Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 19
Page 1
PUBLIC
EXPOSE
Jakarta, 13 Maret 2026
PT Janu Putra Sejahtera Tbk.
Zoom :
https://us06web.zoom.us/j/82581794536?pwd=6jxxrwcvNPtIZAZpqwEfcGvkBrN8p2.1
Page 2
Presentasi ini disusun khusus untuk keperluan Paparan Publik PT Janu Putra Sejahtera Tbk (“Perseroan”) pada tanggal 13, Maret 2026. Seluruh informasi di dalamnya merupakan gambaran umum mengenai kinerja bisnis Perseroan pada saat tanggal penyampaian, dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Presentasi ini dapat memuat pernyataan-pernyataan mengenai pandangan atau proyeksi masa depan yang mengandung risiko serta ketidakpastian. Hasil dan pencapaian aktual di masa mendatang dapat berbeda secara signifikan dari yang diungkapkan dalam proyeksi tersebut, karena dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, ketidakpastian, dan asumsi. Oleh karena itu, Perseroan menghimbau agar para pemangku kepentingan menggunakan informasi dalam presentasi ini secara bijak dan tidak menjadikannya sebagai satu-satunya dasar dalam pengambilan keputusan investasi atau bisnis.
Page 3
Sekilas Tentang Perseroan PT Janu Putra Sejahtera Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) didirikan pada tahun 2007 dan telah berkembang menjadi salah satu pelaku usaha terkemuka di sektor perunggasan (poultry) di Indonesia. Dengan komitmen pada inovasi, kualitas, dan keberlanjutan, Perseroan terus menghadirkan produk dan layanan unggulan bagi konsumen di seluruh Indonesia. Kegiatan usaha utama Perseroan mencakup: ➢ Budidaya ayam ras pedaging (broiler) ➢ Budidaya ayam ras petelur (layer) ➢ Pembibitan ayam lokal dan hasil persilangannya ➢ Budidaya ayam lokal dan hasil persilangannya ➢ Kegiatan rumah potong ayam (RPA) Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan dan perluasan pasar, Perseroan telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham AYAM pada tanggal 30 November 2023, menjadikan statusnya resmi sebagai Perusahaan Terbuka (Tbk).
Page 4
Wilayah kerja dan operasional Perseroan mencakup pasar
domestik yang tersebar di Pulau Jawa dan Bali. Berikut
adalah sebaran lokasi operasional Perseroan.
Page 5
Visi dan Misi
Page 6
Jajaran Direksi dan Komisaris
Sri Mulyani
Fadhl Muhamad Firdaus
Jakarta, … …. 2025
Page 7
Kinerja Keuangan Perseroan
Kinerja Penjualan FY 2024 vs FY 2023
Penjualan Perseroan untuk periode yang berakhir pada 31
Penjualan Dalam Jutaan Desember 2024 tercatat sebesar Rp361.344 juta, meningkat
Rp9.082 juta atau 2,58% dibandingkan dengan penjualan tahun
2023 yang sebesar Rp352.262 juta.
362.000
361.344 Meskipun kondisi pasar sepanjang tahun 2024 masih dipengaruhi
360.000 oleh volatilitas harga jual, Perseroan berhasil membukukan
358.000
pertumbuhan penjualan melalui peningkatan volume transaksi yang
356.000
354.000
dijalankan secara konsisten. Strategi ini merupakan bagian dari
352.000 352.262 upaya Perseroan dalam menjaga keberlanjutan kinerja operasional
350.000 dan memperluas pangsa pasar, dengan memanfaatkan momentum
348.000 permintaan yang tetap kuat di tengah dinamika harga yang
346.000 berfluktuasi. Kemampuan Perseroan untuk beradaptasi terhadap
31 Desember 2024 31 Desember 2023
kondisi pasar tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung
pertumbuhan stabil selama tahun 2024.
Page 8
Kinerja Keuangan Perseroan
Total Aset FY 2024 vs FY 2023
Total aset Perseroan per 31 Desember 2024 tercatat sebesar
Rp467.820 juta, meningkat Rp112.061 juta atau 31,50%
Total Aset Dalam Jutaan dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2023 yang sebesar
Rp355.759 juta. Kenaikan ini terutama berasal dari peningkatan aset
lancar, khususnya pada aset biologis dan persediaan ayam broiler.
