Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 34
Page 1
Nomor Surat 09205HDI/SM/2023
Nama Emiten PT Hensel Davest Indonesia Tbk
Kode Emiten HDIT
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 6 Bulan yang berakhir pada 30/06/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
1 PT Motransfer Informasi, Makassar 2018 Belum 15.922.581.250 PENUH IDR 99.8
Otoritas komunikasi, beroperasi
Internasional jasa keuangan
dan asuransi,
perdagangan
dan jasa
2 PT Emposh Informasi, Makassar 2018 Belum 57.341.107.959 PENUH IDR 99.99
Sinergi Asia komunikasi, beroperasi
jasa keuangan
dan asuransi,
perdagangan
dan jasa
3 PT Biropay Information, Makassar 2021 Beroperasi 291.417.710.119 PENUH IDR 99.99
Indoteknologi communicatio
Global n,
finance
consulting and
insurance,
trading and
consulting.
4 PT Doeku Information, Makassar 2020 Beroperasi 14.994.650.660 PENUH IDR 99.99
Peduli communicatio
Indonesia n, finance
consulting and
insurance,
trading and
consulting.
5 PT Starlink Trading Bandung 2008 Beroperasi 13.384.305.373 PENUH IDR 55.0
Solusi
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Hensel Davest Indonesia Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara
elektronik. PT Hensel Davest Indonesia Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 June 2023
Nama entitas PT Hensel Davest Indonesia Entity name
Tbk
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas HDIT Entity code
Nomor identifikasi entitas AA910 Entity identification number
Industri utama entitas Umum / General Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor I. Technology Sector
Subsektor I1. Software & IT Services Subsector
Industri I11. Online Applications & Industry
Services
Subindustri I111. Online Applications & Subindustry
Services
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
National Corporation
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Utama / Main
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas grup / Group entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal II / Second Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan June 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya June 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Satuan Penuh / Full Amount statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Page 3
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[1210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - General Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 June 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
170,489,697 161,592,621
equivalents
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
2,114,310,680 72,571,658,561
ketiga parties
Piutang lainnya Other receivables
Piutang lainnya pihak Other receivables third
781,323,150 15,388,403,894
ketiga parties
Piutang lainnya pihak Other receivables
27,331,144,894 27,379,504,894
berelasi related parties
Persediaan lancar Current inventories
Persediaan lancar 271,453,699,157 170,801,474,797 Current inventories
Biaya dibayar dimuka Current prepaid expenses
7,500,000
lancar
Jumlah aset lancar 301,850,967,578 286,310,134,767 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Uang muka tidak lancar Non-current advances
Uang muka tidak Other non-current
18,027,657 18,027,655
lancar lainnya advances
Aset pajak tangguhan 217,564,191 217,564,191 Deferred tax assets
Aset tetap Property, plant, and
814,757,208 1,132,947,480
equipment
Aset takberwujud selain Intangible assets other
63,189,749,405 66,838,732,224
goodwill than goodwill
Jumlah aset tidak lancar 64,240,098,461 68,207,271,550 Total non-current assets
Jumlah aset 366,091,066,039 354,517,406,317 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang bank jangka Short term bank loans
4,999,956,905 4,999,956,905
pendek
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
75,200,795 1,906,981,499
ketiga third parties
Beban akrual jangka Current accrued
1,692,484,230 1,796,767,714
pendek expenses
Utang pajak 4,250,321,420 4,241,769,326 Taxes payable
Pendapatan diterima Current unearned
2,078,945,111 2,078,945,111
dimuka jangka pendek revenue
Jumlah liabilitas Total current
13,096,908,461 15,024,420,555
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
panjang
Utang pihak berelasi Non-current due to
16,532,179,000 7,340,179,000
jangka panjang related parties
Kewajiban imbalan Long-term
pasca kerja jangka 697,227,213 697,227,213 post-employment
panjang benefit obligations
Page 5
Liabilitas keuangan 50,000,000 Other non-current
jangka panjang lainnya financial liabilities
Liabilitas Other non-current
non-keuangan jangka 2,558,744,419 697,586,250 non-financial liabilities
panjang
Jumlah liabilitas Total non-current
19,788,150,632 8,784,992,463
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 32,885,059,093 23,809,413,018 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 152,468,000,000 152,468,000,000 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
153,513,316,842 153,513,316,842
disetor capital
Komponen ekuitas Other components of
( 25,890,236 ) ( 25,890,236 )
lainnya equity
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan 22,629,207,786 20,131,193,959 retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
328,584,634,392 326,086,620,565
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Kepentingan Non-controlling interests
4,621,372,554 4,621,372,734
non-pengendali
Jumlah ekuitas 333,206,006,946 330,707,993,299 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
366,091,066,039 354,517,406,317
ekuitas
Page 6
[1321000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented before tax, by function - General Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 June 2023 30 June 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
1,073,299,999,765 1,852,184,419,643
usaha
Beban pokok penjualan dan ( 1,053,887,536,740 ( 1,836,192,251,688 Cost of sales and revenue
pendapatan ) )
Jumlah laba bruto 19,412,463,025 15,992,167,955 Total gross profit
Beban penjualan ( 1,235,709,097 ) ( 3,389,167,052 ) Selling expenses
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 15,693,289,928 ) ( 9,461,462,571 )
expenses
Pendapatan keuangan 339,560 744,501 Finance income
Pendapatan lainnya 14,216,050 Other income
Beban lainnya ( 5,963 ) 16,759,431 Other expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
2,498,013,647 3,159,042,264
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 943,520,953 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
2,498,013,647 2,215,521,311
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) 2,498,013,647 2,215,521,311 Total profit (loss)
Jumlah laba rugi komprehensif 2,498,013,647 2,215,521,311 Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
2,498,013,828 2,113,052,462
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan ke kepentingan ( 181 ) 102,468,849 non-controlling interests
non-pengendali
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas 2,498,013,828 2,113,052,462 attributable to parent entity
induk
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke ( 181 ) 102,468,849 attributable to non-controlling
kepentingan non-pengendali interests
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang 1.64 1.39 share from continuing
dilanjutkan operations
Page 7
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Current Year
30 June 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Komponen transaksi Kepentingan
Saham biasa Tambahan modal disetor ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
ekuitas lainnya non-pengendali
penggunaannya entitas induk
