Skip to content
Back to announcement

FinancialStatement-2023-II-EMDE.pdf

Financial statement Text extracted EMDE

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 53

Page 1
Nomor Surat                      039/MD/Corsec/VII/2023
Nama Emiten                      Megapolitan Developments Tbk
Kode Emiten                      EMDE
Perihal                          Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit



Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 6 Bulan yang berakhir pada 30/06/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :



Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :




 No      Nama         Kegiatan         Lokasi         Tahun         Status         Jumlah Aset         Satuan        Mata     Persentase
                        Usaha                        Komersil       Operasi                                          Uang        (%)
 1    PT Tirta       Perumahan /       Bogor           2007          Aktif         716.880.958.406     PENUH         IDR        99.89
      Persada          Property
      Developments
 2    PT Graha     Perumahan/Pr        Depok          2007            Aktif         98.279.524.224     PENUH         IDR          99.0
      Mentari          operty
      Persada
 3    PT Mega Limo Perumahan/Pr        Depok          1982            Aktif        147.646.333.005     PENUH         IDR          99.8
      Estate           operty
 4    PT Mega      Perumahan/S         Depok          1983            Aktif      2.537.767.317.912     PENUH         IDR         99.38
      Pasanggrahan    hopping
      Indah
 5    PT Titan     Perumahan/A      Tanggerang        2006            Aktif        207.338.917.847     PENUH         IDR         99.99
      Property       partment




Dokumen ini merupakan dokumen resmi Megapolitan Developments Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik.

                    Megapolitan Developments Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information

Informasi umum                                                                General information
                                               30 June 2023
Nama entitas                         Megapolitan Developments Tbk                               Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir                                  Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya                                              the end of the preceding reporting
                                                                                                       period
Kode entitas                         EMDE                                                        Entity code
Nomor identifikasi entitas           AA571                                     Entity identification number
Industri utama entitas               Properti / Property                                Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih        PSAK                                  Selected accounting standards
Sektor                               H. Properties & Real Estate                                       Sector
Subsektor                            H1. Properties & Real Estate                                  Subsector
Industri                             H11. Real Estate Management                                     Industry
                                     & Development
Subindustri                          H111. Real Estate Development                               Subindustry
                                     & Management
Informasi pemegang saham                                               Controlling shareholder information
                                     Individual WNI
pengendali
Jenis entitas                        Local Company - Indonesia                                 Type of entity
                                     Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan           Saham / Stock                                  Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat                                         Type of board on which the entity is
                                       Pengembangan / Development
entitas tercatat                                                                                        listed
Apakah merupakan laporan keuangan                                     Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok       Entitas grup / Group entity      of an individual entity or a group of
entitas                                                                                               entities
Periode penyampaian laporan                                                  Period of financial statements
                                       Kuartal II / Second Quarter
keuangan                                                                                        submissions
Tanggal awal periode berjalan          January 01, 2023                            Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan         June 30, 2023                                Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya         December 31, 2022                                 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya        January 01, 2022                               Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya       June 30, 2022                                  Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya       December 31, 2021                              Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan                    Rupiah / IDR                   Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan                                    Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah 15,026.00000                     presentation currency is other than
                                                                                                       rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam                                         Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan      Satuan Penuh / Full Amount                                    statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit          Type of report on financial statements
Jenis opini auditor                                                               Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf                                                    Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu                                    emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan                                                           paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review                                                       Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama                                                      Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama                                                             Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama                                                     Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil                                       Date of auditor's opinion or result of
laporan review                                                                                 review report
Auditor tahun berjalan                                                                 Current year auditor
Page 3
Nama partner audit tahun berjalan                   Name of current year audit signing
                                                                                   partner
Lama tahun penugasan partner yang                     Number of years served as audit
menandatangani                                                            signing partner
Auditor tahun sebelumnya                                                Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya                   Name of prior year audit signing
                                                                                   partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan                     Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor:                                 No. 75/POJK.04/2017 concerning
                                     Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung                responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan                                  financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan                       Compliance to the independency of
independensi akuntan yang                          Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal               Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor                                    rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang                                  concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik                        Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan                              Financial Services Activities.
Page 4
[2210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - Property Industry

Laporan posisi keuangan                                          Statement of financial position
                                       30 June 2023      31 December 2022
Aset                                                                                                Assets
  Aset lancar                                                                            Current assets
     Kas dan setara kas                                                               Cash and cash
                                       60,117,945,665       65,611,936,270
                                                                                          equivalents
      Piutang usaha                                                               Trade receivables
         Piutang usaha pihak                                               Trade receivables third
                                       25,081,824,805       23,910,616,636
         ketiga                                                                            parties
      Persediaan lancar                                                         Current inventories
         Aset real estat lancar                                                Current real estate
                                     1,394,772,078,343   1,373,103,961,449
                                                                                           assets
          Persediaan lancar                                                  Current inventories
     Biaya dibayar dimuka                                                  Current prepaid expenses
                                        1,813,709,725        2,098,126,216
     lancar
     Uang muka lancar                                                              Current advances
          Uang muka lancar                                                            Other current
                                          243,842,264          389,733,712
          lainnya                                                                        advances
     Pajak dibayar dimuka                                                        Current prepaid taxes
                                       29,900,685,344       37,143,308,929
     lancar
     Aset pengampunan pajak                                                      Current tax amnesty
                                          400,000,000          400,000,000
     lancar                                                                                    assets
     Jumlah aset lancar              1,512,330,086,146   1,502,657,683,212      Total current assets
   Aset tidak lancar                                                                Non-current assets
     Piutang dari pihak berelasi                                             Receivables from related
                                       44,132,787,390       44,508,807,393
                                                                                              parties
      Investasi yang dicatat                                               Investments accounted for
      dengan menggunakan                6,663,258,602        6,682,851,501       using equity method
      metode ekuitas
      Persediaan tidak lancar                                               Non-current inventories
         Aset real estat tidak                                             Non-current real estate
                                      338,230,511,245      337,314,105,420
         lancar                                                                              assets
      Properti investasi             1,836,519,577,799   1,836,519,577,799     Investment properties
      Aset tetap                                                                 Property, plant, and
                                       11,525,728,344       12,413,553,905
                                                                                            equipment
       Goodwill                         2,109,551,639        2,109,551,639                     Goodwill
       Aset pengampunan pajak                                                Non-current tax amnesty
                                        1,498,084,538        1,545,606,189
       tidak lancar                                                                              assets
       Jumlah aset tidak lancar      2,240,679,499,557   2,241,094,053,846 Total non-current assets
   Jumlah aset                       3,753,009,585,703   3,743,751,737,058                   Total assets
Liabilitas dan ekuitas                                                                 Liabilities and equity
   Liabilitas                                                                                    Liabilities
       Liabilitas jangka pendek                                                    Current liabilities
           Utang usaha                                                           Trade payables
               Utang usaha pihak                                               Trade payables
                                      208,900,900,200      199,771,034,479
               ketiga                                                              third parties
               Utang usaha pihak                                               Trade payables
                                        5,961,394,905        6,513,045,848
               berelasi                                                         related parties
           Utang lainnya                                                         Other payables
               Utang lainnya pihak                                             Other payables
                                       39,741,850,485       39,384,926,128
               ketiga                                                              third parties
           Beban akrual jangka                                                    Current accrued
                                      310,512,337,927      267,401,457,560
           pendek                                                                         expenses
Page 5
      Utang pajak               41,964,200,621      39,470,281,551        Taxes payable
      Utang proyek                                     167,253,348      Project payables
      Pendapatan diterima                                              Current unearned
                               477,446,063,083     496,254,302,381
      dimuka jangka pendek                                                       revenue
      Liabilitas jangka                                            Current maturities of
      panjang yang jatuh                                            long-term liabilities
      tempo dalam satu
      tahun
         Liabilitas jangka                                            Current maturities
         panjang yang jatuh                                               of bank loans
         tempo dalam satu       76,612,988,335      46,288,793,411
         tahun atas utang
         bank
      Jumlah liabilitas                                                      Total current
                              1,161,139,735,556   1,095,251,094,706
      jangka pendek                                                              liabilities
  Liabilitas jangka                                                     Non-current liabilities
  panjang
      Liabilitas pajak                                                Deferred tax liabilities
                                26,959,487,900      26,959,487,900
      tangguhan
      Utang pemegang                                                    Non-current due to
                                69,818,463,529      62,792,845,602
      saham jangka panjang                                                    stockholders
      Liabilitas jangka                                               Long-term liabilities
      panjang setelah                                                       net of current
      dikurangi bagian                                                          maturities
      yang jatuh tempo
      dalam satu tahun
         Liabilitas jangka                                               Long-term bank
         panjang atas utang    889,712,133,916     922,129,615,048                loans
         bank
      Kewajiban imbalan                                                           Long-term
      pasca kerja jangka        10,832,662,043      10,366,890,977         post-employment
      panjang                                                             benefit obligations
      Jumlah liabilitas                                                  Total non-current
                               997,322,747,388    1,022,248,839,527
      jangka panjang                                                               liabilities
  Jumlah liabilitas           2,158,462,482,944   2,117,499,934,233             Total liabilities
Ekuitas                                                                                       Equity
  Ekuitas yang                                                           Equity attributable to
  diatribusikan kepada                                                equity owners of parent
  pemilik entitas induk                                                                     entity
      Saham biasa              335,000,000,000     335,000,000,000          Common stocks
      Tambahan modal                                                       Additional paid-in
                               126,054,412,723     126,054,412,723
      disetor                                                                          capital
      Saldo laba                                                        Retained earnings
      (akumulasi kerugian)                                                           (deficit)
         Saldo laba yang                                                 Unappropriated
         belum ditentukan     1,123,828,455,477   1,155,468,472,757    retained earnings
         penggunaannya
      Jumlah ekuitas yang                                                    Total equity
      diatribusikan kepada                                          attributable to equity
                              1,584,882,868,200   1,616,522,885,480
      pemilik entitas induk                                              owners of parent
                                                                                     entity
   Kepentingan                                                       Non-controlling interests
                                 9,664,234,559        9,728,917,345
   non-pengendali
   Jumlah ekuitas             1,594,547,102,759   1,626,251,802,825                 Total equity
Jumlah liabilitas dan                                                  Total liabilities and equity
                              3,753,009,585,703   3,743,751,737,058
ekuitas
Page 6
[2311000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by function - Property Industry

Laporan laba rugi dan penghasilan                         Statement of profit or loss and other
komprehensif lain                                                     comprehensive income
                                      30 June 2023          30 June 2022
Penjualan dan pendapatan                                                                    Sales and revenue
                                      60,400,843,258        58,300,049,042
usaha
Beban pokok penjualan dan                                                           Cost of sales and revenue
                                    ( 23,635,798,355 )    ( 24,523,671,010 )
pendapatan
Jumlah laba bruto                      36,765,044,903        33,776,378,032                Total gross profit
Beban penjualan                      ( 1,525,130,426 )     ( 2,032,841,465 )                  Selling expenses
Beban umum dan administrasi                                                       General and administrative
                                    ( 34,530,462,673 )    ( 36,048,314,581 )
                                                                                                      expenses
Pendapatan keuangan                        39,459,479            56,177,987                    Finance income
Beban bunga dan keuangan            ( 32,142,743,911 )    ( 32,566,375,292 )       Interest and finance costs
Bagian atas laba (rugi) entitas                                                        Share of profit (loss) of
asosiasi yang dicatat dengan            ( 19,592,899 )        ( 80,725,778 )   associates accounted for using
menggunakan metode ekuitas                                                                       equity method
Pendapatan lainnya                        158,987,932           321,047,285                       Other income
Beban lainnya                          ( 450,262,471 )       ( 292,634,705 )                   Other expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum                                                      Total profit (loss) before tax
                                    ( 31,704,700,066 )    ( 36,867,288,517 )
pajak penghasilan
Jumlah laba (rugi) dari operasi                                                       Total profit (loss) from
                                    ( 31,704,700,066 )    ( 36,867,288,517 )
yang dilanjutkan                                                                      continuing operations
Jumlah laba (rugi)                  ( 31,704,700,066 )    ( 36,867,288,517 )               Total profit (loss)
Jumlah laba rugi komprehensif       ( 31,704,700,066 )    ( 36,867,288,517 )   Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat                                                           Profit (loss) attributable to
diatribusikan
   Laba (rugi) yang dapat                                                        Profit (loss) attributable to
                                    ( 31,640,017,280 )    ( 36,758,348,572 )
   diatribusikan ke entitas induk                                                               parent entity
   Laba (rugi) yang dapat                                                        Profit (loss) attributable to
   diatribusikan ke kepentingan         ( 64,682,786 )       ( 108,939,945 )      non-controlling interests
   non-pengendali
Laba rugi komprehensif yang                                                           Comprehensive income
dapat diatribusikan                                                                             attributable to
   Laba rugi komprehensif yang                                                      Comprehensive income
   dapat diatribusikan ke entitas   ( 31,640,017,280 )    ( 36,758,348,572 )    attributable to parent entity
   induk
   Laba rugi komprehensif yang                                                     Comprehensive income
   dapat diatribusikan ke               ( 64,682,786 )       ( 108,939,945 ) attributable to non-controlling
   kepentingan non-pengendali                                                                      interests
Laba (rugi) per saham                                                              Earnings (loss) per share
   Laba per saham dasar                                                         Basic earnings per share
   diatribusikan kepada                                                              attributable to equity
   pemilik entitas induk                                                      owners of the parent entity
       Laba (rugi) per saham                                                  Basic earnings (loss) per
       dasar dari operasi yang                 ( 9.44 )             ( 10.97 )     share from continuing
       dilanjutkan                                                                            operations
Page 7
[2410000] Statement of changes in equity - Property Industry - Current Year

30 June 2023


Laporan perubahan ekuitas                                                                                                                                                                 Statement of changes in equity
                                                                                        Saldo laba yang belum      Ekuitas yang dapat
                                                                                                                                               Kepentingan
                                         Saham biasa       Tambahan modal disetor             ditentukan          diatribusikan kepada                                     Ekuitas
                                                                                                                                              non-pengendali
                                                                                           penggunaannya              entitas induk
                                                                                        Unappropriated retained   Equity attributable to
                                         Common stocks     Additional paid-in capital                                                      Non-controlling interests       Equity
                                                                                               earnings                parent entity
Posisi ekuitas                                                                                                                                                                                                         Equity position
  Saldo awal periode sebelum penyajian                                                                                                                                                    Balance before restatement at beginning of
                                         335,000,000,000       126,054,412,723            1,155,468,472,757        1,616,522,885,480             9,728,917,345         1,626,251,802,825
  kembali                                                                                                                                                                                                                      period
  Posisi ekuitas, awal periode           335,000,000,000       126,054,412,723            1,155,468,472,757        1,616,522,885,480             9,728,917,345         1,626,251,802,825 Equity position, beginning of the period
  Laba (rugi)                                                                             ( 31,640,017,280 )       ( 31,640,017,280 )            ( 64,682,786 )        ( 31,704,700,066 )                                Profit (loss)
  Posisi ekuitas, akhir periode          335,000,000,000       126,054,412,723            1,123,828,455,477        1,584,882,868,200             9,664,234,559         1,594,547,102,759        Equity position, end of the period
Page 8
[2410000] Statement of changes in equity - Property Industry - Prior Year

30 June 2022


Laporan perubahan ekuitas                                                                                                                                                                 Statement of changes in equity
                                                                                        Saldo laba yang belum      Ekuitas yang dapat
                                                                                                                                               Kepentingan
                                         Saham biasa       Tambahan modal disetor             ditentukan          diatribusikan kepada                                     Ekuitas
                                                                                                                                              non-pengendali
                                                                                           penggunaannya              entitas induk
                                                                                        Unappropriated retained   Equity attributable to
                                         Common stocks     Additional paid-in capital                                                      Non-controlling interests       Equity
                                                                                               earnings                parent entity
Posisi ekuitas                                                                                                                                                                                                         Equity position
  Saldo awal periode sebelum penyajian                                                                                                                                                    Balance before restatement at beginning of
                                         335,000,000,000       126,054,412,723            1,223,997,279,811        1,685,051,692,534             9,899,220,565         1,694,950,913,099
  kembali                                                                                                                                                                                                                      period
  Posisi ekuitas, awal periode           335,000,000,000       126,054,412,723            1,223,997,279,811        1,685,051,692,534             9,899,220,565         1,694,950,913,099 Equity position, beginning of the period
  Laba (rugi)                                                                             ( 36,758,348,572 )       ( 36,758,348,572 )           ( 108,939,945 )        ( 36,867,288,517 )                                Profit (loss)
  Posisi ekuitas, akhir periode          335,000,000,000       126,054,412,723            1,187,238,931,239        1,648,293,343,962             9,790,280,620         1,658,083,624,582        Equity position, end of the period
Page 9
[2510000] Statement of cash flows, direct method - Property Industry

Laporan arus kas                                                         Statement of cash flows
                                    30 June 2023         30 June 2022
Arus kas dari aktivitas operasi                                               Cash flows from operating
                                                                                                activities
   Penerimaan kas dari                                                             Cash receipts from
   aktivitas operasi                                                               operating activities
       Penerimaan dari                                                      Receipts from customers
                                    48,818,173,829       52,249,485,082
       pelanggan
   Pembayaran kas dari                                                         Cash payments from
   aktivitas operasi                                                             operating activities
       Pembayaran gaji dan                                                Payments for salaries and
                                  ( 31,043,685,237 )   ( 28,047,993,760 )
       tunjangan                                                                        allowances
       Pembayaran kepada                                                   Payments to contractors
                                  ( 22,310,242,235 )   ( 15,006,861,024 )
       kontraktor
   Kas diperoleh dari                                                     Cash generated from (used
                                   ( 4,535,753,643 )      9,194,630,298
   (digunakan untuk) operasi                                                             in) operations
   Penerimaan bunga dari                                                         Interests received from
                                         39,459,479           56,177,987
   aktivitas operasi                                                                  operating activities
   Pembayaran bunga dari                                                   Interests paid from operating
                                   ( 2,657,249,697 )    ( 3,277,156,172 )
   aktivitas operasi                                                                            activities
   Penerimaan pengembalian                                                Income taxes refunded (paid)
   (pembayaran) pajak                                                           from operating activities
                                   ( 2,181,003,552 )    ( 5,083,285,866 )
   penghasilan dari aktivitas
   operasi
   Penerimaan (pengeluaran)                                                 Other cash inflows (outflows)
   kas lainnya dari aktivitas            65,649,833         758,543,336         from operating activities
   operasi
   Jumlah arus kas bersih                                                          Total net cash flows
   yang diperoleh dari                                                          received from (used in)
                                   ( 9,268,897,580 )      1,648,909,583
   (digunakan untuk) aktivitas                                                      operating activities
   operasi
Arus kas dari aktivitas                                                        Cash flows from investing
investasi                                                                                        activities
   Pembayaran untuk perolehan                                                Payments for acquisition of
                                      ( 75,080,009 )       ( 69,475,238 )
   aset tetap                                                                   property and equipment
   Jumlah arus kas bersih                                                         Total net cash flows
   yang diperoleh dari                                                         received from (used in)
                                      ( 75,080,009 )       ( 69,475,238 )
   (digunakan untuk) aktivitas                                                     investing activities
   investasi
Arus kas dari aktivitas                                                         Cash flows from financing
pendanaan                                                                                         activities
   Pembayaran pinjaman bank        ( 3,000,000,000 )    ( 5,349,204,431 )        Payments of bank loans
   Penerimaan utang pihak                                                   Proceeds from due to related
                                     7,639,294,125       11,980,627,205
   berelasi                                                                                      parties
   Pembayaran utang pihak                                                     Payments of due to related
                                     ( 789,307,141 )    ( 3,677,350,000 )
   berelasi                                                                                      parties
   Jumlah arus kas bersih                                                          Total net cash flows
   yang diperoleh dari                                                          received from (used in)
                                     3,849,986,984        2,954,072,774
   (digunakan untuk) aktivitas                                                      financing activities
   pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan)                                              Total net increase (decrease)
                                   ( 5,493,990,605 )      4,533,507,119
bersih kas dan setara kas                                                in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas,                                            Cash and cash equivalents cash
                                    65,611,936,270       69,746,746,879
awal periode                                                               flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas,                                                Cash and cash equivalents
                                    60,117,945,665       74,280,253,998
akhir periode                                                            cash flows, end of the period
Page 10