500.000
Peningkatan aset biologis terutama didorong oleh strategi ekspansi
467.820 produksi melalui optimalisasi jumlah Ayam Parent Stock (PS) untuk
400.000 meningkatkan kapasitas produksi. Langkah ini dilakukan untuk
355.759
memastikan ketersediaan stok DOC Final Stock (FS) dan ayam broiler
300.000
dalam rangka mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang
200.000 periode Ramadhan dan Lebaran pada Maret 2025, serta mendukung
peningkatan volume produksi pada tahun 2025.
100.000
Sementara itu, peningkatan persediaan ayam broiler dipengaruhi
-
31 Desember 2024 31 Desember 2023
oleh perbedaan cut-off produksi, termasuk jumlah populasi dan fase
pemeliharaan broiler pada akhir Desember 2024 dibandingkan
dengan akhir Desember 2023.
Page 9
Kinerja Keuangan Perseroan
Total Liabilitas FY 2024 vs FY 2023
Total liabilitas Perseroan per 31 Desember 2024 tercatat sebesar
Rp260.070 juta, meningkat Rp105.059 juta atau 67,78%
Total Liabilitas Dalam Jutaan dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2023 yang sebesar
Rp155.011 juta. Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh
peningkatan utang usaha dan utang bank, seiring dengan
meningkatnya kebutuhan pendanaan untuk mendukung ekspansi
300.000
kegiatan produksi.
250.000 260.070
Tambahan kewajiban tersebut merupakan bagian dari strategi
200.000 Perseroan dalam memperkuat kapasitas operasional, memastikan
150.000 155.011 kelangsungan siklus produksi, dan mendukung peningkatan volume
100.000
distribusi. Peningkatan liabilitas ini juga paralel atau sejalan dengan
pertumbuhan aset biologis dan persediaan ayam broiler yang
50.000
terjadi pada periode yang sama. Secara keseluruhan, pertumbuhan
- liabilitas yang paralel dengan peningkatan total aset dan aktivitas
31 Desember 2024 31 Desember 2023
usaha mencerminkan bahwa penambahan kewajiban digunakan
secara produktif dan dikelola secara terukur untuk mendukung
keberlanjutan pertumbuhan Perseroan.
Page 10
Kinerja Keuangan Perseroan
Total Ekuitas FY 2024 vs FY 2023
Total ekuitas Perseroan per 31 Desember 2024 tercatat sebesar
Rp207.750 juta, meningkat Rp7.002 juta atau 3,49% dibandingkan
Total Ekuitas Dalam Jutaan posisi per 31 Desember 2023 yang sebesar Rp200.748 juta.
Peningkatan ini terutama berasal dari akumulasi laba ditahan, yang
mencerminkan kinerja keuangan Perseroan yang tetap positif
208.000
sepanjang tahun 2024.
207.750
206.000 Peningkatan ini terutama berasal dari akumulasi laba ditahan, yang
mencerminkan kinerja keuangan Perseroan yang tetap positif dan
204.000
berkelanjutan selama periode berjalan. Selain itu, pertumbuhan
202.000 ekuitas juga mencerminkan komitmen manajemen dalam
200.748
200.000 memperkuat struktur permodalan melalui strategi pengelolaan laba
198.000 yang hati-hati dan reinvestasi untuk mendukung pertumbuhan
jangka panjang. Kenaikan ekuitas ini turut memperkuat posisi
196.000
31 Desember 2024 31 Desember 2023 keuangan Perseroan secara keseluruhan, meningkatkan daya tahan
terhadap risiko eksternal, serta mendukung kapasitas ekspansi
usaha di tengah dinamika industri unggas yang masih penuh
tantangan.
Page 11
Kinerja Keuangan Perseroan
Kinerja Penjualan Kuartal III 2025 vs Kuartal III 2024
Pada kuartal III tahun 2025, Perseroan mencatatkan penjualan sebesar
Rp225.419 juta, turun Rp42.739 juta atau -15,94% dibandingkan periode
yang sama tahun lalu sebesar Rp268.159 juta.
Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan signifikan rata-
rata harga jual ayam broiler dan DOC pada periode Januari–Agustus 2025,
Penjualan Dalam Jutaan yang berada di bawah biaya produksi sehingga memberikan tekanan
langsung terhadap margin Perseroan. Untuk meminimalkan kerugian,
Perseroan menerapkan langkah mitigasi yang terukur dengan menurunkan
270.000 268.159 populasi broiler dan menjual DOC FS yang dihasilkan ke eksternal. Pengalihan
260.000 tersebut berkontribusi pada penurunan nilai penjualan dibandingkan kuartal
250.000 III tahun sebelumnya, karena volume produk broiler yang dipasarkan menjadi
240.000 lebih rendah.
230.000
225.419 Meskipun demikian, Perseroan tetap optimistis bahwa memasuki awal tahun
220.000
2026 rata-rata harga jual produk perunggasan akan kembali stabil, seiring
210.000
dengan penerapan kebijakan pengendalian pasokan (pengurangan jumlah
200.000
Kuartal III 2025 Kuartal III 2024 DOC GPS yang masuk ke Indonesia pada tahun 2024-2025) oleh pemerintah,
tren normalisasi permintaan pasar, serta optimalisasi program MBG dan
program pemerintah lainnya yang mendorong keseimbangan suplai dan
permintaan di sektor perunggasan. Perseroan akan terus menjalankan
strategi operasional secara disiplin untuk menjaga keberlanjutan kinerja,
meningkatkan efisiensi, dan memperkuat posisi Perseroan dalam industri.
Page 12
Kinerja Keuangan Perseroan
Total Aset Kurtal III 2025 vs Kuartal III 2024
Total aset Perseroan per 30 September 2025 tercatat sebesar
Rp478.212 juta, meningkat Rp74.167 juta atau 18,36%
Total Aset Dalam Jutaan dibandingkan dengan posisi per 30 September 2024 sebesar
Rp404.045 juta. Kenaikan tersebut terutama berasal dari
peningkatan aset lancar, khususnya pada pos aset biologis.
480.000 478.212 Peningkatan nilai aset biologis dipengaruhi oleh strategi
460.000
ekspansi produksi yang dijalankan Perseroan, yaitu melalui
optimalisasi jumlah Ayam Parent Stock (PS) untuk meningkatkan
440.000
kapasitas produksi DOC FS pada tahun 2025-2027. Langkah ini
420.000 dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok DOC Final Stock
400.000
404.045 (FS) dalam menyongsong moment 2025-2027 sebagai efek dari
kebijakan pemerintah tentang pengurangan kuota GPS tahun
380.000
2024-2025 dan menjaga kelangsungan penjualan di semester
360.000
akhir 2025 Dimana harga produk ayam sudah mulai terlihat
Kuartal III 2025 Kuartal III 2024
membaik. Selain itu, strategi tersebut juga merupakan bagian
dari persiapan kebutuhan produksi tahun 2026, yang
diproyeksikan meningkat seiring dengan implementasi program
strategis nasional di sektor perunggasan.
Page 13
Kinerja Keuangan Perseroan Kuartal
Total Liabilitas Kurtal III 2025 vs Kuartal III 2024
Total liabilitas Perseroan per 30 September 2025 tercatat sebesar
Total Liabilitas Dalam Jutaan Rp287.206 juta, meningkat Rp90.936 juta atau 46,33% dibandingkan
posisi per 30 September 2024 yang sebesar Rp196.270 juta.
Peningkatan tersebut terutama berasal dari kenaikan utang usaha, seiring
300.000 dengan meningkatnya pembelian pakan untuk mendukung ekspansi
287.206
kegiatan produksi dalam rangka mendukung jalannya program-program
250.000
pemerintahan dan permintaah pasar yang semakin meningkat.
200.000 196.270
Tambahan kewajiban tersebut merupakan bagian dari strategi Perseroan
150.000 dalam memperkuat kapasitas operasional, menjaga kesinambungan siklus
100.000 produksi, dan meningkatkan volume distribusi. Hal ini juga tercermin
50.000 pada kenaikan nilai aset biologis pada periode yang sama. Pertumbuhan
liabilitas berjalan seiring dengan peningkatan total aset dan aktivitas
-
Kuartal III 2025 Kuartal III 2024 usaha, sehingga mencerminkan bahwa penambahan kewajiban
digunakan secara produktif dan dikelola secara terukur untuk mendukung
pertumbuhan Perseroan ke depan.
