Back to announcement
LapKeu Konsolidasian PSDN 30 Juni 2023.pdf
Financial statement Text extracted PSDNSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 48
Page 1
PT. PRASIDHA ANEKA NIAGA, Tbk.
DAN ENTITAS ANAK
Laporan Keuangan Konsolidasian
Untuk Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal
30 Juni 2023, 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Page 2
Page 3
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
ASET
Catatan 2023 2022
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2d,2n,3,29 18.009.392.162 27.151.464.306
Piutang usaha, neto 2d,2e,2n,4,5,29 45.152.766.892 46.757.105.231
Piutang lain - lain, neto 6 2.439.264.421 132.461.657
Persediaan 2i, 7 144.002.587.983 130.828.618.300
Uang muka kepada pemasok dan lain-lain 234.535.950 107.535.950
Biaya dibayar di muka 2j 293.844.390 1.432.423.473
Total Aset Lancar 210.132.391.798 206.409.608.917
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan, neto 2o,10 14.243.405.123 14.243.405.123
Penyertaan saham 8 6.523.181.636 6.523.181.636
Aset tetap, neto 2k,9 427.376.977.020 437.403.489.157
Estimasi tagihan pajak 2o,10 31.977.329.487 34.480.608.687
Pinjaman kepada karyawan 2e 2.272.541.891 731.983.331
Uang jaminan 2m 2.489.028.547 2.094.222.454
Aset lain-lain 80.000.000 3.733.668.159
Total Aset Tidak Lancar 484.962.463.704 499.210.558.547
TOTAL ASET 695.094.855.502 705.620.167.464
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Page 4
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
LIABILITAS DAN EKUITAS
2023 2022
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek - 21.192.719.390
Utang usaha - pihak ketiga 28.375.768.914 22.842.708.032
Utang lain-lain 82.243.469.397 71.880.604.875
Beban akrual 33.320.442.470 27.993.486.561
Utang pajak 6.530.122.268 4.204.499.543
Uang muka lain-lain 5.000.000.000 -
Pendapatan diterima di muka 1.839.877.168 2.369.751.043
Uang muka penjualan aset tetap - 400.000.000
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
Pinjaman bank 240.805.004.727 256.174.179.717
Liabilitas sewa 806.351.315 1.613.699.415
Total Liabilitas Jangka Pendek 398.921.036.259 408.671.648.576
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang, setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
Pinjaman bank 186.167.334.015 190.288.327.431
Liabilitas sewa - 249.473.470
Liabilitas imbalan kerja karyawan 66.752.259.443 67.290.001.293
Total Liabilitas Jangka Panjang 252.919.593.458 257.827.802.194
Total Liabilitas 651.840.629.717 666.499.450.770
EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk
Modal saham - nilai nominal Rp175 per saham
Modal dasar, ditempatkan dan disetor
penuh - 1.440.000.000 saham 252.000.000.000 252.000.000.000
Tambahan modal disetor 52.681.380.953 52.681.380.953
Saldo Laba (Akumulasi kerugian) (378.203.222.044) (376.596.495.795)
Selisih atas akuisisi kepentingan
non-pengendali 6.853.157.506 6.853.157.506
Penghasilan komprehensif lainnya 2.362.709.153 2.362.709.153
Sub-Total (64.305.974.432) (62.699.248.183)
Kepentingan Nonpengendali 107.560.200.217 101.819.964.877
Total Ekuitas 43.254.225.785 39.120.716.694
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 695.094.855.502 705.620.167.464
Jakarta, 31 Juli 2023
Wakil Presiden Direktur
Page 5
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah)
Untuk Enam Bulan Yang Berakhir
Pada Tanggal-tanggal 30 Juni
Catatan 2023 2022
PENJUALAN NETO 2e,2n,4,20 202.741.163.642 384.635.532.354
BEBAN POKOK PENJUALAN 2n,7,21 153.641.224.082 336.753.540.712
LABA BRUTO 49.099.939.560 47.881.991.642
PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI 2n,23,24,25,28
Beban penjualan (9.050.613.653) (9.711.934.519)
Beban umum dan administrasi (37.651.903.714) (49.375.140.424)
Pendapatan (beban) operasi lainnya 21.513.826.822 18.023.800.220
Beban Operasi, Neto (25.188.690.545) (41.063.274.723)
LABA OPERASI 23.911.249.015 6.818.716.919
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN 2n,26,27
Pendapatan keuangan 80.171.976 29.434.150
Beban keuangan (14.609.805.786) (9.499.977.365)
Pendapatan (Beban) Lain-lain, Neto (14.529.633.810) (9.470.543.215)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 9.381.615.205 (2.651.826.296)
BEBAN PAJAK 2o,10,14
Beban Pajak, Neto (5.248.106.114) (5.624.661.827)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 4.133.509.091 (8.276.488.123)
Pendapatan Komprehensif lain-lain - -
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 4.133.509.091 (8.276.488.123)
Laba (rugi) komprehensif tahun
berjalan yang dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk (1.606.726.249) (11.568.795.295)
Kepentingan nonpengendali 5.740.235.340 3.292.307.171
TOTAL 4.133.509.091 (8.276.488.124)
RUGI PER SAHAM DASAR
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK 2q (1,12) (8,03)
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Page 6
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah)
Untuk Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
Modal saham dasar - Selisih atas akuisisi Pengukuran kembali atas
ditempatkan dan Tambahan Saldo Laba kepentingan liabilitas imbalan kerja jangka Kepentingan Ekuitas,
disetor penuh Modal Disetor Akumulasi (Rugi) non-pengendali panjang-setelah pajak tangguhan Jumlah nonpengendali neto
Saldo per 31 Desember 2021 252.000.000.000 52.681.380.953 (335.312.605.424) 6.853.157.506 (945.225.645) (24.723.292.610) 80.454.925.243 55.731.632.633
Rugi tahun berjalan 2022 - - (41.283.890.371) - - (41.283.890.371) 15.448.925.249 (25.834.965.122)
Penghasilan komprehensif lain - neto - - - - 3.307.934.798 3.307.934.798 884.017.994 4.191.952.792
Pembalikan bagian kepentingan nonpengendali atas akumulasi
rugi bersih entitas anak tidak langsung - - - - - - 5.032.096.391 5.032.096.391
Saldo per 31 Desember 2022 252.000.000.000 52.681.380.953 (376.596.495.795) 6.853.157.506 2.362.709.153 (62.699.248.183) 101.819.964.877 39.120.716.694
Laba (Rugi) komprehensif enam bulan - - (1.606.726.249) - - (1.606.726.249) 5.740.235.340 4.133.509.091
Saldo per 30 Juni 2023 252.000.000.000 52.681.380.953 (378.203.222.044) 6.853.157.506 2.362.709.153 (64.305.974.432) 107.560.200.217 43.254.225.785
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Page 7
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
(Disajikan dalam Rupiah)
Untuk Enam Bulan Yang Berakhir
Pada Tanggal-tanggal 30 Juni
Catatan 2023 2022
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 204.279.204.081 390.060.729.430
Penerimaan kas dari :
Penghasilan sewa 297.900.000 -
Penghasilan bunga 74.482.775 22.531.572
Lain lain 10.900.724.399 1.928.237.753
Pembayaran kas kepada pemasok (122.925.100.107) (243.259.200.732)
Pembayaran kas untuk :
Gaji dan upah (43.238.624.173) (67.129.805.994)
Beban usaha (diluar biaya gaji dan upah) (30.231.530.024) (47.886.928.697)
Beban bunga (8.001.150.280) (10.325.443.713)
Pajak penghasilan badan dan pajak lainnya (3.951.849.962) (15.642.780.118)
Kas neto diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi 7.204.056.709 7.767.339.501
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap 9 401.250.000 37.189.958.833
Pembelian aset tetap 9 (2.762.433.700) (746.733.272)
Kenaikan uang muka pembelian aset tetap 9 - (459.765.206)
Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi (2.361.183.700) 35.983.460.355
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan pinjaman jangka pendek dari Bank 6.359.736.072 52.818.328.500
Pembayaran pinjaman jangka pendek dari Bank (25.970.170.000) (278.804.956.920)
Penambahan pinjaman jangka panjang dari Bank - 263.321.127.500
Pembayaran pinjaman jangka panjang dari Bank - (68.998.103.000)
Pembayaran liabilitas sewa (1.091.028.600) (595.735.447)
Kas neto diperoleh dari aktivitas pendanaan (20.701.462.528) (32.259.339.367)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS (15.858.589.519) 11.491.460.489
DAMPAK NETO PERUBAHAN NILAI TUKAR ATAS KAS
DAN SETARA KAS 6.716.517.375 755.528.415
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 3 27.151.464.306 29.564.290.172
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 3 18.009.392.162 41.811.279.076
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Page 8
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (Perusahaan) didirikan dengan nama PT Aneka Bumi Asih berdasarkan akta Notaris Paul
Tamara No. 7 tanggal 16 April 1974. Akta pendirian Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/358/23 tanggal 3 Oktober 1974 dan diumumkan dalam Tambahan No. 2488
dari Berita Negara No. 37 tanggal 10 Mei 1994. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Akta
Notaris Ny. Liliana Arif Gondoutomo, S.H. No. 38 dan akta Perubahan No. 39 tanggal 29 Desember 1993 mengenai
peningkatan modal dasar Perusahaan, perubahan pemegang saham dan penggantian nama Perusahaan menjadi PT
Prasidha Aneka Niaga telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-
3792.HT.01.04.TH.94 tanggal 1 Maret 1994 dan diumumkan dalam Tambahan No. 2678 dan Berita Negara No. 40 tanggal 20
Mei 1994. Akta Notaris Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H. No. 127 tanggal 10 Mei 1994 mengenai perubahan seluruh
Anggaran Dasar Perusahaan dalam rangka penawaran umum saham telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-10.238.HT.01.04.TH.94 tanggal 5 Juli 1994 dan diumumkan dalam Tambahan No.
6079 dari Berita Negara No. 58 tanggal 21 Juli 1995, dan yang terakhir dengan akta Notaris Ny. Liliana Arif Gondoutomo,
S.H. No. 7 tanggal 10 April 1997 mengenai perubahan Anggaran Dasar Perusahaan dalam rangka penyesuaian dengan
Undang-undang Perseroan Terbatas No. 1 tahun 1995 dan Undang-undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995 berikut
peraturan-peraturan pelaksanaannya serta perubahan nilai nominal saham dari Rp 1.000 per saham menjadi Rp 500 per
saham, yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-
3797.HT.01.04.TH.97 tanggal 15 Mei 1997 dan diumumkan dalam Tambahan No. 2135 dari Berita Negara No. 43 tanggal 30
Mei 1997. Perubahan terakhir dengan akta Notaris Ny. Liliana Arif Gondoutomo, S.H., No.10 tanggal 20 Oktober 2008
mengenai perubahan seluruh Anggaran Dasar Perusahaan untuk menyesuaikan dengan Undang-undang No.40 Tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No.AHU-97905.AH.01.02. Tahun 2008 tanggal 18 Desember 2008 dan diumumkan dalam Tambahan Berita
Negara No.9 tanggal 30 Januari 2009.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Christina Dwi Utami,
S.H., M.Hum., M.Kn., No. 196 tanggal 25 Agustus 2021, mengenai perubahan susunan direksi Perusahaan. Perubahan
tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia melalui Surat No. AHU-AH.01.03-04411050 tanggal 26 Agustus 2021.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama meliputi bidang
Perusahaan berdomisili di Jalan Jenderal Sudirman No. 47 Jakarta Selatan dan pabriknya berlokasi di Jalan Ki Kemas
Rindho, Kertapati, Palembang. Perusahaan saat ini bergerak dalam bidang pengolahan dan perdagangan hasil bumi.
Perusahaan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1974.
Entitas induk dan Entitas Induk terakhir Perusahaan adalah PT. Prasidha..
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 22 September 1994, berdasarkan Surat Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No. S-1645/PM/1994,
Perusahaan melalui Bursa Efek Jakarta dan Surabaya (yang telah bergabung menjadi Bursa Efek Indonesia menawarkan
30.000.000 lembar sahamnya dengan nilai nominal Rp1.000 per saham kepada masyarakat dengan harga jual Rp3.000 per
saham. Perbedaan antara jumlah nilai nominal dengan jumlah harga jual saham (agio saham) tersebut sebesar
Rp60.000.000.000. Pada tahun 1997, Perusahaan membagikan saham bonus (untuk setiap pemegang 2 saham yang tercatat
dalam daftar pemegang saham tanggal 8 Juli 1997, berhak atas 1 saham bonus).
Pada tanggal 30 Januari 2012, Perusahaan mengubah nilai nominal saham dari Rp500 per lembar saham menjadi Rp175 per
lembar saham. Penurunan nominal saham ini diperlukan Perusahaan untuk melakukan kuasi reorganisasi secara hukum.
Perusahaan dan entitas anaknya melakukan kuasi reorganisasi secara konsolidasian. Selisih penilaian kembali aset dari
Perusahaan dan entitas anaknya dieliminasi terhadap akumulasi rugi secara konsolidasian.
Saham Perusahaan sebanyak 1.440.000.000 saham dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
Page 9
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
c. Struktur Entitas Anak
Rincian mengenai Anak Perusahaan yang dikonsolidasi adalah sebagai berikut :
Domisili dan
Tahun Usaha % Jumlah Aktiva
Komersial Pemi- (dalam Jutaan Rupiah)
Anak Perusahaan Dimulai Bidang Usaha likan 2023 2022
Langsung
PT Aneka Bumi Kencana Surabaya, 1984 Pengolahan dan perdagangan 99,9990 6.321 30.468
hasil bumi
PT Tirtha Harapan Bali Singaraja, 1973 Pengolahan dan perdagangan 99,9900 413 472
hasil bumi
PT Aneka Coffee Industry Sidoarjo, 1996 Pabrik kopi bubuk dan 69,1500 519.110 521.125
instan
hasil bumi
Pada tanggal 7 Desember 2016, UCC Holdings Co. Ltd., Japan (UCC), pemegang saham ACI, menjual dan mengalihkan
seluruh saham yang dimiliki oleh UCC di ACI, yang berjumlah 1.380 lembar saham dengan nominal Rp2.248.000 per saham
ke Perusahaan, PT Citrabuana Tunggal Perkasa dan Itochu Singapore Pte. Ltd. secara proporsional dengan kepemilikan
saham mereka di ACI. Penjualan dan pembelian saham diaktakan dalam Akta Notaris Christina Dwi Utami, S.H., MHum,
MKn No. 7 tanggal 7 Desember 2016. ACI telah menerima persetujuan amandemen izin prinsip dari Badan Koordinasi
Penanaman Modal Indonesia dalam kaitannya dengan perubahan pemegang saham pada tanggal 19 Desember 2016.
