Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 71
Page 1
Nomor Surat 090/EMT-CORSEC/TM/VII/2023
Nama Emiten Elang Mahkota Teknologi Tbk
Kode Emiten EMTK
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 6 Bulan yang berakhir pada 30/06/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
1 PT Bitnet Jasa teknologi Jakarta 1996 Beroperasi 1.142.556 RIBUAN IDR 100.0
Komunikasind informasi
o
2 PT Elang Perdagangan Jakarta 2003 Beroperasi 38.175.647 RIBUAN IDR 100.0
Graha
Propertindo
3 PT Abhimata Perdagangan Jakarta 1991 Beroperasi 547.689.516 RIBUAN IDR 99.99
Citra Abadi dan jasa
telekomunikas
i
4 PT Omni Penyiaran Jakarta 2004 Beroperasi 75.168.648 RIBUAN IDR 99.99
Intivision televisi
5 PT Surya Penyiaran Jakarta 2002 Beroperasi 10.555.453.649 RIBUAN IDR 71.36
Citra Media televisi
Tbk.
6 PT Perdagangan Jakarta 2003 Beroperasi 310.752.873 RIBUAN IDR 80.0
Sakalaguna dan jasa
Semesta telekomunikas
i
7 PT Indosurya Jasa Jakarta 2011 Beroperasi 144.742.107 RIBUAN IDR 60.0
Menara penyediaan
Bersama sewa tower
8 PT Kreatif Media Online Jakarta 2012 Beroperasi 7.631.219.596 RIBUAN IDR 99.99
Media Karya
9 PT Elang Perdagangan Jakarta 2016 Belum 988.878 RIBUAN IDR 100.0
Aliansi dan jasa beroperasi
Sejahtera
10 PT Teknologi Perdagangan Jakarta 2017 Belum 1.047.557.345 RIBUAN IDR 100.0
Optimal dan jasa beroperasi
Prioritas
Sentosa
11 PT Pratama Konsultasi Jakarta 2017 Belum 20.914.309 RIBUAN IDR 100.0
Landasan manajemen beroperasi
Usaha
Sejahtera
12 PT Helios Konsultasi Jakarta 2022 Belum 240.860 RIBUAN IDR 100.0
Berkat manajemen beroperasi
Teknologi
13 PT Integral Konsultasi Jakarta 2022 Belum 249.171 RIBUAN IDR 100.0
Pertama manajemen beroperasi
Persada
14 PT Roket Konsultasi Jakarta 2022 Belum 249.171 RIBUAN IDR 100.0
Cipta Sentosa manajemen beroperasi
15 PT Selancar Konsultasi Jakarta 2022 Belum 241.964 RIBUAN IDR 100.0
Formula manajemen beroperasi
Sejahtera
16 PT Elang Jasa Jakarta 2016 Beroperasi 703.067.504 RIBUAN IDR 100.0
Cakra Arena konsultasi
manajemen
17 PT Global Perdagangan Jakarta 2014 Belum 71.152.649 RIBUAN IDR 100.0
Kriya dan jasa beroperasi
Propertindo
18 PT Elang Perdagangan Jakarta 2015 Beroperasi 1.903.388.884 RIBUAN IDR 100.0
Media
Visitama
19 PT Global Perdagangan Jakarta 2015 Beroperasi 124.147.194 RIBUAN IDR 100.0
Kencana dan jasa
Propertindo
20 PT Elang Perdagangan Jakarta 2015 Beroperasi 4.704.529 RIBUAN IDR 100.0
Prima dan jasa
Retailindo teknologi
informasi
21 PT Elang Perdagangan Jakarta 2018 Beroperasi 51.778.133 RIBUAN IDR 100.0
Persada dan Jasa
Teknologi
Page 2
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
22 PT Elang Perdagangan Jakarta 2016 Belum 1.888.167 RIBUAN IDR 99.99
Karya dan Jasa Beroperasi
Persada
23 PT Pariwara Perdagangan Jakarta 2018 Beroperasi 78.689.009 RIBUAN IDR 100.0
Digital Media dan Jasa
24 PT Elang Perdagangan Jakarta 2017 Belum 448.669 RIBUAN IDR 99.96
Pesona dan Jasa Beroperasi
Triloka
25 PT Indopay Perdagangan Jakarta 2000 Beroperasi 15.957.252 RIBUAN IDR 100.0
Merchant dan jasa
Services telekomunikas
i
26 PT Sarana Jasa Jakarta 1984 Beroperasi 5.138.702.295 RIBUAN IDR 77.31
Meditama Kesehatan
Metropolitan
Tbk
27 PT Tangara Jasa Jakarta 1999 Beroperasi 354.947.938 RIBUAN IDR 92.0
Mitrakom telekomunikas
i
Dokumen ini merupakan dokumen resmi Elang Mahkota Teknologi Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik.
Elang Mahkota Teknologi Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 3
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 June 2023
Nama entitas Elang Mahkota Teknologi Tbk Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas EMTK Entity code
Nomor identifikasi entitas AA544 Entity identification number
Industri utama entitas Umum / General Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor I. Technology Sector
Subsektor I1. Software & IT Services Subsector
Industri I11. Online Applications & Industry
Services
Subindustri I111. Online Applications & Subindustry
Services
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
Individual WNI
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Utama / Main
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas grup / Group entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal II / Second Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan June 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya June 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Ribuan / In Thousand statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Page 4
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Purwantono, Sungkoro & Surja Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
Said Amru
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 5
[1210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - General Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 June 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
7,691,655,897 8,712,637,748
equivalents
Aset keuangan lancar Current financial assets
Aset keuangan lancar Current financial
yang diukur pada nilai 1,282,651,161 1,559,150,672 assets at fair value
wajar melalui laba rugi through profit or loss
Aset keuangan lancar Current financial
nilai wajar melalui assets fair value
170,350,815 170,135,489
pendapatan through other
komprehensif lainnya comprehensive income
Aset keuangan lancar Other current financial
208,331,373 263,717,170
lainnya assets
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
2,684,632,693 2,653,489,132
ketiga parties
Piutang usaha pihak Trade receivables
2,526,379 6,018,363
berelasi related parties
Piutang lainnya Other receivables
Piutang lainnya pihak Other receivables third
374,308,705 382,582,946
ketiga parties
Piutang lainnya pihak Other receivables
6,948,120 4,673,165
berelasi related parties
Persediaan lancar Current inventories
Persediaan lancar 1,486,870,184 1,321,760,527 Current inventories
Biaya dibayar dimuka Current prepaid expenses
139,205,885 103,991,141
lancar
Uang muka lancar Current advances
Uang muka lancar Other current
610,651,663 1,107,403,837
lainnya advances
Pajak dibayar dimuka Current prepaid taxes
250,192,185 218,198,310
lancar
Jumlah aset lancar 14,908,325,060 16,503,758,500 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Piutang dari pihak berelasi Receivables from related
2,622,080 2,553,961
parties
Investasi pada ventura Investments in joint
bersama dan entitas ventures and associates
asosiasi
Investasi pada entitas Investments in
8,576,200,935 8,706,780,871
asosiasi associates
Aset keuangan tidak Non-current financial
lancar assets
Aset keuangan tidak Other non-current
8,719,129,525 8,583,458,168
lancar lainnya financial assets
Aset keuangan derivatif Non-current derivative
1,163,123,686 1,163,123,686
tidak lancar financial assets
Pajak dibayar dimuka Non-current prepaid taxes
1,463,218 2,956,126
tidak lancar
Aset pajak tangguhan 161,273,265 87,399,925 Deferred tax assets
Page 6
Aset tetap 5,593,944,189 5,584,109,196 Property, plant, and
equipment
Aset hak guna 121,942,990 127,082,475 Right of use assets
Klaim atas pengembalian Non-current claims for tax
168,085,134 73,910,043
pajak tidak lancar refund
Goodwill 2,358,391,300 2,358,391,300 Goodwill
Aset takberwujud selain Intangible assets other
734,211,127 774,416,907
goodwill than goodwill
Aset tidak lancar Other non-current
654,097,251 501,084,259
non-keuangan lainnya non-financial assets
Jumlah aset tidak lancar 28,254,484,700 27,965,266,917 Total non-current assets
Jumlah aset 43,162,809,760 44,469,025,417 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang bank jangka Short term bank loans
111,756,989 96,435,594
pendek
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
719,395,205 762,469,426
ketiga third parties
Utang usaha pihak Trade payables
1,167,372 4,015,257
berelasi related parties
Utang lainnya Other payables
Utang lainnya pihak Other payables
149,184,752 166,045,920
ketiga third parties
Utang lainnya pihak Other payables
73,962,793 4,108,900
berelasi related parties
Uang muka Current advances
pelanggan jangka from customers
pendek
Uang muka Current advances
pelanggan jangka from customers
238,979,136 234,639,366
pendek pihak third parties
ketiga
Utang dividen 425,489,351 Dividends payable
Beban akrual jangka Current accrued
692,558,221 702,948,626
pendek expenses
Liabilitas imbalan Short-term
pasca kerja jangka 185,653,110 244,845,277 post-employment
pendek benefit obligations
Utang pajak 192,762,160 520,102,698 Taxes payable
Liabilitas jangka Current maturities of
panjang yang jatuh long-term liabilities
tempo dalam satu
tahun
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of bank loans
tempo dalam satu 115,708,969 381,460,449
tahun atas utang
bank
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of finance lease
tempo dalam satu 4,733,509 5,587,384 liabilities
tahun atas liabilitas
sewa pembiayaan
Liabilitas Other current
non-keuangan jangka 5,107,203 6,660,910 non-financial liabilities
pendek lainnya
Jumlah liabilitas Total current
Page 7
jangka pendek 2,916,458,770 3,129,319,807 liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
panjang
Liabilitas pajak Deferred tax liabilities
430,836,378 465,292,648
tangguhan
Liabilitas jangka Long-term liabilities
panjang setelah net of current
dikurangi bagian maturities
yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas jangka Long-term bank
panjang atas utang 637,200,272 644,187,893 loans
bank
Liabilitas jangka Long-term finance
panjang atas lease liabilities
4,527,329 4,544,817
liabilitas sewa
pembiayaan
Obligasi konversi 43,436,911 41,953,607 Convertible bonds
Kewajiban imbalan Long-term
pasca kerja jangka 311,811,410 283,056,485 post-employment
panjang benefit obligations
Liabilitas Other non-current
non-keuangan jangka 3,690,305 4,081,677 non-financial liabilities
panjang
Jumlah liabilitas Total non-current
1,431,502,605 1,443,117,127
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 4,347,961,375 4,572,436,934 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 1,224,835,030 1,224,835,030 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
13,819,354,927 13,819,354,927
disetor capital
Saham treasuri ( 57,006,643 ) ( 57,006,643 ) Treasury stocks
Cadangan selisih kurs Reserve of exchange
penjabaran 40,806,162 89,616,284 differences on
translation
Cadangan perubahan Reserve for changes in
nilai wajar aset fair value of fair value
keuangan nilai wajar 1,393,444,846 1,393,461,476 through other
melalui pendapatan comprehensive income
komprehensif lainnya financial assets
Cadangan keuntungan Reserve of gains
(kerugian) investasi (losses) from
4,837,397 4,837,397
pada instrumen ekuitas investments in equity
instruments
Cadangan pengukuran Reserve of
kembali program 29,767,923 30,597,737 remeasurements of
imbalan pasti defined benefit plans
Komponen ekuitas Other components of
9,492,500,764 9,491,626,075
lainnya equity
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan 13,000,000 12,000,000 retained earnings
penggunaannya
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan 9,054,933,038 9,805,104,308 retained earnings
penggunaannya
Page 8
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada 35,016,473,444 35,814,426,591 attributable to equity
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Kepentingan Non-controlling interests
3,798,374,941 4,082,161,892
non-pengendali
Jumlah ekuitas 38,814,848,385 39,896,588,483 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
43,162,809,760 44,469,025,417
ekuitas
Page 9
[1311000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by function - General Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 June 2023 30 June 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
7,754,118,674 7,099,931,306
usaha
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
( 6,385,716,135 ) ( 5,213,351,869 )
pendapatan
Jumlah laba bruto 1,368,402,539 1,886,579,437 Total gross profit
Beban penjualan ( 124,080,904 ) ( 120,669,908 ) Selling expenses
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 1,365,297,596 ) ( 1,345,859,995 )
expenses
Pendapatan keuangan 166,258,254 41,714,018 Finance income
Pendapatan dividen 53,247,965 29,196,055 Dividends income
Beban bunga dan keuangan ( 46,655,501 ) ( 37,829,572 ) Interest and finance costs
Keuntungan (kerugian) selisih Gains (losses) on changes in
( 267,240,568 ) 68,769,955
kurs mata uang asing foreign exchange rates
Bagian atas laba (rugi) entitas Share of profit (loss) of
asosiasi yang dicatat dengan ( 123,203,435 ) 2,042,826,756 associates accounted for using
menggunakan metode ekuitas equity method
Beban lainnya ( 4,356,382 ) ( 1,662,048 ) Other expenses
Keuntungan (kerugian) lainnya ( 167,924,785 ) 441,773,227 Other gains (losses)
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
( 510,850,413 ) 3,004,837,925
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 39,032,284 ) ( 186,181,343 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
( 549,882,697 ) 2,818,656,582
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) ( 549,882,697 ) 2,818,656,582 Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif Other comprehensive income,
lainnya, setelah pajak after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang tidak akan income that will not be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
setelah pajak loss, after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya atas pengukuran income for
kembali kewajiban ( 331,586 ) remeasurement of defined
manfaat pasti, setelah benefit obligation, after tax
pajak
Penyesuaian lainnya atas Other adjustments to other
pendapatan komprehensif comprehensive income
lainnya yang tidak akan ( 8,538,129 ) 693,676 that will not be reclassified
direklasifikasi ke laba rugi, to profit or loss, after tax
setelah pajak
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang tidak akan ( 8,869,715 ) 693,676 that will not be
direklasifikasi ke laba reclassified to profit or
rugi, setelah pajak loss, after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang akan income that may be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
setelah pajak loss, after tax
Keuntungan (kerugian) Gains (losses) on
selisih kurs penjabaran, ( 53,537,329 ) 40,862,586 exchange differences on
Page 10
setelah pajak translation, after tax
Bagian pendapatan Share of other
komprehensif lainnya dari comprehensive income of
entitas asosiasi yang associates accounted for
8,023,273 ( 1,229,231 )
dicatat dengan using equity method, after
menggunakan metode tax
ekuitas, setelah pajak
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang akan direklasifikasi ( 45,514,056 ) 39,633,355 that may be reclassified
ke laba rugi, setelah to profit or loss, after tax
pajak
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, ( 54,383,771 ) 40,327,031 income, after tax
setelah pajak
Jumlah laba rugi komprehensif ( 604,266,468 ) 2,858,983,613 Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
( 444,182,246 ) 2,704,897,333
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan ke kepentingan ( 105,700,451 ) 113,759,249 non-controlling interests
non-pengendali
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas ( 493,838,812 ) 2,739,647,176 attributable to parent entity
induk
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke ( 110,427,656 ) 119,336,437 attributable to non-controlling
kepentingan non-pengendali interests
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang ( 7.29 ) 44.49 share from continuing
dilanjutkan operations
Page 11
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Current Year
30 June 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan perubahan nilai
Cadangan keuntungan Cadangan pengukuran Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Cadangan selisih kurs wajar aset keuangan nilai Transaksi dengan pihak Kepentingan
Saham biasa Tambahan modal disetor Saham treasuri (kerugian) investasi kembali program imbalan ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
penjabaran wajar melalui pendapatan non-pengendali lainnya non-pengendali
pada instrumen ekuitas pasti penggunaannya penggunaannya entitas induk
komprehensif lainnya
Reserve for changes in fair
Reserve of gains (losses) Reserve of
Reserve of exchange value of fair value through Other transactions with Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Treasury stocks from investments in equity remeasurements of defined Non-controlling interests Equity
differences on translation other comprehensive non-controlling interests earnings earnings parent entity
instruments benefit plans
income financial assets
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 1,224,835,030 13,819,354,927 ( 57,006,643 ) 89,616,284 1,393,461,476 4,837,397 30,597,737 9,491,626,075 12,000,000 9,805,104,308 35,814,426,591 4,082,161,892 39,896,588,483 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 1,224,835,030 13,819,354,927 ( 57,006,643 ) 89,616,284 1,393,461,476 4,837,397 30,597,737 9,491,626,075 12,000,000 9,805,104,308 35,814,426,591 4,082,161,892 39,896,588,483 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) ( 444,182,246 ) ( 444,182,246 ) ( 105,700,451 ) ( 549,882,697 ) Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya ( 48,810,122 ) ( 16,630 ) ( 829,814 ) ( 49,656,566 ) ( 4,727,205 ) ( 54,383,771 ) Other comprehensive income
Pembentukan cadangan umum 1,000,000 ( 1,000,000 ) Allocation for general reserves
Distribusi dividen kas ( 304,989,024 ) ( 304,989,024 ) ( 304,989,024 ) Distributions of cash dividends
Perubahan kepentingan non-pengendali atas transaksi Changes in non-controlling interests due to other
874,689 874,689 ( 173,359,295 ) ( 172,484,606 )
lainnya dengan kepentingan non-pengendali transactions with non-controlling interests
Posisi ekuitas, akhir periode 1,224,835,030 13,819,354,927 ( 57,006,643 ) 40,806,162 1,393,444,846 4,837,397 29,767,923 9,492,500,764 13,000,000 9,054,933,038 35,016,473,444 3,798,374,941 38,814,848,385 Equity position, end of the period
Page 12
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Prior Year
30 June 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan perubahan
nilai wajar aset keuangan Cadangan pengukuran Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Cadangan selisih kurs Transaksi dengan pihak Kepentingan
Saham biasa Tambahan modal disetor Saham treasuri nilai wajar melalui kembali program imbalan Cadangan lainnya ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
penjabaran non-pengendali lainnya non-pengendali
pendapatan pasti penggunaannya penggunaannya entitas induk
komprehensif lainnya
Reserve for changes in fair
Reserve of
Reserve of exchange value of fair value through Other transactions with Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Treasury stocks remeasurements of defined Other reserves Non-controlling interests Equity
differences on translation other comprehensive non-controlling interests earnings earnings parent entity
benefit plans
income financial assets
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 1,224,835,030 12,627,392,027 ( 191,663,051 ) 191,723,628 575,791,040 31,335,728 4,837,397 9,294,064,823 12,000,000 4,661,693,757 28,432,010,379 5,236,855,905 33,668,866,284 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 1,224,835,030 12,627,392,027 ( 191,663,051 ) 191,723,628 575,791,040 31,335,728 4,837,397 9,294,064,823 12,000,000 4,661,693,757 28,432,010,379 5,236,855,905 33,668,866,284 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 2,704,897,333 2,704,897,333 113,759,249 2,818,656,582 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya 37,043,662 ( 2,291,270 ) ( 2,549 ) 34,749,843 5,577,188 40,327,031 Other comprehensive income
Distribusi dividen kas ( 53,281,499 ) ( 53,281,499 ) Distributions of cash dividends
Kenaikan (penurunan) ekuitas melalui transaksi saham Increase (decrease) in equity through treasury stock
1,191,962,900 134,656,408 1,326,619,308 1,326,619,308
tresuri transactions
Setoran modal dari kepentingan non-pengendali 652,473,052 652,473,052 Stock subscription from non-controlling interests
Perubahan kepentingan non-pengendali atas transaksi Changes in non-controlling interests due to other
299,361,050 299,361,050 346,000,860 645,361,910
lainnya dengan kepentingan non-pengendali transactions with non-controlling interests
Transaksi ekuitas lainnya ( 36,847,027 ) 4,389,621 ( 32,457,406 ) ( 32,457,406 ) Other equity transactions
Posisi ekuitas, akhir periode 1,224,835,030 13,819,354,927 ( 57,006,643 ) 228,767,290 536,652,743 31,333,179 4,837,397 9,593,425,873 12,000,000 7,370,980,711 32,765,180,507 6,301,384,755 39,066,565,262 Equity position, end of the period
Page 13
[1510000] Statement of cash flows, direct method - General Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 June 2023 30 June 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
7,719,927,580 6,740,283,721
pelanggan
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kepada Payments to suppliers for
pemasok atas barang dan ( 5,936,530,483 ) ( 5,491,789,352 ) goods and services
jasa
Pembayaran gaji dan Payments for salaries and
( 1,170,664,093 ) ( 1,184,067,736 )
tunjangan allowances
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
612,733,004 64,426,633
(digunakan untuk) operasi in) operations
Penerimaan bunga dari Interests received from
175,439,760 41,300,185
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan pengembalian Income taxes refunded (paid)
(pembayaran) pajak from operating activities
( 622,607,912 ) ( 355,104,635 )
penghasilan dari aktivitas
operasi
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 241,799,935 ) ( 661,125,254 ) from operating activities
operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 76,235,083 ) ( 910,503,071 )
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran uang muka Payments for advances for
pembelian aset tetap ( 170,409,875 ) ( 53,017,924 ) purchase of property, plant
and equipment
Penerimaan dari penjualan Proceeds from disposal of
3,202,562 4,245,055
aset tetap property, plant and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 212,319,600 ) ( 177,862,750 )
aset tetap property, plant and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 34,174,027 ) ( 3,117,002 )
aset takberwujud intangible assets
Pencairan (penempatan) Withdrawal (placement) of
169,756,537 ( 1,348,358,831 )
investasi jangka pendek short-term investments
Pembayaran uang muka Payments for advances on
( 235,000,000 )
investasi investments
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 249,900 ) ( 284,999,866 )
entitas anak subsidiaries
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
tambahan kepemilikan pada ( 221,289,524 ) additional interests in
entitas anak subsidiaries
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
kepemilikan pada entitas ( 663,165,100 ) interests in associates
asosiasi
Penerimaan dari pelepasan Proceeds from disposal of
aset tidak lancar atau non-current assets or
kelompok lepasan yang disposal groups classified as
Page 14
diklasifikasikan sebagai 81,611,966 72,609,744 held-for-sale and
dimiliki untuk dijual dan discontinued operations
operasi yang dihentikan
Penerimaan dividen dari Dividends received from
53,713,119 25,238,021
aktivitas investasi investing activities
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 256,532,250 ) ( 402,484,704 ) from investing activities
investasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 365,401,468 ) ( 3,287,202,881 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Penerimaan pinjaman bank 76,321,395 765,000,000 Proceeds from bank loans
Pembayaran pinjaman bank ( 343,625,000 ) ( 77,369,562 ) Payments of bank loans
Pembayaran liabilitas sewa Payments of finance lease
( 3,554,847 ) ( 4,600,227 )
pembiayaan liabilities
Penerimaan dari penerbitan Proceeds from issuing other
4,000,000 657,193,052
instrumen ekuitas lainnya equity instruments
Penerimaan dari penjualan Proceeds from sales
(pembelian) saham tresuri 1,326,619,308 (purchases) of treasury
stocks
Pembayaran dividen dari Dividends paid from financing
( 34,580 ) ( 8,021,400 )
aktivitas pendanaan activities
Pembayaran bunga dari Interests paid from financing
( 53,082,789 ) ( 36,092,205 )
aktivitas pendanaan activities
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas 1,084,608,795 from financing activities
pendanaan
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 319,975,821 ) 3,707,337,761
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
( 761,612,372 ) ( 490,368,191 )
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
8,712,637,748 7,383,025,165
awal periode flows, beginning of the period
Efek perubahan nilai kurs pada Effect of exchange rate changes
( 260,828,756 ) 48,210,366
kas dan setara kas on cash and cash equivalents
Kenaikan (penurunan) kas dan Other increase (decrease) in
1,459,277
setara kas lainnya cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
7,691,655,897 6,940,867,340
akhir periode cash flows, end of the period
Page 15
[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 June 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian Keuangan di Indonesia (?SAK?), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (?PSAK?) statements
dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (?ISAK?) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta Peraturan No. VIII.G.7 Lampiran Keputusan
Ketua OJK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan
Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh OJK. Kebijakan ini
telah diterapkan secara konsisten terhadap seluruh tahun yang disajikan, kecuali jika dinyatakan lain.