Page 14
Kinerja Keuangan Perseroan
Total Ekuitas Kuartal III 2025 vs Kuartal III 2024
Total ekuitas Perseroan per 30 September 2025 tercatat sebesar
Rp191.006 juta, menurun Rp16.769 juta atau 8,07% dibandingkan
dengan posisi per 30 September 2024 yang sebesar Rp207.775 juta.
Total Ekuitas Dalam Jutaan
Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya rata-rata
harga jual ayam broiler dan DOC pada periode Januari-Agustus 2025,
yang berada di bawah biaya produksi, sehingga memberikan tekanan
210.000
207.775
langsung terhadap margin dan kinerja laba rugi Perseroan pada
205.000 periode berjalan.
200.000 Meskipun demikian, Perseroan tetap optimistis bahwa di semester
195.000 akhri 2025 dan memasuki awal tahun 2026, stabilisasi harga jual
191.006
produk perunggasan akan baik dan menguntungkan karena
190.000
didukung oleh kebijakan pengendalian pasokan pemerintah dan
185.000 banyak nya program pemerintah yang membutuhkan ayam dan
180.000 produknya sehingga dengan adanya proyeksi perbaikan permintaan
Kuartal III 2025 Kuartal III 2024 akan memberikan ruang bagi pemulihan ekuitas. Perseroan
berkomitmen menjalankan strategi operasional secara disiplin,
meningkatkan efisiensi, dan memperkuat fondasi usaha guna
mendukung keberlanjutan kinerja dan posisi Perseroan di industri.
Page 15
Prospek, Strategi, dan Tantangan PT Janu Putra Sejahtera Tbk
PROSPEK
❑ Permintaan nasional terhadap ayam dan telur terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pertumbuhan penduduk Indonesia yang telah mencapai 287,6 juta jiwa pada November 2025 (BPS), diikuti peningkatan
konsumsi protein hingga 57,39 gram/kapita/hari pada Maret 2024 (BPS), serta naiknya konsumsi ayam menjadi 7,46
kg/kapita/tahun pada 2023 (Data Bapanas–Susenas BPS),
❑ Produksi nasional ayam dan telur menunjukkan tren kenaikan.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional mencatat peningkatan produksi ayam ras dan
telur dari tahun sebelumnya, dengan proyeksi pertumbuhan berlanjut di 2025.
Produksi nasional diperkirakan mencukupi bahkan melebihi kebutuhan, sehingga menjamin stabilitas pasokan
domestik.
❑ Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pendorong permintaan baru yang signifikan.
Program ini memerlukan pasokan ayam dan telur dalam jumlah besar, merata secara nasional, dan berkelanjutan,
sehingga membuka peluang pasar tambahan bagi pelaku industri perunggasan.
❑ Pemerintah memperkuat rantai pasok unggas nasional.
Lebih dari 300 fasilitas baru (feedmill, breeding farm, hatchery, kandang modern, RPHU, cold chain, hingga logistik)
disiapkan untuk mendukung stabilitas suplai dan efisiensi distribusi, Upaya ini memperkuat ekosistem industri sekaligus
mengurangi potensi ketimpangan pasokan antarwilayah.
❑ Dukungan investasi besar seperti Danantara
Dukungan senilai Rp 20 triliun untuk pengembangan peternakan ayam modern akan memperkuat kapasitas nasional
mulai 2026. Kehadiran investasi ini menjadi katalis positif bagi keberlanjutan pasokan protein hewani di
Indonesia. Perseroan memanfaatkan lokasi operasionalnya di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang berada di pusat
kawasan permintaan MBG, untuk memperluas jangkauan distribusi dan meningkatkan kesiapan pemenuhan
kebutuhan ayam dan telur di wilayah DIY dan Jawa Tengah.
Page 16
Prospek, Strategi, dan Tantangan PT Janu Putra Sejahtera Tbk
Tantangan
✓ Fluktuasi harga bahan baku pakan dan produk ayam
✓ .
