Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 50
Page 1
Nomor Surat DIR/WCT/JKT/0723/009
Nama Emiten PT Wijaya Cahaya Timber Tbk
Kode Emiten FWCT
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 6 Bulan yang berakhir pada 30/06/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
1 PT Maju Perdagangan Puri Indah 2023 2021 4.371.406.161 PENUH IDR 99.0
Aman Selalu Besar Bahan Financial
Konstruksi Tower Lantai
dari 27, Jl. Puri
Kayu Lingkar Dalam
Blok T8,
Desa/Kelurah
an
Kembangan
Selat
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Wijaya Cahaya Timber Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik.
PT Wijaya Cahaya Timber Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 June 2023
Nama entitas PT Wijaya Cahaya Timber Tbk Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas FWCT Entity code
Nomor identifikasi entitas AB151 Entity identification number
Industri utama entitas Umum / General Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor B. Basic Materials Sector
Subsektor B1. Basic Materials Subsector
Industri B15. Forestry & Paper Industry
Subindustri B151. Timber Subindustry
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
National Corporation
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Pengembangan / Development
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas grup / Group entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal II / Second Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan June 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya June 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Satuan Penuh / Full Amount statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Page 3
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[1210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - General Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 June 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
46,888,146,076 38,103,668,239
equivalents
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
31,732,662,357 15,260,177,358
ketiga parties
Piutang usaha pihak Trade receivables
2,884,773,386 2,040,240,435
berelasi related parties
Piutang lainnya Other receivables
Piutang lainnya pihak Other receivables third
12,000,000 4,000,000
ketiga parties
Persediaan lancar Current inventories
Persediaan lancar 69,177,071,883 76,782,705,094 Current inventories
Biaya dibayar dimuka Current prepaid expenses
5,009,499 637,462,988
lancar
Uang muka lancar Current advances
Uang muka lancar atas Current advances on
pembelian aset tetap 8,466,406,249 4,641,207,418 purchase of property,
plant and equipment
Uang muka lancar Other current
4,396,828,406 7,528,166,587
lainnya advances
Pajak dibayar dimuka Current prepaid taxes
25,633,909,749 21,377,976,223
lancar
Aset non-keuangan lancar Other current non-financial
2,789,875,742
lainnya assets
Jumlah aset lancar 189,196,807,605 169,165,480,084 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Aset keuangan tidak Non-current financial
lancar assets
Aset keuangan tidak Other non-current
21,000,000,000 21,000,000,000
lancar lainnya financial assets
Aset pajak tangguhan 3,377,443 2,084,048 Deferred tax assets
Aset tetap Property, plant, and
292,650,229,994 284,737,737,994
equipment
Jumlah aset tidak lancar 313,653,607,437 305,739,822,042 Total non-current assets
Jumlah aset 502,850,415,042 474,905,302,126 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang bank jangka Short term bank loans
40,366,226,281 23,100,000,000
pendek
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
39,479,876,789 45,625,114,765
ketiga third parties
Utang usaha pihak Trade payables
12,923,464,675 23,657,708,641
berelasi related parties
Uang muka Current advances
pelanggan jangka from customers
pendek
Uang muka Current advances
Page 5
pelanggan jangka from customers
1,403,601,291 2,458,327,274
pendek pihak third parties
ketiga
Beban akrual jangka Current accrued
14,486,388,603 14,396,844,018
pendek expenses
Utang pajak 652,840,031 3,241,462,905 Taxes payable
Liabilitas jangka Current maturities of
panjang yang jatuh long-term liabilities
tempo dalam satu
tahun
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of bank loans
tempo dalam satu 13,847,232,647 25,439,635,732
tahun atas utang
bank
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of consumer
tempo dalam satu financing payables
357,661,237 339,844,701
tahun atas utang
pembiayaan
konsumen
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of finance lease
tempo dalam satu 892,468,488 990,342,926 liabilities
tahun atas liabilitas
sewa pembiayaan
Jumlah liabilitas Total current
124,409,760,042 139,249,280,962
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
panjang
Liabilitas pajak Deferred tax liabilities
4,661,228,567 3,878,557,191
tangguhan
Utang pihak berelasi Non-current due to
40,800,000,000 10,800,000,000
jangka panjang related parties
Liabilitas jangka Long-term liabilities
panjang setelah net of current
dikurangi bagian maturities
yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas jangka Long-term bank
panjang atas utang 111,056,840,291 110,661,975,417 loans
bank
Liabilitas jangka Long-term
panjang atas utang consumer financing
152,356,568 327,613,894
pembiayaan payables
konsumen
Liabilitas jangka Long-term finance
panjang atas lease liabilities
424,726,444 830,579,500
liabilitas sewa
pembiayaan
Kewajiban imbalan Long-term
pasca kerja jangka 2,165,153,014 1,724,420,739 post-employment
panjang benefit obligations
Liabilitas keuangan Other non-current
2,000,000,000 2,000,000,000
jangka panjang lainnya financial liabilities
Jumlah liabilitas Total non-current
161,260,304,884 130,223,146,741
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 285,670,064,926 269,472,427,703 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
Page 6
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 187,500,000,000 150,000,000,000 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
3,960,124,258
disetor capital
Cadangan pengukuran Reserve of
kembali program 119,164,913 150,354,194 remeasurements of
imbalan pasti defined benefit plans
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan 100,000,000 50,000,000 retained earnings
penggunaannya
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan 25,485,667,463 55,219,305,948 retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
217,164,956,634 205,419,660,142
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Kepentingan Non-controlling interests
15,393,482 13,214,281
non-pengendali
Jumlah ekuitas 217,180,350,116 205,432,874,423 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
502,850,415,042 474,905,302,126
ekuitas
Page 7
[1311000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by function - General Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 June 2023 30 June 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
369,088,395,472 431,542,260,278
usaha
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
( 359,594,299,356 ) ( 379,586,004,096 )
pendapatan
Jumlah laba bruto 9,494,096,116 51,956,256,182 Total gross profit
Beban penjualan ( 26,712,126,276 ) ( 29,628,393,194 ) Selling expenses
Beban bunga dan keuangan ( 9,221,202,330 ) ( 3,351,366,558 ) Interest and finance costs
Pendapatan lainnya 9,976,430,113 Other income
Beban lainnya ( 2,345,888,166 ) ( 3,232,853 ) Other expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
( 28,785,120,656 ) 28,949,693,690
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 859,251,630 ) ( 6,666,122,000 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
( 29,644,372,286 ) 22,283,571,690
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) ( 29,644,372,286 ) 22,283,571,690 Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif Other comprehensive income,
lainnya, setelah pajak after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang tidak akan income that will not be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
setelah pajak loss, after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya atas pengukuran income for
kembali kewajiban ( 68,276,279 ) 24,724,665 remeasurement of defined
manfaat pasti, setelah benefit obligation, after tax
pajak
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang tidak akan ( 68,276,279 ) 24,724,665 that will not be
direklasifikasi ke laba reclassified to profit or
rugi, setelah pajak loss, after tax
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, ( 68,276,279 ) 24,724,665 income, after tax
setelah pajak
Jumlah laba rugi komprehensif ( 29,712,648,565 ) 22,308,296,355 Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
( 29,646,551,487 ) 22,277,996,139
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan ke kepentingan 2,179,201 5,575,551 non-controlling interests
non-pengendali
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas ( 29,714,827,766 ) 22,302,720,804 attributable to parent entity
induk
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke 2,179,201 5,575,551 attributable to non-controlling
kepentingan non-pengendali interests
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Page 8
Laba per saham dasar Basic earnings per share diatribusikan kepada attributable to equity pemilik entitas induk owners of the parent entity Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per dasar dari operasi yang ( 15.81 ) 37.13 share from continuing dilanjutkan operations
Page 9
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Current Year
30 June 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan pengukuran Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal Kepentingan
Saham biasa kembali program ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor non-pengendali
imbalan pasti penggunaannya penggunaannya entitas induk
Reserve of
Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital remeasurements of Non-controlling interests Equity
earnings earnings parent entity
defined benefit plans
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 150,000,000,000 187,441,192 50,000,000 55,182,218,950 205,419,660,142 13,214,281 205,432,874,423 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 150,000,000,000 187,441,192 50,000,000 55,182,218,950 205,419,660,142 13,214,281 205,432,874,423 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) ( 29,646,551,487 ) ( 29,646,551,487 ) 2,179,201 ( 29,644,372,286 ) Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya ( 68,276,279 ) ( 68,276,279 ) ( 68,276,279 ) Other comprehensive income
Pembentukan cadangan umum 50,000,000 ( 50,000,000 ) 0 0 Allocation for general reserves
Penerbitan saham biasa 37,500,000,000 6,750,000,000 44,250,000,000 44,250,000,000 Issuance of common stocks
Biaya emisi efek ( 2,789,875,742 ) ( 2,789,875,742 ) ( 2,789,875,742 ) Stock issuance costs
Posisi ekuitas, akhir periode 187,500,000,000 3,960,124,258 119,164,913 100,000,000 25,485,667,463 217,164,956,634 15,393,482 217,180,350,116 Equity position, end of the period
Page 10
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Prior Year
30 June 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan pengukuran Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Kepentingan
Saham biasa kembali program ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
non-pengendali
imbalan pasti penggunaannya entitas induk
Reserve of
Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks remeasurements of Non-controlling interests Equity
earnings parent entity
defined benefit plans
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian Balance before restatement at beginning of
60,000,000,000 137,991,861 130,619,071,780 190,757,063,641 7,868,525 190,764,932,166
kembali period
Posisi ekuitas, awal periode 60,000,000,000 137,991,861 130,619,071,780 190,757,063,641 7,868,525 190,764,932,166 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 22,277,996,139 22,277,996,139 5,575,551 22,283,571,690 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya 24,724,665 24,724,665 24,724,665 Other comprehensive income
Posisi ekuitas, akhir periode 60,000,000,000 162,716,526 152,897,067,919 213,059,784,445 13,444,076 213,073,228,521 Equity position, end of the period
Page 11
[1510000] Statement of cash flows, direct method - General Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 June 2023 30 June 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
350,716,651,539 419,015,893,486
pelanggan
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kepada Payments to suppliers for
pemasok atas barang dan ( 297,976,294,154 ) ( 279,447,686,216 ) goods and services
jasa
Pembayaran gaji dan Payments for salaries and
( 84,507,471,410 ) ( 64,808,070,349 )
tunjangan allowances
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
( 31,767,114,025 ) 74,760,136,921
(digunakan untuk) operasi in) operations
Pembayaran pajak Payments for corporate
( 8,637,719,975 ) ( 20,692,439,385 )
penghasilan badan income tax
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 9,137,670,195 ) ( 3,351,366,558 ) from operating activities
operasi
Arus kas sebelum Net cash flows received
perubahan dalam aset dan from (used in) operating
liabilitas yang diperoleh ( 49,542,504,195 ) 50,716,330,978 activities before changes in
dari (digunakan untuk) assets and liabilities
aktivitas operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 49,542,504,195 ) 50,716,330,978
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran uang muka Payments for advances for
pembelian aset tetap ( 4,178,681,082 ) ( 872,642,257 ) purchase of property, plant
and equipment
Penerimaan dari penjualan Proceeds from disposal of
475,000,000
aset tetap property, plant and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 13,806,219,390 ) ( 29,060,642,375 )
aset tetap property, plant and equipment
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 17,509,900,472 ) ( 29,933,284,632 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Penerimaan pinjaman bank 94,859,008,512 16,816,665,295 Proceeds from bank loans
Pembayaran pinjaman bank ( 88,790,320,442 ) ( 52,460,278,914 ) Payments of bank loans
Pembayaran utang Payments of consumer
( 157,440,790 ) ( 154,968,331 )
pembiayaan konsumen financing payables
Pembayaran liabilitas sewa Payments of finance lease
( 503,727,494 ) ( 188,902,325 )
pembiayaan liabilities
Penerimaan utang pihak Proceeds from due to related
30,000,000,000 45,909,358,795
berelasi parties
Pembayaran utang pihak Payments of due to related
( 24,550,555,572 )
berelasi parties
Page 12
Penerimaan dari penerbitan 44,250,000,000 Proceeds from issuance of
saham biasa common stocks
Pembayaran biaya emisi Payments of stock issuance
( 2,789,875,742 )
saham costs
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
76,867,644,044 ( 14,628,681,052 )
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
9,815,239,377 6,154,365,294
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
38,103,668,239 21,030,320,171
awal periode flows, beginning of the period
Efek perubahan nilai kurs pada Effect of exchange rate changes
( 1,030,761,540 ) 411,690,626
kas dan setara kas on cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
46,888,146,076 27,596,376,091
akhir periode cash flows, end of the period
Page 13
[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 June 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian serta atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan statements
keuangan ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang didasarkan
pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Biaya perolehan umumnya didasarkan pada nilai wajar imbalan yang diserahkan dalam pemerolehan
aset. Laporan arus kas konsolidasaian disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Mata uang penyajian
yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasaian ini adalah Rupiah yang
merupakan mata uang fungsional Grup.
Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian mencakup laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak. Entitas Principles of consolidation
anak adalah entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan, yakni Perusahaan terekspos, atau memiliki
hak, atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk
mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari
entitas (kekuasaan atas investee). Keberadaan dan dampak dari hak suara potensial dimana
Perusahaan memiliki kemampuan praktis untuk melaksanakan (yakni hak substantif) dipertimbangkan
saat menilai apakah Perusahaan mengendalikan entitas lain. Laporan keuangan Grup mencakup hasil
usaha, arus kas, aset dan liabilitas dari Grup dan seluruh entitas anak yang, secara langsung dan tidak
langsung, dikendalikan oleh Grup. Entitas anak dikonsolidasikan sejak tanggal efektif akuisisi, yaitu
tanggal dimana Grup secara efektif memperoleh pengendalian atas bisnis yang diakuisisi, sampai
tanggal pengendalian berakhir. Entitas induk menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan
menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang
serupa. Seluruh transaksi, saldo, laba, beban, dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait
dengan transaksi antar entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh. Grup mengatribusikan laba rugi
dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain kepada pemilik entitas induk dan
kepentingan nonpengendali meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan nonpengendali
memiliki saldo defisit. Grup menyajikan kepentingan nonpengendali di ekuitas dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk. Perubahan dalam bagian
kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian adalah
transaksi ekuitas (yaitu transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik). Ketika proporsi
ekuitas yang dimiliki oleh kepentingan nonpengendali berubah, Grup menyesuaikan jumlah tercatat
kepentingan pengendali dan kepentingan nonpengendali untuk mencerminkan perubahan kepemilikan
relatifnya dalam entitas anak. Selisih antara jumlah dimana kepentingan nonpengendali disesuaikan
dan nilai wajar dari jumlah yang diterima atau dibayarkan diakui langsung dalam ekuitas dan
diatribusikan pada pemilik dari entitas induk. Jika Grup kehilangan pengendalian,maka Grup: (a)
Menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas entitas anak pada jumlah tercatatnya
ketika pengendalian hilang; (b) Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan
nonpengendali pada entitas anak terdahulu ketika pengendalian hilang (termasuk setiap komponen
penghasilan komprehensif lain yang diatribusikan pada kepentingan nonpengendali); (c) Mengakui nilai
wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa, atau keadaan yang mengakibatkan
hilangnya pengendalian; (d) Mengakui sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya
Page 14
pada tanggal hilangnya pengendalian; (e) Mereklasifikasi ke laba rugi, atau mengalihkan secara
langsung ke saldo laba jika disyaratkan oleh SAK lain, jumlah yang diakui dalam penghasilan
komprehensif lain dalam kaitan dengan entitas anak; (f) Mengakui perbedaan apapun yang dihasilkan
sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba rugi yang diatribusikan kepada entitas induk.
Kas dan setara kas Kas dan bank termasuk kas dan kas di bank (rekening giro) yang tidak digunakan sebagai jaminan Cash and cash equivalents
atau tidak dibatasi pengunaannya.
Persediaan Persediaan dinyatakan berdasarkan jumlah terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Inventories
Biaya persediaan terdiri dari seluruh biaya pembelian, biaya konversi dan biaya lain yang timbul
sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. Biaya perolehan ditentukan dengan
metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi neto merupakan taksiran harga jual dalam kegiatan usaha
biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat
penjualan. Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto dan
seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian
tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai
realisasi neto, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya
pemulihan tersebut.
Aset tetap Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan yang meliputi harga perolehannya dan setiap Fixed assets
biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang diinginkan
agar aset siap digunakan sesuai intensi manajemen. Setelah pengakuan awal, aset tetap kecuali tanah
dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan
nilai. Tanah diakui sebesar harga perolehannya dan tidak disusutkan. Penyusutan aset tetap dimulai
pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud penggunaannya dan dihitung dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset. Aset tetap yang
dikonstruksi sendiri disajikan sebagai bagian aset tetap sebagai ?Aset dalam Penyelesaian? dan
dinyatakan sebesar biaya perolehannya. Semua biaya, termasuk biaya pinjaman, yang terjadi
sehubungan dengan penyelesaian aset tersebut dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan
aset tetap dalam pembangunan. Biaya perolehan aset tetap dalam pembangunan tidak termasuk
setiap laba internal, jumlah tidak normal dari biaya pemborosan yang terjadi dalam pemakaian bahan
baku, tenaga kerja atau sumber daya lain. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke
masing-masing pos aset tetap yang sesuai pada saat aset tersebut selesai dikerjakan atau siap
digunakan dan disusutkan sejak beroperasi. Nilai tercatat dari suatu aset tetap dihentikan
pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomis masa depan
yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
penghentian pengakuan tersebut (yang ditentukan sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto,
jika ada, dan jumlah tercatatnya) dimasukkan dalam laba rugi pada saat penghentian pengakuan
tersebut dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, Grup melakukan penelaahan berkala atas masa
manfaat, nilai residu, metode penyusutan, dan sisa umur pemakaian berdasarkan kondisi teknis.
Pengakuan pendapatan dan beban Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Grup melakukan analisa transaksi melalui lima langkah Revenue and expense recognition
analisa berikut: 1. Mengindentifikasi kontrak dengan pelanggan, dengan kriteria sebagai berikut: -
Kontrak telah disetujui oleh pihak-pihak terkait dalam kontrak; - Grup bisa mengidentifikasi hak dari
pihak-pihak terkait dan jangka waktu pembayaran dari barang atau jasa yang akan dialihkan; dan -
Kontrak memiliki substansi komersial. 2. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak.
Page 15
Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa
yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan. 3. Menentukan harga transaksi, setelah dikurangi
diskon, retur, insentif penjualan, pajak penjualan barang mewah, pajak pertambahan nilai dan
pungutan ekspor, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. 4. Mengalokasi harga transaksi ke setiap kewajiban
pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual dari setiap barang atau jasa berbeda yang
dijanjikan di kontrak. 5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (sepanjang
waktu atau pada suatu waktu tertentu). Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai
berikut: ? Suatu waktu tertentu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau ?
Sepanjang waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian yang sesuai
untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban
pelaksanaan. Suatu kewajiban pelaksanaan dipenuhi pada suatu waktu tertentu kecuali jika memenuhi
salah satu kriteria berikut, dalam hal ini dipenuhi dari sepanjang waktu: ? Pelanggan secara
bersamaan menerima dan menggunakan manfaat yang diberikan oleh pelaksanaan Grup
sebagaimana yang dilakukan Grup; ? Pelaksanaan Grup menciptakan atau meningkatkan aset yang
dikendalikan pelanggan saat aset itu dibuat atau ditingkatkan; dan ? Pelaksanaan Grup tidak
menciptakan aset dengan penggunaan alternatif untuk Grup dan Grup memiliki hak yang dapat
diberlakukan atas pembayaran untuk pelaksanaan yang diselesaikan hingga saat ini. Beban diakui
pada saat terjadinya dengan dasar akrual.
Transaksi dengan pihak berelasi Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor: a. Orang atau anggota Transactions with related parties
keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: i. Memiliki
pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; ii. Memiliki pengaruh signifikan atas
entitas pelapor; atau iii. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas
pelapor. b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut: i.
Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk,
entitas anak, berikutnya terkait dengan entitas lain); ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura
bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu
kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya); iii. Kedua entitas tersebut
adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama; iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari
entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga; v. Entitas tersebut adalah
suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas
yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan
program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor; vi. Entitas yang
dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a); vii. Orang yang
diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen
kunci entitas (atau entitas induk dari entitas) ; atau viii. Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana
entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci
kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor. Seluruh transaksi dan saldo
yang signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan yang relevan.
