenuhan keuangan telah diperoleh pada bulan Mei 2023 untuk smelter aluminium dan
fasilitas pendukung, sejumlah $1.585 miliar dan Rp2,5 triliun.
1
Page 2
Kinerja Keuangan
($ juta, kecuali dinyatakan lain) 1H23 1H22 Selisih
Pendapatan usaha 3.479 3.541 -2%
Beban pokok pendapatan (2.033) (1.516) 34%
Laba kotor 1.446 2.025 -29%
Laba usaha 1.178 1.891 -38%
Laba inti1 1.024 1.447 -29%
2
EBITDA operasional 1.393 2.339 -40%
Total aset 9.736 8.789 11%
Total liabilitas 2.717 3.282 -17%
Total ekuitas 7.019 5.507 27%
Utang berbunga 1.502 1.629 -8%
Kas 2.762 2.244 23%
3
Utang bersih (1.324) (770) 72%
4
Belanja modal 269 157 71%
Arus kas bebas5 933 1.040 -10%
Laba per saham (EPS) dasar dalam $ 0,028 0,039 -28%
Rasio Keuangan
1H23 1H22 Selisih
Margin laba kotor (%) 42% 57% -15%
Margin usaha (%) 34% 53% -19%
Margin EBITDA operasional (%) 40% 66% -26%
Utang bersih terhadap ekuitas (x) (0,19) (0,14) 35%
Utang bersih terhadap EBITDA operasional 12 bulan
(0,32) (0,20) 60%
terakhir (x)
Kas dari operasi terhadap belanja modal (x) 0,27 8,63 -97%
1
Laba periode ini, tidak termasuk komponen non operasional setelah pajak (amortisasi properti pertambangan, penilaian pajak tahun
sebelumnya, penyisihan (pemulihan) piutang, dan provisi biaya penonaktifan).
2
EBITDA tidak termasuk penilaian pajak tahun sebelumnya, penyisihan (pemulihan) piutang, dan provisi biaya penonaktifan).
3
Setelah dikurangi kas dan setara kas dan porsi lancar dari investasi lainnya.
4
Pengeluaran belanja modal didefinisikan sebagai: pembelian aset tetap – penerimaan hasil penjualan aset tetap + pembayaran atas
penambahan properti pertambangan + penambahan liabilitas sewa.
5
EBITDA Operasional – pajak – perubahan pada piutang usaha, persediaan, dan utang usaha – belanja modal tidak termasuk
liabilitas sewa.
2
Page 3
Segmen Operasi
Segmen Pendapatan Laba Bersih
($ juta) 1H23 1H22 Selisih 1H23 1H22 Selisih
Penambangan & 3.386 3.464 -2% 838 1.087 -23%
perdagangan batu bara
Jasa pertambangan 483 386 25% 24 21 14%
Lainnya 322 238 35% 139 247 -44%
Eliminasi (712) (547) 30% (6) (9) -33%
Total 3.479 3.541 -2% 996 1.345 -26%
ANALISIS KINERJA KEUANGAN UNTUK ENAM BULAN PERTAMA 2023 (1H23)
Pendapatan Usaha, Harga Jual Rata-Rata dan Produksi
Pendapatan ADRO pada 1H23 tercatat $3.479 juta, atau turun 2% dari 1H22. Produksi dan
penjualan naik 19%, masing-masing menjadi 33,41 juta ton dan 32,62 juta ton, yang diofset
dengan koreksi harga batu bara, dengan ASP yang turun 18%.
Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan naik 34% y-o-y menjadi $2.033 juta, terutama karena biaya royalti PT
Adaro Indonesia (AI) yang meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Total biaya bahan bakar naik 13%, seiring kenaikan 17% pada konsumsi bahan bakar.
Pengupasan lapisan penutup mencapai 129,83 juta bcm, atau naik 27% dari 1H22. Nisbah kupas
tercatat 3,89x, atau naik 7% dari 1H22. Biaya kas batu bara per ton (tidak termasuk royalti) pada
1H23 naik 23% dari 1H22.
Beban Usaha
Beban usaha 1H23 naik 68% y-o-y menjadi $241 juta, terutama karena pendapatan negara bukan
pajak (PNBP) dan pendapatan pemerintah daerah yang masih harus dibayar, cadangan untuk
pembayaran penetapan pemerintah, dan kenaikan beban penjualan dan pemasaran. Kenaikan
pada beban penjualan dan pemasaran sesuai dengan kenaikan volume penjualan.
