Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
Daniel. Analis
1. Manajemen menyebutkan slide 11 dan 4 bahwa revenue Bus Charter cuma turun 4%, tapi net profit
jeblok 33%. Sekaligus running ratio turun dari 70% ke 64% meski armada bertambah 31 unit. Biaya
apa persisnya yang melonjak, dan kapan utilisasi armada kembali normal ?
Jawaban: Terdapat kelemahan yang signifikan pada sisi permintaan, yang dipengaruhi oleh beberapa
faktor sejak tahun lalu. Pertama, adanya kebijakan budget card dan pemberlakuan larangan perjalanan
wisata turut berkontribusi pada penurunan kinerja penjualan. Hal ini berdampak langsung pada tingkat
utilisasi armada (running days) yang mengalami penurunan, mengingat permintaan belum sepenuhnya
pulih ke level sebelum pandemi (pre-COVID).
Di samping itu, penambahan unit kendaraan baru yang dilakukan perusahaan berdampak pada beban
depresiasi yang cukup signifikan dalam laporan keuangan. Meskipun depresiasi merupakan beban non-
kas (non-cash expense), nilainya tercatat cukup tinggi, sementara rasio utilisasi unit belum berjalan
secara optimal.
Dari sisi harga jual, perusahaan telah mengambil langkah strategis dengan melakukan penyesuaian
harga jual ke bawah guna mempertahankan tingkat running days, sehingga diharapkan dapat
meningkatkan volume utilisasi armada secara keseluruhan.
2. Manajemen menyebutkan slide 26 bahwa secara konsolidasi revenue naik 4% tapi net profit turun 21%.
Ini struktural atau ada beban one-time? Kalau struktural, kapan profitabilitas kembali ke level 2024 ?
Jawaban: Pada sektor intercity shuttle, perusahaan menilai bahwa tantangan yang dihadapi lebih
bersumber dari dinamika persaingan di pasar, bukan dari faktor eksternal.
Sementara itu, pada segmen bus, perusahaan berencana melakukan diversifikasi strategi bisnis dengan
merambah rute-rute baru, meliputi layanan angkutan pemukiman, angkutan pengumpulan (feeder),
serta angkutan dalam kota. Ekspansi ke segmen-segmen tersebut direncanakan akan direalisasikan pada
tahun 2026.
Mengingat kondisi perekonomian saat ini, perusahaan belum dapat memproyeksikan secara pasti kapan
sektor pariwisata akan kembali ke level kinerja seperti yang tercatat pada tahun 2023 dan 2024. Namun
demikian, khusus pada segmen intercity shuttle, perusahaan memandang bahwa pergerakan
penumpang domestik diperkirakan akan tetap menunjukkan tren peningkatan sepanjang tahun ini.
3. Manajemen menyebutkan slide 29 bahwa Q1 2026 net profit melonjak +86% YoY. Seberapa besar ini
efek Lebaran vs perbaikan struktural? Berani kasih guidance revenue dan net profit full year 2026 ?
Jawaban: Perusahaan mencatat adanya peningkatan kinerja pada periode ini, yang didorong oleh
momen Lebaran, di mana arus mudik dan arus balik terjadi dalam satu bulan yang sama, sehingga
memberikan dampak positif terhadap pendapatan.
Terkait perbaikan struktur pendapatan (structural revenue improvement), perusahaan berharap
perbaikan yang lebih signifikan dapat terealisasi pada Kuartal II. Namun demikian, hal tersebut tetap
perlu mempertimbangkan perkembangan kondisi perekonomian ke depan.
Dalam hal guidance pendapatan, perusahaan mengambil pendekatan yang konservatif untuk tahun ini,
dengan menetapkan target pertumbuhan pendapatan sebesar 5–8% sepanjang tahun berjalan.
Page 2
4. Manajemen menyebutkan slide 16 bahwa DayMall punya 3.500+ merchant dan 170K+ produk, tapi
mengapa di seluruh presentasi tidak ada satu pun angka revenue atau GMV-nya. Sudah contribution
positive atau masih bakar uang ?
Jawaban: Saat ini, kontribusi DayMall terhadap total bisnis perseroan masih tergolong kecil, namun
perusahaan terus aktif mengembangkan segmen ini. Hal tersebut didasari oleh pertimbangan bahwa
layanan jasa pengiriman makanan merupakan kategori yang paling sesuai dengan keunggulan utama
perusahaan, yakni layanan same day delivery.
Di luar segmen makanan, segmen pengiriman paket non-makanan juga mencatatkan pertumbuhan yang
cukup signifikan. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan volume pengiriman pada
beberapa kategori, antara lain suku cadang (spare part), dokumen, serta produk tekstil dan garmen.
Pertumbuhan pada kategori-kategori tersebut tercatat cukup signifikan, khususnya pada Kuartal II.