Pajak penghasilan Beban pajak adalah jumlah gabungan pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam Income taxes
menentukan laba rugi pada suatu periode. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui dalam laba rugi,
kecuali pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui dalam penghasilan
komprehensif lain atau secara langsung di ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui
dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas. Jumlah pajak kini untuk periode berjalan dan
periode sebelumnya yang belum dibayar diakui sebagai liabilitas. Jika jumlah pajak yang telah dibayar
untuk periode berjalan dan periode-periode sebelumnya melebihi jumlah pajak yang terutang untuk
Page 16
periode tersebut, maka kelebihannya diakui sebagai aset. Liabilitas (aset) pajak kini untuk periode
berjalan dan periode sebelumnya diukur sebesar jumlah yang diperkirakan akan dibayar kepada
(direstitusi dari) otoritas perpajakan, yang dihitung menggunakan tarif pajak (dan undang-undang
pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Manfaat
terkait dengan rugi pajak yang dapat ditarik untuk memulihkan pajak kini dari periode sebelumnya
diakui sebagai aset. Aset pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi pajak belum dikompensasi dan
kredit pajak belum dimanfaatkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak masa depan akan
tersedia untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum
dimanfaatkan. Seluruh perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan,
kecuali perbedaan temporer kena pajak yang berasal dari: a. pengakuan awal goodwill; atau b.
pengakuan awal aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat transaksi
tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak). Aset pajak tangguhan diakui
untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak
akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba dimaksud,
kecuali jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset atau pengakuan awal liabilitas
dalam transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba
akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak). Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan
menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan,
berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku
pada akhir periode pelaporan. Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan
konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Grup memperkirakan, pada akhir periode pelaporan,
untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya. Jumlah tercatat aset
pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir periode pelaporan. Grup mengurangi jumlah tercatat aset
pajak tangguhan jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang
memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Setiap
pengurangan tersebut dilakukan pembalikan atas aset pajak tangguhan hingga kemungkinan besar
laba kena pajak yang tersedia jumlahnya memadai. Grup melakukan saling hapus aset pajak
tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika dan hanya jika: a. Grup memiliki hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini;
dan b. aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang
dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama atas: i. entitas kena pajak yang sama; atau ii. entitas
kena pajak yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan
dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap
periode masa depan dimana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diperkirakan
untuk diselesaikan atau dipulihkan. Grup melakukan saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas
pajak kini jika dan hanya jika, Grup: a. memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang diakui; dan b. bermaksud untuk menyelesaikan dengan
dasar neto atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
Imbalan kerja karyawan Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan jasanya dalam suatu periode Employee benefits
akuntansi, sebesar jumlah tidak terdiskonto dari imbalan kerja jangka pendek yang diharapkan akan
dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut. Imbalan kerja jangka pendek mencakup antara lain upah,
gaji, bonus dan insentif. Imbalan pascakerja seperti pensiun, uang pisah dan uang penghargaan masa
kerja dihitung berdasarkan Undang Undang-Undang Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020 tanggal 2
November 2020. Grup mengakui jumlah liabilitas imbalan pasti neto sebesar nilai kini kewajiban
imbalan pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program yang dihitung oleh
aktuaris independen dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini kewajiban imbalan
imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan imbalan tersebut. Grup mencatat tidak hanya
Page 17
kewajiban hukum berdasarkan persyaratan formal program imbalan pasti, tetapi juga kewajiban
konstruktif yang timbul dari praktik informal entitas. Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan atau
kerugian atas penyelesaian, serta bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto diakui dalam laba
rugi. Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang terdiri dari keuntungan dan
kerugian aktuarial, imbal hasil atas aset program dan setiap perubahan dampak batas atas aset diakui
sebagai penghasilan komprehensif lain. Grup mengakui pesangon sebagai liabilitas dan beban pada
tanggal yang lebih awal di antara: a. ketika Grup tidak dapat lagi menarik tawaran atas imbalan
tersebut; dan b. ketika Grup mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berada dalam ruang lingkup
PSAK 57 dan melibatkan pembayaran pesangon. Grup mengukur pesangon pada saat pengakuan
awal dan mengukur serta mengakui perubahan selanjutnya sesuai dengan sifat imbalan kerja.
Laba per saham Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada Earnings per share
pemegang saham biasa entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar
dalam suatu periode. Untuk tujuan penghitungan laba per saham dilusian, Grup menyesuaikan laba
atau rugi yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham dan jumlah rata-rata tertimbang saham
yang beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif. Pada
tanggal pelaporan, Grup tidak mempunyai potensi saham biasa yang bersifat dilutif.
Pelaporan segmen Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang diberikan Segment reporting
kepada pengambil keputusan operasional. Pengambil keputusan operasional bertanggung jawab untuk
mengalokasikan sumber daya, menilai kinerja segmen operasi dan membuat keputusan strategis.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas: ? yang terlihat dalam aktivitas bisnis yang
memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban yang terkait
dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama); ? hasil operasinya dikaji ulang
secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuatan keputusan tentang sumber daya yang
dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan ? tersedia informasi keuangan yang
dapat dipisahkan.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Dalam menyiapkan laporan keuangan, setiap entitas di dalam Grup mencatat dengan menggunakan Foreign currency transactions and balances
mata uang dari lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi (?mata uang fungsional?). Mata
uang fungsional Perusahaan dan entitas anak adalah Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun
berjalan dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah dengan kurs spot antara Rupiah dan valuta
asing pada tanggal transaksi. Pada akhir periode pelaporan, pos moneter dalam mata uang asing
dijabarkan ke dalam Rupiah menggunakan kurs penutup, yaitu kurs tengah Bank Indonesia pada 30
Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Beban dibayar dimuka Biaya dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus Prepaid expenses
(straight-line method).
Biaya emisi efek ekuitas Berdasarkan Peraturan Nomor VIII.G.7 (Lampiran dari Surat Keputusan Ketua BAPEPAM No. Stock issuance cost
Kep-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000), biaya emisi saham dicatat sebagai pengurang modal disetor
dan disajikan sebagai bagian dari ekuitas dalam akun ?Tambahan Modal Disetor? yang berlaku efektif
untuk penyusunan laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2000.
Instrumen keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal Grup mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam Financial instruments
Page 18
laporan posisi keuangan konsolidasian, jika dan hanya jika, Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen tersebut. Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, Grup mengukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut. Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset keuangan dan penerbitan liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan segera. Nilai wajar instrument keuangan pada pengakuan awal biasanya sama dengan harga transaksi (yaitu nilai wajar imbalan yang diberikan atau diterima). Jika nilai wajar instrumen keuangan pada saat pengakuan awal berbeda dari harga transaksinya, Grup mengakui perbedaan antara nilai wajar pada saat pengakuan awal dan harga transaksi sebagai keuntungan atau kerugian. Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan Aset keuangan Grup diklasifikasikan sebagai berikut: aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. i. Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi ketika kedua kondisi berikut terpenuhi: (1) aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja; dan (1) persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (Solely Payments of Principal and Interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang. Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan pembayaran pokok, kemudian dikurangi atau ditambah dengan jumlah amortisasi kumulatif atas perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat jatuh tempo, dan penurunan nilainya. Pendapatan keuangan dihitung dengan metode menggunakan suku bunga efektif dan diakui di laba rugi. Perubahan pada nilai wajar diakui di laba rugi ketika aset dihentikan atau direklasifikasi. Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dapat dijual ketika terdapat peningkatan risiko kredit. Penghentian untuk alasan lain diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak signifikan jumlahnya atau tidak sering. ii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain (?FVTOCI?) Aset keuangan diukur pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi: (1) aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan (1) persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (Solely Payments of Principal and Interest-SPPI) dari jumlah pokok terutang. Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar, dimana keuntungan atau kerugian diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, diakui pada laba rugi. Ketika aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi. iii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (?FVTPL?) Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau untuk diukur FVTOCI. Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi. Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada instrumen ekuitas tidak memenuhi kriteria untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau kriteria untuk diukur pada FVTOCI, sehingga diukur pada FVTPL. Namun demikian, Grup dapat menetapkan pilihan yang tidak dapat dibatalkan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen ekuitas yang bukan untuk diperjualbelikan dalam waktu dekat (held for trading) untuk diukur
Page 19
pada FVTOCI. Penetapan ini menyebabkan semua keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan komprehensif lain, kecuali pendapatan dividen tetap diakui di laba rugi. Keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke saldo laba tidak melalui laba rugi. Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan Grup mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, kecuali: a. Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabiitas dimaksud, termasuk derivatif yang merupakan liabiliatas, selanjutnya akan diukur pada nilai wajar. b. Liabitas keuangan yang timbul Ketika pengalihan aset keuangan yang tidak memenuhi kualifikasi penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan diterapkan. c. Kontrak jaminan keuangan dan komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku bunga dibawah pasar. Setelah pengakuan awal, penerbit kontrak dan penerbit komitment selanjutnya mengukur kontrak tersebut sebesar jumlah yang lebih tinggi antara: (i) Jumlah penyisihan kerugian; dan (i) Jumlah yang pertama kali diakui dikurangi dengan, jika sesuai, jumlah kumulatif dari penghasilan yang diakui sesuai dengan prinsip PSAK 72. d. Imbalan kontijensi yang diakui oleh pihak pengakusisi dalam kombinasi bisnis Ketika PSAK 22 diterapkan. Imbalan kontijensi selanjutnya diukur pada nilai wajar dan selisihnya dalam laba rugi Saat pengakuan awal Grup dapat membuat penetapan yang takterbatalkan untuk mengukur liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi, jika diizinkan oleh standar atau jika penetapan akan menghasilkan informasi yang lebih relevan, karena: a. mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkosistensi pengukuran atau pengakuan (kadang disebut sebagai ?accounting mismatch?) yang dapat timbul dari pengukuran aset atau liabilitas atau pengakuan keuntungan dan kerugian atas aset atau liabilitas dengan dasar yang berbeda-beda; atau b. sekelompok liabilitas keuangan atau aset keuangan dan liabilitas keuangan dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai manajemen risiko atau strategi investasi yang terdokumentasi, dan informasi dengan dasar nilai wajar dimaksud atas kelompok tersebut disediakan secara internal untuk personil manajemen kunci Grup. Penurunan Nilai Aset Keuangan Grup mengakui kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada FVTOCI, piutang sewa, aset kontrak atau komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan. Aset keuangan yang berupa investasi pada instrumen ekuitas tidak dilakukan penurunan nilai. Pada setiap tanggal pelaporan, Grup mengukur penyisihan kerugian instrumen keuangan sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Namun, jika risiko kredit instrumen keuangan tersebut tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, maka Grup mengakui sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan. Grup menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan. Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pihak ketiga tidak mampu membayar kewajiban kreditnya kepada Grup secara penuh. Periode maksimum yang dipertimbangkan ketika memperkirakan kerugian kredit ekspektasian adalah periode maksimum kontrak dimana Grup terekspos terhadap risiko kredit. Penyisihan kerugian diakui sebagai pengurang jumlah tercatat aset keuangan kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada FVTOCI yang penyisihan kerugiannya diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Sedangkan jumlah kerugian kredit ekspektasian (atau pemulihan kerugian kredit) diakui dalam laba rugi, sebagai keuntungan atau kerugian penurunan nilai. Pengukuran kerugian kredit ekspektasian dari instrumen keuangan dilakukan dengan suatu cara yang mencerminkan: i. jumlah yang tidak bias dan rata-rata probabilitas tertimbang yang ditentukan dengan mengevaluasi serangkaian kemungkinan yang dapat terjadi; ii. nilai waktu uang; dan iii. informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan pada tanggal pelaporan mengenai peristiwa masa lalu, kondisi kini, dan perkiraan kondisi ekonomi masa depan. Aset keuangan dapat dianggap tidak mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak
Page 20
pengakuan awal jika aset keuangan memiliki risiko kredit yang rendah pada tanggal pelaporan. Risiko kredit pada instrumen keuangan dianggap rendah ketika aset keuangan tersebut memiliki risiko gagal bayar yang rendah, peminjam memiliki kapasitas yang kuat untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya dalam jangka waktu dekat dan memburuknya kondisi ekonomik dan bisnis dalam jangka waktu panjang mungkin, namun tidak selalu, menurunkan kemampuan peminjam untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya. Untuk menentukan apakah aset keuangan memiliki risiko kredit rendah, Grup dapat menggunakan peringkat risiko kredit internal atau penilaian eksternal. Misal, aset keuangan dengan peringkat ?investment grade? berdasarkan penilaian eksternal merupakan instrumen yang memiliki risiko kredit yang rendah, sehingga tidak mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal. Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan Grup menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset berakhir, atau Grup mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Grup tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Grup mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Grup memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Grup masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima. Saat penghentian pengakuan aset keuangan secara keseluruhan, selisih antara jumlah tercatat aset dan jumlah pembayaran dan piutang yang diterima dan keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas direklasifikasi ke laba rugi. Saat penghentian pengakuan aset keuangan terhadap satu bagian saja (misalnya ketika Grup masih memiliki hak untuk membeli kembali bagian aset yang ditransfer), Grup mengalokasikan jumlah tercatat sebelumnya dari aset keuangan tersebut pada bagian yang tetap diakui berdasarkan keterlibatan berkelanjutan dan bagian yang tidak lagi diakui berdasarkan nilai wajar relatif dari kedua bagian tersebut pada tanggal transfer. Selisih antara jumlah tercatat yang dialokasikan pada bagian yang tidak lagi diakui dan jumlah dari pembayaran yang diterima untuk bagian yang tidak lagi diakui dan setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang dialokasikan pada bagian yang tidak lagi diakui tersebut yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain diakui pada laba rugi. Keuntungan dan kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dialokasikan pada bagian yang tetap diakui dan bagian yang dihentikan pengakuannya, berdasarkan nilai wajar relatif kedua bagian tersebut. Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Grup telah dilepaskan, dibatalkan atau kedaluwarsa. Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan utang diakui dalam laba rugi. Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Grup telah dilepaskan, dibatalkan atau kedaluarsa. Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan utang diakui dalam laba rugi. Metode Suku Bunga Efektif Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas keuangan) dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh jumlah tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Grup mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, seperti pelunasan dipercepat, opsi beli dan opsi serupa lain, tetapi tidak mempertimbangkan kerugian kredit masa depan. Perhitungan ini mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau
Page 21
diterima oleh pihak-pihak dalam kontrak yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium atau diskonto lain. Reklasifikasi Grup mereklasifikasi aset keuangan ketika Grup mengubah tujuan model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan sehingga penilaian sebelumnya menjadi tidak dapat diterapkan. Grup mereklasifikasi aset keuangan, maka Grup menerapkan reklasifikasi secara prospektif dari tanggal reklasifikasi. Ketika Grup mereklasifikasi aset keuangan dari kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTPL, nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi. Pada saat Grup melakukan reklasifikasi sebaliknya, yaitu dari aset keuangan kategori FVTPL menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, maka nilai wajar pada tanggal reklasifikasi menjadi jumlah tercatat bruto yang baru. Pada saat Grup mereklasifikasi aset keuangan dari kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTOCI, nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi. Ketika Grup mereklasifikasi aset keuangan sebaliknya, yaitu keluar dari kategori FVTOCI menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan direklasifikasi pada nilai wajarnya pada tanggal reklasifikasi. Akan tetapi keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dihapus dari ekuitas dan disesuaikan terhadap nilai wajar aset keuangan pada tanggal reklasifikasi. Akibatnya, pada tanggal reklasifikasi aset keuangan diukur seperti halnya jika aset keuangan tersebut selalu diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Penyesuaian ini memengaruhi penghasilan komprehensif lain tetapi tidak memengaruhi laba rugi, dan karenanya bukan merupakan penyesuaian reklasifikasi. Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi. Pada saat Grup mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran FVTPL menjadi kategori pengukuran FVTOCI, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Sama halnya, ketika Grup mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori FVTOCI menjadi kategori pengukuran FVTPL, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui di penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi pada tanggal reklasifikasi. Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan disaling hapuskan, jika dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Pengukuran Nilai Wajar Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Nilai wajar aset dan liabillitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan. Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hierarki nilai wajar berdasarkan pada apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap keseluruhan pengukuran nilai wajar: (i) Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses pada tanggal pengukuran (Level 1); (i) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung (Level 2); dan (ii) Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3). Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Grup sebisa mungkin menggunakan data pasar yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi secara langsung, Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya dan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Page 22
Perpindahan antara level hierarki nilai wajar diakui oleh Grup pada akhir periode pelaporan dimana
perpindahan terjadi.
Penerapan standar akuntansi baru Amendemen dan penyesuaian atas standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau Adoption of new accounting standards
setelah 1 Januari 2022, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu: ? Amendemen PSAK 22:
Kombinasi Bisnis tentang Referensi ke Kerangka Konseptual; ? Amendemen PSAK 57: Provisi,
Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak Merugi - Biaya Memenuhi Kontrak; ?
Amendemen PSAK 16: Aset Tetap tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan; ? PSAK 69
(Penyesuaian Tahunan 2020): Agrikultur; ? PSAK 71 (Penyesuaian Tahunan 2020): Instrumen
Keuangan; dan ? PSAK 73 (Penyesuaian Tahunan 2020): Sewa. Implementasi standar-standar
tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang dilaporkan di periode berjalan
atau tahun sebelumnya.
Page 23
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Current Year
30 June 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Pengurangan aset
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Reklasifikasi aset tetap Aset tetap, akhir periode
tetap
Property, plant, and Reclassifications of
Addition in property, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning property, plant, and
plant, and equipment plant, and equipment equipment, end period
period equipment
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 25,308,458,492 25,308,458,492 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan Building and leasehold
fasilitasnya, dimiliki 100,353,398,878 1,500,305,994 7,206,136,866 109,059,841,738 improvement, directly
langsung owned
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 184,134,174,470 10,307,542,473 ( 1,584,266,433 ) 8,503,613,020 201,361,063,530 equipment, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 2,678,108,605 128,483,784 2,806,592,389 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
1,934,186,664 1,934,186,664
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 314,408,327,109 11,936,332,251 ( 1,584,266,433 ) 15,709,749,886 340,470,142,813 Directly owned
Mesin, aset hak guna Machinery, right of use
4,135,454,545 4,135,454,545
assets
Aset hak guna 4,135,454,545 4,135,454,545 Right of use assets
Bangunan, dalam Building, assets under
6,987,535,223 2,497,982,799 ( 7,206,136,866 ) 2,279,381,156
penyelesaian construction
Mesin dan alat berat, Machinery and heavy
dalam penyelesaian 7,703,881,674 4,013,111,758 ( 8,503,613,020 ) 3,213,380,412 equipment, assets
under construction
Aset dalam Assets under
14,691,416,897 6,511,094,557 (0) ( 15,709,749,886 ) 5,492,761,568
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
333,235,198,551 18,447,426,808 ( 1,584,266,433 ) 0 350,098,358,926
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
fasilitasnya, dimiliki 9,590,769,087 2,699,574,235 12,290,343,322 improvement, directly accumulated
langsung owned depreciation
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 36,536,297,925 6,176,472,509 ( 502,534,380 ) 42,210,236,054 equipment, directly
Page 24
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 1,459,462,791 239,841,666 1,699,304,457 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
522,909,921 208,081,390 730,991,311
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 48,109,439,724 9,323,969,800 ( 502,534,380 ) 56,930,875,144 Directly owned
Mesin, aset hak guna Machinery, right of use
388,020,833 129,232,955 517,253,788
assets
Aset hak guna 388,020,833 129,232,955 517,253,788 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
48,497,460,557 9,453,202,755 ( 502,534,380 ) 57,448,128,932
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
284,737,737,994 292,650,229,994
equipment
Page 25
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap Reklasifikasi aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and Reclassifications of
Addition in property, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning property, plant, and
plant, and equipment plant, and equipment equipment, end period
period equipment
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 25,308,458,492 25,308,458,492 Land, directly owned Carrying amount,
Bangunan dan Building and leasehold gross
fasilitasnya, dimiliki 61,991,631,005 10,734,834,872 27,626,933,001 100,353,398,878 improvement, directly
langsung owned
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 135,150,125,178 60,405,530,576 ( 11,421,481,284 ) 184,134,174,470 equipment, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 1,790,760,980 887,347,625 2,678,108,605 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
1,922,186,664 12,000,000 1,934,186,664
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 226,163,162,319 72,039,713,073 ( 11,421,481,284 ) 27,626,933,001 314,408,327,109 Directly owned
Mesin, aset hak guna Machinery, right of use
2,822,727,272 1,312,727,273 4,135,454,545
assets
Aset hak guna 2,822,727,272 1,312,727,273 4,135,454,545 Right of use assets
Bangunan, dalam Building, assets under
20,305,287,955 14,309,180,269 ( 27,626,933,001 ) 6,987,535,223
penyelesaian construction
Mesin dan alat berat, Machinery and heavy
dalam penyelesaian 7,703,881,674 7,703,881,674 equipment, assets
under construction
Aset dalam Assets under
20,305,287,955 22,013,061,943 ( 27,626,933,001 ) 14,691,416,897
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
249,291,177,546 95,365,502,289 ( 11,421,481,284 ) 333,235,198,551
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
fasilitasnya, dimiliki 6,013,519,559 3,577,249,528 9,590,769,087 improvement, directly accumulated
langsung owned depreciation
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 25,256,583,660 11,965,348,343 ( 685,634,078 ) 36,536,297,925 equipment, directly
owned
Page 26
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 932,722,147 526,740,644 1,459,462,791 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
214,464,598 308,445,323 522,909,921
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 32,417,289,964 16,377,783,838 ( 685,634,078 ) 48,109,439,724 Directly owned
Mesin, aset hak guna Machinery, right of use
156,392,045 231,628,788 388,020,833
assets
Aset hak guna 156,392,045 231,628,788 388,020,833 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
32,573,682,009 16,609,412,626 ( 685,634,078 ) 48,497,460,557
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
216,717,495,537 284,737,737,994
equipment
Page 27
[1611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Tingkat penyelesaian atas aset dalam penyelesaian adalah berkisar antara 75% sampai 90%. Disclosure of notes for property, plant and
Manajemen mengestimasi bahwa pada akhir tahun 2023 aset tersebut telah siap digunakan. Aset tetap equipment
telah diasuransikan pada PT Asuransi Bintang Tbk dan PT Asuransi FPG Indonesia terhadap risiko
kebakaran, pencurian dan risiko lainnya bersamaan dengan aset tetap dengan nilai pertanggungan
masing-masing sebesar Rp360.367.188.288 dan Rp289.768.122.046, pada 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai
untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul atas persediaan yang dipertanggungkan.