Other components of Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Non-controlling interests Equity
equity transactions earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian Balance before restatement at beginning of
152,468,000,000 153,513,316,842 ( 25,890,236 ) 20,131,193,958 326,086,620,564 4,621,372,735 330,707,993,299
kembali period
Posisi ekuitas, awal periode 152,468,000,000 153,513,316,842 ( 25,890,236 ) 20,131,193,958 326,086,620,564 4,621,372,735 330,707,993,299 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 2,498,013,828 2,498,013,828 ( 181 ) 2,498,013,647 Profit (loss)
Posisi ekuitas, akhir periode 152,468,000,000 153,513,316,842 ( 25,890,236 ) 22,629,207,786 328,584,634,392 4,621,372,554 333,206,006,946 Equity position, end of the period
Page 8
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Prior Year
30 June 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Komponen transaksi Kepentingan
Saham biasa Tambahan modal disetor ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
ekuitas lainnya non-pengendali
penggunaannya entitas induk
Other components of Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Non-controlling interests Equity
equity transactions earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian Balance before restatement at beginning of
152,468,000,000 153,513,316,842 43,417,823 42,995,283,595 349,020,018,260 4,626,998,033 353,647,016,293
kembali period
Posisi ekuitas, awal periode 152,468,000,000 153,513,316,842 43,417,823 42,995,283,595 349,020,018,260 4,626,998,033 353,647,016,293 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 2,113,052,462 2,113,052,462 102,468,849 2,215,521,311 Profit (loss)
Posisi ekuitas, akhir periode 152,468,000,000 153,513,316,842 43,417,823 45,108,336,057 351,133,070,722 4,729,466,882 355,862,537,604 Equity position, end of the period
Page 9
[1510000] Statement of cash flows, direct method - General Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 June 2023 30 June 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
1,158,388,766,093 1,852,184,419,643
pelanggan
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kepada Payments to suppliers for
( 1,156,361,506,954 ( 1,850,948,043,423
pemasok atas barang dan goods and services
) )
jasa
Pembayaran gaji dan Payments for salaries and
( 1,016,563,999 ) ( 1,500,489,047 )
tunjangan allowances
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
1,010,695,140 ( 264,112,827 )
(digunakan untuk) operasi in) operations
Penerimaan bunga dari Interests received from
18,752,501
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran bunga dari Interests paid from operating
( 1,248,569 )
aktivitas operasi activities
Penerimaan pengembalian Income taxes refunded (paid)
(pembayaran) pajak from operating activities
( 1,180,000 ) ( 44,980,452 )
penghasilan dari aktivitas
operasi
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 10,210,638,064 ) ( 1,023,385,520 ) from operating activities
operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 9,201,122,924 ) ( 1,314,974,867 )
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 8,500,000 ) ( 18,522,656 )
aset tetap property, plant and equipment
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 8,500,000 ) ( 18,522,656 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Pembayaran pinjaman bank ( 250,000,000 ) Payments of bank loans
Penerimaan utang pihak Proceeds from due to related
9,192,000,000 103,882,896,391
berelasi parties
Pembayaran utang pihak Payments of due to related
26,520,000 ( 102,047,241,980 )
berelasi parties
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
9,218,520,000 1,585,654,411
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
8,897,076 252,156,888
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
161,592,621 279,754,321
awal periode flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
Page 10
akhir periode 170,489,697 531,911,209 cash flows, end of the period
Page 11
[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 June 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai dengan PSAK No. 1 (Revisi 2013), ?Penyajian Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian Laporan Keuangan?, termasuk PSAK No. 1 (Amandemen 2015), ?Penyajian Laporan Keuangan statements
tentang Prakarsa Pengukapan?. PSAK revisi ini mengubah pengelompokkan item-item yang disajikan
dalam penghasilan komprehensif lain (OCI). Item-item yang akan direklasifikasi ke laba rugi akan
disajikan terpisah dari item-item yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Penerapan PSAK ini hanya
berakibat pada penyajian saja dan tidak berdampak pada posisi keuangan dan kinerja grup. Laporan
keuangan konsolidasian disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual,
kecuali laporan arus kas konsolidasian yang menggunakan dasar kas. Dasar pengukuran dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost),
kecuali untuk beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana yang
diungkapkan pada kebijakan akuntansi dalam masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas
konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Mata uang pelaporan
yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah (Rp) yang juga merupakan
mata uang fungsional Kelompok Usaha. Ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara
restrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika entitas
mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya maka entitas menyajikan kembali laporan posisi
keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan.
Prinsip-prinsip konsolidasi Grup menerapkan PSAK No. 65, "Laporan keuangan konsolidasian" secara retrospektif. PSAK No. 65 Principles of consolidation
menggantikan persyaratan laporan keuangan konsolidasian dalam PSAK No. 4 (Revisi 2009),
"Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri" dan menggantikan ISAK No. 7,
"Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus ". PSAK ini mensyaratkan entitas induk (entitas yang
mengendalikan satu atau lebih entitas lain) untuk menyajikan laporan keuangan konsolidasian. Investor
menentukan apakah investor merupakan entitas induk dengan menilai apakah investor mengendalikan
satu atau lebih investee. Investor mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan yang relevan ketika
menilai apakah investor mengendalikan investee. Investor mengendalikan investee ketika investor
terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variable dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki
kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee . Dengan
demikian, investor mengendalikan investee jika dan hanya jika, investor memiliki seluruh hal berikut ini:
a. Kekuasaan atas investee (misalnya hak yang ada saat ini yang memberi investor tersebut
kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan investee); b. Eksposur atau hak atas imbal hasil
variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan c. Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya
atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil. Pada umumnya, mayoritas hak suara
menghasilkan pengendalian. Ketika Entitas memiliki kurang dari mayoritas hak suara, atau serupa atas
investee, investor mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah
memiliki kekuasaan atas investee, termasuk: a. Pengaturan kontraktual dengan pemegang suara
lainnya dari investee; b. Hak-hak yang timbul dari pengaturan kontraktual; c. Hak suara dan hak suara
potential investor. Investor menilai kembali, apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan
keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.
