Back to announcement
20230731_AGRO_Laporan Informasi dan Fakta Material_31356171_lamp3.pdf
Financial statement Text extracted AGROSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 126
Page 1
Page 2
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023
DAN UNTUK PERIODE 6 (ENAM) BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
Daftar Isi
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan .........................................................................................................................................1 - 3
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain...............................................................................................................................................4 - 5
Laporan Perubahan Ekuitas ......................................................................................................................................6 - 7
Laporan Arus Kas .....................................................................................................................................................8 - 9
Catatan Atas Laporan Keuangan ........................................................................................................................ 10 - 123
***************************
Page 3
Page 4
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023 Catatan 31 Desember 2022
ASET
Kas 7.312.940 2a,2b,2z,3 11.262.053
Giro pada Bank Indonesia 695.601.096 2a,2b,2e,2z,4 973.164.695
2a,2b,2c,2d,
Giro pada bank lain 358.696.795 2e,2z,5,33 193.209.149
Cadangan kerugian penurunan nilai (76.838) (53.601)
358.619.957 193.155.548
Penempatan pada Bank Indonesia 2a,2b,2c,2d,
dan bank lain 459.872.329 2f,2z,6,33 952.737.263
Cadangan kerugian penurunan nilai - -
459.872.329 952.737.263
2b,2c,2d,
Efek-efek 4.042.581.114 2g,2z,7,33 4.363.632.096
Cadangan kerugian penurunan nilai (823.814) (555.123)
4.041.757.300 4.363.076.973
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali 539.624.951 2b, 2d, 2h, 8 -
Tagihan akseptasi - 2b,2d,2k,9 70.880.537
Cadangan kerugian penurunan nilai - (85.589)
- 70.794.948
Kredit yang diberikan 6.048.954.498 2b,2c,2d, 7.766.644.001
Cadangan kerugian penurunan nilai (845.215.754) 2i,2z,10,34 (1.321.540.011)
5.203.738.744 6.445.103.990
Penyertaan saham 77.510 2b,2d,2l,11 77.510
Aset tetap
Biaya perolehan 596.777.517 2m,2n,12 602.389.210
Akumulasi penyusutan (160.198.965) (145.960.243)
Nilai buku neto 436.578.552 456.428.967
Aset tak berwujud - neto 14.710.770 2m,2n,12 16.321.651
Aset pajak tangguhan 166.200.326 2aa,21c 287.082.404
Agunan yang diambil alih 6.043.700 2n,2o,13 6.043.700
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.206.801) (1.206.801)
4.836.899 4.836.899
Biaya dibayar dimuka dan 2b,2n,2p,
aset lain-lain 79.357.546 2z,14 124.732.164
TOTAL ASET 12.008.288.920 13.898.775.065
1
Page 5
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023 Catatan 31 Desember 2022
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas segera 28.123.530 2b,2q,2z, 15 16.720.511
Simpanan nasabah 2b,2c,2r, 2z,34
Giro 497.055.290 16 1.515.891.478
Tabungan 1.473.363.291 17 1.588.385.850
Deposito berjangka 6.229.494.091 18 6.710.623.691
8.199.912.672 9.814.901.019
2b,2c,2r,
Simpanan dari bank lain 46.981.172 2z,19,34 2.004.021
Efek-efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali - 2b,2j,20 273.751.943
Liabilitas akseptasi - 2b,2k,9 70.880.537
Utang pajak 6.345.948 2aa,21a 7.440.205
Pinjaman yang diterima 15.123.825 2b,2c,2t, 21,34 15.599.956
Estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi 515.355 2c,2d,2z,,23,34 2.812.147
Liabilitas imbalan kerja 75.510.670 2c,2x, 24,34 72.016.003
Liabilitas lain-lain 222.106.987 2b,2u,2z,25 233.561.441
Total Liabilitas 8.594.620.159 10.509.687.783
2
Page 6
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023 Catatan 31 Desember 2022
LIABILITAS DAN EKUITAS (lanjutan)
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal
Rp100 (Rupiah penuh)
per lembar saham
Modal dasar - 60.000.000.0000
lembar saham
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 24.740.494.294 lembar
saham pada tanggal 30 Juni 2023
dan 24.740.107.814 lembar saham
pada tanggal 31 Desember 2022 2.474.049.429 1, 26 2.474.010.781
Tambahan modal disetor 3.735.048.406 26 3.734.973.042
Opsi saham 57.862 2ad,26 57.862
Keuntungan (kerugian) yang belum
direalisasi atas efek-efek yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - setelah pajak
tangguhan (3.966.903) 2g (14.582.738)
Cadangan kerugian penurunan nilai
atas efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 152.983 2d,2g,8 609.258
Pengukuran kembali program
imbalan pasti - setelah
pajak tangguhan (4.574.714) 2x,24 (6.106.663)
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya:
Cadangan khusus 116.559 26 116.559
Cadangan umum 32.254.317 26 32.254.317
Belum ditentukan penggunaannya (2.819.469.178) (2.832.245.136)
Total Ekuitas 3.413.668.761 3.389.087.282
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 12.008.288.920 13.898.775.065
3
Page 7
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM
Untuk Periode 6 (Enam) Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk Periode 6 (Enam) Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni
2023 Catatan 2022
PENDAPATAN DAN BEBAN
OPERASIONAL
Pendapatan bunga 446.275.888 2v,27 542.857.154
Beban bunga (212.447.828) 2v,28 (185.644.245)
Pendapatan Bunga - neto 233.828.060 357.212.909
Pendapatan Operasional Lainnya
Provisi dan komisi lainnya 5.774.604 2w 8.940.604
Keuntungan dari penjualan
efek-efek - neto 30.613.723 2g,7g 22.662.281
Penerimaan kembali aset
keuangan yang telah
dihapusbukukan 102.677.987 2d 36.088.762
Keuntungan yang belum
direalisasi dari perubahan
nilai wajar efek-efek - neto 549.407 2g,7f -
Keuntungan transaksi
mata uang asing - neto - 2z 3.501.713
Lain-lain 13.007.775 192.702
Total Pendapatan Operasional
Lainnya 152.623.496 71.386.062
(Penyisihan) Pembalikan Kerugian
Penurunan Nilai 60.351.500 2d,2n,29 (69.321.371)
Beban Operasional Lainnya
Beban gaji dan tunjangan (151.384.442) 2c,2x,24 (153.566.949)
30,34
Beban umum dan administrasi (166.937.875) 2m,31 (96.647.764)
Kerugian yang belum
direalisasi dari perubahan
nilai wajar efek-efek - neto - 2g,7f (3.437.000)
Kerugian transaksi 2g,7f
mata uang asing - neto (993.310) -
Lain-lain (853.247) (1.150.285)
Total Beban Operasional Lainnya (320.168.874) (254.801.998)
LABA OPERASIONAL 126.634.182 104.475.602
PENDAPATAN
96.745 3.035.203
NON-OPERASIONAL - NETO 32
LABA SEBELUM PAJAK 126.730.927 107.510.805
BEBAN PAJAK (117.455.780) 2aa,21b (92.131.619)
LABA TAHUN BERJALAN 9.275.147 15.379.186
4
Page 8
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM (lanjutan)
Untuk Periode 6 (Enam) Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk Periode 6 (Enam) Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni
2023 Catatan 2022
PENGHASILAN KOMPREHENSIF
LAINNYA
Akun yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi
Pengukuran kembali atas
program imbalan pasti 1.964.038 2x, 24 971.541
Pajak penghasilan
terkait akun yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi (432.088) (213.739)
Akun yang akan
direklasifikasi ke laba rugi
Kerugian yang belum
direalisasi atas efek-efek yang
diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain 13.610.043 2g (95.909.096)
Cadangan kerugian penurunan nilai
atas efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain (456.276) 2d,2g 2.786
Pajak penghasilan terkait akun
yang akan direklasifikasi ke
laba rugi (2.994.210) 21.100.001
PENGHASILAN (BEBAN)
KOMPREHENSIF LAIN
TAHUN BERJALAN SETELAH
PAJAK 11.691.507 (74.048.507)
TOTAL PENGHASILAN (BEBAN)
KOMPREHENSIF
20.966.654
TAHUN BERJALAN (58.669.321)
LABA TAHUN BERJALAN
PER SAHAM 2y,33
Dasar (dalam Rupiah penuh) 0,38 0,68
Dilusian (dalam Rupiah penuh) 0,38 0,68
5
Page 9
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Periode 6 (Enam) Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keuntungan yang
belum direalisasi
atas efek-efek
yang diukur
pada nilai wajar Cadangan
kerugian
melalui
pengahsilan penurunan nilai
komprehensif atas efek-efek Pengukuran Saldo laba
lain
Modal atau efek-efek yang diukur kembali program
ditempatkan yang tersedia pada nilai wajar imbalan pasti
dan disetor Tambahan untuk dijual - melalui setelah pajak Telah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan
setelah penghasilan
Catatan penuh modal disetor Opsi saham pajak tangguhan komprehensif lain tangguhan Cadangan khusus Cadangan umum penggunaannya Ekuitas
Saldo pada tanggal Desember 2021 2.274.652.671 2.943.713.773 81.544 54.065.680 87.229 (3.602.953) 116.559 32.254.317 (2.843.705.641) 2.457.663.179
Laba tahun berjalan - - - - - - - - 15.379.186 15.379.186
Penghasilan (kerugian)
- - - (74.809.095) 2.786 757.802 - - - (74.048.507)
komprehensif lainnya 2d,2g,2x
Total penghasilan komprehensif untuk
- - - (74.809.095) 2.786 757.802 - - 15.379.186 (58.669.321)
tahun berjalan
Penerbitan saham 26 21.837 42.582 - - - - - - - 64.419
Opsi saham 2ad,26 - 13.635 (13.635) - - - - - - -
Saldo pada tanggal 30 Juni 2022 2.274.674.508 2.943.769.990 67.909 (20.743.415) 90.015 (2.845.151) 116.559 32.254.317 (2.828.326.455) 2.399.058.277
6
Page 10
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Periode 6 (Enam) Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keuntungan yang
belum direalisasi
atas efek-efek
yang diukur
pada nilai wajar Cadangan
kerugian
melalui
pengahsilan penurunan nilai
komprehensif atas efek-efek Pengukuran Saldo laba
lain
Modal atau efek-efek yang diukur kembali program
ditempatkan yang tersedia pada nilai wajar imbalan pasti
dan disetor Tambahan untuk dijual - melalui setelah pajak Telah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan
setelah penghasilan
Catatan penuh modal disetor Opsi saham pajak tangguhan komprehensif lain tangguhan Cadangan khusus Cadangan umum penggunaannya Ekuitas
Saldo pada tanggal 31 Desember 2022 2.474.010.781 3.734.973.042 57.862 (14.582.738) 609.258 (6.106.663) 116.559 32.254.317 (2.832.245.136) 3.389.087.282
Laba tahun berjalan - - - - - - - - 9.275.147 9.275.147
Penghasilan (kerugian) komprehensif lainnya
- - - 10.615.835 (456.275) 1.531.949 - - 3.417.938 15.109.447
2d,2g,2x
Total penghasilan komprehensif untuk
- - - 10.615.835 (456.275) 1.531.949 - - 12.693.085 24.384.594
tahun berjalan
Penerbitan saham 26 38.648 75.364 - - - - - - - 114.012
Opsi saham 2ad,26 - - - - - - - - 82.873 82.873
Saldo pada tanggal 30 Juni 2023 2.474.049.429 3.735.048.406 57.862 (3.966.903) 152.983 (4.574.714) 116.559 32.254.317 (2.819.469.178) 3.413.668.761
6
Page 11
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN ARUS KAS INTERIM
Untuk Periode 6 (Enam) Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk Periode 6 (Enam) Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni
2023 Catatan 2022
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan bunga, provisi dan komisi 489.138.525 547.325.205
Pembayaran bunga, provisi dan komisi (208.196.135) (191.909.876)
Penerimaan kembali aset keuangan
yang telah dihapusbukukan 102.677.987 37.360.125
Pendapatan operasional lainnya 49.383.184 31.751.909
Pembayaran pajak - (6.105.746)
Beban operasional lainnya (198.366.317) (199.581.228)
Pendapatan lain - neto 88.785 2.581.275
Arus kas sebelum perubahan dalam
234.726.029 221.421.664
aset dan liabilitas operasi
Perubahan dalam aset dan
liabilitas operasi:
Penurunan (kenaikan) dalam
aset operasi:
Kredit yang diberikan 1.282.683.422 1.867.940.173
Efek-efek yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi (370.882.859) 58.180.000
Efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali (539.624.951) 553.443.321
Aset lain-lain 2.568.077 1.248.467
Kenaikan (penurunan) dalam
liabilitas operasi:
Liabilitas segera 11.403.019 (3.745.305)
Giro (1.018.836.188) (450.627.731)
Tabungan (115.022.559) (155.572.876)
Deposito Berjangka (481.129.600) (1.383.645.945)
Simpanan dari bank lain 44.977.151 (299.302.890)
Liabilitas lain-lain (81.310.212) (34.945.768)
Kas Neto (Digunakan untuk)
Diperoleh dari Aktivitas Operasi (1.030.448.671) 374.393.110
8
Page 12
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN ARUS KAS INTERIM (lanjutan)
Untuk Periode 6 (Enam) Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk Periode 6 (Enam) Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni
2023 Catatan 2022
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Penurunan efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain dan biaya
perolehan diamortisasi 706.093.290 602.020.236
Hasil penjualan aset tetap 732.486 12 1.734.226
Perolehan aset tetap (10.600.971) 12 (46.840.094)
Perolehan aset tak berwujud (564.990) 12 (502.500 )
Penerimaan dividen 12.918 43.677
Kas Neto Diperoleh dari
695.672.733 556.455.545
Aktivitas Investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penerimaan dari penerbitan saham 38.648 21.837
Penambahan modal disetor 75.364 56.217
Pembayaran pinjaman yang diterima (476.131) 22 (452.956 )
Penurunan efek-efek yang
dijual dengan janji dibeli kembali (273.751.943) 22 -
Kas Neto Digunakan untuk
(274.114.062) (374.902 )
Aktivitas Pendanaan
(PENURUNAN) KENAIKAN NETO
(608.890.000) 930.473.753
KAS DAN SETARA KAS
KAS DAN SETARA KAS
2.130.373.160 2.140.267.176
AWAL PERIODE
KAS DAN SETARA KAS
1.521.483.160 3.070.740.929
AKHIR PERIODE
Kas dan Setara Kas akhir periode
terdiri dari:
Kas 7.312.940 3 16.857.953
Giro pada Bank Indonesia 695.601.096 4 646.767.529
Giro pada bank lain 358.696.795 5 204.373.059
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank
lain - jangka waktu jatuh tempo
tiga bulan atau kurang
sejak tanggal perolehan 459.872.329 6 2.202.742.388
Total Kas dan Setara Kas 1.521.483.160 3.070.740.929
9
Page 13
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Bank
PT Bank Agroniaga Tbk ("Bank") didirikan dengan Akta No. 27 Notaris Raden Soekarsono, S.H., tanggal
27 September 1989. Anggaran Dasar Bank telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. C.2-10019.HT.01.01-TH.89 tanggal 28 Oktober 1989 serta diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 96, Tambahan No. 3303 tanggal 1 Desember 1989.
Bank memperoleh izin usaha sebagai bank umum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No.
1347/KMK.013/1989 tanggal 11 Desember 1989 dan Surat Keputusan Direktur Bank Indonesia No.
22/1037/UPPS/ PSbD tanggal 26 Desember 1989.
Perubahan status Bank dari perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka berdasarkan Akta Pernyataan
Keputusan Rapat No. 1 tanggal 2 Desember 2002 di hadapan Notaris Siti Rayhana, S.H., dan telah
mendapatkan persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal 24 Desember 2002, dengan
Surat Keputusan No. C-24779.HT.01.04.TH.2002, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 9, Tambahan No. 881 tanggal 31 Januari 2003.
Pada tanggal 8 Mei 2006, Bank mendapatkan izin sebagai bank devisa berdasarkan Surat Keputusan
Gubernur Bank Indonesia No. 8/41/KEP.GBI/2006.
Untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Anggaran
Dasar Bank telah dilakukan penyesuaian. Penyesuaian tersebut dinyatakan dalam Akta Pernyataan
Keputusan Rapat No. 41 tanggal 16 Juli 2008 yang dibuat di hadapan Rusnaldy, S.H., notaris di Jakarta.
Perubahan ini telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-46794.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 1 Agustus 2008 dan
telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 69, Tambahan No. 15961 tanggal 26
Agustus 2008.
Pada tahun 2012, PT Bank Agroniaga Tbk melakukan perubahan nama menjadi PT Bank Rakyat Indonesia
Agroniaga Tbk (“BRI Agro”) sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 30 tanggal 16 Mei 2012
yang dibuat dihadapan Notaris Rusnaldy, S.H., yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-30947.AH.01.02.Tahun 2012
tanggal 7 Juni 2012 dan Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 14/72/KEP.GBI/2012 tanggal 10
Oktober 2012.
PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk melakukan perubahan nama menjadi PT Bank Raya Indonesia
Tbk (“Bank Raya”) sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 24 tanggal 27 September 2021
yang dibuat dihadapan Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn. yang yang telah diterima dan dicatat di dalam
Sistem Administrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
0052731.AH.01.02.TAHUN 2021 tanggal 27 September 2021 dan telah disetujui oleh Otoritas Jasa
Keuangan dalam Salinan Keputusan Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan
No. KEP-65/PBI.1/2021 tanggal 1 November 2021 yang diterima Bank pada tanggal 5 November 2021
melalui surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-426/PB.12/2021.
Anggaran Dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Pernyataan
Keputusan Rapat No. 41 tanggal 26 Desember 2022 yang dibuat dihadapan M. Nova Faisal, S.H., M.Kn,
notaris di Jakarta, mengenai penerbitan saham baru melalui penambahan modal dengan Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Perubahan ini telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0260418.AH.01.11.TAHUN
2022 tanggal 26 Desember 2022.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Bank adalah menjalankan kegiatan umum
di bidang perbankan.
10
Page 14
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Kantor pusat Bank berlokasi di Menara BRILiaN, Jl. Gatot Subroto No. 177A, Jakarta. Pada tanggal 30 Juni
2023 dan 31 Desember 2022, Bank memiliki kantor-kantor sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Kantor Pusat Non Operasional 1 1
Kantor Cabang 8 9
Community Branches 10 10
Kantor Cabang Pembantu 8 11
Kantor Kas 2 2
E-Buzz 1 1
Entitas induk Bank adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk. dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pemegang saham mayoritas.
b. Penawaran Umum Saham Bank
Pada tanggal 21 Mei 2003, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Perusahaan Publik kepada
Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan ("Bapepam-LK") di Jakarta. Berdasarkan
Surat Ketua Bapepam-LK No. S-1565/PM/2003 tanggal 30 Juni 2003, Bank dinyatakan efektif menjadi
perusahaan publik.
Selanjutnya Bank mencatatkan saham perdananya sebanyak 1.529.336.690 lembar saham dengan
nominal Rp100 (Rupiah penuh) per lembar saham di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Surabaya)
pada tanggal 8 Agustus 2003, berdasarkan Surat Persetujuan Pencatatan Awal Saham Bank No. JKT-
007/LIST/BES/VIII/2003 tanggal 7 Agustus 2003.
c. Penawaran Umum Terbatas Saham Bank
Pada tanggal 9 Oktober 2003, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas
I kepada Ketua Bapepam-LK dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak
305.867.338 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) setiap lembar saham.
Pada tanggal 7 November 2003, Ketua Bapepam-LK melalui Surat No. S-2718/PM/2003, menyetujui
pernyataan pendaftaran tersebut. Dari Penawaran Umum Terbatas I, Bank dapat meningkatkan jumlah
modal saham sebesar Rp30.586.734.
Pada tanggal 14 Maret 2005, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas
II kepada Ketua Bapepam-LK dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak
513.857.128 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) setiap lembar saham.
Pada tanggal 12 April 2005, Ketua Bapepam-LK melalui Surat No. S-757/PM/2005 menyetujui pernyataan
pendaftaran tersebut. Dari penawaran umum terbatas II, Bank dapat meningkatkan jumlah modal saham
sebesar Rp51.385.713. Pada tanggal 24 Maret 2009, Bank meningkatkan modal disetornya sebanyak
64.000.000 saham melalui penambahan modal tanpa penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
Peningkatan modal tersebut dilakukan oleh Dana Pensiun Perkebunan, pemegang saham pengendali
Bank.
Pada tanggal 28 September 2009, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum
Terbatas III kepada Ketua Bapepam-LK dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
sebanyak 1.040.632.622 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) setiap
lembar saham. Pada tanggal 9 November 2009, Ketua Bapepam-LK melalui Surat No. S-9827/BL/2009
menyetujui Pernyataan Penawaran Umum Terbatas III tersebut. Dari penawaran umum terbatas ini Bank
telah meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 1.005.144.172 lembar saham. Pada Penawaran
Umum Terbatas III tersebut, Bank juga menerbitkan waran sejumlah 502.572.084 lembar yang dapat
dikonversi menjadi saham Bank dengan nilai nominal Rp100 per lembar (Rupiah penuh). Sampai dengan
tanggal 25 Mei 2011 (akhir dari konversi waran), jumlah waran yang telah dikonversi menjadi saham
sejumlah 199.890.250 lembar, sehingga meningkatkan modal saham Bank sebesar Rp19.989.025.
Pada tanggal 10 Mei 2013, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas IV
kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih
11
Page 15
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Dahulu sebanyak 3.846.035.599 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh)
setiap lembar saham. Pada tanggal 26 Juni 2013, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan melalui
Surat No. S-186/D.04/2013, menyetujui Pernyataan Penawaran Umum Terbatas IV tersebut. Dari
penawaran umum terbatas ini Bank telah meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 3.832.685.599
lembar saham.
Pada tanggal 11 Mei 2015, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas V
kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu sebanyak 5.588.080.286 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh)
setiap lembar saham. Pada tanggal 17 Juni 2015, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan melalui
Surat No. S-259/D.04/2015, menyatakan efektifnya Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas
V tersebut. Dari penawaran umum terbatas ini Bank telah meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak
4.028.934.521 lembar saham.
Pada tanggal 17 Oktober 2016, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas
VI kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka Penambahan Modal Dengan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 3.845.996.122 saham biasa dengan
nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham dan menerbitkan Waran Seri II sebanyak 616.908.103
lembar. Pada tanggal 25 November 2016, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan melalui Surat No.
S-695/D.04/2016 memberitahu mengenai Efektifnya Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas
VI, sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 3.845.996.122 lembar saham.
Waran Seri II dapat dikonversi menjadi saham Bank dengan nilai Rp130 per lembar (Rupiah penuh) dengan
periode pelaksanaan dari 9 Juni 2017 sampai dengan 11 Juni 2018. Sampai dengan tanggal 11 Juni 2018
(akhir dari konversi waran), jumlah waran yang telah dikonversi menjadi saham sejumlah 612.937.654
lembar, sehingga meningkatkan modal saham Bank sebesar Rp61.293.765.
Pada tanggal 2 Mei 2017, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas VII
kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka Penambahan Modal Dengan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 2.515.555.707 saham biasa dengan
nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham. Pada tanggal 12 Juni 2017, Dewan Komisioner Otoritas
Jasa Keuangan melalui Surat No. S-293/D.04/2017, memberitahu mengenai efektifnya Pernyataan
Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas VII, sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak
2.515.555.707 lembar saham.
Pada tanggal 16 Juli 2018, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas VIII
kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka Penambahan Modal Dengan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 5.001.089.604 saham biasa dengan
nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham. Pada tanggal 30 Agustus 2018, Dewan Komisioner OJK
melalui Surat No. S-113/D.04/2018 memberitahu mengenai efektifnya Pernyataan Pendaftaran Penawaran
Umum Terbatas VIII, sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 2.889.085.049 lembar
saham.
Pada tanggal 30 September 2021, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum
Terbatas IX kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka Penambahan Modal
Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 1.054.545.185 saham
biasa dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham. Pada tanggal 18 November 2021, Dewan
Komisioner OJK melalui Surat No. S-207/D.04/2021 menyatakan mengenai efektifnya Pernyataan
Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas IX, sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak
1.054.545.185 lembar saham (Catatan 26).
Pada tanggal 5 Oktober 2022, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas
X kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka Penambahan Modal Dengan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 2.320.000.000 saham biasa dengan
nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham. Pada tanggal 30 November 2022, Dewan Komisioner OJK
melalui Surat No. S-250/D.04/2022 menyatakan mengenai efektifnya Pernyataan Pendaftaran Penawaran
Umum Terbatas X, sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 1.993.201.832 lembar
saham (Catatan 26).
12
Page 16
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
d. Akuisisi Bank
Pada tanggal 19 Agustus 2010, Dana Pensiun Perkebunan selaku pemegang 95,96% saham Bank dan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli
(PPJB) Saham untuk mengakuisisi saham Bank dengan total nominal sebesar Rp330.296.054 untuk
3.030.239.023 lembar saham dengan harga Rp109 (Rupiah penuh) per lembar.
Komposisi kepemilikan saham Bank setelah akuisisi dan setelah dilakukan penjualan saham kembali
kepada publik oleh BRI adalah 76% dimiliki oleh BRI, 14% Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) dan
10% publik.
Akuisisi ini diselesaikan pada tanggal 3 Maret 2011, berdasarkan Akta Akuisisi No. 14 Notaris Fathiah
Helmi, S.H., dimana BRI memiliki 88,65% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam
Bank, sebagaimana dimuat dalam Akta No. 68 tanggal 29 Desember 2009, Notaris Rusnaldy, S.H. Hal
tersebut di atas telah mempertimbangkan efek dari Waran Seri I yang dapat dieksekusi sampai dengan
tanggal 25 Mei 2011.
Untuk memenuhi Peraturan Bapepam-LK No. IX.H.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-
259/BL/2008, tanggal 30 Juni 2008, tentang “Pengambilalihan Perusahaan Terbuka”, BRI sebagai
pengendali baru Bank diwajibkan untuk melaksanakan Penawaran Tender terhadap saham Bank yang
dimiliki pemegang saham publik. Pernyataan Penawaran Tender telah dinyatakan efektif pada tanggal 4
Mei 2011 berdasarkan Surat Ketua Bapepam-LK No. S-4985/BL/2011 dan telah diumumkan pada 2 (dua)
surat kabar harian nasional pada tanggal 5 Mei 2011.
Masa Penawaran Tender dimulai pada tanggal 5 Mei 2011 dan berakhir pada tanggal 24 Mei 2011. Pada
tanggal penutupan masa Penawaran Tender, terdapat 113.326.500 lembar saham (3,15% dari seluruh
saham Bank) yang dibeli oleh BRI dari publik. Harga Penawaran Tender yang digunakan adalah sebesar
Rp182 (Rupiah penuh) per lembar.
Pada tanggal 1 Juli 2011, BRI melakukan penjualan saham kepada Dapenbun sejumlah 256.375.502
lembar atas eksekusi opsi beli Dapenbun dengan harga Rp109 (Rupiah penuh) per lembar.
Sesuai dengan peraturan Bapepam-LK No. IX.H.1, jangka waktu pengembalian penawaran tender adalah
selama 2 (dua) tahun, namun khusus untuk Bank, BRI wajib memenuhi minimal kepemilikan saham publik
sebesar 10%, paling lambat pada tanggal 24 Mei 2013. Hal ini untuk memenuhi Surat Bursa Efek Indonesia
No. S-06472/BEI.PPJ/09-2011 tanggal 23 September 2011 mengenai perpanjangan batas waktu
peningkatan kepemilikan saham publik.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2011, saham Bank yang berhasil dijual ke publik sebesar 500.000
lembar saham, sehingga kepemilikan saham BRI di Bank pada tanggal 31 Desember 2011 menjadi 79,78%
dan Dapenbun 14%.
Selama tahun 2012 dan sampai dengan tanggal 24 Mei 2013 tidak terdapat penjualan saham, sehingga
kepemilikan saham publik untuk memenuhi Surat Bursa Efek Indonesia No. S-06472/BEI.PPJ/09-2011
tanggal 23 September 2011 sebesar 10% pada tanggal 24 Mei 2013, tidak dapat dipenuhi BRI karena tidak
aktifnya harga saham Bank di pasar modal.
e. Struktur dan Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank pada tanggal 30 Juni 2023 ditetapkan berdasarkan Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank tanggal 10 Mei 2023 sesuai Akta Pernyataan
Keputusan Rapat No. 11 tanggal 16 Mei 2023, Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn. di Jakarta, yang telah
diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia No. AHU-AH.01.09-0118023 tanggal 17 Mei 2023.
13
Page 17
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Sedangkan, Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank pada tanggal 31 Desember 2022 ditetapkan
berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank tanggal 29 September 2022
sesuai Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 01 tanggal 3 Oktober 2022, Notaris M. Nova Faisal, S.H.,
M.Kn. di Jakarta, yang telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.09-0063523 tanggal 10 Oktober 2022, adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Dewan Komisaris
Komisaris Utama M. Sidik Heruwibowo**) Rudhy Sidharta*)
Komisaris Independen Eko B. Supriyanto Eko B. Supriyanto
Komisaris Independen Rina Sa’adah Rina Sa’adah
Komisaris Independen Retno Wahyuni Wijayanti**) Rama G. Notowidigdo
Komisaris Achmad F.C. Barir Achmad F.C. Barir
*)
Efektif per tanggal 18 Juli 2022 setelah mendapat persetujuan penilaian kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan
**)
Efektif setelah mendapat persetujuan penilaian kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Direksi
Direktur Utama Ida Bagus Ketut Subagia Ida Bagus Ketut Subagia*)
Direktur Retail Agri dan Pendanaan Dedy Hendrianto Dedy Hendrianto**)
Direktur Digital dan Operasional Bhimo Wikan Hantoro Bhimo Wikan Hantoro
Direktur Keuangan Rustarti Suri Pertiwi ****) Akhmad Fazri**) ***)
Direktur Enterprise Risk Management Danar Widyantoro ****) Ernawan
Compliance & Human Resource
*)
Efektif per tanggal 20 Desember 2022 setelah mendapat persetujuan penilaian kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan
**)
Efektif per tanggal 18 Juli 2022 setelah mendapat persetujuan penilaian kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan
***)
Sesuai Putusan RUPS PT Mineral Industri Indonesia (Persero) (MIND ID) tanggal 21 Maret 2023 diangkat sebagai Direktur Keuangan MIND ID
****)
Efektif setelah mendapat persetujuan penilaian kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan
Susunan Komite Audit Bank pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 yang ditetapkan
berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. Kpts.R.171/Dir.03.04/PHC/05/2021 tanggal 6 Mei 2021 dan
Surat Dewan Komisaris No. R.62/DK-IV/2021 tanggal 28 April 2021, adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Ketua Rina Sa’adah Rina Sa’adah
Anggota Eko B. Supriyanto Eko B. Supriyanto
Anggota Ari Setyo Wibowo Ari Setyo Wibowo
Anggota Antonius Suryanta Antonius Suryanta
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Sekretaris Perusahaan Bank adalah Ajeng Putri
Hapsari sesuai dengan Surat Keputusan Direksi Bank No. R.109/Dir.01.03/HCP/TML/03/20222004 tanggal
14 Maret 2022.
Pada tanggal 30 Juni 2023, Kepala Satuan Kerja Audit Internal Bank adalah Muhammad Fauzi berdasarkan
PKWT No. 2709/PKWT-HCP/03/2023 tanggal 1 Maret 2023. Sedangkan, pada tanggal 31 Desember 2022,
Kepala Satuan Kerja Audit Internal Bank adalah Indra Subhan Nasution berdasarkan Surat Keputusan
Direksi Bank No. Kpts.R.705/Dir.01.03/HCP/TML/12/2021 tanggal 27 Desember 2021.
Berdasarkan kebijakan Bank, manajemen kunci Bank mencakup anggota dewan komisaris, direksi, komite
audit, komite remunerasi, kepala divisi, kepala bagian langsung di bawah direksi. kepala cabang, dan
community branch leaders.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Bank memiliki karyawan tetap dan karyawan tidak
tetap sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Tetap 697 711
Tidak Tetap 264 299
Total 961 1.010
14
Page 18
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk Periode enam bulan yang
berakhirpada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
di Indonesia, yang mencakup pernyataan dan interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) dan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan (Bapepam-LK) No. VIII.G.7 lampiran keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal
25 Juni 2012 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.
a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 1: “Penyajian
Laporan Keuangan. Laporan keuangan disusun berdasarkan nilai historis kecuali untuk beberapa akun
yang dinilai menggunakan dasar pengukuran lain sebagaimana dijelaskan pada kebijakan akuntansi dari
akun tersebut. Laporan keuangan disusun dengan dasar akrual, kecuali laporan arus kas.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas
dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Untuk keperluan laporan arus kas, yang termasuk kas
dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia dan giro pada bank lain dan penempatan pada
Bank Indonesia dan bank lain yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal perolehan,
sepanjang tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima serta tidak dibatasi
penggunaannya.
Mata uang penyajian yang digunakan dalam laporan keuangan adalah mata uang Rupiah (Rp). Angka-
angka yang disajikan dalam laporan keuangan, kecuali bila dinyatakan secara khusus, adalah dibulatkan
dalam ribuan Rupiah.
b. Aset keuangan dan liabilitas keuangan
Aset keuangan terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain, efek-efek, efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, tagihan akseptasi,
kredit yang diberikan, penyertaan saham dan aset lain-lain (piutang bunga dan piutang lain-lain).
Liabilitas keuangan terdiri dari liabilitas segera, simpanan nasabah, simpanan dari bank lain, efek-efek yang
dijual dengan janji dibeli kembali, liabilitas akseptasi, surat berharga yang diterbitkan, pinjaman yang
diterima dan liabilitas lain-lain (bunga yang masih harus dibayar, setoran jaminan dan liabilitas sewa).
(i) Klasifikasi
Untuk menentukan kategori dan klasifikasi, Bank menilai seluruh aset keuangan, kecuali instrumen
ekuitas dan derivatif, berdasarkan kombinasi dari model bisnis pengelolaan aset dan karakteristik arus
kas kontraktual instrumen terkait. Berikut klasifikasi aset keuangan pada saat pengakuan awal:
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
Aset keuangan, dalam hal ini instrumen utang, yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain, dengan keuntungan/kerugian diakui pada laba rugi pada saat
pelepasan.
Aset keuangan, dalam hal ini Instrumen ekuitas, yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain dengan keuntungan/kerugian tidak diakui pada laba rugi pada
saat pelepasan; atau
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Bank mengklasifikasi dan mengukur instrumen derivatif dan portofolio trading pada aset keuangan
yang diakui pada nilai wajar melalui laba rugi.
15
Page 19
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Bank mengklasifikasi dan mengukur instrumen derivatif dan portofolio trading pada aset keuangan
yang diakui pada nilai wajar melalui laba rugi. Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi
jika memenuhi kondisi sebagai berikut:
Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam
rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu
atas arus kas yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang.
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika memenuhi kondisi
sebagai berikut:
Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk mendapatkan arus kas
kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu
atas arus kas yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang.
Aset keuangan lainnya yang tidak memenuhi persyaratan untuk diklasifikasikan sebagai diukur pada
biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, diklasifikasikan
sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Saat pengakuan awal, Bank dapat membuat penetapan yang tidak dapat dibatalkan untuk mengukur
aset yang memenuhi persyaratan untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain pada nilai wajar melalui laba rugi, apabila penetapan tersebut
mengeliminasi atau secara signifikan mengurangi inkonsistensi pengukuran atau pengakuan (kadang
disebut sebagai “accounting mismatch”).
Penilaian model bisnis
Model bisnis ditentukan pada level yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola
bersama-sama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu.
Penilaian model bisnis dilakukan dengan mempertimbangkan, tetapi tidak terbatas pada, hal-hal
berikut:
Bagaimana kinerja dari model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis
dievaluasi dandilaporkan kepada personil manajemen kunci Bank;
Apakah risiko yang memengaruhi kinerja dari model bisnis (termasuk aset keuangan yang dimiliki
dalammodel bisnis) dan khususnya bagaimana cara aset keuangan tersebut dikelola; dan
Bagaimana penilaian kinerja pengelola aset keuangan (sebagai contoh, apakah penilaian
kinerja berdasarkan nilai wajar dari aset yang dikelola atau arus kas kontraktual yang
diperoleh).
Aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan dan penilaian kinerja berdasarkan nilai wajar diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi.
Penilaian mengenai arus kas kontraktual yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga
Untuk tujuan penilaian ini, pokok didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada saat
pengakuan awal. Bunga didefinisikan sebagai imbalan untuk nilai waktu atas uang dan risiko kredit terkait
jumlah pokok terutang pada periode waktu tertentu dan juga risiko dan biaya peminjaman standar, dan
juga marjin laba.
Penilaian mengenai arus kas kontraktual yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga
dilakukan dengan mempertimbangkan persyaratan kontraktual, termasuk apakah aset keuangan
mengandung persyaratan kontraktual yang dapat merubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual.
16
Page 20
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Dalam melakukan penilaian, Bank mempertimbangkan:
Peristiwa Kontinjensi yang akan mengubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual;
Fitur leverage;
Persyaratan pembayaran dimuka dan perpanjangan kontraktual;
Persyaratan mengenai klaim yang terbatas atas arus kas yang berasal dari aset spesifik; dan
Fitur yang dapat merubah nilai waktu dari elemen uang
Bank mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori:
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Liabilias keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari dua sub-kategori, yaitu
liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang pada saat
pengakuan awal telah ditetapkan oleh Bank untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual
atau dibeli kembali dalam waktu dekat atau jika merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan
tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek
yang terkini. Derivatif diklasifikasikan sebagai liabilitas diperdagangkan kecuali ditetapkan dan efektif
sebagai instrumen lindung nilai.
Bank mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan setelah pengakuan awal diukur pada biaya
perolehan diamortisasi, kecuali:
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
Liabilitas keuangan yang timbul ketika pengalihan aset keuangan tidak memenuhi syarat
penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan diterapkan;
Kontrak jaminan keuangan;
Komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku bunga di bawah pasar; atau
Imbalan kontinjensi yang diakui oleh pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis
(ii) Pengakuan awal
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun
waktu yang telah ditetapkan oleh peraturan dan kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian
secara reguler) diakui pada tanggal penyelesaian.
