Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 63
Page 1
Nomor Surat 042/LCTTBK-CORSEC/VII/2023
Nama Emiten PT Lotte Chemical Titan Tbk.
Kode Emiten FPNI
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 6 Bulan yang berakhir pada 30/06/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
1 PT. Lotte Industri Indonesia 1993 Aktif 165.429 RIBUAN USD 99.85
Chemical Polyethylene,
Titan Perdagangan
Nusantara Besar dan
Real Estate
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Lotte Chemical Titan Tbk. yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik.
PT Lotte Chemical Titan Tbk. bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 June 2023
Nama entitas PT Lotte Chemical Titan Tbk. Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas FPNI Entity code
Nomor identifikasi entitas AA383 Entity identification number
Industri utama entitas Umum / General Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor B. Basic Materials Sector
Subsektor B1. Basic Materials Subsector
Industri B11. Chemicals Industry
Subindustri B111. Basic Chemicals Subindustry
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
Foreign Corporation
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Pengembangan / Development
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas grup / Group entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal II / Second Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan June 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya June 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Dollar Amerika / USD Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah 15,026.00000 presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Ribuan / In Thousand statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Page 3
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[1210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - General Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 June 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
21,063 31,225
equivalents
Investasi jangka pendek 8,500 Short-term investments
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
9,393 10,659
ketiga parties
Piutang usaha pihak Trade receivables
5,407 3,816
berelasi related parties
Piutang lainnya Other receivables
Piutang lainnya pihak Other receivables third
1,681 678
ketiga parties
Piutang lainnya pihak Other receivables
28 46
berelasi related parties
Persediaan lancar Current inventories
Persediaan lancar 49,038 60,361 Current inventories
Biaya dibayar dimuka Current prepaid expenses
462 263
lancar
Pajak dibayar dimuka Current prepaid taxes
6,232 2,941
lancar
Aset non-keuangan lancar Other current non-financial
2,186 825
lainnya assets
Jumlah aset lancar 95,490 119,314 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Aset pajak tangguhan 4 3 Deferred tax assets
Properti investasi 10,108 10,108 Investment properties
Aset tetap Property, plant, and
50,131 50,848
equipment
Aset hak guna 154 268 Right of use assets
Klaim atas pengembalian Non-current claims for tax
10,281 11,157
pajak tidak lancar refund
Aset takberwujud selain Intangible assets other
119 159
goodwill than goodwill
Aset tidak lancar Other non-current
387 367
non-keuangan lainnya non-financial assets
Jumlah aset tidak lancar 71,184 72,910 Total non-current assets
Jumlah aset 166,674 192,224 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
400 1,520
ketiga third parties
Utang usaha pihak Trade payables
41,031 70,482
berelasi related parties
Utang lainnya Other payables
Utang lainnya pihak Other payables
817 783
ketiga third parties
Utang lainnya pihak Other payables
Page 5
berelasi 516 808 related parties
Uang muka Current advances
pelanggan jangka from customers
pendek
Uang muka Current advances
pelanggan jangka from customers
4,840 1,276
pendek pihak third parties
ketiga
Beban akrual jangka Current accrued
4,232 3,614
pendek expenses
Utang pajak 75 145 Taxes payable
Liabilitas jangka Current maturities of
panjang yang jatuh long-term liabilities
tempo dalam satu
tahun
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of finance lease
tempo dalam satu 128 218 liabilities
tahun atas liabilitas
sewa pembiayaan
Jumlah liabilitas Total current
52,039 78,846
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
panjang
Liabilitas pajak Deferred tax liabilities
1,319 1,757
tangguhan
Liabilitas jangka Long-term liabilities
panjang setelah net of current
dikurangi bagian maturities
yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas jangka Long-term finance
panjang atas lease liabilities
0 27
liabilitas sewa
pembiayaan
Kewajiban imbalan Long-term
pasca kerja jangka 4,652 4,105 post-employment
panjang benefit obligations
Jumlah liabilitas Total non-current
5,971 5,889
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 58,010 84,735 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 163,838 163,838 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
45,880 45,880
disetor capital
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan 140 140 retained earnings
penggunaannya
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan ( 101,347 ) ( 102,520 ) retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
108,511 107,338
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Page 6
Kepentingan 153 151 Non-controlling interests
non-pengendali
Jumlah ekuitas 108,664 107,489 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
166,674 192,224
ekuitas
Page 7
[1311000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by function - General Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 June 2023 30 June 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
201,104 250,623
usaha
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
( 196,267 ) ( 243,222 )
pendapatan
Jumlah laba bruto 4,837 7,401 Total gross profit
Beban penjualan ( 3,622 ) ( 3,750 ) Selling expenses
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 2,514 ) ( 2,485 )
expenses
Pendapatan keuangan 446 519 Finance income
Beban bunga dan keuangan ( 21 ) ( 57 ) Interest and finance costs
Keuntungan (kerugian) selisih Gains (losses) on changes in
873 ( 1,266 )
kurs mata uang asing foreign exchange rates
Keuntungan (kerugian) lainnya 1,247 1,028 Other gains (losses)
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
1,246 1,390
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 71 ) ( 91 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
1,175 1,299
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) 1,175 1,299 Total profit (loss)
Jumlah laba rugi komprehensif 1,175 1,299 Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
1,173 1,297
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan ke kepentingan 2 2 non-controlling interests
non-pengendali
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas 1,173 1,297 attributable to parent entity
induk
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke 2 2 attributable to non-controlling
kepentingan non-pengendali interests
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang 0.00020 0.00020 share from continuing
dilanjutkan operations
Page 8
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Current Year
30 June 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal Kepentingan
Saham biasa ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor non-pengendali
penggunaannya penggunaannya entitas induk
Additional paid-in Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Non-controlling interests Equity
capital earnings earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 163,838 45,880 140 ( 102,520 ) 107,338 151 107,489 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 163,838 45,880 140 ( 102,520 ) 107,338 151 107,489 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 1,173 1,173 2 1,175 Profit (loss)
Posisi ekuitas, akhir periode 163,838 45,880 140 ( 101,347 ) 108,511 153 108,664 Equity position, end of the period
Page 9
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Prior Year
30 June 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal Kepentingan
Saham biasa ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor non-pengendali
penggunaannya penggunaannya entitas induk
Additional paid-in Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Non-controlling interests Equity
capital earnings earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 163,838 45,880 140 ( 105,373 ) 104,485 147 104,632 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 163,838 45,880 140 ( 105,373 ) 104,485 147 104,632 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 1,297 1,297 2 1,299 Profit (loss)
Posisi ekuitas, akhir periode 163,838 45,880 140 ( 104,076 ) 105,782 149 105,931 Equity position, end of the period
Page 10
[1510000] Statement of cash flows, direct method - General Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 June 2023 30 June 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
204,344 245,365
pelanggan
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kepada Payments to suppliers for
pemasok atas barang dan ( 216,015 ) ( 251,476 ) goods and services
jasa
Pembayaran gaji dan Payments for salaries and
( 1,642 ) ( 3,547 )
tunjangan allowances
Pembayaran kas lainnya Other cash payments for
( 21 ) ( 26 )
untuk beban operasi operating activities
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
( 13,334 ) ( 9,684 )
(digunakan untuk) operasi in) operations
Penerimaan bunga dari Interests received from
446 519
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan pengembalian Income taxes refunded (paid)
(pembayaran) pajak from operating activities
( 3,577 ) ( 1,090 )
penghasilan dari aktivitas
operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 16,465 ) ( 10,255 )
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 1,933 ) ( 2,720 )
aset tetap property, plant and equipment
Pencairan (penempatan) Withdrawal (placement) of
8,500
investasi jangka pendek short-term investments
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
6,567 ( 2,720 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Penerimaan utang pihak Proceeds from due to related
3,094
berelasi parties
Pembayaran utang pihak Payments of due to related
( 264 )
berelasi parties
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 264 ) 3,094
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
( 10,162 ) ( 9,881 )
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
31,225 38,411
awal periode flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
21,063 28,530
akhir periode cash flows, end of the period
Page 11
[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 June 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian Keuangan di Indonesia (SAK), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan statements
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta Peraturan No. VIII.G.7 Pedoman Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kebijakan ini
telah diterapkan secara konsisten terhadap seluruh tahun yang disajikan, kecuali jika dinyatakan lain.
Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai dengan PSAK 1, "Penyajian Laporan Keuangan".
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali laporan arus kas, dan
menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam Catatan atas laporan
keuangan yang relevan. Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan menggunakan metode
langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang dikelompokkan dalam
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh Grup adalah
selaras bagi tahun yang dicakup oleh laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk standar akuntansi
baru dan revisi seperti diungkapkan pada Catatan 2b dibawah ini. Grup telah menyusun laporan
keuangan konsolidasian dengan dasar bahwa Kelompok Usaha akan terus beroperasi secara
berkesinambungan. The consolidated financial statements have been prepared and presented in
accordance with Indonesian Financial Accounting Standards (SAK), which comprise the Statements of
Financial Accounting Standards (PSAK) and Interpretations to Financial Accounting Standards (ISAK)
issued by the Financial Accounting Standards Board of the Indonesian Institute of Accountants, and
Rule No. VIII.G.7 on Guidelines of Financial Statement Presentation and Disclosures issued by the
Financial Services Authority (OJK). These policies have been consistently applied to all years
presented, unless otherwise stated. The consolidated financial statements are prepared in accordance
with PSAK 1, "Presentation of Financial Statements". The consolidated financial statements have been
prepared on the accrual basis, except for the statements of cash flows, and using the historical cost
concept of accounting, except as disclosed in the relevant Notes herein. The consolidated statement of
cash flows is presented using the direct method by classifying the receipts and disbursements of cash
and cash equivalents into operating, investing and financing activities. The accounting policies adopted
by the Group are consistently applied for the years covered by the consolidated financial statements,
except for new and revised accounting standards as disclosed in the following Note 2b. The Group has
prepared the consolidated financial statements on the basis that it will continue to operate as a going
concern.
Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak. Kendali Principles of consolidation
diperoleh bila Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan
investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya
atas investee. Dengan demikian, investor mengendalikan investee, jika dan hanya jika, investor
memiliki seluruh hal berikut ini: i) Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi
investor kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari investee, ii) Eksposur atau hak atas
imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan iii) Kemampuan untuk menggunakan
kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil. Bila Grup tidak memiliki hak
suara atau hak serupa secara mayoritas atas suatu investee, Grup mempertimbangkan semua fakta
Page 12
dan keadaan yang relevan dalam mengevaluasi apakah mereka memiliki kekuasaan atas investee, termasuk: i) Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee, ii) Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan iii) Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup. Grup menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari ketiga elemen dari pengendalian. Konsolidasi atas entitas anak dimulai sejak Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berakhir pada saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban dari entitas anak yang diakuisisi pada tahun tertentu disertakan dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh kendali sampai tanggal Grup tidak lagi mengendalikan entitas anak tersebut. Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan non-pengendali (KNP), walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP yang defisit. Bila dipandang perlu, penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan dengan kebijakan akuntansi Grup. Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan dan beban dan arus kas atas transaksi antar anggota Grup dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi. Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas. Bila kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Grup menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas, KNP dan komponen lain dari ekuitas terkait, sementara rugi atau laba yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar. Laporan keuangan entitas anak dibuat untuk periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan, menggunakan kebijakan akuntansi yang konsisten. The consolidated financial statements comprise the financial statements of the Company and its subsidiary. Control is achieved when the Group is exposed, or has rights, to variable returns from its involvement with the investee and has the ability to affect those returns through its power over the investee. Thus, the Group controls an investee if and only if the Group has all of the following: i) Power over the investee, that is existing rights that give the group current ability to direct the relevant activities of the investee, ii) Exposure, or rights, to variable returns from its involvement with the investee, and iii) The ability to use its power over the investee to affect its returns. When the Group has less than a majority of the voting or similar rights of an investee, the Group considers all relevant facts and circumstances in assessing whether it has power over an investee, including: i) The contractual arrangement with the other vote holders of the investee, ii) Rights arising from other contractual arrangements, and iii) The Group's voting rights and potential voting rights. The Group re-assesses whether or not it controls an investee if facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three elements of control. Consolidation of a subsidiary begins when the Group obtains control over the subsidiary and ceases when the Group loses control of the subsidiary. Assets, liabilities, income and expenses of a subsidiary acquired during the year are included in the consolidated financial statements from the date the Group gains control until the date the Group ceases to control the subsidiary. Profit or loss and each component of other comprehensive income are attributed to the equity holders of the parent of the Group and to the non-controlling interests (NCI), even if this results in the NCI having a deficit balance. When necessary, adjustments are made to the financial statements of subsidiary to bring their accounting policies into line with the Group's accounting policies. All intra-group assets and liabilities, equity, income, expenses and cash flows relating to transactions between members of the Group are eliminated in full on consolidation. A change in the parent's ownership interest in a subsidiary, without loss of control, is accounted for as an equity transaction. If the Group loses control over a subsidiary, it derecognizes the related assets (including goodwill), liabilities, NCI and other component of equity, while any resultant gain or loss is
Page 13
recognized in the profit or loss. Any investment retained is recognized at fair value. The financial
statements of the subsidiary are prepared for the same reporting period as the Company, using
consistent accounting policies.
Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri atas kas dan bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) Cash and cash equivalents
bulan atau kurang tanggal saat penempatan dan tidak dibatasi penggunaannya atau dijadikan sebagai
jaminan atas liabilitas dan pinjaman lainnya, dan yang tidak memiliki risiko signifikan dari perubahan
nilai. Deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari 3 bulan dan kurang dari 12 bulan, disajikan
sebagai investasi jangka pendek, sedangkan yang jatuh temponya lebih dari 12 bulan disajikan
sebagai investasi jangka panjang. Cash and cash equivalents comprise cash on hand and in banks
and time deposits with maturities of 3 (three) months or less at the time of placement and are not
restricted to use or pledged as collateral to loans and other borrowings, and which are subject to an
insignificant risk of changes in value. Time deposit with maturities more than 3 months and less than 12
months, presented as short-term investment, while time deposit with maturities more than 12 months
presented as long-term investment.
Piutang usaha dan piutang lain-lain Pengakuan dan Pengukuran Awal Aset keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, untuk Trade and other receivables
selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui OCI dan nilai wajar melalui
laba rugi. Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas
kontraktual aset keuangan dan model bisnis Grup untuk mengelolanya. Dengan pengecualian piutang
usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan atau yang mana Grup telah
menerapkan kebijaksanaan praktisnya, Grup pada awalnya mengukur aset keuangan pada nilai
wajarnya ditambah biaya transaksi. Piutang usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan
yang signifikan atau yang mana Grup telah menerapkan kebijaksanaan praktis diukur pada harga
transaksi yang ditentukan berdasarkan PSAK 72. Agar aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada
biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui OCI, aset keuangan harus menghasilkan arus kas
yang mewakili pembayaran pokok dan bunga (SPPI) dari jumlah pokok terutang. Penilaian ini disebut
sebagai tes SPPI dan dilakukan pada tingkat instrumen. Model bisnis Grup untuk mengelola aset
keuangan mengacu pada bagaimana Grup mengelola aset keuangannya untuk menghasilkan arus
kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari pengumpulan arus kas
kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya. Pengukuran Selanjutnya Untuk tujuan
pengukuran selanjutnya, aset keuangan diklasifikasikan dalam empat kategori: ' Aset keuangan pada
biaya perolehan diamortisasi (instrumen hutang), Aset keuangan pada nilai wajar melalui OCI dengan
daur ulang keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang), Aset keuangan yang ditetapkan
pada nilai wajar melalui OCI tanpa daur ulang keuntungan dan kerugian kumulatif setelah penghentian
pengakuan (instrumen ekuitas), Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi Aset keuangan pada
biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang) Kategori ini adalah yang paling relevan dengan Grup.
Grup mengukur aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi
berikut terpenuhi: Aset keuangan dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk memiliki aset
keuangan untuk mengumpulkan arus kas kontraktual; Persyaratan kontraktual dari aset keuangan
menimbulkan arus kas pada tanggal tertentu yang hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga
dari jumlah pokok terutang. Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
selanjutnya diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif (SBE) dan mengalami penurunan
nilai. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi pada saat aset dihentikan
pengakuannya, dimodifikasi atau rusak. Aset keuangan Grup pada biaya perolehan diamortisasi
termasuk piutang usaha dan piutang lain-lain. Aset keuangan pada nilai wajar melalui OCI (instrumen
utang) Grup mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi berikut
terpenuhi: Aset keuangan dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas
kontraktual dan penjualan; Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan arus kas pada
Page 14
tanggal tertentu yang hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga, revaluasi valuta asing, dan kerugian atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama seperti untuk aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui di OCI. Setelah penghentian pengakuan, perubahan nilai wajar kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang menjadi laba rugi. Aset keuangan yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI (instrumen ekuitas) Setelah pengakuan awal, Grup dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitasnya yang tidak dapat ditarik kembali sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI jika definisi ekuitas berdasarkan PSAK 50: Instrumen Keuangan: Penyajian dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan memenuhi definisi tersebut. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi keuntungan atau kerugian. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laporan laba rugi pada saat hak pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Grup mendapatkan keuntungan dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut adalah tercatat di OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada penilaian penurunan nilai. Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi Aset keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai wajar. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata pembayaran pokok dan bunga diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, terlepas dari model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dicatat dalam laporan posisi keuangan pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar bersih diakui dalam laporan laba rugi. Penghentian Pengakuan Aset keuangan (atau, jika berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) terutama dihentikan pengakuannya (yaitu, dihapus dari laporan posisi keuangan konsolidasian Grup) ketika: Hak untuk menerima arus kas dari aset telah kedaluwarsa; atau Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah mengasumsikan kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga berdasarkan pengaturan 'pass-through'; dan salah satu (a) Grup telah mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat aset, atau (b) Grup tidak mengalihkan atau memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat aset, tetapi telah mengalihkan pengendalian aset. Ketika Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah menandatangani perjanjian pass-through, Grup mengevaluasi apakah, dan sejauh mana, telah mempertahankan risiko dan manfaat kepemilikan. Ketika Grup tidak mengalihkan atau mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat dari aset, atau mengalihkan pengendalian atas aset, Grup terus mengakui aset yang ditransfer tersebut sejauh keterlibatannya secara berkelanjutan. Dalam kasus tersebut, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset alihan dan liabilitas terkait diukur atas dasar yang mencerminkan hak dan kewajiban yang dimiliki Grup. Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang ditransfer diukur pada nilai yang lebih rendah dari nilai tercatat asli aset dan jumlah maksimum imbalan yang mungkin diminta untuk dibayar kembali oleh Grup. Penurunan nilai aset keuangan Grup
Page 15
mengakui penyisihan kerugian kredit ekspektasian (ECL) untuk semua instrumen utang yang tidak dimiliki pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan dengan perkiraan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau peningkatan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontraktual. ECL dikenali dalam dua tahap. Untuk eksposur kredit yang belum ada peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, ECL disediakan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk eksposur kredit yang telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian diperlukan untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur eksposur, terlepas dari waktu default (ECL sepanjang umurnya). Untuk piutang dagang, Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam menghitung ECL. Oleh karena itu, Grup tidak melacak perubahan dalam risiko kredit, tetapi mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL seumur hidup pada setiap tanggal pelaporan. Grup telah menetapkan matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historisnya, yang disesuaikan dengan faktor-faktor berwawasan ke depan yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi. Untuk instrumen utang dengan nilai wajar melalui OCI, Grup menerapkan penyederhanaan risiko kredit rendah. Pada setiap tanggal pelaporan, Grup mengevaluasi apakah instrumen utang tersebut dianggap memiliki risiko kredit rendah dengan menggunakan semua informasi yang wajar dan dapat didukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang tidak semestinya. Dalam melakukan evaluasi tersebut, Grup menilai kembali peringkat kredit internal dari instrumen utang tersebut. Selain itu, Grup mempertimbangkan bahwa telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan jika pembayaran kontraktual telah jatuh tempo lebih dari 30 hari. Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pembayaran kontraktual telah lewat 90 hari. Namun, dalam kasus tertentu, Grup juga dapat mempertimbangkan aset keuangan mengalami gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Grup tidak mungkin menerima jumlah kontraktual yang terutang secara penuh sebelum memperhitungkan setiap peningkatan kredit yang dimiliki oleh Grup. Aset keuangan dihapuskan jika tidak ada ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual. Initial Recognition and Measurement Financial assets are classified, at initial recognition, as subsequently measured at amortized cost, fair value through OCI and fair value through profit or loss. The classification of financial assets at initial recognition depends on the financial asset's contractual cash flow characteristics and the Group's business model for managing them. With the exception of trade receivables that do not contain a significant financing component or for which the Group has applied the practical expedient, the Group initially measures a financial asset at its fair value plus transaction costs. Trade receivables that do not contain a significant financing component or for which the Group has applied the practical expedient are measured at the transaction price determined under PSAK 72. In order for a financial asset to be classified and measured at amortized cost or fair value through OCI, it needs to give rise to cash flows that are represent solely payments of principal and interest (SPPI) on the principal amount outstanding. This assessment is referred to as the SPPI test and is performed at an instrument level. The Group's business model for managing financial assets refers to how it manages its financial assets in order to generate cash flows. The business model determines whether cash flows will result from collecting contractual cash flows, selling the financial assets, or both. Subsequent Measurement For purposes of subsequent measurement, financial assets are classified in four categories: Financial assets at amortized cost (debt instruments), Financial assets at fair value through OCI with recycling of cumulative gains and losses (debt instruments), Financial assets designated at fair value through OCI with no recycling of cumulative gains and losses upon derecognition (equity instruments), Financial assets at fair value through profit or loss Financial assets
Page 16
at amortized cost (debt instruments) This category is the most relevant to the Group. The Group measures financial assets at amortized cost if both of the following conditions are met: The financial asset is held within a business model with the objective to hold financial assets in order to collect contractual cash flows; The contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding. Financial assets at amortized cost are subsequently measured using the effective interest rate (EIR) method and are subject to impairment. Gains and losses are recognized in profit or loss when the asset is derecognized, modified or impaired. The Group's financial assets at amortized cost includes trade receivables and other receivables. Financial assets at fair value through OCI (debt instruments) The Group measures debt instruments at fair value through OCI if both of the following conditions are met: The financial asset is held within a business model with the objective of both holding to collect contractual cash flows and selling; The contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding. For debt instruments at fair value through OCI, interest income, foreign exchange revaluation and impairment losses or reversals are recognized in the statement of profit or loss and computed in the same manner as for financial assets measured at amortized cost. The remaining fair value changes are recognized in OCI. Upon derecognition, the cumulative fair value change recognized in OCI is recycled to profit or loss. Financial assets designated at fair value through OCI (equity instruments) Upon initial recognition, the Group can elect to classify irrevocably its equity investments as equity instruments designated at fair value through OCI when they meet the definition of equity under PSAK 50: Financial Instruments: Presentation and are not held for trading. The classification is determined on an instrument-by-instrument basis. Gains and losses on these financial assets are never recycled to profit or loss. Dividends are recognized as other income in the statement of profit or loss when the right of payment has been established, except when the Group benefits from such proceeds as a recovery of part of the cost of the financial asset, in which case, such gains are recorded in OCI. Equity instruments designated at fair value through OCI are not subject to impairment assessment. Financial assets at fair value through profit or loss Financial assets at fair value through profit or loss include financial assets held for trading, financial assets designated upon initial recognition at fair value through profit or loss, or financial assets mandatorily required to be measured at fair value. Financial assets are classified as held for trading if they are acquired for the purpose of selling or repurchasing in the near term. Derivatives, including separated embedded derivatives, are also classified as held for trading unless they are designated as effective hedging instruments. Financial assets with cash flows that are not solely payments of principal and interest are classified and measured at fair value through profit or loss, irrespective of the business model. Notwithstanding the criteria for debt instruments to be classified at amortized cost or at fair value through OCI, as described above, debt instruments may be designated at fair value through profit or loss on initial recognition if doing so eliminates, or significantly reduces, an accounting mismatch. Financial assets at fair value through profit or loss are carried in the statement of financial position at fair value with net changes in fair value recognized in the statement of profit or loss. Derecognition A financial asset (or, where applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets) is primarily derecognized (i.e., removed from the Group's consolidated statement of financial position) when: The rights to receive cash flows from the asset have expired; or The Group has transferred its rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the received cash flows in full without material delay to a third party under a "pass-through" arrangement and either (a) the Group has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Group has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has transferred control of the asset. When the Group has transferred its rights to receive cash flows from an asset or has entered into a
Page 17
pass-through arrangement, it evaluates if, and to what extent, it has retained the risks and rewards of
ownership. When it has neither transferred nor retained substantially all of the risks and rewards of the
asset, nor transferred control of the asset, the Group continues to recognize the transferred asset to
the extent of its continuing involvement. In that case, the Group also recognises an associated liability.