Prosedur konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian: - Menggabungkan item sejenis seperti aset,
Page 12
liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dari entitas induk dengan entitas anaknya; - Menghapus (mengeliminasi) jumlah tercatat dari investasi entitas induk di setiap entitas anak dan bagian entitas induk pada ekuitas setiap entitas anak; - Mengeliminasi secara penuh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dalam intra kelompok usaha yang berkaitan dengan transaksi antara entitas-entitas dalam Kelompok Usaha. Entitas memasukkan penghasilan dan beban entitas anak dalam laporan keuangan konsolidasian dari tanggal diperolehnya pengendalian sampai dengan tanggal ketika entitas kehilangan pengendalian atas entitas anak. Penghasilan dan beban entitas anak didasarkan pada jumlah aset dan liabilitas yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian pada tanggal akuisisi. Entitas dan entitas anaknya disyaratkan untuk mempunyai kebijakan akuntansi dan tanggal pelaporan yang sama, atau konsolidasian berdasarkan informasi keuangan tambahan yang dibuat entitas anak. Kepentingan Non-pengendali (NCI) Entitas induk menyajikan NCI di laporan posisi keuangan konsolidasiannya dalam ekuitas, terpisah dari ekuitas pemilik entitas. Entitas mengatribusikan laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain kepada pemilik entitas induk dari kelompok usaha dan NCI, meskipun hal tersebut mengakibatkan NCI memiliki saldo defisit atas dasar kepentingan kepemilikan sekarang. Perubahan proporsi kepemilikan Perubahan kepemilikan entitas dalam entitas anak yang tidak menghasilkan kehilangan pengendalian di entitas anak adalah transaksi ekuitas (yaitu transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik). Ketika proporsi ekuitas yang dimiliki oleh NCI berubah, entitas menyesuaikan jumlah tercatat kepentingan pengendali dan NCI untuk mencerminkan perubahan kepemilikan relatifnya dalam entitas anak. Entitas tersebut mengakui secara langsung dalam ekuitas setiap perbedaan antara jumlah tercatat NCI yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima, dan mengatribusikannya kepada pemilik entitas induk. Kehilangan pengendalian Jika entitas induk kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka entitas induk: a. Menghentikan pengakuan aset dan liabilitas entitas anak terdahulu dari laporan posisi keuangan konsolidasian; b. Mengakui sisa investasi apapun pada entitas anak terdahulu pada saat hilangnya pengendalian dan selanjutnya mencatat sisa investasi tersebut dan setiap jumlah terutang oleh atau kepada entitas anak terdahulu sesuai dengan PSAK lain yang relevan. Sisa investasi tersebut diukur kembali dan pengukuran kembali tesebut dianggap sebagai nilai wajar ada saat pengakuan awal aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 55 (Revisi 2014), ?Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran?, atau, jika sesuai, biaya perolehan pada saat pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama; c. Mengakui keuntungan atau kerugian terkait dengan hilangnya pengendalian yang dapat diatribusikan pada kepentingan pengendali terdahulu. Entitas investasi ? pengecualian konsolidasi Entitas investasi tidak mengonsolidasi entitas anaknya atau menerapkan PSAK No. 22 (Revisi 2009), ?Kombinasi Bisnis? ketika entitas tersebut memperoleh pengendalian atas entitas lain. Ketika entitas menjadi, atau berhenti, menjadi entitas investasi, entitas menerapkan secara prospektif perubahan statusnya dari tanggal terjadinya perubahan status tersebut. Entitas investasi adalah entitas yang: a. Memperoleh dana dari satu atau lebih investor dengan tujuan memberikan investor tersebut jasa manajemen investasi; b. Menyatakan komitmen kepada investor bahwa tujuan bisnisnya adalah untuk menginvestasikan dana yang semata?mata untuk memperoleh imbal hasil dari kenaikan nilai modal, penghasilan investasi, atau keduanya; dan c. Mengukur dan mengevaluasi kinerja dari seluruh investasinya yang substansial berdasarkan pada nilai wajar. Entitas di syaratkan untuk mempertimbangkan semua fakta dan keadaan apakah entitas merupakan entitas investasi, termasuk tujuan dan desainnya seperti: a. Memiliki lebih dari satu investasi; b. Memiliki lebih dari satu investor; c. Memiliki investor yang bukan merupakan pihak-pihak berelasi dari entitas; d. Memiliki bagian kepemilikan dalam bentuk kepentingan ekuitas atau kepentingan serupa. Jika tidak terdapat karakteristik khusus tersebut tidak berarti mendiskualifikasikan entitas dari pengklasifikasian sebagai entitas investasi. Entitas investasi yang tidak memiliki seluruh karakterisktik khusus tersebut
Page 13
memberikan pengungkapan tambahan yang disyaratkan oleh PSAK No. 67, ?Pengungkapan
Kepentingan dalam Entitas Lain?. Entitas investasi disyaratkan untuk mengukur investasi dalam entitas
anak pada nilai wajar melalui laba rugi sesuai dengan PSAK No. 55 (Revisi 2014), ?Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran?. Karena entitas investasi tidak disyaratkan untuk
mengonsolidasi entitas anaknya, transaksi pihak berelasi intra kelompok usaha dan saldo tidak
dieliminasi. Pengecualian terhadap konsolidasi hanya diterapkan pada entitas investasi tesebut. Oleh
karenanya entitas induk dari entitas investasi mengonsolidasi seluruh entitas yang dikendalikannya,
termasuk entitas yang dikendalikan melalui entitas anak yang merupakan entitas investasi, kecuali
entitas induk itu sendiri merupakan entitas investasi. Persyaratan pengungkapan untuk laporan
keuangan konsolidasian diatur dalam PSAK No. 67, ?Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain?.
Sebagaimana diatur dalam PSAK No. 4 (Revisi 2013), ?Laporan Keuangan Tersendiri?, laporan
keuangan tersendiri (entitas induk) dapat disajikan hanya jika laporan tersebut merupakan informasi
tambahan pada laporan keuangan konsolidasian dan disajikan sebagai lampiran dalam laporan
keuangan konsolidasian. anak, asosiasi dan ventura bersama adalah metode biaya perolehan atau
sesuai dengan PSAK No. 55 (Revisi 2014), ?Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran?.
Laporan keuangan tersendiri terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas.
Kas dan setara kas Kas dan setara kas mencakup kas, bank, dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka Cash and cash equivalents
waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau
tidak dibatasi penggunaannya.
Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto Inventories
(lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan terdiri dari bahan baku langsung, jika sesuai,
upah langsung, dan biaya-biaya tidak langsung yang terjadi untuk membawa persediaan ke lokasi dan
kondisi sekarang. Nilai realisasi neto merupakan estimasi harga jual dikurangi semua estimasi biaya
penyelesaian dan biaya-biaya yang akan terjadi dalam memasarkan, menjual dan mendistribusi.
Penyisihan persediaan usang dilakukan atas dasar hasil penelaahan terhadap kondisi persediaan
pada akhir tahun.
Aset tetap Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan, kecuali tanah, dikurangi akumulasi penyusutan dan Fixed assets
rugi penurunan nilai. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight line
method) selama umur manfaat aset. Taksiran masa manfaat ekonomis sebagai berikut: Perlengkapan
kantor : 4 tahun Kendaraan : 8 tahun Pada setiap akhir tahun buku, manajemen mengkaji ulang nilai
residu, umur manfaat dan metode penyusutan, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara
prospektif. Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan, kecuali dapat dibuktikan
bahwa tanah tersebut mempunyai umur manfaat tertentu. Biaya tertentu sehubungan dengan
perolehan tanah pada saat perolehan pertama kali diakui sebagai bagian perolehan tanah. Beban
perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian pada saat terjadinya; Biaya penggantian atau inspeksi yang signifikan dikapitalisasi pada
saat terjadinya, dan jika besar kemungkinan manfaat ekonomis dimasa depan berkenaan dengan aset
tersebut akan mengalir ke kelompok usaha, dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada
manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi
Page 14
yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 48 (Revisi 2013), ?Penurunan Nilai Aset?. PSAK ini tidak Impairment of non-financial assets
diterapkan untuk persediaan, aset yang timbul dari kontrak konstruksi, aset pajak tangguhan, aset
yang timbul dari imbalan kerja, aset keuangan, properti investasi pada nilai wajar, aset kontrak
asuransi, aset tidak lancar dimiliki untuk dijual. PSAK ini diterapkan untuk aset tetap, properti investasi
pada biaya perolehan, aset takberwujud dan goodwill, investasi pada entitas anak, entitas asosiasi dan
ventura bersama pada biaya perolehan. Pada setiap akhir periode pelaporan, kelompok usaha menilai
apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau
pada saat pengujian secara tahunan penurunan nilai aset diperlukan, maka kelompok usaha membuat
estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan suatu aset atau CGU adalah jumlah yang
lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakainya. Jika jumlah terpulihkan
suatu aset lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat harus diturunkan menjadi sebesar terpulihkan.