          
Page 11
[2610000] Explanation for Significant Accounting Policy - Property Industry


Kebijakan akuntansi signifikan                                                                                                                    Significant accounting policies
                                                                                  30 June 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan   a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian telah                    Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian                       disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (?SAK?), yang mencakup                                                         statements
                                    Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan yang
                                    dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia serta Peraturan No.
                                    VIII.G.7 tentang ?Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik?
                                    Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK)
                                    (sekarang Otoritas Jasa Keuangan/OJK) berdasarkan keputusan Ketua BAPEPAM-LK No.
                                    KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012. Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan
                                    PSAK 1 (Revisi 2015) : Penyajian laporan keuangan. Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk
                                    laporan arus kas konsolidasian disusun berdasarkan basis akrual, menggunakan dasar akuntansi
                                    biaya historis, kecuali untuk akun-akun tertentu yang disajikan berdasarkan pengukuran lain
                                    sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.Laporan arus kas
                                    konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, yang menyajikan penerimaan dan
                                    pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, investasi dan
                                    pendanaan. Tahun buku Grup adalah 1 Januari sampai dengan 31 Desember. Mata uang pelaporan
                                    yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah (Rp), yang juga merupakan
                                    mata uang fungsional Grup. Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar
                                    Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang
                                    mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada
                                    tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi
                                    dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
                                    POLICIES a. Basis of Preparation of Consolidated Financial Statements The consolidated financial
                                    statements have been prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards
                                    (?SAK?), which comprise of the Statements of Financial Accounting Standards and Interpretations of
                                    Financial Accounting Standards issued by the Board of Financial Accounting Standards of the
                                    Indonesian Institute of Accountants and the Regulations No. VIII.G.7 regarding ?Presentation and
                                    Disclosure of Financial Statements of Public Companies? included in the appendix of the Decree of the
                                    Chairman of the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (Bapepam-LK) (currently
                                    Financial Services Authority) No. KEP-347/BL/2012 dated on June 25, 2012. The consolidated financial
                                    statements have been prepared in accordance with SFAS 1 (Revised 2015) : Presentation of Financial
                                    Statements. The consolidated financial statements, except consolidated statement of cash flows, have
                                    been prepared on the accrual basis, using the historical cost basis of accounting, except for certain
                                    accounts which are measured on the basis described in the related accounting policies for those
                                    accounts. The consolidated statements of cash flows have been prepared by using the direct method,
                                    presents receipts and disbursements of cash and cash equivalents classified into operating, investing
                                    and financing activities. The annual financial reporting period of the Group is January 1 until December
                                    31. The reporting currency used in the preparation of the consolidated financial statements is the
                                    Indonesian Rupiah (Rp), which is also the functional currency of the Group. The preparation of
                                    consolidated financial statements in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards
                                    requires management to make estimates and assumptions that affect the reported amounts of assets
Page 12
                              and liabilities and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of the financial statements
                              and the reported amounts of revenues and expenses during the reporting period. Actual results could
                              differ from those estimates.
Prinsip-prinsip konsolidasi   d. Prinsip-prinsip konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian terdiri dari laporan keuangan Entitas         Principles of consolidation
                              anak. Pengendalian didapat ketika Perusahaan terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel
                              dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil
                              tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Secara spesifik, Grup mengendalikan investee jika dan
                              hanya jika Grup memiliki seluruh hal berikut ini: - Kekuasaan atas investee (misal, hak yang ada
                              memberi kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan investee ); - Eksposur atau hak atas
                              imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; - Kemampuan untuk menggunakan
                              kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor. Ketika Grup memiliki
                              kurang dari hak suara mayoritas, Grup dapat mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang
                              relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan atas investee termasuk: - Pengaturan kontraktual
                              dengan pemilik hak suara yang lain; - Hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain; - Hak suara
                              dan hak suara potensial Grup Grup menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta
                              dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen
                              pengendalian. Konsolidasi atas entitas anak dimulai ketika Grup memiliki pengendalian atas entitas
                              anak dan berhenti ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, penghasilan
                              dan beban atas entitas anak yang diakuisisi atau dilepas selama periode termasuk dalam laporan laba
                              rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dari tanggal Grup memperoleh pengendalian
                              sampai dengan tanggal Grup menghentikan pengendalian atas entitas anak. Laba atau rugi dan setiap
                              komponen atas penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemegang saham entitas induk Grup
                              dan pada kepentingan non pengendali (?KNP?), walaupun hasil di KNP mempunyai saldo defisit. Bila
                              diperlukan, penyesuaian dilakukan pada laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansinya
                              sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup. Semua aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan
                              arus kas berkaitan dengan transaksi antar anggota Grup akan dieliminasi secara penuh dalam proses
                              konsolidasi. Perubahan kepemilikan di entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai
                              transaksi ekuitas. Jika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka: - Menghentikan
                              pengakuan aset (termasuk goodwill ) dan liabilitas Entitas anak; Menghentikan pengakuan jumlah
                              tercatat setiap KNP; - Menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas,
                              bila ada. - Mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima; - Mengakui setiap sisa investasi pada nilai
                              wajarnya; - Mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam
                              laporan laba rugi; - Mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui
                              sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi persyaratan
                              jika Grup akan melepas secara langsung aset atau liabilitas yang terkait. d. Principles of consolidation
                              The consolidated financial statements comprise the financial statements of the Company and
                              subsidiaries.. Control is achieved when the Group is exposed, or has rights, to variable returns from its
                              involvement with the investee and has the ability to affect those returns through its power over the
                              investee. Specifically, the Group controls an investee if and only if the Group has: - Power over the
                              investee (i.e., existing rights that give it the current ability to direct the relevant activities of the
                              investee); - Exposure, or rights, to variable returns from its involvement with the investee; - The ability
                              to use its power over the investee to affect its returns. When the Group has less than a majority of the
                              voting or similar rights of an investee, the Group considers all relevant facts and circumstances in
                              assessing whether it has power over an investee, including: - The contractual arrangement with the
                              other vote holders of the investee; - Rights arising from other contractual arrangements; - The Group's
                              voting rights and potential voting rights The Group re-assesses whether or not it controls an investee if
                              facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three elements of
Page 13
                                      control. Consolidation of a subsidiary begins when the Group obtains control over the subsidiary and
                                      ceases when the Group loses control of the subsidiary. Assets, liabilities, income and expenses of a
                                      subsidiary acquired or disposed of during the period are included in the consolidated statements of
                                      profit or loss and other comprehensive income from the date the Group gains control until the date the
                                      Group ceases to control the subsidiary. Profit or loss and each component of other comprehensive
                                      income (?OCI?) are attributed to the equity holders of the parent of the Group and to the
                                      non-controlling interests (?NCI?), even if this results in the NCI having a deficit balance. When
                                      necessary, adjustments are made to the financial statements of subsidiaries to bring their accounting
                                      policies into line with the Group?s accounting policies. All intra-group assets and liabilities, equity,
                                      income, expenses and cash flows relating to transactions between members of the Group are
                                      eliminated in full on consolidation. A change in the ownership interest of a subsidiary, without a loss of
                                      control, is accounted for as an equity transaction. If the Group loses control over a subsidiary, it: -
                                      Derecognizes the assets (including goodwill) and liabilities of the subsidiary; Terminate the recognition
                                      of the recorded amount of each KNP; - Derecognizes the cumulative translation differences, recorded
                                      in equity, if any. - Recognizes the fair value of payments received; - Recognizes any investment
                                      retained at fair value; - Recognizes any resulting difference as a gain or loss in the income statement;; -
                                      Reclassifying to profit or loss the proportion of gains and losses previously recognized in other
                                      comprehensive income or retained earnings is also a requirement if the Group is to dispose of the
                                      related asset or liability directly.
Kas dan setara kas                    g. Kas dan Setara Kas, Berdasarkan PSAK No. 2: Laporan Arus Kas, kas dan setara kas terdiri atas              Cash and cash equivalents
                                      saldo kas (cash on hand) dan rekening giro (demand deposit) dan investasi yang sifatnya sangat likuid,
                                      berjangka pendek, yang dengan cepat dapat segera dikonversikan menjadi kas dalam jumlah yang
                                      dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan. Tidak dijadikan sebagai
                                      jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya. g. Cash and Cash Equivalent, Based on SFAS No. 2: The
                                      statement of cash flows, cash and cash equivalents consists of cash on hand and demand deposits
                                      and investments that are very liquid, short-term, which can be quickly converted into cash in a
                                      predetermined amount and has a risk of insignificant changes in value. Not pledge as collateral and
                                      unrestricted.
Piutang usaha dan piutang lain-lain   j. Piutang usaha, Piutang usaha disajikan dalam jumlah bersih. Perusahaan melakukan penyisihan                Trade and other receivables
                                      piutang ragu-ragu jika ada ditentukan berdasarkan penelahaan oleh manajemen atas keadaan akun
                                      masing-masing pelanggan pada akhir periode. j. Trade receivables, Trade receivables are recorded at
                                      net. The Company has provided and allowance for doubtful account which is made based on review of
                                      collectability individual outstanding amount at end of year.