The transferred asset and the associated liability are measured on a basis that reflects the rights and
obligations that the Group has retained. Continuing involvement that takes the form of a guarantee over
the transferred asset is measured at the lower of the original carrying amount of the asset and the
maximum amount of consideration that the Group could be required to repay. Impairment of financial
assets The Group recognizes an allowance for expected credit losses (ECLs) for all debt instruments
not held at fair value through profit or loss. ECLs are based on the difference between the contractual
cash flows due in accordance with the contract and all the cash flows that the Group expects to
receive, discounted at an approximation of the original effective interest rate. The expected cash flows
will include cash flows from the sale of collateral held or other credit enhancements that are integral to
the contractual terms. ECLs are recognised in two stages. For credit exposures for which there has not
been a significant increase in credit risk since initial recognition, ECLs are provided for credit losses
that result from default events that are possible within the next 12-months (a 12-month ECL). For those
credit exposures for which there has been a significant increase in credit risk since initial recognition, a
loss allowance is required for credit losses expected over the remaining life of the exposure,
irrespective of the timing of the default (a lifetime ECL). For trade receivables, the Group applies a
simplified approach in calculating ECLs. Therefore, the Group does not track changes in credit risk, but
instead recognizes a loss allowance based on lifetime ECLs at each reporting date. The Group has
established a provision matrix that is based on its historical credit loss experience, adjusted for
forward-looking factors specific to the debtors and the economic environment. For debt instruments at
fair value through OCI, the Group applies the low credit risk simplification. At every reporting date, the
Group evaluates whether the debt instrument is considered to have low credit risk using all reasonable
and supportable information that is available without undue cost or effort. In making that evaluation, the
Group reassesses the internal credit rating of the debt instrument. In addition, the Group considers that
there has been a significant increase in credit risk when contractual payments are more than 30 days
past due. The Group considers a financial asset in default when contractual payments are 90 days past
due. However, in certain cases, the Group may also consider a financial asset to be in default when
internal or external information indicates that the Group is unlikely to receive the outstanding
contractual amounts in full before taking into account any credit enhancements held by the Group. A
financial asset is written off when there is no reasonable expectation of recovering the contractual cash
flows.
Persediaan Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih Inventories
rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi bersih
merupakan estimasi harga jual dari persediaan dikurangi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang
diperlukan untuk melakukan penjualan. Biaya yang dikeluarkan untuk setiap produk agar berada pada
lokasi dan kondisi siap untuk dijual dicatat sebagai berikut: i) Bahan baku, suku cadang dan bahan
pembantu: harga pembelian; ii) Barang jadi dan persediaan dalam proses: biaya bahan baku dan
tenaga kerja langsung dan bagian proporsional dari beban overhead berdasarkan kapasitas operasi
normal. Grup menetapkan penyisihan untuk nilai realisasi neto persediaan berdasarkan hasil
penelaahan berkala atas kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan. Inventories are stated at cost
or net realizable value, whichever is lower. Cost is determined using the weighted average method. Net
realizable value represents the estimated selling price for inventories less estimated cost of completion
and cost necessary to make the sale. Costs incurred in bringing each product to its present location
and condition are accounted for as follow: i) Raw materials, spare parts and factory supplies: purchase
Page 18
cost; ii) Finished goods and work in-process: cost of direct materials and labor and a proportion of
manufacturing overheads based on normal operating capacity. The Group provides allowance for net
realizable value of inventories based on periodic reviews of the physical conditions and net realizable
values of the inventories.
Properti investasi Properti investasi adalah properti (tanah) yang dikuasai (oleh pemilik) untuk menghasilkan sewa atau Investment property
untuk kenaikan nilai atau keduanya, dan tidak untuk: i) digunakan dalam produksi atau penyediaan
barang atau jasa atau untuk tujuan administratif; atau ii) dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Properti investasi diukur pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan, termasuk biaya transaksi.
Setelah pengakuan awal, entitas memilih model biaya sesuai ketentuan PSAK 16: Aset Tetap. Transfer
dilakukan ke (atau dari) properti investasi hanya jika ada perubahan penggunaan. Ketika entitas
menggunakan model biaya untuk properti investasi, pengalihan antara properti investasi dan properti
yang digunakan pemilik tidak mengubah jumlah tercatat properti yang dialihkan dan tidak mengubah
biaya properti tersebut untuk tujuan pengukuran atau pengungkapan. An investment property is defined
as a property (land) held (by the owner) to earn rentals or for capital appreciation or both, rather than
for: i) use in the production or supply of goods or services or for administrative purposes; or ii) sale in
the ordinary course of business. Investment property is measured initially at cost, including transaction
costs. Subsequent to initial recognition, the entity chooses cost method in accordance with PSAK 16:
Fixed Assets. Transfers are made to (or from) investment property only when there is a change in use.
When an entity uses the cost model for investment property, transfers between investment property
and owner-occupied property do not change the carrying amount of the property transferred and they
do not change the cost of that property for measurement or disclosure purposes.
Aset tetap Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk Fixed assets
tujuan administratif pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan
dan biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan. dicatat berdasarkan biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai. Penyusutan diakui sebagai penghapusan biaya
perolehan aset dikurangi nilai residu dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut: Tahun Bangunan dan prasarana 10 - 30 Mesin
dan peralatan pabrik 5 - 30 Perabotan dan peralatan kantor 5 - 10 Alat-alat pengangkutan 5 - 10 Masa
manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh dari
setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan
tidak disusutkan. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya.
Biaya-biaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti atau memperbaiki
aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat
ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya
perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset tetap yang dihentikan pengakuannya atau yang dijual
nilai tercatatnya dikeluarkan dari kelompok aset tetap. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset
tetap tersebut dibukukan dalam laba rugi. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya
perolehan. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa
pembangunan yang timbul dari utang yang digunakan untuk pembangunan aset tersebut. Aset dalam
penyelesaian mencakup biaya perolehan atas aset berwujud (aset tetap) dan aset tak berwujud.
Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap dan aset tak berwujud yang
bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. Property, plant and equipment held for use in the
production or supply of goods or services, or for administrative purposes, are initially recognized at
cost, which comprises its purchase price and any costs directly attributable in bringing the asset to its
working condition and to the location where it is intended to be used. Subsequent to initial recognition,
these assets are carried at cost, less accumulated depreciation and any accumulated impairment
Page 19
losses. Depreciation is recognized so as to write-off the cost of assets less residual values using the
straight-line method based on the estimated useful lives of the assets as follows: Years Building and
infrastructures 10 - 30 Plant machineries and equipment 5 - 30 Furniture and office equipment 5 - 10
Transportation equipment 5 - 10 The estimated useful lives, residual values and depreciation method
are reviewed at each year, with the effect of any changes in estimate accounted for on a prospective
basis. Land is stated at cost and is not depreciated. The cost of maintenance and repairs is charged to
operations as incurred. Other costs incurred subsequently to add to, replace part of, or service an item
of property, plant and equipment, are recognized as asset if, and only if it is probable that future
economic benefits associated with the item will flow to the entity and the cost of the item can be
measured reliably. When assets are retired or otherwise disposed of, their carrying values are removed
from the accounts and any resulting gain or loss is reflected in profit or loss. Construction in progress is
stated at cost which includes borrowing costs during construction on debts incurred to finance the
construction. Construction in progress covers for both cost of tangible asset (property, plant and
equipment) and intangible asset. Construction in progress is transferred to the respective property,
plant and equipment account and intangible asset when completed and ready for use.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Pada setiap akhir tahun pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami Impairment of non-financial assets
penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka Grup membuat estimasi atas jumlah terpulihkan
aset tersebut. Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset adalah jumlah yang lebih tinggi antara
nilai wajar aset atau UPK dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali aset tersebut
tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset
lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap
mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya.
Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai
waktu uang dan risiko spesifik atas aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual,
digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup
menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset.
Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar yang tersedia.
Kerugian penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada, diakui pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi aset yang
diturunkan nilainya. Penilaian dilakukan pada akhir setiap tanggal pelaporan untuk menilai apakah
terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya mungkin tidak
ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas mengestimasi
jumlah terpulihkan aset atau UPK tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun
sebelumnya dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan
jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah
tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah
tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat yang telah ditentukan, neto
setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut
pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui pada laba atau rugi. Setelah
pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk
mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang
sistematis selama sisa umur manfaatnya. Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai aset keuangan
dijelaskan dalam Catatan 2t. The Group assesses, at the end of each reporting year, whether there is
an indication that an asset may be impaired. If any such indication exists, the Group makes an estimate
of the asset's recoverable amount. An asset's recoverable amount is the higher of an asset's or CGU
fair value less costs to sell and its value in use, and is determined for an individual asset, unless the
Page 20
asset does not generate cash inflows that are largely independent of those from other assets or groups
of assets. Where the carrying amount of an asset exceeds its recoverable amount, the asset is
considered impaired and is written down to its recoverable amount. In assessing the value in use, the
estimated net future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that
reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the asset. In
determining fair value less costs to sell, recent market transactions are taken into account, if available.
If no such transactions can be identified, an appropriate valuation model is used to determine the fair
value of the assets. These calculations are corroborated by multiple valuations or other available fair
value indicators. Impairment losses of continuing operations, if any, are recognized in the statement of
profit or loss and other comprehensive income under expense categories that are consistent with the
functions of the impaired assets. An assessment is made at the end of each reporting date to assess
whether there is any indication that previously recognized impairment losses may no longer exist or
may have decreased. If such indication exists, the asset's or CGU's recoverable amount is estimated. A
previously recognized impairment loss is reversed only if there has been a change in the assumptions
used to determine the asset's recoverable amount since the last impairment loss was recognized. If
that is the case, the carrying amount of the asset is increased to its recoverable amount. The reversal
is limited so that the carrying amount of the assets does not exceed its recoverable amount, nor
exceed the carrying amount that would have been determined, net of depreciation, had no impairment
loss been recognized for the asset in prior years. Reversal of an impairment loss is recognized in profit
or loss. After such a reversal, the depreciation charge on the said asset is adjusted in future periods to
allocate the asset's revised carrying amount, less any residual value, on a systematic basis over its
remaining useful life. Accounting policy for impairment of financial assets is discussed in Note 2t
Utang usaha dan liabilitas lain-lain Pengakuan dan Pengukuran Awal Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang Trade payables and other liabilities
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi.
Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangannya pada saat pengakuan awal. Liabilitas keuangan
awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung
dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar liabilitas keuangan, yang sesuai, pada
pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi. Liabilitas
keuangan Grup meliputi utang usaha dan lain-lain dan biaya masih harus dibayar. Pengukuran
Selanjutnya Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Pada tanggal pelaporan, akrual beban
bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek.
Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan
pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE. Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan
mempertimbangkan diskonto atau premium atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai "Beban Keuangan" dalam laba rugi.
Penghentian Pengakuan Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban
yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Ketika sebuah liabilitas
keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas persyaratan
yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara
substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian
pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai
tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba rugi. Reklasifikasi instrumen
keuangan Grup diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki jika
Grup mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Grup tidak diperkenankan untuk
Page 21
melakukan reklasifikasi atas liabilitas keuangan. Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak
secara signifikan terhadap kegiatan operasional Grup seperti memperoleh, melepaskan, atau
mengakhiri suatu lini bisnis. Selain itu, Grup perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada
pihak eksternal. Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi
berkaitan dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan dalam kondisi
pasar), (b) hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan (c) pengalihan aset
keuangan antara bagian dari Grup dengan model bisnis berbeda. Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disaling hapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak secara hukum untuk melakukan saling
hapus atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi
untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
bersamaan. Initial Recognition and Measurement Financial liabilities are classified as financial liabilities
at fair value through profit or loss or financial liabilities at amortized cost. The Group determines the
classification of its financial liabilities at initial recognition. Financial liabilities are initially measured at
fair value. Transaction costs that are directly attributable to the acquisition of financial liabilities (other
than financial liabilities at fair value through profit or loss) are added to or deducted from the fair value
of the financial liabilities, as appropriate, on initial recognition. Transaction costs directly attributable to
the acquisition of financial liabilities at fair value through profit or loss are recognized immediately in
profit or loss. The Group's financial liabilities include trade and other payables and accrued expenses.