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan.
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan
basis akrual, menggunakan dasar akuntansi biaya historis, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang
disajikan berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi
masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas konsolidasian yang disajikan dengan menggunakan
metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan
ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Tahun buku Kelompok Usaha adalah 1 Januari -
31 Desember. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah
Rupiah yang merupakan mata uang fungsional sebagian besar Kelompok Usaha. Kebijakan akuntansi
yang diterapkan oleh Kelompok Usaha adalah selaras bagi tahun yang dicakup oleh laporan keuangan
konsolidasian, kecuali untuk standar akuntansi baru dan revisi seperti diungkapkan pada Catatan 2b
dibawah ini. Kelompok Usaha telah menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan dasar bahwa
Kelompok Usaha akan terus beroperasi secara berkesinambungan. The consolidated financial
statements have been prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting
Standards (?SAK?), which comprise the Statements of Financial Accounting Standards (?PSAK?) and
Interpretations to Financial Accounting Standards (?ISAK?) issued by the Financial Accounting Board
of the Indonesian Institute of Accountants and Rule No. VIII.G.7 Attachment of Chairman of OJK?s
decision No. KEP-347/BL/2012 dated June 25, 2012 on the Regulations and Guidelines on Financial
Statement Presentation and Disclosures issued by OJK. These policies have been consistently applied
to all years presented, unless otherwise stated. The consolidated financial statements have been
prepared in accordance with PSAK 1: Presentation of Financial Statements. The consolidated financial
statements, except consolidated statement of cash flows, have been prepared on the accrual basis,
using the historical cost basis of accounting, except for certain accounts which are measured on the
basis described in the related accounting policies for those accounts. The consolidated statement of
cash flows, which has been prepared using the direct method, presents receipts and disbursements of
cash and cash equivalents classified into operating, investing and financing activities. The annual
financial reporting period of the Group is January 1 - December 31. The reporting currency used in the
consolidated financial statements is the Indonesian Rupiah which is the functional currency of most
entities within the Group. The accounting policies adopted by the Group are consistently applied for the
years covered by the consolidated financial statements, except for new and revised accounting
standards as disclosed in the following Note 2b. The Group has prepared the consolidated financial
statements on the basis that it will continue to operate as a going concern.
Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas anak. Principles of consolidation
Page 16
Kendali diperoleh bila Kelompok Usaha terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk memengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Dengan demikian, Kelompok Usaha mengendalikan investee jika dan hanya jika Kelompok Usaha memiliki seluruh hal berikut ini: i) Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi Kelompok Usaha kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari investee, ii) Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan iii) Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk memengaruhi jumlah imbal hasil. Umumnya, ada dugaan bahwa mayoritas hak suara menghasilkan kontrol. Untuk mendukung anggapan ini dan bila Kelompok Usaha memiliki kurang dari mayoritas hak suara atau hak serupa dari investee, Kelompok Usaha mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah ia memiliki kuasa atas investee, termasuk: i) Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee, ii) Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan iii) Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Kelompok Usaha. Kelompok Usaha menilai ulang apakah pengendaliannya melibatkan investee jika fakta dan keadaan menunjukkan bahwa ada perubahan pada satu atau lebih dari tiga elemen kontrol. Konsolidasi entitas anak dimulai pada saat Kelompok Usaha memperoleh kendali atas entitas anak dan berhenti pada saat Kelompok Usaha kehilangan kendali atas entitas anak tersebut. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban entitas anak yang diakuisisi selama tahun berjalan termasuk dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal Kelompok Usaha memperoleh kendali sampai dengan tanggal Kelompok Usaha tidak lagi mengendalikan entitas anak. Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan nonpengendali (?KNP?), walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP yang defisit. Bila dipandang perlu, penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha. Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan dan beban dan arus kas atas transaksi antar anggota Kelompok Usaha dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi. Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas. Bila kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Kelompok Usaha menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas, KNP dan komponen lain dari ekuitas terkait, dan selisihnya diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar. The consolidated financial statements comprise the financial statements of the Company and its subsidiaries. Control is achieved when the Group is exposed, or has rights, to variable returns from its involvement with the investee and has the ability to affect those returns through its power over the investee. Thus, the Group controls an investee if and only if the Group has all of the following: i) Power over the investee, that is existing rights that give the Group current ability to direct the relevant activities of the investee, ii) Exposure, or rights, to variable returns from its involvement with the investee, and iii) The ability to use its power over the investee to affect its returns. Generally, there is a presumption that having the majority of voting rights results in control. To support this presumption and when the Group has less than a majority of the voting or similar rights of an investee, the Group considers all relevant facts and circumstances in assessing whether it has power over an investee, including: i) The contractual arrangements with the other vote holders of the investee, ii) Rights arising from other contractual arrangements, and iii) The Group's voting rights and potential voting rights. The Group reassesses whether or not it controls an investee if facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three elements of control. Consolidation of a subsidiary begins when the Group obtains control over the subsidiary and ceases when the Group loses control of the subsidiary. Assets, liabilities, income and expenses of a subsidiary acquired during the year are included in the consolidated financial statements from the date the Group gains control until the date the Group ceases to control the subsidiary. Profit or loss and each component of other comprehensive income are
Page 17
attributed to the equity holders of the parent of the Group and to the non-controlling interests (?NCI?),
even if this results in the NCI having a deficit balance. When necessary, adjustments are made to the
financial statements of subsidiaries to bring their accounting policies into line with the Group?s
accounting policies. All intra-group assets and liabilities, equity, income, expenses and cash flows
relating to transactions between members of the Group are eliminated in full on consolidation. A
change in the parent?s ownership interest in a subsidiary, without a loss of control, is accounted for as
an equity transaction. If the Group loses control over a subsidiary, it derecognizes the related assets
(including goodwill), liabilities, NCI and other components of equity, while the difference is recognized
in the profit or loss. Any investment retained is recognized at fair value. \
Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri dari kas, kas di bank, dan deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) Cash and cash equivalents
bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak dijadikan sebagai jaminan pinjaman serta
tanpa pembatasan penggunaan, dan mana yang memiliki risiko tidak signifikan dari perubahan nilai.
Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas terdiri dari kas, kas di bank, dan
deposito berjangka seperti disebutkan di atas, dikurangi overdraft, jika ada. Deposito berjangka dengan
jangka waktu lebih dari 3 (tiga) bulan tapi tidak melebihi 1 (satu) tahun, deposito berjangka kurang dari
3 (tiga) bulan namun dijaminkan, investasi dalam reksadana, dan efek-efek dengan jangka waktu lebih
dari 3 (tiga) bulan tapi tidak melebihi 1 (satu) tahun diklasifikasikan sebagai akun ?Aset Keuangan
Lancar Lainnya? pada laporan posisi keuangan konsolidasian./ Cash and cash equivalents consist of
cash on hand, cash in banks, and time deposits with maturities of 3 (three) months or less at the time
of placement and not restricted to use, and which are subject to an insignificant risk of changes in
value. For the purpose of the consolidated statement of cash flows, cash on hand, cash in banks, and
time deposits as defined above, net of outstanding overdraft, if any. Time deposits with maturities of
more than 3 (three) months but not exceeding 1 (one) year, time deposits with maturities less than 3
(three) months but pledged, investment in mutual fund, and securities with maturities of more than 3
(three) months but not exceeding 1 (one) year are classified in ?Other Current Financial Assets?
account in the consolidated statements of financial position.
Persediaan Persediaan Materi Program Program Material Inventories Persediaan konten program diukur Inventories
berdasarkan nilai terendah antara nilai buku (biaya perolehan setelah dikurangi amortisasi) dengan
nilai realisasi neto. Sedangkan, persediaan konten Vidio berlisensi diamortisasi selama masa manfaat
masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line) dan konten milik sendiri
diamortisasi dengan metode dipercepat (accelerated method) dalam waktu tiga tahun. Program content
inventories are stated at the lower of book value (cost less amortization) or net realizable value. While
Vidio?s licensed content inventory are amortized over their beneficial period using the straight-line
method while owned contents are amortized using accelerated method in three years. Biaya perolehan
persediaan konten program dihitung dengan menggunakan metode identifikasi khusus (specific
identification method). Persediaan konten program diamortisasi sebagai berikut: (i) untuk program film,
sinetron dan mini seri diamortisasikan sebesar persentase tertentu (yang diestimasi oleh manajemen)
atas jumlah penayangan sebagaimana disebutkan dalam perjanjian atau maksimum sebanyak dua kali
penayangan, kecuali untuk film televisi (FTV) maksimum sebanyak tiga kali penayangan (ii) untuk
program produksi sendiri, infotainment, berita, olahraga, dan program talk show diamortisasi
sepenuhnya pada saat penayangan awal. Cost of program content inventories is determined by the
specific identification method. Program content inventories are amortized as follows: (i) for film, series
and mini series programs are amortized based on a certain percentage (which is estimated by the
management) of the number of program runs as specified in the agreement or a maximum of two times
runs, except for television film (FTV) which is a maximum of three times runs (ii) for in-house
production, infotainment, news, sports, and talk-show programs are fully amortized on the first run.
Saldo persediaan konten program yang belum diamortisasi namun kontrak penayangannya telah
Page 18
berakhir dibebankan pada tahun kontrak tersebut berakhir. The unamortized cost of the program
content inventories for which the related license contracts have expired, are charged to operations in
the year the contract ended. Pada akhir tahun pelaporan, manajemen melakukan penelaahan untuk
menentukan adanya indikasi terjadinya penurunan nilai konten program dan melakukan penyesuaian,
apabila diperlukan, ke estimasi nilai yang terpulihkan untuk penayangan di masa yang akan datang
dan dibebankan sebagai kerugian pada usaha tahun berjalan. At the end of each reporting period, the
management reviews the programs for any indications of impairment and adjusts the cost, when
appropriate, to the estimated recoverable amount from future airing, as a loss in the current year
operations. Persediaan Selain Materi Program Inventories Other Than Program Material Persediaan
dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Biaya perolehan
ditentukan dengan metode masuk pertama keluar pertama (first-in, first-out). Penyisihan persediaan
usang disajikan untuk mengurangi nilai tercatat persediaan ke nilai realisasi neto berdasarkan hasil
penelaahan berkala terhadap kondisi fisik persediaan. Inventories are stated at the lower of cost or net
realizable value. Cost is determined using the first-in, first-out method. Allowance for inventories
obsolescence is provided to reduce the carrying value of inventories to their net realizable value based
on the periodic review of the physical condition of the inventories. Nilai realisasi neto adalah taksiran
harga jual yang wajar setelah dikurangi dengan taksiran biaya untuk menyelesaikan dan biaya untuk
menjual persediaan barang yang dihasilkan. Net realizable value is the estimated selling price in the
ordinary course of business less the estimated cost of completion and the estimated costs necessary to
complete the sale.
Aset tetap Seluruh aset tetap awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan Fixed assets
biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi
yang diinginkan supaya aset tersebut siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. All fixed
assets are initially recognized at cost, which comprises its purchase price and any costs directly
attributable in bringing the asset to the location and condition necessary for it to be capable of
operating in the manner intended by management. Setelah pengakuan awal, aset tetap, kecuali tanah,
dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai.
Subsequent to initial recognition, fixed assets, except land, are carried at cost less any subsequent
accumulated depreciation and any impairment losses. Penyusutan dimulai pada saat aset tersebut siap
digunakan sesuai dengan maksud penggunaannya. Penyusutan aset tetap milik Perusahaan dihitung
dengan menggunakan metode saldo menurun ganda (double-declining method), kecuali penyusutan
bangunan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method). Penyusutan aset
tetap milik entitas anak dihitung dengan metode garis lurus (straight-line method). Depreciation of an
asset starts when it is available for its intended use. Depreciation of the Company?s fixed assets is
computed using the double-declining method, except for buildings, whereby the depreciation is
computed using the straight-line method. Depreciation of the subsidiaries? fixed assets is computed
using the straight-line method. Taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap seperti berikut: The
estimated useful lives of assets are as follows: Tahun/Years Bangunan, prasarana dan instalasi 3 - 30
Buildings, infrastructure and installations Peralatan kantor 3 - 8 Office equipment Peralatan studio dan
penyiaran 4 - 20 Studio and broadcasting equipment Kendaraan bermotor 4 - 8 Vehicles Peralatan
lainnya 4 - 8 Other equipment Penilaian aset tetap dilakukan atas penurunan dan kemungkinan
penurunan nilai wajar aset jika terjadi peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa
nilai tercatat mungkin tidak dapat seluruhnya terealisasi. The carrying amounts of fixed assets are
reviewed for impairment when events or changes in circumstances indicate that the carrying values
may not be fully recoverable. Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat
dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau
pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai
Page 19
perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laba
rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya. An item of fixed asset is derecognized upon
disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss
arising on derecognition of the asset (calculated as the difference between the net disposal proceeds
and the carrying amount of the asset) is included in profit or loss in the year the asset is derecognized.