Selisih antara kompensasi yang dibayarkan dan nilai tercatat kepentingan nonpengendali yang diakuisisi sebesar
Rp6.853.157.506 disajikan sebagai “Selisih atas Akuisisi Kepentingan Nonpengendali” sebagai bagian dari ekuitas yang
dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
d. Karyawan, Direksi dan Dewan Komisaris
Pada tanggal 30 Juni 2023, susunan anggota Dewan Komisaris, Dewan Direksi Perusahaan, dan Komite Audit adalah
sebagai berikut :
Dewan Komisaris
1. Mansjur Tandiono - Presiden Komisaris
2. Widyono Lianto - Wakil Presiden Komisaris
3. Made Sudharta - Komisaris
4. Agus Soegiarto - Komisaris
5. Fery Yennoto - Komisaris Independen
6. Robertus Sukamto - Komisaris Independen
Dewan Direksi
1. Jeffry Sanusi Soedargo - Presiden Direktur
2. Didik Tandiono - Wakil Presiden Direktur
3. Moenardji Soedargo - Direktur
Komite Audit
1. Robertus Sukamto - Ketua
2. Henryanto Handoko - Anggota
3. Kasmita Wijaya - Anggota
Page 10
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
Pada tanggal 31 Desember 2022, susunan anggota Dewan Komisaris, Dewan Direksi Perusahaan, dan Komite Audit adalah
sebagai berikut :
Dewan Komisaris
1. Mansjur Tandiono - Presiden Komisaris
2. Widyono Lianto - Wakil Presiden Komisaris
3. Made Sudharta - Komisaris
4. Agus Soegiarto - Komisaris
5. Fery Yennoto - Komisaris Independen
6. Robertus Sukamto - Komisaris Independen
Dewan Direksi
1. Jeffry Sanusi Soedargo - Presiden Direktur
2. Didik Tandiono - Wakil Presiden Direktur
3. Lie Sukiantono Budinarta - Direktur
4. Moenardji Soedargo - Direktur
Komite Audit
1. Robertus Sukamto - Ketua
2. Henryanto Handoko - Anggota
3. Kasmita Wijaya - Anggota
Perusahaan dan entitas anak memiliki 465 (empat ratus enam puluh lima) dan 470 (empat ratus tujuh puluh) karyawan
tetap masing - masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas
anaknya adalah seperti dijabarkan di bawah ini:
Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan ("SAK")
Laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia yang
meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang
diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”), serta Peraturan No.
VIII.G.7 yang diterbitkan oleh BAPEPAMLK, tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau
Perusahaan Publik, yang terlampir dalam surat keputusan No. KEP-347/BL/2012 dari Ketua BAPEPAM-LK tanggal 25 Juni
a. Dasar Pengukuran dalam Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian,
menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
yang relevan
Laporan arus kas konsolidasian menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan dalam
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dengan menggunakan metode langsung.
Mata uang penyajian yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang merupakan mata uang
fungsional Perusahaan dan entitas anak.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, dan dikelompokkan ke dalam aktivitas
Page 11
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
b. Dasar Konsolidasian
Entitas anak adalah seluruh entitas dimana Kelompok Usaha memiliki pengendalian. Kelompok Usaha mengendalikan
investee ketika (a) memiliki kekuasaan atas investee, (b) eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya
dengan investee, dan (c) memiliki kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk memengaruhi jumlah
imbal hasil. Kelompok Usaha menilai kembali apakah Kelompok Usaha mengendalikan investee jika fakta dan keadaan
mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian
Konsolidasi atas entitas anak dimulai sejak tanggal Kelompok Usaha memperoleh pengendalian atas entitas anak dan
berakhir ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak. Penghasilan dan beban entitas anak
dimasukkan atau dilepaskan selama tahun berjalan dalam laba rugi dari tanggal diperolehnya pengendalian sampai dengan
tanggal ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas entitas anak.
Laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan
kepentingan nonpengendali, meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan nonpengendali memiliki saldo defisit. Jika
diperlukan, dilakukan penyesuaian atas laporan keuangan entitas anak guna memastikan keseragaman dengan kebijakan
akuntansi Kelompok Usaha. Mengeliminasi secara penuh aset dan liabilitas, penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra
grup terkait dengan transaksi antar entitas dalam Kelompok Usaha
Perubahan dalam bagian kepemilikan atas entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian pada entitas
anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Setiap perbedaan antara jumlah tercatat kepentingan nonpengendali yang
disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui secara langsung di ekuitas dan mengatribusikannya
kepada pemilik entitas induk.
Ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka Kelompok Usaha menghentikan pengakuan atas
aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait, sementara keuntungan atau kerugian yang
dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar.
c. Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
Dalam kombinasi bisnis entitas sepengendali, aset dan liabilitas yang diakuisisi tidak disajikan kembali ke nilai wajar,
melainkan diakui sebesar jumlah tercatatnya dengan menggunakan metode penyatuan kepentingan guna memastikan
keseragaman dengan kebijakan
Metode penyatuan kepentingan ini harus diterapkan sejak periode yang paling awal pada tahun dimana kedua entitas
(pengakuisisi dan pihak diakuisisi) berada dalam entitas sepengendali untuk pertama kalinya.
Selisih antara harga pengalihan dibayar dan nilai tercatat aset neto yang diperoleh akan disajikan sebagai bagian dari akun
“Selisih atas akuisisi kepentingan nonpengendali” dalam ekuitas, yang tidak dapat direklasifikasi ke laba rugi masa depan.
d. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi
dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah sesuai dengan
kurs tengah pada tanggal terakhir transaksi bank untuk periode tersebut yang dikeluarkan Bank Indonesia. Laba atau rugi
kurs yang terjadi dikredit atau dibebankan pada usaha periode berjalan.
Kurs tengah yang digunakan adalah Rp15.026,- dan Rp15.731,- untuk US$ 1 masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan
31 Desember 2022. Sedangkan untuk AUD$ Kurs tengah yang digunakan adalah Rp10.030,- dan Rp10.581,- untuk AUD$1
masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Page 12
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
e. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Berelasi
Perusahaan dan entitas anak mempunyai transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No.
7, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut
mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak tidak berelasi.
Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan-catatan atas laporan
keuangan konsolidasian yang relevan.
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya (entitas
pelapor). Yang termasuk pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
a. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
b. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
c. Merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk pelapor.
Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal sebagai berikut:
a. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas
anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain);
b. Suatu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura
bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain adalah anggotanya)
c. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
d. Suatu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga;
e. Entitas tersebut adalah sebuah program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau
entitas
yang terkait dengan entitas pelapor;
f. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi sebagaimana dimaksud dalam angka
1; atau
g. Orang yang diidentifikasi sebagaimana dimaksud dalam angka 1) huruf a) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
merupakan manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
f. Instrumen Keuangan
Aset keuangan
Kelompok Usaha menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal. Klasifikasi dan pengukuran aset
keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam kategori berikut:
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Aset keuangan Kelompok Usaha meliputi kas dan bank, piutang usaha dan piutang lain-lain, piutang pihak berelasi, pinjaman
kepada karyawan, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, dan uang jaminan. Aset keuangan
diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan
sebagai aset tidak lancar.
Page 13
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
(i) Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada biaya diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
(1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas
kontraktual;
(2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus
kas yang sematamata pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif
(Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan
memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian integral dari EIR tersebut.
Amortisasi EIR dicatat dalam laba rugi konsolidasian. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laba rugi.
Kelompok aset keuangan ini meliputi kas dan bank, piutang usaha dan piutang lainlain, piutang pihak berelasi, pinjaman
kepada karyawan, dan uang jaminan
(ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI
Instrumen utang
Kelompok Usaha mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi: (1) aset
keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas kontraktual dan pejualan; dan (2)
persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang sematamata
pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.
Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga, revaluasi selisih kurs, dan kerugian
atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama seperti aset keuangan yang
diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui dalam OCI. Setelah penghentian
pengakuan, perubahan nilai wajar kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang menjadi laba rugi.
Instrumen ekuitas
Setelah pengakuan awal, Kelompok Usaha dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitasnya secara tidak dapat
dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI jika definisi ekuitas sesuai PSAK No. 50:
Instrumen Keuangan: Penyajian dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per
instrumen.
Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi laba atau rugi. Dividen diakui sebagai
pendapatan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Kelompok Usaha memperoleh
keuntungan dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan
tersebut adalah dicatat dalam OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkanpada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada
penilaian penurunan nilai.
Kelompok Usaha memiliki penyertaan saham yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui OCI.
(iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset
keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur
pada nilai wajar. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual
atau dibeli kembali dalam waktu dekat.
Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali
jika ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata
pembayaran pokok dan bunga diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, terlepas dari model bisnisnya.
Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai
wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada
pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi selanjutnya disajikan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi. Kelompok Usaha tidak memiliki
aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Page 14
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai berikut:
Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.
Kelompok Usaha menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang, termasuk biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Liabilitas keuangan Kelompok Usaha meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, utang bank jangka pendek, utang
bank jangka panjang, liabilitas sewa dan utang pembiayaan konsumen. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas
jangka panjang jika jatuh tempo melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa
kurang dari 12 bulan.
Pengukuran liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut: :
(i) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang dikenakan bunga) selanjutnya
diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk di dalam biaya keuangan dalam laba rugi
konsolidasian
Kelompok liabilitas keuangan ini meliputiutang usaha, utang lain-lain, beban akrual, utang bank jangka pendek, utang
bank jangka panjang, liabilitas sewa dan utang pembiayaan konsumen.
(ii) Liabilitas keuangan yang diukur dengan wajar melalui laba rugi
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk liabilitas keuangan untuk diperdagangkan
dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
konsolidasian
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual
atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk instrumen keuangan derivatif yang diambil Kelompok
Usaha yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai dalam hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan
dalam PSAK No. 71. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali
mereka ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif.
Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laporan laba rugi
konsolidasian
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan atau kedaluwarsa.
Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama
dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas
yang ada,pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan
liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi.
Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
jika, dan hanya jika, Kelompok Usaha saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas
jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Kelompok Usaha menerapkan model kerugian kredit ekspektasian ("ECL") untuk pengukuran dan pengakuan kerugian
penurunan nilai. Pada setiap periode pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Kelompok Usaha menggunakan perubahan
atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian
kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Kelompok Usaha membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi
atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada
saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha
pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa
depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
Kelompok Usaha menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian tersebut terhadap
piutang usaha dan lain-lain tanpa komponen pendanaan yang signifikan.
Page 15
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
g. Penentuan Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan
suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar utama (atau pasar yang paling menguntungkan) pada
tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu harga keluar) terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi
secara
langsung atau diestimasi dengan menggunakan teknik penilaian lain pada tanggal pengukuran.
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:
a) di pasar utama (principal market) untuk aset atau liabilitas tersebut; atau
b) jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan (most advantageous market) untuk aset atau liabilitas
tersebut.
Kelompok Usaha mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar
ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan
ekonomis terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat
ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya (highest and best use) atau dengan
menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia
untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan
penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Hierarki nilai wajar dikategorikan dalam 3 (tiga) level input untuk teknik penilaian yang dig6unakan dalam pengukuran
nilai wajar, sebagai berikut:
(a) Input Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat
diakses entitas pada tanggal pengukuran.
(b) Input Level 2 - input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau
liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
(c) Input Level 3 - input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Kelompok Usaha menentukan
apakah terjadi transfer antara Level di dalam hierarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan input level terendah
yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.
Kelompok Usaha menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko aset dan liabilitas,
dan level hierarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar tersebut dikategorikan.
h. Kas dan Bank
Kas dan bank terdiri dari kas dan bank tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi penggunaannya.
i Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Biaya perolehan
persediaan meliputi seluruh biaya yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini dimana
ditentukan dengan metode ratarata. Nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal
dikurangi estimasi biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
Penyisihan penurunan nilai persediaan karena keusangan, kerusakan, kehilangan dan lambatnya perputaran ditentukan
berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masingmasing persediaan untuk mencerminkan nilai realisasi neto pada
akhir tahun. Penyisihan penurunan nilai persediaan ke nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai
beban pada periode penurunan nilai atau kerugian terjadi.
j. Beban Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada operasi selama masa manfaatnya dengan menggunakan metode
garis lurus.
Page 16
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
k. Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset terdiri dari harga pembelian dan biaya
lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan supaya aset
siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Setelah pengakuan awal, aset tetap, diukur sebesar biaya perolehan
dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan
tidak disusutkan.
Sesuai dengan ISAK 36, Kelompok Usaha menganalisa fakta dan keadaan untuk masingmasing jenis hak atas tanah dalam
bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) dalam menentukan akuntansi
untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi
ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada
Kelompok Usaha, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Kelompok Usaha menerapkan
perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 73, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara
substansi menyerupai pembelian tanah, maka Kelompok Usaha menerapkan PSAK 16 “Aset Tetap”.
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang terpisah, mana yang lebih
tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir
ke Kelompok Usaha dan biaya tersebut dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan
pengakuannya pada tahun di mana pada saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan
dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Penyusutan aset tetap dihitung dengan menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan jumlah tersusutkan selama
estimasi masa manfaat aset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan prasarana 10-20
Mesin dan peralatan 5-10
Peralatan kantor 2-4
Kendaraan 2-4
Masa manfaat, nilai residu dan metode penyusutan direviu setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi
tersebut berlaku prospektif.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya
perolehan akan dipindahkan ke akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut telah selesai dikerjakan dan telah
siap untuk digunakan.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan
dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung
sebagai selisih antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
l. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Aset yang memiliki masa manfaat yang tidak terbatas tidak diamortisasi namun diuji penurunan nilainya setiap tahun, atau
lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan pada kondisi yang mengindikasikan kemungkinan penurunan nilai.
Aset yang diamortisasi ditelaah untuk penurunan nilai apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan
bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian penurunan nilai diakui sebesar selisih jumlah tercatat
aset terhadap jumlah terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi
biaya
penjualan dengan nilai pakai.
Untuk tujuan menguji penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah
teridentifikasi (unit penghasil kas). Aset nonkeuangan yang mengalami penurunan nilai ditelaah untuk kemungkinan
Page 17
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
m. Sewa
Kelompok Usaha sebagai penyewa
Pada tanggal permulaan kontrak, Kelompok Usaha menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu
kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikanpenggunaan aset
identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian, Kelompok Usaha
menilai apakah:
- Kelompok Usaha memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset
identifikasian; dan
- Kelompok Usaha memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Kelompok Usaha memiliki hak ini
ketika Kelompok Usaha memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan
apa
aset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:
i). Kelompok Usaha memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
ii). Kelompok Usaha telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset akan
digunakan selama periode penggunaan.