Subsequent Measurement After initial recognition, interest-bearing financial liabilities are subsequently
measured at amortized cost using the EIR method At the reporting dates, accrued interest expenses is
recorded separately from the associated borrowings within the current liabilities section. Gains and
losses are recognized in profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through the EIR
amortisation process. Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on
acquisition and fee or costs that are an integral part of the EIR. The EIR amortisation is included in
"Finance Costs" in profit or loss. Derecognition A financial liability is derecognized when the obligation
under the contract is discharged or cancelled or expired. When an existing financial liability is replaced
by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are
substantially modified, such an exchange or modification is treated as derecognition of the original
liability and recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amounts is
recognized in profit or loss. Reclassification of financial instruments The Group is allowed to reclassify
the financial assets owned if the Group changes the business model for the management of financial
assets and the Group is not allowed to reclassify the financial liabilities. Changes in the business model
should significantly impact the Group's operational activities such as acquiring, releasing or ending a
line of business. In addition, the Group needs to prove the change to external parties. The following are
not considered as change in business model: (a) the change of intention relates to certain financial
assets (even in situations of significant changes in market conditions), (b) temporary loss of certain
markets for financial assets, and (c) the transfer of financial assets between parts of the Group and
different business models. Offsetting of Financial Instruments Financial assets and financial liabilities
are offset and the net amount reported in the consolidated statements of financial position if, and only
if, there is a currently enforceable legal right to offset the recognized amounts and there is an intention
to settle on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously.
Pengakuan pendapatan dan beban Grup menerapkan PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, yang mensyaratkan Revenue and expense recognition
pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut: 1. Identifikasi
kontrak dengan pelanggan. 2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban
pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki
karakteristik berbeda ke pelanggan. 3. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur,
Page 22
insentif penjualan dan pajak pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak. 4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin. 5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut). Pendapatan diakui ketika Grup memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan, yaitu ketika pelanggan memperoleh pengendalian atas barang atau jasa tersebut (yaitu ketika barang jadi meninggalkan gudang Grup). Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi pada waktu tertentu. Jumlah pendapatan yang diakui adalah jumlah yang dialokasikan untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi. Grup menawarkan imbalan variabel berupa hak pengembalian dan penyesuaian harga sehubungan klaim kualitas, perubahan harga komoditas dan volume penjualan. Dalam menetapkan estimasi terkait, manajemen menggunakan metode nilai ekspektasian yang dikembangkan berdasarkan pengalaman historis, atau metode jumlah yang paling mungkin yang dikembangkan berdasarkan pengalaman historis dengan mempertimbangkan juga pola pembelian saat ini. Manajemen menetapkan metode estimasi untuk memastikan dimasukkannya imbalan variabel tersebut hanya sedemikian agar tidak terjadi pembalikan yang signifikan atas pendapatan kumulatif yang diakui ketika ketidakpastian terkait dengan pertimbangan variabel tersebut diselesaikan kedepannya. Jika pelanggan membayar imbalan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan, liabilitas kontrak diakui pada saat pembayaran dilakukan atau pembayaran jatuh tempo (mana yang lebih awal). Liabilitas kontrak diakui sebagai pendapatan pada saat Grup memenuhi pelaksanaan kontrak. Pendapatan Komisi Pendapatan atas komisi keagenan diakru berdasarkan waktu terjadinya dengan acuan kuantitas produk yang dijual selama periode yang bersangkutan. Beban Beban diakui pada saat terjadinya (asas akrual). The Group has adopted PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers, which requires revenue recognition to fulfill 5 (five) steps of assessment as follows: 1. Identify contract(s) with a customer. 2. Identify the performance obligations in the contract. Performance obligations are promises in a contract to transfer to a customer goods or services that are distinct. 3. Determine the transaction price, net of discounts, returns, sales incentives and value added tax, which an entity expects to be entitled in exchange for transferring the promised goods or services to a customer. 4. Allocate the transaction price to each performance obligation on the basis of the relative stand-alone selling prices of each distinct goods or services promised in the contract. When these are not directly observable, the relative standalone selling price are estimated based on expected cost plus margin. 5. Recognise revenue when performance obligation is satisfied by transferring a promised goods or services to a customer (which is when the customer obtains control of those goods or services). Revenue is recognized when the Group satisfies a performance obligation by transfering a promised good or service to the customer, which is when the customer obtains control of the good or service (i.e., when the finished good depart the Group's warehouse). A performance obligation may be satisfied at a point in time. The amount of revenue recognized is the amount allocated to the satisfied performance obligation. The Group estimates the variable considerations such as right of return and price adjustments arising from quality claim, changes of commodity price and sales volume, using expected value developed based on historical experience or using most likely amount developed based on historical experience taking into account also current purchasing patterns. The management established estimation method that ensure inclusion of these variable consideration only to the extent that it is highly probable that a significant reversal in the amount of cumulative revenue recognized will not occur when the uncertainty associated with the variable consideration is subsequently resolved. If a customer pays consideration
Page 23
before the Group transfers goods or services to the customer, a contract liability is recognized when
the payment is made or the payment is due (whichever is earlier). Contract liabilities are recognized as
revenue when the Group performs under the contract. Commission Revenue Revenue from the agency
commission is recognized on accrual basis with reference to the quantity of product sold during the
period. Expenses Expenses are recognized when they are incurred (accrual basis).
Transaksi dengan pihak berelasi Grup mempunyai transaksi dengan pihak berelasi, dengan definisi yang diuraikan pada PSAK 7, Transactions with related parties
"Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi". Transaksi dengan pihak berelasi ini dilakukan berdasarkan
persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, yang mungkin tidak sama dengan transaksi lain
yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi. Seluruh transaksi dan saldo yang material
dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang
relevan. Kecuali diungkapkan khusus sebagai pihak berelasi, maka pihak-pihak lain yang disebutkan
dalam Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan pihak tidak berelasi. The Group has
transactions with related parties, as defined in PSAK 7, "Related Party Disclosures". These
transactions with related parties are made based on terms agreed by the parties, which may not be the
same as those of the transactions between unrelated parties. All significant transactions and balances
with related parties are disclosed in the relevant Notes herein. Unless specifically identified as related
parties, the parties disclosed in the Notes to the consolidated financial statements are unrelated
parties.
Provisi Provisi diakui jika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif), yang Provisions
diakibatkan peristiwa di masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal
mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. Provisions are recognized when the Group has a
present obligation (legal or constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an
outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable
estimate can be made of the amount of the obligation.
Imbalan kerja karyawan LCTN memberikan program pensiun iuran pasti untuk semua karyawan tetapnya. LCTN mengakui Employee benefits
iuran atas program pensiun iuran pasti ketika karyawan telah memberikan jasanya untuk LCTN. LCTN
juga memberikan imbalan pascakerja untuk karyawan sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama dan
Undang-undang Penciptaan Lapangan Kerja No. 11/2020 ("UU Cipta Kerja", (UUCK)). Tidak terdapat
pendanaan yang disisihkan oleh LCTN sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini. Penyisihan
tambahan tersebut diestimasi dengan menggunakan perhitungan aktuarial metode "Projected Unit
Credit". Keuntungan dan kerugian aktuarial, diakui secara langsung pada laporan posisi keuangan
konsolidasian dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada laba ditahan melalui
penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke
laba rugi pada periode berikutnya. Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto
terhadap liabilitas imbalan kerja neto. Biaya jasa yang terdiri atas, biaya jasa kini dan biaya jasa lalu,
keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian tidak rutin, jika ada. Beban atau pendapatan
bunga neto, dan biaya jasa diakui dalam laba atau rugi. Pada bulan April 2022, Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia menerbitkan siaran pers atas persyaratan
pengatribusian imbalan pada periode jasa sesuai PSAK 24: Imbalan Kerja yang diadopsi dari IAS 19:
Employee Benefits. Siaran pers tersebut menyampaikan informasi bahwa pola fakta umum dari
program pensiun berbasis undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia saat ini memiliki
pola fakta serupa dengan yang ditanggapi dan disimpulkan dalam IFRS Intepretation Committee
("IFRIC") Agenda Decision Attributing Benefit to Periods of Service (IAS 19). Pada tahun-tahun
sebelumnya, Grup mengatribusikan imbalan berdasarkan formula imbalan program imbalan pasti
berdasarkan masa kerja sejak tanggal pekerja memberikan jasa hingga usia pensiun. Mulai Januari
Page 24
2022, berdasarkan siaran pers, Grup telah mengubah kebijakan akuntansinya untuk mengatribusikan
imbalan berdasarkan program tersebut, yaitu dari tanggal ketika jasa pekerja pertama kali
menghasilkan imbalan dalam program sampai dengan tanggal ketika jasa pekerja selanjutnya tidak
akan menghasilkan jumlah imbalan yang material di bawah program tersebut. LCTN established
defined contribution plan covering all its local permanent employees. LCTN recognizes contributions to
a defined contribution plan when an employee has rendered service to LCTN. In addition, LCTN also
provides post-employment benefits to its employees in accordance with Collective Labor Agreement
and Job Creation Law No. 11/2020 (the "Cipta Kerja Law", (UUCK)). No funding has been made to this
defined benefit plan. The said additional provisions are estimated using actuarial calculations using the
"Projected Unit Credit" method. Actuarial gains and losses are recognized immediately in the
consolidated statement of financial position with a corresponding debit or credit to retained earnings
through other comprehensive income in the period in which they occur. Re-measurements are not
reclassified to profit or loss in subsequent periods. Net interest is calculated by applying the discount
rate to the net employee benefits liability. Service costs comprise current service costs and past service
costs, gains and losses on curtailments and non-routine settlements, if any. Net interest expense or
income, and service costs are recognized in profit or loss. In April 2022, the Institute of Indonesia
Chartered Accountants" Financial Accounting Standards Board issued a press release regarding
attribution of benefits to periods of service in accordance with PSAK 24: Imbalan Kerja which was
adopted from IAS 19: Employee Benefits. The press release conveyed the information that the fact
pattern of the pension program based on the Labor Law currently enacted in Indonesia is similar to
those responded and concluded in the IFRS Interpretation Committee ("IFRIC") Agenda Decision
Attributing Benefit to Periods of Service (IAS 19). In prior years, the Group attribute benefits under the
defined benefit plan's benefit formula to periods of service from the date when employees provide their
services until their retirement age. Starting from January 2022, based on the press release, the Group
change the policy for attributing benefits under the plan to the date when employee service first leads
to benefits under the plan until the date when further employee service will lead to no material amount
of further benefits under the plan.
Laba per saham Laba per saham dihitung dengan membagi laba tahun/periode berjalan yang dapat diatribusikan Earnings per share
kepada pemilik entitas dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar dan disetor penuh
selama tahun/periode yang bersangkutan. The amount of earnings per share is calculated by dividing
the income for the year/period attributable to owners of the company by the weighted-average number
of shares issued and fully paid during the year/period.
Pelaporan segmen Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang Segment reporting
secara regular direview oleh "pengambil keputusan operasional" dalam rangka mengalokasikan
sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi. Segmen operasi adalah suatu komponen dari
entitas: a) yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan
beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas
yang sama); b) yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan
operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut
dan menilai kinerjanya; dan c) dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Informasi
yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan
penilaian kinerja terfokus pada kategori dari setiap produk. Operating segments are identified on the
basis of internal reports on components of the Group that are regularly reviewed by the chief operating
decision maker in order to allocate resources to the segments and to assess their performances. An
operating segment is a component of an entity: a) that engages in business activities from which it may
Page 25
earn revenue and incur expenses (including revenue and expenses relating to the transaction with
other components of the same entity); b) whose operating results are reviewed regularly by the entity's
chief operating decision maker to make decision about resources to be allocated to the segments and
assess its performance; and c) for which discrete financial information is available. Information reported
to the operational decision makers for the purpose of resource allocation and assessment of
performance is more specifically focused on the category of each product.
Kombinasi bisnis Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi Business combination
diukur berdasarkan nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi
dan jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, Grup memilih
apakah mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi
kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi
yang timbul dibebankan langsung dan disertakan dalam beban administrasi. Ketika melakukan akuisisi
atas sebuah bisnis, Grup mengklasifikasikan dan menentukan aset keuangan yang diperoleh dan
liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi dan
kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi. Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan
secara bertahap, Grup mengukur kembali kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak
yang diakuisisi pada nilai wajar tanggal akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang
dihasilkan. Business combinations are accounted for using the acquisition method. The cost of an
acquisition is measured as the aggregate of the consideration transferred, measured at acquisition date
fair value and the amount of any NCI in the acquiree. For each business combination, the Grup elects
whether it measures the NCI in the acquiree either at fair value or at the proportionate share of the
acquiree's identifiable net assets. Acquisition costs incurred are directly expensed and included in
administrative expenses. When the Group acquires a business, it assesses the financial assets
acquired and liabilities assumed for appropriate classification and designation in accordance with the
contractual terms, economic circumstances and pertinent conditions as at the acquisition date. If the
business combination is achieved in stages, the acquisition date fair value of the Group's previously
held equity interest in the acquiree is re-measured to fair value at the acquisition date through profit or
loss.