Kerugian penurunan nilai diakui segera dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian, kecuali berkaitan dengan aset revaluasian dimana rugi penurunan nilai diperlakukan
sebagai penurunan revaluasi di OCI. Jika jumlah terpulihkan adalah nilai wajar dikurangi biaya
pelepasan, tingkat hirarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar dikategorikan, teknik penilaian
yang digunakan untuk mengukur nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan asumsi utama yang
digunakan dalam pengukuran nilai wajar pengukuran dikategorikan dalam ?level 2? dan ?level 3? dari
hirarki nilai wajar adalah dengan mengacu pada PSAK No. 68, ?Pengukuran Nilai Wajar?, (lihat
catatan 3b). Jumlah terpulihkan dari jenis aset takberwujud berikut diukur setiap tahunnya apakah
terdapat atau tidak ada indikasi bahwa nilainya mungkin menurun. Dalam beberapa hal, perhitungan
rinci jumlah terpulihkan terkini yang dibuat dalam periode sebelumnya dapat digunakan dalam uji
penurunan nilai atas aset tersebut pada periode berjalan: - Aset tak berwujud dengan umur manfaat
tidak terbatas; - Aset tak berwujud belum tersedia untuk digunakan; - Goodwill yang diperoleh dalam
suatu kombinasi bisnis. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk
aset selain goodwill dibalik jika, dan hanya jika, terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan
untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam
hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga
jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi
penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi
penurunan nilai diakui sebagai keuntungan dalam laporan laba rugi kecuali terkait dengan aset
revaluasian dimana pembalikan diperlakukan sebagai kenaikan revaluasi dalam OCI. Setelah
pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan dalam periode mendatang untuk
mengalokasikan jumlah tercatat aset revisian, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis
selama sisa umur manfaatnya. Goodwill diuji untuk penurunan nilai setiap tahun dan ketika keadaan
yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat mungkin menurun. Penurunan nilai goodwill ditetapkan
dengan menilai jumlah terpulihkan dari masing-masing unit penghasil kas (CGU) atau kelompok CGU
untuk mana goodwill terkait. Di mana jumlah terpulihkan CGU lebih kecil dari jumlah tercatatnya, rugi
penurunan nilai diakui. Penurunan yang berkaitan dengan goodwill tidak dapat dibalik di masa
mendatang.
Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan diukur berdasarkan imbalan yang Perusahaan perkirakan menjadi haknya dalam kontrak Revenue and expense recognition
dengan pelanggan. Perusahaan mengakui pendapatan Ketika mengalihkan pengendalian barang atau
jasa kepada pelanggan. Penjualan token listrik diakui pada saat pengalihan pengendalian atas saldo
token listrik telah berpindah kepada pelanggan, yaitu pada saat kode token listrik diterima. Pendapatan
bunga dan beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
Page 15
komprehensif lain secara akrual menggunakan metode suku bunga efektif. Jika aset keuangan atau
kelompok aset keuangan dalam kategori pinjaman diberikan dan piutang mengalami penurunan nilai,
maka pendapatan bunga yang diperoleh setelah pengakuan penurunan nilai tersebut diakui
berdasarkan suku bunga yang digunakan untuk mendiskontokan arus kas masa depan pada saat
perhitungan penurunan nilai. Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis). Biaya transaksi yang
terjadi dan dapat diatribusikan secara langsung terhadap perolehan atau penerbitan instrument
keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi diamortisasi sepanjang umur
instrumen keuangan menggunakan metode suku bunga efektif dan dicatat sebagai bagian dari
pendapatan bunga untuk biaya transaksi terkait aset keuangan dan sebagai bagian dari beban bunga
untuk biaya transaksi terkait liabilitas keuangan.
Transaksi dengan pihak berelasi Kelompok Usaha melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikan dalam Transactions with related parties
PSAK No. 7 (Revisi 2010), ?Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi? dan PSAK No. 7 (Penyesuaian
2015), ?Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi?. PSAK ini mensyaratkan pengungkapan hubungan,
transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen dalam laporan keuangan konsolidasian
dan laporan keuangan tersendiri entitas induk dan juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara
individual PSAK ini juga memberikan pengecualian dari persyaratan umum pengungkapan pihak
berelasi atas transaksi dengan pemerintah dan entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, atau
dipengaruhi secara signifikan oleh Pemerintah (entitas berelasi dengan Pemerintah). Pihak berelasi
adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya (entitas
pelapor). a. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut: (i) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; (ii) Memiliki
pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau (iii) Personil manajemen kunci entitas pelapor atau
entitas induk entitas pelapor. b. Suatu entitas mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika entitas jika
memenuhi salah satu hal berikut: (i) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha
yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
(ii) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi
atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain
tersebut adalah anggotanya). (iii) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga
yang sama. (iv) Suatu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
entitas asosiasi dari entitas ketiga. (v) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan paska kerja
untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas lain yang terkait dengan entitas pelapor.
Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor
juga berelasi dengan entitas pelapor. (vi) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh
orang yang diidentifikasikan dalam huruf (a). (vii) Orang yang didentifikasikan dalam huruf (a.i) memiliki
pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana
persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak
yang tidak berelasi. Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik
yang dilakukan dengan atau tidak dengan persyaratan dan kondisi sebagaimana yang dilakukan
dengan pihak-pihak yang tidak mempunyai hubungan pihak-pihak berelasi, telah diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan.
Pajak penghasilan Grup menerapkan PSAK No. 46 (Revisi 2014) ?Pajak Penghasilan?. Pajak kini Beban pajak Income taxes
penghasilan merupakan jumlah dari pajak penghasilan badan yang terutang saat ini dan pajak
tangguhan. Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan dan lalu diukur sebesar jumlah yang
diharapkan dapat restitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan
pajak yang digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara
substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan di
Page 16
laporan posisi keuangan, atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
Penghasilan kena pajak berbeda dengan laba yang dilaporkan dalam laba atau rugi karena
penghasilan kena pajak tidak termasuk bagian dari pendapatan atau beban yang dikenakan pajak atau
dikurangkan ditahun-tahun yang berbeda, dan juga tidak termasuk bagian-bagian yang tidak dikenakan
pajak atau tidak dapat dikurangkan. Koreksi terhadap liabilitas perpajakan dicatat saat surat ketetapan
pajak diterima atau apabila dilakukan banding ketika hasil banding diputuskan. Pajak tangguhan Pajak
tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaaan temporer pada tanggal
pelaporan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dan jumlah tercatatnya untuk tujuan
pelaporan keuangan pada tanggal pelaporan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua
perbedaan temporer yang kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer
yang boleh dikurangkan dan rugi fiskal yang belum terpakai, sepanjang besar kemungkinan besar laba
kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan rugi fiskal yang
belum terpakai tersebut dapat dimanfaatkan. Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan
temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi pajak yang belum dikompensasikan, bila
kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer tersebut dapat
dikurangkan dan rugi pajak belum dikompensasikan tersebut dapat dimanfaatkan. Liabilitas pajak
tangguhan dan aset pajak tangguhan (jika memenuhi kriteria) diakui atas perbedaan temporer kena
pajak terkait dengan investasi pada entitas anak dan asosiasi, kecuali yang waktu pembalikannya
dapat dikendalikan dan kemungkinan besar perbedaan temporer tersebut tidak akan dibalik dimasa
depan yang dapat diperkirakan. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal
pelaporan dan nilai tercatat aset pajak tangguhan tersebut diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak
memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Aset pajak
tangguhan yang belum diakui sebelumnya ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan diakui
sepanjang laba kena pajak yang akan datang kemungkinan besar akan tersedia untuk dipulihkan.
