Back to announcement
20230815_GOTO_Laporan Informasi dan Fakta Material_31371605_lamp1.pdf
Other Text extracted GOTOSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 16
Page 1
Grup GoTo Kian Dekati Profitabilitas dengan Perbaikan EBITDA yang
Disesuaikan 72% Pada Paparan Kinerja Kuartal II 2023
Ikhtisar
● EBITDA Grup yang disesuaikan1 membaik sebesar 72% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi
Rp-1,2 triliun— perbaikan konsisten selama enam kuartal berturut-turut.
● Margin kontribusi2 Grup mencapai Rp1,0 triliun, atau 0,73% sebagai persentase dari nilai transaksi
bruto (GTV),3 meningkat 207 basis poin (bps) dibandingkan tahun sebelumnya dan 30 bps
dibandingkan kuartal sebelumnya.
● Pendapatan bruto4 meningkat 6% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp5,8 triliun.
● Insentif dan pemasaran produk berkurang sebesar 43% dibandingkan tahun sebelumnya,
mencerminkan penghematan pada kuartal ini sebesar Rp 2,7 triliun.
Jakarta, 15 Agustus 2023 - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (BEI: GOTO, "Grup GoTo" atau "Perseroan"),
ekosistem digital terbesar di Indonesia, mengumumkan paparan kinerja kuartal kedua tahun 2023,*
dengan mencatat perbaikan EBITDA yang disesuaikan1 sebesar 72% dibandingkan tahun sebelumnya
sebelumnya menjadi Rp-1,2 triliun, didorong oleh peningkatan monetisasi dan optimalisasi insentif
berkelanjutan.
Patrick Walujo, Direktur Utama Grup GoTo, mengatakan, "Sesuai dengan komitmen, saat ini kami berada
pada jalur yang tepat untuk mencapai EBITDA yang disesuaikan1 positif pada tahun ini, namun mencapai
titik impas bukanlah tujuan akhir. Pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkanlah yang harus
kami capai. Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan segera terlaksananya eksekusi yang tepat, serta
meningkatkan total pasar potensial (TAM) untuk memperluas basis konsumen Perseroan. Setelah
membangun basis konsumen yang kuat pada kategori konsumen yang memprioritaskan kenyamanan
(convenience consumers), Perseroan akan terus memperluas basis konsumennya, tanpa menggunakan
insentif yang tidak dapat dipertahankan untuk jangka panjang, dalam kalangan konsumen yang
memprioritaskan harga yang memprioritaskan value for money. Kami sedang mempersiapkan strategi
jangka panjang untuk mencapai tujuan tersebut, dan saat ini GoTo akan terus beroperasi dengan
mempertahankan kedisiplinan pengelolaan beban usaha, seiring beralihnya pilihan layanan kami untuk
melayani pasar lebih luas.”
Jacky Lo, Direktur Keuangan Grup GoTo, mengatakan, "Kami telah mencapai kemajuan dalam metrik
profitabilitas utama kami selama enam kuartal berturut-turut seiring dengan pengurangan insentif dan
program pemasaran produk yang tidak produktif, sambil tetap fokus pada konsumen profitabel kami.
Pendapatan meningkat dibanding tahun sebelumnya sebagai hasil dari meningkatnya monetisasi di
seluruh lini bisnis kami, dengan take rate Grup mencapai 4,1%, atau meningkat 40 bps dari tahun
sebelumnya. Kami terus mengelola beban usaha secara disiplin sesuai dengan tujuan untuk mencapai
EBITDA yang disesuaikan1 positif dalam kuartal keempat tahun ini. Didorong pergerakan yang lebih cepat
dari yang diperkirakan sebelumnya, kami juga memperbarui pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan1
untuk tahun 2023 menjadi antara Rp-4,5 triliun dan Rp-3,8 triliun."
Pada kuartal kedua tahun 2023, Perseroan terus mengoptimalkan monetisasi dan mengurangi beban
secara menyeluruh. Pendapatan bruto4 meningkat 6% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp5,8
triliun di tengah terus berlangsungnya pengurangan biaya insentif dan pemasaran produk sebesar 43%
1
Page 2
dibandingkan tahun sebelumnya. Langkah ini menghasilkan penghematan pada kuartal ini sebesar Rp2,7
triliun. Margin kontribusi2 Grup tetap positif untuk kuartal kedua berturut-turut mencapai Rp1,0 triliun, yang
merupakan 0,73% sebagai persentase dari GTV,3 meningkat 207 bps dibandingkan tahun sebelumnya dan
30bps dibandingkan kuartal sebelumnya.
Posisi keuangan dan kas GoTo tetap solid. Dengan kas dan setara kas Rp25,4 triliun serta fasilitas kredit
sekitar Rp4,65 triliun, dengan Rp3,1 triliun belum digunakan per 30 Juni 2023, Perseroan mengharapkan
akan mencapai arus kas operasional positif tanpa tambahan pendanaan eksternal.
Ikhtisar Kinerja Grup
Untuk periode tiga bulan yang Untuk periode enam bulan yang
(dalam miliar rupiah,
kecuali dinyatakan lain) berakhir pada berakhir pada
% %
30 Juni 30 Juni 30 Juni 30 Juni
perubahan perubahan
2023 2022 2023 2022
YoY YoY
Metrik Keuangan
Pendapatan bruto4 5.833 5.507 6% 11.814 10.738 10%
Pendapatan bersih 3.552 1.903 87% 6.884 3.400 102%
2
Margin kontribusi 1.045 (2.023) n/a 1.681 (4.560) n/a
1
EBITDA yang disesuaikan (1.208) (4.323) 72% (2.805) (9.182) 69%
Rugi bersih (3.313) (7.556) 56% (7.212) (14.170) 49%
Pada kuartal kedua tahun 2023, EBITDA Grup yang disesuaikan1 mencapai Rp-1,2 triliun, atau -0,84% dari
GTV,3 meningkat 72% dibandingkan tahun sebelumnya.
Grup GoTo berhasil mempertahankan pertumbuhan pendapatan bruto4 dibandingkan tahun sebelumnya
sebesar 6% sebagai hasil dari meningkatnya monetisasi di seluruh ekosistem GoTo, dengan take rate Grup
meningkat 40 bps dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 4,1%.
GTV3 Grup untuk kuartal ini sebesar Rp143,7 triliun, mengalami sedikit penurunan sebesar 5%
dibandingkan tahun sebelumnya, terutama sebagai hasil dari pengurangan insentif dan beban pemasaran
produk, tapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor musiman seperti jumlah hari libur yang lebih tinggi di
Indonesia pada bulan April dan Juni.
Pada kuartal kedua tahun 2023, jumlah konsumen profitabel dan profitabilitas keseluruhan per pengguna
tetap stabil dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan konsumen profitabel berkontribusi sekitar 75% dari
total GTV3. Peningkatan keterlibatan konsumen terus meningkat, seiring tumbuhnya belanja per konsumen
sebesar 42% dibandingkan tahun sebelumnya.