Aset keuangan dan liabilitas keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajarnya. Dalam hal
aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai
wajar tersebut ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada
klasifikasinya.
Biaya transaksi hanya meliputi biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk perolehan
suatu aset keuangan atau penerbitan suatu liabilitas keuangan dan merupakan biaya tambahan yang
tidak akan terjadi apabila instrumen keuangan tersebut tidak diperoleh atau diterbitkan.
Untuk aset keuangan, biaya transaksi ditambahkan pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan
aset, sedangkan untuk liabilitas keuangan, biaya transaksi dikurangkan dari jumlah utang yang diakui
pada pengakuan awal liabilitas.
Biaya transaksi tersebut diamortisasi selama umur instrumen berdasarkan metode suku bunga efektif
dan dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga untuk biaya transaksi sehubungan dengan aset
keuangan atau sebagai bagian dari beban bunga untuk biaya transaksi sehubungan dengan liabilitas
keuangan.
Bank pada pengakuan awal dapat menetapkan aset keuangan tertentu sebagai nilai wajar melalui laba
rugi (opsi nilai wajar). Opsi nilai wajar dapat digunakan hanya bila memenuhi ketetapan sebagai berikut:
Penetapan sebagai opsi nilai wajar mengurangi atau mengeliminasi inkonsistensi pengukuran
dan pengakuan (accounting mismatch) yang dapat timbul; atau
17
Page 21
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Aset keuangan merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan yang risikonya
dikelola dan dilaporkan kepada manajemen kunci berdasarkan nilai wajar; atau
Aset keuangan terdiri dari kontrak utama dan derivatif melekat yang harus dipisahkan.
Opsi nilai wajar digunakan untuk kredit yang diberikan dan piutang tertentu yang dilindung nilai
menggunakan credit derivatives atau swap suku bunga, namun tidak memenuhi kriteria untuk
akuntansi lindung nilai. Jika tidak, kredit yang diberikan akan dicatat menggunakan biaya diamortisasi
dan derivatif akan diukur menggunakan nilai wajar melalui laba rugi. Saat ini Bank tidak menerapkan
akuntansi lindung nilai. Opsi nilai wajar juga digunakan untuk dana investasi yang merupakan bagian
dari portofolio yang dikelola dengan basis nilai wajar. Opsi nilai wajar juga digunakan untuk structured
investment termasuk derivatif melekat.
(iii) Pengukuran setelah pengakuan awal
Aset keuangan dalam kelompok yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
diukur pada nilai wajarnya dan perubahan atas nilai wajar tersebut dicatat pada penghasilan
komprehensif lain. Aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi diukur pada nilai wajarnya dan perubahan diakui pada laba rugi. Aset keuangan dan liabilitas
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
(iv) Penghentian pengakuan
a. Aset keuangan dihentikan pengakuannya jika:
Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
Bank mentransfer haknya untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau
menanggung liabilitas untuk membayarkan arus kas yang diterima tersebut secara penuh
tanpa penundaan berarti kepada pihak ketiga di bawah kesepakatan pelepasan (pass-
through arrangement), dan antara (a) Bank telah mentransfer secara substansial seluruh
risiko dan manfaat atas aset, atau (b) Bank tidak mentransfer maupun tidak memiliki secara
substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, tetapi telah mentransfer kendali atas aset.
Ketika Bank telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari aset atau telah memasuki pass-
through arrangement dan tidak mentransfer serta tidak mempertahankan secara substansial
seluruh risiko dan manfaat atas aset atau tidak mentransfer kendali atas aset, aset tersebut diakui
sebesar keterlibatan Bank yang berkelanjutan atas aset tersebut.
Bank melepaskan aset keuangan, seperti kredit yang diberikan, ketika syarat dan kondisi telah
direnegosiasi hingga secara substansial, kredit yang diberikan tersebut menjadi baru, dengan
perbedaan akan dicatat sebagai keuntungan atau kerugian dari pelepasan, jika kerugian
penurunan nilai belum dicatat.
Kredit yang diberikan tersebut akan dilkasifikasikan sebagai Stage 1 untuk penilaian Expected
Credit Losses (ECL), kecuali kredit yang diberikan tersebut dianggap aset keuangan yang dibeli
atau yang berasal dari aset keuangan memburuk (Purchased or Originated Credit-Impaired
Financial Assets - POCI).
Jika modifikasi tidak akan menghasilkan arus kas yang secara substansi berbeda, maka
modifikasi tidak akan berujung pada pelepasan aset. Berdasarkan perbedaan arus kas yang
didiskonto pada Effective Interest Rate (EIR) awal, Bank akan mencatat keuntungan atau
kerugian akibat modifikasi, sampai dengan jumlah kerugian penurunan nilai yang belum diakui.
Penghapusbukuan kredit yang diberikan dilakukan ketika tidak terdapat lagi prospek yang realistis
mengenai pengembalian pinjaman atau hubungan normal antara Bank dan debitur telah berakhir.
Kredit yang tidak dapat dilunasi tersebut dihapusbukukan dengan mendebit cadangan kerugian
penurunan nilai.
18
Page 22
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Akumulasi keuntungan/kerugian yang diakui pada penghasilan komprehensif lain terkait pilihan
Bank untuk menyajikan instrumen ekuitas yang bukan dimiliki untuk diperdagangkan pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain, tidak diakui dalam laba rugi pada saat penghentian
pengakuan.
b. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir, yaitu
ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kedaluwarsa.
Jika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan dengan yang lain oleh pemberi pinjaman yang
sama pada keadaan yang secara substansial berbeda, atau berdasarkan suatu liabilitas yang ada
yang secara substansial telah diubah, maka pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan
sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru dan perbedaan nilai
tercatat masing-masing diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
(v) Pengakuan pendapatan dan beban
a. Pendapatan dan beban bunga, untuk aset yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain serta aset keuangan dan liabilitas keuangan yang dicatat berdasarkan biaya
perolehan diamortisasi, diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan
menggunakan suku bunga efektif.
b. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan dan liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, diakui pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
c. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar dan lainnya atas aset keuangan
yang diklasifikasikan dalam kelompok nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain diakui
secara langsung dalam ekuitas, kecuali keuntungan atau kerugian akibat perubahan nilai tukar
dari item moneter, dihentikan pengakuannya atau adanya penurunan nilai dari aset keuangan
tersebut.
Jumlah tercatat bruto aset keuangan adalah biaya perolehan diamortisasi aset keuangan sebelum
disesuaikan dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Dalam menghitung pendapatan dan beban bunga, tingkat bunga efektif diterapkan pada jumlah tercatat
bruto aset (ketika aset tersebut bukan aset keuangan memburuk) atau terhadap biaya perolehan
diamortisasi dari liabilitas.
Untuk aset keuangan yang memburuk setelah pengakuan awal, pendapatan bunga dihitung dengan
menerapkan tingkat bunga efektif terhadap biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan tersebut.
Jika aset tersebut tidak lagi memburuk, maka perhitungan pendapatan bunga akan dihitung dengan
menerapkan tingkat bunga efektif terhadap nilai tercatat bruto dari aset keuangan tersebut.
Untuk aset keuangan yang telah memburuk pada saat pengakuan awal, pendapatan bunga dihitung
dengan menerapkan tingkat bunga efektif terhadap biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan
tersebut.
Jika aset tersebut tidak lagi memburuk, maka perhitungan pendapatan bunga akan tetap dihitung
dengan menerapkan tingkat bunga efektif terhadap biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan
tersebut.
(vi) Reklasifikasi aset keuangan
Bank mereklasifikasi aset keuangan jika dan hanya jika, model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan
berubah. Tidak terdapat reklasifikasi untuk liabilitas keuangan.
(vii) Saling hapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan dilakukan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika Bank memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya maksud untuk
19
Page 23
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara
simultan.
Hal yang berkekuatan hukum harus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan harus dapat
dipaksakan di dalam situasi bisnis yang normal, peristiwa kegagalan atau kebangkrutan dari entitas
atas seluruh pihak lawan.
Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah neto hanya jika diperkenankan oleh Standar Akuntansi
Keuangan.
(viii) Pengakuran biaya diamortisasi
Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan adalah jumlah aset keuangan
atau liabilitas keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok pinjaman,
ditambah atau dikurangi amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung
dari selisih antara nilai pengakuan awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi penurunan nilai.
(ix) Pengukuran nilai wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran.
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
liabilitas terjadi:
Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau
Jika tidak terdapat pasar utama, dipasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
tersebut.
Nilai wajar suatu aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar
ketika menentukan harga aset dan liabilitas tersebut dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak
dalam kepentingan ekonomik terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset non keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomi dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut
dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Bank menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai
tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang
relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan dapat
dikategorikan pada level hierarki nilai wajar, berdasarkan tingkatan input terendah yang signifikan atas
pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:
Level 1: harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik yang dapat diakses pada tanggal pengukuran.
Level 2: input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi
untuk aset dan liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
Level 3: input yang tidak dapat diobservasi untuk aset dan liabilitas.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Bank menentukan
apakah terjadi transfer antara level di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi kategori berdasarkan
input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar setiap akhir periode pelaporan.
20
Page 24
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Bank untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, telah menentukan kelas aset dan liabilitas berdasarkan
sifat, karakteristik, risiko aset dan liabilitas, dan level hierarki nilai wajar (Catatan 36).
(x) Aset keuangan sukuk
Berdasarkan PSAK No. 110 (Revisi 2015), Bank menentukan klasifikasi investasi pada sukuk sebagai
berikut:
a. Diukur pada biaya perolehan
Investasi tersebut dimiliki dalam suatu model usaha yang bertujuan utama untuk
memperoleh arus kas kontraktual dan terdapat persyaratan kontraktual dalam
menentukan tanggal tertentu atas pembayaran pokok dan atau hasilnya.
Biaya perolehan sukuk termasuk biaya transaksi.
Selisih antara biaya perolehan dan nilai nominal diamortisasi secara garis lurus selama
jangka waktu sukuk dan diakui dalam laba rugi.
b. Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Investasi tersebut dimiliki dalam suatu model usaha yang bertujuan utama untuk
memperoleh arus kas kontraktual dan melakukan penjualan sukuk, terdapat persyaratan
kontraktual dalam menentukan tanggal tertentu atas pembayaran pokok dan atau
hasilnya.
Biaya perolehan sukuk termasuk biaya transaksi.
Selisih antara biaya perolehan dan nilai nominal diamortisasi secara garis lurus selama
jangka waktu sukuk dan diakui dalam laba rugi.
Keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan
komprehensif lain setelah memperhitungkan saldo selisih biaya perolehan dan nilai
nominal yang belum diamortisasi dan saldo akumulasi keuntungan dan kerugian nilai wajar
yang telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain sebelumnya. Ketika investasi
sukuk dihentikan pengakuannya, akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya
diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi.
c. Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Biaya perolehan sukuk tidak termasuk biaya transaksi.
Selisih antara nilai wajar dan jumlah tercatat diakui dalam laba rugi.
c. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
Bank melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi seperti yang didefinisikan dalam PSAK No. 7
(Revisi 2010) tentang “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Suatu pihak dianggap pihak berelasi dengan Bank jika:
(1) langsung, atau tidak langsung yang melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak
(i) mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan
Bank;
(ii) memiliki kepentingan dalam Bank yang memberikan pengaruh signifikan atas Bank; atau
(iii) memiliki pengendalian bersama atas Bank;
(2) suatu pihak yang berada dalam kelompok usaha yang sama dengan Bank;
(3) suatu pihak adalah ventura Bersama di mana Bank sebagai venturer;
(4) suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen kunci Bank;
(5) suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dari individu yang diuraikan dalam butir (1) atau (4);
(6) suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan oleh
atau untuk pihak yang memiliki hak suara signifikan pada beberapa entitas, langsung maupun tidak
langsung, yaitu individu seperti diuraikan dalam butir (4) atau (5);
(7) suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Bank atau entitas yang
terkait dengan Bank.
Transaksi dengan pihak-pihak berelasi dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan transaksi-
transaksi dengan pihak ketiga. Transaksi yang dilakukan Bank telah memenuhi peraturan Badan Pengawas
21
Page 25
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. IX.E.1 tentang “Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan
Transaksi Tertentu”, pada saat transaksi-transaksi tersebut dilakukan.
Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan yang relevan dan rinciannya telah disajikan dalam Catatan 36 atas laporan keuangan.
d. Cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan
Bank mengakui penyisihan kerugian kredit ekskpektasian pada instrumen keuangan yang tidak diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi. Tidak ada penyisihan kerugian kredit ekskpektasian pada investasi instrumen
ekuitas.
Bank mengukur cadangan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian seumur hidup, kecuali untuk hal
berikut, diukur sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 (dua belas) bulan:
Instrumen utang yang memiliki risiko kredit rendah pada tanggal pelaporan; dan
Instrumen keuangan lainnya yang risiko kreditnya tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan
awal.
Bank menganggap instrumen utang memiliki risiko kredit yang rendah ketika peringkat risiko kreditnya
setara dengan definisi investment grade yang dipahami secara global.
Kerugian kredit ekspektasian 12 (dua belas) bulan adalah bagian dari kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya yang merepresentasikan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari peristiwa gagal
bayar instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan.
Kerugian yang terjadi diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan dicatat pada
akun penyisihan kerugian penurunan nilai sebagai pengurang terhadap aset keuangan yang dicatat pada
biaya perolehan diamortisasi. Jika pada suatu periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai
berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara objektif pada peristiwa yang terjadi setelah
penurunan nilai diakui (seperti meningkatnya peringkat kredit debitur atau penerbit), maka kerugian
penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan, dengan menyesuaikan akun cadangan. Jumlah
pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada periode
berjalan.
Kerugian kredit ekspektasian untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar tidak mengurangi nilai
tercatat di dalam aset keuangan di laporan posisi keuangan, yaitu nilai wajar. Kerugian kredit ekspektasian
diakui sebagai penambah dari penghasilan komprehensif lainnya di dalam laporan posisi keuangan.
Instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar tidak dilakukan penilaian penurunan nilai sesuai PSAK No.
71.
Penerimaan kembali atas aset keuangan yang telah dihapusbukukan pada tahun berjalan dikreditkan
dengan menyesuaikan akun cadangan kerugian penurunan nilai. Penerimaan kembali atas aset keuangan
yang telah dihapusbukukan pada tahun-tahun sebelumnya dicatat sebagai pendapatan operasional selain
bunga.
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian
Kerugian kredit ekspektasian adalah estimasi probabilitas tertimbang dari kerugian kredit yang diukur
sebagai berikut:
Untuk aset keuangan yang tidak memburuk pada tanggal pelaporan, kerugian kredit ekspektasian
diukur sebesar selisih antara nilai kini dari seluruh kekurangan kas (yaitu selisih antara arus kas yang
terutang kepada Bank sesuai dengan kontrak dan arus kas yang diperkirakan akan diterima oleh
Bank);
Untuk aset keuangan yang memburuk pada tanggal pelaporan, kerugian kredit ekspektasian diukur
sebesar selisih antara jumlah tercatat bruto dan nilai kini arus kas masa depan yang diestimasi;
22
Page 26
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk komitmen pinjaman yang belum ditarik, kerugian kredit ekspektasian diukur sebesar selisih
antara nilai kini jumlah arus kas jika komitmen ditarik dan arus kas yang diperkirakan akan diterima
oleh Bank; dan
Untuk kontrak jaminan keuangan, kerugian kredit ekspektasian diukur sebesar selisih antara
pembayaran yang diperkirakan untuk mengganti pemegang atas kerugian kredit yang terjadi dikurangi
jumlah yang diperkirakan dapat dipulihkan.
Aset keuangan yang direstrukturisasi
Jika ketentuan aset keuangan dinegosiasikan ulang atau dimodifikasi atau aset keuangan yang ada diganti
dengan yang baru karena kesulitan keuangan peminjam, maka dilakukan penilaian apakah aset keuangan
yang ada harus dihentikan pengakuannya dan kerugian kredit ekspektasian diukur sebagai berikut:
Jika restrukturisasi tidak mengakibatkan penghentian pengakuan aset yang ada, maka arus kas yang
diperkirakan yang timbul dari aset keuangan yang dimodifikasi dimasukkan dalam perhitungan
kekurangan kas dari aset yang ada.
Jika restrukturisasi akan menghasilkan penghentian pengakuan aset yang ada, maka nilai wajar aset
baru diperlakukan sebagai arus kas akhir dari aset keuangan yang ada pada saat penghentian
pengakuannya. Jumlah ini dimasukkan dalam perhitungan kekurangan kas dari aset keuangan yang
ada yang didiskontokan dari tanggal penghentian pengakuan ke tanggal pelaporan menggunakan suku
bunga efektif awal dari aset keuangan yang ada.
Aset keuangan yang memburuk
Pada setiap tanggal pelaporan, Bank menilai apakah aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan
diamortisasi dan aset keuangan instrumen utang yang dicatat pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain mengalami penurunan nilai kredit (memburuk). Aset keuangan memburuk ketika satu atau
lebih peristiwa yang memiliki dampak merugikan atas estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan
telah terjadi.
Bukti bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit (memburuk) termasuk data yang dapat
diobservasi mengenai peristiwa berikut ini:
(1) Kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam;
(2) Pelanggaran kontrak, seperti peristiwa gagal bayar atau peristiwa tunggakan;
(3) Pihak pemberi pinjaman, untuk alasan ekonomik atau kontraktual sehubungan dengan kesulitan
keuangan yang dialami pihak peminjam, telah memberikan konsesi pada pihak peminjam yang tidak
mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut;
(4) Terjadi kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi
keuangan lainnya;
(5) Hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan;
(6) Pembelian atau penerbitan aset keuangan dengan diskon sangat besar yang mencerminkan kerugian
kredit yang terjadi; atau
(7) Sulit untuk mengidentifikasi peristiwa diskrit tunggal, namun demikian, dampak kombinasi dari beberapa
peristiwa dapat menyebabkan aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit.
Aset keuangan yang dibeli atau yang berasal dari aset keuangan memburuk (purchased or originated
credit-impaired financial assets/POCI)
Aset keuangan dikategorikan sebagai POCI apabila terdapat bukti objektif penurunan nilai pada saat
pengakuan awal. Pada saat pengakuan awal, tidak ada penyisihan kerugian kredit yang diakui karena
harga pembelian atau nilainya telah termasuk estimasi kerugian kredit sepanjang umurnya. Selanjutnya,
perubahan kerugian kredit sepanjang umurnya, apakah positif atau negatif, diakui dalam laporan laba rugi
sebagai bagian dari penyisihan kerugian kredit.
Berdasarkan proses di atas, Bank melakukan pembagian aset keuangan atas Stage 1, Stage 2, Stage 3
dan POCI, sebagai berikut:
Stage 1: mencakup instrumen keuangan yang tidak memiliki peningkatan risiko kredit secara signifikan
sejak pengakuan awal atau memiliki risiko kredit rendah pada tanggal pelaporan. Untuk instrumen-
23
Page 27
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
instrumen keuangan ini, akan berlaku perhitungan ECL 12 bulan. Aset keuangan di dalam stage 1
termasuk fasiltas dimana risiko kredit telah membaik dan aset keuangan dapat direklasifikasidari stage
2.
Stage 2: mencakup instrumen keuangan yang mengalami peningkatan risiko kredit sejak pengakuan
awal (kecuali Bank merasa risiko kredit tergolong rendah pada tanggal pelaporan) namun belum
terbukti adanya bukti penurunan nilai secara objektif. Untuk instrumen-instrumen ini, akan berlaku
perhitungan ECL seumur hidup. ECL seumur hidup adalah kerugian kredit ekspektasian yang
diharapkan dari semua kejadian gagal bayar yang mungkin terjadi selama perkiraan umur dari
instrumen keuangan tersebut. Stage 2 juga mencakup fasilitas dimana risiko kedit telah membaik dan
aset keuangan telah direklasifikasi dari Stage 3.
Stage 3: mencakup instrumen keuangan yang telah terbukti mengalami penurunan nilai secara objektif
pada tanggal pelaporan. Kelompok ini biasanya terdiri atas debitur yang mengalami gagal bayar. Bank
mencatat cadangan ECL seumur hidup.
POCI: aset POCI adalah aset keuangan yang mengalami penurunan nilai berdasarkan penilaian risiko
kredit pada saat pengakuan awal. Aset tersebut dicatat pada nilai wajar pada saat pengakuan awal,
dan pendapatan bunga akan diakui selanjutnya berdasarkan metode suku bunga efektif yang
disesuaikan. Cadangan ECL hanya dicatat atau dilepaskan jika ada perubahan selanjutnya pada
kerugian kredit ekspektasian.
Terdapat kriteria kualitatif dan kuantatif untuk memastikan aset keuangan tercakup dalam stage tertentu
yang telah diformalkan di dalam Surat Edaran Bank.
Bank menghitung penurunan nilai melalui dua metode, yaitu penurunan nilai secara individual atau kolektif.
Perhitungan penurunan nilai secara individual dilakukan untuk aset keuangan yang signifikan, yaitu dengan
total eksposur aset keuangan di atas Rp5.000.000.000 (nilai penuh) dan pernah mengalami gagal bayar
ataupun restrukturisasi. Selain itu, perhitungan penurunan nilai akan dilakukan secara kolektif.
Penurunan nilai individual
Metode perhitungan penurunan nilai secara individual akan mempertimbangkan 3 (tiga) skenario
kemungkinan pengembalian, yaitu: (i) skenario dasar (Base), (ii) skenario buruk (Bad), dan (iii) skenario
terburuk (Worst). Pembuatan skenario dilakukan dengan menggunakan metode Discounted Cash Flow
(DCF) dan mempertimbangkan confidence level yang menggambarkan kondisi industri dan perusahaan
terkait. Nantinya ECL yang dihasilkan oleh masing-masing skenario akan dirata-ratakan secara tertimbang
terhadap bobot skenario yang telah diatur.
Penurunan nilai kolektif
Evaluasi penurunan nilai secara kolektif didasarkan pada konsep Probability of Default (PD), Loss Given
Default (LGD) dan Exposure at Default (EAD) yang mempertimbangkan informasi masa lalu, terkini, dan
masa mendatang.
Bank menggunakan model (i) Credit Index dan (ii) Vasicek maupun pendekatan lainnya dalam menentukan
nilai PD dari setiap debitur.
Bank menggunakan metode (i) Historical dan (ii) Diminish Balance dalam menentukan nilai LGD dari setiap
debitur. LGD menggambarkan persentase nominal fasilitas yang tidak akan dapat di-recover oleh Bank
terhadap debitur default. LGD biasa dihitung dengan 1-Recovery Rate. Recovery rate dihitung
mempertimbangkan Time Value of Money dari pengembalian dari kewajiban yang telah default. Tingkat
suku bunga yang digunakan untuk menghitung Time Value of Money dari Recovery adalah EIR awal.
EAD merupakan estimasi nilai buku pada saat terjadi gagal bayar, dengan mempertimbangkan arus kas
instumen keuangan terkait, serta kemungkinan penarikan tambahan dari limit kredit sampai dengan tanggal
gagal bayar. EAD juga mempertimbangkan jadwal pembayaran dan amortisasi serta perubahan dalam
utilisasi saldo yang belum ditarik menjelang terjadinya kegagalan bayar. Pemodelan EAD akan dilakukan
berdasarkan karakteristik dari instrumen keuangan terkait, yang dibagi ke dalam beberapa kategori: (i)
kredit angsuran (ii) kredit revolving, (iii) trade finance dan (iv) treasury.
Pengukuran ECL berdasarkan PSAK No. 71 mewajibkan Bank untuk memodelkan ECL sesuai dengan
skenario forward-looking yang ada, dengan mempertimbangkan kemungkinan ekonomi baik dan buruk.
24
Page 28
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Oleh karena itu, nilai ECL yang dihasilkan Bank harus berdasarkan hasil probabilitas dari tiga skenario
(kasus ekonomi normal/normal, baik/good dan buruk/bad). PD dan LGD akan dihitung menurut tiga
skenario dengan nilai makro-ekonomi sesuai dengan skenario-skenario tersebut. Untuk segmentasi
beragunan (secured), LGD juga akan dihitung berdasarkan tiga skenario ketika data sudah mencukupi.
Bobot dari skenario baik, normal dan buruk dapat disesuaikan seiring dengan perubahan kondisi ekonomi
dan diskresi Bank.
Penyajian penyisihan kerugian kredit ekspektasian dalam laporan posisi keuangan
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian disajikan dalam laporan posisi keuangan sebagai berikut:
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, penyisihan kerugian kredit ekspektasian
disajikan sebagai pengurang dari jumlah tercatat bruto aset;
Komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan, umumnya penyisihan kerugian kredit ekspektasian
disajikan sebagai provisi;
Instrumen keuangan yang mencakup komponen komitmen pinjaman yang telah ditarik dan belum ditarik,
dan Bank tidak dapat mengidentifikasi kerugian kredit ekspektasian komponen komitmen pinjaman yang
telah ditarik secara terpisah dari komponen komitmen pinjaman yang belum ditarik, maka penyisihan
kerugian kredit ekspekstasian tersebut digabungkan dan disajikan sebagai pengurang dari jumlah
tercatat bruto. Setiap kelebihan dari penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas jumlah bruto disajikan
sebagai provisi; dan
Instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, penyisihan
kerugian kredit ekspektasian tidak diakui dalam laporan posisi keuangan karena jumlah tercatat dari
aset-aset ini adalah nilai wajarnya. Namun demikian penyisihan kerugian kredit ekspektasian
diungkapkan dan diakui dalam penghasilan komprehensif lain komponen nilai wajar.
Penghapusan
Pinjaman dan instrumen utang dihapusbukukan ketika tidak ada prospek yang realistis untuk memulihkan
aset keuangan secara keseluruhan atau secara parsial. Hal ini pada umumnya terjadi Ketika Bank
menentukan bahwa peminjam tidak memiliki aset atau sumber penghasilan yang dapat menghasilkan arus
kas yang cukup untuk membayar jumlah yang dihapusbukukan. Namun demikian, aset keuangan yang
dihapusbukukan masih bisa dilakukan tindakan penyelamatan sesuai dengan prosedur Bank dalam rangka
pemulihan jumlah yang jatuh tempo.
Sehubungan dengan kepatuhan terhadap Bank Indonesia (OJK), Bank menerapkan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No. 40/POJK.03/2019 tanggal 19 Desember 2019 tentang “Penilaian Kualitas Aset Bank
Umum”. Kriteria penilaian nilai agunan yang dapat dikurangkan dalam perhitungan cadangan kerugian
penurunannilai sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
e. Giro pada Bank Indonesia dan bank lain
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi menggunakan
metode suku bunga efektif dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. Giro pada Bank Indonesia dan
bank lain diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi.
f. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia terdiri dari penanaman dana pada Bank Indonesia berupa Deposit
Facility dan Term Deposit, sedangkan penempatan dana pada bank lain merupakan penanaman dana
dalam bentuk penempatan pada pasar uang (inter-bank call money) dan tabungan. Penempatan pada
Bank Indonesia dan bank lain dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode
suku bunga efektif dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. Penempatan pada Bank Indonesia dan
bank lain diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi.
g. Efek-efek
Efek-efek yang dimiliki terdiri dari Sertifikat Bank Indonesia, Sertifikat Perbendaharaan Negara, Obligasi
Pemerintah, unit penyertaan reksadana, Medium-Term Note, Negotiable Certificate Deposit dan obligasi
lain yang diperoleh melalui pasar perdana dan sekunder.
25
Page 29
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Efek-efek pada awalnya disajikan sebesar nilai wajarnya. Setelah pengakuan awal, efek-efek dicatat sesuai
dengan kategorinya yaitu biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
atau nilai wajar melalui laba rugi.
Penilaian efek-efek didasarkan atas klasifikasinya sebagai berikut:
(1) Efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi
menggunakan metode suku bunga efektif.
(2) Efek-efek yang diperdagangkan dinyatakan pada nilai wajar. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari
perubahan nilai wajar efek-efek diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
(3) Efek-efek yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dinyatakan
pada nilai wajar. Pendapatan bunga diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
menggunakan metode suku bunga efektif. Laba atau rugi selisih kurs atas efek-efek diakui pada laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Perubahan nilai wajar lainnya diakui secara langsung
dalam ekuitas sampai dengan efek-efek tersebut dijual atau mengalami penurunan nilai, dimana
keuntungan dan kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas harus diakui pada laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
h. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Efek-efek yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali disajikan sebagai aset keuangan dalam laporan
posisi keuangan sebesar jumlah penjualan kembali dikurangi dengan bunga yang belum diamortisasi dan
cadangan kerugian penurunan nilai. Selisih antara harga beli dan harga jual kembali diperlakukan sebagai
pendapatan bunga yang ditangguhkan (belum diamortisasi) dan diakui sebagai pendapatan selama periode
sejak efek-efek tersebut dibeli hingga dijual kembali dengan menggunakan suku bunga efektif. Efek-efek
yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi.
i. Kredit yang diberikan
Kredit yang diberikan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disetarakan dengan itu,
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam dengan debitur yang mewajibkan debitur
untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dan membayar imbalan bunga.
Kredit yang diberikan pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dan merupakan biaya tambahan untuk memperoleh aset keuangan tersebut,
dan setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga
efektif dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai. Kredit yang diberikan diklasifikasikan sebagai
biaya perolehan diamortisasi. Kredit dalam rangka pembiayaan bersama (kredit sindikasi) dinyatakan
sebesar pokok kredit sesuai dengan porsi risiko yang ditanggung oleh Bank.
Kredit yang direstrukturisasi disajikan sebesar nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat kredit pada
tanggal restrukturisasi atau nilai tunai penerimaan kas masa depan setelah restrukturisasi. Kerugian akibat
selisih antara nilai tercatat kredit pada tanggal restrukturisasi dan nilai tunai penerimaan kas masa depan
setelah restrukturisasi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Setelah
restrukturisasi, semua penerimaan kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan baru dicatat
sebagai pengembalian pokok kredit yang diberikan dan pendapatan bunga sesuai dengan syarat-syarat
restrukturisasi.
Kredit yang diberikan dihapusbukukan ketika tidak terdapat prospek yang realistis mengenai pengembalian
di masa datang dan semua jaminan telah diupayakan untuk direalisasi atau sudah diambil alih. Kredit yang
tidak dapat dilunasi dihapusbukukan dengan mendebit cadangan kerugian penurunan nilai. Pelunasan
kemudian atas kredit yang telah dihapusbukukan sebelumnya, dikreditkan ke cadangan kerugian
penurunan nilai di laporan posisi keuangan.
j. Wesel ekspor dan tagihan lainnya
Wesel ekspor dan tagihan lainnya adalah wesel ekspor yang dinegosiasikan secara diskonto dan
dijaminkan oleh bank lainnya sedangkan tagihan lainnya merupakan tagihan ataupun dokumen penagihan
dalam bentuk wesel/bill of exchange atau dokumen lain kepada pihak tertagih/drawee atas dasar diskonto
ataupun suatu pembiayaan tertentu. Wesel ekspor dan tagihan lainnya dicatat pada biaya perolehan
26
Page 30
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
amortisasi setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.
k. Tagihan dan liabilitas akseptasi
Tagihan dan liabilitas akseptasi merupakan transaksi letter of credit (L/C) dan Surat Kredit Berdokumen
Dalam Negeri (SKBDN) yang diaksep oleh bank pengaksep (accepting bank). Tagihan akseptasi
dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi dan disajikan setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai. Liabilitas akseptasi diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi.
l. Penyertaan saham
Penyertaan saham terutama merupakan penanaman dana dalam bentuk saham pada perusahaan yang
tidak melalui pasar modal untuk tujuan investasi jangka panjang. Penyertaan saham pada entitas dimana
Bank tidak memiliki pengaruh yang signifikan dicatat pada nilai wajar sesuai dengan PSAK No. 71. Dividen
kas yang diterima atas penyertaan saham diakui sebagai pendapatan.
m. Aset tetap, aset hak guna dan liabilitas sewa
Aset tetap
Aset tetap awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan biaya-biaya
tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan
supaya aset tersebut siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Setelah pengakuan awal, aset
tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan
nilai.
Aset tetap yang diperoleh dalam pertukaran aset non-moneter atau kombinasi aset moneter dan non-
moneter diukur pada nilai wajar, kecuali:
(i) transaksi pertukaran tidak memiliki substansi komersial, atau
(ii) nilai wajar dari aset yang diterima dan diserahkan tidak dapat diukur secara andal.
Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud penggunaannya dan
dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi umur manfaat ekonomi sebagai
berikut:
Tahun Persentase
Bangunan 20-30 3,33-5%
Renovasi bangunan sewa 5 20%
Kendaraan 5 20%
Perlengkapan kantor 5 20%
Penilaian aset tetap dilakukan atas penurunan dan kemungkinan penurunan nilai wajar aset jika terjadi
peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat mungkin tidak dapat
seluruhnya terealisasi.
Jumlah tercatat komponen dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat
sudah tidak ada lagi manfaat ekonomik masa depan yang diekspektasikan dari penggunaan maupun
pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut dimasukkan kedalam laba
rugi untuk tahun dimana penghentian pengakuan tersebut dilakukan.
Nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan dievaluasi setiap akhir tahun dan disesuaikan secara
prospektif, jika diperlukan.
Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan.
Jika biaya perolehan tanah termasuk biaya pembongkaran, pemindahan dan restorasi lokasi, serta manfaat
yang diperoleh dari pembongkaran, pemindahan dan pemugaran tersebut terbatas, maka biaya tersebut
disusutkan selama periode manfaat yang diperolehnya. Dalam beberapa kasus, tanah itu sendirimemiliki
27
Page 31
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
umur manfaat yang terbatas, dalam hal ini, tanah tersebut disusutkan dengan cara yang mencerminkan
manfaat yang diperoleh dari tanah tersebut.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada operasi pada saat terjadinya. Beban pemugaran dan
penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi kepada jumlah tercatat aset tetap terkait bila besar
kemungkinan bagi Bank manfaat ekonomi masa depan menjadi lebih besar dari standar kinerja awal yang
ditetapkan sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa masa manfaat aset tetap terkait.
Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi beban
pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap dalam
penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun “Aset Tetap” yang
bersangkutan pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. Aset tetap
dalam penyelesaian tidak disusutkan karena belum tersedia untuk digunakan.
Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan
(“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya
perolehan tanah pada akun “Aset Tetap”. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal hak atas
tanah diakui sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi sepanjang umur hak hukum atau umur ekonomi
tanah, mana yang lebih pendek.
Aset hak guna dan liabilitas sewa
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial
seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa
operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan
kepemilikan aset.
Sejak 1 Januari 2020, Bank menerapkan PSAK No. 73 tentang “Sewa” untuk seluruh sewa dengan
mengakuiaset hak guna dan liabilitas terkait, dengan 2 (dua) pengecualian yaitu aset pendasar bernilai
rendah dan sewa jangka pendek.
Pada tanggal insepsi suatu kontrak, Bank menilai apakah suatu kontrak merupakan, atau mengandung,
sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung, sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk
mengendalikan penggunaan suatu aset selama suatu jangka waktu tertentu untuk dipertukarkan dengan
imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak memberikan hak untuk mengendalikan suatu aset
identifikasian, Bank menilai apakah:
Kontrak melibatkan penggunaan suatu aset identifikasian.
Bank memiliki hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan
aset selama periode penggunaan; dan
Bank memiliki hak untuk mengendalikan aset identifikasian dalam bentuk:
a. Bank memiliki hak untuk mengoperasikan aset.
b. Bank mempunyai hak untuk menetapkan tujuan apa aset akan digunakan.
Pada tanggal insepsi atau pada saat penilaian kembali suatu kontrak yang mengandung suatu komponen
sewa, Bank mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan
harga tersendiri relatif dari komponen sewa. Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas
sewa meliputi:
Pembayaran lunas dimuka.
Pembayaran angsuran tetap.
Pembayaran angsuran sewa berubah yang bergantung pada fluktuasi pembayaran sewa yang
ditetapkan oleh counter part.
Bank mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak-guna awalnya
diukur pada biaya perolehan, yang terdiri dari jumlah pengukuran awal dari liabilitas sewa disesuaikan
dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya
langsung awal yang dikeluarkan.
28
Page 32
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Setelah tanggal permulaan, aset hak-guna diukur dengan model biaya. Aset hak-guna diukur sebesar
harga perolehan dikurangi akumulasi depresiasi dan akumulasi penurunan nilai serta disesuaikan dengan
pengukuran kembali liabilitas sewa. Liabilitas sewa diukur pada biaya perolehan diamortisasi
menggunakan metode suku bunga efektif. Bunga inkremental sewa mengacu pada tingkat suku bunga
obligasi pemerintah.
Sewa jangka pendek dengan durasi kurang dari 12 (dua belas) bulan dan sewa aset bernilai rendah, serta
elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak menerapkan prinsip-prinsip pengakuan
yang ditentukan oleh PSAK No. 73 dan akan diperlakukan sama dengan sewa operasi pada PSAK No. 30.
Bank akan mengakui pembayaran sewa tersebut dengan dasar garis lurus selama masa sewa dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Beban ini disajikan pada beban umum dan
administrasi dalam laporan laba rugi.
Aset tak berwujud
Aset tak berwujud terdiri dari perangkat lunak yang dibeli Bank, yang bukan merupakan bagian integral dari
perangkat keras yang terkait. Aset tidak berwujud diakui jika, atau hanya jika, biaya perolehan aset tersebut
dapat diukur secara andal dan kemungkinan besar Bank akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan
dari aset tersebut. Aset tak berwujud dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan
akumulasi kerugian penurunan nilai.
Amortisasi diakui dalam laba rugi dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomis selama 5 (lima) tahun, dimulai dari pada saat aset tak berwujud tersebut siap untuk
digunakan sesuai dengan maksud penggunaannya.
Nilai residu, umur manfaat dan metode amortisasi ditelaah setiap akhir tahun dan disesuaikan jika
diperlukan.