Ketergantungan pada pasar global membuat biaya pakan sensitif terhadap pergerakan harga komoditas dan nilai tukar. Ini menjadi
tantangan utama industri unggas nasional.
Dinamika supply–demand yang mulai terkondisikan sejak 2024 akan bisa mempengaruhi kestabilan harga dan keseimbangan rantai
supply – demand di bisnis ayam dan saat ini di semester akhir 2025 mulai bisa dilihat peningkatan dan kestabilan harga semua produk-
produk ayam.
✓ Ketatnya Persaingan Bisnis dan Ketidakmerataan distribusi antarwilayah.
Ketatnya persaingan antarpelaku industri serta ketidakseimbangan distribusi antarwilayah masih menjadi tantangan utama.
Konsentrasi produksi yang lebih tinggi di beberapa daerah dan perbedaan kapasitas logistik membuat aliran pasokan ke wilayah dengan
permintaan tinggi, menurut data BPS,2024 terdapat 595 perusahaan peternakan unggas di Indonesia.
✓ Adaptasi terhadap ekspansi kapasitas nasional.
Peningkatan suplai dari proyek besar nasional dan pemain baru dapat memperketat persaingan pada 2026 dan seterusnya. Efisiensi,
kualitas, dan kecepatan distribusi menjadi faktor pembeda utama bagi keberlanjutan kinerja.
Sepanjang 2025, industri perunggasan menghadapi dinamika harga pakan dan tantangan distribusi, namun dukungan pemerintah terhadap penguatan
ekosistem pangan terus memberikan arah yang positif. Proyeksi nasional menunjukkan produksi ayam ras berpotensi tumbuh sekitar 10,95% dan telur
sekitar 2,78% pada 2025, didorong penyiapan 323 fasilitas baru untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melihat perkembangan
tersebut, 2026 memberikan ruang optimisme bagi sektor poultry, termasuk bagi Perseroan, untuk memperkuat kapasitas, meningkatkan efisiensi, dan
menangkap peluang permintaan yang terus berkembang.
Page 17
Prospek, Strategi, dan Tantangan PT Janu Putra Sejahtera Tbk
STRATEGY
1. Fokus Bisnis Perusahaan ke Depannya
a. Penguatan bisnis di layer, GPS, PS, dan RPA untuk memperkuat hulu–hilir.
b. Pasar unggas nasional sangat besar: ayam ras pedaging 3,15 miliar ekor dan layer 0,41 miliar ekor (2024, BPS)
2. Peningkatan Performance & Efisiensi Produksi
a. Optimalisasi pakan, manajemen kandang, dan pengendalian kualitas.
b. Efisiensi menjadi kunci, seiring surplus daging ayam ras 116 ribu ton di 2024 (BPS)
3. Pengembangan SDM, Inovasi & Teknologi
a. Peningkatan kompetensi teknis–manajerial dan digitalisasi proses produksi. Relevan dengan kondisi industri
yang terdiri dari 12,19 juta unit usaha peternakan
4. Kerja Sama untuk Efisiensi Rantai Pasok
a. Kemitraan dengan perusahaan pakan, logistik, dan distributor.
b. Dibutuhkan untuk mengatasi ketimpangan distribusi, karena populasi unggas terkonsentrasi di Jawa (791 juta
ekor Jabar; 705 juta Jateng) (2024)
5. Pengembangan Fasilitas & Produk Akhir
a. Penguatan RPA, cold chain, dan pengembangan produk siap konsumsi.
b. Pasar kuat, didukung surplus telur nasional 103,7 ribu ton (2024)
6. Mendukung Seluruh Program Pemerintah (Termasuk MBG)
a. Kesiapan mendukung ketahanan pangan nasional dan pasokan protein hewani.
b. Lokasi operasional di Yogyakarta dan Jawa menjadikan perusahaan strategis untuk mendukung kebutuhan
program MBG dan institusional.
Page 18
PT Janu Putra Sejahtera Tbk QUESTION & ANSWER
Page 19
PT Janu Putra Sejahtera, Tbk TERIMA KASIH
Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional
p.15
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.