Pada tanggal insepsi atau pada penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah komponen sewa, Kelompok Usaha
mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari
komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa. Namun, untuk sewa penunjang dimana Kelompok
Usaha bertindak sebagai penyewa, Kelompok Usaha memutuskan untuk tidak memisahkan komponen nonsewa dan men
catat komponen sewa dan nonsewa tersebut sebagai satu komponen sewa.
Pada tanggal permulaan sewa, Kelompok Usaha mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna diukur pada
biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang
dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi
biaya yang akan dikeluarkan untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar ke
kondisi yang disyaratkan dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih
awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan dengan
menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan
suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Kelompok Usaha menggunakan suku bunga pinjaman inkremental
sebagai tingkat bunga diskonto.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:
- pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi dikurangi dengan piutang insentif sewa;
- pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur dengan
menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
- jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
- harga eksekusi opsi beli jika Kelompok Usaha cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
- penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Kelompok Usaha cukup pasti untuk tidak menghentikan lebih awal.
Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada laba rugi
selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap
periode.
Kelompok Usaha menyajikan aset hak-guna sebagai bagian dari “Aset tetap” dan “Liabilitas sewa” di dalam laporan posisi
keuangan.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Kelompok Usaha pada akhir masa sewa atau jika biaya perolehan
aset hakguna merefleksikan Kelompok Usaha akan mengeksekusi opsi beli, maka Kelompok Usaha menyusutkan aset hak-
guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Kelompok Usaha menyusutkan
aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir
masa sewa.
Sewa jangka pendek
Kelompok Usaha memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek yang
memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Kelompok Usaha mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai beban
dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Page 18
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
n. Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
(i) Identifikasi kontrak dengan pelanggan
(ii) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk
menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
(iii) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai
kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak
mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Kelompok Usaha membuat estimasi jumlah imbalan tersebut
sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan
dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak. Pengakuan
pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
(iv) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif
dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual
berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
(v) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang
dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan yang
dipenuhi dalam suatu periode waktu, Kelompok Usaha memilih ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah
pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan
kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah
dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas kontrak disajikan dalam "Pendapatan diterima di
muka".
Penjualan barang Sale of goods Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara
signifikan telah dialihkan kepada pelanggan. Hal ini biasanya terjadi pada saat barang diserahkan dan pelanggan telah
menerima barang tersebut.
Pendapatan dividen Pendapatan dividen diakui ketika hak Kelompok Usaha untuk menerima pembayaran telah
ditetapkan, yang umumnya ketika pemegang saham menyetujui dividen tersebut.
Penghasilan bunga
Penghasilan bunga diakui atas dasar proporsi waktu dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Beban
Biaya yang secara langsung berhubungan dengan kontrak, menghasilkan sumber daya untuk memenuhi kontrak ("biaya
untuk memenuhi") atau penambahan untuk mendapatkan kontrak ("biaya untuk memperoleh") dan diharapkan dapat
dipulihkan. Beban tersebut dengan demikian memenuhi syarat kapitalisasi berdasarkan PSAK No. 72 dan diakui sebagai
aset lancar lain-lain. Beban tersebut diamortisasi dengan cara sistematis sejalan dengan penyerahan barang atau jasa yang
terkait dengan aset tersebut.
Beban bunga
Beban bunga untuk semua liabilitas keuangan yang mengandung bunga diakui dalam ‘Biaya keuangan’ dalam laporan laba
rugi dengan menggunakan EIR liabilitas keuangan yang terkait.
Beban lain-lain
Beban lain-lain diakui pada saat terjadinya
Page 19
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
o. Pajak Penghasilan
Beban pajak penghasilan untuk periode berjalan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak tangguhan. Beban pajak
penghasilan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan
transaksi atau kejadian yang diakui di penghasilan komprehensif lain atau langsung diakui ke ekuitas. Dalam hal ini, pajak
tersebut masingmasing diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas
Pajak kini
Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, dan
ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang
dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) sehubungan dengan situasi dimana aturan pajak yang berlaku
membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar
kepada otoritas pajak.
Bunga dan denda untuk kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan, jika ada, dicatat sebagai bagian dari
“Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”) diakui sebagai
pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan, kecuali jika diajukan
upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan
pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset.
Pajak tangguhan
Pajak tangguhan diakui berdasarkan perbedaan temporer pada tanggal pelaporan antara dasar pengenaan pajak untuk aset
dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua
perbedaan temporer kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer
yang boleh dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak pada masa
mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan jumlah tercatat aset pajak tangguhan
tersebut diturunkan apabila laba kena pajak mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat
aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap tanggal pelaporan dan diakui
sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak di masa depan akan memungkinkan aset pajak tangguhan untuk dipulihkan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku pada tahun saat aset
dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang berlaku atau secara substantif telah
berlaku pada tanggal pelaporann
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dapat saling hapus jika, dan hanya jika, (a) memiliki hak yang dapat dipaksakan secara
hukum untuk melakukan saling hapus antara aset dan liabilitas pajak kini dan (b) aset serta liabilitas pajak tangguhan
tersebut terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama.
Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Penjualan, beban dan aset diakui neto terhadap nilai pajak penjualan (yaitu pajak pertambahan nilai dan pajak lainnya, jika
ada), kecuali:
· Situasi dimana PPN yang timbul dari pembelian aset atau jasa tidak terpulihkan dari otoritas pajak, dalam situasi
tersebut PPN terkait diakui sebagai bagian dari nilai perolehan aset atau bagian dari beban.
· Piutang dan hutang yang diakui termasuk PPN terkait.
Nilai dari PPN neto yang dipulihkan atau terhutang ke otoritas pajak dicatat sebagai bagian dari piutang atau utang dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian.
p. Liabillitas Imbalan Kerja
Kelompok Usaha menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya sesuai denganPeraturan Pemerintah (“PP”) No. 35
tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 (Undang-Undang Cipta Kerja) yang diundangkan pada
November 2020. Program imbalan pasti ini tidak didanai.
Liabilitas neto Kelompok Usaha atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan kerja pasti pada akhir
periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan liabilitas imbalan kerja dilakukan dengan
menggunakan metode Projected Unit Credit dalam perhitungan aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan.
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial, b) imbal hasil atas aset
program, tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak termasuk bunga, diakui di
penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode
berikutnya.
Kelompok Usaha mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap keuntungan atau
kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi pada saat terjadinya.
Page 20
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
q. Laba Neto per Saham
Laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama tahun tersebut.
Laba per saham dilusian dihitung manakala Perusahaan memiliki instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.
r. Informasi Segmen
Segmen adalah bagian khusus dari Kelompok Usaha yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa (segmen
usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang
memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk akun-akun yang dapat diatribusikan langsung kepada
suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen tersebut. Segmen
ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar perusahaan, dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.
u. Pertimbangan
(Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapankebijakan akuntansi Perusahaan dan entitas
anak yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
Penentuan mata uang fungsional
Mata uang fungsional dari masing-masing entitas dalam Kelompok Usaha adalah mata uang dari lingkungan ekonomi
utama dimana entitas tersebut beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang memengaruhi pendapatan dan
biaya dari masing-masing entitas. Penentuan mata uang fungsional mungkin memerlukan pertimbangan karena berbagai
kompleksitas, antara la in, entitas dapat bertransaksi di lebih dari satu mata uang dalam kegiatan usahanya seharihari.
Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Kelompok Usaha mengklasifikasikan aset keuangannya bergantung pada model bisnis untuk mengelola aset keuangan
tersebut dan apakah persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut semata-mata pembayaran pokok dan bunga dari
jumlah pokok terutang. Aset dan liabilitas keuangan diakui dan dikelompokkan sesuai dengan kebijakan akuntansi
Kelompok Usaha.
Sewa
Perusahaan dan entitas anak mempunyai perjanjian-perjanjian sewa dimana Perusahaan bertindak sebagai lessee untuk
sewa tempat. Perusahaan dan entitas anak mengevaluasi apakah terdapat risiko dan manfaat yang signifikan dari aset
sewa yang dialihkan berdasarkan PSAK No. 30, yang mensyaratkan Perusahaan dan entitas anak untuk membuat
pertimbangan dengan estimasi dari pengalihan risiko dan manfaat terkait dengan kepemilikan aset.
Berdasarkan hasil penelaahan yang dilakukan Perusahaan dan entitas anak atas perjanjian sewa tempat yang ada saat ini,
maka transaksi sewa tersebut diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
Menentukanj penilaian model bisnis
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil pengujian semata pembayaran pokok dan bunga
(“SPPI”) atas jumlah pokok terutang dan model bisnis. Kelompok Usaha menentukan model bisnis pada tingkat yang
mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini
mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi dan
kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset dan bagaimana pengelolaannya. Kelompok Usaha memantau
aset
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain yang
dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut
konsisten dengan tujuan bisnis dimana aset tersebut dimiliki.
Pemantauan adalah bagian dari penilaian berkelanjutan Kelompok Usaha tentang apakah model bisnis yang memiliki
aset keuangan yang tersisa masih sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan model bisnis dan oleh
karena itu terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut.
Page 21
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
v. Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan yang memiliki
risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya,
diungkapkan di bawah ini. Perusahaan dan entitas anak mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia
pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin
berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan dan entitas anak. Perubahan tersebut dicerminkan
dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Penurunan nilai piutang usaha dan lain-lain
Tingkat provisi yang spesifik dievaluasi oleh manajemen dengan dasar faktor-faktor yang memengaruhi tingkat tertagihnya
piutang tersebut. Dalam kasus ini, Kelompok Usaha menggunakan pertimbangan berdasarkan fakta dan kondisi terbaik
yang tersedia meliputi tetapi tidak terbatas pada jangka waktu hubungan Kelompok Usaha dengan pelanggan dan status
kredit pelanggan berdasarkan laporan dari pihak ketiga dan faktor-faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat
pencadangan spesifik untuk pelanggan terhadap jumlah jatuh tempo untuk mengurangi piutang Kelompok Usaha menjadi
jumlah yang diharapkan tertagih.
Pencadangan secara spesifik ini dievaluasi dan disesuaikan kembali jika terdapat informasi tambahan yang diterima
memengaruhi jumlah yang diestimasikan. Selain provisi khusus terhadap piutang yang signifikan secara individual,
Kelompok Usaha juga mengakui provisi penurunan nilai secara kolektif terhadap risiko kredit debitur yang dikelompokkan
berdasarkan karakteristik kredit yang sama, dan meskipun tidak secara spesifik diidentifikasi membutuhkan provisi khusus,
memiliki risiko gagal bayar lebih tinggi daripada ketika awal piutang tersebut diberikan kepada debitur.
Kelompok Usaha menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang
menggunakan cadangan kerugian kredit ekspektasian seumur hidup untuk seluruh piutang usaha. Dalam penentuan
kerugian kredit ekspektasian, manajemen diharuskan untuk menggunakan pertimbangan dalam mendefinisikan hal apa
yang dianggap sebagai kenaikan risiko kredit yang signifikan dan dalam pembuatan asumsi dan estimasi, untuk
menghubungkan informasi yang relevan tentang kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi.
Pertimbangan diaplikasikan dalam menentukan periode seumur hidup dan saat pengakuan awal piutang.
Penyisihan penurunan nilai persediaan
Manajemen melakukan penilaian analisis umur persediaan pada setiap tanggal pelaporan dan membentuk penyisihan
untuk persediaan usang dan persediaan yang memiliki perputaran yang lambat yang diidentifikasi tidak lagi sesuai untuk
digunakan dalam produksi, dengan mempertimbangkan nilai realisasi neto dari persediaan barang jadi dan barang dalam
proses berdasarkan pada harga jual dan kondisi pasar saat ini.
Mengestimasi masa manfaat aset tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 2 sampai dengan 20 tahun, suatu kisaran
yang umumnya diperkirakan dalam industri sejenis. Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan
teknologi dapat memengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai sisa aset dan karenanya biaya penyusutan masa depan
memiliki kemungkinan untuk diubah/direvisi. Jumlah tercatat aset tetap Kelompok Usaha pada tanggal laporan keuangan
konsolidasian diungkapkan di dalam Catatan 12 atas laporan keuangan konsolidasian.
Penurunan nilai aset nonkeuangan
Penilaian penurunan untuk aset nonkeuangan, dilakukan ketika indikator penurunan nilai tertentu yang hadir. Menentukan
nilai wajar asset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari penggunaan lanjutan dan disposisi
akhir dari aset tersebut. Setiap perubahan signifikan dalam asumsi yang digunakan dalam menentukan nilai wajar material
dapat memengaruhi penilaian nilai dipulihkan dan kerugian penurunan nilai yang dihasilkan bisa memiliki dampak
material terhadap hasil usaha.
Penyisihan pajak penghasilan badan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan
perhitungan pajak tertentu yang penentuan akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Kelompok Usaha
mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan
badan. Ketika hasil pajak yang dikeluarkan berbeda dengan jumlah yang awalnya diakui, perbedaan tersebut akan
berdampak pada pajak penghasilan dan penyisihan pajak tangguhan pada periode dimana penentuan tersebut dilakukan.
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum dikompensasi sejauh besar kemungkinan bahwa laba fiskal
akan tersedia untuk dikompensasi dengan saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasikan. Penentuan jumlah aset pajak
tangguhan yang dapat diakui berdasarkan perbedaan waktu dan laba kena pajak di masa mendatang bersama-sama dengan
strategi perencanaan pajak masa depan membutuhkan pertimbangan signifikan dari manajemen.
Li abilitas imbalan kerja
Penentuan liabilitas imbalan kerja dan beban imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung padapemilihan asumsi yang
digunakan dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat
kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pension dan tingkat kematian
Hasil aktual yang berbeda dengan jumlah yang diestimasi diperlakukan sesuai dengan kebijakan sebagaimana diatur dalam
Catatan 2 atas laporan keuangan konsolidasian. Sementara manajemen Kelompok Usaha berpendapat bahwa asumsi yang
digunakan adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan dari hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang
ditetapkan secara material dapat memengaruhi perkiraan jumlah liabilitas imbalan kerja jangka panjang dan beban imbalan
kerja karyawan.
