Skip to content
Back to announcement

Analisa kenaikan aset liabilitas Indo English.pdf

Financial statement Text extracted SMII

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 4

Page 1
LAMPIRAN/ ATTACHMENT

Surat Nomor/ Letter number: S-627/SMI/DU/0723 (Surat ke OJK/ Letter to OJK) dan/ and
                            S-628/SMI/DU/0723 (Surat ke Bursa Efek Indonesia/ Letter to IDX)



Penjelasan Atas Kenaikan Aset Dan Liabilitas
Berdasarkan Perubahan/ Delta (Signifikan Dalam Jumlah Dan Prosentase > 20%)/
Analysis of Asset and Liability Growth and Decrease
According to changes/delta (significantly in value and/or percentage more than 20%)

I. Penjelasan untuk Aset/ Explanation of Asset

 Penurunan jumlah aset Perseroan per 30 Juni 2023 bila dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2022
 adalah sebesar Rp616 miliar atau 0,53%. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi dari peningkatan dan
 penurunan pada akun-akun sebagai berikut:

 When compared to the situation as of December 31, 2022 with June 30, 2023, the Company's total assets
 decreased by IDR616 billion, or 0,53%. This decrease was mostly affected by changes in the following
 accounts, both positive and negative:

   ▪   Pendapatan masih harus diterima/ Accrued Income
       Jumlah pendapatan masih harus diterima Perseroan mengalami peningkatan sebesar Rp679 miliar
       atau 27,61% dari Rp1.781 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp2.460 miliar pada 30 Juni 2023. Hal
       ini terutama akibat piutang bunga atas pinjaman diberikan dan piutang Syariah yang meningkat
       sebesar Rp650 miliar, tagihan provisi meningkat sebesar Rp11,3 miliar, piutang bunga deposito
       berjangka meningkat sebesar Rp9,3 miliar dan piutang bunga efek-efek meningkat sebesar Rp15,6
       miliar.

       From IDR 1,781billion in 2022 to IDR2,460 billion in June 30, 2023, the accrued income increased
       by IDR 679 billion, or 27.6%. Provision Receivable increased by IDR11,3 billion, time deposits
       interest receivable increased by IDR9.3 billion, marketable securities interest receivable increased
       by IDR15,6 billion, and interest receivables on loans and Sharia receivables increased by IDR 650
       billion.

   ▪   Piutang atas Penugasan Fasilitas Penyiapan Proyek/ Receivables from assignment for
       facilitation on project preparation
       Piutang kepada pemerintah atas Penugasan Fasilitas Penyiapan Proyek mengalami penurunan
       sebesar Rp17,2 miliar atau 2.948,21% dari Rp17,8 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp0,6 miliar pada
       30 Juni 2023. Hal ini terutama karena sampai periode yang berakhir pada 30 Juni 2023 terdapat
       penerimaan dana atas reimbursement beban dari Kementrian Keuangan sebesar Rp20,4 miliar.
       Selain itu, realisasi beban Penugasan Fasilitasi Penyiapan Proyek sampai akhir Juni 2023 sebesar
       Rp2,9 miliar atau menurun 90,86% dari realisasi beban selama tahun 2022 sebesar Rp31,7 miliar.

       Receivables from assignments for facilitation on project preparation decreased by IDR 17.2 billion
       or 2,948.21%, from IDR 17.8 billion in 2022 to IDR 0.6 billion on June 30, 2023. Mostly as a result
       of receipt of reimbursement from the Ministry of Finance which amounted to IDR 20.4 billion at the
       end of period June 2023. The realization of the Assignment of Facilitation for Project Preparation
       expenses amounted to IDR 2.9 billion, or 90.86% of the realized expenses in 2022 of IDR 31.7 billion.




                                                                                                    1/4
Page 2
▪   Biaya dibayar dimuka/ Prepaid Expenses
    Biaya dibayar dimuka meningkat sebesar Rp2,26 miliar atau 38,29% dari Rp3,65 miliar pada 31
    Desember 2022 menjadi Rp5,91 miliar pada 30 Juni 2023. Peningkatan biaya dibayar dimuka
    terutama berasal dari peningkatan pembayaran asuransi.

    Prepaid expenses increased by IDR2,26 billion or 38.29%, from IDR 3,65 billion on December 31,
    2022 to IDR5,91billion on June 30, 2023. The increasing of prepaid expenses during 2023 mostly
    caused by the increase of insurance payment.