Pada setiap akhir tahun, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan ditelaah, dan jika
diperlukan disesuaikan secara prospektif. The asset?s residual value, useful life and method of
depreciation are reviewed, and adjusted prospectively if appropriate, at each financial year end. Nilai
residu dari aset adalah estimasi jumlah yang dapat diperoleh Perusahaan dan entitas anaknya dari
pelepasan aset, setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan, ketika aset telah mencapai akhir umur
dan dalam kondisi yang diharapkan pada akhir umur manfaatnya. The residual value of an asset is the
estimated amount that the Company and its subsidiaries would currently obtain from disposal of the
asset, after deducting the estimated costs of disposal, if the asset were already of the age and in the
condition expected at the end of its useful life. Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak
disusutkan. Land is stated at cost and not depreciated. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar
biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan akan
direklasifikasi ke akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset yang bersangkutan telah selesai
dikerjakan dan siap untuk digunakan. Aset tetap dalam penyelesaian tidak disusutkan karena belum
tersedia untuk digunakan. Construction in progress is stated at cost and presented as part of the fixed
assets. The accumulated costs will be reclassified to the appropriate fixed assets account when
construction is substantially completed and the asset is ready for its intended use. Assets under
construction are not depreciated as these are not yet available for use. Beban pemeliharaan dan
perbaikan dibebankan pada operasi pada saat terjadinya. Beban pemugaran dan penambahan dalam
jumlah besar dikapitalisasi kepada jumlah tercatat aset tetap terkait bila besar kemungkinan bagi
Kelompok Usaha manfaat ekonomi masa depan menjadi lebih besar dari standar kinerja awal yang
ditetapkan sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa masa manfaat aset tetap terkait. Repairs and
maintenance are taken to the profit or loss when these are incurred. The cost of major renovation and
restoration is included in the carrying amount of the related fixed asset when it is probable that future
economic benefits in excess of the originally assessed standard of performance of the existing asset
will flow to the Group, and is depreciated over the remaining useful life of the related asset.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Pada setiap akhir periode pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah terdapat indikasi suatu aset Impairment of non-financial assets
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai
aset (yaitu aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas, aset takberwujud yang belum dapat
digunakan, atau goodwill yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis) diperlukan, maka Kelompok
Usaha membuat estimasi formal jumlah terpulihkan aset tersebut. The Group assesses at each annual
reporting period whether there is an indication that an asset may be impaired. If any such indication
exists, or when annual impairment testing for an asset (i.e., an intangible asset with an indefinite useful
life, an intangible asset not yet available for use, or goodwill acquired in a business combination) is
required, the Group makes an estimate of the asset?s recoverable amount. Jumlah terpulihkan yang
ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau UPK
dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus
kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset
lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dipertimbangkan mengalami penurunan
nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Rugi penurunan nilai dari
operasi yang berkelanjutan diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian sebagai biaya ?Rugi Penurunan Nilai?. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas
masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak
Page 20
yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset. An asset?s recoverable amount is the higher of the asset?s or CGU?s fair value less costs to sell and its value in use, and is determined for an individual asset, unless the asset does not generate cash inflows that are largely independent of those from other assets or groups of assets. Where the carrying amount of an asset exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and is written down to its recoverable amount. Impairment losses of continuing operations are recognized in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income as ?Impairment Losses?. In assessing the value in use, the estimated net future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the asset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Kelompok Usaha menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar yang tersedia. In determining fair value less costs to sell, recent market transactions are taken into account, if available. If no such transactions can be identified, an appropriate valuation model is used by the Group to determine the fair value of the assets. These calculations are corroborated by valuation multiples or other available fair value indicators. Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, setelah dikurangi penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. An assessment is made at each end of reporting period as to whether there is any indication that previously recognized impairment losses recognized for an asset other than goodwill may no longer exist or may have decreased. If such indication exists, the recoverable amount is estimated. A previously recognized impairment loss for an asset other than goodwill is reversed only if there has been a change in the assumptions used to determine the asset?s recoverable amount since the last impairment loss was recognized. If that is the case, the carrying amount of the asset is increased to its recoverable amount. The reversal is limited so that the carrying amount of the asset does not exceed its recoverable amount, nor exceed the carrying amount that would have been determined, net of depreciation, had no impairment loss been recognized for the asset in prior periods. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui sebagai laba rugi. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya. Reversal of an impairment loss is recognized in profit or loss. After such a reversal, the depreciation charge on the said asset is adjusted in future periods to allocate the asset?s revised carrying amount, less any residual value, on a systematic basis over its remaining useful life. Goodwill hanya diuji untuk menentukan adanya penurunan nilai pada setiap pelaporan tahunan dan ketika terdapat suatu indikasi bahwa nilai tercatatnya mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai bagi goodwill ditetapkan dengan menentukan jumlah tercatat tiap UPK (atau kelompok UPK) dimana goodwill terkait. Jika jumlah terpulihkan UPK kurang dari jumlah tercatatnya, maka rugi penurunan nilai diakui. Rugi penurunan nilai atas goodwill tidak dapat dibalik pada periode berikutnya. Goodwill is tested for impairment in each annual reporting period and when circumstances indicate that the carrying value may be impaired. Impairment is determined for goodwill
Page 21
by assessing the recoverable amount of each CGU (or group of CGUs) to which the goodwill relates. If
the recoverable amount of the CGU is less than its carrying amount, an impairment loss is recognized.
Impairment losses relating to goodwill cannot be reversed in future periods. Manajemen berpendapat
bahwa tidak ada indikasi penurunan nilai pada aset tetap dan aset non-keuangan tidak lancar lainnya
yang disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2023. Management
believes that there is no indication of impairment in values for fixed assets and other non-current
non-financial assets presented in the consolidated statement of financial position as of June 30, 2023.
Pengakuan pendapatan dan beban Kelompok Usaha menerapkan PSAK 72, ?Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan?, yang Revenue and expense recognition
mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut: The
Group has adopted PSAK 72, ?Revenue from Contracts with Customers?, which requires revenue
recognition to fulfill 5 (five) steps of assessment as follows: 1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan. 1.
Identify contract(s) with a customer. 2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban
pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki
karakteristik berbeda ke pelanggan. 2. Identify the performance obligations in the contract.
Performance obligations are promises in a contract to transfer to a customer goods or services that are
distinct. 3. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak
pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya
barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak. 3. Determine the transaction price, net of discounts,
returns, sales incentives and value added tax, which an entity expects to be entitled in exchange for
transferring the promised goods or services to a customer. 4. Alokasi harga transaksi ke setiap
kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang
atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual
berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah margin. 4. Allocate the
transaction price to each performance obligation on the basis of the relative stand-alone selling prices
of each distinct goods or services promised in the contract. When these are not directly observable, the
relative standalone selling price are estimated based on expected cost plus margin. Kelompok Usaha
menerapkan PSAK 72, ?Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan?, yang mensyaratkan
pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut: (lanjutan) The
Group has adopted PSAK 72, ?Revenue from Contracts with Customers?, which requires revenue
recognition to fulfill 5 (five) steps of assessment as follows: (continued) 5. Pengakuan pendapatan
ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke
pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut). 5. Recognise
revenue when performance obligation is satisfied by transferring a promised goods or services to a
customer (which is when the customer obtains control of those goods or services). Pendapatan dalam
hubungan keagenan dicatat sebesar jumlah tagihan bruto kepada pelanggan ketika Kelompok Usaha
bertindak sebagai principal dalam penjualan barang dan jasa. Pendapatan dicatat sebesar jumlah
bersih yang diperoleh (jumlah yang dibayarkan pelanggan dikurangi jumlah yang dibayarkan kepada
pemasok) ketika secara substansi, Kelompok Usaha bertindak sebagai agen dan memperoleh komisi
dari pemasok atas penjualan barang dan jasa. Revenues in the agency relationship are recorded at the
amount of gross invoices to customers when the Group acts as principal in the sale of goods and
services. Revenues are recorded at the net amount earned (the amount paid by the customer minus
the amount paid to the supplier) when substantially, the Group acts as an agent and obtains
commissions from suppliers for the sale of goods and services. Kelompok Usaha mengevaluasi
perjanjian pendapatannya terhadap kriteria spesifik untuk menentukan apakah Kelompok Usaha
bertindak sebagai prinsipal atau agen. Kriteria spesifik berikut juga harus dipenuhi sebelum
pendapatan diakui: pendapatan dari iklan televisi diakui pada saat iklan yang bersangkutan
ditayangkan. Penerimaan kas dari pelanggan sehubungan dengan transaksi penjualan yang belum
Page 22
memenuhi kriteria pengakuan pendapatan dicatat sebagai bagian dari akun ?Uang Muka Pelanggan?
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. The Group assesses its revenue arrangements against
specific criteria to determine if it is acting as principal or agent. The following specific recognition
criteria must also be met before revenue is recognized: revenue from television advertisement is
recognized when the related advertisement is aired. Cash received from customer related to the sales
transactions which have not fulfilled the criteria for revenue recognition are recorded as part of
?Advances from Customers? account in the consolidated statement of financial position. Beban diakui
pada saat terjadinya (asas akrual). Expenses are recognized when they are incurred (accrual basis).
Transaksi dengan pihak berelasi Perusahaan dan entitas anaknya mempunyai transaksi dengan pihak berelasi sesuai dengan definisi Transactions with related parties
yang diuraikan pada PSAK 7: Pengungkapan pihak-pihak berelasi. The Company and subsidiaries
have transactions with related parties as defined in PSAK 7: Related party disclosures. Transaksi ini
dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, yang mungkin tidak sama
dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi. Transaksi dan saldo
yang material dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 36. The transactions are made based
on terms agreed by the parties, which may not be the same as those made with unrelated parties.
Significant transactions and balances with related parties are disclosed in Note 36. Kecuali
diungkapkan khusus sebagai pihak berelasi, maka pihak-pihak lain yang disebutkan dalam Catatan
atas laporan keuangan konsolidasian merupakan pihak tidak berelasi. Unless specifically identified as
related parties, the parties disclosed in the Notes to the consolidated financial statements are unrelated
parties.
Pajak penghasilan Beban pajak tahun berjalan ditetapkan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan. Income taxes
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer aset dan liabilitas antara pelaporan
komersial dan pajak pada setiap tanggal pelaporan. Current tax expense is provided based on the
estimated taxable income for the current year. Deferred tax assets and liabilities are recognized for
temporary differences between the financial and the tax bases of assets and liabilities at each reporting
date. Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan
saldo rugi fiskal yang belum dikompensasikan, sepanjang perbedaan temporer dan rugi fiskal yang
belum dikompensasikan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba fiskal pada masa yang
akan datang, kecuali: i) jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset atau liabilitas dalam
transaksi yang bukan transaksi kombinasi bisnis dan tidak memengaruhi laba akuntansi maupun laba
kena pajak/rugi pajak; atau ii) dari perbedaan temporer yang dapat dikurangkan atas investasi pada
entitas anak, aset pajak tangguhan hanya diakui bila besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu
tidak akan dibalik dalam waktu dekat dan laba kena pajak dapat dikompensasi dengan beda temporer
tersebut. Deferred tax assets are recognized for all deductible temporary differences and carry forward
of unused tax losses to the extent that it is probable that future taxable profits will be available against
which the deductible temporary differences and carry forward of unused tax losses can be utilized,
except: i) where the deferred tax asset relating to the deductible temporary difference arises from the
initial recognition of an asset or liability in a transaction that is not a business combination and, at the
time of the transaction, affects neither the accounting profit nor taxable profit or loss; or ii) in respect of
deductible temporary differences associated with investments in subsidiaries, deferred tax assets are
recognized only to the extent that it is probable that the temporary differences will reverse in the
foreseeable future and taxable profit will be available against which the temporary differences can be
utilized. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal neraca dan nilai tercatat
aset pajak tangguhan tersebut diturunkan apabila tidak lagi terdapat kemungkinan besar bahwa laba
fiskal yang memadai akan tersedia untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak
tangguhan. Aset pajak tangguhan yang tidak diakui ditinjau ulang pada setiap tanggal pelaporan dan
akan diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba kena pajak pada masa yang akan datang akan
Page 23
tersedia untuk pemulihannya. The carrying amount of deferred tax assets is reviewed at each reporting date and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable profits will be available to allow all or part of the benefit of the deferred tax assets to be utilized. Unrecognized deferred tax assets are reassessed at each reporting date and are recognized to the extent that it has become probable that future taxable profit will allow the deferred tax assets to be recovered. Aset dan kewajiban pajak tangguhan diukur berdasarkan tarif pajak yang akan berlaku pada tahun saat aset direalisasikan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku atau yang telah secara substantif telah diberlakukan pada akhir periode pelaporan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan untuk dan/atau pembalikan seluruh perbedaan temporer selama periode berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, diakui sebagai ?Beban Pajak Penghasilan - Neto? dan termasuk dalam laba atau rugi neto tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply to the year when the asset is realized or the liability is settled based on tax laws that have been enacted or substantively enacted by the end of the reporting period. The related tax effects of the provisions for and/or reversals of all temporary differences during the period, including the effect of change in tax rates, are recognized as ?Income Tax Expense - Net? and included in the determination of net profit or loss for the year, except to the extent that they relate to items previously charged or credited to equity. Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat penetapan pajak diterima atau jika Kelompok Usaha mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan telah ditetapkan. Amendments to tax obligations are recorded when an assessment is received or, if appealed against by the Group, when the result of the appeal is determined. Manfaat pajak yang diperoleh sebagai bagian dari kombinasi bisnis, tetapi tidak memenuhi kriteria untuk pengakuan terpisah pada tanggal tersebut, diakui selanjutnya jika informasi baru tentang fakta dan keadaan berubah. Penyesuaian tersebut diperlakukan sebagai pengurangan goodwill (selama tidak melebihi goodwill) jika terjadi selama periode pengukuran atau diakui dalam laba rugi. Tax benefits acquired as part of a business combination, but not satisfying the criteria for separate recognition at that date, are recognised subsequently if new information about facts and circumstances change. The adjustment is either treated as a reduction in goodwill (as long as it does not exceed goodwill) if it was incurred during the measurement period or recognized in profit or loss. Kelompok Usaha melakukan saling hapus aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika dan hanya jika memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini dan aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama atas baik entitas kena pajak yang sama atau entitas kena pajak yang berbeda yang bermaksud untuk menyelesaikan liabilitas dan aset pajak kini secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan dimana jumlah liabilitas atau aset pajak tangguhan yang signifikan diharapkan untuk diselesaikan atau dipulihkan. The Group offsets deferred tax assets and deferred tax liabilities if and only if it has a legally enforceable right to set off current tax assets and current tax liabilities and the deferred tax assets and deferred tax liabilities relate to income taxes levied by the same taxation authority on either the same taxable entity or different taxable entities which intend either to settle current tax liabilities and assets on a net basis, or to realise the assets and settle the liabilities simultaneously, in each future period in which significant amounts of deferred tax liabilities or assets are expected to be settled or recovered. Untuk setiap entitas yang dikonsolidasi, pengaruh pajak atas perbedaan temporer dan akumulasi rugi pajak, yang masing-masing dapat berupa aset atau liabilitas, disajikan dalam jumlah neto untuk masing-masing entitas tersebut. For each of the consolidated entities, the tax effects of temporary differences and tax loss carryover, which individually are either assets or liabilities, are shown at the applicable net amounts. Pajak Pertambahan Nilai Value Added Tax Pendapatan, beban-beban dan
Page 24
aset-aset diakui neto atas jumlah PPN kecuali: ? PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang
tidak dapat dikreditkan, yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau
sebagai bagian dari item beban-beban yang terkait; dan ? Piutang dan utang yang disajikan termasuk
dengan jumlah PPN. Revenue, expenses and assets are recognized net of the amount of VAT except:
? the VAT incurred on a purchase of assets or services is not recoverable, in which case the VAT is
recognised as part of the cost of acquisition of the asset or as part of the expense item as applicable;
and ? Receivables and payables that are stated with the amount of VAT included. Jumlah PPN neto
yang diajukan untuk direstitusi, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai bagian dari aset
atau liabilitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian. The net amount of VAT which is claimed for
restitution from, or payable to, the taxation authorities is included as part of assets or liabilities in the
consolidated statement of financial position. Pajak Final Final Tax Sesuai peraturan perpajakan di
Indonesia, pajak final dikenakan atas nilai bruto transaksi, dan tetap dikenakan walaupun atas
transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian. In accordance with the tax regulation in
Indonesia, final tax is applied to the gross value of transactions, even when the parties carrying the
transaction recognizing losses. Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 46:
Pajak Penghasilan. Final tax is scoped out from PSAK 46: Income Tax.
Provisi Provisi diakui jika Kelompok Usaha memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat Provisions
konstruktif) jika, sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban
tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan jumlah
kewajiban tersebut dapat diestimasi secara andal. Provisions are recognized when the Group has a
present obligation (legal or constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an
outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable
estimate can be made of the amount of the obligation. Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan
dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya
untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan. Provisions
are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer
probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the
obligation, the provision is reversed.
Imbalan kerja karyawan Kelompok Usaha mengakui liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan berdasarkan peraturan Employee benefits
Kelompok Usaha dan sesuai dengan Undang-undang Cipta Kerja No. 11/2020. Nilai kini kewajiban
imbalan pasti, beban jasa kini dan beban jasa lalu ditentukan dengan menggunakan metode penilaian
?Projected Unit Credit?. The Group provides post employment benefits under the Group?s regulations
and under Law No. 11/2020 on Job Creation. The present value of defined benefit obligation, current
service cost and past service cost is determined using ?Projected Unit Credit? method. Nilai kini
liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas di masa depan dengan
menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah jangka panjang pada akhir periode pelaporan dalam
mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang dimana imbalan tersebut akan dibayarkan dan yang
memiliki jangka waktu yang sesuai dengan liabilitas imbalan pensiunan yang bersangkutan. The
present value of the defined benefit obligation is determined by discounting the estimated future cash
outflows using the yield at the end of the reporting period of long-term government bonds denominated
in Rupiah in which the benefits will be paid and that have terms to maturity similar to the related
pension obligation. Pengukuran kembali yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam
asumsi-asumsi aktuarial langsung diakui seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lainnya.
Remeasurements arising from experience adjustments and changes in actuarial assumptions are
directly recognized in other comprehensive income. Biaya jasa lalu yang timbul dari amendemen atau
Page 25
kurtailmen program diakui sebagai beban dalam laba rugi pada saat terjadinya. Past service cost
arising from amendment or curtailment programs are recognized as expense in profit or loss when
incurred.
Pelaporan segmen Kelompok Usaha mengklasifikasikan informasi segmen primer (segmen bisnis) berdasarkan 4 (empat) Segment reporting
area bisnis utama sebagai berikut: The Group classifies its primary segment (business segment)
information into 4 (four) main business areas as follows: ? Media, mencakup stasiun televisi Free-to-Air
(?FTA?) yang terdiri dari 7 (tujuh) stasiun televisi yaitu PT Indosiar Visual Mandiri (?IVM?), PT Surya
Citra Televisi (?SCTV?), PT Surya Citra Pesona (?SCP?), PT Surya Media Citaprima (?SMC?), PT
Citaprima Jakarta Televisi (?Mentari TV?), PT Surya Media Berkah (?SMB?) dan PT Omni Intivision
(?OMNI?) dan penyiaran berlangganan televisi satelit yaitu PT Mediatama Televisi (?MTV?), beserta
perusahaan produksi dan distribusi konten, film dan video, megaportal website serta publikasi digital. ?