Page 22
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
NAMA AKUN 2023 2022
3. KAS DAN SETARA KAS
Kas dan setara kas terdiri dari :
2023 2022
Pihak Ketiga
Kas
Dalam Rupiah 269.448.803 264.198.275
Dalam Dolar Amerika Serikat
(US$1,035 pada tahun 2023 dan
US$0.00 pada tahun 2022) 15.551.910 -
Jumlah 285.000.713 264.198.275
Bank
Rekening Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 2.342.265.618 680.325.806
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 13.451.084 13.437.679
PT Bank Central Asia Tbk 4.100.773.520 4.427.334.925
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 3.372.758.282 3.372.969.257
PT Bank Artha Graha 6.027.280 178.475.123
PT Bank Maybank Indonesia 335.987.084 1.000.052
PT Bank DBS Indonesia 3.188.981.038 4.278.123.172
Rekening Dolar Amerika Serikat
PT Bank Central Asia Tbk 498.496.415 568.987.282
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 15.458.749 21.989.264
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 54.244 56.789
PT Bank DBS Indonesia 3.842.872.002 13.336.457.226
Rekening AUD
PT Bank Central Asia Tbk 7.266.133 8.109.456
Jumlah Kas dan Setara Kas 18.009.392.162 27.151.464.306
4. PIUTANG USAHA
Piutang usaha terdiri dari :
2023 2022
Pihak Ketiga
Itochu Corp. Ltd., Singapura 11.116.721.642 10.736.336.711
PT. Santos Jaya Abadi 5.924.103.300 4.562.299.800
PT. Sumber Kopi Prima 2.710.830.900 17.084.936.850
PT. Javabica Aneka Resources 12.179.373.137 4.935.654.900
Innovate Instant Coffee Sdn. Bhd., Malaysia 3.986.526.105 2.056.434.975
PT. Anugerah Sejahtera Nasional - 2.887.218.395
PT. Bumi Cipta Rasa 1.204.094.700 737.528.400
PT. Hon Chuan Indonesia - 386.280.000
Lain-lain 8.158.812.208 3.470.390.300
Total 45.280.461.992 46.857.080.331
Cadangan kerugian penurunan nilai (127.695.100) (99.975.100)
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga - neto 45.152.766.892 46.757.105.231
Page 23
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
Piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut :
Dalam Rupiah 33.315.566.976 32.753.406.460
Dalam Dollar AS 11.964.895.016 14.103.673.871
Jumlah 45.280.461.992 46.857.080.331
Dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai (127.695.100) (99.975.100)
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga - neto 45.152.766.892 46.757.105.231
Analisa umur dari piutang usaha tersebut adalah sebagai berikut :
2023 2022
Belum jatuh tempo 27.045.563.372 26.455.591.533
Jatuh tempo :
1 - 30 hari 11.450.207.230 12.232.145.019
31 - 90 hari 2.154.357.302 5.182.150.284
Lebih dari 90 hari 4.502.638.988 2.987.193.495
Jumlah 45.152.766.892 46.857.080.331
Sedangkan persentase dari jumlah (%) adalah sebagai berikut :
2023 2022
Belum jatuh tempo 59,898 56,460
Jatuh tempo :
1 - 30 hari 25,359 26,105
31 - 60 hari 4,771 11,059
Lebih dari 60 hari 9,972 6,375
Jumlah 100,000 100,000
5. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Perusahaan dan Anak Perusahaan mempunyai transaksi usaha dan non usaha dengan pihak-pihak yang mempunyai
hubungan istimewa. Sifat hubungan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut :
Sifat Hubungan dengan Pihak-pihak berelasi
Perusahaan dan Anak Perusahaan
(i) Manajemen Kunci Dewan Komisaris dan Dewan Direksi
Perusahaan dan Anak Perusahaan memberikan pinjaman tanpa bunga kepada karyawan dengan kriteria tertentu
sesuai dengan masing-masing jenjang kepegawaian. Pinjaman ini dilunasi melalui pemotongan gaji tiap bulan.
6. PIUTANG LAIN-LAIN
2023 2022
Lain-lain 2.439.264.421 132.461.657
Jumlah 2.439.264.421 132.461.657
Page 24
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
7. PERSEDIAAN
-
Persediaan terdiri dari persediaan barang dagangan, bahan penolong dan bahan pembantu produksi. Barang dagangan
Hasil berupa
dapat Bumi: komoditas hasil bumi, kopi bubuk dan kopi instan serta tanah untuk pengembang.
Bahan Baku
Kopi 59.163.191.884 68.418.565.936
Barang Jadi
Kopi 68.967.548.454 44.653.523.073
Karet - 650.681.513
Bahan Pembantu dan Pembungkus 15.871.847.645 17.105.847.778
Jumlah Persediaan 144.002.587.983 130.828.618.300
Pada tahun 2023 dan tahun 2022, biaya perolehan bahan baku, bahan olahan dan barang jadi karet dan kopi lebih
rendah dibandingkan harga pasarnya, sehingga tidak diperlukan penghapusan nilai persediaan.
Berdasarkan pengamatan terhadap kondisi persediaan pada akhir periode, manajemen berpendapat bahwa penyisihan
untuk persediaan yang usang tidak diperlukan.
Persediaan milik Perusahaan yang diperoleh melalui pendanaan dari PT. Bank DBS Indonesia ("DBS"), dijadikan sebagai
jaminan atas pinjaman bank jangka pendek yang diperoleh dari DBS.
Pada 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, persediaan Perusahaan dengan nilai tercatat masing-masing sebesar
Rp144.002.587.988,- dan Rp130.828.618.300,- telah diasuransikan terhadap risiko kerugian atas kebakaran dan risiko lainnya
kepada Asuransi Central Asia (ACA), berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan gabungan
masing-masing sebesar Rp125.000.000.000,- untuk periode 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 , yang menurut pendapat
manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.
8. PENYERTAAN SAHAM
Rincian penyertaan saham adalah sebagai berikut: 2023 2022
Biaya Perolehan/ Biaya Perolehan/
Nilai Tercatat Nilai Tercatat
Nama Perusahaan (Rp) (Rp)
Metode Biaya (Cost Method)
PT Bursa Berjangka Jakarta
- Seri A 3.027.557.649 3.027.557.649
- Seri B 2.700.000.000 2.700.000.000
- Seri C 350.000.000 350.000.000
PT Sarana Aceh Ventura 435.623.987 435.623.987
PT Sarana Bengkulu Ventura 10.000.000 10.000.000
Jumlah Penyertaan Saham 6.523.181.636 6.523.181.636
Penyertaan saham dicatat dengan metode biaya.
Pada akhir periode pelaporan tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa
tidak terdapat bukti objektif yang mengindikasikan bahwa penyertaan saham mengalami penurunan nilai.
Page 25
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
9. ASET TETAP
Aset tetap terdiri dari :
2023
Saldo Awal Penambahan/ Pengurangan/ Saldo Akhir
Reklasifikasi Reklasifikasi
Nilai tercatat :
Pemilikan langsung
Hak atas tanah 110.731.830.420 - 17.830.340 110.714.000.080
Bangunan dan prasarana 167.356.018.109 - 1.576.157.200 165.779.860.909
Jalan perkebunan - - - -
Mesin dan peralatan 437.398.636.163 5.072.179.901 - 442.470.816.064
Peralatan kantor 12.896.561.956 67.452.641 - 12.964.014.597
Kendaraan 31.946.038.970 - 488.000.000 31.458.038.970
Aset dalam penyelesaian 19.564.602.858 307.500.000 2.493.781.235 17.378.321.623
Jumlah 779.893.688.476 5.447.132.542 4.575.768.775 780.765.052.243
Aset hak guna
Bangunan 3.318.060.139 433.300.737 - 3.751.360.876
Mesin dan peralatan 1.765.860.115 - - 1.765.860.115
Jumlah Nilai Tercatat 784.977.608.730 5.880.433.279 4.575.768.775 786.282.273.234
Akumulasi penyusutan :
Pemilikan langsung
Bangunan dan prasarana 88.655.942.080 5.710.626.730 1.519.381.495 92.847.187.315
Mesin dan peralatan 215.549.566.401 5.735.481.267 - 221.285.047.668
Peralatan kantor 12.526.552.913 338.456.098 63.000 12.864.946.011
Kendaraan 28.644.167.590 1.126.668.449 488.000.000 29.282.836.039
Jumlah 345.376.228.984 12.911.232.544 2.007.444.495 356.280.017.033
Aset hak guna
Bangunan 1.598.686.403 369.622.024 1.968.308.427
Mesin dan peralatan 599.204.186 57.766.568 656.970.754
Jumlah Akumulasi Penyusutan 347.574.119.573 13.338.621.136 2.007.444.495 358.905.296.214
Nilai Buku 437.403.489.157 427.376.977.020
2022
Saldo Awal Penambahan/ Pengurangan/ Saldo Akhir
Reklasifikasi Reklasifikasi
Nilai tercatat :
Pemilikan langsung
Hak atas tanah 112.667.522.000 - 1.935.691.580 110.731.830.420
Bangunan dan prasarana 152.916.454.885 22.348.005.115 8.229.399.861 167.035.060.139
Jalan Perkebunan 1.469.313.144 - 1.148.355.174 320.957.970
Mesin dan peralatan 252.791.734.300 186.600.173.136 1.993.271.273 437.398.636.163
Peralatan kantor 13.121.144.273 264.321.251 488.903.568 12.896.561.956
Kendaraan 32.779.568.237 - 833.529.267 31.946.038.970
Aset dalam penyelesaian 220.466.217.143 6.769.503.530 207.671.117.815 19.564.602.858
Jumlah 786.211.953.982 215.982.003.032 222.300.268.538 779.893.688.476
Aset hak-guna
Bangunan 2.884.759.402 433.300.737 3.318.060.139
Mesin dan peralatan 1.765.860.115 - - 1.765.860.115
Jumlah Nilai Tercatat 787.977.814.097 216.415.303.769 222.300.268.538 784.977.608.730
Akumulasi penyusutan :
Pemilikan langsung
Hak atas tanah - - - -
Bangunan dan prasarana 90.178.536.125 5.803.643.088 7.659.779.426 88.322.399.787
Jalan Perkebunan 1.469.419.318 28.901 1.135.905.926 333.542.293
Mesin dan peralatan 210.548.951.205 6.843.491.070 1.842.875.874 215.549.566.401
Peralatan kantor 12.412.744.134 581.726.910 467.918.131 12.526.552.913
Kendaraan 28.178.591.706 1.304.289.530 838.713.646 28.644.167.590
Jumlah 342.788.242.488 14.533.179.499 11.945.193.003 345.376.228.984
Aset hak-guna
Bangunan 120.198.308 1.478.488.095 - 1.598.686.403
Mesin dan peralatan 368.137.916 231.066.270 - 599.204.186
Jumlah Akumulasi Penyusutan 343.276.578.712 16.242.733.864 11.945.193.003 347.574.119.573
Nilai Buku 444.701.235.385 437.403.489.157
Page 26
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
Alokasi Beban Penyusutan
Beban penyusutan aset tetap yang dibebankan pada operasi adalah sebagai berikut:
Periode yang Berakhir pada tanggal
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Beban umum dan administrasi 2.160.369.811 7.463.496.811
dan beban operasi lainnya.
Beban pokok penjualan 10.799.243.108 8.779.237.053
Jumlah 12.959.612.919 16.242.733.864
Saldo nilai tercatat aset tetap sudah termasuk penambahan dan pengurangan dari revaluasi aset tetap yang dilakukan
dalam rangka kuasi reorganisasi pada tanggal 30 Januari 2012.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, aset tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap risiko kerugian atas
kebakaran dan risiko lainnya kepada PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Adira Dinamika dan PT Asuransi Sompo Indonesia
yang menurut pendapat manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.
Berdasarkan penilaian KJPP Dasa'at, Yudistira & Rekan, penilai independen yang terdaftar pada OJK, dalam laporannya yang
berkisar dari tanggal 6 Juli 2022 total nilai wajar aset tetap pada tanggal 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp290.321.470.000,-
(tidak diaudit) dengan menggunakan pendekatan nilai pasar.
Hak atas tanah
Perusahaan dan entitas anak memiliki Hak Guna Bangunan atas beberapa lahan tanah di berbagai lokasi untuk periode yang
berkisar dari 20 tahun sampai 30 tahun. Hak-hak tersebut akan berakhir pada berbagai tanggal mulai dari tahun 2020 sampai
2037. Manajemen Perusahaan dan entitas anak berkeyakinan bahwa Hak Guna Bangunan tersebut dapat diperpanjang pada saat
tanggal masa berlakunya berakhir
Asuransi atas Aset Tetap
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, aset tetap kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap risiko nilai kerugian atas
kebakaran dan risiko lainnya kepada PT. Asuransi Central Asia, PT. Adira Dinamika dan PT. Asuransi Sompo Indonesia dengan
total nilai pertanggungan sebesar Rp 608.526.299.985,- pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Berdasarkan pertimbangan manajemen, tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
10. TAGIHAN PAJAK DAN ASET PAJAK TANGGUHAN
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 46 mengisyaratkan adanya pemisahan antara aset pajak kini dan
aset pajak tangguhan. Aktiva pajak kini yang berupa tagihan pajak atas pajak penghasilan periode berjalan terdiri
dari:
2023 2022
Pajak Pertambahan Nilai 15.153.714.233 15.637.771.065
Pajak Penghasilan :
Pasal 22 628.693.385 874.000
Pasal 23 632.240 -
Pasal 25 16.194.289.629 18.841.963.622
Jumlah 31.977.329.487 34.480.608.687
Sedangkan aset pajak tangguhan merupakan jumlah pajak penghasilan terpulihkan (recoverable) pada periode
mendatang sebagai akibat adanya beda waktu yang boleh dikurangkan dan sisa kompensasi kerugian. Aset pajak
tangguhan Perusahaan dan Anak Perusahaan sebesar Rp14.243.405.123,- untuk periode 30 Juni 2023 dan 31 Desember
2022.
Page 27
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
11. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK
a. PT. Bank DBS Indonesia ("DBS")
Perusahaan
Berdasarkan Perjanjian Kredit antara Perusahaan dan DBS pada tanggal 18 Desember 2006, yang terakhir diperbaharui
pada tanggal 11 Februari 2021, yang jatuh tempo pada tanggal 15 Desember 2021 . DBS setuju untuk memberikan fasilitas -
fasilitas sebagai berikut :
- Fasilitas pembiayaan pre-export financing (Fasilitas PEF) dengan batas maksimum sebesar US$7.800.000, untuk
kebutuhan modal kerja Perusahaan.
- Fasilitas modal kerja dalam bentuk Collateral Monitoring Agreement (sub-Fasilitas CMA) dengan batas maksimum
sebesar US$6.250.000 untuk kebutuhan modal kerja Perusahaan.
- Fasilitas Uncommitted Account Receiables (sub-Fasilitas ARF) dengan batas maksimum sebesar US$6.250.000 untuk
Pinjaman jangka pendek dari DBS tersebut dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar cost of fund ditambah dengan
persentase margin sebesar 2,1% dan dibayar setiap 3 (tiga) bulanan.
Fasilitas pinjaman jangka pendek ini dijamin oleh tanah Perusahaan, bangunan dan prasarana, mesin dan peralatan
(termasuk tanah dan mesin dan peralatan yang dahulu dimiliki PT. Aneka Sumber Kencana ("ASK") dan PT. Lampung
Sumber Kencana Pelleting Factory ("LSKPF")), piutang usaha, persediaan, klaim asuransi, tanah yang dimiliki oleh pihak-
pihak berelasi, 65% penyertaan saham milik Perusahaan atas PT. Aneka Coffee Industry, entitas anak, dan jaminan pribadi
oleh sebagian anggota dewan direksi dan dewan komisaris Perusahaan.
Tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari DBS, Perusahaan tidak diperbolehkan untuk, antara lain, melakukan
penggabungan usaha atau konsolidasi, menjual aset tetap, memberikan jaminan untuk pihak-pihak lain, menjaminkan aset
kepada pihak ketiga, mengubah bentuk usaha, mengubah Anggaran Dasar, pemegang saham atau manajemen dan modal
saham, memperoleh fasilitas pinjaman baru dari bank/lembaga keuangan lain dan membagikan dividen.
Setiap tiga bulan, Perusahaan harus mempertahankan rasio kemampuan membayar bunga (interest coverage ratio) sebesar
minimum 2 kali dan rasio utang terhadap ekuitas maksimum sebesar 2 kali. Di samping itu, Perusahaan juga harus
mempertahankan rasio lancar sebesar minimum 100% dan nilai aset neto sebesar minimum Rp175 milyar. Menurut
perjanjian kredit, pembatasan keuangan di atas dapat berubah tergantung dari hasil penilaian keuangan yang dilakukan
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan tidak memenuhi persyaratan mengenai kemampuan
membayar bunga (interest coverage ratio), rasio pengungkit, rasio lancar, dan nilai aset neto minimal. Sampai dengan
tanggal penyelesaian laporan keuangan, tidak ada kewajiban pelunasan yang diajukan lebih awal dari skedul awal yang
telah disetujui oleh DBS.
Selain dari pemenuhan rasio, Perusahaan telah mematuhi syarat dan ketentuan yang telah dipersyaratkan oleh DBS.
DBS telah memperpanjang fasilitas kredit sampai 2 tahun
Sehubungan dengan Amendemen Ketujuh Perjanjian Kredit, Perusahaan mengadakan Perjanjian Pengawasan Agunan
dengan DBS dan Sucofindo pada tanggal 11 April 2011. Berdasarkan perjanjian ini, Perusahaan dan DBS menunjuk PT
(Persero) Superintending Company of Indonesia (“Sucofindo”) untuk mengawasi pergerakan barang (slabs, blanket dan
karet remah) yang terdapat di tempat penyimpanan yang ditunjuk dengan rincian aktivitas seperti yang ditetapkan dalam
perjanjian tersebut. Sebagai kompensasi, Perusahaan harus membayar biaya jasa bulanan sebesar $AS 4.500 per lokasi atau
sebesar $AS 2.900 per lokasi jika dilaksanakan Collateral Monitoring pada saat dan lokasi yang sama.
Tidak ada biaya jasa yang dibayarkan ke Sucofindo untuk tahun yang berakhir tanggal 30 Juni 2023 (tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022: Rp 508.843.895,-) dicatat sebagai bagian dari beban umum dan administrasi pada laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat
saldo utang yang timbul atas transaksi tersebut.
Page 28
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
PT. Aneka Coffee Industry (ACI), entitas anak
ACI dan PT Bank DBS Indonesia (“DBS”) menandatangani Perjanjian Fasilitas Perbankan sebagaimana tertuang dalam
Akta Notaris No. 246
dari Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., tanggal 26 Juli 2011. Perjanjian ini mengalami beberapa kali perubahan dan penegasan
kembali dengan perjanjian fasilitas perbankan tanggal 18 Mei 2022 dimana ACI menyetujui untuk menerima dari DBS
fasilitas perbankan berupa Uncommitted Omnibus Facility (“Fasilitas Omnibus”) (2021: Uncommitted Revolving Credit
Facility (“Fasilitas RCF”)) dengan fasilitas maksimum sebesar US$ 4.000.000 dengan batas Fasilitas Omnibus dapat
(i) Fasilitas pembiayaan impor (“sub-fasilitas Import L/C”) dalam bentuk tidak terikat dengan surat impor dari
fasilitas kredit dengan fasilitas maksimum hingga $AS 1.000.000 atau setara dalam mata uang Rupiah atau mata
uang lainnya yang dapat diterima oleh bank dengan tenor maksimum 1 tahun dan tenor berjangka maksimum 3
bulan.
(ii) Fasilitas agunan perbankan (“sub-fasilitas BG”) dalam bentuk fasilitas bank garansi tidak terikat hingga $US
1.500.000 atau setara dalam mata uang Rupiah atau mata uang lainnya yang dapat diterima oleh bank dengan
tenor maksimum 1 tahun.
(iii) Fasilitas uncommitted revolving credit (“subfasilitas RCF 1”) dengan fasilitas maksimum sub-jumlah sampai
dengan $AS 1.000.000 atau setara dalam mata uang Rupiah, dengan jangka waktu maksimum untuk setiap
penarikan 3 bulan.
(iv) Pembiayaan piutang tanpa ikatan (“sub-fasilitasARF”) dengan jumlah fasilitas maksimumsampai dengan $AS
4.000.000 ata
uekuivalennya dalam mata uang Rupiah, denganjangka waktu maksimum setiap penarikan 2 bulan.
(v) Fasilitas pembiayaan utang usaha tanpa ikatan (“sub-fasilitas APF”) dengan jumlah fasilitas maksimum sampai
dengan $AS 4.000.000 atau setara dalam mata uang Rupiah, dengan jangka waktu maksimum untuk setiap
Sub-fasilitas RCF, sub-fasilitas ARF dan subfasilitas APF ini dikenakan bunga dari Bank DBS yang sewaktu-waktu
ditentukan oleh Bank DBS dengan jangka waktu bunga masing-masing maksimal 3, 2 dan 6 bulan, dan harus
dibayar pada hari terakhir setiap periode bunga.
b. PT. Bank Danamon Indonesia ("BDI")
Perusahaan
Pinjaman jangka pendek kepada BDI merupakan utang pinjaman rekening koran (KRK)
Perjanjian pinjaman ini telah beberapa kali diubah, dimana pada tanggal 7 Oktober 2020 BDI menyetujui peningkatan
fasilitas KRK menjadi sebesar Rp 21.500.000.000 dengan persyaratan yang sama dengan fasilitas modal kerja sebelumnya.
Berdasarkan amendemen terakhir pada tanggal 26 Oktober 2021, dimana BDI memperpanjang jangka waktu KRK sampai
dengan 26 Maret 2022. Fasilitas ini telah dilunasi pada tanggal 31 Januari 2022. Perjanjian pinjaman dengan BDI dijamin
dengan jaminan fiducia atas piutang usaha, persediaan barang milik Perusahaan dan tanah milik PT Aneka Bumi Kencana,
entitas anak.
Pada tanggal 9 Desember 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Angsuran Berjangka sejumlah $AS 4.834.500.
Fasilitas ini jatuh tempo pada tanggal 9 Desember 2023.
Perjanjian pinjaman dengan BDI dijamin dengan jaminan fidusia atas piutang usaha, persediaan barang milik Perusahaan
dan tanah milik PT Aneka Bumi Kencana, entitas anak.
Tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari BDI, Perusahaan tidak diperbolehkan untuk, antara lain, menjual
harta/kekayaan, aset tetap, menjaminkan asetnya kepada pihak ketiga, memberikan jaminan kepada pihak ketiga,
menerima atau memberikan pinjaman dari/kepada bank lain/institusi keuangan atau kepada pihak lainnya, merubah sifat
dari bisnis, melakukan perubahan anggaran dasar, pemegang saham, manajemen, saham dan melakukan merger atau
akuisisi.
Saldo utang-utang tersebut adalah sebagai berikut : 2023 2022
Setiap tiga bulan, Perusahaan harus mempertahankan rasio lancar minimum 125%, rasio utang terhadap ekuitas
maksimum sebesar 3 kali dan rasio EBITDA terhadap kewajiban bunga dan pokok pinjaman jangka panjang minimum
sebesar 1,25 kali.
Selain dari pemenuhan rasio, Perusahaan telah mematuhi syarat dan ketentuan yang telah dipersyaratkan oleh BDI.
Sehubungan dengan Perjanjian Kredit, Perusahaan mengadakan Perjanjian Pengawasan atas Jaminan dengan BDI dan PT
Dalam Rupiah
(Persero) IndonesiaCompany of Indonesia (“Sucofindo”) pada tanggal 23 November 2009. Berdasarkan perjanjian ini,
Superintending
Perusahaan dan BDI menunjuk Sucofindo untuk mengawasi pergerakan barang (slabs, blanket dan karet remah) yang
terdapat di tempat penyimpanan yang ditunjuk dengan rincian aktivitas seperti yang ditetapkan dalam perjanjian tersebut.
Sebagai kompensasi, Perusahaan harus membayar biaya jasa bulanan sebesar $US 750 per lokasi. Tidak ada biaya jasa yang
dibayarkan ke Sucofindo pada tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2022 (tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2021: Rp 59.197.502,-) dicatat sebagai bagian dari beban umum dan administrasi pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat saldo utang
yang timbul atas transaksi tersebut.
Page 29
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
2023 2022
Entitas Anak
Dollar AS
PT. Bank DBS Indonesia - 21.192.719.390
Jumlah Pinjaman Bank Jangka Pendek - 21.192.719.390
12. UTANG USAHA
Utang usaha terutama timbul atas pembelian bahan baku, bahan penolong, dan bahan lainnya, serta penggunaan
jasa yang dibutuhkan untuk operasi Perusahaan dan entitas anak. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember
2022 seluruh utang usaha adalah kepada pihak ketiga dalam mata uang Rupiah.
2023 2022
Pihak ketiga
Perdagangan hasil bumi 28.375.768.914 22.842.708.032
Jumlah 28.375.768.914 22.842.708.032
13. BEBAN AKRUAL
Gaji 15.169.067.000 14.993.861.000
Listrik,Air,Telepon 1.516.945.186 2.056.865.861
Bunga 9.701.322.000 3.677.680.998
Komisi Penjualan 171.881.212 -
Lain-lain 6.761.227.072 7.265.078.702
Jumlah 33.320.442.470 27.993.486.561
14. UTANG PAJAK DAN LIABILITAS PAJAK TANGGUHAN
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 46 mengisyaratkan adanya pemisahan antara kewajiban pajak kini dan
kewajiban pajak tangguhan. Liabilitas pajak kini yang berupa hutang pajak atas pajak penghasilan periode berjalan terdiri
dari:
2023 2022
Taksiran utang pajak penghasilan
Pajak Pertambahan Nilai 532.194.388 2.200.000
Pajak Penghasilan :
Pasal 21 462.403.590 3.029.025.783
Pasal 22 44.828.962 5.797.275
Pasal 23 73.569.482 69.079.714
Pasal 25 5.399.098.954 886.442.000
Pasal 26 12.350.146 12.350.146
Pasal 4(2) Final 5.676.746 48.611.786
Pasal 29 - 150.992.839
Jumlah 6.530.122.268 4.204.499.543
Page 30
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
15. PINJAMAN BANK JANGKA PANJANG
a. PT. Bank Danamon Indonesia ("BDI")
Perusahaan
a. PT. Bank Danamon Indonesia ("BDI")
Berdasarkan Akta No. 12 tanggal 7 Oktober 2020 Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Angsuran Berjangka (KAB)
dengan jumlah hutang pokok setinggi-tingginya sebesar US$7.100,000 untuk jangka waktu tiga puluh sembilan bulan (39)
bulan.
Pinjaman ini dikenakan bunga tahunan sebesar Cost Of Fund (COF) ditambah 3,4%.
Fasilitas pinjaman yang diterima dari BDI dijaminkan dengan hak tanggungan peringkat pertama, peringkat kedua,
peringkat ketiga dan peringkat keempat atas Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 20004/Bira yang terletak di Biringkanaya,
Makassar, dan fidusia persediaan dan piutang usaha.
Perusahaan diharuskan untuk menjaga ketentuan atau ratio keuangan sebagai berikut :
(a) Current ratio minimum 1,25
(b) Leverage ratio maksimum 3
(c) Rekening operasional dan transaksi cash management harus dilaksanakan melalui BDI secara proporsional
berdasarkan jumlah fasilitas yang diberikan BDI terhadap Perusahaan.
Selain itu tanpa persetujuan dari BDI, Perusahaan tidak diperbolehkan, antara lain, membubarkan atau melakukan merger
atau konsolidasi atau mengambil alih perusahaan lain, mengalihkan hak atau menyewakan aset, menjaminkan aset kepada
pihak lain kecuali kepada bank dalam perjanjian jaminan, mengadakan perjanjian yang menimbulkan utang kepada pihak
ketiga kecuali dalam rangka menjalankan usaha sehari-hari, menjamin pihak ketiga lainnya, mengadakan perubahan sifat
dan kegiatan usaha, mengubah anggaran dasar, membagikan dividen, membuat investasi material diluar lini bisnis, dan
mengalihkan kewajiban kepada pihak ketiga / pihak lainnya.
b. PT. Bank DBS Indonesia ("DBS")
Perusahaan
Berdasarkan Perubahan dan Penegasan Kembali atas Fasilitas Perbankan No. 142/PFPA-DBSI/V/1-2/2022 pada tanggal 25
Mei 2022, DBS setuju menyediakan kepada Perusahaan fasilitas Committed term loan facility (selanjutnya disebut "Fasilitas
TL") dengan jumlah fasilitas tersedia hingga maksimum sebesar US$14.050.000 dengan tenor maksimum 2 tahun sejak
penandatanganan perjanjian.
DBS berhak membatalkan Fasilitas TL, dengan terlebih dahulu memberikan pemberitahuan beserta alasan yang mendasari
pembatalan dimaksud kepada Perusahaan, apabila kualitas kredit Perusahaan menjadi Kurang Lancar, Diragukan atau
Macet sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum. Perusahaan
tidak diperkenankan mempergunakan Fasilitas TL untuk untuk menyelesaikan/menutupi kewajiban Perusahaan yang
timbul sehubungan dengan transaksi derivatif antara Perusahaan dengan DBS (jika ada) sebagaimana yang diatur dalam
peraturan Bank Indonesia tentang transaksi Derivatif.
Tujuan Fasilitas : DBS memberikan Fasilitas TL kepada Perusahaan untuk pembiayaan kembali dan restruktur fasilitas
jangka pendek Perusahaan di DBS. Penggunaan Fasilitas TL oleh Perusahaan tidak boleh menyimpang dari tujuan
pemberian Fasilitas TL oleh DBS. DBS tidak akan memberikan kompensasi atas segala akibat dari pelaksanaan tujuan
pemberian Fasilitas TL.
Bunga dan Biaya sehubungan dengan Fasilitas TL adalah sebagai berikut :
- Bunga dengan tingkat bunga sebesar Cost of Fund ("COF") yang berlaku di DBS ditambah 2.10% per tahun dengan jangka
waktu bunga maksimum 3 bulan dan wajib dibayarkan pada setiap akhir jangka waktu Bunga yang bersangkutan.