pajak yang diharapkan akan dipakai pada saat aset direalisasikan berdasarkan tarif pajak dan
peraturan perpajakan yang berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan.
Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan perubahan tarif pajak
dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung
dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Pajak tangguhan sehubungan dengan bagian yang diakui
diluar laba atau rugi diakui diluar laba atau rugi. Pajak tangguhan tersebut diakui berkaitan dengan
transaksi baik yang ada di penghasilan komprehensif lain atau langsung dibebankan ke ekuitas. Aset
pajak tangguhan dan liabilitas aset pajak tangguhan disaling-hapuskan jika terdapat hak secara hukum
untuk melakukan saling hapus atas aset pajak kini atau aset dan liabilitas pajak tangguhan pada
entitas yang sama, atau kelompok usaha yang bermaksud untuk menyelesaikan aset dan liabilitas
lancar berdasarkan jumlah neto.
Imbalan kerja karyawan Grup menerapkan Amandemen PSAK No. 24 (2015), ?Imbalan Kerja?, dimana semua keuntungan Employee benefits
(kerugian) aktuaria dari liabilitas imbalan kerja Perusahaan harus diakui secara langsung di dalam
penghasilan komprehensif lain. Kebijakan akuntansi Perusahaan sebelumnya yang masih
menanggguhkan keuntungan (kerugian) aktuaria dengan metode koridor tidak lagi diperbolehkan.
Metode penilaian aktuarial yang digunakan untuk menentukan nilai kini imbalan kerja, beban jasa kini
yang terkait, dan beban jasa lalu adalah metode Projected Unit Credit Method. Penyisihan biaya jasa
masa lalu ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa kerja rata-rata yang diharapkan dari
karyawan yang memenuhi syarat tersebut. Selain itu, penyisihan untuk biaya jasa kini dibebankan
langsung pada operasi tahun berjalan. Keuntungan atau kerugian aktuarial yang timbul dari
penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban
apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial neto yang belum diakui pada akhir periode
pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti atau 10% dari nilai wajar
Page 17
aset dana pensiun, pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian aktuarial yang melebihi batas
10% tersebut diakui atas dasar metode garis lurus selama ekspektasi rata-rata sisa masa kerja
karyawan yang memenuhi syarat. Grup mengakui laba atau rugi dari kurtailmen pada saat kurtailmen
terjadi. Keuntungan atau kerugian kurtailmen terdiri dari, perubahan yang terjadi dalam nilai kini
kewajiban pensiun manfaat pasti dan keuntungan atau kerugian aktuarial dan biaya jasa lalu yang
belum diakui sebelumnya.
Pelaporan segmen Kelompok Usaha melaporkan informasi segmen yang memungkinkan pengguna laporan keuangan Segment reporting
untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan
lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi. Sebuah segmen operasi adalah sebuah komponen
dari entitas yang: a. Terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan
menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain
dari entitas yang sama); b. Hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan
operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut
dan menilai kinerjanya; dan c. Tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Grup melakukan
segmentasi pelaporan berdasarkan informasi keuangan yang digunakan oleh pengambil keputusan
operasional dalam mengevaluasi kinerja segmen dan menentukan alokasi sumber daya yang
dimilikinya. Segmentasi berdasarkan aktivitas dari setiap kegiatan operasi entitas legal di dalam
kelompok usaha.
Penerapan standar akutansi baru Dewan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia telah mengeluarkan beberapa standar akuntansi The implementation of new statements of
keuangan dan interpretasi baru atau revisi di bawah ini, yang relevan dengan laporan keuangan accounting standards
Perusahaan yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2022 sebagai berikut: The Indonesian Financial
Accounting Standards Board hasissued several new standards and interpretations or revisions below,
which are relevant to the Company's financial statements beginning on January 1, 2022 as follows: a.
Amandemen PSAK 22, ?Kombinasi bisnis?; a. Amendments to PSAK 22, ?Business combination?; b.
Amandemen PSAK 57, ?Provisi, Liabilitas Kontijensi dan asset Kontijensi?. c. PSAK No. 71,
?Instrumen Keuangan?, mengatur klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan berdasarkan
karakteristik dari arus kas kontraktual dan model bisnis entitas; metode kerugian kredit ekspektasian
untuk penurunan nilai yang menghasilkaninformasi yang lebih tepat waktu, relevan dan dimengerti oleh
pemakai laporan keuangan; akuntansi untuk lindung nilai yang merefleksikan manajemen risiko entitas
lebih baik dengan memperkenalkan persyaratan yang lebih umum berdasarkan pertimbangan
manajemen. PSAK ini juga mengatur bahwa aset keuangan dengan fitur pelunasan dipercepat yang
dapat menghasilkan kompensasi negatif memenuhi kualifikasi sebagai arus kas kontraktual yang
berasal dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah terutang. c. SFAS No. 71, ?Financial
Instruments?, provides for classification and measurement of financial instrumentbased on the
characteristics of contractual cash flows and business model of the entity; expected credit loss
impairment model that resulting information more timely, relevant and understandable to users of
financial statements; accounting for hedging that reflect the entity?s risk management better by
introducea more general requirements based on management?s judgment. This SFAS also provides
that a financial asset with prepayment features that may result in negative compensation qualifies as a
contractual cash flow derived solely from the principal and interest of the principal amount owed. d.
PSAK No. 72, ?Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan?, yang diadopsi dari IFRS 15 yang
mengatur model pengakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, sehingga entitas diharapkan
dapatmelakukan analisis sebelum mengakui pendapatan. e. PSAK No. 73, ?Sewa?, menetapkan
prinsip pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan atas sewa dengan memperkenalkan
model akuntansi tunggal dengan mensyaratkan untuk mengakui aset hak-guna (right-of-use assets)
dan liabilitas sewa. Terdapat 2 pengecualian opsional dalam pengakuan aset danliabilitas sewa, yakni
untuk: (1) sewa jangka pendek dan (2) sewa yang aset pendasarnya (underlying assets) bernilai
Page 18
rendah. Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan substansial
terhadap kebijakan akuntansi perusahaan dan tidak memiliki dampak yang material terhadap laporan
keuangan ditahun berjalan dan tahun sebelumnya.