Royalti kepada Pemerintah dan Beban Pajak Penghasilan
Royalti kepada Pemerintah naik 67% dari $511 juta menjadi $853 juta, sedangkan beban pajak
penghasilan turun 65% menjadi $244 juta dari $696 juta. Setelah memperoleh IUPK-KOP pada
bulan September 2022, AI menerapkan ketentuan perpajakan dan PNBP sesuai aturan yang
berlaku mulai 1 Januari 2023.
IUPK-KOP tersebut meningkatkan tarif royalti AI dari 13,5% menjadi 14% sampai 28%. Namun,
pajak penghasilan badan turun dari 45% menjadi 22%. IUPK-KOP ini juga mengakibatkan
perubahan pada bisnis AI, seperti porsi PNBP bagi pemerintah pusat dan daerah sesuai
peraturan perundang-undangan. AI meliputi 75% produksi ADRO pada 1H23.
3
Page 4
EBITDA Operasional dan Laba Inti
EBITDA operasional ADRO turun 40% y-o-y menjadi $1.393 juta dan laba inti turun 29% menjadi
$1.024 juta pada 1H23 karena harga batu bara global kembali normal pada periode ini. Margin
EBITDA operasional pada 1H23 mencapai 40%. Laba inti tidak memperhitungkan komponen
akuntansi non operasional setelah pajak, yang di antaranya terdiri dari amortisasi properti
pertambangan.
Laba bersih periode ini yang mencapai $996 juta telah memperhitungkan PNBP untuk pemerintah
pusat (dengan porsi 4%) dan pemerintah daerah (dengan porsi 6%).
Total Aset
Total aset per akhir 1H23 naik 11% menjadi $9.736 juta, dari $8.789 juta per akhir 1H22, karena
saldo kas naik 23% menjadi $2.762 juta. Per akhir 1H23, kas dan setara kas meliputi 28% dari
total aset.
Aset lancar per akhir 1H23 naik 13% menjadi $4.057 juta, terutama karena kenaikan saldo kas.
Aset non lancar per akhir 1H23 sebesar $5.679 juta mencerminkan kenaikan 9% dari periode
yang sama tahun sebelumnya karena kenaikan aset tetap dan investasi pada ventura bersama.
Aset Tetap
Aset tetap per akhir 1H23 sebesar $1.557 juta mewakili kenaikan 14% dari akhir 1H22 karena
peningkatan belanja modal pada periode ini, yang terutama digunakan untuk alat berat, kapal,
dan smelter aluminium. Aset tetap meliputi 16% total aset.
Properti Pertambangan
Per akhir 1H23, properti pertambangan turun 9% y-o-y menjadi $1.014 juta, karena amortisasi
berkala. Properti pertambangan meliputi 10% total aset.
Total Liabilitas
Total liabilitas per akhir 1H23 tercatat $2.717 juta, atau turun 17% dari periode yang sama tahun
lalu, terutama karena penurunan 94% pada utang pajak penghasilan badan, walaupun beban
yang masih harus dibayar naik 167% dan utang pajak lainnya naik 218% sesuai perubahan
peraturan pemerintah. Liabilitas lancar turun 33% y-o-y menjadi $1.062 juta dan liabilitas non
lancar turun 3% y-o-y menjadi $1.655 juta.
Manajemen Utang dan Likuiditas
Saldo kas ADRO naik 23% y-o-y dari $2.243 juta menjadi $2.762 juta pada akhir 1H23. Adaro
juga memiliki akses $64 juta pada investasi lainnya dan sekitar $1,9 milyar pada komitmen
fasilitas pinjaman yang belum dipakai dari beberapa pinjaman yang ada pada 1H23, sehingga
4
Page 5
meningkatkan total likuiditas menjadi sekitar $4,7 milyar pada akhir 1H23. Utang berbunga turun
8% menjadi $1.502 juta dari $1.629 juta y-o-y.
Ekuitas
Per akhir 1H23, modal pemegang saham tercatat $7.019 juta, yang meliputi kenaikan 27% y-o-y
berkat kenaikan laba ditahan.