Persediaan                            i. Persediaan, Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan atau nilai                        Inventories
                                      realisasi bersih secara agregat. Biaya perolehan persediaan dialokasikan menurut masing-masing
                                      proyek yang ditentukan berdasarkan metode identifikasi khusus untuk beban yang langsung berkaitan
                                      dengan proyek pembangunan perumahan dan berdasarkan rata-rata meter persegi untuk beban
                                      fasilitas umum dan sosial sesuai dengan sektor yang dikembangkan. Persediaan dinyatakan sebesar
                                      nilai yang lebih rendah antara harga perolehan atau nilai realisasi bersih secara agregat. Biaya
                                      perolehan persediaan dialokasikan menurut masing-masing proyek yang ditentukan berdasarkan
                                      metode identifikasi khusus untuk beban yang langsung berkaitan dengan proyek pembangunan
                                      perumahan dan berdasarkan rata-rata meter persegi untuk beban fasilitas umum dan sosial sesuai
                                      dengan sektor yang dikembangkan. Biaya perolehan tanah sedang dikembangkan meliputi biaya
                                      perolehan tanah yang belum dikembangkan, biaya pengembangan langsung dan tidak langsung yang
                                      dapat diatribusikan pada kegiatan pengembangan real estate serta biaya-biaya pinjaman. Tanah yang
Page 14
                     sedang dikembangkan dipindahkan ke tanah yang tersedia untuk dijual pada saat pengembangan
                     tanah telah selesai. Semua biaya proyek dialokasikan secara proporsional ke tanah yang dapat dijual
                     berdasarkan luas area masing- masing. Biaya pengembangan tanah, termasuk tanah yang digunakan
                     sebagai jalan dan prasarana atau area yang tidak dapat dijual lainnya, dialokasikan menggunakan luas
                     area yang dapat dijual. Biaya perolehan bangunan dan apartemen dalam penyelesaian dipindahkan ke
                     rumah, rukan dan apartemen (strata title) tersedia untuk dijual pada saat pembangunan telah selesai.
                     Untuk proyek properti residensial, harga perolehan dipindahkan ke persediaan pada saat dimulainya
                     pengembangan dan pembangunan infrastuktur. Sedangkan untuk proyek properti komersial, pada saat
                     selesainya pengembangan tanah dan pembangunan infrastruktur, harga perolehan akan tetap
                     disajikan sebagai bagian dari persediaan atau direklasifikasi ke properti investasi, mana yang lebih
                     sesuai. Biaya perolehan jasa konstruksi meliputi biaya yang langsung berhubungan dengan proyek dan
                     biaya pinjaman serta dipindahkan pada aset bangunan jasa konstruksi pada saat selesai dibangun dan
                     siap diserahkan pada pemilik. Biaya pinjaman yang berhubungan dengan kegiatan pengembangan
                     dikapitalisasi ke proyek pengembangan. Kapitalisasi dihentikan pada saat proyek pengembangan
                     tersebut secara substansial siap untuk digunakan sesuai tujuannya atau aktivitas pembangunan
                     ditunda atau ditangguhkan dalam suatu periode yang cukup lama. i. Inventories, Inventories are stated
                     at the lower of cost or net realizable value in aggregate. Inventories cost allocated according to each
                     project is determined by specific identification method for expenses directly related to housing projects
                     and based on the average square meter for public facilities and social burden in those sectors
                     developed. Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value in aggregate. Inventories
                     cost allocated according to each project is determined by specific identification method for expenses
                     directly related to housing projects and based on the average square meter for public facilities and
                     social burden in those sectors developed. The cost of land for development consists of cost of land for
                     development, direct and indirect development costs related to real estate development activities and
                     borrowing costs. Land under development is transferred to landplots available for sale when the land
                     development is completed. Total project cost is allocated proportionately to the saleable landplots
                     based on their respective areas. The cost of land for development, including land which is used for
                     roads and infrastructure or other unsaleable area, is allocated using saleable area. The cost of
                     buildings and apartments under construction is transferred to houses, shops and apartments (strata
                     title) available for sale when the construction is substantially completed. For residential property project,
                     its cost is classified as part of inventories upon the commencement of development and construction of
                     infrastructure. For commercial property project, upon the completion of development and construction
                     of infrastructure, its cost remains as part of inventories or is reclassified to the related investment
                     properties account, whichever is more appropriate. The acquisition cost of construction services
                     includes the costs directly related to the project and the cost of borrowing, and transferred to the asset
                     at the time of the building construction is completed and ready to be submitted to the owner. Borrowing
                     costs related to development activities are capitalized to development projects. Capitalization
                     discontinued when the development project is substantially ready for their intended use or development
                     activities postponed or suspended in a considerable period of time.
Properti investasi   n. Properti investasi, Grup menerapkan PSAK 13: Properti investasi adalah properti (tanah atau                  Investment property
                     bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) untuk menghasilkan rental atau untuk
                     kenaikan nilai atau kedua-duanya. Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan dan
                     biaya pembangunan (termasuk biaya pinjaman yang terjadi) Sebelum tanggal 1 Januari 2021, properti
                     investasi diukur menggunakan model biaya untuk pengukuran setelah pengakuan. Berdasarkan model
                     biaya, properti investasi diukur sebesar nilai perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan
                     setiap akumulasi kerugian penurunan nilai. Properti investasi disusutkan dengan metode garis lurus
                     (straight-line method) selama estimasi masa manfaatnya yakni 20 (dua puluh) tahun. Masa manfaat
Page 15
             ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap
             perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. Mulai tanggal 1 Januari 2021, Grup menggunakan
             model nilai wajar untuk pengukuran setelah pengakuan. Berdasarkan nilai wajar, keuntungan atau
             kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar properti investasi diakui dalam laba rugi pada periode
             saat terjadinya.Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika properti
             investasi tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang
             diperkirakan dari pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau
             pelepasan properti investasi ditentukan dari selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat
             aset dan diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya penghentian atau pelepasan. n. Investment
             properties, The Group applies SFAS 13: Investment properties are properties (land or a building ? or
             part of a building ? or both) held to earn rentals or for capital appreciation or both. Investment
             properties are initially measured at acquisition and development costs (including borrowing costs
             incurred). Before January 1, 2021, investment properties were subsequently measured using cost
             model. Based on cost model, investment properties were measured at acquisition cost less
             accumulated depreciation and any accumulated impairment losses. Investment property is depreciated
             by the straight-line method over their estimated useful life which is 20 (twenty) years. The estimated
             useful lives, residual values and depreciation method are reviewed at each year end, with the effect of
             any changes in estimate accounted for on a prospective basis. Effective January 1, 2021, the Group
             has opted to use fair value model for subsequent measurement. Based on fair value model, a gain or
             loss arising from changes in the fair value of investment properties is included in profit or loss for the
             period in which it arises An investment property is derecognized upon disposal or when the investment
             property is permanently withdrawn from use and no future economic benefits are expected from the
             disposal. Any gain or loss arising on derecognition of the property (calculated as the difference
             between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is recognized in profit or loss
             in the period in which the property is derecognized.
Aset tetap   m. Aset tetap, Grup menerapkan PSAK 16: Aset Tetap. Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan            Fixed assets
             dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai, jika ada, kecuali untuk tanah yang tidak
             disusutkan. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi,
             jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat pemeriksaan yang signifikan dilakukan
             untuk kelangsungan dari pengoperasian suatu aset tetap, biaya pemeriksaan itu diakui ke dalam
             jumlah tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria
             pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan
             dibebankan langsung pada operasi tahun berjalan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode
             garis lurus (straight-line method) berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai
             berikut: 2022 dan/and 2021 Bangunan 20 Tahun/ Years Buildings Inventaris kantor 4 ? 8 Tahun/ Years
             Office Equipments Inventaris mesin 4 ? 8 Tahun/ Years Machinery Equipment Inventaris proyek 4 ? 8
             Tahun/ Years Project Equipments Kendaraan 4 ? 8 Tahun/ Years Vehicles Tanah dinyatakan sebesar
             biaya perolehan dan tidak disusutkan. Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan perpanjangan
             atau pembaharuan hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama periode hak atas tanah atau
             estimasi masa manfaat ekonomis tanah, periode mana yang lebih pendek. Aset dalam penyelesaian
             dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya
             perolehan aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap atau properti
             investasi yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan. Jumlah
             tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
             ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang
             timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
             pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun aset tersebut
Page 16
                                   dihentikan pengakuannya.Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode
                                   penyusutan direview, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.Biaya
                                   pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Bangunan (HGB) ketika tanah pertama kali
                                   diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada akun Aset tetap. Biaya pengurusan atas
                                   perpanjangan atau pembaharuan legal hak atas tanah dalam bentuk HGB ditangguhkan dan
                                   diamortisasi sesuai umur hukum hak atas tanah, dan disajikan sebagai bagian dari akun ?Aset tidak
                                   lancar lainnya? pada laporan posisi keuangan konsolidasian. m. Fixed assets, The Group applies
                                   SFAS 16: Fixed Assets. Fixed assets are stated at cost less accumulated depreciation and impairment
                                   loss, if any, except for land which is not depreciated. Such cost includes the cost of replacing part of the
                                   fixed assets when that cost is incurred, if the recognition criteria are met. Likewise, when a major
                                   inspection is performed, its cost is recognized in the carrying amount of the fixed assets as a
                                   replacement if the recognition criteria are met. All other repairs and maintenance costs that do not meet
                                   the recognition criteria are recognized in profit and loss as they are incurred.Depreciation is computed
                                   using the straight-line method over the estimated useful lives of the assets as follows: Land is stated at
                                   cost and is not depreciated. Specific costs associated with the extension or renewal of land titles are
                                   deferred and amortized over the legal term of the land rights or economi life of the land, whichever
                                   period is shorter. Construction in progress is stated at cost and is accounted as part of fixed assets.
                                   The accumulated costs are reclassified to the appropriate fixed asset or investment property account
                                   when the construction is completed and the constructed asset is ready for its intended use.
Tanah belum dikembangkan           l. Tanah yang belum dikembangkan, Tanah yang belum dikembangkan dinyatakan sebesar nilai yang                                  Undeveloped land
                                   lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.Biaya perolehan tanah yang belum
                                   dikembangkan, yang terdiri dari biaya praperolehan dan perolehan tanah, dipindahkan ke tanah yang
                                   sedang dikembangkan pada saat pengembangan tanah akan dimulai. Biaya perolehan tanah yang
                                   dimaksud mencakup biaya pembelian area tanah, termasuk semua biaya yang secara langsung
                                   mengakibatkan tanah tersebut siap digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, mencakup,
                                   tetapi tidak terbatas sebagai berikut: biaya perolehan tanah, termasuk biaya perolehan bangunan
                                   (yang tidak akan digunakan sebagai bangunan), tanaman, dan lain-lain yang berada di atas tanah
                                   tersebut; biaya gambar topografi; biaya pembuatan cetak biru (master plan); biaya pengurusan
                                   dokumen hukum dan pengamanan asset bea balik nama, komisi untuk perantara imbalan jasa
                                   profesional seperti ahli lingkungan hidup, ahli pertanahan, ahli hukum, ahli konstruksi, dan lain-lain
                                   biaya pematangan tanah termasuk biaya peruntuhan bangunan l. Land for development, Land for
                                   development is stated at cost or net realizable value, whichever is lower.The cost of land undeveloped,
                                   pre-acquisition costs and land acquisition costs, transferred to land under development when land
                                   development will begin. The cost of land in question cover the purchase of land area, including all costs
                                   directly resulting in the ground ready to be used in accordance with its intended purpose, including, but
                                   not limited to the following: land acquisition costs, including the cost of the building (which is not to be
                                   used as a building), plants, and others who are on the land; Cost topographic image; Master plan cost
                                   Legal document processing costs and asset security Transfer of rights, commission for intermediaries
                                   in exchange for professional services such as environmentalists, land experts, lawyers, construction,
                                   etc. development of land costs including the cost of razing buildings
Penurunan nilai aset nonkeuangan   q. Penurunan nilai aset non-keuangan, Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah                 Impairment of non-financial assets
                                   terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat
                                   pengujian penurunan nilai aset (yaitu aset tak berwujud dengan umur manfaat tidak terbatas, atau aset
                                   tak berwujud yang belum dapat digunakan) diperlukan, maka Grup membuat estimasi jumlah
                                   terpulihkan atas aset tersebut. Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah
                                   yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau UPK dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya,
                                   kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset
Page 17
                                 atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset
                                 tersebut dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan nilainya menjadi
                                 sebesar nilai terpulihkannya. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto
                                 didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan
                                 penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset. Dalam menentukan nilai wajar
                                 dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak
                                 terdapat transaksi tersebut, model penilaian yang sesuai digunakan untuk menentukan nilai wajar aset.
                                 Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda (multiple valuation) atau indikator nilai
                                 wajar lain yang tersedia. Kerugian penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada, diakui
                                 pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sesuai dengan kategori biaya
                                 yang konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya. Kerugian penurunan nilai yang telah
                                 diakui pada periode sebelumnya untuk aset akan dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-
                                 asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai
                                 terakhir diakui. Dalam hal ini, nilai tercatat aset dinaikan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut
                                 dibatasi sehingga nilai tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto
                                 setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut
                                 pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan
                                 penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut
                                 disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi
                                 nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya. q. Impairment of
                                 non-financial asset value, The Group assesses at each reporting date whether there is an indication
                                 that assets may be impaired. If any such indication exists, or when annual impairment testing for assets
                                 (i.e., an intangible asset with an indefinite useful life, or an intangible asset not yet available for use) is
                                 required, the Group makes an estimate of the recoverable amounts of the respective assets. An
                                 asset?s recoverable amount is the higher of the asset?s or its CGU?s fair value less costs to sell and
                                 its value in use, and is determined for an individual asset, unless the asset does not generate cash
                                 inflows that are largely independent of those from other assets or group of assets. Where the carrying
                                 amount of an asset exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and is written
                                 down to its recoverable amount. In assessing the value in use, the estimated net future cash flows are
                                 discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments
                                 of the time value of money and the risks specific to the asset. In determining fair value less costs to
                                 sell, recent market transactions are taken into account, if available. If no such transactions can be
                                 identified, an appropriate valuation model is used to determine the fair value of the asset. These
                                 calculations are corroborated by valuation multiples or other available fair value indicators. Impairment
                                 losses of continuing operations, if any, are recognized in the consolidated statement of profit or loss
                                 and other comprehensive income under expense categories that are consistent with the functions of
                                 the impaired assets. A previously recognized impairment loss for an asset is reversed only if there has
                                 been a change in the assumptions used to determine the asset?s recoverable amount since the last
                                 impairment loss was recognized. If that is the case, the carrying amount of the asset is increased to its
                                 recoverable amount. The reversal is limited so that the carrying amount of the asset does not exceed
                                 its recoverable amount, nor exceeds the carrying amount that would have been determined, net of
                                 depreciation, had no impairment loss been recognized for the asset in prior years. Reversal of an
                                 impairment loss is recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive
                                 income. After such a reversal, the depreciation charge on the said asset is adjusted in future periods to
                                 allocate the asset?s revised carrying amount, less any residual value, on a systematic basis over its
                                 remaining useful life.
Pengakuan pendapatan dan beban   r. Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Grup menerapkan                        Revenue and expense recognition
Page 18
                             PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan yang berlaku efektif pada atau setelah tanggal
                             1 Januari 2020. Grup mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah analisa
                             sebagai berikut: 1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan; 2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam
                             kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau
                             jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan; 3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi
                             merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas
                             diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak
                             mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Grup membuat estimasi jumlah imbalan
                             tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang
                             dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan
                             selama periode kontrak; 4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan
                             menggunakan dasar harga jual berdiri sendir relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan
                             ditambah marjin; 5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan
                             menyerahkan barang atau jasa (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa
                             tersebut). Grup bergerak dalam bisnis penjualan bangunan rumah, bangunan komersial dan
                             apartement sejenis lainnya beserta kapling tanahnya, dll. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
                             diakui pada saat pengendalian barang atau jasa dialihkan kepada pelanggan dalam jumlah yang
                             mencerminkan imbalan yang diharapkan akan menjadi hak Grup dalam pertukaran barang atau jasa
                             tersebut. Grup secara umum menyimpulkan bahwa hal tersebut adalah yang utama dalam pengaturan
                             pendapatannya.Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan diakui pada saat kepemilikan aset
                             dialihkan kepada pelanggan, umumnya pada saat penyerahan aset kepada pelanggan. Uang muka
                             yang diperoleh dari pelangan diakui sebagai uang muka pelanggan. Revenue and expense recognition
                             Revenue from contracts with customers The Group has adopted SFAS 72: Revenue from Contracts
                             with Customers, effective on or after January 1, 2020. The Group requires revenue recognition to fulfill
                             five steps of assessment: 1. Identify contract(s) with customers; 2. Identify performance obligations in
                             the contract. Performance obligations are promise in a contract to transfer to a customer goods or
                             services that are distinct . 3. Determine the transaction price. Transaction price is the amount of
                             consideration to which an entity expects to be entitled in exchange for transferring promised goods or
                             services to customer. If the consideration promised in a contract includes variable amount, the Group
                             estimates the amount of consideration to which it expects to be entitled n exchange for transferring
                             goods or services to a customer less the estimated amount of service level guarantee which will be
                             paid during the contract period. 4. The allocation of the transaction price to each performance
                             obligation is based on a relatively estimated stand-alone selling price based on expected cost plus a
                             margin; 5. Recognition of revenue when the performace obligation is satisfied by transferring the goods
                             or service to a customer (which is when the customer obtains control of that goods or servise). The
                             Group is in the business of providing sales of houses, shops and other similar properties including
                             landplots, etc. Revenue from contracts with customers is recognized when control of the goods or
                             services are transferred to the customer at an amount that reflects the consideration to which the
                             Group expects to be entitled in exchange for those goods or services. The Group has generally
                             concluded that it is the principal in its revenue arrangements, except for the agency services below,
                             because it typically controls the goods or services before transferring them to the customer. Revenue
                             from contracts from customers is recognized at the point in time when control of the asset is transferred
                             to the customer, generally on delivery of the assets. Downpayment from customers recognized as
                             customer?s downpayment.
Penjabaran mata uang asing   t. Transaksi dan saldo mata uang asing, Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah,              Foreign currency translation
                             yang juga merupakan mata uang fungsional entitas induk. Setiap entitas anak menentukan mata uang
                             fungsional dan transaksi-transaksi yang termasuk dalam laporan keuangan pada setiap entitas diukur
Page 19
                                  dengan mata uang fungsional tersebut. Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs
                                  yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada setiap akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas
                                  keuangan dalam mata uang asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang
                                  diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan terakhir untuk tahun yang
                                  bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun
                                  berjalan. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, kurs yang digunakan adalah Rp15.026
                                  dan Rp15.731. t. Foreign currency transactions and balances The Company?s consolidated financial
                                  statements are presented in Rupiah, which is also the Parent Company?s functional currency. Each
                                  subsidiary determined its own functional currency and items included in the financial statements of
                                  each entity are measured using that functional currency. Transactions involving foreign currencies are
                                  recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At the end of the
                                  reporting period, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to
                                  reflect the average of the selling and buying rates of exchange prevailing at the last banking transaction
                                  date of the year, as published by Bank Indonesia, and the resulting gains or losses are credited or
                                  charged to current operations. As of June 30, 2023 and December 31, 2022, the rates of exchange
                                  used was Rp15,026 and Rp15.731.
Transaksi dengan pihak berelasi   h. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan           Transactions with related parties
                                  Grup. a. Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan Grup, jika: - memiliki
                                  pengendalian atau pengendalian bersama atas Grup - memiliki pengaruh signifikan atas Grup; atau -
                                  merupakan personil manajemen kunci Grup atau entitas induk dari Perusahaan. b. Suatu entitas
                                  berelasi dengan Grup jika memenuhi salah satu hal berikut: - entitas dan Grup adalah anggota dari
                                  kelompok usaha yang sama. - satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari Grup
                                  (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang
                                  mana Grup adalah anggotanya). - entitas dan Grup adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang
                                  sama. - Grup adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi
                                  dari entitas ketiga. - entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja
                                  dari Grup atau entitas yang terkait dengan Grup. - entitas yang dikendalikan atau dikendalikan
                                  bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a. - orang yang teridentifikasi dalam huruf a (i)
                                  memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas induk dari
                                  entitas. Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak.
                                  Persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak
                                  yang tidak berelasi. h. Transactions with related parties A related party is a person or entity that is
                                  related to the Group. a. A person or a close member of that person's family is related to the Group, if
                                  that person: - has control or joint control over the Group; - has significant influence over the Group; or -
                                  is a member of the key management personnel of the Group or of the parent entity of the Company. b.
                                  An entity is related to the Group if any of the following conditions applies: - the entity and the Group are
                                  members of the same group. - one entity is an associate or joint venture of the Group (or an associate
                                  or joint venture of a member of a group of which the Group is a member). - both entity and the Group
                                  are joint ventures of the same third party. - the Group is a joint venture of a third entity and the other
                                  entity is an associate of the third entity. - the entity is a post-employment benefit plan for the benefit of
                                  employees of either the group or an entity related to the Group. - the entity is controlled or jointly
                                  controlled by a person identified in point a. - a person identified in point a (i) has significant influence
                                  over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the
                                  entity). The transactions with related parties are made based on terms agreed by the parties. Such
                                  terms may not be the same as those for transactions with unrelated parties.
Pajak penghasilan                 v. Pajak penghasilan Group telah menetapkan secara retrospektif PSAK No. 46 (Revisi 2014), ?Pajak                                  Income taxes
                                  Penghasilan?. PSAK ini telah menghapuskan pajak penghasilan final sebagai bagian dari beban pajak
Page 20
penghasilan entitas. Oleh sebab itu, Grup memutuskan untuk menyajikan beban pajak penghasilan
final sehubungan dengan penghasilan sewa sebagai bagian dari beban operasi. Berdasarkan
Peraturan Pemerintah (PP) No. 5 tanggal 23 Maret 2002, penghasilan dari sewa pusat niaga
dikenakan pajak final sebesar 10persen, kecuali untuk kontrak sewa yang ditandatangani sebelum
peraturan tersebut yang dikenakan pajak 6persen. Pada tanggal 4 November 2008, Presiden Republik
Indonesia dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia menandatangani peraturan pemerintah No.
71/2008 (PP No.71/2008). Pada perubahan ketiga dari PP No 48/1994 mengenai pembayaran pajak
penghasilan pada pendapatan dari balik nama pada tanah dan/atau bangunan. Dalam peraturan
tersebut, efektif 1 Januari 2009, pendapatan dari transaksi-transaksi balik nama pada tanah dan/atau
bangunan akan dikenakan pajak final sebesar 5persen. Pajak penghasilan final Peraturan perpajakan
di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat final. Pajak final yang
dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi
mengalami kerugian. Pajak penghasilan final dihitung pada jumlah total tagihan berdasarkan nilai
kontrak. Berdasarkan PSAK 46 tersebut di atas, pajak penghasilan final di luar cakupan PSAK 46.
Oleh karena itu, tidak ada aset/kewajiban pajak tangguhan yang diakui. Grup memutuskan untuk
menyajikan beban pajak final sehubungan dengan penjualan kavling, rumah, bangunan komersial,
apartemen dan pendapatan bunga dari bank dan deposito berjangka sebagai pos tersendiri.Perbedaan
nilai tercatat antara aset dan liabilitas yang terkait pajak penghasilan final dan dasar pengenaan
pajaknya tidak diakui sebagai aset atau kewajiban pajak tangguhan. Beban pajak periode berjalan
sehubungan dengan pajak penghasilan final dihitung secara proporsional terhadap jumlah pendapatan
menurut akuntansi yang diakui selama tahun berjalan. Perbedaan antara pajak penghasilan final yang
dibayarkan dengan jumlah yang dibebankan sebagai beban pajak penghasilan final dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian diakui sebagai pajak dibayar dimuka atau utang
pajak. Pada tanggal 8 Agustus 2016, Presiden Republik Indonesia dan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia menandatangani peraturan pemerintah No. 34/2016 (PP No.34/2016), pada perubahan
tersebut pendapatan dari transaksi-transaksi balik nama pada tanah dan/atau bangunan akan
dikenakan pajak final sebesar 2,5persen, efektif diberlakukan pada tanggal 8 September 2016 .
Pendapatan bunga dari bank dan deposito berjangka dikenakan pajak final sebesar 20persen. Pajak
penghasilan tidak final Beban pajak penghasilan tidak final merupakan jumlah pajak yang terhutang
dan pajak tangguhan. Pajak kini terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu tahun. Laba kena
pajak berbeda dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain karena pos pendapatan atau beban yang dikenakan pajak atau
dikurangkan pada tahun berbeda dan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak dapat
dikurangkan. Beban pajak penghasilan kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode
yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Pajak tangguhan diakui atas
perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam laporan keuangan konsolidasian
dengan dasar pengenaan pajak yang digunakan dalam perhitungan laba kena pajak. Liabilitas pajak
tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan
umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan
besar bahwa laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Aset
dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (selain
dari kombinasi bisnis) dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang tidak mempengaruhi laba kena pajak
atau laba akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul
dari pengakuan awal goodwill. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif
pajak yang diharapkan berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan
berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku
pada akhir periode pelaporan. Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan
Page 21
konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Grup memperkirakan, pada akhir periode pelaporan,
untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya. Jumlah tercatat aset
pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika
kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk
mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Pajak kini dan pajak
tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba rugi, kecuali sepanjang pajak
penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui, di luar laba rugi (baik dalam
penghasilan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga
diakui di luar laba rugi atau yang timbul dari akuntansi awal kombinasi bisnis. Dalam kombinasi bisnis,
pengaruh pajak termasuk dalam akuntansi kombinasi bisnis. Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling
hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus
aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak
tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta
Grup yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar
neto. Income tax The Group has restrospectively adopted SFAS No. 46 (Revised 2014), ?Income
Tax?. This SFAS eliminate final income tax as part of entity?s income tax expense. Therefore, the
Group has decided to present all of the final income tax arising from rental income as part of operating
expenses. Based on Government Regulation (PP) No. 5 dated March 23, 2002, income from shopping
center rental is subject to a final tax of 10persen, except for income from rental contracts signed prior to
such regulation which is subject to 6persen. On November 4, 2008, the President of the Republic of
Indonesia and the Minister of Law and Human Rights signed Government Regulation No. 71/2008 (PP
No. 71/2008). On the third changes on PP No. 48/1994 regarding payment of income tax on income
from transfer of rights on land and/or building?. This regulation provides that, effective January 1, 2009,
the income of a taxpayer from transactions of transferring rights on land and/or building, will be
subjected to final tax of 5persen. Final income tax Tax regulation in Indonesia determined that certain
taxable income is subjected to final tax. Final tax applied to the gross value of transactions is applied
even when the parties carrying the transaction are recognizing losses. The calculation of final tax
based on invoice of contract amount. Based on SFAS 46 above, final tax excluded from this SFAS 46.
Hence, there is no deferred tax assets/liabilities recognition. By applying the revised PSAK, the Group
has decided to present all of the final tax arising from sales of landplots, houses, shops, apartment and
interest income from bank and time deposits as separate line item. The differences between the
carrying amounts of existing assets or liabilities related to the final income tax and their respective tax
bases are not recognized as deferred tax assets or liabilities. Current tax expense related to income
subject to final income tax is recognized in proportion to total income during the current year for
accounting purposes. The difference between the final income tax paid and the amount charged as
final income tax expense in the consolidated statement of comprehensive income is recognized as
prepaid tax or tax payable. On August 8, 2016, the President of the Republic of Indonesia and the
Minister of Law and Human Rights signed Government Regulation No. 34/2016 (PP No.34 / 2016), on
the changes in revenue from transactions under the name of the land and / or buildings will be subject
to final tax of 2.5persen, takes effect on September 8, 2016. Interest income from bank and time
deposits are subjected to final tax amounting to 20persen. Non-final income tax Income tax expense
represents the sum of the tax currently payable and deferred tax. The tax currently payable is based on
taxable profit for the year. Taxable profit differs from profit before tax as reported in the consolidated
statement of profit or loss and other comprehensive income because of items of income or expense
that are taxable or deductible in other years and items that are never taxable or deductible. Current
income tax expense is determined based on the taxable income for the year computed using prevailing
tax rate. Deferred tax is recognized on temporary differences between the carrying amounts of assets
Page 22
                         and liabilities in the consolidated financial statements and the corresponding tax bases used in the
                         computation of taxable profit. Deferred tax liabilities are generally recognized for all taxable temporary
                         differences. Deferred tax assets are generally recognized for all deductible temporary differences to the
                         extent that is probable that taxable profits will be available against which those deductible temporary
                         differences can be utilized. Such deferred tax assets and liabilities are not recognized if the temporary
                         differences arises from the initial recognition (other than in a business combination) of assets and
                         liabilities in a transaction that affects neither the taxable profit nor the accounting profit. In addition,
                         deferred tax liabilities are not recognized if the temporary differences arises from the initial recognition
                         of goodwill. Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply
                         in the period in which the liability is settled or the asset realized, based on the tax rates and tax laws
                         that have been enacted, or substantively enacted, as the end of the reporting period. The
                         measurement of deferred tax assets and liabilities reflects the tax consequences that would follow from
                         the manner in which the Group expects, at the end of the reporting period, to recover or settle the
                         carrying amount of the assets and liabilities. The carrying amount of deferred tax asset is reviewed at
                         the end of each reporting period and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient
                         taxable profits will be available to allow all or part of the asset to be recovered.
Provisi                  u. Provisi Provisi diakui jika Grup memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat                     Provisions
                         konstruktif) yang terjadi akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban
                         tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi
                         andal mengenai total liabilitas tersebut dapat dibuat. Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan
                         dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya
                         untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan. u.
                         Provisions A provision is recognized when the Group has a present obligation (legal or constructive)
                         where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic
                         benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of
                         the obligation. All of the provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the
                         current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic
                         benefits will be required to settle the obligations, the provisions are reversed.
Imbalan kerja karyawan   s. Imbalan kerja Grup telah menerapkan secara retrospektif PSAK 24 (Revisi 2018), ?Imbalan Kerja?,             Employee benefits
                         di adopsi dari International Accounting Standards (?IAS?) 19. PSAK ini menetapkan antara lain, (i)
                         menghapuskan ?corridor approach? yang digunakan dalam PSAK sebelumnya dan (ii) perubahan
                         signifikan dalam pengakuan, penyajian dan pengungkapan imbalan pascakerja yang antara lain
                         sebagai berikut: - Keuntungan dan kerugian aktuarial saat ini diharuskan untuk diakui dalam
                         pendapatan komprehensif lain dan dikeluarkan secara permanen dari laba atau rugi. - Keuntungan
                         yang diharapkan atas asset plan tidak lagi diakui dalam laba atau rugi. - Keuntungan yang diharapkan
                         digantikan dengan mengakui pendapatan bunga (atau beban) atas program manfaat pasti bersih (atau
                         liabilitas) dalam laba atau rugi, yang dihitung menggunakan tingkat diskonto untuk mengukur
                         kewajiban pensiun. - Biaya jasa lalu yang belum menjadi hak karyawan tidak bisa lagi ditangguhkan
                         dan diakui periode mendatang. Semua biaya jasa lalu akan diakui lebih awal ketika
                         amendemen/kurtailmen terjadi atau ketika Grup mengakui biaya restrukturisasi atau biaya pemutusan
                         terkait. Perubahan tersebut dibuat agar aset atau liabilitas pensiun bersih diakui dalam posisi laporan
                         keuangan konsolidasian untuk menggambarkan nilai penuh dari defisit atau surplus program. Grup
                         membukukan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan PSAK No. 24 (Revisi
                         2018), UU Cipta Kerja No. 11/2020 dan PP No. 35/2021. Berdasarkan UU tersebut, Grup diharuskan
                         membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang pengganti hak kepada karyawan
                         apabila persyaratan yang ditentukan dalam UU tersebut terpenuhi. Grup juga menyelenggarakan
                         program iuran pasti untuk seluruh karyawan tetapnya. Imbalan atas UUK tersebut telah dihitung
Page 23
dengan membandingkan manfaat yang akan diterima oleh karyawan pada usia normal pensiun dari
Dana Pensiun dengan manfaat yang diperoleh sesuai dengan UUK tersebut setelah dikurangi
akumulasi imbalan kerja karyawan dan hasil investasi yang terkait. Jika manfaat program pensiun iuran
pasti kurang dari persyaratan yang ditetapkan UUK, Grup harus menyediakan kekurangannya. Beban
pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui perhitungan
aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit-credit dan menerapkan asumsi
atas tingkat diskonto, hasil yang diharapkan atas aset dana pensiun dan tingkat kenaikan manfaat
pasti pensiun tahunan. Seluruh pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial
dan hasil atas aset dana pensiun (tidak termasuk bunga bersih) diakui langsung melalui pendapatan
komprehensif lainnya dengan tujuan agar aset atau kewajiban pensiun bersih diakui dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian interim untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus dana
pensiun. Pengukuran kembali tidak mereklasifikasi laba atau rugi pada periode berikutnya. Seluruh
biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amendemen/kurtailmen terjadi atau
ketika biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui. Sebagai akibatnya, biaya jasa lalu
yang belum vested tidak lagi dapat ditangguhkan dan diakui selama periode vesting masa depan.
Employee benefits The Group has retrospectively adopted SFAS 24 (Revised 2018), ?Employee
Benefits?, adopted from International Accounting Standards (?IAS?) 19. This SFAS provides, among
others, (i) the elimination of the ?corridor approach? permitted under the previous version and (ii)
significant changes in the recognition, presentation and disclosure of postemployment benefits which,
among others, are as follows: - Actuarial gains and losses are now required to be recognized in OCI
and excluded permanently from profit or loss. - Expected return on assets plan will no longer be
recognized in profit or loss. - Expected returns are replaced by recognizing interest income (or
expense) on the net defined benefit asset (or liability) in profit or loss, which is calculated using the
discount rate used to measure the pension obligation. - Unvested past service costs can no longer be
deferred and recognized over the future vesting period. Instead, all past service costs will be
recognized at the earlier of when the amendment/curtailment occurs or when the Group recognizes
related restructuring or termination costs. Such changes are made in order that the net pension assets
or liabilities are recognized in the consolidated statement of financial position to reflect the full value of
the plan deficit or surplus. The Group provides post-employment benefits as required under PSAK No.
24 (Revised 2018), Work Creation Law No. 11/2020 and PP No. 35/2021. Under the Law, the Group is
required to pay separation, appreciation and compensation benefits to its employees if the conditions
specified in the Law are met. The Group also has a defined contribution plan covering substantially all
of its eliglible employees. The benefits under the Law have been calculated by comparing the benefits
that will be received by an employee at normal pension age from the Pension Plan with the benefits as
stipulated under the Law, after deducting the accumulated employee contribution and the related
investment results. If the employer-funded portion of the Pension Plan benefit is less than the benefit as
required by the Law, the Group will provide for such shortfall. Pension costs under the Group?s defined
benefit pension plans are determined by periodic actuarial calculation using the projected-unit-credit
method and applying the assumptions on discount rate, expected return on plan assets and annual rate
of increase in compensation. All re-measurements, comprising of actuarial gains and losses, and the
return of plan assets (excluding net interest) are recognized immediately through other comprehensive
income in order for the net pension asset or liability recognized in the interim consolidated statement of
financial position to reflect the full value of the plan deficit and surplus. Remeasurements are not
reclassified to profit or loss in subsequent periods. All past service costs are recognized at the earlier of