Page 28
[1616100] Disclosure of Notes to the financial statements - Revenue - General Industry
Page 29
[1617000] Notes to the financial statements - Revenue By Type - General
Industry
Catatan untuk tipe pendapatan Notes for revenue by type
30 June 2023 30 June 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari Kayu lapis/ Product revenue 1
352,373,212,935 409,764,955,076
produk 1 Plywoods
Pendapatan dari Product revenue 2
Veneer 9,381,690,138 14,170,295,714
produk 2
Pendapatan dari Log Kayu & Product revenue 3
produk 3 Bahan Baku/ Log 7,662,890,100 7,889,002,372
& Raw Materials
Pendapatan dari Dikurangi/ Less : Product revenue 4
produk 4 Diskon/ ( 329,397,701 ) ( 281,992,884 )
Discounts
Pendapatan dari Product revenue
369,088,395,472 431,542,260,278
produk
Tipe pendapatan 369,088,395,472 431,542,260,278 Type of revenue
Page 30
[1620100] Notes to the financial statements - Trade receivables, by currency - General Industry
Piutang usaha berdasarkan mata uang Trade receivables by currency
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables
receivables receivables
Pihak ketiga IDR 1,981,638,096 2,498,192,341 IDR Third party
USD 29,751,024,261 12,761,985,017 USD
Mata uang 31,732,662,357 (0) 31,732,662,357 15,260,177,358 (0) 15,260,177,358 Currency
Pihak berelasi IDR 2,884,773,386 2,040,240,435 IDR Related party
Mata uang 2,884,773,386 (0) 2,884,773,386 2,040,240,435 (0) 2,040,240,435 Currency
Page 31
[1620200] Notes to the financial statements - Trade receivables, by aging - General Industry
Piutang usaha berdasarkan umur Trade receivables by aging
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables
receivables receivables
Belum jatuh tempo Umur 34,487,058,876 16,903,292,062 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 76,684,995 115,476,577 1 - 30 days Overdue
31 - 60 hari 53,691,872 120,435,952 31 - 60 days
Lebih dari 60 hari 161,213,202 More than 60 days
Umur 130,376,867 397,125,731 Aging
Jatuh tempo Umur 34,617,435,743 (0) 34,617,435,743 17,300,417,793 (0) 17,300,417,793 Aging Due status
Page 32
[1621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas piutang usaha Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai piutang dan berkeyakinan Disclosure of notes for trade receivables
seluruh piutang dapat tertagih sehingga tidak dibentuk penyisihan penurunan nilai piutang.
Page 33
[1630000] Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Catatan atas persediaan Notes for inventories
30 June 2023 31 December 2022
Barang jadi 35,430,844,815 39,601,909,437 Finished goods
Barang dalam proses 4,917,165,858 4,966,460,184 Work in process
Bahan baku dan bahan Raw and indirect material
3,691,815,182 3,977,503,385
pembantu
Suku cadang 15,649,190,003 13,521,885,710 Spareparts
Lainnya 9,488,056,025 14,714,946,378 Other inventories
Persediaan, kotor 69,177,071,883 76,782,705,094 Inventories, gross
Persediaan 69,177,071,883 76,782,705,094 Inventories
Persediaan lancar 69,177,071,883 76,782,705,094 Current inventories
Page 34
[1632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan Management berkeyakinan bahwa tidak terjadi penurunan terhadap nilai persediaan serta tidak Disclosure of notes for inventories
terdapat persediaan yang usang. Persediaan telah diasuransikan pada PT Asuransi Bintang Tbk dan
PT Asuransi FPG Indonesia terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya bersamaan
dengan aset tetap dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp360.367.188.288 dan
Rp289.768.122.046, pada 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Manajemen berpendapat bahwa nilai
pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul atas
persediaan yang dipertanggungkan. Persediaan Grup digunakan sebagai jaminan pinjaman bank.
Jumlah persediaan yang dibebankan ke beban pokok penjualan adalah masing-masing sebesar Rp
182.460.286.209, Rp413.926.753.462 pada 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Page 35
[1640100] Notes to the financial statements - Trade Payable, by currency - General Industry
Utang usaha berdasarkan mata uang Trade payables by currency
30 June 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Pihak ketiga IDR 29,534,042,442 41,054,272,954 IDR Third party
USD 9,945,834,347 4,570,841,811 USD
Mata uang 39,479,876,789 45,625,114,765 Currency
Pihak berelasi IDR 12,923,464,675 23,657,708,641 IDR Related party
Mata uang 12,923,464,675 23,657,708,641 Currency
Page 36
[1640200] Notes to the financial statements - Trade Payable, by aging - General Industry
Utang usaha berdasarkan umur Trade payables by aging
30 June 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Belum jatuh tempo Umur 42,219,786,606 64,860,283,109 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 7,464,498,993 3,841,786,769 1 - 30 days Overdue
31 - 60 hari 287,765,600 571,093,528 31 - 60 days
Lebih dari 60 hari 2,431,290,265 9,660,000 More than 60 days
Umur 10,183,554,858 4,422,540,297 Aging
Jatuh tempo Umur 52,403,341,464 69,282,823,406 Aging Due status
Page 37
[1641000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Payables - General Industry
Page 38
[1670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - General
Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 June 2023 30 June 2022
Persediaan bahan baku awal 3,977,503,385 2,791,039,222 Beginning raw inventory
Pembelian bahan baku 182,125,303,680 196,788,671,988 Purchased raw inventory
Persediaan bahan baku akhir 3,691,815,182 2,988,368,869 Ending raw inventory
Bahan baku yang digunakan 182,410,991,883 196,591,342,341 Raw inventory used
Upah, tenaga kerja langsung 75,412,657,165 60,161,610,882 Wages and direct labor
Depresiasi 9,213,361,090 7,175,474,969 Depreciation
Sewa 4,188,646,140 6,971,447,772 Rent cost
Biaya pabrikasi lainya 84,148,284,130 103,980,318,583 Other manufacturing overhead
Jumlah biaya produksi 355,373,940,408 374,880,194,547 Total production cost
Barang setengah jadi awal 4,966,460,184 1,977,755,350 Beginning wip inventory
Barang setengah jadi akhir 4,917,165,858 1,866,000,001 Ending wip inventory
Harga pokok produksi 355,423,234,734 374,991,949,896 Cost of goods manufactured
Barang jadi awal 39,601,909,437 23,465,766,613 Beginning finish goods inventory
Barang jadi akhir 35,430,844,815 18,871,712,413 Ending finish goods inventory
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
359,594,299,356 379,586,004,096
pendapatan
Page 39
[1671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - General Industry
Page 40
[1691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 June 2023 31 December 2022
Utang bank, nilai dalam Utang bank, nilai dalam
Total utang bank, kotor Total utang bank, kotor
mata uang asing mata uang asing
Bank loan, amount in foreign Bank loan, amount in foreign
Total bank loans, gross Total bank loans, gross
currency currency
Bank Central Asia Tbk IDR 9,284,472,938 9,284,472,938 10,162,011,149 10,162,011,149 IDR Bank Central Asia Tbk
Mata uang 9,284,472,938 10,162,011,149 Currency
Bank Negara Indonesia IDR 115,619,600,000 115,619,600,000 125,939,600,000 125,939,600,000 IDR Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk Mata uang 115,619,600,000 125,939,600,000 Currency (Persero) Tbk
Kreditur nama bank Mata uang 124,904,072,938 136,101,611,149 Currency Creditor bank name
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 June 2023 31 December 2022
Total utang bank, kotor 124,904,072,938 136,101,611,149 Total bank loans, gross
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu Current maturities of bank loans
13,847,232,647 25,439,635,732
tahun atas utang bank
Liabilitas jangka panjang atas utang bank 111,056,840,291 110,661,975,417 Long-term bank loans
Page 41
[1691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 6 dan 7 oleh Notaris Amelia Jonathan, S.H., M.Kn. tanggal 4 April Disclosure of notes for long-term bank loans
panjang 2020 Perusahaan mendapatkan fasilitas kredit dari BNI dengan rincian fasilitas sebagai berikut:
Fasilitas Kredit Investasi (Take Over) Limit Kredit : Rp29.949.600.000 Jangka Waktu : 52 bulan (4,4
tahun), terhitung mulai 4 April 2020 - 4 Agustus 2023 Bunga : 10,5% per tahun Tujuan : Untuk take
over fasilitas kredit investasi dari Bank Muamalat Fasilitas Kredit Investasi (Refinancing) Limit Kredit :
Rp20.000.000.000 Jangka Waktu : 60 bulan (5 tahun), terhitung mulai 4 April 2020 - 3 April 2024
Bunga : 10,5% per tahun Tujuan : Untuk Pembiayaan Kembali atas pembangunan pabrik, pengolahan
plywood yang berlokasi di Malang, Jawa Timur Berdasarkan Perjanjian Kredit No. KOM1/1.2/305/R
tanggal 6 Juli 2022, Perusahaan mendapatkan fasilitas kredit dari BNI dengan rincian fasilitas sebagai
berikut: Fasilitas Kredit Investasi (Refinancing) Limit Kredit : Rp33.000.000.000 Jangka Waktu : 60
bulan (5 tahun), terhitung mulai 15 Juli 2022 ? 15 Juli 2027 Bunga : 9% per tahun Tujuan : Untuk
Pembiayaan Kembali atas pembangunan pabrik, pengolahan plywood yang berlokasi di Malang, Jawa
Timur Fasilitas Kredit Investasi (Refinancing) Limit Kredit : Rp84.000.000.000 Jangka Waktu : 84 bulan
(7 tahun), terhitung mulai 15 Juli 2022 ? 15 Juli 2029 Bunga : 9% per tahun Tujuan : Untuk
Pembiayaan Kembali atas pembangunan pabrik, pengolahan plywood yang berlokasi di Jember, Jawa
Timur Keseluruhan fasilitas ini dijamin dengan: 1. Tiga bidang tanah berikut bangunan pabrik WCT-1,
yang terletak di Desa Kasembon, Kecamatan Buluwalang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur
(setempat dikenal dengan Jalan Gajah Mada RT 09/02), dengan bukti kepemilikan berupa: a. SHGB
No. 00003 tanggal 10 July 2018, jatuh tempo haknya pada tanggal 2 Juli 2048, sebagaimana diuraikan
dalam Surat Ukur No. 00016/Kasembon/2018 tanggal 2 Juli 2018 seluas 3.707 m2 (Catatan 9); b.