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Selama 1H23, arus kas ADRO dari aktivitas operasi turun 95% menjadi $72 juta dari $1.357 juta
y-o-y karena peningkatan pembayaran royalti dan pajak penghasilan. ADRO membayar pajak
penghasilan sebesar $1.379 juta, terutama karena pelunasan pajak FY22 diselesaikan pada
1H23. Lebih lanjut, efektif pada tahun 2023, tarif pajak penghasilan badan AI turun menjadi 22%
dari 45%.
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Perusahaan melaporkan arus kas keluar bersih yang digunakan pada aktivitas investasi sebesar
$251 juta, atau naik 40% dari 1H22, terutama karena peningkatan 77% pada pembelian aset
tetap hingga menjadi $262 juta.
Belanja Modal
Belanja modal pada 1H23 naik 71% menjadi $269 juta dari $157 juta pada periode yang sama
tahun lalu. Pengeluaran belanja modal pada periode ini terutama digunakan untuk pembelian dan
penggantian alat berat dan kapal, investasi awal pada smelter aluminium dan fasilitas
pendukungnya, serta investasi pada infrastruktur.
Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan
Arus kas keluar bersih dari aktivitas pembiayaan pada 1H23 tercatat $1.147 juta, atau naik 57%
dari 1H22, terutama karena peningkatan pada pembayaran dividen. Perusahaan membagikan
$1.000 juta kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen tunai untuk FY22.
###
Materi ini disusun oleh PT Adaro Energy Indonesia Tbk (“Perusahaan”) dan belum diverifikasi secara independen.
Perusahaan tidak memberikan pernyataan atau jaminan, baik yang dinyatakan ataupun tersirat, dan tidak bertanggung
jawab atas akurasi, kewajaran atau kelengkapan informasi yang tersaji atau terkandung dalam materi ini. Perusahaan
atau afiliasinya, penasihat atau perwakilannya melepaskan diri dari tanggung jawab atas segala kerugian yang timbul
dari informasi yang tersaji atau terkandung materi ini. Informasi yang tersaji atau terkandung dalam materi ini dapat
diubah tanpa pemberitahuan sebelumnya dan tidak ada jaminan atas akurasinya.
5
Page 6
Materi ini mengandung pernyataan-pernyataan yang merupakan pernyataan berwawasan ke depan. Pernyataan-
pernyataan tersebut termasuk gambaran mengenai maksud, keyakinan atau ekspektasi saat ini dari Perusahaan atau
para pejabatnya sehubungan dengan hasil operasi dan kondisi keuangan konsolidasian Perusahaan. Pernyataan-
pernyataan ini dapat diidentifikasi dengan penggunaan kata-kata seperti “diperkirakan,” “berencana,” “akan,”
“estimasi,” “proyeksi,” “bermaksud,” atau kata-kata yang bermakna serupa. Pernyataan-pernyataan berwawasan ke
depan tersebut bukan merupakan jaminan atas kinerja masa depan dan mengandung risiko dan ketidakpastian, dan
hasil aktual dapat berbeda dari yang terkandung dalam pernyataan-pernyataan berwawasan ke depan tersebut karena
berbagai faktor dan asumsi. Perusahaan tidak berkewajiban dan tidak menjanjikan untuk merevisi pernyataan-
pernyataan berwawasan ke depan tersebut untuk mencerminkan peristiwa maupun situasi di masa depan.
Materi ini hanya disajikan untuk memberikan informasi dan bukan merupakan ataupun menjadi bagian dari suatu
penawaran, permohonan atau undangan dari penawaran untuk membeli atau mensubskripsi efek Perusahaan, di
dalam wilayah hukum mana pun, dan materi ini maupun bagian apa pun darinya tidak menjadi dasar, atau diandalkan
sehubungan dengan kontrak, komitmen atau keputusan investasi apa pun. Keputusan untuk membeli atau
mensubskripsi efek Perusahaan harus dibuat setelah mendapatkan nasihat profesional sebagaimana mestinya.
Untuk informasi lebih lanjut, para investor dan pihak media dapat menghubungi:
Investor
Thomas Coombes | Thomas.Coombes@adaro.com
Media
Febriati Nadira | Febriati.Nadira@adaro.com
6
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.