Aset tidak berwujud dihentikan pengakuannya jika dilepas atau ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomi
masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang
muncul dari penghentian pengakuan aset tak berwujud ditentukan sebagai selisih antara hasil neto
pelepasan, jika ada, dan jumlah tercatat aset. Keuntungan atau kerugian diakui dalam laba rugi ketika aset
tersebut dihentikan penggunaannya.
n. Penurunan nilai aset non-keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Bank menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami
penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian tahunan atas penurunan nilai aset
tertentu diperlukan, maka Bank akan membuat estimasi atas jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar
aset atau Unit Penghasil Kas (UPK) dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya, kecuali aset tersebut
tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset lain.
Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami
penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya.
Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain sebagai “rugi penurunan nilai”. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa
depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang
menggambarkan penilaian pasar kini atas nilai waktu uang dan risiko spesifik aset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan, mengacu pada PSAK No. 68 tentang
“Pengukuran Nilai Wajar”.
Kerugian penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada, diakui pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi aset yang
diturunkan nilainya.
29
Page 33
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
o. Agunan yang diambil alih
Agunan yang diambil alih sehubungan dengan penyelesaian kredit diakui sebesar nilai neto yang dapat
direalisasi atau sebesar nilai tercatat dari kredit, mana yang lebih rendah. Nilai neto yang dapat direalisasi
adalah nilai wajar agunan setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan. Kelebihan saldo kredit yang
diberikan, yang belum dilunasi oleh peminjam diatas nilai dari agunan yang diambil alih, dibebankan
sebagai penyisihan penghapusan aset pada tahun berjalan. Selisih antara nilai agunan yang diambil alih
dengan hasil penjualannya diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat penjualan agunan.
Bank mengevaluasi nilai agunan yang diambil alih secara berkala. Penyisihan kerugian agunan yang
diambil alih dibentuk berdasarkan penurunan nilai agunan yang diambil alih. Beban perbaikan
(reconditioning cost) yang timbul setelah pengambilalihan agunan dikapitalisasi dalam akun agunan yang
diambil alih tersebut.
p. Biaya dibayar di muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus
(straight-line method).
q. Liabilitas segera
Liabilitas segera merupakan liabilitas kepada pihak lain yang sifatnya wajib segera dibayarkan sesuai
dengan perintah pemberi amanat perjanjian yang ditetapkan sebelumnya. Liabilitas segera diklasifikasikan
sebagai liabilitas keuangan dan dihitung berdasarkan biaya perolehan diamortisasi.
r. Simpanan nasabah dan bank lain
Giro merupakan simpanan nasabah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat menggunakan cek,
atau dengan cara pemindahbukuan dengan bilyet giro atau sarana perintah pembayaran lainnya. Giro
dinyatakan sebesar nilai liabilitas kepada pemegang giro.
Tabungan merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat
tertentu yang disepakati. Tabungan dinyatakan sebesar nilai liabilitas kepada pemilik tabungan.
Deposito berjangka merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu
tertentu sesuai perjanjian antara penyimpan dengan Bank. Deposito berjangka dinyatakan sebesar nilai
nominal yang tercantum dalam bilyet deposito atau yang diperjanjikan.
Simpanan dari bank lain terdiri dari liabilitas terhadap bank lain, baik lokal maupun luar negeri, dalam
bentuk giro, deposito berjangka dan inter-bank call money serta dinyatakan sesuai dengan jumlah liabilitas
terhadap bank tersebut.
Simpanan nasabah dan bank lain diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Biaya tambahan yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan simpanan nasabah dikurangkan dari jumlah simpanan
yang diterima.
s. Surat berharga yang diterbitkan
Surat berharga yang diterbitkan Bank adalah Obligasi. Surat berharga yang diterbitkan pada awalnya diakui
sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan
metode suku bunga efektif (EIR). Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan adanya
diskonto atau premi terkait dengan pengakuan awal dan biaya transaksi yang tidak terpisah dari suku
bunga efektif.
t. Pinjaman yang diterima
Pinjaman yang diterima merupakan dana yang diterima dari pihak lain dengan liabilitas pembayaran
kembali sesuai dengan persyaratan perjanjian pinjaman. Pinjaman yang diterima diakui sebesar nilai wajar
30
Page 34
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
pada awalnya dan selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode
suku bunga efektif (EIR). Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan adanya diskonto
atau premi terkait dengan pengakuan awal dan biaya transaksi yang tidak terpisah dari suku bunga efektif.
u. Provisi
Provisi diakui jika Bank memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang
diakibatkan peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan
arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah
kewajiban tersebut dapat dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang
paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi,
maka provisi dibalik.
v. Pendapatan dan beban bunga
Pendapatan dan beban bunga untuk semua instrumen keuangan yang dikenakan suku bunga diakui pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau
penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari aset keuangan atau liabilitas keuangan (atau,
jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat) untuk memperoleh nilai tercatat neto dari aset
keuangan atau liabilitas keuangan.
Pada saat menghitung suku bunga efektif, Bank mengestimasi arus kas di masa datang dengan
mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, tetapi tidak
mempertimbangkan kerugian kredit di masa mendatang
Perhitungan ini mencakup seluruh komisi, provisi dan bentuk lain diterima oleh para pihak dalam kontrak
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan seluruh premi atau
diskon lainnya.
Jika aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa telah diturunkan nilainya sebagai akibat kerugian
penurunan nilai, maka pendapatan bunga yang diperoleh setelahnya diakui berdasarkan suku bunga efektif
yang digunakan untuk mendiskonto arus kas masa datang dalam menghitung kerugian penurunan nilai.
w. Pendapatan provisi dan komisi
Pendapatan provisi dan komisi yang berkaitan langsung dengan kegiatan pemberian kredit, atau
pendapatan provisi dan komisi yang berhubungan dengan jangka waktu tertentu, diamortisasi sesuai
dengan jangka waktu kontrak menggunakan metode suku bunga efektif dan diklasifikasikan sebagai bagian
dari pendapatan bunga pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Pendapatan provisi dan komisi yang tidak berkaitan dengan kegiatan pemberian kredit atau suatu jangka
waktu dan/atau terkait dengan pemberian suatu jasa, diakui sebagai pendapatan pada saat terjadinya
transaksi dan dicatat pada akun pendapatan operasional lainnya.
x. Imbalan kerja
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek seperti upah, iuran jaminan sosial, cuti jangka pendek, bonus dan imbalan
non moneter lainnya diakui selama periode jasa diberikan. Imbalan jangka pendek dihitung sebesar jumlah
yang tidak didiskontokan.
Program pensiun iuran pasti
Merupakan Iuran kepada dana pensiun sebesar persentase tertentu gaji pegawai yang menjadi peserta
31
Page 35
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
program pensiun iuran pasti Bank. Iuran dicadangkan dan diakui sebagai biaya ketika jasa telah diberikan
oleh pegawai-pegawai tersebut dan pembayaran dikurangkan dari utang iuran. Iuran terutang dihitung
berdasarkan jumlah yang tidak didiskontokan.
Program imbalan pasti dan imbalan kerja jangka panjang lainnya
Imbalan pasca-kerja dan imbalan kerja jangka panjang lainnya seperti cuti besar dan penghargaan masa
kerja dicadangkan dan diakui sebagai biaya ketika jasa telah diberikan oleh pegawai yang memenuhi
syarat. Imbalan kerja ditentukan berdasarkan peraturan Bank dan peraturan yang berlaku. Imbalan pasca-
kerja dan imbalan kerja jangka panjang lainnya secara aktuaris ditentukan berdasarkan metode Projected
Unit Credit.
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang diakui sebagai penghasilan
komprehensif lain, terdiri atas:
(i) Keuntungan dan kerugian aktuarial.
(ii) Imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas
(aset).
(iii) Setiap perubahan dampak batas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas
liabilitas (aset).
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang diakui sebagai penghasilan
komprehensif lain tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya. Untuk imbalan kerja jangka
panjang lain atas biaya jasa kini, biaya bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, dan pengukuran
kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto langsung diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain tahun berjalan. Biaya jasa lalu diakui sebagai beban pada tanggal yang lebih awal antara
ketika Amendemen atau kurtailmen program terjadi, dan ketika biaya restrukturisasi atau pesangon diakui,
sehingga biaya jasa laluyang belum vested tidak lagi dapat ditangguhkan dan diakui selama periode vesting
masa depan.
y. Laba per lembar saham
Laba per lembar saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada tahun yang bersangkutan. Laba per lembar
saham dilusian dihitung setelah melakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap jumlah rata-rata
tertimbang saham biasa yang beredar
z. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
Bank menyelenggarakan catatan akuntansi-nya dalam Rupiah. Transaksi yang melibatkan mata uang
asing dicatat pada nilai tukar pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset
dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan
menggunakan kurs spot Reuters pada pukul 16:00 WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat). Keuntungan atau
kerugian yang timbul sebagai akibat dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, kurs mata uang asing yang digunakan untukpenjabaran
mata uang asing terhadap Rupiah adalah sebagai berikut (Rupiah penuh):
30 Juni 2023 31 Desember 2022
1 Dolar Amerika Serikat 14.992,50 15.567,50
aa. Perpajakan
Beban pajak tahun berjalan ditetapkan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan. Aset
dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer aset dan liabilitas antara pelaporan
komersial dan pajak pada setiap tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan saldo rugi
32
Page 36
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
fiskal yang belum dikompensasikan, sepanjang perbedaan temporer dan rugi fiskal yang belum
dikompensasikan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba fiskal pada masa yang akan datang.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal posisi laporan keuangan dan nilai
tercatat aset pajak tangguhan tersebut diturunkan apabila tidak lagi terdapat kemungkinan besar bahwa
laba fiskal yang memadai akan tersedia untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak
tangguhan.
Aset dan kewajiban pajak tangguhan diukur berdasarkan tarif pajak yang akan berlaku pada tahun saat
aset direalisasikan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku atau yang
secara substantif telah diberlakukan pada tanggal laporan posisi keuangan.
Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan untuk dan/atau pembalikan seluruh perbedaan temporer selama
tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, diakui sebagai “Manfaat (Beban) Pajak
Penghasilan, Tangguhan” dan termasuk dalam laba atau rugi neto tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-
transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat penetapan pajak diterima atau jika Bank
mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan telah ditetapkan.
Aset dan liabilitas atas pajak tangguhan dan pajak kini dapat saling hapus apabila terdapat hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus.
ab. Informasi segmen
Segmen adalah bagian yang dapat dibedakan dari Bank yang terlibat baik dalam menyediakan produk
tertentu (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dalam lingkungan ekonomi tertentu(segmen
geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan segmen lainnya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen mencakup item-item yang dapat diatribusikan
langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada
segmen tersebut. Bank menyajikan segmen operasi berdasarkan laporan internal yang disajikan kepada
pengambil keputusan operasional dan keuangan yaitu Direksi. Bank telah mengidentifikasi dan
mengungkapkan informasi keuangan berdasarkan kegiatan bisnis utama (segmen bisnis) yang terbagi atas
kelompok konsumer, ritel, menengah dan lainnya.
ac. Instrumen derivative
Instrumen keuangan derivatif dinilai dan diakui di laporan posisi keuangan pada nilai wajar. Setiap kontrak
derivatif dicatat sebagai aset apabila memiliki nilai wajar positif dan sebagai liabilitas apabila memiliki nilai
wajar negatif.
Tagihan dan liabilitas derivatif diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi.
Keuntungan atau kerugian yang terjadi dari perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
Nilai wajar instrumen derivatif ditentukan diskonto arus kas dan model penentu harga atau harga yang
diberikan oleh broker (quoted price) atas instrumen lainnya yang memiliki karakteristik serupa, yang
mengacu pada PSAK No. 68 tentang ”Pengukuran Nilai Wajar” (Catatan 2b).
Derivatif melekat tidak lagi dipisahkan dari kontrak utama non-derivatif yang merupakan aset
keuangan/liabilitas keuangan, Bank mengklasifikasikan aset/liabilitas keuangan secara keseluruhan
berdasarkan model bisnis dan jangka waktu kontraktualnya sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2b.
ad. Opsi saham
Bank memberikan opsi saham kepada manajemen dan karyawan berdasarkan persyaratan yang telah
33
Page 37
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
ditetapkan. Jumlah biaya kompensasi saham dihitung pada tanggal diberikannya opsi saham (grant date)
dengan menggunakan nilai wajar opsi saham tersebut dan diakui pada akun “Beban Gaji dan Tunjangan”
berdasarkan program hak yang diakui selama tahun berjalan dengan metode garis lurus selama periode
vesting. Akumulasi dari biaya kompensasi saham diakui sebagai “Opsi Saham” dalam bagian ekuitas. Nilai
wajar dari opsi saham tersebut dinilai dengan menggunakan model penentuan harga opsi Black-Scholes.
ae. Penggunaan pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan
Penyusunan laporan keuangan Bank mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi
dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan
pengungkapan atas liabilitas kontinjensi pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi
dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas
dalam periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Bank yang
memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan Bank sebagai berikut:
Usaha yang berkelanjutan
Manajemen Bank telah melakukan penilaian atas kemampuan Bank untuk melanjutkan kelangsungan
usahanya dan berkeyakinan bahwa Bank memiliki sumber daya untuk melanjutkan usahanya di masa
mendatang. Selain itu, manajemen Bank tidak mengetahui adanya ketidakpastian material yang dapat
menimbulkan keraguan yang signifikan terhadap kemampuan Bank untuk melanjutkan kelangsungan
usahanya. Oleh karena itu, laporan keuangan telah disusun atas dasar usaha yang berkelanjutan.
Nilai wajar atas instrumen keuangan
Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan dapat
dikategorikan pada level hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkatan input terendah yang signifikan atas
pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:
Level 1: harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang
dapat diakses pada tanggal pengukuran.
Level 2: input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi untuk aset
dan liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
Level 3: input yang tidak dapat diobservasi untuk aset dan liabilitas.
Kontinjensi
Bank sedang terlibat dalam proses hukum. Perkiraan biaya kemungkinan bagi penyelesaian klaim telah
dikembangkan melalui konsultasi dengan bantuan konsultan hukum Bank didasarkan pada analisis hasil
yang potensial. Manajemen tidak berkeyakinan bahwa hasil dari hal ini akan mempengaruhi hasil usaha.
Besar kemungkinan, bagaimanapun, bahwa hasil operasi di masa depan dapat secara material
terpengaruh oleh perubahan dalam estimasi atau efektivitas dari strategi yang terkait dengan hal tersebut.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan untuk dapat menyebabkan penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset
dan liabilitas untuk tahun berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Bank mendasarkan asumsi dan estimasi
yang digunakan pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun.
Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah akibat perubahan pasar atau
situasi yang timbul di luar kendali Bank. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi yang digunakan
pada saat terjadinya.
34
Page 38
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Cadangan kerugian penurunan nilai kredit yang diberikan
Manajemen Bank menelaah portofolio kredit yang diberikan setiap tahun untuk menilai penurunan nilai
dengan memperbaharui cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk selama periode yang diperlukan
berdasarkan analisis berkelanjutan dan pemantauan terhadap rekening individual oleh petugas kredit.
Dalam menentukan apakah penurunan nilai harus dibentuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain, Bank membuat penilaian, apakah terdapat data yang dapat diobservasi yang
menunjukkan bahwa terdapat penurunan yang dapat diukur dalam laporan perkiraan arus kas masa depan
dari portofolio pinjaman sebelum penurunan tersebut dapat diidentifikasi secara individual dalam portofolio
tersebut.
Bukti seperti ini dapat termasuk data yang dapat diobservasi yang menunjukkan bahwa telah terjadi
perubahan yang merugikan pada status pembayaran kelompok peminjam, atau kondisi ekonomi nasional
atau lokal yang berkorelasi dengan wanprestasi atas aset dalam kelompok. Bank menggunakan perkiraan
dalam menentukan jumlah dan waktu dari arus kas masa depan ketika menentukan tingkat cadangan
kerugian yang diperlukan. Estimasi tersebut didasarkan pada asumsi mengenai sejumlah faktor dan hasil
aktual yang dapat berbeda, yang mengakibatkan perubahan terhadap jumlah cadangan kerugian di masa
yang akan datang.
Penurunan nilai untuk surat berharga
Manajemen Bank menentukan bahwa surat berharga memiliki kriteria penurunan nilai yang sama dengan
aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi.
Penurunan nilai aset non-keuangan
Manajemen Bank mengevaluasi penurunan nilai aset non-keuangan apabila terdapat kejadian atau
perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset non-keuangan tidak dapat dipulihkan
kembali. Faktor-faktor penting yang dapat menyebabkan penelaahan penurunan nilai adalah sebagai
berikut:
a. performa yang tidak tercapai secara signifikan terhadap ekspektasi historis atau proyeksi hasil operasi
di masa yang akan datang;
b. perubahan yang signifikan dalam cara penggunaan aset atau strategi bisnis secara keseluruhan; dan
c. industri atau tren ekonomi yang secara signifikan bernilai negatif.
Bank mengakui kerugian penurunan nilai apabila nilai tercatat aset melebihi nilai yang dapat dipulihkan.
Jumlah terpulihkan adalah nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurang biaya pelepasan dengan nilai
pakai aset (atau unit penghasil kas). Jumlah terpulihkan diestimasi untuk aset individual atau, jika tidak
memungkinkan, untuk unit penghasil kas yang mana aset tersebut merupakan bagian daripada unit
tersebut.
Pengakuan aset pajak tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh saldo rugi fiskal yang belum digunakan dalam hal terdapat
kemungkinan bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia untuk dikompensasi terhadap kerugian yang
dapat digunakan. Pertimbangan manajemen yang signifikan diperlukan untuk menentukan jumlah aset
pajak tangguhan yang dapat diakui, sesuai dengan saat dan jumlah penghasilan kena pajak di masa
mendatang seiring dengan strategi perencanaan pajak.
Bank menelaah aset pajak tangguhan pada setiap tanggal posisi laporan keuangan dan mengurangi jumlah
tercatat dalam hal tidak adanya lagi kemungkinan bahwa penghasilan kena pajak yang cukup akan tersedia
untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan (Catatan 21).
Nilai kini atas liabilitas imbalan kerja
Biaya atas program pensiun dan imbalan pasca-kerja lainnya ditentukan dengan perhitungan aktuaris.
Perhitungan aktuaris melibatkan penggunaan asumsi mengenai tingkat diskonto, tingkat pengembalian
35
Page 39
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
yang diharapkan dari aset, kenaikan gaji di masa depan, tingkat kematian dan tingkat kecacatan. Karena
program tersebut memiliki sifat jangka panjang, maka perkiraan tersebut memiliki ketidakpastian yang
signifikan (Catatan 24).
af. Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan
Bank telah menerapkan standar akuntansi pada tanggal 1 Januari 2023, yang dianggap relevan dengan
laporan keuangan, yaitu:
Penyesuaian Tahunan 2020 - PSAK 71, “Instrumen Keuangan - Imbalan dalam pengujian “10 persen”
untuk penghentian pengakuan liabilitas keuangan”. Amendemen tersebut mengklarifikasi biaya yang
termasuk dalam entitas menilai apakah persyaratan liabilitas keuangan baru atau yang dimodifikasi
secara substantial berbeda dari persyaratan liabilitas keuangan asli.
Penyesuaian Tahunan 2020 - PSAK 73, “Sewa”. Amendemen terhadap Contoh Ilustrasi 13 yang
merupakan bagian dari PSAK 73 dengan menghilangkan dari contoh ilustrasi penggantian perbaikan
properti sewaan oleh pesewa untuk mengatasi potensi kebingungan mengenai perlakuan insentif sewa
yang mungkin timbul karena cara insentif sewa diilustrasikan dalam contoh tersebut.
Amendemen PSAK 57, “Provisi, Liabilitas Kontijensi, dan Aset Kontijensi” tentang Kontrak Merugi-
Biaya Memenuhi Kontrak. Amendemen ini mengatur biaya-biaya untuk memenuhi kontrak merugi
terdiri dari biaya yang terkait langsung dengan kontrak, dimana terdiri dari:
biaya inkremental untuk memenuhi kontrak tersebut, dan
alokasi biaya lain yang berhubungan langsung untuk memenuhi kontrak.
Bank telah menganalisa penerapan standar akuntansi tersebut di atas dan penerapan tersebut tidak
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan.
3. KAS
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jumlah nosional Jumlah nosional
mata uang asing Ekuivalen mata uang asing Ekuivalen
(Angka penuh) Rupiah (Angka penuh) Rupiah
Rupiah 7.293.375 11.191.921
Dolar Amerika Serikat 1.305 19.565 4.505 70.132
Total 7.312.940 11.262.053
Bank mengasuransikan kas yang dimiliki untuk menutup risiko kerugian terhadap kebakaran dan pencurian
kepada PT BRI Asuransi Indonesia.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 tidak terdapat kas yang tidak dapat digunakan dan tidak
terdapat kas yang dijaminkan oleh Bank.
4. GIRO PADA BANK INDONESIA
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jumlah nosional Jumlah nosional
mata uang asing Ekuivalen mata uang asing Ekuivalen
(Angka penuh) Rupiah (Angka penuh) Rupiah
Rupiah 683.516.891 952.771.011
Dolar Amerika Serikat 806.017 12.084.205 1.310.017 20.393.684
Total 695.601.096 973.164.695
36
Page 40
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo giro pada Bank Indonesia disediakan untuk memenuhi persyaratan Giro Wajib Minimum (GWM) dari
Bank Indonesia. Rasio GWM Bank pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
GWM Utama - Rupiah 9,05% 9,84%
Harian 0,00% 0,00%
Rata-rata 9,05% 9,84%
PLM(d/h GWM Sekunder) - Rupiah 50,93% 38,06%
GWM Utama - Mata Uang Asing 4,15% 4,09%
Harian 2,00% 2,00%
Rata-rata 2,15% 2,09%
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, GWM dihitung sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia
(PBI) No. 20/3/PBI/2018 tanggal 29 Maret 2018 tentang Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing
Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, sebagaimana telah diubah
beberapa kali melalui PBI No. 22/3/PBI/2020 tanggal 24 Maret 2020, PBI No. 22/10/PBI/2020 tanggal 28 Juli
2020, PBI No. 23/16/PBI/2021 tanggal 17 Desember 2021, dan PBI No. 24/4/PBI/2022 tanggal 25 Februari
2022.
PBI tersebut dijelaskan oleh Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) No. 20/10/PADG/2018 tanggal 31
Mei 2018 tentang Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi Bank Umum Konvensional, Bank
Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, sebagaimana telah diubah beberapa kali melalui PADG No.
20/30/PADG/2018 tanggal 30 November 2018, PADG No. 21/14/PADG/2019 tanggal 26 Juni 2019, PADG No.
21/27/PADG/2019 tanggal 26 Desember 2019, PADG No. 22/2/PADG/2020 tanggal 10 Maret 2020, PADG No.
22/10/PADG/2020 tanggal 29 April 2020, PADG No. 22/19/PADG/2020 tanggal 29 Juli 2020, PADG No.
23/27/PADG/2021 tanggal 21 Desember 2021, PADG No. 24/3/PADG/2022 tanggal 1 Maret 2022, dan PADG
No. 24/8/PADG/2022 tanggal 30 Juni 2022.
Sedangkan, Rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) dihitung berdasarkan PBI No. 20/4/PBI/2018
tanggal 3 April 2018, tentang Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan Penyangga Likuiditas
Makroprudensial bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah yang telah
diubah beberapa kali melalui PBI No. 21/12/PBI/2019 tanggal 25 November 2019, PBI No. 22/17/PBI/2020
tanggal 30 September 2020 dan PBI No. 23/17/PBI/2021 tanggal 17 Desember 2021 serta dijelaskan melalui
PADG No. 21/22/PADG/2019 tanggal 28 November 2019 yang telah diubah beberapa kali melalui PADG No.
22/11/PADG/2020 tanggal 29 April 2020, PADG No. 22/30/PADG/2020 tanggal 5 Oktober 2020, PADG
No.23/7/PADG/2021 tanggal 26 April 2021, PADG No. 23/31/PADG/2021 tanggal 31 Desember 2021, dan
PADG No. 24/16/PBI/2022 tanggal 31 Oktober 2022.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, sesuai dengan peraturan Anggota Dewan Gubernur dan
Bank Indonesia tersebut di atas, Bank harus memenuhi persyaratan GWM Utama dalam rupiah, GWM Utama
dalam mata uang asing dan PLM sebesar:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
GWM Utama - Rupiah 9,00% 9,00%
Harian 0,00% 0,00%
Rata-rata 9,00% 9,00%
PLM (d/h GWM Sekunder) - Rupiah 6,00% 6,00%
GWM Utama - Mata Uang Asing 4,00% 4,00%
Harian 2,00% 2,00%
Rata-rata 2,00% 2,00%
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Bank juga harus memenuhi RIM dan GWM RIM, jika RIM
dan GWM RIM Bank kurang dari batas bawah Bank Indonesia (BI) yaitu sebesar 84% atau melebihi batas atas
BI yaitu 94% dengan KPMM Bank lebih kecil dari KPMM insentif BI yang sebesar 14%.
Bank telah memenuhi ketentuan Bank Indonesia tentang rasio-rasio tersebut pada tanggal 30 Juni
2023 dan 31 Desember 2022.
37
Page 41
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. GIRO PADA BANK LAIN
a) Berdasarkan mata uang
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jumlah nosional Jumlah nosional
mata uang asing Ekuivalen mata uang asing Ekuivalen
(Angka penuh) Rupiah (Angka penuh) Rupiah
Pihak ketiga
Rupiah 54.150 -
Dolar Amerika Serikat 5.154.427 77.277.747 2.547.717 39.661.578
77.331.897 39.661.578
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah 253.197.519 119.689.453
Dolar Amerika Serikat 1.878.765 28.167.379 2.174.923 33.858.118
281.364.898 153.547.571
Total 358.696.795 193.209.149
Cadangan kerugian penurunan nilai (76.838) (53.601)
Neto 358.619.957 193.155.548
b) Berdasarkan bank
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
Standard Chartered Bank 54.150 -
54.150 -
Dolar Amerika Serikat
Citibank, N.A., New York 72.125.239 23.059.196
PT Bank Central Asia Tbk 3.658.985 16.602.382
J.P. Morgan, New York 1.493.523 -
77.277.747 39.661.578
77.331.897 39.661.578
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 252.916.667 119.402.791
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 250.353 248.638
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 30.499 38.024
253.197.519 119.689.453
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 23.061.822 28.528.130
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 5.105.557 5.329.988
28.167.379 33.858.118
281.364.898 153.547.571
Total 358.696.795 193.209.149
Cadangan kerugian penurunan nilai (76.838) (53.601)
Neto 358.619.957 193.155.548
c) Berdasarkan kolektibilitas
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, seluruh giro pada bank lain diklasifikasikan “lancar".
38
Page 42
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
d) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk giro pada bank lain:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah 0,46% 0,37%
Dolar Amerika Serikat 0,04% 0,02%
e) Cadangan kerugian penurunan nilai
Bank melakukan penilaian cadangan kerugian penurunan nilai atas giro pada bank lain secara kolektif
dengan mempertimbangkan adanya bukti objektif penurunan nilai.
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat bruto dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
30 Juni 2023
Stage 2 -
Kerugian kredit Stage 3 -
Stage 1 - ekspektasian Kerugian kredit
Kerugian kredit sepanjang ekspektasian
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit sepanjang umurnya Total
tidak memburuk - kredit memburuk
Nilai tercatat awal 193.209.149 - - 193.209.149
Pengukuran kembali bersih
148.290.920 - - 148.290.920
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
1.493.523 - - 1.493.523
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(16.223.196) - - (16.223.196)
pengakuannya
Nilai tercatat akhir 326.770.395 326.770.395
31 Desember 2022
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal 192.794.815 - - 192.794.815
Pengukuran kembali bersih
(3.315.082) - - (3.315.082)
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
3.749.396 - - 3.749.396
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(19.980) - - (19.980)
pengakuannya
Nilai tercatat akhir 193.209.149 - - 193.209.149
30 Juni 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Saldo awal 53.601 - - 53.601
Pengukuran kembali bersih
23.656 - - 23.656
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
500 - - 500
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(4) - - (4)
pengakuannya
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan (915) - - (915)
perubahan lain
Cadangan atas kerugian
76.838 76.838
kredit ekspektasian akhir
39
Page 43
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2022
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Saldo awal 137.437 - - 137.437
Pengukuran kembali bersih
(98.721) - - (98.721)
nilai tercatat
Aset keuangan yang dihentikan
(42) - - (42)
pengakuannya
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan 14.067 - - 14.067
perubahan lain
Cadangan atas kerugian
53.601 - - 53.601
kredit ekspektasian akhir
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai pada tanggal
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat giro pada bank lain yang digunakan
sebagai jaminan dan dibatasi penggunaannya.
6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN
a) Berdasarkan mata uang dan jenis
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jumlah nosional Jumlah nosional
mata uang asing Ekuivalen mata uang asing Ekuivalen
(Angka penuh) Rupiah (Angka penuh) Rupiah
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
Deposit facility 459.872.329 874.884.594
459.872.329 874.884.594
Dolar Amerika Serikat
Bank Indonesia
Term deposit - - 5.000.000 77.852.669
- 77.852.669
Total 459.872.329 952.737.263
Cadangan kerugian penurunan nilai - -
Neto 459.872.329 952.737.263
b) Berdasarkan sisa umur jatuh tempo
Klasifikasi jangka waktu penempatan berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan 459.872.329 874.884.594
Dolar Amerika Serikat
≤ 1 bulan - 77.852.669
Total 459.872.329 952.737.263
Cadangan kerugian penurunan nilai - -
Neto 459.872.329 952.737.263
40
Page 44
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
c) Berdasarkan kolektibilitas
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, seluruh penempatan pada Bank Indonesia dan bank
lain diklasifikasikan “lancar”.
d) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah
Deposit facility 4,97% 3,15%
Term deposit 5,59% 2,94%
Inter-bank call money 5,52% -
Dolar Amerika Serikat
Term deposit 4,36% 2,27%
e) Cadangan kerugian penurunan nilai
Bank melakukan penilaian cadangan kerugian penurunan nilai atas penempatan pada Bank Indonesia dan
bank lain secara kolektif dengan mempertimbangkan adanya bukti objektif penurunan nilai.
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat bruto dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
30 Juni 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal 952.737.263 - - 952.737.263
Aset keuangan yang
(492.864.934) - - (492.864.934)
dihentikan pengakuannya
Nilai tercatat akhir 459.872.329 - - 459.872.329
31 Desember 2022
Stage 2 - Kerugian Stage 3 -
kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal 1.374.726.979 - - 1.374.726.979
Aset keuangan baru yang
74.020.560.896 - - 74.020.560.896
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang
(74.442.550.612) - - (74.442.550.612)
dihentikan pengakuannya
Nilai tercatat akhir 952.737.263 - - 952.737.263
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai tidak diperlukan pada tanggal
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, karena manajemen berkeyakinan bahwa penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain dapat tertagih.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat penempatan pada Bank Indonesia dan
bank lain yang digunakan sebagai jaminan dan dibatasi penggunaannya.
41
Page 45
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK
a) Berdasarkan tujuan, mata uang dan jenis
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jumlah nosional Jumlah nosional
mata uang asing Ekuivalen mata uang asing Ekuivalen
(Angka penuh) Rupiah (Angka penuh) Rupiah
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak ketiga
Rupiah
Obligasi 996.100 11.004.100
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
Surat Perbendaharaan Negara 360.251.265 -
Obligasi pemerintah 89.196.000 58.434.000
Obligasi 20.012.000 30.321.000
Negotiable Certificate of Deposits 19.290.000 18.554.000
488.749.265 107.309.000
489.745.365 118.313.100
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak ketiga
Rupiah
Obligasi 10.000.000 50.015.000
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
Obligasi pemerintah 1.362.871.768 2.031.067.436
Obligasi 101.879.600 107.432.600
Negotiable Certificate of Deposits 9.645.000 9.277.000
1.474.396.368 2.147.777.036
1.484.396.368 2.197.792.036
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
Obligasi pemerintah 1.678.172.621 1.635.631.868
Obligasi 369.266.760 390.895.092
Medium-Term Note 11.000.000 11.000.000
Obligasi Sukuk 10.000.000 10.000.000
2.068.439.381 2.047.526.960
Total 4.042.581.114 4.363.632.096
Cadangan kerugian penurunan nilai (823.814) (555.123)
Neto 4.041.757.300 4.363.076.973
42
Page 46
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
b) Berdasarkan sisa umur jatuh tempo
Klasifikasi jangka waktu efek-efek berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan 996.100 11.004.100
> 3 bulan - 1 tahun 10.000.000 50.015.000
10.996.100 61.019.100
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
≤ 1 bulan 488.749.265 107.309.000
> 1 bulan - 3 bulan 5.038.463 30.069.835
> 3 bulan - 1 tahun 1.792.691.291 2.178.000.027
> 1 tahun 1.745.105.995 1.987.234.134
4.031.585.014 4.302.612.996
Total 4.042.581.114 4.363.632.096
Cadangan kerugian penurunan nilai (823.814) (555.123)
Neto 4.041.757.300 4.363.076.973
c) Berdasarkan kolektibilitas
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, seluruh efek-efek diklasifikasikan “lancar”.
d) Berdasarkan jenis dan penerbit
1) Obligasi pemerintah
Obligasi pemerintah merupakan obligasi yang diterbitkan oleh Negara Republik Indonesia, termasuk
Surat Perbendaharaan Negara (SPN), dalam rangka pengelolaan portofolio surat utang negara.
30 Juni 2023
Tingkat suku
Tanggal jatuh Nilai wajar/
bunga per tahun
tempo nilai tercatat
(%)
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
FR0056 8,37 15 September 2026 48.213.000
FR0059 7,00 15 Mei 2027 20.684.000
FR0070 8,37 15 Maret 2024 10.178.000
FR0081 6,50 15 Juni 2025 10.121.000
SPN12240229 - February 29, 2024 48.205.000
SPN12240328 - March 28, 2024 95.950.000
SPN12240104 - January 4, 2024 114.589.800
SPN12240201 - February 1, 2024 96.810.000
SPN12240411 - April 11, 2024 4.696.465
449.447.265
43
Page 47
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023
Tingkat suku
Tanggal jatuh Nilai wajar/
bunga per tahun
tempo nilai tercatat
(%)
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
FR0040 11,00 15 September 2025 71.818.500
FR0046 9,50 15 Juli 2023 20.052.000
FR0056 8,37 15 September 2026 42.534.580
FR0059 7,00 15 Mei 2027 62.052.000
FR0062 6,37 15 April 2042 19.616.000
FR0065 6,63 15 May 2033 12.910.820
FR0070 8,37 15 Maret 2024 157.759.000
FR0072 8,25 15 Mei 2036 22.968.000
FR0073 8,75 15 Mei 2031 523.397
FR0075 7,50 15 Mei 2038 58.660
FR0077 8,12 15 Mei 2024 5.707.520
FR0080 7,50 15 Juni 2035 27.062.500
FR0081 6,50 15 Juni 2025 177.117.500
FR0082 7,00 15 Juni 2035 20.792.000
FR0086 5,50 15 April 2026 163.696.500
FR0087 6,50 15 Februari 2031 116.127.000
FR0088 6,25 15 Juni 2036 9.890.000
FR0090 5,12 15 April 2027 81.664.850
FR0091 6,37 15 April 2032 10.020.941
ORI017 6,40 15 Juli 2023 50.015.000
ORI018 5,70 15 Oktober 2023 119.916.000
PBS017 6,12 15 Oktober 2025 120.564.000
SR013 6,05 10 September 2023 50.005.000
1.362.871.768
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
FR0040 11,00 15 September 2025 33.822.934
FR0042 10,25 15 Juli 2027 50.183.622
FR0052 10,50 15 Agustus 2030 59.022.394
FR0059 7,00 15 Mei 2027 35.178.832
FR0070 8,37 15 Maret 2024 51.113.028
FR0071 9,00 15 Maret 2029 164.809.064
FR0075 7,50 15 Mei 2038 10.521.371
FR0077 8,12 15 Mei 2024 10.319.127
FR0078 8,25 15 Mei 2029 105.282.879
FR0080 6,12 15 Juni 2035 21.008.763
FR0081 6,50 15 Juni 2025 30.902.638
FR0082 7,00 15 September 2030 165.857.465
FR0085 7,75 15 April 2031 151.309.938
FR0087 6,50 15 Februari 2031 78.707.465
FR0090 5,12 15 April 2027 47.556.087
FR0091 6,37 15 April 2032 170.261.199
44
Page 48
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023
Tingkat suku Tanggal jatuh Nilai wajar/
bunga per tahun tempo nilai tercatat
(%)
FR0095 6,37 15 Agustus 2028 256.495.874
FR0096 7,00 15 Februari 2033 130.329.540
FR0098 6,12 15 Juni 2038 19.989.656
ORI019 5,57 15 Februari 2024 20.140.849
PBS029 6,12 15 Maret 2034 65.359.897
1.678.172.621
3.490.491.654
31 Desember 2022
Tingkat suku
Tanggal jatuh Nilai wajar/
bunga per tahun
tempo nilai tercatat
(%)
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
FR0064*) 6,13 15 Mei 2028 29.322.000
FR0065*) 6,63 15 Mei 2033 29.112.000
58.434.000
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
FR0040 11,00 15 September 2025 100.008.000
FR0046 9,50 15 Juli 2023 20.386.000
FR0056 8,38 15 September 2026 42.660.000
FR0059 7,00 15 Mei 2027 40.888.000
FR0062 6,38 15 April 2042 17.856.000
FR0064 6,13 15 Mei 2028 24.435.000
FR0065 6,63 15 Mei 2033 48.520.000
FR0070 8,38 15 Maret 2024 211.355.000
FR0072 8,25 15 Mei 2036 21.808.000
FR0073 8,75 15 Mei 2031 58.257.634
FR0075 7,50 15 Mei 2038 142.822.363
FR0077 8,13 15 Mei 2024 47.045.520
FR0081 6,50 15 Juni 2025 146.348.500
FR0082 7,00 15 September 2030 30.267.000
FR0084 7,25 15 Februari 2026 102.510.000
FR0085 7,75 15 April 2031 10.447.000
FR0086 5,50 15 April 2026 156.656.000
FR0087 6,50 15 Februari 2031 239.095.500
FR0088 6,25 15 Juni 2036 9.300.000
FR0090 5,13 15 April 2027 79.999.410
FR0091 6,38 15 April 2032 28.874.592
FR0095 6,38 15 Agustus 2028 31.649.616
FR0096 7,00 15 Februari 2033 39.145.301
FRSDG001 7,37 15 Oktober 2030 20.348.000
ORI017 6,40 15 Juli 2023 50.130.000
45
Page 49
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2022
Tingkat suku
Tanggal jatuh Nilai wajar/
bunga per tahun tempo nilai tercatat
(%)
ORI018 5,70 15 Oktober 2023 120.000.000
PBS017 6,13 15 Oktober 2025 140.210.000
SR013 6,05 10 September 2023 50.045.000
2.031.067.437
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
FR0040 11,00 15 September 2025 34.627.366
FR0042 10,25 15 Juli 2027 50.732.145
FR0052 10,50 15 Agustus 2030 59.498.848
FR0059 7,00 15 Februari 2031 35.198.641
FR0063 5,63 15 Mei 2023 25.100.267
FR0071 9,00 15 Maret 2029 165.845.012
FR0077 8,13 15 Mei 2024 10.496.185
FR0078 8,25 15 Mei 2029 105.709.943
FR0081 6,50 15 Juni 2024 31.118.790
FR0082 7,00 15 September 2030 165.899.971
FR0085 7,75 15 April 2031 151.559.884
FR0087 6,50 15 Februari 2031 58.797.157
FR0090 5,12 15 April 2027 47.278.272
FR0091 6,37 15 April 2032 169.872.093
FR0095 6,37 15 Agustus 2028 9.667.600
FR0096 7,00 15 Februari 2033 130.341.482
ORI019 5,57 15 Februari 2024 20.250.995
PBS029 5,45 15 Maret 2034 65.218.676
FR0070 8,38 15 Maret 2024 51.871.378
FR0095 6,38 15 Agustus 2028 246.547.162
FR0040 11,00 15 September 2025 34.627.366
1.635.631.868
Total 3.725.133.304
Nilai pasar obligasi pemerintah yang diklasifikasikan “Nilai wajar melalui laba rugi” dan “Nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain” berkisar antara 98,07% sampai dengan 123,61% pada tanggal
30 Juni 2023.
Nilai pasar obligasi pemerintah yang diklasifikasikan “Nilai wajar melalui laba rugi” dan “Nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain” berkisar antara 94,03% sampai dengan 120,92% pada tanggal
31 Desember 2022.
46
Page 50
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2) Obligasi
30 Juni 2023
Tingkat suku
Tanggal jatuh Nilai wajar/
bunga per tahun Peringkat
tempo nilai tercatat
(%)
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak ketiga
Rupiah
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.