Media, representing Free-to-Air (?FTA?) of television broadcasting under the 7 (seven) television
channels, PT Indosiar Visual Mandiri (?IVM?), PT Surya Citra Televisi (?SCTV?), PT Surya Citra
Pesona (?SCP?), PT Surya Media Citaprima (?SMC?), PT Citaprima Jakarta Televisi (?Mentari TV?),
PT Surya Media Berkah (?SMB?) and PT Omni Intivision (?OMNI?) and subscription broadcasting of
satellite television under PT Mediatama Televisi (?MTV?), content, film and video production and
distribution, megaportal website and digital publishing companies. ? Solusi, yang mencakup suatu
jangkauan luas atas solusi dan jasa infrastruktur yang meliputi telekomunikasi dan solusi jaringan,
solusi perangkat lunak untuk perbankan dan solusi perangkat keras, solusi dan jasa Very Small
Aperture Terminal (?VSAT?) yang terintegrasi, dan solusi telekomunikasi distribusi retail. ? Solutions,
representing a wide range of infrastructure solutions and services that include telecommunications and
networking solutions, banking software and hardware solutions, integrated Very Small Aperture
Terminal (?VSAT?) solutions and telecommunication?s retail distribution solutions. ? Kesehatan, yang
mencakup jasa kesehatan. ? Healthcare, representing a wide range of medical services. ? Lain-lain,
mencakup konektivitas termasuk pengadaan jasa internet, perbankan, investasi, serta bisnis-bisnis
lain. ? Others, representing connectivity including internet service provision, banking, investment, and
other businesses. Segmen adalah bagian yang dapat dibedakan dari Kelompok Usaha yang terlibat
baik dalam menyediakan produk tertentu (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dalam
lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda
dengan segmen lainnya. A segment is a distinguishable component of the Group that is engaged either
in providing certain products (business segment), or in providing products within a particular economic
environment (geographical segment), which is subject to risks and rewards that are different from those
of other segments. Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang
dapat diatribusikan langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan
dasar yang sesuai kepada segmen tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar
kelompok usaha, dieliminasi. Segment revenue, expenses, results, assets and liabilities include items
directly attributable to a segment as well as those that can be allocated on a reasonable basis to that
segment. They are determined before intra-group balances and intra-group transactions are eliminated.
Penerapan standar akutansi baru Pada tanggal 1 Januari 2023, Kelompok Usaha menerapkan pernyataan standar akuntansi keuangan The implementation of new statements of
dan interpretasi standar akuntansi keuangan baru dan revisi yang efektif sejak tanggal tersebut. accounting standards
Perubahan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan
ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi. On January 1, 2023, the Group
adopted new and revised statements of financial accounting standards and interpretations of
statements of financial accounting standards that are mandatory for application from that date.
Changes to the Group?s accounting policies have been made as required, in accordance with the
transitional provisions in the respective standards and interpretations. Penerapan standar dan
interpretasi yang baru dan direvisi berikut ini tidak menghasilkan perubahan besar terhadap kebijakan
Page 26
akuntansi Kelompok Usaha dan tidak memiliki dampak material pada jumlah yang dilaporkan untuk tahun keuangan saat ini atau sebelumnya: The adoption of the following new and revised standard and interpretation did not result in substantial changes to the Group?s accounting policies and had no material effect on the amounts reported for the current or prior financial years: Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang Amendments to PSAK 1: Classification of Liabilities as Current or Non-current Amendemen menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang. Amendemen tersebut menjelaskan: The amendments specify the requirements for classifying liabilities as current or non-current. The amendments clarify: - Apa yang dimaksud dengan hak untuk menangguhkan penyelesaian - Bahwa hak entitas untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas harus ada pada akhir periode pelaporan - Klasifikasi tersebut tidak terpengaruh oleh kemungkinan bahwa entitas akan menggunakan haknya untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas - Hanya jika suatu derivatif melekat dalam liabilitas konvertibel merupakan instrumen ekuitas saja, penggunaan frasa liabilitas tidak akan memengaruhi klasifikasinya. - What is meant by a right to defer settlement - That a right to defer must exist at the end of the reporting period - That classification is unaffected by the likelihood that an entity will exercise its deferral right - That only if an embedded derivative in a convertible liability is itself an equity instrument would the terms of a liability not impact its classification. Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan Tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi Amendment of PSAK 1: Presentation of Financial Statement - Disclosure of Accounting Policies Amendemen ini memberikan panduan dan contoh untuk membantu entitas menerapkan pertimbangan materialitas dalam pengungkapan kebijakan akuntansi. Amendemen tersebut bertujuan untuk membantu entitas menyediakan pengungkapan kebijakan akuntansi yang lebih berguna dengan mengganti persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'signifikan' entitas dengan persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'material' entitas dan menambahkan panduan tentang bagaimana entitas menerapkan konsep materialitas dalam membuat keputusan tentang pengungkapan kebijakan akuntansi. This amendments provides guidance and examples to help entities apply materiality judgements to accounting policy disclosures. The amendment aim to help entities provide accounting policy disclosures that are more useful by replacing the requirement for entities to disclose their ?significant? accounting policies with a requirement to disclose their ?material? accounting policies and adding guidance on how entities apply the concept of materiality in making decisions about accounting policy disclosures. Amendemen PSAK 16: Aset Tetap - Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan Amendments to PSAK 16: Fixed Assets - Proceeds before Intended Use Amendemen ini tidak memperbolehkan entitas untuk mengurangi suatu hasil penjualan item yang diproduksi saat membawa aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diperlukan supaya aset dapat beroperasi sesuai dengan intensi manajemen dari biaya perolehan suatu aset tetap. Sebaliknya, entitas mengakui hasil dari penjualan item-item tersebut, dan biaya untuk memproduksi item-item tersebut, dalam laba rugi. The amendments prohibit entities to deduct from the cost of an item of fixed assets, any proceeds from selling items produced while bringing that asset to the location and condition necessary for it to be capable of operating in the manner intended by management. Instead, an entity recognizes the proceeds from selling such items, and the costs of producing those items, in the profit or loss. Amendemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan terkait Definisi Estimasi Akuntansi Amendment of PSAK 25: Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors - Definition of Accounting Estimates Amendemen tersebut memperkenalkan definisi 'estimasi akuntansi' dan mengklarifikasi perbedaan antara perubahan estimasi akuntansi dan perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan. Amendemen tersebut juga mengklarifikasi bagaimana entitas menggunakan teknik pengukuran dan input untuk mengembangkan estimasi akuntansi. The amendments introduces a definition of ?accounting
Page 27
estimates? and clarify the distinction between changes in accounting estimates and changes in
accounting policies and the correction of errors. Also, they clarify how entities use measurement
techniques and inputs to develop accounting estimates. Amendemen PSAK 46: Pajak Penghasilan
tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul Dari Transaksi Tunggal Amendment
of PSAK 46: Income Taxes - Deferred Tax related to Assets and Liabilities Arising From A Single
Transaction Amendemen ini mengusulkan agar entitas mengakui aset maupun liabilitas pajak
tangguhan pada saat pengakuan awalnya sebagai contoh dari transaksi sewa, untuk mengeliminasi
perbedaan praktik saat ini atas transaksi tersebut dan transaksi lain yang serupa. This amendment
proposes that entities recognize deferred tax assets and liabilities at the time of initial recognition, for
example from a lease transaction, to eliminate differences in current practice for such transactions and
similar transactions.
Kombinasi bisnis Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi Business combination
diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan
jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi
mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan
KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul
dibebankan langsung dan disertakan dalam beban-beban administrasi. Business combinations are
accounted for using the acquisition method. The cost of an acquisition is measured as the aggregate of
the consideration transferred, measured at fair value on the acquisition date and the amount of any NCI
in the acquiree. For each business combination, the acquirer measures the NCI in the acquiree either
at fair value or at the proportionate share of the acquiree?s identifiable net assets. Transaction costs
incurred are directly expensed and included in administrative expenses. Kelompok Usaha menentukan
bahwa mereka telah mengakuisisi bisnis ketika rangkaian aktivitas dan aset yang diakuisisi mencakup
input dan proses substantif yang bersama-sama secara signifikan berkontribusi pada kemampuan
untuk menghasilkan output. Proses yang diperoleh adalah substantif jika penting bagi kemampuan
untuk terus menghasilkan output, dan input yang diperoleh mencakup tenaga kerja yang terorganisir
dengan keterampilan, pengetahuan, atau pengalaman yang diperlukan untuk melakukan proses itu
atau secara signifikan berkontribusi pada kemampuan untuk terus menghasilkan output dan dianggap
unik atau langka atau tidak dapat diganti tanpa biaya, usaha, atau penundaan yang signifikan dalam
kemampuan untuk terus menghasilkan output. The Group determines that it has acquired a business
when the acquired set of activities and assets include an input and a substantive process that together
significantly contribute to the ability to create outputs. The acquired process is considered substantive if
it is critical to the ability to continue producing outputs, and the inputs acquired include an organized
workforce with the necessary skills, knowledge, or experience to perform that process or it significantly
contributes to the ability to continue producing outputs and is considered unique or scarce or cannot be
replaced without significant cost, effort, or delay in the ability to continue producing outputs. Ketika
melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Kelompok Usaha mengklasifikasikan dan menentukan aset
keuangan yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan
kontraktual, kondisi ekonomi dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi. Dalam suatu
kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, Kelompok Usaha mengukur kembali kepentingan
ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak yang diakuisisi pada nilai wajar tanggal akuisisi dan
mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan. When the Group acquires a business, it
assesses the financial assets acquired and liabilities assumed for appropriate classification and
designation in accordance with the contractual terms, economic circumstances and pertinent conditions
as at the acquisition date. If the business combination is achieved in stages, the acquisition date fair
value of the Group?s previously held equity interest in the acquiree is re-measured to fair value at the
acquisition date through profit or loss. Setiap imbalan kontingensi yang akan ditransfer oleh
Page 28
perusahaan pengakuisisi akan diakui pada nilai wajar pada tanggal akuisisi. Imbalan kontingensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali dan penyelesaian selanjutnya adalah diperhitungkan dalam ekuitas. Any contingent consideration to be transferred by the acquirer will be recognized at fair value at the acquisition date. Contingent consideration classified as equity is not re-measured and its subsequent settlement is accounted for within equity. Imbalan kontingensi yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yaitu instrumen keuangan dan dalam lingkup PSAK 71: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, diukur pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi sesuai dengan PSAK 71. Imbalan kontingensi lain yang tidak termasuk dalam PSAK 71 diukur sebesar nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan dengan perubahan nilai wajar yang diakui pada laba rugi. Contingent consideration classified as an asset or liability that is a financial instrument and within the scope of PSAK 71: Financial Instruments: Recognition and Measurement, is measured at fair value with the changes in fair value recognized in the statement of profit or loss in accordance with PSAK 71. Other contingent consideration that is not within the scope of PSAK 71 is measured at fair value at each reporting date with changes in fair value recognized in profit or loss. Bila pencatatan awal kombinasi bisnis belum dapat diselesaikan pada tanggal pelaporan, Kelompok Usaha melaporkan jumlah sementara bagi pos yang pencatatannya belum dapat diselesaikan tersebut. If the initial accounting for a business combination is incomplete by the end of the reporting, the Group reports provisional amounts for the items for which the accounting is incomplete. Periode pengukuran adalah periode setelah tanggal akuisisi yang didalamnya Kelompok Usaha dapat melakukan penyesuaian atas jumlah sementara yang diakui dalam kombinasi bisnis tersebut. Selama periode pengukuran, Kelompok Usaha mengakui penambahan aset atau liabilitas bila terdapat informasi terbaru yang diperoleh mengenai fakta dan keadaan pada tanggal akuisisi, yang bila diketahui pada saat itu, akan menyebabkan pengakuan atas aset dan liabilitas pada tanggal tersebut. The measurement period is the period after the acquisition date during which the Group may adjust the provisional amounts recognized for a business combination. During the measurement period, the Group recognizes additional assets or liabilities if new information is obtained about facts and circumstances that existed as of the acquisition date and, if known, would have resulted in the recognition of those assets and liabilities as of that date. Periode pengukuran berakhir pada saat pengakuisisi menerima informasi yang diperlukan mengenai fakta dan keadaan pada tanggal akuisisi atau mengetahui bahwa informasi lainnya tidak dapat diperoleh, namun tidak lebih dari satu tahun dari tanggal akuisisi. The measurement period ends as soon as the acquirer receives the information it was seeking about facts and circumstances that existed as of the acquisition date or learns that more information is not obtainable but shall not exceed one year from the acquisition date. Goodwill awalnya diukur dengan biaya perolehan (menjadi kelebihan agregat dari pertimbangan yang ditransfer dan jumlah yang diakui untuk KNP dan kepentingan sebelumnya yang dimiliki atas aset dan liabilitas yang dapat diidentifikasi). Jika nilai wajar aset bersih yang diakuisisi melebihi pertimbangan agregat yang ditransfer, Kelompok Usaha akan menilai ulang apakah telah mengidentifikasi dengan benar semua aset yang diperoleh dan semua liabilitas diasumsikan dan menelaah prosedur yang digunakan untuk mengukur jumlah yang akan diakui pada tanggal akuisisi. Jika penilaian kembali tersebut masih menghasilkan selisih antara nilai wajar aset bersih yang diperoleh dengan pertimbangan agregat yang ditransfer, maka keuntungan tersebut diakui dalam laba rugi sebagai keuntungan dari pembelian dengan diskon. Goodwill is initially measured at cost (being the excess of the aggregate of the consideration transferred and the amount recognized for NCI and any previous interest held over the net identifiable assets acquired and liabilities assumed). If the fair value of the net assets acquired is in excess of the aggregate consideration transferred, the Group reassesses whether it has correctly identified all of the assets acquired and all of the liabilities assumed and reviews the procedures used to measure the amounts to be recognized at the acquisition date. If the reassessment still results in an
Page 29
excess of the fair value of net assets acquired over the aggregate consideration transferred, then the
gain is recognized in profit or loss as gain on bargain purchase. Setelah pengakuan awal, goodwill
diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan pengujian
penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi
dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (?UPK?) dari Kelompok Usaha yang diharapkan akan
bermanfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang
diakuisisi ditetapkan atas UPK tersebut. Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan operasi
tertentu atas UPK tersebut dihentikan, maka goodwill yang diasosiasikan dengan operasi yang
dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika menentukan keuntungan
atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif
operasi yang dihentikan terhadap bagian dari UPK yang ditahan. After initial recognition, goodwill is
measured at cost less any accumulated impairment losses. For the purpose of impairment testing,
goodwill acquired in a business combination is, from the acquisition date, allocated to each of the
Group?s Cash-generating Units (?CGU?) that are expected to benefit from the combination,
irrespective of whether other assets or liabilities of the acquiree are assigned to those CGUs. Where
goodwill has been allocated to a CGU and part of the operations within that CGU are disposed of, the
goodwill associated with the disposed operation is included in the carrying amount of the operation
when determining the gain or loss on disposal of the operation. Goodwill disposed of in these
circumstances is measured based on the relative values of the disposed operation and the portion of
the CGU retained. Kombinasi bisnis entitas sepengendali Business combinations under common
control Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan
kepentingan, dimana selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dengan jumlah tercatat aset neto
entitas yang diakuisisi diakui sebagai bagian dari akun "Tambahan Modal Disetor" pada laporan posisi
keuangan konsolidasian. Dalam menerapkan metode penyatuan kepentingan tersebut, unsur-unsur
laporan keuangan dari entitas yang bergabung disajikan seolah-olah penggabungan tersebut telah
terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam kesepengendalian. Business
combinations under common control are accounted for using the pooling-of-interests method, whereby
the difference between the consideration transferred and the book value of the net assets of the
acquiree is recognized as part of "Additional Paid-in Capital" account in the consolidated statement of
financial position. In applying the said pooling-of-interest method, the components of the financial
statements of the combining entities are presented as if the combination has occurred since the
beginning of the period of the combining entity coming under common control.
Penentuan nilai wajar Kelompok Usaha mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan pada nilai wajar, dan aset dan Determination of fair value
liabilitas yang diakuisisi pada kombinasi bisnis. Kelompok Usaha juga mengukur jumlah terpulihkan
dari UPK tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan (fair value less cost of disposal
atau ?FVLCD?), aset keuangan tertentu pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
(?FVOCI?) dan aset keuangan tertentu pada nilai wajar melalui laba rugi (?FVPL?). The Group initially
measures financial instruments at fair value, and assets and liabilities of the acquirees upon business
combinations. It also measures certain recoverable amounts of the CGU using fair value less cost of
disposal (?FVLCD?) , certain financial assets at fair value through other comprehensive income
(?FVOCI?), and certain financial assets at fair value through profit or loss (?FVPL?). Nilai wajar adalah
harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan
suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai
wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi: i) Di
pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau ii) Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang
paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Fair value is the price that would be received
to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the
Page 30
measurement date. The fair value measurement is based on the presumption that the transaction to sell the asset or transfer the liability takes place either: i) In the principal market for the asset or liability, or ii) In the absence of a principal market, in the most advantageous market for the asset or liability. Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Kelompok Usaha. The principal or the most advantageous market must be accessible to by the Group. Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya. The fair value of an asset or a liability is measured using the assumptions that market participants would use when pricing the asset or liability, assuming that market participants act in their economic best interests. Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya. A fair value measurement of a non-financial asset takes into account a market participant's ability to generate economic benefits by using the asset in its highest and best use or by selling it to another market participant that would use the asset in its highest and best use. Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati (observable) yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati (unobservable). The Group uses valuation techniques that are appropriate in the circumstances and for which sufficient data are available to measure fair value, maximizing the use of relevant observable inputs and minimizing the use of unobservable inputs. Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut: All assets and liabilities for which fair value is measured or disclosed in the consolidated financial statements are categorized within the fair value hierarchy, described as follows, based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole: i) Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran. ii) Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara langsung atau tidak langsung. iii) Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable) baik secara langsung atau tidak langsung. i) Level 1 - Quoted (unadjusted) market prices in active markets for identical assets or liabilities. ii) Level 2 - Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is directly or indirectly observable. iii) Level 3 - Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is unobservable. Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Kelompok Usaha menentukan apakah terdapat perpindahan antara level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi ulang atas penetapan kategori (berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan. For assets and liabilities that are recognized in the consolidated financial statements on a recurring basis, the Group determines whether transfers have occurred between levels in the hierarchy by reassessing categorization (based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole) at the end of each reporting period. Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Kelompok Usaha menentukan klasifikasi aset dan liabilitas berdasarkan sifat, karakteristik dan risikonya dan level pada hierarki nilai wajar sebagaimana dijelaskan diatas. For the purpose of fair value disclosures, the Group has determined classes of
Page 31
assets and liabilities on the basis of the nature, characteristics and risks of the asset or liability and the
level of the fair value hierarchy as explained above.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Kelompok Usaha mempertimbangkan indikator utama dan indikator lainnya dalam menentukan mata Foreign currency transactions and balances
uang fungsionalnya. Jika ada indikator yang tercampur dan mata uang fungsional tidak jelas,
manajemen menggunakan penilaian untuk menentukan mata uang fungsional yang paling tepat
menggambarkan pengaruh ekonomi dari transaksi, kejadian dan kondisi yang mendasarinya. The
Group considers the primary indicators and other indicators in determining its functional currency. If
indicators are mixed and the functional currency is not obvious, management uses its judgment to
determine the functional currency that most faithfully represents the economic effects of the underlying
transactions, events and conditions. Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah, yang
juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan mata uang penyajian Kelompok Usaha.