Chelsea-Kontan
1. Bagaimana WEHA memandang prospek bisnis di kuartal II ini seiring tekanan dr geopolitik, apa
langkah yg dilakukan WEHA menyiasati tantangan volatilitas harga BBM?
Jawaban: Mempertimbangkan dinamika geopolitik dan kondisi perekonomian yang berlaku saat
ini, perusahaan mengambil sikap yang cukup konservatif. Untuk segmen bus charter, perusahaan
masih dalam posisi wait and see dan belum berencana untuk melakukan ekspansi armada secara
agresif.
Sebaliknya, pada segmen intercity shuttle, perusahaan berencana mengambil pendekatan yang
lebih agresif dengan menambah kapasitas armada pada rute-rute yang telah memiliki tingkat
permintaan penumpang yang tinggi. Keputusan ini didasarkan pada observasi bahwa meskipun
telah terjadi kenaikan harga jual tiket, tingkat utilisasi per perjalanan (average pax per trip) tidak
mengalami penurunan yang berarti.
Adapun risiko utama yang diidentifikasi perusahaan untuk tahun ini adalah potensi kenaikan harga
Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Saat ini, perusahaan masih dapat memanfaatkan solar
bersubsidi mengingat armada berplat kuning diperbolehkan menggunakan BBM jenis tersebut,
sehingga kenaikan BBM non-subsidi tidak berdampak langsung terhadap operasional perusahaan.
Risiko yang perlu diantisipasi adalah apabila terjadi penurunan kuota atau kenaikan harga solar
bersubsidi. Namun demikian, perusahaan menilai risiko tersebut relatif terkendali, mengingat
pemerintah telah menyatakan bahwa harga solar bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga
akhir tahun ini.
2. Berapa armada yg akan ditambah tahun ini dan di lini apa saja?
Jawaban: Untuk segmen bus, perusahaan menerapkan pendekatan yang terukur dalam
penambahan armada, yakni dengan mengaitkan ekspansi secara langsung pada perolehan proyek
bisnis jangka panjang (long-term project). Pada tahun ini, perusahaan berencana untuk memasuki
segmen oil and gas, di mana unit bus akan beroperasi secara menetap di lokasi (site) proyek.
Penambahan armada baru akan dilakukan secara selektif, yaitu apabila perusahaan berhasil
memenangkan proyek-proyek dimaksud.
Sementara itu, pada segmen intercity shuttle, perusahaan berencana melakukan peralihan
(switching) atau uji coba (trial) penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle) pada tahun ini.
Page 3
Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memitigasi risiko ketergantungan terhadap BBM bersubsidi, sekaligus memposisikan perusahaan dalam menghadapi tantangan operasional ke depan secara lebih berkelanjutan. 3. Capex perseroan tahun ini digunakan utk keperluan apa saja, dan berapa besarannya? Jawaban: Untuk segmen intercity shuttle, perusahaan merencanakan penambahan armada sebanyak kurang lebih 30 unit hingga Kuartal III tahun ini, dengan estimasi nilai belanja modal sebesar sekitar Rp20–21 miliar. Adapun untuk segmen bus, realisasi belanja modal akan sangat bergantung pada hasil perolehan proyek yang berhasil dimenangkan oleh perusahaan. Penambahan armada bus baru akan dilakukan secara kondisional, menyesuaikan dengan kebutuhan operasional proyek yang diperoleh. 4. Apakah akan melakukan diversifikasi atau ekspansi bisnis tahun ini, jika ya di sektor apa dan apa yg direncanakan? Jawaban: Dalam hal ekspansi, perusahaan akan mengambil pendekatan yang lebih konservatif pada tahun ini dengan tetap memantau perkembangan kondisi perekonomian secara seksama (wait and see). Untuk diversifikasi, perusahaan akan tetap berfokus pada sektor transportasi namun dengan melakukan diversifikasi pada sisi layanan dan target pasar. Pada segmen bus, perusahaan berencana untuk mengurangi porsi layanan bus pariwisata dan mengalihkan fokus ke segmen yang lebih prospektif, yakni layanan transportasi sektor oil and gas serta jasa angkutan pemukiman. Sementara itu, pada segmen intercity shuttle, strategi ekspansi difokuskan pada penambahan jumlah armada di rute-rute yang telah memiliki tingkat permintaan tinggi (high-demand routes). Pendekatan ini dinilai lebih efisien karena perusahaan dapat meningkatkan kapasitas dan volume penumpang tanpa harus menanggung biaya tambahan untuk pembukaan counter baru maupun penambahan sumber daya manusia, mengingat infrastruktur dan operasional pada rute-rute tersebut telah berjalan. Dengan strategi tersebut, perusahaan mengharapkan adanya perbaikan pada tingkat gross margin di tahun ini, dan optimis bahwa kinerja secara keseluruhan akan lebih baik dibandingkan tahun 2025.
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.