Tahap II 2022 Seri A 6,00 21 Oktober 2023 idAAA 996.100
996.100
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
PT Pegadaian (Persero)
Berkelanjutan V Tahap II 2022
Seri A 3,95 26 Agustus 2023 idAAA 20.012.000
20.012.000
21.008.100
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak ketiga
Rupiah
PT Protelindo
Berkelanjutan III Tahap II 2023
Seri A 6,35 30 Juni 2024 idAA 5.000.000
Federal International Finance
Berkelanjutan V Tahap V 2023
Seri B 6,80 24 Februari 2026 idAA 5.000.000
10.000.000
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero)
Berkelanjutan Tahap III Seri C
2019 7,95 30 Oktober 2024 idAAA 20.742.000
Berkelanjutan Tahap II 2022 6,70 17 Mei 2023 idAAA 15.000.000
PT. Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk.
Berwawasan Lingkungan Seri A
2022 6,35 21 Juni 2025 idBBB 22.288.200
Berwawasan Lingkungan Seri B
2022 6,85 21 Juni 2027 idBBB 7.934.400
PT Bank Tabungan Negara
Berkelanjutan Tahap II 2019 Seri C 9,00 28 Juni 2024 idAA 20.470.000
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk. Tahap I Seri D 2016 8,65 1 Desember 2023 idAAA 10.105.000
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Berkelanjutan Tahap III 2018 8,50 21 September 2023 idAAA 5.340.000
101.879.600
111.879.600
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
PT Perusahaan Listrik Negara
(Persero)
Berkelanjutan III Tahap III Seri B
2019 9,10 19 Februari 2024 idAAA 236.721.919
PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero)
Berkelanjutan Tahap II 2021 6,00 17 November 2026 idAAA 64.000.000
Berkelanjutan Tahap I Seri B 2021 6,40 8 Juli 2026 idAAA 11.000.000
PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Berkelanjutan II Seri A 2019 7,75 13 Desember 2024 idAA 35.000.000
PT Bank Mandiri Taspen
Berkelanjutan Tahap I Seri B 2019 8,20 26 November 2024 idAA 17.506.378
PT Industri Kereta Api
Sukuk Mudharabah I Tahun 2020 10,59 24 Februari 2025 idBBB 10.000.000
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Berkelanjutan Tahap III 2018 8,50 21 September 2023 idAAA 5.038.463
379.266.760
Total 512.154.460
47
Page 51
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2022
Tingkat suku
Tanggal jatuh Nilai wajar/
bunga per tahun Peringkat
tempo nilai tercatat
(%)
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak ketiga
Rupiah
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.
Tahap III 2022 Seri A 7,00 26 Desember 2023 idAA 9.997.000
Tahap II 2022 Seri A 6,00 21 Oktober 2023 idAAA 1.007.100
11.004.100
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
PT Pegadaian (Persero)
Berkelanjutan V Tahap II 2022
Seri A 3,95 26 Agustus 2023 idAAA 20.012.000
PT Bank Tabungan Negara Tbk.
Berkelanjutan III Tahap II 2019
Seri C 9,00 28 Juni 2024 idAAA 10.309.000
30.321.000
41.325.100
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak ketiga
Rupiah
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.
Tahap II 2022 Seri A 10,50 16 Desember 2025 idAAA 50.015.000
50.015.000
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero)
Berkelanjutan Tahap III
2019 Seri C 7,95 30 Oktober 2024 idAAA 20.742.000
Berkelanjutan Tahap II 2022 6,97 8 November 2025 idAAA 20.252.000
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk.
Berwawasan Lingkungan Seri A
2022 6,35 21 Juni 2025 idBBB 22.288.200
Berwawasan Lingkungan Seri B
2022 6,85 21 Juni 2027 idBBB 7.934.400
PT Bank Tabungan Negara
Berkelanjutan Tahap II 2019 Seri C 9,00 28 Juni 2024 idAA 20.618.000
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk. Tahap I Seri D 2016 8,65 1 Desember 2023 idAAA 10.258.000
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Berkelanjutan Tahap III 2018 8,50 21 September 2023 idAAA 5.340.000
107.432.600
157.447.600
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
PT Perusahaan Listrik Negara
(Persero)
Berkelanjutan III Tahap III Seri B
2019 9,10 19 Februari 2024 idAAA 238.025.467
PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero)
Berkelanjutan Tahap II 2021 6,00 17 November 2026 idAAA 64.000.000
Berkelanjutan Tahap I Seri B 2021 6,40 8 Juli 2026 idAAA 11.000.000
PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Berkelanjutan II Seri A 2019 7,75 13 Desember 2024 idAA+ 35.000.000
PT Bank Tabungan Negara
Berkelanjutan Tahap II 2013 7,90 27 Maret 2023 idAAA 20.069.835
PT Bank Mandiri Taspen
Berkelanjutan Tahap I Seri B 2019 8,20 26 November 2024 AA 17.677.066
PT Industri Kereta Api Mudharabah I
Tahun 2020 9,35 24 Februari 2023 idBBB+ 10.000.000
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Berkelanjutan Tahap III 2018 8,50 21 September 2023 idAAA 5.122.724
400.895.092
Total 599.667.792
48
Page 52
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3) Medium-Term Notes (MTN)
30 Juni 2023
Tingkat suku
bunga per Tanggal jatuh Nilai wajar/
Penerbit Nilai nominal
tahun tempo nilai tercatat
(%)
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
PT Perkebunan Nusantara II
Tahap VIII Seri A 10.000.000 11,00 26 Juni 2024 10.000.000
Tahap VIII Seri B 1.000.000 11,00 31 Oktober 2024 1.000.000
11.000.000
31 Desember 2022
Tingkat suku
bunga per Tanggal jatuh Nilai wajar/
Penerbit Nilai nominal
tahun tempo nilai tercatat
(%)
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
PT Perkebunan Nusantara II
Tahap VIII Seri A 10.000.000 11,00 26 Juni 2024 10.000.000
Tahap VIII Seri B 1.000.000 11,00 31 Oktober 2024 1.000.000
11.000.000
4) Negotiable Certificate of Deposits (NCD)
30 Juni 2023
Tingkat suku
bunga per Tanggal jatuh Nilai wajar/
Penerbit Nilai nominal
tahun tempo nilai tercatat
(%)
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
PT Bank Negara Indonesia 20.000.000 - 8 Desember 2023 19.290.000
(Persero) Tbk. Seri C 2022
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
PT Bank DKI Tahap I Seri B 10.000.000 - 8 Desember 2023 9.645.000
28.935.000
49
Page 53
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2022
Tingkat suku
bunga per Tanggal jatuh Nilai wajar/
Penerbit Nilai nominal
tahun tempo nilai tercatat
(%)
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
PT Bank Negara Indonesia 20.000.000 - 8 Desember 2023 18.554.000
(Persero) Tbk. Seri C 2022
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
PT Bank Negara Indonesia 30.000.000 - 8 Desember 2023 9.277.000
(Persero) Tbk. Seri C 2022
27.831.000
e) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk efek-efek:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah 6,41% 6,52%
f) Untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023, Bank mengakui keuntungan yang belum direalisasi
neto dari perubahan nilai wajar efek-efek yang diklasifikasikan “Nilai wajar melalui laba rugi” sebesar
Rp549.407, yang disajikan pada akun “Keuntungan yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar efek-
efek - neto” di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Sedangkan untuk periode yang berakhir
pada tanggal 30 Juni 2022, Bank mengakui kerugian yang belum direalisasi neto dari perubahan nilai wajar
efek-efek yang diklasifikasikan “Nilai wajar melalui laba rugi” sebesar Rp3.437.000, yang disajikan pada
akun “Keuntungan yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar efek-efek - neto” di laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain.
g) Bank mengakui keuntungan neto atas penjualan efek-efek sebesar Rp30.613.723 dan Rp22.662.281 untuk
periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 yang disajikan dalam akun “Keuntungan dari
penjualan efek-efek - neto” di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
h) Cadangan kerugian penurunan nilai
Bank melakukan penilaian atas penurunan nilai efek-efek secara kolektif dengan adanya bukti objektif
penurunan nilai.
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat bruto dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
30 Juni 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif
lain
Nilai tercatat awal 2.197.792.036 - - 2.197.792.036
Pengukuran kembali bersih
(111.633.621) - - (111.633.621)
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
464.588.977 - - 464.588.977
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(1.066.351.024) - - (1.066.351.024)
pengakuannya
Nilai tercatat akhir 1.484.396.368 - - 1.484.396.368
50
Page 54
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2022
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif
lain
Nilai tercatat awal 2.320.510.098 - - 2.320.510.098
Pengukuran kembali bersih
(826.898.133) - - (826.898.133)
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
890.206.957 - - 890.206.957
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(186.026.886) - - (186.026.886)
pengakuannya
Nilai tercatat akhir 2.197.792.036 - - 2.197.792.036
30 Juni 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif
lain
Saldo awal 609.258 - - 609.258
Pengukuran kembali bersih (9.644) - - (9.644)
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang 33.339 - - 33.339
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(479.970) - - (479.970)
pengakuannya
Cadangan atas kerugian
152.983 - - 152.983
kredit ekspektasian akhir
31 Desember 2022
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif
lain
Saldo awal 87.229 - - 87.229
Pengukuran kembali bersih - -
nilai tercatat (331.694) (331.694)
Aset keuangan baru yang
798.543 - - 798.543
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(29.955) - - (29.955)
pengakuannya
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan 85.135 - - 85.135
perubahan lain
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian 609.258 - - 609.258
akhir
51
Page 55
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
biaya perolehan
diamortisasi
Nilai tercatat awal 2.047.526.960 - - 2.047.526.960
Pengukuran kembali bersih
(5.082.757) - - (5.082.757)
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
1.732.816.519 - - 1.732.816.519
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(1.706.821.341) - - (1.706.821.341)
pengakuannya
Nilai tercatat akhir 2.068.439.381 - - 2.068.439.381
31 Desember 2022
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
biaya perolehan
diamortisasi
Nilai tercatat awal 1.015.067.512 - - 1.015.067.512
Pengukuran kembali bersih
(70.683.794) - - (70.683.794)
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
1.496.221.432 - - 1.496.221.432
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(393.078.190) - - (393.078.190)
pengakuannya
Nilai tercatat akhir 2.047.526.960 - - 2.047.526.960
30 Juni 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
biaya perolehan
diamortisasi
Saldo awal 555.123 - - 555.123
Pengukuran kembali bersih 352.905 352.905
- -
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
6.388 - - 6.388
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(90.602) - - (90.602)
pengakuannya
Cadangan atas kerugian
823.814 - - 823.814
kredit ekspektasian akhir
52
Page 56
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2022
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
biaya perolehan
diamortisasi
Saldo awal 3.654.228 - - 3.654.228
Pengukuran kembali bersih - -
nilai tercatat (2.739.592) (2.739.592)
Aset keuangan yang dihentikan
(359.513) - - (359.513)
pengakuannya
Cadangan atas kerugian
555.123 - - 555.123
kredit ekspektasian akhir
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai pada tanggal
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
8. EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal 30 Juni 2023 terdiri dari:
30 Juni 2023
Tingkat suku
Tanggal jual
bunga per tahun Tanggal beli Nilai beli Nilai jual Nilai tercatat
kembali
(%)
Pihak ketiga
Rupiah
Obligasi Pemerintah
VR0049 6,45 6 Juni 2023 8 Maret 2024 93.476.000 98.048.145 93.844.451
VR0089 6,19 14 Juni 2023 13 September 2023 70.360.478 71.461.404 70.566.145
VR0070 5,75 27 Juni 2023 4 Juli 2023 189.908.420 190.120.748 190.029.750
VR0065 6,00 27 Juni 2023 25 Juli 2023 92.605.480 93.037.639 92.667.217
VR0072 6,15 27 Juni 2023 26 September 2023 92.454.210 93.891.488 92.517.387
Total 538.804.588 546.559.424 539.624.951
9. TAGIHAN DAN LIABILITAS AKSEPTASI
a) Berdasarkan mata uang dan jenis
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jumlah nosional Jumlah nosional
mata uang asing Ekuivalen mata uang asing Ekuivalen
(Angka penuh) Rupiah (Angka penuh) Rupiah
Pihak ketiga
Rupiah
Surat Kredit Berdokumen
- 70.880.537
dalam Negeri
Cadangan kerugian
- (85.589)
penurunan nilai
Total - 70.794.948
Total liabilitas akseptasi adalah sebesar jumlah tagihan akseptasi kepada nasabah.
b) Berdasarkan kolektibilitas
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, seluruh tagihan akseptasi diklasifikasikan“lancar”.
53
Page 57
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
c) Berdasarkan sisa umur jatuh tempo
Klasifikasi jangka waktu tagihan lainnya berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Dolar Amerika Serikat
≤ 1 bulan - 16.785.703
> 1 bulan - 3 bulan - 37.899.102
> 3 bulan - 1 tahun - 16.195.732
Total - 70.880.537
Cadangan kerugian penurunan nilai - (85.589)
Neto - 70.794.948
d) Cadangan kerugian penurunan nilai
Bank melakukan penilaian cadangan kerugian penurunan nilai atas tagihan akseptasi secara individual
dengan mempertimbangkan adanya bukti objektif penurunan nilai.
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat bruto dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
30 Juni 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal 70.880.537 - - 70.880.537
Aset keuangan baru yang
84.551.943 - - 84.551.943
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(155.432.480) - - (155.432.480)
pengakuannya
Nilai tercatat akhir - - - -
31 Desember 2022
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal 92.561.485 - - 92.561.485
Aset keuangan baru yang
244.114.834 - - 244.114.834
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(265.795.782) - - (265.795.782)
pengakuannya
Nilai tercatat akhir 70.880.537 - - 70.880.537
54
Page 58
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Saldo awal 85.589 - - 85.589
Aset keuangan baru yang
152.249 - - 152.249
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan (237.838) - - (237.838)
pengakuannya
Cadangan atas kerugian - - - -
kredit ekspektasian akhir
31 Desember 2022
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Saldo awal 112.202 - - 112.202
Aset keuangan baru yang
441.062 - - 441.062
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan (467.675) - - (467.675)
pengakuannya
Cadangan atas kerugian 85.589 - - 85.589
kredit ekspektasian akhir
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai pada tanggal
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
10. KREDIT YANG DIBERIKAN
a) Berdasarkan mata uang dan jenis
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
Investasi 1.639.836.670 1.913.495.843
Modal kerja 1.459.336.708 1.715.810.705
Konsumsi 744.238.618 911.630.467
Program 554.409.853 980.474.002
Sindikasi 168.284.038 172.171.865
4.566.105.887 5.693.582.882
Dolar Amerika Serikat
Modal kerja 138.681.248 174.346.500
Investasi - 397.835.271
138.681.248 572.181.771
4.704.787.135 6.265.764.653
55
Page 59
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
Modal kerja 537.043.446 479.349.226
Investasi 412.221.766 426.032.159
Sindikasi 390.756.915 590.351.972
Konsumsi 4.145.236 5.145.991
1.344.167.363 1.500.879.348
Total 6.048.954.498 7.766.644.001
Cadangan kerugian penurunan nilai (845.215.754) (1.321.540.011)
Neto 5.203.738.744 6.445.103.990
Jumlah nosional atas kredit yang diberikan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat pada tanggal
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing sebesar USD9.250 dan USD36.754.891 (nilai penuh).
b) Berdasarkan sektor ekonomi
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
Pertanian 2.172.229.269 2.847.221.701
Perdagangan 667.031.166 868.676.684
Pengangkutan 293.437.478 136.258.358
Konstruksi 274.664.571 296.997.335
Perindustrian 173.202.978 289.027.058
Jasa dunia usaha 126.292.436 215.443.857
Jasa pelayanan sosial 89.837.453 96.864.470
Listrik, gas dan air 18.155.804 18.138.835
Pertambangan 6.489.917 12.853.773
Lain-lain 744.764.815 912.100.811
4.566.105.887 5.693.582.882
Dolar Amerika Serikat
Pertanian 108.696.248 132.324.394
Pengangkutan 29.985.000 30.808.082
Perindustrian - 409.049.295
138.681.248 572.181.771
4.704.787.135 6.265.764.653
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
Konstruksi 690.544.586 870.174.651
Pertanian 566.138.273 518.893.932
Jasa dunia usaha 83.339.269 86.679.982
Listrik, gas dan air - 19.984.792
Lain-lain 4.145.235 5.145.991
1.344.167.363 1.500.879.348
Total 6.048.954.498 7.766.644.001
Cadangan kerugian penurunan nilai (845.215.754) (1.321.540.011)
Neto 5.203.738.744 6.445.103.990
56
Page 60
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
c) Berdasarkan sisa umur jatuh tempo
Klasifikasi jangka waktu kredit yang diberikan berdasarkan sisa umur sampai dengan jatuh temponya
adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan 529.384.598 434.460.540
> 1 bulan - 3 bulan 117.678.232 240.705.506
> 3 bulan - 1 tahun 755.207.013 1.078.049.940
> 1 tahun - 2 tahun 284.432.536 282.772.187
> 2 tahun - 5 tahun 810.858.882 996.059.953
> 5 tahun 2.068.544.626 2.661.534.756
4.566.105.887 5.693.582.882
Pihak ketiga
Dolar Amerika Serikat
> 3 bulan - 1 tahun 29.985.000 11.214.024
> 1 tahun - 2 tahun 108.696.248 163.132.476
> 5 tahun - 397.835.271
138.681.248 572.181.771
4.704.787.135 6.265.764.653
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
≤ 1 bulan 7.000 35.000
> 1 bulan - 3 bulan 6.743 10.000
> 3 bulan - 1 tahun 175.178.000 120.382.045
> 1 tahun - 2 tahun 103.800.432 32.079.604
> 2 tahun - 5 tahun 14.705.230 100.873.352
> 5 tahun 1.050.469.958 1.247.499.348
1.344.167.363 1.500.879.349
Total 6.048.954.498 7.766.644.001
Cadangan kerugian penurunan nilai (845.215.754) (1.321.540.011)
Neto 5.203.738.744 6.445.103.990
d) Berdasarkan kolektibilitas
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Individual
Lancar 1.449.754.069 2.255.440.320
Dalam perhatian khusus 980.253.341 639.061.564
Kurang lancar - 59.269.026
Macet 59.292.732 54.129.559
Kolektif
Lancar 3.114.703.427 4.501.835.882
Dalam perhatian khusus 241.042.404 144.768.193
Kurang lancar 27.848.733 24.007.561
Diragukan 37.204.791 39.380.741
Macet 138.855.002 48.751.155
Total 6.048.954.498 7.766.644.001
57
Page 61
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Cadangan kerugian penurunan nilai
Individual (690.318.622) (1.174.123.523)
Kolektif (154.897.132) (147.416.488)
Neto 5.203.738.744 6.445.103.990
e) Berdasarkan segmen operasi
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
Menengah 2.163.654.748 2.463.094.802
Ritel 1.481.305.224 2.318.857.613
Konsumer 921.145.915 911.630.467
4.566.105.887 5.693.582.882
Dolar Amerika Serikat
Menengah 138.681.248 572.181.771
4.704.787.135 6.265.764.653
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
Menengah 1.340.022.128 1.495.733.358
Konsumer 4.145.236 5.145.990
1.344.167.363 1.500.879.348
Total 6.048.954.498 7.766.644.001
Cadangan kerugian penurunan nilai (845.215.754) (1.321.540.011)
Neto 5.203.738.744 6.445.103.990
f) Informasi penting lainnya
1) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk kredit yang diberikan:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah
Suku bunga kontraktual 11,13% 10,80%
Suku bunga efektif 11,62% 11,10%
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Dolar Amerika Serikat
Suku bunga kontraktual 5,64% 4,83%
Suku bunga efektif 5,63% 4,81%
2) Kredit yang diberikan pada umumnya dijamin dengan agunan yang diikat dengan hak tanggungan,
surat kuasa untuk menjual, giro, tabungan, deposito atau jaminan lain yang umumnya diterima oleh
perbankan (Catatan 16, 17 dan 18).
3) Kredit modal kerja dan investasi diberikan kepada debitur untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan
barang-barang modalnya.
4) Kredit konsumsi terdiri dari kredit pemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor dan kredit perorangan
lainnya.
58
Page 62
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5) Kredit program merupakan kredit yang disalurkan Bank berdasarkan arahan dari Pemerintah dalam
rangka mendukung pembangunan di Indonesia khususnya pengembangan usaha kecil, menengah
dan koperasi.
6) Kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan kepada debitur di bawah perjanjian pembiayaan
bersama dengan bank lain. Keikutsertaan Bank sebagai anggota sindikasi sebesar 18,42% dan
11,87% pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
7) Jumlah kredit yang diberikan yang telah direstrukturisasi oleh Bank, sesuai dengan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan (POJK) No. 40/POJK.03/2019 tanggal 19 Desember 2019 tentang Penilaian Kualitas
Aset Bank Umum, sampai dengan tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 yang dilaporkan
kepada Otoritas Jasa Keuangan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Modal Kerja
Lancar 598.700.236 754.211.047
Dalam perhatian khusus 109.400.452 78.093.823
Kurang lancar 8.440.362 71.874.497
Diragukan 16.649.710 67.060.799
Macet 110.135.824 21.649.700
843.326.584 992.889.866
Investasi
Lancar 937.644.202 1.188.174.825
Dalam perhatian khusus 411.631.306 589.929.224
Kurang lancar 3.452.971 759.291
Diragukan 3.610.802 3.213.492
Macet 13.759.855 7.515.634
1.370.099.136 1.789.592.466
Program
Lancar 295.672.523 368.177.404
Dalam perhatian khusus 99.654.538 33.709.056
Kurang lancar 31.919 -
Diragukan 172.726 46.268
Macet 703.764 793.325
396.235.470 402.726.053
Konsumsi
Lancar 88.110.552 108.645.611
Dalam perhatian khusus 22.504.580 14.575.730
Kurang lancar 2.031.367 337.151
Diragukan 2.390.460 2.708.395
Macet 6.083.022 1.713.230
121.119.981 127.980.117
Sindikasi
Lancar 483.524.756 664.968.699
483.524.756 664.968.699
Total 3.214.305.927 3.978.157.201
Skema restrukturisasi tersebut dilakukan dengan perpanjangan jangka waktu dan penurunan suku
bunga kredit.
8) Jumlah kredit yang diberikan yang telah direstrukturisasi oleh Bank akibat pandemi Covid-19, sesuai
dengan POJK No. 11/POJK.03/2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional
Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 dan POJK No.
48/POJK.03/2020 tanggal 1 Desember 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa
59
Page 63
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keuangan No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan
Countercyclical Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019, sampai dengan tanggal 30 Juni
2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp1.903.197.356 dan Rp2.859.879.492. Skema
restrukturisasi tersebut dilakukan dengan perpanjangan jangka waktu, penurunan suku bunga dan
penundaan pembayaran pokok dan/atau bunga.
9) Kredit yang diberikan Bank kepada pihak berelasi disajikan pada Catatan 34.
10) Dalam laporan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) per tanggal 30 Juni 2023 dan
31 Desember 2022 kepada Bank Indonesia/Otoritas Jasa Keuangan, Bank tidak memiliki debitur yang
melampaui ketentuan BMPK.
11) Rincian kredit kolektif bermasalah (kolektibilitas 3, 4 dan 5) dan total kredit individual, serta total
cadangan kerugian penurunan nilai, berdasarkan sektor ekonomi adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pertanian 1.953.296.309 1.957.254.375
Konstruksi 507.755.180 511.511.881
Perindustrian 70.713.758 463.914.843
Perdagangan 68.994.036 71.090.962
Pengangkutan 44.784.319 41.804.872
Jasa pelayanan sosial 6.736.764 714.271
Jasa dunia usaha 4.894.110 57.903.456
Listrik, gas dan air 230.315 243.929
Lain-lain 35.803.877 15.601.337
Total 2.693.208.668 3.120.039.926
Cadangan kerugian penurunan nilai (845.215.754) (1.266.169.039)
Neto 1.847.992.914 1.853.870.887
12) Rasio-rasio
a. Rasio kredit bermasalah Non Performing Loan (NPL) Bank berdasarkan Peraturan Bank
Indonesia/Otoritas Jasa Keuangan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Total kredit bermasalah
(NPL) 263.201.258 225.538.043
Total kredit yang diberikan 6.048.954.498 7.766.644.001
% kredit bermasalah 4,35% 2,90%
(NPL-bruto)
% kredit bermasalah 1,75% 0,54%
(NPL-neto)
b. Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan Bank adalah sebesar 13,24% dan
16,79% masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
60
Page 64
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat bruto dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
30 Juni 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal 6.468.334.502 1.072.771.456 225.538.043 7.766.644.001
Pengalihan ke
Stage 1 17.233.233 (15.318.587) (1.914.646) -
Stage 2 (135.353.421) 136.734.042 (1.380.621) -
Stage 3 (57.719.255) (58.659.425) 116.378.680 -
Pengukuran kembali bersih
(1.356.772.545) 719.814.443 (25.462.571) (662.420.673)
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
5.198.742.774 386.777.799 7.640.909 5.593.161.482
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(6.185.157.668) (401.505.334) (57.598.536) (6.644.261.539)
pengakuannya
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan (4.168.774) - - -
perubahan lain
Nilai tercatat akhir 3.945.138.846 1.840.614.394 263.201.258 6.048.954.498
31 Desember 2022
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal 9.193.654.210 1.953.077.488 461.595.700 11.608.327.398
Pengalihan ke
Stage 1 28.091.424 (26.604.081) (1.487.343) -
Stage 2 (90.304.369) 90.760.219 (455.850) -
Stage 3 (71.826.294) (20.142.330) 91.968.624 -
Pengukuran kembali bersih
(745.008.874) (14.459.224) 853.107.379 93.639.281
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
4.797.621.531 392.653.973 13.294.842 5.203.570.346
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(6.656.017.939) (1.302.514.589) (38.381.025) (7.996.913.553)
pengakuannya
Penghapusbukuan - - (1.154.104.284) (1.154.104.284)
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan 12.124.813 - - 12.124.813
perubahan lain
Nilai tercatat akhir 6.468.334.502 1.072.771.456 225.538.043 7.766.644.001
61
Page 65
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal 855.582.948 282.091.121 183.865.942 1.321.540.011
Pengalihan ke
Stage 1 4.407.852 (2.850.847) (1.557.005) -
Stage 2 (1.575.602) 2.693.047 (1.117.445) -
Stage 3 (1.155.887) (8.123.899) 9.279.786 -
Pengukuran kembali bersih
(96.426.184) 620.293.625 30.258.209 554.125.650
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
49.144.392 880.708 4.542.744 54.567.844
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(106.146.047) (492.614.440) (67.745.657) (666.506.144)
pengakuannya
Penghapusbukuan - - - -
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan (418.511.607) - - (418.511.607)
perubahan lain
Cadangan atas kerugian
285.319.865 402.369.315 157.526.574 845.215.754
kredit ekspektasian akhir
31 Desember 2022
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal 819.784.207 598.946.597 456.671.039 1.875.401.843
Pengalihan ke
Stage 1 7.613.738 (6.364.664) (1.249.074) -
Stage 2 (3.431.195) 3.814.019 (382.824) -
Stage 3 (2.390.245) (3.850.763) 6.241.008 -
Pengukuran kembali bersih
110.705.468 284.060.663 908.374.132 1.303.140.263
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
6.357.538 2.436.832 10.903.293 19.697.663
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(83.443.881) (596.951.563) (32.732.795) (713.128.239)
pengakuannya
Penghapusbukuan - - (1.154.104.284) (1.154.104.284)
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan (9.467.235) - - (9.467.235)
perubahan lain
Cadangan atas kerugian
845.728.395 282.091.121 193.720.495 1.321.540.011
kredit ekspektasian akhir
Jumlah minimum Penyisihan Penilaian Kualitas Aset (PPKA) kredit yang diberikan, yang wajib dibentuk
sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia/Otoritas Jasa Keuangan adalah sebesar Rp156.174.472 dan
Rp273.229.215 masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk pada tanggal-
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 telah memadai. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan
31 Desember 2022, tidak terdapat kredit yang diberikan yang dialihkan dan/atau digunakan sebagai
jaminan atas utang.
62
Page 66
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. PENYERTAAN SAHAM
Rincian penyertaan saham adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023
Nama Perusahaan Jenis usaha Pemilikan Nilai Tercatat
PT BPR Cinta Manis Agroloka Bank 1,75% 35.010
PT BPR Bungamayang Agroloka Bank 1,12% 22.500
PT Aplikanusa Lintasarta Non-bank 0,23% 20.000
Total 77.510
31 Desember 2022
Nama Perusahaan Jenis usaha Pemilikan Nilai Tercatat
PT BPR Cinta Manis Agroloka Bank 1,75% 35.010
PT BPR Bungamayang Agroloka Bank 1,12% 22.500
PT Aplikanusa Lintasarta Non-bank 0,23% 20.000
Total 77.510
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023, Bank telah menerima dividen tunai dari
PT BPR Cintamanis Agroloka dan PT BPR Bungamayang Agroloka masing-masing sebesar Rp5.322 dan
Rp7.596, serta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2022, Bank telah menerima
dividen tunai dari PT Aplikanusa Lintasarta, PT BPR Cintamanis Agroloka, dan PT BPR Bungamayang Agroloka
masing-masing sebesar Rp34.711, Rp5.018 dan Rp3.948.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan Desember 2022, seluruh penyertaan saham diklasifikasikan “lancar”.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai tidak diperlukan pada tanggal-
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
12. ASET TETAP, ASET HAK GUNA, DAN ASET TAK BERWUJUD
Aset tetap terdiri atas:
30 Juni 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Harga perolehan
Hak atas tanah 154.559.803 - - 154.559.803
Bangunan 101.520.471 - - 101.520.471
Renovasi bangunan sewa 72.335.305 47.620 3.101.433 - 69.281.492
Kendaraan 20.563.702 - 1.154.135 - 19.409.567
Perlengkapan kantor 132.403.800 2.924.770 3.153.965 3.202.744 135.377.349
Aset dalam penyelesaian 8.882.984 4.269.250 (3.406.984) 9.745.250
490.266.065 7.241.640 7.409.533 (204.240) 489.893.932
Aset hak guna 112.123.145 3.359.331 8.598.891 - 106.883.585
602.389.210 10.600.971 16.008.424 (204.240) 596.777.517
Akumulasi penyusutan
Bangunan 28.270.087 1.940.960 - - 30.211.047
Renovasi bangunan sewa 19.551.739 6.352.947 3.068.396 - 22.836.290
Kendaraan 16.381.752 584.444 1.154.135 - 15.812.061
Perlengkapan kantor 61.911.442 9.189.400 3.042.683 - 68.058.159
126.115.020 18.067.751 7.265.214 - 136.917.557
Aset hak guna 19.845.223 12.035.076 8.598.891 - 23.281.408
145.960.243 30.102.827 15.864.105 - 160.198.965
Nilai buku neto 456.428.967 436.578.552
63
Page 67
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2022
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Harga perolehan
Hak atas tanah 154.559.803 - - - 154.559.803
Bangunan 100.822.569 697.902 - - 101.520.471
Renovasi bangunan sewa 18.041.013 55.529.175 1.190.883 (44.000) 72.335.305
Kendaraan 19.481.023 3.891.789 2.809.110 - 20.563.702
Perlengkapan kantor 88.076.019 53.598.425 7.519.280 (1.751.364) 132.403.800
Aset dalam penyelesaian 7.980.555 8.882.985 - (7.980.556) 8.882.984
388.960.982 122.600.276 11.519.273 (9.775.920) 490.266.065
Aset hak guna 17.078.934 95.374.059 329.848 - 112.123.145
406.039.916 217.974.335 11.849.121 (9.775.920) 602.389.210
Akumulasi penyusutan
Bangunan 24.400.510 3.869.577 - - 28.270.087
Renovasi bangunan sewa 14.580.774 6.160.779 1.189.814 - 19.551.739
Kendaraan 18.038.195 1.115.541 2.771.984 - 16.381.752
Perlengkapan kantor 57.003.909 13.263.842 7.369.147 (987.162) 61.911.442
114.023.388 24.409.739 11.330.945 - 126.115.020
Aset hak guna 7.646.636 12.437.560 238.973 - 19.845.223
121.670.024 36.847.299 11.569.918 - 145.960.243
Nilai buku neto 284.369.892 456.428.967
Rincian aset hak guna pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Harga perolehan
Bangunan 109.235.011 - 5.710.757 - 103.524.254
Kendaraan 2.888.134 3.359.331 2.888.135 - 335.933
112.123.145 3.359.331 8.598.891 - 106.883.585
Akumulasi penyusutan
Bangunan 17.009.814 11.646.418 5.710.757 - 22.945.475
Kendaraan 2.835.409 388.659 2.888.135 - 335.933
19.845.223 12.035.077 8.598.891 - 23.281.408
Nilai buku neto 92.277.922 83.602.177
31 Desember 2022
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Harga perolehan
Bangunan 14.299.459 95.225.402 289.850 - 109.235.011
Kendaraan 2.779.475 148.657 39.998 - 2.888.134
17.078.934 95.374.059 329.848 - 112.123.145
Akumulasi penyusutan
Bangunan 5.685.892 11.550.706 226.784 - 17.009.814
Kendaraan 1.960.744 886.854 12.189 - 2.835.409
7.646.636 12.437.560 238.973 - 19.845.223
Nilai buku neto 9.432.298 92.277.922
64
Page 68
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Beban hak guna yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2023
Beban yang
Beban penyusutan Beban bunga berhubungan
asset hak guna liabilitas sewa dengan sewa
jangka pendek
Bangunan 11.646.417 2.955.558 1.505.655
Kendaraan 388.659 110.316 47.067
Total 12.035.076 3.065.874 1.552.722
31 Desember 2022
Beban yang
Beban penyusutan Beban bunga berhubungan
asset hak guna liabilitas sewa dengan sewa
jangka pendek
Bangunan 11.550.706 1.995.074 2.988.352
Kendaraan 886.854 34.873 187.791
Total 12.437.560 2.029.947 3.176.142
Rata-rata masa sewa berdasarkan kontrak yang dimiliki oleh Bank adalah 5 (lima) tahun.
Bank juga memiliki sewa tertentu dengan masa sewa 12 (dua belas) bulan atau kurang dan sewa aset bernilai
rendah. Bank menerapkan pengecualian untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah untuk sewa
tersebut.
Jumlah penyusutan aset tetap yang dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
adalah masing-masing sebesar Rp30.102.827 dan Rp36.847.299 untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022.
Bank telah mengasuransikan aset tetap kecuali hak atas tanah untuk menutup kemungkinan kerugian terhadap
risiko kebakaran dan pencurian kepada PT Asuransi Jasa Tania Tbk dan PT BRI Asuransi Indonesia dengan
nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp179.883.954 dan Rp477.657.773 untuk periode enam bulan
yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, nilai tercatat bruto dari setiap aset tetap yang telah
disusutkan penuh dan masih digunakan masing-masing sebesar Rp73.995.037 dan Rp76.706.498.
Pada tanggal 30 Juni 2023, aset dalam penyelesaian terdiri dari pengadaan lisensi dan implementasi software
AG dengan estimasi persentase penyelesaian mencapai 70%, dan pekerjaan renovasi ruang kerja komite
Lantai 20 dengan estimasi persentase penyelesaian mencapai 95%. Seluruh aset dalam penyelesaian
diestimasi selesai pada tahun 2023. Sedangkan pada tanggal 31 Desember 2022, aset dalam penyelesaian
terdiri dari pengadaan Router dengan estimasi persentase penyelesaian mencapai 95%, pengadaan
Implementasi Leanix dengan estimasi persentase penyelesaian mencapai 95%, pengadaan lisensi dan
implementasi software AG dengan estimasi persentase penyelesaian mencapai 66%, dan pengadaan lisensi
dan aplikasi Two Factor Authentication (2FA) dengan estimasi persentase penyelesaian mencapai 75%.