when the amendment/curtailment occurs and when the related restructuring or termination costs are
recognized. As a result, unvested past service costs can no longer be deferred and recognized over
the future vesting period.
Page 24
Laba per saham                 z. Laba per saham Laba per saham dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat                               Earnings per share
                               diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar
                               selama tahun yang bersangkutan. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Grup tidak
                               mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif. Oleh karenanya, laba per saham dilusian
                               tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. z.
                               Earnings per share Earnings per share amount is calculated by dividing the profit for the year
                               attributable to owners of the Parent Entity by the weighted average number of shares outstanding
                               during the year. As of June 30, 2023 and December 31, 2022, the Group has no outstanding potential
                               dilutive ordinary shares; accordingly, no diluted earnings per share amount is calculated and presented
                               in the consolidated statements of profit or loss other comprehensive income.
Instrumen keuangan derivatif   x. Instrumen keuangan i. Aset Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal Aset keuangan                        Derivative financial instruments
                               diklasifikasikan, pada pengakuan awal, yang selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan
                               nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain (OCI). Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan
                               awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset keuangan dan model bisnis Grup untuk
                               mengelolanya. Dengan pengecualian piutang usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan
                               yang signifikan atau yang mana Grup telah menerapkan kebijaksanaan praktisnya, Grup pada awalnya
                               mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada
                               nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi. Piutang usaha yang tidak mengandung komponen
                               pembiayaan yang signifikan atau yang mana Grup telah menerapkan kebijaksanaan praktis diukur
                               pada harga transaksi yang ditentukan berdasarkan PSAK 72. Agar aset keuangan diklasifikasikan dan
                               diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui OCI, aset keuangan harus
                               menghasilkan arus kas yang 'semata-mata pembayaran pokok dan bunga (SPPI)' dari jumlah pokok
                               terutang. Penilaian ini disebut sebagai tes SPPI dan dilakukan pada tingkat instrumen. Model bisnis
                               Grup untuk mengelola aset keuangan mengacu pada bagaimana Grup mengelola aset keuangannya
                               untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari
                               pengumpulan arus kas kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya. Pengukuran selanjutnya
                               Untuk tujuan pengukuran selanjutnya, aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori: - Aset
                               keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang) - Aset keuangan yang ditetapkan pada
                               nilai wajar melalui OCI tanpa daur ulang keuntungan dan kerugian kumulatif setelah penghentian
                               pengakuan (instrumen ekuitas) Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
                               Kategori ini adalah yang paling relevan dengan Grup. Grup mengukur aset keuangan yang diukur
                               dengan biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi: - Aset keuangan dimiliki
                               dalam model bisnis dengan tujuan untuk memiliki aset keuangan untuk mengumpulkan arus kas
                               kontraktual; dan - Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan arus kas pada tanggal
                               tertentu yang hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Aset
                               keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan
                               metode suku bunga efektif (SBE) dan mengalami penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui
                               dalam laba rugi pada saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau rusak. Aset keuangan
                               Grup pada biaya perolehan diamortisasi termasuk kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain,
                               piutang pihak-pihak berelasi non-usaha dan aset keuangan lainnya. Aset keuangan yang ditetapkan
                               pada nilai wajar melalui OCI (instrumen ekuitas) Setelah pengakuan awal, Grup dapat memilih untuk
                               mengklasifikasikan investasi ekuitasnya yang tidak dapat ditarik kembali sebagai instrumen ekuitas
                               yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI jika definisi ekuitas berdasarkan PSAK 50: Instrumen
                               Keuangan: Penyajian dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan memenuhi definisi tersebut. Klasifikasi
                               ditentukan berdasarkan instrumen per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini
                               tidak pernah didaur ulang ke laba rugi. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laporan laba
                               rugi pada saat hak pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Grup mendapatkan keuntungan dari hasil
Page 25
tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan
tersebut adalah tercatat di OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak
tunduk pada penilaian penurunan nilai. Grup memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitas yang
tidak terdaftar dalam kategori ini yang tidak dapat ditarik kembali. Penghentian pengakuan Aset
keuangan (atau, jika berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan
serupa) terutama dihentikan pengakuannya (yaitu, dihapus dari laporan posisi keuangan konsolidasian
Grup) ketika: - Hak untuk menerima arus kas dari aset telah kedaluwarsa; atau - Grup telah
mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah mengasumsikan kewajiban untuk
membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga
berdasarkan pengaturan 'pass- through'; dan salah satu (a) Grup telah mengalihkan secara substansial
semua risiko dan manfaat aset, atau (b) Grup tidak mengalihkan atau memiliki secara substansial
seluruh risiko dan manfaat aset, tetapi telah mengalihkan pengendalian aset. Ketika Grup telah
mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah menandatangani perjanjian pass-
through, Grup mengevaluasi apakah, dan sejauh mana, telah mempertahankan risiko dan manfaat
kepemilikan. Ketika Grup tidak mengalihkan atau mempertahankan secara substansial seluruh risiko
dan manfaat dari aset, atau mengalihkan pengendalian atas aset, Grup terus mengakui aset yang
ditransfer tersebut sejauh keterlibatannya secara berkelanjutan. Dalam kasus tersebut, Grup juga
mengakui liabilitas terkait. Aset alihan dan liabilitas terkait diukur atas dasar yang mencerminkan hak
dan kewajiban yang dimiliki Grup. Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang
ditransfer diukur pada nilai yang lebih rendah dari nilai tercatat asli aset dan jumlah maksimum imbalan
yang mungkin diminta untuk dibayar kembali oleh Grup. Grup mengakui penyisihan kerugian kredit
ekspektasian (ECL) untuk semua instrumen utang yang tidak dimiliki pada nilai wajar melalui laba rugi.
ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak
dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan dengan perkiraan suku bunga
efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki
atau peningkatan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontraktual.ECL
dikenali dalam dua tahap. Untuk eksposur kredit yang belum ada peningkatan risiko kredit yang
signifikan sejak pengakuan awal, ECL disediakan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa
gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk eksposur kredit
yang telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian
diperlukan untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur eksposur, terlepas dari waktu
default (ECL seumur hidup). Untuk piutang dagang, Grup menerapkan pendekatan yang
disederhanakan dalam menghitung ECL. Oleh karena itu, Grup tidak melacak perubahan dalam risiko
kredit, tetapi mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL seumur hidup pada setiap tanggal
pelaporan. Grup telah menetapkan matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit
historisnya, yang disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan yang spesifik untuk debitur
dan lingkungan ekonomi. Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pembayaran
kontraktual telah lewat 90 hari. Dalam kasus tertentu Perusahaan juga dapat mempertimbangkan aset
keuangan mengalami gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa
Perusahaan tidak mungkin menerima jumlah kontraktual yang terutangsecara penuh sebelum
memperhitungkan setiap peningkatan kredit yang dimiliki oleh Kelompok Aset keuangan dihapuskan
jika tidak ada ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual.ii. Liabilitas Keuangan
Pengakuan dan Pengukuran Awal Liabilitas keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, sebagai
utang dan pinjaman dan utang. Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai wajar dan,
untuk utang dan pinjaman dan utang usaha, setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan
secara langsung. Liabilitas keuangan Grup meliputi utang bank jangka pendek, utang usaha kepada
pihak ketiga, utang lain-lain, beban akrual, liabilitas imbalan kerja jangka pendek - gaji dan tunjangan
Page 26
lainnya, utang bank dan lembaga pembiayaan, utang obligasi, liabilitas sewa, utang pihak-pihak
berelasi non-usaha, uang jaminan yang diterima dan liabilitas keuangan jangka panjang lainnya.
Pengukuran selanjutnya Pengukuran liabilitas keuangan bergantung pada klasifikasinya, seperti yang
dijelaskan di bawah ini: Utang dan pinjaman Ini adalah kategori yang paling relevan dengan Grup.
Setelah pengakuan awal, utang dan pinjaman yang dikenakan bunga selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Keuntungan dan kerugian diakui dalam
laba rugi pada saat kewajiban dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE. Biaya
perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premi atas akuisisi dan
biaya atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai
beban keuangan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Penghentian pengakuan Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas tersebut
dilepaskan atau dibatalkan atau kedaluwarsa. Ketika kewajiban keuangan yang ada digantikan oleh
yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang secara substansial berbeda,
atau persyaratan dari kewajiban yang ada secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi
tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan kewajiban awal dan pengakuan kewajiban
baru. Selisih nilai tercatat masing-masing diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian. iii. Saling hapus instrument keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling
hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika,
terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui
dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan
menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara
bersamaan. iv. Nilai wajar instrumen keuangan Nilai wajar instrumen keuangan yang secara aktif
diperdagangkan di pasar keuangan ditentukan dengan mengacu pada kuota harga pasar yang berlaku
pada penutupan pasar pada akhir tahun pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak
diperdagangkan di pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik
penilaian tersebut meliputi penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar
(arms-length market transactions), referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara
substansial sama, analisis arus kas yang didiskonto, atau model penilaian lainnya. Penyesuaian risiko
kredit Grup menyesuaikan harga di pasar yang lebih dapat diobservasi untuk mencerminkan adanya
perbedaan risiko kredit pihak yang bertransaksi antara instrumen yang diperdagangkan di pasar
tersebut dengan instrumen yang dinilai untuk posisi aset keuangan. Dalam penentuan nilai wajar posisi
liabilitas keuangan, risiko kredit Grup terkait dengan instrumen tersebut ikut diperhitungkan. v. Biaya
perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan Biaya perolehan yang diamortisasi diukur dengan
menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penyisihan penurunan nilai dan pembayaran atau
pengurangan pokok. Perhitungan ini mencakup seluruh premi atau diskon pada saat akuisisi dan
mencakup biaya transaksi serta komisi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga
efektif. Pada setiap tanggal pelaporan, Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa
aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. vi. Penurunan nilai aset
keuangan Pinjaman dan piutang Untuk pinjaman dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan
diamortisasi, Grup terlebih dahulu menentukan bahwa terdapat bukti obyektif mengenai penurunan
nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk
aset keuangan yang tidak signifikan secara individual. Jika Grup menentukan tidak terdapat bukti
obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset
keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset
keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok
tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian
penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara
Page 27
kolektif.Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian
tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa
datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa mendatang yang belum terjadi). Nilai kini estimasi arus
kas masa datang didiskonto dengan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan
tersebut. Jika pinjaman dan piutang memiliki suku bunga variabel, maka tingkat diskonto yang
digunakan untuk mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif yang berlaku.
Nilai tercatat atas aset keuangan dikurangi melalui penggunaan pos cadangan penurunan nilai dan
jumlah kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian. Pendapatan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan nilainya
berdasarkan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Pinjaman yang diberikan dan piutang
beserta dengan cadangan terkait dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan yang realistis atas
pemulihan di masa mendatang dan seluruh agunan telah terealisasi atau dialihkan kepada Grup. Jika,
pada tahun berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau
berkurang karena peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai
yang diakui sebelumnya bertambah atau berkurang dengan menyesuaikan pos cadangan penurunan
nilai. Jika di masa mendatang penghapusan tersebut dapat dipulihkan, jumlah pemulihan tersebut
diakui pada laba rugi. vii. Penghentian pengakuan aset dan liabilitas keuangan Aset keuangan
Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan (atau, apabila dapat diterapkan, untuk bagian dari
aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan sejenis) terjadi bila: - - hak kontraktual atas
arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau - - Grup memindahkan hak untuk
menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut atau menanggung kewajiban untuk
membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga
melalui suatu kesepakatan penyerahan dan salah satu diantara (a) Grup secara substansial
memindahkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (b) Grup
secara substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan
aset keuangan tersebut, namun telah memindahkan pengendalian atas aset tersebut. Liabilitas
keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau
dibatalkan atau kadaluarsa. Ketika liabilitas keuangan awal digantikan dengan kewajiban keuangan
lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan ketentuan yang berbeda secara substansial, atau
modifikasi secara substansial atas liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau
modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan kewajiban keuangan awal dan pengakuan kewajiban
keuangan baru dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba rugi.x.
Financial Instruments i. Financial Assets Initial Recognition and Measurement Financial assets are
classified, at initial recognition, as subsequently measured at amortized cost and fair value through
other comprehensive income (OCI). The classification of financial assets at initial recognition depends
on the financial asset?s contractual cash flow characteristics and the Group?s business model for
managing them. With the exception of accounts receivable - trade that do not contain a significant
financing component or for which the Group has applied the practical expedient, the Group initially
measures a financial asset at its fair value plus, in the case of a financial asset not at fair value through
profit or loss, transaction costs. Account receivable - trade that do not contain a significant financing
component or for which the Group has applied the practical expedient are measured at the transaction
price determined under SFAS 72. In order for a financial asset to be classified and measured at
amortised cost or fair value through OCI, it needs to give rise to cash flows that are ?solely payments
of principal and interest (SPPI)? on the principal amount outstanding. This assessment is referred to as
the SPPI test and is performed at an instrument level. The Group?s business model for managing
financial assets refers to how it manages its financial assets in order to generate cash flows. The
business model determines whether cash flows will result from collecting contractual cash flows, selling
Page 28
the financial assets, or both. Subsequent measurement For purposes of subsequent measurement,
financial assets are classified in two categories: - Financial assets at amortized cost (debt instruments)
- Financial assets designated at fair value through OCI with no recycling of cumulative gains and losses
upon derecognition (equity instruments) Financial assets at amortized cost (debt instruments) This
category is the most relevant to the Group. The Group measures financial assets at amortised cost if
both of the following conditions are met: - The financial asset is held within a business model with the
objective to hold financial assets in order to collect contractual cash flows; and - The contractual terms
of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and
interest on the principal amount outstanding. Financial assets at amortized cost are subsequently
measured using the effective interest (EIR) method and are subject to impairment. Gains and losses
are recognized in profit or loss when the asset is derecognized, modified or impaired. The Group?s
financial assets at amortized cost includes cash and cash equivalents, trade receivables, other
receivables, due from related parties and other financial assets. Financial assets designated at fair
value through OCI (equity instruments) Upon initial recognition, the Group can elect to classify
irrevocably its equity investments as equity instruments designated at fair value through OCI when they
meet the definition of equity under SFAS 50: Financial Instruments: Presentation and are not held for
trading. The classification is determined on an instrument-by-instrument basis. Gains and losses on
these financial assets are never recycled to profit or loss. Dividends are recognized as other income in
the statement of profit or loss when the right of payment has been established, except when the Group
benefits from such proceeds as a recovery of part of the cost of the financial asset, in which case, such
gains are recorded in OCI. Equity instruments designated at fair value through OCI are not subject to
impairment assessment. The Group elected to classify irrevocably its non-listed equity investments
under this category. Derecognition A financial asset (or, where applicable, a part of a financial asset or
part of a group of similar financial assets) is primarily derecognized (i.e., removed from the Group?s
consolidated statement of financial position) when: - The rights to receive cash flows from the asset
have expired; or - The Group has transferred its rights to receive cash flows from the asset or has
assumed an obligation to pay the received cash flows in full without material delay to a third party
under a ?pass-through? arrangement???????????????????????????????????? and either (a) the
Group has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Group has neither
transferred not retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has transferred control
of the asset. When the Group has transferred its rights to receive cash flows from an asset or has
entered into a pass-through arrangement, it evaluates if, and to what extent, it has retained the risks
and rewards of ownership. When it has neither transferred nor retained substantially all of the risks and
rewards of the asset, nor transferred control of the asset, the Group continues to recognize the
transferred asset to the extent of its continuing involvement. In that case, the Group also recognizes an
associated liability. The transferred asset and the associated liability are measured on a basis that
reflects the rights and obligations that the Group has retained. Continuing involvement that takes the
form of a guarantee over the transferred asset is measured at the lower of the original carrying amount
of the asset and the maximum amount of consideration that the Group could be required to repay. The
Group recognizes an allowance for expected credit losses (ECL) for all debt instruments not held at fair
value through profit or loss. ECL are based on the difference between the contractual cash flows due in
accordance with the contract and all the cash flows that the Group expects to receive, discounted at an
approximation of the original effective interest rate. The expected cash flows will include cash flows
from the sale of collateral held or other credit enhancements that are integral to the contractual
terms.ECL are recognized in two stages. For credit exposures for which there has not been a
significant increase in credit risk since initial recognition, ECL are provided for credit losses that result
from default events that are possible within the next 12-months (a 12-month ECL). For those credit
Page 29
exposures for which there has been a significant increase in credit risk since initial recognition, a loss
allowance is required for credit losses expected over the remaining life of the exposure, irrespective of
the timing of the default (a lifetime ECL). For trade receivables, the Group applies a simplified approach
in calculating ECL. Therefore, the Group does not track changes in credit risk, but instead recognizes a
loss allowance based on lifetime ECL at each reporting date. The Group has established a provision
matrix that is based on its historical credit loss experience, adjusted for forward-looking factors specific
to the debtors and the economic environment. The Group considers a financial asset in default when
contractual payments are 90 days past due. However, in certain cases, the Group may also consider a
financial asset to be in default when internal or external information indicates that the Group is unlikely
to receive the outstanding contractual amounts in full before taking into account any credit
enhancements held by the Group. A financial asset is written off when there is no reasonable
expectation of recovering the contractual cash flows.ii. Financial Liabilities Initial Recognition and
Measurement Financial liabilities are classified, at initial recognition, as loans and borrowings and
payables. All financial liabilities are recognized initially at fair value and, in the case of loans and
borrowings and payables, net of directly attributable transaction costs. The Group?s financial liabilities
include short-term bank loans, trade payables to third parties, other payables, accrued expenses,
liability for short-term employee benefits - salaries and other allowances, loans from banks and
financing institutions, bonds payable, lease liabilities, due to related parties, security deposits and other
non current financial liabilities. Subsequent measurement The measurement of financial liabilities
depends on their classification, as described below: Loans and borrowings This is the category most
relevant to the Group. After initial recognition, interest- bearing loans and borrowings are subsequently
measured at amortiszd cost using the EIR method. Gains and losses are recognized in profit or loss
when the liabilities are derecognized as well as through the EIR amortization process. Amortized cost
is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fees or costs that are
an integral part of the EIR. The EIR amortization is included as finance expenses in the consolidated
statement of profit or loss and other comprehensive income. Derecognition A financial liability is
derecognized when the obligation under the liability is discharged or cancelled or expires. When an
existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms,
or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange or modification is
treated as the derecognition of the original liability and the recognition of a new liability. The difference
in the respective carrying amounts is recognized in the consolidated statement of profit or loss and
other comprehensive income iii. Offsetting of financial instruments Financial assets and financial
liabilities are offset and the net amount reported in the consolidated statement of financial position if,
and only if, there is a currently enforceable legal right to offset the recognized amounts and there is an
intention to settle on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously.iv. Fair
value of financial instruments The fair value of financial instruments that are actively traded in
organized financial markets is determined by reference to quoted market BLID prices at the close of
business at the end of the reporting year. For financial instruments where there is no active market, fair
value is determined using valuation techniques. Such techniques may include using recent arm?s
length market transaction, reference to the current fair value of another instrument that is substantially
the same, discounted cash flow analysis, or other valuation models. market, fair value is determined
using valuation techniques. Such techniques may include using recent arm?s length market
transaction, reference to the current fair value of another instrument that is substantially the same,
discounted cash flow analysis, or other valuation models. The fair value of financial instruments that
are actively traded in organized financial markets is determined by reference to quoted market BLID
prices at the close of business at the end of the reporting year. For financial instruments where there is
no active market, fair value is determined using valuation techniques. Such techniques may include
Page 30
using recent arm?s length market transaction, reference to the current fair value of another instrument
that is substantially the same, discounted cash flow analysis, or other valuation models. iv. Fair value of
financial instruments The fair value of financial instruments that are actively traded in organized
financial markets is determined by reference to quoted market BLID prices at the close of business at
the end of the reporting year. For financial instruments where there is no active market, fair value is
determined using valuation techniques. Such techniques may include using recent arm?s length market
transaction, reference to the current fair value of another instrument that is substantially the same,
discounted cash flow analysis, or other valuation models. Credit risk adjustment The Group adjusts the
price in the more observable market to reflect any differences in counterparty credit risk between
instruments traded in that market and the ones being valued for financial asset positions. In
determining the fair value of financial liability positions, the Group?s own credit risks associated with
the instrument are taken into account. v. Amortized cost of financial instruments Amortized cost is
computed using the effective interest rate method less any allowance for impairment and principal
repayment or reduction. The calculation takes into account any premium or discount on acquisition and
includes transaction costs and fees that are an integral part of the effective interest rate. The Group
assesses at each reporting date whether there is any objective evidence that a financial asset or a
group of financial assets is impaired. vi. Impairment of financial instruments Loans and receivables For
loans and receivables carried at amortized cost, the Group first assesses whether objective evidence of
impairment exists individually for financial assets that are individually significant, or collectively for
financial assets that are not individually significant.Jika Grup menentukan tidak terdapat bukti obyektif
mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan
tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang
memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara
kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian penurunan nilai
diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. If the Group
determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed financial asset,
whether significant or not, the asset is included in a group of financial assets with similar credit risk
characteristics, and the group is collectively assessed for impairment. Assets that are individually
assessed for impairment and for which an impairment loss is, or continues to be, recognized are not
included in a collective assessment of impairment.Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian
penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset
dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa mendatang
yang belum terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa datang didiskonto dengan menggunakan suku
bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Jika pinjaman dan piutang memiliki suku bunga
variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan untuk mengukur setiap kerugian penurunan nilai
adalah suku bunga efektif yang berlaku. If there is objective evidence that an impairment loss has
occurred, the amount of the loss is measured as the difference between the asset?s carrying amount
and the present value of estimated future cash flows (excluding future expected credit losses that have
not yet been incurred). The present value of the estimated future cash flows is discounted at the
financial asset?s original effective interest rate. If a ?loans and receivables? financial asset has a
variable interest rate, the discount rate for measuring impairment loss is the current effective interest
rate.Nilai tercatat atas aset keuangan dikurangi melalui penggunaan pos cadangan penurunan nilai
dan jumlah kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian. Pendapatan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan nilainya
berdasarkan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Pinjaman yang diberikan dan piutang
beserta dengan cadangan terkait dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan yang realistis atas
pemulihan di masa mendatang dan seluruh agunan telah terealisasi atau dialihkan kepada Grup. The
Page 31
                   carrying amount of the financial asset is reduced through the use of an allowance for impairment
                   account and the amount of the loss is recognized in the consolidated statement of oyher
                   comprehensive income. Interest income continues to be accrued on the reduced carrying amount
                   based on the original effective interest rate of the financial asset. Loans and receivables, together with
                   the associated allowance, are written off when there is no realistic prospect of future recovery and all
                   collateral has been realized or has been transferred to the Group.Jika, pada tahun berikutnya, nilai
                   estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena peristiwa yang
                   terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya
                   bertambah atau berkurang dengan menyesuaikan pos cadangan penurunan nilai. Jika di masa
                   mendatang penghapusan tersebut dapat dipulihkan, jumlah pemulihan tersebut diakui pada laba rugi.
                   If, in a subsequent year, the amount of the estimated impairment loss increases or decreases because
                   of an event occurring after the impairment was recognized, the previously recognized impairment loss
                   is increased or reduced by adjusting the allowance for impairment account. If a future write-off is later
                   recovered, the recovery is recognized in profit or loss.vii. Penghentian pengakuan aset dan liabilitas
                   keuangan vii. Derecognition of financial assets and liabilities Aset keuangan Financial assets
                   Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan (atau, apabila dapat diterapkan, untuk bagian dari
                   aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan sejenis) terjadi bila: A financial asset (or
                   where applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets) is
                   derecognized when: - - hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut
                   berakhir; atau - - the rights to receive cash flows from the asset have expired; or - - Grup memindahkan
                   hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut atau menanggung kewajiban
                   untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak
                   ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan salah satu diantara (a) Grup secara substansial
                   memindahkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (b) Grup
                   secara substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan
                   aset keuangan tersebut, namun telah memindahkan pengendalian atas aset tersebut. - - the Group has
                   transferred its rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the
                   received cash flows in full without material delay to a third party under a ?pass-through? arrangement,
                   and either (a) the Group has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the
                   Group has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has
                   transferred control of the asset. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang
                   ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluarsa. A financial liability is
                   derecognized when the obligation under the liability is discharged or cancelled or has expired.Ketika
                   liabilitas keuangan awal digantikan dengan kewajiban keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama
                   dengan ketentuan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas liabilitas
                   keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan
                   kewajiban keuangan awal dan pengakuan kewajiban keuangan baru dan selisih antara nilai tercatat
                   liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba rugi. When an existing financial liability is replaced by
                   another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are
                   substantially modified, such an exchange or modification is treated as an extinguishment of the original
                   liability and the recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amounts is
                   recognized in profit or loss.
Kombinasi bisnis   e. Kombinasi Bisnis Untuk pembelian dengan diskon, sebelum mengakui keuntungan dari pembelian                Business combination
                   dengan diskon, pihak pengakuisisi menilai kembali apakah telah mengidentifikasi dengan tepat seluruh
                   aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih serta mengakui setiap aset atau liabilitas tambahan
                   yang dapat diidentifikasi dalam pengkajian kembali tersebut. Jika selisih lebih itu tetap ada setelah
                   identifikasi dilakukan, maka pihak pengakuisisi mengakui keuntungan yang dihasilkan dalam laba rugi
Page 32
                                            pada tanggal akuisisi. Selisih lebih diatribusikan kepada pihak pengakuisisi. Imbalan kontinjensi yang
                                            dialihkan oleh pihak pengakuisisi diakui pada nilai wajar tanggal akuisisi. Perubahan nilai wajar atas
                                            imbalan kontinjensi setelah tanggal akuisisi yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas, akan
                                            diakui dalam laporan laba rugi atau pendapatan komprehensif lainnya. Jika diklasifikasikan sebagai
                                            ekuitas, imbalan kontinjensi tidak diukur kembali sampai penyelesaian selanjutnya diperhitungkan
                                            dalam ekuitas. Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan
                                            selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari
                                            aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika imbalan tersebut kurang dari nilai
                                            wajar aset bersih yang telah diidentifikasi dari entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam
                                            laba rugi. Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada harga perolehan dikurangi akumulasi
                                            kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu
                                            kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi, dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (?UPK?) dari
                                            Grup yang diharapkan akan bermanfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau
                                            liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditetapkan atas UPK tersebut. Jika goodwill telah dialokasikan
                                            pada suatu UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut dihentikan, maka goodwill yang diasosiasikan
                                            dengan operasi yang dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika
                                            menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur
                                            berdasarkan nilai relatif operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang ditahan.e. Business combination
                                            For bargain purchases, before recognizing a gain on a bargain purchase, the acquirer reassesses
                                            whether it has correctly identified all of the assets acquired and all of the liabilities assumed and
                                            recognizes any additional assets or liabilities that are identified in that review. If that gain remains after
                                            applying the identification, the acquirer recognizes the resulting gain in profit or loss on the acquisition
                                            date. The gain is attributed to the acquirer. Any contingent consideration to be transferred by the
                                            acquirer is recognized at fair value at the acquisition date. Subsequent changes to the fair value of the
                                            contingent consideration which is deemed to be an asset or liability, either in profit or loss or as other
                                            comprehensive income. If the contingent consideration is classified as equity, it should not be
                                            remeasured until it is finally settled within equity. At acquisition date, goodwill is initially measured at
                                            cost being the excess of the aggregate of the consideration transferred and the amount recognized for
                                            NCI over the net identifiable assets acquired and liabilities assumed. If this consideration is lower than
                                            the fair value of the identifiable net assets of the subsidiary acquired, the difference is recognized in
                                            profit or loss. After initial recognition, goodwill is measured at cost less any accumulated impairment
                                            losses. For the purpose of impairment testing, goodwill acquired in a business combination is, from the
                                            acquisition date, allocated to each of the Group?s Cash-Generating Units (?CGUs?) that are expected
                                            to benefit from the combination, irrespective of whether other assets or liabilities of the acquiree are
                                            assigned to those CGUs. Where goodwill forms part of a CGU and part of the operations within that
                                            CGU is disposed of, the goodwill associated with the operations disposed of is included in the carrying
                                            amount of the operations when determining the gain or loss on disposal of the operations. Goodwill
                                            disposed of in this circumstance is measured based on the relative values of the operations disposed of
                                            and the portion of the CGU retained.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing   t. Transaksi dan saldo mata uang asing Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah,                    Foreign currency transactions and balances
                                            yang juga merupakan mata uang fungsional entitas induk. Setiap entitas anak menentukan mata uang
                                            fungsional dan transaksi-transaksi yang termasuk dalam laporan keuangan pada setiap entitas diukur
                                            dengan mata uang fungsional tersebut. Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs
                                            yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada setiap akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas
                                            keuangan dalam mata uang asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang
                                            diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan terakhir untuk tahun yang
                                            bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun
Page 33
                     berjalan. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, kurs yang digunakan adalah Rp15.026
                     dan Rp15.731. t. Foreign currency transactions and balances The Company?s consolidated financial
                     statements are presented in Rupiah, which is also the Parent Company?s functional currency. Each
                     subsidiary determined its own functional currency and items included in the financial statements of
                     each entity are measured using that functional currency. Transactions involving foreign currencies are
                     recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At the end of the
                     reporting period, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to
                     reflect the average of the selling and buying rates of exchange prevailing at the last banking transaction
                     date of the year, as published by Bank Indonesia, and the resulting gains or losses are credited or
                     charged to current operations. As of June 30, 2023 and December 31, 2022, the rates of exchange
                     used was Rp15,026 and Rp15.731.
Properti investasi   n. Properti investasi Grup menerapkan PSAK 13: Properti investasi adalah properti (tanah atau                Investment properties
                     bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) untuk menghasilkan rental atau untuk
                     kenaikan nilai atau kedua-duanya. Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan dan
                     biaya pembangunan (termasuk biaya pinjaman yang terjadi) Sebelum tanggal 1 Januari 2021, properti
                     investasi diukur menggunakan model biaya untuk pengukuran setelah pengakuan. Berdasarkan model
                     biaya, properti investasi diukur sebesar nilai perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan
                     setiap akumulasi kerugian penurunan nilai. Properti investasi disusutkan dengan metode garis lurus
                     (straight-line method) selama estimasi masa manfaatnya yakni 20 (dua puluh) tahun. Masa manfaat
                     ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap
                     perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. Mulai tanggal 1 Januari 2021, Grup menggunakan
                     model nilai wajar untuk pengukuran setelah pengakuan. Berdasarkan nilai wajar, keuntungan atau
                     kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar properti investasi diakui dalam laba rugi pada periode
                     saat terjadinya. Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika properti
                     investasi tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang
                     diperkirakan dari pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau
                     pelepasan properti investasi ditentukan dari selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat
                     aset dan diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya penghentian atau pelepasan.n. Investment
                     properties The Group applies SFAS 13: Investment properties are properties (land or a building ? or
                     part of a building ? or both) held to earn rentals or for capital appreciation or both. Investment
                     properties are initially measured at acquisition and development costs (including borrowing costs
                     incurred). Before January 1, 2021, investment properties were subsequently measured using cost
                     model. Based on cost model, investment properties were measured at acquisition cost less
                     accumulated depreciation and any accumulated impairment losses. Investment property is depreciated
                     by the straight-line method over their estimated useful life which is 20 (twenty) years. The estimated
                     useful lives, residual values and depreciation method are reviewed at each year end, with the effect of
                     any changes in estimate accounted for on a prospective basis. Effective January 1, 2021, the Group
                     has opted to use fair value model for subsequent measurement. Based on fair value model, a gain or
                     loss arising from changes in the fair value of investment properties is included in profit or loss for the
                     period in which it arises An investment property is derecognized upon disposal or when the investment
                     property is permanently withdrawn from use and no future economic benefits are expected from the
                     disposal. Any gain or loss arising on derecognition of the property (calculated as the difference
                     between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is recognized in profit or loss
                     in the period in which the property is derecognized.
Goodwill             25. GOODWILL Rincian saldo laba adalah sebagai berikut: Pada bulan September 2008, Perusahaan                            Goodwill
                     mengakuisisi sebesar 99,995 persen kepemilikan saham pada PT Titan Property dari PT Sam
                     Investama dan PT Pada Investama. Transaksi akuisisi ini dicatat dengan menggunakan metode
Page 34
                           pembelian (Purchase Method). Akuisisi tersebut dibiayai dengan pengeluaran kas sebesar
                           Rp18.000.000.000. Goodwill diatribusikan pada posisi PT Titan Property yang kuat dan profitabilitas
                           perdagangan pada properti dan tenaga kerjanya yang tidak dapat diakui secara terpisah sebagai asset
                           tak berwujud. Selisih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset dan
                           kewajiban yang dapat diidentifikasi diakui sebagai goodwill Penilaian atas nilai wajar aset dan
                           kewajiban yang dapat diidentifikasi dilakukan oleh manajemen. Perusahaan telah menghitung nilai
                           wajar aset dan kewajiban serta telah dilakukan assessment terhadap perhitungan tersebut oleh Kantor
                           Akuntan Publik Doli Bambang Sudarmadji & Dadang berdasarkan laporan No. 017/OL-2.10210/DBSD
                           tanggal 1 Februari 2010 dengan hasil assessment sebagai berikut: 25. GOODWILL The details of
                           retained earnings as follows: In September 2008, the Company acquired amounted to 99.995 percent
                           ownership interest in PT Titan Property of PT Sam Investama and PT Pada Investama. The acquisition
                           was accounted for using the purchase method. The acquisition was financed with cash disbursements
                           amounted to Rp18,000,000,000. The goodwill is attributable to PT Titan Property?s strong position and
                           profitability in trading in the market of property and to its workforce, which cannot be separately
                           recognised as an intangible asset. The difference between the cost of acquisition over the fair values of
                           assets and liabilities that can be identified is recognized as goodwill. An assessment of the fair value of
                           assets and liabilities that can be identified by management. The Company has calculated the fair value
                           of assets and liabilities also has made an assessment of these calculations by Doli, Bambang
                           Sudarmadji & Dadang, Public Accountant based on report No. 017/OL-2.10210/DBSD February 1,
                           2010 with the following assessment results: 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 / June 30, 2023 and
                           December 31, 2022 Kas dan setara kas 6.147.074.578 Cash and cash equivalent Aset real estate
                           67.871.778.991 Real estate assets Aset tetap 746.160.008 Fixed assets Aset lain-lain 2.665.261.716
                           Other assets Jumlah aset 77.430.275.293 Total assets Utang bank 37.560.564.286 Bank loan Liabilitas
                           lain-lain 25.825.120.323 Other liabilities Jumlah liabilitas 63.385.684.609 Total liabilities Aset bersih
                           14.044.590.684 Net assets Goodwill 3.955.409.316 Goodwill Jumlah harga perolehan 18.000.000.000
                           Total acquisition cost Dikurangi: Deducted: Kas dan setara kas pada entitas anak yang diakuisisi
                           6.147.074.578 Cash and cash equivalents in acquired subsidiary Arus kas keluar akibat akuisisi
                           11.852.925.422 Cash outflow from acquisition Amortisasi goodwill : Goodwill amortization: Goodwill
                           3.955.409.316 Goodwill Akumulasi amortisasi goodwill (1.845.857.677) Accumulated depreciation of
                           goodwill Jumlah goodwill 2.109.551.639 Total goodwill
Biaya emisi efek ekuitas   y. Biaya emisi saham Berdasarkan Surat Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM-LK)                       Stock issuance cost
                           No.KEP554/BL/2010 tanggal 30 Desember 2010, biaya emisi saham disajikan sebagai pengurang agio
                           saham. y. Shared issuance cost Based on the decree of the Capital Market Supervisory Agency and
                           Financial lnstitutional (BAPEPAM-LK) No. KEP554/BL/2010 dated December 30, 2010, share issuance
                           costs are presented as a deduction from share premium.