SHGB No. 00004 tanggal 10 July 2018, jatuh tempo haknya pada tanggal 2 Juli 2048, sebagaimana
diuraikan dalam Surat Ukur No. 00017/Kasembon/2018 tanggal 2 Juli 2018 seluas 8.130 m2 (Catatan
9); c. SHGB No. 00005 tanggal 17 Juni 2018, jatuh tempo haknya pada tanggal 10 Juli 2048,
sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 00018/Kasembon/2018 tanggal 11 Juli 2018 seluas 293
m2 (Catatan 9); Seluruhnya terdaftar atas nama Perusahaan, berikut bangunan yang berdiri di atasnya
akan dibebani Hak Tanggungan Peringkat I senilai Rp16.622.430.000. 2. Mesin-mesin produksi yang
berada di pabrik WCT-1 akan diikat dengan Jaminan Fidusia senilai Rp36.388.400.000 dan didaftarkan
di Kantor Pendaftaran Fidusia (Catatan 9). 3. Sebidang tanah seluas 14.894 m2, berikut bangunan
pabrik WCT-2, yang terletak di Desa Kasembon, Kecamatan Buluwalang, Kabupaten Malang, Provinsi
Jawa Timur (setempat dikenal dengan Jalan Gajah Mada RT 09/02), dengan bukti kepemilikan berupa:
a. SHGB No. 00006 tanggal 17 Mei 2020 dengan Notaris Silvia Eyani, S.H., M.Kn. dengan luas tanah
11.480 m2 (Catatan 9); b. SHGB No. 00074 tanggal 23 Agustus 2020 dengan Notaris Silvia Eyani,
S.H., M.Kn. dengan luas tanah 1.776 m2 (Catatan 9); c. SHGB No. 00075 tanggal 23 September 2020
dengan Notaris Silvia Eyani, S.H., M.Kn. dengan luas tanah 1.638 m2 (Catatan 9). Seluruhnya
terdaftar atas nama Perusahaan, berikut bangunan yang berdiri di atasnya akan dibebani Hak
Tanggungan Peringkat I senilai Rp17.147.810.000. 4. Mesin-mesin produksi yang berada di pabrik
WCT-2 akan diikat dengan Jaminan Fidusia senilai Rp26.875.400.000 dan didaftarkan di Kantor
Pendaftaran Fidusia (Catatan 9). 5. Sebidang tanah seluas 11.397 m2 berikut bangunan pabrik
WCT-3, yang terletak di Desa Kasembon, Kecamatan Buluwalang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa
Timur (setempat dikenal dengan Jalan Gajah Mada RT 09/02), dengan bukti kepemilikan berupa: a.
Page 42
SHGB No. 00077 tanggal 6 Desember 2019, jatuh tempo haknya pada tanggal 11 November 2049, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 00095/Kasembon/2019 tanggal 25 November 2019 seluas 1.120 m2 (Catatan 9); b. SHGB No. 00078 tanggal 6 Desember 2019, jatuh tempo haknya pada tanggal 11 November 2049, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 00096/Kasembon/2019 tanggal 25 November 2019 seluas 1.645 m2 (Catatan 9); c. SHGB No. 00079 tanggal 7 Januari 2020, jatuh tempo haknya pada tanggal 11 Desember 2049, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 00097/Kasembon/2018 tanggal 19 Desember 2019 seluas 1.120 m2 (Catatan 9); d. SHGB No. 00080 tanggal 21 Februari 2020, jatuh tempo haknya pada tanggal 7 Februari 2050, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 00099/20 tanggal 14 Februari 2020 seluas 3.680 m2 (Catatan 9); e. SHGB No. 00081 tanggal 21 Februari 2020, jatuh tempo haknya pada tanggal 7 Februari 2050, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 00098/20 tanggal 14 Februari 2020 seluas 3.832 m2 (Catatan 9). Seluruhnya terdaftar atas nama perusahaan, berikut bangunan yang berdiri di atasnya akan dibebani Hak Tanggungan Peringkat I senilai Rp23.092.700.000. 6. Mesin-mesin produksi yang berada di pabrik WCT-3 akan diikat dengan Jaminan Fidusia senilai Rp23.309.100.000, dan didaftarkan di Kantor Pendaftaran Fidusia (Catatan 9). 7. Tanah berikut bangunan pabrik WCT Jember, yang terletak di Desa Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, dengan bukti kepemilikan berupa: a. SHGB No. 01451 tanggal 27 Mei 2019, jatuh tempo haknya pada tanggal 26 Mei 2049, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 2961/1982 tanggal 14 September 1982 seluas 4.170 m2 (Catatan 9); b. SHGB No. 01452 tanggal 27 Mei 2019, jatuh tempo haknya pada tanggal 27 Mei 2049, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 4325/1995 tanggal 21 Agustus 1995 seluas 5.852 m2 (Catatan 9); c. SHGB No. 01453 tanggal 29 Mei 2019, jatuh tempo haknya pada tanggal 22 Mei 2049, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 01130/Wirolegi/2019 tanggal 28 Mei 2019 seluas 2.698 m2 (Catatan 9); d. SHGB No. 01454 tanggal 29 Mei 2019, jatuh tempo haknya pada tanggal 22 Mei 2049, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 01126/Wirolegi/2019 tanggal 28 Mei 2019 seluas 2.535 m2 (Catatan 9); e. SHGB No. 01455 tanggal 9 Mei 2019, jatuh tempo haknya pada tanggal 22 Mei 2049, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 01127/Wirolegi/2019 tanggal 28 Mei 2019 seluas 2.711 m2 (Catatan 9); f. SHGB No. 01456 tanggal 9 Mei 2019, jatuh tempo haknya pada tanggal 22 Mei 2049, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 01128/Wirolegi/2019 tanggal 28 Mei 2019 seluas 1.958 m2 (Catatan 9); g. SHGB No. 01457 tanggal 9 Mei 2019, jatuh tempo haknya pada tanggal 22 Mei 2049, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 01129/Wirolegi/2019 tanggal 28 Mei 2019 seluas 2.657 m2 (Catatan 9); h. SHGB No. 01458 tanggal 9 Mei 2019, jatuh tempo haknya pada tanggal 22 Mei 2049, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 01131/Wirolegi/2019 tanggal 28 Mei 2019 seluas 4.004 m2 (Catatan 9); Seluruhnya terdaftar atas nama Perusaaan, berikut bangunan yang berdiri di atasnya akan dibebani Hak Tanggungan Peringkat I senilai Rp50.495.200.000; 8. Mesin-mesin produksi yang berada di pabrik WCT Jember akan diikat dengan Jaminan Fidusia senilai Rp70.083.930.000 dan didaftarkan di Kantor Pendaftaran Fidusia (Catatan 9). 9. Persediaan akan diikat dengan Jaminan Fidusia senilai Rp39.039.080.000 dan didaftarkan di Kantor Pendaftaran Fidusia (Catatan 6). 10. Piutang usaha akan diikat dengan Jaminan Fidusia senilai Rp25.380.210.000 dan didaftarkan di Kantor Pendaftaran Fidusia (Catatan 5). 11. Persediaan yang akan ada akan diikat dengan Jaminan Fidusia senilai Rp20.000.000.000 dan didaftarkan di Kantor Pendaftaran Fidusia (Catatan 6). 12. Personal Guarantee atas nama Aris Sunarko akan diikat secara Notariil. Perusahaan wajib mempertahankan/meningkatkan kinerja keuangan dengan indikator rasio keuangan, sebagai berikut: a. Current Ratio minimal 1 kali; b. Debt Equity Ratio maksimal 2,5 kali; c. Debt Service Coverage minimal 100%. Pada 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi seluruh rasio keuangan yang disyaratkan dalam covenant. Beberapa Negative Covenants yang ada pada BNI antara lain menyebutkan bahwa Perusahaan selama fasilitas kredit belum lunas, tanpa persetujuan tertulis dari BNI tidak
Page 43
diperkenankan untuk: 1. Mengadakan penggabungan usaha (merger), atau konsolidasi dengan Perusahaan lain; 2. Melakukan akuisisi/ pengambilalihan aset milik pihak ketiga; 3. Mengubah susunan pengurus, Direksi, Dewan Komisaris dan pemilikan saham Perusahaan; 4. Melakukan investasi dengan nilai melebihi Earning After Tax (EAT) perusahaan pada periode tahun berjalan, melakukan penyertaan modal atau pengambilalihan saham pada perusahaan lain; 5. Mengizinkan pihak lain menggunakan perusahaan untuk kegiatan usaha pihak lain; 6. Mengubah bentuk atau status hukum perusahaan, merubah anggaran dasar (kecuali meningkatkan modal perusahaan) memindahtangankan resipis atau saham Perusahaan baik antar pemegang saham maupun kepada pihak lain yang mengakibatkan perubahan pemegang saham dominan (ultimate shareholder); 7. Melunasi seluruh atau sebagian hutang kepada pemegang saham dan/atau perusahaan afiliasi yang belum/ telah didudukkan sebagai pinjaman subordinasi fasilitas kredit BNI (Sub Ordinated Loan); 8. Membagi laba usaha dan membayar deviden kepada pemegang saham; 9. Memberikan pinjaman kepada siapapun juga, termasuk kepada para pemegang saham, kecuali jika pinjaman tersebut diberikan dalam rangka transaksi dagang yang berkaitan langsung dengan usahanya; 10. Menerima fasilitas kredit baru baik dari Bank lain maupun lembaga keuangan lainnya (termasuk menerbitkan obligasi). Mengambil lease dari perusahaan leasing dengan nilai lebih dari Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar Rupiah); 11. Mengikatkan diri sebagai penjamin (borg), menjaminkan harta kekayaan menjaminkan harta kekayaan yang telah dijaminkan oleh Perusahaan kepada BNI, kepada pihak lain; 12. Menjual atau menjaminkan harta kekayaan perusahaan kepada pihak lain; 13. Membubarkan perusahaan dan meminta dinyatakan pailit/ PKPU; 14. Menggunakan dana perusahaan untuk tujuan di luar usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit dari BNI; 15. Menggadaikan atau dengan cara lain mempertanggungkan sahamPerusahaan kepada pihak manapun. Mengubah bidang usaha atau membuka usaha baru selain usaha yang telah ada. Membuat perjanjian dan transaksi tidak wajar, termasuk tetapi tidak terbatas pada: a. Mengadakan atau membatalkan kontrak atau perjanjian yang memiliki arti penting bagi Perusahaan dengan pihak lain dan/atau afiliasinya yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha Perusahaan; b. Mengadakan kerjasama yang dapat membawa pengaruh negatif pada aktivitas usaha Perusahaan dan mengancam keterlangsungan usaha Perusahaan; dan c. Mengadakan transaksi dengan perseorangan atau suatu pihak, termasuk namun tidak terbatas pada perusahaan afiliasinya, dengan cara-cara yang berada di luar praktek praktek dan kebiasaan yang wajar dan melakukan pembelian yang lebih mahal serta melakukan penjualan lebih murah dari harga pasar. 