▪   Pinjaman Diberikan dan Pembiayaan Syariah-bersih/ Loan Receivables and Sharia Financing-
    net
    Pinjaman diberikan dan pembiayaan syariah – bersih menurun sebesar Rp498,2 miliar atau 0,56%
    dari sebesar Rp88.706,2 miliar pada 31 Desember 2022 menjadi Rp88.207,9 miliar pada 30 Juni
    2023. Penurunan Pinjaman Diberikan terutama berasal dari pelunasan dipercepat yang dilakukan
    oleh debitur.

    Loans Receivables decreased by IDR 498.2 billion or 0.56%, from IDR 88,706.2 billion on December
    31, 2022 to IDR88,207.9 billion on June 30, 2023. The decreasing of loan receivables and sharia
    financing during 2023 mostly caused by the debtor’s early repayment.

▪   Kas dan setara kas/ Cash and Cash Equivalent
    Pos ini mengalami penurunan sebesar Rp491,2 miliar atau 3,42% dari 14.848 miliar pada tahun 2022
    menjadi 14.356,8 miliar di 30 Juni 2023. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya pelunasan atas
    pinjaman diterima dari bank dan lembaga keuangan lainnya yang dibayar dengan kas yang dimiliki
    Perusahaan.

    From IDR 14,848 billion in 2022 to IDR 14,356.8 billion on June 30, 2023, this account decreased
    by IDR491.2 billion, or 3.42% due to the payment of loan received from Bank and other Financial
    Institution using cash and cash equivalent.

▪   Efek-efek/ Securities
    Pos ini mengalami penurunan sebesar Rp370,6 miliar atau 4,65% dari 8.334,4 miliar pada tahun
    2022 menjadi 7.963,8 miliar di 30 Juni 2023. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya redeem atas
    efek yang dimiliki.

    From IDR 8.334,4 million in 2022 to IDR 7.963,8 million on June 30, 2023, this account decreased
    by IDR370,6 billion, or 4.65% due to securities redeem.

▪   Aset lain-lain/ Other assets
    Pos ini mengalami peningkatan sebesar Rp3,7 miliar atau 33,78% dari Rp7,3 miliar pada tahun 2022
    menjadi Rp11 miliar di 30 Juni 2023. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan piutang lainnya
    dan uang jaminan lainnya. Realisasi pos ini terdiri dari Uang Muka Operasional, Talangan Biaya
    Notaris, Konsultan, Piutang Karyawan, Piutang Program Kemitraan, Uang Jaminan dan lain-lain.

    From IDR 7.3 billion in 2022 to IDR 11 billion on June 30, 2023, this account increased by IDR3,7
    billion, or 33.8%. This was mainly due to the increase of other receivable and security deposits. The
    realization of this account includes operational advances, bailouts for notary costs, consultants,
    employee receivables, receivables from partnership programs, security deposits, and other items.




                                                                                                 2/4
Page 3
II. Penjelasan untuk Liabilitas dan Dana Syirkah Temporer/ Explanation of Liabilities and Temporary
Syirkah Funds

   Penurunan jumlah liabilitas dan dana syirkah temporer Perseroan per 30 Juni 2023 bila dibandingkan
   dengan posisi per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp1.207 miliar atau 1,62%. Penurunan tersebut
   terutama dipengaruhi dari peningkatan dan penurunan pada akun-akun berikut:

   The Company's liabilities and temporary syirkah funds decreased by IDR1,207 million (1.62%) as of
   June 30, 2023 compared to year 2022 position. The following accounts' gains and losses had the biggest
   impacts on the decrease, such as:

   ▪   Pinjaman Diterima dari Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya/ Loans received from banks
       and other financial institution.
       Pada 30 Juni 2023, Perseroan memiliki pinjaman dari bank dan lembaga keuangan lain sebesar
       Rp18.563,3 miliar, menurun Rp5.061,8 miliar atau 27,27% dari Rp23.625,1 miliar per 31 Desember
       2022. Pinjaman ini meliputi pinjaman dari Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya yang akan
       digunakan untuk pembiayaan infrastruktur. Penurunan jumlah pinjaman diterima disebabkan karena
       pembayaran atas pinjaman yang telah jatuh tempo.