- Bunga pelanggaran sebesar 3% per tahun di atas tingkat suku bunga yang berlaku atau tingkat suku bunga lain yang
ditentukan oleh DBS dan DBS dari waktu ke waktu berhak memililh dan memutuskan untuk menghitungnya secara
bulanan dengan pemberitahuan terlebih dahulu kepada Perusahaan.
Pencairan Fasilitas TL digunakan oleh Perusahaan untuk melunasi jumlah terhutang Fasilitas PEF dan Fasilitas CMA di
DBS.
Perusahaan setiap triwulan harus mempertahankan :
- Rasio utang terhadap modal (Gearing Ratio) sebesar-besarnya 2 kali.
- Rasio EBITDA terhadap bunga (Interest Service Coverage Ratio) sekurang-kurangnya 2 kali.
- Rasio aset lancar Perusahaan terhadap kewajiban lancar Perusahaan (Current Ratio) sekurang-kurangnya 1 kali.
- Nilai aset neto sebesar Rp175 miliar.
Page 31
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
PT. Aneka Coffee Industry (ACI), entitas anak
ACI dan PT Bank DBS Indonesia (“DBS”) menandatangani Perjanjian Fasilitas Perbankan sebagaimana tertuang dalam Akta
Notaris No. 246 dari Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., tanggal 26 Juli 2011. Perjanjian ini telah mengalami beberapa kali perubahan
-
dan terakhir perubahan ketujuh perjanjian fasilitas perbankan tanggal 21 Juni 2021 dimana ACI setuju untuk menerima
fasilitas perbankan dari DBS dalam bentuk fasilitas pinjaman berjangka amortisasi komitmen ("fasilitas ATL") dengan jumlah
maksimum sebesar US$14.200.000 dengan rincian sebagai berikut:
(i) Fasilitas pinjaman berjangka amortisasi (“Fasilitas ATL 1”) dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar US$11.200.000
dengan saldo terutang pada tanggal 18 Juni 2021 sebesar US$9.072.000, dan jangka waktu maksimum 5 tahun. Tujuan fasilitas
ini adalah untuk membiayai belanja modal pelanggan untuk perluasan fasilitas produksi kopi instan di Sidoarjo. Fasilitas ATL
1 berlaku mulai 30 Mei 2018 dan akan berakhir pada 26 Desember 2024
(ii) Fasilitas pinjaman berjangka amortisasi denganjumlah fasilitas maksimum (“Fasilitas ATL 2”)sampai dengan $AS
3.000.000. Tujuan fasilitasini adalah untuk membiayai pembayarandividen khusus kepada pemegang saham.Fasilitas ATL 2
berlaku mulai 13 Januari 2020danakan berakhir pada 13 Oktober 2024.Pinjaman ini dikenakan bunga tahunan sebesar biaya
dana DBS ditambah 1,80% per tahun dengan periode bungamaksimum 3 bulan dan harus dibayarkan pada hari terakhir
setiap periode bunga dan biaya fasilitas 1,50% per tahun dari setiap jumlah penarikan.
Pinjaman ini dikenakan bunga tahunan sebesar biaya dana DBS ditambah 1,80% per tahun dengan periode bunga maksimum
3 bulan dan harus
dibayarkan pada hari terakhir setiap periode bunga dan biaya fasilitas 1,50% per tahun dari setiap jumlah penarikan.
Pada tahun 2022, ACI telah menarik seluruh fasilitas ATL 1 sebesar US$11,200.000 dan membuat penarikan tambahan untuk
fasilitas ATL 2 sebesar US$3.000.000. Pada tanggal 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2022, jumlah fasilitas dicatat dan disajikan
sebagai pinjaman jangka panjang sebesar Rp 165.461.735.872,- dan, Rp 154.246.401.654,-. Fasilitas ATL 1 jatuh tempo pada
tanggal 26 Desember 2024, sedangkan ATL fasilitas 2 jatuh tempo pada tanggal 13 Oktober 2024
Fasilitas pinjaman yang diperoleh dari DBS dijamin dengan:
a) Hak tanggungan peringkat pertama dengan nilai jaminan minimal $AS 2.500.000 dan/atau ekuivalennya dalam mata uang
Rupiah sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Hak Tanggungan (“SHT”) No. 6422/2011, tanggal 20 September 2011.
b) Hak tanggungan peringkat kedua dengan nilai jaminan minimal Rp 16.875.000.000 sebagaimana tercantum dalam SHT No.
8175/2016, tanggal 2 Agustus 2016.
c) Hak tanggungan peringkat ketiga dengan nilai jaminan minimal Rp 50.000.000.000 sebagaimana tercantum dalam SHT No.
7052/2018 tanggal 26 Juli 2018.
d) Jaminan fidusia atas mesin-mesin ACI yang berlokasi di Jl. Raya Trosobo KM 23, Desa Trosobo Kecamatan Taman,
Kabupaten Daerah Tingkat II Sidoarjo, Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur, untuk mendapatkan fasilitas pinjaman dengan
nilai pertanggungan minimal sebesar Rp 50.000.000.000 sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Fidusia
No.W15.00576211.AH.05.01.TAHUN 2018, tanggal 29 Juni 2018.
e) Jaminan fidusia atas mesin-mesin ACI yang berlokasi di Jl. Raya Trosobo KM 23, Desa Trosobo Kecamatan Taman,
Kabupaten Daerah Tingkat II Sidoarjo, Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur, untuk mendapatkan fasilitas pinjaman dengan
pertanggungan sekurangkurangnya dalam sebesar Rp 125.000.000.000 sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Fidusia No.
Kepatuhan dengan perjanjian pinjaman
ACI diharuskan untuk mempertahankan pembatasan keuangan berikut ini setiap tiga bulan:
a) Minimum Rasio Debt Service Coverage sebesar 1,25x setiap kuartal (mulai tahun 2022 dan seterusnya).
b) Total Rasio Utang atas total Networth maksimum sebesar 1,5x setiap kuartal.
c) Networth setidaknya sebesar Rp 140 miliar setiap kuartal.
d) Rasio cakupan layanan bunga 1x pada setiap kuartal, hanya pada tahun 2021
Selain itu, tanpa persetujuan dari DBS, ACI tidak diperbolehkan, antara lain, mengubah pemegang sahamnya masing-
masing, mengubah jenis usahanya, mengubah bentuk hukum ACI, mentransfer sebagian besar aset utama atau material
ACI ke pihak ketiga, membagikan dividen, dapatkan pinjaman baru atau tambahan dari bank lain dan pihak ketiga
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, ACI telah memenuhi semua persyaratan keuangan yang disebutkan di
atas.
Page 32
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
Perusahaan
PT Bank DBS Indonesia 206.476.960.723 216.164.585.994
PT. Bank Danamon Indonesia 72.643.197.000 76.051.519.500
Entitas Anak
PT Bank DBS Indonesia 147.852.181.019 154.246.401.654
Jumlah 426.972.338.742 446.462.507.148
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
Perusahaan
PT Bank DBS Indonesia 108.142.318.008 117.829.943.279
PT. Bank Danamon Indonesia 72.643.197.000 76.051.519.500
Entitas Anak
PT Bank DBS Indonesia 60.019.489.719 62.292.716.938
Jumlah 240.805.004.727 256.174.179.717
Bagian jangka panjang 186.167.334.015 190.288.327.431
Page 33
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
16. LIABILITAS SEWA
Kelompok Usaha memiliki kontrak sewa untuk mesin yang digunakan dalam operasinya. Sewa
mesin tersebut memiliki jangka waktu 3 tahun. Kewajiban Kelompok Usaha atas sewa yang
dimilikinya dijamin dengan hak lessor atas aset yang disewakan.
Selain mesin, terdapat pula sewa gedung dan gudang oleh Kelompok Usaha yang digunakan
dalam operasinya, sewa gedung dan gudang tersebut memiliki jangka waktu 2 tahun.
Jumlah tercatat liabilitas sewa dan pergerakannya selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
2023 2022
Saldo awal tahun 1.863.172.885 3.186.565.386
Penambahan - 433.300.737
Bunga 34.207.030 103.102.916
Pembayaran (1.091.028.600) (1.859.796.154)
Saldo akhir tahun 806.351.315 1.863.172.885
Dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun (806.351.315) (1.613.699.415)
Bagian jangka panjang - 249.473.470
Page 34
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
17. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, liabilitias imbalan kerja karyawan sebesar Rp66.752.259.443,- dan
Rp67.290.001.293,- disajikan sebagai akun "Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan".
18. KEPENTINGAN NON PENGENDALI
Rincian bagian kepentingan nonpengendali atas aset bersih dan laba bersih Entitas Anak yang dikonsolidasi adalah
sebagai berikut :
2023 2022
PT. Aneka Coffee Industry 107.560.200.217 101.819.964.877
Jumlah 107.560.200.217 101.819.964.877
19. MODAL SAHAM
Pada tanggal 30 Juni 2023 rincian pemilikan saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp175,- per saham adalah sebagai
berikut:
Jumlah Saham
Ditempatkan dan Persentase
Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan Jumlah
PT. Prasidha 681.292.745 47,31 119.226.230.375
Igianto Joe 272.378.790 18,92 47.666.288.250
PT. Aneka Bumi Prasidha 136.500.000 9,48 23.887.500.000
PT. Aneka Agroprasidha 114.000.000 7,92 19.950.000.000
Agus Soegiarto 65.984.333 4,58 11.547.258.275
Lilijen Suherman 53.383.332 3,71 9.342.083.100
PT. Aneka Sumber Kumala 27.028.500 1,88 4.729.987.500
Masyarakat 89.432.300 6,21 15.650.652.500
Jumlah 1.440.000.000 100,00 252.000.000.000
Pada tanggal 31 Desember 2022 rincian pemilikan saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp175,- per saham adalah
sebagai berikut:
Jumlah Saham
Ditempatkan dan Persentase
Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan Jumlah
PT. Prasidha 699.141.445 48,55 122.349.752.875
Igianto Joe 272.378.790 18,92 47.666.288.250
PT Aneka Bumi Prasidha 136.500.000 9,48 23.887.500.000
PT. Aneka Agroprasidha 114.000.000 7,92 19.950.000.000
Agus Soegiarto 65.984.333 4,58 11.547.258.275
Lilijen Suherman 65.933.332 4,58 11.538.333.100
PT. Aneka Sumber Kumala 27.028.500 1,88 4.729.987.500
Masyarakat 59.033.600 4,10 10.330.880.000
Jumlah 1.440.000.000 100,00 252.000.000.000
Page 35
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah)
Pengelolaan modal
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan dan entitas anaknya adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat
untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Perusahaan dan entitas anak tertentu dipersyaratkan untuk memelihara tingkat permodalan tertentu oleh perjanjian pinjaman.
Persyaratan permodalan eksternal tersebut telah dipenuhi oleh entitas terkait pada tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30
Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Selain itu, Perusahaan dan entitas anak juga dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan
efektif tanggal 16 Agustus 2007 untuk mengkontribusikan sampai dengan 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh ke
dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut akan dipertimbangkan oleh
Perusahaan dan entitas anak dalam Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) berikutnya.
Perusahaan dan entitas anaknya mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi
ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dan entitas anak dapat menyesuaikan
pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbalan modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru. Tidak ada
perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses untuk tahun yang berakhir pada 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Perusahaan dan entitas anaknya mengawasi modal dengan menggunakan rasio pengungkit (gearing ratio), dengan membagi
utang neto dengan total modal. Kebijakan Perusahaan dan entitas anaknya adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran
perusahaan-perusahaan terkemuka dalam industri sejenis di Indonesia untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada
biaya yang rasional. Perusahaan dan entitas anaknya menyertakan dalam pinjaman bank jangka pendek dan pinjaman bank jangka
panjang dikurangi kas dan setara kas. Termasuk dalam modal adalah modal saham, ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk.
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan dan entitas anaknya adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat
yaitu rasio utang terhadap ekuitas sebesar 1,5 kali untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, rasio utang terhadap ekuitas Perusahaan dan entitas anaknya adalah sebagai
berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Total Liabilitas 646.840.629.717 660.177.282.573
Dikurangi : kas dan bank 18.009.392.162 29.564.290.172
Pinjaman - neto 628.831.237.555 630.612.992.401
Total Ekuitas 37.511.053.735 48.717.502.312
Rasio utang terhadap modal 16,76 12,94
Page 36
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 30 Juni 2022 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah)
NAMA AKUN 2023 2022
20. PENJUALAN NETO
2023 2022
Penjualan neto terdiri dari :
Komoditas
Lokal
Kopi - 11.660.178
Karet 336.052.290 3.057.649.840
336.052.290 3.069.310.018
Ekspor
Karet - 156.708.129.418
- 156.708.129.418
Kopi Bubuk 15.396.083.567 3.075.653.017
Kopi Instant :
Lokal 69.328.569.283 69.814.471.265
Ekspor 117.680.458.502 151.967.968.636
187.009.027.785 221.782.439.901
Jumlah Penjualan Neto 202.741.163.642 384.635.532.354
Terdapat penjualan kepada kepada Itochu Corp. sebesar Rp104.139.265.918,- atau sebesar 51,37%
dari total penjualan bersih pada 30 Juni 2023, serta terdapat penjualan kepada kepada Hevea
Supplies DAC, Greentech Ingredients Pte. Ltd., Itochu Corp. sebesar Rp46.624.955.683-,
Rp60.016.382.291,- dan Rp83.155.800.419,- atau sebesar 12,12%, 15,60% dan 21,62% dari total
penjualan bersih pada 30 Juni 2022 untuk penjualan kepada pihak yang mencapai 10% atau lebih
dari jumlah penjualan bersih pada tahun 2023 dan 2022.