Instrumen keuangan         e. Kombinasi Bisnis Untuk pembelian dengan diskon, sebelum mengakui keuntungan dari pembelian                 Financial instruments
                           dengan diskon, pihak pengakuisisi menilai kembali apakah telah mengidentifikasi dengan tepat seluruh
                           aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih serta mengakui setiap aset atau liabilitas tambahan
                           yang dapat diidentifikasi dalam pengkajian kembali tersebut. Jika selisih lebih itu tetap ada setelah
                           identifikasi dilakukan, maka pihak pengakuisisi mengakui keuntungan yang dihasilkan dalam laba rugi
                           pada tanggal akuisisi. Selisih lebih diatribusikan kepada pihak pengakuisisi. Imbalan kontinjensi yang
                           dialihkan oleh pihak pengakuisisi diakui pada nilai wajar tanggal akuisisi. Perubahan nilai wajar atas
                           imbalan kontinjensi setelah tanggal akuisisi yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas, akan
                           diakui dalam laporan laba rugi atau pendapatan komprehensif lainnya. Jika diklasifikasikan sebagai
                           ekuitas, imbalan kontinjensi tidak diukur kembali sampai penyelesaian selanjutnya diperhitungkan
Page 35
                                              dalam ekuitas. Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan
                                              selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari
                                              aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika imbalan tersebut kurang dari nilai
                                              wajar aset bersih yang telah diidentifikasi dari entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam
                                              laba rugi. Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada harga perolehan dikurangi akumulasi
                                              kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu
                                              kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi, dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (?UPK?) dari
                                              Grup yang diharapkan akan bermanfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau
                                              liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditetapkan atas UPK tersebut. Jika goodwill telah dialokasikan
                                              pada suatu UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut dihentikan, maka goodwill yang diasosiasikan
                                              dengan operasi yang dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika
                                              menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur
                                              berdasarkan nilai relatif operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang ditahan.e. Business combination
                                              For bargain purchases, before recognizing a gain on a bargain purchase, the acquirer reassesses
                                              whether it has correctly identified all of the assets acquired and all of the liabilities assumed and
                                              recognizes any additional assets or liabilities that are identified in that review. If that gain remains after
                                              applying the identification, the acquirer recognizes the resulting gain in profit or loss on the acquisition
                                              date. The gain is attributed to the acquirer. Any contingent consideration to be transferred by the
                                              acquirer is recognized at fair value at the acquisition date. Subsequent changes to the fair value of the
                                              contingent consideration which is deemed to be an asset or liability, either in profit or loss or as other
                                              comprehensive income. If the contingent consideration is classified as equity, it should not be
                                              remeasured until it is finally settled within equity. At acquisition date, goodwill is initially measured at
                                              cost being the excess of the aggregate of the consideration transferred and the amount recognized for
                                              NCI over the net identifiable assets acquired and liabilities assumed. If this consideration is lower than
                                              the fair value of the identifiable net assets of the subsidiary acquired, the difference is recognized in
                                              profit or loss. After initial recognition, goodwill is measured at cost less any accumulated impairment
                                              losses. For the purpose of impairment testing, goodwill acquired in a business combination is, from the
                                              acquisition date, allocated to each of the Group?s Cash-Generating Units (?CGUs?) that are expected
                                              to benefit from the combination, irrespective of whether other assets or liabilities of the acquiree are
                                              assigned to those CGUs. Where goodwill forms part of a CGU and part of the operations within that
                                              CGU is disposed of, the goodwill associated with the operations disposed of is included in the carrying
                                              amount of the operations when determining the gain or loss on disposal of the operations. Goodwill
                                              disposed of in this circumstance is measured based on the relative values of the operations disposed of
                                              and the portion of the CGU retained.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun   c. Standar akuntansi yang telah disahkan namun belum berlaku efektif Standar baru dan amandemen                  Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif                         standar yang telah diterbitkan dan belum diterapkan secara dini oleh Perseroan, adalah sebagai                                                 effective
                                              berikut: Berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai 1 Januari 2024 - Amendemen PSAK No. 1
                                              ?Penyajian Laporan Keuangan : Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan? - Amendemen PSAK No.
                                              73 ?Sewa Liabilitas Sewa dalam Jual dan Sewa Balik?. b. Berlaku efektif untuk tahun buku yang
                                              dimulai 1 Januari 2025 - PSAK No. 74 ?Kontrak Asuransi? tentang Penerapan Awal PSAK No. 74 dan
                                              PSAK No. 71 - Informasi Komparatif. Grup masih mengevaluasi dampak penerapan PSAK di atas dan
                                              dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup dari penerapan PSAK tersebut belum dapat
                                              ditentukan c. Accounting standards issued but not yet effectiveThe new standards and amendments to
                                              standards that have been issued and have not been implemented early by the Company are as follows:
                                              a. Effective for the financial year starting 1 January 2024 - The amendments to SFAS No. 1
                                              ?Presentation of Financial Statements : Non Current Liabilities with Covenants?. - The amendments to
                                              SFAS No. 73 ?Leases : Lease Liabilities in a Sale and Leaseback b. Effective for the financial year
Page 36
starting 1 January 2025 - SFAS No. 74 ?Insurance Contracts? about Initial Application of SFAS No. 74
and SFAS No. 71 - Comparative Information The Group is still evaluating the impact of adoption of the
above SFAS and the impact on the Group?s consolidated financial statements from the adoption of the
SFAS has not yet to be determined. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(continued)
Page 37
[2611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Property Industry - Current Year