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan nilai tukar yang berlaku pada saat transaksi
dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan
untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut dan laba atau rugi kurs yang timbul
dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan. The consolidated financial statements are
presented in Rupiah, which is also the Company?s functional currency. Transactions involving foreign
currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At
reporting dates, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to
reflect the prevailing exchange rates at such date and the resulting gains or losses are credited or
charged to current year operations. Untuk tujuan konsolidasi, aset dan liabilitas dari entitas anak luar
negeri yang dicatat dalam Dolar Amerika Serikat sebagai mata uang fungsionalnya, dijabarkan ke
Rupiah dengan menggunakan kurs tukar yang berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan.
Akun-akun pendapatan dan biaya dijabarkan dengan menggunakan kurs tukar rata-rata untuk tahun
tersebut. Selisih kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan ke akun ?Selisih Kurs karena
Penjabaran Laporan Keuangan? dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian. For
consolidation purpose, assets and liabilities of foreign subsidiaries which are recorded in United States
Dollar as the functional currency, are translated into Rupiah using the prevailing exchange rate at such
statement of financial position date. Income and expense accounts are translated using the prevailing
average exchange rate for the year. Foreign exchange differences are credited or charged to the
account ?Differences in Foreign Currency Translation of Financial Statements? in equity in the
consolidated statements of financial position. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, kurs
yang digunakan dihitung berdasarkan rata-rata kurs tukar transaksi yang terakhir yang diterbitkan oleh
Bank Indonesia masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut
(angka penuh): As of June 30 2023 and December 31, 2022, the exchange rates used were computed
by taking the average of the transaction exchange rates published by Bank Indonesia as of June 30,
2023 and December 31, 2022, respectively, as follows (full amount): 30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022 _ Pound Sterling Inggris (GBP) 19.141,65 18.925,98 Great Britain
Pound Sterling (GBP) Euro Eropa (EUR) 16.373,85 16.712,63 European Euro (EUR) Dolar Amerika
Serikat ($AS) 15.026,00 15.731,00 United States Dollar (US$) Dolar Singapura (SGD) 11.102,01
11.659,08 Singapore Dollar (SGD) Ringgit Malaysia (MYR) 3.213,10 3.556,25 Malaysian Ringgit (MYR)
Yuan Cina (CNY) 2.076,71 2.257,12 Chinese Yuan (CNY) Rupee India (INR) 182,58 188,05 Indian
Rupee (INR) Won Korea (KRW) 11,50 - Korean Won (KRW) Dong Vietnam (VND) 0,64 - Vietnamese
Dong (VND)
Investasi pada entitas asosiasi Entitas asosiasi adalah entitas yang terhadapnya Kelompok Usaha memiliki pengaruh signifikan. Investment in associates
Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan
operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan
tersebut. An associate is an entity over which the Group has significant influence. Significant influence
Page 32
is the power to participate in the financial and operating policy decisions of the investee, but is not
control or joint control over those policies. Investasi Kelompok Usaha pada entitas asosiasi disajikan
dengan menggunakan metode ekuitas. Sesuai dengan metode ekuitas, investasi pada entitas asosiasi
awalnya dicatat pada harga perolehan. Nilai tercatat dari investasi disesuaikan untuk mengakui
perubahan bagian Kelompok Usaha atas aset neto dari entitas asosiasi sejak tanggal kepemilikan. The
Group?s investment in its associated entities is accounted for using the equity method. Under the
equity method, the investment in an associate is initially recognized at cost. The carrying amount of the
investment is adjusted to recognize changes in the Group?s share of net assets of the associate after
the acquisition date. Laba atau rugi yang belum direalisasi sebagai hasil dari transaksi-transaksi antara
Kelompok Usaha dengan entitas asosiasi dieliminasi sesuai dengan kepemilikan Kelompok Usaha
dalam entitas asosiasi. Unrealized gains or losses resulting from transactions between the Group and
the associated company are eliminated to the extent of the Group?s interest in the associated entity.
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian mencerminkan bagian Kelompok
Usaha atas hasil operasi dari entitas asosiasi. The consolidated statement of profit or loss and other
comprehensive income reflect the Group?s share of the results of operations of the associated entity.
Gabungan bagian Kelompok Usaha atas laba rugi entitas asosiasi disajikan pada muka laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian (sebagai laba atau rugi) di luar laba usaha dan
mencerminkan laba atau rugi setelah pajak dan kepentingan nonpengendali pada entitas anak dari
entitas asosiasi. The aggregate of the Group?s share of profit or loss of an associate is shown on the
face of the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income (as profit or loss)
outside operating profit and represents profit or loss after tax and NCI in the subsidiaries of the
associate. Setelah penerapan metode ekuitas, Kelompok Usaha menentukan apakah diperlukan untuk
mengakui rugi penurunan nilai atas investasi Kelompok Usaha dalam entitas asosiasi. Kelompok
Usaha menentukan pada setiap tanggal pelaporan apakah terdapat bukti obyektif yang
mengindikasikan bahwa investasi dalam entitas asosiasi mengalami penurunan nilai. After application
of the equity method, the Group determines whether it is necessary to recognize an impairment loss on
the Group?s investment in an associated entity. The Group determines at each reporting date whether
there is any objective evidence indicated that the investment in the associated entity is impaired. Pada
saat kehilangan pengaruh signifikan atas entitas asosiasi, Kelompok Usaha mengukur dan mengakui
bagian investasi tersisa pada nilai wajar. Selisih antara nilai tercatat entitas asosiasi dan nilai wajar
investasi yang tersisa dan penerimaan dari pelepasan investasi diakui pada laba rugi. Upon loss of
significant influence over the associate, the Group measures and recognizes any retained investment
at its fair value. Any difference between the carrying amount of the associate and the fair value of the
retained investment and proceeds from disposal is recognized in profit or loss. Ventura bersama adalah
jenis pengaturan bersama dimana pihak-pihak yang memiliki pengendalian bersama atas pengaturan
tersebut memiliki hak atas aset bersih ventura bersama tersebut. Pengendalian bersama adalah
pembagian pengendalian yang disetujui secara kontrak dari suatu perjanjian, yang hanya ada bila
keputusan tentang kegiatan yang relevan memerlukan persetujuan penuh dari pihak-pihak yang
memiliki pengendalian bersama. A joint venture is a type of joint arrangement whereby the parties that
have joint control of the arrangement have rights to the net assets of the joint venture. Joint control is
the contractually agreed sharing of control of an arrangement, which exists only when decisions about
the relevant activities require the unanimous consent of the parties sharing control.
Aset takberwujud Biaya perolehan aset takberwujud yang berasal dari kombinasi bisnis adalah nilai wajar pada tanggal Intangible assets
akuisisi. Setelah pengakuan awal, aset takberwujud dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi
dengan akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai, kecuali untuk goodwill yang
dinyatakan pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dengan dikurangi penurunan nilai. The cost of
intangible assets acquired in a business combination is their fair value at the date of acquisition.
Page 33
Following initial recognition, intangible assets are carried at cost less any accumulated amortization
and accumulated impairment losses, except for goodwill which are carried at their fair value at the date
of acquisitions less any impairment losses. Umur manfaat aset takberwujud dinilai sebagai terbatas
atau tidak terbatas. Aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas diamortisasi sesuai umur manfaat
ekonomis dan diuji untuk penurunan nilai jika terdapat indikasi bahwa aset takberwujud mengalami
penurunan nilai. Periode dan metode amortisasi aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas
ditelaah sekurang-kurangnya pada setiap akhir periode pelaporan. Perubahan pada perkiraan umur
manfaat atau pola konsumsi manfaat ekonomi masa depan dari aset tersebut dijadikan pertimbangan
dalam mengubah periode atau metode amortisasi dan diperlakukan sebagai perubahan estimasi
akuntansi. Beban amortisasi aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas dicatat sebagai beban
pada laba rugi sesuai dengan fungsi aset takberwujud tersebut. The useful lives of intangible assets
are assessed as either finite or indefinite. Intangible assets with finite lives are amortized over the
useful economic life and assessed for impairment whenever there is an indication that the intangible
asset may be impaired. The amortization period and the amortization method for an intangible asset
with a finite useful life are reviewed at least at the end of each reporting period. Changes in the
expected useful life or the expected pattern of consumption of future economic benefits embodied in
the asset are considered to modify the amortization period or method, as appropriate, and are treated
as changes in accounting estimates. The amortization expense on intangible assets with finite lives is
recognised in the profit or loss as the expense category that is consistent with the function of the
intangible assets. Aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas tidak diamortisasi, tetapi diuji
setiap tahun untuk penurunan nilai, secara individual atau pada tingkat unit penghasil kas. Umur
manfaat aset takberwujud yang tidak diamortisasi ditelaah setiap periode untuk menentukan apakah
peristiwa dan kondisi dapat terus mendukung penilaian bahwa umur manfaat tetap tidak terbatas. Jika
tidak, maka perubahan umur manfaat dari tidak terbatas menjadi terbatas diterapkan secara prospektif.
Intangible assets with indefinite useful lives are not amortized, but are tested for impairment annually,
either individually or at the cash-generating unit level. The useful life of an intangible asset that is not
being amortized shall be reviewed each period to determine whether events and circumstances
continue to support an indefinite useful life assessment for that asset. If not, the change in useful life
from indefinite to finite is made on a prospective basis. Aset takberwujud dihentikan pengakuannya
ketika aset tersebut dilepaskan atau ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomis masa depan yang
diharapkan dari penggunaan atau pelepasan aset tersebut. Selisih dalam laporan antara nilai tercatat
aset dengan hasil neto yang diterima dari pelepasannya diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Intangible assets are derecognized when no further
economic benefits are expected, either from further use or from disposal. The difference between the
carrying amount and the net proceeds received from disposal is recognized in the consolidated
statement of profit or loss and other comprehensive income. Laba atau rugi yang timbul dari
penghentian pengakuan aset takberwujud dihitung sebagai selisih antara jumlah neto hasil pelepasan
dan jumlah tercatat aset takberwujud dan diakui dalam laba rugi pada saat aset takberwujud tersebut
dihentikan pengakuannya. Gains or losses arising from derecognition of an intangible asset are
measured as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset
and are recognized in profit or loss when the asset is derecognized.
Beban dibayar dimuka Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada operasi selama masa manfaatnya. Prepaid Prepaid expenses
expenses are amortized and charged to operations over the periods benefited.
Page 34
Saham treasuri Instrumen ekuitas sendiri yang diperoleh kembali (saham treasuri) diakui pada harga perolehan Treasury stock
kembali dan dikurangi dari ekuitas. Tidak ada laba rugi yang diakui pada laba rugi atas perolehan,
penjualan kembali, penerbitan atau pembatalan dari instrumen ekuitas Kelompok Usaha. Selisih antara
jumlah tercatat dan penerimaan, bila diterbitkan kembali, diakui sebagai bagian dari tambahan modal
disetor pada ekuitas. Own equity instruments that are reacquired (treasury shares) are recognized at
cost and deducted from equity. No gain or loss is recognized in profit or loss on the purchase, sale,
issue or cancellation of the Group?s own equity instruments. Any difference between the carrying
amount and the consideration, if reissued, is recognized as part of additional paid-in capital in the
equity.
Instrumen keuangan Instrumen Keuangan Kelompok Usaha mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset Financial instruments
keuangan dan liabilitas keuangan. Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset
keuangan pada satu entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain. i) Aset
Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal Aset Keuangan Aset keuangan diklasifikasikan pada saat
pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain (?FVTOCI?), dan nilai wajar melalui laba rugi (?FVTPL?). Pada
pengakuan awal, Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah biaya
transaksi, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (?FVTPL?). Piutang
usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan, dimana Kelompok Usaha telah
menerapkan cara praktis, yaitu diukur pada harga transaksi yang ditentukan sesuai PSAK 72. Agar
dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain, aset keuangan harus memiliki arus kas yang semata dari pembayaran
pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini dikenal sebagai Solely Payment of Principal
and Interest (?SPPI?) testing dan dilakukan pada tingkat instrumen. Model bisnis Kelompok Usaha
dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Kelompok Usaha mengelola aset
keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan
dari memperoleh arus kas kontraktual, menjual aset keuangan, atau keduanya. Pembelian atau
penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah ditetapkan
oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim) diakui pada tanggal
perdagangan, yaitu tanggal Kelompok Usaha berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.
Pengukuran Setelah Pengakuan Awal Aset Keuangan Untuk tujuan pengukuran setelah pengakuan
awal, aset keuangan diklasifikasikan kedalam empat kategori: (i) Aset keuangan diukur pada biaya
perolehan diamortisasi (instrumen utang) Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Kelompok
Usaha. Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua
kondisi berikut dipenuhi: ? Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki
aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan ? Persyaratan kontraktual dari
aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran
pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi
setelah pengakuan awal diukur menggunakan metode suku bunga efektif dan merupakan subjek
penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya,
dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai. Aset keuangan Kelompok Usaha pada kategori ini
meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, dan piutang lain-lain. (ii) Aset keuangan diukur nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain dengan fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif
(instrumen utang) Kelompok Usaha mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain jika kedua kondisi berikut dipenuhi: ? Aset keuangan dikelola dalam model bisnis
yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan
dan ? Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas
arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Untuk instrumen
Page 35
utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, pendapatan bunga,
keuntungan atau kerugian selisih kurs, dan kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan dihitung
dengan cara yang sama dengan aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Perubahan
nilai wajar lainnya diakui pada penghasilan komprehensif lain. Ketika aset keuangan dihentikan
pengakuannya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam pendapatan
komprehensif lainnya direklasifikasi ke laba rugi. Kelompok Usaha tidak memiliki instrumen utang yang
diklasifikasikan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dengan fitur reklasifikasi
keuntungan dan kerugian kumulatif per 31 Maret 2023. (iii) Aset keuangan diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain tanpa fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif saat
penghentian pengakuan (instrumen ekuitas) Saat pengakuan awal, Kelompok dapat membuat pilihan
yang tidak dapat dibatalkan untuk menyajikan dalam penghasilan komprehensif lain perubahan nilai
wajar investasi dalam instrumen ekuitas yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 71 dan yang bukan
merupakan instrumen ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan. Pilihan ini dilakukan pada level instrumen
per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak direklasifikasikan ke laba rugi.
Dividen diakui pada laba rugi ketika hak untuk menerima pembayaran dividen telah ditetapkan, kecuali
dividen secara jelas mewakili bagian terpulihkan dari biaya investasi. Instrumen ekuitas yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tidak terpengaruh pada persyaratan penurunan
nilai. Kelompok Usaha memiliki investasi ekuitas yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain tanpa fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif per 31 Maret
2023. (iv) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Aset keuangan diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi meliputi aset keuangan yang dikelola untuk diperdagangkan, aset keuangan
yang pada saat awal ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan
yang disyaratkan untuk diukur pada nilai wajarnya. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset
keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam
waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai
diperdagangkan kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Aset
keuangan yang tidak memenuhi SPPI testing diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, terlepas apapun
model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya
perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, seperti dijelaskan
di atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika
penerapan itu dapat menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, inkonsistensi pengukuran
atau pengakuan. Kategori ini termasuk instrumen derivatif dan investasi ekuitas yang diperdagangkan
di bursa efek yang mana oleh Kelompok Usaha diklasifikasikan secara takterbatalkan pada FVTOCI.
