Skip to content
Back to announcement

20260310_WIFI_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32052999_lamp1.pdf

Other Text extracted WIFI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 3

Page 1
                                                                                   Jakarta, 9 Maret 2026

No           :   024/CORSEC/SSD/III/2026
Perihal      :   Surat Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa No. S-02963/BEI.PP3/03-2026
Lampiran     :   -

Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta, 12190

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan Surat BEI perihal Permintaan Penjelasan Bursa kepada PT Solusi Sinergi Digital Tbk
No. S-02963/BEI.PP3/03-2026 tanggal 5 Maret 2026 terkait dengan adanya Keterbukaan Informasi
mengenai rencana perubahan penggunaan dana PMHMETD I Perseroan, berikut tanggapan Perseroan atas
Permintaan Penjelasan Bursa.

1. Faktor utama penyebab perubahan penggunaan dana tersebut.

     Perseroan menjelaskan bahwa perubahan penggunaan dana PMHMETD I terutama didorong oleh
     keberhasilan entitas anak Perseroan, PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP), dalam memenangkan
     lelang spektrum FWA. Dengan kepastian spektrum tersebut, Perseroan memiliki peluang untuk
     mempercepat penetrasi layanan internet melalui FWA, yang secara implementasi umumnya lebih
     cepat dan fleksibel dibandingkan dengan FTTH karena tidak memerlukan pembangunan last-mile fiber
     ke rumah secara penuh.

     Perseroan memandang bahwa percepatan rollout melalui FWA akan memungkinkan kontribusi
     pendapatan lebih dini, sehingga dapat memperkuat arus kas operasional dan mendukung strategi
     pertumbuhan Perseroan secara keseluruhan.

2.   Agar dijelaskan rincian dana dari Rp5,06 triliun yang akan dialokasikan masing-masing untuk
     perangkat jaringan utama (RAN), perangkat pelanggan (CPE), dan infrastruktur pendukung lainnya.

     Perseroan menjelaskan bahwa dana sebesar Rp5.06 triliun akan dialokasikan untuk kebutuhan rollout
     proyek FWA Perseroan, yang mencakup komponen utama sebagai berikut:
     • Perangkat jaringan utama (RAN)
       Perseroan berencana melakukan rollout pada 2.786 site. Untuk setiap site, Perseroan membutuhkan
       perangkat RAN utama berupa RRU (Remote Radio Unit) untuk diinstal pada BTS. Dengan demikian,
       kebutuhan RRU adalah sekitar 2.786 unit (1 unit per site, sesuai desain jaringan Perseroan).
       Estimasi harga per unit RRU adalah sekitar Rp745 juta (asumsi kurs USD/IDR 16.841).
     • Perangkat pelanggan (CPE)
       Berdasarkan perencanaan kapasitas, tiap site ditargetkan memiliki kapasitas layanan hingga sekitar
       1.000 pelanggan pada tingkat utilisasi penuh. Oleh karena itu, total kebutuhan CPE diperkirakan
       hingga 2.786.000 unit untuk melayani kapasitas maksimum (100% utilisasi) dari keseluruhan site.
       Estimasi harga per unit CPE adalah sekitar Rp1 juta (asumsi kurs USD/IDR 16.841).

3. Dengan penggunaan dana sekitar Rp5,06 triliun untuk perangkat CPE dan RAN, agar
   disampaikan estimasi kapasitas pelanggan yang dapat dilayani oleh proyek FWA (Fixed
   Wireless Access) tersebut.

     Perseroan menjelaskan bahwa dengan rencana rollout 2.786 site, dan asumsi kapasitas hingga 1.000
     pelanggan per site pada utilisasi penuh, maka kapasitas maksimum pelanggan yang dapat dilayani
     diperkirakan mencapai:
     2.786 site × 1.000 pelanggan/site = 2.786.000 pelanggan (asumsi 100% kapasitas)
     Perseroan menekankan bahwa angka di atas adalah kapasitas teknis maksimum, sementara realisasi
     jumlah pelanggan akan mengikuti dinamika take-up rate, pemasaran, kesiapan area, serta kebutuhan
     pelanggan di masing-masing wilayah.
Page 2
4. Target jumlah pelanggan untuk proyek FWA.

   Perseroan menargetkan pencapaian pelanggan FWA sebagai berikut:
   • Akhir 2026: Sekitar 3 juta pelanggan, dengan asumsi take-up rate sekitar 60% pada area rollout yang
     telah aktif secara komersial.
   • Hingga 2028: Perseroan menargetkan mencapai sekitar 6,8 juta pelanggan seiring perluasan
     cakupan layanan, peningkatan penetrasi di area eksisting, dan peningkatan kapasitas operasional.

5. Sebelumnya, Perseroan menargetkan pembangunan 4 juta homepass FTTH (Fiber To The
   Home) di Pulau Jawa. Agar dijelaskan status terkini proyek FTTH tersebut, termasuk progres
   pembangunan dan investasi yang telah direalisasikan hingga saat ini

   Perseroan menjelaskan bahwa proyek FTTH di Pulau Jawa masih berjalan dan terus dikembangkan
   sesuai kebutuhan pasar dan kesiapan pelaksanaan.