30 June 2023

Aset tetap                                                                                                                                                         Property, plant, and equipment
                                                          Aset tetap, awal periode     Penambahan aset tetap          Aset tetap, akhir periode
                                                             Property, plant, and      Addition in property, plant,     Property, plant, and
                                                         equipment, beginning period         and equipment             equipment, end period
Nilai perolehan, kotor   Tanah, dimiliki langsung                  3,227,732,733                                                3,227,732,733           Land, directly owned            Carrying amount, gross
                         Bangunan dan fasilitasnya,                                                                                                   Building and leasehold
                                                                  17,152,035,239                                              17,152,035,239
                         dimiliki langsung                                                                                                     improvement, directly owned
                         Mesin dan peralatan, dimiliki                                                                                           Machinery and equipment,
                                                                  16,198,885,619                       7,530,000              16,206,415,619
                         langsung                                                                                                                              directly owned
                         Perabot dan peralatan kantor,                                                                                       Furniture and office equipment,
                                                                  17,302,092,804                     67,550,000               17,369,642,804
                         dimiliki langsung                                                                                                                     directly owned
                         Kendaraan bermotor, dimiliki                                                                                          Motor vehicle, directly owned
                                                                   5,215,252,626                                               5,215,252,626
                         langsung
                         Dimiliki langsung                        59,095,999,021                     75,080,000               59,171,079,021                      Directly owned
                         Aset tetap                                                                                                                         Property, plant, and
                                                                  59,095,999,021                     75,080,000               59,171,079,021
                                                                                                                                                                       equipment
Akumulasi depresiasi     Bangunan dan fasilitasnya,                                                                                                        Building and leasehold Carrying amount, accumulated
                                                                  12,263,156,580                    310,619,069               12,573,775,649
                         dimiliki langsung                                                                                                          improvement, directly owned                    depreciation
                         Mesin dan peralatan, dimiliki                                                                                                Machinery and equipment,
                                                                  13,042,980,476                    430,301,458               13,473,281,934
                         langsung                                                                                                                                   directly owned
                         Perabot dan peralatan kantor,                                                                                            Furniture and office equipment,
                                                                  16,491,274,184                    188,963,159               16,680,237,343
                         dimiliki langsung                                                                                                                          directly owned
                         Kendaraan bermotor, dimiliki                                                                                               Motor vehicle, directly owned
                                                                   4,885,033,876                     33,021,875                 4,918,055,751
                         langsung
                         Dimiliki langsung                        46,682,445,116                    962,905,561               47,645,350,677                   Directly owned
                         Aset tetap                                                                                                                        Property, plant, and
                                                                  46,682,445,116                    962,905,561               47,645,350,677
                                                                                                                                                                    equipment
Nilai perolehan          Aset tetap                                                                                                                        Property, plant, and                Carrying amount
                                                                  12,413,553,905                                              11,525,728,344
                                                                                                                                                                    equipment
Page 38
[2611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Property Industry - Prior Year

31 December 2022

Aset tetap                                                                                                                                                                      Property, plant, and equipment
                                                      Aset tetap, awal periode   Penambahan aset tetap          Pengurangan aset tetap    Aset tetap, akhir periode
                                                        Property, plant, and
                                                                                 Addition in property, plant,    Disposals in property,     Property, plant, and
                                                       equipment, beginning
                                                                                       and equipment             plant, and equipment      equipment, end period
                                                               period
Nilai perolehan, kotor   Tanah, dimiliki langsung             3,227,732,733                                                                       3,227,732,733            Land, directly owned       Carrying amount, gross
                         Bangunan dan fasilitasnya,                                                                                                                      Building and leasehold
                         dimiliki langsung                  17,152,035,239                                                                       17,152,035,239           improvement, directly
                                                                                                                                                                                          owned
                         Mesin dan peralatan,                                                                                                                         Machinery and equipment,
                                                            16,082,281,026                   116,604,593                                         16,198,885,619
                         dimiliki langsung                                                                                                                                       directly owned
                         Perabot dan peralatan                                                                                                                              Furniture and office
                                                            17,243,824,246                    58,268,558                                         17,302,092,804
                         kantor, dimiliki langsung                                                                                                                    equipment, directly owned
                         Kendaraan bermotor,                                                                                                                              Motor vehicle, directly
                                                              5,330,517,693                                           ( 115,265,067 )             5,215,252,626
                         dimiliki langsung                                                                                                                                                owned
                         Dimiliki langsung                  59,036,390,937                   174,873,151              ( 115,265,067 )            59,095,999,021                 Directly owned
                         Aset tetap                                                                                                                                        Property, plant, and
                                                            59,036,390,937                   174,873,151              ( 115,265,067 )            59,095,999,021
                                                                                                                                                                                    equipment
Akumulasi depresiasi     Bangunan dan fasilitasnya,                                                                                                                      Building and leasehold            Carrying amount,
                         dimiliki langsung                  11,658,569,691                   604,586,889                                         12,263,156,580           improvement, directly     accumulated depreciation
                                                                                                                                                                                          owned
                         Mesin dan peralatan,                                                                                                                         Machinery and equipment,
                                                            12,323,475,955                   719,504,521                                         13,042,980,476
                         dimiliki langsung                                                                                                                                       directly owned
                         Perabot dan peralatan                                                                                                                              Furniture and office
                                                            15,523,803,840                   967,470,344                                         16,491,274,184
                         kantor, dimiliki langsung                                                                                                                    equipment, directly owned
                         Kendaraan bermotor,                                                                                                                              Motor vehicle, directly
                                                              4,934,255,193                   66,043,750              ( 115,265,067 )             4,885,033,876
                         dimiliki langsung                                                                                                                                                owned
                         Dimiliki langsung                  44,440,104,679                2,357,605,504               ( 115,265,067 )            46,682,445,116                 Directly owned
                         Aset tetap                                                                                                                                        Property, plant, and
                                                            44,440,104,679                2,357,605,504               ( 115,265,067 )            46,682,445,116
                                                                                                                                                                                    equipment
Nilai perolehan          Aset tetap                                                                                                                                        Property, plant, and             Carrying amount
                                                            14,596,286,258                                                                       12,413,553,905
                                                                                                                                                                                    equipment
Page 39
[2611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - Property Industry