Rugi bersih pada kuartal ini mencapai Rp 3,3 triliun, berkurang sebesar 15% dibandingkan kuartal
sebelumnya, dan 56% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini didorong oleh pendapatan yang baik serta
penurunan pengeluaran insentif dan pemasaran produk yang berkurang 43% dibandingkan tahun
sebelumnya, mencerminkan penghematan sebesar Rp2,7 triliun pada kuartal ini.
2
Page 3
On-Demand Services
Untuk periode tiga bulan yang berakhir Untuk periode enam bulan yang
(dalam miliar rupiah,
pada berakhir pada
kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 30 Juni % perubahan 30 Juni 30 Juni % perubahan
2023 2022 YoY 2023 2022 YoY
Metrik Operasional
GTV3 13.242 14.491 (8,6) % 26.980 28.908 (7)%
Metrik Keuangan
Pendapatan bruto4 2.880 2.783 3,5% 5.868 5.452 8%
Margin kontribusi2 623 (555) n/a 1.147 (1.275) n/a
1
EBITDA yang disesuaikan (164) (1.446) 89% (410) (3.111) 87%
Pada kuartal kedua 2023, produk-produk Mode Hemat dan layanan Multimoda Gojek – yang
merupakan pionir di kawasan ini – terus mencetak pengguna baru, serta menghadirkan kembali
pengguna non-aktif. Langkah tersebut sejalan dengan strategi pertumbuhan inti unit bisnis
On-Demand Services untuk memperluas total pasar potensial (TAM) dengan menyasar konsumen yang
memprioritaskan harga.
● EBITDA yang disesuaikan1 untuk On-Demand Services membaik sebesar 89% dibandingkan tahun
sebelumnya, menjadi -1,24% dari GTV3 On-Demand Services.
● Pendapatan bruto4 kuartal kedua terus tumbuh stabil, meningkat sebesar 3,5% dibandingkan tahun
sebelumnya menjadi Rp2,9 triliun, sebagai hasil dari fokus berkelanjutan Perseroan pada
profitabilitas dan monetisasi.
● Beban insentif dan pemasaran produk berkurang sebesar 35% dibandingkan tahun sebelumnya,
setara dengan penghematan pada kuartal ini sebesar Rp1 triliun secara keseluruhan antara
layanan mobilitas dan pesan antar makanan.
● Penghematan beban dan peningkatan monetisasi menghasilkan margin kontribusi2 positif untuk
On-Demand Services selama tiga kuartal berturut-turut, mencapai 4,7% dari GTV,3 meningkat 853
basis poin dibandingkan tahun sebelumnya.
● GTV3 On-Demand Services menurun menjadi Rp13,2 triliun, atau sebesar 8,6% dibandingkan tahun
sebelumnya karena rasionalisasi insentif untuk konsumen profitabel, serta dipengaruhi tingginya
jumlah hari libur umum di Indonesia pada periode tersebut, sehingga berdampak pada layanan
mobilitas dan pesan antar makanan.
● Analisis internal Perseroan menunjukkan unit bisnis On-Demand Services akan dapat
menggandakan potensi pasarnya, jika dapat menjangkau lebih banyak kelompok konsumen yang
memprioritaskan harga. Untuk itu, Perseroan akan fokus menjangkau kelompok konsumen ini
dengan produk menarik yang menawarkan fleksibilitas dan kualitas tinggi, khususnya GoFood
Hemat, GoCar Hemat, dan GoTransit Multimoda.
3
Page 4
E-commerce
Untuk periode tiga bulan yang berakhir Untuk periode enam bulan yang berakhir
(dalam miliar rupiah,
pada pada
kecuali dinyatakan lain)
% perubahan % perubahan
30 Juni 2023 30 Juni 2022 30 Juni 2023 30 Juni 2022
YoY YoY
Metrik Operasional
GTV3 58.685 67.343 (13)% 121.485 132.478 (8)%
Metrik Keuangan
Pendapatan bruto4 2.220 2.047 8,5% 4.480 3.919 14%
2
Margin kontribusi 413 (883) n/a 591 (2.154) n/a
1
EBITDA yang disesuaikan (229) (1.627) 86% (752) (3.681) 80%
Di unit bisnis E-commerce, monetisasi mencatatkan kemajuan signifikan didorong dampak positif dari
penyesuaian komisi yang diterapkan awal tahun. Sepanjang paruh pertama tahun 2023, telah
dilaksanakan berbagai uji coba kemampuan layanan logistik in-house GoTo Logistics (GTL), dengan
hasil yang menjanjikan. GTL berhasil mengurangi 15% dari keseluruhan biaya logistik e-commerce.
Hasil ini akan diharapkan meningkat seiring berkembangnya penetrasi GTL di Tokopedia.
● EBITDA yang disesuaikan1 untuk segmen E-commerce membaik sebesar 86% dibandingkan tahun
sebelumnya, atau -0,39% dari GTV3 E-commerce.
● Margin kontribusi2 E-commerce tetap positif selama kuartal kedua berturut-turut di 2Q23,
meningkat secara bertahap menjadi 0,7% dari GTV3 dan meningkat sebesar 201 basis poin
dibandingkan tahun sebelumnya.
● Peningkatan profitabilitas E-commerce dapat dikaitkan dengan rasionalisasi insentif dan
pemasaran produk sebesar 48% dibandingkan tahun sebelumnya, setara dengan penghematan
pada kuartal ini sebesar Rp1,2 triliun.
● GTV3 E-commerce sebesar Rp58,7 triliun, turun 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini
disebabkan oleh menurunnya jumlah transaksi dari konsumen non profitabel akibat insentif umum
(blanket incentive) yang menurun. Faktor musiman seperti peningkatan jumlah hari libur umum
juga mempengaruhi penurunan ini, begitu pula dengan penutupan sebagian bisnis Mitra
Tokopedia yang diumumkan pada bulan Maret. Jika mengecualikan Mitra Tokopedia, penurunan
GTV3 akan menjadi 10%.
● Monetisasi secara keseluruhan di E-commerce meningkat, sebagaimana tercermin pada
pertumbuhan pendapatan bruto4 E-commerce menjadi Rp2,2 triliun, meningkat sebesar 8,5%
dibandingkan tahun sebelumnya.
● Loyalitas pedagang pada platform e-commerce GoTo terus bertahan, meskipun ada peningkatan
komisi yang diberlakukan pada awal tahun ini, membuktikan nilai ekosistem unik GoTo bagi
pedagang dan pengguna, seperti tersedianya GoPayLater dan produk pinjaman tunai GoTo yang
kini hadir di Tokopedia.