Penentuan nilai wajar Grup mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan dan aset dan liabilitas yang diperoleh Determination of fair value
melalui kombinasi bisnis pada nilai wajar. Grup juga mengukur jumlah terpulihkan dari unit penghasil
kas (UPK) tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan (fair value less cost of disposal
atau FVLCD). Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang
akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada
tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar berdasarkan asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset
atau mengalihkan liabilitas terjadi: di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau dalam hal
tidak terdapat pasar utama, maka pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Grup. Nilai
wajar dari aset dan liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar
ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak
dalam kepentingan ekonomi terbaiknya. Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non-keuangan
memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan
menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada
pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai tersedia
untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati (observable)
yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati (unobservable). Semua
aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian
Page 26
dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan
terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut: Level 1 - harga kuotasian (tanpa
penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik. Level 2 - teknik penilaian dimana
tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat diobservasi baik
secara langsung atau tidak langsung. Level 3 - teknik penilaian dimana tingkat level input terendah
yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak
langsung. Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang,
Grup menentukan apakah terdapat perpindahan antara level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi
ulang atas penetapan kategori (berdasarkan Level masukan (input) paling rendah yang signifikan
terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan. Untuk tujuan
pengungkapan nilai wajar, Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas berdasarkan sifat,
karakteristik dan risikonya dan level pada hierarki nilai wajar sebagaimana dijelaskan diatas. The
Group measures financial instruments and assets and liabilities of the acquirees upon business
combinations at fair value. The Group also measures certain recoverable amounts of cash generating
unit (CGU) using fair value less cost of disposal (FVLCD). Fair value is the price that would be received
to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the
measurement date. The fair value measurement is based on the presumption that the transaction to
sell the asset or transfer the liability takes place either: In the principal market for the asset or liability;
or In the absence of a principal market, in the most advantageous market for the asset or liability. The
principal or the most advantageous market must be accessible by the Group. The fair value of an asset
or a liability is measured using the assumptions that market participants would use when pricing the
asset or liability, assuming that market participants act in their economic best interest. A fair value
measurement of a non-financial asset takes into account a market participant's ability to generate
economic benefits by using the asset in its highest and best use or by selling it to another market
participant that would use the asset in its highest and best use. The Group uses valuation techniques
that are appropriate in the circumstances and for which sufficient data are available to measure fair
value, maximizing the use of relevant observable inputs and minimizing the use of unobservable inputs.
All assets and liabilities for which fair value is measured or disclosed in the consolidated financial
statements are categorised within the fair value hierarchy, described as follows, based on the lowest
level input that is significant to the fair value measurement as a whole: Level 1 - Quoted (unadjusted)
market prices in active markets for identical assets or liabilities. Level 2 - Valuation techniques for
which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is directly or indirectly
observable. Level 3 - Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to the fair
value measurement is unobservable. For assets and liabilities that are recognized in the consolidated
financial statements on a recurring basis, the Group determines whether transfers have occurred
between levels in the hierarchy by re-assessing categorization (based on the lowest level input that is
significant to the fair value measurement as a whole) at the end of each reporting period. For the
purpose of fair value disclosures, the Group has determined classes of assets and liabilities on the
basis of the nature, characteristics and risks of the asset or liability and the level of the fair value
hierarchy as explained above.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Mata uang pelaporan yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah Dolar Amerika Foreign currency transactions and balances
Serikat (Dolar AS atau US$), yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas
Anak. Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Dolar AS berdasarkan kurs yang berlaku pada
saat transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan ke dalam mata uang fungsional berdasarkan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan
oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan terakhir pada tahun yang bersangkutan, dan
laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan.Pada tanggal
Page 27
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, nilai tukar yang digunakan untuk Rp 1.000 masing-masing
adalah sebesar US$0,0665 dan US$0,0636. The reporting currency used in the consolidated financial
statements is United States Dollar (US Dollar or US$), which is the functional currency of the Company
and Subsidiary.Transactions involving foreign currencies are recorded in US Dollar at the rates of
exchange prevailing at the time the transactions are made. At the reporting date, monetary assets and
liabilities denominated in foreign currencies are translated to the functional currency based on the
average of the selling and buying rates of exchange prevailing at the last banking transaction date of
the year, published by Bank Indonesia, and any resulting gains or losses are credited or charged to
operations of the current year. As of June 30, 2023 and December 31, 2022, the exchange rates used
for Rp 1,000 was US$0.0665 and US$0.0636, respectively.
Aset hak guna Aset Hak-Guna Grup mengakui aset hak-guna pada tanggal permulaan sewa (yaitu tanggal aset Right of use assets
pendasar tersedia untuk digunakan). Aset hak-guna diukur pada harga perolehan, dikurangi akumulasi
penyusutan dan penurunan nilai, serta disesuaikan dengan pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya
perolehan aset hak-guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung awal yang
terjadi, dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan dikurangi setiap
insentif sewa yang diterima. Aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus selama masa sewa.
Jika kepemilikan aset pendasar sewa beralih ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya perolehan
aset hak-guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka penyusutan aset hak-guna
dihitung menggunakan estimasi masa manfaat aset. Aset hak-guna juga dievaluasi untuk penurunan
nilai. Penyusutan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset
hak-guna sebagai berikut: Tahun Bangunan 4 Kendaraan 2 Right-of-Use Assets The Group recognizes
right-of-use assets at the commencement date of the lease (i.e., the date the underlying asset is
available for use). Right-of-use assets are measured at cost, less any accumulated depreciation and
impairment losses, and adjusted for any remeasurement of lease liabilities. The cost of right-of-use
assets includes the amount of lease liabilities recognized, initial direct costs incurred, and lease
payments made at or before the commencement date less any lease incentives received. Right-of-use
assets are depreciated on a straight-line basis over the lease term. If ownership of the leased asset
transfers to the Group at the end of the lease term or the cost reflects the exercise of a purchase
option, depreciation is calculated using the estimated useful life of the asset.The right-of-use assets are
also assessed for impairment Depreciation using the straight-line method based on the estimated
useful lives of the right-of-use assets as follows: Years Building 4 Vehicle 2
Aset takberwujud Aset tak berwujud diakui jika, dan hanya jika, biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal Intangible assets
dan kemungkinan besar Grup akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aset tersebut.
Perangkat lunak yang bukan merupakan bagian integral dari perangkat keras yang terkait dicatat
sebagai aset tak berwujud dan dinyatakan sebesar nilai tercatat, yaitu sebesar harga perolehan
dikurangi dengan akumulasi amortisasi. Biaya perolehan perangkat lunak komputer meliputi seluruh
biaya yang dapat dikaitkan langsung sampai aset tersebut siap digunakan dan diamortisasi selama 5
tahun dengan metode garis lurus. Intangible assets is recognized if and only if the cost of the asset can
be measured reliably and is likely that the Group will derive future economic benefits from these assets.
Software which is not an integral part of a related hardware is recorded as intangible assets and stated
at carrying value, i.e., cost less accumulated amortization. The acquisition cost of computer software
includes all direct costs that can be attributed directly to the asset for its intended use and is amortized
over 5 years using straight-line method.
Beban dibayar dimuka Biaya dibayar di muka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan Prepaid expenses
metode garis lurus. Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods using the straight-line
method.
Page 28
Instrumen keuangan Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan bagi satu entitas dan Financial instruments
liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain. Aset Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal
Aset keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, untuk selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi, nilai wajar melalui OCI dan nilai wajar melalui laba rugi. Klasifikasi aset keuangan pada
pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset keuangan dan model bisnis
Grup untuk mengelolanya. Dengan pengecualian piutang usaha yang tidak mengandung komponen
pembiayaan yang signifikan atau yang mana Grup telah menerapkan kebijaksanaan praktisnya, Grup
pada awalnya mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi. Piutang usaha
yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan atau yang mana Grup telah
menerapkan kebijaksanaan praktis diukur pada harga transaksi yang ditentukan berdasarkan PSAK
72. Agar aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar
melalui OCI, aset keuangan harus menghasilkan arus kas yang mewakili pembayaran pokok dan
bunga (SPPI) dari jumlah pokok terutang. Penilaian ini disebut sebagai tes SPPI dan dilakukan pada
tingkat instrumen. Model bisnis Grup untuk mengelola aset keuangan mengacu pada bagaimana Grup
mengelola aset keuangannya untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus
kas akan dihasilkan dari pengumpulan arus kas kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya.
Pengukuran Selanjutnya Untuk tujuan pengukuran selanjutnya, aset keuangan diklasifikasikan dalam
empat kategori: Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen hutang) Aset keuangan
pada nilai wajar melalui OCI dengan daur ulang keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang)
Aset keuangan yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tanpa daur ulang keuntungan dan
kerugian kumulatif setelah penghentian pengakuan (instrumen ekuitas) Aset keuangan pada nilai wajar
melalui laba rugi Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang) Kategori ini
adalah yang paling relevan dengan Grup. Grup mengukur aset keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi: Aset keuangan dimiliki dalam model bisnis
dengan tujuan untuk memiliki aset keuangan untuk mengumpulkan arus kas kontraktual; Persyaratan
kontraktual dari aset keuangan menimbulkan arus kas pada tanggal tertentu yang hanya merupakan
pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Aset keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif (SBE) dan
mengalami penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi pada saat aset
dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau rusak. Aset keuangan Grup pada biaya perolehan
diamortisasi termasuk piutang usaha dan piutang lain-lain. Aset keuangan pada nilai wajar melalui OCI
(instrumen utang) Grup mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi
berikut terpenuhi: Aset keuangan dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus
kas kontraktual dan penjualan; Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan arus kas
pada tanggal tertentu yang hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang. Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga,
revaluasi valuta asing, dan kerugian atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi
dan dihitung dengan cara yang sama seperti untuk aset keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui di OCI. Setelah penghentian
pengakuan, perubahan nilai wajar kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang menjadi laba rugi. Aset
keuangan yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI (instrumen ekuitas) Setelah pengakuan awal,
Grup dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitasnya yang tidak dapat ditarik kembali
sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI jika definisi ekuitas
berdasarkan PSAK 50: Instrumen Keuangan: Penyajian dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan
Page 29
memenuhi definisi tersebut. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi keuntungan atau kerugian. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laporan laba rugi pada saat hak pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Grup mendapatkan keuntungan dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut adalah tercatat di OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada penilaian penurunan nilai. Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi Aset keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai wajar. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata pembayaran pokok dan bunga diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, terlepas dari model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dicatat dalam laporan posisi keuangan pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar bersih diakui dalam laporan laba rugi. Penghentian Pengakuan Aset keuangan (atau, jika berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) terutama dihentikan pengakuannya (yaitu, dihapus dari laporan posisi keuangan konsolidasian Grup) ketika: Hak untuk menerima arus kas dari aset telah kedaluwarsa; atau Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah mengasumsikan kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga berdasarkan pengaturan 'pass-through'; dan salah satu (a) Grup telah mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat aset, atau (b) Grup tidak mengalihkan atau memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat aset, tetapi telah mengalihkan pengendalian aset. Ketika Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah menandatangani perjanjian pass-through, Grup mengevaluasi apakah, dan sejauh mana, telah mempertahankan risiko dan manfaat kepemilikan. Ketika Grup tidak mengalihkan atau mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat dari aset, atau mengalihkan pengendalian atas aset, Grup terus mengakui aset yang ditransfer tersebut sejauh keterlibatannya secara berkelanjutan. Dalam kasus tersebut, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset alihan dan liabilitas terkait diukur atas dasar yang mencerminkan hak dan kewajiban yang dimiliki Grup. Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang ditransfer diukur pada nilai yang lebih rendah dari nilai tercatat asli aset dan jumlah maksimum imbalan yang mungkin diminta untuk dibayar kembali oleh Grup. Penurunan nilai aset keuangan Grup mengakui penyisihan kerugian kredit ekspektasian (ECL) untuk semua instrumen utang yang tidak dimiliki pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan dengan perkiraan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau peningkatan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontraktual. ECL dikenali dalam dua tahap. Untuk eksposur kredit yang belum ada peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, ECL disediakan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk eksposur kredit yang telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian diperlukan untuk kerugian kredit