21. BEBAN POKOK PENJUALAN
2023 2022
Beban pokok penjualan terdiri dari :
Komoditas
KOPI
Persediaan awal 6.898.225.664 6.377.922.364
Pembelian 2.926.341.800 838.532.912
Beban Produksi 553.875.910 569.099.562
Tersedia Dijual 10.378.443.374 7.785.554.838
Persediaan Akhir (4.026.436.103) (6.782.746.837)
Beban Pokok Penjualan 6.352.007.271 1.002.808.001
Page 37
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 30 Juni 2022 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah)
2023 2022
KARET
Persediaan awal 650.681.513 23.160.343.938
Pembelian - 128.608.814.025
Beban Produksi - 20.123.963.571
Tersedia Dijual 650.681.513 171.893.121.534
Pemakaian Lain-lain (4) (25)
Persediaan Akhir - (2.535.414.171)
Beban Pokok Penjualan 650.681.509 169.357.707.338
KOPI BUBUK
Persediaan awal 13.143.658.088 16.608.377.309
Pembelian 361.077.589 1.433.726.864
Reproduksi 222.542.501 72.201.331
Beban Produksi 1.543.675.096 441.178.029
Tersedia Dijual 15.270.953.274 18.555.483.533
Pemakaian lain-lain (349.116.194) (148.444.569)
Mutasi antar cabang 5.487.688.612 (828.093.722)
Persediaan Akhir (10.822.971.430) (15.432.780.226)
Beban Pokok Penjualan 9.586.554.262 2.146.165.016
KOPI INSTANT
Persediaan awal 93.016.781.960 84.588.710.764
Pembelian 105.022.678.940 95.302.204.699
Reproduksi 3.267.107.525 2.685.662.328
Beban Produksi 58.053.988.089 54.663.107.536
Tersedia Dijual 259.360.556.514 237.239.685.327
Pemakaian lain-lain (3.539.554.056) (2.901.687.967)
Mutasi antar cabang (5.487.688.612) 828.093.723
Persediaan Akhir (113.281.332.806) (73.174.217.523)
Beban Pokok Penjualan 137.051.981.040 161.991.873.560
PERKEBUNAN BIJI KOPI
Persediaan awal - 24.025.461
Pembelian - 302.188.000
Beban Produksi - 1.928.773.336
Tersedia Dijual - 2.254.986.797
Persediaan Akhir - -
Beban Pokok Penjualan - 2.254.986.797
Jumlah Beban Pokok Penjualan 153.641.224.082 336.753.540.712
Tidak terdapat pembelian kepada pihak yang mencapai 10% atau lebih dari jumlah pembelian
pada tahun 2023 dan tahun 2022.
Page 38
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 30 Juni 2022 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah)
22. BEBAN PRODUKSI
Beban produksi merupakan salah satu komponen dari beban pokok penjualan. Beban ini terdiri
dari beban tenaga kerja langsung, bahan penolong dan produksi tidak langsung. Beban
produksi terdiri dari:
2023 2022
Tenaga Kerja Langsung
Gaji & Upah 10.547.211.065 13.306.873.485
Lembur 832.386.650 703.301.558
Premi,THR,Bonus & Pesangon 1.624.322.888 1.499.214.157
Makan Karyawan 130.284.000 115.929.000
Perumahan/Tempat Tinggal 238.071.321 219.824.025
BBM, Parkir/Transport Dalam Kota 130.284.000 115.929.000
PPh Karyawan & Astek 965.388.674 887.977.972
Pemupukan - 13.040.000
Pestisida - 6.995.000
Lain - lain - 9.099.000
14.467.948.598 16.878.183.197
Biaya Panen
Gaji & Upah - 414.465.500
Lain - lain - 3.660.000
- 418.125.500
Biaya Proses
Upah Kupas & Jemur - 83.240.570
Pemakaian Karung - 4.879.000
Pemakaian Bahan Bakar - 4.520.000
Pemakaian Alat Kecil - 10.018.500
- 102.658.070
Bahan Penolong
Plastik Pembungkus 757.242.599 1.498.249.342
Metalizing 234.824.554 54.087.134
Bandizer - 15.305.171
Stiker 107.842.157 31.768.472
Plakband 88.143.091 97.963.357
Kotak 1.077.335.774 1.077.743.238
Kaleng 3.377.409.392 3.376.513.070
Botol Jar 182.414.010 19.931.157
5.825.211.577 6.171.560.941
Produksi Tidak Langsung
Gaji & Upah 8.015.073.587 9.908.744.347
Lembur 292.944.722 250.048.954
Premi,THR,Bonus & Pesangon 3.859.712.527 2.518.603.310
Makan Karyawan 267.771.082 397.146.570
Pengobatan 181.432.304 288.429.761
Perumahan/Tempat Tinggal - 29.083.000
Pakaian Dinas 832.500 93.596.000
BBM, Parkir/Transport Dalam Kota 356.017.436 369.774.622
PPh Karyawan & Astek 1.056.805.828 1.123.728.727
Angkutan 268.731.400 362.182.428
Bahan Laboratorium 3.082.013.887 2.920.367.491
Supplies Kantor 58.584.034 88.317.929
Bahan Bakar & Pelumas 12.720.816.949 17.970.827.432
Alat Kecil & Perl.Kerja 34.147.078 159.990.720
Page 39
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 30 Juni 2022 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah)
Listrik PLN 5.873.794.080 7.115.404.071
Air PAM 33.376.140 31.449.740
Telepon/Telegram/Telex/Pos 10.407.093 12.799.975
Reparasi Pemeliharaan Tanah/Jalan - 18.728.126
Reparasi Pemeliharaan Bangunan 104.045.869 220.886.339
Reparasi Pemeliharaan Alat-alat Perkebunan - 10.066.500
Reparasi Pemeliharaan Mesin,Instalasi 1.748.317.348 2.229.232.874
Reparasi Pemeliharaan Kendaraan 80.404.838 282.642.634
Reparasi Pemeliharaan Inv.Kantor 192.275.626 137.820.034
Penyusutan Jalan - 21.676
Penyusutan Bangunan 2.350.643.384 1.839.240.230
Penyusutan Alat-alat Besar 118.306.688 43.227.115
Penyusutan Alat-alat Perkebunan - 405.481
Penyusutan Mesin,Inst & Peralatan 8.098.083.111 2.370.193.275
Penyusutan Kendaraan Bermotor 218.579.182 202.714.106
Penyusutan Inventaris Kantor 13.630.743 19.917.750
Penyusutan Inventaris Mess - 605.802
Asuransi Aktiva Tetap 909.182.578 985.746.805
Konsultan, Hukum dan Audit 7.000.000 71.950.000
Perjalanan & Penginapan 21.438.415 247.484.000
Perjamuan 614.280 27.335.500
Training, Pendidikan & Penelitian 29.099.346 38.454.340
Pengurusan & Perijinan 338.154.175 1.154.427.110
Sumbangan & Representasi 35.600.000 221.794.054
Keamanan & Kebersihan 118.686.000 380.168.000
Perbedaan penggunaan kapasitas produksi 302.120.230 127.585.410
Lain-lain - 80.755.298
50.798.642.460 54.355.501.138
Jumlah 71.091.802.635 77.926.028.846
Reklas ke Beban Umum dan Administrasi 10.940.263.546 199.906.816
Jumlah 60.151.539.089 77.726.122.030
23. BEBAN OPERASI
Beban usaha terdiri dari :
Beban Penjualan :
Penjualan Lokal
Upah Buruh Angkut & Bongkar Muat 5.324.100 904.000
Pengangkutan 948.327.458 775.261.602
Reklame & Promosi 7.254.151 2.318.072
Beban Penjualan Lain 15.600.078 2.197.006
976.505.787 780.680.680
Penjualan Ekspor
Angkut ke Pelabuhan 280.004.000 613.765.460
Pengapalan & Supervisi Pengapalan 1.756.064.292 2.661.006.324
Pengurusan Dokumen 420.431.785 433.389.637
Iklan dan Promosi 258.309.948 93.174.909
OPP/OPT - 2.963.144
THC - 3.558.300
Uitklaring - 53.705.560
Analisa & Sampling - 29.715.948
Page 40
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 30 Juni 2022 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah)
Insentive Penjualan 1.661.973.577 1.373.403.900
Pengurusan Ekspor 7.067.129 1.387.000
Iuran 2.730.000 45.024.000
Beban Bank 12.451.288 17.093.271
Asuransi 174.724.989 446.502.667
Beban Penjualan Ekspor Lain 487.141.223 349.708.379
5.060.898.231 6.124.398.499
Pemasaran Tidak Langsung
Gaji & Upah 978.300.000 1.025.100.000
Lembur 26.654.700 25.382.400
Premi,THR,Bonus & Pesangon 263.462.250 346.806.000
Makan Karyawan 28.735.000 29.190.000
Pengobatan 52.871.210 37.758.720
BBM, Parkir/Transport Dalam Kota 71.010.500 64.138.000
PPh Karyawan & Astek 337.639.330 457.344.626
Pemakaian Supplies Kantor 986.600 22.000
Alat Kecil & Perl.Kerja 181.000 -
Telepon/Telegram/Telex/Pos 41.408.623 37.671.821
Majalah Harian & Iuran 9.500.020 1.220.000
Iklan dan Promosi 49.254.763 56.886.031
Asuransi Aktiva Tetap 275.858.368 -
Reparasi Pemeliharaan Kendaraan 29.677.831 14.324.680
Reparasi Pemeliharaan Inv.Kantor - 1.610.000
Perjalanan & Penginapan 85.311.524 8.587.100
Perjamuan 7.148.847 -
Pengurusan dan Perijinan 38.931.061 99.944.846
Sumbangan & Representasi 221.160.000 241.405.852
Biaya Lain - lain 495.118.008 359.463.264
3.013.209.635 2.806.855.340
Jumlah 9.050.613.653 9.711.934.519
Beban Umum dan Administrasi
Gaji & Upah 10.078.581.166 19.749.664.788
Lembur 592.550.227 483.816.416
Premi, THR, Bonus & Pesangon 1.937.163.621 2.515.042.922
Makan Karyawan 651.195.221 767.359.188
Pengobatan 497.610.181 753.703.084
Perumahan/Tempat Tinggal - 118.963.200
Pakaian Dinas - 2.253.000
BBM, Parkir/Transport Dalam Kota 691.815.236 628.226.583
PPh Karyawan & Astek 2.415.157.486 4.950.584.575
Asuransi Karyawan 82.039.722 222.567.582
Supplies Kantor 94.761.420 137.792.028
Alat Kecil & Perl.Kerja 16.269.860 27.858.380
Listrik PLN 156.721.181 188.157.544
Air PAM 14.374.405 12.989.490
Telepon/Telegram/Telex/Pos 220.037.645 406.207.190
Majalah Harian & Iuran 185.300.923 162.870.620
Iklan dan Rapat Umum 89.874.296 109.472.670
Reparasi Pemeliharaan Tanah/Jalan 53.996.500 29.073.000
Page 41
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 30 Juni 2022 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah)
Reparasi Pemeliharaan Bangunan 38.887.927 65.183.022
Reparasi Pemeliharaan Kendaraan 334.306.592 409.680.315
Reparasi Pemeliharaan Inv.Kantor 71.569.664 55.157.911
Reparasi Pemeliharaan Inv.Mess 1.992.000 3.760.000
Reparasi Pemeliharaan Mesin & Peralatan - 5.755.000
Penyusutan Bangunan 66.923.661 66.923.661
Penyusutan Kendaraan Bermotor 273.400.811 567.257.381
Penyusutan Inventaris Kantor 216.952.752 251.270.758
Penyusutan Inventaris Mess 1.672.554 1.912.686
Sewa Aktiva Tetap 91.617.624 580.415.233
Asuransi Aktiva Tetap 573.380.746 261.061.724
Perjalanan & Penginapan 294.636.482 196.653.965
Perjamuan 300.325.737 372.066.301
Konsultan, Hukum & Audit 1.015.681.126 1.712.113.795
Training, Pendidikan & Penelitian 3.895.000 19.334.500
Pengurusan & Perijinan 1.163.258.619 492.604.436
Sumbangan & Representasi 4.272.062.002 11.004.688.288
Beban Administrasi Bank 56.370.314 420.828.300
Beban Administrasi Efek - 120.500.000
Pengalihan Beban Produksi 10.940.263.546 199.906.816
Biaya Keamanan & Kebersihan - 3.455.000
Beban Administrasi dan Umum Lain 157.257.467 1.298.009.072
Jumlah 37.651.903.714 49.375.140.424
Jumlah Beban Usaha 46.702.517.367 59.087.074.943
24. BEBAN OPERASI LAINNYA
Rincian beban operasi lainnya adalah sebagai berikut :
Rugi Selisih Kurs, neto - 16.125.722.011
Lain-lain 2.985.942.629 4.218.928.194
Jumlah 2.985.942.629 20.344.650.205
Terdapat tambahan biaya penyusutan akibat Kuasi Reorganisasi yang dilakukan oleh Perusahaan
pada tahun 2012 sebesar Rp1.601.420.033,- pada tahun 2023 dan Rp2.411.513.221,- pada tahun 2022.