16. Menyerahkan atau mengalihkan seluruh atau sebagian dari hak dan/atau kewajiban Perusahaan yang timbul berdasarkan Perjanjian Kredit dan/atau dokumen jaminan kepada pihak lain. Perusahaan telah mendapatkan waiver dari pihak BNI atas persetujuan rencana Penawaran Umum Perdana Saham, pengubahan susunan pengurus Perusahaan, dan pembagian laba usaha dan membayar dividen kepada pemegang saham. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi syarat dan kondisi pinjaman. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, saldo pinjaman Bank masing-masing sebesar Rp115.619.600.000, dan Rp125.939.600.000. Perusahaan memperoleh persetujuan Fasilitas Kredit Investasi dari BCA melalui Surat Pemberitahuan Pemberian Kredit (SPPK) No. 02871/PK/SLK/2019 tanggal 26 September 2019, dengan rincian sebagai berikut: Fasilitas Kredit Investasi Limit Kredit : Rp15.000.000.000 Jangka Waktu : 96 bulan (8 tahun) terhitung mulai dari 26 Oktober 2019 - 26 September 2027 Bunga : 9,00% per tahun Tujuan : Untuk pembelian 4 unit properti di Puri Indah Financial Tower yang akan digunakan sebagai kantor Perusahaan Fasilitas ini dijamin dengan 4 (empat) unit Satuan Rumah Susun seluas 564,560 m2 yang dikuasai oleh PT. Antilope Madju Puri Indah, setempat dikenal sebagai Puri Indah Financial Tower Lt. 27 Unit 2705-2708, yang masing-masing Unit diuraikan dalam surat Pemesanan, sebagaimana tertuang dalam Pasal 9 Perihal Agunan dan/atau Jaminan pada Perjanjian Kredit dengan Bank BCA Nomor 02871/PK/SLK/2019 tanggal 26 September 2019. Beberapa Negative Covenants
Page 44
antara lain menyebutkan bahwa Perusahaan selama fasilitas kredit belum lunas, tanpa persetujuan tertulis dari BCA tidak diperkenankan untuk: 1. Memperoleh pinjaman uang/kredit baru dari pihak lain dan/atau mengikatkan diri sebagai penanggung/penjamin dalam bentuk dan dengan nama apa pun dan/atau mengagunkan harta kekayaan debitor kepada pihak lain; 2. Meminjamkan uang, termasuk tetapi tidak terbatas kepada perusahaan afiliasinya, kecuali dalam rangkan menjalankan usaha sehari-hari; dan 3. Provide loans including but not limited to affiliated companies, except in the context of carrying out daily operational business. dan 4. Apabila debitor berbentuk badan melakukan peleburan, penggabungan, pengambilalihan, pembubaran/likuidasi dan atau mengubah status kelembagaan. Perusahaan telah mendapatkan waiver dari pihak BCA atas persetujuan rencana Penawaran Umum Perdana Saham. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi syarat dan kondisi pinjaman.
Page 45
[1692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
30 June 2023
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term
bank loan
Utang bank, nilai dalam mata uang
asing
Bank loan, amount in foreign currency
Bank Central Asia Tbk IDR 9,284,472,938 IDR Bank Central Asia Tbk
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk IDR 115,619,600,000 IDR Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
31 December 2022
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term
bank loan
Utang bank, nilai dalam mata uang
asing
Bank loan, amount in foreign currency
Bank Central Asia Tbk IDR 10,162,011,149 IDR Bank Central Asia Tbk
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk IDR 125,939,600,000 IDR Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 46
[1693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
30 June 2023 31 December 2022
Utang bank jangka Utang bank jangka
pendek, nilai dalam mata Utang bank jangka pendek pendek, nilai dalam mata Utang bank jangka pendek
uang asing uang asing
Short-term bank loan, Short-term bank loan,
Short term bank loans Short term bank loans
amount in foreign currency amount in foreign currency
Bank Negara Indonesia IDR 40,366,226,281 40,366,226,281 23,100,000,000 23,100,000,000 IDR Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk Mata uang 40,366,226,281 23,100,000,000 Currency (Persero) Tbk
Kreditur nama bank Mata uang 40,366,226,281 23,100,000,000 Currency Creditor bank name
Page 47
[1693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 5 tertanggal 4 April Disclosure of notes for short-term bank loans
pendek 2019 yang telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Perubahan Perjanjian
Kredit No.ENB/1.2/111/R tanggal 30 Maret 2023 yang menyatakan jatuh tempo pinjaman bank jangka
pendek menjadi sampai dengan 3 April 2024. Perusahaan mendapatkan fasilitas kredit dari BNI
dengan rincian fasilitas sebagai berikut: Fasilitas Kredit Modal Kerja RC Terbatas Limit Kredit :
Rp20.000.000.000 Jangka Waktu : 12 bulan (1 tahun), terhitung mulai dari 4 April 2023 ? 3 April 2024
Bunga : 10% per tahun Tujuan : Untuk tambahan modal kerja industri pengolahan. Fasilitas Kredit
Modal Kerja RC Terbatas Limit Kredit : Rp35.000.000.000 Jangka Waktu : 12 bulan, terhitung mulai
dari 4 April2023 ? 3 April 2024 Bunga : 10% per tahun Tujuan : Untuk tambahan modal kerja industri
pengolahan Keseluruhan fasilitas ini dijamin dengan: 1. Tiga bidang tanah berikut bangunan pabrik
WCT-1, yang terletak di Desa Kasembon, Kecamatan Buluwalang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa
Timur (setempat dikenal dengan Jalan Gajah Mada RT 09/02), dengan bukti kepemilikan berupa: a.
SHGB No. 00003 tanggal 10 July 2018, jatuh tempo haknya pada tanggal 2 Juli 2048, sebagaimana
diuraikan dalam Surat Ukur No. 00016/Kasembon/2018 tanggal 2 Juli 2018 seluas 3.707 m2 (Catatan
9); b. SHGB No. 00004 tanggal 10 July 2018, jatuh tempo haknya pada tanggal 2 Juli 2048,
sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 00017/Kasembon/2018 tanggal 2 Juli 2018 seluas 8.130
m2 (Catatan 9); c. SHGB No. 00005 tanggal 17 Juni 2018, jatuh tempo haknya pada tanggal 10 Juli
2048, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 00018/Kasembon/2018 tanggal 11 Juli 2018
seluas 293 m2 (Catatan 9); Seluruhnya terdaftar atas nama Perusahaan, berikut bangunan yang
berdiri di atasnya akan dibebani Hak Tanggungan Peringkat I senilai Rp16.622.430.000. 2.
Mesin-mesin produksi yang berada di pabrik WCT-1 akan diikat dengan Jaminan Fidusia senilai
Rp36.388.400.000 dan didaftarkan di Kantor Pendaftaran Fidusia (Catatan 9). 3. Sebidang tanah
seluas 14.894 m2, berikut bangunan pabrik WCT-2, yang terletak di Desa Kasembon, Kecamatan
Buluwalang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur (setempat dikenal dengan Jalan Gajah Mada RT
09/02), dengan bukti kepemilikan berupa: a. SHGB No. 00006 tanggal 17 Mei 2020 dengan Notaris
Silvia Eyani, S.H., M.Kn. dengan luas tanah 11.480 m2 (Catatan 9); b. SHGB No. 00074 tanggal 23
Agustus 2020 dengan Notaris Silvia Eyani, S.H., M.Kn. dengan luas tanah 1.776 m2 (Catatan 9); c.
SHGB No. 00075 tanggal 23 September 2020 dengan Notaris Silvia Eyani, S.H., M.Kn. dengan luas
tanah 1.638 m2 (Catatan 9). Seluruhnya terdaftar atas nama Perusahaan, berikut bangunan yang
berdiri di atasnya akan dibebani Hak Tanggungan Peringkat I senilai Rp17.147.810.000. 4.