Page 30
yang diperkirakan selama sisa umur eksposur, terlepas dari waktu default (ECL sepanjang umurnya). Untuk piutang dagang, Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam menghitung ECL. Oleh karena itu, Grup tidak melacak perubahan dalam risiko kredit, tetapi mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL seumur hidup pada setiap tanggal pelaporan. Grup telah menetapkan matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historisnya, yang disesuaikan dengan faktor-faktor berwawasan ke depan yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi. Untuk instrumen utang dengan nilai wajar melalui OCI, Grup menerapkan penyederhanaan risiko kredit rendah. Pada setiap tanggal pelaporan, Grup mengevaluasi apakah instrumen utang tersebut dianggap memiliki risiko kredit rendah dengan menggunakan semua informasi yang wajar dan dapat didukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang tidak semestinya. Dalam melakukan evaluasi tersebut, Grup menilai kembali peringkat kredit internal dari instrumen utang tersebut. Selain itu, Grup mempertimbangkan bahwa telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan jika pembayaran kontraktual telah jatuh tempo lebih dari 30 hari. Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pembayaran kontraktual telah lewat 90 hari. Namun, dalam kasus tertentu, Grup juga dapat mempertimbangkan aset keuangan mengalami gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Grup tidak mungkin menerima jumlah kontraktual yang terutang secara penuh sebelum memperhitungkan setiap peningkatan kredit yang dimiliki oleh Grup. Aset keuangan dihapuskan jika tidak ada ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual. Liabilitas Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangannya pada saat pengakuan awal. Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi. Liabilitas keuangan Grup meliputi utang usaha dan lain-lain dan biaya masih harus dibayar. Pengukuran Selanjutnya Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE. Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai "Beban Keuangan" dalam laba rugi. Penghentian Pengakuan Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba rugi. Reklasifikasi instrumen keuangan Grup diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki jika Grup mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Grup tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas keuangan. Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan operasional Grup seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis. Selain itu, Grup perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada pihak eksternal. Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi
Page 31
berkaitan dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan dalam kondisi pasar), (b) hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan (c) pengalihan aset keuangan antara bagian dari Grup dengan model bisnis berbeda. Saling Hapus Instrumen Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan disaling hapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. A financial instrument is any contract that gives rise to a financial asset of one entity and a financial liability or equity instrument of another entity. Financial Assets Initial Recognition and Measurement Financial assets are classified, at initial recognition, as subsequently measured at amortized cost, fair value through OCI and fair value through profit or loss. The classification of financial assets at initial recognition depends on the financial asset's contractual cash flow characteristics and the Group's business model for managing them. With the exception of trade receivables that do not contain a significant financing component or for which the Group has applied the practical expedient, the Group initially measures a financial asset at its fair value plus transaction costs. Trade receivables that do not contain a significant financing component or for which the Group has applied the practical expedient are measured at the transaction price determined under PSAK 72. In order for a financial asset to be classified and measured at amortized cost or fair value through OCI, it needs to give rise to cash flows that are represent solely payments of principal and interest (SPPI) on the principal amount outstanding. This assessment is referred to as the SPPI test and is performed at an instrument level. The Group's business model for managing financial assets refers to how it manages its financial assets in order to generate cash flows. The business model determines whether cash flows will result from collecting contractual cash flows, selling the financial assets, or both. Subsequent Measurement For purposes of subsequent measurement, financial assets are classified in four categories: " Financial assets at amortized cost (debt instruments) " Financial assets at fair value through OCI with recycling of cumulative gains and losses (debt instruments) " Financial assets designated at fair value through OCI" with no recycling of cumulative gains and losses upon derecognition (equity instruments) " Financial assets at fair value through profit or loss Financial assets at amortized cost (debt instruments)" This category is the most relevant to the Group. The Group measures financial assets at amortized cost if both of the following conditions are met: The financial asset is held within a business model with the objective to hold financial assets in order to collect contractual cash flows; The contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding. Financial assets at amortized cost are subsequently measured using the effective interest rate (EIR) method and are subject to impairment. Gains and losses are recognized in profit or loss when the asset is derecognized, modified or impaired. The Group's financial assets at amortized cost includes trade receivables and other receivables. Financial assets at fair value through OCI (debt instruments) The Group measures debt instruments at fair value through OCI if both of the following conditions are met: The financial asset is held within a business model with the objective of both holding to collect contractual cash flows and selling; The contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding. For debt instruments at fair value through OCI, interest income, foreign exchange revaluation and impairment losses or reversals are recognized in the statement of profit or loss and computed in the same manner as for financial assets measured at amortized cost. The remaining fair value changes are recognized in OCI. Upon derecognition, the cumulative fair value change recognized in OCI is recycled to profit or loss. Financial assets designated at fair value through OCI (equity instruments) Upon initial recognition, the Group can elect to classify irrevocably its equity
Page 32
investments as equity instruments designated at fair value through OCI when they meet the definition of equity under PSAK 50: Financial Instruments: Presentation and are not held for trading. The classification is determined on an instrument-by-instrument basis. Gains and losses on these financial assets are never recycled to profit or loss. Dividends are recognized as other income in the statement of profit or loss when the right of payment has been established, except when the Group benefits from such proceeds as a recovery of part of the cost of the financial asset, in which case, such gains are recorded in OCI. Equity instruments designated at fair value through OCI are not subject to impairment assessment. Financial assets at fair value through profit or loss Financial assets at fair value through profit or loss include financial assets held for trading, financial assets designated upon initial recognition at fair value through profit or loss, or financial assets mandatorily required to be measured at fair value. Financial assets are classified as held for trading if they are acquired for the purpose of selling or repurchasing in the near term. Derivatives, including separated embedded derivatives, are also classified as held for trading unless they are designated as effective hedging instruments. Financial assets with cash flows that are not solely payments of principal and interest are classified and measured at fair value through profit or loss, irrespective of the business model. Notwithstanding the criteria for debt instruments to be classified at amortized cost or at fair value through OCI, as described above, debt instruments may be designated at fair value through profit or loss on initial recognition if doing so eliminates, or significantly reduces, an accounting mismatch. Financial assets at fair value through profit or loss are carried in the statement of financial position at fair value with net changes in fair value recognized in the statement of profit or loss. Derecognition A financial asset (or, where applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets) is primarily derecognized (i.e., removed from the Group's consolidated statement of financial position) when: The rights to receive cash flows from the asset have expired; or The Group has transferred its rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the received cash flows in full without material delay to a third party under a "pass-through" arrangement and either (a) the Group has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Group has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has transferred control of the asset. When the Group has transferred its rights to receive cash flows from an asset or has entered into a pass-through arrangement, it evaluates if, and to what extent, it has retained the risks and rewards of ownership. When it has neither transferred nor retained substantially all of the risks and rewards of the asset, nor transferred control of the asset, the Group continues to recognize the transferred asset to the extent of its continuing involvement. In that case, the Group also recognises an associated liability. The transferred asset and the associated liability are measured on a basis that reflects the rights and obligations that the Group has retained. Continuing involvement that takes the form of a guarantee over the transferred asset is measured at the lower of the original carrying amount of the asset and the maximum amount of consideration that the Group could be required to repay. Impairment of financial assets The Group recognizes an allowance for expected credit losses (ECLs) for all debt instruments not held at fair value through profit or loss. ECLs are based on the difference between the contractual cash flows due in accordance with the contract and all the cash flows that the Group expects to receive, discounted at an approximation of the original effective interest rate. The expected cash flows will include cash flows from the sale of collateral held or other credit enhancements that are integral to the contractual terms. ECLs are recognised in two stages. For credit exposures for which there has not been a significant increase in credit risk since initial recognition, ECLs are provided for credit losses that result from default events that are possible within the next 12-months (a 12-month ECL). For those credit exposures for which there has been a significant increase in credit risk since initial recognition, a loss allowance is required for credit losses expected over the remaining life of the exposure, irrespective of the timing of the default (a lifetime ECL). For trade receivables, the Group applies a
Page 33
simplified approach in calculating ECLs. Therefore, the Group does not track changes in credit risk, but
instead recognizes a loss allowance based on lifetime ECLs at each reporting date. The Group has
established a provision matrix that is based on its historical credit loss experience, adjusted for
forward-looking factors specific to the debtors and the economic environment. For debt instruments at
fair value through OCI, the Group applies the low credit risk simplification. At every reporting date, the
Group evaluates whether the debt instrument is considered to have low credit risk using all reasonable
and supportable information that is available without undue cost or effort. In making that evaluation, the
Group reassesses the internal credit rating of the debt instrument. In addition, the Group considers that
there has been a significant increase in credit risk when contractual payments are more than 30 days
past due. The Group considers a financial asset in default when contractual payments are 90 days past
due. However, in certain cases, the Group may also consider a financial asset to be in default when
internal or external information indicates that the Group is unlikely to receive the outstanding
contractual amounts in full before taking into account any credit enhancements held by the Group. A
financial asset is written off when there is no reasonable expectation of recovering the contractual cash
flows. Financial Liabilities Initial Recognition and Measurement Financial liabilities are classified as
financial liabilities at fair value through profit or loss or financial liabilities at amortized cost. The Group
determines the classification of its financial liabilities at initial recognition. Financial liabilities are initially
measured at fair value. Transaction costs that are directly attributable to the acquisition of financial
liabilities (other than financial liabilities at fair value through profit or loss) are added to or deducted
from the fair value of the financial liabilities, as appropriate, on initial recognition. Transaction costs
directly attributable to the acquisition of financial liabilities at fair value through profit or loss are
recognized immediately in profit or loss. The Group's financial liabilities include trade and other
payables and accrued expenses. Subsequent Measurement After initial recognition, interest-bearing
financial liabilities are subsequently measured at amortized cost using the EIR method At the reporting
dates, accrued interest expenses is recorded separately from the associated borrowings within the
current liabilities section. Gains and losses are recognized in profit or loss when the liabilities are
derecognized as well as through the EIR amortisation process. Amortized cost is calculated by taking
into account any discount or premium on acquisition and fee or costs that are an integral part of the
EIR. The EIR amortisation is included in "Finance Costs" in profit or loss. Derecognition A financial
liability is derecognized when the obligation under the contract is discharged or cancelled or expired.
When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially
different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange or
modification is treated as derecognition of the original liability and recognition of a new liability, and the
difference in the respective carrying amounts is recognized in profit or loss. Reclassification of financial
instruments The Group is allowed to reclassify the financial assets owned if the Group changes the
business model for the management of financial assets and the Group is not allowed to reclassify the
financial liabilities. Changes in the business model should significantly impact the Group's operational
activities such as acquiring, releasing or ending a line of business. In addition, the Group needs to
prove the change to external parties. The following are not considered as change in business model:
(a) the change of intention relates to certain financial assets (even in situations of significant changes in
market conditions), (b) temporary loss of certain markets for financial assets, and (c) the transfer of
financial assets between parts of the Group and different business models. Offsetting of Financial
Instruments Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount reported in the
consolidated statements of financial position if, and only if, there is a currently enforceable legal right to
offset the recognized amounts and there is an intention to settle on a net basis, or to realize the assets
and settle the liabilities simultaneously.