Pengungkapan                                                                                                                                                            Disclosure
                                                                                   30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap   Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Grup telah mengasuransikan bangunan,                  Disclosure of notes for property, plant and
                                       kendaraan dan peralatan kantor terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya dengan nilai                                   equipment
                                       pertanggungan masingmasing sebesar Rp 12.377.100.000, kepada pihak ketiga, PT Asuransi Bintang
                                       Tbk dan PT Asuransi Sinar Mas. Grup berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk
                                       menutup kerugian yang mungkin timbul di masa yang akan datang. As of June 30, 2023 and
                                       December 31, 2022, the Company and Subsidiaries have insured buildings and vehicles against fire,
                                       theft and other risks with coverage amounting to Rp 12,377,100,000 to third parties, PT Asuransi
                                       Bintang Tbk and PT Asuransi Sinar Mas. Group believes that the insurance coverage is adequate to
                                       cover losses that may arise in the future. Sarana pelengkap, mesin dan peralatan pendukung Mall
                                       Cinere dan proyek Vivo Mall Sentul yang dimiliki masing-masing adalah PT Mega Pasanggrahan Indah
                                       entitas anak telah dijaminkan ke PT Bank Negara Indonesia Tbk dan PT Tirta Persada Developments,
                                       entitas anak telah dijaminkan ke PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. The complementary
                                       facilities, machines and supporting equipment for the Mall Cinere and the Vivo Mall Sentul project
                                       owned respectively are PT Mega Pasanggrahan Indah, a subsidiaries that has been pledged as
                                       collateral to PT Bank Negara Indonesia Tbk and PT Tirta Persada Developments, the subsidiaries has
                                       been pledged to PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Page 40
[2630000] Notes to the financial statements - Inventories - Property Industry

Catatan atas persediaan                                                      Notes for inventories
                                      30 June 2023      31 December 2022
     Persediaan Tanah Dalam                                                  Land under development
                                     268,751,434,564     269,740,750,553
     Pengembangan                                                                            inventory
     Persediaan Tanah Belum                                                        Undeveloped land
                                     338,230,511,245     337,314,105,420
     Dikembangkan                                                                            inventory
     Bangunan dalam                                                                    Building under
                                     738,534,752,235     716,133,762,884
     konstruksi                                                                           construction
     Bangunan siap jual              387,485,891,542     387,229,448,012    Building available for sale
     Aset real estat kotor                                                        Real estate assets,
                                    1,733,002,589,586   1,710,418,066,869
                                                                                                 gross
     Aset real estat                1,733,002,589,586   1,710,418,066,869         Real estate assets
     Aset real estat lancar         1,394,772,078,343   1,373,103,961,449   Current real estate assets
     Aset real estat tidak lancar                                             Non-current real estate
                                     338,230,511,245     337,314,105,420
                                                                                                assets
Page 41
[2632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - Property Industry


Pengungkapan                                                                                                                                                     Disclosure
                                                                                   30 June 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan   6. PERSEDIAAN Atas sebagian persediaan tanah sedang dikembangkan yang berlokasi di Perumahan           Disclosure of notes for inventories
                                       Cinere Residence (Puri Cinere) yang dimiliki entitas anak, PT Mega Pasanggrahan Indah telah
                                       dijaminkan ke PT Indosurya Inti Finance. (Lihat catatan 13).Bangunan dalam konstruksi pada PT Mega
                                       Pasanggrahan Indah (MPI), Entitas Anak merupakan jumlah dari tanah dan bangunan dalam kontruksi
                                       untuk pembangunan Perumahan, Apartemen, Ruko/Kios yaitu untuk proyek-proyek di antaranya
                                       adalah Apartemen Cinere Terrace Suites dan Ruko De Vonte yang berlokasi di Cinere, Kota Depok,
                                       Jawa Barat.Bangunan dalam konstruksi pada PT Mega Pasanggrahan Indah (MPI), Entitas Anak
                                       merupakan jumlah dari tanah dan bangunan dalam kontruksi untuk pembangunan Perumahan,
                                       Apartemen, Ruko/Kios yaitu untuk proyek-proyek di antaranya adalah Apartemen Cinere Terrace
                                       Suites dan Ruko De Vonte yang berlokasi di Cinere, Kota Depok, Jawa Barat.Per 30 Juni 2023 dan 31
                                       Desember 2022 progress pembangunan Apartemen Cinere Terrace Suites Tower A dan Tower B
                                       masing-masing sebesar 99 persen dan 75 persen Per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022,
                                       persediaan Grup berupa Tanah dan Bangunan Cinere Terrace Suites dijadikan jaminan atas utang PT
                                       Bank Tabungan Negara Tbk. (Lihat catatan 13).Manajemen Grup berkeyakinan bahwa persediaan
                                       telah mencerminkan nilai realisasinya, sehingga tidak perlu dilakukan penyisihan atas persediaan
                                       tersebut. Pada tanggal pelaporan, tidak ada dari persediaan yang mengalami penurunan nilai. Pada
                                       tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Grup telah mengasuransikan bangunan atas The
                                       Habitat Karawaci milik PT Titan Property (entitas anak) dengan nilai pertanggungan sebesar Rp
                                       323.672.000.000 kepada pihak ketiga PT Asuransi Harta Aman Pratama. Manajemen Grup
                                       berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas
                                       risiko tersebut. 6. INVENTORIES Part of the land that being developed located in Cinere Residence
                                       Housing (Puri Cinere) owned by a subsidiary, PT Mega Pasanggrahan Indah has been pledged as
                                       collateral to PT Indosurya Inti Finance. (See note 13). Buildings under construction at PT Mega
                                       Pasanggrahan Indah (MPI), the Subsidiaries are the amount of land and buildings in construction for
                                       the construction of housing, apartments, shophouses/kiosks, namely for projects including Cinere
                                       Terrace Suites Apartment and Ruko De Vonte which are located in Cinere, Depok City, West Java. As
                                       of June 30, 2023 and December 31, 2022, the progress of the construction of the Cinere Terrace
                                       Suites Tower A and Tower B Apartment is 99 percent dan 75 percent respectively As of June 30, 2023
                                       and December 31, 2022, Group's inventory consist of Land and Building Cinere Terrace Suites was
                                       pledged as collateral for loan of PT Bank Tabungan Negara Tbk. (See notes 13). The Group?s
                                       management believes that inventories are realizable at the above amounts and no provision for losses
                                       is necessary. At the reporting date, none of these inventories were impaired. On June 30, 2023 and
                                       December 31, 2022, Group has insured the building on The Habitat Karawaci owned by PT Titan
                                       Property (subsidiaries) to a third party, PT Asuransi Harta Aman Pratama with total coverage
                                       amounting to Rp 323,672,000,000. The Group?s management is of the opinion that the coverage is
                                       adequate to cover possible losses arising from such risks.
Page 42
[2670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - Property
Industry

Beban pokok penjualan                                          Cost of good sold
                            30 June 2023     30 June 2022
Realti dan properti         23,635,798,355   24,523,671,010           Realty and property
Beban pokok penjualan dan                                     Cost of sales and revenue
                            23,635,798,355   24,523,671,010
pendapatan
Page 43
[2671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - Property Industry


Pengungkapan                                                                                                                                                                Disclosure
                                                                                      30 June 2023
Pengungkapan catatan atas beban pokok   28. BEBAN POKOK PENJUALAN Pada periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022                   Disclosure of notes for cost of goods sold
penjualan                               tidak terdapat pembelian dari satu pemasok yang nilainya melebihi 10 persen dari total beban pokok
                                        penjualan konsolidasian. 28. COST OF SALES In the periods ended June 30, 2023 and 2022, there
                                        were no purchases from a single supplier with a value of more than 10 percent of the consolidated total
                                        cost of goods sold.
Page 44
[2691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - Property Industry

Catatan untuk utang bank jangka panjang                                                                                                                                   Notes for long-term bank loan

                                                                      30 June 2023                                        31 December 2022

                                                        Utang bank, nilai dalam                                  Utang bank, nilai dalam
                                                                                      Total utang bank, kotor                                  Total utang bank, kotor
                                                           mata uang asing                                          mata uang asing
                                                       Bank loan, amount in foreign                             Bank loan, amount in foreign
                                                                                      Total bank loans, gross                                   Total bank loans, gross
                                                                currency                                                 currency
Bank Negara Indonesia       IDR                                                                                                                                                   IDR      Bank Negara Indonesia
                                                              251,287,000,000                                          254,287,000,000
(Persero) Tbk                                                                                                                                                                                      (Persero) Tbk
Bank Tabungan Negara        IDR                                                                                                                                                   IDR      Bank Tabungan Negara
                                                              699,750,000,000                                          699,750,000,000
(Persero) Tbk                                                                                                                                                                                      (Persero) Tbk
Bank lokal lainnya          IDR                                 15,288,122,251                                           14,381,408,459                                           IDR           Other local banks

Catatan untuk utang bank jangka panjang                                                                                                                                   Notes for long-term bank loan
                                                                              30 June 2023                                    31 December 2022
Total utang bank, kotor                                                                  966,325,122,251                                   968,418,408,459                                Total bank loans, gross
   Total utang bank, bersih                                                              966,325,122,251                                   968,418,408,459                                  Total bank loan, net
      Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu                                                                                                                   Current maturities of bank loans
                                                                                           76,612,988,335                                      46,288,793,411
      tahun atas utang bank
      Liabilitas jangka panjang atas utang bank                                          889,712,133,916                                   922,129,615,048                              Long-term bank loans
Page 45
[2691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - Property Industry


Pengungkapan                                                                                                                                                                        Disclosure
                                                                                           30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka   13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA 13. BANK LOAN AND OTHER FINANCIAL                            Disclosure of notes for long-term bank loans
panjang                                       INSTITUTIONSPT Mega Pasanggrahan Indah, Entitas Anak PT Mega Pasanggrahan Indah,
                                              Subsidiary PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pada
                                              tanggal 4 Agustus 2016, PT MPI, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian kredit
                                              ?Proyek Cinere Terrace Suites? dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No.
                                              1500/JKK.UT/CSMU/VIII/2016, diperbarui dengan Addendum Perjanjian Kredit No.
                                              1505/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 pada tanggal 30 September 2019, adalah sebagai berikut: On August
                                              4, 2016, PT MPI, a Subsidiary, has obtained approval for the granting of ?Cinere Terrace Suites
                                              Project? Credit from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No. 1500/JKK.UT/CSMU/VIII/2016,
                                              updated with a Credit Agreement Addendum No. 1505/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 on September 30,
                                              2019, are as follows: Berdasarkan Akta Addendum Perjanjian Restrukturisasi Kredit No. 105 tanggal
                                              29 Oktober 2021 mengenai persetujuan perubahan restrukturisasi kredit PT Bank Tabungan Negara
                                              (Persero) Tbk. ? khususnya ketentuan dalam hal sebagai berikut: Based on the Deed of Addendum to
                                              the Credit Restructuring Agreement No. 105 dated October 29, 2021 regarding the approval of
                                              changes to the credit restructuring of PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ? in particular the
                                              provisions in the following cases: Berdasarkan Surat Persetujuan Restrukturisasi Kredit PT Bank
                                              Tabungan Negara (Persero) Tbk No. 2405/S/JKK.UT/ BCLU/VIII/2020 tanggal 31 Agustus 2020
                                              mengenai perpanjangan jangka waktu kredit dan penangguhan pembayaran bunga dengan rincian
                                              sebagai berikut: Based on the Restructuring Approval Letter Credit PT Bank Tabungan Negara
                                              (Persero) Tbk No. 2405/S/JKK.UT/BCLU/VIII/2020 dated August 31, 2020 regarding the extension of
                                              the credit period and suspension of interest payments with the following details: PT Bank Negara
                                              Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Pada tanggal 13 Maret 2019, PT
                                              MPI, Entitas anak telah memperoleh persetujuan pemberian Kredit ?Proyek Cinere Mall dan Cinere
                                              Bellevue Mall? dari PT Bank Negara Indonesia Tbk nomor 288/MPI/PDIR/III/2019, yang diperbarui
                                              melalui addendum perjanjian kredit No.115 pada tanggal 29 April 2019 adalah sebagai berikut: On
                                              March 13, 2019, PT MPI, a subsidiary, has obtained approval for the granting of "Cinere Mall and
                                              Cinere Bellevue Mall Projects" from PT Bank Negara Indonesia Tbk number 288/MPI/PDIR/III/2019,
                                              which was updated through a credit agreement addendum No. 115 as of April 29, 2019 are as follows:
                                              - Tanah dan Bangunan Cinere Bellevue Mall (SHGB No.1441) an PT Mega Pasanggrahan Indah) yang
                                              terletak di Jalan Merawan, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat,
                                              seluas 18.751m? - Land and Buildings Cinere Bellevue Mall (SHGB No.1441) an PT Mega
                                              Pasanggrahan Indah) which is located on Merawan Street, Pangkalan Jati Village, Cinere District,
                                              Depok City, West Java, covering an area of 18,751m?. - Sarana pelengkap, mesin dan peralatan
                                              pendukung Mall Cinere. - Complementary facilities, machines and supporting equipment for Cinere
                                              Mall. - Stock Ruko Cinere Terrace Commercial. - Stock of Cinere Terrace Commercial shop houses. -
                                              Pendapatan Sewa Mall Cinere dan Cinere Bellevue Mall. - Rental income for Cinere Mall and Cinere
                                              Bellevue Mall. - Corporate Guarantee atas nama PT Cosmopolitan Persada Developments. - Corporate
                                              Guarantee on behalf of PT Cosmopolitan Persada Developments. Perjanjian : Rasio lancar minimal 1,0
                                              kali Agreement : Current ratio of at least 1.0 times Konvenan : Debt to equity ratio maksimal 2,5 kali
                                              dan Debt service coverage minimal 100persen. Covenant : Maximum debt to equity ratio of 2.5 times
Page 46
and Debt service coverage of at least 100persen. Berdasarkan Persetujuan Perubahan Perjanjian
Kredit Restrukturisasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, No. (3) 05 tanggal 30 September
2021, mengenai perubahan atas ketentuan dalam Perjanjian Kredit No. 05 tanggal 3 Mei 2019 yang
telah mengalami perubahan, dengan perubahan terakhir berdasarkan Persetujuan Perubahan
Perjanjian Kredit No. (2) 05 tanggal 30 Juni 2021, khususnya ketentuan sebagai berikut: Based on the
Approval of the Amendment to the Restructuring Credit Agreement of PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk, No. (3) 05 dated September 30, 2021, regarding changes to the provisions in the Credit
Agreement No. 05 dated 3 May 2019 which has been amended, with the latest amendment based on
the Credit Agreement Amendment No. (2) 05 dated June 30, 2021, in particular the following
provisions: Berdasarkan Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit Restrukturisasi PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk, No. (2) 05 tanggal 30 Juni 2021, mengenai perubahan atas ketentuan dalam
Perjanjian Kredit No. (1) 05 tanggal 28 April 2020 khususnya ketentuan sebagai berikut: Based on the
Approval of the Amendment to the Restructuring Credit Agreement of PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk, No. (2) 05 dated June 30, 2021, regarding changes to the provisions in the Credit
Agreement No. (1) 05 April 28, 2020 in particular the following provisions: Pada tanggal 23 Februari
2017, PT TPD ? Entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian kredit proyek pembangunan
?Vivo Mall Sentul? dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No.286/S/JKK.UT/CSMU/II/2017
dengan addendum No. 1504/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 adalah sebagai berikut: On February 23, 2017,
PT TPD ? a Subsidiary, has obtained approval to grant credit for the construction project ?Vivo Mall
Sentul? from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No.286/S/JKK.UT/CSMU/II/2017 with
addendum No. 1504/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 are as follows:PT TPD ? entitas Anak telah
memperoleh persetujuan pemberian restrukturisasi kredit lanjutan diantaranya mengenai penangguhan
pembayaran bunga dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sesuai dengan perjanjian kredit No.
175/S/CMBD/CLMR/VI/2022 tanggal 28 Juni 2022, adalah sebagai berikut: PT TPD ? a Subsidiaries,
has obtained approval for credit restructuring, including the deferral of interest payments from PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk in accordance with the credit agreement No.
175/S/CMBD/CLMR/VI/2022 dated June 28, 2022, are as follows:PT TPD ? Entitas Anak telah
memperoleh persetujuan pemberian restrukturisasi kredit lanjutan diantaranya mengenai penangguhan
pembayaran bunga dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sesuai dengan perjanjian kredit No.
995/S/JKK.UT/BCSU/IV/2021 tanggal 28 April 2021, adalah sebagai berikut: PT TPD ? a Subsidiary,
has obtained approval for credit restructuring, including the deferral of interest payments from PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk in accordance with the credit agreement No. 995/S/JKK.UT/
BCSU/IV/2021 dated April 28, 2021, are as follows: PT TPD ? entitas Anak telah memperoleh
persetujuan pemberian restrukturisasi kredit diantaranya mengenai penangguhan pembayaran bunga
dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sesuai dengan perjanjian kredit No.
2406/S/JKK.UT/BCSU-L/VIII/2020 tanggal 31 Agustus 2020, adalah sebagai berikut: PT TPD ? a
Subsidiary, has obtained approval for credit restructuring, including the deferral of interest payments
from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk in accordance with the credit agreement No.
2406/S/JKK.UT/BCSU-L/VIII/2020 dated August 31, 2020, are as follows:Selanjutnya, PT TPD, Entitas
Anak telah memperoleh persetujuan pemberian restrukturisasi kredit lanjutan diantaranya mengenai
penangguhan pembayaran bunga dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sesuai dengan
perjanjian kredit No. 995/S/JKK.UT/BCSU/IV/2021 tanggal 28 April 2021, adalah sebagai berikut:
Furthermore, PT TPD, a Subsidiary, has obtained approval for credit restructuring, including the
deferral of interest payments from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk in accordance with the
credit agreement No. 995 / S / JKK.UT / BCSU / IV / 2021 dated April 28, 2021, are as follows:PT
Indosurya Inti Finance PT Indosurya Inti Finance PT TPD, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan
pemberian kredit penyelesaian proyek pembangunan "Vivo Mall Sentul" dari PT Indosurya Inti Finance
Page 47
sesuai dengan perjanjian No.668A/SPP/CA-IIF/XII/2019 tanggal 16 Desember 2019 adalah sebagai
berikut: PT TPD, a Subsidiary, has obtained approval to grant credit for the completion of the
construction project "Vivo Mall Sentul" from PT Indosurya Inti Finance in accordance with the
agreement No.668A/SPP/CA-IIF/XII/2019 dated December 16, 2019, as follows: PT Tirta Persada
Developments, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan restrukturisasi fasilitas pembiayaan
lanjutan dari PT Indosurya Inti Finance sesuai dengan Surat Persetujuan Restruktur Kredit No.
212b/SPRK/CA-SMEFI/VI/2022 tanggal 27 Juni 2022 adalah sebagai berikut: PT Tirta Persada
Developments, a Subsidiaries, has obtained the restructuring approval of the financing facility from PT
Indosurya Inti Finance in accordance with the Credit Restructuring Approval Letter No.
212b/SPRK/CA-SMEFI/VI/2022 dated June 27, 2022 are as follows:PT TPD, Entitas Anak telah
memperoleh persetujuan restrukturisasi fasilitas pembiayaan dari PT Indosurya Inti Finance sesuai
dengan Surat Persetujuan Restruktur Kredit No. 340/SPRK/CA-IIF/V/2021 tanggal 5 Mei 2021 adalah
sebagai berikut: PT TPD, a Subsidiary, has obtained the restructuring approval of the financing facility
from PT Indosurya Inti Finance in accordance with the Credit Restructuring Approval Letter No.
340/SPRK/CA-IIF/V/2021 dated May 5, 2021 are as follows: Fasilitas I Fasilitas pembiayaan : Surya
SME Nilai pembiayaan : Rp13.909.997.480 yang terdiri dari Baki debet Juli 2021 sebesar
Rp13.759.997.480 dan Kewajiban pembiayaan yang tertunggak sebesar Rp150.000.000. Jangka
waktu : 20-07-2021 s.d 20-05-2025 termasuk masa holiday payment 5 bulan. Suku bunga : 18persen
efektif per tahun Angsuran per bulan : - Angsuran ke 1 s.d ke 5 sebesar Rp50.000.000. - Angsuran ke
6 s.d ke 46 sebesar Rp456.679.976. Fasilitas II Fasilitas Pembiayaan : Surya Sukses Nilai
Pembiayaan : Akumulasi kekurangan pembayaran masa holiday payment sebesar Rp1.140.999.748,-
dan selisih grace periode awal yang belum dibayarkan sebesar Rp1.654.724.652,- Jangka waktu :
20-07-2021 s.d 20-05-2025 termasuk masa holiday payment 5 bulan Suku bunga : 12persen efektif
pertahun Angsuran per bulan : - Angsuran ke 1 s.d ke 5 sebesar Rp0. - Angsuran ke 6 s.d ke 46
sebesar Rp74.419.148. Facility I Financing facility : Surya SME Financing value : Rp13,909,997,480
which consists of July 2021 debit balance, amounting to Rp13.759.997.480 and The outstanding
financing obligations amounting to Rp150.000.000. Term : 20-07-2021 to 20-05-2025 including holiday
payment of 5 months. Interest rate : 18persen effective per year Installments per month : - Installment
from 1 to 5 amounting Rp.50.000.000. - Installment from 6 to 46 amounting Rp456.679.976,- Facility II
Financing Facility : Surya Sukses Financing Value : Accumulated underpayment during holiday
payment period is Rp1,140,999,748,- and the difference in the grace period for the initial period that
has not been paid is Rp1,654,724,652,- Term : 20-07-2021 to 20-05-2025 including holiday payment of
5 months Interest rate : 12percent effective per year Installments per month : - Installment from 1 to 5
amounting Rp.0. - Installment from 6 to 46 amounting Rp74.419.148,-
Page 48
[2692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - Property Industry