● Selain menambahkan lebih banyak produk pembayaran lintas di E-commerce, Perseroan akan
berfokus pada peningkatan pengalaman menemukan barang yang diinginkan konsumen secara
terpersonalisasi melalui konten yang menarik. Selain itu Perseroan juga menghadirkan format iklan
baru yang lebih sesuai bagi konsumen yang memprioritaskan harga, agar iklan yang dipasang oleh
pedagang lebih menarik dan tepat sasaran.
● Kolaborasi berkelanjutan dengan GTL akan memungkinkan pengurangan biaya logistik secara
keseluruhan dan subsidi pengiriman yang lebih efisien dalam beberapa kuartal mendatang.
4
Page 5
Financial Technology
Untuk periode tiga bulan yang berakhir Untuk periode enam bulan yang berakhir
(dalam miliar rupiah,
pada pada
kecuali dinyatakan lain)
% perubahan % perubahan
30 Juni 2023 30 Juni 2022 30 Juni 2023 30 Juni 2022
YoY YoY
Metrik Operasional
GTV3 90.482 87.317 4% 182.003 164.767 10%
Metrik Keuangan
Pendapatan bruto4 399 390 2% 823 728 13%
2
Margin kontribusi (4) (393) 99% 15 (742) n/a
1
EBITDA yang disesuaikan (508) (928) 45% (1.024) (1.680) 39%
Peluncuran aplikasi GoPay baru-baru ini akan memungkinkan GoTo untuk memperluas basis pengguna
secara lebih inklusif di luar platform Gojek dan Tokopedia, sekaligus memperkenalkan layanan
keuangan kepada pengguna baru. Produk pinjaman tunai GoTo kini lebih mudah diakses setelah
diluncurkan di Tokopedia.
● EBITDA yang disesuaikan1 untuk Financial Technology membaik sebesar 45% mencapai -0,56%
dari GTV3 Financial Technology.
● Pendapatan bruto4 untuk Financial Technology meningkat 2% dibandingkan tahun sebelumnya
menjadi Rp399 miliar pada 2Q23.
● Margin kontribusi2 Financial Technology meningkat 45 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya
hingga mendekati titik impas. Seiring Perseroan terus berinvestasi untuk unit bisnis ini dan
memperkenalkan produk-produk baru yang memperluas rangkaian penawarannya, fluktuasi dalam
margin kontribusi2 diperkirakan masih akan terjadi pada periode-periode mendatang.
● Efisiensi pengeluaran dalam unit bisnis Financial Technology terus meningkat sambil tetap tumbuh
secara berkelanjutan sebagai dampak dari upaya untuk mengembangkan use case bagi
pengguna GoPay. Pengeluaran insentif dan pemasaran produk mengalami efisiensi sebesar 59%
dibandingkan tahun sebelumnya, setara dengan penghematan pada kuartal ini sebesar Rp367
miliar.
● GTV3 Financial Technology mencapai Rp90,5 triliun pada kuartal kedua, meningkat 4%
dibandingkan tahun sebelumnya.
● Peluncuran produk yang lebih cepat, terutama pinjaman konsumen, diharapkan mendorong
pertumbuhan di Financial Technology serta memicu peningkatan belanja konsumen di seluruh
ekosistem GoTo. Peluncuran aplikasi GoPay dan produk pinjaman tunai di Tokopedia akan
mendukung adopsi pinjaman open loop dan diharapkan dapat meningkatkan penyediaan
pinjaman tunai.
● Pinjaman yang diberikan dari bisnis consumer lending GoTo tumbuh sebesar 21% dibandingkan
kuartal sebelumnya menjadi Rp1,0 triliun pada 2Q2023. Perseroan akan terus meningkatkan skala
pemberian pinjaman pada 2023 dengan kolaborasi erat bersama Bank Jago, sambil terus
membangun portofolio kredit kompetitif dengan manajemen risiko kredit secara efektif.
5
Page 6
Logistics
Untuk periode tiga bulan yang berakhir Untuk periode enam bulan yang berakhir
(dalam miliar rupiah,
pada pada
kecuali dinyatakan lain)
% perubahan % perubahan
30 Juni 2023 30 Juni 2022 30 Juni 2023 30 Juni 2022
YoY YoY
Metrik Keuangan
Pendapatan bruto4 562 510 10% 1.142 1.029 11%
1
EBITDA yang disesuaikan (94) (250) 62% (250) (499) 50%
Kombinasi unit fulfillment Tokopedia dan unit pengiriman same-day e-commerce Gojek di bawah GoTo
Logistics menghadirkan proses yang lebih efisien secara lintas platform. Dengan formasi ini, GoTo
Logistics telah berhasil mengurangi biaya pengiriman untuk pembeli dan pedagang serta
meningkatkan efisiensi subsidi pengiriman, sambil meningkatkan pendapatan dan EBITDA yang
disesuaikan1.
● EBITDA yang disesuaikan1 adalah Rp-94 miliar, membaik 62% dibandingkan tahun sebelumnya.
● Pendapatan bruto4 GoTo Logistics untuk kuartal kedua tahun 2023 mencapai Rp562 miliar,
meningkat 10% dibandingkan tahun sebelumnya.
● Perbaikan struktur biaya termasuk pengurangan pengeluaran insentif dan pemasaran sebesar 64%
dibandingkan tahun sebelumnya, setara dengan penghematan pada kuartal ini sebesar Rp122
miliar.
● Kini GoTo Logistics telah melayani sekitar satu perlima pengiriman di Tokopedia. Peningkatan
penetrasi layanan ini akan menurunkan biaya logistik lebih jauh. Subsidi biaya pengiriman per
pesanan telah mengalami penurunan sekitar 15% sejak awal tahun 2023.
● Ke depan, GoTo Logistics akan berusaha untuk terus mengurangi biaya antar bagi konsumen
dengan meningkatkan layanan pengiriman in-house dan kapasitas layanan fulfillment Perseroan,
serta menggunakan teknologi pengalokasian in-house untuk mengarahkan pengiriman kepada
layanan pengantaran pihak ketiga jika diperlukan.
Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG)
GoTo terus melakukan perubahan operasional di seluruh bisnisnya, memastikan keselarasan dengan
praktik terbaik secara global dan industri dalam hal kinerja ESG. Hasil dari upaya Perseroan pada kuartal
kedua tahun 2023 termasuk:
● Electrum, perusahaan ventura bersama antara GoTo dan TBS Energi Utama, memulai konstruksi
pabrik kendaraan listrik (EV) roda dua, yang akan memungkinkan produksi lokal EV dan komponen
terkait.
● Mencapai jarak tempuh sembilan juta kilometer pada EV roda dua dalam uji coba terbatas GoRide
Electric.
● Penerbitan studi oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat – Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) tentang efek positif ekosistem GoTo terhadap mitranya.
Sekitar 91% mitra bisnis GoTo menggunakan layanan keuangan, melebihi rata-rata nasional.