Penerapan standar akuntansi baru Pada tanggal 1 Januari 2023, Grup menerapkan amandemen dan penyesuaian standar akuntansi Adoption of new accounting standards
Page 34
yang tidak mengakibatkan perubahan atas kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan dalam pelaporan keuangan Grup dan efektif berlaku sejak tanggal tersebut, sebagai berikut: Amendemen PSAK 16: Aset Tetap- Hasil sebelum Penggunaan yang Dimaksudkan Amandemen ini tidak memperbolehkan entitas mengurangi kepada biaya perolehan suatu aset tetap, hasil dari penjualan barang yang diproduksi saat menyiapkan aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diperlukan agar dapat beroperasi dengan cara yang dimaksudkan oleh manajemen. Sebaliknya, entitas mengakui hasil dari penjualan barang-barang tersebut, dan biaya untuk memproduksi barang-barang tersebut, dalam laba rugi.Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan - Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang. Amandemen menentukan persyaratan untuk klasifikasi suatu liabilitas sebagai lancar atau tidak lancar dan menjelaskan:? hal yang dimaksud sebagai hak untuk menunda pelunasan, ? hak untuk menunda harus ada pada akhir periode pelaporan ? Klasifikasi tersebut tidak dipengaruhi oleh adanya kemungkinan entitas akan menggunakan hak penangguhannya, dan ? hanya jika derivatif melekat pada liabilitas konversi tersebut merupakan instrumen ekuitas, maka syarat dan ketentuan liabilitas tidak akan memengaruhi klasifikasinya. Amandemen PSAK 1: Penyajian laporan keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi Amandemen ini memberikan panduan dan contoh untuk membantu entitas menerapkan pertimbangan materialitas dalam pengungkapan kebijakan akuntansi. Amandemen tersebut bertujuan untuk membantu entitas menyediakan pengungkapan kebijakan akuntansi yang lebih berguna dengan mengganti persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'signifikan' entitas dengan persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'material' entitas dan menambahkan panduan tentang bagaimana entitas menerapkan konsep materialitas dalam membuat keputusan tentang pengungkapan kebijakan akuntansi. Amandemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan terkait Definisi Estimasi AkuntansiAmandemen tersebut memperkenalkan definisi 'estimasi akuntansi' dan mengklarifikasi perbedaan antara perubahan estimasi akuntansi dan perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan. Amandemen tersebut juga mengklarifikasi bagaimana entitas menggunakan teknik pengukuran dan input untuk mengembangkan estimasi akuntansi. Amandemen PSAK 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas Yang Timbul Dari Transaksi Tunggal. Amendemen ini mengusulkan agar entitas mengakui aset maupun liabilitas pajak tangguhan pada saat pengakuan awalnya sebagai contoh dari transaksi sewa, untuk mengeliminasi perbedaan praktik saat ini atas transaksi tersebut dan transaksi lain yang serupa. On January 1, 2023, the Group applied amendments and improvements to accounting standards which do not resulted in changes to the Group?s accounting policies and has no material effect on the amounts reported in the Group?s financial reporting and effective from that date, as follows: Amendments to PSAK 16: Fixed Assets - Proceeds before Intended Use The amendments prohibit entities to deduct from the cost of an item of fixed assets, any proceeds from selling items produced while bringing that asset to the location and condition necessary for it to be capable of operating in the manner intended by management. Instead, an entity recognizes the proceeds from selling such items, and the costs of producing those items, in the profit or loss. Amendments to PSAK 1: Presentation of Financial Statements - Classification of a Liability as current or non-current The amendments specify the requirements for classifying liabilities as current or non-current and clarify: ? what is meant by a right to defer settlement ? the right to defer must exist at the end of the reporting period ? Classification is not affected by the likelihood that an entity will exercise its deferral right, and ? only if an embedded derivative in a convertible liability is an equity instrument would the terms and conditions of a liability will not impact its classification Amendment of PSAK 1: Presentation of financial statement - Disclosure of accounting policiesThis amendment provides guidance and examples to help entities apply materiality judgements to accounting policy disclosures. The amendment aims to help entities provide accounting policy
Page 35
disclosures that are more useful by replacing the requirement for entities to disclose their ?significant? accounting policies with a requirement to disclose their ?material? accounting policies and adding guidance on how entities apply the concept of materiality in making decisions about accounting policy disclosures. Amendment of PSAK 25: Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors - Definition of Accounting EstimatesThe amendments introduce a definition of ?accounting estimates? and clarify the distinction between changes in accounting estimates and changes in accounting policies and the correction of errors. Also, they clarify how entities use measurement techniques and inputs to develop accounting estimates.Amendment of PSAK 46: Income Taxes - Deferred Tax related to Assets and Liabilities arising from a Single TransactionThis amendment proposes that entities recognize deferred tax assets and liabilities at the time of initial recognition, for example from a lease transaction, to eliminate differences in current practice for such transactions and similar transactions.
Page 36
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Current Year
30 June 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal Aset tetap, akhir
Penambahan aset tetap Reklasifikasi aset tetap
periode periode
Property, plant, and Reclassifications of
Addition in property, plant, Property, plant, and
equipment, beginning property, plant, and
and equipment equipment, end period
period equipment
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 13,320 13,320 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold
26,700 15 26,715
dimiliki langsung improvement, directly owned
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
373,100 138 373,238
langsung directly owned
Alat pengangkutan, dimiliki Transportation equipment,
508 508
langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
3,202 17 3,219
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Dimiliki langsung 416,830 170 417,000 Directly owned
Lainnya, dalam penyelesaian Others, assets under
6,159 1,933 ( 170 ) 7,922
construction
Aset dalam penyelesaian 6,159 1,933 ( 170 ) 7,922 Assets under construction
Aset tetap Property, plant, and
422,989 1,933 0 424,922
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount,
24,387 135 24,522
dimiliki langsung improvement, directly owned accumulated depreciation
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
345,034 2,335 347,369
langsung directly owned
Alat pengangkutan, dimiliki Transportation equipment,
416 0 416
langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
2,304 180 2,484
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Dimiliki langsung 372,141 2,650 374,791 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
372,141 2,650 374,791
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
50,848 50,131
equipment
Page 37
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal Aset tetap, akhir
Penambahan aset tetap Reklasifikasi aset tetap
periode periode
Property, plant, and Reclassifications of
Addition in property, plant, Property, plant, and
equipment, beginning property, plant, and
and equipment equipment, end period
period equipment
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 15,305 ( 1,985 ) 13,320 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold
26,121 579 26,700
dimiliki langsung improvement, directly owned
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
368,559 4,541 373,100
langsung directly owned
Alat pengangkutan, dimiliki Transportation equipment,
508 508
langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
2,935 267 3,202
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Dimiliki langsung 413,428 3,402 416,830 Directly owned
Lainnya, dalam penyelesaian Others, assets under
6,453 5,093 ( 5,387 ) 6,159
construction
Aset dalam penyelesaian 6,453 5,093 ( 5,387 ) 6,159 Assets under construction
Aset tetap Property, plant, and
419,881 5,093 ( 1,985 ) 422,989
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount,
24,150 237 24,387
dimiliki langsung improvement, directly owned accumulated depreciation
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
340,694 4,340 345,034
langsung directly owned
Alat pengangkutan, dimiliki Transportation equipment,
380 36 416
langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
1,981 323 2,304
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Dimiliki langsung 367,205 4,936 372,141 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
367,205 4,936 372,141
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
52,676 50,848
equipment
Page 38
[1611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap "Beban penyusutan dialokasi sebagai berikut: 30/06/2023 30/06/2022 USD '000 USD '000 Beban Disclosure of notes for property, plant and
pokok penjualan 2,525 2,336 Beban umum dan administrasi 125 106 Jumlah 2,650 2,442 Pada equipment
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, aset tetap Grup yang telah disusutkan penuh namun
masih digunakan terutama terdiri dari (i) bangunan dan prasarana, (ii) mesin dan peralatan pabrik, (iii)
perabotan dan peralatan kantor, dan (iv) alat-alat pengangkutan dengan biaya perolehan
masing-masing sebesar USD 273.162.173 (angka penuh). Rincian aset dalam penyelesaian adalah
sebagai berikut: Nilai Kontrak Nilai Tercatat USD '000 USD '000 30 Juni 2023 Mesin dan peralatan
pabrik 13,946 7,922 31 Desember 2022 Mesin dan peralatan pabrik 11,631 6,159 Persentase
penyelesaian dari aset dalam penyelesaian bervariasi antara 1 persen - 95 percent. LCTN memiliki
beberapa sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas tanah yang akan berakhir dari tanggal 7 Oktober
2024 sampai dengan tanggal 18 Oktober 2039. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah
dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan
bukti kepemilikan yang memadai. Nilai wajar aset tetap adalah sebesar US$ 123.605 ribu berdasarkan
penilaian pada tanggal 31 Oktober 2022 oleh KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan, penilai
independen, dalam laporannya tanggal 16 Desember 2022. Penilaian ini dilakukan menggunakan
"Market Data Approach" untuk tanah dan "Cost Approach" untuk aset tetap lainnya. Perhitungan nilai
wajar tersebut dianggap sebagai level 3 pada hirarki nilai wajar. Aset tetap kecuali tanah diasuransikan
terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai
pertanggungan masing-masing sebesar Rp 1.511.500 ribu dan US$ 814.680 ribu pada tanggal 30 Juni
2023 dan 31 Desember 2022. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut memadai
untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari risiko yang dipertanggungkan. Penurunan Nilai
Aset Tetap Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, berdasarkan evaluasi manajemen,
jumlah terpulihkan masih lebih tinggi dari nilai tercatat, sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan
nilai. Depreciation expense was allocated to the following: 30/06/2023 30/06/2022 USD '000 USD '000
Cost of goods sold 2,525 2,336 General and administrative expenses 125 106 Total 2,650 2,442 As at
June 30, 2023 and December 31, 2022, the Group's property, plant and equipment that have been fully
depreciated but are still being utilized mainly consist of (i) building and infrastructures, (ii) plant
machineries and equipment, (iii) furniture and office equipment, and (iv) transportation equipment with
acquisition cost each amounting to USD 273,162,173, respectively (full amount). Details of construction
in progress are as follows: Contract Value Carrying Amount USD '000 USD '000 June 30, 2023 Plant
machineries and equipment 13,946 7,922 December 31, 2022 Plant machineries and equipment
11,631 6,159 Percentage of completion of the construction in progress varies between 1 percent - 95
percent. LCTN has several land ownership titles in the form of building usage rights (Hak Guna
Bangunan or HGB) certificates for a period until October 7, 2024 to October 18, 2039. Management
believes that there will be no difficulty in the extension of the land rights since all land rights were
acquired legally and supported by sufficient evidence of ownership. The fair value of the property, plant
and equipment amounted to US$ 123,605 thousand based on valuation carried out at October 31,
2022 by KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan, independent valuers, in their report dated December
16, 2022. The valuation was done based on Market Data Approach for land and Cost Approach for the
other property, plant and equipment. The calculation on fair value is considered level 3 of the fair value
Page 39
hierarchy. Property, plant and equipment, except land, were covered by insurance against losses by fire and other risks under blanket policies with total coverage each amounting to Rp 1,511,500 thousand and US$ 814,680 thousand as of June 30, 2023 and December 31, 2022, respectively. Management is of the opinion that the said amounts of insurance coverage are adequate to cover any possible losses that may arise from the insured risks. Impairment of Property, Plant and Equipment As of June 30, 2023 and December 31, 2022, based on management's assessment, the recoverable amount is still higher than the carrying amount, hence, no allowance for impairment is required."
Page 40
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Current Year
30 June 2023
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode Aset hak guna, periode
Penambahan aset hak guna
awal akhir
Right of use assets, Right of use assets, end
Addition in right of use assets
beginning period period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak guna 952 952 Building, right of use assets Carrying amount, gross
Lainnya, aset hak guna 162 162 Others, right of use assets
Aset hak guna 1,114 1,114 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak guna 684 114 798 Building, right of use assets Carrying amount, accumulated
Lainnya, aset hak guna 162 162 Others, right of use assets depreciation
Aset hak guna 846 114 960 Right of use assets
Nilai perolehan Aset hak guna 268 154 Right of use assets Carrying amount
Page 41
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode Aset hak guna, periode
Penambahan aset hak guna
awal akhir
Right of use assets, Right of use assets, end
Addition in right of use assets
beginning period period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak guna 952 952 Building, right of use assets Carrying amount, gross
Lainnya, aset hak guna 162 162 Others, right of use assets
Aset hak guna 1,114 1,114 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak guna 456 228 684 Building, right of use assets Carrying amount, accumulated
Lainnya, aset hak guna 144 18 162 Others, right of use assets depreciation
Aset hak guna 600 246 846 Right of use assets
Nilai perolehan Aset hak guna 514 268 Right of use assets Carrying amount
Page 42
[1612100] Disclosure of Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset hak guna Beban penyusutan dialokasi sebagai berikut: 30/06/2023 30/06/2022 USD '000 USD '000 Beban pokok Disclosure of notes for right of use assets
penjualan - 18 Beban umum dan administrasi 114 115 Jumlah 114 133 Penurunan Nilai Aset
Hak-Guna Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, manajemen berpendapat bahwa nilai
tercatat semua aset hak-guna dapat terealisasi seluruhnya dan oleh karena itu, tidak diperlukan
adanya penyisihan atas kerugian penurunan nilai aset hak-guna. Depreciation expense was allocated
to the following: 30/06/2023 30/06/2022 USD '000 USD '000 Cost of goods sold - 18 General and
administrative expenses 114 115 Total 114 133 Impairment of Right-of-Use Assets As of June 30, 2023
and December 31, 2022, management is of the opinion that, the carrying amount of all right-of-use
assets are fully recoverable, and, hence, no write down for impairment in right-of-use assets value is
necessary."
Page 43
[1616100] Disclosure of Notes to the financial statements - Revenue - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas pendapatan Kewajiban Pelaksanaan Kewajiban pelaksanaan pada Grup, yang mencakup penjualan barang Disclosure of notes for revenue
domestik dan komisi, dipenuhi pada saat pengiriman dari lokasi Grup. Untuk penjualan ekspor,
kewajiban pelaksanaan dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak.