Dividen atas investasi ekuitas yang tercatat di bursa diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laporan
laba rugi konsolidasian pada saat hak atas pembayaran telah ditetapkan. Derivatif melekat dalam
kontrak hibrida, dengan liabilitas keuangan atau kontrak utama non-keuangan, dipisahkan dari kontrak
utamanya dan dicatat sebagai derivatif terpisah jika: karakteristik ekonomi dan risiko tidak berkaitan
erat dengan kontrak utamanya; instrumen terpisah dengan persyaratan yang sama dengan derivatif
melekat akan memenuhi definisi derivatif; dan kontrak hibrida ini tidak diukur pada FVTPL. Derivatif
melekat diukur pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi. Penilaian ulang
hanya terjadi jika terdapat perubahan baik dalam persyaratan kontrak yang secara signifikan
mengubah arus kas yang sebaliknya akan diperlukan, atau reklasifikasi aset keuangan diluar dari
kategori FVTPL. Aset keuangan kategori ini pada laporan posisi keuangan konsolidasian diukur pada
nilai wajarnya dimana keuntungan dan kerugian yang timbul sebagai hasil dari perubahan nilai wajar
diakui dalam laporan laba rugi. Aset keuangan Kelompok Usaha diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi terdiri dari investasi pada ekuitas dan derivatif. Kerugian Kredit Ekspektasian ("ECL") Kelompok
Usaha mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian untuk seluruh instrumen utang yang
Page 36
tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Kerugian kredit ekspektasian didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Kelompok Usaha, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak. Kelompok Usaha mengakui cadangan kerugian kredit ekspektasian (?ECL?) untuk instrumen keuangan berikut ini yang tidak diukur pada FVTPL: - aset keuangan yang merupakan instrumen utang; - komitmen pinjaman yang diterbitkan. Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Kelompok Usaha menerapkan panduan praktis dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Kelompok Usaha tidak mengidentifikasi perubahan dalam risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur. Kelompok Usaha telah membentuk matriks provisi yang didasarkan pada data historis kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan lingkungan ekonomi. Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, Kelompok Usaha menerapkan metode yang disederhanakan. Pada setiap tanggal pelaporan, Kelompok Usaha mengevaluasi apakah instrumen utang dianggap memiliki risiko kredit rendah menggunakan semua informasi yang masuk akal dan dapat didukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang berlebihan. Dalam kasus-kasus tertentu, Kelompok Usaha juga dapat berpendapat bahwa aset keuangan dalam keadaan default ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Kelompok Usaha tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan perluasan persyaratan kredit. Piutang usaha dihapusbukukan ketika kecil kemungkinan untuk memulihkan arus kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan telah sepenuhnya dilakukan penyisihan. Penyajian Cadangan ECL dalam Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Cadangan kerugian untuk ECL disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai berikut ini: - Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi: sebagai pengurang dari nilai tercatat bruto aset; - Komitmen pinjaman umumnya, sebagai provisi, dicatat dalam liabilitas lain-lain; - Jika instrumen keuangan mencakup komponen yang telah ditarik dan yang belum ditarik, dan Kelompok Usaha tidak dapat mengidentifikasi ECL pada komponen komitmen pinjaman secara terpisah dari komponen yang telah ditarik: Kelompok Usaha menyajikan cadangan kerugian gabungan untuk kedua komponen. Jumlah gabungan cadangan kerugian disajikan sebagai pengurang dari nilai tercatat bruto komponen yang telah ditarik. Kelebihan dari cadangan kerugian atas nilai tercatat komponen yang telah ditarik disajikan sebagai liabilitas lain-lain. Pengakuan dan Pengukuran Awal Liabilitas Keuangan Liabilitas keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman, dan utang atau sebagai derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, jika sesuai. Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai wajar, dan untuk pinjaman sebesar pinjaman yang diterima setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Kelompok Usaha mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (i) liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau (ii) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Liabilitas keuangan Kelompok Usaha terdiri dari utang usaha, beban akrual, utang bank jangka pendek, utang lain-lain, liabilitas sewa, dan liabilitas jangka pendek lainnya. Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas keuangan yang diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang pada saat awal ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini mencakup juga derivatif yang tidak ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai diperdagangkan kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Keuntungan dan kerugian yang timbul diakui dalam
Page 37
laporan laba rugi. Pengukuran liabilitas keuangan bergantung pada klasifikasinya sebagai berikut: (i) Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Penentuan liabilitas keuangan untuk dapat ditetapkan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi ditentukan pada saat pengakuan awal, dan hanya jika kriteria-kriteria yang terdapat dalam PSAK 71 terpenuhi. Kelompok Usaha tidak menetapkan liabilitas keuangan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. (ii) Liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Kelompok Usaha. Setelah pengakuan awal, pinjaman diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif (?SBE?). Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi hingga liabilitas dihentikan pengakuannya melalui proses amortisasi metode suku bunga efektif. Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada perolehan awal dan biaya yang merupakan bagian integral dari metode suku bunga efektif. Amortisasi metode suku bunga efektif diakui sebagai biaya pendanaan pada laporan laba rugi. Utang dan Pinjaman Jangka Panjang yang Dikenakan Bunga Setelah pengakuan awal, utang dan pinjaman jangka panjang yang berbunga diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Pada tanggal pelaporan, biaya bunga yang masih harus dibayar dicatat secara terpisah, dari pokok pinjaman terkait, dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi ketika liabilitas dihentikan pengakuannya maupun melalui proses amortisasi menggunakan metode SBE. Biaya amortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskonto atau premium atas akuisisi dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai beban keuangan pada laba rugi. Utang dan Akrual Liabilitas untuk utang usaha dan utang lain-lain jangka pendek, biaya masih harus dibayar dan liabilitas imbalan kerja jangka pendek dinyatakan sebesar jumlah tercatat (jumlah nosional), yang kurang lebih sebesar nilai wajarnya. iii) Saling Hapus Instrumen Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan disaling hapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. Hak saling hapus harus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan harus dapat dipaksakan secara hukum terhadap seluruh keadaan sebagai berikut: a. situasi bisnis yang normal; b. peristiwa default; dan c. peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari Kelompok Usaha dan seluruh pihak lawan. iv) Penghentian Pengakuan Instrumen Keuangan Kelompok Usaha menghentikan pengakuan aset keuangan saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat seluruh risiko dan manfaat dari aset keuangan tersebut ditransfer secara substansial kepada pihak lain. Kelompok Usaha menghentikan pengakuan liabilitas keuangan saat kewajiban kontraktual untuk membayar dilepaskan, dibatalkan atau berakhir. v) Modifikasi Jika persyaratan aset keuangan dimodifikasi, Kelompok Usaha mengevaluasi apakah arus kas dari aset yang dimodifikasi secara substansial berbeda. Jika arus kas berbeda secara substansial, hak kontraktual atas arus kas dari aset keuangan original dianggap telah kedaluwarsa. Dalam kasus ini, aset keuangan original dihentikan pengakuannya dan aset keuangan baru diakui pada nilai wajar. Jika arus kas dari aset yang dimodifikasi dicatat pada biaya perolehan amortisasi tidak jauh berbeda, maka modifikasi tersebut tidak mengakibatkan penghentian pengakuan aset keuangan tersebut. Dalam hal ini, Kelompok Usaha menghitung ulang nilai tercatat bruto aset keuangan dan mengakui jumlah yang timbul dari penyesuaian jumlah tercatat bruto sebagai modifikasi keuntungan atau kerugian dalam laba rugi. Jika modifikasi tersebut dilakukan karena peminjam mengalami kesulitan keuangan, maka keuntungan atau kerugian disajikan bersama dengan kerugian penurunan nilai. Dalam kasus lain, ini disajikan sebagai pendapatan bunga./ Financial Instruments The Group classifies financial instruments into financial assets and financial liabilities. A financial instrument is any contract that gives rise to a financial asset of one entity and a financial liability or equity instrument of another entity. i)
Page 38
Financial Assets Initial Recognition and Measurement Financial Assets Financial assets are classified, at initial recognition, and subsequently measured at amortized cost, fair value through OCI (?FVTOCI?), and fair value through profit or loss (?FVTPL?). At initial recognition, the Group measures a financial asset at its fair value plus transaction costs, in the case of a financial asset not at fair value through profit or loss (?FVTPL?). Trade receivables that do not contain a significant financing component, for which the Group has applied the practical expedient are measured at the transaction price determined under PSAK 72. In order for a financial asset to be classified and measured at amortized cost or FVTOCI, it needs to give rise to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding. This assessment is referred to as the Solely Payments of Principal and Interest (?SPPI?) testing and it is performed at instrument level. The Group?s business model for managing financial assets refers to how it manages its financial assets in order to generate cash flows. The business model determines whether cash flows will result from collecting contractual cash flows, selling the financial assets, or both. Purchases or sales of financial assets that require delivery of assets within a time frame established by regulation or convention in the marketplace (regular way trades) are recognized on the trade date, i.e., the date that the Group commits to buy or sell the asset. Subsequent Measurement of Financial Assets For purposes of subsequent measurement, financial assets are classified in four categories: (i) Financial assets at amortized cost (debt instruments) This category is the most relevant to the Group. The Group measures financial assets at amortized cost if both of the following conditions are met: ? The financial asset is held within a business model with the objective to hold financial assets in order to collect contractual cash flows; and ? The contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding. Financial assets at amortized cost are subsequently measured using the effective interest rate (?EIR?) method and are subject to impairment. Gains and losses are recognized in profit or loss when the asset is derecognized, modified or impaired. The Group?s financial assets at amortized cost consist of cash and cash equivalents, trade receivables, and other receivables. (ii) Financial assets at FVTOCI with recycling of cumulative gains and losses (debt instruments) The Group measures debt instruments at FVTOCI if both of the following conditions are met: ? The financial asset is held within a business model with the objective of both holding to collect contractual cash flows and selling; and ? The contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding. For debt instruments at FVTOCI, interest income, foreign exchange revaluation and impairment losses or reversals are recognized in the statement of profit or loss and computed in the same manner as for financial assets measured at amortized cost. The remaining fair value changes are recognized in other comprehensive income. Upon derecognition, the cumulative fair value change recognized in other comprehensive income is recycled to profit or loss. The Group has no debt instruments classified at FVTOCI with recycling of cumulative gains and losses as of March 31, 2023. (iii) Financial assets designated at FVTOCI with no recycling of cumulative gains and losses upon derecognition (equity instruments) Upon initial recognition, the Group can elect to classify irrevocably its equity investments as equity instruments designated at FVTOCI when they meet the definition of equity under PSAK 71 and are not held for trading. The classification is determined on an instrument-by-instrument basis. Gains and losses on these financial assets are never recycled to profit or loss. Dividends are recognized as other income in the statement of profit or loss when the right of payment has been established, except when the Group benefits from such proceeds as a recovery of part of the cost of the financial asset, in which case, such gains are recorded in OCI. Equity instruments designated at FVTOCI are not subject to impairment assessment. The Group has equity instruments classified at FVTOCI with no recycling of cumulative gains and losses as of March 31, 2023. (iv) Financial assets at FVTPL Financial assets at
Page 39
FVTPL include financial assets held for trading, financial assets designated upon initial recognition at FVTPL, or financial assets mandatorily required to be measured at fair value. Financial assets are classified as held for trading if they are acquired for the purpose of selling or repurchasing in the near term. Derivatives, including separated embedded derivatives, are also classified as held for trading unless they are designated as effective hedging instruments. Financial assets with cash flows that are not fulfilled with solely payments of principal and interest (?SPPI?) testing are classified and measured at FVTPL, irrespective of the business model. Notwithstanding the criteria for debt instruments to be classified at amortized cost or at FVTOCI, as described above, debt instruments may be designated at FVTPL on initial recognition if doing so eliminates, or significantly reduces, an accounting mismatch. This category includes derivative instruments and listed equity investments which the Group had not irrevocably elected to classify at FVTOCI. Dividends on listed equity investments are recognized as other income in the consolidated statement of profit or loss when the right of payment has been established. A derivative embedded in a hybrid contract, with a financial liability or non-financial host, is separated from the host and accounted for as a separate derivative if: the economic characteristics and risks are not closely related to the host; a separate instrument with the same terms as the embedded derivative would meet the definition of a derivative; and the hybrid contract is not measured at FVTPL. Embedded derivatives are measured at fair value with changes in fair value recognized in profit or loss. Reassessment only occurs if there is either a change in the terms of the contract that significantly modifies the cash flows that would otherwise be required or a reclassification of a financial asset out of the FVTPL category. Financial assets at FVTPL are carried in the consolidated statement of financial position at fair value with net changes in fair value recognized in the statement of profit or loss. The Group?s financial assets at FVTPL consist of equity investments and derivative. Expected Credit Losses (?ECL?) The Group recognizes an allowance for ECL for all debt instruments not held at FVTPL. ECL are based on the difference between the contractual cash flows due in accordance with the contract and all the cash flows that the Group expects to receive, discounted at an approximation of the original effective interest rate. The expected cash flows will include cash flows from the sale of collateral held or other credit enhancements that are integral to the contractual terms. The Group recognizes loss allowances for expected credit losses (?ECL?) on the following financial instruments that are not measured at FVTPL: - financial assets that are debt instruments; - loan commitments issued. For trade receivables and contract assets, the Group applies a simplified approach in calculating ECL. Therefore, the Group does not track changes in credit risk, but instead recognizes a loss allowance based on lifetime ECL at each reporting date. The Group has established a provision matrix that is based on its historical credit loss experience, adjusted for forward-looking factors specific to the debtors and the economic environment. For debt instruments at FVTOCI, the Group applies the low credit risk simplification. At every reporting date, the Group evaluates whether the debt instrument is considered to have low credit risk using all reasonable and supportable information that is available without undue cost or effort. In certain cases, the Group may also consider a financial asset to be in default when internal or external information indicates that the Group is unlikely to receive the outstanding contractual amounts in full before taking into account any credit enhancements held by the Group. Trade receivables is written off when there is low possibility of recovering the contractual cash flow, after all collection efforts have been done and have been fully provided for allowance. Presentation of Allowance for ECL in the Consolidated Statement of Financial Position Loss allowances for ECL are presented in the consolidated statement of financial position as follows: - Financial assets measured at amortized cost: as a deduction from the gross carrying amount of the assets; - Loan commitments generally, as a provision, recorded as part of other liabilities; - Where a financial instrument includes both a drawn and an undrawn component, and the Group cannot identify the ECL on the loan commitment component separately from those on the drawn component: the Group
Page 40
presents a combined loss allowance for both components. The combined amount is presented as a deduction from the gross carrying amount of the drawn component. Any excess of the loss allowance over the gross carrying amount of the drawn component is presented as other liabilities. ii) Financial Liabilities Initial Recognition and Measurement of Financial Liabilities Financial liabilities are classified, at initial recognition, as financial liabilities at fair value through profit or loss, loans and borrowings, payables or as derivatives designated as hedging instruments in an effective hedge, as appropriate. All financial liabilities are recognized initially at fair value and, in the case of loan and borrowings and payables, net of directly attributable transaction costs. The Group classifies its financial liabilities as: (i) financial liabilities at FVTPL or (ii) financial liabilities measured at amortized cost. The Group?s financial liabilities include trade payables, accrued expenses, short-term bank loan, other payable, lease liabilities, and other current liabilities. Financial liabilities at FVTPL include financial liabilities held for trading and financial liabilities designated upon initial recognition as at FVTPL. Financial liabilities are classified as held for trading if they are incurred for the purpose of repurchasing in the near term. This category also includes derivative financial instruments entered into by the Group that are not designated as hedging instruments in hedge relationships. Separated embedded derivatives are also classified as held for trading unless they are designated as effective hedging instruments. Gains or losses on liabilities held for trading are recognized in the statement of profit or loss. The measurement of financial liabilities depends on their classification, as described below: (i) Financial liabilities at FVTPL Financial liabilities designated upon initial recognition at FVTPL are designated at the initial date of recognition, and only if the criteria in PSAK 71 are satisfied. The Group has not designated any financial liability as at FVTPL. (ii) Financial liabilities measured at amortized cost This is the category most relevant to the Group. After initial recognition, interest-bearing loans and other borrowings are subsequently measured at amortized cost using the effective interest rate (?EIR?) method. Gains and losses are recognized in profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through the EIR amortisation process. Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fees or costs that are an integral part of the EIR. The EIR amortisation is included as finance costs in the statement of profit or loss. Long-term Interest-bearing Loans and Borrowings Subsequent to initial recognition, long-term interest-bearing loans and borrowings are measured at amortized acquisition costs using EIR method. At the reporting dates, accrued interest is recorded separately from the associated borrowings within the current liabilities section. Gains and losses are recognized in the profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through the EIR amortization process. Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fees or costs that are an integral part of the EIR. The EIR amortization is included in finance costs in the profit or loss. Payables and Accruals Liabilities for current trade and other payable, accrued expenses and short-term employee benefit liability are stated at carrying amounts (notional amounts), which approximate their fair values. iii) Offsetting Financial Instruments Financial assets and liabilities are offset and the net amount is reported in the consolidated statements of financial position if, and only if, there is a currently enforceable legal right to offset the recognized amounts and there is an intention to settle them on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously. The right of set-off must not be contingent on a future event and must be legally enforceable in all of the following circumstances: a. the normal course of business; b. the event of default; and c. the event of insolvency or bankruptcy of the Group and all of the counterparties. iv) Derecognition of Financial Instruments The Group derecognizes a financial asset when the contractual rights to the cash flows from the financial asset expire, or when the Group transfers substantially all the risks and rewards of ownership of the financial asset. The Group derecognizes a financial liability when the obligation specified in the contract is discharged or canceled or has expired. v) Modifications If the terms of financial asset are modified, the Group evaluates whether the cash flows of the modified asset
Page 41
are substantially different. If the cash flows are substantially different, then the contractual rights to
cash flow from the original financial asset are deemed to have expired. In this case, the original
financial asset is derecognised and a new financial asset is recognised at fair value. If the cash flows of
the modified asset carried at amortized cost are not substantially different, then the modification does
not result in derecognition of the financial asset. In this case, the Group recalculates the gross carrying
amount of the financial asset and recognises the amount arising from adjusting the gross carrying
amount as a modification gain or loss in profit or loss. If such a modification is carried out because of
financial difficulties of the borrower, then the gain or loss is presented together with impairment losses.
In other cases, it is presented as interest income.
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan Peristiwa setelah akhir periode yang memerlukan penyesuaian dan menyediakan informasi tambahan Events after reporting period
tentang posisi Grup pada tanggal pelaporan (adjusting event) tercermin dalam laporan keuangan
konsolidasian. Peristiwa setelah akhir periode yang tidak memerlukan penyesuaian diungkapkan dalam
laporan keuangan konsolidasian apabila material. Post period-end events that need adjustments and
provide additional information about the Group?s position at the reporting date (adjusting event) are
reflected in the consolidated financial statements. Any post period-end event that is not an adjusting
event is disclosed in the notes to the consolidated financial statements when material.
Penerapan standar akuntansi baru Pada tanggal 1 Januari 2023, Kelompok Usaha menerapkan pernyataan standar akuntansi keuangan Adoption of new accounting standards
dan interpretasi standar akuntansi keuangan baru dan revisi yang efektif sejak tanggal tersebut.
Perubahan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan
ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi. On January 1, 2023, the Group
adopted new and revised statements of financial accounting standards and interpretations of
statements of financial accounting standards that are mandatory for application from that date.
Changes to the Group?s accounting policies have been made as required, in accordance with the
transitional provisions in the respective standards and interpretations. Penerapan standar dan
interpretasi yang baru dan direvisi berikut ini tidak menghasilkan perubahan besar terhadap kebijakan
akuntansi Kelompok Usaha dan tidak memiliki dampak material pada jumlah yang dilaporkan untuk
tahun keuangan saat ini atau sebelumnya: The adoption of the following new and revised standard and
interpretation did not result in substantial changes to the Group?s accounting policies and had no
material effect on the amounts reported for the current or prior financial years: Amendemen PSAK 1:
Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka
Panjang Amendments to PSAK 1: Classification of Liabilities as Current or Non-current Amendemen
menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka
panjang. Amendemen tersebut menjelaskan: The amendments specify the requirements for classifying
liabilities as current or non-current. The amendments clarify: - Apa yang dimaksud dengan hak untuk
menangguhkan penyelesaian - Bahwa hak entitas untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas harus
ada pada akhir periode pelaporan - Klasifikasi tersebut tidak terpengaruh oleh kemungkinan bahwa
entitas akan menggunakan haknya untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas - Hanya jika suatu
derivatif melekat dalam liabilitas konvertibel merupakan instrumen ekuitas saja, penggunaan frasa
liabilitas tidak akan memengaruhi klasifikasinya. - What is meant by a right to defer settlement - That a
right to defer must exist at the end of the reporting period - That classification is unaffected by the
likelihood that an entity will exercise its deferral right - That only if an embedded derivative in a
convertible liability is itself an equity instrument would the terms of a liability not impact its classification.
Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan Tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi
Amendment of PSAK 1: Presentation of Financial Statement - Disclosure of Accounting Policies
Amendemen ini memberikan panduan dan contoh untuk membantu entitas menerapkan pertimbangan
materialitas dalam pengungkapan kebijakan akuntansi. Amendemen tersebut bertujuan untuk
membantu entitas menyediakan pengungkapan kebijakan akuntansi yang lebih berguna dengan
Page 42
mengganti persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'signifikan' entitas dengan
persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'material' entitas dan menambahkan panduan
tentang bagaimana entitas menerapkan konsep materialitas dalam membuat keputusan tentang
pengungkapan kebijakan akuntansi. This amendments provides guidance and examples to help
entities apply materiality judgements to accounting policy disclosures. The amendment aim to help
entities provide accounting policy disclosures that are more useful by replacing the requirement for
entities to disclose their ?significant? accounting policies with a requirement to disclose their ?material?
accounting policies and adding guidance on how entities apply the concept of materiality in making
decisions about accounting policy disclosures. Amendemen PSAK 16: Aset Tetap - Hasil Sebelum
Penggunaan yang Diintensikan Amendments to PSAK 16: Fixed Assets - Proceeds before Intended
Use Amendemen ini tidak memperbolehkan entitas untuk mengurangi suatu hasil penjualan item yang
diproduksi saat membawa aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diperlukan supaya aset dapat
beroperasi sesuai dengan intensi manajemen dari biaya perolehan suatu aset tetap. Sebaliknya,
entitas mengakui hasil dari penjualan item-item tersebut, dan biaya untuk memproduksi item-item
tersebut, dalam laba rugi. The amendments prohibit entities to deduct from the cost of an item of fixed
assets, any proceeds from selling items produced while bringing that asset to the location and condition
necessary for it to be capable of operating in the manner intended by management. Instead, an entity
recognizes the proceeds from selling such items, and the costs of producing those items, in the profit or
loss. Amendemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan
terkait Definisi Estimasi Akuntansi Amendment of PSAK 25: Accounting Policies, Changes in
Accounting Estimates and Errors - Definition of Accounting Estimates Amendemen tersebut
memperkenalkan definisi 'estimasi akuntansi' dan mengklarifikasi perbedaan antara perubahan
estimasi akuntansi dan perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan. Amendemen tersebut
juga mengklarifikasi bagaimana entitas menggunakan teknik pengukuran dan input untuk
mengembangkan estimasi akuntansi. The amendments introduces a definition of ?accounting
estimates? and clarify the distinction between changes in accounting estimates and changes in
accounting policies and the correction of errors. Also, they clarify how entities use measurement
techniques and inputs to develop accounting estimates. Amendemen PSAK 46: Pajak Penghasilan
tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul Dari Transaksi Tunggal Amendment
of PSAK 46: Income Taxes - Deferred Tax related to Assets and Liabilities Arising From A Single
Transaction Amendemen ini mengusulkan agar entitas mengakui aset maupun liabilitas pajak
tangguhan pada saat pengakuan awalnya sebagai contoh dari transaksi sewa, untuk mengeliminasi
perbedaan praktik saat ini atas transaksi tersebut dan transaksi lain yang serupa. This amendment
proposes that entities recognize deferred tax assets and liabilities at the time of initial recognition, for
example from a lease transaction, to eliminate differences in current practice for such transactions and
similar transactions.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun Standar akuntansi yang telah diterbitkan sampai tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif Kelompok Usaha namun belum berlaku efektif diungkapkan berikut ini. Manajemen bermaksud untuk effective
menerapkan standar yang dipertimbangkan relevan terhadap Kelompok Usaha pada saat standar
tersebut berlaku efektif, dan dampak penerapan standar tersebut terhadap posisi dan kinerja keuangan
konsolidasian Kelompok Usaha masih diestimasi sampai dengan tanggal penyelesaian laporan
keuangan konsolidasian ini. The accounting standards that have been issued up to the date of
issuance of the Group?s consolidated financial statements, but not yet effective are disclosed below.
The management intends to adopt these standards that are considered relevant to the Group when
they become effective, and the impact to the consolidated financial position and performance of the
Group is still being estimated at the date of completion of these consolidated financial statements.
Kecuali disebutkan lain, Kelompok Usaha tidak mengharapkan adopsi pernyataan tersebut di masa
Page 43
depan memiliki dampak signifikan terhadap laporan keuangannya. Unless otherwise indicated, the Group does not expect that the future adoption of the said pronouncements to have a significant impact on its financial statements. Amendemen PSAK 1: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan Amendment of PSAK 1: Non-current Liabilities with Covenants Amendemen ini mengklarifikasi bahwa hanya kovenan yang harus dipatuhi entitas pada atau sebelum tanggal pelaporan yang akan memengaruhi klasifikasi liabilitas sebagai lancar atau tidak lancar. This amendment clarifies that only covenants with which entities must comply on or before the reporting date will affect a liability?s classification as current or non-current. Amendemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 dengan penerapan dini diperkenankan. The amendments are effective for annual reporting periods beginning on or after January 1, 2024 with early adoption permitted. Entitas menerapkan amendemen PSAK 1 (Oktober 2020) tentang klasifikasi liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang pada periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 secara retrospektif sesuai dengan PSAK 25. Jika entitas menerapkan amendemen PSAK 1 (Oktober 2020) pada periode yang lebih awal setelah terbitnya amendemen PSAK 1 (Desember 2022) tentang liabilitas jangka panjang dengan kovenan, maka entitas juga menerapkan amendemen PSAK 1 (Desember 2022) pada periode tersebut. Jika entitas menerapkan amendemen PSAK 1 (Oktober 2020) untuk periode sebelumnya, maka entitas mengungkapkan fakta tersebut. Entities apply retrospectively amendments to PSAK 1 (October 2020) regarding the classification of a liability as current or non-current for financial reporting starting on or after January 1, 2024 in accordance with PSAK 25. If entities apply the amendments to PSAK 1 (October 2020) in a period that earlier after the issuance of the amendment to PSAK 1 (December 2022) regarding non-current liabilities with covenants, entities also apply the amendment to PSAK 1 (December 2022) in that period. If entities apply the amendments to PSAK 1 (October 2020) for the previous period, the entity shall disclose this fact. Kelompok Usaha saat ini sedang menilai dampak dari amendemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha. The Group is currently assessing the impact of the amendment to determine the impact they will have on the Group?s financial reporting. Amendemen PSAK 73: Liabilitas Sewa dalam Jual Beli dan Sewa-balik Amendment to PSAK 73: Lease Liability in a Sale and Leaseback Amendemen PSAK 73 Sewa menetapkan persyaratan yang digunakan penjual-penyewa dalam mengukur kewajiban sewa yang timbul dalam transaksi jual beli dan sewa-balik, untuk memastikan penjual-penyewa tidak mengakui jumlah setiap keuntungan atau kerugian yang terkait dengan hak guna yang dipertahankan. The amendment to PSAK 73 Leases specifies the requirements that a seller-lessee uses in measuring the lease liability arising in a sale and leaseback transaction, to ensure the seller-lessee does not recognise any amount of the gain or loss that relates to the right of use it retains. Amendemen berlaku secara retrospektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024. Penerapan dini diperkenankan. Kelompok Usaha saat ini sedang menilai dampak dari amendemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha. The amendment applies retrospectively to annual reporting periods beginning on or after January 1, 2024. Earlier application is permitted. The Group is currently assessing the impact of the amendment to determine the impact they will have on the Group?s financial reporting.
Page 44
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Current Year
30 June 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Penjabaran
Aset tetap, awal Penambahan aset Pengurangan aset Reklasifikasi aset laporan Entitas anak Aset tetap, akhir
periode tetap tetap tetap keuangan aset baru aset tetap periode
tetap
Translation
Property, plant, and Addition in property, Disposals in Reclassifications of New subsidiaries Property, plant, and
adjustment in
equipment, beginning plant, and property, plant, and property, plant, and in property, plant, equipment, end
property, plant,
period equipment equipment equipment and equipment period
and equipment
Nilai perolehan, Tanah, dimiliki Land, directly Carrying amount,
2,811,710,649 10,310,071 2,822,020,720
kotor langsung owned gross
Bangunan dan Building and
fasilitasnya, dimiliki leasehold
2,749,026,353 34,416,823 ( 392,891 ) 1,659,318 ( 156,748 ) 2,784,552,855
langsung improvement,
directly owned
Mesin dan Machinery and
peralatan, dimiliki 1,491,865,524 66,987,624 ( 16,671,128 ) ( 2,378,790 ) ( 2,161,682 ) 1,537,641,548 equipment, directly
langsung owned
Perabot dan Furniture and office
peralatan kantor, 556,448,025 35,378,616 ( 2,768,321 ) ( 887,101 ) ( 49,106 ) 5,096,559 593,218,672 equipment, directly
dimiliki langsung owned
Kendaraan Motor vehicle,
bermotor, dimiliki 261,487,330 15,336,327 ( 6,548,824 ) ( 457,213 ) 269,817,620 directly owned
langsung
Lainnya, dimiliki Others, directly
1,815,630,930 73,885,218 ( 85,853,219 ) 1,803,662,929
langsung owned
Dimiliki langsung 9,686,168,811 236,314,679 ( 112,234,383 ) ( 1,606,573 ) ( 2,824,749 ) 5,096,559 9,810,914,344 Directly owned
Bangunan, dalam Building, assets
19,417,488 11,371,764 ( 1,660,251 ) 29,129,001
penyelesaian under construction
Lainnya, dalam Others, assets
6,529,237 2,131,661 ( 913,868 ) 7,747,030
penyelesaian under construction
Aset dalam Assets under
25,946,725 13,503,425 ( 2,574,119 ) 36,876,031
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant,
9,712,115,536 249,818,104 ( 112,234,383 ) ( 4,180,692 ) ( 2,824,749 ) 5,096,559 9,847,790,375
and equipment
Akumulasi Bangunan dan Building and Carrying amount,
depresiasi fasilitasnya, dimiliki leasehold accumulated
Page 45
langsung 1,105,426,330 66,002,808 ( 299,288 ) ( 23,672 ) 1,171,106,178 improvement, depreciation
directly owned
Mesin dan Machinery and
peralatan, dimiliki 967,733,129 69,966,223 ( 16,401,606 ) ( 2,915,001 ) ( 923,751 ) 1,017,458,994 equipment, directly
langsung owned
Perabot dan Furniture and office
peralatan kantor, 440,140,950 26,972,213 ( 2,619,821 ) ( 1,195,752 ) ( 8,946 ) 250,344 463,538,988 equipment, directly
dimiliki langsung owned
Kendaraan Motor vehicle,
bermotor, dimiliki 176,141,088 13,581,019 ( 5,690,204 ) ( 107,504 ) 183,924,399 directly owned
langsung
Lainnya, dimiliki Others, directly
1,438,564,843 65,047,143 ( 85,794,359 ) 1,417,817,627
langsung owned
Dimiliki langsung 4,128,006,340 241,569,406 ( 110,805,278 ) ( 4,110,753 ) ( 1,063,873 ) 250,344 4,253,846,186 Directly owned
Aset tetap Property, plant,
4,128,006,340 241,569,406 ( 110,805,278 ) ( 4,110,753 ) ( 1,063,873 ) 250,344 4,253,846,186
and equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, Carrying amount
5,584,109,196 5,593,944,189
and equipment
Page 46
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Penjabaran
Aset tetap, awal Penambahan aset Pengurangan aset Reklasifikasi aset Aset tetap, akhir
laporan keuangan
periode tetap tetap tetap periode
aset tetap
Translation
Property, plant, and Reclassifications of Property, plant, and
Addition in property, Disposals in property, adjustment in
equipment, beginning property, plant, and equipment, end
plant, and equipment plant, and equipment property, plant, and
period equipment period
equipment
Nilai perolehan, Tanah, dimiliki Land, directly owned Carrying amount,
3,010,235,127 3,679,185 ( 202,203,663 ) 2,811,710,649
kotor langsung gross
Bangunan dan Building and
fasilitasnya, dimiliki leasehold
2,790,234,194 56,169,820 ( 24,912,988 ) ( 72,696,443 ) 231,770 2,749,026,353
langsung improvement, directly
owned
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 1,410,607,253 99,268,423 ( 27,538,707 ) 6,023,916 3,504,639 1,491,865,524 equipment, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki 506,919,752 66,505,876 ( 17,238,093 ) 181,393 79,097 556,448,025 equipment, directly
langsung owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
257,666,312 40,758,192 ( 40,604,060 ) 1,303,133 2,363,753 261,487,330
dimiliki langsung owned
Lainnya, dimiliki Others, directly owned
1,615,270,109 203,516,097 ( 3,155,276 ) 1,815,630,930
langsung
Dimiliki langsung 9,590,932,747 469,897,593 ( 315,652,787 ) ( 65,188,001 ) 6,179,259 9,686,168,811 Directly owned
Bangunan, dalam Building, assets under
18,878,363 29,487,483 ( 28,984,514 ) 36,156 19,417,488
penyelesaian construction
Lainnya, dalam Others, assets under
477,620 14,031,262 ( 8,015,645 ) 36,000 6,529,237
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
19,355,983 43,518,745 ( 37,000,159 ) 72,156 25,946,725
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
9,610,288,730 513,416,338 ( 315,652,787 ) ( 102,188,160 ) 6,251,415 9,712,115,536
equipment
Akumulasi Bangunan dan Building and Carrying amount,
depresiasi fasilitasnya, dimiliki leasehold accumulated
1,044,738,458 129,726,901 ( 4,718,804 ) ( 64,338,431 ) 18,206 1,105,426,330
langsung improvement, directly depreciation
owned
Page 47
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 854,304,671 139,180,231 ( 25,690,587 ) ( 1,523,106 ) 1,461,920 967,733,129 equipment, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki 408,229,095 48,643,527 ( 16,687,376 ) ( 59,637 ) 15,341 440,140,950 equipment, directly
langsung owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
166,307,296 29,843,137 ( 21,638,495 ) 1,352,110 277,040 176,141,088
dimiliki langsung owned
Lainnya, dimiliki Others, directly owned
1,318,642,860 123,068,286 ( 3,148,393 ) 2,090 1,438,564,843
langsung
Dimiliki langsung 3,792,222,380 470,462,082 ( 71,883,655 ) ( 64,566,974 ) 1,772,507 4,128,006,340 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
3,792,222,380 470,462,082 ( 71,883,655 ) ( 64,566,974 ) 1,772,507 4,128,006,340
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
5,818,066,350 5,584,109,196
equipment
Page 48
[1611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat Disclosure of notes for property, plant and
peristiwa atau keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap As of June 30, 2023 equipment
and December 31, 2022, the management believes that there are no events or changes in
circumstances that may indicate any impairment in the value of fixed assets. Aset tetap berupa tanah
terletak di beberapa kota di Indonesia dengan status Hak Guna Bangunan (?HGB?), Girik dan Hak
Pakai. HGB tersebut akan berakhir pada berbagai tanggal sampai dengan tahun 2047. Tanah dengan
status HGB merupakan tanah atas nama Kelompok Usaha. Manajemen berkeyakinan bahwa hak
tersebut akan dapat diperpanjang pada saat berakhirnya. Tanah dengan status Girik merupakan tanah
milik entitas anak. Land is located in several cities in Indonesia with the status of Building Use Rights
(?HGB?), Title of Ownership (?Girik?) and Right to Use (?Hak Pakai?). The HGB will expire on various
dates until 2047. Landrights under HGB are under the Group?s name. Management believes that these
landrights can be extended upon their expiration. Landrights under Girik are owned by subsidiaries.
Pada tanggal 30 Juni 2023, aset tetap (kecuali tanah) diasuransikan terhadap berbagai risiko kerugian
dengan nilai pertanggungan sebesar $AS118,57 juta dan Rp4,97 triliun atau jumlahnya setara dengan
Rp6,75 triliun, yang menurut keyakinan manajemen Kelompok Usaha cukup untuk menutupi
kemungkinan kerugian yang timbul dari berbagai risiko tersebut. As of June 30, 2023, fixed assets
(except land) are covered by insurance against the risk of various losses with a total insurance
coverage amounting to US$118.57 million and Rp4.97 trillion or equivalent to a total of Rp6.75 trillion,
which the Group?s management believes is adequate to cover possible losses arising from such
various risks. Pada tanggal 30 Juni 2023, Kelompok Usaha masih menggunakan beberapa aset tetap
yang sudah tidak memiliki nilai buku dengan total nilai perolehan sebesar Rp2,47 triliun.As of June 30,
2023, the Group is still utilizing several fixed assets which are already fully depreciated with total
acquisition cost amounting to Rp2.47 trillion.
Page 49
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Current Year
30 June 2023
Aset hak guna Right of use assets
Penjabaran laporan
Aset hak guna, periode Penambahan aset hak Pengurangan aset hak Aset hak guna, periode
keuangan aset hak
awal guna guna akhir
guna
Right of use assets, Addition in right of use Disposals in right of use Translation adjustment Right of use assets,
beginning period assets assets in right of use assets end period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak Building, right of use Carrying amount, gross
155,968,824 1,505,111 ( 1,300,068 ) ( 102,181 ) 156,071,686
guna assets
Lainnya, aset hak guna Others, right of use
2,160,873 2,160,873
assets
Aset hak guna 158,129,697 1,505,111 ( 1,300,068 ) ( 102,181 ) 158,232,559 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak Building, right of use Carrying amount,
30,366,844 6,467,813 ( 1,300,068 ) ( 59,929 ) 35,474,660
guna assets accumulated depreciation
Lainnya, aset hak guna Others, right of use
680,378 134,531 814,909
assets
Aset hak guna 31,047,222 6,602,344 ( 1,300,068 ) ( 59,929 ) 36,289,569 Right of use assets
Nilai perolehan Aset hak guna 127,082,475 121,942,990 Right of use assets Carrying amount
Page 50
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset hak guna Right of use assets
Penjabaran laporan
Aset hak guna, periode Penambahan aset hak Pengurangan aset hak Aset hak guna, periode
keuangan aset hak
awal guna guna akhir
guna
Right of use assets, Addition in right of use Disposals in right of use Translation adjustment Right of use assets,
beginning period assets assets in right of use assets end period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak Building, right of use Carrying amount, gross
171,370,235 4,337,483 ( 19,950,791 ) 211,897 155,968,824
guna assets
Lainnya, aset hak guna Others, right of use
2,023,336 224,849 ( 87,312 ) 2,160,873
assets
Aset hak guna 173,393,571 4,562,332 ( 20,038,103 ) 211,897 158,129,697 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak Building, right of use Carrying amount,
28,557,363 15,199,075 ( 13,472,986 ) 83,392 30,366,844
guna assets accumulated depreciation
Lainnya, aset hak guna Others, right of use
533,912 233,778 ( 87,312 ) 680,378
assets
Aset hak guna 29,091,275 15,432,853 ( 13,560,298 ) 83,392 31,047,222 Right of use assets
Nilai perolehan Aset hak guna 144,302,296 127,082,475 Right of use assets Carrying amount
Page 51
[1612100] Disclosure of Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry
Page 52
[1616100] Disclosure of Notes to the financial statements - Revenue - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas pendapatan Pelanggan dengan pendapatan iklan neto lebih dari 10% dari pendapatan neto konsolidasian adalah Disclosure of notes for revenue
sebagai berikut:/Customers with net revenues from advertising of more than 10% of the consolidated
net revenues are as follows:PT Wira Pamungkas Pariwara Rp631,38 miliar/billion (Periode Enam Bulan
yang berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023/Six-month Periods Ended June 30, 2023) Rp766,14
miliar/billion (Periode Enam Bulan yang berakhir pada Tanggal 30 Juni 2022/Six-month Periods Ended
June 30, 2022)
Page 53
[1617000] Notes to the financial statements - Revenue By Type - General
Industry
Catatan untuk tipe pendapatan Notes for revenue by type
30 June 2023 30 June 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari jasa 1 Iklan - neto 2,567,592,255 2,659,673,822 Service revenue 1
Pendapatan dari jasa 2 Jasa kesehatan Service revenue 2
969,049,175 869,573,248
dan rumah sakit
Pendapatan dari jasa 3 Jasa VSAT, Service revenue 3
perbaikan,
86,862,788 75,132,673
perawatan dan
dukungan teknis
Pendapatan jasa Other service revenue
Lain-lain 485,109,233 622,027,365
lainnya
Pendapatan dari jasa 4,108,613,451 4,226,407,108 Service revenue
Pendapatan dari produk Product revenue 1
Penjualan barang 3,645,505,223 2,873,524,198
1
Pendapatan dari Product revenue
3,645,505,223 2,873,524,198
produk
Tipe pendapatan 7,754,118,674 7,099,931,306 Type of revenue
Page 54
[1618000] Notes to the financial statements - Revenue By Source - General
Industry
Catatan untuk sumber pendapatan Notes for revenue by source
30 June 2023 30 June 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan domestik Other domestic
7,754,118,674 7,099,931,306
lainnya revenue
Pendapatan domestik 7,754,118,674 7,099,931,306 Domestic revenue
Sumber pendapatan 7,754,118,674 7,099,931,306 Source of revenue
Page 55
[1620100] Notes to the financial statements - Trade receivables, by currency - General Industry
Piutang usaha berdasarkan mata uang Trade receivables by currency
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, Trade receivables,
impairment of trade Trade receivables impairment of trade Trade receivables
gross gross
receivables receivables
Pihak ketiga IDR 2,656,850,848 2,621,543,229 IDR Third party
EUR 134,167 121,317 EUR
GBP 938 700 GBP
SGD 989,134 1,143,616 SGD
USD 58,833,687 63,918,671 USD
Mata uang lainnya 17,444,939 15,847,357 Other currency
Mata uang 2,734,313,663 ( 49,680,970 ) 2,684,632,693 2,702,574,890 ( 49,085,758 ) 2,653,489,132 Currency
Pihak berelasi IDR 2,526,379 6,018,363 IDR Related party
Mata uang 2,526,379 2,526,379 6,018,363 6,018,363 Currency
Page 56
[1620200] Notes to the financial statements - Trade receivables, by aging - General Industry
Piutang usaha berdasarkan umur Trade receivables by aging
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables
receivables receivables
Belum jatuh tempo Umur 1,242,246,219 1,381,260,426 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 530,698,084 563,285,784 1 - 30 days Overdue
31 - 60 hari 469,801,797 407,075,185 31 - 60 days
61 - 90 hari 187,696,449 190,613,112 61 - 90 days
91 - 180 hari 180,483,476 75,531,631 91 - 180 days
Lebih dari 180 hari More than 180
125,914,017 90,827,115
days
Umur 1,494,593,823 1,327,332,827 Aging
Jatuh tempo Umur 2,736,840,042 ( 49,680,970 ) 2,687,159,072 2,708,593,253 ( 49,085,758 ) 2,659,507,495 Aging Due status
Page 57
[1621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas piutang usaha Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai tersebut di atas cukup untuk Disclosure of notes for trade receivables
menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang.Kelompok Usaha telah
membentuk provisi penurunan nilai piutang usaha sebagaimana dideskripsikan pada Catatan 3
mengenai kebijakan Grup terkait penurunan nilai piutang usaha. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022, nilai tercatat piutang usaha Kelompok Usaha yang telah jatuh tempo tetapi tidak
terdapat penurunan nilainya masing-masing sebesar Rp1,44 triliun dan Rp1,28 triliun. Manajemen
telah menyimpulkan bahwa piutang usaha yang telah jatuh tempo dan tidak diturunkan nilainya,
termasuk piutang usaha yang belum jatuh tempo atau tidak diturunkan nilainya adalah piutang dari
para pelanggan dengan rekam jejak kredit historis yang baik dan diharapkan dapat terpulihkan
sepenuhnya.Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, piutang usaha milik PT Sakalaguna
Semesta dijadikan jaminan pinjaman ke PT Bank Permata Tbk./Management believes that the above
allowance for impairment losses on trade receivables is adequate to cover possible losses that may
arise from uncollectible accounts.The Group have made provision for impairment of trade receivables
described on Note 3 regarding Group?s policy for allowance for trade receivables. As of June 30, 2023
and December 31, 2022, the carrying amount of trade receivables of the Group considered past due
but not impaired amounted to Rp1.44 trillion and Rp1.28 trillion, respectively. Management has
concluded that receivables past due but not impaired, along with trade receivables that are neither past
due nor impaired, are due from customers with good credit history and are expected to be fully
recoverable. As of June 30, 2023 and December 31, 2022, trade receivables of PT Sakalaguna
Semesta are pledged as collateral for a loan obtained from PT Bank Permata Tbk.