25. PENGHASILAN OPERASI LAINNYA
Rincian penghasilan operasi lainnya adalah sebagai berikut :
Laba Selisih Kurs, neto 21.050.762.368 -
Penghasilan Sewa 297.900.000 -
Laba Pelepasan Aset tetap 1.781.126.127 37.189.960.833
Lain-lain 1.369.980.955 1.178.489.592
Jumlah 24.499.769.450 38.368.450.425
Page 42
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 30 Juni 2022 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah)
26. BEBAN KEUANGAN
Akun ini terutama merupakan beban bunga atas pinjaman perusahaan baik yang diterima dari
bank maupun dari pihak ketiga. Terdiri dari :
2023 2022
Bunga Bank 14.565.469.039 9.470.132.850
Bunga Non Bank 44.336.747 29.844.515
Jumlah Beban Keuangan 14.609.805.786 9.499.977.365
27. PENDAPATAN KEUANGAN
2023 2022
Akun ini merupakan penghasilan bunga dari :
Jasa Giro 29.583.703 29.434.150
Lain - lain 50.588.273 -
Jumlah Pendapatan Keuangan 80.171.976 29.434.150
28. PELAPORAN SEGMEN
Pelaporan segmen usaha Perusahaan dan Anak Perusahaan adalah sebagai berikut :
a. Bidang Usaha dan Area Geografis
Bidang Usaha Nama Perusahaan
Pengolahan dan perdagangan PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (Perusahaan)
hasil bumi PT Aneka Bumi Kencana
PT Tirtha Harapan Bali
Pabrik kopi bubuk dan instan PT Aneka Coffee Industry
Perkebunan dan pengolahan PT Indoarabica Mangkuraja
hasil bumi
Area Geografis Nama Perusahaan
Sumatera PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (Perusahaan)
PT Indoarabica Mangkuraja
PT Aneka Bumi Kencana
Jawa dan Bali PT Tirtha Harapan Bali
PT Aneka Coffee Industry
Page 43
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 30 Juni 2022 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah)
28. PELAPORAN SEGMEN
b. Pelaporan Segmen Utama - Segmen Usaha (dalam jutaan Rupiah)
Pengolahan dan Pabrik Kopi Perkebunan dan
Perdagangan Bubuk dan pengolahan hasil
Hasil Bumi Instan bumi Eliminasi Konsolidasi
Keterangan 2023 2022 2023 2022 2023 2022 2023 2022 2023 2022
PENDAPATAN
Penjualan ke
pihak luar 336 159.777 202.405 224.858 - - - - 202.741 384.636
Penjualan antar
segmen 6.668 1.121 - - - - (6.668) (1.121) - -
Laba (rugi) operasi (2.553) 31.025 31.464 29.179 - (9.270) - (44.115) 28.911 6.819
Beban keuangan (8.307) (6.189) (6.303) (3.309) - (3) (14.610) (9.500)
Pendapatan keuangan 7 9 74 21 - - - - 81 30
Bagian laba (rugi)
neto perusahaan
asosiasi - bersih 12.189 40.525 - - - - (12.189) (40.525) - -
Manfaat (Beban) pajak - - (5.248) (5.625) - - - - (5.248) (5.625)
Kepentingan
nonpengendali - - - - - - 5.740 3.292 5.740 3.292
Laba (rugi) neto 1.336 23.988 19.987 10.672 - - (17.929) (46.229) 3.394 (11.569)
Page 44
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 30 Juni 2022 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah)
29. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG ASING
Aset dan liabilitas Perusahaan dan Anak Perusahaan dalam mata uang asing pada tanggal 30
Juni 2023 disajikan dalam Rupiah dengan menggunakan kurs tukar yang berlaku pada
tanggal tersebut seperti yang dijelaskan dalam Catatan 2o:
Setara
Akun Rupiah
Aset :
Aset Lancar 289.263 4.356.881.410
Total Aset 4.356.881.410
Liabilitas :
Liabilitas Jangka Pendek - -
Liabilitas Jangka Panjang 9.816.238 147.852.181.019
Total Liabilitas 147.852.181.019
Liabilitas Bersih dalam Mata Uang Asing Setara dalam
Rupiah per 30 Juni 2023 143.495.299.609
Sedangkan aktiva dan kewajiban Perusahaan dan Anak Perusahaan dalam mata uang asing pada
tanggal 30 Juni 2022 disajikan dalam Rupiah dengan menggunakan kurs tukar yang berlaku pada
tanggal tersebut seperti yang dijelaskan dalam Catatan 2o:
Setara
Akun Rupiah
Aktiva :
Aset Lancar 1.304.885 18.723.789.986
Total Aset 18.723.789.986
Setara
Akun Rupiah
Kewajiban :
Liabilitas Jangka Pendek - -
Liabilitas Jangka Panjang 10.930.604 156.843.241.531
Total Liabilitas 156.843.241.531
Liabilitas Bersih dalam Mata Uang Asing Setara dalam
Rupiah per 30 Juni 2022 138.119.451.546
Page 45
30. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko utama dari instrumen keuangan Perusahaan dan entitas anaknya adalah risiko likuiditas, risiko harga komoditas, risiko
kredit, risiko mata uang dan risiko pasar. Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola masing-masing risiko
tersebut yang dijelaskan dengan lebih rinci sebagai berikut :
Risiko Likuiditas
Dalam menjalankan operasi usahanya, Perusahaan dan entitas anaknya membutuhkan likuiditas pembiayaan untuk pengadaan
bahan baku, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi. Jumlah likuiditas pembiayaan yang diperlukan sangat
tergantung pada tingkat harga komoditas. Untuk mengatasi kebutuhan likuiditas, Perusahaan dan entitas
anaknya selain mendayagunakan modal kerja sendiri, juga mendapatkan dukungan pembiayaan modal kerja dari kreditur
perbankan.
Risiko suku bunga Perusahaan dan entitas anaknya terutama timbul dari pinjaman untuk modal kerja dan investasi. Pinjaman
pada berbagai suku bunga menimbulkan risiko suku bunga atas nilai wajar kepada Perusahaan dan entitas anaknya. Tidak
terdapat pinjaman Perusahaan dan entitas anaknya yang dikenakan suku bunga tetap.
Saat ini, Perusahaan dan entitas anaknya tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai atas risiko suku bunga. Untuk pinjaman
modal kerja, Perusahaan dan entitas anaknya dapat berupaya untuk mengatasi risiko suku bunga dengan mengalihkannya kepada
para pelanggan.
Tabel berikut menyajikan profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan dan entitas anaknya berdasarkan pembayaran
kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 :
30 Juni 2023
Di bawah 1 sampai 5 tahun >5 tahun Total
1 tahun
Pinjaman bank jangka pendek - - - -
Utang usaha 28.375.768.914 - - 28.375.768.914
Utang lain-lain 82.243.469.397 - - 82.243.469.397
Beban akrual 33.320.442.470 - - 33.320.442.470
Pinjaman bank jangka panjang 240.805.004.727 186.167.334.015 - 426.972.338.742
Liabilitas sewa 806.351.315 - - 806.351.315
Total 385.551.036.823 186.167.334.015 - 571.718.370.838
31 Desember 2022
Di bawah 1 sampai 5 tahun >5 tahun Total
1 tahun
Pinjaman bank jangka pendek 21.192.719.390 - - 21.192.719.390
Utang usaha 22.842.708.032 - - 22.842.708.032
Utang lain-lain 71.880.604.875 - - 71.880.604.875
Beban akrual 27.993.486.561 - - 27.993.486.561
Pinjaman bank jangka panjang 256.174.179.717 190.288.327.431 - 446.462.507.148
Liabilitas sewa 1.613.699.415 249.473.470 - 1.863.172.885
Total 400.697.397.990 190.537.800.901 - 592.235.198.891
Risiko Harga Komoditas
Kegiatan usaha utama Perusahaan dan entitas anaknya adalah pengolahan karet remah yang berasal dari bahan baku slab dan
mengolah kopi instan dan kopi bubuk, yang menggunakan biji kopi sebagai bahan baku yang utama. Risiko yang dihadapi
Perusahaan dan entitas anaknya antara lain adalah fluktuasi harga karet dan kopi dan tersedianya pasokan bahan baku slab dan
kopi.
Page 46
Untuk mengatasi risiko fluktuasi harga, manajemen melaksanakan operasional bisnisnya secara bijaksana dan hati-hati dalam pembelian bahan baku dan penjualan barang jadi dengan menerapkan strategi pembelian dan penjualan antara lain yang mengacu pada SICOM (Singapore Commodity Exchange). Adapun risiko, pasokan bahan baku dapat diminimalkan karena lokasi pabrik berada di Sumatera Selatan yang merupakan sentral produksi karet terbesar di Indonesia. Lebih lanjut lagi, manajemen juga melaksanakan kebijakan usaha secara bijaksana dengan menjaga persediaan minimal biji kopi untuk beberapa bulan produksi dan melakukan kontrak komoditas berjangka, jika diperlukan. Risiko Kredit Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan atau kontrak pelanggan akan gagal memenuhi liabilitasnya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Tujuan Kelompok Usaha adalah untuk mencari pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dan meminimalkan kerugian yang terjadi karena peningkatan eksposur risiko kredit. Kelompok Usaha melakukan transaksi hanya dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Ini adalah kebijakan Kelompok Usaha bahwa semua pelanggan yang akan melakukan transaksi secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit. Selain itu, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan bahwa eksposur Kelompok Usaha terhadap piutang tak tertagih tidak signifikan. Kas di tangan dan bank ditempatkan pada lembaga keuangan yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Eksposur maksimum atas risiko kredit adalah sebesar jumlah tercatat dari masing-masing kelas aset keuangan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Kelompok Usaha tidak memiliki jaminan yang diterima terkait dengan risiko ini. Aset keuangan Kelompok Usaha dikategorikan berdasarkan pengalaman Kelompok Usaha atas tertagihnya aset keuangan tersebut dengan pihak berelasi dan pihak ketiga adalah sebagai berikut: (i) Tingkat Tinggi Aset tingkat tinggi termasuk deposit kepada pihak atau bank dengan rating yang baik. Untuk piutang, pada tanggal laporan keuangan konsolidasian, ini meliputi, akun pelanggan yang membayar tepat waktu, dengan posisi kredit yang baik dan yang tidak memiliki riwayat penanganan akun untuk periode tertentu. Penyelesaiannya diperoleh dari pihak tertagih sesuai kontrak tanpa banyak usaha penagihan. (ii) Tingkat Standar Piutang tingkat standar termasuk akun pelanggan yang membayar secara standar, yang pembayarannya berada dalam jangka waktu kredit, dan pelanggan baru yang sejarah kreditnya belum memadai untuk ditetapkan. Beberapa pengingatan dilakukan untuk memperoleh penyelesaian dari pihak tertagih. (iii) Tingkat Sub-standar Tingkat sub-standar piutang meliputi akun pelanggan dengan pembayaran lambat dan pembayarannya diterima atas permintaan pada tanggal laporan. Terdapat upaya lebih dari Kelompok Usaha untuk menagih saldo tersebut. (iv) Telah Jatuh Tempo Tetapi Tidak Mengalami Penurunan Nilai Piutang yang telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai muncul pada saat pihak tertagih gagal untuk melakukan pembayaran saat kontrak jatuh tempo. Akan tetapi, Kelompok Usaha tetap yakin saldo ini akan tertagih. (v) Mengalami Penurunan Nilai Tingkat sub-standar piutang meliputi akun pelanggan dengan pembayaran lambat dan pembayarannya diterima atas permintaan pada tanggal laporan. Terdapat upaya lebih dari Kelompok Usaha untuk menagih saldo tersebut. Bank dan Deposito Berjangka Risiko kredit atas penempatan rekening koran dan deposito dikelola oleh manajemen sesuai dengan kebijakan Perusahaan dan entitas anaknya. Investasi atas kelebihan dana dibatasi untuk tiaptiap bank dan kebijakan ini dievaluasi setiap tahun oleh dewan direksi. Batas tersebut ditetapkan untuk meminimalkan risiko konsentrasi kredit sehingga mengurangi kemungkinan kerugian akibat kebangkrutan bank-bank tersebut. Piutang Usaha Perusahaan dan entitas anaknya melakukan kegiatan usaha ekspor produk karet remah dan kopi dan juga penjualan lokal kopi. Selama ini tidak pernah ada masalah ataupun keterlambatan pembayaran dari pembeli karena Perusahaan dan entitas anak sangat selektif dalam melakukan hubungan dagangnya dengan pembeli yang memiliki rekam jejak yang sangat kredibel dan dapat dipercaya.
Page 47
Terdapat kebijakan untuk memastikan penjualan produk hanya dilakukan kepada pelanggan yang dapat dipercaya dengan rekam jejak atau sejarah kredit yang baik. Merupakan kebijakan Perusahaan dan entitas anaknya bahwa semua pelanggan yang akan melakukan pembelian secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit. Perusahaan dan entitas anaknya mempertimbangkan adanya risiko kredit apabila piutang tersebut telah memiliki umur 60 hari dari saat faktur diterbitkan kecuali untuk piutang real estat. Sebagai tambahan, saldo piutang dipantau secara terus menerus untuk mengurangi kemungkinan piutang yang tidak tertagih. Ketika pelanggan tidak mampu melakukan pembayaran dalam jangka waktu yang telah diberikan, Perusahaan dan entitas anaknya akan menghubungi pelanggan untuk menindaklanjuti piutang yang telah lewat jatuh tempo. Jika pelanggan tidak melunasi piutang yang telah jatuh tempo dalam jangka waktu yang telah ditentukan, Perusahaan dan entitas anaknya akan memastikan kembali komitmen para pelanggan. Tergantung pada penilaian Perusahaan, penyisihan khusus mungkin dibuat jika utang dianggap tidak tertagih untuk meringankan risiko kredit. Sehubungan dengan risiko kredit yang timbul dari aset keuangan lainnya, yang terdiri dari kas dan setara kas, pengaruh risiko kredit Perusahaan dan entitas anaknya timbul akibat kegagalan pihak lain untuk melunasi kewajibannya. Pengaruh maksimum yang muncul dari aset keuangan Perusahaan dan entitas anaknya adalah sama dengan nilai tercatat. Risiko Mata Uang Kelompok Usaha melakukan transaksi bisnis dalam beberapa mata uang asing dan karena itu terkena risiko mata uang asing. Kelompok Usaha tidak memiliki kebijakan lindung nilai atas mata uang asing. Namun manajemen memonitor eksposur nilai tukar mata uang asing dan akan mempertimbangkan kebutuhan untuk melakukan lindung nilai atas risiko nilai tukar mata uang asing yang signifikan. Risiko Pasar Risiko pasar adalah risiko bahwa nilai wajar dari arus kas masa depan pada sebuah instrumen keuangan yang akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Kelompok Usaha terekspos pada risiko pasar yaitu risiko suku bunga. Risiko tingkat suku bunga adalah risiko di mana nilai wajar atau arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Pengaruh dari risiko perubahan suku bunga pasar berhubungan dengan pinjaman jangka pendek dan panjang dari Kelompok Usaha memonitor secara ketat fluktuasi suku bunga pasar dan ekspektasi pasar sehingga dapat mengambil langkah-langkah yang paling menguntungkan Kelompok Usaha secara tepat waktu. Risiko suku bunga Kelompok Usaha terutama timbul dari pinjaman untuk modal kerja. Pinjaman pada berbagai suku bunga menimbulkan risiko suku bunga atas nilai wajar kepada Kelompok Usaha. Tidak terdapat pinjaman Kelompok Usaha yang dikenakan suku bunga tetap. Saat ini, Kelompok Usaha tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai atas risiko suku bunga. Untuk pinjaman modal kerja, Kelompok Usaha dapat berupaya untuk mengatasi risiko suku bunga dengan mengalihkannya kepada para pelanggan.
Page 48
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 30 Juni 2022 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah)
31. PENERBITAN AMENDEMEN DAN PENYESUAIAN PSAK, PSAK DAN ISAK BARU
DSAK-IAI telah menerbitkan amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan ISAK baru yang
akan berlaku efektif atas laporan keuangan untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau
setelah tanggal sebagai berikut:
(a) 1 Januari 2022
- Amendemen PSAK No. 22: Kombinasi Bisnis tentang Referensi ke Kerangka Konseptual
- Amendemen PSAK No. 57: Provisi, Liabilitas, Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak
Memberatkan -
Biaya Memenuhi Kontrak
- PSAK No. 69: Agrikultur (Penyesuaian Tahunan 2020)
- PSAK No. 71: Instrumen Keuangan (Penyesuaian Tahunan 2020)
- PSAK No. 73: Sewa (Penyesuaian Tahunan 2020)
(b) 1 Januari 2023
- Amendemen PSAK No. 1: Penyajian Laporan Keuangan terkait Pengungkapan Kebijakan
Akuntansi
- Amandemen PSAK No. 16: Aset Tetap tentang Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan
- Amandemen PSAK No. 25 : Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan
Kesalahan terkait Definisi
Estimasi
- Amendemen PSAK No. 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan
Liabilitas yang Timbul
dari Transaksi Tunggal
(c) 1 Januari 2025
PSAK No. 74: Kontrak Asuransi
Amendemen PSAK No. 74: Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK No. 74 dan PSAK
No. 71 - Informasi
Komparatif
Kelompok Usaha masih mengevaluasi dampak dari amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK
dan ISAK baru di atas dan belum dapat menentukan dampak yang timbul terkait dengan hal
tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.