Performance Obligations The performance obligations of the Group, which cover the domestic sale of
goods and commissions, are satisfied upon shipment from the Group's location. For export sales, the
performance obligation is satisfied as agreed in the contracts.
Page 44
[1617000] Notes to the financial statements - Revenue By Type - General
Industry
Catatan untuk tipe pendapatan Notes for revenue by type
30 June 2023 30 June 2022
Nama produk atau Penjualan dan Penjualan dan
jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product name Sales and revenue Sales and revenue
Pendapatan dari jasa 1 "Komisi Comission" 495 467 Service revenue 1
Pendapatan dari jasa 495 467 Service revenue
Pendapatan dari produk "Polyethylene Product revenue 1
200,609 250,156
1 Polyethylene"
Pendapatan dari Product revenue
200,609 250,156
produk
Tipe pendapatan 201,104 250,623 Type of revenue
Page 45
[1619000] Notes to the financial statements - Revenue With Value More Than
10% - General Industry
Catatan untuk pendapatan lebih dari 10% Note for revenue with value
more than 10%
30 June 2023 30 June 2022
Penjualan dan Penjualan dan
Nama pihak
pendapatan usaha pendapatan usaha
Party name Sales and revenue Sales and revenue
Pihak 1 PT Bukitmega Party 1
39,608 87,393
Masabadi
Pihak dengan Party with revenue
pendapatan lebih dari 39,608 87,393 more than 10%
10%
Page 46
[1620100] Notes to the financial statements - Trade receivables, by currency - General Industry
Piutang usaha berdasarkan mata uang Trade receivables by currency
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, Trade receivables,
impairment of trade Trade receivables impairment of trade Trade receivables
gross gross
receivables receivables
Pihak ketiga IDR 9,393 10,659 IDR Third party
Mata uang 9,393 9,393 10,659 10,659 Currency
Pihak berelasi IDR 2 IDR Related party
USD 5,405 3,816 USD
Mata uang 5,407 5,407 3,816 3,816 Currency
Page 47
[1620200] Notes to the financial statements - Trade receivables, by aging - General Industry
Piutang usaha berdasarkan umur Trade receivables by aging
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, Trade receivables,
impairment of trade Trade receivables impairment of trade Trade receivables
gross gross
receivables receivables
Belum jatuh tempo Umur 14,342 14,105 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 458 370 1 - 30 days Overdue
Umur 458 370 Aging
Jatuh tempo Umur 14,800 14,800 14,475 14,475 Aging Due status
Page 48
[1620300] Notes to the financial statements - Trade receivables, by list of counterparty - General Industry
Rincian piutang usaha berdasarkan rincian pihak Trade receivables by list of counterparty
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Nama pihak, Piutang usaha, Piutang usaha,
penurunan nilai Piutang usaha penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha kotor kotor
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Counterparty name, Trade receivables, Trade receivables,
impairment of trade Trade receivables impairment of trade Trade receivables
trade receivables gross gross
receivables receivables
Pihak ketiga Pihak 1 9,393 10,659 Rank 1, counterparty Third party
Rincian pihak 9,393 (0) 9,393 10,659 (0) 10,659 List of counterparty
Pihak berelasi Pihak 1 5,407 3,816 Rank 1, counterparty Related party
Rincian pihak 5,407 (0) 5,407 3,816 (0) 3,816 List of counterparty
Page 49
[1620500] Notes to the financial statements - Trade receivable, movement of
allowance for impairment of Trade receivables - General Industry
Pergerakan penurunan nilai piutang Movement of allowance for
usaha impairment of trade receivables
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan penurunan nilai Allowance for impairment of
piutang usaha, awal periode 0 0 trade receivables, beginning
period
Penambahan penyisihan Addition of allowance for
0 0
penurunan nilai piutang usaha impairment of trade receivables
Pengurangan mutasi penurunan Reduction of movement of
nilai piutang usaha (0) ( 0 ) allowance for impairment of trade
receivables
Dihapusbukukannya cadangan Written off of movement of
penurunan nilai piutang usaha (0) ( 0 ) allowance for impairment of trade
receivables
Penyisihan penurunan nilai Allowance for impairment of
piutang usaha, akhir periode 0 0 trade receivables, ending
period
Page 50
[1621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas piutang usaha Jangka waktu kredit piutang usaha - pihak ketiga dan pihak berelasi berkisar antara 30-90 hari dan Disclosure of notes for trade receivables
sebagian besar dari piutang usaha tersebut dilindungi dengan L/C dan/atau asuransi kredit. Tidak ada
bunga yang dibebankan pada piutang usaha yang telah melewati masa jatuh tempo. Grup mempunyai
kebijakan dalam mengelola risiko kredit untuk memastikan semua piutang yang belum jatuh tempo dan
tidak diturunkan nilainya, termasuk piutang yang telah jatuh tempo tetapi tidak diturunkan nilainya
adalah piutang dari pelanggan dengan sejarah pembayaran piutang yang baik dan diharapkan dapat
terpulihkan (Catatan 38b). Piutang usaha yang diungkapkan di atas termasuk jumlah yang telah lewat
jatuh tempo pada akhir periode pelaporan dimana Grup tidak mengakui penyisihan ECL karena belum
ada perubahan yang signifikan dalam kualitas kredit dan jumlah piutang masih dapat dipulihkan. Dalam
menentukan pemulihan dari piutang usaha, Grup mempertimbangkan setiap perubahan dalam kualitas
kredit dari piutang usaha dari tanggal awalnya kredit diberikan sampai dengan akhir periode pelaporan.
Konsentrasi risiko kredit adalah terbatas karena basis pelanggan besar dan tidak saling berhubungan.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi akun piutang pada akhir tahun, tidak dibentuk
penyisihan ECL karena manajemen berpendapat seluruh piutang tersebut dapat ditagih. The credit
period of trade accounts receivables - third parties and related parties ranges from 30-90 days and
majority of the trade accounts receivable are covered by L/C and/or credit insurance. No interest is
charged on overdue trade accounts receivable. The Group has credit risk management policies to
ensure that all receivables not yet due and not impaired including receivables due but not impaired are
receivables from customers with good credit payment history and are expected to be recovered (Note
38b). Trade accounts receivable disclosed above include amounts that are past due at the end of the
reporting period for which the Group have not recognized an allowance for ECL because there has not
been a significant change in credit quality and the amounts are still considered recoverable. In
determining the recoverability of a trade accounts receivable, the Group considers the changes in the
credit quality of the trade accounts receivable from the date credit was initially granted up to the end of
the reporting period. The concentration of credit risk is limited as the customer base is large and
unrelated. Based on the review of the status of receivable accounts at end of the year, no allowance for
ECL was provided as management believes that all receivables are collectible.
Page 51
[1630000] Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Catatan atas persediaan Notes for inventories
30 June 2023 31 December 2022
Barang jadi 20,108 19,648 Finished goods
Barang dalam proses 1,068 1,159 Work in process
Bahan baku dan bahan Raw and indirect material
16,550 14,409
pembantu
Suku cadang 6,398 6,249 Spareparts
Barang dalam perjalanan 4,957 18,955 Inventories in transit
Persediaan, kotor 49,081 60,420 Inventories, gross
Cadangan penurunan nilai Allowance for impairment
( 43 ) ( 59 )
persediaan of inventories
Persediaan 49,038 60,361 Inventories
Persediaan lancar 49,038 60,361 Current inventories
Mutasi cadangan penurunan nilai Movement of allowance for
persediaan impairment of inventories
30 June 2023 31 December 2022
Saldo awal Penyisihan Allowance for Impairment of
59 116
Penurunan Nilai Persediaan Inventories, beginning balance
Kenaikan/(penurunan) cadangan Increase/(decrease) for
penurunan nilai persediaan ( 16 ) ( 57 ) allowance for impairment of
inventories
Saldo akhir Penyisihan Allowance for Impairment of
43 59
Penurunan Nilai Persediaan Inventories, ending balance
Page 52
[1632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan "Pemulihan penyisihan atas nilai realisasi neto persediaan tersebut di atas diakui karena terjualnya Disclosure of notes for inventories
barang jadi terkait kepada pihak ketiga. Berdasarkan hasil penelaahan terhadap harga pasar,
manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan tersebut di atas cukup untuk menutup kemungkinan
kerugian yang timbul dari penurunan nilai pasar persediaan. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022, persediaan diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan
suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar USD 32.953 ribu.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut memadai untuk menutup kemungkinan
kerugian yang timbul dari risiko yang dipertanggungkan. The above recovery of allowance for net
realizable value of inventories were recognized in view of the sales of the related finished goods to third
parties. Based on the review of the market prices of the inventories, management believes that the
above-mentioned allowance is adequate to cover any possible losses from decline in market value of
inventories. As of June 30, 2023 and December 31, 2022, inventories are covered by insurance against
losses by fire and other risks under blanket policies with total coverage each amounting to USD 32,953
thousand, respectively. Management believes that the said insurance coverage is adequate to cover
any possible losses that may arise from the insured risks."
Page 53
[1640200] Notes to the financial statements - Trade Payable, by aging - General Industry
Utang usaha berdasarkan umur Trade payables by aging
30 June 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Belum jatuh tempo Umur 41,273 64,137 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 158 7,865 1 - 30 days Overdue
Umur 158 7,865 Aging
Jatuh tempo Umur 41,431 72,002 Aging Due status
Page 54
[1640300] Notes to the financial statements - Trade Payable, by list of counterparty - General Industry
Rincian utang usaha berdasarkan rincian pihak Trade payables by list of counterparty
31 December
30 June 2023
2022
Nama pihak, utang usaha Utang usaha Utang usaha
Counterparty name, trade
Trade payables Trade payables
payables
Pihak ketiga Pihak 1 400 1,520 Rank 1, counterparty Third party
Rincian pihak 400 1,520 List of counterparty
Pihak berelasi Pihak 1 41,031 70,482 Rank 1, counterparty Related party
Rincian pihak 41,031 70,482 List of counterparty
Page 55
[1641000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Payables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang usaha Rata-rata periode kredit yang diberikan oleh pihak ketiga adalah 30 hari. Grup mempunyai kebijakan Disclosure of notes for trade payables
dalam mengelola risiko dan memastikan semua utang dapat dibayar sesuai dengan jangka waktu yang
diberikan. Tidak ada bunga yang dibebankan pada utang usaha. The average credit period granted by
third parties is 30 days. The Group has policy to manage risk and ensure all debts can be paid
according to the given time period. No interest is charged to the trade accounts payable.
Page 56
[1670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - General
Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 June 2023 30 June 2022
Persediaan bahan baku awal 13,848 12,138 Beginning raw inventory
Pembelian bahan baku 171,680 222,104 Purchased raw inventory
Persediaan bahan baku akhir 15,966 15,276 Ending raw inventory
Bahan baku yang digunakan 169,562 218,966 Raw inventory used
Biaya pabrikasi lainya 24,390 25,523 Other manufacturing overhead
Jumlah biaya produksi 193,952 244,489 Total production cost
Barang setengah jadi awal 1,159 1,114 Beginning wip inventory
Barang setengah jadi akhir 1,068 2,018 Ending wip inventory
Harga pokok produksi 194,043 243,585 Cost of goods manufactured
Barang jadi awal 19,589 20,749 Beginning finish goods inventory
Pembelian barang jadi 2,700 3,916 Purchased finish goods inventory
Barang jadi akhir 20,065 25,028 Ending finish goods inventory
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
196,267 243,222
pendapatan
Page 57
[1671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas beban pokok Pembelian yang melebihi 10 Persen dari jumlah pendapatan bersih konsolidasian adalah sebagai Disclosure of notes for cost of goods sold
penjualan berikut: Persentase terhadap Jumlah Jumlah Pendapatan Bersih 30/06/2023 30/06/2022 30/06/2023
30/06/2022 USD'000 USD'000 Persen Persen Lotte Chemical Titan Corporation Sdn. bhd. 159.469
224.781 79.30 89.69 Jumlah 159.469 224.781 79.30 89.69 Purchases that were more than 10 Percent
of the total consolidated net revenue were as follows: Percentage to Total Net Total Revenue
30/06/2023 30/06/2022 30/06/2023 30/06/2022 USD'000 USD'000 Percent Percent Lotte Chemical
Titan Corporation Sdn. bhd. 159.469 224.781 79.30 89.69 Jumlah 159.469 224.781 79.30 89.69
Page 58
[1691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Page 59
[1691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Page 60
[1692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
Page 61
[1693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Page 62
[1693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Page 63
[1696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.