Page 58
[1630000] Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Catatan atas persediaan Notes for inventories
30 June 2023 31 December 2022
Lainnya 1,487,288,471 1,323,257,339 Other inventories
Persediaan, kotor 1,487,288,471 1,323,257,339 Inventories, gross
Cadangan penurunan nilai Allowance for impairment
( 418,287 ) ( 1,496,812 )
persediaan of inventories
Persediaan 1,486,870,184 1,321,760,527 Inventories
Persediaan lancar 1,486,870,184 1,321,760,527 Current inventories
Mutasi cadangan penurunan nilai Movement of allowance for
persediaan impairment of inventories
30 June 2023 31 December 2022
Saldo awal Penyisihan Allowance for Impairment of
1,496,812 2,262,832
Penurunan Nilai Persediaan Inventories, beginning balance
Kenaikan/(penurunan) cadangan Increase/(decrease) for
penurunan nilai persediaan ( 1,078,525 ) ( 766,020 ) allowance for impairment of
inventories
Saldo akhir Penyisihan Allowance for Impairment of
418,287 1,496,812
Penurunan Nilai Persediaan Inventories, ending balance
Page 59
[1632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan Biaya program dan amortisasi konten program yang dibebankan pada beban pokok pendapatan Disclosure of notes for inventories
adalah masing-masing sebesar Rp1,78 triliun dan Rp1,40 triliun untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022. Biaya persediaan vouchers yang terjual untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 masing-masing sebesar Rp3,41 triliun
dan Rp2,55 triliun. Persediaan di atas, kecuali persediaan konten program, telah diasuransikan
terhadap risiko kebakaran, kerusakan, bencana alam, kerusuhan (huru-hara) dan risiko lainnya dengan
nilai pertanggungan berjumlah Rp192,21 miliar dan Rp189,36 miliar masing-masing pada tanggal 30
Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut
cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko-risiko tersebut. Manajemen tidak
mengasuransikan persediaan konten program terhadap risiko kerugian atas kebakaran atau pencurian
karena mayoritas konten program sudah tersimpan dalam bentuk digital dan di back up di
penyimpanan cloud atau dalam server dengan lokasi yang berbeda. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022, persediaan voucher milik SS dijadikan jaminan untuk pinjaman yang diperoleh PT
Bank Permata Tb. Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan fisik dan nilai realisasi neto
persediaan pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa cadangan keusangan dan penurunan
nilai persediaan cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari penurunan nilai persediaan.
Cost of program and amortization of program content charged to cost of revenues amounted to Rp1.78
trillion and Rp1.40 trillion for the six-month period then ended June 30, 2023 and 2022, respectively.
Cost of voucher inventories sold for the six-month period then ended June 30, 2023 and 2022
amounted to Rp3.41 trillion and Rp2.55 trillion, respectively. The above inventories, except for the
program content inventories, are covered by insurance against losses from fire, damage, disasters,
riots and other risks with a total sum insured amounting to Rp192.21 billion and Rp189.36 billion as of
June 30, 2023 and December 31, 2022, respectively. Management believes that the insurance
coverage is adequate to cover possible losses arising from such risks. The management did not insure
program content inventories against losses from fire or theft since the majority of the program content
inventories already stored in the digital form and are being backed up in cloud storage or servers in
different locations. As of June 30, 2023 and December 31, 2022, voucher inventories of SS are
pledged as collateral for the loans obtained from PT Bank Permata Tbk. Based on the review of
physical condition and net realizable value of inventories at the end of year, management believes that
allowance for obsolescence and decline in value of inventories is adequate to cover possible losses
arising from impairment of inventories.
Page 60
[1640100] Notes to the financial statements - Trade Payable, by currency - General Industry
Utang usaha berdasarkan mata uang Trade payables by currency
30 June 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Pihak ketiga IDR 632,193,188 628,547,918 IDR Third party
CNY 37,016,340 7,600,518 CNY
EUR 1,306,633 EUR
GBP 22,970 GBP
SGD 230,611 118,899 SGD
USD 45,266,697 121,912,985 USD
Mata uang lainnya 3,358,766 4,289,106 Other currency
Mata uang 719,395,205 762,469,426 Currency
Pihak berelasi IDR 1,167,372 4,015,257 IDR Related party
Mata uang 1,167,372 4,015,257 Currency
Page 61
[1640200] Notes to the financial statements - Trade Payable, by aging - General Industry
Utang usaha berdasarkan umur Trade payables by aging
30 June 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Belum jatuh tempo Umur 276,172,289 318,511,778 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 118,202,384 192,981,624 1 - 30 days Overdue
31 - 60 hari 51,401,561 49,576,748 31 - 60 days
61 - 90 hari 28,797,551 40,122,142 61 - 90 days
91 - 180 hari 147,713,302 78,287,213 91 - 180 days
Lebih dari 180 hari 98,275,490 87,005,178 More than 180 days
Umur 444,390,288 447,972,905 Aging
Jatuh tempo Umur 720,562,577 766,484,683 Aging Due status
Page 62
[1641000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Payables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang usaha Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak ada jaminan yang diberikan oleh Kelompok Disclosure of notes for trade payables
Usaha atas utang usaha./As of June 30, 2023 and December 31, 2022, there was no collateral
provided by the Group for the trade payables.
Page 63
[1670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - General
Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 June 2023 30 June 2022
Beban pokok pendapatan Other cost of goods sold
6,385,716,135 5,213,351,869
lainnya
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
6,385,716,135 5,213,351,869
pendapatan
Page 64
[1671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - General Industry
Page 65
[1691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 June 2023 31 December 2022
Utang bank, nilai dalam Utang bank, nilai dalam
Total utang bank, kotor Total utang bank, kotor
mata uang asing mata uang asing
Bank loan, amount in Bank loan, amount in
Total bank loans, gross Total bank loans, gross
foreign currency foreign currency
Bank lokal lainnya IDR 752,909,241 752,909,241 1,025,648,342 1,025,648,342 IDR Other local banks
Mata uang 752,909,241 1,025,648,342 Currency
Kreditur nama bank Mata uang 752,909,241 1,025,648,342 Currency Creditor bank name
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 June 2023 31 December 2022
Total utang bank, kotor 752,909,241 1,025,648,342 Total bank loans, gross
Total utang bank, bersih 752,909,241 1,025,648,342 Total bank loan, net
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu Current maturities of bank loans
115,708,969 381,460,449
tahun atas utang bank
Liabilitas jangka panjang atas utang bank 637,200,272 644,187,893 Long-term bank loans
Page 66
[1691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka PT Bank HSBC Indonesia PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. Berdasarkan Perjanjian Kredit Disclosure of notes for long-term bank loans
panjang tanggal 17 Januari 2022, SMM mendapatkan fasilitas Kredit dari PT Bank HSBC Indonesia dengan
batas maksimum sebesar Rp1 triliun dengan suku bunga sebesar JIBOR + margin per tahun. Jangka
waktu pinjaman adalah 5 tahun. Pinjaman ini digunakan untuk akuisisi atau membiayai capex atau
kegiatan usaha kerja dan pengeluaran operasional SMM. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2023, SMM
telah menarik fasilitas tersebut sebesar Rp845 miliar. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan
sebagai berikut: ? Hak tanggungan atas tanah dan bangunan Rumah Sakit EMC Pulomas dengan
HGB No. 3616/Kayu Putih seluas 6.180 m2 dengan nilai Hak Tanggungan Peringkat Pertama sebesar
Rp262,46 miliar (Catatan 10); ? Hak tanggungan atas tanah dan bangunan Rumah Sakit EMC Alam
Sutera dengan HGB No. 02495/Pakulonan seluas 12.000 m2 dengan nilai Hak Tanggungan Peringkat
Pertama sebesar Rp458,13 miliar (Catatan 10); ? Hak tanggungan atas tanah dan bangunan Rumah
Sakit EMC Cikarang dengan HGB No. 02555/Sukaresmi seluas 5.025 m2 dengan nilai Hak
Tanggungan Peringkat Pertama sebesar Rp227,49 miliar (Catatan 10); ? Hak tanggungan atas tanah
dan bangunan Rumah Sakit EMC Pekayon dengan HGB No. 8594/Pekayon Jaya, No. 8595/Pekayon
Jaya, No. 8534/Pekayon Jaya, No. 8535/Pekayon Jaya dan No. 8623/Pekayon Jaya, seluas 6.128 m2
dengan nilai Hak Tanggungan Peringkat Pertama sebesar Rp301,92 miliar (Catatan 10). Berdasarkan
perjanjian pinjaman di atas, SMM harus mematuhi rasio-rasio keuangan tertentu. ? Rasio antara Total
Utang Kotor terhadap EBITDA, untuk Periode Terkait, adalah maksimum (i) 3,5x untuk tahun 2021 dan
2022, (ii) 2,75x untuk tahun 2023 dan (iii) 2,0x untuk tahun 2024 dan seterusnya; ? Debt Service
Coverage Ratio (DSCR) minimum sebesar 1,25x; ? Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimum
sebesar 1,25x. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Kelompok Usaha telah memenuhi
seluruh persyaratan sebagaimana diatur dalam perjanjian-perjanjian kredit di atas. PT Bank HSBC
Indonesia, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. Based on the Credit Agreement dated January 17,
2022, SMM obtained Investment Loan facility from PT Bank HSBC Indonesia with maximum credit
amounting to Rp1 trillion with an interest rate JIBOR + margin per annum. The loan term is 5 years.
This loan is used for acquisitions, capex or general corporate purposes and operational expenses. As
of June 30, 2023, SMM has withdrawn the facility amounting to Rp845 billion. The credit facilities are
secured by following collaterals: ? Mortgage of land and buildings, EMC Pulomas Hospital with HGB
No. 3616/Kayu Putih of 6,180 m2 with First Class Mortgage amounting to Rp262.46 billion (Note 10); ?
Mortgage of land and buildings, EMC Alam Sutera Hospital with HGB No. 02495/Pakulonan of 12,000
m2 with First Class Mortgage amounting to Rp458.13 billion (Note 10); ? Mortgage of land and
buildings, EMC Cikarang Hospital with HGB No. 02555/Sukaresmi of 5,025 m2 with First Class
Mortgage amounting to Rp227.49 billion (Note 10). ? Mortgage of land and buildings, EMC Pekayon
Hospital with HGB No. 8594/Pekayon Jaya, No. 8595/Pekayon Jaya, No. 8534/Pekayon Jaya, No.
8535/Pekayon Jaya and No. 8623/Pekayon Jaya of 6,128 m2 with First Class Mortgage amounting to
Rp301.92 billion (Note 10). Under its loan agreements, SMM is required to comply with certain financial
covenants ratios as follows: ? Ratio between Total Gross Debt to EBITDA, for the Relevant Period, is
at a maximum (i) 3.5x for the year of 2021 and 2022, (ii) 2.75x for the year of 2023 and (iii) 2.0x for the
year of 2024 and onwards; ? Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimum 1.25x; ? Ratio between
Borrowings and Equity, for the Relevant Period, at a maximum 1.0x. As of June 30, 2023 and
Page 67
December 31, 2022, the Group has complied with all covenants set forth in the loan agreements above.
Page 68
[1692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
31 December 2022
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term
bank loan
Utang bank, nilai dalam mata uang
asing
Bank loan, amount in foreign currency
Bank lokal lainnya IDR 1,025,648,342 IDR Other local banks
Page 69
[1693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
30 June 2023 31 December 2022
Utang bank jangka Utang bank jangka
Utang bank jangka Utang bank jangka
pendek, nilai dalam mata pendek, nilai dalam mata
pendek pendek
uang asing uang asing
Short-term bank loan, Short-term bank loan,
Short term bank loans Short term bank loans
amount in foreign currency amount in foreign currency
Bank Permata Tbk IDR 106,636,347 106,636,347 93,289,445 93,289,445 IDR Bank Permata Tbk
Mata uang 106,636,347 93,289,445 Currency
Bank asing lainnya Mata uang lainnya 28,046,016 5,120,642 16,730,386 3,146,149 Other currency Other foreign banks
Mata uang 5,120,642 3,146,149 Currency
Kreditur nama bank Mata uang 111,756,989 96,435,594 Currency Creditor bank name
Page 70
[1693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka PT Bank Permata Tbk, PT Sakalaguna Semesta . Pada tanggal 7 Juni 2018, PT Sakalaguna Semesta Disclosure of notes for short-term bank loans
pendek (?SS?) mengadakan perjanjian pinjaman dengan PT Bank Permata Tbk atas fasilitas pinjaman
Revolving Loan sebesar Rp105 miliar. Perjanjian pinjaman tersebut telah mengalami beberapa kali
perubahan dan terakhir dengan perubahan keempat pada tanggal 1 September 2021. Berdasarkan
perubahan keenam perjanjian tanggal 18 Juli 2022, PT Bank Permata Tbk telah menyetujui pemberian
fasilitas dengan jangka waktu pinjaman mulai tanggal 7 Juni 2022 sampai tanggal 7 Juni 2023 dengan
total limit sebesar Rp110 miliar dan dikenakan suku bunga 9,70% per tahun. Sampai dengan tanggal
penyelesaian laporan konsolidasian ini, perjanjian perpanjangan sedang dalam proses.Pinjaman
tersebut dijamin dengan deposito berjangka atas nama SS di PT Bank Permata Tbk (Catatan 5),
piutang usaha (Catatan 6) dan persediaan (Catatan 7) yang dimiliki oleh SS. DBS Bank India Ltd.,
India, DBS Bank India Ltd., India. WM-IN memperoleh Fasilitas Dana Cerukan untuk modal kerja dari
DBS Bank India Ltd. dengan jumlah pokok tidak melebihi INR14 juta yang memiliki suku bunga
sebesar 8,50% - 9,00% per tahun untuk enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan
2022. Pinjaman ini tidak memiliki jaminan. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022,
Kelompok Usaha telah memenuhi seluruh persyaratan sebagaimana diatur dalam perjanjian kredit di
atas. PT Bank Permata Tbk, PT Sakalaguna Semesta. On June 7, 2018, PT Sakalaguna Semesta
(?SS?) entered into a loan agreement with PT Bank Permata Tbk for a Revolving Loan facility
amounting to Rp105 billion. This loan agreement has been amended several times and most recently
by fourth amendment dated on September 1, 2021. Based on a sixth amendment agreement dated
July 18, 2022, PT Bank Permata Tbk agreed to grant the loan facility with a term from June 7, 2022
until June 7, 2023 with a total limit of Rp110 billion with an interest rate of 9.70% per annum. Until
completion date of consolidated financial statements, extension agreement is in progress finalization.
The loan is guaranteed by a time deposit under the name of SS in PT Bank Permata Tbk (Note 5),
trade receivables (Note 6) and inventories (Note 7) owned by SS. DBS Bank India Ltd., India, Whisper
Media Pvt. Ltd. WM-IN obtained an Overdraft Facility for working capital from DBS Bank India Ltd. with
maximum amount of INR14 million that bears interest at rates between 8.50% - 9.00% per annum for
the six-month period ended June 30, 2023 and 2022. This loan has no collateral. As of June 30, 2023
and December 31, 2022, the Group has complied with all covenants set forth in the loan agreements
above.
Page 71
[1696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.