Seluruh aset dalam penyelesaian diestimasi selesai pada tahun 2023.
65
Page 69
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rincian penjualan aset tetap Bank adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Harga perolehan
Kendaraan 1.154.135 2.469.940
Perlengkapan kantor 2.010.270 537.358
3.164.405 3.007.298
Akumulasi penyusutan (3.121.247) (2.947.123)
Nilai buku 43.158 (60.175)
Harga jual 732.486 1.509.885
Laba penjualan 689.328 1.448.308
Manajemen Bank memutuskan untuk melakukan penghapusbukuan atas sebagian aset tetap yang dimiliki
dikarenakan aset tetap tersebut rusak, telah usang, penutupan beberapa kantor cabang dan tidak memiliki nilai
ekonomis untuk ke depannya. Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023, harga
perolehan dan akumulasi penyusutan aset tetap yang dihapusbuku masing-masing sebesar Rp4.209.928 dan
Rp4.139.272, sehingga terdapat kerugian akibat hapus buku sebesar Rp70.656. Sedangkan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, harga perolehan dan akumulasi penyusutan aset tetap yang
dihapusbuku masing-masing sebesar Rp5.386.076 dan Rp5.361.558, sehingga terdapat kerugian akibat hapus
buku sebesar Rp24.518.
Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) tanah dan bangunan yang dimiliki Bank pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022 masing-masing bernilai sebesar Rp202.679.823 dan Rp 33.066.437. Selain tanah dan
bangunan, tidak terdapat perbedaan signifikan antara nilai wajar aset dan nilai tercatatnya.
Aset tak berwujud
30 Juni 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Perangkat Lunak
Harga perolehan 31.105.658 564.990 - 204.240 31.874.888
Akumulasi amortisasi (14.784.007) (2.380.111) - - (17.164.118)
Nilai buku neto 16.321.651 14.710.770
31 Desember 2022
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Perangkat Lunak
Harga perolehan 16.155.658 5.174.080 - 9.775.920 31.105.658
Akumulasi amortisasi (10.399.920) (3.396.925) - (987.162) (14.784.007)
Nilai buku neto 5.755.738 16.321.651
Jumlah amortisasi aset tak berwujud yang dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain adalah masing-masing sebesar Rp2.380.111 dan Rp3.396.925 untuk periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Pada tanggal 30 Juni 2023, termasuk dalam aset tak berwujud adalah aset dalam penyelesaian berupa
pengembangan software sebesar Rp718.250 dengan estimasi persentase penyelesaian sebesar 99% dan
estimasi penyelesaian pada tahun 2023 dan 31 Desember 2022, termasuk dalam aset tak berwujud adalah
aset dalam penyelesaian berupa pengembangan software sebesar Rp357.500 dengan estimasi persentase
penyelesaian sebesar 65% dan estimasi penyelesaian pada tahun 2023.
Tidak ada aset tetap dan asset tak berwujud Bank yang dijadikan jaminan pada tanggal 30 Juni 2023 dan
31 Desember 2022.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset tetap dan jumlah nilai pertanggungan
asuransi cukup untuk menutup risiko kerugian yang mungkin timbul atas aset tetap pada tanggal 30 Juni 2023
dan 31 Desember 2022.
66
Page 70
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. AGUNAN YANG DIAMBIL ALIH
Rincian agunan yang diambil alih (AYDA) yang dimiliki Bank pada tanggal 30 Juni 2023 dan
31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023
Jumlah unit / Nilai tercatat Penyesuaian Nilai tercatat
Debitur Jenis agunan yang diambil alih
kavling awal tahun berjalan akhir
CV Fadilah Jaya Tanah dan bangunan 1 1.122.630 - 1.122.630
CV Syintia Tanah dan bangunan 1 1.083.240 - 1.083.240
Ifti Seviana Tanah dan bangunan 1 1.043.562 - 1.043.562
Yosi Agustina Tanah dan bangunan 1 913.237 - 913.237
Sutigno Tanah dan bangunan 1 895.400 - 895.400
Sutrisno Tanah dan bangunan 1 632.400 - 632.400
PT Mulyasari R Gemilang Tanah dan Bangunan 1 353.231 - 353.231
Total 6.043.700 - 6.043.700
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.206.801) - (1.206.801)
Neto 4.836.899 - 4.836.899
31 Desember 2022
Jumlah unit / Nilai tercatat Penyesuaian Nilai tercatat
Debitur Jenis agunan yang diambil alih
kavling awal tahun berjalan akhir
CV Fadilah Jaya Tanah dan bangunan 1 1.122.630 - 1.122.630
CV Syintia Tanah dan bangunan 1 1.083.240 - 1.083.240
Ifti Seviana Tanah dan bangunan 1 1.043.562 - 1.043.562
Yosi Agustina Tanah dan bangunan 1 913.237 - 913.237
Sutigno Tanah dan bangunan 1 895.400 - 895.400
Sutrisno Tanah dan bangunan 1 632.400 - 632.400
PT Mulyasari R Gemilang Tanah dan Bangunan 1 353.231 - 353.231
Total 6.043.700 - 6.043.700
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.613.050) 406.249 (1.206.801)
Neto 4.430.650 406.249 4.836.899
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 1.206.801 1.613.050
(Pembalikan) pembentukan cadangan
- (406.249)
selama periode/tahun berjalan
Saldo akhir 1.206.801 1.206.801
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk pada tanggal-
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 telah memadai.
67
Page 71
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. BIAYA DIBAYAR DIMUKA DAN ASET LAIN-LAIN
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Biaya Dibayar Dimuka
Rupiah 13.473.690 11.207.224
Aset Lain-lain
Rupiah
Piutang bunga 57.983.452 100.846.088
Estimasi tagihan pajak - 7.432.208
Tagihan terkait ATM 2.184.239 1.748.483
Setoran jaminan 796.644 748.644
Pembukaan kantor 636.300 -
Lain-lain 4.283.221 2.749.517
65.883.856 113.524.940
Total 79.357.546 124.732.164
15. LIABILITAS SEGERA
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah
Umum dan administrasi 21.195.231 13.513.895
Titipan transfer dan ATM 4.340.637 2.964.404
Personalia 2.294.111 381
Lain-lain 288.831 204.227
28.118.810 16.682.907
Dolar Amerika Serikat
Titipan transfer 4.720 37.604
4.720 37.604
Total 28.123.530 16.720.511
16. GIRO
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jumlah nosional Jumlah nosional
mata uang asing Ekuivalen mata uang asing Ekuivalen
(Angka penuh) Rupiah (Angka penuh) Rupiah
Pihak ketiga
Rupiah 340.995.090 1.321.034.345
Dolar Amerika Serikat 366.276 5.491.388 366.471 5.705.044
346.486.478 1.326.739.389
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah 149.735.473 188.286.831
Dolar Amerika Serikat 55.584 833.339 55.581 865.258
150.568.812 189.152.089
Total 497.055.290 1.515.891.478
68
Page 72
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk giro:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah 2,60% 2,88%
Dolar Amerika Serikat 0,21% 0,25%
Giro yang dijadikan jaminan atas fasilitas perbankan yang diberikan oleh Bank adalah sebesar Rp20.163.297
dan Rp30.800.000 masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
17. TABUNGAN
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
Tabungan Raya Infiniti 878.613.630 927.864.797
Tabungan Raya 289.873.637 317.972.350
Tabungan Berhadiah 12.047.631 31.036.271
Tabungan Raya Multima 5.711.108 8.519.279
Tabunganku 4.265.121 4.543.937
1.190.511.127 1.289.936.634
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
Tabungan Raya Infiniti 220.749.568 244.458.278
Tabungan Raya 26.999.796 21.384.384
Tabungan Berhadiah 35.101.834 32.605.123
Tabungan Raya Multima - -
Tabunganku 966 1.431
282.852.164 298.449.216
Total 1.473.363.291 1.588.385.850
Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk tabungan adalah 2,95% dan 2,84% masing-masing untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Tabungan yang dijadikan jaminan atas fasilitas perbankan yang diberikan oleh Bank masing-masing sebesar
Rp3.368.570 dan Rp4.190.000, pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
18. DEPOSITO BERJANGKA
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jumlah nosional Jumlah nosional
mata uang asing Ekuivalen mata uang asing Ekuivalen
(Angka penuh) Rupiah (Angka penuh) Rupiah
Pihak ketiga
Rupiah 5.525.434.936 5.504.571.813
Dolar Amerika Serikat 16.164.730 242.349.720 28.667.388 446.279.560
5.767.784.656 5.950.851.373
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah 446.380.651 697.139.597
Dolar Amerika Serikat 1.022.430 15.328.784 4.023.300 62.632.721
461.709.435 759.772.318
Total 6.229.494.091 6.710.623.691
69
Page 73
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Deposito berjangka berdasarkan periode kontrak adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
Deposits on call 244.100.000 435.228.500
Deposito
1 bulan 3.099.191.453 3.198.772.802
3 bulan 1.898.691.364 1.565.779.362
6 bulan 263.893.157 281.411.595
12 bulan 19.558.962 23.379.554
5.525.434.936 5.504.571.813
Dolar Amerika Serikat
Deposito
1 bulan 233.682.535 432.012.451
3 bulan 8.432.403 14.023.391
6 bulan 234.782 243.718
12 bulan - -
242.349.720 446.279.560
5.767.784.656 5.950.851.373
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
Deposits on call 111.500.000 315.953.000
Deposito
1 bulan 229.880.651 236.186.597
3 bulan 45.000.000 85.000.000
6 bulan - -
12 bulan 60.000.000 60.000.000
446.380.651 697.139.597
Dolar Amerika Serikat
Deposito
1 bulan - 184.725
3 bulan 15.328.784 15.721.074
6 bulan - 46.718.728
12 bulan - 8.194
15.328.784 62.632.721
461.709.435 759.772.318
Total 6.229.494.091 6.710.623.691
Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk deposito berjangka:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah 4,28% 3,27%
Dolar Amerika Serikat 3,18% 1,26%
Deposito berjangka yang dijadikan jaminan atas fasilitas perbankan yang diberikan oleh Bank masing-masing
sebesar Rp14.425.303 dan Rp13.402.246 pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
70
Page 74
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. SIMPANAN DARI BANK LAIN
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jumlah nosional Jumlah nosional
mata uang asing Ekuivalen mata uang asing Ekuivalen
(Angka penuh) Rupiah (Angka penuh) Rupiah
Pihak ketiga
Rupiah
Deposito berjangka 2.000.000 2.000.000
Giro 3.672 4.021
2.003.672 2.004.021
Dolar Amerika Serikat
Inter-bank call money 44.977.500 -
44.977.500 -
Total 46.981.172 2.004.021
Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk simpanan dari bank lain adalah:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah
Deposito berjangka 5,34% 3,24%
Giro 0,19% -
Dolar Amerika Serikat
Inter-bank call money 4,91% -
Klasifikasi jangka waktu simpanan dari bank lain berdasarkan sisa umur jatuh tempo adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 December 2022
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan
Deposito berjangka 2.000.000 -
Giro 3.672 4.021
2.003.672 4.021
Dolar Amerika Serikat
≤ 1 bulan
Inter-bank call money 44.977.500 -
Total 44.977.500 4.021
Rupiah
> 1 bulan - 3 bulan
Deposito berjangka - 2.000.000
- 2.000.000
Total 46.981.172 2.004.021
Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat simpanan dari bank lain yang
dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas perbankan yang diberikan oleh Bank.
71
Page 75
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. EFEK-EFEK YANG DIJUAL DENGAN JANJI DIBELI KEMBALI
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali pada tanggal 31 Desember 2022 terdiri dari:
31 Desember 2022
Tingkat suku
Tanggal jual
bunga per tahun Tanggal beli Nilai nominal Nilai jual Nilai tercatat
kembali
(%)
Pihak ketiga
Rupiah
Obligasi Pemerintah
FR0070 6,23 1 Desember 2022 2 Maret 2023 50.000.000 49.742.200 50.009.053
FR0095 5,55 28 Desember 2022 2 Januari 2023 250.000.000 223.605.000 223.742.890
Total 300.000.000 273.347.200 273.751.943
21. PERPAJAKAN
a) Utang pajak
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, rincian utang pajak adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pajak penghasilan
Pasal 21 1.178.226 190.949
Pasal 23 306.637 413.758
Pasal 4 ayat (2) 4.727.570 6.738.129
Pajak pertambahan nilai 133.516 97.369
Total 6.345.948 7.440.205
b) (Manfaat) beban pajak
Periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni
2023 2022
Beban pajak kini -
Beban (Pendapatan) pajak tangguhan 117.455.780 92.131.619
117.455.780 92.131.619
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain dan taksiran penghasilan kena pajak adalah sebagai berikut:
Periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni
2023 2022
Laba (Rugi) sebelum beban pajak sesuai
dengan laporan laba rugi dan 126.730.927 107.510.805
penghasilan komprehensif lain
Perbedaan temporer
Pembentukan cadangan beban pegawai (12.047.769) 9.006.415
(Pembalikan) pembentukan (3.893.455)
(2.740.858)
cadangan litigasi
Pembentukan atas cadangan
kerugian penurunan nilai diluar (249.937) (700.805)
kredit yang diberikan
Penyusutan aset tetap (32.263.860) (2.396.948)
Kerugian (keuntungan) yang belum
direalisasi dari nilai efek-efek yang (548.955) (1.710.206)
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
72
Page 76
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni
2023 2022
(Pembalikan) pembentukan cadangan (395.370.950)
(483.924.635)
kerugian kredit yang diberikan
Opsi saham - (1.728.453)
Estimasi kerugian komitmen dan (21.985.686)
Kontinjensi (2.296.792)
(534.072.806) (418.780.088)
Perbedaan tetap
Representasi dan sumbangan 5.421.478 8.783.453
Kegiatan Pegawai 1.122.708 1.838.735
Biaya sewa dan pemeliharaan 797.744
800.194
rumah dinas
Lain-lain 25.489.706 16.509.482
32.834.085 27.929.414
(374.507.793) (283.339.869)
Perhitungan beban dan utang pajak penghasilan badan adalah sebagai berikut:
Periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni
2023 2022
Taksiran penghasilan kena pajak (374.507.793) (283.339.869)
Beban pajak kini - -
Pembayaran angsuran pajak penghasilan -
-
selama tahun berjalan
(Piutang) utang pajak penghasilan -
- -
Pasal 29
Rekonsiliasi atas (manfaat) beban pajak penghasilan dengan perkalian (rugi) laba sebelum pajak
penghasilan dan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut:
Periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni
2023 2022
Laba (Rugi) sebelum beban pajak sesuai
dengan laporan laba rugi dan 126.730.927 107.510.805
penghasilan komprehensif lain
Beban pajak dengan tarif yang berlaku 27.880.804 23.652.377
Pengaruh pajak atas beda tetap 7.223.499 6.144.471
Pengaruh penurunan tarif pajak - -
Aset pajak tangguhan yang tidak diakui 82.351.477 62.334.771
117.455.780 92.131.619
Berdasarkan peraturan perpajakan di Indonesia, Bank menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak
Tahunan ke Kantor Pajak atas self-assessment. Perhitungan pajak penghasilan badan untuk tahun yang
berakhir 30 Juni 2023 merupakan perhitungan sementara yang dibuat untuk tujuan laporan keuangan ini
dan dapat berubah pada saat Bank menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajaknya. Kantor
Pajak berhak memeriksa atau mengoreksi pajak dalam jangka waktu 5 (lima) tahun setelah tanggal pajak
terutang.
73
Page 77
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pemeriksaan Tahun Pajak 2021
Pada tanggal 12 April 2023, Bank telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dan
Surat Tagihan Pajak (STP) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang telah disetujui oleh Bank, dengan rincian
sebagai berikut:
SKPKB
No. 00162/207/21/054/23 343.869
No. 00012/277/21/054/23 2.272
346.141
STP
No. 00107/107/21/054/23 24.134
24.134
370.275
Pada tanggal 12 April 2023, Bank telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) Pajak
Penghasilan (PPh) Pasal 21 yang telah disetujui oleh Bank, dengan rincian sebagai berikut:
SKPKB
No. 00030/201/21/054/23 775.713
No. 00019/201/19/054/21 218.795
994.508
STP
No. 00411/101/21/427/21 75
No. 00503/101/21/414/21 113
No. 00470/101/21/707/22 139
No. 00042/101/20/222/23 100
No. 00123/101/21/707/23 100
527
995.035
Pada tanggal 12 April 2023, Bank telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) Pajak
Penghasilan (PPh) Pasal 4 ayat (2) No. 00030/201/21/054/23 sebesar Rp 50.093 yang telah disetujui oleh
Bank. Pada tanggal 12 April 2023, Bank telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB)
Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 No. 00048/203/21/054/23 sebesar Rp 287.328 dan Surat Tagihan
Pajak (STP) No. 00028/103/19/222/23 sebesar Rp. 100 dan No. 00005/103/20/222/23 sebesar Rp. 100
yang telah disetujui oleh Bank. Pada tanggal 12 April 2023, Bank telah menerima Surat Ketetapan Pajak
Lebih Bayar (SKPLB) Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 29 No. 00058/406/21/054/23 sebesar Rp 7.432.208
yang telah disetujui oleh Bank.
Pada tanggal 19 Mei 2023, Bank telah menerima pengembalian kelebihan pembayaran pajak (PPh) Pasal
29 setelah dikurangi dengan SKP dan STP PPN, PPh Pasal 21, PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 4 (2) sebesar
Rp. 5.729.274.
c) Aset pajak tangguhan
Perhitungan beban pajak tangguhan Bank adalah sebagai berikut:
Periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni
2023 2022
(Pembalikan) pembentukan cadangan
(107.023.700) (91.972.637)
kerugian aset produktif dan non produktif
Pembentukan cadangan litigasi (602.989) (856.560 )
Penyusutan aset tetap (7.098.049) (527.329 )
Kerugian (keuntungan) yang belum
direalisasi dari nilai efek-efek yang diukur (120.770) (376.245 )
pada nilai wajar melalui laba rugi
74
Page 78
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni
2023 2022
Pembentukan cadangan beban pegawai (2.610.272) 1.981.411
Opsi saham - (380.259 )
Total (beban) pendapatan pajak
(117.455.780) (92.131.619)
tangguhan
Pengaruh pajak atas perbedaan temporer yang signifikan antara pelaporan komersial dan pajak (dicatat
pada akun “Aset Pajak Tangguhan”) adalah sebagai berikut:
Periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni
2023 2022
Cadangan kerugian aset produktif dan
non produktif 151.934.260 275.432.760
Cadangan litigasi 220.000 1.373.856
Cadangan beban pegawai 20.348.999 20.176.789
Penyusutan aset tetap (9.294.498) (3.914.916)
Kerugian (keuntungan) yang belum
direalisasi dari nilai efek-efek yang 569.661 757.459
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Keuntungan yang belum direalisasi dari
efek-efek yang diukur pada nilai wajar - 5.850.706
melalui penghasilan komprehensif lain
Kerugian (keuntungan) yang belum
direalisasi dari efek-efek yang tersedia 1.118.870 -
untuk dijual
Pengukuran kembali program imbalan 1.290.304 802.479
pasti
Opsi saham 12.730 14.940
166.200.326 300.494.073
Manajemen Bank berpendapat bahwa aset pajak tangguhan yang timbul dari perbedaan temporer
diperkirakan dapat direalisasikan pada periode mendatang. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2023 dan
31 Desember 2022, aset pajak tangguhan masing-masing sebesar Rp 560.209.935 dan Rp 477.818.220
yang berasal dari kerugian pajak, tidak diakui oleh Bank karena tidak terdapat kemungkinan besar bahwa
perbedaan temporer tersebut dapat direalisasikan pada periode mendatang.Aset pajak tangguhan telah
dipengaruhi oleh pemeriksaan pajak tahun 2021.
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Presiden Republik Indonesia menandatangani UU No.7 Tahun 2021 tentang
“Harmonisasi Peraturan Perpajakan”, yang menerapkan, antara lain, tarif pajak penghasilan badan sebesar 22%
yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 (sebelumnya 20% yang diatur dalam Perppu No. 1 Tahun 2020
tertanggal 30 Juni 2020).
22. PINJAMAN YANG DITERIMA
Pinjaman yang diterima terdiri atas:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
PT Sarana Multigriya Finansial 15.123.825 15.599.956
Klasifikasi jangka waktu pinjaman yang diterima berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo
adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak berelasi (Catatan 34)
Rupiah
> 5 tahun 15.123.825 15.599.956
75
Page 79
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 14 Desember 2020, Bank menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan
PT Sarana Multigriya Finansial untuk penyaluran KPR Sejahtera bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Fasilitas pinjaman ini memiliki jangka waktu paling lama 20 (dua puluh) tahun sejak tanggal pencairan fasilitas
pinjaman dengan suku bunga paling rendah sebesar 4,45% per tahun dan availability period sampai dengan
tanggal 30 Juni 2023. Angsuran pokok fasilitas pinjaman dibayarkan pada tanggal 10 (sepuluh) setiap bulan
bersamaan dengan pembayaran bunga, dimana angsuran pokok pertama kali mulai dibayarkan pada tanggal
10 Februari 2021 sebesar Rp157.003 sampai dengan jatuh tempo. Bank tidak memberikan jaminan apapun
atas pinjaman ini.
Persyaratan-persyaratan (covenants) penting dalam perjanjian pinjaman ini antara lain, sebelum memperoleh
persetujuan tertulis, Bank tidak diperkenankan untuk:
Mengajukan permohonan pailit;
Mengalihkan dan/atau menyerahkan kepada pihak lain, hak dan kewajiban yang timbul akibat
perjanjian ini;
Mengikatkan diri sebagai penanggung atau penjamin utang dan menjaminkan harta kekayaanBank;
Menggunakan fasilitas pinjaman tidak sesuai dengan tujuannya.
Manajemen Bank berpendapat bahwa semua persyaratan yang ditetapkan telah dipenuhi.
23. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI
a) Rincian estimasi kerugian atas transaksi komitmen dan kontinjensi yang mempunyai risiko kredit adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah
Fasilitas kredit yang belum ditarik 514.897 2.619.142
Garansi yang diterbitkan 458 4.762
515.355 2.623.904
Dolar Amerika Serikat
Fasilitas kredit yang belum ditarik - 185.924
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan - 2.319
- 188.243
Total 515.355 2.812.147
b) Rincian transaksi komitmen dan kontinjensi diluar fasilitas kredit yang belum ditarik:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jumlah nosional Ekuivalen Jumlah nosional Ekuivalen
mata uang asing Rupiah mata uang asing Rupiah
Pihak ketiga
Rupiah
Garansi yang diterbitkan 222.552 1.489.809
222.552 1.489.809
Dolar Amerika Serikat
L/C yang tidak dapat
dibatalkan
yang masih berjalan - 148 2.305.313
- 2.305.313
Total 222.552 3.795.122
Cadangan kerugian
(458) (7.081)
penurunan nilai
Total 222.093 3.788.041
76
Page 80
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
c) Rincian transaksi komitmen dan kontinjensi berdasarkan kolektibilitas diluar fasilitas kredit yang belum
ditarik.
Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, seluruh transaksi komitmen dan kontinjensi
diluar fasilitas kredit yang belum ditarik diklasifikasikan “lancar”.
d) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat bruto dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
30 Juni 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor yang diukur
pada biaya perolehan
diamortisasi
Nilai tercatat awal 2.305.313 - - 2.305.313
Aset keuangan baru yang
16.389.925 - - 16.389.925
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(18.537.204) - - (18.537.204)
pengakuannya
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan (158.034) (158.034)
perubahan lain
Nilai tercatat akhir - - - -
31 Desember 2022
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor yang diukur
pada biaya perolehan
diamortisasi
Nilai tercatat awal 2.049.054 - - 2.049.05
Pengukuran kembali bersih (11.540.762) - - (11.540.762)
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
69.174.899 - - 69.174.899
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(57.377.878) - - (57.377.878)
pengakuannya
Nilai tercatat akhir 2.305.313 - - 2.305.313
77
Page 81
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor yang diukur
pada biaya perolehan
diamortisasi
Saldo awal 2.319 - - 2.319
Aset keuangan baru yang
19.794 - - 19.794
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(21.948) - - (21.948)
pengakuannya
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan (165) - - (165)
perubahan lain
Cadangan atas kerugian
- - - -
kredit ekspektasian akhir
31 Desember 2022
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor yang diukur
pada biaya perolehan
diamortisasi
Saldo awal 1.898 - - 1.898
Pengukuran kembali bersih
(82.888) - - (82.888)
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
104.859 - - 104.859
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(21.786) - - (21.786)
pengakuannya
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan 236 - - 236
perubahan lain
Cadangan atas kerugian
2.319 - - 2.319
kredit ekspektasian akhir
30 Juni 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Garansi yang diterbitkan yang
diukur pada biaya perolehan
yang diamortisasi
Nilai tercatat awal 1.489.809 - - 1.489.809
Aset keuangan baru yang
190.360 - - 190.360
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(1.457.616) - - (1.457.616)
pengakuannya
Nilai tercatat akhir 222.552 - - 222.552
78
Page 82
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2022
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Garansi yang diterbitkan yang
diukur pada biaya perolehan
yang diamortisasi
Nilai tercatat awal 5.822.010 - - 5.822.010
Aset keuangan baru yang
4.228.142 - - 4.228.142
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(8.560.344) - - (8.560.344)
pengakuannya
Nilai tercatat akhir 1.489.809 - - 1.489.809
30 Juni 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Garansi yang diterbitkan yang
diukur pada biaya perolehan
yang diamortisasi
Saldo awal 4.762 - - 4.762
Aset keuangan baru yang
595 - - 595
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(4.899) - - (4.899)
pengakuannya
Cadangan atas kerugian
458 - - 458
kredit ekspektasian akhir
31 Desember 2022
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Garansi yang diterbitkan yang
diukur pada biaya perolehan
yang diamortisasi
Saldo awal 67.273 - - 67.273
Aset keuangan baru yang
21.444 - - 21.444
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(83.955) - - (83.955)
pengakuannya
Cadangan atas kerugian - -
4.762 4.762
kredit ekspektasian akhir
79
Page 83
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Fasilitas kredit yang belum
ditarik yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 435.164.418 10.767.274 - 445.931.692
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 (2.817.801) 2.817.801 -
Stage 3 (1.028.264) (8.576.276) 9.604.540 -
Pengukuran kembali bersih
(84.568.801) 5.077.680 (9.604.540) (89.095.661)
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 11.789.301 - - 11.789.301
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (239.837.850) - - (239.837.850)
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan
perubahan lain - - - -
Nilai tercatat akhir 118.701.003 10.086.479 - 128.787.482
31 Desember 2022
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Fasilitas kredit yang belum
ditarik yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 533.383.222 52.980.872 - 586.364.094
Pengalihan ke
Stage 1 105.719 (105.719) - -
Stage 2 (161.629) 161.629 - -
Stage 3 (977.396) (64.159) 1.041.555 -
Pengukuran kembali bersih 132.349.036 (40.493.268) (1.041.555) 90.814.213
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 26.896.468 - - 26.896.468
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (263.373.744) (1.712.081) - (265.085.825)
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan
perubahan lain 6.942.742 - - 6.942.742
Nilai tercatat akhir 435.164.418 10.767.274 - 445.931.692
80
Page 84
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Fasilitas kredit yang belum
ditarik yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 1.902.230 902.836 - 2.805.066
Pengalihan ke
Stage 1 - - - -
Stage 2 (11.139) 11.139 - -
Stage 3 (2.222) (203.954) 206.176 -
Pengukuran kembali bersih
(834.648) (659.241) (206.176) (1.700.065)
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 92.094 - - 92.094
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (675.401) - - (675.401)
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan
perubahan lain (6.798) - - (6.798)
Cadangan atas kerugian
464.117 50.780 - 514.897
kredit ekspektasian akhir
31 Desember 2022
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 3 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Fasilitas kredit yang belum
ditarik yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 5.160.154 23.018.648 - 28.178.802
Pengalihan ke
Stage 1 22.189 (22.189) - -
Stage 2 (4.676) 4.676 - -
Stage 3 (6.730) (714) 7.444 -
Pengukuran kembali bersih
(728.242) 175.298 (7.444) (560.390)
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 131.929 - - 131.929
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (2.694.653) (22.272.881) - (24.967.534)
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan
perubahan lain 22.259 - - 22.259
Cadangan atas kerugian
1.902.230 902.836 - 2.805.066
kredit ekspektasian akhir
Bank melakukan penilaian atas transaksi komitmen dan kontinjensi yang mempunyai risiko kredit secara kolektif
dan individual dengan menggunakan bukti objektif.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai pada tanggal
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
81
Page 85
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Liabilitas imbalan kerja terdiri atas:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pemutusan hubungan kerja 66.204.022 64.902.903
Cuti besar 6.249.071 5.278.909
Penghargaan masa kerja 1.090.374 918.382
Kompensasi perjanjian kerja waktu tertentu 1.967.203 915.809
Total 75.510.670 72.016.003
Perhitungan aktuaria atas program pemutusan hubungan kerja, cuti besar, penghargaan masa kerja dan
kompensasi perjanjian kerja waktu tertentu pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 dilakukan
oleh KKA Enny Diah Awal, aktuaris independen, dalam laporannya masing-masing tertanggal 3 Juli 2023 dan
23 Februari 2023.
a) Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
Program imbalan pasca kerja Bank disebut dengan Program Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Perhitungan PHK dilakukan dengan menggunakan asumsi-asumsi penilaian aktuaria atas liabilitas Bank
berkaitan dengan cadangan untuk penetapan uang pesangon, uang penghargaan tanda jasa dan ganti
kerugian sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 (UU No.13/2003) tanggal
25 Maret 2003.
Perhitungan aktuaria tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit serta
mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Tingkat diskonto tahunan 6,90% 7,40%
Tingkat kenaikan gaji tahunan 7,50% 8,50%
di masa depan
Tingkat kematian TMI 2019 TMI 2019
Tingkat cacat 10% of TMI 2019 10% of TMI 2019
Usia pensiun normal 56 tahun 56 tahun
Tingkat pengunduran diri Usia 15-29 6,00% Usia 15-29 6,00%
Usia 30-34 3,00% Usia 30-34 3,00%
Usia 35-39 1,80% Usia 35-39 1,80%
Usia 40-50 1,20% Usia 40-50 1,20%
Usia 51-52 0,60% Usia 51-52 0,60%
Usia>52 0,00% Usia>52 0,00%
Mutasi atas liabilitas PHK masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 64.902.903 54.298.938
Beban yang diakui pada tahun berjalan 9.041.952 20.082.571
Pengukuran kembali atas liabilitas PHK (1.781.140) 3.209.885
Pembayaran manfaat aktual (5.959.693) (12.688.491)
Liabilitas PHK 66.204.022 64.902.903
82
Page 86
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pengukuran kembali atas liabilitas PHK masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan
31 Desember 2022 adalah sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 7.945.542 4.735.656
Keuntungan aktuaria (1.781.140) 3.209.885
Pengukuran kembali atas liabilitas PHK 6.164.402 7.945.541
Perhitungan beban PHK untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan
31 Desember 2022 sesuai dengan perhitungan aktuaria adalah sebagai berikut: Perhitungan beban PHK
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 sesuai dengan
perhitungan aktuaria adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Biaya jasa kini 4.882.994 12.453.435
Beban bunga 2.291.153 3.644.557
Dampak IFRIC - (3.313.461)
Biaya jasa lalu 1.867.805 7.298.040
Beban PHK 9.041.952 20.082.571
Mutasi nilai kini liabilitas PHK adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 64.902.903 54.298.938
Biaya jasa kini 4.882.994 12.453.435
Biaya bunga 2.291.153 3.644.557
Dampak IFRIC - (3.313.461)
Beban pesangon 1.867.805 7.298.040
Kerugian (keuntungan) aktuaria (1.781.140) 3.209.885
Pembayaran manfaat (5.959.693) (12.688.491)
Nilai kini liabilitas PHK 66.204.022 64.902.903
Analisis sensitivitas untuk asumsi aktuaria liabilitas PHK adalah sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Perubahan Nilai kini Perubahan Nilai kini atas
persentase atas liabilitas persentase liabilitas
Tingkat diskonto +1,0% 60.708.424 +1,0% 59.639.208
-1,0% 72.521.361 -1,0% 70.944.120
Tingkat kenaikan upah +1,0% 72.421.533 +1,0% 71.344.707
-1,0% 60.689.166 -1,0% 59.179.821
Jadwal jatuh tempo dari liabilitas PHK pada tahun mendatang adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
< 1 tahun 3.376.674 3.767.872
≥ 1 tahun - 5 tahun 29.670.160 31.303.819
≥ 5 tahun 1.048.855.307 1.209.332.188
Total 1.081.902.141 1.244.403.879
83
Page 87
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
b) Cuti besar
Perhitungan aktuaria atas cuti besar dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit serta
mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Tingkat diskonto tahunan 5,90% 6,40%
Tingkat kenaikan gaji tahunan di masa depan 7,50% 8,50%
Tingkat kematian TMI 2019 TMI 2019
Tingkat cacat 10,0% of TMI 2019 10,0% of TMI 2019
Tingkat pengunduran diri Usia 15-29 6,00% Usia 15-29 6,00%
Usia 30-34 3,00% Usia 30-34 3,00%
Usia 35-39 1,80% Usia 35-39 1,80%
Usia 40-50 1,20% Usia 40-50 1,20%
Usia 51-52 0,60% Usia 51-52 0,60%
Usia>52 0,00% Usia>52 0,00%
Mutasi liabilitas atas cuti besar masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 5.278.909 4.210.382
Beban yang diakui tahun berjalan 1.713.861 2.588.612
Pembayaran manfaat aktual (743.699) (1.520.085)
Liabilitas cuti besar 6.249.071 5.278.909
Beban cuti besar untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022
berdasarkan perhitungan aktuaria adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Biaya jasa kini 1.042.253 2.429.379
Beban bunga 157.026 162.166
Keuntungan (kerugian) aktuaria 514.582 (2.933)
Beban cuti besar 1.713.861 2.588.612
Analisis sensitivitas untuk asumsi aktuaria liabilitas cuti besar adalah sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Perubahan Nilai kini Perubahan Nilai kini atas
persentase atas liabilitas persentase liabilitas
Tingkat diskonto +1,0% 6.112.002 +1,0% 5.164.497
-1,0% 6.391.693 -1,0% 5.398.051
Tingkat kenaikan upah +1,0% 6.388.208 +1,0% 5.394.611
-1,0% 6.112.760 -1,0% 5.165.645
Jadwal jatuh tempo dari liabilitas cuti besar pada tahun mendatang adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
< 1 tahun 1.308.517 1.051.112
≥ 1 tahun - 5 tahun 12.063.464 11.056.490
≥ 5 tahun 88.302.911 2.565.647
Total 101.674.892 14.673.249
84
Page 88
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
c) Penghargaan masa kerja
Perhitungan aktuaria atas penghargaan masa kerja dilakukan dengan menggunakan metode Projected
Unit Credit serta mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Tingkat diskonto tahunan 5,80% 6,10%
Tingkat kenaikan gaji tahunan di masa depan 7,50% 8,50%
Tingkat kenaikan harga emas 10,00% 8,00%
Tingkat kematian TMI 2019 TMI 2019
Tingkat cacat 10,0% of TMI 2019 10,0% of TMI 2019
Tingkat pengunduran diri Usia 15-29 6,00% Usia 15-29 6,00%
Usia 30-34 3,00% Usia 30-34 3,00%
Usia 35-39 1,80% Usia 35-39 1,80%
Usia 40-50 1,20% Usia 40-50 1,20%
Usia 51-52 0,60% Usia 51-52 0,60%
Usia>52 0,00% Usia>52 0,00%
Mutasi untuk cadangan atas penghargaan masa kerja pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022
adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 918.382 737.641
Beban yang diakui tahun berjalan 171.992 371.909
Pembayaran manfaat aktual - (191.168)
Liabilitas penghargaan masa kerja 1.090.374 918.382
Beban penghargaan masa kerja untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan
31 Desember 2021 berdasarkan perhitungan aktuaria adalah sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Biaya jasa kini 140.979 314.722
Beban bunga 28.011 28.251
Kerugian (keuntungan) aktuaria 3.002 28.936
Beban penghargaan masa kerja 171.992 371.909
Analisis sensitivitas untuk asumsi aktuaria liabilitas penghargaan masa kerja adalah sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Perubahan Nilai kini Perubahan Nilai kini atas
persentase atas liabilitas persentase liabilitas
Tingkat diskonto +1,0% 1.076.381 +1,0% 905.438
-1,0% 1.104.813 -1,0% 931.758
Tingkat kenaikan upah +1,0% 1.104.448 +1,0% 931.336
-1,0% 1.076.472 -1,0% 905.604
Jadwal jatuh tempo dari liabilitas penghargaan masa kerja pada tahun mendatang adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
< 1 tahun 511.028 436.243
≥ 1 tahun - 5 tahun 1.643.700 1.551.598
≥ 5 tahun 128.683.479 -
Total 130.838.207 1.987.841
85
Page 89
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
d) Kompensasi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
Perhitungan kompensasi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dilakukan dengan menggunakan
metode proporsional
Mutasi untuk cadangan atas kompensasi PKWT pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 915.809 814.963
Beban yang diakui tahun berjalan 1.184.026 116.484
Pengukuran kembali atas liabilitas
kompensasi - 116.485
PKWT
Pembayaran manfaat aktual (132.632) (132.123)
Liabilitas Kompensasi Perjanjian Kerja
1.967.203 915.809
Waktu Tertentu
Pengukuran kembali atas liabilitas kompensasi PKWT untuk tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 berdasarkan perhitungan aktuaria adalah sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Saldo awal - (116.485)
Kerugian (keuntungan) aktuaria - 116.485
Beban Kompensasi Perjanjian Kerja
- -
Waktu Tertentu
Beban kompensasi perjanjian kerja waktu tertentu untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
dan 31 Desember 2021 berdasarkan perhitungan aktuaria adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Biaya jasa kini 1.184.026 536.699
Beban bunga - -
Kerugian (keuntungan) aktuaria - (420.215)
Biaya jasa lalu - -
Beban (Pendapatan) Kompensasi
1.184.026 116.484
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
Jadwal jatuh tempo dari liabilitas kompensasi PKWT pada tahun mendatang adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
< 1 tahun 2.588.863 934.390
≥ 1 tahun - 5 tahun 118.188 532.307
Total 2.707.051 1.466.697
e) Program pensiun iuran pasti
Bank menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetapnya yang dikelola oleh
Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Jumlah kontribusi Bank untuk dana pensiun adalah sebesar 84,97% dari iuran yang sudah ditetapkan
berdasarkan tingkat dari masing-masing karyawan yang disajikan sebagai bagian dari “Beban Gaji dan
Tunjangan” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 besaran iuran yang telah
dibayarkan oleh Bank masing-masing sebesar Rp514.495 dan Rp459.253.