30 June 2023

Catatan untuk utang bank jangka panjang                         Notes for long-term
                                                                          bank loan
                                                            Utang bank, nilai dalam mata uang
                                                                          asing
                                                            Bank loan, amount in foreign currency
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   IDR                                     251,287,000,000                 IDR   Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk    IDR                                     699,750,000,000                 IDR   Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Bank lokal lainnya                    IDR                                      15,288,122,251                 IDR                     Other local banks


31 December 2022

Catatan untuk utang bank jangka panjang                         Notes for long-term
                                                                          bank loan
                                                            Utang bank, nilai dalam mata uang
                                                                          asing
                                                            Bank loan, amount in foreign currency
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   IDR                                     254,287,000,000                 IDR   Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk    IDR                                     699,750,000,000                 IDR   Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Bank lokal lainnya                    IDR                                      14,381,408,459                 IDR                     Other local banks
Page 49
[2693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - Property Industry
Page 50
[2693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - Property Industry


Pengungkapan                                                                                                                                                                         Disclosure
                                                                                           30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka   13. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA 13. BANK LOAN AND OTHER FINANCIAL                            Disclosure of notes for short-term bank loans
pendek                                        INSTITUTIONSPT Mega Pasanggrahan Indah, Entitas Anak PT Mega Pasanggrahan Indah,
                                              Subsidiary PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pada
                                              tanggal 4 Agustus 2016, PT MPI, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian kredit
                                              ?Proyek Cinere Terrace Suites? dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No.
                                              1500/JKK.UT/CSMU/VIII/2016, diperbarui dengan Addendum Perjanjian Kredit No.
                                              1505/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 pada tanggal 30 September 2019, adalah sebagai berikut: On August
                                              4, 2016, PT MPI, a Subsidiary, has obtained approval for the granting of ?Cinere Terrace Suites
                                              Project? Credit from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No. 1500/JKK.UT/CSMU/VIII/2016,
                                              updated with a Credit Agreement Addendum No. 1505/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 on September 30,
                                              2019, are as follows: Berdasarkan Akta Addendum Perjanjian Restrukturisasi Kredit No. 105 tanggal
                                              29 Oktober 2021 mengenai persetujuan perubahan restrukturisasi kredit PT Bank Tabungan Negara
                                              (Persero) Tbk. ? khususnya ketentuan dalam hal sebagai berikut: Based on the Deed of Addendum to
                                              the Credit Restructuring Agreement No. 105 dated October 29, 2021 regarding the approval of
                                              changes to the credit restructuring of PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ? in particular the
                                              provisions in the following cases: Berdasarkan Surat Persetujuan Restrukturisasi Kredit PT Bank
                                              Tabungan Negara (Persero) Tbk No. 2405/S/JKK.UT/ BCLU/VIII/2020 tanggal 31 Agustus 2020
                                              mengenai perpanjangan jangka waktu kredit dan penangguhan pembayaran bunga dengan rincian
                                              sebagai berikut: Based on the Restructuring Approval Letter Credit PT Bank Tabungan Negara
                                              (Persero) Tbk No. 2405/S/JKK.UT/BCLU/VIII/2020 dated August 31, 2020 regarding the extension of
                                              the credit period and suspension of interest payments with the following details: PT Bank Negara
                                              Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Pada tanggal 13 Maret 2019, PT
                                              MPI, Entitas anak telah memperoleh persetujuan pemberian Kredit ?Proyek Cinere Mall dan Cinere
                                              Bellevue Mall? dari PT Bank Negara Indonesia Tbk nomor 288/MPI/PDIR/III/2019, yang diperbarui
                                              melalui addendum perjanjian kredit No.115 pada tanggal 29 April 2019 adalah sebagai berikut: On
                                              March 13, 2019, PT MPI, a subsidiary, has obtained approval for the granting of "Cinere Mall and
                                              Cinere Bellevue Mall Projects" from PT Bank Negara Indonesia Tbk number 288/MPI/PDIR/III/2019,
                                              which was updated through a credit agreement addendum No. 115 as of April 29, 2019 are as follows:
                                              - Tanah dan Bangunan Cinere Bellevue Mall (SHGB No.1441) an PT Mega Pasanggrahan Indah) yang
                                              terletak di Jalan Merawan, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat,
                                              seluas 18.751m? - Land and Buildings Cinere Bellevue Mall (SHGB No.1441) an PT Mega
                                              Pasanggrahan Indah) which is located on Merawan Street, Pangkalan Jati Village, Cinere District,
                                              Depok City, West Java, covering an area of 18,751m?. - Sarana pelengkap, mesin dan peralatan
                                              pendukung Mall Cinere. - Complementary facilities, machines and supporting equipment for Cinere
                                              Mall. - Stock Ruko Cinere Terrace Commercial. - Stock of Cinere Terrace Commercial shop houses. -
                                              Pendapatan Sewa Mall Cinere dan Cinere Bellevue Mall. - Rental income for Cinere Mall and Cinere
                                              Bellevue Mall. - Corporate Guarantee atas nama PT Cosmopolitan Persada Developments. - Corporate
                                              Guarantee on behalf of PT Cosmopolitan Persada Developments. Perjanjian : Rasio lancar minimal 1,0
                                              kali Agreement : Current ratio of at least 1.0 times Konvenan : Debt to equity ratio maksimal 2,5 kali
                                              dan Debt service coverage minimal 100persen. Covenant : Maximum debt to equity ratio of 2.5 times
Page 51
and Debt service coverage of at least 100persen. Berdasarkan Persetujuan Perubahan Perjanjian
Kredit Restrukturisasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, No. (3) 05 tanggal 30 September
2021, mengenai perubahan atas ketentuan dalam Perjanjian Kredit No. 05 tanggal 3 Mei 2019 yang
telah mengalami perubahan, dengan perubahan terakhir berdasarkan Persetujuan Perubahan
Perjanjian Kredit No. (2) 05 tanggal 30 Juni 2021, khususnya ketentuan sebagai berikut: Based on the
Approval of the Amendment to the Restructuring Credit Agreement of PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk, No. (3) 05 dated September 30, 2021, regarding changes to the provisions in the Credit
Agreement No. 05 dated 3 May 2019 which has been amended, with the latest amendment based on
the Credit Agreement Amendment No. (2) 05 dated June 30, 2021, in particular the following
provisions: Berdasarkan Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit Restrukturisasi PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk, No. (2) 05 tanggal 30 Juni 2021, mengenai perubahan atas ketentuan dalam
Perjanjian Kredit No. (1) 05 tanggal 28 April 2020 khususnya ketentuan sebagai berikut: Based on the
Approval of the Amendment to the Restructuring Credit Agreement of PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk, No. (2) 05 dated June 30, 2021, regarding changes to the provisions in the Credit
Agreement No. (1) 05 April 28, 2020 in particular the following provisions: Pada tanggal 23 Februari
2017, PT TPD ? Entitas Anak telah memperoleh persetujuan pemberian kredit proyek pembangunan
?Vivo Mall Sentul? dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No.286/S/JKK.UT/CSMU/II/2017
dengan addendum No. 1504/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 adalah sebagai berikut: On February 23, 2017,
PT TPD ? a Subsidiary, has obtained approval to grant credit for the construction project ?Vivo Mall
Sentul? from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No.286/S/JKK.UT/CSMU/II/2017 with
addendum No. 1504/S/JKK.UT/CSMU/IX/2019 are as follows:PT TPD ? entitas Anak telah
memperoleh persetujuan pemberian restrukturisasi kredit lanjutan diantaranya mengenai penangguhan
pembayaran bunga dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sesuai dengan perjanjian kredit No.
175/S/CMBD/CLMR/VI/2022 tanggal 28 Juni 2022, adalah sebagai berikut: PT TPD ? a Subsidiaries,
has obtained approval for credit restructuring, including the deferral of interest payments from PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk in accordance with the credit agreement No.
175/S/CMBD/CLMR/VI/2022 dated June 28, 2022, are as follows:PT TPD ? Entitas Anak telah
memperoleh persetujuan pemberian restrukturisasi kredit lanjutan diantaranya mengenai penangguhan
pembayaran bunga dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sesuai dengan perjanjian kredit No.
995/S/JKK.UT/BCSU/IV/2021 tanggal 28 April 2021, adalah sebagai berikut: PT TPD ? a Subsidiary,
has obtained approval for credit restructuring, including the deferral of interest payments from PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk in accordance with the credit agreement No. 995/S/JKK.UT/
BCSU/IV/2021 dated April 28, 2021, are as follows: PT TPD ? entitas Anak telah memperoleh
persetujuan pemberian restrukturisasi kredit diantaranya mengenai penangguhan pembayaran bunga
dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sesuai dengan perjanjian kredit No.
2406/S/JKK.UT/BCSU-L/VIII/2020 tanggal 31 Agustus 2020, adalah sebagai berikut: PT TPD ? a
Subsidiary, has obtained approval for credit restructuring, including the deferral of interest payments
from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk in accordance with the credit agreement No.
2406/S/JKK.UT/BCSU-L/VIII/2020 dated August 31, 2020, are as follows:Selanjutnya, PT TPD, Entitas
Anak telah memperoleh persetujuan pemberian restrukturisasi kredit lanjutan diantaranya mengenai
penangguhan pembayaran bunga dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sesuai dengan
perjanjian kredit No. 995/S/JKK.UT/BCSU/IV/2021 tanggal 28 April 2021, adalah sebagai berikut:
Furthermore, PT TPD, a Subsidiary, has obtained approval for credit restructuring, including the
deferral of interest payments from PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk in accordance with the
credit agreement No. 995 / S / JKK.UT / BCSU / IV / 2021 dated April 28, 2021, are as follows:PT
Indosurya Inti Finance PT Indosurya Inti Finance PT TPD, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan
pemberian kredit penyelesaian proyek pembangunan "Vivo Mall Sentul" dari PT Indosurya Inti Finance
Page 52
sesuai dengan perjanjian No.668A/SPP/CA-IIF/XII/2019 tanggal 16 Desember 2019 adalah sebagai
berikut: PT TPD, a Subsidiary, has obtained approval to grant credit for the completion of the
construction project "Vivo Mall Sentul" from PT Indosurya Inti Finance in accordance with the
agreement No.668A/SPP/CA-IIF/XII/2019 dated December 16, 2019, as follows: PT Tirta Persada
Developments, Entitas Anak telah memperoleh persetujuan restrukturisasi fasilitas pembiayaan
lanjutan dari PT Indosurya Inti Finance sesuai dengan Surat Persetujuan Restruktur Kredit No.
212b/SPRK/CA-SMEFI/VI/2022 tanggal 27 Juni 2022 adalah sebagai berikut: PT Tirta Persada
Developments, a Subsidiaries, has obtained the restructuring approval of the financing facility from PT
Indosurya Inti Finance in accordance with the Credit Restructuring Approval Letter No.
212b/SPRK/CA-SMEFI/VI/2022 dated June 27, 2022 are as follows:PT TPD, Entitas Anak telah
memperoleh persetujuan restrukturisasi fasilitas pembiayaan dari PT Indosurya Inti Finance sesuai
dengan Surat Persetujuan Restruktur Kredit No. 340/SPRK/CA-IIF/V/2021 tanggal 5 Mei 2021 adalah
sebagai berikut: PT TPD, a Subsidiary, has obtained the restructuring approval of the financing facility
from PT Indosurya Inti Finance in accordance with the Credit Restructuring Approval Letter No.
340/SPRK/CA-IIF/V/2021 dated May 5, 2021 are as follows: Fasilitas I Fasilitas pembiayaan : Surya
SME Nilai pembiayaan : Rp13.909.997.480 yang terdiri dari Baki debet Juli 2021 sebesar
Rp13.759.997.480 dan Kewajiban pembiayaan yang tertunggak sebesar Rp150.000.000. Jangka
waktu : 20-07-2021 s.d 20-05-2025 termasuk masa holiday payment 5 bulan. Suku bunga : 18persen
efektif per tahun Angsuran per bulan : - Angsuran ke 1 s.d ke 5 sebesar Rp50.000.000. - Angsuran ke
6 s.d ke 46 sebesar Rp456.679.976. Fasilitas II Fasilitas Pembiayaan : Surya Sukses Nilai
Pembiayaan : Akumulasi kekurangan pembayaran masa holiday payment sebesar Rp1.140.999.748,-
dan selisih grace periode awal yang belum dibayarkan sebesar Rp1.654.724.652,- Jangka waktu :
20-07-2021 s.d 20-05-2025 termasuk masa holiday payment 5 bulan Suku bunga : 12persen efektif
pertahun Angsuran per bulan : - Angsuran ke 1 s.d ke 5 sebesar Rp0. - Angsuran ke 6 s.d ke 46
sebesar Rp74.419.148. Facility I Financing facility : Surya SME Financing value : Rp13,909,997,480
which consists of July 2021 debit balance, amounting to Rp13.759.997.480 and The outstanding
financing obligations amounting to Rp150.000.000. Term : 20-07-2021 to 20-05-2025 including holiday
payment of 5 months. Interest rate : 18persen effective per year Installments per month : - Installment
from 1 to 5 amounting Rp.50.000.000. - Installment from 6 to 46 amounting Rp456.679.976,- Facility II
Financing Facility : Surya Sukses Financing Value : Accumulated underpayment during holiday
payment period is Rp1,140,999,748,- and the difference in the grace period for the initial period that
has not been paid is Rp1,654,724,652,- Term : 20-07-2021 to 20-05-2025 including holiday payment of
5 months Interest rate : 12percent effective per year Installments per month : - Installment from 1 to 5
amounting Rp.0. - Installment from 6 to 46 amounting Rp74.419.148,-
Page 53
[2696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - Property Industry

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.16 MB
Published7 Aug 2023
Pages53
Characters234,511
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result