● Studi tersebut juga menunjukkan bahwa ekosistem GoTo meningkatkan kesetaraan gender,
dengan pedagang dan penjual dalam ekosistem GoTo rata-rata mempekerjakan dua atau tiga
pekerja, dan lebih dari 50% dari pekerja ini adalah perempuan.
● Laporan Keberlanjutan Perseroan yang terbaru menerima rating gold-standard dari Asia
Sustainability Reporting Rating (ASRRAT), untuk tahun ketiga secara berturut-turut.
6
Page 7
Pedoman Kinerja Perseroan
Dengan memanfaatkan ekosistem uniknya yang mencakup berbagai spektrum pengeluaran konsumen,
GoTo berharap dapat menangkap pertumbuhan tambahan di berbagai demografi pengguna secara lebih
efisien di pasar Indonesia yang luas.
Perseroan menetapkan pedoman kinerja sebagai berikut:
● Mencapai EBITDA Grup yang disesuaikan1 positif dalam kuartal keempat tahun 2023.
● EBITDA Grup yang disesuaikan1 untuk seluruh tahun 2023 berada di kisaran antara Rp-4,5 triliun
dan Rp-3,8 triliun. Ini adalah revisi dari kisaran yang sebelumnya diharapkan, yaitu antara Rp-5,3
triliun dan Rp-4,6 triliun, karena kemajuan signifikan di paruh pertama.
Pedoman di atas didasarkan pada kondisi pasar saat ini dan mencerminkan perkiraan awal Perseroan,
yang semuanya bergantung pada berbagai ketidakpastian, termasuk yang terkait dengan inflasi dan
pandemi COVID-19.
- SELESAI -
Tentang Grup GoTo
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (Grup GoTo) merupakan ekosistem digital terbesar di Indonesia. Misi GoTo adalah untuk
“memberdayakan kemajuan” dengan menawarkan infrastruktur teknologi dan solusi bagi semua orang untuk mengakses dan
berkembang dalam ekonomi digital. Ekosistem GoTo terdiri dari layanan on-demand (mobilitas, pesan antar makanan, dan logistik),
e-commerce (marketplace pihak ketiga + official store, instant commerce, interactive commerce, dan rural commerce), serta financial
technology (pembayaran, layanan keuangan dan solusi teknologi untuk pedagang) melalui platform Gojek, Tokopedia, dan GoTo
Financial.
Informasi Berwawasan ke Depan (Forward-Looking Statements)
Dokumen ini dapat memuat informasi atau pernyataan yang berwawasan ke depan (selanjutnya secara bersama-sama disebut
"forward-looking information"). Seluruh informasi dalam dokumen ini yang secara jelas bukan termasuk informasi historis atau yang
harus bergantung pada kejadian di masa depan atau selanjutnya adalah forward-looking information yang dipersiapkan sampai
dengan tanggal dokumen ini didasarkan pada opini dan estimasi manajemen serta informasi yang tersedia untuk manajemen sampai
dengan tanggal dokumen ini. Dalam kasus tertentu, forward-looking information dapat dikenali dengan penggunaan istilah
berwawasan ke depan seperti "diharapkan", "mungkin", "dapat", "akan", "harus", "bertekad", "mengantisipasi", "berpotensi",
"mengajukan", "memperkirakan", dan kata-kata, ekspresi, atau frasa serupa, termasuk juga variasi-variasinya dalam bentuk negatif
atau tata bahasa tertentu, atau pernyataan bahwa kejadian tertentu "dapat" atau "akan" terjadi, atau pada saat mendiskusikan strategi.
Forward-looking information didasarkan pada sejumlah ekspektasi internal, estimasi, proyeksi, dan asumsi saat ini, serta keyakinan
bahwa, sesuai pandangan wajar manajemen, secara inheren bergantung pada ketidakpastian dan kontinjensi bisnis, ekonomi,
kompetitif, atau lainnya. Forward-looking information bukan merupakan jaminan kinerja di masa yang akan datang dan melibatkan
risiko yang sudah dan belum diketahui, ketidakpastian, serta faktor-faktor lain (termasuk risiko dan ketidakpastian yang terdapat
dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan Dan Pembahasan dan Analisis Manajemen yang tersedia melalui situs web
Perseroan), yang mungkin mengakibatkan hasil, kinerja, atau pencapaian aktual menjadi berbeda secara material dari hasil, kinerja,
atau pencapaian masa depan yang dipaparkan atau tersirat oleh forward-looking information tersebut. Segala estimasi, strategi
investasi, atau pandangan yang dicantumkan di dalam dokumen ini adalah berdasarkan kondisi pasar pada saat ini, dan/atau
informasi yang disediakan oleh pihak ketiga yang tidak terafiliasi, dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih
dahulu. Sepanjang informasi tertentu dalam dokumen ini diperoleh dari sumber pihak ketiga, Perseroan belum melakukan verifikasi
informasi tersebut secara independen, dan terdapat risiko bahwa asumsi yang dibuat dan simpulan yang diambil oleh Perseroan
berdasarkan informasi tersebut tidak akurat. Kecuali diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan, Perseroan menyangkal adanya
tanggung jawab apa pun untuk memperbarui informasi atau melakukan revisi terhadap forward-looking information apa pun, baik
sebagai akibat dari adanya informasi atau kejadian baru, atau lainnya. Pembaca diminta untuk berhati-hati dengan tidak bergantung
semata-mata pada forward-looking information tersebut dan tidak boleh dipandang sebagai dasar untuk membuat keputusan
investasi apa pun dengan sendirinya
Pengukuran Keuangan Non-PSAK
Grup GoTo menggunakan pengukuran keuangan non-PSAK berikut termasuk pendapatan bruto4, margin kontribusi2 dan EBITDA
yang disesuaikan1, untuk memahami dan mengevaluasi kinerja operasional utama Grup GoTo. Namun, definisi pengukuran keuangan
non-PSAK Grup GoTo mungkin berbeda dari yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan lain, dan karena itu, mungkin tidak dapat
saling dibandingkan. Selanjutnya, pengukuran keuangan non-PSAK ini memiliki keterbatasan tertentu karena tidak memasukkan
dampak dari biaya-biaya tertentu yang tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian Grup GoTo yang diperlukan untuk
7
Page 8
menjalankan kegiatan usahanya. Dengan demikian, pengukuran keuangan non-PSAK ini harus dipertimbangkan sebagai informasi
tambahan, bukan sebagai pengganti, atau terpisah dari, pengukuran yang disusun sesuai dengan PSAK.
Pengukuran non-PSAK ini tidak ditujukan untuk menggantikan penyajian hasil keuangan Grup GoTo yang sesuai dengan PSAK.