86
Page 90
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada bulan April 2022, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia menerbitkan materi
penjelasan melalui siaran pers atas persyaratan pengatribusian imbalan pada periode jasa sesuai PSAK
No. 24, ”Imbalan Kerja” yang diadopsi dari IAS 19, ”Employee Benefits”. Materi penjelasan tersebut
menyampaikan informasi bahwa pola fakta umum dari program pensiun berbasis undang-undang
ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia saat ini memiliki pola fakta serupa dengan yang ditanggapi dan
disimpulkan dalam IFRS Intepretation Committee Agenda Decision Attributing Benefit to Periods of Service
(IAS 19). Dengan menerapkan materi penjelasan tersebut maka Bank perlu mengubah kebijakan akuntansi
menyangkut atribusi imbalan kerja pada periode jasa dari yang diterapkan saat ini. Sampai dengan tanggal
otorisasi laporan keuangan, Bank masih melakukan berbagai hal yang relevan, baik internal maupun
eksternal, untuk menerapkan materi penjelasan tersebut, sehingga dampaknya belum dapat ditentukan
dan dicatat dalam laporan keuangan Bank untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni
2023.
25. LIABILITAS LAIN-LAIN
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jumlah Jumlah
nosional mata Ekuivalen nosional mata Ekuivalen
uang asing Rupiah uang asing Rupiah
(Angka penuh) (Angka penuh)
Rupiah
Liabilitas Sewa 100.895.791 94.926.086
Rekening Penampungan Kredit
Program 69.040.947 71.920.773
Bunga yang masih harus dibayar 17.165.590 12.973.156
Bonus dan tantiem 15.586.507 16.565.785
Insentif dan tunjangan kerja 4.925.923 23.607.589
Rekening Kontrol Pinjaman 2.993.551 5.642.353
Cadangan perkara 1.000.000 3.740.858
Setoran jaminan 48.950 50.750
Lain-lain 9.689.030 3.457.546
221.346.289 232.884.896
Dolar Amerika Serikat
Bunga yang masih harus dibayar 46.575 698.281 41.048 639.021
Lain-lain 4.163 62.417 2 37.524
760.698 676.545
Total 222.106.987 233.561.441
Rekening penampungan Kredit Program merupakan rekening penampungan angsuran atas penyaluran
pembiayaan perumahan yang akan disetorkan kepada Pemerintah Republik Indonesia. Bank bekerja sama
dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Republik Indonesia dalam
penyaluran dana FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dalam rangka perolehan rumah melalui
KPR Sejahtera bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sesuai dengan Perjanjian Kerjasama Operasi (PKO)
antara Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kemenpupera dengan Bank No.
14/PKS/Pg/2020, komposisi sharing pembiayaan tersebut adalah sebesar 25% dana Bank dan 75% dana
Kemenpupera.
87
Page 91
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. EKUITAS
Modal saham
Rincian pemegang saham Bank dan kepemilikannya pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022
adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023
Total lembar saham
ditempatkan dan Persentase
Pemegang saham disetor penuh kepemilikan Total
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 21.487.162.037 86,850% 2.148.716.204
Direksi
Bhimo Wikan Hantoro 2.552.642 0,010% 255.264
Dedy Hendrianto 55.086 0,000% 5.509
Masyarakat (masing-masing
dibawah 5%) 3.250.724.529 13,140% 325.072.452
Total 24.740.494.294 100,000% 2.474.049.429
31 Desember 2022
Total lembar saham
ditempatkan dan Persentase
Pemegang saham disetor penuh kepemilikan Total
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 21.487.162.037 86,852% 2.148.716.204
Direksi
Ernawan 6.318.321 0,026% 631.832
Bhimo Wikan Hantoro 2.552.642 0,010% 255.264
Dedy Hendrianto 55.086 0,000% 5.509
Masyarakat (masing-masing
dibawah 5%) 3.244.019.728 13,112% 324.401.972
Total 24.740.107.814 100,000% 2.474.010.781
Penerbitan saham baru
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 41, Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn. di Jakarta, yang
telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia No. AHU-0260418.AH.01.11.TAHUN 2022 tanggal 26 Desember 2022, mengenai peningkatan modal
ditempatkan dan disetor penuh yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas X (PUT X) sebanyak
1.993.201.832 lembar saham, sehingga jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh Bank menjadi
24.740.107.814 lembar saham dengan total sebesar Rp2.274.010.781.400 (Rupiah penuh) (Catatan 1c).
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 22, Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn. di Jakarta, yang
telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia No. AHU-0223739.AH.01.11.TAHUN 2021 tanggal 17 Desember 2021, mengenai peningkatan modal
ditempatkan dan disetor penuh yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas IX (PUT IX) sebanyak
1.054.545.185 saham, sehingga jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh Bank menjadi 22.746.526.712
saham dengan total sebesar Rp2.274.652.671.200 (Rupiah penuh) (Catatan 1c).
Tambahan modal disetor
Perubahan tambahan modal disetor untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 berasal dari
eksekusi opsi saham serta agio saham dan biaya emisi saham pada saat Penawaran Umum Terbatas X (PUT
X). Sedangkan perubahan tambahan modal disetor untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
berasal dari eksekusi opsi saham serta agio saham dan biaya emisi saham pada saat Penawaran Umum
Terbatas IX (PUT IX).
88
Page 92
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Perubahan tambahan modal disetor pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 3.734.973.042 2.943.713.773
Agio saham 75.364 797.344.643
Pembalikan cadangan opsi saham - 23.682
Biaya emisi saham - (6.109.056)
Saldo akhir 3.735.048.406 3.734.973.042
Opsi Saham
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang tertuang dalam Akta No. 51 tanggal 26 Juni
2018, Bank menyetujui untuk menerbitkan hak opsi melalui Program Management and Employee Stock Option
Plan (MESOP) untuk membeli saham baru Bank sebanyak-banyaknya 350.000.000 (tiga ratus lima puluh juta)
saham.
Tujuan program ini untuk mendorong kepemilikan saham Bank oleh peserta program, menyelaraskan tujuan
Bank dengan tujuan peserta program yang merupakan manajemen dan pekerja Bank, serta meningkatkan
kinerjanya.
Bank menerbitkan program MESOP sejumlah 350.000.000 saham dalam 3 (tiga) tahap sebagai berikut:
a. Tahap I (10 Desember 2018): 50% dari total saham atau sebanyak 175.000.000 saham
b. Tahap II (1 April 2019): 30% dari total saham atau sebanyak 105.000.000 saham
c. Tahap III (1 April 2020): 20% dari total saham atau sebanyak 70.000.000 saham
Masa berlaku opsi adalah sejak tanggal pendistribusian sampai dengan 26 Juni 2023. Setelah tanggal tersebut,
seluruh hak opsi yang tidak digunakan akan menjadi gugur.
Pihak yang memenuhi syarat untuk menerima MESOP adalah direksi, dewan komisaris kecuali komisaris
independen dan karyawan tetap dengan mengacu kepada masa kerja, penilaian kinerja, kelompok jabatan dan
jabatan.
Perhitungan, metode dan asumsi mengenai MESOP diperoleh dari laporan aktuaris independen Tahap I, II dan
III, PT Bestama Aktuaria tertanggal 25 Januari 2019, 2 Juli 2019 dan 3 Juli 2020.
Beban kompensasi yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya sehubungan
dengan opsi saham untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar Rp82.873 dan
dikreditkan ke opsi saham di ekuitas.
Nilai wajar dari setiap hak opsi diestimasi pada tanggal pemberian hak opsi dengan menggunakan model
“Black-scholes”, dengan asumsi utama sebagai berikut:
Tahap I Tahap II Tahap III
Periode vesting (dalam bulan) 12 12 12
Harga saham pada tanggal
pemberian opsi (dalam Rupiah 304 318 96
penuh)
Harga pelaksanaan opsi (dalam
Rupiah penuh) 285 295 100
Nilai wajar opsi (dalam Rupiah
72,28 62,44 21,02
penuh)
Volatilitas harga saham 37,60% 34,72% 55,80%
Suku bunga bebas risiko 6,96% 6,45% 5,33%
Tingkat dividen 1,16% 1,12% 0,91%
Eksekusi MESOP telah dilakukan oleh pekerja untuk MESOP Tahap I dan MESOP Tahap II mulai tanggal 1
April 2020 dan MESOP Tahap III mulai tanggal 1 April 2021.
Selama tahun 2021, telah dilakukan ekseksusi MESOP Tahap I sebanyak 174.995.386 lembar saham, MESOP
Tahap II sebanyak 103.701.152 lembar saham dan MESOP Tahap III sebanyak 69.994.759 lembar saham.
Selama tahun 2022, telah dilakukan ekseksusi MESOP Tahap II sebanyak 379.270 lembar saham.
89
Page 93
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Sampai dengan 30 Juni 2023, telah dilakukan eksekusi MESOP Tahap I sebanyak 174.995.386 lembar saham
MESOP Tahap II sebanyak 104.466.902 lembar saham, dan MESOP Tahap III sebanyak 69.994.759 lembar
saham.
Cadangan
1) Cadangan Khusus
Merupakan cadangan yang bertujuan untuk jaminan sosial pegawai yang dibentuk sesuai dengan
Keputusan Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham tanggal 19 Mei 1992.
2) Cadangan Umum dan Wajib
Cadangan umum dan wajib pada awalnya dibentuk dalam rangka memenuhi ketentuan Pasal 61 ayat (1)
Undang-undang No. 1/1995 mengenai Perseroan Terbatas (kemudian diganti dengan Undang-undang
Perseroan Terbatas No. 40/2007), yang mengharuskan perusahaan Indonesia untuk membuat penyisihan
cadangan umum dan wajib sebesar sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan
disetor penuh. Undang-undang tersebut tidak mengatur jangka waktu untuk pembentukan penyisihan
tersebut.
27. PENDAPATAN BUNGA
Periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni
2023 2022
Rupiah
Kredit yang diberikan
Menengah 118.140.063 201.065.720
Ritel 96.167.350 161.945.592
Konsumer 69.775.484 55.222.947
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi
Obligasi pemerintah 5.725.360 1.398.884
Obligasi 1.186.631 1.656.553
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Obligasi pemerintah 46.307.503 53.646.053
Obligasi 5.620.617 481.383
Negotiable Certificate Deposit 293.286 -
Biaya perolehan diamortisasi
Obligasi pemerintah 60.453.094 8.971.122
Obligasi 16.102.542 23.930.699
Medium-Term Notes 601.517 601.517
Negotiable Certificate Deposit 1.941.330
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 2.101.807 5.293.386
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
Deposit facility 5.603.177 3.397.370
Inter-bank call money 3.127.014 159.014
Term Deposit 3.105.580 2.816.225
Tabungan - 6
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain 3.950.180 2.271.045
438.261.205 524.798.846
90
Page 94
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni
2023 2022
Dolar Amerika Serikat
Kredit yang diberikan
Menengah 7.420.783 17.951.727
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi
Obligasi pemerintah 131.018 -
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Obligasi pemerintah - 63.790
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
Deposit facility dan Term Deposit 443.684 23.139
Inter-bank call money - 224
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain 19.198 19.428
8.014.683 18.058.308
Total 446.275.888 542.857.154
28. BEBAN BUNGA
Periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni
2023 2022
Rupiah
Deposito berjangka 157.515.414 82.746.840
Tabungan 21.385.631 56.917.017
Giro 9.534.396 19.404.092
Premi Lembaga Penjamin Simpanan 8.840.818 12.306.236
Simpanan dari bank lain 3.055.756 1.174.579
Repo 1.778.299 136.313
Pinjaman yang diterima 342.706 363.331
Surat berharga yang diterbitkan - 10.289.330
Lainnya 3.065.874 62.038
205.518.894 183.399.776
Dolar Amerika Serikat
Deposito berjangka 5.588.540 2.000.997
Simpanan dari bank lain 1.331.664 218.548
Giro 8.730 24.584
Pinjaman yang diterima - 340
6.928.934 2.244.469
Total 212.447.828 185.644.245
91
Page 95
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. PENYISIHAN (PEMBALIKAN) KERUGIAN PENURUNAN NILAI
Akun ini merupakan penyisihan (pembalikan) cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan
(Catatan 2d), aset non-keuangan (Catatan 2n), dan tagihan komitmen dan kontinjensi, sebagai berikut:
Periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni
2023 2022
Aset keuangan
Kredit yang diberikan (Catatan 10) (57.812.650) 92.511.696
Tagihan akseptasi (Catatan 9) (85.589) 43.361
Giro pada bank lain (Catatan 5) 24.153 (32.283)
Efek-efek (Catatan 7) (187.585) (797.482)
(58.061.671) 91.724.292
Aset non-keuangan
Agunan yang diambil alih (Catatan 13) - (406.249)
Tagihan komitmen dan kontinjensi (Catatan 23)
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam rangka impor (2.154) 6.816
Bank garansi yang diterbitkan (4.303) (27.483)
Fasilitas kredit yang belum ditarik (2.283.372) (21.976.705)
(2.289.829) (21.997.372)
Total (60.351.500) 69.321.371
30. BEBAN GAJI DAN TUNJANGAN
Periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni
2023 2022
Tunjangan 46.167.265 35.432.960
Gaji 47.293.167 39.739.495
Outsourcing 13.616.467 14.015.817
Imbalan kerja 12.111.831 18.936.896
Asuransi pegawai 8.698.881 7.928.161
Bonus dan insentif 8.543.055 18.966.744
Pendidikan dan pelatihan 3.957.709 7.430.118
Pengobatan 3.890.319 4.208.779
Program kepemilikan mobil 3.719.150 3.775.324
Lembur 2.116.073 1.439.024
Dana pensiun 532.155 459.253
Penerimaan karyawan 114.572 694.086
Lain-lain 623.798 540.292
Total 151.384.442 153.566.949
Jumlah gaji dan tunjangan untuk Direksi Bank adalah sebesar Rp7.213.737 dan Rp5.036.147, masing-masing
untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022, sedangkan jumlah gaji dan
tunjangan untuk Dewan Komisaris Bank adalah sebesar Rp3.504.089 dan Rp2.594.268, masing-masing untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Catatan 34).
Jumlah tantiem, bonus dan insentif Direksi, Dewan Komisaris dan karyawan kunci Bank yang dibayarkan adalah
sebesar Rp1.066.443 dan Rp1.423.314 untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
dan 2022.
92
Page 96
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni
2023 2022
Penyusutan dan amortisasi 32.482.938 13.481.713
Honorarium tenaga ahli 32.142.727 10.130.638
Iklan dan promosi 13.147.879 23.835.720
Kontrak service 7.071.488 3.177.942
Pengembangan sistem 6.848.238 4.366.684
Transaksi ATM Bersama 5.549.468 1.436.523
Pemeliharaan dan perbaikan 5.417.925 4.429.127
Jasa layanan gedung kantor 5.143.160 67.590
Asuransi 4.839.221 2.717.523
Representasi 4.512.201 3.729.601
Perjalanan dinas 4.289.900 6.112.037
Listrik, air dan gas 3.926.218 1.157.645
Biaya Pungutan Otoritas Jasa Keuangan 3.127.224 1.286.449
Transportasi dan pengiriman 2.573.833 2.278.112
Sewa 2.397.527 1.853.591
Pengolahan data 2.218.302 1.135.535
Keperluan kantor dan rapat 1.946.228 1.999.352
Alat tulis dan fotokopi 1.099.546 923.985
Penyelesaian kredit 974.424 1.563.413
Telepon dan faksimili 907.592 1.122.594
Barang cetakan 776.516 1.486.509
Kegiatan pegawai 736.437 1.419.202
Pajak dan perijinan 579.727 969.415
Lain-lain 24.229.156 5.966.864
Total 166.937.875 96.647.764
32. PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL - NETO
Periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni
2023 2022
Laba penjualan aset tetap 689.328 1.654.675
Pendapatan sewa 537.106 1.382.736
Denda (73.700) (60.852)
Lain-lain - neto (1.055.989) 58.644
Total 96.745 3.035.203
93
Page 97
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. LABA PER SAHAM
Perhitungan laba per saham pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
Periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni
2023 2022
Laba tahun berjalan 9.275.147 15.379.186
Jumlah rata-rata tertimbang saham
biasa yang beredar 24.602.819.510 22.746.571.599
Ditambah : Saham yang akan diterbitkan
Jika waran dieksekusi 137.568 815.187
Dilusian 24.602.957.078 22.747.386.786
Laba bersih
per saham dasar (Rupiah penuh) 0,38 0,68
Laba bersih
per saham dilusian (Rupiah penuh) 0,38 0,68
34. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan normal usaha, Bank melakukan transaksi dengan pihak berelasi karena hubungan kepemilikan
dan/atau kepengurusan.
Pihak-pihak berelasi Bank dan jenis hubungannya adalah sebagai berikut:
Pihak-pihak berelasi Jenis hubungan Unsur transaksi pihak berelasi
PT Bank Rakyat Indonesia Entitas Induk Giro pada bank lain, penempatan
(Persero) Tbk pada Bank Indonesia dan bank lain,
efek-efek, tagihan derivatif,
penjualan dan pembelian mata
uang asing
PT BRI Asuransi Indonesia Hubungan pengendalian Aset tetap
melalui entitas induk
PT Pegadaian (Persero) Hubungan pengendalian Efek-efek
melalui entitas induk
Pemerintah Republik Indonesia Kepemilikan saham mayoritas Efek-efek
(RI) melalui Kementerian
Keuangan RI
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hubungan pengendalian Giro pada bank lain
bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
PT Bank Negara Indonesia Hubungan pengendalian Giro pada bank lain
(Persero) Tbk bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
PT Perkebunan Nusantara II Hubungan pengendalian Kredit yang diberikan, efek-efek
bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
PT Perkebunan Nusantara III Hubungan pengendalian Kredit yang diberikan
(Persero) bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
PT Perkebunan Nusantara VII Hubungan pengendalian Kredit yang diberikan
bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
PT Perkebunan Nusantara XIV Hubungan pengendalian Kredit yang diberikan
bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
94
Page 98
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT Laras Astra Kartika Hubungan pengendalian Kredit yang diberikan
bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
PT Adhi Karya (Persero) Tbk Hubungan pengendalian Efek - efek
bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Hubungan pengendalian Efek-efek
bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
PT Perusahaan Listrik Negara Hubungan pengendalian Efek-efek, kredit yang diberikan
(Persero) bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
PT Industri Kereta Api (Persero) Hubungan pengendalian Efek-efek
bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
PT Jasamarga Gempol Pasuruan Hubungan pengendalian Kredit yang diberikan
bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
PT Jasamarga Ngawi Kertosono Hubungan pengendalian Kredit yang diberikan
Kediri bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
PT Kresna Kusuma Dyandra Hubungan pengendalian Kredit yang diberikan
Marga bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
PT Bank Mandiri Taspen Hubungan pengendalian Efek-efek
bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
PT Hutama Karya (Persero) Hubungan pengendalian Kredit yang diberikan/Loans
bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
PT Indonesia Infrastructure Hubungan pengendalian Efek-efek
Finance bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
Perum Damri Hubungan pengendalian Kredit yang diberikan
bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
Perum Perhutani Hubungan pengendalian Kredit yang diberikan
bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
PT Sarana Multigriya Finansial Hubungan pengendalian Pinjaman yang diterima
(Persero) bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
PT Sarana Multi Infrasturuktur Hubungan pengendalian Efek-efek
(Persero) bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
PT Bank Tabungan Negara Hubungan pengendalian Efek-efek
(Persero) Tbk bersama melalui Pemerintah
Pusat RI
Saldo transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Aset
Giro pada bank lain
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 275.978.489 147.930.921
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 5.136.056 5.368.012
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 250.353 248.638
281.364.898 153.547.571
Efek-efek
Pemerintah Republik Indonesia 3.490.491.654 3.725.133.304
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tbk 236.721.919 238.025.467
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) 75.000.000 75.000.000
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 59.157.600 58.053.600
95
Page 99
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023 31 Desember 2022
PT Sarana Multi Infrasturuktur (Persero) 35.742.000 40.994.000
PT Kereta Api Indonesia (Persero) 35.000.000 35.000.000
PT Bank Tabungan Negara 20.470.000 50.996.835
PT Pegadaian (Persero) 20.012.000 20.012.000
PT Bank Mandiri Taspen 17.506.378 17.677.066
PT Perkebunan Nusantara II (Persero) 11.000.000 11.000.000
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 10.378.463 10.462.724
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 10.105.000 10.258.000
PT Industri Kereta Api (Persero) 10.000.000 10.000.000
4.031.585.014 4.302.612.996
Kredit Yang Diberikan
PT Kresna Kusuma Dyandra Marga 390.756.915 396.760.519
PT Hutama Karya (Persero) 299.787.671 299.862.913
PT Perkebunan Nusantara III (Persero) 284.539.200 335.109.450
PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri - 188.314.786
PT Perkebunan Nusantara VII 49.917.765 49.999.943
Perum Perhutani 197.944.826 244.893.938
Perum Damri 83.339.269 88.713.448
PT Perkebunan Nusantara II 10.410.178 11.279.055
PT Laras Astra Kartika 12.093.366 16.393.377
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) - 59.962.255
PT Perkebunan Nusantara XIV 11.232.938 12.170.495
Lain-lain 4.145.236 5.137.688
1.344.167.364 1.708.597.867
Total aset dari pihak-pihak berelasi 5.657.117.276 6.164.758.434
Total aset 12.008.288.920 13.898.775.065
Persentase total aset dari pihak-pihak
berelasi terhadap total aset 47,11% 44,35%
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Liabilitas
Giro
Entitas dan lembaga pemerintah 10.576.607 60.336.653
Lain-lain 139.992.205 128.815.436
150.568.812 189.152.089
Tabungan
Entitas dan lembaga pemerintah 79.045.771 52.844.245
Karyawan kunci 8.146.275 13.006.775
Lain-lain 195.660.118 232.598.198
282.852.164 298.449.218
Deposito berjangka
Entitas dan lembaga pemerintah 76.689.435 123.553.197
Karyawan kunci 20.000 516.121
Lain-lain 385.000.000 635.703.000
461.709.435 759.772.318
Pinjaman yang diterima
Entitas dan lembaga pemerintah 15.123.825 15.599.956
96
Page 100
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Kompensasi kepada karyawan kunci
Nilai kini liabilitas pemutusan hubungan kerja 12.414.845 9.133.955
Nilai kini liabilitas cuti besar 716.851 238.617
Nilai kini liabilitas penghargaan masa kerja 131.695 95.467
Nilai kini liabilitas perjanjian kerja waktu tertentu 16.453 107.129
13.279.844 9.575.168
Total liabilitas kepada pihak- pihak berelasi 923.534.080 1.272.548.749
Total liabilitas 8.594.620.159 10.509.687.783
Persentase total liabilitas dari pihak-pihak berelasi 10,75% 12,11%
Periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni
2023 2022
Gaji dan tunjangan Dewan Komisaris,
Direksi dan karyawan kunci
Dewan Komisaris 3.504.089 2.594.268
Direksi 7.213.737 5.036.147
Karyawan kunci 11.668.574 11.331.590
22.386.400 18.962.005
Tantiem, bonus dan insentif Dewan Komisaris,
Direksi dan karyawan kunci
Tantiem Dewan Komisaris - -
Tantiem Direksi - -
Bonus dan insentif karyawan kunci 1.066.443 1.423.314
1.066.443 1.423.314
Persentase transaksi dengan pihak-pihak berelasi terhadap total aset dan total liabilitas Bank adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Aset
Giro pada bank lain 2,34% 1,10%
Efek-efek 33,57% 30,96%
Kredit yang diberikan 11,19% 12,29%
47,11% 44,35%
Liabilitas
Giro 1,75% 1,80%
Tabungan 3,29% 2,84%
Deposito berjangka 5,37% 7,23%
Pinjaman yang diterima 0,18% 0,15%
Kompensasi kepada karyawan kunci 0,15% 0,09%
10,75% 12,11%
97
Page 101
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. MANAJEMEN RISIKO
Dalam rangka mencapai manajemen risiko yang mendukung pencapaian target kinerja dan mampu menjaga
kelangsungan usaha, diperlukan strategi manajemen risiko yang proaktif yang dapat meningkatkan efektivitas
penggunaan modal dan tingkat pengembangan modal (return on equity/ROE) sehingga dapat memberikan nilai
tambah bagi pemegang saham, mengantisipasi ketentuan baru yang mengarah pada best practice,
meningkatkan kepercayaan pemegang saham dan stakeholders lainnya serta meningkatkan bisnis pada tingkat
optimal. Bank selaku lembaga jasa keuangan (LJK) telah menerapkan manajemen risiko sesuai ketentuan
Otoritas Jasa Keuangan antara lain dengan menerapkan proses manajemen risiko yang telah dituangkan dalam
beberapa kebijakan dan prosedur, antara lain Kebijakan Umum Manajemen Risiko (KUMR). KUMR berperan
sebagai aturan tertinggi dalam implementasi manajemen risiko pada seluruh kegiatan bisnis Bank, yang meliputi
kebijakan, strategi, organisasi, sistem informasi manajemen risiko, pengawasan risiko, pengelolaan produk dan
aktivitas baru dan Business Continuity Plan (BCP).
Proses penerapan manajemen risiko meliputi identifikasi, pengukuran, pemantauan, pengelolaan dan
pengendalian terhadap 8 (delapan) risiko yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional,
risiko kepatuhan, risiko stratejik, risiko hukum dan risiko reputasi.
Profil risiko Bank menggambarkan risiko yang melekat dalam kegiatan bisnis Bank (inherent risk) termasuk
kualitas penerapan ManajemenRisiko yang mencerminkan sistem pengendalian risiko (risk control system)
melalui proses self assessment pada seluruh aktivitas bisnis Bank yang mencakup 8 (delapan) risiko. Penilaian
Profil Risiko Bank telah dilakukan sesuai dengan ketentuan SEOJK No. 14/SEOJK.03/2017 tentang Penilaian
Tingkat Kesehatan Bank Umum.
Dewan Komisaris melakukan evaluasi terhadap kebijakan dan implementasi manajemen risiko yang dilakukan
oleh Direksi. Evaluasi dilakukan dalam rangka memastikan bahwa Direksi mengelola aktivitas dan risiko-risiko
Bank secara efektif. Dalam melakukan pengawasan aktif terhadap manajemen risiko Bank, Dewan Komisaris
dibantu oleh Komite Pemantau Risiko.
Direksi menentukan arah kebijakan dan strategi manajemen risiko secara komprehensif beserta
implementasinya. Selain itu, Direksi bertanggungjawab untuk memastikan bahwa seluruh risiko yang material
dan dampak yang ditimbulkan oleh risiko dimaksud telah ditindaklanjuti, termasuk pelaksanaan langkah-
langkah perbaikan atas permasalahan atau penyimpangan dalam kegiatan usaha Bank yang ditemukan oleh
Satuan Kerja Audit Intern (SKAI).
Direksi Bank dibantu oleh Komite Manajemen Risiko (Risk Management Committee/RMC) sebagai komite
tertinggi dalam sistem manajemen risiko Bank. Komite Manajemen Risiko mempunyai tugas dan tanggung
jawab memberikan rekomendasi kepada Direktur Utama dalam merumuskan kebijakan, strategi manajemen
risiko termasuk penetapan limit serta memperbaiki atau menyempurnakan pelaksanaan manajemen risiko yang
dilakukan secara berkala maupun insidental sebagai akibat dari perubahan kondisi eksternal dan internal Bank
yang akan mempengaruhi kecukupan permodalan dan profil risiko.
Penerapan manajemen risiko melibatkan semua unsur dalam Bank, dimana Dewan Komisaris dan Direksi
mempunyai tugas memastikan penerapan manajemen risiko telah memadai sesuai dengan karakteristik,
kompleksitas dan profil risiko Bank serta memahami dengan baik jenis dan tingkat risiko yang melekat pada
kegiatan bisnis bank.
Berdasarkan laporan terakhir self assessment, peringkat risiko inheren Bank posisi 30 Juni 2023 berada pada
peringkat 2 (low to moderate) dengan peringkat kualitas penerapan manajemen risiko berada pada peringkat 2
(satisfactory) sehingga peringkat komposit Profil Risiko Bank adalah 2 (low to moderate).
Parameter tingkat kesehatan bank (TKB) Bank posisi Juni 2023 sebagai berikut:
1. Profil risiko
Hasil penilaian Profil Risiko Bank secara self assessment posisi Juni 2023 di Peringkat 2 (Low to Moderate)
dengan tren stabil dibandingkan posisi Desember 2022.
Terdapat risiko yang menjadi highlight yaitu aktivitas perkreditan, operasional dan pencapaian angka
98
Page 102
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
stratejik. Pada aktivitas perkreditan telah dilakukan beberapa hal, diantaranya melakukan mapping debitur
kredit kualitas rendah berdasarkan analisa prospek dan sisa kemampuan membayar yang kemudian akan
ditindak lanjuti untuk dilakukan perbaikan berupa dilakukan penagihan dan kunjungan langsung ke lokasi
debitur serta dilakukan penyelesaian kredit, baik berupa restrukturisasi ataupun melakukan lelang agunan.
Pada kegiatan operasional, telah dilakukan perbaikan sistem, seperti: fitur ganti device, realtime notifikasi
transaksi keluar via SMS, limit transaksi transfer BIFast dan switching, dan transfer internal saat peralihan
end of day. Sementara itu pada risiko stratejik selalu dilakukan monitoring aktif pada forum Radisi,
Radirkom, Business Performance Meeting yang berfungsi sebagai media untuk memonitor kinerja uker
secara keseluruhan.
.
2. Rentabilitas
Hasil pencapaian rentabilitas posisi Juni 2023 adalah peringkat 2 (Memadai). Pencapaian kinerja Bank
dalam menghasilkan laba (rentabilitas) memadai tercermin pada pencapaian laba/rugi bersih perseroan
dan mendukung pertumbuhan permodalan Bank.
3. Permodalan
Penerapan PSAK No. 71 menyebabkan Bank melakukan lebih banyak pencadangan biaya aset produktif.
Permodalan Bank sampai dengan posisi Juni 2023 berada pada peringkat 2 (Memadai) dengan kecukupan
Capital Adequacy Ratio (CAR) untuk mengantisipasi potensi kerugian sesuai profil risiko mencapai
46,60%. Angka ini dibawah batas persyaratan minimum CAR sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) yaitu CAR 9,99% sesuai internal capital adequacy assessment process (ICAAP). Dewan Komisaris
dan Direksi turut berperan aktif dalam memantau kecukupan modal Bank.
4. Tata Kelola
Tata kelola Bank pada posisi Juni 2023 berada pada peringkat 2 (Baik) yang mecerminkan bahwa Bank
telah menerapkan prinsip-prinsip corporate governance yang baik dan tercermin pada pengungkapan dan
transparansi informasi kinerja Bank telah dilakukan secara memadai, perbaikan dan peningkatan bidang
kepatuhan dalam penyampaian kewajiban laporan dan komitmen kepada OJK telah dilakukan pada
waktunya, baik dalam melakukan pemantauan maupun pelaksanaan fungsi kepatuhan lainnya.Selain itu,
Bank telah melakukan penilaian risiko dan telah melakukan pengkinian kebijakan internal antara lain di
bidang perkreditan, operasional dan SDM yang disesuaikan dengan ketentuan Regulator, dan telah
menyampaikan Rencana Bisnis Bank kepada Regulator.
Risiko Kredit
Dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis kredit dilakukan pengelolaan kualitas mulai dari tahap awal proses
prakarsa kredit hingga pelunasan kredit. Monitoring dan pembinaan dilakukan terhadap Debitur dan Pemasar
untuk memastikan kredit tetap terjaga performansinya (Performing Loan/PL). Pengelolaan kredit yang efektif
dan efisien akan meminimalkan risiko bad debt dan loss sehingga pencadangan biaya yang dialokasikan untuk
aktivitas perkreditan menjadi minimum.
Tujuan pengelolaan risiko kredit Bank adalah untuk mengoptimalkan penggunaan sumber dana yang berasal dari
Dana Pihak Ketiga maupun akumulasi laba untuk memperoleh pendapatan bunga aset produktif yang wajar,
memenuhi target kinerja yang telah ditetapkan oleh shareholders, memastikan cost and benefit yang optimal
dan menjaga kecukupan pencadangan biaya baik pada tingkat individu maupun portofolio kredit keseluruhan.
Bank telah memiliki kebijakan dan prosedur perkreditan serta manajemen risiko kredit, yang diputuskan melalui
forum Komite Kebijakan Perkreditan (KKP), Komite Kredit (KK), Komite Kebijakan Kredit dan Pengembangan
Produk (KKK-PP), Komite Manajemen Risiko (RMC) yang beranggotakan Direksi dan anggota manajemen
senior serta Rapat Direksi (Radisi) dan disetujui oleh Dewan Komisaris, juga secara tertulis dituangkan pada
Kebijakan Umum Perkreditan (KUP), Pedoman Pelaksanaan Kredit (PPK) Ritel, Fintech, Mikro, Konsumer, dan
Treasury Line.
Kebijakan Umum Perkreditan (KUP) memberikan pedoman lengkap keseluruhan proses pemberian kredit dari
proses awal pengajuan kredit, proses analisis, persetujuan, pemantauan, dokumentasi, pengendalian,
99
Page 103
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
penyelamatan atau restrukturisasi dan penyelesaian kredit, sehingga dapat menjaga kualitas dan target bisnis
yang ditetapkan.
Dalam rangka mendukung proses pemberian kredit yang prudent, Bank melakukan pengkajian dan
penyempurnaan kebijakan perkreditan maupun proses bisnis prekreditan secara berkala.
Pengelolaan risiko kredit diukur dan diterapkan pada tingkat individu dan portofolio pada segmen Menengah,
Ritel dan Konsumer. Fungsi pemasaran dan analisa kredit dilakukan oleh Account Officer yang berada di bawah
Unit Bisnis. Selanjutnya Unit Analisa Risiko Kredit mensupport data analisa kredit secara makro sesuaidengan
prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Condition, Collateral) dan 5P (Penilaian, Pengikatan, Penguasaan,
Pengamanan, dan Pemanfaatan). Putusan terhadap usulan kredit dilakukan oleh Pejabat yang berbeda dari
Pemrakarsa kredit yaitu individu Pemutus kredit ataupun rapat Komite Kredit sesuai dengan eksposur kredit
yang diputus. Dengan demikian, putusan yang diberikan sesuai dengan asas-asas perkreditanyang baik dan
sehat berdasarkan profesionalisme secara jujur, objektif, cermat dan saksama
Manajemen Risiko Kredit
Penerapan manajemen risiko untuk aktivitas perkreditan dilakukan sebagai berikut:
Terdapat pemisahan Pejabat Relationship Management (RM) dan Credit Risk Management (CRM).
Terdapat pemisahan pengelolaan kredit lancar (performing) dengan kredit kualitas rendah agar
pengelolaan risiko dalam aktivitas perkreditan dan aktivitas perkreditan yang berorientasi pada
pertumbuhan bisnis yang sehat dilaksanakan berjalan baik.
Setiap individu Pejabat kredit lini mendapat delegasi kewenangan memprakarsai atau memutus kredit
yang dituangkan dalam suatu penetapan berdasarkan pertimbangan kompetensi, kapabilitas, pengalaman
di bidangperkreditan, integritas, sehingga setiap prakarsa atau putusan akan dibuat berdasarkan penilaian
yang tajam dan komprehensif dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam perbankan (prudential
banking).
Credit Risk Rating (CRR) dan Credit Risk Scoring (CRS) sebagai perangkat pengukur risiko dalam proses
perkreditan
Kapasitas appetite kredit ditetapkan melalui Pasar Sasaran (PS) dan Kriteria Risiko yang Dapat Diterima
(KRD)serta penerapan Loan Portfolio Guidelines (LPG) sebagai pedoman dalam pelaksanaan ekspansi
kredit.
Pengendalian risiko dilakukan dengan cara melakukan pembatasan eksposur, monitoring on site dan off
site terhadap usaha Debitur, dan tindakan perbaikan sehingga usaha Debitur maupun bisnis bank berjalan
lancar
Dalam melakukan monitoring terhadap usaha Debitur diterapkan konsep early warning system (EWS)
untuk mendeteksi dini potensi permasalahan bisnis baik karena sebab internal maupun faktor eksternal.
(i) Analisa eksposur maksimum terhadap risiko kredit setelah memperhitungkan dampak agunan dan mitigasi
risiko kredit lainnya
Nilai tercatat dari aset keuangan Bank selain kredit yang diberikan dan efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali menggambarkan eksposur maksimum atas risiko kredit.
Untuk kredit yang diberikan, Bank menggunakan agunan untuk meminimalkan risiko kredit. Berdasarkan
klasifikasi risiko, portofolio kredit Bank dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu:
(a) Secured loans
(b) Partially secured loans
Untuk secured loans, Bank menetapkan jenis dan nilai agunan yang dijaminkan sesuai skema kredit dan
perkiraan tingkat risiko kredit dari counterpart sebagai second way out yang ditetapkan. Jenis dari agunan
terdiri dari:
(a) Agunan fisik, seperti tanah dan bangunan, BPKB kendaraan bermotor, dan properti.
(b) Agunan keuangan, seperti simpanan tabungan, giro, deposito berjangka, dan surat berharga.
(c) Lainnya, seperti piutang dagang, garansi, jaminan Pemerintah, dan Lembaga Penjamin.