   Hingga saat ini, Perseroan telah mencapai 2,5 juta homepass dan 1,5 juta homeconnect, dengan nilai
   investasi yang telah direalisasikan sekitar Rp2,0 triliun. Perseroan akan terus mengoptimalkan rollout
   FTTH berdasarkan prioritas area dan kesiapan mitra/operasional agar tingkat konversi homepass
   menjadi homeconnect tetap terjaga.

6. Sumber pendanaan untuk proyek FTTH tersebut ke depannya.

   Perseroan menjelaskan bahwa pendanaan proyek FTTH ke depan akan bersumber dari kombinasi
   antara arus kas operasional Perseroan dan pendanaan melalui obligasi dan sukuk yang saat ini sedang
   diproses oleh entitas anak Perseroan, yaitu PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE).

7. Sebelumnya, Perseroan menyebutkan bahwa pembangunan FTTH difokuskan pada homepass
   di Pulau Jawa. Terkait dengan FWA yang akan didanai dari perubahan penggunaan dana
   HMETD ini, agar disampaikan target wilayah Perseroan untuk menjalankan rollout layanan
   tersebut.

   Perseroan menjelaskan bahwa rollout layanan FWA akan difokuskan pada Region 1, yaitu Jawa,
   Maluku, dan Papua, sesuai wilayah spektrum yang dimenangkan oleh PT Telemedia Komunikasi
   Pratama (TKP) dalam lelang frekuensi FWA. Dengan demikian, penggunaan dana HMETD untuk FWA
   bersifat selaras dengan cakupan izin spektrum, sehingga perencanaan rollout dilakukan pada wilayah
   yang telah memiliki dasar legal-operasional yang jelas.

8. Dalam Keterbukaan Informasi disampaikan bahwa proyek FWA berpotensi memberikan
   kontribusi pendapatan lebih cepat. Agar dijelaskan estimasi timeline kontribusi revenue dari
   proyek FWA terhadap laporan keuangan konsolidasian.

   Perseroan menjelaskan bahwa kontribusi pendapatan dari proyek FWA terhadap laporan keuangan
   konsolidasian diperkirakan mulai terlihat secara signifikan pada tahun 2026, diperkirakan sekitar
   Rp2,9 triliun dengan kontribusi sekitar 41% dari total pendapatan Perseroan.

   Seiring dengan meningkatnya jumlah site aktif, perluasan cakupan layanan, serta peningkatan jumlah
   pelanggan, kontribusi pendapatan dari FWA diharapkan akan terus meningkat. Perseroan
   memperkirakan bahwa pada tahun 2028, kontribusi pendapatan dari proyek FWA dapat mencapai
   lebih dari 50% dari total pendapatan Perseroan, dengan estimasi pendapatan sekitar Rp7,0 triliun.
Page 3
9. Dalam Keterbukaan Informasi, disampaikan bahwa saat ini vendor belum ditentukan. Agar
   dijelaskan kriteria utama dalam pemilihan vendor, dan target Perseroan menyelesaikan proses
   procurement.

    Perseroan menjelaskan bahwa pemilihan vendor untuk proyek FWA dilakukan dengan
    mempertimbangkan beberapa kriteria utama, antara lain:
     • Kemampuan teknis dan kualitas solusi teknologi, khususnya dalam menyediakan perangkat dan
       solusi jaringan yang sesuai dengan kebutuhan implementasi jaringan FWA Perseroan.
     • Pengalaman vendor dalam implementasi jaringan telekomunikasi skala besar, khususnya pada
       infrastruktur RAN, transport network, dan core network.
     • Keandalan produk dan dukungan teknis, termasuk kemampuan vendor dalam menyediakan
       dukungan operasional, pemeliharaan jaringan, serta ketersediaan suku cadang.

    Saat ini Perseroan telah menjajaki kerja sama dengan beberapa vendor global dan regional yang
    memiliki kompetensi di bidang penyediaan perangkat jaringan telekomunikasi, antara lain Huawei,
    ZTE, FiberHome, Nokia, Baicells, dan lain-lain.

    Selain itu, vendor Perseroan juga termasuk penyedia chipset seperti Qualcomm dan ASR
    Microelectronics, penyedia infrastruktur menara seperti Protelindo, Tower Bersama Group, dan
    Centratama, serta penyedia perangkat jaringan dan infrastruktur inti, untuk memastikan kesiapan
    implementasi proyek FWA secara end-to-end.

10. Informasi material lainnya yang perlu disampaikan ke publik

    Perseroan menjelaskan bahwa Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi material yang perlu
    disampaikan kepada publik.


Hormat kami,
PT Solusi Sinergi Digital Tbk




_____________________________________
Nama : Shannedy Ong
Jabatan : Direktur

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.39 MB
Published10 Mar 2026
Pages3
Characters8,439
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Solusi Sinergi Digital Tbk p.1 ×4
linked person Nama : Shannedy Ong · Jabatan : Direktur p.3
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
unresolved org PT Telemedia Komunikasi Pratama p.1 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result