Aset takberwujud Grup menerapkan PSAK No. 19 (Revisi 2010). Selain itu Grup juga menerapkan ISAK No. 14 (2011), Intangible assets
?Biaya Situs Web? termasuk PSAK No. 19 (Penyesuaian 2015), ?Aset Takberwujud? dan
Amandemen 2015 PSAK No. 19, ?Aset Takberwujud tentang Klarifikasi Metode yang Diterima untuk
Penyusutan dan Amortisasi?. PSAK No. 19 (Penyesuaian 2015) memberikan klarifikasi pada paragraf
80 terkait model revaluasi, bahwa ketika entitas menggunakan model revaluasi, jumlah tercatat aset
disajikan kembali pada jumlah revaluasiannya. Amandemen 2015 PSAK No. 19 memberikan klarifikasi
tentang anggapan bahwa pendapatan adalah dasar yang tidak tepat dalam mengukur pemakaian
manfaat ekonomi aset takberwujud dapat dibantah dalam keadaan terbatas tertentu. Aset takberwujud
dapat diakui hanya apabila: i. Kemungkinan besar akan diperoleh manfaat ekonomi masa depan dari
aset tersebut; dan ii. Biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal. Aset takberwujud pada
awalnya diakui sebesar biaya perolehan atau jumlah yang diatribusikan ke aset tersebut saat pertama
kali diakui, apabila dapat diterapkan. Grup telah memilih model biaya (cost model) sebagai kebijakan
akuntansi pengukuran aset takberwujudnya. Aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas (finite)
diamortisasi secara sistematis selama umur manfaatnya. Aset takberwujud dengan umur manfaat tidak
terbatas (indefinite) tidak perlu diamortisasi, namun secara tahunan wajib dilakukan perbandingan
antara nilai tercatat dengan nilai yang dapat dipulihkan. Taksiran masa manfaat ekonomis sebagai
berikut: Perangkat lunak (4-8 Tahun).
Beban dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka dibebankan pada usaha sesuai masa manfaat biaya dengan menggunakan Prepaid expenses
metode garis lurus. Uang muka merupakan pembayaran atas pengadaan barang dan/atau jasa yang
akan diperhitungkan demikian dengan harga barang dan atau jasa yang diterima.
Instrumen keuangan Klasifikasi Sejak tanggal 1 Januari 2020, Grup mengklasifikasikan aset keuangan dalam kategori Financial instruments
pengukuran berikut: a. Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. b. Aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. c. Aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Klasifikasi tersebut tergantung pada model bisnis Grup untuk
mengelola aset keuangan dan persyaratan kontraktual arus kas apakah semata dari pembayaran
pokok dan bunga. Aset keuangan dengan derivatif melekat dipertimbangkan secara keseluruhan saat
menentukan apakah arus kasnya hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga. Untuk aset yang
diukur pada nilai wajar, keuntungan dan kerugian akan dicatat dalam laba rugi atau penghasilan
komprehensif lain. Untuk investasi pada instrumen ekuitas yang tidak dimiliki untuk diperdagangkan,
hal ini akan tergantung pada apakah Grup telah melakukan pemilihan tak terbatalkan pada saat
pengakuan awal untuk mencatat investasi ekuitas pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain. Pengukuran Pada pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah,
dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset keuangan. Biaya transaksi dari aset keuangan
yang dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan pada laba rugi. Kebijakan akuntansi atas
pengukuran selanjutnya atas aset keuangan Grup dibedakan berdasarkan jenis instrumen keuangan
sebagai berikut: a. Instrumen utang Pengukuran selanjutnya instrumen utang bergantung pada model
bisnis Grup dalam mengelola aset dan karakteristik arus kas dari aset tersebut. i. Biaya perolehan
amortisasi Aset yang dimiliki untuk mengumpulkan arus kas kontraktual dimana arus kas tersebut
hanya mewakili pembayaran pokok dan bunga diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Page 19
Keuntungan atau kerugian dari investasi utang yang selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dan bukan merupakan bagian dari hubungan lindung nilai, diakui dalam laba rugi pada
saat aset tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai. Pendapatan bunga dan
asset keuangan tersebut dimasukkan ke dalam pendapatan keuangan dengan menggunakan metode
suku bunga efektif. ii. Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain Aset yang dimiliki untuk
mendapatkan arus kas kontraktual dan untuk menjual aset keuangan, di mana arus kas aset tersebut
hanya atas pembayaran pokok dan bunga, diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain. Perubahan nilai tercatat dilakukan melalui penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk
pengakuan keuntungan atau kerugian penurunan nilai, pendapatan bunga dan keuntungan dan
kerugian selisih kurs yang diakui dalam laba rugi. Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya,
keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui di penghasilan komprehensif lain
direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi dan diakui dalam ?beban lain-lain ? bersih?. Pendapatan bunga
dari aset keuangan tersebut dimasukkan ke dalam pendapatan keuangan dengan menggunakan
metode suku bunga efektif. Keuntungan/(kerugian) selisih kurs dan beban penurunan nilai disajikan
dalam ?beban lain-lain ? bersih? iii. Nilai wajar melalui laba rugi Aset yang tidak memenuhi kriteria
untuk biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi. Keuntungan atau kerugian dari investasi utang yang selanjutnya diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi, dan bukan merupakan bagian dari hubungan lindung nilai, diakui di
laba rugi dalam ?beban lain-lain, bersih? dalam periode kemunculannya. b. Instrumen Ekuitas Grup
selanjutnya mengukur semua investasi ekuitas pada nilai wajar. Jika manajemen Grup telah memilih
untuk menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar atas investasi ekuitas dalam penghasilan
komprehensif lain, tidak ada reklasifikasi keuntungan dan kerugian nilai wajar ke laba rugi setelah
penghentian pengakuan investasi tersebut. Dividen dari investasi semacam itu tetap diakui dalam laba
rugi sebagai pendapatan lainnya ketika hak Grup untuk menerima pembayaran ditetapkan. Instrumen
keuangan disalinghapus Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan jumlah netonya
dilaporkan pada laporan posisi keuangan ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk menyelesaikan
secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan Peristiwa setelah periode pelaporan adalah peristiwa yang terjadi antara akhir periode pelaporan dan Events after reporting period
tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit baik peristiwa yang menguntungkan maupun yang
tidak. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat dibagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu: a. Peristiwa yang
memberikan adanya bukti atas adanya kondisi pada akhir periode pelaporan (peristiwa penyesuaian
setelah periode pelaporan); b. Peristiwa yang mengindikasikan timbulnya kondisi setelah periode
pelaporan (peristiwa non penyesuaian setelah periode pelaporan).
Penerapan standar akuntansi baru Dewan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia telah mengeluarkan beberapa standar akuntansi Adoption of new accounting standards
keuangan dan interpretasi baru atau revisi di bawah ini, yang relevan dengan laporan keuangan
Perusahaan yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2022 sebagai berikut: The Indonesian Financial
Accounting Standards Board hasissued several new standards and interpretations or revisions below,
which are relevant to the Company's financial statements beginning on January 1, 2022 as follows: a.