       Loans from banks and other financial institutions totaled IDR 18,563.3 billion as of June 30, 2023,
       an decrease of IDR 5,061.8 billion or 27.27% from IDR 23,625.1 billion as of December 31, 2022.
       These loans come from banks and other financial entities and utilized for financing infrastructure.
       Decreasing loan received due to the payment of loan mature.

   ▪   Utang Pajak/ Taxes Payable
       Utang pajak pada 30 Juni 2023 menurun sebesar Rp175,9 miliar atau 273,39% dari Rp240,2 miliar
       pada tahun 2022 menjadi Rp64,3 miliar pada 30 Juni 2023. Penurunan utang pajak terutama
       disebabkan oleh pembayaran utang pajak atas PPh Pasal 29 tahun 2022 sebesar Rp156,5 miliar yang
       dibayarkan pada April 2023.

       From IDR 240 billion in 2022 to IDR 64 billion on June 30, 2023, tax payable decreased by IDR
       176 billion, or 273.4%. This decrease was mainly due to the payment of Income Tax payable Article
       29 year 2022 amounted to Rp156.5 billion paid at April 2023.

   ▪   Beban Akrual/ Accrued Expenses
       Beban akrual meningkat sebesar Rp807,8 miliar atau 60,87% dari sebesar Rp519,3 miliar pada 31
       Desember 2022 menjadi sebesar Rp1.327 miliar. Hal ini terutama disebabkan oleh akrual atas
       dividen yang telah ditetapkan dalam RUPS pada tanggal 9 Juni 2023 sebesar Rp595 miliar dan baru
       dibayarkan pada tanggal 4 Juli 2023.

       Accrued expenses grew from IDR 519.3 billion to IDR 1,327 billion by IDR 807.8 billion, or 60,87%.
       This increase was mainly due to the accrual of dividen that have been set at GMS on June 9, 2023
       amounted to Rp595 billion and paid on July 4, 2023.


   ▪   Pinjaman diterima Dari Pemerintah Republik Indonesia/ Borrowings from the Government of
       Republic of Indonesia
       Pada 30 Juni 2023, total pinjaman dari pemerintah Republik Indonesia mencapai Rp30.355,2 miliar,
       menurun sebesar 1,83% atau sebesar Rp554,3 miliar dari sebelumnya Rp30.909,5 miliar per 31
       Desember 2022. Pinjaman diterima dari Pemerintah Republik Indonesia terutama berasal dari dana
       pinjaman program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk Pemerintah Daerah (Pemda). Sampai




                                                                                                  3/4
Page 4
     dengan Juni 30, 2023, jumlah Dana Pinjaman PEN Daerah tahun anggaran 2020 dan 2021 yang telah
     dilakukan pengembalian sebesar total Rp5.611 miliar.

     Total loans from the government of the Republic of Indonesia decrease from IDR 30,909.5 billion in
     2022 to IDR 30,355.2 billion on June 30, 2023, or a fall of 1.83% or IDR 554.3 billion. Loans from
     the Government of the Republic of Indonesia were mostly used for the National Economic Recovery
     (PEN) program for Regional Governments (Pemda). Until June 30, 2023, the Regional PEN Loans
     for 2020 and 2021 in total of IDR5,611 billion has been returned .


▪   Surat utang diterbitkan/ Securities issued
    Surat utang diterbitkan meningkat sebesar Rp3.789,3 miliar atau 18,95% dari sebesar
    Rp19.991,9 miliar pada 31 Desember 2022 menjadi sebesar Rp23.781,2 miliar. Hal ini terutama
    disebabkan oleh penerbitan surat utang baru yang dananya akan digunakan untuk memberikan
    pembiayaan infrastruktur.

    Securities issued grew from IDR 19.991,9 billion to IDR 23.781,2 billion by IDR 3.789,3 billion,
    or 18,95%. This increase was mainly due to the issuance of new bonds for infrastucture
    financing.


▪   Liabilitas lain-lain/ Other Liabilities
    Pos ini mengalami penurunan sebesar Rp49,9 miliar atau 49,50% dari Rp150,8 miliar pada tahun
    2022 menjadi Rp100,9 miliar di 30 Juni 2023. Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan pada
    dana titipan debitur.

    From IDR 150.8 billion in 2022 to IDR 100,9 billion on June 30, 2023, this account increased
    by IDR49,9 billion, or 49.5%. This was mainly due to decreasing of debtor’s deposit funds.




                                                                                                 4/4

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.24 MB
Published4 Aug 2023
Pages4
Characters11,903
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result