Partially secured loans merupakan kredit yang diberikan untuk skema kredit tertentu yang telah melalui uji
kelayakan sehingga walaupun tidak sepenuhnya dijamin oleh agunan, namun telah dilakukan mitigasi
100
Page 104
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
risiko yang diperlukan sehingga kemampuan pengembaliannya dapat dipastikan.
Segmen kredit konsumer yang merupakan kredit kepada karyawan dan kredit konsumtif, guna
memperkecil risiko gagal bayar bilamana karyawan meninggal dunia atau mengalami Pemutusan
Hubungan Kerja (PHK) maka kredit ini dilindungi oleh asuransi jiwa dan asuransi PHK dengan banker’s
clause.
Segmen kredit ritel dan menengah merupakan kredit tujuan produktif, sesuai ketentuan perkreditan
diperlukan agunan. Agunan dapat berupa agunan fisik, agunan keuangan, atau lainnya seperti piutang
dagang atau garansi. Untuk seluruh agunan khususnya physical collateral akan dilakukan penilaian
dimana nilai likuidasi atas agunan tersebut digunakan dalam menentukan kecukupan agunan (collateral
coverage ratio).
Agunan dilakukan pengikatan sesuai ketentuan perkreditan sehingga risiko kredit diminimalkan apabila
debitur mengalami kegagalan dalam pembayaran kembali (wanprestasi) di kemudian hari. Selain aspek
agunan untuk meminimalkan risiko kredit, pemberian kredit oleh Bank selalu dilakukan berdasarkan
evaluasi dan analisa kelayakan sehingga kemampuan pengembalian kredit (first way out) dapat dipastikan.
Setiap pengajuan kredit wajib melalui proses pre-screening kemudian dilakukan scoring untuk kredit
konsumtif dan rating untuk kredit komersial.
Terdapat keharusan bagi Debitur untuk memenuhi evaluasi atas kelayakan bisnisnya memperoleh kredit,
pengikatan kredit secara legal, pre-screening dan proses rating atau scoring, dan kecukupan agunan yang
dipersyaratkan, untuk menurunkan eksposur risiko pinjamannya ke tingkat yang layak dan dapat diterima.
(ii) Kualitas aset keuangan
Tabel di bawah menunjukkan kualitas aset keuangan berdasarkan golongan aset untuk semua aset
keuangan yang mempunyai risiko kredit (diluar cadangan kerugian penurunan nilai):
30 Juni 2023
Belum jatuh tempo atau Telah jatuh
tidak mengalami penurunan tempo tetapi
nilai tidak
mengalami Mengalami
Tingkat tinggi Tingkat penurunan penurunan
standar nilai nilai Total
Aset
Giro pada Bank Indonesia 695.601.096 - - - 695.601.096
Giro pada bank lain 285.078.033 73.618.762 - - 358.696.795
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain 459.872.329 - - - 459.872.329
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 489.745.365 - - - 489.745.365
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 1.484.396.367 - - - 1.484.396.367
Biaya perolehan diamortisasi 2.068.439.381 - - - 2.068.439.381
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali 539.624.951 - - - 539.624.951
Kredit yang diberikan
Menengah 1.124.004.532 92.039.222 - 2.426.314.369 3.642.358.123
Ritel 775.546.938 290.223.671 188.276.345 227.258.270 1.481.305.224
Konsumer 744.778.513 88.110.551 52.766.059 39.636.028 925.291.151
Penyertaan saham - 77.510 - - 77.510
Aset lain-lain*) 53.279.874 10.675.874 - - 63.955.748
Total 8.720.367.379 554.745.590 241.042.404 2.693.208.667 12.209.364.040
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
101
Page 105
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2022
Belum jatuh tempo atau Telah jatuh
tidak mengalami penurunan tempo tetapi
nilai tidak
mengalami
penurunan
Tingkat nilai Mengalami
standar/ penurunan
Tingkat tinggi nilai Total
Aset
Giro pada Bank Indonesia 973.164.695 - - - 973.164.695
Giro pada bank lain 170.149.953 23.059.196 - - 193.209.149
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain 952.737.263 - - - 952.737.263
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 118.313.100 - - - 118.313.100
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 2.197.792.036 - - - 2.197.792.036
Biaya perolehan diamortisasi 2.047.526.960 - - - 2.047.526.960
Kredit yang diberikan
Menengah 1.313.357.364 278.737.969 - 2.938.914.598 4.531.009.931
Ritel 1.611.305.730 441.353.687 100.674.204 165.523.992 2.318.857.613
Konsumer 748.435.521 108.645.611 44.093.988 15.601.337 916.776.457
Tagihan akseptasi - 70.880.537 - - 70.880.537
Penyertaan saham - 77.510 - - 77.510
Aset lain-lain*) 65.679.589 46.756.754 - - 112.436.343
Total 10.198.462.211 969.511.264 144.768.192 3.120.039.927 14.432.781.594
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
Kualitas kredit didefinisikan sebagai berikut:
Tingkat tinggi
(a) Giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain yaitu
giro atau penempatan pada institusi Pemerintah, institusi Pemerintah Daerah, bank yang terdaftar di
bursa serta transaksi dengan bank yang memiliki reputasi baik dengan tingkat kemungkinan gagal
bayar atas kewajiban yang rendah.
(b) Efek-efek yaitu efek-efek yang dikeluarkan oleh Pemerintah, efek-efek dan obligasi yang termasuk
dalam investment grade dengan rating minimal idBBB (Pefindo), BBB+ (S&P), Baa1 (Moody’s) atau
BBB+ (Fitch).
(c) Tagihan lainnya yaitu tagihan kepada pihak ketiga yang belum jatuh tempo dan memiliki kapasitas
finansial yang kuat dalam hal pembayaran kembali seluruh kewajibannya tepat waktu.
(d) Kredit yang diberikan yaitu kredit kepada debitur dengan riwayat pembayaran yang baik dan tidak
pernah direstrukturisasi, memiliki kemampuan membayar dan rasio-rasio laporan posisi keuangan
yang konservatif.
(e) Penyertaan saham adalah investasi bank pada entitas lain dengan kepemilikan dibawah 20%. Entitas
tersebut merupakan institusi Pemerintah atau institusi Pemerintah Daerah.
(f) Aset lain-lain yaitu piutang bunga kepada Pemerintah atau Pemerintah Daerah seperti Pendapatan
Bunga yang Masih Harus Diterima (PYMHD) atas obligasi Pemerintah dan piutang lainnya.
Tingkat standar
(a) Giro pada bank lain, penempatan pada bank lain yaitu giro atau penempatan pada bank yang tidak
terdaftar di bursa.
(b) Efek-efek dan obligasi yaitu efek-efek dan obligasi yang termasuk dalam non-investment grade dengan
rating minimal idBB (Pefindo), BBB- (S&P), Baa3 (Moody’s) atau BBB- (Fitch).
(c) Tagihan lainnya kepada pihak ketiga yang belum jatuh tempo dan memiliki kapasitas finansial yang
memadai dalam hal pembayaran kembali seluruh kewajibannya tepat waktu.
102
Page 106
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(d) Kredit yang diberikan yaitu kredit kepada debitur dengan riwayat pembayaran yang baik, debitur
dengan riwayat pernah direstrukturisasi, akses terbatas untuk memperoleh pendanaan dalam jumlah
besar dari pasar terbuka, tingkat pendapatan dan kinerja keseluruhan tidak stabil, memiliki kemampuan
membayar yang cukup.
(e) Penyertaan saham adalah investasi bank pada entitas lain selain institusi Pemerintah dengan
kepemilikan dibawah 20%.
(f) Aset lain-lain yaitu aset keuangan lainnya selain piutang bunga kepada Pemerintah atau Pemerintah
Daerah seperti tagihan rupa-rupa kepada pihak ketiga lainnya.
Analisa kualitas kredit
(a) Peningkatan risiko kredit secara signifikan
Ketika menentukan apakah risiko gagal bayar pada instrumen keuangan telah meningkat secara
signifikan sejak pengakuan awal, Bank mempertimbangkan informasi yang wajar dan terdukung, serta
relevan yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang berlebihan. Hal tersebut mencakup informasi dan
analisa kuantitatif dan kualitatif, berdasarkan pada pengalaman historis dan penilaian pakar kredit dan
termasuk perkiraan masa depan (forward-looking).
Tujuan dari penilaian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah peningkatan risiko kredit secara
signifikan atas eksposur telah terjadi dengan membandingkan:
(1) Probability of Default (PD) atas umur tersisa pada tanggal pelaporan; dengan
(2) Probability of Default (PD) atas umur tersisa yang diestimasi pada saat pengakuan awal
eksposur (jika relevan, disesuaikan dengan perubahan ekspektasi pembayaran dimuka).
Bank juga menggunakan kriteria berikut dalam menentukan apakah peningkatan risiko kredit secara
signifikan atas eksposur telah terjadi:
(1) Pengujian kuantitatif berdasarkan perubahan Probability of Default (PD).
(2) Indikator kualitatif.
(3) Tertunggak lebih dari 30 hari.
(b) Penentuan struktur Probability of Default
Credit risk grades adalah input utama dalam penentuan struktur PD term structure atas eksposur. Bank
mengumpulkan informasi kinerja dan gagal bayar tentang eksposur risiko kredit yang dianalisa
berdasarkan yurisdiksi atau wilayah dan menurut jenis produk dan peminjam serta penilaian risiko
kredit. Untuk beberapa portofolio, informasi yang dibeli dari penilai kredit eksternal juga digunakan.
Bank menggunakan model statistik untuk menganalisa data yang dikumpulkan dan menghasilkan
perkiraan PD atas umur tersisa dan bagaimana hal ini diperkirakan akan berubah sebagai akibat dari
berlalunya waktu.
Analisa ini mencakup identifikasi dan kalibrasi hubungan antara perubahan tingkat gagal bayar dan
perubahan dalam faktor-faktor makro ekonomi utama serta analisa mendalam tentang dampak faktor-
faktor lain tertentu (misalkan restrukturisasi) pada risiko gagal bayar. Untuk sebagian besar eksposur,
indikator makro ekonomi utama meliputi: Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB), suku bunga acuan, dan
tingkat pengangguran. Untuk eksposur pada industri dan/atau wilayah tertentu, analisa dapat
mencakup harga komoditas dan/atau harga properti yang relevan.
(c) Penentuan terjadinya peningkatan risiko kredit secara signifikan
Kriteria untuk menentukan apakah risiko kredit telah meningkat secara signifikan bervariasi untuk
setiap portofolio dan termasuk perubahan kuantitatif pada PD dan faktor kualitatif, termasuk penentuan
berdasarkan status hari tunggakan.
Risiko kredit dari eksposur tertentu dianggap telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal
jika, berdasarkan permodelan kuantitatif Bank, PD atas umur tersisa telah meningkat signifikan.
103
Page 107
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Bank juga dapat menggunakan penilaian dari analis kredit dan, jika mungkin, pengalaman historis yang
relevan, dalam menentukan bahwa mungkin eksposur telah mengalami peningkatan risiko kredit yang
signifikan berdasarkan indikator kualitatif tertentu yang dianggap dapat mengindikasi hal tersebut dan
pengaruhnya mungkin tidak sepenuhnya tercermin dalam analisis kuantitatif secara tepat waktu.
Bank menentukan bahwa peningkatan risiko kredit secara signifikan belum terjadi apabila masih kurang
dari 30 hari tunggakan. Hari tunggakan ditentukan dengan menghitung jumlah hari sejak tanggal jatuh
tempo awal dimana pembayaran penuh belum diterima. Tanggal jatuh tempo ditentukan tanpa
mempertimbangkan masa tenggang yang mungkin tersedia bagi peminjam. Bank memantau efektivitas
kriteria yang digunakan dalam mengidentifikasi peningkatan risiko kredit yang signifikan dengan cara
reviu berkala.
Bank memantau efektivitas kriteria yang digunakan dalam mengidentifikasi peningkatan risiko kredit
yang signifikan dengan cara reviu berkala.
(d) Modifikasi aset keuangan
Ketentuan kontraktual pinjaman dapat dimodifikasi untuk beberapa alasan, termasuk perubahan
kondisi pasar, retensi pelanggan dan faktor-faktor lain yang tidak terkait dengan penurunan kredit saat
pinjaman yang ketentuan kontraktualnya dimodifikasi dapat menyebabkan pinjaman awal dihentikan
pengakuannya dan pinjaman hasil modifikasi diakui sebagai pinjaman baru pada nilai wajar.
Ketika ketentuan kontraktual pinjaman dimodifikasi dan tidak mengakibatkan penghentian pengakuan,
penentuan terjadinya peningkatan risiko kredit secara signifikan dilakukan dengan cara
membandingkan:
Sisa PD sepanjang umur pada tanggal pelaporan berdasarkan ketentuan yang dimodifikasi;
dengan
Sisa PD sepanjang umur yang diestimasi berdasarkan data pada saat pengakuan awal dan
ketentuan kontraktual awal.
(e) Definisi gagal bayar (default)
Bank menganggap aset keuangan dalam keadaan gagal bayar ketika:
Debitur tidak mungkin membayar kewajiban kreditnya secara penuh, tanpa bantuan (recourse)
dari kelompok usahanya; atau
Debitur telah melewati jatuh tempo lebih dari 90 hari atas kewajiban kredit material apa pun
kepada kelompok usahanya.
Dalam menilai apakah debitur dalam keadaan gagal bayar, Bank mempertimbangkan indikator berikut:
Kualitatif, seperti pelanggaran persyaratan penjanjian (covenants);
Kuantitatif, seperti status tunggakan; dan
Berdasarkan data yang dikembangkan secara internal dan diperoleh dari sumber eksternal.
Bank menggunakan informasi forward-looking dalam menilai apakah telah terjadinya peningkatan
risiko kredit secara signifikan dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian.
(f) Input, asumsi, dan teknik yang digunakan dalam mengestimasi penurunan nilai
Penggunaan informasi perkiraan masa depan (forward-looking)
Berdasarkan saran dari Komite Manajemen Risiko, pakar ekonomi dan pertimbangan berbagai
informasi aktual dan perkiraan eksternal, Bank merumuskan pandangan dasar (base case) tentang
pergerakan variabel ekonomi yang relevan dimasa depan serta perkiraan skenario lain yang mungkin
terjadi. Proses ini meliputi pengembangan dua atau lebih skenario ekonomi tambahan dan
mempertimbangkan probabilitas relatif dari keluaran (output) yang mungkin. Informasi eksternal
mencakup data ekonomi dan perkiraan yang diterbitkan oleh, seperti badan pemerintah dan analis
sektor swasta dan akademisi terpilih.
104
Page 108
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pandangan dasar (base case) mencerminkan keluaran dengan probabilitas yang paling tinggi dan
digunakan dalam perencanaan strategis dan anggaran. Skenario yang lain, mencerminkan keluaran
yang lebih optimis dan keluaran yang lebih pesimis.
Skenario ekonomi yang dirumuskan menggunakan kisaran indikator utama berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pertumbuhan PDB Dasar 5,00% Dasar 5,00%
Kisaran antara 3,90% Kisaran antara 3,90%
hingga 5,70% hingga 5,70%
Tingkat Konsumsi Dasar 5,10% Dasar 5,10%
Kisaran antara 4,00% Kisaran antara 4,00%
hingga 5,50% hingga 5,50%
Tingkat Investasi Dasar 4,10% Dasar 4,10%
Kisaran antara 3,70% Kisaran antara 3,70%
hingga 5,00% hingga 5,00%
Input utama dalam pengukuran kerugian kredit ekspektasian adalah variabel berikut:
Probability of Default (PD)
Loss of Given Default (LGD)
Exposure at Default (EAD)
Parameter ini umumnya berasal dari model statistik yang dikembangkan secara internal dan data
historis lainnya. Parameter ini disesuaikan untuk mencerminkan informasi forward-looking.
Estimasi PD adalah estimasi pada tanggal tertentu, yang dihitung berdasarkan model peringkat
statistik, dan dinilai menggunakan rating yang disesuaikan dengan berbagai kategori dari debitur dan
eksposur. Model statistik ini didasarkan pada data yang disusun secara internal yang terdiri dari faktor
kuantitatif dan kualitatif.
LGD adalah besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar. Parameter LGD diestimasi secara historis
berdasarkan tingkat pemulihan atas klaim terhadap debitur yang gagal bayar. Model LGD
mempertimbangkan struktur, jaminan, senioritas klaim, industri debitur, dan biaya pemulihan setiap
jaminan yang merupakan bagian integral dari aset keuangan.
EAD merepresentasikan estimasi eksposur jika terjadi gagal bayar. EAD suatu aset keuangan adalah
jumlah tercatat bruto.
Untuk komitmen pinjaman dan jaminan keuangan, EAD mencakup jumlah yang telah ditarik, serta
jumlah potensial di masa depan yang akan ditarik, yang diestimasi berdasarkan pengamatan historis
dan perkiraan berwawasan ke depan (forward-looking).
Ketika pemodelan parameter dilakukan secara kolektif, instrumen keuangan dikelompokkan
berdasarkan kesamaan karakteristik risiko yang meliputi:
jenis instrumen;
peringkat risiko kredit;
jenis agunan;
tanggal pengakuan awal;
sisa waktu jatuh tempo.
105
Page 109
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Berdasarkan PSAK No. 60, aset keuangan yang telah jatuh tempo ditentukan ketika debitur gagal
melakukan pembayaran sesuai jadwal. Tabel di bawah menunjukkan aging analysis terhadap kredit
yang diberikan yang telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai:
30 Juni 2023
≤ 30 hari 31 - 60 hari 61 - 90 hari > 90 hari Total
Kredit yang diberikan
Menengah - - - - -
Ritel 144.188.144 44.088.202 - - 188.276.346
Konsumer 52.216.249 549.809 - - 52.766.058
Total 196.404.393 44.638.011 - - 241.042.404
31 Desember 2022
≤ 30 hari 31 - 60 hari 61 - 90 hari > 90 hari Total
Kredit yang diberikan
Menengah 90.330.392 - 10.343.812 - 100.674.204
Ritel 43.472.834 - 621.154 - 44.093.988
Total 133.803.226 - 10.964.966 - 144.768.192
(iii) Analisa konsentrasi risiko
(a) Sektor geografis
Tabel berikut menggambarkan rincian eksposur kredit yang dikategorikan berdasarkan wilayah
geografis pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Pengelompokan wilayah geografis
berdasarkan tempat beroperasinya bisnis Bank yang sekaligus menggambarkan potensial bisnis
wilayah masing-masing:
30 Juni 2023
Jabodetabek Jawa Sumatera Kalimantan Sulawesi Total
Aset
Giro pada Bank Indonesia 695.601.096 - - - - 695.601.096
Giro pada bank lain 358.516.340 120.514 49.942 - 10.000 358.696.796
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain 459.872.329 - - - - 459.872.329
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 489.745.365 - - - - 489.745.365
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 1.484.396.367 - - - - 1.484.396.367
Biaya perolehan diamortisasi 2.068.439.381 - - - - 2.068.439.381
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali 539.624.951 - - - - 539.624.951
Kredit yang diberikan
Menengah 3.429.900.784 8.699.953 203.757.386 - - 3.642.358.123
Ritel 847.157.070 158.789.879 414.039.023 - 61.319.253 1.481.305.224
Konsumer 624.151.801 24.128.912 255.509.418 - 21.501.020 925.291.151
Penyertaan saham 77.510 - - - - 77.510
Aset lain-lain*) 63.469.317 41.245 281.706 - 159.980 63.955.748
Total 11.060.955.810 191.780.504 873.637.474 - 82.990.253 12.209.364.041
Cadangan kerugian
penurunan nilai (846.116.406)
Neto 11.363.247.635
Rekening Administratif
Fasilitas kredit yang belum ditarik**) ` 75.620.571 14.173.615 32.621.313 - 6.371.983 128.787.482
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor - - - - - -
Garansi yang diterbitkan - - 222.552 - - 222.552
Total 75.620.571 14.173.615 32.843.865 - 6.371.983 129.010.034
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
**)
Hanya fasilitas kredit komitmen yang belum ditarik.
106
Page 110
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2022
Jabodetabek Jawa Sumatera Kalimantan Sulawesi Total
Aset
Giro pada Bank Indonesia 973.164.695 - - - - 973.164.695
Giro pada bank lain 193.012.302 120.663 66.184 - 10.000 193.209.149
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain 952.737.263 - - - - 952.737.263
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 118.313.100 - - - - 118.313.100
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 2.197.792.036 - - - - 2.197.792.036
Biaya perolehan diamortisasi 2.047.526.960 - - - - 2.047.526.960
Tagihan lainnya - - - - -
Kredit yang diberikan
Menengah 4.311.144.947 14.449.883 205.415.101 - - 4.531.009.931
Ritel 1.672.549.663 153.783.726 429.328.318 - 63.195.906 2.318.857.613
Konsumer 582.964.103 26.543.837 282.240.400 - 25.028.117 916.776.457
Tagihan akseptasi 70.880.537 - - - - 70.880.537
Penyertaan saham 77.510 - - - - 77.510
Aset lain-lain*) 112.171.802 27.800 132.911 - 103.830 112.436.343
Total 13.232.334.918 194.925.909 917.182.914 - 88.337.853 14.432.781.594
Cadangan kerugian
penurunan nilai (1.322.234.324)
Neto 13.110.547.270
Rekening Administratif
Fasilitas kredit yang belum ditarik**) ` 356.479.506 13.306.688 67.920.984 - 8.224.514 445.931.692
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor 2.305.313 - - - - 2.305.313
Garansi yang diterbitkan 1.200.000 67.257 222.552 - - 1.489.809
Total 359.984.819 13.373.945 68.143.536 - 8.224.514 449.726.814
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
**)
Hanya fasilitas kredit komitmen yang belum ditarik.
(b) Sektor industri
Tabel berikut menggambarkan rincian eksposur kredit pada nilai tercatat yang dikategorikan
berdasarkansektor industri pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022:
30 Juni 2023
Pemerintah Bank dan
(termasuk lembaga
Bank keuangan Perusahaan
Indonesia) lainnya lainnya Perseorangan Total
Aset
Giro pada 695.601.096 - - - 695.601.096
Bank Indonesia
Giro pada bank lain - 358.696.795 - - 358.696.795
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain 459.872.329 - - - 459.872.329
Efek-efek
Nilai wajar melalui
laporan laba rugi 449.447.265 39.302.000 996.100 - 489.745.365
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 1.398.613.767 80.782.600 5.000.000 - 1.484.396.367
Biaya perolehan diamortisasi 2.045.894.540 22.544.841 - - 2.068.439.381
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali 539.624.951 - - - 539.624.951
Kredit yang diberikan
Menengah 937.171.847 - 2.705.186.277 - 3.642.358.123
Ritel - - 998.709.189 482.596.035 1.481.305.224
Konsumer - - 1.012.506 924.278.645 925.291.151
Penyertaan saham - 57.510 20.000 - 77.510
Aset lain-lain*) 53.279.874 747.511 9.928.364 - 63.955.749
Total 6.579.505.669 502.131.257 3.720.852.436 1.406.874.680 12.209.364.041
Cadangan kerugian
penurunan nilai (846.116.406)
Neto 11.363.247.635
Rekening Administratif
Fasilitas kredit yang belum ditarik**) 25.000.000 - 90.533.566 13.253.917 128.787.482
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor - - - - -
Garansi yang diterbitkan - 222.552 - - 222.552
Total 25.000.000 1.747.134 90.533.566 13.253.917 129.010.034
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
**)
Hanya fasilitas kredit komitmen yang belum ditarik.
107
Page 111
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2022
Pemerintah Bank dan
(termasuk lembaga
Bank keuangan Perusahaan
Indonesia) lainnya lainnya Perseorangan Total
Aset
Giro pada 973.164.695 - - - 973.164.695
Bank Indonesia
Giro pada bank lain - 193.209.149 - - 193.209.149
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain 952.737.263 - - - 952.737.263
Efek-efek
Nilai wajar melalui
laporan laba rugi 58.434.000 48.875.000 11.004.100 - 118.313.100
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 2.072.061.436 75.715.600 50.015.000 - 2.197.792.036
Biaya perolehan diamortisasi 2.004.657.335 42.869.625 - - 2.047.526.960
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali - - - - -
Tagihan lainnya - - - - -
Kredit yang diberikan
Menengah 911.172.807 - 3.619.837.124 - 4.531.009.931
Ritel - - 1.768.036.881 550.820.732 2.318.857.613
Konsumer - - 932.451 915.844.006 916.776.457
Tagihan Akseptasi - - 70.880.537 - 70.880.537
Penyertaan saham - 57.510 20.000 - 77.510
Aset lain-lain*) 69.903.729 348.203 42.184.411 - 112.436.343
Total 7.042.131.265 361.075.087 5.562.910.504 1.466.664.738 14.432.781.594
Cadangan kerugian
penurunan nilai (1.322.234.324 )
Neto 13.110.547.270
Rekening Administratif
Fasilitas kredit yang belum ditarik**) 100.000.030 - 329.632.749 16.298.913 445.931.692
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam
rangka impor - - 2.305.313 - 2.305.313
Garansi yang diterbitkan - 222.552 1.267.257 - 1.489.809
Total 100.000.030 222.552 333.205.319 16.298.913 449.726.814
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
**)
Hanya fasilitas kredit komitmen yang belum ditarik.
(iv) Kenaikan dan penurunan nilai aset keuangan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022:
(a) Giro pada bank lain
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 aset keuangan ini mengalami kenaikan nilai secara
kolektif.
(b) Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 aset keuangan ini tidak mengalami penurunan nilai
baik secara individual maupun kolektif.
(c) Efek-efek
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 aset keuangan ini mengalami kenaikan nilai secara
kolektif.
(d) Tagihan akseptasi
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, aset keuangan ini mengalami mengalami
penurunan nilai secara kolektif.
108
Page 112
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(e) Kredit yang diberikan
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, rincian kredit yang tidak mengalami penurunan
nilai dan yang mengalami penurunan nilai adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023
Belum jatuh tempo atau tidak Telah jatuh
mengalami penurunan nilai tempo tetapi
tidak
Mengalami
Tingkat mengalami
Tingkat tinggi penurunan Total
standar penurunan
nilai
nilai
Rupiah
Pertanian 711.249.783 48.520.976 25.300.474 1.953.296.309 2.738.367.542
Konstruksi 415.180.010 28.692.064 13.581.903 507.755.180 965.209.157
Perdagangan 382.094.177 133.384.362 82.558.591 68.994.036 667.031.166
Pengangkutan 261.565.407 8.955.919 8.116.833 14.799.319 293.437.478
Jasa dunia usaha 93.252.889 103.052.016 8.432.691 4.894.110 209.631.706
Perindustrian 57.246.340 30.112.027 15.130.853 70.713.758 173.202.978
Jasa pelayanan sosial 26.074.639 23.836.484 33.189.566 6.736.764 89.837.453
Listrik, gas dan air 13.245.103 749.000 3.931.386 230.315 18.155.803
Pertambangan 1.498.615 4.960.045 31.258 - 6.489.918
Lain-lain 574.226.772 88.110.552 50.768.849 35.803.876 748.910.049
2.535.633.735 470.373.445 241.042.404 2.663.223.667 5.910.273.250
Dolar Amerika Serikat
Pertanian 108.696.248 - - 108.696.248
Pengangkutan - - - 29.985.000 29.985.000
108.696.248 - - 29.985.000 138.681.248
2.644.329.983 470.373.445 241.042.404 2.693.208.668 6.048.954.498
Cadangan kerugian
penurunan nilai (845.215.754)
Neto 5.203.738.744
31 Desember 2022
Belum jatuh tempo atau tidak Telah jatuh
mengalami penurunan nilai tempo tetapi
tidak Mengalami
Tingkat tinggi Tingkat mengalami
standar penurunan penurunan Total
nilai nilai
Rupiah
Pertanian 1.329.011.421 57.856.758 21.993.079 1.957.254.375 3.366.115.633
Perindustrian 175.515.548 38.002.982 9.428.956 66.079.572 289.027.058
Perdagangan 541.138.896 206.977.491 49.469.335 71.090.962 868.676.684
Konstruksi 432.777.952 219.895.447 2.986.706 511.511.881 1.167.171.986
Jasa dunia usaha 123.889.600 118.206.884 2.123.899 57.903.456 302.123.839
Pengangkutan 103.967.838 17.017.729 4.276.002 10.996.789 136.258.358
Listrik, gas dan air 33.501.048 4.378.650 - 243.929 38.123.627
Jasa pelayanan sosial 34.671.731 51.179.498 10.298.970 714.271 96.864.470
Pertambangan 6.180.299 6.576.217 97.257 - 12.853.773
Lain-lain 748.905.865 108.645.611 44.093.989 15.601.337 917.246.802
3.529.560.197 828.737.266 144.768.193 2.691.396.574 7.194.462.230
Dolar Amerika Serikat
Listrik, gas dan air
Pertanian 132.324.394 - - 132.324.394
Perindustrian 11.214.024 - - 397.835.271 409.049.295
Pengangkutan - - - 30.808.082 30.808.082
143.538.418 - - 428.643.353 572.181.771
3.673.098.615 828.737.266 144.768.193 3.120.039.927 7.766.644.001
Cadangan kerugian
(1.321.540.011)
penurunan nilai
Neto 6.445.103.990
(f) Aset lain-lain
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, aset keuangan ini tidak mengalami penurunan nilai
secara individual maupun kolektif.
109
Page 113
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(g) Rekening administratif
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, aset keuangan ini mengalami penurunan nilai baik
secara individual dan kolektif, sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah
Fasilitas kredit yang belum ditarik 128.787.482 522.416.123
Garansi yang diterbitkan 222.552 5.822.010
129.010.034 528.238.133
Dolar Amerika Serikat
Fasilitas kredit yang belum ditarik - 63.947.971
L/C yang tidak dapat dibatalkan
yang masih berjalan dalam rangka impor - 2.049.054
- 65.997.025
Total 129.010.034 594.235.158
Cadangan kerugian penurunan nilai (515.355) (2.812.147)
Neto 128.494.679 446.914.667
Manajemen Risiko Pasar
Pengelolaan manajemen risiko pasar dilakukan melalui rapat Asset and Liability Committee (ALCO) yang
membahas manajemen risiko pasar, strategi Asset and Liability Management (ALMA) dan pengukuran risiko
pasar melalui analisis terhadap pemicu munculnya risiko (risk driver), yaitu suku bunga dan nilai tukar. Risiko
suku bunga dan risiko nilai tukar dapat berasal dari posisi trading book maupun banking book. Cakupan posisi
banking book dan trading book mengacu pada ketentuan Bank Indonesia mengenai kewajiban penyediaan
modal minimum (CAR).
Dalam pengelolaan risiko pasar trading book, Bank menetapkan prinsip segregation of duties. Terdapat
pemisahan fungsi antara pihak yang melakukan transaksi, yang melakukan pencatatan transaksi, verifikasi, unit
pembuat kebijakan, prosedur dan penetapan limit serta pengukuran risiko pasarnya termasuk perhitungan CAR.
Bank melakukan perhitungan CAR risiko pasar dengan menggunakan model standar sebagai komponen
perhitungan CAR. Apabila terdapat gap terhadap eksposur aset dan liabilitas untuk risiko pasar dan risiko nilai
tukar dalam periode tidak lebih dari 3 bulan, Bank memitigasinya dengan contingent stand by credit lines dari
BRI sebagai Entitas Induk
Risiko pasar banking book, terdiri dari risiko tingkat suku bunga yang diakibatkan oleh aktivitas perbankan (aset
dan liabilitas) dan risiko nilai tukar. Risiko pasar banking book dikelola dengan tujuan agar laporan posisi
keuangan Bank dapat bertahan pada perubahan suku bunga dan nilai tukar, sehingga dapat mencapai Net
Interest Income (NII) yang dapat dikendalikan sesuai dengan toleransi risiko Bank.
(a) Risiko tingkat suku bunga
Instrumen keuangan yang berbasis suku bunga memiliki risiko karena terdapat potensi perubahan suku
bunga yang akan membawa dampak kepada arus kas di masa depan.
Risiko tingkat suku bunga terutama terjadi karena adanya gap suku bunga (repricing gap) akibat
perbedaan-perbedaan dalam skedul jatuh tempo atau waktu repricing antar aset, liabilitas dan komponen
rekening administratif yang dimiliki oleh Bank.
110
Page 114
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tabel di bawah ini merupakan tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk posisi aset dan liabilitas
keuangan Bank untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022:
Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Mata uang Mata uang
Rupiah Rupiah
asing asing
(%) (%) (%) (%)
Aset
Giro pada bank lain 0,46 0,04 0,37 0,02
Penempatan pada
Bank Indonesia dan bank lain 5,36 2,18 3,28 1,17
Efek-efek 6,41 5,19 6,52 -
Efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali 5,96 -
Kredit yang diberikan 11,37 5,64 10,95 4,82
Liabilitas
Simpanan nasabah
Giro 2,60 0,21 2,88 0,25
Tabungan 2,95 - 2,84 -
Deposito berjangka 4,28 3,18 2,91 1,26
Simpanan dari bank lain
Deposito berjangka 5,34 - 3,24 -
Giro 0,19 - - -
Inter-bank call money 5,73 4,91 4,15 1,47
Pinjaman yang diterima 4,45 - 4,45 -
Tabel berikut ini mengikhtisarkan eksposur aset dan liabilitas terhadap risiko tingkat suku bunga (gross):
30 Juni 2023
Suku bunga mengambang
Lebih dari 3
bulan tetapi Tidak
Tidak lebih tidak lebih Lebih dari 1 Suku bunga dikenakan
dari 3 bulan dari 1 tahun tahun tetap bunga Total
Aset
Kas - - - - 7.312.940 7.312.940
Giro pada Bank Indonesia 695.601.096 - - - - 695.601.096
Giro pada bank lain 358.696.795 - - - - 358.696.795
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain - - - 459.872.329 - 459.872.329
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi - - - 489.745.365 - 489.745.365
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - - - 1.484.396.367 - 1.484.396.367
Biaya perolehan diamortisasi - - - 2.068.439.381 - 2.068.439.381
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali - - - 539.624.951 - 539.624.951
Tagihan derivatif - - - - - -
Kredit yang diberikan
Menengah 63.172.209 440.542.612 3.138.643.303 - - 3.642.358.124
Ritel 396.407.232 421.355.209 663.542.783 - - 1.481.305.224
Konsumer 187.497.133 98.472.192 639.321.826 - - 925.291.151
Penyertaan saham - - - - 77.510 77.510
Aset lain-lain*) - - - - 63.955.748 63.955.748
Total 1.701.374.465 960.370.013 4.441.507.912 5.042.078.393 71.346.198 12.216.676.981
Liabilitas
Liabilitas segera - - - - 28.123.530 28.123.530
Simpanan nasabah - - - - - -
Deposito berjangka 5.885.807.189 343.686.901 - - - 6.229.494.090
Giro 497.055.290 - - - - 497.055.290
Tabungan 1.473.363.291 - - - - 1.473.363.291
Simpanan dari bank lain 46.981.172 - - - - 46.981.172
Efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali - - - - - -
Liabilitas Akseptasi - - - - - -
Pinjaman yang diterima - - - 15.123.825 - 15.123.825
Liabilitas lain-lain**) - - - - 17.912.821 17.912.821
Total 7.903.206.942 343.686.901 - 15.123.825 46.036.350 8.308.054.019
Perbedaan (gap) repricing
suku bunga antara aset
dan liabilitas keuangan (6.201.832.477) 616.683.112 4.441.507.912 5.026.954.568 25.309.848 3.908.622.962
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
**)
Liabilitas lain-lain terdiri dari bunga yang masih harus dibayar, setoran jaminan dan liabilitas sewa.
111
Page 115
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2022
Suku bunga mengambang
Lebih dari 3
bulan tetapi Tidak
Tidak lebih tidak lebih Lebih dari 1 Suku bunga dikenakan
dari 3 bulan dari 1 tahun tahun tetap bunga Total
Aset
Kas - - - - 11.262.053 11.262.053
Giro pada Bank Indonesia 973.164.695 - - - - 973.164.695
Giro pada bank lain 193.209.149 - - - - 193.209.149
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain - - - 952.737.263 - 952.737.263
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi - - - 118.313.100 - 118.313.100
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - - - 2.197.792.036 - 2.197.792.036
Biaya perolehan diamortisasi - - - 2.047.526.960 - 2.047.526.960
Kredit yang diberikan
Menengah 90.418.464 402.044.460 4.038.547.007 - - 4.531.009.931
Ritel 407.106.394 728.382.591 1.183.368.628 - - 2.318.857.613
Konsumer 177.686.188 79.218.958 659.871.311 - - 916.776.457
Tagihan akseptasi - - - - 70.880.537 70.880.537
Penyertaan saham - - - - 77.510 77.510
Aset lain-lain*) - - - - 112.436.343 112.436.343
Total 1.841.584.890 1.209.646.009 5.881.786.946 5.316.369.359 194.656.443 14.444.043.647
Liabilitas
Liabilitas segera - - - - 16.720.511 16.720.511
Simpanan nasabah
Deposito berjangka 6.298.861.902 411.761.789 - - - 6.710.623.691
Giro 1.515.891.478 - - - - 1.515.891.478
Tabungan 1.588.385.850 - - - - 1.588.385.850
Simpanan dari bank lain 4.021 2.000.000 - - - 2.004.021
Efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali - - - 273.751.943 - 273.751.943
Liabilitas akseptasi - - - - 70.880.537 70.880.537
Pinjaman yang diterima - - - 15.599.956 - 15.599.956
Liabilitas lain-lain**) 41.968 16.947 94.867.171 - 13.662.928 108.589.014
Total 9.403.185.219 413.778.736 94.867.171 289.351.899 101.263.976 10.302.447.001
Perbedaan (gap) repricing
suku bunga antara aset
dan liabilitas keuangan (7.561.600.329) 795.867.273 5.786.919.775 5.027.017.460 93.392.467 4.141.596.646
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
**)
Liabilitas lain-lain terdiri dari bunga yang masih harus dibayar, setoran jaminan dan liabilitas sewa.