Amandemen PSAK 22, ?Kombinasi bisnis?; a. Amendments to PSAK 22, ?Business combination?; b.
Amandemen PSAK 57, ?Provisi, Liabilitas Kontijensi dan asset Kontijensi?. c. PSAK No. 71,
?Instrumen Keuangan?, mengatur klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan berdasarkan
karakteristik dari arus kas kontraktual dan model bisnis entitas; metode kerugian kredit ekspektasian
untuk penurunan nilai yang menghasilkaninformasi yang lebih tepat waktu, relevan dan dimengerti oleh
pemakai laporan keuangan; akuntansi untuk lindung nilai yang merefleksikan manajemen risiko entitas
lebih baik dengan memperkenalkan persyaratan yang lebih umum berdasarkan pertimbangan
Page 20
manajemen. PSAK ini juga mengatur bahwa aset keuangan dengan fitur pelunasan dipercepat yang dapat menghasilkan kompensasi negatif memenuhi kualifikasi sebagai arus kas kontraktual yang berasal dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah terutang. c. SFAS No. 71, ?Financial Instruments?, provides for classification and measurement of financial instrumentbased on the characteristics of contractual cash flows and business model of the entity; expected credit loss impairment model that resulting information more timely, relevant and understandable to users of financial statements; accounting for hedging that reflect the entity?s risk management better by introducea more general requirements based on management?s judgment. This SFAS also provides that a financial asset with prepayment features that may result in negative compensation qualifies as a contractual cash flow derived solely from the principal and interest of the principal amount owed. d. PSAK No. 72, ?Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan?, yang diadopsi dari IFRS 15 yang mengatur model pengakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, sehingga entitas diharapkan dapatmelakukan analisis sebelum mengakui pendapatan. e. PSAK No. 73, ?Sewa?, menetapkan prinsip pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan atas sewa dengan memperkenalkan model akuntansi tunggal dengan mensyaratkan untuk mengakui aset hak-guna (right-of-use assets) dan liabilitas sewa. Terdapat 2 pengecualian opsional dalam pengakuan aset danliabilitas sewa, yakni untuk: (1) sewa jangka pendek dan (2) sewa yang aset pendasarnya (underlying assets) bernilai rendah. Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi perusahaan dan tidak memiliki dampak yang material terhadap laporan keuangan ditahun berjalan dan tahun sebelumnya.
Page 21
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Current Year
30 June 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and Addition in property, plant, Property, plant, and
equipment, beginning period and equipment equipment, end period
Nilai perolehan, kotor Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment, Carrying amount, gross
4,432,717,420 8,500,000 4,441,217,420
dimiliki langsung directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
151,877,333 151,877,333
langsung
Dimiliki langsung 4,584,594,753 8,500,000 4,593,094,753 Directly owned
Bangunan, aset hak guna 305,540,949 305,540,949 Building, right of use assets
Aset hak guna 305,540,949 305,540,949 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
4,890,135,702 8,500,000 4,898,635,702
equipment
Akumulasi depresiasi Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment, Carrying amount, accumulated
3,299,769,940 326,690,272 3,626,460,212
dimiliki langsung directly owned depreciation
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
151,877,333 151,877,333
langsung
Dimiliki langsung 3,451,647,273 326,690,272 3,778,337,545 Directly owned
Bangunan, aset hak guna 305,540,949 305,540,949 Building, right of use assets
Aset hak guna 305,540,949 305,540,949 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
3,757,188,222 326,690,272 4,083,878,494
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
1,132,947,480 814,757,208
equipment
Page 22
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and Addition in property, plant, Property, plant, and
equipment, beginning period and equipment equipment, end period
Nilai perolehan, kotor Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment, Carrying amount, gross
4,432,717,420 4,432,717,420
dimiliki langsung directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
151,877,333 151,877,333
langsung
Dimiliki langsung 4,584,594,753 4,584,594,753 Directly owned
Bangunan, aset hak guna 305,540,949 305,540,949 Building, right of use assets
Aset hak guna 305,540,949 305,540,949 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
4,890,135,702 4,890,135,702
equipment
Akumulasi depresiasi Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment, Carrying amount, accumulated
2,503,734,932 796,035,008 3,299,769,940
dimiliki langsung directly owned depreciation
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
137,353,813 14,523,520 151,877,333
langsung
Dimiliki langsung 2,641,088,745 810,558,528 3,451,647,273 Directly owned
Bangunan, aset hak guna 182,003,367 123,537,582 305,540,949 Building, right of use assets
Aset hak guna 182,003,367 123,537,582 305,540,949 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
2,823,092,112 934,096,110 3,757,188,222
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
2,067,043,590 1,132,947,480
equipment
Page 23
[1611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Pada kurun periode tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat aset tetap yang Disclosure of notes for property, plant and
diasuransikan. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas aset tetap dari equipment
kurun waktu 30 Juni 2023 dari 31 Desember 2022 yang sangat signifikan
Page 24
[1630000] Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Catatan atas persediaan Notes for inventories
30 June 2023 31 December 2022
Lainnya 271,453,699,157 170,801,474,797 Other inventories
Persediaan, kotor 271,453,699,157 170,801,474,797 Inventories, gross
Persediaan 271,453,699,157 170,801,474,797 Inventories
Persediaan lancar 271,453,699,157 170,801,474,797 Current inventories
Page 25
[1632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan Tidak ada persediaan yang dijadikan jaminan atas pinjaman kepada pihak lain. Manajemen Disclosure of notes for inventories
berpendapat bahwa nilai tercatat persediaan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 telah
mencerminkan nilai realisasi bersihnya dan selaras dengan upaya meningkatkan volume transaksi
penjualan pada tahun 2023.
Page 26
[1670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - General
Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 June 2023 30 June 2022
Barang jadi awal 170,801,474,797 188,152,820,117 Beginning finish goods inventory
Pembelian barang jadi 1,154,446,416,250 Purchased finish goods inventory
Barang jadi akhir 271,453,699,157 Ending finish goods inventory
Beban pokok pendapatan Other cost of goods sold
93,344,850
lainnya
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
1,053,887,536,740 1,836,192,251,688
pendapatan
Page 27
[1671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas beban pokok Seluruh penjualan merupakan pendapatan dari pihak ketiga. Selama periode 30 Juni 2023 dan 30 Juni Disclosure of notes for cost of goods sold
penjualan 2022, tidak terdapat penjualan bersih kepada satu pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah
pendapatan bersih.