Namun, Grup GoTo meyakini bahwa penyajian EBITDA yang disesuaikan1 memberikan informasi tambahan kepada para investor untuk
memudahkan perbandingan kinerja masa lalu dan kini, di luar item-item yang Grup GoTo yakini tidak menjadi indikasi dari kegiatan
operasional yang sedang berlangsung dikarenakan besaran dan/atau sifat dari item-item tersebut. Margin kontribusi2 dan EBITDA
yang disesuaikan1 yang disajikan berikut ini belum tentu dapat dibandingkan dengan pengukuran dengan istilah serupa yang
disajikan oleh perusahaan-perusahaan lain, yang mungkin menggunakan dan menentukan pengukuran ini secara berbeda.
Dikarenakan alasan tersebut, sebaiknya tidak membandingkan pengukuran non-PSAK ini dengan pengukuran yang disajikan oleh
perusahaan-perusahaan lain.
Informasi Keuangan Konsolidasi yang Belum Diaudit
Grup GoTo menyajikan hasil untuk enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2023 dan 2022. Informasi keuangan untuk enam bulan
yang berakhir pada 30 Juni 2023 diambil dari laporan keuangan konsolidasian Perseroan pada tanggal dan untuk enam bulan yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 (dengan informasi keuangan untuk enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2022 tidak diaudit
dan tidak direviu disajikan sebagai komparatif) yang telah direviu berdasarkan Standar Perikatan Reviu 2410, “Reviu atas Informasi
Keuangan Interim yang Dilaksanakan oleh Auditor Independen Entitas”, yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia.
Sedangkan informasi keuangan konsolidasian untuk enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2022 yang ada dalam dokumen
ini belum diaudit, ditelaah, diperiksa, atau diterapkan prosedur apapun. Oleh karena itu, tidak ada pendapat atau bentuk jaminan
lainnya yang diungkapkan sehubungan dengan periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2022.
Selanjutnya, dalam dokumen ini, Grup GoTo juga menyajikan informasi keuangan periode tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni 2023,
31 Maret 2023 dan 30 Juni 2022 yang disusun oleh dan menjadi tanggung jawab manajemen. Informasi keuangan konsolidasian
untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023, 31 Maret 2023 dan 30 Juni 2022 ini tidak diaudit, ditelaah, diperiksa, atau
diterapkan prosedur apa pun. Oleh karena itu, tidak ada pendapat atau bentuk jaminan lainnya diungkapkan sehubungan dengan
setiap dan semua informasi keuangan konsolidasian untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023, 31 Maret 2023 dan
30 Juni 2022 yang disajikan dalam dokumen ini.
Catatan
* Perseroan telah menerbitkan laporan keuangan konsolidasian pada tanggal dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2023 , yang
telah ditelaahsecara terbatas oleh auditor independen.
1
Grup GoTo menghitung EBITDA yang disesuaikan, sebuah perhitungan keuangan non-PSAK, dimulai dari rugi sebelum pajak penghasilan dan
menyesuaikan (i) biaya penyusutan dan amortisasi; (ii) pendapatan keuangan; (iii) biaya bunga; (iv) kerugian atas penurunan nilai aset atas kelompok
lepasan yang dimiliki untuk dijual; (v) (Pembalikan)/kerugian atas penurunan nilai investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama; (vi) kerugian
atas penurunan nilai goodwill; (vii) penyesuaian nilai wajar instrumen keuangan; (viii) kerugian penurunan nilai aset tak berwujud dan aset tetap; (ix)
biaya kompensasi berbasis saham (termasuk program Gotong Royong); (x) laba/rugi mata uang asing yang belum terwujud dari perhitungan ulang kas;
(xi) bagian rugi bersih dari entitas asosiasi dan perusahaan patungan; (xii) laba/rugi atas divestasi dan dilusi investasi di entitas asosiasi dan patungan;
(xiii) pendapatan dividen; dan (xiv) item-item yang non-recurring.
2
Margin kontribusi, yang merupakan ukuran keuangan non-PSAK, dimulai dari pendapatan bersih dan dikurangi dengan beban pokok pendapatan,
sebagian dari beban penjualan dan pemasaran terkait dengan promotional excess dan pemasaran produk dan beban lain-lain yang terutama terdiri
dari potongan pajak yang terkait dengan beban penjualan dan pemasaran dan beban lainnya yang tidak signifikan.
3
GTV adalah gross transaction value atau nilai transaksi bruto, sebuah representasi pengukuran operasional.
a. jumlah nilai waktu transaksi dari segmen on-demand services.
b. jumlah nilai produk dan layanan yang tercatat di segmen e-commerce kami.
c. jumlah nilai total volume pembayaran, atau TPV, yang diproses melalui platform financial technology kami.
d. dan di luar jumlah transaksi antarperusahaan di antara entitas di dalam perusahaan yang telah dieliminasi saat konsolidasi.
4
“Pendapatan bruto” merupakan nilai rupiah yang dapat diatribusikan kepada Grup GoTo dari setiap transaksi, tanpa ada penyesuaian untuk insentif
yang dibayarkan kepada mitra pengemudi dan pedagang atau promosi kepada pengguna akhir, sepanjang periode pengukuran. Untuk rekonsiliasi
dari pendapatan bersih ke pendapatan bruto, silakan merujuk pada bagian “Pengukuran Kinerja Keuangan Non-PSAK”
Kontak:
Media
Grup GoTo: corporate.affairs@gotocompany.com
Investor dan analis
Grup GoTo: (ir@gotocompany.com)
The Piacente Group: goto@thepiacentegroup.com)
8
Page 9
GoTo Group Closer to Profitability with Adjusted EBITDA Improving by
72% as Company Reports 2023 Second Quarter Results
Key Highlights
● Group Adjusted EBITDA1 improved by 72% year-on-year (YoY) to Rp -1.2 trillion — the sixth
consecutive quarter of improvement
● Group contribution margin2 expanded to 0.73% of GTV3, increasing 207 basis points (bps) YoY and
30 bps quarter-on-quarter (QoQ) to Rp 1.0 trillion
● Gross revenue4 improved by 6% YoY to Rp 5.8 trillion
● Incentives and product marketing decreased by 43% YoY, reflecting savings of Rp 2.7 trillion for the
quarter
Jakarta, Indonesia, August 15, 2023 – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (IDX: GOTO, “GoTo Group” or the
“Company”), the largest digital ecosystem in Indonesia, today announced its second quarter 2023 financial
results*, reporting Adjusted EBITDA1 improvement of 72% YoY to Rp -1.2 trillion, driven by improved
monetization and ongoing incentive optimization.
Patrick Walujo, GoTo Group CEO, said: “Our commitment to reaching positive Adjusted EBITDA1 this year
remains on course, however, breaking even is not the end goal - we must go on to deliver sustainable and
profitable growth. This will require sharper execution with the utmost urgency as well as increasing our
total addressable market. Having built a strong presence among the convenience consumers, we intend to
expand our consumer base, without the use of unsustainable incentives, among budget consumers who
prioritize value for money. We are developing a long-term strategy for achieving this, and in the meantime
we will continue to operate with absolute cost discipline as we pivot our product mix towards the mass
market.”