Tabel di bawah ini menunjukkan sensitivitas terhadap kemungkinan perubahan atas suku bunga terhadap
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan asumsi bahwa semua variabel lain yang dimiliki
adalah konstan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Dampak terhadap Dampak terhadap
laba (rugi) dan laba (rugi) dan
penghasilan penghasilan
Perubahan komprehensif lain Perubahan komprehensif lain
persentase sebelum pajak persentase sebelum pajak
Rupiah +1% 49.112.424 +1% 59.696.802
-1% (49.112.424) -1% (59.696.802)
Tingkat sensitivitas digunakan untuk menganalisis kemungkinan perubahan suku bunga yang berdampak
pada keuntungan dan kerugian portofolio banking book. Pada analisa sensitivitas di atas, asumsi
perubahan suku bunga untuk portofolio banking book dengan basis 1%.
(b) Risiko nilai tukar
Risiko nilai tukar merupakan risiko yang timbul karena adanya gap posisi valuta asing yang dimiliki Bank
yang tercermin dalam Posisi Devisa Neto (PDN) baik secara individual maupun secara keseluruhan.
Termasuk dalam posisi valuta asing tersebut yaitu posisi trading book yang dilakukan dengan tujuan untuk
mendapatkan keuntungan transaksi valuta asing dalam jangka pendek maupun posisi banking book dalam
rangka pengendalian PDN.
Menurut Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 17/5/PBI/2015 tanggal 29 Mei 2015 perubahan keempat atas
PBI No. 5/13/PBI/2003 tentang Posisi Devisa Neto Bank Umum tanggal 17 Juli 2003, PDN ditetapkan
maksimum sebesar 20% dari modal, sedangkan Bank secara internal menetapkan limit posisi devisa neto
per valuta asing maksimum sebesar 15% dari modal.
112
Page 116
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PDN Bank pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 Juni 2023
Posisi devisa
Mata uang Aset Liabilitas
neto
Laporan Posisi Keuangan dan
Rekening Administratif*)
Dólar Amerika Serikat 252.853.201 309.832.107 (56.978.906)
Modal 3.294.550.332
Rasio PDN (keseluruhan) -1,73%
31 Desember 2022
Posisi devisa
Mata uang Aset Liabilitas
neto
Laporan Posisi Keuangan dan
Rekening Administratif*)
Dolar Amerika Serikat 489.288.379 518.921.265 (29.632.886)
Modal 3.177.012.961
Rasio PDN (keseluruhan) 0,93%
*)
Merupakan penjumlahan absolut dari selisih aset dan liabilitas.
Tabel di bawah ini menunjukkan sensitivitas terhadap kemungkinan perubahan atas nilai tukar terhadap
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan asumsi bahwa semua variabel lain yang dimiliki
adalah konstan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Dampak terhadap Dampak terhadap
laba (rugi) dan laba (rugi) dan
penghasilan penghasilan
Perubahan komprehensif lain Perubahan komprehensif lain
persentase sebelum pajak persentase sebelum pajak
Dolar Amerika
+1% - +1% 23.053
Serikat
-1% - -1% (23.053)
Manajemen Risiko Likuiditas
Pengelolaan risiko likuiditas Bank telah diatur dalam kebijakan penerapan manajemen risiko likuiditas.
Kebijakan manajemen risiko likuiditas mencakup tata kelola likuiditas, penetapan strategi pendanaan, sistem
peringatan dini, pengukuran dan penetapan limit risiko likuiditas termasuk pengelolaan aset likuid berkualitas
tinggi (HQLA) dan rencana pendanaan darurat likuiditas. Kebijakan ini disusun untuk menjaga kecukupan dana
harian dalam memenuhi kewajiban secara terukur dari berbagai sumber dana yang tersedia termasuk
memastikan ketersediaan aset likuid berkualitas tinggi yang cukup.
Pengendalian eksposur dan konsentrasi likuiditas, dibahas pada rapat Asset and Liability Committee (ALCO)
dan rapat Risk Management Committee (RMC). Hal-hal yang dimonitor diantaranya terkait realisasi, limit risiko
konsentrasi deposan inti, Primary Reserve, Secondary Reserve, RIM, PLM, Liquidity Coverage Ratio (LCR),
Net Stable Funding ratio (NSFR) dan lainnya. Potensi risiko likuiditas di masa depan diukur melalui liquidity gap
analysis yang menggambarkan kondisi proyeksi lebih dan kurang arus kas berdasarkan jatuh tempo komponen
kas dari sisi aset dan sisi liabilitas, setelah memperhitungkan kebutuhan untuk ekspansi bisnis. Analisa ini
bermanfaat dalam perencanaan likuiditas yang lebih efisien dan pengelolaan arus kas, termasuk kebutuhan
ekspansi bisnis.
113
Page 117
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Berikut adalah tabel mengenai pemetaan aset dan liabilitas keuangan dalam skala waktu tertentu (maturity
bucket) berdasarkan sisa jangka waktu sampai dengan jatuh tempo (remaining maturity) pada tanggal 30 Juni
2023 dan 31 Desember 2022:
30 Juni 2023
Lebih dari 1 Lebih dari 3 Lainnya yang
Sampai dengan bulan sampai bulan sampai Lebih dari 1 tidak memiliki
1 bulan dengan 3 bulan dengan 1 tahun tahun jatuh tempo Total
Aset
Kas 7.312.940 - - - - 7.312.940
Giro pada Bank Indonesia 695.601.096 - - - - 695.601.096
Giro pada bank lain 358.696.795 - - - - 358.696.795
Cadangan kerugian
penurunan nilai - - - - (76.838) (76.838)
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain 459.872.329 - - - - 459.872.329
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 489.745.365 - - - - 489.745.365
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - - 1.484.396.367 - - 1.484.396.367
Biaya perolehan diamortisasi - 5.038.463 318.294.923 1.745.105.995 - 2.068.439.381
Cadangan kerugian
penurunan nilai - - - - (823.814) (823.814)
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali 282.696.967 163.083.532 93.844.451 - - 539.624.950
Kredit yang diberikan
Menengah 63.155.126 17.083 440.542.612 3.138.643.303 - 3.642.358.124
Ritel 284.951.094 111.456.138 421.355.209 663.542.783 - 1.481.305.224
Konsumer 181.285.378 6.211.755 98.472.192 639.321.826 - 925.291.151
Cadangan kerugian
penurunan nilai - - - - (845.215.754) (845.215.754)
Penyertaan saham - - - - 77.510 77.510
Aset lain-lain*) 2.359.718 - - 61.596.030 - 63.955.748
Total 2.825.676.808 285.806.971 2.856.905.754 6.248.209.937 (846.038.896) 11.370.560.574
Liabilitas
Liabilitas segera - 28.123.530 - - - 28.123.530
Simpanan nasabah
Deposito berjangka 3.918.354.639 1.967.452.551 343.686.901 - - 6.229.494.091
Giro 497.055.290 - - - - 497.055.290
Tabungan 1.473.363.291 - - - - 1.473.363.291
Simpanan dari bank lain 46.981.172 - - - - 46.981.172
Pinjaman yang diterima - - - 15.123.825 - 15.123.825
Liabilitas lain-lain**) - 48.950 17.863.871 - - 17.912.821
Total 5.935.754.392 1.995.625.031 361.550.772 15.123.825 - 8.308.054.020
Perbedaan jatuh tempo (3.110.077.584) (1.709.818.060) 2.495.354.982 6.233.086.112 (846.038.896) 3.062.506.554
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
**)
Liabilitas lain-lain terdiri dari bunga yang masih harus dibayar, setoran jaminan dan liabilitas sewa.
31 Desember 2022
Lebih dari 1 Lebih dari 3 Lainnya yang
Sampai dengan bulan sampai bulan sampai Lebih dari 1 tidak memiliki
1 bulan dengan 3 bulan dengan 1 tahun tahun jatuh tempo Total
Aset
Kas 11.262.053 - - - - 11.262.053
Giro pada Bank Indonesia 973.164.695 - - - - 973.164.695
Giro pada bank lain 193.209.149 - - - - 193.209.149
Cadangan kerugian
penurunan nilai - - - - (53.601) (53.601)
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain 952.737.263 - - - - 952.737.263
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 118.313.100 - - - - 118.313.100
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - - 2.197.792.036 - - 2.197.792.036
Biaya perolehan diamortisasi - 30.069.835 30.222.991 1.987.234.134 - 2.047.526.960
Cadangan kerugian
penurunan nilai - - - - (555.123) (555.123)
Kredit yang diberikan
Menengah 49.950.464 40.468.000 402.044.460 4.038.547.007 - 4.531.009.931
Ritel 210.648.428 196.457.965 728.382.592 1.183.368.628 - 2.318.857.613
Konsumer 173.896.648 3.789.541 79.218.957 659.871.311 - 916.776.457
Cadangan kerugian
penurunan nilai - - - - (1.321.540.011) (1.321.540.011)
Tagihan akseptasi 16.785.703 37.899.102 16.195.732 - - 70.880.537
Cadangan kerugian
penurunan nilai - - - - (85.589) (85.589)
Penyertaan saham - - - 77.510 - 77.510
Aset lain-lain*) 32.414.935 - - 80.021.408 - 112.436.343
Total 2.732.382.438 308.684.443 3.453.856.768 7.949.119.998 (1.322.234.324) 13.121.809.323
Liabilitas
Liabilitas segera - 16.720.511 - - - 16.720.511
Simpanan nasabah
Deposito berjangka 4.618.338.075 1.680.523.827 411.761.789 - - 6.710.623.691
Giro 1.515.891.478 - - - - 1.515.891.478
Tabungan 1.588.385.850 - - - - 1.588.385.850
Simpanan dari bank lain 4.021 - 2.000.000 - - 2.004.021
Efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali 223.742.890 50.009.053 - - - 273.751.943
Liabilitas akseptasi 16.785.703 37.899.102 16.195.732 - - 70.880.537
Pinjaman yang diterima - - - 15.599.956 - 15.599.956
Liabilitas lain-lain**) - 92.718 13.629.125 94.867.171 - 108.589.014
Total 7.963.148.017 1.785.245.211 443.586.646 110.467.127 - 10.302.447.001
Perbedaan jatuh tempo (5.230.765.579) (1.476.560.768) 3.010.270.122 7.838.652.871 (1.322.234.324) 2.819.362.322
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
**)
Liabilitas lain-lain terdiri dari bunga yang masih harus dibayar, setoran jaminan dan liabilitas sewa.
114
Page 118
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Manajemen Risiko Operasional
Penerapan manajemen risiko operasional dilakukan melalui penyusunan pedoman prosedur operasional
(BPO) bekerja untuk memastikan kejelasan tahapan aktivitas operasional dan bisnis dan meminimalkan
kejadian lalai ataupun fraud. Pengendalian risiko operasional juga dilakukan dengan menetapkan limit risiko
operasional yang terukur untuk memastikan kegiatan perbankan dilaksanakan secara penuh kehati-hatian
(prudently). Pengukuran kecukupan modal untuk meng-cover risiko operasional menggunakan pendekatan
metode indikator dasar.
Untuk meningkatkan pemahaman manajemen risiko secara menyeluruh maka dilakukan pelatihan berkala
manajemen risiko untuk Pekerja dan pelaksanaan kewajiban Sertifikasi Manajemen Risiko bagi Pejabat yang
diwajibkan bersertifikat.
Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) sebagai second line of defense bertanggung jawab dalam melakukan
penyusunan kebijakan dan metodologi, melakukan pengukuran, kaji ulang dan pemantauan manajemen risiko
pada tingkat perusahaan. SKMR melakukan pemantauan dan penilaian profil risiko Bank dan mengkaji dampak
risiko suatu produk dan aktivitas baru serta memberikan rekomendasi atas usulan mitigasi risiko.
Manajemen risiko adalah kegiatan yang menjadi tanggung jawab setiap Pekerja Bank, baik pada tingkat first
level, second level dan third level of defense. Setiap satuan kerja operasional sebagai pemegang risiko
berkewajiban untuk aktif dalam identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko baik di tingkat
transaksi maupun keseluruhan rangkaian aktivitas di unit kerjanya.
Manajemen Risiko Kepatuhan
Pengelolaan dan pengendalian risiko kepatuhan dilakukan dengan memastikan pelaksanaan patuh terhadap
peraturan regulator, peraturan perundang-undangan dan ketentuan kewajiban lainnya.
Manajemen Risiko Stratejik
Pengelolaan dan pengendalian risiko stratejik dilakukan dengan cara melaksanakan proses pengendalian
terhadap rencana stratejik dan rencana bisnis. Hal ini bertujuan untuk memantau realisasi dibandingkan
dengan target yang akan dicapai dan memastikan bahwa risiko yang diambil masih dalam batas toleransi.
Manajemen Risiko Hukum
Pengelolaan dan pengendalian risiko hukum dilakukan melalui:
(a) Peninjauan secara berkala terhadap kontrak dan perjanjian antara Bank dan pihak lain.
(b) Pengembangan budaya kepatuhan dan kepedulian terhadap risiko hukum kepada seluruh pegawai pada
setiap jenjang organisasi secara berkelanjutan.
Manajemen Risiko Reputasi
Risiko reputasi dimitigasi dengan keterbukaan informasi, publikasi positif kegiatan Bank dan kecepatan
menjawab permasalahan yang berasal dari keluhan Nasabah baik melalui sarana resmi komunikasi Bank
maupun media massa.
Kebijakan Manajemen Risiko
Penyempurnaan kebijakan dan pedoman penerapan manajemen risiko untuk segmen bisnis dilaksanakan
secara berkelanjutan untuk mengakomodasi perubahan eksposur risiko karena kondisi eksternal dan internal
serta perubahan regulasi.
Identifikasi risiko Nasabah dilakukan dengan menentukan karakteristik risiko yang melekat untuk setiap
Nasabah dengan parameter risiko seperti identitas Nasabah, lokasi usaha, profil Nasabah, kegiatan usaha,
struktur kepemilikan bagi Nasabah perusahaan, jumlah dan frekuensi transaksi, dan informasi lainnya yang
dapat digunakan untuk mengukur tingkat risiko Nasabah. Hasil identifikasi dan pengukuran tersebut akan
menghasilkan profil risiko Nasabah yang wajib dilakukan tindak lanjut pemantauan dan pengendalian terhadap
masing-masing profil risiko tersebut.
115
Page 119
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan antara nilai tercatat dan nilai wajar dari semua aset dan liabilitas
keuangan. Nilai wajar yang diungkapkan adalah berdasarkan informasi relevan yang tersedia pada tanggal-
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 tidak diperbaharui untuk mencerminkan perubahan dalam kondisi
pasar yang telah terjadi setelah tanggal tersebut.
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Nilai tercatat Nilai wajar Nilai tercatat Nilai wajar
Aset
Kas 7.312.940 7.312.940 11.262.053 11.262.053
Giro pada Bank Indonesia 695.601.096 695.601.096 973.164.695 973.164.695
Giro pada bank lain 358.619.957 358.619.957 193.155.548 193.155.548
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain 459.872.329 459.872.329 952.737.263 952.737.263
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 489.745.365 489.745.365 118.313.100 118.313.100
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 1.484.396.368 1.484.396.368 2.197.792.036 2.197.792.036
Biaya perolehan diamortisasi 2.068.439.381 2.138.032.280 2.046.971.836 2.061.922.085
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual 539.624.951 539.624.951 - -
kembali
Tagihan akseptasi - - 70.794.948 70.794.948
Kredit yang diberikan 5.203.738.744 5.052.082.662 6.445.103.990 6.106.469.439
Penyertaan saham*) 77.510 77.510 77.510 77.510
Aset lain-lain**) 64.752.392 64.752.392 118.967.469 118.967.469
Total 11.372.181.033 11.290.117.850 13.128.340.448 12.804.656.146
Liabilitas
Liabilitas segera 28.123.530 28.123.530 16.720.511 16.720.511
Simpanan nasabah
Giro 497.055.290 497.055.290 1.515.891.478 1.515.891.478
Tabungan 1.473.363.291 1.473.363.291 1.588.385.850 1.588.385.850
Deposito berjangka 6.229.494.091 6.229.494.091 6.710.623.691 6.710.623.691
Simpanan dari bank lain 46.981.172 46.981.172 2.004.021 2.004.021
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli - - 273.751.943 273.751.943
kembali
Liabilitas akseptasi - - 70.880.537 70.880.537
Pinjaman yang diterima 15.123.825 15.123.825 15.599.956 15.599.956
Liabilitas lain-lain***) 118.808.612 118.808.612 108.589.014 108.589.014
Total 8.408.949.811 8.408.949.811 10.302.447.001 10.302.447.001
*) Penyertaan saham yang tidak memiliki pengaruh signifikan
**) Aset lain-lain terdiri dari piutang bunga dan piutang lain-lain
Metode dan asumsi yang digunakan untuk perkiraan nilai wajar adalah sebagai berikut:
a) Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tertentu, kecuali efek-efek yang diukur melalui biaya perolehan
diamortisasi dan dimiliki hingga jatuh tempo, kredit yang diberikan, tagihan dan liabilitas derivatif, surat
berharga yang diterbitkan dan pinjaman yang diterima mendekati nilai tercatatnya karena memiliki jangka
waktu jatuh tempo yang singkat
Estimasi nilai wajar terhadap aset keuangan tertentu ditetapkan berdasarkan diskonto arus kas dengan
menggunakan suku bunga pasar uang yang berlaku untuk utang dengan risiko kredit dan sisa jatuh tempo
yang serupa.
Estimasi nilai wajar terhadap liabilitas keuangan tertentu yang tidak memiliki kuotasi di pasar aktif
ditetapkan berdasarkan diskonto arus kas dengan menggunakan suku bunga utang baru dengan sisa jatuh
tempo yang serupa.
b) Efek-efek
Nilai wajar untuk efek-efek yang diukur melalui biaya perolehan diamortisasi dan dimiliki hingga jatuh
tempo ditetapkan berdasarkan harga pasar atau harga kuotasi perantara (broker)/pedagang efek (dealer).
Jika informasi ini tidak tersedia, nilai wajar diestimasi dengan menggunakan harga pasar kuotasi efek yang
116
Page 120
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
memiliki karakteristik kredit, jatuh tempo dan yield yang serupa atau dinilai dengan menggunakan metode
penilaian internal. Nilai wajar untuk efek-efek yang diukur melalui biaya perolehan diamortisasi dan dimiliki
hingga jatuh tempo ditetapkan berdasarkan harga pasar atau harga kuotasi perantara (broker)/pedagang
efek (dealer). Jika informasi ini tidak tersedia, nilai wajar diestimasi dengan menggunakan harga pasar
kuotasi efek yang memiliki karakteristik kredit, jatuh tempo dan yield yang serupa atau dinilai dengan
menggunakan metode penilaian internal.
c) Kredit yang diberikan
Portofolio kredit Bank secara umum terdiri dari kredit yang diberikan dengan suku bunga mengambang
dan suku bunga tetap. Kredit yang diberikan dinyatakan berdasarkan jumlah nilai tercatat. Nilai wajar dari
kredit yang diberikan menunjukkan nilai diskon dari perkiraan arus kas masa depan yang diharapkan akan
diterima oleh Bank. Perkiraan arus kas ini didiskontokan dengan menggunakan suku bunga pasar untuk
menentukan nilai wajar.
Tabel di bawah ini menyajikan instrumen keuangan yang diakui pada nilai wajar berdasarkan hirarki yang
digunakan Bank untuk menentukan dan mengungkapkan nilai wajar dari instrumen keuangan:
30 Juni 2023
Nilai wajar Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3
Aset Keuangan
Nilai wajar melalui laba rugi
Efek-efek 489.745.365 489.745.365 - -
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Efek-efek 1.484.396.368 1.484.396.368 - -
Biaya perolehan diamortisasi
Efek-efek 2.138.032.280 2.138.032.280 - -
Kredit yang diberikan 5.052.082.662 - 4.059.787.450 992.295.212
Total aset keuangan 9.164.256.675 4.112.174.013 4.059.787.450 992.295.212
31 Desember 2022
Nilai wajar Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3
Aset Keuangan
Nilai wajar melalui laba rugi
Efek-efek 118.313.100 118.313.100 - -
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Efek-efek 2.197.792.036 2.197.792.036 - -
Biaya perolehan diamortisasi
Efek-efek 2.061.922.085 2.061.922.085 - -
Kredit yang diberikan 6.106.469.439 - 4.907.078.853 1.199.390.586
Total aset keuangan 10.484.496.660 4.378.027.221 4.907.078.853 1.199.390.586
117
Page 121
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INFORMASI MENGENAI KOMITMEN DAN KONTINJENSI
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Komitmen
Liabilitas Komitmen
Rupiah
Fasilitas kredit yang diberikan kepada debitur (128.787.482) (363.413.798)
yang belum digunakan
(128.787.482) (363.413.798)
Dolar Amerika Serikat
Fasilitas kredit yang diberikan kepada debitur - (82.517.893)
yang belum digunakan
L/C yang tidak dapat dibatalkan yang masih
- (2.305.313)
berjalan dalam rangka impor
- (84.823.206)
Komitmen - neto (128.787.482) (448.237.005)
Kontinjensi
Liabilitas kontinjensi
Rupiah
Garansi bank yang diterbitkan (222.552) (1.489.809)
Kontinjensi - neto (222.552) (1.489.809)
38. SEGMEN OPERASI
Berikut ini adalah informasi segmen Bank berdasarkan segmen operasi:
Tanggal 30 Juni 2023 dan untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut
Keterangan Konsumer Ritel Menengah Lainnya Total
Pendapatan bunga 69.775.484 96.167.350 125.560.846 154.772.208 446.275.888
Beban bunga (21.218.610) (67.940.687) (116.338.075) (6.950.456) (212.447.828)
Pendapatan bunga - neto 48.556.874 28.226.663 9.222.771 147.821.752 233.828.060
Pendapatan operasi lainnya 5.527.267 27.053.689 86.356.980 33.685.560 152.623.496
Total pendapatan 54.084.141 55.280.352 95.579.751 181.507.312 386.451.556
Beban operasi lainnya (37.797.295) (88.884.474) (122.804.874) (70.682.231) (320.168.874)
Penyisihan kerugian
penurunan nilai (14.997.444) (13.889.898) 86.699.992 2.538.850 60.351.500
Total beban (52.794.739) (102.774.372) (36.104.882) (68.143.381) (259.817.374)
Pendapatan (beban)
non-operasional - neto 487.539 (184.373) (363.393) 156.972 96.745
Laba (rugi) sebelum beban
pajak penghasilan 1.776.941 (47.678.393) 59.111.476 113.520.903 126.730.927
Manfaat (beban) pajak
penghasilan - neto (1.646.891) 44.188.921 (54.785.242) (105.212.568) (117.455.780)
Laba (rugi) tahun berjalan 130.050 (3.489.472) 4.326.234 8.308.335 9.275.147
Aset segmen
Kredit yang diberikan 925.291.151 1.481.305.224 3.642.358.123 - 6.048.954.498
Cadangan kerugian penurunan
nilai kredit yang diberikan (37.368.604) (135.665.919) (672.181.231) - (845.215.754)
Non-kredit yang diberikan 41.047.238 130.793.110 230.976.605 6.403.840.676 6.806.657.629
Cadangan kerugian penurunan
nilai kredit yang diberikan - - (1.206.801) (900.652) (2.107.453)
928.969.785 1.476.432.415 3.199.946.696 6.402.940.024 12.008.288.920
Liabilitas segmen
Pendanaan 181.348.024 1.789.070.557 6.229.494.091 - 8.199.912.672
Non-pendanaan 25.929.995 34.600.876 59.615.812 274.560.804 394.707.487
207.278.019 1.823.671.433 6.289.109.903 274.560.804 8.594.620.159
118
Page 122
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tanggal 30 Juni 2022 dan untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut
Keterangan Konsumer Ritel Menengah Lainnya Total
Pendapatan bunga 55.222.947 161.945.592 219.017.447 106.671.168 542.857.154
Beban bunga (7.011.963) (60.310.319) (106.077.485) (12.244.478) (185.644.245)
Pendapatan bunga - neto 48.210.984 101.635.273 112.939.962 94.426.690 357.212.909
Pendapatan operasi lainnya 6.279.875 21.062.871 15.197.623 28.845.693 71.386.062
Total pendapatan 54.490.859 122.698.144 128.137.585 123.272.383 428.598.971
Beban operasi lainnya (34.953.836) (49.313.551) (71.390.142) (99.144.469) (254.801.998)
Penyisihan kerugian
penurunan nilai (28.815.262) 128.094.539 (193.713.439) 25.112.791 (69.321.371)
Total beban (63.769.098) 78.780.988 (265.103.581) (74.031.678) (324.123.369)
Pendapatan
non-operasional - neto 106.792 333.131 474.838 2.120.442 3.035.203
Laba sebelum beban
pajak penghasilan (9.171.447) 201.812.263 (136.491.158) 51.361.147 107.510.805
Manfaat (beban) pajak
penghasilan - neto 7.859.491 (172.943.461) 116.966.396 (44.014.045) (92.131.619)
Laba tahun berjalan (1.311.956) 28.868.802 (19.524.762) 7.347.102 15.379.186
Aset segmen
Kredit yang diberikan 950.782.315 3.044.871.236 5.271.742.803 - 9.267.396.354
Cadangan kerugian
penurunan nilai kredit
yang diberikan (44.432.477) (196.102.453) (1.255.393.958) - (1.495.928.888)
Non-kredit yang diberikan 990.254 4.884.870 89.987.781 6.614.430.024 6.710.292.929
Cadangan kerugian
penurunan nilai non-kredit
yang diberikan (326.776) (880.025) (155.563) (3.044.712) (4.407.076)
907.013.316 2.852.773.628 4.106.181.063 6.611.385.312 14.477.353.319
Liabilitas segmen
Pendanaan 465.299.157 4.002.066.381 7.039.079.638 - 11.506.445.176
Non-pendanaan 16.453.476 3.394.516 95.436.431 456.565.443 571.849.866
481.752.633 4.005.460.897 7.134.516.069 456.565.443 12.078.295.042
Berikut ini adalah informasi segmen Bank berdasarkan segmen geografis:
a) Pendapatan bunga neto dan operasi lainnya
Periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni
2023 2022
Jabodetabek 342.225.912 372.781.140
Jawa (3.423.343) (10.361.817)
Sumatera 37.659.845 56.371.047
Kalimantan - -
Sulawesi 9.989.142 9.808.601
Total 386.451.556 428.598.971
b) Laba sebelum beban pajak penghasilan
Periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni
2023 2022
Jabodetabek 109.218.425 104.089.486
Jawa (16.106.501) (35.059.088)
Sumatera 25.447.460 46.057.984
Kalimantan - -
Sulawesi 8.171.543 (7.577.577)
Total 126.730.927 107.510.805
119
Page 123
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
c) Total aset
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jabodetabek 10.944.383.442 12.799.163.085
Jawa 205.580.663 208.404.195
Sumatera 781.967.771 809.410.876
Kalimantan - -
Sulawesi 76.357.044 81.796.909
Total 12.008.288.920 13.898.775.065
d) Total liabilitas
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jabodetabek 6.930.427.095 8.561.266.857
Jawa 777.568.912 969.679.051
Sumatera 865.460.810 966.642.620
Kalimantan - -
Sulawesi 21.163.342 12.099.255
Total 8.594.620.159 10.509.687.783
39. PERJANJIAN, KOMITMEN DAN KONTINJENSI SIGNIFIKAN
Perjanjian signifikan
Bank mengadakan perjanjian dengan PT Bringin Karya Sejahtera dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sehubungan dengan perjanjian sewa gedung Menara BRILiaN:
1 Juni 2022 untuk ruang Lantai 19 dan 20
1 September 2022 untuk ruang Lantai 2 (KCU), 17 dan 18
1 November 2022 untuk ruang lantai 12, 15, dan 16
dengan total nilai kontrak asset hak guna gedung sebesar Rp92.927.129.
Pada tanggal 11 April 2022, Bank mengadakan perjanjian dengan PT Indocyber Global Teknologi sehubungan
dengan pengadaan konsultan IT dengan nilai kontrak sebesar Rp510.600.
Perjanjian Kerjasama Pengembangan Developer Portal Raya API antara PT Bank Raya Indonesia Tbk dengan
PT Beruang Maya Raya tanggal 24 Januari 2023 dengan Harga Pekerjaan sebesar Rp. 413.270.
Perjanjian Kerjasama dalam lisensi LeanIX dan Implementasi Enterprise Architecture Raya, Pinang dan
Payment dalam LeanIX tanggal 16 Januari 2023 dengan Biaya Jasa Konsultasi sebesar Rp. 471.750 untuk
Jasa Profesional dan Rp. 599.194 untuk Lisensi.
Liabilitas kontinjensi
Dalam melakukan usahanya, Bank menghadapi berbagai perkara hukum dan tuntutan dimana Bank sebagai
tergugat, terutama sehubungan dengan kepatuhan dengan kontrak. Walaupun belum ada kepastian yang jelas,
Bank berpendapat bahwa berdasarkan informasi yang ada dan keputusan terakhir dari perkara bahwa tuntutan
hukum ini tidak akan berdampak secara material pada operasi, posisi keuangan atau tingkat likuiditas Bank.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Bank telah membentuk cadangan (disajikan dalam akun
“Liabilitas Lain-lain”) untuk sejumlah perkara masing-masing sebesar Rp1.000.000 dan Rp3.740.858 (Catatan
25). Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan yang dibentuk atas kemungkinan timbulnya kerugian.
120
Page 124
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. JAMINAN PEMERINTAH TERHADAP KEWAJIBAN PEMBAYARAN BANK UMUM
Berdasarkan Keputusan Presiden No. 26 Tahun 1998 yang dilaksanakan melalui Keputusan Menteri Keuangan
tanggal 28 Januari 1998 dan Surat Keputusan Bersama Direksi Bank Indonesia dan Ketua BPPN (SKB BI dan
BPPN) No. 30/270/KEP/DIR dan No. 1/BPPN/1998 tanggal 6 Maret 1998, Pemerintah telah menjamin kewajiban
tertentu dari seluruh bank umum yang berbadan hukum Indonesia.
Berdasarkan perubahan terakhir yang terdapat pada Keputusan Menteri Keuangan No. 179/KMK.017/2000
tanggal 26 Mei 2000, jaminan tersebut berlaku sejak tanggal 26 Januari 1998 sampai dengan 31 Januari 2001
dan dapat diperpanjang dengan sendirinya setiap 6 (enam) bulan berikutnya secara terus-menerus, kecuali
apabila dalam waktu 6 (enam) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu Program Penjaminan atau jangka waktu
perpanjangannya, Menteri Keuangan mengumumkan pengakhiran dan atau perubahan Program Penjaminan
tersebut untuk diketahui oleh umum. Atas penjaminan ini, Pemerintah membebankan premi yang dihitung
berdasarkan persentase tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 17/PMK.05/2005 tanggal 3 Maret 2005, terhitung sejak tanggal
18 April 2005 jenis kewajiban bank umum yang dijamin berdasarkan Program Penjaminan Pemerintah meliputi
giro, tabungan, deposito berjangka dan pinjaman yang diterima dari bank lain dalam bentuk transaksi pasar
uang antar bank.
Program Penjaminan Pemerintah melalui UP3 telah berakhir pada tanggal 22 September 2005, sebagaimana
dinyatakan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 68/PMK.05/2005 tanggal 10 Agustus 2005 tentang
“Perhitungan dan Pembayaran Premi Program Penjaminan Pemerintah terhadap Kewajiban Pembayaran Bank
Umum” untuk periode 1 Juli sampai dengan 21 September 2005. Sebagai pengganti UP3, Pemerintah telah
membentuk lembaga independen yaitu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berdasarkan Undang-undang No.
24 Tahun 2004 tanggal 22 September 2004 tentang “Lembaga Penjamin Simpanan”, dimana LPS menjamin
dana masyarakat termasuk dana dari bank lain dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan
dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2008 tanggal 13 Oktober 2008 tentang “Besaran Nilai
Simpanan yang Dijamin Lembaga Penjamin Simpanan” yang disempurnakan melalui peraturan LPS No.
2/PLPS/2010 tanggal 25 November 2010 tentang Program Penjaminan Simpanan Pasal 29, nilai simpanan
setiap nasabah pada satu bank yang dijamin oleh Pemerintah adalah paling tinggi sebesar Rp2.000.000.000
(angka penuh).
Suku bunga penjaminan LPS pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah masing-masing sebesar
4,25% dan 3,75% untuk simpanan dalam mata uang Rupiah dan masing-masing sebesar 2,25% dan 1,75%
untuk simpanan dalam mata uang asing.
41. PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN (ISAK) YANG DIKELUARKAN DAN DIREVISI
Berikut ini ringkasan revisi dan Amendemen PSAK dan ISAK yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan (DSAK) - IAI yang relevan untuk Bank, namun belum berlaku efektif untuk laporan keuangan pada
tanggal 30 Juni 2023:
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023:
Amendemen PSAK 25, ”Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan terkait
Definisi Estimasi Akuntansi”
Amendemen tersebut memperkenalkan definisi 'estimasi akuntansi' dan mengklarifikasi perbedaan antara
perubahan estimasi akuntansi dan perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan. Amendemen
tersebut juga mengklarifikasi bagaimana entitas menggunakan teknik pengukuran dan input untuk
mengembangkan estimasi akuntansi.
121
Page 125
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Amendemen PSAK 46, ”Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas Yang
Timbul Dari Transaksi Tunggal”
Amendemen ini mengusulkan agar entitas mengakui aset maupun liabilitas pajak tangguhan pada saat
pengakuan awalnya sebagai contoh dari transaksi sewa, untuk mengeliminasi perbedaan praktik saat ini
atas transaksi tersebut dan transaksi lain yang serupa.
Amendemen PSAK 16 ”Aset Tetap - Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan”
Amendemen ini tidak memperbolehkan entitas untuk mengurangi suatu hasil penjualan item yang
diproduksi saat membawa aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diperlukan supaya aset dapat
beroperasi sesuai dengan intensi manajemen dari biaya perolehan suatu aset tetap. Sebaliknya, entitas
mengakui hasil dari penjualan item-item tersebut, dan biaya untuk memproduksi item-item tersebut, dalam
laba rugi.
Saat ini, Bank sedang mengevaluasi dan belum menetapkan dampak dari PSAK yang dikeluarkan dan direvisi
tersebut terhadap laporan keuangannya.
42. INFORMASI TAMBAHAN
Manajemen Modal
Tujuan manajemen permodalan Bank adalah untuk mempertahankan posisi modal yang kuat untuk mendukung
pertumbuhan bisnis dan mempertahankan investor, deposan, pelanggan dan kepercayaan pasar.
Dalam pengelolaan permodalan, Bank mempertimbangkan faktor-faktor seperti: pengembalian modal yang
optimal pada pemegang saham dan menjaga keseimbangan antara keuntungan yang lebih tinggi dan
keamanan yang diberikan oleh posisi modal yang sehat.
Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR)
Bank secara aktif mengelola modalnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tujuan utamanya adalah untuk
memastikan bahwa setiap saat Bank dapat menjaga kecukupan modalnya untuk menutup risiko bawaan
(inherent risk) pada kegiatan perbankan tanpa mengurangi optimalisasi nilai pemegang saham.
Rasio CAR pada 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, masing-masing sebesar 46,60% dan 43,50%, dihitung
berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 27/POJK/2022 tentang Perubahan Kedua atas
POJK No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dimana modal untuk
risiko kredit, pasar, dan operasional terdiri dari modal inti (modal inti utama/Common Equity Tier 1 dan modal
inti tambahan) dan modal pelengkap.
Pada 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Bank telah membentuk Countercyclical Buffer masing-masing
sebesar 0% dari kisaran yang ditetapkan sebesar 0% sampai dengan 2,5% dari Aset Tertimbang Menurut Risiko
(ATMR). Sedangkan, untuk Capital Conservation Buffer dan Capital Surcharge, Bank tidak diwajibkan untuk
melakukan pembentukan sesuai POJK No 27 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas POJK No
11/POJK.093/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Minimum Bank Umum.
Berdasarkan profil risiko Bank pada 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 yaitu low moderate, maka CAR
minimum per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing ditetapkan sebesar paling rendah 9,99%
sesuai internal capital adequacy assessment process (ICAAP). Penentuan kepatuhan Bank terhadap peraturan
dan rasio yang berlaku didasarkan pada peraturan praktik akuntansi yang berbeda dalam beberapa hal dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Bank telah memenuhi rasio sesuai yang disyaratkan
OJK untuk rasio kecukupan modal.
122
Page 126
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 dan Untuk Periode 6 (Enam) Bulan
yang Berakhir pada Tanggal tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Perhitungan CAR Bank pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Modal
Modal Inti (Tier 1)
Modal Inti Utama (CET-1) 3.235.798.175 3.106.730.322
Modal Inti Tambahan (AT-1) - -
Total Modal Inti (Tier 1) 3.235.798.175 3.106.730.322
Modal Pelengkap (Tier 2) 58.752.147 70.282.639
Total Modal 3.294.550.332 3.177.012.961
Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR)
ATMR untuk Risiko Kredit setelah
memperhitungkan Risiko Spesifik*) 5.852.128.345 5.622.611.110
ATMR untuk Risiko Pasar**) 117.413.686 84.363.529
ATMR untuk Risiko Operasional***) 1.100.860.250 1.556.760.691
Total ATMR 7.070.402.281 7.263.735.330
Rasio CAR
Rasio CET 1 45,77% 42,77%
Rasio Tier 1 45,77% 42,77%
Rasio Tier 2 0,83% 0,97%
Rasio Total 46,60% 43,74%
Rasio Minimum CET 1 9,16% 4,50%
Rasio Minimum Tier 2 0,83% 5,49%
CAR Minimum Berdasarkan Profil Risiko 9,99% 9,99%
43. TAMBAHAN INFORMASI ARUS KAS AKTIVITAS PENDANAAN
Arus kas
31 Desember 2022 Penerimaan Pembayaran Perubahan non-kas 30 Juni 2023
Pinjaman yang diterima 15.599.956 - (476.131) - 15.123.825
15.599.956 - (476.131) - 15.123.825
Arus kas
31 Desember 2021 Penerimaan Pembayaran Perubahan non-kas 30 Juni 2022
Pinjaman yang diterima 16.517.311 - (452.956) - 16.064.355
16.517.311 - (452.956) - 16.064.355
44. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN
Manajemen Bank bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan yang diselesaikan dan disetujui
untuk diterbitkan pada tanggal 31 Juli 2023.
123
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.