Page 28
[1691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Page 29
[1691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Page 30
[1692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
Page 31
[1693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
30 June 2023 31 December 2022
Utang bank jangka Utang bank jangka
pendek, nilai dalam Utang bank jangka pendek pendek, nilai dalam Utang bank jangka pendek
mata uang asing mata uang asing
Short-term bank loan, Short-term bank loan,
amount in foreign Short term bank loans amount in foreign Short term bank loans
currency currency
Bank Rakyat Indonesia IDR 4,999,956,905 4,999,956,905 IDR Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk Mata uang 4,999,956,905 4,999,956,905 Currency (Persero) Tbk
Kreditur nama bank Mata uang 4,999,956,905 Currency Creditor bank name
Page 32
[1693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka a. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Fasilitas kredit modal kerja Rp3.500.000.000 yang Disclosure of notes for short-term bank loans
pendek diberikan sesuai dengan perjanjian yang dibuat antara PT Hensel Davest Indonesia dan PT Bank BRI
Tbk. Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 13,50% sebagai batas atas dan 9,95% sebagai
batas bawah. Berdasarkan surat pemberitahuan penawaran kredit Nomor B.103-KC-XIII/ADK/03/2020
tertanggal 27 Maret 2020 dan berlaku sejak tanggal 30 April 2020 selama 12 bulan dan harus dibayar
lunas selambatnya pada tanggal 30 April 2021. Adendum Perjanjian Kredit Modal Kerja Adendum I
Fasilitas kredit modal kerja Rp3.500.000.000 yang diberikan sesuai dengan perjanjian yang dibuat
antara PT Hensel Davest Indonesia dan PT Bank BRI Tbk. Pinjaman tersebut dikenakan bunga
sebesar 13,50% sebagai batas atas dan 9,95% sebagai batas bawah. Berdasarkan Akta Perjanjian
Kredit Addendum Pertama No : 05 tanggal 05 Mei 2021 Notaris Tuti Muhajji, S.H,. M.Kn tentang
pengajuan permohonan kepada Bank untuk diberikan Perpanjangan jangka waktu kredit. Pada Surat
Penawaran Putusan Kredit (SPPK) No. B.130-KC.XIII/ADK/04/2021 tertanggal 29 April 2021 Bank
telah menyetujui permohonan Debitur untuk perpanjangan Waktu kredit. Berlaku sejak tanggal 30 April
2021 dan diadakan untuk jangka waktu 12 Bulan dan harus dibayar lunas selambatnya pada tanggal
30 April 2022. Fasilitas kredit modal kerja Rp1.500.000.000 yang diberikan sesuai dengan perjanjian
yang dibuat antara PT Hensel Davest Indonesia dan PT Bank BRI Tbk. Pinjaman tersebut dikenakan
bunga sebesar 13,50% sebagai batas atas dan 9,95% sebagai batas bawah. Berdasarkan surat
pemberitahuan penawaran kredit Nomor B.130-KC-XIII/ADK/04/2021 tertanggal 29 April 2021 dan
berlaku sejak tanggal 31 Mei 2021 selama 12 bulan dan harus dibayar lunas selambatnya pada
tanggal 31 Mei 2022. Adendum II Fasilitas kredit modal kerja Rp3.500.000.000 yang diberikan sesuai
dengan perjanjian yang dibuat antara PT Hensel Davest Indonesia dan PT Bank BRI Tbk. Pinjaman
tersebut dikenakan bunga sebesar 11,75% sebagai batas atas dan 9,75% sebagai batas bawah.
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Addendum Kedua No : 55 tanggal 28 April 2022 Notaris Tuti
Muhajji, S.H,. M.Kn tentang pengajuan permohonan kepada Bank untuk diberikan Perpanjangan
jangka waktu kredit. Pada Surat Penawaran Putusan Kredit (SPPK) No. B.132-KC.XIII/ADK/04/2021
tertanggal 27 April 2022 Bank telah menyetujui permohonan Debitur untuk perpanjangan waktu kredit.
Berlaku sejak tanggal 30 April 2022 dan diadakan untuk jangka waktu 12 Bulan dan harus dibayar
lunas selambatnya pada tanggal 30 April 2023. Sampai laporan keuangan ini diterbitkan perjanjian ini
sedang dalam proses perpanjangan. Fasilitas kredit modal kerja Rp1.500.000.000 yang diberikan
sesuai dengan perjanjian yang dibuat antara PT Hensel Davest Indonesia dan PT Bank BRI Tbk.
Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 11,75% sebagai batas atas dan 9,75% sebagai batas
bawah. Berdasarkan surat pemberitahuan penawaran kredit Nomor B.132-KC-XIII/ADK/04/2022
tertanggal 27 April 2022 dan berlaku sejak tanggal 31 Mei 2022 selama 12 bulan dan harus dibayar
lunas selambatnya pada tanggal 31 Mei 2023. Pinjaman bank tersebut dijamin dengan: Agunan pokok
1. Perjanjian Barang diikat Fidusia lama sebesar Rp500.000.000 2. Piutang diikat dibawah tangan
menggunakan PJ 07-07A sebesar Rp1.000.000.000.000 Agunan tambahan: 1. Tanah seluas 157 m2
milik Nyonya Selvy Hamzano, yang berlokasi di Tamalate, Tanjung Merdeka, Makassar, Sulawesi
Selatan, sebagaimana tertera dalam Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 23573. 2. Tanah seluas 110 m2
milik Nyonya Selvy Hamzano, yang berlokasi di Makassar, Lariang Bangi, Makassar, Sulawesi Selatan,
sebagaimana tertera dalam Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 20182. 3. Tanah seluas 97 m2 milik Hendra
Page 33
Gomulya, yang berlokasi di Tamalate, Balang Baru, Makassar, Sulawesi Selatan, sebagaimana tertera dalam Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 20499. 4. Tanah seluas 94 m2 milik Hendra Gomulya, yang berlokasi di Tamalate, Balang Baru, Makassar, Sulawesi Selatan, sebagaimana tertera dalam Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 20507. Atas pinjaman-pinjaman yang diterima Perusahaan, umumnya para kreditur mensyaratkan adanya pembatasan-pembatasan dan kewajiban tertentu yang harus dipenuhi oleh Perusahaan, yang pada umumnya meliputi: - Memperoleh pinjaman/kredit baru dari Bank atau Lembaga Keuangan lain. - Melakukan investasi baru diatas Rp20.000.000.000 - Mengikatkan diri sebagai penjamin terhadap pihak lain dan atau menjaminkan kekayaan debitur kepada pihak lain, kecuali yang sudah ada saat ini. - Mengadakan transaksi dengan seseorang atau pihak lain, termasuk tidak terbatas pada perusahaan afiliasinya, dengan cara-cara yang diluar praktik-praktik dan kebiasaan yang wajar dan melakukan pembelian lebih mahal serta melakukan penjualan lebih murah dari harga pasar. - Mengajukan permohonan pernyataan pailit kepada Pengadilan Niaga untuk menyatakan pailit debitur sendiri. - Menjual dan menyewakan asset yang diagunkan di Bank Rakyat Indonesia kepada pihak lain. - Mengalihkan atau menyerahkan kepada pihak lain sebagian atau seluruhnya atas hak dan kewajiban yang timbul berkaitan dengan fasilitas kredit.
Page 34
[1696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 7
LK Q2 2023 HDIT.pdf
done
instance.zip
done
inlineXBRL.zip
done
FinancialStatement-2023-II-HDIT.xlsx
done