Jacky Lo, GoTo Group CFO, said: “We have progressed against our key profitability metrics for the sixth
consecutive quarter as we further dialed-back unproductive incentive and product marketing programs,
while maintaining our focus on profitable users. Revenues were up year-on-year as a result of growing
monetization across our businesses, with our Group take rate reaching 4.1% - a year-on-year increase of 40
bps. We continued to maintain tight cost discipline and reaffirm our guidance to reach positive Adjusted
EBITDA1 within Q4 of this year. Due to our better than expected progress, we are revising our full year 2023
Group Adjusted EBITDA1 guidance to between Rp -4.5 and Rp -3.8 trillion.”
In the second quarter of 2023, the Company further optimized monetization and reduced costs throughout
the organization. Gross revenue4 increased 6% YoY to Rp 5.8 trillion amid continued incentive and product
marketing cost reductions of 43% YoY, resulting in savings of Rp 2.7 trillion for the quarter. Group
contribution margin2 remained positive for the second consecutive quarter at 0.73% of GTV3, increasing
207 bps YoY and 30 bps QoQ to reach Rp 1.0 trillion.
GoTo’s cash position and balance sheet remain solid. With Rp 25.4 trillion of cash and cash equivalents and
a credit facility of approximately Rp 4.65 trillion, of which Rp 3.1 trillion was undrawn as of June 30, 2023.
The Company remains confident that it will reach positive operating cash flow without any additional
external funding.
1
Page 10
Group Highlights
(in billions of Indonesian Rupiah) For the three months ended For the six months ended
June 30, June 30, YoY % June 30, June 30, YoY %
2023 2022 Change 2023 2022 Change
Financial Metrics
Gross Revenue4 5,833 5,507 6% 11,814 10,738 10%
Net Revenue 3,552 1,903 87% 6,884 3,400 102%
2
Contribution Margin 1,045 (2,023) n/a 1,681 (4,560) n/a
1
Adjusted EBITDA (1,208) (4,323) 72% (2,805) (9,182) 69%
Net Loss (3,313) (7,556) 56% (7,212) (14,170) 49%
2Q23 Group Adjusted EBITDA1 was Rp -1.2 trillion, or -0.84% of GTV3, improving by 72% YoY.
GoTo Group maintained positive YoY gross revenue4 growth of 6% as a result of growing monetization
across GoTo’s ecosystem, as the overall take rate for the Group increased by 40 bps YoY to 4.1%.
Group GTV3 for the quarter was Rp 143.7 trillion, a slight decrease of 5% YoY, mainly as a result of reduced
incentives and product marketing, but also driven by seasonal factors such as the higher number of public
holidays in Indonesia in April and June.
In 2Q23, the number of profitable users and overall profitability per user remained stable QoQ, with
profitable users contributing close to 75% of total GTV3. User engagement continued to improve, as shown
by the increase in spending per user of 42% YoY.
Net Loss narrowed by 15% QoQ and 56% YoY to Rp 3.3 trillion, driven by healthy revenues and reduced
incentives and product marketing spend, which dropped by 43% YoY, reflecting quarterly savings of Rp 2.7
trillion.
On-demand Services
(in billions of Indonesian Rupiah) For the three months ended For the six months ended
June 30, June 30, YoY % June 30, June 30, YoY %
2023 2022 Change 2023 2022 Change
Operating Metrics
GTV3 13,242 14,491 (8.6)% 26,980 28,908 (7)%
Financial Metrics
Gross Revenue4 2,880 2,783 3.5% 5,868 5,452 8%
2
Contribution Margin 623 (555) n/a 1,147 (1,275) n/a
1
Adjusted EBITDA (164) (1,446) 89% (410) (3,111) 87%
2
Page 11
Economy-focused products and Gojek’s multimodal product, the first of its kind in the region, continued
to generate new users while successfully reactivating dormant users, in line with On-demand Services’
core growth strategy to expand its Total Addressable Market (TAM) by catering to budget consumers.
● Adjusted EBITDA1 for On-demand Services improved by 89% YoY, to -1.24% of On-demand Services
GTV3.
● Gross revenue4 continued to grow at a steady pace, increasing by 3.5% YoY in the second quarter
to Rp 2.9 trillion, as a result of the Company’s ongoing focus on profitability and monetization.
● Incentives and product marketing expenses decreased by 35% YoY, equivalent to Rp 1 trillion in
savings for the quarter.
● Lower costs and increased monetization drove a positive contribution margin2 for On-demand
Services for the third consecutive quarter, reaching 4.7% of GTV3, up by 853 bps YoY.
● On Demand Services GTV3 declined to Rp 13.2 trillion, a decrease of 8.6% YoY as the Company
rationalized incentives to focus on profitable users. This was also exacerbated by a higher number
of public holidays in Indonesia, which primarily impacted Transport and Food.
● The Company’s analysis shows that the market potential of On-Demand Services can double if it
expands its reach to fully accommodate Budget Consumers. It will therefore focus on addressing
this segment through products that offer additional appeal, flexibility and quality - specifically
GoFood Hemat, GoCar Hemat and GoTransit Multimodal.
E-commerce
(in billions of Indonesian Rupiah) For the three months ended For the six months ended
June 30, June 30, YoY % June 30, June 30, YoY %
2023 2022 Change 2023 2022 Change
Operating Metrics
GTV3 58,685 67,343 (13)% 121,485 132,478 (8)%
Financial Metrics
Gross Revenue4 2,220 2,047 8.5% 4,480 3,919 14%
2
Contribution Margin 413 (883) n/a 591 (2,154) n/a
1
Adjusted EBITDA (229) (1,627) 86% (752) (3,681) 80%
In the E-commerce segment, strong progress has been made in monetization as commission
adjustments implemented earlier in the year have taken effect. Throughout the first half of 2023,
experimentation has taken place with GTL’s in-house logistics capabilities. Results have been very
promising, with GTL enabling a 15% reduction in overall E-commerce logistics' costs. This will improve
further as penetration of GTL on Tokopedia grows.
● Adjusted EBITDA1 for E-commerce improved by 86% YoY, to -0.39% of E-commerce GTV3.
● E-commerce contribution margin2 remained positive for the second consecutive quarter in 2Q23,
improving sequentially to 0.7% of GTV3 and increasing by 201 bps YoY.
● Bottom-line improvement in E-commerce was attributable to the rationalization of incentives and
product marketing spend by 48% YoY, equivalent to Rp 1.2 trillion of savings for the quarter.