Mesin-mesin produksi yang berada di pabrik WCT-2 akan diikat dengan Jaminan Fidusia senilai
Rp26.875.400.000 dan didaftarkan di Kantor Pendaftaran Fidusia (Catatan 9). 5. Sebidang tanah
seluas 11.397 m2 berikut bangunan pabrik WCT-3, yang terletak di Desa Kasembon, Kecamatan
Buluwalang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur (setempat dikenal dengan Jalan Gajah Mada RT
09/02), dengan bukti kepemilikan berupa: a. SHGB No. 00077 tanggal 6 Desember 2019, jatuh tempo
haknya pada tanggal 11 November 2049, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No.
00095/Kasembon/2019 tanggal 25 November 2019 seluas 1.120 m2 (Catatan 9); b. SHGB No. 00078
tanggal 6 Desember 2019, jatuh tempo haknya pada tanggal 11 November 2049, sebagaimana
diuraikan dalam Surat Ukur No. 00096/Kasembon/2019 tanggal 25 November 2019 seluas 1.645 m2
(Catatan 9); c. SHGB No. 00079 tanggal 7 Januari 2020, jatuh tempo haknya pada tanggal 11
Page 48
Desember 2049, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 00097/Kasembon/2018 tanggal 19 Desember 2019 seluas 1.120 m2 (Catatan 9); d. SHGB No. 00080 tanggal 21 Februari 2020, jatuh tempo haknya pada tanggal 7 Februari 2050, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 00099/20 tanggal 14 Februari 2020 seluas 3.680 m2 (Catatan 9); e. SHGB No. 00081 tanggal 21 Februari 2020, jatuh tempo haknya pada tanggal 7 Februari 2050, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 00098/20 tanggal 14 Februari 2020 seluas 3.832 m2 (Catatan 9). Seluruhnya terdaftar atas nama perusahaan, berikut bangunan yang berdiri di atasnya akan dibebani Hak Tanggungan Peringkat I senilai Rp23.092.700.000. 6. Mesin-mesin produksi yang berada di pabrik WCT-3 akan diikat dengan Jaminan Fidusia senilai Rp23.309.100.000, dan didaftarkan di Kantor Pendaftaran Fidusia (Catatan 9). 7. Tanah berikut bangunan pabrik WCT Jember, yang terletak di Desa Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, dengan bukti kepemilikan berupa: a. SHGB No. 01451 tanggal 27 Mei 2019, jatuh tempo haknya pada tanggal 26 Mei 2049, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 2961/1982 tanggal 14 September 1982 seluas 4.170 m2 (Catatan 9); b. SHGB No. 01452 tanggal 27 Mei 2019, jatuh tempo haknya pada tanggal 27 Mei 2049, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 4325/1995 tanggal 21 Agustus 1995 seluas 5.852 m2 (Catatan 9); c. SHGB No. 01453 tanggal 29 Mei 2019, jatuh tempo haknya pada tanggal 22 Mei 2049, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 01130/Wirolegi/2019 tanggal 28 Mei 2019 seluas 2.698 m2 (Catatan 9); d. SHGB No. 01454 tanggal 29 Mei 2019, jatuh tempo haknya pada tanggal 22 Mei 2049, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 01126/Wirolegi/2019 tanggal 28 Mei 2019 seluas 2.535 m2 (Catatan 9); e. SHGB No. 01455 tanggal 9 Mei 2019, jatuh tempo haknya pada tanggal 22 Mei 2049, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 01127/Wirolegi/2019 tanggal 28 Mei 2019 seluas 2.711 m2 (Catatan 9); f. SHGB No. 01456 tanggal 9 Mei 2019, jatuh tempo haknya pada tanggal 22 Mei 2049, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 01128/Wirolegi/2019 tanggal 28 Mei 2019 seluas 1.958 m2 (Catatan 9); g. SHGB No. 01457 tanggal 9 Mei 2019, jatuh tempo haknya pada tanggal 22 Mei 2049, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 01129/Wirolegi/2019 tanggal 28 Mei 2019 seluas 2.657 m2 (Catatan 9); h. SHGB No. 01458 tanggal 9 Mei 2019, jatuh tempo haknya pada tanggal 22 Mei 2049, sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur No. 01131/Wirolegi/2019 tanggal 28 Mei 2019 seluas 4.004 m2 (Catatan 9); Seluruhnya terdaftar atas nama Perusaaan, berikut bangunan yang berdiri di atasnya akan dibebani Hak Tanggungan Peringkat I senilai Rp50.495.200.000; 8. Mesin-mesin produksi yang berada di pabrik WCT Jember akan diikat dengan Jaminan Fidusia senilai Rp70.083.930.000 dan didaftarkan di Kantor Pendaftaran Fidusia (Catatan 9). 9. Persediaan akan diikat dengan Jaminan Fidusia senilai Rp39.039.080.000 dan didaftarkan di Kantor Pendaftaran Fidusia (Catatan 6). 10. Piutang usaha akan diikat dengan Jaminan Fidusia senilai Rp25.380.210.000 dan didaftarkan di Kantor Pendaftaran Fidusia (Catatan 5). 11. Persediaan yang akan ada akan diikat dengan Jaminan Fidusia senilai Rp20.000.000.000 dan didaftarkan di Kantor Pendaftaran Fidusia (Catatan 6). 12. Personal Guarantee atas nama Aris Sunarko akan diikat secara Notariil. Perusahaan wajib mempertahankan/meningkatkan kinerja keuangan dengan indikator rasio keuangan, sebagai berikut: a. Current Ratio minimal 1 kali; b. Debt Equity Ratio maksimal 2,5 kali; c. Debt Service Coverage minimal 100%. Pada 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi seluruh rasio keuangan yang disyaratkan dalam covenant. Beberapa Negative Covenants yang ada pada BNI antara lain menyebutkan bahwa Perusahaan selama fasilitas kredit belum lunas, tanpa persetujuan tertulis dari BNI tidak diperkenankan untuk: 1. Mengadakan penggabungan usaha (merger), atau konsolidasi dengan Perusahaan lain; 2. Melakukan akuisisi/ pengambilalihan aset milik pihak ketiga; 3. Mengubah susunan pengurus, Direksi, Dewan Komisaris dan pemilikan saham Perusahaan; 4. Melakukan investasi dengan nilai melebihi Earning After Tax (EAT) perusahaan pada periode tahun berjalan, melakukan penyertaan modal atau pengambilalihan saham pada perusahaan lain; 5. Mengizinkan pihak lain menggunakan perusahaan untuk kegiatan usaha pihak lain; 6.
Page 49
Mengubah bentuk atau status hukum perusahaan, merubah anggaran dasar (kecuali meningkatkan modal perusahaan) memindahtangankan resipis atau saham Perusahaan baik antar pemegang saham maupun kepada pihak lain yang mengakibatkan perubahan pemegang saham dominan (ultimate shareholder); 7. Melunasi seluruh atau sebagian hutang kepada pemegang saham dan/atau perusahaan afiliasi yang belum/ telah didudukkan sebagai pinjaman subordinasi fasilitas kredit BNI (Sub Ordinated Loan); 8. Membagi laba usaha dan membayar deviden kepada pemegang saham; 9. Memberikan pinjaman kepada siapapun juga, termasuk kepada para pemegang saham, kecuali jika pinjaman tersebut diberikan dalam rangka transaksi dagang yang berkaitan langsung dengan usahanya; 10. Menerima fasilitas kredit baru baik dari Bank lain maupun lembaga keuangan lainnya (termasuk menerbitkan obligasi). Mengambil lease dari perusahaan leasing dengan nilai lebih dari Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar Rupiah); 11. Mengikatkan diri sebagai penjamin (borg), menjaminkan harta kekayaan menjaminkan harta kekayaan yang telah dijaminkan oleh Perusahaan kepada BNI, kepada pihak lain; 12. Menjual atau menjaminkan harta kekayaan perusahaan kepada pihak lain; 13. Membubarkan perusahaan dan meminta dinyatakan pailit/ PKPU; 14. Menggunakan dana perusahaan untuk tujuan di luar usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit dari BNI; 15. Menggadaikan atau dengan cara lain mempertanggungkan sahamPerusahaan kepada pihak manapun. Mengubah bidang usaha atau membuka usaha baru selain usaha yang telah ada. Membuat perjanjian dan transaksi tidak wajar, termasuk tetapi tidak terbatas pada: a. Mengadakan atau membatalkan kontrak atau perjanjian yang memiliki arti penting bagi Perusahaan dengan pihak lain dan/atau afiliasinya yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha Perusahaan; b. Mengadakan kerjasama yang dapat membawa pengaruh negatif pada aktivitas usaha Perusahaan dan mengancam keterlangsungan usaha Perusahaan; dan c. Mengadakan transaksi dengan perseorangan atau suatu pihak, termasuk namun tidak terbatas pada perusahaan afiliasinya, dengan cara-cara yang berada di luar praktek praktek dan kebiasaan yang wajar dan melakukan pembelian yang lebih mahal serta melakukan penjualan lebih murah dari harga pasar. 16. Menyerahkan atau mengalihkan seluruh atau sebagian dari hak dan/atau kewajiban Perusahaan yang timbul berdasarkan Perjanjian Kredit dan/atau dokumen jaminan kepada pihak lain. Perusahaan telah mendapatkan waiver dari pihak BNI atas persetujuan rencana Penawaran Umum Perdana Saham, pengubahan susunan pengurus Perusahaan, dan pembagian laba usaha dan membayar dividen kepada pemegang saham. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi syarat dan kondisi pinjaman.
Page 50
[1696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
30 June 2023
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
Utang bank jangka pendek, Jatuh tempo utang bank Bunga utang bank jangka
nilai dalam mata uang asing jangka pendek pendek
Short-term bank loan, amount Due date for short-term bank Interest rate short-term bank
in foreign currency loan loan
Bank Negara Indonesia IDR IDR Bank Negara Indonesia
40,366,226,281 2024-04-03 0.1
(Persero) Tbk (Persero) Tbk
31 December 2022
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
Utang bank jangka pendek, Jatuh tempo utang bank Bunga utang bank jangka
nilai dalam mata uang asing jangka pendek pendek
Short-term bank loan, amount Due date for short-term bank Interest rate short-term bank
in foreign currency loan loan
Bank Negara Indonesia IDR IDR Bank Negara Indonesia
23,100,000,000 2023-04-03 9% - 11%
(Persero) Tbk (Persero) Tbk
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.