● E-commerce GTV3 declined to Rp 58.7 trillion, down 13% YoY, primarily due to a reduced number of
transactions from low-quality users owing to decreased blanket incentives. Seasonal factors such
as the increased number of public holidays also drove this decline, as did the winding down of
3
Page 12
parts of the Mitra Tokopedia business announced in March. Excluding Mitra Tokopedia, the GTV3
decline would have been 10% rather than 13%.
● Overall monetization in E-commerce improved as indicated by growth in E-commerce gross
revenue4 to Rp 2.2 trillion, an increase of 8.5% YoY.
● Merchants remain loyal to GoTo’s platform, despite increased commissions imposed earlier in the
year, bearing testament to the value GoTo’s unique ecosystem provides for merchants and users
such as GoPayLater and GoTo’s cash loan product that is now available in Tokopedia.
● In addition to adding more cross-over payment products to E-Commerce, the Company is
improving its personalized discovery through engaging content, as well as supporting merchant
partners to make their advertising more powerful and engaging using new formats that cater to
budget consumers.
● Ongoing collaboration with GoTo Logistics will enable further reductions in overall logistics costs
and more efficient shipping subsidies over the coming quarters.
Financial Technology
(in billions of Indonesian Rupiah) For the three months ended For the six months ended
June 30, June 30, YoY % June 30, June 30, YoY %
2023 2022 Change 2023 2022 Change
Operating Metrics
GTV3 90,482 87,317 4% 182,003 164,767 10%
Financial Metrics
Gross Revenue4 399 390 2% 823 728 13%
2
Contribution Margin (4) (393) 99% 15 (742) n/a
Adjusted EBITDA1 (508) (928) 45% (1,024) (1,680) 39%
The recent launch of the GoPay app will enable GoTo to amass a broader and more inclusive user base
beyond the Gojek and Tokopedia platforms, ultimately also serving as an effective tool for rolling out
financial services to new users. GoTo’s cash loan product has also become more accessible with its
recent launch on Tokopedia.
● Adjusted EBITDA1 for Financial Technology improved by 45%, to -0.56% of Financial Technology
GTV3.
● Gross revenue4 for Financial Technology increased 2% YoY to Rp 399 billion in 2Q23.
● Financial Technology contribution margin2 improved 45 bps YoY to approximately breakeven.
Fluctuations in contribution margin2 are expected in future periods as the Company continues to
invest in this space and introduce new products that build out its suite of offerings.
● Spending efficiency within the Financial Technology segment continues to improve while the
business grows sustainably as a result of efforts to expand use cases for GoPay users. Incentives
and product marketing spend improved by 59% YoY, equivalent to Rp 367 billion in savings for the
quarter.
● Financial Technology GTV3 was Rp 90.5 trillion in the second quarter, increasing 4% YoY.
● More rapid product rollouts, particularly in consumer lending, are expected to drive growth in
Financial Technology and, in turn, prompt additional consumer spending across the GoTo
ecosystem. The recent launches of cash loan products on Tokopedia and the GoPay app will
support more open-loop lending adoption and are expected to increase the cash loan book.
4
Page 13
● Outstanding loans generated from GoTo’s consumer lending business grew by 21% QoQ to Rp 1.0
trillion as of 2Q23. The Company will continue to scale its loan book origination in 2023 in close
collaboration with Bank Jago, while maintaining a competitive lending portfolio, achieved through
effective credit risk management.
Logistics
(in billions of Indonesian Rupiah) For the three months ended For the six months ended
June 30, June 30, YoY % June 30, June 30, YoY %
2023 2022 Change 2023 2022 Change
Financial Metrics
Gross Revenue4 562 510 10% 1,142 1,029 11%
1
Adjusted EBITDA (94) (250) 62% (250) (499) 50%
The combination of Tokopedia’s fulfillment unit and Gojek’s E-commerce same-day delivery unit under
GoTo Logistics has made processes more efficient on a cross-platform basis. Under this formation, GoTo
Logistics has reduced the cost of deliveries for buyers and merchants and enhanced the efficiency of
shipping subsidies, while growing its revenues and Adjusted EBITDA1.
● Adjusted EBITDA1 was Rp -94 billion, an improvement of 62% YoY.
● 2Q23 gross revenue4 for GoTo Logistics was Rp 562 billion, a 10% increase YoY.
● Cost structure improvements included reduced incentives and marketing spend by 64% YoY,
equivalent to Rp 122 billion in savings for the quarter.
● GoTo Logistics currently supports around one-fifth of Tokopedia deliveries. Increasing this
penetration will further drive down logistics costs. Shipping subsidy cost per order has been
reduced by around 15% year to date.
● Looking ahead, GoTo Logistics seeks to further reduce consumers’ logistics costs by scaling up its
in-house delivery service and fulfillment capacity and leveraging its in-house allocation engine to
direct orders to the most efficient third-parties, where applicable.
Environmental, Social and Governance (ESG)
GoTo continues to make operational shifts across its business, ensuring that it is in line with global and
industry best practices when it comes to ESG performance. Outcomes from the Company’s efforts in 2Q23
include:
● Electrum, a joint venture between GoTo and TBS Energi Utama, commenced construction of a
two-wheel electric vehicle (EV) factory, which will enable local manufacturing of EVs and related
components.
● Achieved nine million kilometers on two-wheel EVs under the GoRide Electric limited trial.
● Publication of a study by the University of Indonesia’s Institute for Economic and Social Research –
Faculty of Economics and Business (LPEM FEB UI) on the positive effects that the GoTo ecosystem
has on its partners. Approximately 91% of GoTo’s business partners use financial services, above
the national average.
● The study also showed that the GoTo ecosystem enhances gender equality, with merchants and
sellers in the GoTo ecosystem employing two or three workers on average, with more than 50% of
these employees being female.
5
Page 14
● GoTo's most recent ESG report was awarded a gold-standard Asia Sustainability Reporting Rating
(ASRRAT) for the third consecutive year.
Company Outlook
GoTo expects to capture additional growth in broad user demographics in a more cost effective manner
across the expansive Indonesian market by leveraging its unique ecosystem that spans the full range of
consumer spending.
The Company currently expects:
● To achieve positive Group Adjusted EBITDA1 within the fourth quarter of 2023.
● Full year 2023 Group Adjusted EBITDA1 to be between Rp -4.5 and Rp -3.8 trillion. This is revised
from the previously expected range of Rp -5.3 and -4.6 trillion, owing to the significant progress
made in the first half.
The above outlook is based on current market conditions and reflects the Company’s preliminary
estimates, which are all subject to various uncertainties, including those related to cost inflation and the
COVID-19 pandemic.
-END-
About GoTo Group
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo Group) is the largest digital ecosystem in Indonesia. GoTo’s mission is
to “empower progress” by offering technology infrastructure and solutions that help everyone to access
and thrive in the digital economy. The GoTo ecosystem consists of On-demand Services (mobility, food
delivery, and logistics), E-commerce (third party marketplaces + official stores, instant commerce, interactive
commerce, and rural commerce), and Financial Technology (payments, financial services, and technology
solutions for merchants) through the Gojek, Tokopedia, and GoTo Financial platforms.
Forward-Looking Statements
This document may contain forward-looking information or forward-looking statements (collectively,
“forward-looking information”). All information contained in this document that is not clearly historical in
nature or that necessarily depends on future or subsequent events is forward-looking information prepared
as of the date of this document is based upon the opinions and estimates of management as well as the
information available to management as of the date of this document. In some cases, forward-looking
information can be identified by the use of forward-looking terminology such as "expect", "likely", "may",
"will", "should", "intend", "anticipate", "potential", "proposed", "estimate" and other similar words, expressions
and phrases, including negative and grammatical variations thereof, or statements that certain events or
conditions "may,” or "will" happen, or by discussion of strategy.
Forward-looking information is based upon a number of current internal expectations, estimates,
projections, assumptions and beliefs that, while considered reasonable by management, are inherently
subject to significant business, economic, competitive and other uncertainties and contingencies.
Forward-looking information is not a guarantee of future performance and involves known and unknown
risks, uncertainties and other factors (including the risks and uncertainties in the Company’s consolidated
financial statements and Management’s Discussion & Analysis available on the Company’s website), that
may cause actual results, performance or achievements to be materially different from the future results,
performance or achievements expressed or implied by such forward-looking information. Any estimates,
6
Page 15
investment strategies or views expressed in this document are based upon current market conditions,
and/or data and information provided by unaffiliated third parties, and are subject to change without notice.
To the extent any information in this document was obtained from third party sources, the Company has
not independently verified that information, and there is a risk that the assumptions made and conclusions
drawn by the Company based on such information are not accurate. Except as required by law, the
Company disclaims any obligation to update or revise any forward-looking information, whether as a result
of new information, events or otherwise. Readers are cautioned not to put undue reliance on this
forward-looking information and should not be viewed, in and of itself, as any basis for making any
investment decision.
Non-IFAS Financial Measures
GoTo Group uses the following non-Indonesian Financial Accounting Standards (IFAS) financial measures
including gross revenue4, contribution margin2 and Adjusted EBITDA1, to understand and evaluate GoTo
Group’s core operating performance. However, the definitions of GoTo Group’s non-IFAS financial measures
may be different from those used by other companies, and therefore, may not be comparable.
Furthermore, these non-IFAS financial measures have certain limitations in that they do not include the
impact of certain expenses that are reflected in GoTo Group’s consolidated financial statements that are
necessary to run GoTo Group’s business. Thus, these non-IFAS financial measures should be considered in
addition to, not as substitutes for, or in isolation from, measures prepared in accordance with IFAS.
Non-IFAS measurements are not intended to replace the presentation of GoTo Group’s financial results in
accordance with IFAS. Rather, GoTo Group believes that the presentation of Adjusted EBITDA1 provides
additional information to investors to facilitate the comparison of past and present results, excluding those
items that GoTo Group does not believe are indicative of GoTo Group’s ongoing operations due to their size
and/or nature. In addition, GoTo Group also presents Contribution margin2, which may provide additional
information to investors in relation to the results excluding non-variable expenses and other
income/expenses. Contribution margin2 and Adjusted EBITDA1 presented herein may not be comparable
to similarly entitled measures presented by other companies, who may use and define these measures
differently. Accordingly, you should not compare these non-IFAS measures to those presented by other
companies.
Unaudited Consolidated Financial Information
GoTo Group furnished the results for the six months ended June 30, 2023 and 2022. The information for
the six months ended June 30, 2023 is extracted from the consolidated financial statements of the
Company as of and for the six months ended June 30, 2023 (with consolidated financial information for the
six months ended June 30, 2022, that has not been reviewed and not been audited, disclosed as
comparative) that has been reviewed in accordance with Standard on Review Engagements 2410, “Review
of Interim Financial Information Performed by the Independent Auditor of the Entity”, established by the
Indonesian Institute of Certified Public Accountants. The information pertaining to the consolidated
financial information for the six months ended June 30, 2022 that is presented in this document has not
been audited, reviewed, examined, or applied any procedures on. Accordingly, there are no opinions or
any other form of assurance expressed with respect to the period of six months ended June 30, 2022.
Furthermore, in this document, GoTo group also furnished the results of the three months ended June 30,
2023, March 31, 2023 and June 30, 2022 which have been prepared by and are the responsibility of
management. The consolidated financial information for the three months ended June 30, 2023, March 31,
2023 and June 30, 2022 have not been audited, reviewed, examined, or applied any procedures on.
Accordingly, there are no opinions or any other form of assurance expressed with respect to any and all
consolidated financial information for the three months ended June 30, 2023, March 31, 2023 and June
30, 2022 presented in this document.
7
Page 16
* The Company has published its consolidated financial statements as of and for the six months ended June 30, 2023, which have
undergone limited review by an independent auditor.
1
GoTo Group calculates the Adjusted EBITDA, a non-IFAS financial measure, beginning with loss before income tax and adjusting for (i)
depreciation and amortization expenses; (ii) finance income; (iii) interest expenses; (iv) loss on impairment of assets of disposal group
classified as held for sale; (v) (reversal)/loss on impairment of investment in associates and joint ventures; (vi) loss on impairment of
goodwill; (vii) fair value adjustment of financial instruments; (viii) loss on impairment of intangible and fixed assets; (ix) share-based
compensation cost (including for the Gotong Royong Program); (x) unrealized foreign exchange (gain)/loss from cash remeasurement;
(xi) share of net losses in associates and joint ventures; (xii) (gain)/loss on divestment and dilution of investment in associates and joint
ventures, net (xiii) dividend income; and (xiv) non-recurring items.
2
GoTo Group calculates the contribution margin, a non-IFAS measure, beginning with net revenue and deducting total cost of revenues,
a portion of sales and marketing expenses relating to the promotional excess and product marketing and others consists of mainly
withholding taxes related to sales and marketing expense and other insignificant expenses.
3
GTV means gross transaction value, an operating measure representing:
a. the sum of the time value of the transactions from On-demand Service.
b. the sum of the value of the product and services recorded on our E-commerce Segment.
c. the sum of the total payments volume, or TPV processed through our platform of Financial Technology Services.
d. and excluding amounts from inter-Company transactions between entities within the Company that are eliminated upon
consolidation.
4
Gross revenue represents the total Rupiah value attributable to GoTo Group from each transaction, without any adjustments for
incentives paid to driver-partners and merchant partners or promotions to end-users, over the period of measurement. For a
reconciliation of net revenue to gross revenue, please refer to the section “Non-IFAS Financial Reconciliation.”
Contacts:
Media
GoTo Group: corporate.affairs@gotocompany.com
Investors/analysts
GoTo Group: ir@gotocompany.com
The Piacente Group: goto@thepiacentegroup.com
8
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.